PENYUSUNAN INSTRUMEN TES DAN NON TES SEB

 0  0  97  2018-10-05 23:11:38 Report infringing document

PENYUSUNAN INSTRUMEN TES DAN NON TES SEBAGAI INSTRUMEN PENILAIAN PEMBELAJARAN DI SUSUN OLEH KELOMPOK 1

CHRISARIA PALUNGAN (1311440007)

PENYUSUNAN INSTRUMEN TES DAN NON TES SEBAGAI INSTRUMEN PENILAIAN PEMBELAJARAN DI SUSUN OLEH KELOMPOK 1ARFAH (1311440001) AUDITIO PADAUNAN (1311440005) PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

KATA PENGANTAR

  Puji syukur alhamdulillah penulis panjatkan atas rahmat Allah SWT sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “PenyusunanInstrumen Tes dan Instrumen Non Tes Sebagai Instrumen Penilaian Pembelajaran” sesuai dengan waktu yang ditentukan. Bentuk dan penyusunan instrumen non tes .........................................41 Bab 3 Bentuk instrumen yang dikembangkan A.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang. Penilaian dan pengukuran tidak dapat dilepaskan dari dunia

  Instrumen tes dapat berupa tes objektif dan tes non objektif sedangkan instrumen non tes dapat berupa wawancara,kuesioner, observasi, dan sebagainya. Selain itu instrumen yang disusun harus sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai, sehingga harusnya sebelummengedarkan instrumen terlenih dahulu harus ada tujuan yang ditetapkan oleh guru.

B. Rumusan Masalah

  Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, maka rumusan masalah dari makalah ini adalah: 1. Apa yang dimaksud dengan instrumen non tes.

C. Tujuan

  Menjelaskan tentang apa yang dimaksud dengan instrumen tes dan non tes. Menjelaskan teknik pengembangan instrumen tes dan non tes.

BAB II PEMBAHASAN Bentuk dan Penyusunan Instrumen Tes A

1. Pengetrian tes

  Tujuan melakukan tes adalah untuk mengetahuipencapaian belajar atau kompetensi yang telah dicapai peserta didik untuk bidang tertentu. Ada pendidikyang cenderung membuat tes yang sulit, sehingga estimasi kemampuan peserta didik underestimate , tetapi ada juga pendidik yang cenderungmembuat tes terlalu mudah, sehingga estimasi kemampuan peserta didik overestimate.

2. Langkah Awal Pengembangan Tes

  Beberapa langkah awal yang diperlukan dalam mengembangkan tes adalah: menentukan tujuan pembelajaran, menyusun table spesifikasi, dan menentukanbentuk soal yang akan digunakan dalam penilaian. Tes yang baik diturunkan dari tujuan pembalaran yang dinyatakan secara jelas.

a. Karakteristik Tujuan Pembelajaran

  Tesyang digunakan dikelas harus mencerminkan apa yang telah diajarkan di kelas dan tes tersebut juga menekankan pada apa yang menjadi penekanandalam pembelajaran dikelas. Salah satu taksonomi tujuan pembelajaran yang banyak digunakana dalam dunia pendidikan adalah taksonomi yang berkembang oleh Bloom, Englehart,Furst, Hill, dan Krathwohl (1956) yang selanjutnya dikenal dengan taksonomiBloom.

1) Pengetahuan (Knowledge)

  Contoh tujuan pembelajaran pada level ini:“Siswa mampu mengaplikasikan perkalian dan pembagian bilangan dua angka dalam konteks permasalahan matematika.” 4) Analisis (Analysis) Tujuan pada level ini menuntut siswa untuk memecah atau membagi suattu konsep yang kompleks ke dalam bagian-bagian yang lebih mendasar atausederhana. Contoh tujuan pembelajaran pada level ini: “Diberikan sebuah naskah teks pidato, siswa mampu menganalisis pernyataanyang didasarkan pada fakta dan yang didasarkan pada perkiraan.” 5) Sintesis (Synthesis) Tujuan pada level ini menuntut siswa memadukan konsep atau unsur-unsur yang ada sedemikian hingga membentuk struktu atau pola baru.

b. Mengembangkan Spesifikasi Tes

  Gambar 4.2 memperlihatkan dua bentk cakupan tes terhadapmateri yang diujikan, yaitu (a) tes dapat merepersentasikan seluruh cakupan materi dan (b) tes tidak mampu merepresentasikan keseluruhan cakupan materi Butir tes relevan Butir tas tidak relevan(di dalam cakupan materi) (di luar cakupan materi) Gambar 2.1 Ilustrasi Tetang Relevansi Butir Tes Gambar 4.1 Bagian kiri menunjukkan bahwa butir-butir tes disusun sesuai dengan indikator yang telah dirumuskan. Syarat spesifikasi tes yang baik: (a) mewakili isi kurikulum yang akan diujikan, (b) komponennya rinci, jelasdan mudah dipahami, dan (c) soal-soalnya dapat dibutkan sesuai dengan indikator dan bentuk soal yang ditetapkan.

c. Memilih Jenis Tes yang Akan Digunakan

  Semakin tinggi atau kompeks perilaku yang diukur, semakon kompleks dan beragam pula jemis tes yang akan digunakan Ada tujuan atau kompetensi yang lebih tapat diukur atau ditanyakan dengan menggunakan tes tertulis bentuk pilihan ganda da nada pula tujuankompetensi yang lebih tepat diukur dengan menggunakan tes tertulis bentuk uraian. Tidak menutup kemungkinan pula, ada tujuan atau kompetensi yang tidak bias diukur dengan tes tertulis, tetappi perlu digunakanakal ukur nontes Dalam konteks tes, terdapat beragam jenis pendekatan untuk mengklasifikasi tes yang dapat digunsksn mengukur kemampuan siswa sebagaicontoh, pengklasifikasian tes ke dalam tes objektif dan tes subjketif.

3. Bentuk dan Pengembangan Tes

  Bentuk tes yang digunakan di satuan pendidikan dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu tes objektif dan tes nonobjektif. Tes uraian yang objektif sering digunakan pada bidang sains dan teknologi atau bidang sosial yangjawabannya sudah pasti, dan hanya satu jawaban yang benar.

4. Teknik penyusunan tes

1) Menyusun spesifikasi tes

  Langkah awal dalam mengembangkan tes adalah menetapkan spesifikasi tes atau blue print test, yaitu yang berisi uraian yang menunjukkan keseluruhankarakteristik yang harus dimiliki oleh suatu tes. Spesifikasi yang jelas akan mempermuda dalam menulis soal, dan siapa saja yang menulis soal akanmenghasilkan tingkat kesulitan yang relatif sama.

a. Menentukan tujuan tes

  Tujuan tes yang penting adalah untuk:1) mengetahui tingkat kemampuan peserta didik,2) mengukur pertumbuhan & perkembangan peserta didik,3) mendiagnosis kesulitan belajar pesert didik,4) mengetahui hasil pembelajaran,5) mengetahui pencapaian kurikulum,6) mendorong peserta didik belajar, dan 7) mendorong peserta didik melaksanakan pembelajaran yang lebih baik. Ditinjau dati tujuannya, ada empat macam tes yang banyak digunakan di lembaga pendidikan, yaitu: (a) tes penempatan,(b) tes diagnostik,(c) tes formatif, dan (d) tas sumatif.

b. Menyususun kisi-kisi

  Menentukan bentuk tes Pemilihan bentuk tes yang tepat ditentukan oleh tujuan tes, jumlah peserta tes, waktu yang disediakan untuk memeriksa lembar jawana tes,cakupan materi tes, dan karakteristik mata pelajaran yang diujikan. Waktu yang diperlukan tiap mengerjakan butir soal brnyuk pilihan ganda denganingkat kesulitan sedang adalah 2 menit, dan untuk yang mudah adalah 1 Untuk tes bentuk uraian objektif, waktu yang diperlukan untuk mengerjakan adalah 120 menit.

2) Menulis tes

  Tes lisan di kelas Pertanyaan lisan dapat digunakan untuk mengetahui daya serap peserta didik untuk masalah yang berkaitan dengan kognitif yang barudiajarkan. Rasional penggunaan tes ini adalah (Ebel, 1979)adalah sebagai berikut: 1) Esensi pencapaian tujuan pendidika dapat dinyatakan dalam bentuk pengetahuan verbal.2) Semua bentuk pengetahuan verbal dapat dinyatakan dengan proposisi.3) Sustu proposisi adalah suatu pernyataan yang dapat dinyatkan benar atau salah.4) Tingkat pengetahuan seseorang dalam bidang tertentu dapat dilihat dari respons terhadap suatu proposisi.

c. Bentuk menjodohkan

  (1) Muatan listrik yang bergerak.(2) Konduktor yang dialiri arus searah.(3) Konduktor yang dialiri arus bolak balik.(4) Muatan listrik yang tidak bergerak. a) Materi yang diujikan dapat mencakup sebagian besar dari bahan pengajaran yang telah diberikanb) Jawaban siswa dapat dikoreksi (dinilai) dengan mudah dan cepat dengan menggunakan kinci jawaban.

e. Bentuk uraian ojektif

  Bentuk soal uraian objektif sangat digunakan untuk bidang matematika dan IPA, karena unci jawabannya hanya satu. Pertanyaan pada bentuk soal ini diantaranya adalah: hitunglah, tafsirkan, buat kesimpulan, dan sebagainya.

f. Bentuk uraian non-obejektif

  Kelemahan dari bentuk tes ini adalah :1) Penskoran sering dipengaruhi oleh subjektivitas penilai,2) Memerlukan waktu yang lama untuk memeriksa lembar jawaban,3) Cakupan materi yang diujikan sangat terbatas, dan 4) Adanya efek bluffing. Untuk menghindari kelemahan tersebut cara yang ditempuh adalah: 1) Jawaban tiap soal tidak panjang, sehingga bisa mencakup materi yang banyak,2) Tidak melihat nama peserta ujian,3) Memeriksa tiap butir secera keseluruhan tanpa istirahat, dan 4) Menyiapkan pedoman penskoran.

g. Bentuk jawaban singkat

  Bentuk soal jawaban singkat merupakan bentuk soal yang meghendaki jawaban dalam bentuk kata, bilangan, kalimat, atau simboldan jawabannya hanya dapat dinilai benar atau salah. Tes bentuk soal jawaban singkat cocok untuk mengukur pengetahuan yang berhubungan dengan istilah terminologi, fakta, prinsip, metode,prosedur, dan penafsiran data yang sederhana.

h. Unjuk kerja/performans

  Pertanyaan pada tes unjuk kerjaberdasarkan pada tuntutan pada masyarakat dan lembaga lain yang terkait dengan pengetahuan yang harus dimiliki mahasiswa. 1) Pokok soal harus jelas 2) Pilihan jawaban homogen dalam arti isi.3) Panjang kalimat pilihan jawaban relatif sama.4) Tidak ada petunjuk jawaban benar.5) Hindari penggunaan pilihan jawaban: semua benar atau semua salah.6) Pililah jawaban angka yang diurutkan.7) Semua pilihan jawaban logis.8) Jangan menggunakan negatif ganda.9) Kalimat yang digunkakan sesuai dengan tingkat perkembangan peserta tes.10) Bahasa indonesia yang digunakan baku.11) Letak pilihan jawaban benar ditentukan secara acak.

4) Melakukan uji coba tes

5) Menganalisis butir tes

  memenuhi kualitas yang diharapkan, berdasarkan hasil uji coba tersebut maka kemudian dilakukan pembenahan atau perbaikan seperti telah dijelaskan di atas bahwa uji coba yang dilakukan dapat diperoleh beberapa informasi penting tentang kualitas soal yang telahdisusun. Dalam pelaksanaantes ini memerlukan pemantauan atau pengawasan agar tes tersebut benar- benar dikerjakan oleh testee dengan jujur dan sesuai dengan ketentuanyang telah digariskan.namun begitu, pemamntauan dan pengawasan yang dilakukan harus tidak mengganggu pelaksanaan tes itu sendiri.

9) Menafsirkan hasil tes

  Oleh karena itu, pencapaian belajar atau perstasi belajar peserta didik merupakan fungsi dari peserta didik dan pendidik, yaitu keberhasilanpeserta didik belajar dan keberhasilan pendidik melaksanakan pembelajaran peserta asesmen unjuk kerja. Pada tes tradisional, butir satu dan yang lainnya adalah independen, dalam pengertian besarnya peluang menjawab benar butir satudengan yang lain adalah independen.

C. Bentuk dan Teknik Penulisan Instrumen Non Tes

1. Pengertian Instrumen non tes

  Kemampuan yang kedua adalah keterampilan psikomotor, yaitu kemampuan yang berkaitan dengan gerak, yaitu yang menggunakan otot sepertilari, melompat, melukis, berbicara, membongkar, dan memasang peralatan, dan sebagainya. Peringkat kemampuan psikomotorik ada lima, yaitu gerakan refleksadalah respon motor atau gerak tanpa sadar yang muncul ketika bayi lahir.gerakan dasar adalah gerakan yang mengarah pada keterampilan kompleks yang khusus.

2. Pengertian afektif

  Selanjutnya dijelaskan bahwa sejak manusia belajar menilai suatu obyek, aktivitas, dan ide sehingga obyek ini menjadi pengatur penting minat, sikap, dankepuasan.oleh karenanya sekolah harus menolong peserta didik menemukan dan menguatkan nilai yang bermakna dan signifikan bagi peserta didik dalammemperoeh kebahagian personal dan memberi konstribusi positif terhadap masyarakat. Skala adalah alat untuk mengukur nilai, sikap, minat, perhatian, dan sebagainya yang disusun dalam bentuk pernyataan untuk dinilai olehresponden dan hasilnya dalam bentuk rentang nilai sesuai dengan kriteria yang ditentukan.

2) Penulisan instrumen

  Aspek yang diungkap diurut secara sistematik mulai dari yang sederhana menuju yang kompleks dariyang khusus menuju yang umum, atau dari yang mudah menuju yang sulit. Instrumen nilai dan keyakinan bertujuan untuk mengungkap niai dan keyakinan individu, informasi yang diperoleh berupa nilai dan keyakinan yangpositif dan yang negatif.

e. Studi Kasus

  Beberapa petunjuk untuk melaksanakan studi kasus dalam bidang pendidikan, khususnya di sekolah adalah sebagai berikut:1) Menemukenali siswa sebagai kasus, artinya menetapkan siapa-siapa di antara siswa yang mempunyai masalah khusus untuk dijadikan kasus.2) Menetapkan jenis masalah yang dihadapi siswa dan perlu mendapatkan bantuan pemecahan oleh guru. Setiapinformasi dikaji lebih lanjut untuk menetapkan alternatif mana yang paling baik untuk dapat mengatasi masalah siswa.7) Alternatif yang telah teruji sebagai upaya pemecahan masalah dibicarakan dengan siswa untuk secara bertahap diterapkan, baik oleh siswa itu sendirimaupun oleh guru.8) Terus mengadakan pengamatan dan pemantauan terhadap tingkah laku tersebut untuk melihat perubahan-perubahannya.

3) Telaah instrumen

  Kegiatan pada telaah instrumen adalah meneliti tentang: a) apakah butir pertanyaan atau pernyataan sesuai dengan indikator, b) bahasa yang digunakanapa sudah komunikatif dan menggunakan tata bahasa yang benar, dan c) aakah butir pertanyaan atau pernyataan tidak biasa, d) apakah format instrumen menarikuntuk dibaca, e) apakah jumlah butir sudah tepat sehingga tidak menjemukan menjawabnya. Bahasa yang digunakan adalah yang sesuai dengan tingkat pendidikan responden.

4) Skala Pengukuran

  Skala Thurstoneterdiri dari 7 kategori, yang paling banyak bernilai 7 dan yang paling kecil bernilai 1. Langkah pertama dalam menulis suatu pertanyaan atau pernyataan adalah informasi apa yang ingindiperoleh, struktur pertanyaan, dan pemilihan kata-kata.

5) Penyusunan butir soal bentuk daftar cek

  Daftar cek berisi seperangkat butir soal yang mencerminkan rangkaian tindakan/perbuatan yang harus ditampilkan oleh peserta ujian, yang merupakanindikator dari keterampilan yang akan diukur. Memasang termoter pada tubuh pasien (di muut, di ketiak, atau di dubur) sehingga bagian yang berisi air raksa kontak dengan tubuh subjek yangdiukur suhunya 6) Penskoran instrumen Sistem penskoran yang digunakan terantung pada skala pengukuran.

8) Penafsiran hasil pengukuran

  SBx Sangat negatif/ rendah Keterangan : ´ X : rerata skor keseluruhan peserta didik dalam satu kelas SBx : simpangan baku skor keseluruhan peserta didik dalam satu kelasX : skor yang dicapi siswa Untuk mengetahui minat kelas terhadap matap pelajaran dilakukan langkah seperti berikut dan kategorisasinya dapat dilihat pada tabel 5.6. a) Cari rerata skor kelas, disingkat ´Y b) Cari rerata skor keseluruhan kelas untuk mata pelajaran yang sama c) Cari simpangan baku skor keseluruhan kelas untuk mata pelajaran yang sama Tabel 2.18 Kategorisasi sikap atau minat kelas No Skor siswa Kategori Sikap atau Minat 1 Y ≥ ´Y +1.

BAB II I BENTUK INSTRUMEN YANG DIKEMBANGKAN A. Istrumen Tes

  Jenis instumen tes yang digunakan Jenis instrumen tes yang digunakan penulis adalah bentuk pilihan ganda dan esai. Setiap soal mewakili indikator yang dikembangkan oleh guru sesuai dengan kompetensi inti dankompetensi dasar yang ditetapkan oleh kementerian pendidikan.

5. Bentuk Instrumen Tes

  Persamaan garis lurus yang memotong sumbu-x di (7,0) dan sumbu-y di ( 0,4) dan gradiennya berturut-turut adalah... Jika √ 2 x−6<2, maka batas-batas x yang memenuhi adalah .

13. Nilai 3 x+5 y, jika x dan y memenuhi sistem persamaan 2 x−4 y=7 dan 5 x+ y=1 adalah . . .

  Suatu hari Budi berbelanja di toko Makmur berupa 3 kg gula dengan harga per kg Rp.400,00 dan 10 kg beras dengan harga per kg Rp.425,00 setelahitu Budi ke toko Arfah berupa 2 kg dan 5 kg beras dengan harga yang sama dengan toko Budi. Banyaknya pasangan yang terjadi antara himpunan A dan B dengan syarat setiap anggota di A berpasangan dengan setiap anggota di B adalah .

6. Kunci Jawaban Instrumen

  Diketahui ∈ R , a>1 dan n>m n m Akan dibuktikan a > aBukti: n m Karena a>1 dan n>m maka n−m>0 dan a> 0, a > 0. Diketahui 2 x− y=53 x+ 2 y =4 Ubah bentuk SPL ke bentuk persamaan matriks AX=B.

1 X =A B

  1 x 2 1 5= [ y ] 2 −1 [ − 3 2 ][ 4 ] Det 3 2 [ ] 1 2 1 5 ¿ 7 [ − 3 2 ][ 4 ] 110+4 ¿ 7 [ − 15+8 ] 1 14 ¿ 7 [ − 7 ] 2 ¿ − 1 [ ] Sehingga himpunan penyelesaiannya adalah (2, -1). yang ketiga menjadi 50.000.000,00 x 2 (1,1) ; dan yang keempat menjadi 50.000.000 x (1,1).

B. Instrumen Non Tes 1. Tujuan instrumen

  Jenis instrumen non tes yang digunakan Jenis instrumen yang digunkaan adalah instrumen berbentuk kuesioner. Skala yang digunakan Skala penilaian yang digunakan dalam instrumen ini adalah jenis skala Likert 4.

INDIKATOR POSITIF NEGATIF

Minat Siswa- Ketertarikan dalamSiswi Tingkat Membaca Buku 1,2 3,4 4 SMA Kelas X MatematikaTerhadap Mata Mengerjakan TugasPelajaran Matematika dengan 5, 6, 7 8, 9 5 Matematika BaikMempelajari 10, 11,12 13 4 Matematika 14 15 2 MatematikaMemiliki Catatan 16, 17, 18 19, 20 5 MatematikaMengikuti 21, 22, 23, 26, 27, 28, 10 Pembelajaran 24, 25 29, 30Matematika

JUMLAH PERNYATAA

17 13 30 N

5. Bentuk instrumen non tes

  Anda diharapkan menjawab dengan jujur dan teliti sesuai dengan keadaan anda yang sebenarnya pada saat ini. Jawablah sesuai dengan kenyataan yang ada, sehingga kesimpulan yang diambil dari data ini bisa benar.

BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan Tes merupakan salah satu instrumen yang digunakan untuk melakukan

  Tesuraian yang objektif sering digunakan pada bidang sains dan teknologi atau bidang sosial yang jawabannya sudah pasti, dan hanya satu jawaban yang benar. Tes uraian nonobjektif sering digunakan pada ilmu-ilmu sosial, yaitu yang jawabannya luas dan tidak hanya satu jawaban yang benar, tergantungargumentasi peserta tes.

B. Saran

  Pembaca diharapkan membaca banyak buku atau sumber-sumber lain yang dapat memberi informasi yang kurang dalam makalah ini. Diharapkan saran dan kritik ke arah positif terhadap kekurangan atau kesalahan yang terdapat dalam makalah ini demi perbaikan ke depannya.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2018-08-08

Dokumen yang terkait

PENYUSUNAN INSTRUMEN TES DAN NON TES SEB

Gratis

Feedback