KTSP K13 THN 2017 2018'

Gratis

4
7
29
5 months ago
Preview
Full text

DRAFT KURIKULUM SDN PANDEANLAMPER 01

  TAHUN PELAJARAN 2017/2018 UPTD PENDIDIKAN KECAMATAN GAYAMSARI PEMERINTAH KOTA SEMARANG Jl. Brigjen Sudiarto No. 105 Semarang

  Email : sd_pandeanlamper_01@yahoo.com TAHUN 2017

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penyelenggaraan pendidikan sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional diharapkan dapat

  mewujudkan proses berkembangnya kualitas pribadi peserta didik sebagai generasi penerus bangsa di masa depan, yang diyakini akan menjadi faktor determinan bagi tumbuh kembangnya bangsa dan negara Indonesia sepanjang zaman.

  Kurikulum merupakan satu dari sekian unsur yang memberikan kontribusi signifikan untuk mewujudkan proses berkembangnya kualitas potensi peserta didik di masa depan. Untuk itu maka kurikulum yang dikembangkan harus mampu menghadapi tantangan dan kompetensi yang diperlukan pada masa yang akan datang. Pengembangan kurikulum berbasis kompetensi sangat diperlukan sebagai instrumen penting dalam rangka mengarahkan peserta didik menjadi: (1) manusia terdidik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri; (2) manusia berkualitas yang mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu mengalamai perubahan; dan (3) warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

  Kurikulum sebagaimana yang ditegaskan dalam Pasal 1 Ayat (19) Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Pengembangan Kurikulum 2013 merupakan langkah lanjutan Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang telah dirintis pada tahun 2004 dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 yang mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu. Hal ini mengandung makna bahwa kurikulum 2013 pada hakikatnya dikembangkan berdasarkan atas hasil evaluasi pelaksanaan KBK dan KTSP tersebut.

  Pengembangan kurikulum perlu dilakukan secara kontinyu karena adanya berbagai tantangan dan perkembangan yang dihadapi, baik internal maupun eksternal. Tantangan internal yang muncul antara lain berkaitan dengan tuntutan kualitas pendidikan yang mengacu pada 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan, meliputi standar pengelolaan, standar biaya, standar sarana prasarana, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar isi, standar proses, standar penilaian, dan standar kompetensi lulusan. Tantangan internal lain berkaitan dengan faktor perkembangan jumlah penduduk Indonesia khususnya dilihat dari sisi pertumbuhan penduduk usia produktif yang besar pada kurun waktu tahun 2020-2035.

  Tantangan eksternal yang dihadapi pendidikan Indonesia antara lain tantangan masa depan, kompetensi yang diperlukan di masa depan, persepsi masyarakat, perkembangan pengetahuan dan pedagogi, serta berbagai fenomena negatif yang sering terjadi.

  Pemberlakuan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah menuntut pelaksanaan otonomi daerah dan wawasan demokrasi dalam penyelenggaraan pendidikan. Pengelolaan pendidikan yang semula bersifat sentralistik berubah menjadi sentral-desentral. Sedangkan unsur desentralistik tampak dalam kebijakan pengelolaan pendidikan yang diserahkan sepenuhnya kepada setiap satuan pendidikan.

  KTSP merupakan kurikulum operasional yang dikembangkan oleh satuan pendidikan. Pengembangan KTSP dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan nasional dan daerah, yang dijadikan pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan nasional sesuai dengan kekhasan potensi dan kebutuhan daerah, serta kondisi satuan pendidikan dan peserta didik. Berdasarkan pertimbangan ini maka penyusunan dan pengembangan kurikulum dilakukan oleh satuan pendidikan agar dapat dilakukan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah.

  Kewenangan setiap satuan pendidikan dalam menyusun dan mengembangkan kurikulumnya sendiri memungkinkan dapat menyesuaikan program pendidikan dengan tuntutan kebutuhan siswa, keadaan sekolah, dan kondisi daerah. Dengan demikian, daerah dan atau satuan pendidikan memiliki cukup kewenangan untuk merancang dan menentukan hal-hal yang akan diajarkan, menentukan teknis pengelolaan kegiatan pembelajaran dan pengalaman belajar peserta didik, serta teknik menilai keberhasilan program pembelajaran. Kurikulum setiap satuan pendidikan hendaknya dapat memberi kesempatan kepada peserta didik untuk: (a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, (b) belajar untuk memahami dan menghayati, (c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif, (d) belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain, dan (e) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.

  SD Negeri Pandeanlamper 01 sebagai lembaga pendidikan berupaya mewujudkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia.

  Untuk mencapai tujuan tersebut SD Negeri Pandeanlamper 01 mengembangkan kurikulum dengan sasaran utama pada proses pembelajaran yang diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

  Melalui pengembangan KTSP, SD Negeri Pandeanlamper 01 berharap dapat memberikan layanan pendidikan yang bermutu, sehingga mampu meningkatkan prestasi peserta didik, baik prestasi akademik maupun nonakademik.

  B. Landasan Hukum Landasan hukum Kurikulum 2013 sebagai berikut.

  1. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;

  2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;

  3. Peraturan Mendikbud Nomor 54 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan;

  4. Peraturan Mendikbud Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses;

  5. Peraturan Mendikbud Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian;

  6. Peraturan Mendikbud Nomor 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum 2013;

  7. Peraturan Mendikbud Nomor 57 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 SD/MI;

  8. Peraturan Mendikbud Nomor 61 Tahun 2014 tentang KTSP;

  9. Peraturan Mendikbud Nomor 62 Tahun 2014 tentang Ekstrakurikuler;

  10. Peraturan Mendikbud Nomor 63 Tahun 2014 tentang Kepramukaan; 11. Panduan Teknis Pengembangan Kurikulum 2013 di SD.

  C. Tujuan Pengembangan Kurikulum

  Secara umum tujuan pengembangan kurikulum SD Negeri Pandeanlamper 01 dimaksudkan untuk dapat dijadikan sebagai pedoman operasional penyelenggaraan pendidikan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.

  Secara khusus tujuan pengembangan kurikulum SD Negeri Pandeanlamper 01 dimaksdukan agar peserta didik memiliki kesempatan yang cukup dalam belajar untuk dapat: (1) beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, (2) memahami dan menghayati substansi materi yang terkandung dalam kurikulum, (3) melaksanakan dan berbuat secara efektif, (4) hidup bersama dan berguna untuk orang lain, serta (5) membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.

D. Acuan Konseptual

  Beberapa acuan pengembangan kurikulum SD Negeri Pandeanlamper 01 Semarang sebagai berikut.

  1. Peningkatan Iman, Takwa, dan Akhlak Mulia Iman, takwa, dan akhlak mulia menjadi dasar pengembangan kepribadian peserta didik secara utuh. KTSP disusun agar semua mata pelajaran dapat meningkatkan iman, takwa, dan akhlak mulia.

  2. Toleransi dan Kerukunan Umat Beragama Kurikulum dikembangkan untuk memelihara dan meningkatkan toleransi dan kerukunan interumat dan antarumat beragama.

  3. Persatuan Nasional dan Nilai-Nilai Kebangsaan Kurikulum diarahkan untuk membangun karakter dan wawasan kebangsaan peserta didik yang menjadi landasan penting bagi upaya memelihara persatuan dan kesatuan bangsa dalam kerangka NKRI. Oleh karena itu, kurikulum harus menumbuhkembangkan wawasan dan sikap kebangsaan serta persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam wilayah NKRI.

  4. Peningkatan Potensi, Kecerdasan, Bakat, dan Minat sesuai dengan Tingkat Perkembangan dan Kemampuan Peserta Didik Pendidikan merupakan proses holistik/sistemik dan sistematik untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia yang memungkinkan potensi diri (sikap, pengetahuan, dan keterampilan) berkembang secara optimal. Sejalan dengan itu, kurikulum disusun dengan memperhatikan potensi, bakat, minat, serta tingkat perkembangan kecerdasan; intelektual, emosional, sosial, spritual, dan kinestetik peserta didik.

  5. Kesetaraan Warga Negara Memperoleh Pendidikan Bermutu Kurikulum diarahkan kepada pengembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang holistik dan berkeadilan dengan memperhatikan kesetaraan warga negara memperoleh pendidikan bermutu.

  6. Kebutuhan Kompetensi Masa Depan Kompetensi peserta didik yang diperlukan antara lain berpikir kritis dan membuat keputusan, memecahkan masalah yang kompleks secara lintas bidang keilmuan, berpikir kreatif dan kewirausahaan, berkomunikasi dan berkolaborasi, menggunakan pengetahuan kesempatan secara inovatif, mengelola keuangan, kesehatan, dan tanggung jawab warga negara.

  7. Tuntutan Dunia Kerja Kegiatan pembelajaran harus dapat mendukung tumbuh kembangnya pribadi peserta didik yang berjiwa kewirausahaan dan mempunyai kecakapan hidup. Oleh sebab itu, kurikulum perlu mengembangkan jiwa kewirausahaan dan kecakapan hidup untuk membekali peserta didik dalam melanjutkan studi dan/atau memasuki dunia kerja.

  Terlebih bagi peserta didik pada satuan pendidikan kejuruan dan peserta didik yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

  8. Perkembangan Ipteks Pendidikan perlu mengantisipasi dampak global yang membawa masyarakat berbasis pengetahuan di mana Ipteks sangat berperan sebagai penggerak utama perubahan.

  Pendidikan harus terus menerus melakukan penyesuaian terhadap perkembangan Ipteks sehingga tetap relevan dan kontekstual dengan perubahan. Oleh karena itu, kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan Ipteks.

  9. Keragaman Potensi dan Karakteristik Daerah serta Lingkungan Daerah memiliki keragaman potensi, kebutuhan, tantangan, dan karakteristik lingkungan. Masing-masing daerah memerlukan pendidikan yang sesuai dengan karakteristik daerah dan pengalaman hidup sehari-hari. Oleh karena itu, kurikulum perlu memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan pengembangan daerah dan lingkungan.

  10. Tuntutan Pembangunan Daerah dan Nasional Dalam era otonomi dan desentralisasi, kurikulum adalah salah satu media pengikat dan pengembang keutuhan bangsa yang dapat mendorong partisipasi masyarakat dengan tetap mengedepankan wawasan nasional. Untuk itu, kurikulum perlu memperhatikan keseimbangan antara kepentingan daerah dan nasional.

  11. Dinamika Perkembangan Global Kurikulum dikembangkan untuk meningkatkan kemandirian, baik pada individu maupun bangsa, yang sangat penting ketika dunia digerakkan oleh pasar bebas.

  Pergaulan antarbangsa yang semakin dekat memerlukan individu yang mandiri dan mampu bersaing serta mempunyai kemampuan untuk hidup berdampingan dengan bangsa lain.

  12. Kondisi Sosial Budaya Masyarakat Setempat Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya. Penghayatan dan apresiasi pada budaya setempat ditumbuhkembangkan terlebih dahulu sebelum mempelajari budaya dari daerah dan bangsa lain.

  13. Karakteristik Satuan Pendidikan Kurikulum dikembangkan sesuai dengan kondisi dan ciri khas satuan pendidikan.

E. Prinsip Pengembangan Kurikulum Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum sebagai berikut.

  1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.

  Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik.

  2. Beragam dan terpadu Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan jender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi.

  3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

  4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan.

  5. Menyeluruh dan berkesinambungan Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan.

  6. Belajar sepanjang hayat Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal, dan informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.

  7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhinneka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

BAB II VISI, MISI, DAN TUJUAN A. Visi Sekolah

  “Unggul Dalam Prestasi, Bertaqwa Dan Bertatakrama, Terampil Menggunakan Teknologi, Berwawasan Kebangsaan Serta Mampu Bersaing Di Era Global”

  B. Misi Sekolah

  1. Membina siswa untuk berpikir aktif, kritis, kreatif dan inovatif sehingga mampu berprestasi baik secara akademik maupun non akademik serta dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

  2. Menyelenggarakan pembiasaan untuk menumbuhkan perilaku taqwa, jujur, disiplin, percaya diri, amanah, fatonah, menghormati guru dan orang tua, menyayangi sesama dan berperilaku sopan dimanapun berada.

  3. Membimbing siswa agar mampu mengoperasikan aplikasi komputer, internet, dan mengikuti perkembangan teknologi

  4. Menumbuhkembangkan sikap cinta tanah air, rela berkorban dan kepahlawanan serta bangga sebagai Bangsa Indonesia

  5. Melakukan pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan agar siswa mampu mengembangkan skill, minat dan bakat, sehingga mampu dan siap bersaing di era global.

  D. Tujuan Sekolah

  Sejalan dengan tujuan Pendidikan Dasar dalam Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 yaitu meletakan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta ketrampilan untuk hidup mandiri dan untuk mengikuti pendidikan lebih lanjut, maka tujuan yang ingin dicapai oleh Sekolah Dasar Negeri Pandeanlamper 01 adalah sebagai berikut:

  1. Siswa memiliki kemampuan untuk berpikir aktif, kritis, kreatif dan inovatif sehingga mampu berprestasi baik secara akademik maupun non akademik sehingga mampu mengembangkan potensi yang dimiliki sebagai wujud prestasi belajar untuk mencapai cita-citanya

  2. Siswa memiliki perilaku yang taqwa, jujur, disiplin, percaya diri, amanah, fatonah, menghormati guru dan orang tua

  3. Siswa mampu menggunakan teknologi dan informasi

  4. Siswa memiliki rasa cinta terhadap tanah air dan bangsa

  5. Siswa dapat berprestasi dan mampu bersaing di era globalisasi

BAB III MUATAN KURIKULER A. Muatan Kurikulum Nasional

1. Kompetensi Inti

  2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru

  4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia

  4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia

  3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah

  3. Memahami pengetahuan fak-tual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, memba-ca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang diri-nya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah

  2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru

  Kompetensi Inti Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) merupakan tingkat kemampuan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang harus dimiliki seorang peserta didik SD/MI pada setiap tingkat kelas. Kompetensi Inti dirancang untuk setiap kelas/usia tertentu. Rumusan Kompetensi Inti menggunakan notasi sebagai berikut.

  a. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk Kompetensi Inti sikap spiritual;

  1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya

  Kelas II

  Kelas I Kompetensi Inti

  Tabel 1 Kompetensi Inti SD/MI Kelas I dan II Kompetensi Inti

  Uraian tentang Kompetensi Inti dapat dilihat pada Tabel berikut.

  c. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk Kompetensi Inti pengetahuan; d. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk Kompetensi Inti keterampilan.

  b. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk Kompetensi Inti sikap sosial;

  1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya Tabel 2 Kompetensi Inti SD/MI Kelas IV dan V Kompetensi Inti Kompetensi Inti

  Kelas IV Kelas V

  1. Menerima, menjalankan, dan

  1. Menerima, menjalankan, dan menghargai menghargai ajaran agama yang ajaran agama yang dianutnya. dianutnya

  2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,

  2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi percaya diri dalam berinteraksi dengan dengan keluarga, teman, guru, dan keluarga, teman, guru, dan tetangganya tetangganya serta cinta tanah air.

  3. Memahami pengetahuan faktual

  3. Memahami pengetahuan faktual dan dengan cara mengamati dan konseptual dengan cara mengamati, menanya berdasarkan rasa ingin tahu menanya dan menco-ba berdasarkan rasa tentang dirinya, makhluk ciptaan ingin tahu tentang dirinya, makhluk Tuhan dan kegiatannya, dan benda- ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda yang dijumpainya di rumah, di benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah dan tempat bermain di sekolah dan tempat bermain

  4. Menyajikan pengetahuan faktual

  4. Menyajikan pengetahuan faktual dan dalam bahasa yang jelas, sistematis konseptual dalam bahasa yang jelas, dan logis, dalam karya yang estetis, sistematis, logis dan kritis, dalam karya dalam gerakan yang mencerminkan yang estetis, dalam gerakan yang anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam mencerminkan perilaku anak tindakan yang mencerminkan perilaku beriman dan berakhlak mulia anak beriman dan berakhlak mulia

2. Muatan Mata Pelajaran

  Tabel 3 Daftar Muatan Mata Pelajaran

  No Mata Pelajaran Tujuan

  1 Pendidikan Agama Memberikan wawasan terhadap kebera- dan Budi Pekerti gaman agama di Indonesia, dan mening- katkan keimanan dan ketaqwaan siswa sesuai dengan keyakinan agamanya masing-masing .

  2 Pendidikan Pancasila Memberikan pemahaman terhadap siswa dan Kewarganegaran tentang kesadaran hidup berbangsa dan bernegara dan pentingnya penanaman persatuan dan kesatuan.

  3 Bahasa Indonesia Membina keterampilan berbahasa secara lisan dan tertulis serta dapat mengguna- kan bahasa sebagai dan sarana pema- haman terhadap IPTEK.

  4 Matematika Memberikan pemahaman logika dan kemampuan dasar matematika dalam rangka penguasaan IPTEK.

  5 Ilmu Pengetahuan Memberikan pengetahuan dan ketram- Alam pilan kepada siswa untuk menguasai dasar-dasar sains dalam rangka pengu- asaan IPTEK

  6 Ilmu Pengetahuan Memberikan pengetahuan sosio kultural Sosial masyarakat yang majemuk, mengem- bangkan kesadaran hidup masyarakat, serta memiliki keterampilan hidup secara mandiri

  7 Seni budaya dan Prakarya

  Meliputi aspek seni rupa, seni musik, seni tari, dan seni teater yang bertujuan untuk mengembangkan apresiasi seni, daya kreasi dan kecintaan pada seni budaya nasional.

  8 Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kese- hatan.

  Menanamkan kebiasaan hidup sehat, meningkatkan kebugaran dan keteram- pilan dalam bidang olahraga, menanamkan rasa sportifitas, tanggung jawab, disiplin dan percaya diri pada siswa

  9 Bahasa Jawa Mengembangkan kompetensi berbahasa Jawa untuk melestarikan bahasa Jawa

3. Muatan Pembelajaran

  Tabel 4 Daftar Tema Kelas I, II Kelas I Kelas II

  5. Bangga sebagai bangsa Indonesia

  2. Peristiwa dalam kehidupan

  3. Peduli terhadap lingkungan hidup

  3. Kerukunan dalam bermasyarakat

  4. Berbagai pekerjaan

  4. Sehat itu penting

  5. Pahlawanku

  6. Indahnya negeriku

  1. Benda-benda di lingkungan sekitar

  6. Organ tubuh manusia dan hewan

  7. Cita-citaku

  7. Sejarah peradaban Indonesia

  8. Tempat tinggalku

  8. Ekosistem

  9. Makananku sehat dan bergizi

  9. Lingkungan sahabat kita

  2. Selalu berhemat energi

  1. Indahnya kebersamaan

  1. Diriku

  4. Aku dan sekolahku

  1. Hidup rukun

  2. Kegemaranku

  2. Bermain di lingkunganku

  3. Kegiatanku

  3. Tugasku sehari-hari

  4. Keluargaku

  5. Pengalamanku

  Kelas IV Kelas V

  5. Hidup bersih dan sehat

  6. Lingkungan bersih, sehat, dan asri

  6. Air, bumi, dan matahari

  7. Benda, hewan, dan tanaman di sekitarku

  7. Merawat hewan dan tumbuhan

  Pelaksanaan Kurikulum 2013 dilakukan melalui pembelajaran dengan pendekatan tematik-terpadu berbasis saintifik dari Kelas I, II, IV, dan V. Pembelajaran tematik terpadu merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema seperti yang terdapat dalam tabel berikut ini.

  8. Keselamatan di rumah dan perjalanan Tabel 5 Daftar Tema Kelas IV, V

  8. Peristiwa alam

  B. Muatan Kurikulum Daerah (Muatan Lokal)

  Muatan Lokal Provinsi Jawa Tengah ditetapkan melalui Peraturan Gubernur Jawa Tengan Nomor 57/2013 tentang Bahasa, Sastra, dan Aksara Jawa. Muatan Lokal Bahasa Jawa berdiri sendiri sebagai mata pelajaran yang dilaksanakan dua jam setiap minggu di kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6.

  C. Muatan Kekhasan Satuan Pendidikan

  Muatan kekhasan SD Negeri Pandeanlamper 01 yaitu Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Tujuan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa sebagai berikut.

  a. Mengembangkan potensi kalbu/nurani/afektif peserta didik sebagai manusia dan warga negara yang memiliki nilai-nilai budaya dan karakter bangsa.

  b. Mengembangkan kebiasaan dan perilaku peserta didik yang terpuji dan sejalan dengan nilai-nilai universal dan tradisi budaya bangsa yang religius.

  c. Menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggungjawab peserta didik sebagai generasi penerus bangsa.

  d. Mengembangkan kemampuan peserta didik menjadi manusia yang mandiri, kreatif, berwawasan kebangsaan.

  e. Mengembangkan lingkungan kehidupan sekolah sebagai lingkungan belajar yang aman, jujur, penuh kreatifitas dan persahabatan, serta dengan rasa kebangsaan yang tinggi dan penuh kekuatan (dignity).

  Deskripsi Nilai Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. No Deskripsi Karakter Bangsa

  Karakter

  1 Religius Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleransi terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.

  2 Jujur Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.

  3 Toleransi Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, sikap, dan tindakan orang lain yangberbeda dari dirinya.

  4 Disiplin Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.

  5 Kerja Keras Perilaku yang menujukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas, serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.

  6 Kreatif Berfikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.

  7 Mandiri Sikap dan perillaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.

  8 Demokratis Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.

  9 Rasa Ingin Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk Tahu mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.

  10 Semangat Cara berfikir, bertindak, dan berwawasan yang Kebangsaan menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.

  11 Cinta Tanah Cara berfikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan Air kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa.

  12 Menghargai Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk Prestasi menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, mengakui, dan menghormati keberhasilan orang lain.

  13 Bersahabat/ Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, Komunikatif bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain.

  14 Cinta Damai Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya.

  15 Gemar Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai Membaca bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.

  16 Peduli Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah Lingkungan kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.

  17 Peduli Sosial Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.

  18 Tanggung Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas jawab dan kewajibannya, yang seharusnya dilakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial, dan budaya), negara, dan Tuhan Yang Maha Esa.

  Nilai Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa serta Tujuan Pencapaian No Deskripsi Tujuan Pencapaian

  Karakter

  1 Religius Menanamkan kebiasaan hidup yang selalu menjalankan setiap amal ketaatan serta menanamkan sikap peduli sesama dan menjadikan kegiatan itu semua menjadi sebuah kebiasaan hidup

  2 Jujur Melatih kejujuran serta menanamkan sikap saling mempercayai dan berani menyampaikan pendapat.

  3 Toleransi Menanamkan sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.

  4 Disiplin Menanamkan dan melatih agar selalu tepat waktu, bertanggungjawab terhadap apa yang menjadi tanggungjawabnya serta mentaati peraturan yang telah disepakati.

  5 Kerja Keras Mengisi kegiatan-kegiatan mendidik, serta menjalankan tugas-tugas yang menjadi tanggungjawabnya dengan penuh kesungguhan.

  6 Kreatif Mengembangkan apresiasi bakat yang dimiliki serta menyalurkan ide-ide yang telah dimiliki untuk diaplikasikan dalam bentuk media.

  7 Mandiri Menanamkan untuk membiasakan tidak mudah tergantung kepada orang lain sebelum dirinya sendiri berusaha dengan penuh kesungguhan.

  8 Demokratis Menanamkan sikap berani mengutarakan pendapat disertai pengambilan keputusan dengan penuh tanggungjawab serta memiliki sikap kerja sama yang kuat.

  9 Rasa Ingin Tahu Menjadikan sikap berani untuk menayakan hal-hal yang belum dipahami serta mampu melakukan eksperimen.

  10 Semangat Menanamkan sikap cinta terhadap bangsa dan negara Kebangsaan serta berjiwa nasionalisme yang kokoh.

  11 Cinta Tanah Air Menjadikan kegiatan keseharian bercirikan budaya bangsa serta mengetahui aneka ragam kebudayaan yang ada.

  12 Menghargai Memberikan penghargaan yang menjadikan anak Prestasi lebih semangat dan lebih berkreasi.

  13 Bersahabat/ Menanamkan sikap saling menghargai serta Komunikatif kekeluargaan antar teman serta menghargai orang lain.

  14 Cinta Damai Menanamkan sikap tolong-menolong serta rasa persaudaraan dan memiliki tanggungjawab terhadap kebersamaan.

  15 Gemar Mengenalkan serta membiasakan kegiatan membaca Membaca menjadi menu yang wajib untuk dikonsumsi setiap hari.

  16 Peduli Menanamkan sikap menjaga dan merawat Lingkungan lingkungan serta menjadikan itu semua sebagi salah satu sikap yang wajib dimiliki.

  17 Peduli Sosial Menanamkan pentingnya saling merasakan keadaan di sekitar kita dan menjadikan sikap yang peka terhadap keadaan sosial.

  18 Tanggung jawab Menanamkan sikap penuh tanggungjawab dalam pengaplikasikan di kehidupannya.

D. Struktur Kurikulum

  Struktur Kurikulum SD/MI terdiri atas mata pelajaran umum kelompok A dan mata pelajaran umum kelompok B. Mata pelajaran umum kelompok A merupakan program kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi sikap, kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan peserta didik sebagai dasar penguatan kemampuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Mata pelajaran umum kelompok B merupakan program kurikuler yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi sikap, kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan peserta didik terkait lingkungan dalam bidang sosial, budaya, dan seni.

  

Stuktur Kurikulum

SD Negeri Pandeanlamper 01 Semarang

Tahun Pelajaran 2017/2018

  ALOKASI WAKTU PER MINGGU MATA PELAJARAN

  I II

  IV V Kelompok A

  1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti

  4

  4

  4

  4

  2. Pendidikan Pancasila dan

  5

  5

  5

  5 Kewarganegaran

  3. Bahasa Indonesia

  8

  9

  7

  7

  4. Matematika

  5

  6

  6

  6

  5. Ilmu Pengetahuan Alam - -

  3

  3

  6. Ilmu Pengetahuan Sosial - -

  3

  3 Kelompok B

  1. Seni Budaya dan Prakarya

  4

  4

  4

  4

  2. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan

  4

  4

  4

  4 Kesehatan

  3. Bahasa Daerah/Jawa

  2

  2

  2

  2 Jumlah jam pelajaran per minggu

  32

  34

  38

  38 Kelas Komponen

  III

  VI A. Mata Pelajaran

  1. Pendidikan Agama

  3

  3

  2. Pendidikan Kewarganegaraan

  2

  2

  3. Bahasa Indonesia

  5

  5

  4. Matematika

  6

  6

  5. Ilmu Pengetahuan Alam

  3

  5

  6. Ilmu Pengetahuan Sosial

  2

  4

  7. Seni Budaya dan Ketrampilan

  3

  3

  8. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

  4

  4 B. Muatan Lokal

  1. Bahasa Jawa

  2

  2

  2. KPDL

  2

  2

  3. Bahasa Inggris

  2

  2 C. Pengembangan Diri *)

  1. Pramuka

  2. Seni Tari

  3. Seni Musik

  4. Paduan Suara

  5. Karawitan

  6. Pencak Silat

  7. Bola Basket Jumlah

  34

  38 Keterangan:

  • ) = ekuivalen dengan 2 jam pembelajaran

  a. Mata pelajaran Kelompok A merupakan kelompok mata pelajaran yang muatan dan acuannya dikembangkan oleh pusat.

  b. Mata pelajaran Kelompok B merupakan kelompok mata pelajaran yang muatan dan acuannya dikembangkan oleh pusat dan dapat dilengkapi dengan muatan/konten lokal.

  c. Satu jam pelajaran beban belajar tatap muka adalah 35 menit. d. Beban belajar penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri, maksimal 40% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan.

  e. Untuk Mata Pelajaran Seni Budaya dan Prakarya, satuan pendidikan menyelenggarakan 2 aspek dari 4 aspek yang disediakan.

  f. Pembelajaran menggunakan pendekatan pembelajaran Tematik-Terpadu kecuali mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, serta mata pelajaran Bahasa Jawa.

  g. Bahasa Jawa sebagai muatan lokal diajarkan secara terpisah karena daerah merasa perlu untuk memisahkannya. Satuan pendidikan menambah 2 jam pelajaran per minggu sesuai dengan Peraturan Daerah Propinsi Jawa Tengah nomor 9 Tahun 2012 tentang Bahasa, Sastra dan Aksara Jawa mengamanatkan bahwa mata pelajaran Bahasa Jawa wajib diajarkan di Sekolah.

  h. Pelaksanaan Pembelajaran di kelas 3 dan 6, mengacu pada peraturan menteri Pendidikan Nasional yang terkait dengan Implementasi KTSP tahun 2006.

  E. Pengaturan Beban Belajar Peserta Didik

  Beban belajar merupakan keseluruhan kegiatan yang harus diikuti peserta didik dalam satu minggu, satu semester, dan satu tahun pelajaran.

  1. Beban belajar di Kelas I, II, III, IV, dan V dalam satu semester paling sedikit 18 minggu efektif.

  2. Beban belajar di kelas VI pada semester ganjil paling sedikit 18 minggu efektif.

  3. Beban belajar di kelas VI pada semester genap paling sedikit 14 minggu efektif.

  JUMLAH MINGGU JAM SATU JAM JUMLAH WAKTU EFEKTIF PER KELAS PEMBELAJARAN JP PER PEMBELAJARAN PER TAHUN TATAP MUKA MINGGU PER TAHUN TAHUN (@ 60

  MENIT) 38 1216 JP 709 jam I 35 menit

  32 JP minggu

  38 II 35 menit

  34 JP 1292 JP 754 jam minggu

  38 III 35 menit

  32 JP 1216 JP 709 jam minggu

  38 IV 35 menit

  38 JP 1444 JP 842 jam minggu

  38 V 35 menit

  38 JP 1444 JP 842 jam minggu

  32 VI 35 menit

  36 JP 1152 JP 672 jam minggu

  F. Pengaturan Beban Kerja Pendidik

  Beban kerja pendidik di SD Negeri Pandeanlamper 01 berdasarkan Permendiknas Nomor 39 Tahun 2009 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru dan Pengawas adalah paling sedikit 24 jam tatap muka dan paling banyak 40 jam tatap muka dalam 1 minggu, baik pada satu atau lebih satuan pendidikan.

  G. Bimbingan Konseling dan Ekstrakurikuler

  Pada tahun pelajaran 2017/2018 SD Negeri Pandeanlamper 01 menyelenggarakan kegiatan bimbingan dan konseling yang terdiri atas :

  1. Bimbingan Pribadi

  2. Bimbingan Belajar

  3. Bimbingan Sosial

  4. Bimbingan Karier Selain itu juga menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikulur sebagai berikut.

  1. Pramuka

  2. Seni Tari

  3. Seni Lukis

  4. Paduan Suara

  5. Voli

  6. Mocopat

  H. Ketuntasan Belajar

  Ketuntasan belajar ditentukan melalui hasil analisis terhadap tiap-tiap mata pelajaran, muatan lokal dan program pengembangan diri pada setiap kelas. Analisis dilakukan dengan mendasarkan kepada pertimbangan kompleksitas atau tingkat kesulitan materi pelajaran yang tercermin dari indikator pencapaian kompetensi dasar, sumber daya pendukung, dan intake (kemampuan) siswa. Pada tahun pelajaran 2017/2018 kriteria ketuntasan minimal (KKM) setiap mata pelajaran, muatan lokal dan program pengembangan diri dalam kegiatan belajar peserta didik di kelas I–VI sebagai berikut.

  Kriteria Ketuntasan Belajar Minimal Kelas I, II, IV, V Semester I

  71

  7. Seni Budaya dan Ketrampilan

  70

  71

  6. Ilmu Pengetahuan Sosial

  72

  71

  5. Ilmu Pengetahuan Alam

  70

  4. Matematika

  72

  72

  71

  3. Bahasa Indonesia

  70

  71

  2. Pendidikan Kewarganegaraan

  70

  71

  72

  8. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

  VI A. Mata Pelajaran

  I II

  5. Mocopat B B B B B B

  4. Paduan Suara B B B B B B

  3. Seni Lukis B B B B B B

  2. Seni Tari B B B B B B

  1. Pramuka B B B B B B

  VI

  IV V

  III

  70 No Ekstrakurikuler Kelas Ket

  73

  72

  3. Bahasa Inggris

  75

  72

  2. KPDL

  70

  65

  1. Bahasa Jawa

  71 B. Muatan Lokal

  1. Pendidikan Agama

  III

  No Mata Pelajaran Kelas Ket

  70

  70

  4. Matematika

  70

  70

  70

  70

  3. Bahasa Indonesia

  70

  70

  70

  70

  2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaran

  70

  70

  70

  70

  1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti

  IV V Kelompok A

  I II

  70

  70

  70 No Mata Pelajaran Kelas Ket

  2. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

  70

  70

  70

  3. Bahasa Daerah/Jawa

  70

  70

  70

  70

  70

  5. Ilmu Pengetahuan Alam - -

  70

  70

  70

  1. Seni Budaya dan Prakarya

  70 Kelompok B

  70

  6. Ilmu Pengetahuan Sosial - -

  70

  70

  6. Voli B B B B B B

  Kriteria Ketuntasan Belajar Minimal Kelas I, II, IV, V Semester II

  70

  72

  7. Seni Budaya dan Ketrampilan

  70

  71

  6. Ilmu Pengetahuan Sosial

  72

  71

  5. Ilmu Pengetahuan Alam

  71

  8. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

  4. Matematika

  72

  71

  3. Bahasa Indonesia

  70

  71

  2. Pendidikan Kewarganegaraan

  70

  71

  72

  73

  VI A. Mata Pelajaran

  III

  6. Voli B B B B B B

  5. Mocopat B B B B B B

  4. Paduan Suara B B B B B B

  3. Seni Lukis B B B B B B

  2. Seni Tari B B B B B B

  1. Pramuka B B B B B B

  VI

  IV V

  I II

  71 B. Muatan Lokal

  70 No Ekstrakurikuler Kelas Ket

  72

  3. Bahasa Inggris

  75

  72

  2. KPDL

  70

  65

  1. Bahasa Jawa

  1. Pendidikan Agama

  III

  No Mata Pelajaran Kelas Ket

  70

  70

  4. Matematika

  70

  70

  70

  70

  3. Bahasa Indonesia

  70

  70

  70

  70

  2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaran

  70

  70

  70

  70

  1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti

  IV V Kelompok A

  I II

  70

  70

  70 No Mata Pelajaran Kelas Ket

  2. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

  70

  70

  70

  3. Bahasa Daerah/Jawa

  70

  70

  70

  70

  70

  5. Ilmu Pengetahuan Alam - -

  70

  70

  70

  1. Seni Budaya dan Prakarya

  70 Kelompok B

  70

  6. Ilmu Pengetahuan Sosial - -

  70

  70

I. Kenaikan Kelas

  Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran. Kriteria kenaikan kelas di SD Negeri Pandeanlamper 01 sebagai berikut.

  1. Kriteria kenaikan kelas (khusus untuk kelas III) Kriteria kenaikan kelas didasarkan kepada pencapaian ketuntasan belajar dengan cara membandingkan nilai rapor setiap peserta didik di kelasnya masing-masing dengan kriteria ketuntasan minimal setiap mata pelajaran. Nilai rapor diperoleh dari hasil penilaian dalam bentuk ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, penilaian akhlak dan kepribadian, serta penilaian dalam program pengembangan diri yang diikuti oleh peserta didik. Bobot nilai masing-masing bentuk penilaian untuk menentukan nilai rapor diatur dalam petunjuk khusus tentang pengolahan penilaian hasil belajar.

  2. Penentuan kenaikan kelas Penentuan kenaikan kelas ditentukan oleh rapat dewan guru dengan mempertimbangkan ketuntasan hasil belajar berdasarkan nilai rapor, hasil penilaian afektif terutama akhlak dan kepribadian peserta didik, serta tingkat kehadirannya. Siswa yang dinyatakan naik kelas pada tahun pelajaran berikutnya mengikuti kegiatan belajar pada kelas satu tingkat lebih tinggi dari kelasnya, sedangkan siswa yang tidak naik kelas harus mengulang di kelas yang sama minimal selama satu tahun pelajaran.

  J. Kelulusan

  1. Kriteria kelulusan Kriteria kelulusan di SD Negeri Pandeanlamper 01 didasarkan pada:

  a. Penyelesaian seluruh program pembelajaran oleh peserta didik;

  b. Hasil penilaian akhir akhlak dan kepribadian, estetika, serta jasmani, olahraga, dan kesehatan; c. Hasil ujian sekolah (US);

  d. Hasil ujian akhir sekolah berstandar nasional; serta e. Memiliki rapor kelas I s.d kelas VI.

  f. Kriteria kelulusan mengacu pada peraturan pemerintah tentang penentuan kelulusan dari satuan pendidikan tahun pelajaran 2017/2018.

  2. Penentuan kelulusan Penentuan siswa yang lulus dari SD Negeri Pandeanlamper 01 dilakukan oleh sekolah dalam suatu rapat dewan guru dengan mempertimbangkan tingkat penyelesaian seluruh program pembelajaran peserta didik, nilai rapor kelas VI, nilai ujian sekolah, nilai UN, serta nilai akhlak dan kepribadian.

  K. Pendidikan Kecakapan Hidup

  Pendidikan kecakapan hidup dalam pengembangannya terintegrasi dengan semua mata pelajaran. Aspek kecakapan hidup yang dikembangkan meliputi Kecakapan Personal, Berpikir, dan Sosial.

  1. Kecakapan personal meliputi :

  • Jujur  Disiplin  Bekerja keras
  • Bertanggung jawab
  • Toleransi  Suka menolong
  • Peduli lingkungan

  2. Kecakapan berpikir meliputi : Mencari informasi dilakukan dengan kegiatan observasi, membaca, bertanya, dan menganalisa

  3. Kecakapan sosial meliputi :

  • Kecakapan berkomunikasi baik lisan maupun tulisan
  • Kecakapan bekerja sama

  L. Pendidikan Berbasis Unggulan Lokal dan Global

  SD Negeri Pandeanlamper 01 merupakan bagian dari Jawa Tengah, oleh karena itu budaya Jawa dikembangkan melalui pembelajaran bahasa dan sastra Jawa, seni tari Jawa, lagu-lagu Jawa, seperti lagu dolanan dan macapat. Sebagai bagian dari masyarakat kota besar, SD Negeri Pandeanlamper 01 juga membekali muatan keterampilan berupa pembuatan telur asin bagi siswa kelas 4, 5, dan kelas 6.

  1. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal SD Negeri Pandeanlamper 01 Semarang merupakan bagian dari Jawa Tengah, oleh karena itu budaya Jawa dikembangkan melalui pembelajaran bahasa dan sastra Jawa, seni tari Jawa, lagu-lagu Jawa, seperti lagu dolanan dan macapat.

  2. Pendidikan Berbasis Keungulan Global Untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi era globalisasi, terutama bidang informasi maka memerlukan kegiatan pendukung sebagai berikut.

  a. Pembelajaran bahasa Inggris untuk kelas III dan VI.

  b. Pemahaman penggunaan media elektronik/TI c. Akses informasi lewat teknologi komunikasi/e-learning Pemahaman dan penguasaan di bidang Teknologi Informatika dan Komputer supaya peserta didik dapat mengakses ilmu pengetahuan secara global sesuai kemajuan zaman.

KALENDER PENDIDIKAN

  Kurikulum pada setiap jenis dan jenjang diselenggarakan dengan mengikuti kalender pendidikan pada setiap tahun ajaran. Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur.

  A. Minggu/Hari Efektif

  Dalam penyelenggaraan pendidikan SD Negeri Pandeanlamper 01 menggunakan sistem semester yang membagi satu tahun menjadi semester satu dan semester dua, dalam satu tahun 38 minggu efektif.

  Jumlah hari efektif dalam satu tahun 213 hari (dua ratus tiga belas hari) hari belajar yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran, sesuai kurikulum yang berlaku.

  B. Jam Efektif

  Jam belajar efektif adalah jam belajar yang betul-betul digunakan untuk proses pembelajaran sesuai dengan tuntutan kurikulum. Jam belajar efektif di SD Negeri Pandeanlamper 01 ditentukan sebagai berikut :

  1. Jumlah jam belajar efektif setiap minggu untuk kelas I (satu) adalah 32 jam pelajaran dengan alokasi waktu 35 menit per jam pelajaran.

  2. Jumlah jam belajar efektif setiap minggu untuk kelas II (dua) adalah 34 jam pelajaran dengan alokasi waktu 35 menit per jam pelajaran.

  3. Jumlah jam belajar efektif setiap minggu untuk kelas III (tiga) adalah 33 jam pelajaran dengan alokasi waktu 35 menit per jam pelajaran.

  4. Jumlah jam belajar efektif setiap minggu untuk kelas IV sampai dengan kelas V masing-masing 38 jam pelajaran dengan alokasi waktu 35 menit per jam pelajaran.

  5. Jumlah jam belajar efektif setiap minggu untuk kelas VI adalah 38 jam pelajaran dengan alokasi waktu 35 menit per jam pelajaran.

  C. Hari Libur Keagamaan/Nasional

  Hari libur keagamaan/nasional dilaksanakan dengan mengikuti aturan dari pemerintah. Perkiraan hari libur telah tertuang dalam kalender pendidikan SD Negeri Pandeanlamper 01 tahun pelajaran 2017/2018.

KALENDER AKADEMIK

SDN PANDEANLAMPER 01 TAHUN PELAJARAN 2017/2018

BAB V PENUTUP Setelah kita simak paparan Kurikulum SD Negeri Pandeanlamper 01 dari awal sampai akhir kurikulum ini dapat disimpulkan sebagai berikut.

  1. Kurikulum sekolah adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

  2. Tujuan tertentu tersebut meliputi tujuan pendidikan nasional, serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu, kurikulum disusun oleh satuan pendidikan sebagai wujud nyata realisasi otonomi sekolah sehingga memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kemauan, peluang, kesempatan, tantangan, kebutuhan dan potensi yang ada di daerah.

  3. Kurikulum SD Negeri Pandeanlamper 01 ini memuat 8 mata pelajaran yaitu : 1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, 2. Pendidikan Kewarganegaraan, 3. Bahasa Indonesia, 4.

  Matematika, 5. Ilmu Pengetahuan Alam, 6. Ilmu Pengetahuan Sosial, 7. Seni Budaya dan Prakarya, 8. Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan.

  4. Muatan lokal merupakan kegiatan untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak sesuai menjadi bagian dari mata pelajaran lain, sehingga menjadi mata pelajaran tersendiri. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan di sekolah, tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan, yang meliputi Bahasa Jawa, KPDL, dan Bahasa Inggris.

  5. Kurikulum menjadi pemandu bagi satuan pendidikan secara sistemtis dan terstruktur.

  6. Kelas 1, 2, 4 dan 5 menerapkan Kurikulum 2013, sedangkan kelas 3 dan 6 menerapkan Kurikulum KTSP 2006.

  Kurikulum SD Negeri Pandeanlamper 01 telah disuun secara kolabortif dari unsur sekolah, komite sekolah, dinas, dan masyarakat, sehingga pengembangan sekolah dapat diwujudkan secara maksimal. Semua harapan itu dapat terwujud, jika memperoleh dukungan dari semua pihak, baik internal dari kalangan guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan, juga berasal dukungan eksternal dari dinas, stake holder, dan lembaga terkait dengan pendidikan.

Dokumen baru

Download (29 Halaman)
Gratis