Ada 3 Mediator pada Komunikasi Antar Sel

 0  0  42  2019-01-11 15:06:05 Report infringing document
Sist em Sit okin Dorta Simamora Defenisi Sitokin (Yunani :cyto =sel dan kinos =gerakan M erupakan protein dengan BM rendah (30 KDa),terutama disintesis oleh sel-sel imunitas dan digunakan untuk komunikasi antar sel-sel. Sitokin dihasilkan sebagai respon terhadap stimulus sistem imun Ikatan reseptor dapat mengubah ekspresi gen Respon-respon terhadap sitokin meningkatkan atau menurunkan ekspresi protein membran termasuk reseptor sitokin, proliferasi, dan sekresi molekul efektor. Sitokin biasanya bekerja dalam waktu yang singkat, jarak antar sel yg dekat &dalam jumlah (konsentrasi) yang sangat kecil (Aktif meskipun dalam jumlah picomole) Ada 3 Mediat or pada Komunikasi Ant ar Sel 1. Hormon Kelenjar endokrin Bekerja bergantung pada peredaran darah 2. Neurotransmiter Sel sel saraf Bekerja ketika ada pesan yang harus disampaikan ke bagian-bagian lain. 3. Sitokin Diproduksi hampir pada semua sel berinti dalam tubuh. Bekerja secara lokal tidak tergantung pada peredaran darah (parakrin &autokrin) 1. HORMON 2. Neurotransmitter Zat kimia :Bekerja sebagai penghubung antara otak ke seluruh jaringan saraf dan pengendalian fungsi tubuh. Bahasa digunakan neuron di otak dalam berkomunikasi. 3. Sitokin Bekerja dengan cara yang berbeda Autocrine self Sitokin terikat pada reseptor sel yang disekresikan autocrine Paracrine Sitokin terikat pada reseptor dekat sel dan memediasi sel sel sekitarnya Nearby paracrine Endokrin Blood circulation Sitokin mengikat sel pada bagian tubuh yang jauh endocrine Hormon tergantung pada peredaran darah Sitokin tidak tergantung Distance Kebaikan Sitokin 1. Chemokines: sel sel imun yang penting dalam kemotaksis 2. Interferons: glycoproteins penting dalam kontrol terhadap infeksi yang disebabkan oleh virus 3. Interleukins: penting pada imunitas non spesifik ,inflamasi dan imunitas spesifik 4. Tumor necrosis factors: membantu membunuh sel sel tumor dan apoptosis (programmed cell death) Cytokine Sitokin berperilaku klasik seperti hormon bekerja dengan cara mempengaruhi, inflamasi, syok septik, reaksi fase akut, penyembuhan luka, dan jaringan neuroimmune Tidak seperti pada hormon, sitokin tidak disimpan dalam kelenjar (dalam bentuk molekul) atau diproduksi oleh sel-sel khusus atau kelenjar khusus -mereka tidak memiliki sumber organ tertentu. Sitokin cepat disintesis dan disekresikan oleh sel yg berbeda setelah ada stimulus Fungsi Sitokin 1 Immunoregulasi M enurunkan /supresi/ inhibisi respon imun (IL-4, IL-10) M eningkatkan respon imun 2 M ekanisme pertahanan respon inflamasi ▫respon terhadap penyembuhan jaringan rusak /penyembuhan luka 3 Hematopoiesis 4 Sebagai Th dengan teknik rekombinan DNA M erangsang sistem imun (defisiensi imun, infeksi, Tumor) Anti sitokin (pengontrol pada penyakit autoimun Disregulasi sitokin-sitokin Dibagi menjadi dua kelompok yaitu :Bersifat memacu :yaitu sesuai dengan populasi sel. Ex :mempromosikan: sel Th1 &Th2 Bersifat menghambat sitokin memiliki peran dalam pencegahan terhadap respon imunitas yang berlebihan. ex :pro-inflamasi, termasuk IL-4, IL-10 &TGF-β Sitokin dibagi dalam sitokin imunologi Tipe 1 (IFN-γ, TGF-β),dan Tipe 2 (IL-4, IL-10, IL- 13),yang mendukung respon antibodi. TGF-β =Transforming Grow th Factor -Beta Fungsi pent ing inisiasi dan progresi t umor, sebagai supressor dan promoter. Klasifikasi Fungsi Sitokin berdasarkan tindakan biologisnya 1) M ediator dan regulator imunitas bawaan -Diproduksi oleh microphages aktif dan sel NK sebagai respon terhadap infeksi mikroba. Sitokin bertindak terutama pada sel endotel dan leukosit untuk merangsang respon inflamasi dini terhadap mikroba Klasifikasi Fungsi Sitokin berdasarkan tindakan biologisnya 2) M ediator dan regulator pada imunitas adaptif -Diproduksi terutama oleh limfosit T sebagai respon spesifik terhadap antigen asing -Sitokin yang termasuk IL-2, IL-4, IL-5,IL-13, IFN, Transforming grow th factor- β (TGF- β) dan limfotoksin (TNF- β) 3) Stimulator haematopoiesis Diproduksi oleh bone marrow, sel stormal, leukosit -M erangsang pertumbuhan dan diferensiasi leukosit -Faktor Stem cell, IL-3, IL-7, GM -CSF Fungsi lain dari sel T Sel CD8 +M embunuh virus penginfeksi Sel CD4 +TH1: M engaktifkan makrofag agar lebih agresif menelan &membunuh mikroba. TH2: M erangsang sel B untuk berdiferensiasi menjadi sel plasma memproduksi antibodi. Sel B hanya akan menjadi isotipe setelah menerima bantuan sel T. Kelas Ig pada sel B menjadi Ig apa ditentukan oleh jenis dan keseimbangan sitokin yang disekresikan oleh sel T helper. Kebanyakan sel plasma bermigrasi ke sumsum tulang di mana mereka menjalani sisa hidup mereka. Fungsi sitokin yang lain Berbagai fungsi dalam pertahanan host. TNF, IL-1, chemokines merekrut neutrofil &monosit ke daerah infeksi. TNF dalam konsentrasi tinggi menyebabkan trombosis, menurunkan tekanan darah menurunkan kontraktilitas miokard ,dan dilatasi pembuluh darah dan meningkatkan leakiness. Syok septik dengan bakteri gram negatif; disebabkan oleh TNF dalam meresponi LPS, menyebarkan koagulasi intravaskular dan gangguan metabolik. Teori Leaky Gut penyakit autoimun berkaitan erat dengan kebocoran system pencernaan si pasien LPS =Lipopolysaccharides Fungsi sitokin yang lain Sel dendritik dan marcophage menghasilkan IL-12 meresponi LPS dan mikroba phagocytosed; mengaktifkan sel NK. IFN dari sel-sel NK mengaktifkan makrofag. IFN adalah bagian dari kedua sistem; juga dari sel T. Tipe 1 IFN diproduksi di makrofag, fibroblas, dan sel yang terinfeksi yang mencegah replikasi virus; digunakan untuk mengobati beberapa infeksi virus seperti hepatitis (IFN- ɑ).Klasifikasi sitokin berdasarkan fungsi a) Proinflammatory (IL1, IL6, TNF, chemokines).b) Antiviral (interferons).c) Hematopoietins (IL3, M -CSF, G-CSF, GM -CSF, LIF, SCF, Epo).d) T cell grow th factors (IL2, IL4, IL7, IL9.e) B cell grow th factors (IL4, IL5, IL6, IL14, CD40).f) Other grow th factors (PDGF, bFGF, aFGF, VEGF, GH).g) Chemokines (IL8, M CP-1, M IP-1s, SLC, BLC).h) Grow th inhibitors (Oncostatin M ,TNF).i) Suppressors (IL4, IL10, IL13, TGFb).j) Inducing programmed cell death (PCD or apoptosis) TNF, FAS-L, TRAIL).k) W ithdraw al of a cytokine/ grow th factor may also result in PCD) M EKANISM E FUNGSI SITOKIN LANGSUNG 1. PLEITROPI: Lebih dari 1 efek terhadap berbagai jenis sel 2. AUTOKRIN: Autoregulasi bereaksi dengan sel yang memproduksinya (IL-2) 3. PARAKRIN: Bereaksi dengan sel yang lain TIDAK LANGSUNG 1. SINERGISM E :M enginduksi reseptor untuk sitokin lain atau bekerjasama dengan sitokin lain dalam merangsang sel 2. ANTAGONISM E :M encegah ekspresi reseptor atau produksi sitokin CASCADE Sitokin bekerja secara beraturan Sifat &Cara kerja sitokin Aktivitas sitokin Cytokine bekerja dengan karakteristik sbb :Autocrine memodulasi dirinya sendiri Paracrine meningkatkan modulasi sel sel sekitarnya Juxtacrine memodulasi signaling membran sel Retrocrine memodulasi /menghentikan pertahanan host Cytokine-generating Cells Innat e immunit y –M acrophages –Endot helial cells –Fibroblast s Adapt ive immunit y –T lymphocytes –M acrophages –NK cells Produser terbesar adalah :M and TH Sitokin terlibat pada :Hemat opoiesis Adapt ive Immunit y Innat e Immunit y Inflammat ion Cytokines of Innate Immunity M acrophages, dendrit ic cells and ot her cells secrete cytokines t hat mediate cellular react ions of innate immunit y Communicat ion bet ween leukocytes; and bet ween leukocytes and ot her cells Tata nama &klasifikasi sitokin berdasarkan asal Interleukins (IL)secara ekslusif diproduksi oleh leukosit sebagai media antar leukosit Lymphokines diproduksi oleh lymphocytes M onokines secara ekslusif diproduksi oleh monocytes Interferons (IFN) terlibat pada respon antivirus Colony Stimulating Factors (CSF)mendukung pertumbuhan sel pada media zat semisolid Chemokines dipromosikan oleh chemotaxis, sitokin yang aktif pada kemotaktif Cytokines in the Immune Response Innate immune response –IL-1 (M acrophage) demam, efek kapiler –IL-6 (M acrophage) adaptive immunity melalui B cells –IL-12 (M acrophage) adaptive immunity melalui T helper cells –TNF (M acrophage) efek kapiler, mengaktifkan neutrophils –IFN alpha (M acrophage) efek multiple –IFN beta (Fibroblasts) efek multiple Cytokines in the Immune Response Adaptive immune response –IL 2 (T cells)-efek multiple –IL 4 (T cells &mast cells)-diferensiasi sel T, produksi IgE TGF beta (T cells, macrophages)-inhibits adaptive immune response IFN gamma (T cells, NK cells)-M acrophage activation Sitokin yang terlibat pada immun respon Sitokin diklasifikasikan sitokin sebagai pro -atau anti-inflamasi. produksi sitokin bawaan dan respon adaptif dan sel-sel Faktor stimulasi koloni (CSF) perkembangan dan diferensiasi sel-sel imunitas dari sumsum tulang prekursor. Interferon (IFN) IFN-α dan IFN β menghambat replikasi virus, IFN- γ mengatur respon imun dan dibuat di sel T mengaktifkan makrofag. Interleukins (ILs) 30 IL mengatur respon imun bawaan dan adaptif. IL dibuat oleh sejumlah jenis sel imunitas tubuh (dan lainnya),bertindak pada komunikasi antara leukosit. Tumor necrosis factor (TNF) mempromote sitokin (TNF-α &TNF β) merangsang osteoklas &resorpsi tulang (osteoprotegerin, OPG).Baynes JW and Dominiczak M H, 2014) Interleukin Terutama diproduksi oleh makrofag dan limfosit merespon patogen atau sebagai produk yang distimulasi saat terjadinya inflamasi Terdiri dari beberapa tipe :IL-1 sebagai sitokin proinflammatory IL-10 sebagai sitokin anti-inflammatory Lymphokines Interleukin-1: Secreted by macrophages and other cells. Activates T cells. Interleukin-2: Released by helper T cells. Activates killer T cells. Interleukin-3: Serves as a growth factor. Activates killer T cells. Interleukin-4: Secreted by T cells. Required for proliferation and clone development of B cells. Chemokine function M erekrut inflammatory cells terhadap infeksi Berperan dalam penyembuhan luka Penyedia immune homeostasis Sangat penting dalam pertahanan melawan infeksi bakteri, parasit dan virus Berperan dalam hematopoiesis dan angiogenesis (terkait dengan proliferasi kanker) Interferons (IFNs) Interferon (IFN):adalah protein yang disekresikan sebagai respon terhadap infeksi virus atau rangsangan lain Yang termasuk IFN :IFN-α diproduksi oleh lekosit disebabkan oleh sel yang terinfeksi virus IFN-β yang dihasilkan oleh fibroblast -IFN-γ diproduksi oleh limfosit, sel NK, TH1 sel, sel T CD8 All cells: ant iviral state, increased class I M HC expression NK cells: act ivat ion :Abbas 2014 Interferons (IFNs) Peran IFN- α dan IFN- β :M encegah replikasi pada virus -M eningkatkan Ekspresi M HC-I pada sel terinfeksi virus dan membantu rekognisi melalui CD8 T-cells -M eningkatkan kerja sitotoksik dari NK cells -M enghambat proliferasi sel &pertumbuhan tumor Interferons (IFNs) Action of IFN- γ :M engaktifkan M acrophages -M eningkatkan ekspresi M HC-I and II pada APCs -M eningkatkan kerja sitotoksik dari NK sel -M emacu produksi TH1 dan TH2 menghambat proliferasi IFN :Produced by lymphocytes. Causes neut rophils and macrophages to phagocyt ize bacteria. Also involved in t umor immunology. Cytokines Tumor necrosis factor–alpha (TNF-ɑ) Disekresikan oleh makrofag dalam meresponi PAM P (Pat hogen Associated M olecular Pattern) dan toll-like receptor recognition. Bertindak sebagai endogen pyrogen menginduksi demam -M eningkatkan sintesis protein serum inflamasi -M enyebabkan otot w asting (kakeksia) dan trombosis intravaskuler Must Know Miossec P et al. N Engl J Med 2009;361:888-898 Penyakit yang berhubungan dengan Sitokin Kelainan pada produksi sitokin dan reseptornya, terkait dengan beberapa jenis kanker Produksi IL-6 yang tinggi sel miksoma jantung menyebabkan tumor jinak jantung, mieloma, kanker serviks dan kandung kemih Penggunaan sitokin dalam terapi 1. Interferon digunakan dalam pengobatan penyakit virus, kanker 2. Beberapa sitokin digunakan untuk meningkatkan aktivasi sel T pada penyakit immunofideficiency, misalnya IL-2, IFN- TNF- 3. IL-2 dan Lymphokine Aktivating Killer (LAK )dalam pengobatan kanker 4. GM -CSF menyebabkan peningkatan jumlah sel darah putih, digunakan: a. Untuk mengembalikan jumlah leukocytic setelah kemoterapi sitotoksik menginduksi neutropenia b. Setelah transplantasi bone marrow c. Untuk memperbaiki leukopenia terkait AIDS Penggunaan sitokin dalam terapi 5) Anti-sitokin antibodi dalam manajemen penyakit autoimun dan penolakan transplantasi: a. Anti-TNF dalam pengobatan rheumatoid arthritis b. Anti-IL2R untuk mengurangi penolakan graft 6) Antibodi anti-TNF dalam mengobati syok septik 7) Anti-IL-2R dalam mengobati T-cell leukemia pada orang dewasa 8) Anti-IL-4 berada di bawah percobaan untuk pengobatan alergi Penggunaan sitokin pada terapi Thank You
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Tags

7 Komunikasi Dan Antar Sel

Komunikasi Antar Sel Id Ppt

Komunikasi Antar Sel Dan Id Pdf

Komunikasi Antar Budaya Komunikasi Antar Budaya

Semiologi Komunikasi Purwasito Mediator Jurnal Komunikasi

Efektivitas Komunikasi Sebagai Mediator Doc

Efektivitas Komunikasi Organisasi Kuswarno Mediator Jurnal Komunikasi

Konstruksi Komunikasi Internasional Trenggono Mediator Jurnal Komunikasi

Kegiatan Komunikasi Antar Personal Antar

Komunikasi Antar Pribadi

Ada 3 Mediator pada Komunikasi Antar Sel

Gratis

Feedback