PENGEMBANGAN MEDIA KOMIK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS IV SD NEGERI BENER 1 NGRAMPAL SRAGEN.

Gratis

12
115
285
1 year ago
Preview
Full text

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Padapembelajaran membaca pemahaman, biasanya siswa disajikan media pembelajaran berupa teks bacaan kemudian masing-masing diminta membaca dalam hatidilanjutkan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan isi Hasil pengamatan dan wawancara dengan guru Kelas IV SDN Bener 1 pada tanggal 14 Oktober 2016 dan 23 November 2016, siswa kurang memahami suatubacaan yang disajikan guru serta minat membaca sangat kurang. Sedangkan data dari Kemendikbudnilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang diharapkan dalam pembelajaran Selain strategi dan pendekatan pembelajaran yang diberikan dari guru kelas kepada murid untuk melatih keterampilan membaca pemahaman, perlu adanyamedia pembelajaran yang efektif dalam membantu menumbuhkan minat dan kemauan siswa dalam membaca pemahaman dengan terampil.

B. Identifikasi Masalah

Nilai keterampilan membaca pemahaman siswa kelas IV SD Negeri Bener 1 Ngrampal Sragen yang masih dibawah skor rata-rata minimal. Belum dikembangkannya media komik untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman pada mata pelajaran bahasa Indonesia.

C. Pembatasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah yang telah dikemukakan sebelumnya, maka penelitian dibatasi pada menghasilkan media komik untuk meningkatkanketerampilan membaca pemahaman pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas IVSD Negeri Bener 1 Ngrampal Sragen. Media komik seperti apa yang layak untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas IV SDNegeri Bener 1 Ngrampal Sragen?

D. Rumusan Masalah

E. Tujuan Penelitian

Bagaimana keefektifan penggunaan media komik untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman pada mata pelajaran bahasa Indonesia Berdasarkan rumusan masalah yang disebutkan di atas, maka dalam penelitian ini bertujuan. Menghasilkan media komik yang layak untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas IV SDNegeri Bener 1 Ngrampal Sragen 2.

F. Manfaat Penelitian

Bagi Siswa1) Memudahkan siswa dalam memahami teks bacaan karena media pembelajaran yang berbasis visual ilustrasi kartun. Media komik yang disusun merupakan sumber bacaan alternatif yang mampu menjadi media pembelajaran mandiri siswa kelas IV SD untuk meningkatkanketerampilan membaca pemahaman.

G. Asumsi Pengembangan

H. Spesifikasi Produk yang Diharapkan

Spesifikasi produk media yang dikembangkan oleh peneliti dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Kertas yang digunakan untuk sampul adalah kertas ivory 210 gram dan kertas untuk isi buku adalah kertas HVS 80 gram.

4. Judul komik adalah “Komik Pembelajaran: Aku Anak Baik”

Warna yang digunakan pada komik disesuaikan dengan warna-warna cerah yang menambah daya tarik siswa, yaitu warna merah, kuning, biru, hijau,merah muda, jingga, dan cream. Jenis dan ukuran (size) Font yang digunakan dalam halaman sampul depan komik adalah One Stroke Script size 28 , Hobo std size 24 dan One Stroke Script size 80.

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. Kajian tentang Pembelajaran Bahasa Indonesia

1. Hakikat Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD

22 tahun 2006 bahasa Indonesiamemiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semuabidang studi. Pembelajaran bahasa Indonesia di SD diarahkan untuk meningkatkan kemampuan siswa untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik danbenar, baik secara lisan maupun tulisan serta dalam standar kompetensi mata pelajaran bahasa Indonesia diharapkan siswa dapat mengembangkan potensinyasesuai dengan kemampuan, kebutuhan, dan minatnya.

2. Tujuan Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar

Siswa mampu menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara.c. Siswa mampu memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan.d.

3. Ruang Lingkup Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar

Berdasarkan ruang lingkup pembelajaran bahasa Indonesia di atas, maka pembelajaran bahasa Indonesia mengarah kepada peningkatan kemampuanberkomunikasi, karena keempat kemampuan berbahasa tersebut saling berkaitan dan memiliki peranan penting dalam berkomunikasi baik secara lisan maupuntulisan. Media yang dibuat mengarah kepada kemampuan berbahasa membaca, yang berfokus kepada peningkatan keterampilan membaca pemahaman pada matericerita anak pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas IV.

B. Kajian tentang Keterampilan Membaca Pemahaman

Membaca pemahaman merupakan suatu proses merekonstruksikan pesan yang terdapat dalam teks yang dibaca yang mana proses merekonstruksi pesan ituberlapis, interaktif, dan terjadi proses-proses pembentukkan dan pengujian hipotesis. Kemudian dengan berinteraksi dengan makna yang terdapat di dalam teks tersebut, pembaca membuat dan menguji hipotesis.

1. Pengertian Membaca Pemahaman

Keterampilan membaca pemahaman merupakan seperangkat keterampilan pemerolehan pengetahuan yang digeneralisasikan, yang memungkinkan orangmemperoleh dan mewujudkan informasi yang diperoleh sebagai hasil membaca bahasa tertulis (dalam Zuchdi, 2007: 22). Jadi, dapat disimpulkan bahwa membaca pemahaman pada hakikatnya adalah suatu kegiatan untuk memperoleh informasi bacaan yang baik yang tersiratmaupun tersurat dalam bentuk pemahaman dan kemampuan seseorang dalam mengkonstruksi pesan yang terdapat pada teks yang dibaca agar mengerti idepokok, detail penting, dan seluruh pengertian serta mengingat bahan yang dibacanya.

2. Prinsip-Prinsip Membaca Pemahaman

Ada dua faktor yangmempengaruhi keterampilan membaca pemahaman, yaitu faktor yang berasal dari dalam diri dan faktor yang berasal dari luar pembaca. Faktor-faktor yang beradadalam diri pembaca meliputi kemampuan linguistik (kebahasan), minat (seberapa besar kepedulian pembaca terhadap bacaan yang dihadapinya), motivasi (seberapabesar kepedulian pembaca terhadap tugas membaca atau perasaan umum mengenai membaca dan sekolah), dan kumpulan kemampuan membaca (seberapa baikpembaca dapat membaca) (Pearson dan Johnson dalam Zuchdi, 2000: 23).

3. Faktor-Faktor Keterampilan Membaca Pemahaman

Unsur-unsur pada bacaan atau ciri-ciri tekstualmeliputi kebahasan teks (kesulitan bahan bacaan), dan organisasi teks (jenis pertolongan yang tersedia berupa bab dan subbab, susunan tulisan, dsb). Pemahaman harfiah memberikan tekanan pada pokok-pokok pikiran dan informasi yang secara gamblang diungkapkan dalam wacana.

4. Tes Keterampilan Membaca Pemahaman

a. Pemahaman Harfiah

b. Mereorganisasi

Pemahaman inferensial yang ditunjukkan oleh siswa apabila ia menggunakan hasil pemikiran atau informasi secara gamblang dikemukakan dalam wacana,intuisi, dan pengalaman pribadinya. Pemahaman inferensial tersebut, pada umumnya dirancang oleh tujuan membaca dan pertanyaan-pertnyaan yangmenghendaki pemikiran dan imajinasi siswa.

c. Pemahaman Inferensial

d. Evaluasi

e. Apresiasi

Tujuan membaca dan pertanyaan guru dalam hal ini adalah meminta respon siswa yang menunjukkan bahwa ia telah mengadakan tinjauan evaluasi denganmembandingkan buah pikiran yang disajikan di dalam wacana dengan kriteria luar yang berasal dari pengalaman dan pengetahuan siswa, atau nilai-nilai dari siswa. Apresiasi menghendaki supaya pembaca secara emosional dan estetis peka terhadap suatu karya dan memintanya bereaksi terhadap nilai dankekayaan unsur-unsur psikologis dan artistik yang ada dalam karya itu.

C. Kajian tentang Karakteristik Siswa SD Kelas Tinggi (4,5, dan 6)

Berdasarkan karakteristik siswa kelas tinggi yang telah dijelaskan diatas, dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa keberadaan media pembelajaranmerupakan suatu hal yang penting dalam pembelajaran. Media pembelajaran komik diharapkan akan dapat membantu proses meningkatkan keterampilan membacapemahaman serta membuat pembelajaran bahasa Indonesia menjadi lebih menarik dan menyenangkan bagi siswa.

D. Kajian tentang Media Pembelajaran

1. Hakikat Media Pembelajaran

perantara yaitu penggunaan media dalam kegiatan belajar mengajar Kedudukan media dalam pembelajaran sebagai perantara agar pesan dalam pembelajaran dapattersampaikan kepada siswa secara efektif dan efisien. Media dalam proses belajar mengajar dapat membangun kritikan keinginan dan minat Sehingga dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran merupakan sarana yang digunakan sebagai perantara penyalur informasi pesan berupa materi ajarantara guru dan siswa, yang diharapkan dapat menentukan berhasil atau tidaknya proses pendidikan.

2. Fungsi Media Pembelajaran

Fungsi kompensatoris adalah membantu siswa yang memiliki kekurangan dalam memahami pelajaran yang disampaikan secara teks atau verbal. Masalah ini dapat diatasi dengan media pembelajaran, yaitu dengan kemampuan media untukmemberikan perangsang yang sama, menyamakan pengalaman, dan menyamakan persepsi ” (Sadiman dkk, 2008: 17).

3. Klasifikasi Media Pembelajaran

4. Manfaat Media Pembelajaran

Pembelajaran bisa lebih menarik karena kejelasan dan keruntutan pesan, image yang berubah-ubah, penggunaan efek khusus yang dapat menimbulkan keingintahuan, menyebabkan siswa berpikir dan dapat tertawa.c. Dalam pengertian lain, komik sebagai gambar yang berjajar dalam urutan yang disengaja, dimaksudkan untuk menyampaikan informasi dan ataumenghasilkan respons estetik dari pembaca (McCloud, 2001: 7).

E. Kajian Mengenai Komik

1. Pengertian Komik

Namun dalam perkembangan selanjutnya adapula novel grafis, komik kompilasi yang menggabungkan beberapa cerita yang berlainan dalam satu buku dan juga muncul pula web comic atau komik online.a. Komik Berdasarkan Bentuknya1) Komik Strip (comic strip) Komik ini merujuk pada komik yang terdiri dari beberapa panel saja dan biasanya muncul di surat kabar dan majalah.

2. Macam-Macam Komik

2) Buku Komik (comic book) Comic Book atau buku komik adalah komik yang disajikan dalam bentuk buku yang tidak merupakan bagian dari media cetak lainnya. Jenis komik yang akan dibuat pada penelitian pengembangan ini adalah komik edukasi, karena konten cerita komik disesuaikan dengan muatanpembelajaran pada mata pelajaran bahasa Indonesia materi cerita anak kelas IV SD.

3. Unsur-Unsur dalam Komik

Misalnya di Jepang yang digunakan adalah teks Jepang, di Arab maka teks yang digunakan adalah teks Arab, sedangkan di Indonesia menggunakanteks Latin.d. Tekstur Tekstur dalam komik cenderung pada kertasnya, ada kertas yang kasar dan ada yang halus tergantung pada kebutuhan.

4. Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Komik

  Tema padakomik terbagi menjadi 3 kelompok (Gumelar, 2011: 46), yaitu:1) Fiction Story Fiksi, imajinasi, dan fantasi, membuat cerita khayalan tidak selalu bercerita tentang hal masa depan atau tentang kecanggihan teknologi, tetapi cerita sehari-haripun apabila dibuat berdasarkan imajinasi dan tidak berdasarkan kisah yang terjadi secara nyata, ini juga disebut kisah imajinasi. Ada beberapa penokohan yangbiasa diterapkan pada gambar yang dibuat (Gumelar, 2011: 71), yaitu:1) Good Character (protagonsis) Sifat yang baik (good personality) merupakan karakter yang bersifat baik, 2) Bad Character (antagonis)Sifat yang buruk (bad personality) merupakan karakter yang mempunyai sifat negative thinking, prasangka buruk, mudah menghakimi orang lain tanpamelihat masalah lebih lanjut, mudah mengasumsikan orang lain dengan pendapat pribadi.

5. Gaya dalam Menggambar Komik

Karakter yang digunakan bisa berupa monster, alien, robot, dan orang dewasa, yang penting adalah jalan dan isi cerita tetap untuk . Oleh karena itu pada sampul diberi tanda “17 tahun keatas” atau “bacaan khusus dewasa” Media komik untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman mata pelajaran bahasa Indonesia dibuat dengan segmentasi children story.

6. Prinsip Desain Komik

halaman, satu panel atau cerita komik yang terfokus, sehingga perhatian kita langsung tertuju pada adegan, panel, atau cerita yang kita tekankan tadi. Penekanan biasa dilakukan dengan memberi perbedaan dan dominasi warna, pada ukuran, ruang yang diberikan, isolation (pemisahan) dankepribadian karakter apabila merujuk pada non tampilan gambar.

b. Composition (Komposisi): terdiri dari berbagai pecahan, balance- unbalance, symmetrical-asymmetrical, alightment, rhythm-variation-

Comfortability (ergonomis): di dunia komik, kenyamanan dengan segmentasi usia yang sesuai target, bagaimana membuat mudahmembawanya, dimana ukurannya menjadi acuan, lalu bagaimana dengan kemudahan membaca tulisannya, dan hal-hal lainnnya yang dianggap akanmembuat nyaman pembacanya.f. Material Light and Strenght (Material ringan dan kuat): komik di print di bahan yang tidak mudah rusak untuk special edition, bisa juga tahan lamabila diupload di internet.g.

7. Pengembangan Media Komik

Kesalahan atau kekurangan dari salah satu unsur dapatmempengaruhi unsur-unsur yang lain, sehingga produk komik yang akan dikembangkan menjadi tidak baik atau kurang layak dan pesan yang akandisampaikan menjadi kurang menarik (Budiningsih, 2003: 113). Komik yang baik adalah komik yang dibuat sesuai pada tahapan-tahapan dalam pengembangan media komik yang telah dipaparkan di atas.

8. Kelebihan Media Komik

Pemakaian komik yang luas dengan ilustrasi berwarna, alur cerita yang ringkas dengan perwatakan tokohnya yang realistis menarik siswa dari berbagaiusia utuk membacanya. Kalau makna kartun mengena, pesan yang besar bisa disajikan secara ringkas dan Suatu analisis terhadap bahasa komik menunjukkan bahwa anak yang membaca sebuah buku komik setiap bulan, hampir dua kali banyaknya kata-katayang dapat dibaca sama dengan yang terdapat pada buku-buku bacaan yang dibacanya setiap tahun terus menerus (Thorndike dalam Sudjana dan Rivai, 2009:67).

9. Komik sebagai Media Pembelajaran

Komik dapat dijadikan sebagai media pembelajaran yang dapat digunakan di sekolah dengan dipadukan dengan strategi atau metode pembelajaran yang sesuaidengan materi yang akan dipelajari oleh siswa. Berikut standar isi kompetensi kurikulum KTSP mata pelajaran bahasaIndonesia yang digunakan sebagai acuan pengembangan media komik dalam mata pelajaran bahasa Indonesia kelas IV semester 2.

F. Kajian Media Komik untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Pemahaman pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

Media komik yang berisi gambar khas yang berurutan dandilengkapi dengan paduan kata-kata dibuat menarik sehingga harapannya dapat membantu siswa meningkatkan keterampilan membaca pemahaman dalam bahasaIndonesia terutama dalam materi membaca cerita anak. “ Pengembangan Media Komik Cerita Anak untuk MeningkatkanKeterampilan Menulis Narasi Siswa Kelas IV SD Negeri 1 Ngawen KabupatenBlora ” yang dilakukan oleh Diana Lela Novitasari pada tahun 2016 menunjukkan angka validasi media 4,4 (sangat baik), validasi materi 3,40(baik) dan hasil uji lapangan 4,08 (baik).

G. Penelitian yang Relevan

“ Pengembangan Media Komik untuk Meningkatkan Motivasi Belajar danKeterampilan Membaca Pemahaman Siswa Kelas IV SD Negeri Padokan 2Bantul yang dilakukan oleh Wahyu Nuning Budiarti pada tahun 2016 Pada kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia materi cerita anak aspek membaca pemahaman di kelas IV SD Negeri Bener 1 Ngrampal Sragen masihmenggunakan media teks bacaan sebagai satu-satunya acuan yang digunakan. Hal ini disebabkan karena belum tersedianya media yang tersedia untuk digunakanuntuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman pada mata pelajaran bahasa Indonesia, sehingga kegiatan pembelajaran aspek membaca monoton dankurang menarik serta berdampak pada rendahnya nilai membaca pemahaman siswa.

H. Kerangka Pikir

Berpijak pada permasalahan yang ada yaitu belum tersedianya media untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman, maka media komik adalahmedia yang akan membantu siswa dalam meningkatkan keterampilan membaca pemahaman serta menambah variasi media yang digunakan dalam prosespembelajaran bahasa Indonesia. Kedua,karena nilai aspek membaca pemahaman siswa kelas IV yang rendah, sehingga Berdasarkan penelitian yang relevan, media komik dapat menambah minat siswa dalam belajar, memudahkan siswa dalam memahami suatu bacaan, danmenambah variasi penggunaan media dalam proses pembelajaran.

BAB II I METODE PENELITIAN

A. Model Pengembangan

Penelitian dan Pengembanganadalah suatu proses atau langkah-langkah untuk mengembangkan suatu produk atau menyempurnakan produk yang telah ada, yang dapat dipertanggungjawabkan(Sukmadinata, 2013: 164). Hasil dari penelitian ini adalah berupa produk media pembelajaran komik untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman padamata pelajaran bahasa Indonesia bagi siswa kelas IV SDN Bener 1 NgrampalSragen.

B. Prosedur Pengembangan

Sebagai subjek uji lapangan terbatas, sampel dalam tahap I ini diambil dua - tiga orang siswa dengan tingkat intelektual tinggi, sedang, dan rendah dalam matapelajaran bahasa Indonesia khususnya dalam hal keterampilan membaca pemahaman. 2) Uji Coba UtamaDalam tahap ini, pengambilan sampel juga menggunakan purposive sampling dengan memilih subjek uji coba siswa dengan tingkat intelektual tinggi, sedang, dan rendah dalam mata pelajaran bahasa Indonesia khususnya dalam hal keterampilan membaca pemahaman.

1. Analysis

Subjek Uji CobaSubjek uji coba adalah siswa kelas IV SDN Bener 1 tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 17 siswa. Objek penelitian adalah variabel penelitian yaitu sesuatu yang merupakan inti dari problematika penelitian.

C. Desain Uji Coba Produk

Angket yangdigunakan dalam penelitian ini ada 3 macam, yaitu: 1) penilaian para ahli materi dan ahli media untuk menguji kelayakan media komik, 2) angket tanggapan gurumengenai media komik, 3) angket tanggapan siswa mengenai penggunaan media Angket yang digunakan menggunakan angket dengan penilaian skala(rating scale). Instrumen yang digunakan dalam penelitianini berupa lembar pedoman observasi, angket ahli media, angket untuk ahli materi, angket untuk siswa, dan angket keterampilan membaca pemahaman,.

3 Penugasan

Bahan Kenyamanan penggunaan 1Keamanan penggunaan 1Ketepatan pemilihan bahan 1 3 Pembelajaran Kesesuaian komik dengan tingkat perkembangan 1 kognitif siswaKemampuan media komik memotivasi siswa 1 dalam kegiatan pembelajaranKesesuaian komik dalam meningkatkan 1 keterampilan membaca pemahaman siswaJumlah 194) Kisi-kisi instrumen ahli materi Kisi-kisi instrumen ini dibuat untuk dijadikan sebagai acuan dalam membuat instrumen uji kelayakan. Analisis data dilakukan dengan mengorganisasikan data, menjabarkanke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan mana yang akan dipelajari, dan membbuat kesimpulan yang dapatdiceritakan kepada orang lain (Sugiyono, 2010: 333).

3. Teknik Analisis Data

� − � � =√ � � � + �√� √� (Sugiyono, 2015: 314) x 1 = rata-rata sampel 1 (before) 2 x = rata-rata sampel 2 (after) s 1 = simpangan baku sampel 1 (before)s 2 = simpangan baku sampel 2 (after) 2 1 S = varians sampel 1 (before) 2 S 2 = varians sampel 2 (after) r = korelasi antara dua data kelompokHo : tidak terdapat perbedaan rata-rata antara hasil pretest dan postest. Gain adalah selisih antara nilai postest dan pretest, gain menunjukkan peningkatan hasil belajar keterampilan membaca pemahaman sesudah penggunaan media komik.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengembangan Produk Awal

Pengambilan data dilakukan di SD Negeri Bener 1 berupa observasi di kelas dan wawancara dengan guru kelas IV dan diperoleh beberapa informasi. Informasitersebut mengenai proses pembelajaran di kelas yang belum dapat memanfaatkan media secara optimal dalam meningkatkan keterampilan membaca pemahaman padamata pelajaran bahasa Indonesia.

1. Deskripsi Hasil Tahap Analisis (Analysis)

Salah satu yang mempengaruhi pemahaman siswa dalam pembelajaran yaitu penggunaan 82 Pengembangan media komik diharapkan dapat memenuhi kebutuhan siswa kelas IV SD Negeri Bener 1 yaitu dengan tersedianya media bahasa Indonesia yangmenarik, kreatif, inovatif sehingga dapat membantu siswa dalam meningkatkan keterampilan membaca pemahaman dan memahami konsep materi membaca ceritaanak yang dimodifikasi dalam bentuk komik. Materi yang dapat dikembangkan sesuai dengan silabus yang dapat dilihat secara lengkap pada lampiran 30, Hasil rangkuman analisis tersebut, dijadikan sebagai pedoman untuk menyusun konsep media untuk mata pelajaran bahasa Indonesia yang akan dikembangkan lebihlanjut.

2. Deskripsi Hasil Tahap Perancangan (Design)

Ringkasan cerita merupakan gagasan/ide cerita awal dan berguna untuk pembuatan ilustrasi. Ringkasan cerita berisi materi membaca cerita anak dan alur ceritadibuat menarik sesuai dengan karakter siswa SD dan mengandung unsur pendidikan karakater yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

a. Pembuatan ringkasan cerita

Tahap ini lengkap dengan adegan cerita, sudut menggambar,jenis menggambar, latar cerita, sumber visual dan tokoh sehingga mempermudah pelakasanaan dalam proses penyusunan atau produksi. Hasil dari penulisan, digunakansebagai gambar yang akan disusun dalam proses pembuatan komik agar hasilnya lebih terstruktur.

3. Deskrispsi Hasil Tahap Pengembangan (Development)

  Hasil Penilaian Ahli Media Tahap Kedua Aspek No Tampilan Bahan Pembelajaran Jumlah 58 15 13 Rata-rata 4.46 5 4.33 Rata aspek 4.59 Kategori Sangat LayakSumber: Data Pengembangan Penelitian yang Diolah Data yang diperoleh pada tabel di atas menunjukkan bahwa media komik mendapatkan nilai rata-rata 4.59 yang berarti bahwa media komik masuk dalamkategori “Sangat Layak” sesuai dengan tabel 15 rata-rata skor > 4,2 dan layak diuji coba lapangankan tanpa revisi. Diagram Hasil Penilaian Ahli Media Setelah melakukan validasi kepada ahli materi dan ahli media dan dinyatakan layak untuk diujicobakan, maka tahap selanjutnya adalah mengadakanmengimplementasikan media komik kepada guru kelas IV dan siswa kelas IV SDNegeri Bener 1 dan guru kelas IV SD Negeri Bener 1, guna mengetahui respon terhadap media komik.

4. Deskripsi Hasil Tahap Implementasi (Implementation)

Ketujuh indikator tersebut di antaranya kejelasan petunjuk penggunaanmedia komik, kemudahan penggunaan media komik, kejelasan jenis dan ukuran huruf pada media komik, media komik dapat memotivasi siswa, kemenarikan gambar padamedia komik, kemenarikan warna pada media komik, dan kebermanfaatan media komik. Ketujuh indikator tersebut di antaranya kejelasan petunjuk penggunaanmedia komik, kemudahan penggunaan media komik, kejelasan jenis dan ukuran huruf pada media komik, media komik dapat memotivasi siswa, kemenarikan gambar padamedia komik, kemenarikan warna pada media komik, dan kebermanfaatan media komik.

5. Deskripsi Hasil Tahap Evaluasi (Evaluate)

Hasil Belajar Keterampilan Membaca Pemahaman SiswaRata-Rata Jumlah Siswa Jumlah Siswa Ketuntasan yang Tuntas Klsikal ( %) Pre-test 53,82 17 7 41,17Post-tes 71,20 17 11 64,70 Berdasarkan tabel 33, jumlah siswa yang hadir saat pretest dan postest kelas IVSDN Bener 1 adalah 17 siswa. Hasil pretest dari 17 siswa sebanyak 7 siswa tuntas belajar dengan rata-rata 53,82.

a. Hasil Belajar Kognitif Siswa

b. Hasil Uji Perbedaan Rata-Rata Pretest dan Postest

Uji perbedaan rata-rata pretest dan postet dilakukan untuk mengetahui kefektifan penggunaan media komik terhadap peningkatan keterampilan membacapemahaman siswa kelas IV SD Negeri Bener 1 Kabupaten Sragen. Keefektifan penggunaan komik dapat diketahui dari perbedaan rata-rata yang signifikan antara skorketerampilan membaca pemahaman sebelum menggunakan komik ( pretest ) dan setelah menggunakan komik ( postest ).

c. Hasil Uji Peningkatan Rata-Rata

Hasil Uji Peningkatan Rata-RataKategori NilaiNilai Gain 0,376Rata-rata Pretest 53,82Rata-rata Postest 71,20Selisih Rata-Rata 17,38Kriteria Sedang Berdasarkan tabel 35 diketahui peningkatan rata-rata ( gain ) data pretest dan pst tes sebesar 0,376 dengan kategori sedang. Peningkatan skor keterampilan membacapemehaman hasil pretest dan postest pada siswa kelas IV SD Negeri Bener 1Kabupaten Sragen juga disajikan dalam bentuk diagram garis sebagai berikut.

10 Pretes Postes Peningkatan Rata-Rata Nilai Keterampilan Membaca Pemahaman

Pengembangan Media KomikProsedur pengembangan media komik menggunakan model pengembangan ADDIE (Mulyatiningsih, 2011: 185). Model ADDIE terdiri dari lima tahap:a.

B. Hasil Uji Coba Produk

Hal ini menunjukkan bahwa media komik masuk dalam kategori “Sangat Layak ” dan mendapatkan nilai “A” , berdasarkan hasil tersebut, dapat dipaparkan bahwa media komik “ Sangat Layak” karena dapat diimplementasikan dalam kegiatan belajar mengajar yang mengukur hasil membaca keterampilan membaca pemahamanditinjau dari aspek materi, pembelajaran, dan membaca pemahaman. Media komik merupakan media pembelajaran yang berbentuk buku dengan pemakaian yang mudah dan tampilan yang menarik, sehingga menambah gairahsiswa dalam mempelajari mata pelajaran Bahasa Indonesia khususnya meningkatkan keterampilan membaca pemahaman pada aspek membaca materimembaca cerita anak yang dibuktikan dengan pretest dan postest yang meningkat.b.

C. Kajian Produk Akhir

2. Media komik merupakan media pembelajaran yang bersifat pelengkap dan tidak dapat menggantikan peran unsur-unsur konvensional dalam belajar.

D. Keterbatasan Pengembangan

Keterbatasan media pembelajaran komik untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman berdasarkan penelitian dan pengembangan yang telah dilakukanadalah: 1. Jenis Font pada media komik kurang menyesuaikan EYD 4.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan tentang Produk

Hasil pengembangan media komik di SD Negeri Bener 1 Ngrampal Sragen didapatkan kesimpulan sebagai berikut. Media komik efektif digunakan untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman pada mata pelajaran bahasa Indonesia berdasarkanhasil uji rata beda sebesar 0,037 dan uji nilai gain sebesar 0,376.

B. Saran Pemanfaatan Produk

Bagi GuruGuru diharapkan dapat menggunakan media komik dalam proses pembelajaran materi cerita anak pada mata pelajaran bahasa Indonesia sehingga dapatmenciptakan inovasi pembelajaran baru dalam meningkatkan pemahaman membaca siswa. Bagi PenelitiPeneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan berbagai media komik yang inovatif untuk mata pelajaran bahasa Indonesia atau mata pelajaran lainsehingga dapat menyempurnakan media yang sudah ada di sekolah.

1 Ngawen Kabupaten Blora. Semarang. Semarang. UNNES Press

Dasar-dasar Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SD. Pengembangan Buku Panduan Teknik Pancingan Kata Kunci sebagai Media Pembelajaran Menulis Puisi pada Siswa Kelas V SD.

LAMPIRAN

komik dan validatormedia komik. Menceritakan isiNegeri Bener 1 cerita yang telahKabupaten dibacaSragen dalam menggunakanmedia komik.

ANGKET VALIDASI AHLI MATERI

Mohon kesediaan Bapak/Ibu untuk menilai Komik Aku Anak Baik untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman yang dikembangkanterlampir meliputi aspek dan cerita yang tercantum dalam instrumen ini. Mohon kesediaan Bapak/Ibu untuk menilai Komik Aku Anak Baik untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman yang dikembangkanterlampir meliputi aspek dan cerita yang tercantum dalam instrumen ini.

2. Mohon diberikan tanda (√) pada kolom 1, 2, 3, 4, atau 5 sesuai dengan pendapat penilai secara objektif

Kesimpulan Media komik ini dinyatakan:□ Layak untuk uji coba dilapangan tanpa revisi□ Layak untuk uji coba dilapangan dengan revisi□ Tidak layak diuji cobakan Yogyakarta..................................... Instrumen Angket Respon Guru LEMBAR RESPON GURU TERHADAP MEDIA KOMIK Petunjuk oLembar validasi ini untuk diisi oleh praktisi oTujuan dari lembar validasi ini adalah untuk mengevaluasi aspek media oPenilaian diberikan dengan rentangan sebagai berikut: 1 = sangat tidak setuju 2 = tidak setuju 3 = ragu-ragu4 = setuju 5 = sangat setujuo Mohon diberikan tanda (√) pada kolom 1, 2, 3, 4, atau 5 sesuai dengan pendapat penilai secara objektif.

A. Aspek Materi

Media komik dapat memotivasi siswa dalam kegiatan pembelajaran 10. Media komik memudahkan siswa dalam memahami suatu bacaan 12.

B. Aspek Media

Tata letak teks dan gambar seimbang 10. Kalimat yang digunakan sederhana 2 Bahan 14.

ANGKET RESPON SISWA TERHADAP MEDIA KOMIK

Petunjuk: Berilah tanda centang (√) pada kolom yang sesuai dengan apa yang kalian rasakan selama menggunakan media komik yang baru saja dilakukan! Sangat Sangat Ragu- TidakNo.

KISI-KISI UJI COBA PRODUK

Memahami teks dengan membaca sekilas, membaca memindai, dan membaca cerita anak. SK, KD, dan Indikator Pembelajaran 4.

5. Cerita 1 “Gara-Gara Kunci Jawaban

Cerita 2“ Tidak Ada Dendam” 7. Cerita 5“ Sekolah Kita Rumah Kita” 10.

PRETEST KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN

Mereorgani 2 2 3 Pemahaman 4 1 3 Evaluasi 5 1 3 Apresiasi 6 1 3 Mereorgani dapat 8 1 3 Pemahaman 9 2 3 Evaluasi 11 1 3 Apresiasi 12 1 3 Mereorgani 14 1 3 Pemahaman 15 1 3 Evaluasi 17 1 3 Apresiasi dapat 16 2 3 18 3 Pemahaman 21 1 3 Evaluasi menentukan 20 2 3 Apresiasi dapat 24 1 3 Bacaan Pemahaman 25 1 3 Mereorgani 26 2 3 28 3 Pemahaman 27 1 3 Evaluasi 29 1 3 Apresiasi 30 1 3 1. Yang dilakukan Robi kepada Adi dan teman-temannya adalah mengambil bekalAdi, melempar sepatu temannya, menyenggol temannya hingga terjatuh dan mengotori celana Adi saat upacara.

14. Nasehat Alya kepada Robi agar Robi menjaga sikapnya saat bapak kepala yayasan datang adalah “Robi, nanti jaga sikap lho. Bercanda ada waktunya. Kita

Sikap Robi saat Bapak Kepala Yayayasan sedang melaksanakan kuis adalah ramai dan mengejek nama hewan purba yang ternyata merupakan nama dari BapakKepala Yayasan. Yang Robi lakukan setelah bertemu dengan Pak Sigit adalah Robi membongkat lemarinya dan memilah baju-bajunya yang masih layak pakai untuk disumbangkan.

27. Nasehat Ibu Guru kepada Robi agar melaksanakan piket adalah “ Kebersihan

Yang dilakukan Robi keesokan harinya adalah membawa kemoceng dari rumah dan melaksanakan piket di kelas. Saat Alya melemparnya dengan sampah, Robi juga menyesal ia pernah melakukan hal yang sama pada Alya.

HASIL PENILAIAN AHLI MATERI DAN AHLI MEDIA

1. Ahli Materi

Tahap Pertama Pembelajaran Materi Membaca Pemahaman No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 4 3 3 3 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 3 3 4 3 4 4 Jumlah 25 29 21 Rata-Rata 3.57 3.62 3.5 Rata Aspek 3.56 KategoriLayak Tahap Kedua Pembelajaran Materi Membaca Pemahaman No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 5 4 4 4 5 5 5 4 5 5 4 5 5 5 4 4 4 5 4 5 5 Jumlah 32 37 27 Rata-Rata 4.57 4.62 4.5 Rata Aspek 4.56 KategoriSangat Layak

2. Ahli Media

Tahap Pertama Tampilan Bahan Pembelajaran No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 4 4 4 4 4 3 3 2 3 3 3 3 4 3 3 2 4 4 4 Jumlah 44 8 12 Rata-rata 3.38 2.67 4 Rata aspek 3.35 KategoriCukup Layak Tahap Kedua Tampilan Bahan Pembelajaran No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 5 4 5 4 4 5 4 4 4 5 5 5 4 5 5 5 5 4 4 Jumlah 58 15 13 Rata-rata 4.46 5 4.33 Rata aspek 4.59 Kategori Sangat Layak

HASIL UJI COBA AWAL MEDIA KOMIK

Materi Media Cerita No InisialJumlah Rata-rata 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Rata-Rata 4 4,5 3,5 4,5 4,5 4 4 4,5 4 4,5 4 4 4 4,5 4,5 63 4,2 Total Aspek 16,5 29,5 17Rata-rata aspek 4,12 4,21 4,25 Sangat Baik Kategori Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik 198

HASIL UJI COBA UTAMA MEDIA KOMIK

Materi Media Cerita No InisialJumlah Rata-rata 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Rata-Rata 4,16 4,5 4,66 4,16 4,33 4,16 4,33 4,66 4,16 4,66 4 4,33 4 4,5 4,16 64,83 4,32 Total Aspek 17,5 30,33 17Rata-rata aspek 4,37 4,33 4,25 Sangat Baik Kategori Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik 199

HASIL UJI COBA LAPANGAN OPERASIONAL MEDIA KOMIK

Ju Rata Materi Media CeritaN Inisi Jumlah 6 5 4 8 6 3 6 5 4 9 5 7 5 7 30 3 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4,Rata- 4 4 3 5 4 2 4 4 3 6 4 5 1 4 5 66, Rata 7 1 5 8 7 9 7 1 5 4 1 2 1 1 2 47 4,43Total Aspek 17,82 31,05 17,58 Sangat Rata-rataBaik aspek 4,45 4,43 4,39 Kategori Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik

HASIL RESPON GURU TERHADAP MEDIA KOMIK

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 164 4 5 5 5 5 4 5 4 5 5 5 5 4 5 5 37 38 Jumlah4,62 4,75 Rata-RataRata Aspek 4,68 Kategori Sangat Layak 2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 165 4 5 5 4 5 4 5 5 5 4 5 4 5 5 5 60 15 JumlahRata-Rata 4,61 5 Rata Aspek 4,80Kategori Sangat Layak Lampiran 17.

PEDOMAN PENILAIAN TES MEMBACA PEMAHAMAN

Nilai KriteriaSiswa tidak dapat menjawab dengan tepat dan tidak dijelaskan dengan runtut. 1 Siswa menjawab kurang benar dan tidak dijelaskan dengan runtut.

ANALISIS UJI VALIDITAS TES MEMBACA PEMAHAMAN

(2- ,16 ,01 ,21 ,23 ,39 ,17 ,01 ,03 ,49 ,08 ,47 ,01 ,02 ,00 ,00 ,07 ,26 ,39 ,17 ,01 ,04 ,51 ,02 ,42 ,26 ,25 ,30 ,52 ,26 ,06 tailed) 3 7 4 4 9 1 7 1 2 6 1 1 6 1 6 1 9 1 2 7 4 6 2 1 4 7 7 1 7N 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 * Ite Pearso ,67 ,76 ,59 1 ,87 ,63 ,63 ,76 ,88 ,42 ,89 ,73 ,57 ,68 ,59 ,67 ,94 ,75 ,38 ,88 ,49 ,45 ,76 ,68 ,72 ,75 ,73 ,83 ,90 ,75 ,84 * * ** * * * *m_ n 5 5 4 1 3 3 5 7 1 1 2 6 4 5 7 9 7 5 4 6 6 8 9 1 3 7 9 9 Sig. (2- ,18 ,01 ,03 ,01 ,09 ,36 ,17 ,01 ,56 ,03 ,34 ,11 ,09 ,03 ,01 ,01 ,12 ,60 ,04 ,13 ,25 ,31 ,09 ,28 ,12 ,18 ,16 ,12 ,12 ,04 tailed) 7 9 1 9 7 5 4 9 1 1 4 2 4 1 5 5 1 1 7 8 4 8 1 6 3 1 6N 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 * Ite Pearso ,80 ,63 ,35 ,42 ,67 ,90 ,90 ,42 ,30 1 ,70 ,65 ,53 ,61 ,35 ,34 ,54 ,77 ,90 ,30 ,48 ,46 ,83 ,61 ,86 ,77 ,65 ,71 ,57 ,77 ,74 * * * *m_ n 3 4 6 5 5 2 7 3 7 2 4 4 1 5 5 2 2 3 3 2 6 5 3 4 9 5 9 Sig.

UJI RELIABILITAS TES MEMBACA PEMAHAMAN

Hasil analisis reliabilitas tes membaca pemahaman dengan menggunakan dirumuskan formulasi Ebel sebagai berikut. Karena r-hitung (r h ) lebih besar dari r-tabel (r t ) (0,900 >0,700) maka disimpulkan bahwa instrumen dapat dikatakan reliabel dengan derajat reliabilitas kategori tinggi.

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure

Lampiran 21. Rekapitulasi Nilai Pretest Membaca Pemahaman Aspek Tingkat Pemahaman PemahamanPemahaman Harfiah Mereorganisasi Inferensial Evaluasi Apresiasi No Inisial Jumlah Nilai Butir Soal1 2 11 16 4 6 7 13 17 5 9 15 18 3 10 12 19 8 14 20 1 3 15 6 30 10,76 53,82221 Aspek Tingkat Pemahaman N Pemahaman Harfiah Mereorganisasi Pemahaman Inferensial Evaluasi ApresiasiInisial o Jumlah Nilai Butir Soal1 7 13 19 22 25 2 3 8 14 28 26 4 9 10 15 21 27 5 11 20 17 23 29 6 12 16 18 24 30 6,6 26,6 2 13,3 33,3 14 no 2 3 2 3 2 3 2 3 2 3 3 2 2 3 1 1 2 3 1 2 3 2 3 3 3 2 2 3 66 86 51,20 71,20222

ANALISIS UJI PERBEDAAN DUA RATA-RATA

SDNama Peneliti : Afrinda Pradita Peneliti :“Apakah Bapak mengalami permasalahan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas IV ini?” Guru :“Permasalahan banyak Mbak, baik itu persoalan tentang menulis, membaca, maupun menyimak” Peneliti :”Menurut Bapak dari permasalahan-permasalahan itu, yang paling utama untuk segera diselesaikan yang mana, Pak? Siswa kesulitan dalam mengerjakan soal yang berhubungan dengan itu.” Peneliti :“Apakah metode yang Bapak gunakan dalam pembelajaran membaca sudah bervariasi?”.

6. Guru bersama siswa mengkonfirmasi tentang materi cerita anak

Guru dan siswa melakukan tanya jawab 30 menitAkhir terkait hal-hal yang belum dimengerti 8. Guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang sudah dipelajaribersama-sama 9.

c) Penilaian Keterampilan

Hasil Penilaian Validasi Ahli Media Tahap Pertama Lampiran 35. Hasil Penilaian Validasi Media Tahap Kedua Lampiran 36.

ANGKET RESPON GURU

Contoh Angket Respon Siswa pada Uji Lapangan Hasil Contoh Angket Respon Siswa pada Uji Lapangan Lampiran 38. Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian dari Sekolah Lampiran 43.

Dokumen baru

Aktifitas terbaru

Download (285 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN BIJI PEPAYA (Carica Papaya L) TERHADAP PENURUNAN BERAT BADAN PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus strain wistar) YANG DIBERI DIET TINGGI LEMAK
22
179
21
KEPEKAAN ESCHERICHIA COLI UROPATOGENIK TERHADAP ANTIBIOTIK PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH DI RSU Dr. SAIFUL ANWAR MALANG (PERIODE JANUARI-DESEMBER 2008)
2
93
1
FREKUENSI KEMUNCULAN TOKOH KARAKTER ANTAGONIS DAN PROTAGONIS PADA SINETRON (Analisis Isi Pada Sinetron Munajah Cinta di RCTI dan Sinetron Cinta Fitri di SCTV)
27
191
2
MANAJEMEN PEMROGRAMAN PADA STASIUN RADIO SWASTA (Studi Deskriptif Program Acara Garus di Radio VIS FM Banyuwangi)
29
196
2
PENYESUAIAN SOSIAL SISWA REGULER DENGAN ADANYA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SD INKLUSI GUGUS 4 SUMBERSARI MALANG
59
408
26
PENGEMBANGAN TARI SEMUT BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER DI SD MUHAMMADIYAH 8 DAU MALANG
54
385
20
PENGARUH GLOBAL WAR ON TERRORISM TERHADAP KEBIJAKAN INDONESIA DALAM MEMBERANTAS TERORISME
55
245
37
PERANAN ELIT INFORMAL DALAM PENGEMBANGAN HOME INDUSTRI TAPE (Studi di Desa Sumber Kalong Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso)
36
223
2
ANALISIS PROSPEKTIF SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PADA PT MUSTIKA RATU Tbk
256
1144
22
PENERIMAAN ATLET SILAT TENTANG ADEGAN PENCAK SILAT INDONESIA PADA FILM THE RAID REDEMPTION (STUDI RESEPSI PADA IKATAN PENCAK SILAT INDONESIA MALANG)
42
316
21
KONSTRUKSI MEDIA TENTANG KETERLIBATAN POLITISI PARTAI DEMOKRAT ANAS URBANINGRUM PADA KASUS KORUPSI PROYEK PEMBANGUNAN KOMPLEK OLAHRAGA DI BUKIT HAMBALANG (Analisis Wacana Koran Harian Pagi Surya edisi 9-12, 16, 18 dan 23 Februari 2013 )
64
450
20
PENERAPAN MEDIA LITERASI DI KALANGAN JURNALIS KAMPUS (Studi pada Jurnalis Unit Aktivitas Pers Kampus Mahasiswa (UKPM) Kavling 10, Koran Bestari, dan Unit Kegitan Pers Mahasiswa (UKPM) Civitas)
104
416
24
PEMAKNAAN BERITA PERKEMBANGAN KOMODITI BERJANGKA PADA PROGRAM ACARA KABAR PASAR DI TV ONE (Analisis Resepsi Pada Karyawan PT Victory International Futures Malang)
18
207
45
STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK PARTAI POLITIK PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH TAHUN 2012 DI KOTA BATU (Studi Kasus Tim Pemenangan Pemilu Eddy Rumpoko-Punjul Santoso)
117
444
25
PENGARUH BIG FIVE PERSONALITY TERHADAP SIKAP TENTANG KORUPSI PADA MAHASISWA
10
127
124
Show more