Analisis intrinsik cerpen ``Ibu Pergi Ke Surga`` karya Sitor Situmorang dan implementasinya dalam pembelajaran sastra di SMA kelas X semester 1.

Gratis

16
228
98
2 years ago
Preview
Full text

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan unsur intrinsik dalam cerpen “Ibu Pergi ke Surga” karya Sitor Situmorang yang meliputi tokoh, alur, latar, tema, sudut pandang, dan bahasa (2) mendeskripsiskan implementasi tokoh, alur, latar, tema, sudut pandang dan bahasa cerpen “Ibu Pergi ke Surga” dalam pembelajaran sastra di SMA kelas X semester I. Tema dalam cerpen ini adalah religius yang terlihat dalam kematian Ibu yang membahagiakan, karena Ibu telah lepas dari penderitaan dan kematian bukanakhir dari segalanya.

KATA PENGANTAR

  Teman-teman yang senantiasa memberikan dukungan dan kebahagiaan selama menempuh perkuliahan: Etik Safilah, Kika Ayu Swastanti Putri,Katarina Yulita Simanulang, Angelina Mellisa yuliyanto, Beti MelianaFitri, Yustrinus Kurniawan, Rusita Devi Kumalasari, dan teman-teman angkatan 2009-2010. 49 4.3 Cerpen Ibu Pergi ke Surga ditinjau dari Aspek Bahasa, Psikologi dan 4.4 Implementasi cerpen dalam pembelajaran sastra di SMA Kelas X Semester I............................................................................................

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

  Penulis memilih cerpen Sitor Situmorang karena bahasa yang digunakan lugas dan cukup mudah dipahami serta mengandung nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari yang dapat dijadikanteladan bagi generasi muda saat ini 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang ada, penulis merumuskan masalah sebagai berikuta. TokohAdalah orang-orang yang ditampilkan dalam suatu karya naratif, yang oleh pembaca ditafsirkan memiliki kualitas moral dankecenderungan tertentu seperti yang dideskripsikan dalam ucapan dan apa yang dilakukan dalam tindakan (Abrams dalamNurgiyantoro, 2009: 165).

1.6 Sistematika Penyajian

  Bab II menguraikan tentang landasan teori yang digunakan sebagaiacuan dalam penelitian yang terdiri dari (a) penelitian terdahulu yang relevan, (b) kajian pustaka yang meliputi unsur intrinsik karya sastra, KTSP, danpembelajaran sastra di SMA. Bab IV berisikan (a) analisis pembahasan intriksik cerpen “Ibu Pergi ke Surga ”, (b) implementasinya dalam pembelajran sastra di SMA.

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Penelitian yang Relevan

  Rubingah (2000) dalam penelitiannya “Struktur Delapan Cerpen dalamKumpulan Cerpen Tegak Lurus dengan Langit karya Iwan Simatupang danRelevansinya sebagai bahan Pembelajaran Sastra di SM U”, menggunakan pendekatan struktural yang menekankan pada struktur intrinsik karya sastra, yaitutokoh, latar, alur, dan tema. Hasil analisis dalam skripsi ini menunjukan bahwa kedelapan cerpen dalam kumpulan cerpen Tegak Lurus dengan Langit karya Iwan Simatupangrelevan sebagai bahan pembelajaran sastra di SMU kelas II dengan tujuan pengajaran sastra siswa dapat menggali nilai-nilai moral, sosial, dan budaya dalamkarya sastra Indonesia dan terjemahan.

2.2 Cerpen

2.2.1 Hakikat Cerpen

  Cerpen adalah cerita (bukan analisis argumentatif) yang tidak benar-benar terjadi tetapi dapat terjadi di mana saja dan kapan saja serta relatif pendek(Sumardjo dan Saini, 1988:37). Unsur intriksik meliputi peristiwa(alur atau plot), tokoh dan penokohan, tema, suasana (mood atau atmosfer), latar (fiksi) terdiri atas unsurr alur, penokohan, tema, latar, dan amanat sebagai unsur yang paling menunjang dan paling dominan dalam membangun karya sastra(fiksi) (Sumardjo, 1986: 54).

2.2.2 Unsur Intrinsik Cerpen

2.2.2.1 Tokoh

  d) Tokoh statis adalah tokoh yang memiliki watak dan sikap yang relatif tetap, tak berkembang dari awal cerita hingga akhir ceritasedangkan tokoh berkembang adalah tokoh yang dalam cerita Penokohan adalah sifat dan sikap para pelaku cerita. Secara garis besar teknik penulisan tokoh dalam suatu karya: pelukisan sifat, sikap, watak, tingkah laku dan berbagai hal yang berhubungan dengan jatidiri tokoh dapat dibedakan ke dalam dua cara atau teknik, yaitu teknik penjelasan, ekspositori (expository) dan teknik dramatik (dramatic) (Abrams dalam a.

2.2.2.3 Alur (Plot)

  Alur (plot) memang mengandung unsur jalan cerita, tepatnya peristiwa demi peristiwa yang susul- Walau cerita rekaan berbagai ragam coraknya, ada pola-pola tertentu yang hampir selalu terdapat di dalam sebuah cerita rekaan, (Sudjiman, 1988: 30 – 36),struktur umum alur dapatlah digambarkan sebagai berikut: a. 1) Tikaian (conflict)Tikaian adalah perselisihan yang timbul sebagai akibat adanya dua kekuatan yang bertentangan (Sudjiman, 1988: 42); satudiantaranya diwakili oleh manusia atau pribadi yang biasanya menjadi protagonis dalam cerita.

2.2.2.4 Latar (Setting)

  Latar atau setting yang disebut juga sebagai landas tumpu, menyaran pada pengertian tempat, hubungan waktu, dan lingkungan sosial tempat terjadinyaperistiwa-peristiwa yang diceritakan (Abrams dalam Nurgiyantoro, 2009: 216). Latar sosialLatar sosial menyaran pada hal-hal yang berhubungan dengan perilaku kehidupan sosial masyarakat di suatu tempat yang diceritakandalam karya fiksi.

2.2.2.6 Sudut Pandang

  Ia merupakan cara dana tau pandangan yang dipergunakan pengarang sebagai saranauntuk menyajikan tokoh, tindakan, latar, dan berbagai peristiwa yang membentuk cerita dakam sebuah karya fiksi kepada pembaca Abrams dalam (Nurgiyantoro,2009:248). Ia tahu segalanya, pengarang dapat menggambarkan semuatingkah laku dan mengetahui perasaan para tokohnya, mengerti apa yang mereka pikirkan mengetahui semua apa yang mereka kerjakan.

2.2.2.7 Bahasa Bahasa merupakan sarana pengungkapan sastra (Nurgiyantoro, 2005: 272)

  Meskipun begitu, penelitian ini tidak akan membahas bahasa yang lebih mendalam. Dengan begitu, peneliti dapat mengetahui bahasa seperti apa yang digunakan penulis di dalam menulis karya-karyanya.

2.2.3 Pembelajaran Sastra di SMA

2.2.3.1 Pembelajaran Sastra Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan

  Pelaksanaankurikulum didasarkan pada potensi, perkembangan dan kondisi peserta didik harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu, serta memperolehkesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis, dan menyenangkan. SK yangdiambil dalam penelitian ini adalah membaca tentang memahami wacana sastra melalui kegiatan membaca puisi dan cerpen, KD yang digunakan 7.2Menganalisis keterkaitan unsur intrinsik suatu cerpen dengan kehidupan sehari- hari.

b. Silabus

  Aktual dan kontekstualCakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi dan senimutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi. Penentuan Jenis PenilaianPenilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar pesertadidik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.

c. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

  RPP adalah rancangan pembelajaran yang akan diterapkan guru dalam pembelajaran mata pelajaran per unit yang akan diterapkan guru dalampembelajaran di kelas. Tentukan teknik penilaian, bentuk, dan contoh instrumen penilaian yang akan digunakan untuk mengukur ketercapaian kompetensi dasar atau tujuanpembelajaran yang telah dirumuskan.

2.2.3.2 Bahan Ajar Pembelajaran Sastra di SMA

  Dalam hal pengajaran sastra, kecakapan yang perlu dikembangkan adalah kecakapan yang bersifat indra,yang bersifat penalaran, yang bersifat afektif, yang bersifat sosial. Di masa lalu peserta didik terpaksa mempelajari karya sastra dengan latar belakang budaya yang tidak dikenalnya, maka harusada kesadaran bahwa karya sastra hendaknya menghadirkan sesuatu yang erat hubungannya dengan kehidupan peserta didik dan peserta didik hendaknyaterlebih dahulu memahami budayanya sebelum mencoba mengetahui budaya lain.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN Pada bagian ini disajikan metodologi penelitian. Metodologi yang

  Hal ini didasarkan pada data dalam penelitian ini yang berupa teks tulis, yaitu cerpen yang diambil daribuku kumpulan cerpen Ibu Pergi ke Surga karya Sitor Situmorang. 3.4 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data ini adalah dengan membaca keseluruhan isi cerpen, kemudian mengidentifikasi dan mencatat hal-hal yang berkaitan dengan analisis unsur intrinsik cerpen yang terdapat dalam kumpulan cerpen “Ibu Pergi ke Surga” karya Sitor Situmorang, hanya satu judul cerpen yang dianalisis yaitu “IbuPergi Ke Surga” halaman 67-74.

3.6 Teknik Analisis Data

  Dalam penelitian ini, peneliti mendeskripsikan dan merumuskan data yang diperoleh daricerpen yang berjudul “Ibu Pergi ke Surga” dari buku kumpulan cerpen Ibu Pergi ke Surga karya Sitor Situmorang. Untuk mendeskripsikan hasil implementasicerpen tersebut peneliti menyajikan dalam bentuk RPP dan Silabus.

BAB IV PEMBAHASAN

4.1 Deskripsi Data Pada bab ini akan dipaparkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai(1) tokoh, alur, latar, tema, sudut pandang dan bahasa (2) relevansi cerpen “Ibu Pergi ke Surga” sebagai bahan pembelajaran Sastra di SMA kelas X semester I. 4.2 Analisis Unsur Intrinsik Cerpen

4.2.1 Analisis Tokoh dalam Cerpen “Ibu Pergi ke Surga”

  Selain itu, tokoh juga berfungsi sebagai pemaincerita, penyampai ide, motif, plot, dan tema (Sumardjo, 1988:63), sedangkan tokoh yang biasa menjadi tumpuan penelitian adalah tokoh utama, tetapi tokohbawahan pun penting untuk mendukung dan memperjelas karakter atau watak tokoh utama (Minderop, 2010:62). Berikut tokoh-tokoh yang turut andil dalam terbentuknya cerpen “Ibu ” Aku, Bapak, Ibu dan Pendeta, tokoh Aku sebagai tokoh yang Pergi ke Surga paling banyak mendapatan porsi dalam cerpen ini sebagai tokoh utama.

a. Tokoh Aku

  “Ibur pergi ke Surga”, Aku menjadi tokoh utama dan Dalam cerpen paling banyak diceritakan, peran Aku dalam cerpen ini memliki peranpenting dalam pembentukan keseluruhan cerita. Karena ibu tidak dapat ke gereja di malam hari Natal, jemaat akan merayakan hari Natal di rumah kami!

78) Aku adalah sorang yang sayang terhadap ibunya

  (Situmorang, 2015:68-69) Dari kutipan diatas tokoh Aku merupakan tokoh utama dan tokoh protagonis, yang kurang taat dalam beribadah namun memiliki rasa sayangterhadap ibunya. Selain tak percaya pada takhayul, ia pengunjunggereja yang setia dan merupakan pengikut persatuan jemaat di tengah- tengah penduduk yang kebanyakan masih zakil.

c. Tokoh Bapak

  Sosok tokoh Bapak dalam cerpen ini adalah seorang yang sayang dan setia kepada ibu (9) “Kalau ibumu mati, aku pun tidak lama lagi hidup, sedang cucuku belum pernah kulihat!” (Situmorang, 2015:68 )(10) “Di sini aku ingin dikubur. (11) Bapak kalau di gereja diberi juga tempat istimewa dekat pendeta, di atas kursi besar menghadap jemaat, sebab ia orang yang dirajakan,pun sebelum zending dan kompeni datang.

d. Tokoh Pendeta

  Tokoh pendeta dalam cerpen digambarkan sebagai seorang yang peduli terhadap jemaatnya dan bijaksana. (Situmorang, 2015:74) Tokoh pendeta merupakan tokoh tipikal yang bijaksana dan peduli terhadap jemaatnya.

4.2.3 Alur

  Badannya yang tua dan aus pada usia 65 tahun tak tahanlebih lama menolak rongrongan kuman-kuman yang merajalela di paru-parunya. Ia berpalingmemandang ke puncak gunung dan berkata, “Dari tempat ini aku dapat memandang lepas ke dataran tinggi dan ke danau.” (Situmorang,2015:73) (27) Pendeta itu menuju tempatku dan setelah sampai berkata,“Kudengar Tuan besok pergi.

4.2.4 Latar

  Kematian bukanlah akhir dari sebuah kehidupan duniawi yang perlu ditangisi dan disesali melainkan kematianmerupakan sebua pintu yang menjembatani antra dunia dan surga yang kekal yang penuh kedamaian dalam kelahiran baru manusia. 4.2.7 Bahasa Bahasa yang digunakan dalam cerpen ini adalah bahasa sehari-hari orang batak pada masa cerpen ini dibuat, dan terpengaruh dari daerah asal si penulis (37) Malamnya ketika makan, bapak bertanya, “Apa kau cekcokdengan istrimu?” Lalu ia memberengut, pergi keluar.

4.3.1 Aspek Bahasa

  Bahasa yang digunakan dalam cerpen ini menggunakan bahasa sehari-hari orang batak meski menggunakan bahasa penduduk batak isi dari cerpen ini tetapbisa dipahami karena dari bahasanya yang lugas dan tidak berbelit. Tiba-tiba kusadari dadanya tak bergerak (Situmorang, 2015:71) Majas yang terdapat dalam kutipan (40) dan (41) adalah majas simile, yaitu pengungkpan dengan perbandiingan eksplisit yang dinyatakan dengan katadepan dan penghubung bagaikan, umpama, ibarat, bak, bagai, seperti, dll.

7.2 Menganalisis Membaca cerpen

  Jenis Tagihan: Bersahaba/ Membaca cerpen “Ibu Membaca cerpen yang BukuP em emsitor Situmorang. Memahami wacana sastra melalui kegiatan membaca dan menulis cerpen.

A. Tujuan Pembelajaran

   Guru menjelaskan tentang materi pembelajaran. Siswa ditanya mengenai unsur- unsur intrinsik yang ada pada 15 menit cerpen.memaparkan langkah  Guru pembelajaran yang akan  Secara acak siswa menyebutkan nilai-niai yang dapat diambil/diteladai dari tokoh  Guru membantu peserta didik mengaitkan unsur-unsur intrinsic dalam kehidupan sehari-hari. Elaborasi Dalam kelompok yang sama siswa mendiskusikan hasil dari analisis unsur intrinsik cerpen “Ibu Pergi ke Surga” berdiskusi untuk  Siswa mengidentifikasi nilai-nilai yang terkandung dalam cerpen.

E. Penilaian

  Sebutkan latar yang ada pada cerpen “Ibu Pergi ke Surga” karyaSitor Situmorang, berikan bukti! Sebutkan tokoh-tokoh yang terlibat dalam cerpen “Ibu Pergi ke Bacalah dengan saksama cerita pendek yang berjudul “Ibu Pergi ke Surga” karya Sitor Situmorang, kemudian kerjakanlah soal berikut ini!

F. Sumber Belajar

  (Situmorang, 2015:70-71) Gereja Kami masuk ke dalam gereja yang juga masih dipergunakan sebagai sekolah, hanya sekaranglebih banyak bangku dan di sudut pekarangan telah didirikan bangsal darurat. Tokoh aku yang selalu menyayangi ke - dua orang tuanyaPendeta yang memiliki rasa perduli - terhadap orang lain dan sikap bijaksanya 5.

BAB V PENUTUP

  Tokoh utama dalam cerpen ini adalah Aku, tokoh lain yang ada dalam cerpen ini adalah Ibu, Bapak danPendeta. Implementasi cerpen “Ibu Pergi ke Surga” untuk pembelajaran sastra di SMA kelas X dituangkan dalam wujud Silabus dan RPP yang dapat digunakan sebagai bahan ajar.

DAFTAR PUSTAKA

  “Analisis Struktural Novel Tarian Bumi Karya Oka Rusmini dan Relevansinya sebagai Bahan Pembelajaran Sastra di SMA. “Struktur Deapan Cerpen dalam Kumpulan Cerpen Tegak Lurus dengan Langit Karya Iwan Simatupang dan Relevansinya sebagai Bahan Pembelajaran Sastra di SMU.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

NASIONALISME DALAM KARYA SAJAK SITOR SITUMORANG PADA TAHUN 1966-1998.
0
2
13
Analisis intrinsik cerpen ``Ibu Pergi Ke Surga`` karya Sitor Situmorang dan implementasinya dalam pembelajaran sastra di SMA kelas X semester 1
0
13
96
STRUKTUR INTRINSIK CERPEN “MENJELANG LEBARAN” KARYA UMAR KAYAM DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBELAJARAN SASTRA DI KELAS X SMA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indon
0
0
109
Unsur intrinsik cerpen ``Hanya Nol Koma Dua`` karya Liliek Septiyanti dan implementasinya dalam pembelajaran sastra di SMA - USD Repository
0
3
84
UNSUR INTRINSIK CERPEN “TAKSI” KARYA DONNA WIDJAJANTO DAN IMPLEMENTASINYA SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN SASTRA DI SMP KELAS IX SEMESTER 1
0
2
181
Unsur intrinsik cerpen `monumen` karya NH. Dini dan implementasinya dalam pembelajaran cerpen di SMP kelas IX semester 1 - USD Repository
1
5
117
Analisis unsur intrinsik karya sastra dalam film Denias: Senandung Di Atas Awan dan implementasinya dalam pembelajaran di SMA kelas X - USD Repository
0
0
128
Unsur intrinsik cerpen ``Maling`` karya Kiswondo dan implementasinya dalam pembelajaran di SMA kelas X semester I - USD Repository
0
7
149
ANALISIS STRUKTURAL CERPEN “KARTU POS DARI SURGA” KARYA AGUS NOOR DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBELAJARAN CERPEN DI SMA
0
0
103
Analisis unsur intrinsik dan ekstrinsik cerpen ``Pohon Waru Depan Rumah`` karya Muhajir Arrosyid serta Implementasinya dalam silabus dan rancangan pelaksanaan pembelajaran di SMA kelas X - USD Repository
0
1
194
Unsur intrinsik cerpen ``Tukang Semir dan Anjingnya`` karya Suheri dan implementasinya dalam pembelajaran sastra di SMA - USD Repository
0
3
117
UNSUR INTRINSIK CERPEN “DOA SANG IBU” KARYA IRZAM CHANIAGO DODDY DAN IMPLEMENTASINYA DALAM BENTUK SILABUS DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DI SMA KELAS X SEMESTER I SKRIPSI
0
7
110
ANALISIS PENOKOHAN, LATAR, ALUR, DAN TEMA CERPEN “DUA TANJUNG” KARYA FARIZAL SIKUMBANG SERTA IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA KELAS XI
0
0
143
Struktur puisi ``Sajak Ibu`` karya Wiji Thukul dan implementasinya dalam pembelajaran sastra di SMA kelas X semester 1 - USD Repository
0
0
134
WUJUD DAN PERANAN DEVIASI DALAM SAJAK-SAJAK SITOR SITUMORANG SERTA KORELASINYA DENGAN PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA
0
0
12
Show more