Tingkat efikasi diri dalam belajar siswa SMK (studi deskriptif pada siswa kelas X Tata Kecantikan SMKN 4 Yogyakarta tahun ajaran 2014/2015 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan pribadi-sosial dan belajar).

Gratis

0
0
120
2 years ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Hasil penelitan yang diperoleh adalah, (1) Tingkat efikasi diri dalam belajar siswa kelas X Tata Kecantikan SMKN 4 Yogyakarta Tahun Ajaran2014/2015 yang termasuk dalam kategori sangat tinggi berjumlah 5 siswa (5%), yang termasuk dalam kategori tinggi berjumlah 72 siswa (67%), yang termasukdalam kategori sedang berjumlah 31 siswa (29%), dan tidak ada seorangpun siswa (0%) yang termasuk dalam kategori rendah maupun sangat rendah. (2)Berdasarkan analisis butir-butir efikasi diri dalam belajar siswa, diperoleh 2 butir item yang masuk dalam kategori rendah yang digunakan sebagai dasar untukmerumuskan usulan topik-topik bimbingan pribadi-sosial dan belajar yang implikatif untuk meningkatkan efikasi diri dalam belajar siswa kelas X TataKecantikan SMKN 4 Yogyakarta Tahun Ajaran 2014/2015.

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

  Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!(2 Tawarikh 15:7) “Sesuatu yang belum dikerjakan, seringkali tampak mustahil; kita baru yakin kalau kita telah berhasil melakukannya dengan baik. ”(Evelyn Underhill) Just Be’ Your Self !!

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkandalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 25 Agustus 2015 PenulisResa Kristina LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMISYang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Resa KristinaNIM : 111114049 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada PerpustakaanUniversitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul:

TINGKAT EFIKASI DIRI DALAM BELAJAR SISWA SMK

  Hasil penelitan yang diperoleh adalah, (1) Tingkat efikasi diri dalam belajar siswa kelas X Tata Kecantikan SMKN 4 Yogyakarta Tahun Ajaran2014/2015 yang termasuk dalam kategori sangat tinggi berjumlah 5 siswa (5%), yang termasuk dalam kategori tinggi berjumlah 72 siswa (67%), yang termasukdalam kategori sedang berjumlah 31 siswa (29%), dan tidak ada seorangpun siswa (0%) yang termasuk dalam kategori rendah maupun sangat rendah. (2)Berdasarkan analisis butir-butir efikasi diri dalam belajar siswa, diperoleh 2 butir item yang masuk dalam kategori rendah yang digunakan sebagai dasar untukmerumuskan usulan topik-topik bimbingan pribadi-sosial dan belajar yang implikatif untuk meningkatkan efikasi diri dalam belajar siswa kelas X TataKecantikan SMKN 4 Yogyakarta Tahun Ajaran 2014/2015.

KATA PENGANTAR

  Pd, selaku guru Bimbingan dan Konseling SMKN 4 Yogyakarta yang telah membantu penulis dalam prosespengambilan data di sekolah terhadap para siswa kelas X Tata Kecantikan. Usulan Topik-topik Bimbingan Pribadi-Sosial dan Belajar yang Relevan untuk Meningkatkan Efikasi Diri dalam Belajar Siswa Kelas X TataKecantikan SMKN 4 Yogyakarta Tahun Ajaran 2014/2015 ....................

DAFTAR GRAFIK

  Tingkat Efikasi Diri dalam Belajar Siswa Kelas X Tata Kecantikan SMKN 4 Yogyakarta ................................................................................. Kategorisasi Item Tingkat Efikasi Diri dalam Belajar Siswa Kelas X Tata Kecantikan SMKN 4 Yogyakarta ......................................................

BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini dipaparkan latar belakang masalah, identifikasi

A. Latar Belakang Masalah

  Remaja yang memiliki efikasi diri yang tinggi akan lebih memiliki keberanian dalam menetapkan tujuan yang ingin dicapaisehingga mempunyai prestasi akademik yang tinggi. Namun sebaliknya remaja yang memiliki efikasi diri rendah dalam belajar bisa jadi merekamenghindari tugas dan mudah menyerah ketika dihadapkan dengan tugas yang sulit.

B. Identifikasi Masalah

  Berangkat dari latar belakang masalah di atas, terkait dengan tingkat efikasi diri dalam belajar siswa kelas X Tata Kecantikan SMKN 4Yogyakarta dapat diidentifikasikan berbagai masalah sebagai berikut: 1. Pembatasan MasalahDalam penelitian ini, fokus kajian diarahkan pada menjawab masalah-masalah yang teridentifikasi di atas khususnya masalah mengenaiseberapa tinggi tingkat efikasi diri dalam belajar siswa kelas X Tata Kecantikan SMKN 4 Yogyakarta Tahun Ajaran 2014/2015.

1. Mendeskripsikan tingkat efikasi diri dalam belajar siswa kelas X Tata Kecantikan SMKN 4 Yogyakarta

  2. Mengidentifikasi item-item instrumen skala efikasi diri dalam belajar yang capaian skornya teridentifikasi rendah sebagai dasar penyusunantopik-topik bimbingan pribadi-sosial dan belajar.

F. Manfaat Penelitian

  Dengan adanya penelitian ini, peneliti berharap muncul beberapa manfaat sebagai berikut: 1. Manfaat Teoritis Penelitian ini diharapkan mampu memberikan informasi dansumbangan terhadap pengembangan pengetahuan mengenai efikasi diri dalam belajar dan mampu mengidentifikasi kegiatan apa yang mampumembuat anak memiliki efikasi diri yang tinggi terkait dengan belajarnya.

2. Manfaat Praktis

  Bagi Guru Bimbingan dan Konseling Hasil penelitian ini dapat menjadi tolak ukur yang dapatdigunakan oleh guru BK untuk melihat seberapa tinggi tingkat efikasi diri siswa kelas X Tata Kecantikan SMKN 4 Yogyakartaterkait dengan belajarnya. Bagi Siswa Kelas X Tata Kecantikan SMKN 4 Yogyakarta Siswa kelas X Tata Kecantikan SMKN 4 Yogyakarta dapatmenggunakan hasil penelitian ini untuk melihat seberapa tinggi tingkat efikasi diri dalam belajar mereka dan memikirkan kiat-kiatuntuk mengembangkannya.

G. Definisi Operasional Variabel

  Efikasi diri dalam belajar adalah keyakinan diri seseorang terhadap kemampuan dirinya dalam menyelesaikan dan mengatasi tugas-tugasbelajarnya. Siswa kelas X Tata Kecantikan SMK Siswa kelas X Tata Kecantikan SMK adalah mereka yang terdaftar diSMKN 4 Yogyakarta pada tahun ajaran 2014/2015 dan mengambil jurusan khusus kecantikan (rambut dan kulit).

BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini dipaparkan mengenai teori efikasi diri, teori konsep belajar, teori konsep remaja, teori bimbingan pribadi-sosial, belajar. A. Efikasi Diri 1. Pengertian Efikasi Diri Efikasi diri merupakan salah satu model pembelajaran yang

  Manusia yang yakin bahwa mereka dapat melakukan sesuatu yang mempunyaipotensi untuk dapat mengubah kejadian di lingkungannya, akan lebih mungkin untuk bertindak dan lebih mungkin untuk menjadi sukses daripada manusia yang mempunyai efikasi diri rendah. Sebagai contoh, seorang pelamar kerja harus mempunyai kepercayaan diri bahwa dia dapat memberikan performa yang baik saatmelakukan wawancara kerja, mempunyai kemampuan untuk menjawab berbagai kemungkinan pertanyaan, tetap santai danterkontrol, serta menunjukkan perilaku bersahabat dengan kadar yang tepat.

2. Sumber Efikasi Diri

  Contohnya, Pemain tenis dengan keterampilan yang tinggi akan mengalami peningkatan efikasi diri yang sedikit saat mengalahkan lawan yang jelas-jelas inferior, tetapi pemain tersebutakan lebih mengalami peningkatan efikasi diri dengan menunjukkan performa yang baik menghadapi lawan yang lebihsuperior. Keadaan Fisiologis dan Emosional Gejolak emosi, goncangan, kegelisahan yang mendalamdan keadaan fisiologis yang lemah yang dialami individu akan dirasakan sebagai isyarat akan terjadi peristiwa yang tidakdiinginkan, maka situasi yang menekan dan mengancam akan cenderung dihindari.

3. Proses Pembentukan Efikasi Diri

  Kepercayaan akan kemampuan diri dapat mempengaruhi motivasi dalam beberapa hal, yakni menentukantujuan yang telah ditentukan individu, seberapa besar usaha yang dilakukan, seberapa tahan mereka dalam menghadapi kesulitan-kesulitan dan ketahanan mereka dalam menghadapi kegagalan. Individu yang merasa tidak mampu mengontrol situasi cenderung mengalami level kecemasanyang tinggi, selalu memikirkan kekurangan mereka, memandang lingkungan sekitar penuh dengan ancaman, membesar-besarkanmasalah kecil, dan terlalu cemas pada hal-hal kecil yang sebenarnya jarang terjadi.

4. Aspek-aspek Efikasi Diri

  Individu akan berupaya melakukan tugas tertentu yang ia persepsikan dapat dilaksanakannya dan ia akan menghindari situasidan perilaku yang ia persepsikan di luar batas kemampuannya. Individu dengan efikasi diri rendah akan mudah menyerahapabila mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan, sementara individu yang memiliki keyakinan kuat terhadapkemampuannya akan tekun berusaha menghadapi kesulitan dan rintangan.

c. Generality (generalitas), yaitu hal yang berkaitan dengan luas cakupan tingkah laku diyakini oleh individu mampu dilaksanakan

Keyakinan individu terhadap kemampuan dirinya bergantung pada pemahaman kemampuan dirinya, baik yang terbatas pada suatuaktivitas dan situasi tertentu maupun pada serangkaian aktivitas dan situasi yang lebih luas dan bervariasi.

5. Karaktristik Siswa yang Memiliki Efikasi Diri

Bandura (dalam Widodo, 2007) menyebutkan ciri-ciri individu yang memiliki efikasi diri tinggi dan rendah sebagai berikut:Tabel 1 Ciri-ciri Individu yang Memiliki Efikasi Diri Tinggi dan Rendah Efikasi Diri Tinggi Efikasi Diri Rendah Mendekati tugas-tugas yang sulit Menjauhi tugas-tugas yang sulitsebagai tantangan untuk dimenangkanMenyusun tujuan-tujuan yang Berhenti dengan cepat jika menantang dan memelihara menemui kesulitankomitmen Mempunyai usaha yang Memiliki cita-cita yang rendahtinggi/gigih dan komitmen buruk untuk tujuan yang dipilihnyaBerpikir strategis Berfokus pada kegagalan Berpikir bahwa kegagalan yangdialami disebabkan karena usaha yang tidak cukup sehinggadiperlukan usaha yang tinggi dalam menghadapi kesulitanCepat memperbaiki keadaan Mengurangi usaha karena lambat setelah mengalami kegagalan memperbaiki keadaan darikegagalan yang dialami Yakin akan berhasil sehingga Berfokus pada perasaan tidakdapat mengkontrol stress saat mampu sehingga cenderung tujuan belum tercapai mudah mengalami stress dan(mengurangi stress) depresi (mudah stress dan depresi)

B. Konsep Belajar

1. Pengertian Belajar

  Menurut Winkle (1997) belajar adalah suatu aktivitas mental/psikis yang berlangsung dalaminteraksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan sikap-sikap. Belajar adalah suatu tahapan perubahan tingkah laku individu yang relalif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi denganlingkungan yang melibatkan proses kognitif (Syah, 2008).

2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar

  Djamarah (2002: 14) terdapat dua faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa, yaitu:a. Faktor Internal, yaitu yang berasal dari dalam diri siswa.

b. Faktor Eksternal, yaitu faktor yang berasal dari luar diri siswa

  Faktor eksternal terdiri dari: 1) Faktor lingkungan sosial, terdiri dari: keluarga, sekolah,masyarakat dan kelompok.2) Faktor lingkungan budaya, terdiri dari: adat istiadat, IPTEK, dan kesenian. 3) Faktor lingkungan fisik, terdiri dari: fasilitas rumah, fasilitas belajar, dan lain-lain.

3. Peran Efikasi Diri dalam Belajar

  Menurut Bandura (Alwisol, 2009), efikasi diri belajar mengacu pada keyakinan yang berkaitan dengan kemampuan dan kesanggupanseorang siswa untuk mencapai dan menyelesaikan tugas-tugas studi dengan hasil dan waktu yang telah ditentukan. Efikasi diri belajar merupakan keyakinan seseorang terhadap kemampuan menyelesaikantugas-tugas akademik yang didasarkan atas kesadaran diri tentang pentingnya pendidikan, nilai dan harapan hasil yang akan dicapaikegiatan belajar.

C. Konsep Remaja

  Jadi dapat dikatakan bahwa remaja adalah individu yang sedang bertumbuh untuk mencapai kematanganbaik secara mental, emosional, sosial, dan fisik. Tugas Perkembangan RemajaTugas perkembangan masa remaja difokuskan pada upaya meninggalkan sikap dan perilaku kekanak-kanakan serta berusahauntuk mencapai kemampuan bersikap dan berperilaku secara dewasa.

a. Mencapai hubungan baru yang lebih matang dengan teman sebaya baik pria maupun wanit

  1) Hakikat tugas Mempelajari peran anak perempuan sebagai wanita dan anaklaki-laki sebagai pria, menjadi dewasa di antara orang dewasa, dan belajar memimpin tanpa menekan orang lain 2) Dasar biologis Secara biologis, manusia terbagi menjadi dua jenis, yaitu laki-laki dan perempuan. Menerima keadaan fisiknya dan menggunakannya secara efektif 1) Hakikat tugasMenjadi bangga atau sekurang-kurangnya toleran dengan kondisi fisiknya sendiri, menjaga dan melindungi, sertamenggunakannya secara efektif.2) Dasar biologis Perkembangan remaja disertai dengan pertumbuhan fisik danseksual.

d. Mencari kemandirian emosional dari orang tua dan orang-orang dewasa lainnya

  1) Hakikat tugas Membebaskan sifat kekanak-kanakan yang selalumenggantungkan diri pada orang tua, mengembangkan sikap perasaan tertentu kepada orang tua tanpa menggantungkan diripadanya, dan mengembangkan sikap hormat kepada orang dewasa tanpa menggantungkan diri padanya. Mencapai jaminan kebebasan ekonomi 1) Hakikat tugasMerasakan kemampuan membangun kehidupan sendiri.2) Dasar biologis Tidak ada dasar biologis yang berarti untuk pelaksanaan tugasini, meskipun kekuatan dan keterampilan fisik sangat bermanfaat untuk mencapai tugas ini.

3) Dasar psikologis Berkaitan erat dengan hasrat untuk berdiri sendiri

  2) Dasar biologis Ukuran dan kekuatan badan pada sekitar usia 18 tahun sudahcukup kuat dan tangkas untuk memiliki dan menyiapkan diri memperoleh lapangan pekerjaan. Sebenarnya prestasi siswa di sekolah, tentang apa yang dicita-citakannya, ke mana akan melanjutkanpendidikannya, secara samar-samar dapat menjadi gambaran tentang lapangan pekerjaan yang diminatinya.

h. Mengembangkan keterampilan intelektual dan konsep yang penting untuk kompetensi kewarganegaraan

  1) Hakikat tugas Berpartisipasi sebagai orang dewasa yang bertanggung jawabdalam kehidupan masyarakat dan mampu menjunjung nilai- nilai masyarakat dalam bertingkah laku. Sejak kecil anak diminta untuk belajar menjaga hubungan baikdengan kelompok, berpartisipasi sebagai anggota kelompok sebaya, dan belajar bagaimana caranya berbuat sesuatu untukkelompoknya.

i. Memperoleh suatu himpunan nilai-nilai dan system etika sebagai pedoman tingkah laku

  1) Hakikat tugas Membentuk suatu himpunan nilai-nilai sehinggamemungkinkan remaja mengembangkan dan merealisasikan nilai-nilai, mendefinisikan posisi individu dalam hubungannya dengan individu lain, dan memegang suatu gambaran dunia dansuatu nilai untuk kepentingan hubungan dengan individu lain.2) Dasar psikologis Banyak remaja menaruh perhatian pada problem filosofis danagama. Problem ini diperoleh remaja melalui identifikasi dan imitasi pribadi ataupun penalaran dan analisis tentang nilai.

3. Remaja dan Efikasi Dirinya dalam Belajar

  Remaja yang memiliki efikasi dalam belajar tinggi akan lebih memiliki keberanian dalam menetapkan tujuan yang ingin dicapai sehingga memiliki prestasi akademik yang tinggi. Rendahnya efikasi diri dalambelajar mungkin terjadi karena lingkungan sosial yang kurang mendukung; misalnya remaja tersebut tinggal dalam lingkungan yangselalu memandang kekurangan seseorang, merendahkan kemampuan seseorang, lingkungan yang tidak pernah memberikaan kesempatanuntuk menunjukkan kemampuan, serta lingkungan yang tidak pernah member penghargan atau pujian atas prestasi yang diperoleh.

D. Bimbingan Pribadi-Sosial dan Belajar/Akademik

1. Bimbingan Pribadi-Sosial a. Pengertian Bimbingan Pribadi-Sosial

  Bimbingan pribadi-sosial dimaknai sebagai suatu bantuan dari pembimbing kepada individu agar dapat mencapai tujuan dan tugasperkembangan pribadi dalam mewujudkan pribadi yang mampu bersosialisasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya secarabaik. Menurut Winkle & Sri Hastuti (2012: 118), bimbingan pribadi- sosial berarti bimbingan dalam menghadapi keadaan batinnya sendiridan mengatasi berbagai pergumulan dalam batinnya sendiri; dalam mengatur diri sendiri di bidang kerohanian, perawatan jasmani,pengisian waktu luang, penyaluran nafsu seksual dan sebagainya; serta bimbingan dalam membina hubungan kemanusiaan dengan sesama diberbagai lingkungan.

b. Tujuan Bimbingan Pribadi-sosial

  4) Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif, baik yang terkait dengan keunggulan maupunkelemahan; baik fisik maupun psikis.5) Memiliki sikap positif atau respek terhadap diri sendiri dan orang lain. 6) Memiliki kemampuan untuk melakukan pilihan secara sehat.7) Bersikap respek terhadap orang lain, menghormati atau menghargai orang lain, tidak melecehkan martabat atau hargadirinya.8) Memiliki rasa tanggung jawab, yang diwujudkan dalam bentuk komitmen terhadap tugas atau kewajibannya.

2. Bimbingan Belajar

  Pengertian Bimbingan BelajarBimbingan belajar adalah bimbingan dalam hal menemukan cara belajar yang tepat, dalam memilih program studiyang sesuai, dan dalam mengatasi kesukaran yang timbul berkaitan dengan tuntutan-tuntutan belajar di suatu intuisi pendidikan(Winkel dan Sri Hastuti, 2012: 115). Tujuan Bimbingan Belajar1) Memiliki kesadaran tentang potensi diri dalam aspek belajar, dan memahami berbagai hambatan yang mungkin munculdalam proses belajar yang dialaminya.2) Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif, seperti kebiasaan membaca buku, disiplin belajar, mempunyaiperhatian terhadap semua pelajaran, dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramkan.

3) Memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat

6) Memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian

4) Memiliki keterampilan atau teknik belajar yang efektif, seperti keterampilan membaca buku, menggunakan kamus, danmempersiapkan diri menghadapi ujian.5) Memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan, seperti membuat jadwal belajar,mengerjakan tugas, memantapkan diri dalam memperdalam pelajaran tertentu, dan berusaha memperoleh informasi tentangberbagai hal dalam rangka mengembangkan wawasan yang lebih luas.

BAB II I METODE PENELITIAN Pada bab ini dipaparkan mengenai jenis penelitian, tempat dan waktu

  Penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafatpositivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifatkuantitatif/stasistik (Sugiyono, 2012: 14). Sifat deskriptif dalam penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh gambarantentang tingkat efikasi diri dalam belajar siswa kelas X Tata Kecantikan SMKN 4 Yogyakarta Tahun Ajaran 2014/2015.

C. Subyek Penelitian

  Menurut Sugiono (2012:117), populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/ subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristikterterntu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Berikut adalah tabel jumlah masing-masing kelas X Tata Kecantikan SMKN 4Yogyakarta: Tabel 3 Subjek PeneitianNo Kelas Jumlah 1 X Tata Kecantikan 1 (Kecantikan Kulit) 30 2 X Tata Kecantikan 2 (Kecantikan Kulit) 25 3 X Tata Kecantikan 3 (Kecantikan Rambut) 28 4 X Tata Kecantikan 4 (Kecantikan Rambut) 27 Total 110 Pada saat dilakukan penyebaran kuesioner, siswa yang hadir hanyaberjumlah 108 orang, sedangkan siswa yang tidak hadir berjumlah 2 orang.

D. Metode Pengumpulan Data

  Responden diminta untuk menjawab pernyataan-pernyataan yang terdapat pada Kuesioner/Inventori Efikasi Diri dalam Belajar dengan memilihsalah satu alternatif jawaban yang telah disediakan dengan cara memberi tanda centang (  ). Norma skoring yang dikenakan terhadap pengolahan data yang dihasilkan instrumen ini ditentukan sebagai berikut: Tabel 4 Norma Skoring Inventori Efikasi Diri dalam BelajarAlternatif Jawaban Skor Skor Favourable UnfovourableSangat Sesuai 4 1 Sesuai 3 2 Tidak Sesuai 2 3 Sangat Tidak Sesuai 1 4 Kuesioner dikonstruk berdasarkan aspek-aspek Efikasi Diri dalam Belajar Siswa.

1 Level (tingkat Remaja/ ,2, 3,6,8,4,5,34

  9 kesulitan siswatugas) mengatasi tugas sesulitapapun demi mencapaitujuan yang maksimal. Strength Remaja/ 7,10,17,18,20 212,22,23,25,28 15 (kekuatan siswa ,21,26,27,29,keyakinan) memiliki 31 kekuatankeyakinan untukmencapai suatu tujuan .

2. Reliabilitas

  Pengukuran yang mempunyai reliabilitas tinggi yaituyang mampu memberikan hasil ukur yang terpercaya, disebut sebagai reliabel (Azwar, 2007:176). Adapun rumus koefisien reliabilitas Alpha Cronbach Hasil uji pada siswa kelas X Tata Kecantikan SMKN 4 Yogyakarta dengan subjek 108 siswa, diperoleh perhitungan koefisien reliabilitasAlpha Cronbach (α) sebesar 0,839.

F. Teknik Analisis Data

  Menentukan skor dan pengolahan data Penentuan skor pada item kuesioner dilakukan dengan caramemberikan nilai dari angka 1 sampai 4 berdasarkan norma skoring yang berlaku dengan melihat sifat pernyataan favorableatau unfavorable, selanjutnya memasukkannya ke dalam tabulasi data dan menghitung total jumlah skor subjek sertajumlah skor item. Menentukan Kategori Pengkategorian tingkat efikasi diri dalam belajar siswakelas X Tata Kecantikan SMKN 4 Yogyakarta disusun berdasarkan model distribusi normal.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini dipaparkan tentang hasil penelitian dan pembahasan. Penyajian hasil penelitian didasarkan pada rumusan masalah atau pertanyaan- pertanyaan penelitian. A. Hasil Penelitian

1. Seberapa tinggi tingkat efikasi diri dalam belajar siswa kelas X Tata Kecantikan SMKN 4 Yogyakarta

  Berdasarkan perolehan data penelitian yang dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner efikasi diri dalam belajar, dilakukan analisisdata dengan teknik deskriptif kategoris dan persentase yang disajikan dalam tabel 12 dan dalam grafik 1. Dari pemaparan hasil penelitian tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa sebagian besar siswa kelas X Tata Kecantikan SMKN 4Yogyakarta Tahun Ajaran 2014/2015 telah memiliki efikasi diri dalam belajar dalam kategori tinggi dan tidak terdapat siswa yang teridentifikasi memiliki efikasi dalam belajar rendah maupun sangat rendah.

B. Pembahasan

  Setiap penilaian efikasi pada setiap individu akan berbeda-beda, ada siswa yang memiliki efikasi diri tinggi hanya pada tugas yang bersifatmudah dan sederhana, ada juga siswa yang memiliki efikasi diri tinggi pada tugas yang bersifat sulit dan rumit. Gejolak emosi, goncangan, kegelisahan yang mendalam dan keadaan fisiologis yang lemah yang dialami individu akan dirasakan sebagai isyarat akan terjadi peristiwa yang tidak diinginkan, maka situasi yang menekan dan mengancam akan cenderung dihindari.

C. Usulan Topik-topik Bimbingan Pribadi-sosial dan Belajar

  Berdasarkan pengkategorisasian item-item tingkat efikasi diri dalam belajar siswa kelas X Tata Kecantikan SMKN 4 Yogyakarta yangsudah dipaparkan pada bagian penelitian, terdapat dua item yang masuk dalam kategorisasi rendah. 61 Tabel 15 Usulan Topik-topik Bimbingan Pribadi-Sosial dan Belajar yang Relevan untuk Meningkatkan Efikasi Diri dalamBelajar Siswa Kelas X Tata Kecantikan SMKN 4 Yogyakarta Tahun Ajaran 2014/2015 No Item Tujuan Topik Bidang Bimbingan Metode Waktu Sumber 2 JP Lumpkin, Aaron.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Pada bab ini akan dikemukakan mengenai kesimpulan hasil penelitian

A. Kesimpulan

  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa kelas X Tata Kecantikan SMKN 4 Yogyakarta Tahun Ajaran 2014/2015 memilikiefikasi diri dalam belajar dalam kategori tinggi, yaitu mencapai prosentase 67% (72 siswa). Kedua butir item tersebut digunakan sebagai dasarpenyusunan topik-topik bimbingan pribadi-sosial dan belajar untuk meningkatkan efikasi diri dalam belajar siswa kelas X Tata KecantikanSMKN 4 Yogyakarta Tahun Ajaran 2014/2015.

B. Kelemahan

  Peneliti menyadari bahwa kuesioner efikasi diri dalam belajar yang disusun masih jauh dari sempurna. Ada kemungkinan subjek penelitian kurang keseriusan pada saat mengisi kuesioner.

C. Saran

  Guru Bimbingan dan Konseling Guru bimbingan dan konseling alangkah baiknya apabilamemberikan dukungan/motivasi untuk meningkatkatkan efikasi diri dalam belajar siswa. Selain itu, juga mampu memberikan layananbimbingan dan konseling dalam bidang pribadi, sosial dan belajar yang efektif bagi para siswa guna untuk meningkatkan efikasi diri siswa dalambelajarnya.

3. Peneliti lain

  Peneliti lain lebih memperkaya teori-teori berkaitan dengan efikasi diri khususnya dalam bidang belajar siswa, karena sumber efikasi diriyang terkait dengan belajar masih terbatas. Peneliti lain mengembangkan topik bimbingan yang lebih menarik dari peneliti sebelumnya terkait dengan efikasi diri dalam belajar.

DAFTAR PUSTAKA

  Tingkat Efikasi Diri Siswi (Studi Deskriptif pada Siswa SMP Kanisius Pakem Tahun Ajaran 2012/2013 dan Implikasi terhadap Topik-topik Bimbingan Pribadi-Sosial). Efikasi Diri Akademik, Dukungan Sosial Orangtua dan Penyesuaian Diri Mahasiswa dalam Perkuliahan.

1 Level (tingkat

1.1 Remaja/

  (+) LAMPIRAN 2Kuesioner Efikasi Diri dalam Belajar Siswa KUESIONER Efikasi Diri Siswa dalam BelajarDisusun oleh: Resa Kristina (111114049) Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata DharmaYogyakarta 2015 A. Saya sangat mengharapkanAnda mengisi kuesioner ini dengan teliti, jujur, dan sesuai dengan diri dan pengalaman Anda.

Dokumen baru

Download (120 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Hubungan pemberian biasiswa terhadap peningkatan hasil belajar mata pelajaran biologi siswa kelas II SLTP Negeri se Kabupaten Bondowoso tahun ajaran 2000/2001
0
4
61
Identifikasi kesalahan konsep fisika tentang suhu dan kalor (Studi deskriptif pada siswa kelas I5 cawu III SMU Negeri Rambipuji Jember tahun ajaran 2000/2001
0
6
55
pengaruh model pembelajaran webbed terhadap keterampilan menulis karangan pada siswa kelas IV SDIT Al-Mubarak Jakarta pusat tahun ajaran 2014/2015
1
21
258
Pengaruh bimbingan dan konseling terhadap motivasi belajar siswa SMP Babus Salam Cimone-Tangerang
0
15
79
Analisis kata berimbuhan dalam karangan deskripsi siswa kelas X SMK Nusantara, Legoso, Ciputat, Tangerang tahun pelajaran 2011/2012
1
10
108
Pengaruh penggunaan strategi mastery learning terhadap hasil belajar IPS siswa Mts Al-Khairiyah tegal parung jakarta selatan tahun ajaran 2014/2015
1
9
146
Kontribusi layanan bimbingan dan konseling dalam membina disiplin belajar siswa pada Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 59 Jakarta
0
14
172
Penerimaan diri dan penyesuaian sosial siswa berbakat pada kelas akselerasi
0
5
148
Hubungan antara persepsi siswa pada mata pelajaran pendidikan Agama Islam dengan prestasi belajar (studi penelitian di kelas X Akuntansi SMK Lebak Bulus Jakarta)
1
5
79
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe inside outside circle (ioc) untuk meningkatkan hasil belajar ips siswa kelas VII-B smp muhammadiyah 17 ciputat tahun ajaran 2014/2015
1
29
0
Pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar mata pelajaran bahasa dan sastra indonesia pada siswa kelas IX MTS Izzatul Islam Tajurhalang, Bogor Tahun ajaran 2014/2015
0
8
112
Pengaruh motivasi belajar terhadap kemampuan abstraksi siswa di kelas VII SMPN 01 Kalidawir Tulungagung tahun ajaran 20172018
0
0
6
Pengaruh kecerdasan interpersonal dan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VII
0
0
9
Efektivitas manajemen pendidikan karakter dalam upaya meningkatkan prestasi akademik siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Yogyakarta tahun ajaran 2014/2015
0
0
9
Hubungan motivasi belajar dan gaya belajar siswa dengan prestasi belajar matematika siswa mts Islamiyah Medan tahun ajaran 2017/2018 - Repository UIN Sumatera Utara
2
7
150
Show more