Persefsi mahasiswa terhadap perilaku asertifnya : studi deskriftif pada mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta angkatan tahun 2014 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan pribadi sosial.

Gratis

0
2
99
2 years ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut: ada 16 mahasiswa (25,8%) yang kemampuannya berperilaku asertif sangat tinggi, terdapat 38 mahasiswa (61,3%)yang kemampuannya berperilaku asertif tinggi, ada 8 mahasiswa (12,9%) yang kemampuannya berperilaku asertif sedang. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut: ada 16 mahasiswa (25,8%) yang kemampuannya berperilaku asertif sangat tinggi,terdapat 38 mahasiswa (61,3%) yang kemampuannya berperilaku asertif tinggi, ada 8 mahasiswa (12,9%) yang kemampuannya berperilaku asertif sedang.

HALAMAN MOTTO

  Para dosen dan staf Prodi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata DharmaSemua orang terkasih yang telah memberikan seluruh kasih sayang yang tulus, perhatian, dan cintanya dalam mendampingi dan memotivasi hingga sekarang. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut: ada 16 mahasiswa (25,8%) yang kemampuannya berperilaku asertif sangat tinggi,terdapat 38 mahasiswa (61,3%) yang kemampuannya berperilaku asertif tinggi, ada 8 mahasiswa (12,9%) yang kemampuannya berperilaku asertif sedang.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIKATA PENGANTAR

  Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat dan rahmat-Nya sehingga penulisan skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik danlancar. Segenap Bapak/Ibu dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling atas bimbingan dan pendampingan selama penulis menempuh studi.

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL

i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ii HALAMAN PENGESAHANiii HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA vi PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI viiABSTRAKviii KATA PENGANTARx DAFTAR ISIxii DAFTAR TABELxv DAFTAR LAMPIRANxvii

BAB I PENDAHULUAN

  Tujuan Penelitian 8 F. Manfaat Penelitian 9 G.

C. Hakekat Perilaku Asertif

  Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Asertif 23 F. Kajian Penelitian yang Relevan 33 J.

TOPIK-TOPIK BIMBINGAN PRIBADI SOSIAL

  45 A. Persepsi Mahasisiwa Program Studi Bimbingan DanKonseling Universitas Sanata Dharma Angkatan Terhadap Perilaku Asertifnya 45 B.

BAB V. PENUTUP

  Kesimpulan 53 B. Keterbatasan Penelitian 53 C.

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Kisi-kisi Kuesioner Perilaku Asertif Mahasiswa 58 Lampiran 2 Kuesioner Perilaku Asertif Mahasiswa 62 Lampiran 3 Usulan Topik-Topik Bimbingan Pribadi-Sosial 68 Lampiran 4 Hasil Uji Validitas 70 Lampiran 5 Tabulasi Data 75 Lampiran 6 Surat Ijin Penelitian 80 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini dipaparkan latar belakang, identifikasi masalah

  Horney (Ubaedy: 2008), mengungkapkan bahwa Kebutuhan manusia dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu bergerak mendekati orang banyak untuk meraih kebutuhanakan cinta, bergerak menjauhi orang banyak untuk meraih kebutuhan akan kebebasan dan kemandirian, dan bergerakmenentang orang banyak untuk meraih kebutuhannya akan kekuatan. Sejauh ini penulis mendapat kesan bahwa mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma lebihsering menyimpan perasaan dan takut mengutarakan perasaan negatifnya baik pada teman sebaya maupun dosen, dan cenderung Penulis mendapatkan kesan tersebut sesudah peneliti melakukan observasi dan wawancara pada tanggal 5 april 2016 dikampus Sanata Dharma dengan 10 mahasiswa yang sedang mengulang mata kuliah tertentu.

D. Rumusan Masalah

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan asertif mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling UniversitasSanata Dharma angkatan 2014 menurut persepsinya. Seberapa tinggi kemampuan berperilaku asertif mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Univesitas SanataDharma Yogyakarta angkatan 2014 menurut persepsinya?

2. Manakah item-item kuesioner perilaku asertif yang capaian

skornya rendah sebagai dasar penyusunan topik-topik bimbingan pribadi sosial yang implikatif bagi mahasiswaProgram Studi Bimbingan dan Konseling Univesitas Sanata Dharma Yogyakarta?

E. Tujuan Penelitian

  Memperoleh gambaran persepsi mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharmaangkatan tahun 2014 terhadap perilaku asertifnya. Mengidentifikasi item-item kuesioner perilaku asertif yang mana capaian skornya rendah sebagai dasar penyusunan topik-topik bimbingan pribadi sosial yang implikatif bagi mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Univesitas SanataDharma Yogyakarta angkatan 2014.

F. Manfaat Penelitian

  1. Manfaat teoritis Manfaat teoritis penelitian ini adalah memberikangambaran tentang perilaku asertif mahasiswa prodi BK angkatan 2014 dan sumbangan bagi pengembangan pengetahuan dibidang Bimbingan dan Konseling, khususnya tentang kemampuan berperilaku asertif mahasiswa prodi BK USDangkatan 2014.

2. Manfaat praktis

  Bagi dosen prodi BK USD Hasil penelitian ini dapat memberikan informasi bagi prodiBK mengenai persepsi mahasiswa terhadap perilaku asertifnya dan dapat menjadi sumber inspirasi bagi dosenprodi BK USD mengenai hal-hal yang perlu dilakukan untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa dalamberperilaku asertif. Bagi mahasiswa prodi BK USD Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasitentang perilaku asertif mahasiswa angkatan 2014.

c. Bagi penulis 1) Memperdalam pengetahuan tentang perilaku asertif

  Dalampenelitian ini persepsi adalah pendapat, pandangan dan penilaian mahasiswa Program Studi Bimbingan dan KonselingUniversitas Sanata Dharma angkatan 2014 terhadap perilaku asertifnya 2. Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma angkatan 2014 adalah individuprodi BK USD angkatan 2014 yang sedang menempuh studi S1 di program studi Bimbingan dan Konseling UniversitasSanata Dharma.

3. Perilaku Asertif

  Perilaku asertif adalah perilaku yang mempromosikan kesetaraan dalam hubungan manusia, bertindak menurutkepentingan kita sendiri, untuk membela diri sendiri tanpa kecemasan yang tidak semestinya, mengekspresikan pikiranserta perasaan secara jujur dan nyaman dengan menerapkan hak-hak pribadi tanpa menyangkali hak-hak orang lain, sepertiyang tampak dalam jawaban terhadap kuesioner yang digunakan. Usulan topik-topik bimbingan pribadi-sosial untuk meningkatkan kemampuan berperilaku asertifUsulan topik-topik bimbingan pribadi-sosial untuk meningkatkan kemapuan berperilaku asertif adalah usulantopik-topik bimbingan yang diajukan oleh penulis, untuk dijadikan oleh dosen prodi BK USD sebagai bahan untukmeningkatkan kemampuan mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata DharmaYogyakarta dalam berperilaku asertif.

BAB II KAJIAN PUSTAKA Dalam bab ini dipaparkan hakekat mahasiswa sebagai individu

A. Hakikat Mahasiswa Sebagai Individu yang Sedang Menjalani

  yang sedang menjalani masa dewasa awal, hakekat persepsi, hakekat perilaku asertif, perbedaan perilaku asertif, non asertif, dan agresif, faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku asertif, manfaat berperilaku asertif hambatan dalam berperilaku asertif, cara meningkatkan perilaku asertif,penelitian yang relevan dan kerangka pikir. Mahasiswa adalah status yang disandang oleh seseorang karena hubungannya dengan perguruan tinggi yang diharapkan dapat menjadi calon intelektual.

2. Perkembangan Sosial Mahasiswa

  Tugas perkembangan mahasiswa yang berkenaan dengan hubungan sosial yaitu mampu membina hubungan baik dengananggota kelompok dan mengembangkan konsep dan keterampilan intelektual yang sangat diperlukan untuk melakukan peransebagai anggota masyarakat (Hurlock, 1990). Alasannya karena mahasiswa yang mampu berperilaku asertif akan mudah bergaul dengan orang laindikarenakan orang yang asertif memandang orang lain secara setara dan tidak ada yang dibeda-bedakan.

B. Hakikat Persepsi 1. Definisi Persepsi

  Tanggapan, pendapat, atau penilaian tersebut diawali dengan proses menerima rangsangan lewat indera yang kemudiandikelompokkan dan diinterpretasikan, sehingga orang yang bersangkutan menyadari dan memahami rangsangan yangditerimanya. Rangsangan yang akan mendapat perhatian seseorang adalah rangsangan yang latarbelakangnya kontras daripada yang latar belakangnya biasa atau tidak kontras.

1. Pengertian Perilaku Asertif

  Individu yang berperilaku asertif mengerti apayang diperlukan dan diinginkan, serta mampu menjelaskan kepada orang lain hal yang diinginkannya, bekerja untukmemenuhi kebutuhannya dan tetap menunjukkan rasa hormat kepada orang lain (Adams dan Lenz, 1995: 28). Dari beberapa pendapat di atas, penulis menyimpulkan bahwa perilaku asertif adalah perilaku yang mempromosikankesetaraan dalam hubungan manusia, bertindak menurut kecemasan yang tidak semestinya, mengekspresikan pikiran serta perasaan secara jujur dan nyaman dengan menerapkanhak-hak pribadi tanpa menyangkali hak-hak orang lain.

2. Aspek-aspek Perilaku Asertif

  Kalau diterapkan pada tingkat mahasiswa ini berarti bahwa mahasiswa mau menerima kekurangan danmenerima kelebihan yang dimiliki oleh orang lain, dapat menerima kekurangan diri sendiri, berani mengakuikesalahan yang ia perbuat dan bersedia untuk belajar dari sebuah kegagalan, sehingga tercipta hubungan yang setaradi antara kedua belah pihak. Membela diri Anda sendiri Orang yang asertif mampu berkata tidak untuk menolakpendapat yang tidak sesuai dengan pikirannya, mampu mempertahankan pendapatnya, mampu menanggapikritikan atau hinaan dari orang lain dengan tegas.

4. Mengekspresikan perasaan dengan jujur dan nyaman

  I-message Deklaratif adalah suatu pengungkapan diri kepada orang lain mengenai keyakinan, ide, sikap, minat, reaksi,perasaan dan tujuan, agar orang lain menjadi tahu apa yang dialami oleh pengirim, mengetahui rasanya menjadi orangseperti pengirim dan bisa menjadi lebih jujur dalam berhubungan. I-message Responsif adalah suatu kecakapan berkomunikasi yang digunakan untuk menanggapi permohonan dari orang lainyang tidak dapat dipenuhi atau suatu permintaan yang dapat diterima atau pernyataan yang dengan jelas mengungkapkankata “tidak” atau “ya”.

1) Pengungkapan apa adanya mengenai diri sendiri

  orang yang berperilaku aktif adalah orang yang secara spontanmengutarakan apa yang ada pada dirinya, sehingga ia dapat dikatakan mampu berperilaku asertif. Budaya Jawa merasa sungkanapabila mengutarakan pendapat dan perasaanya pada orang lain, terutama perasaan negatif dan pendapat yang tidaksejalan dengan banyak orang untuk menghindari pertentangan.

F. Manfaat Perilaku Asertif

  Orang asertif akan bertindak kongkret pada apa yang ia rasakan, dan melalui proses itu maka akan menciptakan lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan diri dengan cara- cara baru dan menggairahkan 2. Membuka jalan bagi orang lain Individu yang bersedia berperilaku asertif dapatmemberikan kesempatan dan membuka jalan bagi orang lain untuk berperilaku asertif.

5. Pandangan terhadap diri sendiri yang tidak berdaya atau rapuh

  Orang yang berfikir dirinya tidak bisa untuk melakukan sesuatu akan sulit untuk berperilaku asertif. Ia merasa dirinyarapuh dan tidak bisa melakukan apa-apa dalam menjalani kehidupan.

H. Cara Meningkatkan Perilaku Asertif

  Menetapkan tujuan yang realistis bagi diri sendiri Menetapkan tujuan yang realistis bagi diri sendiri yaitu target yang hendak dicapai yang dijadikan sebagai penyemangat atau sebagai pupuk untuk menumbuhkan perilaku asertif. Mempertimbangkan tanggapan/respons alternatifnya Mempertimbangkan tanggapan/respons alternatifnya yaitumemikirkan kembali cara-cara lain yang bisa digunakan dalam menanggapi suatu peristiwa yang memungkinkan ada cara lain yang lebih asertif serta tidak menyinggung perasaan.

I. Penelitian yang Relevan

  Kekhususan penelitian saya dengan beberapa penelitian lain adalah kuesioner yang disebar untuk mengumpulkan data berbeda dengankuesioner yang digunakan oleh penelitian sebelumnya dan responden penelitian juga berbeda. Kerangka PikirSeorang mahasiswa dituntut untuk bisa menjadi lebih mandiri, lebih berinisiatif, lebih dewasa, dan lebih matang dalamberpikir dan berperilaku.

BAB II I METODE PENELITIAN Pada bab ini dipaparkan beberapa hal yang berkaitan dengan

  Menurut Sugiyono (2013: 56) penelitian deskriptif dimaksudkan untuk eksplorasi dan klasifikasi mengenai suatu fenomena ataukenyataan sosial dengan jalan mendeskripsikan sejumlah variabel yang berkenaan dengan masalah dan unit yang diteliti. Peneliti memilih mahasiswa Prodi Bimbingan dan Konseling angkatan 2014sebagai subjek penelitian dengan beberapa pertimbangan, yaitu:Pertama, belum ada yang meneliti tentang perilaku asertif mahasiswaProdi Bimbingan dan Konseling angkatan 2014.

D. Variabel Penelitian

  Dalam skala Likert terdapat 5 alternatif jawaban, tetapi dalam kuesioner ini hanya digunakan 4 alternatif jawaban agar responden lebih jelas dalam menyatakan jawabannya, dan tidak cenderung memilih alternatif jawaban yang tengah (netral). Norma skoring yang dikenakan dalam pengolahan data yang dihasilkan instrumen ini ditentukan sebagai berikut: untukpernyataan favourable skor yang diberikan untuk jawaban SS adalah Tabel 2 Kisi-kisi Kuesioner Perilaku Asertif Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta ItemNo Aspek Indikator Jumlah (+) (-) 1.

F. Validitas Dan Reliabilitas Instrumen Validitas 1

  Tabel 3 Rincian Item Valid Dan Tidak Valid Dari Kuesioner Perilaku Asertif Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta No Aspek Item Valid Item Tidak Valid 1. Pengukuran yang memiliki reliabilitas tinggi yaitu yang mampu pengukuran yang reliabel (Azwar, 2012: 111).

G. Teknik Analisis Data

  Menentukan Kategori Azwar (2014: 106) mengatakan bahwa kategorisasi bertujuan untukmenempatkan individu dalam kelompok-kelompok yang terpisah berdasarkan atribut yang diukur secara berjenjang dan menurut suatukontinuum. Norma kategorisasi mengacu pada norma kategorisasi yang Tabel 5 Norma Kategorisasi Perilaku Asertif Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan konseling Universitas Sanata Dharma YogyakartaKeterangan: σ (standar deviasi) : Luas jarak rentang yang dibagi dalam 6 satuan deviasi standarXi : Skor item �̅ : Mean rata-rata �: Jumlah 3.

BAB IV HASIL PENELITIAN, PEMBAHASAN DAN USULAN TOPIK-TOPIK BIMBINGAN PRIBADI-SOSIAL Bab ini memuat hasil penelitian, pembahasan, dan usulan topik-topik

A. Persepsi Mahasiswa Program Studi Bimbingan Dan Konseling

  Universitas Sanata Dharma Angkatan Tahun 2014 Terhadap Perilaku AsertifnyaTujuan pertama penelitian ini adalah mendeskripsikan persepsi Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Angkatan Tahun 2014 mengenai perilaku asertifnya. Berdasarkan tabel 6 peneliti menyimpulkan bahwa kemampuan dari sebagian besar mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma angkatan tahun 2014 untuk berperilaku asertif termasuk tinggi.

2. Berindak menurut Saya cenderung diam ketika saya bertemu

  Untuk membatasi pembahasan dan untuk menghindari pengulangan yang tidak perlu, peneliti menggolongkan hasil-hasilpenelitian menjadi 2 yaitu: kemampuan asertif mahasiswa tinggi (yang sangat tinggi dan tinggi disatukan menjadi tinggi) dan kemampuan asertifkurang tinggi (yang sedang ditafsirkan peneliti sebagai kurang tinggi karena ideal sebenarnya sangat tinggi). Penyebab mahasiswa memiliki perilaku asertif yang tergolong dalam rendah dikarenakan mereka belum mengerti tentang asertif, adanyakebudayaan tentang mengungkapkan apa yang kita rasakan adalah hal yang tabu, egois, kurang percaya diri, keyakinan dalam hidup tentangmenerima dan sabar.

C. Usulan Topik-Topik Bimbingan Pribadi-Sosial

BAB V PENUTUP Pada bab ini disajikan kesimpulan, keterbatasan penelitian, dan saran untuk

  Saran yangdiberikan dalam penelitian ini didasarkan pada hasil penelitian yang ditujukan kepada pihak yang terkait dan usulan untuk penelitian lain. Peneliti sadari bahwa kuesioner yang digunaka masih jauh dari sempurna; bahasa yang digunakan nampaknya masih sulit untuk dipahami sehingga perlu berulang-ulang membaca agar dapat memahami maksud dari pernyataan-pernyataan yang disajikan.

C. Saran

  Mahasiswa dapat belajar membiasakan diri berfikir positif terhadap diri sendiri dan orang lain, membiasakan diri untuk mampu berperilakuasertif dengan menyampaikan perasaan dan apa yang diinginkan tanpa melanggar hak orang lain. Mampu menolak mengajak saya melakukan sesuatu kecemasaan yang ajakan yang tidak yang tidak sesuai/sejalan dengan nilaitidak semestinya sesuai dengan nilai hidup yang saya miliki hidup 2) Ketika ada orang yang meminta sayab.

E. Menerapkan hak-

  Mau memberi bantuan membantunya dengan ikhlas hak-hak orang lain 2) Saya bersedia menawarkan bantuankepada orang lain yang membutuhkan 3) Saya hanya diam saja ketika melihatteman saya sedang mengalami kesulitan memahami materiperkuliahan (-) 2. Berperilaku 1) Saya memberikan kesempatan pada menyenangkan terhadap orang lain untuk mengungkapkan isi orang lain yang dipercayakan kepada saya b.

KUESIONER PENGALAMAN MAHASISWA

  PengantarTeman-teman yang saya hormati, pada kesempatan ini perkenankanlah saya meminta kesediaan teman-teman untuk mengisikuesioner ini yang dimaksudkan untuk mengetahui pengalaman Anda dalam berinteraksi dengan orang lain. Alternatif jawabanadalah:Sangat Sesuai (SS) :Hal ini sangat sesuai dengan diri Anda danpengalaman Anda dalam kehidupan sehari- hari Sesuai (S) :Hal ini sesuai dengan diri Anda danpengalaman Anda dalam kehidupan sehari- hari Kurang Sesuai (KS) :Hal ini kurang sesuai dengan diri Andadan pengalaman Anda dalam kehidupan sehari-hari Tidak Sesuai (TS) :Hal ini tidak sesuai dengan diri Anda danpengalaman Anda dalam kehidupan sehari- hari 2.

3. Saya dapat menerima dan menghargai kekurangan orang lain

  Saya merasa bahagia dan mengucapkan selamat kepada teman yang mendapat nilai bagus 6. Saat saya melakukan kesalahan, saya merasa berat untuk mengakuinya dan meminta maaf kepada orang yangbersangkutan 8.

12. Saat gagal melakukan tugas, saya mudah menyerah

  Saya mudah menduga bahwa perasaan yang tidak enak yang saya alami adalah akibat dari perilaku orang lain 14. Ketika ada orang yang meminta saya melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan saya, saya mudah mengatakan“tidak ” tanpa perasaan bersalah atau cemas 30.

2. ASPEK 2 No Item Parameters Hasil Hitung Keputusan

  (2-tailed) ,000 ValidN 30 Item 20 CorrelationSig. (2-tailed) ,376 Tidak ValidN 30 Item 27 Pearson ,366 Correlation Valid Sig.

4. ASPEK 4 No Item Parameters Hasil Hitung Keputusan

  (2-tailed) ,007 ValidN 30 Pearson ,312 Item 44 Correlation Sig. (2-tailed) ,000 ValidN 30 Pearson Item 47 Correlation Sig.

5. ASPEK 5 No Item Parameters Hasil Hitung Keputusan

  (2-tailed) ,000 ValidN 30 Item 54 CorrelationSig. (2-tailed) ,000 ValidN 30 Item 58 CorrelationSig.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Analisis dan prediksi pada perilaku mahasiswa diploma untuk melanjutkan studi ke jenjang sarjana menggunakan teknik decision tree dan support vektor machine
1
76
77
Pengaruh agama terhadap perilaku berbusan muslimah studi kasus: mahasiswa UIN syarih Hidayatullah
1
8
99
Pengaruh Komitmen organisasi dan motivasi terhadap kepuasan kerja dan implikasinya terhadap kinerja individual : studi empiris pada akuntan pendidik di perguruan tinggi islam
1
11
22
Kebutuhan informasi mahasiswa : studi terhadap perpustakaan universitas negeri Jakarta (UNJ)
0
3
102
Respon mahasiswa komunikasi dan penyiaran Islam terhadap program damai Indonesiaku di Tvone
1
13
85
Korelasi kemampuan akademik mahasiswa terhadap penyelesaian studi di program studi pendidikan fisika
0
6
65
Prevalensi insomnia pada mahasiswa FKIK UIN angkatan 2011 pada tahun 2012
1
15
56
Hubungan pengetahuan, sikap, persepsi, dan keterampilan mengendara mahasiswa terhadap perilaku keselamatan mengendara (safety riding) di Universitas Gunadarma Bekasi tahun 2009
11
60
98
Pengetahuan, sikap, dan perilaku mahasiswa program studi pendidikan dokter UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tentang makanan cepat saji ( fast food) tahun 2009
0
21
71
Hubungan orientasi masa depan dengan pengambilan keputusan dalam memilih program studi pada mahasiswa
2
35
95
Pengaruh religiusitas terhadap perilaku prososial: studi kasus mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Mukhlisin (STAIM) Ciseeng Bogor.
2
46
83
Kamampuan mahasiswa tarjamah dalam menerjemahkan nama diri : studi kasus mahasiswa tarjamah semester VI angkatan tahun 2005-2006
0
5
119
Tingkat pemahaman fiqh muamalat kontemporer terhadap keputusan menjadi nasabah bank syariah ( studi pada mahasiswa program studi muamalat konsentrasi perbankan syariah fakultas syariah dan hukum uin syarif hidayatullah jakarta )
0
54
126
pengaruh persepsi dan sikap mahasiswa terhadap tingkatnadopsi E-book sebagai sumber informasi (study pada mahasiswa S1 FISIP Universitas Lampung angkatan 2010-2011)
4
14
86
Peristiwa 2 Maret 1969 di Yogyakarta (konflik antara taruna angkatan udara dan mahasiswa Universitas Gadjah Mada)
0
0
85
Show more