Pengaruh konsentrasi CMC-NA sebagai gelling agent dan propilen glikol sebagai humektan terhadap sifat fisik dan stabilitas fisik gel ekstrak pegagan (Centella asiatica (L.) Urban).

Gratis

4
19
139
2 years ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Kupersembahkan karya ini kepada Papa, Mama, dan Kakak tercintaTerima kasih doa dan dukungannya PRAKATA Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kasih dan karunia yang telah dilimpahkan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsidengan judul “Pengaruh konsentrasi CMC-Na sebagai Gelling Agent dan PropilenGlikol sebagai Humektan terhadap Sifat Fisik dan Stabilitas Fisik Gel EkstrakPegagan (Centella asiatica (L.) Urban)” dengan baik. Evaluasi hasil dilakukan dengan berbagai pengujian, yaitu uji sifat fisik gel (organoleptis, pH, viskositas, dan daya sebar), dan uji stabilitas gel (perubahanviskositas dan daya sebar setelah cycling test).

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Selulit atau liposklerosis adalah perubahan non-inflamasi pada jaringan

  Melihat peran penting CMC-Na dan propilen glikol dalam menentukan sifat fisik dan stabilitas fisik gel, perlu dilakukan penelitian untuk melihatpengaruh konsentrasi kedua variabel dalam formula gel ekstrak pegagan. Evaluasi hasil dilakukan dengan berbagai pengujian, yaitu uji sifat fisik gel (organoleptis, pH, viskositas, dan daya sebar), dan uji stabilitas gel (perubahanviskositas dan daya sebar setelah cycling test).

3. Manfaat penelitian

  Manfaat teoritisHasil penelitian ini bermanfaat bagi pengembangan ilmu kefarmasian di bidang formulasi, khusunya untuk mengetahui pengaruh kombinasi CMC-Na dan propilen glikol terhadap sifat fisik dan stabilitas gel ekstrak pegagan serta konsentrasi kedua komponen yang menghasilkan sifat fisikdan stabilitas gel yang baik. Manfaat praktisBagi industri farmasi di Indonesia, hasil penelitian yang diperoleh dapat menjadi dasar untuk pengembangan produk baru berupa gel ekstrakpegagan.

B. Tujuan Penelitian

  Mengetahui pengaruh konsentrasi CMC-Na sebagai gelling agent dan propilen glikol sebagai humektan terhadap sifat fisik dan stabilitas fisik gel ekstrakpegagan. Mengetahui konsentrasi CMC-Na dan propilen glikol yang menghasilkan sifat fisik dan stabilitas fisik gel ekstrak pegagan yang baik.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pegagan 1. Klasifikasi Kingdom : Plantae Divisi : Tracheopyta Kelas : Magnoliopsida Ordo : Apiales Familia : Apiaceae Genus : Centella Spesies : Centella asiatica (L.) Urban

(ITIS, 2016) Gambar 1. Tanaman pegagan (Indena, 2012)

2. Kandungan kimia

  Kandungan kimiawi utama dari pegagan adalah senyawa triterpenoid yang dikenal dengan nama centelloids, terdiri dari asiaticoside, asiatic acid, madecassoside dan madecassic acid. Pegagan biasa digunakan dalam perawatan selulit karena kandungan triterpenoid terutama asiaticoside dari pegagan mampu merevitalisasi pembuluh darah subkutan dan memicu sintesis kolagen pada kulit (Elsner danHoward, 2000).

3. Simplisia Herba Pegagan Herba pegagan adalah seluruh bagian pegagan yang berada di atas tanah

  Pembuatan Ekstrak Kental Herba Pegagan Ekstrak kental herba pegagan adalah ekstrak yang dibuat dari herba pegagan, mengandung tidak kurang dari 0,90% asiatikosida, berwarna coklat tua,dan berbau tidak khas. Sediaan Sediaan dari pegagan yang beredar di Indonesia bernama dagangMadecassol®, berisi ekstrak pegagan (TECA) yang mengandung 40% asiaticoside , 30% asiatic acid, dan 1% madecassic acid.

B. Selulit

  Matriks ekstraseluler dan kolagen yang tidak diproduksi dengan baikakan semakin memicu timbulnya selulit. Pengobatan sinergis dari dalam (obat oral) dan perawatan dari luar (topikal) adalah cara terbaik untuk memperbaikitanda dan gejala selulit (Rawlings, 2006).

C. Gel

  Gel mempunyai kekakuan yang disebabkan oleh jaringan yang salingmenganyam, yaitu fase terdispers yang berikatan dengan medium pendispers.(Ansel, 1989). Gel tipe ini bersifat lembut dan lunak sehingga meminimalkan iritasi pada kulit, biasanya berpenampilan jernih, memberi efek dingin pada kulit saatdiaplikasikan, mempunyai daya sebar yang baik pada kulit, serta tidak lengket dan mudah dicuci dengan air.

1. Karakteristik gel

  Lieberman, Rieger, dan Banker (1989) menyampaikan beberapa karakteristik gel, seperti swelling yaitu mengembangnya gel karena gelling agent dapat mengabsorpsi larutan, dan sineresis yaitu peristiwa keluarnya cairan(larutan) ke permukaan gel. Tiksotropi adalah sifat yang diinginkan dalam suatu sistem sediaan farmasetis untuk mendapatkan sediaan dengan viskositas tinggi namun dapat dituang dariwadahnya dan memiliki daya sebar yang baik (Ansel, 1989).

2. Bahan penyusun formula sediaan gel

  Antioksidan yang biasa digunakan pada gel berbasis air adalah asam askorbat dan natrium sulfit, sedangkan untuk basis minyak digunakan alfatoker (vitamin E)atau BHA (buthylated hydroxyanisole). Hal-hal yang hendaknya diperhatikan dalam formulasi gel topikal antara lain pemilihan gelling agent dan pelarut, serta inkompatibilitas antar komponen dalam formula (Ansel, 1989).

3. Sifat alir gel Rheologi pertama kali digunakan untuk menggambarkan aliran cairan

  Hal yang berhubungan dengan rheologi adalah viskositas dan elastisitas. Viskositas bervariasi pada setiap kecepatan geser, sehingga untuk melihat sifat alirnya dilakukan pengukuran pada beberapa kecepatan geser menggunakanviskometer (Martin, Swarbrick, dan Cammarata, 1993).

D. Gelling Agent

  Bahan pengikat ini akan meningkatkan viskositas sediaan dengan cara meningkatkan viskositas fase cair sehingga dapat mencegahpemisahan komponen padat dari cairan (medium dispers), terutama pada saat penyimpanan. Gelling agent yang sering digunakan adalah karbopol dan Sodium Carboxymethylcellulose (CMC-Na) (Lieberman, dkk., 1989).

E. Humektan

  Humektan adalah bahan yang ditambahkan dalam formula untuk mencegah hilangnya kelembapan produk. Glikol sering ditambahkan untuk mencegah penguapan pelarut pada hidrogel, melihat sifat hidrogel yang mudah diaplikasikan serta memberikan kelembapan instan tetapi dalam penggunaanjangka panjang menyebabkan tempat aplikasi menjadi kering karena evaporasi pelarut (Lieberman, dkk., 1989).

F. Bahan Pengawet

G. Uraian Bahan

  Bahan pengawet yang ditambahkan dalam formula harus memenuhi kriteria: mempunyai aktivitas terhadap mikroorganisme seperti fungi; ragi; danbakteri, toksisitas rendah, stabil dalam pemanasan dan penyimpanan, serta kompatibel secara kimia dengan bahan lain dalam formula. Penambahan bahanpengawet dalam formula gel berguna untuk mencegah pertumbuhan jamur dan bakteri yang dapat merusak gel (Lieberman, dkk., 1989).

1. Carboxymethylcellulose sodium (CMC-Na)

  CMC-Na berbentuk granul berwarna putih, tidak berbau, dan tidakberasa; praktis tidak larut dalam aseton, etanol 95%, eter, dan toluen; mudah terdispersi dalam air di segala suhu. CMC-Na akan membentuk massa gel, meningkatkan viskositas, dan membentuk sifat alir sediaan gel pada sediaan.

2. Propilen glikol

  Propilen glikol larut dalam air,etanol 95%, aseton, dan kloroform, tidak larut dalam mineral oil. Dibandingkan dengan gliserol, dibutuhkan propilen glikol dengan jumlah yang lebih sedikituntuk menjalankan fungsi yang sama.

3. Metilparaben

  Untuk gel dengan gelling agent CMC-Na biasa digunakan metilparaben (nipagin) sebesar 0,18% b/b dan propilparaben (nipasol) sebesar 0,02% b/b (Rowe, dkk.,2009). Penggunaan basis gel derivat selulosa seperti CMC-Na rentan terhadap degradasi enzimatik oleh mikroorganisme yang dapat menyebabkandepolimerisasi sehingga polimer gel menjadi rusak dan viskositas gel menjadi turun.

H. Kontrol Kualitas Gel

  Untuk memperoleh nilai kestabilan suatu sediaan farmasetika atau kosmetik dalam waktu singkat, dapat dilakukan uji stabilitasdipercepat untuk mendapatkan informasi yang diinginkan dengan waktu sesingkat mungkin dengan cara menyimpan sampel pada kondisi yang dirancang untukmempercepat terjadinya perubahan yang biasanya terjadi pada kondisi normal (Djajadisastra, 2004). Homogenitas sediaan gel dapat dilihat secara visual dengan melihat gel yang dihasilkan memiliki warna merata serta tidak ada partikel dalam gel (Syamsuni, 2006).

7. Uji kestabilan fisik

  Uji kestabilan jangka pendek / dipercepat (accelerated study)Uji ini dilakukan untuk mendapatkan informasi yang diinginkan dengan waktu sesingkat mungkin dengan cara menyimpan sampel pada kondisiyang dirancang untuk mempercepat terjadinya perubahan yang biasanya terjadi pada kondisi normal. Uji biasa dilakukan selama enam atau tigabulan dengan suhu dan kelembapan ektrim.1.) Elevated temperature o Setiap kenaikan 10 C akan mempercepat reaksi dua sampe tiga kalinya, namun cara ini terbatas karena suhu yang jauh diatas normalakan menyebabkan perubahan yang tidak pernah terjadi pada suhu normal.

I. Rheosys Merlin II

  Penentuan level rendah dan level tinggi kedua faktor berdasarkan studi literatur, hasil penelitian terdahulu, dan hasil orientasi, kemudian dibuat limaformula untuk mendapatkan formula yang paling baik berdasarkan data sifat fisik dan stabilitas fisik gel ekstrak pegagan. Mengingat pentingnya peran gelling agent dan humektan terhadap sifat fisik dan stabilitas fisik sediaan gel yang dihasilkan, maka dilakukan penelitiandengan tujuan mengetahui pengaruh kosentrasi CMC-Na dan propilen glikol terhadap sifat fisik dan stabilitas gel ekstrak pegagan, mengetahui rasiokonsentrasi kedua variabel yang menghasilkan sifat fisik dan stabilitas gel yang baik, dan mengetahui stabilitas gel setelah dilakukan cycling test.

K. HIPOTESIS

  Konsentrasi CMC-Na dan propilen glikol dalam formula gel berpengaruh terhadap sifat fisik dan stabilitas fisik gel ekstrak pegagan. Gel ekstrak pegagan dengan sifat fisik dan stabilitas yang baik dihasilkan oleh formula III, yaitu kombinasi CMC-Na sebesar 2,5% b/b dan propilen glikolsebesar 15,5% b/b.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Rancangan Penelitian Penelitian ini merupakan jenis rancangan eksperimental murni. B. Variabel dalam Penelitian

  Variabel bebas dalam penelitian ini adalah konsentrasi CMC-Na dan propilen glikol dalam formula gel ekstrak pegagan. Variabel tergantung dalam penelitian ini adalah sifat fisik gel (organoleptis, pH, daya sebar, dan viskositas) dan stabilitas gel (perubahan viskositas dan daya sebar).

C. Definisi Operasional

  Gel adalah sediaan semisolid yang terdiri dari suspensi yang terbuat dari partikel anorganik kecil atau molekul organik besar, terpenetrasi oleh suatucairan; penampakannya jernih dan tembus cahaya. Konsentrasi CMC-Na adalah banyaknya CMC-Na yang berada dalam formula sediaan, ditulis dengan satuan %b/b (bobot CMC-Na dibanding bobotsediaan).

6. Konsentrasi propilen glikol adalah banyaknya propilen glikol yang berada

  Stabilitas gel adalah kemampuan sediaan gel untuk bertahan pada kriteria yang ditetapkan selama periode penggunaan atau penyimpanan guna menjaminkualitas sediaan gel. Variabel (bebas) adalah besaran yang dapat divariasikan, dalam penelitian ini adalah konsentrasi CMC-Na dan konsentrasi propilen glikol.

D. Alat dan Bahan Penelitian

  Alat-alat yang digunakan meliputi Glassware (Pyrex-Germany), neraca analitik (OHAUS), centrifuge, mixer (Miyako HM-330 190 W 200 V), kaca bulatberskala, satu set beban, inkubator, dan viskometer Rheosys Merlin II (USA). Bahan-bahan yang digunakan adalah ekstrak kental herba pegagan,CMC-Na (kualitas farmasetis), propilenglikol (kualitas farmasetis), metil paraben (kualitas farmasetis), aquadest, kertas indikator pH universal.

E. Tata Cara Penelitian

  Uji asiatikosidaAnalisis kualitatif ekstrak kental pegagan dilakukan dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dengan fase diam silika gel 60 F 254 dan fase gerak kloroform:asam asetat glasial:metanol:air (60:32:12:8) sertadeteksi bercak dengan pereaksi anisaldesid asam sulfat. Selain studi pustaka dan studi hasil penelitian sebelumnya, peneliti melakukan uji pendahuluan (orientasi) dengan mencoba berbagai rasio Aquadest ad 100 100 100 100 20 NaOH 10% 1,5 1,5 1,5 1,5EDTA 0,1 0,1 0,1 0,1 15 10 1 Carbopol ETD 2002 0,5 0,5 0,5 0,5Propilen glikol 1 1 dimasukkan ke dalam labu takar 5 mL, add metanol hingga batas tanda.

4. Pembuatan Formula gel ekstrak pegagan

  Formula standar gel basis CMC-Na menurut Hamzah (2006)Bahan Komposisi 1 konsentrasi CMC-Na dan propilen glikol dalam formula, kemudian membandingkan viskositasnya dengan produk Slimming Gel (gel antiselulitekstrak pegagan dari Mustika Ratu). Hal ini dilakukan dengan harapan gel estrak pegagan hasil penelitian memiliki sifat fisik dan stabilitias fisik yang dapatditerima konsumen.

5. Pembuatan gel ekstrak pegagan

  Aquadest dimasukkan ke dalam wadah pertama (I), kemudian CMC-Na ditaburkan (dikembangkan) ke dalamnya dan didiamkan selama 24 jam(campuran A) b. Propilen glikol dimasukkan ke dalam wadah kedua (II), kemudian ditambahkan ekstrak kental pegagan dan metil paraben ke dalamnya, diadukhingga homogen (campuran B) c.

6. Evaluasi sediaan gel : uji sifat fisik dan stabilitas gel estrak pegagan

  Dilakukan berulang hingga penambahanbeban sebesar ±125 gram, kemudian diukur diameter gel yang menyebar menggunakan penggaris dan dihitung luas sebarannyadengan rumus luas lingkaran.4.) Uji viskositas Pengukuran viskositas dilakukan menggunakan viskometerRheosys Merlin dengan spindle cone and plate 5/30mm, dengan cara sebagai berikut: Rheosys Merlin dipastikan online (terhubung dengan software Micra pada komputer). Uji stabilitas gelUji stabilitas gel dilakukan dengan mengukur perubahan viskositas dan daya sebar pada jangka waktu yang ditentukan.

F. Analisis Data

  Data yang dapat dikuantifikasi akan dianalisis, meliputi data uji sifat fisik(viskositas dan daya sebar) dan data uji stabilitas fisik (perubahan viskositas dan daya sebar). Apabila data terdistribusi normal (p>0,05), berarti data memenuhipersyaratan uji statistik parametrik, maka dilanjutkan dengan uji one wayANOVA dan Levene test untuk melihat homogenitas variansi data.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Determinasi Simplisia Simplisia adalah bahan alam yang dikeringkan dan belum mengalami

  Merapi FarmaHerbal, simplisia kering yang digunakan dalam penelitian berasal dari herba pegagan yang ditanam di daerah sejuk dan dikeringkan selama empat hari denganpanas alami (Lampiran 1). Dirjen POM (2008) dalam Farmakope HerbalIndonesia memerikan simplisia pegagan secara makroskopik yaitu berupa lembaran daun yang menggulung dan berkeriput disertai tangkai daun yangterlepas, warna hijau kelabu, helai daun berbentuk ginjal atau bundar, tulang daun menjari; pangkal helai daun berlekuk, ujung daun membundar, pinggir daunberinggir sampai bergerigi; stolon dan tangkai daun berwarna cokelat kelabu dan berambut halus.

B. Pembuatan dan Pengujian Ekstrak Kental Herba Pegagan

  Hasil uji ekstrak kental herba pegagan Standar MutuEkstrak Kental Herba Pegagan (%b/b) Parameter Farmakope Herbal Ekstrak Kental Indonesia Pegagan (Dirjen POM, 2008) Hasil Ekstraksi Rendemen5% ≥7,2%Kadar air 14,7%≤10% Kadar abu11,4% ≤16,6%Kadar asiatikosida 0,14%≥0,9% Dari tabel IX diketahui bahwa ekstrak kental herba pegagan dalam penelitian memenuhi standar mutu kadar abu, namun tidak memenuhi standarrendemen, kadar air, dan kadar asiatikosida. Namun, penambahan jumlah ekstrak yang terlalu banyak dapat berdampak pada penurunan tampilan fisik gel dan peningkatan viskositas gel.

C. Pembuatan Gel Ekstrak Pegagan

  Komposisi ekstrak pegagan yang digunakan dalam formula sebesar 1%, didasarkan pada penelitian Rismana (2010) yang menggunakan ekstrak pegagansebanyak 0,5% b/b dalam formula gel yang dibuat. Jumlah yang digunakan lebih besar karena dalam penelitian tidak melakukan uji efek sediaan, sehingga denganmenaikkan komposisi ekstrak diharapkan efek yang dihasilkan tidak berbeda jauh.

D. Uji Sifat Fisik dan Stabilitas Gel

1. Uji sifat fisik gel pegagan

  Warnayang dihasilkan sesuai dengan teori FHI yang mengatakan simplisia herba pegagan berwarna hijau-kelabu dan ekstrak kental herba pegagan berwarna hijau-kecoklatan, sehingga setelah diformulasikan dalam gel warna yang timbul tidak jauh berbeda dari teori. Hasil ini sesuai dengan teori,dimana jika konsentrasi CMC-Na semakin tinggi, maka semakin banyak matriks gel yang terbentuk dan berdampak penurunan kemampuan gel untuk menyebar.

2. Uji stabilitas fisik gel pegagan

  Sepanjang siklus 1-5, gel formula III dan IV mengalami perubahan viskositas yang signifikan antar formula, sedangkan pada formula I, II, dan V perubahanviskositas gel cenderung tidak signifikan antar formula. Formula I memiliki warna hijau dan bau khas herba pegagan yang tidak berubah selamaperiode uji, tidak mengalami sineresis setelah diformulasikan maupun setelah cycling test, pH stabil 6, viskositas dan daya sebar sesuai dengan produk pembanding setelah dibuat dan tetap berada pada range kriteria sepanjang periode uji stabilitas.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

  Formula I (konsentrasi CMC-Na sebesar 2% b/b dan propilen glikol sebesar16% b/b) menghasilkan gel ekstrak pegagan dengan sifat fisik dan stabilitas fisik yang paling baik sesuai kriteria penelitian. Gel ekstrak pegagan dinyatakan stabil secara fisik setelah dilakukan cycling test, dimana kondisi gel di awal dan akhir periode uji tidak berbeda signifikan.

B. Saran

  Perlu dilakukan ekstraksi dengan metode sesuai dengan FHI dan uji karakteristik ekstrak yang lain, seperti kadar abu tidak larut asam,sehinggaekstrak memenuhi standar mutu ekstrak kental pegagan pada FHI. Perlu dilakukan uji sifat fisik lain seperti uji homogenitas dan daya lekat, serta uji iritasi untuk semakin menjamin kualitas gel pegagan yang dibuat.

DAFTAR PUSTAKA

  Dokumentasi formulasi gel ekstrak pegagan CMC-Na yang Ekstrak kental, propilen glikol sudah dikembangkan 24 jam (A) dan metil parabenCampuran ketiga bahan (B) Hasil sentrifugasi BB ditambahkan ke dalam A Gel ektrak pegagan Lampiran 8. Uji perubahan daya sebar gel Tabel Perubahan Daya Sebar SIKLUSDaya Sebar (cm 4 2 ) F1 F2 F3 F4 F5 38,39 32,76 25,37 22,76 19,50 1 36,23 27,96 24,05 21,44 19,05 2 35,08 27,57 23,90 20,36 18,35 3 34,91 26,65 23,61 20,50 18,03 35,26 27,96 23,40 20,83 18,16 4 5 33,52 27,26 23,11 20,70 18,28 6 35,78 28,91 22,83 20,97 18,54 Tabel % Perubahan Daya SebarTabel p- value Analisis Statistik Perubahan Daya Sebar Formula I p- value SIKLUS 1 2 3 5 3 40,999 0,998 50,953 6 Tabel XXIX.

4 Asymp. Sig. ,011

a. Kruskal Wallis Test

  Grouping Variable: FORMULAMann-Whitney Test Ranks FORMULA N Mean Rank Sum of Ranks VISKOSITAS FORMULA I 3 2,00 6,00 FORMULA IV3 5,00 15,00 Totalb VISKOSITAS Mann-Whitney U ,000Wilcoxon W 6,000 Z -1,964Asymp. Grouping Variable: FORMULAMann-Whitney Test Ranks FORMULA N Mean Rank Sum of Ranks VISKOSITAS FORMULA II 3 2,00 6,00 FORMULA IV3 5,00 15,00 Total 6 bTest Statistics VISKOSITAS Mann-Whitney U ,000Wilcoxon W 6,000 Z -1,964Asymp.

4 Asymp. Sig. ,009

  Grouping Variable: FORMULAMann-Whitney Test Ranks FORMULA N Mean Rank Sum of Ranks D. Grouping Variable: FORMULAMann-Whitney Test Ranks FORMULA N Mean Rank Sum of Ranks D.

20 Post Hoc Tests

  SEBAR SIKLUS 0 Mean 38,3967 ,50978 95% Confidence Interval for Lower Bound 36,4103Mean Upper Bound 40,38305% Trimmed Mean . SIKLUS 3 Mean34,9100 ,61286 95% Confidence Interval for Lower Bound 32,5220 Mean Upper Bound 37,29805% Trimmed Mean .

6 Asymp. Sig. ,01

  Grouping Variable: SIKLUSMann-Whitney Test Ranks SIKLUS N Mean Rank Sum of Ranks D. Grouping Variable: SIKLUSMann-Whitney Test Ranks SIKLUS N Mean Rank Sum of Ranks D.

BIOGRAFI PENULIS

  Pada tahun 2012, penulis melanjutkan kuliah program S1 di FakultasFarmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Selama kuliah penulis pernah menjadi asisten praktikum Botani Farmasi tahun ajaran 2013/2014, asisten praktikum Bentuk Sediaan Farmasi tahun ajaran 2014/2015 dan tahun ajaran 2015/2016.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Efek Antibakteri Ekstrak Etanol Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) sebagai Alternatif Medikamen Saluran Akar terhadap Fusobacterium nucleatum (Secara In-Vitro)
8
107
71
Efek Antibakteri Ekstrak Etanol Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) sebagai Alternatif Medikamen Saluran Akar terhadap Porphyromonas gingivalis (Secara In-Vitro)
3
67
74
Efek Antibakteri Ekstrak Etanol Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) sebagai Alternatif Medikamen Saluran Akar terhadap Enterococcus faecalis (Secara In vitro)
1
47
71
Kajian sifat fisik dan fungsional tepung instan biji nangka kunir(Artocarpus heterophyllus LAMK) pada berbagai lama gelatinisasi
0
4
59
Kajian sifat fisik dan organoleptif bandeng presto-asap dan bandeng asap -presto dengan dengan variasi konsentrasi asap cair dan lama pemasakan
1
12
59
Evaluasi pengaruh Gelling Agent terhadap stabilitas fisik dan profil difusi sedian gel minyak biji jinten hitam (Nigella Sativa Linn)
5
23
79
Formulasi tablet hisap ekstrak etanol gambir (uncaria gambir roxb) dengan variasi konsentrasi polyvinyil pyrrolidone (PVP) sebagai peningkat dan pengaruhya terhadap kadar CD4 dalam darah
5
29
113
Optimasi formula sediaan gel gigi yang mengandung ekstrak daun jambu biji (psidium guajaya L) dengan Na CMC sebagai gelling agent
3
11
71
Formulasi gel semprot menggunakan kombinasi karbopol 940 dan Hidroksipropil Metilselulosa (HPMC) sebagai pembentuk gel
3
34
57
ANAMNESIS dan pemeriksaan fisik
0
3
2
Efektuivitas penggunaan arang kayu dan arang batok kelapa sebagai penghambat kerusakan fisik dan kimia pada dedek padi selama proses penyimpanan 8 minggu.
0
9
49
Uji efektivitas gel ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera L.) sebagai antijamur Malassezia furfur
0
2
6
Efek pegagan (Centella asiatica L) terhadap proliferasi mesenchymal stem cell
0
0
5
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA - Efek Antibakteri Ekstrak Etanol Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) sebagai Alternatif Medikamen Saluran Akar terhadap Fusobacterium nucleatum (Secara In-Vitro)
0
0
12
Efek Antibakteri Ekstrak Etanol Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) sebagai Alternatif Medikamen Saluran Akar terhadap Fusobacterium nucleatum (Secara In-Vitro)
0
0
13
Show more