Pengembangan media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda pada subtema aku istimewa untuk siswa kelas satu (I) Sekolah Dasar.

Gratis

0
2
322
2 years ago
Preview
Full text
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KONVENSIONAL BERBASIS KECERDASAN GANDA PADA SUBTEMA AKU ISTIMEWA UNTUK SISWA KELAS SATU (I) SEKOLAH DASAR Soleman Haning Universitas Sanata Dharma 2016 Penelitian ini dilakukan karena masih banyak guru yang membutuhkan contoh media pembelajaran konvensional yang mengakomodasi konsep kecerdasan ganda. Tujuan utama dari penelitian ini adalah menghasilkan suatu produk berupa media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda pada subtema Aku Istimewa untuk siswa kelas satu (I) Sekolah Dasar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan. Pengembangan media pembelajaran konvensional ini menggunakan prosedur pengembangan perangkat pembelajaran Jerold E Kemp dan prosedur penelitian pengembangan yang dikemukakan oleh Brod and Gall. Kedua prosedur pengembangan tersebut diadaptasi menjadi sebuah model pengembangan yang lebih sederhana , yang dijadikan landasan dalam penelitian. Prosedur pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi lima langkah yaitu: 1) potensi dan masalah, 2) pengumpulan data, 3) desain produk, 4) validasi ahli, 5) revisi desain, hingga menghasilkan prototipe berupa media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda untuk siswa kelas I sekolah dasar. Instrumen dalam penelitian ini adalah daftar pertanyaan wawancara analisis kebutuhan dan kuesioner. Wawancara digunakan untuk analisis kebutuhan kepada guru kelas I SDN Kalasan 1, Sleman, sedangkan kuesioner digunakan untuk validasi kualitas media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda oleh dua orang pakar media konvesional berbasis kecerdasan ganda dan dua orang guru kelas I sekolah dasar. Berdasarkan hasil validasi dua pakar media pembelajaran berbasis kecerdasan ganda menghasilkan skor 3,91 (Baik) dan 3,77 (Baik), dua guru kelas I SD menghasilkan skor 3,86 (Baik) dan 3,95 (Baik). media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda tersebut memperoleh rerata skor 3,87 dengan kategori “Baik”. Hasil validasi tersebut berpedoman pada 14 aspek penilaian yang dikategori dalam 3 aspek utama yaitu: (1) aspek konten atau isi, (2) aspek penggunaan dan penyajian, (3) aspek cakupan kecerdasan ganda. Kata kunci : media pembelajaran konvensional, kecerdasan ganda, subtema Aku Istimewa ix PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT THE DEVELOPING OF CONVENTIONAL LEARNING MEDIA MULTIPLE INTELLIGENCE BASED ON THE SUB THEME AKU ISTIMEWA FOR FOR GRADE ONE ( I ) ELEMENTARY SCHOOL. Soleman Haning Sanata Dharma University 2016 This research is conducted for the reason of many teachers still need the example of conventional learning media to accomodate the concept of multiple intelligence. The main purpose of this research is to produce a product in the form of conventional learning media multiple intelligence based on the sub theme i am special for for grade one ( i ) elementary school. This research is kind of developing research. The developing of this conventional learning media is using the developing procedure of learning materials by Jerold E Kemp and developing learning materials that is stated by Brod and Gall. These two developing procedure then adapted become a simplier developing model, which is considered as basic in research. The developing procedure used in this research is consisted of : 1) the potent and problem, 2) data collecting, 3) product design, 4) expert validation, 5)design revise, up to the production of final product design of conventional learning media based on multiple intelligence for first grade of elementary school student. The instrument used in this research are lists of interview questions for the needed analysis and questioner. Interview is used for the needed analysis of the first grade teachers of SDN Kalasan 1, Sleman. However, questioner is used for the quality validation of conventional learning media multiple intelligence based by its two experts and two teachers of first grade elementary school. Based on the validation result of the two experts of multiple intelligence based learning media the score resulted are 3,91 ( good) and 3,77 (good) the teachers scores are 3,86 (good) and 3,95 (good). The conventional learning media of multiple intelligence based the produce the average score 3,87 which is categorized“good” the validation result is based on 14 assessment aspects which is categorized into 3 main aspects. They are: 1) content aspect, 2) using and presentation aspect and 3) scope of multiple inteligence aspect. Key words: conventional learning media, multiple intelligences, Sub theme Aku Istimewa x PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KONVENSIONAL BERBASIS KECERDASAN GANDA PADA SUBTEMA AKU ISTIMEWA UNTUK SISWA KELAS SATU (I) SEKOLAH DASAR SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Soleman Haning NIM. 121134270 RINTISAN PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU TERINTEGRASI (PPGT) PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2016 i PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Karya ini kupersembahkan untuk: Tuhan Yesus Kritus Yang selalu memberi berkat, kekuatan dan kelancaran dalam mengerjakan penelitian ini Bapak Yusuf Haning dan Ibu Martha Haning yang Tercinta selalu memberi perhatian doa, kasih sayang dan menjadi motivator terbaik kakak Thomas Haning Tersayang Yang selalu mendukung dan mendoakan saya Saudara-saudari tersayang Omy, Roni, Gery, Rio, Yadi, Itin, Ika, Yen, Beni, Oby, Yus, Dicki, Anges, Pink, Ien, Fifri, Yanus, dan Rian yang selalu menghadirkan tawa dalam keletihanku Keluarga Besarku Yang selalu memberikan doa dan motivasi Teman-teman PPGt Angkatan 2012 Yang selalu memberikan semangat, perhatian, dan motivasi PGG 2011 dan 2013 Yang selalu memberikan contoh dan semangat iv PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Teman-teman Tercinta Milo, Gilli, Daus, Willi, Dance, Edo, Alvaro, Esan, Osias, Nadi, Renold, Yaris, Bram, Rendy, Andi, Ester, Marselina, Marce, Elfry, Yasni, dan Ayu Yang selalu menemani dalam suka maupun duka Pinsus Apolius Bame (Alm) Yang selalu memberikan semangat dan motivasi Agustina Modok Tersayang Yang selalu menemani memberikan doa, dukungan dan perhatian yang tulus Clarisa M Haning Tersayang Yang Selalu memberikan Semangat dalam menyelesaikan perkulihan Dosen-dosen Terbaik Pak Puji, Ibu Maslichah, Pak Rohandi, Ibu Ika, Pak Galih, Pak Rusmawan, Pak Adi, dan Pak Wahana Yang selalu menesehati dan memperbaiki kesalahan selama mengikuti perkulihan Kupersembahkan karya ini untuk almamaterku Universitas Sanata Dharma Yogyakarta v PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO “Janganlah menempuh jalan orang fasik, dan janganlah mengikuti jalan orang lain” (Amsal 4:14) “Jagalah hatimu dekat dengan Tuhan” “Tabahkanlah hatimu dan berjuang untuk meraih kesuksesan” ”ketulusan pengabdian adalah motivasi dasar membangun kesuksesan yang besar” vi PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vii PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI viii PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KONVENSIONAL BERBASIS KECERDASAN GANDA PADA SUBTEMA AKU ISTIMEWA UNTUK SISWA KELAS SATU (I) SEKOLAH DASAR Soleman Haning Universitas Sanata Dharma 2016 Penelitian ini dilakukan karena masih banyak guru yang membutuhkan contoh media pembelajaran konvensional yang mengakomodasi konsep kecerdasan ganda. Tujuan utama dari penelitian ini adalah menghasilkan suatu produk berupa media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda pada subtema Aku Istimewa untuk siswa kelas satu (I) Sekolah Dasar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan. Pengembangan media pembelajaran konvensional ini menggunakan prosedur pengembangan perangkat pembelajaran Jerold E Kemp dan prosedur penelitian pengembangan yang dikemukakan oleh Brod and Gall. Kedua prosedur pengembangan tersebut diadaptasi menjadi sebuah model pengembangan yang lebih sederhana , yang dijadikan landasan dalam penelitian. Prosedur pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi lima langkah yaitu: 1) potensi dan masalah, 2) pengumpulan data, 3) desain produk, 4) validasi ahli, 5) revisi desain, hingga menghasilkan prototipe berupa media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda untuk siswa kelas I sekolah dasar. Instrumen dalam penelitian ini adalah daftar pertanyaan wawancara analisis kebutuhan dan kuesioner. Wawancara digunakan untuk analisis kebutuhan kepada guru kelas I SDN Kalasan 1, Sleman, sedangkan kuesioner digunakan untuk validasi kualitas media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda oleh dua orang pakar media konvesional berbasis kecerdasan ganda dan dua orang guru kelas I sekolah dasar. Berdasarkan hasil validasi dua pakar media pembelajaran berbasis kecerdasan ganda menghasilkan skor 3,91 (Baik) dan 3,77 (Baik), dua guru kelas I SD menghasilkan skor 3,86 (Baik) dan 3,95 (Baik). media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda tersebut memperoleh rerata skor 3,87 dengan kategori “Baik”. Hasil validasi tersebut berpedoman pada 14 aspek penilaian yang dikategori dalam 3 aspek utama yaitu: (1) aspek konten atau isi, (2) aspek penggunaan dan penyajian, (3) aspek cakupan kecerdasan ganda. Kata kunci : media pembelajaran konvensional, kecerdasan ganda, subtema Aku Istimewa ix PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT THE DEVELOPING OF CONVENTIONAL LEARNING MEDIA MULTIPLE INTELLIGENCE BASED ON THE SUB THEME AKU ISTIMEWA FOR FOR GRADE ONE ( I ) ELEMENTARY SCHOOL. Soleman Haning Sanata Dharma University 2016 This research is conducted for the reason of many teachers still need the example of conventional learning media to accomodate the concept of multiple intelligence. The main purpose of this research is to produce a product in the form of conventional learning media multiple intelligence based on the sub theme i am special for for grade one ( i ) elementary school. This research is kind of developing research. The developing of this conventional learning media is using the developing procedure of learning materials by Jerold E Kemp and developing learning materials that is stated by Brod and Gall. These two developing procedure then adapted become a simplier developing model, which is considered as basic in research. The developing procedure used in this research is consisted of : 1) the potent and problem, 2) data collecting, 3) product design, 4) expert validation, 5)design revise, up to the production of final product design of conventional learning media based on multiple intelligence for first grade of elementary school student. The instrument used in this research are lists of interview questions for the needed analysis and questioner. Interview is used for the needed analysis of the first grade teachers of SDN Kalasan 1, Sleman. However, questioner is used for the quality validation of conventional learning media multiple intelligence based by its two experts and two teachers of first grade elementary school. Based on the validation result of the two experts of multiple intelligence based learning media the score resulted are 3,91 ( good) and 3,77 (good) the teachers scores are 3,86 (good) and 3,95 (good). The conventional learning media of multiple intelligence based the produce the average score 3,87 which is categorized“good” the validation result is based on 14 assessment aspects which is categorized into 3 main aspects. They are: 1) content aspect, 2) using and presentation aspect and 3) scope of multiple inteligence aspect. Key words: conventional learning media, multiple intelligences, Sub theme Aku Istimewa x PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur peneliti panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga skripsi yang berjudul Pengembangan media Pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda pada Subtema Aku Istimewa untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar dapat peneliti selesaikan dengan baik. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Peneliti menyadari bahwa dalam menyelesaikan skripsi ini, peneliti banyak mendapatkan bimbingan, bantuan, dan dukungan dari berbagai pihak baik secara langsung ataupun tidak langsung sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik. Maka pada kesempatan ini peneliti ingin mengucapkan terimakasih kepada: 1. Rohandi, Ph.D. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 2. Chiristiyanti Aprinastuti, S.Si., M.Pd selaku Ketua Program Studi PGSD. 3. Dra. Maslichah Asy’ari, M.Pd. selaku Dosen Pembimbing yang telah membimbing dan memberi dukungan serta masukan yang positif sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini. 4. Galih Kusumo, S.Pd., M.Pd. selaku validator pakar Media Pembelajaran Konvensional Berbasis Kecerdasan Ganda yang telah memberikan bantuan dalam penelitian ini dengan melakukan validasi produk penelitian. 5. Drs. Puji Purnomo, M.Si. selaku validator pakar Media Pembelajaran Konvensional Berbasis Kecerdasan Ganda yang telah memberikan bantuan dalam penelitian ini dengan melakukan validasi produk penelitian. 6. Para dosen dan Staf PGSD yang telah melayani peneliti dengan baik. 7. Sarjono, S.Pd. SD. Selaku Kepala Sekolah SD Negeri Kalasan I yang telah memberikan bantuan selama peneliti melakukan penelitian di sekolah. xi PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI xii PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .................................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ...................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN .................................................................................. iii HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................................... iv HALAMAN MOTTO ............................................................................................... vi PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .................................................................. vii LEMBAR PERNYATAAN PERSUTUJUAN PUBLIKASI KARYA UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS .............................................................. viii ABSTRAK ................................................................................................................. ix ABSTRACT ................................................................................................................x KATA PENGANTAR .............................................................................................. xi DAFTAR ISI ........................................................................................................... xiii DAFTAR TABEL ................................................................................................... xvi DAFTAR BAGAN ................................................................................................. xvii DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ xviii DAFTAR LAMPIRAN........................................................................................... xix BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ...................................................................................1 B. Rumusan Masalah.............................................................................................4 C. Tujuan Penelitian ..............................................................................................5 D. Manfaat Penelitian ............................................................................................5 E. Batasan Istilah...................................................................................................6 F. Spesifikasi Produk yang dikembangkan ...........................................................6 BAB II LANDASAN TEORI A. Kajian Pustaka ..................................................................................................8 1. Media Pembelajaran .....................................................................................8 a. Pengertian Media Pembelajaran .............................................................8 b. Fungsi Media Pembelajaran ...................................................................8 c. Ciri-ciri Media Pembelajaran ...............................................................10 xiii PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI d. Manfaat Media Pembelajaran ..............................................................12 2. Kecerdasan Ganda ......................................................................................13 a. Pengertian Kecerdasan Ganda..............................................................13 b. Jenis-jenis Kecerdasan Ganda ..............................................................14 c. Dampak-dampak Intelligensi Ganda ....................................................20 3. Subtema Aku Istimewa Untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar ....................24 B. Penelitian Relevan ..........................................................................................24 1. Penelitian Tentang Media Pembelajaran ..................................................24 2. Penelitian Tentang Multiple Intelligance .................................................25 C. Karangka Berpikir ..........................................................................................27 D. Pertanyaan Penelitian .....................................................................................28 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ...............................................................................................29 B. Prosedur Pengembangan.................................................................................29 C. Jadwal Pelaksanaan Penelitian .......................................................................33 D. Validasi Ahli Media Konvensional Berbasis Kecerdasan Ganda ..................34 E. Instrument Penelitian ......................................................................................34 F. Teknik Pengumpulan Data .............................................................................35 G. Teknik Analisis Data ......................................................................................40 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Analisis Kebutuhan.........................................................................................44 1. Hasi Wawancara dan Analisis Kebutuhan................................................44 2. Pembahasan Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan ................................46 B. Deskripsi Produk Awal ...................................................................................47 1. Silabus ......................................................................................................47 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Harian (RPPTH)...............48 3. Media Pembelajaran Konvensional Berbasis Kecerdasan Ganda ............49 C. Data Hasil Validasi Pakar Media Pembelajaran Berbasis Kecerdasan Ganda dan Revisi Produk ...............................................................................50 D. Data Hasil Validasi Guru SD Kelas I dan Revisi Produk...............................53 E. Kajian Produk Akhir dan Pembahasan ...........................................................56 xiv PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1. Kajian Produk akhir ..................................................................................56 2. Pembahasan ..............................................................................................57 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan .....................................................................................................67 B. Keterbatasan penelitian...................................................................................68 C. Saran ...............................................................................................................68 DAFTAR PUSTAKA ...............................................................................................69 LAMPIRAN ..............................................................................................................71 RIWAYAT HIDUP.................................................................................................293 xv PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Daftar Pertanyaan Analisis Kebutuhan .................................. ………..34 Tabel 3.2 Kuesioner Instrumen Validasi Media Pembelajaran Konvensional Berbasis Kecerdasan Ganda ...........................................36 Tabel 3.3 Konversi Nilai Skala Empat ...................................................................41 Tabel 3.4 Kriteria Skor Skala Lima .......................................................................43 Tabel 4.1 Komentar & Saran Perbaikan Validator G.K dan Revisi.......................52 Tabel 4.2 Komentar & Saran Perbaikan Validator P.P dan Revisi ........................52 Tabel 4.3 Komentar & Saran Perbaikan Validator F.H dan Revisi .......................54 Tabel 4.4 Komentar & Saran Perbaikan Validator E.S dan Revisi ........................55 Tabel 4.5 Perolehan Skor Hasil Validasi Produk ...................................................58 xvi PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR BAGAN Bagan 2.1 Literature Map Hasil Penelitian yang Relevan .....................................26 Bagan 3.1 Prosedur Pengembangan .......................................................................31 xvii PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 4.1 Lompat Katak ................................................................................................ 59 Gambar 4.2 Puzzle (anggota tubuh) .................................................................................. 60 Gambar 4.3 Papan perbandingan tinggi, pendek badan .................................................... 60 Gambar 4.4 Kartu estafet pakaian adat ............................................................................. 61 Gambar 4.5 Buku doa ....................................................................................................... 62 Gambar 4.6 Papan gambar buah-buahan .......................................................................... 63 Gambar 4.7 Kartu cerita .................................................................................................... 63 Gambar 4.8 Papan penjodohan ........................................................................................ 64 Gambar 4.9 Bola .............................................................................................................. 64 Gambar 4.10 Kartu warna-warni....................................................................................... 65 Gambar 4.11 Tutup botol warna-warni ............................................................................. 65 Gambar 4.12 Kartu nama siswa ....................................................................................... 66 xviii PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Surat Keterangan Penelitian ................................................................. 72 Lampiran 2 Surat Ijin Penelitian .............................................................................. 73 Lampiran 3 Surat Ijin Validasi ................................................................................. 74 Lampiran 4 Rangkuman Wawancara ....................................................................... 75 Lampiran 5 Data Mentah Skor Validasi Pakar Media Pembelajaran Konvesional Berbasis Kecerdasan Ganda ................................................................. 77 Lampiran 6 Data Mentah Skor Validasi Guru SD Kelas I ....................................... 85 Lampiara 7 Silabus ................................................................................................... 93 Lampiran 8 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ................................................... 114 Lampiran 9 Riwayat Hidup .................................................................................... 293 xix PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Undang-Undang Dasar 1945 dalam alinea keempat memuat tentang salah satu tujuan dari Negara Indonesia adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terancana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Oleh karena itu dipersiapakan generasi masa depan yang tangguh, cerdas, mandiri, dan berpegang pada nilai-nilai spiritual (Kunandar,2014:15). Mereka harus ditempatkan pada suatu lingkungan yang ideal, seperti pada jalur pendidikan formal, nonformal dan informal yang dapat saling melangkapi dan memeperkaya. Perubahan kurikulum merupakan suatu respon pendidikan terhadap kebutuhan masyarakat dan bangsa dalam membangun generasi muda bangsanya. Menurut Kurinasih (2014:3) secara etimologis kurikulum adalah tempat berlari dengan kata berasal dari bahasa latin curir yaitu pelari, dan curere yang artinya tempat berlari. Dalam sejarahnya, kurikulum merupakan suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelari mulai dari garis awal atau start sampai dengan finish, kemudian pengertian kurikulum tersebut juga mendapat tempat dalam dunia pendidikan, dengan pengertian sebagai rencana dan pengaturan tentang sejumlah mata pelajaran yang harus dipelajari peserta didik dalam menempuh pendidikan di lembaga pendidikan. 1 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 Menurut Hidayat (2013:157) kurikulum dan pembelajaran merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Sebagai suatu rencana atau program, kurikulum tidak akan bermakna manakala tidak diimplementasikan dalam bentuk pembelajaran. Demikian juga sebaliknya, tanpa kurikulum yang jelas sebagai acuan, maka pembelajaran tidak akan berlangsung secara efektif. Siswa Sekolah Dasar memiliki tingkatan intelektual operasional konkret. Kemampuan berpikir yang dimiliki oleh siswa SD tersebut akan memengaruhi seluruh kegiatan pembelajaran yang diselenggarakan oleh guru yang didasarkan kepada pengembangan kemampuan berpikir sesuai dengan biopsikologis siswa yang hendaknya dijadikan tolak ukur guru, baik dalam pengembangan materi, strategi mengajar, pendekatan, media, maupun dalam melakukan evaluasi hasil belajar (Majid 2014:8). Dengan adanya kurikulum 2013, guru dituntut untuk lebih kreatif dalam membuat dan menggunakan media agar pembelajaran bisa berjalan dengan baik dan siswa lebih mengerti mengenai apa yang telah dijelaskan. Dalam kurikulum harus juga diterapkan media pembelajaran sehingga proses mengajarnya lebih menanyankan Media Pembelajaran Konvensional merupakan proses produksi dan penyimpanan data atau informasi yang dibagi menjadi dua bagian yaitu media elektronik (televisi dan radio) dan media cetak (koran, CD, atau dvd). Pada penggunaan media elektronik serta media cetak sangat dipakai oleh media massa, dilihat jumlah produksi informasi yang digunakan oleh media, adapun yang sering digunakan adalah koran, majalah, radio, dan televisi. Jika dilihat media konvensional merupakan bentuk dari jurnalistik konvensional atau dengan arti jurnalisme dengan menggunakan media cetak ataupun media elektronik, dimana tetap berpedoman dengan 5W+1H. Menurut Karwati dan Donny, (2014:224) mengemukakan bahwa media merupakan Segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan/ informasi. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 Menurut Hamidjojo (dalam Hosnan, 2014:111), mengatakan bahwa media pembelajaran adalah media yang penggunaannya diintegrasikan dengan tujuan dan isi pelajaran yang bermaksud untuk mempertinggi kegiatan belajar mengajar dalam segi mutu. Menurut Gagne (dalam Karwati dan Donny, 2014:224), menjelaskan bahwa media pembelajaran merupakan berbagai jenis komponen dalam lingkungan peserta didik yang dapat memotivasi peserta didik untuk belajar. Karwati dan Donni (2014:224), menyatakan bahwa media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari guru ke peserta didik (ataupun sebaliknya) sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, minat, serta perhatian peserta didik agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif. Kecerdasan ganda merupakan teori psikologi yang menyatakan bahwa setiap manusia termasuk anak-anak memiliki berbagai jenis kecerdasan dengan tingkat yang berbeda. Sekarang, kecerdasan ganda telah menjadi paradigma besar semua lembaga pendidikan, tak terkecuali seluruh Pendidikan anak usia dini (paud) di Indonesia. Hanya saja, efek atau dampak dari teori ini belum dapat dirasakan perannya bagi peningkatan kualitas pendidikan. Pemberian perspektif kecerdasan ganda terhadap implementasi kurikulum 2013 diharapakan mampu memandu peningkatan kualitas pembelajaran anak usia dini Indonesia (Suyadi dan Dahlia 2014:82). Menurut Gardner (dalam Suyadi dan Dahlia, 2014:83), menjelaskan bahwa jenis-jenis kecerdasan ganda ada 9 yaitu verballinguistik, logis-matematis, visual-spasial, musik, intrapersonal, interpersonal, kinestetik, naturalis dan eksistensial. Oleh karena itu, guru perlu menggunakan berbagai strategi didalam pembelajaran sehingga dapat mengembangkan kecerdasan bagi siswa secara optimal. Dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan harus lebih berorientasi pada potensi siswa. Salah satu upaya yang dilakukan guru adalah mengembangkan perangkat pembelajaran (RPPH, media, dan bahan ajar) berdasarkan media dan 9 kecerdasan ganda yang bersifat kontekstual. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 Tujuannya adalah membantu pengetahuan siswa dan memecahkan masalah-masalah yang dihadapi didalam kegiatan pembelajaran dan proses belajar yang menyenangkan. Berdasarkan hal tersebut, dengan adanya kegiatan pembelajaran yang dapat mengembangkan kecerdasan ganda dan media agar memberikan kemudahan belajar bagi siswa yang dalam melangsungkan aktivitas belajar yang menyenangkan dikelas. Berdasarkan hasil survei kebutuhan guru terkait pengembangan media konvensional berbasis kecerdasan ganda pada tangal 30 juli pukul 10.00 di SD Negeri Kalasan 1 dengan ibu guru F, media jarang digunakan dalam kelas. Ibu guru F hanya menyampaikan meteri-meteri pembelajaran. Oleh kerena itu pembelajaran di dalam kelas kurang menyenangkan bagi siswa. Oleh sebab itu, media sangat membantu guru dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa. Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu F, terkait pengembangan media pembelajaran konvensional berbsais kecerdasan ganda, media yang bisa di gunakan dalam proses pembelajaran adalah bentuk media LCD, Internet, dan benda-benda di kelas dan di luar kelas. Pada proses pelaksanaan kegiatan belajar mengajar media jarang di gunakan karena waktu untuk menyiapkan media kurang, sehinga proses belajar mengajar kurang menyenangkan dalam kelas. beliau masih kendala dalam membuat media karena waktu, sejauh ini beliau berkeinginan membuat sendiri. Alasannya karena media yang tersedia dari internet kurang efesien dan kurang sesuai dengan materi pembelajaran. Terkait dengan pengembangan media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda, beliau belum memahami tentang konsep kecerdasan ganda secara menyeluruh. Beliau juga mengatakan perlu adanya pelatihan untuk guru-guru dalam mendukung pembelajaran pembelajaran kecerdasan kecerdasan ganda sehingga dalam penerapan ganda, semua jenis kecerdasan ganda dikembangkan agar mendapatkan hasil yang memuaskan. Dalam hal ini guru menyadari kesulitan-kesulitan yang dialami dalam mengembangkan media pembelajaran konvensional berbasis PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 kecerdasan ganda yaitu kurangnya wawasan yang terkait dengan kecerdasan ganda, ketersediaan sumber belajar yang masih minim, serta sarana dan prasaran masih terbatas. Untuk mengatasi hal tersebut, beliau sudah usah mencari sumber-sumber belajar baik dari internet maupun buku penunjang. Oleh karena itu guru sangat membutuhkan pelatihan pengembangan media pembelajaran berbasis kecerdasan ganda. Berdasarkan permasalahan tersebut dapat disimpulkan bahwa guru masih mengalami kesulitan dalam membuat media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda, sehingga belum menerapkan kecerdasan ganda secara menyeluruh. Oleh karena itu peneliti mencoba memberi solusi untuk mengatasi masalah tersebut dengan mengembangkan media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda pada subtema Aku Istimewa unruk siswa kelas 1 sekolah dasar. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas dapat di rumuskan beberapa masalah terkait penelitian yang di lakukan sebagai berikut: 1. Bagaimana mengembangkan produk media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda pada subtema Aku Istimewa untuk siswa kelas 1 sekolah dasar? 2. Bagaimana kualitas produk media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda pada subtema Aku Istimewa untuk siswa kelas 1 sekolah dasar? C. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian, mengembangkan media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk mengembangkan produk berupa pengembangan media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda pada subtema Aku Istimewa untuk siswa kelas 1 sekolah dasar. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 2. Untuk mendeskripsikan kualitas produk prosedur media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda pada subtema Aku Istimewa untuk siswa kelas 1 sekolah dasar. D. Manfaat Peneltian Adapun manfaat dari penelitian pengembangan media konvensional berbasis kecerdasan ganda sebagai berikut 1. Bagi Peneliti Bagi Peneliti dapat memperoleh pengalaman melakukan penelitian Research and Development (R&D) khusus pengembangan media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda pada subtema Aku Istimewa untuk siswa kelas 1 sekolah dasar. 2. Bagi guru Bagi guru dapat memberikan inspirasi terkait dengan penelitian Research and Development (R&D), memperoleh contoh media khusus media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda pada subtema Aku Istimewa untuk siswa kelas 1 sekolah dasar. 3. Bagi sekolah Bagi sekolah dapat menambah refensi contoh media konvesional berbasis kecerdasan ganda dan bacaan tambahan terkait dengan penelitian Research and Development (R&D) khususnya pengembangan media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda pada subtema Aku Istimewa untuk siswa kelas 1 sekolah dasar. 4. Bagi Prodi PGSD Bagi prodi PGSD dapat memperoleh bahan bacaan tambahan perpustakaan terkait dengan penelitian Research and Development (R&D) khususnya pengembangan media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda pada subtema Aku Istimewa untuk siswa kelas 1 sekolah dasar. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 E. Batasan Istilah Untuk menghindari kesalahpahaman dalam penelitian maka dijelaskan beberapa pengertian sebagai berikut: 1. Media Konvesional adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan, pengetahuan ataupun informasi dari pengirim atau guru kepada penerima siswa, sehingga dapat merangsang pikiran, persaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan atau dapat merasa puas dengan hasil yang diperoleh baik para pendidik (guru) maupun siswa 2. Kecerdasan ganda adalah berbagai kecerdasan yang dimiliki oleh manusia seperti kecerdasan linguistik, matematis logis, spasial ruang, kinestetik, musikal, interpersonal, intrapersonal, naturalis, dan eksistensial. 3. Subtema Aku Istimewa. Subtema merupakan penjabaran dari tema yang ada dalam kurikulum 2013, subtema Aku Istimewa merupakan penjebaran dari tema Diriku untuk siswa kelas 1 sekolah dasar. 4. Kurikulum SD 2013 adalah kurikulum baru dengan penerapannya menggunakan pendekatan saintifik integrative, menggunakan penilaian otentik dan penyampaian antara kompetensi sikap, ketrampilan dan pengetahuan secara holistik. F. Spesifikasi Produk Yang Dikembangkan Produk yang dikembangkan memiliki spesifikasi antara lain: 1. Produk yang dikembangkan berupa media pembelajaran konvensional berbasis 9 kecerdasan ganda yaitu kecerdasan linguistik, matematis logis, spasial ruang, kinestetik, musikal, interpersonal, intrapersonal, naturalis, dan eksistensial. 2. Media pembelajaran konvesional yang di kembangkan untuk siswa kelas 1 SD, Subtema Aku Istimewa PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 3. Media pembelajaran konvesional berbasis kecerdasan ganda ini digunakan dalam pembelajaran di kelas 1 SD pada subtema Aku Istimewa. Media pembelajaran konvesional berupa: Media lompat kata, puzzle, media papan gambar, media kartu estafet, media buku Doa, media kartu cerita, media papan gambar penjodohan, media estafet bola tangan, media kartu warna-warni, media tutupan botol warna-warni, dan media kartu siswa. . PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. KAJIAN PUSTAKA 1. Media Pembelajaran a. Pengertian media pembelajaran Istilah media berasal dari bahasa Latin “medium”. Secara harfiah media merupakan perantara untuk menyampaikan pesan. National Education Association (dalam Karwati dan Donni, 2014:224), menyatakan bahwa media adalah bentuk-bentuk komunikasi yang tercetak maupun audiovisual serta peralatannya. Media hendaknya dapat dilihat, dibaca, dan didengar. Selain itu, menurut Association of Education and Communication Technology (dalam Karwati dan Donny, 2014:224) Amerika mengemukakan bahwa media merupakan segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan/ informasi. Menurut Hamidjojo (dalam Hosnan, 2014:111), mengatakan bahwa media pembelajaran adalah media yang penggunaannya diintegrasikan dengan tujuan dan isi pelajaran yang bermaksud untuk mempertinggi kegiatan belajar mengajar dalam segi mutu. Menurut Gagne (dalam Karwati dan Donni, 2014:224), menjelaskan bahwa media pembelajaran merupakan berbagai jenis komponen dalam lingkungan peserta didik yang dapat memotivasi peserta didik untuk belajar. Karwati dan Donni (2014:224), menyatakan bahwa media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari guru ke peserta didik (ataupun sebaliknya) sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, minat, serta perhatian peserta didik agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif. Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang menjadi perantara demi tercapainya tujuan pembelajaran. 9 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 b. Fungsi media pembelajaran. Azhar (2011:15) menjelaskan bahwa fungsi utama media pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru. Sedangkan menurut Hamalik (dalam Azhar 2011: 16 ) bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, 14 membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Levie dan Lentz dalam (Azhar 2003: 20) menyebutkan bahwa terdapat 4 fungsi yang dimiliki media pembelajaran: a. Fungsi Atensi Media pembelajaran berfungsi sebagai inti dimana mampu menarik dan mengarahkan perhatian siswa agar dapat berkonsentrasi pada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran. Sangat sering ditemui bahwa siswa tidak fokus terhadap pembelajaran yang dilakukan, namun setelah menggunakan media pembelajaran kemudian siswa tersebut dapat lebih diarahkan untuk memperhatikan media pembelajaran yang digunakan. b. Fungsi Afektif Dapat dilihat dari kenikmatan siswa ketika belajar teks yang disertai gambar. Media pembelajaran visual mampu menggugah emosi dan sikap siswa, siswa dapat menganalisis dan menanggapi dengan perbuatan terhadap fenomena yang ditampilkan. Media pembelajaran juga membuat siswa tidak pasif, bahkan siswa juga mempelajari dan mempraktikan penggunaan media pembelajaran yang digunakan. c. Fungsi Kognitif Media pembelajaran visual yang berisi lambang-lambang visual atau gambar dapat memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung pada apa yang ditampilkan. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 d. Fungsi Kompensatoris Media visual yang memberi konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya kembali. Media pembelajaran mampu mengakomodasi peserta didik yang lemah dan lambat menerima dan mempelajari pelajaran yang disajikan tanpa menggunakan media. Berdasarkan uirian diatas di simpulkan bahwa ada berbagai fungsifungsi yang digunakan dalam pembelajaran, antara lain yaitu, fungsi antensi, fungsi afektif, fungsi kognitif, fungsi kompensatoris, masingmasing fungsi dapat menciptakan pembelajaran yang menarik bagi siswa. c. Ciri-ciri media pembelajaran. Media pembelajaran dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa bentuk, yakni media visual, media audio, media audio-visual, media cetak media model, media realita, belajar benda sebenarnya melalui specimen, komputer, multimedia, dan internet (Karwati dan Donni, 2014:235). a. Media Visual. Media visual merupakan media yang penyampaian terfokus melalui indera penglihatan. Media visual terdiri atas media yang dapat diproyeksikan (projected visual) misalnya opaque projection, overhead projection (OHP), slide projection, filmstrips atau film projection; media yang tidak dapat diproyeksikan (non-projected visual) misalnya gambar fotografik, media grafis yang terdiri dari sketsa, gambar, grafik, bagan, poster, kartun dan karikatur, serta peta datar. b. Media Audio. Media audio adalah media yang mengandung pesan dalam bentuk auditif (hanya dapat didengar) yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan peserta didik untuk mempelajari materi tertentu. Contoh media audio adalah program kaset suar dan program radio. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 c. Media Audio-Visual. Media audio-visual merupakan kombinasi dari media audio dan media visual yang bisa dilihat dan didengar. Contoh media audio-visual adalah program televisi/ video pendidikan/ instruksional, program slide suara, dan sebagainya. d. Media Cetak Media cetak merupakan sumber-sumber yang digunakan dalam kegiatan belajar dan biasanya bebrbentuk buku. Contoh media cetak adalah buku pelajaran, surat kabar dan majalah, ensiklopedi, buku suplemen, pengajaran berprogram e. Media Model Media model adalah media tiga dimensi yang merupakan tiruan dari beberapa objek nyata, seperti objek yang terlalu besar, objek yang terlalu jauh, objek yang terlalu kecil, objek yang terlalu mahal, objek yang jarang ditemukan, atau objek yang rumit untuk dibawa ke kelas dan sulit dipelajari wujud aslinya. f. Media Realita Media realita merupakan alat bnatu visual dalam pembelajaran yang berfungsi memberikan pengalaman langsung (direct experience) kepada peserta didik. g. Belajar Benda Sebenarnya melalui Specimen Specimen adalah benda- benda asli atau sebagian benda asli yang digunakan sebagai contoh. Benda asli dapat juga dibuat oleh manusia. Contoh specimen benda yang masih hidup adalah: akuarium, terrarium, kebun binatang, kebun percobaan, dan insektarium. Contoh specimen benda yang sudah mati adalah: herbarium, teksidermi, awetan dalam botol, dan awetan dalam cairan plastik. Contoh specimen benda yang tak hidup adalah berbagai benda yang berasal dari batuan dan mineral. h. Komputer. Ada beberapa kegiatan pembelajaran yang terkait dengan pembelajaran berbasis komputer antara lain CAI (Computer Assisted Instruction) dan CMI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 (Computer Managed Instruction). CAI memanfaatkan komputer bagi peserta didik untuk menyampaikan isi pelajaran, memberikan pelatihan, dan mengetes kemajuan belajar peserta didik secara langsung. CMI dimanfaatkan sebagai pembantu pengajar menjalankan fungsi administratif yang meningkat, seperti rekapitulasi data peserta didik, database buku/ e-library, dan kegiatan administrasi sekolah. i. Multimedia Multimedia merupakan penggunaan media, baik yang bersifat visual, audio, audio-visual, projected still media maupun projected motion media yang dilakukan secara bersama-sama. j. Internet. Pembelajaran dengan memanfaatkan internet dapat disebut juga dengan pembelajaran berbasis ICT atau e-learning. E-learning merupakan jenis kegiatan belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya materi pembelajaran dengan memanfaatkan media internet, intranet, atau media jaringan komputer lainnya. d. Manfaat media pembelajaran. Media pembelajaran memiliki sejumlah manfaat yang sangat penting dalam suatu kegiatan pembelajaran. Berikut ini adalah manfaat-manfaat penggunaan media pembelajaran (Karwati dan Donni, 2014:225) adalah sebagai berikut. a. Mengatasi perbedaan pengalaman Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh peserta didik, karena pengalaman yang berbeda antara peserta didik yang satu dengan lainnya, baik latar belakang kehidupan keluarganya, maupun lingkungannya. b. Mengkonkretkan konsep-konsep yang abstrak Konsep-konsep yang dirasakan bersifat abstrak dan sulit dijelaskan secara langsung dapat dikonkretkan atau disederhanakan kepada peserta didik melalui pemanfaatan media pembelajaran. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 c. Mengatasi keterbatasan Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang, dan waktu. Banyak hal yang tidak mungkin dialami secara langsung di dalam kelas oleh peserta didik. d. Interaksi langsung Media pembelajaran memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik dengan lingkungannya. e. Menghasilkan keseragaman pengamatan Persepsi yang dimiliki oleh peserta didik berbeda, apabila mereka hanya mendengar saja tanpa pernah melihat sendiri. untuk itu, media pembelajaran dapat membantu peserta didik untuk memiliki persepsi yang sama. f. Menanamkan konsep dasar yang benar, konkret, dan realistis Penggunaan media pembelajaran seperti gambar, film, objek, model, grafik, dan lain-lain dapat memberikan konsep dasar yang benar. g. Merangsang dan membangkitkan motivasi untuk belajar Pemasangan gambar-gambar di papan tempel, pemutaran film, mendengarkan rekaman atau radio merupakan rangsangan-rangsangan tertentu ke arah rangsangan dan motivasi peserta didik untuk belajar. h. Membangkitkan keinginan dan minat guru Penggunaan media pembelajaran akan memperluas horizon pengalaman, persepsi, serta konsep-konsep. Akibatnya keinginan dan minat untuk belajar akan selalu meningkat. i. Memberikan pengalaman integral Media memberikan pengalaman yang integral atau menyeluruh dari konkret sampai hal yang bersifat abstrak. 2. Kecerdasan Ganda a. Pengertian kecerdasan ganda Kecerdasan ganda merupakan teori psikologi yang menyatakan bahwa setiap manusia termasuk anak-anak memiliki berbagai jenis kecerdasan dengan tingkat yang berbeda. Sekerang, kecerdasan ganda telah menjadi paradigma besar PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 semua lembaga pendidikan, tak terkecuali seluruh Pendidikan anak usia dini (PAUD) di Indonesia. Hanya saja, efek atau dampak dari teori ini belum dapat dirasakan perannya bagi peningkatan kualitas pendidikan. Pemberian perspektif kecerdasan ganda terhadap implementasi kurikulum PAUD 2013 diharapakan mampu memandu peningkatan kualitas pemebelajaran anak usia dini Indonesia (Suyadi, 2014:82). Menurut Gardner (dalam Suyadi dan Dahlia, 2014:83), menjelaskan bahwa jenis-jenis kecerdasan ganda ada 9 yaitu verbal-linguistik, logis-matematis, visual-spasial, musik, intrapersonal, interpersonal, kinestetik, naturalis dan eksistensial. Sedangkan menurut Fleetham (dalam Yuami dan Nurdin , 2013:11) kecerdasan ganda adalah berbagai ketrampilan dan bakat yang di miliki siswa untuk menyelesaikan berbagai persoalan dalam pembelajaran. Berdasarkan pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa kecerdasan ganda adalah berbagai kecerdasan yang dimiliki oleh manusia seperti kecerdasan lingiustik, matematis logis, spasial ruang, kinestetik, musikal, interpersonal, intrapersonal, naturalis, dan eksistensial untuk memecahkan persoalan nyata dalam berbagai macam kondisi kehidupan. b. Jenis-Jenis Kecerdasan Ganda Gardner (dalam Suparno 2004:21) menjelaskan bahwa suatu kemampuan bahwa inteligensi di sebut suatu kemampuan bila menunjukan suatu kemarihan dan ketrampilan seseorang untuk memecahlak persoalan kesulitan yang di temukan dalam hidunya selanjutnya dapat pula menciptakan suatu produk baru dan bahkan di ciptakan persoalan berikutnya yang memugkinkan pengembangan pengetahuan baru. Jadi dalam kemampuan itu ada unsur pengetahuan dan keahlian pengetahuan iti sungguh mempunyai dampak yaitu dapat memecahkan persoalan yang di alami dala kesulitan nyata. Gardner (dalam Tobroni, 2015:198) menjelaskan bahwa kecerdasan ganda adalah kemampuan menyelasaikan masalah- masalah yang di hadapi dalam kehidupan dengan berbagai cara dan hamper semua dipelajari secara alami. Menurut Gardner (dalam Suparno 2004:25). Menyatakan bahwa ada sembilan jenis-jenis atau ciri-ciri kecerdasan ganda yaitu: Inteligensi linguistik, inteligensi matematis-logis, inteligensi ruang visual, inteligensi kinestetik-badani, PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 inteligensi musikal, inteligensi interpersonal, inteligensi intrapersonal, inteligensi lingkungan, dan inteligensi eksistensial. Berikut ini pengertian kesembilan menurut Gardner (dalam Suparno 2004:25-44) sebagai berikut: 1. Kecerdasan Linguistik Menurut Suparno (2004: 25-27) menyatakan bahwa Inteligensi linguistik sebagai kemampuan untuk menggunakan dan mengolah kata-kata secara efektif baik secara oral maupun tertulis seperti dimiliki para pencipta puisi, editor, jurnalis, dramawan, pemain sandiwara, maupun orator. Kemampuan ini berkaitan dengan penggunaan dan pengembangan bahasa secara umum. Orang yang berinteligensi linguistik tinggi akan berbahasa lancar, baik dan lengkap. Ia mudah untuk mengembangkan pengetahuan dan kempuan berbahasa, mudah belajar beberapa bahasa. Orang tersebut dengan mudah mengerti urutan dan arti kata-kata dalam berbahsa. Mereka mudah untuk menjelaskan, mengajar, menceritakan pemikirannya kepada orang lain. Mereka lancar dalam berdebat. Dalam mempelajari dan membaca teks sastra, dengan mudah akan mengingat dan bahkan menghafalkan puisi yang begitu panjang. Analisis linguistiknya kuat. Dalam mengungkapkan suatu fakta yang sama, orang ini akan lancar dan mencritakan dengan perbendaharaan kata yang bervariasi sehingga tidak menjemukan. Dalam menulis dan berbicara, kalimatnya sungguh hidup dan utuh serta bervariasi. Banyak dari mereka mudah dan senang main drama, menulis puisi, dan berpidato. Secara umum, meraka memang mampu untuk menguasai berbagai bahasa dengan baik. Menurut Armstrong (2013:6) menjelaskan bahwa linguistik merupakan kemampuan untuk menggunakan kata-kata secara efektif, baik lisan ( misalnya, sebagai seorang orator, pendongen atau politis) maupun tulisan misalnya, sebagai penyair, penulis naskah drama, editor atau jurnalis. 2. Kecerdasan Matematis-Logis Menurut Suparno (2004:28-30) Inteligensi matematis-logis adalah kemampuan yang lebih berkaitan dengan penggunaan bilangan dan logika secara efektif, seperti dipunyai seorang matematikus, saintis, programer, dan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 logikus. Termasuk dalam inteligensi tersebut adalah kepakaan pada pola logika, abstraksi, kategorisasi dan perhitungan. Orang yang mempunyai inteligensi matematis-logis sangat mudah membuat klasifikasi dan ketegorisasi, dalam pemikiran serta cara mereka bekerja. Dalam menghadapi banyak persoalan, dia akan mencoba mengelompokannya sehingga mudah dilihat mana yang pokok dan yang tidak, mana yang berkaitan antara satu dan yang lain, serta mana yang merupakan persoalan yang lepas. Maka, dia tidak mudah bingung. Mereka juga dengan mudah membuat absraksi dari suatu persoalan yang luas dan bemacam-macam sehingga dapat melihat inti persoalan yang dihadapi dengan jelas. Meraka suka dengan simbolisasi, termasuk simbolisasi matematis. Pemikiran orang berinteligensi matematislogis adalah induktif dan deduktif. Jalan pikirannya bernalar dan dengan mudah mengembangkan pola sebab akibat. Bila menghadapi persoalan, ia akan lebih dulu menganalisisnya secara sistematis, baru kemudian mengambil langkah untuk memecahkannya. Biasanya orang yang menonjol dalam inteligensi ini dapat menjadi organisator yang baik. Gardner (dalam Chatib dan Alamsyah, 2012:85) menyatakan bahwa kecerdasan logis matematis adalah kemampuan yang berkaitan dengan perhitungan secara matematis, bepikir logis, nalar, pemecahan masalah, pertimbangan edukatif dan ketajaman hubungan antara pola-pola numerik. 3. Kecerdasan Ruang-Visual Menurut Suparno (2004: 31-33) Inteligensi ruang (spatial intelligence) atau kadang disebut inteligensi ruang –visual adalah kemampuan untuk menangkap dunia ruang-visual secara tepat, seperti dipunyai para pemburu, arsitek, navigator, dan dekorator. Termasuk didalamnya adalah kemampuan untuk mengenal bentuk dan bendah secara tepat, melakukan perubahan suatu benda dalam pikirannya dan mengenali perubahan itu, menggambarka suatu hal/benda dalam pikiran dan mengubahnya dalam bentuk nyata, serta mengungkapkan data dalam suatu grafik. Juga kepekaan terhadap keseimbangan, relasi, warna, garis, bentuk, dan ruang. Orang yang berinteligensi ruang baik dengan mudah membayangkan benda dalam ruang PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 berdimensi tiga, mereka mudah mengenal relasi benda-benda dalam ruang secara tepat. Meski melihat dari jauh, ia dapat memperkirakan letak benda itu. Itulah yang banyak dipunyai oleh para navigator ditengah lautan yang luas. Seorang navigator yang tidak kuat inteligensi ruangannya pada jaman dulu akan dengan mudah menabrakan kapal ke pulau karang karena salah memperkirakan jarak. Menurut Gardner (dalam Ula, 2013:91) kecerdasan ruang visual adalah kemampuan untuk menangkap dunia ruang-visual secara tepat, seperti arsitek, fotografer, mekanik, navigator, decorator, pilot, pelukis, pengkuri, tukang cet dan pemburu. 4. Kecerdasan Kinestetik-Badani Menurut Suparno (2004:34:36) Inteligensi Kinestetik-Badani adalah kemampuan menggunakan tubuh atau gerak tubuh untuk mengekspresikan gagasan dan perasaan seperti ada pada aktor, atlet, penari, pemahat. Dan ahli bedah. Orang yang mempunyai inteligensi kinestetik-badani dengan mudah dapat mengungkapkan diri dengan gerak tubuh mereka. Apa yang mereka pikirkan dan rasakan dengan mudah di ekspresikan dengan gerak tubuh, dengan tarian dan ekspresi tubuh. Orang yang kuat dalam berinteligensi kinestetik-badani juga sangat baik dalam menjalankan operasi bila ia seorang dokter bedah. Beberapa tokoh berikut sering dimasukkan dalam mereka yang berinteligensi kinestetik-badani tinggi, yaitu Martha Graham (penari balet), Charlie Chaplin (pemain pantonin yang ulung), Dustin Hofftman (ator film), Marcel Marceau (pemain pantonim), Kristi Yamaguchi (penari balet diatas salju), Martina Navra-Tilova (pemain tenis). Siswa yang mempunyai inteligensi kinestestik-badani biasanya suka menari, olahraga dan suka bergerak. Siswa ini biasanya tidak suka diam, ingin selalu menggerakkan tubuhnya. Bila waktu luang dan tidak ada pelajaran, anak-anak ini dengan cepat akan main di lapangan. Bila belajar menari, anak seperti ini dengan cepat akan bisa dan tidak kaku karena tubuhnya fleksibel. Banyak dari siswa yang mempunyai inteligensi ini berbakat melukis dengan baik, dapat membangun bangunan seni. Sedangkan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 yang inteligensi kinestetik-badaninya rendah meski sudah di latih lama, tetap kurang begitu halus tariannya. Demikian pula seorang pelatih sepak bola dengan cepat akan tahu siswa yang mana punya inteligensi ini dan mana yang tidak. Dari gaya seorang siswa bermain dan memainkan bola dapat di lihat apakah ia mempunyai inteligensi kinestetik-badani tinggi atau tidak. 5. Kecerdasan Musikal Menurut Suparno (2004:37-38) Inteligensi musikal sebagai kemampuan untuk mengembangkan, mengekspresikan, dan menikmati bentuk-bentuk musik dan suara. Di dalamnya termasuk kepekan akan ritme, melodi, dan intonasi; kemampuan memainkan alat musik; kemampuan menyanyi; kemampuan untuk mencipta lagu; kemampuan untuk menikmati lagu, musik, dan nyayian. Orang yang menonjol inteligensi musikalnya sangat peka terhadap suara dan musik Mereka dengan mudah belajar dan main musik secara baik. Menurut Armstrong (2014:14) kecerdasan musical merupakan kemampuan untuk memahami dan mengekspresikan komponem music, termasuk pola melodi, nada maupun ritme, melalui cara-cara figural, atau intuitif (musisi alami) atau cara analisis formal (musisi professional). 6. Kecerdasan Interpersonal Menurut Suparno (2004:39) Inteligensi interpersonal adalah kemampuan untuk mengerti dan menjadi peka terhadap perasaan, intensi, motivasi, watak, temperamen orang lain. Kepekaan akan ekspresi wajah, suara, isyarat dari orang lain juga termasuk dalam inteligensi ini. Secara umum inteligensi interpersonal berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk menjalin relaksi dan komunitasi dengan berbagai orang. Inteligensi ini banyak di punyai oleh para komunikator, fasilitator, dan penggerak massa. Orang yang kuat dalam inteligensi interpersonal biasanya sangat mudah bekerja sama dengan orang lain, mudah berkomunikasi dengan orang lain. 7. Kecerdasan Intrapersonal Menurut Suparno (2004:41) Inteligensi intrapersonal adalah kemampuan yang berkaitan dengan pengetahuan akan diri sendiri dan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 kemampuan untuk bertindak secara adaptatif berdasarkan pengenalan diri itu. Termasuk dalam inteligensi ini adalah kemampuan berefleksi dan keseimbangan diri. Orang ini punya kesadaran tinggi akan gagasangagasannya, dan mempunyai kemampuan untuk mengambil keputusan pribadi.ia sadar akan tujuan hidupnya. Ia dapat mengatur perasaan dan emosinya sehingga kelihatan sangat tenang. Orang yang menonjol dalam inteligensi intrapersonal biasanya mudah berkonsentrasi dengan baik, ia mempunyai kesadaran diri dan dapat mengekspresikan perasaan-perasaan mereka yang berbeda dengan tenang. 8. Kecerdasan Lingkungan Menurut Suparno (2004:42-43) Inteligensi lingkungan sebagai kemampuan seseorang untuk dapat mengerti flora dan fauna dengan baik, dapat membuat distingsi konsekuensial lain dalam alam natural, kemampuan untuk memahami dan menikmati alam, dan menggunakan kemampuan itu secara produktif dalam berburu, bertani, dan mengembangkan pengetahuan alam. Drue dan gardner menjelaskan bahwa inteligensi lingkungan adalah kemampuan manusiawi untuk mengenal tanaman, binatang, dan bagianbagian dari lingkungan alam seperti awan atau batu-batuan. Orang yang punya inteligensi lingkungan tinggi biasanya mampu hidup di luar rumah, dapat berkawan dan berhubungan baik dengan alam, mudah membuat identifikasi dan klafikasi tanaman dan binatang, Orang ini mempunyai kemampuan mengenal sikap dan tingkah laku binatang, biasanya mencintai lingkungan dan tidak suka merusak lingkungan hidup. 9. Kecerdasan Eksistensial Menurut Suparno (2004:44) Intiligensi eksistensial ini lebih menyangkut kepakaan dan kemampuan seseorang untuk menjawab persoalan-persoalan terdalam eksistensis atau keberdayaan manusia. Orang tidak puas hanya menerima keadaannya, keberadaannya secara otomatis, tapi mencoba menyadarinya dan mencari jawaban yang terdalam. Pertanyaan itu antara lain: mengapa aku ada, mengapa aku mati, apa makna dari hidup ini, PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 bagaimana kita sampai ke tujuan hidup. Inteligensi ini tampaknya sangat berkembang pada banyak filsufterlebih filsuf eksistensial yang selalu dan mencoba menjawab persoalan eksistensis manusia, Anak yang menonjol dengan inteligensi eksistensial akan mempersoalkan keberdayaannya di tengah alam raya yang besar ini. Dari sembilan inteligensi itu dalam diri seseorang dapat di kembangkan dan di tingkatkan secara memadai sehingga dapat berfungsi bagi orang tersebut. Ini menunjukan bahwa kesembilan inteligensi itu bukan hal yang sudah mati tadak terkembang melainkan masih dapat di tingkatkan, di sinilah pendidikan mempunyai fungsi yaitu membantu agar setiap inteligensi pada setiap seseorang berkembang optimal. Dengan kata lain seorang anak yang inteligensi musikalnya tidak tinggi dapat di bantu dan di latih sehingga ia bisa bernyanyi meski berbedah dengan yang inteligensi musikalnya tinggi demikiannya juga siswa yang inteligensi matematis-logis kurang baik dapat di bantu untuk belajar matematika sampai pada level tertentu yang dapat membantu hidupnya. . c. Dampak –dampak Kecerdasan Ganda Menurut Suparno (2004:51) teori inteligensi ganda ternyata membantu banyak perubahan dalam sistem pengajaran dan pendidikan pada banyak sekolah. Sekarang ini banyak sekolah menyusaikan kurikulum, pembelajaran, pengaturan kelas dengan teori intelegensi ganda. Dibanyak tempat muncul beberapa pusat pembelajaran yang mengikuti model intelegensi ganda. Berikut ini dampak teori intelegensi ganda sebagai berikut : 1. Dampak Terhadap Pembelajaran. Menurut Suparno (2004:53) teori kecerdasan ganda mempunyai pengaruh besar dalam proses pembelajaran di sekolah. Banyak sekolah seperti dan hasilnya yang dicapai adalah banyak siswa yang tadinya di perkirakan tidak dapat berhasil dalam study mereka ternyata dapat dibantu, dan berhasil dengan baik berkat pelajaran dengan intelegensi ganda. Demikian juga banyak guru yang tadinya merasa tidak dapat membantu PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 anak didik karena mengajar dengan model yang sama terus-menerus ternyata dapat membantu anak didik untuk berhasil karena mereka dapat mengembangkan pengajaran yang bervariasi. Menurut Gardner (dalam Suparno 2004: 55) menemukan banyak guru seperti itu, guru yang mengajar hanya satu model yaitu yang sesuai dengan intelegensinya sendiri yang menonjol. Banyak yang selalu mengajar dengan cara yang sama, waktu yang sama,dan gaya yang sama. Padahal cara itu tidak sesuai dengan beberapa siswa yang berbeda intelegensinya, maka banyak siswa yang meskipun masuk sekolah tetapi merasa tidak pernah di bantu belajar. Melihat hal itu mencoba membantu guru-guru tersebut untuk mengubah cara mengajar mereka yaitu menggunakan intelegensi ganda yang lebih bervariasi dan di sesuaikan dengan intelegensi siswa. 2. Dampak terhadap pengaturan kelas. Menurut Suparno (2004:60) Pendekatan pembelajaran yang berbeda, yang bervariasi karena intelegensi siswa dan guru yang berbeda, juga mempengaruhi pengaturan kelas. Kelas tidak hanya di atur dalam satu kedudukan yang tetap: berbaris dari depan ke belakang. Kadang kelas harus diatur dengan kursi melingkar, atau harus di kosongkan untuk menari, atau berkelompok kecil untuk berdiskusi, dan sebagainya. Jelas pengaturan kelas pun harus lebih fleksibel, bervarisai sesuai dengan model intelegensi ganda yang mau di tekankan. Perlu di tekankan bahwa belajar tidak boleh dalam gedung kelas atau sekolah. Kadang demi pemahaman yang lebih mendalam dan mudah, belajar harus di lakukan di luar sekolah, bahkan di tempat yang sungguh jauh. Maka, model live in, model study banding, model pengamatan di candi dan pengunungan, semuanya membutuhkan belajar di luar sekolah, pembelajaran model intelegensi ganda memerlukan model-model tersebut. 3. Dampak terhadap evaluasi Suparno (2004:61) menyatakan bahwa sistem pembelajaran dan juga pendekatan yang bervariasi, jelas bahwa sistem evaluasi pun harus berbeda. Sistem evaluasi yang hanya dengan tes tertulis tidaklah cukup PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 karena tidak mengungkapkan intelegensi yang bermacam-macam. Gardner (dalam Suparno 2004:61) menemukan ada seorang siswa yang sangat cerdas dalam menganalisis flora dan fauna, dan sangat kreatif menjelaskan kepada siswa yang lain. Namun, siswa itu tidak berhasil, karena sikap kali ujian dengan cara menulis esai selalu gagal. Ternyata siswa ini mempunyai intelegensi interpersonal dan juga intelegensi lingkungan tinggi, tetapi kurang menonjol dalam intelegensi linguistic, jelas, siswa seperti ini membutuhkan evaluasi yang lain, barangkali dengan lisan, atau di minta mengekspresikan dengan cara lain. Menurut gardner (dalam Suparno 2004:61) evaluasi yang tepat haruslah juga menggunakan macam-macam intelegensi yang di pakai dalam pembelajaran. Evaluasi perlu menggunakan model yang memuat kemampuan intelegensi matematis-logis, linguistik, kinestetik-badani, musik, ruang-visual, interpersonal, dan sebagainya; sekurang- kurangnya sesuai dengan pembelajarannya. Evaluasi yang di pandang cocok untuk model pembelajaran intelegensi ganda adalah lewat performa siswa dalam situasi yang real, seperti pentas music, melakukan kerja nyata, menyelesaikan proyek bersama, lewat pratikum, dan sebagainya. Dengan demikian evaluasi sungguh autentik, menurut Armstrong (dalam Suparno 2004:62) agar evaluasi kita sunggu autentik dan meyeluruh, beberapa hal yang dapat di lakukan seperti berikut: 1) Guru perlu melihat bagaimana siswa menunjukan prestasinya berkaitan dengan intelegensi yang di gunakan. 2) Guru dapat mengumpulkan semua dokumen yang di hasilkan siswa selama proses pembelajaran (portofalio) seperti tes formal, informal, tulisan, foto, pekerjaan, video, yang di buat, jurnal yang di tulis, hasil pekerjaan rumah, piagam, hasil interviu, pengamatan selama pembelajaran keaktifan di kelas, dan senagainya. 3) Guru perlu melihat bagaimana hasil proyek bersama teman 4) Tes tertulis pun harus bervariasi dan menyertakan intelegensi ganda. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 4. Dampak terhadap pendidikan nilai Suparno (2004: 63) menyatakan bahwa intelegensi ganda merupakan pengelompokan kemampuan dalam diri seseorang sehingga dapat berfungsi secara lebih penuh. Intelegensi ini jelas mempengaruhi pula bila kita mau menanamkan nilai pada anak. Karena siswa lebih dapat menangkap makna atau pun isi nilai dengan intelegensinya, maka penyampaian pendidikan nilai pun perlu memperhatikan intelegensi ganda tersebut. Misalnya, pendidik mau menyampaikan nilai kejujuran, tetapi bisa melalui kerja kelompok, permainan, pembahasan persoalan, music, olahraga, tari, dan sebagainya. Dengan demikian, penyajian akan lebih bervariasi dan menarik bagi siswa. Inte.legensi ganda adalah bahwa setiap orang mempunyai intelegensi bermacam-macam, setiap orang berbeda dalam intelegensinya dan di perlukan berbeda pula dengan kata lain manusia lebih di hargai sebagi pribadi dengan kekhasannya masing-masing. 5. Sekolah Indivindul Suparno (2004: 63) menyatakan bahwa inteligensi ganda, bahwa setiap anak dapat dibantu belajar bila di ajar sesuai dengan intelingsi mereka yang menonjol, dengan cepat menjadi pendorong bagi meraka yang mau membuat individual. Kursus privat yang mebantu siswa berdasarkan kekuatan dan kelemahan pribadi, yang berbeda dengan teman lain. Dengan model ini pendekatan pribadi ini, jelas seorang siswa akan lebih cepat maju dan guru lebih mudah menyesuaikan cara mengajar sesuai dengan inteligensi siswa. Namun, kerana siswa tertalu banyak tampaknya tidak mungkin seorang guru selalu memperhatikan setiap siswa dan mengajar dengan cara yang berbeda. 6. Dampak terhadap kurikulum Menurut Suparno (2004:51) kurikulum lebih di mengerti sebagai semua pengelaman yang direncanakan untuk dialami siswa dalam proses pendidikan sejak awal, Maka bentuknya dapat berupa: pengelaman dalam kelas, diluar kelas, atau bahkan di luar kelas. Kurikulum dapat berisi antara lain materi atau topik pelajaran yang PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 mau di pelajari siswa, metode pembelajaran yang mau dialami siswa dan dibantu oleh guru, peralatan dan buku yang digunakan, pengaturan waktu, cara evaluasi dan sebagainya. Pengaruh yang menonjol adalah pemelihan materi pelajaran lewat topik-topik tematik, bukan urutan daftar bab seperti model kurikulum klasik. Inteligensi ganda juga mempengaruhi bagaimana materi itu sendiri di sajikan dan dipelajari, pembelajaran berbeda dengan model klasik yang hanya dengan ceramah dan hitungan, tetapi lebih dengan inteligensi yang bervariasi, sehingga lebih menyenangkan bagi siswa yang sedang belajar. Sekolah memang tetap mengunakan susunan kurikulum klasik tetapi dengan program dan kegiatan tambahan yang mengembangkan inteligensi ganda, ini agar tidak terlalu mengubah kurikulum yang ada secara dratis yang sudah berjalan lama, tetapi ada pembaruan dan dilengkapi dengan unsur inteligensi ganda. 3. Subtema Aku Istimewa Untuk Siswa Kelas Satu Sekolah Dasar Subtema merupakan penjabaran dari tema yang ada dalam kurikulum 2013. Subtema Aku Istimewa merupakan tema dari Diriku untuk siswa kelas satu sekolah dasar. Dalam subtema Aku Istimewa terdiri dari 6 pembelajaran, dari 6 pembelajaran ini digunakan untuk 6 kali pembelajaran dalam satu minggu. B. Penelitian yang Relevan 1. Penelitian tentang media Pembelajaran Pertama, yang di lakukan oleh Risa Veti Perdani (2014) dengan judul pengembangan media konvesional tematik kelas IV berbasis Multiple Intellingence. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dari B0rg dan Gall. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan media konvesional tematik, (2) menilai kualitas prototype media konvesional tematik .tenik pengumpulan ini di gunakan adalah kuesioner dan wawancara. Media yang di kembangkan meliputi Subtema “Aku Istimewa” terdiri dari 6 pembeljaran , dari 6 pembelajaran PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 ini digunakan untuk 6 kali pembelajaran dalam satu minggu. Prosedur pengembangan media konvesional tematik dilakukan dengan langkahlangkah: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk (4) validasi desain (5) revisi desain. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa media konvesional tematik memiliki kualitas yang baik. Kedua, Mustofa (2001) dalam penelitian yang berjudul pemanfaatan media cetak dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar. Penelitian yang di lakukan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah jenis-jenis media cetak dimanfaatkan dalam media pembelajaran IPS di kelas IV SD sekecematan Sanan Wetan Kotamadya Blitar meliputi buku teks, surat kabar, majalah dan gambar. Pemanfaatan media tersebut oleh guru dan sekolah yang berbeda menunjukan keragaman, tetapi buku teks menjadi cetak yang paling banyak digunakan. Strategi pemanfaatan media cetak dalam pembelajaran IPS di kelas IV SD se-kecematan Sanan Wetan Kotamadya Blitar terbagi dalam tahapan perancanaan, pelaksaanaan dan penilaian juga menunjukan keberagaman. Pemanfaatan keempat media cetak tersebut yang dominan adalah Fase pelaksanaan sedangkan dalam tahap perancaan dan penilaian tidak selalu dilakukan oleh guru. 2. Penelitian tentang Multiple Intellingence Pertama, Putrawan dkk (2012) melakukan sebuah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan judul keefektifan strategi Multiple Intelleingence pada pembelajaran IPS di sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keefektifan pembelajaran jenis pekerjaan dan penggunaan uang melalui penggunaan strategi Multiple Intelligence pada peserta didik kelas 3 SD Negri 3 Ngadipiro. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi Multiple Intelligence dapat meninggkatan keefektifan pembelajaran jenis pekerjaan dan penggunaan uang. Peningkatan keefektifan tersebut dapat dilihat dari meningkatnya kualitas (quality), ketepatan (appropriateness), insentif (insentive), dan waktu (time). Simpulan penelitian ini adalah penggunaan strategi Multiple Intellingence dapat meningkatkan keefektifan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 pembelajaran jenis pekerjaan dan penggunaan uang pada peserta didik kelas 3 SD Negri 3 Ngadipiro. Kedua, penelitian yang dilakukan oleh Rosdiyanto (2008) yang berjudul pengembangan pembelajran pendidikan jasmani menggunakan pendekatan Multiple Intelligence untuk anak menggunakan metode research menghasilkan produk model dan TK, SD. Penelitian ini development. pembelajaran Tujuan pendidikan adalah jasmani menggunakan pendekatan Multiple Intelligence untuk anak usia dini, berupa (a) pedoman perancanan pembelajaran pendidikan jasmani dan olahraga berbasis Multiple Intellingence, (b) pedoman pengorganisaian isi pembelajaran pendidikan jasmani dan olahraga berbasis Multiple Intellingence, (c) pedoman evaluasi pembelajaran pendidikan jasmani dan olahraga berbasis Multiple Intellingence. Berdasarkan studi literatur penelitian di Indonesia mengenai pengembagan media pembelajaran, peneliti belum menemukan adanya penelitian untuk Subtema “Aku Istimewa” pengembang media pembelajaran konvesional berbasis Multiple Intellingence. Oleh karena itu penelitian ingin memberikan sumbangan baru bagi dunia ini, peneliti khususnya mengenai media pembelajaran konvesional berbasis Multiple Intellingence. Bagan literature map dalam penelitian ini dapat dilihat pada bagan 2.1 berikut ini: Media pembelajaran konvesional berbasis kecerdasan ganda pada subtema Aku Istimewa. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 Media Pembelajaran Multiple Intellingence Risa Veti Hadi Mustafa Perdani (2014) (2001) Pengembangan Media Konvesional Tematik Kelas IV berbasis Pemanfataan media cetak Putrawan dkk (2012) Keefektifan stretegi Multiple dalam Intellingence pembelajaran pada IPS pembelajaran Multiple IPS sekolah Intelligence dasar. Roedyanto (2008) Pembelajaran jasmani dan olahraga menggunakan pendekatan Multiple Intelligence. Yang akan di teliti Pengembagan media pembelajaran konvesional berbasis Multiple Intellingence untuk siswa kelas 1 sekolah dasar dengan subtema Aku Istimewa Bagan 2.1 Literature Map Hasil Penelitian yang Relevan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 C. Kerangka Pikir Kurikulum 2013 merupakan usaha pemerintah untuk menyiapkan generasi bangsa yang baik dan memiliki sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang dapat digunakan bagi masa depan. Pemerintah telah menerbitkan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum 2013, akan tetapi masih perlu adanya suplemen tambahan agar perangkat pembelajaran yang telah dibuat dapat semakin layak sesuai kebutuhan guru dan peserta didik, untuk belajar dengan menyenagkan. Standar kelulusan juga dapat dilihat dari kesembilan intellengensi. Menurut Gardner (dalam Suparno 2004:17) keberhasilan siswa tidak hanya menjawab dengan tes IQ, namun juga mempunyai kemampuan untuk memecahkan masalah yang nyata dalam situasi bermacam-macam. Seorang siswa mudah menangkap materi yang di ajarkan oleh guru, jika guru tersebut dapat mempertimbangkan intelegensi yang dimiliki oleh siswa tersebut. Multiple Intelligence atau intelegensi ganda meliputi kecerdasan matematis-logis, kecerdasan ruang-spasial, kecerdasan kinesitik-badani, kecerdasan musik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan lingkungan / naturalis, dan kecerdasan eksistensial (Suparno 20014:19). Kecerdasan siswa dalam memahami materi pelajaran juga dapat di bantu dengan adannya media pembelajaran. Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan, pengetahuan ataupun informasi dari pengirim atau guru kepada penerima siswa, sehingga dapat merangsang pikiran, persaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan atau dapat merasa puas dengan hasil yang diperoleh baik para pendidik (guru) maupun siswa. Dengan melihat permasalahan di atas, peneliti akan mengembangkan perangkat-perangkat pembelajaran yaitu media pembelajaran konvesional berbasis 9 kecerdasan ganda dan media pembelajaran konvesional untuk siswa kelas 1 sekolah dasar dengan subtema Aku Istimewa. Melalui media konvesional berbasis kecerdasan ganda tersebut diharapkan dapat membantu siswa mengembangkan kecerdasan ganda yang dimilikinya dalam proses belajar yang menyenangkan bagi siswa serta tercapainya tujuan dari kurikulum 2013. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 D. Pertanyaan Penelitian Berdasarkan uraian teori diatas maka dapat dirumuskan beberapa pertanyaan penelitian sebagai berikut: 1. Bagaimana mengembangkan media konvesional berbasis 9 kecerdasan ganda yaitu kecerdasan linguistik, matematis logis, spasial ruang, kinestetik, musikal, interpersonal, intrapersonal, naturalis, dan eksistensial. 2. Bagaimana kualitas mengembangkan media konvesional untuk siswa kelas 1 SD berdasarkan subtema Aku Istimewa. 3. Media pembelajaran konvesional berbasis kecerdasan ganda ini digunakan dalam pembelajaran di kelas 1 SD pada subtema Aku Istimewa. Media pembelajaran konvesional berupa: Media lompat kata, puzzle, media papan gambar, media kartu estafet, media buku Doa, media kartu cerita, media papan gambar penjodohan, media estafet bola tangan, media kartu warna-warni, media tutupan botol warna-warni, dan media kartu siswa. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan atau research and development (R&D). Sugiyono (2013: 407) mengatakan bahwa R&D adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Untuk dapat menghasilkan produk tertentu digunakan penelitian yang bersifat analisis kebutuhan dan untuk menguji keefektifan produk tersebut supaya dapat berfungsi di masyarakat luas, maka diperlukan penelitian untuk menguji keefektifan produk tersebut. penelitian dan pengembangan bersifat longitudinal (bertahap). Dalam penelitian ini produk yang dikembangkan berupa media pembelajaran konvesional berbasis 9 kecerdasan ganda dan media konvesional untuk siswa kelas 1 sekolah dasar dengan subtema Aku Istimewa. B. Prosedur Pengembangan Prosedur pengembangan yang digunakan untuk mengembangkan perangkat dalam penelitian ini adalah prosedur pengembangan Borg dan Gall. Penelitian pengembangan ini memiliki sepuluh langkah prosedur pengembangan, yaitu (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi ahli, (5) revisi desain, (6) uji coba desain, (7) validasi siswa, (8) uji coba produk, (9) revisi produk akhir, (10) implementasi dan sosialisasi produk, Sugiyono (2013:407). Dalam memilih prosedur pengembangan peneliti hanya sampai pada 5 tahap tersebut. Hal ini karenakan terbatasnya waktu di butuhkan dalam penelitian. 1. Potensi dan masalah Sugiyono (2013: 409) menyatakan segala sesuatu yang bila didayagunakan akan memiliki nilai tambah, misalnya dalam bidang sosial dan pendidikan kita punya potensi penduduk usia kerja yang cukup banyak, sehingga melalui model pendidikan tertentu dapat di berdayakan sebagai tenaga kerja pertanian atau industri yang berbasis bahan mentah alam Indonesia. Masalah adalah penyimpangan antara yang diharapkan dengan yang terjadi, misalnya pengganguran, dan korupsi 31 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 merupakan contoh masalah yang bersifat nasional. Potensi dan masalah yang dikemukakan dalam penelitian harus ditunjukan dengan data empirik. Untuk mengetahui potensi atau masalah maka peneliti telah melakukan analisis kebetuhan dengan melakukan wawancara langsung dengan guru kelas 1 pada tanggal 30 juli 2015 di SD Negri kalasan 1 kecamatan kalasan, kabupaten Sleman Yogyakarta, Wawancara dilakukan agar peneliti dapat mengidentifikasi adanya fakta dan masalah yang terjadi di lapangan terkait dengan media pembelajaran konvesional dan kecerdasan ganda. 2. Pengumpulan data Sugiyono (2013: 411) menyatakan bahwa setelah potensi dan masalah dapat ditunjukan secara faktual dan up to date, maka selanjutnya perlu di kumpulkan berbagai informasi yang dapat digunakan sebagai bahan untuk perencanaan produk tertentu yang diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut. Di sini diperlukan metode penelitian tersendiri. Metode apa yang akan digunakan untuk penelitian tergantung permasalahan dan ketelitian tujuan yang ingin dicapai. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, dan kuesioner. Hasil wawancara, dan kuesioner digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk perancanan produk berupa media pembelajaran konvesional berbasis 9 kecerdasan ganda dan media pembelajaran konvesional untuk siswa kelas 1 SD dengan subtema Aku Istimewa. 3. Desain produk Sugiyono (2013: 412) menyatakan bahwa produk yang dihasilkan dalam penelitian dan pengembangan bermacam-macam dan hasil akhir dari kegiatan penelitian dan pengembangan adalah desain produk baru yang lengkap dengan spesifikasinya. Dalam penelitian ini desain produk di mulai dari menentukan 9 kecerdasan ganda dan menentukan Kompentensi Inti (KI), Kompentensi Dasar (KD) dan indicator. Selanjutnya di turunkan menjadi RPPTH (rencana pelaksanaan pembelajaran tematik harian ) yang mencakup media pembelajaran konvesional. 4. Validasi ahli Validasi desain merupakan proses kegiatan untuk menilai apakah rancangan baru secara rasional akan lebih efektif dari yang lama atau tidak. Dikatakan secara rasional, karena validasi di sini masih bersifat penilaian berdasarkan pemikiran PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 rasional, belum fakta lapangan. Validasi produk dapat dilakukan dengan cara menghadirkan beberapa pakar atau tenaga ahli yang sudah berpengalaman untuk menilai produk baru yang dirancang tersebut. Setiap pakar diminta untuk menilai desain tersebut, sehingga selanjutnya dapat diketahui kelemahan dan kekuatannya. Sugiyono (2013:414). Dalam penelitian ini peneliti menggunakan Validator ahli tersebut terdiri dari dua dosen dan dua guru kelas I SD. Validasi produk ini bertujuan untuk memperoleh kritik dan saran serta penilaian produk yang dikembangkan oleh peneliti. Kritik dan saran tersebut untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan produk yang akan dikembangkan sebagai perbaikan terhadap media pembelajaran konvesional berbasis 9 kecerdasan ganda. 5. Revisi desain Dalam Sugiyono (2013 : 414), setelah desain produk, divalidasi melalui diskusi dengan pakar dan para ahli lainnya, maka dapat diketahui kelemahannya. Kelemahan tersebut selanjutnya dicoba untuk dikurangi dengan cara memperbaiki desain. Yang bertugas memperbaiki desain adalah peneliti yang mau menghasilkan produk tersebut yang dilakukan setelah mendapatkan kritik dan saran dari pakar dan guru kelas I SD. Ke lima tahapan pengembangan dapat dilihat pada sebagai berikut: TAHAP PERTAMA Analisis potensi dan masalah melalui pengajikan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013 TAHAP KEDUA Pengumpulan Data Analisis kebutuhan Pembuatan kisi-kisi angket Konsultasi dosen Revisi angket Angket analisis kebutuhan Analisis kebutuh an PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 TAHAP KETIGA Desain Media Konvesional berbasis kecerdasan ganda RPP Desain media konvesional Pengumpulan bahan Pembuatan media konvesional TAHAP KEEMPAT Validasi media Pembelajaran Pembuatan kuesioner validasi KisiKisi Konsultasi dosen Revisi Instrumen siap digunakan Pakar kecerdasan ganda Validasi media Pada media pembelajaran Konesional Analisis Guru kelas 1 TAHAP KELIMA Revisi Produk Hasil validasi pakar Revisi Produk Media konvesional berbasis kecerdasan ganda untuk kelas 1 sekolah dasar dengan Subtema “Aku Istimewa” Bagan 3.1 Prosedur Pengembangan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 Tahap pertama yang dilakukan oleh peneliti adalah mengkaji Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar guna memilih tema pelajaran yang terdapat pada kelas 1 mengacu pada kurikulum 2013. Tema yang digunakan dalam penelitian adalah “Diriku” dibatasi pada subtema “Aku Istimewa” . pengkajian Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar ini mengingat bahwa penelitian ini dilator belakangi oleh kurikulum 2013. Tahap kedua adalah analisi kebutuhan pengembangan media konvesional berbasis kecerdasan ganda. Pada tahap analisis yang pertama, peneliti melakukan analisis pertanyaan yang terkait dengan pertanyaan dalam analisis kebutuhan meliputi pembelajaran tematik, kecerdasan ganda dan perangkat pembelajaran khususnya media pembelajaran konvesional. Selanjutnya peneliti membuat kuesioner analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan kemudian dikonsultasikan kepada dosen pembimbing. Berdasrkan hasil konsultasi dari pakar pembelajaran, dilakukan revisi hingga kuesioner kebutuhan siap digunakan, Analisis kebutuhan dilakukan pada SD Negeri Kalasan 1. Analisis kebutuhan ini dilakukan untuk mengetahui kepentingan pengembangan media pembelajaran konvesional berbasis kecerdasan ganda. Tahap ini menjadi pertimbangkan bagi peneliti dalam menentukan tahap selanjutnya. Tahap ketiga adalah memproduksi media pembelajaran konvesional berbasis kecerdasan ganda. Media pembelajaran konvesional berbasis kecerdasan ganda terdiri atas: 9 kecerdasan ganda dan media pembelajaran untuk siswa kelas 1 sekolah dasar dengan subtema Aku Istiewa. Tahap ini dimulai dari pembuatan RPP sesuai KI dan KD yang telah di analisis. selanjutnya mendesain tiap-tiap media yang akan dibuat dan pengumpulan bahan yang nantinya akan di kembangkan dalam penelitian ini. Setelah semua bahan terkumpul kemudian akan di proses sesuai desain yang telah dirancang sesuai RPP. Tahap keempat adalah pembuatan instrumen validasi produk. Instrumen berupa kuesioner ini nantinya akan digunakan untuk validasi produk penelitian oleh pakar pakar media pembelajaran konvesional, dan kecerdasan ganda dengan guru kelas 1 SD Negeri Kalasan 1. Hasil validasi dari para pakar dan guru tersebut di jadikan bahan untuk merevisi produk yang akan di kembangkan. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 Tahap kelima adalah revisi produk. Revisi produk di lakukan berdasarkan komentar saran dan masukan oleh pakar sehingga menjadi produk berupa prototipe media pembelajaran berbasis kecerdasan ganda. C. Jadwal Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini akan di laksanakan 9 bulan yaitu dari bulan Juli tahun 2015 sampai Febuari tahun 2016. D. Validasi Ahli Media Konvesional Berbasis Kecerdasan Ganda Untuk mendapatkan hasil yang baik dalam penelitian ini, maka peneliti Membutuhkan validator ahli yang kompeten yaitu dua pakar media pembelajaran Konvesional berbasis kecerdasan ganda dan dua guru kelas I Sekolah Dasar untuk menguji kelayatan media pembelajaran tersebut. Hasil validasi produk digunakan sebagai bahan untuk memperbaiki dan menyempurnakan produk perangkat pembelajaran. E. Instrumen Penelitian Pedoman wawancara, digunakan untuk analisis kebutuhan guru terhadap perangkat pembelajaran tematik kelas I. Daftar pertanyaan wawancara digunakan untuk menganalisis kebutuhan terhadap media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda untuk siswa kelas I Sekolah Dasar. Media pembelajaran konvensional kuesioner berisi pernyataan yang disusun berdasarkan indikator media pembelajaran yang baik untuk melakukan validasi media konvesional pembelajaran yang dibuat oleh peneliti. Media pembelajaran konvensional kuesioner tersebut diisi oleh dua validator ahli dan dua guru kelas I Sekolah Dasar. Hasil validasi melalui kuesioner dapat digunakan sebagai masukan untuk melakukan revisi atas media konvensional pembelajaran yang dibuat. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 Tabel 3.1 Daftar Pertanyaan Analisi Kebutuhan NO Daftar Pertanyaan Jawaban Pertanyaan 1 Apakah Bapak/Ibu sudah pernah menggunakan media? 2 Pemahaman terhadap media pembelajaran yang Bapak/Ibu gunakan dalam mengajar”. 3 Mengapa media itu penting dalam mengajar? 4 Seberapa sering Bapak/Ibu menggunakan media, dengan cara seperti apa, dan kenapa dengan cara seperti itu? 5 Apakah media itu di buat sendiri oleh Bapak/Ibu atau cuplikan dari orang lain? 6 Bagaimana dasar membuat media itu, dari mana sumber yang di pakai? 7 Apakah Bapak/Ibu sudah mengenal konsep kecerdasan ganda? 8 Bagaimana pandangan pembelajaran masa kini Bapak/Ibu dalam terhadap mengembangkan kecerdasan ganda? 9 Kecerdasan manakah yang dominan yang di gunakan oleh Bapak/Ibu? 10 Kecerdasan manakah yang posisi sedikit di gunakan oleh Bapak/Ibu? 11 Kesulitan yang Bapak/Ibu hadapi dalam mengembangkan media dan kecerdasan ganda? F. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara kuesioner. 1. Wawancara dan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 Esterbeg (dalam Sugiyono 2013:317), mendefinisikan wawancara sebagai pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu. Susan Stainback (dalam Sugiyono (2013:318) menyatakan bahwa dengan wawancara, maka peneliti akan mengetahui hal-hal yang lebih mendalam tentang partisipan dalam mengiterprestasikan situasi dan fenomena yang terjadi, dimana hal ini tidak bisa ditemukan melalui observasi. Jadi wawancara digunakan untuk mengumpulkan data berkaitan dengan informasi/masalah yang akan diteliti. Sebelum melakukan wawancara peneliti harus menyiapkan instrumen sebagai pedoman untuk wawancara sehingga proses wawancara dapat berjalan dengan lancar dan terstruktur. 2. Kuesioner Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya, Sugiyono (2013:199). Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden. Selain itu kuesioner juga cocok digunakan bila jumlah responden cukup besar dan tersebar di wilayah yang luas. Kuesioner dapat berupa pertanyaan/pernyataan tertutup atau terbuka. Dalam penelitian ini, kuesioner digunakan untuk validasi pakar media pembelajaran konvesional berbasis kecerdasan ganda dan guru SD kelas I. INSTRUMEN VALIDASI MEDIA PEMBELAJARAN KONVESIONAL BERBASIS KECERDASAN GANDA UNTUK SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR. TEMA “DIRIKU” SUBTEMA “AKU ISTEMWA” PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 Tabel 3.2 Kuesioner Instrumen Validasi Media Pembelajaran Konvensional Berbasis Kecerdasa Ganda No Hasil penelaahan Nilai Aspek yang di nilai dan skor 1 1 Media pembelajaran konvensional mencakup materi pelajaran yang ada dalam subtema. 2 Media pembelajaram konvensional menunjang ketercapaian tujuan pembelajaran. 3 Media pembelajaran konvensional memfasilitasi siswa untuk terlibat aktif. 4 Media pembelajaran konvensional memudahkan peserta didik memahami materi pelajaran yang ada dalam subtema. 5 Media pembelajaran konvensional sesuai dengan tingkat daya tangkap peserta didik. 6 Gambar yang digunakan pada media pembelajaran konvensional jelas. 7 Pemilihan warna yang digunakan pada media konvensional siswa. pembelajaran menarik perhatian 2 3 4 5 Komentar PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 8 Media pembelajaran konvensional efektif untuk siswa dalam kelompok sedang. 9 Media pembelajaran konvensional mudah digunakan oleh guru dan siswa. 10 Bentuk media pembelajaran konvensional menarik bagi siswa. 11 Media pembelajaran konvensional tahan lama dan dapat digunakan berulang-ulang. 12 Bahan pembuatan media pembelajaran konvensional mudah diperoleh. 13 Bahasa yang digunakan media pembelajaran konvensional sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. 14 Media pembelajaran konvensional memuat kecerdasan linguistik bagi siswa. 15 Media pembelajaran konvensional memuat kecerdasan matematis-logis bagi siswa. 16 Media pembelajaran konvensional memuat kecerdasan ruang-visual bagi siswa. 17 Media pembelajaran konvensional memuat kecerdasan kinestetik- badani bagi siswa. 18 Media pembelajaran konvensional PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 memuat kecerdasan musikal bagi siswa. 19 Media pembelajaran konvensional memuat kecerdasan interpersonal bagi siswa. 20 Media pembelajaran konvensional memuat kecerdasan intrapersonal bagi siswa. 21 Media pembelajaran konvensional memuat kecerdasan naturalistik bagi siswa. 22 Media pembelajaran konvensional memuat kecerdasan eksistensial bagi siswa. Total Skor Rata-Rata Jumlah total skor ———————— = Jumlah seluruh item Komentar umum dan saran secara perbaikan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 Kesimpulan (mohon dilingkari salah satu): 1. Media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda layak digunakan/ uji coba tanpa revisi. 2. Media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda layak digunakan/ uji coba dengan revisi sesuai saran. 3. Media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda tidak layak untuk digunakan/ uji coba lapangan. Yogyakarta, Validator ( ……...............…………………..) G. Teknik Analisis Data Data penelitian ini dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif, dengan penjelasan sebagai berikut 1. Data Kualitatif Sugiyono (2013:7) mengatakan bahwa metode kualitatif dinamakan sebagai metode baru, karena popularitasnya belum lama, dinamakan metode postpositivistik karena berlandaskan pada filsafat postpositivisme. Metode ini disebut juga sebagai metode artistik karena proses penelitian lebih bersifat seni (kurang terpola), dan disebut sebagai metode interpretative karena data hasil penelitian lebih berkenaan interpretasi terhadap data yang ditemukan di lapangan. Dalam penelitian ini, data kualitatif berupa komentar yang dikemukakan oleh dua validator pakar media konvesional dan kecerdasan ganda dengan dua guru kelas I Sekolah Dasar. Data kemudian dianalisis PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 sebagai dasar untuk memperbaiki dan mengetahui kelayakan produk yang dihasilkan. 2. Data kuantatif Sugiyono (2013:7) mengatakan bahwa metode kuantitatif dinamakan juga metode tradisional, karena metode ini sudah cukup lama digunakan sehingga sudah mentradisi sebagai metode untuk penelitian. Metode ini disebut sebagai metode positivistik karena berlandaskan pada filsafat positivisme. Metode ini sebagai metode ilmiah karena telah memenuhi kaidah-kaidah ilmiah yaitu konkrit/empiris, obyektif, terukur, rasional, dan sistematis. Metode ini juga disebut sebagai metode discovery karena dengan metode ini dapat ditemukan dan dikembangkan berbagai iptek baru. Metode ini disebut metode kuantitatif karena data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik. Data berupa skor dari penilaian oleh validator ahli, yaitu pakar Media konvesional dan kecerdasan ganda dan guru kelas I SD Negeri Kalasan 1. Data yang dianalisis sebagai dasar dari hasil penilaian kuesioner diubah menjadi data interval. Langkah awal yang dilakukan yaitu menghitung rata-rata dari hasil intrumen yang dinilai dengan rumus sebagai berikut: �� � − � � = � �ℎ �� � � � � � � �ℎ � ℎ� Skala penilaian terhadap media pembelajaran konvesional dan 9 kecerdasan ganda yang dikembangkan yaitu sangat baik (5), baik (4), cukup baik (3), kurang baik (2), sangat kurang baik (1). Skor yang sudah didapat kemudian dikonversikan menjadi data kualitatif skala lima dengan acuan menurut Sukardjo (2008:101) sebagai berikut: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 Tabel 3.3 Konversi Nilai Skala Empat Interval Skor Kategori ̅i + 1,80 Sbi X>X Sangat baik ̅ Xi – 0,60 SBi < X ≤ ̅ Xi + 0,60Sbi Cukup X≤̅ Xi – 1,80Sbi Sangat Kurang ̅ Xi + 0,60 SBi< X ≤ ̅ Xi + 1, 80Sbi Baik ̅ Xi – 1,80 SBi < X ≤ ̅ Xi – 0,60Sbi Kurang Keterangan: ̅ i) Rerata ideal (X : (skor maksimal ideal + skor minimal ideal) Simpangan baku ideal (SBi) minimal ideal) X : 6 (skor maksimal ideal - skor : Skor aktual Berdasarkan rumus konversi di atas perhitungan data-data kuantitatif dilakukan untuk memperoleh data kualitatif dengan menerapkan rumus konversi tersebut. Penentuan rumus kualitatif pengembangan ini diterapkan dengan konversi sebagai berikut. Diketahui: Skor maksimal ideal :5 Skor minimal ideal :1 ̅ i) Rerata ideal (X : Simpangan baku ideal (SBi) : (5+1) = 3 6 (5-1) = 0,67 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 Ditanyakan: Interval skor kategori sangat baik, baik, cukup baik, kurang baik, dan sangat kurang baik. Jawaban: Kategori sangat baik ̅ i + 1,80 SBi =X>X = X > 3 + (1,80 . 0,67) = X > 3 + (1,21) Kategori baik ̅ i + 1,80SBi ̅ i + 0,60SBi < X ≤ X =X = 3 + (0,60 . 0,67) < X ≤ 3 + (1,80 . 0,67) = 3 + (0,40) < X ≤ 3 + (1,21) = 3,40 < X ≤ 4,21 = X > 4,21 Kategori cukup baik ̅ i + 0,60SBi ̅ i - 0,60SBi < X≤ X =X = 3 - (0,60 . 0,67) < X ≤ 3 + (0,60 . 0,67) = 3 – (0,40) < X≤ 3 + (0,40) = 2,60 < X≤ 3,40 Kategori kurang baik ̅ i - 0,60SBi ̅ i - 1,80SBi < X≤ X =X = 3 - (1,80 . 0,67) < X ≤ 3 - (0,60 . 0,67) = 3 - (1,21) < X ≤ 3 - (0,40) = 1,79 < X ≤ 2,60 Kategori sangat kurang baik ̅ i – 1,80SBi =�≤X = X ≤ 3 - (1,80 . 0,67) = X ≤ 3 - (1,21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 = X ≤ 1,79 Berdasarkan perhitungan tersebut, diperoleh konversi data kuantitatif menjadi data kualitatif skala lima sebagai berikut. Tabel 3.4 Kriteria Skor Skala Lima Interval Skor Kriteria 4,22 – 5,00 Sangat Baik 3,41 - 4,21 Baik 2,61 - 3,40 Cukup 1,80 - 2,60 Kurang 1,00 - 1,79 Sangat Kurang Hasil dari penghitungan skor masing-masing validasi yang dilakukan akan dicari rerata skor perolehannya kemudian dapat dikonversikan dari data kuantitatif ke data kualitatif dalam kategori tertentu seperti yang tertera pada tabel kriteria skor skala lima. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Analisis Kebutuhan Langkah awal dalam melakukan penelitian pengembangan media pembelajaran berbasis kecerdasan ganda. Analisis kebutuhan dilakukan oleh peneliti berdasarkan pengembangan media pembelajaran berbasis kecerdasan ganda. Peneliti melakukan analisis kebutuhan berdasarkan langkah-langkah pengembangan yang telah diuraikan pada bab III. Peneliti melakukan analisis kebutuhan dengan cara melakukan wawancara dengan satu guru kelas I SD Negeri Kalasan 1, Sleman yaitu Ibu F pada tanggal 30 Juli 2015 pukul 10.00 WIB di SD Negeri Kalasan 1. Wawancara ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi adanya fakta dan masalah yang terjadi di lapangan terkait pemahaman guru mengenai Pengembangan media pembelejaran berbasis kecerdasan ganda. Dari hasil wawancara tersebut dapat Peneliti menjadikan hasil wawancara tersebut sebagai pedoman dalam mengembangkan produk media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda. 1. Hasil Wawancara Dan Analisis Kebutuhan Peneliti melakukan wawancara kepada guru F kelas I SD Negri Kalasan 1, pada tanggal 30 Juli 2015. Wawancara tersebut berpedoman pada 11 butir pertanyaan untuk melakukan survei kebutuhan media pembelajaran berbasis kecerdasan ganda. Berikut data hasil wawancara dengan guru F kelas I SD Negeri Kalasan 1, yang akan dijelaskan setiap butir. Butir pertanyaan yang pertama yaitu tentang, “Apakah Bapak/Ibu sudah pernah menggunakan media”. Guru memberikan jawaban “bahwa sudah pernah, misalnya LCD, benda-benda di kelas, benda di luar kelas serta yang sudah tersedia di sekolah (bantuan dinas)”. 47 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 Butir pertanyaan yang kedua yaitu tentang “pemahaman terhadap media pembelajaran yang Bapak/Ibu gunakan dalam mengajar”. Guru memberikan jawaban bahwa “media membantu guru dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada peserta didik”. Butir pertanyaan yang ketiga yaitu tentang, “mengapa media itu penting dalam mengajar”. Guru memberikan jawaban bahwa “Karena dengan menggunakan media dalam pembelajaran, peserta didik dapat lebih mudah memahami materi”. Butir pertanyaan yang keempat yaitu tentang, “seberapa sering Bapak/Ibu menggunakan media, dengan cara seperti apa, dan kenapa dengan cara seperti itu”. Guru memberikan jawaban “bahwa Setiap pembelajaran menggunakan media dengan memanfaatkan benda-benda di lingkungan sekitar karena mudah di dapatkan”. Butir pertanyaan yang kelima yaitu tentang, “apakah media itu di buat sendiri oleh Bapak/Ibu atau cuplikan dari orang lain”. Guru memberikan jawaban bahwa “di buat sendiri dari berbagai refrensi”. Butir pertanyaan yang keenam yaitu tentang “bagaimana dasar membuat media itu, dari mana sumber yang di pakai”. Guru memberikan jawaban bahwa “dari buku, internet, dan rekan kerja”. Butir pertanyaan yang ketujuh yaitu tentang, “apakah Bapak/Ibu sudah mengenal konsep kecerdasan ganda”. Guru memberikan jawaban bahwa “sudah mengenal tetapi belum memahami”. Butir pertanyaan yang kedelapan yaitu tentang, “bagaimana pandangan Bapak/Ibu terhadap pembelajaran masa kini dalam mengembangkan kecerdasan ganda”. Guru memberikan jawab bahwa “sangat mendukung sekali dan sangat perlu diadakan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 pelatihan bagi guru atau kepada sekolah untuk mendukung pembelajaran kecerdasan ganda”. Butir pertanyaan yang kesembilan yaitu tentang “kecerdasan manakah yang dominan yang di gunakan oleh Bapak/Ibu. Guru memberikan jawaban bahwa “untuk sekarang masih dominan pembelajaran yang menggunakan otak kiri seperti logika, kemampuan menulis, membaca dan hitung-menghitung” Butir pertanyaan yang kesepuluh yaitu tentang “kecerdasan manakah yang posisi sedikit di gunakan oleh Bapak/Ibu”. Guru memberikan jawaban “Kecerdasan otak kanan seperti kemampuan bersosialisasi, pengendalian emosi, dan kreativitasa individu”. Butir pertanyaan yang kesebelas yaitu tentang “kesulitan yang Bapak/Ibu hadapi dalam mengembangkan media dan kecerdasan ganda”. Guru memberikan jawaban bahwa “pengembangan media kesulitannya masalah waktu karena guru harus menyiapkan perangkat pembelajaran lainnya serta tugas tambahan dari sekolah yang sangat menyita waktu untuk pembelajaran kecerdasan ganda terkendala sarana dan prasarana yang masih terbatas”. 2. Pembahasan Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan Berdasarkan hasil wawancara yang telah dipaparkan di atas, peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa pemahaman yang dimiliki guru mengenai media pembelajaran berbasis kecerdasan ganda sudah cukup baik. untuk melaksanakan media pembelajaran berbasis kecerdasan ganda, Kesulitan yang dihadapi hanya berkaitan dengan masalah teknis dalam pembelajaran, yaitu terbatasnya waktu dalam kegiatan pembelajaran, serta sarana dan prasarana di sekolah yang belum memadai turut pula menjadi kendala bagi guru untuk mengembangkan media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 Guru sudah sedikit mengenal konsep kecerdasan ganda, meskipun secara umum pengetahuan guru mengenai kecerdasan ganda masih sangat minim. Terlihat dari jawaban guru tentang jenis-jenis kecerdasan dalam konsep kecerdasan ganda, dapat disimpulkan bahwa tingkat pengenalan guru terhadap masingmasing kecerdasan masih sangat awam. Meskipun telah mengetahui bahwa konsep kecerdasan ganda sedang gencargencarnya dikembangkan, serta menyadari pentingnya menerapkan konsep kecerdasan ganda guru masih kesulitan menerapkan konsep kecerdasan ganda tersebut dalam proses pembelajaran di kelas. Guru telah mampu untuk melaksanakan media pembelajaran menggunakan berbasis kecerdasan ganda walaupun dalam pelaksanaanya belum maksimal. Kaitannya dengan membuat media pembelajaran berbasis kecerdasan ganda, guru belum memiliki contoh media pembelajaran berbasis kecerdasan ganda yang baik dan lengkap, sehingga dalam proses belajarmengajar masih kurang menyenangkan dan tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh guru. B. Deskripsi Produk awal Peneliti melakukan beberapa langkah dalam mengembangkan produk pengembangan media pembelajaran berbasis kecerdasan ganda ini. Langkah awal yang dilakukan dalam penelitian pengembangan media pembelajaran berbasis kecerdasan ganda ini yaitu menentukan Tema dan Subtema, kemudian Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar. Selanjutnya peneliti menentukan Indikator lalu Tujuan Pembelajaran yang ingin dicapai. Kemudian peneliti membuat jaring-jaring Subtema pada Kompetensi Dasar dan Indikator yang telah ditentukan. Langkah selanjutnya yaitu merancang silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Harian (RPPTH) berdasarkan Indikator dan tujuan pada setiap muatan pelajaran. Kemudian peneliti membuat media PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 pembelajaran untuk siswa kelas I yang menerapkan pendekatan kecerdasan ganda pada setiap pembelajaran. Dalam media pembelajaran juga diterapkan penanaman nilai karakter pada kegiatan pembelajaran. Media pembelajaran juga didukung dengan ringkasan materi, soal-soal latihan dan kegiatan belajar yang dapat mengaktifkan siswa. Langkah terakhir yang dilakukan peneliti yaitu memberikan evaluasi dan refleksi pada setiap akhir pembelajaran dalam media pembelajaran. Di dalam RPPTH yang dirancang tersebut memuat materi pembelajaran, pendekatan dan metode pembelajaran, sumber belajar, hingga rangkaian kegiatan pembelajaran. Selain itu, RPPTH tersebut juga dilengkapi dengan Lembar Kerja Siswa (LKS) dan instrumen penilaian. Langkah selanjutnya yang dilakukan peneliti yakni merancang media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda dengan berpatokkan pada RPPTH yang telah dibuat. Media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda yang dibuat berjumlah 11 macam media, di mana masing-masing media memuat satu hingga beberapa jenis kecerdasan. Peneliti mengembangkan media pembelajaran konvensional yang memfasilitasi materi pelajaran melalui konsep kecerdasan ganda. 1. Silabus Silabus merupakan salah satu perangkat pembelajaran yang harus dibuat sebelum menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Harian (RPPTH). Silabus ini digunakan sebagai pedoman dalam proses pembelajaran yang dikembangkan dalam RPPTH dan produk yang dikembangkan. Pendekatan yang dikembangkan dalam kegiatan pembelajaran ini adalah pendekatan kecerdasan ganda dan pendekatan saintifik. Silabus disusun secara sistematis dan berisikan komponen-komponen yang saling berkaitan untuk memenuhi target kompetensi dasar yang ingin dicapai. Isi komponen silabus ini yaitu: (1) identitas sekolah, (2) muatan pelajaran, (3) kompetensi dasar, (4) indikator pencapaian, (5) kegiatan pembelajaran, (6) penilaian yang PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 terdiri dari teknik penilaian dan bentuk instrumen, (7) alokasi waktu, dan (8) sumber belajar. 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Harian (RPPTH) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Harian (RPPTH) merupakan rencana atau rancangan kegiatan yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran secara detail untuk mencapai suatu kompetensi dasar yang telah dijabarkan dalam silabus. RPPTH disusun secara sistematis dengan menggunakan pendekatan tematik kecerdasan ganda dan pendekatan saintifik. Dalam RPPTH terdapat beberapa komponen, yaitu (1) identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan, (2) kelas/ semester, (3) identitas tema/subtema, (4) pembelajaran ke, (5) muatan pelajaran terkait, (6) alokasi waktu, (7) kompetensi inti, (8) kompetensi dasar dan indikator, (9) tujuan pembelajaran, (10) materi pembelajaran, (11) pendekatan dan metode pembelajaran, (12) media, alat dan sumber pembelajaran, (13)langkahlangkah kegiatan pembelajaran, (14) penilaian, dan (15) lampiranlampiran. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Harian (RPPTH) dibuat untuk enam mata pelajaran. Pembelajaran pertama sampai keempat dan keenam memiliki alokasi watu (5x35 menit) setiap harinya, sedangkan pembelajaran kelima (hari jumat) memiliki alokasi waktu (4x35 menit). RPPTH ini memiliki kelebihan yaitu memiliki desain yang dibuat secara terperinci namun sederhana sehingga mudah untuk dipahami dan digunakan guru dalam pembelajaran. Setiap pembelajaran disusun dengan langkah-langkah yang sistematis serta berfungsi untuk mengaktifkan siswa, sehingga peran guru sebagai fasilitator dapat lebih maksimal. Media konvensional juga merupakan salah satu lampiran dari RPPTH. Media konvensional yang dikembangkan pada penelitian ini adalah media konvensional untuk siswa kelas I SD yang mengacu pada pendekatan kecerdasan ganda dan saintifik. Kegiatan pembelajaran PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 dalam media konvensional dibuat semenarik mungkin sehingga dapat mengaktifikan siswa dalam pembelajaran. Selain itu pendidikan karakter juga diterapkan pada satiap kegiatan pembelajaran seperti sikap peduli, ingin tahu, percaya diri, menghargai, patuh, tertib, santun, antusias, dan kasih sayang serta sikap spiritual yang berhubungan antara kepribadian siswa dengan Tuhan Yang Maha Esa. Refleksi dan evaluasi pada akhir kegiatan pembelajaran. Kegiatan yang dirancang pada media konvensional sesuai dengan kegiatan yang telah dijabarkan pada RPPTH. Pada bagian refleksi siswa dapat menyimpulkan materi yang telah dipahami dan hal apa saja yang diperoleh pada pembelajaran tersebut, siswa juga dapat mengungkapkan perasaan dan sikap yang telah dilakukan pada pembelajaran tersebut. Evaluasi yang terdapat pada akhir pembelajaran bertujuan untuk mengukur sejauh mana siswa dapat memahami materi pembelajaran. Dalam media terdapat kerjasama dengan orangtua. Kerjasama dengan orangtua bertujuan mengajak orangtua untuk ikut berperan dalam belajar siswa, sehingga orangtua dapat ikut berperan penting dalam tugas siswa di rumah. Pada akhir pembelajaran keenam terdapat ulangan evaluasi formatif. Ulangan evaluasi formatif bertujuan untuk mengukur sejauh mana siswa dapat memahami materi pembelajaran yang diberikan dalam satu subtema. Guru dapat mengukur tingkat kesulitan dan pemahaman yang siswa alami sehingga dapat mengulang kembali atau menegaskan materi yang masih belum dipahami oleh siswa. Daftar pustaka disusun sesuai abjad nama depan pengarang buku. Daftar pustaka yang digunakan antara lain buku, artikel, dan sumber yang mendukung dari internet. 3. Media Pembelajaran Konvensional Berbasis Kecerdasan Ganda Media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda pada subtema Aku Istimewa PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 untuk siswa kelas I sekolah dasar. Keseluruhan jumlah media pembelajaran konvensional dikembangkan adalah 12 berbasis media. kecerdasan Kedua belas ganda yang pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda tersebut, antara lain; (1) Lompat Katak, (2) Puzzle anggota tubuh, (3) papan gambar perbandingan tinggi, pendek badan, (4) Kartu estafet pakaian adat, (5) Buku Doa/Lagu, (6) Papan gambar buah-buahan, (7),Kartu cerita, (8), papan penjodohan, (9) Bola, (10) Kartu warna-warni, ( 11) Tutup botol warna-warni, (12) Kartu nama siswa. Kedua belas media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda yang dikembangkan dalam penelitian ini mengacu pada kompetensi dasar dan indikator yang ingin dicapai. Selain itu, keseluruhan media pembelajaran konvensional memuat sembilan kecerdasan dari konsep kecerdasan ganda. Masing-masing media memuat satu hingga tiga kecerdasan di dalamnya. Adapun sembilan kecerdasan yang termuat dalam media pembelajaran tersebut yakni; (1) Kecerdasan linguistik, (2) Kecerdasan matematis-logis (3) Kecerdasan ruang-visual, (4) Kecerdasan kinestetik-badani, (5) Kecerdasan intrapersonal, (6) Kecerdasan interpersonal, (7) Kecerdasan musikal, (8) Kecerdasan naturalistik, (9) Kecerdasan eksistensial. Media pembelajaran berbasis kecerdasan ganda yang dikembangkan dalam penelitian ini berguna untuk memfasilitasi penyampaian materi pembelajaran dengan sembilan kecerdasan di dalamnya. Beberapa media yang menfasilitasi siswa untuk bermain, sehingga akan menarik perhatian siswa dan mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran. Variasi bentuk, ukuran, warna, serta gambargambar yang berbeda antara satu media dengan media lainnya akan membuat siswa tidak merasa bosan. Kedua belas media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda digunakan di dalam satu subtema, yakni dalam enam pembelajaran. Setiap pembelajaran PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 menggunakan media yang berbeda-beda dengan porsi dalam satu pembelajaran. C. Data Hasil Validasi Pakar media pembelajaran berbasis Kecerdasan Ganda dan Revisi Produk. Produk awal yang telah disusun dalam bentuk pengembangan perangkat pembelajaran kemudian diberikan kepada dua pakar Media konvesional dan dua guru Kelas I Sekolah Dasar untuk divalidasi. Validasi ini dilakukan untuk mengetahui seberapa baik kualitas dan kelayakan produk yang dikembangkan oleh peneliti. Validasi ini menggunakan pedoman penyekoran skala lima menurut Sukardjo (2008:101). Salah satu tahap yang harus dilalui dalam penelitian dan pengembangan adalah tahap validasi. Tujuan dilakukan validasi yaitu untuk mengetahui kualitas dan kelayakan produk yang dikembangkan oleh peneliti. Produk media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda yang dikembangkan divalidasi oleh dua pakar media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda. Kedua validator dalam penelitian ini yaitu bapak G.K. dan bapak P.P. Produk media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda divalidasi sebanyak satu kali. Aspek yang divalidasi dari media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda ini, antara lain: media pembelajaran konvensional; (1) mencakup materi pelajaran yang ada dalam subtema, (2) permusan indikator (3) menunjang ketercapaian tujuan pembelajaran, (4) menfasilitasi siswa untuk terlibat aktif, (5) memudahkan peserta didik memahami materi pelajaran yang ada dalam subtema, (6) sesuai dengan tingkat daya tangkap peserta didik, (7) menggunakan gambar yang jelas, (8) menggunakan pilihan warna yang menarik perhatian siswa, (9) efektif untuk siswa dalam kelompok sedang, (10) mudah digunakan oleh guru dan siswa, (11) memiliki bentuk yang menarik bagi siswa, (12) tahan lama dan dapat digunakan berulang-ulang, (13) menggunakan bahan pembuatan yang mudah diperoleh, (14) menggunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat perkembangan siswa, (15) memuat kecerdasan linguistik, PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 kecerdasan matematis-logis, kinestetik-badani, kecerdasan kecerdasan intrapersonal, kecerdasan musikal, kecerdasan ruang-visual, kecerdasan naturalistik, kecerdasan interpersonal, dan kecerdasan eksistensial bagi siswa. Berdasarkan hasil validasi yang diperoleh dari pakar media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda bapak G.K., skor rata-rata yang diperoleh yaitu 3,91 dengan kategori “baik”. Media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda dinyatakan layak digunakan/ uji coba dengan revisi sesuai saran. Total skor yang diperoleh dari validator G.K. yaitu 86 dari total 22 item. Skor rata-rata diperoleh dengan cara dihitung menggunakan rumus rata-rata yang ada pada bab III. Berdasarkan skor rata-rata yang diperoleh yaitu 3,91, selanjutnya data kuantitatif tersebut dikonversikan ke data kualitatif dalam kategori “ baik” dengan berpedoman pada tabel kriteria skor skala lima yang terdapat pada bab III. Berdasarkan hasil validasi dari bapak P.P. sebagai pakar media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda, skor rata-rata yang diperoleh yaitu 3,77 dengan kategori “Baik” dan dengan kesimpulan media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda dinyatakan layak digunakan/ uji coba dengan revisi sesuai saran. Total skor yang diperoleh dari validator P.P. yaitu 83 dari total 22 item. Perhitungan skor rata-rata dan pedoman konversi skala lima sesuai dengan yang diuraikan pada bab III. Pakar media pembelajaran konvensional juga memberikan beberapa komentar umum dan saran perbaikan. Produk media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda kemudian direvisi sesuai komentar dan saran dari kedua validator. Berikut akan dipaparkan komentar umum dan saran secara perbaikan yang diberikan oleh validator G.K serta revisi yang dilakukan. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 Tabel 4.1 Komentar & Saran Perbaikan Validator G.K. dan Revisi Komentar dan Saran Perbaikan Langkah permainan lompat Revisi katak Langkah permain lompat katak sudah banyak yang salah ketik di revisi sesuai dengan EYD Lebar kolom dalam RPP sebaiknya Lebar kolom RPP sudah di perbaiki menyesuaikan penggalan kata sehingga sesuai komentar validator sesuai kaidah Judul pada RPP halaman 60 kurang Judul pada RPP hal. 60 sudah di sesuai perbaiki sesuai komentar validator Cerita pada halaman 101 sebaiknya Cerita pada hal. 101 sudah di perbaiki dibuat dalam kartu cerita sesuai komentar validator Selanjutnya, akan dipaparkan komentar umum dan saran secara perbaikan yang diberikan oleh validator P.P. serta revisi yang dilakukan. Tabel 4.2 Komentar & Saran Perbaikan Validator P.P. dan Revisi Komentar dan Saran Perbaikan Revisi Kartu soal pada pembelajaran 1 Kartu soal pada pembelajaran 1 sudah di perbaiki sesuai komentar validator beberapa kurang jelas atau struktur kalimat tidak baku Pada RPP di beberapa halaman salah Pada RPP di beberapa halaman salah ketik ketik sudah di perbaiki sesuai komentar validator Langkah permainan estafet kurang jelas Langkah permainan estafet sudah di revisi Berdasarkan kedua tabel tersebut, dapat diketahui bahwa beberapa bagian dalam media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda perlu direvisi. Oleh karena itu, peneliti kembali melakukan revisi terhadap media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 dengan berpedoman pada komentar dan saran perbaikan dari masingmasing validator pada kedua tabel tersebut. D. Data Hasil Validasi Guru SD Kelas I dan Revisi Produk. Validasi terhadap produk media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda juga dilakukan oleh dua validator lain, yakni Ibu F.H. dan Ibu E.S. guru kelas I SD Negeri Kalasan 1. Produk media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda divalidasi oleh masing-masing validator sebanyak satu kali. Validasi oleh ibu F.H. dilakukan pada tanggal 14 Maret 2016, sedangkan validasi oleh ibu E.S. dilakukan pada tanggal 15 Maret 2016. Instrumen validasi yang digunakan sama dengan instrumen yang digunakan oleh validator pakar media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda, sehingga aspekaspek yang dinilai pun sama. Berdasarkan hasil validasi yang diperoleh dari ibu F.H selaku guru kelas I sekolah dasar, media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda memperoleh skor rata-rata 3,86 dengan kategori “baik” dan dengan kesimpulan media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda layak digunakan/uji coba dengan revisi sesuai saran. Total skor yang diperoleh dari validator F.H. yaitu 85 dari total 22 item. Skor rata-rata diperoleh dengan cara dihitung menggunakan rumus ratarata yang ada pada bab III. Berdasarkan skor rata-rata yang diperoleh yaitu 3,86, selanjutnya data kuantitatif tersebut dikonversikan ke data kualitatif dalam kategori “ baik”. Ibu F.H memberikan komentar terhadap beberapa item aspek yang dinilai. Pada aspek yang dinilai, item keenam, ibu F.H memberi komentar untuk Puzzle anggto tubuh sebaik menggunakan gambar seorang anak sesuai umur meraka. Pada item ketiga belas, ibu F.H memberi komentar pada pertanyaan lompat katak “ berapa jumlah telingga temanmu” sebaik di ganti “berapa jumlah telinga teman yang duduk sebelah bangkumu”. Selain itu, ibu F.H juga memberikan beberapa komentar umum dan saran secara perbaikan. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 Produk media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda kemudian direvisi sesuai komentar dan saran dari ibu F.H. Komentar dan saran dari validator F.H serta revisi akan diuraikan dalam tabel berikut. Tabel 4.3 Komentar & Saran Perbaikan Validator F.H. dan Revisi NO 6 Komentar Untuk puzzle anggota tubuh Revisi lebih baik Puzzle menggunakan gambar seorang anak sesuai sudah umur mereka. Bukan gambar orang dewasa 13 anggota di buat tubuh sesuai komentar validator Pertanyaan permainan lompat katak “beberapa Pertanyaan lompat katak jumlah telinga temanmu” mungkin bisa diganti sudah di perbaiki sesuai “berapa jumlah telinga teman yang duduk di komentar validator sebelahmu atau sebangkumu?” Komentar Umum dan Saran Secara Perbaikan Secara umum media pembelajaran konvesional Penulisan kata sudah di berbasis kecerdasan ganda sudah baik dan menarik, cermati atau namun ada beberapa penulisan kata yang perlu di diperbaiki cermati dan diperbaiki sudah sesuai komentar validator Tabel tersebut menunjukkan bahwa beberapa bagian dalam media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda perlu direvisi. Peneliti kemudia melakukan revisi terhadap media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda dengan mengacu pada komentar terhadap beberapa item, komentar umum serta saran perbaikan dari validator F.H pada tabel tersebut. Berdasarkan hasil validasi dari ibu E.S selaku guru kelas I sekolah dasar, skor rata-rata yang diperoleh yaitu 3,95 dengan kategori “ baik”. Produk media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 dinyatakan layak digunakan/ uji coba dengan revisi sesuai saran. Total skor yang diperoleh dari validator E.S yaitu 87 dari total 22 item. Perhitungan skor rata-rata dan pedoman konversi skala lima sesuai dengan yang diuraikan pada bab III. Validator E.S juga memberikan beberapa komentar umum dan saran secara perbaikan. Produk media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda kemudian direvisi sesuai komentar dan saran dari validator E.S. Berikut akan dipaparkan komentar umum dan saran secara perbaikan yang diberikan oleh validator E.S serta revisi yang dilakukan. Ibu E.S memberikan komentar terhadap beberapa item aspek yang dinilai. Pada aspek yang dinilai, item keenam, ibu E.S memberi komentar untuk Puzzle anggto tubuh sebaik menggunakan gambar seorang anak sesuai umur meraka. Pada item ketiga belas, ibu E.S memberi komentar pada pertanyaan lompat katak “ gendut” sebaik di ganti “besar”. Selain itu, ibu E.S juga memberikan beberapa komentar umum dan saran secara perbaikan. Produk media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda kemudian direvisi sesuai komentar dan saran dari ibu E.S. Komentar dan saran dari validator E.S serta revisi akan diuraikan dalam tabel berikut. Tabel 4.4 Komentar & Saran Perbaikan Validator E.S dan Revisi No 6 13 Komentar dan Saran Perbaikan Revisi Mohon gambar puzzle orang di ganti Gambar puzzle sudah di perbaiki sesuai yang sesuai anak dengan komentar validator Bahasa pada pertanyaan lompat katak Pertanyaan lompat katak “ gendut” dan mohon di perbaiki “gendut” “kecemata” lagu dua mata saya, sudah di perbaiki (halaman 17) lagu dua mata saya tidak sesuai komentar validator lengkap. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 Komentar umum dan Saran secara Perbaikan Mohon diperbaiki gambar puzzle orang di ganti Gambar puzzle sudah di perbaiki sesuai gambar sesuai anak dengan ekspresi baik denga komentar validator Bahasa pada pertanyaan lompat katak “ teman Bahasa pertanyaan lompt katak sudah gendut” (hal 17) teman, pada kartu kartunya diperbaiki “kecemata” validator Lagu motivasi halaman 49 “genjot-genjot” cari Lagu motivasi sudah diperbaiki sesuai bahasa yang lebih sopan untuk anak kelas 1 komentar validator sesuai dengan komentar menunjukkan bahwa beberapa bagian dalam media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda perlu direvisi. Peneliti kemudia melakukan revisi terhadap media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda dengan mengacu pada komentar terhadap beberapa item, komentar umum serta saran perbaikan dari validator E.S pada tabel tersebut. E. Kajian Produk Akhir dan Pembahasan Produk akhir yang dikembangkan adalah media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda pada subtema Aku Istimewa untuk siswa kelas I sekolah dasar. Produk yang dihasilkan dibuat berdasarkan hasil validasi serta komentar dan saran perbaikan dari dua pakar media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda dan dua orang guru sekolah dasar. Peneliti melakukan revisi terhadap produk awal berdasrkan komentar dan saran setelah melakukan validasi untuk menghasilkan produk akhir yang lebih baik dan lebih layak digunakan dalam proses pembelajaran. Produk akhir yang dihasilkan berupa prototipe media pembelajaran konvensional dengan jumlah total 12 macam media. 1. Kajian Produk Akhir. Produk akhir berupa media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda akan diuraikan sebagai berikut: a. Silabus. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 Silabus produk akhir disesuaikan dengan RPPTH yang telah divalidasi oleh pakar dan guru SD kelas I. Komponen yang tertera dalam silabus tidak jauh berbeda dengan silabus produk awal, hanya menambahkan tema dan subtema. Isi komponen silabus tersebut yaitu: (1) identitas sekolah, (2) tema dan subtema, (3) muatan pelajaran, (4) kompetensi dasar, (5) indikator pencapaian, (6) kegiatan pembelajaran, (7) penilaian yang terdiri dari teknik penilaian dan bentuk instrumen, (8) alokasi waktu, dan (9) sumber belajar. b. Rencana Pelaksanaan Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Harian (RPPTH) Rencana Pelaksanaan Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Harian (RPPTH) sebagai produk akhir disesuaikan dengan hasil validasi serta komentar dan saran dari pakar media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda dan guru kelas I Sekolah Dasar. Muatan dalam RPPTH sama dengan RPPTH pada produk awal. Komponen dalam RPPTH pun sama, antara lain: (1) Satuan pendidikan/ identitas sekolah, (2) Kelas/ semester, (3) Tema/ subtema, (4) Pembelajaran, (5) Alokasi waktu, (6) Kompetensi inti, (7) Kompetensi dasar, (8) Indikator, (9) Tujuan pembelajaran, (10) Materi pembelajaran, (11) Pendekatan dan metode pembelajaran, (12) Media, alat, dan sumber pembelajaran, (13) Langkah-langkah pembelajaran, (14) Penilaian, (15) Lampiran-lampiran. c. Media Pembelajaran Konvensional Berbasis Kecerdasan Ganda Produk akhir media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda setelah direvisi sesuai komentar dan saran secara perbaikan dari pakar media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda dan guru kelas I Sekolah Dasar terdapat beberapa perubahan di dalamnya. Perubahan dilakukan terhadap beberapa macam media, yakni puzzle anggota tubuh, kartu soal lompat katak, komentar dan saran dari pakar media pembelajaran PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 konvensional berbasis kecerdasan ganda serta guru kelas I Sekolah Dasar. Pada Media puzzle anggota tubuh peneliti mengganti dengan media puzzle seusia anak. Pada kartu soaln lompat katak peneliti memperbaiki kata yang kurang jelas sesuai dengan komentar dari para pakar serta guru kelas I sekolah dasar. 2. Pembahasan. Pengembangan media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda telah melalui tahap validasi oleh dua orang pakar media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda dan dua orang guru kelas I Sekolah Dasar. Penilaian yang dilakukan oleh validator berpedoman pada empat belas aspek dalam instrumen validasi yang dapat dilihat pada bab III. Keempat belas aspek tersebut antara lain: media pembelajaran konvensional; (1) mencakup materi pelajaran yang ada dalam subtema, (2) menunjang ketercapaian tujuan pembelajaran, (3) memfasilitasi siswa untuk terlibat aktif, (4) memudahkan peserta didik memahami materi pelajaran yang ada dalam subtema, (5) sesuai dengan tingkat daya tangkap peserta didik, (6) menggunakan gambar yang jelas, (7) menggunakan pilihan warna yang menarik perhatian siswa, (8) efektif untuk siswa dalam kelompok sedang, (9) mudah digunakan oleh guru dan siswa, (10) memiliki bentuk yang menarik bagi siswa, (11) tahan lama dan dapat digunakan berulang-ulang, (12) menggunakan bahan pembuatan yang mudah diperoleh, (13) menggunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat perkembangan siswa, (14) memuat kecerdasan linguistik, kecerdasan matematis-logis, kecerdasan ruang-visual, kecerdasan kinestetikbadani, kecerdasan musikal, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan naturalistik, dan kecerdasan eksistensial bagi siswa. Berdasarkan hasil validasi dari pakar media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda dan guru kelas I Sekolah Dasar, diketahui bahwa media pembelajaran konvensional berbasis PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 kecerdasan ganda yang dikembangkan termasuk dalam kategori “Baik” dengan rata-rata 3,87 dan layak digunakan sesuai dengan revisi. Berikut tabel uraian hasil validasi dari keempat validator. Tabel 4.5 Perolehan Skor Hasil Validasi Produk No 1 2 3 4 Validator Rata-rata Kriteria Pakar media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda (G.K) Pakar media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda (P.P) Guru kelas I Sekolah Dasar (F.H) Guru kelas I Sekolah Dasar (E.S) Jumlah Rata-rata Kriteria 3,91 Baik 3,77 Baik 3,86 3,95 Baik Baik 15,49 3,87 Baik Tabel di atas menunjukkan hasil perolehan skor secara keseluruhan dari empat validator mengenai kualitas media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda. Berdasarkan data pada tabel tersebut, dapat dilihat bahwa pakar media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda (G.K) memberikan skor 3,91 dengan kategori “ baik”. Selanjutnya pakar media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda (P.P) memberikan skor 3,77 dengan kategori “Baik”. Guru kelas I Sekolah Dasar (F.H) memberikan skor 3,86 dengan kategori “baik”, dan guru kelas I Sekolah Dasar (E.S) memberikan skor 3,95 dengan kategori “baik”. Kemudian dapat diketahui bahwa rata-rata perolehan skor dari keseluruhan hasil validasi adalah 3,87 dan termasuk dalam kategori “Baik”. Berdasarkan hasil tersebut, produk media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda yang dikembangkan memiliki kualitas yang baik dan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Dalam penelitian ini, produk akhir yang dihasilkan berpatokan pada spesifikasi produk yang dikembangkan. Spesifikasi produk yang dikembangkan tersebut adalah sebagai berikut. Media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda yang memuat materi Subtema Aku Istimewa terdiri atas: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 a. Lompat Katak Merupakan sebuah permainan lompat katak yang dimodifikasi sehingga berisi manfaat melaksanakan Aku Istimewa dan akibat bila tidak melaksanakannya. Lompat katak ini hanya terdiri dari 25 kotak, dalam 25 kotak terdapat 4 soal post, 2 bidak, 1 dadu, dan 10 soal-soal. Bermain lompat katak dengan soal-soal yang tentang menuliskan ciri-ciri teman dan siswa bisa menjelasakan ciri-ciri temannya. Dilengkapi dengan berisi aturan permainannya. Peraturan serta permainannya pun sedikit dimodifikasi sesuai kebutuhan, agar siswa lebih memahami materi yang ada dalam permainan. Gambar 4.1 Permainan Lompat Katak b. Puzzle (Anggota Tubuh) Merupakan potongan-potongan dari gambar anak yang harus dirangkai oleh siswa agar menjadi sebuah gambar manusia yang utuh. Puzzle anggota tubuh terdiri dari 8 potongan sama. Puzzle anggota tubuh yang memiliki ukuran dan bentuk potongan sama. Gambar 4.2 Puzzle (Anggota Tubuh) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 c. Papan Perbandingan Tinggi, Pendek Badan Merupakan sebuah papan yang dimodifikasi sehingga bisa bermanfaat pada maerti Aku Istimewa. Dalam papan tersbut terdapat 6 gambar manusia yang dengan ukuran tinggi berbeda. Dalam perbandingan tinggi, pendek badan terdapat 1 papan, 1 penggaris, 1 tali rafiah dan 1 gunting. Gambar 4.3 Papan Perbandingan Tinggi, Pendek Badan d. Kartu Estafet Pakaian Adat Kartu ini berisi gambar-gambar pakaian adat dengan daerah yang berbeda. Kartu tersebut berjumlah 24 buah pakain adat yang terdiri dari 4 pakaian adat yang berbeda. Dalam kartu estafet pakaian adat seperti: Bali, Yogyakarta, Aceh, NTT (belu). Dalam satu tempat pakaian adat terdapat 6 buah kartu. kartu ini dapat digunakan siswa dalam kelompok. Gambar 4.4 Kartu Estafet Pakaian Adat PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 e. Buku Doa Merupakan sebuah buku berisi teks doa dan lagu. Dihalaman depan berisi teks doa pembuka pelajaran, sedangkan dihalaman tenggah berisi lagu, dan bagian belakang berisi teks doa penutup pelajaran. Baik dalam doa memulai pelajaran maupun doa mengakhiri pelajaran, siswa diajak untuk mensyukuri ilmu pengetahuan yang di miliki. Gambar 4.5 Buku Doa PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 f. Papan Buah-buahan Merupakan sebuah papan yang berisi gambar-gambar tentang buah-buahan seperti buah pisang, buah manga, buah apel, dan buah manggis. Sehingga siswa bisa mengenal buah-buah dan bisa mengetahui buah kesukaannya. Gambar 4.6 Papan Buah-buahan g. Kartu Cerita Merupakan kartu cerita tentang sebuah keluarga yang terdiri atas ayah, ibu, dan anak. Cerita tersebut menggambarkan kebiasaan dan kesukaan dari setiap anggota keluarga yang berbeda-beda. Gambar 4.7 Kartu Cerita PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 h. Papan Penjodohan Merupakan sebuah papan yang berisi gambar-gambar keadaan atau kegiatan yang tidak seharusnya dilakukan pada sisi kiri papan. Kemudian pada sisi kanan papan terdapat gambar-gambar keadaan atau kegiatan yang seharusnya dilakukan. Gambar di kedua sisi dijodohkan menggunakan pita. Masing-masing sisi papan berisi empat buah gambar, dengan total delapan gambar di kedua sisinya. 1. Pada sisi kiri papan berisi gambar ayah, kakak, ibu, dan adik. 2. Pada sisi kanan papan berisi gambar buku, gitar, Koran, dan mice. Gambar 4.8 Papan Penjodohan i. Bola Merupakan sebuah permain yang olahraga sehingga siswa bisa mengetahui salah satu bentuk olahraga adalah satu cara untuk menjaga kesehatan tubuh. Gambar 4.9 Bola PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 j. Kartu Warna-warni Merupakan kartu warna-warni yang berisi kartu warna abu-abu, warna hijau, warna putih, warna merah, warna hitam, warna kuning, warna biru, warna oranye, warna coklat dan warna ungu. Sehingga siswa bisa mengenal warna-warna dan bisa mengetahui warna kesukaannya. Gambar 4.10 Kartu Warna-warni k. Tutupan Botol Warna-warni Merupakan botol warna-warni yang berisi botol warna putih, warna merah, warna hitam, warna kuning, warna biru. Sehingga siswa bisa mengetahui ada berapa warna dalam setiap kotak. Gambar 4.11 Tutupan Botol Warna-warni PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 l. Kartu Nama Siswa Merupakan kartu nama siswa dengan nama yang berbeda, sehingga siswa bisa menggenal nama temannya dan mengetahui huruf yang paling pertama pada teman. Gambar 4.12 Kartu Nama Siswa PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai pengembangan media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda, maka dapat disimpulkan sebagai berikut. 1. Pengembangan media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda menggunakan prosedur penelitian dan pengembangan oleh Borg & Gall yang dikutip dalam Sugiyono. Namun, dalam penelitian ini tidak semua langkah pengembangan dilaksanakan dikarenakan keterbatasan waktu dan media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda ini hanya dibuat sebagai pegangan guru dan cukup di valiadisi oleh dua pakar media konvesional dan dua pakar guru kelas satu. Langkah-langkah pengembangan dalam prosedur penelitian yang dilaksanakan meliputi: (1) analisis potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi produk, (5) revisi produk yang telah divalidasi. Produk akhir yang dihasilkan berupa Media Pembelajaran Konvensional berbasis Kecerdasan Ganda pada Subtema Aku Istimewa untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar. 2. Kualitas media pembelajaran konvensional berbasis Kecerdasan Ganda pada Subtema Aku Istimewa untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar menurut para ahli media pembelajaran mendapatkan skor yang berbeda-beda. Pakar media konvensional dosen G.K mendapat skor rerata 3,91 dengan kategori baik, sedangkan dosen P.P memberikan skor rerata 3,77 dengan kategori baik. Selain divalidasi oleh dosen, media konvensional ini juga divalidasi oleh guru. Validasi oleh guru F.H diperoleh rerata skor 3,86 dengan kategori baik, sedangkan guru E.S memberikan skor rerata 3,95 dengan kategori baik. Jadi, skor rerata yang diperoleh dari keempat validator adalah 3,87 dengan kategori baik. 72 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 B. Keterbatasan Penelitian Produk media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda yang dikembangkan memiliki beberapa keterbatasan yang akan dipaparkan sebagai berikut. 1. Wawancara dalam analisis kebutuhan hanya dilakukan terhadap satu orang guru kelas I Sekolah Dasar. Dengan demikian, data yang diperoleh kurang bervariasi dan belum mewakili masalah atau potensi yang dialami oleh sebagian besar guru kelas I Sekolah Dasar terkait pembuatan, pengembangan serta penggunaan media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda. 2. Penelitian pengembangan media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda ini hanya sampai pada langkah kelima dari sepuluh langkah pengembangan yang dikembangkan oleh Borg & Gall, sehingga tidak dilaksanakan uji coba produk untuk mengetahui tingkat keberhasilan produk dalam proses pembelajaran. 3. Produk media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda yang dikembangkan ini hanya terbatas pada subtema Aku Istimewa dan hanya memuat materi-materi pembelajaran seputar subtema tersebut. C. Saran Saran untuk peneliti selanjutnya yang akan mengembangkan terkait penelitian pengembangan tentang media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda sebagai berikut. 1. Wawancara sebaiknya dilakukan kepada beberapa guru kelas I SD yang cukup memahami konsep kecerdasan ganda. 2. Melaksanakan uji coba produk, agar hasil akhir produk yang dibuat lebih terjamin dan berkualitas. 3. Mengusahakan agar produk yang dikembangkan dapat mewakili atau memuat semua materi pada tema tertentu, tidak hanya terbatas pada salah satu subtema. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 DAFTAR PUSTAKA Armstrong, Thomas. (2013). Kecerdasan Multiple di dalam Kelas Edisi Ketiga. Jakarta barat: Indeks Armstrong, Thomas. (2014). Kecerdasan Jamak dalam Membaca dan Menulis. Jakarta Barat:Indeks Arsyad, Azhar. (2003). Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Arsyad, Azhar. (2011). Media Pembelajaran.Jakarta: Raja Grafindo Persada. Chatib, Munif dan Alamsyah Said. (2012). Sekolah anak-anak juara berbasis kecerdasan jamak dan pendidikan berkeadilan. Bandung: Mizan Pustaka Hidayat, Sholeh. (2013). Pengembangan Kurikulum Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya. Hosnan. (2014). Pendekatan Saintifik dan Kontekstual Dalam Pembelajaran Abad 21. Bogor: Ghalia Indonesia Karwati Euis dan Donni Juni Priansa. (2014). Manajemen Kelas (Classroom management): Guru Profesional yang Inspiratif, Kreatif, Menyenangkan, dan Berprestasi. Bandung: Penerbit Kunandar. (2014). Penilaian Autentik (Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik Berdasrkan Kurikulum 2013) Sutatu Pendekatan Praktis Disertai Dengan contoh. Jakarta: Rajawali Pers. Kurinasih, Imas. (2014). Implementasi Kurikulum 2013 Konsep dan Penerapan. Surabaya: Kata Pena. Majid, Abdul. (2014). Pembelajaran Tematik Terpadu. Bandung: Remaja Rosdakarya. Mustofa, Hadi. (2001). Pemanfaatan Media Cetak dalam Pembelajaran IPS di SD. Jurnal Ilmu Pendidikan 8.4:328-333. Perdani, Risa Veti. (2014). Pengembangan media konvesional tematik kelas IV berbasis Multiple Intellingence. Skrpisi tidak diterbitkan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 Putrawan, G.D., Rukayah, dan Hadiyah. (2012). Keefektifan stretegi multiple intelligencess pada pembelajaran IPS di sekolah dasar. Surakarta. Universitas Sebelas Maret. Roesdiyanto. (2008). Pengembangan pembelajaran pendidikan jasmani menggunakan pendekatan Multi Intellingence untuk anak TK/SD. Jurnal sekolah dasar 17.1 :69-84 Suparno Paul (2004). Teori Intelligensi ganda Yogyakarta: kanasius dan aplikasinya di sekolah. Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta. Sukardjo. (2008). Kumpulan materi evaluasi pembelajaran. Yogyakarta: Prodi Teknologi Pembelajaran, Pps UNY. Suparno Paul (2004). Teori inteligensi ganda dan aplikasinya di sekolah. Yogyakarta:Kanasius Suyadi dan Dahlia. (2014). Implementasi dan Inovasi Kurikulum Paud 2013 Program Pembelajaran Berbasis Multiple Intelligences. Bandung: Remaja Thobroni, M. (2015). Belajar dan pembelajaran: Teori dan Praktik. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. Ula, S. Shoimatul. (2013). Revolusi Belajar: Optimatlisasi Kecerdasan Melalui Pembelajaran Berbasis Kecerdasan majemuk. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media Yuami Muhammad dan Nurdin Ibrahim. (2013). Pembelajaran berbasis kecerdasan jamak (Multiple Intelligences) Mengidentifikasikan dan mengembangkan Multitalenta Anak. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 LAMPIRAN I SURAT KETERANGAN PENELITIAN PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 LAMPIRAN 1 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 LAMPIRAN 2 SURAT IJIN PENELITIAN PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 LAMPIRAN 2 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 LAMPIRAN 3 SURAT IJIN VALIDASI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 LAMPIRAN 3 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 LAMPIRAN 4 RANGKUMAN WAWANCARA ANALISIS KEBUTUHAN PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 LAMPIRAN 4 DAFTAR PERTANYAAN ANALISI KEBUTUHAN NO Daftar Pertanyaan Jawaban Pertanyaan 1 Apakah Bapak/Ibu sudah pernah Sudah pernah, misalnya LCD, bendamenggunakan media? benda di kelas, benda di luar kelas serta yang sudah tersedia di sekolah (bantuan dinas) 2 Pemahaman terhadap pembelajaran yang media Media media guru dalam Bapak/Ibu menyampaikan materi pembelajaran gunakan dalam mengajar”. 3 Mengapa membantu itu kepada peserta didik penting Karena dengan menggunakan media dalam mengajar? dalam pembelajaran, peserta didik dapat lebih mudah memahami materi. 4 Seberapa sering menggunakan Bapak/Ibu Setiap media, pembelajaran menggunakan dengan media dengan memanfaatkan benda- cara seperti apa, dan kenapa benda di lingkungan sekitar karena dengan cara seperti itu? 5 mudah di dapatkan. Apakah media itu di buat sendiri Di buat sendiri dari berbagai refrensi. oleh Bapak/Ibu atau cuplikan dari orang lain? 6 Bagaimana dasar membuat media Dari buku, internet, dan rekan kerja. itu, dari mana sumber yang di pakai? 7 Apakah Bapak/Ibu mengenal konsep sudah Sudah mengenal tetapi belum kecerdasan memahami. ganda? 8 Bagaimana pandangan Bapak/Ibu Sangat mendukung sekali dan sangat terhadap pembelajaran masa kini perlu diadakan pelatihan bagi guru PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 dalam mengembangkan atau kepada sekolah untuk mendukung kecerdasan ganda? 9 Kecerdasan pembelajaran kecerdasan ganda. manakah yang Untuk sekarang masih dominan dominan yang di gunakan oleh pembelajaran yang menggunakan otak Bapak/Ibu? kiri, seperti: logika, kemampuan menulis, membaca dan menghitung 10 Kecerdasan manakah yang posisi Kecerdasan sedikit di gunakan Bapak/Ibu? otak kanan oleh kemampuan seperti bersosialisasi, pengendalian emosi, dan kreativitas individu 11 Kesulitan yang Bapak/Ibu hadapi Pengembangan media kesulitannya dalam mengembangkan media masalah waktu karena guru harus dan kecerdasan ganda? menyiapkan perangkat pembelajaran lainnya serta tugas tambahan dari sekolah yang sangat menyita waktu untuk pembelajaran kecerdasan ganda terkendala sarana dan prasarana yang masih terbatas. Yogyakarta, 30 Juli 2015 Peneliti, (Soleman Haning) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 LAMPIRAN 5 DATA MENTAH HASIL VALIDASI PAKAR MEDIA PEMBELAJARAN KONVENSIONAL BERBASIS KECERDASAN GANDA PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 LAMPIRAN 5 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 LAMPIRAN 6 DATA MENTAH HASIL VALIDASI GURU SD KELAS I PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 LAMPIRAN 6 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 LAMPIRAN 7 SILABUS DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK HARIAN PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI SILABUS PEMBELAJARAN TEMATIK SD Berdasarkan Kurikulum SD 2013 Satuan Pendidikan : SD/MI Kelas : 1 (Satu) Tema/Subtema : 1. Diriku/Aku Istimewa Alokasi Waktu : 1 Minggu (6 Pertemuan) Kompetensi Inti : 1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya 2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman dan guru 3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah 4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 Muatan Pelajaran dan KD Bahasa Indonesia 3.1 Mengenal teks deskriptif tentang anggota tubuh dan pancaindra, wujud dan sifat benda, serta peristiwa siang dan malam dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman. 4.1 Mengamati dan menirukan teks deskriptif tentang anggota tubuh dan pancaindra, wujud dan sifat benda, serta peristiwa siang dan malam secara mandiri Indikator Meteri Pembelajaran Bahasa Indonesia 3.1.1 Menjelaskan ciri-ciri teman di kelas. Bahasa Indonesia: Mengenal teksdeskriptif tentang Anggota tubuh dan pancaindra Kegiatan Pembelajaran PEMBELAJARAN 1 Bahasa Indonesia 1. 2. 3. SBdP: Menggambar diri dan bermain “lompat katak” PPKn: Keberagaman di 4. Lingkungan Sekolah 5. 4.1.1 Membandingka n gambar diri berdasarkan ciri-ciri teman di kelas. Penilaian 6. Pangalan I Siswa mengamati gambar yang ada dibuku siswa. (mengamati) Siswa bertanya jawab dengan guru terkait gambar.(menanya) Siswa diminta berpasangan dan bercermin secara bergantian mengamati bentuk mata, hidung, warna rambut dan temukan ciri khusus lainnya seperti tahi lalat dan lain-lain. (menalar) Siswa diminta bermain lompat katak dan menjawab soal yang sudah disediakan bapak/ibu guru temukan ciriciri teman. (mencoba) Siswa diminta menyempaikan hasil jawaban di depan kelas (mengkomunikasikan) Siswa diminta menempelkan hasil kerjanya di papan pajangan kelas. (mengkomunikasikan) 1. 2. 3. 4. Pengetahuan:tes tertulis Keterampilan: unjuk kerja Sikap individu/sosial: observasi Spiritual: observasi SBdP 1. Pengetahuan; tes tertulis 2. Keterampilan; produk dan unjuk kerja 3. Sikap individu/sosial; observasi 4. Spiritual; observasi PPKn 1. Pengetahuan; tes tertulis 2. Keterampilan; unjuk kerja 3. Sikap individu/sosial; observasi 4. Spiritual; observasi Alokasi Waktu 5 JP Sumber Belajar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. Diriku: Buku Guru Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Untuk SD/MI Kelas I -- Edisi Revisi. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (hlm. 86-90). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. Diriku: Buku Siswa Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Untuk SD/MI Kelas I -- Edisi Revisi. Jakarta: PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian. 2.1 Memiliki kepedulian dan rasa ingin tahu terhadap keberadaan wujud dan sifat benda melalui pemanfaatan bahasa Indonesia dan/atau bahasa daerah. 1.1 Menerima anugerah Tuhan Yang Maha Esa berupa bahasa Indonesia yang dikenal sebagai bahasa persatuan dan sarana belajar di tengah keberagaman bahasa daerah SBdP 3.1 Mengenal cara dan hasil karya seni 2.1.1 Menunjukkan rasa kepedulian di kelas dengan memanfaatkan bahasa Indonesia. 1.1.1 Menunjukka n sikap bersyukur atas bahasa Indonesia yang dimiliki 7. Setelah siswa selesai menata hasil karyanya di papan pajangan, guru mengajak siswa menyimpulkan kegiatan yang baru saja dilakukan, yaitu bahwa setiap orang memiliki perbedaan yang merupakan keunikan yang diberikan Tuhan kepada setiap orang. Oleh karena itu, setiap orang harus mensyukurinya dan menerima perbedaan yang ada sebagai bagian dari karunia Tuhan. 8. Guru meluruskan hasil pekerjaan siswa atau memberi penguatan 9. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang apa yang belum dipahami pada materi ini. Panggalan II 1. Siswa mengamati gambar manusia atau teman sebangku (mengamati) 2. Guru bersama siswa bertanya jawab tentang gambar manusia tersebut. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (hlm. 86-90). PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 ekspresi 4.1 Menggambar ekspresi dengan mengolah garis, warna, dan bentuk berdasarkan hasil pengamatan di lingkungan sekitar. 4.10 Menirukan gerak alam di lingkungan sekitar melalui gerak kepala, tangan, kaki, dan badan berdasarkan rangsangan bunyi. 2.1 Menunjukkan rasa percaya diri untuk berlatih mengekspresikan diri dalam mengolah karya seni 1.1 Merasakan keindahan alam sebagai salah satu tanda-tanda kekuasaan Tuhan dengan berdoa. 3. SBdP 4. 3.1.1 Mengidentifik asi gambar sebagai salah satu karya seni. 5. 4.1.1 Menggambar diri berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki teman. 7. 4.10.1 Menirukan gerak alam melalui permainan. 6. (menanya) Siswa dibagi dalam kelompok kecil, dalam satu kelompok ada anggota dua atu tiga orang Tiap-tiap kelompok melengkapi media Puzzle (anggota tubuh) (mencoba) Salah satu anggota menyapaikan hasil kerja didepan kelas (mengkomunikasikan) Guru meluruskan hasil pekerjaan siswa atau memberi penguatan. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang apa yang belum dipahami pada materi ini. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 PPKn 3.3 Mengenal keberagaman karakteristik individu di rumah dan di sekolah. 4.4 mengamati dan menceritakan keberagaman karateristik individu di rumah dan di sekolah 2.2 menunjukan perlaku patuh pada tata tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan sekolah 2.1.1 Menunjukkan sikap percaya diri dalam mengekspresi kan bentuk karya seni. 1.1.1 Menunjukkan sikap bersyukur atas keindahan alam yang ada di sekolah. PPKn 1.1 Menerima keberagaman karakteristik individu dalam kehidupan beragama sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan rumah dan sekolah. 3.3.1 Menjelaskan perbedaan ciri-ciri teman di kelasnya. 4.4.1 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 Menceritakan sikap menerima keberagaman di antara temantemannya di sekolah. 2.2.1 Menunjukkan perilaku patuh pada aturan dan tata tertib dalam kehidupan sehari-hari. 1.1.1 Menunjukkan sikap bersyukur atas keberagaman yang ada di lingkungan sekolah. PEMBELAJARAN 2 PJOK PJOK PJOK : Pola Panggalan I Gerak PJOK: 5 JP Kementerian Pendidikan dan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110 3.1 Mengetahui konsep gerak dasar lokomotor sesuai dengan dimensi anggota tubuh yang digunakan, arah, ruang gerak, hubungan, dan usaha, dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau tradisional. 4.1 Mempraktikkan pola gerak dasar lokomotor yang dilandasi konsep gerak (seperti konsep tubuh, ruang, hubungan, dan usaha) dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau tradisional. 2.1 Menunjukkan perilaku percaya diri dalam melakukan berbagai aktivitas fisik dalam bentuk permainan. 3.1.1 Mengidentifik asi gerak lokomotor dalam suatu kegiatan permainan. Dasar Lokomotor PPKn: Kebersamaan dan Keberagaman di Lingkungan Sekolah Matematika: Membandingka n Tinggi Badan 4.1.1 Mempraktikka n pola gerak dasar lokomotor yang dilandasi gerak kaki. 2.1.1 Menunjukkan sikap percaya diri dalam 1. Siswa mengamati papan gambar perbandingan tinggi pendek badan. (mengamati) 2. Siswa bertanya jawab dengan guru terkait gambar. (menanya) 3. Guru menjelaskan setiap anak mempunyai ukuran perbedaan dan persamaan tinggi badan. 4. Siswa menjawab sebuah pertanyaan yang ada pada buku siswa. (menalar) 5. Siswa melakukan pengukuran tinggi badan masing-masing siswa secara berkelompok yang terdiri dari 5 siswa.(mencoba) 6. Siswa berkumpul secara berkelompok. Setiap kelompok mendapatkan tali rafia, penggaris, gunting, kertas, dan lem. (mencoba) 7. Siswa mengukur tinggi badan temannya dengan langkah sebagai berikut. (mencoba) o Siswa berdiri bersandar di dinding. Letakkan sebuah penggaris di atas kepalanya hingga 1. 2. 3. 4. Pengetahuan : tes tertulis Keterampilan: observasi Sikap individu/sosial: observasi Spiritual: observasi PPKn 1. Pengetahuan : tes lisan 2. Keterampilan: unjuk kerja 3. Sikap individu/sosial: observasi 4. Spiritual: observasi Matematika 1. Pengetahuan : tes tertulis 2. Keterampilan: unjuk kerja 3. Sikap individu/sosial: observasi 4. Spiritual: observasi Kebudayaan. 2014. Diriku: Buku Guru Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Untuk SD/MI Kelas I -- Edisi Revisi. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (hal 91-95) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. Diriku: Buku Siswa Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Untuk SD/MI Kelas I -- Edisi Revisi. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (hal 91-95) http://mithayani PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 1.1 Menghargai tubuh dengan seluruh perangkat gerak dan kemampuannya sebagai anugerah Tuhan yang tidak ternilai. PPKn 3.4 Mengenal arti bersatu dalam keberagaman di rumah dan sekolah. melakukan aktivitas fisik. 1.1.1 Menunjukkan sikap menghargai tubuh sebagai anugerah Tuhan melalui doa. PPKn 4.3 Mengamati dan menceriterakan kebersamaan dalam keberagaman di rumah dan sekolah. 2.3 Menunjukkan perilaku kebersamaan dalam keberagaman di rumah dan sekolah. 3.4.1 Menyebutkan contoh sikap bersatu di kelas. 4.3.1 Menceritakan kebersamaan dalam keberagaman menyentuh bagian tembok. o Siswa lain memberi tanda pada titik tinggi di tembok o Siswa yang lain mengukur dengan meletakkan salah satu ujung tali rafia pada tanda di tembok dan menariknya hingga bagian bawah tembok lalu mengguntingnya. o Beri nama di setiap tali dengan cara mengikat atau menempelkan kertas yang sudah diberi nama. 8. Mintalah siswa untuk bekerja sama menempelkan hasil pengukuran di dinding kelas berdasarkan urutan dari yang paling rendah hingga yang paling tinggi. (mengkomunikasikan) o Lalu, mintalah siswa berdiskusi dikelompoknya masingmasing mengenai tinggi badan anggota kelompoknya. o Siswa menuliskan hasil diskusi kelompok pada buku masing masing. o Perwakilan kelompok .wordpress.com /2012/06/05/ger ak-dasardalampendidikanjasmani/ PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 1.1 Menerima keberagaman karakteristik individu dalam kehidupan beragama sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan rumah dan sekolah. Matematika 3.12 Menentukan urutan berdasarkan panjang pendek benda, tinggi rendah dan urutan kelompok berdasarkan jumlah. 4.8 Mengelompokkan teman sekelas berdasarkan tinggi badannya. 2.3 Menunjukkan perilaku tertib dan rapi saat berbaris berdasarkan urutan tinggi badan. yang ada di kelas. o 2.3.1 Menunjukkan sikap menghargai keragaman dikelas. 2.3.2 Menunjukkan sikap kebersamaan di kelas. 1.1.1 Menunjukkan sikap bersyukur atas keberagaman karakteristik individu yang ada di sekolah. Matematika 3.12.1 menyampaikan hasil laporannya di depan kelas. Siswa berlatih membandingkan tinggi badan berdasarkan gambar pada buku siswa. Panggalan II 1. Siswa dan guru bertanya jawab mengenai arti bersatu dan contoh sikap bersatu dalam kehidupan sehari-hari. (menanya) 2. Guru menegaskan kembali bahwa semua anak adalah istimewa. Ada yang tinggi ada yang kurang tinggi, ada yang larinya cepat dan ada yang lebih cepat, ada yang lompatnya jauh dan ada yang lebih jauh 3. Siswa dibagi menjadi empat kelompok dan berbaris sesuai urutan tinggi badan. o Instruksi pertama siswa berbaris sesuai urutan dari yang tertinggi sampai terendah. Lalu, dari yang terendah PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 1.1 Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya. Mengukur tinggi badan teman. 4.8.1 Membandingk an teman berdasarkan tinggi badan. 2.3.1 Menunjukkan sikap tertib dan rapi saat berbaris berdasarkan urutan tinggi badan. 1.1.1 Menjalankan ajaran agama yang dianutnya melalui berdoa sebelum dan 4. 5. 6. 7. 8. sampai yang tertinggi. Kegiatan selanjutnya, lomba membentuk barisan terpanjang. Siswa diberi kebebasan mencari cara untuk membuat barisan kelompoknya sepanjang mungkin (problem solving).(menalar) Kegiatan berikutnya siswa berlomba lari estafet Pakayan ada istiadat (mencoba) Setiap kelompok diminta maju ke depan untuk menceritakan pengalamannya setelah bermain, kelompok lain memberi apresiasi. Kelompok yang diberi apresiasi mengucapkan terima kasih. (mengkomunikasikan) Guru menjelaskan pentingnya kerja sama untuk mencapai prestasi yang terbaik, juga saling menghargai, menerima perbedaan, dan persatuan. (mengkomunikasikan) Kemudian guru membacakan teks “Mensyukuri Perbedaan” dan mendiskusikannya bersama PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114 sesudah kegiatan. siswa.(mengkomunikasikan) PEMBELAJARAN 3 Bahasa Indonesia 3.1 Mengenal teks deskriptif tentang anggota tubuh dan pancaindra, wujud dan sifat benda, serta peristiwa siang dan malam dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman. 4.1 Mengamati dan menirukan teks deskriptif tentang anggota tubuh dan pancaindra, wujud dan sifat benda, serta peristiwa siang dan malam secara mandiri Bahasa Indonesia 3.1.1 Mengidentifik asi teks yang berkaitan dengan karakteristik benda. Bahasa Indonesia: Mengenal Teks Deskriptif Tentang Benda Matematika: Bilangan Asli 199 PPKn: Keberagaman Individu di Rumah dan di Sekolah 1. 2. 3. 4. 5. 4.1.1 Menirukan teks tentang benda yang diamati. 6. Panggalan I Siswa mengamati papan gambar buah. (mengamati) Secara bergantian siswa mengamati kartu gambar buah-buahan (upayakan salah satu buah terdapat dalam teks buku siswa). (mengamati) Guru menanyakan siapa yang menciptakan buah-buahan. Lalu mengajak siswa bersyukur atas apa yang diberikan Tuhan kepada kita. (menanya) Lalu, siswa diminta mendeskripsikan bentuk buah yang dilihatnya. (menalar) Siswa menirukan guru membaca nyaring teks pada buku siswa. Siswa diminta berpasangan untuk mendeskripsikan buah yang ada di kelas maupun yang ada di buku siswa. (mencoba dan mengkomunikasikan) Bahasa Indonesia: 1. 2. 3. 4. Pengetahuan : tes tertulis Keterampilan: unjuk kerja Sikap individu/sosial: observasi Spiritual: observasi Matematika 1. Pengetahuan : tes tertulis 2. Keterampilan: unjuk kerja 3. Sikap individu/sosial: observasi 4. Spiritual: observasi PPKn 1. 2. 3. 4. Pengetahuan : tes tertulis Keterampilan: unjuk kerja Sikap individu/sosial: observasi Spiritual: observasi 5 JP Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. Diriku: Buku Guru Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Untuk SD/MI Kelas I -- Edisi Revisi. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (hal 96-100) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. Diriku: Buku Siswa Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Untuk SD/MI Kelas I -- Edisi Revisi. Jakarta: Kementerian PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian. 2.3 Memiliki perilaku santun dan sikap kasih sayang melalui pemanfaatan bahasa Indonesia dan/atau bahasa daerah. 1.1 Menerima anugerah Tuhan Yang Maha Esa berupa bahasa Indonesia yang dikenal sebagai bahasa persatuan dan sarana belajar di tengah keberagaman bahasa daerah. Matematika 3.2 Mengenal bilangan asli sampai 99 dengan menggunakan benda benda yang ada di Panggalan II 2.3.1 Menunjukkan perilaku santun dalam menggunakan bahasa Indonesia di sekolah. 1.1.1 Menunjukkan sikap bersyukur atas bahasa Indonesia yang dimiliki melalui doa. 1. Minta siswa membuat kelompok masing-masing 5 orang. 2. Tanyakan buah kesukaan masing-masing anggota kelompok seperti pada tabel di buku siswa. Lalu siswa mengamati kartu gambar buah. (mengamati) 3. Siswa bertanya jawab terkait kartu gambar buah. (menanya) 4. Guru meminta siswa minghitung jumlah buah yang pada kartu gambar buah tersebut. 5. Siswa menghitung dan menjumlahkan hasil tanya jawab tentang buah kesukaan temannya dan menuliskannya di tabel hitung. (menalar) 6. Siswa menjumlahkan masingmasing buah yang ada pada kartu gambar buah. (mencoba) 7. Siswa menyimpulkan buah yang paling banyak dan paling sedikit pada kartu gambar buah tersebut. Pendidikan dan Kebudayaan. (hal 96-100) http://www.desk ripsi.com/m/me ndeskripsikan http://www.slid eshare.net/ruha naahmad/piktog raf-15543566 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 sekitar rumah, sekolah, atau tempat bermain. 4.6 Membaca dan mendeskripsikan data pokok yang ditampilkan pada grafik konkret dan piktograf. 4.9 Mengumpulkan dan mengelola data pokok kategorikal dan menyajikannya dalam grafik konkrit dan piktograf tanpa menggunakan urutan label pada sumbu horizontal. 2.3 Menunjukkan perilaku tertib dan rapi saat berbaris berdasarkan urutan tinggi badan. 1.1 Menerima dan menjalankan ajaran Matematika 3.2.1 Menghitung jumlah benda yang ada pada piktograf. 4.6.1 Membaca data yang ditampilkan pada piktograf. 4.9.1 Menyajikan data yang ditampilkan pada piktograf. 8. Siswa menyajikan hasil kerja kelompok dan menuliskannya di buku siswa. (mengkomunikasikan) 9. Guru menutup kegiatan seraya mengingatkan bahwa buah yang beraneka ragam dan menyehatkan tubuh merupakan kasih sayang Tuhan kepada manusia yang patut disyukuri. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 agama yang dianutnya. PPKn 3.3 Mengenal Keberagaman karakteristik individu di rumah dan di sekolah. 4.4 Mengamati dan Menceritakan Keberagaman karakteristik individu di rumah dan di sekolah. 2.2 Menunjukkan perilaku patuh pada tata tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan sekolah. 1.1 Menerima keberagaman 2.3.1 Menunjukkan sikap tertib dalam melakukan kerja kelompok. 1.1.1 Melakukan doa sebelum dan sesudah berkegiatan. PPKn 3.3.1 Menyebutkan buah kesukaan temannya. 4.4.1 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 karakteristik individu dalam kehidupan beragama sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan rumah dan sekolah. Menceritakan keberagaman yang ada di kelas. 2.2.1 Menunjukkan perilaku patuh pada tata tertib dan aturan di kelas. 1.1.1 Menunjukkan sikap toleransi dalam kehidupan beragama dengan mengikuti doa bersama. PEMBELAJARAN 4 PPKn PPKn PPKn: Panggalan I PPKn 5 JP Kementerian PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 3.3 Mengenal keberagaman karakteristik individu di rumah dan di sekolah. 4.3 Mengamati dan Menceritakan Keberagaman karakteristik individu di rumah dan di sekolah. 2.3 Menunjukkan perilaku kebersamaan dalam keberagaman di rumah dan sekolah. 1.1 Menerima keberagaman karakteristik individu dalam kehidupan beragama sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan rumah dan sekolah. 3.3.1Mengide ntifikasi keberagaman kebiasaan dalam keluarga. 4.3.1 Menceritakan keberagaman dalam kebiasaan keluarga di rumah. 2.3.1 Menunjukkan sikap menghargai keberagaman kebiasaan dalam keluarga dan di sekolah. 1.1.1 Menunjukkan sikap toleransi Keberagaman 1. Siswa menyimak bacaan yang Dalam Keluarga di baca oleh guru pada kartu cerita (mengamati) Bahasa 2. Siswa bertanya jawab dengan Indonesia: guru terkait cerita yang dibaca Menceritakan guru. (menanya) Tentang 3. Siswa di minta untuk Kebiasaan menjodohkan/memasankan Dalam Keluarga media gambar menjodohkan PJOK: Pola tentang cerita tadi. Gerak Dasar Contoh: Ibu membaca Lokomotor buku 4. Guru menyampaikan bahwa selain keluarga inti (ayah, ibu, SBdP:Mengga kakak, dan adik) yang mbar Kolase termasuk keluarga yaitu kakek, nenek, paman/bibi dan juga saudara sepupu. Masingmasing anggota keluarga mempunyai kebiasaan dan kesukaan, coba kalian ceritakan apa kesukaan masing-masing anggota keluarga dan kebiasaan yang dilakukan bersama di rumah? (menalar) 5. Siswa bercerita tentang keluarga mereka, ada berapa anggota keluarga mereka, apa kesukaan masing-masing anggota keluarga dan 1. Pengetahuan : tes tertulis 2. Keterampilan: Unjuk kerja 3. Sikap individu/sosial: observasi 4. Spiritual: observasi Bahasa Indonesia 1. Pengetahuan : tertulis 2. Keterampilan: Unjuk kerja 3. Sikap individu/sosial: observasi 4. Spiritual: observasi PJOK 1. Pengetahuan : tes lisan 2. Keterampilan: observasi 3. Sikap individu/sosial: observasi 4. Spiritual: observasi SBdP 1. Pengetahuan : tes tertulis 2. Keterampilan: Unjuk kerja 3. Sikap individu/sosial: observasi 4. Spiritual: observasi Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. Diriku: Buku Guru Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Untuk SD/MI Kelas I -- Edisi Revisi. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (hal 100-104) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. Diriku: Buku Siswa Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Untuk SD/MI Kelas I -- Edisi Revisi. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (hal 100-104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 Bahasa Indonesia 3.4. Mengenal teks cerita diri/personal tentang keberadaan keluarga dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman. 4.4 Menyampaikan teks cerita diri/ personal tentang keluarga secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian. 2.3 Memiliki perilaku santun dan sikap kasih sayang melalui dalam kehidupan beragama dengan mengikuti doa bersama. Bahasa Indonesia 3.4.1 Menceritakan tentang kebiasaan keluarga sesuai cerita yang didengar . 4.4.1 kebiasaan yang dilakukan bersama di rumah di bawah bimbingan guru. (mencoba) 6. Guru menutup kegiatan dengan menyampaikan bahwa betapa beruntungnya siswa yang memiliki ayah, ibu, adik, atau kakak. Meskipun ada anak yang tidak memiliki keluarga utuh, tetapi hal itu bukanlah halangan bagi anakanak untuk berbahagia. 7. Siswa diminta untuk memasangkan gambar di buku siswa. (mengkomunikasikan) Panggalan II 1. Setelah itu Guru menanyakan siapa yang suka berolahraga. (menanya) 2. Guru menjelaskan bahwa berolahraga adalah satu cara menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. 3. Guru menjelaskan kepada siswa bahwa mereka akan bermain bola tangan 4. Guru bertanya jawab dengan http://mithayani .wordpress.com /2012/06/05/ger ak-dasardalampendidikanjasmani/ http://id.wikipe dia.org/wiki/Kol ase https://www.go ogle.com/searc h?q=kolase+ad alah&es_sm=93 &tbm=isch&im gil PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 pemanfaatan bahasa Indonesia dan/atau bahasa daerah. 1.1 Menerima anugerah Tuhan Yang Maha Esa berupa bahasa Indonesia yang dikenal sebagai bahasa persatuan dan sarana belajar di tengah keberagaman bahasa daerah. PJOK 3.1 Mengetahui konsep gerak dasar lokomotor sesuai dengan dimensi anggota tubuh yang digunakan, arah, ruang gerak, hubungan, dan usaha, dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau tradisional. 4.1 Mempraktikkan Menceritakan tentang kebiasaan dalam keluarga. 5. 6. 7. 2.3.1 Menunjukkan perilaku santun dalam menggunakan bahasa Indonesia di keluarga dan di sekolah. 1.1.1 Menunjukkan sikap bersyukur atas bahasa Indonesia 8. 9. 10. 11. siswa “Apakah ada yang sudah pernah bermain bola tangan? Bagaimana permainan nya?” (menanya dan menalar) Siswa bersama guru menuju ke luar kelas. Kemudian siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang berisi lima orang. (mencoba) Selesai melakukan pemanasan, siswa bermain bola tangan (praktik melempar). (mencoba) Permainan dilakukan secara bergiliran karena setiap permainan hanya membutuhkan dua tim dan setiap tim hanya terdiri atas lima orang. (mencoba) Setiap tim harus memasukkan bola ke dalam gawang tim lawan. Bola dibawa menggunakan tangan sambil memantulmantulkannya ke lantai dan/atau mengoper pada teman satu tim. Setiap pemain harus berbagi bola kepada temannya, tidak PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122 pola gerak dasar lokomotor yang dilandasi konsep gerak (seperti konsep tubuh, ruang, hubungan, dan usaha) dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau tradisional. 2.1 Menunjukkan perilaku percaya diri dalam melakukan berbagai aktivitas fisik dalam bentukpermainan. yang dimiliki melalui doa. 12. 13. PJOK 3.1.1 Mengidentifik asi gerakan lokomotor yang melibatkan tangan dan kaki. 1.1 Menghargai tubuh dengan seluruh perangkat gerak dan kemampuannya sebagai anugerah Tuhan yang tidak ternilai. 14. 15. SBdP 3.1 Mengenal cara dan hasil karya seni ekspresi. 4.1.1 Melakukan gerakan lokomotor 16. memegangnya sendiri, dan membawanya lari menuju gawang lawan. Tim pemenang adalah mereka yang paling banyak memasukkan bola. Usai permainan, guru meminta siswa untuk mensharingkan “bagaimana perasan mereka setelah bermain bola tangan ?” (mengkomunikasikan) Guru juga menyampaikan bahwa dalam permainan bola tangan kerja sama antar anggota tim sangat diperlukan dan setiap anggota tim memiliki peran masingmasing. Lalu, siswa diajak mengumpulkan bahan yang berasal dari alam, seperti bijibijian, daun kering, dan ranting yang sudah diminta untuk dibawa sebagai bahan untuk membuat kolase. (menalara dan mencoba Siswa diminta untuk membuat kolase pada lembar yang terdapat dalam buku siswa dan stelah selesai PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123 4.3 Menggambar dengan memanfaatkan beragam media kering. 2.2 Menunjukkan rasa ingin tahu untuk mengenal alam di lingkungan sekitar sebagai sumber ide dalam berkarya seni. 1.1 Merasakan keindahan alam sebagai salah satu tanda-tanda kekuasaan Tuhan. yang melibatkan gerakan tangan dalam suatu permainan. 2.1.1 Menunjukkan sikap percaya diri dalam melakukan aktivitas fisik. 1.1.1 Menunjukkan sikap menghargai tubuh sebagai anugerah Tuhan dengan berdoa. SBdP menempelkannya di papan karya kelas (kolase adalah kegiatan menempel mengisi pola). (mengkomunikasikan) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124 3.1.1 Membuat gambar ekspresi berdasarkan hasil pengamatan. 4.3.1 Menggambar kolase dengan menggunakan biji-bijian, daun kering dan ranting. 2.2.1 Menunjukkan sikap antusias dalam berkarya seni. 1.1.1 Menunjukkan sikap bersyukur atas keindahan alam yang PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125 Tuhan ciptakan melalui doa. PEMBELAJARAN 5 Bahasa Indonesia 3.1 Mengenal teks deskriptif tentang anggota tubuh dan pancaindra, wujud dan sifat benda, serta peristiwa siang dan malam dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman. 4.1 Mengamati dan menirukan teks deskriptif tentang anggota tubuh dan pancaindra, wujud dan Bahasa Indonesia 3.1.1 Mengenal kosakata tentang warna. 3.1.2 Melengkapi huruf dalam sebuah kata. Bahasa Indonesia:Warn a-warna Kesukaan Matematika: Membuat Piktograf 1. 2. 3. 4. 4.1.1 Menyampaika n warna kesukaan. 5. 6. Panggalan I Guru memperlihatkan kartu warna bertuliskan namanama warna yang sesuai. (mengamati) Siswa dan guru bertanya jawab terkait tulisan di kartu dan siswa diminta membacanya dengan panduan guru. (menanya) Lakukan variasi latihan membaca, misalnya mulai dari seluruh anak laki-laki saja, seluruh anak perempuan saja, atau barisan 1, barisan 2 dan seterusnya. (menalar) Latihan membaca dilakukan beberapa kali, sampai seluruh anak dapat membaca secara individu. (menalar) Sebelum mengerjakan latihan di buku, beberapa siswa memimpin latihan membaca sebagaimana yang dilakukan guru. (mencoba) Kemudian siswa Bahasa Indonesia 1. Pengetahuan : tes tertulis 2. Keterampilan: Unjuk kerja 3. Sikap individu/sosial: observasi 4. Spiritual: observasi Matematika 1. Pengetahuan : tertulis 2. Keterampilan: Unjuk kerja 3. Sikap individu/sosial: observasi 4. Spiritual: observasi 4 JP Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. Diriku: Buku Guru Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Untuk SD/MI Kelas I -- Edisi Revisi. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (hal 105-108) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. Diriku: Buku Siswa Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Untuk SD/MI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126 sifat benda, serta peristiwa siang dan malam secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian. 4.1.2 Memb aca nyaring kosakata tentang warna. mengerjakan latihan mengisi huruf yang hilang di buku siswa. (mengkomunikasikan) 7. Setelah itu, guru menyampaikan bahwa setiap orang memiliki warna kesukaan yang berbeda-beda dan hal tersebut harus dihargai. Panggalan II 2.1 Memiliki kepedulian dan rasa ingin tahu terhadap keberadaan wujud dan sifat benda melalui pemanfaatan bahasa Indonesia dan/atau bahasa daerah. 2.1.1 Menunjukkka n sikap rasa ingin tahu terhadap kesukaan teman. 1.1 Menerima anugerah Tuhan Yang Maha Esa berupa bahasa Indonesia yang dikenal sebagai bahasa persatuan dan sarana 1.1.1 Menunjukkan sikap bersyukur 1. Guru melanjutkan kegiatan dengan menyediakan bola plastic atau tutup botol kecil berwarna-warni (dapat diganti dengan benda berwarna-warni lainnya). (mengamati) 2. Siswa bersama-sama menghitung jumlah bola dengan warna yang sama. (mengamati) 3. Siswa diminta mengambil satu buah bola dengan warna yang paling disukai. (mengamati) 4. Siswa diminta mewawancarai 6 orang Kelas I -- Edisi Revisi. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (hal 105-106) http://www.slid eshare.net/ruha naahmad/piktog raf-15543566 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127 belajar di tengah keberagaman bahasa daerah. Matematika 3.12 Menentukan urutan berdasarkan panjang pendeknya benda, tinggi rendahnya tinggi badan, dan urutan kelompok berdasarkan jumlah anggotanya. 4.10 Membaca dan mendeskripsikan data pokok yang ditampilkan pada grafik konkrit dan piktograf. 2.3 Menunjukkan perilaku tertib dan rapi saat berbaris atas bahasa Indonesia yang dikenal sebagai bahasa persatuan melalui doa. Matematika 3.12.1 Mengidentifik asi data dan mengelompok kannya 5. 6. 7. 8. 9. 4.10.1 Membuat penyajian data dengan piktograf. 4.10.2 Membaca data dalam suatu teman tentang warna yang paling disukai. (menanya) Hasil wawancara dituangkan dalam bentuk tabel. (menalar dan mencoba) Siswa dapat pula diminta untuk mengamati warna benda-benda yang ada di sekitarnya (misalnya warna daun, warna langit, dan meja). Secara lisan siswa melaporkan hasil pekerjaannya kepada guru. (mengkomunikasikan) Sebagai penutup guru meminta siswa untuk membayangkan jika tidak ada warna di sekitar kita. Guru menyampaikan bahwa Tuhan Maha Indah telah menciptakan warna-warna. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128 berdasarkan urutan tinggi badan. 1.1 Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya. piktograf. 2.3.1 Menunjukkan perilaku tertib dalam mengikuti pembelajaran matematika di kelas. 1.1.1 Menunjukkan sikap menjalankan ajaran agama yang dianutnya dengan berdoa. PEMBELAJARAN 6 Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia: Panggalan I 1. Siswa dan guru membaca teks Bahasa Indonesia 1. Pengetahuan : tes tertulis 5 JP Kementerian Pendidikan dan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129 3.3 Mengenal teks terima kasih tentang sikap kasih sayang dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman. 4.3 Menyampaikan teks terima kasih mengenai sikap kasih sayang secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian. 2.3 Memiliki perilaku 3.3.1 Mengidentifik asi teks ucapan terima kasih. 4.3.1 Mengucapkan terima kasih kepada orang lain. 2.3.1 Menunjukkka n perilaku santun dan Menyampaikan Ucapan Terima Kasih Matematika: Melakukan Operasi Penjumlahan Sampai 10 ucapan terima kasih dan meminta siswa untuk latihan berdialog secara berpasangan. (mengamati) 2. Guru bertanya kepada siswa, apakah siswa pernah menyampaikan ucapan terima kasih kepada orang lain ? (menanya) 3. Siswa diminta berpasangan membuat sebuah naskah bermain peran tentang ucapan terima kasih berdasarkan pengalaman siswa. (menalar) 4. Siswa bermain peran tentang menyampaikan ucapan terima kasih kepada orang lain sesuai dengan naskah yang telah di buat. (mencoba) 5. Setelah semua siswa tampil, guru menanyakan bagaiman perasaan kita jika ada seseorang yang mengucapkan terima kasih? Guru juga menyampaikan manfaat bermain peran yaitu melatih kita untuk melakukan hal-hal baik yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari dan mengucapkan terima kasih jika sudah dibantu oleh orang lain. 2. Keterampilan: Unjuk kerja 3. Sikap individu/sosial: observasi 4. Spiritual: observasi Matematika 1. Pengetahuan : tertulis 2. Keterampilan: Unjuk kerja 3. Sikap individu/sosial: observasi 4. Spiritual: observasi Kebudayaan. 2014. Diriku: Buku Guru Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Untuk SD/MI Kelas I -- Edisi Revisi. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (hal 109-112) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. Diriku: Buku Siswa Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Untuk SD/MI Kelas I -- Edisi Revisi. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (hal 107-108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130 santun dan sikap kasih sayang melalui pemanfaatan bahasa Indonesia dan/atau bahasa daerah. 1.1 Menerima anugerah Tuhan Yang Maha Esa berupa bahasa Indonesia yang dikenal sebagai bahasa persatuan dan sarana belajar di tengah keberagaman bahasa daerah. sikap kasih sayang melalui pemanfaatan bahasa Indonesia. 1.1.1 Menunjukkan sikap bersyukur atas bahasa Indonesia yang dikenal sebagai bahasa persatuan melalui doa. Matematika 3.2 Mengenal bilangan asli sampai 99 dengan menggunakan benda benda yang ada di sekitar rumah, sekolah, atau tempat bermain. 4.3. Mengemukakan kembali dengan Matematika 3.2.1 Mengidentifik asi operasi penjumlahan dengan tepat. (mengkomunikasikan) Panggalan II 1. Guru menanyakan kepada siswa apakah siswa sudah hafal semua nama temannya? 2. Guru menyampaikan supaya tidak ada kekeliruan, maka guru akan membacakan kembali nama-nama siswa. (mengamati) 3. Guru membacakan namanama siswa satu per satu dan siswa yang dipanggil namanya berdiri sejenak, kemudian duduk kembali. 4. Guru menanyakan apakah siswa tahu lagu “Satu- Satu Aku Sayang Ibu” kemudian mengajak siswa menyanyikannya. (menanya) 5. Kemudian, guru mengganti lirik lagu tersebut dengan nama-nama siswa di kelas. Beberapa siswa ditunjuk untuk mempraktikkannya 6. Selesai bernyanyi, guru mengajak siswa bermain mencari nama teman. (menalar) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131 kalimat sendiri dan memecahkan masalah yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan terkait dengan aktivitas sehari-hari di rumah, sekolah, atau tempat bermain serta memeriksa kebenarannya. 7. Guru mempersiapkan 4.3.1 Melakukan operasi penjumlahan yang jumlahnya sampai 10. 2.3 Menunjukkan perilaku tertib dan rapi saat berbaris berdasarkan urutan tinggi badan. 1.1 Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya. 2.3.1 Menunjukkan perilaku tertib dalam mengikuti pembelajaran matematika di kelas. 1.1.1 Menunjukkan potongan-potongan kartu bertuliskan nama siswa dan menyebarnya di lantai kelas 8. Siswa bermain menemukan nama teman dipandu oleh guru. (mencoba) 9. Siswa dibagi menjadi tiga kelompok dan berdiri membentuk barisan yang rapi sesuai dengan tinggi badan (jika kondisi kelas kurang luas, maka guru dapat mengajak siswa bermain di luar kelas). 10. Siswa di barisan pertama diminta untuk menemukan potongan kartu bertuliskan nama teman yang berbaris dalam kelompoknya. 11. Setiap siswa harus mengambil satu kartu nama teman di kelompoknya dalam waktu 1 menit. 12. Jika berhasil menemukan kartu nama temannya, lalu kartu tersebut diserahkan kepada pemilik nama. 13. Siswa yang sudah menerima PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132 sikap berdoa sebelum dan sesudah berkegiatan sesuai ajaran agama yang dianutnya melalui praktik. kartu nama, melakukan hal yang sama. 14. Demikian seterusnya sampai semua anggota kelompok memegang kartu nama. 15. Kelompok yang paling cepat mengumpulkan kartu nama akan menjadi pemenangnya. 16. Siswa tetap berkumpul dengan kelompoknya dan diminta menghitung jumlah siswa yang memiliki nama dengan huruf awal sama. Misalnya menghitung jumlah nama yang diawali huruf A, huruf B, huruf C, dan seterusnya. (mengkomunikasikan) 17. Siswa berlatih soal penjumlahan yang terdapat di buku siswa. Yogyakarta, 3 Januari 2016 Calon Guru (Soleman Haning PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133 STANDAR KOMPETENSI LULUSAN SD/MI DAN KOMPETENSI INTI KELAS I Standar Kompetensi Lulusan (SKL) DOMAIN SIKAP KETERAMPILAN PENGETAHUAN Kompetensi Lulusan SD/MI Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam di sekitar rumah, sekolah, dan tempat bermain. Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sesuai dengan yang ditugaskan kepadanya. Memiliki pengetahuan faktual dan konseptual dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian di lingkungan rumah, sekolah, dan tempat bermain. KOMPETENSI INTI KELAS I 1 2 3 4 Menerima, menghargai, dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, tetangga, dan guru Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan mencoba [mendengar, melihat, membaca] serta menanya berdasarkan rasa ingin tahu secara kritis tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134 Pemetaan Kompetensi Dasar KI 1 dan KI 2 Bahasa Indonesia 1.1Menerima anugerah Tuhan Yang Maha Esa berupa bahasa Indonesia yang dikenal sebagaibahasa persatuan dan sarana belajar di tengah keberagaman bahasa daerah. 2.1 Memiliki kepedulian dan rasa ingin tahu terhadap keberadaan wujud dan sifat benda melalui pemanfaatan bahasa Indonesia dan/atau bahasa daerah. 2.3 Memiliki perilaku dan sikap kasih melalui pemanfaatan Indonesia dan/atau daerah. santun sayang bahasa bahasa Matematika 1.1 Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya. 2.3 Menunjukkan perilaku tertib dan rapi saat berbaris berdasarkan urutan tinggi badan. Subtema 4 Aku Istimewa PPKn 1.1 Menerima keberagaman karakteristik individu dalam kehidupan beragama sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan rumah dan Sekolah. 2.2 Menunjukkan perilaku patuh pada tata tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan sekolah. 2.3 Menunjukkan perilaku kebersamaan dalam keberagaman di rumah dan sekolah. PJOK 1.1 Menghargai tubuh dengan seluruh perangkat gerak dan kemampuannya sebagai anugerah Tuhan yang tidak ternilai. 2.1 Menunjukkan perilaku percaya diri dalam melakukan berbagai aktivitas fisik dalam bentuk permainan. 2.2 Menunjukkan perilaku santun kepada teman dan guru selama pembelajaran penjas. SBdP 1.1 Merasakan keindahan alam sebagai salah satu tandatanda kekuasaan Tuhan. 2.1 Menunjukkan rasa percaya diri untuk berlatih mengekspresikan diri dalam mengolah karya seni. 2.2 Menunjukkan rasa ingin tahu untuk mengenal alam di lingkungan sekitar sebagai sumber ide dalam berkarya seni. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135 Pemetaan Kompetensi Dasar KI 3 dan KI 4 Bahasa Indonesia 3.1 Mengenal teks deskriptif tentang anggota tubuh dan pancaindra, wujud dan sifat benda, serta peristiwa siang dan malam dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman. 3.3 Mengenal teks terima kasih tentang sikap kasih sayang dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman. 3.4 Mengenal teks cerita diri/personal tentang keberadaan keluarga dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman. 4.1 Mengamati dan menirukan teks deskriptif tentang anggota tubuh dan pancaindra, wujud dan sifat benda, serta peristiwa siang dan malam secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian. 4.3 Menyampaikan teks terima kasih mengenai sikap kasih sayang secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian. 4.4 Menyampaikan teks cerita diri/ personal tentang keluarga secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian. PPKn 3.2 Mengenal tata tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan sekolah. 4.1 Mengamati dan menceritakan perilaku di sekitar rumah dan sekolah dan mengaitkannya dengan pengenalannya terhadap salah satu simbol sila Pancasila. 4.2 Melaksanakan tata tertib di rumah dan sekolah. Subtema 4 Aku Istimewa SBdP 3.1 Mengenal cara dan hasil karya seni ekspresi. 4.1 Menggambar ekspresi dengan mengolah garis, warna dan bentuk berdasarkan hasil pengamatan di lingkungan sekitar. 4.7 Menyanyikan lagu anakanak dan berlatih memahami isi lagu. Matematika 3.1 Mengenal lambang bilangan dan mendeskripsikan kemunculan bilangan dengan bahasa yang sederhana. 3.2 Mengenal bilangan asli sampai 99 dengan menggunakan benda-benda yang ada di sekitar rumah, sekolah, atau tempat bermain. 3.4 Menunjukkan pemahaman tentang besaran dengan menghitung maju sampai 100 dan mundur dari 20 3.5 Mengenal bangun datar dan bangun ruang menggunakan benda-benda yang ada di sekitar rumah, sekolah, atau tempat bermain. 4.1 Mengurai sebuah bilangan asli sampai dengan 99 sebagai hasil penjumlahan atau pengurangan dua buah bilangan asli lainnya dengan berbagai kemungkinan jawaban. 4.7 Membentuk dan menggambar bangun baru dari bangun-bangun datar atau pola bangun datar yang sudah ada. 4.8 Mengelompokkan teman sekelas berdasarkan tinggi badannya. PJOK 3.1 Mengetahui konsep gerak dasar lokomotor sesuai dengan dimensi anggota tubuh yang digunakan, arah, ruang gerak, hubungan, dan usaha, dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau tradisional. 3.3 Mengetahui konsep gerak dasar manipulatif sesuai dengan dimensi anggota tubuh yang digunakan, arah, ruang gerak, hubungan, dan usaha, dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau permainan tradisional. 4.1 Mempraktikkan pola gerak dasar lokomotor sesuai dengan dimensi anggota tubuh yang digunakan, arah, ruang gerak, hubungan dan usaha,dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau tradisional. 4.3 Mempraktikkan pola gerak dasar manipulatif sesuai dengan dimensi anggota tubuh yang digunakan, arah, ruang gerak, hubungan, dan usaha, dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau permainan tradisional. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136 Ruang Lingkup Pembelajaran Subtema 4 : Aku Istimewa Kegiatan Pembelajaran 1. 2. 3. 1. 2. 3. 1. 2. 3. Kemampuan yang Dikembangkan Pengetahuan:  Menjelaskan ciri-ciri teman, mengidentifikasi gambar, menjelaskan perbedaan ciri-ciri. Menjelaskan ciriKeterampilan: ciri teman Menggambar diri  Membandingkan gambar, menggambar diri, menirukan gerak alam melalui permainan, menceritakan berdasarkan cirikeberagaman. ciri teman Sikap Sosial: Keberagaman di  Peduli, ingin tahu, percaya diri, patuh lingkungan Sikap Spiritual: sekolah  Bersyukur Pengetahuan:  Mengidentifikasi gerak lokomotor, contoh sikap Pola gerak dasar bersatu, mengukur tinggi badan. lokomotor Keterampilan: Kebersamaan dan  Mempraktekkan pola gerak dasar lokomotor, keberagaman di menceritakan kebersamaan, membandingkan teman lingkungan berdasarkan tinggi badan. sekolah Sikap Sosial: Membandingkan  Percaya diri, menghargai, kebersamaan, tertib, rapi. tinggi badan Sikap Spiritual:  Bersyukur Pengetahuan:  Mengidentifikasi teks, mengitung banyak benda, Menirukan teks menyebutkan buah kesukaan teman. deskriptif Keterampilan: tentang benda  Menirukan teks deskriptif tentang benda, membaca Menghitung data piktograf, menyajikan data, menceritakan benda dan pentingnya kebersamaan. membaca data Sikap Sosial: piktograf  Santun, tertib, patuh Pentingnya Sikap Spiritual: kebersamaan  Bersyukur, toleransi PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 137 1. Keberagaman kebiasaan dalam keluarga 2. Pola gerak dasar lokomotor 3. Membuat kolase 1. Mengenal Warna 2. Membuat piktograf 1. Menyampaikan ucapan terima kasih. 2. Melakukan penjumlahan sampai 10. Pengetahuan:  Mengidentifikasi keberagaman kebiasaan, mengidentifikasi gerak lokomotor, membuat gambar ekspresi. Keterampilan:  Menceritakan kebiasaan keluarga, melakukan gerak lokomotor, membuat kolase. Sikap Sosial:  Menghargai, santun, percaya diri, antusias. Sikap Spiritual:  Toleransi, bersyukur Pengetahuan:  Melengkapi huruf, mengidentifikasi data dan mengelompokkan nya. Keterampilan  Menyampaikan warna kesukaan, membaca nyaring kosa kata, membuat penyajian data dengan piktograf. Sikap Sosial:  Peduli, ingin tahu, tertib. Sikap Spiritual:  Bersyukur Pengetahuan:  Mengidentifikasi teks ucapan terima kasih, mengidentifikasi operasi penjumlahan. Keterampilan:  Mengucapkan terima kasih dengan bermain peran, melakukan operasi penjumlahan sampai 10. Sikap Sosial:  Santun, kasih sayang, tertib. Sikap Spiritual:  Bersyukur PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138 PEMETAAN KD Dan INDIKATOR PEMBELAJARAN HARI 1 3.1 4.1 2.1 1.1 3.1.1 4.1.1 2.1.1 1.1.1 Bahasa Indonesia Mengenal teks deskriptif tentang anggota tubuh dan pancaindra, wujud dan sifat benda, serta peristiwa siang dan malam dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman. Mengamati dan menirukan teks deskriptif tentang anggota tubuh dan pancaindra, wujud dan sifat benda, serta peristiwa siang dan malamsecara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian. Memiliki kepedulian dan rasa ingin tahu terhadap keberadaan wujud dan sifat benda melalui pemanfaatan bahasa Indonesia dan/atau bahasa daerah. Menerima anugerah Tuhan Yang Maha Esa berupa bahasa Indonesia yang dikenal sebagai bahasa persatuan dan sarana belajar di tengah keberagaman bahasa daerah. Indikator Menjelaskan ciri-ciri teman di kelas. Membandingkan gambar diri berdasarkan ciri-ciri teman di kelas. Menunjukkan rasa kepedulian di kelas dengan memanfaatkan bahasa Indonesia. Menunjukkan sikap bersyukur atas bahasa Indonesia yang dimiliki dengan berdoa. 3.1 4.1 2.1 1.1 3.1.1 4.1.1 2.1.1 3.3 4.4 2.2 1.1 3.3.1 4.4.1 2.2.1 1.1.1 PPKn Mengenal keberagaman karakteristik individu di rumah dan di sekolah. Mengamati dan menceriterakankeberagaman karakteristik individu di rumah dan sekolah. Menunjukkan perilaku patuh pada tata tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan sekolah. Menerima keberagaman karakteristik individu dalam kehidupan beragama sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan rumah dan sekolah. Indikator Menjelaskan perbedaan ciri-ciri teman di kelasnya. Menceritakan sikap menerima keberagaman di antara teman-temannya di sekolah. Menunjukkan perilaku patuh pada aturan dan tata tertib dalam kehidupan sehari-hari. Menunjukkan sikap bersyukur atas keberagaman yang ada di lingkungan sekolah. 1.1.1 SBDP Mengenal cara dan hasil karya seni ekspresi. Menggambar ekspresi dengan mengolah garis, warna, dan bentuk berdasarkan hasil pengamatan di lingkungan sekitar. Menunjukkan rasa percayadiri untuk berlatih mengekspresikandiri dalam mengolah karya seni. Merasakan keindahan alamsebagai salah satu tandatandakekuasaan Tuhan. Indikator Mengidentifikasi gambar sebagai salah satu karya seni. Menggambar diri berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki teman. Menunjukkan sikap percaya diri dalam mengekspresikan bentuk karya seni. Menunjukkan sikap bersyukur atas keindahan alam yang ada di sekolah. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK HARIAN (RPPTH) Satuan Pendidikan : SDN Kalasan 1 Kelas/ Semester : I/ 1 Muatan Terkait : Bahasa Indonesia, SBdP, PPKn Tema/ Sub Tema :Diriku/Aku Istimewa Pembelajaran ke- :1 Alokasi Waktu :5 x 35 menit A. Kompetensi Inti (KI) 1. Menerima, menghargai, dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya 2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, tetangga, dan guru 3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan mencoba [mendengar, melihat, membaca] serta menanya berdasarkan rasa ingin tahu secara kritis tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain 4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia. B. Kompetensi Dasar dan Indikator No. Muatan Kompetensi Dasar Indikator Pelajaran 1. Bahasa Indonesia 1.1 Menerima anugerah TuhanYang Maha Esa 1.1.1Menunjukkan berupa bahasa Indonesia yang dikenal bersyukuratas sikap bahasa sebagaibahasa persatuan dan saranabelajar Indonesia yang dimiliki di tengah keberagamanbahasa daerah. denganberdoa. 2.1Memiliki kepedulian dan rasaingin tahu 2.1.1 terhadap keberadaanwujud benda melaluipemanfaatan dan rasa sifat kepedulian di kelas dengan bahasa memanfaatkan Indonesiadan/atau bahasa daerah. 3.1 Mengenal teks deskriptiftentang anggota tubuh dan pancaindra, wujud dan Menunjukkan bahasa Indonesia. 3.1.1 Menjelaskan ciriciriteman di kelas. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140 No. Muatan Kompetensi Dasar Indikator Pelajaran sifatbenda, serta peristiwa siangdan malam dengan bantuanguru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dantulis yang dapat diisi dengankosakata bahasa daerah untukmembantu pemahaman. 4.1 Mengamati dan menirukanteks deskriptif 4.1.1 Membandingkan tentang anggotatubuh dan pancaindra, gambar diri berdasarkan ciri- wujud dan sifat benda, sertaperistiwa ciri teman di kelas . siang dan malamsecara mandiri dalam bahasaIndonesia lisan dan tulisyang dapat diisi dengankosakata bahasa daerah untukmembantu penyajian. 2. SBdP 1.1 Merasakan keindahan alamsebagai salah 1.1.1Menunjukkan satu tanda-tandakekuasaan Tuhan. bersyukur atas sikap keindahan alam yang ada di sekolah. 2.1Menunjukkan berlatih rasa percayadiri mengekspresikandiri untuk 2.1.1 Menunjukkan dalam percaya mengolahkarya seni. sikap diri dalam mengekspresikan bentuk karya seni. 3.1 Mengenal cara dan hasil karyaseni ekspresi. 3.1.1 Mengidentifikasi gambar sebagaisalah satu karya seni. 4.1 Menggambar ekspresi denganmengolah 4.1.1 Menggambar diri garis, warna, danbentuk berdasarkan berdasarkanciri-ciri yang hasilpengamatan di lingkungansekitar. dimiliki teman. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141 No. Muatan Kompetensi Dasar Indikator Pelajaran 4.10 Menirukan gerak alam dilingkungan 4.10.1 Menirukan gerak sekitar melaluigerak kepala, tangan, alam melaluipermainan. kaki,dan badan berdasarkanrangsangan bunyi. 3. PPKn 1.1Menerimakeberagamankarakteristikindividu 1.1.1 Menunjukkan sikap dalamkehidupan beragama bersyukur atas keberagaman sebagaianugerah Tuhan Yang MahaEsa di yang lingkungan rumah dansekolah. sekolah. ada di lingkungan 2.2 Menunjukkan perilaku patuhpada tata tertib 2.2.1 Menunjukkan perilaku dan aturanyang kehidupansehari-hari berlaku dalam patuh di rumah tertib dansekolah. 3.3 Mengenal keberagaman karakteristik individu di rumah dandi sekolah. 4.4 Mengamati dan menceriterakan pada aturandantata dalam kehidupansehari-hari. 3.3.1Menjelaskan perbedaan ciri-ciriteman di kelasnya. 4.4.1 Menceritakan sikap keberagaman karakteristik individu di menerimakeberagaman di rumah dansekolah. antara teman-temannyadi sekolah. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142 C. Tujuan Pembelajaran 1. Bahasa Indonesia 3.1.1.1 Siswa mampu menjelaskan minimal 1 ciri-ciriteman di kelasmelalui kegiatan bermain lompat katak. 4.1.1.1 Siswa mampu membandingkan 1 gambar diri berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki teman melalui kegiatan menggambar. 2.1.1.1 Siswa mampumenunjukkan 1 rasa kepedulian di kelas dengan memanfaatkan bahasa Indonesiamelalui kegiatan tanya jawab. 1.1.1.1 Siswa mampu menunjukkan 1 sikap bersyukur atas bahasa Indonesia yang dimiliki melalui kegiatan berdoa. 2. SBdP 3.1.1.1 Siswa mampu mengidentifikasi 1 gambar sebagai salah satu karya seni melalui pengamatan. 4.1.1.1 Siswa mampu menggambar diri minimal 1 gambar berdasarkan ciriciri yang dimilikiteman melalui pengamatan. 4.1.1.2 Siswa mampu menirukan 1 gerak alam melalui sebuah permainan. 2.1.1.1 Siswa mampu menunjukkan 1 sikap percaya diri dalam mengekspresikan bentuk karya seni melalui kegiatan presentasi. 1.1.1.1 Siswa mampumenunjukkan 1 sikap bersyukur atas keindahan alam yang ada di sekolahmelalui kegiatan berdoa. 3. PPKn 3.3.1.1 Siswa mampu menjelaskan minimal 1 perbedaan ciri-ciriteman di kelasnya. 4.4.1.1 Siswa mampu menceritakan 1 sikap menerima keberagaman di antara teman-temannya di sekolah melalui kegiatan bekerja berpasangan. 2.2.1.1 Siswa mampu menunjukkan 1 perilaku patuh pada aturandantata tertib dalam kehidupansehari-harimelalui permainan. 1.1.1.1 Siswa mampumenunjukkan 1 sikap bersyukur atas keberagaman yang ada di lingkungan sekolahmelalui kegiatan berdoa. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143 D. Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia : Mengenal Teks Deskriptif Tentang Anggota Tubuh dan Pancaindra SBDP : Menggambar diri dan bermain “Lompat katak” PPKN : Keberagaman di Lingkungan Sekolah Ringkasan materi (terlampir) E. Pendekatan dan Metode Pembelajaran Pendekatan : Kecerdasan ganda dan saintifik Metode : Pengamatan, diskusi, tanya jawab, presentasi, permainan, ceramah F. Media Alat dan Sumber Pembelajaran 1. Media :gambar manusia, lompat katak dan Puzzle ( manusia), lagu “Dua Mata Saya”, 2. Alat/ Bahan : alat tulis, pensil warna, cermin 3. Sumber Belajar : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. Diriku: Buku Guru Tematik Terpadu Kurikulum 2013Untuk SD/MI Kelas I -- Edisi Revisi.Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (hlm. 86-90). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. Diriku: Buku Siswa Tematik Terpadu Kurikulum 2013Untuk SD/MI Kelas I -- Edisi Revisi.Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.(hlm.86-90). G. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Kecerdasan Alokasi yang terkait waktu Panggalan I A. Pendahuluan 1. 15 menit Salam Pembuka, Doa dan Presensi. 2. Apersepsi : Guru bertanya jawab dengan siswa mengenai gambar manusia yang ditunjukkan oleh guru. (gambar terlampir) 3. Motivasi Mata Saya”. : Siswa dan guru bernyayi lagu “Dua PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144 4. Orientasi : Guru bertanya jawab dengan siswa terkait lagu yang dinyayikan. 5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. B. Kegiatan inti 65 menit 1. Siswa mengamati gambar yang ada dibuku siswa. (mengamati) 2. Siswa bertanya jawab dengan guru terkait gambar.(menanya) 3. Siswa diminta berpasangan dan bercermin secara bergantian mengamati bentuk mata, hidung, warna rambut dan temukan ciri khusus lainnya seperti tahi lalat dan lain-lain. (menalar) 4. Siswa diminta bermain lompat katak dan menjawab Intellingensi soal-soal yang sudah di sediakan ibu/bapak guru Linguistik temukan ciri-ciri teman.( mencoba) dan 5. Siswa diminta menyampaikan hasil jawabannya Eksistensial didepan kelas.( mengkomunikasikan) 6. Siswa diminta menempelkan hasil kerjanya di papan pajangan kelas. (mengkomunikasikan) 7. Setelah siswa selesai menata hasil karyanya di papan pajangan, guru mengajak siswa menyimpulkan kegiatan yang baru saja dilakukan, yaitu bahwa setiap orang memiliki perbedaan yang merupakan keunikan yang diberikan Tuhan kepada setiap orang. Oleh karena itu, setiap orang harus mensyukurinya dan menerima perbedaan yang ada sebagai bagian dari karunia Tuhan. 8. Guru meluruskan hasil pekerjaan siswa atau memberi penguatan. 9. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang apa yang belum dipahami pada materi ini. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145 C. Kegiatan Akhir 3 menit 1. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk istirahat. 2. Guru memberikan nasehat kepada siswa untuk berhatihati selama istirahat. 3. Doa istirahat. ISTIRAHAT ( 15 menit ) Penggalan kedua A. Pendahuluan 5 menit 1. Doa setelah istirahat. 2. Guru menanyakan kegiatan siswa selama istirahat. 3. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mempersiapkan dirinya dalam menerima pelajaran. 4. Guru bersama siswa menyayikan lagu ? “ Dua Mata Saya” 5. Guru bersama siswa tanya jawan tentang lagu tersebut. B. Kegiatan Inti 67 menit 1. Siswa mengamati gambar manusia atau teman sebangku ( mengamati ) 2. Guru bersama siswa bertanya jawab tentang gambar manusia tersebut. ( menanya 3. Siswa dibagi dalam kelompok kecil, dalam satu kelompok ada anggota dua atu tiga orang 4. Tiap-tiap kelompok melengkapi media Puzzle (anggota tubuh) ( mencoba) 5. Salah satu anggota menyapaikan hasil kerja didepan kelas ( mengkomunikasikan) 6. Guru meluruskan hasil pekerjaan siswa atau memberi penguatan. 7. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang apa yang belum dipahami pada materi ini. Intellingensi Ruang-Visual dan Intrapersonal PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146 C. Kegiatan Akhir 20 menit 1. Guru menarik kesimpulan/ merangkum semua pembelajaran dari awal sampai akhir 2. Siswa melakukan refleksi atas pembelajaran hari ini dengan bimbingan guru. ( secara lisan) 3. Siswa mengerjakan soal evaluasi 4. Guru memberikan tindak lanjut pada siswa : Orang tua mengajak anak berdiskusi tentang persamaan dan perbedaan yang ada di dalam anggota keluarga mereka untuk menjelaskan bahwa setiap individu berbeda. 5. Doa penutup, salam. H. Penilaian 1. Jenis/ teknik penilaian Aspek Penilaian Jenis Teknik Pengetahuan Tes Tertulis Keterampilan Non tes Produk Unjuk kerja Sikap Non tes Observasi 2. Instrumen: Soal tes dan kunci jawaban serta tugas dan rubrik penilaian (terlampir) 3. Pedoman penskoran : terlampir I. Lampiran-lampiran - Media gambar manusia, lompat katak dan puzzle ( anggota tubuh) - Penilaian setiap muatan pelajaran - Soal evaluasi - Lagu Mengetahui, Kepala Sekolah (.................................) Yogyakarta, Calon Guru (Soleman Haning) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148 MATERI PEMBELAJARAN Bahasa Indonesia Mengenal Teks Deskriptif Tentang Anggota Tubuh dan Pancaindra Setiap orang memiliki anggota tubuh Anggota tubuh itu ada banyak fungsinya Anggota tubuh ada kepala, rambut, mata, hidung, mulut, tangan, kaki, dan lain-lain Anggota tubuh adalah pemberian Tuhan Aku bersyukur kepada Tuhan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149 SBdP : Menggambar Diri dan Bermain “Lompat Katak” Menggambar dengan mengamati bentuk mata, hidung, warna rambut dan menemukan ciri khusus lainnya seperti tahi lalat, menggunakan kacamata dan lain-lain. Lagu “ Dua mata saya” Dua mata saya Hidung saya satu Dua kaki saya Pakai sepatu baru Dua telinga saya Yang kiri dan kanan Satu mulut saya Tidak berhenti makan Sumber lagu:http://meliriklagu.com/p/pak-kasur/pak-kasur-dua-matasaya.html PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150 Langkah-langkah Permainan “Lompat katak” Dua orang yan bermain, sebelum bermain dua orang tersebut menjawab soal atau pertanyaanya, sehingga yang menjawab benar dan cepat dia yang bermain terlebih dahulu. Dalam permainan lompat katak untuk mau sampai finish atau garis pemenang harus menjawab soal-soal pada pos-pos tersebut, pada pos ada soal-soal, jika melewati pos pertama ia menjawab satu soal, ia melewati pos kedua ia menjawab dua soal, ia melewati pos ketiga ia menjwab tiga soal dan pos keempat juga begitu. Dalam permain ia salah menjawab atau menulis hasil jawaban di ganti pada teman untuk bermain melanjutkan permainannya.  Soal pos masuk, untuk mau melakukan permainan :  Berapa jumlah telinga temannya !  Berikut soal pada pos-pos. 1. Pada pos pertama:  Sebutkan persamaan dirimu dengan temannya ! 2. Pos kedua  Sebutkan perbedaan dirimu dengan temanmu.  berapakah jari tangan temanmu. 3. Pos ketiga  Sebutkan warna kulit teman mu.  Apakah temanmu memiliki tubuh yang besar.  Berapakah kaki teman sebangku mu ? 4. Pos keempat  Apakah temanmu lebih tinggi kamu !  Apakah temanmu memakai kecamata !  Apakah temanmu rambutnya lurus !  Berapakah tangan temanmu ? PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151 PPKn : Keberagaman di Lingkungan Sekolah Keberagaman adalah perbedaan dari setiap individu. Setiap individu berbeda antara satu dengan yang lain. Keberagaman yang ada di setiap individu dapat dilihat dari fisik dan kepribadian. Keberagaman fisik seperti perbedaan bentuk rambut, mata, hidung, mulut, dana lain-lain. Keberagaman kepribadian seperti perbedaan sifat, kegemaran, kebiasaan, dan lain-lain. Lagu “Dua Mata Saya” Dua mata saya Hidung saya satu Dua kaki saya Pakai sepatu baru Dua telinga saya Yang kiri dan kanan Satu mulut saya Tidak berhenti makan Sumber saya.html lagu: http://meliriklagu.com/p/pak-kasur/pak-kasur-dua-mata- PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152 MEDIA GAMBAR (APERSEPSI) Gambar 1 Gambar 3 Gambar 2 Gambar 4 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 153 PENILAIAN SETIAP MUATAN PELAJARAN A. Muatan Pelajaran : Bahasa Indonesia 1. Pengetahuan Indikator Teknik Penilaian Instrumen   3.1.1 Menjelaskan ciri-ciri teman di kelas. Tes tertulis Soal dan kunci jawaban Apa persamaan mu dan temanmu ? Apa perbedaan mu dan temanmu ? Kunci Jawaban: o Persamaan ku dan temanku adalah (sesuai dengan kondisi teman masing-masing). o Perbedaan ku dan temanku adalah (sesuai dengan kondisi teman masing-masing). Penilaian dan Pedoman Pensokaran No. 1. 2. Kriteria Penilaian Siswa mampu menjelaskan 3 persamaan ciri dengan benar Siswa mampu menjelaskan 2 persamaan ciri dengan benar Siswa mampu menjelaskan 1 persamaan ciri dengan benar Skor 3 2 1 Siswa mampu menjelaskan 3 perbedaan ciri dengan benar Siswa mampu menjelaskan 2 perbedaan ciri dengan benar Siswa mampu menjelaskan 1 perbedaan ciri dengan benar 3 2 1 NA = Perolehan skor x 100 Skor maksimal Keterangan:   Perolehan skor adalah skor yang diperoleh peserta didik dari kriteria yang ada. Skor maksimal adalah hasil dari banyaknya kriteria dikalikan skor tertinggi. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 154 2. Keterampilan Indikator 4.1.1 Membandingkan gambar diri berdasarkan ciri-ciri teman. Teknik Penilaian Unjuk kerja Instrumen Tugas dan rubrik penilaian unjuk kerja 1. Bandingkanlah gambarmu dan temanmu berdasarkan ciri-ciri kalian! Rubrik Mengenal dan Menyampaikan Pendapat tentang Ciri-ciri Teman No Kriteria 1. Kemampuan mengenal ciriciri teman. 2. Kepercayaan diri dalam menyampaikan pendapat. 4 Baik sekali (A) Siswa mampu menyebutkan 4 atau lebih ciri-ciri teman. Tidak terlihat ragu-ragu 3 Baik (B) 2 Cukup (C) Siswa mampu Siswa mampu menyebutkan 3 menyebutkan ciri-ciri teman. 2 ciri-ciri teman. Terlihat raguragu Memerlukan bantuan guru 1 Perlu bimbingan (D) Siswa mampu menyebutkan 1 ciri-ciri teman. Belum menunjukkan kepercayaan diri 3. Sikap sosial/ individu Indikator Teknik Penilaian Instrumen 2.1.1 Menunjukkan rasa kepedulian di kelas dengan memanfaatkan bahasa Indonesia. Observasi Lembar observasi sikap peduli Berilah tanda cek (√) sesuai dengan kenyataan yang ada pada siswa! PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 155 Nama Siswa: Minggu ke-........Bulan....... Subtema: Aku Istimewa No. Nama Peserta Didik SB Perkembangan Sikap Kepedulian Keterangan B C K 1. 2. 3. Catatan: SB: Sangat Baik, B:Baik, C: Cukup, K: Kurang. 4. Sikap Spiritual Indikator Teknik Penilaian Instrumen Kriteria Berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan 1.1.1Menunjukkan sikap bersyukur atas bahasa Indonesia yang dimiliki melalui doa. Observasi Lembar observasi sikap bersyukur Berilah tanda cek (√) sesuai dengan kenyataan yang ada pada siswa! Baik sekali Baik 4 3 Selalu Sering melakukan melakukan doa doa sebelum sebelum dan dan sesudah sesudah melakukan melakukan kegiatan kegiatan Cukup 2 Kadang-kadang melakukan doa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan Kurang 1 Tidak berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan B. Muatan Pelajaran: SBdP 1. Pengetahuan Indikator Teknik Penilaian Instrumen 3.1.1 Mengidentifikasi gambar sebagaisalah satu karya seni. Tes tertulis Soal dan kunci jawaban. 1. Apa persamaan mereka? 2. Apa perbedaan mereka? PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 156 Kunci Jawaban:  Persamaan: Budi dan Ani memiliki rambut yang lurus Putri dan Putra memiliki rambut yang bergelombang/keriting Paman dan Bibi memiliki tubuh yang besar  Perbedaan Tubuh Budi lebih tinggi dari Ani Tubuh Putri lebih tinggi dari Putra Tubuh Paman lebih tinggi dari Bibi 2. Keterampilan Indikator Teknik Penilaian Instrumen No 1. 2.   4.1.1 Menggambar diri berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki. 4.10.1 Menirukan gerak alam melalui permainan. Produk Unjuk kerja Tugas 1 dan rubrik penilaian produk Gambarlah temanmu berdasarkan ciri-cirinya! Tugas 2 dan rubrik penilaian permainan “Lompat katak” Lakukanlah permainan “Lompat kata”! Rubrik Penilaian dan Pedoman Penskoran Menggambar Diri 4 3 2 1 Kriteria Baik sekali Baik Cukup Perlu bimbingan (A) (B) (C) (D) Kemampuan Siswa mampu Siswa mampu Siswa mampu Siswa mampu mengenal menggambar 4 menggambar 3 menggambar 2 menggambar 1 ciri-ciri ciri-ciri atau lebih ciri- ciri-ciri teman. ciri-ciri teman. teman. teman. ciri teman. Hasil produk Memenuhi 5 Memenuhi 4 Hanya Hanya memenuhi 2 dari 5 komponen dari 5 memenuhi 3 komponen (nama diri, komponen dari 5 kesesuaian komponen warna, bentuk unik/menunjuk kan kreativitas, kerapian, kebersihan) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 157 Rubrik Penilaian Permainan “Lompat Katak” Kriteria (√) No. 1. 2. Terlihat (√) (2) Belum Terlihat (√) (1) Kemampuan mengikuti Instruksi Menatati peraturan 3. Sikap sosial/ individu 2.1.1 Menunjukkan sikap percaya diri dalam mengekspresikan Indikator bentuk karya seni. Observasi Teknik Penilaian Lembar observasi sikap percaya diri Instrumen Berilah tanda cek (√) sesuai dengan kenyataan yang ada pada siswa! Nama Siswa: Minggu ke-........Bulan....... Subtema: Aku Istimewa No. Nama Peserta Didik Perkembangan Sikap Percaya Diri SB B C K Keterangan 1. 2. 3. Catatan: SB: Sangat Baik, B:Baik, C: Cukup, K: Kurang 4. Sikap Spiritual Indikator Teknik Penilaian Instrumen 1.1.1Menunjukkan sikap bersyukur atas keindahan alam yang ada di sekolah. Observasi Lembar observasi sikap spiritual Kriteria Baik sekali 4 Baik 3 Cukup 2 Kurang 1 Berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan Selalu melakukan doa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan Sering melakukan doa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan Kadang-kadang melakukan doa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan Tidak berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 158 C. Muatan Pelajaran 1. Pengetahuan Indikator Teknik Penilaian Instrumen : PPKn 3.3.1Menjelaskan perbedaan ciri-ciri teman di kelasnya. Tes tertulis Soal dan kunci jawaban 1. Apa perbedaan mu dan temanmu ? Kunci Jawaban 1. Perbedaan ku dan temanku adalah (sesuai dengan kondisi teman masing-masing). Rubrik Penilaian dan Pedoman Penskoran NA = Perolehan skor x 100 Skor maksimal Keterangan:   Perolehan skor adalah skor yang diperoleh peserta didik dari kriteria yang ada. Skor maksimal adalah hasil dari banyaknya kriteria dikalikan skor tertinggi. No. Kriteria Penilaian Siswa mampu menyebutkan 3 perbedaan ciri dengan benar 1. Siswa mampu menyebutkan 2 perbedaan ciri dengan benar Siswa mampu menyebutkan 1 perbedaan ciri dengan benar 2. Keterampilan Indikator Skor 3 2. 3. 2 4. 1 5. 6. 7. 4.4.1 Menceritakan sikap menerimakeberagaman di antara teman-temannyadi sekolah. Teknik Penilaian Unjuk kerja Instrumen Tugas dan rubrik penilaian unjuk kerja  Ceritakanlah gambar yang telah kelompok mu buat di depan kelas! PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 159 Rubrik Penilaian dan Pedoman Penskoran No. Kriteria 1. Kemampuan berbicara dengan kalimat yang runtut, baik dan benar 4 Baik sekali (A) 3 Baik (B) 2 Cukup (C) Menyampaikan pendapat dengan kalimat yang runtut, baik, dan benar. Menyampaikan sebagian besar pendapat dengan kalimat yang runtut, baik, dan benar. Menyampaikan sebagian pendapat dengan kalimat yang runtut, baik, dan benar. 1 Perlu bimbingan (D) Masih perlu berlatih untuk menyampaikan pendapat dengan kalimat yang runtut, baik, dan benar. 2. Kepercayaan Tidak terlihat diridalam ragu-ragu menyampaikan pendapat Terlihat raguragu Memerlukan bantuan guru Belum menunjukkan kepercayaan diri 3. Sikap sosial/ individu 2.2.1 Menunjukkan perilaku patuh pada aturandantata tertib Indikator dalam kehidupansehari-hari. Teknik Penilaian Instrumen Observasi Lembar observasi sikap patuh Berilah tanda cek (√) sesuai dengan kenyataan yang ada pada siswa! Nama Siswa: Minggu ke-........Bulan....... Subtema: Aku Istimewa No. Nama Peserta Didik Perkembangan Sikap Patuh SB B C K Keterangan 1. 2. 3. Catatan: SB: Sangat Baik, B:Baik, C: Cukup, K: Kurang PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 160 4. Sikap Spiritual Indikator Teknik Penilaian Instrumen Kriteria Berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan 1.1.1 Menunjukkan sikap bersyukur atas keberagaman yang ada di lingkungan sekolah. Observasi Lembar observasi sikap spiritual Baik sekali 4 Selalu melakukan doa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan Baik 3 Sering melakukan doa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan Cukup 2 Kadang-kadang melakukan doa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan Kurang 1 Tidak berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 161 Refleksi dan Post Test Tujuan Pembelajaran: 1. Bahasa Indonesia 3.1.1.1 Siswa mampu menjelaskan minimal 1 ciri-ciri teman di kelas melalui kegiatan pengamatan. 4.1.1.1 Siswa mampu membandingkan 1 gambar diri berdasarkan ciri-ciri teman di kelas melalui kegiatan menggambar. 2.1.1.1 Siswa mampu menunjukkan 1 rasa kepedulian di kelas dengan memanfaatkan bahasa Indonesia melalui kegiatan tanya jawab. 1.1.1.1 Siswa mampu menunjukkan 1 sikap bersyukur atas bahasa Indonesia yang dimiliki melalui kegiatan berdoa. 2. SBdP 3.1.1.1 Siswa mampu mengidentifikasi 1 gambar sebagai salah satu karya seni melalui pengamatan. 4.1.1.1 Siswa mampu menggambar diri berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki teman minimal 1 gambar melalui pengamatan. 4.10.1 Siswa mampu menirukan 1 gerak alam melalui sebuah permainan. 2.1.1.1 Siswa mampu menunjukkan 1 sikap percaya diri dalam mengekspresikan bentuk karya seni melalui kegiatan presentasi. 1.1.1.1 Siswa mampu menunjukkan 1 sikap bersyukur atas keindahan alam yang ada di sekolah melalui kegiatan berdoa. 3. PPKn 3.3.1.1 Siswa mampu menjelaskan minimal 1 perbedaan ciri-ciri teman di kelasnya. 4.4.1.1 Siswa mampu menceritakan 1 sikap menerima keberagaman di antara teman-temannya di sekolah melalui kegiatan bekerja berpasangan. 2.2.1.1 Siswa mampu menunjukkan 1 perilaku patuh pada aturan dan tata tertib dalam kehidupan sehari-hari melalui permainan. 1.1.1.1 Siswa mampu menunjukkan 1 sikap bersyukur atas keberagaman yang ada di lingkungan sekolah melalui kegiatan berdoa. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 162 Amati gambar di bawah ini! Apa persamaan mereka? Apa perbedaan mereka? Persamaanku dengan temanku adalah? Perbedaanku dengan temanku adalah? PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 163 Apa yang saya pelajari hari ini? Perasaan saya mengikuti pembelajaran hari ini? Sikap apa yang saya temukan dari pembelajaran hari ini? Apa yang bisa saya syukuri setelah melakukan pembelajaran pada hari ini? Orang tua mengajak anak berdiskusi tentang persamaan dan perbedaan yang ada di dalam anggota keluarga mereka untuk menjelaskan bahwa setiap individu berbeda. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 164 Soal Post Test Oskar dan yeni adalah teman sekelas. Oskar memiliki rambut yang keriting sedangkan yeni memiliki rambut yang lurus. Oskar berasal dari Papua, sedangkan Yeni berasal dari yogyakarta. Mereka saling menghargai dan menerima kekurangan serta kelebihan masing-masing. Kelebihan dan kekurangan adalah karunia Tuhan.  Lingkarilah salah satu jawaban yang benar menurut mu! 1. Dimana letak perbedaan Oskar dan Yeni? a. Pada rambut b. Kulit c. Mata d. Hidung 2. Sikap apa yang seharusnya kita miliki dalam berteman? a. Iri b. Saling menghargai c. Suka mengejek d. Pelit 3. Mengapa kita memilki kekurangan dan kelebihan? a. Kekurangan adalah sifat manusia b. Kita sangat berbeda c. Karena kekurangan dan kelebihan adalah karunia Tuhan. d. Agar kita tidak dapat bersatu Kunci Jawaban: 1. A 2. B 3. C PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 165 PEMETAAN KD dan INDIKATOR PEMBELAJARAN HARI 2 3.1 4.1 2.1 1.1 3.1.1 4.1.1 2.1.1 1.1.1 PJOK Mengetahui konsep gerak dasar lokomotor sesuai dengan dimensi anggota tubuh yang digunakan, arah, ruang gerak, hubungan, dan usaha, dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau tradisional. Mempraktikkan pola gerak dasar lokomotor yang dilandasi konsep gerak (seperti konsep tubuh, ruang, hubungan, dan usaha) dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau tradisional. Menunjukkan perilaku percayadiri dalam melakukan berbagaiaktivitas fisik dalam bentukpermainan. Menghargai tubuh denganseluruh perangkat gerak dan kemampuannya sebagai anugerah Tuhan yang tidak ternilai. Indikator Mengidentifikasi gerak lokomotor dalam suatu kegiatan permainan. Mempraktikkan pola gerak dasar lokomotor yang dilandasi gerak kaki. Menunjukkan sikap percaya diri dalam melakukan aktivitas fisik. Menunjukkan sikap menghargai tubuh sebagai anugerah Tuhan melalui doa. 3.4 4.3 2.1 1.1 3.4.1 4.3.1 3.12 4.8 2.3 1.1 3.12.1 4.8.1 2.3.1 1.1.1 Matematika Menentukan urutan berdasarkan panjang pendek benda, tinggi rendah dan urutan kelompok berdasarkan jumlah. Mengelompokkan teman sekelas berdasarkan tinggi badannya. Menunjukkan perilaku tertib dan rapi saat berbaris berdasarkan urutan tinggi badan. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya. Indikator Mengukur tinggi badan teman. Membandingkan teman berdasarkan tinggi badan. Menunjukkan sikap tertib saat berbaris berdasarkan urutan tinggi badan. Menunjukkan sikap menjalankan ajaran agama yang dianutnya melalui berdoa sebelum dan sesudah kegiatan. 2.3.1 1.1.1 PPKn Mengenal arti bersatu dalam keberagaman di rumah dan sekolah. Mengamati dan menceriterakankebersamaan dalam keberagamandi rumah dan sekolah. Menunjukkan perilaku kebersamaan dalam keberagaman di rumah dan sekolah. Menerima keberagaman karakteristik individu dalam kehidupan beragama sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan rumah dan sekolah. Indikator Menyebutkan contoh sikap bersatu di kelas. Menceritakan kebersamaan dalam keberagaman yang ada di kelas. Menunjukkan sikap menghargai keragaman dikelas. Menunjukkan sikap bersyukur atas keberagaman karakteristik individu yang ada di sekolah. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 166 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK HARIAN (RPPTH) Satuan Pendidikan : SDN Kalasan 1 Kelas/ Semester : I/ 1 Muatan Terkait : PJOK, PPKn, Matematika Tema/ Sub Tema : Diriku/Aku Istimewa Pembelajaran ke- :2 Alokasi Waktu : 5 x 35 menit A. Kompetensi Inti (KI) 1. Menerima, menghargai, dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya 2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, tetangga, dan guru 3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan mencoba [mendengar, melihat, membaca] serta menanya berdasarkan rasa ingin tahu secara kritis tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain 4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia. B. Kompetensi Dasar dan Indikator No. Muatan Kompetensi Dasar Indikator Pelajaran 1. PJOK 1.1 Menghargai tubuh dengan seluruh 1.1.1 Menunjukkan perangkat gerak dan kemampuannya menghargai tubuh sikap sebagai sebagai anugerah Tuhan yang tidak anugerah Tuhan melalui doa. ternilai. 2.1 Menunjukkan perilaku percaya diri 2.1.1 Menunjukkan sikap percaya dalam melakukan berbagai aktivitas diri dalam melakukan aktivitas fisik dalam bentuk permainan. fisik. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 167 No. Muatan Kompetensi Dasar Indikator Pelajaran 3.1 Mengetahui konsep gerak dasar 3.1.1 lokomotor sesuai dengan Mengidentifikasi gerak dimensi lokomotor dalam suatu kegiatan anggota tubuh yang digunakan, arah, permainan. ruang gerak, hubungan, dan usaha, dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau tradisional. 4.1 Mempraktikkan pola gerak dasar 4.1.1 Mempraktikkan pola gerak lokomotor yang dilandasi konsep gerak dasar lokomotor yang dilandasi (seperti konsep tubuh, ruang, gerak kaki. hubungan, dan usaha) dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau tradisional. 2. PPKn 1.1 Menerima keberagaman 1.1.1 karakteristik individu dalam kehidupan bersyukur Menunjukkan atas sikap keberagaman beragama sebagai anugerah Tuhan karakteristik individu yang ada di Yang Maha Esa di lingkungan rumah sekolah. dan sekolah. 2.3 Menunjukkan perilaku 2.3.1 Menunjukkan sikap kebersamaan dalam keberagaman di menghargai keragaman dikelas. rumah dan sekolah. 2.3.2 Menunjukkan sikap kebersamaan di kelas. 3.4 Mengenal arti bersatu dalam 3.4.1 Menyebutkan contoh sikap keberagaman di rumah dan sekolah bersatu di kelas. 4.3 Mengamati dan menceriterakan 4.3.1 Menceritakan kebersamaan kebersamaan dalam keberagaman di dalam keberagaman yang ada di rumah dan sekolah. 3. Matematika kelas. 1.1 Menerima dan menjalankan ajaran 1.1.1 agama yang dianutnya. Menunjukkan sikap menjalankan ajaran agama yang dianutnya melalui berdoa sebelum dan sesudah kegiatan. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 168 No. Muatan Kompetensi Dasar Indikator Pelajaran 2.3 Menunjukkan perilaku tertib dan 2.3.1 Menunjukkan sikap tertib rapi saat berbaris berdasarkan urutan saat berbaris berdasarkan urutan tinggi badan. tinggi badan. 3.12 Menentukan urutan berdasarkan 3.12.1 Mengukur tinggi badan panjang pendek benda, tinggi rendah teman. dan urutan kelompok berdasarkan jumlah. 4.8 Mengelompokkan teman sekelas 4.8.1 berdasarkan tinggi badannya. Membandingkan teman berdasarkan tinggi badan. C. Tujuan Pembelajaran 1. PJOK 3.1.1.1 Siswa mampu mengidentifikasi minimal 1 gerak lokomotor melalui suatu kegiatan permainan. 4.1.1.1 Siswa mampu mempraktikkan 1 pola gerak dasar lokomotor yang dilandasi gerak kaki melalui permainan. 2.1.1.1 Siswa mampu menunjukkan 1 sikap percaya diri dalam melakukan aktivitas fisik melalui permainan. 1.1.1.1 Siswa mampu menunjukkan 1 sikap menghargai tubuh sebagai anugerah Tuhan melalui kegiatan berdoa. 2. PPKn 3.4.1.1 Siswa mampu menyebutkan minimal 1 contoh sikap bersatu di kelas melalui tanya jawab. 4.3.1.1 Siswa mampu menceritakan 1 cerita tentang kebersamaan dalam keberagaman yang ada di kelas melalui presentasi kelompok. 2.3.1.1 Siswa mampu menunjukkan 1 sikap menghargai keragaman dikelas melalui diskusi kelompok. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 169 2.3.2.1 Siswa mampu menunjukkan 1 sikap kebersamaan di kelas melalui permainan. 1.1.1.1 Siswa mampu menunjukkan 1 sikap bersyukur atas keberagaman karakteristik individu yang ada di sekolah dengan berdoa sebelum dan sesudah kegiatan. 3. Matematika 3.12.1.1 Siswa mampu mengukur tinggi badan minimal 1 teman melalui praktik mengukur. 4.8.1.1 Siswa mampu membandingkan tinggi badan minimal 2 teman melalui kerja kelompok. 2.2.1.1 Siswa mampu menunjukkan 1 sikap tertib saat berbaris berdasarkan urutan tinggi badan melalui permainan. 1.1.1.1 Siswa mampu menunjukkan sikap menjalankan 1 ajaran agama yang dianutnya melalui berdoa sebelum dan sesudah kegiatan. D. Materi Pembelajaran PJOK : Pola Gerak Dasar Lokomotor PPKn : Kebersamaan dan Keberagaman di Lingkungan Sekolah Matematika : Membandingkan Tinggi Badan Ringkasan materi (terlampir) E. Pendekatan dan Metode Pembelajaran Pendekatan : Kecerdasan ganda dan saintifik Metode : Pengamatan, diskusi, tanya jawab, presentasi, permainan, ceramah F. Media Alat dan Sumber Pembelajaran 1. Media : gambar, lagu “Putar di putar-putar” 2. Alat/ Bahan : alat tulis, tali rafia atau sejenisnya, gunting, kertas, lem. 3. Sumber Belajar : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. Diriku: Buku Guru Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Untuk SD/MI Kelas I -- Edisi Revisi. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (hal 91-95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 170 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. Diriku: Buku Siswa Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Untuk SD/MI Kelas I -- Edisi Revisi. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (hal 91-95) http://mithayani.wordpress.com/2012/06/05/gerak-dasar-dalam-pendidikanjasmani/ G. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Pembelajara Kecerdasan Alokasi Yang Terkait Waktu Panggalan Pertama A. Pendahuluan 15 1. Doa, presensi 2. Apersepsi menit : Guru bertanya jawab dengan siswa mengenai gambar yang ditunjukkan oleh guru. (gambar terlampir) 3. Motivasi : Siswa dan guru bernyayi lagu “Putar di putar-putar” 4. Orientasi : Guru meminta siswa memberikan pendapat tentang 2 temannya yang diminta tampil ke depan. (siswa yang memiliki tinggi badan yang berbeda) o Apa perbedaan teman A dan B ? 5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran B. Kegiatan Inti 1. Siswa mengamati kartu gambar perbandingan tinggi Intellingensi pendek banda. (mengamati) Kinestetik- 2. Siswa bertanya jawab dengan guru terkait gambar. Badani (menanya) 3. Guru menjelaskan setiap anak mempunyai ukuran perbedaan dan persamaan tinggi badan. 4. Siswa menjawab sebuah pertanyaan yang ada pada buku siswa. (menalar) 5. Siswa melakukan pengukuran tinggi badan masingmasing siswa secara berkelompok yang terdiri dari 5 siswa.(mencoba) 65 menit PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 171 6. Siswa berkumpul secara berkelompok. Setiap kelompok mendapatkan tali rafia, penggaris, gunting, kertas, dan lem. (mencoba) 7. Siswa mengukur tinggi badan temannya dengan langkah sebagai berikut. (mencoba) o Siswa berdiri bersandar di dinding. Letakkan sebuah penggaris di atas kepalanya hingga menyentuh bagian tembok. o Siswa lain memberi tanda pada titik tinggi di tembok. o Siswa yang lain mengukur dengan meletakkan salah satu ujung tali rafia pada tanda di tembok dan menariknya hingga bagian bawah tembok lalu mengguntingnya. o Beri nama di setiap tali dengan cara mengikat atau menempelkan kertas yang sudah diberi nama. 8. Mintalah siswa untuk bekerja sama menempelkan hasil pengukuran di dinding kelas berdasarkan urutan dari yang paling rendah hingga yang paling tinggi. (mengkomunikasikan) o Lalu, mintalah siswa berdiskusi dikelompoknya masing-masing mengenai tinggi badan anggota kelompoknya. o Siswa menuliskan hasil diskusi kelompok pada buku masing masing. o Perwakilan kelompok menyampaikan hasil laporannya di depan kelas. o Siswa berlatih membandingkan tinggi badan berdasarkan gambar pada buku siswa. C. Kegiatan Akhir 1. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk istirahat 2. Guru memberikan nasehat kepada siswa untuk berhatihati selama istirahat 3. Doa istirahat 3 menit PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 172 ISTRAHAT (15 menit) Penggalan kedua A. Pendahuluan 5 menit 1. Doa setelah istirahat 2. Guru menanyakan kegiatan siswa selama istirahat 3. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mempersiapkan dirinya dalam menerima pelajaran B. Kegiatan Inti 1. Siswa dan guru bertanya jawab mengenai arti bersatu dan contoh sikap bersatu dalam kehidupan sehari-hari. (menanya) 2. Guru menegaskan kembali bahwa semua anak adalah istimewa. Ada yang tinggi ada yang kurang tinggi, ada yang larinya cepat dan ada yang lebih cepat, ada yang lompatnya jauh dan ada yang lebih jauh. 3. Siswa dibagi menjadi empat kelompok dan berbaris sesuai urutan tinggi badan. o Instruksi pertama siswa berbaris sesuai urutan dari yang tertinggi sampai terendah. Lalu, dari yang terendah sampai yang tertinggi. 4. Kegiatan selanjutnya, lomba membentuk barisan terpanjang. Siswa diberi kebebasan mencari cara untuk membuat barisan kelompoknya sepanjang mungkin (problem solving).(menalar) 5. Kegiatan berikutnya siswa berlomba lari estafet Pakayan ada istiadat (mencoba) 6. Setiap kelompok diminta maju ke depan untuk menceritakan pengalamannya setelah bermain, kelompok lain memberi apresiasi. Kelompok yang diberi apresiasi mengucapkan terima kasih. (mengkomunikasikan) 7. Guru menjelaskan pentingnya kerja sama untuk mencapai prestasi yang terbaik, juga saling menghargai, menerima perbedaan, dan persatuan. (mengkomunikasikan) Intellingensi 8. Kemudian guru membacakan teks “Mensyukuri Perbedaan” dan mendiskusikannya bersama Kinestetiksiswa.(mengkomunikasikan) Badani dan 67 menit Interpersonal C. Kegiatan Penutup 1. Guru merangkum kegiatan pembelajaran dari awal dengan meminta siswa menuliskan kesimpulan pada buku 2. Siswa melakukan refleksi atas pembelajaran hari ini dengan bimbingan guru 3. Siswa mengerjakan post test 4. Guru memberikan tindak lanjut pada siswa : Orang tua 20 menit PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 173 dapat membantu siswa untuk mengurutkan anggota keluarga berdasarkan tinggi badan, mulai dari yang paling tinggi hingga yang paling pendek. 5. Doa penutup, salam H. Penilaian 1. Jenis/ teknik penilaian Aspek Penilaian Pengetahuan Keterampilan Jenis Teknik Tertulis Lisan Produk Unjuk kerja Observasi Sikap Non tes Observasi 2. Instrumen: Soal tes dan kunci jawaban serta tugas dan rubrik penilaian (terlampir) Tes Non tes 3. Pedoman penskoran : terlampir I. Lampiran-lampiran - Media gambar Penilaian setiap muatan pelajaran Soal post test Lagu Mengetahui, Kepala Sekolah (.................................) Yogyakarta, Calon Guru (Soleman Haning) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 174 MATERI PEMBELAJARAN PJOK : Pola Gerak Dasar Lokomotor Kemampuan lokomotor digunakan untuk memindahkan tubuh dari satu tempat ke tempat lain atau untuk mengangkat tubuh ke atas seperti lompat dan loncat. Kemampuan gerak lainnya adalah berjalan, berlari, skipping, melompat, meluncur dan lari seperti kuda berlari (gallop), meluncur, menggeser ke kanan atau ke kiri, memanjat dan berguling. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 175 PPKn: Kebersamaan dan Keberagaman di Lingkungan Sekolah Mensyukuri Perbedaan NTT ( Belu ) Aceh Bali Yogyakarta . Sumber: http://www.budayaindonesia net/2015/02/daftar-lengkap-namagambar-dan-asal-pakaian-adat-indonesia.html PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 176 Setiap orang istimewa. Setiap orang berbeda keadaanya. Bisa berbeda fisiknya. Bisa berbeda sifatnya. Bisa berbeda budayanya. Dan masih banyak perbedaan lainnya. Perbedaan itu rahmat Tuhan. Kita harus mensyukurinya. Perbedaan membuat kita saling mengenal. Perbedaan membuat kita saling menghargai. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 177 Matematika : Membandingkan Tinggi Badan https://www.google.com/search?q=gambar+anak+tinggi+dan+pendek PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 178 Setiap orang memilki tinggi badan yang berbeda-beda. Tinggi badan dapat di ukur dengan meteran, dan tali. Satuan dalam mengukur tinggi badan adalah sentimeter atau meter. Lagu “Putar Di Putar-Putar” (Motivasi) Putar diputar-putar Kalau tidak di putar Nanti tidak bisa pintar Goyang di goyang-goyang Kalau tidak di goyang Nanti bisa sakit pinggang PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 179 MEDIA PEMBELAJARAN (APERSEPSI) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 180 PENILAIAN SETIAP MUATAN PELAJARAN D. Muatan Pelajaran : PJOK 1. Pengetahuan 3.1.1 Mengidentifikasi gerak lokomotor dalam suatu Indikator kegiatan permainan. Teknik Penilaian Instrumen Tes tertulis Soal 1. Sebutkan gerak lokomotor yang telah kamu lakukan dalam permainan hari ini? Kunci Jawaban: 1. Kemampuan lokomotor digunakan untuk memindahkan tubuh dari satu tempat ke tempat lain atau untuk mengangkat tubuh ke atas seperti lompat dan loncat. Kemampuan gerak lainnya adalah berjalan, berlari, skipping, melompat, meluncur dan lari seperti kuda berlari (gallop), meluncur, menggeser ke kanan atau ke kiri, memanjat dan berguling. Rubrik Penilaian dan Pedoman Penskoran No. 1. Kriteria Penilaian Siswa mampu menyebutkan 3 ada istiadat Siswa mampu menyebutkan 2 ada istiadat Siswa mampu menyebutkan 1 ada istiadat NA = Perolehan skor Skor 3 2 1 x 100 Skor maksimal Keterangan:  Perolehan skor adalah skor yang diperoleh peserta didik dari kriteria yang ada.  Skor maksimal adalah hasil dari banyaknya kriteria dikalikan skor tertinggi. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 181 2. Keterampilan 4.1.1 Mempraktikkan pola gerak dasar lokomotor yang Indikator dilandasi gerak kaki Teknik Penilaian Observasi Instrumen Lembar observasi Berilah tanda cek (√) sesuai dengan kenyataan yang ada pada siswa! Lembar Observasi Melakukan Gerak Dasar Lokomotor Lari melalui Permainan Estafet Kriteria No. 1. Terlihat (√) Belum Terlihat (√) (2) (1) Ketepatan Koordinasi pada tempat tarian yang benar 2. Kemampuan mengikuti aturan main 3. Sikap sosial/ individu 2.1.1 Menunjukkan sikap percaya diri dalam melakukan Indikator aktivitas fisik Observasi (satu subtema) Teknik Penilaian Lembar observasi Instrumen Berilah tanda cek (√) sesuai dengan kenyataan yang ada pada siswa! PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 182 Lembar Penilaian Sikap (satu subtema) Minggu ke-........Bulan....... Subtema: Aku Istimewa Berilah tanda cek (√) sesuai dengan kenyataan yang ada pada siswa! No. Nama Peserta Didik Perkembangan Sikap Percaya diri SB B C K Keterangan 1. 2. 3. Catatan: SB: Sangat Baik, B:Baik, C: Cukup, K: Kurang. 4. Sikap Spiritual Indikator Teknik Penilaian Instrumen 1.1.1 Menunjukkan sikap menghargai tubuh sebagai anugerah Tuhan melalui doa. Observasi Lembar observasi Rubrik Penilaian Sikap Spiritual dan Pedoman Penskoran Baik sekali Baik Cukup Kurang Kriteria 4 3 2 1 Selalu Sering Kadang-kadang Tidak berdoa Berdoa melakukan doa melakukan doa melakukan doa sebelum dan sebelum sebelum dan sebelum dan sebelum dan sesudah dan sesudah sesudah sesudah sesudah melakukan melakukan melakukan melakukan melakukan kegiatan kegiatan kegiatan kegiatan kegiatan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 183 E. Muatan Pelajaran : PPKn 1. Pengetahuan Indikator 3.4.1 Menyebutkan contoh sikap bersatu di kelas. Teknik Penilaian Tes lisan Instrumen Soal Sebutkan contoh sikap bersatu dalam kehidupan sehari-hari! Kunci Jawaban   Menghargai teman  Tidak berkelahi  Toleransi  Rela menolong Tidak membuat kegaduhan di dalam kelas No. Kriteria Penilaian Skor 1. Siswa mampu menyebutkan 3 3 2 Siswa mampu menyebutkan 2 2 3 Siswa mampu menyebutkan 1 1 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 184 2. Keterampilan 4.3.1 Indikator yang ada di kelas Teknik Penilaian Instrumen Menceritakan kebersamaan dalam keberagaman Unjuk kerja  Ceritakanlah pengalaman mu terkait kebersamaan dalam keberagaman yang ada di kelas! Rubrik Penilaian dan Pedoman Penskoran No. Kriteria 1. Kemampuan 4 Baik sekali (A) Menyampaikan berbicara pendapat dengan sebagian besar kalimat yang pendapat dengan dengan kalimat kalimat yang runtut, baik, dan kalimat yang yang runtut, baik, runtut, baik benar. runtut, baik, dan dan benar. dengan dan benar 3 Baik (B) Menyampaikan 2 Cukup (C) Menyampaikan 1 Perlu bimbingan (D) Masih perlu sebagian pendapat berlatih untuk menyampaikan pendapat dengan kalimat yang runtut, baik, dan benar. benar. 2. Kepercayaan Tidak terlihat Terlihat ragu-ragu raguragu diri dalam Memerlukan bantuan guru Belum menunjukkan kepercayaan diri menyampaik an pendapat 3. Sikap sosial/ individu 2.3.1 Menunjukkan sikap menghargai keragaman dikelas Indikator 2.3.2 Menunjukkan sikap kebersamaan di kelas Teknik Penilaian Instrumen Observasi (satu subtema) Lembar observasi Berilah tanda cek (√) sesuai dengan kenyataan yang ada pada siswa! PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 185 Lembar Penilaian Sikap (satu subtema) Minggu ke-........Bulan...... Subtema: Aku Istimewa Berilah tanda cek (√) sesuai dengan kenyataan yang ada pada siswa! No. Nama Peserta Keterangan Perkembangan Sikap Didik Menghargai Kebersamaan SB B C K SB B C K 1. 2. 3. Catatan: SB: Sangat Baik, B:Baik, C: Cukup, K: Kurang 4. Sikap Spiritual Indikator 1.1.1 Menunjukkan sikap bersyukur atas keberagaman karakteristik individu yang ada di sekolah. Observasi Lembar Observasi Teknik Penilaian Instrumen Rubrik Penilaian Sikap Spiritual dan Pedoman Penskoran Kriteria Berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan Baik sekali 4 Selalu melakukan doa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan F. Muatan Pelajaran 1. Pengetahuan Indikator Teknik Penilaian Instrumen Baik 3 Sering melakukan doa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan Cukup 2 Kadang-kadang melakukan doa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan Kurang 1 Tidak berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan : Matematika 3.12.1 Mengukur tinggi badan teman Tes tertulis Soal  Amatilah gambar di bawah ini, kemudian jawablah pertanyaan berdasarkan gambar! PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 186 Kunci Jawaban    Dayu Siti Udin, Dayu, Beni, Lani, Siti, dan Edo Rubrik Penilaian dan Pedoman Penskoran No. Kriteria Penilaian Skor 1. Semua jawaban benar 3 2 Sebagian besar jawaban benar 2 3 Sebagian jawaban benar 1 2. Keterampilan Indikator Teknik Penilaian Instrumen No. 1. 2. 4.8.1 Membandingkan teman berdasarkan tinggi badan Unjuk kerja Urutkan lah tinggi badan teman-temanmu! Rubrik Penilaian dan Pedoman Penskoran 4 3 2 Baik sekali Baik Cukup Kriteria (A) (B) (C) Ketepatan Seluruh anggota Setengah atau Kurang dari 1 Perlu bimbingan (D) Seluruh pengukuran kelompok lebih anggota setengah anggota mampu kelompok anggota kelompok mengukur tinggi mampu kelompok belum badan dengan mengukur tinggi mampu mampu tepat badan dengan mengukur mengukur tepat tinggi badan tinggi badan dengan tepat dengan tepat Kurang dari Seluruh hasil Ketepatan Seluruh hasil Setengah atau PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 187 mengurutkan 3. pengukuran lebih hasil setengah pengukuran kelompok pengukuran hasil kelompok berhasil kelompok pengukuran belum diurutkan diurutkan kelompok berhasil dengan tepat dengan tepat diurutkan diurutkan dengan tepat dengan tepat Kerja sama Seluruh anggota Setengah atau Kurang dari Seluruh kelompok kelompok lebih anggota setengah anggota berpartisipasi kelompok anggota kelompok aktif berpartisipasi kelompok terlihat aktif berpartisipasi pasif aktif 3. Sikap sosial/ individu Indikator 2.2.1 Menunjukkan sikap tertib saat berbaris berdasarkan urutan tinggi badan Teknik Penilaian Instrumen Observasi (satu subtema) Lembar Observasi Berilah tanda cek (√) sesuai dengan kenyataan yang ada pada siswa! Lembar Penilaian Sikap (satu subtema) Minggu ke-........Bulan...... Subtema: Aku Istimewa Berilah tanda cek (√) sesuai dengan kenyataan yang ada pada siswa! No. Nama Peserta Keterangan Perkembangan Didik Sikap Tertib SB B C K 1. 2. 3. Catatan: SB: Sangat Baik, B:Baik, C: Cukup, K: Kurang PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 188 4. Sikap Spiritual Indikator 1.1.1 Menunjukkan sikap menjalankan ajaran agama yang dianutnya melalui berdoa sebelum dan sesudah kegiatan Teknik Penilaian Instrumen Observasi Lembar observasi Berilah tanda cek (√) sesuai dengan kenyataan yang ada pada siswa! Rubrik Penilaian Sikap Spiritual dan Pedoman Penskoran Baik sekali Baik Cukup Kriteria 2 4 3 Selalu Sering Kadang-kadang Berdoa melakukan doa melakukan doa melakukan doa sebelum dan sebelum dan sebelum dan sebelum dan sesudah sesudah sesudah sesudah melakukan melakukan melakukan melakukan kegiatan kegiatan kegiatan kegiatan Kurang 1 Tidak berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 189 Tujuan Pembelajaran: 1. PJOK 3.1.1.1 4.1.1.1 2.1.1.1 1.1.1.1 2. PPKn 3.4.1.1 4.3.1.1 2.3.1.1 2.3.2.1 1.1.1.1 Siswa mampu mengidentifikasi minimal 1 gerak lokomotor melalui suatu kegiatan permainan. Siswa mampu mempraktikkan 1 pola gerak dasar lokomotor yang dilandasi gerak kaki melalui permainan. Siswa mampu menunjukkan 1 sikap percaya diri dalam melakukan aktivitas fisik melalui permainan. Siswa mampu menunjukkan 1 sikap menghargai tubuh sebagai anugerah Tuhan melalui kegiatan berdoa. Siswa mampu menyebutkan minimal 1 contoh sikap bersatu di kelas melalui tanya jawab. Siswa mampu menceritakan 1 cerita tentang kebersamaan dalam keberagaman yang ada di kelasmelalui presentasi kelompok. Siswa mampu menunjukkan 1 sikap menghargai keragaman dikelas melalui diskusi kelompok. Siswa mampu menunjukkan 1 sikap kebersamaan di kelas melalui permainan. Siswa mampu menunjukkan 1 sikap bersyukur atas keberagaman karakteristik individu yang ada di sekolah dengan berdoa sebelum dan sesudah kegiatan. 3. Matematika 3.12.1.1 Siswa mampu mengukur tinggi badan minimal 1 teman melalui praktik mengukur. .8.1.1 Siswa mampu membandingkan tinggi badan minimal 2 teman melalui diskusi kelompok. 2.2.1.1 Siswa mampu menunjukkan 1 sikap tertib saat berbaris berdasarkan urutan tinggi badan melalui permainan. 1.1.1.1 Siswa mampu menunjukkan 1 sikap menjalankan ajaran agama yang dianutnya melalui berdoa sebelum dan sesudah kegiatan. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 190 Ukurlah tinggi badan temanmu ! PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 191 Sebelum mengukur, bacalah langkah-langkah kegiatan berikut! 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Bekerjasamalah dengan 5 temanmu. Sediakan tali rafia, penggaris, gunting, kertas, dan lem. Seorang siswa berdiri bersandar di dinding. Letakkan sebuahpenggaris di atas kepalanya hingga menyentuh bagian tembok. Siswa lain memberi tanda pada titik tinggi di tembok. Siswa yang lain mengukur dengan meletakkan salah satu ujung tali rafia pada tanda di tembok dan menariknya hingga bagian bawah tembok lalu mengguntingnya. Beri nama di setiap tali dengan cara mengikat atau menempelkan kertas yang sudah diberi nama. Tulislah hasil diskusi mu pada lembar pengamatan. Setelah selesai, sampaikanlah hasil pengamatanmu di depan kelas. Lembar Pengamatan Nama kelompok: Tuliskan nama anggota kelompokmu. Urutkan dari yang paling tinggi. 1. 2. 3. 4. Adakah teman yang tingginya sama dalam kelompokmu? Siapa? PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 192 Langkah-langkah estafet: Guru membuat empat buah garis lintas. Siswa dibagi dalam bentuk kelompok, setiap kelompok terdiri dari lima orang. Salah satu siswa memberikan instruksi kepada anggota kelompoknya. Setiap kelompok mengutus salah satu anggota kelompoknya untuk berdiri di garis lintas. Siswa pada garis lintas pertama memegang kartu pakaian adat. Kemudian siswa tersebut berlari menuju lintasan kedua dan menyerahkan kartu pakaian adat kepada siswa yang berdiri di lintasan kedua, kemudian siswa yang berada pada lintasan kedua, berlari menuju lintasan ketiga dan menyerahkan kartu pakaian adat kepada siswa yang berdiri di lintasan ketiga. Dan siswa yang berdiri di lintasan ketiga berlari menuju lintasan keempat sambil memegang kartu pakaian adat, dan menyerahkan kepada siswa yang berdiri pada lintasan keempat. Setelah itu siswa yang berdiri pada lintasan keempat memasukan kartu pada kotak yang sudah tersedia sesuai dengan namanya. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 193 Apa yang saya pelajari hari ini? Perasaan saya mengikuti pembelajaran hari ini? Sikap apa yang saya temukan dari pembelajaran hari ini? Apa yang bisa saya syukuri setelah melakukan pembelajaran pada hari ini? Orang tua mengurutkan dapat membantu anggota keluarga siswa untuk berdasarkan tinggi badan, mulai dari yang paling tinggi hingga yang paling pendek. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 194 Soal Post Test Setiap orang istimewa. Setiap orang berbeda keadaanya. Bisa berbeda fisiknya. Bisa berbeda sifatnya. Bisa berbeda budayanya. Dan masih banyak perbedaan lainnya. Perbedaan itu rahmat Tuhan. Jawablah pertanyaan di bawah ini! 1. Sebutkan perbedaan yang miliki oleh setiap orang? 2. Sebutkan 2 contoh gerak yang di lakukan dalam bermain estafet? 3. Amatilah gambar di bawah ini, siapa yang lebih tinggi PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 195 BUDI RINA Kunci Jawaban: 1. Setiap orang berbeda fisiknya, sifatnya, budaya, postur tubuh, dan lain-lain. 2. Lari dan menangkap. 3. Budi lebih tinggi dari Rina. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 180 PEMETAAN KD dan INDIKATOR PEMBELAJARAN HARI 3 3.1 4.1 2.3 1.1 3.1.1 4.1.1 2.3.1 1.1.1 Bahasa Indonesia Mengenal teks deskriptif tentang anggota tubuh dan pancaindra, wujud dan sifat benda, serta peristiwa siangdan malam dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman. Mengamati dan menirukan teks deskriptif tentang anggota tubuh dan pancaindra, wujud dan sifat benda, serta peristiwa siang dan malam secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian. Memiliki perilaku santun dan sikap kasih sayang melalui pemanfaatan bahasa Indonesia dan/atau bahasa daerah. Menerima anugerah Tuhan Yang Maha Esa berupa bahasa Indonesia yang dikenal sebagai bahasa persatuan dan sarana belajar di tengah keberagaman bahasa daerah. Indikator Mengidentifikasi teks yang berkaitan dengan karakteristik benda. Menirukan teks tentang benda yang diamati. Menunjukkan perilaku santun dalam menggunakan bahasa Indonesia di sekolah. Menunjukkan sikap bersyukur atas bahasa Indonesia yang dimiliki melalui doa. 3.2 4.6 4.9 2.3 1.1 3.2.1 3.3 4.4 2.2 1.1 3.3.1 4.4.1 2.2.1 1.1.1 PPKn Mengenal keberagaman karakteristik individu di rumah dan di sekolah. Mengamati dan menceritakan keberagaman karakteristik individu di rumah dan di sekolah. Menunjukkan perilaku patuh pada tata tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan sekolah. Menerima keberagaman karakteristik individu dalam kehidupan beragama sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan rumah dan sekolah. Indikator Menyebutkan buah kesukaan temannya. Menceritakan keberagaman yang ada di kelas. Menunjukkan perilaku patuh pada tata tertib dan aturan di kelas. Menunjukkan sikap toleransi dalam kehidupan beragama dengan berdoa bersama. 4.6.1 4.9.1 2.3.1 1.1.1 Matematika Mengenal bilangan asli sampai 99 dengan menggunakan benda-benda yang ada di sekitar rumah, sekolah, atau tempat bermain. Membaca dan mendeskripsikan data pokok yang ditampilkan pada grafik konkret dan piktograf. Mengumpulkan dan mengelola data pokok kategorikal dan menyajikannya dalam grafik konkrit dan piktograf tanpa menggunakan urutan label pada sumbu horizontal. Menunjukkan perilaku tertib dan rapi saat berbaris berdasarkan urutan tinggi badan. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya. Indikator Menghitung banyak benda yang ada pada piktograf. Membaca data yang ditampilkan pada piktograf. Menyajikan data yang ditampilkan pada piktograf. Menunjukkan sikap tertib dalam melakukan kerja kelompok. Melakukan doa sebelum dan sesudah berkegiatan. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 181 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK HARIAN (RPPTH) Satuan Pendidikan : SDN Kalasan 1 Kelas/ Semester : I/ 1 Muatan Terkait : Bahasa Indonesia, Matematika, PPKn Tema/ Sub Tema : Diriku/Aku Istimewa Pembelajaran ke- :3 Alokasi Waktu : 5 x 35 menit A. Kompetensi Inti (KI) 1. Menerima, menghargai, dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya 2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, tetangga, dan guru 3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan mencoba [mendengar, melihat, membaca] serta menanya berdasarkan rasa ingin tahu secara kritis tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain 4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia. B. Kompetensi Dasar dan Indikator No. Muatan Kompetensi Dasar Indikator Pelajaran 1. Bahasa 1.1 Menerima anugerah Tuhan Yang 1.1.1 Menunjukkan Indonesia Maha Esa berupa bahasa Indonesia bersyukur atas bahasa Indonesia yang dikenal sebagai bahasa persatuan yang dimiliki melalui doa. dan sarana belajar di keberagaman bahasa daerah. tengah sikap PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 182 No. Muatan Kompetensi Dasar Indikator Pelajaran 2.3 Memiliki perilaku santun dan sikap 2.3.1 kasih sayang melalui bahasa Indonesia Menunjukkan pemanfaatan santun dan/atau dalam perilaku menggunakan bahasa bahasa Indonesia di sekolah. daerah. 3.1 Mengenal teks deskriptif tentang 3.1.1 Mengidentifikasi teks yang anggota tubuh dan pancaindra, wujud berkaitan dengan karakteristik dan sifat benda, serta peristiwa siang benda. dan malam dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman. 4.1 Mengamati dan menirukan teks 4.1.1 Menirukan teks tentang deskriptif tentang anggota tubuh dan benda yang diamati. pancaindra, wujud dan sifat benda, serta peristiwa siang dan malam secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian. 2. Matematika 1.1 Menerima dan menjalankan ajaran 1.1.1 Melakukan doa sebelum dan agama yang dianutnya. sesudah berkegiatan. 2.3 Menunjukkan perilaku tertib dan 2.3.1 Menunjukkan sikap tertib rapi saat berbaris berdasarkan urutan dalam melakukan kerja kelompok. tinggi badan. 3.2 Mengenal bilangan asli sampai 99 3.2.1 Menghitung banyak benda dengan menggunakan benda-benda yang ada pada piktograf. yang ada di sekitar rumah, sekolah, atau tempat bermain. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 183 No. Muatan Kompetensi Dasar Indikator Pelajaran 4.6 Membaca dan mendeskripsikan 4.6.1 Membaca data yang data pokok yang ditampilkan pada ditampilkan pada piktograf. grafik konkret dan piktograf. 4.9 Mengumpulkan dan mengelola data 4.9.1 Menyajikan data yang pokok kategorikal dan menyajikannya ditampilkan pada piktograf. dalam grafik konkrit dan piktograf tanpa menggunakan urutan label pada sumbu horizontal. 3. PPKn 1.1 Menerima keberagaman 1.1.1 Menunjukkan sikap toleransi karakteristik individu dalam kehidupan dalam kehidupan beragama beragama sebagai anugerah Tuhan dengan mengikuti doa bersama. Yang Maha Esa di lingkungan rumah dan sekolah. 2.2 Menunjukkan perilaku patuh pada 2.2.1 Menunjukkan perilaku patuh tata tertib dan aturan yang berlaku pada tata tertib dan aturan di kelas. dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan sekolah. 3.3 Mengenal keberagaman 3.3.1 Menyebutkan buah-buah. karakteristik individu di rumah dan di sekolah. 4.4 Mengamati dan menceritakan 4.4.1 Menceritakan keberagaman keberagaman karakteristik individu di yang ada di kelas. rumah dan di sekolah. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 184 C. Tujuan Pembelajaran 1. Bahasa Indonesia 3.1.1.1 Siswa mampu mengidentifikasi 1 teks yang berkaitan dengan karakteristik benda melalui diskusi. 4.1.1.1 Siswa mampu menirukan 1 teks deskriptif tentang benda yang diamati melalui pengamatan. 2.3.1.1 Siswa mampu menunjukkan 1 perilaku santun dalam menggunakan bahasa Indonesia di sekolah melalui unjuk kerja/presentasi. 1.1.1.1 Siswa mampu menunjukkan 1 sikap bersyukur atas bahasa Indonesia dengan menyusun sebuah kalimat doa. 2. Matematika 3.2.1.1 Siswa mampu menghitung 1 banyak data benda yang ada pada piktograf melalui tanya jawab. 4.6.1.1 Siswa mampu membaca 1 data yang ditampilkan pada piktograf melalui tanya jawab. 4.9.1.1 Siswa mampu menyajikan 1 data yang ditampilkan pada piktograf melalui presentasi/unjuk kerja. 2.3.1.1 Siswa mampu menunjukkan 1 sikap tertib melalui kerja kelompok. 1.1.1.1 Siswa mampu melakukan 1 doa sebelum dan sesudah berkegiatan sesuai ajaran agama yang dianutnya melalui praktik. 3. PPKn 3.3.1.1 Siswa mampu menyebutkan minimal 1 buah melalui tanya jawab. 4.4.1.1 Siswa mampu menceritakan 1 cerita tentang keberagaman yang ada dikelas melalui presentasi kelompok. 2.2.1.1 Siswa mampu menunjukkan 1 perilaku patuh pada tata tertib dan aturan di kelas melalui diskusi kelompok. 1.1.1.1 Siswa mampu menunjukkan 1 sikap toleransi dalam kehidupan beragama dengan mengikuti doa bersama. D. Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia : Mengenal Teks Deskriptif Tentang Benda Matematika : Bilangan Asli 1-99 PPKn : Keberagaman Individu di Rumah dan di Sekolah Ringkasan materi (terlampir) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 185 E. Pendekatan dan Metode Pembelajaran Pendekatan : Kecerdasan ganda dan saintifik Metode : Pengamatan, diskusi, tanya jawab, presentasi, ceramah F. Media Alat dan Sumber Pembelajaran 1. Media : kartu gambar buah-buahan, lagu “Jeruk saya bulat” 2. Alat/ Bahan : alat tulis, pensil warna, buah-buahan 3. Sumber Belajar : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. Diriku: Buku Guru Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Untuk SD/MI Kelas I -- Edisi Revisi. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (hal 96-100) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. Diriku: Buku Siswa Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Untuk SD/MI Kelas I -- Edisi Revisi. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (hal 96-100) http://www.deskripsi.com/m/mendeskripsikan http://www.slideshare.net/ruhanaahmad/piktograf-15543566 G. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Pembelajara Kecerdasan Alokasi yang terkait waktu Panggalan Pertama A. Pendahuluan 15 menit 1. Sala, Doa, presensi 2. Apersepsi : Guru bertanya jawab dengan siswa mengenai gambar buah yang siswa sukai. (gambar terlampir) 3. Motivasi : Siswa dan guru bernyayi lagu “Jeruk Saya Bulat ” (nama buah pada lagu sesuai dengan Intellingesi kesukaan siswa) ( Media kartu lagu ) 4. Orientasi : Guru bertanya jawab dengan siswa terkait lagu. o Apa buah kesukaan mu ?, o Bagaimana bentuknya ? 5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran musical PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 186 B. Kegiatan Inti 65 menit 1. Siswa mengamati papan gambar buah. (mengamati) Intellingesi 2. Secara bergantian siswa mengamati kartu gambar Lingkungan buah-buahan (upayakan salah satu buah terdapat dan matematisdalam teks buku siswa). (mengamati) logis 3. Guru menanyakan siapa yang menciptakan buahbuahan. Lalu mengajak siswa bersyukur atas apa yang diberikan Tuhan kepada kita. (menanya) 4. Lalu, siswa diminta mendeskripsikan bentuk buah yang dilihatnya. (menalar) 5. Siswa menirukan guru membaca nyaring teks pada buku siswa. 6. Siswa diminta berpasangan untuk mendeskripsikan buah yang ada di kelas maupun yang ada di buku siswa. (mencoba dan mengkomunikasikan) C. Kegiatan Akhir 3 menit 1. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk istirahat 2. Guru memberikan nasehat kepada siswa untuk berhati-hati selama istirahat 3. Doa istirahat ISTRAHAT ( 15 menit ) Penggalan kedua A. Pendahuluan 5 menit 1. Doa setelah istirahat 2. Guru menanyakan kegiatan siswa selama istirahat 3. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mempersiapkan dirinya dalam menerima pelajaran B. Kegiatan Inti 1. Minta siswa membuat kelompok masing-masing 5 orang. 2. Tanyakan buah kesukaan masing-masing anggota Intellingesi kelompok seperti pada tabel di buku siswa. Lalu Lingkungan 67 menit PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 187 siswa mengamati kartu gambar buah. (mengamati) dan matematis- 3. Siswa bertanya jawab terkait kartu gambar buah. logis (menanya) 4. Guru meminta siswa minghitung jumlah buah yang pada kartu gambar buah tersebut. 5. Siswa menghitung dan menjumlahkan hasil tanya jawab tentang buah kesukaan temannya dan menuliskannya di tabel hitung. (menalar) 6. Siswa menjumlahkan masing-masing buah yang ada pada kartu gambar buah. (mencoba) 7. Siswa menyimpulkan buah yang paling banyak dan paling sedikit pada kartu gambar buah tersebut. 8. Siswa menyajikan hasil menuliskannya di kerja kelompok buku dan siswa. (mengkomunikasikan) 9. Guru menutup kegiatan seraya mengingatkan bahwa buah yang beraneka ragam dan menyehatkan tubuh merupakan kasih sayang Tuhan kepada manusia yang patut disyukuri. C. Kegiatan Penutup 1. Guru merangkum kegiatan pembelajaran dari awal dengan meminta siswa menuliskan kesimpulan pada buku 2. Siswa melakukan refleksi atas pembelajaran hari ini dengan bimbingan guru 3. Siswa mengerjakan post test 4. Guru memberikan tindak lanjut pada siswa: Orang tua mengajak anak berdiskusi tentang persamaan dan perbedaan yang ada di dalam anggota keluarga mereka untuk menjelaskan bahwa setiap individu berbeda, misalnya perbedaan buah kesukaan. 5. Doa penutup, salam 20 menit PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 188 H. Penilaian 1. Jenis/ teknik penilaian Aspek Penilaian Jenis Teknik Pengetahuan Tes Tertulis Keterampilan Non tes Unjuk kerja Sikap Non tes Observasi 2. Instrumen: Soal tes dan kunci jawaban serta tugas dan rubrik penilaian (terlampir) 3. Pedoman penskoran : terlampir I. Lampiran-lampiran - Media kartu gambar buah-buahan. - Penilaian setiap muatan pelajaran - Soal post test - Lagu Mengetahui, Kepala Sekolah (.................................) Yogyakarta, Calon Guru (Soleman Haning) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 189 MATERI PEMBELAJARAN Bahasa Indonesia : Menirukan Teks Deskriptif Tentang Benda Buah Jeruk Jeruk adalah buah kesukaanku. Bentuknya bulat, seperti wajahku. Warnanya orange, warna kesukaanku. Rasanya segar, hilangkan hausku. Jeruk membuatku sehat selalu. Buah-buahan menyehatkan tubuh. Mengandung vitamin yang bermanfaat. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 190 Matematika : Bilangan Asli 1-99 Piktograf atau piktogram juga di sebut carta gambar. Piktograf merupakan ilustrasi data menggunakan gambar atau simbol. Contoh : No. Gambar 1. Jumlah PPKn 4 Apel 5 Manggis 2 Pisang : Keberagaman Individu di Rumah dan di Sekolah Keberagaman adalah perbedaan karakteristik setiap individu, baik dalam hal kelebihan maupun kekurangannya, kesukaan, kepribadian, kegemaran, dan lain-lain. Buah adalah karunia Tuhan. Rasanya bermacam macam. Warnanya pun bermacam macam. Kita bersyukur kepada Tuhan. Buah kesukaan kita tidak sama. Kita senang dengan yang kita suka. Meskipun kita berbeda kesukaan, namun kita tetap saling menghargai. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 191 Lagu : “Jeruk Saya Bulat” (motivasi) Jeruk saya bulat Bulat jeruk saya Kalau tidak bulat Bukan jeruk saya NB: lagu di ubah sesuai dengan bauh kesukaan siswa. MEDIA GAMBAR APERSEPSI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 192 PENILAIAN SETIAP MUATAN PELAJARAN G. Muatan Pelajaran : Bahasa Indonesia 1. Pengetahuan Indikator 3.1.1 Mengidentifikasi teks yang berkaitan dengan karakteristik benda Teknik Penilaian Instrumen Tes tertulis Soal 1. Buah apa yang diceritakan pada teks ? 2. Sebutkan ciri-ciri buah yang ada pada teks ? Kunci Jawaban: 1. Buah jeruk 2. Bentuk nya bulat, bewarna jingga, rasanya segar, dan mengandung banyak vitamin. Rubrik Penilaian dan Pedoman Penskoran No. 1. Kriteria Penilaian Siswa mampu menyebutkan dengan benar Siswa tidak mampu menyebutkan dengan benar Skor 5 1 2. Siswa mampu menyebutkan lebih dari 4 ciri Siswa mampu menyebutkan 3 ciri Siswa mampu menyebutkan 2 ciri Siswa mampu menyebutkan 1 ciri 4 3 2 1 NA = Perolehan skor x 100 Skor maksimal Keterangan:   Perolehan skor adalah skor yang diperoleh peserta didik dari kriteria yang ada. Skor maksimal adalah hasil dari banyaknya kriteria dikalikan skor tertinggi. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 193 2. Keterampilan Indikator Teknik Penilaian Instrumen No. Kriteria 1. Mendeskripsi kan pengamatan buah secara lisan 4.1.1 Menirukan teks tentang benda yang diamati Unjuk kerja Berilah tanda cek (√) sesuai dengan kenyataan yang ada pada siswa! Baik Sekali (4) Siswa mampu menyebutkan 4 atau lebih ciri buah yang diamati Perlu Bimbingan Baik Cukup (1) (3) (2) Siswa mampu Siswa mampu Siswa mampu menyebutkan 3 menyebutkan 2 menyebutkan 1 ciri buah yang ciri buah yang ciri buah yang diamati diamati diamati 3. Sikap sosial/ individu 2.3.1 Menunjukkan perilaku santun dalam menggunakan bahasa Indonesia di sekolah Teknik Penilaian Observasi (satu subtema) Lembar observasi Instrumen Berilah tanda cek (√) sesuai dengan kenyataan yang ada pada siswa! Indikator Lembar Penilaian Sikap (satu subtema) Minggu ke-........Bulan...... Subtema: Aku Istimewa Berilah tanda cek (√) sesuai dengan kenyataan yang ada pada siswa! No. Nama Peserta Didik Perkembangan Sikap Santun SB B C K Keterangan 1. 2. 3. Catatan: SB: Sangat Baik, B:Baik, C: Cukup, K: Kurang. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 194 4. Sikap Spiritual 1.1.1 Indikator Menunjukkan sikap menghargai tubuh sebagai anugerah Tuhan melalui doa. Teknik Penilaian Observasi Instrumen Lembar observasi. Rubrik Penilaian Sikap Spiritual Dan Pedoman Penskoran Baik sekali Baik Cukup Kurang 4 3 2 1 Berdoa Selalu Sering melakukan Kadang-kadang Tidak berdoa sebelum melakukan doa doa sebelum dan melakukan doa sebelum dan sebelum dan sesudah sebelum dan sesudah sesudah melakukan sesudah melakukan melakukan kegiatan melakukan kegiatan Kriteria dan sesudah melakukan kegiatan kegiatan kegiatan H. Muatan Pelajaran : Matematika 1. Pengetahuan Indikator 3.2.1 Menghitung jumlah benda yang ada pada piktograf Teknik Penilaian Tes tertulis Instrumen Soal 1. Hitunglah buah kesukaan temanmu ! 2. Buah apa yang paling disukai? 3. Buah apa yang kurang disukai? Kunci Jawaban: 1. Buah jeruk disukai lima anak. Buah pisang disukai tiga anak. Buah mangga disukai dua anak. 2. Buah Jeruk 3. Buah Mangga PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 195 No. Kriteria Penilaian Skor 1. Siswa mampu menyebutkan 3 3 2 Siswa mampu menyebutkan 2 2 3 Siswa mampu menyebutkan 1 1 2. Keterampilan 4.6.1 Membaca data yang ditampilkan pada piktograf Indikator 4.9.1 Menyajikan data yang ditampilkan pada piktograf Teknik Penilaian Instrumen Unjuk kerja Rubrik unjuk kerja Rubrik Penilaian dan Pedoman Penskoran No. 1. 2. 3. Kriteria Jumlah anggota kelompok yang berhasil didata Kerja sama kelompok Mendeskripsi kan pengamatan buah secara lisan Baik Sekali (4) 7 atau lebih siswa Baik (3) 5–6 siswa Semua anggota kelompok aktif Setengah atau lebih anggota kelompok aktif Siswa mampu menyebutkan 4 atau lebih ciri buah yang diamati Siswa mampu menyebutka n 3 ciri buah yang diamati Cukup (2) 3–4 siswa Perlu Bimbingan (1) 1–2 siswa Kurang dari Semua setengah anggota anggota kelompok kelompok pasif aktif Siswa mampu menyebutk an 2 ciri buah yang diamati Siswa mampu menyebutka n 1 ciri buah yang diamati PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 196 3. Sikap sosial/ individu 2.3.1 Menunjukkan sikap tertib dalam melakukan kerja Indikator kelompok Teknik Penilaian Instrumen Observasi (satu subtema) Lembar observasi Berilah tanda cek (√) sesuai dengan kenyataan yang ada pada siswa! Lembar Penilaian Sikap (satu subtema) Minggu ke-........Bulan....... Subtema: Aku Istimewa Berilah tanda cek (√) sesuai dengan kenyataan yang ada pada siswa! No. Nama Peserta Didik Perkembangan Sikap Tertib SB B C K Keterangan 1. 2. 3. Catatan: SB: Sangat Baik, B:Baik, C: Cukup, K: Kurang 4. Sikap Spiritual Indikator Teknik Penilaian Instrumen 1.1.1 Melakukan doa sebelum dan sesudah berkegiatan Observasi Lembar observasi Berilah tanda cek (√) sesuai dengan kenyataan yang ada pada siswa! Rubrik Penilaian Sikap Spiritual dan Pedoman Penskoran Baik sekali Baik Cukup Kurang Kriteria 4 3 2 1 Selalu Sering KadangTidak berdoa melakukan doa melakukan doa kadang sebelum dan Berdoa melakukan doa sesudah sebelum dan sebelum dan sebelum dan sesudah sesudah sebelum dan melakukan sesudah melakukan sesudah kegiatan melakukan melakukan kegiatan melakukan kegiatan kegiatan kegiatan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 197 I. Muatan Pelajaran : PPKn 1. Pengetahuan Indikator 3.3.1 Menyebutkan buah buah-buahan Teknik Penilaian Tes tertulis Instrumen Soal  Sebutkan buah pisang pada kartu gambar tersebut! Kunci Jawaban: o 3 buah pisang Rubrik Penilaian dan Pedoman Penskoran No. 1. Kriteria Penilaian Siswa mampu menyebutkan 3 Siswa mampu menyebutkan 2 Siswa mampu menyebutkan 1 Skor 3 2 1 2. Keterampilan Indikator Teknik Penilaian Instrumen 4.4.1 Menceritakan keberagaman yang ada di kelas Unjuk kerja Berilah tanda cek (√) sesuai dengan kenyataan yang ada pada siswa! Rubrik Penilaian dan Pedoman Penskoran N o . 1 . Kriteria Baik Sekali (4) Baik (3) Cukup (2) Jumlah anggota kelompok yang berhasil didata 7 atau lebih siswa 5–6 siswa 3–4 siswa Semua anggota kelompok aktif Setengah atau lebih anggota kelompok aktif Kurang dari setengah anggota kelompok aktif Kerja sama 2 kelompok . Perlu Bimbingan (1) 1–2 siswa Semua anggota kelompok pasif PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 198 3 . Mendeskripsi kan pengamatan buah secara lisan Siswa mampu menyebutkan 4 atau lebih ciri buah yang diamati Siswa mampu menyebutkan 3 ciri buah yang diamati Siswa mampu menyebutkan 2 ciri buah yang diamati Siswa mampu menyebutkan 1 ciri buah yang diamati 3. Sikap sosial/ individu Indikator Teknik Penilaian Instrumen 2.2.1 Menunjukkan perilaku patuh pada tata tertib dan aturan di kelas Observasi (satu subtema) Lembar Observasi Berilah tanda cek (√) sesuai dengan kenyataan yang ada pada siswa! Lembar Penilaian Sikap (satu subtema) Minggu ke-........Bulan....... Subtema: Aku Istimewa Berilah tanda cek (√) sesuai dengan kenyataan yang ada pada siswa! No. Nama Peserta Didik Keterangan Perkembangan Sikap Patuh SB B C K 1. 2. 3. Catatan: SB: Sangat Baik, B:Baik, C: Cukup, K: Kurang 4. Sikap Spiritual Indikator Teknik Penilaian Instrumen 1.1.1 Menunjukkan sikap toleransi dalam kehidupan beragama dengan berdoa bersama Observasi Lembar observasi Berilah tanda cek (√) sesuai dengan kenyataan yang ada pada siswa! Rubrik Penilaian Sikap Spiritual dan Pedoman Penskoran Kriteria Baik sekali Baik Cukup Kurang 4 3 2 1 Sering Kadang- Tidak berdoa kadang sebelum dan Berdoa Selalu sebelum dan melakukan doa melakukan doa PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 199 sesudah sebelum melakukan sesudah kegiatan melakukan dan kegiatan sebelum dan melakukan sesudah sesudah doa sebelum melakukan melakukan dan sesudah kegiatan kegiatan melakukan kegiatan Toleransi dalam beribadah Selalu Sering Kadang- Tidak menunjukkan menunjukkan kadang menunjukkan sikap toleransi sikap toleransi menunjukkan sikap toleransi dalam dalam sikap dalam beribadah beribadah toleransi beribadah dalam beribadah PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 200 Refleksi dan Post Tets Tujuan Pembelajaran: 1. Bahasa Indonesia 3.1.1.1 Siswa mampu mengidentifikasi 1 teks yang berkaitan dengan karakteristik benda melalui diskusi. 4.1.1.1 Siswa mampu menirukan 1 teks deskriptif tentang benda yang diamati melalui pengamatan. 2.3.1.1 Siswa mampu menunjukkan 1 perilaku santun dalam menggunakan bahasa Indonesia di sekolah melalui unjuk kerja/presentasi. 1.1.1.1 Siswa mampu menunjukkan 1 sikap bersyukur atas bahasa Indonesia dengan berdoa. 2. Matematika 3.2.1.1 Siswa mampu menghitung 1 banyak data benda yang ada pada piktograf melalui tanya jawab. 4.6.1.1 Siswa mampu membaca 1 data yang ditampilkan pada piktograf melalui tanya jawab. 4.9.1.1 Siswa mampu menyajikan 1 data yang ditampilkan pada piktograf melalui presentasi/unjuk kerja. 2.3.1.1 Siswa mampu menunjukkan 1 sikap tertib melalui kerja kelompok. 1.1.1.1 Siswa mampu melakukan 1 doa sebelum dan sesudah berkegiatan sesuai ajaran agama yang dianutnya melalui praktik. 3. PPKn 3.3.1.1 4.4.1.1 2.2.1.1 1.1.1.1 Siswa mampu menyebutkan minimal 1 buah kesukaan temannya melalui tanya jawab. Siswa mampu menceritakan 1 cerita tentang keberagaman yang ada di kelas melalui presentasi kelompok. Siswa mampu menunjukkan 1 perilaku patuh pada tata tertib dan aturan di kelas melalui diskusi kelompok. Siswa mampu menunjukkan 1 sikap toleransi dalam kehidupan beragama dengan mengikuti doa bersama. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 201 Apa buah kesukaan temanmu? Jeruk Pisang Buah jeruk disukai lima anak. Buah pisang disukai tiga anak. Buah apel disukai dua anak. Apel PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 202 Buah apa yang paling disukai? Buah apa yang kurang disukai? Bekerjalah dengan 5 temanmu! Lingkari buah kesukaan temanmu. Nama ... ... ... Buah PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 203 ... ... Buah Kesukaan Teman Hitunglah jumlah teman yang suka buah berikut ini. Buatlah tabel gambarnya. = 1 anak Buah Buah yang paling banyak disukai __________. Buah yang paling sedikit disukai __________. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 204 Apa yang saya pelajari hari ini? Perasaan saya mengikuti pembelajaran hari ini? Sikap apa yang saya temukan dari pembelajaran hari ini? Apa yang bisa saya syukuri setelah melakukan pembelajaran pada hari ini? Orang tua mengajak anak berdiskusi tentang persamaandan perbedaan yang ada di dalam anggota keluargamereka untuk menjelaskan bahwa setiap individu berbeda, misalnya perbedaan buah kesukaan. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 205 Soal Post test Buah Kesukaan Teman Hitunglah banyaknya teman yang suka buah berikut ini. Buatlah tabel gambarnya. = 1 anak  Buah yang paling banyak disukai __________.  Buah yang paling sedikit disukai __________. Kunci Jawaban: NB: Sesuai dengan data siswa yang ada di kelas. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 206 PEMETAAN KD dan INDIKATOR PEMBELAJARAN HARI 4 PPKn Mengenal keberagaman karakteristik individu di rumah dan di sekolah. Mengamati dan menceritakan keberagaman karakteristik individu di rumah dan di sekolah. Menunjukkan perilaku kebersamaan dalam keberagaman di rumah dan sekolah. Menerima keberagaman karakteristik individu dalam kehidupan beragama sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan rumah dan sekolah. 3.3 4.3 2.3 1.1 3.3.1 4.3.1 2.3.1 1.1.1 Indikator Mengidentifikasi keberagaman kebiasaan dalam keluarga. Menceritakan keberagaman dalam kebiasaan keluarga di rumah Menunjukkan sikap menghargai keberagaman kebiasaan dalam keluarga dan di sekolah. Menunjukkan sikap toleransi dalam kehidupan beragama dengan mengikuti doa bersam. 3.4 4.4 2.3 1.1 3.4.1 4.4.1 2.3.1 1.1.1 3.1 4.3 2.2 1.1 3.1.1 4.3.1 2.2.1 1.1.1 SBdP Mengenal cara dan hasil karya seni ekspresi. Menggambar dengan memanfaatkan beragam media kering. Menunjukkan rasa ingin tahu untuk mengenal alam di lingkungan sekitar sebagai sumber ide dalam berkarya seni. Merasakan keindahan alam sebagai salah satu tandatanda kekuasaan Tuhan. Indikator Membuat gambar ekspresi berdasarkan hasil pengamatan. Menggambar kolase dengan menggunakan biji-bijian, daun kering dan ranting. Menunjukkan sikap antusias dalam berkarya seni. 3.1 4.1 2.1 1.1 Menunjukkan sikap bersyukur atas keindahan alam yang Tuhan ciptakan melalui doa. 3.1.1 4.1.1 2.1.1 1.1.1 Bahasa Indonesia Mengenal teks cerita diri/personal tentang keberadaan keluarga dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman. Menyampaikan teks cerita diri/ personal tentang keluarga secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian. Memiliki perilaku santun dan sikap kasih sayang melalui pemanfaatan bahasa Indonesia dan/atau bahasa daerah. Menerima anugerah Tuhan Yang Maha Esa berupa bahasa Indonesia yang dikenal sebagai bahasa persatuan dan sarana belajar di tengah keberagaman bahasa daerah. Indikator Menceritakan tentang kebiasaan keluarga sesuai cerita yang didengar . Menceritakan tentang kebiasaan dalam keluarga. Menunjukkan perilaku santun dalam menggunakan bahasa Indonesia di keluarga dan di sekolah. Menunjukkan sikap bersyukur atas bahasa Indonesia yang dimiliki melalui doa. PJOK Mengetahui konsep gerak dasar lokomotor sesuai dengan dimensi anggota tubuh yang digunakan, arah, ruang gerak, hubungan, dan usaha, dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau tradisional. Mempraktikkan pola gerak dasar lokomotor yang dilandasi konsep gerak (seperti konsep tubuh, ruang, hubungan, dan usaha) dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau tradisional. Menunjukkan perilaku percaya diri dalam melakukan berbagai aktivitas fisik dalam bentuk permainan. Menghargai tubuh denganseluruh perangkat gerak dan kemampuannya sebagai anugerah Tuhan yang tidak ternilai. Indikator Mengidentifikasi gerakan lokomotor yang melibatkan tangan dan kaki. Melakukan gerakan lokomotor yang melibatkan gerakan tangan dalam suatu permainan. Menunjukkan sikap percaya diri dalam melakukan aktivitas fisik. Menunjukkan sikap menghargai tubuh sebagai anugerah Tuhan dengan berdoa. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 207 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK HARIAN (RPPTH) Satuan Pendidikan : SDN Kalasan 1 Kelas/ Semester : I/ 1 Muatan Terkait : PPKn, Bahasa Indonesia, PJOK, SBdP Tema/ Sub Tema : Diriku/Aku Istimewa Pembelajaran ke- :4 Alokasi Waktu : 5 x 35 menit A. Kompetensi Inti (KI) 1. Menerima, menghargai, dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya 2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, tetangga, dan guru 3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan mencoba [mendengar, melihat, membaca] serta menanya berdasarkan rasa ingin tahu secara kritis tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain 4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia. B. Kompetensi Dasar dan Indikator No. Muatan Kompetensi Dasar Indikator Pelajaran 1. PPKn 1.1 Menerima keberagaman karakteristik 1.1.1 Menunjukkan sikap toleransi individu dalam kehidupan beragama dalam kehidupan beragama dengan sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa mengikuti doa bersama. di lingkungan rumah dan sekolah. 2.3 Menunjukkan perilaku kebersamaan 2.3.1 Menunjukkan sikap menghargai dalam sekolah. keberagaman di rumah dan keberagaman kebiasaan dalam keluarga dan di sekolah. 3.3 Mengenal keberagaman karakteristik 3.3.1Mengidentifikasi keberagaman PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 208 No. Muatan Kompetensi Dasar Indikator Pelajaran individu di rumah dan di sekolah. 4.3 Mengamati dan kebiasaan dalam keluarga. menceritakan 4.3.1 Menceritakan keberagaman keberagaman karakteristik individu di dalam kebiasaan keluarga di rumah. rumah dan di sekolah. 2. Bahasa 1.1 Menerima anugerah Tuhan Yang 1.1.1 Menunjukkan sikap bersyukur Indonesia Maha Esa berupa bahasa Indonesia yang atas bahasa Indonesia yang dimiliki dikenal sebagai bahasa persatuan dan melalui doa. sarana belajar di tengah keberagaman bahasa daerah. 2.3 Memiliki perilaku santun dan sikap 2.3.1 Menunjukkan perilaku santun kasih sayang melalui pemanfaatan bahasa dalam Indonesia dan/atau bahasa daerah. menggunakan bahasa Indonesia di keluarga dan di sekolah. 3.4. Mengenal teks cerita diri/personal 3.4.1 Menceritakan tentang kebiasaan tentang keberadaan keluarga dengan keluarga sesuai cerita yang didengar . bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman. 4.4 Menyampaikan teks cerita diri/ 4.4.1 Menceritakan tentang kebiasaan personal tentang keluarga secara mandiri dalam keluarga. dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian. 3. PJOK 1.1 Menghargai tubuh dengan seluruh 1.1.1 Menunjukkan sikap menghargai perangkat gerak dan kemampuannya tubuh sebagai anugerah Tuhan dengan sebagai anugerah Tuhan yang tidak berdoa. ternilai. 2.1 Menunjukkan perilaku percaya diri 2.1.1 Menunjukkan sikap percaya diri dalam melakukan berbagai aktivitas fisik dalam melakukan aktivitas fisik. dalam bentuk permainan. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 209 No. Muatan Kompetensi Dasar Indikator Pelajaran 3.1 Mengetahui konsep gerak dasar 3.1.1 lokomotor sesuai dengan Mengidentifikasi gerakan dimensi lokomotor yang melibatkan tangan anggota tubuh yang digunakan, arah, dan kaki. ruang gerak, hubungan, dan usaha, dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau tradisional. 4.1 Mempraktikkan pola gerak dasar 4.1.1 Melakukan gerakan lokomotor lokomotor yang dilandasi konsep gerak yang melibatkan gerakan tangan (seperti konsep tubuh, ruang, hubungan, dalam suatu permainan. dan usaha) permainan dalam berbagai sederhana dan bentuk atau tradisional. 4. SBdP 1.1 Merasakan keindahan alam sebagai 1.1.1 Menunjukkan sikap bersyukur salah satu tanda-tanda kekuasaan Tuhan. atas keindahan alam yang Tuhan ciptakan melalui doa. 2.2 Menunjukkan rasa ingin tahu untuk 2.2.1 Menunjukkan sikap antusias mengenal alam di lingkungan sekitar dalam berkarya seni. sebagai sumber ide dalam berkarya seni. 3.1 Mengenal cara dan hasil karya seni 3.1.1 Membuat gambar ekspresi ekspresi. berdasarkan hasil pengamatan. 4.3. Menggambar dengan memanfaatkan 4.3.1 Menggambar kolase dengan beragam media kering. menggunakan biji-bijian, daun kering dan ranting. C. Tujuan Pembelajaran 1. PPKn 3.1.1.1 Siswa mampu mengidentifikasi 1 keberagaman kebiasaan dalam keluarga melalui pengamatan. 4.1.1.1 Siswa mampu menceritakan 1 keberagaman kebiasaan keluarga di rumah melalui diskusi. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 210 2.1.1.1 Siswa mampu menunjukkan 1 sikap menghargai keberagaman kebiasaan dalam keluarga. 1.1.1.1 Siswa mampu menunjukkan 1 sikap toleransi dalam kehidupan beragama dengan mengikuti doa bersama. 2. Bahasa Indonesia 3.4.1.1 Siswa mampu menceritakan tentang 1 kebiasaan keluarga sesuai cerita yang didengar melalui pengamatan. 4.4.1.1 Siswa mampu menceritakan tentang 1 kebiasaan dalam keluarga melalui presentasi kelompok. 2.3.1.1 Siswa mampu menunjukkan 1 perilaku santun dalam menggunakan bahasa Indonesia di keluarga. 1.1.1.1 Siswa mampu menunjukkan 1 sikap bersyukur atas bahasa Indonesia yang dimiliki melalui berdoa. 3. PJOK 3.1.1.1 Siswa mampu mengidentifikasi 1 gerakan lokomotor yang melibatkan tangan dan kaki melalui permainan. 4.1.1.1 Siswa mampu melakukan 1gerakan lokomotor yang melibatkan gerakan tangan dalam suatu permainan. 2.1.1.1 Siswa mampu menunjukkan 1 sikap percaya diri dalam melakukan aktivitas fisik melalu permainan. 1.1.1.1 Siswa mampu menunjukkan 1 sikap menghargai tubuh sebagai anugerah Tuhan dengan berdoa. 4. SBdP 3.1.1.1 Siswa mampu membuat 1 gambar ekspresi melalui pengamatan. 4.3.1.1 Siswa mampu menggambar 1 kolase dengan menggunakan biji-bijian, daun kering dan ranting melalui penugasan. 2.2.1.1 Siswa mampu menunjukkan 1 sikap antusias dalam berkarya seni melalui penugasan. 1.1.1.1 Siswa mampu menunjukkan 1 sikap bersyukur atas keindahan alam yang Tuhan ciptakan dengan berdoa. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 211 D. Materi Pembelajaran PPKn : Keberagaman Dalam Keluarga Bahasa Indonesia : Menceritakan Tentang Kebiasaan Dalam Keluarga PJOK : Pola Gerak Dasar Lokomotor SBdP : Menggambar Kolase Ringkasan materi (terlampir) E. Pendekatan dan Metode Pembelajaran Pendekatan Metode : Kecerdasan ganda dan saintifik : Pengamatan, diskusi, tanya jawab, presentasi, permainan, penugasan, ceramah F. Media Alat dan Sumber Pembelajaran 1. Media : gambar, lagu “Satu-satu” 2. Alat/ Bahan : alat tulis, gambar atau foto keluarga, bola dan gawang, lem dan gunting, biji bijian 3. Sumber Belajar : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. Diriku: Buku Guru Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Untuk SD/MI Kelas I -- Edisi Revisi. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (hal 100-104) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. Diriku: Buku Siswa Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Untuk SD/MI Kelas I -- Edisi Revisi. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (hal 100-104) http://mithayani.wordpress.com/2012/06/05/gerak-dasar-dalam-pendidikanjasmani/ http://id.wikipedia.org/wiki/Kolase https://www.google.com/search?q=kolase+adalah&es_sm=93&tbm=isch&imgil G. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Kecerdasan Alokasi yang terkait waktu Panggalan Pertama A. Pendahuluan 15 1. Doa, presensi 2. Apersepsi mengenai menit : Guru bertanya jawab dengan siswa gambar anggota keluarga yang ditunjukkan oleh guru. (gambar terlampir) 3. Motivasi satu” : Siswa dan guru bernyayi lagu “Satu- PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 212 4. Orientasi : Guru meminta siswa memberikan pendapat tentang kesukaan anggota keluarga yang mereka ketahui. 5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. B. Kegiatan Inti 65 1. Siswa menyimak bacaan yang di baca oleh guru pada menit kartu cerita (mengamati) 2. Siswa bertanya jawab dengan guru terkait cerita yang dibaca guru. (menanya) 3. Siswa di minta untuk menjodohkan/memasankan media gambar menjodohkan tentang cerita tadi. Contoh: Ibu membaca buku. 4. Guru menyampaikan bahwa selain keluarga inti (ayah, ibu, kakak, dan adik) yang termasuk keluarga yaitu kakek, nenek, paman/bibi dan juga saudara sepupu. Masing-masing anggota keluarga mempunyai kebiasaan dan kesukaan, coba kalian ceritakan apa kesukaan masing-masing anggota keluarga dan kebiasaan yang dilakukan bersama di rumah? (menalar) 5. Siswa bercerita tentang keluarga mereka, ada berapa anggota keluarga mereka, apa kesukaan masingmasing anggota keluarga dan kebiasaan yang dilakukan bersama di rumah di bawah bimbingan guru. (mencoba) 6. Guru menutup kegiatan dengan menyampaikan bahwa betapa beruntungnya siswa yang memiliki Intellengesi ayah, ibu, adik, atau kakak. Meskipun ada anak yang Matematis- tidak memiliki keluarga utuh, tetapi hal itu bukanlah Logis halangan bagi anak-anak untuk berbahagia. 7. Siswa diminta untuk memasangkan gambar di buku siswa. (mengkomunikasikan) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 213 C. Kegiatan Akhir 1. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk istirahat 2. Guru memberikan nasehat kepada siswa untuk berhati-hati selama istirahat 3. Doa istirahat ISTIRAHAT ( 15 menit ) Panggalan kedua A. Pendahuluan 3 menit 5 menit 1. Doa setelah istirahat 2. Guru menanyakan kegiatan siswa selama istirahat 3. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mempersiapkan dirinya dalam menerima pelajaran B. Kegiatan Inti 67 1. Setelah itu Guru menanyakan siapa yang suka menit berolahraga. (menanya) 2. Guru menjelaskan bahwa berolahraga adalah satu cara menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. 3. Guru menjelaskan kepada siswa bahwa mereka akan bermain bola tangan. 4. Guru bertanya jawab dengan siswa “Apakah ada yang sudah pernah bermain bola tangan? Bagaimana permainan nya?” (menanya dan menalar) 5. Siswa bersama guru menuju ke luar kelas. 6. Kemudian siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang berisi lima orang. (mencoba) 7. Selesai melakukan pemanasan, siswa bermain bola Intellingensi tangan (praktik melempar). (mencoba) Kinestetik- 8. Permainan dilakukan secara bergiliran karena setiap Badani permainan hanya membutuhkan dua tim dan setiap tim hanya terdiri atas lima orang. (mencoba) 9. Setiap tim harus memasukkan bola ke dalam gawang tim lawan. 10. Bola dibawa menggunakan tangan sambil memantulmantulkannya ke lantai dan/atau mengoper pada teman satu tim. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 214 11. Setiap pemain harus berbagi bola kepada temannya, tidak memegangnya sendiri, dan membawanya lari menuju gawang lawan. 12. Tim pemenang adalah mereka yang paling banyak memasukkan bola. 13. Usai permainan, guru meminta siswa untuk mensharingkan “bagaimana perasan mereka setelah bermain bola tangan ?” (mengkomunikasikan) 14. Guru juga menyampaikan bahwa dalam permainan bola tangan kerja sama antar anggota tim sangat diperlukan dan setiap anggota tim memiliki peran masing-masing. 15. Lalu, siswa diajak mengumpulkan bahan yang berasal dari alam, seperti biji-bijian, daun kering, dan ranting yang sudah diminta untuk dibawa sebagai bahan untuk membuat kolase. (menalara dan mencoba) 16. Siswa diminta untuk membuat kolase pada lembar yang terdapat dalam buku siswa dan stelah selesai menempelkannya di papan karya kelas (kolase adalah kegiatan menempel mengisi pola). (mengkomunikasikan) C. Kegiatan AKhir 1. Guru merangkum kegiatan pembelajaran dari awal dengan meminta siswa menuliskan kesimpulan pada buku 2. Siswa melakukan refleksi atas pembelajaran hari ini dengan bimbingan guru 3. Siswa mengerjakan post test 4. Guru memberikan tindak lanjut pada siswa : Pada saat hari libur, siswa dan keluarganya dapat melakukan kegiatan bermain bola tangan. 5. Doa penutup, salam 20 menit PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 215 H. Penilaian 1. Jenis/ teknik penilaian Aspek Penilaian Jenis Teknik Pengetahuan Tes Tertulis Lisan Keterampilan Non tes Produk Unjuk kerja Observasi Sikap Non tes Observasi 2. Instrumen: Soal tes dan kunci jawaban serta tugas dan rubrik penilaian (terlampir) 3. Pedoman penskoran : terlampir I. Lampiran-lampiran - Media gambar - Penilaian setiap muatan pelajaran - Soal post test - Lagu Mengetahui, Kepala Sekolah (.................................) Yogyakarta, Calon Guru (Soleman Haning) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 216 MATERI PEMBELAJARAN PPKN : Keberagaman Kebiasaan atau Kesukaan Dalam Keluarga Bahasa Indonesia : Menceritakan Tentang Kebiasaan Dalam Keluarga Kegiatan Kesukaan Anggota Keluarga Beni senang bermain musik. Ayah senang membaca koran. Ibu senang membaca buku. Kakak senang menyanyi. Mereka memiliki kesenangan yang berbeda. Mereka saling menghargai. Mereka saling belajar. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 217 PJOK : Pola Gerak Dasar Lokomotor Kemampuan lokomotor digunakan untuk memindahkan tubuh dari satu tempat ke tempat lain atau untuk mengangkat tubuh ke atas seperti lompat dan loncat. Kemampuan gerak lainnya adalah berjalan, berlari, skipping, melompat, meluncur dan lari seperti kuda berlari (gallop), meluncur, menggeser ke kanan atau ke kiri, memanjat dan bergulin SBdP : Menggambar Kolase PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 218 Kolase adalah komposisi artistik yang dibuat dari berbagai bahan, seperti kertas, kain, kaca, logam, kayu, dan lainnya yang ditempelkan pada permukaan gambar. Kolase merupakan karya seni rupa dua dimensi yang menggunakan berbagai macam paduan bahan. Selama bahan tersebut dapat dipadukan dengan bahan dasar, akan menjadi karya seni kolase yang dapat mewakili perasaan estetis orang yang membuatnya. Seni kolase berlawanan sifatnya dengan seni lukis, pahat atau cetak dimana karya yang dihasilkan tidak lagi memperlihatkan bentuk asal material yang dipakai. Pada seni lukis, misalnya, dari kanvas putih menjadi lukisan yang berwarna-warni. Dalam seni kolase bentuk asli dari material yang digunakan harus tetap terlihat. Jadi kalau menggunakan kerang-kerangan atau potongan-potongan foto, material tersebut harus masih dapat dikenali bentuk aslinya walau sudah dirakit menjadi satu kesatuan. Dalam sejarahnya, seni kolase berkembang pesat di Venice, Italia, kirakira pada abad 17. Selanjutnya seni ini kian berkembang di Perancis, Inggris, Jerman, dan kota-kota lain di Eropa. Kolase menjadi media yang digemari kalangan seniman karna unik dan menuntut kreativitas tinggi. Pelukis Pablo Picasso, Georges Braque dan Max Ernst terkenal dengan karya lukis memakai teknik kolase kertas, kain dan berbagai objek lainnya. Henri Mattise adalah salah satu seniman yang beralih kepada seni kolase ketika jari-jari tangannya terserang arthritis sehingga tak mampu melukis lagi. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 219 Lagu “Satu-satu Aku Sayang Ibu” (Motivasi) Cipt: Pak Kasur Satu satu aku sayang ibu Dua dua juga sayang ayah Tiga tiga sayang adik kakak Satu dua tiga sayang semuanya MEDIA PEMBELAJARAN (APERSEPSI) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 220 PENILAIAN SETIAP MUATAN PELAJARAN J. Muatan Pelajaran : PPKn 1. Pengetahuan Indikator 3.3.1 Mengidentifikasi keberagaman kebiasaan dalam keluarga Teknik Penilaian Tes tertulis Instrumen Soal  Sebutkan kebiasaan apa saja yang dilakukan anggota keluarga mu? Kunci Jawaban:  Jawaban mencakup seluruh anggota keluaraga (ayah, ibu, adik/kakak,nenek, kakek, atau saudara lainnya yang tinggal serumah dengan siswa). Rubrik Penilaian dan Pedoman Penskoran No. 1. Kriteria Penilaian Siswa mampu menyebutkan seluruh anggota keluarga Siswa mampu menyebutkan sebagian anggota keluarga Siswa mampu menyebutkan sebagian kecil anggota keluarga NA = Perolehan skor Skor maksimal x 100 Skor 3 2 1 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 221 Keterangan:  Perolehan skor adalah skor yang diperoleh peserta didik dari kriteria yang ada.  Skor maksimal adalah hasil dari banyaknya kriteria dikalikan skor tertinggi. 2. Keterampilan 4.3.1 Menceritakan keberagaman dalam kebiasaan keluarga Indikator di rumah Teknik Penilaian Unjuk kerja Instrumen Rubrik unjuk kerja Berilah tanda cek (√) sesuai dengan kenyataan yang ada pada siswa! Rubrik Penilaian dan Pedoman Penskoran No. 1. 2. Kemampuan Siswa bercerita Setengah Kurang dari 1 Perlu bimbingan (D) Belum mampu Bercerita dengan lancar bagian setengah bagian bercerita cerita di cerita sampaikan disampaikan dengan lancar dengan lancar Kriteria 4 Baik sekali (A) 3 Baik (B) 2 Cukup (C) Ketepatan Keempat 2 gambar 1 gambar Belum mampu memasangkan gambar di dipasangkan dipasangkan memasangkan gambar pasangkan dengan tepat dengan tepat gambar dengan tepat PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 222 3. Sikap sosial/ individu 2.3.1 Menunjukkan sikap menghargai keberagaman Indikator kebiasaan dalam keluarga dan di sekolah Teknik Penilaian Observasi (satu subtema) Instrumen Lembar observasi Berilah tanda cek (√) sesuai dengan kenyataan yang ada pada siswa! Lembar Penilaian Sikap (satu subtema) Minggu ke-........Bulan....... Subtema: Aku Istimewa Berilah tanda cek (√) sesuai dengan kenyataan yang ada pada siswa! No. Nama Peserta Didik Perkembangan Sikap Menghargai SB B C K Keterangan 1. 2. 3. Catatan: SB: Sangat Baik, B:Baik, C: Cukup, K: Kurang. 4. Sikap Spiritual 1.1.1 Menunjukkan sikap toleransi dalam kehidupan beragama Indikator dengan mengikuti doa menurut ajaran agama masing-masing Teknik Penilaian Observasi Instrumen Lembar observasi. Rubrik Penilaian Sikap Spiritual Dan Pedoman Penskoran Baik sekali Baik Cukup Kurang 4 3 2 1 Berdoa Selalu melakukan Sering melakukan Kadang-kadang Tidak berdoa sebelum dan doa sebelum dan doa sebelum dan melakukan doa sebelum dan sesudah sesudah sesudah melakukan sebelum dan sesudah Kriteria PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 223 melakukan melakukan kegiatan kegiatan kegiatan sesudah melakukan melakukan kegiatan kegiatan Selalu Toleransi menunjukkan dalam sikap beribadah Sering Kadang-kadang Tidak menunjukkan sikap menunjukkan menunjukkan toleransi dalam sikap toleransi sikap toleransi beribadah dalam beribadah dalam beribadah toleransi dalam beribadah K. Muatan Pelajaran : Bahasa Indonesia 1. Pengetahuan Indikator 3.4.1 Menceritakan tentang kebiasaan keluarga sesuai cerita yang didengar. Teknik Penilaian Tes tertulis Instrumen Soal  Sebutkan kebiasaan atau kesukaan anggota keluarga dari bacaan tadi! Kunci Jawaban:   Beni senang bermain musik.  Ibu senang membaca buku.  Ayah senang membaca koran. Kakak senang menyanyi No. Kriteria Penilaian Skor 1. Siswa mampu menyebutkan 4 3 Siswa mampu menyebutkan 3 2 Siswa mampu menyebutkan 2 1 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 224 2. Keterampilan 4.4.1 Menceritakan tentang kebiasaan dalam keluarga Indikator Teknik Penilaian Instrumen Unjuk kerja Rubrik pengamatan Rubrik Penilaian dan Pedoman Penskoran No. Kriteria 4 3 2 1 Baik sekali Baik Cukup Perlu (A) (B) (C) bimbingan (D) 1. Kemampuan Siswa bercerita Setengah bagian Kurang dari Belum mampu Bercerita dengan lancar cerita di setengah bagian bercerita sampaikan cerita dengan lancar disampaikan dengan lancar 2. Ketepatan Keempat 2 gambar 1 gambar Belum mampu memasangkan gambar di dipasangkan dipasangkan memasangkan gambar pasangkan dengan tepat dengan tepat gambar dengan tepat PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 225 3. Sikap sosial/ individu 2.3.1 Menunjukkan perilaku santun dalam menggunakan Indikator bahasa Indonesia di keluarga dan di sekolah Observasi (satu subtema) Teknik Penilaian Lembar observasi Instrumen Berilah tanda cek (√) sesuai dengan kenyataan yang ada pada siswa! Lembar Penilaian Sikap (satu subtema) Minggu ke-........Bulan....... Subtema: Aku Istimewa Berilah tanda cek (√) sesuai dengan kenyataan yang ada pada siswa! No. Nama Peserta Didik Keterangan Perkembangan Sikap Santun SB B C K 1. 2. 3. Catatan: SB: Sangat Baik, B:Baik, C: Cukup, K: Kurang 4. Sikap Spiritual Indikator Teknik Penilaian Instrumen 1.1.1 Menunjukkan sikap bersyukur atas bahasa Indonesia yang dimiliki melalui doa. Observasi Lembar observasi Rubrik Penilaian Sikap Spiritual dan Pedoman Penskoran Kriteria Berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan Baik sekali Baik 4 3 Selalu Sering melakukan doa melakukan doa sebelum dan sebelum dan sesudah sesudah melakukan melakukan kegiatan kegiatan Cukup 2 Kadangkadang melakukan doa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan Kurang 1 Tidak berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 226 L. Muatan Pelajaran : PJOK 1. Pengetahuan Indikator 3.1.1 Mengidentifikasi gerakan lokomotor yang melibatkan tangan dan kaki Teknik Penilaian Tes lisan Instrumen Soal  Sebutkan gerak lokomotor yang melibatkan tangan dan kaki dalam permainan hari ini? Kunci Jawaban:  Kemampuan lokomotor digunakan untuk memindahkan tubuh dari satu tempat ke tempat lain atau untuk mengangkat tubuh ke atas seperti lompat dan loncat. Kemampuan gerak lainnya adalah berjalan, berlari, skipping, melompat, meluncur dan lari seperti kuda berlari (gallop), meluncur, menggeser ke kanan atau ke kiri,  memanjat dan berguling. Gerak lokomotor yang melibatkan kaki dan tangan adalah, berlari, berjalan, membawa bola sambil berlari, membawa bola sambil berjalan. Rubrik Penilaian dan Pedoman Penskoran No. Kriteria Penilaian Skor 1. Semua jawaban benar 3 Sebagian besar jawaban benar 2 Sebagian jawaban benar 1 2. Keterampilan Indikator Teknik Penilaian Instrumen 4.1.1 Melakukan gerakan lokomotor yang melibatkan gerakan tangan dalam suatu permainan Observasi Lembar pengamatan. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 227 Lembar Pengamatan Permainan Bola Tangan Terlihat (√) (2) No. Kriteria 1. Ketepatan Koordinasi gerakan kaki dan tangan dalam berlari Kerja sama dalam permainan 2. Belum Terlihat (√) (1) 3. Sikap sosial/ individu 2.1.1 Menunjukkan sikap percaya diri dalam Indikator melakukan aktivitas fisik Observasi (satu subtema) Lembar observasi Berilah tanda cek (√) sesuai dengan kenyataan yang ada pada siswa! Teknik Penilaian Instrumen Lembar Penilaian Sikap (satu subtema) Minggu ke-........Bulan....... Subtema: Aku Istimewa Berilah tanda cek (√) sesuai dengan kenyataan yang ada pada siswa! No. Nama Peserta Didik Perkembangan Sikap Percaya diri SB B C K Keterangan 1. 2. 3. Catatan: SB: Sangat Baik, B:Baik, C: Cukup, K: Kurang 4. Sikap Spiritual Indikator 1.1.1 Menghargai tubuh sebagai anugerah Tuhan dengan menyusun sebuah kalimat doa. Teknik Penilaian Observasi Instrumen Lembar observasi PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 228 Rubrik Penilaian Sikap Spiritual dan Pedoman Penskoran Kriteria Baik sekali Baik Cukup Kurang 4 3 2 1 Sering Kadang- Tidak berdoa melakukan doa kadang sebelum dan sebelum dan melakukan doa sesudah sesudah sebelum dan melakukan melakukan sesudah kegiatan kegiatan melakukan Selalu Berdoa melakukan doa sebelum dan sebelum sesudah sesudah melakukan melakukan kegiatan kegiatan dan kegiatan M. Muatan Pelajaran : SBdP 1. Pengetahuan Indikator 3.1.1 Membuat gambar ekspresi berdasarkan pengamatan Teknik Penilaian Tes tertulis Instrumen Soal  Bahan-bahan apa saja yang kamu temukan dari alam untuk membuat gambar kolase? Kunci Jawaban: hasil PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 229  Jawaban siswa berdasarkan bahan-bahan yang sudah siswa temukan. 2. Keterampilan 4.3.1 Menggambar kolase dengan menggunakan bijiIndikator bijian, daun kering dan ranting Teknik Penilaian Instrumen No. Kriteria Unjuk kerja Rubrik membuat kolase Rubrik Penilaian dan Pedoman Penskoran 4 3 2 Baik sekali Baik Cukup (A) (B) (C) 1. Luas bidang penempelan Rangkaian kolase menutup seluruh bidang penempelan 2. Kerapian Setiap potongan kolase disusun teratur tanpa jarak Rangkaian kolase menutup setengah atau lebih bidang penempelan Setiap potongan kolase disusun dengan jarak kurang dari 0,5 cm Rangkaian kolase menutup kurang dari setengah bidang penempelan Setiap potongan kolase disusun dengan jarak 0,5 cm atau lebih 1 Perlu bimbingan (D) Belum mampu menutup bidang penempelan Potongan kolase disusun tumpang tindih Lembar Pengamatan Kemampuan Menirukan Gerak Alam Permainan Ular Naga Kriteria (√) No. 1. Kemampuan mengikuti Instruksi 2. Koordinasi gerakan kepala, kaki, dan tangan Terlihat (√) (2) Belum Terlihat (√) (1) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 230 3. Sikap sosial/ individu Indikator 2.2.1 Menunjukkan sikap antusias dalam berkarya seni Teknik Penilaian Observasi (satu subtema) Instrumen Lembar Observasi Berilah tanda cek (√) sesuai dengan kenyataan yang ada pada siswa! Lembar Penilaian Sikap (satu subtema) Minggu ke-........Bulan.......2016 Subtema: Aku Istimewa Berilah tanda cek (√) sesuai dengan kenyataan yang ada pada siswa! No. Nama Peserta Didik Perkembangan Sikap Antusias SB B C K Keterangan 1. 2. 3. Catatan: SB: Sangat Baik, B:Baik, C: Cukup, K: Kurang 4. Sikap Spiritual Indikator 1.1.1 Menunjukkan sikap bersyukur atas keindahan alam yang Tuhan ciptakan melalui doa Teknik Penilaian Observasi Instrumen Lembar observasi PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 231 Rubrik Penilaian Sikap Spiritual dan Pedoman Penskoran Kriteria Baik sekali 4 Selalu Baik 3 Sering Cukup 2 Kadang-kadang Kurang 1 Tidak berdoa melakukan doa melakukan doa sebelum dan sebelum dan sebelum dan sesudah sesudah sesudah melakukan melakukan melakukan kegiatan kegiatan kegiatan Berdoa melakukan sebelum dan doa sebelum sesudah dan sesudah melakukan melakukan kegiatan kegiatan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 232 Refleksi dan Post Test Tujuan Pembelajaran: 1. PPKn 3.1.1.1 Siswa mampu mengidentifikasi 1 keberagaman kebiasaan dalam keluargamelalui pengamatan. 4.1.1.1 Siswa mampu menceritakan 1 keberagaman kebiasaan keluarga di rumah melalui diskusi. 2.1.1.1 Siswa mampu menunjukkan 1 sikap menghargai keberagaman kebiasaan dalam keluarga. 1.1.1.1 Siswa mampu menunjukkan 1 sikap toleransi dalam kehidupan beragama dengan mengikuti doa bersama. 2. Bahasa Indonesia 3.4.1.1 Siswa mampu menceritakan tentang minimal 1 kebiasaan keluarga sesuai cerita yang didengar melalui pengamatan. 4.4.1.1 Siswa mampu menceritakan tentang minimal 1 kebiasaan dalam keluarga melalui presentasi kelompok. 2.3.1.1 Siswa mampu menunjukkan 1 perilaku santun dalam menggunakan bahasa Indonesia di keluarga. 1.1.1.1 Siswa mampu menunjukkan 1 sikap bersyukur atas bahasa Indonesia yang dimiliki melalui berdoa. 3. PJOK 3.1.1.1 4.1.1.1 2.1.1.1 1.1.1.1 4. SBdP 3.1.1.1 4.3.1.1 2.2.1.1 1.1.1.1 Siswa mampu mengidentifikasi 1 gerakan lokomotor yang melibatkan tangan dan kaki melalui permainan. Siswa mampu melakukan 1 gerakan lokomotor yang melibatkan gerakan tangan dalam suatu permainan. Siswa mampu menunjukkan 1 sikap percaya diri dalam melakukan aktivitas fisik melalu permainan. Siswa mampu menunjukkan 1 sikap menghargai tubuh sebagai anugerah Tuhan dengan berdoa. Siswa mampu membuat 1 gambar ekspresi melalui pengamatan. Siswa mampu menggambar 1 kolase dengan menggunakan bijibijian, daun kering dan ranting melalui penugasan. Siswa mampu menunjukkan 1 sikap antusias dalam berkarya seni melalui penugasan. Siswa mampu menunjukkan 1 sikap bersyukur atas keindahan alam yang Tuhan ciptakan dengan berdoa. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 233 Kegiatan Kesukaan Anggota Keluarga Beni senang bermain musik. Ayah senang membaca koran. Ibu senang membaca buku. Kakak senang menyanyi. Mereka memiliki kesenangan yang berbeda. Mereka saling menghargai. Mereka saling belajar. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 234 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 235 Setiap anak memiliki kelebihan berbeda. Begitu pula dalam berolahraga. Semua mempunyai tugas istimewa. Semua bekerja sama dengan baik. Udin dan teman-teman bermain bola tangan. Edo sebagai pemain depan. Beni dan Budi sebagai pemain tengah. Iwan sebagai pemain belakang. Udin sebagai kiper. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 236 Langkah-langkah melakukan permainan bola tangan. Setiap tim terdiri dari 5 orang. Setiap tim harus memasukkan bola ke dalam gawang tim lawan. Bola dibawa menggunakan tangan sambil memantul-mantulkannya ke lantai dan/atau mengoper pada teman satu tim. Setiap pemain harus berbagi bola kepada temannya, tidak memegangnya sendiri, dan membawanya lari menuju gawang lawan. Tim pemenang adalah mereka yang paling banyak memasukkan bola. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 237 Apa yang saya pelajari hari ini? Perasaan saya mengikuti pembelajaran hari ini? Sikap apa yang saya temukan dari pembelajaran hari ini? Apa yang bisa saya syukuri setelah melakukan pembelajaran pada hari ini? Pada saat hari libur, siswa dan keluarganya dapat melakukan kegiatan bermain bola PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 238 Soal Post Test Bacalah teks bacaan di bawah ini! Oskar suka membuat mengambar, Fitri suka menyiram bunga, Edo suka bermain bola tangan. Mereka mempunyai kesukaan yang berbeda-beda. Namun, mereka tetap saling menghargai antara satu dengan yang lain. Oskar sering membuat mengambar dengan menggunakan, kertas gambar, pensil warna, balpoin, dan spidol. Oskar sering membantu Fitri menyiram dan membersihkan kebun bunga milik Fitri. Fitri juga sering memberi kertas gambar dan spidol untuk Oskar sebagai bahan membuat gambar. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat! 1. Kebiasaan apa yang di sukai Oskar, Fitri, dan Edo? 2. Sikap apa yang dimiliki Oskar, Fitri, dan Edo dalam bersahabat? 3. Bahan-bahan apa saja yang digunakan Oskar untuk membuat gambar? 4. Darimana Oskar memperoleh bahan untuk membuat Gambar? Kunci Jawaban: 1. Oskar suka membuat Gambar, Fitri suka menyiram bunga, Edo suka bermain bola tangan. 2. Saling menghargai antara satu dengan yang lain. 3. kertas gambar, pensil warna, balpoin, dan spidol. 4. Dari Fitri. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 239 PEMETAAN KD dan INDIKATOR PEMBELAJARAN HARI 5 3.1 4.1 2.1 1.1 3.1.1 3.1.2 4.1.1 4.1.2 2.1.1 1.1.1 Bahasa Indonesia Mengenal teks deskriptif tentang anggota tubuh dan pancaindra, wujud dan sifat benda, serta peristiwa siang dan malam dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman. Mengamati dan menirukan teks deskriptif tentang anggota tubuh dan pancaindra, wujud dan sifat benda, serta peristiwa siang dan malam secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian. Memiliki kepedulian dan rasaingin tahu terhadap keberadaanwujud dan sifat benda melaluipemanfaatan bahasa Indonesiadan/atau bahasa daerah. Menerima anugerah Tuhan Yang Maha Esa berupa bahasa Indonesia yang dikenal sebagai bahasa persatuan dan sarana belajar di tengah keberagaman bahasa daerah. Indikator Mengenal kosakata tentang warna. Melengkapi huruf dalam sebuah kata. Menyampaikan warna kesukaan. Membaca nyaring kosakata tentang warna. Menunjukkkan sikap rasa ingin tahu terhadap kesukaan teman. Menunjukkan sikap bersyukur atas bahasa Indonesia yang dimiliki melalui doa. 3.12 4.10 2.3 1.1 3.12.1 4.10.1 4.10.2 2.3.1 1.1.1 Matematika Menentukan urutan berdasarkanpanjang pendeknya benda,tinggi rendahnya tinggi badan,dan urutan kelompok berdasarkanjumlah anggotanya. Membaca dan mendeskripsikandata pokok yang ditampilkanpada grafik konkrit danpiktograf. Menunjukkan perilaku tertib dan rapi saat berbaris berdasarkan urutan tinggi badan. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya. Indikator Mengidentifikasi data dan mengelompokkannya. Membuat penyajian data dengan piktograf. Membaca data dalam suatu piktograf. Menunjukkan perilaku tertib dalam mengikuti pembelajaran matematika di kelas. Menunjukkan sikap menjalankan ajaran agama yang dianutnya.dengan berdoa. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 240 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK HARIAN (RPPTH) Satuan Pendidikan : SDN Kalasan 1 Kelas/ Semester : I/ 1 Muatan Terkait : Bahasa Indonesia, Matematika Tema/ Sub Tema : Diriku/Aku Istimewa Pembelajaran ke- :5 Alokasi Waktu : 4 x 35 menit A. Kompetensi Inti (KI) 1. Menerima, menghargai, dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya 2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, tetangga, dan guru 3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan mencoba [mendengar, melihat, membaca] serta menanya berdasarkan rasa ingin tahu secara kritis tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain 4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia. B. Kompetensi Dasar dan Indikator No. Muatan Kompetensi Dasar Indikator Pelajaran 1. Bahasa 1.1 Menerima anugerah Tuhan Yang 1.1.1 Indonesia Maha Esa berupa bahasa Indonesia bersyukur atas bahasa Indonesia yang dikenal sebagai bahasa persatuan yang dan sarana belajar di Menunjukkan dikenal sikap sebagai bahasa tengah persatuan melalui doa. keberagaman bahasa daerah. 2.1 Memiliki kepedulian dan rasa ingin 2.1.1 Menunjukkkan sikap tahu terhadap keberadaan wujud dan ingin sifat benda melalui pemanfaatan bahasa teman. Indonesia dan/atau bahasa daerah. tahu terhadap rasa kesukaan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 241 No. Muatan Kompetensi Dasar Indikator Pelajaran 3.1 Mengenal teks deskriptif tentang 3.1.1 Mengenal kosakata tentang anggota tubuh dan pancaindra, wujud warna. dan sifat benda, serta peristiwa siang dan malam dengan bantuan guru atau 3.1.2 Melengkapi huruf dalam teman dalam bahasa Indonesia lisan sebuah kata. dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman. 4.1 Mengamati dan menirukan teks 4.1.1 Menyampaikan warna deskriptif tentang anggota tubuh dan kesukaan. pancaindra, wujud dan sifat benda, serta peristiwa siang dan malam secara 4.1.2 Membaca nyaring kosakata mandiri dalam bahasa Indonesia lisan tentang warna. dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian. 2. Matematika 1.1 Menerima dan menjalankan ajaran 1.1.1 agama yang dianutnya. Menunjukkan sikap menjalankan ajaran agama yang dianutnya dengan berdoa. 2.3 Menunjukkan perilaku tertib dan 2.3.1 Menunjukkan perilaku tertib rapi saat berbaris berdasarkan urutan dalam mengikuti pembelajaran tinggi badan. matematika di kelas. 3.12 Menentukan urutan berdasarkan 3.12.1 Mengidentifikasi data dan panjang pendeknya benda, tinggi mengelompokkannya. rendahnya tinggi badan, dan urutan kelompok berdasarkan jumlah anggotanya. 4.10 Membaca dan mendeskripsikan 4.10.1 Membuat penyajian data data pokok yang ditampilkan pada dengan piktograf. grafik konkrit dan piktograf. 4.10.2 Membaca data dalam suatu piktograf. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 242 C. Tujuan Pembelajaran 1. Bahasa Indonesia 3.1.1.1 Siswa mampu mengenal 2 kosakata tentang warna melalui pengamatan. 3.1.1.2 Siswa mampu melengkapi huruf minimal dalam 1 kata melalui pengamatan. 4.4.1.1 Siswa mampu menyampaikan minimal 2 warna kesukaan melalui wawancara 4.1.1.2 Siswa mampu membaca nyaring 1 kosakata tentang warna melalui kegiatan membaca 2.1.1.1 Siswa mampu menunjukkkan 1 sikap rasa ingin tahu terhadap kesukaan teman melalui wawancara 1.1.1.1 Siswa mampu menunjukkan 1 sikap bersyukur atas bahasa Indonesia yang dikenal sebagai bahasa persatuan melalui menyusun sebuah kalimat doa. 2. Matematika 3.12.1.1 Siswa mampu mengidentifikasi 1 data dan mengelompokkannya melalui pengamatan 4.10.1.1 Siswa mampu membuat 1 penyajian data dengan piktograf melalui wawancara 4.10.2.1 Siswa mampu membaca 1 data dalam suatu piktograf melalui diskusi 2.3.1.1 Siswa mampu menunjukkan 1 perilaku tertib dalam mengikuti pembelajaran matematika di kelas melalui penugasan melalui wawancara 1.1.1.1 Siswa mampu menunjukkan 1 sikap menjalankan ajaran agama yang dianutnya dengan berdoa. D. Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia : Warna-warna Kesukaan Matematika : Membuat Piktograf Ringkasan materi (terlampir) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 243 E. Pendekatan dan Metode Pembelajaran Pendekatan : Kecerdasan ganda dan saintifik Metode : Pengamatan, diskusi, tanya jawab, wawancara, penugasan, ceramah F. Media Alat dan Sumber Pembelajaran 1. Media : Kartu warna yang bertuliskan nama warna atau bola warnawarni, lagu “Pelangi-pelangi” 2. Alat/ Bahan : Alat tulis, pensil warna. 3. Sumber Belajar: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. Diriku: Buku Guru Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Untuk SD/MI Kelas I -- Edisi Revisi. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (hal 105-108) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. Diriku: Buku Siswa Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Untuk SD/MI Kelas I -- Edisi Revisi. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (hal 105-106) http://www.slideshare.net/ruhanaahmad/piktograf-15543566 G. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Kecerdasan Alokasi yang terkait waktu Panggalan Pertama A. Pendahulan 15 1. Salam, Doa dan Presensi 2. Apersepsi : Guru bertanya jawab dengan siswa mengenai warna-warna pada bola atau kartu warna. 3. Motivasi : Siswa dan guru bernyayi lagu “Pelangi-pelangi” 4. Orientasi : Guru meminta siswa memberikan pendapat terkait warna pada lagu “Pelangi-pelangi”. 5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran menit PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 244 B. Kegiatan Inti 52 1. Guru memperlihatkan kartu warna bertuliskan nama- Intellengesi nama warna yang sesuai. (mengamati) 2. Siswa dan guru bertanya jawab terkait tulisan di menit RuangVisual kartu dan siswa diminta membacanya dengan panduan guru. (menanya) 3. Lakukan variasi latihan membaca, misalnya mulai dari seluruh anak laki-laki saja, seluruh anak perempuan saja, atau barisan 1, barisan 2 dan seterusnya. (menalar) 4. Latihan membaca dilakukan beberapa kali, sampai seluruh anak dapat membaca secara individu. (menalar) 5. Sebelum mengerjakan latihan di buku, beberapa siswa memimpin latihan membaca sebagaimana yang dilakukan guru. (mencoba) 6. Kemudian siswa mengerjakan latihan mengisi huruf yang hilang di buku siswa. (mengkomunikasikan) 7. Setelah itu, guru menyampaikan bahwa setiap orang memiliki warna kesukaan yang berbeda-beda dan hal tersebut harus dihargai. C. Kegiatan Akhir 3 menit 1. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk istirahat 2. Guru memberikan nasehat kepada siswa untuk berhati-hati selama istirahat 3. Doa istirahat ISTIRAHAT ( 15 menit ) Panggalan Kedua A. Pendahulan 1. Doa setelah istirahat 2. Guru menanyakan kegiatan siswa selama istirahat 3. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mempersiapkan dirinya dalam menerima pelajaran 3 menit PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 245 B. Kegiatan Inti 50 1. Guru melanjutkan kegiatan dengan menyediakan Intellengesi menit bola plastic atau tutup botol kecil berwarna-warni Matematis(dapat diganti dengan benda berwarna-warni Logis lainnya). (mengamati) 2. Siswa bersama-sama menghitung jumlah bola dengan warna yang sama. (mengamati) 3. Siswa diminta mengambil satu buah bola dengan warna yang paling disukai. (mengamati) 4. Siswa diminta mewawancarai 6 orang teman tentang warna yang paling disukai. (menanya) 5. Hasil wawancara dituangkan dalam bentuk tabel. (menalar dan mencoba) 6. Siswa dapat pula diminta untuk mengamati warna benda-benda yang ada di sekitarnya (misalnya warna daun, warna langit, dan meja). 7. Secara lisan siswa melaporkan hasil pekerjaannya kepada guru. (mengkomunikasikan) 8. Sebagai penutup guru meminta siswa untuk membayangkan jika tidak ada warna di sekitar kita. 9. Guru menyampaikan bahwa Tuhan Maha Indah telah menciptakan warna-warna. C. Kegiatan Akhir 1. Guru merangkum kegiatan pembelajaran dari awal dengan meminta siswa menuliskan kesimpulan pada buku 2. Siswa melakukan refleksi atas pembelajaran hari ini dengan bimbingan guru 3. Siswa mengerjakan post test 4. Guru memberikan tindak lanjut pada siswa : Siswa mencari informasi warna kesukaan anggota keluarga dan melakukan kegiatan mewarnai bersama orang tua. Orang tua mendiktekan nama-nama warna dan siswa berlatih menuliskannya. 5. .Doa penutup, salam. 17 menit PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 246 H. Penilaian 1. Jenis/ teknik penilaian Aspek Penilaian Jenis Teknik Pengetahuan Tes Tertulis Keterampilan Non tes Unjuk kerja Observasi Sikap Non tes Observasi 2. Instrumen: Soal tes dan kunci jawaban serta tugas dan rubrik penilaian (terlampir) 3. Pedoman penskoran : terlampir I. Lampiran-lampiran - Media gambar - Penilaian setiap muatan pelajaran - Soal post test - Lagu Mengetahui, Kepala Sekolah (.................................) Yogyakarta, Calon Guru (Soleman Haning) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 247 MATERI PEMBELAJARAN Bahasa Indonesia : Warna-warna kesukaan Ada bermacam-macam warna, antara lain: Biru Hitam Merah Kuning Hijau Biru Ungu Dongker Matematika Abu- Coklat Merah abu muda : Membuat Piktograf Piktograf atau piktogram juga di sebut carta gambar. Piktograf merupakan ilustrasi data menggunakan gambar atau simbol. Merah Kuning Hijau Biru 6 4 2 3 Lagu “Pelangi-pelangi” (motivasi) Pelangi-pelangi alangkah indah mu Merah kuning hijau di langit biru Pelukis mu agung Siapa gerangan Pelangi-pelangi ciptaan Tuhan Sumber: https://liriklaguindonesia. net/pelangi.htm PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 248 PENILAIAN SETIAP MUATAN PELAJARAN A. Muatan Pelajaran : Bahasa Indonesia 1. Pengetahuan 3.1.1 Mengenal kosakata tentang warna Indikator 3.1.2 Melengkapi huruf dalam sebuah kata Teknik Penilaian Tes tertulis Instrumen Soal  Lengkapilah kosakata tentang warna di bawah ini! Kunci Jawaban:  Merah, kuning , hijau , biru Rubrik Penilaian dan Pedoman Penskoran No. 1. Kriteria Penilaian Siswa mampu menyebutkan 4 warna Siswa mampu menyebutkan 3 warna Siswa mampu menyebutkan 2 warna Siswa mampu menyebutkan 1 warna NA = Perolehan skor Skor 4 3 2 1 x 100 Skor maksimal Keterangan:   Perolehan skor adalah skor yang diperoleh peserta didik dari kriteria yang ada. Skor maksimal adalah hasil dari banyaknya kriteria dikalikan skor tertinggi. 2. Keterampilan Indikator 4.1.1 Menyampaikan warna kesukaan 4.1.2 Membaca nyaring kosakata tentang warna Teknik Penilaian Unjuk kerja Instrumen Rubrik wawancara Berilah tanda cek (√) sesuai dengan kenyataan yang ada pada siswa! PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 249 Rubrik Penilaian dan Pedoman Penskoran 4 3 2 No. Kriteria 1 Baik sekali Baik Cukup Perlu (A) (B) (C) bimbingan (D) 1. 2. Kemampuan Siswa terlihat Siswa Siswa Siswa belum wawancara aktif bertanya membutuhkan membutuhkan mampu jawab setelah 2–3 kali arahan pendampingan melakukan guru tambahan dari tanya jawab Jumlah dari menyampaikan guru untuk guru untuk arahan melakukan melakukan tanya jawab tanya jawab 5–7 siswa 3–4 siswa 8–10 siswa 1–2 siswa siswa yang diwawancara 3. Sikap sosial/ individu 2.1.1 Menunjukkkan kepedulian dan rasa ingin tahu terhadap kesukaan teman Teknik Penilaian Observasin (satu subtema) Indikator Instrumen Lembar observasi Berilah tanda cek (√) sesuai dengan kenyataan yang ada pada siswa! Lembar Penilaian Sikap (satu subtema) Minggu ke-........Bulan....... Subtema: Aku Istimewa Berilah tanda cek (√) sesuai dengan kenyataan yang ada pada siswa! No. Nama Peserta Didik Keterangan Perkembangan Sikap Rasa ingin tahu SB B C K 1. 2. 3. Catatan: SB: Sangat Baik, B:Baik, C: Cukup, K: Kurang PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 250 4. Sikap Spiritual 1.1.1 Menunjukkan sikap bersyukur atas bahasa Indonesia yang Indikator dikenal sebagai bahasa persatuan melalui doa Observasi Teknik Penilaian Lembar observasi. Instrumen Rubrik Penilaian Sikap Spiritual Dan Pedoman Penskoran Baik sekali Baik Cukup Kurang Kriteria 4 3 2 1 Selalu Sering Kadang-kadang Tidak berdoa Berdoa melakukan doa melakukan doa melakukan doa sebelum dan sebelum dan sebelum dan sebelum dan sebelum dan sesudah sesudah sesudah sesudah sesudah melakukan melakukan melakukan melakukan melakukan kegiatan kegiatan kegiatan kegiatan kegiatan B. Muatan Pelajaran : Matematika 1. Pengetahuan Indikator 3.12.1 Mengidentifikasi data dan mengelompokkannya Teknik Penilaian Tes tertulis Instrumen Soal   Apa warna kesukaanmu? Apa warna kesukaan temanmu? Kunci Jawaban:  Warna terdiri dari 4 macam, yaitu merah kuning, hijau, dan biru. Siswa diminta mendata warna kesukaan teman-temannya dan menjumlahkan secara keseluruhan. No. 1. Kriteria Penilaian Siswa mampu mendata semua warna kesukaan siswa di kelasnya dengan benar Siswa mampu mendata sebagian besar warna kesukaan siswa di kelasnya dengan benar Siswa mampu mendata sebagian warna kesukaan siswa di kelasnya dengan benar Siswa mampu mendata sebagian kecil warna kesukaan siswa di kelasnya dengan benar Skor 4 3 2 1 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 251 2. Keterampilan 4.10.1 Membuat penyajian data dengan piktograf Indikator 4.10.2 Membaca data dalam suatu piktograf Unjuk kerja Teknik Penilaian Rubrik unjuk kerja Instrumen Rubrik Penilaian dan Pedoman Penskoran No. Kriteria 4 3 2 1 Baik sekali Baik Cukup Perlu (A) (B) (C) bimbingan (D) 1. Ketepatan Semua gambar Sebagian besar Sebagian Belum mampu memasangkan di pasangkan dipasangkan dipasangkan memasangkan gambar warna dengan tepat dengan tepat dengan tepat gambar Seluruh siswa Sebagian besar Sebagian Sebagian kecil Menyampaikan Menyampaikan Menyampaikan Menyampaikan Belum mampu hasil hasil sebagian besar Sebagian menyampaikan pengamatan pengamatan hasil hasil Sebagian secara lisan secara lisan pengamatan pengamatan hasil dengan kalimat secara lisan secara lisan pengamatan yang baik dan dengan kalimat dengan kalimat secara lisan benar yang baik dan yang baik dan dengan kalimat benar benar yang baik dan kesukaan teman 2. Jumlah siswa yang diwawancara 3. benar PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 252 3. Sikap sosial/ individu 2.3.1 Menunjukkan perilaku tertib dalam mengikuti Indikator pembelajaran matematika di kelas Observasi (satu subtema) Teknik Penilaian Lembar Observasi Instrumen Berilah tanda cek (√) sesuai dengan kenyataan yang ada pada siswa! Lembar Penilaian Sikap (satu subtema) Minggu ke-........Bulan....... Subtema: Aku Istimewa Berilah tanda cek (√) sesuai dengan kenyataan yang ada pada siswa! No. Nama Peserta Didik Keterangan Perkembangan Sikap Tertib SB B C K 1. 2. 3. Catatan: SB: Sangat Baik, B:Baik, C: Cukup, K: Kurang 4. Sikap Spiritual Indikator 1.1.1 Menunjukkan sikap menjalankan ajaran agama yang dianutnya dengan berdoa. Teknik Observasi Penilaian Instrumen Kriteria Berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan Lembar observasi Rubrik Penilaian Sikap Spiritual dan Pedoman Penskoran Baik sekali Baik Cukup Kurang 4 3 2 1 Selalu Sering Kadang-kadang Tidak berdoa melakukan doa melakukan doa melakukan doa sebelum dan sebelum dan sebelum dan sebelum dan sesudah sesudah sesudah sesudah melakukan melakukan melakukan melakukan kegiatan kegiatan kegiatan kegiatan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 253 Refleksi dan Post Test Tujuan Pembelajaran: 1. Bahasa Indonesia 3.1.1.1 Siswa mampu mengenal 2 kosakata tentang warna melalui pengamatan. 3.1.1.2 Siswa mampu melengkapi huruf dalam 1 kata melalui pengamatan. 4.4.1.1 Siswa mampu menyampaikan minimal 2 warna kesukaan melalui wawancara. 4.1.1.2 Siswa mampu membaca nyaring 1 kosakata tentang warna melalui kegiatan membaca. 2.1.1.1 Siswa mampu menunjukkkan 1 sikap kepedulian dan rasa ingin tahu terhadap kesukaan teman melalui wawancara. 1.1.1.1 Siswa mampu menunjukkan 1 sikap bersyukur atas bahasa Indonesia yang dikenal sebagai bahasa persatuan melalui doa. 2. Matematika 3.12.1.1 Siswa mampu mengidentifikasi 1 data dan mengelompokkannya melalui pengamatan. 4.10.1.1 Siswa mampu membuat 1 penyajian data dengan piktograf melalui wawancara 4.10.2.1 Siswa mampu membaca 1 data dalam suatu piktografmelalui diskusi. 2.3.1.1 Siswa mampu menunjukkan 1 perilaku tertib dalam mengikuti pembelajaran matematika di kelas melalui penugasan melalui wawancara. 1.1.1.1 Siswa mampu menunjukkan 1 sikap menjalankan ajaran agama yang dianutnya dengan berdoa. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 254 Mengenal Warna Kesukaan Merah Kuning Hijau Biru  Lengkapilah kata di bawah ini! merah m _ rah m_r_h __r_h kuning k_ning k_n_ng _un_ng hijau h _ jau hij _ u h_j_u h___u biru b _ ru bir _ b_r_ b___ PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 255 Apa warna kesukaanmu? Apa warna kesukaan temanmu? Kelompokkan dan hitung! Warnai lingkaran yang sesuai. Merah Kuning Hijau Biru PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 256 Apa yang saya pelajari hari ini? Perasaan saya mengikuti pembelajaran hari ini? Sikap apa yang saya temukan dari pembelajaran hari ini? Apa yang bisa saya syukuri setelah melakukan pembelajaran pada hari ini? Siswa mencari informasi warna kesukaan anggota keluarga dan melakukan kegiatan mewarnai bersama orang tua. Orang tua mendiktekan nama-nama warna dan siswa berlatih menuliskannya. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 257 Soal Post Test Buatlah sebuah gambar piktograf dari data warna berikut! 1) 5 anak menyukai warna biru, 8 anak menyukai warna kuning, dan 6 anak meyukai warna merah. Kunci Jawaban: Warna Biru Jumlah Warna 5 Warna Kuning 8 warna Merah 6 Warna PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 258 PEMETAAN KD dan INDIKATOR PEMBELAJARAN HARI 6 3.3 4.3 2.3 1.1 Bahasa Indonesia Mengenal teks terima kasih tentang sikap kasih sayang dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman. Menyampaikan teks terima kasih mengenai sikap kasih sayang secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian. Memiliki perilaku santun dansikap kasih sayang melalui pemanfaatan bahasa Indonesiadan/atau bahasa daerah. Menerima anugerah Tuhan Yang Maha Esa berupa bahasa Indonesia yang dikenal sebagai bahasa persatuan dan sarana belajar di tengah keberagaman bahasa daerah. 3.3.1 Indikator Mengidentifikasi teks ucapanterima kasih. 4.3.1 Mengucapkan terima kasih kepada orang lain. 2.3.1 Menunjukkkan perilaku santun dan sikap kasih sayang melalui pemanfaatan bahasa Indonesia. Menunjukkan sikap bersyukur atas bahasa Indonesia yang dikenal sebagai bahasa persatuan melalui doa. 1.1.1 3.2 4.3 2.3 1.1 3.2.1 4.3.1 2.3.1 1.1.1 Matematika Mengenal bilangan asli sampai 99 dengan menggunakan benda-benda yang ada di sekitar rumah, sekolah, atau tempat bermain Mengemukakan kembali dengan kalimat sendiri dan memecahkan masalah yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan terkait dengan aktivitas sehari-hari di rumah, sekolah, atau tempat bermain serta memeriksa kebenarannya. Menunjukkan perilaku tertib dan rapi saat berbaris berdasarkan urutan tinggi badan. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya. Indikator Mengidentifikasi operasi penjumlahan dengan tepat. Melakukan operasi penjumlahan yang jumlahnya sampai 10. Menunjukkan perilaku tertib dalam mengikuti pembelajaran matematika di kelas. Menunjukkan sikap berdoa sebelum dan sesudah berkegiatan sesuai ajaran agama yang dianutnya melalui praktik. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 259 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK HARIAN (RPPTH) Satuan Pendidikan : SDN Kalasan 1 Kelas/ Semester : I/ 1 Muatan Terkait : Bahasa Indonesia, Matematika Tema/ Sub Tema : Diriku/Aku Istimewa Pembelajaran ke- :6 Alokasi Waktu : 5 x 35 menit A. Kompetensi Inti (KI) 1. Menerima, menghargai, dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya 2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, tetangga, dan guru 3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan mencoba [mendengar, melihat, membaca] serta menanya berdasarkan rasa ingin tahu secara kritis tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain 4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia. B. Kompetensi Dasar dan Indikator No. Muatan Kompetensi Dasar Indikator Pelajaran 1. Bahasa 1.1 Menerima anugerah Tuhan Yang 1.1.1 Indonesia Maha Esa berupa bahasa Indonesia bersyukur atas bahasa Indonesia yang dikenal sebagai bahasa persatuan yang dan sarana belajar di Menunjukkan dikenal sebagai sikap bahasa tengah persatuan melalui doa. keberagaman bahasa daerah. 2.3 Memiliki perilaku santun dan sikap 2.3.1 Menunjukkkan sikap kasih kasih sayang melalui bahasa daerah. Indonesia pemanfaatan sayang dan/atau melalui bahasa bahasa Indonesia. pemanfaatan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 260 No. Muatan Kompetensi Dasar Indikator Pelajaran 3.3 Mengenal teks terima kasih tentang 3.3.1 Mengidentifikasi teks ucapan sikap kasih sayang dengan bantuan terima kasih. guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman. 4.3. Menyampaikan teks terima kasih 4.3.1 Mengucapkan terima kasih mengenai sikap kasih sayang secara kepada orang lain. mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian. 2. Matematika 1.1 Menerima dan menjalankan ajaran 1.1.1 Menunjukkan sikap berdoa agama yang dianutnya. sebelum dan sesudah berkegiatan sesuai ajaran agama yang dianutnya melalui praktik. 2.3 Menunjukkan perilaku tertib dan 2.3.1 Menunjukkan perilaku tertib rapi saat berbaris berdasarkan urutan dalam tinggi badan. pembelajaran matematika di kelas. 3.2 Mengenal bilangan asli sampai 99 3.2.1 dengan mengikuti menggunakan Mengidentifikasi operasi benda-benda penjumlahan dengan tepat. yang ada di sekitar rumah, sekolah, atau tempat bermain. 4.3. Mengemukakan kembali dengan 4.3.1 kalimat sendiri masalah yang dan memecahkan penjumlahan berkaitan dengan sampai 10. penjumlahan dan pengurangan terkait dengan aktivitas sehari-hari di rumah, sekolah, atau tempat bermain serta memeriksa kebenarannya. Melakukan yang operasi jumlahnya PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 261 C. Tujuan Pembelajaran 1. Bahasa Indonesia 3.1.1.1 Siswa mampu mengidentifikasi 1 teks ucapan terima kasih melalui diskusi. 4.3.1.1 Siswa mampu mengucapkan 1 ucapan terima kasih kepada orang lain dengan santun melalui bermain peran. 2.3.1.1 Siswa mampu menunjukkkan 1 sikap kasih sayang dengan memanfaatkan bahasa Indonesia melalui bermain peran. 1.1.1.1 Siswa mampu menunjukkan 1 sikap bersyukur atas bahasa Indonesia yang dikenal sebagai bahasa persatuan melalui doa. 2. Matematika 3.2.1.1 Siswa mampu mengidentifikasi 1 operasi penjumlahan dengan tepat melalui permainan 4.3.1.1 Siswa mampu melakukan 1 operasi penjumlahan yang jumlahnya sampai 10 melalui permainan 2.3.1.1 Siswa mampu menunjukkan 1 perilaku tertib dalam mengikuti pembelajaran matematika di kelas melalui permianan 1.1.1.1 Siswa mampu menunjukkan 1 sikap berdoa sebelum dan sesudah berkegiatan sesuai ajaran agama yang dianutnya melalui praktik. D. Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia : Menyampaikan ucapan terima kasih Matematika : Melakukan operasi penjumlahan sampai 10 Ringkasan materi (terlampir) E. Pendekatan dan Metode Pembelajaran Pendekatan : Kecerdasan ganda dan saintifik Metode : Diskusi, tanya jawab, bermain peran, permianan, ceramah. F. Media Alat dan Sumber Pembelajaran 1. Media : Kartu nama siswa, lagu “Terimakasih Guruku” 2. Alat/ Bahan : Alat tulis PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 262 3. Sumber Belajar : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. Diriku: Buku Guru Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Untuk SD/MI Kelas I -- Edisi Revisi. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (hal 109-112) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. Diriku: Buku Siswa Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Untuk SD/MI Kelas I -- Edisi Revisi. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (hal 107-108) G. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Kecerdasan Alokasi yang terkait waktu Panggalan Pertama A. Pendahuluan 15 menit 1. Doa, presensi 2. Apersepsi : Guru bertanya jawab dengan siswa mengenai apa yang siswa lakukan jika Ia ditolong oleh seseorang. 3. Motivasi : Siswa dan guru bernyayi lagu “Terima kasih Guruku ” 4. Orientasi : Guru bertanya jawab dengan siswa terkait lagu. o Apa yang ingin disampaikan dalam lagu tersebut? 5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran B. Kegiatan Inti 65 menit 1. Siswa dan guru membaca teks ucapan terima kasih dan meminta siswa untuk latihan berdialog secara berpasangan. (mengamati) 2. Guru bertanya kepada siswa, apakah siswa pernah menyampaikan ucapan terima kasih kepada orang lain ? (menanya) 3. Siswa diminta berpasangan membuat sebuah naskah bermain peran tentang ucapan terima berdasarkan pengalaman siswa. (menalar) kasih PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 263 4. Siswa bermain peran tentang menyampaikan ucapan terima kasih kepada orang lain sesuai dengan naskah yang telah di buat. (mencoba) 5. Setelah semua siswa tampil, guru menanyakan bagaiman perasaan kita jika ada seseorang yang mengucapkan terima kasih? Guru juga menyampaikan manfaat bermain peran yaitu melatih kita untuk melakukan hal-hal baik yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari dan mengucapkan terima kasih jika sudah dibantu oleh orang lain. (mengkomunikasikan) C. Kegiatan AKhir 3 menit 1. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk istirahat 2. Guru memberikan nasehat kepada siswa untuk berhati-hati selama istirahat 3. Doa istirahat ISTIRAHAT ( 15 menit ) Panggalan Kedua A. Pendahuluan 5 menit 1. Doa setelah istirahat 2. Guru menanyakan kegiatan siswa selama istirahat 3. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mempersiapkan dirinya dalam menerima pelajaran B. Kegiatan Inti 1. Guru menanyakan kepada siswa apakah siswa sudah hafal semua nama temannya? 2. Guru menyampaikan supaya tidak ada kekeliruan, maka guru akan membacakan kembali nama-nama siswa. (mengamati) 3. Guru membacakan nama-nama siswa satu per satu dan siswa yang dipanggil namanya berdiri sejenak, kemudian duduk kembali. 4. Guru menanyakan apakah siswa tahu lagu “Satu- 67 menit PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 264 Satu Aku Sayang Ibu” kemudian mengajak siswa menyanyikannya. (menanya) 5. Kemudian, guru mengganti lirik lagu tersebut dengan nama-nama siswa di kelas. Beberapa siswa ditunjuk untuk mempraktikkannya. 6. Selesai bernyanyi, guru mengajak siswa bermain mencari nama teman. (menalar) 7. Guru mempersiapkan potongan-potongan kartu Intellengensi bertuliskan nama siswa dan menyebarnya di lantai Interpersonal kelas. 8. Siswa bermain menemukan nama teman dipandu oleh guru. (mencoba) 9. Siswa dibagi menjadi tiga kelompok dan berdiri membentuk barisan yang rapi sesuai dengan tinggi badan (jika kondisi kelas kurang luas, maka guru dapat mengajak siswa bermain di luar kelas). 10. Siswa di barisan pertama diminta untuk menemukan potongan kartu bertuliskan nama teman yang berbaris dalam kelompoknya. 11. Setiap siswa harus mengambil satu kartu nama teman di kelompoknya dalam waktu 1 menit. 12. Jika berhasil menemukan kartu nama temannya, lalu kartu tersebut diserahkan kepada pemilik nama. 13. Siswa yang sudah menerima kartu nama, melakukan hal yang sama. 14. Demikian seterusnya sampai semua anggota kelompok memegang kartu nama. 15. Kelompok yang paling cepat mengumpulkan kartu nama akan menjadi pemenangnya. 16. Siswa tetap berkumpul dengan kelompoknya dan diminta menghitung jumlah siswa yang memiliki nama dengan huruf awal sama. Misalnya menghitung jumlah nama yang diawali huruf A, PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 265 huruf B, huruf C, dan seterusnya. (mengkomunikasikan) 17. Siswa berlatih soal penjumlahan yang terdapat di buku siswa. C. Kegiatan Akhir 20 menit 1. Guru merangkum kegiatan pembelajaran dari awal dengan meminta siswa menuliskan kesimpulan pada buku 2. Siswa melakukan refleksi atas pembelajaran hari ini dengan bimbingan guru 3. Siswa mengerjakan post test 4. Guru memberikan tindak lanjut pada siswa : Siswa dengan bantuan orang tua menuliskan nama panggilan anggota keluarga dan membacanya dengan lantang saat acara berkumpul bersama keluarga. Misalnya sebelum makan malam bersama atau saat menonton TV bersama. 5. Doa penutup, salam H. Penilaian 1. Jenis/ teknik penilaian Aspek Penilaian Jenis Teknik Pengetahuan Tes Tertulis Keterampilan Non tes Unjuk kerja Sikap Non tes Observasi 2. Instrumen: Soal tes dan kunci jawaban serta tugas dan rubrik penilaian (terlampir) 3. Pedoman penskoran : terlampir I. Lampiran-lampiran - Media kartu nama - Penilaian setiap muatan pelajaran - Soal post test - Lagu Mengetahui, Kepala Sekolah (.................................) Yogyakarta, Calon Guru (Soleman Haning) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 266 MATERI PEMBELAJARAN Bahasa Indonesia : Menyampaikan ucapan terima kasih PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 267 Matematika : Melakukan operasi penjumlahan sampai 10 Huruf Siswa laki-laki Jumlah Siswa perempuan Jumlah awal A Andi, Arif 2 Ani, Ana, Asra 3 B Budi , Bili 2 Bebi 1 C - 0 Cika, Cindi 2 Jumlah siswa secara keseluruhan : Siswa laki-laki = 4 Siswa Siswa perempuan = 6 Siswa + Jumlah Seluruh Sis wa 10 Orang PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 268 Lagu “Terimakasih Guruku” (motivasi) Pagiku cerahku matahari bersinar… ku gendong tas merahku di pundak… Slamat pagi semua ku nantikan dirimu di depan kelasku menantikan kami.. Reff : Guruku tersayang guru tercinta tanpamu apa jadinya aku… Tak bisa baca tulis, mengerti banyak hal.. guruku terima kasihku… Nakalnya diriku kadang buatmu marah… namun segala maaf kau berikan.. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 269 MEDIA PEMBELAJARAN (KARTU NAMA) Contoh: SOHAN NHONA PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 270 PENILAIAN SETIAP MUATAN PELAJARAN A. Muatan Pelajaran : Bahasa Indonesia 1. Pengetahuan Indikator 3.3.1 Mengidentifikasi teks ucapan terima kasih Teknik Penilaian Tes tertulis Instrumen Soal  Buatlah sebuah teks ucapan terimakasih dengan kelompokmu! Kunci Jawaban:  Teks ucapan terima kasih sesuai dengan pengalaman siswa dan kreatifitas siswa. Rubrik Penilaian dan Pedoman Penskoran No. 1. 2. Kemampuan 3 Baik sekali (A) Teks memuat 5 2 Baik (B) Teks memuat 4 1 Cukup (C) Teks memuat membuat teks kalimat atau kalimat kurang dari 4 dengan baik lebih Kemampuan Seluruh teks Sebagian besar Belum mampu menggunakan menggunakan menggunakan menggunakan bahasa kalimat yang kalimat yang jelas kalimat yang Indonesia yang jelas dan runtut dan runtut jelas dan runtut Kriteria kalimat baik dan benar NA = Perolehan skor x 100 Skor maksimal Keterangan:  Perolehan skor adalah skor yang diperoleh peserta didik dari kriteria yang ada.  Skor maksimal adalah hasil dari banyaknya kriteria dikalikan skor tertinggi. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 271 2. Keterampilan Indikator 4.3.1 Mengucapkan terima kasih kepada orang lain Teknik Penilaian Unjuk kerja Instrumen Rubrik Unjuk kerja Berilah tanda cek (√) sesuai dengan kenyataan yang ada pada siswa! Rubrik Penilaian dan Pedoman Penskoran No. 1. 2. 4 Baik sekali (A) Volume Terdengar Terdengar Terdengar 1 Perlu bimbingan (D) Suara sangat Suara sampai sampai hanya pelan seluruh ruang setengah ruang bagian depan atau tidak kelas kelas ruang kelas terdengar Kepercayaan Tidak terlihat Terlihat ragu- Memerlukan Belum diri pada saat raguragu ragu bantuan guru menunjukkan Kriteria tampil 3 Baik (B) 2 Cukup (C) kepercayaan diri 3. Sikap sosial/ individu Indikator Teknik Penilaian Instrumen 2.3.1 Menunjukkkan sikap kasih sayang melalui pemanfaatan bahasa Indonesia Observasi (satu subtema) Lembar Observasi Berilah tanda cek (√) sesuai dengan kenyataan yang ada pada siswa! PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 272 Lembar Penilaian Sikap (satu subtema) Minggu ke-........Bulan....... Subtema: Aku Istimewa Berilah tanda cek (√) sesuai dengan kenyataan yang ada pada siswa! No. Nama Peserta Didik Keterangan Perkembangan Sikap Kasih sayang SB B C K 1. 2. 3. Catatan: SB: Sangat Baik, B:Baik, C: Cukup, K: Kurang. 4. Sikap Spiritual Indikator Teknik Penilaian Instrumen 1.1.1 Menunjukkan sikap bersyukur atas bahasa Indonesia yang dikenal sebagai bahasa persatuan melalui doa. Observasi Lembar observasi. Rubrik Penilaian Sikap Spiritual Dan Pedoman Penskoran Baik sekali Baik Cukup Kurang Kriteria 4 3 2 1 Selalu Sering Kadang-kadang Tidak berdoa Berdoa melakukan doa melakukan doa melakukan doa sebelum dan sebelum dan sebelum dan sebelum dan sebelum dan sesudah sesudah sesudah sesudah melakukan sesudah melakukan melakukan melakukan kegiatan melakukan kegiatan kegiatan kegiatan kegiatan B. Muatan Pelajaran : Matematika 1. Pengetahuan Indikator 3.2.1 Mengidentifikasi operasi penjumlahan dengan tepat Teknik Penilaian Tes tertulis Instrumen Soal  Tuliskan nama teman-teman mu sesuai huruf abjad dan hitunglah jumlah nya! Kunci Jawaban  Jawaban sesuai dengan nama-nama siswa yang ada di kelas. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 273 Rubrik Penilaian dan Pedoman Penskoran No Kriteria 1. Kemampuan 4 Baik sekali (A) Siswa mampu 3 Baik (B) Siswa mampu 2 Cukup (C) Siswa mampu 1 Perlu bimbingan (D) Siswa mampu mendata mendata semua mendata sebagian mendata mendata sebagian semua nama nama teman- besar nama sebagian nama kecil nama teman teman mu sesuai teman-teman mu teman-teman mu teman-teman mu huruf abjad sesuai huruf abjad sesuai huruf sesuai huruf abjad dengan benar dengan benar dengan benar abjad dengan benar 2. Kemampuan Semua jawaban Sebagian besar Sebagian Belum mampu menghitung benar jawaban benar jawaban benar menjawab dengan jumlah nama benar dengan benar 2. Keterampilan 4.3.1 Melakukan operasi penjumlahan yang jumlahnya sampai 10 Indikator Teknik Penilaian Unjuk kerja Rubrik unjuk kerja Instrumen Rubrik Penilaian dan Pedoman Penskoran Melakukan Permainan Kartu Nama No. Kriteria 4 3 2 Baik sekali Baik Cukup (A) (B) (C) 1 Perlu bimbingan (D) 1. Keberhasilan Seluruh anggota Setengah atau Kurang dari Seluruh anggota menemukan kelompok lebih anggota setengah kelompok kartu berhasil kelompok anggota belum berhasil nama teman menemukan berhasil kelompok menemukan kartu nama menemukan berhasil kartu nama teman kartu nama menemukan teman kartu nama teman PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 274 2. Kerjasama Seluruh anggota Setengah atau Kurang dari Seluruh anggota kelompok kelompok lebih anggota Setengah kelompok berpartisipasi kelompok anggota terlihat aktif dan saling berpartisipasi kelompok pasif menyemangati aktif berpartisipasi aktif 3. Sikap sosial/ individu Indikator Teknik Penilaian Instrumen 2.3.1 Menunjukkan perilaku tertib dalam mengikuti pembelajaran matematika di kelas Observasi (satu subtema) Lembar observasi Berilah tanda cek (√) sesuai dengan kenyataan yang ada pada siswa! Lembar Penilaian Sikap (satu subtema) Minggu ke-........Bulan....... Subtema: Aku Istimewa Berilah tanda cek (√) sesuai dengan kenyataan yang ada pada siswa! No. Nama Peserta Didik Perkembangan Sikap Tertib SB B C K Keterangan 1. 2. 3. Catatan: SB: Sangat Baik, B:Baik, C: Cukup, K: Kurang 4. Sikap Spiritual Indikator Teknik Penilaian Instrumen 1.1.1 Menunjukkan sikap berdoa sebelum dan sesudah berkegiatan sesuai ajaran agama yang dianutnya melalui praktik. Observasi Lembar observasi PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 275 Rubrik Penilaian Sikap Spiritual dan Pedoman Penskoran Baik sekali Baik Cukup Kurang Kriteria 4 3 2 1 Selalu Sering Kadang-kadang Tidak berdoa Berdoa melakukan doa melakukan doa melakukan doa sebelum dan sebelum dan sebelum dan sebelum dan sebelum dan sesudah sesudah sesudah sesudah sesudah melakukan melakukan melakukan melakukan melakukan kegiatan kegiatan kegiatan kegiatan kegiatan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 276 Refleksi dan post test Tujuan Pembelajaran: 1. Bahasa Indonesia 3.1.1.1 Siswa mampu mengidentifikasi 1 teks ucapan terima kasihmelalui diskusi. 4.3.1.1 Siswa mampu mengucapkan 1 ucapan terima kasih kepada orang lain dengan santun melalui bermain peran. 2.3.1.1 Siswa mampu menunjukkkan 1 perilaku santun dan sikap kasih sayang dengan memanfaatkan bahasa Indonesiamelalui bermain peran. 1.1.1.1 Siswa mampu menunjukkan 1 sikap bersyukur atas bahasa Indonesia yang dikenal sebagai bahasa persatuan melalui doa. 2. Matematika 3.2.1.1 4.3.1.1 Siswa mampu mengidentifikasi 1 operasi penjumlahan dengan tepat melalui permainan Siswa mampu melakukan 1 operasi penjumlahan yang jumlahnya sampai 10 melalui permainan 2.3.1.1 Siswa mampu menunjukkan 1 perilaku tertib dalam mengikuti pembelajaran matematika di kelas melalui permianan 1.1.1.1 Siswa mampu menunjukkan 1 sikap berdoa sebelum dan sesudah berkegiatan sesuai ajaran agama yang dianutnya melalui praktik. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 277 Menghargai Keistimewaan Orang Lain Setiap orang memiliki keistimewaan. Kita harus saling menghargai. Kita juga harus tolong-menolong. Lakukan percakapan berikut dengan temanmu. Aku ingin mengambil buku di lemari, tapi terlalu tinggi. Hai Udin, kamu sedang apa? Ini aku ambilkan. Terimakasih Beni. Sama-sama Udin. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 278 Bermain menemukan nama teman Langkah-langkah permainan. Guru mempersiapkan potongan-potongan kartu bertuliskan nama siswa dan menyebarnya di lantai kelas. Siswa dibagi menjadi tiga kelompok dan berdiri membentuk barisan yang rapi sesuai dengan tinggi badan. Siswa di barisan pertama diminta untuk menemukan potongan kartu bertuliskan nama teman yang berbaris dalam kelompoknya. Setiap siswa harus mengambil satu kartu nama teman di kelompoknya dalam waktu 1 menit. Jika berhasil menemukan kartu nama temannya, lalu kartu tersebut diserahkan kepada pemilik nama. Siswa yang sudah menerima kartu nama, melakukan hal yang sama. Demikian seterusnya sampai semua anggota kelompok memegang kartu nama. Kelompok yang paling cepat mengumpulkan kartu nama akan menjadi pemenangnya. Siswa tetap berkumpul dengan kelompoknya dan diminta menghitung jumlah siswa yang memiliki nama dengan huruf awal sama. Misalnya menghitung jumlah nama yang diawali huruf A, huruf B, huruf C, dan seterusnya. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 279 Tuliskan nama-nama temanmu! Tulis berurutan sesuai huruf awalnya! Hitung jumlahnya! HurufAwal A B C D E SiswaLaki-laki SiswaPerempuan Nama anak laki-laki yang berawalan huruf A ada... Nama anak perempuan yang berawalan huruf A ada... PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 280 Apa yang saya pelajari hari ini? Perasaan saya mengikuti pembelajaran hari ini? Sikap apa yang saya temukan dari pembelajaran hari ini? Apa yang bisa saya syukuri setelah melakukan pembelajaran pada hari ini? Siswa dengan bantuan orang tua menuliskan nama panggilan anggota keluarga dan membacanya dengan lantang saat acara berkumpul bersama keluarga. Misalnya sebelum makan malam bersama atau saat menonton TV bersama. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 281 Post Test Sekarang aku sudah bisa Beri tanda pada kotak Mengurutkan tinggi badan. Membuat grafik bergambar. Penjumlahan 1-5. Mengenal nama-nama warna. Tidak memilih-milih teman. Membuat gambar kolase. Tema PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 282 Ulangan Evaluasi Formatif 1. Isilah dengan huruf yang tepat merah m _ rah m_r_h __r_h hijau h _ jau hij _ u h_j_u h___u biru b _ ru bir _ b_r_ b___ 2. Temukan kata-kata yang sesuai pisang mangga jeruk duku j p k q y p a r e a l e e l w s i c b i p k r o p i s a n g o e a u k i u i a r d p l m k u s i k n m y a a p h a k j m a n g g a u y u g u n u n g t i n o l a h r a g a a s g c l s m d u k u i s m 3. Pasangkan kata dan gambar yang sesuai apel PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 283 Biru Merah Hijau 4. Tirukanlah a. Aku menghargai perbedaan. b. Aku bersyukur Tuhan menciptakanku. 5. Gambarkanlah sesuai pola Gunakan simbol yang ada pada kotak merah Pola 7 4 3 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 284 DAFTAR PUSTAKA Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. Diriku: Buku Guru Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Untuk SD/MI Kelas I -- Edisi Revisi. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. Diriku: Buku Siswa Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Untuk SD/MI Kelas I -- Edisi Revisi. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. https://www.google.com/search?q=gambar+anak+tinggi+dan+pendek https://www.google.com/search?q=gambar+anak+tinggi+dan+pendek http://mithayani.wordpress.com/2012/06/05/gerak-dasar-dalam pendidikan-jasmani/ https://www.google.com/search?q=kolase+adalah&es_sm=93&tbm=isch&im gil PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 285 BIODATA PENULIS Soleman Haning lahir di Lidamanu, Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), 10 November 1991. Sekolah Dasar diperoleh SDN Oehandi, Sekolah Menengah Pertama diperoleh di SMP Negeri Batutua, Sekolah Menengah Atas diperoleh di SMA Negeri Oetefu. Pada tahun 2012 memperoleh beasiswa dari Rintisan Program Pendidikan Profesi Guru Terintegrasi (PPGT) untuk melanjutkan studi di perguruang tinggi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Pendidikan di perguruang tinggi diakhiri dengan menulis skripsi berjudul “Pengembangan Media Pembelajaran Konvensional Berbasis Kecerdasan Ganda Pada Subtema Aku Istimewa untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar”. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 286

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengembangan media konvensional kotak bintang pada materi mengurutkan angka dalam subtema aku merawat tubuhku untuk siswa kelas 1 sekolah dasar.
0
1
212
Pengembangan media konvensional berbasis multiple intelligence pada subtema keberagaman budaya bangsaku untuk siswa kelas IV sekolah dasar.
0
7
308
Pengembangan LKS berbasis kecerdasan ganda pada subtema tugasku sehari-hari di rumah untuk siswa kelas II Sekolah Dasar.
0
6
291
Pengembangan LKS berbasis kecerdasan ganda pada subtema lingkungan sekolahku untuk siswa kelas dua (II) Sekolah Dasar.
1
5
274
Pengembangan LKS berbasis kecerdasan ganda pada subtema kebersamaan dalam keberagaman mengacu kurikulum sd 2013 untuk siswa kelas empat (IV) Sekolah Dasar.
0
0
256
Pengembangan LKS berbasis kecerdasan ganda pada subtema hidup rukun di sekolah untuk siswa kelas 2 Sekolah Dasar.
14
129
291
Pengembangan media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda subtema aku merawat tubuhku mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas 1 sekolah dasar.
0
5
381
Pengembangan LKS berbasis kecerdasan ganda pada subtema keindahan alam negeriku untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar.
0
1
304
Pengembangan media pembelajaran konvensional berbasis kecerdasan ganda pada subtema tugasku sehari-hari di rumah untuk siswa kelas II Sekolah Dasar.
0
0
386
Pengembangan perangkat pembelajaran subtema aku merawat tubuhku mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas satu Sekolah Dasar.
1
5
163
Pengembangan perangkat pembelajaran subtema Aku Istimewa mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas satu (1) Sekolah Dasar.
2
5
224
Pengembangan perangkat pembelajaran subtema aku istimewa mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas satu (I) Sekolah Dasar.
0
0
109
Pengembangan media konvensional kotak bintang pada materi mengurutkan angka dalam subtema aku merawat tubuhku untuk siswa kelas 1 sekolah dasar
0
0
210
Pengembangan media pembelajaran konvensional muatan pelajaran bahasa indonesia pada subtema hewan di sekitarku untuk siswa kelas II sekolah dasar
0
6
353
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam Subtema 4 Aku Istimewa Mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar - USD Repository
0
3
221
Show more