Pengaruh konsentrasi hpmc dan propilen glikol terhadap sifat dan stabilitas fisik sediaan gel ekstrak pegagan (Centella asiatica (L.) Urban).

Gratis

6
44
123
2 years ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasiHPMC dan propilen glikol di dalam gel terhadap sifat fisik meliputi organoleptis, pH, viskositas, daya sebar, dan stabilitasnya selama cycling test. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasiHPMC dan propilen glikol di dalam gel terhadap sifat fisik meliputi organoleptis, pH, viskositas, daya sebar, dan stabilitasnya selama cycling test.

HALAMAN PERSEMBAHAN

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasiHPMC dan propilen glikol di dalam gel terhadap sifat fisik meliputi organoleptis, pH, viskositas, daya sebar, dan stabilitasnya selama cycling test. Hasil pengujian sifat fisik gel menunjukkan peningkatan konsentrasiHPMC dapat meningkatkan viskositas, menurunkan daya sebar dan tidak berpengaruh pada organoleptis (warna, bentuk, bau) dan pH.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam yang dapat

  Kombinasi gelling agent danhumektan dengan komposisi yang tepat akan menghasilkan gel yang baik dan stabil dalam penyimpanan jangka panjang (Allen dan Loyd, 2002). Hidayah (2013), mengemukakan bahwa gel ektrak pegagan yang mengandung 8% HPMC memberikan efek paling cepat menyembuhkan luka optimasi komposisi HPMC sebagai gelling agent dan propilen glikol sebagai humektan penting dilakukan untuk menjaga stabilitas fisik dari gel obat lukabakar dengan ektrak pegagan dan untuk mengembangkan penelitian sebelumnya.

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimanakah pengaruh gelling agent (HPMC) dan humektan (propilen glikol) terhadap sifat fisik sediaan gel ekstrak pegagan?

2. Bagaimanakah stabilitas gel ekstrak pegagan selama cycling test?

C. Keaslian Penelitian

  Sejauh penelusuran pustaka yang dilakukan, penelitian tentang pengaruh komposisi HPMC dan propilen glikol terhadap gel ekstrak pegagan belum pernahdilakukan. Formulasi Sediaan Gel Ekstrak Herba Pegagan (Centella asiatica L. Urban) dengan HPMC SH 60 sebagai Gelling Agent dan Uji Penyembuhan LukaBakar pada Kulit Punggung Kelinci Jantan yang disusun oleh Hidayah, Sulaiman, dan Azizah (2013).

2. Formulasi Sediaan Gel Estrak Pegagan (Centella asiatica L. Urban) untuk

  Obat Luka Bakar dengan Basis Carbomer yang disusun oleh Ningrum dan Wikarsa (2012). 3.

D. Manfaat Penelitian

  Manfaat teoritis Menambah pengetahuan apakah gel dengan HPMC sebagai gelling agent dan propilen glikol sebagai humektan dapat mempunyai sifat dan stabilitas fisikyang baik sebagai gel topikal. Manfaat praktis Menghasilkan formula gel ekstrak pegagan dengan HPMC sebagai gelling agent dan propilen glikol sebagai humektan yang memiliki sifat fisik yang dikehendaki sehingga akan menambah variasi gel ekstrak pegagan yang sudah ada.

E. Tujuan 1

Mengetahui pengaruh gelling agent (HPMC) dan humektan (Propilen glikol) terhadap sifat fisik sediaan gel ekstrak pegagan.

2. Mengetahui pengaruh cycling test terhadap stabilitas fisik gel pegagan

BAB II PENELAAHAN PUSTAKA A. Herba Pegagan

1. Kandungan kimia pegagan

  Penelitian menyebutkan bahwa pengaplikasian asiatikosida 0,2% pada tikus secara topikal meningkatkan jumlah antioksidan enzimatis dan non-enzimatis pada jaringan baru yang terbentuk (Shukla, Rasik, dan Jain, 1999). Penelitian lain menyebutkan bahwa titrated extract of centella, yang mengandung triterpenoid (asiatic acid, madecassic acid, dan asiatikosida) akanmempercepat sintesis fibronektin dan kolagen hingga 20-35%.

3. Toksisitas Pegagan

  Uji toksisitas akut menunjukkan bahwa pegagan tidak toksik sampai dengan dosis 2000 mg/kgBB, karena tidak ada hewan yang mati dan tidak adagejala klinis ketoksikan bermakna yang tampak pada seluruh hewan uji (Direktorat Obat Asli Indonesia, 2010). Hasil uji toksisitas subkronis dari ekstrak pegagan yang dilakukan olehWulansari dan Chairul (2010) menunjukkan LD ekstrak pegagan adalah 13,6 50 g/kgBB.

1. Pengertian gel

  Gel memiliki keuntungan diantaranya daya sebar yang baik pada kulit, efek dingin yang ditimbulkan akibat lambatnya penguapan air pada kulit, tidakmenghambat fungsi fisiologis kulit khususnya pengeluaran zat melalui kelenjar keringat pada kulit. Pemilihan bahan pembentuk gel harus mempertahankan bentuk gel selama penyimpanan tetapi dapat rusak segera ketika sediaan dikenai kekuatanseperti yang terjadi pada saat pengaplikasian gel dalam penggunaannya.

4. Kontrol kualitas gel

  Kontrol kualitas gel dapat dilakukan dengan memperhatikan sifat fisik gel setelah dibuat, stabilitasnya selama penyimpanan dan efektivitasnya terhadapefek yang diinginkan. Uji homogenitasUji homogenitas untuk memastikan bahwa sediaan gel telah homogen, ditunjukkan dengan tidak adanya butiran kasar pada gel yang dioleskan pada kacatransparan (Dirjen POM, 2000).

C. Monografi Bahan

  HPMC dibandingkan dengan karbopol, metil selulosa dan sodium alginat, memiliki daya sebar yang lebih baik Alasan fleksibilitas tinggi, tidak memiliki bau dan rasa, (2) stabil terhadap panas, cahaya dan udara, (3) dapat dengan mudah dicampurkan dengan zat aditif, seperti zatpewarna (Lachman dkk., 1994). Propilen glikol diketahui sebagai bahan yang tidak berbahaya dan aman digunakan pada produk kosmetik dengan konsentrasi tidak lebih dari 50%.

E. Landasan Teori

  Kadar asiatikosida sebagai marker dan kandungan yang menimbulkanefek tersebut tinggi dalam pegagan sehingga hanya dibutuhkan sedikit ekstrak yang ditambahkan dalam formulasi sediaan dan cocok dijadikan bentuk sediaangel. HPMC bersifat stabil terhadap pH, kompatibel dengan bahan fleksibilitas tinggi sehingga dengan gelling agent HPMC akan didapatkan sediaan gel dengan bentuk dan pH yang tidak berbeda.

F. Hipotesis

  Konsentrasi HPMC sebagai gelling agent dan propilen glikol sebagai humektan memiliki pengaruh terhadap sifat fisik (organoleptis, pH, viskositasdan daya sebar) sediaan gel ekstrak pegagan. Gel ekstrak pegagan yang dibuat mempunyai stabilitas yang baik terhadap cycling test ditinjau dari segi organoleptis, pH, viskositas dan daya sebar gel.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian berjudul Pengaruh Konsentrasi HPMC dan Propilen glikol

B. Variabel Penelitian a

  Variabel tergantung dalam penelitian ini adalah sifat fisik gel ekstrak pegagan yang meliputi bentuk, warna bau gel, viskositas, organoleptis, pH,daya sebar dan perubahan sifat fisik selama cycling test. Variabel pengacau terkendali dalam penelitian ini adalah lama pendiaman, lama pengadukan, kecepatan pengadukan, wadah penyimpanan, dan komposisi gel selain HPMC dan propilen glikol.

C. Definisi operasional

  Stabilitas gel pada penelitian ini dilihat dari perubahanorganoleptis, perubahan pH, perubahan daya sebar dan viskositas gel ekstrak k. Satu siklus terdiri dari 48 jam yang terbagi menjadi 24 jam penyimpanan gel di dalam kulkas (suhu oo 5 C) dan 24 jam yang lain di dalam inkubator (suhu 25 C).

D. Bahan penelitian

  Bahan pegagan (CV. Merapi Farma Herbal), HPMC K4M (PT Parit Padang Global), propilen glikol (Dow Chemical), Metilparaben (Ueno Chemical Industry), etanol96%, dan Aquadest (Laboratorium Kimia Organik Universitas Sanata Dharma). Keterangan tentang bahan – bahan penelitian ini terdapat pada lampiran 1.

E. Alat – alat Penelitian

Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat mixer (Miyako), Rheometer (Rheosys Merlin II), kertas pH universal, sentrifugator (Hettich EBA 8S) dan inkubator (Marius).

F. Tata Cara Penelitian

  Krus porselen ditutup dan dipanaskan dalam o furnance dengan suhu 600 C selama 8 jam sehingga menjadi abu dan beratnya konstan. Ekstraksi dengan 2 ml metanol diulang dan dipindahkan ke dalam labu takar, ditambahkan metanol sampai 5 ml.

3. Formula gel

  (gram) 200 200 200 200 200 Jumlah ekstrak yang ditambahkan mengacu pada penelitian Rismana(2010) yang menyebutkan bahwa gel ekstrak pegagan dengan kandungan ekstrak pegagan 0,5% menyembuhkan luka bakar setelah 22 hari. Dengan asumsi bahwaekstrak yang digunakan dalam penelitian tersebut memenuhi kadar asiatikosida yang dibutuhkan untuk menyembuhkan luka bakar, maka penulis menaikkanprosentase ekstrak yang ditambahkan dalam formula, sehingga ekstrak yang ditambahkan sebesar 1%.

4. Pembuatan Gel

  Campuran propilen glikol dan ekstrak divortex kemudian disentrifugasi pada kecepatan 8 RPM selama 20 menit. Gel ekstrak pegagan dikemas dalam wadah kaca yang tertutup rapat dan diberi label.

5. Uji sifat fisik gel ekstrak pegagan

  Pengujian ini dilakukan pada 48 jam setelah formulasi gel dan pada setiap siklus pada cycling test. Pengukuran viskositas dilakukan pada 48 jam setelah formulasi dilakukan, dan juga pada setiap siklus pada cycling test.

6. Uji stabilitas gel ekstrak pegagan (cycling test)

  o Gel ekstrak pegagan dalam wadah tertutup rapat disimpan pada suhu 0 C o selama 24 jam dan dipindahkan ke dalam inkubator bersuhu 25 C selama 24 jam berikutnya. Setiap siklus, gel ekstrak pegagan diuji organoleptis, pH, perubahan viskositas dan perubahan daya sebarnya.

G. Analisis hasil

  Analisis statistik data viskositas dan daya sebar Hasil yang diperoleh dari masing formula dibandingkan. Data yang diperoleh yaitu data viskositas dan daya sebar dari gel F1, F2, F3, F4 dan F5 pada siklus 0 - siklus 6.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Karakteristik Ekstrak Kental Herba Pegagan Simplisia herba pegagan yang digunakan dalam ekstraksi didapatkan dari CV. Merapi Farma yang diambil dari Tawangmangu Jawa Tengah. Simplisia yang dipakai didapatkan dari pengeringan dengan cahaya matahari selama 4 hari. Simplisia herba pegagan ini telah dipastikan kebenarannya melalui pembuktian dengan surat keterangan pada lampiran 2 dan dan lampiran 3. Pembuatan ekstrak herba pegagan menggunakan metode maserasi

  Maserasi dilakukan dengan merendam herba pegagan hingga menghasilkan ekstrak cair. Ekstrak cair diuapkan pelarutnya hinggadidapatkan ekstrak kental seperti yang tampak pada Gambar 4.

1. Karakteristik fisik ekstrak kental herba pegagan

  Sifat fisik ekstrak pegagan meliputi warna, bentuk, bau dan rendemen pegagan wajib diketahui untuk menetapkan kualitas dari ekstrak kental tersebutjuga untuk memastikan kebenaran ekstrak yang didapat. Tabel Perbandingan Karakteristik Fisik Hasil Ekstraksi Simplisia Pegagan dengan Literatur (Dirjen POM, 2008)Parameter Literatur Hasil Percobaan Warna Coklat tua Hijau kecoklatanBentuk Cairan kental Cairan kental Bau Berbau tidak khas Berbau khasRendemen 5% ≥ 7,2% Ekstrak yang dihasilkan memiliki karakteristik berdasarkan organoleptisnya yaitu warna hijau kecoklatan, bau khas pegagan, dan berbentukcairan kental.

2. Uji kandungan ekstrak herba pegagan

  Setelah diketahui sifat fisiknya, ekstrak kental pegagan diteliti kandungannya, senyawa yang diuji adalah asiatikosida sebagai marker spesifik ekstrak dan memastikan stabilitasnya. Hasil pengujian kadar abu menunjukkan hasil yang sesuai dengan literatur sehingga dapat dikatakan zat pengotor dalam ekstrak sedikit dan prosesekstraksi yang dilakukan sudah benar.

B. Sifat Fisik Gel Ekstrak Pegagan

  Sifat fisik yang diuji pada gel ekstrak pegagan ini meliputi organoleptis, pH, viskositas, dan daya sebar. Pendiaman selama 48 jam ini ditujukan untuk mendapatkansistem yang sudah tidak terpengaruh perlakuan selama proses pembuatan, antara lain energi dari pengadukan saat pencampuran bahan.

1. Uji organoleptis gel ekstrak pegagan

  Hal ini dapat diatasi dengan memisahkanklorofil pada saat ekstraksi dengan variasi pelarut yang lebih spesifik untuk menyari asiatikosida. Bau khas pegagan tidak hilang karena ekstrak yang dipakai adalah ekstrak pegagan yang larut dalam alkohol 96%.

2. Uji pH gel ekstrak pegagan

  Uji pH sediaan gel dilakukan untuk melihat pH yang terbentuk dari pencampuran bahan kelarutan bahan dan stabilitas produk, juga keamanannnya pada saat produk diaplikasikan. Hasil uji pH pada lima formula dengan tiga kali replikasi Perbedaan perbandingan HPMC dan propilen glikol tidak menghasilkan perbedaan pada pH produk, pH yang didapat yaitu pH 6.

3. Uji viskositas gel ekstrak pegagan

  Hasil statistik menyatakan bahwa peningkatan konsentrasi HPMC sebesar 0,25% menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan (p>0,05) (lampiran10), seperti yang tampak pada formula 1 dibandingkan dengan formula 2. Dari kelima formula yang dibuat didapatkan formula yang memenuhi rentang viskositas yang ditentukan adalah formula 3 dan formula 4.

4. Uji daya sebar gel ekstrak pegagan

  Semakin banyak gelling agent yang ditambahkan maka struktur gel akan semakin kuat dan tidak mudah menyebar. Hasil tersebut disebabkan oleh karena konsentrasi HPMC yang banyak mengakibatkan struktur gel yang dibuat semakin kuat sehingga ketika diberikanbeban yang sama akan terlihat perbedaan penyebaran.

C. Uji Stabilitas Fisik Gel Ekstrak Pegagan

  Uji stabilitas dilakukan dengan cycling test selama 6 siklus. Hal ini dilakukan untuk melihat perubahan fisik meliputi viskositas, daya sebar, pH, danterjadinya perubahan organoleptis (warna, bau dan bentuk).

1. Uji organoleptis selama cycling test

  Gel tidak menunjukkan adanya sineresis atau keluarnya air dari gel akibat pengkerutan gel (lampiran 15). Perbandingan organoleptis gel ekstrak pegagan formula 1 pada siklus 0 (kiri) dan siklus 6 (kanan) Bau, warna dan bentuk gel dipengaruhi oleh bahan yang terdapat dalam formula.

2. Uji pH selama cycling test

  Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa pH untuk kelima formula tidak berubah, pH tetap 6 selama siklus 1 sampai siklus 6. Hal ini menunjukkanbahwa cycling test tidak berpengaruh pada pH kelima formula dengan perbedaanHPMC dan propilen glikol.

3. Uji viskositas selama cycling test

  Pengujian ini digunakan sebagailangkah selanjutnya untuk memastikan apakah sifat fisik dari gel stabil seperti yang telah dinyatakan pada pengamatan organoleptis dan pH. Hasil menunjukkan bahwa hampir semua formula mengalami kenaikan viskositas 0,1 0,20,3 0,40,5 0,60,7 0,8siklus 0 siklus 1 siklus 2 siklus 3 siklus 4 siklus 5 siklus 6v is ko si ta s (P a .s ) siklusformula 1 formula 2 formula 3 formula 4 formula 5 pada siklus 1.

4. Uji daya sebar gel selama cycling test

  Dilihat dari sifat organoleptis, yang meliputi bentuk, warna, dan bau, pH, dan sifat fisik meliputi viskositas dan saya sebar, menunjukkan bahwa kelima 0,0 5,010,0 15,020,0 25,030,0 35,0siklus 0 siklus 1 siklus 2 siklus 3 siklus 4 siklus 5 siklus 6 D a y a s e b a r (c m2 )Siklusformula 1 formula 2 formula 3 formula 4 formula 5 formula dengan perbedaan konsentrasi HPMC sebagai gelling agent dan propilen glikol sebagai humektan menunjukkan perubahan yang tidak signifikan. Penyimpanan dalam suhu ekstrim dapat merusak gel karena menimbulkan sineresis atau membuat gel membeku sehingga terjadi perubahansifat fisik dan merusak struktur kimia dari gel tersebut sehingga mengakibatkan perubahan kimiawi yang pada ujungnya berdampak pada sifat dan penampilanfisik gel.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan 1. Perbedaan HPMC dan propilen glikol berpengaruh pada sifat fisik gel, yaitu

  Semakin meningkat jumlah HPMC dan diikuti dengan menurunnya jumlah propilen glikol maka viskositas akanmeningkat dan daya sebar akan menurun. Cycling test menyebabkan penurunan viskositas gel setelah siklus 1 dan seiring dengan itu daya sebar meningkat.

B. Saran

  Perlu dilakukan pengujian efektivitas penyembuhan luka bakar terhadap sediaan untuk mendapatkan sediaan yang efektif dan nyaman dipakai. Sebaiknya dilakukan ekstraksi herba pegagan dan uji karakterisasi yang sesuai dengan standarnya, yaitu Farmakope Herbal Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

  Rismana, E., Rosidah I., Prasetyawan, Y., Bunga O., dan Erna Y., 2013, Efektifitas Khasiat Pengobatan Luka Bakar Sediaan Gel MengandungFraksi Ekstrak Pegagan Berdasarkan analisis Hidroksiprolin dan Hispatologi pada Kulit Kelinci, Buletin Penelitian Kesehatan, Vol. Wulansari dan Chairul, 2010, Efek Toksistas Ekstrak Pegagan (Centella asiatica Linn.) pada organ dan jaringan mencit, Majalah Farmasi Indonesia, Gajah Mada University, Yogyakarta.

b. CoA HPMC

c. CoA Propilenglikol

  Output SPSS uji stabilitas viskositas Case Processing Summarysiklus Cases Valid Missing Total N Percent N Percent N Percent Viskositas siklus 03 100.0% .0% 3 100.0% siklus 13 100.0% .0% 3 100.0% siklus 23 100.0% .0% 3 100.0% siklus 33 100.0% .0% 3 100.0% siklus 43 100.0% .0% 3 100.0% sikus 53 100.0% .0% 3 100.0% siklus 63 100.0% .0% 3 100.0% DescriptivesSiklus Statistic Std. Output SPSS uji stabilitas daya sebar Case Processing Summarysiklus Cases Valid Missing Total N Percent N Percent N Percent DayaSebar siklus 03 100.0% .0% 3 100.0% siklus 13 100.0% .0% 3 100.0% siklus 23 100.0% .0% 3 100.0% siklus 33 100.0% .0% 3 100.0% siklus 43 100.0% .0% 3 100.0% siklus 53 100.0% .0% 3 100.0% siklus 63 100.0% .0% 3 100.0% DescriptivesSiklus Std.

1. Gel ekstrak pegagan pada siklus 0

2. Gel ekstrak pegagan pada siklus 6

100 101Lampiran 16. Surat keterangan lisensi SPSS 102

BIOGRAFI PENULIS

  Penulis Skripsi dengan judul “Pengaruh Konsentrasi HPMC dan Propilen glikol Terhadap Sifat dan Stabilitas Fisik Sediaan Gel Ekstrak Pegagan (Centella asiatica(L.))” mengawali masa studinya di TK Negri 2 Yogyakarta pada tahun 1997 hingga tahun 2000, SD Ungaran 2Yogyakarta pada tahun 2000 hingga tahun 2006, SMP N 5 Yogyakarta pada tahun 2006 hingga tahun 2009, dan SMA N 3 Yogyakarta pada tahun 2009 sampai2012. Selama masa perkuliahan, penulis aktif dalam kegiatan kemahasiswaan kampus antara lainmenjadi pengajar (asisten dosen) pada praktikum Botani Farmasi pada tahun ajaran 2013, menjadi anggota divisi dokumentasi pada acara SALT 2013 danPHARMACOPE 2013 dan juga menjadi peserta Program Kreativitas Mahasiswa tingkat regional pada tahun 2015.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENGARUH KADAR GELATIN TERHADAP MUTU FISIK TABLET EKSTRAK PEGAGAN (Centella asiatica L)
2
9
26
PENGARUH KADAR HPMC 2910 3 CPS TERHADAP MUTU FISIK TABLET EKSTRAK PEGAGAN (Centella asiatica L)
2
25
23
Uji Aktivitas Penghambatan Pembentukan Batu Ginjal (Anti Nefrolitiasis) Ekstrak Etanol dari Herba Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) pada Tikus Putih Jantan
0
61
88
FORMULASI SALEP EKSTRAK HERBA PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban) DENGAN BASIS Formulasi Salep Ekstrak Herba Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) Dengan Basis Polietilenglikol Dan Uji Aktivitas Antibakteri Terhadap Staphylococcus aureus.
0
1
13
FORMULASI SALEP EKSTRAK HERBA PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban) DENGAN BASIS Formulasi Salep Ekstrak Herba Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) Dengan Basis Polietilenglikol Dan Uji Aktivitas Antibakteri Terhadap Staphylococcus aureus.
0
2
16
FORMULASI SEDIAAN GEL EKSTRAK HERBA PEGAGAN (CENTELLA ASIATICA L. URBAN) DENGAN HPMC SH 60 Formulasi Sediaan Gel Ekstrak Herba Pegagan (Centella Asiatica L. Urban) Dengan HPMC SH 60 Sebagai Gelling Agent Dan Uji Penyembuhan Luka Bakar Pada Kulit Punggung
2
4
12
PENDAHULUAN Formulasi Sediaan Gel Ekstrak Herba Pegagan (Centella Asiatica L. Urban) Dengan HPMC SH 60 Sebagai Gelling Agent Dan Uji Penyembuhan Luka Bakar Pada Kulit Punggung Kelinci Jantan.
0
1
10
FORMULASI SEDIAAN GEL EKSTRAK HERBA PEGAGAN (CENTELLA ASIATICA L. URBAN) DENGAN HPMC SH 60 Formulasi Sediaan Gel Ekstrak Herba Pegagan (Centella Asiatica L. Urban) Dengan HPMC SH 60 Sebagai Gelling Agent Dan Uji Penyembuhan Luka Bakar Pada Kulit Punggung
0
1
16
FORMULASI KRIM EKSTRAK ETANOL HERBA PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban) KONSENTRASI 6% DAN 10% DENGAN BASIS COLD CREAM DAN VANISHING CREAM Formulasi Krim Ekstrak Etanol Herba Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) Konsentrasi 6% Dan 10% Dengan Basis C
0
0
13
FORMULASI KRIM EKSTRAK ETANOL HERBA PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban) KONSENTRASI 6% DAN 10% DENGAN Formulasi Krim Ekstrak Etanol Herba Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) Konsentrasi 6% Dan 10% Dengan Basis Cold Cream Dan Vanishing Cream Serta U
0
0
15
Pengaruh konsentrasi CMC-NA sebagai gelling agent dan propilen glikol sebagai humektan terhadap sifat fisik dan stabilitas fisik gel ekstrak pegagan (Centella asiatica (L.) Urban).
4
22
139
Formulasi dan evaluasi sifat fisik sediaan gel ekstrak pegagan (Centella Asiatica (L.) Urban) dengan gelling agent karpobol 940 dan humektan propilen glikol.
5
44
95
Pengaruh Konsentrasi HPMC sebagai Gelling Agent terhadap Sifat Fisik dan Stabilitas Gel Ekstrak Etanol Daun Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.)
0
0
8
Pengaruh konsentrasi propilen glikol sebagai humektan terhadap sifat fisik dan stabilitas fisik emulgel ekstrak kulit buah manggis (garcinia mangostana l.) - USD Repository
0
0
120
Pengaruh penambahan konsentrasi CMC-Na sebagai gelling agent pada sediaan sunscreen gel ekstrak temugiring (Curcuma heyneana Val.) terhadap sifat fisik dan stabilitas sediaan dengan propilen glikol sebagai humectant - USD Repository
0
0
110
Show more