PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR PKn MELALUI PENGGUNAAN MEDIA VISUAL (Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas IV SD Negeri 1 Jungkare Karanganom, Klaten Tahun Ajaran 2010 2011)

Gratis

0
1
70
2 years ago
Preview
Full text
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR PKn MELALUI PENGGUNAAN MEDIA VISUAL (Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas IV SD Negeri 1 Jungkare Karanganom, Klaten Tahun Ajaran 2010/2011) SKRIPSI OLEH : RUSDIANA NIM. X 1808096 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA commit to user 2011 i perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user iii perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id ABSTRAK RUSDIANA : PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR PKn MELALUI PENGGUNAAN MEDIA VISUAL (Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas IV SD Negeri 1 Jungkare Karanganom, Klaten Tahun Ajaran 2010/2011). Skripsi ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa melalui penggunaan media visual dalam pembelajaran PKn pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Jungkare Karanganom, Klaten Tahun Ajaran 2010/2011 dalam peningkatan pembelajaran PKn. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah model siklus. Strategi yang digunakan dalam penelitian ini adalah strategi Penelitian Tindakan Kelas dengan langkah-langkah menyusun perencanaan mengadakan tindakan, melakukan pengamatan atau observasi, melaksanakan analisis dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus dan tiap-tiap siklus dilaksanakan tiga kali pertemuan dengan tes pertama diperoleh nilai rata-rata kelas 69,54 dengan prosentase ketuntasan 68,18% dengan KKM 64. Pada siklus kedua dilaksanakan pada bulan April setelah tes akhir yang diikuti oleh 22 siswa diperoleh nilai rata-rata kelas 72,50 dan prosentase ketuntasan 86,36% dari 22 siswa hanya 3 siswa yang belum memperoleh nilai sesuai dengan KKM yaitu 64, sedangkan 19 siswa telah mampu mencapai nilai di atas KKM. Data hasil penelitian diketahui bahwa penggunaan media visual dapat meningkatkan motivasi belajar PKn. Dari keseluruhan putaran siklus dapat disimpulkan bahwa peneliti mampu meningkatkan motivasi belajar siswa dalam menyelesaikan permasalahan pembelajaran PKn dengan menggunakan media visual, dan memberi kesempatan siswa lebih berpartisipasi dalam pembelajaran. Kata kunci : Motivasi Belajar, Media Visual commit to user iv perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id MOTTO “Kita harus berhenti membebankan kesalahan kita pada lingkungan, dan belajar menerapkan tanggung jawab pribadi kita.” (Albert Schweizer) “Dan apabila hamba-hamba-Ku Bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu.” (Q.S. Al-Baqarah [2] : 186) “Impian selalu ada dalam diri manusia, dan kekuatan dapat dirasakan oleh siapa saja” (Martonis Toni) commit to user v perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id KATA PENGANTAR Puji syukur senantiasa penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat serta karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan Judul PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR PKN MELALUI PENGGUNAAN MEDIA VISUAL (Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas IV SD Negeri 1 Jungkare Karanganom, Klaten Tahun Ajaran 2010/2011). Penyusunan skripsi ini disusun berdasarkan pengalaman dan pengamatan secara langsung yang penulis dapatkan di kelas IV SD Negeri 1 Jungkare, Karanganom, Klaten. Dalam penyusunan skripsi ini, penulis telah banyak mendapat bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, oleh karena ini pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada : 1. Prof. Dr. H. M. Furqon Hidayatullah, M.Pd., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta yang telah memberikan ijin dan bimbingannya bagi penulis untuk menyusun skripsi ini. 2. Drs. H. Hadi Mulyono, M.Pd., Ketua Program Studi PGSD dan Program PJJ PGSD FKIP UNS Surakarta. 3. Dr. Riyadi, M.Si., Dosen Pengampu mata kuliah Penelitian Tindakan Kelas 4. Dra. Hj. Lies Lestari, M.Pd., Dosen Pembimbing yang telah banyak meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan, arahan, bantuan, koreksi dan motivasi dengan penuh kesabaran. 5. Prof. Dr. Retno Winarni, M.Pd., Dosen Pembimbing yang telah membimbing dengan kesabaran sehingga terwujud skripsi ini. 6. Dosen PJJ S1 PGSD UNS Surakarta. 7. Sri Purwani, S.Pd.SD, selaku Kepala SD Negeri 1 Jungkare, Karanganom, Klaten yang telah memberikan ijin untuk melaksanakan penelitian ini. 8. Seluruh guru dan karyawan SD Negeri 1 Jungkare, Karanganom, Klaten yang telah memberikan bantuan dalam melaksanakan penelitian. 9. Rekan-rekan mahasiswa seangkatan yang telah mau bekerja sama dalam commit to user penelitian ini. vi perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id Demikian laporan ini penulis buat dengan sebaik-baiknya. Kritik dan saran perbaikan penulis harapkan semoga Laporan ini ada manfaatnya demi perkembangan dan kemajuan pendidikan. Klaten, 10 Juni 2011 Penulis commit to user vii perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL .......................................................................................... i PERSETUJUAN ................................................................................................. ii PENGESAHAN .................................................................................................. iii ABSTRAK ......................................................................................................... iv MOTTO ............................................................................................................. v KATA PENGANTAR ....................................................................................... vi DAFTAR ISI ...................................................................................................... viii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ................................................................ 1 B. Perumusan Masalah ....................................................................... 3 C. Tujuan Penelitian ........................................................................... 3 D. Manfaat Penelitian ......................................................................... 4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kajian Teori ................................................................................... 5 1. Tinjauan Umum tentang Motivasi Belajar .. ............................ 5 2. Tinjauan Umum tentang Media Pembelajaran ........................ 8 B. Kerangka Berpikir .......................................................................... 10 C. Hipotesis Tindakan ........................................................................ 11 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian ........................................................ 12 B. Subjek Penelitian ........................................................................... 12 C. Data dan Sumber Data ................................................................... 13 D. Teknik Pengumpulan Data ............................................................. 13 E. Validasi Data .................................................................................. 14 F. Teknik Analisis Data ...................................................................... 15 G. Indikator Kinerja atau Keberhasilan .............................................. 15 H. Prosedur Penelitian ........................................................................ 16 commit to user viii perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data ................................................................................ 21 B. Pembahasan .................................................................................... 25 BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN A. Simpulan ....................................................................................... 26 B. Implikasi ........................................................................................ 26 C. Saran .............................................................................................. 27 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN commit to user ix perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan di sekolah dasar merupakan jenjang pendidikan yang sangat penting dan menentukan. Karena sekolah dasar merupakan tempat pertama kali siswa memperoleh pendidikan formal setelah memperoleh pendidikan di keluarga. Sekolah dasar merupakan suatu lembaga pendidikan untuk menanamkan konsep dasar berbagai ilmu pengetahuan untuk bekal melanjutkan ke lembaga pendidikan yang lebih tinggi. Dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 pasal 37 tentang Sisdiknas mengamanatkan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan mata pelajaran yang diwajibkan untuk kurikulum di jenjang pendidikan dasar dan menengah, serta merupakan mata kuliah wajib untuk kurikulum tinggi. Mata pelajaran PKn dapat dipergunakan untuk menanamkan pendidikan nilai, moral, dan norma secara terus menerus, sehingga warga negara yang baik cepat terwujud. Sejalan dengan adanya tatanan baru di Indonesia, maka konsep nilai, moral, dan norma sudah selayaknya menjadi karakteristik utama PKn. Terlebih jika mengingat kenyataan bahwa bangsa Indonesia sekarang sedang mengalami krisis jati diri, sehingga nilai, moral, dan norma menjadi hal yang penting untuk membentengi kekrisisan jati diri bangsa. Namun demikian, Pendidikan Kewarganegaraan pada kenyataannya nilai yang diperoleh siswa masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan kelas IV semester gasal yaitu 57,3 dari jumlah siswa sebanyak 22 siswa, padahal batas ketuntasan minimalnya adalah 63. Berdasarkan data tersebut siswa yang mampu mencapai nilai > 63 hanya 40% yaitu sejumlah 10 orang siswa, sedangkan 12 siswa lainnya memperoleh nilai di bawah kriteria ketuntasan minimal. Setelah diadakan obsevasi yang dilakukan peneliti di kelas IV menunjukkan bahwa siswa merasa cepat bosan dan sulit untuk menangkap atau menerima pelajaran yang disampaikan oleh guru, hal ini disebabkan guru hanya menerangkan saja yang commit to user pada akhirnya siswa mengalami kejenuhan. Inilah yang menyebabkan guru harus 1 perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id mengupayakan agar perhatian siswa dapat terfokus terhadap pelajaran yang disampaikan. Untuk mengupayakan agar siswa lebih perhatian sewaktu dilangsungkannya pembelajaran maka guru harus selalu memberikan motivasi merupakan motor penggerak untuk melaksanakan kegiatan belajar. Motivasi berkaitan erat dengan tujuan belajar, artinya apabila siswa menyadari bahwa tujuan belajar yang akan dicapai merupakan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya, dan belajar merupakan kebutuhan pokok yang harus dilakukan, sehingga siswa akan terdorong untuk melaksanakan dengan sungguh-sungguh dan belajar. Motivasi dapat muncul dari dalam diri yang belajar (motivasi instrinsik), dan muncul dari luar diri yang belajar (motivasi ekstrinsik). Agar siswa dapat belajar secara optimal, maka guru harus menggunakan strategi pembelajaran yang mampu menumbuhkan motivasi ekstrinsik yang mampu menumbuhkan motivasi instrinsik. Mengingat akan pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan bagi siswa perlu adanya suatu upaya untuk meningkatkan motivasi hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan dengan menciptakan pembelajaran yang kreatif serta inovatif. Penggunaan media dalam pembelajaran merupakan salah satu upaya yang digunakan untuk memotivasi siswa agara dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Selain memotivasi siswa penggunaan media dapat mempermudah suatu proses pembelajaran yang sulit untuk diterima hanya dengan kata-kata saja. Dalam hal ini media yang digunakan adalah media visual (media gambar), karena gambar bersifat lebih konkrit. Dengan gambar upaya untuk mengingat dan menarik kembali informasi di kemudian hari akan lebih mudah daripada menggunakan cara pencatatan dengan tulisan dan kata saja. Penggunaan media pembelajaran terutama media gambar mempunyai pengaruh yang positif terhadap proses belajar yaitu bahwa media gambar yang digunakan dalam sebuah pembelajaran akan menarik perhatian siswa serta dapat memperjelas sajian ide. Dari uraian di atas dapat dikatakan bahwa begitu besar pengaruh media gambar terhadap pembelajaran. Penggunaan media gambar dalam pembelajaran berdasarkan pada suatu commit to user orang lebih suka melihat gambarfenomena yang menunjukkan bahwa kebanyakan 2 perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id gambar, apalagi anak-anak. Tujuan ini berdasarkan pada fungsi dari media gambar, yaitu membantu meningkatkan kemampuan siswa terhadap hal-hal yang abstrak atau peristiwa yang tidak mungkin dihadirkan di dalam kelas. Oleh karena itu, untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan, peneliti bermaksud mencobakan penggunaan media gambar sebagai media pembelajaran di kelas IV SD Negeri 1 Jungkare, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten. Media gambar ini diterapkan agar dapat membantu guru khususnya dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Selain itu, agar penyajian bahan ajar PKn menjadi lebih menarik, sehingga diharapkan siswa tidak lagi merasa bosan dan jenuh dengan materi pelajaran. Berdasarakan uraian dan kondisi di lapangan menarik perhatian bagi guru untuk mengadakan penelitian tindakan kelas ini dengan judul ”Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Melalui Penggunaan Media Visual dalam Pembelajaran PKn pada Siswa Kelas IV SD Negeri 1 Jungkare, Karanganom, Klaten Tahun Ajaran 2010/2011”. B. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah, maka dapat diindentifikasikan beberapa masalah sebagai berikut: apakah penggunaan media visual dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran PKn C. Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang masalah dan perumusan masalah yang telah disampaikan di atas, maka tujuan penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : Penggunaan media visual dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran PKn. D. Manfaat Penelitian Berdasarkan permasalahan di atas, maka diharapkan penelitian ini mempunyai manfaat sebagai berikut : commit to user 1. Manfaat Teoritis 3 perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi keilmuan yang bermanfaat dalam dunia pendidikan mengenai penggunaan media gambar terhadap peningkatan pemahaman tentang pengaruh kebudayaan. 2. Manfaat Praktis a. Bagi siswa a. Siswa dapat menikmati model pembelajaran yang tidak seperti biasa sehingga mereka tidak bosan dan jenuh. b. Siswa termotivasi serta tertarik untuk mengikuti proses pembelajaran yang sedang berlangsung. c. Dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap pengaruh kebudayaan. d. Dapat meningkatkan hasil belajar siswa, khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. b. Bagi guru a. Dapat digunakan sebagai masukan bahwa media gambar dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam KBM Pendidikan Kewarganegaraan. b. Meningkatkan gairah guru untuk menciptakan kondisi belajar yang menarik, menyenangkan, dan bermotivasi. c. Meningkatkan kreatifitas guru dalam memilih dan mempergunakan media. c. Bagi sekolah a. Memberikan masukan kepada sekolah dalam usaha perbaikan proses pembelajaran, sehingga berdampak pada peningkatan mutu sekolah. b. Mewujudkan pembelajaran efektif di sekolah. commit to user 4 perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kajian Teori 1. Tinjauan Umum tentang Motivasi Belajar. a. Pengerian Motivasi Menurut Mc. Donald, yang dikutip Oemar Hamalik (2003:158), motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. Dengan pengertian ini, dapat dikatakan bahwa motivasi adalah sesuatu yang kompleks. Dalam A.M. Sardiman (2005:75) motivasi dapat juga diartikan sebagai serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu, sehingga seseorang mau dan ingin melakukan sesuatu, dan bila ia tidak suka, maka akan berusaha untuk meniadakan atau mengelak perasaan tidak suka itu. Menurut Siti Sumarni (2005), Thomas L. Good dan Jere B. Brapthy (1986) mendefinisikan motivasi sebagai suatu energi penggerak atau pengarah, yang dapat memperkuat dan mendorong seseorang untuk bertingkah laku. Ini berarti perbuatan seseorang tergantung motivasi yang mendasarinya. Dari beberapa pendapat di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa pengertian motivasi adalah keseluruhan daya penggerak baik dari dalam maupun dari luar dengan menciptakan serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu yang menjamin kelangsungan dan memberikan arah pada kegiatan sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek itu dapat tercapai. b. Macam-macam motivasi (a) Motivasi yang berasal dari dalam diri seseorang motivasi jenis ini seringkali disebut dengan istilah motivasi intrinsik. Faktor instrinsik berupa kepribadian, sikap, pengalaman dan pendidikan atau berbagai harapan, cita-cita yang menjangkau ke masa depan. commit to user 5 perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id (b) Motivasi dari luar yang berupa usaha pembentukan dari orang lain. Motivasi jenis ini seringkali disebut motivasi ekstrinsik. Faktor ekstrinsik dapat ditimbulkan oleh berbagai sumber, bisa karena pangaruh pimpinan, kolega atau faktor-faktor lain yang kompleks. Berkaitan dengan proses belajar siswa, motivasi belajar sangatlah diperlukan. Diyakini bahwa hasil belajar akan meningkat kalau siswa mempunyai motivasi belajar kuat. Motivasi belajar adalah keinginan siswa untuk mengambil bagian di dalam proses pembelajaran (Linda S. Lumsden: 1994). c. Manfaat motivasi belajar Motivasi memiliki peranan yang sangat penting dalam pembelajaran, baik dalam proses maupun pencapaian hasil. Seorang siswa yang memiliki motivasi tinggi, pada umumnya mampu meraih keberhasilan dalam proses maupun out put pembelajaran. Oleh karena itu seorang guru dituntut mampu mengkreasi berbagai cara agar motivasi siswa dapat muncul dan berkembang dengan baik. Menurut Hermine Marshall menggambarkan bahwa motivasi belajar adalah kebermaknaan, nilai dan keuntungan-keuntungan kegiatan belajar tersebut cukup menarik bagi siswa untuk melakukan kegiatan belajar. Pendapat lain motivasi belajar itu ditandai oleh jangka panjang, kualitas keterlibatan di dalam pelajaran dan kesanggupan untuk melakukan proses belajar (Carole Ames : 1990). d. Cara mendapat motivasi pada siswa Untuk membangun dan mengembangkan motivasi belajar siswa ada sejumlah cara yang dapat dilakukan oleh guru di dalam kelas, yaitu : 1) Memberikan ganjaran kepada siswa untuk pekerjaan-pekerjaan yang diselesaikan. 2) Membuat suasana yang memungkinkan siswa merasa diterima dan commit to user didukung. 6 perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 3) Usahakan merespon pertanyaan siswa secara positif dan segera memberikan pujian kepada siswa mampu mengajukan pertanyaan dengan baik. 4) Guru juga harus menunjukkan kemampuan menguasai bahan yang diajarkan, antusiasme, kemenarikan dan penggunaan media visual dalam mengajar. e. Pengetian belajar Belajar adalah suatu aktivitas yang dilakukan secara sadar untuk mendapat sejumlah kesan dari bahan yang telah dipelajari (Bari Djamarah, 1994:21). Menurut James O. Wittaker belajar dapat didefinisikan sebagai proses di mana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. Sedangkan menurut Cronbach belajar yang efektif adalah melalui pengalaman. Dan menurut Howard L. Kingsley belajar adalah proses di mana tingkah laku (dalam arti luas) ditimbulkan atau diubah melalui praktek dan latihan (Dalyono, 2006:104). Dari beberapa pendapat para ahli tentang pengertian belajar adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan melibatkan 2 unsur yaitu jiwa dan raga. Gerak raga yang ditunjukkan harus sejalan dengan proses jiwa untuk mendapatkan perubahan sebagai hasil dari proses belajar. Sehingga dilihat dari pengertian prestasi jiwa untuk mendapatkan perubahan sebagai hasil dari proses belajar. Sehingga dilihat dari pengertian prestasi dan belajar tersebut maka dapat diambil kesimpulan prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh berupa kesan-kesan yang mengakibatkan perubahan. Bentuk perubahan dari hasil belajar meliputi tiga aspek, yaitu : i. Aspek kognitif meliputi perubahan-perubahan dalam segi penguasaan pengetahuan dan perkembangan ketrampilan atau kemampuan yang diperlukan untuk menggunakan pengetahui tersebut. ii. Aspek kognitif meliputi perubahan-perubahan dalam segi mental, perasaan dan kesadaran. iii. Aspek psikomotor meliputi perubahan-perubahan dalam segi bentuk-bentuk commit 1995:197) to user tindakan motorik. (Dradjat, Prestasi belajar siswa yang 7 perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id diperoleh dalam proses belajar mengajar di sekolah dapat dilihat dan diketahui dari hasil ujian semester, yang kemudian dituangkan dalam daftar nilai raport. 2. Tinjauan Umum tentang Media Pembelajaran a. Pengertian Media Kata media berasal dari kata medium yang secara harfiah artinya perantara atau pengantar. Banyak pakar tentang media pembelajaran yang memeberikan batasan tentang pengertian media. Menurut EACT yang dikutip oleh Rohani (1997:2) Media adalah segala bentuk yang dipergunakan untuk proses penyaluran informasi. Sedangkan pengertian media menurut Djamarah (1995:136) media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencaai tujuan pembelajaran. Purnamawati dan Eldani (2001:4) Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa sedemikian rupa sehingga terjadi proses belajar. b. Media Pembelajaran Banyak sekali jenis media yang sudah dikenal dan digunakan dalam penyampaian informasi dan pesan-pesan pembelajaran. Setiap jenis atau bagian dapat pula dikelompokkan sesuai dengan karakteristik dan sifat-sifat media tersebut. Sampai saat ini belum ada kesepakatan yang baku dalam mengelompokkan media. Jadi banyak tenaga ahli mengelompokkan atau membuat klasifikasi media akan tergantung dari sudut mana mereka memandang dan menilai media tersebut. Contoh media pembelajaran yang berupa sarana adalah : papan tulis, penggaris, jangka, klinometer, timbangan, lembar kerja (LK) dan lembar tugas (LT) alat-alat permainan. Sarana yang berbentuk LK dan LT bila direncanakan dengan baik akan sangat membantu. commit to user 8 perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id c. Jenis-jenis media pembelajaran Penggolongkan media pembelajaran menurut Gerlach dan Ely yang dikutip oleh Rohani (1997:16) yaitu : 1) Gambar diam, baik dalam bentuk teks, buletin, papan display, slide, film strip, atau overhead proyektor. 2) Gambar gerak, baik hitam putih, berwarna, baik yang bersuara maupun yang tidak bersuara. 3) Rekaman bersuara baik dalam kaset maupun piringan hitam. 4) Televisi. 5) Benda-benda hidup, simulasi maupu model. 6) Intruksional berprogram ataupun CAI (Computer Assisten Instruction). Penggolongan media yang lain, jika dilihat dari berbagai sudut pandang adalah sebagai berikut : 1) Dilihat dari jenisnya media dapat digolongkan menjadi media audio, audio visual dan media audio visual. 2) Dilihat dari daya liputnya media dapat digolongkan menjadi media dengan daya liput luas dan serentak, media dengan daya liput yang terbatas dengan ruang dan tempat serta media pembelajaran individual. d. Media Visual Pembelajaran PKn Penelitian penggunaan media visual dalam pembelajaran PKn menggunakan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman. Faktor pendukung dan penghambat penggunaan media visual dalam pembelajaran PKn di SD yaitu sarana dan prasarana. commit to user 9 perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id B. Kerangka Berpikir Pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh siswa dan guru dengan berbagai fasilitas dan materi untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. Pendidikan Kewarganegaraan dianggap oleh siswa sebagai mata pelajaran yang kurang menarik dan sulit, hal ini disebabkan karena dalam pembelajaran guru hanya menggunakan metode ceramah. Beberapa upaya agar siswa terdorong untuk belajar, di antaranya adalah oenyajian materi yang menarik perhatian siswa. Salah satu upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menggunakan media gambar dalam pembelajaran. Media gambar dapat menarik perhatian siswa dalam mengikuti proses pembelajaran, memperjelas sajian materi pelajaran dan membuat siswa tidak mudah lupa tentang hal yang telah mereka pelajari. Dengan menggunakan media gambar diharapkan dapat meningkatkan motivasi siswa sehingga hasil belajar belajar Pendidikan Kewarganegaraan pada kompetensi dasar mengidentifikasi jenis budaya Indonesia yang pernah ditampilkan dalam misi kebudayaan internasional pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Jungkare dapat meningkat. Kondisi Awal Tindakan Guru menggunakan pembelajaran konvensional Hasil pembelajaran PKn di bawah KKM. Prosentase ketuntasan 40% Guru menggunakan media visual untuk meningkatkan motivasi siswa dalam pembelajaran PKn. Siklus I Prosentase ketuntasan 68,18% Siklus II Prosentase ketuntasan 86,36% Kondisi Akhir Dengan media commit visual to user dalam pembelajaran PKn motivasi belajar siswa meningkat. 10 perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id C. Hipotesis Tindakan Berdasarkan kerangka pemikiran di atas maka peneliti mengajukan hipotesis sebagai berikut: media visual dapat meningkatkan motivasi belajar dalam pembelajaran PKn pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Jungkare Karanganom, Klaten, Tahun Ajaran 2010/2011 commit to user 11 perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 1 Jungkare, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten dengan alasan : a. SD Negeri 1 Jungkare di Kecamatan Karanganom belum pernah dijadikan tempat penelitian. b. Sebelum diadakan penelitian pada tahun pelajaran penggunaan media siswa jarang dipergunakan. c. Sebagai salah satu tenaga pendidik pada SD tersebut peneliti berharap hasil penelitian nanti diharapkan dapat memberi masukan yang dapat digunakan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa terutama mata pelajaran PKn. 2. Waktu Penelitian Waktu penelitian dilaksanakan pada semester II tahun ajaran 2010/2011 dimulai bulan Februari sampai Mei 2011. Sebelum diadakan penelitian perlu ada persiapan antara lain pembuatan Laporan dan pirizinan, hal ini dilaksanakan pada bulan Februari hingga awal Maret. Untuk pelaksanaan tindakan siklus I akan dilaksanakan pada minggu kedua, ketiga, dan keempat bulan Maret, tepatnya tanggal 9 Maret 2011, 16 Maret 2011, dan 23 Maret 2011. Sedangkan untuk pelaksanaan tindakan siklus II dilaksanakan pada minggu pertama, kedua, dan ketiga bulan April, tetaptnya tanggal 6 April 2011, 13 April 2011, dan 20 April 2011. B. Subjek Penelitian Yang menjadi subjek penelitian siswa kelas IV SD Negeri 1 Jungkare, Karanganom, Klaten tahun ajaran 2010/2011 sebanyak 22 siswa dari 22 siswa tersebut terdiri dari 12 siswa perempuan dan 10 siswa laki-laki. Siswa di kelas ini memiliki kemampuan rata-rata atau sedang, tidak ada siswa yang memiliki commit to user 12 perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id kemampuan menonjol. Dipilihnya kelas IV sebai tempat penelitian karena dipandang ada potensi-potensi siswa yang perlu ditingkatkan khususnya mata pelajaran PKn. C. Data dan Sumber Data Di dalam kegiatan penelitian keberadaan data merupakan komponen yang sangat penting, karena seperti apapun penelitian yang dirancang oleh guru tujuannya adalah untuk memperoleh data. Jika kita kaji dan kita pilah secara cermat, maka kita akan menemukan beberapa jenis data. Kerlinger (1993) mengemukakan bahwa pemahaman terhadap jenis data dalam penelitian akan mengarahkan seorang peneliti instrumen yang cocok dengan data yang diinginkannya tersebut. Dalam penelitian ini sumber data yang dapat dimanfaatkan antara lain : 1. data nilai akademik mata pelajaran PKn kelas IV SD Negeri 1 Jungkare, baik nilai ulangan harian atau nilai ulangan semester. 2. Hasil pengamatan pelaksanaan pembelajaran PKn kelas IV SD Negeri Jungkare. D. Teknik Pengumpulan Data Untuk memperoleh data di dalam kegiatan penelitian, seorang guru dapat menggunakan berbagai teknik. Penggunaan dari salah satu atau beberapa teknik pengumpulan data sangat tergantung pada jenis data yang akan dikumpulkan, tujuan penelitian dan pemahaman guru tentang teknik yang akan dipergunakan tersebut serta kemampuannya untuk melaksanakan penelitian dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang terkait. Contoh seorang guru melakukan penelitian tentang motivasi dan hasil belajar siswa yang telah ditentukannya. Untuk mengkaji siswa, guru dapat menggunakan beberapa teknik yang dapat dipilih misalnya observasi dan angket. Untuk menghimpun data tentang hasil belajar siswa, dapat dipergunakan tes yang dibuat guru sendiri dengan menggunakan instrument tes yang standar. Di samping teknik tes merupakan usaha untuk memahami atau memperoleh data tentang siswa. Nurkancana dan Sumartana (1986:25) mendefinisikan tes sebagai suatu cara untuk mengadakan penilaian yang berbetuk suatu tugas atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan oleh siswa atau sekelompok siswa sehingga menghasilkan suatu commit to user 13 perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id nilai tentang tingkah laku atau prestasi siswa tersebut yang dibandingkan dengan nilai yang dicapai oleh siswa-siswa lain. 1. Observasi Observasi atau pengamatan, merupakan teknik untuk merekam data atau keterangan atau informasi tentang diri seseorang yang dilakukan secara langsung atau tidak langsung terhadap kegiatan-kegiatan yang sedang berlangsung, sehingga diperoleh data tingkah laku seseorang yang menampak (behavior observable), apa yang dikatakan dan apa yang diperbuatnya. Pelaksanaan observasi sebagai alat pengumpulan data memerlukan persiapan. Salah satu komponen yang perlu diperhatikan di dalam persiapan observasi adalah cara perekaman data. Artinya apa yang harus direkam dan bagaimana merekamnya melalui observasi tersebut harus ditentukan secara jelas. 2. Angket Angket atau kuesioner adalah serangkaian pertanyaan atau pernyataan tertulis yang diajukan kepada responden untuk memperoleh jawaban secara tertulis pula. Pertanyaan atau pernyataan dalam angket tergantung pada maksud serta tujuan yang ingin dicapai. Maksud dan tujuan tersebut berpengaruh terhadap bentuk pertanyaan yang ada dalam angket tersebut. Pada umumnya di dalam angket itu kita dapati dua bagian pokok, yaitu : a. Bagian yang mengandung data identitas. b. Bagian yang mengandung pertanyaan-pertanyaan yang ingin diperoleh jawabannya. E. Validasi Data Di dalam penelitian diperlukan adanya validasi data, maksudnya adalah semua data yang dikumpulkan hendaknya dapat mencerminkan apa yang sebenarnya diukur dan diteliti. Data yang telah berhasil digali, dikumpulkan dan dicatat dalam kegiatan penelitian diusahakan kebenarannya. Untuk menjamin dan menguji kesahihan data yang digunakan, maka validasi data dalam penelitian ini menggunakan teknik trianggulasi data. Trianggulasi data commit to user 14 perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id maksudnya yaitu mengumpulkan data sejenis dari sumber yang berbeda. Jadi data dan informasi yang diperoleh selalu dikomparasi dan diuji dengan data dan informasi lain, baik dari segi koheren yang sama atau sumber yang berbeda. Trianggulasi data dalam penelitian ini seperti saat pengambilan data keaktifan siswa dengan diobservasi oleh guru, hasil tes dinilai oleh guru. F. Teknik Analisis Data Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis kualitatif model interaktif Untuk lebih jelasnya, proses analisis kualitatif dengan model interaktif dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Melakukan analisis awal bila data yang didapat di kelas sudah cukup, maka dapat dikumpulkan. 2. Mengembangkan dalam bentuk sajian data, dengan menyusun coding dan matrik yang berguna untuk penelitian lanjut. 3. Melakukan analisis data di kelas dan mengembangkan matrik di kelas. 4. Melakukan verifikasi, pengayaan dan pendalaman data apabila dalam persiapan analisis ternyata ditemukan data yang kurang lengkap atau kurang jelas, maka perlu dilakukan pengumpulan data lagi secara terfokus. 5. Melakukan analisis antar kasus, dikembangkan struktur sajian datanya bagi susunan laporan. 6. Merumuskan kesimpulan akhir sebagai temuan penelitian. 7. Merumuskan implikasi kebijakan sebagai bagian dari pengembangan saran dalam laporan akhir penelitian. G. Indikator Kinerja atau Keberhasilan Indikator kinerja merupakan rumusan kinerja yang dijadikan acuan dalam menentukan keberhasilan atau keefektifan penelitian. Dalam penelitian ini yang menjadi indikator kinerja adalah: apabila 80% dari jumlah siswa kelas IV mencapai nilai KKM, sedangkan nilai KKM untuk mata pelajaran PKn adalah 63,00. commit to user 15 perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id H. Prosedur Penelitian Prosedur penelitian tindakan merupakan gambaran secara lengkap mengenai langkah-langkah yang akan dilakukan dalam penelitian. Prosedur penelitian mencakup tahap-tahap: (1) Pengembangan fokus masalah penelitian, (2) Perencanaan tindakan, (3) Pelaksanaan tindakan, (4) Observasi, (5) Analisis dan refleksi, (6) Perencanaan tindak lanjut. 1. Pengembangan Fokus Masalah Penelitian. Untuk mengembangkan fokus masalah, dilakukan pembelajaran yang aktual, di kelas dengan menggunakan perencanaan yang disusun oleh guru. Dari sini, guru dapat memperoleh data tentang kondisi awal siswa. Data-data yang lain juga dapat dikembangkan baik berasal dari guru, siswa, bahan ajar, interaksi pembelajaran, hasil pembelajaran, media dan sebagainya. 2. Perencanaan Tindakan Perencanaan-perencanaan tindakan yang perlu dipersiapkan untuk tindakan perbaikan adalah: (1) Menyusun skenario pembelajaran. Dalam skenario pembelajaran berisikan langkah-langkah yang dilakukan guru, bentuk-bentuk yang dilakukan siswa dalam rangka implementasi tindakan perbaikan yang telah direncanakan; (2) Mempersiapkan fasilitas-fasilitas dan sarana pendukung yang dioerlukan; (3) Mempersiapkan cara merekam dan menganalisis data mengenai proses dari hasil tindakan perbaikan. 3. Pelaksanaan Tindakan Setelah direncanakan dengan baik, tindakan perbaikan dilaksanakan dalam situasi aktual. Pada saat yang bersamaan, tindakan perbaikan tersebut disertai dengan observasi. 4. Observasi Pada observasi ini, dilakukan perekaman mengenai segala peristiwa dan kegiatan yang terjadi selama tindakan dengan menggunakan lembar observasi. 5. Analisis dan Refleksi Pada tahap analisis data, yang dilakukan adalah menyeleksi, menyederhanakan, memfokuskan, mengabstrasikan, mengorganisasikan data secara sistematik dan rasional. Hasil refeleksi ini digunakan untuk menetapkan langkah lanjut dalam rangka mencapai tujuan penelitian tindakan kelas, apakah penelitian ini akan dilanjutkan atau dihentikan. commit to user 16 perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 6. Perencanaan Tindak Lanjut Masalah yang diteliti diperkirakan belum tuntas hanya dengan satu siklus, maka penelitian tindakan kelas dilanjutkan pada siklus ke-2. Pelaksanaan perbaikan, pada siklus ke-2 dirancang berdasarkan pada hasil analisis dan refleksi dari observasi pada siklus I. Dengan prosedur yang sama penelitian tindakan kelas dilanjutkan pada siklus berikutnya apabila masalah yang diteliti belum tuntas pada siklus ke-2. Rencana tindakan yang akan dilakukan dalam penelitian ini dapat dijelaskan pada gambar (2) di bawah ini : Masalah Perencanaan I Pelaksanaan Tindakan I Pengamatan/ Observasi Siklus I Refleksi I Pelaksanaan Perencanaan II Siklus II Pengamatan/ Observasi II Refleksi II commit to user Siklus selanjutnya Gambar (2) Prosedur Penelitian Tindakan Kelas 17 perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id Berdasarkan gambar di atas dapat dijelaskan bahwa prosedur tindakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Siklus 1 a. Rencana Tindakan Rencana tindakan adalah rencana yang digunakan sebagai dasar untuk melakukan tindakan penelitian. Dalam hal ini adalah peningkatan motivasi belajar siswa melalui penggunaan media visual dalam pembelajaran PKn pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Jungkare, Karanganom, Klaten. Program yang akan dilaksanakan dalam tindakan siklus I adalah peningkatan motivasi belajar melalui media visual mulai bulan Februari. b. Pelaksanaan Tindakan Kelas Dengan bimbingan guru, siswa mengamati dan memperhatikan gambar-gambar berbagai budaya daerah di Indonesia yang berupa gambar alat musik daerah, seni pewayangan, rumah adat, maupun upacara adat yang ada di berbagai daerah di Indonesia. Guru menjelaskan tentang berbagai kebudayaan yang ada di Indonesia yang pernah ditampilkan di macna negara serta menjelaskan tujuan melakukan misi-misi kebudayaan internasional, kemudian siswa diberi tugas baik secara kelompok maupun individual selanjutnya dibahas bersama. Setelah selesai kemudian diberi tes akhir secara tertulis untuk mengetahui keberhasilan pelaksanaan KBM. c. Observasi Kegiatan observasi dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan yaitu pada proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan tentang mengidentifikasi ragam budaya Indonesia yang pernah ditampilkan dalam misi kebudayaan internasional. Kegiatan yang dilakukan peneliti adalah : 1) Peneliti memonitor siswa selama proses pembelajaran. 2) Peneliti menilai hasil yang dicapai setelah pelaksanaan pembelajaran. d. Refleksi Refleksi berarti penilaian dan pengkajian terhadap hasil evaluasi data user I. Evaluasi data penilaian untuk kaitannya dengan indikatorcommit kinerjatoSklus 18 perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id menilai hasil atau dampak penggunaan media visual yang akan dilaksanakan pada akhir siklus I. Sasaran dari evaluasi ini adalah paling tidak terdapat 80% peserta didik yang mencapai KKM menyelesaikan soal tentang marei kebudayaan Indonesia. Apabila dari hasil evaluasi menunjukkan bahwa sasaran belum tercapai, maka perlu dilakukan tindakan lanjutan pada siklus II. 2. Siklus II a. Rencana Tindakan Dalam siklus ini direncanakan masih menggunakan media visual dengan materi pelajaran yang lain yaitu kebudayaan Indonesia yang ditampilkan dalam misi kebudayaan Internasional. Program kegiatan ini yang akan dilaksanakan pada tindakan II direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Maret. b. Pelaksanaan Tindakan Kelas Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan apa yang sudah direncanakan dengan menggunakan media visual yang berupa gambargambar. Siswa dimintai menyiapkan media visual yang sudah disiapkan oleh guru. Dengan menggunakan media visual yang ada guru menjelaskan tentang jalur yang dapat dilalui untuk menampilkan ragam budaya Indonesia dalam misi kebudayaan internasional. Guru membimbing diskusi siswa untuk mengidentifikasi budaya daerah Indonesia dalam misi kebudayaan internasional, kemudian siswa diberi tugas baik secara kelompok maupun individu yang selanjutnya dibahas secara bersama. Setelah selesai kemudian diberi tes akhir secara tertulis untuk mengetahui keberhasilan pelaksanaan pembelajaran. c. Observasi Observasi berarti pengamatan dan pencacatan terhadap pelaksanaan dan hasil pelaksanaan tindakan yang telah dilaksanakan pada siklus II. Guru mencacat kegiatan belajar anak didiknya dalam mengerjakan soal tugas kelompok maupun kuis secara individu. commit to user 19 perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id d. Refleksi Refleksi berarti penilaian dan pengkajian terhadap hasil evaluasi data kaitannya dengan indikator kinerja Sklus II. Sasaran pada siklus II adalah paling tidak terdapat 80% peserta didik yang mencapai KKM mengidentifikasi jenis budaya Indonesia yang pernah ditampilkan dalam misi kebudayaan Internasional. Apabila dari hasil evaluasi menunjukkan bahwa sasaran belum tercapai maka penelitian ini dihentikan, namun apabila sasaran pada siklus belum tercapai maka perlu diadakan siklus berikutnya. commit to user 20 perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Menurut data diperoleh dalam melaksanakan pembelajaran PKn sebagai upaya meningkatkan prestasi belajar di kelas IV SD Negeri 1 Jungkare, Karanganom, Klaten tahun ajaran 2010/2011 dapat diuraikan sebagai berikut : 1. Deskripsi Data Pra Tindakan Siswa SD Negeri 1 Jungkare berjumlah 22 anak yang terdiri 10 siswa lakilaki dan 12 siswa perempuan diperoleh data sebagai berikut, yaitu nilai darai 22 siswa hanya 10 siswa yang mampu memperoleh nilai di atas KKM yaitu 63 atau 40% sedangkan 12 siswa lainnya memperoleh nilai di bawah KKM. 2. Siklus Pertama (Siklus I) a. Tahap Persiapan Tindakan yang dilakukan adalah meliputi langkah-langkah sebagai berikut : 1) Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mata pelajaran PKn tentang ragam budaya Indonesia yang ditampilkan dalam misi kebudayaan internasional. 2) Menyiapkan media pembelajaran yang dibutuhkan yaitu media visual berupa gambar-gambar. 3) Menyiapkan soal tes setelah dilaksanakan pembelajaran. 4) Menyiapkan lembar penilaian. 5) Membuat lembar observasi. b. Tahap Pelaksanaan Tindakan Peneliti melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan RPP yang mata pelajaran PKn kelas IV tentang identifikasi jenis budaya Indonesia yang pernah ditampilkan dalam misi kebudayaan internasional. c. Tahap Observasi dan interpretasi. Kegiatan observasi dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan. commit to user yaitu pada proses pembelajaran PKn kelas IV tentang identifikasi jenis 21 perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id budaya Indonesia yang ditampilkan dalam misi kebudayaan internasional. Pada kegiatan ini yang dilakukan peneliti : 1) Peneliti memonitor siswa selama proses pembelajaran. Dari hasil monitor diketahui siswa belum berhasil dalam menguasai materi mata pelajaran PKn 2) Penenliti memberi nilai atas hasil yang dicapai setelah pelaksanaan pembelajaran. Dengan melihat data yang ada diketahui dari 22 siswa pada siklus I diperoleh nilai maksimal 80, dan nilai minimal 60, rata-rata nilai 69,54 pada siklus I. Setelah dilaksanakan pembelajaran dengan menggunakan media visual terdapat 7 siswa yang belum tuntas dan 15 siswa sudah tuntas. d. Tahap Analisis dan Refleksi 1) Dengan melihat hasil analisis dan observasi masih terdapat 7 siswa yang belum termotivasi mengikuti pembelajaran. 2) Siswa belum sepenuhnya menguasai materi yang diajarkan. 3) Perlu dilaksanakan tindakan siklus II. e. Identifikasi kendala dan masalah yang muncul dalam pelaksanaan pembelajaran siklus I. Setelah mengamati proses pembelajaran dan menganalisis hasil belajar siswa ditemukan beberapa kendala dan masalah antara lain : Pada siswa : 1) Siswa kurang aktif bertanya dan menjawab pertanyaan. 2) Siswa belum mampu berdiskusi dengan baik. Pada guru : 1) Persiapan kurang baik. 2) Media visual (gambar) yang digunakan sebagai alat peraga kurang memadai. f. Rancangan strategi penyelesaian masalah dan langkah-langkah implementasi strategi strategi penyelesaian dalam siklus I : commit to user 22 perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 1) Membuat persiapan mengajar yang lebih baik meliputi : (a) Pembuatan RPP. (b) Mempersiapkan materi dengan baik. (c) Mengkondisikan siswa dengan baik. (d) Pendataan ruang kelas. (e) Menyiapkan alat peraga yang sesuai. 2) Langkah-langkah implementasi strategi penyelesaian masalah dalam siklus I, meliputi : (a) Memperbanyak jumlah gambar-gambar sebagai media. (b) Memotivasi siswa agar berani menanyakan materi yang belum jelas. (c) Memotivasi siswa agar mau dan mampu menjawab pertanyaan. (d) Mengaktifkan siswa dalam kerja kelompok. (e) Mengarahkan siswa untuk berani menyampaikan pendapat dalam kelompoknya. (f) Dalam pembelajaran guru lebih menguasai kelas. 3. Siklus Kedua (Siklus II) a. Tahap Persiapan Tindakan, meliputi langkah-langkah sebagai berikut : 1) Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mata pelajaran PKn. 2) Menyiapkan media pembelajaran yang dibutuhkan. 3) Menyiapkan soal tes setelah dilaksanakan pembelajaran. 4) Menyiapkan lembar penilaian. 5) Membuat lembar observasi. b. Tahap Pelaksanaan Tindakan Peneliti melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah dipersiapkan. c. Tahap Observasi dan interpretasi. Kegiatan observasi dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan yaitu pada proses pembelajaran PKn. Kegiatan yang dilakukan peneliti adalah : 1) Peneliti memonitor siswa selama proses pembelajaran. commit to user 2) Peneliti menilai hasil yang dicapai setelah pelaksanaan pembelajaran. 23 perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id Pada siklus 2 diperoleh nilai maksimal siswa 90, nilai minimal 60, sedangkan rata-rata nilai 72,50. Pelaksanaan tes pada siklus 2 dilakukan stelah dilaksanakannya pembelajaran dengan mengoptimalkan penggunaan media visual (gambar). d. Tahap Analisis dan Refleksi Pada tahap ini guru dan kepala sekolah secara bersama-sama membahas hasil pembelajaran. Hasil akan menentukan perlu ada tidaknya melaksanakan siklus berikutnya. Apabila dalam siklus kedua belum berhasil maka diperlukan untuk melaksanakan siklus ketiga dan seterusnya, sampai prestasi belajar PKn lebih meningkat. Berdasarkan hasil analisis dan observasi di atas didapat beberapa catatan antara lain : 1) Kaitannya dengan aktifitas siswa masih terdapat beberapa siswa yang kurang aktif mengikuti pembelajaran. 2) Sebagian besar siswa sudah menguasai materi pembelajaran. 3) Tidak perlu dilaksanakan siklus berikutnya. e. Rancangan strategi penyelesaian masalah dan paparan langkah-langkah omplementasi strategi penyelesaian masalah dalam siklus 2. 1) Rancangan strategi penyelesaian masalah berdasarkan penemuan masalah pada siklus 2 yaitu : (a) Memberikan arahan dan motivasi kepada siswa agar tidak malu bertanya dan berani menjawab pertanyaan dari guru dan lebih aktif bila melakukan kerja sama. 3) Langkah-langkah implementasi strategi penyelesaian masalah dalam siklus II, meliputi : (a) Memotivasi siswa agar lebih meningkatkan belajar dengan menggunakan media visual (gambar). (b) Memperbanyak jumlah gambar-gambar. (c) Memotivasi siswa agar mau dan mampu menjawab pertanyaan dari guru. commit to user 24 perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id (d) Mengarahkan siswa untuk berani menyampaikan pendapat dalam kelompoknya. B. Pembahasan Berdasarkan hasil penilaian dapat diketahui adanya peningkatan motivasi belajar pada siswa dalam proses pembelajaran PKn dengan menggunakan media visual yang berupa gambar-gambar pada setiap siklus sebagai berikut : 1. Pembahasan Siklus I Pada siklus I siswa sudah siap menerima materi tentang mengidentifikasi ragam budaya Indonesia yang ditampilkan dalam misi kebudayaan internasional. Dilihat dari pengamatan observer, aktifitas siswa pada siklus menunjukkan kategori cukup. Karena motivasi siswa masih belum menunjukkan peningkatan yang berarti. Dilihat dari data prestasi hasil belajar siswa pada tes siklus I masih terdapat beberapa siswa yang mendapat nilai di bawah angka 64. Hal tersebut menunjukkan bahwa proses pembelajaran pada siklus I menunjukkan adanya peningkatan. Menurut teori belajar tuntas proses pembelajaran dikatakan berhasil apabila setiap siswa menguasai materi pembelajaran antara 75% - 80%. 2. Pembahasan Siklus II Siklus II merupakan kelanjutan siklus sebelumnya. Karena kemampuan siswa pada siklus I belum memnuhi syarat teori belajar tuntas maka diadakan tindakan siklus II. Dari hasil pengamatan diketahui bahwa prosentase hasil aktifitas siswa dalam mata pelajaran PKn adalah bisa dikatakan berkategori baik dibandingkan dengan siklus I. Pada siklus II aktifitas siswa meningkat dengan baik dan lebih termotivasi. Hal ini terlihat dari keaktifan dan perhatian serta motivasi siswa yang tadinya belum meningkat sekarang meningkat. commit to user 25 perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN A. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan dalam dua siklus dapat disimpulkan, bahwa media visual dapat meningkatkan motivasi belajar PKn pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Jungkare, Karanganom, Klaten. Hasil penelitian tindakan kelas menunjukkan media visual dapat meningkatkan motivasi belajar PKn. Pada kondisi awal sebelum tindakan nilai ratarata mata pelajaran PKn kelas IV semester gasal yaitu 57,3 dengan KKM 63 hanya 40% siswa yang mampu mencapai nilai ≥ 63. Pada siklus I diperoleh nilai rata-rata kelas 69,54 dengan KKM 64 ketuntasan belajar siswa mencapai 68,18% yang berarti meningkat 28,18%. Sedangkan pada siklus nilai rata-rata kelas mata pelajaran PKn 72,50 dengan KKM 64 ketuntasan belajar siswa mencapai 86,36% yang berarti meningkat 46,36% dari kondisi awal. B. Implikasi Penerapan dan prosedur dalam penelitian ini didasarkan pada peningkatan motivasi belajar dalam pembelajaran PKn melalui penggunaan media visual. Model yang dipakai dalam penelitian ini adalah model siklus. Prosedur penelitiannya terdiri dari 2 siklus. Adapun indikatornya adalah mengidentifikasi budaya Indonesia yang pernah ditampilkan dalam misi kebudayaan internasional. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat dikemukakan implikasi teoritis dan implikasi praktis hasil penelitian sebagai berikut : a. Implikasi Teoritis Implikasi teoritis dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan media visual dapat dipertimbangkan dalam pembelajaran PKn untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dalam memberikan materi pelajaran commit to userpada siswa. 26 perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id Dari hasil penelitian ini memperkuat teori bahwa penggunaan media khususnya media visual dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Penggunaan media visual yang sesuai dan dengan kreatifitas guru pembelajaran menjadi menarik dan menyenangkan sehingga pemelajaran dapat tercapai. b. Implikasi Praktis Penelitian telah membuktikan bahwa penggunaan media visual dapat meningkatkan motivasi belajar PKn pada siswa khususnya pada materi mengidentifikasi budaya Indon

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Penggunaan media audio visual untuk meningkatkan motivasi belajar PKN pada siswa kelas III di MI Dakwah Islamiyah Cawang Jakarta Timur Tahun pelajaran 2013/2014
0
8
103
Peningkatan hasil belajar IPS siswa kelas V pada kompetensi dasar perjuangan mempertahankan kemerdekaan melalui media audio visual di MI Jauharotul Huda Cakung Jakarta Timur
0
17
122
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR LAGU DOLANAN MELALUI MEDIA COMPACT DISC (CD) PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 2 TALAKBROTO SIMO BOYOLALI TAHUN AJARAN 2010 2011
1
10
113
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR IPA MELALUI MEDIA VISUAL PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 101766 BANDAR SETIA TAHUN AJARAN 2014/2015.
0
3
19
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MELALUI PENGGUNAAN STRATEGI Peningkatan Motivasi Belajar Melalui Penggunaan Strategi Course Review Horay (CRH) Pada Tema Berbagai Pekerjaan Siswa Kelas Iv Mi Negeri Karanganom Kabupaten Klaten Tahun Pelajaran 2014/2015.
0
3
17
PENERAPAN METODE KERJAKELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA (Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas VI SDN I Kunden Karanganom, Klaten Tahun Ajaran 2010 2011)
0
2
53
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR PKN MELALUI METODE PERMAINAN ULAR TANGGA PADA SISWA KELAS IV Peningkatan Motivasi Belajar Pkn Melalui Metode Permainan Ular Tangga Pada Siswa Kelas IV SD Negeri Jenggrik Iv Kecamatan Kedawung Kabupaten Sragen Tahun Ajaran 20
0
0
17
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR PKN MELALUI METODE PERMAINAN ULAR TANGGA PADA SISWA KELAS IV Peningkatan Motivasi Belajar Pkn Melalui Metode Permainan Ular Tangga Pada Siswa Kelas IV SD Negeri Jenggrik Iv Kecamatan Kedawung Kabupaten Sragen Tahun Ajaran 20
0
0
11
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI MODEL KONTEKTUAL SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 GEMPOL Peningkatan Hasil Belajar Ipa Melalui Model Konstektual Siswa Kelas IV SD Negeri I Gempol Karanganom Klaten Tahun Ajaran 2012/ 2013.
0
1
14
PENDAHULUAN Peningkatan Hasil Belajar Ipa Melalui Model Konstektual Siswa Kelas IV SD Negeri I Gempol Karanganom Klaten Tahun Ajaran 2012/ 2013.
0
2
7
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI MODEL KONTEKTUAL SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 GEMPOL Peningkatan Hasil Belajar Ipa Melalui Model Konstektual Siswa Kelas IV SD Negeri I Gempol Karanganom Klaten Tahun Ajaran 2012/ 2013.
0
3
17
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR PKn MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF SQ3R PADA SISWA KELAS IV Peningkatan Motivasi Belajar Pkn Melalui Pembelajaran Kooperatif Sq3r Pada Siswa Kelas IV SD Negeri 03 Karangsari Kec. Jatiyoso Kab. Karanganyar Tahun Ajaran 2011/
0
1
15
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PKn MELALUI METODE ARTIKULASI PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 2 BORONGAN POLANHARJO Peningkatan Hasil Belajar PKn Melalui Metode Artikulasi Pada Siswa Kelas V SD Negeri 2 Borongan Polanharjo Klaten Tahun Ajaran 2011/ 2012.
1
0
15
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PKn MELALUI METODE ARTIKULASI PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 2 BORONGAN POLANHARJO Peningkatan Hasil Belajar PKn Melalui Metode Artikulasi Pada Siswa Kelas V SD Negeri 2 Borongan Polanharjo Klaten Tahun Ajaran 2011/ 2012.
0
4
14
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR PKn MELALUI PENGGUNAAN MEDIA FILM PADA SISWA KELAS II DI SD NEGERI TLOGOADI.
0
5
231
Show more