Study of Potency of Plant Medicinal for Enrichment of Items of Study at school Regency Cianjur

Gratis

1
38
177
2 years ago
Preview
Full text
KAJIAN POTENSI TUMBUHAN OBAT UNTUK PENGAYAAN MATERI PEMBELAJARAN DI SEKOLAH KABUPATEN CIANJUR ETTY EKAWATI SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2006 PERNYATAAN MENGENAI TESIS DAN SUMBER INFORMASI Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis Kajian Potensi Tumbuhan Obat Untuk Pengayaan Materi Pembelajaran di Sekolah Kabupaten Cianjur adalah karya saya sendiri dan belum diajukan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi manapun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir tesis ini. Bogor, Maret 2006 Etty Ekawati NIM E.051040265 ABSTRAK ETTY EKAWATI. Kajian Potensi Tumbuhan Obat untuk Pengayaan Materi Pembelajaran di Sekolah Kabupaten Cianjur. Dibawah bimbingan SISWOYO dan ERVIZAL A.M. ZUHUD. Di Kabupaten Cianjur terdapat berbagai tipe ekosistem hutan, mulai dari pantai sampai pegunungan yang menyimpan keanekaragaman jenis tumbuhan obat yang cukup beragam dan jumlah industri obat tradisional (Industri Obat Tradisional/IOT dan Industri Kecil Obat Tradisional/IKOT) sebanyak 6 (enam) unit, namun potensi tumbuhan obat di wilayah tersebut sampai saat ini belum diketahui. Di sisi lain, tidak semua lulusan SD, SLTP, dan SLTA di wilayah tersebut melanjutkan sekolah ke jenjang selanjutnya atau lebih tinggi. Agar lulusan SD, SLTP dan SLTA yang tidak menjadi pengangguran, maka kepada siswa di sekolah perlu dibekali dengan materi yang dapat menjadikan lulusan memiliki kecakapan hidup dan mampu berwirausaha sendiri. Salah satu materi yang dapat diakomodasikan adalah tentang tumbuhan obat. Dalam rangka menunjang keberhasilan dalam pemanfaatan informasi tentang potensi tumbuhan obat untuk pengayaan materi pembelajaran di sekolah Kabupaten Cianjur, maka penelitian ini perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan potensi tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur dan kelayakan pemanfaatan informasi tentang potensi tumbuhan obat untuk pengayaan materi pembelajaran di sekolah. Metode penelitian secara garis besar terdiri dari 4 (empat) kegiatan utama, yaitu pengumpulan data (data sekunder dan primer), identifikasi jenis-jenis tumbuhan obat, pengolahan data, dan analisis data. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kabupaten Cianjur terdapat jenis tumbuhan obat sebanyak 210 jenis dari 83 famili. Dari jumlah tersebut dapat dikelompokkan kedalam 32 kelompok penyakit/penggunaan dan 6 (enam) macam habitus, yaitu pohon, herba, perdu, liana, bambu, dan lumut. Jenisjenis tumbuhan obat unggulan yang terdapat di Kabupaten Cianjur sebanyak 11 jenis dan yang dapat dikembangkan pada setiap kecamatan berkisar antara 6-11 jenis. Kesebelas jenis tumbuhan obat tersebut adalah pulai/lame (Alstonia scholaris R.Br.), pulasari (Alyxia reinwardtii Bl.), kapulaga (Amomum compactum Soland. ex Maton.), sambiloto (Andrographis paniculata (Burm.f.) Wall. ex Nees.), ki koneng (Arcangelisia flava Merr.), temu kunci (Boesenbergia pandurata (Roxb.) Schlet.), secang (Caesalpinia sappan Linn.), cecenet/antanan gede (Centella asiatica Urb.), temu ireng (Curcuma aeruginosa Roxb.), adas (Foeniculum vulgare Mill.), dan lengkuas (Languas galanga (L.) Stuntz.). Berdasarkan potensi tumbuhan obat yang terdapat di Kabupaten Cianjur, kebijakan dan peraturan perundangan, serta dukungan stakeholder termasuk memadai atau layak; namun dari segi sumberdaya manusia, serta sarana dan prasarananya belum memadai atau layak. Strategi yang dapat diterapkan guna meningkatkan kelayakan dalam pemanfaatan informasi tentang potensi tumbuhan obat untuk pengayaan materi pembelajaran di sekolah Kabupaten Cianjur, meliputi : model pembelajaran melalui jalur kurikuler dan ekstrakurikuler, peningkatan kualitas sumberdaya manusia, dan penyediaan sarana dan prasarana secara memadai. ABSTRACT ETTY EKAWATI. Study of Potency of Plant Medicinal for Enrichment of Items of Study at school Regency Cianjur. Under tuition of SISWOYO and ERVIZAL A.M. ZUHUD In Regency Cianjur of there are various type ecosystem forest, start from coast until the mountain which lay away drug plant type variety which immeasurable enough and the industrial amount of traditional drug (Industry Medicinal Small Traditional /IOT Industry and Medicinal Traditional/ IKOT) as much 6 (six) unit, but the plant potency medicinal in the region to date not yet been known. On the other side, do not all grad Elementary school, Junior high school, and Senior high school in the region continue school to ladder hereinafter or higher. In order to grad Elementary school, Junior high school, and Senior high school which do not become unemployment, hence to student at school require to be supplied with items which can make grad own efficiency live and able to enterpreneur. One of items which can be accommodated is about plant medicinal. In order to supporting efficacy in information exploiting of about plant potency medicinal for the study items enrichment at school Regency Cianjur, hence this research require to be done. This research aim to to determine plant potency medicinal in Regency Cianjur information exploiting elegibility and of about plant potency medicinal for the study items enrichment at school. Research method is marginally consisted of by 4 (especial four) activity, that is data collecting (secondary data and primary), identify drug plant type, data processing, and analyze data. Pursuant to result of research indicate that in Regency of Cianjur of there are type of plant medicinal as much 210 type from 83 set of relatives. From the amount can be grouped by into 32 group of disease/ use and 6 (six) of kinds of habitus, that is tree, herba, clump, liana, bamboo, and the moss. type Plant of preeminent drug [is] which is there are in Regenc y of Cianjur as much 11 type and which can be developed in each subdistrict range from 6-11 type. Eleventh of type plant of the drug is Pulai/ Lame (Alstonia Scholaris R.Br.), Pulasari (Alyxia Reinwardtii Bl.), Cardamom (Amomum Compactum Soland. ex Maton.), Sambiloto (Andrographis Paniculata ( Burm.F.) Wall. ex Nees.), Ki Koneng (Arcangelisia Flava Merr.), Encounter Key (Boesenbergia Pandurata ( Roxb.) Schlet.), Secang (Caesalpinia Sappan Linn.), Cecenet/ Antanan Gede (Centella Asiatica Urb.), Encounter Ireng (Curcuma Aeruginosa Roxb.), Fennel (Foeniculum Vulgare Mill.), and Alpine Galanga (Languas Galanga ( L.) Stuntz.). Pursuant to drug plant potency which is there are in Regency Cianjur, invitation regulation and policy, and also support stakeholder is inclusive of competent or adequate but from facet human resource being, and also the and medium not yet competent or adequate. Strategy which can be applied to utilize to improve elegibility in information exploiting of about plant potency medicinal for the study items enrichment at school Regency Cianjur, covering : study model of through band curicular and extracurricular, human resource quality being improvement, and ready and medium adequately. KAJIAN POTENSI TUMBUHAN OBAT UNTUK PENGAYAAN MATERI PEMBELAJARAN DI SEKOLAH KABUPATEN CIANJUR ETTY EKAWATI Tesis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister Profesi pada Program Studi Ilmu Pengetahuan Kehutanan Sub Program Konservasi Biodiversitas SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2006 Hak cipta milik Etty Ekawati, tahun 2006 Hak cipta dilindungi Dilarang mengutip dan memperbanyak tanpa izin tertulis dari Institut Pertanian Bogor, sebagian atau seluruhnya dalam bentuk apapun, baik cetak, fotocopy, mikrofilm, dan sebagainya RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Jakarta pada tanggal 23 Nopember 1963 dari ayah RE. Soepena dan ibu Rakidah. Penulis merupakan putri pertama dari enam bersaudara. Tahun 1983 penulis lulus dari SMA Negeri 1 Ciamis dan pada tahun yang sama masuk Universitas Siliwangi dan memilih Fakultas Pertanian jurusan Budidaya Pertanian, lulus pada tahun 1988. Kesempatan untuk melanjutkan ke program Magister Profesi IPB diperoleh pada tahun 2004 melalui beasiswa dari Direktorat DIKMENJUR Departemen Pendidikan Nasiona l. Penulis bekerja sebagai widyaiswara di Pusat Pengembangan Penataran Guru Pertanian (PPPGP) Cianjur sejak tahun 1990 sampai sekarang. Judul Tesis : KAJIAN POTENSI TUMBUHAN OBAT UNTUK PENGAYAAN MATERI PEMBELAJARAN DI SEKOLAH KABUPATEN CIANJUR Nama : Etty Ekawati NRP : E. 051040265 Program Studi : Ilmu Pengetahuan Kehutanan Sub Program Studi : Konservasi Biodiversitas Disetujui, Komisi Pembimbing Ir. Siswoyo, M.Si Ketua Ir. Ervizal A.M. Zuhud, MS Anggota Diketahui, Ketua Program Studi Dekan Sekolah Pascasarjana Dr. Ir. Dede Hermawan, M.Sc Prof. Dr. Ir. Syafrida Manuwoto, M.Sc Tanggal Ujian : 29 Maret 2006 Tanggal Lulus : i PRAKATA Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT karena atas segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga tesis yang berjudul “Kajian Potensi Tumbuhan Obat untuk Pengayaan Materi Pembejalaran di Sekolah Kabupaten Cianjur” ini dapat diselesaikan. Tesis ini disusun dalam rangka memenuhi persyaratan yang diperlukan untuk memperoleh gelar Magister Profesi pada Sub Program Studi Konservasi Biodiversitas, Program Studi Ilmu Pengetahuan Kehutanan, Sekolah Pascasarjana IPB. Penulis menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggitingginya kepada : 1. Prof. Dr. Ir. Syafrida Manuwoto, M.Sc selaku Dekan Sekolah Pascasarjana IPB Bogor. 2. Ir. Siswoyo, M.Si. selaku ketua dan Ir. Ervizal. A.M. Zuhud, MS selaku anggota komisi pembimbing yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan dalam penelitian dan penyusunan tesis ini. 3. Ir. Rachmad Hermawan, M.Sc.F selaku penguji di luar komisi pembimbing yang telah menguji dan memberikan masukan guna perbaikan tesis ini. 4. Dr. Ir. Yanto Santosa, DEA selaku Ketua Sub Program Studi Konservasi Biodiversitas, Program Studi Ilmu Pengetahuan Kehutanan yang telah bekerja keras memberikan pengarahan. 5. Ir. Giri Suryatmana selaku Kepala Pusat Pengembangan Penataran Guru Pertanian (PPPGP) Cianjur yang telah memberikan kesempatan untuk melanjutkan studi. Semoga tesis ini bermanfaat bagi kita semua. Amien. Bogor, Maret 2006 Penulis iii DAFTAR ISI PRAKATA ............................................................................................... RIWAYAT HIDUP .................................................................................. DAFTAR ISI ............................................................................................ DAFTAR TABEL .................................................................................... DAFTAR GAMBAR ............................................................................... DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................ Halaman i ii iii v x xi PENDAHULUAN ................................................................................... Latar Belakang ................................................................................... Perumusan Masalah ........................................................................... Kerangka Pemikiran .......................................................................... Tujuan Penelitian ............................................................................... Manfaat Penelitian ............................................................................. 1 1 2 3 5 5 TINJAUAN PUSTAKA ......................................................................... Tumbuhan Obat .................................................................................. Pengertian ..................................................................................... Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Obat ...................................... Prospek Pengembangan Tumbuhan Obat .................................... Pelestarian Tumbuhan Obat ......................................................... Program Pengembangan Tumbuhan Obat ......................................... Pola Pengembangan ..................................................................... Program Intensifikasi Tumbuhan Obat ........................................ Pola Swadaya ............................................................................... Pengertian Sekolah ............................................................................. Kurikulum Berbasis Kompetensi ....................................................... Media Pembelajaran ........................................................................... Pengertian ..................................................................................... Fungsi Media Pembelajaran ......................................................... 6 6 6 6 6 7 8 8 8 9 9 10 10 10 11 METODOLOGI PENELITIAN .............................................................. Tempat dan Waktu Penelitian ............................................................ Bahan dan Peralatan ........................................................................... Metode Penelitian ............................................................................... Pengumpulan Data ....................................................................... Identifikasi Jenis Tumbuhan Obat ............................................... Pengolahan dan Analisis Data ........................................................... Pengolahan Data .......................................................................... Analisis Data ................................................................................ 12 12 12 12 12 16 16 16 18 HASIL DAN PEMBAHASAN ................................................................ Kondisi Umum Lokasi Penelitian ...................................................... Letak dan Luas ............................................................................. 21 21 21 iv Geologi dan Bentuk Wilayah ....................................................... Fisiografi dan Topografi ............................................................... Tanah ............................................................................................ Iklim ............................................................................................. Keadaan Sosial Ekonomi dan Budaya Masyarakat ..................... Penggunaan Lahan ....................................................................... Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Cianjur ……………... Kondisi Sumberdaya Alam Hayati ……………………………... Potensi Tumbuhan Obat ..................................................................... Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Obat ...................................... Pemanfaatan Tumbuhan Obat ................................................ Teknik Pengembangan Tumbuhan Obat ...................................... Pemasaran .................................................................................... Kelayakan Pemanfaatan tentang Potensi Tumbuhan Obat untuk Pengayaan Materi Pembelajaran di Sekolah Kabupaten Cianjur …... Jenis-jenis Tumbuhan Obat Potensial/Unggulan yang akan Diakomodasikan kedalam Materi Pembelajaran di Sekolah …… Kelayakan Sumberdaya Manusia di Sekolah................................ Kelayakan Sarana dan Prasarana di Sekolah................................. Dukungan Kebijakan dan Peraturan Perundangan ..................... Dukungan Stakeholder ………………………………………..... Strategi Pemanfaatan tentang Potensi Tumbuhan Obat untuk Pengayaan Materi Pembelajaran di Sekolah Kabupaten Cianjur ....... Model Pembelajaran ..................................................................... Peningkatan Kualitas Sumberdaya Manusia ................................ Penyediaan Sarana dan Prasarana ................................................ 21 22 23 23 24 29 30 30 34 34 35 61 62 SIMPULAN DAN SARAN Simpulan ............................................................................................ Saran ................................................................................................... 83 83 83 DAFTAR PUSTAKA .............................................................................. LAMPIRAN ............................................................................................. 85 87 65 65 69 69 70 71 74 75 81 82 v DAFTAR TABEL Halaman 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Data sekunder yang dikumpulkan dalam penelitian kajian potensi tumbuhan obat untuk pengayaan materi pembelajaran di sekolah Kabupaten Cianjur .......................................................................... 13 Daftar instansi yang dihubungi guna pengumpulan data sekunder dalam penelitian analisis prospek pengembangan tumbuhan obat untuk pengayaan kurikulum sekolah di Kabupaten Cianjur ......................................................................................................... 14 Daftar responden yang dihubungi dalam pengumpulan data persepsi seluruh stakeholder terhadap pemanfaatan informasi tentang tumbuhan obat untuk pengayaan materi pembelajaran di sekolah Kabupaten Cianjur ............................................................. 15 Klasifikasi kelompok penyakit/penggunaan dan macam penyakit/ penggunaannya ............................................................................... 16 Analisis deskriptif kualitatif kelayakan pemanfaatan tentang potensi tumbuhan obat untuk pengayaan materi pembelajaran di sekolah, Kabupaten Cianjur ........................................................... 18 Luas lahan sawah dan darat setiap kecamatan di Kabupaten Cianjur tahun 2004 ......................................................................... 22 Ketinggian tempat dan kemiringan lereng wilayah setiap kecamatan di Kabupaten Cianjur .................................................... 23 Jenis tanah yang terdapat pada setiap kecamatan di Kabupaten Cianjur ............................................................................................ 24 Curah hujan dan hari hujan setiap kecamatan di wilayah Kabupaten Cianjur tahun 2004 ....................................................... 25 Jumlah dan prosentase penduduk di Kabupaten Cianjur pada tahun 2004 menurut lapangan usahanya ........................................ 25 Jumlah sekolah dan murid pada berbagai tingkat pendidikan di Kabupaten Cianjur tahun 2004 ....................................................... 26 Penduduk 10 tahun keatas menurut status pendidikan dan jenis kelamin di Kabupaten Cianjur tahun 2004 ..................................... 26 Jumlah fasilitas kesehatan yang terdapat di Kabupaten Cianjur tahun 2004 ...................................................................................... 27 vi 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Jumlah tenaga kesehatan yang terdapat di Kabupaten Cianjur tahun 2004 ...................................................................................... 27 Jumlah penderita dan prosentase penderita 11 jenis penyakit terbanyak pasien rawat inap di Kabupaten Cianjur tahun 2004 .......................................................................................................... 28 Jumlah penderita dan prosentase penderita 11 jenis penyakit terbanyak pasien rawat jalan di Kabupaten Cianjur tahun 2004 .. 28 Sepuluh kelompok penyakit terbesar penyebab kematian di RSU Cianjur tahun 2004 .......................................................................... 29 Luas dan prosentase wilayah di Kabupaten Cianjur tahun 2004 berdasarkan penggunaan lahannya ................................................. 29 Fungsi hutan, luas, dan sebaran lokasi kawasan hutan di Kabupaten Cianjur berdasarkan RTRWK tahun 1995 ................... 30 Contoh 10 (sepuluh) famili yang memiliki jumlah jenis tumbuhan obat tertinggi di Kabupaten Cianjur ................................................ 34 Rekapitulasi jumlah jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur berdasarkan habitusnya ................................................................... 35 Jumlah jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur berdasarkan bagian tumbuhan obat yang digunakannya ..................................... 35 Rekapitulasi jumlah jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur berdasarkan kelompok penyakit/penggunaannya ........................... 36 Contoh 10 (sepuluh) jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan untuk mengobati gangguan peredaran darah ............................................................................................... 37 Jenis-jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan untuk mengobati patah tulang ....................................... 38 Contoh 10 (sepuluh) jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan sebagai penawar racun ................................ 39 Contoh 10 (sepuluh) jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan untuk mengobati luka ................................. 39 Daftar jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit diabetes ............................... 40 vii 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 Daftar jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit empedu ............................... 41 Contoh 10 (sepuluh) jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit gangguan urat syaraf ............................................................................................... 42 Daftar jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit gigi ...................................... 42 Contoh 10 (sepuluh) jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit ginjal …………. 43 Contoh 10 (sepuluh) jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit jantung ……….. 44 Daftar jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit kanker/tumor …………….. 45 Contoh 10 (sepuluh) jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit kelamin ………. 46 Contoh 10 (sepuluh) jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit khusus wanita ......................................................................................................... 46 Contoh 10 (sepuluh) jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit kulit ………….. 47 Contoh 10 (sepuluh) jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit kuning ……….. 48 Daftar jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit limpa ................................... 49 Contoh 10 (sepuluh) jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit malaria ……….. 50 Contoh 10 (sepuluh) jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit mata ………….. 50 Contoh 10 (sepuluh) jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit mulut ………… 51 Contoh 10 (sepuluh) jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit otot dan persendian ....................................................................................... 52 viii 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 Contoh 10 (sepuluh) jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit saluran pembuangan .................................................................................... 53 Contoh 10 (sepuluh) jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit saluran pencernaan ...................................................................................... 54 Contoh 10 (sepuluh) jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit saluran pernafasan/THT .............................................................................. 55 Daftar jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit telinga ................................. 56 Contoh 10 (sepuluh) jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan untuk perawatan kehamilan dan persalinan ......................................................................................................... 57 Daftar jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan untuk perawatan organ tubuh wanita ............................ 58 Contoh 10 (sepuluh) jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan untuk perawatan rambut, muka dan kulit … 59 Contoh 10 (sepuluh) jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan untuk mengobati sakit kepala dan demam ......................................................................................................... 59 Contoh 10 (sepuluh) jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan sebagai tonikum .......................................... 60 Contoh 10 (sepuluh) jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit lain- lain ……… 61 Daftar jumlah jenis tumbuha n obat di Kabupaten Cianjur berdasarkan teknik perbanyakannya ............................................... 62 Jenis-jenis simplisia yang diperjualbelikan di Kabupaten Cianjur ......................................................................................................... 64 Jenis-jenis produk obat tradisional/jamu yang terdapat di Kabupaten Cianjur .......................................................................... 64 Daftar jenis tumbuhan obat yang layak dikembangkan pada setiap kecamatan di Kabupaten Cianjur berdasarkan aspek teknis, ekonomis, dan relevansi dengan jenis-jenis penyakit yang banyak diderita masyarakat ......................................................................... 66 ix 58 59 60 61 62 63 64 65 Daftar jenis tumbuhan obat yang dapat dikembangkan pada setiap kecamatan di Kabupaten Cianjur berdasarkan kesesuaian kondisi ketinggian tempatnya ...................................................................... 67 Daftar jenis tumbuhan obat unggulan yang layak dikembangkan pada setiap kecamatan di Kabupaten Cianjur berdasarkan kondisi ketinggian tempatnya ...................................................................... 68 Persepsi siswa sekolah di Kabupaten Cianjur terhadap pemanfaatan informasi tumbuhan obat sebagai materi pembelajaran ................................................................................... 72 Persepsi guru sekolah di Kabupaten Cianjur terhadap pemanfaatan informasi tumbuhan obat sebagai materi pembelajaran ................................................................................... 73 Materi- materi tentang tumbuhan obat yang diberikan melalui jalur kurikuler dan ekstrakurikuler pada SLTP di Kabupaten Cianjur ............................................................................................. 77 Materi- materi tentang tumbuhan obat yang diberikan melalui jalur kurikuler dan ekstrakurikuler pada SMA di Kabupaten Cianjur ............................................................................................. 78 Materi- materi tentang tumbuhan obat yang diberikan melalui jalur kurikuler dan ekstrakurikuler pada SMK di Kabupaten Cianjur ............................................................................................. 80 Materi- materi pelatihan tentang tumbuhan obat yang disarankan diberikan bagi guru SD, SLTP, SLTA di Kabupaten Cianjur …… 82 x DAFTAR GAMBAR Halaman 1 2 Kerangka pemikiran penelitian kajian potensi tumbuhan obat untuk pengayaan materi pembelajaran di sekolah Kabupaten Cianjur …... Rantai pemasaran simplisia di Kabupaten Cianjur .......... 4 63 xi DAFTAR LAMPIRAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Halaman Daftar jenis tumbuhan obat yang terdapat di Kabupaten Cianjur ... 87 Rekapitulasi jumlah jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur berdasarkan familinya ..................................................................... 111 Daftar jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan untuk mengobati gangguan peredaran darah …………. 113 Daftar jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan sebagai penawar racun .................................................. 114 Daftar jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan untuk mengobati luka .................................................... 115 Daftar jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit gangguan urat syaraf ……... 117 Daftar jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit ginjal ................................... 118 Daftar jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit jantung ................................ 119 Daftar jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit kelamin ............................... 120 Daftar jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit khusus wanita ..................... 121 Daftar jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit kulit ..................................... 123 Daftar jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit kuning ................................. 126 Daftar jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit malaria ................................ 127 Daftar jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit mata .................................... 128 Daftar jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit mulut ................................... 129 xii 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Daftar jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit otot dan persendian ………. 131 Daftar jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit saluran pembuangan ……... 133 Daftar jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit saluran pencernaan ............. 135 Daftar jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit saluran pernafasan/THT …. 140 Daftar jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan untuk peratawan kehamilan dan persalinan .................. 143 Daftar jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan untuk perawatan rambut, muka, dan kulit ..................... 144 Daftar jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan untuk mengobati sakit kepala dan demam .................... 145 Daftar jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan untuk tonikum ............................................................... 147 Daftar jenis tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit lain- lain ............................... 148 Teknik perbanyakan jenis-jenis tumbuhan obat yang terdapat di Kabupaten Cianjur .......................................................................... 150 Daftar hasil analisis kesesuaian jenis-jenis tumbuhan obat pada setiap kecamatan di Kabupaten Cianjur berdasarkan kondisi ketinggian tempatnya ...................................................................... 152 PENDAHULUAN Latar Belakang Kabupaten Cianjur sebagai suatu wilayah pemerintahan daerah tingkat II memiliki kekhasan dibandingkan dengan kabupaten lain pada umumnya, yaitu terdapat berbagai macam tipe ekosistem, seperti ekosistem pegunungan, ekosistem dataran rendah, ekosistem pantai dan ekosistem laut. Ekosistem tersebut membentang dari Utara hingga Selatan membentuk satu kesatuan yang tidak terpisahkan, tiap-tiap tipe ekosistem tersebut menyimpan keanekaragaman flora yang cukup beragam terutama tumbuhan obatnya, namun potensi tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur sampai saat ini belum diketahui. Di wilayah tersebut terdapat jumlah obat tradisional (Industri Obat Tradisional/IOT dan Industri Kecil Obat Tradisional/IKOT) sebanyak 6 (enam) unit. Dengan didukung oleh kondisi masyarakat di Kabupaten Cianjur yang sebagian besar bekerja di bidang pertanian dan masih luasnya lahan yang belum diusahakan (2.728 ha) menjadikan daerah tersebut sangat potensial untuk pengembangan tumbuhan obat. Namun informasi tentang potensi tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur sampai saat ini belum tersedia, sehingga perlu dilakukan kajian potensi tumbuhan obat di wilayah tersebut. Di lain pihak, menurut BPS Kabupaten Cianjur tahun 2004, jumlah total siswa dari tingkat pendidikan SD sampai SLTA sebanyak 379.231 orang, dengan rincian jumlah siswa SD sebanyak 287.652 orang, siswa SLTP sebanyak 67.788 orang dan SLTA sebanyak 23.791 orang. Berdasarkan informasi tersebut menunjukkan bahwa jumlah lulusan SD dan SLTP tidak melanjutkan sekolah ke jenjang sekolah selanjutnya atau lebih tinggi. Sebagai gambaran, jumlah lulusan SD yang melanjutkan sebanyak 23,57% dan yang tidak melanjutkan sebanyak 76,43%; sedangkan untuk tingkat SLTP, jumlah lulusan yang melanjutkan sebanyak 35,10% dan yang tidak melanjutkan sebanyak 64,90%. Apabila tidak dilakukan adanya upaya-upaya, maka lulusan yang tidak melanjutkan sekolah akan menjadi pengangguran. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan cara melibatkan lulusan yang tidak melanjutkan dalam kegiatan pengembangan tumbuhan obat. Namun kemampuan lulusan SD, SLTP dan SLTA di bidang pengembangan tumbuhan obat belum 2 memadai, karena materi tentang potensi tumbuhan obat belum dimasukkan sebagai materi pembelajaran di sekolah. Perumusan Masalah Adanya ancaman terhadap kelestarian tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur disebabkan karena masih kurangnya minat masyarakat untuk membudidayakan tumbuhan obat dan kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya pelestarian tumbuhan obat. Disamping itu sekolah-sekolah di Kabupaten Cianjur dari tingkat pendidikan SD sampai SLTA yang seharusnya dapat dijadikan sebagai media untuk memberikan pengetahuan kepada anak didiknya tentang pentingnya pelestarian tumbuhan obat sampai saat ini belum dilakukan, karena informasi tentang potensi tumbuhan obat belum diketahui dan belum dimasukkan sebagai materi pembelajaran di sekolah. Di sisi lain, adanya lulusan SD, SLTP, dan SLTA yang tidak melanjutkan sekolah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, tidak terserap oleh dunia kerja, dan belum memiki kemampuan untuk menciptakan lapangan pekerjaan sendiri sebagai akibat tidak memiliki kecakapan hidup, dapat menyebabkan terjadinya pengangguran. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan cara melibatkan lulusan yang tidak melanjutkan sekolah dalam kegiatan pengembangan tumbuhan obat, namun lulusan belum memiliki kemampuan yang memadai. Oeh karena itu materi tentang potensi tumbuhan obat perlu dimasukkan sebagai materi pembelajaran di sekolah, sehingga diharapkan lulusan memiliki kecakapan hidup dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri di bidang tumbuhan obat. Keberhasilan dalam pemanfaatan informasi tentang potensi tumbuhan obat untuk pengayaan materi pembelajaran di sekolah secara garis besar dipengaruhi oleh 5 (lima) faktor, yaitu (1) ketersediaan informasi tentang jenis-jenis tumbuhan obat potensial/unggulan, (2) kelayakan sumberdaya manusia di sekolah, (3) kelayakan sarana dan prasarana, (4) dukungan kebijakan dan peraturan perundangan, serta (5) dukungan stakeholder. Ketersediaan informasi tentang jenis-jenis tumbuhan obat unggulan dapat dilakukan dengan cara mengkaji keanekaragaman jenis tumbuhan obat, ketersediaan informasi tentang teknik pengembangan tumbuhan obat (budidaya, pasca panen, dan pengolahan), aspek ekonomis (pemasaran simplisia dan 3 kebutuhan bahan baku industri obat tradisional), dan jenis-jenis penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat. Kelayakan sumberdaya manusia di sekolah dapat dilakukan dengan cara mengkaji terhadap minat dan kemampuan yang dimiliki oleh guru dan kepala sekolah. Kelayakan sarana dan prasarana di sekolah dapat dilakukan dengan cara mengkaji terhadap laboratorium, peralatan, lahan, dan bahan ajar di masing- masing sekolah. Dukungan kebijakan dan peraturan perundang-undangan dapat dilakukan dengan cara mengkaji terhadap kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang sudah ada. Dukungan stakeholder dapat dilakukan dengan cara mengkaji persepsi dari berbagai pihak terkait berkaitan dengan pemanfaatan informasi tentang tumbuhan obat sebagai materi pembelajaran di sekolah. Kerangka Pemikiran Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk menunjang keberhasilan dalam pemanfaatan potensi tumbuhan obat untuk pengayaan materi pembelajaran di sekolah dapat dilakukan dengan beberapa 5 (lima) cara, yaitu : (1) memilih jenisjenis tumbuhan obat unggulan/potensial yang akan diakomodasikan kedalam materi pembelajaran di sekolah, baik secara ekologis, teknis, ekonomis dan relevan dengan jenis-jenis penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat; (2) menyediakan sumberdaya manusia di sekolah secara memadai, (3) menyediakan sarana dan prasarana di sekolah secara memadai, (4) adanya dukungan kebijakan dan peraturan perundang-undangan, dan (5) adanya dukungan stakeholder. Untuk melihat sejauh mana upaya-upaya tersebut di atas dapat mempengaruhi keberhasilan dalam pemanfaatan informasi tentang potensi tumbuhan obat untuk pengayaan materi pembelajaran di sekolah, maka perlu dilakukan kajian dan analisis terhadap : (1) ketersediaan jenis-jenis tumbuhan obat potensial/unggulan yang akan diakomodasikan kedalam materi pembelajaran di sekolah, (2) kelayakan sumberdaya manusia di sekolah, (3) kelayakan sarana dan prasarana, (4) adanya dukungan kebijakan dan peraturan perundangan, dan (5) adanya dukungan stakeholder. Secara skematis, kerangka pemikiran kajian potensi tumbuhan obat untuk pengayaan materi pembelajaran di sekolah Kabupaten Cianjur tersaji pada Gambar 1. 4 KONDISI PENGEMBANGAN TUMBUHAN OBAT DI KABUPATEN CIANJUR SAAT INI KONDISI PENGEMBANGAN TUMBUHAN OBAT DI KABUPATEN CIANJUR YANG DIINGINKAN Potensi : • Luas hutan negara seluas 59.021 ha (16,86%) • Sebagian besar penduduk bekerja di bidang pertanian (59,18%). • Lahan yang tidak diusahakan seluas 2.728 ha • Terdapat industri obat tradisional (IOT dan IKOT) sebanyak 6 unit dan gudang farmasi (1 unit) • Potensi sekolah (sekolah, siswa, dan guru) tinggi • • • Permasalahan : • Potensi tumbuhan obat belum diketahui • Tidak semua lulusan SD, SLTP dan SLTA melanjutkan • Lapangan kerja terbatas • PAD rendah • Potensi tumbuhan obat belum dimasukkan sebagai media pembelajaran di sekolah • • ANCAMAN : Kelestarian tumbuhan obat terancam Pengangguran meningkat • • • • Potensi tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur diketahui Jenis t umbuhan obat unggulan dibudidayakan oleh masyarakat di setiap kecamatan Potensi tumbuhan obat digunakan sebagai media pembelajaran di sekolah Lulusan SD, SLTP, dan SLTA yang tidak melanjutkan memiliki kemampuan berwirausaha tumbuhan obat Terjaminnya kelestarian tumbuhan obat Jumlah pengangguran dapat ditekan PAD meningkat PEMANFAATAN INFORMASI TENTANG POTENSI TUMBUHAN OBAT UNTUK PENGAYAAN MATERI PEMBELAJARAN DI SEKOLAH KELAYAKAN PEMANFAATAN INFORMASI TENTANG POTENSI TUMBUHAN OBAT UNTUK PENGAYAAN MATERI PEMBELAJARAN DI SEKOLAH ♦ Ketersediaan jenis-jenis tumbuhan obat potensial/unggulan yang akan diakomodasikan kedalam materi pembelajaran di sekolah ♦ Kelayakan sumberdaya manusia di sekolah ♦ Kelayakan sarana dan prasarana ♦ Adanya dukungan kebijakan dan peraturan perundangan ♦ Adanya dukungan stakeholder. Kajian potensi tumbuhan obat Keanekaragaman Jenis TO Teknik pengembangan Pemasaran Jenis-jenis penyakit yang diderita masyarakat Kajian kondisi Ekologis setiap kecamatan Kajian kebijakan dan peraturan perundangan Ketinggian tempat Kebijakan Peraturan perundangan Kajian dukungan stakeholder Kajian kondsi umum sekolah Persepsi instansi-instansi terkait Jumlah sekolah, guru dan siswa Kondisi lulusan Sarana dan prasarana Persepsi siswa dan guru Gambar 1 Kerangka pemikiran penelitian kajian potensi tumbuhan obat untuk pengayaan materi pembelajaran di sekolah Kabupaten Cianjur 5 Tujuan Peneltian ini bertujuan untuk menentukan : 1. Potensi tumbuhan obat di Kabupaten Cianjur, 2. Kelayakan pemanfaatan informasi tentang potensi tumbuhan obat sebagai materi pembelajaran di sekolah. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan masukan bagi: 1. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam memanfaatkan informasi tentang potensi tumbuhan obat untuk pengayaan materi pembelajaran di sekolah, 2. Sekolah-sekolah di Kabupaten Cianjur guna memanfaatkan informasi tentang potensi tumbuhan obat sebagai materi pembelajaran, 3. Masyarakat di setiap kecamatan dalam membudidayakan jenis-jenis tumbuhan obat. TINJAUAN PUSTAKA Tumbuhan Obat Pengertian Tumbuhan obat adalah seluruh spesies tumbuhan obat yang diketahui atau dipercaya mempunyai khasiat obat, yang dikelompokkan menjadi : (1) tumbuhan obat tradisional, yaitu spesies tumbuhan yang diketahui atau dipercaya masyarakat mempunyai khasiat dan telah digunakan sebagai bahan baku obat tradisional, (2) tumbuhan obat modern, yaitu spesies tumbuhan yang secara ilmiah telah dibuktikan mengandung senyawa/bahan bioaktif yang berkhasiat obat dan penggunaannya dapat dipertanggungjawabkan secara medis, dan (3) tumbuhan obat potensial, yaitu spesies tumbuhan yang diduga mengandung senyawa/bahan bioaktif yang berkhasiat obat tetapi belum dibuktikan secara ilmiah medis atau penggunaannya sebagai bahan obat tradisional perlu ditelusuri (Zuhud, Ekarelawan dan Riswan, 1994). Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Obat Menurut Siswoyo, Zuhud, dan Sitepu (1994), jumlah tumbuhan dan tanaman obat yang tercatat di Indonesia cukup banyak, dari jumlah yang banyak tersebut sekitar 1.100 spesies dimanfaatkan sebagai bahan baku obat tradisional dan jamu, namun sebagian besar masih tersimpan secara in-situ di kawasan hutan. Prospek Pengambangan Tumbuhan Obat Spesies tumbuhan obat banyak memberikan kontribusi terhadap kebutuhan manusia terhadap kesehatan. Satu diantara 4 (empat) macam obat yang tertera pada resep dokter, baik antibiotik, obat penenang, diuretik, pencahar ataupun pil kontrasepsi, bahan bakunya berasal dari tumbuhan liar hutan tropika. Apabila obat-obat non resep dimasukkan, pada saat ini nilai tumbuhan obat tersebut di seluruh dunia mencapai 15 milyar dollar Amerika setahun (Myers, 1989). Mengingat permintaan yang terus meningkat, pengadaan bahan baku obat/jamu dengan pemungutan langsung dari alam tidak mungkin berjalan terus, apabila laju pemungutan lebih cepat dari laju kemampuan alam untuk memulihkan populasinya, maka kelangkaan dan bahkan kepunahan spesies tumbuhan obat tidak akan dapat dielakkan. Indonesia bukan negara satu-satunya yang menghasilkan tumbuhan obat tradisionalnya. India dan China adalah merupakan contoh negara yang kuat tradisinya dalam hal tumbuhan obat. Seperti juga Indonesia, baik India maupun China mengkhawatirkan nasib tumbuhan obat di negaranya. Oleh karena itu merekapun mencoba mengusahakan pelestariannya. Pelestarian Tumbuhan Obat Pelestarian tumbuhan obat ditempuh melalui 2 (dua) cara, yaitu in-situ dan ek-situ. Secara in-situ, tumbuhan obat hanya merupakan sebagian saja dari pelestarian ekosistem tempat tumbuhnya, meskipun tumbuhan obat dapat menjadi kelompok jenis pokok yang menjadi sasaran pelestarian. Dari segi ilmiah, cara ini merupakan cara terbaik untuk mempertahankan jenis tumbuhan, sebab dengan cara ini evolusinya masih berjalan yang memungkinkan pengadaptasian dengan perubahan-perubahan alaminya yang terjadi. Dari segi praktis, pengelolaan kawasan pelestarian in-situ ini sulit terutama di daerah padat penduduk. Cara lain untuk mempertahankan tumbuhan obat ditempuh melalui cara eksitu yaitu di kebun koleksi, kebun botani atau di kebun-kebun pribadi. Cara ini tidak dapat mengganti cara in-situ, tetapi merupakan pelengkap yang terkadang perlu ditempuh. Saat ini usaha pelestarian tumbuhan obat di Indonesia masih bertumpu pada pemerintah. Kesadaran akan perlunya pelestarian di Indonesia mulai tumbuh di kalangan masyarakat, terutama yang sudah bergabung pada organisasi profesi atau lembaga swadaya masyarakat. Bukan tidak mungkin pada suatu waktu pemerintah akan hanya menjadi pengelola pelestarian in-situ dan pusat informasi saja dari usaha pelestarian ek-situ ini, sedangkan yang aktif berperan pada usaha pelestarian ek-situ justeru unsur-unsur masyarakat. Dengan cara ini, pengelolaan koleksi ek-situ akan lebih efisien dan efektif, baik dilihat dari segi pelestarian maupun pemanfaatannya. Program Pengembangan Tumbuhan Obat Pola Pengembangan Pengembangan tumbuhan obat sampai dengan awal Pelita V dilakukan melalui pola swadaya dan pengusahaannya masih dilakukan dengan pola usaha sebagai tanaman diversifikasi atau integrasi dan ditanam di lahan pekarangan sebagai tanaman sela dengan luas penanaman terbatas dan jumlah produksi per usaha tani relatif kecil serta tidak terus menerus tergantung harganya. Untuk meningkatkan produksi dan meningkatkan pendapatan petani serta untuk memenuhi tuntutan kebutuhan bahan baku tumbuhan obat bagi keperluan industri obat/jamu tradisional dan keperluan ekspor, perlu adanya peningkatan produksi dan mutu hasil melalui program intensifikasi tumbuhan obat yang diarahkan pada pola swadaya petani dan swadaya perusahaan pengelola/bapak angkat. Pelaksanaan progaram intensifikasi tumbuhan obat diprioritaskan pada daerah-daerah yang sudah ada areal pengembangan tumbuhan seperti di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat. Untuk daerah-daerah pengembangan baru di luar Jawa, seperti daerah Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi yang dimungkinkan tersedianya lahan dalam satu hamparan areal yang cukup luas dapat dilakukan pengembangan tumbuhan obat melalui pola perkebunan besar swasta. Program Intensifikasi Tumbuhan Obat Program intensifikasi tumbuhan obat sebagai suatu sistem produksi, kegiatannya diarahkan untuk upaya peningkatan pendapatan petani melalui peningkatan produksi persatuan luas dan mutu hasil dengan cara menerapkan teknologi yang dianjurkan secara lengkap dan berkesinambungan. Upaya peningkatan pendapatan petani tersebut dapat ditempuh dengan penerapan Sapta Usaha dalam kegiatan pembudidayaan tumbuhan obat. Melalui program intesifikasi tumbuhan obat, petani diarahkan untuk mengusahakan tanaman di lahan miliknya dengan diberikan bantuan pengadaan sarana produksi, bimbingan teknis dan jaminan pemasaran hasilnya, untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan dengan mengaitkan pengusaha industri obat/jamu tradisional dan eksportir tumbuhan obat untuk ditugasi sebagai perusahaan pengelola/bapak angkat yang mendukung usaha pasca panennya. Pola Swadaya Untuk meningkatkan produksi per satuan luas dan pendapatan petani dalam upaya memenuhi tuntutan kebutuhan bahan tumbuhan obat bagi industri obat/jamu tradisional serta keperluan lainnya, pengembangan tumbuhan obat melalui pola swadaya yang selama ini telah dikembangkan secara tradisional sudah saatnya untuk diarahkan menuju kemandirian. Untuk mewujudkan itu diperlukan sistem kelembagaan yang mantap yang memungkinkan terjalinnya hubungan kemitraan antara petani sebagai produsen dan industri obat/jamu tradisional sebagai konsumen. Pengertian Sekolah Menurut Fakhrudin (2003), dalam dunia pendidikan terdapat dua teori yang berkaitan dengan sekolah sebagai masyarakat kecil. Pertama sekolah tempat melatih dan mempersiapkan anak didik untuk terjun pada kehidupan mereka dimasa mendatang. Peserta didik dalam proses pendidikan diberlakukan sebagai obyek pendidikan. Mereka merupakan obyek yang tengah digembleng dan dirancang untuk dapat memasuki kehidupan dimasa mendatang. Kedua sekolah merupakan kehidupan nyata anak itu sendiri, bukannya tempat mempersiapkan anak didik. Teori ini menekankan agar sekolah diselenggarakan sedemikian rupa, sehingga betul-betul merupakan kehidupan riil peserta didik itu sendiri. Implikasi dari teori ini adalah peserta didik merupakan subyek dari proses pendidikan. Kehidupan sosial peserta didik dalam masyarakat kecil tersebut merupakan dasar dan sumber transformasi kehidupan. Peran penting dalam proses pendidikan bukanlah terletak pada mata pelajaran yang diberikan melainkan pada proses dan interaksi sosial peserta didik itu sendiri. Peran guru pada falsafah ini lebih bersifat tutwuri handayani, memberikan dorongan dan motivasi agar kemampuan peserta didik mampu pandang untuk mengembangkan memperluas berbagai alternatif dan pengambilan keputusan dalam aktifitas kehidupan (Fakhrudin, 2003). Kurikulum Berbasis Kompetensi Menurut Maheri merupakan seperangkat (2004), Kurikulum Berbasis rencana dan pengaturan Kompetensi (KBK) tentang kompetensi yang dibakukan dan cara penyampaiannya disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan daerah. Menurut Fakhrudin (2003), dalam menghadapi tantangan di masa depan, pendidikan diyakini memainkan peran fundamental dalam pembangunan pribadi dan kemasyarakatan sebagai wahana pendidikan paling tidak akan mampu memelihara suatu bentuk pembangunan manusia yang lebih dalam dan serasi terutama untuk mengurangi kemiskinan, kebodohan, penindasan dan keterasingan. Selanjutnya Fakhrudin (2003) mengemukakan bahwa orientasi pendidikan suatu bangsa pada dekade tertentu, hakekatnya merupakan pertanda bagaimana praktek pendidikan

Dokumen baru

Download (177 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

Analysis of Flavonoid in Medicinal Plant Extract Using Infrared Spectroscopy and Chemometrics
0
12
7
Constituents of the Indonesian Epiphytic Medicinal Plant Drynaria rigidula
0
5
8
Descriptive Study of Maternal and Neonatal Child Health In Lengkong Village, Jember Regency
0
5
4
The Effectiveness of pictures towards Students' Writing Skill of Descriptive Text ( A Quasi-experimental Study at Tenth Grade of SMK Islamiyah Ciputat)
0
11
86
Solved Case Study of Southwest Airlines
0
7
10
Role of Actors in Policy Formulation Process in Development Plan for Land Transport Study Case in Tuban Regency
0
0
9
Morphological Study of Colonial and Traditional Urban Space in Java: A Comparative Study of Ten Cities
0
0
11
Study of Converted-Wave Modeling: AVO Application for Shallow Gas Models
0
0
6
View of Study The Application of Cleaner Production at Bukit Asam (Corporation) Tarahan Coal Terminal
0
0
9
Objectives of the Study
0
0
13
Implementation of Compulsory Study 12 Year Policy to Increase Education Quality in Kudus Regency
0
0
10
Study on Agronomic and Economic Performance Characteristics of Cassava (Manihot utillisima L.) in Gunungkidul Regency Special Region of Yogyakarta
0
0
6
Comparative Study of Weigth Factor Value of Side Friction at ST.Urip Sumoharjo in Front of Pasar Gede Surakarta
0
0
82
Analysis of Production Functions and Efficiency of Corn at Patean District Kendal Regency
0
0
13
Analysis Study of Parental Choice of Education in The Millenial Era
0
0
20
Show more