EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING PADA MATERI ASAM BASA TERHADAP PRESTASI BELAJAR DAN NILAI KARAKTER PESERTA DIDIK KELAS XI SMA NEGERI 1 MUNTILAN.

Gratis

3
7
62
2 years ago
Preview
Full text
EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING PADA MATERI ASAM BASA TERHADAP PRESTASI BELAJAR DAN NILAI KARAKTER PESERTA DIDIK KELAS XI SMA NEGERI 1 MUNTILAN SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Oleh Elsa Rahmaningrum 11314544015 JURUSAN PENDIDIKAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2015 i HALAMAN PERSETUJUAN Skirpsi yang berjudul “Efektivitas Penerapan Model Project Based Learning Pada Materi Asam Basa Terhadap Prestasi Belajar dan Nilai Karakter Peserta Didik Kelas XI SMA Negeri 1 Muntilan” yang disusun oleh Elsa Rahmaningrum, NIM 11314244015 ini telah disetujui oleh pembimbing untuk diujikan. Disetujui pada tanggal _ Yogyakarta, Mengetahui Ketua Program Studi Pendidikan Kimia Dosen Pembimbing Rr. Lis Permana Sari, M.Si Prof. A. K. Prodjosantoso, Ph.D NIP. 19681020 199303 2 002 NIP. 19601028 198503 1 002 ii HALAMAN PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi ini benar-benar karya saya sendiri. Sepanjang pengetahuan saya tidak terdapat karya atau pendapat yang ditulis atau diterbitkan orang lain kecuali sebagai acuan atau kutipan dengan mengikuti tata penulisan karya ilmiah yang telah lazim. Tanda tangan dosen penguji yang tertera dalam halaman pengesahan adalah asli. Jika tidak asli, saya siap menerima sanksi ditunda yudisium pada periode berikutnya. Yogyakarta, _ 2015 Yang menyatakan, Elsa Rahmaningrum NIM. 11314244015 iii HALAMAN PENGESAHAN Skripsi yang berjudul “Efektivitas Penerapan Model Project Based Learning Pada Materi Asam Basa Terhadap Prestasi Belajar dan Nilai Karakter Peserta Didik Kelas XI SMA Negeri 1 Muntilan”,yang disusun oleh Elsa Rahmaningrum, NIM 11314244015 ini telah dipertahankan di depan Dewan Penguji pada tanggal _dan dinyatakan lulus. DEWAN PENGUJI Nama Jabatan TandaTangan Tanggal Prof. A. K. Prodjosantoso, Ph. D. Ketua Penguji Regina Tutik Padmaningrum, M.Si Sekretaris Penguji Dr. Suyanta Penguji Utama I Made Sukarna, M.Si Penguji Pendamping Yogyakarta, 2015 Fakultas MIPA UniversitasNegeri Yogyakarta Dekan, Dr. Hartono NIP 19620329 198702 1 002 iv MOTTO Never give up. Hari kemarin adalah kenagan, hari ini adalah tantangan, hari esok adalah masa depan. Pengalaman adalah guru yang terbaik. v HALAMAN PERSEMBAHAN Sebuah persembahan yang akan saya sampaikan kepada :1. Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan skripsi ini. 2. Orang tua ku tersayang H. Rohmad Slamet dan Hj. Sri Sukesi, S,Pd. yang selalu mendukung saya dalam hal apapun dan memiliki andil besar dalam hidup saya selama ini. 3. Kakakku tersayang Yudhi Matofani, SP. yang telah mengajari saya banyak hal selama ini. 4. Prof. A. K. Prodjosantoso, Ph.D. yang dengan sabar membimbing saya dalam menyelesaikan tugas akhir ini. 5. Sahabat-sahabatku tersayang tempat berbagi masalah selama ini. 6. Teman-teman seperjuangan Pendidikan Kimia Internasional 2011 yang selama ini memberikan banyak pengalaman kepada saya. 7. Teman-teman kost cerah membiru yang selama ini menemani saya. 8. Teman-teman UKM Bulutangkis UNY yang lebih hanya sekedar teman biasa. 9. Teman-teman KKN 396 dan PPL SMA Negeri 1 Muntilan yang luar biasa. 10. Almamaterku Universitas Negeri Yogyakarta. 11. Keluarga besar SMA Negeri 1 Muntilan yang dengan baik menerima saya. 12. Semua pihak yang telah hadir dalam hidup saya selama ini. vi EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING PADA MATERI ASAM BASA TERHADAP PRESTASI BELAJAR DAN NILAI KARAKTER PESERTA DIDIK KELAS XI SMA NEGERI 1 MUNTILAN Oleh Elsa Rahmaningrum NIM 11314244015 Pembimbing :Prof. A. K. Prodjosantoso, Ph.D ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas model Project Based Learning pada materi Asam Basa untuk meningkatkan prestasi belajar dan nilai karakter peserta didik kelas XI di SMA Negeri 1 Muntilan. Model Project Based Learning dilakukan dalam penelitian ini. Populasi penelitian adalah peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Muntilan tahun ajaran 2014/2015. Teknik purposive sampling digunakan untuk menentukan sampel penelitian. Terdapat 2 nilai karakter yang dicoba untuk diimplementasikan dalam penelitian ini, yaitu rasa ingin tahu dan kreatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalalah angket nilai karakter dan soal tes prestasi belajar kimia. Data penelitian dikumpulkan dengan teknik angket dan teknik penilaian hasil belajar peserta didik. Analisis data penelitian menggunakan uji-t sama subjek, ujit beda subjek, dan uji anakova yang sebelumnya dilakukan uji prasyarat analisis statistik yaitu uji normalitas dan uji homogenitas untuk mendapatkan suatu kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan nilai karakter pada peserta didik yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model Project Based Learning dan tidak terdapat perbedaan nilai karakter pada peserta didik yang mengikuti pembelajaran tanpa menggunakan model Project Based Learning di kelas XI SMA Negeri 1 Muntilan tahun pelajaran 2014/2015, 2) terdapat perbedaan yang signifikan terhadap nilai karakter peserta didik yang mengikuti pembelajaran dengan dan tanpa menggunakan model Project Based Learning di kelas XI SMA Negeri 1 Muntilan tahun pelajaran 2014/2015, dan (3) terdapat perbedaan yang signifikan terhadap prestasi belajar peserta didik yang mengikuti pembelajaran dengan dan tanpa menggunakan model Project Based Learning di kelas XI SMA Negeri 1 Muntilan tahun pelajaran 2014/2015. Kata kunci :efektivitas, metode Project Based Learning, nilai karakter, prestasi belajar. vii THE EFFECTIVENESS OF PROJECT BASED LEARNING MODEL TO IMPROVE CHEMISTRY STUDENT ACHIEVEMENT AND CHARACTER VALUES IN SMA NEGERI 1 MUNTILAN By Elsa Rahmaningrum NIM 11314244015 Supervisor :Prof. A. K. Prodjosantoso, Ph.D ABSTRACT The aims of this research were to know the effectiveness of Project Based Learning method in Acid Base material to improve chemistry student achievements and character values XI class students in SMA Negeri 1 Muntilan. Project Based Learning method had carried out in this research. Population of this research is XI class students in SMA Negeri 1 Muntilan academic year 2014/2015. Purposive sampling techniques is taken to determine sample. There are two character values that tried to implement in this research there are curiosity and creativity. Instrument that used in this research is student character values questionnaire and student achievements task. The data of this research were collected by questionnaire technique and test technique. Theresearch data are analyzed by t-test same subject, t-test different subject, and anacova test. Before using anavoca test used prerequisite test, i.e. normality test and homogenity test. The result of the research showed that (1) there was no difference improvement against character values students which follow this lesson without Project Based Learning method and there was difference improvement against character values students which follow this lesson with Project Based Learning method in XI class of SMA Negeri 1 Muntilan academic year 2014/2015, 2) there was difference improvement significantly against character values students without or with Project Based Learning method to this lesson in XI class of SMA Negeri 1 Muntilan academic year 2014/2015, and (3) there was difference improvement significantly against student achievement without or with Project Based Learning method to this lesson in XI class of SMA Negeri 1 Muntilan academic year 2014/2015. Key words :effectiveness, Project Based Learning model, character values, student achievements. viii KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir Skripsi ini. Pelaksanaan dan penelitian hingga penulisan laporan ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Untuk itu, penulis mengucapkan terimakasih kepada :1. Bapak Dr. Hartono selaku Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta. 2. Bapak Dr. Hari Sutrisno selaku Ketua Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA UNY. 3. Ibu Rr. Lis Permana Sari, M. Si. selaku Koordinator Prodi Pendidikan Kimia FMIPA UNY 4. Bapak Prof. A. K. Prodjosantoso, Ph.D. selaku Dosen Pembimbing yang telah membimbing penulis dalam menyelesaikan Tugas Akhir Skripsi ini. 5. Bapak Suwardi, S.Pd selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Muntlan yang telah mengizinkan untuk melaksanakan penelitian di SMA Negeri 1 Muntilan. 6. Bapak Markun, S.Pd selaku guru SMA Negeri 1 Muntilan. Penulis memohon maaf apabila masih banyak kesalahan dalam penulisan Tugas Akhir Skripsi ini yang tidak disengaja. Penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar menjadi lebih baik. Demikian laporan Tugas Akhir Skripsi ini penulis susun, semoga bermanfaat untuk semua pihak yang berkepentingan. Terimakasih. Yogyakarta, 15 Februari 2015 Penulis ix DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL.i HALAMAN PERSETUJUAN .ii HALAMAN PERNYATAAN .iii HALAMAN PENGESAHAN .iv MOTTO .v HALAMAN PERSEMBAHAN .vi ABSTRAK .vii ABSTRACT .viii KATA PENGANTAR .ix DAFTAR ISI .x DAFTAR TABEL .xiii DAFTAR LAMPIRAN .xiv BAB I PENDAHULUAN .1 A. Latar Belakang Masalah .1 B. Identifikasi Masalah.3 C. Batasan Masalah .4 D. Rumusan Masalah .5 E. Tujuan Penelitian .5 F. Manfaat Penelitian .6 BAB II KAJIAN TEORI .8 A. Deskripsi Teori .8 1. Belajar .8 2. Pembelajaran Kimia .10 3. Project Based Learning .13 4. Prestasi Belajar.16 5. Pendidikan Karakter.17 6. Materi Pokok Kimia Kelas XI .23 B. Penelitian yang Relevan .27 C. Kerangka Berpikir .28 x D. Hipotesis Penelitian .31 BAB III METODE PENELITIAN .33 A. Desain Penelitian .33 B. Definisi Operasional Variabel Penelitian .33 1. Variabel Bebas .33 2. Variabel Terikat .33 3. Variabel Kendali .34 C. Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling .34 1. Populasi Penelitian .34 2. Sampel Penelitian.34 3. Teknik Sampling .34 D. Instrumen Penelitian dan Teknik Pengumpulan Data .35 1. Instrumen Penelitian .35 2. Analisis Instrumen Penelitian .37 3. Teknik Pengumpulan Data .41 E. Teknik Analisis Data .41 1. Uji Normalitas .42 2. Uji Homogenitas .43 3. Uji Hipotesis .44 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.49 A. Deskripsi Setting Penelitian .49 B. Validitas Instrumen Penelitian.51 C. Data Pengetahuan Awal .53 D. Data Nilai Karakter .56 E. Data Prestasi Belajar .54 F. Uji Persyaratan Hipotesis .56 1. Uji Normalitas .56 2. Uji Homogenitas .57 G. Uji Hipotesis .59 1. Uji-t Sama Subjek .59 2. Uji-t Beda Subjek .60 xi 3. Uji Anakova .61 H. Pembahasan .62 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN .81 A. KESIMPULAN .81 B. SARAN .82 DAFTAR PUSTAKA .83 LAMPIRAN .86 xii DAFTAR TABEL Tabel 1. Kriteria Penilaian Skala Linkert .37 Tabel 2. Kriteria Validitas Perangkat Pembelajaran .38 Tabel 3. Kisi-kisi Angket Nilai Karakter .39 Tabel 4. Kisi-kisi Soal Tes Prestasi Belajar .40 Tabel 5. Skor Hasil Validasi RPP .52 Tabel 6. Skor Hasil Validasi Soal Tes Prestasi Belajar dan Angket Nilai Karakter .53 Tabel 7. Ringkasan Data Pengetahuan Awal .54 Tabel 8. Ringkasan Data Nilai Karakter .55 Tabel 9. Ringkasan Data Prestasi Belajar .56 Tabel 10. Ringkasan Uji Normalitas Nilai Karakter .56 Tabel 11. Ringkasan Uji Normalitas Prestasi Belajar .57 Tabel 12. Ringkasan Uji Homogenitas Nilai Karakter .58 Tabel 13. Ringkasan Uji Homogenitas Prestasi Belajar .58 Tabel 14. Ringkasan Uji-t Sama Subjek .59 Tabel 15. Ringkasan Uji-t Beda Subjek .60 Tabel 16. Ringkasan Uji Anakova .61 xiii DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Surat Permohonan Validasi Instrumen .86 Lampiran 2. Instrumen Penelitian Sebelum Validasi .87 Lampiran 3. Penilaian Ahli Terhadap Instrumen Penelitian .156 Lampiran 4. Instrumen Penelitian Setelah Validasi .249 Lampiran 5. Validitas Logis Instrumen .294 Lampiran 6. Data Nilai Ulangan Kelas Kontrol .320 Lampiran 7. Data Nilai Ulangan Kelas Eksperimen .321 Lampiran 8. Data Nilai Karakter Kelas Kontrol .322 Lampiran 9. Data Nilai Karakter Kelas Eksperimen .324 Lampiran 10. Data Prestasi Belajar Kelas Kontrol .326 Lampiran 11. Data Prestasi Belajar Kelas Eksperimen .330 Lampiran 12. Uji Normalitas Kelas Kontro .334 Lampiran 13. Uji Normalitas Kelas Eksperimen .336 Lampiran 14. Uji Homogenitas Kelas Kontrol .338 Lampiran 15. Uji Homogenitas Kelas Eksperimen .340 Lampiran 16. Uji-t Sama Subjek Kelas Kontrol .342 Lampiran 17. Uji-t Beda Subjek Kelas Eksperimen .343 Lampiran 18. Uji-t Beda Subjek .344 Lampiran 19. Uji Anakova .345 Lampiran 20. Dokumentasi Kegiatan .346 Lampiran 21. Surat Izin Penelitian.348 Lampiran 22. Surat Keterangan Penelitian .354 xiv BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pemerintah dan rakyat Indonesia, dewasa ini tengah gencar-gencarnya mengimplementasikan pendidikan karakter di institusi pendidikan; mulai dari tingkat dini (PAUD),sekolah dasar (SD/MI),sekolah menengah (SMA/MA),hingga perguruan tinggi. Melalui pendidikan karakter yang diimplementasikan dalam institusi pendidikan, diharapkan krisis degradasi karakter atau moralitas anak bangsa ini bisa segera teratasi. Lebih dari itu, diharapkan di masa yang akan datang terlahir generasi bangsa dengan ketinggian budi pekerti atau karakter (Agus Wibowo, 2013: 1).Pendidikan karakter dalam Kurikulum 2013 bertujuan untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pendidikan, yang mengarah pada pembentukan budi pekerti dan akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu dan seimbang, sesuai dengan standar kompetensi lulusan pada setiap satuan pendidikan. Melalui implementasi Kurikulum 2013 yang berbasis kompetensi sekaligus berbasis karakter, dengan pendekatan tematik dan kontekstual diharapkan peserta didik mampu secara madiri meningkatkan dan menggunakan pengetahuannya, mengkaji dan menginternalisasi serta mempersonalisasi nilai-nilai karakter dan akhlak mulia sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari (Mulyasa, 2014: 7).1 Pendidikan karakter dapat diterapkan dalam semua bidang pelajaran baik di tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Perguruan Tinggi tak terkecuali dalam pelajaran kimia. Melalui mata pelajaran kimia dengan model pembelajaran Project Based Learning diperoleh nilai karakter agar tidak salah persepsi dalam Ilmu Kimia untuk mengubah perilaku manusia secara umum yang sekarang ini terjadi dekadensi karakter. Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) adalah model pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai inti pembelajaran. Peserta didik melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar. Pembelajaran Berbasis Proyek merupakan model belajar yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktivitas secara nyata. PjBL merupakan investigasi mendalam tentang sebuah topik dunia nyata. Langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek adalah penentuan pertanyaan mendasar, menyusun perencanaan proyek, menyususn jadwal, monitoring, menguji hasil, dan evaluasi pengalaman (Permendikbud, 2014 :975-976) Model pembelajaran Project Based Learning mendorong peserta didik untuk menjadi lebih aktif, mandiri, dan kreatif dalam memecahkan sebuah permasalahan. Oleh sebab itu melalui model pembelajaran berbasis proyek dapat membangun nilai karakter peserta didik terutama pada kreatif dan rasa 2 ingin tahu. Model pembelajaran Project Based Learning dapat digunakan oleh guru untuk mengatasi permasalahan dalam pembelajaran yaitu metode pembelajaran yang masih monoton dengan metode ceramah. Melalui model pembelajaran berbasis proyek mengakibatkan siswa menjadi lebih aktif, kreatif, dan memiliki rasa tahu yang tinggi. Berdasarkan paparan latar belakang tersebut, maka peneliti tertarik untuk mengetahui bagaimana “Efektivitas Penerapan Model Project Based Learnig (PjBL) pada Materi Asam Basa Terhadap Nilai Karakter dan Prestasi Belajar Kimia Peserta Didik Kelas XI Semester 2 SMA Negeri 1 Muntilan” dalam meningkatkan nilai karakter dan prestasi belajar peserta didik. Selain peneliti ingin memberikan inovasi dalam sebuah pembelajaran, peneliti juga dapat mengetahui apakah metode tersebut layak atau tidak layak untuk digunakan. B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka dapat diidentifikasi masalah-masalah sebagai berikut :1. Pendidikan sangat berpengaruh terhadap moral dan karakter peserta didik. 2. Pendidikan harus disertai dengan penanaman pendidikan karakter yang telah dicanangkan pada kurikulum 2013. 3 3. Metode pembelajaran yang digunakan guru saat ini masih tergolong monoton yang pada umumnya masih menggunakan metode ceramah yang mengakibatkan peserta didik menjadi pasif. 4. Kurangnya variasi metode pembelajaran kimia sehingga peserta didik menganggap pelajaran kimia sulit karena pelajaran kimia bersifat abstrak. 5. Model Project Based Learning (PjBL) merupakan model pembelajaran yang menarik dan dapat dijadikan model pembelajaran dalam menanamkan nilai karakter. C. Batasan Masalah Berdasarkan permasalahan yang telah dirumuskan, maka dapat dilakukan pembatasan masalah sebagai berikut :1. Penanaman nilai-nilai karakter pada peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Muntilan melalui mata pelajaran kimia. 2. Materi pembelajaran dalam penelitian ini dibatasi pada materi pokok Asam Basa untuk peserta didik kelas XI Semester 2 sesuai dengan kurikulum 2013. 3. Metode pembelajaran yang dipilih dan dipakai dalam penelitian ini adalah model Project Based Learning (PjBL).4. Nilai karakter dan prestasi belajar kimia akan diteliti dengan penelitian eksperimen. 4 D. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dipaparkan, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :1. Adakah perbedaan nilai karakter peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Muntilan yang mengikuti proses pembelajaran kimia dengan menggunakan model Project Based Learning (PjBL) dan proses pembelajaran kimia tanpa menggunakan model Project Based Learning (PjBL) pada materi asam basa? 2. Adakah perbedaan yang signifikan nilai karakter peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Muntilan yang mengikuti proses pembelajaran kimia menggunakan model Project Based Learning (PjBL) dengan proses pembelajaran kimia tanpa menggunakan model Project Based Learning (PBL) pada materi asam basa? 3. Adakah perbedaan yang signifikan prestasi belajar peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Muntilan yang mengikuti proses pembelajaran kimia menggunakan metode Project Based Learning (PBL) dengan proses pembelajaran kimia tanpa menggunakan metode Project Based Learning (PBL) pada materi asam basa? E. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah :1. Mengetahui ada tidaknya peningkatan nilai karakter peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Muntilan yang mengikuti proses pembelajaran kimia 5 dengan menggunakan model Project Based Learning (PjBL) dan proses pembelajaran kimia tanpa menggunakan model Project Based Learning (PjBL) pada materi asam basa. 2. Mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan nilai karakter peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Muntilan yang mengikuti proses pembelajaran kimia menggunakan model Project Based Learning (PjBL) dengan proses pembelajaran kimia tanpa menggunakan model Project Based Learning (PjBL) pada materi asam basa. 3. Mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan prestasi belajar peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Muntilan yang mengikuti proses pembelajaran kimia menggunakan model Project Based Learning (PBL) dengan proses pembelajaran kimia tanpa menggunakan model Project Based Learning (PBL) pada materi asam basa. F. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi semua pihak yang terkait dalam penelitian ini, seperti :1. Bagi peserta didik Melatih peserta didik untuk belajar secara aktif dan dapat memecahkan masalah yang diberikan dengan mengaitkan ide atau pengetahuan baru ke dalam pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya dan juga melatih peserta didik untuk mengemukakan pendapatnya. 6 2. Bagi guru Guru dapat memperoleh model baru dalam mengajar yaitu model Project Based Learning (PjBL) sebagai salah satu alternatif dalam pembelajaran. 3. Bagi peneliti Peneliti memperoleh pengalaman dalam penerapan metode yang dipilih terhadap pengaruhnya kepada peserta didik secara langsung. 7 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Deskripsi Teori 1. Belajar Belajar pada hakikatnya adalah proses interaksi terhadap semua situasi yang ada di sekitar individu. Belajar dapat dipandang sebagai proses yang akan diarahkan kepada tujuan dan proses berbuat melalui berbagai pengalaman. Belajar juga merupakan proses melihat, mengamati, dan memahami sesuatu (Sudjana, 1989: 28).Sedangkan menurut Wina Sanjaya (2006: 105) belajar adalah proses berpikir. Belajar berpikir menekankan pada proses mencari dan menemukan pengetahuan melalui interaksi antara individu dengan lingkungan. Harold Spears dalam Eveline (2011: 4) mengemukakan pengertian belajar dalam perspektifnya yang lebih detail. Menurut Spears “learning is to observe, to read, to imiate, to try something them selves, to listen, to follow direction”.Belajar adalah mengamati, membaca, meniru, mencoba sesuatu pada dirinya sendiri, mendengar, dan mengikuti aturan. Menurut Eveline (2011: 3-4) belajar merupakan sebuah proses yang kompleks yang terjadi pada semua orang dan berlangsung seumur hidup, sejak masih bayi (bahkan dalam kandungan) hingga liang lahat. Salah satu pertanda bahwa seseorang telah belajar sesuatu adalah adanya perubahan tingkah laku dalam dirinya. Perubahan tingkah laku tersebut menyangkut perubahan yang bersifat pengetahuan (kognitif) dan 8 keterampilan (psikomotor) maupun yang menyangkut nilai dan sikap (afektif).Belajar adalah sebuah proses yang kompleks yang di dalamnya terkandung beberapa aspek. Aspek-aspek tersebut adalah :1. Bertambahnya jumlah pengetahuan. 2. Adanya kemampuan mengingat dan mereproduksi. 3. Ada penerapan pengetahuan. 4. Menyimpulkan makna. 5. Menafsirkan dan mengaitkannya dengan realitas. 6. Adanya perubahan sebagai pribadi. Cronbach (dalam Hosnan, 2014: 3) memberi batasan bahwa, learning is shown by change in behavior as a result of experience (belajar sebagai suatu aktivitas yang ditunjukkan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil pengalaman).Makna dari definisi yang dikemukakan oleh Cronbach ini lebih dalam lagi, yaitu belajar bukanlah semata-mata perubahan dan penemuan, tetapi sudah mencakup kecakapan-kecakapan yang dihasilkan akibat perubahan dan penemuan tadi. Setelah terjadi perubahan dan menemukan sesuatu yang baru, maka akan timbul suatu kecakapan yang memberikan manfaat bagi kehidupannya. Berdasarkan paparan di atas maka dapat disimpulkan bahwa belajar adalah proses interaksi yang terdapat dalam kehidupan sekitar dan mengarah kepada tujuan melalui berbagai proses dengan berbagai perubahan seperti bertambahnya ilmu, memiliki kemampuan mengingat, 9 dapat menerapkan dalam lingkungannya, dan adanya perubahan atau sikap moral serta karakter yang terbentuk selama proses belajar. 2. Pembelajaran Kimia Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan guru dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (Rusman, 2011: 3).Sedangkan pembelajaran menurut Mulyati Arifin (2005: 2) adalah kegiatan belajar mengajar ditinjau dari sudut kegiatan peserta didik berupa pemberian pengalaman belajar peserta didik yang direncanakan guru untuk membangun pengetahuan baru dan mengaplikasikannya. Proses belajar terjadi karena adanya interaksi individu dengan lingkungannya. Karena itu istilah “pembelajaran” mengandung makna yang lebih luas daripada “mengajar”,pembelajaran merupakan usaha yang dilaksanakan secara sengaja, terarah dan terencana, dengan tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu sebelum proses dilaksanakan, serta pelaksanaannya terkendali, dengan maksud agar terjadi belajar pada diri seseorang (Eveline, 2011: 12).Ada dua hal yang berkaitan dengan kimia yang tidak terpisahkan, yakni kimia sebagai produk (pengetahuan kimia yang berupa fakta, konsep, prinsip, hukum, dan teori) temuan ilmuwan kimia dan kimia sebagai proses (kerja ilmiah).Oleh sebab itu, pembelajaran kimia dan penilaian hasil belajar kimia harus memperhatikan karakteristik ilmu kimia sebagai proses dan produk (Depdiknas, 2006: 459).10 Dalam Standar Isi (SI) mata pelajaran kimia dinyatakan bahwa tujuan mata pelajaran kimia di SMA/MA adalah agar peserta didik memiliki kemampuan-kemampuan sebagai berikut: 1. Membangun kesadaran tentang keteraturan dan keindahan alam serta wujud kebesaran Tuhan Yang Maha Esa. 2. Memupuk sikap ilmiah yang mencakup; sikap jujur dan obyektif terhadap data; disiplin dan bertanggung jawab dalam melaksanakan kegiatan; sikap terbuka (bersedia menerima pendapat orang lain serta mau mengubah pandangannya, jika ada bukti bahwa pandangannya tidak benar);ulet dan tidak cepat putus asa; kritis terhadap pernyataan ilmiah (tidak mudah percaya tanpa ada dukungan hasil observasi/data empiris);dan bekerjasama dengan orang lain. 3. Memperoleh pengalaman dalam menerapkan metode ilmiah melalui percobaan atau eksperimen, dimana peserta didik melakukan pengujian hipotesis dengan melakukan eksperimen (yang mungkin melibatkan penggunaan instrumen),pengambilan data, pengolahan dan interpretasi data, serta mengkomunikasikan hasil eksperimen secara lisan dan tertulis. 4. Meningkatkan kesadaran terhadap aplikasi ilmu kimia yang dapat bermanfaat dan juga mungkin merugikan bagi individu, masyarakat, dan lingkungan serta menyadari pentingnya mengelola dan melestarikan lingkungan demi kesejahteraan masyarakat. 11 5. Memahami konsep-konsep kimia dan saling keterkaitannya sebagai bekal belajar kimia di perguruan tinggi. 6. Menerapkan konsep-konsep kimia untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari dan teknologi. 7. Membentuk sikap positif terhadap kimia, yaitu merasa tertarik untuk mempelajari kimia lebih lanjut karena kemampuan kimia menjelaskan secara molekuler sebagai peristiwa alam dan berperan penting dalam pengembangan teknologi. Permendikbud, 2013: 951952) Ilmu kimia mempunyai ciri-ciri yang khas, sehingga dalam mempelajarinya diperlukan teknik belajar tertentu tanpa meninggalkan karakteristik ilmu kimia sebagai produk dan proses. Beberapa ciri kimia menurut Tresna Sastrawijaya (Yoshinta, 2010: 9-10) adalah sebagai berikut :a. Kimia lebih bersifat abstrak sehingga diperlukan teknik pembelajaran kimia untuk dapat membayangkan atau menciptakan gambarangambaran. Gambaran-gambaran dapat membantu peserta didik mengingat yang dibahas dalam ilmu kimia seperti ion, molekul, dan ikatan. b. Bahan pelajaran kimia dimulai dari yang mudah menuju yang sukar sehingga pembelajaran kimia akan menjadi lebih mudah jika berurutan dimulai dari konsep yang mudah ke konsep yang lebih sulit. 12 c. Bahan pelajaran kimia tidak hanya menyelesaikan soal-soal sehingga di dalam pembelajaran kimia diperlukan teknik-teknik yang berbeda. Setiap materi yang berbeda mungkin diperlukan suatu metode yang dapat membantu memahami dan menguasai materi kimia dengan baik. Berdasarkan beberapa definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kimia merupakan suatu kegiatan belajar mengajar yang berlangsung antara pendidik dan peserta didik di dalam konteks pelajaran atau ilmu kimia baik berupa teori maupun praktikum. Dalam pembelajaran ini dapat diterapkan model Project Based Learning (PjBL) pada materi asam basa. 3. Project Based Learning (PjBL) Menurut M. Hosnan (2014: 3) Project Based Learning (PjBL) atau model pembelajaran berbasis proyek PBP) merupakan model pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai media. Guru menugaskan peserta didik untuk melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sistesis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar. Pembelajaran berbasis proyek merupakan strategi pembelajaran yang berfokus pada peserta didik dalam kegiatan pemecahan masalah dan tugas-tugas bermakna lainnya. Pelaksanaan PjBL dapat memberi peluang pada peserta didik untuk bekerja menyelesaikan tugas yang diberikan guru yang puncaknya dapat menghasilkan produk karya peserta didik. Manfaat PjBL diantaranya adalah sebagai berikut :13 a. Memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam pembelajaran. b. Meningkatkan kemampuan peserta didik dalam pemecahan masalah. c. Membuat peserta didik lebih aktif dalam memecahkan masalah yang kompleks dengan hasil produk nyata berupa barang atau jasa. d. Mengembangkan dan meningkatkan keterampilan peserta didik dalam mengelola sumber/bahan/alat untuk menyelesaikan tugas. e. Meningkatkan kolaborasi peserta didik khususnya pada PJBL yang bersifat kelompok (M. Hosnan, 2014: 325).Pembelajaran berbasis proyek merupakan bagian dari proses pembelajaran yang memberikan penekanan pada pemecahan masalah sebagai usaha kolaboratif dalam periode pembelajaran tertentu. Tahaptahap pengembangan pembelajaran berbasis proyek meliputi enam tahap, yaitu :a. searching, yaitu menghadapkan peserta didik pada masalah riil di lapangan dan mendorong mereka mengidentifikasi masalah riil tersebut. Peserta didik didorong untuk mempelajari berbagai karakteristik dan mengidentifikasi permasalahan serta menetapkan masalah yang akan dipecahkan melalui proyek; b. solving, yaitu penentuan alternatif dan merumuskan strategi pemecahan masalah oleh peserta didik. Kelompok kerja peserta didik mengumpulkan informasi, kajian literatur dan merumuskan strategi 14 pemecahan masalah menggunakan konsep-konsep atau prinsipprinsip sosiologi; c. designing, yaitu perencanaan atau perumusan cara kerja; d. creating, yaitu kelompok kerja membuat produk, sebagaimana telah didesain sebelumnya; e. evaluating, peserta didik melakukan pengujian untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan produk yang dihasilkan; f. sharing, yaitu peserta didik mempresentasikan produk yang dihasilkan kepada kelompok lain agar mendapatkan tanggapan baik kritik maupun saran (Soenarto, 2005).Proyek belajar dapat disiapkan dalam kolaborasi dengan instruktur tunggal atau instruktur ganda, sedangkan peserta didik belajar di dalam kelompok kolaboratif antara 4-5 orang. Ketika pebelajar bekerja di dalam tim, mereka menemukan keterampilan merencanakan, mengorganisasi, negosiasi, dan membuat konsensus tentang isu-isu tugas yang dikerjakan, siapa yang bertanggung jawab untuk setiap tugas, dan bagaimana informasi akan dikumpulkan dan disajikan. Keterampilan-keterampilan yang telah diidentifikasi oleh peserta didik ini merupakan keterampilan yang amat penting untuk keberhasilan hidupnya. Karena hakikat kerja proyek adalah kolaboratif, maka pengembangan keterampilan tersebut berlangsung antar peserta didik. Di dalam kerja kelompok suatu proyek, kekuatan individu dan cara belajar yang diacu memperkuat kerja tim sebagai suatu keseluruhan (Waras Khamdi, 2008: 7-8).15 Pembelajaran berbasis proyek memiliki karakteristik sebagai berikut :a. peserta didik membuat keputusan dan membuat kerangka kerja, b. terdapat masalah yang pemecahannya tidak ditemukan sebelumnya, c. peserta didik merancang proses untuk mencapai hasil, d. peserta didik bertanggung jawab untuk mendapatkan dan mengelola informasi yang dikumpulkan, e. melakukan evaluasi secara kontinu, f. peserta didik secara teratur melihat kembali apa yang mereka kerjakan, g. hasil akhir berupa produk dan dievaluasikan kualitasnya, h. kelas memiliki atmosfer yang memberi toleransi kesalahan dan perubahan (Waras Khamdi, 2008: 8).Berdasarkan paparan di atas maka dapat disimpulkan bahwa Project Based Learning (PjBL) merupakan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik untuk dapat menghasilkan suatu produk dengan merancang sendiri prosesnya bersama dengan timnya dan guru hanya sebagai fasilitator. 4. Prestasi Belajar Menurut Sukardjo (2007 :6) prestasi belajar kimia merupakan hasil usaha yang diperoleh peserta didik dalam menguasai standar kompetensi. Hasil belajar kimia atau prestasi belajar kimia berupa perubahan perilaku peserta didik sebagai hasil dari proses belajar pada aspek kognitif, 16 afektif, dan psikomotorik. Beberapa kegunaan hasil belajar kimia antara lain :a. Untuk menentukan keberhasilan peserta didik (achievement).b. Untuk melakukan seleksi peserta didik (selection).c. Untuk melakukan penempatan (placement).d. Untuk melakukan diagnosis remedial (diagnostic and remedial.)e. Untuk melakukan bimbingan (counseling).f. Untuk melakukan perbaikan perencanaan dan pelaksanaan proses pembelajaran (Sukardjo, 2007: 5-6).Menurut Purwanto (Yoshinta, 2010: 24),prestasi belajar kimia dapat diungkap menggunakan soal tes prestasi belajar kimia. Soal tes prestasi belajar kimia yang digunakan berbentuk pilihan ganda dengan 5 alternatif jawaban dan untuk setiap soal hanya ada satu jawaban yang benar. Aspek yang dikembangkan menurut Bloom yaitu ingatan atau hafalan (C1),pemahaman (C2),aplikasi (C3),dan analisis, sintesis, evaluasi (C4,5,6).Berdasarkan pemaparan di atas maka dapat disimpulakan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai oleh seseorang dalam belajarnya hingga mencapai apa yang dituju dengan berbagai metode pembelajaran. 5. Pendidikan Karakter Karakter adalah sifat alami seseorang dalam merespon situasi secara bermoral; sifatnya jiwa manusia, mulai dari angan-angan hingga 17 terjelma sebagai tenaga; cara berfikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara; serangkaian sikap (attitudes),perilaku (behaviors),motivasi (motivations),dan keterampilan (skills);watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebijakan (vitues) yang diyakini dan digunakan sebagai landasan untuk cara pandang, berfikir, bersikap, dan bertindak (Agus Wibowo, 2013: 12).Menurut Mundilarto (2013: 156-158) nilai-nilai dalam pendidikan karakter bangsa yang dimaksud adalah sebagai berikut: a. Religius :sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang akan dilakukan; memiliki keberanian untuk melakukan hal yang benar; dianut, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain. b. Jujur :perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan. Bersikap jujur :tidak menipu, tidak main curang, atau tidak mencuri; dapat diandalkan; apa yang dikatakan membangun reputasi baik; setia pada keluarga, teman, dan negara. c. Toleransi :sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya. Memperlakukan orang lain dengan hormat; mengikuti aturan; memiliki toleransi dan menerima perbedaan; memiliki sopan santun; 18 tutur bahasa baik; menjaga perasaan orang lain; tidak mengancam, memukul, atau melukai siapapun; bersikap damai terhadap kemarahan, penghinaan, dan perselisihan. d. Disiplin :tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. e. Kerja keras :perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas, serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya. f. Kreatif :berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki. g. Mandiri :sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas. h. Demokratis :cara berpikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dengan orang lain. Bertindak sesuai aturan; mau bergiliran dan berbagi; berpikiran terbuka; mendengarkan orang lain; tidak mengambil keuntungan dari orang lain; tidak menyalahkan orang lain serta sembarangan; memperlakukan semua orang secara fair. i. Rasa ingin tahu :sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar. j. Semangat kebangsaan :cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri 19 dan kelompoknya. Menjalankan upaya-upaya untuk memperbaiki kondisi masyarakat; bekerjasama terlibat dalam urusan sosial atau masyarakat; menjadi tetangga yang baik; patuh terhadap hukum dan peraturan; menghormati otoritas; melindungi lingkungan; bersikap relawan. k. Cinta tanah air :cara berpikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa. l. Menghargai prestasi :sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain. m. Bersahabat/komunikatif :tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain. n. Cinta damai :sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya. o. Gemar membaca :kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebijakan bagi dirinya. p. Peduli lingkungan :sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam disekitarnya dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi. 20 q. Peduli sosial :sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. Bertindak secara baik, penuh kasih dan memperlihatkan sikap peduli dan rasa syukur; mengampuni orang lain; membantu orang yang membutuhkan. r. Tanggung jawab :sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial, dan budaya),negara, dan Tuhan Yang Maha Esa. Melakukan apa yang seharusnya dilakukan; memiliki rencana kedepan; tekun :terus mencoba; selalu melakukan yang terbaik; pengendalian diri, disiplin; berpikir sebelum bertindak-mempertimbangkan konsekuensi; bertanggungjawab terhadap kata-kata, tindakan, dan sikap; memberi contoh yang baik bagi orang lain. Pendidikan karakter merupakan sebagai segala usaha yang dapat dilakukan untuk mempengaruhi karakter peserta didik. Menurut Fatchul (2011: 27) karakter memiliki ciri-ciri antara lain sebagai berikut :1. Karakter adalah “siapakah dan apakah kamu pada saat orang lain sedang melihat kamu” character is what you are when nobody is looking).2. Karakter merupakan hasil nilai-nilai dan keyakinan-keyakinan (character is the result of values and beliefs).3. Karakter adalah sebuah kebiasaan yang menjadi sifat alamiah kedua (character is a habit that becomes second nature).21 4. Karakter bukanlah reputasi atau apa yang dipikirkan oleh orang lain terhadapmu (character is not reputation or what others think about you).5. Karakter bukanlah seberapa pihak kamu daripada orang lain (character is not how much better you are than others).6. Karakter tidak relatif (character is not relative).Seorang peserta didik tidak akan bisa memiliki pendidikan karakter bila sebelumnya tidak diberikan pendidikan karakter tersebut oleh pendidiknya yaitu orang tua, guru, dan masyarakat. Pendidikan karakter bisa diberikan kepada anak di rumah, di sekolah, maupun di masyarakat. Karakter tidak hanya dibangun di sekolah .Karakter tidak hanya berasal dari pendidikan formal tetapi juga dari contoh-contoh di rumah dan di masyarakat. Namun sekolah memiliki andil yang sangat besar dalam pendidikan karakter anak. Intinya bahwa ternyata membangun karakter itu harus diiringi dengan karakter yang memberi contoh. Karakter guru yang jelek sering melahirkan peserta didik yang kehilangan karakter. Suatu contoh nyata adalah karakter mengajar guru yang membosankan bisa membuat kita tidak menyukai pelajaran yang disampaikannya (Fatchul, 2011: 27).Dari pemaparan di atas dapat disimpulkam bahwa pendidikan karakter merupakan usaha dan upaya pembelajaran untuk membangun karakter peserta didik yang diharapkan dapat tertanam dalam diri peserta 22 didik untuk menyesuaikan dirinya dengan masyarakat dan lingkungannya. 6. Materi Pokok Kimia Kelas XI Asam Basa Materi pokok yang digunakan dalam erap oleh masyarakat. Media tersebut tidak hanya memberikan hiburan tetapi juga memberikan dampak positif dan juga dampak negatif. Dampak positifnya adalah seperti mudahnya masyarakat dalam memperoleh informasi yang sedang dibicarakan saat ini dan dapat mengikuti perkembangan teknologi di zaman global seperti ini. Namun dampak negatif dari media tersebut tidak dapat disepelekan. Dampak negatif dari media tersebut sangat berpengaruh kepada nilai-nilai yang ada di masyarakat terutama untuk anak-anak. 29 sekarang ini banyak sekali acara televisi yang kurang patut dan sewajarnya tidak ditayangkan karena mengandung moral negatif yang bisa dicontoh oleh anak-anak sehingga moral anak menjadi merosot. Dalam hal ini pendidikan moral dan pendidikan karakter harus ditanamkan dan diterapkan pada generasi-generasi muda bangsa ini sejak dini. Untuk menghadapi masalah tersebut dapat dilakukan penataan dan perbaikan sistem pendidikan secara menyeluruh dan meningkatkan kualitas pendidikan yang sudah ada. Peningkatan kualitas pendidikan dapat dimulai dari perubahan kurikulum. Kurikulum berbasis karakter diharapkan mampu memecahkan berbagai masalah atau persoalan pendidikan secara efektif, efisien, dan sesuai dengan sasaran. Oleh karena itu pemerintah (Mendikbud) mencanangkan kurikulum 2013 yang menekankan pendidikan karakter. Terori kontruktivistik memahami belajar sebagai proses pembentukan (konstruksi) pengetahuan oleh si belajar itu sendiri. Pengetahuan ada di dalam diri seseorang yang sedang mengetahui. Pengetahuan tidak dapat dipindahkan begitu saja dari otak seorang guru kepada orang lain (peserta didik) Eveline, 2011: 39).Pembelajaran kontruktivistik dapat diterapkan dalam pembelajaran kimia yang membantu membangun nilai karakter. Melalui penelitian ini, peneliti mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang muncul melalui model Project Based Learning (PjBL) pembelajaran kimia di SMA Negeri 1 Muntilan. Penelitian ini dilakukan untuk pembelajaran kimia kelas XI Semester 2 SMA Negeri 1 Muntilan tahun pelajaran 2014/2015. 30 Peneliti menggunakan sampel satu kelas yang diberikan pembelajaran dengan model Project Based Learning (PJBL) dan satu kelas yang diberikan pembelajaran tanpa menggunakan model Project Based Learning (PJBL).Melalui model Project Based Learning (PJBL) kemudian dianalisis tentang keefetivitasnya dalam meningkatkan prestasi belajar dan nilai-nilai karakter melalui tes sebelum dan sesudah perlakuan. Nilai-nilai karakter yang diidentifikasi meliputi rasa ingin tahu dan kreatif. D. Hipotesis Penelitian Berdasarkan kerangka teori diatas, maka peneliti mencoba untuk merumuskan hipotesis yang akan diuji kebenarannya yang dapat dibuktikan melalui penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti lebih lanjut, yaitu :1. Terdapat perbedaan nilai karakter peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Muntilan tahun pelajaran 2014/2015 yang mengikuti proses pembelajaran kimia menggunakan model Project Based Learning (PjBL) dan proses pembelajaran kimia tanpa menggunakan model Project Based Learning (PjBL) pada materi asam basa (Ha).2. Terdapat perbedaan yang signifikan nilai karakter peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Muntilan tahun pelajaran 2014/2015 yang mengikuti proses pembelajaran kimia menggunakan model Project Based Learning (PjBL) dengan proses pembelajaran kimia tanpa menggunakan model Project Based Learning (PjBL) pada materi asam basa (Ha).31 3. Terdapat perbedaan yang signifikan antara prestasi belajar peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Muntilan tahun pelajaran 2014/2015 yang mengikuti proses pembelajaran kimia menggunakan model Project Based Learning (PjBL) dengan proses pembelajaran kimia tanpa mengunakan model Project Based Learning (PjBL) pada materi asam basa (Ha).32 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini adalah penelititan yang termasuk dalam jenis penelitian eksperimen. Metode penelitian eksperimen adalah suatu jenis penelitian yang temuan kebenarannya didapatkan dari eksperimen terhadap desain penelitian satu faktor, dua sampel, dan satu kovariabel. Satu faktor yang dimaksud adalah penggunaan model Project Based Learning (PjBL) pada pembelajaran kimia, dua sampel disini adalah dua kelas yang diperbandingkan yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen. Satu kovariabel sebagai kendalinya adalah pengetahuan awal kimia peserta didik. B. Definisi Operasional Variabel Penelitian Variabel yang digunakan pada penelitian ini yaitu :1. Variabel Bebas Variabel bebas pada penelitian ini adalah pembelajaran kimia menggunakan model Project Based Learning (PjBL) pada materi asam basa dengan peserta didik aktif dan pendidik memfasilitasi. 2. Variabel Terikat Variabel terikat pada penelitian ini adalah nilai karakter peserta didik yang diukur dengan angket dan prestasi belajar kimia peserta didik yang diukur berdasarkan hasil belajar kimia peserta didik. 33 3. Variabel Kendali Variabel yang dikendalikan pada penelitian ini adalah pengetahuan awal peserta didik yang berupa nilai prestasi belajar peserta didik yang diperoleh dari tes awal sebelum dilaksanakan proses pembelajaran. C. Populasi, Sampel, Penelitian dan Teknik Sampling 1. Populasi Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI semester 2 peminatan Matematika dan Ilmu Alam SMA Negeri 1 Muntilan tahun pelajaran 2014/2015. 2. Sampel Penelitian Sampel penelitian sebanyak dua kelas yaitu sebagai kelas eksperimen (kelas yang diberi perlakuan) dengan jumlah 32 peserta didik dan kelas pembanding (kontrol) dengan jumlah peserta didik 28 orang. 3. Teknik Sampling Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, artinya pengambilan sampel ditentukan oleh peneliti dalam rangka mencapai suatu tujuan tertentu. Pengambilan data ini dilakukan didasarkan pada pertimbangan keberagaman karakteristik dari peserta didik yang akan dijadikan sampel. Peneliti dalam hal ini mengambil dua kelas yang karakteristiknya hampir sama dalam mengikuti pembelajaran. 34 D. Instrumen Penelitian dan Teknik Pengumpulan Data 1. Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen perlakuan yang berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan instrumen pengambilan data yang berupa soal tes prestasi belajar dan angket nilai karakter belajar kimia. a. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai suatu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam standar isi dan dijabarkan dalam silabus. Dalam penelitian ini dibuat dua macam RPP, yaitu RPP untuk pembelajaran di kelas eksperimen, yaitu dengan model Project Based Learning dan RPP untuk pembelajaran di kelas kontrol dengan model diskusi dan demonstrasi. Selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 4. b. Soal Uji Pengetahuan Awal Instrumen yang digunakan untuk mengetahui pengetahuan awal kimia peserta didik adalah soal prestasi belajar awal peserta didik yang berbentuk objektif. Soal ini diambil dari soal prestasi belajar yang disusun oleh peneliti dan telah divalidasi secara logis. Selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 4. 35 c. Angket Nilai Karakter Angket nilai karakter peserta didik disusun berdasarkan indikator nilai-nilai karakter yang terdapat dalam Pusat Kurikulum, 2010: 3, 37).Nilai karakter peserta didik yang akan diukur adalah rasa ingin tahu dan kreatif. Angket terdiri dari 10 butir pertanyaan yang harus dijawab sejujurnya oleh peserta didik. Instrumen tersebut menggunakan skala Linkert dengan alternatif jawaban yaitu :selalu (SL),sering (SR),kadang-kadang (KD),jarang (JR),dan tidak pernah (TP).Untuk bentuk pernyataan positif skornya 5, 4, 3, 2, 1, sedangkan untuk penyataan negatif skornya 1, 2, 3, 4, 5. Angket nilai karakter peserta didik selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 4. Pengambilan angket nilai karakter bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh perlakuan terhadap nilai karakter peserta didik. d. Soal Tes Prestasi Belajar Instrumen yang digunakan untuk mengetahui prestasi belajar kimia peserta didik menggunakan soal prestasi belajar kimia yang berupa soal pilihan ganda dengan lima alternatif jawaban. Soal prestasi belajar kimia divalidasi secara logis dan untuk memenuhi validasi secara logis maka penyusunan soal didahului dengan pembuatan kisi-kisi soal dengan memperhatikan sebaran tingkat kognitifnya. Tingkat dimensi kognitif menurut Bloom ada 6, yaitu :pengetahuan (C1),pemahaman (C2),aplikasi (C3),analisis (C4),sintesis (C5),dan evaluasi (C6).Tujuan digunakan soal objektif 36 adalah memudahkan peneliti dalam mengukur prestasi belajar peserta didik. Soal prestasi belajar kimia peserta didik sebelum divalidasi dan setelah divalidasi selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 4. 2. Analisis Instrumen Penelitian Validitas instrumen berupa rencana pelaksanaan pembelajaran, soal tes prestasi belajar, dan angket karakter melalui validitas logis, yaitu penilaian dari pakar atau judgement experts. Teknik analisis dari data tersebut dikelompokkan berdasarkan kualifikasi produk yang akan dinilai oleh pakar atau judgement experts kemudian dilakukan perhitungan ratarata atas data yang telah dilakukan pengelompokkan. Dari rata-rata yang telah didapatkan kemudian diubah kedalam kriteria kualitatif dengan ketentuan seperti pada Tabel 1. Tabel 1 diadaptasi dari Direktorat Pembinaan SMA (2010: 59-60) dan digunakan untuk mengetahui kualitas produk yang dikembangkan. Adapun tabel kriteria penilaian skala linkert yaitu sebagai berikut: Tabel 1. Kriteria Penilaian Skala Likert Interval Kriteria Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang Sumber :Direktorat Pembinaan SMA (2010: 59-60) Keterangan :Rata-rata akhir 37 Rata-rata ideal =½ (skor maksimum ideal +skor minimum ideal) Standar deviasi ideal =skor maksimum ideal –skor minimum ideal) Skor maksimum ideal =Σ butir kriteria ×skor tertinggi Skor minimum ideal =Σ butir kriteria ×skor terendah Validasi perangkat pembelajaran yang berupa rencana pelaksanaan pembelajaran divalidasi oleh lima validator, sedangkan untuk soal tes prestasi belajar dan angket nilai karakter divalidasi oleh tiga validator. Dari data yang diperoleh kemudian dikumpulkan berdasarkan produk yang dikembangkan. Analisis dilanjutkan dengan menentukan rata-rata akhir dari data yang diperoleh dan menentukan kategori produk sesuai dengan kriteria validitas. Berdasarkan kriteria pada Tabel 1 kemudian dibuat kriteria validitas untuk produk yang dikembangkan. Karena banyak item pada lembar validasi maka kevalidan dari RPP, soal tes prestasi belajar, dan angket nilai karakter mempunyai kriteria validitas yang berbeda-beda. Kriteria validitas untuk masing-masing produk yang dikembangkan dapat dilihat pada Tabel 2. Adapun tabel kriteria validitasnya adalah sebagai berikut :Tabel 2. Kriteria Validitas Perangkat Pembelajaran Interval TPB RPP ̅ANK Kategori Sangat baik Baik Cukup baik Kurang baik Tidak baik Sumber :Direktorat Pembinaan SMA (2010: 59-60) Keterangan: rata-rata akhir 38 a. Validitas Instrumen Rencana Pelaksanaan Pembelaj

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN BIJI PEPAYA (Carica Papaya L) TERHADAP PENURUNAN BERAT BADAN PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus strain wistar) YANG DIBERI DIET TINGGI LEMAK
23
195
21
EFEKTIFITAS BERBAGAI KONSENTRASI DEKOK DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L) TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR Colletotrichum capsici SECARA IN-VITRO
4
155
1
ANALISIS KOMPARATIF PENDAPATAN DAN EFISIENSI ANTARA BERAS POLES MEDIUM DENGAN BERAS POLES SUPER DI UD. PUTRA TEMU REJEKI (Studi Kasus di Desa Belung Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang)
23
230
16
FREKUENSI KEMUNCULAN TOKOH KARAKTER ANTAGONIS DAN PROTAGONIS PADA SINETRON (Analisis Isi Pada Sinetron Munajah Cinta di RCTI dan Sinetron Cinta Fitri di SCTV)
27
224
2
MANAJEMEN PEMROGRAMAN PADA STASIUN RADIO SWASTA (Studi Deskriptif Program Acara Garus di Radio VIS FM Banyuwangi)
29
212
2
APRESIASI IBU RUMAH TANGGA TERHADAP TAYANGAN CERIWIS DI TRANS TV (Studi Pada Ibu Rumah Tangga RW 6 Kelurahan Lemah Putro Sidoarjo)
8
136
2
PENGEMBANGAN TARI SEMUT BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER DI SD MUHAMMADIYAH 8 DAU MALANG
55
419
20
FENOMENA INDUSTRI JASA (JASA SEKS) TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU SOSIAL ( Study Pada Masyarakat Gang Dolly Surabaya)
63
368
2
ANALISIS PROSPEKTIF SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PADA PT MUSTIKA RATU Tbk
266
1206
22
PENERIMAAN ATLET SILAT TENTANG ADEGAN PENCAK SILAT INDONESIA PADA FILM THE RAID REDEMPTION (STUDI RESEPSI PADA IKATAN PENCAK SILAT INDONESIA MALANG)
43
321
21
KONSTRUKSI MEDIA TENTANG KETERLIBATAN POLITISI PARTAI DEMOKRAT ANAS URBANINGRUM PADA KASUS KORUPSI PROYEK PEMBANGUNAN KOMPLEK OLAHRAGA DI BUKIT HAMBALANG (Analisis Wacana Koran Harian Pagi Surya edisi 9-12, 16, 18 dan 23 Februari 2013 )
64
477
20
PENGARUH PENGGUNAAN BLACKBERRY MESSENGER TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU MAHASISWA DALAM INTERAKSI SOSIAL (Studi Pada Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Angkatan 2008 Universitas Muhammadiyah Malang)
127
498
26
PENERAPAN MEDIA LITERASI DI KALANGAN JURNALIS KAMPUS (Studi pada Jurnalis Unit Aktivitas Pers Kampus Mahasiswa (UKPM) Kavling 10, Koran Bestari, dan Unit Kegitan Pers Mahasiswa (UKPM) Civitas)
105
437
24
PEMAKNAAN BERITA PERKEMBANGAN KOMODITI BERJANGKA PADA PROGRAM ACARA KABAR PASAR DI TV ONE (Analisis Resepsi Pada Karyawan PT Victory International Futures Malang)
18
208
45
STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK PARTAI POLITIK PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH TAHUN 2012 DI KOTA BATU (Studi Kasus Tim Pemenangan Pemilu Eddy Rumpoko-Punjul Santoso)
119
454
25
Show more