PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 LINTONGNIHUTA T.A. 2013/2014.

Gratis

0
1
23
2 years ago
Preview
Full text
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS ( STAD ) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 LINTONGNIHUTA T.A 2012/2014. Oleh: Adi Gunawan S Sihombing NIM 409111001 Program Studi Pendidikan Matematika SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN MEDAN 2013 .ffi€frBn*ld aE i.-l-_ .Fffigirersf,il a-+-'*"*, 5;-;S-#il# {"tu;i _ijE-rrffiiE5Jry, - ::+*.--.^ -*. .-- *;;--.-+ .&:46!E. 8&^_&;;.* lq!crDI-r!-: li{,t=#.; ;' ;Fi.;;il,n=.;J; ;-'*-+ t_t : I+ \ I snf :f: F-= 'rI .!{:L-=-!4.P! L----{:+4,#f.:-- Sif.IEEEffiiEil=&E;ffig fr enfrm* E&* v a""/ Ilrr &r$ri.il.lh[ PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ECHIEVEMENT DIVISISONS ( STAD ) UNTUK MENINGKATAKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 LINTONGNIHUTA T.A 2013/2014 Adi Gunawan S Sihombing (NIM 409111001) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar matematika siswa kelas X-3 SMA Negeri 1 Lintongnihuta. Penelitian dilakukan terhadap 37 orang siswa kelas X-3 SMA Negeri 1 Lintongnihuta pada Tahun Ajaran 2013/2014 dengan menerapkan metode Student Teams Achievement Divisios (STAD) pada pokok bahasan persamaan kuadrat. Pada awal penelitian dilakukan observasi terhadap motivasi belajar siswa dan diperoleh data bahwa rata-rata motivasi awal siswa adalah 61,71%. Setelah diberikan perlakuan pada siklus I dengan menerapkan metode Student Teams Achievement Divisions (STAD) maka diperoleh data rata-rata motivasi siswa pada pertemuan I sebesar 69,75Ini berarti terjadi peningkatan motivasi belajar siswa setelah dilakukan tindakan. Untuk mengetahui Hasil belajar siswa pada pokok bahasan Persamaan Kuadrat, maka diberikan tes hasil belajar. Dari hasil tes hasil belajar siswa I diperoleh data bahwa sebanyak 19 (51,35 %) siswa telah mencapai ketuntasan belajar. Karena Hasil belajar matematika siswa secara keseluruhan belum mencapai 70 % maka dilanjutkan tindakan pada siklus II. Dari hasil tes Hasil belajar siswa II diperoleh data bahwa sebanyak 32 (86,49 %) siswa telah mencapai ketuntasan belajar dengan kategori sangat tinggi, tinggi dan cukup tinggi. Ini berarti terjadi peningkatan hasil belajar matematika siswa dari siklus I ke siklus II. Dari hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa metode Student Team Achievement Divisions dapat meningkatkan Motivasi dan hasil belajar matematika siswa pada pokok bahasan persamaan kuadrat di kelas X SMA Negeri 1 Lintongnihuta pada Tahun Ajaran 2013/2014. i KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala berkat dan anugerah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik yang berjudul “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Matematika Siswa kelas X SMA Negeri 1 Lintongnihuta T.A 2013/2014”. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan skripsi ini tidak mungkin terwujud tanpa dukungan, bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dengan sepenuh hati penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. Bapak Prof. Ibnu Hajar, selaku Rektor Universitas Negeri Medan 2. Bapak Prof. Motlan Sirait, selaku Dekan FMIPA Universitas Negeri Medan 3. Bapak Dr.Syafari, M.Pd, selaku Ketua Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Medan 4. Bapak Drs. Yasifati Hia, M.Si selaku Sekretaris Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Medan 5. Ibu Dra. N. Manurung, MPd selaku Dosen Pembimbing Skripsi yang telah banyak memberikan bantuan berupa arahan, bimbingan dan saran kepada penulis selama penyusunan skripsi ini 6. Bapak Drs. Togi, M.Pd , Bapak Drs.J. Ambarita, M.Pd, dan Ibu Dra.Nerly Khairani, M.Si selaku dosen pemberi saran yang telah memberi masukan mulai dari perencanaan penelitian sampai dengan penyusunan skripsi ini 7. Bapak dan Ibu Dosen serta staf pegawai FMIPA Universitas Negeri Medan 8. Bapak Drs. M.Siagian selaku kepala sekolah dan Ibu M.Hutauruk, S.Pd selaku guru matematika serta seluruh Bapak dan Ibu guru SMA Negeri 1 Lintongnihuta yang telah membantu penulis selama melakukan penelitian 9. Teristimewa penulis sampaikan terima kasih kepada ayahanda Gunung Sihombing dan ibunda Korby Silaban yang telah banyak memberi kasih ii sayang, dukungan, nasehat, dan doa sehingga perkuliahan dan penyusunan skripsi ini dapat terlaksana dengan baik 10. Kakak dan adik-adik saya Yulia SIhombing, Andika Sihombing, Dedi Sihombing dan Helwita Sihombing yang telah memberi dukungan, semangat dan doa kepada penulis 11. Teman dan sahabat terbaik penulis, Indra Manurung,Michael Manullang, Doddy Simamora,Fransiska Manalu, Roland Sianturi yang membuat penulis termotivasi dan membantu saya dalam menyelesaikan skripsi ini. Dan tak lupa juga kepada sahabat-sahabatku sesama mahasiswa jurusan matematika yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, terkhusus kepada teman-teman MATH’09A. Penulis telah berupaya semaksimal mungkin dalam penyusunan skripsi ini, namun kemungkinan masih banyak kekurangan dalam skripsi ini baik dari segi isi, maupun tata bahasa, untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari pembaca. Penulis berharap kiranya skripsi ini dapat berguna dan bermanfaat bagi penulis dan pembaca dalam usaha peningkatan pendidikan dimasa yang akan datang. Medan, Agustus 2013 Penulis, Adi Gunawan S Sihombing NIM : 409111001 vi DAFTAR ISI Halaman Lembar pengesahan i Riwayat hidup ii Abstrak iii Kata penghantar iv Daftar isi vi Daftar tabel ix Daftar gambar x Daftar lampiran xi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1 1.2 Identifikasi Masalah 5 1.3 Pembatasan Masalah 6 1.4 Rumusan Masalah 6 1.5 Tujuan Penelitian 6 1.6 Manfaat Penelitian 7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kerangka Teoritis 2.1.1 Pengertian Belajar Matematika 8 2.1.2 Pengertian Hasil Belajar 8 2.1.3 Motivasi belajar Siswa 10 vii 2.1.3.1 Pengertian ..motivasi 10 2.1.3.2 Ciri – ciri Motivasi belajar 11 2.1.3.3 Fungsi Motivasi dalam Belajar 12 2.1.3.4 Unsur-unsur yang Mempengaruhi Motivasi Belajar 13 2.1.3.6 Bentuk dan Cara Menumbuhkan Motivasi Belajar Siswa 14 2.1.3.7 Teori Motivasi 14 2.1.4 Model Pembelajaran Cooperative Learning 2.1.4.1 Modeel Pembelajaran 17 2.1.4.2 Unsur-unsure Model Pembelajaran Cooperative Learning 18 2.1.4.3 Pengelolaan Kelas Cooperative Learning 19 2.1.4.4 Tipe Pembelajaran Cooperative Learning 22 2.1.5 Pembelajaran Cooperative Tipe STAD 2.1.5.1 Kelebihan dan Kekurangan model Pembelajaran kooperative Tipe STAD 2.1.8 Materi Ajar Persamaan Kuadrat 2.3 Hipotesis Tinadakan 26 28 37 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian 38 3.2 Lokasi Penelitian 38 3.3 Subjek dan Objek Penelitian 38 3.4 Alat Pengumpul Data 38 3.5 Rancangan Tindakan 41 3.6 Teknik Analisa Data 44 3.7 Indikator Keberhasilan Penelitian 47 BAB IV PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian 4.1.1 Siklus I 4.1.1.1 Permasalahan I 49 4.1.1.2 Alternatif Pemecahan Masalah Siklus I 50 viii 4.1.1.3 Pelaksanaan Tindakan Siklus I 50 4.1.1.4 Observasi Siklus I 51 4.1.1.5 Analaisis Data Siklus I 52 4.1.1.6 Refrleksi Siklus I 57 4.1.2 Siklus II 4.1.2.1 Permasalahan II 58 4.1.2.3 Pelaksanaan Tindakan Siklus II 58 4.1.2.4 Observasi Siklus II 60 4.1.2.5 Analaisis Data Siklus II 61 4.1.2.6 Refrleksi Siklus II 65 4.2 Temuan Penelitian 66 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan 68 5.2 Saran 69 DAFTAR PUSTAKA 70 ix DAFTAR TABEL Halaman Tabel 2.1 Langkah-langkah pembelajaran Kooperatif 25 Tabel 3.4.1 Kriteria Penilaian Angket Motivasi Siswa 38 Tabel 3.4.2 Indikator Penyusunan Angket Motivasi Belajar 38 Tabel 3.7.3.1 Tingkat Penguasaan Siswa 45 Tabel 4 1.1.1 Ringkasan Motivasi Belajar Awal Siswa 49 Tabel 4.1.1.2 Deskripsi Tingkat Kemampuan Pada Tes Hasil Belajar I 53 Tabel 4.1.1.3 Gambaran Persentase Ketuntasan Belajar Tes Hasil Belajar 1 53 Tabel 4.1.1.4 Ringkasan Motivasi Belajar Akhir Siswa 54 Tabel 4.1.1.5 Tabel Observasi Kegiatan pembelajaran Siklus I 55 Tabel 4.1.1.6 Papapran Observasi Langkah Pembelajaran 56 Tabel 4.1.2.1 Deskripsi Tingkat Kemampuan Siswa Pada Tes Hasil Belajar II 62 Tabel 4.1.2.2 Gambaran Persentase Ketuntasan Belajar Tes Hasil Belajar II 62 Tabel 4.1.2.3 Tabel Observasi Kegiatan Pembelajaran Siklus II 63 Tabel 4.1.2.4 Paparan Observasi Langkah Pembelajaran 64 x DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 3.1 Desain Penelitian Tindakan Kelas Gambar 5.1 Tempat Penelitian 42 155 Gambar 5.2 Peneliti Memperkenalkan Diri di depan Kelas dan Tujuan Pembelajaran Gambar 5.3 Peneliti Menjelaskan Materi Pembelajaran 155 156 Gambar 5.4 Peneliti Membagi siswa dalam beberapa kelompok dan membagikan LKS 156 Gambar 5.5 Tiap anggota kelompok aktif mengerjakan LKS 157 Gambar 5.6 Tiap anggota kelompok aktif mengerjakan LKS 157 Gambar 5.7 Peneliti Membimbing kelompok 158 Gambar 5.8 Siswa Mempersentasikan Hasil pekerjaannya di depan kelas 158 Gambar 5.9 Peneliti dan Siswa Sama-sama mengecek hasil pekerjaan dari salah satu kelompok 159 Gambar 5.10 Peneliti memberi hadiah kepada kelompok yang mempersentasikan Hasil kerja kelompok ke depan 159 Gambar 5.11 Observan (Guru) sedang mengamati peneliti yang sedang Mengajar 160 Gambar 5.12 Peneliti sedang membagi lembar tes hasil belajar 160 Gambar 5.13 Siswa-siswi sedang melakukan Ujian tes hasil belajar 161 Gambar 5.14 Peneliti dan siswa sama –sama menarik kesimpulan 161 xi DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran I 72 Lampiran 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran II 78 Lampiran 3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran III 87 Lampiran 4. Rencana Pelakasanaan Pembelajaran IV 88 Lampiran 5. Lembar Aktivitas Siswa I 93 Lampiran 6. Lembar Aktivitas Siswa II 98 Lampiran 7. Lembar Aktivitas Siswa III 102 Lampiran 8. Lembar Akktivitas Siswa IV 109 Lampiran 9 .Alternatif Penyelesaian LKS 1 111 Lampiran 10.Alternatif Penyelesaian LKS II 113 Lampiran 11.Alternatif Penyelesaian LKS III 116 Lampiran 12.Alternatif Penyelesaian LKS IV 115 Lampiran 13.Angket Motivasi Belajar (Awal) 117 Lampiran 14.Angket Motivasi Belajar (Akhir) 120 Lampiran 15.Kisi - kisi Angket Motivasi Belajar (Awal) 123 Lampiran 16.Kisi - Kisi Angket Motivasi Belajar (Akhir) . 124 Lampiran 17.Tes Diagnostik 126 Lampiran 18.Alternatif Penyelesaian Tes Diagnostik 127 Lampiran 19.Kisi – kisi Tes Hasil Belajar 130 Lampiran 20.Tes Hasil Belajar I 131 Lampiran 21.Alternatif Penyelesaian TesHasil Belajar I 132 Lampiran 22.Pedoman Penskoran Tes hail Belajar I 136 Lampiran 23.Lembar Validasi Tes I 137 Lampiran 24.Tes Hasil Belajar II 138 Lampiran 25. Alternatif Penyelesaian Tes Hasil Belajar II 139 Lampiran 26.Lembar Validasi Soal Tes Hasil Belajar II .. 141 Lampitan 27.Lembar Hasil Validasi Soal Tes Hasil Belajar I Lampiran 28. Lembar Hasil Validasi Tes II .142 143 xii Lampiran 29.Daftar Nama Validator 144 Lampiran 30.Lembar Observasi Dalam Pembelajaran I 145 Lampiran 31.Lembar Observasi Dalam Pembelajaran II 147 Lampiran 32.Data Hasil Angket Motivasi Belajar Awal 149 Lampiran 33 Data Hasil Angket Motivasi Belajar Akhir 151 Lampiran 34.Data Tes Hasil Belajar I 153 Lampiran 35.Data Tes Hasil Belajar II 154 Lampiran 36.Dokumentasi 155 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Matematika adalah salah satu pelajaran yang sangat penting untuk dipelajari oleh siswa dalam dunia pendidikan. Matematika diberikan pada setiap jenjang pendidikan untuk menyiapkan siswa dalam menghadapi perkembangan dunia yang semakin maju dan berkembang pesat. Menurut Cornellius (dalam Abdurrahman, 2003 : 253) yang mengemukakan bahwa : “Ada lima alasan pentingnya belajar matematika yaitu karena matematika merupakan : (1) sarana berpikir yang jelas dan logis, (2) sarana untuk memecahkan kehidupan sehari – hari (3) sarana mengenal pola – pola hubungan dan generalisasi pengalaman, (4) sarana untuk mengembangkan kreativitas, dan (5) sarana untuk meningkatkan kesadaran terhadap perkembangan budaya”. Mengingat pentingnya matematika, maka sangat diharapkan siswa untuk menguasai pelajaran matematika. Proses belajar mengajar matematika diperlukan minat dan motivasi siswa yang tinggi guna menunjang keberhasilan pembelajaran matematika sehingga hasil belajar yang diperoleh tinggi. Namun kenyataannya dalam pembelajaran matematika siswa cenderung kurang berminat dan termotivasi belajar matematika. Hal ini ditandai dengan banyaknya siswa yang absen dan bolos pada saat mata pelajaran matematika. Siswa menganggap matematika itu sebagai mata pelajaran yang membosankan dan sebagian besar siswa menjadikan matematika itu sebagai momok yang menakutkan sehingga menyebabkan hasil belajar yang belum maksimal. Hal ini sependapat dengan Laarul (dalam http://laarul.blogspot.com/2009/12/matematika-dan-peradaban- dunia.html) yang mengatakan bahwa: “Siswa sering sekali merasa bosan dan matematika sebagai pelajaran yang kurang menyenangkan, momok menakutkan yang kemudian mereka pun tidak mampu menerapkan teori di sekolah untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari- hari”. Beberapa faktor yang menyebabkan permasalahan di atas muncul, salah satunya adalah rendahnya motivasi belajar siswa terhadap matematika sebagaimana dikemukakan oleh Purba (dalam Hutajulu 2010: 2) yang mengatakan bahwa: “Belajar dan pembelajaran yang tidak memiliki motivasi maka hasil belajar tidak akan mencapai sasaran dan tidak terarah dalam pelaksanaanya. Apabila seseorang belajar tanpa adanya dorongan sesuatu yang mengerakkan atau mengarahkan maka situasi belajar tidak akan menggairahkan bahkan lebih cepat mengalami kelelahan dan kebosanan”. Motivasi adalah sesuatu yang mendorong seseorang dalam perubahan atau melakukan tingkah laku. Motivasi mempunyai peranan penting dalam proses belajar mengajar baik bagi guru maupun siswa. Bagi guru mengetahui motivasi belajar dari siswa sangat diperlukan guna memelihara dan meningkatkan semangat belajar siswa. Bagi siswa motivasi belajar dapat menumbuhkan semangat belajar sehingga siswa terdorong untuk melakukan perbuatan belajar. Siswa melakukan aktivitas belajar dan senang karena didorong motivasi dan dengan hal itu diharapkan daya serap siswa terhadap materi pelajaran dapat lebih baik lagi. Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan pada hari senin (4/03/2013), di SMA Negeri 1 Lintongnihuta. Peneliti menemukan bahwa masalah awal dalam penelitian ini adalah tingkat motivasi awal siswa untuk belajar matematika rendah. Temuan awal penelitian ini diperoleh dari hasil angket motivasi belajar siswa pada salah satu kelas X SMA Negeri 1 Lintongnihuta yaitu di kelas X-1 yang terdiri dari 32 siswa. Hasil angket yang diperoleh menunjukkan bahwa rata – rata motivasi belajar siswa sebesar (rendah). Sehingga dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar matematika siswa di kelas X SMA Negeri 1 Lintongnihuta masih rendah dan hasilnya dapat dilihat pada gambar berikut: Persentase rata-rata motivasi belajar siswa kelas X -1 Percaya Diri 64,47% (sedang) Tekun 63,46% (rendah) Minat 64,18% (rendah) Ingin Bersaing 65,34% (sedang) Ulet 64,42% (rendah) Gambar1.1 Berdasarkan hasil wawancara dengan guru bidang studi matematika kelas X SMA Negeri 1 Lintongnihuta , M.Hutauruk, S.Pd beliau mengungkapkan bahwa : ”Berdasarkan pengamatan proses belajar matematika, jika guru menyuruh siswa untuk menyelesaikan soal matematika harus disebut dulu namanya kemudian barulah siswa mau kedepan mencoba menyelesaikannya, bukan dari spontanitas siswa untuk maju ke depan dalam menyelesaikan soal yang sulit, kebanyakan siswa hanya menunggu jawaban dari temannya saja, dan masih banyak siswa yang kurang serius,sering mengeluh karena mengalami kesulitan dalam belajar matematika sehingga cenderung kurang termotivasi untuk belajar di sekolah maupun mengulang pelajarannya di rumah. Dari pernyataan tersebut disimpulkan bahwa proses pembelajaran yang dilaksanakan X SMA Negeri 1 Lintongnihuta , terutama pada kelas X lebih banyak menekankan pada aktivitas guru dari pada aktivitas siswa sehingga siswa kurang aktif dan kurangnya motivasi dalam proses belajar mengajar dapat menyebabkan rendahnya hasil belajar. Seperti masalah yang dikemukakan di atas, bahwa pada umumnya para siswa kurang tertarik belajar matematika. Hal ini terjadi karena kenyataannya dalam pelaksanaan pembelajaran matematika masih berpusat pada guru. Seperti yang diungkapkan Trianto (2010:1-2) : “Berdasarkan hasil analisis penelitian terhadap rendahnya hasil belajar peserta didik, hal tersebut disebabkan proses pembelajaran yang didominasi oleh pembelajaran tradisional. Pada pembelajaran ini suasana kelas cenderung teacher-centered sehingga siswa menjadi pasif. Oleh karena itu perlu perubahan paradigma pembelajaran dari yang semula berpusat pada guru (teacher centered) menjadi berpusat pada siswa (student centered). Berdasarkan pandangan di atas, maka permasalahan yang muncul adalah bagaimana upaya guru untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan model pembelajaran yang tepat yang dapat meningkatkan kreativitas siswa”. Dari sumber yang sama juga diketahui bahwa nilai rata-rata hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Lintongnihuta masih rendah. Hal ini dapat diperoleh dari nilai rata – rata ulangan harian siswa kelas X-1 yang berjumlah 32 siswa, menunjukkan bahwa 12 siswa (38,46%) memperoleh nilai di atas 60, dan sebanyak 20 siswa (61,54%) memperoleh nilai di bawah 60. Hal ini menunjukkan bahwa penguasaan siswa di kelas X SMA Negeri 1 Lintongnihuta terhadap matematika masih kurang, sehingga hasil belajarnya masih rendah karena jauh dari nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yaitu 60. Dari permasalahan diatas, perlu diterapkan suatu model pembelajaran matematika yang diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi siswa SMA Negeri 1 lintongnihuta. Usaha yang dapat dilakukan oleh guru untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa adalah dengan membelajarkan siswa secara berkelompok (kooperatif). Model pembelajaran kooperatif dapat dijadikan model alternatif yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Untuk itu kepala sekolah, guru dan peneliti sepakat menggunakan model pembelajaran yang menumbuhkan kemauan belajar siswa pada pembelajaran matematika. Salah satu model pembelajaran yang dianggap peneliti dapat meningkatkan hasil belajar siswa khususnya matematika adalah model pembelajaran kooperatif (cooperative learning) dalam tipe Student Team Achievement Division (STAD). Model pembelajaran kooperatif tipe STAD merupakan model tipe STAD ini, guru yang paling sederhana. Dalam membentuk tim belajar yang beranggotakan 4 sampai 5 orang yang merupakan gabungan menurut prestasi/tingkat kemampuan siswa, jenis kelamin dan suku ( Agus Suprijono,2009 :133). Model pembelajaran kooperatif yang dimaksud adalah model pembelajaran yang memilki struktur, tujuan dan penghargaan kooperatif. Siswa bekerjasama dalam situasi semangat pembelajaran kooperatif dan membutuhkan kerjasama untuk mencapai tujuan bersama dan mereka harus mengkoordinasikan usahanya untuk menyelesaikan tugas. Dalam pembelajaran kooperatif siswa akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep yang sulit, apabila mereka saling mendiskusikan masalah-masalah tersebut dengan temannya. Guru menyajikan pelajaran sebagai pengetahuan tambahan bagi siswa dalam beberapa menit. Kemudian guru menyuruh siswa bekerja dalam tim mereka. Untuk memastikan siswa tersebut mengerti/menguasai materi pelajaran tersebut guru memberikan tes untuk setiap siswa. Dari uraian diatas peneliti ingin meneliti tentang, “ Penerapan Model Pembelajaran kooperatif tipe Student Teams – Achievemnt Divisions ( STAD ) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Lintongnihuta T. A. 2013/2014”. 1.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan Latar Belakang masalah maka yang menjadi Identifikasi Masalah adalah : 1. Rendahnya hasil belajar siswa pada bidang studi matematika. 2. Kurangnya motivasi siswa dalam mempelajari matematika. 3. Persamaan kuadrat merupakan salah satu materi yang sulit dipelajari siswa dalam matematika. 4. Kurang tepatnya model pembelajaran yang digunakan oleh guru sehingga perlu diadakan variasi lain yaitu dengan penerapan model pembelajaran kooperative tipe STAD. 1.3 Pembatasan Masalah Agar masalah yang diteliti lebih jelas dan terarah maka perlu ada pembatasan masalah dari identifikasi masalah. Adapun masalah dalam penelitian ini hanya dibatasi pada pembelajaran materi persamaan kuadrat dengan penerapan Model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievemnt Divisions (STAD) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar matematika di kelas X SMA Negeri 1 Lintongnihuta T.A 2013/2014. 1.4 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Bagaimana motivasi belajar siswa siswa dalam pembelajaran matematika di kelas X SMA Negeri 1 Lintongnihuta dengan menggunakan metode Student Team Achievemnt Divisions (STAD)? 2. Bagaimana hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika di kelas X SMA Negeri 1 Lintongnihuta dengan menggunakan metode Student Team Achievemnt Divisions (STAD) ? 1.5 Tujuan Penelitian Berdasarkan dari rumusan masalah, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui Motivasi belajar siswa di kelas X SMA Negeri 1 Lintongnihuta dengan penerapan metode pembelajaran Student Team Achievement Divisions ( STAD). 2. Untuk mengetahui Hasil belajar siswa di kelas X SMA Negeri 1 Lintongnihuta dengan penerapan metode pembelajaran Student Team Achievement Divisions ( STAD) 1.6 Manfaat Penelitian Manfaat Penelitian ini adalah : 1. Bagi guru: Sebagai masukan bagi guru di SMA N I Lintongnihuta untuk menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk materi Persamaan kuadrat. 2. Bagi siswa: Sebagai usaha untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. 3. Pihak Sekolah: Sebagai masukan dan sumbangan pemikiran dalam rangka perbaikan kualitas pembelajaran 4. Bagi peneliti: Sebagai bahan informasi sekaligus sebagai bahan pegangan bagi peneliti dalam menjalankan tugas pengajaran sebagai calon tenaga pengajar. 1 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data dan hasil observasi dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Achievement Divisions (STAD) dapat meningkatkan Student Teams Motivasi belajar Matematika siswa kelas X SMA Negeri 1 Lintongnihuta yaitu dari angket motivasi awal siswa secara klasikal sebesar 61,71% (rendah) pada siklus I dikelas X-3 dan Pada siklus II dikelas yang sama diperoleh bahwa rata – rata motivasi belajar akhir siswa secara klasikal sebesar 69,75% (sedang). 2. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Achievement Divisions (STAD) dapat meningkatkan Student Teams Hasil Belajar Matematika siswa kelas X SMA Negeri 1 Lintongnihuta. Ini dapat dilihat Pada tes hasil belajar setelah tindakan I diberikan (siklus I), nilai rata – rata kelas adalah 62,18 dan tes hasil belajar siklus II, nilai rata – rata kelas adalah 77,02. 1.2 Saran Berdasarkan kesimpulan diatas, ada beberapa saran yang perlu disampaikan yaitu: 1. Bagi guru khususnya guru matematika sebaiknya menerapkan Student Teams Achievement Divisions sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan dapat membuat siswa menjadi lebih termotivasi untuk mengikuti pembelajaran didalam kelas. 2. Bagi peneliti lanjutan yang berminat melakukan penelitian dengan objek yang sama dengan penelitian ini, agar hasil dan perangkat penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan untuk menerapkan Student Teams 2 Achievement Divisions dalam proses pembelajaran pada materi persamaan kuadrat atau pun pokok bahasan yang lain dan disarankan untuk mengembangkan penelitian ini dengan mempersiapkan pembelajaran dengan Student Teams Achievement Divisions yang lebih baik dan meningkatkan penguasaan kelas. 70 DAFTAR PUSTAKA Abdurahman, Mulyono. 2003. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Rineka Cipta : Jakarta . Anita Lie.2002. Cooperative Learning. PT Grasindo : Jakarta. Arikunto, Suharsimi. 2010. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revisi). Bumi Aksara : Jakarta . Dedy Gunawan, Hutajulu. 2005. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif STAD dengan menggunakan LKS untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di SMA T.A 2009/2010. Medan : Unimed. Dimyanti dan Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Penerbit Rineka Cipta : Jakarta. Djamarah, S dan Aswan, Z. (2006). Strategi Belajar Mengajar. Penerbit Rineka Cipta : Jakarta. Ibrahim. 1996. Pembelajaran Cooperatif. Surabaya: Unesa-Universitsy Press.\ Mulyasa, E., (2003), Kurikulum Berbasis Kompetensi, Penerbit Remaja Rosdakarya, Bandung Nurkanca ,W. 1986. Evaluasi Pendidikan.Usaha Nasional : Surabaya. Sardiman, A.M. 2009. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. PT Raja Grafindo Persada : Jakarta . Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Penerbit Rineka Cipta :Jakarta. Slavin , Robert. 2005.Cooperative Learning. Nusa Media : Bandung. Sudjana. 2005. Metode Statistika Edisi Ke 6. Tarsito : Bandung. 71 Suprijono,Agus. 2009. Cooperative Learning. Pustaka Belajar : Yogyakarta. Trianto. 2007.Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Kontruktivistik. Penerbit Prestasi Pustaka : Jakarta. UNESCO : (http://ugm.ac.id/index.php?page=rilis&artikel=4467). Zainure : (http://zainure.wordpress.com/2013/03/16).

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENGGUNAAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) DALAM PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VA SD NEGERI 06 METRO BARAT
0
16
69
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS II SD NEGERI 1 TALANG JAWA TAHUN PELAJARAN 2011/2012
0
11
34
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) PADA SISWA KELAS 1V SD NEGERI 2 MATARAM KABUPATEN PRINGSEWU
0
6
38
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) PADA SISWA KELAS 1V SD NEGERI 2 MATARAM KABUPATEN PRINGSEWU
0
5
40
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) KELAS IV SISWA SD NEGERI TANJUNG SENANG BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2012/2013
0
17
67
KOMPARASI HASIL BELAJAR EKONOMI ANTARA MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DAN TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVMENT DIVISION (STAD) PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 TERBANGGI BESAR TAHUN PELAJARAN 2012/2013.
0
17
110
KOMPARASI HASIL BELAJAR EKONOMI ANTARA MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DAN TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVMENT DIVISION (STAD) PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 TERBANGGI BESAR TAHUN PELAJARAN 2012/2013.
0
5
94
MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 3 BOJONG TAHUN PELAJARAN 2012/2013
0
8
107
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENT TEAMS ACHIVEMENT DIVISIONS (STAD) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PKn KELAS V SDN SRI BASUKI KECAMATAN NEGERI BESAR KABUPATEN WAY KANAN
0
14
54
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA KELAS IV SD NEGERI 7 METRO BARAT
0
5
79
KOMPARASI KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) DAN TIPE THINK-PAIR-SHARE (TPS) PADA SISWA SMP
0
0
8
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MODEL PpEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS-ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) (mardani)
0
0
10
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIIA SMP NEGERI 1 KALIBAWANG
1
1
6
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA
0
0
10
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA
0
0
8
Show more