Pengembangan media pembelajaran konvensional kotak dakon KPK materi kelipatan persekutuan terkecil untuk siswa kelas IV sekolah dasar

Gratis

0
10
155
2 years ago
Preview
Full text

HALAMAN PERSEMBAHAN

  Karya ini kupersembahkan untuk: Ayah dan Ibuku tercinta, Bapak Stanislaus Nonggor dan Ibu Elisabhet PermaisuriOnifa yang telah berjuang sehingga saya bisa berada disini, yang selalu memberikan semangat dan motivasi, yang selalu mendukung cita-cita, dan yang selalu mengajarkankukesabaran, keiklasan, dan ketulusan dalam melaksanakan segala sesuatu, dan yang selalu menyertakan nama saya dalam lantunan doa-doa Saudara dan saudariku Laurensius B. Dengan demikian saya memberikan kepada perpustakan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalambentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untukkepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalty kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai peneliti.

KATA PENGANTAR

  selaku dosen pembimbing yang telah membimbing dan menuntun dengan kesabaran, kesetiaan, dan kebijaksanaansehingga peneliti dapat menyelesaikan penelitian ini. Ayah dan Ibu tercinta yang telah mendukung peneliti melalui doa-doa serta motivasi yang dengan tulus diberikan kepada peneliti.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan salah satu sarana dalam mendidik siswa. Melalui

  Berlakunya kurikulum 2013 dalam pendidikan di Indonesia juga menuntut guru untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mengelola pembelajaran apalagipemberlakuan kurikulum ini menekankan pada aktivitas siswa yang konkret selama Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan pada Sabtu, 26 September 2015 dengan guru kelas IV di SDN Kalasan I, penggunaan media pembelajaran untukmateri KPK di kelas IV masih jarang digunakan. Beliau mengatakan minimnya penggunaan media pembelajaran diakibatkan karena guru masih sulit menemukanmedia yang cocok untuk mengatasi masalah yang dihadapi siswa serta memiliki keterbatasan waktu untuk membuat media pembelajaran yang konvensional.

B. Rumusan Masalah

  Bagaimana mengembangkan media pembelajaran Kotak Dakon KPK mengacu kurikulum SD 2013 pada Subtema Pemanfaatan Energi untuk siswakelas IV Sekolah Dasar? Bagaimana kualitas produk media pembelajaran Kotak Dakon KPK mengacu kurikulum SD 2013 pada Subtema Pemanfaatan Energi untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar?

1. Untuk mendeskripsikan prosedur pengembangan produk media pembelajaran

  Kotak Dakon KPK mengacu kurikulum SD 2013 pada Subtema Pemanfaatan Energi untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar. Untuk mengetahui kualitas produk media pembelajaran Kotak Dakon KPK mengacu Kurikulum SD 2013 pada Subtema Pemanfaatan Energi untuk siswakelas IV Sekolah Dasar.

D. Manfaat Penelitian

  Penelitian ini dapat memotivasi guru supaya menggunakan media pembelajaran sebagai media untuk menarik perhatian siswa atau membantusiswa memahami berbagai konsep yang dipelajari dalam proses pembelajaran di kelas. Bagi siswaSiswa akan mengalami proses pembelajaran yang bermakna serta memperoleh prestasi belajar yang memuaskan pada materi KPK dengan mengembangkanmedia pembelajaran Kotak Dakon KPK mengacu kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas IV Sekolah Dasar.

5. Bagi Program Studi PGSD

Prodi PGSD dapat memperoleh bahan bacaan tambahan perpustakaan terkait dengan penelitian Research and Development (R&D) khususnyapengembangan media pembelajaran Kotak Dakon KPK mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar.

E. Batasan Istilah

  Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang dikembangkan dari kurikulum sebelumnya yaitu KurikulumBerbasis Kompetensi (KBK) dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan(KTSP). Media pembelajaranMedia pembelajaran merupakan media yang digunakan oleh guru yang dapat berfungsi sebagai alat bantu dalam pengajaran untuk menciptakansuasana belajar yang efisien dan efektif.

3. Media konvensional

4. Kotak Dakon KPK

  Anitah (2010: 5) menyatakan bahwa media adalah setiap orang, bahan, alat, atau peristiwa yangdapat menciptakan kondisi yang memungkinkan siswa untuk menerima pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Berdasarkan pengertian tersebut, dapatdisimpulkan bahwa media konvensional merupakan media yang dihasilkan oleh seorang atau sebagian orang berdasarkan kesepakatan yang dibuat oleh sipembuat media, yang digunakan untuk menciptakan kondisi yang membelajarkan siswa baik dari segi pengetahuan, keterampilan maupun sikap.

F. Spesifikasi Produk yang Dikembangkan

  Kotak dakon KPK dibuat dari papan kayu dan didalamnyaterdapat petakan kotak kecil yang berjumlah 100 kotak dan setiap kotak diberi angka. Manik-manik yang digunakan dalam media kotak dakon KPK terbuat dari kayu dengan ukuran 1 × 1 cm.

BAB II LANDASAN TEORI A. Kajian Pustaka

1. Media Pembelajaran Konvensional a. Media Pembelajaran 1) Pengertian media pembelajaran

  Anitah (2010: 5) menyatakan bahwa media adalah setiap orang, bahan, alat, atau peristiwa yang dapat menciptakan kondisi yang memungkinkanpebelajar untuk menerima pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Dengan pengertian itu, maka guru atau dosen, buku ajar, serta lingkungan adalah Munadi (2010: 7) menyatakan bahwa media pembelajaran dipahami sebagai segala sesuatu yang dapat menyampaikan dan menyalurkan pesandari sumber secara terencana sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif dimana penerimanya dapat melakukan proses belajar secara efisiendan efektif.

2) Macam-macam Media

  Djamarah dan Zain (2006: 124) mengklasifikasikan media dari jenisnya, daya liputannya, dan dari bahan serta cara pembuatannya. Media auditifMedia auditif adalah media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja, seperti radio, cassette recorder, dan piringanhitam.

2. Media visual

3. Media audiovisual

  Daya liputan mediaMedia dilihat dari liputannya dapat dibagi dalam:1) Media dengan daya liput luas dan serentakPenggunaan media ini tidak terbatas oleh tempat dan ruang serta dapat menjangkau jumlah anak didik yang sama dalam waktu yangsama. Dalam penggunaannya media ini membutuhkan ruang dan tempat yang khusus seperti film, sound slides, film rangkai, yang harusmenggunakan tempat yang tertutup dan gelap.3) Media untuk pengajaran individualDalam penggunaannya media ini hanya untuk seorang diri.

1. Media proyeksi, seperti: overhead projector, slide, film, dan

  Media visualMedia visual dibedakan menjadi: 1)Media visual yang tidak diproyeksi Media visual yang diproyeksi merupakan media yang sederhana, tidak membutuhkan proyektor dan layar untuk memproyeksiperangkat lunak. Media yang termasuk dalam media ini adalah: a)Gambar mati atau gambar diam (still picture) b)Ilustrasi c)Karikatur d)Poster e)Bagan f)Diagram g)Grafik h)Peta datar i) Realita dan model j)Berbagai jenis papan 2)Media visual yang diproyeksi Media visual yang diproyeksi merupakan media yang dapat diproyeksi pada layar melalui suatu pesawat proyektor.

3) Pemilihan media

  Media hendaknya dapat mendukung metode pembelajaran yang digunakan artinya, media yang digunakan disesuaikan dengan metodemengajar yang digunakan. Sanaky (2013: 37) menyatakan bahwa setiap pengajar tidak cukup hanya memiliki pengetahuan tentang kemediaan saja, tetapi harus memilikiketerampilan untuk memilih dan menggunakan media dengan baik dalam suatu proses pembelajaran dan sesuai dengan kriteria-kriteria tertentu.

4) Fungsi media pembelajaran

  Maka, media yang menarik serta tepat guna adalah media yang mampu menarik dan memfokuskan perhatian siswa. Masalah ini dapat diatasidengan menggunakan media pembelajaran, karena media pembelajaran memiliki kemampuan dalam memberikan rangsanganyang sama, mempersamakan pengalaman, dan menimbulkan persepsi yang sama.

1) Menimbulkan kegairahan belajar

  d)Dengan sifat yang unik pada setiap siswa ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan kurikulumdan materi pendidikan ditentukan sama untuk setiap siswa, maka guru banyak mengalami kesulitan bilamana semuanya itu harusdiatasi sendiri. Berdasarkan pendapat beberapa ahli terkait media pembelajaran, maka peneliti menyimpulkan beberapa fungsi mediapembelajaran yaitu membantu siswa dalam memahami berbagai konsep-konsep tertentu dengan menampilkan benda yang konkret,dapat mengatasi masalah keterbatasan ruang, waktu dan gerak, serta dapat merangsang siswa untuk memperoleh gairah dalam belajar.

5) Manfaat media pembelajaran

  Sukiman (2012: 44) menyatakan ada beberapa manfaat media pembelajaran yaitu:1) Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan informasi. 2)Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebihlangsung antara peserta didik dan lingkungannya, dan kemungkinan 3)Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang dan waktu.

6) Karakteristik media pembelajaran

  Ciri Distributif (Distributive Property)Ciri distribusi dari media memungkinkan suatu objek atau kejadian ditransportasikan melalui ruang, dan secara bersamaan kejadian tersebutdisajikan kepada sejumlah besar siswa dengan stimulus pengalaman yang relatif sama mengenai kejadian itu. Distribusi media ini tidak terbataspada satu kelas atau beberapa kelas pada sekolah-sekolah di dalam suatu wilayah tertentu, tetapi media itu misalnya video, audio, disket komputerdapat disebar ke seluruh penjuru tempat yang diinginkan kapan saja.

B. Media Pembelajaran Kotak Dakon KPK 1. Pengertian Kotak Dakon KPK

  Beberapa peraturan dan cara bermain dari permainan congklak diatas seperti: (a) jumlah pemain, (b) jumlah lubang yangakan digunakan, (c) wadah yang digunakan, pergantian pemain, serta cara bermain yang berlawan dengan arah jarum jam tidak diterapkan dalampenggunaan media dakon KPK. Bahan Pembuatan Media Bahan dasar yang digunakan dalam pembuatan media kotak dakon KPK adalah papan kayu dan tripleks sedangkan alat yang digunakan dalampembuatan kotak dakon KPK adalah pemukul, gergaji, dan paku.

4. Kekuatan dan kelemahan Media

  Adapun kelemahan dari media ini yaitu media kotak dakon KPK hanya dapat digunakanuntuk individu dan kelompok kecil yang terdiri dari 4 sampai 5 orang siswa, sedangkan kelebihan dari kotak dakon KPK adalah: b)Media kotak dakon KPK memiliki daya tahan yang lama. Artinya, media ini dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama.

C. Kurikulum 2013

1. Pengertian kurikulum 2013

  Secara etimologis, istilah kurikulum (curriculum) berasal dari BahasaYunani, yaitu curir yang artinya “pelari” dan curere yang berarti “tempatberpacu”. Pengertian ini cukup luas dimana mereka memandang kurikulum merupakan segala sesuatu yang Berdasarkan beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa kurikulum merupakan alat yang digunakan sekolah sekaligus dijadikanpedoman dalam menyajikan pengalaman bagi siswa dalam jenjang pendidikan tertentu untuk mencapai tujuan tertentu pula.

2. Karakteristik Kurikulum 2013

  Sekolah merupakan bagian dari masyarakat yang memberikan pengalaman belajar terencana dimana peserta didik menerapkan apa yang dipelajari disekolah ke masyarakat dan memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar. Kompetensi inti kelas menjadi unsur pengorganisasi (organizing elements) kompetensi dasar, dimana semua kompetensi dasar dan proses pembelajarandikembangkan untuk mencapai kompetensi yang dinyatakan dalam kompetensi inti.

3. Tujuan Kurikulum 2013

  Membentuk dan meningkatkan sumber daya manusia yang produktif, kreatif dan inovatif sebagai modal pembangunan bangsa dan negara Indonesia. Berdasarkan rumusan fungsi kurikulum 2013 dari uraian Fadlilah dapat disimpulkan bahwa fungsi dari kurikulum secara garis besar adalahuntuk menyeimbangkan kemampuan hard skills dan soft skills siswa yaitu kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan.

D. Materi Pokok

  65 tahun 2013 tentang Standar Proses, menyatakan bahwa materi pokok memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan,dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi. Berdasarkan apa yang dikemukan di atas dapat dipahami bahwa materi pokok diturunkan dari kompetensi dasar yang memuat fakta, konsep, prinsip,dan prosedur yang relevan dan disesuaikan indikator pencapaian kompetensi.

1. Tema

  Dalam pembelajaran, Berdasarkan pengertian di atas dapat simpulkan bahwa tema merupakan sesuatu yang telah ditempatkan sebagai wadah atau alat untuk membantu siswadalam mengenal berbagai konsep-konsep yang akan diperoleh secara utuh. Dalam penelitian ini, peneliti membahas pembelajaran 2 dalam sub tema 2 dengan jaringanmatapelajaran yang meliputi IPA, SBPD dan Matematika.

4. Karakteristik Siswa Kelas 4 Sekolah Dasar

  Karakteristik siswa kelas IV dengan usia berkisar 10 hingga 11 tahun yang dikemukan Meggitt (2012:163) dapat dijabarkan sebagai berikut:a. Dapat mulai mengalami perubahan emosi yang tiba-tiba dan dramatis karena pubertas (terutama bagi anak perempuan-yang mengalami masapubertas lebih cepat dari anak laki-laki).

5. Media Kotak Dakon KPK

  Media kotak dakon KPK merupakan media konvensional yang dibuat dari papan kayu. Bagian dalam media terdapat 100 buah kotak ukuran kecil dan 4 buah kotak ukuran sedang yang digunakan untuk menyimpan manik-manik.

D. Penelitian Relevan

  Penelitian yang dilakukan oleh Aprilya PertiwiKusumaningrum sangat relevan dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti karena sama-sama mengembangkan media pembelajaran untuk materi KPKsedangkan perbedaannya adalah peneliti tidak menggunakan model tertentu dalam penelitian. Kerangka Berpikir Berdasarkan uraian-uraian sebelumnya, peneliti akan membuat kerangka berpikir tentang media yang dikembangkan peneliti yaitu kotak KPK pada Tema 2 Media Permaianan Congklak Nurhayati, Harwanti, dan Irianto(2016) tentang pengembangan media permainan congklak matematikauntuk mengefektifkan penyampaian materi KPK dan FPB kelas IV disekolah dasar.

2. Siswa masih sulit menyelesaikan soal terkait masalah KPK

1. Pengembangan media

  Pengertian media materi KPK dan FPB kelaskonvensional IV di sekolah dasar. Bagan 2.2 bagan kerangka berpikir Berdasarkan bagan 2.2 di atas, pada tabel analisis kebutuhan guru belum menemukan media yang cocok untuk membantu siswa memahami konsep KPK danmenyelesaikan soal terkait masalah KPK.

F. Pertanyaan Penelitian

  Bagaimana kualitas produk media pembelajaran Kotak Dakon KPK mengacu kurikulum SD 2013 pada Subtema Pemanfaatan Energi untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar berdasarkan validasi ahli media pembelajaran konvensional? Bagaimana kualitas produk media pembelajaran Kotak Dakon KPK mengacu kurikulum SD 2013 pada Subtema Pemanfaatan Energi untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar berdasarkan validasi guru kelas IV sekolah dasar?

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dipilih oleh peneliti adalah penelitian dan pengembangan dalam bahasa inggris disebut Research and Development (R&D). Sebagaimana yang dikemukakan Sugiyono (2015: 407) yang mengatakan bahwa

  Data yang dikumpul berupa berbagaiinformasi yang digunakan sebagai bahan untuk perencanaan produk sesuai yang diharapkan untuk mengatasi masalah yang diperoleh. Produk yang dihasilkan dalam penelitian ini berupa media pembelajaran Kotak Dakon KPKmateri Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) Subtema Pemanfaatan Energi untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar.

10. Produksi Masal

  Bila produk media kotak dakon KPK dinyatakan efektif dalam beberapa kali pengujian, maka media kotak dakon KPK akan diproduksi sebanyak yangdibutuhkan sekolah. Hal ini dikarenakan media Kotak Dakon KPK ini dibuat untukmenjadi pegangan guru sehingga cukup divalidasi oleh dua pakar media pembelajaran konvensional dan dua guru kelas IV SD yang telah membuat mediapembelajaran konvensional dalam pelaksanaan Kurikulum 2013.

B. Prosedur Pengembangan

  Hasil dari wawancara yang dilakukan digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk merencanakan produk yang akan dikembangkan yaitu media pembelajarankotak dakon KPK materi Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar. Langkah ketiga: Desain Produk Atas pertimbangan potensi dan masalah yang terjadi di sekolah terkait dengan materi pembelajaran KPK dan media pembelajaran KPK, maka langkah yangpeneliti lakukan adalah mendesain produk yang mungkin dapat mengatasi potensi dan masalah tersebut.

C. Jadwal Pelaksanaan Penelitian

  Jadwal penelitian yang dilakukan seperti pada tabel berikutini: Tabel 3.2 Jadwal penelitian Bulan 2017No Kegiatan 2015 2016 Sep Okt Nov Des Jun Jul Agust Sep Okt Nov Des Jan Feb Analisis1 kebutuhan Pengumpulan 2 dataDasain produk 3 Valisasi produk 4 Revisi produk 5 Produksi produk 6 akhirSidang skripsi 7 Pembuatan 8 artikel Berdasarkan tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa penelitian ini dilakukan pada September 2015 sampai Februari 2017. Kegiatan yang dilakukan selama 12bulan ini yaitu analisis kebutuhan, pengumpulan data, desain produk, validasi produk, revisi produk, produksi produk akhir, sidang skripsi, dan pembuatan artikel.

D. Teknik Pengumpulan Data 1

  Validasi Ahli Media Pembelajaran Konvensional Dalam penelitian ini, peneliti membutuhkan validator ahli yang berkompeten yaitu dua pakar media konvensional dan dua guru kelas IV SekolahDasar. Dua pakar media pembelajaran konvensional adalah Bapak PP dan Bapak GK dan dua guru kelas IV SD adalah Ibu MU dan Ibu CD.

1. Wawancara

  Aspek konten atau isi memiliki 2(dua) indikator yaitu isi media pembelajaran yang dikembangkan dengan jumlah item 4 (empat) dan kemampuan media pembelajaran yang dikembangkan dengan jumlahitem 7 (tujuh). Aspek tampilan memiliki 3 (tiga) indikator yaitu (a) kemenarikan media pembelajaran yang dikembangkan dengan jumlah item 4 (empat), (b)kreativitas rancangan media dengan jumlah item 9 (sembilan), dan kerapian tampilan media dengan jumlah item 1 (satu).

G. Teknik Analisis Data

  Data kualitatifData kualitatif dalam penelitian ini berupa komentar yang dikemukakan oleh validator ahli media pembelajaran konvensional dan dua guru kelas IVsekolah dasar. Langkah awal yang dilakukan yaitu menghitung rata-rata dari hasil instrument yang dinilai dengan rumus sebagai berikut:Skala penilaian yang digunakan terhadap media pembelajaran kotak dakon KPK yang dikembangkan yaitu sangat baik (5), baik (4), cukup (3)kurang baik (2), dan sangat kurang baik (1).

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Analisis Kebutuhan Langkah awal yang dilakukan oleh peneliti dalam mengembangkan media

  Wawancara ini dilakukan untuk mendapatkan data yang riil terkait potensi dan masalah yang terjadi di sekolah. Hasil wawancara tersebut dijadikan acuan bagipeneliti dalam melakukan sebuah penelitian yang berjudul “PengembanganMedia Pembelajaran Kotak Dakon KPK materi Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) untuk Siswa Kelas IV Sekolah Dasar.

a. Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan Wawancara analisis kebutuhan berpedoman pada 10 butir pertanyaan

  Beliau mengatakan media powerpoint memang dapat membantu siswa namun siswa tidak mengalami pengalaman yang konkrit sehingga ada Butir pertanyaan kesembilan yaitu media apa yang pernah Ibu gunakan yang sudah mencapai indikator. Guru memberikan jawaban bahwa media yang beliau inginkanadalah media yang dapat membantu siswa dalam memahami konsep KPK dan dapat memahami soal cerita terkait KPK.

2. Deskripsi Produk Awal

  Dari kompetensi inti dan kompetensi dasar yang ditentukan, peneliti merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran berdasarkankompetensi dasar yang dipilih. Media Pembelajaran Kotak Dakon KPK RPPTH yang dibuatkan dilengkapi dengan media pembelajaran karena di dalam RPPTH terdapat komponen media pembelajaran.

3. Data Hasil Validasi Pakar Media Pembelajaran Konvensional dan Revisi Produk

  Peneliti melakukan validasi produk yang dihasilkan berupa pengembangan media pembelajaran konvensional kotak dakon KPK untuksiswa kelas IV sekolah dasar kepada dua orang ahli media pembelajaran konvensional. Ahli media pembelajaran konvensional (B) 1 Aspek konten atau isi 51 4,76 Sangat Baik 2 Aspek tampilan 68 3 Aspek penggunaan dan 24 penyajianBerdasarkan tabel 4.1 hasil validasi ahli media pembelajaran konvensional di atas, Bapak PP memberikan skor 49 pada aspek konten atau isi,skor 65 untuk aspek tampilan, dan skor 24 untuk aspek penggunaan dan penyajian.

4. Data Hasil Validasi Guru SD Kelas IV Ahli Media Pembelajaran

  Aspek yang dinilai pada media pembelajaran kotak dakonKPK, yaitu 1) aspek konten atau isi, 2) aspek tampilan, dan 3) aspek penggunaan dan penyajian. Guru kelas IV sekolah dasar (B) 1 Aspek konten atau isi 494,43 Sangat baik 2 Aspek tampilan 62 3 Aspek penggunaan dan penyajian 22 Berdasarkan tabel 4.3 hasil validasi guru kelas IV sekolah dasar di atas, peneliti menarik kesimpulan bahwa, Ibu MU memberikan skor 44 padaaspek konten atau isi, skor 59 aspek tampilan,ndan skor 21 aspek penggunaan dan penyajian.

B. Kajian Produk Akhir dan Pembahasan

  Produk akhir yang dikembangkan oleh peneliti adalah produk yang sudah direvisi berdasarkan komentar dan saran yang diberikan oleh pakar mediakonvensional dan guru kelas IV sekolah dasar. Revisi dilakukandengan tujuan untuk menghasilkan produk yang baik dan layak digunakan dalam pembelajaran di kelas.

1. Kajian Produk Akhir

  Media pembelajaran konvensional kotak dakon KPKMedia pembelajaran konvensional kotak dakon KPK yang telah divalidasi oleh dua pakar media pembelajaran konvensional dan dua gurukelas IV direvisi sesuai komentar dan saran perbaikan yang diberikan oleh validator. Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, artinya media yang dibuat sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai oleh siswa yang meliputiranah kognitif, afektif, dan psikomotorik.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai media

  Pengembangan media pembelajaran kotak dakon KPK menggunakan metode Research and Development (R&D) yang dikembangkan oleh Borg dan Gall. Produk akhir yang dihasilkan dari berupa media pembelajaran konvensional kotak dakon KPK.

2. Media pembelajaran konvensional kotak dakok KPK dengan subtema

  “Pemanfaatan Energi” untuk siswa kelas IV memiliki kualitas baik berdasarkan hasil validasi dari kedua pakar media pembelajaran konvensional dan kedua gurukelas IV sekolah dasar. Validasi Guru kelas IV olehIbu MU dengan perolehan skor skor 4,13 dengan kategor i “baik” dan oleh IbuCD skor 4,43 dengan kategori “sangat baik”.

B. Keterbatasan Pengembangan

  Produk media pembelajaran konvensional kotak dakon KPK yang dikembangkan memiliki keterbatasan yang dijabarkan sebagai beerikut: 1. Media pembelajaran konvensional kotak dakon KPK digunakan untuk kelompok kecil yang terdiri dari 4-5 orang siswa.

C. Saran

  Sebaiknya penelitian pengembangan dilakukan terhadap kesepuluh langkah pengembangan agar dapat mengetahui kualitas dari media yang dikembangkansecara tepat. Sebaiknya media yang dikembangkan harus dapat digunakan untuk materi lain yang ada dalam muatan pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

  Media Pembelajaran; Manual dan Digital, Cet. Media Pedidikan: Pengertian, Pengertian, dan Pemanfaatnya.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENGEMBANGAN MEDIA KOPASUKA (KOTAK PUZZLE SUSUN KATA) UNTUK SISWA KELAS 1 SEKOLAH DASAR
20
124
20
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VI SD Negeri Blubuk 01 Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal pada Pokok Bahasan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FP
0
17
130
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA SUB POKOK BAHASAN FAKTOR PERSEKUTUAN TERBESAR(FPB) DAN KELIPATAN PERSEKUTUAN TERKECIL (KPK)DI KELAS VI SD NEGERI 0605856 MEDAN T.P 2012/2013.
0
1
19
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATERI KELIPATAN PERSEKUTUAN TERKECIL DAN FAKTOR PERSEKUTUAN TERBESA DENGAN PROBLEM POSING PADA SISWA KELAS V SDN NO.064034 MEDAN.
0
1
21
PENINGKATAN KETERAMPILAN DALAM MENJAWAB PERTANYAAN MATEMATIKA DENGAN POKOK BAHASAN KELIPATAN PENINGKATAN KETERAMPILAN DALAM MENJAWAB PERTANYAAN MATEMATIKA DENGAN POKOK BAHASAN KELIPATAN PERSEKUTUAN TERKECIL (KPK) MENGGUNAKAN MEDIA TURUS PADA SISWA KELAS
0
1
13
Pengembangan media konvensional kotak bintang pada materi mengurutkan angka dalam subtema aku merawat tubuhku untuk siswa kelas 1 sekolah dasar.
0
1
212
Pengembangan media konvensional kotak bintang pada materi mengurutkan angka dalam subtema aku merawat tubuhku untuk siswa kelas 1 sekolah dasar
0
0
210
Pengembangan media pembelajaran konvensional timeline timbul pada materi pokok teknologi komunikasi untuk siswa kelas III Sekolah Dasar
0
5
246
PENGEMBANGAN ALAT PERAGA MATERI KELIPATAN PERSEKUTUAN TERKECIL (KPK) BAGI ANAK TUNARUNGU KELAS VII SLB NEGERI 1 BANTUL TAHUN AJARAN 2015/2016.
1
32
255
PENGEMBANGAN MEDIA PERMAINAN DAKONMATIKA PADA MATERI FAKTOR PERSEKUTUAN TERBESAR (FPB) DAN KELIPATAN PERSEKUTUAN TERKECIL (KPK) BAGI SISWA KELAS IV MI BAITUR ROHIM.
2
12
73
Kelipatan Persekutuan Terkecil dan Faktor Persekutuan Terbesar
1
49
21
PENERAPAN MODEL TEAMS GAMES-TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KELIPATAN PERSEKUTUAN TERKECIL (KPK) DAN FAKTOR PERSEKUTUAN TERBESAR (FPB) PADA SISWA KELAS IV SDN SERUT 01 TULUNGAGUNG NOURMA OKTAVIARINI
1
1
13
MENENTUKAN KELIPATAN PERSEKUTUAN TERKECIL (KPK) DAN FAKTOR PERSEKUTUAN TERBESAR (FPB) DENGAN MENGGUNAKAN METODE “PEBI” Suci Yuniati
0
1
17
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI KELIPATAN PERSEKUTUAN TERKECIL (KPK) DAN FAKTOR PERSEKUTUAN TERBESAR (FPB) DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI SYNERGETIC TEACHING PADA SISWA KELAS IV MI TEGALWATON KECAMATAN TENGARAN KABUPATEN SEMARANG TAHUN PELAJARAN
0
1
156
Desain instruksional dan proses pembelajaran matematika dengan pendekatan realistik pada materi menggunakan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) untuk menyamakan penyebut pecahan - USD Repository
0
3
353
Show more