HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA KARYAWAN-MANAJER DENGAN KEPUASAN KERJA PADA Hubungan antara komunikasi interpersonal antara karyawan-manajer dengan kepuasan kerja pada karyawan rsup dr. soeradji tirtonegoro klaten.

Gratis

0
2
16
3 years ago
Preview
Full text
HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA KARYAWAN-MANAJER DENGAN KEPUASAN KERJA PADA KARYAWAN RSUP dr. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana (S-1) Psikologi Diajukan Oleh: GALANG DEWANTARA F 100 090 048 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2014 HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA KARYAWAN-MANAJER DENGAN KEPUASAN KERJA PADA KARYAWAN RSUP dr. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN NASKAH PUBLIKASI Diajukan Kepada Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana (S-1) Psikologi Diajukan Oleh: GALANG DEWANTARA F 100 090 048 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2014 ii HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA KARYAWAN-MANAJER DENGAN KEPUASAN KERJA PADA KARYAWAN RSUP dr. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN Diajukan oleh : GALANG DEWANTARA F 100 090 048 Telah disetujui untuk dipertahankan di depan Dewan Penguji Telah disetujui oleh: Pembimbing Utama Tanggal, 24 Juni 2014 Drs. Mohammad Amir, M.Si iii HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA KARYAWAN-MANAJER DENGAN KEPUASAN KERJA PADA KARYAWAN RSUP dr. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN Galang Dewantara Mohammad Amir Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta galangdewantara@yahoo.com ABSTRAK Kepuasan kerja adalah sebagai suatu sikap umum seorang individu terhadap pekerjaannya. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja yaitu komunikasi interpersonal. Buruknya komunikasi interpersonal karyawanmanajer akan berpengaruh terhadap rendahnya kepuasan kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui hubungan antara komunikasi interpersonal karyawan-manajer dengan kepuasan kerja pada Karyawan RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. 2) Untuk mengetahui peranan komunikasi interpersonal karyawan-manajer terhadap kepuasan kerja. 3) Untuk mengetahui kondisi komunikasi interpersonal karyawan RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. 4) Untuk mengetahui kondisi kepuasan kerja karyawan RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Hipotesis dalam penelitian ini adalah “ada hubungan positif antara komunikasi interpersonal karyawan-manajer dengan kepuasan kerja”. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 100 karyawan RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan didasarkan pada karakteristik memiliki masa kerja minimal satu tahun dan merupakan karyawan tetap. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala, yaitu skala komunikasi interpersonal karyawan-manajer dan skala kepuasan kerja dan dianalisis menggunakan teknik korelasi product moment. Berdasarkan analisis data yang diperoleh dari koefisien korelasi (r) sebesar 0,349; dengan p = 0,000 (p<0,01). Hal tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara komunikasi interpersonal karyawanmanajer dengan kepuasan kerja pada karyawan RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Hipotesis yang diajukan diterima. Sumbangan efektif komunikasi interpersonal karyawan-manajer sebesar 12,18%. Kata Kunci : komunikasi interpersonal karyawan-manajer dan kepuasan kerja v Dengan demikian orang akan merasa PENDAHULUAN Sekarang ini dalam dunia puas bila tidak ada perbedaan antara perindustrian, didalamnya terdapat yang diinginkan dengan persepsinya berbagai atas kenyataan. macam perusahaan. Perusahaan merupakan tempat untuk Indonesia berada di urutan berlangsungnya kegiatan produksi pertama negara tempat orang-orang dan tempat para pekerja untuk memiliki melakukan kegiatan produksi barang kebahagiaan terendah di dunia. Di atau jasa. Sumber Daya Manusia bawahnya, Singapura dan Malaysia. atau yang sering disebut karyawan Masalah insentif dan keseimbangan berperan karir penting dalam proses tingkat dan kepuasan kehidupan dan personal produksi barang atau jasa suatu dianggap menjadi penyebab utama perusahaan. menunjang indeks ini. Hanya 18 persen dari berkembangnya kelompok responden karyawan di kemajuan Untuk dan kegiatan produksi Indonesia yang mengatakan puas perusahaan memerlukan Sumber Daya Manusia dengan kualitas kehidupan serta atau karyawan yang berkualitas. kebahagiaannya di tempat kerja. Ini menempatkan Indonesia di posisi Pada dasarnya para karyawan pengetahuan, paling bawah tingkat kepuasan para keterampilan, dan motivasi yang baik pekerja. Sementara di Singapura, agar dapat memenuhi tuntutan kerja sebesar perusahaan. Perusahaan harus mengaku tidak bahagia di tempat memikirkan kepuasan kerja kerja. Tiga masalah yang paling terus dikeluhkan harus memiliki karyawan jika ingin 76 persen adalah pekerjaan responden keseimbangan berkembang dan mencapai tujuan antara dari perusahaan. Kepuasan kerja pribadi, besaran gaji dan tunjangan, seseorang bergantung pada serta discrepancy (perbedaan) antara ketersediaan dan kehidupan jenjang karir. (sumber kebutuhan atau harapan dengan apa http://sosbud.kompasiana.com/2012/ yang dalam 03/31/pekerja-di-indonesia-paling- pekerjaannya Locke (As’ad, 1998). tidak-puas-mengapa-450763.html) telah dicapai 1 mempengaruhi satu sama lainnya, Pada pengumpulan data awal sengaja atau tidak sengaja. pada karyawan RSUP dr. Soeradji diperoleh Komunikasi merupakan suatu informasi bahwa karyawan kurang bidang yang sangat penting dalam merasa manajemen organisasi, yang pada Tirtonegoro Klaten puas terhadap rutinitas pekerjaanya. Pekerjaan yang padat, hakikatnya komunikasi berperan sulitnya berkoodinasi dengan atasan, penting dalam menjalin kerja sama dan kurangnya penghargaan yang antara karyawan dan manajer untuk diperoleh. mencapai tujuan. Tanpa komunikasi, Robbins (dalam Prabu A, 2005) akan menjadi tidak mungkin untuk kepuasan kerja adalah sebagai suatu memanajemeni sikap dan perilaku sikap dalam organisasi. Para manajer dan umum terhadap seorang pekerjaannya. individu karyawan Pekerjaan banyak menuntut interaksi dengan rekan sebagian kerja, dan proses komunikasi. Komunikasi ada kebijakan organisasi, standar kerja, tiga macam, yaitu: komunikasi ke kondisi kerja dan sebagainya. bawah, komunikasi ke atas, dan atasan, peraturan beberapa mempengaruhi faktor yang kepuasan kerja, waktunya untuk komunikasi horizontal. Komunikasi Menurut Gilmer (As’ad, 1998) ada besar mengabdikan ke atas lebih bannyak mengalami proses penyaringan bahan-bahan faktor-faktor tersebut antara lain : informasi kesempatan untuk maju, keamanan cenderung kerja, dan informasi secara terpilih sebelum faktor disampaikan atasan. March & Simon gaji, manajemen, intrinsik perusahaan supervisi, dari pekerjaan, kondisi karena para untuk bawahan menyimpulkan (Makmuri, 2008). kerja, aspek sosial dalam pekerjaan, Berdasarkan uraian di atas, komunikasi, dan fasilitas. Shannon maka penulis merumuskan masalah dan Weaver (dalam Cangara, 2006) “Tingkat kepuasan kerja sebagai komunikasi adalah bentuk interaksi hubungan manusia interpersonal yang saling pengaruh dari komunikasi karyawan-manajer khususnya di karyawan RSUP dr. 2 Soeradji Tirtonegoro Kemudian Klaten”. untuk LANDASAN TEORI menjawab Hasibuan (dalam Prabu A, 2005) permasalahan di atas, maka penulis kepuasan tertarik untuk mengadakan penelitian emosional yang menyenangkan dan dengan judul “Hubunngan antara mencintai pekerjaannya. Sikap ini Komunikasi Interpersonal dicerminkan oleh dengan kedisiplinan dan Karyawan-Manajer kerja adalah sikap moral kerja, prestasi kerja. Kepuasan Kerja pada Karyawan Kepuasan kerja dinikmati dalam RSUP pekerjaan, luar pekerjaan, dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten”. dan kombinasi dalam dan luar pekerjaan. Tujuan yang ingin dicapai dalam Robbins (dalam Prabu A, 2005) penelitian ini, untuk mengetahui: kepuasan kerja adalah sebagai suatu 1. Untuk sikap mengetahui hubungan umum seorang individu antara komunikasi interpersonal terhadap karyawan-manajer menuntut interaksi dengan rekan dengan pekerjaannya. Pekerjaan kepuasan kerja pada Karyawan kerja, RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro kebijakan organisasi, standar kerja, Klaten. kondisi kerja dan sebagainya. 2. Untuk mengetahui komunikasi peranan Howell interpersonal karyawan-manajer terhadap dan Robert dan (dalam kepuasan kerja sebagai hasil keseluruhan dari derajat rasa suka mengetahui komunikasi peraturan Wijono 2010) memandang bahwa kepuasan kerja. 3. Untuk atasan, kondisi atau interpersonal tidak dari karyawan RSUP dr. Soeradji pekerjaannya. Dengan kata lain, Tirtonegoro Klaten. kepuasan kerja mencerminkan sikap mengetahui kondisi karyawan kepuasan kerja karyawan RSUP Jika dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. terhadap berbagai karyawan aspek 4. Untuk terhadap sukanya terhadap karyawan dikerjakannya, pekerjaannya. bersikap pekerjaan maka positif yang ia akan memperoleh perasaan puas terhadap 3 apa yang dikerjakannya. Sebaliknya, harapan keluarga, dan jika karyawan bersikap negatif, maka pandangan masyarakat atau ia akan merasa tidak puas terhadap orang lain terhadap profesi atau apa yang dikerjakannya. pekerjaannya. Anoraga (1992) d. Gaji dan jaminan sosial menyatakan aspek-aspek kepuasan kerja terdiri Gaji dan jaminan sosial adalah atas beberapa aspek. Aspek-aspek gaji bersih yang diterima setiap kepuasan kerja tersebut adalah: bulan dan jaminan sosial lainnya a. Pekerjaan itu sendiri (jaminan Termasuk tugas-tugas dan jaminan jabatan). yang e. Pengawasan atau supervise diberikan, ekspresi kerja atau hal lain yang berhubugan dengan Hubungan antara karyawan dan pekerjaan, kondisi atasan, lingkungan kerja, dan peraturan kerja, pengawasan kerja, da kualitas sikap pekerjaan yang ditangani, minat kerja. untuk menekuni dan konsentrasi Menurut Gilmer (dalam As’ad, 1998) pada pekerjaan. faktor-faktor mempengaruhi b. Promosi kepuasan yang kerja Promosi mempunyai hubungan sebagai berikut: kesempatan untuk erat dengan masalah kenaikan maju, pangkat perusahaan maupun kesempatan jabatan, untuk pengembangan maju, karir keamanan supervise, kerja, dan faktor gaji, manajemen, intrinsik dari dan pekerjaan, kondisi kerja, aspek sosial prospek masa depan, prestasi dalam pekerjaan, komunikasi, dan yang merupakan usaha subjek fasilitas. untuk mencapai hasil yang lebih Cherry (dalam Cangara, 2006) baik dengan kondisi yang ada istilah pada dirinya. c. kerja perkataan Teman sekerja Teman hubungan komunikasi sekerja meliputi antara pegawai, berarti latin berasal communis kebersamaan dari yang atau membangun kebersamaan antara dua 4 orang atau lebih. Weaver (dalam Cangara, 2006) Berdasarkan uraian di atas dapat mendefinisikan diambil kesimpulan bahwa bahwa komunikasi adalah bentuk pengertian komunikasi interpersonal interaksi karyawan-manajer manusia yang saling adalah pengaruh mempengaruhi satu sama komunikasi secara langsung atau lainnya, sengaja atau tidak sengaja. tatap muka antara karyawan dengan Barrett (dalam Matin dkk, 2010) manajer komunikasi adalah transisi makna menyampaikan atau menerima pesan dari satu orang ke orang lain atau dan informasi. banyak orang. Endang bahwa berpendapat komunikasi interpersonal antarpribadi. Definisi umum komunikasi interpersonal adalah komunikasi antara tatap memungkinkan komunikasi interpersonal, yaitu: a. Inisiasi Dimana muka, setiap dan interaksi yang mulus, peserta ke atas. fokus sebagai dari kepada mitranya dan pembicaraan mitranya. c. Pengungkapan diri Kedua karyawan (kelompok tingkatan rendah) harus merespon Menurut yaitu komunikasi dalam organisasi mengalir dan mendengarkan kepada yang lain, Makmuri (2008) komunikasi ke atas yang santai, Masing-masing karyawanjuga harus berjalan b. Responsif non verbal. disebut harus menyenangkan. langsung, baik secara verbal maupun Komunikasi seseorang berhubungan dengan orang lain orang-orang menangkap reaksi yang lain secara komunikasi untuk bahwa ada 5 aspek penting dalam disebut juga dengan komunikasi manajer dilakukan Samler (2003) menjelaskan (2009) secara yang belah mengungkapkan ke pihak mampu perasaan pribadinya terhadap satu sama manajer (kelompok tingkatan tinggi). lain. 5 d. Dukungan emosional METODE PENELITIAN Orang berharap mendapatkan Variabel di dalam penelitian ini kenyamanan dan dukungan dari adalah: temannya dan orang lain. 1. Variabel e. Pengelolaan konflik Suatu hal kepuasan kerja. yang takkan 2. Variabel terelakkan bahwa orang tidak perilaku. bebas: Komunikasi Interpersonal Karyawan-Manajer. akan setuju mengenai gagasan atau tergantung: Sampel yang digunakan dalam Komunikasi penelitian ini yaitu 100 karyawan interpersonal bergantung pada RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro keberhasilan mengenai hal-hal Klaten. Teknik pengambilan sampel yang tidak akan disetujui. yang digunakan dalam penelitian ini buruknya adalah non random sampling dengan interpersonal teknik purposive sampling. Menurut dipengaruhi olah berbagai faktor. Sugiyono (2010) purposive sampling Luhandi (1987) menjelaskan faktor- adalah teknik pengambilan sampel faktor dengan Baiknya atau komunikasi yang mempengaruhi menyesuaikan komunikasi interpersonal antara lain: berdasarkan faktor psikologi, faktor fisik, faktor tertentu (disengaja). tujuan menggunakan 2 skala, yaitu: skala waktu. Berdasarkan telah kepuasan kerja dan skala komunikasi landasan teori interpersonal dikemukakan di atas, maka hipotesis yang hubungan positif karyawan-manajer. Analisis data yang digunakan adalah diajukan korelasi untuk diuji kebenarannya adalah “Ada atau Pengambilan data penelitian ini sosial, faktor budaya, dan faktor yang kriteria diri product menggunakan antara bantuan komputer SPSS 15. komunikasi interpersonal karyawanmanajer dengan kepuasan kerja”. 6 moment dan program Hofstede, dkk (2010). Selanjutnya HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil perhitungan Leaviit dengan (dalam Wijono, 2010) analisis product momen dari Pearson menemukan bahwa kepuasan kerja diperoleh nilai koefisien korelasi yang (rxy) dengan kelompok signifikansi (p) = 0,000 (p≤0,01) diletakkan artinya ada hubungan positif yang komunikasi yang erat. Sedangkan signifikan komunikasi kelompok yang tidak ikut ambil karyawan-manajer bagian merasa tidak puas dan tidak sebesar 0,349; antara interpersonal tinggi diantara adalah anggota jika mereka kedalam jalinan mau melanjutkan pekerjaanya. dengan kepuasan kerja. Hal tersebut hipotesis Variabel penelitian yang diajukan diterima, interpersonal bahwa ada hubungan positif antara manajer memiliki rerata empirik komunikasi interpersonal karyawan- (RE) manajer dengan kepuasan kerja. hipotetik (RH) sebesar 55. Secara menyatakan Hal bahwa tersebut pendapat Shannon komunikasi antara sebesar 65,83 karyawan- dan sesuai dengan umum komunikasi dan Weaver antara karyawan-manajer rerata interpersonal pada (dalam Cangara, 2006) komunikasi subjek tergolong tinggi. Kondisi adalah bentuk interaksi manusia tinggi ini dapat diartikan aspek-aspek yang saling pengaruh mempengaruhi komunikasi satu sama lainnya, sengaja atau tidak inisiasi, sengaja. Masyarakat yang memiliki diri, komunikasi pengelolaan yang baik akan interpersonal responsif, dukungan yaitu pengungkapan emosional, konflik dan sepenuhnya berdampak pada semakin banyak dimiliki dan berdampak baik pada dukungan subjek. sosial yang didapat. Dukungan soaial ini akan membuat Kepuasan kerja pada subjek hubungan kerja yang baik, menjalin penelitian memiliki rerata empirik kerjasama yang baik, dan bahkan (RE) akan membuat orang senang dan hipotetik (RH) sebesar 87.5. Secara puas melakukan pekerjaannya walau umum kepuasan kerja pada subjek memiliki gaji yang tidak banyak tergolong tinggi. Hal tersebut dapat 7 sebesar 98,88 dan rerata diartikan aspek-aspek kepuasan kerja interpersonal antara yaitu manajer dengan kepuasan kerja pekerjaan itu sendiri, karyawan- pada karyawan. pengawasan atau supervise, gaji, promosi, dan teman sekerja disukai 2. Peranan atau sumbangan efektif oleh subjek karena hal tersebut sudah komunikasi interpersonal antara sesuai dengan harapan subjek di karyawan-manajer tempat kerja. kepuasan kerja sebesar 12,18. 3. Tingkat komunikasi interpersonal Sumbangan efektif dari variabel komunikasi interpersonal laryawan- antara manajer terhadap variabel kepuasan karyawan kerja yaitu sebesar 12,18%, berarti Tirtonegoro masih terdapat 87,82% variabel- tinggi. variabel lain yang karyawan-manajer 4. Tingkat dapat RSUP karyawan komunikasi interpersonal laryawan- Tirtonegoro manajer. Menurut Gilmer (dalam tinggi. faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja keamanan perusahaan supervise, faktor RSUP Soeradji tergolong kerja dr Klaten pada Soeradji tergolong bermanfaat, yaitu: 1. Bagi perusahaan, diharapkan gaji, hasil dari penelitian ini dapat manajemen, memberikan masukan terutama kerja, dan Klaten pada Saran yang diharapkan dapat sebagai berikut: kesempatan untuk maju, dr kepuasan mempengaruhi kepuasan kerja selain As’ad, 2003) terhadap intrinsik dalam dari hal tetap menjaga pekerjaan, kondisi kerja, aspek sosial tingginya tingkat kepuasan kerja. dalam pekerjaan, komunikasi, dan Adapun fasilitas. diberikan guna tetap menjaga dan saran yang dapat membina baiknya kepuasan kerja adalah KESIMPULAN DAN SARAN dengan mempertimbangkan aspek-aspek Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat diambil kesimpulan yang 1. Ada hubungan positif yang sangat diantaranya : signifikan antara komunikasi 8 harus diperhatikan,  Pihak pimpinan perusahaan waktu khusus untuk sekedar lebih bersosialisasi secara kolektif berinisiasi berhubungan untuk kepada langsung 2. Bagi karyawan diharapkan dari interaksi yang terjalin antara  dan tidak berjalan searah. sumbangan pada Perusahaan pikiran memberikan tenaga terutama dan dalam kesempatan pada karyawan peningkatan kualitas kinerja dan untuk menyampaikan semangat kerja yang aspirasi atau masalah dari kaitannya dalam komunikasi karyawan dan perusahaan interpersonal karyawan, sehingga juga mau dapat serta kerja. Adapun saran yang dapat mempertimbangkan tentang diberikan pada karyawan dengan aspirasi yang disampaikan melibatkan aspek yang perlu karyawan. diperhatikan harus Perusahaan penuh karyawan melaksanakan menimbulkan erat kepuasan antara lain : karyawan harus lebih berinisiasi memberikan kepercayaan  penelitian ini dapat memberikan karyawan mendengarkan  anggota perusahaan. dengan para karyawan agar pimpinan seluruh untuk pada menyampaikan jika dalam mengalami masalah atau keluhan pekerjaan, dalam pekerjaan, karyawan harus sehingga tidak ada rasa lebih curiga diantara manajer dan berinteraksi dengan rekan kerja karyawan. secara Pihak perusahaan bersedia mendukung antara karyawan atau untuk dengan manajer. menyampaikan 3. Bagi infomasi dengan apa adanya jika karyawanya. bersedia baik peneliti pekerjaan, serta saling selanjutnya, tersebut diharapkan dapat meningkatkan para kualitas penelitian dalam hal Perusahaan memperoleh data-data serta teori menyediakan dan memperhatikan faktor-faktor informasi penting mencintai bagi 9 lain yang Hofstede, G, Hofstede, G. J, Minkov, mempengaruhi Cultures M. seperti kesempatan untuk maju, Organizations: SOFTWARE keamanan kerja, gaji, perusahaan OFTHE New dan manajemen, supervise, faktor McGraw.Hill. intrinsik dari pekerjaan, kondisi kerja, aspek sosial 2010. and kepuasan kerja selain komunikasi MIND. York: http://sosbud.kompasiana.com/2012/ dalam 03/31/pekerja-di-indonesia- pekerjaan, dan fasilitas. paling-tidak-puas-mengapa450763.html. Diakses pada 2 oktober 2013. DAFTAR PUSTAKA Luhandi. Anoraga, P. 1992. Psikologi Dalam Komunikasi 1987. Perusahaan. Jakarta: PT. Rineka Mengena: Cipta. Efektifitas Meningkatkan Konunikasi Antar Pribadi. Yogyakarta : Kasinus. As'ad, M. 1998. Psikologi Industri: Makmuri, Seri Sumber Saya Manusia. Matin, H. Z, Jandaghi, G, Karimi, F. Cangara, H. 2006. Pengantar Ilmu Jakarta: H, dan Hamidizadeh, A. 2010. PT. RajaGrafindo Persada. Endang, E dan Ganari, H. 2009. Prosedur Relationship Between Interpersonal Communication Skill Terapi Kognitif Perilaku dan Kecemasan Perilaku 2008. Organisasi. Yogyakarta : UGM Yogjakarta: Liberty. Komunikasi. M. And Organization Commitmen (Case Study: Jahad Menghadapi Medis pada Prabu, A. 2005. Pengaruh Motivasi Anak Penderida Leukimia. Jurnal terhadap Psikologi Universitas Gajah Pegawai Kepuasan Badan Kerja Koordinasi Mada. Yogyakarta. Vol 1, No. 1, Keluarga Berencana Nasional Hal. 77-85. Kabupaten Muara Enim. Jurnal Manajemen & Bisnis, Vol. 3 No 10 6, Sriwijaya: Universitas Negeri Sriwijaya. Samler, W. 2003. Friendship Interaction Skills Across The Handbook Life-Span. Communication Interaction and Skill. of Social Mahwah, N.J.: Erlbaum. Sugiyono. (2010). Metode penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta. Wijono, S. 2010. Psikologi Industri & Organisasi Dalam Suatu Bidang Gerak Psikologi Sumber Daya Manusia. Jakarta : Prenada Media Group. 11

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

HUBUNGAN ANTARA HUMOR DENGAN HUBUNGAN INTERPERSONAL KARYAWAN Hubungan Antara Humor Dengan Hubungan Interpersonal Karyawan.
0
3
16
HUBUNGAN ANTARA HUMOR DENGAN HUBUNGAN INTERPERSONAL KARYAWAN Hubungan Antara Humor Dengan Hubungan Interpersonal Karyawan.
0
2
16
HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN KERJA DENGAN INTENSI TURNOVER PADA KARYAWAN Hubungan Antara Kepuasan Kerja Dengan Intensi Turnover Pada Karyawan.
0
4
12
HUBUNGAN ANTARA KONTRAK PSIKOLOGIS DENGAN KEPUASAN KERJA PADA KARYAWAN Hubungan Antara Kontrak Psikologis Dengan Kepuasan Kerja Pada Karyawan.
0
7
17
HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA KARYAWAN-MANAJER DENGAN KEPUASAN KERJA PADA Hubungan antara komunikasi interpersonal antara karyawan-manajer dengan kepuasan kerja pada karyawan rsup dr. soeradji tirtonegoro klaten.
0
2
17
BAB 1 PENDAHULUAN Hubungan antara komunikasi interpersonal antara karyawan-manajer dengan kepuasan kerja pada karyawan rsup dr. soeradji tirtonegoro klaten.
0
2
8
HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN KERJA DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI PADA KARYAWAN Hubungan Antara Kepuasan Kerja Dengan Motivasi Berprestasi Pada Karyawan.
0
1
15
HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN KERJA DENGAN KINERJA KARYAWAN Hubungan Antara Kepuasan Kerja Dengan Kinerja Karyawan.
0
2
17
HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN KERJA DENGAN KINERJA KARYAWAN Hubungan Antara Kepuasan Kerja Dengan Kinerja Karyawan.
0
1
10
HUBUNGAN ANTARA KEPEMIMPINAN TRANFORMASIONAL DENGAN KEPUASAN KERJA PADA KARYAWAN Hubungan Antara Kepemimpinan Tranformasional Dengan Kepuasan Kerja Pada Karyawan.
0
1
14
HUBUNGAN ANTARA KOMPENSASI DENGAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN Hubungan Antara Kompensasi Dengan Kepuasan Kerja Karyawan.
0
1
17
HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN KERJADENGAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN Hubungan Antara Kepuasan Kerja dengan Produktivitas Kerja Karyawan.
0
0
11
HUBUNGAN ANTARA GAYA KOMUNIKASI EQUALITARIAN STYLE MANAJER DAN KARYAWAN DENGAN MOTIVASI KERJA KARYAWAN.
0
0
2
HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI INTERPERSONAL DENGAN KONFLIK KERJA PADA KARYAWAN.
0
4
110
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN INTERPERSONAL DENGAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN (GURU) ipi94972
0
1
15
Show more