KAJIAN SOSIOLOGI TARI RENTAK BULIAN DI KECAMATAN RENGAT BARAT KABUPATEN INDRAGIRI HULU PROVINSI RIAU.

Gratis

20
277
108
1 year ago
Preview
Full text

BAB V PENUTUP……………………………………………………………

DAFTAR GAMBAR HalamanGambar 1: Gulang-gulang yang Digunakan Dalam Upacara Bulean 33 ………Gambar 2: Ragam Menyembah Guru di Padang 42 …………………………... Gambar 9: Ketobung Alat Musik Pukul yang Digunakan Dalam 47 Tari Rentak Bulian……………………………………………….

KAJIAN SOSIOLOGI TARI RENTAK BULIAN DI KECAMATAN RENGAT BARAT KABUPATEN INDRAGIRI HULU PROVINSI RIAU

Oleh Annisa SatriatiNIM 11209241005 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara sosiologi aspek-aspek tari Rentak Bulian di Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu ProvinsiRiau. Sumber data diperoleh dari Bapak Saharan selaku budayawanKabupaten Indragiri Hulu, Bapak Kardinal selaku Kumantan dan penari tari RentakBulian, serta Ibu Khaira Zuita selaku pengajar tari Rentak Bulian.

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Seperti halnya tariRentak Bulian yang berada di Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri HuluProvinsi Riau, yang pada awalnya sebagai tari ritual tetapi saat ini berkembang menjadi tari hiburan. Seiring denganperkembangannya, maka tari Rentak Bulian yang dahulu merupakan sebuah tari ritual pada upacara pengobatan pada Suku Talang Mamak, saat ini telah berkembangmenjadi sebuah tari Hiburan di Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri HuluProvinsi Riau.

B. Fokus Masalah

C. Rumusan Masalah

D. Tujuan penelitian

Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah, tujuan dari penelitian ini adalah : 1. Mengetahui tanggapan masyarakat terhadap tari Rentak Bulian Hasil penelitian ini nantinya diharapkan dapat bermanfaat, baik secara teoritis maupun manfaat praktis.

E. Manfaat penelitian

Memperluas wawasan ilmu tentang Tari Rentak Bulian, sehingga dapat dijadikan acuan bagi penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan kajian pada suatutarian.

1. Manfaat teoritis

2. Manfaat praktis

Sebagai sumbangan pemikiran bagi penggalian, pelestarian, pengembangan, dan pemberdayaan seni tradisi di Indragiri Hulu pada masa yang akan datang.

BAB II KAJIAN TEORI

A. Deskripsi Teoritik

1. Kajian Sosiologi

Sosiologi adalah ilmu empirik yang mempelajari tindakan sosial masyarakat atau social action untuk dapat merumuskan pola fikir dan tindakan berupa aturan danhukuman yang terdapat di dalamnya (Sumandiyo, 2005: 11). Nilai vital adalah nilai yang meliputi berbagai konsepsi yang berkaitan dengan segala sesuatu yang berguna bagi manusia dalam melaksanakan berbagai aktivitas.

2. Nilai-nilai Sosial

Seni tari adalah ungkapan gagasan atau perasaan yang estetis dan bermakna yang diwujudkan melalui media gerak tubuh manusia yang ditata dengan prinsip-prinsip tertentu. Disamping itu menurut Sugianto seni tari adalah gerak terangkai berirama sebagai ungkapan jiwa atau ekspresi manusia yang didalamnya terdapatunsur keindahan wiraga (tubuh), wirama (irama), wirasa (penghayatan), dan wirupa(wujud) (Zulkifli, 2007: 2).

3. Pengertian seni tari

Tari merupakan bagian dari seni, karena gerak yang ada didalamnya adalah gerak yang telah diberi bentuk ekspresif yaitu gerak indah yang dapat menggetarkanperasaan manusia. Ritual atau upacara ritual tidak asing lagi kita dengar di berbagai daerah, tetapi hanya sebutan atau nama saja yang berbeda pada setiap daerahnya dan kitaanggap itu hal yang baru.

4. Ritual

Disisi lain Purba (2004:134) mengatakan bahwa, upacara ritual dapat diartikan sebagai peranan yang dilakukan oleh komunitas pendukung suatu agama,adat istiadat, kepercayaan, dan prinsip, dalam rangka pemenuhan kebutuhan akan ajaran atau nilai-nilai budaya dan spritual yang diwariskan turun-temurun oleh nenekmoyang mereka (Purba, 2014: 134). Hal tersebut didukung oleh Koentjaraningrat (1990: 190) yang mengatakan bahwa upacara ritual atau ceremony adalah sistem aktifitas atau rangkaian tindakanyang ditata oleh adat atau hukum yang berlaku dalam masyarakat yang berhubungan dengan berbagai macam peristiwa yang biasanya terjadi dalam masyarakat yangbersangkutan.

5. Tari Rentak Bulian

Tari Rentak Bulian ditarikan oleh dukun atau Kumantan dan tujuh atau sembilan orang penari yang telah dewasa. Tari Rentak Bulian dimulai oleh dukun atau Kumantan yang kemudian diikuti oleh para penari yang berbaris dibelakangnya.

6. Suku Talang Mamak

Setibanya di Kecamatan Rengat Barat KabupatenIndragiri Hulu salah seorang dari mereka menikahi seorang perempuan yang berasal dari Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu. Mereka masih tetap mempercayai kepercayaan lama yang diturunkan sejak dulu kala yaitu percayabahwa kehidupan ini dikuasai oleh makhluk-makhluk dan roh-roh halus (DaudKhadir, 1985:8-10) Tari terdiri atas unsur-unsur yang saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya agar dapat membentuk satu kesatuan komposisi.

7. Bentuk Pertunjukan

Secara umum gerak tari dapat di kategorikan dalamdua macam yaitu gerak maknawi yaitu gerak yang mengungkapkan makna dan gerak murni adalah gerak yang berfungsi semata-mata untuk keindahan dan tak terdapatmakna tertentu didalamnya. Ragam gerak tari Rentak Bulian yang ada pada upacara Bulean dengan gerak tari Rentak Bulian yang sudah menjadi tari kreasi memiliki perbedaan.

b. Musik atau iringan

Fungsi musik dalam tari untuk memperkuat ekspresi gerak tari dan juga didesain sebagai ilustrasi, pemberi suasana, dan membangkitkan imajinasitertentu pada penontonnya (Kusnadi, 2009: 6). Istilah tata rias berasal dari tata yang berarti aturan dan rias artinya membentuk atau melukis wajah agar sesuai dengan tema atau karakter yangdibawakan.

c. Tata rias

d. Tata busana

Penelitian yang membahas tentang tari Rentak Bulian oleh Sari Putri dalam skripsi tahun 2002dengan judul “Fungsi Tari Rentak Bulian Dalam Tradisi Upacara Bulean (Pengobatan) Desa Rantau Langsat Indragiri Hulu Riau ”. Penelitian tersebut memiliki relevansi dengan penelitian yang berjudul kajian sosiologi tari RentakBulian di Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau.

B. Penelitian terdahulu yang relevan

C. Kerangka berpikir

Sosiologi merupakan ilmu sosial yang objek studinya adalah masyarakat baik di dalamnya proses sosial dan lembaga-lembaga sosial. Pengamatan awal peneliti sebelum melaksanakan penelitian, tari RentakBulian merupakan tari yang saat ini merupakan sebuah tari hiburan yang ada diKecamatan Rengat Barat Kabupaten Indrigiri Hulu Provinsi Riau.

BAB II I METODE PENELITIAN

A. Pendekatan Penelitian

Penelitian kualitatif deskriptif artinya data yang diperoleh akan dikumpulkan dan diwujudkan secara langsung dalam bentuk deskripsi atau gambaran tentangsuasana atau keadaan objek secara menyeluruh dan apa adanya berupa kata-kata lisan atau tulisan dari orang atau prilaku yang diamati (Moleong, 2010: 3). Penelitian deskriptif mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat, serta tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi tertentu, termasuktentang hubungan-hubungan, kegiatan-kegiatan, sikap-sikap, pandangan-pandangan, serta proses-proses yang sedang berlangsung dan pengaruh-pengaruh dari suatufenomena.

B. Tempat dan Waktu Penelitian

Hal ini dikarenakan Kabupaten Indragiri Hulu merupakan daerah yang memiliki tari Rentak Bulian. Peneliti memilih tiga narasumber sebagai subjek penelitian, yaitu bapak Saharan sebagai salah satuBudayawan di Kabupaten Indragiri Hulu, bapak Kardinal sebagai Kumantan dalam tari Rentak Bulian, dan ibu Khaira Zuita sebagai salah satu guru seni tari RentakBulian di Kabupaten Indragiri Hulu.

C. Objek penelitian

D. Sumber Data Penelitian

Menurut lofland sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata- kata, dan tindakan, selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain(Moleong, 2008: 157). Sumber data yang penulis gunakan untuk memperoleh informasi yang valid dan relevan dalam penelitian ini adalah sumber data primer dansekunder.

1. Sumber data primer

Data yang diperoleh melalui wawancara dan pengamatan langsung di lapangan. Sumber primer dari penelitian ini adalah masyarakat suku Talang Mamak yang ikut sertaterlibat dalam ritual pengobatan penyakit atau acara Bulean.

2. Sumber data sekunder

Teknik pengumpulan data dalam sebuah penelitian dibuat dengan tujuan agar peneliti bisa memperoleh data dengan cara yang sesuai, sehingga akan diperoleh datayang lengkap baik secara lisan maupun tertulis. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dandokumentasi.

E. Teknik Pengumpulan Data

1. Observasi

Observasi yang dilakukan peneliti adalah dalam bentuk pengamatan dan pencatatan langsung dan tidak langsung. Wawancara merupakanpercakapan dengan maksud tertentu yang dilakukan oleh dua belah pihak yaitu pihak pewawancara sebagai penanya dan pihak terwawancara yang memberikan jawabanatas pertanyaan itu (Moleong ,2010:186).

2. Wawancara

3. Dokumentasi

Dokumentasi yang dilakukan oleh peneliti ialahsegala bentuk dokumentasi tertulis maupun tidak tertulis yang dapat digunakan untuk melengkapi data-data lainnya. Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk memperoleh data yang diperlukan ketika peneliti melakukan penelitian.

F. Instrumen Penelitian

G. Keabsahan Data

Dalam penelitian kualitatif, pemeriksaan terhadapkeabsahan data selain digunakan untuk menyanggah baik apa yang dituduhkan terhadap penelitian kualitatif yang tidak ilmian, juga merupakan sebagai unsur yangtidak terpisahkan dari tubuh pengetahuan penelitian kualitatif. Analisis data menurut Milles dan Huberman merupakan kegiatan pengurutan data sesuai dengan rentang permasalahan, pengorganisasian, data dalam informasi,kategori ataupun unit tertentu sesuai dengan antisipasi penelitian, interpretasi peneliti berkenaan dengan signifikansi butir-butir ataupun satuan data yang ingin diperoleh,dan penilaian atas butir ataupun satuan data sehingga membuahkan kesimpulan(Moleong, 2005: 225).

H. Teknik Analisis Data

Analisis data kualitatif menurut Bogdan dan Bike adalah upaya yang dilakukan dengan mengorganisasikan data, memilahnya menjadi satuan yang dapatdikelola, mensintesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepadaorang lain (Moleong, 2010: 248). Catatan deskripsi merupakan data alami yang berisi tentang apa yang di lihat, didengar, disaksikan, dirasakan, serta yang dialami sendiri oleh peneliti tanpaadanya pendapat dan penafsiran pribadi terhadap fenomena yang di jumpai peneliti.

1. Pengumpulan data

2. Reduksi data

Reduksi data dalam penelitian ini dilakukan dengan melakukan seleksi, membuat ringkasan atau uraian singkat,menggolong-golongkan untuk lebih mempertajam, mempertegas, menyingkat, membuang bagian yang tidak diperlukan, dan mengatur data agar dapat ditarikkesimpulan secara tepat. Membandingkan dan mengecek balik derajatkepercayaan suatu informasi yang diperoleh dari sumber yang berbeda waktu dan alat dalam penelitian kualitatif dilakukan melalui langkah langkah:a.

3. Penyajian data

4. Pengambilan kesimpulan

Kesimpulan yang telah ditarik segera diverifikasi dengan cara melihat dan mempertanyakan kembali sambil melihat catatan lapangan agar dapat memperolehpemahaman yang lebih tepat atau dapat juga dilakukan dengan mendiskusikan. Hal ini dilakukan agar data yang diperoleh dan penafsiran terhadap data memilikivaliditas sehingga kesimpulan yang ditarik menjadi kokoh.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Letak Geografis

a. Lokasi

Secara umum keadaan topografinya adalah berupa dataran meskipun ada beberapa daerah yangberbukit-bukit dan ada juga yang berupa rawa. Batas Kecamatan Rengat Barat bagian utara yaituKabupaten Pelalawan, bagian selatan yaitu Kecamatan Seberida, bagian timur yaituKecamatan Rengat, dan bagian barat yaitu Kecamatan Lirik dan Kecamatan PasirPenyu.

b. Iklim

Berdasarkan hasil pengukuran arah dan kecepatan angin dan sekitar Japura yang dilakukan di Stasiun Meteorologi, bahwa Kecamatan Rengat Barat memilikikecepatan minimum 5km/jam dan maksimum 6 km/jam. Keadaan kultur budaya masyarakat di Kecamatan Rengat Barat pada umumnya memiliki karakteristik yang sama dengan wilayah administrasi tingkatKabupaten, Kota atau kecamatan secara regional di Provinsi Riau.

c. Kependudukan

Programkependudukan yang meliputi pengendalian kelahiran, menurunkan tingkat kematian ibu dan bayi, perpanjangan usia dan harapan hidup, penyebaran penduduk yangseimbang serta pengembangan potensi penduduk sebagai modal pembangunan yang harus ditingkatkan. Pendidikan merupakan suatu kegiatan untuk meningkatkan daya pikir dan untuk mengubah cara pikir yang tidak bisa menjadi bisa, dan dari tidak tahu menjaditahu.

d. Pendidikan

2010 jumlah lembaga pendidikan berjumlah sebanyak 40 di Kecamatan RengatBarat. Lembaga pendidikan untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama berjumlah 5 sekolah.

e. Agama

Tetapi pada saat ini mayoritas penduduk sudah memeluk agama Islam sejak masuknya ajaran Islam dalam kehidupan suku Talang Mamak di Kecamatan RengatBarat. Kecamatan Rengat Barat memiliki fasilitas agama yang ada antara lain mesjid, mushalla, dan gereja.

f. Mata Pencaharian

2. Asal-usul Tari Rentak Bulian

Terlihat dari paham yang dianut masyarakat Suku Talang Mamak yang masih menggunakan ritualgaib guna mengusir roh-roh jahat dengan menggunakan upacara Bulean. Apabila orang yang sakit lebih dari satu maka dilaksanakan di tempat yang telah ditentukan seperti di lapangan ataudi depan halaman yang lebih luas.

3. Urutan Persiapan Pelaksanaan Bulean

Ketika ada penyakit menular yang mengancam masyarakat Suku TalangMamak maka perangkat adat bersama masyarakat melaksanakan musyawarah di balai desa. Dalam musyawarah tersebut untuk menentukan hari dan tanggal pelaksanaan Upacara Bulean yang telah direstui batin.

a. Merancang

Sebelum pelaksanaan upacara Bulean, masyarakat mencari dan mempersiapkan segala sesuatu bahan keperluan untuk upacara Bulean. Sementara perangkat Kumantan mempersiapkan alat- alat pengobatan, masyarakat lainnya mempersiapkan alat musik seperti ketabung, gong dan ketunjung,serta menyediakan dan menggantung pucuk enau, membuat lancang, ancak, gulang- gulang, guci dan perasapannya, ayam persembahan, bertih, lilin lebah, ketaya, bubur, warna makanan, air pekasih, sirih.

b. Meramu

c. Menjemput Kumantan

sesampai dirumah Kumantan mereka duduk berhadapan batin dan kemudian menyerahkan sirih kepada Kumantan diawalidengan kata- kata “silahkan makan sirih” dan kemudian Kumantan menerima danmemakan. Gambar 1: Gulang-gulang yang Digunakan Dalam Upacara Bulean (Dok. Dispora Kabupaten Indragiri Hulu, 2012) Pelaksanaan Bulean juga punya tahap sesuai dengan yang diadatkan sebagai berikut :1) Pemeriksaan Sebelum upacara dilaksanakan terlebih dahulu memeriksa perlengkapan yang dibutuhkan dalam upacara Bulean.

d. Pelaksanaan Bulean

2) Penyerahan Batin menyerahkan peralatan dan bahan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan Upacara Bulean. 3) Togak KumantanPada tahap ini sepenuhnya upacara Bulean langsung dipimpin oleh Kumantan, dan dibantu perangkatnya yang terdiri dari Bintara laki-laki dan perempuan, Gading-gading, serta Penabuh (Biduan).

a) Mengasap

b) Membangkah

Kalau manusia yang dibangkah ini disebut Kesetiaan, sedangkan barang atau alat yang dibangkah disebut TandaPengenal bagi roh-roh halus dan malaikat.c) Memakaikan Kumantan Baju dan celana Kumantan dibuka kemudian diganti dengan pakaian pengobatan. Pakaian tersebut sebelumnya telah diasapi serta pakaian dilengkapi dengan Gelang Kangsa dan Tongkat si Demang.d) Memasang Kelulusan Kelulusan terbuat dari daun kelapa muda, daun enau muda atau daun salak yang masih muda.

e) Menawar

Seluruh alat dan bahan yang dipakai dalam Upacara Bulean ditawar lebih dahulu oleh Kumantan, dan ditabur dengan Bertih.f) Menghadap Membangunkan Pengertian menghadap membangunkan adalah mengupayakan agar seluruh yang dihadap atau yang diminta keikut sertaannya dalam pengobatan atau Buleansiap untuk bekerja. Maka Kumantan menyuruh perangkat adat menghukum yang bersangkutan untuk Selain alat musik ketabung, gong, gendang, ketunjung yang dibunyikan selama upacara Bulean terkadang ada juga yang menggunakan dengan nyanyian(langsung suara manusia) dalam bentuk senandung.

4. Bentuk Penyajian Tari Rentak Bulian

Sedangkan Bujang bayu yang berada pada sisi kanan dan kiri Kumantan, masih dalam posisi mengoleskan arang dan kapur sirih pada bagian lengan kanan dan kiri Kumantan. Gambar 6: Ragam Meracik Limau Tari Rentak Bulian (Foto. Annisa, 2015) 6) Merenjis Limau (memercik limau) Merenjis limau adalah gerak yang menggambarkan penari memercikkan limau kepada orang yang sakit di dalam upacara Bulean.

b. Musik

Tari Rentak Bulian menggunakan enam macam alat musik diantaranya yaitu:1) Gong, sebagai alat musik yang didalam tari Rentak Bulian ini sangat berperan penting karena Gong merupakan penanda pergantian ragam gerak. 5) Ketawak, alat musik pelengkap juga dalam tari Rentak Bulian.6) Ketobung, Alat musik yang harus ada baik dalam upacara Bulean maupun dalam pertunjukan tari Rentak Bulian.

c. Tata Busana

Sebagaitari yang lebih menonjol pada gerak rentaknya maka dalam penampilan dalam tariRentak Bulian ini menggunakan Giring-giring atau biasa kita kenal dengan GelangKaki. Annisa, 2015) Selain itu penari menggunakan aksesoris yang dinamakan Dukoh yang biasa kita sebut dengan kalung.

d. Tata Rias

Gerak-gerak pada tari Rentak Bulian berasal dari gerak yang ada didalam upacara Bulean yang sudah dirombak dan diperhalus. Nilai yang terkandung dalam tema tari Rentak Bulian ini adalah nilai budaya masyarakat yangmasih sangat kental.

B. Pembahasan

1. Fungsi tari Rentak Bulian

a. Fungsi sosial

Dilihat dari tari Rentak Bulian, fungsi sosial yang muncul adalah kebersamaan penari dalam mempersiapkan segala kebutuhan pementasan. Termasuk pada pertunjukan tari Rentak Bulian yang dilaksanakan di tengah lapangan luas di daerah Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu,hal ini dapat mengundang partisipasi masyarakat untuk menyaksikannya.

b. Fungsi ekonomi

c. Fungsi ritual

Karena dalam tari Rentak Bulianmengandung unsur mistis dan termasuk dalam salah satu rangkaian upacara Bulean yang merupakan sebuah upacara pengobatan penyakit yang sakral pada Suku TalangMamak Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau. Walaupun sudah menjadi tari kreasi tari Rentak Bulian tetapmengandung hal mistis, hal ini dapat dilihat dari bentuk tari yang ditampilkan masih berbentuk sebuah ritual, dan menggambarkan sebuah ritual pelaksanaan pengobatanpenyakit pada Suku Talang Mamak.

d. Fungsi hiburan

e. Sebagai pelestari budaya

Adanya tari Rentak Bulian sebagai tari hiburan membuat kementrian kebudayaan dapat menjadikan tarian ini Sebagai kesenian yang menjadi sebuahidentitas budaya, tari Rentak Bulian menjadi salah satu tarian unggul diantara kesenian-kesenian lain yang ada di daerah Kecamatan Rengat Barat KabupatenIndragiri Hulu. Berdasarkan wawancara yang dilakukan peneliti, nilai-nilai yang terkandung di dalam tari Rentak Bulian adalah sebagai berikut: Gerak-gerak-gerak pada tari Rentak Bulian bersumber dari sebuah rangkaian upacara Bulean yang sudah diperhalus dan diperindah.

2. Makna sosiologis tari Rentak Bulian

Gerak yang terdapat pada tari Rentak Bulian banyak menggunakan hentakan kaki yang biasanya disebut gerak merentak. Nilai yang terkandung dalam gerak tari Rentak Bulian adalah kebersamaan dan kekuatan.

c. Iringan

d. Tata Rias dan Tata Busana

Kostum penari putri menggambarkan pakaian Tari Rentak Bulian termasuk tari yang sangat dikenal dimasyarakat sebagai tari yang dimiliki oleh Daerah Kabupaten Indragiri Hulu. Bahkan juga Beliau ingin menjadikan tari Rentak Bulian sebagai tari kreasi milikKabupaten Indragiri Hulu yang telah menjadi Hak Paten Daerah (Wawancara dengan bapak Saharan pada bulan Maret 2015).

3. Tanggapan Masyarakat terhadap tari Rentak Bulian

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Tari Rentak Bulian pada awalnya berfungsi sebagai tari ritual pada upacara pengobatan oleh Suku Talang Mamak, namun padasaat ini telah berkembang menjadi sebuah tari hiburan di Kecamatan Rengat BaratKabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau. Nilai yang terkandung dalam tema tari Rentak Bulian adalah nilaikerohanian, karena tari ini menyangkut kebutuhan rohani manusia yaitu sebuah ritual pengobatan penyakit pada Suku Talang Mamak Kabupaten Indragiri Hulu.

LAMPIRAN

Lampiran 1 Glosarium Air pekasih : Air yang telah dipersiapkan untuk perlengkapan sesaji dalam upacara BuleanAlim Ulama : Orang yang kuat ilmu agamanyaAyam ciap-ciap : menebus pengobataAyam pasambah : Ayam untuk dipersembahkan kepada makhluk halusBalai Panjang : Salah satu kebudayaan yang ada pada suku Talang MamakBalai Terbang : Salah satu kebudayaan yang ada pada suku Talang MamakBatin : Salah seorang dukun yang dihormati setelah KumantanBedukun : Mempercayai dukuBertih : Padi yang digongseng, digoreng tetapi tidak menggunakan minyakBetimbang salah : Melanggar adatBijak Lestari : Bijaksana selaluBintara : Pendamping Kumantan dalam pengobatan BuleanBujang : Sebutan anak laki-laki pada suku Talang MamakBulean : Upacara pengobatan pada suku Talang MamakBulean : Upacara pengobatan penyakit pada suku Talang MamakCredible : Terpercaya Dukun : Orang yang mengobati penyakit pada suku TalangMamak Encah : Salah satu peralatan yang digunakan dalam upacaraBulean Gading-gading : Pembantu dukun, pendamping dukunGambus : Alat musik gambus Gelang kangsa : Perlengkapan pakaian pengobatan yang digunakan oleh KumantanGendang : Alat musik pukul dalam iringan tari Rentak BulianGendang Pelalu : Alat musik yang digunakan dalam tari Rentak BulianGong : Alat musik dalam iringan tari Rentak BulianGuci : Tempat yang terbuat dari kaca, untuk meletakkan sesajiGulang-gulang : Rumah kecil yang dibuat dalam pelaksanaan upacara BuleanIhwal : pelaksanaanJimat : pelindung Kelulusan : Terbuat dari daun kelapa muda , daun enau muda atau daun salak muda. Bentuknya seperti tanda (+) yangditempelkan dikepala, bahu, dada, dan lengan Kumantan BuleanKetobung : Alat musik dalam iringan tari Rentak BulianKetumbuhan : salah satu penyakit yang melanda desaKetunjung : salah satu alat musik yang digunakan dalam upacara BuleanKumantan : Sebutan penari laki-laki pada tari Rentak BulianLilin lebah : Alat penerang dari sarang lebahLimau : Buah sejenis jerukMahligai : Sebutan untuk dukun pada kesenian Balai PanjangMembangkah : Mengoleskan bahan yang terbuat dari kapur sirihMengayun lambai : Mengayunkan dengan perlahanMenghadap bambu : Pandangan mengarah kepada bambuMenghadap pucuk : Perumpamaan gerak sedang mengambul pucuk enauMeralin : PengobatanObor : Penerang yang terbuat dari bambuOgung : Alat musik seperti gongOrang bunian : orang halusOrang halus : Makhluk yang tak dapat dilihat dengan mata telanjang, kecuali oleh orang orang tertentu saja. Orang Pandai : Biasa disebut sebagai seorang dukun Pakaian malaikat : Pakaian Kumantan yang terbuat dari daun kelapa muda, daun enau muda atau daun salah muda. Pantang : Suatu hal yang dilarang untuk dilakukanPemangku : Yang terhormatPeningkah : Sebagai penanda atau sebuah tandaPergi ke padang : Pergi kelapangan luasPersirihan : Berbagai macam alat-alat yang digunakan dalam makan sirihPucuk enau : Bagian daun paling muda dari pohon enauPutri Bertumpur Emas : Julukan untuk anak perempuanRentak : Gerak hentakan kakiSecubit Pinang : Sedikit buah pin pinangSepelit kapur : Sedikit kapurSesajen : Benda-benda yang dipersembahkan untuk orang bunianSialang : kayu besar tempat bersarangnya lebahSumbang : alat penyapu sarang lebahTalang Mamak : Suku pedalaman Kabupaten Indragiri HuluTekalang : tempat sesajianTongkat si demang : Tongkat yang digunakan Kumantan pada upacara BuleanTuah berampat : Julukam nama untuk salah satu dukun dalam upacara BuleanWiraga : Gerak tubuh Lampiran 2

PEDOMAN OBSERVASI

TujuanInstrumen ini digunakan untuk menjaring data tentang Sebuah kajian sosiologi tari Rentak Bulian Di Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau. Pembatasan Peneliti melakukan observasi dengan memutar video-video tari Rentak Bulian dengan mendapatkan informasi secara langsung dari narasumber.

PEDOMAN WAWANCARA

TujuanUntuk menjaring data tentang Sebuah kajian sosiologi tari Rentak Bulian Di Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau. Pembatasan Di dalam melaksanakan observasi peneliti membatasi pada Sebuah kajian sosiologi tari Rentak Bulian Di Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri HuluProvinsi Riau.

PEDOMAN DOKUMENTASI

Sebagai tari yang lebih menonjol pada gerak rentaknya maka dalam penampilan dalam tari Gerak-gerak pada tari Rentak Bulian berasal dari gerak yang ada didalamUpacara Bulean yang sudah dirombak dan diperhalus. Berikutnya gerak menyembah yang menggambarkan bahwa sedang menyembah makhluk halus yang akan membantu Transkip wawancaraNara Sumber : Saharan TTL : Kota Lama 4 April 1966Pekerjaan : Staf BPCB Batu Sangkar Umur : 49 tahunAlamat : Kota Lama, Rengat Waktu : 23-03-2015Deskripsi : Menurut pendapat pak Saharan Tari Rentak Bulian itu tidak ada pada suku talang mamak, yang ada hanya pengobatan tradisional Bulean.

FOTO

Gambar 1 : Foto Dokumentasi Tari Rentak Bulian Pada Tahun 90-an (Foto. Annisa, 2015)Gambar 2 : Foto Dokumentasi Tari Rentak Bulian Pada Tahun 1996 (Foto. Annisa, 2015) Gambar 5 : Foto Wawancara Mengenai Tari Rentak Bulian di Kantor Dinas Budaya dan Olahraga Kabupaten Indragiri Hulu (Foto.

SURAT KETERANGAN

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (108 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

KEPEKAAN ESCHERICHIA COLI UROPATOGENIK TERHADAP ANTIBIOTIK PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH DI RSU Dr. SAIFUL ANWAR MALANG (PERIODE JANUARI-DESEMBER 2008)
2
93
1
ANALISIS KOMPARATIF PENDAPATAN DAN EFISIENSI ANTARA BERAS POLES MEDIUM DENGAN BERAS POLES SUPER DI UD. PUTRA TEMU REJEKI (Studi Kasus di Desa Belung Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang)
22
196
16
DEKONSTRUKSI HOST DALAM TALK SHOW DI TELEVISI (Analisis Semiotik Talk Show Empat Mata di Trans 7)
21
175
1
APRESIASI IBU RUMAH TANGGA TERHADAP TAYANGAN CERIWIS DI TRANS TV (Studi Pada Ibu Rumah Tangga RW 6 Kelurahan Lemah Putro Sidoarjo)
8
110
2
SENSUALITAS DALAM FILM HOROR DI INDONESIA(Analisis Isi pada Film Tali Pocong Perawan karya Arie Azis)
33
221
2
MOTIF MAHASISWA BANYUMASAN MENYAKSIKAN TAYANGAN POJOK KAMPUNG DI JAWA POS TELEVISI (JTV)Studi Pada Anggota Paguyuban Mahasiswa Banyumasan di Malang
20
170
2
PENYESUAIAN SOSIAL SISWA REGULER DENGAN ADANYA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SD INKLUSI GUGUS 4 SUMBERSARI MALANG
59
408
26
PENGEMBANGAN TARI SEMUT BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER DI SD MUHAMMADIYAH 8 DAU MALANG
54
386
20
PROSES KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM SITUASI PERTEMUAN ANTAR BUDAYA STUDI DI RUANG TUNGGU TERMINAL PENUMPANG KAPAL LAUT PELABUHAN TANJUNG PERAK SURABAYA
97
584
2
REPRESENTASI CITRA PEREMPUAN DALAM IKLAN DI TELEVISI (ANALISIS SEMIOTIK DALAM IKLAN SAMSUNG GALAXY S7 VERSI THE SMARTES7 ALWAYS KNOWS BEST)
129
435
19
KONSTRUKSI MEDIA TENTANG KETERLIBATAN POLITISI PARTAI DEMOKRAT ANAS URBANINGRUM PADA KASUS KORUPSI PROYEK PEMBANGUNAN KOMPLEK OLAHRAGA DI BUKIT HAMBALANG (Analisis Wacana Koran Harian Pagi Surya edisi 9-12, 16, 18 dan 23 Februari 2013 )
64
452
20
PENERAPAN MEDIA LITERASI DI KALANGAN JURNALIS KAMPUS (Studi pada Jurnalis Unit Aktivitas Pers Kampus Mahasiswa (UKPM) Kavling 10, Koran Bestari, dan Unit Kegitan Pers Mahasiswa (UKPM) Civitas)
104
417
24
PEMAKNAAN BERITA PERKEMBANGAN KOMODITI BERJANGKA PADA PROGRAM ACARA KABAR PASAR DI TV ONE (Analisis Resepsi Pada Karyawan PT Victory International Futures Malang)
18
207
45
STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK PARTAI POLITIK PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH TAHUN 2012 DI KOTA BATU (Studi Kasus Tim Pemenangan Pemilu Eddy Rumpoko-Punjul Santoso)
117
444
25
PENGARUH DIMENSI KUALITAS LAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN DI CAFE MADAM WANG SECRET GARDEN MALANG
18
112
26
Show more