PERAN DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA DALAM MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATAWAN (Studi Pengembangan Ekowisata di Kabupaten Nganjuk).

Gratis

3
12
161
1 year ago
Preview
Full text
PERAN DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA DALAM MENINGKATKAN KUNJ UNGAN WISATAWAN (Studi Pengembangan Ekowisata Di Kabupaten Nganjuk) SKRIPSI Untuk memenuhi persyar atan memper oleh Gelar Sar jana Pada FISIP UPN “Veteran” Jawa Timur Oleh :DHANAR ARDHA YUASTA NPM. 0841010037 YAYASAN KESEJ AHTERAAN PENDIDIKAN DAN PERUMAHAN UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” J AWA TIMUR FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NEGARA SURABAYA 2012 Hak Cipta ©milik UPN "Veteran" Jatim :Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber. KATA PENGANTAR Segala puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayahNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul “PERAN DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA DALAM MENINGKATKAN KUNJ UNGAN WISATAWAN” Studi Pengembangan Ekowisata Di Kabupaten Nganjuk).Tugas ini dibuat dalam memenuhi persyaratan kurikulum pada Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Pembangunan Nasional “VETERAN” Jawa Timur. Dalam tersusunnya tugas ini penulis mengucapakan terima kasih sebesar besarnya kepada Drs. Pudjo Adi, M.Si selaku dosen pembimbing yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan kepada penulis. Disamping itu penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada :1. Ibu Dra. Hj. Suparwati, M.Si, selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. 2. Bapak Dr. Lukman Arif, M.Si, selaku Ketua Program Studi Administrasi Negara. 3. Ibu Dra. Susi Hardjati, MAP selaku Sekretaris Program Studi Administrasi Negara. 4. Bapak/Ibu Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur. 5. Ibu Lies Nurhayati, S.H, M.Si selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Nganjuk ii Hak Cipta ©milik UPN "Veteran" Jatim :Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber. 6. Ibu Dra. IIT Herlyana, MM selaku Kepala Bidang Usaha dan Pemasaran Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Nganjuk. 7. Seluruh pejabat, pegawai dan pembantu dilingkugan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Nganjuk yang telah banyak membantu penulis dalam menyelesaikan penyusunan skripsi ini. Dalam penyusunan skripsi ini penulis menyadari masih ada kekurangankekurangan dalam penyusunannya. Oleh karena itu penulis senantiasa bersedia dan terbuka dalam menerima saran, kritik dari semua pihak yang dapat menambah kesempurnaan skripsi. Akhirnya penulis mengucapkan terima kasih serta besar harapan penulis skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Surabaya, Maret 2012 Penulis iii Hak Cipta ©milik UPN "Veteran" Jatim :Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber. DAFTAR ISI HALAMAN J UDUL i KATA PENGANTAR ii DAFTAR ISI iv DAFTAR GAMBAR viii DAFTAR TABEL ix ABSTRAKSI.x BAB I PENDAHULUAN 1 A. Latar Belakang 1 B. Perumusan Masalah 8 C. Tujuan Penelitian 9 D. Manfaat Penelitian 9 BAB II TINJ AUAN PUSTAKA 10 A. Penelitian Terdahulu 10 B. Landasan Teori.14 1. Peran.14 a. Pengertian Peran.14 2. Pariwisata.15 a. Pengertian Pariwisata.15 b. Bentuk Pariwisata 17 c. Jenis-Jenis Pariwisata.20 d. Pengertian Wisatawan.22 e. Asas, Fungsi dan Tujuan Pariwisata.24 3. Pemasaran dan Promosi Pariwisata.25 a. Pengertian Pemasaran.25 b. Pengertian Promosi.27 c. Strategi Promosi Pariwisata Daerah.29 d. Faktor dan Langkah-langkah Strategi Promosi.30 C. Kerangka Berpikir .33 Hak Cipta ©milik UPN "Veteran" Jatim :Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber. iv BAB III METODE PENELITIAN .34 A. Jenis Penelitian.34 B. Fokus Penelitian 35 C. Lokasi Penelitian.37 D. Sumber Data.37 E. Pengumpulan Data 39 F. Analisis Data 41 G. Keabsahan Data.44 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Kabupaten Nganjuk.47 1. Sejarah Kabupaten Nganjuk.47 a. Nganjuk Pada Permulaan Tahun 1811.47 b. Nganjuk Sekitar Tahun 1830.50 c. Berbek Cikal Bakal Kabupaten Nganjuk.54 d. Boyongan Pusat Pemerintahan.54 e. Nganjuk Sebagai Ibukota.56 2. Visi Misi Kabupaten Nganjuk.57 a. Visi Kabupaten Nganjuk.57 b. Misi Kabupaten Nganjuk.58 3. Gambaran Umum Wisata Nganjuk.58 a. Air Terjun Sedudo.59 b. Air Terjun Roro Kuning.59 c. Goa Margo Tresno.59 d. Taman Rekreasi Anjuk Ladang (TRAL).60 e. Candi Lor.60 f. Candi Ngetos.60 g. Museum Anjuk Ladang.61 h. Monumen dan Padepokan Jendral Sudirman.61 i. Masjid Al Mubaroq.61 j. The Legend Water Park Kertosono.62 k. Monumen Dr. Sutomo.62 Hak Cipta ©milik UPN "Veteran" Jatim :Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber. v l. Klentheng Hok Yoe Kiong.62 B. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Nganjuk.63 1. Sejarah Dinas Kebudayaaan dan Pariwisata Kabupaten Nganjuk.63 2. Visi dan Misi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Nganjuk.64 a. Visi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Nganjuk.64 b. Misi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Nganjuk.64 3. Struktur Organisasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Nganjuk.64 4. Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Nganjuk.66 5. Karakteristik Jumlah Pegawai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Nganjuk.80 6. Sarana dan Prasarana Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Nganjuk.83 C. Gamabaran Umum Situs Penelitian Ekowisata Kabupaten Nganjuk.83 1. Air Terjun Sedudo.83 2. Air Terjun Roro Kuning.86 3. Goa Margo Tresno.88 4. Taman Rekreasi Anjuk Ladang.90 D. Hasil Penelitian.92 1. Promosi Obyek Wisata.93 a. Promosi melalui Media Cetak.93 b. Promosi Melalui Media Elektronik.101 c. Promosi Melalui Media Internet.103 d. Promosi Melalui Duta Wisata.107 2. Bimbingan Sadar Wisata.112 Hak Cipta ©milik UPN "Veteran" Jatim :Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber. vi 3. Melestarikan Kawasan Ekowisata.117 4. Perbaikan dan Pembangunan Sarana dan Prasarana Pariwisata.120 E. Pembahasan.124 1. Promosi Obyek Wisata.126 a. Promosi melalui Media Cetak.126 b. Promosi Melalui Media Elektronik.131 c. Promosi Melalui Media Internet.134 d. Promosi Melalui Duta Wisata.136 2. Bimbingan Sadar Wisata.139 3. Melestarikan Kawasan Ekowisata.142 4. Perbaikan dan Pembangunan Sarana dan Prasarana Pariwisata.144 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN.147 A. Kesimpulan.147 B. Saran.149 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN Hak Cipta ©milik UPN "Veteran" Jatim :Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber. vii ABSTRAKSI DHANAR ARDHA YUASTA, PERAN DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA DALAM MENINGKATKAN KUNJ UNGAN WISATAWAN (Studi Pengembangan Ekowisata di Kabupaten Nganjuk) Penelitian ini didasarkan pada fenomena yang terjadi yaitu adanya penurunan jumlah kunjungan wisatawan pada tahun 2011 ke kawasan obyek wisata ekowisata yang meliputi Air Terjun Sedudo, Air Terjun Roro Kuning, Goa Margo Tresno, dan Taman Rekreasi Anjuk Ladang (TRAL) akibat adanya bencana alam di Air Terjun Roro Kuning yang berdampak kepada ekowisata yang lain. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana peran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Nganjuk dalam meningkatkan ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Nganjuk dalam meningkatkan ekonomi masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan fokus penelitian: promosi obyek, bimbingan sadar wisata, melestarikan kawasan ekowisata, perbaikan dan pembangunan sarana prasarana pariwisata. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dengan key person dan informan serta dokumentasi dari arsip Dinas Kebudyaan dan Pariwisata Kabupaten Nganjuk. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan serta menggunakan teknik analisis data model interaktif terhadap obyek penelitian yaitu Peran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Nganjuk dalam meningkatkan kunjungan wisatawan, dapat disimpulkan bahwa 1) Promosi obyek wisata melalui media cetak yang ditonjolkan hanya obyek wisata Air Terjun Sedudo dibanding tiga obyek ekowisata yang lain sehinga hanya obyek wisata Air terjun sedudo saja yang ramai pengunjung dan menghasilkan peningkatan kunjungan wisatawan. 2) Promosi melalui media elektronik hanya memanfaatkan stasiun televisi lokal yaitu Bayu TV saja. 3) Promosi melalui media internet hanya sebatas iklan di salah satu situs penyedia iklan gratis dan hanya foto-foto tanpa ada deskripsi serta alamat dari masing –masing obyek wisata. 4) Promosi melalui duta wisata hanya dilakukan pada saat ada pameran yang dilaksanakan di dalam maupun di luar Kabupaten Nganjuk serta pada saat adanya bimbingan sadar wisata.5) Bimbingan sadar wisata dengan konsep sapta pesona yang diperuntukan bagi pedagang dan masyarakat di sekitar obyek wisata, namun bimbingan sadar wisata ini hanya dilakukan setahun sekali pada saat mendekati Hari Ulang Tahun Kabupaten Nganjuk. 6) Untuk kelestarian kawasan ekowisata sudah terjaga dengan baik. 7) Untuk pembangunan dan perbaikan akses jalan sudah berjalan dengan baik dengan keadaan sarana dan parasarana pariwisata yang terjaga dengan baik. x Hak Cipta ©milik UPN "Veteran" Jatim :Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sejumlah pengamat memperkirakan dalam periode 2011 hingga 2015 bakal banyak wisatawan asing yang datang ke Asia Pasifik. Sebagai negara yang direkomendasikan untuk dikunjungi adalah Indonesia. Hal tersebut di jelaskan berdasarkan survei Pacific Asia Travel Association (PATA) Asia Pasifik. Sementara itu Menurut BPS, selama januari-maret jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia mencapai 1.714.946 orang. Jumlah ini naik 6,44 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Naiknya jumlah wisatawan mancanegara menjadi indikasi Indonesia aman untuk dikunjungi. Industry pariwisata sebagai penyumbang devisa terbesar ketiga dalam negeri kita. Saat ini, wisatawan terbanyak berasal dari Australia dan meningkat 25 persen dari tahun lalu. Menurut Undang Undang No. 10/2009 tentang Kepariwisataan, yang dimaksud dengan pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata yang didukung oleh berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan masyarakat, pengusaha, Pemerintah dan Pemerintah Daerah. Pengembangan sektor pariwisata yang dilakukan dengan baik dan maksimal akan mampu menarik wisatawan domestik maupun wisatawan asing untuk datang dan membelanjakan uangnya dalam kegiatan berwisatanya. Dari transaksi itulah masyarakat daerah wisata akan 1 Hak Cipta ©milik UPN "Veteran" Jatim :Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber. 2 terangkat taraf hidupnya serta negara akan mendapat devisa dari wisatawan asing yang menukar mata uang negaranya dengan rupiah. Berdasarkan Pasal 4 Undang-Undang Nomer 33 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan dapat diketahui bahwa pariwisata bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan rakyat, menghapus kemiskinan, mengatasi pengangguran, melestarikan alam, lingkungan dan sumber daya, memajukan kebudayaan, mengangkat citra bangsa, memupuk rasa cinta tanah air, memperkukuh jati diri dan kesatuan bangsa, mempererat persahabatan antarbangsa. Dalam Pasal 1 Peraturan Menteri Dalam negeri Nomor 33 tahun 2009 Tentang Pedoman pengembangan ekowisata di daerah, yang dimaksud dengan ekowisata adalah kegiatan wisata alam di daerah yang bertanggungjawab dengan memperhatikan unsur pendidikan, pemahaman, dan dukungan terhadap usaha-usaha konservasi sumberdaya alam, serta peningkatan pendapatan masyarakat lokal. Saat ini sektor pariwisata di Indonesia belum berjalan secara optimal padahal aspek ini sangat berpengaruh terhadap peningkatan devisa negara, pendapatan masyarakat, serta Pendapatan Asli Daerah (PAD).Provinsi Jawa Timur mempunyai banyak tempat wisata yang sangat potensial jika dikembangkan dengan baik. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur membuat suatu program Visit East Java 2011 untuk menarik para wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara serta memperkenalkan berbagai tempat wisata yang ada di Hak Cipta ©milik UPN "Veteran" Jatim :Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber. 3 Jawa Timur. Dalam program Visit East Java 2011 ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur menjadikan Gunung Bromo sebagai icon utama yang menjadi tempat wisata unggulan di Jawa Timur. Sebagai salah satu Kabupaten di Provinsi Jawa Timur ,Kabupaten Nganjuk juga mempunyai beberapa tempat wisata guna menyukseskan Program Visit East Java 2011 diantaranya yaitu Taman Rekreasi Anjuk Ladang (TRAL),Air Terjun Sedudo, Goa Margo Tresno, serta Air Terjun Roro Kuning. Dari beberpa tempat wisata tersebut, Kabupaten Nganjuk menjadikan Air Terjun Sedudo sebagai tempat wisata unggulan. Pembangunan sektor pariwisata di Kabupaten Nganjuk juga mendapatkan perhatian dari Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk. Hal ini dapat dilihat di visi Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk yaitu, meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pembangunan pertanian, industri, perdagangan dan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan didukung oleh ketersediaan infrastruktur yang memadai. Untuk meningkatkan pariwisata daerah salah satu ukurannya adalah jumlah kunjungan wisatawan. Untuk itu perlu dikembangkan obyek –obyek pariwisata daerah sehingga dapat menarik kunjungan masyarakat. Agar kunjungan dapat meningkat perlu terjalin koordinasi dan kerjasama dengan pengusaha pariwisata baik di dalam maupun luar Kabupaten Nganjuk. Terdapat beberapa tempat wisata di Kabupaten Nganjuk. Salah satunya adalah Air Terjun Sedudo yang terletak di Desa Ngliman, Hak Cipta ©milik UPN "Veteran" Jatim :Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber. 4 Kecamatan Sawahan. sekitar 30 km dari pusat kota Nganjuk. Air Terjun Sedudo adalah salah satu obyek wisata alam yang terkenal di Kabupaten Nganjuk. Air terjun yang berada pada ketinggian 1.438 meter di atas permukaan laut (dpl) memiliki ketinggian sekitar 105 meter. Lokasinya yang berada di lereng Gunung wilis membuat panorama alam di kawasan Air terjun Sedudo semakin mempesona (Hamid Bahari, 2010:108).Selain sebagai objek wisata, Air Terjun Sedudo juga sebagai tempat pelaksanaan Upacara Parna Prahista setiap tanggal 1 suro yaitu ritual memandikan arca. Hal ini semakin menambah daya tarik bagi wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Air Terjun Sedudo juga termasuk dalam 7 besar Air Terjun tertinggi dan terindah di Indonesia (Kementrian Budaya dan Pariwisata, 2010).Meskipun di Kabupaten Nganjuk memiliki sejumlah potensi wisata alam yang dapat diandalkan, namun sebagian besar belum tergarap secara maksimal. Buruknya pengelolaan wisata di Kabupaten Nganjuk dapat dilihat dari keadaan sarana dan prasarana wisata yang ada di beberapa tempat wisata yang masih belum lengkap dan tidak terawat. Hal ini diperparah dengan adanya bencana alam tanah longsor dan banjir bandang di kawasan wisata Air Terjun Roro Kuning yang menelan korban jiwa. Bencana ini membuat tempat wisata Air Terjun Roro Kuning ditutup selama hampir 7 bulan. Ketika tempat wisata Air Terjun Roro Kuning ditutup.Ancaman bencana juga mengancam kawasan wisata Air Hak Cipta ©milik UPN "Veteran" Jatim :Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber. 5 Terjun Sedudo. Curah Hujan yang sangat tinggi di sekitar Air Terjun Sedudo membuat kondisi tanah menjadi labil dan rawan terjadinya bencana tanah longsor. Keadaan ini harus segera ditangani agar kegiatan pariwisata di Kabupaten Nganjuk tetap bisa bertahan dan bersaing dengan obyek wisata lainnya di kawasan Jawa Timur. Akibat bencana banjir dan ancaman tanah longsor yang terjadi di kawasan obyek wisata di Kabupaten Nganjuk berdampak langsung terhadap jumlah pengunjung /wisatawan yang hendak mengunjungi obyek wisata di Kabupaten Nganjuk khususnya di Air terjun Roro Kuning dan Air Terjun Sedudo. Bencana tersebut menimbulkan rasa kurang aman dan khawatir untuk mengunjungi obyek wisata di kawasan Kabupaten Nganjuk khusunya pada obyek wisata Air Terjun Roro Kuning dan Air Terjun Sedudo. Pada tabel dibawah ini menunjukkan jumlah wisatawan yang mengunjungi beberapa obyek wisata yang ada di daerah Kabupaten Nganjuk Hak Cipta ©milik UPN "Veteran" Jatim :Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber. 6 Tabel 1.1 J umlah Kunjungan Wisatawan di Kabupaten Nganjuk Tahun Obyek Wisata Air Terjun Roro Kuning Air Terjun Sedudo Taman Rekreasi Anjuk Ladang Goa Margo Tresno 2006 15.723 39.122 48.912 18.864 2007 30.882 24.081 92.135 24.251 2008 43.653 59.066 118.392 36.796 2009 65.808 69.917 150.564 35.757 2010 60.814 82.533 153.289 34.552 2011 8.148 13.152 80.687 14.322 Sumber :Dinas Kebudayan dan Pariwisata Kabupaten Nganjuk Tahun 2011 Berdasarkan pada tabel di atas dapat diketahui bahwa pada tahun 2011 terjadi penurunan kunjungan wisatawan yang jumlahnya cukup besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Penurunan kunjunagn wisatawan tersebut terjadi akibat adanya bencana alam tanah longsor dan banjir. Bencana alam tersebut membuat tempat wisata khususnya Air Terjun Roro Kuning dan Air Terjun Sedudo ditutup untuk umum dan baru dibuka kembali pada awal September 2011. Turunnya kunjungan wisatawan ke tempat wisata yang ada di Kabupaten Nganjuk secara langsung berpengaruh terhadap pendapatan masyarakat di sekitar obyek wisata. Masyarakat yang menggantungkan hidup dari keberadaan obyek wisata seperti pedagang warung nasi dan kelontong serta angkutan umum terancam gulung tikar karena pendapatan mereka turun drastis dibandingkan tahun sebelumnya. Disamping itu penutupan obyek wisata Air Terjun Roro Kuning selama beberapa bulan Hak Cipta ©milik UPN "Veteran" Jatim :Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber. 7 secara langsung mematikan sumber pendapatan masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada obyek wisata Air Terjun Roro Kuning. Penurunan jumlah kunjungan wisatawan juga terjadi akibat kurang maksimalnya peran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Nganjuk di dalam mempromosikan obyek wisata alam yang ada di Kabupaten Nganjuk. Pengembangan obyek-obyek wisata juga belum mendapatkan hasil yang optimal dikarenakan ada beberapa peran Dinas Kenudayaan dan Pariwisata Kabupaten Nganjuk yang belum berjalan dengan baik seperti promosi melalui media cetak, media internet, media elektronik serta bimbingan sadar wisata kepada masyarakat. Untuk meningkatkan pariwisata daerah salah satu ukurannya adalah jumlah kunjungan wisatawan. Untuk itu perlu dikembangkan obyek –obyek pariwisata di Kabupaten Nganjuk sehingga dapat menarik kunjungan masyarakat. Agar kunjungan dapat meningkat perlu terjalin koordinasi dan kerjasama dengan pengusaha pariwisata baik di dalam maupun luar kabupaten nganjuk. Selain itu mengingat kabupaten nganjuk merupakan daerah agraris perlu dikembangkan konsep pariwisata yang bernuansa agrowisata. Berdasarkan Undang-Undang Nomer 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisatan, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 33 Tahun 2009 Tentang Pedoman Pengembangan Ekowisata Di Daerah, serta Peraturan Daerah Kabupaten Nganjuk Nomor 08 Tahun 2008 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Nganjuk, Dinas Kebudayaan Hak Cipta ©milik UPN "Veteran" Jatim :Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber. 8 dan Pariwisata Kabupaten Nganjuk dapat melakukan beberapa peran penting, antara lain dengan pembangunan sarana dan prasarana wisata pelengkap pada tempat wisata serta promosi obyek wisata. Untuk pembangunan sarana dan prasarana wisata di kawasan Air Terjun Sedudo dan Air Terjun Roro Kuning harus senantiasa memperhatikan lahan –lahan yang akan digunakan untuk pembangunan saran dan prasarana wisata karena kawasan tersebut termasuk ke dalam kawasan hutan lindung. Akses jalan menuju tempat wisata juga harus mendapatkan perhatian karena semakin mudah akses jalan ke lokasi wisata juga akan membuat pengunjung menjadi lebih banyak. Di samping itu kegiatan Promosi juga perlu dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Nganjuk untuk memperkenalkan beberapa obyek wisata di Kabupaten Nganjuk melalui berbagai media antara lain media cetak, media televisi, maupun melalui internet. Berdasarkan permasalahan yang dikemukakan diatas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan DINAS KEBUDAYAAN MENINGKATKAN DAN KUNJ UNGAN judul “PERAN PARIWISATA WISATAWAN” DALAM (Studi Pengembangan Ekowisata Di Kabupaten Nganjuk).B. Per umusan Masalah Atas dasar latar belakang diatas, maka penelitian ini mempunyai perumusan masalah sebagai berikut :Hak Cipta ©milik UPN "Veteran" Jatim :Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber. 9 Bagaimana peran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Nganjuk dalam meningkatkan kunjungan wisatawan? C. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :Untuk mengetahui peran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Nganjuk dalam meningkatkan kunjungan wisatawan. D. Manfaat Penelitian 1. Bagi Instansi Diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan penerapan tanggung jawab sosial secara efektif bagi instansi-instansi di Indonesia. 2. Bagi Univer sitas Sebagai tambahan khasanah perpustakaan dan bahan masukan bagi penelitian lebih lanjut dengan topik yang sama. 3. Bagi Peneliti Penyusunan skripsi ini diharapkan dapat memperluas wawasan berfikir serta pengetahuan penulis dalam mengembangkan ilmu dan pengetahuan yang sudah diperoleh untuk dilaksanakan di lapangan. Hak Cipta ©milik UPN "Veteran" Jatim :Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber. BAB II TINJ AUAN PUSTAKA A. Penelitian Ter dahulu Penelitian terdahulu yang pernah dilakukan pihak lain dapat dipakai sebagai bahan pengkajian yang berkaitan dengan penelitian ini, yaitu: 1. Teguh Hartono (Koordinator Eksekutif Yayasan Ekowisata Halimun Bogor, Tahun 2005) dalam penelitiannya yang berjudul Pengalaman Kemitraan Pengelolaan Dan Pemasaran Berbasis Masyarakat Lokal :Kasus Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Jawa Barat).Permalasahan yang ada pada penelitian ini adalah masih terbatasnya tingkat kunjungan wisatawan ke lokasi yang dikembangkan di TNGHS yang mungkin disebabkan oleh beberapa hal, antara lain aksebilitas jalan informasi komunikasi yang masih terbatas, sarana dan prasarana akomodasi yang terbatas, jassa pelayanan pengunjung yang belum memenuhi standard an adanya anggapan biaya yang dikeluarkan terlalu mahal dibandingkan rekreasi ke obyek wisata lain seperti di daerah Puncak, Cibodas, Lido dan sebagainya .Sedangkan untuk pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling dengan sumber data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dokumentasi serta studi kepustakan. 10 Hak Cipta ©milik UPN "Veteran" Jatim :Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber. 11 Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah terdapat permintaan yang cukup tinggi ke lokasi TNGHS bagian timur (Cikaniki –Citalahab) canopy, loop trail, tea walk dan curug piit. Jumlah permintaan sedang untuk trekking jauh yaitu jalur Citalahab –Ciptagelar –Ciptarasa, paket Halimun Selatan dan paket Seren Tahun di Ciptagelar. Sedangkan untuk tahun 2004 sampai bulan Juni lalu, kunjungan untuk sementara cukup tinggi baru ada di Citalahab dan Halimun Timur 2.Caska, Almasdi Syahza, dan Henny Indrawati (Jurusan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Jurnal Eksekutif Volume 6 Nomor 1, Februari 2009) dalam strategi pengembangan industri pengolahan nenas sebagai upaya percepatan ekonomi masyarakat pedesaan. Permasalahan yang ada pada penelitian ini adalah bagaimana strategi pengembangan industry pengolahan nenas serta pola pengembangan yang tepat dalam upaya membangun industry pengolahan nenas yang tangguh, berbasis pada industry kecil dan beroirentasi ekspor untuk mempercepat peningkatan ekonomi masyarakat pedesaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survey di Kabupaten Bengkalis. Sedangkan untuk pengambilan data berupa primer yang diperoleh dengan wawancara dan diskusi, serta data sekunder yang didapat dari instansi terkait, internet, serta kajian pustaka yang dipandang relevan untuk mengungkapkan masalah yang akan diteliti. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah faktor internal yang mempengaruhi pengembangan industry pengolahan nenas adalah Hak Cipta ©milik UPN "Veteran" Jatim :Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber. 12 letak geografis dan konstribusi pertanian pada PDRB, visi dan kebijakan pembangunan, areal tanam, produk turunanan dan keberadaan industry. Faktor eksternal yang mempengaruhi pengembangan industry pengolahan nenas adalah variabel social budaya dan ekonomi. 3.Husyinsyah (Staf Pengajar Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman, April 2006) dalam penelitiannya yang berjudul Sistem Tataniaga Pisang Kepok Untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Tani di Provinsi Kalimantan Timur. Permasalahan pada penelitian ini adalah bagaimanakah saluran tataniaga pisang di Kalimantan Timur, Bagaimanakah margin tataniaga pisang dan faktor yang mempengaruh, serta bagaimana integrasi pasar dan elastisistas transmisi harga pisang di Kalimantan Timur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sampel. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan Tanya jawab melalui wawancara terstruktur meliputi identitas petani, jumlah produksi, biaya produksi, hasil produksi, harga penjualan tiket di petani dan tingkat pendapatan. Data yang dikumpulkan bersuber dari kondisi aktual di kawasan, hasil wawancara dengan pihak terakait dan berbagai referensi serta data kepariwisataan lainnya. Kesimpulan yang diperoleh dari penelian ini adalah saluran tataniaga pisang di provinsi Kalimantan Timur relative panjang yang ditunjukkan nilai margin yang besar, namun share yang diperoleh petani rendah. Berdasarkan hasil yang telah di analisis, saluran pendek cenderung lebuh efisisen. Untuk itu diperlukan upaya melakukan integrasi Hak Cipta ©milik UPN "Veteran" Jatim :Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber. 13 lembaga tataniaga baik secara vertical maupun horizontal. Yang kedua perlu adanya sistem dan lembaga tataniaga yang mampu menjamin terjualnya produk dengan harga yang layak di tingkat petani sehingga pendapatan petani meningkat. Keadaan ini dapat diciptakan dengan menjalin kemitraan yang sejajar dan saling menguntungkan antara kelompok tani koperasi dan pedagang swasta. Disamping itu juga perlu adanya informasi pasar yang cepat dan tepat kepada petani produsen maupun konsumen, sehingga harga yang di informasikan sesuai dengan realit yang ada. Hak Cipta ©milik UPN "Veteran" Jatim :Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber. 14 B. Landasan Teor i 1. Peran a. Pengertian Peran Pengertian peran menurut Sorjono Soekanto (2002:243) merupakan aspek dinamisi kedudukan (status),apabila seseorang melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya, maka ia menjalankan suatu peran. Konsep tentang peran (role) menurut Komarudin (1974;768) dalam buku “Ensiklopedia Manajamen” mengungkapkan sebagai berikut: 1. Bagian dari tugas utama yang harus dilakukan oleh manajemen. 2. Pola perilaku yang diharapakan dapat menyertai suatu status. 3. Bagian suatu fungsi seseorang dalam kelompok atau pranata. 4. Fungsi yang diharapkan dari seseorang atau menjadi karakteristik yang ada padanya. 5. Fungsi setiap variabel dalam hunbungan sebab akibat. Berdasarkan pengertian tersebut dapat diambil pengertian bahwa peranan merupakan penilaian sejauh mana fungsi seseorang atau bagian dalam menunjang usaha pencapaian tujuan yang ditetapkan atau ukuran mengenai hunbungan 2 variabel yang mempunyai hubungan sebab akibat. Hak Cipta ©milik UPN "Veteran" Jatim :Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber. 15 2. Par iwisata a. Pengertian Par iwisata Meskipun pariwisata telah lama di Indonesia tapi baru sekarang ini giat-giatnya digalakan oleh pemerintah dan telah dilindungi oleh Undang-Undang. Karena mengingat peranan dari sektor minyak dan gas bumi yang semakin menurun maka pemerintah meningkatkan penerimaan dan sumber devisa dari sector non migas. Disamping pajak juga dari sector pariwisata, oleh karena itu pariwisata dikembangkan di indonesia Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1989 :649) dijelasakan bahwa pariwisata merupakan sesuatu yang berhubungan dengan perjalanan dengan tujuan untuk rekreasi, melancong atau bertamasya. Pariwisata dapat digolongkan sebagai ilmu karena ia merupakan suatu kegiatan dalam kehidupan manusia, memiliki latar belakang sejarah dan menampilkan peranannya perkembangan. dengan nyata Di Indonesia dalam telah memberikan konstribusinya terhadap kegiatan ekonomi, sosial dan budaya bangsa. Kesempatan kerja bagi orang-orang terampil di bidang ini maki bertambah jumlahnya keadaan sosial masyarakat yang terlibat dalam sektor ini makin baik, kebudayaan bangsa makin memperoleh apresiasi. Hak Cipta ©milik UPN "Veteran" Jatim :Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber. 16 Secara etimologis kata pariwisata berasal dari bahasa Sansekerta yang terdiri dari dua suku kata yaitu “pari” dan “wisata”.Menurut Yoeti (1996:112) dalam bukunya Pengantar Ilmu Pariwisata mengartikan bahwa pariwisata berarti banyak ,berkali –kali atau berputar –putar dari suatu tempat ke tempat yang lain. Dari pengertian etimologis seperti tersebut diatas ada dua hal yang harus diperhatikan yaitu perjalanan dan tempat dimana atau kemana dilakukan perjalanan tersebut. Selanjutnya pengertian Pariwisata menurut Pendit (2003:35) mengutip pendapat dari Hunziker dan Krapt yang merupakan “Bapak pariwisata” menyatakan bahwa pariwisata adalah sejumlah hubungan-hubungan dari gejala-gejala yang dihasilkan dari tingginya orang-orang asing, asalkan tinggalnya mereka bersifat sementara sebagai usaha untuk mencari kerja penuh. Undang –Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 tentang kepariwisataan, menyebutkan bahwa pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, Pemerintah, dan Pemerintah Daerah. Menurut Salah Wahab (Oka A. Yoeti, 2002 :8) mengatakan bahwa pariwisata merupakan suatu aktivitas manusia yang dilakukan secara sadar yang mendapatkan pelayanan secara bergantian diantara orang –orang dalam suatu negara itu sendiri Hak Cipta ©milik UPN "Veteran" Jatim :Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber. 17 atau luar negeri, meliputi pendiaman orang –orang untuk sementara waktu dalam mencapai kepuasan yang beranekaragam dan berbeda dengan apa yang dialami dimana ia peroleh tanpa bekerja tetap. Dari beberapa pendapat yang telah dikemukakan oleh ahli peristiwa tersebut diatas maka dapat disimpulkan bahwa maksud dan tujuan itu bukan berhubungan dengan pekerjaan sehari-hari melainkan perjalanan yang dilakukan untuk sementara waktu dan daerah yang dikunjungi tidak untuk ditempati selamanya tetapi hanya sementara saja yang diselenggarakan dari satu tempat ketempat lainnya untuk menikmati perjalanan tersebut guna bertamasya dan berekreasi, melihat dan menyasikan atraksi wisata di tempat lain atau untuk memenuhi keinginan yang beraneka ragam. b. Bentuk Par iwisata Menurut pendapat wahab (2003:6) sebenarnya pariwisata sebagai suatu gejala, terwujudnya dalam beberapa bentuk yang anatara lain sebagai berikut: A. Menurut jumlah orang yang yang bepergian dibedakan anatara lain: a. Pariwisata Individu, yakni hanya seseorang atau satu keluarga bepergian. Hak Cipta ©milik UPN "Veteran" Jatim :Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber. 18 b. Pariwisata rombongan, yakni sekelompok orang yang biasanya terikat oleh hubungan-hubungan tertentu kemudian melakukan perjalanan bersama-sama. B. Menurut maksud bepergian dibedakan anatara lain: a. Pariwisata rekreasi atau pariwisata santai, yang dimaksud kepergian ini dimaksudkan untuk mulihkan kemampuan fisik dan mental setiap peserta wisata dan memberikan kesempatan rileks bagi mereka dari kebosanan dan keletihan kerja selama di rekreasi. b. Pariwisata budaya, maksudnya untuk memperkaya informasi dan pengetahuan tentang Negara lain dan untuk memuaskan kebutuhan hiburan. c. Pariwisata pulih sehat, yang memuaskan kebutuhan perawatan medis air panas, tempat-tempat kubangan lumpur yang berkhasiat, perawatan dengan air mineral yang berkhasiat penyembuhan secara teknis, perawatan dengan air pasir hangat dan lain-lain. d. Pariwisata sport, yang akan memuaskan hobi seseorang seperti misalnya mengail ikan, berburu binatang liar, menyelam ke dasar laut, bermain ski, bertanding dan mendaki gunung. e. Pariwisata tema wicara, pariwisata konvensi yang mencakup pertemuan-pertemuan ilmiah, seprofesi, dan bahkan politik. Hak Cipta ©milik UPN "Veteran" Jatim :Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber. 19 C. Menurut Alat Transportasi a. Pariwisata darat (bus, mobil pribadi, kereta api) b. Pariwisata tirta (laut, danau, sungai) c. Pariwisata dirgantara D. Menurut Letak Geografis a. Pariwisata domestik nasional, yang menunjukan arus wisata yang dilakukan oleh warga dan penduduk asing yang bertugas disana yang terbatas dalam suatu negara tertentu. b. Pariwisata regional, yakni kepergian wisatawan terbatas pada beberapa Negara yang membentuk suatu kawasan pariwisata. c. Pariwisata international, yang meliputi gerak wisatawan dari suatu Negara ke negara lain di dunia. E. Menurut Umur (umur membedakan kebutuhan dan kebiasaan) a. Pariwisata remaja b. Pariwisata dewasa F. Menurut jenis kelamin a. Pariwisata pria b. Pariwisata wanita G. Menurut Tingkat Harga dan Tingkat Sosial a. Pariwisata taraf lux b. Pariwisata taraf menengah c. Pariwisata taraf jelata Hak Cipta ©milik UPN "Veteran" Jatim :Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber. 20 c. J enis-J enis Par iwisata Adapun jenis-jenis pariwisata menurut Pendit (2003:38) antara lain: A. Wisata Budaya Ini dimaksudkan agar perjalanan yang dilakukan atas dasar keinginana untuk memperluas pandangan hidup seseorang dengan jalan mengadakan kunjungan atau peninjauan ketempat lain mempelajari keadaan masyarakat, kebiasaan dan adat istiadat mereka, cara hidup mereka, budaya dan seni mereka. B. Wisata Kesehatan Perjalanan seseorang wisatawan dengan tujuan tersebut untuk menukar keadaan dan lingkungan tempat sehari-hari dimana ia tinggal demi kepentingan beristirahat baginya dalam arti jasmani dan rohani. C. Wisata Olah Raga Ini dimaksudkan wisatawan-wisatawan yang melakukan perjalanan dengan tujan berolahraga. D. Wisata Komersial Dalam jenis ini termasuk perjalanan untuk mengunjungi pameran-pameran dan pecan raya yang bersifat komersial. E. Wisata Industri Perjalanan yang dilakukan ole rombongan dengan maksud san tujuan untuk mengadakan peninjauan dan penelitian. Hak Cipta ©milik UPN "Veteran" Jatim :Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber. 21 F. Wisata Politik Perjalanan yang dilakukan untuk mengunjungi atau mengambil bagian secara aktif dalam peristiwa dalam kegiatan politik. G. Wisata Konvensi Yang dekat dengan jenis wisata politik adalah apa yang dinamakan wisata konvensi. H. Wisata Sosial Pengorganisasian wisata murah serta mudah untuk member kesempatan pada golongan masyarakat ekonomi lemah. I. Wisata Pertanian Pengorganisasian perjalanan yang dilakukan ke proyek-proyek pertanian. J. Wisata Maritim Jenis wisata ini banyak dikaitkan dengan kegiatan olahraga air. K. Wisata Cagar Alam Wisata ini banyak dikaitkan dengan kegemaran wisata alam. L. Wisata Buru Jenis wisata ini banyak dilakukan di negeri-negeri yang memiliki tempat berburu yang dibenarkan oleh pemerintah. M. Wisata Pilgrim Jenis wisata ini banyak dikaitkan dengan agama, sejarah, adat istiadat dan kepercayaan umat atau kelompok dalam masyarakat. N. Wisata Bulan Madu Hak Cipta ©milik UPN "Veteran" Jatim :Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber. 22 Yaitu penyelenggaraan perjalanan bagi pasangan-pasangan pengantin baru. O. Wisata Petualangan Wisata petualangan dikenal dengan adventure tourism, seperti masuk ke hutan belantara. d. Pengertian Wisatawan Bila kita perhatikan, orang-orang yang dating dan berkunjung pada suatu tempat atau negara, biasanya mereka disebut sebagai pengunjung (visitor) yang terdiri dari banyak orang dengan bermacam-macam motivasi kunjungan, termasuk di dalamnya adalah wisatawan. Dalam rangka pengembangan dan pembinaan kepariwisataan di Indonesia, pemerintah telah pula merumuskan batasan tentang wisatawan. Menurut Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 1969 dalam Yoeti (1996:142) mengemukakan pengertian wisatawan adalah setiap orang yang bepergian dari tempat tinggalnya untuk berkunjung ke tempat lain dengan menikmati perjalanan dan kunjungannya itu. Menurut rekomendasi PATA Pacific Area Trafel Asociation) dalam Pendit (2003 :36) wisatawan diartikan sebagai orang-orang yang sedang mengadakan perjalanan dalam jangka waktu minimal 24 jam dan maksimal 3 bulan di dalam suatu negara Hak Cipta ©milik UPN "Veteran" Jatim :Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber. 23 yang bukan merupakan suatu negara dimana biasanya dia tinggal. Mereka itu meliputi: 1. Orang-orang yang sedang mengadakan perjalanan untuk bersenang-senang, untuk keperluan pribadi, kesehatan dan sebagainya. 2. Orang-orang yang sedang mengadakan perjalanan untuk maksud menghadiri pertemuan, konferensi, musyawarah atau di dalam hubungan sebagai suatu organisasi. 3. Orang-orang yang sedang mengadakan perjalanan dengan maksud bisnis. 4. Pejabat pemerintah dan orang-orang mililter beserta keluarganya yang diposkan di suatu negara lain hendaknya jangan dimasukan dalam kategori ini, tapi apabila mereka mengadakan perjalanan ke negeri lain, maka hal ini dapat digolongkan ke sebagai wisatawan. Menurut Norwal dalam Yoeti (1996:142) seorang wisatawan adalah seseorang yang memasuki wilayah negeri asing dengan maksud tujuan apapun, asalkan bukan untuk tinggal permanen atau untuk tinggal permanen atau usaha-usaha yang teratur melintasi perbatasan dan yang mengeluarkan uangnya di negeri yang dikunjungi, uang mana telah dperolehnya bukan dari negeri tersebut tapi di negeri lain. Hak Cipta ©milik UPN "Veteran" Jatim :Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber. 24 Demikian konsep definisi wisatawan, walaupun pengertian wisatawan yang diberikan menyangkut wisatawan international, namun dari penjelasan beberapa ilmuan diatas dapat berlaku pula bagi wisatawan dalam negeri. e. Asas, Fungsi dan Tujuan Par iwisata Di dalam kegiatan kepariwisataan terdapat asas, fungsi dan tujuan kepariwisataan. Berdasarakan Undang –Undang Tentang Kepariwisataan Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan, kepariwisataan diselenggarakan berdasarkan asas: 1.Manfaat 2.Kekeluargaan 3.Adil dan merata 4.Keseimbangan 5.Kemandirian 6.Kelestarian 7.Partisipatif 8.Berkelanjutan 9.Demokratis 10. Kesetaraan 11. Kesatuan Kepariwisataan berfungsi untuk memenuhi kebutuhan jasmani, rohani, dan intelektual setiap wisatawan dengan rekreasi dan perjalanan serta meningkatkan pendapatan Negara untuk kan promosi yang dilakukan hanya menonjolkan obyek wisata Air Terjun Sedudo. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Nganjuk harus menambah promosi pada obyek wisata Air Terjun Roro Kuning, Goa Margo Tresno, Taman Rekreasi Anjuk Ladang melalui media cetak, media elektronik, media internet dan melalui duta wisata serta mediamedia lainnya. Promosi tersebut diharapkan mampu memberikan informasi-informasi yang lebih jelas kepada para wisatawan sehingga akan lebih menarik dan menambah para wisatawan untuk berkunjung ke ekowisata lainnya. 2. Bimbingan Sadar Wisata Bimbingan sadar wisata merupakan tugas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Nganjuk di dalam melakukan pembinaan terhadap para pelaku wisata. Para pelaku wisata ini meliputi pedagang di sekitar Hak Cipta ©milik UPN "Veteran" Jatim :Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber. 140 obyek wisata dan masyarakat di sekitar obyek wisata yang harus di koordinasikan dengan baik oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Nganjuk sebagai pelaku pendukung kepariwisataan dalam upaya pengembangan ekowisata di Kabupaten Nganjuk. Hal ini sesuai dengan pendapat tentang pembinaan menurut Nawawi (1996 :47) pembinaan dilakukan dengan memberi kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan atau kecapakapan, keahlian, kesejahteraan, pemberian insentive, pemberian disiplin dan lain –lain. Di dalam melakukan bimbingan sadar wisata kepada para pedagang di sekitar obyek wisata dan masyarakat di sekitar obyek wisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Nganjuk melakukan bimbingan sadar wisata dengan menggunakan konsep nasional yaitu “Sapta Pesona”.Konsep sapta pesona ini meliputi aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan kenangan. Pelaksanaan bimbingan sadar wisata dengan konsep sapta pesona yang dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Nganjuk ini diadakan setiap satu tahun sekali pada setiap obyek wisata yang ada di Kabupaten Nganjuk oleh Ibu Dra. IIT Herlyana, MM selaku Kepala Bidang Usaha dan Pemasaran Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Nganjuk. Konsep sapta pesona yang diterapkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Nganjuk diharapakan akan memberikan wawasan kepada para pedagang di sekitar obyek wisata serta masyarakat di sekitar Hak Cipta ©milik UPN "Veteran" Jatim :Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber. 141 obyek wisata di dalam melakukan pelayanan kepada para wisatawan yang mengunjungi ekowisata di Kabupaten Nganjuk. Semakin banyak para pedagang dan masyarakat di sekitar obyek wisata yang paham akan konsep sapta pesona, maka semakin banyak pula yang mampu menjadi agen wisata untuk membuat wisatawan yang berkunjung betah dan semakin sering datang ke obyek wisata khususnya ekowisata yang menjadi wisata andalan Kabupaten Nganjuk sehingga ekonomi masyarakat di sekitar ekowisata menjadi meningkat. Bimbingan sadar wisata dengan konsep sapta pesona yang hanya dilakukan satu kali di setiap obyek wisata dalam bentuk penyuluhan dirasa masih sangat kurang, karena satu kali bimbingan belum dapat merubah perilaku peserta penyuluhan untuk menyadari bahwa dirinya adalah bagian dari agen wisata yang seharusnya ikut mempromosikan obyek wisata. Bimbingan sadar wisata harus lebih sering dilakukan dan diberikan kepada para pelaku wisata seperti pedagang dan masyarakat di sekitar obyek wisata, sehingga pedagang dan masyarakat di sekitar obyek wisata benar –benar memahami menerapkan konsep sapta pesona yang meliputi aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan kenangan di kawasan obyek wisata di Kabupaten Nganjuk khususnya di ekowisata yang menjadi wisata andalan. Dapat diketahui bahwa peran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata di dalam melakukan bimbingan sadar wisata kepada para pedagang serta masyarakat di sekitar obyek wisata masih belum berjalan dengan baik. Hak Cipta ©milik UPN "Veteran" Jatim :Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber. 142 3. Melestar ikan Kawasan Ekowisata Di dalam mengembangkan kawasan ekowisata di Kabupaten Nganjuk yang meliputi Air Terjun Sedudo, Air Terjun Roro Kuning, Goa Margo Tresno, dan Taman Rekreasi Anjuk Ladang ,Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Nganjuk senantiasa selalu menjaga dan melestarikan kawasan ekowisata di Kabupaten Nganjuk. Pembangunan sarana dan prasarana pendukung kegiatan pariwisata dilakukan dengan senantiasa mempertimbangkan kondisi lahan yang akan digunakan. Hal tersebut dikarenakan ekowisata yang ada di Kabupapaten Nganjuk tersebut berada di kawasan hutan lindung yang dalam kegiatan pelestarian tidak hanya terkait obyek wisata tersebut saja tetapi terkait dengan kawasan lingkungan di sekitarnya. Kegiatan pelestarian yang berupa himbauan untuk turut menjaga kelestarian kawasan ekowisata dan pengamanan dalam bentuk pagar dalam rangka menjaga keaslian kawasan ekowisata. Peran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Nganjuk di dalam melestarikan kawasan ekowisata dapat dilihat dari banyaknya papan himbauan –himbauan kepada para wisatawan dan para pedagang di sekitar obyek wisata untuk tidak membuang sampah sembarangan. Himbauan tersebut dipasang untung menjaga kebersihan di lokasi ekowisata agar lingkungan tidak tercemar oleh sampah. Jika ekowisata terbebas dari sampah yang berserakan akan membuat para wisatawan merasa nyaman untuk mengunjungi ekowisata tersebut. Hal tersebut Hak Cipta ©milik UPN "Veteran" Jatim :Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber. 143 sesuai dengan unsur sapta pesona yaitu bersih. Yang dimaksud bersih yaitu tidak asal buang sampah atau limbah, menjaga kebersihan obyek wisata dan menjaga lingkungan yang bebas polusi. Pelestarian kawasan ekowisata juga dapat dilihat dari pemasangan pagar untuk menjaga tanaman langka yang ada di kawasan ekowisata. Pagar tersebut dibuat untuk menjaga tanaman langka agar tidak di injakinjak oleh para wisatawan, sehiingga tanaman langka yang ada di kawasan ekowisata tetap terjaga kelestariannya. Selain papan himbauan untuk tidak membuang sampah sembarangan serta pembuatan pagar yang di pasang di setiap obyek wisata ekowisata, terdapat papan himbauan lain yang berisikan tentang himbauan untuk tidak menginjak taman yang dibuat oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dalam memperindah kawasan ekowisata. Himbauan tersebut dipasang agar kelestarian tanaman pad ataman tersebut dapat terjaga dan tidak rusak. Pelaksanaan mengenai masalah kebersihan dan pelestarian kawasan ekowisata menurut pengamatan peneliti sudah cukup berhasil. Di semua ekowisata yang meliputi Air Terjun Sedudo, Air Terjun Roro Kuning, Goa Margo Tresno, dan Taman rekreasi Anjuk Ladang semua terlihat bersih dan nyaman untuk dikunjungi. Ekowisata tersebut sudah dikelola dengan baik sehingga konsep beberapa konsep sapta pesona yaitu tertib, bersih, sejuk dan indah sudah diterapkan dengan baik. Hak Cipta ©milik UPN "Veteran" Jatim :Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber. 144 Hal ini dapat dilihat dari keadaan lingkungan ekowisata yang terlihat masih begitu alami tanpa adanya sampah-sampah yang berserakan maupun tanaman yang mati akaibat terinjak oleh wisatawan. Maka dapat diketahui bahwa peran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Nganjuk dalam melestarikan kawasan ekowisata sudah cukup berhasil dan dapat dilihat dari kondisi ekowisata yang bersih dan tanamantanaman masih terjaga kelestariannya yang dapat mencegah terjadinya tanah longsor di kawasan ekowisata. Keadaan kawasan ekowisata yang terjaga kelestariannya dan terlihat bersih akan membuat para wisatawan merasa nyaman. Keadaan ini akan membuat para wisatawan ingin berlama-lama di obyek wisata untuk menghirup udara segar dan menikmati pemandangan yang ada. Peran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata di dalam melestarikan kawasan ekowisata di Kabupaten Nganjuk sudah berjalan dengan baik. 4. Per baikan dan Pembangunan Sar ana dan Pr asar ana Par iwisata Berdasarkan keadaan yang ada di lapangan, terdapat keluhan dari pengunjung tentang sempit dan rusaknya akses jalan menuju obyek wisata Air Terjun Roro Kuning. Hal ini sudah ditanggapi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dengan melakukan perbaikan dan pelebaran jalan yang rusak akibat banjir bandang pada awal tahun 2011. Hal ini sesuai dengan konsep sadar wisata yang diterapkan menyatakan bahwa daya tarik wisata dapat mempengaruhi keinginan berkunjung wisatawan dan membuatnya betah tinggal lebih lama di suatu daerah tujuan wisata. Hak Cipta ©milik UPN "Veteran" Jatim :Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber. 145 Perbaikan dan pelebaran akses jalan menuju obyek wisata Air Terjun Roro Kuning yang merupakan salah satu ekowisata di Kabupaten Nganjuk dilaksanakan pada bulan oktober dan selesai di bulan desember 2011. Hal ini akan memudahkan para wisatawan khususnya yang membawa kendaran roda 4 untuk mencapai lokasi obyek wisata Air terjun Roro Kuning. Hal ini sesuai dengan salah satu dari tiga sarana penting kepariwisataan menurut Yoeti (2005 :197),yaitu sarana pokok kepariwisataan merupakan sarana yang harus ada pada daerah wisata. Bila diperhatikan akses jalan menuju obyek wisata merupakan saran yang harus ada dan dibuat untuk menuju obyek wisata. Berdasarkan pengamatan peneliti di lapangan, sarana dan prasarana pendukung kegiatan pariwisata di kawasan ekowisata Kabupaten Nganjuk sudah cukup lengkap dan terpelihara dengan baik. Sarana dan Prasarana pendukung pariwisata yang telah tersedia di ke empat ekowisata Kabupaten Nganjuk meliputi kamar mandi, gazebo, tempat parkir kendaraan, tempat ibadah, pos informasi pariwisata dan mainan anak-anak. Pernyataan diatas sesuai dengan satu dari tiga saran penting kepariwisataan menurut Yoeti (2005 :197) yaitu sarana pelengkap kepariwisataan merupakan menyediakan fasilitas untuk rekreasi yang fungsinya tidak hanya melengkapi sarana pokok kepariwisataan, tapi juga untuk membuat wisatawan betah tinggal lama di suatu daerah tujuan wisata. Hak Cipta ©milik UPN "Veteran" Jatim :Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber. 146 Pembangunan gazebo, tempat ibadah, pos informasi, serta mainan anak –anak merupakan sarana pelengkap menurut Yoeti Yoeti (2005 :197) yang membuat pengunjung betah tinggal lama di kawasan ekowisata. Pengunjung akan merasa nyaman dengan adanya sarana pelengkap di semua ekowisata. Selain melakukan perbaikan dan pelebaran jalan serta perawatan sarana prasarana yang dilakukan pada tahun 2011, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Nganjuk telah membuat rencana umum pengadaan APBD tahun 2012. Di dalam perencanaan tersebut terdapat beberapa kegiatan, antara lain pengadaan dan pemasangan water treatment, pemasangan dan penambahan daya listrik, Rehabilitasi dinding dan dasar kolam di obyek wisata Taman

Dokumen baru

Aktifitas terbaru

Download (161 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

FREKUENSI KEMUNCULAN TOKOH KARAKTER ANTAGONIS DAN PROTAGONIS PADA SINETRON (Analisis Isi Pada Sinetron Munajah Cinta di RCTI dan Sinetron Cinta Fitri di SCTV)
27
191
2
DEKONSTRUKSI HOST DALAM TALK SHOW DI TELEVISI (Analisis Semiotik Talk Show Empat Mata di Trans 7)
21
174
1
MANAJEMEN PEMROGRAMAN PADA STASIUN RADIO SWASTA (Studi Deskriptif Program Acara Garus di Radio VIS FM Banyuwangi)
29
196
2
ANALISIS ISI LIRIK LAGU-LAGU BIP DALAM ALBUM TURUN DARI LANGIT
22
182
2
APRESIASI IBU RUMAH TANGGA TERHADAP TAYANGAN CERIWIS DI TRANS TV (Studi Pada Ibu Rumah Tangga RW 6 Kelurahan Lemah Putro Sidoarjo)
8
110
2
FREKWENSI PESAN PEMELIHARAAN KESEHATAN DALAM IKLAN LAYANAN MASYARAKAT Analisis Isi pada Empat Versi ILM Televisi Tanggap Flu Burung Milik Komnas FBPI
10
140
3
SENSUALITAS DALAM FILM HOROR DI INDONESIA(Analisis Isi pada Film Tali Pocong Perawan karya Arie Azis)
33
221
2
MOTIF MAHASISWA BANYUMASAN MENYAKSIKAN TAYANGAN POJOK KAMPUNG DI JAWA POS TELEVISI (JTV)Studi Pada Anggota Paguyuban Mahasiswa Banyumasan di Malang
20
170
2
STRATEGI PEMERINTAH DAERAH DALAM MEWUJUDKAN MALANG KOTA LAYAK ANAK (MAKOLA) MELALUI PENYEDIAAN FASILITAS PENDIDIKAN
69
395
39
PERANAN ELIT INFORMAL DALAM PENGEMBANGAN HOME INDUSTRI TAPE (Studi di Desa Sumber Kalong Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso)
36
223
2
KEBIJAKAN BADAN PENGENDALIAN DAMPAK LINGKUNGAN DAERAH (BAPEDALDA) KOTA JAMBI DALAM UPAYA PENERTIBAN PEMBUANGAN LIMBAH PABRIK KARET
109
656
2
DOMESTIFIKASI PEREMPUAN DALAM IKLAN Studi Semiotika pada Iklan "Mama Suka", "Mama Lemon", dan "BuKrim"
130
595
21
PROSES KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM SITUASI PERTEMUAN ANTAR BUDAYA STUDI DI RUANG TUNGGU TERMINAL PENUMPANG KAPAL LAUT PELABUHAN TANJUNG PERAK SURABAYA
97
584
2
PENERAPAN MEDIA LITERASI DI KALANGAN JURNALIS KAMPUS (Studi pada Jurnalis Unit Aktivitas Pers Kampus Mahasiswa (UKPM) Kavling 10, Koran Bestari, dan Unit Kegitan Pers Mahasiswa (UKPM) Civitas)
104
416
24
STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK PARTAI POLITIK PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH TAHUN 2012 DI KOTA BATU (Studi Kasus Tim Pemenangan Pemilu Eddy Rumpoko-Punjul Santoso)
117
444
25
Show more