Peningkatan prestasi belajar sejarah melalui model group investigation pada siswa kelas XI IPS 1 SMA Pangudi Luhur St. Louis IX Sedayu tahun ajaran 2013 2014

Gratis

0
1
163
2 years ago
Preview
Full text

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SEJARAH MELALUI MODEL GROUP INVESTIGATION PADA SISWA KELAS XI IPS 1 SMA PANGUDI LUHUR SANTO LOUIS IX SEDAYU TAHUN AJARAN 2013/2014 S K R I P S I Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sejarah Disusun oleh:

  Sudiman dan Ibu Maria Lina, yang telah membesarkan dan mendidikku dengan penuh cinta dan kasih sayang, MOTTO“Apakah dengan mengatakan kebenaran saya menjadi musuhmu.” (Galatia 4 : 16)“Tidak peduli apa yang aku percayai, yang penting apa yang bisa kubuktikan. ”(Film A Few Good Man 1992) “Pemimpin sejati tidak menciptakan banyak pengikut, pemimpin sejati menciptakan banyak pemimpin lainnya.

3. Kakakku Elisabeth Diana, adikku Agustinus Beni dan Ade Saputra yang telah mendukung saya dalam mengerjakan skripsi ini

  MOTTO“Apakah dengan mengatakan kebenaran saya menjadi musuhmu.” (Galatia 4 : 16)“Tidak peduli apa yang aku percayai, yang penting apa yang bisa kubuktikan. ”(Film A Few Good Man 1992) “Pemimpin sejati tidak menciptakan banyak pengikut, pemimpin sejati menciptakan banyak pemimpin lainnya.

TAHUN AJARAN 2013/2014

  Pencapaian prestasi belajar siswa sesuai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 75 pada keadaan awalsebanyak 17 siswa dari 30 siswa (57%), siklus 1 meningkat menjadi 20 siswa dari 30 siswa (66,67%) dan pada siklus 2 meningkat lagi menjadi 27 siswa dari 30siswa (90%). Peningkatan nilai rata-rata siswa pada keadaan awal sebesar 71,42 pada siklus 1 meningkat menjadi 75,68 dan terakhir pada siklus 2 nilai rata-ratasiswa meningkat lagi menjadi 80,60.

KATA PENGANTAR

  Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Peningkatan Prestasi Belajar Sejarah Melalui Model Group Investigation pada Siswa Kelas XI IPS 1 SMA Pangudi Luhur St. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat untuk meraih gelar SarjanaPendidikan di Universitas Sanata Dharma, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial, Program Studi Pendidikan Sejarah.

2. Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan kesempatan untuk menyelesaikan skripsi ini

  Seluruh dosen dan pihak sekretariat Program Studi Pendidikan Sejarah yang telah memberikan dukungan dan bantuan selama penulismenyelesaikan studi di Universitas Sanata Dharma. 77 Tabel 20 : Komparasi Siklus 1 dengan Siklus 2 .

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan adalah salah satu bentuk kebudayaan manusia yang selalu

  Hasil observasi kelas dan wawancara dengan Guru Sejarah SMAPangudi Luhur Sedayu menunjukan bahwa pada saat pembelajaran sejarah akan dimulai siswa kurang siap untuk belajar, ada beberapa siswa yangberbicara sendiri dengan temannya dan begitu pula saat pelajaran berlangsung siswa kurang berpartisipasi aktif, ada siswa lebih sering berbicara di luarmateri yang sedang mereka hadapi, ada beberapa siswa yang malah tidur di kelas. Gardjalay tahun 2011 dengan judul Penerapan model kooperatif tipe group investigation untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS siswa kelas V SDNMadyopuro II Kecamatan Kedungkandang Kota Malang membuktikan bahwa model pembelajaran group investigation berhasil meningkatkan prestasibelajar IPS siswa kelas V SDN Madyopuro II yang berjumlah 43 siswa yang terdiri dari 20 siswa perempuan dan 23 siwa laki- laki dan satu guru kelas.

7 Dwi Cahyo Rini dalam penelitiannya yang berjudul Penerapan

8 Juliana Fasse dalam penelitiannnya yang berjudul Penerapan model

  Berdasarkanpenilaian prestasi hasil belajar IPS nilai rata-rata tes formatif 69 meningkat 86, jumlah siswa yang tuntas belajar pada siklus 1 ada 21 siswa, dan pada siklus 2meningkat 31 siswa sedangkan persentase ketuntasan pada siklus 1 mencapai58% dan pada siklus ke 2 meningkat 83 %, siswa lebih aktif dan responsif dalam melakukan diskusi dengan menggunakan media video visual. Hasil dari penelitian ini siswa pada pra tindakan yang menunjukkan bahwa rata-rata nilai hasil belajar yang dicapai siswa adalah58,33 dengan 10 siswa (27,77 %) yang sudah mencapai ketuntasan dan 26 siswa (72,22 %) yang belum mencapai ketuntasan, dapat meningkatkankemampuan guru dalam merancang serta mengelola pembelajaran.

9 Siti Mahmudah pada tahun 2013 dalam penelitiannya yang berjudul

  Halyang menjadi inti dari model ini adalah siswa bisa bekerjasama dengan teman- temannya di kelas untuk memecahkan suatu persoalan dan siswa memperolehsuatu jawaban atas permasalahan yang dibahas. Pembatasan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, penelitian ini dibatasi padaKompetensi Dasar (KD) tentang menganalisis perkembangan kehidupan negara-negara kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia yang materinya meliputitentang perkembangan kehidupan negara-negara kerajaan Hindu-Buddha diIndonesia, dengan menggunakan pendekatan pembelajaran kooperatif model Group Investigation pada kelas XI IPS 1 SMA PL St.

E. Manfaat Penelitian 1. Bagi Siswa

  Bagi Peneliti Penelitian dapat menambah wawasan dan pengalaman peneliti dalam melaksanakan pembelajaran sejarah yang inovatif dan kreatifdengan pendekatan pembelajaran kooperatif. Bagi Sekolah Sebagai bahan masukan dan pertimbangan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran sejarah.

BAB II KAJIAN TEORI A. Teori Konstruktivisme dalam Pembelajaran Sejarah 1. Teori Belajar Konstruktivisme Konstruktivisme adalah salah satu aliran filsafat pengetahuan yang

  Siswa mengelola pengertian lama dalam situasi belajar yang baru, membuat pemikiran yang logis terhadap suatupermasalahan yang dihadapinya. Dengan kondisi kelas yang demokratis diharapkan siswa dapat mengungkapkan hasil penalarannyadengan lebih leluasa di dalam kelas, dengan begitu siswa akan saling memperoleh ide-ide baru dari teman-temannya di kelas.

2 Paul Suparno, Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan, Yogyakarta : Kanisius, 1997, hlm. 6

  itu secara aktif mekonstruksi pengetahuan atau kemampuannya di dalam 4 pikirannya. 5 Y.

a) Scaffolding

  c) Zone Of Proximal Development (ZPD)Zone of proximal development (ZPD) dimaknai sebagai jarak antara tingkat perkembangan sesungguhnya dalam bentuk kemampuan pemecahan masalah secara mandiri, dengan tingkat perkembanganpotensial dalam bentuk kemampuan pemecahan masalah di bawah bimbingan guru atau melalui kerjasama dengan teman sejawat yanglebih mampu. Siswa bekerja dalam ZPD mereka, berarti siswa tersebut Kemampuan Siswa Kemampuan ZPD Sekarang awal siswa Gambar 1 : Zone Of Proximal Development Keterangan : 1)Kemampuan awal siswa : kemampuan yang dimiliki siswa sebelum menerima pembelajaran 2)ZPD : zona antara tingkat perkembangan aktual dan tingkat perkembangan potensial.

d) Pembelajaran Kooperatif

Salah satu implikasi penting teori Vygotsky dalam pendidikan adalah perlunya kelas berbentuk pembelajarankooperatif antar siswa, sehingga siswa dapat berinteraksi dalam menyelesaikan tugas-tugas dan dapat saling memunculkan strategi Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai tiga tujuan pembelajaran yang penting, yaitu prestasiakademik, penerimaan akan penghargaan dan pengembangan keterampilan sosial, contohnya berani mengungkapkan pendapat didepan kelas, berani bertanya, menghargai pendapat teman, dsb. Jadi, meskipun pembelajaran kooperatif mencakup berbagai tujuansosial, namun pembelajaran kooperatif dapat juga digunakan untuk meningkatkan prestasi akademik siswa.

2. Prinsip-prinsip Pembelajaran Sejarah Berbasis Konstruktivisme

  Prinsip-prinsip dalam pembelajaran yang berpaham konstruktivis 7 diantaranya adalah sebagai berikut : a. Pengetahuan tidak dapat dipindahkan dari guru ke siswa, kecuali hanya7 dengan keaktifan siswa itu sendiri untuk menalar; http://usd.ac.id/lembaga/lppm/f1l3/Jurnal%20Historia%20Vitae/vol24no1april2010/ PARADIGMA%20PEMBELAJARAN%20SEJARAH%20YR%20Subakti.pdf“diakses tanggal 15 Siswa aktif mengkonstruksi terus menerus sehingga selalu terjadi perubahan konsep menuju ke konsep yang lebih rinci, lengkap,serta sesuai dengan konsep ilmiah; d.

B. Pendekatan Kooperatif dalam Proses Pembelajaran Sejarah

  Pembelajaran kooperatif mengkondisikan siswa berinteraksisecara aktif dan positif dalam kelompok sehingga terjadi dialog dan pertukaran gagasan di antara siswa dalam suasana diskusi, sesuai denganfalsafah konstruktivisme. Penerapan Pendekatan Pembelajaran Kooperatif di kelas Pendekatan pembelajaran kooperatif adalah teknik pengelompokan yang di dalamnya siswa bekerja terarah pada tujuanbelajar bersama dalam kelompok kecil yang umumnya terdiri dari 4-5 9 anak.

3. Hasil dari Penerapan Pembelajaran Kooperatif

  Jika keadaan ini dibiarkan tidak mustahil akan dihasilkan warga negara yang egois,inklusif, kurang bergaul dalam masyarakat, acuh tak acuh dengan tetangga dan lingkungan, kurang menghargai orang lain, serta tidakmau menerima kelebihan dan kelemahan orang lain. Yang kedua adalah, metode pembelajaran konvensional yang banyak diterapkanguru di kelas cenderung membuat guru semakin pandai, sementara siswa semakin malas dan tidak memberikan siswa kesempatan untukbelajar berpikir kritis.

4. Prinsip Dasar dalam Proses Pembelajaran Kooperatif

  Menurut pernyataan Roger dan David Johnson yang dikutip 10 oleh Rusman tahun 2013 menjelaskan lima prinsip dasar dalam pembelajaran kooperatif (cooperative learning), yaitu sebagai berikut :a) Prinsip ketergantungan positif (positive interdepence), yaitu dalam pembelajaran kooperatif, keberhasilan dalam penyelesaian tugaspada usaha yang dilakukan oleh kelompok tersebut. c)Interaksi tatap muka (face to face promotion interaction), yaitu memberikan kesempatan yang luas kepada setiap anggotakelompok untuk bertatap muka melakukan interaksi dan diskusi d)Partisipasi dan komunikasi (participation communication), yaitu melatih siswa untuk dapat berpartisipasi aktif dan berkomunikasidalam kegiatan pembelajaran.

C. Prestasi Belajar Sejarah

  Menurut Masidjo, di dalam bukunya yang berjudul Psikologi Belajar dan Pembelajaran, menguraikan bahwa prestasi belajar siswa merupakan hasil yang dicapai oleh siswa dalam rangkaian pembelajaran yang dilakukan oleh instansi pendidikan, di mana hasil tersebut dapat membuktikankemampuan yang dimiliki oleh peserta didik. 125 Dapat simpulkan bahwa prestasi belajar siswa dalam dunia pendidikan adalah hasil dari pengukuran kemampuan belajar siswa secara obyektif yangmeliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.

D. Pentingnya Belajar Sejarah di SMA

16 J. Bank menyatakan bahwa semua kejadian/peristiwa masa lampau

  Misalkan ketika revolusi di suatu daerah kitabisa melihat bagaimana masyarakat bereaksi, ada yang sekelompok masyarakat yang berperilaku mendukung Republik Indonesia, ada yangmendukung Belanda, ada yang mendukung kelompok pemberontak, ada yang langsung ikut bertempur melawan Belanda, ada yang menjadi mata-matapejuang Republik, ada yang menjadi mata-mata Belanda, ada penduduk yang membantu pejuang dengan cara memberi makanan, dan berbagai bentukperilaku lainnya. Sejarah dapat membantu para siswa untuk memahami perilaku manusia pada masa yang lampau, masa sekarang, dan masa yang akan datang.

E. Pembelajaran Sejarah dengan Model Group Investigation

  Sementara kelemahan pembelajaran dengan model group investigation, yaitu ; model pembelajaran group investigationmerupakan model pembelajaran yang kompleks dan sulit untuk dilaksanakan Metode group investigation menuntut siswa untuk berkemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun keterampilan proses memilikikelompok (group process skills). Satu kelompok terdiri dari 4-5 siswa yang heterogen, bisadimodifikasi atas dasar jumlah siswa di kelas dan subtopik yang tersedia.

4. Pembuatan laporan, semua kelompok harus menyajikan presentasi yang menarik di depan kelas

6. Evaluasi

  Dalam hal investigasi, guru harus memberikan scaffolding(topangan) yang tentunya dapat membantu siswa menginvestigasi topiknya, bantuan dapat berupa bagaimana cara menyelesaikan sebuah permasalahanyang ada di dalam topik. Untuk mencapai keberhasilan di dalam pembelajaran ini, komunikasi yang baik antara guru dan siswa, maupun antara siswa di dalamkelompok, komunikasi yang baik saat diskusi berlangsung merupakan hal utama yang harus menjadi kesadaran semua.

F. Penelitian Tindakan Kelas

  Metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research adalah suatu upaya untuk mencermati kegiatan belajar sekelompok peserta didik dengan memberikan sebuah tindakan (treatment) yang sengaja 19 pembelajaran. Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan cara (1) merencanakan, (2) melaksanakan danmerefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif dengan tujuan memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa dapat 20 meningkat.

E. Mulyasa, Praktik Penelitian Tindakan Kelas Menciptakan Perbaikan Berkesinambungan

20 Bandung : Remaja Rosdakarya, 2009, hlm.3-4 Wijaya Kusumah dan Dedi Dwitagama, Mengenal Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta : Indeks,21 2009, hlm. 9 Daryanto, Penelitian Tindakan Kelas dan Penelitian Tindakan Sekolah, Yogyakarta : Gava

1. Bagi Guru adalah sebagai berikut :

  Dengan adanya penelitian tindakan kelas, maka guru berkesempatan mengembangkanpengetahuan dan keterampilannya sehingga kualitas pembelajaran di sekolah meningkat dan berdampak positif pada perkembangan sekolah. Langkah-langkah penelitian tindakan kelas yang digunakan peneliti sesuai dengan model dari Kurt Lewin yang meliputi empat tahap dalam satusiklusnya, yaitu: (1) Perencanaan, (2) Tindakan, (3) Pengamatan dan (4)Refleksi.

G. Kerangka Berpikir

  Masalah Guru menggunakanmetode konvensional Prestasi belajar rendah Siklus 1 guru menggunakan Tindakanmetode group investigation Siklus 2 guru menggunakanmetode group investigation dengan beberapa perbaikan Prestasi belajar meningkat Hasil Gambar 3 : Bagan Kerangka BerpikirMetode pembelajaran group investigation melibatkan siswa sebagai pelaku utama dalam proses pembelajaran di kelas. Dengan demikian metode group investigation diyakini terjadipeningkatan motivasi belajar dan partisipasi siswa di dalam kelas, suasana kekeluargaan dapat dirasakan di dalam kelas, kreatifitas siswa tersalurkan danproses pembelajaran menjadi semakin efisien.

H. Hipotesis Penelitian

Model pembelajaran group investigation dapat meningkatkan prestasi belajar siswa terutamatentang materi “Perkembangan Kehidupan Negara- Negara Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia.”

BAB II I METODE PENELITIAN PTK adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri

  dengan cara (1) merencanakan, (2) melaksanakan, dan (3) merefleksi tindakan secara kolaboratif dan partisipatif dengan tujuan memperbaiki kinerjanya sebagai 1 guru, sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi 2 dalam sebuah kelas secara bersama.

A. Setting Penelitian 1

  Tempat PenelitianPenelitian Tindakan Kelas dilaksanakan di SMA PL St. 9 Suharsimi Arikunto dkk, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: Bumi Aksara, 2007, hlm.

2. Waktu Penelitian

  Obyek Penelitian Obyek dalam penelitian ini adalah proses pelaksanaan dan prestasi belajar dari model pembelajaran Group Investigation pada siswa kelas XI IPS 1 SMA PL St. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan secara kolaboratif dan partisipasif antara peneliti dan guru sejarah kelas XI IPS 1 SMA Pangudi Luhur St.

G. Instrumen Pengumpulan Data

Instrumen pengumpulan data adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya untuk mengumpulkan data agarpenelitian menjadi sistematis dan datanya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

1. Alat pengumpulan data

  a) Instrumen Observasi Instrumen observasi yang digunakan untuk siswa adalah lembar penilaian portofolio dan untuk guru menggunakan instrumenpenilaian kinerja guru (IPKG). Hasil tes belajar ini dijadikan tolok ukur untuk mengetahui perbandingan antara kondisi awal sebelum penelitiandengan sesudah dilakukan penelitian yang tercermin dalam dua siklus, dengan menggunakan soal pilihan ganda sebanyak 28 soal dalamsetiap siklusnya tentang perkembangan kehidupan negara-negara kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia.

2. Validitas dan Reliabilitas

a) Validitas

  N = jumlah peserta tesΣ XY = jumlah X dengan YX² = kuadrat dari XY² = kuadrat dari YSetelah dihitung dengan rumus tersebut, maka untuk mengetahui besar taraf signifikan butir item dihitung dengan rumus:√(Suharsimi Arikunto, 2009 : 65)Keterangan: t = taraf signifikanr = korelasi skor item dengan skor total4 n = jumlah butir item Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revisi), Jakarta : Bumi Aksara, 2009, hlm. Hasil uji coba item soal pada materi Indonesia pada masaKerajaan Hindu Buddha dari 40 soal pilihan ganda, diperoleh soal yang valid sebanyak 28 soal, yaitu nomor 2, 3, 6, 9, 10, 11, 13, 14, 15, 16, 17,18, 21, 22, 23, 25, 26, 27, 28, 29, 30, 32, 33, 35, 36, 37, 38 dan 39 dan soal yang tidak valid ada 12 soal, yaitu nomor 1, 4, 5, 7, 8, 12, 19, 20,24, 31, 34 dan 40.

b) Reliabilitas

  Oleh karena itu reliabilitas suatu soal tidak perludiragukan lagi apabila soal tersebut benar-benar sudah valid, jadi soal yang valid pasti reliabel. Reliabilitas butir soal dalam penelitian inimenggunakan rumus belah dua sebagai berikut : 11r 222 r 1111 1 r22   (Suharsimi Arikunto, 2009: 65)Keterangan :11 = korelasi antara skor-skor setiap belahan r22 r = Koefisien reliabilitas yang sudah disesuaikan11 Kriteria reliabilitas tes jika harga r dari perhitungan lebih besar11 dari harga r pada tabel product moment maka tes tersebut reliabel.

H. Desain Penelitian

  Desain yang akan digunakan pada penelitian ini diambil dari model Kurt Lewin, yaitusebagai berikut : Gambar 4 : Rancangan Siklus Penelitian (Sumber : https://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/03/21penelitian-tindakan-kelas-part-ii) I. Skor S kor Perolehan N  x 100%S kor Maksimal Berikut ini adalah tabel tingkat penguasaan kompetensi sesuai dengan PAP II, sebagai berikut : Tabel 1 : Penilaian Acuan Patokan (PAP) Tipe II Tingkat Penguasaan KategoriKompetensi 81% - 100% Sangat Tinggi66% - 80% Tinggi56% - 65% Cukup46% - 55% Rendah Dibawah 46% Sangat Rendah b) Portofolio Penilaian tugas dengan menggunakan lembar penilaian portofolio.

5 Bobot Bobot Maksimal 1 ……

  20 220 ……. 320 …… 420 …… 520 …….

2. Data Kualitatif

  Kategori nilaiterdiri dari 5 kategori yaitu : Tabel 3 : Kategori Nilai Tingkat Kategori Keterangan Kategori 1 Sangat TinggiKategori II Tinggi Kategori III CukupKategori IV Rendah Kategori V Sangat Rendah Penilaian kategori dengan menggunakan Penilaian Acuan Patokan(PAP) tipe II dengan kriteria : Tabel 4 ; Kriteria Penilaian Acuan Patokan (PAP) Tipe II Tingkat Penguasaan Kategori Kompetensi 81% - 100% Sangat Tinggi66% - 80% Tinggi56% - 65% Cukup46% - 55% Rendah Dibawah 46% Sangat Rendah 3. Louis IXSedayu dengan jumlah 30 siswa yang digunakan untuk memperoleh hasil belajar siswa sebelum dilakukan penelitian dan untuk mengetahui model c) Penyusunan Silabus Peneliti menyusun silabus dengan mengambil kompetensi dasar yang ketiga dari empat kompetensi dasar dalam kurikulum kelas XIsemester 1.

2. Rencana Tindakan

PTK dilaksanakan dalam bentuk proses pengkajian berdaur 4 tahap yaitu merencanakan, melakukan tindakan, mengamati (observasi) danmerefleksi. Tahap-tahap ini dijalankan di setiap siklus, dimana siklus yang dijalankan tersebut minimal dua siklus, dan PTK ini masih bisa

a) Siklus 1 1) Perencanaan

  Dalam tahap perencanaan ini, peneliti membuat dan menyusun semua yang dibutuhkan untuk melakukan penelitian, antara lain bahanpelajaran baik dari sumber buku maupun internet, power point, lembar diskusi siswa dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). 3) Pengamatan Guru melakukan pengamatan ke dalam tiap-tiap kelompok, mengamati kerjasama dalam kelompok dalam menangkap danmengolah materi, soal, dan permasalahan.

b. Siklus 2

  Tahap-tahap dan kegiatan di dalam siklus yang kedua ini pada dasarnya sama dengan tahap yang dilakukan di dalam siklus 1, hanyasaja tindakan yang dilakukan antara siklus 1 dan siklus 2 berbeda dimana tindakan pada siklus 2 ini ditentukan berdasarkan hasil refleksipelaksanaan siklus 1. Apabila pelaksanaansiklus 1 dan siklus 2 ini dirasa belum mendapatkan keberhasilan, maka dapat dilakukan siklus yang ke 3.

4) Refleksi

  Louis IX Sedayu tentang perkembangan kehidupan negara-negara kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia dapat diketahui dengan melihat hasil belajar siswa yang dikatakan berhasil apabila : Siswa dapat mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yang telah ditetapkan sekolah terhadap pelajaran sejarah yaitu 75.  Tingkat pencapaian kelulusan di dalam kelas XI IPS 3 pada materi tersebut lebih dari atau sama dengan 75%.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Keadaan awal prestasi belajar sejarah Keadaan awal prestasi belajar sejarah ini merupakan acuan awal

  untuk pelaksanaan penelitian. Untuk mengetahui keadaan awal prestasi siswa dalam pelajaran sejarah, dilakukan pengamatan dan pengumpulandata.

a) Hasil Tes

  Hal ini terbukti masih banyak nilai siswa yangberada di bawah standar KKM, dari 30 siswa yang mengikuti ulangan, hanya 17 siswa (57%) yang tuntas dan 11 siswa (43%) dinyatakan tidaktuntas. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pada pra siklus, prestasi siswa dalam matapelajaran sejarah cukup, sehingga penelitian dilanjutkan ke siklus 1.

2. Siklus 1

a) Perencanaan

  Bertemu dengan guru mata pelajaran membahas mengenai materi yang disampaikan saat melakukan penelitian, yaitu : Standar Kompetensi : Menganalisis perjalanan bangsa Indonesia pada masa negara tradisional. Siswa saling berdiskusi di dalam kelompok untuk menentukan rumusan masalah berdasarkan topik yang telah ditentukan yaitukerajaan Sriwijaya, Mataram Hindu, Jenggala-Kediri, Singasari,Majapahit dan Bali.

c) Observasi 1) Hasil Portofolio

  Pada tahap ini, hal-hal yang diamati adalah aktivitas belajar siswa meliputi aspek makalah, power point, penyampaian dantanggung jawab menggunakan kriteria sebagai berikut skor, 1-2 : rendah, skor 3 : cukup, skor 4 : baik dan skor 5 : sangat baik. 75 15 3 5 3 4 3 13 20 65 7 Angela Verna Restanti 4 4 3 4 17 20 85 8 Anisa Yulian Prawesti 4 4 4 80 22 4 3 4 3 14 20 70 Aji Nugroho Vera Paska 23 4 4 4 3 15 20 75 Pradibta Veronika Novita 24 4 3 4 4 15 20 75 Sari Suryanto Yholanda Kunthi 25 4 4 4 3 15 20 75 Anggriva Yohanes Dian 26 4 3 4 4 15 20 75 Prasetyo Yosep Purbo 27 4 4 4 4 16 20 80 Kurniaji Yovita Widya 28 4 3 4 3 14 20 70 Ningtyas Yulius Kusuma 29 4 3 5 4 16 20 80 Wardhana Agustinus Seco 30 5 4 4 4 17 20 85 Kus D.

10 Carolina Dewi Andrea

18 Martinus Joko Susilo

  Hal itu terbuktidari 30 siswa yang mengikuti ulangan sebanyak 22 siswa (73%) mencapai KKM dan siswa yang tidak berhasil mencapai KKM 8 siswa (27%). Hal itu terlihat dari 30 siswa yang mengikuti tes 20 siswa (66.67%) mencapai KKM dan 10 siswa (33.33%) tidak mencapai KKM.

1) Refleksi Siklus 1

  Peningkatan prestasi belajar yang dialami belum maksimal, dari30 siswa yang mengikuti tes 22 siswa (73%) sudah mencapai KKM, namun hasil ini belum mencapai target KKM yang ditetapkan pada siklus 1 yaitu ≥ 75%. Guru juga harus mengecek dan mengawasitiap kelompok agar mengetahui persoalan yang dihadapi dan kemampuan anggota kelompok dalam kerjasama di dalam kelompok.

2) Siklus 2 a. Perencanaan

  Tahap perencanaan ini diisi peneliti dengan menyiapkan berbagai perbaikan seperti yang dibicarakan dalam refleksi siklus 1. Dalam tahapini, peneliti membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), power point dan soal-soal yang akan dikerjakan oleh siswa.

1) Pertemuan pertama

2) Pertemuan kedua

  Kelompok yang maju adalah yang majumempresentasikan hasil diskusinya adalah kelompok kerajaanSingasari, Majapahit dan Bali. Waktu presentasi adalah 10 menit untuk kerajaan Majapahit dan 5 menit untuk kerajaan Singasari dan Bali.

c. Observasi

Observasi ini digunakan untuk mengetahui keberhasilan yang telah dicapai oleh siswa setelah adanya penerapan metode pembelajaran yangdilakukan oleh peneliti. Observasi yang dilakukan dalam siklus ini sebagai berikut :

1) Hasil Portofolio

  Pada tahap ini hal-hal yang diamati adalah aktivitas belajar siswa meliputi aspek makalah, power point, penyampaian dan tanggung jawabmenggunakan kriteria sebagai berikut skor, 1-2 : rendah, skor 3 : cukup, skor 4 : baik dan skor 5 : sangat baik. Hal ituterbukti dari 30 siswa yang mengikuti ulangan sebanyak 27 siswa (90%) mencapaiKKM dan siswa yang tidak berhasil mencapai KKM 3 siswa (10%).

6 Andreas Alfian Nur Cahyo

  89,29 62,5085 25,5 88,00 29 Yulius Kusuma Wardhana 89,29 62,5085 25,5 88,00     <60% 0% Sangat Rendah Gambaran peningkatan prestasi siswa dapat dilihat dalam diagram di berikut ini : 3.33% 10%40.00% Sangat Tinggi Tinggi CukupRendah Sangat Rendah 46.67% Gambar 6 : Diagram Prestasi Siklus 2 d. Peningkatan yang dialami siswa karena keterlibatan rekan sesama peneliti dan guru mitra yang memberi masukan agar modelyang digunakan dapat berjalan dengan baik.

B. Komparasi

  Penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan di SMA PL St. Keberhasilan ini dapat dilihat dari peningkatan prestasi belajar siswa selama mengikuti mata pelajaran dikelas.

1. Prestasi Siswa

  Nilai terendah yang diperoleh siswa sebelum dilakukan tindakan adalah 55, sedangkan setelah siklus 1 nilai terendah yang diperoleh siswamenurun menjadi 52,5. Sementara nilai tertinggi pada siklus 1 dan 2 tidak mengalami perubahan, nilai tertingginya adalah 93.

C. Pembahasan

  Dalam keadaan awal prestasi siswa terdapat 13 orang yang belum mencapai KKM dan pada siklus 1 berkurang menjadi 10 Setelah melaksanakan siklus 1, kemudian peneliti melaksanakan siklus 2 untuk memperbaiki prestasi belajar siswa. Sementara kelemahan pembelajaran dengan model group investigation, yaitu ; model pembelajaran group investigationmerupakan model pembelajaran yang kompleks dan sulit untuk dilaksanakan dalam pembelajaran kooperatif, pembelajaran dengan menggunakan modelpembelajaran group investigation juga membutuhkan waktu yang lama.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Peningkatan prestasi belajar sejarah dengan menggunakan judul

  Penerapan pendekatan pembelajaran kooperatif dengan model Group Investigation pada materi tentang Kehidupan masyarakat Indonesia pada masa kerajaan Hindu-Buddha dapat meningkatkan prestasi belajar siswadari aspek kognitif dan afektif. Pada siklus 1 terjadi peningkatan menjadi 20 siswa (66,67%) yang mencapai KKM dan pada siklus 2 meningkat lagi menjadi 27 siswa (90%)yang mencapai KKM.

B. Saran

  Bagi Instansi Pendidikan Bagi Universitas Sanata Dharma khususnya FKIP yang mendidik mahasiswa menjadi kompeten dan humanis, perlu memperbanyakkegiatan-kegiatan praktik di sekolah-sekolah dengan waktu yang efisien dan bermanfaat bagi mahasiswa sebagai bekal menjadi guru yangprofessional, sehingga mahasiswa tidak hanya mendapat banyak bekal teori namun juga praktik di lapangan. Bagi sekolah yang menjadi tempatpraktik mahasiswa, diharapkan dapat terus meningkatkan penerapan metode pembelajaran sejarah yang inovatif terutama yang berkaitandengan model-model pembelajaran inovatif yang berbasis multimedia pembelajaran.

4. Bagi siswa

  Proses 1)Mengidentifikasi teori masuk dan berkembangnya Hindu-Buddha di Indonesia 97 2)Menganalisis teori masuk dan berkembangnya Hindu-Buddha di Indonesia3) Menganalisis dampak teori masuk dan berkembangnya Hindu-Buddha di Indonesia 2. Motivasi  guru memberikan motivasi pada siswa untuk membaca dari buku atau browsing dari internet mengenai perkembangan agama dan kebudayaan Hindu-Buddha 4 menit terhadap masyarakat di berbagai daerah di Indonesia 2 Eksplorasi : 100Elaborasi : 45 menyampaikan hasil pembahasannya.

VIII. Sumber, Bahan dan Alat

  Penilaian Portofolio JumlahNo Kelompok Nilai Tugas 1 Kelompok Teori Waisya:Saran : 101 2 Kelompok Teori Brahmana :Saran : 3 Kelompok Teori Ksatria :Saran : 4 Kelompok Teori Arus Balik :Saran : b. Materi 1 Pembukaan  guru memberikan motivasi pada siswa untuk membaca dari buku atau browsing dari internet mengenai perkembangan kehidupan negara-negara kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia 4 menit c.

IX. Sumber, Bahan dan Alat a. Sumber Belajar :

1) Poespenegoro, Marwati Djoened dan Notosusanto Nugroho. 1984

  Jakarta : PN Balai Pustaka2) http://mustaqimzone.wordpress.com/2011/07/20/perkembangan- kerajaan-hindu-budha-di-indonesia/ b. Bahan : LKS/Gambar-gambar, artikel online, power point.

c. Alat : Viewer, laptop, Internet, spidol, papan tulis

  :Saran : 2 Kerajaan…………. : Saran :Kerajaan ………… :Saran : 3 Kerajaan………….

4 Kerajaan …………. :

  Bambang HeriantoNIM : 091314015 Kehidupan Sosial-Ekonomi Masyarakat Indonesia pada masa Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia Sumber : http://www.syahrani.my.id/2013/08/sistem-sosial-ekonomi-masa-hindu- budha.html Kehidupan politik kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha membawa perubahan baru dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia. Sementara itu, sistem transportasi pada masa Kendan dan Galuh diperkirakan dilakukan melalui Sungai Cimanuk dan pelabuhan tua dipesisir pantai utara, contohnya di sekitar Indramayu dan Cirebon.

3. KERAJAAN SRIWIJAYA DAN MELAYU

  Para syahbandar ini bertindak sebagai wakil raja di pelabuhan pelabuhan yang dikuasainya, sekaligus menarik pajak dari para pedagang yang inginberjualan di daerah ini — pajak tersebut berupa kiriman upeti berwujud barang dagangan yang mahal atau uang. Kemungkinan besar mereka itu adalah para saudagar dari luar Dari berita Cina diketahui bahwa di ibukota kerajaan terdapat istana raja yang dikelilingi dinding dari batu bata dan batang kayu.

6. KERAJAAN KEDIRI DAN SINGASARI

  Disebutkan, masyarakatSingasari terbagi dalam kelas atas, yaitu keluarga raja dan kaum bangsawan, dan kelas bawah yang terdiri dari rakyat umum. Apalagi di wilayah Singasari terdapatdua sungai besar, Bengawan Solo dan Kali Brantas yang dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian dan lalu lintas perdagangan air.

7. KERAJAAN MAJAPAHIT

  Hal ini diungkapkan oleh Mpu Tantular dalam Sutasoma atauPurusadashanta yang berbunyi “bhinneka tunggal ika tan hana dharma mangrawa” yang artinya: “di antara pusparagam agama adalah kesatuan pada agama yangmendua.” Rakyat Majapahit terbagi dalam kelompok masyarakat berdasarkan pekerjaan. Pertama, Majapahit adalah sebagai kerajaan produsen yang menghasilkan barang- barang yang laku di pasaran.

e. Burung Garuda c

  Di bawah ini adalah arti kata-kata yang terdapat di dalam candrasengakala atau penanggalan Jawa kuno : Angka 1 : benda yang jumlahnya hanya satu, benda yang berbentuk bulat, manusia. Relief di atas di atas merupakan salah satu relief yang terdapat di salah satu dinding candi Borobudur yang menceritakan tentang …a.

c. Yoni

  Di bawah ini adalah arti kata-kata yang terdapat di dalam candrasengakala atau penanggalan Jawa kuno : Angka 1 : benda yang jumlahnya hanya satu, benda yang berbentuk bulat, manusia. Aturan lainnya adalah bahwa sengkalan punya sandi, yaitu kata terakhir di kalimat sengkalan menjadi angka urutan pertama,sedangkan kata pertama di kalimat sengkalan menjadi angka urutan terakhir pada tahun sengkalan.

9. Burung garuda adalah kendaraan dewa … a

  Perbedaan agama yang dianut yaitu agama Hindu dan Buddha 3. Relief di atas di atas merupakan salah satu relief yang terdapat di salah satu dinding candi Borobudur yang menceritakan tentang …a.

13. Tujuan bangsa Arya menciptakan kasta dalam agama Hindu adalah… a

  Raja Kertanegara didharmakan di Candi yang berlokasi di Kabupaten Malang yaitu di .... Konsep bentuk akulturasi dari kebudayaan Hindu/Budha adalah berada di dalam struktur Candi di Indonesia,yang sangat khas dengan Lokal genius bangsa Indonesiaadalah … a.

A. Penguasaan Materi

  Melibatkan siswa dalam pembuatan dan atau√ pemanfaatan sumber belajar / media pembelajaran Nilai rata-rata III C = 12 D. Pembelajaran yang Memicu dan Memelihara Ketertiban Siswa 1.

F. Penggunaan Bahasa

  Komponen Pembelajaran 8 + 8 + 8 + 26 + 12 + 19 + 8 + 11 + 8 108Nilai = = = 12 9 9 Komentar Pengamat : Proses pembelajaran kreatif dan inovatif, penggunaan waktu harus menjadi perhatian sehingga materi pembelajaran bisa selesai tepat waktu. Louis Sedayu Tahun 2013Gambar 1: Suasana Kelas pada saat proses pembelajaran berlangsungGambar 2 : Power Point Kelompok Kerajaan Bali 146Gambar 3 : Pak Syamsu Guru Mata Pelajaran Sejarah SMA PL St.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Analisis komparatif rasio finansial ditinjau dari aturan depkop dengan standar akuntansi Indonesia pada laporan keuanagn tahun 1999 pusat koperasi pegawai
14
342
84
Analisis Konsep Peningkatan Standar Mutu Technovation Terhadap Kemampuan Bersaing UD. Kayfa Interior Funiture Jember.
2
204
9
Analisis korelasi antara lama penggunaan pil KB kombinasi dan tingkat keparahan gingivitas pada wanita pengguna PIL KB kombinasi di wilayah kerja Puskesmas Sumbersari Jember
11
235
64
Keanekaragaman Makrofauna Tanah Daerah Pertanian Apel Semi Organik dan Pertanian Apel Non Organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu sebagai Bahan Ajar Biologi SMA
24
217
36
FREKWENSI PESAN PEMELIHARAAN KESEHATAN DALAM IKLAN LAYANAN MASYARAKAT Analisis Isi pada Empat Versi ILM Televisi Tanggap Flu Burung Milik Komnas FBPI
10
148
3
SENSUALITAS DALAM FILM HOROR DI INDONESIA(Analisis Isi pada Film Tali Pocong Perawan karya Arie Azis)
33
235
2
Analisis Sistem Pengendalian Mutu dan Perencanaan Penugasan Audit pada Kantor Akuntan Publik. (Suatu Studi Kasus pada Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan)
136
609
18
DOMESTIFIKASI PEREMPUAN DALAM IKLAN Studi Semiotika pada Iklan "Mama Suka", "Mama Lemon", dan "BuKrim"
131
610
21
Representasi Nasionalisme Melalui Karya Fotografi (Analisis Semiotik pada Buku "Ketika Indonesia Dipertanyakan")
53
303
50
KONSTRUKSI MEDIA TENTANG KETERLIBATAN POLITISI PARTAI DEMOKRAT ANAS URBANINGRUM PADA KASUS KORUPSI PROYEK PEMBANGUNAN KOMPLEK OLAHRAGA DI BUKIT HAMBALANG (Analisis Wacana Koran Harian Pagi Surya edisi 9-12, 16, 18 dan 23 Februari 2013 )
64
463
20
PENERAPAN MEDIA LITERASI DI KALANGAN JURNALIS KAMPUS (Studi pada Jurnalis Unit Aktivitas Pers Kampus Mahasiswa (UKPM) Kavling 10, Koran Bestari, dan Unit Kegitan Pers Mahasiswa (UKPM) Civitas)
105
430
24
DAMPAK INVESTASI ASET TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP INOVASI DENGAN LINGKUNGAN INDUSTRI SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI (Studi Empiris pada perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2006-2012)
11
127
22
Hubungan antara Kondisi Psikologis dengan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Kelas IX Kelompok Belajar Paket B Rukun Sentosa Kabupaten Lamongan Tahun Pelajaran 2012-2013
12
168
5
IbM Peningkatan Kesehatan Gigi dan Mulut Petani Kakao Kecamatan Bangsalsari
5
88
57
Improving the Eighth Year Students' Tense Achievement and Active Participation by Giving Positive Reinforcement at SMPN 1 Silo in the 2013/2014 Academic Year
7
148
3
Show more