Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sengkan Yogyakarta

Gratis

0
0
149
2 years ago
Preview
Full text

PENGARUH PENGGUNAAN METODE INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN MENGAPLIKASI DAN MENGANALISIS MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD KANISIUS SENGKAN YOGYAKARTA SKRIPSI

  Tuhan Yesus Kristus atas rahmat dan kasih karunia-Nya, 2. Seluruh teman-temanku yang telah memberikan banyak dukungan dan bantuan.

HALAMAN PERSEMBAHAN

  Tuhan Yesus Kristus atas rahmat dan kasih karunia-Nya, 2. Seluruh teman-temanku yang telah memberikan banyak dukungan dan bantuan.

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  (2-tailed) sebesar 0,654 (atau > 0,05) pada kelompok kontrol dan 0,857 (atau > 0,05) padakelompok eksperimen dengan kata lain bahwa tidak terjadi penurunan skor yang signifikan dari posttest I dan posttest II baik pada kelompok kontrol maupunkelompok eksperimen. (2-tailed) sebesar 0,268 atau > 0,05, artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttestI dan posttest II pada kelompok kontrol, dengan kata lain tidak terjadi peningkatan skor yang signifikan dari posttest I dan posttest II di kelompok kontrol.

1.1 Latar Belakang Penelitian

  Siswa akan berusaha menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru, guru .sebagai fasilitator sampai siswa menemukan jawaban yang sesuai Peneliti berharap dengan menerapkan metode inkuiri dalam pembelajaran dapat mengembangkan kemampuan berpikir sampai pada level mengaplikasi dan menganalisis. Hal ini dikarenakan peneliti ingin mengetahui kemampuanmengaplikasi dan menganalisis siswa yang akan dihasilkan pada kelas yang hanyamenggunakan metode tradisional dan pada kelas yang menggunakan metode inkuiri.

1.2 Rumusan Masalah

  mengaplikasi pada mata pelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya, siswakelas V SD Kanisius Sengkan Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013? menganalisis pada mata pelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya siswa kelas V SD Kanisius Sengkan Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013?

1.3 Tujuan Penelitian

  1.3.1 Mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuanmengaplikasi pada mata pelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya, siswa kelas V SD Kanisius Sengkan Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013. 1.3.2 Mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuanmenganalisis pada mata pelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya siswa kelas V SD Kanisius Sengkan Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013.

1.4 Manfaat Penelitian

  Dari metode inkuiri siswa dapat mengembangkan kemampuan berpikir sampai ke level kognitif yang lebih tinggi. 1.4.3 Bagi Sekolah Penelitian ini dapat menambah bahan bacaan terkait dengan pengaruhmetode inkuiri terhadap kemampuan berpikir kognitif pada level mengaplikasi dan menganalisis.

pelajaran I PA, sehingga hal ini dapat diterapkan pada waktu mengajar nantinya

BAB II LANDASAN TEORI Pada Bab II ini akan dibahas beberapa hal yang meliputi, kajian pustaka

  Kajian pustaka berisi teori yang relevan terhadap penelitian yang berkaitan dengan metodeinkuiri, proses kognitif, dan hakikat IPA. Selanjutnya akan dibahas penelitian sebelumnya yang membahas penelitian tentang inkuiri dan kemampuan proseskognitif.

2.1 Kajian Pustaka

2.1.1 Teori-teori yang Relevan

  Dalam teori-teori yang relevan ini akan dibahas metode inkuiri, proses kognitif mengaplikasi dan menganalisis, dan hakikat IPA. Seluruhnya akandibahas sebagai berikut.

2.1.1.1 Metode Inkuiri 1. Pengertian Metode Inkuiri

  Piaget (dalam Mulyasa, 2009:108)menjelaskan bahwa inkuiri adalah metode yang mempersiapkan peserta didik dalam situasi untuk bereksperimen sendiri secara luas agar melihat apa yangterjadi, ingin melakukan sesuatu, mengajukan pertanyaan-pertanyaan, dan mencari jawabannya sendiri, serta menghubungkan penemuan yang satu denganpenemuan yang lain, membandingkan apa yang ditemukannya dengan yang ditemukan siswa lain. Dari penjelasan-penjelasan di atas, peneliti menyimpulkan bahwa metode inkuiri adalah metode pembelajaran di mana siswa berperan untuk menemukansendiri, memecahkan sendiri permasalahan-permasalahan yang ada dengan menggunakan langkah pembelajaran orientasi, merumuskan masalah,merumuskan hipotesis, melakukan eksperimen, merumuskan kesimpulan, mempresentasikan hasil, dan evaluasi.

2. Macam-macam Metode Inkuiri

Sund and Trowbridge (dalam Mulyasa 2007:109) mengemukakan tiga macam metode inquiry sebagai berikut.

a. Inquiry terpimpin atau inquiry terbimbing (guide inquiry); Siswa memperoleh pedoman sesuai dengan yang dibutuhkan

  Pendekatan ini digunakan terutama bagi siswa yang belum berpengalaman belajar dengan metode inquiry, guru memberikanbimbingan dan pengarahan yang cukup luas. Dalam pembelajaran dengan metode inkuiri ini guru membantu siswa untuk menggunakan kata tanya“Apakah” dalam merumuskan masalah.

3. Prinsip-Prinsip Penggunaan Metode Inkuiri

Dalam penggunaan strategi pembelajaran inkuiri terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan oleh setiap guru (Sanjaya, 2011:199):

a. Berorientasi pada Pengembangan Intelektual Tujuan utama dari inkuiri adalah pengembangan kemampuan berpikir

  Belajar yang hanya cenderung memanfaatkan otak kiri, misalnya dengan memaksa anak untuk berpikir logis dan rasional, akanmembuat anak dalam posisi “kering dan hampa”. Karena itu, belajar berpikir logis dan rasional perlu didukung oleh pergerakan otak kanan, misalnya dengan memasukkan unsur-unsur yang dapat mempengaruhi emosi, yaitu unsur estetika melalui proses belajar yang menyenangkan danmenggairahkan.

4. Langkah-langkah Metode Inkuiri

  Jawaban itu mungkinmerupakan sintesis antara hipotesis yang diajukan dan hasil-hasil dari hipotesis yang diuji dengan informasi yang terkumpul. Beberapa hal yang dapat dilakukan dalam tahapan orientasi ini adalah:1) Menjelaskan topik, tujuan, dan hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai oleh siswa.2) Menjelaskan pokok-pokok kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa untuk mencapai tujuan.3) Menjelaskan pentingnya topik dan kegiatan belajar untuk memberikan motivasi belajar siswa (Sanjaya, 2011:202).

d. Melakukan eksperimen Siswa diminta membuktikan jawaban atas hipotesis yang sudah disusun

  Pembuktian dapat dilakukan dengan melakukan eksperimen untuk menguji jawaban, apakah benar atau salah. Siswa dimintamengerjakan soal-soal evaluasi untuk mengetahui hasil belajar yang sudah dilaksanakan.

5. Keunggulan Inkuiri

  Sanjaya (2011:208) menjelaskan beberapa keunggulan dari strategi inkuiri sebagai berikut:a. Strategi pembelajaran inkuiri merupakan strategi yang menekankan pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secaraseimbang, sehingga pembelajaran melalui strategi ini dianggap lebih bermakna.

b. Strategi pembelajaran inkuiri dapat memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar mereka

  c. Strategi pembelajaran inkuiri merupakan strategi yang dianggap sesuai dengan perkembangan psikologi belajar modern yang menganggapbelajar adalah proses perubahan tingkah laku berkat adanya pengalaman.

2.1.1.2 Proses Kognitif Mengaplikasi dan Menganalisis

  MenganalisisMenganalisis adalah melibatkan proses memecah-mecah materimenjadi bagian-bagian kecil dan menentukan bagaimana hubungan antarbagian dan antara setiap bagian dan struktur keseluruhannya. Mencipta Mencipta adalah memadukan bagian-bagian untuk membentuksesuatu yang baru dan koheren atau untuk membuat suatu produk yang orisinil.

1. Mengaplikasikan

  Kata lain yang dapat digunakan untuk mengukur dimensi kognitif mengimplementasikan adalah menggunakan. Sehingga level kognitif mengaplikasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengeksekusi, melaksanakan, mengimplementasikan, dan menggunakan.

2. Menganalisis

  Menurut Anderson dan Krathwohl (2010:120) menganalisis melibatkan proses memecah-mecah materi jadi bagian-bagian kecil dan menentukanbagaimana hubungan antarbagian dan antara setiap bagian dan struktur keseluruhannya. Tujuan pendidikan yang dapat diklasifikasikan dalammenganalisis mencakup belajar untuk menentukan potongan-potongan informasiyang relevan atau penting (membedakan), menentukan cara-cara untuk menata potongan-potongan informasi tersebut (mengorganisasikan), dan menentukantujuan di balik informasi itu (mengatribusikan).

2.1.2 Pengertian IPA

  Dari beberapa pendapat ahli di atas, peneliti mengambil kesimpulan bahwa IPA adalah ilmu pendidikan yang mempelajari gejala-gejala alam, tidak hanya fakta saja tetapi harus ada metode ilmiah dan sikap ilmiahnya. Secara khusus fungsi dan tujuan IPA berdasarkan kurikulum berbasis kompetensi menurut Depdiknas (dalam Trianto, 2010:138) adalah sebagai berikut.1) Menanamkan keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.2) Mengembangkan kemampuan, sikap dan nilai ilmiah.3) Mempersiapkan siswa menjadi warga negara yang melek sains dan teknologi.4) Menguasai konsep sains untuk bekal hidup di masyarakat dan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

2.1.3 Materi Sifat-Sifat Cahaya Makhluk hidup memerlukan cahaya. Cahaya membuat terang benderang

  Sifat-sifat CahayaCahaya dapat Cahaya dapat Cahaya dapat Cahaya Cahaya dibiaskan diuraikanmerambat menembus dipantulkan lurus benda bening Gambar 1. Benda-benda yang tidak dapat ditembus cahayadisebut benda gelap.

3. Cahaya Dapat Dipantulkan

  Ketika cahaya mengenai suatu benda, maka sebagian cahaya akan diteruskan ke dalam benda yang dikenainya dan sebagian lagi akan dipantulkankembali. Tahap-tahap pemantulan dapat dituliskan sebagai berikut: a) Cahaya datang mengenai bidang pantul, b) Kemudian cahaya dipantulkan oleh bidang pantul c) Cahaya memantul mengenai mata kitaPemantulan cahaya ada dua macam, yaitu: a) Pemantulan teratur, terjadi pada permukaan yang rata dan tidak tembus cahaya.

a) Besar sudut datang sama dengan sudut pantul b) Sinar datang, garis normal, sinar pantul berada pada satu bidang datar

4. Cahaya Dapat Dibiaskan

  Misalnya dari suatu zat ke zat yang lain dengan kerapatannyaberbeda. Bila cahaya datang dari medium renggang ke medium yang lebih rapat, maka cahaya akan dibiaskan mendekati garis normal.

a. Dasar sungai yang airnya jernih tampak lebih dangkal dari sebenarnya, karena sinar-sinar yang berasal dari dasar sungai dibiaskan

  Jalan raya yang beraspal pada siang hari tampak berair. Peristiwa ini dinamakan fatamorgana yang merupakan penipuan terhadap mata kita (Muslim, 2009:84).

5. Cahaya Dapat Diuraikan Pelangi terjadi ketika cahaya matahari diuraikan oleh tetes-tetes air hujan

  Setiap cahaya dengan warna berbeda, ketika masuk ke dalamair, dibiaskan dengan sudut yang berbeda-beda. Cahaya merah akan dibelokkan dengan sudut yang berbeda dengan cahaya kuning.

2.2 Hasil Penelitian Sebelumnya

2.2.1 Peneltian tentang Metode Inkuiri

  Meskipun demikian, kenaikkan skor prestasibelajar pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak berbeda secara signifikan yang ditunjukkan dengan harga sig.(2-tailed) sebesar ,734 (atau >0,05). Hasil dari penelitian ini pretest dan posttest dari kelompok kontrol dan eksperimen menunjukkan perbedaan signifikan 0,05 antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

2.2.2 Penelitian tentang Kemampuan Proses Kognitif

  Hasil penelitian yaitu (1) metode ceramahmaupun metode simulasi komputer meningkatkan hasil belajar siswa dan (2) Ada perbedaan antara metode simulasi komputer dengan metode ceramah yaitu metode simulasi komputer lebih meningkatkan hasil belajar siswa dibanding metodeceramah. Jika dilihat dari kenaikan rata-rata skor kecakapan berpikir kritis kategori kognitif pada masing-masing aspeknya di kelompok eksperimen tidak berbeda secara signifikan harga signifikansi (2-tailed) yang diperolehsebesar ,370 lebih besar dari 0,05.

2.2.3 Literature Map

  2.3 Kerangka BerpikirMetode inkuiri adalah metode pembelajaran yang berpusat pada siswa di mana siswa berperan untuk menemukan sendiri dan memecahkan sendiripermasalahan-permasalahan yang ada dalam materi dari berbagai sumber. Kelas VB adalah kelas eksperimen yang menggunakan metode inkuiri dalam pembelajaran,sehingga diharapkan kemampuan kognitif mengaplikasi dan menganalisis mereka diharapkan akan lebih tinggi dibandingkan dengan kelas VA yang menggunakanmetode ceramah saja.

BAB II I METODE PENELITIAN Bab III membahas beberapa hal yaitu, jenis penelitian, populasi dan sampel

  jadwal pengambilan data, variabel penelitian, definisi operasional, instrumen penelitian, uji validitas dan reliabilitas, teknik pengumpulan data, dan teknikanalisis data, dan jadwal penelitian. Kesembilan hal tersebut akan dibahas dalam subbab-subbab berikut.

3.1 Jenis Penelitian

  Metode penelitian eksperimen adalah metode penelitianyang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang dikendalikan (Sugiyono, 2010:107). Desain Penelitian (Sumber: Sugiyono, 2010:116) Keterangan: O = Rerata skor pretest kelompok ekperimen 1 O 2 = Rerata skor posttest kelompok eksperimenX = Perlakuan (treatment) penggunaan metode inkuiri O 3 = Rerata skor pretest kelompok kontrolO 4 = Rerata skor posttest kelompok kontrol Garis putus-putus di antara kedua kelompok menunjukkan kelompok-kelompok yang ditetapkan tidak dipilih secara random atau nonrandomly assigned group (Setyosari, 2010:158).

3.2 Setting Penelitian

  Variabel independen dapat juga disebut variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnyavariabel dependen (terikat), dalam penelitan ini yang menjadi variabel independen adalah metode inkuiri. Variabel dependen atau variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas, dalam penelitian iniyang menjadi variabel dependen adalah kemampuan kognitif mengaplikasi dan menganalisis.

3.5 Definisi Operasional

  Sifat-sifat cahaya adalah sifat-sifat yang dimiliki oleh berbagai sumber cahaya yaitu, cahaya dapat merambat lurus, cahaya dapat dibiaskan,cahaya dapat menembus benda bening, cahaya dapat dipantulkan, dan cahaya dapat diuraikan. Mengaplikasi adalah proses kognitif pada level ketiga sesuai dengan taksonomi Bloom yang sudah direvisi, yang terdiri dari unsurmengeksekusi, melaksanakan, mengimplementasikan, dan menggunakan.

7. Siswa SD adalah siswa kelas V SD Kanisius Sengkan Yogyakarta Tahun Ajaran 2012/2013

  Proses kognitif adalah proses berpikir sesuai dengan taksonomi Benjamin S. Bloom yang terbagi ke dalam 6 level yaitu mengingat, memahami,mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi, mencipta.

3.6 Instrumen Penelitian

  Dari 6 soal tersebuthanya 2 soal saja yang digunakan sebagai instrumen untuk mengukur kemampuan kognitif level mengaplikasi dan menganalisis yaitu pada nomor tiga dan empat. MengaplikasiMemilih media yang tepat untuk Mengimplementasikan menjelaskan tahap-tahap dalam proses pemantulan cahayaMenyebutkan benda yang dapat Menggunakan memantulkan cahaya dengan baikMembedakan antara benda bening, Membedakan benda buram, dan benda gelapMemilih benda-benda yang ada dalam Memilih soal yang dapat ditembus oleh cahayaMengidentifikasi hubungan antara 2.

3.7 Uji Validitas dan Reliabilitas

  Soal-soal yang digunakan sebagai instrumen penelitian ini diujicobakan di kelas V SD Negeri Denggung yang beralamatkan di Jalan Candi Gebang,Bangunrejo, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511 pada tanggal 22 Januari 2013, dengan jumlah siswa sebanyak 37 siswa. Suatu tes yang reliabelatau andal adalah suatu tes yang hasil pengukurannya dalam satu atau berbagai pengukuran menunjukkan hasil yang konsisten atau hasil yang tepat dan teliti(Masidjo, 2010:257).

3.8 Teknik Pengumpulan Data

  Tes uraian atau essai adalah tes yang memberi kesempatan kepada siswa untuk mengorganisasikan jawabannya secara bebassesuai dengan kemampuannya dengan bahasanya sendiri atas sejumlah item yang relatif kecil dan tuntutan jawaban yang benar, relevan, lengkap, berstruktur, jelas (Masidjo, 2010:46). Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakanpretest dan posttest pada kelompok kontrol dan eksperimen.

3.9 Teknik Analisis Data

  Uji normalitas ini diterapkan pada seluruh data yang akan diolah dan dimaksud untuk menentukan jenisstatistik yang akan digunakan. Uji normalitas data yang digunakan adalah dengan Kolmogorov-Smirnov.

b. Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05 maka data tidak berdistribusi normal

  Karena data terdistribusi normal maka teknik analisis selanjutnya menggunakan teknik statistik non parametrik dalam hal ini Mann-Whitneyatau Wilcoxon (Priyatno, 2010:137-145). Setelah semua data diuji normalitasnya, data dapat diuji dengan uji statistik.

3.9.2 Uji Statistik

  Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah skor pretest antara kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen terdapat perbedaan, yang ideal adalah jika skor keduakelompok tidak memiliki perbedaan yang signifikan karena menunjukkan kemampuan yang sama antara kedua kelompok. Pada penelitianini yang digunakan untuk mengetahui effect size adalah koefisien korelasi dengan kriteria r = 0.10 (efek kecil) yang setara dengan 1% pengaruh yangdiakibatkan oleh variabel independen, r = 0.30 (efek menengah) yang setara dengan 9%, dan r = 0.50 (efek besar) yang setara dengan 25%.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab IV berisi hasil penelitian pengaruh penggunaan metode inkuiri

terhadap kemampuan mengaplikasi dan pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan menganalisis.

4.1 Hasil Penelitian

  Kelompok yang terpilih sebagai kelompok kontrol adalah kelas VA dengan jumlah siswa sebanyak 31 siswa, sedangkankelas yang terpilih sebagai kelompok eksperiemen adalah kelas VB dengan jumlah siswa 32 siswa. Data yang diperoleh dari pretest dan posttest untuk kemampuan mengaplikasi pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dianalisis denganmenggunakan uji normalitas yaitu uji Kolmogorov-Smirnov dengan menggunakan program SPSS 20 atau dikenal dengan IBM SPSS Statistics 20 for Windows.

4.1.1.1 Uji Perbedaan Skor Pretest Kemampuan Mengaplikasi

  Langkah pertama setelah melakukan uji normalitas data pretest danposttest dari masing-masing kelompok adalah menganalisis perbedaan skor pretest antara kelompok kontrol dan skor pretest kelompok eksperimen. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skorpretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen pada kemampuan mengaplikasi.

4.1.1.2 Uji Perbedaan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mengaplikasi

  (2-tailed) kelompok kontrol dan kelompok eksperimen adalah 0,033 atau < 0,05 pada kelompok kontrol dan 0,000pada kelompok eksperimen, maka H null ditolak dan H i diterima. Dengan kata lain terjadi peningkatan skor yang signifikan dari pretest ke posttest pada kemampuan mengaplikasi pada kelompokkontrol dan kelompok eksperimen.

4.1.1.3 Uji Perbedaan Selisih Skor Kemampuan Mengaplikasi

  Ujipengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dapat dicari dari (O 2 -O 1 ) 4 -O 3 ) yaitu mengurangkan rerata skor posttest dengan pretest pada kelompok eksperimen dan mengurangkan rerata skor posttest dengan pretest pada kelompok kontrol. Pencapaian selisih skor yang lebih tinggi pada kelompok eksperimen yang menggunakan metode inkuiri dengan nilai M =0,7625, SE = 0,13987 dibandingkan dengan kelompok kontrol dengan menggunakan metode ceramah dengan nilai M = 0,3226, SE = 0,16967.

4.1.1.5 Uji Retensi Pengaruh Penggunaan Metode Inkuiri terhadap Kemampuan Mengaplikasi

  Hipotesis statistik yang digunakan adalah sebagai berikut:H null : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest pertama dan skor posttest kedua. Dengan kata lain tidak terdapat penurunan yang signifikan antara skor posttest pertama ke posttest kedua pada kemampuan mengaplikasi.

2. Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05, H null ditolak dan H i diterima. Artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara skor posttest pertama ke posttest kedua

  (2-tailed) kelompok kontrol dan kelompok eksperimen sama-sama > 0,05 yaitu 0,654 pada kelompok kontrol dan 0,857 padakelompok eksperimen maka H null diterima dan H i ditolak. Dengan kata lain bahwa tidak terjadi penurunan skor yang signifikan dari posttest I dan posttest II baik pada kelompok kontrol maupunkelompok eksperimen.

2. Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05, distribusi data dikatakan tidak normal

  Rerata skor Posttest kelompok eksperimen 0,218 Normal Berdasarkan tabel di atas, menurut kriteria yang digunakan dapat diketahui bahwa distribusi semua data kelompok kontrol dan kelompok eksperimen tersebutmerupakan data yang mempunyai distribusi normal karena harga sig. Analisis data pada kemampuan menganalisis dilakukan dengan lima langkah berikut: 1) Uji perbedaan skor pretest, membandingkan skor pretestantara kelompok kontrol dan kelompok eksperiemen untuk mengetahui perbedaan kemampuan awal siswa sebelum mendapat perlakuan.

4.1.2.1 Uji Perbedaan Skor Pretest Kemampuan Menganalisis

  Analisis data dilakukan dengan tingkatkepercayaan 95% dan analisis data menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut:H null : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dan skor pretest kelompok eksperimen. Kriteria yang digunakan adalah sebagai berikut: null iterdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dan skor pretest kelompok eksperimen.

4.1.2.2 Uji Perbedaan Skor Pretest dan Posttest Kemampuan Menganalisis

  Hipotesis statistik yang digunakan adalah sebagai berikut: H : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan skor posttest.null H i : Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan skor posttest. Eksperimen 2,76 3,42 23,91 0,000 Berbeda Pencapaian selisih skor rata-rata yang lebih tinggi untuk kemampuanmenganalisis pada kelompok eksperimen dengan menggunakan metode inkuiridengan harga M = -0,61406, SE = 0,13009, p < 0,05 atau 0,00, t(31) = -5,451 dibandingkan dengan kelompok kontrol yang menggunakan metode ceramahdengan harga M = -0,20968, SE = ,10568, t(30) = -1,984, p > 0,05 atau 0,056.

4.1.2.3 Uji Perbedaan Selisih Skor Kemampuan Menganalisis

  Uji pengaruh penggunaanmetode inkuiri terhadap kemampuan menganalisis dapat dicari dari (O 2 -O 1 ) - 4 3 ) yaitu mengurangkan rerata skor posttest dengan pretest pada kelompok eksperimen dan mengurangkan rerata skor posttest dengan pretest pada kelompok kontrol. Pencapaian selisih skor lebih tinggi pada kelompok eksperimen yang menggunakan metode inkuiri dengan nilai M =0,6666, SE = 0,14095 dibandingkan dengan kelompok kontrol dengan menggunakan metode ceramah dengan nilai M = 0,2661, SE = 0,11819.

4.1.2.4 Uji Besar Pengaruh Penggunaan Metode Inkuiri terhadap Kemampuan Menganalisis

  Hipotesis statistik yang digunakan adalah sebagai berikut:H null : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest pertama dan skor posttest kedua. Dengan kata lain tidak terjadi peningkatan skor yang signifikan dari posttest I dan posttest II pada kemampuan menganalisis di kelompok kontrol.

4.1.3 Rangkuman Hasil Penelitian

  Pada kemampuan menganalisis kelompok kontrol memilikinilai signifikansi 0,056 atau > 0,05 maka H null diterima dan H i ditolak dengan kata lain kemampuan menganalisis pada kelompok kontrol tidak mengalamipeningkatan yang signifikan dari pretest ke posttest. (2-tailed) kelompok kontrol dan kelompok eksperimen sama-sama > 0,05 atau0,654 pada kelompok kontrol dan 0,857 pada kelompok eksperimen maka H null diterima dan H i ditolak.

4.2 Pembahasan

  Dengan menggunakan alat dan bahan yang mendukung materi membuat siswa dapat lebih mengerti tentangmateri yang disampaikan. Metode inkuiri juga membuat siswa yang belum tahu menjadi lebih tahu, karena mereka dapat membuktikan hipotesis yang merekabuat sendiri dari rumusan permasalahan yang mereka susun.

4.2.1 Kemampuan Mengaplikasi

  Artinya terdapat perbedaan yangsignifikan antara selisih pretest dengan posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hal ini dikarenakan kelompok eksperimen pernah mengalami proses untuk memecahkan masalah, sedangkan pada kelompok kontrol guru hanya mengunakan metode ceramah yang membuat siswa menjadi bosan sehingga materi tidak bertahan lama.

4.2.2 Kemampuan Menganalisis

  Artinya terdapat perbedaan yangsignifikan antara selisih pretest dengan posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Perbedaan antara kelompok kontrol dan eksperimen terlihat pada skor yang didapat siswa beberapa aspek menganalisis.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

  (2-tailed) kelompok kontrol dankelompok eksperimen sama-sama > 0,05 atau 0,654 pada kelompok kontrol dan 0,857 pada kelompok eksperimen maka H null diterima dan H i ditolak. Dengan kata lain bahwatidak terjadi penurunan skor yang signifikan dari posttest I dan posttest II baik pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen.

5.2 Keterbatasan Penelitian

1. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ada beberapa yang terlalu sulit untuk dikerjakan siswa

  Alat dan bahan yang berkaitan dengan penelitian ada beberapa yang sulit dicari. Alat dan bahan yang dibutuhkan begitu banyak karena semuakelompok diusahakan tidak sama.

5.3 Saran

  Penyusunan instrumen yang akan digunakan dalam penelitian diusahakan lebih baik lagi. Alat dan bahan yang akan digunakan dalam penelitian sebaiknya dipersiapkan dengan sebaik mungkin.

DAFTAR REFERENSI

  Isilah titik-titik pada tabel dibawah ini dengan jawaban baik atau buruk dan berilah alasan untuk setiap jawaban yang sudah kamu tulis! Hipotesis (jawaban sementara dari rumusan masalah) Contoh hipotesis(H ): Cermin dapat memantulkan cahaya yang mengenainya.o (H 1 ): Cermin tidak dapat memantulkan cahaya yang mengenainya.______________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________________________________________________ ______________________________________________________________c.

4. Analisis

  2. Isilah titik-titik pada tabel dibawah ini dengan jawaban baik atau buruk dan berilah alasan untuk setiap jawaban yang sudah kamu tulis!

6. Cahaya dapat dibiaskan

  3 Jika membedakan 4-5 benda yang termasuk benda bening, benda buram, dan benda gelap dengan benar 4 Jika membedakan 6-7 benda yang termasuk benda bening, benda buram, dan benda gelap dengan benar Jika membedakan ≥8 benda yang termasuk benda bening, benda buram, dan benda gelap 1 MenganalisisMembedakan 2 Jika tidak menyebutkan 1-3 benda yang dapat memantulkan cahaya dengan baik 3 Jika menyebutkan 1 benda yang dapat memantulkan cahaya dengan baik Lampiran 7. Uji Besar Pengaruh Metode Inkuiri ( Effect Size) Kemampuan MengaplikasiKoefisien korelasi pada kelompok Persentase pengaruh penggunaan kontrol: metode ceramah pada kelompok :kontrol 2 R = r x 100%.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA kelas V SD Negeri Cebongan Yogyakarta.
0
2
210
Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta.
0
3
175
Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA kelas V SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta.
0
2
198
Pengaruh penggunaan metode Inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA siswa kelas V SDN Tamanan I Yogyakarta.
0
1
173
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sengkan Yogyakarta.
0
2
151
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada pelajaran IPA SD Kanisius Sengkan Yogyakarta.
0
3
146
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta.
0
1
170
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terbimbing terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sengkan Yogyakarta.
0
0
156
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA SD Kanisius Kalasan Yogyakarta.
0
1
143
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada pelajaran IPA SD Kanisius Sengkan Yogyakarta
0
0
144
PENGARUH PENGGUNAAN MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENGANALISIS DAN MENGEVALUASI PADA MATA PELAJARAN IPA DI SD KANISIUS SENGKAN
0
0
111
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA SD Kanisius Kalasan Yogyakarta - USD Repository
0
0
141
PENGARUH PENGGUNAAN METODE INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KEMAMPUAN MENGEVALUASI DAN MENCIPTA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD KANISIUS SENGKAN YOGYAKARTA SKRIPSI
0
1
154
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta - USD Repository
0
0
168
Pengaruh penggunaan metode Inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis mata pelajaran IPA SD Bopkri Gondolayu Yogyakarta - USD Repository
0
0
169
Show more