CITRA DIRI DITINJAU DARI INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA JEJARING SOSIAL INSTAGRAM PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 9 YOGYAKARTA.

Gratis

14
46
177
2 years ago
Preview
Full text

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

  Berdasarkan pernyataan Kent A dan penelitian yang dilakukan olehIlkido KOPACZ dapat disimpulkan bahwa pengguna aktif jejaring sosial menampilkan atau memposting gambar atau foto dan update terhadapaktivitas, tujuannya adalah mencari tanggapan atau komentar terhadap sesuatu yang pengguna posting, apabila tanggapan tersebut positif maka akanmemberikan dampak atau pengaruh yang positif bagi citra diri dan harga dirinya. Hasil penelitian ini nantinya diharapkan dapat menambah khasanah keilmuan bagi dunia Bimbingan dan Konseling, yangnantinya dapat digunakan oleh guru Bimbingan dan Konseling atau konselor di SMA N 9 Yogyakarta untuk menentukan jenis layanan yang tepat kepadaremaja atau siswa yang menggunakan media sosial instagram sebagai tempat untuk menampilkan atau membentuk citra diri.

B. Identifikasi Masalah

Siswa memiliki tingkat konsumtivitas yang tinggi dalam hal penggunaan teknologi canggih seperti smarthphone. Tingkat konsumtivitas yang tinggiberdampak pada budaya konsumerisme dan hedonisme siswa.

2. Siswa berperilaku narsis di media jejaring sosial instagram dengan menampilkan foto pribadi, foto jalan-jalan, foto kegiatan atau acara

3. Belum diketahui citra diri ditinjau dari intensitas penggunaan media sosial instagram pada siswa kelas XI SMA N 9 Yogyakarta

hingga foto barang pribadi seperti gadget, aksesoris, dan sebagainya.

C. Batasan Masalah

Dari beberapa permasalahan yang dapat diidentifikasi, batasan masalah dalam penelitian ini adalah belum diketahui citra diri ditinjau dari intensitaspenggunaan media jejaring sosial instagram pada siswa Kelas XI SMA N 9Yogyakarta. Bagaimana citra diri siswa kelas XI SMA N 9 Yogyakarta?

D. Rumusan Masalah

Bagaimana intensitas penggunaan media jejaring sosial instagram siswa kelas XI SMA N 9 Yogyakarta? Bagaimana hubungan antara intensitas penggunaan media jejaring sosial instagram dengan citra diri pada siswa kelas XI SMA N 9 Yogyakarta?

E. Tujuan Penelitian

Berdasarkan permasalahan tersebut maka tujuan dari penelitian ini adalah: Hasil yang diperoleh dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:

F. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah kajian ilmu di bidang BK yang berkaitan dengan perkembangan individu remaja SMA. Penelitian ini juga diharapkan dapat menambah informasi, wawasan bagi peneliti, guru BK dan pembaca tentang citra diri ditinjau dari intensitaspenggunaan media sosial instagram.

1. Manfaat penelitian secara teoritis:

Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh remaja siswa SMA N 9 Yogyakarta sebagai bahan informasi dan evaluasi diri.b. Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh guru Bimbingan dan Konseling SMA N 9 Yogyakarta dalam memberikan layanan yang tepat bagi siswa untuk mengembangkan citra diri dan untuk memberikanpengarahan bagaimana penggunaan media sosial yang benar.

G. Batasan Istilah

1. Citra diri adalah konsepsi atau penilaian seseorang mengenai orang macam apakah dirinya. Citra diri merupakan bagian dari konsep diri

membagikannya ke berbagai layanan jejaring sosial termasuk milik instagram sendiri. Intensitas penggunaan media sosial instagram adalah kekuatan suatu tingkah laku atau pengalaman dalam menggunakan media sosialinstagram.

2. Instagram adalah sebuah aplikasi berbagi foto yang memungkinkan pengguna mengambil foto, menerapkan filter digital dan

BAB II KAJIAN TEORI

A. Kajian Tentang Citra Diri

1. Pengertian Citra Diri

Pandangan tersebut bervariasi antara satu orang dengan orang yang lainnya, ada orang yang berpandangan sangat baik, optimis, dan positifterhadap dirinya, namun ada juga yang menganggap dirinya rendah dan tidak berguna. Pelajar yang memiliki citra ideal sebagai orang yang memiliki Berdasarkan beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa citra diri adalah konsepsi atau gambaran manusia mengenai orangmacam apakah dirinya.

2. Perbedaan Konsep Diri dengan Citra Diri

Misalnya, sejak kecil seorangremaja sudah terbiasa mendapat pujian sebagai anak yang rajin dan pintar, maka seiring berjalannya waktu, remaja tersebut semakinpercaya bahwa dirinya adalah seorang yang rajin dan pintar, atau sebaliknya, ada seorang remaja yang selalu dianggap tidak bisadiandalkan oleh orang tuanya, maka lambat laun remaja tersebut percaya bahwa dirinya tidak berguna dan tidak bisa diandalkan.c. Misalnya pemikiran seperti: saat promosi nanti sudah sepantasnya sayalah yang naik jabatanmenggantikan manajer keuangan yang lama karena prestasi kerja saya yang sangat baik.

3. Jalinan Citra Diri

Penjelasan lebih jelasnya adalah sebagai berikut: Jalinan citra diri dan keyakinanKeyakinan diri sesungguhnya merupakan pandangan pribadi seseorang tentang apa yang mungkin dan apa yang tidak, ketikaseseorang mengubah keyakinan diri atau pandangan pribadinya maka akan banyak kemungkinan atau peluang yang muncul.c. Jalinan citra diri dan isi pikiranOrang yang memandang dirinya sangat efektif bertindak, berpikir, dan merasa dengan cara yang berbeda dari orang yangmemandang dirinya tidak efektif.

4. Aspek Citra Diri

Misalnya jikaindividu melontarkan gurauan dan individu lain tertawa, hal Sumber penilaian dari dalam diri individu, ada tiga hal yang dapat mempengaruhi pencapaian pemahaman akan citra diri individu,yaitu:(1) Instropeksi (instropection)Instropeksi dilakukan agar individu melihat kepada dirinya untuk mencapai hal-hal yang menunjang pada dirinya. Aspeksosial adalah penilaian individu terhadap dirinya sendiri yang didapatkan dari teman atau orang lain, penilaian tersebut berupa pikiran dan perasaanseseorang mengenai dirinya, status dan pandangan terhadap orang lain.

5. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Citra Diri

Remaja Faktor yang mempengaruhi citra diri menurut Mappiare adalah keadaan fisik dan psikis, nama panggilan, pakaian dan perhiasan, teman-teman, lingkungan keluarga, situasi rumah tangga, sikap mendidik, pergaulan, dan perkembangan sosial. Berdasarkan kedua pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi citra diri adalah keadaan fisik danpsikis, perilaku individu dalam berpakaian atau memilih perhiasan, lingkungan sosial berupa teman dan keluarga, pergaulan, sikap mendidikorang tua, serta kondisi dan situasi di rumah.

B. Kajian Tentang Media Jejaring Sosial Instagram

1. Pengertian Media Jejaring Sosial Instagram

Ciri khas dari instagram adalah hasil fotonya yang berupa persegi, mirip dengan produk kodak instamatic dan gambar-gambar yang dihasilkan oleh foto Polaroid, berbeda dengan kamera modern yang biasanya memiliki bentuk persegi panjang atau dengan rasio perbandingan bentuk 6:19. Hal tersebut senada dengan pendapatKementerian Perdagangan Republik Indonesia (2014: 84) yang menyebutkan bahwa aplikasi instagram adalah media atau jaringan sosialberbagi foto dan video seperti program-program lainnya, hanya saja yang paling membedakan adalah tampilan foto instagram memiliki ciri khasdengan “bingkai” persegi.

2. Sejarah Media Jejaring Sosial Instagram

Berdasarkan asal mula nama instagram tersebut dapat disimpulkan bahwa media sosial ini berharap dapat melayani penggunanyauntuk mengunggah foto dengan menggunakan jaringan internet secara cepat. Jumlah ini meningkat terus hingga mencapai 5 juta pengguna pada Juni, kemudianmencapai 10 Juta pada September 2011, hingga pada akhir 2014 pengguna instagram sudah mencapai 300 Juta (Harian Online Tempo, 2014).

3. Fitur-fitur Media Jejaring Sosial Instagram

Direct Fitur direct memungkinkan pengguna untuk mengunggah foto secara pribadi ke akun yang diinginkan, dengan fitur ini foto atau video News bar merupakan fitur yang memberitahu pengguna mengenai aktivitas terbaru yang ada di fotonya dan foto yang dikomentari oleh pengguna (komentar, like, follower baru, mention,dan sebagainya).h. Definisi dari followers instagram adalah pengguna yang mengikuti Comment adalah fitur yang digunakan agar pengguna dapat memberikan komentar pada foto atau menerima timbal balik dari pengguna yang lain.d.

4. Dampak Penggunaan Media Jejaring Sosial Instagram

Tidak semua pengguna jejaring sosial bersifat baik dan sopanArtinya tidak sedikit pengguna media jejaring sosial yang mungkin bersifat kasar atau tidak sopan, hal ini jelas berbahaya bagianak dan remaja, karena tidak mungkin bagi anak dan remaja untuk meniru kata-kata atau kalimat yang tidak sopan dan tentunya tidak patutditiru.e. Berdasarkan kedua penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa dampak positif dari media jejaring sosial adalah media sosial dapatdijadikan sebagai tempat komunikasi, memperluas pertemanan, membangun pertemanan menjadi lebih bersahabat, perhatian, dan empati,media untuk berbagi, media untuk mengembangkan diri, media untuk mencari informasi, dan dapat dijadikan sebagai media untuk berpromosi.

C. Kajian Tentang Intensitas Penggunaan Instagram

Menurut Chaplin (2006: 254) dalam kamus lengkap psikologi, intensitas

1. Pengertian Intensitas

Kesenangan siswa dalam bermain media sosial instagram yang tengah populer memungkinkan siswa untuk terus memposting atau menampilkanfoto-foto, saling bertukar, berkomentar, dan menyukai foto yang diunggah, bersaing untuk mendapatkan follower yang banyak, dan lainsebagainya. The Graphic, Visualization, dan Usability Center, The Georgia Institute Of Technology (Yanica, 2014:83) menggolongkan pengguna situs jejaring sosial atau media sosial menjadi tiga kategori berdasarkan intensitas yang digunakan, yaitu: Individu yang mengakses jejaring sosial antara 10 jam sampai 40 jam per bulan.c.

2. Aspek-Aspek Intensitas

2) Comprehention (penghayatan)Penghayatan adalah pemahaman dan penyerapan informasi, adanya usaha individu untuk memahami, menikmati, pengalamanuntuk memenuhi dan menyimpan informasi, dan pengalaman tersebut diperoleh sebagai pengetahuan individu. Misalnya, orangyang mengakses jejaring sosial dengan memahami dan menyerap informasi segala sesuatu mengenai jejaring sosial sehingga dapatmenikmati aktivitas saat mengakses situs jejaring sosial.b.

D. Kajian Tentang Remaja sebagai Siswa SMA

1. Pengertian Remaja

  Menurut Sarlito Wirawan Sarwono (2005:9) yang dimaksud dengan remaja adalah:“Remaja adalah suatu masa ketika: Individu berkembang dari saat pertama kali ia menunjukkan tanda-tanda seksual sekundernyasampai saat ia mencapai kematangan seksual; individu mengalami perkembangan psikologis dan pola identifikasi dari anak-anakmencapai dewasa; terjadi peralihan dan ketergantungan sosial ekonomi yang penuh kepada keadaan yang relatif lebih mandiri”. Masa remaja adalah masa peralihan dari masa anak dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek atau fungsi untukmemasuki masa dewasa (Sri Rumini dan Siti Sundari, 2004: 53-54) sedangkan menurut Santrock (2003: 26) remaja (adolescence) diartikansebagai masa perkembangan transisi antara masa anak dan masa dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif, dan sosio emosional.

2. Batasan Usia Remaja

Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sunarto dan Agung Hartono, 2002:57-58) sendiri menetapkan usia 15-24 tahun sebagai usia pemuda (youth) dalam rangka keputusan mereka untuk menetapkan tahun 1985 sebagaiTahun Pemuda Internasional sedangkan menurut Sri Rumini dan SitiSundari (2004: 56) membagi masa remaja menjadi 3 bagian yaitu: (1) masa pra remaja kurun waktunya sekitar 11 s.d. Masa remaja akhir (late adolescence) menunjuk pada kira—kira setelah usia 15 tahun sedangkan menurut Muhammad Al-Mighwar (2006:62), secara teoritis dan empiris dari segi psikologis, rentangan usia remaja berada dalam usia 12 tahunsampai 21 tahun bagi wanita dan 13 tahun sampai 22 tahun bagi laki-laki.

3. Karakteristik Remaja

Remaja yang sesekali bergairah dalam bekerja, tiba-tiba berganti lesu, kegembiraan yang meledak bertukar rasa sedih yang sangat, dan rasa yakin diri berganti rasa ragu diri yang berlebihan. Berdasarkan berbagai pendapat ahli tersebut maka dapat disimpulkan bahwa karakteristik remaja adalah remaja merupakan usiadimana periode perubahan dan peralihan terjadi baik itu fisik, psikis, dan kognitif, remaja awal memiliki perasaan dan emosi yang belum stabil, Ada seperangkat hal yang harus dimiliki remaja dalam mempersiapkan diri memasuki kehidupan masa dewasa agar remajamemiliki keutuhan pribadi dalam arti yang seluas-luasnya.

4. Tugas Perkembangan Remaja

Remaja tidak kekanak-kanakan lagi, yang selalu terikat pada Memilih dan mempersiapkan diri untuk pekerjaan atau jabatan artinya belajar memilih satu jenis pekerjaan sesuai dengan bakat danmempersiapkan diri untuk pekerjaan tersebut.g. Memperlihatkan tingakah laku yang secara sosial dapat dipertanggungjawabkan, artinya ikut serta dalam kegiatan-kegiatansosial sebagai orang dewasa yang bertanggung jawab, menghormati serta mentaati nilai-nilai sosial yang berlaku dalam lingkungannya,baik regional maupun nasional.

E. Citra Diri Ditinjau dari Penggunaan Media Sosial Instagram

  Aspek sosial adalah penilaian individu terhadap dirinya sendiri yang didapatkan dari teman atau orang lain, penilaian tersebut berupa pikiran dan Salah satu aspek citra diri adalah social self yaitu pengenalan atau tanggapan individu yang didapatkan dari teman atau lingkungan sosialnyaakan berpengaruh terhadap bagaimana individu tersebut memandang dirinya sendiri. Komentar atau tanggapan yang positif akanmembuat siswa senang, sedangkan komentar atau tanggapan yang negatif akan membuat siswa sedih, down, dan krisis percaya diri, akan tetapi apabilakomentar atau tanggapan yang diberikan selalu positif hal tersebut juga akan membuat siswa ingin terus menerus bermain media sosial instagram sehinggasiswa akan menjadi malas dalam belajar, persaingan kehidupan mewah, dan tidak mau menatap realita atau kenyataan.

F. Paradigma Penelitian

Hubungan positifditandai dengan semakin tinggi intensitas penggunaan media jejaring sosial instagram maka semakin tinggi citra diri, dan sebaliknya semakin rendahintensitas penggunaan media jejaring sosial instagram maka semakin rendah pula citra diri. Hubungan negatif ditandai dengan semakin tinggi intensitaspenggunaan media jejaring sosial instagram maka semakin rendah citra diri siswa, dan sebaliknya semakin rendah intensitas penggunaan media jejaringsosial instagram maka semakin tinggi citra diri siswa.

G. Hipotesis

BAB II I METODE PENELITIAN

A. Pendekatan Penelitian

Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif dan menggunakan pendekatan survei dan korelasional karena penelitian ini hanya untukmenyelidiki masalah dan situasi untuk memperoleh data yang faktual berkaitan dengan citra diri ditinjau dari intensitas penggunaan instagramtanpa melakukan perubahan tindakan atau perlakuan khusus terhadap variabel serta untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara intensitas penggunaanmedia jejaring sosial instagram dengan citra diri. Penelitian ini mengungkap atau mendeskripsikan data tentang citra diri ditinjau dari intensitaspenggunaan media jejaring sosial instagram serta ada tidaknya hubungan antara intensitas penggunaan media jejaring sosial instagram dengan citra diripada siswa kelas XI SMA N 9 Yogyakarta.

B. Tempat dan Waktu Penelitian

C. Populasi dan Sampel Penelitian

Margono (2005: 118) mengartikan populasi adalah seluruh data yang menjadi perhatian dalam suatu lingkup dan waktu yang ditentukan,sedangkan sampel adalah sebagian anggota dari populasi yang dipilih dengan menggunakan prosedur tertentu sehingga diharapkan dapat mewakilipopulasinya. Alasan menggunakan teknik ini karena yang menjadi populasi dalam penelitian ini hanya siswa kelas XI SMAN 9 Yogyakarta yang terbagi dalam tujuh kelas, agar semua kelas dapat terwakili, maka sampel diambil dari masing-masing kelas dengan prosentasesama untuk tiap-tiap kelas.

D. Variabel Penelitian

Dalam penelitian ini variabelnya adalah citra diri dan intensitas penggunaan media jejaring sosial instagram. Variabel bebas (x) dalampenelitian ini adalah intensitas penggunaan media jejaring sosial instagram, dan variabel terikat (y) dalam penelitian ini adalah citra diri.

E. Definisi Operasional

Aspek dari citra diri ada tiga yaitu aspek fisik, psikis, dan sosial. Aspekpsikis adalah penilaian dari dalam diri individu terhadap karakteristiknya seperti kemampuan, kecakapan, kekurangan dan keterbatasan dirinya.

1. Citra Diri

Aspek sosial adalah penilaian individu terhadap dirinya sendiri yang Citra diri diukur dengan menggunakan skala citra diri yang didasarkan pada aspek-aspek yang telah disebutkan. Intensitas penggunaan media jejaring sosial instagram adalah seberapa sering media sosial instagram dipakai oleh siswa untukmenampilkan foto baik foto pribadi, kegiatan, dan lain sebagainya, selain itu juga seberapa sering siswa berkomunikasi di media sosial instagramuntuk membangun citra diri siswa kepada orang lain.

2. Intensitas Penggunaan Media Jejaring Sosial Instagram

Intensitas menggunakan media jejaring sosial instagram diukur dengan menggunakan skala yang dibuat berdasarkan aspek-aspekintensitas yang telah disebutkan. Dalampenelitian ini, teknik yang digunakan adalah skala citra diri dan skala intensitas penggunaan media sosial instagram.

F. Teknik Pengumpulan Data

Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam pengumpulan data agar pekerjaannya lebih mudah danhasilnya lebih baik, lebih cermat, lebih lengkap, dan sistematis sehingga mudah diolah (Suharsimi Arikunto, 2002: 136). Instrumen yang digunakandalam penelitian ini ada dua yaitu skala likert berupa skala citra diri dan skala adalah skala likert berupa skala citra diri dan intensitas penggunaan mediasosial instagram.

G. Instrumen Penelitian

Menurut SuharsimiArikunto (2005:135) langkah-langkah menyusun instrumen adalah sebagai berikut: Berdasarkan uraian tersebut, instrumen yang disusun dalam penelitian ini terdiri dari dua macam yaitu skala citra diri dan skala intensitaspenggunaan media jejaring sosial instagram. Skala Citra DiriSkala citra diri disusun berdasarkan aspek citra diri yang dikemukakan oleh Jersild (Fristy, 2012: 5) yaitu:a) Perceptual Component Komponen ini merupakan image yang dimiliki seseorang mengenai penampilan dirinya, terutama tubuh dan ekspresi yangdiberikan pada orang lain.

H. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian

Berdasarkan pendapat tersebut dalam penelitian ini instrumen yang akan digunakanterlebih dahulu diuji cobakan sebelum dipakai sebagai alat untuk mendapatkan data penelitian yang sesungguhnya. Uji coba instrumenpenelitian sangat disarankan dengan jumlah responden minimal 30 orang, dengan jumlah minimal 30 orang tersebut, maka distribusi skor (nilai) akanlebih mendekati kurva normal (Sofian Effendi dan Tukiran, 2012: 138).

1. Uji Validitas Instrumen

2. Uji Reliabilitas Instrumen

Berdasarkan hasil uji validitas konstruk atau isi yang dikonsultasikan dengan pendapat ahli (expert judgement), dalam hal iniskala citra diri dan intensitas penggunaan media jejaring sosial instagram yang akan digunakan diuji oleh Ibu Eva Imania Eliasa, M. Angka tersebut Teknik analisis data yang digunakan untuk mengolah data yang diperoleh pada penelitian ini adalah analisis data kuantitatif dengan analisisdata kuantitatif deskriptif, kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan teknik prosentase.

I. Teknik Analisis Data

Uji NormalitasTujuan dari uji normalitas yaitu untuk mengetahui variabel yang diteliti, datanya berdistribusi normal atau tidak. Jadi datahasil pengukuran menggunakan skala interval yang akan dianalisis dengan teknik statistik harus memenuhi persyaratan normalitas.

1. Pengujian Persyaratan Analisis

Berdasarkan hasil uji normalitas dengan menggunakan program SPSS For windows Seri 16.0 dari taraf signifikansi 5%diperoleh hasil signifikansi pada skala citra diri sebesar 0,238, sedangkan pada skala intensitas penggunaan media jejaring sosialinstagram diperoleh hasil signifikansi sebesar 0,511. Perhitungan uji normalitas pada penelitian ini dengan signifikansi pada skala Uji linearitas digunakan untuk mengetahui variabel bebas dan variabel terikat dalam penelitian ini memiliki hubungan yang linearatau tidak.

2. Pengujian Hipotesis

  Hipotesis dalam penelitian ini adalah “terdapat hubungan antara intensitas penggunaan media jejaring sosial instagram dengan citradiri pada siswa kelas XI SMA Negeri 9 Yogyakarta” kemudian hipotesis ini disebut sebagai hipotesis alternatif (Ha), sedangkanhipotesis ditolak (Ho) pada penelitian ini adalah “tidak terdapat hubungan antara intensitas penggunaan media jejaring sosialinstagram dengan citra diri pada siswa SMA Negeri 9 Yogyakarta”. Ketentuan perolehan hipotesis nilai apabila r coba < p = 0,05 maka hipotesis alternatif (Ha) yang berbunyi terdapat hubungan antara intensitas Apabila dari hasil perhitungan tersebut diperoleh nilai koefisien korelasi dalam nilai positif, maka terdapat hubungan positif dansignifikan antara intensitas penggunaan media jejaring sosial instagram dengan citra diri tetapi jika hasil perhitungan tersebutbernilai negatif, maka terjadi hubungan yang negatif antara kedua variabel tersebut.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Deskripsi Lokasi Penelitian

Kelas XI di SMA Negeri 9 Yogyakarta terbagi atas tujuh kelas dan dua jurusan(IPA dan IPS). Kelas Jumlah Siswa 1 XI IPA 1 30 2 XI IPA 2 30 3 XI IPA 3 30 4 XI IPA 4 28 5 XI IPA 5 28 6 XI IPS 1 23 7 XI IPS 2 22Total Siswa 191 Waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal 8 – 12 Oktober 2015, dengan pengambilan data pada kelas XI di SMA Negeri 9 Yogyakarta.

2. Deskripsi Waktu Penelitian

3. Deskripsi Data dan Hasil Penelitian

a. Deskripsi Populasi Penelitian

Jumlah tersebut terbagi ke dalam kelas XI IPA 1 terdiri dari 30 siswa, kelas XI IPA 2 terdiri dari 30 siswa, kelas XI IPA 3 terdiri dari 30siswa, kelas XI IPA 4 terdiri dari 28 siswa, kelas XI IPA 5 terdiri dari 28 siswa, kelas XI IPS 1 terdiri dari 23 siswa, dan kelas XI IPS 2terdiri dari 22 siswa. Pengambilan data diambil dengan menggunakan skala citra diri dan skala intensitaspenggunaan media jejaring sosial instagram, skala ini diberikan kepada 100 siswa yang menjadi sampel tersebut.

b. Deskripsi Data Penelitian

Kaidah Keterangan Normalitas Citra Diri 1,031 0,238 p>0,05 NormalIntensitas 0,821 0,511 p>0,05 NormalPenggunaanMediaJejaringSosialInstagram Berdasarkan tabel 5 dapat disimpulkan bahwa sebaran data antara variabel citra diri dan intensitas penggunaan media jejaringsosial instagram adalah normal, karena dari masing-masing variabel menunjukkan taraf signifikansi >0,05 sehingga data dinyatakannormal. Citra diri diukur dengan menggunakan skala citra diri yang dikembangkan dengan menggunakan empat pilihan jawaban.

1) Deskripsi Citra Diri

Deviation 7,282 Berdasarkan pada tabel di atas dapat diketahui menurut data empirik bahwa diperoleh skor terendah citra diri sebesar 72, skortertinggi 110, mean sebesar 96,84, dan standar deviation sebesar 7,282. Intensitas penggunaan media jejaring sosial instagram diukur dengan menggunakan skala intensitas penggunaan mediajejaring sosial instagram yang dikembangkan dengan menggunakan empat pilihan jawaban.

2) Deskripsi Intensitas Penggunaan Media Jejaring Sosial Instagram

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian survei dengan tujuan untuk memberikan gambaran mengenaivariabel yang diteliti yakni citra diri ditinjau dari intensitas penggunaan media jejaring sosial instagram pada siswa kelas XI SMA Negeri 9Yogyakarta. Gambaran citra diri dan intensitas penggunaan media jejaring sosial instagram dapat dilihat dari nilai minimum, nilai maksimum, mean,dan standar deviasi dari skala yang diperoleh subjek penelitian.

4. Analisis Data

Kriteria Kategorisasi Citra Diri Siswa SMA Negeri 9Yogyakarta kelas XI Kriteria Variabel Kategori Jumlah Presentase Kategorisasi Citra 100 – 136 Sangat Tinggi 35 35%Diri 80 – 99 Tinggi 62 62% 60 – 79 Sedang 3 3% 40 – 59 Rendah 0%20 – 39 Sangat 0 0 RendahTotal 100 100% Jika disajikan dalam grafik dapat dilihat pada gambar berikut ini. Berikut adalah grafik gambar kriteria kategorisasi citra diri siswa: Grafik Citra Diri Siswa Kelas XI SMA N 9 Yogyakarta 70 60 50 40 30 20  Rendah Gambar 3.

10 Sangat Tinggi Sedang Rendah Sangat  Tinggi

Tabel 9. Kriteria Kategorisasi Intensitas Penggunaan Media JejaringSosial Instagram Siswa SMA Negeri 9 Yogyakarta Kelas XI Kriteria Variabel Kategori Jumlah Presentase Kategorisasi Intensitas 110 – 148 Sangat 6 6%Penggunaan Media TinggiJejaring Sosial 88 – 109 Tinggi 76 76%Instagram 66 – 87 Sedang 17 17% 44 – 65 Rendah 1 1% 22 – 43 Sangat 0 0%Rendah Total 100 100%Jika disajikan dalam grafik dapat dilihat pada gambar berikut ini.

10 Sangat  Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat  Rendah

  Siswa yang berada padakategori sangat tinggi tersebut berarti siswa sering membuka dan Siswa yang berada pada kategori sangat tinggi yaitu sebanyak 18% berarti siswa sangat sering membuka dan mengakses instagram,sedangkan siswa yang berada pada kategori sedang yaitu sebanyak 31% berarti siswa cukup sering membuka dan mengkases instagram, dansiswa yang berada pada kategori rendah yaitu sebanyak 2% berarti siswa kurang sering dalam membuka dan mengakses instagram. Koefisien korelasi (r ) antara xy intensitas penggunaan media jejaring sosial instagram dengan citra diri sebesar 0,298 dengan taraf signifikansi 0,03 yang berarti hipotesisalternatif (Ha) berbunyi terdapat hubungan antara intensitas penggunaan media jejaring sosial instagram dengan citra diri pada siswa kelas XISMA Negeri 9 Yogyakarta diterima.

B. Pembahasan Hasil Penelitian

  Intensitas penggunaan media jejaring sosial instagram yang tinggi pada siswa kelas XI SMA Negeri 9 Yogyakarta menunjukkan bahwa siswamemiliki minat tinggi dan tujuan yang tetap dalam menggunakan instagram, minat dan tujuan tersebut seperti minat untuk berinteraksi dengan orang lainmelalui instagram, selain itu siswa juga merasa senang menggunakan instagram, tahu dan paham bagaimana cara menggunakan fitur, konten, sertaaplikasi instagram. Penerimaan diri yang buruk bisa menjadi Dalam hal ini intensitas siswa dalam menggunakan jejaring sosial instagram yang tinggi dapat membentuk dan mengembangkan citra diri siswa,tidak menutup kemungkinan bahwa siswa memberi tampilan citra diri yang tinggi karena menggunakan instagram, maka perlu dicari kembali bagaimanacitra diri siswa sebenarnya apabila tanpa menggunakan instagram.

C. Keterbatasan Penelitian

Peneliti menyadari dalam pelaksanaan penelitian ini tidak terlepas dari adanya hambatan atau keterbatasan yang dialami peneliti yang mungkinmempengaruhi hasil penelitian. Keterbatasan-keterbatasan penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Peneliti hanya membuktikan citra diri ditinjau dari intensitas penggunaan media jejaring sosial instagram hanya pada kelas XI, karena pada waktu

observasi peneliti diarahkan ke kelas X yang merupakan pengguna instagram terbanyak dan pada saat penelitian siswa sudah naik ke kelas XI, dan kelas XII tidak dapat dijadikan subjek penelitian dikarenakan kelas XII tidak diperbolehkan menjadi subjek penelitian oleh pihaksekolah. instagram lain seperti facebook, line, dan lain sebagainya.

2. Peneliti hanya melihat citra diri dari sisi penggunaan instagram, padahal kemungkinan siswa juga memiliki atau menggunakan jejaring sosial

3. Peneliti kurang memperhatikan faktor lain yang mempengaruhi citra diri sehingga penelitian ini hanya meninjau citra diri dari intensitas

penggunaan media jejaring sosial instagram, padahal kemungkinan tedapat siswa yang mempunyai citra diri yang tinggi atau positif tanpamenggunakan media jejaring sosial instagram.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

  Berdasarkan hasil penelitian mengenai citra diri ditinjau dari intensitas penggunaan media jejaring sosial instagram pada siswa kelas XI SMA Negeri 9 Yogyakarta dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara intensitas penggunaan media jejaring sosial instagramdengan citra diri pada siswa kelas XI SMA Negeri 9 Yogyakarta. Hal tersebut menunjukkan bahwa siswamemiliki minat tinggi dan tujuan yang tetap dalam menggunakan instagram, minat dan tujuan tersebut seperti minat untuk berinteraksi dengan orang lainmelalui instagram, selain itu siswa juga merasa senang menggunakan instagram, tahu dan paham bagaimana cara menggunakan fitur, konten, sertaaplikasi instagram, dan siswa juga memiliki durasi dan frekuensi yang tinggi dalam penggunaan instagram.

B. Saran

1. Bagi Pihak Sekolah

Bagi Guru Bimbingan dan KonselingGuru bimbingan dan konseling diharapkan mampu mengoptimalkan perannya kembali untuk membimbing dan mengarahkansiswa bagaimana menggunakan jejaring sosial instagram secara bijak, mengembangkan citra diri siswa untuk perkembangan optimal siswa,meningkatkan citra diri siswa yang masih sedang atau rendah, dan membimbing membangun citra diri yang baik. Siswa diharapkan selalu mampu mengontrol penggunaan jejaring sosial instagram, menggunakan instagram secara bijak dan apa adanya,memanfaatkan instagram tidak hanya untuk memposting foto atau video pribadi, bisa untuk mengikuti dan mencari informasi yang bermanfaat,berwirausaha, dan lain sebagainya.

3. Bagi Siswa

Selain itu peneliti selanjutnya dapat menggunakan metode kualitatif agar mendapatkan data yang lebih mendalam mengenaicitra diri ditinjau dari intensitas penggunaan media jejaring sosial instagram. Tingkat Pengaturan Diri dalam Bidang Akademik pada Mahasiswa Bimbingan dan Konseling di Universitas Negeri Yogyakarta.

III. Jakarta: Balai Pustaka

Bimbingan dan Konseling untuk SMA dan MA Kelas XI. Korelasi antara Kebutuhan Afiliasi dan KeterbukaanDiri dengan Intensitas Menggunakan Jejaring Sosial pada Siswa Kelas VII SMP N 15 Yogyakarta.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN BIJI PEPAYA (Carica Papaya L) TERHADAP PENURUNAN BERAT BADAN PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus strain wistar) YANG DIBERI DIET TINGGI LEMAK
23
190
21
KEPEKAAN ESCHERICHIA COLI UROPATOGENIK TERHADAP ANTIBIOTIK PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH DI RSU Dr. SAIFUL ANWAR MALANG (PERIODE JANUARI-DESEMBER 2008)
2
95
1
FREKUENSI KEMUNCULAN TOKOH KARAKTER ANTAGONIS DAN PROTAGONIS PADA SINETRON (Analisis Isi Pada Sinetron Munajah Cinta di RCTI dan Sinetron Cinta Fitri di SCTV)
27
212
2
MANAJEMEN PEMROGRAMAN PADA STASIUN RADIO SWASTA (Studi Deskriptif Program Acara Garus di Radio VIS FM Banyuwangi)
29
201
2
ANALISIS ISI LIRIK LAGU-LAGU BIP DALAM ALBUM TURUN DARI LANGIT
22
189
2
PENYESUAIAN SOSIAL SISWA REGULER DENGAN ADANYA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SD INKLUSI GUGUS 4 SUMBERSARI MALANG
61
436
26
FENOMENA INDUSTRI JASA (JASA SEKS) TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU SOSIAL ( Study Pada Masyarakat Gang Dolly Surabaya)
63
366
2
ANALISIS PROSPEKTIF SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PADA PT MUSTIKA RATU Tbk
257
1164
22
PENERIMAAN ATLET SILAT TENTANG ADEGAN PENCAK SILAT INDONESIA PADA FILM THE RAID REDEMPTION (STUDI RESEPSI PADA IKATAN PENCAK SILAT INDONESIA MALANG)
43
319
21
REPRESENTASI CITRA PEREMPUAN DALAM IKLAN DI TELEVISI (ANALISIS SEMIOTIK DALAM IKLAN SAMSUNG GALAXY S7 VERSI THE SMARTES7 ALWAYS KNOWS BEST)
130
438
19
KONSTRUKSI MEDIA TENTANG KETERLIBATAN POLITISI PARTAI DEMOKRAT ANAS URBANINGRUM PADA KASUS KORUPSI PROYEK PEMBANGUNAN KOMPLEK OLAHRAGA DI BUKIT HAMBALANG (Analisis Wacana Koran Harian Pagi Surya edisi 9-12, 16, 18 dan 23 Februari 2013 )
64
464
20
PENGARUH PENGGUNAAN BLACKBERRY MESSENGER TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU MAHASISWA DALAM INTERAKSI SOSIAL (Studi Pada Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Angkatan 2008 Universitas Muhammadiyah Malang)
127
496
26
PENERAPAN MEDIA LITERASI DI KALANGAN JURNALIS KAMPUS (Studi pada Jurnalis Unit Aktivitas Pers Kampus Mahasiswa (UKPM) Kavling 10, Koran Bestari, dan Unit Kegitan Pers Mahasiswa (UKPM) Civitas)
105
430
24
PEMAKNAAN BERITA PERKEMBANGAN KOMODITI BERJANGKA PADA PROGRAM ACARA KABAR PASAR DI TV ONE (Analisis Resepsi Pada Karyawan PT Victory International Futures Malang)
18
208
45
STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK PARTAI POLITIK PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH TAHUN 2012 DI KOTA BATU (Studi Kasus Tim Pemenangan Pemilu Eddy Rumpoko-Punjul Santoso)
119
449
25
Show more