Diagnosis kesulitan belajar dan pembelajaran remedial untuk sisiwa kelas VIII.A SMP Budi Mulia Minggir Sleman pada materi pokok lingkaran tahun ajaran 2014/2015.

Gratis

0
2
227
2 years ago
Preview
Full text

ABSTRAK Damiano Gaudensius Setiawan (111414095).

  Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis kesalahan yang dilakukan siswa ketika diberikan tes (berupa tes diagnostik) berkaitan dengan materi pokok lingkarandan untuk mengetahui uapaya remediasi yang dapat meningkatkan nilai siswa. Persentase perbandingan hasil pada tesdiagnostik dan tes remediasi yaitu bahwa sebanyak 57,69% siswa mengalami peningkatan nilai dan 30,76% tidak mengalami peningkatan, sedangkan 11,53%lainnya tidak analisis karena tidak mengikuti salah satu tes baik itu tes diagnostik maupun tes remediasi, sehingga tidak ada nilai yang bisa dijadikan faktor pembadinguntuk menganalisis siswa-siswa tersebut.

POKOK LINGKARAN TAHUN AJARAN 2014/2015 SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Tugas dan Syarat guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikandalam Ilmu Pendidikan Matematika Disusun oleh: Damiano Gaudensius Setiawan (111414095)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR DAN PEMBELAJARAN REMEDIAL UNTUK SISWA KELAS VIII.A SMP BUDI MULIA MINGGIR SLEMAN PADA MATERIPOKOK LINGKARAN TAHUN AJARAN 2014/2015 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Tugas dan Syarat guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikandalam Ilmu Pendidikan Matematika Disusun oleh: Damiano Gaudensius Setiawan (111414095)PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA

HALAMAN PERSEMBAHAN

Anda terlahir untuk banyak tujuan Maka adalah baik ketika segalanyamenjadi bagian yang menyentuh seluruh hari-hari anda…. Dengan penuh syukur kupersembahkan karyaku kepada:TuhanYesus dan Bunda Maria Kedua orangtua tercintaKakak-kakak dan adik-adik tersayang Sahabat dan teman-teman terkasih, danAlmamaterku Universitas Sanata Dharma

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis kesalahan yang dilakukan siswa ketika diberikan tes (berupa tes diagnostik) berkaitan dengan materi pokok lingkarandan untuk mengetahui uapaya remediasi yang dapat meningkatkan nilai siswa. Persentase perbandingan hasil pada tesdiagnostik dan tes remediasi yaitu bahwa sebanyak 57,69% siswa mengalami peningkatan nilai dan 30,76% tidak mengalami peningkatan, sedangkan 11,53%lainnya tidak analisis karena tidak mengikuti salah satu tes baik itu tes diagnostik maupun tes remediasi, sehingga tidak ada nilai yang bisa dijadikan faktor pembadinguntuk menganalisis siswa-siswa tersebut.

PADA MATERI POKOK LINGKARAN TAHUN AJARAN 2014/2015

  Beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalambentuk media lain, mengolahnya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusinya secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademistanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalty kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.

KATA PENGANTAR

  A SMP Budi Mulia Minggir yang telah bersedia menjadi subjek penelitian dalam seluruh proses penelitian yang dilakukan penulis 8. Kedua orang tuasaya Ignatius Jematu dan Elisabeth Danur serta kakak-kakak saya Yuventus Pongko Miharjo, Maria Hildegardis Melawati, Fransiskus EugeniusSuparjo dan adik-adik saya Anastasius Engelbertus Jematu dan Yosephina FlavianaNirmala yang selalu mendukung penulis dalam bentuk doa dan semangat yang telah mereka berikan kepada penulis.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Fakta yang tak dapat ditolak adalah bahwa pendidikan di Indonesia

  Oleh karena itu, peneliti merasa perlu untuk melakukan penelitianterkait apa yang menjadi masalah siswa dalam memahami materi pelajaran(kesulitan belajar) yang selanjutkan akan dibantu dengan pembelajaran remedial sebagai opsi pemecahan masalah yang dihadapi oleh siswa. Peneliti memilih materi lingkaran pada peneltian ini karena selain hendak disesuaikandengan materi yang diajarkan di kelas VIII semester II, juga karena peneliti merasa bahwa materi lingkaran adalah materi yang memiliki banyak prinsip(rumus-rumus), sehingga peneliti tertarik untuk menganalisis kemampuan siswa dalam menguasai prinsip-prinsip tersebut.

B. Identifikasi Masalah

  Masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam mempelajari materi lingkaran terutama pada latihan soal-soal. Kegiatan ini dilakukan di sekolah yang melibatkan siswa SMP Budi Mulia Minggir kelas VIII.

C. Rumusan Masalah

  Jenis kesalahan apa saja yang sering dilakukan siswa ketika mengerjakan soal-soal yang berkaitan dengan lingkaran? Bagaimana hasil upaya remedial yang dilakukan untuk membantu siswa dalam mengatasi kesulitan ketika mengerjakan soal-soal lingkaran D.

2. Mengetahui bagaimana hasil upaya remedial untuk mengatasi kesulitan

  Adapun pembatasan masalah yang dimaksud adalah penelitianyang dilakukan untuk melihat, menelaah, dan mengatasi kesulitan belajar yang dialami oleh siswa dalam mempelajari matematika khususnya materimengenai Lingkaran, yang bertujuan untuk melihat tingkat perubahan dari peningkatan dari segi pemahaman berkaitan dengan materi lingkaran. Secara umum, yang dimaksudkan dengan diagnosis kesulitan belajar siswa adalah mendalami,menelaah, dan mengkaji apa yang menjadi kesulitan belajar siswa.

2. Manfaat praktis a

  Bagi Guru Manfaat penelitian ini bagi para guru adalah agar para guru dapat membantu siswa dalam meningkatkan hasil belajar siswa dalampembelajaran matematika. Bagi Peneliti Sebagai seorang calon guru, penelitian ini bermanfaat bagi diri peneliti yaitu selain untuk menambah pengalaman, juga sebagaikesempatan untuk belajar menjadi seorang guru yang mampu mengatasi kesulitan belajar yang dialami oleh para siswa.

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Belajar dan Pembelajaran Pendidikan sebagai

  Pada hakekatnya belajar adalah sebuah kegiatan berproses dan merupakan hal mendasar dalam pelaksanaan setiapjenis dan tingkatan pendidikan yang berarti bahwa keberhasilan dalam pencapaian tujuan pendidikan sangat bergantung pada keberhasilan darisetiap proses dan tahapan belajar yang dilakukan. Perubahan yang dimaksud adalah perubahan dalam setiap aspek kehidupan siswa yang berkaitan dengan bagiankognitifnya seperti pengetahuan, pemahaman, sikap dan tingkah laku, keterampilan, kebiasaan dan kecakapan mereka.

B. Kesulitan Belajar Matematika

  Kenyataan ini mengarah pada makna pendidikan yang paling luas yang memainkan peran besar untuk mewujudkan perubahan berarti dan besardalam diri siswa (siswa). Oleh karena itu peneliti merasa perlu untuk melakukan diagnosis kesulitan belajar siswa sebagai salah satu langkah awal yang kiranya dapat memberikan sumbanganberarti bagi tercapainya perubahan besar dalam diri siswa.

C. Diagnosis Kesulitan Belajar

  Jika dikaitkan dengan ilmu kesehatan,diagnosis dapat dipahami sebagai bagian dari upaya untuk menentukan jenis penyakit dengan cara meneliti (memeriksa) gejala-gejalanya menggunakanalat-alat medis seperti laboratorium klinik, dan lain sebagainya. Sedangkan dalam ilmu sosial (secara umum), diagnosis adalah pemeriksaan terhadapsuatu hal.

D. Langkah-Langkah Diagnosis Kesulitan Belajar Matematika

  Berikut ini ada beberapa langkah teoritis berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Ross danStanley (1956) dalam buku yang berjudul Diagnosis Kesulitan Belajar danPembelajaran Remedial tulisan M. Entang (1984; p: 16-17) yang hendak dilakukan peneliti dalam melakukan diagnosis kesalahan siswa dalammemahami materi matematika dengan materi pokok lingkaran: Bagaimana kesulitan tersebut dicegah pada kasus-kasus matematis lain?

E. Prosedur dan Teknik Diagnosis Kesulitan Belajar Matematika

  Identifikasi kelemahan belajartersebut bisa dilakukan dengan cara menandai dan memastikan siswa mana(dalam satu kelompok belajar) yang mengalami kesulitan dalam belajar matematika dengan membandingkan hasil belajar dengan kriteria ketuntasanyang telah ditetapkan sebelumnya. Identifikasi siswa yang mengalami kesulitan Mengidentifikasi siswa yang mengalami masalah dalam belajar matematika dapat dilakukan dengan cara-cara atau teknik-teknik berikut iniyaitu: a.

2. Identifikasi masalah

  Cara mengidentifikasi jenis kesalahan siswa dapat dilakukan dengan berbagai cara yang dimungkinkan artinya indentifikasi masalah kesulitanbelajar siswa bersifat fleksibel tergantung pada kebutuhan. Misalnya dengan menggolongkan jenis-jenis kesalahan ke dalam kategori-kategoritertentu seperti kesalahan teknis, kesalahan konsep, dan lain sebagainya.

F. Pembelajaran Remedial

  Berkaitan dengan hal pengajaran, remedial mengandung artipengajaran ulang bagi siswa yang memiliki hasil belajar di bawah standar kelulusan yang telah ditetapkan, sedangkan lebih lanjut dijelaskan juga bahwasegala sesuatu yang menjadi tindakan dan proses perbaikan (penyembuhan) tersebut adalah sebuah kegiatan remediasi. Beliau berpendapat bahwa kegiatan remediasi adalah kegiatan yang tujuannyamengarah pada segala cara yang mungkin dapat dilakukan untuk mengatasi kesulitan belajar siswa baik secara pencegahan (preventif), secarapenyembuhan (kuratif), maupun secara pengembangan (developmental) berdasarkan hasil diagnosis yang berisi tentang data informasi yang 13 memungkinkan kegiatan penyembuhan tersebut terlaksana dengan baik dan benar.

G. Pendekatan, Metode, dan Pelaksanaan Pembelajaran Remedial 1

  Secara sederhana beliau menjelaskan tiga pendekatan yang digunakan dalam melakukanpembelajaran remedial yang kemudian diperjelas oleh Abu Ahmadi danWidodo Supriyono (2004) dalam bukunya yang berjudul PsikologiBelajar lebih lanjut menjelaskan tiga pendekatan di atas secara lebih mendalam yaitu pencegahan,penyembuhan, pengembangan. Metode ini tidak digunakana atas pertimbangan bahawa pada hakekat pendekatan pengembangan yang menuntut upaya peneliti untuk memonitorsecara terus-menerus kegiatan siswa sebagai subjek penelitian selama proses belajar mengajar berlangsung, sementara penelitimemiliki waktu yang terbatas untuk melaksanakan penelitian.

2. Metode pembelajaran remedial

  Metode tutorial (ceramah) Metode tutorial yang dimaksudkan adalah metode pembelajaran dengan memberikan penjelasan kepada para siswa tentang materi yangdiajarkan termasuk juga materi yang dirasa sulit ketika mengerjakan soal-soal. Siswa yang mengerjakan soal di papan tulis adalah siswa yang memiliki kesulitan terkait apa yang dikerjakannya di papan tulis,artinya pengajaran secara individu adalah pengajaran berdasarkan 16 kesalahan yang dilakukan siswa.

3. Pembelajaran remedial

  Hal ini dilakukan untuk mempermudah peneliti melakukan penelitian dan penilaian terhadap seluruh siswa kelas VIII. A SMP BudiMulia Minggir, sehingga peneliti juga mampu mengkondisikan semua siswa yang dijadikan sebagai subjek penelitian.

H. Prosedur Pembelajaran Remedial

  Pada tahap ini, pendidik dan siswa bisa diminta untuk: 1) Mengingat kembali tentang berbagai istilah yang harus dipahami yang terdapat dalam mteri lingkaran, misalnya yang berkaitan dengan unsure-unsur dan bagian-bagian lingkaran. Dalam kegiatan ini, siswa diminta 18 kegiatan belajar mengajar yang telah ditempuhnya dan mempunyai tujuan yang sama dengan KBM yang telah dilakukan sebelumnya.

3) Bagian mana yang harus mendapat penekanan khusus

  4) Pertanyaan apa yang harus diajukan untuk lebih memusatkan perhatian terhadap inti persoalan. 5) Cara yang sebaiknya untuk memahami dan menguasai materi tersebut.

3. Evaluasi pengajaran remedial

  Sebagai bagian akhir dari kegiatan pengajaran remedial ini, evaluasi kegiatan penting untuk dilakukan mengingat adanya kemungkinan bahwatidak semua yang diajarkan dapat diterima dengan baik oleh siswa baik dari segi pendekatan, metode, ataupun model pengajaran yang diterapkan. Tujuan paling mendasaradalah adalah tercapainya kriterian ketuntasan minimal yang diharapkan.

I. Prinsip Pembelajaran Remedial

  Selain itu, prinsip interakif penting untuk digunakan mengingat yang menjadi subjek dalam hal ini adalahsiswa yang mengalami kesulitan dalam belajar dan membutuhkan bimbingan dan pelayanan lebih dalam. Fleksibel dalam metode pembelajaran dan penilaianFleksibel yang dimaksud dalam hal ini adalah bahwa metode yang digunakan dalam pengajaran remedial tidak terpaku pada metode tertentuyang kemudian menjadi hal baku untuk diterapkan.

b) Jari-jari lingkaran: merupakan jarak dari titik pusat ke lingkaran

  Sebuah lingkaran mempunyai titik pusat P (Lingkaran P) dansebuah titik Q terletak pada lingkaran, maka jarak (panjang Gambar 2.2: Contoh Jari-jari Lingkaran segmen garis PQ) adalah jari- jari lingkaran (r)c) Diameter lingkaran: sebuah segmen garis yang membagi dua lingkaran sama besar. Sedangkan OA + OB = 2r, karena OA dan segmen garis OA dan OB adalahOB tidak membagi dua lingkaran 23 d) Tali busur: ruas garis yang kedua titik ujungnya berada pada lingkaran.

f) Sudut pusat: sudut yang titik pusatnya adalah titik pusat lingkaran

  Yang dimaksudkan dengan sudut pusat lingkaran pada gambar di samping adalah ∠ �Gambar 2.7: Contoh Sudut Pusat Lingkaran g) Sudut keliling: sudut yang kedua kaki sudutnya berimpit dengan tali busur dengan sudut pusat pada keliling lingkaran. Yang dimaksudkan dengan sudut keliling lingkaran pada gambar di samping adalah ∠Gambar 2.8: Contoh Sudut Keliling Lingkaran 25 Sedangkan bagian-bagian lingkaran meliputi 2 bagian penting yaitu: a) Juring: daerah di dalam lingkaran yang dibatasi oleh dua buah jari-jari dan busur lingkaran.

2. Hubungan antara sudut pusat dan sudut keliling lingkaran

  antara diameter lingkaran dengan keliling lingkaran yang diukur dengan menggunakan tali atau sejenisnya dimana keliling lingkarandibandingkan dengan diameter lingkaran atau secara matematis dapat ditulis pi ( � =� � � � � � ��� � ��� � � � � ��� O C B A Sebuah lingkaran berpusat di titik O. Menghitung luas juring Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya yaitu bahwa juring adalah bagian lingkaran yang mana daerahnya dibatasi oleh 2 buahsegmen garis yang membentuk jari-jari dan sebuah busur lingkaran yang menghubungkan titik ujung dari kedua segmen garis tersebut.

1. Menghitung luas juring 2

  Menghitung luas segitiga yang terbentuk dalam juring 3. Pada pelaksanaan penelitian, peneliti mengkategorikan jenis-jenis kesalahan yang dilakukan siswa yang dikutip dari jurnal tulisan NitsaMovshovits, Hadar, Orit Zaslavsky, dan Shlomo Inbar (1987) yang berjudul An Empirical Classification Model for Error in High School Mathematics.

1. Kesalahan Data

  Jenis kesalahan data yang dimaksudkan dalam kategori ini adalah jenis kesalahan yang dapat dihubungkan dengan data yang diketahui dengan apayang ditangkap siswa. Kategori ini terjadi jika setiap langkah yang diambil oleh siswa tidak memiliki hubungan satu sama lain, artinya terdapat perbedaan langkahyang diambil siswa dengan langkah sebelumnya.

6. Kesalahan teknis

BAB II I METODE PENELITIAN Pada bab ini, peneliti akan menjelaskan mengenai metodologi penelitian

A. Jenis Penelitian

  Fenomena yang yang dimaksud adalah hal-hal yang terjadi adalah kesulitan belajar siswa dalam mempelajarimatematika pada pokok bahasan Lingkaran. Entang yaitu bahwa beberapa hal yang berkaitan dengan kesulitan belajar peserta didik dalamproses belajar mengajar sekiranya dapat menjadi bahan yang perlu diteliti untuk menambah pengalaman agar mempermudah dalam memberikan bantuankhusus dan tepat kepada peserta didik tersebut.

B. Setting Penelitian 1

  Tempat penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Budi Mulia Minggir, Sleman,Yogyakarta 2. Objek penelitianObjek penelitian ini adalah kesulitan belajar para peserta didik dalam mempelajari Ilmu matematika khususnya topic Lingkaran.

C. Bentuk Data

  Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah (a) data nilai siswa berdasarkan tes pemahaman awal, (b) data dari hasil tes diagnostik(c) datadari hasil wawancara siswa dan (d) data dari hasil tes remediasi. Teknik 35 pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes pemahaman awal, tes diagnostik, wawancara, dan tes remedial.

D. Model dan Instrumen Pengumpulan Data 1. Metode pengumpulan data

  Metode observasi digunakan untuk melihat tingkat keaktifan siswa di kelas, sehingga peneliti dapat memiliki gambaran mengenaikeadaan kelas yang tentunya sangat berpengaruh pada prestasi belajar peserta didik. Pertama kali peneliti akan mewawancarai siswa yang berdasarkan pengamatan peneliti pada tesdiagnostik mengalami kesulitan dalam menguasai materi lingkaran setelahnya peneliti mewawancarai guru bidang studi matematika dikelas yang diteliti.

2. Instrumen pengumpulan data

  Selain itu, tes diagnostikdimaksudkan untuk melihat kemampuan peserta didik dalam memaknai perintah yang dimaksud dalam soal. Beberapa hal yangakan dites adalah sebagai berikut: 38Tabel 3.1: Kisi-kisi soal tes diagnostik dan remediasi JumlahNo Indikator pencapaian soal Mampu menyebutkan unsur-unsur dan bagian- 12 bagian lingkaran Mampu menyebutkan sifat-sifat tali busur dari 21 sebuah lingkaran Mampu menentukan mana yang termasuk sudut 3 keliling dan pusat lingkaran dan menentukan2 besar sudut keliling dan sudut pusat lingkaran.

3. Wawancara a

  Indikator pertanyaan 1 Motivasi belajar siswa dalam bidang matematika 2 Cara belajar siswa dalam bidang matematika 3 Sumber belajar siswa 4 Kelemahan siswa dalam matematika (lingkaran) 5 Suasana lingkungan belajar 6 Peran serta orang tua dalam peningkatan prestasi siswa 7 Alokasi waktu yang disediakan untuk belajar matematika 8 Tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan (PR, dll)b. Wawancara guru bidang studi Narasumber yang digunakan dalam metode ini adalah guru mata pelajaran matematika dan peserta didik yang memiliki kesulitandalam memahami materi lingkaran.

E. Metode Analisis Data 1

  Analisis tes pemahaman awal Setelah siswa mengikuti tes pemahaman awal, peneliti menggunakan bantuan Microsoft Excel untuk menganalisis danmenentukan siswa mana yang mengalami kesulitan dan juga menentukan materi remediasinya yang mana setiap jawaban yang benar akan diberinilai 1 dan yang salah akan diberi nilai 0. Analisis hasil wawancaraWawancara yang dilakukan kepada para siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar dan kepada guru bidang studi akan sangatmembantu peneliti dalam menentukan tindakan apa yang perlu dilakukan dalam pembelajaran remedial.

F. Prosedur Pelaksanaan Penelitian Secara Keseluruhan 1. Tahap persiapan

  Menemui guru bidang studi untuk meminta ijin melakukan observasi di kelas yang diampunya dan juga untuk melakukan diskusi terkait materi matematika yang hendak diteliti. A yang selanjutnya akan diberikan tes diagnostik,wawancara, pembelajaran remedial, dan tes remedial.

G. Penjadwalan Waktu Pelaksanaan Penelitian

  Berikut ini adalah tabel penjadwalan pelaksanaan penelitian di SMPBudi Mulia Minggir pada Kelas VIII. A dengan materi Lingkaran: Tabel 3.4: Penjadwalan waktu pelaksanaan penelitianNo.

BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Tempat Penelitian 1. Sejarah Singkat Penelitian ini dilakukan di SMP Budi Mulia Minggir-Sleman pada kelas VIII.A tahun ajaran 2014/2015. SMP Budi Mulia Minggir adalah sebuah

  Namun sebelum mempunyai gedung sekolah sendiri, sekolah ini menggunakan gedung yang dimiliki oleh SMP Kanisius Klepu yang berada di bawah naunganYayasan Pengurus Gereja dan Papa Miskin (PGPM) sehingga seluruh proses pembelajarannya dilaksanakan pada sore hari. Selanjutnya, pada tahun 1983, SMP SantoYusup dan SPG Albertus dipindah-tangankan ke Yayasan Budi Mulia yang kemudian berganti nama menjadi SMP Budi Mulia Minggir dan SPG BudiMulia Minggir.

2. Keadaan Lingkungan

  Selain itu, sarana dan prasarana yang dimiliki oleh pihak sekolah sudah cukup menunjang dan membantu dalam upaya peningkatanpemahaman siswa, misalnya sarana belajar, fasilitas belajar untuk bidang studi matematika, dan sarana internet yang memadai dan dapat digunakan secaraefektif oleh semua siswa yang membutuhkan. Namun berdasarkan pengakuan lain dari guru yang peneliti wawancarai bahwa SMP Budi Mulia pada beberapatahun terakhir tidak lagi menjadi sekolah yang diminati oleh banyak orang(bukan sekolah favorit), hal ini terlihat jelas dari menurunnya jumlah siswa yang mendaftar tiap tahunnya, bahkan pada kesempatan yang sama beliau jugamengatakan bahwa para siswa di SMP Budi Mulia Minggir adalah siswa-siswa “sisa” dari sekolah lain.

B. Pelaksanaan Penelitian

  Secara umum, penelitian ini dilaksanakan di kelas dan dalam 5 hari, tidak termasuk waktu yang digunakan peneliti untukmelakukan wawancara kepada siswa dan guru bidang studi matematika. Wawancara yang dilakukan peneliti kepada para siswa (sampel) dan guru bidang studi dilakukan di luar jam pelajaran matematika, misalnya pada jamistirahat.

1. Subjek-subjek wawancara adalah subjek penelitian yang memperoleh nilai terendah pada tes diagnostik

  Subjek-subjek wawancara adalah subjek penelitian yang mewakili subjek lain yang memiliki kesalahan yang sama dalam menyelesaikan soal-soalpada tes diagnostik. Subjek-subjek wawancara adalah subjek penelitian yang mewakili subjek lain yang memiliki nilai yang sama namun masih termasuk dalam 10 nilaiterendah.

D. Hasil Penelitian

  Sebelum penelitian di kelas, peneliti terlebih dahulu berdiskusi dengan guru bidang studi tentang KKM yang harus dicapai siswa dalampenelitian ini. Namun, berdasarkan tujuan penelitian yang telah dipaparkan pada Bab I, makapeneliti hanya melihat apakah hasil pembelajaran remedial dapat berdampak pada peningkatan nilai siswa (walaupun tidak mencapai KKMyang telah ditetapkan).

1. Tes Pemahaman Awal

  Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya yaitu bahwa langkah pertama yang dilakukan peneliti adalah dengan memberikan tespemahaman awal untuk melihat tingkat pengetahuan dan penguasaan siswa terkait materi lingkaran. Soal-soal yang diberikan pada tes diagnostik berpatokan pada hasil analisis pada tes pemahaman awal, artinya ada beberapa soalpada tes pemahaman awal yang dimodifikasi dan dihapus (tidak digunakan).

2. Tes diagnostik

  64melakukan tes diagnostik, peneliti terlebih dahulu melakukan validitas soal tes. Validitas soal tersebut menggunakan validitas ahlidan berikut ini adalah tabel hasil tes diagnostik: Tabel 4.8: Hasil Tes Diagnostik Tes Diagnostik Keterangan: Identitas No.

6 S L Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada 100

  langkah Jlh % Jlh % Jlh % Jlh % Jlh % Jlh % Jlh % Jlh% 1 - - - - - - - - - - - - - - - 4 16 - - - - - - - - 5 20 - - 2 1 4 - 8 6 24 - - - 6 24 - - 5 20 - - 3 12 7 27 41 70 1 1 15 56 - - 4 1 1 4 - - 4 1 4 15 56 - - - 7 - - 4 1 4 1 8 2 4 1 4 Dari tabel di atas, tampak jelas bahwa kategori kes alahan yang paling banyak dilakukan siswa adalah pada kategori “Tidak Mengerjakan” khususnya untuk nomor 7 dan nomor 8. Prosentase kesalahan siswa pada kedua kategori tersebut sebesar 56 %.

3. Wawancara

  Peneliti mewawancarai 10 siswa atas pertimbangan bahwa kesalahan yang dilakukan oleh kesepuluhsiswa tersebut setidaknya dapat mewakili siswa-siswa lain yang memiliki kesalahan yang sama pada tes diagnostik. Dari hasil wawancara tersebut, ada beberapa persoalan yang peneliti temukan yang menjadi kelemahan siswa dalam matematika.

1) Keterampilan dalam operasi perkalian dan pembagian

  73Contoh lain yang berkaitan dengan penguasan konsep ini adalah pengakuan dari S22 seperti pada cuplikan wawancara berikut ini: P : kita kan kemarin tes materi lingkaran ya, nah kalo saya melihat hasil pekerjaan mu kemarin, ada banyak kesalahan yang saya temukan..menurut kamu sendiri yang membuat kamu kesulitan mempelajari matematika itu apa? 4) Sumber belajar Ada dua alasan mendasar mengapa peneliti berkesimpulan bahwa sumber belajar yang dimiliki siswa kurang membantu siswadalam memahami materi pelajaran yaitu catatan yang tidak lengkap dan buku pelajaran matematika yang tidak dimiliki olehsemua siswa.

5) Pendampingan orang tua

  Ketika peneliti hendak membandingkan prestasi belajar yang diperoleh siswa yang tinggal di asrama dengan yang tidak, gurubidang studi berpendapat bahwa siswa-siswa yang tinggal di asrama adalah siswa-siswa yang bermasalah, siswa-siswapindahan, termasuk juga adalah siswa-siswa yang berasal dari keluarga yang bermaslah (broken home). Menurut guru bidang studi, salahsatu contoh yang begitu nampak yaitu ketika diberikan tugas yang salah satu tuntutannya adalah menyederhanakan bentuk pecahan, 9 misalnya , hal ini merupakan hal yang sulit bagi siswa untuk disederhanakan sehingga mereka pun hanya menuliskan demikian, tanpa disederhanakan lagi.

5. Motivasi belajar

  Menurut guru bidang studi, ada beberapa faktor yangmenyebabkan siswa mengalami kesulitan belajar jika ditilik dari sisi motivasi diri yaitu:a) Sebuah label bahwa matematika itu sulit untuk dipelajari dan dipahami. Hal ini dilihat dari banyaknya kejadian yang mana banyak siswa yang tidak mengerjakan pekerjaanrumah yang telah diberikan.

4. Merancang tindakan untuk pembelajaran remedial

  Oleh karena itu, berdasarkan hasil tes dan hasil wawancara, peneliti memutuskan untuk melakukan kegiatan pembelajaran dengan tekananpada penjelasan mengenai kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa 81pada tes diagnostik, misalnya yang berkaitan dengan unsur-unsur dan bagian-bagian lingkaran yang merupakan pokok bahasan pertama padamateri lingkaran. Misalnya untuk S1 (siswa 1), tidak mengerjakansoal diagnostik nomor 4, maka tindakan yang dilakukan oleh peneliti adalah dengan memberikan S1 kesempatan untukmenjawab pertanyaan lisan/latihan soal yang hampir sama dengan apa yang ditanyakan pada nomor 4, dan demikian juga selanjutnya.

6. Tes remedial

  Hal ini dimaksudkan untuk melihat apakah parasiswa telah memahami sdan memperoleh solusi dari semua soal yang diujikan berdasarkan kesalahan yang mereka lakukan pada tes diagnostik. Hal ini berdasarkankesulitan siswa dalam menguasai materi lingkaran dan juga materi-materi prasyarat yang menjadi tuntutan dalam materi lingkaran itu sendiri.

1. Perbandingan tes diagnostik dan tes remedial Hasil tes remedial sejatinya bisa lebih baik daripada tes diagnostik

  Pada beberapa kasus tes diagnostik dan tes remediasi, terdapat beberapa subjek (siswa) yang tidakmengalami peningkatan dan bahkan ada siswa yang mengalami penurunan terkait hasil yang dicapai. Hal serupa juga terjadi pada penelitianyang dilaksanakan oleh peneliti di SMP Budi Mulia Minggir kelas VIII.

23 S Tidak mengikuti tes diagnostik Pekerjaan tidak diperiksa

  Tampak jelas bahwaadanya kegiatan remidiasi sangat berpengaruh pada peningkatan Pelaksaan pembelajaran remedial yang dilakukan sebelum tes remediasi dilakukan merupakan bagian dari upaya untuk melihat apakahsiswa mengalami perubahan dalam hal hasil belajar dan dari hasil perbanding di atas, tampak bahwa sebagian besar siswa mampu menerimapenjelasan dengan baik sehingga berdampak pada peningkatan hasil belejar. Selain itu, masalah mendasar lainnyaadalah berkaitan dengan kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh siswa yang setidaknya bisa menjadi pegangan bagi mereka untuk mempelejarilingkaran, seperti lambang sudut siku-siku ataupun yang berkaitan dengan jumlah semua sudut dalam sebuah segitiga.

A. Pembahasan akhir

  Berdasarkan hasil penelitian seperti yang ditunjukkan pada tabel 4.3, bisa dilihat bahwa siswa yang memperoleh nilai di atas KKM sebanyak 6 siswasehingga prosentase ketuntatasan belajar siswa kelas VIII. A SMP Budi MuliaMinggir hanya sebesar 24%, sedangkan 76% lainnya tidak mencapai KKM yang Dari pembahasan-pembahasan sebelumnya, tanpak jelas bahwa kesalahan yang sering dilakukan siswa adalah pada kategori Tidak mengerjakan terutamapada soal nomor 7 dan nomor 8.

1. Kesalahan teorema atau definisi

  Jenis-jenis kesalahan yang termasuk dalam kategori kesalahan ini teknis adalah jenis-jenis kesalahan yang didasarkan pada kompetensi dasaryang harus dimiliki oleh siswa. Berikut ini adalah contoh kesalahan teknis yang dilakukan oleh S5 dan S9.

2. Kesalahan data

  Ada banyak jenis kesalahan yang termasuk dalam kategori kesalahan data, mulai dari kemampuan siswa untuk memahami hal-haldasar pada materi lingkaran seperti jumlah sudut dalam sebuah lingkaran, nilai Phi, bentuk-bentuk umum (rumus) dalam mencari luas dan kelilinglingkaran sampai pada bagaimana pemahaman itu diaplikasikan pada persoalan sehari-hari. Tanpa proses pengerjaan Pada kategori ini, siswa hanya menuliskan hasil atau jawaban akhir tanpa melalui proses pengerjaan sehingga membuat peneliti mengalamikesulitan dalam mengidentifikasi letak kesalahan siswa tersebut apalagi terdapat banyak siswa yang langsung menuliskan jawaban dan salah.

5. Mengidentifikasi maksud soal (interpretasi bahasa)

  Kesalahan dalam memahami bahasa yang digunakan dalam soal menjadi persoalan mendasar bagi siswa yang hendak menyelesaikan soal-soal yang diberikan. A tidak bisa menjawab soal diagnostik nomor 7 dan nomor 8 sehingga kedua soal tersebut tidakdikerjakan sama sekali bahkan terdapat siswa yang hanya mengerjakan soal nomor 1 dan nomor 2,sedangkan nomor yang lain tidak dikerjakan samasekali.

7. Kesalahan langkah pengerjaan

  Kesalahan yang dilakukan siswa pada kategori ini adalah kesalahan dalam seluruh proses pengerjaan, dimana rumus yang akan digunakan sudahbenar, akan tetapi siswa kerap melakukan kesalahan ketika hendak memasukan beberapa nilai yang sesuai dengan rumusnya. Contohkasusnya adalah seperti pada gambar di bawah ini: Gambar 4.17: Contoh Kesalahan Logika Kasus yang dilakukan oleh siswa di atas mengarah pada kesalahan kategori tersebut.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SMP Budi Mulia Minggir pada siswa kelas VIII.A, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat

  Kesalahan data Kesalahan data yang dilakukan siswa adalah mencoba menghubungkan hal yang ditanyakan dalam soal dengan hal lain di luarapa yang ditanyakan. Kesalahan langkah Terdapat 1 siswa yang mengerjakan soal-soal yang diberikan dengan menggunakan rumus yang benar, akan tetapi langkah selanjutnyatidak berdasarkan rumus yang dituliskan sebelumnya.

B. Saran a

  Bagi guru atau calon guru Penelitian yang dilakukan di SMP Budi Mulia Minggir merupakan salah satu upaya dalam menumbuh-kembangkan pendidikan di Indonesia. Bagi para siswa Minimnya sumber belajar menjadi salah satu faktor mengapa tak jarang siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi lingkaran dan itulah yang penelititemukan di lapangan.

DAFTAR PUSTAKA

  Bapak / Ibu diminta untuk memberikan penilaian (validasi) terhadap rubrik untuk mendiagnosis kesulitan belajar siswa SMP Budi Mulia Minggir kelas VIII. Berikut keterangannya: 1 :Tidak valid 2 :Kurang valid3 : Valid 4 :Sangat valid a :Dapat digunakan tanpa revisi b :Dapat digunakan dengan sedikit revisic :Dapat digunakan dengan banyak revisi d :Belum dapat digunakan 1 2 3 4 a b c d 1.

2. Mudah

  Dari gambar di bawah ini, tunjukkanlah√ √unsur dan bagian-bagian 1 2dengan menuliskan nomor (seperti pada lingkarangambar) mana saja yang termasuk: a. Tembereng (tuliskan 4 tembereng ) Dalam sebuah lingkaran yang berpusat di titikSedang √ √Mampu menyebutkan sifat- O mempunya jari-jari r dan sebuah tali busur2 sifat tali busur dari sebuah 1sepanjang k.

1. Sebutkan manakah yang termasuk sudut Mudah

  Mampu menentukan mana yang termasuk sudut keliling 2.dan pusat lingkaran dan SedangPerhatikan gambar berikut! Diketahui √ √ 3 2sebuah lingkarang berpusat di titik O menentukan besar sudut(seperti pada gambar di samping) dengan keliling dan sudut pusatbesar sudut .

3. Perlu diperkirakan apakah waktu yang tersedia dan jumlah soal cukup untuk menyelesaikan

  Daerah yang dibatasi oleh garis OB,OC, dan busur BC b. Sebuah daerah dalam lingkaran yang dibatasi oleh tali busur dan busur lingkaran disebut dengan...

5. Perhatikan beberapa pernyataan berikut: I

  Sudut keliling adalah sudut yang kedua kaki sudutnya berimpit dengan tali Pada gambar di samping, Diketahui sebuah lingkarang berpusat di titik O dengan besarsudut ∠DOA = . Keliling seperempat lingkaranA Jika diketahui sebuah lingkaran dibagi menjadi 6 buah juring yang sama besardan salah satunya seperti pada gambar di samping, dengan panjang jari-jari 3 cm, 6 hitunglah: a.

3 Tentukan: a

  Keliling lingkaran: = �� Keliling seperempatnya adalah: = �= × √ √ = × √ = 5 Jika diketahui sebuah lingkaran dibagi Diketahui sebuah lingkaran dibagi menjadi 6 menjadi 6 buah juring yang sama besar bagian yang sama besar, dan jumlah sudut dan salah satunya seperti pada gambar dalam satu lingkaran adalah , di samping, dengan panjang jari-jari 3 maka besar sudut tiap juring adalah: 139 140 cm, hitunglah: a. Keliling lingkaran: = �� Keliling seperempatnya adalah: = � = ( × ) = 5 Jika diketahui sebuah lingkaran Diketahui sebuah lingkaran dibagi menjadi 6A dibagi menjadi 6 buah juring yang bagian yang sama besar, dan jumlah sudut sama besar dan salah satunyadalam satu lingkaran adalah , seperti pada gambar di samping, maka besar sudut tiap juring adalah: dengan panjang jari-jari 3 cm, = , ℎ �� ∠ = hitunglah: 10 a.

4. Siswa dengan nomor urut 8 (S8)

  S: kadang-kadangP: terus, kita kan kemarin tes tentang materi lingkaran ya, dari soal-soal yang ada, yang kamu gak kerjakan itu nomor 3, 4, 6, 7, dan 8.nomor 5 kamu kerjakan Cuma kesulitannya itu di caramenentukan diameter, keliling lingkaran sama luas juring. matematika itu setelah kamu baca, pahami konsep, kamu coba cari soal yang berkaitan dengan konsep-konsep itu, misalnyakamu udah baca tentang rumus luas lingkaran, coba kamu cari soal yang menanyakan tentang luas lingkaran...

1. Tidak ada kesalahan 2

  Tidak mengerjakan Sedangkan berdasarkan hasil wawancara, peneliti menemukan beberapa masalah yang berkaitan dengan proses belajar siswa, artinya dalam wawancaraini, peneliti tidak menanyai hal-hal yang berkaitan dengan materi lingkaran yang telah diujiankan. S: belajar sendiri-sendiriP: kemarin itu, nomor 1 itu gak ada yang salah, nomor 2 kamu kurang memahami pengertian tali busur, kan yang ditanyakan tali busur, tapi kamu jawabnya tali busur itu ini (sambilmenunjuk apa yang manjadi jawaban siswa) AOBDC, ini bukan tali busur...

1. Tidak ada 2

  S15 adalah salah satu siswa yang tinggal di asrama sekolah, namun demikian S15 tidak memanfaatkan kesempatan 193 tersebut untuk belajar bersama dengan teman-teman kecuali untuk mengerjakan Pekerjaan rumah yang diberikan guru. P: oh ya, gini ya kalo aku liat dari cerita kamu dari tadi, pertama kamu bilang tadi kurang akrab sama orang tua itu jadi salah satu penyebab, maksudnya kamu jadi takut untuk mintabimbingan orang tua pas kamu lagi belajar di rumah, gak pernah kan kamu minta gini “bu bimbing aku belajar dong”..

5. Suasana lingkungan belajar yangtidka mendukung baik di kelas maupun

9. Siswa dengan nomor urut 21 (S21)

  S: y ada yang susah dan ada yang mudahP: oh ada yang mudah... Ketika mewawancarai S21, penelitimemutuskan untuk menanyakan beberapa hal yang berkaitan dengan materi lingkaran terutama yang menjadi kesalahannya dengan pertimbangan bahwaselama proses KBM di kelas (yang peneliti temukan saat observasi kelas), S21 menunjukkan sikap yang aktif dan menurut peneliti keaktifan S21 berpengaruhpada prestasi yang didapatkan.

3. Tidak mengerjakan 4

  Tidak mengerjakan Pada lain kesempatan, peneliti mencoba untuk mewawancara subjek terkait kelemaham\nnya dalam mempelajari lingkaran, dan dari hasil wawancaratersebut, peneliti dapat menyimpulkan beberapa hal berkaitan dengan mengapa kesalahan-kesalahan itu terjadi seperti berikut ini: 1. Kelemahan siswa dalam menguasai materi lingkaran khususnya yang berkaitan dengan pemahaman terhadap rumus-rumus yang digunakanketika hendak mengerjakan soal-soal lingkaran, misalnya saja berkaitan dengan cara menentukan luas juring lingkaran.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

analisis kesulitan beleaar dalam mengerjakan soal-soal akutansi pokok bahasan laporan keuangan pad siswa kelas 1.3 cawu 1 man 2 jember tahun ajaran 2000/2001
0
12
64
Hubungan antara persepsi dan motivasi belajar fisika dengan hasil belajar fisika pokok bahasan energi siswa kelas 1 cawu III SLTP Negeri 3 Jember tahun ajaran 2001/2002
0
4
69
Identifikasi miskonsepsi materi biologi kelas II semester 1 pada siswa SMP negeri di kecamatan Kencong tahun ajaran 2003/2004
2
6
94
Diagnosis kesulitan belajar metematika siswa dan solusinya dengan pembelajaran remedial: penelitian deskriptif analisis di MAN 7 Jakarta
5
33
133
Pengaruh metode drilling dan ekspositori dalam pembelajaran remedial terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas V MI Plus Asy-Syukriyyah Tangerang-Banten
1
15
103
Pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar untuk meningkatkan aktivitas belajar dan penguasaan konsep oleh siswa pada materi pokok ekosistem
0
7
62
Identifikasi miskonsepsi dalam pembelajaran IPA ruang lingkup materi dan sifatnya di SMP Joannes Bosco Yogyakarta kelas VIII tahun ajaran 2014-2015
1
2
9
Perbedaan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran project based learning (pjbl) dan konvensional pada pokok bahasan lingkaran kelas viii smp n 3 Tanjung Morawa tahun ajaran 2017-2018 - Repository UIN Sumatera Utara
0
0
162
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Penerapan model pembelajaran kreatif dan produktif pada materi pokok zat dan wujudnya kelas VII semester I SMP-N 7 Palangka Raya tahun ajaran 2013/2014. - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
0
8
BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN - Penerapan model pembelajaran kreatif dan produktif pada materi pokok zat dan wujudnya kelas VII semester I SMP-N 7 Palangka Raya tahun ajaran 2013/2014. - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
1
9
Penerapan model pembelajaran berbasis masalah dan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi pokok tekanan kelas VIII semester II MTsN 2 Palangka Raya tahun ajaran 2014/2015 - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
0
12
Penerapan model pembelajaran berbasis masalah dan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi pokok tekanan kelas VIII semester II MTsN 2 Palangka Raya tahun ajaran 2014/2015 - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
0
29
Penerapan model pembelajaran berbasis masalah dan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi pokok tekanan kelas VIII semester II MTsN 2 Palangka Raya tahun ajaran 2014/2015 - Digital Library IAIN Palangka Raya
1
1
21
Penerapan model pembelajaran berbasis masalah dan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi pokok tekanan kelas VIII semester II MTsN 2 Palangka Raya tahun ajaran 2014/2015 - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
1
48
Diagnosis kesulitan belajar matematika SMP
2
2
64
Show more