Hasil pendidikan karakter pada siswa SMP (analisis evaluatif hasil pendidikan karakter terintegrasi ditinjau dari jenis kelamin pada siswa SMP Negeri 6 Surakarta tahun ajaran 2013/2014 dan implikasinya terhadap penyusunan silabus.

Gratis

0
2
171
2 years ago
Preview
Full text

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

  Hasil penelitian yang diperoleh adalah (1) Hasil pendidikan karakter terintegrasi pada siswa dan siswi kelas VII dan VIII di SMP Negeri 6 Surakartatermasuk dalam kategori cukup. (3) Ditemukan 9 butir dari 6 nilai karakter pada kelompok siswatergolong rendah dan 5 butir dari 5 nilai karakter pada kelompok siswi tergolong rendah yang dijadikan bahan acuan pembuatan silabus dan modul bimbingan.

KATA PENGANTAR

  Si., sebagai Kepala Program Studi dan Konseling Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan ijin untuk penulisanskripsi ini, sekaligus sebagai dosen pembimbing yang telah membimbing dengan kesabaran dan memberikan masukan yang berarti kepada penulisguna meningkatkan kualitas skripsi ini. Seluruh teman-teman Bimbingan dan Konseling 2011 dan anggota STRANAS 2014 yang telah bersedia bekerja sama dalam membuatinstrumen penelitian secara bersama-sama.

DAFTAR GRAFIK

  Bagan Kerangka Berpikir Ketercapaian Hasil Pendidikan Karakter Terintegrasi dan di Tinjau dari PerbedaanJenis Kelamin siswa ............................................................................ Lampiran 6 : Contoh Silabus Bimbingan dan Konseling.......................

BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini dipaparkan latar belakang masalah, identifikasi masalah

A. Latar Belakang Masalah

  Pendidikan karakter merupakan pendidikan yang selama ini dikembangkan dalam dunia pendidikan di Indonesia dalam upayamenjadikan manusia yang lebih berkualitas, salah satu ciri dari manusia berkualitas adalah manusia yang memiliki good character. Penggalakan Pendidikan Karakter tersebut menjadi sangat penting dengan adanya fakta di Indonesia bahwa terdapat 180.000 siswa membolos setiaphari karena kasus kekerasan dan pemalakan (bullies), 83 % siswa perempuan dan 60 % siswa laki-laki telah mengalami pelecehan seksual disekolah, 54 % siswa SMP mengaku telah berbuat curang pada saat ujian ( Muchlas & Hariyanto, 2012).

B. Identifikasi Masalah

  Ada indikasi Perbedaan hasil pendidikan karakter antara siswa dan siswi di SMP Negeri 6 Surakarta. Belum ada penelitian tentang perbedaan hasil pendidikan karakter pada siswa putra dan putri di SMP Negeri 6 Surakarta.

C. Pembatasan Masalah

  Dalam penelitian ini, fokus kajian diarahkan pada menjawab masalah-masalah yang teridentifikasi di atas khususnya masalah mengenaiseberapa efektif hasil pendidikan karakter terintegrasi pada siswa putra dan putri SMP Negeri 6 Surakarta tahun ajaran 2013/2014. Item-item pernyataan dan nilai-nilai karakter apa yang terindikasi belum optimal pada kelompok siswa dan siswi di SMP Negeri 6Surakarta kaitannya dalam penyusunan silabus & contoh modul bimbingan?

6 Surakarta kaitannya dalam penyusunan silabus & contoh modul bimbingan

F. Manfaat Penelitian

  Manfaat TeoritisPenelitian ini diharapkan mampu memberikan sumbangan terhadap pengembangan pengetahuan mengenai pendidikan karakter terintegrasidi Indonesia dan sebagai wacana untuk membuat program mengenai nilai-nilai yang rendah yang perlu dikembangkan kepada siswa SMPNegeri 6 Surakarta. Bagi para guru di SMP Negeri 6 Surakarta Hasil penelitian ini menjadi tolak ukur yang dapat digunakansekolah untuk melihat seberapa efektifkah pendidikan karakter terintegrasi yang diberikan kepada siswa dan siswi selama ini.

G. Definisi Operasional

  Siswa adalah manusia yang mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah untuk mencapai manusia yang berkualitas baik kemampuanintelektual maupun kemampuan non intelektual (fisik dan psikis). Pendidikan Karakter adalah pendidikan yang diperuntukan dalam pengembangan karakter atau nilai-nilai pokok kehidupan yang perludimiliki oleh setiap siswa.

BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini dipaparkan hakikat pendidikan karakter, hakikat

A. Hakikat Pendidikan Karakter

pendidikan karakter terintegrasi, hakikat remaja, hakikat siswa dan jenis kelamin,program pembuatan silabus, program pembuatan modul bimbingan.

1. Definisi Karakter

  Individu yang berkarakter adalah seseorang yang berusaha melakukan hal-hal yang terbaik terhadap Tuhan YME, dirinya, sesama,lingkungan, bangsa dan negara serta dunia internasional pada umumnya dengan mengoptimalkan potensi (pengetahuan) dirinya dandisertai dengan kesadaran emosi dan motivasinya (perasaanya). Dari kedua definisi tentang karakter di atas dapat disimpulkan bahwa karakter ada suatu nilai yang dianggap baik yang berusahadilakukan secara nyata dalam bersikap oleh setiap individu.

2. Definisi Pendidikan Karakter

  Kementrian Pendidikan Nasional 2010-2014 (Darmiatun & Daryanto, 2013) menjelaskan pendidikan karakter disebutkan sebagaipendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak yang bertujuan mengembangkan kemampuanpeserta didik untuk memberikan keputusan baik-buruk, memelihara apa yang baik dan mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati. Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan karakter merupakan upaya menanamkan nilai-nilaikehidupan seperti nilai-nilai karakter, budi pekerti, moral, dan watak pada siswa yang menjadikan siswa memiliki perilaku, sikap, danpemahaman tentang suatu keyakinan yang baik dalam berperilaku di kehidupan sehari-hari.

3. Tujuan Pendidikan Karakter

  Darmiatun & Daryanto (2013:42) Pendidikan karakter bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan disekolah yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter atau akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu, dan seimbang, sesuaistandar kompetensi lulusan. Menurut Panduan Pendidikan Karakter di SMP (2010) pendidikan karakter bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasilpendidikan di sekolah yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter atau akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu, dan seimbangsesuai standar kompetensi kelulusan.

4. Prinsip-prinsip Pendidikan Karakter

  Memiliki cakupan terhadap kurikulum yang bermakna dan menantang yang menghargai semua peserta didik, membangunkarakter mereka, dan membantu mereka untuk sukses; g. Memfungsikan seluruh staf sekolah sebagai komunitas moral yang bertanggung jawab untuk pendidikan karakter dan setia pada nilaidasar yang sama; i.

5. Nilai-nilai dalam Pendidikan Karakter

  Jujur Sikap dan perilaku yang mencerminkan kesatuan antarapengetahuan, perkataan, dan perbuatan (mengetahui yang benar, mengatakan yang benar dan melakukan yang benar), sehinggamenjadikan orang yang bersangkutan sebagai pribadi yang dapat dipercaya. Nilai karakter dalam hubungannya dengan lingkungan Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan padalingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi dan selaluingin memberi bantuan bagi orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.s.

6. Aspek-aspek Nilai Pendidikan Karakter

  6) Percaya diri Sikap yakin akan kemampuan diri sendiri terhadappemenuhan tercapainya setiap keinginan dan harapannya.7) Berjiwa wirausaha Sikap dan perilaku yang mandiri dan pandai atau berbakatmengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, 8) Berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif Berpikir dan melakukan sesuatu secara kenyataan ataulogika untuk menghasilkan cara atau hasil baru dan termutakhir dari apa yang telah dimiliki. 2) Patuh pada aturan-aturan sosial Sikap menurut dan taat terhadap aturan-aturan berkenaandengan masyarakat dan kepentingan umum.3) Menghargai karya dan prestasi orang lain Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untukmenghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui dan menghormati keberhasilan orang lain.

7. Indikator Keberhasilan Pendidikan Karakter

  Keberhasilan program pendidikan karakter dapat diketahui terutama melalui pencapaian butir-butir Standar Kompetensi Lulusanoleh peserta didik yang meliputi sebagai berikut: a. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas.

i. Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-har

  Menerapkan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara demi terwujudnyapersatuan dalam negara kesatuan Republik Indonesia.m. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat.r.

8. Tahapan Pengembangan Karakter

  Pengembangan atau penanaman nilai karakter kepada siswa diperlukan peran dari berbagai pihak yaitu sekolah dan stakeholderyang ada, dalam rangka membentuk insan-insan individu yang baik. Dengan mengikuti langkah-langkah yangsistematis dalam pendidikan karakter, maka dapat diawali dengan pengenalan nilai secara kognitif, kemudian langkah kedua adalahmenghayati nilai secarafektif, dan yang ketiga adalah pembentykan tekad untuk melakukan nilai tersebut secara konatif.

B. Hakikat Pendidikan Karakter Terintegrasi

  Dalam proses pelaksanaan pendidikan karakter terintegrasi di sekolah yang diupayakan oleh guru maupun pihak-pihak yang terkait disekolah haruslah mampu memfasilitasi pembentukan dan pengembangan karakter bagi peserta didik. Hal ini dimaksudkan agar proses penanamandan pengembangan nilai karakter kepada peserta didik dapat berjalan secara optimal tidak berhenti pada tataran kognitif semata tetapi parapeserta didik mampu memahami dan menerapkan nilai-nilai karakter yang memang perlu dimiliki oleh setiap individu.

1. Pendidikan Karakter Terpadu dalam Pembelajaran

Pendidikan karakter terintegrasi dalam proses pembelajaran adalah pengenalan nilai-nilai dan penginternalisasian nilai-nilai ke Proses pendidikan karakter terintegrasi dalam pembelajaran dilaksanakan mulai dari beberapa tahap, yaitu: perencanaan,pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran pada semua mata pelajaran.Pelaksanaan ketiga proses pelaksanaan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:

a. Perencanaan Pembelajaran

  Perencanaan pembelajaran dilakukan guna mempersiapkan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dapat benar-benarmemfasilitasi pendidikan karakter di sekolah yang memuat nilai- nilai karakter yang diiternalisasi melalui proses pembelajaran yangada. Perencanaan pembelajaran pada tahap ini dapat diwujudkan dalam silabus, RPP, dan bahan ajar yang telah di susun oleh guru.

b. Pelaksanaan Pembelajaran

  Pada pelaksanaan pembelajaran terdapat 3 bagian penting yaitu bagian pendahuluan, inti, dan penutup yang perlu dipilih dandilaksanakan guru agar peserta didik mempraktikkan secara langsung nilai-nilai karakter yang ditargetkan. Berikut 3 tahapan penting dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan karakter: 1) Pendahuluan Pada kegiatan pendahuluan ini guru dapat melakukanpersiapan kesiapan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran, mengajukan pertanyaan-pertanyaansebelumnya dengan materi yang akan dipelajari, menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai, ataupunmenyampaikan cakupan materi dan uraian kegiatan yang akan dilakukan.

c. Evaluasi Pencapaian Pembelajaran

  Pada bagian ini evaluasi dilakukan guna mengetahui atau mengukur keberhasilan proses pembelajaran yang telah dilakukan. Teknik yang digunakan dalam evaluasi pembelajaran adalah dengan menggunakan instrumen penilaian yang sudah disiapkanoleh guru untuk mengetahui pencapaian siswa dalam mengikuti pembelajaran pendidikan karakter terpadu dengan mata pelajaran.

2. Pendidikan Karakter Terpadu Melalui Manajemen Sekolah

  Pendidikan karakter terpadu dengan manajemen sekolah yang dimaksud adalah penyelenggaraan penanaman nilai-nilai karakterkepada peserta didik yang terpadu ke dalam pengelolaan sekolah. Tujuan pendidikan karakter melalui manajemen sekolah 1) Merencanakan, melaksanakan, mengawasi, dan mengevaluasiseluruh komponen sekolah (pendidik, dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, peserta didik, dan biayapendidikan) yang dijiwai oleh nilai-nilai karakter.

2) Memadukan nilai-nilai karakter dalam manajemen berbasis sekolah

3) Menginternalisasi dan membiasakan tingkah laku yang berkarakter dalam proses pendidikan di sekolah maupun dalamkehidupan sehari-hari melalui manajemen berbasis sekolah.

b. Implementasi Manajemen Sekolah yang Berkarakter

  Pelaksanaan pendidikan karakter terpadu dengan manajemen sekolah yaitu sekolah mampu merencanakan pendidikan (programdan kegiatan) yang menanamkan niali-nilai karakter, dan melakukan pengendalian mutu sekolah secara berkarakter. Upayayang dilakukan oleh sekolah dalam pemenuhan standar nasional pendidikan yaitu melalui manajemen sekolah yang dilaksanakandengan merencanakan, melaksanakan, dan mengendalikan program sekolah.

3. Pendidikan Karakter Terpadu dalam Kegiatan Pembinaan Kesiswaan

  Yang dimaksud dengan pendidikan karakter terpadu dalam kegiatan pembinaan sekolah adalah penginternalisasian nilai-nilaikarakter kepada peserta didik melalui kegiatan-kegiatan pendidikan di luar jam pelajaran yang diadakan oleh sekolah. Berbagai kegiatan di luar jam pelajaran tersebut digunakan sebagai salah satu kegiatan yang di dalamnya dieksplisitkan nilai-nilaikarakter yang sesuai dengan masing-masing kegiatan yang diadakan.

C. Hakikat Remaja

1. Pengertian Remaja

  Piaget ( Hartinah, 2011) berpandangan, remaja adalah suatu usia di mana anak tidak merasa di bawah tingkat orang yang lebih tuamelainkan merasa sama atau sejajar. Salzman (Yusuf, 2011) mengemukakan, remaja adalah masa perkembangan sikap tergantung (dependence), minat-minat seksual,perenungan diri, dan perhatian terhadap nilai-nilai estetika dan isu-isu moral.

2. Tugas-tugas Perkembangan Remaja

  Pada fase remajaakan muncul tugas tertentu , yang apabila setiap individu dapat berhasil menuntaskan maka akan timbul kebahagiaan dan kesuksesanuntuk mencapai tahap perkembangan selanjutnya. Mengembangkan konsep dan keterampilan intelektual yang sangat diperlukan untuk melakukan peran sebagai anggota masyarakatg.

D. Hakikat Siswa dan Jenis Kelamin

  20 Tahun 2003 pasal 1 ayat 4, peserta didik diartikan sebagaianggota masyarakat yang berusaha mengembangkan dirinya melalui proses pendidikan pada jalur jenjang dan jenis pendidikan tertentu(Desmita, 2012:39). Karakteristik SiswaSetiap siswa memiliki pola kelakuan dan kemampuan yang berbeda sebagai hasil dari pembawaan maupun interaksi denganlingkungan dan sosialnya sehingga menentukan pola aktivitas dalam meraih cita-citanya.

a. Siswa adalah individu yang memiliki potensi fisik dan psikis yang khas, sehingga merupakan insan yang unik

  Siswa adalah individu yang sedang berkembang yaitu tengah mengalami perubahan-perubahan dalam dirinya secara wajar, baik d. Siswa adalah individu yang memiliki kemampuan untuk mandiri.

3. Karakteristik Siswa SMP

  Dari perbedaan-perbedaan yang terlihat tersebut menjadikan laki-laki dan perempuan memang terlihatmemiliki karakteristik yang khas yang menunjukkan identitas dari dalam dirinya sesuai dengan jenis kelaminnya masing-masing. Perbedaan Karakter Siswa menurut Jenis KelaminPada masa remaja anak tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga mulai aktif mencapai kegiatan dalam rangka menemukan dirinya,serta mencapai pedoman hidup untuk bekal hidupnya di masa yang Karakteristik Laki-laki dan Perempuan menurut Ahmadi & Sholeh (2005 ) No Karakteristik Laki-laki Karakteristik Perempuan 1.

1. Asertif, sombong, dan kuat

3. Sekolah dan guru

  Memiliki kemampuanmembaca dan menulis yang lebihbaik. Persamaan dan perbedaan Kognitif 1.

1. Agresi fisik

  Dari berbagai karakteristik yang telah diungkapakan di atas menunjukkan bahwa perbedaan siswa yang dipengarui oleh jeniskelamin memang benar adanya. Perbedaan-perbedaan karakteristik antara laki-laki dan perempuan tersebut yang mempengaruhiperbedaan perilaku yang dimiliki oleh siswa baik di sekolah maupun di lingkungan sekitarnya.

E. Hakikat Evaluasi Hasil Program Pendidikan Karakter 1. Pengertian Evaluasi dan Tujuan

  Evaluasi merupakan kegiataan untuk mengetahui sejauhmana efektivitas program pendidikan karakter berdasarkan pencapaiantujuan yang telah ditentukan. Evaluasi secara umum bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas program pembinaanpendidikan karakter sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.

d. Mengetahui tingkat keberhasilan implementasi program pembinaan pendidikan karakter di sekolah

2. Ciri-ciri dan Persyaratan Evaluasi Program

Arikunto & Jabar (2014: 8-9) menjelaskan evaluasi evaluatif memiliki ciri-ciri dan persyaratan sebagai berikut:

a. Proses kegiatan penelitian tidak menyimpang dari kaidah-kaidah yang berlaku bagi penelitian pada umumny

  Dalam melaksanakan evaluasi, peneliti harus berpikir secara sistematis, yaitu memandang program yang diteliti sebagai sebuahkesatuan yang terdiri dari beberapa komponen atau unsur yang saling berkaitan satu sama lain dalam menunjang keberhasilankinerja dari objek yang dievaluasi. Agar informasi yang diperoleh dapat menggambarkan kondisi nyata secara rinci untuk mengetahui bagaimana dari program yangbelum terlaksana, maka perlu ada identifikasi komponen yang dilanjutkan dengan identifikasi subkomponen, sampai padaindicator dari program yang dievaluasi.

3. Manfaat Evaluasi Program

  Berdasarkan pengertian di atas, supervisi sekolah yang diartikan Informasi yang diperoleh dari kegiatan evaluasi sangat berguna bagi pengambilan keputusan dari kebijakan lanjutan program, karenadari masukan hasil evaluasi program itulah para pengambil keputusan akan menentukan tindak lanjut dari program yang sedang atau telahdilaksanakan. Evaluasi Program Pendidikan Karakter TerintegrasiPendidikan karakter secara terintegrasi di dalam proses pembelajaran adalah pengenalan nilai-nilai, fasilitasi diperolehnyakesadaran akan pentingnya nilai-nilai, dan penginternalisasian nilai- nilai ke dalam tingkah laku peserta didik sehari-hari melalui prosespembelajaran baik yang berlangsung di dalam maupun di luar kelas pada semua mata pelajaran.

3. Langkah-langkah Membuat Modul

a. Menyusun Pokok Bahasan Menentukan pokok bahasan yang sesuai dengan tujuan pelatihan

  Menentukan Kegiatan Langkah ketiga yaitu menentukan kegiatan yang sesuai dan selarasdengan materi yang telah disusun. Sebaiknya waktu disesuaikan dengan jumlah yang telah ditentukan dalam jadwal, tidak kurang dan tidak lebih.

4. Komponen-komponen Modul

  Pedoman guru b. Lembar kegiatan siswa c.

H. Hasil Penelitian Relevan

  Pada penelitian yang dilakukan oleh Karina, Hastuti, dan Alfiasari menunjukkan bahwa ada perbedaan nyata (p<0,05) pada peran pelakubullying antara remaja perempuan dan laki-laki yaitu lebih dari tigaperlima remaja laki-laki (66%) dan sebagian besar (86%) merupakan seorang bully (pelaku langsung bullying). Selain perbedaan perilaku bullying yang menunjukkan perilaku karakter antara siswa dan siswi, terdapat juga perilaku karakter hormatsantun yang dimiliki siswa dan siswi.

I. Kerangka Pikir

  Upaya ini dilakukansebagai pengembangan potensi peserta didik dalam membentuk manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlakmulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Hipotesis yang diajukan dalam permasalahan ini adalah: Ha: Terdapat perbedaan signifikan hasil pendidikan karakter terintegrasiantara siswa dan siswi di SMP Negeri 6 Surakarta.

BAB II I METODE PENELITIAN Bab ini memuat tentang metode penelitian yang meliputi jenis

  Sifat deskriptifdalam penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran tentang hasil ketercapaian pendidikan karakter terintegrasi di SMP Negeri 6Surakarta, serta mengetahui adakah perbedaan ketercapaian hasil pendidikan karakter tersebut ditinjau dari siswa putra dan putri. Sugiyono (2010) menegaskan,skala Semantic Defferensial digunakan untuk mengukur sikap, hanya saja bentuknya tidak pilihan ganda maupun checklist, tetapi tersusun dalamsatu garis kontinum yang jawabannya “sangat positif” terletak di bagian kanan garis, dan jawaban yang “sangat negatif” terletak di bagian kirigaris, atau sebaliknya.

1. Cara Pemberian Skor Item

  Menghargai keberagaman Menghargai keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup nasional49, 50 JUMLAH 32  Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis naskah pendek sederhana dalam Menunjukkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris sederhana 27 1. Berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif Mencari dan menerapkan informasi dari lingkungan sekitar dan sumber- sumber lain secara logis-kritis dan kreatif Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif 21 22, 23i.

3. Validitas dan Reliabilitas Kuesioner

a. Validitas

  Dengan katalain, validitas dari sebuah penelitian mengungkap keakuratan data yang diperoleh peneliti antara data yang ada di lapangan atausesungguhnya dengan data yang nantinya dilaporkan oleh peneliti dalam penelitiannya. Pemeriksaan keterpenuhan validitas isi didasarkan pada pertimbangan rasionalyang dilakuksan dengan meminta bantuan seseorang yang ahli dalam bidangnya (expert judgment), seorang ahli di sini yaitu Hasil telaah ahli dilengkapi dengan uji empirik untuk memeriksa keterpenuhan kriteria konsistensi internal setiap itemterhadap aspeknya.

b. Reliabilitas

  Ary Donald Jacobs, dan Razavieh (2011) menjelaskan, reliabilitas alat pengukur adalah derajat keajegan alat tersebutdalam mengukur apa saja yang diukurnya. Suatu data dinyatakan reliabel apabila seorang dan atau lebih peneliti dalamobyek yang sama dalam waktu yang berbeda menghasilkan data yang sama, atau sekelompok data bila dipecah menjadi duamenunjukkan data yang sama atau tidak berbeda.

0.41 Cukup

5. Negatif Rendah Sekali

1. Validitas Kuesioner

  Uji Empirik Kuesioner Hasil Pendidikan Karakter di SMP Setelah dilakukan uji coba terhadap instrumen (uji empirik) kepada siswa kelas VII dan VIII di SMP Negeri 6 Surakarta, diperolehhasil perhitungan konsistensi internal butir pada setiap aspek dengan menggunakan rumus Pearson Product Moment dengan jumlah subjek(N) 40. Hasil perhitungan tersebut diperiksa konsistensinya dengan menggunakan program komputer SPSS ditetapkan berdasarkan Pv,yaitu Pv yang > 0,25 dianggap memenuhi; apabila Pv < 0,25 maka item tersebut tidak memenuhi konsistensi internal, maka didrop.

i. Mandiri

  Sadar hak dan kewajiban diri danorang lain 29, 31 30 b. Menghargai karya dan prestasi oranglain 36 d.

5. Nilai kebangsaan

a. Nasionalis

2. Reliabilitas Kuesioner

  Berdasarkan hasil uji coba yang telah dilakukan dan telah dihitungdengan menggunakan bantuan program komputer SPSS 16.0 forWindow , diperoleh perhitungan reliabilitas seluruh instrumen dengan menggunakan rumus koefisien alpha (α), yaitu 0,819. Koefisien Reliabilitas InstrumenSetelah diketahui hasil alpha 0,819 lalu selanjutnya dianalisi dengan mengacu pada tabel kriteria daftar indekskualifikasi reliabilitas menurut Guilford (Masidjo, 1995), maka dapat diambil keputusan bahwa reliabilitas kuesioner termasuktinggi.

E. Prosedur Pengumpulan dan Teknis Analisis Data

1. Persiapan dan pelaksanaan

a. Menyusun kuesioner / skala Hasil Pendidikan Karakter di SMP

  Pengujian empirik terhadap validitas dan reliabilitas kuesioner yang dilakukan kepada siswa kelas VII dan VIII SMP Negeri 6Surakarta. Pengambilan data yang dilakukan kepada para siswa kelas VII dan VIII SMP Negeri 6 Surakarta dengan membagikan kuesionerkepada responden.

g. Melakukan analisis data yang terkumpul

2. Teknik Analisis Data

Sugiyono (2010) mengatakan bahwa analisis data merupakan kegiatan mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenisresponden, mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, serta melakukanperhitungan untuk menjawab rumusan masalah. Langkah-langkah yang ditempuh peneliti untuk menganalisi data adalah sebagai berikut:

a. Memeriksa keabsahan administratif hasil kuesioner jawaban responden untuk diolah lebih lanjut

c. Membuat tabulasi data, menghitung skor total dari masing-masing item kuesioner dan skor rata-rata subjek maupun rata-rata butir

  Memeriksa validitas dan reliabilitas kuesioner (uji coba terpakai) para siswa (N = 40) dengan cara :1) Menghitung validitas koefisien korelasi skor item dengan skor total aspek dengan menggunakan teknik Product Moment dari Pearson dengan menggunakan program komputer SPSS. Alasan peneliti menggunakan kategorisasi PAP tipe I ini dikarenakan peneliti melihat bahwa karakter merupakan suatuhal atau nilai luhur yang hendak dicapai dan dipandang ideal, berisi moral, nilai yang harus dikembangkan, sehingga dalam mengukurtingkat ketercapaian hasil harus memiliki tinggi.

F. Uji Hipotesis Penelitian

  Peneliti melakukan uji independent tes, yaitu ada tidaknya perbedaan hasil pendidikan karakter antara siswa dan siswi di SMPNegeri 6 Surakarta dengan cara: 1) Mentransformasi data siswa berdasarkan jenis kelamin yangsudah diisi ke dalam bentuk data angka. Data Siswa dan Siswi Data Tertulis Data AngkaSiswa 1 3) Teknik uji yang digunakan adalah dengan cara membedakan skor-skor siswa berdasarkan jenis kelamin terhadap skorhasilpendidikan karakter melalui pendekatan analisis uji beda T-tes.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini memuat hasil penelitian dan pembahasan. Penyajian hasil penelitian didasarkan pada rumusan atau pertanyaan-pertanyaan penelitian. A. Hasil Penelitian

1. Hasil Pendidikan Karakter Terintegrasi Siswa di SMP Negeri 6 Surakarta

  Berdasarkan perolehan data penelitian yang dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner pendidikan karakter terintegrasi pada siswaSMP, dilakukan analisis data dengan teknik deskriptif kategoris dan persentase yang disajikan dalam tabel 9. Hanya terdapat 2 siswa (2%), yang memiliki tingkat hasil pendidikan karakter sangat tinggi.

2. Perbedaan Hasil Pendidikan Karakter Terintegrasi antara Siswa dan Siswi di SMP Negeri 6 Surakarta Tahun Ajaran 2013/2014

3. Mengidentifikasi Item-item Pernyataan dan Nilai-nilai Karakter yang Terindikasi Belum Optimal dalam Pendidikan Karakter Terintegrasi pada Siswa dan Siswi di SMP Negeri 6 Surakarta dan

  Analisis data hasil pendidikan karakter terintegrasi pada siswa dan siswi di SMP Negeri 6 Surakarta menunjukkan bahwa adaperbedaan hasil pendidikan karakter antara siswa dan siswi. Adanya perbedaan hasil pendidikan karakter antara siswa dan siswi tersebutdapat dilihat berdasarkan hasil uji beda dengan nilai t hitung = -3.887 dan p = 0.000 (p<0.05) berarti terdapat perbedaan yang signifikanantara rata-rata hasil pendidikan karakter pada kelompok siswa dan kelompok siswi.

e. Terdapat 2 item pada kelompok siswa yang memiliki kategori skor sangat buruk

  Sama dengan kelompok siswa data item yang Oleh karena itu, 5 nilai karakter yang tergolong belum optimal tersebut juga menjadi bahan acuan kaitannya dalam pembuatan modulbimbingan yang dapat digunakan sebagai pedoman program mengajar pendidikan karakter terintegrasi di sekolah tersebut. Item-item dengan skor yang berada dalam kategori belum optimal yaitu < 5,9 menunjukkan bahwa perlu adanya perbaikan nilai-nilaikarakter dalam proses pelaksanaan pendidikan karakter yang ada dengan cara pembuatan silabus dan modul bimbingan.

B. Pembahasan Hasil Penelitian

  Uraian di atas adalah uraian hasil pendidikan karakter di SMP Negeri 6 Surakarta dan beberapa faktor yang kemungkinanmempengaruhi keberhasilan pendidikan karakter terintegrasi secara Selain hasil pendidikan karakter secara umum, di SMP Negeri 6 Surakarta juga terdapat perbedaan hasil pendidikan karakterterintegrasi antara siswa dan siswi pada Tahun Ajaran 2013/2014. Perbedaan hasil pendidikan karakter terintegrasi antara siswa dan siswi di SMP Negeri 6 Surakarta yang menunjukkan bahwa adanyaperbedaan perilaku karakter yang dipahami dan ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari oleh masing-masing individu khususnyaindividu yang dipengaruhi oleh faktor jenis kelamin baik di dalam lingkungan sekolah, lingkungan rumah, maupun lingkungan sosialnya.

BAB V PENUTUP Pada bab ini disajikan kesimpulan, keterbatasan penelitian, dan saran-

A. Kesimpulan

  Kesimpulan yang disajikan dalam bagian ini berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan. Saran yang diberikandalam penelitian ini didasarkan pada hasil penelitian yang ditujukan kepada pihak yang terkait dan usulan untuk peneliti lain.

1. Hasil pendidikan karakter terintegrasi di SMP Negeri 6 Surakarta Tahun Ajaran 2013/2014 tergolong dalam kategori cukup

  Terdapat perbedaan capaian skor hasil pendidikan karakter pada kelompok siswa dan kelompok siswi. Dari perbedaan mean, kelompoksiswi mencapai hasil pendidikan karakter yang lebih tinggi dibanding kelompok siswa.

B. Keterbatasan

  Peneliti menyadari bahwa kuesioner hasil pendidikan karakter yang telah disusun masih ada beberapa item yang gugur sehingga perludiuji kembangkan lebih lanjut. Ada kemungkinan subjek penelitian dalam mengisi kuesioner tidak sesuai dengan keadaan dirinya sendiri dan hanya menjawab sesuaidengan norma baik yang biasa dilakukan oleh banyak orang semata.

3. Peneliti hanya melakukan penelitian sekali saja di SMP tersebut sehingga merasa kurang memiliki data lain selain kuesioner

C. Saran

  Kepala Sekolah SMP Negeri 6 Surakarta Berdasarkan hasil penelitian yang mengungkapkan bahwa hasilpendidikan karakter di SMP Negeri 6 Surakarta tergolong dalam kategori cukup, maka pihak sekolah diharapkan lebih memberikanprogram-program kegiatan yang lebih diminati siswa dalam menanamkan nilai-nilai karakter yang diharapkan. Guru Mata Pelajaran SMP Negeri 6 Surakarta Guru mata pelajaran alangkah baiknya jika memberikan kegiatanyang menarik dari setiap pelajaran yang diampunya dan memasukkan setiap nilai karakter ke dalam kegiatan yang dirancangnya, sehinggadengan kegiatan yang menarik siswa akan lebih mengikuti dan menyerap apa yang telah diperoleh dari sebuah kegiatan yangdiikutinya tersebut.

3. Peneliti Lain

  Peneliti lain alangkah baiknya memperkaya teori mengenai evaluasi hasil pendidikan karakter yang ada. Peneliti lain alangkah baiknya melakukan uji coba instrumen kuesioner terlebih dahulu sebelum melakukan penelitian.

d. Peneliti lain bisa melakukan penelitian tidak hanya sekali agar hasil yang didapat lebih maksimal

DAFTAR PUSTAKA

  Masukan-masukan yang kamu berikan secara jujur, obyektif, dan apa adanya akan sangat berguna bagi kami untuk membantu merancang model pendidikan karakteryang lebih sesuai dengan keadaan dan harapan adik-adik remaja seusiamu. Yang harus kamuperhatikan adalah bunyi pernyataan/pertanyaan yang tertulis di atas setiap garis skala dan jawablah sesuai dengan pilihan jawaban pada ujung kanan dan kiri di setiap garis skalatersebut.

2. Apakah penting bagi saya untuk menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan saya?

  Walaupun jam beribadah dari orang yang tidak seagama dengan saya belum dimulai, saya bisa mengobrol dan berbicara di sekitar tempat ibadah tersebut. Saya malas kenal dan berteman dengan teman yang tidak se”tipe” (misalnya dalam hal sifat, status sosial, jenis kelamin, agama) dengan saya.

VALIDITAS ITEM

  (2-tailed) 0.01 N 40 Pearson Correlation 0.247 GUGUR Item 5 Sig. (2-tailed) 0.118N 40 40 Pearson Correlation 0.312 VALID Item 25 Sig.

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure

  Mengkritisi hikmah yang dapat diambil dari pengalaman- pengalaman tokoh yang diceritakan dalam bahan-bahan layanan. Secara mandiri menemukan cara-cara yang kreatif dan inovatif dalam mengambil keputusan- keputusan penting dalam hidupnya.

10 Materi

  memecahkan masalah sehari-hari di sekolah. 18 Rencana Tindak Kelompok-kelompok dalam kelas diberi penugasan untukLanjut merencanakan suatu proyek yang memberi kesempatan menerapkan berpikir kritis dan logis, misalnya kunjungan wisata, campingbimbingan, live in, weekend dan program-program BK atau program- program sekolah yang terencana.

b. Suwardi. (2010). Bimbingan dan Konseling 3 (Untuk SMA/MA . Jakarta: Yudhistira

Kelas XII) c. http://cerita-motivasi.com/kreatif-atau-inovatif.html

c. Mengungkapkan tujuan layanan d

  Tujuan: Agar siswa dapat berpikirkreatif dan inovatif dalam pembuatan menara denganalat/bahan yang minim dan dalam waktu pengerjaan yang singkat. Refleksi Pembimbing mengajak siswa Siswa merefleksikan dan 5 menit merefleksikan dan mengambil mengambil makna dari cerita Kisah Si Pengemudi ak a dari erita Kisah SiPengemudi 10 Lembar Pembimbing mengajak siswa untuk Siswa mengisi lembar 5 menitkerja Uji Kerja Siswae gisi le ar kerja Uji Daya Daya Kreati itas u Kreati itas u 11.

ICE BREAKING

KE PENGENG ERET-ERET

  Saya menyampaikan apa yang kamu telah tulisdengan cara yang berbeda.’ Apa yang ia telah tulis adalah: ‘Hari ini adalah hari yang indah dan saya tidak bisa melihatnya. Misalkan ada pertanyaan: “Bagaimana jadinya kalau orang mempunyai 2 ibu jari pada kedua telapak tangannya, yang satu berada di tempat seperti sekarang dan yang lain adadi sebelah jari kelingking?”Kira-kira apa yang dapat orang lakukan dengan tangannya yang seperti itu?

PERNYATAAN HASIL BELAJAR

  Setelah saya mengikuti kegiatan bimbingan kelas dan mengisipernyataan diri, saya menjadi tahu dan sadar bahwa, ….. Mengkritisi hikmah yang dapat diambil dari pengalaman- pengalaman tokoh yang diceritakan dalam bahan-bahanlayanan.

10. Materi g. Pengertian kerja keras

h. Karakter orang yang memiliki sikap kerja keras

i. Cara-cara mengembangkan sikap kerja keras j. Manfaat yang diperoleh jika memiliki sikap kerja keras

  Tanya jawab, sharing, dan diskusi antar siswa, story telling. Tempat Ruang Kelas/aula (tempat-tempat yang kondusif untuk layanan) 14.

19. Rencana Tindak

18 Sumber Pustaka

  Percikan dan Memberikan arahan dan Membaca dan mengamati5„kisah inspiratif mempersilahakan siswa secara mendalam isi dan makna membaca percikan dan kisah dari percikan serta kisahinspiratif. 5‟Kesim - Memberikan penegasan - Mendengarkan, - pulan mengenai materi dan memperhatikan,/Pene memberikan dukungan mengerti, dan guhan serta meyakinkan siswa memahami akanSalam bahwa untuk meraih bahwa tujuan dengan 1.

2. Tujuan a. Siswa dapat mengetahui, memahami, dan mengembangkan sikap kerjakeras dalam diri

  Siswa dapat fokus akan suatu hal yang ia kerjakan. Siswa dapat belajar untuk mencapai sebuah target dalam setiap kegiatan yang ia lakukan.

3. Bahan

  4 benang kasur masing-masing panjangnya 1m (@kelompok) b. 1 buah bola buah/bola mainan(@kelompok) 4.

5. Skenario pelaksanaan dinamika kelompok a. Guru membagikan siswa menjadi kelompok kecil, masing-masing kelompok berisi (8 siswa)

b. Guru memberikan penjelasan akan aturan permainan

  Aturan permainan: 1) Setiap kelompok diberikan satu paket bahan seperti pada no.3 (Bahan)2) Setiap kelompok diharapkan dapat memindahkan 1 buah bola, dari garismulai hingga garis finish, yang berjarak kurang lebih 5-8 m (jarak dapat disesuaikan dengan tempat) dengan hanya menggunakan benang kasur yang telah disediakan. Contoh gambaran rangkaian benang dan bola:Siswa (S) Siswa (S) Siswa (S) Siswa (S) Siswa (S)Siswa (S) Benang kabola Beberapa waktu yang lalu saya membaca buku “MIMPI SEJUTA DOLAR” karya Alberthiene Endah yang membahas tentang kehidupan dan semangat seorang Merry Riana.

HANDOUT MATERI

Ayo kerja keras !!“KERJA KERAS “ Memiliki arti:  Berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Sikap melakukan suatu kegiatan secara sungguh-sungguh tanpa mengenal lelah atau berhenti sebelum target kerja tercapai. Karakter orang yang memiliki sikap kerja keras: Memiliki semangat yang tinggi Memiliki keterampilan Memiliki sikap untuk bersaing Menunjukkan hasil yang baik Cara-cara menumbuhkan sikap kerja keras: Memiliki sikap pantang menyerah Membuat target dalam hidup Bertekun dalam usaha Bersyukur Manfaat yang diperoleh jika memiliki sikap kerja keras: Kita dapat bekerja dengan penuh keyakinan. Kita akan memperoleh hasil yang memuaskan. Pekerjaan dapat dipertanggungjawabkan secara profesional. Meraih keberhasilan.

Dokumen baru

Download (171 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

Peranan pendidikan agama Islam dalam pembinaan akhlak siswa SMP Negeri 2 Ciputat
0
9
84
Implementasi pendidikan karakter dalam pendidikan islam
0
6
113
Minat belajar pendidikan agama islam pada siswa kelas VIII SMP al-Mubarak Pondok Aren-Tangerang Selatan
0
18
71
Pengaruh kedisplinan guru terhadap prestasi belajar siswa pada pendidikan agama islam di SMP PGRI I Ciputat
3
15
103
Kontribusi efektivitas penggunaan buku paket terhadap hasil belajar pendidikan ekonomi siswa SMP Moh.Husni Thamrin Gintung Ciputat
0
24
80
Pemahaman pendidikan agama Islam dan Pengaruhnya dalam ketaatan menjalankan ajaran agama Islam siswa di SMP Negeri 5 Tangerang
2
7
74
Penagruh pemebelajaran partisipatif terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan Agama Islam di SMP N 135 Jkarta Timur
0
3
64
Pengaruh media animasi terhadap hasil belajar siswa pada konsep asam-basa terintegrasi nilai
0
6
177
Implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di SMP PGRI 1 Ciputat
0
7
148
Pengaruh model pendidikan montessori terhadap hasil belajar matematika siswa
0
4
155
Pengaruh pembelajaran puisi terhadap karakter siswa Kelas VII di SMP Islam Anugerah Hidayat Putra (AYATRA) Sukatani Rajeg, Tangerang Tahun Ajaran 2013/2014
0
4
84
Strategi komunikasi guru SMA Negeri 6 Pandeglang dalam program pendidikan budaya dan karakter bangsa
1
20
113
Efektivitas manajemen pendidikan karakter dalam upaya meningkatkan prestasi akademik siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Yogyakarta tahun ajaran 2014/2015
0
0
9
Pelaksanaan pendidikan karakter melalui pendidikan agama Islam dan implementasinya pada perilaku siswa kelas VIII R2 di SMPN 3 Mentaya Hilir Utara - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
0
9
Pelaksanaan pendidikan karakter melalui pendidikan agama Islam dan implementasinya pada perilaku siswa kelas VIII R2 di SMPN 3 Mentaya Hilir Utara - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
0
37
Show more