Self awareness dan implikasinya pada usulan topik program pengembangan diri (Studi Deskriptif pada mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2014 Universitas Sanata Dharma Yogyakart

Gratis

1
1
85
2 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur penulis haturkan kepada Tuhan Yesus Kristus atas berkat dan anugerahNya yang luar biasa, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugasakhir yang berjudul “SELF AWARENESS DAN IMPLIKASINYA PADAUSULAN TOPIK PROGRAM PENGEMBANGAN DIRI (Studi Deskriptif pada Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Angkatan 2014Universitas Sanata Dharma Yogyakarta) ” ini dengan baik. Bapak dan Ibu Dosen di Program Studi Bimbingan dan Konseling Univeristas Sanata Dharma Yogyakarta yang telah membagikan sertamembekali berbagai ilmu pengetahuan yang sangat berguna bagi penulis.

12. Para sahabatku Kristyana Sentosa, Friska Ruru, dan Regina Rapa yang selalu ada dan selalu memberi semangat serta dukungan hingga saat ini

  Keluarga HONAI ( Kaka Ibu Audra Logho, Kaka Achy Daryone Hattu, Mas Priyo, Santa Veronika Logho “sahabat kecil sampai bersar”, GraceYogi, dan Adelina Rumbino) terimakasih untuk cinta, kasih sayang, kebersamaan, dukungan, yang selalu menjadi tempat untuk sharing sertaberkeluh-kesah dan kekompakannya selama ini. Terimakasih untukkebersamaan dalam latihan maupun pertandingan-pertandingan yang kita sudah lewati bersama selama 3 tahun.

15. Semua pihak yang telah mendukung dan membantu dalam proses pembuatan hingga penyelesaian tugas akhir ini

  9 Tabel Norma Kategorisasi item Self Awareness Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Angkatan 2014 Universitas Sanata DharmaYogyakarta .............................................. 1 Kategorisasi Self Awareness Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Angkatan 2014 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta ............................................................................

BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini dipaparkan latar belakang masalah, identifikasi masalah

A. Latar Belakang Masalah

  Sebagai calon konselor yang handal, mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2014 Universitas Sanata Dharma diharapkan bisamenjalankan fungsi layanan Bimbingan dan Konseling dalam satuan pendidikan bagi konseli seperti penyesuaian diri dengan lingkungan; mampumengembangkan diri di bidang minat dan bakat; dan pengembangan potensi yang optimal. Mahasiswa yang sudah memiliki self awareness dalam dirinya akan melakukan hal-hal sebgai berikut; mahasiswa aktif dalam berkonsultasi dengan dosen pembimbing saat menjalankan program magang baik magang 1, magang 2, dan maupun magang 3 kedepannya agar hambatan-hambatan yang dialamimahasiswa di tempat magang dapat terbantu dan dosen bisa mengetahui kegiatan apa yang dilakukan oleh mahasiswa saat magang.

B. Identifikasi Masalah

Berangkat dari latar belakang masalah di atas, terkait dengan SelfAwareness Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Angkatan 2014Universitas Sanata Dharma dapat diidentifikasikan berbagai masalah sebagai berikut:

1. Ada indikasi kurangnya kesadaran mengenai pentingnya Self

  Pembatasan MasalahPada penelitian ini, fokus diarahkan untuk menjawab masalah-masalah yang teridentifikasi di atas, khususnya mengenai kurangnya kesadaran Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Angkatan 2014 Universitas Sanata Dharma akan pentingnya Self awareness. Mengidentifikasi capaian skor item yang belum optimal agar bisa mengusulkan topik-topik program yang sesuai untukmengembangkan Self Awareness Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Angkatan 2014 Universitas SanataDharma.

1. Manfaat Teoritis

1. Manfaat Praktis

  Penelitian ini diharapkan mempu memberikan sumbangan terhadap pengembangan kajian teori ke-Ilmuan Bimbingan dan Konseling,khususnya tentang kesadaran diri (self awareness) mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2014 Universitas SanataDharma dalam mempersiapkan diri untuk menjadi seorang konselor yang profesional . Bagi prodi BK Hasil penelitian ini dapat menjadi sumbangan berupa informasimengenai self awareness mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2014 Universitas Sanata Dharma, yang kiranyadapat memberikan inspirasi mengenai kegiatan yang perlu dilakukan oleh prodi Bimbingan dan Konseling untuk meningkatkan selfawareness mahasiswa.

G. Batasan Istilah

  Seseorang jika sudah memiliki kesadaran diri maka dapat mengendalikan dirinya terkait dengan tujuan hidup yang dimilikinya,bagaimana mengatur emosi, dan pengaruh emosi terhadap kognitifnya. Program pengembangan diri merupakan kegiatan yang di usulkan untuk membantu mahasiswa program studi Bimbingan dan Konselingangkatan 2014 mengembangkan self awareness yang sudah ada pada pribadi masing-masing mahasiswa.

BAB II KAJIAN PUSTAKA Pada bab ini dipaparkan pengertian self awareness, ciri-ciri self awareness

A. Hakikat Self Awareness

aspek-aspek self awareness, fungsi-fungsi self awareness, upaya mengembangkanself awarenes, karakteristik mahasiswa, tugas perkembangan, dan self awareness mahasiswa.

1. Pengertian Self Awareness

  Solso (2008) mengemukakan bahwa kesadaran diri (self awareness) dari proses fisik dan proses psikologis yang mempunyai hubungan timbal balik dengankehidupan mental yang terkait dengan tujuan hidup, emosi, dan proses kognitif yang mengikutinya. Orang yang sudah memiliki kesadaran diri yang baik, dalam setiapperilakunya akan lebih terarah pada hal positif, selalu mengetahui segala konsekuensi yang akan ia dapatkan jika mengambil suatu keputusan atau tindakandalam kehidupan sehari-hari.

2. Ciri-ciri orang yang memiliki Self awareness

  Orang dengan kecakapan ini akan :1) Sadar tentang kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahannya.2) Menyempatkan diri untuk merenung, belajar dari pengalaman, terbuka bagi umpan balik yang tulus, perspektif baru, mau terusbelajar dan mengembangkan diri.3) Mampu menunjukkan rasa humor dan bersedia memandang diri sendiri dengan perspektif yang luas. Pada ciri-ciri lebih menekankan bahwa orang yang memiliki selfawareness dapat mengenali emosi yang ia rasakan maupun emosi orang lain serta mengetahui kemampuan dan keterbatasan yang ia miliki.

3. Aspek-aspek Self awareness

  Arsitektur (architecture) Aspek definitif dalam kesadaran dimana kesadaran bukanlah sebuahproses tunggal yang dilakukan oleh sebuah neuron tunggal, melainkan dipertahankan melalui sejumlah proses-proses neorologis yangdiasosiasikan dengan interprestasi terhadap fenomena sensorik, sematik, kognitif, dan emosional, yang ada secara fisik maupun secara imajinatif. Apa yang sudah individu lihat, baca, maupun dengar akan selalumuncul secara spontan saat ia berhadapan dengan situasi yang berhubungan dengan hal-hal yang sudah diketahuinnya sebelumnya.

3) Aktivasi pengetahuan (activation of knowledge) Seorang individu menyadari tindakan-tindakan orang lain

  1) Kebaruan (novelty) Kecenderungan kesadaran untuk mengambil suatu keputusanyang kreatif dan inovatif, dalam menghadapi kejadian-kejadian dalam hidup tanpa mengurangi pengetahuannya yang sudah ada. 2) Kemunculan (emergency) Kesadaran berkaitan dengan pemikiran-pemikiran pribadi daninternal, proses mengelola informasi yang terdapat dalam diri sendiri dan mampu merefleksikan informasi yang di tangkap.

4. Fungsi-fungsi Self awareness

  Pengorganisasian dan fleksibilitas (organization and flexibility), yakni fungsi yang memungkinkan kita mengendalikan fungsi-fungsi otomatisdalam situasi-situasi yang telah dapat diprediksikan, namun sekaligus memungkinkan kita memasuki sumber-sumber daya pengetahuan yangterspesialisasi dalam situasi-situasi tidak terduga. Fungsi-fungsi di atas dapat membantu individu untuk menyadari apa yang ia miliki dan dapat menjadi tumpuan untuk mengembangkan dan melaksanakandalam kehidupan sehari-hari.

B. Karakteristik Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Angkatan 2014

1. Pengertian Karakteristik Mahasiswa

  Berdasarkan pengertian-pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa, karakteristik mahasiswa adalah sesuatu hal yang dimiliki oleh seseorang yangsedang menimba ilmu di perguruan tinggi yang hanya dimiliki oleh dirinya sendiri dan bersifat unik yang membuat seseorang ini berbeda dengan yang lainnya. Sehingga, karakter mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling adalah mahasiswa yang memiliki karakteristik cerdas dan humanis, serta sedangmempersiapkan diri agar siap menjadi seorang konselor yang profesional.

2. Tugas Perkembangan Mahasiswa

  Hurlock (1999) menjelaskan masa dewasa awal adalah masa pencarian kemantapan dan masa reproduktif yaitu suatu masa yang penuh dengan masalahdan ketegangan emosional, periode isolasi sosial, periode komitmen dan masa ketergantungan, perubahan nilai-nilai, kreativitas, dan penyesuaian diri pada polahidup yang baru. Masa dewasa dikatakan sebagai masa sulit bagi individu karena pada masa ini seseorang dituntut untuk melepaskan ketergantungannya terhadap orang tuadan berusaha untuk dapat mandiri, juga diharapkan untuk siap terhadap karier yang nanti ditekuni.

3. Self Awareness Mahasiswa

  Fenomena yang terjadi padamahasiswa Bimbingan dan Konseling angkatan 2014 adalah masih kurang memiliki self awareness hal ini ditandakan dengan kurang adanya kesadaran dirimahasiswa untuk mengumpulkan tugas pada tepat waktu, berkonsultasi pada dosen pembimbing magang, masih berperikalu yang tidak mencerminkan sikapseorang calon konselor, dan lain sebagainnya. Pada fenomena yang terjadi di kalangan mahasiswa Bimbingan dan Konseling angkatan 2014, terdapat beberapa mahasiswa yang mencoba untukmengembangkan kesadaran diri mereka walaupun dengan hal kecil seperti mengumpulkan tugas tepat waktu, dan belajar mata kuliah yang ada.

BAB II I METODE PENELITIAN Bab ini berisi uraian tentang jenis atau desain penelitian, tempat dan waktu

A. Jenis atau Desain Penelitian

  Sugiyono (2013) mengatakan bahwa, metode penelitian dilakukan berlandaskan padafilsafat positivisme, yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis databersifat kuantitatif atau statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Penelitian deskriptif dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui self awareness mahasiswa program studiBimbingan dan Konseling angkatan 2014 Universitas Sanata Dharma.

62 Orang

D. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data

1. Teknik Pengumpulan Data

  Pada penelitian ini angket program studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2014 Universitas Sanata Dharma. Pernyataan favourable merupakan konsep keperilakuan yang sesuai atau mendukung variabel yang diukur dan unfavourable yaitu konsep keperilakuanyang tidak sesuai atau tidak mendukung variabel yang diukur.

2. Instrumen Pengumpulan Data

  2 Norma Skoring Inventori self awarenessAlternatif Jawaban Skor Favourable Skor Unfavourable (+) (-) Sangat Sesuai 4 1 Sesuai 3 2 Tidak Sesuai 2 3 Sangat Tidak Sesuai 1 4 Responden diminta untuk merespon pernyataan-pernyataan yang terdapat pada kuesioner Self awareness dengan memilih salah satu alternatif jawaban yangtelah disediakan dengan cara memberi tanda centang ( √). Skoring dilakukandengan cara menjumlahkan jawaban responden pada masing-masing item, dengan demikian dapat diketahui tingkat penyesuaian diri pada subjek penelitian ini.semakin tinggi jumlah skor yang diperoleh, maka semakin tinggi pula tingkat selfawareness, sebaliknya semakin rendah jumlah skor yang diperoleh, maka semakin rendah pula tingkat sanse of awarenes.

3. Validitas dan Reabilitas Instrumen

Sugiyono (2013) menegaskan bahwa, instrumen yang tidak diuji validitas dan reliabilitasnya bila digunakan untuk penelitian akan menghasilkan data yangsulit dipercaya kebenarannya.

a. Validitas

  Rumus korelasi Pearson product moment adalah sebagaiberikut: ∑ ∑ ∑∑ √[∑ ][∑ ∑ ]Keterangan rumus : x dan y : skor masing-masing skalan : banyaknya subjek Masrum dalam (Sugiyono, 2013) mengungkapkan bahwakeputusan ditetapkan dengan nilai koefisien validitas yang minimal sama dengan 0,30. Pada Tabel 3.4 akan ditunjukan hasil rekapitulasi uji validitas item, item yang valid akan dibedakan dengan item tidak valid dengan menggunakan simbol (*) pada item yang tidak valid.

5. Emotive (emotif)

a. Kesadaran individu pada bentuk perasaan 53*,17* 7*,27 atau emosi yang ia rasakan

  37*,4 47*,14* b. Kesadaran akan emosi yang muncul dalam diri saat berinteraksi dengan dunia luar.

b. Reliabilitas

  Adapun rumus koefisien reliabilitasAlpha Cronbach (α) adalah sebagai berikut:[ ] Keterangan rumus: 2 2 S 1 dan S 2 : varian skor belahan 1 dan varian skorbelahan 2 2 S : varian skor skala xSetelah dihitung dengan menggunakan bantuan program SPSS 16.0.setelah itu hasil perhitungan indeks reliabilitas dikonsultasikan dengan kriteria Guilford. 6 Reliabilitas ItemReliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items.738 41 Hasil perhitungan di atas, peneliti sesuaikan dengan kriteria Guilford dalam ketogorisasi reliabilitas yang telah dibahas sebelumnya.

c. Teknik Analisis Data

  Kegiatan dalam analisisdata adalah mengelompokan data berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan datasetiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah, dan melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Skor maksimum teoritik : 4 x 41 = 164 Skor minimum teoritik : 1 x 41 = 41Luas jarak : 164- 41 = 123 Standar deviasi (( σ/sd) : = 20,5μ (mean teoritik) : = 102,5 Hasil perhitungan analisis data skor kuesioner penilaian diri subjek disajikan dalam norma kategorisasi tingkat self awareness mahasiswa programstudi Bimbingan dan Konseling angkatan 2014 Universitas Sanata Dharma sebagai berikut pada tabel 3.8 Tabel 3.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini berisikan uraian mengenai hasil penelitian mengenai self

A. Hasil Penelitian

awareness mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2014Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, serta pembahasan hasil analisis penelitian. Hasil penelitian akan menjawab rumusan masalah penelitian, yaitu:

1. Tingkat Self Awareness mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2014 Universitas Sanata Dharma

  1 Kategorisasi Self Awareness Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Angkatan 2014 Universitas Sanata DharmaYogyakarta Self awareness mahasiswa program studi Bimbingan dan Konselingangkatan 2014 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta pada tabel 4.1 dan grafik 4.1 menunjukkan bahwa :a. Tidak ada (0%) mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2014 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang memiliki selfawareness pada kategori rendah maupun sangat rendah.

2. Hasil skor tiap item self awareness mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2014 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

  Data yang telah terkumpul dan diolah dengan menggunakan kriteria Azwar (2014) akan menjadi skor item yang nantinya akan masuk dalam kategorisangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah. 2 Kategorisasi Skor Item Self Awareness Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Angkatan 2014 Universitas Sanata DharmaYogyakarta Skor item Self awareness mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2014 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta pada tabel 4.2 b.

B. Pembahasan Hasil penelitian

1. Deskripsi tingkat Self Awareness Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Angkatan 2014 Universitas Sanata Dharma

  Tingginya tingkat self awareness dari mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2014 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dapatdiinterpretasikan bahwa mahasiswa memiliki self awareness yang tergolong baik bagi persiapannya untuk menjadi seorang konselor yang profesional. Jadi, dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2014 sudah mengetahui bagaimana caranyauntuk mengendalikan dirinya terkait dengan tujuan hidup yang dimilikinya serta bagaimana mengelola kelemahan serta kelebihan yang dimilikinya.

2. Topik-topik usulan program pengembangan diri yang sesuai untuk meningkatkan Self Awareness Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Angkatan 2014 Universitas Sanata Dharma

  Berdasarkan hasil penelitian butir item self awareness mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2014 Universitas Sanata Dharma rata-rata skor item self awareness tergolong sangat tinggi yaitu sebesar 95,12%. Berdasarkan penjelasan sebelumnya maka dapat dilihat bahwa item yang termasuk dalam item yang tergolong rendah diantaranya adalah: Pertama, itemyang berbunyi ”saat saya sakit, saya beristirahat di rumah dan tidak ke rumah sakit walaupun membutuhkan bantuan medis”.

3. Usulan Topik Program Mengenai Pengembangan Self Awareness Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Angkatan 2014 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

  Usulan program pengembangan diri ini dimaksudkan agar para mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2014 Universitas SanataDharma menyadari bahwa perlunya mengembangkan self awareness yang sudah ada pada diri mereka, sehingga mahasiswa lebih mampu menghadapi kesulitan-kesulitan serta dapat mencapai semua tingkat dalam kehidupan. Program pengembangan diri ini akan dilakukan satu kali dalam satu semester, di mana pada agenda kegiatan para mahasiswa diajak untuk sharingmengenai kesulitan yang dialaminya dalam kegiatan perkuliahan, magang, serta bagaimana relasi dengan lingkungan sosial (keluarga, kos, dan teman bermain),bagaimana hubungan dengan dosen pembimbing akademik dan teman-teman sekelas.

BAB V KESIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN Pada bab ini berisikan kesimpulan hasil penelitian dan saran-saran yang

A. Simpulan

dapat digunakan untuk mengembangkan self awareness mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2014 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dijelaskan pada bab terdahulu, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa:

1. Self awareness mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2014 Universitas Sanata Dharma tergolong tinggi

  Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terdapat indikator- indikator item yang tergolong rendah meliputi: Proses kesadaran diriindividu yang berpusat pada pengetahuan yang ada dalam dirinya maupun diluar dirinya; kesadaran terhadap perenungan pikiran-pikiran pribadi,memori-memori, dan cita-cita; dan Kesadaran untuk mendeskripsikan emosi-emosi secara subjektif kepada orang lain. Dari ketiga indikatortersebut yang tergolong rendah, harus segera diberikan program pengembangan self awarenes yang mendalam.

B. Saran

  Bagi Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Angkatan 2014 Universitas Sanata Dharma YogyakartaMahasiswa sebaiknya mengasah pengetahuannya mengenai diri sendiri agar dapat menjadi pribadi yang bertumbuh dan berkembangsecara optimal sebagai calon konselor yang profesional. Bagi DPADari hasil penelitian ini, DPA diharapkan mampu membantu megembangan self awareness mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2014 memalui usulan topik program pengembangan diri mahasiswa yang sudah dibuat pada bab sebelumnya.

4. Bagi peneliti lain

  Penelitian ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode penelitian lain supaya dapat mengukur self awareness secara berbeda. Serta sebaiknya peneliti memilih waktu yang tepat untuk mengambil data karena sangat berpengaruh terhadap hasil yang didapatkan.

C. Keterbatasan

DAFTAR PUSTAKA

  Penelitian ini memiliki keterbatasan mengenai waktu yang tepat untuk mengambil data, karena pada saat mengambil data subjek sedang mengikutikegiatan sehingga hasil yang didapatkan kurang maksimal. Peraturan Mentri Pendidikan dan KebudayaanRepublik Indonesia Nomor 111, Tahun 2014, tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Menengah.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Hubungan Antara Persepsi Siswa Terhadap Karakteristik Guru Bimbingan dan Konseling dengan Self Disclosure pada Siswa SMP Negeri 31 Medan
2
60
83
PERSEPSI MAHASISWA TENTANG PEREMPUAN PEROKOK DALAM FILM BUTTERFLY (Studi pada mahasiswa Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malangsemester V angkatan tahun 2007)
0
7
2
PENERIMAAN MAHASISWA TERKAIT PROMOSI MELALUI SMS BROADCAST (Studi Resepsi pada Mahasiswa Program Studi Komunikasi angkatan 2014 UMM Malang)
0
8
27
Implementasi Bimbingan dan Konseling melalui pendekatan Islam (Studi pada Mts. Muhammadiyah Tlogomas Malang)
0
2
33
pengaruh persepsi dan sikap mahasiswa terhadap tingkatnadopsi E-book sebagai sumber informasi (study pada mahasiswa S1 FISIP Universitas Lampung angkatan 2010-2011)
4
14
86
PERILAKU HIDUP SEHAT (Studi pada mahasiswa FISIP Universitas Lampung angkatan 2011)
4
17
71
Pemanfaatan Tekonologi Informasi (TI) Dalam Layanan Bimbingan Dan Konseling Sebagai Representasi Berkembangnya Budaya Profesional Konselor Dalam Melayani Siswa Sumarwiyah Edris Zamroni Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Muria Kudus sumarwiy
0
0
14
Konsep Diri Remaja pada Masa Pubertas dan Implikasinya terhadap Layanan Bimbingan dan Konseling
0
0
7
Perilaku Bolos Siswa dan Implikasinya Terhadap Layanan Bimbingan dan Konseling (Studi Deskriptif Terhadap Siswa SMP N 1 Pasaman)
0
0
5
Tingkat Empati Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Kanjuruhan Malang
0
0
5
Pengertian Bimbingan dan Konseling
0
0
16
2. Mengapa Program Bimbingan dan Konseling dilakukan di sekolah ? Jawaban: 3. Apakah saja yang diperlukan dalam pelaksanaan program Bimbingan dan Konseling ? - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Evaluasi Program Bimbingan Dan Ko
0
0
48
Susilo Rahardjo Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Muria Kudus susilo.rahardjoumk.ac.id ABSTRACT - MENDESAIN PROFIL GURU BERKARAKTER CERDAS
0
0
11
Bimbingan dan Konseling Islam
0
0
17
Bimbingan dan Konseling Sekolah
1
3
8
Show more