Kesiapan siswa SMA kelas XI IPA di Kabupaten Sleman terhadap pemanfaatan internet sebagai sumber belajar fisika.

Gratis

0
3
160
2 years ago
Preview
Full text

HALAMAN PERSEMBAHAN

  Hasil observasi dan wawancara menunjukkan kesipan siswa SMA kelas XI IPA di tujuh sekolah yang ada di kabupaten Sleman yang berada dalam kategori siap sebesar 0%, kategori kurang siap sebanyak 303 siswa (94,10%), kategori tidaksiap sebanyak 19 siswa (5,90%). Berdasarkan aspek-aspek kesiapan, siswa SMA kelas XI IPA di tujuh sekolah di kabupaten Sleman berada dalam kategori siapdalam aspek pandangan terhadap manfaat internet (67,09%), dan berada dalam kategori kurang siap pada aspek ketersediaan sarana dan prasarana pribadi untukmengakses internet (64,80%), aspek kebiasaan menggunakan internet (64,47%), aspek kemamppuan diri menggunakan internet (65,55%).

KATA PENGANTAR

  Guru Fisika SMA N 1 Minggir, SMA N 1 Cangkringan, SMA N 1 Turi, SMA N 1 Ngaglik, SMA N 1 Prambanan, SMA N 1 Tempel, SMA St. Siswa XI IPA SMA N 1 Minggir, SMA N 1 Cangkringan, SMA N 1 Turi, SMA N 1 Ngaglik, SMA N 1 Prambanan, SMA N 1 Tempel, SMA St.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi di bidang informasi dan komunikasi pada

  Penggunaan internet sebagai salah satu sumber belajar dapat memberi kesempatan kepada siswa untuk berkembang sesuai dengankemampuannya, mendorong terciptanya proses pembelajaran yang menyenangkan, mengurangi beban guru dalam menyajikan informasisehingga guru dapat lebih banyak membina dan mengembangkan keantusiasan belajar siswa, selain itu juga dapat membantu guru dan siswa menggunakan waktunya secara lebih baik. Dengan kemudahan untuk dapat mengakses internet tersebut, maka dapat Dengan kemudahan akses internet di daerah ini, maka peneliti tertarik untuk meneliti bagaimana kesiapan siswa khususnya siswa SMAkelas XI IPA dalam memanfaatkan internet sebagai sumber belajar pada mata pelajaran Fisika di Kabupaten Sleman.

BAB II LANDASAN TEORI A. Internet

1. Pengertian internet

  Internetmerupakan jaringan global komputer dunia, besar, dan sangat luas sekali di mana setiap komputer saling terhubung satu sama lainnya dari negarake negara lainnya di seluruh dunia dan berisi berbagai macam informasi, mulai dari text, gambar, audio, video, dan lainnya. Internet itu sendiriberasal dari kata Interconnection Networking, yang berarti hubungan dari banyak jaringan komputer dengan berbagai tipe dan jenis, denganmenggunakan tipe komunikasi seperti telepon, salelit, dan lainnya.

2. Jenis-jenis layanan internet

a) World Wide Web (WWW)

  Sistem hiperteks adalah sistemuntuk menampilkan informasi yang mengandung referensi (disebut hipertaut atau hiperlinks ke informasi lain dalam sistem. Hiperteksini bisa dijelajah dengan menggunakan program yang disebut dengan penjelajah (browser), seperti Internet Explorer dan NetscapeNavigator, yang akan mengambil informasi dari internet (disebut halaman web atau web pages) dan menampilkannya ke layarmonitor. Dengan menggunakan e-mail, seorang pemakai dapat mengirim atau menjawab berita kepada pemakai lain di mana pundia berada, mengirim file sebagai bagian dari berita e-mail, dan berlangganan berita kepada group diskusi yang paling diminati(mailing list).

c) Rumpi (chatting)

  Aplikasi ini semacam konferensi berbasis teks yang dapat dilakukan secara real time dari berbagai tempat di seluruh dunia. Dalam chatting komunikasi hanya dilakukan dengan menampilkan teks di layar komputer di mana setiap orang yang mengikuti grupchatting itu dapat membaca topik dan ikut serta dalam forum itu.

3. Dampak penggunaan internet

  Sutedjo (2002: 12) mengatakan bahwa internet banyak memberikan keuntungan kepada pemakai, di balik manfaat yang bisadiperoleh internet juga membawa dampak negatif. Internet memungkinkan siapa pun mengkses berita-berita terkini melalui koran-koranelektronik, selain itu ada hasil riset dalam bentuk abstraksi atau makalah, majalah, katalog dan buku yang dapat diperoleh secaraonline.

b) Internet mendukung transaksi dan operasi bisnis atau dikenal dengan sebutan e-businerss

  Sehingga dimungkinkan untuk melangsungkan pendidikan atau komunikasi b) Ketersediaan informasi yang up to date telah mendorong tumbuhnya motivasi untuk membaca dan mengikuti perkembangan ilmupegetahuan dan teknologi yang terjadi di berbagai belahan dunia. 3) Semakin mudah dan semakin banyaknya file virus dan game yang bisa didownload maka semakin tinggi pula resiko terkena seranganvirus.

4. Pemanfaatan internet oleh siswa

  2) Kategori informasi yang memang tidak diperlukan langsung, yang merujuk kepada kumpulan informasi yang tidak ada nilai dan tidakada kaitan langsung dengan keperluan.3) Informasi yang masih samar-samar, merupakan kumpulan informasi yang perlu diperdebatkan dan dibincangkan sesuai atau sebaliknya. Menurut Tjiptono yang dinyatakan dalam Murshid (2001: 22) bahwa manfaat internet sebagai sumber belajar dapat dilihat melaluibeberapa keunggulan yang dikemukakan sebagai berikut.1) Konektivitas dan jangkauan global, internet memungkinkan peneliti yang mempunyai fasilitas terbatas untuk mengakses informasi daridata base dan perpustakaan di seluruh dunia.

6) Interaktivitas dan fleksibilitas, suatu topik dapat didiskusikan melalui sarana Mailing List atau Chatting

B. Sumber Belajar

  1) Sumber balajar yang dirancang atau learning resource by design yakni sumber-sumber yang secara khusus dirancang ataudikembangkan sebagai komponen sistem instruksional untuk memberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat formal. 2) Sumber belajar yang dimanfaatkan atau learning resources byutililization yakni sumber belajar yang tidak didesain kusus untukkeperluan pembelajaran dan keberadaannya dapat ditemukan, diterapkan dan dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.

1) Manusia sumber, yaitu bahwa manusia merupakan sumber utama dalam belajar proses pembelajaran

  2) Alat dan bahan pengajaran, alat adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk membantu guru sedangkan bahan pengajaranadalah segala sesuatu yang mengandung pesan yang akan disampaikan kepada peserta didik. 3) Berbagai aktivitas dan kegiatan adalah segala perbuatan yang sengaja dirancang oleh guru untuk mengklasifikasi kegiatanbelajar peserta didik seperti kegiatan diskusi, demonstrasi, simulasi, melakukan percobaan dan sebagainya.

3. Fungsi sumber belajar

  b) Untuk memberikan kemungkinan pendidikan yang lebih bersifat individual, sumber belajar dimungkinkan dapat dipakai secaramandiri untuk kegiatan belajar. c) Untuk lebih memantapkan pembelajaran, dengan sumber belajar yang dipakai maka pembelajaran akan semakin jelas untuk dapatdipakai untuk dapat diterima oleh siswa, sehingga akan menumbuhkan minat dan motivasi siswa.

e) Untuk menyajikan pendidikan yang lebih luas

4. Manfaat sumber belajar Ada beberapa kriteria, dalam pemilihan sumber belajar yaitu

  Sumber belajarmerupakan peta dasar yang perlu dijajagi secara umum agar wawasan terhadap proses pembelajaran yang akan dikembangkandapat diperoleh lebih awal. f) Menunjukkan berbagai permasalahan yang timbul yang merupakan konsekuensi logis dalam suatu bidang keilmuan yang menuntutadanya kemampuan pemecahan dari orang yang mengabadikan diri dalam bidang tersebut.

C. Pengertian dan Karakteristik Siswa

  Mengacu dari beberapa istilah murid, murid diartikan sebagai orang yang berada dalam taraf pendidikan, yang dalam berbagai literatur muridjuga disebut sebagai anak didik. Dalam hal ini murid dilihat sebagai seseorang (subjek didik), yang mana nilai kemanusiaan sebagai individu,sebagai makhluk sosial yang mempunyai identitas moral, harus dikembangkan untuk mencapai tingkatan optimal dan kriteria kehidupansebagai manusia warga negara yang diharapkan.

D. Kesiapan

1. Pengertian kesiapan

  Slameto (2003) juga mengatakan bahwa kesiapan adalah keseluruhan kondisi seseorang atau individu yang membuatnya siapuntuk memberikan respon atau jawaban di dalam cara tertentu terhadap suatu situasi dan kondisi yang dihadapi. Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kesiapan merupakan keseluruhan kondisi seseorang yangmembuatnya siap untuk memberikan respon atau jawaban terhadap cara tertentu terhadap suatu situasi.

2. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan

  Dimana keduanya mempengaruhiindividu menjadi terampil yang termasuk faktor jasmani adalah bagaimana kondisi fisiknya dan panca indra. c) Keterampilan, pengetahuan dan pengertian yang lain yang telah dipelajari.

3) Menurut Djamarah (2002: 35) faktor-faktor kesiapan meliputi

  a) Kesiapan fisik, misalnya tubuh tidak sakit (jauh dari gangguan lesu, mengantuk, dan sebagainya). b) Kesiapan psikis, misalnya ada hasrat untuk belajar, dapat berkonsentrasi, dan ada motivasi intrinsik.

c) Kesiapan materil, misalnya ada bahan yang dipelajari atau dikerjakan berupa buku bacaan, catatan dll

  Aspek-aspek kesiapan dalam menggunakan internet sebagai sumber belajarDalam jurnal berjudul Assessing Readiness for E-Learning, terdapat beberapa aspek kesiapan yang dapat digunakan untukmengukur tingkat kesiapan siswa dalam menggunakan internet untuk belajar, antara lain: (1) ketersediaan sarana dan prasarana, (2) kebiasaanmenggunakan internet dalam belajar, (3) kemampuan diri, dan (4) pandangan/sikap siswa pada internet dalam membantunya dalambelajar. Pandangan/ persepsi Wirawan (1995: 7 ) menjelaskan bahwa prosespandangan merupakan hasil hubungan antar manusia dengan lingkungan dan kemudian diproses dalam alam kesadaran(kognisi) yang dipengaruhi memori tentang pengalaman masa Robbins (2001: 89) mengemukakan bahwa ada 3 faktor yang dapat mempengaruhi persepsi yaitu.

2) Target atau objek, karakteristik-karakteristik dan target yang diamati dapat mempengaruhi apa yang dipersepsikan

  Kesiapan siswa terhadap pemanfaatan internet sebagai sumber belajar fisikaKesiapan siswa terhadap pemanfaatan internet sebagai sumber belajar Fisika dapat diartikan sebagai kondisi siswa yang membuatnyasiap dan mampu untuk dapat menggunakan internet sebagai salah satu sumber belajar Fisika guna memperoleh pengetahuan Fisika yang mereka inginkan sehingga siswa dapat belajar secara mandiri dan lebih menyenangkan. Pada model ini terdapat 4 aspek yang dapat dugunakan dalam penelitian ini untuk mengukur kesiapansiswa dalam pemanfaatan internet sebagai sumber belajar yang dikutip dari jurnal penelitian yang berjudul Assessing Readiness for E-Learning.

E. Hasil Penelitian Terkait

  A Gde Ekayana yang berjudul“Pemanfaatan Internet sebagai Salah Satu Sumber Belajar Siswa dan Guru di Jurusan Teknik Elektronika SMK N 2 Depok Sleman” bertujuan untukmengetahui seberapa besar pemanfaatan internet sebagai salah satu sumber belajar siswa dan guru beserta hambatan- hambatannya dalam penggunaaninternet sebagai salah satu sumber belajar yang ditinjau dari aspek kemampuan, proses belajar mengajar, lingkungan dan sarana prasarana diSMK Negeri 2 Depok Sleman Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemanfaataninternet sebagai salah satu sumber belajar siswa dan guru di SMK Negeri 2 Depok Sleman berada pada kategori tinggi, dengan ini berarti fasilitas yang ada di sekolah maupun dilingkungan sekolah sudah digunakandengan optimal untuk mencari referensi belajar maupun untuk pembelajaran di sekolah.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah

  Menurut Kerlinger (dalam Siregar, 2013: 4) penelitian survey memiliki karakteristik yaitu objek penelitian yang dilakukan pada populasi besarmaupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi tersebut, sehingga dapat ditemukan kejadian-kejadianrelatif, dan penelitian survey pada umumnya dilakukan untuk mengambil generalisasi dari pengamatan yang tidak mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai kesiapan siswa SMA kelas XI IPA di kabupaten Sleman dalam pemanfaataninternet sebagai sumber belajar Fisika.

B. Populasi Penelitian dan Sampel Penelitian

  Moyudan SMA Islam 2 Moyudan Sesuai dengan lokasi penelitian yang telah ditentukan, maka pengambilandata dilakukan di 17 SMA di kabupaten Sleman yang sudah ditentukan berdasarkan kecamatan. Contohnya: SMA N 1 Mlati yang digantikan dengan SMA Santo Mikael, SMA N 2 Ngaglik yang digantikan denganSMA N 1 Ngaglik.

1. SMA N 1 Ngaglik

  SMA N 1 Prambanan 25 3. SMA N 1 Tempel 39 4.

C. Tempat dan Waktu Penelitian

  Penelitian dilakukan di 7 sekolah di kabupaten Sleman yang dijadikan sampel pada penelitian ini dan dilakukan pada semester genaptahun ajaran 2015/2016 yaitu tanggal 1 – No. SMA N 1 Turi 8 Juni 2016 Tabel 3.4 Tempat dan Waktu Pelaksanaan Penelitian No.

7. SMA Santo Mikael

9 Juni 2016

D. Teknik Pengumpulan Data

  Pembuatan daftar pernyataan pada angket ini berdasarkan indikator- indikator mengenai kesiapan siswa dalam memanfaatkan internet sebagaisumber belajar yang sudah dipaparkan pada bagian landasan teori. Jenis pernyataan dalam angket yaitu pernyataan positif yang memberikangambaran bahwa pernyataan tersebut sesuai dengan kondisi yang diharapkan sehingga responden dikategorikan siap dalam memanfaatkaninternet sebagai sumber belajarnya.

E. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen

Penyusunan angket dapat menggambarkan tujuan dari penelitian yang dilakukan (valid) dan juga dapat konsisten bila pernyataan tesebutdirespon dalam waktu yang berbeda (realiabel). Maka dari itu angket yang digunakan dalam penelitian ini terlebih dahulu diuji validitas dan

1. Validitas instrumen

  Jika hasil dari uji coba signifikasi lebih kecil dari 5% maka item pernyataan tersebut dinyatakan valid dan jikataraf kepercayaannya kurang dari 95% maka item pernyataandinyatakan tidak valid. 12item yang tidak valid tersebut diubah atau diperbaiki oleh dosen pembimbing agar pernyataanya menjadi jelas dan dapat digunakanuntuk pengambilan data.

2. Uji reliabilitas instrumen

  Reliabilitas adalah untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten, apabila dilakukan pengukuran dua kali ataulebih terhadap gejala yang sama dengan menggunakan alat pengukur yang sama pula (Siregar, 2013: 55). Uji reliabilitas pada penelitian ini dibantu dengan program SPSS yaitu dengan teknik Alpha Cronbach.

F. Teknik analisis data

  Teknik analisis data penelitian ini melalui tahapan-tahapan sebagai berikut. Pemberian skor pada pilihan jawaban Tabel 3.8 Klasifikasi Jumlah Skor pada Setiap Pernyataan Jenis Pernyataan Pilihan Jawaban SkorSangat Setuju (SS) 3 Setuju (S) 2 Positif Tidak Setuju (TS) 1 Sangat Tidak Setuju (STS) Total Skor Maksimal = 84Total Skor Minimal = 0 2.

84 Siap A

  Siswa kurang siap pada beberapa faktor kesiapan sehingga membutuhkan lebih banyak B peningkatan pada factor-faktor tersebut untuk dapat menggunakan internet sebagai sumberbelajar fisika. Siswa belum siap dan membutuhkan lebih C banyak lagi persiapan dan peningkatan padafaktor kesiapan untuk dapat menggunakan internet sebagai sumber belajar fisika.

BAB IV DATA DAN ANALISIS A. Deskripsi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan juni tahun ajaran 2015/2016 di SMA yang ada di kabupaten Sleman. Subjek pada penelitian ini adalah

  Untuk mengetahui kesiapan siswa dalam memanfaatkan internet sebagai sumber belajar dalam penelitian ini digunakan kuisionersebagai instrumen penelitian. Kuisioner yang telah diuji validitas dan realibitasnyakemudian disebarkan kepada siswa XI IPA yang ada di 7 sekolah yang sudah ditentukan sebelumnya.

B. Data dan Analisis

  Untuk mendapatkan data yang akurat,maka selain melihat hasil jawaban yang diisi oleh siswa, peneliti juga melakukan wawancara kepada guru fisika dan melakukan pengamatan dilingkungan sekolah sebagai data pendukung. Sesuai dengan teknik analisis data yang telah diuraikan pada Bab III, data penelitian yang telah terkumpul direkapitulasi sesuai dengan indikatoryang sesuai.

1. Kesiapan siswa SMA kelas XI IPA terhadap pemanfaatan internet sebagai sumber belajar di kabupaten Sleman secara keseluruhan

  Distribusi Frekuensi Skor Kesiapan Siswa XI IPA terhadap Pemanfaatan Internet sebagai Sumber Belajar Fisika Dari tabel di atas, dapat diketahui persentase tingkat kesiapan siswa SMA kelas XI IPA dalam memanfaatkan internet sebagai sumberbelajar fisika di kabupaten Sleman pada kategori siap sebesar 0%, pada kategori kurang siap sebesar 94,1%, dan pada kategori tidak siapsebesar 5,90%. Mikael 23 2 SMA N 1 Prambanan 25 3 SMA N 1 Turi 52 4 SMA N 1 Minggir 59 5 SMA N 1 Cangkringan 42 82 62.07 7 SMA N 1 Tempel 39 59.18 67.15 77.29 72.94 61.59 66.06 69.57 65.09 61.59 KUALIFIKASI No.

1 Ngaglik dengan persentase skor rata-rata sebesar 63,40%, SMA N Tempel dengan persentase skor rata-rata sebesar 67,95%

C. Pembahasan

  Kesiapan siswa terhadap pemanfaatan internet sebagai sumber belajar fisika dapat diartikan sebagai potensi siswa yang membuatnya siapdan mampu untuk dapat menggunakan internet sebagai salah satu sumber belajar fisika guna memperoleh pengetahuan fisika yang mereka inginkansehingga siswa dapat belajar secara mandiri dan lebih menyenangkan. Kesiapan dalam pemanfaatan internet sebagai sumber belajar dalam penelitian ini dibagi ke dalam 4 aspek yaitu: (1) ketersediaan sarana danprasarana, (2) kebiasaan mengguunakan internet dalam belajar, (3) kemampuan diri, (4) pandangan/sikap siswa pada internet dalammembantunya dalam belajar.

1. Aspek ketersediaan sarana dan prasarana

  Gambar 1.2 Histogram Ketersediaan Sarana dan Prasarana Siswa Per Sekolah Berdasarkan hasil analisa, didapatkan bahwa ketersediaan sarana dan prasarana untuk dapat mengakses internet secara pribadisiswa SMA kelas XI IPA di 7 sekolah yang ada di kabupaten Sleman berada dalam kategori siap sebanyak 3 sekolah yakni SMA St. Aspek kebiasaan menggunakan internet dalam belajar Gambar 1.3 Histogram Kebiasaan Siswa Menggunakan Internet Per Sekolah Hasil analisa tentang kebiasaan menggunakan internet di 7 sekolah yang ada di kabupaten Sleman berada dalam kategori kurangsiap siap, ini menunjukkan bahwa siswa SMA kelas XI IPA belum terbiasa menggunakan internet untuk belajar.

3. Aspek kemampuan diri

  Gambar 1.4 Histogram Kemampuan Diri Menggunakan Internet Per Sekolah Hasil analisa tentang kemampuan diri menguasai cara menggunakan internet di SMA N 1 Tempel berada dalam kategori siap,hal ini menunjukkan bahwa siswa SMA kelas XI IPA di SMA N 1 Tempel sebagian besar sudah memiliki kemampuan untuk dapatmengunakan internet. Mikael, SMA N 1 Prambanan, SMA N 1 Turi, SMA N 1 Minggir, SMA N 1 Cangkringan, dan SMAN 1 Ngaglik.

4. Pandangan atau sikap siswa

  Mikael,SMA N 1 Turi, SMA N 1 Prambanan, SMA N 1 Tempel, SMA N Ngaglik, ini menunjukkkan bahwa siswa SMA kelas XI IPA sebagianbesar memiliki pandangan yang positif terhadap internet dan sebagian besar dari mereka setuju bahwa internet sangat mempermudah merekauntuk mencari informasi. Hal ini diperkuat dengan respon sangat setuju Analisa respon siswa di 7 sekolah di kabupaten Sleman berdasarkan aspek kesiapan siswa terhadap pemanfaatan internet sebagai sumber belajarfisika (terlihat dalam tabel 4.3), siswa SMA kelas XI IPA berada dalam kategori kurang siap dalam aspek ketersediaan sarana dan prasarana untukdapat mengakses internet, kebiasaan menggunakan internet, kemampuan diri dalam menggunakan internet.

BAB V KESIMPULAN A. Kesimpulan Dari penelitian mengenai kesiapan siswa XI IPA terhadap

pemanfaatan internet sebagai sumber belajar fisika di 7 sekolah di kabupaten Sleman, dapat ditarik kesimpulan bahwa:

1. Secara keseluruhan persentase tingkat kesiapan siswa SMA kelas XI

  IPA dalam memanfaatkan internet sebagai sumber belajar Fisika di tujuh SMA di kabupaten Sleman pada kategori siap sebesar 0%, padakategori kurang siap sebesar 94,10% atau sebanyak 303 siswa, serta pada kategori tidak siap sebesar 5,90% atau sebanyak 19 siswa. 2.

B. Saran

  Untuk guru dan calon guruHasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa kelas XI IPA di 7 sekolah di kabupaten Sleman dalam kategori kurang siap untuk dapatmemanfaatkan internet sebagai sumber belajar fisika, sebaiknya hal ini sungguh diperhatikan untuk meningkatkan kesiapan siswa tersebutssehingga dapat diaktualisasikan sehingga dapat membantu siswa dalam belajar. Dengan saran ini semoga dapat memberikan gambaran nyata dalam penggunaan internet sebagai salah satu sumber belajar dalammenunjang proses pembelajaran dan dapat dijadikan sebagai bahan acuan dalam membimbing, mendidik, dan mengarahkan siswa dalammeggunakan internet sebagai sumber belajar.

A., Sardiman. 2001. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada

  Pengetahuan Fisika yang saya dapatkan di internet lebih banyak daripada yang saya dapatkan dari guru. Saya mencari di internet materi Fisika yang sudah saya pelajari di sekolah.

70 Lampiran 3A Contoh Hasil Pengisian Kuisioner oleh Siswa SMA Santo Mikael

71 Lampiran 3B Contoh Hasil Pengisian Kuisioner oleh Siswa SMA N 1 Prambanan

72 Lampiran 3C Contoh Hasil Pengisian Kuisioner oleh Siswa SMA N 1 Turi

73 Lampiran 3D Contoh Hasil Pengisian Kuisioner oleh Siswa SMA N 1 Minggir

74 Lampiran 3E Contoh Hasil Pengisian Kuisioner oleh Siswa SMA N 1 Cangkringan

75 Lampiran 3F Contoh Hasil Pengisian Kuisioner oleh Siswa SMA N 1 Ngaglik

76 Lampiran 3G Contoh Hasil Pengisian Kuisioner oleh Siswa SMA N 1 Tempel

  Mikael XI IPA 3 1 3 3 2 1 3 2 1 3 3 3 2 2 3 1 2 1 2 3 2 2 3 3 2 3 2 1 3 3 2 3 3 3 2 1 1 1 2 60 3 3 2 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 45 37.80 B 25 25 B 2 SMA N 1 Prambanan XI IPA 1 3 2 1 3 2 3 3 2 2 2 2 1 3 3 2 3 2 3 1 1 2 2 60 50.40 B 21 21 A21 SMA St. Mikael XI IPA 3 2 2 2 2 3 3 53 3 3 1 3 2 1 3 3 3 3 44.52 B 2 3 3 3 3 2 3 2 2 2 2 1 1 1 3 1 1 2 2 2 2 2 1 2 2 2 1 2 1 2 3 2 2 3 3 3 3 1 2 2 3 3 3 3 3 3 3 2 1 2 3 1 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 1 3 2 2 48 40.32 B 4 4 A4 SMA St.

B5 B2 B3

  Mikael 2 4 33.33 BB 3 SMA N 1 Prambanan 60.87 B 67.391 A 65.22 BB1 SMA N 1 Prambanan XI IPA 1 2 66.67 A 4 66.67 A 1 33.33 BB 2 SMA N 1 Prambanan XI IPA 1 3 100 A 5 83.33 A 1 XI IPA 1 2 1 33.33 B 2 33.33 B 1 33.33 BB 4 SMA N 1 Prambanan XI IPA 1 1 33.33 B 4 66.67 A 2 66.67 AB 5 SMA N 1 Prambanan XI IPA 1 3 100 A 66.67 A 4 66.667 A 3 100 A XI IPA 66.67 A 2 33.333 B 33.33 BA18 SMA St. Mikael 23 62.80 B 61.59 B 69.57 A 54.59 B A 63.62 B 2 SMA N 1 Prambanan 25 52.66 B 65.94 B 68.12 A 56.04 B A 62.31 B 3 SMA N 1 Turi 52 66.67 A 62.32 B 59.42 B 64.25 B B 63.14 B 4 SMA N 1 Minggir 59 66.67 A 61.96 B 60.87 B 56.52 B A 62.97 B 5 SMA N 1 Cangkringan 42 57.97 B 58.33 B 62.32 B 55.56 B B 60.02 B 6 SMA N 1 Ngaglik 82 61.35 B 59.06 B 63.77 B 60.39 B B 60.79 B 7 SMA N 1 Tempel 39 65.22 B 65.58 B 50.72 B 56.52 B A 61.08 BASPEK KESIAPAN Kemampuan Diri No.

SKOR RATA-RATA (%) KUALIFIKASI

  77.29 62.31 63.62 62.07 61.59 65.09 69.57 66.06 61.59 72.94 67.15 62.97 59.18 39 7 SMA N 1 Tempel 82 6 SMA N 1 Ngaglik 42 5 SMA N 1 Cangkringan 59 4 SMA N 1 Minggir 63.14 60.02 3 SMA N 1 Turi 67.66 KUALIFIKASI No. Mikael 23 68.84 A 42 5 SMA N 1 Cangkringan 62.32 B 62.68 B 70.29 A 59 4 SMA N 1 Minggir 60.87 B 68.48 A 52 60.87 B 3 SMA N 1 Turi 67.39 A 63.77 B 72.46 A 25 2 SMA N 1 Prambanan 68.84 A 65.22 B 81.16 A 68.12 A 57.25 B 2 SMA N 1 Prambanan 67.15 A 23 1 SMA St.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Minat belajar siswa pada pembelajaran sastra dengan metode demonstrasi di kelas X Madrasah Aliyah Negeri XI Jakarta
0
8
109
Pengaruh sumber belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi di SMP bakti Mulya 400 Pondok Pinang Jakarta Selatan
0
4
89
Hubungan persepsi siswa tentang moving class dan hasil tes prestasi belajar sosiologi pada siswa kelas XI IPS di MAN 4 Jakarta
0
4
124
Pengaruh pemanfaatan internet sebagai sumber belajar geografi terhadap hasil belajar siswa: studi pada siswa kelas XI IPS MA Plus Peradaban Insani Yayasan Al-Irnusiyah Batuceper Tangerang
2
15
158
Pengaruh model guided inquiry (INKUIRI TERBIMBING) terhadap hasil belajar kimia siswa pada konsep laju reaksi (Quisi eksperiment di kelas XI IPA SMAN I Leuwiliang)
7
32
196
Perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar siswa di perpustakaan SMP Negeri Ciputat Tangerang-Banten
2
43
99
Pengaruh Hypermedia terhadap hasil belajar fisika siswa kelas XI pada Konsep Hukum Gravitasi Newton
1
3
214
Pengaruh metode eksperimen terhadap hasil belajar siswa kelas IV
0
13
196
Hubungan antara penggunaan internet terhadap sikap keberagaman (study kasus pada siswa kelas XI di SMUN 6 Jakarta Selatan
0
6
94
Pengaruh media audio-visual (video) terhadap hasil belajar siswa kelas XI pada konsep elastisitas
3
20
8
Pengaruh penggunaan media pembelajaran monopoli terhadap hasil belajar akuntansi siswa di kelas XII IPS SMA Negeri 4 Depok
0
24
0
Pengaruh model pembelajaran advance organizer dengan peta konsep terhadap hasil belajar siswa: kuasi eksperimen pada kelas XI IPA SMA Negeri 8 Kota Tangerang Selatan
4
24
246
Pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar untuk meningkatkan aktivitas belajar dan penguasaan konsep oleh siswa pada materi pokok ekosistem
0
7
62
Pengaruh kecerdasan interpersonal dan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VII
0
0
9
Analisis kelayakan kearifan lokal ikan larangan sebagai sumber belajar IPA
0
2
8
Show more