PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI ANAK DAN KOSAKATA SISWA KELAS V SD LABSCHOOL UPI BANDUNG.

Gratis

2
25
42
2 years ago
Preview
Full text

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS

  

MENULIS PUISI ANAK DAN KOSAKATA

(Penelitian Kuasi Eksperimen Pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar

Labschool UPI Bandung)

  

TESIS

  diajukan untuk memenuhi sebagian syarat untuk memperoleh gelar Magister Pendidikan Dasar

  

oleh

SUKMAH RAHMATDANI

NIM 1302666

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DASAR

SEKOLAH PASCASARJANA

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

  

2015

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS

  

MENULIS PUISI ANAK DAN KOSAKATA

(Penelitian Kuasi Eksperimen Pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar

Labschool UPI Bandung)

oleh

Sukmah Rahmatdani.

  

NIM 1302666

Sebuah Tesis yang diajukan untuk memenuhi sebagian dari

syarat untuk memperoleh gelar Magister Pendidikan (M.Pd)

pada Program Studi Pendidikan Dasar

  

© Sukmah Rahmatdani 2015

Universitas Pendidikan Indonesia

Juli 2015

Hak Cipta ini dilindungi undang-undang

  

Tesis ini tidak boleh diperbanyak seluruhnya atau sebagian,

dengan dicetak ulang, difoto kopi, atau cara lainnya tanpa ijin penulis Halaman Pengesahan Tesis SUKMAH RAHMATDANI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS

GAMES TOURNAMENT (TGT) DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN

  MENULIS PUISI ANAK DAN PENGEMBANGAN KOSAKATA (Penelitian Kuasi Eksperimen Pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar

  Labschool UPI Bandung)

  disetujui dan disahkan oleh pembimbing : Pembimbing Tesis Prof. Udin Syaefudin Sa'ud, M.Ed, Ph.D.

  NIP. 195306121981031003.

  Mengetahui, Ketua Program Studi Pendidikan Dasar Dr. Hj. Ernawulan Syaodih, M. Pd.

  NIP. 196510011998022001. Penerapan Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dalam Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi Anak dan Kosakata Siswa Kelas V SD

Labschool UPI Bandung.

  Sukmah Rahmatdani.

  NIM 1302666

  

ABSTRAK

  Proses pembelajaran yang kurang efektif pada kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia dikelas V SD Labschool UPI Bandung telah berdampak pada kemampuan menulis puisi dan kemampuan kosa kata. Siswa masih kurang untuk menulis puisi yang berakibat pada kemampuan kosa kata. Kemampuan menulis puisi dan kemampuan kosa kata siswa masih belum optimal, kemampuan mengungkapkan ide pendapat masih kurang, kemampuan menulis puisi dan kemampuan kosa kata belum tepat dan belum dapat menyampaikan ide yang dimiliki kepada orang lain. Hal ini sangat perlu untuk diperhatikan guru. TGT merupakan sebuah metode yang menuntun siswa untuk dapat bekerja sama dalam sebuah kelompok, memiliki tanggung jawab, mampu menyampaikan pendapat kepada orang lain. Dengan metode ini siswa dapat mengembangkan kognitif terutama kemampuan menulis puisi dan kemampuan kosa kata. Penelitian bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat kemampuan menulis puisi dan kemampuan kosa kata yang dilihat dari hasil belajar siswa, penelitian kuasi eksperimen pada siswa kelas v sekolah dasar Labschool UPI Bandung dengan jumlah siswa 33 orang kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan jumlah siswa 33 orang, yang dilakukan dalam tiga pertemuan. Dari masing-masing kelas dilakukan prates dan pascates diperoleh data berupa tingkat adanya perubahan kemampuan menulis puisi dan kemampuan kosa kata dengan metode TGT. Pada kelas eksperimen kemampuan menulis puisi prates dengan rata-rata 66,6 meningkat pada pascates menjadi 78 dan pada kelas eksperimen kemampuan kosa kata prates dengan rata-rata 65,5 meningkat pada pasca tes menjadi 83. Berdasarkan penjelasan ini berarti dapat dikatakan terdapat peningkatan terhadap kemampuan menulis puisi dan kosakata. Kesimpulan yang didapat bahwa dengan menggunakan metode TGT dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi dan kemampuan kosa kata siswa dikelas V Sekolah Dasar Labschool UPI Bandung.

  

Kata Kunci: Kemampuan Menulis Puisi, Metode Teams Games Tournament

(TGT), Kemampuan Kosa Kata

SUKMAH RAHMATDANI, 2015

  Application of Learning Model Teams Games Tournament (TGT) in Poetry Writing Child Upgrades and Vocabulary Grade V SD Labschool UPI Bandung.

  Sukmah Rahmatdani.

  NIM 1302666 ABSTRACT The learning process is less effective in Indonesian learning activities in class V SD Labschool UPI Bandung has an impact on the ability to write poetry and vocabulary abilities. Students still less to write poetry which resulted in the development of vocabulary. The ability to write poetry and vocabulary abilities of students are still not optimal, the ability to express the idea of the opinion is still lacking, the ability to write poetry and capabilities have not been precise vocabulary and yet can convey ideas to others possessed. It is very necessary to be considered a teacher. TGT is a method that leads students to be able to work together in a group, have a responsibility, capable of expression to others. With this method students can develop cognitive abilities, especially the ability to write poetry and vocabulary. The study aims to determine the extent of the ability to write poetry and ability vocabulary seen from the results of student learning, quasi-experimental research on elementary school students of class V Labschool UPI Bandung with the number of students 33 experimental class and control class the number of students 33 people, who conducted in three meetings. Of each class conducted pre-test and post-test data obtained in the form of changes in the level of their capabilities and the ability to write poetry vocabulary with TGT method. The experimental class with the ability to write poetry prates average increase in post-test 66.6 to 78 and In the experiment class ability vocabulary pretest with an average 65.5 increase in post-test be 83. Based on this description means it can be said there is increasing , The conclusion that using TGT method can improve the ability to write poetry and vocabulary in class V Elementary School Labschool UPI Bandung. Keywords: Ability Writing Poetry, Method Teams Games Tournament (TGT), Ability Vocabulary

SUKMAH RAHMATDANI, 2015

SUKMAH RAHMATDANI, 2015

  

DAFTAR ISI

  KATA PENGANTAR

  ……….……………………………………................................ iii

  DAFTAR ISI iv …………………………...........................................................................

  DAFTAR TABEL.......................................................................................................... x DAFTAR GAMBAR.................................................................................................. xii DAFTAR LAMPIRAN............................................................................................... viii BAB I PENDAHULUAN...........................................................................................

  1 A.

  1 Belakang Penelitian........................................................................................

  B.

  6 Rumusan Masalah.............................................................................................

  C.

  7 Tujuan Penelitian...............................................................................................

  D.

  7 Manfaat Penelitian.........................................................................................

  E.

  8 Struktur Organisasi Tesis.................................................................................

  BAB II KAJIAN PUSTAKA...................................................................................

  10 A.

  10 Kemampuan Menulis Puisi..............................................................................

  1. Hakikat Menulis…………………………...……………………................ 10 2.

  Fungsi dan Tujuan Menulis……….............................................................. 11 3.

  12 Menulis Puisi.........................................................................................

  a.

  12 Hakikat Puisi.......................................................................................

  b.

  Unsur-Unsur Pembangun Puisi.............................................................. 13 4.

  18 Pembelajaran Menulis Puisi......................................................................

  B.

  19 Kemampuan Kosa Kata................................................................................

  C.

  Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament…................. 26 1.

  26 Hakikat Model Pembelajaran.................................................................

  2.

  27 Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif..............................................

  3.

  30 Tipe-Tipe Model Pembelajaran Kooperatif...............................................

  4.

  30 Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT...............................................

  5.

  31 Langkah-langkah Pembelajaran TGT.......................................................

  6.

  33 Kelebihan dan Kelemahan TGT...............................................................

  7. Jenis Skor dan Nilai pada Pembelajaran Kooperatif TGT…....................... 36 D.

  35 Hipotesis Penelitian......................................................................................

  BAB III METODE PENELITIAN...........................................................................

  36 SUKMAH RAHMATDANI, 2015

  SUKMAH RAHMATDANI, 2015 A.

  50 A.

  95 DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................

  Rekomendasi................................................................................................

  93 C.

  Implikasi.....................................................................................................

  93 B.

  Simpulan....................................................................................................

  93 A.

  84 BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, REKOMENDASI................................................

  Pembahasan.................................................................................................

  53 D.

  Analisis Kemampuan Menulis Puisi dan Pengembangan Kosa Kata .................. 51 C.

Analisis Data Temuan Penelitian....................................................................

  50 B.

  

Deskripsi Temuan Penelitian.............................................................................

  45 BAB IV TEMUAN DAN PEMBAHASAN...............................................................

  

Desain Penelitian.............................................................................................

  Teknik Analisis Data.....................................................................................

  45 H.

  

Teknik Pengumpulan Data.............................................................................

  43 G.

  Prosedur Penelitian.......................................................................................

  41 F.

  

Populasi dan Sampel Penelitian......................................................................

  40 E.

  Instrumen Penelitian.....................................................................................

  40 D.

  

Definisi Operasional Penelitian……………………………………………….

  37 C.

  Variabel Penelitian........................................................................................

  36 B.

  96

  DAFTAR TABEL

  Tabel. 3. 1. Skema Nonrandomized Control-Group Pretest-Posttest Design

  ……… 38 Tabel. 4. 1. Perbandingan Hasil Temuan Penelitian………………………………... 52

  Tabel. 4. 2. Hasil T-Test Prates Dan Pascates Keterampilan Menulis Puisi Kelompok Eksperimen

  …………………………………………………. 52

  Tabel. 4. 3. Analisis Data Prates Keterampilan Menulis Puisi Kelompok

  Eksperimen……………………………………………........................... 67

  Tabel. 4. 4. Data Frekuensi Nilai Prates Keterampilan Menulis Puisi Kelompok

  Eksperimen……………………………………………........................... 67

  Tabel. 4. 5. Analisis Data Prates Kemampuan Kosa Kata Kelompok

  Eksperimen……………………………………………........................... 68

  Tabel. 4. 6. Data Frekuensi Nilai Prates Kemampuan Kosa Kata Kelompok

  Eksperimen…………………………………………............................... 68

  Tabel. 4. 7. Analisis Data Prates Keterampilan Menulis Puisi Kelompok

  Kontrol………………………………………………………………….. 72

  Tabel. 4. 8. Data Frekuensi Nilai Prates Keterampilan Menulis Puisi Kelompok

  Kontrol………………………………………………………………….. 72

  Tabel. 4. 9. Analisis Data Prates Kemampuan Kosa Kata Kelompok

  Kontrol………………………………………………………………….. 73

  Tabel. 4. 10. Data Frekuensi Nilai Prates Kemampuan Kosa Kata Kelompok

  Kontrol………………………………………………………………….. 74

  Tabel. 4. 11. Analisis Data Pascates Keterampilan Menulis Puisi Kelompok

  Eksperimen…………………………………………............................... 77

  Tabel. 4. 12. Data Frekuensi Nilai Pascates Keterampilan Menulis Puisi Kelompok

  Eksperimen……………………………………………………………... 78

  Tabel. 4. 13. Analisis Data Pascates Kemampuan Kosa Kata Kelompok

  Eksperimen……………………………………………………………... 79

  Tabel. 4. 14. Data Frekuensi Nilai Pascates Kemampuan Kosa Kata Kelompok

  Eksperimen……………………………………………………………... 79

  Tabel. 4. 15. Analisis Data Pascates Keterampilan Menulis Puisi Kelompok

  Kontrol……………………………………………….............................. 83 Tabel. 4. 16.

  Data Frekuensi Nilai Pascates Keterampilan Menulis Puisi Kelompok 83

  SUKMAH RAHMATDANI, 2015

  Kontrol………………………………………………..............................

  Tabel. 4. 17. Analisis Data Pascates Kemampuan Kosa Kata Kelompok Kontrol

  ……………………….………………………………………..... 84

  Tabel. 4. 18. Data Frekuensi Nilai Pascates Kemampuan Kosa Kata Kelompok

  Kontrol………………………...............………………………………... 85

  Tabel. 4. 19. Data Uji Homogenitas Prates Dan Pascates Kelompok Eksperimen

  Keterampilan Menulis Puisi.……………………………………............ 86

  Tabel. 4. 20. Data Uji Homogenitas Prates Dan Pascates Kelompok Eksperimen Kemampuan

  86 Kosa Kata.……………………………………………... Tabel. 4. 21. Data Uji Normalitas Keterampilan Menulis Puisi Kelompok

  Eksperimen……………………………………………………………... 87

  Tabel. 4. 22. Data Uji Normalitas Kemampuan Kosa Kata Kelompok

  Kontrol……………………………………………….............................. 87 SUKMAH RAHMATDANI, 2015

  

DAFTAR GAMBAR

Gambar. 3. 1.

  Prosedur Pengumpulan Data………………………………………….. 39

  Gambar. 4. 1. Diagram Batang Prates Keterampilan Menulis Puisi Kelompok

  Eksperimen…………………………………………............................. 68

  Gambar. 4. 2. Diagram Batang Prates Kemampuan Kosa Kata Kelompok

  Eksperimen…………………………………………............................ 69

  Gambar. 4. 3. Diagram Batang Prates Keterampilan Menulis Puisi Kelompok

  Kontrol………………………………………………………………... 73

  Gambar. 4. 4. Diagram Batang Prates Kemampuan Kosakata Kelompok

  Kontrol………………………………………………………………... 74

  Gambar. 4. 5. Diagram Batang Pascates Keterampilan Menulis Puisi Kelompok

  Eksperimen…………………………………………............................. 78

  Gambar. 4. 6. Diagram Batang Pascates Kemampuan Kosa Kata Kelompok

  Eksperimen…………………………………………............................ 79

  Gambar. 4. 7. Diagram Batang Pascates Keterampilan Menulis Puisi Kelompok

  Kontrol………………………………………………………………... 84

  Gambar. 4. 8. Diagram Batang Pascates Kemampuan Kosa Kata Kelompok

  Kontrol………………………………………………………………... 85 SUKMAH RAHMATDANI, 2015

  SUKMAH RAHMATDANI, 2015

DAFTAR LAMPIRAN

  Eksperimen……………………………………………………………... 150

  Kontrol………………………………………………………………….. 147

  Lampiran 14. Data Skor Prates Keterampilan Menulis Puisi Kelompok

  Eksperimen……………………………………………………………... 148

  Lampiran 15. Data Skor Prates Kemampuan Kosa Kata Kelompok

  Kontrol…………………………………………...................................... 149

  Lampiran 16. Data Skor Prates Kemampuan Kosa Kata Kelompok

  Lampiran 17. Data Skor Pascates Keterampilan Menulis Puisi Kelompok

  ulis Puisi (Prates)……………………………….. 141

  Kontrol…………………………………………..................................... 151

  Lampiran 18. Data Skor Pascates Keterampilan Menulis Puisi Kelompok

  Eksperimen……………………………………………………………... 152

  Lampiran 19. Data Skor Pascates Kemampuan Kosa Kata Kelompok

  Kontrol…………………………………………...................................... 153

  Lampiran 20. Data Skor Pascates Kemampuan Kosa Kata Kelompok

  Lampiran 13. Data Skor Prates Keterampilan Menulis Puisi Kelompok

  Lampiran 12. Tes Kemampuan Men

  Lampiran 1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP )............................................ 103 Lampiran 2. Lembar Kerja Siswa (LKS

  ………… 134

  )…………………………………………….. 125

  Lampiran 3. Observasi Ak

  tivitas Guru………………………………………………. 129 Lampiran 4. Angket Tanggapan Siswa………………………………………………. 132

  Lampiran 5. Tes Kemampuan Menulis Puisi

  ………………………………………… 133

  Lampiran 6. Lembar Observasi Siswa dalam Pembelajaran Menulis Puisi

  Lampiran 7. Kriteria Penilaian

  ………………………….. 138 Lampiran 11. Wawancara…………………………………………………................... 138

  Menulis Puisi………………………………………... 135

  Lampiran 8. Angket Informasi Awal Tentang Pembelajaran Menulis Puisi

  …............ 136

  Lampiran 9. Lembar Observasi Kemampuan

  Kosa Kata……………………………. 137

  Lampiran 10. Kriteria Penilaian Kemampuan Kosa Kata

  Eksperimen……………………………………………………………... 154 Lampiran 21. Surat Keterangan Validasi………………………………….................... 155

SUKMAH RAHMATDANI, 2015

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Sastra adalah karya imajinatif yang menggunakan media bahasa yang khas

  (konotatif) dengan menonjolkan unsur estetika yang tujuan utamanya berguna dan menghibur. Bentuk-bentuk karya sastra itu biasanya berupa puisi, prosa, dan drama. Semua karya sastra merupakan sesuatu totalitas yang memiliki nilai seni. Keindahan dan kepadatan nilai seni tersebut terkadang membuat pembaca atau penikmat karya sastra mengalami kesulitan dalam memahami dan menangkap makna yang terkandung dalam karya sastra tersebut. Totalitas tersebut dibangun oleh unsur-unsur pembangun yaitu dari unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur intrinsik karya sastra yaitu unsur-unsur yang berada dalam karya sastra itu sendiri dan sebagai unsur pembangun dalam tubuh karya sastra itu. Untuk dapat memahami dan menangkap makna di dalam puisi, pembaca harus memiliki kepekaan batin dan daya kritis terhadap karya sastra tersebut.

  Mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia merupakan salah satu pokok yang wajib dipelajari dan diajarkan di sekolah-sekolah, pelajaran bahasa Indonesia juga merupakan pelajaran yang diujikan untuk memenuhi standar kelulusan siswa, pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan keterampilan berbahasa siswa. Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk mempertajam kepekaan perasaan siswa. Guru dituntut mampu memotivasi siswa agar mereka dapat meningkatkan minat baca terhadap karya sastra, karena dengan mempelajari sastra, siswa diharapkan dapat menarik berbagai manfaat dari kehidupannya. Maka dari itu seorang guru harus dapat mengarahkan siswa memiliki karya sastra yang sesuai dengan minat dan kematangan jiwa mereka. Berbagai upaya dapat dilakukan salah satunya dengan memberikan tugas untuk membuat karya sastra yaitu menulis puisi.

  Pelajaran bahasa dan sastra Indonesia memiliki dua aspek pembelajaran, yaitu aspek berbahasa dan aspek bersastra. Tiap aspek tersebut mencakup empat

SUKMAH RAHMATDANI, 2015

  macam keterampilan, yaitu mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat keterampilan tersebut saling berhubungan dan saling mempengaruhi (Wagiran dan Mukh. Doyin, 2005: hlm. 2).

  Sesuai dengan tujuan menulis, peserta didik harus mampu untuk menggunakan bahasa dengan baik agar pesan yang disampaikan dapat dipahami. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dengan jelas mengungkapkan bahwa salah satu tujuan pembelajaran bahasa Indonesia adalah supaya peserta didik secara kreatif menggunakan bahasa untuk berbagai tujuan, salah satunya adalah menggunakan bahasa untuk berkomunikasi dan berkreatifitas.

  Pada hakikatnya belajar bahasa adalah belajar berkomunikasi. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa diarahkan untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam berkomunikasi dengan bahasa yang dipelajari secara lisan maupun tertulis. Pembelajaran siswa dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan siswa mengapresiasikan karya sastra. Kegiatan mengapresiasikan sastra berkaitan erat dengan latihan mempertajam perasaan, penalaran, daya khayal dan kepekaan terhadap masyarakat, budaya serta lingkungan hidup.

  Kegiatan mengapresiasi sastra salah satunya adalah mengapresiasikan puisi. Dalam kegiatan mengapresiasi puisi, setidaknya kegiatan itu berupa mempertimbangkan, meminati, bersikap, membiasakan diri, dan menerampilkan diri berkenaan dengan puisi dengan tujuan mengenal, memahami, dan menikmati nilai yang terkandung dalam keindahan puisi itu, sehingga sebagai hasilnya terjadi perubahan atau penguatan pada tingkah laku orang itu terhadap nilai yang tinggi yang terkandung dalam karya puisi (Baribin, 1990: hlm. 18).

  Keterampilan menulis puisi perlu ditanamkan kepada siswa di sekolah- sekolah sehingga mereka mempunyai kemampuan untuk mengapresiasikan puisi dengan baik. Mengapresiasikan sebuah puisi bukan hanya ditujukan untuk penghayatan dan pemahaman puisi, melainkan berpengaruh mempertajam terhadap kepekaan perasaan, penalaran, serta kepekaan anak terhadap masalah kemanusiaan. Kemampuan tersebut ditentukan oleh beberapa faktor penting dalam proses pembelajaran menulis puisi. Selain penerapan model, metode dan strategi yang tepat, juga yang sangat menentukan adalah peranan guru dalam proses pembelajaran terhadap siswa.

  Keindahan puisi yang bersifat etis adalah keindahan yang berupa nilai- nilai yang ingin disampaikan penyair dalam puisnya. Nilai tersebut dapat diperoleh diluar karya sastra atau unsur ekstrinsik, yang merupakan unsur ekstrinsik puisi adalah nilai pendidikan, nilai sosial, nilai kebangsaan, dan nilai ketuhanan. Keindahan puisi yang bersifat estetis adalah keindahan puisi yang bersumber dari unsur pembangun yang berasal dari dalam puisi. Unsur instrinsik puisi meliputi tema, imajinasi, diksi, majas, rima, irama, dan suasana. Unsur intrinsik yang satu dengan yang lainnya saling berhubungan.

  Pembelajaran bahasa Indonesia mencakup empat aspek yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Setiap keterampilan mempunyai hubungan yang erat. Menulis sebagai salah satu keterampilan berbahasa perlu mendapat perhatian yang serius dalam pembelajaran bahasa di sekolah.

  Kemampuan menulis merupakan proses belajar yang memerlukan ketekunan berlatih, semakin rajin berlatih kemampuan menulis akan meningkat. Oleh karena itu, keterampilan menulis siswa perlu ditumbuh kembangkan dan diharapkan siswa mampu menulis sastra. Secara umum, jenis karya sastra dapat digolongkan kedalam bentuk prosa, puisi, dan drama.

  Dalam mengikuti pembelajaran sastra diharapkan siswa mampu menulis karya sastra seperti prosa, puisi, dan drama. Untuk menulis karya sastra khususnya puisi erat kaitannya dengan penggunaan kosakata yang dituangkan dalam sebuah wujud ekspresi atau penuangan perasaan seperti rasa senang, sedih, dan sebagainya.

  Dalam pembelajaran menulis puisi di sekolah masih ditemukan berbagai kendala dan hambatan, kemampuan menulis puisi mereka masih rendah. Hal ini yang berkaitan dengan ketepatan penggunaan teknik dalam pembelajaran sastra dalam hal menulis puisi. Demikian pula dengan permasalahan yang timbul dalam proses pembelajaran menulis puisi di kelas V SD Labschool UPI Bandung, selama ini kurang menggembirakan. Penulis menemukan beberapa permasalahan yang timbul dari guru maupun murid. Hal ini diperoleh dari hasil obsevasi awal dengan guru kelas V SD Labschool UPI Bandung dalam pembelajaran menulis puisi. Selain itu, dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) keterampilan menulis puisi termasuk dalam keterampilan yang harus dikuasai oleh siswa kelas

  V. Keterampilan ini merupakan bagian dari keterampilan menulis sastra.

  Dalam pembelajaran menulis puisi ini guru hanya membacakan salah satu puisi dalam buku paket dan menyuruh siswa untuk menuliskan puisi tersebut lalu guru menyuruhnya untuk membacakannya di depan kelas. Sedangkan siswa tidak diberi kesempatan untuk menulis puisi dengan bahasa atau kata-katanya sendiri dan kemampuannya sendiri. Pastinya pembelajaran tersebut sangat kurang tepat, di sini terkesan tidak adanya aktivitas dan kreatifitas siswa dalam menulis puisi. Ketika penulis memberikan tugas pada siswa untuk menulis puisi dengan kata- kata atau bahasanya sendiri, siswa terlihat kesulitan dalam menyusun kata-kata dengan bahasanya sendiri, hal itu disebabkan karena selama pembelajaran bahasa Indonesia dengan guru kelas V SD Labschool UPI Bandung ini mereka tidak pernah diberi kesempatan untuk menuliskan puisi dengan kata-kata atau bahasanya sendiri.

  Masalah yang dihadapi sekarang adalah bagaimana pengajaran sastra dapat memberikan sumbangan yang maksimal untuk pendidikan secara utuh, sementara banyak siswa beranggapan bahwa pembelajaran sastra merupakan pelajaran yang sulit, sehingga merekan kurang berminat untuk mempelajarinya.

  Oleh karena itu, untuk memahami dan menangkap makna karya sastra pembaca perlu melakukan kajian atau analisis terhadap karya sastra tersebut, dalam pengkajian karya sastra ada beberapa pendekatan yang dapat digunakan, salah satunya dengan menggunakan Model Pembelajaran Teams Games

  Tournament (TGT).

  Dengan demikian muncul masalah manakah yang harus dipegang? Arti yang diberikan pengarang atau makna yang diberikan pembaca?. Berdasarkan subjektifitas yang berkemungkinan muncul dalam penafsiran karya sastra, maka pembatasan yang lebih relevan adalah memahami beragam pendekatan analisis yang ada sebagai upaya menganalisis sebuah karya sastra secara lebih sistematis dan menyamai alur makna yang dimaksud penulis itu sendiri, dengan demikian mengenal salah satu pendekatan kajian sastra dalam tesis ini adalah suatu keharusan guna memahami konsep kerkaryaan yang lebih utuh. Selanjutnya, pendekatan yang menjadi bahasan dalam tesis ini adalah Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT).

  Secara sederhana kajian sastra dalam Teams Games Tournament (TGT) memiliki manfaat yang cukup signifikan terhadap proses pemaknaan sebuah karya sastra. Dalam hal ini penulis berusaha mengungkapkan bahwa Teams Games

  

Tournament (TGT) ini memiliki potensi dalam penulisan dan penginterpretasian

sebuah puisi yang sarat unsur pendidikan dan budaya.

  Di atas telah diutarakan bahwa untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi dan kemampuan kosakata siswa diperlukan penguasaan konsep. Untuk penguasaan konsep yang baik dibutuhkan komitmen siswa dalam memilih belajar sebagai suatu yang bermakna, lebih dari hanya menghafal, yaitu membutuhkan kemauan siswa mencari hubungan konseptual antara pengetahuan yang dimiliki dengan yang sedang dipelajari di dalam kelas. Pada prinsipnya model Teams

  

Games Tournament (TGT) adalah suatu model mengajar yang menggunakan data

  untuk mengajarkan konsep kepada siswa, dimana guru mengawali pengajaran dengan menyajikan data atau contoh, kemudian guru meminta siswa untuk mengamati data tersebut. Model ini membantu siswa pada semua usia dalam memahami tentang konsep dan latihan pengujian hipotesis.

  Untuk melihat apakah model Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan keterampilan menulis puisi dan kemampuan kosakata siswa Sekolah Dasar di kelas V Labschool UPI Bandung maka perlu diadakan suatu

  

penelitian “Penerapan Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT)

  dalam Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi Anak dan Kemampuan Kosakata Siswa Kelas V SD Labschool UPI Bandung”.

  Adapun alasan pemilihan subjek penelitian didasarkan pada hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti, berupa kegiatan observasi dan wawancara dengan kepala sekolah dan guru kelas lima. Dari hasil observasi dan wawancara tersebut diperoleh bahwa (1) pemahaman tetang menulis puisi modern anak siswa masih kurang dalam kegiatan pembelajaran (2) sekolah tersebut adalah sekolah swasta yang memiliki kualitas pengajaran yang baik serta respon dari pihak sekolah sangat kooperatif dan bersedia menerima peneliti untuk melakukan penelitian ini; (3) sekolah tersebut memiliki latar belakang budaya yang bagus yakni Sunda; (4) penelitian dilaksanakan dengan waktu yang tepat yaitu pada awal pembelajaran semester baru dan pelajaran bahasa Indonesia merupakan salah satu pelajaran wajib yang harus dipelajari di Sekolah Dasar; (5) terbatasnya faktor waktu dan dana yang dimiliki oleh peneliti menjadi salah satu pertimbangan atas pemilihan subjek tersebut.

  Penelitian ini menerapkan Model Teams Games Tournament (TGT). Penelitian yang menerapkan model tersebut dalam pembelajaran telah dilaksanakan oleh Heru Pramana Agustiansyah (2012) dan Nita Kusmiyati (2013). Heru Pramana Agustiansyah mengadakan penelitian dengan model Teams

Games Tournament (TGT) terhadap pembelajaran apresiasi puisi tahun 2012.

  Hasil penelitian beliau bahwa model yang digunakan dapat meningkatkan ragam kemampuan apresiasi sastra secara efektif. Sedangkan Nita Kusmiyati mengadakan penelitian keterampilan membaca wacana berhurup Jawa dengan menerapkan model Teams Games Tournament (TGT). Hasil penelitian Nita Kusmiyati menunjukan bahwa ada peningkatan keterampilan membaca wacana huruf Jawa dilihat dari ketuntasan pra siklus 45%, siklus I 57,83% dan siklus II 93,94%. Peningkatan dari pra siklus ke siklus I sebesar 12 %, dari siklus siklus I ke siklus II sebesar 36,11.

B. Rumusan Masalah Penelitian

  Berdasarkan pemaparan di atas, masalah penelitian ini peneliti rumuskan dalam beberapa kalimat berikut.

  1. Bagaimana kemampuan menulis puisi dan kemampuan kosa kata sebelum dan setelah penerapan model Teams Games Tournament (TGT) siswa kelas V SD Labschool UPI Bandung? 2.

  Bagaimana perbedaan signifikan kemampuan menulis puisi pada

  kelompok eksperimen dengan penerapan model Teams Games

  Tournament dan kelompok kontrol tanpa model Teams Games Tournament pada siswa kelas V SD Labschool UPI Bandung?

  3. Bagaimana perbedaan signifikan kemampuan kosa kata pada kelompok eksperimen dengan penerapan model Teams Games Tournament dan kelompok kontrol tanpa model Teams Games Tournamnet pada siswa kelas V SD Labschool UPI Bandung?

C. Tujuan Penelitian

  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripisikan: 1.

  Kemampuan menulis puisi dan kosakata oleh siswa sebelum dan sesudah

  proses pembelajaran pada siswa kelas V SD Labschool UPI Bandung; 2.

  Perbedaan signifikan kelas eksperimen dan kelas kontrol kemampuan menulis puisi siswa kelas V SD Labschool UPI Bandung.

3. Perbedaan signifikan kelas eksperimen dan kelas kontrol kemampuan kosakata siswa kelas V SD Labschool UPI Bandung.

D. Manfaat Penelitian 1.

  Manfaat Teoretis

  Penelitian ini mengujicobakan Teams Games Tournament (TGT) dalam pembelajaran apresiasi puisi. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat dirumuskan Model Teams Games Tournament (TGT) yang diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mengatasi kelemahan-kelamahan yang dialami pembaca dalam mengapresiasi puisi, khususnya apresiasi puisi anak. Manfaat penelitian ini memperkaya bukti empiris yang terkait dengan penerapan Teams Games Tournament TGT dalam pembelajaran bahasa Indonesia siswa kelas V SD Labschool UPI Bandung.

2. Manfaat Praktis

  Penelitian ini diharapkan akan memberi manfaat pada tiga aspek berikut.

  a. Sebagai masukan bagi sekolah untuk peningkatan kemampuan guru dalam pembelajaran kooperatif dalam bahasa Indonesia terutama dalam penerapan metode Teams Games Tournament (TGT)

  b. Memberikan masukan bagi guru untuk mengatasi perilaku siswa dalam kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya pembelajaran menulis puisi.

  c. Memberikan masukan bagi guru untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa dan kosakata, khususnya menulis puisi.

E. Struktur Organisasi Tesis

  Tesis ini terdiri atas 5 bab meliputi bab I terdiri atas latar belakang penelitian, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan struktur organisasi tesis. Bab II menjelaskan landasan teori yang menjadi panduan pemecahan masalah penelitian. Bab III menguaraikan metode penelitian yang digunakan, menjelaskan sampel, instrumen, dan prosedur penelitian. Bab IV memaparkan temuan dan pembahasan penelitian, dan

  bab V berisi simpulan, implikasi dan rekomendasi. Bab I pendahuluan terdiri dari latar belakang penelitian, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan struktur organisasi tesis. Bab II kajian pustaka yang berfungsi sebagai landasan teoritik dalam menyusun rumusan masalah penelitian, tujuan dan hipotesis penelitian yang berisi tentang kemampuan menulis puisi dan kemampuan kosakata, pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT). Bab III berisi penjabaran mengenai metode penelitian, termasuk beberapa komponen seperti: lokasi dan populasi/subjek penelitian, desain dan metode penelitian, instrumen penelitian, teknik pengumpulan data dan teknik analisis data.

  Bab IV hasil penelitian dan pembahasan terdiri dari dua hal utama, yakni: a) pengolahan atau analisis data untuk menghasilkan temuan berkaitan dengan masalah penelitian, dan tujuan penelitian, b) pembahasan atau analisis temuan. Bab V simpulan, implikasi dan rekomendasi menyajikan penafsiran dan pemaknaan peneliti terhadap analisis temuan penelitian.

BAB III METODE PENELITIAN Bagian ini akan memaparkan pembahasan tentang 1) Desain penelitian, 2)

  variabel penelitian dan instrumen penelitian, 3) sumber data penelitian, 4) hipotesis penelitian, 5) populasi dan sampel penelitian, 6) prosedur penelitian, 7) teknik pengumpulan data, 8) teknik analisis data.

A. Desain Penelitian

  Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen dengan desain nonrandomized control-group pretest-posttest design, di mana sekelompok subjek diambil dari populasi tertentu dan dilakukan pretest kemudian dikenai treatment secara berturut-turut. Setelah diberikan treatment, subjek tersebut diberikan posttest untuk mengukur hasil belajar pada kelompok tersebut. Evaluasi yang diberikan mengandung bobot yang sama. Perbedaan antara hasil pretest dengan posttest tersebut menunjukkan hasil dari perlakuan yang telah diberikan.

  Desain penelitian yang dipakai pada penelitian ini yaitu nonrandomized

  

control-group pretest-posttest design (Isaac dan Michael, 1971: 43), skemanya

  adalah: Tabel. 3.1. Skema Nonrandomized Control-Group Pretest-Posttest Design

  

Experimental = kelompok siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan

  model kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT)

  

Control = kelompok siswa yang tidak mendapatkan pembelajaran model

  kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT)

  T

1 = hasil prates kelompok eksperimen sebelum diberikan perlakuan

T = hasil pascates kelompok eksperimen setelah diberikan

  2

  perlakuan

  T 1 = hasil prates kelompok kontrol sebelum diberikan perlakuan T 2 = hasil pascates kelompok kontrol

SUKMAH RAHMATDANI, 2015

  X = treatment yang diberikan pada kelompok eksperimen . = Tidak adanya perlakuan pada kelompok kontrol

  Seperti telah dipaparkan pada bab pertama, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan Teams Games Tournament (TGT) dalam pembelajaran apresiasi puisi anak pada siswa kelas V SD Labschool UPI Bandung. Penelitian dilakukan pada siswa kelas V (lima). Pemilihan siswa tersebut karena mata pelajaran b

  ahasa Indonesia materi “puisi” diberikan dikelas

  V (lima). Dalam penelitian ini penulis tidak melakukan pemilihan subjek penelitian secara random, tetapi menerima kondisi subjek penelitian seperti apa adanya. Desain penelitian ini menempatkan siswa dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, kemudian kedua kelompok diberi tes awal. Selanjutnya kelompok eksperimen diberi perlakuan dengan pembelajaran Teams Games

  

Tournament (TGT) sedangkan kelompok kontrol bukan model tersebut. Setelah

pembelajaran berakhir, kedua kelompok diberi tes akhir.

B. Variabel Penelitian

  Berdasarkan kedudukannya variabel dibedakan menjadi dua yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas adalah variabel yang nilainya mempengaruhi variabel terikat. Sebaliknya variabel terikat adalah variabel yang nilainya dipengaruhi oleh variabel bebas (Purwanto, 2008, hlm. 88).

  Penelitian ini mengandung tiga variabel. Adapun variabel penelitian ini adalah :

  1. Variabel bebas (independent), adapun variabel bebas pada penelitian ini yaitu Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) 2.

  Variabel terikat (dependent), adapun variabel terikat pada penelitian ini

  adalah Kemampuan menulis puisi merupakan rangkaian kata yang indah hasil kreativitas seseorang berdasarkan pengalaman imajinatif, emosional dan intelektual yang mampu membangkitkan perasaan dan panca indera yang kemudian disusun secara berirama dengan teknik tertentu sehingga memberi kesan keindahan kepada pembaca. dan kemampuan kosakata Kemampuan kosakata adalah kemapuan anak dalam memahami dan mengekspreikan kata-kata.

C. Definisi Operasional Penelitian

  Agar tidak terjadi kekeliruan dalam memahami variabel penelitian ini, maka perlu penulis jelaskan istilah-istilah yang menjadi kata kunci dalam penelitian, yang tertuang 1.

  Model Pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) adalah

  sebuah pola atau rencana pembelajaran yang menekankan pada proses kerja sama dalam kelompok, dengan memposisikan guru sebagai fasilitator. Dalam TGT semua anggota kelompok mendapatkan kesempatan yang sama untuk melakukan permainan dengan kelompok lain guna mendapatkan skor bagi kelompoknya masing-masing. Langkah-langkah pembelajaran model kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) adalah membentuk kelompok kooperatif memberi informasi materi atau bahan ajar, bekerja kelompok dan games, persentasi kelompok, melaksanakan tournament, dan memberikan reward.

  2. Kemampuan menulis puisi merupakan rangkaian kata yang indah hasil kreativitas seseorang berdasarkan pengalaman imajinatif, emosional dan intelektual yang mampu membangkitkan perasaan dan panca indera yang kemudian disusun secara berirama dengan teknik tertentu sehingga memberi kesan keindahan kepada pembaca. Adapun ukuran kemampuan menulis puisi seseorang siswa meliputi faktor-faktor sebagai berikut : (1) kepaduan makna antar baris dan bait, (2) kesesuaian judul dan tema dengan isi, (3) diksi, (4) gaya bahasa, (5) rima, (6) amanat/pesan,

  3. Kemampuan kosakata adalah kemampuan anak dalam memahami dan mengekspreikan kata-kata. Adapun ukuran kemampuan kosakata seseorang meliputi faktor-faktor sebagai berikut : (1) ketepatan ucapan, (2) penempatan tekanan dan nada yang sesuai, (3) pilihan kata, (4) ketepatan sasaran pembicaraan.

D. Instrumen penelitian

  Instrumen penelitian yang digunakan adalah istrumen tes, berupa tes bentuk uraian untuk mengukur kemampuan menulis puisi dan kosakata.

1. Instrumen kemampuan menulis puisi dan kosakata

  Soal tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan menulis puisi dan kosakata yang berbentuk petunjuk dalam pembuatan soal puisi di awali perintah soal yang dilanjutkan dengan membuat soal dan aturan pemberian skor untuk masing-masing butir soal. Adapun skor peniliaan kemampuan menulis puisi dan kosakata yaitu:

tabel 3.1 skor penilaian menulis puisi

  no. indikator skor kriteria sangat baik: gagasan tiap bait jelas-susunan baris 1. kepaduan

  4 teratur-ada kepaduan makna dalam makna antar tiap baris dan tiap bait puisi. baik: gagasan tiap bait jelas-susunan baris kurang baris dan bait

  3 teratur-ada kepaduan makna dalam tiap baris dan tiap bait puisi. cukup baik: gagasan tiap bait kurang jelas-susunan

  2 baris kurang teratur-kurang ada kepaduan makna dalam tiap baris dan tiap bait puisi. kurang baik: gagasan tiap bait tidak jelas-susunan

  1 baris tidak teratur- tidak ada kepaduan makna dalam tiap baris dan tiap bait puisi. sangat baik: isi sangat sesuai dengan tema yang

  2. kesesuaian

  4 ditentukan-isi sangat sesuai dengan judul dan judul puisi-pemilihan judul kreatif. tema baik: isi sesuai dengan tema yang ditentukan-isi dengan isi

  3 sesuai dengan judul puisi-pemilihan judul kurang kreatif. cukup baik: isi kurang releven dengan tema yang

  2 ditentukan-isi kurang releven dengan judul puisi-pemilihan kurang judul kreatif. kurang baik: isi tidak releven dengan tema yang

  1 ditentukan-isi tidak releven dengan judul puisi-pemilihan judul tidak kreatif.

  3. Diksi 4 sangat baik: pemilihan kata tepat-tidak bersifat keseharian-penggunaan kata efektif. baik: pemilihan kata tepat-tidak bersifat keseharian-

  3 penggunaan kata kurang efektif. cukup baik: pemilihan kata tepat-bersifat keseharian-

  2 penggunaan kata efektif. kurang baik: pemilihan kurang kata tepat-bersifat

  1 keseharian-penggunaan kata kurang efektif. sangat baik: penggunaan minimal 3 variasi

  4. gaya bahasa

  4 gaya bahasa-tepat-sangat mengekspresikan pikiran yang diungkapkan. baik: penggunaan minimal 2 variasi gaya bahasa-

  3 tepat- mengekspresikan pikiran yang diungkapkan. cukup baik: penggunaan minimal 1 variasi gaya

  2 bahasa-tepat-cukup mengekspresikan pikiran yang diungkapkan. 1 kurang baik: tidak menggunakan gaya bahasa. sangat baik: adanya penggunaan minimal 3 variasi

  5. Rima

  4 rima-memunculkan irama yang sangat menarik dalam puisi. baik: adanya penggunaan minimal 2 variasi rima-

  3 memunculkan irama yang menarik dalam puisi. cukup baik: adanya penggunaan minimal 1 variasi

  2 rima-memunculkan irama yang cukup menarik dalam puisi. kurang baik: tidak menggunakan variasi rima-tidak

  1 memunculkan irama yang menarik dalam pusi. sangat baik: adanya penyampaian amanat-jelas-dapat

  6. amanat/pesan

  4 dimengerti. baik: adanya penyampaian amanat-kurang jelas-

  3 kurang dapat dimengerti. cukup baik: adanya penyampaian amanat-tidak jelas-

  2 tidak dapat dimengerti. 1 kurang baik: tidak ada penyampaian amanat.

  

Tabel. 3.2 Skor Penilaian Kemampuan Kosa Kata

  No Indikator Skor Kriteria 1 kemampuan kosa Anak mampu menyampaikan kata baru terkait 4 pesan/amanat yang terkait dengan menulis langsung dengan puisi aspek perceptual,

  Dapat memilih kata dengan tepat dan

  3 asosiasi, sensori dan sesuai ketika menulis puisi. gagasan dari menulis

  Dapat menuliskan sebuah kata dengan

  2 puisi penuh kenyakinan dan benar.

  Anak mampu menuliskan kata benda, kata kerja, kata sifat, kata keterangan, kata

  1 Ganti, kata perangkai didalam menulis puisi.

  2 Kemampuan Dapat mengetahui tentang makna kata-kata

  4 explorasi dan tersebut. pengembangan

  Dapat menentukan pilihan kata dan makna kosa kata 3 diungkapkan kembali dengan bahasa tulis khusus: waktu, dengan baik. ukuran emosi

  Dapat menuliskan 2-4 kalimat sederhana 2 yang dapat dimengerti oleh teman- temannya. Dapat menuliskan kembali pengalaman Games (permainan) turnamen bersama

  1 teman-teman secara lebih detail kepada gurunya.

E. Populasi dan Sampel Penelitian.

1. Populasi

  Sugiyono (dalam Purwanto, 2008. Hlm. 241), mengemukakan populasi sebagai wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kuantitas atau karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.

  Sementara Hadjar (dalam Purwanto, 2008. Hlm. 241) menyatakan bahwa populasi adalah suatu kelompok besar individu yang mempunyai karakteristik umum yang sama. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD

Labschool UPI Bandung yang terdiri dari dua kelas yang berjumlah 66 siswa.

Pembagian kelas dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

  Tabel 3. Daftar Jumlah Siswa per Kelas

  No Kelas Jumlah Siswa

  1 VA

  33

  2 V B

  33 Jumlah

  66

2. Sampel

  Sampel berarti contoh. Soenarto (dalam Purwanto, 2008. Hlm. 242) menyatakan bahwa sampel adalah suatu bagian yang dipilih dengan cara tertentu untuk mewakili keseluruhan kelompok populasi. Sampel yang diambil dari populasi bukan semata-mata sebagian dari populasi, tetapi haruslah representatif, sampel diambil sebagian dari populasi dengan cara tertentu yang dapat dipertanggungjawabkan.

  Populasi penelitian ini langsung dijadikan sampel penelitian yakni kelas VA yang terdiri 33 orang siswa dan kelas VB yang terdiri dari 33 orang siswa. Pada kelas VA, diberikan perlakuan pembelajaran kooperatif tipe TGT dijadikan kelas eksperimen, sedangkan kelas VB tidak diberikan pembelajaran kooperatif tipe TGT atau kelas kontrol. Pada setiap kelas baik kelas VA maupun kelas VB diberikan pembelajaran oleh guru, untuk menjaga agar langkah-langkah setiap pembelajaran dapat terlaksana dikelas. Penentuan tersebut berdasarkan pertimbangan guru bahasa Indonesia di sekolah tersebut dengan mengambil kelas yang sudah ada. Alur teknik pengambilan sampel dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

  V A Kelompok Eksperimen Siswa Kelas SAMPEL

  V SD Kelas V A Labschool UPI Dan Kelas V B

  Bandung

  V B Kelompok Kontrol

Gambar 1. Alur Teknik Pengambilan Sampel

  Dari pengundian tersebut kemudian dihasilkan kelompok V B sebagai kelompok kotrol dan kelas V A sebagai kelompok eksperimen.

F. Prosedur Penelitian.

  Rancangan penelitian merupakan pola aktivitas proses penelitian dari awal hingga akhir. Penelitian ini dimulai dari aktivitas studi pendahuluan hingga diperoleh hasil akhir penelitian, sesuai dengan tujuan penelitian yang telah ditetapkan.

  Tahap-tahap kegiatan yang dilaksanakan dalam penelitian ini dapat dipaparkan sebagai berikut.

1. Tahap Persiapan

  Pada tahap ini ada beberapa komponen yang harus disusun dan direncanakan sebagai berikut.

  a.

  Pengumpulan data awal di lapangan. Ada dua jenis data yang

  dikumpulkan pada tahap ini, yakni data tentang kegiatan pembelajaran sastra, khususnya puisi dan data tentang materi pembelajaran bahasa yang terdapat dalam silabus SD Labschool UPI Bandung. Data awal tentang pembelajaran bahasa di SD diperoleh melalui kegiatan pengamatan

  langsung. Pengamatan difokuskan pada proses pembelajaran “Puisi”.

  Kegiatan pengamatan dilakukan selama tiga kali pertemuan pelajaran tersebut. Untuk melengkapi data tersebut, peneliti melakukan wawanacara

  dengan beberapa siswa dan guru pelajaran bahasa “Puisi”. Selanjutnya

  informasi dari hasil pengamatan langsung dan wawancara tersebut akan dikaji sebagai salah satu dasar pemikiran dalam Teams Games

  Tournament (TGT) dalam pembelajaran puisi.

  Kajian silabus mata pelajaran bahasa di SD Labschool UPI Bandung dilakukan untuk memperoleh informansi tentang keberadaan materi puisi anak dan Teams Games Tournament (TGT). Kedua data tersebut dibutuhkan untuk menyusun materi pelajaran yang akan disampaikan selama proses penelitian.

  b.

  Kajian pustaka. Kajian pustaka meliputi: 1) model-model mengajar, 2) pengembangan konsep berpikir, dan 3) pengkajian dan apresiasi puisi.

  Dari hasil kajian pustaka selanjutnya disusun Teams Games Tournament (TGT). c.

  Pemilihan materi pembelajaran. Dalam hal ini penulis telah memilih

  sejumlah puisi anak. Materi puisi terbagi dua, yakni pertama materi puisi sebagai contoh yang kata kuncinya telah disediakan oleh guru dan kedua materi yang akan dianalisis secara sepenuhnya oleh siswa. Disamping itu dipersiapkan juga materi teori tentang Teams Games Tournament (TGT) makna asosiatif, dan puisi anak.

  d.

  Pengembangan awal model, dalam hal ini penulis menggunakan konsep awal Teams Games Tournament (TGT) untuk pembelajaran puisi.

  e.

  Instrument penelitian, dalam hal ini penulis menyusun pedoman observasi

  dan angket untuk menggali sejumlah data dari proses dan hasil penerapan model pembelajaran, aktivitas guru dan siswa, serta tanggapan siswa dan guru yang diperoleh melalui angket.

  f.

  Jenis observasi dan angket, observasi yang digunakan adalah observasi

  yang digunakan adalah observasi partisipatif. Peneliti hanya berperan sebagai observer, sedangkan penerapan model mengajar (guru) adalah rekan sejawat. Angket yang digunakan jenis tertutup dengan empat pilihan jawaban.

2. Tahap Pelaksanaan

  a. Tahap Prates Prates

  yaitu tes awal yang diberikan sebelum pelajaran dimulai.

  Prates ini

  diberikan baik kepada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol, sehingga diketahui sejauh mana hasil belajar siswa tersebut sebelum diberikan materi pelajaran.

  b. Tahap Pembelajaran Tahap pembelajaran adalah tahapan yang menjadi acuan dalam penelitian ini. Tahapan pembelajaran untuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol telah dibedakan. Kelompok eksperimen dalam kegiatan belajar mengajarnya menggunakan treatment berupa penggunaan media modul menggunakan mesin untuk operasi dasar untuk penyampaian materinya. Sedangkan untuk kelompok kontrol dalam kegiatan belajarnya menggunakan media papan tulis dalam proses penyampaian materinya.

  c. Tahap Pascates Tahap terakhir dalam proses pembelajaran ini yaitu pemberian pascates. pascates diberikan untuk mengetahui hasil pembelajaran dari kelompok eksperimen yang diberi perlakuan pembelajaran dengan media modul menggunakan mesin untuk operasi dasar dengan kelompok kontrol yang dalam proses pembelajarannya tidak menggunakan perlakuan media.

  3. Tahap Evaluasi dan Pembuatan Laporan Tahap evaluasi yaitu tahapan penelitian mengenai pengolahan data terhadap hasil belajar siswa. Dalam tahap evaluasi ini dibandingkan antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol untuk penyusunan laporan penelitian tersebut.

  G. Teknik Pengumpulan Data

  Untuk memperoleh data yang diperlukan guna menjawab permasalahan yang telah dirumuskan. Penelitian ini menggunakan soal berupa petunjuk untuk membuat sebuah puisi yang dimana penilaiannya berdasarkan tabel skor penilaian kemampuan menulis puisi dan kemampuan kosakata (terlampir)

  H. Teknik Analisis Data

  Menurut Arikunto (2006, hlm. 314) sebelum menganalisis data harus dilakukan dahulu penyajian normalitas dan homogenitas. Dengan demikian maka uji normalitas dan uji homogenitas adalah uji prasyarat sebelum uji analisis dilakukan.

1. Prosedur atau teknik pengolahan data yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

  Data hasil menulis puisi yang dibuat oleh siswa diolah secara kualitatif. Analisis secara kualitatif tersebut dilakukan terhadap aspek: a.

  

Penggunaan landasan satuan bahasa dalam proses penafsiran (data 1); b.

Pemanfaatan karakteristik puisi anak dalam hasil penafsiran (data 2); c. Kelengkapan cerita hasil penafsiran (data 3); d. Ketepatan hasil penafsiran (data 4) Selanjutnya, data kualitatif tersebut diubah menjadi data kuantitatif yang didapat dari hasil tes diolah melalui penskoran dalam bentuk data ordinal.Penskoran dilakukan berdasarkan kriteria skor yang telah penulis susun.

  2. Untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan pada peningkatan masing-masing aspek antara siswa kelas eksperimen dengan kelas kontrol, data diolah dengan bantuan Microsoft Excel XP (2007) dan SPSS Statistics 16.0 (2008) melalui langkah-langkah sebagai berikut.

  d.

  Uji homogenitas bertujuan untuk mengetahui homogen atau tidaknya

distribusi dua kelompok data. Jika kedua kelompok distribusi data mempunyai

varians yang sama maka kelompok tersebut dikatakan homogen. Untuk menguji

kesamaan varians, rumus uji homogenitas (Sugiyono, 2010: 140) yang digunakan

adalah sebagai berikut: ........................................................(8)

  Nilai dk ditentukan berdasarkan ketentuan di atas dengan taraf kesalahan 5% untuk uji dua fihak. Bila harga t hitung lebih kecil dari t tabel (t hitung < t tabel), maka Ho diterima dan Ha ditolak.

  Kesimpulan mengenai penerimaan atau penolakan hipotesis dapat disimpulkan dengan membandingkan antara nilai t hitung dengan t tabel.

  e.

  berdistribusi normal, signifikansi perbedaan rata-rata gain diuji menggunakan Wilcoxon Test.

  Apabila salah satu atau kedua data pada aspek yang sama tidak

  signifikani perbedaan rata-rata gain kedua kelompok dihitung dengan uji t menggunakan uji statistik Compare Mean Independent Sampeles Test.

  a.

  Apabila diketahui kedua data berdistribusi normal dan varians homogeny,

  Levene’s Test c.

  dilanjutkan dengan uji homogenitas varians dengan menggunakan

  Apabila pasangan data aspek yang sama keduanya berdistribusi normal

  b.

  Uji normalitas data gain masing-masing aspek dari kedua kelas menggunakan statistik Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk Test.

3. Uji Homogenitas

  Harga F hasil perhitungan dikonsultasikan dengan harga F tabel pada taraf

signifikansi 5%, dengan dk pembilang = banyaknya data yang variansinya lebih

besar – 1 dan dk penyebut = banyaknya data, yang variansinya lebih kecil – 1.

Apabila Apabila F maka kedua kelompok data mempunyai varians

≤ F hitung tabel yang homogen.

4. Uji Normalitas

  Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui normal atau tidaknya distribusi

suatu data. Untuk data yang berdistribusi normal maka teknik analisis statistik

parametris dapat digunakan. Sedangkan untuk data tidak berdistribusi normal

maka digunakan teknik stastitik nonparametris untuk pengujian hipotesisnya.

  Teknik uji normalitas data menggunakan harga Chi Kuadrat (Sugiyono, 2010: 107).

  ...................................................................(9) Keterangan : Chi Kuadrat

  = f o

  = Frekuensi observasi

  f h = Frekuensi yang diharapkan

  Harga Chi Kuadrat hasil perhitungan dikonsultasikan dengan harga Chi Kuadrat tabel pada taraf signifikansi 5%. Jika harga Chi Kuadrat hitung

( ) < harga Chi Kuadrat tabel ( ), maka data berdistribusi normal.

5. Pengujian Hipotesis

  Pengujian hipotesis dilakukan setelah mengetahui tingkat homogenitas

sampel dan normalitas distribusi datanya. Untuk data yang berdistribusi normal

maka menggunakan statistik parametris dengan uji t-test. Rumus t-test ini

digunakan untuk menguji hipotesis komparatif dua sampel independen (Sugiyono 2010: 138). Rumus tersebut yaitu : Separated Varians 12 X t

   X ……….. .......................................... ........... (10)

  2

  2 s s

  1

  2  n n 2

1 Polled Varians

  1

  X X 2 t 2 2 ……………….. (11)

  (n )s 1 2 1 2

2

  1

  1  n  (n 1)s

   n 2 n n

  1  n 2  2

  1 Keterangan :

  T : Nilai t hitung X 1 : Rata-rata nilai sampel 1 X 2 : Rata-rata nilai sampel 2 n : Jumlah sampel 1

  1

  n

  2 : Jumlah sampel 2

  2

  s : Varians sampel 1

  1 s 2 : Varians sampel 2

2 Petunjuk pemilihan rumus t-test menurut Sugiyono (2010: 139) ada

  beberapa pertimbangan, antara lain:

  2

  2

  1

  2

  1

  2 t-test Sparated , dapat digunakan rumus , baik untuk maupun Polled Varians

  

a. = n dan varians homogen ( = ), maka

Bila jumlah anggota sampel n σ σ

  1

  2

  untuk mengetahui t tabel digunakan dk yang besarnya dk = n + n – 2.

  2

  2 t-test

  1

  2

  

1

  2 Polled Varians, besarnya dk = n + n – 2.

  

b. dan varians homogen ( = ) dapat digunakan dengan

≠ n σ σ Bila n

  1

  

2

  2

  2

  1

  2

  1

  

c. = n dan varians tidak homogen ( ) dapat digunakan rumus

σ ≠ σ Bila n

  2 Sparated maupun Polled Varians, dengan dk = n – 1 atau dk = n – 1.

  1

  2

  2

  2

  2 Separated Varians. Harga t tabel dengan dk = n

  

d. dan varians tidak homogen ( ), untuk ini digunakan rumus

Bila n 1 ≠ n 2 σ 1 ≠ σ

  • – 1 dan dk = n – 1, dibagi dua

  1

  2 kemudian ditambah dengan harga t terkecil.

  Kesimpulan mengenai penerimaan atau penolakan hipotesis dapat

disimpulkan dengan membandingkan antara nilai t hitung dengan t tabel. Nilai dk

ditentukan berdasarkan ketentuan di atas dengan taraf kesalahan 5% untuk uji dua

fihak. Bila harga t hitung lebih kecil dari t tabel (t hitung < t tabel), maka Ho

diterima dan Ha ditolak.

  Sedangkan untuk data yang diperoleh tidak berdistribusi normal maka

digunakan statistik non-parametris dengan tes kolmogorov-smirnov dua sampel.

Tes ini digunakan untuk menguji hipotesis yang datanya telah tersusun pada tabel

distribusi frekuensi kumulatif dengan menggunakan kelas-kelas.

  Rumus tes kolmogorov-smirnov (Sugiyono 2010: 156) yaitu: D = maksimum [Sn (X)

  • – Sn (X)] ……………………..……(12)

  1

2 Keterangan :

  Sn = Jumlah sampel 1

  1 Sn = Jumlah sampel 2

  2 X = Frekuensi

Harga K merupakan harga K yang diperoleh dari pembilang pada perhitungan

  D D

tabel penolong pada tes kolmogorov-smirnov. Harga K hitung tersebut kemudian

  D

dibandingkan dengan harga K tabel dengan uji satu fihak, taraf kesalahan 5%, dan

  D n (jumlah sampel) tertentu. Ho diterima apabila K hitung tabel, dan Ha

  D ≤ K D diterima apabila K hitung K tabel.

  D ≥ D

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, REKOMENDASI A. Simpulan Penelitian tentang penggunaan metode TGT Teams Games Tournaments

  pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas V SD Labschool UPI Bandung ini menghasilkan beberapa simpulan berikut ini.

  1. Pengaruh metode Teams Games Tournaments (TGT) terhadap peningkatan prestasi belajar siswa menulis puisi dan kemampuan kosakata cukup signifikan sebesar 21,80% pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas V SD Labschool UPI Bandung.

  2. Terdapat perbedaan kemampuan menulis puisi dan kemampuan kosakata antara kelas Va dengan menggunakan metode TGT dengan selisih nilai rata-rata sebesar 26,1 dan kelas Vb yang tidak menggunakan metode dengan selisih nilai rata-rata sebesar 15,62 pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas V SD Labschool UPI Bandung.

  3. Peningkatan kemampuan menulis puisi dan kemampuan kosakata hasil parates dan postes yaitu dari rata-rata kelas 66,6 menjadi 78. Dengan hasil uji t-test sebesar 0,219. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan menulis puisi dan kemampuan kosakata terutama pada keterpaduan makna antara larik dan bait, kesesuaian judul dan tema dengan isi, pemilihan diksi, gaya bahasa, rima, dan penyampaian amanat.

B. Implikasi

  Penelitian yang berjudul Penerapan Model Pembelajaran Teams Games

  

Tournament (TGT) dalam Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi Anak dan

  Kemampuan Kosakata Siswa Kelas V SD Labschool UPI Bandung. yang dilakukan sebanyak tiga pertemuan dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi dan kemampuan kosakata dapat meningkatkan keefektifan siswa dalam pembelajaran menulis puisi siswa.

SUKMAH RAHMATDANI, 2015

  Berdasarkan pada simpulan di atas, maka diharapkan penerapan metode TGT dapat diterapkan di dalam pembelajaran, khususnya menulis puisi. Dengan penerapan metode ini terbukti bahwa dapat memberikan motivasi kepada siswa sehingga bersemangat dalam belajar dan aktif terhadap pembelajaran menulis puisi.

  Kemampuan siswa, khususnya dalam menulis puisi hendaknya senantiasa dilatih terus menerus. Pelatihan yang rutin, akan dapat membangkitkan siswa dalam mencintai sastra khususnya menulis puisi puisi.

  Guru harus dapat menjadi mediator untuk dapat mengembangkan kemampuan siswa tersebut. Oleh karena itu, guru harus dapat mengupayakan hal- hal yang dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan siswa. Salah satu upaya guru yaitu mendatangkan model sebagai penulis puisi yang dapat diamati, ditiru, dan menjadi gambaran langsung bagi siswa tentang cara menulis puisi yang baik.

  Dalam penelitian ini diberikan suatu gambaran bahwa keberhasilan suatu pembelajaran bergantung dari beberapa faktor. Faktor yang paling menentukan adalah berasal dari guru. Rendahnya kemampuan menulis puisi siswa, akibat dari kurangnya guru dalam memvariasikan metode yang dipakai dalam pembelajaran. Guru cenderung konvensional, menyampaikan materi dengan ceramah, dan tidak melibatkan siswa. Seharusnya guru dapat menggunakan teknik atau metode untuk mengembangkan materi ajar. Salah satunya adalah dengan menerapkan model barbasis masalah ini.

  Faktor lain yang mempengaruhi keberhasilan dalam pembelajaran adalah dari siswa. Siswa tidak memiliki ketertarikkan dan motivasi dalam belajar menulis puisi. Siswa menganggap bahwa puisi itu sulit, dan hanya anak yang berbakat saja yang bisa. Sehingga mereka pasif dalam pembelajaran menulis puisi. Untuk itulah peranan guru dalam memotivasi siswa sangat berpengaruh terhadap keberhasilan suatu pembelajaran.

  Dua faktor di atas, tidak dapat dipisahkan satu sama yang lain karena keduanya saling mendukung. Oleh karena itu, harus diupayakan secara maksimal agar semua faktor dapat dimiliki oleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran yang berlangsung di kelas. Dengan demikian, kegiatan belajar mengajar lebih hidup dan berjalan dengan lancar dan dalam suasana yang menyenangkan.

C. Rekomendasi

  Berdasarkan hasil penelitian mengenai penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) pada kelas V SD Labschool UPI Bandung tahun ajaran 2014/2015, maka saran-saran yang diberikan sebagai sumbangan pemikiran untuk meningkatkan mutu pendidikan pada umumnya dan meningkatkan kompetensi siswa kelas V SD Labschool UPI Bandung pada khususnya sebagai berikut:

  1. Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian, menunjukan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia dengan kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi dan kemampuan kosa kata siswa. Oleh karena itu, disarankan pembelajaran dengan kooperatif tipe TGT dapat menjadi salah satu alternatif yang bisa digunakan guru bahasa Indonesia dalam menyajikan materi Bahasa Indonesia.

  2. Pembelajaran kooperatif baik tipe TGT memerlukan langkah-langkah pembelajaran yang sudah ditentukan, sehingga jika guru ingin menggunakan strategi ini disarankan untuk melakukan persiapan yang matang agar pembelajaran dapat berjalan dengan lancar dengan mempertimbangkan pengalokasian waktu pada setiap langkah-langkah tersebut sebaik-baiknya sehingga tercipta proses pembelajaran yang efektif dan efisien sepanjang waktu yang sudah ditetapkan 3.

  Untuk penelitian lebih lanjut hendaknya penelitian ini dapat dilengkapi

  dengan meneliti aspek-aspek lain yang belum terjangkau oleh peeliti saat ini seperti pengaruh pembelajaran kooperatif tipe TGT ditinjau dari jenis kelamin, kemampuan IQ siswa dan ditinjau dari sekolah yang mewakili semua level sekolah yaitu sangat baik, sedang dan rendah. Selain itu juga ditinjau dari indikator kemampuan koneksi dan komunikasi yang lainnya bagi siswa sekolah dasar.

DAFTAR PUSTAKA

  Aminuddin. (2002). Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru Algesindo. Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT Rineka Cipta. Aunurrahman. (2009). Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta. Baribin, R. (1990). Teori dan Apresiasi Puisi. Semarang: IKIP Semarang Press. Departemen Pendidikan Nasional. (2006). Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah. Jakarta: Depdiknas. Doyin, Mukh. (2002). Kamus Kata Baku Bahasa Indonesia. Semarang: Nusa Budaya. Fengfeng Ke dan Barbara Graboswki. (2007). British Journal of Educational

  Technology Vol 38 No 2 2007. 249-259. Gameplaying for Maths Learning: Cooperatif or Not? USA.

  Husaini, U., & Purnomo, S.A. (2006). Pengantar Statistika. Jakarta: PT. Bumi Aksara. Isaac, S., & Michael, W.B. (1971). Handbook in Research and Evaluation.

  California: Edits Publishers. Isjoni dan Mohd. Arif Ismail. (2008). Model-model Pembelajaran Mutakhir.

  Yogyakarta: Pustaka Belajar. Isjoni. (2009). Pembelajaran Kooperatif. Yogyakarta: Pustaka Belajar. Jabrohim. (2003). Cara Menulis Kreatif. Yogjakarta: Pustaka Pelajar. Lie, A. (2008). Cooperative Learning. Jakarta: PT Gramedia. Mulyasa, E. (2007). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan: Sebuah Panduan

  Praktis. Bandung: Remaja Rosdakarya

  Nurgiyantoro. (2005). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gajah Mada University

  Parera, J D. (1993). Leksikon Istilah pembelajaran Bahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Partino, R., & Idrus, M. (2009). Statistik Deskriptif. Yogyakarta: Safiria Insania Press. Purwanto. (2008). Metodologi Penelitian Kuantitatif untuk Psikologi dan Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

SUKMAH RAHMATDANI, 2015

  Prosiding. (2005)

  . “Strategi Pemerkayaan Kosakata Bahasa Indonesia” dalam

  Prosiding: Seminar Antarbangsa Linguistik Melayu (SALiMO5). Jilid 1 (hlm.23-31). Pusat Pengajian Bahasa, Kesusastraan dan Kebudayaan Melayu Faculiti Sains Sosial dan Kemanusiaan Universitas Kebangsaan Malaysia.

  Riwayadi & Anisyah, (2007). Kamus Inggris-Indonesia, Surabaya: Sinar Terang. Sabarti, A. dkk. (1996). Menulis. Jakarta: Departemen Pendidikan dan

  Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Bagian Proyek Penataran Guru SLTP Setara D-III Tahun 1996/1997. Santrock, J.W. (2007). Perkembangan Anak (Jilid 1). Jakarta: Erlangga. Sayuti, Suminto A. (2002). Berkenalan dengan Puisi. Yogyakarta: Gama Media. Slamet, St. Y. (2008).Dasar-dasar Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di

  Sekolah Dasar. Surakarta : LPP UNS & UNS Press Slavin, E. Robert. (2009). Cooperative Learning Teori, Riset, dan Praktik.

  Bandung: Nusa Med Aneka Ilmu. 2003. Soejono, Ag. (1983). Metodik Khusus Bahasa Indonesia. Bandung: Bina Karya. Sudjana. (2005). Metoda Statistika. Bandung: Tarsito Sugiyono. (2010). Metode

  Penelitian Pendidikan. Bandung: CV Alfabeta

  Sudrajat, A. (2008). Pengertian Pendekatan Strategi Metode Teknik Taktik dan

  Model Pembelajaran. http://wordpress.com. Diakses tanggal 3 Januari 2011.

  Sugihartono, dkk. (2007). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press. Sugihastuti.(2007). Bahasa Laporan Penelitian.Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Sugiyono. (2010). Statistika untuk Penelitian. Bandung: CV. Alfabeta. . (2011). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: CV. Alfabeta.

  Suharianto, S (2005). Dasar-dasar Teori Sastra. Semarang: Rumah Indonesia. Sukardi. (2011). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT. BumiAksara. Sumarni. (2009). Usaha Peningkatan Keterampilan Berbicara dengan

  Pembelajaran Kooperatif Model Teams Games Tournament (TGT) Pada Siswa Kelas IV SDN Pilangsari I Kecamatan Ngrampal Kabupaten Sragen. Skripsi idak diterbitkan. Surakarta: UNS .

  Suprijono, A.( 2009). Cooperative Learning. Yogyakarta: Pustaka Belajar. Sutedjo, K. (2008). Menulis Kreatif Kiat Cepat Menulis Puisi dan Cerpen.

  Yogjakarta: Nadi Pustaka. Tarigan, Henry G. (1986). Pengajaran Kosakata. Bandung : Angkasa. .(1994). Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa. Taylor, Francis Group. (2008). www.tandf.co.uk/../0020739x.asp (Jurnal Penelitian Internasional) Diakses tanggal 6 Januari 2011. Trianto. (2007). Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik

  Konsep, Landasan Teoritis-Praktis dan Implementasinya. Jakarta: Prestasi Pustaka Publiser.

  Wagiran dan Doyin. (2005). Curah Gagasan. Semarang: Rumah Indonesia. Waluyo, Herman. J (2003). Apresiasi Puisi: Panduan untuk Pelajar dan Mahasiswa. Jakarta: Pustaka Utama.

  _________________. (2008).Pengkajian dan Apresiasi Puisi. Salatiga: Widya Sari. Wiyatmi. (2006). Pengantar Kajian Sastra. Yogyakarta: Pustaka.

Dokumen baru

Download (42 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS X PADA MATERI VEKTOR DI SMA N 1 KUTA COT GLIE.
0
18
1
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENTS PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 1 PURWODADI DALAM TAHUN PELAJARAN 2012/2013
0
12
33
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEAMS GROUP TOURNAMENT (TGT) SISWA KELAS V SDN 6 JATIMULYO KEC. JATIAGUNG KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TP 2013/2014
0
9
55
PENINGKATAN MOTIVASI DAN KEMAMPUAN SPEAKING MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) KELAS X SMAN 8 BANDAR LAMPUNG
3
27
117
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEAMS GROUP TOURNAMENT (TGT) SISWA KELAS V SDN 6 JATIMULYO KEC. JATIAGUNG KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TP 2013/2014
0
11
108
THE DIFFERENCE BETWEEN GROUP INVESTIGATIONS (GI) AND TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) LEARNING MODEL IN SOCIAL STUDIES LEARNING IN SMK PERBEDAAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATIONS (GI) DAN TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SMK
0
9
154
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT TERHADAP SIKAP SPORTIVITAS SISWA DALAM PENDIDIKAN JASMANI
0
0
12
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) PADA SISWA KELAS V SDN SIDOREJO KIDUL 03 SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2016 2017
0
0
13
UPAYA PENINGKATAN PRESTASI DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) BERBANTUAN PERMAINAN ULAR TANGGA PADA SISWA KELAS 2 SD KANISIUS LODOYONG SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 20162017 LAPORAN TUGAS AKHIR - Institutional
0
0
17
PENGARUH PENGGUNAAN VCT TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS PUISI ANAK PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS V SD
0
0
10
EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA
0
1
11
PENERAPAN PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XA SMK NURUL IMAN MUNTILAN
0
0
6
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SD
0
1
5
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) PADA PEMBELAJARAN GETARAN DAN GELOMBANG DI KELAS VIII SEMESTER II MTs-N 2 PALANGKA RAYA TAHUN AJARAN20132014
0
0
22
PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR IPA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) SISWA KELAS V SDN MANGUNSARI 05 KECAMATAN SIDOMUKTI SALATIGA SEMESTER II TAHUN 20142015
0
0
15
Show more