Perkataan Al Imam Abu Ja’far Muhammad Ibnu Jarir Ath Thabriy, beliau

Gratis

0
0
127
5 months ago
Preview
Full text

Dalil-Dalil Tentang Wajibnya Hijab

  Al Imam Al Qadli Abu Bakar Muhammad Ibnu Abdillah yang terkenaldengan Ibnu Al ‘Arabi Al Maliki (Wafat 543 H) rahimahullah berkata dalam tafsirnya : Masalah kedua : Orang berbeda pendapat tentang menjelaskan makna jilbab dengan lafadh-lafadh yang berdekatan, semuanya berputar bahwa jilbab itu adalah kain yang menutupi seluruh tubuh, namun mereka bermacam-macam dalam mengungkapkannya di sana, dikatakan ia adalah rida’, dan dikatakan pula diaadalah qina’. Orang-orang yang menafikan hikmah dan ta’lil mengklaim bahwa syariat telah membedakan antara dua hal yang sama dan menggabungkan antara dua hal yang berbeda, dan untuk memperkuat keyakinannya itu mereka berdalih denganbeberapa hal diantaranya : Dintaranya : Syariat mengharamkan memandang wanita tua yang buruk rupa bila dia itu wanita merdeka, dan membolehkan memandangwanita budak yang cantik jelita.

Firman-Nya : ن َ ْيِنمِؤ ْ م ُ ْلا ءِاس َ ِنو َ ك َ ِتاَنَبوَ ك َ جِاوَزَْل ل ْ قُ ي ُّ ِبَّنلا اهَُّيَأ اَي َلفَ ن َ ف ْ رَعُْي ن ْ َأ ىَنْدَأ ك َ ِلَذ ن َّ هِِبْيِبَلجَ ن ْ مِ ن َّ هِْيَلعَ ن َ ْيِنْدُي ام ً ْيح ِ رَ ارًوْفُغ َ هُللا ن َ اَكو َ ن َ ْيَذؤ ْ ُي

  Al Imam Al Qadli Abu Bakar Muhammad Ibnu Abdillah yang terkenaldengan Ibnu Al ‘Arabi Al Maliki (Wafat 543 H) rahimahullah berkata dalam tafsirnya : Masalah kedua : Orang berbeda pendapat tentang menjelaskan makna jilbab dengan lafadh-lafadh yang berdekatan, semuanya berputar bahwa jilbab itu adalah kain yang menutupi seluruh tubuh, namun mereka bermacam-macam dalam mengungkapkannya di sana, dikatakan ia adalah rida’, dan dikatakan pula diaadalah qina’. Orang-orang yang menafikan hikmah dan ta’lil mengklaim bahwa syariat telah membedakan antara dua hal yang sama dan menggabungkan antara dua hal yang berbeda, dan untuk memperkuat keyakinannya itu mereka berdalih denganbeberapa hal diantaranya : Dintaranya : Syariat mengharamkan memandang wanita tua yang buruk rupa bila dia itu wanita merdeka, dan membolehkan memandangwanita budak yang cantik jelita.

Ni’matullah Ibnu Mahmud Al Khajwaniy : نيندي artinya menutupi نهيلع

  Syaikh Abdul Aziz Ibnu Khalaf berkata : ( dan mafhum dari jilbab adalah tidak terbatas pada nama, jenis dan warna tertentu, namun jilbab adalah setiap pakaian yang dipergunakan oleh wanita untuk menutupi semua tempat-tempat perhiasanbaik yang tetap atau yang bisa dipindahkan (seperti pakaian, pent), dan bila kita telah mengetahui maksud darinya, maka hilanglah kesulitan dalam menentukankarakter dan namanya. Saya berkata : Penutup itu akan terbuka dari nash-nash tersebut dan dari amalan Nabi , para sahabatnya dan umatnya, maka bersabarlah.91 Fadlilatud Doktor berkata : ( Kedua : Perkataan-perkataan para ulama yang lalu itu tidak sejalan sama sekali dengan pendapat yang mengatakan wajibnya menutupi wajah dan kedua telapak tangan, dan seorangpun tidak mampu mengatakan bahwa mereka itu tidak mengetahui makna ayat ini, dan mereka sepakat menyalahi apa yang ditunjukanolehnya).

Penjelasan Makna Jilbab

  Dan yang paling rajih adalah apa yang dikatakan oleh para ahli tahqiq, yaitu bahwa yang dimaksud jilbab dalam bahasa arab yang dikhithabkan kepada kita oleh Rasulullah adalah pakaian yang menutupi seluruh tubuh, bukan yang menutupi sebagian saja sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Hazm dalam Al9697 Muhallaa ,dan dishahihkan oleh Al-Qurtubi dalam tafsirnya. Syaikh Ibrahim Asy Syurii dan Syaikh Muhammad Asy Syibawi berkata : Dan yang benar sesungguhnya jilbab adalah pakaian yang menutupi seluruh tubuh, dan setiap wanita lebih mengetahui tentang pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya, dan103 tidak membutuhkan untuk diajari hal itu.

Hukum Memakai Jilbab

  Asy Syaikh Al Imam Abdul Qadir Ibnu Umar Asy Syaibani Al Hanbali berkata : Dan wanita merdeka yang sudah baligh seluruh tubuhnya adalah aurat di dalam shalat hingga kuku dan rambutnya kecuali wajahnya, sedangkan wajah dan kedua telapak tangan dari wanita merdeka yang sudah baligh adalah aurat di luar shalat berhubungan dengan pandangan (laki-laki) sebagaimana halnya anggota badan yang135 lain. Al Amir Al Imam Muhammad Ibnu Ismail ash Shan’ani rahimahullah berkata : Dan boleh membuka wajahnya karena tidak ada dalil yang mengharuskan menutupinya, dan maksudnya adalah membukanya di dalam shalat di kala tidak ada136 laki-laki yang bukan mahram melihatnya, ini adalah auratnya di dalam shalat, adapun137 Al Qiyas Fi Asy syar’i Al Islami 69.

Thabari rahimahullah mengatakan dalam tafsir ayat ini : ن

  Al Alusi rahimahullah berkata : Dan yang dimaksud sesuai dengan seluruh Qira’at adalah perintah terhadap mereka radliyallahu ta’ala ‘anhunna agar selalu tinggal di rumah, dan ini hal yang dituntut dari semua wanita, AtTirmidzi dan Al Bazzar meriwayatkan dari Ibnu Masud dari Nabi berkata,”Sesungguhnya wanita itu adalah aurat, dan keadaan dia sangat dekat194 dengan rahmat Rabbnya adalah ketika dia berada di dalam rumahnya,” . Beliau berkata lagi : perkataannya : Dan dikatakan : yang dimaksud dengan zinah adalah mawadli’uha (tempat-tempatnya),,, dan dalam satu manuskrip : mawaqi’uha,yang maknanya sama, imilah yang disetujui oleh Az Zamakhsyari sedang beliau ini berada di atas madzhab Abu Hanifah rahimahullah, dan beliau menjadikannya sebagaikinayah dari apa yang telah disebutkan seperti naqal jaib, dan ini adalah majaz(kiasan) dari penyebutan sesuatu yang menempati dan yang dimaksud adalah tempatnya.

Al Imam Abu Bakar Al Jashash rahimahullah : Dan firman-Nya : ن ِ او َ مِ ُدع َ ق َ ْلاوَ ة ٍ اج َ ن ْ َأ ح َ اح َ و َّللا ءِاس َ ر َّ هَُباَيِث ن َ عْض َ َي ن ٌ اَنج ُ ن ْيَلف ً اَكِن ن َ ِّنلا ٍ َنْيزِِب ت ِّ َبَتمُ رَْيغ َّ هِْيَلعَ س َ ْ ج ُ رَْي َل ي ْ ِت م

  َ ع ٌ ْيم ِ س ْ ف ْ َأو Ibnu masud dan Mujahid berkata : Dan ٌ ْيِلع َ هللاو َ ف ِ عَْتس ْ َي نَ ن َّ هَُل رٌْيخَ ن َ perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haidl dan mengandung) yang tiada ingin kawin yaitu mereka yang sudah tidak mempunyai hasrat kawin lagi, sedang yangdimaksud pakaiannya adalah jilbab-jilbabnya. Abu Bakar berkata : Tidak ada perselisihan bahwa rambut wanita tua adalah aurat yang tidak diperbolehkan laki-laki asingmemandangnya, sebagaimana halnya rambut wanita muda, maka tidak tidak benar yang dimaksud dengan ayat adalah menanggalkan khimar di hadapan laki-laki asing.

Al Imam Al Faqih ‘Imaduddin Ath Thabari yang terkenal dengan Ilkiya Al ن Harras rahimahullah berkata : Firman-Nya ( َ و َّللا ءِاس ِ او ُ رَْي َل ي َ ِّنلا ن َ مِ ُدع ْ ج ْ ِت َ ق َ ْلاوَ اح

  Dan Allah 287 Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,”Al Imam Abu Al Faraj Ibnu Al Jauziy rahimahullah berkata : Firman-Nya ,”menanggalkan tsiyab (pakaian) mereka,” yaitu dihadapan laki-laki, dan yang dimaksud dengan tsiyab adalah jilbab, rida’, dan qina’ yang berada sebagai rangkap kudungnya, ini adalah yang dimaksud dengan tsiyab (pakaian) bukan seluruh288 َ pakaiannya. Allah mensyaratkan pada diri si wanita tua itu bahwa dia sudah tidak ada hasrat nikah lagi, dan ini tak lain-Wallahu ‘Alam-melainkan karena harapan menikahnya itu mendorongnya untuk bersolek dan tabarruj 295 dengan harapan ada laki-laki yang melirik, maka dia dilarang dari menanggalkan Dan diantaranya perkataan sebagian mereka dalam memuji orang yang menjaga iffahnya :Bila di dalam mimpi dia hendak melakukan perbuatan keji 296 Maka keiffahannya mengingatkannya, sehingga dia tersadar.

Bagian Pertama

  Adapun menutupinya dengan lengan baju dan menutupi wajahnya dengan jubah, kudung dan pakaian luarnya, maka itu sama sekali tidak dilarang, dan orang yangmengatakan : Sesungguhnya wajahnya setatusnya sama dengan kepala laki-laki (yang sedang ihram),” maka sama sekali dia tidak memiliki dalam hal ini dalil nash atau dalilumum (sekalipun), dan tidak benar mengkiyaskannya pada setatus kepala laki-laki muhrim, karena Allah telah membedakan dalam banyak hal antara keduanya. Dan mustahil hal ini menjadi bagian dari syiar ihram, sedangkan tidak nampak dan dikenal di antara mereka yangpadahal mereka itu mengetahui masalah yang khusus dan umum, dan barang siapa yang mementingkan sikap obyektif dan berjalan di atas jalan ilmu dan keadilan, makadia bisa membedakan pendapat yang rajih (kuat) dari pendapat yang marjuh (tidak 318 kuat), dan pendapat yang sakit dari pendapat yang benar.

Ummu salamah radhiyallahu 'anha, berkata : Rasulullah berkata : هُْنمِ ب ْ ج ْ َتْلف ِ َتح َ ىَّدؤَُي امَ ُهَدْنعِ نَاكوَ ب ٌ َتاَكمُ ن َّ ُكاَدحِْل نَاَك اَذِإ

  Dan dari Ikrimah berkata : Saya mendengar Ibnu Abbas berkata, sedang telah sampai kepada beliau kabar bahwa Aisyah radhiyallahu 'anha berhijab(menutupi diri) dari Husain Ibnu Ali …., maka Ibnu Abbas berkata :Sesungguhnya Husain memandang Aisyah itu adalah halal,” Dan dari UmarIbnu Dinar dari Abu Ja’far, berkata : Adalah Hasan dan Husain tidak pernah memandang Ummahatul Mu’minin…maka Ibnu Abbas berkata :Sesungguhnya keduanya memandang mereka adalah halal. Syaikh Abdul Aziz Ibnu Khalaf hafidhahullah : Dan ini juga merupakan di antara dalil wajibnya (menutupi wajah) karena beliau menutupi wajahnya dengan jilbab,karena tidak ada satupun patah katapun dari Al Qur’an maupun As Sunnah yang menunjukan bahwa menutupinya itu adalah khusus bagi Ummahatul Mu’minin, dan karena hijab itu berbeda denganmengulurkan, dan ini jelas sekali… Dari Nadharat Fio Hijabil Mar’ah Al Muslimah hal : 96.

Rasulullah : ام َ ح ْ َأ ه ِ ْيَلع َ اَنج ُ َلف َ َطخ َ ًةَأرَمْا مُُكُدحََأ ب َ َّنِإ ن َ اَك اَذِإ اهَْيَلِإ رَُظْنَي ن

  Diriwayatkan oleh Imam Ahmad 5/424, dan di dalam Majma’ Az Zawaid : Diriwayatkan oleh Ath Thabraniy dalam Al Ausath dan Al Kabir 4/276, dan berkata : para perawi Imam Ahmad perawi hadits Syaikh Abu Hisyam Al Anshari hafidhahullah berkata : Sesungguhnya diangkatnya dosa dari menampakan kecantikan dalam keadaan khusus ini untuk tujuan mashlahat khusus ini adalah merupakan dalil bahwa menampakan kecantikan dalam keadaan-keadaan lainnya adalah berdosa. Dia berkata : Saya habis dari rumah keluarga si mayyit, 395 saya menenangkan mereka dan menghibur hatinya)…Sesungguhnya para sahabat telah menduga bahwa Nabi tidak mengenal wanita itu yang lewat di sampingnya, karena dia itu menutupi dirinya, namun beliaumengenalinya, dan berkata,” Wahai Fathimah ?, sebagaimana beliau mengenali 396 397 Aisyah ditengah tengah orang padahal dia itu menutupi wajahnya.

Dicopy dari :

  Website “Yayasan Al-Sofwa” Jl. Raya Lenteng Agung Barat, No.35 Jagakarsa, Jakarta - Selatan (12610)Telpon: (021)-788363-27 , Fax:(021)-788363-26www.alsofwah.or.id ; E-mail: info@alsofwah.or.id Dilarang Keras Memperbanyak Buku ini untuk diperjual belikan !!!

Dokumen baru

Aktifitas terbaru

Download (127 Halaman)
Gratis