Barangsiapa karena kealpaannya menyebabkan matinya orang lain

Full text

(1)

PENGADILAN MILITER III - 19 J A Y A P U R A

P U T U S A N

Nomor : PUT / 80 - K / PM III - 19 / AD / V / 2010

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Pengadilan Militer III - 19 Jayapura yang bersidang di Jayapura dalam memeriksa dan mengadili perkara in absensia pidana pada tingkat pertama telah menjatuhkan putusan sebagaimana tercantum di bawah ini dalam perkara Terdakwa:

Nama lengkap : TERDAKWA

Pangkat / Nrp : Serda / 21070541200885

Jabatan : Danru 1 Ton II Kompi Demlat (dulu) Danru 2 Ton II Kompi Demlat (sekarang) Kesatuan : Rindam XVII / Cenderawasih

Tempat tanggal lahir : Sentani, 3 Agustus 1985 Jenis kelamin : Laki-laki

Kewarganegaraan : Indonesia

A g a m a : Kristen Protestan

Tempat tinggal : Asrama Rindam XVII / Cenderawasih Ifar Gunung Sentani Jayapura.

Terdakwa dalam perkara ini tidak ditahan.

PENGADILAN MILITER III - 19 Jayapura

, tersebut di atas :

Membaca : Berita acara Pemeriksaan permulaan dalam perkara ini.

Memperhatikan : 1. Surat Keputusan Penyerahan Perkara dari Pangdam XVII / Cenderawasih Selaku PAPERA Nomor : Skep / 08 / I /2010 tanggal 25 Januari 2010.

2. Surat Dakwaan Oditur Militer Nomor : DAK / 56 / IV / 2010 tanggal 30 April 2010.

3. Relaas Penerimaan surat panggilan untuk menghadap sidang kepada Terdakwa dan para Saksi.

4. Surat-surat lain yang berhubungan dengan perkara ini.

Mendengar : 1. Surat Dakwaan Oditur Militer Nomor : DAK / 56 / IV / 2010 tanggal 30 April 2010, di depan sidang yang dijadikan dasar pemeriksaan perkara ini.

(2)

Memperhatikan : 1. Tuntutan pidana (requisitoir) Oditur Militer yang dibacakan di persidangan dan diajukan kepada Pengadilan yang pada pokoknya menyatakan bahwa Terdakwa secara sah dan menyakinkan bersalah telah melakukan tindak pidana :

Barangsiapa karena kealpaannya menyebabkan

matinya orang lain

Sebagaimana dirumuskan dan diancam dengan pidana menurut pasal 359 KUHP dan ketentuan perundang-undangan lain yang berlaku.

Dan oleh karenanya Oditur Militer memohon agar Terdakwa dijatuhi dengan :

Pidana : Penjara selama 7 (tujuh) bulan.

Barang bukti :

Barang-barang : 1 (satu) unit SPM Yamaha Vega warna biru Nopol DS 2293 JL dengan kondisi kap lampu depan pecah, jok tidak ada, persneling kiri penyok, postep kanan penyek, kop bodi, kunci kontak dan kaca spion tidak ada.

Mohon agar ditentukan statusnya.

Surat-surat : 1. 1 (satu) lembar Visum Et Repertum An. Sdri. Junia Tabuni dari RSUD Doyo Nomor : 343 / VER / RSUD / VUU / 2009, tanggal 31 Juli 2009.

2. 2 (dua) foto SPM Yamaha Vega Nopol DS 2293 JL.

Agar tetap disatukan dalam berkas perkara.

3. 1 (satu) lembar STNK SPM Yamaha Vega DS 2293 JL.

4. 1 (satu) lembar SIM C An. Terdakwa.

Dikembalikan kepada pemiliknya (Terdakwa).

Mewajibkan kepada Terdakwa untuk membayar biaya perkara sebesar Rp. 10.000,- (sepulih ribu rupiah).

Menimbang : Bahwa menurut Surat Dakwaan tersebut diatas, Terdakwa pada pokoknya didakwa telah melakukan tindak pidana sebagai berikut :

(3)

Bahwa Terdakwa pada waktu-waktu dan di tempat-tempat seperti tersebut di bawah ini, yaitu pada hari Minggu tanggal lima bulan Juni tahun dua ribu sembilan pukul 21.00 Wit atau waktu lain, setidak-tidaknya pada suatu waktu dalam tahun dua ribu sembilan, bertempat di Jalan Raya Kemiri Sentani Kabupaten Jayapura atau tempat lain, setidak-tidaknya di suatu tempat yang termasuk wewenang Pengadilan Militer III-19 Jayapura, telah melakukan tindak pidana :

Barangsiapa karena kealpaannya menyebabkan

matinya orang lain

Dengan cara-cara sebagai berikut :

1. Bahwa Terdakwa masuk menjadi prajurit TNI AD sejak tahun 2006 melalui pendidikan Secaba PK di Rindam XVII / Cenderawasih setelah lulus dilantik dengan pangkat Serda lalu mengikuti pendididkan kecabangan Infanteri dan setelah lulus ditugaskan di Rindam XVII / Cenderawasih sampai sekarang dengan pangkat Serda NRP. 21070541200885.

2. Bahwa Terdakwa pada hari Minggu tanggal 5 Juli 2009 sekira pukul 20.50 Wit setelah selesai mengikuti pelajar Secata latihan berganda, berencana hendak ke Yamin dengan menggunakan SPM Yamaha Vega warna biru Nopol DS 2293 JL melewati Jl. Hawai Kemiri, sesampainya didepan kantor pemadam kebakaran atau didepan rumah makan Soto Lamongan Sdr. Saksi I (Saksi-1) bersama Sdri. Junia Tabuni (Korban) akan menyeberang jalan, setelah menengok kanan dan kiri langsung menyeberang duluan dengan meloncat dari pembatas jalan.

3. Bahwa hal tersebut membuat Terdakwa kaget dan berusaha menghindari penyeberang jalan (korban) kekiri serta menginjak rem sambil berdiri, dan mencondongkan badan kedepan serta menarik rem depan sehingga membuat Terdakwa terpelanting jatuh dan tidak sadarkan diri, selanjutnya Terdakwa tidak tahu apa yang terjadi, sedangkan korban jatuh berguling-guling sambil memegang perut sebelah kiri dan masih dalam keadaan sadar.

4. Bahwa kejadian tersebut juga membuat Saksi-1 kaget dan berlari menolong korban yang terbaring di jalan, lalu membawanya kepinggir jalan, kemudian Praka Jemgembiar Biniluk (Saksi-2) menghampiri pengendara SPM dan menyarankan agar segera dibawa ke KSA Yonif 751/BS agar segera mendapat pertolongan karena Terdakwa banyak mengeluarkan darah, selanjutnya Terdakwa dibawa ke KSA Yonif 751/BS dengan taksi, kemudian Saksi-2 bermaksud memboncengkan korban dengan SPM tetapi korban sudah tidak sanggup duduk selanjutnya Saksi-2 mencari mobil untuk membawa korban ke RSU Yowari Doyo, sesampainya di RSU Yowari korban langsung dipasang infus oksigen oleh petugas kesehatan namun nyawanya tidak tertolong lagi karena limpahnya pecah.

(4)

dekat tersebut Terdakwa tidak sempat memperlambat laju SPM, kecepatan kendaraan saat itu antara 60 s/d 70 Km / jam, lalu lintas sepi, cuaca cerah, penerangan jalan sebelah kiri ada / remang-remang.

6. Bahwa kondisi SPM Terdakwa saat itu masih layak pakai, surat-surat lengkap yaitu STNK, SIM berlaku dan Terdakwa tidak terpengaruh minuman keras, akibat kecelakaan tersebut Terdakwa mengalami luka pada bagian pelipis kanan, telinga kiri lecet, lutut kiri lecet, korban meninggal dunia di RSU Yowari Doyo, serta kendaraan mengalami rusak.

Berpendapat, bahwa perbuatan-perbuatan Terdakwa tersebut telah memenuhi unsur-unsur tindak pidana sebagaimana dirumuskan dan diancam dengan pidana yang tercantum dalam pasal : 359 KUHP.

Menimbang : Bahwa atas dakwaan tersebut Terdakwa menerangkan bahwa ia benar-benar mengerti atas Surat Dakwaan yang didakwakan kepadanya.

Menimbang : Bahwa atas dakwaan tersebut Terdakwa mengakui telah melakukan tidak pidana yang didakwakan kepadanya dan membenarkan semua dakwaan yang didakwakan kepadanya.

Menimbang : Bahwa dalam persidangan ini Terdakwa tidak didampingi oleh Penasehat Hukum dan akan dihadapi sendiri.

Menimbang : Bahwa para saksi tidak dapat hadir dipersidangan namun keterangannya sudah diambil dibawah sumpah maka untuk itu atas persetujuan Terdakwa, Hakim Ketua memerintahkan kepada Oditur Militer untuk membacakannya yang pada pokoknya adalah sebagai berikut :

Saksi - I : Nama Lengkap : SAKSI I, Pekerjaan : Pelajar, Tempat dan tgl lahir : Wendame, 20 Mei 1989, Jenis Kelamin : Laki - laki, Kewarganegaraan : Indonesia, Agama : Kristen Protestan, Tempat tinggal : Jl. Raya Sentani Komplek Stakin Depan Yonif 751 / BS Jayapura Papua.

Menerangkan sebagai berikut :

1. Bahwa Saksi tidak kenal dengan Terdakwa, dan tidak ada hubungan keluarga.

2. Bahwa pada hari Minggu tanggal 5 Juli 2009 sekira pukul 20.00 Wit saksi pergi bersama Sdr. Junia Tabuni (korban) ke asrama Toli Jl. Kuburan Sentani, lalu pergi ke apotik dan karena sudah tutup Saksi bersama korban kembali, ketika berada di depan rumah makan Soto Lamongan saksi bersama korban akan menyeberang jalan, setelah menengok kanan dan kiri korban langsung menyeberang duluan.

(5)

Saksi kaget dan berlari menolong korban yang terbaring di jalan lalu membawanya kepinggir jalan, kemudian Saksi-2 (sdr. Jimgembiar Binuluk) menyetop sebuah taksi dan membawa korban ke RSU Yowari Doyo Sentani, sesampainya di RSU Yowari korban langsung dipasang infus oksigen oleh petugas kesehatan namun nyawanya tidak tertolong lagi.

4. Bahwa saat kejadian arus lalu lintas sepi, cuaca gelap karena tidak ada penerangan lampu, jalan beraspal dan datar, kecepatan kendaraan yang ditumpangi Terdakwa sekitar 80 Km / jam, sedangkan kondisi korban tidak terdapat luka luar korban mengeluh sakit pada bagian perut sebelah kanan.

Atas keterangan Saksi - I yang dibacakan tersebut Terdakwa membenarkan seluruhnya.

Saksi-II : Nama Lengkap : SAKSI II, Pangkat / NRP : Praka / 31010360140577, Jabatan : Caraka Brigif-20 / IJK, Kesatuan : Brigif-20 / IJK, Tempat tanggal lahir : Wamena, 21 Mei 1977, Jenis Kelamin : Laki - laki, Kewarganegaraan : Indonesia, Agama : Kristen Protestan, Tempat tinggal : Asrama Brigif-20 / IJK Mimika Papua.

Menerangkan sebagai berikut :

1. Bahwa Saksi tidak kenal dengan Terdakwa dan tidak ada hubungan keluarga, sedangkan dengan korban masih ada hubungan saudara / keluarga.

2. Bahwa pada hari Minggu tanggal 5 Juli 2009 sekira pukul 20.00 Wit ketika Saksi sedang makan di warung Soto Lamongan tiba-tiba mendengar suara gesekan benda jatuh, setelah dilihat ternyata ada pengendara SPM jatuh tergelincir di jalan aspal terpental di pemisah jalan, sedangkan SPM yang dikendarainya terpental dipinggir jalan.

3. Bahwa kemudian Saksi menolong pengendara SPM dan mengangkat ke pinggir jalan, lalu Saksi melihat ada orang terguling-guling sambil memegang perutnya dan setelah di hampiri ternyata Sdr. Junia Tabuni (korban) yang masih ada ikatan saudara dengan Saksi, namun saat itu Saksi tidak melihat ada luka di tubuh korban dan masih bisa berdiri lalu mengajak korban ke pinggir jalan, tetapi setelah berjalan beberapa meter korban tidak mampu berdiri lagi.

4. Bahwa selanjutnya Saksi mengahampiri pengendara SPM dan menyarankan agar dibawa ke KSA Yonif 751 / BS agar segera mendapat pertolongan karena Terdakwa banyak mengeluarakan darah, selanjutnya Terdakwa ke KSA Yonif 751 / BS dengan taksi, kemudian Saksi bermaksud memboncengkan korban dengan SPM tetapi korban sudah tidak sanggup duduk selanjutnya Saksi mencari mobil untuk membawa korban ke RSU Yowari Doyo.

(6)

6. Bahwa saat kejadian korban berencana pulang ke STAKIN namun pada saat menyeberang tidak memperhatikan kiri kanan hingga tertabrak SPM yang datang dari Sentani dengan kecepatan sekitar 70 Km / jam, arus lalu lintas sepi, jalan beraspal, datar dan cukup terang karena banyak lampu.

Atas keterangan Saksi - II yang dibacakan tersebut Terdakwa membenarkan seluruhnya.

Menimbang : Bahwa dipersidangan Terdakwa memberikan keterangan yang pada pokoknya sebagai berikut :

1. Bahwa Terdakwa masuk menjadi prajurit TNI AD sejak tahun 2006 melalui pendidikan Secaba PK di Rindam XVII / Cenderawasih setelah lulus dilantik dengan pangkat Serda lalu mengikuti pendididkan kecabangan Infanteri dan setelah lulus ditugaskan di Rindam XVII / Cenderawasih sampai sekarang dengan pangkat Serda NRP. 21070541200885.

2. Bahwa pada hari Minggu tanggal 5 Juli 2009 sekira pukul 20.50 Wit setelah selesai mengikuti pelajar Secata berganda berencana hendak ke Yamin dengan menggunakan SPM Yamaha Vega warna biru Nopol DS 2293 JL melewati Jl. Hawai Kemiri, sesampainya di depan kantor pemadam kebakaran tiba-tiba ada orang yang meloncat dari pembatas jalan untuk menyeberang.

3. Bahwa hal tersebut membuat Terdakwa kaget dan berusaha menghindari korban tersebut kekiri dan menginjak rem sambil berdiri dan mencondongkan badan kedepan serta meremas rem depan sehingga membuat Terdakwa terpelanting jatuh dan tidak sadarkan diri, selanjutnya Terdakwa tidak tahu apa yang terjadi.

4. Bahwa Terdakwa sebelum kejadian baru dapat melihat orang menyeberang kira-kira jaraknya 10 meter sehingga dengan jarak yang terlalu dekat tersebut Terdakwa tidak sempat memperlambat laju SPM, kecepatan kendaraan saat itu antara 60 s/d 70 Km / jam, lalu lintas sepi, cuaca cerah, penerangan jalan sebelah kiri ada / remang-remang.

5. Bahwa kondisi SPM Terdakwa saat itu masih layak pakai, surat-surat lengkap yaitu STNK, SIM berlaku dan Terdakwa tidak terpengaruh minuman keras, akibat kecelakaan tersebut Terdakwa mengalami luka pada bagian pelipis kanan, telinga kiri lecet, lutut kiri lecet, sedangkan korban meninggal dunia di RSU Yowari Doyo, serta kendaraan mengalami rusak.

6. Bahwa pihak keluarga korban, pihak keluarga Terdakwa dan pihak kesatuan telah menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan, dari kesatuan dan juga keluarga Terdakwa juga sudah mendukung biaya makan di rumah duka selama 3 (tiga) hari sehingga menganggap masalah sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

(7)

Barang-barang : 1 (satu) unit SPM Yamaha Vega warna biru Nopol DS 2293 JL dengan kondisi kap lampu depan pecah, jok tidak ada, persneling kiri penyok, postep kanan penyek, kop bodi, kunci kontak dan kaca spion tidak ada.

Surat-surat : 1. 1 (satu) lembar Visum Et Repertum An. Sdri. Junia Tabuni dari RSUD Doyo Nomor : 343 / VER / RSUD / VUU / 2009, tanggal 31 Juli 2009.

2. 2 (dua) foto SPM Yamaha Vega Nopol DS 2293 JL.

3. 1 (satu) lembar STNK SPM Yamaha Vega DS 2293 JL.

4. 1 (satu) lembar SIM C An. Terdakwa.

Telah diterangkan sebagai barang bukti tindak pidana dalam perkara ini, ternyata berhubungan dan bersesuaian dengan bukti-bukti lain, maka oleh karena dapat memperkuat pembukti-buktian atas perbuatan-perbuatan yang didakwakan.

Menimbang : Bahwa berdasarkan keterangan para saksi yang keterangannya di bawah sumpah dan dari keterangan terdakwa, serta dari barang bukti yang diajukan ke persidangan terungkap fakta sebagai berikut :

1. Bahwa benar Terdakwa masuk menjadi prajurit TNI AD sejak tahun 2006 melalui pendidikan Secaba PK di Rindam XVII / Cenderawasih setelah lulus dilantik dengan pangkat Serda lalu mengikuti pendididkan kecabangan Infanteri dan setelah lulus ditugaskan di Rindam XVII / Cenderawasih sampai sekarang dengan pangkat Serda NRP. 21070541200885.

2. Bahwa benar Terdakwa pada hari Minggu tanggal 5 Juli 2009 sekira pukul 20.50 Wit setelah selesai mengikuti pelajar Secata latihan berganda, berencana hendak ke Yamin dengan menggunakan SPM Yamaha Vega warna biru Nopol DS 2293 JL melewati Jl. Hawai Kemiri, sesampainya di depan kantor pemadam kebakaran atau di depan rumah makan Soto Lamongan Sdr. Saksi I (Saksi-1) bersama Sdri. Junia Tabuni (Korban) akan menyeberang jalan, setelah menengok kanan dan kiri langsung menyeberang duluan dengan meloncat dari pembatas jalan.

3. Bahwa benar hal tersebut membuat Terdakwa kaget dan berusaha menghindari penyeberang jalan (korban) kekiri serta menginjak rem sambil berdiri, dan mencondongkan badan kedepan serta menarik rem depan sehingga membuat Terdakwa terpelanting jatuh dan tidak sadarkan diri, selanjutnya Terdakwa tidak tahu apa yang terjadi, sedangkan korban jatuh berguling-guling sambil memegang perut sebelah kiri dan masih dalam keadaan sadar.

(8)

membawanya kepinggir jalan, kemudian Praka Jemgembiar Biniluk (Saksi-2) menghampiri pengendara SPM dan menyarankan agar segera dibawa ke KSA Yonif 751 / BS agar segera mendapat pertolongan karena Terdakwa banyak mengeluarkan darah, selanjutnya Terdakwa dibawa ke KSA Yonif 751 / BS dengan taksi, kemudian Saksi-2 bermaksud memboncengkan korban dengan SPM tetapi korban sudah tidak sanggup duduk selanjutnya Saksi-2 mencari mobil untuk membawa korban ke RSU Yowari Doyo, sesampainya di RSU Yowari korban langsung dipasang infus oksigen oleh petugas kesehatan namun nyawanya tidak tertolong lagi karena limpahnya pecah.

5. Bahwa benar Terdakwa saat kejadian melihat orang menyeberang kira-kira jaraknya 10 meter sehingga dengan jarak yang terlalu dekat tersebut Terdakwa tidak sempat memperlambat laju SPM, kecepatan kendaraan saat itu antara 60 s/d 70 Km / jam, lalu lintas sepi, cuaca cerah, penerangan jalan sebelah kiri ada / remang-remang.

6. Bahwa benar kondisi SPM Terdakwa saat itu masih layak pakai, surat-surat lengkap yaitu STNK, SIM berlaku dan Terdakwa tidak terpengaruh minuman keras, akibat kecelakaan tersebut Terdakwa mengalami luka pada bagian pelipis kanan, telinga kiri lecet, lutut kiri lecet, korban meninggal dunia di RSU Yowari Doyo, serta kendaraan mengalami rusak.

7. Bahwa benar akibat dari perbuatan Terdakwa menyebabkan korban sdr. Junia Tabuni meninggal dunia yang dikarenakan akibat tersengol sepeda motor yang dikendarai Terdakwa mengenai bagian perut korban sehingga Limpah korban pecah dan korban nyawanya tidak dapat tertolongkan lagi.

Menimbang : Bahwa lebih dahulu Majelis Hakim akan menanggapi beberapa hal yang dikemukakan oleh Oditur Militer dalam tuntutannya dengan mengemukakan pendapat sebagai berikut :

Bahwa Majelis Hakim pada prinsipnya sependapat dengan Tuntutan Oditur Militer dalam hal pembuktian unsur-unsur dakwaannya, namun demikian mengenai pidana yang di mohonkan dalam tuntutannya, Majelis Hakim akan mempertimbangkannya sendiri sebagaimana dalam diktum putusan ini.

Menimbang : Bahwa tindak pidana yang didakwakan oleh Oditur Militer dalam dakwaannya mengandung unsur-unsur sebagai berikut :

Unsur ke-1 : Barangsiapa

Unsur ke-2 : Karena kealpaannya

Unsur ke-3 : Menyebabkan matinya orang lain

Menimbang : Bahwa mengenai dakwaan Oditur Militer tersebut Majelis hakim mengemukakan pendapatnya sebagai berikut:

(9)

Bahwa yang dimaksud dengan “Barangsiapa” adalah setiap warga Negara yang tunduk kepada undang-undang dan ketentuan hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia termasuk dalam hal ini diri Terdakwa.

Bahwa berdasarkan keterangan terdakwa yang diperkuat dengan keterangan para saksi dibawah sumpah serta alat bukti lain yang terungkap dipersidangan maka diperoleh fakta - fakta sbb :

1. Bahwa benar Terdakwa masuk menjadi prajurit TNI AD sejak tahun 2006 melalui pendidikan Secaba PK di Rindam XVII / Cenderawasih setelah lulus dilantik dengan pangkat Serda lalu mengikuti pendididkan kecabangan Infanteri dan setelah lulus ditugaskan di Rindam XVII / Cenderawasih sampai sekarang dengan pangkat Serda NRP. 21070541200885.

2. Bahwa benar sebagai anggota TNI Terdakwa tunduk kepada aturan dan undang-undang yang berlaku di Negara Republik Indonesia.

3. bahwa benar hingga saat ini belum ada suatu ketentuan perundang-undangan yang menghendaki lain tentang status kewarganegaraan Terdakwa sebagai warga negara Indonesia sehingga terhadap diri Terdakwa tetap diberlakukan seluruh peraturan yang berlaku di Negara Republik Indonesia termasuk didalamnya KUHP.

Berdasarkan uraian fakta tersebut diatas Majelis Hakim berpendapat bahwa unsur ke-1 “Barangsiapa” telah terpenuhi.

Unsur ke-2 : Karena kealpaannya

Bahwa yang dimaksud dengan “Karena kealpaannya” berarti akibat yang terjadi / timbul itu merupakan hasil atau perwujudan dari perbuatan / tindakan yang dilakukan oleh si pelaku / Terdakwa kurang hati-hati, sembrono, kurang waspada, teledor dalam menjalankan pekerjaannya atau sekiranya si pelaku / Terdakwa itu sudah berhati-hati, waspada, maka kejadian / peristiwa itu dapat dicegahnya.

Bahwa berdasarkan keterangan Terdakwa, keterangan para saksi dibawah sumpah dan dengan adanya alat bukti lain dipersidangan maka diperoleh fakta-fakta sbb :

1. Bahwa benar Terdakwa sebelum kejadian baru dapat melihat orang menyeberang kira-kira jaraknya 10 meter sehingga dengan jarak yang terlalu dekat tersebut Terdakwa tidak sempat memperlambat laju SPM karena kecepatan sepeda motor Terdakwa saat itu antara 60 – 70 Km / Jam sehingga Terdakwa pada saat korban menyeberang Terdakwa tidak mampu mengendalikan sepeda motor yang dikendarai oleh Terdakwa.

(10)

Berdasarkan uraian fakta tersebut diatas Majelis Hakim berpendapat bahwa unsur ke-2 “Karena kealpaannya” telah terpenuhi.

Unsur ke-3 : Menyebabkan matinya orang lain

Bahwa yang diartikan “Mati atau meninggal dunia” adalah sudah hilang / melayang nyawa dan tidak hidup lagi. Hal ini ditandai dengan tidak berfungsinya organ tubuh seperti tidak ada denyut jantung, tidak bernafas.

Bahwa unsur ini merupakan wujud / bentuk, hasil dari akibat perbuatan / tindakan si pelaku / Terdakwa yang kurang hati-hati, kurang waspada, ceroboh, sembrono (kealpaan) dalam mengendarai / mengemudikan atau menggunakan alat yang digunakan, yang mengakibatkan orang lain mati atau meninggal dunia.

Bahwa berdasarkan keterangan Terdakwa, keterangan para Saksi di bawah sumpah dan dengan adanya alat bukti lain di persidangan diperoleh fakta-fakta sebagai berikut :

1. Bahwa benar kejadian tersebut membuat Saksi-1 kaget dan berlari menolong korban yang terbaring di jalan, lalu membawanya kepinggir jalan, kemudian Praka Jemgembiar Biniluk (Saksi-2) menghampiri pengendara SPM dan menyarankan agar segera dibawa ke KSA Yonif 751 / BS agar segera mendapat pertolongan karena Terdakwa banyak mengeluarkan darah, selanjutnya Terdakwa dibawa ke KSA Yonif 751 / BS dengan taksi, kemudian Saksi-2 bermaksud memboncengkan korban dengan SPM tetapi korban sudah tidak sanggup duduk selanjutnya Saksi-2 mencari mobil untuk membawa korban ke RSU Yowari Doyo, sesampainya di RSU Yowari korban langsung dipasang infus oksigen oleh petugas kesehatan namun nyawanya tidak tertolong lagi karena limpahnya pecah.

2. Bahwa benar kondisi SPM Terdakwa saat itu masih layak pakai, surat-surat lengkap yaitu STNK, SIM berlaku dan Terdakwa tidak terpengaruh minuman keras, akibat kecelakaan tersebut Terdakwa mengalami luka pada bagian pelipis kanan, telinga kiri lecet, lutut kiri lecet, korban meninggal dunia di RSU Yowari Doyo, serta kendaraan mengalami rusak.

3. Bahwa benar korban atas nama sdr. Julia Tambuni sebelum kejadian sehat walapiat akan tetapi akibat terkena senggol sepeda motor Terdakwa dibagian perut korban sehingga mengakibatkan Limpah korban pecah dan nyawa korban tidak bisa tertolongkan dan korban meninggal dunia.

Berdasarkan uraian fakta tersebut diatas Majelis Hakim berpendapat bahwa unsur ke-3 “Menyebabkan matinya orang lain” telah terpenuhi.

(11)

Nomor 354-K / Kr / 1980 tanggal 3 Desember 1980 menyatakan bahwa kesalahan si korban andaikata ada tidak menghapuskan kesalahan Terdakwa Yurisprudensi tersebut dapat dijadikan alasan hak landasan hukum untuk menyelesaikan perkara Terdakwa ini, dengan asumsi apabila terdapat kesalahan pada diri korban dalam perkara ini tidak berarti menghilangkan kesalahan Terdakwa, sedangkan niat baik dan bantuan Terdakwa berupa uang (materiel) kepada keluarga korban dan keluarga korban tidak menuntut Terdakwa secara hukum, hal semacam itu merupakan pertimbangan hukum tersendiri bagi Terdakwa dalam perkara ini.

Menimbang : Di dalam persidangan tidak diketemukan adanya alasan pembenar maupun alasan pemaaf atas perbuatan yang dilakukan Terdakwa, oleh karena itu perbuatan Terdakwa harus dipertanggung jawabkan sebagai Subjek hukum pidana oleh karena itu Terdakwa harus di hukum.

Menimbang : Bahwa berdasarkan hal-hal yang diterangkan diatas yang merupakan fakta-fakta yang diperoleh dalam Persidangan, pengadilan berpendapat bahwa cukup bukti yang sah dan cukup menyakinkan bahwa Terdakwa bersalah telah melakukan tindak pidana :

“Barangsiapa karena kealpaannya menyebabkan

matinya orang lain”

Sebagaimana diatur dan diancam menurut Pasal 359 KUHP.

Menimbang : Sebelum sampai pada pertimbangan terakhir dalam mengadili perkara ini, Pengadilan ingin menilai sifat dan akibat dari perbuatan Terdakwa serta hal-hal yang mempengaruhi sebagai berikut :

1. Bahwa Terdakwa mengendarai sepeda motor dengan kencang sehingga apabila terjadi sesuatu tidak dapat terhindarkan lagi.

2. Bahwa akibat dari perbuatan Terdakwa yang kurang berhati-hati dan kurang waspada sehingga Terdakwa tidak bisa menghindari terjadinya kecelakaan yang menyebabkan matinya orang lain.

Menimbang : Bahwa tujuan Pengadilan tidaklah semata-mata hanya memidana orang-orang yang bersalah melakukan tindak pidana tetapi juga mempunyai tujuan untuk mendidik agar yang bersangkutan dapat insyaf dan kembali ke jalan yang benar menjadi warga negara yang baik sesuai falsafah Pancasila.

Menimbang : Bahwa sebelum menjatuhkan pidana atas diri Terdakwa dalam perkara ini perlu terlebih dahulu memperhatikan hal-hal yang dapat meringankan dan memberatkan pidananya yaitu :

(12)

1. Bahwa dipersidangan Terdakwa berterus terang sehingga memperlancar jalannya pemeriksaan dalam perkara ini.

2. Bahwa baik dari pihak Terdakwa dan keluarga sudah ada itikat baik dengan mendatangi keluarga korban untuk minta maaf dan memberikan santuna untuk biaya duka selama 3 (tiga) hari.

3. bahwa Terdakwa mengaku bersalah dan berjanji untuk tidak mengulangi lagi dan akan berhati-hati dalam berkendaraan.

Hal - hal yang memberatkan :

1. Bahwa Perbuatan Terdakwa sangat bertentangan dengan sendi-sendi kehidupan prajurit dan tidak sesuai dengan Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 wajib TNI.

2. Bahwa Perbuatan Terdakwa dapat merusak citra TNI dimata masyarakat.

3. Bahwa Terdakwa kurang hati-hati dan ugal-ugalan dalam mengendarai kendaraan sepeda motor.

Menimbang : Bahwa berdasar pada pertimbangan-pertimbangan di atas maka Tuntutan Oditur Militer mengenai pidananya harus diperingan sebagaimana dengan permohonan Terdakwa mengenai keringanan hukuman dapat diterima.

Menimbang : Bahwa setelah meneliti dan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, berpendapat bahwa pidana sebagaimana tercantum pada diktum ini adalah adil dan seimbang dengan kesalahan Terdakwa.

Menimbang : Bahwa oleh karena Terdakwa harus dipidana, maka ia harus dibebani membayar biaya perkara.

Menimbang : Bahwa barang-barang bukti dalam perkara ini berupa :

Barang-barang : 1 (satu) unit SPM Yamaha Vega warna biru Nopol DS 2293 JL dengan kondisi kap lampu depan pecah, jok tidak ada, persneling kiri penyok, postep kanan penyek, kop bodi, kunci kontak dan kaca spion tidak ada.

Surat-surat : 1. 1 (satu) lembar Visum Et Repertum An. Sdri. Junia Tabuni dari RSUD Doyo Nomor : 343 / VER / RSUD / VUU / 2009, tanggal 31 Juli 2009.

2. 2 (dua) foto SPM Yamaha Vega Nopol DS 2293 JL.

(13)

4. 1 (satu) lembar SIM C An. Terdakwa.

Bahwa oleh karena barang bukti berupa surat dan foto-foto ini berkaitan langsung dengan tindak pidana yang dilakukan oleh Terdakwa dan harus tetap melekat dalam berkas maka perlu ditentukan statusnya yaitu tetap dilekatkan dalam berkas perkara yang bersangkutan.

Sedangkan barang bukti berupa STNK dan SIM atas nama Terdakwa dan juga Sepeda motor Yamaha Vega yang dipergunakan Terdakwa pada saat terjadinya kecelakaan Majelis Hakim berpendapat dikembalikan kepada pemiliknya dalam hal ini Terdakwa (Serda Terdakwa).

Mengingat : Pasal 359 KUHP serta ketentuan perundang-undangan yang berkaitan dengan perkara ini.

M E N G A D I L I

1. Menyatakan Terdakwa tersebut diatas yaitu : TERDAKWA, Serda / 21070541200885 terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana :

Karena kealpaannya menyebabkan matinya orang lain.

2. Memidana Terdakwa oleh karena itu dengan :

Pidana : Penjara selama 7 (tujuh) bulan.

3. Menetapkan barang bukti berupa :

a. Surat-surat :

1. 1 (satu) lembar Visum Et Repertum An. Sdr. Junia Tabuni dari RSUD Doyo Nomor : 343 / VER / RSUD / VUU / 2009, tanggal 31 Juli 2009.

2. 2 (dua) foto SPM Yamaha Vega Nopol DS 2293 JL.

Tetap dilekatkan dalam berkas perkara.

3. 1 (satu) lembar STNK SPM Yamaha Vega DS 2293 JL. 4. 1 (satu) lembar SIM C An. Terdakwa.

Dikembalikan kepada pemiliknya Serda Terdakwa.

b. Barang-barang :

1 (satu) unit SPM Yamaha Vega warna biru Nopol DS 2293 JL dengan kondisi kap lampu depan pecah, jok tidak ada, persneling kiri penyok, postep kanan penyek, kop bodi, kunci kontak dan kaca spion tidak ada.

(14)

4. Membebankan biaya perkara kepada Terdakwa sebesar Rp. 10.000,- (sepuluh ribu rupiah).

Demikianlah diputuskan pada hari Jumat tanggal 23 Juli 2010 dalam musyawarah Majelis Hakim oleh ADIL KARO KARO, SH Letkol Chk NRP. 1910000581260 sebagai Hakim Ketua, serta MOCH AFANDI, SH Letkol Chk NRP. 1910014600763 dan SUWIGNYO HERI PRASETYO, SH Mayor Chk NRP. 1910014940863 masing-masing sebagai Hakim Anggota I dan sebagai Hakim Anggota II yang diucapkan pada hari dan tanggal yang sama oleh Hakim Ketua dalam sidang yang terbuka untuk umum dengan dihadiri oleh para Hakim Anggota tersebut di atas, Oditur Militer OBET J. MANASE, SH Mayor Chk NRP. 11940007800767, Panitera MUHAMMAD SALEH, SH Kapten Chk NRP. 11010001540671, serta dihadapan umum dan Terdakwa.

HAKIM KETUA

ADIL KAROKARO, SH

LETKOL CHK NRP. 1910000581260

HAKIM ANGGOTA I HAKIM ANGGOTA II

MOCH. AFANDI, SH SUWIGNYO HERI PRASETYO,SH LETKOL CHK NRP. 1910014600763 MAYOR CHK NRP. 1910014940863

PANITERA

MUHAMMAD SALEH, SH

Gambar

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Download now (14 pages)