PERAN PENDIDIKAN JARAK JAUH DALAM KERANG

 0  0  8  2018-09-16 23:09:22 Report infringing document

  PERAN PENDIDIKAN JARAK JAUH DALAM KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL (PERSPEKTIF KNOWLEDGE BASED ECONOMY) Gufron Amirullah, M.Pd* gufron@ymail.com, 08161349910

  Abstrak Upaya meningkatkan kembali kejayaan Indonesia dapat dilakukan melalui Knowledge Based Economy (KBE). Salah satu simpul utamanya adalah Kerangka

  Kualifikasi Nasional, yaitu kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor.

  Pendidikan Jarak Jauh merupakan salah satu modus pembelajaran yang bersifat hybrid, yaitu model pembelajaran tatap muka dan pembelajaran berbasis e-learning dengan input mahasiswa adalah guru dan mengakui pembelajaran masa lampau guru dalam proses pendidikannya.

  Modus hybrid yang digunakan berperan penting pada kualitas hasil lulusan program PJJ yang termaktub dalam KKNI. Peran UHAMKA sejak tahun 2007 hingga 2012 berhasil meluluskan 776 guru-guru daerah terpencil di Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Ciamis.

  Kata Kunci: Knowledge Based Economy, Kerangka Kualifikasi Nasional, Hybrid Learning,

A. Pendahuluan

  Persaingan dalam era global memerlukan sebuah upaya untuk memantapkan marwah bangsa Indonesia. Penggunaan indikator Knowledge Based

  1 Economy (KBE) yang digagas oleh mahaguru Ron Perkinson memberikan angin

  segar (breakthrough) kebangkitan Indonesia. Salah satu gagasan yang ditawarkan adalah peluang penggunaan Kerangka Kualifikasi Nasional dalam Sistem Pendidikan Tinggi. Fokus Kerangka Kualifikasi Nasional pada KBE ditunjukan 1 pada Economic and Institutional Regime, Education, ICT dan Innovation.

  Ron Perkinson. “Knowledge Based Economy,” Indonesia Focus Group Discussion.

  2012. Bahan Presentasi. Tidak diterbitkan.

  Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) merupakan perwujudan mutu dan jati diri Bangsa Indonesia terkait dengan sistem pendidikan dan

  2

  pelatihan nasional yang dimiliki Indonesia. KKNI adalah kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai

  3 dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor.

  Salah satu hal yang diamanatkan dalam KKNI adalah pengakuan pembelajaran masa lampau. Masa kerja para guru dihargai sebagai capaian pembelajaran yang diperoleh melalui pendidikan, pelatihan kerja, dan pengalaman kerja.

  Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) merupakan sistem pendidikan yang menekankan cara pembelajaran melalui tatap muka dan berbantuan e-learning. Kementerian Pendidikan Nasional melalui SK 115/D/0/200 telah menetapkan 23 Perguruan Tinggi menjadi pelaksana program. UHAMKA merupakan salah satu perguruan tinggi anggota konsorsium yang mendapatkan legalitas untuk menyelenggarakan program PJJ bagi Guru SD di daerah terpencil, terluar dan terdalam.

B. Rasional Program Pendidikan Jarak Jauh

  Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) adalah pendidikan yang peserta didiknya terpisah dari pendidik dan pembelajarannya menggunakan berbagai sumber

  4

  belajar melalui teknologi komunikasi, informasi, dan media lain Peserta yang boleh mengikuti program ini adalah para guru yang telah memiliki pengalaman mengajar minimal 5 tahun. Persyaratan lainnya adalah 2 Dirjen Dikti. Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia. (Jakarta : Kementerian 3 Pendidikan Nasional, 2010/2011) Peraturan Presiden Republik Indonesia. Nomor 8 tahun 2012 Tentang Kualifikasi 4 Nasional Indonesia SEAMOLEC dan Depdiknas. Pedoman Penyelenggaraan PJJ. Jakarta: Konsorsium

  Program PJJ S1 PGSD. (Jakarta:Depdiknas, 2007) memiliki ijazah D2 PGSD/PGMI, dan diijinkan oleh Kepala Dinas Pendidikan (bagi PNS) atau Ketua Yayasan (bagi guru swasta).

  Sistem pembelajaran yang dilakukan pada Program PJJ adalah sistem pendidikan jarak jauh dengan modus hybrid learning dan residensial (tatap muka). Dengan menerapkan modus hybrid dalam pembelajaran, mahasiswa dituntut untuk belajar dengan memanfaatkan berbagai bahan ajar (cetak, audio/visual, dan berbasis jaringan), serta tutorial tatap muka dan online.

  Dengan menerapkan modus residensial, mahasiswa mengikuti kegiatan belajar selama satu bulan pertama pada setiap semester di kampus Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (UHAMKA). Selanjutnya, selama lima bulan mahasiswa mempelajari bahan ajar yang telah disediakan untuk setiap mata kuliah di tempat masing-masing. Dalam jangka waktu tersebut mahasiswa akan memperoleh bantuan belajar secara online serta kunjungan tutor sebanyak dua kali. Dengan demikian, proses pembelajaran pada Program PJJ lebih diarahkan pada pembelajaran mandiri.

  Belajar mandiri bukan berarti belajar sendiri tetapi belajar yang diprakarsai oleh diri sendiri atau kelompok. Mahasiswa dapat belajar dalam kelompok belajar kecil atau sendirian dengan menggunakan berbagai sumber belajar dan media belajar yang tersedia. Belajar mandiri menitikberatkan pada motivasi intrinsik dan disiplin belajar. Untuk itu, mahasiswa perlu memiliki kemampuan dalam merencanakan kegiatan belajarnya sendiri, menentukan jadwal belajar, serta melaksanakan kegiatan belajar dengan mempelajari bahan ajar atau sumber lain, dan melaksanakan tugas-tugas. Belajar mandiri yang dilakukan oleh mahasiswa PJJ dilakukan secara berkala tiap 2 (dua) minggu sekali.

  Dengan berbagai kemampuan di atas, keberhasilan belajar mahasiswa dalam sistem belajar mandiri akan sangat dipengaruhi oleh disiplin, kreativitas, dan ketekunan belajar mahasiswa. Di samping itu, mahasiswa dianjurkan untuk membentuk kelompok belajar kecil yang terdiri dari 3 – 5 orang. Kelompok belajar merupakan forum untuk berdiskusi antara mahasiswa dengan mahasiswa dalam mengidentifikasi dan memecahkan masalah. Dengan adanya kelompok belajar, efektivitas belajar mandiri mahasiswa dapat ditingkatkan.

  Untuk membantu keberhasilan mahasiswa dalam belajar mandiri, pada awal semester pertama diberikan Program Pembekalan Belajar Mandiri. Program ini dilaksanakan pada masa residensial dan bertempat di kampus UHAMKA. Melalui program ini mahasiswa dibekali dengan berbagai informasi dan keterampilan yang diperlukan agar dapat mengikuti kegiatan belajar dengan sistem PJJ. Materi yang diberikan dalam program ini mencakup:

  1. Pengenalan PJJ

  2. Belajar Mandiri 3.

  Keterampilan Belajar (Study Skills) 4.

  ICT Literacy

  Untuk membantu mahasiswa mengatasi kesulitan yang berkaitan dengan penguasaan materi mata kuliah, Program PJJ menyediakan tutorial yang wajib diikuti oleh mahasiswa. Tutorial adalah program bantuan dan bimbingan belajar, berbentuk tatap muka dan online. Tutorial bertujuan memicu dan memacu proses belajar mandiri. Salah satu prinsip yang harus diperhatikan dalam tutorial ialah bahwa proses belajar akan terjadi bila ada situasi yang sengaja diciptakan yang memungkinkan mahasiswa membangun pengetahuan, keterampilan, dan sikap melalui transformasi pengalaman secara interaktif. Tim dosen PJJ UHAMKA harus melewati perjalanan yang melelahkan, namun hal tersebut menjadi daya tarik sendiri untuk menderma baktikan tenaga dan pikiran. Para dosen pada kegiatan tutorial mendorong mahasiswa untuk mau dan terbiasa melibatkan diri secara mental, fisik, dan sosial dengan bantuan dan bimbingan tutor yang berperan sebagai fasilitator belajar.

  Dalam upaya membantu mahasiswa menguasai kompetensi yang bersifat keterampilan atau terapan, Program PJJ mempersyaratkan kegiatan praktik dan praktikum. Praktik merupakan kegiatan belajar yang berisi penerapan konsep, prosedur, dan keterampilan dalam situasi nyata atau buatan secara terprogram, terbimbing, dan mandiri untuk mata kuliah non-IPA. Praktikum merupakan kegiatan belajar dalam bidang studi IPA yang berisi kegiatan pengamatan, percobaan, atau pengujian suatu konsep, prinsip atau teori yang dilaksanakan di dalam ataupun di luar laboratorium. Untuk mata kuliah yang mempersyaratkan praktikum/praktek, mahasiswa mendapat bimbingan yang intensif dari para instruktur/tutor dalam mengerjakan berbagai tugas dan latihan. Modus tutorial juga menggunakan streaming melalui justin tv atau sistem Seadunet Seamolec.

  Untuk memonitor kegiatan belajar mandiri mahasiswa dan tutorial online selama mahasiswa belajar di tempat masing-masing, Program PJJ melakukan kegiatan dosen kunjung sebanyak dua (2) kali selama satu semester. Kegiatan dosen kunjung ini dilaksanakan untuk memberikan bimbingan yang berkenaan dengan sistem penyelenggaraan PJJ, kesulitan belajar mahasiswa, dan penyelenggaraan praktek/praktikum (on the spot supervision). Yang melakukan tutor kunjung adalah perwakilan tutor, maksimal dua orang. Salah satu di antaranya adalah tutor mata kuliah yang menuntut praktek/ praktikum.

  Bahan ajar yang digunakan dalam Program PJJ dirancang agar dapat dipelajari secara mandiri oleh mahasiswa. Setiap mata kuliah memiliki bahan ajar yang terdiri dari bahan ajar cetak, audio/visual, dan berbasis jaringan. Di samping itu, bahan ajar juga dilengkapi dengan panduan praktek atau petunjuk praktikum bagi matakuliah yang mempersyaratkan praktek/praktikum.

  Bahan ajar dikembangkan dengan sistem konsorsium dari 23 LPTK perguruan tinggi penyelenggara Program S1 PJJ. Paket bahan ajar dirancang dan dikembangkan secara khusus oleh tim pengembang (course team) yang melibatkan penulis ahli materi, penelaah materi, perancang instruksional, pengembang media, editor bahasa, pengetik dan penata perwajahan. Tim pengembang dikoordinasi oleh tenaga akademik (dosen) perguruan tinggi yang ditunjuk sebagai course manager.

  Evaluasi hasil belajar dilakukan untuk mengukur keberhasilan mahasiswa dalam menguasai kompetensi suatu mata kuliah dan atau satu program studi. Program PJJ mengadakan berbagai jenis evaluasi hasil belajar yaitu Tes Formatif, Ujian Tengah Semester, Tugas dan Partisipasi Tutorial, Ujian Akhir Semester (UAS), Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) dan Ujian Akhir Program.

  Di samping menyediakan tutorial tatap muka dan online sebagai layanan bantuan belajar, Program juga menyedaiakan layanan bantuan belajar lainnya untuk membantu mahasiswa berhasil dalam belajarnya. Layanan bantuan tersebut adalah penyediaan akses terhadap media, bimbingan dan konseling, serta layanan administrasi akademik.

  Penyediaan akses terhadap media diberikan untuk membantu mahasiswa yang tidak memiliki sarana pribadi untuk melakukan interaksi dengan tutor melalui berbagai media. Penyediaan ini dilakukan melalui kerja sama dengan instansi lain, misalnya dengan sekolah yang memiliki sarana komputer, atau penyediaan potongan harga dari warung-warung Internet. Selain itu, disediakan layanan bantuan teknis untuk mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam menggunakan berbagai media yang tersedia.

  Bimbingan dan konseling merupakan layanan bantuan bagi mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam belajar. Selain itu, untuk membantu mahasiswa yang berkali-kali tidak lulus untuk suatu mata kuliah, Program PJJ menyediakan kegiatan remedial.

  Layanan administrasi akademik diberikan untuk membantu mahasiswa dalam melakukan kegiatan administrasi seperti registrasi, pembayaran SPP, beasiswa, pemerolehan bahan ajar, pelaksanaan ujian, dan penerimaan hasil ujian.

C. Diseminasi PJJ

  UHAMKA sejak tahun 2007 telah mendapatkan kepercayaan dari pemerintah bersama 22 perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang tersebar di seluruh Indonesia. Guru-guru daerah terpencil di wilayah Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Bekasi menjadi target lokasi. Pengalaman mengajar para guru (recognition of prior

  learning ) diakui untuk mengurangi beban jumlah sks. Pengalaman mengajar guru dihitung melalui portofolio guru.

  Persoalan yang diidentifikasi selama proses penyelenggaran PJJ menunjukkan bahwa pada aspek pemanfaatan sarana, sarana teleconference merupakan hambatan yang paling dirasakan. Pemanfaatan sarana komputer dan internet tampak kadang kala masih menjadi hambatan, sedang pemanfaatan sarana komunikasi seperti telepon sebagian besar mengatakan tidak menjadi hambatan bagi mahasiswa dalam medukung studinya.

  Kesungguhan dalam menjalankan program PJJ menjadikan PJJ UHAMKA sebagai penyelenggara dengan predikat sangat baik dari Dikti. Keberlangsungan program PJJ mulai tahun 2011 dilegalkan melalui SK No. 144/O/2011 yang memberikan amanah kembali kepada UHAMKA untuk menyelenggarakan program PJJ mandiri. Hingga sekarang, PJJ UHAMKA sudah meluluskan 776 guru dalam jabatan dari Kabupaten Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, kabupaten Ciamis, kabupaten tasiklamaya dan Kabupaten Garut.

  500 450 400 350 a 300 isw 250 as ah 200 M 150 100

  50 2006 2007 2008 2011 Tahun

  Gambar 1. Grafik Jumlah Lulusan PJJ

D. Penutup

  Knowledge Based Economy pada penguatan Kerangka Kualifikasi Nasional

  memberikan peluang penggunaan modus pembelajaran hybrid. Capaian pembelajaran (learning outcomes) dalam proses perkuliahan PJJ harus selaras dengan capaian pembelajaran yang hendak dituju pada Kerangka Kualifikasi Nasional.

  Perguruan Tinggi yang akan melaksanakan Pendidikan Jarak jauh dapat melihat Economic and Institutional Regime, Education, ICT dan Innovation sebagai peta jalan untuk menuju arah pendidikan yang lebih baik

  Daftar Pustaka

  Dirjen Dikti. Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia. Jakarta : Kementerian Pendidikan Nasional . 2010/2011

  Peraturan Presiden Republik Indonesia. Nomor 8 tahun 2012 Tentang Kualifikasi Nasional Indonesia Ron Perkinson. Knowledge Based Economy. Indonesia Focus Group Discussion.

  2012. Bahan Presentasi. Tidak diterbitkan. Ron Tuck. 2007. An Introductory Guide to National Qualifications Framework.

  (online) iakses tanggal 12 Desember 2012 SEAMOLEC dan Depdiknas.. Pedoman Penyelenggaraan PJJ . Jakarta: Konsorsium Program PJJ S1 PGSD. Jakarta : Depdiknas, 2007.

Dokumen baru
Dokumen yang terkait

PERAN PENDIDIKAN JARAK JAUH DALAM KERANG

Gratis

Feedback