Makalah Pend idikan Kewarganegaraan Ideol

 0  0  11  2018-09-16 23:06:20 Report infringing document

  

Makalah Pendidikan Kewarganegaraan

“Ideologi”

Tugas Kelompok

  :

  

Kelompok 4

  Muhamad Abdul Rahman Mustofa Hagi

  Muhamad Fahmi Rivaldi A.

  Irfan

  

KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN

SMK AMALIAH 1 CIAWI

YAYASAN PUSAT STUDI PENGEMBANGAN ISLAM AMALIYAH

  

INDONESIA

BOGOR

2016 A. Pengertian Ideologi Secara etimologi istilah ideologi berasal dari kata idea yang berarti gagasan,

  

konsep, pengertian dasar, cita-cita, dan logos yang berarti Ilmu dan kata idea

  berasal dari bahasa yunani eidos yang artinya bentuk. Di samping itu ada kata

  

idein yang artinya melihat. Maka secara harfiah, ideologi adalah ilmu atau

pengertian-pengertian dasar.

  Dalam pengertian sehari-hari, ide disamakan artinya dengan cita-cita. Cita- cita yang dimaksud adalah cita-cita yang bersifat tetap yang harus dicapai, sehingga cita-cita yang bersifat tetap itu sekaligus merupakan dasar, pandangan atau faham. Memang pada hakikatnya, antara dasar dan cita-cita itu sebenarnya dapat merupakan satu kesatuan. Dasar ditetapkan karena atas dasar landasan, asas atau dasar yang telah ditetapkan pula. Dengan demikian ideologi mencakup pengertian tentang idea-idea, pengertian dasar, gagasan-gagasan dan cita-cita.

  Apabila ditelusuri secara historis istilah ideologi pertama kali dipakai dan dikemukakan oleh seorang perancis, Destutt de Tracy, pada tahun 1976. Seperti halnya Leibniz, de Tracy mempunyai cita-cita untuk membanggun suatu sistem pengetahuan. Apabila Leibniz menyebutkan impiannya sebagai one great system

  

of trunth dimana tergabung segala cabang ilmu dan segala kebenaran ilmiah, mak

  De Tracy menyebutkan ideologie yaitu scieence of ideas, suatu program yang diharapkan dapat membawa perobahan Internasional dalam masyarakat perancis. Namun Napoleon mencemoohkannya sebagai khayalan belaka, yang tidak mempunyai arti praktis. Hal semacam itu hanya impian belaka yang tidak akan menemukan kenyataan.

  Sedangkan secara terminologi, menurut Soerjanto Poespowardjojo, ideologi adalah suatu pilihan yang jelas dan membawa komitmen untuk mewujudkannya. Sejalan dengan itu, Sastrapratedja mengemukakan bahwa ideologi memuat orientasi pada tindakan. Ia merupakan pedoman kegiatan untuk mewujudkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Ada beberapa istilah ideology menurut beberapa para ahli yaitu:

  1. Destut De Traacy : istilah ideology pertama kali dikemukakan oleh destut de Tracy tahun 1796 yang berarti suatu program yang diharapkan dapat membawa suatu perubahan institusional dalam masyarakat Perancis.

  2. Surbakti membagi dalam dua pengertian yakni :

  a. Ideologi secara fungsional : seperangkat gagasan tentang kebaikan

  bersama atau tentang masyarakat dan Negara yag dianggap paling baik.

  b. Ideologi secara structural : suatu system pembenaran seperti gagasan

  dan formula politik atas setiap kebijakan dan tindakan yang diambil oleh penguasa.

  3. AL-Marsudi: Ideologi adalah ajaran atau ilmu tentang gagasan dan buah pikiran atau science des ideas.

  4. Puspowardoyo: Bahwa ideologi dapat dirumuskan sebagai komplek pengetahuan dan nilai secara keseluruhan menjadi landasan seseorang atau masyarakat untuk memahami jagat raya dan bumi seisinya serta menentukan sikap dasar untuk mengolahnya. Berdasarkan pemahaman yang dihayatinya seseorang dapat menangkap apa yang dilihat benar dan tidak benar, serta apa yang dinilai baik dan tidak baik.

  5. Karl Marx: Ideologi merupakan alat untuk mencapai kesetaraan dan kesejahteraan bersama dalam masyarakat.

  6. Napoleon: Ideologi keseluruhan pemikiran politik dari rival–rivalnya.

  B. Makna Ideologi Bagi Suatu Negara Pada hakikatnya ideologi adalah merupakan hasil reflesi manusia berkat kemampuannya mengadakan distansi terhadap dunia kehidupannya. Maka suatu pihak membuat ideologi semakin realistis dan pihak yang lain mendorong masyarakat mendekati bentuk yang ideal. Idologi mencerminkan cara berpikir masyarakat, bangsa maupun negara, namun juga membentuk masyarakat menuju cita-citanya.

  Dengan demikian ideologi sangat menentukan eksestensi suatu bangsa dan negara untuk mencapai tujuannya melalui berbagai realisasi pembanggunan. Hal ini disebabkan dalam ideologi terkandung suatu oreantasi praktis.

  C. Pengertian Macam Macam Ideologi

  1. Ideologi Terbuka Ideologi terbuka adalah sitem pemikiran yang memiliki ciri-ciri, sebagai berikut: a. Merupakan kekayaan rohani, moral, dan kebudayaan masyarakat

  (falsafah). Jadi, bukan keyakinan ideologissekelompok orang, melainkan kesepakatan masyarakat.

  b. Tidak diciptakan oleh negara, tetapi ditemukan dalam masyarakat sendiri. Ia adalah milik seluruh rakyat dan bisa digali dan ditemukan dalam kehidupan mereka.

  c. Isinya tidak langsung operasional. Sehingga setiap generasi baru dapat dan perlu menggali kembali falsafah tersebut dan mencari implikasinya dalam situasi ke-kini-an mereka.

  d. Tidak pernah memaksa kebebasan dan tanggung jawab masyarakat, melainkan menginspirasi masyarakat untuk berusaha hidup bertanggung jawab sesuai dengan falsadah itu.

  e. Menghargai pluralitas, sehingga dapat diterima warga masyarakat yang berasal dari berbagai latar belakang budaya dan agama.

  2. Ideologi Tertutup Ideologi tertutup adalah suatu sistem psemikiran tertutup dan sifatnya mutlak yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut : a. Bukan merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat, melainkan cita-cita sebuah kelompok yang digunakan sebagai dasar b. Apabila kelompok tersebut berhasil menguasai negara, ideologinya itu akan dipaksakan kepada masyarakat. Nilai-nilai, norma-norma, dan berbagai segi kehidupan masyarakat akan diubah sesuai dengan ideologi tersebut.

  c. Bersifat totaliter, artinya mencakup/ mengurusi semua bidang kehidupan. Ideologi tertutup ini cenderung cepat-cepat berusaha menguasai bidang informasi dan pendidikan. Oleh karena kedua bidang tersebut merupakan sarana efektif untuk mempengaruhi perilaku masyarakat.

  d. Pluralisme pandangan dan kebudayaan ditiadakan, hak asasi tidak dihormati.

  e. Menuntut nasyarakat untuk memiliki kesetiaan total dan kesediaan untuk berkorban bagi ideologi tersebut.

  f. Isi ideologi tidak hanya nilai-nilai dan cita-cita, tetapi tuntutan- tuntutan konkret dan operasional yang keras, mutlak, dan total.

  3. Ideologi Komperenhensif Ideologi Komprehensif Didefinisikan sebagai suatu system pemikiran menyeluruh mengenai semua aspek kehidupan sosial. Dalam ideologi ini terdapat suatu cita-cita yang bertujuan untuk melakukan transformasi sosial secara besar-besaran menuju bentuk tertentu.

  Ideologi Partikular didefinisikan sebagai suatu keyakinan- keyakinan yang tersususn secara sistematis dan terkait erat dengan kepentingan satu kelas sosial tertentu dalam masyarakat

  D. Peranan Ideologi Bagi Bangsa Dan Negara Jika menengok sejarah kemerdekaan negaranegara dunia ketiga, baik yang ada di Asia, Afrika maupun Amerika Latin yang pada umumnya cukup lama keseluruhan pandangan, cita-cita, nilai, dan keyakinan yang ingin mereka wujudkan dalam kenyataan hidup yang nyata.

  Ideologi dalam artian ini sangat diperlukan, karena dianggap mampu membangkitkan kesadaran akan kemerdekaan, memberikan arahan mengenai dunia beserta isinya, serta menanamkan semangat dalam perjuangan masyarakat untuk bergerak melawan penjajahan, yang selanjutnya mewujudkannya dalam kehidupan penyelenggaraan negara.

  Pentingnya ideologi bagi suatu negara juga terlihat dari fungsi ideologi itu sendiri. Adapun fungsi ideologi adalah membentuk identitas atau ciri kelompok atau bangsa. Ideologi memiliki kecenderungan untuk memisahkan kita dari mereka. Ideologi berfungsi mempersatukan sesama kita. Apabila dibandingkan dengan agama, agama berfungsi juga mempersatukan orang dari berbagai pandangan hidup bahkan dari berbagai ideologi.

  Sebaliknya ideologi mempersatukan orang dari berbagai agama. Oleh karena itu ideologi juga berfungsi untuk mengatasi berbagai pertentangan (konflik) atau ketegangan sosial. Dalam hal ini ideologi berfungsi sebagai pembentuk solidaritas (rasa kebersamaan) dengan mengangkat berbagai perbedaan ke dalam tata nilai yang lebih tinggi. Fungsi pemersatu itu dilakukan dengan memenyatukan keseragaman ataupun keanekaragaman, misalnya dengan memakai semboyan kesatuan dalam perbedaan dan perbedaan dalam kesatuan.

  E. Perbandingan Ideologi Pancasila Dengan Ideologi Liberalisme Dan Ideologi Komunisme

  1. Ideologi Pancasila Pancasila sebagai ideologi bangsa adalah Pancasila sebagai cita-cita negara atau cita-cita yang menjadi basis bagi suatu teori atau sistem kenegaraan untuk seluruh rakyat dan bangsa Indonesia, serta menjadi tujuan hidup berbangsa dan bernegara Indonesia.

  Pancasila Pancasila memiliki nilai-nilai falsafah mendasar dan rasional. Pancasila telah teruji kokoh dan kuat sebagai dasar dalam mengatur kehidupan bernegara. Selain itu, bangsa Indonesia ini adalah sebuah desain negara oleh para pendiri negara Republik Indonesia kemudian nilai kandungan Pancasila dilestarikan dari generasi ke generasi. Indonesia adalah sebuah negara dan sebuah negara memerlukan sebuah ideologi untuk menjalankan sistem pemerintahan yang ada pada negara tersebut, dan masing-masing negara berhak menentukan ideologi apa yang paling tepat untuk digunakan, dan di Indonesia yang paling tepat adalah digunakan adalah ideologi terbuka karena di Indonesia menganut sistem pemerintahan demokratis yang di dalamnya membebaskan setiap masyarakat untuk berpendapat dan melaksanakan sesuatu sesuai dengan keinginannya masing-masing. Maka dari itu, ideologi Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah yang paling tepat untuk digunakan oleh Indonesia.

  2. Ideologi Liberal Paham liberalisme berkembang dari akar-akar rasionalisme yaitu paham yang meletakkan rasio sebagai sumber kebenaran tertinggi, materialisme yang meletakkan materi sebagai nilai tertinggi, empirisme yang mendasarkan atas kebenaran fakta empiris (yang ditangkap dengan indera manusia) serta individualisme yang meletakkan nilai dan kebebasan individu sebagai nilai tertinggi dalam kehidupan masyarakat dan negara.

  Menurut paham liberalisme memandang bahwa manusia sebagai manusia pribadi yang utuh dan lengkap dan terlepas dari manusia lainnya. Manusia sebagai individu memiliki potensi dan senantiasa berjuang untuk dirinya sendiri. Menurut Hobbes istilah ”homo homini lupus” bararti bahwa dalam hidup masyarakat bersama akan menyimpan potensi konflik, manusia akan menjadi ancaman bagi manusia lainnya. Liberalisme yaitu bahwa rakyat merupakan ikatan dari individu-individu yang bebas, dan ikatan hukumlah yang mendasari kehidupan bersama dalam negara.

  Kebebasan manusia dalam realisasi demokrasi senantiasa mendasarkan atas kebebasan individu di atas segala-galanya. Rasio merupakan hakikat tingkatan tertinggi dalam negara, sehingga dimungkinkan akan berkedudukan lebih tinggi daripada nilai religius. Hal kehidupan dalam kehidupan masyarakat, bangsa dan negara, antara lain bidan politik, ekonomi, sosial, kebudayaan, ilmu pengetahuan bahkan kehidupan agama ataupun religius. Atas dasar inilah perbedaan sifat serta karakter bangsa sering menimbulkan gejolak dalam menerapkan demokrasi yang hanya mendasarkan pada paham liberalisme Ciri-ciri ideologi liberal sebagai berikut

  a. Demokrasi merupakan bentuk pemerintahan yang lebih baik

  b. Anggota masyarakat memiliki kebebasan intelektual penuh, termasuk kebebasan berbicara, kebebasan beragama dan kebebasan pers.

  c. Pemerintah hanya mengatur kehidupan masyarakat secara terbatas.

  Keputusan yang dibuat hanya sedikit untuk rakyat sehingga rakyat dapat belajar membuat keputusan diri sendiri.

  d. Kekuasaan dari seseorang terhadap orang lain merupakan hal yang buruk.

  e. Semua masyarakat dikatakan berbahagia apabila setiap individu atau sebagian terbesar individu berbahagia.

  f. Hak-hak tertentu yang tidak dapat dipindahkan dan tidak dapat dilanggar oleh kekuasaan manapun. Negara yang menganut Ideologi Liberalisme :

  Beberapa Negara di Benua Amerika yang menganut ideology liberalisme Amerika Serikat, Argentina, Bolivia, Brazil, Cili, Cuba, Kolombia, Ekuador, Honduras, Kanada, Meksiko, Nikaragua, Panama, Paraguay, Peru, Uruguay dan Venezuela. Sekarang ini, kurang lebih liberalisme juga dianut oleh negara Aruba, Bahamas, Republik Dominika, Greenland, Grenada, Kosta Rika, Puerto Rico dan Suriname dan masih banyak lagi negara-negara yang menganut Ideologi Liberalisme di benua lainnya.

  3. Ideologi Komunis Berbagai macam konsep dan paham sosialisme sebenarnya hanya paham komunismelah sebagai paham yang paling jelas dan lengkap.

  Paham ini adalah sebagai bentuk reaksi atas perkembangan masyarakat masyarakat kapitalis menyebabkan penderitaan rakyat, sehinggakomunisme muncul sebagai reaksi atas penindasan rakyat kecil oleh kalangan kapitalis yang didukung pemerintah.

  Ideologi komunisme mendasarkan pada suatu keyakinanbahwa manusia pada hakekatnya adalah makhluk sosial saja dan sekumpulan relasi sehingga yang mutlak adalah komunitas dan bukan individualisme. Karena tidak adanya hak individu, maka dapat dipastikan bahwa menurut paham komunisme bahwa demokrasi individualisme itu tidak ada, yang ada adalah hak komunal.

  Dalam masyarakat terdapat kelas-kelas yang saling berinteraksi secara dialektis yaitu kelas kapitalis dan kelas proletar (buruh). Kelas Kapitalis senantiasa melakukan penindasan atas kelas buruh proletar. Semua ini harus dilenyapkan. Untuk merubah hal tersebut, maka harus dilakukan dengan mengubah secara revolusioner infrastruktur masyarakat. Etika ideologi komunisme adalah mendasarkan suatu kebaikan hanya pada kepentingan demi keuntungan kelas masyarakat secara totalitas.

  Kaitannya dengan negara, bahwa negara adalah sebagai manifestasi dari manusia sebagai makhluk komunal. Mengubah masyarakat secara revolusioner harus berakhir dengan kemenangan pada pihak kelas protelar. Pemerintah negara harus dipegang oleh orang-orang yang meletakkan kepentingan pada kelas proletar. Hak individual dianggap tidak ada dan hak asasi dalam negara hanya berpusat pada hak kolektif. Sehingga komunisme adalah anti demokrasi dan hak asasi manusia. Ciri-ciri Ideologi Komunisme :

  a. Atheis. Orang komunis menganggap Tuhan tidak ada. Akan tetapi, kalau ia berpikir Tuhan ada, jadilah Tuhan ada. Maka, keberadaan Tuhan terserah kepada manusia.

  b. Kurang menghargai manusia sebagai individu. Manusia itu seperti mesin. Kalau sudah tua, rusak, jadilah ia rongsokan tidak berguna seperti rongsokan mesin, terbukti dari ajarannya yang tidak c. Salah satu doktrin komunis adalah revolusi terus-menerus. Revolusi itu menjalar ke seluruh dunia. Maka, komunisme sering disebut go international. Komunisme memang memprogramkan tercapainya masyarakat yang makmur, masyarakat komunis tanpa kelas, semua orang sama. Namun, untuk menuju ke sana, ada fase diktator proletariat yang bertentangan dengan demokrasi. Salah satu pekerjaan diktator proletariat adalah membersihkan kelas-kelas lawan komunisme, khususnya tuan-tuan tanah dan kapitalis.

  d. Dalam dunia politik, komunisme menganut sistem politik satu partai, yaitu partai komunis. Maka, ada Partai Komunis Uni Soviet, Partai Komunis Cina, PKI, dan Partai Komunis Vietnam, yang merupakan satu-satunya partai di negara bersangkutan. Jadi, di negara komunis tidak ada partai oposisi. Jadi, komunisme itu pada dasarnya tidak menghormati HAM. Negara yang menganut Ideologi Komunisme :

  Pada tahun 2005 negara yang masih menganut paham komunis adalah Republik Rakyat Cina (sejak 1949), Vietnam, Korea Utara, Tiongkok, Kuba dan Laos. Secara garis besar Perbandingan Ideologi Pancasila, Liberalisme, dan Komunisme Termuat dalam tabel di bawah ini:

  Ideologi Hal Pancasila Liberal Komunis Hubungannya dengan

  Agama Wajib dengan kebebasan memilih agama sesuai dengan keyakinannya.

  Boleh memeluk agama dan juga tidak dilarang untuk tidak memeluk agama.

  Tidak percaya dengan keberadaan Tuhan.

  Hubungannya dengan Tatanan

  Ekonomi Mengutamakan ekonomi koperasi yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila

  Melaksanakan sistem ekonomi liberal yang bebas. Hak-hak pribadi diakui dan

  Melaksanakan ekonomi etatisme yang berpijak pada kepentingan kolektif rakyat sebebas-bebasnya Hak-hak pribadi dibatasi sampai pada batas tidak diakui

  Hubungannya Sistem politik yang Sistem politik Sistem politik yang dengan sistem berasaskan yang liberal dan sosialis. Terdapat politik dan Pancasila. demokratis. beberapa partai pemerintahan Memperkenankan Terdapat sedikit yang berhaluan terdapat banyak partai, tapi sangat berbeda, tetapi organisasi partai aspiratif dengan hanya satu yang untuk kepentingan keinginan rakyat. muncul. Hal itu demokrasi. Kepala negara karena adanya Dipimpin oleh dan kepala keberpihakan seorang Presiden pemerintahan politik pada salah sebagai kepala dipimpin oleh satu partai saja. negara dan kepala presiden. Hal ini biasa pemerintahan disebut demokrasi tertutup. Dipimpin oleh presiden seorang presiden.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2018-08-08

Tags

Makalah Pend Idikan Pancasila Pengertian

Pend Idikan Multikultural Dalam Menanamka

Optimalisasi Parenting Dalam Pend Idikan

Makalah Internasional At Kesadaran Ideol

Silabus Pend Kewarganegaraan Uny 169340851 Makalah Pendidikan Kewarganegaraan Makalah Pendidikan Kewarganegaraan Geopo

Makalah Pendidikandi Kewarganegaraan Siste

Makalah Pendidikan Kewarganegaraan Makalah Pendidikan Kewarganegaraan Makalah Teori Teori Kewarganegaraan

Makalah Pend idikan Kewarganegaraan Ideol

Gratis

Feedback