NIM K5408042 Skripsi Ditulis dan Diajukan untuk Memenuhi Syarat Mendapatkan Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Geografi

Gratis

0
0
103
1 year ago
Preview
Full text

ANALISIS LAYANAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2011

  Tujuan Penelitian adalah (1) Mengetahui pola sebaran Sekolah MenengahPertama di Kabupaten Kebumen Tahun 2011 (2) Mengetahui TingkatKetersediaan Sekolah Menengah Pertama (Ruang Kelas) di Kabupaten KebumenTahun 2011 (3) Mengetahui kondisi layanan sarana dan prasarana Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Kebumen Tahun 2011. Dan terdapat sekolah dengan akreditasi A yang layanan sarana dan prasarana sedang yaitu SMPN 1Petanahan, SMP N 1 Karanggayam, SMP N 1 Klirong, SMP N 1 Kuwarasan, SMP N 1 Karangsambung, SMP N 1 Poncowarno, dan MTs N Gombong.

KATA PENGANTAR

  Pimpinan dan Staf Kesbanglinmas Kabupaten Kebumen, Pimpinan dan StafBappeda Kabupaten Kebumen, Pimpinan dan Staf Dinas Pendidikan danOlahraga Kabupaten Kebumen, yang telah memberikan ijin untuk melakukan penelitian. 70 Jumlah dan Persebaran Ruang Kelas SMPN/MTsN di Kabupaten Kebumen Tahun 2011.......................…………… commit to user commit to userDAFTAR GAMBAR Gambar 1.

DAFTAR LAMPIRAN

  Jarak Terdekat Antar Sekolah di Kabupaten Kebumen Tahun 2011 3. Penilaian Sarana dan Prasarana SMPN/MTsN di Kabupaten KebumenTahun 2011 7.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan simbol kemajuan suatu bangsa, semakin baik

  Berdasarkan data dari Dinas Dikpora Kabupaten Kebumen tahun 2011 terdapat 57 SMPN dan 7 MTsN yang tersebar di 26 kecamatan di Kabupaten Kebumen. Analisisterhadap sarana dan prasarana Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah didasarkan pada pedoman standar pelayanan minimal sekolah yang tercantumpada Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 tahun 2007, “Analisis Layanan Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Kebumen Tahun 2011 ”.

B. Identifikasi Masalah

  Penyajian data sekolah masih dalam bentuk tabel atau grafik sementara distribusi spasial sekolah belum ditampilkan, oleh karena itu diperlukanpenyajian data dengan menggunakan peta agar distribusi spasial sekolah dapat ditampilkan. Kualitas pendidikan di Kabupaten Kebumen yang masih rendah menduduki peringkat 33 dari 35 provinsi yang ada.

C. Pembatasan Masalah

  Permasalahan yang diteliti oleh peneliti adalah SMP/MTs Negeri yang ada di Kabupaten Kebumen dengan fokus masalah : 1. Ruang lingkup yang akan diteliti adalah persebaran gedung SMPN/MTsN dan bagaimana pola sebarannya yang digambarkan dan dianalis dalam bentukpeta.

2. Ketersediaan Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Kebumen 3

Layanan sarana dan prasarana pendidikan Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Kebumen.

D. Rumusan Masalah

  Bagaimana tingkat ketersediaan Sekolah Menengah Pertama (Ruang Kelas) di Kabupaten Kebumen tahun 2011? Bagaimana kondisi layanan sarana dan prasarana Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Kebumen tahun 2011?

E. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian sangat penting karena dengan ini dapat diketahui tingkat keberhasilan dalam penelitian. Adapun tujuan penelitian adalah :

1. Mengetahui pola sebaran Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Kebumen

4. Mengetahui kondisi layanan sarana dan prasarana Sekolah Menengah

  Mengetahui tingkat ketersediaan Sekolah Menengah Pertama (Ruang Kelas) di Kabupaten Kebumen tahun 2011 Pertama di Kabupaten Kebumen tahun 2011 F. Manfaat Penelitian 1.

2. Manfaat Praktis a. Lembaga / Sekolah

  1)Memberikan informasi tentang kondisi sarana dan prasarana pendidikan di suatu sekolah. MGMP Hasil penelitian ini dapat dipakai sebagai sumber belajar (learning resources) geografi untuk kelas XII, pada kompetensi dasar kemampuan menerapkan Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam kajian geografi dengan materi pokok Sistem Informasi Geografi (SIG).

BAB II LANDASAN TEORI A. Tinjauan Pustaka 1. Pengertian Pendidikan Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana

  Dari pengertian di atas dapat diketahui bahwa pendidikan adalahusaha secara sadar dan terencana untuk memajukan budi pekerti, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan oleh peserta didik yang selarasdengan alam dan masyarakat. commit to user commit to user Pasal 13 butir 1 Undang 1)Pendidikan Formal Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi.

c) Pendidikan Keagamaan

  Pendidikan keagamaan berfungsi mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memahami danmengamalkan nilai d)Pendidikan Jarak Jauh Pendidikan jarak jauh diselenggarakan pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan. Pendidikan jarak jauhdiselenggarakan dalam berbagai bentuk, modus, dan cakupan, yang didukung oleh sarana dan layanan belajar serta sistem penilaian yangmenjamin mutu lulusan sesuai dengan standar nasional pendidikan.

2. Distribusi Spasial

  Pada analisis keruangan yang harus diperhatikan adalah penyebaran penggunaan ruang yang telah ada dan penyediaan ruang yang akan digunakan untuk berbagai kegunaan yang dirancangkan. Pada rumus tersebut jarak yang dimaksudadalah jarak pada peta, sehingga Ju dan Jh didapat dari pengukuran antara titik sekolah menengah pertama yang satu dengan sekolah menengah pertama yanglain dalam satu peta.

3. Layanan Pendidikan

  Secara umum kualitas ataumutu adalah gambaran dan karakteristik menyeluruh dari barang atau jasa yang menunjukkan kemampuannya dalam memuaskan kebutuhan yang diharapkan atautersirat. Keempat, mutu masukan yang bersifat harapan dan kebutuhan, seperti visi, motivasi, ketekunan, dan cita ) “kriteria kualitas sekolah dilihat dari tiga sisi, yaitu prestasi, suasana, dan ekonomi”.

4. Tingkat Ketersediaan Sarana Pendidikan

  Penggunaan pendekatan ruang kelas digunakan untuk melihat kondisi tingkat ketercukupan ruang kelas di suatu daerah dengan penduduk usia 13 Jumlah Penduduk Usia 13-15 TahunKebutuhan Ruang Kelas = 32 Sumber : Kepmen No.053/V/2001 19 April 2001 dimodifikasiAngka Parstisipasi Kasar (APK) atau Gross Enrollment Rate (GER) adalah angka yang menunjukkan jumlah siswa suatu sekolah dibandingkandengan 100 penduduk usia sekolah itu. Sarana dan Prasarana Pendidikan Definisi sarana menurut Peraturan Menteri Pendidikan NasionalNomor 24 Tahun 2007 adalah perlengkapan yang diperlukan untuk menyelenggarakan pembelajaran yang dapat dipindah-pindah yang meliputimeubiler, meubiler perpustakaan, buku teks pelajaran, buku referensi, alat peraga, alat-alat laboratorium dan alat-alat praktik.

9 Sumber : Kepmendiknas Nomor 053/U/2001 tanggal 1 April 2001

  Luas minimum gudang 21 m Gudang berfungsi sebagai tempat menyimpan peralatan pembelajaran di luar kelas, tempat menyimpan sementara peralatan sekolah yangtidak/belum berfungsi di satuan pendidikan, dan tempat menyimpan arsip sekolah yang telah berusia lebih dari 5 tahun.(2) Gudang(1) (4) Jamban harus berdinding, beratap, dapat dikunci, dan mudah dibersihkan.(5) Tersedia air bersih di setiap unit jamban.l) 2 . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) pertumbuhan penduduk dan persebaran penduduk usiaSekolah Lanjutan Tingkat Pertama di Kecamatan Menes KabupatenPandeglang pada tahun 2003-2013, (2) Mengetahui penyediaan fasilitas pendidikan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama di Kecamatan MenesKabupaten Pandeglang pada tahun 2003-2013.

2. Alindasari Nurhidayah (2009), Pemetaan Rumah Tinggal Dosen Fakultas

  Berturut-turut besar jumlah dosen di Kabupaten Sukoharjo sejumlah 79 rumah dosen(22%), di Kabupaten Klaten sejumlah 17 rumah dosen (5%), di KabupatenBoyolali sejumlah 13 rumah dosen (4%), di Kabupaten Sragen sejumlah 11 rumah dosen (3%), dan di Kabupaten Wonogiri sejumlah 6 rumahdosen (2%). Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui pola sebaran Sekolah Menengah Pertamadi Kabupaten Kebumen Tahun 2011 (2) Mengetahui Tingkat KetersediaanSekolah Menengah Pertama (Ruang Kelas) di Kabupaten Kebumen Tahun 2011 (3) Mengetahui kondisi layanan sarana dan prasarana SekolahMenengah Pertama di Kabupaten Kebumen Tahun 2011.

1 Siti Sulaeha Analisis Pertumbuhan Deskripsi

  penduduk paling rendah terdapat di Pandeglang Tahundesa Menes yaitu -7,93%. Mengetahui penyediaan 2003-2013 fasilitas pendidikan  penduduk usia 13-15 tahun di Sekolah Lanjutan Tingkat Kecamatan Menes tersebar di 15 desa, Pertama di Kecamatan jumlah penduduk paling tinggi Menes Kabupaten terdapat di Desa Purwaraja sebanyak Pandeglang pada tahun 512 anak dan paling rendah di desa 2003-2013 Kadupayung hanya 117 anak. Padatahun 2013 yang akan datang jumlah penduduk usia 13-15 tahun diKecamatan Menes bertambah menjadi 4.026 anak. Gedung SLTP dan MTS di Kecamatan Menes tersebar di 6 desa, dan belum merata. Guru SLTP dan MTS yang ada di Kecamatan Menes berjumlah 305 orang dan tersebar di 13 sekolah. Kelas yang ada di Kecamatan Menes untuk SLTP dan MTS berjumlah 108 kelas dan tersebar di 13 sekolah.

2 Alindasari Pemetaan Rumah metode

  Sebelas Maret (UNS)Berturut-turut besar jumlah dosen di pola  Mengetahui Surakarta TahunKabupaten Sukoharjo sejumlah 79 persebaran perumahan 2007.dosen FKIP Universitas rumah dosen (22%), di Kabupaten Klaten sejumlah 17 rumah dosenSebelas Maret (5%), di Kabupaten BoyolaliSurakarta pada tahun 2007. sejumlah 13 rumah dosen (4%), di Kabupaten Sragen sejumlah 11 Mengetahui faktor- rumah dosen (3%), dan di faktor yang Kabupaten Wonogiri sejumlah 6 mempengaruhi pola rumah dosen (2%).persebaran perumahan dosen FKIP Universitas  Pola persebaran rumah dosen FKIP UNS Surakarta tahun 2007 adalah Sebelas Maret Surakarta mengelompok dengan nilai T = 0,31917.

3. Diah Erni Ekawati Analisis Spasial Analisis data

 untuk memetakan saran  sarana kesehatan eks Kawedanan (Skripsi, Pendidikan Sarana Kesehatan Di sekunder dan kesehatan Eks Gombong berjumlah 114 unit, Geografi UNS. 2010) Wilayah Gombong Kawedanan Gombong analisis peta distribusi paling banyak di Kecamatan Kabupaten Kebumen Kabupaten Kebumen Gombong 38 unit dan paling sedikit di Tahun 2010. 2010, Kecamatan Rowokele, untuk mengetahui tingkat  tingkat aksesibilitas tertinggi di aksesibilitas sarana Kecamatan Gombong yaitu 36,87583 kesehatan Eks dan terendah di Kecamatan Rowokele Kawedanan Gombong 4,646259 , Kabupaten Kebumen  Interaksi wilayah dibedakan menjadi Tahun 2010, 3, pertama prediksi gerakan penduduk mengetahui dalam mendatangi puskesmas yaitu untuk interaksi wilayah sarana hampirsama di masing penduduk dalam mendatangi Rumah Sakit di Kecamatan Gombongsebanyak 194.308 jiwa (70,75%) dan di Buayan 80.329 (29,25%).

4. Nurul Sulistiyo Pribadi Analisis Layanan Deskriptif

   Mengetahui pola sebaran (peneliti) Sekolah Menengah Kualitatif Sekolah Menengah  Pola sebaran SMPN/MTsN di Pertama di Kabupaten Pertama di Kabupaten Kabupaten Kebumen adalah acak Kebumen Tahun 2011 (random) , nilai T=0,. Tahun 2011.kondisi  Sekolah dengan layanan sarana dan Mengetahui prasarana rendah yaitu SMPN 1 layanan sarana dan prasarana Sekolah Sadang, SMPN 2 Satu Atap Menengah Pertama di Poncowarno, SMPN 3 Satu AtapKarangsambung, SMPN 3 Satu Atap Kabupaten Kebumentahun 2011 Sempor, dan SMP N 2 Satu Atap Alian.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Tempat Penelitian dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Kebumen yang terdiri dari 26

  Objek penelitian adalah Sekolah Menengah PertamaNegeri dan Madrasah Tsanawiyah Negeri di Kabupaten Kebumen. KabupatenKebumen dipilih sebagai lokasi penelitian karena terdapat satu sekolah negeri pada tahun 2011 yang angka kelulusannya 0%, dan melakukan pengkajianmengenai layanan sekolah di Kabupaten Kebumen.

2. Waktu Penelitian

  Prosedur penelitian ini diawali dari tahap penulisan proposal penelitian, penulisan instrument, pengumpulan data, analisis data, penulisan laporanpenelitian, dengan perincian sebagai berikut. Tabel 2.

B. Bentuk dan Strategi Penelitian

  Penelitian deskriptif lebih mengarah pada pengungkapan suatu masalah atau keadaansebagaimana adanya dan mengungkapkan fakta Subyek yang diteliti pada penelitian ini ialah Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah Negeri di Kabupaten Kebumen dengan menggunakan metode survei. Survei merupakan pengukuran atau pengamatan di lapangan,metode survei menghasilkan data yang akan digunakan sebagai bahan penelitian dalam menganalisis layanan sekolah menengah pertama di Kabupaten Kebumen.

C. Sumber Data Penelitian

Berdasarkan sumbernya data dapat digolongkan menjadi data primer dan data sekunder.

1. Data primer

  Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari responden atau obyek yang diteliti, atau ada hubungannya dengan yang diteliti (Tika, 1997:67). Data sarana dan prasarana sekolah yang diperoleh pada saat melakukan observasi antara lain ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, ruangpimpinan, dll.

2. Data Sekunder

  Data alamat, jumlah sekolah, dan jumlah ruang kelas SMPN/MTsN di Kabupaten Kebumen yang diperoleh dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kebumen. Data akreditasi SMPN/MTsN bersumber dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kebumen.

D. Teknik Pengumpulan Data

  Teknik pengumpulan data adalah upaya-upaya yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data. Analisis Dokumentasi Teknik pengumpulan data dengan dokumentasi yaitu pengumpulan data yang dilakukan dengan melihat sumber-sumber tertulis yang berkaitan denganmasalah yang diteliti.

2. Observasi

  Observasi merupakan cara dan teknik pengumpulan data dengan melakukan pengamatan dan pencatatan langsung secara sistematis terhadap gejalaatau fenomena yang ada pada objek penelitian. Observasi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pengambilan titik lokasi geografi sekolah menggunakan GPS, dan pengamatan secara langsungterhadap sarana dan prasarana di sekolah.

E. Populasi dan Teknik Sampling 1. Populasi Penelitian Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian (Arikunto, 2002:108)

  Daerah kajian dalam penelitian ini adalah Kabupaten Kebumen. Dalam penelitian ini yang dijadikan populasi adalah seluruh Sekolah Menengah Pertama Negeri danMadrasah Tsanawiyah Negeri untuk mengetahui pola persebarannya, jumlah sekolah yang dijadikan populasi yaitu 64 sekolah dengan 57 SMPN dan 7 MTsN.

2. Teknik Sampling

  Data yang diambil adalah dataprasarana pendidikan berdasarkan standar baku meliputi : ruang kelas, ruang perpustakaan, ruang laboratorium IPA, ruang pimpinan, ruang guru, ruang tatausaha, ruang beribadah, ruang konseling, ruang UKS, ruang organisasi kesiswaan, jamban, gudang, ruang sirkulasi, dan tempat bermain/olahraga. Sampel diambildengan memperhatikan strata yaitu akreditasi masing commit to user Terdapat 64 sekolah dengan rincian 57 SMPN dan 7 MTsN, pengambilan sampel didasarkan pada strata (akreditasi) sekolah.

F. Validitas Data

G. Teknik Analisis Data

  Validitas yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi data, yaitu dengan mengumpulkan bukti Moleong (2001: 103) menyatakan bahwa teknik analisis data adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori, dan satuanuraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja yang disarankan oleh data. Perhitungan kebutuhan ruang kelas yang digunakan pada penelitian ini menggunakan AngkaPartisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM) di tingkat kabupaten dan tingkat kecamatan.

H. Prosedur Penelitian 1. Tahap Penulisan Poposal Penelitian

  Penyusunan proposal merupakan semua rencana penelitian yang akan dilakukan meliputipendahuluan, landasan teori serta metode penelitian. Tahap ini meliputi berbagai kegiatan dari penulisan latar belakang masalah, perumusan masalah, menetapkantujuan dan manfaat penelitian, menyusun kajian teori dan kerangka pikir serta menentukan metodologi penelitian.

2. Tahap Penyusunan Instrumen Penelitian

3. Pengumpulan Data

  Kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini adalah membuat parameter sarana prasarana pendidikan berdasarkan standar pelayanan minimal. Tahap berikutnya adalah kegiatan lapangan untuk mengumpulkan data primer dan data sekunder.

4. Analisis Data

  Melakukan analisis data yang sudah diperoleh baik itu data primer maupun sekunder sesuai dengan pendekatan yang dilakukan di dalam penelitian. Setelahdata tersusun secara sistematis kemudian dilakukan analisis terhadap pola persebaran sekolah, tingkat ketersediaan layanan sekolah terhadap jumlahpenduduk usia 13-15 tahun dan siswa yang bersekolah di daerah tersebut, dan kualitas saranan dan prasarana sekolah.

5. Penulisan Laporan Penulisan laporan merupakan tahap terakhir dari proses penelitian

  Hasil penelitian disajikan dalam bentuktulisan, tabel, gambar dan peta. Laporan penelitian berupa hard copy dan soft copy sebagai bahan untuk menempuh ujian.

BAB IV DESKRIPSI WILAYAH DAN HASIL A. Deskripsi Wilayah 1. Letak a. Letak Astronomis Kabupaten Kebumen merupakan kabupaten yang terletak di bagian selatan Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis Kabupaten Kebumen terletak pada

  Letak Administratif Secara administrasi Kabupaten Kebumen berbatasan dengan :1) : Kabupaten Purworejo Sebelah Timur2) : Samudera Hindia Sebelah Selatan3) : Kabupaten Cilacap dan Banyumas Sebelah Barat4) : Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara Sebelah UtaraUntuk lebih jelasnya mengenai administrasi Kabupaten Kebumen dapat dilihat pada peta 1. Luas Daerah Kabupaten Kebumen Tahun 2010 Sumber : Kebumen dalam Angka Tahun 2010 Kecamatan Karanggayam merupakan kecamatan yang paling besar dengan luas 10.929 ha atau 109,29 Km² (8,53%) dari luas Kabupaten Kebumen,sedangkan kecamatan yang memiliki luas paling kecil ialah Kecamatan Gombong dengan luas 1.948 ha atau 19,48 Km² (1,52%) dari luas Kabupaten Kebumen.

3. Penggunaan Lahan

  Berdasarkan data sekunder dari Kebumen dalam Angka Tahun 2010, kondisi beberapa wilayah di Kabupaten Kebumen merupakan daerah pantai danpegunungan, sedangkan sebagian besar merupakan dataran rendah. Menurut sistem irigasinya, sebagian besar lahan sawah beririgasiteknis (50,34%), dan hampir seluruhnya dapat ditanami dua kali dalam setahun, beririgasi setengah teknis (9,23%), beririgasi sederhana (5,77%), beririgasi desa(2,65%) dan sebagian berupa sawah tadah hujan dan pasang surut (32,02%).

4. Keadaan Penduduk

  Kepadatan Penduduk Tingkat kepadatan penduduk aritmatik suatu daerah merupakan perbandingan antara luas daerah secara keseluruhan dengan jumlah penduduk didaerah yang bersangkutan, kepadatan penduduk aritmatik tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut : Jumlah PendudukKepadatan Penduduk = Luas WilayahKlasifikasi tingkat kepadatan penduduk di Kabupaten Kebumen dilakukan dengan pengukuran Normatif, dengan cara mengurangkan skor tertinggi denganskor terendah. Hal ini disebabkan karena terletak di pusat pemerintahan Kabupaten Kebumen, sehingga berada pada pusat kegiatan perekonomian dan pemerintahan, hal inimenyebabkan jumlah fasilitas pendidikan lebih banyak, yaitu terdapat 9 sekolah, dengan 7 SMPN dan 2 MTsN .

1) Komposisi Penduduk Menurut Jenis Kelamin

  Komposisi penduduk menurut jenis kelamin dapat digunakan untuk commit to user Sex Ratio (SR) = X 100 bKeterangan :SR = rasio jenis kelamin a = jumlah penduduk laki 635.584 Sex Ratio (SR) = X 100 623.363= 102 Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh angka sex ratio di Kabupaten KebumenTahun 2010 sebesar 102. Artinya disetiap 100 penduduk perempuan, terdapat 102 penduduk laki Untuk mengetahui komposisi penduduk menurut jenis kelamin dapat dilihat pada Tabel 8, berikut ini .

2) Komposisi Penduduk Menurut Umur

  Untuk mengetahui secararinci komposisi penduduk usia sekolah menurut kelompok umur di Kabupaten Kebumen dapat dilihat pada Tabel 9. Tabel 9.

3) Komposisi Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan

  Komposisi penduduk menurut tingkat pendidikan adalah pengelompokan penduduk berdasarkan pendidikannya, baik mereka yang belum sekolah maupunyang sudah lulus perguruan tinggi. Komposisi penduduk menurut tingkatpendidikan di Kabupaten Kebumen dapat dilihat pada Tabel 10.

4) Komposisi Penduduk Menurut Mata Pencaharian

  Komposisi ini digunakanuntuk melihat dan menggambarkan struktur daerah secara umum dan lebih lanjut dapat pula menggambarkan potensi dan sumberdaya penduduk yang ada padasuatu daerah. Berdasarkan Tabel 11, dapat diketahui bahwa separuh dari jumlah penduduk Kabupaten Kebumen bermata pencaharian di sektor pertanian sebanyak343.935 jiwa atau 52,56%, hal ini terjadi karena sebagian besar daerah Kebumen merupakan lahan pertanian.

B. Deskripsi Hasil Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola persebaran, tingkat ketersediaan sekolah serta layanan Sekolah Menengah Pertama di KabupatenKebumen.

1. Pola Sebaran Sekolah Menengah Pertama a. Sebaran Sekolah

  Untuk membantu penyajian data persebaran sekolah di KabupatenKebumen yaitu dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) yang mengolah data atribut berupa titik lokasi sekolah kemudian dimasukkan ke dalampeta dasar yang dikompilasi dari 15 Peta Rupabumi Indonesia yang digunakan didalam pembuatan peta. Persebaran sekolah yang paling banyak terdapat di Kecamatan Kebumen yaitu 9 sekolah atau 14,06% dari jumlah seluruhSMPN/MTsN, dan terdapat kecamatan yang tidak memiliki sekolah yaituKecamatan Bonorowo.

b. Pola Sebaran Sekolah

  commit to user commit to user Berdasarkan analisis peta 3 terdapat 64 titik sekolah yang tersebar diKabupaten Kebumen, kemudian dilakukan analisis tetangga terdekat, terdapat 2 titik sekolah yang tidak memiliki tetangga terdekat dikarenakan terhalang olehfaktor sungai besar, yaitu titik 18 SMPN Satu Atap Sempor dan titik 48 SMPN 1 Sadang. Setelah nilai Ju dan Jh diketahui maka dapat dihitung nilai Indeks persebaran tetangga terdekat (T) dengan perhitungan sebagai berikut :Ju T =Jh 1,733= 2,262= 0,766 Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan rumus tetangga terdekat, nilai T sekolah yang berada di Kabupaten Kebumen adalah 0,766.

a. Jumlah dan Persebaran Gedung Sekolah

  20 Rowokele 1 - 13 Alian 2 - 14 Poncowarno 2 - 15 Kebumen 7 2 16 Pejagoan 2 - 17 Sruweng 2 - 18 Adimulyo 2 - 19 Kuwarasan 1 - 21 Sempor 3 - 3 22 Gombong 4 1 23 Karanganyar 3 - 24 Karanggayam 2 - 25 Sadang 1 - 26 Karangsambung 4 -Jumlah 57 7 Sumber : Dinas Dikpora Kabupaten KebumenBerdasarkan Tabel 14, terdapat 64 sekolah negeri yang tersebar di 26 kecamatan, dengan 57 Sekolah Menengah Pertama Negeri dan 7 Madrasah 1 commit to user 2. Penyediaan jumlah gedung dan persebaran gedung SMPN/MTsN yang ada di Kabupaten Kebumen Tahun 2011 dapat dilihat pada Tabel 14, berikut.

b. Jumlah dan Persebaran Ruang Kelas

  38 20 Rowokele 20 20 19 Kuwarasan 42 42 18 Adimulyo 38 20 17 Sruweng 40 40 16 Pejagoan 15 Kebumen 212 212 29 29 14 Poncowarno 20 21 Sempor 29 40 Sumber : Dinas Dikpora Kabupaten Kebumen Tahun 2011 43 Jumlah 1212 1212 43 26 Karangsambung 10 10 25 Sadang 40 42 24 Karanggayam 69 69 23 Karanganyar 94 94 22 Gombong 42 29 commit to user Tsanawiyah Negeri. Persebaran sekolah yang paling banyak terdapat diKecamatan Kebumen yaitu 9 sekolah dan di Kecamatan Bonorowo belum terdapat sekolah.

c. Perhitungan Kebutuhan Ruang Kelas 1) Angka Partisipasi Kasar (APK)

  Penambahan ruang kelas pada suatukecamatan perlu memperhatikan kondisi sekolah, karena sekolah dengan jumlah commit to user a)Kecamatan Ayah Masih terdapat kekurangan ruang kelas sejumlah 71 ruang, sekolah yang perlu dilakukan penambahan ruang kelas yaitu SMPN 2 Ayah sebanyak 1ruang kelas, dan SMPN 3 Satap Ayah sebanyak 18 ruang kelas, dan perlu dilakukan pembangunan sekolah yang baru sebanyak 2 sekolah. Kekurangan kelas yang paling banyak terdapat di Kecamatan Gombong yaitu 9 ruang, dan kekuranganruang kelas yang paling kecil terdapat di Kecamatan Bonorowo, karena berdasarkan perhitungan Angka Partisipasi Murni di Kecamatan Bonorowo tidakterdapat SMPN/MTsN, sehingga tidak ada siswa yang bersekolah di kecamatan tersebut.

3. Kondisi Layanan Sarana dan Prasarana Sekolah Menengah Pertama

  Nilai tertinggi sarana dan prasarana sekolahterdapat di SMP Negeri 3 Kebumen dengan nilai 321, dan nilai terendah yaitu terdapat di sekolah SMP Negeri 3 Satap Sempor dengan nilai 74. Sekolah yang masukkategori rendah antara lain SMP N 1 Sadang, SMP N 2 Satu Atap commit to user b)Kategori Sedang Kategori sedang yaitu dalam penyelenggaraan sarana dan prasarana yang sudah memenuhi standar pelayanan minimal sekolah.

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan analisis hasil penelitian maka dapat

  Terdapat 64 SMPN dan MTsN yang tersebar di Kabupaten Kebumen. Distribusi sekolah paling banyak terdapat di Kecamatan Kebumen dengan jumlah 9 sekolah atau 14,06% dari seluruh SMPN/MTsN yangada di Kabupaten Kebumen, dengan 7 SMPN dan 2 MTsN, terdapat kecamatan yang belum memiliki SMPN/MTsN yaitu KecamatanBonorowo.

2. Tingkat ketersediaan fasilitas sekolah (ruang kelas)

  Perhitungan kebutuhan ruang kelas dengan Angka Partisipasi Kasar(APK) di Kabupaten Kebumen adalah 2.612 ruang, masih kekurangan1.400 ruang kelas. Sekolah dengan layanansarana dan prasarana rendah yaitu SMP N 1 Sadang, SMP N 2 Satu AtapPoncowarno, SMP N 3 Satu Atap Karangsambung, SMP N 3 Satu AtapSempor, dan SMP N 2 Satu Atap Alian.

B. Implikasi 1

  Dengan mengetahui ketersediaan fasilitas sekolah (ruang kelas) di KabupatenKebumen dapat dijadikan pertimbangan pemerintah dalam pemerataan pendidikan dan peningkatan pendidikan di Kabupaten Kebumen. Dengan mengetahui layanan sarana dan prasarana sekolah di KabupatenKebumen dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi pihak sekolah yaitu untuk meningkatkan sarana dan prasaran pendidikan di sekolah tersebut.

C. Saran 1

  Perlu dilakukan pendirian sekolah negeri di Kecamatan Bonorowo, karena di daerah ini tidak terdapat sekolah negeri. Pertimbangan dengan jumlahpenduduk usia 13-15 tahun yang terdapat di kecamatan tersebut.

2. Perlu penambahan ruang kelas baik didasarkan dari perhitungan Angka

  Partisipasi Kasar (APM) dan Angka Partisipasi Murni (APM) terutama daerah 3. Beberapa sekolah Satu Atap perlu mendapat perhatian karena masih kekurangan ruang dan fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar yang lainguna menunjang kegiatan belajar mengajar.

Dokumen baru

Tags

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana

Dokumen yang terkait

RUNTUHNYA REZIM HOSNI MUBARAK TAHUN 2011 (Antara Diktatorisme dan Demokrasi di Mesir)
0
0
102
Evaluasi Implementasi Program IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) di Kawasan Industri Kampung Batik Laweyan Surakarta
0
0
109
Skripsi Ditulis dan diajukan untuk memenuhi syarat mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sejarah Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
0
0
80
Optimasi pembuatan keju dengan variasi suhu dan dosis getah tanaman biduri (calotropis gigantea)
0
0
38
K3108040 Skripsi Diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling Jurusan Ilmu Pendidikan
0
0
153
Kajian pengelolaan lahan tegalan dan kualitas tanah di kecamatan ngargoyoso kabupaten karanganyar
0
1
66
IPA untuk SDMI kelas III
0
0
122
SD dan MI Kelas IV
0
1
140
Estimasi parameter model regresi com-poisson untuk data tersensor kanan menggunakan metode maksimum likelihood
0
0
50
Studi Tentang Penghapusan Merek Terdaftar di Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual
0
0
92
KAJIAN TERHADAP HAK IMUNITAS DAN MALPRAKTEK ADVOKAT ( Studi Kasus dalam Putusan DKC IKADIN No.01PutDKC.Ikadin2006Ska )
0
0
109
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN KE SEKTOR NON PERTANIAN DI KABUPATEN KARANGANYAR Skripsi Program Studi Agribisnis (AGB)
0
4
92
PERANCANGAN ALAT PENGEMAS VAKUM UNTUK PRODUK OLAHAN JAMUR TIRAM DALAM RANGKA MENINGKATKAN NILAI JUAL DAN MASA PAKAI Skripsi
0
1
61
TUGAS AKHIR - Prarancangan Pabrik Asam Benzoat dari Toluen dan Udara Dengan Proses Oksidasi Kapasitas 35.000 Ton/Tahun
6
13
139
KAJIAN PENGGUNAAN BATU BASALT BATU KAPUR SEBAGAI AGREGAT PADA SLURRY SEAL (Tinjauan Uji Konsistensi, Setting Time dan ITS)
0
0
69
Show more