MODUL PERKULIAHAN PEMODELAN PROSES BISNIS

Gratis

0
0
103
3 months ago
Preview
Full text

Bagian I si Pengertian Analisa Proses Bisnis Analisa proses bisnis adalah kajian dan evaluasi yang dilakukan terhadap kegiatan-

  Manganelli ( 1994, p7) mendefisinikan BPR sebagai perancangan ulang yang cepat dan radikal terhadap strategi, nilai tambah proses bisnis dan - sistem, kebijakan dan strukturorganisasi yang mendukung strategic dan nilai tambah proses bisnis – untuk mencapai optimasi arus kerja dan produktivitas dalam suatu organisasi. Analisa proses bisnis dalam rangka rekayasa ulang bisnis pada intinya adalah bertujuan dan berlandaskan pada konsep untuk memberikan nilai tambah kepada pelanggan kitalebih dari apa yang dapat diberikan oleh pesaing melalui suatu perbaikan yang radikal terhadap kemampuan yang telah kita miliki dan menciptakan kemampuan baru yangbersifat distinctive.

Bagian I si Bisnis adalah kegiatan untuk menghasilkan "Sesuatu" yang mempunyai nilai (nilai

  Dengan demikian Kita bisa mengatakan juga bahwa : Kegiatanmenghasilkan produk yang dapat dijual 1. Gambar Produk yang dihasilkan 2.

3. Siklus Deming Pada Sistem Industri(1989)

  2016Pemodelan Proses Bisnis Pusat Bahan Ajar dan eLearning TAHAP PERTAMA : RISET PASAR  Proses ini adalah identifikasi kebutuhan pelanggan terkait dengan jenis produk yang akan atau sedang dihasilkan/dijula. Untuk mengetahui kinerja proses bisnis diperlukan alat untuk standar dan pedoman supaya hasil evaluasi kinerja bersifat objektiv dan profesional pengukuran seharusnyamenggunakan teknik kuantifikasi, Misalnya : Mengukur kinerja karyawan, tidak bisa berdasarkan like-dislike atau emosional judgement atau nepotisme tetapi berdasarkan tolakukur/standar dan target yang ditentukan.

ALAT UKUR PROSES BISNIS

  Kinerja proses diukur dengan output atau luaran dari proses. Demikian pula proses bisnis diukur dari hasilnya atau inputnya, tetapi kualitas output dari suatu proses tidak hanyadipengaruhi oleh prosesnya itu sndiri, tetapi juga dipengaruhi faktor faktor lain.

BISNIS ENVIRONMENT

4. Organisasi BISNIS ENVIRONMENT

  Bagaimana Competitors dapat berpengaruh pada organisasi Bisnis? JikaCompetitornya banyak, maka organisasi Bisnis harus mengalokasikan sumberdaya cukup banyak untuk pengembangan produk dan inovasi.

ANALISA NERACA

ANALISA BEP

 Analisis Modal Kerja  Analisis Perputaran Persediaan  Analisis Rasio Hutang  Analisis Piutang  ANALISIS Biaya Total, ANALISIS Biaya Tetap, ANALISIS Biaya Variabel,

ANALISIS KUALITAS PRODUK

  Proses dikatakan secara statistical terkendali jika tidak ada data yang diatas batas atas dan dibawah atas bawah. Data produk bisa berupa data variabel(misalnya: tebal plat baja, diameter pipa dan sebagai nya) dan data atribut(misalnya, jumlah produk yang cacat, prosentase produk yang ditolak dan sebagai nya).

RENSTRA(RENCANA STRATEGIS):

SISTEM MANAJEMEN:

  Analisis proses bisnis dapat dilakukan juga dengan menganalisis sistem/manajemennya, terkait dengan : RENSTRA (RENCANA STRATEGIS) SISTEM MANAJEMEN SISTEM MANAJEMEN MUTU SISTEM MONITORING SISTEM REWARD/PUNIMENT SISTEM PENGEMBANGAN KARIER SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN IT(IT GOVERNANCE) DLL 5. Jawabanpertanyaan tersebut akan menunjukan karakteristik dari proses bisnis yang dijalankan.

SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM):

SISTEM REWARD PUNISMENT:

  Jawaban dari pertanyaan tersebut akan menunjukan karakteristik dari proses bisnis yang dijalankan 1. Jawaban dari pertanyaan pertanyaan tersebut akan menunjukan karakteristik dari proses bisnis yang dijalankan SISTEM INFORMASI : 1.

PENGELOLAAN IT (IT GOVERNANCE):

  Jawaban Dari Pertanyaan Pertanyaan Tersebut Akan Menunjukan Karakteristik Dari Proses 2016 Pemodelan Proses Bisnis Pusat Bahan Ajar dan eLearning Bisnis Yang Dijalankan 2016Pemodelan Proses Bisnis Pusat Bahan Ajar dan eLearningDaftar Pustaka 8. Teknik membuat Perencanaan Bisnis dan Analisis Kasus, Jakarta: PT Gramedia.

Bagian I si Untuk mengetahui keberhasilan kinerja perusahaan diperlukan alat ukur atau indikator. Tahapan Utk Perancangan Alat Ukur Tsb Adalah:

  Perumusan Proses Bisnis 2. Penentuan Indikator Proses (Kpi) 3.

PERUMUSAN PROSES BISNIS

  TAHAPAN PERUMUSAN PROSES BISNIS (1): 2016 Pemodelan Proses Bisnis Pusat Bahan Ajar dan eLearning TAHAPAN PROSES PENENTUAN KPI /KEY PERFORMANCE INDICATOR (2) KEY PERMORMANCE INDICATOR(KPI) / INDIKATOR KINERJA UTAMAKpi Adalah Satu Set Ukuran Yang Terpusat Pada Aspek-Aspek Kinerja Organisasi Yang Paling Kritis Untuk Kelangsungan Hidup Organisasi Saat Ini Dan Yang Akan Datang. 2016 Pemodelan Proses Bisnis Pusat Bahan Ajar dan eLearning Csf Bisa Terdiri Dari Aspek: Pelanggan, Keuangan, Sdm,Produksi/Proses, Inovasitidak Semua Aspek Tersebut Merupakan Csf Dari Bisnis, Tergantung Jenis ProsesBisnisnyamisal: Bisnis Travel Agent, Maka Aspek Inovasi,Sdm Dan Proses Bukan Aspek CsfTetapi Aspek Keuangan, Aspek Pelanggan Dari Aspek Keuangan, Csf Nya Adalah: Peningkatan Penjualan Tiket Pesawat.

PENYUSUNAN ALAT PENGUKURAN KINERJA (3) KUALITAS SISTEM INFORMASI DAN KUALITAS INFORMASI MERUPAKAN DUA DIMENSI DARI

  MODEL AWAL KESUKSESAN SISTEM INFORMASI YANG KEMBANGKAN OLEH DeLONE&McLEAN (1992)2016 Pemodelan Proses Bisnis Pusat Bahan Ajar dan eLearning MENGUKUR KEBERHASILAN SISTEM INFORMASI BUKAN MERUPAKAN PENGUKURAN YANG TUNGGAL TETAPI MERUPAKAN BENTUK PENGUKURAN YANG MULTIDIMENSI, SEPERTI TERURAI PADA TABEL-TABEL DIBAWAH INI. 2016 Pemodelan Proses Bisnis Pusat Bahan Ajar dan eLearning 2016Pemodelan Proses Bisnis Pusat Bahan Ajar dan eLearningDaftar Pustaka 10.

Bagian I si METODE PENGUMPULAN DATA A. Instrumen Pengumpul Data Telah dibahas pada bab sebelumnya tentang variable penelitian dan menentukan

B. Jenis metode atau instrument pengumpulan data Metode pengumpulan data berhubungan dengan instrument pengumpulan data

  Dari variable penelitian dapat diidentifikasi data apa yang diperlukan dan selanjutnya dapat ditentukan dari mana sumber datanya. Secara minimal alat bantu yang dapat dipakai adalah guide (pedoman)pertanyaan yang akan diajukan ke konsumen dan alat tulis.

1. TES

  2016Pemodelan Proses Bisnis Pusat Bahan Ajar dan eLearning Metode pengumpulan data adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya. Sedangkan instrument penelitian adalah alat atau fasilitas yangdigunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap dan sistematis sehingga lebih mudahuntuk diolah atau dianalisis Tes merupakan serentetan pertanyaan atau latihan yang digunakan untuk mengukur pengetahuan, ketrampilan, intelegensia atau kemampuan yang dimiliki oleh individu ataukelompok.

2. ANGKET (kuesioner)

  2016Pemodelan Proses Bisnis Pusat Bahan Ajar dan eLearning Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden. 2) Kuesioner isian, ini berarti sama dengan kuesioner terbuka, karena responden menjawab dengan kalimatnya sendiri.3) Check list, merupakan daftar dimana responden tinggal membubuhkan tanda cek pada kolom yang sesuai4) Rating scale, yaitu pertanyaan yang diikuti oleh kolom-kolom yang menunjukkan tingkatan, missal dari sangat setuju sampai ke sangat tidaksetuju.

3. INTERVIEW

  Secara fisik , interview dapat dibedakan menjadi 2 yaitu, 2016 Pemodelan Proses Bisnis Pusat Bahan Ajar dan eLearning (1) interview terstruktur: Terdiri dari daftar pertanyaan dimana pewawancara tinggal memberikan tanda (tick mark) pada pilihan jawaban yang telahdisediakan. Dalam hal ini menjadi seperti kuesioner, bedanya bahwa responden berhadapan langsung dengan pewawancara sehingga jika adahal yang tidak dimengerti dapat ditanyakan dan pewawancara dapat mengecek secara langsung kelengkapan jawaban responden.

4. OBSERVASI

  Dalam hal ini instrument yang dipakai dapat2016 Pemodelan Proses Bisnis Pusat Bahan Ajar dan eLearning berupa daftar jenis kegiatan yang mungkin timbul dan akan diamati 5. Metode dokumentasi dapat dilaksanakan dengan cara :1) menggunakan pedoman dokumentasi, yang memuat garis besar atau kategori dokumen yang akan dicari datanya,2) check list, yaitu daftar variable yang akan dikumpulkan datanya dimana dari daftar ini peneliti tinggal memberikan tanda pada setiap item yang ada dalam daftar.

C. KUALITAS INSTRUMENT PENELITIAN

  Instrumen dalam penelitian mempunyai kedudukan yang sangat penting karena benar tidaknya data yang dikumpulkan akan tergantung dari baik tidaknya instrument pengumpuldata. Instrumen yang baik harus memenuhi dua persyaratan penting yaitu valid dan reliable.

1. Validitas Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kesahihan suatu instrument

  Validitas eksternal, jika data yang dihasilkan dari instrument tersebut sesuai dengan 2016 Pemodelan Proses Bisnis Pusat Bahan Ajar dan eLearning data atau informasi lain tentang variable penelitian yang dimaksud. Sedangkan yang dimaksud dengan bagian instrument dapat berupa butir butir pertanyaan dari kuesioner atau soal tes, tapi .dapat pula kumpulan dari butir butir tersebut yang mencerminkan suatu factor.

2. Reliabilitas

  Reliabilitas menunjuk pada suatu pengertian bahwa suatu instrument cukup dapat dipercaya untuk dapat digunakan sebagai alat pengumpul data. Instrumen yang baik tidak akan bersifat tendensius mengarahkan responden untuk memilih jawaban jawaban tertentu.

PENGUMPULAN DATA

  Wawancara harus dilaksanakan dengan efektif, suasana harus tetap rileks agar data yang diperoleh adalah data yang obyektif dan dapat dipercaya. Dalam uji coba peneliti harus mencatat teknik dan kondisi yang mana yang paling mendukung penerimaan informasi yang paling tepat.

Bagian I si Proses bisnis adalah arus kerja dari bahan baku,informasi, dan pengetahuan

  seperangkat aktivitasContoh Simple •Contoh : 2016 Pemodelan Proses Bisnis Pusat Bahan Ajar dan eLearning Contoh “Peminjaman Buku” Proses bisnis peminjaman buku dapat diuraikan sebagai berikut: 2016 Pemodelan Proses Bisnis Pusat Bahan Ajar dan eLearning 2016Pemodelan Proses Bisnis Pusat Bahan Ajar dan eLearningDaftar Pustaka 14. Teknik membuat Perencanaan Bisnis dan Analisis Kasus, Jakarta: PT Gramedia.

Bagian I si Rancangan Aliran Kerja 1. Paling populer adalah diagram alir (flow chart)

  Aliran kerja paling tidak harus mengandung: - Nama aktivitas yang biasa dinyatakan dengan kata kerja. Pada prinsipnya flow chart sudah bisa dilaksanakan dengan cara manual TI meliputi software, hardware dan net dengan maksud : 1.

3. Problem “jangan bergantung ke IT”

  konsumen  Customer, harus ada pihak yang menerima keluaran proses tersebut yaitu tertentu dan menempati ruang tertentu  Order, harus terdiri atas sekumpulan aktivitas yang dilakukan dengan urut-urutan  Definability, harus jelas batasan input dan outputnya. Pendekatan yang dapat dilakukan dalam memperbaiki workflow sangat bergantung pada kasus proses bisnis yang dihadapi dan kondisi lingkungan proses bisnistersebut.

Bagian I si 3. ANALISIS PROSES BISNIS DIKLAT STUDI KASUS Divisi Diklat (Pendidikan dan Latihan) di sebuah institusi pemerintahan memegang

  Pemetaan Fungsionalitas Sistem terhadap Identifikasi PermasalahanDari hasil analisis proses bisnis dapat diidentifikasi 4 pihak utama yang berkepentingan terhadap proses bisnis ini yaitu pegawai (karyawan), pengeloladiklat atau pengelola aplikasi (Diklat), pimpinan pegawai (atasan), dan instruktur yang akan memberikan pelatihan (jika pelatihan bersifat internal). Model siklus proses bisnis DiklatGambar 3 juga memperlihatkan adanya proses pengambilan keputusan di pihak pengelola diklat dan pimpinan pegawai yang bersangkutan, Pengelola Diklat :Informasi pendukung untuk pengambilan keputusan seleksi calon peserta pelatihan dapat bersumber dari kriteria persyaratan yangdipenuhi calon peserta, riwayat pelatihan yang pernah diikuti beserta hasilnya, kuota kelas, dan ijin dari atasan yang bersangkutan.

Bagian I si 4. ANALISIS PROSES BISNIS DIKLAT STUDI KASUS Divisi Diklat (Pendidikan dan Latihan) di sebuah institusi pemerintahan memegang

  Pemetaan Fungsionalitas Sistem terhadap Identifikasi PermasalahanDari hasil analisis proses bisnis dapat diidentifikasi 4 pihak utama yang berkepentingan terhadap proses bisnis ini yaitu pegawai (karyawan), pengeloladiklat atau pengelola aplikasi (Diklat), pimpinan pegawai (atasan), dan instruktur yang akan memberikan pelatihan (jika pelatihan bersifat internal). Model siklus proses bisnis DiklatGambar 3 juga memperlihatkan adanya proses pengambilan keputusan di pihak pengelola diklat dan pimpinan pegawai yang bersangkutan, Pengelola Diklat :Informasi pendukung untuk pengambilan keputusan seleksi calon peserta pelatihan dapat bersumber dari kriteria persyaratan yangdipenuhi calon peserta, riwayat pelatihan yang pernah diikuti beserta hasilnya, kuota kelas, dan ijin dari atasan yang bersangkutan.

Bagian I si 6. ANALISIS PROSES BISNIS DIKLAT STUDI KASUS Divisi Diklat (Pendidikan dan Latihan) di sebuah institusi pemerintahan memegang

  Pemetaan Fungsionalitas Sistem terhadap Identifikasi PermasalahanDari hasil analisis proses bisnis dapat diidentifikasi 4 pihak utama yang berkepentingan terhadap proses bisnis ini yaitu pegawai (karyawan), pengeloladiklat atau pengelola aplikasi (Diklat), pimpinan pegawai (atasan), dan instruktur yang akan memberikan pelatihan (jika pelatihan bersifat internal). Model siklus proses bisnis DiklatGambar 3 juga memperlihatkan adanya proses pengambilan keputusan di pihak pengelola diklat dan pimpinan pegawai yang bersangkutan, Pengelola Diklat :Informasi pendukung untuk pengambilan keputusan seleksi calon peserta pelatihan dapat bersumber dari kriteria persyaratan yangdipenuhi calon peserta, riwayat pelatihan yang pernah diikuti beserta hasilnya, kuota kelas, dan ijin dari atasan yang bersangkutan.

Bagian I si 7. ANALISIS PROSES BISNIS DIKLAT STUDI KASUS Divisi Diklat (Pendidikan dan Latihan) di sebuah institusi pemerintahan memegang

  Pemetaan Fungsionalitas Sistem terhadap Identifikasi PermasalahanDari hasil analisis proses bisnis dapat diidentifikasi 4 pihak utama yang berkepentingan terhadap proses bisnis ini yaitu pegawai (karyawan), pengeloladiklat atau pengelola aplikasi (Diklat), pimpinan pegawai (atasan), dan instruktur yang akan memberikan pelatihan (jika pelatihan bersifat internal). Model siklus proses bisnis DiklatGambar 3 juga memperlihatkan adanya proses pengambilan keputusan di pihak pengelola diklat dan pimpinan pegawai yang bersangkutan, Pengelola Diklat :Informasi pendukung untuk pengambilan keputusan seleksi calon peserta pelatihan dapat bersumber dari kriteria persyaratan yangdipenuhi calon peserta, riwayat pelatihan yang pernah diikuti beserta hasilnya, kuota kelas, dan ijin dari atasan yang bersangkutan.

Bagian I si 8. ANALISIS PROSES BISNIS DIKLAT STUDI KASUS Divisi Diklat (Pendidikan dan Latihan) di sebuah institusi pemerintahan memegang

  Pemetaan Fungsionalitas Sistem terhadap Identifikasi PermasalahanDari hasil analisis proses bisnis dapat diidentifikasi 4 pihak utama yang berkepentingan terhadap proses bisnis ini yaitu pegawai (karyawan), pengeloladiklat atau pengelola aplikasi (Diklat), pimpinan pegawai (atasan), dan instruktur yang akan memberikan pelatihan (jika pelatihan bersifat internal). Model siklus proses bisnis DiklatGambar 3 juga memperlihatkan adanya proses pengambilan keputusan di pihak pengelola diklat dan pimpinan pegawai yang bersangkutan, Pengelola Diklat :Informasi pendukung untuk pengambilan keputusan seleksi calon peserta pelatihan dapat bersumber dari kriteria persyaratan yangdipenuhi calon peserta, riwayat pelatihan yang pernah diikuti beserta hasilnya, kuota kelas, dan ijin dari atasan yang bersangkutan.

Dokumen baru