PEMBACAAN AL-QUR’AN SURAT-SURAT TERTENTU BAGI SANTRI DAARUL QUR’AN GAYAM SUKOHARJO (Kajian Living Qur’an)

Gratis

0
0
96
2 months ago
Preview
Full text

PEMBACAAN AL- QUR’AN SURAT-SURAT TERTENTU

PEMBACAAN AL- QUR’AN SURAT-SURAT TERTENTUBAGI SANTRI DAARUL QUR’AN GAYAM SUKOHARJO ( Kajian Living Qur’an)SKRIPSI Diajukan kepada Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata IIlmu Ushuluddin (S.Ag.) Bidang Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Oleh : Nurul Yakin NIM 13.11.11.029JURUSAN ILMU AL QUR’AN DAN TAFSIR FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SURAKARTA 2018 M./ 1440 H

PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-LATIN

A. Konsonan Tunggal Huruf Arab Nama Huruf Latin Keterangan

  Penulisan Transliterasi Arab-Latin yang digunakan dalam skripsi ini merujuk pada surat keputusan bersama (SKB) Menteri Agama dan MenteriPendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, tertanggal 22 Januari 1988 Nomor: 158/1987 dan 0543b/U/1987. Alif ………….

B. Konsonan rangkap karena tasydīd ditulis rangkap: C. Tā’ marbūtah di akhir kata

  Bila dimatikan, ditulis h:(Keperluan ini tidak diperlukan terhadap kata-kata Arab yang sudah terserap ke dalam bahasa Indonesia seperti zakat, shalat dan sebagainya,kecuali dikehendaki lafal aslinya). Bila dihidupkan karena berangkaian dengan kata lain, ditulis t:  똸ܬma 홀ऻ ditulis hibah ditulis jizyah ༠ܬ ditulis muta’aqqidān ditulis ‘iddah ༠ҫҧҧ銀 ҫ 1.

3. Kasrah + yā mati, ditulis ī (garis di atas)

  ḍammah + waw mati, ditulis ū (dengan garis di atas) i ditulisfurāḍ F. Vokal-Vokal Pendek Yang Berurutan Dengan Dalam Satu Kata, Dipisahkan Dengan Apostrofҧaa ditulis a’antum ҫ a ditulis u’iddat R a �m ditulis la’in syakartum H.

1. Bila diikuti huruf qamariyah ditulis al-

  a ҧma ditulis al-Qur’ān ditulis al-Qiyās 홀 ҧma 2. Bila diikuti huruf syamsiyyah, sama dengan huruf qamariyah.

I. Huruf Besar

  Bagi seluruh santri PPPA Daarul Qur’an diwajibkan untuk mengikuti kegiatan pembacaan surat-surat tertentu yang dilaksanakan setiap rutin hari padawaktu selesai shalat Ashar dan shalat Isya’. Penelitian living Qur’an ini pembahsannya lebih difokuskan pada bagaimana prosesi pembacaan al-Qur’an surat-surat tertentu di PPPA DaarulQur’an Gayam Sukoharjo dan apa makna pembacaan al-Qur’an surat-surat tertentu tersebut bagi para pelaku tindakan.

HALAMAN PERSEMBAHAN

  Dengan segala kerendahan hati kupersembahkan karya ini kepada orang-orang yang mempunyai ketulusan jiwa yang senantiasa membimbingku dan menjadisahabat selama aku dilahirkan kedunia ini. Guru-gurukuYang telah meneteskan ilmu disetiap gerak dan langkahmu Sahabat-sahabatku Kalian adalah sahabat yang menghiasi hari-hariku.hidup ini tak akan indah tanpa keceriaan, senyuman, dan kebersamaan bersama kalian.

KATA PENGANTAR

  1 7 $ 1 7 $ 푠ऻ Puja dan puji syukur kami haturkan kepada Tuhan semesta Alam, DzatYang Maha Sempurna, Allah SWT, yang senantiasa mengalirkan Rohman-RohimNya kepada kami yang tengah berada dalam fase bertolabul ‘ilmi. Pd, selaku pembimbing I terima kasih telah meluangkan waktu dan tenaganya dalam membimbing penulis,meskipun dalam keadaan sibuk beliau tetap memberikan dukungan dan motivasi dalam penyusunan skripsi ini.

H. Khusaeri, M. Ag., yang telah meluangkan waktunya

7. Seluruh dosen IAT (Bapak Khusaeri, Bapak Hafid, Ibu Erwati Aziz

  Terima kasih kepada kedua orang tua ku, Bapak Masduki Alm dan IbuSiti Zaenab Alm yang telah membimbing dan mengajarkan etika, tiada kata lain selain ucapan do’a yang selalu buat kalian, terimah kasih atasmotivasi hidup yang kalian berikan kepadaku. Makna objektif pembacaan al-Qur’an surat-surat tertentu bagi santri PPPA Daarul Qur’an Gayam Sukoharjo sebagai peraturanyang wajib..........................................................................................

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penelitian ini membahas tentang teks al- Qur’an yang hidup dalam

  Living Qur’an pada hakekatnya bermula dari fenomena Qur’an in Everyday Life , yakni makna dan fungsi al- Qur’an yang riil dipahami dan dialami masyarakat muslim. Pembacaan al-Qur’an surat-surat tertentu ini merupakan kegiatan keseharian yang dilakukan secara rutin setelah shalatisya’ dan shalat ashar di PPPA Daarul Qur’an Gayam Sukoharjo.

B. Rumusan Masalah

  Bagaimana praktik dan prosesi pembacaan surat-surat tertentu setelah shalatIsya’ dan shalat Ashar di PPPA Daarul Qur’an Gayam Sukoharjo? Apa makna pembacaan al-Qur’an surat-surat tertentu di PPPA Daarul Qur’an Gayam Sukoharjo bagi para pelaku yang mengikuti?

8 Wawancara pribadi dengan Ustad Ahmad Fathoni, Pimpina

  Untuk mengetahui makna surat-surat tertentu tersebut yang dibaca pada saat setelah shalat isya’ dan setelah shalat ashar di PPPA DaarulQur’an Sukoharjo. Secara khusus penelitian ini berguna bagi peminat kajianal- Qur’an sebagai contoh dan bentuk penelitian lapangan yaitu living Qur’an yang mengkaji fenomena yang hidup dan melekat di masyarakat, lembaga formal atau non formal dalam kehidupan sehari- hari.

E. Tinjauan Pustaka

  Beberapa karya yang ada dan berkaitan dengan tema penelitian ini yaitu living Qur’an tentang pembacaan surat-surat tertentu diantaranya:Perta ma, Skripsi yang ditulis oleh Siti Mas’ulah yang berjudul “Tradisi Pembacaan Tujuh Surat Pilihan dalam Ritual Mitoni/Tujuh Bulanan”. Adapun dalam tulisan ini, penulis memaparkan mengenai prosesi pembacaan surat-surat tertentu dan pola bacaan yang digunakan oleh parasantri di PPPA Daarul Qur’an Gayam Sukoharjo dengan mencari dan mengungkapkan ada atau tidaknya bacaan-bacaan al- Qur’an di surat-surat tertentu.

F. Kerangka Teori

  Penulis menggunakan teori sosiologi pengetahuan Karl Mannheim, dengan teori sosiologi pengetahuan maka menjadi menarik untuk diterapkandan diaplikasikan untuk menemukan dan menentukan saling keterkaitan antara 13 pikiran dan tindakan. obyektif , adalah makna yang ditentukan oleh konteks sosial dimana tindakan tersebut berlangsung; 2) Makna ekspresif, adalah makna yang ditunjukkan oleh aktor (pelaku tindakan); dan 3) Makna dokumenter, yaitu makna yang tersiratatau tersembunyi, sehingga aktor (pelaku tindakan) tersebut tidak sepenuhnya menyadari bahwa suatu aspek yang diekspresikan menunjukkan kepada 14 kebudayaan secara keseluruhan.

G. Metode Penelitian 1. Jenis Penelitian

  Namun dalam beberapa hal, penelitian ini juga menggunakan penelitian pustaka (Library Research)terutama di dalam menyoroti fenomena obyek formalnya. Dalam penelitian ini PPPA Daarul Qur’an Gayam Sukoharjo sebagai obyek kajiannya, yakni pembacaan surat- surat tertentubagi santri PPPA Daarul Qur’an Gayam Sukoharjo.

2. Sumber data

  Penulis melihatPPPA Daarul Qur’an Sukoharjo sesuai dengan penelitian living Qur’an, yaitu berkenaan dengan sebuah tradisi pembacaan surat-surat tertentusetelah sholat Isya’ dan sholat Ashar.2) Subjek PenelitianSubjek penelitian ini adalah pengasuh, pengurus dan santri di PPPA Daarul Qur’an Sukoharjo. 3)Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah santri yang menjalani rutinitas pembacaan surat-surat tertentu di dalam al-Qur’an.

17 Nyoman Kutha Ratna, Metode Penelitian Kajian Budaya dan Sosial Humaniora pada

3. Teknik Pengumpulan Data

  WawancaraPenelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data melalui wawancara mendalam yaitu suatu kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkaninformasi secara langsung dengan mengajukan pertanyaan antara pewawancara dengan yang diwawancarai. Penelitian ini dilakukankepada beberapa informan sebagai narasumber untuk mendapatkan informasi yang berkaitan dengan masalah penelitian, narasumber yangdigunakan dalam penelitian ini yaitu Pengasuh Pondok, pengajar, pengurus pondok dan santri PPPA Daarul Qur’an Gayam Sukoharjo.

18 Aunu Rofiq Djaelani, Teknik Pengumpulan Data dalam Penelitian Kualitatif, FPTK

  c. DokumentasiDokumentasi dalam penelitian ini adalah teknik pengumpulan data yang tersimpan sebagai bahan.

19 Di antaranya adalah dokumen-dokumen

4. Metode Analisis Data

  Selain itu dokumentasi dalam penelitian ini juga dilengkapi oleh buku-bukudan literatur-literatur yang lain terkait dan relevan dengan penelitian ini. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan selama proses penelitian berlangsung untuk menganalisa informasi-informasi mengenaipembacaan al- Qur’an surat-surat tertentu di PPPA Daarul Qur’an Sukoharjo dengan menggunakan analisis deskripsi-eksplansi.

H. Sistematika Pembahasan

  Bab II memuat tentang profil PPPA Daarul Qur’an Sukoharjo, sejarahberdiri dan perkembangan, keadaan dan aktivitas santri, fasilitas pendidikan, biografi pengasuh, pengajaran al- Qur’an dan teori sosiologi pengetahuan. Bab V adalah bagian akhir penelitian ini yang berisi bagian penutup yang memaparkan kesimpulan dari hasil penelitian yang telah selesai danmenjawab rumusan masalah dalam penelitian ini.

BAB II PROFIL PPPA DAARUL QUR’AN GAYAM SUKOHARJO DAN TEORI SOSIOLOGI PENGETAHUAN A. Profil PPPA Daarul Qur’an Gayam Sukoharjo 1. Sejarah Berdirinya PPPA Daarul Qur’an Gayam Sukoharjo PPPA Daarul Qur’an Gayam Sukoharjo adalah salah satu pesantren

  Pondok pembibitan penghafal al-Qur’an berdiri pada tahun 2011 bermula dengan di adakannya rutinitas pengajian atau ta ‘lim setiap Ahad pagi yang diadakan di Sukoharjo yang biasa lebih dikenal dengan istilahMDN (Majlis Dhuha Nasional), atas prakarsa ustadz Yusuf Mansur dengan beberapa dukungan dari para dermawan yang ada di Sukoharjo. Kegiatan di pondok ini adalah sebagaimana pesantren, kegiatan yang menonjol adalah pengajian tahfiz al-Qur’an yang diajarkan di PPPA Daarul Qur’an.

1 Wawancara pribadi dengan ustadz Fathoni selaku pimpinan pondok, 5 Januari 208

  Keadaan Santri dan Aktifitas Santri PPPA Daarul Qur’an Gayam Sukoharjo Santri yang belajar di PPPA Daarul Qur’an Gayam Sukoharjo adalah santri dengan usia menjelang remaja, yaitu pada usia setelah lulus SD atauMI kurang lebihnya seusia sebelas sampai limabelas tahun, usia dibatasi tidak boleh lebih dari enam belas tahun, karena pada usia santri di pondokselain mengaji diharuskan juga menempuh pendidikan umum, yaitu jenjangSMP. Jumlah santri yang menetap di PPPA Daarul Qur’an GayamSukoharjo pada tahun ajaran 2011-2012 adalah berjumlah 40 orang, semua itu adalah santri laki-laki, tidak ada santri perempuan di dalam PPPA DaarulQur’an Gayam Sukoharjo.

b. Kegiatan Mingguan

  Biografi Pengasuh PPPA Daarul Qur’an Gayam Sukoharjo a)Biografi Ustadz Mohammad Fathoni Sebagai Pengasuh Daarul Qur’an Gayam Sukoharjo (Periode 2016-2018)Beliau adalah Mohammad Fathoni yang terlahir di desa kecil yang terdapat di kota yang kecil juga yaitu di Desa Karangharjo Pulokulon pada tanggal 9 Pebruari 1989. Pada saat itu banyak berdirinya surau dan pada zaman itu juga Aceh mengalami kemajuan Pembelajaran al-Qur’an sebelumnya tidak lepas dengan adanya pengajaran Islam pertama yang mulai lahir dan tumbuh di Aceh pada tahun Pengajaran al-Qur’an di PPPA Daarul Qur’an Gayam Sukoharjo Gentan Sukoharjo 5.

B. Teori Sosiologi Pengetahuan

  Sosiologi pengetahuan menekuni hubungan antara pemikiran manusia dan konteks sosial dimana pemikiran itu timbul, dan juga mempelajarikenyataan sosial yang berdasarkan pandangan bahwa kenyataan merupakan suatu kualitas yang terdapat dalam fenomena-fenomena yang kita akuisebagai memiliki keberadaan yang tidak tergantung pada kita sendiri. Sosiologi pengetahuan menganalisa proses terjadinya dalam kehidupan dan meyakini tentang adanya sesuatu yang ia anggap sebagaipengetahuan yang nyata, meskipun satu orang dengan orang yang lain memiliki kadar yang berbeda dalam pemahamannya.

20 Karl Mannheim, Ideologi dan Utopia, h. 313-314

  Sosiologi pengetahuan menjadi menarik untuk diterapkan dan diaplikasikan untuk menemukan dan menentukan saling keterkaitan antara 22 pikiran dan tindakan. Tindakan yang terjadi pada manusia dibentuk dari dua dimensi yaitu perilaku (behaviour) dan makna (meaning).

BAB II I SEJARAH, DESKRIPSI, PEMILIHAN SURAT DAN PRAKTEK PEMBACAAN SURAT Bab ini akan menjelaskan tentang deskripsi pembacaan al- Qur’an di PPPA Daarul Qur’an Gayam Sukoharjo, serta sejarah pembacaan surat-surat tertentu, al- Qur’an dalam pandangan pengasuh, pemilihan surat-surat yang dibaca, serta

A. Sejarah Pembacaan al-Qur’an Surat-surat Tertentu bagi Santri PPPA Daarul Qur’an Gayam Sukoharjo

  Salah satu contohnya yaitu membaca al-Qur’an surat-surat tertentu yang telah disebutkan di atas pada saat setelah shalat Ashar dan setelah shalat Isya’ 1 secara bersama-sama.1 Wawancara pribadi dengan Ustadz Abdul Fattah, bagian kesantrian PPPA Daarul Fathoni hal ini merupakan penerapan beberapa hadis Nabi SAW dan telah diketahui oleh para santri yang menjalankannya. Dalam pembacaan al-Qur’an surat-surat tertentu yang dilakukan di PPPA Daarul Qur’an Gayam Sukoharjo bisa dibagi menjadi tiga bagian, pertama, surat-surat yang dibaca dalam rangkaian pembacaan wirid setelahshalat fardhu menyeluruh, yaitu surat al-Fatihah, surat al-Ikhlas, surat al- Falaq , dan surat an-N ās.

7 Wawancara d

  Selain itu beliau sering memberikan nasehat kepada santrinya, yaitu,8 Wawancara dengan Ustadz Fathoni, Pimpinan PPPA Daarul Qur’an Gayam Sukoharjo, apabila al-Qur’an telah dipegang (hafal) dan dideres dengan serius dan sebenar-benarnya, maka semuanya akan tercapai. Al- Qur’an mereka yakini sebagai firman Allah yang diturunkan kepa9 da Nabi Muhammad Saw sebagai mu’jizat dan kitab yang Wawancara dengan Ustadz Abdillah, Penanggung Jawab Tahfidz al- Qur’an PPPA 10 bernilai ibadah.

12 Seperti firman Allah Swt:

  Membaca al-Qur’an dapat menjadikan hati manusia menjadi tenang dan menumbuhkan sikap tawadhu’ sebagaimana yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw, sehingga al-Qur’an sebagai bacaan yang tertulis dalam mushaf dapat dipelihara dalam dada orang yang menjaga danmenghafalkannya, yaitu orang-orang Islam yang beriman dan mengidupkan al-Qur’an dalam kehidupannya. Aktifitas sehari-hari santri PPPA Daarul Qur’an Gayam Sukoharjo adalah santri tahfidz, yaitu santri yang selalu mengulang-ulang hafalannya setiap pagi dan sore, menambah hafalannyapada waktu pagi hari setelah shalat subuh, dan membaca al- Qur’an seperti biasanya setiap malam, dan waktu-waktu luangnya adalah kewajiban sebagai 17 upayanya menjaga al- Qur’an.

D. Pemilihan Surat-surat yang Dibaca

  “Artinya: Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu AlKitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Dan sesungguhnya mengingatAllah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain).

18 Kemenag, al-Qur’an dan Terjemahnya, (Jakarta: Adhi Aksara Abadi Indonesia, 2011), h. 621

  “Artinya: Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayatAllah dan hikmah (sunnah nabimu). Pemilihan dan penetapan dua surat dalam pembacaan al- Qur’an surat-surat tertentu dilakukan oleh para santri-santri PPPA Daarul Qur’an Gayam Sukoharjo didasari oleh pertimbangan banyak fadhilah dari surat- surat tertentu tersebut sampai tidak dapat disebutkan.

1) Fadhilah Surat al-Mulk

  Setelah beberapa saat ketika berada di dalam kemah, mereka tiba-tiba mendengar suara orang membaca surat al-Mulk dari awal hinggaakhir ayat. Kemudian hal itudiberitahukan kepada Rasulullah SAW dan beliau berkata, “Surat al-Mulk 2122 Abu Dawud As-Sajstani, Sunan Abu Dawud, Maktabah al-Maarif, nomor 1400, h.

2) Fadhilah Surat al-Waqi’ah

  Metode Pembacaan al-Qur’an Surat-surat Tertentu bagi Santri PPPA Daarul Qur’an Gayam Sukoharjo Metode pengajaran al-Qur’an di PPPA Daarul Qur’an Gayam Sukoharjo dimulai dari juz ‘amma sampai dinilai sudah lancar, kemudian dilanjutkan dengan membaca atau hafalan al-Qur’an dimulai dari juz 1 s.d juz 30 dengan tartil. Bermula dari pesantren, manfaatnya dapat dirasakan olehmasyarakat disekitarnya, seperti potret kesungguhan masyarakat di Gayam selama ini terhadap al- Qur’an dapat terjaga, seperti kegiatan-kegiatan keagamaan untuk orang tua dan remaja yang menjadi rutinan, yaitu muslimin 28 baik membaca al- Qur’an bersama-sama atau kajian dari para Kyai.

F. Waktu dan Praktik Pembacaan al-Qur’an Surat-surat Tertentu

  Pembacaan al-Qur’an surat-surat tertentu di PPPA Daarul Qur’an Gayam Sukoharjo dilakukan setiap hari, tepatnya setelah shalat Ashar dan setelah shalat Isya’ di mushala pesantren dan dipimpin oleh ustadz yangmengimami shalat berjamaah dan juga didampingi oleh para ustadz yang lain untuk mengondisikan santri. Fathoni, Pimpinan PPPA Daarul Qur’an Gayam Sukoharjo, di Sukoharjo tanggal 12 Januari 2018.

BAB IV MAKNA PEMBACAAN SURAT AL- WAQI’AH DAN AL-MULK DI PPPA DAARUL QUR’AN SUKOHARJO Dalam bab ke-IV penulis akan memberikan penjelasan tentang makna

A. Makna Pembacaan Surat-surat Tertentu bagi Santri PPPA Daarul Qur’an Gayam Sukoharjo

  Akan semakin jelas bahwa dari pembiasaan tersebut, sikap-sikap aktual santri yang mendasari pemahaman dan pengetahuan mereka akan dalil-dalil yang menunjukkan adanya keutamaan atau fadilah tertentu mengenai pembacaan al- Qur’an surat-surat tertentu tersebut adalah tidak sama sekali atau bukan merupakan sesuatu yang individual saja. Mengenai penjelasan tentang pembagian makna suatu tindakan yang ditawarkan Mannheim,penulis akan menguraikan ketiga makna tersebut dengan dikaitkan pada pembacaan al- Qur’an surat-surat tertentu di PPPA Daarul Qur’an GayamSukoharjo.

1. Makna objektif pembacaan al-Qur’an surat-surat tertentu bagi santri PPPA Daarul Qur’an Gayam Sukoharjo sebagai peraturan yang wajib

  Ketika penulis mewancarai ustadz Turhamun yang dari kesantrian PPPADaarul Qur’an gayam Sukoharjo, terkait peraturan lisan tentang pelanggaran kegiatan, memberikan penjelasan: “Kegiatan pembacaan surat-surat niku, kegiatan yang wajib diikuti oleh santri yang dibaca setelah selesai shalat berjamaah Ashar dan Isya’. Apabila ada santri yang gojekan pada waktu prosesi pembacaan surat tersebut, maka akan dihukum dengan 4 berdiri ditempatnya.”Dari penjelasan yang disampaikan oleh ustadz Turhamun, maka3 ada peraturan lisan yang juga berlaku ketika para santri ada yang tidak Buku Tata Ter4 tib PPPA Daarul Qur’an Gayam Sukoharjo tahun 2017/2018, h.

2. Makna ekspresif kepatuhan dan fadilah (keutamaan) al-Qur’an surat-surat tertentu

  Adapun makna ekspresif terkait pembacaan al- Qur’an surat- surat tertentu adalah sebagai berikut: Makna ekspresif bagi santri PPPA Daarul Qur’an Gayam SukoharjoUntuk memperoleh data terkait makna ekspresif menurut santri PPPADaarul Qur’an Gayam Sukoharjo, maka diperlukan interview atau wawancara kepada yang bersangkutan. Dari hasil wawancara tersebut, penulis memperoleh makna ekspresif dari pembacaan al-Qur’an surat-surat tertentu, diantaranya adalah sebagai berikut: Menurut Aditia Muhammad Rizqi pembacaan surat-surat tertentu yang biasa kita membacanya adalah surat al-Mulk dan al-Wāqi‘ah merupakan surat-surat yang harus dibaca oleh seorang santri 5 yang sedang mencari ilmu.

9 Begitu juga dengan Zakky Auliaur Rahman menjelaskan, jika

  Hal ini dikarenakan para santri di berbagai pesantren di Indonesia12 Wawancara dengan M Fathon i, Pengasuh PPPA Daarul Qur’an Gayam Sukoharjo, di Sukoharjo, tanggal 2 Maret 2018.13 Wawancara dengan M Fathoni, Pengasuh PPPA Daarul Qur’an Gayam Sukoharjo, di Sukoharjo, tanggal 3 Agustus 2018. Seperti yang telah dijelaskan dalam al-Qur’an dan hadis: “Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitabAllah (al- Qur’an) dan melaksanakan shalat dan menginfakkan sebagian dari rezeki yang kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam danterang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi, agar Allah Menyempurnakan pahalanya kepada mereka danmenambah karunia-Nya.

18 Demikian halnya bagi pesantren secara umum, lebih khusus bagi

  pesantren yang telah melaksanakan kegiatan rutin seperti tahlilan dan Yasin - an yang dilaksanakan pada setiap malam jum’at, juga berbagai adat yang berkembang di pesantren. Maka, ketika di dalam berbagai adat tersebut terdapatpembacaan al- Qur’an baik itu penggalan ayat dari surat maupun pembacaan surat-surat tertentu, disadari atau tidak hal ini adalahmerupakan suatu pembacaan al- Qur’an yang telah enjadi suatu kebudayaan yang menyeluruh.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Setelah melakukan kajian living Qur’an

di PPPA Daarul Qur’an GayamSukoharjo terhadap pembacaan al- Qur’an surat-surat tertentu, maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:

1. Secara garis besar pembacaan al-Qur’an surat-surat tertentu di PPPA Daarul

  Selain itu, caramempraktekkannya adalah membaca dengan cara yang tartil, dan pembacaan surat ini bertujuan sebagai perantara agar rahmat Allah Swt turun kepada yangmembaca surat tertentu. Makna berdasarkan pada teori sosiologi pengetahuan Karl Mannheim meliputi tiga kategori makna yaitu, makna objektif, secara umum pembacaan al-Qur’an surat-surat tertentu tersebut merupakan praktek pembacaan al- Qur’an yang harus ditaati dan dipatuhi oleh semua santri.

B. Saran-saran 1

  Setelah penulis melakukan penelitian tentang kajian living Qur’an yang terkait pembacaan al-Qur’an surat-surat tertentu bagi santri PPPA Daarul Qur’an Gayam Sukoharjo, tentu masih banyak objek penelitian living Qur’an lainnya yang belum dikaji. Semoga dalam penelitian ini bermanfaat bagi penulis dan segenap pembaca, serta dapat memberi kontribusi dalam khazanah studi al-Qur’an.

DAFTAR PUSTAKA

  “Living Qur’an dalam Lintasan Sejarah Studi Al-Qur’an”, dalam Sahiron Syamsudin (ed), Metode Penelitian Living Qur’an dan Hadits,Yogyakarta: Teras, 2007 Mas’ulah, Siti. “Ranah-ranah Penelitian dalam Studi al-Qur’an dan Hadis ,” dalam Sahiron Syamsuddin (ed.), Metode Penelitian Living Qur’an dan Hadis, Yogyakarta: Teras.

Dokumen baru

Aktifitas terbaru

Download (96 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

IPTEKS BAGI MASYARAKAT (IbM) PHBS KELOMPOK SANTRI POSKESTREN
0
8
5
RIBA DALAM AL-QUR’AN DAN SUNNAH (Kajian Tematik Ayat-ayat dan Hadis Ahkam
0
0
17
KONSEP PENDIDIKAN UNGGUL DALAM AL-QUR’AN (Kajian Tematis Surat Luqmān)
0
0
22
PERANAN MOTIVASI BAGI SANTRI PONDOK PESANTREN DAARUL MUHAJIRIN KOTA BOGOR DALAM MEMPERDALAM ILMU AGAMA SEBAGAI PENERUS ‘ALIM ULAMA Nina Nuratiqoh
0
0
9
STUDI TENTANG TINGKAT KESEGARAN JASMANI SANTRI PUTRA SMA PPMI ASSALAAM SUKOHARJO TAHUN AJARAN 20112012
0
0
16
24 CAMPUR KODE DALAM KOMUNIKASI SANTRI DI PONDOK PESANTREN AL-HIKMAH SUKOHARJO
1
1
15
PENERAPAN METODE SIMA’I DALAM MENGHAFAL AL-QUR’AN PADA SANTRI PONDOK PESANTREN TAHFIDZUL QUR’AN TA’MIRUL ISLAM LAWEAN SURAKARTA TAHUN 2016 SKRIPSI Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
142
METODE MENGHAFAL AL-QUR’AN PADA SANTRI PUTRI STUDI KASUS DI RUMAH TAHFIDZ DAARUL ILMI SALATIGA TAHUN 2017 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Tugas dan Syarat guna memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu (S1) Komunikasi Penyiaran Islam
0
0
101
HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS MENGHAFAL AL-QUR’AN DAN MOTIVASI MENGHAFAL DENGAN PRESTASI MENGHAFAL AL-QUR’AN PADA MAHASISWA DI RUMAH TAHFIDZ DAARUL ILMI MANGUNSARI, SIDOMUKTI, SALATIGA TAHUN 2018 SKRIPSI
0
0
114
PERLINDUNGAN ANAK DARI PERSPEKTIF AL-QUR’AN (Kajian Tahli>li dalam QS Al-Isra’ Ayat 31)
0
0
92
Sinrilik Perspektif al-Qur’an di Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa (Suatu Kajian Living Qur’an) - Repositori UIN Alauddin Makassar
0
0
104
BINTANG DALAM AL-QUR’AN (Kajian Tafsir Maud}u>‘i)
0
0
122
PRINSIP PENDIDIKAN ANAK DALAM AL-QUR’AN (Kajian Tafsir Tahlili terhadap QS al-S}affa>t37:102)
0
0
110
KONSEP KEBERSIHAN MENURUT AL QUR’AN (Kajian Tahlili dalam QS al-Ahzab33 : 33)
0
0
65
PERKEMBANGAN FISIK MANUSIA MENURUT AL-QUR’AN (Kajian Analisis Tahlili Terhadap QS.Al-Rum30:54)
0
0
88
Show more