PENINGKATAN KEAKTIFAN SISWA DAN KEMAMPUAN KOGNITIF PADA MATERI PECAHAN MENGGUNAKAN TEORI BELAJAR BRUNER DI KELAS III SD KANISIUS NOTOYUDAN YOGYAKARTA

Gratis

0
4
329
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENINGKATAN KEAKTIFAN SISWA DAN KEMAMPUAN KOGNITIF PADA MATERI PECAHAN MENGGUNAKAN TEORI BELAJAR BRUNER DI KELAS III SD KANISIUS NOTOYUDAN YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun Oleh : Veronica Daristi Muktiningtyas 101134082 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENINGKATAN KEAKTIFAN SISWA DAN KEMAMPUAN KOGNITIF PADA MATERI PECAHAN MENGGUNAKAN TEORI BELAJAR BRUNER DI KELAS III SD KANISIUS NOTOYUDAN YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun Oleh : Veronica Daristi Muktiningtyas 101134082 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI SKRIPSI PENINGKATAN KEAKTIFAN SISWA DAN KEMAMPUAN KOGNITIF PADA MATERI PECAHAN MENGGUNAKAN TEORI BELAJAR BRUNER DI KELAS III SD KANISIUS NOTOYUDAN YOGYAKARTA Oleh : Veronica Daristi Muktiningtyas NIM : 101134082 Telah disetujui oleh : Pembimbing I Dra. Haniek Sri Pratini, M.Pd. Tanggal, 12 Juni 2014 Pembimbing II Maria Melani Ika Susanti, M.Pd. Tanggal, 12 Juni 2014 ii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI SKRIPSI PENINGKATAN KEAKTIFAN SISWA DAN KEMAMPUAN KOGNITIF PADA MATERI PECAHAN MENGGUNAKAN TEORI BELAJAR BRUNER DI KELAS III SD KANISIUS NOTOYUDAN YOGYAKARTA Dipersiapkan dan ditulis oleh : Veronica Daristi Muktiningtyas NIM : 101134082 Telah dipertanggungjawabkan di depan penguji pada tanggal 14 Juli 2014 dan dinyatakan telah memenuhi syarat Susunan Panitia Penguji Nama Lengkap Tanda Tangan Ketua : G. Ari Nugrahanta, SJ., S.S., BST., M.A. ……………… Sekretaris : Catur Rismiati, S.Pd, M.A., Ed.D. ……………… Anggota : Dra. Haniek Sri Pratini, M.Pd. ……………… Anggota : Maria Melani Ika Susanti, M.Pd. ……………… Anggota : Drs. Puji Purnomo, M.Si. ……………… Yogyakarta, 14 Juli 2014 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Dekan, Rohandi, Ph.D iii

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERSEMBAHAN Karya ini saya persembahkan untuk : 1. Bapa, Putera, dan Roh Kudus yang begitu luar biasanya membimbing dan mendidik saya selama mengerjakan karya ini. 2. Kedua orang tua saya Almatius Suwarman dan Anastasia Titik Istiyartini yang telah dipercayakan Tuhan sebagai perantara untuk mendukung saya melalui doanya dan dukungan secara mental maupun finansial. 3. Kakak dan adikku Robertus Rumpaka Nugroho dan Yustinus Daristya Meidananta yang telah mendukung saya dengan doa. 4. Cosmas Petrus Billi dan keluarga yang begitu luar biasa dalam mendukung doa dan atas bantuannya. 5. Cornelius Ardiyanto Wibowo yang telah memberikan motivasi kepada saya. 6. Sahabatku Rini, Celin, Titin, dan Pani yang selalu memberikan semangat dan dukungan yang tak henti-hentinya. 7. Seluruh teman-teman yang berani membuat perbedaan yaitu kami anak-anak mandiri yang bukan anak payung, Margareta Putri Pamungkas, Cosmas Petrus Billi, Aloisia Rani Meita, dan Febrieny Wulandari. 8. Semua orang yang telah dipakai Tuhan dalam membantu saya selama mengerjakan karya ini. iv

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 12 Juni 2014 Penulis, Veronica Daristi Muktiningtyas v

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” (Filipi 3 : 14) “Usaha yang keras tak pernah mengkhianati” (Cornelius Ardiyanto) “Menolak suatu kegagalan dan kesalahan, berarti menolak didikan untuk berhasil” (Tyas) “Belajar dengan pernah melakukan sebuah kesalahan akan menuntun kita mengetahui kebenarannya” (Billi) “Inovasi membedakan antara pemimpin dan pengikut” (Steve Jobs) vi

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma : Nama : Veronica Daristi Muktiningtyas NIM : 101134082 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya berjudul : “Peningkatan Keaktifan Siswa dan Kemampuan Kognitif pada Materi Pecahan Menggunakan Teori Belajar Bruner di Kelas III SD Kanisius Notoyudan Yogyakarta” Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Ditulis di Yogyakarta Pada tanggal 12 Juni 2014 Yang menyatakan, Veronica Daristi Muktiningtyas vii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK PENINGKATAN KEAKTIFAN SISWA DAN KEMAMPUAN KOGNITIF PADA MATERI PECAHAN MENGGUNAKAN TEORI BELAJAR BRUNER DI KELAS III SD KANISIUS NOTOYUDAN YOGYAKARTA Veronica Daristi Muktiningtyas Universitas Sanata Dharma 2014 Latar belakang penelitian ini adalah adanya permasalahan mengenai kurang maksimalnya pencapaian keaktifan siswa dan kemampuan kognitif pada materi pecahan di kelas III SD Kanisius Notoyudan. Data kondisi awal keaktifan siswa sebesar 18,18% yang termasuk dalam kategori keaktifan sangat rendah sedangkan kemampuan kognitif melalui nilai rata-rata ulangan sebanyak 66,73 dan persentase siswa yang mencapai KKM sebanyak 53,84%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan penggunaan teori belajar Bruner dapat meningkatkan keaktifan siswa dan kemampuan kognitif dalam membandingkan pecahan sederhana pada siswa kelas III SD Kanisius Notoyudan Yogyakarta. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada model spiral dari Kemmis dan Taggart. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus dan setiap siklus terdiri dari 3 pertemuan. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III SD Kanisius Notoyudan yang berjumlah 22 siswa. Objek penelitian ini adalah keaktifan siswa dan kemampuan kognitif pada materi pecahan. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui tes, kuesioner, dan pengamatan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan 1) pada akhir siklus II keaktifan siswa sebesar 95,46% termasuk kategori keaktifan sangat tinggi sedangkan kemampuan kognitif melalui nilai rata-rata ulangan siswa sebesar 87,27 dan persentase siswa yang mencapai KKM sebesar 87,36%, 2) penggunaan teori belajar Bruner melalui tahap enaktif, ikonik, dan simbolik dapat meningkatkan keaktifan siswa dan kemampuan kognitif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa keaktifan siswa dan kemampuan kognitif pada materi pecahan dapat meningkat dengan menggunakan teori belajar Bruner. Kata kunci : Kemampuan kognitif, keaktifan, pecahan, teori belajar Bruner viii

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT THE IMPROVEMENT OF THE STUDENTS’ ACTIVENESS AND COGNITIVE ABILITY IN FRACTION MATERIAL BY USING BRUNER LEARNING THEORY IN THE THIRD GRADE OF KANISIUS NOTOYUDAN ELEMENTARY SCHOOL OF YOGYAKARTA Veronica Daristi Muktiningtyas Sanata Dharma University 2014 The background of this research was the problem of the less than maximal activity in the students’ achievement and the cognitive ability in fractions material in third grade of Kanisius Notoyudan Elementary School of Yogyakarta. The data of the initial condition of the students’ activeness was 18.18%, which is included in a very low activity category, while the cognitive ability from the mean score of daily tests was 66.73 and the percentage of students who pass KKM was 53.84%. This research was aimed to know and describe the use of Bruner's learning theory which can improve the students’ activity and the cognitive ability to comparing simple fractions at third grade of Kanisius Notoyudan Elementary School of Yogyakarta. This research was Classroom Action Research (CAR), referring to the spiral model from Kemmis and Taggart. This research was conducted in two cycles, and each cycle consisted of 3 meetings. The subjects in this research were all students of the third grade of Kanisius Notoyudan Elementary School, consisting of 22 students. The object of research was the students’ activity and cognitive ability in fraction material. The data collection technique was obtained by tests, questionnaires, and observations. The data were analyzed by descriptive qualitative and quantitative. The result of the research showed 1) the students’ activity in the Cycle II shows that the students’ activity was 95.46%, included in very high activeness category, while the cognitive ability from the mean score of the daily tests was 87.27 and the percentage of the students who pass KKM was 87.36%, 2) the use of Bruner’s learning theory by phase of enactive, iconic, and symbolic can improve the students’ activity and the cognitive ability. Based on the result of the research obtained, it can be concluded that the students’ activeness and cognitive ability in fractions material can be improved by using Bruner’s learning theory. Keywords: cognitive ability, activeness, fractions, Bruner’s learning theory ix

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur peneliti panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus yang selalu mendampingi dan memberkati dengan penuh kasih dalam penulisan skripsi yang berjudul “Peningkatan Keaktifan Siswa dan Kemampuan Kognitif pada Materi Pecahan Menggunakan Teori Belajar Bruner di Kelas III SD Kanisius Notoyudan Yogyakarta”. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan memperoleh gelar sarjana pendidikan sesuai dengan program studi yang ditempuh. Peneliti menyadari bahwa penulisan skripsi ini tidak lepas dari bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, peneliti mengucapkan terima kasih kepada : 1. Rohandi, Ph.D., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 2. Gregorius Ari Anugrahanta, SJ., S.S., BST., M.A., Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma. 3. Dra. Haniek Sri Pratini, M.Pd., dosen pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dalam penyelesaian penulisan skripsi ini. 4. Maria Melani Ika Susanti, M.Pd., dosen pembimbing II yang selalu memberikan arahan beserta dukungannya dalam menyelesaikan skripsi ini. 5. Elisabeth Desiana Mayasari, S.Psi., M.A., dan Laurensia Aptik Evanjeli, S.Psi., M.A., yang telah bersedia memberikan bimbingan dalam pembuatan kuesioner beserta lembar pengamatan keaktifan dalam penelitian ini. 6. Sudi Mungkasi, Ph.D., dan Dominikus Arif Budi Prasetyo, M.Si., yang telah bersedia memberikan bimbingan dalam pembuatan soal dalam penelitian ini. 7. Immaculata Ernawati S.Pd., Kepala SD Kanisius Notoyudan Yogyakarta yang telah bersedia memberikan ijin kepada peneliti untuk melaksanakan penelitian di kelas III SD Kanisius Notoyudan Yogyakarta. 8. Erni Suswanti S.Pd., guru kelas III SD Kanisius Notoyudan Yogyakarta yang bersedia meluangkan waktunya untuk membimbing dan memberikan masukan kepada peneliti selama pelaksanaan penelitian. x

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9. Kedua orang tua beserta kakak dan adik yang selalu mendukung dengan doa dan berbagai nasehat sehingga skripsi ini dapat selesai tepat pada waktunya. 10. Sahabat dan teman-teman yang selalu setia membantu saya dalam segala hal selama pengerjaan skripsi ini. 11. Semua pihak yang tentunya tidak dapat saya sebutkan satu per satu yang telah dipakai Tuhan untuk membantu saya dalam menyelesaikan skripsi ini. Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan skripsi ini dan jauh dari sempurna. Untuk itu sangat diperlukan kritik dan saran dari para pembaca guna memperbaiki kekurangan dalam penulisan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat memberikan sedikit tambahan pengetahuan bagi para pembaca. Yogyakarta, 12 Juni 2014 Penulis, Veronica Daristi Muktiningtyas xi

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL........................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .............................................. ii HALAMAN PENGESAHAN .......................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ...................................................................... iv LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ......................................... v MOTTO ........................................................................................................... vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI........................... vii ABSTRAK ....................................................................................................... viii ABSTRACT ....................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ..................................................................................... x DAFTAR ISI .................................................................................................... xii DAFTAR TABEL ............................................................................................ xiv DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... xv DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... xvi BAB I. PENDAHULUAN ............................................................................... 1 A. Latar Belakang ..................................................................................... 1 B. Pembatasan Masalah ............................................................................ 5 C. Perumusan Masalah ............................................................................. 6 D. Pemecahan Masalah ............................................................................. 6 E. Batasan Pengertian ............................................................................... 7 F. Tujuan Penelitian ................................................................................. 7 G. Manfaat Penelitian ............................................................................... 7 BAB II. LANDASAN TEORI ......................................................................... 9 A. Kajian Pustaka...................................................................................... 9 1. Hakekat Belajar dan Pembelajaran .................................................. 9 2. Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar ....................................... 13 3. Teori Belajar Bruner ........................................................................ 15 4. Kemampuan Kognitif ...................................................................... 19 5. Keaktifan ......................................................................................... 22 xii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6. Pecahan ............................................................................................ 24 B. Penelitian yang Relevan ....................................................................... 28 C. Kerangka Berpikir ................................................................................ 30 D. Hipotesis Tindakan............................................................................... 33 BAB III. METODE PENELITIAN.................................................................. 34 A. Jenis Penelitian ..................................................................................... 34 B. Setting Penelitian ................................................................................. 36 C. Rencana Tindakan ................................................................................ 36 D. Instrumen Penelitian............................................................................. 45 E. Teknik Pengumpulan Data ................................................................... 52 F. Validitas dan Reliabilitas ..................................................................... 54 G. Analisis Data ........................................................................................ 63 H. Kriteria Keberhasilan ........................................................................... 66 BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ................................ 67 A. Hasil Penelitian .................................................................................... 67 1. Pelaksanaan Siklus I....................................................................... 67 2. Pelaksanaan Siklus II ..................................................................... 80 3. Hasil Penelitian .............................................................................. 91 B. Pembahasan .......................................................................................... 98 BAB IV. PENUTUP ........................................................................................ 104 A. Kesimpulan .......................................................................................... 104 B. Keterbatasan Penelitian ........................................................................ 105 C. Saran ..................................................................................................... 105 DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 107 xiii

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1.1 Nilai Ulangan Matematika KD 3.2 .................................................. 3 Tabel 2.1 SK dan KD Matematika Kelas III Semester 2 ................................. 14 Tabel 3.1 Instrumen Penelitian ........................................................................ 45 Tabel 3.2 Kisi-kisi Soal Evaluasi Siklus I........................................................ 47 Tabel 3.3 Kisi-kisi Soal Evaluasi Siklus II ...................................................... 47 Tabel 3.4 Pedoman Penskoran Pilihan Ganda ................................................. 48 Tabel 3.5 Pedoman Penskoran Isian Singkat ................................................... 48 Tabel 3.6 Kisi-kisi Kuesioner Keaktifan .......................................................... 49 Tabel 3.7 Pengukuran Skala Likert .................................................................. 50 Tabel 3.8 Kisi-kisi Lembar Pengamatan .......................................................... 51 Tabel 3.9 Pedoman Penskoran Pengamatan..................................................... 52 Tabel 3.10 Kriteria Tingkat Kualitas Produk ................................................... 55 Tabel 3.11 Hasil Penghitungan Validasi Perangkat Pembelajaran .................. 56 Tabel 3.12 Kriteria Validasi Instrumen Kuesioner .......................................... 57 Tabel 3.13 Hasil Validasi Instrumen Kuesioner dan Lembar Pengamatan ..... 57 Tabel 3.14 Validitas Soal Evaluasi Siklus I ..................................................... 59 Tabel 3.15 Validitas Soal Evaluasi Siklus II.................................................... 60 Tabel 3.16 Kriteria Klasifikasi Reliabilitas Instrumen .................................... 62 Tabel 3.17 Pedoman Rata-rata Keaktifan Siswa .............................................. 64 Tabel 3.18 Kriteria Keberhasilan Keaktifan Siswa .......................................... 66 Tabel 3.19 Kriteria Keberhasilan Kemampuan Kognitif ................................. 66 Tabel 4.1 Keaktifan Siswa Siklus I .................................................................. 92 Tabel 4.2 Kemampuan Kognitif Siklus I ......................................................... 93 Tabel 4.3 Keaktifan Siswa Siklus II ................................................................. 95 Tabel 4.4 Kemampuan Kognitif Siklus II ........................................................ 97 Tabel 4.5 Hasil Penelitian Akhir Siklus ........................................................... 99 xiv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Pecahan Setengah ......................................................................... 25 Gambar 2.2 Membandingkan Bagian Keping Pecahan ................................... 26 Gambar 2.3 Membandingkan Arsiran pada Gambar Pecahan ......................... 27 Gambar 3.1 PTK Model Spiral dari Kemmis dan Taggart .............................. 34 Gambar 4.1 Grafik Peningkatan Keaktifan Siswa ........................................... 100 Gambar 4.2 Grafik Peningkatan Rata-rata Nilai Ulangan ............................... 101 Gambar 4.3 Grafik Peningkatan Siswa yang Mencapai KKM ........................ 102 xv

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Silabus ......................................................................................... 110 Lampiran 2. Jaring Tema ................................................................................. 125 Lampiran 3. RPP Siklus I ................................................................................. 132 Lampiran 4. RPP Siklus II ............................................................................... 178 Lampiran 5. Lembar Kerjas Siswa (LKS) Siklus I .......................................... 229 Lampiran 6. Lembar Kerjas Siswa (LKS) Siklus II ......................................... 239 Lampiran 7. Soal Evaluasi Siklus I .................................................................. 247 Lampiran 8. Soal Evaluasi Siklus II................................................................. 251 Lampiran 9. Instrumen Validasi Perangkat Pembelajaran ............................... 255 Lampiran 10. Kuesioner Keaktifan .................................................................. 258 Lampiran 11. Lembar Pengamatan Keaktifan ................................................. 260 Lampiran 12. Instrumen Validasi Kuesioner dan Pengamatan ........................ 264 Lampiran 13. Hasil Uji Validitas Soal Siklus I ................................................ 266 Lampiran 14. Hasil Uji Validitas Soal Siklus II .............................................. 273 Lampiran 15. Hasil Uji Reliabilitas Soal Siklus I ............................................ 279 Lampiran 16. Hasil Uji Reliabilitas Soal Siklus II ........................................... 280 Lampiran 17. Data Kemampuan Kognitif ........................................................ 281 Lampiran 18. Data Keaktifan Siswa ................................................................ 284 Lampiran 19. Lembar Pengamatan Guru Saat Mengajar ................................. 295 Lampiran 20. Hasil Kerja Siswa ...................................................................... 298 Lampiran 21. Dokumentasi .............................................................................. 305 Lampiran 22. Surat Ijin Penelitian ................................................................... 309 Lampiran 23. Surat Bukti Penelitian ................................................................ 311 Lampiran 24. Biografi Penulis ......................................................................... 312 xvi

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Bab ini akan dibahas mengenai latar belakang, pembatasan masalah, perumusan masalah, pemecahan masalah, batasan pengertian, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian. A. Latar Belakang Belajar merupakan proses yang dialami semua orang dan akan berlangsung sampai seumur hidupnya. Siregar dan Nara (2010:3) berpendapat bahwa seseorang yang telah belajar ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku di dalam dirinya yang menyangkut perubahan pengetahuan (kognitif), nilai dan sikap (afektif) maupun keterampilan (psikomotor). Perubahan pengetahuan (kognitif) yang dimaksud adalah bertambahnya jumlah pengetahuan dan kemampuan berpikir, misalnya dari yang semula tidak tahu menjadi tahu (memiliki pengetahuan). Perubahan nilai dan sikap (afektif) berkaitan dengan perilaku dan karakter seseorang, misalnya seseorang yang menjunjung tinggi nilai kejujuran akan berusaha bersikap jujur dalam bertindak, karena ia merasa sikap jujur sebagai suatu nilai yang diperlukan. Sedangkan perubahan keterampilan (psikomotor) berkaitan dengan aktivitas fisik seseorang dimana setelah belajar orang tersebut akan memiliki keterampilan baru. Ketiga aspek perubahan tingkah laku dalam belajar yang menyangkut perubahan kognitif, afektif, dan psikomotor memang seharusnya dialami ketika kita belajar. Siregar dan Nara (2013:4) menyatakan beberapa aspek yang terkandung dalam belajar salah satunya adalah adanya penerapan pengetahuan. Belajar akan menjadi lebih bernilai ketika sesorang mampu menerapkan pengetahuan yang dimilikinya dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan di sekolah merupakan salah satu sarana yang dianggap mampu untuk mencapai tujuan belajar tersebut. 1

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 Sekolah Dasar (SD) merupakan jenjang pendidikan yang paling dasar dari jenjang pendidikan yang lain. Kurikulum SD memuat delapan mata pelajaran, salah satunya adalah mata pelajaran matematika. Matematika merupakan mata pelajaran inti di SD. Matematika juga merupakan salah satu mata pelajaran yang diujikan dalam ujian nasional. Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern sampai saat ini. Mata pelajaran matematika dianggap penting sehingga mata pelajaran ini sudah mulai diberikan kepada peserta didik mulai dari SD yang bertujuan untuk memberikan bekal kepada peserta didik agar mampu mengikuti perkembangan zaman dan mampu menghadapi berbagai tantangannya. Matematika sebenarnya selalu dibutuhkan dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari bangun tidur kita sudah berjumpa dengan matematika, misalnya jam berapa kita bangun. Ketika makan, matematika juga digunakan misalnya bagaimana cara ibu membagi makanan untuk seluruh anggota keluarga agar mendapatkan bagian yang adil. Contoh tersebut hanyalah contoh kecil dari kegiatan sehari-hari yang tidak terlepas dari matematika. Heruman (2008: 43) mengutip sebuah pernyataan dari Depdikbud yang menyatakan bahwa pecahan merupakan salah satu materi matematika yang sulit untuk diajarkan. Hasil wawancara yang dilakukan peneliti kepada beberapa siswa di kelas III SD Kanisius Notoyudan menyatakan bahwa mata pelajaran matematika ternyata sulit karena sebagian besar dari mereka tidak bisa memahami pelajaran dengan baik. Materi matematika yang dirasa sulit adalah materi pecahan terutama membandingkan pecahan. Materi membandingkan pecahan menjadi sulit karena materi pecahan belum pernah dipelajari sebelumya. Kesulitan tersebut semakin didukung dari data nilai ulangan matematika pada Kompetensi Dasar (KD) 3.2 membandingkan pecahan sederhana selama tiga tahun terakhir. Data tersebut menggambarkan masih banyaknya siswa yang belum mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Data nilai ulangan matematika dapat dilihat pada tabel 1.1 di bawah ini.

(20) 3 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 1.1 Nilai Ulangan Matematika KD 3.2 Tahun KKM Nilai Rata-rata ulangan 2010/2011 60 59,57 2011/2012 67 66,56 Ketuntasan Siswa Ya Tidak 18 15 (54,55%) (45,45%) 17 (53,12%) 15 (46,88%) Jumlah Siswa 33 32 14 12 26 (53,85%) (46,15%) Rata-rata 66,73 53,84% 46,16% Sumber : Daftar nilai ulangan matematika kelas III SD Kanisius Notoyudan 2012/2013 74 74,07 Berdasarkan Tabel 1.1 di atas, diperoleh data bahwa nilai rata-rata ulangan siswa kelas III SD Kanisius Notoyudan sejumlah 66,73 yang masih belum mencapai KKM sejumlah 74. Data lain yang dapat ditunjukkan dari Tabel 1.1 adalah ketuntasan belajar siswa. Siswa yang belum mencapai KKM sebesar 46,16%. Hal ini menjadi salah satu tanda mengenai kurang berhasilnya siswa dalam mencapai hasil belajar yang maksimal terutama pada kemampuan kognitif siswa dalam membandingkan pecahan. Peneliti melakukan wawancara kepada guru kelas III untuk menemukan kemungkinan penyebab lainnya. Hasil wawancara memberikan informasi bahwa guru biasanya menjelaskan materi pecahan dengan menggambar irisan pecahan di papan tulis. Guru juga tidak menggunakan teori belajar apapun dalam menjelaskan materi pecahan. Peneliti menyimpulkan bahwa kurangnya penggunaan media pembelajaran dan kurangnya penerapan teori belajar belajar matematika dapat menjadi salah satu faktor penyebab kesulitan pemahaman bagi siswa untuk membandingkan pecahan sederhana. Hasil wawancara ini semakin didukung oleh Heruman (2008:43) yang menyatakan bahwa kesulitan pengajaran materi pecahan terlihat dari kurangnya variasi media pembelajaran serta kurang bermaknanya kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru. Hasil pengamatan yang dilakukan peneliti pada saat guru mengajar terlihat bahwa guru masih cenderung menggunakan metode ceramah dan metode tanya jawab sehingga pembelajaran masih tampak terpusat pada guru. Siswa cenderung

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran. Peneliti melakukan pengamatan terstruktur dengan menggunakan lembar pengamatan dan menyebarkan kuesioner keaktifan. Indikator keaktifan yang menjadi pedoman dalam lembar pengamatan dan kuesioner diantaranya: 1) membaca materi pelajaran, 2) mendengarkan pendapat teman, 3) menulis hasil kerja kelompok, 4) berlatih keterampilan menggunakan media pembelajaran, dan 5) mengemukakan pendapat. Hasil ratarata penghitungan dari pengamatan dan kuesioner menunjukkan bahwa keaktifan siswa sebesar 18,18% yang termasuk dalam kategori sangat rendah. Paparan masalah di atas mengenai kurangnya keaktifan siswa dan kemampuan kognitif kelas III SD Kanisius Notoyudan pada pembelajaran matematika khususnya dalam membandingkan pecahan, maka perlu dilaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Solusi dari permasalahan tersebut adalah peneliti mencoba menerapkan teori belajar Bruner pada materi pecahan khususnya pada KD 3.2 membandingkan pecahan sederhana. Teori belajar Bruner dianggap mampu mengatasi permasalahan tersebut karena dalam teori Bruner tersebut memuat tahapan perkembangan kognitif yang dirasa cocok untuk mengatasi permasalahan tersebut. Bruner (Schunk,2012:618) mengemukakan perkembangan kognitif dibagi menjadi tiga tahapan yaitu tahap enaktif, ikonik, dan simbolik. Bruner berpendapat bahwa pada tahap enaktif, seseorang dapat memahami sesuatu dengan menggunakan respon motorik, misal melalui sentuhan, pegangan, gigitan dan sebagainya. Tahap selanjutnya adalah tahap ikonik yaitu seseorang dapat memahami sesuatu melalui visual objek, misalnya melalui gambar-gambar. Tahap terakhir adalah tahap simbolik yaitu seseorang sudah mampu belajar melalui simbol-simbol, misalnya bahasa dan angka matematika. Tiga tahapan belajar dalam teori Bruner diharapkan mampu meningkatkan kemampuan kognitif siswa dalam membandingkan pecahan. Peningkatan kemampuan kognitif yang dimaksud adalah peningkatan dalam mengingat dan memahami. Taksonomi Bloom (Siregar dan Nara, 2010:9) yang sudah direvisi menyebutkan bahwa mengingat dan memahami merupakan dua urutan tahapan dari enam tahapan seluruhnya dalam kemampuan kognitif. Penerapan tiga tahapan belajar dalam teori Bruner dalam penelitian ini, peneliti dibantu dengan

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 menggunakan media keping pecahan. Penggunaan media keping pecahan ini diharapkan mampu meningkatkan keaktifan siswa. Dimyati dan Mudjiono (2006:45) menyebutkan bahwa keaktifan ada bermacam-macam bentuk yaitu mulai dari keaktifan fisik yang mudah diamati sampai keaktifan psikis yang sulit diamati. Beberapa contoh keaktifan fisik adalah membaca, menulis, mendengarkan dan sebagainya. Keaktifan psikis contohnya menggunakan pengetahuan untuk memecahkan masalah, membandingkan konsep yang satu dengan lainnya dan sebagainya. Berdasarkan penjelasan tersebut, peneliti menginginkan adanya dua jenis peningkatan keaktifan siswa yaitu keaktifan fisik dan psikis. Keaktifan fisik yang ingin ditingkatkan adalah membaca materi pelajaran, mendengarkan pendapat teman, menulis hasil kerja kelompok, dan berlatih keterampilan menggunakan media pembelajaran. Keaktifan psikis yang ingin ditingkatkan adalah mengemukakan pendapat. Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti ingin mengetahui 1) apakah penggunaan teori belajar Bruner dapat meningkatkan keaktifan siswa dan kemampuan kognitif pada materi membandingkan pecahan sederhana, 2) bagaimana penggunaan teori belajar Bruner dapat meningkatkan keaktifan siswa dan kemampuan kognitif pada materi membandingkan pecahan sederhana. Berdasarkan latar belakang di menggunakan metode penelitian atas, peneliti tindakan kelas melakukan penelitian (PTK) yang berjudul “Peningkatan Keaktifan Siswa dan Kemampuan Kognitif pada Materi Pecahan Menggunakan Teori Belajar Bruner di Kelas III SD Kanisius Notoyudan Yogyakarta”. B. Pembatasan Masalah Peneliti memberikan beberapa batasan dalam penelitian ini sebagai berikut. 1. Penelitian dilakukan di kelas III SD Kanisius Notoyudan semester 2 tahun pelajaran 2013/2014. 2. Penelitian dilakukan pada mata pelajaran matematika materi pecahan khususnya pada KD 3.2 membandingkan pecahan sederhana.

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 3. Penelitian dilakukan dengan menggunakan tiga tahapan teori belajar Bruner yaitu tahap enaktif, ikonik, dan simbolik. 4. Kemampuan kognitif dalam penelitian ini adalah kemampuan mengingat dan memahami. 5. Keaktifan siswa dalam penelitian ini tampak dalam lima indikator keaktifan yaitu: membaca materi pelajaran, mendengarkan pendapat teman, menulis hasil kerja kelompok, berlatih keterampilan menggunakan media pembelajaran dan mengemukakan pendapat. C. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut. 1. Apakah penggunaan teori belajar Bruner dapat meningkatkan keaktifan siswa dan kemampuan kognitif dalam membandingkan pecahan sederhana pada siswa kelas III semester 2 SD Kanisius Notoyudan Yogyakarta? 2. Bagaimana penggunaan teori belajar Bruner dapat meningkatkan keaktifan siswa dan kemampuan kognitif dalam membandingkan pecahan sederhana pada siswa kelas III semester 2 SD Kanisius Notoyudan Yogyakarta? D. Pemecahan Masalah Masalah yang muncul dalam penelitian ini adalah kurangnya keaktifan siswa dan kemampuan kognitif kelas III SD Kanisius Notoyudan Yogyakarta pada mata pelajaran matematika dalam membandingkan pecahan. Pemecahan masalah yang digunakan peneliti untuk memecahkan masalah yaitu dengan menggunakan teori belajar Bruner. Peneliti memilih teori tersebut karena dalam teori tersebut terdapat tiga tahapan belajar yaitu enaktif, ikonik dan simbolik yang sesuai untuk mengatasi masalah yang terjadi. Penerapan ketiga tahapan belajar dapat meningkatkan keaktifan siswa melalui proses pembelajaran yang dilakukan siswa. Selain itu, penerapan tahapan tersebut digunakan untuk mengajarkan kepada siswa tentang membandingkan pecahan sederhana melalui bantuan media keping pecahan sehingga terjadi peningkatan kemampuan kognitif.

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 E. Batasan Pengertian Agar tidak terjadi salah tafsir atau salah persepsi dalam penelitian ini, maka peneliti membatasi pengertian dari beberapa kata kunci tersebut diantaranya. 1. Keaktifan siswa adalah berbagai kegiatan siswa yang tampak dalam proses belajar berupa kegiatan fisik dan kegiatan psikis. 2. Kemampuan kognitif adalah proses berpikir untuk mendapatkan pengetahuan sebagai hasil kerja otak. 3. Pecahan adalah pecahan merupakan bagian dari sesuatu yang utuh dan mempunyai nilai yang dinyatakan dalam bentuk , a disebut pembilang dan b disebut penyebut, dengan syarat b ≠ 0, dan b bukan faktor dari a. 4. Teori belajar Bruner adalah teori perkembangan kognitif yang menekankan tiga tahapan perkembangan belajar seseorang yaitu tahap enaktif, ikonik, dan simbolik. F. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini sebagai berikut. 1. Untuk mengetahui penggunaan teori belajar Bruner dapat meningkatkan keaktifan siswa dan kemampuan kognitif dalam membandingkan pecahan sederhana pada siswa kelas III semester 2 SD Kanisius Notoyudan Yogyakarta. 2. Untuk mendeskripsikan penggunaan teori belajar Bruner dapat meningkatkan keaktifan siswa dan kemampuan kognitif dalam membandingkan pecahan sederhana pada siswa kelas III semester 2 SD Kanisius Notoyudan Yogyakarta. G. Manfaat Penelitian Hasil dari penelitian yang dilakukan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi berbagai pihak, antara lain.

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 1. Bagi sekolah Memberikan pengetahuan yang bermanfaat bagi sekolah mengenai penggunaan teori belajar untuk meningkatkan keaktifan siswa dan kemampuan kognitif pada materi pecahan sederhana. 2. Bagi guru Memberikan wawasan baru kepada guru mengenai teori belajar Bruner yang dapat digunakan untuk mengajarkan materi pecahan khususnya dalam membandingkan pecahan. 3. Bagi siswa Mempermudah siswa dalam memahami materi, sehingga dapat meningkatkan keaktifan siswa dan kemampuan kognitif dalam belajar matematika. 4. Bagi peneliti Memberikan pengalaman dan wawasan yang baru pada peneliti untuk menggunakan teori belajar Bruner yang mungkin digunakan kelak ketika mengajar di SD.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI Bab II akan dibahas mengenai teori-teori yang melandasi penelitian meliputi kajian pustaka, penelitian yang relevan, kerangka berpikir dan hipotesis tindakan. A. Kajian Pustaka Kajian pustaka dalam penelitian ini akan disajikan beberapa teori yang melandasi penelitian diantaranya hakekat belajar dan pembelajaran, pembelajaran matematika sekolah dasar, teori belajar Bruner, kemampuan kognitif, keaktifan, dan pecahan. 1. Hakekat Belajar dan Pembelajaran Bagian ini memuat uraian teori yang berkaitan dengan belajar dan pembelajaran yaitu pengertian belajar dan pembelajaran, ciri-ciri belajar dan pembelajaran serta tujuan belajar dan pembelajaran. a. Pengertian Belajar dan Pembelajaran 1) Pengertian Belajar Siregar dan Nara (2011:5) berpendapat bahwa belajar adalah sebuah aktivitas mental atau psikis individu yang terjadi karena adanya interaksi dengan lingkungannya sehingga menghasilkan perubahan yang bersifat relatif konsisten. Pengertian belajar juga diungkapkan oleh Sudrajat (2011:42) yang berpendapat bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar atau prestasi belajar. Pendapat lain mengenai pengertian belajar adalah terjadinya suatu “perubahan” dalam diri sesorang setelah melakukan aktivitas belajar (Djamarah&Zain, 2010:38). Berdasarkan beberapa pendapat mengenai pengertian belajar yang telah diungkapkan di atas, tampak kata kunci dari belajar yaitu adanya perubahan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu perubahan mental yang terjadi pada diri individu setelah melakukan aktivitas belajar dimana perubahan yang terjadi biasanya bersifat relatif lama. 9

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 2) Pengertian Pembelajaran Pembelajaran merupakan suatu usaha yang dilakukan secara sengaja dengan menetapkan tujuan terlebih dahulu sebelum proses dilaksanakan dengan maksud agar terjadi belajar pada diri seseorang (Siregar dan Nara, 2011:13). Dimyati dan Mudjiono (2009:26) berpendapat bahwa pembelajaran merupakan kondisi eksternal belajar. Belajar merupakan proses internal yang terjadi dalam diri individu. Kondisi eksternal yang dimaksud adalah segala proses yang dapat menghasilkan belajar pada diri seseorang. Paparan pengertian pembelajaran di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah segala usaha yang dilakukan dengan maksud untuk menghasilkan belajar pada diri seseorang. b. Ciri-ciri Belajar dan Pembelajaran 1) Ciri-ciri Belajar Siregar dan Nara (2011:5) mengungkapkan bahwa belajar memiliki empat ciri-ciri yaitu adanya kemampuan baru atau perubahan tingkah laku, perubahan berlangsung lama, perubahan tidak terjadi begitu saja, dan perubahan tidak semata-mata karena perkembangan fisik/kedewasaan, kelelahan, penyakit atau pengaruh obat-obatan. Pertama, munculnya kemampuan baru atau perubahan tingkah laku antara lain perubahan yang bersifat pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotor) maupun nilai dan sikap (afektif). Perubahan bersifat kognitif adalah perilaku yang merupakan proses berpikir atau hasil kerja otak. Perubahan yang bersifat psikomotor adalah perilaku yang dimunculkan oleh hasil kerja fungsi tubuh sedangkan perubahan bersifat afektif yaitu perilaku yang muncul sebagai pertanda kecenderungan dalam membuat pilihan atau keputusan untuk melakukan tindakan. Sebagai contoh, misalnya seorang siswa mendapatkan pembelajaran mengenai cara merawat hewan peliharaan. Secara kognitif siswa tersebut telah memperoleh pengetahuan (mengetahui) cara merawat hewan peliharaan misalnya dengan diberi makan, dimandikan, dan lain sebagainya. Ketika di rumah, siswa tersebut mempraktekkan pengetahuan yang telah diperolehnya dengan cara memberi makan ikan peliharaannya di rumah secara

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 teratur (psikomotor). Pemberian makan kepada hewan peliharaan secara teratur merupakan contoh perubahan afektif dalam diri siswa karena siswa tersebut telah memilih untuk bersikap disiplin dalam memberi makan sebagai wujud kasih sayang kepada hewan peliharaannya. Kedua, perubahan berlangsung lama. Perubahan yang dimaksud adalah perubahan yang terjadi bukanlah perubahan yang berlangsung sementara waktu saja. Setelah belajar biasanya mengalami suatu perubahan baik dalam pengetahuannya, sikap maupun perilaku fisiknya. Jadi, belajar menghasilkan perubahan yang bersifat relatif konsisten. Contohnya seorang siswa telah belajar cara mengoperasikan komputer dan siswa tersebut mampu mengoperasikan komputer dengan baik. Jika dilain hari siswa tersebut diminta mengoperasikan komputer lagi, maka siswa tersebut masih tetap dapat mengoperasikan karena ia telah memperoleh pengetahuan dari pengalaman yang telah dilakukan sebelumnya dalam mengoperasikan komputer. Ketiga, perubahan tidak terjadi begitu saja. Belajar merupakan proses yang berlangsung secara bertahap dan terjadi terus menerus. Perubahan yang terjadi dalam belajar harus dengan usaha. Perubahan terjadi akibat adanya interaksi dengan lingkungan. Contohnya seseorang yang ingin belajar mengenai kerjasama maka ia harus terus belajar. Cara belajar yang dilakukan tidak hanya melalui teori semata namun sangat perlu untuk mempraktekkan langsung bagaimana cara bekerjasama, misalnya bekerjasama dengan keluarga, teman, tetangga, maupun orang lain. Keempat, perubahan tidak semata-mata karena perkembangan fisik atau kedewasaan, kelelahan, penyakit atau pengaruh obat-obatan. Perubahan yang terjadi karena hal-hal tersebut bukanlah ciri-ciri dari belajar. Misalnya terjadi perubahan tinggi pada manusia, perubahan tersebut terjadi bukan karena belajar melainkan akibat perkembangan fisik dimana setiap orang pasti mengalami sesuai dengan bertambahnya usia. 2) Ciri-ciri Pembelajaran Siregar dan Nara (2011:13) kembali mengungkapkan tentang ciri-ciri pembelajaran. Ciri-ciri dari pembelajaran tersebut ada empat macam. Ciri yang

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 pertama, bahwa pembelajaran merupakan upaya sadar dan sengaja. Pembelajaran secara sengaja dibuat untuk mendukung terjadinya proses belajar. Kedua, pembelajaran harus membuat siswa belajar. Jadi, didalam pembelajaran harus memuat kegiatan atau langkah-langkah yang bertujuan untuk membuat siswa menjadi belajar. Ciri ketiga yaitu tujuan harus ditetapkan terlebih dahulu sebelum proses dilakukan. Penetapan tujuan dilakukan agar pembelajaran yang dilakukan dapat sesuai dengan tujuan belajar yang ingin dicapai. Ciri yang terakhir yaitu pelaksanaannya terkendali, meliputi isi, waktu, proses maupun hasilnya. Pelaksanaan pembelajaran harus terkendali agar tidak menyimpang dari tujuan yang sebelumnya telah dibuat. c. Tujuan Belajar dan Pembelajaran 1) Tujuan Belajar Belajar pada dasarnya merupakan suatu proses yang berlangsung secara berkelanjutan untuk menuju pada perubahan perilaku peserta didik. Menurut Hanafiah dan Suhana (2012:20) yang menjadi tujuan belajar yang paling utama adalah adanya perubahan tingkah laku mencakup seluruh aspek pribadi pada diri peserta didik, yaitu aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Pendapat Hanafiah dan Suhana semakin diperkuat dengan pendapat Aunurrahman (2012:48) yang menyatakan bahwa tujuan belajar menyangkut adanya perubahan mental pada diri individu meliputi ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Jadi dapat disimpulkan bahwa tujuan belajar yaitu untuk menimbulkan perubahan tingkah laku yang meliputi perubahan seluruh aspek kognitif, afektif, dan psikomotor pada diri individu. 2) Tujuan Pembelajaran Tujuan pembelajaran dapat dilihat dari definisi mengenai pembelajaran. Pembelajaran adalah merencanakan kegiatan- kegiatan yang orientasinya kepada siswa agar terjadi belajar di dalam dirinya (Siregar&Nara, 2011: 14). Berdasarkan definisi tersebut, tujuan pembelajaran adalah untuk membuat siswa agar terjadi belajar di dalam dirinya.

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 2. Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar a. Pengertian Pembelajaran Matematika SD Susanto (2013:186) mengungkapkan bahwa pembelajaran matematika adalah proses belajar mengajar yang dibangun guru untuk mengembangkan kreativitas berpikir siswa sehingga dapat meningkatkan kemampuan berpikir serta kemampuan mengkonstruksi pengetahuan baru sebagai upaya meningkatkan penguasaan yang baik terhadap materi matematika. b. Tujuan Pembelajaran Matematika SD Susanto (2013:189) menjelaskan tujuan pembelajaran matematika di sekolah dasar secara umun adalah agar siswa mampu dan terampil menggunakan matematika serta mampu memberikan tekanan nalar dalam penerapan matematika. Heruman (2008:2) berpendapat bahwa tujuan akhir pembelajaran matematika sekolah dasar yaitu agar siswa terampil menggunakan berbagai konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari. Kedua pendapat mengenai tujuan pembelajaran matematika SD tersebut merupakan tujuan secara umum. Penjelasan mengenai tujuan pembelajaran matematika SD secara khusus termuat dalam Badan Standar Nasional Pendidikan (2008:148) sebagai berikut. 1) Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep, dan mengaplikasikan konsep atau logaritma. 2) Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika. 3) Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model, dan menafsirkan solusi yang diperoleh. 4) Mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk menjelaskan keadaan atau masalah. 5) Memiliki sikap menghargai penggunaan matematika dalam kehidupan seharihari.

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 c. Ruang Lingkup Matematika SD Menurut Badan Standar Nasional Pendidikan (2008:148) ruang lingkup mata pelajaran Matematika SD meliputi aspek-aspek berikut. 1) Bilangan. 2) Geometri dan pengukuran. 3) Pengolahan data. d. Kompetensi Mata Pelajaran Matematika SD Penelitian ini dilakukan di kelas III SD semester 2, berikut ini akan disajikan tabel 2.1 yang berisi Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) mata pelajaran matematika SD. Tabel 2.1 SK dan KD Matematika Kelas III Semester 2 Standar Kompetensi Bilangan 3. Memahami pecahan sederhana dan penggunaannya dalam pemecahan masalah Kompetensi Dasar 3.1 Mengenal pecahan sederhana 3.2 Membandingkan pecahan sederhana 3.3 Memecahkan masalah yang berkaitan dengan pecahan sederhana Geometri dan Pengukuran 4.1 Mengidentifikasi berbagai bangun datar 4. Memahami unsur dan sederhana menurut sifat atau unsurnya sifat-sifat bangun datar 4.2 Mengidentikasi berbagai jenis dan besar sederhana sudut 5. Menghitung keliling, luas persegi dan persegi panjang, serta penggunaannya dalam pemecahan masalah 5.1 Menghitung keliling persegi dan persegi panjang 5.2 Menghitung luas persegi dan persegi panjang 5.3 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan keliling, luas persegi dan persegi panjang Sumber : Badan Standar Nasional Pendidikan Tabel 2.1 di atas menjelaskan bahwa terdapat dua standar kompetensi mengenai bilangan serta geometri dan pengukuran. Standar kompetensi bilangan memuat kompetensi dasar yang membahas mengenai mengenal, membandingkan, dan memecahkan masalahan yang berkaitan dengan pecahan sederhana. Standar

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 kompetensi geometri dan pengukuran memuat kompetensi dasar yang membahas mengenai identifikasi bangun datar, identifikasi jenis sudut, menghitung keliling dan luas persegi serta persegi panjang, dan menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan keliling dan luas. Penelitian ini khusus membahas standar kompetensi bilangan pada kompetensi dasar 3.2 membandingkan pecahan sederhana karena pada kompetensi dasar ini siswa mengalami kesulitan dalam mempelajarinya. 3. Teori Belajar Bruner a. Pengertian Teori Belajar Bruner Jerome Seymour Bruner merupakan seseorang ahli yang mendukung prinsip kognitivisme. Teori belajar kognitivisme mengacu pada psikologi kognitif yang berdasarkan pada kegiatan kognitif dalam belajar. Martiyono (2012:9) menjelaskan bahwa psikologi kognitif memandang manusia sebagai individu yang selalu aktif dalam mencari, menyelidiki, dan memproses informasi. Dalam proses belajar, Bruner lebih mementingkan partisipasi aktif masing-masing siswa serta mengenal adanya perbedaan kemampuan (Slameto, 2010:11). Teori Bruner muncul berdasarkan ungkapan dari Jean Piaget yang mengatakan bahwa anak harus berperan aktif pada saat proses belajar. Tema pokok dari teori Bruner adalah belajar dengan menemukan (discovery learning). Siswa mengorganisasikan materi atau pelajaran yang dipelajarinya ke dalam bentuk akhir sesuai dengan tingkat tingkat kemampuan berpikir anak (Suyono dan Hariyanto, 2011:88). b. Karakteristik Teori Belajar Bruner Teori belajar Bruner terkenal dengan beberapa teori pembelajaran yaitu teori belajar penemuan (discovery learning), teori pembelajaran konsep, kurikulum berbentuk spiral (a spiral curriculum), dan belajar sebagai proses kognitif. Penelitian ini, peneliti khusus menggunakan teori belajar sebagai proses kognitif karena di dalam teori tersebut Bruner mengungkapkan tiga tahapan pembelajaran yang dilalui oleh individu yang belajar.

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 Teori belajar sebagai proses kognitif, Bruner mengemukakan bahwa terdapat tiga proses belajar yang berlangsung hampir bersamaan. Ketiga proses belajar tersebut berusaha dijelaskan oleh Dahar (2011:77) yaitu memperoleh informasi baru, transformasi informasi, dan menguji relevansi serta ketetapan pengetahuan. Informasi baru dapat berupa penghalusan atau penyederhanaan dari informasi yang sebelumnya telah dimiliki, dapat berupa informasi yang benar-benar baru yang sebelumnya belum pernah diketahui bahkan informasi yang berlawanan dengan informasi sebelumnya. Misal, jika sesorang akan mempelajari sistem pernafasan manusia maka ia harus mempelajari tentang pernafasan terlebih dahulu. Transformasi pengetahuan dilakukan dengan menggunakan pengetahuan yang cocok atau sesuai untuk digunakan dalam tugas yang baru. Sebagai contoh, kita diberi tugas untuk berdiskusi mengenai bencana alam banjir, maka kita membutuhkan transformasi dari bermacam-macam pengetahuan yang kita miliki tentang banjir, misal penyebab banjir, dampak banjir, dan lain-lain. Pada tahap menguji relevansi serta ketetapan pengetahuan, kita dituntut untuk menilai apakah cara kita menggunakan pengetahuan itu cocok dengan tugas yang ada. Pendapat lain dari Bruner yang khas dalam teori ini mengenai tahapan perkembangan kognitif yang hampir semua orang dewasa melaluinya. Schunk (2012:618) menjelaskan tahapan perkembangan kognitif menurut Bruner yang dibagi menjadi tiga tahapan belajar yaitu enaktif, ikonik, dan simbolik. Tahapan belajar tersebut sebagai berikut. 1) Tahap enaktif adalah tahap dimana seseorang dapat memahami sesuatu dengan menggunakan respon motorik, misal melalui sentuhan, pegangan, gigitan dan sebagainya. Tahap ini seseorang harus diberi kesempatan untuk bermain maupun bereksperimen dengan berbagai alat/bahan pembelajaran tertentu agar mampu memahami cara kerja alat/bahan tersebut. Misal, untuk memahami konsep pecahan siswa perlu memegang secara langsung benda konkret (potongan kue ataupun media pembelajaran lain) yang digunakan untuk menjelaskan tentang pecahan.

(34) 17 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2) Tahap ikonik adalah tahap dimana seseorang dapat memahami sesuatu melalui visual objek, misalnya melalui gambar-gambar. Tahap ini sesorang sudah mulai mampu memahami objek di sekitarnya tanpa memerlukan manipulasi objek secara langsung. Misalnya, untuk memahami konsep pecahan, siswa tidak memerlukan lagi media konkret seperti potongan roti namun siswa sudah mampu memahaminya melalui gambar pecahan. 3) Tahap simbolik adalah tahap dimana seseorang sudah mampu belajar melalui simbol-simbol, misalnya bahasa dan angka matematika. Pada tahap ini seseorang sudah mampu memahami objek tanpa adanya bantuan media konkret maupun gambar. Tahap simbolik merupakan tahap final dalam pembelajaran. Misal, seseorang sudah mampu memahami maksud pecahan setengah maka pecahan setengah ditulis dengan lambang bilangan yaitu . Tiga tahapan perkembangan kognitif inilah yang digunakan peneliti sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan yang terjadi mengenai keaktifan siswa dan kemampuan kognitif dalam membandingkan pecahan sederhana. c. Langkah pembelajaran Bruner Suyono dan Hariyanto (2011:91) menjelaskan tujuh langkah pembelanjarn menurut Bruner, yaitu. Pertama, menentukan tujuan pembelajaran. Penentuan tujuan pembelajaran bertujuan untuk semakin memudahkan dalam membuat rincian kegiatan belajar yang akan dilakukan. Misal, suatu pembelajaran bertujuan untuk mengajak siswa membandingkan pecahan. Maka dengan mengacu pada tujuan tersebut, pengajar akan lebih mudah menentukan kegiatan apa saja yang mungkin dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Kedua, melakukan identifikasi karakteristik siswa. Identifikasi karakteristik siswa bertujuan untuk memahami karakteristik siswa yang akan mengikuti pembelajaran. Identifikasi berupa identiifikasi karakteristik umum siswa meliputi usia, kelas, keterampilan yang dimiliki siswa, gaya belajar siswa dan lain-lain. Setelah mengetahui karakteristik siswa, guru diharapkan akan lebih terbantu

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 dalam memilih materi pengajaran maupun metode yang sesuai dengan karakteristik siswa sehingga siswa dapat mencapai tingkat belajar yang maksimal. Ketiga, memilih materi. Memilih materi pembelajaran sebaiknya harus disesuaikan dengan tujuan belajar dan karakteristik siswa. Jika memungkinkan, guru dapat memodifikasi materi yang akan digunakan dengan mengambil sumber dari beberapa buku maupun internet. Tujuan dari memodifikasi materi ini agar dapat mencapai tujuan belajar dengan maksimal. Keempat, menentukan topik pembelajaran. Topik pembelajaran sebaiknya dapat dipelajari siswa secara induktif. Pembelajaran dimulai dari sesuatu yang bersifat khusus menuju umum. Misalnya untuk memahami konsep pecahan, siswa diajak untuk membagi kue, apel, ataupun kertas menjadi bagian-bagian yang kecil selanjutnya baru diajak menyimpulkan apa yang dimaksud dengan pecahan. Kelima, mengembangkan bahan-bahan ajar. Pengembangan bahan ajar dapat dilakukan dengan menambahkan contoh-contoh, ilustrasi, tugas dan sebagainya untuk dipelajari siswa. Misalnya guru memberikan gambar-gambar konkret contoh pecahan dengan gambar-gambar potongan kue atau buah apel. Keenam, mengatur topik pelajaran sesuai perincian urutan. Pengaturan urutan pelajaran dari yang sederhana ke kompleks, dari yang konkret ke abstrak, atau dari tahap enaktif, ikonik sampai ke simbolik. Menurut Bruner tahapan belajar dari tahap enaktif, ikonik sampai tahap simbolik merupakan urutan belajar yang dapat memaksimalkan pembelajaran. Ketujuh, melakukan penilaian proses dan hasil belajar. Melakukan penilaian proses dan hasil belajar wajib dilakukan. Penilaian proses maupun hasil belajar dapat dijadikan sebagai gambaran oleh guru mengenai pembelajaran yang telah dilakukan, apakah pembelajaran berhasil atau tidak. Bagi siswa hasil belajar tersebut memberikan gambaran kepada dirinya, apakah dirinya sudah mampu mencapai tujuan belajar atau belum.

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 4. Kemampuan Kognitif a. Pengertian Kemampuan Kognitif Taksonomi belajar merupakan pengelompokan tujuan belajar berdasarkan domain atau kawasan belajar. Menurut Bloom ada tiga domain belajar yaitu kawasan kognitif, afektif, dan psikomotor. Kemampuan kognitif merupakan satu dari tiga kawasan belajar menurut Taksonomi Bloom. Siregar dan Nara (2010:18) berpendapat bahwa kemampuan kognitif adalah perilaku yang merupakan proses berpikir atau perilaku hasil kerja otak. Yusuf (2009:4) berpendapat bahwa kemampuan kognitif adalah suatu struktur pada setiap aspek pengetahuan yang menghasilkan tingkah laku. Berdasarkan kedua pendapat di atas mengenai kemampuan kognitif, maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan kognitif adalah proses berpikir untuk mendapatkan pengetahuan sebagai hasil kerja otak. b. Tingkatan Kemampuan Kognitif Siregar dan Nara (2010:9) berusaha memberikan penjelasan singkat mengenai revisi taksonomi pada kawasan kognitif yang dilakukan oleh Anderson dan Krathwohl. Menurut Anderson dan Krathwohl terdapat dua kategori yaitu dimensi proses kognitif dan dimensi pengetahuan. Pada dimensi proses kognitif terdapat enam jenjang atau tingkatan belajar yaitu mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Menurut Anderson dan Krathwohl (2010: 99) terdapat enam kategori dalam dimensi proses kognitif yaitu. 1) Mengingat adalah mengambil pengetahuan dari memori jangka panjang. Tujuan mengingat yaitu meningkatkan ingatan atas materi yang telah diajarkan. Misalnya untuk menguji kemampuan mengingat siswa, guru dapat memberikan tes dengan sedikit merubah kondisinya dari cara belajar yang semula dilakukan. Kategori dan proses kognitif pada dimensi kognitif mengingat diantaranya mengenali, mengingat kembali, mengidentifikasi, mengambil dan lain sebagainya. Kategori dan proses kognitif pada dimensi kognitif meningat yang digunakan dalam penelitian ini adalah menyebutkan dan membilang.

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 2) Memahami adalah mengkonstruksi makna dari materi pembelajaran, baik yang bersifat lisan, tertulis atau melalui gambar. Tujuan memahami yaitu mampu membangun arti dari pesan pembelajaran yang telah dilakukan. Seseorang memahami ketika mereka menggabungkan pengetahuan baru dengan pengetahuan lama yang sebelumnya telah mereka ketahui. Kategori dan proses kognitif pada dimensi kognitif memahami diantaranya menafsirkan, memberi contoh, mengilustrasikan, menyimpulkan, memetakan, dan lain sebagainya. Kategori dan proses kognitif pada dimensi kognitif memahami yang digunakan dalam penelitian ini adalah menjelaskan, menunjukkan, membedakan, mengelompokkan, membandingkan, dan memilih. 3) Mengaplikasikan adalah menggunakan atau menerapakan suatu prosedur dalam keadaan tertentu. Pengaplikasian prosedur-prosedur tertentu digunakan untuk mengerjakan latihan soal atau menyelesaikan masalah. Sebagai contoh ketika seseorang ingin mencari luas suatu petak sawah yang berbentuk persegi panjang, maka tinggal menggunakan rumus luas persegi panjang yaitu p x l. Kategori dan proses kognitif pada dimensi kognitif mengaplikasikan diantaranya melaksanakan dan menggunakan. 4) Menganalisis adalah memecah materi atau bahan-bahan ke dalam unsur-unsur pokoknya dan menentukan hubungan antar bagian dengan bagian lain yang saling berhubungan serta kepada keseluruhan struktur atau tujuan. Tujuan menganalisis antara lain untuk menentukan bagian-bagian informasi yang relevan, menentukan cara menata bagian-bagian tersebut dan menentukan tujuan dibalik informasi tersebut. Kategori dan proses kognitif pada dimensi kognitif menganalisis diantaranya membedakan, memilih, memfokuskan, mengorganisasi, membuat garis besar, dan lain sebagainya. 5) Mengevaluasi adalah membuat atau mengambil keputusan berdasarkan kriteria atau standar tertentu. Kriteria yang paling sering digunakan adalah kualitas, efektivitas, efisiensi, dan konsistensi. Seseorang yang sedang mengevalusi sesuatu biasanya mengajukan pertanyaan, misal apakah metode ini merupakan metode yang paling baik digunakan untuk mencapai tujuan

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 tertentu? Bagaimana jika dibandingkan dengan metode lain? Kategori dan proses kognitif pada dimensi kognitif mengevaluasi diantaranya memeriksa, memonitor, menguji, menilai, mengkritik, dan lain sebagainya. 6) Mencipta adalah membuat produk baru dengan menyusun bagian-bagian ke dalam suatu pola atau struktur yang belum pernah ada sebelumnya. Mencipta merupakan tingkatan tertinggi dalam belajar, karena untuk menciptakan sesuatu membutukan kolaborasi dari berbagai pengetahuan yang dimiliki. Kategori dan proses kognitif pada dimensi kognitif mencipta diantaranya merumuskan, membuat hipotesis, mendesain, mengkonstruksi, dan lain sebagainya. Pada dimensi pengetahuan terdapat empat kategori yaitu faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif. Pengetahuan faktual meliputi elemen dasar yang harus diketahui siswa jika mereka akan mempelajari mata pelajaran atau memecahkan masalah. Pengetahuan faktual biasanya berada pada tingkat abstraksi yang relatif rendah. Pengetahuan konseptual meliputi pengetahuan tentang kategori, klasifikasi, dan hubungan antara dua atau lebih kategori. Pengetahuan prosedural adalah pengetahuan tentang cara melakukan sesuatu, biasanya berupa urutan-urutan atau langkah-langkah yang harus diikuti. Pengetahuan metakognitif adalah pengetahuan tentang kognisi secara umum, seperti kesadaran tentang sesuatu dan pengetahuan tentang pengalaman pribadi seseorang. Penelitian ini memfokuskan pada dimensi kognitif mengingat dan memahami. Yusuf (2009:178) mengungkapkan bahwa pada usia sekolah dasar (6-12 tahun) kemampuan kognitif anak sudah mampu mereaksi rangsangan intelektual dan melaksanakan tugas belajar. Hal tersebut ditandai dengan munculnya tiga kemampuan baru yaitu mengklasifikasi (mengelompokkan), menyusun, dan mengasosiasikan (menghubungkan atau menghitung) angka-angka atau bilangan. Hal tersebut sesuai dengan kemampuan kognitif pada dimensi mengingat dan memahami yang lebih memfokuskan pada kegiatan pengambilan pengetahuan lalu berusaha memaknainya. Fokus penelitian ini adalah untuk membandingkan pecahan dimana siswa dibimbing untuk menyebutkan, membilang, menjelaskan, menunjukkan, membedakan, mengelompokkan, membandingkan, dan memilih.

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 5. Keaktifan a. Pengertian Keaktifan Ilmu psikologi dewasa ini menganggap bahwa anak adalah makhluk yang aktif. Belajar hanya mungkin terjadi apabila anak aktif mengalami sendiri (Dimyati dan Mudjiono,2010:44). Hollingsworth dan Lewis (2008:8) menjelaskan bahwa keaktifan terjadi ketika anak terlibat secara terus menerus baik secara mental maupun fisik. Definisi keaktifan juga semakin diperkuat oleh Zaini, Munthe, dan Aryani (2008:14) yang mengatakan bahwa keaktifan merupakan keterlibatan siswa secara aktif menggunakan otak (mental). Keaktifan tersebut tidak hanya berupa aktif secara mental namun juga melibatkan keaktifan fisik. Paparan pendapat dari para ahli di atas, pada dasarnya kedua pendapat tersebut memiliki kesamaan. Kata kunci dari pendapat keduanya adalah aktif secara mental (psikis) dan fisik. Jadi, dapat disimpulkan bahwa keaktifan adalah berbagai kegiatan yang tampak dalam proses belajar berupa kegiatan fisik dan kegiatan psikis. b. Indikator Keaktifan Dimyati dan Mudjiono (2010:45) keaktifan itu beraneka ragam bentuknya mulai dari kegiatan fisik yang mudah diamati sampai pada kegiatan psikis yang sulit diamati. Kegiatan fisik dapat berupa kegiatan membaca, mendengar, menulis, berlatih keterampilan dan sebagainya. Sedangkan contoh kegiatan psikis misalnya menggunakan pengetahuan yang dimiliki untuk memecahkan masalah, membandingkan konsep satu dengan konsep lain, dan kegiatan psikis lain. Berdasarkan indikator-indikator yang telah diungkapkan di atas, maka peneliti mengembangkan indikator tersebut dalam penelitian ini. Indikatorindikator keaktifan dalam penelitian ini diambil dari beberapa contoh kegiatan berupa kegiatan fisik dan kegiatan psikis. Indikator keaktifan yang digunakan dalam penelitian ini adalah. 1) Kegiatan fisik a) Membaca materi pelajaran adalah kegiatan membaca materi pelajaran untuk menyelesaikan tugas.

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 b) Mendengarkan pendapat teman adalah mau mendengarkan teman yang sedang mengemukakan pendapat. c) Menulis hasil kerja kelompok adalah menuliskan hasil kerja ketika bekerja dalam kelompok. d) Berlatih keterampilan menggunakan media pembelajaran adalah keterampilan dalam menggunakan media pembelajaran untuk menyelesaikan tugas. 2) Kegiatan psikis yaitu mengemukakan pendapat. Mengemukakan pendapat adalah terlibat langsung untuk berpendapat dalam menyelesaikan tugas. c. Prinsip Keaktifan Keaktifan merupakan salah satu prinsip belajar dalam pembelajaran yang harus dikembangkan oleh guru. Aunurrahman (2012:121) mengungkapkan implikasi prinsip keaktifan bagi guru dalam proses pembelajaran sebagai berikut. Pertama, guru memberi kesempatan yang seluas-luasnya kepada siswa untuk berkreativitas dalam proses belajarnya. Pemberian kesempatan kepada siswa untuk berkreativitas akan membuat siswa untuk semakin berpikir aktif. Siswa dapat menggabungkan beberapa pengetahuan lain yang diperolehnya untuk membantunya dalam memahami proses belajar yang sedang dilakukannya. Kedua, memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan pengamatan, penyelidikan atau inkuiri dan eksperimen. Memberikan pengalaman langsung melalui kegiatan pengamatan, penyelidikan maupun eksperimen akan mengaktifkan fisik, mental, dan intelektual siswa. Pemilihan kegiatan yang akan dilakukan dapat disesuaikan dengan kebutuhan, materi pembelajaran, waktu, serta metode yang digunakan guru. Ketiga, memberi tugas individual dan kelompok melalui kontrol guru. Pemberian tugas dalam setiap kegiatan pembelajaran merupakan hal yang penting karena siswa dapat berpikir secara aktif untuk berusaha menyelesaikan tugas tersebut. Tugas dapat diberikan secara individu maupun kelompok yang tentunya masih dalam pengawasan guru. Tugas yang diberikan secara berkelompok cenderung lebih mengaktifkan siswa karena dalam pengerjaan tugas ini akan menimbulkan interaksi antara siswa yang satu dengan siswa lainnya.

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 Keempat, memberikan pujian verbal dan non verbal kepada siswa. Pemberian pujian ini dapat diberikan pada siswa merespon pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh guru. Pemberian pujian diharapkan akan mampu memberikan dampak positif pada keaktifan siswa selama proses pembalajaran. Kelima, menggunakan multi metode dan multi media dalam pembelajaran. Penggunaan multi metode dalam pembelajaran membuat pembelajaran lebih bervariasi dan tidak monoton. Misalnya jika guru hanya menggunakan metode tanya jawab dalam pembelajarannya, kemungkinan keaktifan intelektual siswa saja yang dapat dibangun. Tetapi jika divariasikan dengan metode lain kemungkinan keaktifan dari sisi fisik dan mental siswa dapat dioptimalkan. Selain itu, menggunakan multi media juga mampu mengaktifkan siswa karena semakin banyaknya media yang digunakan maka variasi kegiatan dari penggunaan media juga semakin banyak. Penerapan prinsip di atas dalam pembelajaran akan memberikan interaksi pengalaman langsung kepada siswa. Pengalaman langsung dalam pembelajaran secara otomatis akan ikut melibatkan siswa sehingga keaktifan siswa baik secara mental, fisik maupun intelektual dapat dikembangkan secara optimal. 6. Pecahan a. Pengertian Pecahan Pecahan dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya sering kita jumpai. Membagi kue dan menggunting kertas menjadi beberapa beberapa contoh kegiatan yang menggunakan prinsip pecahan. Heruman (2008:43) menjelaskan bahwa pecahan merupakan bagian dari sesuatu yang utuh. Bagian dari pecahan seharusnya memiliki luas atau bagian yang sama besar. Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005:840) menyebutkan bahwa pecahan adalah bilangan yang penyebutnya lebih besar daripada pembilang. Marsigit (2009:23) menjelaskan bahwa pecahan adalah bilangan yang dinyatakan dalam bentuk , dengan a dan b merupakan bilangan bulat, b ≠ 0, dan b bukan faktor dari a. Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa pecahan merupakan bagian dari sesuatu yang utuh dan mempunyai nilai yang dinyatakan

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 dalam bentuk , a disebut pembilang dan b disebut penyebut, dengan syarat b ≠ 0, dan b bukan faktor dari a. Contoh pecahan antara lain , , , dan . Menunjukkan suatu pecahan dapat dilakukan dengan menggunakan media konkret seperti potongan roti, potongan cokelat, potongan kertas atau media konkret lainnya. Selain dengan menggunakan media konkret, penjelasan pecahan dapat dilakukan dengan menggunakan gambar berwarna ataupun arsiran. Misal, menunjukkan pecahan setengah. Pecahan setengah berarti jika suatu daerah dibagi menjadi dua bagian yang sama besar sehingga tiap bagian memiliki luas dan nilai yang sama. Penjelasan mengenai pecahan setengah dapat dilihat pada gambar 2.1 di bawah ini. Gambar 2.1 Pecahan setengah Luas bagian yang diarsir sama dengan luas bagian yang berwarna putih, yaitu . Jadi, pecahan setengah atau satu per dua adalah satu bagian dari dua bagian. Pada pecahan tersebut bilangan pecahan 1 dinamakan pembilang sedangkan bilangan pecahan 2 dinamakan penyebut. b. Membandingkan Pecahan Heruman (2008:52) syarat utama yang harus dikuasai siswa dalam membandingkan pecahan adalah siswa harus memiliki kemampuan memahami nilai pecahan. Membandingkan pecahan biasanya dengan menggunakan tiga tanda yaitu tanda “ < ” yang berarti lebih dari, tanda “ > ” yang berarti kurang dari, dan tanda “ = ” yang berarti sama dengan. Membandingkan bilangan pecahan dilakukan dengan cara membandingkan nilai pecahan. Langkah membandingkan pecahan yang digunakan dalam penelitian ini sesuai dengan tahap perkembangan kognitif yaitu tahap enaktif,

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 ikonik, dan simbolik. Beberapa contoh cara membandingkan pecahan yang digunakan sesuai dengan tahap perkembangan kognitif antara lain: 1) Tahap enaktif dilakukan dengan menggunakan benda konkret seperti potongan roti dan potongan kertas. Pada penelitian ini, digunakan media keping pecahan untuk mempermudah siswa pada tahap enaktif. Cara membandingkan pecahan pada tahap ini, siswa diminta membandingkan besar bagian atau keping pecahan pada media yang digunakan. Misalnya siswa membandingkan besar keping pecahan dengan keping pecahan . Penjelasan penggunaan media keping pecahan dalam membandingkan pecahan dapat dilihat pada gambar 2.2 di bawah ini. Gambar 2.2 Membandingkan bagian keping pecahan Gambar 2.2 di atas dapat dijelaskan bahwa besar bagian atau keping pecahan lebih besar dari bagian atau keping pecahan . Maka dapat disimpulkan bahwa pecahan setengah lebih dari pecahan seperempat. Jika ditulis menggunakan simbol angka pecahan dan tanda pembandingnya menjadi > . 2) Tahap ikonik dilakukan dengan cara menggambar pecahan. Pada tahap ini, siswa membandingkan pecahan dengan cara membandingkan gambar pecahan. Bagian yang dibandingkan adalah bagian gambar pecahan yang

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 diberi arsiran, karena bagian pecahan yang diarsir menggambarkan nilai suatu pecahan. Contoh membandingkan pecahan dengan gambar dapat dilihat pada gambar 2.3 di bawah ini. Gambar 2.3 Membandingkan arsiran pada gambar pecahan Gambar di atas dapat dijelaskan bahwa besar bagian arsiran pecahan lebih besar jika dibandingkan dengan bagian arsiran pecahan . Maka dapat disimpulkan bahwa pecahan setengah lebih dari pecahan seperempat. Jika ditulis menggunakan simbol angka pecahan dan tanda pembandingnya menjadi > . 3) Tahap simbolik dilakukan tanpa menggunakan media ataupun gambar. Pada tahap ini, siswa sudah memasuki tahapan mampu membandingkan pecahan secara simbolik yaitu pecahan berupa angka. Pecahan ditulis dengan menggunakan angka-angka sebagai simbolnya, misal , , . Soal yang diberikan pada tahap ini hanya dengan cara menuliskan bilangan-bilangan pecahan yang akan dibandingkan. Contoh soal membandingkan pecahan sebagai berikut. ...

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 Cara mengerjakan soal tersebut dilakukan dengan cara mengisi titiktitik dengan menggunakan tanda “ < ”,” > ”, atau “ = ”. Tanda yang paling tepat untuk menjawab soal tersebut adalah tanda “ >” dibaca lebih dari. Jadi dapat disimpulkan bahwa setengah lebih dari sepertiga, jika ditulis menggunakan simbol angka dan tanda menjadi > B. Penelitian yang Relevan Bagian ini memuat beberapa penelitian sebelumnya yang dianggap mendukung penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti. Penelitian relevan yang pertama adalah penelitian yang telah dilakukan oleh Sukayasa (2012) dengan judul “Penerapan Pendekatan Konstruktivis untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa SD Karunadipa Palu pada Konsep Volume Bangun Ruang”. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas 5 di SD Karunadipa Palu terhadap konsep volume bangun ruang. Penelitian ini menekankan penggunaan pendekatan konstruktivis dari Bruner dengan menggunakan tiga tahapan pembelajaran yaitu enaktif, ikonik, dan simbolik. Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa pemahaman siswa terhadap konsep volume bangun ruang dapat ditingkatkan melalui penerapan pendekatan konstruktivis dari teori Bruner. Proses pembelajaran melalui tahapan enaktif, ikonik, dan simbolik dapat melatih daya abstraksi siswa dalam menguasai konsep geometri. Hasil penelitian yang telah dilakukan Sukayasa memiliki kesamaan dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti yaitu sama-sama bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan teori Bruner. Tujuan penelitian yang dilakukan peneliti adalah ingin meningkatkan kemampuan kognitif siswa sampai pada tahap memahami. Persamaan mendasar dari penelitian tersebut terletak pada penggunaan tahapan belajar siswa yaitu tahap enaktif, ikonik, dan simbolik untuk meningkatkan kemampuan memahami. Perbedaannya terletak pada subjek yang digunakan

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 dalam penelitian dan materi pelajaran. Berdasarkan persamaan tujuan dan penggunaan tahapan perkembangan belajar menurut teori Bruner, maka penelitian sebelumnya dianggap mendukung penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti. Penelitian relevan kedua yang mendukung penelitian yang dilakukan adalah penelitian yang berjudul “Pengaruh Pembelajaran Kooperatif dengan Bantuan Laboratorium Mini melalui Pendekatan Teori Bruner terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar 013 Tampan Pekanbaru”. Penelitian tersebut dilakukan oleh Anggraini (2007) dengan menggunakan metode penelitian eksperimen semu. Penelitian tersebut menggunakan teori belajar Bruner dengan memperhatikan tiga tahapan belajar siswa yaitu tahap enaktif, ikonik, dan simbolik. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas III dengan fokus penelitian pada materi bangun datar. Hasil penelitian tersebut menyimpulkan bahwa adanya pengaruh penggunaan pembelajaran kooperatif dengan bantuan laboratorium mini melalui pendekatan teori Bruner terhadap hasil belajar siswa dengan tingkat kemampuan awal yang berbeda. Kemampuan awal yang berbeda adalah siswa yang memiliki tingkat kemampuan awal yang tinggi dan siswa yang memiliki kemampuan awal yang rendah. Kedua kelompok tersebut sama-sama mengalami peningkatan hasil belajar setelah dilakukan tindakan. Jadi, penggunaan pembelajaran kooperatif dengan bantuan laboratorium mini melalui pendekatan teori Bruner lebih efektif untuk meningkatkan hasil belajar daripada model pembelajaran konvensional. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan tes sebelum dilakukan tindakan dan setelah proses pembelajaran selesai. Hasil penelitian Anggraini semakin mendukung bahwa penggunaan teori belajar Bruner lebih efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar. Hal ini sejalan dengan penelitian yang akan dilakukan peneliti, yaitu mengukur peningkatan kemampuan kognitif sampai pada tahap memhami. Cara mengukur peningkatan kemampuan kognitif tersebut diukur dari hasil belajar siswa melalui tes yang harus dikerjakan siswa setelah diadakan tindakan. Cara tersebut sama dengan cara pengumpulan data yang dilakukan oleh penelitian sebelumnya. Kesamaan lain adalah penelitian dilakukan pada mata pelajaran matematika dan kelas yang sama yaitu kelas III. Perbedaannya hanya terletak pada materi

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 pelajaran yang digunakan. Penelitian sebelumnya dilakukan pada materi bangun datar sedangkan penelitian ini akan dilakukan pada materi pecahan. Penelitian yang ketiga adalah penelitian yang dilakukan oleh Sugiarto, Junaedi, dan Waluya (2012) berjudul “Pembelajaran Geometri Berbasis Enaktif, Ikonik, Simbolik untuk Menumbuhkan Kemampuan Berpikir Kreatif Peserta Didik Sekolah Dasar”. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan perangkat pembelajaran berbasis EIS (enaktif, ikonik, simbolik) dari teori Bruner pada materi luas bangun datar sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan perangkat pembelajaran yang dilakukan berhasil karena telah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif serta menumbuhkan kemampuan berpikir kreatif matematis. Yang digarisbawahi oleh peneliti dari penelitian sebelumnya adalah adanya komponen yang digunakan untuk mengukur kriteria keefektifan perangkat pembelajaran yaitu hasil belajar peserta didik (kemampuan berpikir kreatif), keaktifan peserta didik, dan respon peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kriteria keefektifan perolehan hasil telah melampaui kriteria keberhasilan. Hasil di atas, peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa perangkat pembelajaran berbasis EIS dapat meningkatkan keaktifan peserta didik. Hal ini ditunjukkan dari hasil uji komponen keaktifan peserta didik dinyatakan telah melampaui kriteria keberhasilan. Hasil tersebut menjadi salah satu penelitian yang mendukung penelitian yang dilakukan karena menunjukkan adanya peningkatan keaktifan siswa. Pada penelitian yang dilakukan, peneliti juga membuat perangkat pembelajaran berupa RPP, LKS, dan materi ajar sesuai dengan tahapan belajar menurut Bruner (EIS). Perangkat pembelajaran berbasis EIS yang dibuat peneliti diharapkan dapat meningkatkan keaktifan siswa seperti pada penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh Sugiarto, Junaedi, dan Waluya (2012). C. Kerangka Berpikir Kerangka berpikir pada bagian ini menggambarkan pemikiran peneliti dalam mengkaitkan latar belakang dengan teori-teori dan hasil penelitian yang relevan.

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 Penelitian ini membahas peningkatan keaktifan siswa dan kemampuan kognitif pada materi pecahan menggunakan teori belajar Bruner di kelas III SD Kanisius Notoyudan Yogyakarta. Peneliti mengadakan penelitian tindakan kelas karena di SD tersebut terjadi permasalahan yang harus segera ditemukan solusinya. Masalah mengenai masih belum maksimalnya tingkat kemampuan kognitif siswa pada materi pecahan terutama pada kompetensi dasar membandingkan pecahan sederhana. Masalah tersebut menjadi masalah yang sudah cukup lama terjadi dengan bukti dari hasil ulangan siswa selama tiga tahun berturut-turut yang menyatakan bahwa hampir separuh siswa tidak lulus KKM. Peneliti memperoleh data lain dari hasil wawancara dengan guru kelas III yang mengatakan bahwa siswa kelas III kebanyakan masih kesulitan untuk mempelajari materi pecahan, terutama dalam hal membandingkan pecahan. Guru mengatakan bahwa masih banyak siswa yang sering bingung dan terkecoh ketika diminta membandingkan membandingkan pecahan bahwa pecahan pecahan. Misalnya ketika siswa diminta dengan . Kebanyakan siswa cenderung menjawab lebih dari pecahan karena mereka sering melihat angka pada penyebut pecahan mana yang besar itulah pecahan yang lebih besar. Hasil wawancara tersebut dapat disimpulkan bahwa hal tersebut menjadi salah satu penyebab kurang maksimalnya kemampuan siswa dalam memahami nilai pecahan. Memahami pada dimensi proses kognitif taksonomi Bloom yang sudah direvisi termasuk dalam tingkatan kedua. Peneliti mengharapkan adanya peningkatan kemampuan kognitif siswa sampai pada tingkatan kedua dalam taksonomi Bloom yaitu memahami dalam penelitian ini. Selain adanya masalah pada kemampuan kognitif, keaktifan siswa kelas III juga kurang maksimal ketika mengikuti pembelajaran matematika. Pernyataan tersebut didukung dari hasil pengamatan keaktifan dan penyebaran kuesioner keaktifan yang dilakukan peneliti. Hasil pengamatan dan kuesioner menunjukkan bahwa persentase rata-rata keaktifan siswa kelas III hanya 18,18% dan termasuk dalam kategori sangat rendah.

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 Melihat adanya permasalahan yang telah dijelaskan di atas mengenai rendahnya kemampuan kognitif dan keaktifan siswa, peneliti menawarkan solusinya dengan menggunakan teori belajar Bruner untuk mengatasi permasalahan tersebut. Teori belajar Bruner dipilih karena dalam teori tersebut memuat tiga tahapan perkembangan kognitif yaitu tahap enaktif, ikonik, dan simbolik. Pada tahap enaktif, seseorang dapat memahami sesuatu dengan menggunakan respon motorik. Tahap ikonik yaitu seseorang dapat memahami sesuatu melalui visual objek. Tahap simbolik yaitu seseorang sudah mampu belajar melalui simbol-simbol. Tiga tahapan yang diungkapkan Bruner tersebut diharapakan mampu meningkatkan kemampuan kognitif dan keaktifan siswa. Teori ini lebih mementingkan proses daripada hasil, dimana siswa diminta terlibat secara aktif dalam pembelajaran agar dapat memahami materi yang diajarakan secara optimal. Penelitian yang relevan sebelumnya juga telah menunjukkan hasil bahwa penerapan teori belajar Bruner dapat meningkatkan pemahaman siswa pada konsep volume bangun ruang (Sukayasa,2012). Penelitian lain yang berkesimpulan bahwa penerapan teori belajar Bruner lebih efektif untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada materi bangun datar (Anggraini,2007). Penelitian yang dilakukan oleh Sugiarto, Junaedi, dan Waluya (2012) menunjukkan bahwa adanya data peningkatan keaktifan siswa dalam penggunaan perangkat pembelajaran berbasis EIS (enaktif, ikonik, simbolik) dari Bruner. Hasil penelitian-penelitian tersebut mendukung bahwa teori belajar Bruner dapat digunakan pada mata pelajaran matematika serta mampu meningkatkan pemahaman konsep yang hampir sama dengan kemampuan kognitif tingkat memahami dalam taksonomi Bloom yang telah direvisi. Sedangkan peningkatan keaktifan siswa dari hasil data dalam penelitian yang relevan sebelumnya memiliki kesamaan dengan keaktifan siswa yang ingin ditingkatkan pada penelitian yang dilakukan peneliti. Hasil penelitian yang dilakukan ini diharapakan mampu memberikan wawasan baru bahwa teori belajar Bruner dapat

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 digunakan untuk meningkatkan keaktifan siswa dan kemampuan kognitif pada pembelajaran matematika materi membandingkan pecahan. D. Hipotesis Tindakan Hipotesis penelitan ini mengacu pada masalah yang telah dirumuskan. Hipotesis tersebut sebagai berikut. 1. Penggunaan teori belajar Bruner dapat meningkatkan keaktifan siswa dan kemampuan kognitif dalam membandingkan pecahan sederhana pada siswa kelas III semester 2 SD Kanisius Notoyudan Yogyakarta. 2. Penggunaan teori belajar Bruner dapat meningkatkan keaktifan siswa dan kemampuan kognitif dalam membandingkan pecahan sederhana pada siswa kelas III semester 2 SD Kanisius Notoyudan Yogyakarta melalui tiga tahapan belajar yaitu tahap enaktif, ikonik, dan simbolik selama proses pembelajaran.

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Bab III dibahas mengenai metode yang digunakan dalam penelitian ini. Uraian mengenai metode penelitian yang digunakan terdiri dari delapan bagian yaitu jenis penelitian, setting penelitian, rencana tindakan, instrumen penelitian, teknik pengumpulan data, validitas dan reliabilitas, analisis data, dan kriteria keberhasilan. A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Afandi (2011:11) menjelaskan bahwa penelitian tindakan kelas adalah kajian ilmiah dan bermetode oleh guru ataupun peneliti dengan menggunakan tindakan di dalam kelas guna meningkatkan proses dan hasil pembelajaran. Model penelitian tindakan kelas yang digunakan pada penelitian ini mengacu pada model spiral dari Kemmis dan Taggart (Wiriaatmadja, 2012:66). Model tersebut dapat dilihat pada gambar 3.1 di bawah ini. REFLECT PLAN Siklus I OBSERVE ACT REFLECT REVISIED PLAN Siklus II OBSERVE ACT Gambar 3.1 PTK Model Spiral dari Kemmis dan Taggart 34

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 Berdasarkan gambar model spiral dari Kemmis dan Taggart di atas dapat dijelaskan bahwa ada empat tahap dalam penelitian ini yaitu tahap perencanaan (plan), tahap tindakan (act), tahap pengamatan (observe), dan refleksi (reflect). Arikunto (2010:17) menjelaskan keempat tahapan metode PTK secara rinci, sebagai berikut. 1. Tahap pertama adalah perencanaan. Perencanaan adalah langkah yang dilakukan oleh peneliti atau guru ketika akan memulai tindakan dengan membuat rencana tindakannya. Rencana tindakan yang dibuat hendaknya selengkap mungkin agar dapat dipahami oleh siswa maupun guru dengan mudah. 2. Tahap kedua adalah tindakan atau pelaksanaan. Tindakan atau pelaksanaan adalah implementasi dari perencanaan yang sebelumnya telah dibuat. Pada tahap ini yang harus diperhatikan antara lain kesesuaian antara pelaksanaan dengan perencanaan, proses pelaksanaan, dan hasil keseluruhan tindakan. 3. Tahap ketiga yaitu pengamatan. Pengamatan adalah proses mengamati atau mencermati jalannya pelaksanaan tindakan. Dalam hal ini, antara pelaksanaan dan pengamatan sebenarnya bukan merupakan urutan karena pada kenyataannya keduanya terjadi pada waktu yang bersamaan. Maksudnya, kedua kegiatan ini dilakukan dalam waktu yang bersamaan karena ketika tindakan atau pelaksanaan dilaksanakan maka pengamatan juga harus dilaksanakan. 4. Tahap yang terakhir adalah refleksi. Refleksi adalah tahapan dimana peneliti atau guru melakukan kegiatan untuk mengingat kembali kegiatan yang sudah dilakukan. Refleksi dilakukan untuk menentukan tindak lanjut yang akan dilakukan oleh peneliti setelah siklus I berakhir. Tindak lanjut tersebut dapat berupa perbaikan atau mengulangi kesuksesan pada siklus I. Arikunto, Suhardjono, dan Supardi (2006:21) mengungkapkan jika pada siklus I masih terjadi hambatan dan belum mencapai keberhasilan maka perlu diadakan perbaikan pada siklus berikutnya. Namun, jika siklus I sudah mencapai keberhasilan maka siklus selanjutnya dapat digunakan untuk mengulangi kesuksesan sebagai penguatan hasil yang telah diperoleh pada siklus sebelumnya.

(53) 36 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI B. Setting Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Kanisius Notoyudan yang beralamat di Jalan Letjend Suprapto No 95 Pringgodani, Gedong Tengen, Yogyakarta. 2. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III di SD Kanisius Notoyudan Yogyakarta tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 22 siswa, terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. 3. Objek Penelitian Objek dalam penelitian ini adalah keaktifan siswa dan kemampuan kognitif pada mata pelajaran matematika khususnya pada materi pecahan sederhana. Kemampuan kognitif yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kemampuan mengetahui dan memahami. Keaktifan siswa meliputi membaca materi pelajaran, mendengarkan pendapat teman, menulis hasil kerja kelompok, berlatih keterampilan menggunakan media pembelajaran, dan mengemukakan pendapat. 4. Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan selama delapan bulan, dimulai dari bulan Desember 2013 sampai Juli 2014. Kegiatan penelitian dimulai dari observasi kondisi awal, penyusunan proposal, pengujian instrumen, permohonan ijin penelitian, pelaksanaan penelitian, pengolahan data, penyusunan laporan sampai pada revisi laporan penelitian. C. Rencana Tindakan Arikunto (2010:17) berpendapat bahwa dalam melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pelaksanaan siklus dilakukan minimal dua siklus. Siklus artinya putaran kegiatan yang terdiri dari empat langkah dimulai dari perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi (Kusumah dan Dwitagama, 2010:21). Pelaksanaan jumlah siklus sesungguhnya tergantung pada permasalahan yang akan diselesaikan. Sejalan dengan pendapat Arikunto di atas, maka dalam penelitian ini peneliti merencanakan dua siklus yaitu siklus I dan siklus II dimana setiap siklus terdiri

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 dari tiga pertemuan. Siklus I menggunakan ketiga tahapan teori belajar Bruner namun lebih banyak ditekankan pada tahap enaktif dari teori tersebut, sedangkan dalam siklus II masih tetap menggunakan ketiga tahapan teori belajar Bruner namun bedanya pada siklus ini yang lebih ditekankan adalah pada tahap ikonik dan tahap simbolik. Siklus I pertemuan pertama, siswa diajak untuk mengenal kembali pecahan dengan menggunakan media konkret berupa kue lalu dilanjutkan dengan menggunakan media keping pecahan. Media keping pecahan digunakan untuk mengenal kembali pecahan, membilang pecahan, dan menuliskan lambang bilangan pecahan. Siklus I pertemuan kedua masih tetap menggunakan media keping pecahan, namun pada pertemuan kedua ini siswa sudah mulai diajak untuk membedakan nilai suatu pecahan. Pada pertemuan ketiga digunakan untuk penguatan materi lalu dilanjutkan dengan tes atau ulangan untuk mengetahui kemampuan siswa setelah belajar materi pecahan dengan menggunakan tahapan pada teori Bruner menggunakan bantuan media keping pecahan. Siklus II pertemuan pertama, siswa diajak untuk mengelompokkan, membedakan, dan membandingkan pecahan yang penyebutnya sama dengan menggunakan media keping pecahan. Siswa diminta untuk menggambar nilai dari dua pecahan yang dibandingkan dengan menuliskan lambang bilangan pecahan serta menuliskan tanda pembanding. Pertemuan kedua siswa diajak untuk membandingkan nilai pecahan yang penyebutnya berbeda dan memilih pecahan yang memiliki nilai yang sama. Pertemuan kedua ini masih tetap menggunakan media yang sama, namun membandingkan pecahan dengan penyebut yang berbeda. Siswa diminta membandingkan dengan menunjukkan gambar, nilai pecahan dan tanda pembandingnya. Pertemuan ketiga dalam siklus II ini digunakan untuk penguatan materi terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan tes atau ulangan. Penelitian ini dilakukan di kelas bawah, sehingga pembelajaran harus dibuat tematik. Peneliti sebelumnya melakukan konsultasi dengan guru kelas berkaitan alokasi waktu yang akan digunakan dalam pembuatan RPP. Guru kelas memberikan arahan untuk membuat RPP dengan alokasi waktu 5 JP (1 hari)

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 namun pada pelaksanaannya peneliti hanya diberi waktu 3JP (3 x 35 menit) dikarenakan ada kepentingan khusus dari guru yang bersangkutan. Tahap perencanaan, alokasi waktu yang dibuat dalam RPP pada pertemuan 1 dan 2 sebanyak 5 JP (1 hari) sedangkan pada pertemuan 3 sebanyak 2 JP (2 x 35 menit). Namun pada kenyataannya pelaksanaan penelitian hanya dilakukan dalam waktu 3 JP (3 x 35 menit) untuk pertemuan 1 dan 2, sedangkan pada pertemuan 3 tetap dilaksanakan 2 JP. 1. Persiapan Peneliti melakukan tahapan persiapan sebelum membuat rencana tindakan pada tiap siklusnya. Persiapan yang dilakukan peneliti antara lain. a. Meminta surat ijin dari kampus untuk melakukan pengamatan di SD Kanisius Notoyudan. b. Meminta ijin kepada pihak sekolah untuk melakukan pengamatan. Permintaan ijin ditujukan kepada Kepala Sekolah dan guru kelas guna memperlancar proses pengamatan awal. c. Melakukan pengamatan awal di kelas III SD Kanisius Notoyudan untuk memperoleh gambaran mengenai kegiatan pembelajaran dan karakteristik siswa. d. Mengidentifikasi permasalahan dengan melalui pengamatan terstruktur, penyebaran kusioner, dan wawancara untuk memperoleh data yang akurat. e. Menyusun proposal penelitian. f. Permohonan ijin penelitian ke SD Kanisius Notoyudan kepada Kepala Sekolah dan guru kelas yang bersangkutan. g. Menyusun perangkat pembelajaran berupa silabus, RPP, LKS, materi, soal evaluasi, lembar pengamatan, soal tes beserta pedoman penskoran. h. Membuat media pembelajaran berupa media keping pecahan yang terbuat dari alfaboard.

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 2. Rencana Tindakan Tiap Siklus a. Siklus I Pembelajaran pada siklus I menggunakan tiga tahapan teori belajar Bruner yaitu tahap enaktif, tahap ikonik, dan tahap simbolik. Namun, pada siklus ini akan lebih ditekankan pada tahap pertama yaitu tahap enaktif. 1) Perencanaan a) Siklus I pertemuan pertama (5 JP) Kegiatan pembelajaran : (1) Guru dan siswa melakukan tanya jawab tentang pengalaman merayakan ulang tahun. (2) Siswa diajak menyanyikan lagu yang berjudul “selamat ulang tahun”. (3) Siswa diajak untuk mengenal kembali pecahan dengan cara guru menunjukkan kue lalu membaginya menjadi beberapa bagian untuk menunjukkan pecahan secara nyata kepada siswa. (enaktif) (4) Siswa dikenalkan media keping pecahan serta cara menggunakannya. (5) Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dengan jumlah anggota kelompok 4 sampai 5 siswa. (6) Siswa dalam kelompok diminta untuk menunjukkan nilai pecahan dengan menggunakan media keping pecahan. (enaktif) (7) Siswa diminta menggambar nilai suatu pecahan. (ikonik) (8) Siswa menuliskan lambang bilangan pecahan dengan menggunakan media keping pecahan. (simbolik) (9) Siswa bersama guru mendiskusikan hasil kerja kelompok yang telah dilakukan. (10) Observer melakukan pengamatan selama kegiatan pembelajaran berlangsung sambil mengisi lembar pengamatan keaktifan dan mencatat kejadian – kejadian yang muncul.

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 b) Siklus I pertemuan kedua (5 JP) (1) Siswa diajak mengingat kegiatan sarapan bersama keluarga dengan mengingat cara ibu membagi menu sarapan untuk masing-masing anggota keluarga. (2) Beberapa siswa diminta maju ke depan kelas untuk memotong tempe menjadi beberapa bagian yang sama. (enaktif) (3) Siswa kembali bekerja dalam kelompok yang sama. (4) Siswa diminta membandingkan nilai pecahan dengan menggunakan media keping pecahan. (enaktif) (5) Siswa menggambar nilai suatu pecahan lalu membandingkan nilai pecahan dari gambar yang telah mereka gambar. (ikonik) (6) Siswa menuliskan hasil kerja mereka dalam membandingkan nilai pecahan dari gambar tersebut dengan menggunakan lambang bilangan. (simbolik) (7) Siswa menyampaikan hasil kerja kelompoknya. (8) Siswa dan guru bersama-sama membahas hasil kerja kelompok yang telah dilakukan. (9) Observer melakukan pengamatan selama kegiatan pembelajaran berlangsung sambil mengisi lembar pengamatan dan mencatat kejadian-kejadian yang muncul. c) Siklus I pertemuan ketiga (2 JP) (1) Siswa diberi penguatan tentang materi yang sebelumnya telah dipelajari. (2) Siswa diminta mengerjakan soal tes siklus I. (3) Siswa diminta mengisi kuesioner keaktifan. Rincian mengenai Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) siklus I dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 3, sedangkan LKS (Lembar Kerja Siswa) siklus I dapat dilihat secara rinci pada lampiran 5. 2) Pelaksanaan Pelaksanaan penelitian dilaksanakan sesuai dengan rincian kegiatan yang telah digambarkan dalam perencanaan kegiatan pembelajaran pada siklus I.

(58) 41 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3) Pengamatan Pengamatan pada penelitian ini dilakukan oleh pengamat yang berjumlah satu orang. Pengamatan dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung. Pengamat diberi lembar pengamatan untuk mengamati jalannya pembelajaran, mengamati keaktifan siswa serta memberikan catatan mengenai kejadian-kejadian yang terjadi selama proses pembelajaran serta mendokumentasikan proses pembelajaran dalam bentuk foto. Lembar pengamatan keaktifan dapat dilihat secara rinci dalam lampiran 11. 4) Refleksi Tahap terakhir dari model spiral yang dipakai dalam penelitian ini adalah tahap refleksi. Tahap refleksi yang dilakukan peneliti pada siklus I antara lain. a) Mengidentifikasi kesulitan, hambatan, serta kejadian - kejadian khusus yang muncul pada siklus I bersama pengamat. b) Menganalisis peningkatan keaktifan siswa dan kemampuan kognitif pada siklus I dibandingkan dengan kondisi awal. c) Menarik kesimpulan tentang peningkatan kemampuan kognitif dan keaktifan siswa. d) Merancang atau memodifikasi siklus berikutnya. Jika pelaksanaan siklus I telah selesai namun ternyata belum mencapai target yang ditentukan pada siklus tersebut, maka siklus akan terus dilanjutkan pada siklus II. Akan tetapi jika pada siklus I telah mencapai target yang ditentukan, maka siklus II digunakan untuk mengulangi kesuksesan yang telah dicapai pada siklus I sebagai penguatan hasil pencapaian keberhasilan. b. Siklus II Pembelajaran yang dilakukan pada siklus II masih tetap menggunakan ketiga tahapan teori belajar Bruner namun bedanya pada siklus ini yang lebih ditekankan adalah pada tahap ikonik dan tahap simbolik. Selain itu, terdapat perbedaan anggota kelompok dari siklus sebelumnya. Hal ini bertujuan agar siswa dapat

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 lebih bersosialisasi dengan teman lain terutama dengan teman yang pada siklus sebelumnya bukan merupakan anggota kelompoknya. 1) Perencanaan a) Siklus II pertemuan pertama (5 JP) (1) Siswa diajak mengingat kembali cara membagi sesuatu, misalkan cara membagi kertas menjadi beberapa bagian yang sama. (2) Siswa diajak untuk menyanyikan lagu yang berjudul “potong-potong kertas”. (3) Siswa diajak untuk membahas isi lagu yang telah dinyanyikan yaitu mengenai perbandingan suatu nilai pecahan beserta macam-macam tanda pembandingnya. (4) Beberapa siswa diminta maju ke depan kelas untuk memotong kertas seperti pada isi lagu yang telah dinyanyikan. (enaktif) (5) Siswa diminta menggambarkan kertas yang telah dipotong. (ikonik) (6) Siswa dibagi oleh guru menjadi beberapa kelompok dengan jumlah anggota 4 sampai 5 siswa. Anggota kelompok pada siklus ini berbeda dengan anggota kelompok pada siklus sebelumnya. (7) Siswa diberi penjelasan oleh guru mengenai gambaran kegiatan yang akan dilakukan. (8) Siswa dalam kelompok diminta untuk memilih dua pecahan yang penyebutnya sama lalu diminta untuk membandingkan nilai dari dua pecahan tersebut dengan menggunakan media keping pecahan. (enaktif) (9) Siswa diminta menggambarkan nilai dari dua pecahan yang penyebutnya sama. (ikonik) (10) Siswa diminta membandingkan gambar pecahan yang penyebutnya sama. (ikonik) (11) Siswa diminta menuliskan lambang bilangan pecahan yang telah digambar. (simbolik) (12) Siswa diminta menuliskan tanda pembanding untuk membandingkan kedua pecahan tersebut. (simbolik) (13) Siswa menyampaikan hasil kerja kelompoknya.

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 (14) Siswa dan guru bersama-sama membahas hasil kerja kelompok yang telah dilakukan. (15) Observer melakukan pengamatan selama kegiatan pembelajaran berlangsung sambil mengisi lembar pengamatan dan mencatat kejadian – kejadian yang muncul. b) Siklus II pertemuan kedua (5 JP) (1) Siswa diajak untuk mendemonstrasikan memotong kue menjadi beberapa bagian yang menunjukkan pecahan , , dan . (enaktif) (2) Siswa diminta membandingkan potongan roti yang didapatkan. (enaktif) (3) Siswa diminta menggambarkan potongan roti yang didapatkan lalu membandingkannya. (ikonik) (4) Siswa kembali bekerja dalam kelompok yang sama seperti pada pertemuan sebelumnya. (5) Siswa diminta menggambarkan nilai dari dua pecahan yang penyebutnya berbeda. (ikonik) (6) Siswa diminta membandingkan gambar pecahan yang penyebutnya berbeda. (ikonik) (7) Siswa diminta menuliskan lambang bilangan pecahan yang telah digambar. (simbolik) (8) Siswa diminta menuliskan tanda pembanding untuk membandingkan kedua pecahan tersebut. (simbolik) (9) Siswa menyampaikan hasil kerja kelompoknya. (10) Siswa dan guru bersama-sama membahas hasil kerja kelompok yang telah dilakukan. (11) Observer melakukan pengamatan selama kegiatan pembelajaran berlangsung sambil mengisi lembar pengamatan dan mencatat kejadian – kejadian yang muncul.

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 c) Siklus II pertemuan ketiga (2 JP) (1) Siswa diberi penguatan tentang materi yang sebelumnya telah dipelajari. (2) Siswa diminta mengerjakan soal tes siklus II. (3) Siswa diminta mengisi kuesioner keaktifan. Rincian mengenai Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) siklus II dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 4, sedangkan LKS (Lembar Kerja Siswa) siklus II dapat dilihat secara rinci pada lampiran 6. 2) Pelaksanaan Pelaksanaan penelitian dilaksanakan sesuai dengan rincian kegiatan yang telah digambarkan pada perencanaan kegiatan pembelajaran pada siklus II. 3) Pengamatan Pengamatan pada siklus II dalam penelitian ini dilakukan oleh pengamat yang berjumlah satu orang. Pengamatan dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung. Pengamat diberi lembar pengamatan untuk mengamati jalannya pembelajaran, mengamati keaktifan siswa serta memberikan catatan mengenai kejadian-kejadian yang terjadi selama proses pembelajaran serta mendokumentasikan proses pembelajaran dalam bentuk foto. Lembar pengamatan keaktifan yang digunakan dapat dilihat secara rinci pada lampiran 11. 4) Refleksi Tahap akhir dari model spiral yang dipakai dalam penelitian ini adalah tahap refleksi. Tahap refleksi yang dilakukan peneliti pada siklus II antara lain : a) Mengidentifikasi kesulitan, hambatan, serta kejadian - kejadian khusus yang muncul pada siklus II. b) Menganalisis peningkatan keaktifan siswa dan kemampuan kognitif pada siklus II lalu membandingkannya dengan siklus I. c) Menarik kesimpulan tentang peningkatan keaktifan siswa dan kemampuan kognitif.

(62) 45 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Jika pelaksanaan siklus II telah selesai namun ternyata masih belum mencapai target yang ditentukan pada siklus tersebut, maka siklus akan terus dilanjutkan pada selanjutnya. Akan tetapi jika pada siklus II telah mencapai target yang ditentukan, maka siklus selanjutnya masih dapat dilanjutkan kembali sebagai penguatan hasil pencapaian keberhasilan atau menghentikan siklus. D. Instrumen Penelitian Penelitian ini terdapat dua variabel yang akan diteliti yaitu keaktifan siswa dan kemampuan kognitif. Data mengenai kemampuan kognitif diperoleh dengan cara melakukan tes yang dilaksanakan pada setiap akhir siklus I dan siklus II. Data mengenai keaktifan diperoleh secara non tes melalui pengamatan dan kuesioner. Pengamatan dilakukan oleh satu pengamat yang dilaksanakan selama proses pembelajaran pada pertemuan 1 dan pertemuan 2 disetiap siklusnya. Sedangkan kuesioner diisi oleh siswa setiap akhir siklus. Berikut ini adalah rincian instrumen penelitian yang dapat dilihat dalam Tabel 3.1 di bawah ini. Tabel 3.1 Instrumen Penelitian No Variabel 1. Keaktifan Siswa 2. Kemampuan kognitif Indikator Data Pengumpulan Instrumen 1. Membaca materi pelajaran 2. Mendengarkan pendapat teman 3. Menulis hasil kerja kelompok 4. Berlatih keterampilan menggunakan media pembelajaran 5. Mengemukakan pendapat 1. Rata-rata nilai ulangan 2. Persentase jumlah siswa yang mencapai KKM Skor ratarata hasil pengamatan dan kuesioner Pengamatan dan kuesioner Lembar pengamatan keaktifan dan kuesioner keaktifan Nilai kognitif Tes Soal tes berupa pilihan ganda dan isian singkat

(63) 46 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 3.1 di atas, dapat disimpulkan bahwa peneliti menggunakan dua instrumen yaitu tes dan non tes. Instrumen tes digunakan untuk mengukur kemampuan kognitif sedangkan non tes digunakan untuk mengukur keaktifan. 1. Tes Peneliti menggunakan tes dengan tipe tes objektif dan tes semi objektif untuk mengukur variabel kemampuan kognitif. Tes objektif yang digunakan berbentuk pilihan ganda, sedangkan tes semi objektif berbentuk isian singkat (melengkapi). Peneliti menggunakan dua bentuk tes berupa pilihan ganda dan isian singkat (melengkapi) karena dilihat dari kelebihan dan kelemahan dari kedua bentuk tes tersebut. Tes berbentuk pilihan ganda mempunyai kelebihan salah satunya adalah memiliki objektivitas yang tinggi namun kelemahannya adalah kurang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kemampuan kognitif yang tinggi (Azwar,2012:75). Berdasarkan kelemahan bentuk pilihan ganda tersebut, maka peneliti juga mennggunakan bentuk tes lain yaitu berupa isian singkat (melengkapi) dengan tujuan agar semakin menguatkan pengukuran kemampuan kognitif terutama pada tahap mengingat dan memahami. Hal ini dikuatkan oleh pendapat Masidjo (1995:53) yang mengatakan bahwa bentuk tes isian singkat (melengkapi) lebih cocok untuk mengukur kemampuan mengingat bahkan pada kemampuan yang lebih tinggi seperti memahami dan mengaplikasi. Peneliti mengembangkan sendiri tes dalam bentuk soal yang mengacu pada kisi-kisi. Peneliti membuat 10 soal pilihan ganda dan 5 soal isian singkat (melengkapi) untuk mengukur kemampuan kognitif siswa pada setiap siklusnya. Soal tersebut sebelumnya telah dikonsultasikan kepada ahli (expert judgment) yaitu dosen pembimbing dan telah diuji validitas serta reliabilitasnya. Beberapa soal yang tidak valid kemudian dikonsultasikan kembali pada dosen pembimbing lalu direvisi oleh peneliti sehingga soal tersebut menjadi layak untuk digunakan. Kisi-kisi soal evaluasi setiap siklus dapat dilihat pada Tabel 3.2 dan Tabel 3.3 di bawah ini.

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 Tabel 3.2 Kisi-kisi Soal Evaluasi Siklus I Standar Kompetensi 3. Memahami pecahan sederhana dan penggunaannya dalam pemecahan masalah Kompetensi Dasar 3.2 Membandingkan pecahan sederhana Siklus I Indikator 1. Menyebutkan definisi pecahan 2. Membilang pecahan sederhana 3. Menyebutkan lambang bilangan pecahan sederhana 4. Menjelaskan contoh pecahan sederhana 5. Menunjukkan nilai suatu pecahan 6. Membedakan nilai dari gambar suatu pecahan 7. Menunjukkan pecahan dengan gambar Nomor Soal Pilihan ganda Isian Singkat 1 1 2 2, 3 3 4, 5 4 6, 7 8, 9 10 5 Tabel 3.3 Kisi-kisi Soal Evaluasi Siklus II Standar Kompetensi 3. Memahami pecahan sederhana dan penggunaannya dalam pemecahan masalah Kompetensi Dasar 3.2 Membandingkan pecahan sederhana Siklus Indikator II 1. Mengelompokkan pecahan yang penyebutnya sama 2. Membedakan nilai pecahan yang penyebutnya sama 3. Membandingkan nilai dua pecahan yang penyebutnya sama 4. Membedakan nilai pecahan yang penyebutnya berbeda 5. Membandingkan nilai dua pecahan yang penyebutnya berbeda 6. Memilih pecahan yang memiliki nilai yang sama Nomor Soal Pilihan ganda Isian Singkat 1,2 1 3,4 2 5,6 3 7 8, 9 4 10 5

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 Selain membuat kisi-kisi soal, peneliti juga membuat pedoman penskoran untuk soal evaluasi. Pedoman penskoran dirinci pada Tabel 3.4 dan Tabel 3.5 di bawah ini. Tabel 3.4 Pedoman Penskoran Pilihan Ganda Kriteria Jawaban Skor Benar 1 Salah 0 Tabel 3.5 Pedoman Penskoran Isian Singkat Kriteria Jawaban Skor Kedua jawaban benar 2 Satu jawaban benar 1 Kedua jawaban salah 0 Tabel 3.4 di atas dapat dijelaskan bahwa penskoran soal tes berbentuk pilihan ganda adalah skor 1 dan skor 0. Pemberian skor tersebut berdasarkan pendapat Azwar (2012:113) yang mengatakan bahwa pada tes tipe objektif atau pilihan ganda bagi jawaban benar diberi skor sebanyak satu angka. Berdasarkan pendapat tersebut, dalam penelitian ini pemberian skor dilakukan dengan cara memberi skor 1 pada jawaban benar dan skor 0 untuk jawaban salah. Pedoman penskoran tes berbentuk isian singkat masih tetap menggunakan pedoman berdasarkan pendapat Azwar. Namun, peneliti memodifikasi pemberian skor dengan menggunakan rentang skor dari 0 sampai 2. Pedoman tersebut digunakan untuk mempermudah penghitungan skor pada setiap soal. Pada soal isian ini peneliti membuat dua isian jawaban pada setiap nomernya, sehingga dalam setiap soal terdapat dua jawaban yang harus diisi oleh siswa. Jika siswa menjawab soal dengan kedua jawaban benar maka mendapatkan skor 2, jika hanya satu jawaban saja yang benar maka mendapatkan skor 1, dan jika kedua jawaban salah maka mendapatkan skor 0. Rincian mengenai soal-soal evaluasi siklus I dan II dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 7 dan 8.

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 2. Non tes Instrumen nontes yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengukur variabel keaktifan siswa. Keaktifan siswa diukur menggunakan instrumen non tes berupa kuesioner dan pengamatan. Peneliti menggunakan dua instrumen untuk mengukur keaktifan dengan tujuan agar data yang diperoleh lebih akurat. Sebelumnya peneliti juga melakukan validasi kepada ahli (expert judgment) yaitu kepada dua dosen ahli dibidangnya. a. Kuesioner Kuesioner dalam penelitian ini nantinya akan diisi oleh siswa sebanyak tiga kali yaitu sebelum tindakan atau sebelum siklus I, akhir siklus I dan akhir siklus II. Dalam kuesioner terdapat 20 item pernyataan yang harus dijawab oleh siswa. 20 item pernyataan tersebut terbagi menjadi 10 pernyataan positif dan 10 pernyataan negatif. Siswa menjawab item pernyataan dengan memberikan tanda centang atau check list (√) pada kolom jawaban dengan empat pilihan jawaban yaitu SS (Sangat Setuju), S (Setuju), TS (Tidak Setuju), dan STS (Sangat Tidak Setuju). Kisi-kisi kuesioner keaktifan dibuat berdasarkan acuan dari contoh indikator keaktifan yang diungkapkan oleh Dimyati dan Mudjiono (2010:45) dan dapat dilihat pada Tabel 3.6 berikut ini. Tabel 3.6 Kisi-kisi Kuesioner Keaktifan Indikator Membaca materi pelajaran Mendengarkan pendapat teman Menulis hasil kerja kelompok Berlatih keterampilan menggunakan media pembelajaran Mengemukakan pendapat Jumlah Nomer Pernyataan Positif 1, 12 2, 10 7, 17 Nomer Pernyataan Negatif 9, 20 13, 19 3, 11 6, 16 4, 14 4 5, 15 10 8, 18 10 4 20 Jumlah 4 4 4 Tabel 3.6 di atas, terdapat kisi-kisi kuesioner sebagai pengembangan instrumen yang dibuat oleh peneliti untuk mengukur keaktifan siswa dalam proses

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 pembelajaran. Pedoman penskoran kuesioner mengacu pada skala Likert dengan 5 skala yaitu SS (Sangat Setuju), S (Setuju), R (Ragu-ragu), TS (Tidak Setuju), dan STS (Sangat Tidak Setuju). Pada penelitian ini, peneliti melakukan sedikit modifikasi pada skala Likert dengan menghapus satu skala yaitu R (Ragu-ragu) sehingga dari 5 skala diubah menjadi 4 skala saja. Hal ini dilakukan atas dasar pertimbangan responden yang akan mengisi kuesioner adalah siswa kelas III yang termasuk siswa kelas bawah. Saran dari ahli (expert jugdment) jika memakai 5 skala kemungkinan akan terlalu membingungkan siswa kelas bawah dan kemungkinan mereka akan cenderung memilih skala yang berada ditengah yaitu R (ragu-ragu). Oleh karena itu, peneliti melakukan modifikasi skala Liket menjadi 4 skala saja. Pedoman skala Likert yang digunakan dalam penelitian dapat dilihat pada Tabel 3.7 berikut. Tabel 3.7 Pengukuran Skala Likert Keterangan SS S TS STS (Sangat Setuju) (Setuju) (Tidak Setuju) (Sangat Tidak Setuju) Skor Item Positif 4 3 2 1 Item Negatif 1 2 3 4 Tabel 3.7 di atas dijelaskan bahwa terdapat empat alternatif pilihan jawaban yaitu SS (Sangat Setuju), S (Setuju), TS (Tidak Setuju), dan STS (Sangat Tidak Setuju). Pada kolom item positif, jika siswa memilih jawaban SS (Sangat Setuju) maka memperoleh skor 4, jika siswa memilih jawaban Setuju (S) maka memperoleh skor 3, jika siswa memilih jawaban Tidak Setuju (TS) maka memperoleh skor 2, dan yang terakhir jika siswa memilih jawaban Sangat Tidak Setuju (STS) maka memperoleh skor 1. Sedangkan pada kolom item negatif, jika siswa memilih jawaban SS (Sangat Setuju) maka memperoleh skor 1, jika siswa memilih jawaban Setuju (S) maka memperoleh skor 2, jika siswa memilih jawaban Tidak Setuju (TS) maka memperoleh skor 3, dan yang terakhir jika siswa memilih jawaban Sangat Tidak Setuju (STS) maka memperoleh skor 4. Lembar

(68) 51 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kuesioner keaktifan yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 10. b. Pengamatan Pengamatan dalam penelitian ini dilakukan oleh guru atau pengamat. Pengamatan akan dilakukan sebanyak lima kali. Pengamatan pertama dilakukan sebelum tindakan atau sebelum siklus I, pengamatan kedua dan ketiga dilakukan pada siklus I di pertemuan pertama dan kedua, dan pengamatan keempat serta kelima pada siklus II di pertemuan pertama dan kedua. Pada lembar pengamatan yang dibuat oleh peneliti terdapat 5 indikator keaktifan yang diamati. Indikator tersebut tentunya sama dengan indikator keaktifan pada kuesioner yang didasarka pada pendapat Dimyati dan Mudjiono (2010:45). Tabel 3.8 menjelaskan kisi-kisi lembar pengamatan yang akan digunakan dalam penelitian sebagai berikut. Tabel 3.8 Kisi-kisi Lembar Pengamatan Indikator Pernyataan Membaca materi pelajaran Kegiatan membaca materi pembelajaran untuk menyelesaikan tugas. Mau mendengarkan teman yang sedang mengemukakan pendapat. Menuliskan hasil kerja ketika bekerja dalam kelompok. Mendengarkan pendapat teman Menulis hasil kerja kelompok Berlatih keterampilan menggunakan media pembelajaran Mengemukakan pendapat Nomer 1 2 3 Keterampilan dalam menggunakan media pembelajaran untuk menyelesaikan tugas. 4 Terlibat langsung untuk berpendapat dalam menyelesaikan tugas. 5 Pengamatan dilakukan dengan mengamati seluruh siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Pengamat diminta memberikan tanda centang atau check list (√) pada kolom nama diswa yang telah disediakan. Tanda centang diberikan apabila siswa terlihat melakukan kegiatan sesuai dengan indikator keaktifan yang akan diamati. Pedoman penskoran pengamatan keaktifan dapat dilihat pada Tabel 3.9 di bawah ini.

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 Tabel 3.9 Pedoman Penskoran Pengamatan Pernyataan Tanda Skor Nampak √ 1 Tidak nampak − 0 Pengamatan ini dilakukan oleh pengamat kepada seluruh siswa dengan memberikan tanda centang (√) pada siswa yang nampak melakukan kegiatan dan memberikan tanda (−) pada siswa yang tidak nampak melakukan kegiatan. Skor yang didapatkan untuk siswa yang nampak melakukan kegiatan atau diberi tanda (√) adalah 1. Siswa yang tidak nampak melakukan kegiatan atau diberi tanda (−) maka mendapatkan skor 0. Lembar pengamatan atau observasi kektifan siswa dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 11. E. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam suatu penelitian memiliki tujuan utama yaitu untuk mendapatan data. Pengumpulan data dapat dilakukan dengan berbagai cara. Ada tiga macam teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini yaitu tes (evaluasi), kuesioner, dan pengamatan. Kuesioner dan pengamatan digunakan untuk memperoleh data variabel keaktifan siswa dan tes (evaluasi) digunakan untuk memperoleh data variabel kemampuan kognitif. 1. Tes Tes adalah alat yang digunakan untuk mengukur kemampuan dan hasil belajar individu maupun kelompok. Tes biasanya berupa serangkaian pertanyaan yang harus dijawab dalam situasi yang sudah distandarisasikan (Masidjo,1995:39). Tes yang digunakan dalam penelitian ini digunakan untuk mengukur kemampuan kognitif siswa. Tes berbentuk soal pilihan ganda dan isian singkat dengan jumlah soal masing-masing 10 pilihan ganda dan 5 isian singkat untuk evaluasi disetiap akhir siklus. Tes dilakukan disetiap akhir siklus I dan siklus II pada pertemuan ketiga.

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 2. Kuesioner Sugiyono (2008:142) kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang berisi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis untuk dijawab oleh responden. Dalam penelitian ini kuesioner digunakan untuk mengukur keaktifan siswa selama proses pembelajaran. Peneliti mengembangkan sendiri kuesioner dengan mengacu pada indikator-indikator keaktifan lalu dibuat dalam sebuah kisi-kisi kuesioner. Berdasarkan kisi-kisi tersebut, peneliti kemudian membuat pernyataan berjumlah 20 item pernyataan mengenai keaktifan untuk dijawab oleh siswa. Siswa memilih jawaban sesuai dengan kolom jawaban yang telah disediakan dengan memberikan tanda centang atau check list (√). 3. Pengamatan Penelitian ini menggunakan jenis pengamatan terstruktur. Pengamatan terstruktur atau observasi terstruktur adalah pengamatan yang telah dirancang secara sistematis mengenai berbagai hal yang akan diamati seperti apa yang akan diamati, kapan, dan di mana tempatnya (Sugiyono, 2008:146). Jadi, pengamatan tersebut dilakukan apabila peneliti telah mengetahui dengan pasti variabel yang akan diukur. Dalam penelitian ini, variabel yang diukur adalah keaktifan siswa. Pengamatan dilakukan oleh orang lain yaitu pengamat yang diminta oleh peneliti untuk mengamati selama proses pembelajaran berlangsung. Pengamat tersebut adalah rekan peneliti. Sebelum melakukan pengamatan, peneliti melakukan diskusi terlebih dahulu dengan pengamat untuk membahas dan memberikan penjelasan mengenai cara penggunaan lembar pengamatan. Hal ini bertujuan agar pengamat dapat lebih memahami penggunaan lembar pengamatan yang dibuat oleh peneliti agar mendapatkan data sesuai dengan harapan peneliti. 4. Wawancara Peneliti juga menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara. Jenis wawancara yang digunakan adalah wawancara tidak terstruktur. Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara bebas tanpa menggunakan pedoman wawancara secara sistematis dan lengkap (Sugiyono, 2008:140). Biasanya peneliti hanya menggunakan pedoman wawancara secara garis besarnya saja. Sugiyono

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 (2008:141) juga mengungkapkan bahwa wawancara tidak terstruktur biasanya sering digunakan dalam penelitian pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti. Sesuai dengan pendapat Sugiyono, peneliti juga melakukan wawancara tidak terstruktur untuk mengetahui permasalahan sebagai studi pendahuluan. Peneliti memilih jenis wawancara tidak tertruktur karena dalam wawancara tersebut hanya dibuat pedoman wawancara secara garis besar saja. Hal tersebut sangat cocok untuk mencari tahu mengenai permasalahan yang ada karena sebelumnya peneliti tidak mengetahui informasi apa yang akan diperoleh. Dalam studi pendahuluan, peneliti melakukan wawancara kepada guru kelas dan siswa untuk mengetahui permasalahan yang harus segera diselesaikan. F. Validitas dan Reliabilitas 1. Validitas Instrumen Penelitian Sugiyono (2010:348) berpendapat bahwa suatu instrumen dikatakan valid apabila instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Pendapat tersebut semakin didukung dengan pernyataan Surapranata (2009:50) yang mendefinisikan bahwa validitas adalah konsep yang berkaitan dengan sejauh mana suatu tes dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Penelitian ini menggunakan tiga macam validitas yaitu validitas konstrak, validitas isi, dan validitas empiris. Validitas konstrak dan validitas isi digunakan oleh peneliti untuk memvalidasi instrumen penelitian berupa lembar pengamatan, lembar kuesioner, dan perangkat pembelajaran. Validasi dilakukan dengan cara menguji instrumen kepada ahli (expert judgment). Soal evaluasi divalidasi dengan menggunakan validitas konstrak, validitas isi, dan validitas empiris. Sugiyono (2010:352) mengemukakan bahwa validitas konstrak dapat diuji dengan cara menyusun instrumen sesuai dengan aspek yang akan diukur berdasarkan teori kemudian dikonsultasikan kepada ahli (expert judgment) sedangkan validitas isi dilakukan dengan cara mengkaji isi instrumen tersebut. Pengujian validitas konstrak dan isi dapat dibantu dengan cara peneliti membuat

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 kisi-kisi instrumen. Validitas empiris diuji dengan cara membandingkan kriteria instrumen dengan fakta-fakta empiris di lapangan. Jika terdapat persamaan antara kriteria instrumen dengan fakta di lapangan, maka instrumen tersebut dapat dinyatakan mempunyai validitas empiris yang tinggi. Instrumen yang divalidasi menggunakan validitas empiris adalah soal tes. Soal tes yang telah dibuat kemudian diujikan di lapangan oleh peneliti. Hasil uji lapangan dihitung menggunakan statistika korelasi Point Biserial dan Product Moment dengan bantuan SPSS 20. Soal tes yang dibuat oleh peneliti berbentuk pilihan ganda dan isian singkat. Azwar (2012:50) mengatakan bahwa korelasi Point Biserial digunakan untuk menghitung data bukan interval atau dikotomi yaitu hanya memiliki dua macam angka saja biasanya 1 dan 0. Soal berbentuk pilihan ganda termasuk dalam variabel dikotomi sehingga divalidasi dengan menggunakan Point Biserial. Sugiyono (2010:228) mengatakan bahwa korelasi Product Moment digunakan untuk menghitung data berbentuk interval, sehingga soal berbentuk isian singkat divalidasi dengan menggunakan Product Moment. a. Validitas Instrumen Perangkat Pembelajaran Validasi perangkat pembelajaran dilakukan dengan cara diujikan kepada ahli (expert judgment). Peneliti melakukan expert judgment kepada dua orang ahli yaitu dosen dan guru kelas. Skor hasil expert judgment perangkat pembelajaran kemudian akan dihitung rata-ratanya. Perolehan skor rata-rata kemudian dibandingkan dengan tabel kriteria tingkat kualitas produk. Acuan kriteria tersebut berdasarkan pendapat Setiani (2011:171) pada Tabel 3.10 berikut. Tabel 3.10 Kriteria Tingkat Kualitas Produk Interval Skor Rata-rata 3,25 – 4,00 2,50 − 3,25 1,65 – 2,50 0,00 − 1,75 Kriteria Sangat baik Baik Kurang baik Tidak baik

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 Tabel 3.10 di atas terdapat empat kriteria tingkat kualitas produk yaitu sangat baik, baik, kurang baik dan tidak baik. Untuk mengetahui kriteria kualitas produk perangkat pembelajaran yang dibuat, maka peneliti melakukan penghitungan skor rata-rata perangkat pembelajaran dari hasil expert judgment. Hasil validasi perangkat pembelajaran berupa silabus, RPP, LKS, materi ajar, dan soal dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 11. Berikut ini adalah rekap nilai hasil validasi instrumen perangkat pembelajaran yang disajikan secara lengkap dalam Tabel 3.11 sebagai berikut. Tabel 3.11 Hasil Penghitungan Validasi Perangkat Pembelajaran No 1. Perangkat Pembelajaran Silabus Skor rata-rata silabus 2. RPP Skor rata-rata RPP 3. LKS Skor rata-rata LKS 4. Materi Ajar Skor rata-rata materi 5. Soal Skor rata-rata soal Ahli Dosen Guru kelas Dosen Guru kelas Dosen Guru kelas Dosen Guru kelas Dosen Guru Kelas Hasil Penilaian Rata-rata 4 3,6 7,6 : 2 = 3,8 3,9 3,45 7,35 : 2 = 3,67 3,87 3,5 7,37 : 2 = 3,68 3,87 3,5 7,37 : 2 = 3,68 3,9 3,5 7,4 : 2 = 3,7 Kriteria Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Rekap skor rata-rata hasil expert judgment perangkat pembelajaran dapat disimpulkan bahwa semua perangkat pembelajaran yang digunakan dalam penelitian termasuk dalam kriteria sangat baik. Hal ini terlihat dari skor rata-rata perangkat pembelajaran silabus adalah 3,8 dengan kriteria sangat baik. Skor ratarata perangkat pembelajaran RPP adalah 3,67 dengan kriteria sangat baik. Ratarata perangkat pembelajaran LKS adalah 3,68 dengan kriteria sangat baik. Ratarata perangkat pembelajaran materi ajar adalah 3,68 dengan kriteria sangat baik. Skor rata-rata perangkat pembelajaran soal adalah 3,7 dengan kriteria sangat baik. Namun ada beberapa masukan dari ahli diantaranya untuk merevisi pedoman

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 skoring pada RPP, untuk LKS ada beberapa tampilan yang sebaiknya diperbaiki, dan untuk soal ada kunci jawaban yang salah. Berdasarkan masukan tersebut peneliti telah melakukan revisi dan meneliti ulang perangkat pembelajaran yang akan digunakan. Oleh karena itu, perangkat pembelajaran tersebut layak untuk digunakan dalam penelitian karena telah direvisi dan termasuk dalam kriteria produk sangat baik. Hasil validasi perangkat pembelajaran dalam penelitian ini dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 9. b. Validitas Instrumen Kuesioner dan Pengamatan Variabel keaktifan siswa diukur menggunakan instrumen berupa kuesioner dan pengamatan. Validasi instrumen kuesioner dan lembar pengamatan dilakukan dengan cara expert judgment kepada dua dosen ahli dibidangnya. Kriteria dan hasil validasi instrumen kuesioner dapat dirinci sebagai berikut. Tabel 3.12 Kriteria Validasi Instrumen Kuesioner Interval Skor Rata-rata Kriteria 3,25 – 4,00 Sangat baik 2,50 − 3,25 Baik 1,65 – 2,50 Kurang baik 0,00 − 1,75 Tidak baik Sumber : Setiani (2011:171) Tabel 3.13 Hasil Validasi Instrumen Kuesioner dan Lembar Pengamatan No 1. Instrumen Kuesioner Skor rata-rata kuesioner 2. Pengamatan Ahli Dosen I Dosen II Dosen I Dosen II Skor rata-rata lembar pengamatan Hasil Penilaian Rata-rata 3,4 3,9 7,3 : 2 = 3,65 3,2 4 7,2 : 2 = 3,6 Kriteria Sangat baik Sangat baik Hasil rekap skor instrumen kuesioner dan lembar pengamatan pada Tabel 3.14 di atas menunjukkan bahwa kedua instrumen-instrumen tersebut tergolong dalam kriteria sangat baik. Skor rata-rata instrumen kuesioner adalah 3,65 dan

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 skor rata-rata instrumen pengamatan adalah 3,6. Hasil expert judgment dari ahli memberikan masukan mengenai beberapa pernyataan dalan kuesioner yang belum tepat dalam pemilihan kata. Berdasarkan masukan tersebut peneliti melakukan revisi pada beberapa pernyataan yang dimaksud. Kedua skor rata-rata instrumen termasuk dalam kriteria sangat baik dan telah melalui tahap revisi sehingga instrumen-instrumen tersebut dinyatakan layak untuk digunakan dalam penelitian. Hasil penilaian lembar kuesioner dan pengamatan dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 12. c. Validitas Instrumen Soal Evaluasi Validasi instrumen soal evaluasi dilakukan dengan menggunakan validitas empiris. Peneliti melakukan uji coba soal-soal evaluasi tersebut di SD yang sama dengan SD yang akan digunakan dalam penelitian yaitu SD Kanisius Notoyudan Yogyakarta. Uji coba soal dilakukan pada kelas yang memiliki grade satu tingkat lebih tinggi dari kelas yang akan digunakan dalam penelitian. Penelitian ini menggunakan kelas III sebagai subjek penelitian, sehingga uji coba dilakukan pada kelas yang memiliki grade atau tingkatan di atasnya yaitu kelas IV. Hal tersebut dilakukan berdasarkan pertimbangan bahwa siswa kelas IV sebelumnya pernah mempelajari materi pecahan. Jumlah siswa kelas IV sebanyak 26 siswa namun pada saat uji coba dilaksanakan ada 3 siswa yang tidak masuk, sehingga peneliti hanya menggunakan 23 siswa saja. Pelaksanaan uji coba soal dilakukan dua kali yaitu pada tanggal 7 Januari 2014 dan 9 Januari 2014. Alasan peneliti melakukan uji coba sebanyak dua kali berdasarkan pertimbangan bahwa jumlah soal yang harus dikerjakan cukup banyak yaitu berjumlah 70 soal. Pada hari pertama, siswa diminta mengerjakan soal 40 berbentuk pilihan ganda dan hari kedua mengerjakan soal 30 berbentuk isian singkat. Jumlah keseluruhan soal yang diujicobakan oleh peneliti berjumlah 70 soal dengan rincian soal pilihan ganda berjumlah 40 soal dan soal isian singkat berjumlah 30 soal. Soal untuk siklus I dan siklus II, peneliti membutuhkan 20 soal pilihan ganda dan 10 soal isian singkat. Jika dirinci lebih dalam lagi, jumlah

(76) 59 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI masing-masing soal yang dibutuhkan untuk siklus I dan siklus II adalah 10 soal pilihan ganda dan 5 soal isian singkat. Hasil penghitungan validasi soal menunjukkan bahwa terdapat beberapa soal yang valid dan tidak valid. Peneliti melakukan expert judgment kembali kepada dosen ahli dibidang matematika untuk soal yang tidak valid. Expert judgment dilakukan untuk mengkonsultasikan beberapa soal yang tidak valid, kemudian peneliti melakukan revisi atau perbaikan pada soal-soal tersebut. Rincian hasil validitas soal evaluasi yang digunakan dalam siklus I dan siklus II dihitung menggunakan Poin Biserial untuk soal pilihan ganda dan Product Moment untuk soal isian singkat. Hasil penghitungan dapat dilihat pada Tabel 3.14 dan Tabel 3.15 sebagai berikut. Tabel 3.14 Validitas Soal Evaluasi Siklus I No Item Nilai Korelasi (r hitung) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 0,208 -0,052 a 0,179 a 0,211 0,752 0,539 0,544 0,377 -0,021 0,584 0,465 0,504 0,629 0,441 0,674 0,575 b b 1. 2. 0,603 0,578 Nilai r tabel (n=23, a=5%) Kesimpulan Pilihan Ganda 0,413 Tidak Valid 0,413 Tidak Valid 0,413 Tidak Valid 0,413 Tidak Valid => Revisi 0,413 Tidak Valid 0,413 Tidak Valid 0,413 Valid 0,413 Valid 0,413 Valid 0,413 Tidak Valid => Revisi 0,413 Tidak Valid 0,413 Valid 0,413 Valid 0,413 Valid 0,413 Valid 0,413 Valid 0,413 Valid 0,413 Valid 0,413 Tidak Valid 0,413 Tidak Valid Isian Singkat 0,413 Valid 0,413 Valid No Item Soal Siklus I 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1

(77) 60 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Item Nilai Korelasi (r hitung) Nilai r tabel (n=23, a=5%) Kesimpulan 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 0,042 0,546 b 0,466 0,812 0,820 0,754 0,520 0,383 0,062 0,820 -0,138 0,220 0,413 0,413 0,413 0,413 0,413 0,413 0,413 0,413 0,413 0,413 0,413 0,413 0,413 Tidak Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid No Item Soal Siklus I 2 3 4 5 Tabel 3.15 Validitas Soal Evaluasi Siklus II No Soal Nilai Korelasi (r hitung) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 0,361 0,566 0,642 0,126 0,140 b 0,399 0,377 0,182 0,140 0,507 0,466 0,557 0,588 0,310 0,034 0,454 0,541 0,402 0,629 Nilai r tabel (n=23, a=5%) Kesimpulan Pilihan Ganda 0,413 Tidak Valid 0,413 Valid 0,413 Valid 0,413 Tidak Valid 0,413 Tidak Valid => Revisi 0,413 Tidak Valid 0,413 Valid 0,413 Tidak Valid => Revisi 0,413 Tidak Valid 0,413 Tidak Valid 0,413 Valid 0,413 Valid 0,413 Valid 0,413 Valid 0,413 Tidak Valid 0,413 Tidak Valid 0,413 Valid 0,413 Valid 0,413 Valid 0,413 Valid No Item Soal Siklus I 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

(78) 61 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Soal 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. Nilai Korelasi (r hitung) 0,600 0,566 0,471 0,622 0,444 0,401 0,588 0,525 0,485 0,672 0,223 0,231 0,400 0,526 0,442 Nilai r tabel (n=23, a=5%) Isian Singkat 0,413 0,413 0,413 0,413 0,413 0,413 0,413 0,413 0,413 0,413 0,413 0,413 0,413 0,413 0,413 Kesimpulan Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid No Item Soal Siklus I 1 2 3 4 5 Hasil penghitungan validitas menggunakan Poin Biserial dan Product Moment pada Tabel 3.14 dan Tabel 3.15 di atas dengan r tabel untuk 23 siswa pada taraf signifikansi 5% yaitu 0,413 (Sugiyono, 2010:373). Berdasarkan analisis soal tersebut diperoleh hasil sebagai berikut. Hasil analisis soal siklus I pada Tabel 3.14 diperoleh hasil bahwa dari 20 soal pilihan ganda yang diujikan terdapat 10 soal yang valid yaitu nomor 7, 8, 9, 12, 13, 14, 15, 16, 17, dan 18. Namun dari 10 soal yang valid tersebut ada beberapa indikator soal yang belum terwakili untuk mengukur kemampuan kognitif sehingga peneliti melakukan revisi pada nomer 4 dan nomer 10 untuk keperluan skripsi. Revisi tersebut dilakukan dengan cara mengkonsultasikan ulang kepada ahli matematika (expert judgment). Hasil analisis soal isian singkat diperoleh hasil bahwa dari 15 soal yang diujikan terdapat 9 soal yang valid yaitu nomor 1, 2, 4, 6, 7, 8, 9, 10, dan 13. Untuk keperluan skripsi, peneliti hanya mengambil 5 soal yang valid karena dari 5 soal tersebut telah mewakili indikator yang dibutuhkan untuk mengukur kemampuan kognitif. Hasil analisis soal siklus II pada Tabel 3.15 diperoleh hasil bahwa dari 20 soal pilihan ganda yang diujikan terdapat 11 soal yang valid yaitu nomor 2, 3, 7,

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 11, 12, 13, 14, 17, 18, 19, dan 20. Namun dari 11 soal yang valid tersebut ada beberapa indikator soal yang belum terwakili untuk mengukur kemampuan kognitif sehingga peneliti melakukan revisi pada nomer 5 dan nomer 8 untuk keperluan skripsi. Revisi tersebut dilakukan dengan cara mengkonsultasikan ulang kepada ahli matematika (expert judgment). Hasil analisis soal isian singkat diperoleh hasil bahwa dari 15 soal yang diujikan terdapat 11 soal yang valid yaitu nomor 1, 2, 3, 4, 5, 7, 8, 9, 10, 14, dan 15. Untuk keperluan skripsi, peneliti hanya mengambil 5 soal yang valid karena dari 5 soal tersebut telah mewakili indikator yang dibutuhkan untuk mengukur kemampuan kognitif. Hasil penghitungan validitas soal evaluasi siklus I dan siklus II dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 13 dan lampiran 14. 2. Reliabilitas Instrumen Penelitian Sugiyono (2008:124) berpendapat bahwa suatu tes dikatakan reliabel jika tes tersebut digunakan untuk mengukur berkali-kali maka menghasilkan data yang sama atau konsisten. Hal ini berarti bahwa reliabilitas suatu tes berkaitan dengan kemampuan suatu tes menunjukkan konsistensi hasil pengukurannya. Pengujian reliabilitas instrumen soal dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan reliabilitas Alpha Cronbach. Sukardi (2008:50) mengungkapkan bahwa pengujian reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach dapat digunakan pada item soal tes pilihan ganda atau dalam bentuk esai. Soal tes pada penelitian ini berbentuk pilihan ganda dan isian singkat sehingga peneliti menggunakan Alpha Cronbach untuk menghitung reliabilitasnya. Pengujian reliabilitas dilakukan peneliti dengan menggunakan SPSS 20. Hasil penghitungan kemudian dibandingkan dengan kriteria reliabilitas instrumen. Masidjo (1995:209) menjelaskan kriteria reliabilitas suatu instrumen dapat dilihat dalam Tabel 3.16 berikut. Tabel 3.16 Kriteria Klasifikasi Reliabilitas Instrumen Koefisien Korelasi 0,91 – 1,00 0,71 – 0,90 0,41 – 0,70 0,21 – 0,40 Negatif – 0,20 Kualifikasi Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 Hasil penghitungan koefisien reliabilitas soal evaluasi diketahui bahwa uji reliabilitas soal siklus I bentuk pilihan ganda sebesar 0,795 sehingga termasuk dalam kualifikasi tinggi. Reliabilitas soal siklus I bentuk isian singkat sebesar 0,834 sehingga termasuk dalam kualifikasi tinggi. Hasil uji reliabilitas untuk soal siklus II bentuk pilihan ganda koefisien reliabilitas soal sebesar 0,802 sehingga termasuk dalam kualifikasi tinggi. Reliabilitas soal siklus I bentuk isian singkat sebesar 0,780 sehingga termasuk dalam kualifikasi tinggi. Hasil penghitungan reliabilitas soal evaluasi dapat disimpulkan bahwa soalsoal tersebut termasuk dalam kualifikasi tinggi. Soal dengan reliabilitas tinggi dinyatakan konsisten sehingga layak digunakan dalam penelitian. Hasil penghitungan reliabilitas soal evaluasi setiap siklus dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 15 dan lampiran 16. G. Analisis Data Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data deskriptif kualitatif dan kuantitatif. 1. Analisis Data Keaktifan Siswa Analisis data keaktifan siswa diperoleh dari data hasil kuesioner dan pengamatan. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan pengamatan dilakukan untuk mengetahui kondisi awal, siklus I, dan siklus II. Kuesioner keaktifan siswa diukur berdasarkan lima indikator keaktifan yang dijabarkan dalam 20 item pernyataan yang harus dijawab siswa. Pengamatan dilakukan juga berdasarkan lima indikator keaktifan yang dipakai dalam kuesioner. Pengamat memberikan tanda centang atau check list (√) jika siswa tampak melakukan kegiatan seperti pada indikator keaktifan yang telah ditetapkan. Untuk mengetahui keaktifan siswa, maka peneliti menghitung dengan mengambil persentase rata-rata dari hasil kuesioner dan pengamatan. Langkah-langkah penghitungan sebagai berikut. a. Melakukan Penskoran Penskoran dilakukan berdasarkan pedoman penskoran masing-masing instrumen yaitu kuesioner dan pengamatan.

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 b. Menghitung rata-rata skor siswa dengan rumus : c. Menghitung persentase keaktifan siswa dengan rumus : Pedoman rata-rata keaktifan siswa berdasarkan PAP II menurut Masidjo (1995:157) yang tersaji pada Tabel 3.17 di bawah ini. Tabel 3.17 Pedoman Rata-rata Keaktifan Siswa Rentang Persentase Skor 81% - 100% 66% - 80% 56% - 65% 46% - 55% Dibawah 46% Interval Skor 81 – 100 66 - 80 56 – 65 46 – 55 Dibawah 46 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Data yang telah diperoleh melalui penghitungan rata-rata kuesioner dan pengamatan kemudian dibandingkan oleh peneliti. Kriteria keberhasilan dikatakan berhasil apabila hasil penghitungan yang diperoleh telah melebihi kriteria yang telah ditentukan oleh peneliti. Siswa dikatakan aktif jika siswa tersebut minimal berada pada kriteria sedang ke atas. Jadi dapat disimpulkan bahwa siswa yang aktif adalah siswa yang termasuk dalam kategori keaktifan sedang, keaktifan tinggi, dan keaktifan sangat tinggi. Peneliti membandingkan data dari kondisi awal, siklus I, dan siklus II untuk mengetahui apakah terjadi peningkatan keaktifan siswa setelah diberi tindakan dengan menggunakan teori belajar Bruner. 2. Analisis Data Kemampuan Kognitif Data yang dibutuhkan untuk mengetahui kemampun kognitif siswa diperoleh dari penghitungan rata-rata nilai kelas dan persentase siswa yang mencapai KKM. KKM untuk mata pelajaran matematika kelas III di SD Kanisius Notoyudan

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 adalah 74. Data yang telah dikumpulkan kemudian dihitung dengan cara membandingkan data sebelum diberi tindakan dan sesudah diberi tindakan. Data kemampuan kognitif siswa diperoleh dengan cara memberikan tes kepada siswa setiap akhir siklus. Tes yang digunakan berbentuk pilihan ganda dan isian singkat. Jumlah soal yang dikerjakan siswa setiap akhir siklus yaitu 10 pilihan ganda dan 5 isian singkat. Untuk memperoleh data tersebut, peneliti melakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut. a. Melakukan penskoran. Penskoran dilakukan untuk kedua bentuk tes yang telah dikerjakan oleh siswa berupa pilihan ganda dan isian singkat. Penskoran mengacu pada pedoman penskoran untuk masing-masing bentuk tes berikut ini. 1) Pilihan ganda : skor 1 untuk jawaban benar dan skor 0 untuk jawaban salah. 2) Isian singkat : skor 2 jika kedua jawaban benar, skor 1 jika satu jawaban benar, dan skor 0 jika kedua jawaban salah. b. Menghitung jumlah skor setiap siswa dengan rumus : Penghitungan skor pilihan ganda dan isian singkat digabung. c. Menghitung rata-rata nilai kelas dengan rumus : d. Menghitung persentase siswa yang mencapai KKM dengan rumus : Data-data yang sudah diperoleh melalui penghitungan kemudian dibandingkan oleh peneliti. Peneliti membandingkan data dari kondisi awal, siklus I, dan siklus II untuk mengetahui apakah terjadi peningkatan kemampuan kognitif siswa setelah diberi tindakan dengan menggunakan teori belajar Bruner.

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 H. Kriteria Keberhasilan 1. Kriteria Keberhasilan Keaktifan Siswa Analisis data keaktifan diperoleh berdasarkan penghitungan rata-rata skor kuesioner dan pengamatan. Keaktifan siswa dapat dikatakan meningkat apabila memenuhi kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Kriteria keberhasilan keaktifan siswa yang telah dibuat oleh peneliti tercantum pada Tabel 3.18 berikut. Tabel 3.18 Kriteria Keberhasilan Keaktifan Siswa Variabel Indikator Persentase jumlah siswa yang termasuk dalam kriteria minimal keaktifan sedang Keaktifan Siswa Kondisi Awal Target Akhir Siklus 18,18% 80% 2. Kriteria Keberhasilan Kemampuan Kognitif Analisis kemampuan kognitif dapat dikatakan meningkat apabila memenuhi kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Kriteria keberhasilan kemampuan kognitif yang telah dibuat peneliti dapat dilihat pada Tabel 3.19 berikut ini. Tabel 3.19 Kriteria Keberhasilan Kemampuan Kognitif Variabel Kemampuan Kognitif Indikator Rata-rata nilai ulangan Persentase jumlah siswa yang mencapai KKM Kondisi Awal 66,73 Target Akhir Siklus 80 53,84% 75%

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab IV akan dipaparkan secara rinci mengenai hasil penelitian yang telah dilaksanakan. Bab IV terdiri dari dua bagian yang terdiri dari hasil penelitian dan pembahasan. A. Hasil Penelitian 1. Pelaksanaan Siklus I a. Perencanaan Tahap perencanaan, peneliti mempersiapkan segala sesuatu yang akan digunakan. Perencanaan yang dilakukan peneliti sebelum melaksanakan siklus I antara lain mempersiapkan perangkat pembelajaran, media pembelajaran, dan perangkat pengamatan. Perangkat pembelajaran yang disiapkan antara lain silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), LKS, materi ajar, soal evaluasi, dan kunci jawaban. RPP yang dibuat oleh peneliti adalah RPP dengan menggunakan pendekatan PPR (Paradigma Pedagogi Reflektif) dan RPP tematik. Peneliti menggunakan pendekatan PPR karena sekolah yang digunakan dalam penelitian adalah sekolah yang berada di bawah Yayasan Kanisius. Peneliti juga menggunakan RPP tematik karena kelas yang digunakan dalam penelitian adalah kelas rendah yaitu kelas III. Peneliti juga mempersiapkan media pembelajaran yang akan digunakan. Media pembelajaran yang disiapkan untuk siklus I yaitu media yang digunakan pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua diantaranya media keping pecahan, kue, pisau, gambar makanan, roti tawar, dan piring. Selain mempersiapkan perangkat pembelajaran dan media pembelajaran, peneliti juga mempersiapkan perangkat pengamatan. Perangkat pengamatan berupa lembar pengamatan atau obervasi dan kuesioner. Lembar pengamatan dan kuesioner sebelumnya telah dibuat oleh peneliti dan telah diuji dengan cara expert judgment. 67

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 Pengamatan dalam penelitian ini dilakukan oleh seorang pengamat yaitu rekan peneliti. Pengamat tersebut sebelumnya telah diberi penjelasan tentang penggunaan lembar pengamatan. Hal ini bertujuan agar pengamat dapat menggunakan lembar pengamatan yang dibuat peneliti dengan baik sehingga memperoleh data yang sesuai. Kuesioner akan langsung disebarkan dengan cara meminta siswa untuk mengisi lembar kuesioner secara langsung pada akhir siklus I. Selain itu, peneliti juga menyiapkan kamera yang akan digunakan untuk mengambil gambar guna selama kegiatan pembelajaran berlangsung. b. Pelaksanaan Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas III. Jumlah keseluruhan siswa dalam satu kelas adalah 22 siswa yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Penelitian ini dilaksanakan sendiri oleh peneliti yaitu peneliti bertindak langsung sebagai guru, sedangkan pengamatan proses pembelajaran dilakukan oleh rekan peneliti. Siklus I ini dilaksanakan dalam 3 kali pertemuan. Alokasi waktu pada RPP pertemuan pertama dan kedua sebanyak 5x35 menit, sedangkan pada pertemuan ketiga sebanyak 2x35 menit. Namun pada saat pelaksanaan, peneliti hanya diberi alokasi waktu sebanyak 3x35 menit untuk pertemuan pertama dan pertemuan kedua, sedangkan untuk pertemuan ketiga sebanyak 2x35 menit. Hal ini dilakukan atas saran dari guru kelas III yang bersangkutan berkaitan dengan adanya kepentingan dari guru kelas tersebut. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan pendekatan PPR dan tematik. Namun pada penelitian ini, peneliti hanya akan menguraikan secara rinci mengenai proses pembelajaran pada mata pelajaran matematika saja. Hal ini dikarenakan fokus penelitian ini adalah pada materi pecahan dengan menggunakan teori belajar Bruner. Selain itu, dalam penelitian ini peneliti hanya fokus untuk memberikan penilaian dalam indikator competence kognitif mengingat fokus penelitian terdapat pada kemampuan kognitif siswa yang diukur dengan menggunakan instrumen berupa tes. Penjelasan mengenai pelaksanaan pembelajaran siklus I secara rinci pada tiap pertemuan sebagai berikut.

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 1) Pertemuan Pertama Pembelajaran siklus I pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 5 Februari 2014. Pembelajaran ini terlaksana selama 3 JP (3x35 menit) dimulai pada pukul 09.20 WIB sampai pukul 11.05 WIB. Pertemuan pertama ini, peneliti sedikit mengulang kembali tentang pengenalan pecahan pada siswa. Hal ini dikarenakan pembelajaran yang dilakukan sangat berbeda dari pembelajaran sebelumnya yaitu dengan menggunakan tahapan teori Bruner. Proses pembelajaran dilakukan peneliti dengan menggunakan media tambahan berupa media keping pecahan pada tahap enaktif. Proses pembelajaran dimulai dengan salam dan doa terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan absensi. Semua siswa masuk sehingga jumlah siswa seluruhnya adalah 22 siswa. Sebelum memasuki kegiatan awal, guru bersama siswa terlebih dahulu membuat semacam perjanjian atau kesepekatan kelas. Kesepakatan kelas pada hari ini diantaranya harus saling menghargai dan harus mengangkat tangan jika ingin menjawab pertanyaan. Setelah membuat kesepakatan kelas selesai, guru memulai kegiatan awal dengan apersepsi melalui beberapa pertanyaan yang diajukan. Guru bertanya kepada siswa tentang “siapa yang pernah merayakan ulang tahun?” lalu guru bertanya kembali “siapa yang tahu bagaimana cara memotong kue ulang tahun?”. Guru kemudian melanjutkan dengan kegiatan orientasi yaitu dengan menyampaikan tujuan pembelajaran dengan memberikan penjelasan urutan pembelajaran yang akan dilakukan. Siswa kemudian diajak bernyanyi lagu selamat ulang tahun agar siswa lebih termotivasi untuk mengikuti pembelajaran. Sebelum memasuki kegiatan inti, guru bertanya lebih dalam lagi kepada siswa mengenai “bagaimana cara membagi kue agar mendapatkan bagian yang sama besar?”. Kegiatan inti pembelajaran, guru menunjukkan cara membagi kue kepada siswa untuk memberikan contoh secara nyata mengenai pecahan dalam kehidupan sehari-hari (Teori belajar Bruner tahap enaktif). Beberapa siswa diminta maju untuk memegang lalu menunjukkan bagian kue yang telah dibagi oleh guru. Ketika itu guru membagi satu kue menjadi dua bagian yang sama,

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 kemudian siswa diminta menjelaskan berapa bagian kue yang dipegang oleh dua orang siswa tersebut (Teori belajar Bruner tahap enaktif). Siswa dibagi menjadi lima kelompok dengan cara berhitung dari nomor satu, dua, tiga, empat, lima kemudian kembali lagi dari nomer satu, begitu seterusnya. Semua siswa yang menyebutkan nomor satu berkumpul bersama menjadi satu kelompok dengan nama kelompok satu, begitu juga dengan kelompok dua, tiga, empat, dan lima. Siswa kemudian diminta duduk secara berkelompok untuk mendengarkan penjelasan dari guru mengenai pengenalan media keping pecahan. Siswa diajak mengenal kembali mengenai pecahan dengan menggunakan media keping pecahan dan bagaimana cara penggunaannya (Teori belajar Bruner tahap enaktif). Siswa kemudian diberi tugas secara berkelompok untuk mengerjakan LKS. Bagian-bagian LKS yang harus dikerjakan oleh siswa diantaranya : (1) Siswa menunjukkan nilai pecahan dengan menggunakan media keping pecahan (Teori belajar Bruner tahap enaktif). (2) Siswa menggambar nilai suatu pecahan dengan bantuan media keping pecahan (Teori belajar Bruner tahap ikonik). (3) Siswa menuliskan lambang bilangan dari pecahan yang telah digambar penggunaannya (Teori belajar Bruner tahap simbolik). Setelah semua kelompok selesai mengerjakan, semua kelompok diminta maju ke depan kelas untuk menyampaikan hasil kerja. Kelompok lain mendengarkan dan menanggapi hasil kerja kelompok lain. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai halhal yang belum diketahui atau materi yang dirasa membingungkan. Kegiatan penutup, siswa diajak untuk membuat kesimpulan pembelajaran. Siswa kemudian diminta mempersiapkan diri untuk mengerjakan soal evaluasi sederhana pada akhir pertemuan. Setelah selesai mengerjakan, guru bersama siswa melakukan refleksi bersama. Lalu siswa diminta untuk melakukan refleksi dan aksi dengan cara menuliskan pada kertas yang telah disediakan oleh guru. Pembelajaran diakhiri dengan berdoa bersama kemudian dilanjutkan dengan salam penutup.

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 2) Pertemuan Kedua Pembelajaran siklus I pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 6 Februari 2014. Pembelajaran berlangsung selama 3 JP (3x35 menit) dimulai pada pukul 07.15 WIB sampai 09.00 WIB. Pertemuan kedua, siswa diajak untuk mengenal contoh pecahan dengan lebih dalam untuk mengetahui perbedaan nilai pecahan. Pendalaman mengenai perbedaan nilai pecahan dilakukan dengan memperbanyak penggunaan benda-benda konkret, kemudian dilanjutkan dengan menggambar pecahan. Pembelajaran pada pertemuan kedua ini masih tetap menggunakan media tambahan berupa media keping pecahan. Pembelajaran dimulai dengan salam dan doa pembuka pelajaran. Guru melakukan absensi kepada siswa untuk mengetahui jumlah siswa. Pertemuan ini, semua siswa kelas III masuk dan tidak ada yang absen. Sebelum memasuki awal pembelajaran, guru kembali membuat kesepakatan dengan siswa. Kesepakatan kelas hari ini tidak jauh berbeda dari kesepakatan pada pertemuan pertama. Kesepakatan kelas tersebut diantaranya: (1) Harus saling menghargai. Saling menghargai yang ditekankan pada pertemuan ini adalah harus saling menghargai teman dan guru. Hal ini ditunjukkan dengan cara jika guru sedang menjelaskan siswa diminta mendengarkan dan jika ada teman lain sedang berbicara atau menjawab pertanyaan, siswa lain diminta untuk mendengarkan. (2) Mengangkat tangan terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan. Guru tidak akan menunjuk siswa yang menjawab pertanyaan tanpa mengangkat tangan terlebih dahulu. Kesepakatan kelas telah dibuat, kegiatan pembelajaran dilanjutkan dengan apersepsi. Kegiatan apersepsi, guru meminta siswa untuk mengingat-ingat kegiatan sarapan pagi. Kemudian guru melanjutkan dengan mengajukan pertanyaan “apakah menu sarapanmu tadi pagi?”. Untuk lebih memfokuskan siswa pada pembelajaran, guru menunjukkan beberapa gambar tentang menu sarapan yaitu tempe, tahu, telur goreng, dan roti tawar. Guru memberikan motivasi kepada siswa dengan menunjukkan salah satu menu sarapan yaitu tempe. Agar semakin dekat dengan konteks siswa, guru meminta beberapa siswa untuk menceritakan bagaimana cara ibu mereka biasanya membagi lauk saat sarapan?

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 Memasuki kegiatan inti, guru memberikan pengalaman yang nyata kepada siswa dengan mengajak siswa melakukan demonstrasi memotong tempe. Beberapa siswa diminta maju ke depan kelas untuk mendemonstrasikan cara memotong tempe menjadi beberapa bagian. Siswa diminta memotong tempe untuk menunjukkan pecahan dan Setelah memotong tempe menjadi (Teori belajar Bruner tahap enaktif). dan , siswa tersebut diminta untuk menggambarnya di papan tulis (Teori belajar Bruner tahap ikonik). Siswa kemudian diajak berdiskusi mengenai perbedaan nilai pecahan. Siswa kemudian diminta untuk duduk secara kelompok. Kelompok pada pertemuan ini sama dengan kelompok pada pertemuan sebelumnya. Siswa duduk secara berkelompok, kemudian guru memberikan penjelasan mengenai penggunaan media bantuan berupa media keping pecahan untuk membantu siswa dalam membedakan nilai pecahan. Setelah memperoleh penjelasan dan pengarahan mengenai kegiatan yang akan dilakukan dalam kelompok, kemudian siswa dibagikan LKS. LKS dikerjakan secara berkelompok dengan menggunakan bantuan media keping pecahan. Kegitan yang terdapat dalam LKS antara lain: (1) Siswa diminta menunjukkan nilai suatu pecahan dengan bantuan media keping pecahan (Teori belajar Bruner tahap enaktif). (2) Siswa menunjukkan perbedaan nilai suatu pecahan dengan menggambarnya (Teori belajar Bruner tahap ikonik). (3) Siswa membedakan nilai suatu pecahan dengan menuliskan lambang bilangan dan nama bilangan (Teori belajar Bruner tahap simbolik). Setelah kegiatan mengerjakan dalam kelompok selesai, guru meminta semua kelompok diminta maju ke depan kelas untuk menyampaikan hasil kerja. Kelompok lain diminta mendengarkan dan menanggapi hasil kerja kelompok lain. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai hal-hal yang belum diketahui. Memasuki kegiatan penutup, siswa diajak untuk membuat kesimpulan pembelajaran. Siswa kemudian diminta mempersiapkan diri untuk mengerjakan soal evaluasi pada akhir pertemuan. Setelah selesai mengerjakan, siswa dan guru melakukan refleksi bersama. Kemudian siswa diminta untuk melakukan refleksi

(90) 73 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dan aksi dengan cara menuliskan pada kertas yang telah disediakan oleh guru. Guru memberikan tugas kepada siswa untuk mempelajari kembali materi pada pertemuan pertama dan kedua. Pembelajaran selanjutnya ditutup dengan berdoa bersama kemudian dilanjutkan dengan salam penutup. 3) Pertemuan Ketiga Pembelajaran siklus I pertemuan ketiga dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 8 Februari 2014. Pembelajaran berlangsung selama 2 JP (2x35 menit) dimulai pada pukul 09.20 WIB sampai 10.30 WIB. Pertemuan ketiga ini adalah pertemuan terakhir pada siklus I dalam penelitian. Peneliti menggunakan pertemuan ketiga untuk mengevaluasi pembelajaran yang telah dilakukan pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua. Evaluasi yang digunakan dalam pertemuan ini untuk mengetahui kemampuan kognitif siswa yaitu kemampuan mengingat dan memahami. Selain itu, siswa juga diminta untuk mengisi lembar kuesioner keaktifan yang akan digunakan sebagai data untuk mengukur keaktifan siswa. Pembelajaran dibuka dengan salam kemudian dilanjutkan dengan doa pembuka. Guru mempersiapkan siswa untuk mengerjakan evaluasi atau ulangan. Persiapan dilakukan dengan mengatur tempat duduk siswa, siswa diminta memasukkan semua buku maupun kertas yang tidak digunakan, lalu siswa diminta mempersiapkan alat tulis yang akan digunakan untuk mengerjakan seperti pensil, pena, dan penghapus. Setelah persiapan selesai, memberikan penjelasan mengenai peraturan yang harus ditaati siswa selama mengerjakan soal evaluasi atau soal ulangan. Peratuan tersebut diantaranya tidak boleh membuka soal terlebih dahulu sebelum mendapatkan perintah, siswa diminta mengerjakan soal dengan jujur tanpa harus menanyakan jawaban kepada teman lain, dan siswa tidak diperbolehkan membuat kegaduhan. Guru kemudian membagikan soal evaluasi atau soal ulangan kepada masing-masing siswa. Siswa diminta untuk memeriksa soal sebelum mengerjakan. Selanjutnya, siswa mengerjakan soal evaluasi atau ulangan secara mandiri untuk mengetahui kemampuan siswa dalam mengikuti materi yang telah dipelajari. Setelah semua siswa selesai mengerjakan, kemudian siswa

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 mengumpulkan hasil pekerjaannya kepada guru. Guru memberikan penjelasan kepada siswa untuk mengisi kuesioner dan cara mengisi lembar kuesioner keaktifan siswa. Setelah mengisi kuesioner, siswa melakukan refleksi dan aksi mereka secara pribadi dengan menjawab beberapa bantuan pertanyaan yang telah ditulis oleh guru di papan tulis. Siswa menuliskannya pada selembar kertas lalu dikumpulkan. Setelah semua siswa selesai melakukan refleksi pribadi, guru mengajak siswa untuk melakukan refleksi secara klasikal mengenai pembelajaran yang telah dilakukan. Pembelajaran kemudian ditutup dengan doa dan salam penutup. c. Pengamatan Pengamatan dilakukan pada setiap pertemuan dimulai dari pertemuan pertama sampai pertemuan ketiga. Pada pertemuan pertama dan kedua, pengamatan dilakukan oleh pengamat yaitu rekan peneliti dengan menggunakan lembar pengamatan. Lembar pengamatan tersebut adalah lembar pengamatan untuk mengamati keaktifan siswa dan lembar pengamatan guru saat mengajar untuk mengamati proses pembelajaran yang dilakukan peneliti. Namun pada pertemuan ketiga, pengamatan dilakukan sendiri oleh peneliti tanpa menggunakan lembar pengamatan karena pada pertemuan ini hanya digunakan untuk ulangan atau mengerjakan soal evaluasi. Penjelasan mengenai pengamatan siklus I, akan dijelaskan secara rinci pada tiap pertemuan sebagai berikut. 1) Pertemuan Pertama Pengamatan pada pertemuan pertama dilakukan oleh seorang pengamat yaitu rekan peneliti. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan lembar pengamatan keaktifan siswa dan lembar pengamatan guru saat mengajar. Hasil pengamatan berdasarkan lembar pengamatan keaktifan diperoleh data bahwa guru sudah mengarahkan kegiatan pembelajaran untuk memunculkan keaktifan siswa sesuai dengan indikator-indikator keaktifan siswa yang terdapat dalam lembar pengamatan. Pengamat mencatat pada lembar keaktifan yang menunjukkan bahwa terdapat 14 siswa melakukan indikator membaca materi pelajaran pada saat guru

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 mengajak siswa membaca materi. Pada saat teman lain sedang mengemukakan pendapat terdapat 14 siswa yang mendengarkan pendapat teman. Pada saat kegiatan bekerja dalam kelompok, pengamat mencatat bahwa terdapat 21 siswa yang menulis hasil kerja kelompok, sebanyak 17 siswa menggunakan media pembelajaran, dan sebanyak 13 siswa berani mengemukakan pendapatnya. Hasil pengamatan yang dilakukan oleh pengamat menggunakan lembar pengamatan saat guru mengajar terdapat beberapa catatan mengenai kejadian selama proses pembelajaran. Pengamat mencatat bahwa secara keseluruhan pembelajaran sudah dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan rencana sebelumnya. Tahapan dalam teori belajar Bruner yaitu tahap enaktif, ikonik, dan simbolik dapat terlaksana dengan sangat baik. Awal pembelajaran, pembentukan kebiasaan positif siswa seperti membuat kesepakatan kelas sangat baik. Namun pada tengah pembelajaran siswa sudah mulai lupa dengan kesepakatan yang telah dibuat. Pembelajaran dalam kelompok cukup terkendali, namun ada beberapa siswa yang ramai dan jalan-jalan. Selain itu, penggunaan media konkret dan media keping pecahan sangat membantu dalam pembelajaran. Namun, pengamat memberikan beberapa komentar mengenai penggunaan media keping pecahan pada saat kegiatan kelompok agar dapat digunakan secara maksimal. Beberapa siswa terlihat kurang bertanggung jawab pada media tersebut, karena beberapa keping pecahan berada pada kotak yang belum tepat. Misalnya pada kotak pecahan , terlihat beberapa pecahan lain masih tercampar di dalamnya. Pengamat menghimbau agar guru memberikan penekanan penjelasan kembali mengenai isi kotak-kotak dalam media keping pecahan. Kegiatan penutup pembelajaran, guru sudah melakukan refleksi secara pribadi maupun klasikal. Guru juga memberikan soal evalusi pada akhir pembelajaran untuk mengetahui pencapaian siswa setelah melakukan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran ditutup dengan doa yang dipimpin oleh salah satu siswa yang bertugas memimpin doa.

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 2) Pertemuan Kedua Pertemuan kedua, siswa diajak oleh guru untuk membedakan nilai-nilai suatu pecahan. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan pedoman lembar pengamatan keaktifan siswa dan lembar pengamatan guru saat mengajar. Pengamat mencatat pada saat kegiatan awal pembelajaran, guru mengajak siswa untuk membaca materi pelajaran. Pengamat mencatat sebanyak 18 siswa melakukan indikator keaktifan yang pertama yaitu membaca materi pelajaran. Pembelajaran kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab dan penjelasan dari guru. Pada saat kegiatan inti dalam kelompok pengamat mencatat sebanyak 16 siswa mendengarkan pendapat teman, sebanyak 22 siswa menulis hasil kerja kelompok, dan sebanyak 18 siswa menggunakan media pembelajaran, dan sebanyak 17 siswa berpartisipasi dengan cara mengemukakan pendapat mereka. Hasil pengamatan guru saat mengajar, pengamat mencatat bahwa pembelajaran sudah dapat berjalan sesuai dengan RPP. Pembelajaran menumbuhkan keceriaan dan semangat belajar siswa melalui cerita dan memotivasi siswa dengan cara mendemonstrasikan cara memotong tempe untuk menunjukkan suatu nilai pecahan dan . Pembelajaran yang disajikan juga sesuai dengan konteks kehidupan sehari-hari siswa. Memasuki kegiatan inti dalam kelompok, siswa sudah mulai melaksanakan kesepakatan kelas yang telah dibuat sebelumnya yaitu saling menghargai kepada guru dan teman. Siswa sudah mulai mendengarkan teman dari kelompok lain yang sedang menyampaikan hasil pekerjaan mereka di depan kelas. Kegiatan pembelajaran dilanjutkan dengan guru mengajak siswa untuk bertanya mengenai kesulitan yang dialami selama proses pembelajaran. Kegiatan akhir pembelajaran, guru meminta siswa untuk mengerjakan soal evalausi akhir pertemuan. Kemudian siswa diajak melakukan refleksi bersama mengenai kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. Setelah melakukan refleksi, guru memberikan tindak lanjut dengan memberi tugas kepada siswa untuk belajar di rumah. Siswa diminta mempelajarai materi pelajaran yang telah dilakukan pada pertemuan pertama dan kedua, karena pada hari Sabtu tanggal 8 Februari 2014 akan diadakan ulangan.

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 3) Pertemuan Ketiga Pertemuan ketiga sekaligus menandai berakhirnya siklus I pada penelitian ini. Pertemuan ketiga ini digunakan untuk ulangan seperti yang telah direncanakan sebelumnya. Sebelum memulai ulangan guru, mempersiapkan siswa terlebih dahulu. Untuk mengetahui kesiapan siswa dalam mengikuti ulangan, guru bertanya kepada siswa “siapa yang tadi malam sudah belajar sehingga hari ini siap untuk mengikuti ulangan?”. Siswa yang merasa siap mengikuti ulangan mengangkat tangan mereka. Berdasarkan penghitungan yang dilakukan oleh guru, terdapat 17 siswa yang mengangkat tangan dan menyatakan siap. Sedangkan 5 siswa lain yang tidak mengangkat tangan mengatakan ada yang belum belajar dengan maksimal sehingga kurang siap dan ada yang belum belajar. Guru mempersiapkan kondisi siswa dengan meminta siswa memasukkan semua barang-barang yang tidak dipakai dan mengeluarkan alat tulis yang diperlukan. Guru juga mengatur tempat duduk siswa dengan mengatur jarak duduk antar siswa agar tidak saling mengganggu. Guru menjelaskan peraturan selama ulangan dan menekankan agar siswa mengerjakan dengan jujur tanpa mencontek atau bertanya kepada teman. Kemudian guru membagi soal ulangan dan siswa mengerjakan dengan baik. Hasil pengamatan guru menyimpulkan bahwa tidak ada siswa yang mencontek saat ulangan, semua siswa mengerjakan dengan sungguh-sungguh. Setelah selesai mengerjakan soal ulangan, siswa diminta untuk mengisi lembar kuesioner keaktifan siswa lalu dilanjutkan dengan refleksi bersama. Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan salam penutup. Hasil pengamatan keaktifan siswa siklus I dapat dilihat pada lampiran 18 sedangkan hasil pengamatan guru saat mengajar dapat dilihat pada lampiran 19. d. Refleksi Siklus I telah terlaksana, peneliti kemudian melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilakukan. Refleksi merupakan tahap terakhir dalam siklus I setelah melalui tiga tahap sebelumnya yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pengamatan. Refleksi pada penelitian ini berdasarkan hasil

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 pengamatan dan masukan dari pengamat mengenai kelebihan dan kekurangan selama pelaksanaan proses pembelajaran. Peneliti merefleksikan beberapa kelebihan dalam penelitian ini berdasarkan hasil pengamatan dan masukan dari pengamat. Pelaksanaan penelitian dapat berjalan sesuai dengan rencana. Tahapan pada teori belajar Bruner yaitu tahap enaktif, ikonik, dan simbolik dapat meningkatkan pemahaman dan keaktifan siswa. Teramati oleh pengamat bahwa siswa tampak bersemangat serta antusias selama mengikuti pembelajaran. Siswa terlihat sangat antusias terutama saat guru memberikan beberapa contoh pecahan menggunakan media konkret seperti roti, tempe, dan media keping pecahan (tahap enaktif). Siswa tampak senang ketika diminta untuk menggambar pecahan dengan menggunakan bantuan media keping pecahan (tahap ikonik). Peneliti juga telah mampu mendorong siswa untuk aktif selama mengikuti pembelajaran dengan mengarahkan siswa pada kegiatan yang memunculkan keaktifan sesuai dengan indikator. Kelebihan yang ada tentunya masih terdapat beberapa kekurangan yang muncul saat pembelajaran. Peneliti merefleksikan kekurangan tersebut agar dapat melakukan perbaikan guna mencapai pembelajaran yang lebih baik. Kekurangan yang ditemukan oleh peneliti berdasarkan hasil refleksi diantaranya saat kegiatan kelompok, penggunaan media keping pecahan, dan penegasan kesepakatan kelas. Pada saat kegiatan kelompok masih cukup banyak siswa yang ramai dan jalanjalan menghampiri teman di kelompok lain. Penggunaan media keping pecahan belum begitu maksimal karena masih ada beberapa siswa yang tidak menggunakan media untuk mengerjakan tugas. Penggunaan media keping pecahan bertujuan untuk membantu pemahaman siswa dalam tahap enaktif agar semakin memudahkan siswa menuju tahap selanjutnya yaitu tahap ikonik dan simbolik. Peneliti menemukan beberapa siswa yang belum maksimal menggunakan media keping pecahan cenderung mengalami kesulitan ketika diminta menggambar pecahan (tahap ikonik). Selain itu, siswa juga belum dapat bertanggung jawab untuk mengembalikan media yang telah dipakai sesuai dengan tempat semula. Masih banyak keping pecahan yang tercampur pada kotak yang tidak semestinya. Berkaitan dengan kekurangan dalam penegasan

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 kesepakatan kelas, peneliti merefleksikan bahwa selama pembelajaran masih banyak siswa yang belum menaati kesepakatan kelas yang telah dibuat. Siswa masih belum menepati kesepakatan untuk saling menghargai guru dan teman karena masih cukup banyak siswa yang tidak memperhatikan ketika guru maupun teman sedang berbicara. Selain merefleksikan kelebihan dan kekurangan selama pelaksanaan pembelajaran, peneliti juga merefleksikan pencapaian keaktifan siswa dan kemampuan kognitif pada siklus I. Penghitungan keaktifan siswa pada siklus I diukur berdasarkan hasil penghitungan skor rata-rata kuesioner dan pengamatan yang menunjukkan bahwa tingkat keaktifan siswa sebesar 81,82% (18 dari 22 siswa) dan persentase tersebut menunjukkan bahwa keaktifan siswa berada pada kategori keaktifan sangat tinggi. Hasil tersebut telah melampaui target siklus pada variabel keaktifan siswa yang ditetapkan yaitu 80%. Variabel kemampuan kognitif diukur melalui skor hasil tes menggunakan soal evaluasi yang menunjukkan bahawa pada indikator rata-rata nilai ulangan matematika menjadi 84,04 yang berarti telah melampaui target yaitu 80, sedangkan indikator jumlah siswa yang mencapai KKM sebesar 77,27% (17 dari 22 siswa) yang berarti juga telah melampaui target yaitu 75%. Data tersebut dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan siklus I telah berhasil karena hasil menunjukkan bahwa keaktifan siswa dan kemampuan kognitif telah melampaui target pada indikator keberhasilan yang telah ditentukan sebelumnya. Berdasarkan keberhasilan yang telah dicapai siklus I karena telah melampaui target yang ditetapkan, maka peneliti akan melanjutkan pada siklus II untuk mengulangi kesuksesan sebagai penguatan hasil yang telah diperoleh. Namun dari keberhasilan yang dicapai tersebut, masih ada beberapa kekurangan yang terjadi selama proses pembelajaran berkaitan dengan manajemen kelas. Peneliti akan melakukan perbaikan pada siklus II terhadap kekurangan yang ada pada proses pembelajaran dengan lebih mempertegas kesepakatan kelas yang telah dibuat, lebih memantau siswa pada saat bekerja dalam kelompok, dan menghimbau siswa untuk bertanggung jawab dalam menggunakan media keping pecahan.

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 2. Pelaksanaan Siklus II a. Perencanaan Tahap perencanaan siklus II, peneliti kembali mempersiapkan segala sesuatu yang digunakan seperti mempersiapkan perangkat pembelajaran, media pembelajaran, dan perangkat pengamatan. Perangkat pembelajaran yang disiapkan antara lain silabus, RPP, LKS, materi ajar, soal evaluasi, dan kunci jawaban. RPP yang dibuat oleh peneliti adalah RPP dengan menggunakan pendekatan PPR dan RPP tematik. Pembelajaran pada siklus II masih tetap menggunakan tahapan teori belajar Bruner yaitu enaktif, ikonik, dan simbolik. Namun pada siklus II ini, peneliti lebih menekankan pada tahap ikonik dan simbolik selama proses pembelajaran. Selain itu, peneliti juga membentuk kelompok baru pada siklus II yang tentunya anggota kelompok tersebut berbeda dari siklus sebelumnya. Hal ini bertujuan agar siswa dapat lebih bersosialisasi dengan teman lain terutama dengan teman yang pada siklus sebelumnya bukan merupakan anggota kelompoknya. Peneliti kemudian mempersiapkan kembali media pembelajaran yang digunakan diantaranya media keping pecahan, kertas berwarna, dan roti tawar. Peneliti juga mempersiapkan perangkat pengamatan berupa lembar pengamatan dan kuesioner. Pengamatan dalam penelitian ini dilakukan oleh seorang pengamat yaitu rekan peneliti. Pada siklus II ini peneliti tidak perlu memberikan penjelasan kepada pengamat, karena pada siklus sebelumnya pengamat telah berulang kali menggunakan lembar pengamatan tersebut. Kuesioner keaktifan langsung disebarkan dengan cara meminta siswa untuk mengisi lembar kuesioner secara langsung pada akhir siklus II. Peneliti juga menyiapkan kamera yang akan digunakan untuk mengambil gambar selama proses pembelajaran. b. Pelaksanaan Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 22 siswa yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Pada siklus II, penelitian ini dilaksanakan sendiri oleh peneliti yaitu peneliti bertindak langsung sebagai guru, sedangkan pengamatan proses pembelajaran dilakukan oleh rekan peneliti.

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 Siklus II akan dilaksanakan dalam 3 kali pertemuan. Alokasi waktu yang dibuat dalam RPP pada pertemuan pertama dan kedua sebanyak 5x35 menit, sedangkan pada pertemuan ketiga sebanyak 2x35 menit. Namun pada pelaksanaannya, peneliti hanya diberi alokasi waktu sebanyak 3x35 menit untuk pertemuan pertama dan pertemuan kedua, sedangkan untuk pertemuan ketiga sebanyak 2x35 menit. Hal ini dilakukan atas saran dari guru kelas III yang bersangkutan berkaitan dengan adanya kepentingan dari guru kelas tersebut. Pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan PPR dan tematik. Namun pada bagian ini, peneliti hanya akan menguraikan secara rinci mengenai proses pembelajaran pada mata pelajaran matematika saja. Hal ini dikarenakan fokus penelitian ini adalah pada materi pecahan dengan menggunakan teori belajar Bruner. Selain itu, dalam penelitian ini peneliti hanya fokus untuk memberikan penilaian dalam indikator competence aspek kognitif mengingat fokus penelitian terdapat pada kemampuan kognitif siswa yang akan diukur dengan mennggunakan tes. Pelaksanaan pembelajaran siklus II, dijelaskan secara rinci pada tiap pertemuan sebagai berikut. 1) Pertemuan Pertama Pembelajaran siklus II pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 12 Februari 2014. Pembelajaran ini dilaksanakan selama 3 JP (3x35 menit) pada pukul 09.20 WIB sampai pukul 11.05 WIB. Pada pertemuan pertama ini masih tetap menggunakan tahapan teori belajar Bruner namun lebih ditekankan pada tahap ikonik dan simbolik. Guru lebih memperbanyak kegiatan belajar yang mengarah pada tahap ikonik dan simbolik seperti menggambar pecahan (tahap ikonik) dan membandingkan pecahan dengan menuliskan tanda pembanding (tahap simbolik). Media keping pecahan masih tetap digunakan pada pertemuan ini untuk membantu siswa dalam tahap enaktif. Untuk membandingkan suatu pecahan, siswa terlebih dahulu menggunakan media keping pecahan untuk mengetahui dan memahami bagian pecahan yang akan dibandingkan (tahap enaktif). Setelah memahami bagiannya, siswa kemudian menggambar bagian pecahan yang akan dibandingkan (tahap ikonik) selanjutnya siswa menuliskan

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 perbandingan pecahan tersebut menggunakan angka dan tanda pembandingnya (tahap simbolik). Kegiatan awal pembelajaran dibuka dengan doa dan salam pembuka dilanjutkan dengan absensi. Pada pertemuan ini, semua siswa kelas III masuk dan tidak ada yang absen. Sebelum memasuki pembelajaran, guru bersama siswa membuat kesepakatan kelas kembali. Kesepakatan tersebut tidak jauh berbeda dengan kesepakatan pada siklus I diantaranya untuk tetap saling menghargai guru maupun teman selama pembelajaran berlangsung, mengangkat tangan sebelum menjawab, dan yang terpenting adalah siswa dapat lebih bertanggung jawab dalam menggunakan media keping pecahan. Setelah selesai membuat kesepakatan kelas, guru melakukan apersepsi dengan bertanya kepada siswa mengenai cara membagi kue atau kertas. Selanjutnya guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan urutan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan. Untuk memotivasi siswa, guru mengajak siswa untuk bernyanyi lagu dengan judul “potong kertas”. Lagu tersebut berisi tentang memotong kertas dan cara membandingkan potongan kertas tersebut. Memasuki kegiatan inti, guru mengajak siswa untuk memahami isi lagu yang telah dinyanyikan. Selanjutnya, guru memberikan pengalaman nyata kepada siswa yaitu dengan meminta dua siswa maju ke depan kelas untuk mempraktekkan cara memotong kertas menjadi empat bagian yang sama. Siswa kemudian diminta untuk menujukkan pecahan yang menunjukkan bagian dan dan lalu diajak membandingkan potongan kertas (tahap enaktif). Siswa diminta menggambar potongan kertas tersebut pada papan tulis (tahap ikonik). Kegiatan selanjutnya adalah guru membagi siswa menjadi lima kelompok. Pembagian kelompok dilakukan dengan cara yang sama seperti pada siklus I, namun anggota kelompok pada pertemuan ini berbeda dari siklus I. Pembagian kelompok selesai, siswa kemudian duduk dalam kelompok masing-masing. Siswa diberi penjelasan oleh guru sebelumnya mengenai contoh penggunaan media keping pecahan untuk membandingkan pecahan yang penyebutnya sama dan macam-macam tanda pembanding. Masing-masing siswa

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 kemudian dibagikan LKS untuk dikerjakan bersama dalam kelompok. Guru juga membagikan satu media keping pecahan kepada masing-masing kelompok untuk digunakan sebagai bantuan dalam mengerjakan tugas kelompok. Siswa mulai bekerja dalam mengelompokkan kelompok gambar untuk dan mengerjakan membandingkan tugas gambar diantaranya pecahan (1) yang penyebutnya sama (tahap ikonik), (2) mengelompokkan bilangan pecahan yang penyebutnya sama dan menuliskan lambang bilangan pecahan beserta tanda pembandingnya (tahap simbolik). Setelah semua kelompok selesai mengerjakan, semua kelompok diberi kesempatan maju ke depan kelas untuk menyampaikan hasil kerja. Kelompok lain mendengarkan dan menanggapi hasil kerja kelompok lain. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai halhal yang belum diketahui atau materi yang dirasa membingungkan. Kegiatan penutup, siswa diajak untuk membuat kesimpulan pembelajaran. Siswa kemudian diminta mengerjakan soal evaluasi sederhana pada akhir pertemuan. Setelah selesai mengerjakan, siswa dibimbing oleh guru untuk melakukan refleksi dan aksi kemudian menuliskannya pada kertas yang telah disediakan oleh guru. Pembelajaran diakhiri dengan doa dan salam penutup. 2) Pertemuan Kedua Pembelajaran siklus II pertemuan kedua dilaksanakan hari Rabu tanggal 13 Februari 2014 pada pukul pukul 07.15 WIB sampai 09.00 WIB. Pembelajaran pertemuan kedua diikuti oleh seluruh siswa kelas III yang berjumlah 22 siswa. Pertemuan kedua, guru masih menekankan tahap ikonik dan simbolik melalui kegiatan pembelajaran yang mendukung tercapainya tahap tersebut. Pada pertemuan pertama siswa diajak berlatih membandingkan pecahan yang penyebutnya sama, namun pada pertemuan kedua ini siswa diajak untuk membandingkan pecahan yang penyebutnya berbeda serta pecahan yang memiliki nilai yang sama. Kegiatan pembelajaran diawali dengan berdoa dan memberikan salam dilanjutkan dengan absensi siswa. Guru melakukan apersepsi dengan mengajukan pertanyaan mengenai kegiatan sarapan yang dilakukan siswa pada pagi hari. Guru

(101) 84 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kemudian melanjutkan dengan menyampaikan tujuan pembelajaran serta gambaran proses pembelajaran yang akan dilakukan. Selanjutnya siswa diajak menyanyikan lagu berjudul “kegiatanku” agar siswa lebih termotivasi dalam mengikuti pembelajaran. Untuk lebih memperjelas materi yang akan disampaikan, guru mengkaitkan dengan konteks kehidupan siswa dengan berdiskusi mengenai kegiatan sarapan. Guru bertanya mengenai porsi sarapan masing-masing anggota keluarga mereka dan siapa yang memiliki porsi sarapan paling banyak. Memasuki kegiatan inti, siswa diberikan pengalaman untuk membedakan porsi makan. Guru meminta tiga siswa maju ke depan kelas untuk mendemonstrasikan perbedaan porsi makan mereka. Tiga siswa tersebut diminta memotong roti lalu menunjukkan bagian roti yang berbeda yaitu , , dan (tahap enaktif). Kemudian siswa tersebut diminta membandingkan bagian roti dengan dan dengan (tahap enaktif). Masing-masing siswa diminta untuk menggambarkan bagian roti yang telah dipotong pada papan tulis untuk dibangingkan (tahap ikonik). Kegiatan dilanjutkan dengan siswa diberi penjelasan oleh guru mengenai cara membandingkan pecahan yang berbeda dan pecahan yang memiliki nilai yang sama dengan menggunakan media keping pecahan. Media keping pecahan digunakan sebagai media bantuan agar mempermudah penguatan konsep siswa pada tahap enaktif. Siswa diminta duduk secara berkelompok dengan anggota kelompok yang sama seperti anggota pada pertemuan pertama. Guru membagikan LKS kepada masing-masing siswa dan satu media keping pecahan kepada masing-masing kelompok agar digunakan bersama untuk menyelesaikan tugas. Siswa diminta mengerjakan LKS secara berkelompok diantaranya (1) siswa membandingkan gambar pecahan yang penyebutnya berbeda dan memilih gambar pecahan yang memiliki nilai yang sama (tahap ikonik), (2) siswa menuliskan lambang bilangan dan tanda pembanding pada bilangan pecahan yang dibandingkan (tahap simbolik). Setelah semua kelompok selesai mengerjakan, semua kelompok diberi kesempatan maju ke depan kelas untuk menyampaikan hasil kerja mereka.

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 Kelompok lain yang tidak maju diminta mendengarkan dan menanggapi. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai hal-hal yang belum diketahui atau materi yang dirasa membingungkan. Kegiatan penutup, siswa diajak untuk membuat kesimpulan pembelajaran. Kemudian siswa diminta mengerjakan soal evaluasi sederhana pada akhir pertemuan. Setelah selesai mengerjakan, siswa dibimbing oleh guru untuk melakukan refleksi dan aksi kemudian menuliskannya pada kertas yang telah disediakan oleh guru. Guru memberikan tugas kepada siswa untuk mempelajari kembali materi pada pertemuan pertama dan kedua guna mempersiapkan ulangan yang akan diadakan pada pertemuan ketiga. Pembelajaran selanjutnya ditutup dengan berdoa bersama kemudian dilanjutkan dengan salam penutup 3) Pertemuan Ketiga Pelaksanaan pembelajaran siklus II pertemuan ketiga sedikit berbeda dari rencana awal yang akan dilaksanakan hari Rabu tanggal 15 Februari 2014. Namun karena terjadi suatu halangan maka pembelajran pertemuan ketiga ini dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 22 Februari 2014 selama 2 JP (2x35 menit) yaitu pada pukul 09.20 WIB sampai 10.30 WIB. Pada pertemuan ketiga ini diadakan ulangan untuk mengevaluasi pembelajaran yang telah dilakukan pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua. Evaluasi yang digunakan dalam pertemuan ini untuk mengetahui kemampuan kognitif siswa yaitu kemampuan mengingat (CI) dan memahami (C2) pada akhir siklus II. Selain mengerjakan ulangan, siswa juga diminta untuk mengisi lembar kuesioner keaktifan yang akan digunakan sebagai data untuk mengukur keaktifan siswa. Sebelum ulangan dimulai, diawali dengan doa dan salam. Kemudian guru mempersiapkan siswa untuk mengerjakan evaluasi atau ulangan dengan mengatur tempat duduk siswa, meminta siswa memasukkan semua buku maupun kertas yang tidak digunakan, lalu siswa diminta mempersiapkan alat tulis yang akan digunakan. Setelah persiapan selesai, guru memberikan penjelasan mengenai peraturan yang harus ditaati selama ulangan yaitu siswa tidak diperbolehkan menanyakan jawaban kepada teman lain atau mencontek, dan harus menjaga

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 ketenangan kelas selama ulangan. Guru kemudian membagikan soal evaluasi atau soal ulangan kepada masing-masing siswa. Sebelum mulai mengerjakan, siswa diminta untuk memeriksa soal sebelum mengerjakan. Selanjutnya, siswa mengerjakan soal evaluasi atau ulangan secara mandiri untuk mengetahui kemampuan kognitif siswa. Setelah semua siswa selesai mengerjakan, kemudian siswa mengumpulkan hasil pekerjaannya kepada guru. Masing-masing siswa kemudian dibagikan lembar kuesioner keaktifan untuk diisi. Setelah mengisi kuesioner, siswa bersama guru melakukan refleksi. Siswa juga diminta memberikan beberapa masukan kepada guru mengenai kelebihan dan kekurangan selama proses pembelajaran serta kesulitan yang dialami siswa. Pembelajaran kemudian diakhiri dengan doa dan salam penutup. c. Pengamatan Pengamatan siklus II dilakukan pada pertemuan pertama sampai pertemuan ketiga. Pada pertemuan pertama dan kedua, pengamatan dilakukan oleh pengamat yaitu rekan peneliti. Pengamatan dilakukan berdasarkan pedoman lembar pengamatan keaktifan siswa dan lembar pengamatan guru saat mengajar untuk mengamati proses pembelajaran yang dilakukan peneliti. Namun pada pertemuan ketiga, pengamatan dilakukan sendiri oleh guru karena pada pertemuan ini digunakan untuk ulangan. Gambaran lebih rinci mengenai hasil pengamatan siklus II pada tiap pertemuan sebagai berikut. 1) Pertemuan Pertama Pengamatan pada pertemuan pertama dilakukan oleh pengamat yaitu rekan peneliti. Berdasarkan hasil pengamatan pada lembar pengamatan keaktifan diperoleh data bahwa pembelajaran yang dilaksanakan sudah memunculkan keaktifan siswa. Pada kegiatan awal guru mampu memotivasi siswa untuk aktif dalam berpartisipasi dalam pembelajaran. Memasuki kegiatan inti ketika guru mengajak siswa membaca materi, pengamat mencatat bahwa terdapat 18 siswa melakukan indikator membaca materi pelajaran. Pada indikator keaktifan dalam

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 mendengarkan pendapat teman tercatat sebanyak 16 siswa melakukan indikator tersebut. Memasuki kegiatan berkelompok untuk mengerjakan LKS, pengamat mencatat bahwa bahwa terdapat 22 siswa menulis hasil kerja kelompok, sebanyak 15 siswa menggunakan media pembelajaran, dan sebanyak 18 siswa berani mengemukakan pendapatnya. Hasil pengamatan pada lembar pengamatan saat guru mengajar terdapat beberapa catatan mengenai kejadian selama proses pembelajaran. Pengamat memberikan catatan bahwa pembelajaran berjalan dengan cukup kondusif dan sesuai dengan RPP. Tahapan dalam teori belajar Bruner yaitu tahap enaktif, ikonik, dan simbolik dapat terlaksana dengan sangat baik. Pada saat pembelajaran dalam kelompok, pengamat memberikan catatan secara jelas mengenai kelompok lima. Pengamat mengemukakan bahwa kelompok lima belum maksimal dalam menggunakan media keping pecahan ketika mengerjakan tugas bersama. Menurut pengamat, guru harus memberikan perhatian lebih kepada kelompok lima agar dapat menggunakan media keping pecahan dengan maksimal untuk membantu pemahaman siswa pada tahap enaktif. Kegiatan penutup guru sudah membimbing siswa untuk melakukan refleksi. Siswa juga diminta mengerjakan soal evalusi pada akhir pembelajaran untuk mengetahui pencapaian siswa setelah melakukan pembelajaran. Pembelajaran kemudian ditutup dengan doa dan salam penutup. 2) Pertemuan Kedua Pertemuan kedua pada siklus II, siswa diajak oleh guru untuk membandingkan pecahan yang penyebutnya berbeda dan pecahan yang memiliki nilai yang sama. Pengamat melakukan pengamatan dengan menggunakan pedoman lembar pengamatan keaktifan siswa dan lembar pengamatan guru saat mengajar. Dalam lembar pengamatan keaktifan siswa, pengamat mencatat bahwa hampir semua siswa tampak melakukan indikator keaktifan. Hal tersebut tampak dalam lembar pengamatan keaktifan yang menunjukkan bahwa sebanyak 21 siswa membaca materi pelajaran. Memasuki kegiatan ini terutama pada saat kegiatan kelompok, pengamat mencatat sebanyak 20 siswa mendengarkan pendapat teman,

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 sebanyak 21 siswa menulis hasil kerja kelompok, dan sebanyak 21 siswa menggunakan media pembelajaran, dan sebanyak 21 siswa mengemukakan pendapat. Hasil pengamatan guru saat mengajar menujukkan bahwa pembelajaran sudah berlangsung dengan baik. Guru sudah lebih mengaktifkan siswa dalam menggunakan media dalam kelompok sebagai penanaman konsep terutama pada tahap enaktif. Antusias belajar siswa nampak ketika guru menjelaskan perbandingan pecahan menggunakan roti. Semua siswa tampak memperhatikan penjelasan guru. Ada beberapa kekurangan dalam pembelajaran yaitu siswa sedikit kurang tertib, namun guru mampu mengembalikan suasana belajar agar dapat kembali kondusif. Sebelum memasuki kegiatan penutup, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya jika ada materi yang belum dipahami. Beberapa siswa bertanya kepada guru mengenai beberapa bagian materi yang belum dipahami, diantaranya penggunaan media keping pecahan untuk membuktikan bahwa pecahan = . Guru memberikan penjelasan ulang dengan menggunakan media keping pecahan untuk menunjukkan bagian masing-masing pecahan itu sama sehingga pecahan setengah sama dengan dua per empat Kegiatan akhir pembelajaran, siswa diminta untuk mengerjakan soal evalausi akhir pertemuan kedua. Selanjutnya siswa diajak melakukan reflkesi mengenai proses pembelajaran yang telah berlangsung. Setelah melakukan refleksi, guru memberikan tindak lanjut dengan memberi tugas kepada siswa untuk belajar di rumah. Siswa diminta mempelajarai materi pelajaran yang telah dilakukan pada pertemuan pertama dan kedua, karena akan diadakan ulangan pada hari Sabtu tanggal 22 Februari 2014. Hasil pengamatan menggunakan lembar pengamatan keaktifan siswa dan lembar pengamatan guru saat mengajar dapat dilihat pada lampiran 18 dan 19. 3) Pertemuan Ketiga Pertemuan ketiga merupakan pertemuan terakhir pada siklus II dalam penelitian ini. Pada pertemuan ketiga ini siswa kembali diminta mengerjakan soal

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 evaluasi atau ulangan untuk mengukur kemampuan mereka setelah mendapatkan tindakan pada siklus II. Sebelum ulangan dimulai, guru bersama siswa berdoa terlebih dahulu. Siswa kemudian diminta mempersiapkan diri dengan cara mengatur posisi duduk mereka dan menyiapkan alat tulis yang akan digunakan. Guru kemudian menjelaskan kembali peraturan selama ulangan berlangsung yaitu siswa tidak diperkenankan mencontek dan membuat kegaduhan. Guru memberikan motivasi kepada siswa dengan membuat sebuah perjanjian yaitu siswa yang mendapatkan nilai maksimal (nilai 100) akan mendapatkan hadiah. Selanjutnya guru membagikan soal ulangan kepada masing-masing siswa. Siswa mengerjakan ulangan dengan tertib karena tidak ada yang melanggar pertaturan yang telah disepakati sebelumnya. Setelah selesai mengerjakan soal ulangan, masing-masing siswa diminta mengisi lembar kuesioner keaktifan siswa lalu dilanjutkan dengan refleksi bersama. Guru juga meminta siswa untuk menuliskan kesan dan saran berkaitan dengan kelebihan serta kekurangan selama proses pembelajaran. Guru menutup pembelajaran doa dan salam penutup. d. Refleksi Pembelajaran pada siklus II telah terlaksana, kemudian peneliti melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilakukan. Refleksi adalah tahapan terakhir dalam metode penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh peneliti. Refleksi pada penelitian ini berdasarkan hasil pengamatan dan masukan dari pengamat mengenai kelebihan dan kekurangan selama pelaksanaan proses pembelajaran. Hasil pengamatan dan masukan pengamat, peneliti akan merefleksikan kelebihan dan kekurangan pada pelaksanaan siklus II. Peneliti akan membahas terlebih dahulu mengenai kelebihan dalam pelaksanaan penelitian siklus II. Kelebihan pada siklus II adalah guru sudah mampu membangun keaktifan siswa selama pembelajaran dengan menerapkan teori belajar Bruner. Guru juga telah mampu memotivasi siswa untuk mengikuti pembelajaran dengan mengajak siswa melakukan beberapa demonstrasi. Demostrasi yang dilakukan seperti

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 membandingkan potongan roti dapat menarik perhatian siswa dan sekaligus mampu memberikan pengalaman nyata kepada siswa mengenai contoh perbandingan pecahan dalam kehidupan nyata. Guru selalu konsisten untuk menerapakan tahapan teori belajar Bruner sesuai dengan urutannya yaitu tahap enaktif, ikonik, dan simbolik. Selain itu, penggunaan media keping pecahan juga sudah tampak lebih maksimal jika dibandingkan dengan penggunaan pada siklus I. Guru sudah mampu untuk lebih menenkankan tahap ikonik dan simbolik pada siklus II seperti pada rencana sebelumnya tanpa melewatkan tahap enaktif. Kelebihan yang telah mampu dicapai tentunya masih terdapat beberapa kekurangan yang muncul saat pembelajaran. Peneliti merefleksikan kekurangan tersebut adalah siswa masih kurang mampu menjaga ketertiban selama di kelas. Suasana ini sering muncul ketika siswa mulai bekerja dalam kelompok. Hal ini sering terjadi karena saat diskusi dalam kelompok ada beberapa siswa yang sering mengganggu seperti bersuara terlalu keras. Suara tersebut kemudian memicu siswa lain untuk menanggapi dengan suara yang juga keras sehingga kelas mulai gaduh. Namun ketika hal itu mulai muncul, guru sebisa mungkin segera mengembalikan kondisi kelas dengan cara menegur beberapa siswa yang membuat kegaduhan. Pada siklus II ini guru juga masih menemukan beberapa siswa yang masih kebingungan dalam menggunakan media keping pecahan. Siswa tersebut tidak lain adalah siswa-siswa yang kurang begitu memperhatikan saat guru sedang menjelaskan penggunaan media tersebut. Hal ini membuat guru harus menjelaskan ulang kepada siswa-siswa tersebut sehingga waktu pembelajaran sering selesai kurang tepat pada waktunya. Selain merefleksikan kelebihan dan kekurangan selama pelaksanaan pembelajaran, peneliti juga merefleksikan pencapaian kemampuan kognitif dan keaktifan pada siklus II. Hasil penghitungan keaktifan siswa pada siklus berdasarkan hasil penghitungan skor rata-rata kuesioner dan pengamatan yang menunjukkan bahwa tingkat keaktifan siswa sebesar 95,46% (21 dari 22 siswa) dan persentase tersebut menunjukkan bahwa keaktifan siswa berada pada kategori keaktifan sangat tinggi. Penghitungan kemampuan kognitif melalui tes dengan menggunakan soal evaluasi, diperoleh data bahwa rata-rata nilai ulangan

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 matematika menjadi 87,27 sedangkan jumlah siswa yang mencapai KKM sebesar 86,36% (19 dari 22 siswa). Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan siklus II kembali mengalami keberhasilan karena hasil menunjukkan bahwa keaktifan siswa dan kemampuan kognitif telah melampaui target pada indikator keberhasilan yang telah ditentukan sebelumnya. Berdasarkan keberhasilan yang telah dicapai siklus II, maka penelitian dihentikan dan tidak akan dilanjutkan . Penelitian tindakan kelas berhenti pada dua siklus karena perolehan hasil siklus I dan siklus II telah berhasil mencapai target pada indikator keberhasilan yang telah ditentukan sebelumnya secara terus-menerus. 3. Hasil Penelitian a. Hasil Penelitian Siklus I 1) Keaktifan Siswa Keaktifan siswa pada siklus I dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan hasil kuesioner dan pengamatan. Indikator keaktifan siswa yang diukur menggunakan kuesioner dan pengamatan dalam penelitian ini diantaranya (1) membaca materi pelajaran, (2) mendengarkan pendapat teman, (3) menulis hasil kerja kelompok, (4) berlatih keterampilan menggunakan media pembelajaran, dan (5) mengemukakan pendapat. Lembar kuesioner dibagikan dan diisi oleh siswa pada akhir siklus I yaitu pada pertemuan ketiga sedangkan lembar pengamatan diisi oleh pengamat pada pertemuan pertama dan kedua saat proses pembelajaran berlangsung. Hasil pengamatan pada siklus I pertemuan pertama dan pertemuan kedua dihitung dengan cara mencari rata-rata skornya. Rata-rata skor pengamatan dihitung dengan cara skor pengamatan pertemuan pertama ditambah skor pengamatan pertemuan kedua dibagi dua. Data hasil kuesioner dan pengamatan dapat dilihat secara rinci pada Tabel 4.1 di bawah ini.

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 Tabel 4.1 Keaktifan Siswa Siklus I No Nama Kuesioner Pengamatan 1. Av 45 70 2. Lit 45 60 3. Ek 79 90 4. Non 84 100 5. Sel 73 90 6. Dhe 87 90 7. Cant 93 70 8. Brm 64 70 9. Din 73 90 10. Ind 81 40 11. Iv 83 100 12. Far 55 40 13. Gab 78 90 14. Exz 48 60 15. Nat 80 100 16. Nay 90 80 17. Anc 88 90 18. Ok 63 90 19. Ran 48 30 20. Saf 93 100 21. Wi 55 70 22. Art 54 80 Persentase keaktifan sangat tinggi Persentase keaktifan tinggi Persentase keaktifan sedang Persentase keaktifan rendah Persentase keaktifan sangat rendah Persentase keaktifan (sangat tinggi,tinggi, dan sedang) Skor Rata-rata Kriteria 58 Sedang 53 Rendah 85 Sangat tinggi 92 Sangat tinggi 82 Sangat tinggi 89 Sangat tinggi 82 Sangat tinggi 67 Tinggi 83 Sangat tinggi 61 Sedang 92 Sangat tinggi 48 Rendah 84 Sangat tinggi 54 Rendah 90 Sangat tinggi 85 Sangat tinggi 89 Sangat tinggi 77 Tinggi 39 Sangat rendah 97 Sangat tinggi 63 Sedang 67 Tinggi 54,54% (12 siswa) 13,64% (3 siswa) 13,64% (3 siswa) 13,64% (3 siswa) 4,54% (1 siswa) 81,82% (18 siswa) Hasil penghitungan data keaktifan siswa siklus I dalam penelitian ini menunjukkan bahwa 12 dari 22 siswa (54,54%) memiliki keaktifan sangat tinggi, 3 dari 22 siswa (13,64%) memiliki keaktifan tinggi, 3 dari 22 siswa (13,64%) memiliki keaktifan sedang, 3 dari 22 siswa (13,64%) memiliki keaktifan rendah, dan 1 dari 22 siswa (4,54%) memiliki keaktifan sangat rendah. Pada penelitian ini keaktifan siswa dihitung berdasarkan jumlah siswa yang termasuk dalam kriteria

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 keaktifan sedang, keaktifan tinggi, dan keaktifan sangat tinggi dibagi jumlah siswa x 100%. Jadi, dapat disimpulkan bahwa tingkat ketercapaian keaktifan pada siklus I adalah 81,82% . Pedoman PAP II persentase keaktifan sebesar 81,82% termasuk dalam kategori sangat tinggi. Data mengenai keaktifan siswa siklus I dapat dilihat secara rinci pada lampiran 18. 2) Kemampuan Kognitif Kemampuan kognitif dalam penelitian ini pada siklus I dilihat dengan menggunakan soal evaluasi. Soal evaluasi yang digunakan untuk mengukur kemampuan kognitif adalah soal evaluasi yang dikerjakan oleh siswa pada pertemuan ketiga. Soal evaluasi pada siklus ini berjumlah 15 soal dengan rincian 10 soal berbentuk pilihan ganda dan 5 soal berbentuk isian singkat. KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yang ditetapkan untuk kelas III pada mata pelajaran matematika di SD Kanisius Notoyudan adalah 74. Indikator keberhasilan yang digunakan untuk mengukur peningkatan kemampuan kognitif dalam penelitian ini adalah nilai rata-rata kelas siswa dan persentase jumlah siswa yang mencapai KKM. Rincian mengenai data kemampuan kognitif siklus I dapat dilihat pada Tabel 4.2 di bawah ini. Tabel 4.2 Kemampuan Kognitif Siklus I No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. Nama Siswa Av Lit Ek Non Sel Dhe Cant Brm Din Ind Iv Far Gab Exz KKM Nilai Ulangan Keterangan 74 74 74 74 74 74 74 74 74 74 74 74 74 74 60 85 85 90 85 95 90 95 75 75 95 80 90 85 Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Nama Siswa KKM 15. Nat 74 16. Nay 74 17. Anc 74 18. Ok 74 19. Ran 74 20. Saf 74 21. Wi 74 22. Art 74 Jumlah Nilai rata-rata ulangan Nilai tertinggi Nilai terendah Persentase siswa tuntas KKM Persentase siswa tidak tuntas KKM Nilai Ulangan 94 Keterangan 95 90 90 80 60 65 70 70 Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas 1805 82,04 95 60 77,27% (17 siswa) 22,73% (5 siswa) Data kemampuan kognitif pada Tabel 4.2 di atas akan dijelaskan oleh peneliti dikaitkan dengan indikator keberhasilan kemampuan kognitif dalam penelitian ini yaitu nilai rata-rata kelas siswa dan persentase jumlah siswa yang mencapai KKM. Dari data tersebut, diperoleh informasi bahwa nilai rata-rata siswa kelas III pada siklus I adalah 82,04. Data mengenai siswa yang tuntas KKM berjumlah 17 siswa dari 22 siswa (77,27%) sedangkan siswa yang tidak tuntas KKM berjumlah 5 siswa dari 22 siswa (22,73%). Data kemampuan kognitif siswa dapat dilihat pada lampiran 17. b. Hasil Penelitian Siklus II 1) Keaktifan Siswa Keaktifan siswa pada siklus II dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan kuesioner dan pengamatan. Indikator keaktifan siswa yang diukur menggunakan kuesioner maupun pengamatan dalam penelitian ini adalah (1) membaca materi pelajaran, (2) mendengarkan pendapat teman, (3) menulis hasil kerja kelompok, (4) berlatih keterampilan menggunakan media pembelajaran, dan (5) mengemukakan pendapat.

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 Hasil pengamatan pada siklus II pertemuan pertama dan pertemuan kedua dihitung dengan cara mencari rata-rata skornya. Rata-rata skor pengamatan dihitung dengan cara skor pengamatan pertemuan pertama ditambah skor pengamatan pertemuan kedua dibagi dua. Kemudian untuk mencari skor rata-rata keaktifan siswa dihitung dengan cara skor pengamatan ditambah skor kuesioner dibagi dua. Data hasil kuesioner dan pengamatan keaktifan siswa pada siklus II dapat dilihat secara rinci pada Tabel 4.3 di bawah ini. Tabel 4.3 Keaktifan Siswa Siklus II No Nama Kuesioner Pengamatan 1. Av 78 60 2. Lit 85 70 3. Ek 84 100 4. Non 88 100 5. Sel 83 100 6. Dhe 90 90 7. Can 96 90 8. Brm 78 100 9. Din 83 100 10. Ind 85 90 11. Iv 88 100 12. Far 69 80 13. Gab 76 90 14. Exz 75 80 15. Nat 85 100 16. Nay 95 80 17. Anc 93 90 18. Ok 70 90 19. Ran 60 40 20. Saf 92 100 21. Wi 84 100 22. Art 76 80 Persentase keaktifan sangat tinggi Persentase keaktifan tinggi Persentase keaktifan sedang Persentase keaktifan rendah Persentase keaktifan sangat rendah Persentase keaktifan (sangat tinggi,tinggi, dan sedang) Skor Rata-rata Kriteria 69 Tinggi 78 Tinggi 92 Sangat tinggi 94 Sangat tinggi 92 Sangat tinggi 90 Sangat tinggi 93 Sangat tinggi 89 Sangat tinggi 92 Sangat tinggi 88 Sangat tinggi 94 Sangat tinggi 75 Tinggi 83 Sangat tinggi 78 Tinggi 93 Sangat tinggi 88 Sangat tinggi 92 Sangat tinggi 80 Tinggi 50 Rendah 96 Sangat tinggi 92 Sangat tinggi 78 Tinggi 68,18% (15 siswa) 27,28% (6 siswa) 0% (0 siswa) 4,54% (1 siswa) 0% (0 siswa) 95,46% (21 siswa)

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 Hasil penghitungan data keaktifan siswa siklus II dalam penelitian ini menunjukkan bahwa 15 dari 22 siswa (68,18%) memiliki keaktifan sangat tinggi, 6 dari 22 siswa (27,28%) memiliki keaktifan tinggi, tidak ada siswa yang memiliki keaktifan sedang (0%), 1 dari 22 siswa (4,54%) memiliki keaktifan rendah, dan tidak ada siswa yang memiliki keaktifan sangat rendah (0%). Keaktifan siswa dihitung dari jumlah siswa yang termasuk dalam kriteria keaktifan sedang, keaktifan tinggi, dan keaktifan sangat tinggi dibagi jumlah siswa x 100%. Jadi, dapat disimpulkan bahwa tingkat ketercapaian keaktifan pada siklus II adalah 95,49% (21 dari 22 siswa). Berdasarkan pedoman PAP II keaktifan sebesar 95,49% termasuk dalam kategori sangat tinggi. Rincian data keaktifan siswa berdasarkan hasil kuesioner dan pengamatan dapat dilihat pada lampiran 18. 2) Kemampuan Kognitif Kemampuan kognitif siklus II dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan soal evaluasi. Soal evaluasi yang digunakan untuk mengukur kemampuan kognitif adalah soal evaluasi yang sudah valid dan reliabel. Soal evaluasi dikerjakan oleh 22 siswa pada pertemuan ketiga. Soal evaluasi berjumlah 15 soal dengan rincian 10 soal berbentuk pilihan ganda dan 5 soal berbentuk isian singkat. Nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) mata pelajaran matematika yang ditetapkan untuk kelas III di SD Kanisius Notoyudan adalah 74. Kemampuan kognitif diukur berdasarkan indikator keberhasilan. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini diukur berdasarkan nilai rata-rata kelas siswa dan persentase jumlah siswa yang mencapai KKM. Hasil kemampuan kognitif siswa kelas III setelah diberi tindakan pada siklus II dapat dilihat secara rinci pada Tabel 4.4 di bawah ini.

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 Tabel 4.4 Kemampuan Kognitif Siklus II No Nama Siswa KKM 1. Av 74 2. Lit 74 3. Ek 74 4. Non 74 5. Sel 74 6. Dhe 74 7. Can 74 8. Brm 74 9. Din 74 10. Ind 74 11. Iv 74 12. Far 74 13. Gab 74 14. Exz 74 15. Nat 74 16. Nay 74 17. Anc 74 18. Ok 74 19. Ran 74 20. Saf 74 21. Wi 74 22. Art 74 Jumlah Nilai rata-rata ulangan Nilai tertinggi Nilai terendah Persentase siswa tuntas KKM Persentase siswa tidak tuntas KKM Nilai Ulangan Keterangan 80 90 95 95 95 100 95 95 90 65 90 85 90 85 95 90 95 90 60 60 80 100 Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas 1920 87,27 100 60 86,36% (19 siswa) 13,64% (3 siswa) Data kemampuan kognitif pada Tabel 4.4 di atas dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata siswa kelas III pada siklus II adalah 87,27. Sedangkan persentase siswa yang tuntas KKM pada siklus II sebesar 86,36% (19 dari 22 siswa) dan persentase siswa yang tidak tuntas KKM sebesar 13,64% (3 dari 22 siswa). Data kemampuan kognitif siklus II dapat dilihat pada lampiran 17.

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 B. Pembahasan Pelaksanaan penelitian tindakan kelas pada penelitian ini terlaksana dalam dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Penelitian ini dilaksanakan sesuai dengan empat tahapan pada metode penelitian yang digunakan yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi (Arikunto, 2010:17). Pada tahap pelaksanaan pembelajaran dilakukan sesuai dengan rencana dan instrumen yang telah dibuat sebelumnya. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kemampuan kognitif dan keaktifan siswa kelas III SD Kanisius Notoyudan Yogyakarta pada materi pecahan dengan menggunakan teori belajar Bruner. Kemampuan kognitif yang diteliti dalam penelitian ini adalah kemampuan siswa dalam mengingat dan memahami. Keaktifan siswa dalam penelitian ini dibatasi dalam lima indikator keaktifan yaitu membaca materi pelajaran, mendengarkan pendapat teman, menulis hasil kerja kelompok, berlatih keterampilan menggunakan media pembelajaran, dan mengemukakan pendapat. Penelitian ini dilakukan pada materi pecahan yang terdapat dalam Kompetensi Dasar (KD) 3.2 membandingkan pecahan sederhana. Penelitian dilaksanakan pada KD tersebut karena berdasarkan pengumpulan data pada pra penelitian menunjukkan bahwa kemampuan kognitif siswa dalam membandingkan pecahan masih belum mencukupi KKM. Selain kemampuan kognitif yang masih rendah, peneliti juga menemukan bahwa tingkat keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran masih berada dalam kategori sangat rendah. Berdasarkan masalah tersebut, maka peneliti akan melakukan penelitian mengenai kemampuan kognitif dan keaktifan siswa dengan menggunakan teori belajar Bruner. Teori belajar Bruner dalam penelitian ini berfokus pada tiga tahapan belajar yaitu tahapan enaktif, ikonik, dan simbolik (Schunk, 2010: 618). Dalam penelitian ini, pada tahap enaktif siswa diajak memahami pecahan dengan menggunakan beberapa benda nyata diantaranya potongan kue, potongan kertas, potongan tempe, dan media keping pecahan. Pada tahap ikonik siswa diajak memahami pecahan melalui visual objek yaitu dengan cara menggambarkan pecahan yang telah dipelajari melalui benda-benda nyata pada tahap sebelumnya. Pada tahap simbolik siswa diajak memahami pecahan dalam melalui simbol

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 berupa angka dan bahasa matematika. Pada tahap ini, siswa dijak untuk menuliskan lambang bilangan dan nama bilangan dari suatu pecahan yang telah dipelajari. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk siklus. Pada siklus tersebut kemampuan kognitif siswa diukur dengan menggunakan soal evaluasi. Siswa diminta mengerjakan soal evaluasi setiap akhir siklus yaitu pada pertemuan ketiga. Soal evaluasi berjumlah 15 soal dengan rincian 10 soal pilihan ganda dan 5 soal isian singkat, sedangkan untuk keaktifan diukur dengan menggunakan lembar pengamatan dan kuesioner. Lembar pengamatan diisi oleh seorang pengamat yang ditugaskan untuk mengamati keaktifan siswa disetiap pembelajaran pada pertemuan pertama dan kedua. Lembar kuesioner keaktifan dibagikan lalu diisi oleh siswa pada pertemuan ketiga disetiap akhir siklus. Gambaran mengenai hasil penelitian berupa kondisi awal, kriteria keberhasilan, dan pencapaian akhir siklus dapat dilihat pada tabel 4.5 berikut. Tabel 4.5 Hasil Penelitian Akhir Siklus Indikator Kondisi Awal Persentase jumlah siswa yang termasuk dalam kriteria minimal keaktifan sedang 18,18% Target Akhir Akhir Akhir Siklus Siklus Siklus I II Keaktifan Siswa 80% 81,82% Ket Akhir Siklus I Ket Akhir Siklus II Tercapai Tercapai Tercapai Tercapai 86,36% Tercapai Tercapai 95,46% Kemampuan Kognitif Rata-rata nilai ulangan Persentase jumlah siswa yang mencapai KKM 66,73 80 84,04 53,84% 75% 77,27% 87,27 Tabel 4.5 di atas dapat disimpulkan bahwa pada siklus I dan siklus II mengalami keberhasilan. Keberhasilan tersebut dicapai berdasarkan hasil yang menunjukkan pada setiap akhir siklus telah melampaui target pada kriteria

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 keberhasilan yang ditetapkan. Variabel keaktifan siswa diukur berdasarkan indikator persentase jumlah siswa yang termasuk dalam kriteria minimal keaktifan sedang. Variabel kemampuan kognitif diukur berdasarkan indikator rata-rata nilai ulangan dan persentase jumlah siswa yang mencapai KKM. Hasil keaktifan siswa dan kemampuan kognitif kelas III SD Kanisius Notoyudan dengan menggunakan teori belajar Bruner dapat digambarkan dalam bentuk grafik batang berikut ini. 1. Peningkatan Keaktifan Siswa 120 95.46 100 80 81.82 80 80 60 Kondisi Awal Target 40 18.18 18.18 18.18 Akhir Siklus 20 0 Kondisi Awal Siklus I Siklus II Gambar 4.1 Grafik Peningkatan Keaktifan Siswa Gambar 4.1 di atas menunjukkan adanya peningkatan keaktifan siswa secara terus-menerus dari siklus I dan siklus II. Keaktifan dalam penelitian ini dilihat berdasarkan persentase jumlah siswa yang termasuk dalam kriteria keaktifan minimal sedang. Penghitungan persentase tersebut dihitung dengan cara jumlah siswa yang termasuk dalam kriteria keaktifan sedang, keaktifan tinggi, dan keaktifan sangat tinggi dijumlah lalu dibagi dengan jumlah siswa seluruhnya x 100%. Persentase keaktifan siswa pada kondisi awal sebesar 18,18% yang termasuk dalam kriteria sangat rendah. Setelah diberikan tindakan pada siklus I, persentase keaktifan siswa meningkat pada akhir siklus menjadi 81,82% dan telah

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 melampaui target pada kriteria keberhasilan siklus yaitu 80%. Peningkatan persentase keaktifan siswa pada kondisi awal jika dibandingkan dengan akhir siklus I terjadi peningkatan sebesar 63,64%. Siklus kembali dilanjutkan sampai pada tindakan siklus II. Setelah diberi tindakan pada siklus II, persentase keaktifan siswa kembali meningkat. Hal tersebut ditunjukkan dengan jumlah persentase akhir siklus II sebesar 95,46% dan telah melampaui target pada kriteria keberhasilan siklus yaitu 80%. Persentase keaktifan siswa jika dibandingkan dari kondisi awal terjadi peningkatan sebesar 78,28%. 2. Peningkatan Kemampuan Kognitif Berdasarkan Indikator Rata-rata Nilai Ulangan 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 80 66.73 87.27 84.04 66.73 80 66.73 Kondisi Awal Target Akhir Siklus Kondisi Awal Siklus I Siklus II Gambar 4.2 Grafik Peningkatan Rata-rata Nilai Ulangan Gambar 4.2 di atas menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kognitif jika dilihat dari indikator rata-rata nilai ulangan siswa kelas III SD Kanisius Notoyudan. Peningkatan tersebut terjadi pada siklus I dan siklus II. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mata pelajaran matematika di SD Kanisius Notoyudan adalah 74. Jika dilihat pada kondisi awal, rata-rata nilai ulangan sebesar 66,73 yang menunjukkan bahwa nilai tersebut masih dibawah KKM. Setelah mendapatkan tindakan pada siklus I, rata-rata nilai ulangan matematika menjadi 84,04 yang ternyata telah melampaui target pada kriteria keberhasilan

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 siklus yaitu 80. Rata-rata nilai ulangan pada akhir siklus I jika dibandingkan dengan rata-rata nilai kondisi awal mengalami peningkatan sebsesar 17,31. Berdasarkan keberhasilan yang dicapai pada siklus I, peneliti kembali melanjutkan pada siklus II sebagai pemantapan hasil. Setelah diberi tindakan pada siklus II, nilai rata-rata ulangan matematika menjadi 87,27 pada akhir siklus dan telah melampaui target pada keberhasilan siklus II yaitu 80. Rata-rata nilai ulangan pada akhir siklus II jika dibandingkan dengan rata-rata nilai kondisi awal mengalami peningkatan sebsesar 20,54. 3. Peningkatan Kemampuan Kognitif Berdasarkan Indikator Persentase Jumlah Siswa yang Mencapai KKM 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 86.36 75 77.27 75 Kondisi Awal 53.84 53.84 53.84 Target Akhir Siklus Kondisi Awal Siklus I Siklus II Gambar 4.3 Grafik Peningkatan Siswa yang Mencapai KKM Gambar 4.3 di atas menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kognitif berdasarkan indikator persentase jumlah siswa yang mencapai KKM. Peningkatan tersebut terjadi pada siklus I dan siklus II. Persentase siswa yang mencapai KKM pada kondisi awal sebesar 53,84%. Setelah diberi tindakan pada siklus I, persentase siswa yang melampaui KKM menjadi 77,27% dan telah melampaui target pada kriteria keberhasilan siklus yaitu 75%. Peningkatan persentase jumlah siswa yang mencapai KKM jika dibandingkan dari kondisi awal dengan akhir siklus I terjadi peningkatan sebesar 23,43%. Setelah

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 mendapatkan tindakan pada siklus I, peneliti kembali melanjutkan pada siklus II sebagai siklus pemantapan hasil. Persentase jumlah siswa yang melampaui KKM kembali meningkat setelah diberi tindakan pada siklus II. Pada akhir siklus II, persentase siswa yang mencapai KKM menjadi 86,36% dan telah melampaui target pada kriteria keberhasilan siklus yaitu 75%. Peningkatan persentase jumlah siswa yang mencapai KKM jika dibandingkan dari akhir siklus I dengan akhir siklus II terjadi peningkatan sebesar 33,52%. Berdasarkan hasil penghitungan yang diperoleh mengenai keaktifan siswa dan kemampuan kognitif menggunakan teori belajar Bruner menunjukkan adanya peningkatan secara terus-menerus pada setiap siklusnya. Hasil perolehan penelitian ini didukung oleh penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Sukayasa (2012) yang menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa pada konsep bangun ruang dengan menggunakan teori belajar Bruner. Selain itu, peningkatan keaktifan pada penelitian ini juga didukung dengan perolehan hasil penelitian Sugiarto, Junaedi, dan Waluya (2012) yang menunjukkan adanya peningkatan keaktifan siswa dengan menggunakan perangkat pembelajaran berbasis EIS (enaktif, ikonik, simbolik). Perangkat pembelajaran yaitu kegiatan dalam RPP pada penelitian ini juga dirancang sesuai dengan tahapan belajar enaktif, ikonik, dan simbolik. Kegiatan pembelajaran yang dirancang oleh peneliti dalam RPP dapat memunculkan keaktifan siswa selama mengikuti pembelajaran. Peningkatan keaktifan siswa terjadi secara terus menerus pada setiap akhir siklus dan dimonitor melalui lembar pengamatan keaktifan siswa serta kuesioner keaktifan. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penghitungan data di atas, dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan keaktifan siswa dan kemampuan kognitif pada mata pelajaran matematika terutama pada materi pecahan dengan menggunakan teori belajar Bruner.

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, analisis data, dan pembahasan dalam penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan maka dapat ditarik kesimpulan sesuai dengan tujuan penelitian. Tujuan dalam penelitian ini untuk meningkatkan keaktifan siswa dan kemampuan kognitif pada materi pecahan menggunakan teori belajar Bruner di kelas III SD Kanisius Notoyudan Yogyakarta. Kesimpulan penelitian yang telah dilaksanakan sebagai berikut. 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teori belajar Bruner dapat meningkatkan keaktifan siswa dan kemampuan kognitif dalam membandingkan pecahan sederhana pada siswa kelas III semester 2 SD Kanisius Notoyudan Yogyakarta. Peningkatan tersebut dilihat dari perbandingan antara kondisi awal dengan hasil akhir siklus II. Keaktifan siswa pada kondisi awal ditunjukkan dengan persentase keaktifan siswa sebesar 18,18% yang termasuk dalam kriteria keaktifan sangat rendah kemudian pada akhir siklus II persentase keaktifan siswa menjadi 95,46% yang termasuk dalam kriteria keaktifan sangat tinggi. Kemampuan kognitif dilihat dari dua indikator yaitu perbandingan rata-rata nilai ulangan dan persentase jumlah siswa yang mencapai KKM. Kondisi awal kemampuan kognitif ditunjukkan dengan rata-rata nilai ulangan siswa sebesar 66,73 dan jumlah siswa yang mencapai KKM sebesar 53,84%. Akhir siklus II rata-rata nilai ulangan siswa menjadi 87,27 dengan jumlah siswa yang mencapai KKM sebesar 86,36%. 2. Penggunaan teori belajar Bruner dalam upaya meningkatkan keaktifan siswa dan kemampuan kognitif dalam membandingkan pecahan sederhana pada siswa kelas III semester 2 SD Kanisius Notoyudan Yogyakarta dilakukan dengan menggunakan tiga tahapan belajar secara berurutan yaitu tahap enaktif, ikonik, dan simbolik. Langkah-langkah pembelajaran menggunakan 104

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 teori belajar Bruner sebagai berikut : a) pada tahap enaktif, siswa diajak untuk mempelajari pecahan dengan menggunakan benda-benda konkret; b) pada tahap ikonik, siswa diajak mempelajari pecahan melalui visual objek dengan memperbanyak menggambar pecahan; c) pada tahap simbolik, siswa sudah mampu belajar pecahan melalui simbol-simbol yaitu dengan menuliskan lambang bilangan dan nama bilangannya. B. Keterbatasan Penelitian Melihat adanya keberhasilan yang dicapai dalam penelitian ini tentunya masih ada beberapa kekurangan dalam penelitian mengingat terbatasnya waktu penelitian dan keterbatasan peneliti dalam melakukan penelitian. Beberapa keterbatasan dalam penelitian ini diantaranya : 1. Penilaian indikator 3C (Competence, Conscience, dan Compassion) belum dapat dilaksanakan secara keseluruhan meskipun dalam penilaian RPP telah dibuat oleh peneliti. Pada penelitian ini penilaian yang dilakukan hanya terbatas pada indikator competence aspek kognitif mengingat fokus penelitian adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan kognitif. 2. RPP yang dibuat dalam penelitian ini didesain secara tematik, namun karena keterbatasan waktu yang diberikan kepada peneliti maka pelaksanaan kegiatan pembelajaran tematik belum dapat dilaksanakan seutuhnya selama 5x35 menit (5JP). Fokus penelitian ini pada mata pelajaran matematika maka peneliti lebih menekankan pada pembelajaran matematika sehingga pembelajaran pada mata pelajaran lain ada beberapa kegiatan yang terpotong. C. Saran Berkaitan dengan hasil dan kesimpulan penelitian yang telah dilakukan ada beberapa saran yang mungkin dapat menjadi bahan pertimbangan demi kemajuan pembelajaran di SD Kanisius Notoyudan Yogyakarta, terutama dalam upaya meningkatkan kemampuan kognitif dan keaktifan siswa dengan menggunakan teori belajar Bruner pada mata pelajaran matematika.

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 1. Bagi Sekolah Peneliti mengharapkan agar sekolah mulai memberikan dorongan kepada guru agar dalam pembelajaran matematika maupun mata pelajaran lain, guru dapat mencoba menerapkan teori belajar Bruner ataupun teori belajar lain. 2. Bagi Guru Peneliti berharap kepada para guru agar dapat mencoba memberikan variasi pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan kognitif dan keaktifan siswa pada mata pelajaran matematika maupun mata pelajaran lain dengan menggunakan teori-teri belajar yang ada terutama teori belajar Bruner. 3. Bagi Peneliti Lain Bagi peneliti yang akan melakukan penelitian lain, diharapkan dapat mencoba melanjutkan penelitian ini dengan menggunakan teori belajar Bruner pada mata pelajaran matematika maupun mata pelajaran lain.

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Afandi, M. (2011). Cara efektif menulis karya ilmiah seting penelitian tindakan kelas pendidikan dasar dan umum. Bandung: Alfabeta. Anderson, L & Krathwohl, D. (2010). A taxonomy for learning, teaching, and assessing: a revision of Bloom’s taxonomy of educational objectives. Terj. Agung Prihantoro, Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Anggraini, R.D. (2007). Pengaruh pembelajaran kooperatif dengan bantuan laboratorium mini melalui pendekatan teori Bruner terhadap hasil belajar matematika siswa Sekolah Dasar 013 Tampan Pekanbaru. Jurnal Pilar Sains, vol 6, 13 – 28. http://ejournal.unri.ac.id diakses 12/05/14 pukul 05.35 WIB. Arikunto, S. (2010). Penelitian tindakan untuk guru, kepala sekolah, dan pengawas. Yogyakarta: Aditya Media. Arikunto, S., Suhardjono, & Supardi. (2006). Penelitian tindakan kelas. Jakarta: Bumi Aksara. Aunurrahman. (2012). Belajar dan pembelajaran. Bandung: Alfabeta. Azwar. (2012). Tes prestasi fungsi pengembangan pengukuran prestasi belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset. Badan Standar Nasional Pendidikan. (2008). Standar isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah. Jakarta: BNSP. Dahar, R.W. (2011). Teori-teori belajar&pembelajaran. Jakarta: PT Gelora Aksara Pratama. Dimyati & Mudjiono. (2010). Belajar dan pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Djamarah, S.B., & Aswan, Z. (2010). Strategi belajar mengajar. Jakarta: Rineka Cipta. Dwitagama & Kusumah. (2010). Mengenal penelitian tindakan kelas. Jakarta: PT Indeks. Hanafiah, N., & Cucu, S. (2012). Konsep strategi pembelajaran. Bandung : PT Refika Aditama. Heruman. (2008). Model pembelajaran matematika di sekolah dasar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Hollingsworth, P & Lewis, G. (2008). Active learning, increasing flow in the classroom. Terj. Dwi Wulandari, Jakarta: PT Indeks. 107

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. (2005). Kamus besar bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka Martiyono.(2012). Perencanaan pembelajaran: suatu pendekatan praktis berdasarkan KTSP termasuk model tematik. Yogyakarta: Aswaja Pressindo. Masidjo. (1995). Penilaian pencapaian hasil belajar siswa di sekolah. Yogyakarta: Kanisius. Marsigit. (2009). Matematika I untuk SMP kelas VII. Jakarta: Yudhistira. Schunk, D. H. (2008). Learning Theories An Educational Perspective. Terj. Eva Hamidah dan Rahmat Fajar, Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Setiani, F. (2011). Pengembangan asesmen alternatif dalam pembelajaran matematika dengan pendekatan realistik di sekolah dasar. Disertasi doctor, Universitas Negeri Yogyakarta. Siregar, E., dan Nara, H. (2010). Teori belajar dan pembelajaran. Bogor: Ghalia Indonesia. Slameto. (2010). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: PT Rineka Cipta. Sudrajat, A. (2011). Kurikulum&pembeljaran Yogyakarta: Paramitra Publishing. dalam paradigma baru. Sugiarto, Junaedi, I., & Waluya, B. (2012). Pembelajaran Geometri Berbasis Enaktif, Ikonik, Simbolik untuk Menumbuhkan Kemampuan Berpikir Kreatif Peserta Didik Sekolah Dasar. Journal of Primary Educational, vol 1, 12 – 18. http://journal.unnes.ac.id diakses 12/05/14 pukul 07.01 WIB. Sugiyono. (2008). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sugiyono. (2010). Statistika untuk penelitian. Bandung: Alfabeta. Sukardi. (2008). Evaluasi pendidikan: prinsip dan operasionalnya. Jakarta: Bumi Aksara. Sukayasa. (2012). Penerapan Pendekatan Konstruktivis untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa SD Karunadipa Palu pada Konsep Volume Bangun Ruang. Jurnal Peluang, vol 1,57–70. http://jurnal.unsyiah.ac.id diakses 12/05/14 pukul 08.46 WIB. Surapranata, S. (2009). Analisis, validitas, reliabilitas, dan interpretasi kurikulum 2004. Bandung: Remaja Rosdakarya. Susanto, A. (2013). Teori belajar dan pembelajaran di sekolah dasar. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 Suyono & Hariyanto.(2011). Belajar dan pembelajaran: teori dan konsep dasar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Wiriaatmadja, R. (2012). Metode penelitian tindakan kelas. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Yusuf, S. (2009). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Bandung : Remaja Rosdakarya. Zaini, H., Munthe, B., dkk. (2008). Strategi pembelajaran aktif. Yogyakarta: Pustaka Insan Madani.

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 1 SILABUS PEMBELAJARAN TEMATIK Siklus I Nama Satuan Pendidikan : SD Kanisius Notoyudan Kelas/Semester : III/ 2 Tema : Keperluan Sehari-hari Mata pelajaran terkait : B.Indonesia, Matematika, IPS Alokasi waktu : 13 x 35 menit (3 pertemuan) A. Standar Kompetensi Bahasa Indonesia Berbicara 6. Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan pengalaman secara lisan dengan bertelepon dan bercerita. Membaca 7. Memahami teks dengan membaca intensif (150-200 kata) dan membaca puisi. Matematika 3. Memahami pecahan sederhana dan penggunaannya dalam pemecahan masalah. IPS 2. Memahami jenis pekerjaan dan penggunaan uang. B. Kompetensi Dasar Bahasa Indonesia Berbicara 6.2 Menceritakan peristiwa yang pernah dialami, dilihat, atau didengar. 110

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 Membaca 7.1 Menjawab dan atau mengajukan pertanyaan tentang isi teks agak panjang (150-200 kata) yang dibaca secara intensif. Matematika 3.2 Membandingkan pecahan sederhana. IPS 2.1 Mengenal jenis-jenis pekerjaan. C. Indikator Indikator Competance Bahasa Indonesia Berbicara 6.2.1 Menjelaskan isi cerita dengan kata-kata sendiri. 6.2.2 Membaca cerita peristiwa ulang tahun. Membaca 7.1.1 Menjawab pertanyaan yang dibaca. 7.1.2 Menuliskan jawaban dari pertanyaan bacaan. Matematika 3.2.1 Menyebutkan definisi pecahan. 3.2.2 Membilang pecahan sederhana. 3.2.3 Menyebutkan lambang bilangan pecahan sederhana. 3.2.4 Menjelaskan contoh pecahan sederhana. 3.2.5 Menggambar contoh pecahan sederhana dengan menggunakan media keping pecahan. 3.2.6 Menunjukkan nilai suatu pecahan. 3.2.7 Membedakan nilai dari suatu gambar pecahan. 3.2.8 Menunjukkan pecahan dengan gambar. 3.2.9 Menggambar nilai pecahan. IPS 2.1.1 Menyebutkan jenis-jenis pekerjaan yang ada di lingkungan sekitar. 2.1.2 Menuliskan pekerjaan yang diketahui.

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 2.1.3 Mendaftar jenis-jenis pekerjaan dan tugasnya. 2.1.4 Mencatat jenis-jenis pekerjaan dan tugasnya. Indikator Conscience Bahasa Indonesia Berbicara 6.2.3 Percaya diri dalam menjelaskan isi cerita. Membaca 7.1.3 Percaya diri dalam menjelaskan jawaban dari suatu pertanyaan. Matematika 3.2.10 Percaya diri dalam menjelaskan contoh pecahan sederhana. 3.2.11 Percaya diri dalam menjelaskan perbedaan nilai suatu pecahan. IPS 2.1.5 Percaya diri ketika menyebutkan jenis-jenis pekerjaan. 2.1.6 Percaya diri dalam mendaftar pekerjaan dan tugasnya. Indikator Compassion Bahasa Indonesia 6.2.4 Menghargai teman saat menjelaskan cerita. 7.1.4 Menghargai pendapat teman saat menjelaskan jawaban dari suatu pertanyaan. Matematika 3.2.12 Menghargai pendapat teman saat mendiskusikan pecahan sederhana. 3.2.13 Menghargai pendapat teman dalam menjelaskan perbedaan nilai suatu pecahan. IPS 2.1.7 Menghargai teman ketika sedang menyebutkan jenis-jenis pekerjaan. 2.1.8 Menghargai pendapat teman ketika menyampaikan daftar pekerjaan dan tugasnya.

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 D. Materi Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Materi Menceritakan kembali cerita Membaca dan menjawab pertanyaan teks bacaan Matematika Pecahan sederhana IPS Jenis pekerjaan E. Nilai Kemanusiaan Nilai toleransi Nilai kerjasama F. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 (5 x 35 menit) Konteks 1. Siswa dan guru melakukan tanya jawab mengenai perayaan ulang tahun. Pengalaman 2. Siswa bersama guru menyanyikan lagu “selamat ulang tahun”. 3. Siswa membaca cerita perayaan ulang tahun. 4. Siswa diminta menceritakan kembali cerita yang telah dibaca. 5. Siswa diminta menyebutkan jenis-jenis pekerjaan yang diketahui. 6. Siswa bersama guru mendemonstrasikan cara memotong kue. (Tahap enaktif) 7. Siswa diminta menunjukkan nilai pecahan dengan menggunakan media keping pecahan. (Tahap enaktif) 8. Siswa diminta menggambar pecahan. (Tahap ikonik) 9. Siswa diminta menuliskan lambang bilangan pecahan. (Tahap simbolik) Pertemuan 2 (5 x 35 menit) Konteks 1. Siswa bersama guru melakukan kegiatan tanya jawab mengenai kegiatan sarapan pagi.

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114 Pengalaman 2. Siswa diajak membaca cerita yang berjudul “Sarapan Pagi Keluarga Beti” 3. Siswa diminta menjawab pertanyaan bacaan. 4. Siswa menuliskan jawaban pada buku catatan. 5. Siswa diberi tugas untuk mendaftar pekerjaan orang tua teman sekelas. 6. Siswa diajak memotong kertas untuk menunjukkan nilai suatu pecahan. (Tahap enaktif) 7. Siswa diminta menunjukkan nilai suatu pecahan menggunakan media keping pecahan. (Tahap enaktif) 8. Siswa menyebutkan nilai suatu pecahan dengan gambar. (Tahap ikonik) 9. Siswa menuliskan nama dan lambang bilangan suatu pecahan untuk membedakan nilainya. (Tahap simbolik) Pertemuan 3 (3 x 35 menit) 1. Siswa mengerjakan soal evaluasi mata pelajaran matematika. (evaluasi siklus I) Refleksi Competence 1. Apakah kamu sudah mampu menceritakan kembali cerita, memahami contoh, cara menulis dan membilang pecahan sederhana serta menyebutkan jenis pekerjaan ? 2. Apakah kamu dapat menjawab pertanyaan bacaan, mendaftar pekerjaan, dan membedakan nilai suatu pecahan, menggambar pecahan, serta nilai dari suatu gambar pecahan ? Conscience 1. Apakah kamu sudah menunjukkan sikap percaya diri? Compassion 1. Apakah kamu sudah menunjukkan sikap toleransi?

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 Aksi Competence 1. Apakah tindakan yang akan kamu lakukan setelah belajar cara menceritakan kembali cerita yang telah dibaca, memahami contoh, cara menulis, membilang pecahan sederhana serta menyebutkan jenis pekerjaan? 2. Apakah tindakan yang akan kamu lakukan setelah belajar cara menjawab pertanyaan bacaan, mendaftar pekerjaan, dan membedakan nilai suatu pecahan, menggambar pecahan, serta nilai dari suatu gambar pecahan? Conscience 1. Apakah tindakan yang akan kamu lakukan agar menjadi pribadi yang memiliki rasa percaya diri? Compassion 1. Apakah tindakan yang akan kamu lakukan agar mampu bekerjasama dan menghargai orang lain? G. Penilaian Indikator Competence (Kognitif) Competence (Psikomotor) Jenis Teknik Instrumen Tes Tertulis Soal evaluasi Nontes Pengamatan Lembar pengamatan Conscience Nontes Pengamatan Lembar pengamatan Compassion Nontes Pengamatan Lembar pengamatan H. Sumber Belajar Buku sumber Sunardi, dkk. (2013). Ayo Melakukan Pembelajaran Tematik Untuk SD Kelas III Semester 2 Awal. Yogyakarta: Kanisius. (hlm 139-141)

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 Nursa‟ban, Muhammad dan Rusmawan. (2007). Ilmu Pengetahuan Sosial 3 Untuk SD dan MI Kelas III. Jakarta: Pusat Perbukuan. (hlm 37-41) Warsidi, Edi dan Farika. (2008). Bahasa Indonesia Membuatku Cerdas 3: untuk Kelas III SD dan MI. Jakarta: Pusat Perbukuan. (hlm 80-83) Darmadi, Kaswan dan Rita Nirbaya.(2008). Bahasa Indonesia 3: untuk SD/MI Kelas III. Jakarta: Pusat Perbukuan. (hlm 122-123) Media pembelajaran : Bahasa Indonesia : teks cerita mengenai acara ulang tahun dan sarapan pagi. Matematika : kue, pisau, gambar menu sarapan , roti tawar dan media keping pecahan IPS : gambar jenis-jenis pekerjaan. Yogyakarta, 3 Februari 2014 Mengetahui, Guru Kelas Guru Praktikan Erni Suswanti, S.Pd. Veronica Daristi M Kepala Sekolah

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 SILABUS PEMBELAJARAN TEMATIK Siklus II Nama Satuan Pendidikan : SD Kanisius Notoyudan Kelas/Semester : III/ 2 Tema : Keperluan Sehari-hari Mata pelajaran terkait : B. Indonesia, IPA, Matematika, PKn, IPS Alokasi waktu : 13 x 35 menit (3 pertemuan) A. Standar Kompetensi Bahasa Indonesia Membaca 7. Memahami teks dengan membaca intensif (150-200 kata) dan membaca puisi. IPA 5. Menerapkan konsep energi gerak. Matematika 3. Memahami pecahan sederhana dan penggunaanya dalam pemecahan masalah. PKn 3. Memiliki harga diri sebagai individu. IPS 2. Memahami jenis pekerjaan dan penggunaan uang. B. Kompetensi Dasar Bahasa Indonesia 7.1 Menjawab dan atau mengajukan pertanyaan tentang isi teks agak panjang (150- 200 kata) yang dibaca secara intensif. IPA 5.2 Menerapkan cara menghemat energi dalam kehidupan sehari-hari.

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 Matematika 3.2 Membandingkan pecahan sederhana. PKn 3.2 Memberi contoh bentuk harga diri, seperti menghargai diri sendiri, mengakui kelebihan dan kekurangan diri sendiri dan lain-lain. IPS 2.1 Mengenal jenis-jenis pekerjaan. C. Indikator Indikator Competence Bahasa Indonesia 7.1.1 Menyusun pertanyaan dari bacaan. 7.1.2 Menuliskan pertanyaan yang dibuat. IPA 5.2.1 Menyebutkan cara menghemat energi dalam kehidupan sehari-hari. 5.2.2 Menuliskan cara menghemat energi. Matematika 3.2.1 Mengelompokkan pecahan yang penyebutnya sama. 3.2.2 Membedakan nilai pecahan yang penyebutnya sama. 3.2.3 Membandingkan nilai pecahan yang penyebutnya sama. 3.2.4 Menggambar pecahan yang penyebutnya sama. 3.2.5 Membedakan nilai pecahan yang penyebutnya berbeda. 3.2.6 Membandingkan nilai pecahan yang penyebutnya berbeda. 3.2.7 Memilih pecahan yang memiliki nilai yang sama. 3.2.8 Menggambar pecahan yang memiliki nilai yang sama. PKn 3.2.1 Menyebutkan contoh bentuk harga diri dengan mengakui kelebihan dan kekurangan diri sendiri. 3.2.2 Menuliskan kelebihan dan kekurangan diri sendiri. IPS 2.1.1 Mengelompokkan jenis-jenis pekerjaan.

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.1.2 119 Menempel gambar pekerjaan menutut jenisnya. Indikator Conscience Bahasa Indonesia 7.1.3 Percaya diri dalam menyampaikan susunan pertanyaan yang telah dibuat. IPA 5.2.3 Percaya diri dalam menyampaikan pendapat mengenai cara menghemat energi. Matematika 3.2.9 Percaya diri dalam membandingkan pecahan yang penyebutnya sama. 3.2.10 Percaya diri dalam membandingkan pecahan yang penyebutnya berbeda. 3.2.11 Percaya diri dalam memilih pecahan yang nilainya sama. PKn 3.2.3 Percaya diri dalam menyebutkan kelebihan dan kekurangan diri sendiri IPS 2.1.3 Percaya diri dalam mengelompokkan jenis-jenis pekerjaan. Indikator Compassion Bahasa Indonesia 7.1.4 Menghargai teman ketika menyampaikan susunan pertanyaan yang dibuat. IPA 5.2.4 Menghargai teman ketika menyampaikan pendapat mengenai cara menghemat energi. Matematika 3.2.12 Menghargai pendapat teman ketika membandingkan pecahan yang penyebutnya sama. 3.2.13 Menghargai pendapat teman dalam membandingkan pecahan yang penyebutnya sama 3.2.14 Menghargai pendapat teman dalam memilih pecahan yang nilainya sama.

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 PKn 3.2.4 Menghargai kelebihan dan kekurangan teman. IPS 2.1.3 Menghargai pendapat teman ketika mengelompokkan jenis-jenis pekerjaan D. Materi Mata Pelajaran Materi Bahasa Indonesia Membaca dan membuat pertanyaan bacaan IPA Cara menghemat energy Matematika Pecahan sederhana PKn Harga Diri IPS Jenis pekerjaan E. Nilai Kemanusiaan Nilai toleransi Nilai kerjasama F. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 (5 x 35 menit) Konteks 1. Siswa bersama guru melakukan kegiatan tanya jawab mengenai pengalaman memotong suatu benda. Pengalaman 2. Siswa bersama guru menyanyikan lagu “potong kertas”. 3. Siswa diminta membaca cerita dan mendiskusikan cerita. 4. Siswa diminta membuat pertanyaan dari bacaan yang telah dibaca. 5. Siswa diminta menyebutkan pekerjaan yang ada dalam bacaan. 6. Siswa diberi tugas mengelompokkan gambar pekerjaan menurut jenisnya. 7. Siswa dan guru melakukan tanya jawab isi lagu “potong kertas”.

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 8. Siswa diminta memotong kertas lalu membandingkannya . (Tahap enaktif) 9. Siswa diminta membandingkan gambar pecahan yang penyebutnya sama. (Tahap ikonik) 10. Siswa mengelompokkan bilangan-bilangan pecahan yang memiliki penyebutnya sama. (Tahap simbolik) 11. Siswa menuliskan lambang bilangan pecahan dari suatu gambar pecahan. (Tahap simbolik) 12. Siswa membandingkan pecahan dengan menggunakan tanda. (Tahap simbolik) Pertemuan 2 (5 x 35 menit) Konteks 1. Siswa bersama guru melakukan kegiatan tanya jawab mengenai kegiatan sehari-hari siswa. Pengalaman 2. Siswa bersama guru menyanyikan lagu “kegiatanku” 3. Siswa membaca cerita mengenai rutinitas pagi. 4. Siswa dan guru melakukan tanya jawab isi cerita yang telah dibaca. 5. Siswa diminta mendaftar cara menghemat energi dalam kehidupan seharihari. 6. Siswa diberi penjelasan oleh guru mengenai harga diri. 7. Siswa diajak menuliskan kelebihan dan kekurangan diri sendiri. 8. Siswa diajak mendemonstrasikan perbedaan porsi makan dengan menggunakan roti. (Tahap enaktif) 9. Siswa diajak membandingkan potongan roti. (Tahap enaktif) 10. Siswa diminta membandingkan gambar pecahan yang penyebutnya berbeda. (Tahap ikonik) 11. Siswa diminta memilih gambar pecahan yang nilainya sama. (Tahap ikonik)

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122 12. Siswa menuliskan lambang pecahan dan tanda pembanding (>, < dan = ) dari suatu gambar pecahan. (Tahap simbolik) 13. Siswa membandingkan bilangan pecahan dengan menggunakan tanda pembanding. (Tahap simbolik) Pertemuan 3 (3 x 35 menit) 1. Siswa mengerjakan soal evaluasi mata pelajaran matematika. (evaluasi siklus II) Refleksi Competence 1. Apakah kamu sudah mampu membuat pertanyaan dari suatu cerita, mengelompokkan pekerjaan menurut jenisnya, membandingkan pecahan yang penyebutnya sama? 2. Apakah kamu dapat memberikan contoh cara menghemat energi, contoh harga diri, membandingkan pecahan yang penyebutnya berbeda serta memilih pecahan yang nilainya sama? Conscience 1. Apakah kamu sudah menunjukkan sikap percaya diri? Compassion 1. Apakah kamu sudah menunjukkan sikap toleransi? Aksi Competence 1. Apakah tindakan yang akan kamu lakukan setelah belajar menceritakan membuat pertanyaan dari suatu cerita, mengelompokkan pekerjaan menurut jenisnya, dan membandingkan pecahan yang penyebutnya sama? 2. Apakah tindakan yang akan kamu lakukan setelah belajar memberikan contoh cara menghemat energi, contoh harga diri, membandingkan pecahan yang penyebutnya berbeda serta memilih pecahan yang nilainya sama?

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123 Conscience 1. Apakah tindakan yang akan kamu lakukan agar menjadi pribadi yang memiliki rasa percaya diri? Compassion 1. Apakah tindakan yang akan kamu lakukan agar mampu bekerjasama dan menghargai orang lain? I. Penilaian Indikator Competence (Kognitif) Competence (Psikomotor) Jenis Teknik Instrumen Tes Tertulis Soal evaluasi Nontes Pengamatan Lembar pengamatan Conscience Nontes Pengamatan Lembar pengamatan Compassion Nontes Pengamatan Lembar pengamatan J. Sumber Belajar Buku sumber Sunardi, dkk.(2013). Ayo Melakukan Pembelajaran Tematik Untuk SD Kelas III Semester 2 Awal. Yogyakarta: Kanisius. (hlm 139-141) Nursa‟ban, Muhammad dan Rusmawan.(2007). Ilmu Pengetahuan Sosial 3 Untuk SD dan MI Kelas III. Jakarta: Pusat Perbukuan. (hlm 37-41) Handoko, Tri. (2006). Terampil Matematika 3 Untuk Kelas 3 SD. Jakarta: Yudhistira. (hlm. 88-91) Priyono dan Titik Sayekti.(2008). Ilmu Pengetahuan Alam 3 Untuk SD dan MI Kelas III. Jakarta: Pusat Perbukuan. (hlm 133-135) Slamet, dkk. (2008). Pendidikan Kewarganegaraan 3 : SD/MI Kelas III. Jakarta: Pusat Perbukuan. (hlm 52-54)

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124 Media pembelajaran Bahasa Indonesia : teks bacaan mengenai pekerjaan Matematika : media keping pecahan, kertas, teks lagu, roti tawar IPS : teks cerita, gambar berbagai pekerjaan (guru, dokter, penjahit, dll) PKn : teks cerita Yogyakarta, 3 Februari 2014 Mengetahui, Guru Kelas Guru Praktikan Erni Suswanti, S.Pd. Veronica Daristi M Kepala Sekolah Immaculata Ernawati, S.Pd.

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 2 JARING – JARING TEMA Keperluan Sehari-hari Matematika 3. Memahami pecahan sederhana dan penggunaannya dalam pecahan masalah IPA PKn 5. Menerapkan konsep energi gerak 3. Memiliki harga diri sebagai individu KEPERLUAN SEHARI-HARI Bahasa Indonesia IPS Berbicara 2. Memahami jenis pekerjaan dan penggunaan uang 6. Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan pengalaman secara lisan dengan bertelepon dan bercerita. Membaca 7. Memahami teks dengan membaca intensif (150-200 kata) dan membaca puisi 125

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126 JARING TEMA SIKLUS I Pertemuan I Matematika 3.2 Membandingkan pecahan sederhana Competence  Menyebutkan definisi pecahan  Membilang pecahan sederhana  Menyebutkan lambang bilangan pecahan sederhana  Menjelaskan contoh pecahan sederhana  Menggambar contoh pecahan sederhana dengan menggunakan media keping pecahan Conscience  Percaya diri dalam menjelaskan contoh pecahan sederhana Compassion  Menghargai pendapat teman saat mendiskusikan pecahan sederhana. KEPERLUAN SEHARI-HARI IPS Bahasa Indonesia 2.1 Mengenal jenis-jenis pekerjaan Competence  Menyebutkan jenis-jenis pekerjaan yang ada di lingkungan sekitar.  Menuliskan pekerjaan yang diketahui Conscience  Percaya diri ketika menyebutkan jenisjenis pekerjaan Compassion  Menghargai teman ketika sedang menyebutkan jenis-jenis pekerjaan. 6.2 Menceritakan peristiwa yang pernah dialami, dilihat, atau didengar Competence  Menjelaskan isi cerita dengan kata-kata sendiri  Membaca cerita peristiwa ulang tahun Conscience  Percaya diri dalam menjelaskan isi cerita Compassion  Menghargai teman saat menjelaskan cerita.

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127 JARING TEMA SIKLUS I Pertemuan II Matematika 3.2 Membandingkan pecahan sederhana Competence  Menunjukkan nilai suatu pecahan  Membedakan nilai dari suatu gambar pecahan  Menunjukkan pecahan dengan gambar  Menggambar nilai pecahan Conscience  Percaya diri dalam menjelaskan perbedaan nilai suatu pecahan. Compassion  Menghargai pendapat teman dalam menjelaskan perbedaan nilai suatu pecahan KEPERLUAN SEHARI-HARI Bahasa Indonesia IPS 2.1 Mengenal jenis-jenis pekerjaan Competence  Mendaftar jenis-jenis pekerjaan dan tugasnya  Mencatat jenis-jenis pekerjaan dan tugasnya Conscience  Percaya diri dalam mendaftar pekerjaan dan tugasnya Compassion  Menghargai pendapat teman ketika menyampaikan daftar pekerjaan dan tugasnya. 7.1 Menjawab dan atau mengajukan pertanyaan tentang isi teks agak panjang (150-200 kata) yang dibaca secara intensif Competence  Menjawab pertanyaan yang dibaca  Menuliskan jawaban dari pertanyaan bacaan Conscience  Percaya diri dalam menjelaskan jawaban dari suatu pertanyaan. Compassion  Menghargai pendapat teman saat menjelaskan jawaban dari suatu

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI SIKLUS I Pertemuan III (Evaluasi) Matematika Competence (Kognitif)  Menyebutkan definisi pecahan  Membilang pecahan sederhana  Menyebutkan lambang bilangan pecahan sederhana  Menjelaskan contoh pecahan sederhana  Menunjukkan nilai suatu pecahan  Membedakan nilai dari gambar suatu pecahan  Menunjukkan pecahan dengan gambar 128

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129 JARING TEMA SIKLUS II Pertemuan I Matematika 3.2 Membandingkan pecahan sederhana Competence  Mengelompokkan pecahan yang penyebutnya sama  Membedakan nilai pecahan yang penyebutnya sama  Membandingkan nilai pecahan yang penyebutnya sama  Menggambar pecahan yang penyebutnya sama Conscience  Percaya diri dalam membandingkan pecahan yang penyebutnya sama Compassion  Menghargai pendapat teman ketika membandingkan pecahan yang penyebutnya sama. KEPERLUAN SEHARI-HARI IPS 2.1 Mengenal jenis-jenis pekerjaan Competence  Mengelompokkan jenis-jenis pekerjaan Conscience  Percaya diri dalam mengelompokkan jenis-jenis pekerjaan  Menempel gambar pekerjaan menurut jenisnya Compassion  Menghargai pendapat teman ketika mengelompokkan jenis-jenis pekerjaan Bahasa Indonesia 7.1 Menjawab dan atau mengajukan pertanyaan tentang isi teks agak panjang (150-200 kata) yang dibaca secara intensif Competence  Menyusun pertanyaan dari bacaan  Menuliskan pertanyaan yang dibuat Conscience  Percaya diri dalam menyampaikan susunan pertanyaan yang telah dibuat Compassion  Menghargai teman ketika menyampaikan susunan pertanyaan yang dibuat

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130 JARING TEMA SIKLUS II Pertemuan II Matematika 3.2 Membandingkan pecahan sederhana Competence  Membedakan nilai pecahan yang penyebutnya berbeda  Membandingkan nilai pecahan yang penyebutnya berbeda  Memilih pecahan yang memiliki nilai yang sama  Menggambar pecahan yang memiliki nilai yang sama Conscience  Percaya diri dalam membandingkan pecahan yang penyebutnya berbeda  Percaya diri dalam memilih pecahan yang nilainya sama Compassion  Menghargai pendapat teman dalam membandingkan pecahan yang penyebutnya sama  Menghargai pendapat teman dalam memilih pecahan yang nilainya sama KEPERLUAN SEHARI-HARI PKn IPA 5.2 Menerapkan cara menghemat energi dalam kehidupan sehari-hari Competence  Menyebutkan cara menghemat energi dalam kehidupan sehari-hari  Menuliskan cara menghemat energi Conscience  Percaya diri dalam menyampaikan pendapat mengenai cara menghemat energi Compassion  Menghargai teman ketika menyampaikan pendapat mengenai cara menghemat energi 3.2 Memberi contoh bentuk harga diri, seperti menghargai diri sendiri, mengakui kelebihan dan kekurangan diri sendiri dan lain-lain Competence  Menyebutkan contoh bentuk harga diri dengan mengakui kelebihan dan kekurangan diri sendiri  Menuliskan kelebihan dan kekurangan diri sendiri Conscience  Percaya diri dalam menyebutkan kelebihan dan kekurangan diri sendiri Compassion  Menghargai kelebihan dan kekurangan teman

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI JARING TEMA SIKLUS II Pertemuan III (Evaluasi) Matematika Competence (Kognitif)  Mengelompokkan pecahan yang penyebutnya sama      Membedakan nilai pecahan yang penyebutnya sama Membandingkan nilai dua pecahan yang penyebutnya sama Membedakan nilai pecahan yang penyebutnya berbeda Membandingkan nilai dua pecahan yang penyebutnya berbeda Memilih pecahan yang memiliki nilai yang sama 131

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3 RENCAN A PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK (RPP TEMATIK) Siklus I Pertemuan 1 Nama Satuan Pendidikan : SD Kanisius Notoyudan Kelas/Semester : III/ 2 Tema : Keperluan Sehari-hari Mata pelajaran terkait : B. Indonesia, Matematika, IPS Alokasi waktu : 5 x 35 menit A. Standar Kompetensi Bahasa Indonesia Berbicara 6. Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan pengalaman secara lisan dengan bertelepon dan bercerita. Matematika 3. Memahami pecahan sederhana dan penggunaannya dalam pemecahan masalah. IPS 2. Memahami jenis pekerjaan dan penggunaan uang. B. Kompetensi Dasar Bahasa Indonesia 6.2 Menceritakan peristiwa yang pernah dialami, dilihat, atau didengar. Matematika 3.2 Membandingkan pecahan sederhana. IPS 2.1 Mengenal jenis-jenis pekerjaan. 132

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133 C. Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator Competence Bahasa Indonesia 6.2.1 Menjelaskan isi cerita dengan kata-kata sendiri. 6.2.2 Membaca cerita peristiwa ulang tahun. Matematika 3.2.1 Menyebutkan definisi pecahan. 3.2.2 Membilang pecahan sederhana. 3.2.3 Menyebutkan lambang bilangan pecahan sederhana. 3.2.4 Menjelaskan contoh pecahan sederhana. 3.2.5 Menggambar contoh pecahan sederhana dengan menggunakan media keping pecahan. IPS 2.1.1 Menyebutkan jenis-jenis pekerjaan yang ada di lingkungan sekitar. 2.1.2 Menuliskan pekerjaan yang diketahui. Indikator Conscience Bahasa Indonesia 6.2.2 Percaya diri dalam menjelaskan isi cerita. Matematika 3.2.6 Percaya diri dalam menjelaskan contoh pecahan sederhana . IPS 2.1.3 Percaya diri ketika menyebutkan jenis-jenis pekerjaan. Indikator Compassion Bahasa Indonesia 6.2.3 Menghargai teman saat menjelaskan cerita. Matematika 3.2.7 Menghargai pendapat teman saat mendiskusikan pecahan sederhana. IPS 2.1.3 Menghargai teman ketika sedang menyebutkan jenis-jenis pekerjaan.

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134 D. Tujuan Pembelajaran Indikator Competence Bahasa Indonesia 6.2.1 Siswa mampu menjelaskan isi cerita minimal menyebutkan pokokpokok cerita dengan kata-kata sendiri secara lisan. 6.2.2 Siswa mampu membaca minimal 150 kata dari cerita peristiwa ulang tahun tanpa bimbingan guru. Matematika 3.2.1 Siswa mampu menyebutkan definisi pecahan minimal mengetahui ciri pecahan tanpa melihat catatan. 3.2.2 Siswa mampu membilang minimal tiga pecahan sederhana tanpa bimbingan guru. 3.2.3 Siswa mampu menyebutkan minimal tiga lambang bilangan pecahan sederhana melalui kerja kelompok. 3.2.4 Siswa mampu menjelaskan minimal dua contoh pecahan sederhana melalui kerja kelompok. 3.2.5 Siswa mampu menggambar minimal dua contoh pecahan sederhana dengan menggunakan media keping pecahan melalui kerja kelompok. IPS 2.1.3 Siswa mampu menyebutkan minimal dua jenis-jenis pekerjaan yang ada di lingkungan sekitar melalui kegiatan tanya jawab. 2.1.4 Siswa mampu menuliskan minimal dua pekerjaan yang diketahui secara mandiri. Indikator Conscience Bahasa Indonesia 6.2.2 Siswa mampu menunjukkan sikap percaya diri dalam menjelaskan isi cerita minimal mau mengangkat tangan untuk menceritakan melalui kegiatan tanya jawab.

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135 Matematika 3.2.6 Siswa mampu menunjukkan sikap percaya diri dalam menjelaskan contoh pecahan sederhana minimal mau berpendapat pada saat kegiatan tanya jawab. IPS 2.1.5 Siswa mampu menunjukkan sikap percaya diri ketika menyebutkan jenis-jenis pekerjaan minimal mau berpendapat pada saat kegiatan tanya jawab. Indikator Compassion Bahasa Indonesia 6.2.3 Siswa mampu menghargai teman minimal mau mendengarkan pendapat teman saat menjelaskan cerita. Matematika 3.2.7 Siswa mampu menghargai pendapat teman minimal mau mendengarkan pendapat teman saat mendiskusikan pecahan sederhana. IPS 2.1.3 Siswa mampu menghargai teman minimal mau mendengarkan pendapat teman ketika sedang menyebutkan jenis-jenis pekerjaan. E. Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia : menceritakan kembali cerita. Matematika : pecahan sederhana. IPS : jenis pekerjaan. F. Pendekatan dan Metode Pembelajaran Pendekatan : Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR). Metode : tanya jawab, diskusi, demonstrasi, penugasan.

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136 G. Nilai Kemanusiaan Nilai toleransi. Nilai kerjasama. H. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal (15 menit) Salam pembuka Doa pembuka Absensi Apersepsi a. Siswa diminta untuk mengingat-ingat pengalaman yang pernah dialami. b. Siswa ditanya mengenai pengalaman perayaan ulang tahun. Orientasi a. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilakukan. Motivasi a. Siswa diajak menyanyikan lagu ”selamat ulang tahun”. 1. Konteks Guru dan siswa melakukan tanya jawab mengenai peristiwa yang pernah dialami siswa, misalnya peristiwa perayaan ulang tahun. a. Apa saja yang harus disiapkan untuk merayakan ulang tahun? (kue, kado, lilin, hiasan dll) b. Bagaimana urutan perayaan ulang tahun (doa, menyalakan lilin, potong kue, dll) c. Bagaimana cara memotong kue agar mendapatkan bagian yang sama besar? d. Di manakah kamu membeli kue ? (jika di toko siapa saja yang bekerja di toko dan apa pekerjaannya)

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 137 Kegiatan Inti ( 120 menit ) 2. Pengalaman Eksplorasi a. Siswa diajak untuk membaca cerita mengenai peristiwa ulang tahun. b. Siswa diminta untuk menceritakan kembali cerita yang dibacanya secara lisan. c. Siswa diajak untuk mendiskusikan mengenai penjual kue dan jenis pekerjaanya. d. Siswa diminta menyebutkan jenis – jenis pekerjaan yang lain. e. Siswa diberi penjelasan mengenai jenis pekerjaan. f. Siswa diajak untuk menyusun urutan acara perayaan ulang tahun. (perjelas pada bagian memotong kue ulang tahun) g. Guru mendemonstrasikan cara membagi kue. (Tahap enaktif) h. Beberapa siswa diminta untuk membagi kue yang telah disediakan oleh guru. (Tahap enaktif) i. Guru membagi siswa dalam kelompok dimana jumlah anggota masing-masing kelompok berjumlah 4-5 orang. j. Siswa diberi arahan mengenai rencana kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan. k. Siswa diajak untuk mengenal kembali pecahan dengan cara guru menunjukkan kue lalu membaginya menjadi beberapa bagian untuk menunjukkan pecahan secara nyata kepada siswa. (Tahap enaktif) l. Siswa dan guru mendiskusikan definisi pecahan. m. Siswa bersama guru mendiskusikan contoh pecahan. n. Siswa dikenalkan media pembelajaran berupa keping pecahan. o. Siswa diberi penjelasan oleh guru mengenai cara penggunaan media. Elaborasi a. Guru membagikan LKS dan media keping pecahan kepada masingmasing kelompok.

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138 b. Siswa dalam kelompok diminta untuk menunjukkan nilai pecahan dengan menggunakan media keping pecahan. (Tahap enaktif) c. Siswa diminta menggambar nilai suatu pecahan. (Tahap ikonik) d. Siswa menuliskan lambang bilangan pecahan dengan menggunakan media keping pecahan. (Tahap simbolik) e. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil kerja. Konfirmasi a. Siswa dan guru melakukan tanya jawab mengenai hal-hal yang belum diketahui. b. Guru memberikan umpan balik dan penguatan kepada siswa serta meluruskan pemahaman siswa jika terjadi miskonsepsi. Kegiatan Penutup (40 menit) a. Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran. b. Siswa mengerjakan soal evaluasi. (soal terlampir) 3. Refleksi Competence 1. Apakah kamu dapat menceritakan kembali cerita yang kamu baca? 2. Apakah kamu memahami contoh, cara menulis dan membilang pecahan sederhana? 3. Apakah kamu memahami contoh jenis-jenis pekerjaan? Conscience 1. Apakah kamu sudah menunjukkan sikap percaya diri, misalnya mau mengungkapkan pendapatmu? Compassion 1. Apakah kamu sudah menunjukkan sikap toleransi dengan teman maupun guru selama pembelajaran?

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139 4. Aksi/tindakan Competence 1. Apakah yang akan kamu lakukan setelah belajar memahami isi cerita yang dibaca? 2. Apakah yang akan kamu lakukan setelah belajar memahami contoh, cara menulis dan membilang pecahan sederhana? 3. Apakah yang akan kamu lakukan setelah mempelajari contoh jenisjenis pekerjaan? Conscience 1. Apakah yang akan kamu lakukan agar memiliki sikap percaya diri? Compassion 1. Apakah yang akan kamu lakukan agar mampu bekerjasama dalam kelompok? 2. Apakah yang akan kamu lakukan agar mampu menerapkan materi pecahan yang telah kamu pelajari dalam kehidupanmu? 5. Evaluasi Guru memberikan penguatan mengenai kegiatan refleksi dan rumusan aksi yang telah dilakukan siswa, dengan bertanya : 1. Apakah tindakan yang kamu pilih dan akan kamu lakukan memang sudah benar? Berikan alasanmu! Doa penutup Salam penutup pembelajaran I. Kecakapan Hidup 1. Kecakapan personal : a. Kecakapan kesadaran diri : percaya diri dalam mengemukakan pendapat. b. Kecakapan berpikir : kecakapan untuk memahami materi dikaitkan dengan pengalaman hidup sehari-hari.

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140 2. Kecakapan sosial : a. Kecakapan berkomunikasi dengan teman maupun guru. b. Kecakapan berinteraksi dengan teman maupun guru. J. Sumber Belajar, Media, Alat /Bahan 1. Sumber Sunardi, dkk. (2013). Ayo Melakukan Pembelajaran Tematik Untuk SD Kelas III Semester 2 Awal. Yogyakarta: Kanisius. (hlm 139-141) Nursa‟ban, Muhammad dan Rusmawan.(2007). Ilmu Pengetahuan Sosial 3 Untuk SD dan MI Kelas III. Jakarta: Pusat Perbukuan. (hlm 37-41) Darmadi, Kaswan dan Rita Nirbaya. (2008). Bahasa Indonesia 3: untuk SD/MI Kelas III. Jakarta: Pusat Perbukuan. (hlm 122-123) 2. Alat pembelajaran Bahasa Indonesia : teks cerita mengenai acara ulang tahun. Matematika : kue, pisau, media keping pecahan. IPS : gambar jenis-jenis pekerjaan. K. Penilaian 1. Tes : tertulis (pilihan ganda) 2. Nontes : pengamatan No 1. Indikator Jenis Teknik Tes Tertulis Nontes Pengamatan Instrumen Indikator Competence Bahasa Indonesia Kognitif Menjelaskan isi cerita dengan Soal evaluasi kata-kata sendiri Psikomotor Membaca cerita peristiwa ulang tahun Lembar pengamatan

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Indikator Jenis Teknik Tes Tertulis Nontes Pengamatan Tes Tertulis Nontes Pengamatan Nontes Pengamatan 141 Instrumen Matematika Kognitif 3.2.7 Menyebutkan definisi pecahan Membilang pecahan sederhana Menyebutkan lambang bilangan Soal evaluasi pecahan sederhana Menjelaskan contoh pecahan contoh pecahan sederhana Psikomotor Menggambar sederhana dengan menggunakan Lembar pengamatan media keping pecahan IPS Kognitif Menyebutkan jenis-jenis pekerjaan yang ada di lingkungan Soal evaluasi sekitar. Psikomotor Menuliskan pekerjaan yang diketahui 2. Lembar pengamatan Indikator Conscience Bahasa Indonesia Percaya diri dalam menjelaskan isi cerita Matematika Percaya diri dalam menjelaskan contoh pecahan sederhana Lembar pengamatan

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Indikator Jenis Teknik Nontes Pengamatan 142 Instrumen IPS Percaya diri ketika menyebutkan jenis-jenis pekerjaan 3. Indikator Compassion Bahasa Indonesia Menghargai teman saat menjelaskan cerita. Matematika Menghargai pendapat teman saat mendiskusikan pecahan Lembar pengamatan sederhana. IPS Menghargai teman ketika sedang menyebutkan jenis-jenis pekerjaan. Penilaian Competence (kognitif) Skor soal pilihan ganda Nilai = Benar : 1 Salah : 0 skor yang diperoleh x 100 skor maksimal Penilaian Competence (psikomotor) Lembar pengamatan psikomotor No 1 Indikator Penilaian Membaca cerita peristiwa ulang tahun 2 Menggambar contoh pecahan sederhana dengan menggunakan media keping pecahan Nomer Absen Siswa 1 2 3 4 5 6 Dst

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No 3 143 Nomer Absen Siswa Indikator Penilaian 1 2 3 4 5 6 Dst Menuliskan jenis pekerjaan yang diketahui Jumlah tanda centang (√) Keterangan : Beri tanda centang (√) jika siswa teramati melakukan indikator penilaian Rubrik penilaian psikomotor No absen Nama Siswa Skor 1 2 3 4 Nilai Keterangan 1 2 3 Dst Pedoman penskoran : Pedoman penilaian : Skor 4 (sangat baik) : 3 indikator teramati Skor 3 (baik) : 2 indikator teramati Skor 2 (cukup baik) : 1 indikator teramati Nilai = skor yang diperoleh x 100 skor maksimal Skor 1 (kurang baik) : indikator tidak teramati Nilai Akhir Competence Nilai akhir competence = nilai kognitif + nilai psikomotor 2

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144 Penilaian Conscience Menilai sikap percaya diri siswa Menurut Lauser (dalam Fasikhah, 1994) kepercayaan diri terdiri dari empat indikator yaitu percaya pada kemampuan diri sendiri, bertindak mandiri dalam mengambil keputusan, memiliki konsep diri yang positif dan berani mengemukakan pendapat. Indikator Aspek penilaian Bahasa Indonesia Percaya pada diri sendiri (tidak ragu berpendapat) Percaya diri dalam Mandiri (tidak menanyakan jawaban pada teman) menjelaskan isi cerita Konsep diri positif (optimis dalam berpendapat) Berani mengemukakan pendapat Matematika Percaya pada diri sendiri (tidak ragu berpendapat) Percaya diri dalam Mandiri (tidak menanyakan jawaban pada teman) menjelaskan contoh Konsep diri positif (optimis dalam berpendapat) pecahan sederhana Berani mengemukakan pendapat IPS Percaya pada diri sendiri (tidak ragu berpendapat) Percaya diri ketika Mandiri (tidak menanyakan jawaban pada teman) menyebutkan jenis-jenis Konsep diri positif (optimis dalam berpendapat) pekerjaan Berani mengemukakan pendapat Lembar pengamatan conscience No Nama Aspek B. Ind Jml Aspek Mat. Jml 1 (√) 1 (√) 2 3 4 2 3 4 Aspek IPS 1 2 3 Jml 4 1 2 3 dst Keterangan : Beri tanda centang (√) jika siswa teramati melakukan aspek penilaian (√)

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145 Rubrik penilaian conscience No absen Nama Siswa Skor B.Ind Mat Nilai IPS B.Ind Mat IPS 1 2 3 Dst Pedoman penskoran : Pedoman penilaian : Skor 4 (sangat baik) : 4 aspek penilaian teramati Skor 3 (baik) : 3 aspek penilaian teramati Skor 2 (cukup baik) : 2 aspek penilaian teramati Nilai = skor yang diperoleh x 100 skor maksimal Skor 1 (kurang baik) : 0 - 1 aspek penilaian teramati Penilaian Compassion Menilai sikap menghargai yang ditunjukkan siswa Indikator Aspek penilaian Bahasa Indonesia Mendengarkan teman berbicara Menghargai teman saat menjelaskan cerita. Menerima pendapat teman Menanggapi pendapat teman Matematika Mendengarkan teman berbicara Menghargai pendapat teman saat Menerima pendapat teman mendiskusikan pecahan sederhana. Menanggapi pendapat teman IPS Mendengarkan teman berbicara Menghargai teman ketika sedang menyebutkan Menerima pendapat teman jenis-jenis pekerjaan. Menanggapi pendapat teman

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146 Lembar pengamatan compassion No Nama Aspek B. Ind Jml Aspek Mat. Jml Aspek IPS Jml 1 (√) 1 (√) 1 (√) 2 3 2 3 2 3 1 2 dst Keterangan : Beri tanda centang (√) jika siswa teramati melakukan aspek penilaian Rubrik penilaian compassion No absen Nama Siswa Skor B.Ind Mat Nilai IPS B.Ind Mat IPS 1 2 Dst Pedoman penskoran : Pedoman penilaian : Skor 4 (sangat baik) : 3 aspek penilaian teramati Skor 3 (baik) : 2 aspek penilaian teramati Skor 2 (cukup baik) : 1 aspek penilaian teramati Nilai = Skor 1 (kurang baik) : aspek penilaian tidak teramati skor yang diperoleh x 100 skor maksimal Yogyakarta, 5 Februari 2014 Mengetahui, Guru Kelas Guru Praktikan Erni Suswanti, S.Pd. Veronica Daristi M Kepala Sekolah Immaculata Ernawati, S.Pd

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147 Materi A. Menyanyikan lagu “Selamat Ulang Tahun” Selamat ulang tahun kami ucapkan Selamat panjang umur kita „kan doakan Selamat sejahtera sehat sentosa Selamat panjang umur dan bahagia B. Membaca teks bacaan (150-200 kata) Bacalah bacaan berikut ini! Ulang Tahun Elo Tahun 2014 Elo genap berusia 9 tahun. Elo berulang tahun pada tanggal 5 Februari. Persiapan perayaan ulang tahunnya disiapkan dengan baik. Elo akan mengundang teman sekelas pada acara ulang tahunnya. Acara tersebut dirayakan di rumah Elo. Persiapan yang dilakukan Elo bersama keluarganya antara lain membagikan undangan, menghias rumah, membeli kue, dan menyiapkan bingkisan. Dua hari sebelumnya Elo diajak ke toko roti oleh ibunya untuk memesan kue ulang tahun. Di toko tersebut banyak sekali kue-kue yang dihias dengan sangat menarik. Elo sempat melihat ada seorang pekerja toko yang sedang menghias kue pesanan. Setelah memesan kue, Elo bersama ibunya pergi ke swalayan untuk membeli hiasan dan bingkisan. Elo dan ibunya memilih beberapa hiasan yang akan digunakan antara lain balon, kertas hias dan pita. Setelah selesai mengambil barang-barang yang diperlukan, Elo dan ibunya menuju ke kasir untuk membayar. Tepat pada tanggal 5 Februari 2014 pukul 5 sore, acara ulang tahun Elo dimulai. Banyak sekali teman-teman Elo yang datang dan membawa kado. Acara dimulai dengan berdoa dan dilanjutkan dengan permainan. Kini tiba saatnya acara tiup lilin dan potong kue. Elo meniup lilin lalu memotong kue

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148 ulang tahun dengan diiringi nyanyian lagu selamat ulang tahun. Kemudian Elo membagikan potongan kue ulang tahun kepada teman-temannya. C. Menceritakan kembali Setelah kalian membaca cerita tersebut, ayo coba ceritakan kembali secara lisan ! D. Tanya jawab Jawablah pertanyaan di bawah ini! 1. Apa yang dilakukan pekerja toko saat Elo sedang memesan kue ? 2. Di manakah Elo dan ibunya membayar saat membeli barang-barang di swalayan ? 3. Carilah jenis pekerjaan pada bacaan di atas! 4. Coba sebutkan, jenis pekerjaan yang kalian ketahui! Jawablah secara lisan! E. Memotong kue Kalian akan diajak untuk belajar memotong kue. Perhatikan gurumu saat memperagakan cara memotong kue! Perhtikan gambar berikut! 1 4 1 4   1 roti dibagi menjadi 4 bagian yang sama besar. Masing-masing bagian roti tersebut bernilai 1 1 4 1 4 𝟏 𝟒 dan nilainya sama. Contoh di atas, adalah salah satu contoh pecahan dalam kehidupan sehari-hari. Pecahan adalah adalah bagian dari sesuatu yang utuh dan mempunyai nilai.

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pecahan sederhana Contoh : Gambar Lambang bilangan ditulis 𝟏 𝟐 dibaca 149 Nama bilangan satu per dua atau setengah Daerah yang diberi warna adalah 1 bagian dari 2. Oleh karena itu, daerah tersebut menunjukkan pecahan . Pecahan dibaca satu per dua atau setengah. ditulis 𝟏 𝟒 dibaca satu per empat atau seperempat Daerah yang diberi warna adalah 1 bagian dari 4. Oleh karena itu, daerah tersebut menunjukkan pecahan . Pecahan dibaca satu per empat atau seperempat. ditulis 𝟐 𝟒 dibaca dua per empat Daerah yang diberi warna adalah 2 bagian dari 4. Oleh karena itu, daerah tersebut menunjukkan pecahan . Pecahan dibaca dua per empat . *Selamat belajar * __________________________________________________________________ Sumber : Sunardi, dkk.(2013). Ayo Melakukan Pembelajaran Tematik Untuk SD Kelas III Semester 2 Awal. Yogyakarta: Kanisius. (hlm 139-141) Fajariyah, Nur dan Defi Triratnawati. (2008). Cerdas berhitung mataematika 3 : untuk SD/MI kelas III. Jakarta: Pusat Perbukuan. (hlm 137-138)

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150 Nama: …………………….. Soal Latihan Pilih salah satu jawaban dengan memberi tanda silang (x) pada huruf a, b, atau c ! 1. Bagian dari suatu yang utuh yang dibagi menjadi bagian yang sama besar dan memiliki nilai disebut . . .. . . a. bagian 2. b. pecahan Gambar yang diberi warna hitam menunjukkan pecahan . . . a. 3. c. potongan b. c. Gambar pecahan di samping yang diberi warna hitam, jika ditulis menggunakan lambang bilangan adalah . . . b. a. 4. Pecahan c. dapat dibaca satu per empat atau . . . a. seperempat b. sepertiga 5. Nama bilangan dari pecahan a. seperempat c. setengah adalah . . . b. sepertiga c. setengah 6. Dua per lima jika ditulis dengan lambang bilangan adalah . . . a. b. c. 7. Lambang bilangan dari tiga per tujuh adalah . . . a. b. c. 8. Pecahan berarti 1 bagian dari . . . bagian. a. 1 b. 3 9. Pembilang dari pecahan a. 2 c. 6 adalah . . . b. − 10. Tentukan penyebut dari pecahan c. 8 ! Penyebut pecahan di atas adalah . . . a. 4 b. − c. 9

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kunci Jawaban 1. b 2. c 3. a 4. a 5. c 6. a 7. b 8. c 9. a 10. c 151

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK (RPP TEMATIK) Siklus 1 Pertemuan 2 Nama Satuan Pendidikan : SD Kanisius Notoyudan Kelas/Semester : III/ 2 Tema : Keperluan Sehari-hari Mata pelajaran terkait : B. Indonesia, IPS, Matematika Alokasi waktu : 5 x 35 menit A. Standar Kompetensi Bahasa Indonesia Membaca 7. Memahami teks dengan membaca intensif (150-200 kata) dan membaca puisi. IPS 2. Memahami jenis pekerjaan dan penggunaan uang. Matematika 3. Memahami pecahan sederhana dan penggunaannya dalam pemecahan masalah. B. Kompetensi Dasar Bahasa Indonesia 7.1 Menjawab dan atau mengajukan pertanyaan tentang isi teks agak panjang (150- 200 kata) yang dibaca secara intensif. IPS 2.1 Mengenal jenis-jenis pekerjaan. Matematika 3.2 Membandingkan pecahan sederhana.

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 153 C. Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator Competence Bahasa Indonesia 7.1.1 Menjawab pertanyaan yang dibaca. 7.1.2 Menuliskan jawaban dari pertanyaan bacaan. IPS 2.1.1 Mendaftar jenis-jenis pekerjaan dan tugasnya. 2.1.2 Mencatat jenis-jenis pekerjaan dan tugasnya. Matematika 3.2.1 Menunjukkan nilai suatu pecahan. 3.2.2 Membedakan nilai dari suatu gambar pecahan. 3.2.3 Menunjukkan pecahan dengan gambar. 3.2.4 Menggambar nilai pecahan. Indikator Conscience Bahasa Indonesia 7.1.3 Percaya diri dalam menjelaskan jawaban dari suatu pertanyaan. IPS 2.1.3 Percaya diri dalam mendaftar pekerjaan dan tugasnya. Matematika 3.2.5 Percaya diri dalam menjelaskan perbedaan nilai suatu pecahan. Indikator Compassion Bahasa Indonesia 7.1.4 Menghargai pendapat teman saat menjelaskan jawaban dari suatu pertanyaan. IPS 2.1.4 Menghargai pendapat teman ketika menyampaikan daftar pekerjaan dan tugasnya.

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 154 Matematika 3.2.6 Menghargai pendapat teman dalam menjelaskan perbedaan nilai suatu pecahan. D. Tujuan Pembelajaran Indikator Competence Bahasa Indonesia 7.1.1 Siswa mampu menjawab minimal dua pertanyaan yang dibaca dengan melihat teks bacaan. 7.1.2 Siswa mampu menuliskan minimal dua jawaban dari pertanyaan dengan melihat teks bacaan. IPS 2.1.1 Siswa mampu mendaftar minimal tiga jenis-jenis pekerjaan dan tugasnya dengan bertanya kepada teman sekelas mengenai pekerjaan orang tua mereka. 2.1.2 Siswa mampu mencatat minimal tiga jenis-jenis pekerjaan dan tugasnya pada buku catatan. Matematika 3.2.1 Siswa mampu menunjukkan minimal dua nilai suatu pecahan melalui kegiatan tanya jawab. 3.2.2 Siswa mampu membedakan minimal dua nilai dari suatu gambar pecahan melalui kegiatan diskusi kelompok. 3.2.3 Siswa mampu menunjukkan minimal dua pecahan dengan gambar melalui kegiatan menggambar pecahan. 3.2.4 Siswa mampu menggambar minimal dua nilai pecahan dengan menggunakan bantuan media keping pecahan.

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 155 Indikator Conscience Bahasa Indonesia 7.1.3 Siswa mampu bersikap percaya diri dalam menjelaskan jawaban dari suatu pertanyaan minimal mau mengangkat tangan untuk menyampaikan jawabannya melalui kegiatan tanya jawab. IPS 2.1.3 Siswa mampu bersikap percaya diri dalam mendaftar pekerjaan dan tugasnya melalui tanya jawab. Matematika 3.2.5 Siswa mampu bersikap percaya diri dalam menjelaskan perbedaan nilai suatu pecahan minimal mau mengangkat tangan untuk menyampaikan jawabannya melalui kegiatan tanya jawab. Indikator Compassion Bahasa Indonesia 7.1.4 Siswa mampu menghargai pendapat teman minimal mau mendengarkan saat menjelaskan jawaban dari suatu pertanyaan melalui kegiatan diskusi. IPS 2.1.4 Siswa mampu menghargai pendapat teman minimal mau mendengarkan ketika temannya menyampaikan hasil mendaftar pekerjaan melalui diskusi. Matematika 3.2.6 Siswa mampu menghargai pendapat teman minimal mau mendengarkan temannya ketika menjelaskan perbedaan nilai suatu pecahan ketika bekerja dalam kelompok. E. Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia : membaca dan menjawab pertanyaan teks bacaan. IPS : jenis pekerjaan. Matematika : pecahan sederhana.

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 156 F. Pendekatan dan Metode Pembelajaran Pendekatan : Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR). Metode : tanya jawab, diskusi, demonstrasi, penugasan. G. Nilai Kemanusiaan Nilai toleransi. Nilai kerjasama. H. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal (15 menit) Salam pembuka Doa pembuka Absensi Apersepsi a. Siswa diminta mengingat-ingat kegiatan sarapan pagi bersama keluarga. b. Siswa ditanya mengenai menu sarapan pagi keluarga mereka. Orientasi a. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilakukan. Motivasi a. Siswa ditunjukkan beberapa gambar makanan yang biasanya dijadikan menu sarapan. b. Siswa ditunjukkan salah satu menu sarapan yaitu roti. 1. Konteks Guru dan siswa melakukan tanya jawab mengenai kegiatan sarapan pagi bersama keluarga, misalnya : a. Apa saja menu sarapan pagi keluarga kalian ? (tempe, tahu, telur, roti, dll) b. Siapa yang sering membantu ibu menyiapkan sarapan? c. Bagaimana cara ibu membagi lauk saat sarapan ?

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 157 Kegiatan Inti (120 menit) 2. Pengalaman Eksplorasi a. Siswa diajak untuk membaca teks bacaan mengenai kegiatan sarapan. (teks terlampir) b. Siswa dan guru melakukan tanya jawab mengenai isi teks bacaan yang telah dibaca, misal : 1) Siapa saja tokoh dalam teks bacaan ? 2) Sebutkan pekerjaan masing-masing tokoh dalam bacaan tersebut ? 3) Bagaimana cara membagi tempe untuk sarapan ? c. Siswa diminta menjawab beberapa pertanyaan bacaan dengan menuliskan jawabannya pada buku mereka. d. Siswa diajak untuk mendaftar pekerjaan orang tua teman sekelas mereka. e. Siswa diajak untuk mengingat kembali cara membagi sesuatu, misal : roti, buah, kertas, dll. f. Beberapa siswa diminta maju ke depan untuk menunjukkan nilai suatu pecahan dengan menggunakan tempe, misal : 1) Siswa A diminta menunjukkan pecahan sedangkan siswa B diminta menunjukkan pecahan . (Tahap enaktif) 2) Kedua siswa diminta menggambar pecahan tersebut di papan tulis. (Tahap ikonik) g. Siswa diberi penjelasan oleh guru mengenai perbedaan nilai pecahan. h. Guru membagi siswa dalam kelompok yang beranggotakan 4 - 5 siswa. i. Siswa diberi penjelasan mengenai kegiatan yang akan dilakukan. j. Siswa diberi penjelasan oleh guru mengenai cara penggunaan media keping pecahan yang akan digunakan untuk membantu mereka dalam mengerjakan tugas yang diberikan.

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 158 Elaborasi a. Guru membagikan Lembar Kerja Siswa (LKS) dan media keping pecahan pada masing-masing kelompok. b. Siswa diminta mengerjakan LKS secara berkelompok untuk menyelesaikan beberapa hal mengenai : 1) Siswa menunjukkan nilai suatu pecahan dengan menggunakan bantuan media keping pecahan. (Tahap enaktif) 2) Siswa diminta menunjukkan pecahan dengan gambar. (Tahap ikonik) 3) Siswa diminta membedakan nilai dari suatu gambar pecahan dengan menuliskan nama dan lambang bilangannya. (Tahap simbolik) c. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil kerja. Konfirmasi a. Siswa dan guru melaukan tanya jawab mengenai hal-hal yang belum diketahui. b. Guru memberikan umpan balik dan penguatan kepada siswa serta meluruskan pemahaman siswa jika terjadi miskonsepsi. Kegiatan Penutup (40 menit) a. Siswa bersama guru menyimpulkan pelajaran. b. Siswa mengerjakan soal evaluasi. (soal terlampir) 3. Refleksi Competence 1. Apakah kamu mampu menjawab pertanyaan dari teks bacaan yang dibaca? 2. Apakah kamu bisa mendaftar pekerjaan orang tua temanmu serta menyebutkan tugasnya?

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 159 3. Apakah kamu memahami cara membedakan nilai suatu pecahan, cara menggambar pecahan, serta nilai dari suatu gambar pecahan? Conscience 1. Apakah kamu sudah menunjukkan rasa percaya dirimu selama mengikuti pembelajaran? Jika kamu sudah menunjukkan rasa percaya diri, coba sebutkan! Compassion 1. Apakah kamu sudah bisa menunjukkan sikap toleransi terutama dengan teman kelompokmu? Coba sebutkan wujud sikap toleransimu itu? 4. Aksi/tindakan Competence 1. Apa yang akan kamu lakukan setelah belajar menjawab pertanyaan dari teks bacaan? 2. Apa yang akan kamu lakukan setelah belajar mendaftar pekerjaan orang tua teman dan menyebutkan tugasnya? 3. Apa yang akan kamu lakukan setelah belajar membedakan nilai suatu pecahan, cara menggambar pecahan, serta nilai dari suatu gambar pecahan? Conscience 1. Apa yang akan kamu lakukan agar memiliki sikap percaya diri pada saat mengemukakan pendapat? Compassion 1. Apakah yang akan kamu lakukan agar kamu dapat menerapkan nilai toleransi ketika belajar di kelas? 5. Evaluasi Guru memberikan penguatan mengenai kegiatan refleksi dan rumusan aksi yang telah dilakukan siswa, dengan bertanya :

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 160 1. Apakah tindakan yang kamu pilih dan akan kamu lakukan memang sudah benar? Berikan alasanmu! Doa penutup Salam penutup I. Kecakapan Hidup 1. Kecakapan personal : a. Kecakapan kesadaran diri : percaya diri dalam mengemukakan pendapat. b. Kecakapan berpikir : kecakapan untuk memahami materi dikaitkan dengan pengalaman hidup sehari-hari. 2. Kecakapan sosial : a. Kecakapan berkomunikasi dengan teman maupun guru. b. Kecakapan berinteraksi dengan teman maupun guru. J. Sumber Belajar, Media, Alat /Bahan 1. Sumber Sunardi, dkk. (2013). Ayo Melakukan Pembelajaran Tematik Untuk SD Kelas III Semester 2 Awal. Yogyakarta: Kanisius. (hlm 139-141) Nursa‟ban, Muhammad dan Rusmawan. (2007). Ilmu Pengetahuan Sosial 3 Untuk SD dan MI Kelas III. Jakarta: Pusat Perbukuan. (hlm 37-41) Warsidi, Edi dan Farika. (2008). Bahasa Indonesia Membuatku Cerdas 3: untuk Kelas III SD dan MI. Jakarta: Pusat Perbukuan. (hlm 80-83) 2. Alat Pembelajaran Bahasa Indonesia : teks bacaan mengenai sarapan pagi Matematika : gambar makanan untuk sarapan, tempe, media keping pecahan. IPS :-

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 161 K. Penilaian 1. Tes : tertulis (pilihan ganda) 2. Nontes : pengamatan No 1. Indikator Jenis Teknik Instrumen Tes Tertulis Soal evaluasi Nontes Pengamatan Tes Tertulis Nontes Pengamatan Tes Tertulis Indikator Competence Bahasa Indonesia Kognitif Menjawab pertanyaan yang dibaca Psikomotor Menuliskan jawaban dari pertanyaan bacaan Lembar pengamatan IPS Kognitif Mendaftar jenis-jenis pekerjaan Soal evaluasi dan tugasnya Psikomotor Mencatat jenis-jenis pekerjaan dan tugasnya Lembar pengamatan Matematika Kognitif Menunjukkan nilai suatu pecahan Membedakan nilai dari suatu Soal evaluasi gambar pecahan Menunjukkan pecahan dengan gambar Lembar Psikomotor Menggambar nilai pecahan Nontes Pengamatan pengamatan

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No 2. Indikator Jenis Teknik Nontes Pengamatan Nontes Pengamatan 162 Instrumen Indikator Conscience Bahasa Indonesia Percaya diri dalam menjelaskan jawaban dari suatu pertanyaan. IPS Percaya diri dalam mendaftar Lembar pengamatan pekerjaan dan tugasnya Matematika Percaya diri dalam menjelaskan perbedaan nilai suatu pecahan. 3. Indikator Compassion Bahasa Indonesia Menghargai pendapat teman saat menjelaskan jawaban dari suatu pertanyaan. IPS Menghargai pendapat teman ketika menyampaikan daftar pekerjaan dan tugasnya. Matematika Menghargai pendapat teman dalam menjelaskan perbedaan nilai suatu pecahan Lembar pengamatan

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 163 Penilaian Competence (kognitif) Skor soal pilihan ganda Nilai = Benar : 1 Salah : 0 skor yang diperoleh x 100 skor maksimal Penilaian Competence (psikomotor) Lembar pengamatan psikomotor Nomer Absen Siswa No Indikator Penilaian 1 Menuliskan jawaban dari pertanyaan bacaan Mencatat jenis-jenis pekerjaan dan tugasnya Menggambar nilai pecahan 2 3 1 2 3 4 5 6 Dst Jumlah tanda centang (√) Keterangan : Beri tanda centang (√) jika siswa teramati melakukan indikator penilaian Rubrik penilaian psikomotor No absen Nama Siswa Skor 1 2 3 4 Nilai Keterangan 1 2 3 Dst Pedoman penskoran : Skor 4 (sangat baik) : 3 indikator teramati Skor 3 (baik) : 2 indikator teramati Skor 2 (cukup baik) : 1 indikator teramati Skor 1 (kurang baik) : indikator tidak teramati Pedoman penilaian : Nilai = skor yang diperoleh x 100 skor maksimal

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 164 Nilai Akhir Competence Nilai akhir competence = nilai kognitif + nilai psikomotor 2 Penilaian Conscience Menilai sikap percaya diri siswa Menurut Lauser (dalam Fasikhah, 1994) kepercayaan diri terdiri dari empat indikator yaitu percaya pada kemampuan diri sendiri, bertindak mandiri dalam mengambil keputusan, memiliki konsep diri yang positif dan berani mengemukakan pendapat. Indikator Aspek penilaian Bahasa Indonesia Percaya pada diri sendiri (tidak ragu menjawab) Percaya diri dalam Mandiri (tidak menanyakan jawaban pada teman) menjelaskan jawaban Konsep diri positif (optimis dalam menjawab dari suatu pertanyaan. pertanyaan) Berani mengemukakan pendapat Matematika Percaya pada diri sendiri (tidak ragu menjelaskan) Percaya diri dalam Mandiri (tidak menanyakan penjelasan pada teman) menjelaskan perbedaan Konsep diri positif (optimis dalam menjelaskan) nilai suatu pecahan. Berani mengemukakan pendapat IPS Percaya pada diri sendiri (tidak ragu mendaftar) Percaya diri dalam Mandiri (tidak bergantung pada teman) mendaftar pekerjaan dan Konsep diri positif (optimis dalam menuliskan daftar tugasnya pekerjaan yang diperoleh) Berani mengemukakan pendapat

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 165 Lembar pengamatan conscience No Nama Aspek B. Ind Jml Aspek Mat. Jml 1 (√) 1 (√) 2 3 4 2 3 4 Aspek IPS 1 2 3 Jml 4 (√) 1 2 3 dst Keterangan : Beri tanda centang (√) jika siswa teramati melakukan aspek penilaian Rubrik penilaian conscience No absen Nama Siswa Skor B.Ind Mat Nilai IPS B.Ind Mat IPS 1 2 3 Dst Pedoman penskoran : Pedoman penilaian : Skor 4 (sangat baik) : 4 aspek penilaian teramati Skor 3 (baik) : 3 aspek penilaian teramati Skor 2 (cukup baik) : 2 aspek penilaian teramati Nilai = skor yang diperoleh x 100 skor maksimal Skor 1 (kurang baik) : 0-1 aspek penilaian teramati Penilaian Compassion Menilai sikap menghargai yang ditunjukkan siswa Indikator Aspek penilaian Bahasa Indonesia Mendengarkan teman berbicara Menghargai pendapat teman saat Menerima pendapat teman menjelaskan jawaban dari suatu pertanyaan. Menanggapi pendapat teman

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Indikator 166 Aspek penilaian Matematika Mendengarkan teman berbicara Menghargai pendapat teman dalam Menerima pendapat teman menjelaskan perbedaan nilai suatu pecahan Menanggapi pendapat teman IPS Mendengarkan teman berbicara Menghargai pendapat teman ketika Menerima pendapat teman menyampaikan daftar pekerjaan dan Menanggapi pendapat teman tugasnya. Lembar pengamatan compassion No Nama Aspek B. Ind Jml Aspek Mat. Jml Aspek IPS Jml 1 (√) 1 (√) 1 (√) 2 3 2 3 2 3 1 2 3 dst Keterangan : Beri tanda centang (√) jika siswa teramati melakukan aspek penilaian Rubrik penilaian compassion No absen 1 2 3 Dst Nama Siswa Skor B.Ind Mat Nilai IPS B.Ind Mat IPS

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pedoman penskoran : 167 Pedoman penilaian : Skor 4 (sangat baik) : 3 aspek penilaian teramati Skor 3 (baik) : 2 aspek penilaian teramati Skor 2 (cukup baik) : 1 aspek penilaian teramati Nilai = skor yang diperoleh x 100 skor maksimal Skor 1 (kurang baik) : aspek penilaian tidak teramati Yogyakarta, 6 Februari 2014 Mengetahui, Guru Kelas Guru Praktikan Erni Suswanti, S.Pd. Veronica Daristi M Kepala Sekolah Immaculata Ernawati, S.Pd.

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 168 Materi A. Mari membaca Bacalah bacaan berikut ini! Sarapan Pagi Keluarga Beti Beti adalah anak terakhir dari tiga bersaudara. Kakak Beti yang pertama bernama Budi dan kakak Beti yang kedua bernama Betsi. Kak Budi memiliki usaha ternak ayam di rumahnya, sedangkan Kak Betsi bekerja di bank. Ayah Beti adalah seorang polisi dan ibu Beti seorang guru. Keluarga Beti adalah keluarga yang rajin dan mereka selalu bangun pagi. Sarapan pagi adalah kegiatan yang tidak pernah terlewatkan di keluarga Beti. Ayah Beti selalu membiasakan keluarganya untuk sarapan pagi bersama karena sarapan pagi sangat baik bagi kesehatan. Setiap pagi pukul 5, ibu Beti sudah bangun dan segera menuju dapur untuk memasak. Beti dan Kak Betsi membantu ibu untuk menyiapkan sarapan. Menu favorit untuk sarapan di keluarga Beti adalah tempe goreng. Ibu menanak nasi sedangkan Betsi dan kakaknya membantu ibu memotong tempe. Satu tempe berukuran sedang dipotong oleh Beti menjadi delapan potong. Kak Betsi membuat bumbu untuk tempe lalu tempe tersebut digoreng sampai matang. Sementara Beti dan Kak Betsi menggoreng tempe, ibu menyiapkan bekal untuk Beti dan Kak Betsi. Bekal hari itu adalah roti tawar selai coklat kesukaan Betsi dan kakaknya. Bekal untuk Beti, ibu menyiapkan satu roti tawar berisi selai coklat lalu dipotong menjadi dua bagian. Sedangkan untuk Kak Betsi, ibu membuat satu roti tawar berisi selai coklat lalu dibagi menjadi empat bagian. Akhirnya, nasi dan lauk serta bekal sudah selesai disiapkan. Ayah, ibu, Beti, Kak Budi dan Kak Betsi segera mandi dan bersiap-siap untuk sarapan bersama. Mereka semua berkumpul si meja makan untuk sarapan bersama. Setelah selesai sarapan, mereka segera melakukan aktivitas masing-masing. Ayah dan Kak Betsi berangkat ke kantor, ibu dan Beti berangkat ke sekolah, dan Kak Budi segera beranagkat ke peternakan untuk mengecek ayamayamnya.

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 169 B. Menjawab pertanyaan bacaan Setelah kamu selesai membaca, coba jawablah pertanyaan di bawah ini! 1. 2. 3. 4. 5. 6. Siapa saja tokoh pada bacaan di atas? Apakah menu favorit keluarga Beti? Sebutkan pekerjaan ayah, ibu dan kakak Beti? Bagaimana Beti memotong tempe? Bagaimana ibu memotong roti untuk bekal Beti? Bagaimana ibu memotong roti untuk bekal Beti? C. Mendaftar pekerjaan orang tua teman sekelas Pada bacaan di atas, ayah Beti bekerja sebagai polisi dan ibunya bekerja sebagi guru. Sekarang, coba buatlah daftar pekerjaan orang tua teman sekelasmu. Tanyakan kepada temanmu apa pekerjaan orang tuanya? D. Membagi suatu benda Coba ingat-ingat kembali, bagaimana Beti memotong kue dan bagimana ibu memotong roti untuk menyiapakan bekal ! Mari kita bersama-sama belajar tentang nilai suatu pecahan! Beti memotong satu tempe menjadi delapan potong. Berapa nilai dari tiaptiap potongan tempe tersebut ? Mari kita jawab bersama-sama. satu tempe dipotong dipotong digambar dalam bentuk pecahan delapan potong 𝟏 𝟖 Jika sebuah benda dibagi menjadi delapan bagian yang sama besar, maka tiap bagian dinamakan seperdelapan atau satu per delapan.

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 170 Perhatikan penjelasan berikut! Jika sebuah benda dibelah, dipotong atau dibagi menjadi empat bagian yang sama besar, maka tiap-tiap bagian tersebut bernilai satu per empat atau seperempat. Bila dinyatakan dalam gambar sebagai berikut : Bagian yang berwarna menunjukkan seperempat atau satu per empat dari benda tersebut. Jika ditulis menjadi . Mari belajar pembilang dan penyebut. Contoh: 1 dibaca satu, disebut sebagai pembilang dibaca per 4 dibaca empat, disebut sebagai penyebut *Selamat belajar * Sumber : Sunardi, dkk. (2013). Ayo Melakukan Pembelajaran Tematik Untuk SD Kelas III Semester 2 Awal. Yogyakarta: Kanisius. (hlm 38) Fajariyah, Nur dan Defi Triratnawati. (2008). Cerdas berhitung mataematika 3 : untuk SD/MI kelas III. Jakarta: Pusat Perbukuan. (hlm 137-138)

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Soal Latihan 171 Nama : ……………………… Pilih salah satu jawaban dengan memberi tanda silang (x) pada huruf a, b, atau c ! 1. Gambar yang tepat untuk menunjukkan pecahan a. adalah . . . b. c. 2. Pecahan setengah paling tepat ditunjukkan oleh gambar . . . a. b. c. 3. Nilai yang paling benar untuk menyatakan gambar pecahan di samping adalah . . . a. A = dan B = b. A = dan B = c. A = dan B = A B 4. Perhatikan gambar pecahan di bawah ini! Nilai pecahan yang tepat untuk gambar tersebut adalah … a. P = dua per empat dan Q = satu per dua P Q b. P = empat per dua dan Q = setengah c. P= dua per enam dan Q = setengah 5. Jika satu roti dibagi menjadi empat bagian yang sama besar, maka nilai tiaptiap bagian adalah . . . a. b. c. 6. Roni mempunyai 1 batang coklat lalu dibagi kepada 3 temannya. Tiap teman mendapat bagian yang sama. Bagian coklat yang diterima teman Roni adalah ... a. b. c. 7. Jika angka 3 adalah pembilang dan angka 5 adalah penyebut, maka nilai dari pecahan tersebut adalah . . . a. b. c.

(189) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 172 8. Angka 5 disebut pembilang sedangkan angka 7 disebut penyebut. Nilai pecahan tersebut adalah . . . a. b. c. 9. Dua adalah pembilang dan tiga adalah penyebut. Nilai pecahan tersebut adalah . . . a. dua per empat b. dua per tiga c. tiga per dua 10. Nilai pecahan yang penyebutnya sembilan dan pembilangnya enam adalah ... a. b. c.

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kunci Jawaban 1. b 2. b 3. a 4. c 5. a 6. a 7. b 8. a 9. b 10. b 173

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK (RPP TEMATIK) Siklus 1 Pertemuan 3 Nama Satuan Pendidikan : SD Kanisius Notoyudan Kelas/Semester : III/ 2 Tema : Keperluan Sehari-hari Mata pelajaran : Matematika Alokasi waktu : 2 x 35 menit A. Standar Kompetensi Matematika 3. Memahami pecahan sederhana dan penggunaanya dalam pemecahan masalah. B. Kompetensi Dasar Matematika 3.2 Membandingkan pecahan sederhana. C. Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator Competence (Kognitif) 3.2.1 Menyebutkan definisi pecahan. 3.2.2 Membilang pecahan sederhana. 3.2.3 Menyebutkan lambang bilangan pecahan sederhana. 3.2.4 Menjelaskan contoh pecahan sederhana. 3.2.5 Menunjukkan nilai suatu pecahan. 3.2.6 Membedakan nilai dari gambar suatu pecahan. 3.2.7 Menunjukkan pecahan dengan gambar. 174

(192) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 175 D. Tujuan Pembelajaran 3.2.1 3.2.2 3.2.3 3.2.4 3.2.5 3.2.6 3.2.7 Siswa mampu menyebutkan definisi pecahan minimal mengetahui ciri pecahan tanpa melihat catatan. Siswa mampu membilang minimal tiga pecahan sederhana tanpa bimbingan guru. Siswa mampu menyebutkan minimal tiga lambang bilangan pecahan sederhana melalui kerja kelompok. Siswa mampu menjelaskan minimal dua contoh pecahan sederhana melalui kerja kelompok. Siswa mampu menunjukkan minimal dua nilai suatu pecahan melalui kegiatan tanya jawab. Siswa mampu membedakan minimal dua nilai dari gambar suatu pecahan melalui kerja kelompok. Siswa mampu menunjukkan minimal dua pecahan dengan gambar melalui kegiatan menggambar pecahan. E. Materi Pembelajaran Matematika : pecahan sederhana F. Metode Pembelajaran G. Nilai Kemanusiaan Nilai kejujuran. H. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Salam pembuka Doa pembuka Absensi Kegiatan Awal (15 menit) 1. Siswa diatur tempat duduknya oleh guru. 2. Siswa diminta mempersiapkan alat tulis yang akan digunakan untuk mengerjakan soal ulangan.

(193) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 176 3. Siswa dibagikan soal ulangan. 4. Siswa memeriksa soal ulangan sebelum mengerjakan. Kegiatan Inti (40 menit) 1. Siswa mengerjakan soal ulangan (soal terlampir) 2. Setelah selesai mengerjakan, soal dikumpulkan kepada guru. Kegiatan Penutup (20 menit) 1. Siswa dan guru melakukan refleksi dan evaluasi berkatian dengan kegiatan ulangan yang telah dilakukan. I. Penilaian Penilaian kognitif Jenis : tes Teknik : tertulis Instrumen : soal ulangan (soal evaluasi siklus 1) Penilaian Kognitif Pedoman penilaian 1. Pilihan Ganda Jumlah soal = 15 soal Kriteria Skor Benar 1 Salah 0

(194) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 177 2. Isian Singkat Jumlah soal = 10 soal Skor Kriteria 2 Kedua isian jawaban benar 1 Satu isian jawaban benar 0 Kedua isian jawaban salah 𝐍𝐢𝐥𝐚𝐢 𝐚𝐤𝐡𝐢𝐫 = 𝐣𝐮𝐦𝐥𝐚𝐡 𝐬𝐤𝐨𝐫 𝐩𝐢𝐥𝐢𝐡𝐚𝐧 𝐠𝐚𝐧𝐝𝐚 + 𝐣𝐮𝐦𝐥𝐚𝐡 𝐬𝐤𝐨𝐫 𝐢𝐬𝐢𝐚𝐧 𝐬𝐢𝐧𝐠𝐤𝐚𝐭 𝐱 𝟏𝟎𝟎 𝐣𝐮𝐦𝐥𝐚𝐡 𝐬𝐤𝐨𝐫 𝐦𝐚𝐤𝐬𝐢𝐦𝐚𝐥 Yogyakarta, 8 Februari 2014 Mengetahui, Guru Kelas Guru Praktikan Erni Suswanti, S.Pd. Veronica Daristi M Kepala Sekolah Immaculata Ernawati, S.Pd

(195) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK (RPP TEMATIK) Siklus II Pertemuan 1 Nama Satuan Pendidikan : SD Kanisius Notoyudan Kelas/Semester : III/ 2 Tema : Keperluan Sehari-hari Mata pelajaran terkait : B. Indonesia, IPS, Matematika Alokasi waktu : 5 x 35 menit A. Standar Kompetensi Bahasa Indonesia Membaca 7. Memahami teks dengan membaca intensif (150-200 kata) dan membaca puisi. IPS 2. Memahami jenis pekerjaan dan penggunaan uang. Matematika 3. Memahami pecahan sederhana dan penggunaanya dalam pemecahan masalah. B. Kompetensi Dasar Bahasa Indonesia 7.1 Menjawab dan atau mengajukan pertanyaan tentang isi teks agak panjang (150-200 kata) yang dibaca secara intensif. IPS 2.1 Mengenal jenis-jenis pekerjaan. Matematika 3.2 Membandingkan pecahan sederhana. 178

(196) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 179 C. Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator Competence Bahasa Indonesia 7.1.1 Menyusun pertanyaan dari bacaan. 7.1.2 Menuliskan pertanyaan yang dibuat. IPS 2.1.1 Mengelompokkan jenis-jenis pekerjaan. 2.1.2 Menempel gambar pekerjaan menutut jenisnya. Matematika 3.2.1 Mengelompokkan pecahan yang penyebutnya sama. 3.2.2 Membedakan nilai pecahan yang penyebutnya sama. 3.2.3 Membandingkan nilai pecahan yang penyebutnya sama. 3.2.4 Menggambar pecahan yang penyebutnya sama. Indikator Conscience Bahasa Indonesia 7.1.2 Percaya diri dalam menyampaikan susunan pertanyaan yang telah dibuat. IPS 2.1.2 Percaya diri dalam mengelompokkan jenis-jenis pekerjaan. Matematika 3.2.4 Percaya diri dalam membandingkan pecahan yang penyebutnya sama. Indikator Compassion Bahasa Indonesia 7.1.3 Menghargai teman ketika menyampaikan susunan pertanyaan yang dibuat. IPS 2.13 Menghargai pendapat teman ketika mengelompokkan jenis-jenis pekerjaan.

(197) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 180 Matematika 3.2.5 Menghargai pendapat teman ketika membandingkan pecahan yang penyebutnya sama. D. Tujuan Pembelajaran Indikator Competence Bahasa Indonesia 7.1.1 Siswa mampu menyusun minimal dua pertanyaan dari bacaan dengan melihat teks bacaan. 7.1.2 Siswa mampu menuliskan minimal dua pertanyaan yang dibuat pada buku catatan. IPS 2.1.1 Siswa mampu mengelompokkan minimal dua jenis-jenis pekerjaan melalui diskusi kelompok. 2.1.2 Siswa mampu menempel minimal dua gambar pekerjaan menurut jenisnya dengan tepat melalui diskusi. Matematika 3.2.1 Siswa mampu mengelompokkan minimal dua pecahan yang penyebutnya sama melalui diskusi kelompok. 3.2.2 Siswa mampu membedakan minimal dua nilai pecahan yang penyebutnya sama melalui diskusi kelompok. 3.2.3 Siswa mampu membandingkan minimal dua nilai pecahan yang penyebutnya sama melalui diskusi kelompok. 3.2.4 Siswa mampu menggambar minimal dua pecahan yang penyebutnya sama dengan menggunakan bantuan media keping pecahan.

(198) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 181 Indikator Conscience Bahasa Indonesia 7.1.3 Siswa mampu menunjukkan sikap percaya diri dalam menyampaikan susunan pertanyaan yang telah dibuat minimal mau berpendapat saat kegiatan diskusi. IPS 2.1.3 Siswa mampu menunjukkan sikap percaya diri dalam mengelompokkan jenis-jenis pekerjaan minimal mau berpendapat saat kegiatan diskusi. Matematika 3.2.5 Siswa mampu menunjukkan sikap percaya diri dalam membandingkan pecahan yang penyebutnya sama minimal mau berpendapat saat kegiatan diskusi. Indikator Compassion Bahasa Indonesia 7.1.4 Siswa mampu menghargai teman ketika menyampaikan susunan pertanyaan yang dibuat minimal mau mendengarkan pendapat teman melalui diskusi. IPS 2.1.4 Siswa mampu menghargai pendapat teman ketika mengelompokkan jenis-jenis pekerjaan minimal mau mendengarkan pendapat teman melalui diskusi. Matematika 3.2.6 Siswa mampu menghargai pendapat teman ketika membandingkan pecahan yang penyebutnya sama minimal mau mendengarkan pendapat teman melalui diskusi.

(199) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 182 E. Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia : membaca dan membuat pertanyaan teks bacaan. IPS : jenis pekerjaan. Matematika : pecahan sederhana. F. Metode Pembelajaran Pendekatan : Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR). Metode : tanya jawab, diskusi, demonstrasi, penugasan. G. Nilai Kemanusiaan Nilai toleransi. Nilai kerjasama. H. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal (15 menit) Salam pembuka Doa pembuka Absensi Apersepsi a. Siswa ditanya mengenai cara membagi sesuatu, misal membagi kertas atau kue. Orientasi a. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilakukan. Motivasi a. Siswa diajak menyanyikan lagu “potong kertas” Potong Kertas (Lagu: potong bebek angsa) Potong-potong kertas jadi empat potong Potong-potong kertas jadi empat potong Satu per empat, tiga per empat Coba banding-banding-banding-bandingkan

(200) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 183 Pilih tandanya, pilih tandanya Kurang dari, lebih dari, sama dengan 1. Konteks a. Guru dan siswa melalukan tanya jawab mengenai, pengalaman siswa ketika memotong kertas atau membagi benda, misal : bagaimana caranya membagi sesuatu menjadi bagian yang sama? b. Siswa diajak mengingat-ingat pekerjaan apa saja yang biasanya selalu melakukan kegiatan memotong, misal: juru masak (koki) biasanya memotong tempe atau kue, tukang kayu memotong kayu, penjahit memotong kain, dll. Kegiatan Inti (120 menit) 2. Pengalaman Eksplorasi a. Siswa diajak untuk membaca teks bacaan mengenai pekerjaan (cerita terlampir). b. Siswa diminta untuk mendiskusikan isi teks bacaan. c. Siswa diminta untuk mencoba membuat beberapa pertanyaan dari teks bacaan yang telah dibaca disertai dengan jawabannya. d. Siswa diminta untuk menyebutkan macam pekerjaan yang ada dalam teks bacaan, lalu diminta mengelompokkan berdasarkan jenisnya. e. Siswa diminta mengelompokkan gambar pekerjaan menurut jenisnya (mana pekerjaan yang menghasilkan jasa mana pekerjaan yang menghasilkan barang) f. Siswa diajak kembali mengingat atau mungkin menyanyikan lagi lagu “potong kertas” yang telah dinyanyikan sebelumnya. g. Siswa ditanya mengenai isi lagu tersebut. h. Siswa diberi penjelasan oleh guru mengenai tanda pembanding dan simbolnya.

(201) 184 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI i. Dua siswa diminta untuk memotong kertas seperti pada lagu, yaitu memotong kertas dengan bagian satu per empat dan tiga per empat. (Tahap enaktif) j. Siswa diajak untuk membandingkan potongan kertas satu per empat dengan potongan kertas tiga per empat. (Tahap enaktif) k. Siswa diminta mencoba menggambarkan potongan pecahan tersebut di papan tulis. (Tahap ikonik) l. Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok dengan jumlah anggota antara 4-5 siswa. m. Siswa diperlihatkan media keping pecahan. n. Siswa diberi penjelasan mengenai cara menggunakan media keping pecahan untuk berlatih membandingkan pecahan yang penyebutnya sama. Elaborasi a. Guru membagikan Lembar Kerja Siswa (LKS) dan media keping pecahan pada masing-masing kelompok. b. Siswa diminta mengerjakan LKS secara berkelompok untuk menyelesaikan beberapa hal mengenai : 1) Siswa diminta mengelompokkan gambar pecahan yang penyebutnya sama. (Tahap ikonik) 2) Siswa diminta membandingkan pecahan yang penyebutnya sama dengan menunjukkan gambarnya. (Tahap ikonik) 3) Siswa diminta membandingkan gambar pecahan. (Tahap ikonik) 4) Siswa diminta mengelompokkan bilangan-bilangan pecahan yang memiliki penyebut sama. (Tahap simbolik) 5) Siswa diminta menuliskan lambang pecahan dan tanda pembanding dari suatu gambar pecahan. (Tahap simbolik) 6) Siswa diminta menuliskan tanda pembanding dari bilanganbilangan pecahan yang akan dibandingkan. (Tahap simbolik) c. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil kerja.

(202) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 185 Konfirmasi a. Siswa dan guru melakukan tanya jawab mengenai hal-hal yang belum diketahui. b. Guru memberikan umpan balik dan penguatan kepada siswa serta meluruskan pemahaman siswa jika terjadi miskonsepsi. Kegiatan Penutup (40 menit) a. Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. b. Siswa mengerjakan soal evaluasi. (soal terlampir) 3. Refleksi Competence 1. Apakah kamu sudah bisa membuat pertanyaan dari teks bacaan ? 2. Apakah kamu sudah bisa mengelompokkan pekerjaan menurut jenisnya dengan benar ? 3. Apakah kamu sudah bisa mengelompokkan pecahan yang penyebutnya sama, membandingkan gambar pecahan dan bilangan pecahan dengan menggunakan tanda yang tepat? Conscience 1. Apakah rasa percaya dirimu sudah semakin terpupuk, misalnya dengan berkurangnya rasa malu untuk berpendapat atau semakin sering berpendapat saat berdiskusi dengan teman kelompok maupun ketika bersama gurumu ? Compassion 1. Apakah kamu sudah semakin menghayati nilai toleransi selama pembelajaran hari ini? 2. Apakah sudah selalu menerapkan prinsip untuk saling menghargai antar teman maupun menghargai gurumu ?

(203) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 186 4. Aksi/tindakan Competence 1. Apa yang akan kamu lakukan agar semakin mampu membuat pertanyaan dari teks bacaan? 2. Apa yang akan kamu lakukan setelah belajar mengelompokkan pekerjaan menurut jenisnya? 3. Apa yang akan kamu lakukan setelah belajar mengelompokkan pecahan yang penyebutnya sama, membandingkan gambar pecahan dan bilangan pecahan dengan menggunakan tanda yang tepat? Conscience 1. Apa yang akan kamu lakukan agar semakin terpupuk rasa percaya dirimu dan tidak malu lagi berpendapat ketika diskusi bersama teman kelompok maupun ketika bersama gurumu? Compassion 1. Apa yang akan kamu lakukan agar semakin menghayati nilai toleransi selama pembelajaran berlangsung? 2. Apa yang akan kamu lakukan agar mampu menerapkan prinsip saling menghargai antar teman maupun menghargai guru? 5. Evaluasi Guru memberikan penguatan mengenai kegiatan refleksi dan rumusan aksi yang telah dilakukan siswa, dengan bertanya : 1. Apakah tindakan yang kamu pilih dan akan kamu lakukan memang sudah benar? Berikan alasanmu! Doa penutup Salam penutup pembelajaran I. Kecakapan Hidup 1. Kecakapan personal :

(204) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 187 a. Kecakapan kesadaran diri : percaya diri dalam mengemukakan pendapat. b. Kecakapan berpikir : kecakapan untuk memahami materi dikaitkan dengan pengalaman hidup sehari-hari. 2. Kecakapan sosial : a. Kecakapan berkomunikasi dengan teman maupun guru. b. Kecakapan berinteraksi dengan teman maupun guru. J. Sumber Belajar, Media, Alat /Bahan 1. Sumber Sunardi, dkk.(2013). Ayo Melakukan Pembelajaran Tematik Untuk SD Kelas III Semester 2 Awal. Yogyakarta: Kanisius. (hlm 139-141) Handoko, Tri. (2006). Terampil Matematika 3 Untuk Kelas 3 SD. Jakarta: Yudhistira. (hlm. 88-91) Ismoyo dan Romiyatun.(2007). Aku Bangga Bahasa Indonesia Sekolah Dasar Kelas 3. Jakarta: Pusat Perbukuan. (hlm 80-83) Nursa‟ban, Muhammad dan Rusmawan.(2007). Ilmu Pengetahuan Sosial 3 Untuk SD dan MI Kelas III. Jakarta: Pusat Perbukuan. (hlm 37-41) 2. Alat Pembelajaran Bahasa Indonesia : teks bacaan mengenai pekerjaan Matematika : media keping pecahan, kertas, teks lagu IPS : gambar berbagai pekerjaan (guru, dokter, penjahit, dll) K. Penilaian 1. Tes : tertulis (pilihan ganda) 2. Nontes : pengamatan

(205) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No 1. Indikator 188 Jenis Teknik Instrumen Tes Tertulis Soal evaluasi Nontes Pengamatan Tes Tertulis Nontes Pengamatan Tes Tertulis Nontes Pengamatan Nontes Pengamatan Indikator Competence Bahasa Indonesia Kognitif Menyusun pertanyaan dari bacaan Psikomotor Menuliskan pertanyaan yang dibuat Lembar pengamatan IPS Kognitif Mengelompokkan jenis-jenis Soal evaluasi pekerjaan Psikomotor Menempel gambar pekerjaan menurut jenisnya Lembar pengamatan Matematika Kognitif Mengelompokkan pecahan yang penyebutnya sama Membedakan nilai pecahan yang Soal evaluasi penyebutnya sama Membandingkan nilai pecahan yang penyebutnya sama Psikomotor Menggambar pecahan yang penyebutnya sama 2. Indikator Conscience Lembar pengamatan Lembar

(206) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Indikator Jenis Teknik 189 Instrumen pengamatan Bahasa Indonesia Percaya diri dalam menyampaikan susunan pertanyaan yang telah dibuat IPS Percaya diri dalam mengelompokkan jenis-jenis pekerjaan Matematika Percaya diri dalam membandingkan pecahan yang penyebutnya sama 3. Indikator Compassion Bahasa Indonesia Menghargai teman ketika menyampaikan susunan pertanyaan yang dibuat IPS Menghargai pendapat teman Nontes ketika mengelompokkan jenis- Pengamatan Lembar pengamatan jenis pekerjaan Matematika Menghargai pendapat teman ketika membandingkan pecahan yang penyebutnya sama. Penilaian Competence (kognitif) Skor soal pilihan ganda Benar : 1 Salah : 0 Nilai = skor yang diperoleh x 100 skor maksimal

(207) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 190 Penilaian Competence (psikomotor) Lembar pengamatan psikomotor No Nomer Absen Siswa Indikator Penilaian 1 1 Menuliskan pertanyaan yang dibuat 2 Menempel gambar pekerjaan 2 3 4 5 6 Dst menurut jenisnya 3 Menggambar pecahan yang penyebutnya sama Jumlah tanda centang (√) Keterangan : Beri tanda centang (√) jika siswa teramati melakukan indikator penilaian Rubrik penilaian psikomotor No absen Nama Siswa Skor 1 2 3 4 Nilai Keterangan 1 2 3 4 Pedoman penskoran : Pedoman penilaian : Skor 4 (sangat baik) : 3 indikator teramati Skor 3 (baik) : 2 indikator teramati Skor 2 (cukup baik) : 1 indikator teramati Nilai = skor yang diperoleh x 100 skor maksimal Skor 1 (kurang baik) : indikator tidak teramati Nilai Akhir Competence Nilai akhir competence = nilai kognitif + nilai psikomotor 2

(208) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 191 Penilaian Conscience Menilai sikap percaya diri siswa Menurut Lauser (dalam Fasikhah, 1994) kepercayaan diri terdiri dari empat indikator yaitu percaya pada kemampuan diri sendiri, bertindak mandiri dalam mengambil keputusan, memiliki konsep diri yang positif dan berani mengemukakan pendapat. Indikator Bahasa Indonesia Aspek penilaian Percaya pada diri sendiri (tidak ragu berpendapat) Percaya diri dalam Mandiri (tidak bertanya pada teman) menyampaikan susunan Konsep diri positif (optimis dalam berpendapat) pertanyaan Berani mengemukakan pendapat yang telah dibuat IPS Percaya pada diri sendiri (tidak ragu mengelompokkan Percaya diri dalam gambar) mengelompokkan Mandiri (tidak menanyakan jawaban pada teman) jenis-jenis pekerjaan Konsep diri positif (optimis dalam berpendapat) Berani mengemukakan pendapat Matematika Percaya pada diri sendiri (tidak ragu berpendapat) Percaya diri dalam Mandiri (tidak menanyakan jawaban pada teman) membandingkan Konsep diri positif (optimis dalam berpendapat) pecahan yang Berani mengemukakan pendapat penyebutnya sama

(209) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 192 Lembar pengamatan conscience No Nama Aspek B. Ind Jml 1 (√) 2 3 4 Aspek IPS 1 2 3 Jml (√) 4 Aspek Mat 1 2 3 4 Jml (√) 1 2 3 dst Keterangan : Beri tanda centang (√) jika siswa teramati melakukan aspek penilaian Rubrik penilaian conscience No absen Nama Siswa Skor B.Ind IPS Nilai Mat B.Ind IPS Mat 1 2 3 dst Pedoman penskoran : Pedoman penilaian : Skor 4 (sangat baik) : 4 aspek penilaian teramati Skor 3 (baik) : 3 aspek penilaian teramati Skor 2 (cukup baik) : 2 aspek penilaian teramati Nilai = skor yang diperoleh x 100 skor maksimal Skor 1 (kurang baik) : 0 - 1 aspek penilaian teramati Penilaian Compassion Menilai sikap menghargai yang ditunjukkan siswa Indikator Aspek penilaian Bahasa Indonesia Mendengarkan teman Menghargai teman ketika menyampaikan berbicara susunan pertanyaan yang dibuat Menerima pendapat teman Menanggapi pendapat teman

(210) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Indikator 193 Aspek penilaian IPS Mendengarkan teman Menghargai pendapat teman ketika berbicara mengelompokkan jenis-jenis pekerjaan Menerima pendapat teman Menanggapi pendapat teman Matematika Mendengarkan teman Menghargai pendapat teman ketika berbicara membandingkan pecahan yang penyebutnya Menerima pendapat teman sama Menanggapi pendapat teman Lembar pengamatan compassion No Nama Aspek B. Ind Jml Aspek IPS Jml Aspek Mat Jml 1 (√) 1 (√) 1 (√) 2 3 2 3 2 3 1 2 3 dst Keterangan : Beri tanda centang (√) jika siswa teramati melakukan aspek penilaian Rubrik penilaian compassion No absen 1 2 3 dst Nama Siswa Skor B.Ind IPS Nilai Mat B.Ind IPS Mat

(211) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pedoman penskoran : 194 Pedoman penilaian : Skor 4 (sangat baik) : 3 aspek penilaian teramati Skor 3 (baik) : 2 aspek penilaian teramati Skor 2 (cukup baik) : 1 aspek penilaian teramati Nilai = skor yang diperoleh x 100 skor maksimal Skor 1 (kurang baik) : aspek penilaian tidak teramati Yogyakarta, 12 Februari 2014 Mengetahui, Guru Kelas Guru Praktikan Erni Suswanti, S.Pd. Veronica Daristi M Kepala Sekolah Immaculata Ernawati, S.Pd.

(212) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 195 Materi A. Menyanyikan lagu Nyanyikan lagu dengan semangat! Potong Kertas (Lagu: potong bebek angsa) Potong-potong kertas jadi empat potong Potong-potong kertas jadi empat potong Satu per empat, tiga per empat Coba banding-banding-banding-bandingkan Pilih tandanya, pilih tandanya Kurang dari, lebih dari, sama dengan B. Mengingat pengalaman Setelah menyanyikan lagu, coba ingat – ingat pengalamanmu ketika kamu membagi atau memotong sesuatu, misalnya memotong roti atau kertas! Sebutkan pekerjaan apa saja yang biasanya selalu melakukan kegiatan memotong, misal: tukang kayu biasanya selalu memotong kayu menjadi bagian yang lebih kecil! C. Membaca teks bacaan Liburan Keluarga Ozi Hari Minggu merupakan hari yang ditunggu oleh Ozi, karena setiap hari Minggu Ozi selalu diajak ayah dan ibunya pergi liburan ke rumah nenek. Rumah nenek terletak di desa. Pemandangan di desa masih sangat asri dan udaranya sangat sejuk karena terletak di kaki gunung. Pukul 5 pagi Ozi sudah bangun, karena mereka akan berangkat pada pukul 6. Ayah, ibu dan Ozi segera berangkat agar bisa menghirup udara pagi yang segar serta melihat pemandangan yang indah. Kira-kira satu jam perjalanan dan akhirnya sampai di rumah nenek. Ternyata nenek dan kakek sudah menunggu di depan rumah, Ozi segera turun dan memberi salam kepada nenek dan kakeknya. Hal yang paling ditunggu Ozi adalah diajak kakek jalan-jalan di sekitar desa. Kakek mengajak Ozi jalan-jalan keliling desa untuk melihat pemandangan. Di perjalanan Ozi bertemu dengan pak dokter, tetangga kakek yang akan berangkat kerja. Setelah cukup lama berjalan, Ozi melihat ada seorang tukang

(213) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 196 kayu yang kelihatannya sedang membuat rak buku. Ozi mengajak kakeknya mampir untuk melihat proses pembuatan rak buku. Ozi melihat, tukang kayu tersebut memotong-motong kayu menjadi ukuran-ukuran yang akan digunakan. Kemudian kayu tersebut dibentuk menjadi rak buku dengan cara dipaku. Setelah puas melihat proses pembuatan rak buku, Ozi melanjutkan perjalanannya menuju sawah. Sawah-sawah terbentang hijau dan luas dihiasi tanaman padi yang subur. Terlihat para petani sedang berada di sawah. Ozi senang sekali melihat pemandangan bersama kakeknya. Ozi dan kakek berkeliling sawah lalu menyapa para petani yang sedang bekerja. D. Membuat pertanyaan Setelah membaca teks di atas, coba buatlah 5 pertanyaan dari bacaan tersebut disertai dengan jawabannya. Lalu tulislah pada buku tulismu dengan rapi! Contoh : Pertanyaan : Kapan Ozi pergi berlibur ke rumah nenek ? Jawaban : pada hari Minggu E. Jenis pekerjaan Coba sebutkan pekerjaan apa saja yang terdapat pada bacaan di atas ? Perhatikan gambar di bawah ini ! 1 2 3 Gambar (1) tukang kayu, (2) petani, (3) dokter Tukang kayu pekerjaannya membuat barang-barang dari kayu misal meja, lemari, kursi dan lain-lain. Setelah selesai membut pesanan, tukang kayu mendapat upah. Tukang kayu merupakan salah satu contoh pekerjaan yang menghasilkan barang. Beberapa pekerjaan yang menghasilkan barang antara lain petani, peternak, nelayan, dan tukang jahit. Selain pekerjaan yang menghasilkan barang, ada juga pekerjaan yang menghasilkan jasa atau layanan. Dokter merupakan salah satu pekerjaan yang menghasilkan jasa atau layanan. Seorang dokter tidak menghasilkan barang tetapi menghasilkan jasa yaitu mengobati pasien yang sakit. Beberapa pekerjaan yang menghasilkan jasa yaitu guru, polisi, tentara.

(214) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 197 Latihan! Kelompokkan beberapa gambar pekerjaan yang disediakan gurumu menurut jenisnya. Manakah pekerjaan yang menghasilkan jasa dan yang menghasilkan barang ? F. Pecahan Coba ingat atau nyanyikan lagi lagu “potong-potong kertas” Potong-potong kertas jadi empat potong Satu per empat, tiga per empat 1 kertas 4 bagian dipotong Perhatikan pecahan berikut ! dibaca tiga per empat dibaca satu per empat Pecahan dan adalah pecahan yang memiliki penyebut yang sama yaitu sama-sama memiliki penyebut dengan angka 4 Membedakan nilai pecahan yang penyebutnya sama Contoh: adalah 1 bagian dari 4 bagian, sedangkan adalah 3 bagian dari 4 bagian.

(215) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 198 Membandingkan pecahan Membandingkan pecahan dengan menggunakan tanda, berikut ini : < dibaca kurang dari > dibaca lebih dari = dibaca sama dengan Contoh: kurang dari < 1 4 3 4 __________________________________________________________________ Sumber : Sunardi, dkk.(2013). Ayo Melakukan Pembelajaran Tematik Untuk SD Kelas III Semester 2 Awal. Yogyakarta: Kanisius. (hlm 139-141) Nursa‟ban, Muhammad dan Rusmawan.(2007). Ilmu Pengetahuan Sosial 3 Untuk SD dan MI Kelas III. Jakarta: Pusat Perbukuan. (hlm 37-41)

(216) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 199 Nama: ………………………. Soal Latihan Pilih salah satu jawaban dengan memberi tanda silang (x) pada huruf a, b, atau c ! 1. Gambar pecahan yang memiliki penyebut yang sama adalah . . . a. b. c. 2. Gambar pecahan di samping yang memiliki penyebut angka tiga adalah . . . a. A dan B b. B dan C c. A dan C 3. Perhatikan pecahan di bawah ini ! A B C , , , , Pecahan yang penyebutnya sama adalah . . . dan a. b. dan c. dan 4. Pernyataan yang paling benar untuk menyatakan nilai pecahan dan adalah . . . a. adalah 1 bagian dari 5 bagian sedangkan adalah 3 bagian dari 5 bagian adalah 5 bagian dari 1 bagian sedangkan b. adalah 3 bagian dari 5 bagian c. adalah 1 bagian dari 5 bagian sedangkan adalah 5 bagian dari 3 bagian 5. . . . . Pernyataan yang paling tepat untuk mengisi titik-titik adalah . . . a. lebih dari b. kurang dari 6. Tanda yang paling tepat untuk mengisi a. < 7. ... a. < b. > c. sama dengan ... adalah . . . c. = . Tanda yang paling tepat untuk mengisi titik-titik adalah . . . b. > c. =

(217) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ... 8. a. < ... 9. a. < 10. ... a. < . Tanda yang paling tepat untuk mengisi titik-titik adalah . . . b. > c. = . Tanda yang paling tepat untuk mengisi titik-titik adalah . . . b. > c. = . Tanda yang paling tepat untuk mengisi titik-titik adalah . . . b. > c. = 200

(218) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kunci Jawaban 1. b 2. b 3. c 4. a 5. a 6. a 7. c 8. b 9. b 10. a 201

(219) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 202 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK (RPP TEMATIK) Siklus II Pertemuan 2 Nama Satuan Pendidikan : SD Kanisius Notoyudan Kelas/Semester : III/ 2 Tema : Keperluan Sehari-hari Mata pelajaran terkait : Matematika, IPA, PKn Alokasi waktu : 5 x 35 menit A. Standar Kompetensi Matematika 3. Memahami pecahan sederhana dan penggunaannya dalam pemecahan masalah. IPA 5. Menerapkan konsep energi gerak. PKn 3. Memiliki harga diri sebagai individu. B. Kompetensi Dasar Matematika 3.2 Membandingkan pecahan sederhana. IPA 5.2 Menerapkan cara menghemat energi dalam kehidupan sehari-hari. PKn 3.2 Memberi contoh bentuk harga diri, seperti menghargai diri sendiri, mengakui kelebihan dan kekurangan diri sendiri dan lain-lain.

(220) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 203 C. Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator Competence Matematika 3.2.1 Membedakan nilai pecahan yang penyebutnya berbeda. 3.2.2 Membandingkan nilai pecahan yang penyebutnya berbeda. 3.2.3 Memilih pecahan yang memiliki nilai yang sama. 3.2.4 Menggambar pecahan yang memiliki nilai yang sama. IPA 5.2.1 Menyebutkan cara menghemat energi dalam kehidupan sehari-hari. 5.2.2 Menuliskan cara menghemat energi. PKn 3.2.1 Menyebutkan contoh bentuk harga diri dengan mengakui kelebihan dan kekurangan diri sendiri. 3.2.2 Menuliskan kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Indikator Conscience Matematika 3.2.5 Percaya diri dalam membandingkan pecahan yang penyebutnya berbeda. 3.2.6 Percaya diri dalam memilih pecahan yang nilainya sama. IPA 5.2.2 Percaya diri dalam menyampaikan pendapat mengenai cara menghemat energi. PKn 3.2.2 Percaya diri dalam menyebutkan kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Indikator Compassion Matematika 3.2.7 Menghargai pendapat teman dalam membandingkan pecahan yang penyebutnya sama.

(221) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 204 3.2.8 Menghargai pendapat teman dalam memilih pecahan yang nilainya sama. IPA 5.2.3 Menghargai teman ketika menyampaikan pendapat mengenai cara menghemat energi. PKn 3.2.3 Menghargai kelebihan dan kekurangan teman. D. Tujuan Pembelajaran Indikator Competence Matematika 3.2.1 Siswa mampu membedakan minimal dua nilai pecahan yang penyebutnya berbeda melalui diskusi kelompok. 3.2.2 Siswa mampu membandingkan minimal dua nilai pecahan yang penyebutnya berbeda melalui diskusi kelompok. 3.2.3 Siswa mampu memilih minimal dua pecahan yang memiliki nilai yang sama melalui bimbingan guru. 3.2.4 Siswa mampu menggambar minimal dua pecahan yang memiliki nilai yang sama melalui diskusi kelompok. IPA 5.2.1 Siswa mampu menyebutkan minimal dua cara menghemat energi dalam kehidupan sehari-hari melalui pengalaman sehari-hari. 5.2.2 Siswa mampu menuliskan minimal dua cara menghemat energi melalui diskusi. PKn 3.2.1 Siswa mampu menyebutkan minimal dua contoh bentuk harga diri dengan mengakui kelebihan dan kekurangan diri sendiri melalui bimbingan guru. 3.2.2 Siswa mampu menuliskan minimal dua kelebihan dan kekurangan diri sendiri melalui kegiatan refleksi.

(222) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 205 Indikator Conscience Matematika 3.2.5 Siswa mampu menunjukkan sikap percaya diri dalam membandingkan pecahan yang penyebutnya berbeda minimal mau mengangkat tangan untuk menyampaikan pendapat saat kegiatan tanya jawab. 3.2.6 Siswa mampu menunjukkan sikap percaya diri dalam memilih pecahan yang nilainya sama minimal mau mengangkat tangan untuk menyampaikan pendapat saat kegiatan tanya jawab. IPA 5.2.3 Siswa mampu menunjukkan sikap percaya diri dalam menyampaikan pendapat mengenai cara menghemat energi melalui kegiatan tanya jawab. PKn 3.2.7 Siswa mampu menunjukkan sikap percaya diri dalam menyebutkan kelebihan dan kekurangan diri sendiri minimal mau mengangkat tangan untuk menyampaikan pendapat saat kegiatan diskusi. Indikator Compassion Matematika 3.2.8 Siswa mampu menghargai pendapat teman minimal mau mendengarkan temannya ketika membandingkan pecahan yang penyebutnya sama melalui diskusi. 3.2.9 Siswa mampu menghargai pendapat teman minimal mau mendengarkan temannya ketika memilih pecahan yang nilainya sama melalui diskusi. IPA 5.2.4 Siswa mampu menghargai teman ketika menyampaikan pendapat mengenai cara menghemat energi minimal mau mendengarkan saat kegiatan tanya jawab.

(223) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 206 PKn 3.2.3 Siswa mampu menghargai kelebihan dan kekurangan teman minimal mau mendengarkan pendapat temannya saat kegiatan diskusi. E. Materi Pembelajaran Matematika : pecahan sederhana. IPA : cara menghemat energi. PKn : harga diri. F. Pendekatan dan Metode Pembelajaran Pendekatan : Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR). Metode : tanya jawab, diskusi, demonstrasi, penugasan. G. Nilai Kemanusiaan Nilai toleransi. Nilai kerjasama. H. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal (15 menit) Salam pembuka Doa pembuka Absensi Apersepsi a. Siswa ditanya mengenai kegiatan yang mereka lakukan mulai dari bangun tidur sampai tiba di sekolah. Orientasi a. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilakukan. Motivasi a. Siswa diajak menyanyikan lagu “kegiatanku”.

(224) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 207 Kegiatanku (Lagu : bangun tidur) Bangun tidur ku terus mandi Tidak lupa matikan air Habis mandi terus sarapan Ke sekolah naik sepeda *Hati senang, bersemangat, hidup hemat (sambil tepuk) 1. Konteks Guru dan siswa melakukan tanya jawab mengenai kegiatan yang dilakukan siswa, misalnya : a. Siapa yang di rumah sering mengisi bak mandi dan mematikan kran airnya sebelum bak mandi penuh ? (siswa diminta menceritakan) b. Siapa yang sebelum berangkat ke sekolah selalu mematikan lampu maupun elektronik ? (siswa diminta menceritakan) c. Bagaimana kegiatan sarapan keluarga kalian ? Siapa yang anggota keluarganya memiliki porsi sarapan paling banyak dan paling sedikit ? (siswa diminta menceritakan) d. Apakah ada perbedaan kegiatan yang dilakukan oleh masing-masing anggota keluargamu sebelum berangkat kerja? Misal : ibu memasak, kakak membantu ibu, ayah menyiapkan kendaraan yang akan dipakai bekerja. Kegiatan Inti (120 menit) 2. Pengalaman Eksplorasi a. Siswa diajak membaca cerita mengenai rutinitas pagi. (cerita terlampir) b. Siswa diajak tanya jawab mengenai isi cerita, misal:

(225) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 208 1) Bagaimana kegiatan sarapan di keluarga tersebut ? 2) Carilah contoh penghematan energi yang dilakukan keluarga tersebut? 3) Adakah contoh perilaku yang dilakukan Romi saat di sekolah yang patut dicontoh ? c. Siswa diberi penjelasan oleh guru mengenai penghematan energi. d. Siswa diminta mendaftar contoh cara menghemat energi dalam kehidupan sehari-hari. e. Siswa diberi penjelasan mengenai contoh bentuk harga diri dan pentingnya harga diri. f. Siswa diminta menuliskan contoh bentuk harga diri dengan menuliskan kelebihan dan kekurangan dirinya. g. Siswa diajak mengingat kembali tentang perbedaan porsi makan keluarga mereka. h. Melalui bimbingan guru, beberapa siswa diminta maju ke depan kelas untuk mendemonstrasikan perbedaan porsi makan mereka, misal: 1) Siswa A : biasanya menghabiskan potong roti. 2) Siswa B : menghabiskan potong roti. 3) Siswa C : menghabiskan potong roti. (Tahap enaktif) i. Siswa diminta membandingkan potongan roti yang didapat siswa A dengan siswa B. (Tahap enaktif) j. Siswa diminta mengamati bagian potongan roti yang didapat siswa A dengan siswa C. (Tahap enaktif) k. Masing-masing siswa (siswa A, B, dan C) diminta menggambarkan potongan roti yang mereka dapatkan di papan tulis untuk menunjukkan perbandingannya. Mana yang mendapatkan potongan yang lebih kecil, yang lebih besar atau yang mendapatkan potongan yang sama. (Tahap ikonik) l. Siswa diberi penjelasan oleh guru mengenai perbandingan pecahan yang penyebutnya berbeda.

(226) 209 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI m. Siswa diberi penjelasan mengenai pecahan-pecahan yang memiliki nilai yang sama. n. Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok dengan jumlah anggota antara 4-5 siswa. o. Siswa diperlihatkan media keping pecahan. p. Siswa diberi penjelasan mengenai cara menggunakan media keping pecahan untuk berlatih membandingkan pecahan yang penyebutnya berbeda dan untuk mencari pecahan yang memiliki nilai yang sama. Elaborasi a. Guru membagikan Lembar Kerja Siswa (LKS) dan media keping pecahan pada masing-masing kelompok. b. Siswa diminta mengerjakan LKS secara berkelompok untuk menyelesaikan beberapa hal mengenai : 1) Siswa diminta membandingkan pecahan yang penyebutnya berbeda dengan menunjukkan gambarnya. (Tahap ikonik) 2) Siswa diminta memilih pecahan yang memiliki nilai yang sama dengan menunjukkan gambarnya. (Tahap ikonik) 3) Siswa diminta membedakan nilai pecahan yang penyebutnya berbeda dengan menuliskan penjelasannya. (Tahap simbolik) 4) Siswa diminta menuliskan lambang pecahan dan tanda pembanding (>, < dan = ) dari suatu gambar pecahan. (Tahap simbolik) 5) Siswa diminta menuliskan tanda pembanding dari bilanganbilangan pecahan yang akan dibandingkan. (Tahap simbolik) c. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil kerja. Konfirmasi a. Siswa dan guru melakukan tanya jawab mengenai hal-hal yang belum diketahui

(227) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 210 b. Guru memberikan umpan balik dan penguatan kepada siswa serta meluruskan pemahaman siswa jika terjadi miskonsepsi. Kegiatan Penutup (40 menit) a. Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. b. Siswa mengerjakan soal evaluasi. (soal terlampir) 3. Refleksi Competence 1. Apakah kamu sudah memahami cara menghemat energi dalam kehidupan sehari-hari? 2. Apakah kamu memahami contoh bentuk harga diri dengan mengakui kelebihan dan kekurangan diri sendiri? 3. Apakah kamu memahami cara membandingkan pecahan yang penyebutnya beda dan memilih pecahan yang memiliki nilai yang sama? Conscience 1. Apakah rasa percaya dirimu sudah terpupuk? Apakah kamu masih merasa malu untuk berpendapat? Compassion 1. Apakah sikap toleransi sudah terpupuk di dalam dirimu? Apakah kamu masih sering merasa tidak perlu mendengarkan orang lain yang sedang berbicara? 4. Aksi Competence 1. Apa yang akan kamu lakukan setelah mempelajari cara menghemat energi dalam kehidupan sehari-hari? 2. Apa yang akan kamu lakukan setelah mempelajari contoh bentuk harga diri dengan mengakui kelebihan dan kekurangan diri sendiri?

(228) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 211 3. Apakah yang akan kamu lakukan setelah belajar cara membandingkan pecahan yang penyebutnya beda dan memilih pecahan yang memiliki nilai yang sama? Conscience 1. Apakah yang akan kamu lakukan agar semakin memiliki rasa percaya dirinya? Compassion 1. Apa yang akan kamu lakukan agar memiliki sikap toleransi selama mengikuti proses pembelajaran? 5. Evaluasi Guru memberikan penguatan mengenai kegiatan refleksi dan rumusan aksi yang telah dilakukan siswa, dengan bertanya : 1. Apakah tindakan yang kamu pilih dan akan kamu lakukan memang sudah benar? Berikan alasanmu! Doa penutup Salam penutup pembelajaran I. Kecakapan Hidup 1. Kecakapan personal : a. Kecakapan kesadaran diri : percaya diri dalam mengemukakan pendapat. b. Kecakapan berpikir : kecakapan untuk memahami materi dikaitkan dengan pengalaman hidup sehari-hari. 2. Kecakapan sosial : a. Kecakapan berkomunikasi dengan teman maupun guru. b. Kecakapan berinteraksi dengan teman maupun guru.

(229) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 212 J. Sumber Belajar, Media, Alat /Bahan 1. Sumber Sunardi, dkk. (2013). Ayo Melakukan Pembelajaran Tematik Untuk SD Kelas III Semester 2 Awal. Yogyakarta: Kanisius. (hlm 139-141) Handoko, Tri. (2006). Terampil Matematika 3 Untuk Kelas 3 SD. Jakarta: Yudhistira. (hlm. 88-91) Priyono dan Titik Sayekti. (2008). Ilmu Pengetahuan Alam 3 Untuk SD dan MI Kelas III. Jakarta: Pusat Perbukuan. (hlm 133-135) Slamet, dkk. (2008). Pendidikan Kewarganegaraan 3 : SD/MI Kelas III. Jakarta: Pusat Perbukuan. (hlm 52-54) 2. Alat Pembelajaran Matematika : media keping pecahan, roti tawar IPA : teks cerita PKn : teks cerita K. Penilaian 1. Tes : tertulis (pilihan ganda) 2. Nontes : pengamatan No 1. Indikator Jenis Teknik Instrumen Tes Tertulis Soal evaluasi Indikator Competence Matematika Kognitif Membedakan nilai pecahan yang penyebutnya berbeda Membandingkan nilai pecahan yang penyebutnya berbeda Memilih pecahan yang memiliki nilai yang sama

(230) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Indikator Jenis Teknik Nontes Pengamatan Tes Tertulis Nontes Pengamatan Tes Tertulis Nontes Pengamatan Nontes Pengamatan 213 Instrumen Psikomotor Menggambar pecahan yang memiliki nilai yang sama Lembar pengamatan IPA Kognitif Menyebutkan cara menghemat Soal evaluasi energi dalam kehidupan seharihari Psikomotor Menuliskan cara menghemat energy Lembar pengamatan PKn Kognitif Menyebutkan contoh bentuk harga diri dengan mengakui Soal evaluasi kelebihan dan kekurangan diri sendiri Psikomotor Menuliskan kelebihan dan kekurangan diri sendiri 2. Lembar pengamatan Indikator Conscience Matematika Percaya diri dalam membandingkan pecahan yang penyebutnya berbeda Percaya diri dalam memilih pecahan yang nilainya sama IPA Lembar pengamatan

(231) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Indikator Jenis Teknik Nontes Pengamatan 214 Instrumen Percaya diri dalam menyampaikan pendapat mengenai cara menghemat energi PKn Percaya diri dalam menyebutkan kelebihan dan kekurangan diri sendiri 3. Indikator Compassion Matematika Menghargai pendapat teman dalam membandingkan pecahan yang penyebutnya sama Menghargai pendapat teman dalam memilih pecahan yang nilainya sama IPA Lembar pengamatan Menghargai teman ketika menyampaikan pendapat mengenai cara menghemat energi PKn Menghargai kelebihan dan kekurangan teman Penilaian Competence (kognitif) Skor soal pilihan ganda Benar : 1 Salah : 0 Nilai = skor yang diperoleh x 100 skor maksimal

(232) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 215 Penilaian Competence (psikomotor) Lembar pengamatan psikomotor Nomer Absen Siswa No Indikator Penilaian 1 Menggambar pecahan yang memiliki 1 2 3 4 5 6 Dst nilai yang sama 2 Menuliskan cara menghemat energi 3 Menuliskan kelebihan dan kekurangan diri sendiri Jumlah tanda centang (√) Keterangan : Beri tanda centang (√) jika siswa teramati melakukan indikator penilaian Rubrik penilaian psikomotor No absen Nama Siswa Skor 1 2 3 4 Nilai Keterangan 1 2 3 Dst Pedoman penskoran : Pedoman penilaian : Skor 4 (sangat baik) : 3 indikator teramati Nilai = Skor 3 (baik) : 2 indikator teramati Skor 2 (cukup baik) : 1 indikator teramati skor yang diperoleh x 100 skor maksimal Skor 1 (kurang baik) : indikator tidak teramati Nilai Akhir Competence Nilai akhir competence = nilai kognitif + nilai psikomotor 2

(233) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 216 Penilaian Conscience Menilai sikap percaya diri siswa, menurut Lauser (dalam Fasikhah, 1994) kepercayaan diri terdiri dari empat indikator yaitu percaya pada kemampuan diri sendiri, bertindak mandiri dalam mengambil keputusan, memiliki konsep diri yang positif dan berani mengemukakan pendapat. Indikator Aspek penilaian Matematika Percaya pada diri sendiri (tidak ragu Percaya diri dalam berpendapat) membandingkan pecahan yang Mandiri (tidak bertanya pada teman) penyebutnya berbeda Konsep diri positif (optimis dalam berpendapat) Berani mengemukakan pendapat Percaya diri dalam memilih Percaya pada diri sendiri (tidak ragu pecahan yang nilainya sama berpendapat) Mandiri (tidak bertanya pada teman) Konsep diri positif (optimis dalam berpendapat) Berani mengemukakan pendapat IPA Percaya pada diri sendiri (tidak ragu Percaya diri dalam berpendapat) menyampaikan pendapat Mandiri (tidak bertanya pada teman) mengenai cara menghemat Konsep diri positif (optimis dalam energi berpendapat) Berani mengemukakan pendapat PKn Percaya pada diri sendiri (tidak ragu Percaya diri dalam berpendapat) menyebutkan kelebihan dan Mandiri (tidak bertanya pada teman) kekurangan diri sendiri Konsep diri positif (optimis dalam berpendapat) Berani mengemukakan pendapat

(234) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 217 Lembar pengamatan conscience No Aspek Mat Nama 1 2 3 Jml 4 (√) Aspek IPA 1 2 3 Jml (√) 4 Aspek PKn 1 2 3 Jml 4 (√) 1 2 3 Dst Keterangan : Beri tanda centang (√) jika siswa teramati melakukan aspek penilaian Rubrik penilaian conscience No absen Nama Siswa Skor Mat IPA Nilai PKn Mat IPA PKn 1 2 3 Dst Pedoman penskoran : Pedoman penilaian : Skor 4 (sangat baik) : 3 aspek penilaian teramati Skor 3 (baik) : 2 aspek penilaian teramati Skor 2 (cukup baik) : 1 aspek penilaian teramati Nilai = skor yang diperoleh x 100 skor maksimal Skor 1 (kurang baik) : aspek penilaian tidak teramati Penilaian Compassion Menilai sikap menghargai yang ditunjukkan siswa Indikator Aspek penilaian Matematika Mendengarkan teman Menghargai pendapat teman dalam berbicara membandingkan pecahan yang penyebutnya Menerima pendapat teman sama Menanggapi pendapat teman

(235) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Menghargai pendapat teman dalam memilih Mendengarkan teman pecahan yang nilainya sama berbicara 218 Menerima pendapat teman Menanggapi pendapat teman IPA Mendengarkan teman Menghargai teman ketika menyampaikan berbicara pendapat mengenai cara menghemat energi Menerima pendapat teman Menanggapi pendapat teman PKn Mendengarkan teman Menghargai kelebihan dan kekurangan teman berbicara Menerima pendapat teman Menanggapi pendapat teman Lembar pengamatan compassion No Nama Aspek Mat Jml Aspek IPA Jml Aspek PKn Jml 1 (√) 1 (√) 1 (√) 2 3 2 3 2 3 1 2 3 dst Keterangan : Beri tanda centang (√) jika siswa teramati melakukan aspek penilaian Rubrik penilaian compassion No absen 1 2 3 Dst Nama Siswa Skor Mat IPA Nilai PKn Mat IPA PKn

(236) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pedoman penskoran : 219 Pedoman penilaian : Skor 4 (sangat baik) : 3 aspek penilaian teramati Skor 3 (baik) : 2 aspek penilaian teramati Skor 2 (cukup baik) : 1 aspek penilaian teramati Nilai = skor yang diperoleh x 100 skor maksimal Skor 1 (kurang baik) : aspek penilaian tidak teramati Yogyakarta, 13 Februari 2014 Mengetahui, Guru Kelas Guru Praktikan Erni Suswanti, S.Pd. Veronica Daristi M Kepala Sekolah Immaculata Ernawati, SPd.

(237) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 220 Materi A. Menyanyikan lagu Nyanyikan lagu berikut bersama guru dan temanmu! Kegiatanku (Lagu : bangun tidur) Bangun tidur ku terus mandi Tidak lupa matikan air Habis mandi terus sarapan Ke sekolah naik sepeda *Hati senang, bersemangat, hidup hemat (sambil tepuk) B. Membaca cerita Bacalah cerita di bawah ini! Romi dan Keluarganya Romi adalah anak yang rajin dan disiplin. Tidak heran jika nilainya di sekolah selalu baik. Romi dilatih untuk hidup disiplin oleh ayah dan ibunya. Kebiasaan baik seperti menghormati orang tua, rajin belajar, dan hidup hemat selalu ditanamkan sejak Romi kecil. Tidak terlewatkan untuk kebiasaan sarapan pagi juga selalu dilakukan oleh keluarga Romi. Keluarga Romi selalu bangun pagi. Ibu bertugas untuk menyiapkan sarapan, ayah bertugas menyiapkan kendaraan dan Romi juga membersihkan sepeda kesayangannya. Setelah selesai persiapan dan mandi, mereka segera menuju meja makan untuk sarapan bersama. Menu sarapan hari ini adalah roti tawar dan susu. Romi menghabiskan setengah dari satu roti yang dibuatkan ibunya sedangkan ayah menghabiskan satu roti yang dibuatkan ibu. Setelah selesai sarapan, ayah dan ibu mempersiapkan diri untuk berangkat kerja sedangkan Romi mempersiapkan diri untuk pergi ke sekolah. Ayah dan ibu berangkat bersama dengan naik sepeda motor, sedangkan Romi berangkat ke sekolah naik sepeda. Sebelum berangkat kerja, ayah dan ibu Romi selalu mematikan lampu, kran air, dan peralatan elektronik yang tidak digunakan. Romi juga selalu mengecek kamar tidurnya, dan memastikan bahwa lampu dan peralatan elektronik di kamarnya dalam keadaan mati. Kebiasaan tersebut selalu dilakukan keluarga Romi sebagai upaya penghematan energi. Romi berpamitan dengan ayah dan ibunya, kemudian segera berangkat ke sekolah. Romi adalah anak yang terpandai di kelas. Nilainya selalu bagus

(238) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 221 sehingga teman-teman selalu memuji Romi. Pada hari itu, Rika meminta bantuan kepada Romi untuk diajari menyanyi. Romi menyadari bahwa dirinya tidak pandai menyanyi. Tetapi Romi ingat bahwa Asti temanya satu kelas pandai menyanyi. Meskipun pandai menyanyi, Asti kurang pandai dalam berhitung. Asti sering meminta bantuan Romi untuk diajari berhitung. Menyadari kekurangannya bahawa ia tidak pandai menyanyi, Romi menolak permintaan Rika dengan halus. Kemudian Romi mengajak Rika untuk belajar menyanyi bersama Asti karena Asti lebih pandai menyanyi dibandingkan dirinya. Kemudian Rika dan Romi belajar bernyanyi bersama Asti. C. Menghemat energi Berdasarkan cerita di atas, coba sebutkan contoh penghematan energi yang dilakukan keluarga Romi! Alam menyediakan berbagai macam energi, tetapi matahari merupakan sumber energi terbesar di bumi. Berbagai macam sumber energi itu dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu sumber energi yang dapat diperbarui dan sumber energi yang tidak dapat diperbarui. Contoh sumber energi yang dapat diperbarui, antara lain baterai, makanan, air, angin, dan matahari. Contoh sumber energi yang tidak dapat diperbarui, antara lain, minyak bumi, gas alam, batu bara, dan barang-barang tambang lain. Sumber energi yang paling banyak digunakan manusia adalah minyak bumi dan listrik. Minyak bumi termasuk sumber energi yang tidak dapat diperbaharui. Sumber energi yang tidak dapat diperbarui adalah sumber energi yang apabila sudah habis terpakai, tidak dapat dibentuk lagi dalam waktu yang singkat. Agar sumber energi yang telah disediakan oleh alam ini tidak cepat habis, maka perlu digalakkan tindakan penghematan energi sedini mungkin. Penghematan energi adalah dilakukan untuk menggunakan energi sebaik-baiknya agar tidak cepat habis. Beberapa contoh penghematan energi dapat dilakukan dengan cara berikut : a. mematikan alat-alat listrik yang tidak digunakan b. menggunakan alat-alat listrik yang hemat energi c. menggunakan air secukupnya d. menggunakan kendaraan yang hemat energi Coba sebutkan lalu tuliskan contoh lain cara menghemat energi yang dapat dilakukan dalam hidup sehari-hari!

(239) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 222 D. Harga diri Berdasarkan cerita yang telah kalian baca, coba sebutkan contoh perilaku Romi yang patut kita contoh ! Lalu, coba sebutkan kelebihan dan kekurangan Romi dan Asti! Bentuk harga diri misalnya sikap menghargai diri sendiri, mengakui kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Romi termasuk anak yang memiliki harga diri karena di kelasnya dia selalu dikagumi teman-temannya. Selain itu, Romi juga mau mengakui kelebihan dan kekurangannya. Romi sadar bahwa dirinya pandai, tetapi dia mau mengakui kekurangannya yaitu dia tidak pandai menyanyi. Romi juga mau mengakui bahwa Asti lebih pandai menyanyi dibandingkan dirinya. Kelebihan yang kalian miliki, sebaiknya jangan dijadikan kesombongan. Tirulah ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk. Demikian sebaliknya. Kekurangan yang ada pada dirimu, usahakan untuk memperbaiki, jangan merasa rendah diri. Dengan demikian, harga diri perlu kita jaga supaya: a. Dihargai oleh orang lain. b. Menambah semangat hidup. c. Mendorong melakukan hal-hal yang terpuji. d. Memiliki percaya diri. e. Mencintai diri sendiri. E. Pecahan Berdasarkan cerita di atas, sebutkan berapa bagian Romi dan ayahnya menghabiskan roti tawar untuk sarapan ? Perhatikan pecahan berikut! dibaca satu per dua dibaca tiga per empat atau setengah Pecahan dan adalah pecahan yang penyebutnya berbeda. Pecahan adalah pecahan yang penyebutnya 2. Pecahan adalah pecahan yang penyebutnya 4.

(240) 223 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1. Membedakan nilai pecahan yang penyebutnya berbeda Contoh: adalah 1 bagian dari 2, sedangkan adalah 3 bagian dari 4 2. Pecahan yang nilainya sama Perhatikan gambar di bawah ini! sama 1 2 2 4 Penjelasan gambar : Pecahan dan adalah contoh pecahan yang memiliki nilai yang sama. Persamaannya dapat dibuktikan dengan melihat gambar bagiannya. Kedua pecahan tersebut memiliki bagian yang sama besar. 3. Membandingkan pecahan Membandingkan pecahan dengan menggunakan tanda, berikut ini : < artinya kurang dari > artinya lebih dari = artinya sama dengan Contoh: a. Membandingkan dengan gambar kurang dari < 1 2 3 4

(241) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 224 b. Membandingkan dengan cara lain : Perkalian silang Contoh : …. Cara penyelesaiannya : …. (1 x 4) . . . (3 x 2) 4 < 6 Jadi, < __________________________________________________________________ Sumber : Handoko, Tri. (2006). Terampil Matematika 3 Untuk Kelas 3 SD. Jakarta: Yudhistira. (hlm. 88-91) Priyono dan Titik Sayekti. (2008). Ilmu Pengetahuan Alam 3 Untuk SD dan MI Kelas III. Jakarta: Pusat Perbukuan. (hlm 133-135) Slamet, dkk. (2008). Pendidikan Kewarganegaraan 3 : SD/MI Kelas III. Jakarta: Pusat Perbukuan. (hlm 52-54)

(242) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 225 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK (RPP TEMATIK) Siklus II Pertemuan 3 Nama Satuan Pendidikan : SD Kanisius Notoyudan Kelas/Semester : III/ 2 Tema : Keperluan Sehari-hari Mata pelajaran : Matematika Alokasi waktu : 2 x 35 menit A. Standar Kompetensi Matematika 3. Memahami pecahan sederhana dan penggunaanya dalam pemecahan masalah. B. Kompetensi Dasar Matematika 3.2 Membandingkan pecahan sederhana. C. Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator Competence (Kognitif) Matematika 3.2.1 Mengelompokkan pecahan yang penyebutnya sama. 3.2.2 Membedakan nilai pecahan yang penyebutnya sama. 3.2.3 Membandingkan nilai pecahan yang penyebutnya sama. 3.2.4 Membedakan nilai pecahan yang penyebutnya berbeda. 3.2.5 Membandingkan nilai dua pecahan yang penyebutnya berbeda. 3.2.6 Memilih pecahan yang memiliki nilai yang sama.

(243) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 226 D. Tujuan Pembelajaran Indikator Competence (Kognitif) Matematika 3.2.1 Siswa mampu mengelompokkan minimal dua pecahan yang penyebutnya sama melalui diskusi kelompok. 3.2.2 Siswa mampu membedakan minimal dua nilai pecahan yang penyebutnya sama melalui diskusi kelompok. 3.2.3 Siswa mampu membandingkan minimal dua nilai pecahan yang penyebutnya sama melalui diskusi kelompok. 3.2.4 Siswa mampu membedakan minimal dua nilai pecahan yang penyebutnya berbeda melalui diskusi kelompok 3.2.5 Siswa mampu membandingkan minimal dua nilai pecahan yang penyebutnya berbeda melalui diskusi kelompok 3.2.6 Siswa mampu memilih minimal dua pecahan yang memiliki nilai yang sama melalui bimbingan guru E. Materi Pembelajaran Matematika : pecahan sederhana F. Metode Pembelajaran - G. Nilai Kemanusiaan Nilai kejujuran H. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Salam pembuka Doa pembuka Absensi

(244) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 227 Kegiatan Awal (15 menit) 1. Siswa diatur tempat duduknya oleh guru 2. Siswa diminta mempersiapkan alat tulis yang akan digunakan untuk mengerjakan soal ulangan. 3. Siswa dibagikan soal ulangan 4. Siswa memeriksa soal ulangan sebelum mengerjakan Kegiatan Inti (40 menit) 1. Siswa mengerjakan soal ulangan (soal terlampir) 2. Setelah selesai mengerjakan, soal dikumpulkan kepada guru Kegiatan Penutup (20 menit) 1. Siswa dan guru melakukan refleksi dan evaluasi berkatian dengan kegiatan ulangan yang telah dilakukan. I. Penilaian Penilaian kognitif Jenis : tes Teknik : tertulis Instrumen : soal ulangan (soal evaluasi siklus 2) Penilaian Kognitif Pedoman penilaian a. Pilihan Ganda Jumlah soal = 15 soal Kriteria Skor Benar 1 Salah 0

(245) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 228 b. Isian Singkat Jumlah soal = 10 soal Skor Kriteria 2 Dua isian jawaban benar 1 Satu isian jawaban benar 0 Kedua isian jawaban salah 𝐍𝐢𝐥𝐚𝐢 𝐚𝐤𝐡𝐢𝐫 = 𝐣𝐮𝐦𝐥𝐚𝐡 𝐬𝐤𝐨𝐫 𝐩𝐢𝐥𝐢𝐡𝐚𝐧 𝐠𝐚𝐧𝐝𝐚 + 𝐣𝐮𝐦𝐥𝐚𝐡 𝐬𝐤𝐨𝐫 𝐢𝐬𝐢𝐚𝐧 𝐬𝐢𝐧𝐠𝐤𝐚𝐭 𝐱 𝟏𝟎𝟎 𝐣𝐮𝐦𝐥𝐚𝐡 𝐬𝐤𝐨𝐫 𝐦𝐚𝐤𝐬𝐢𝐦𝐚𝐥 Yogyakarta, 15 Februari 2014 Mengetahui, Guru Kelas Guru Praktikan Erni Suswanti, S.Pd. Veronica Daristi M Kepala Sekolah Immaculata Ernawati, S.Pd.

(246) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5 Nama : ……………………….. LEMBAR KERJA SISWA Indikator  Menyebutkan definisi pecahan  Membilang pecahan sederhana  Menyebutkan lambang bilangan pecahan sederhana  Menjelaskan contoh pecahan sederhana Petunjuk ! 1. Kerjakan bersama dengan teman kelompokmu dengan menggunakan media keping pecahan. 2. Perhatikan perintah di setiap bagian sebelum mengerjakan. 3. Tanyakan kepada gurumu jika merasa belum jelas. 4. Setelah selesai mengerjakan, sampaikan hasil kerja kelompokmu di depan kelas. A. Pecahan sederhana Perhatikan gambar di bawah ini ! Ibu selalu adil dalam membagi roti kepada anak-anaknya. Roti tawar yang semula utuh kemudian ibu bagi menjadi 4 bagian yang sama besar. Lalu, ibu memberikan kepada keempat anaknya tersebut. Masing-masing roti yang didapatkan anak-anak ibu memiliki nilai yang sama. Membagi roti, seperti contoh di atas adalah salah satu contoh pecahan dalam kehidupan sehari-hari. Ayo sebutkan ciri-ciri pecahan, dengan bantuan pertanyaan di bawah ini: 1. Bagaimana ibu membagi roti dengan adil kepada anak-anaknya? Jawab: ………………………………………………………… 2. Apakah setiap roti milik masing-masing anak ibu nilainya sama? Jawab : ……………………………………………………….. 229

(247) 230 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pecahan adalah bagian dari sesuatu yang ... dan mempunyai ... 1 4 B. Membilang pecahan sederhana Jika 1 benda dibagi menjadi 4 bagian yang sama besar, maka setiap bagian memiliki 1 4 nilai yang sama yaitu . dibaca satu per empat atau seperempat. 1 4 Latihan 1 Latihan membilang pecahan. a. Gambarlah pecahan dengan bantuan menggunakan media keping pecahan dan kerjakan seperti contoh ! 1. Pecahan Pecahan satu per dua atau setengah. 3. Pecahan Pecahan ………………. atau ………………. 2. Pecahan Pecahan ………………. atau ………………. 4. Pecahan Pecahan ………………. atau ………………. 1 4

(248) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. Pecahan 6. Pecahan Pecahan ………………. atau ………………. Pecahan ………………. …. b. Tuliskan nama bilangannya! Contoh : Lambang pecahan dibaca dua per tiga. 1. Lambang pecahan dibaca …………………………………. 2. Lambang pecahan dibaca …………………………………. 3. Lambang pecahan dibaca …………………………………. 4. Lambang pecahan dibaca …………………………………. 5. Lambang pecahan dibaca …………………………………. C. Lambang bilangan Latihan 2 Menulis lambang bilangan pecahan. Contoh : 1. 231 Pecahan 2.

(249) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. 4. 6. Pecahan lima per tujuh ditulis . . . . . . . 7. Pecahan enam per delapan ditulis . . . . . . . 8. Pecahan dua per sepuluh ditulis . . . . . . . 9. Pecahan tiga per enam ditulis . . . . . . . 10. Pecahan empat per sembilan ditulis . . . . . . . D. Contoh pecahan sederhana Latihan 3 Menjelaskan pecahan. Gambarkan dua contoh pecahan menggunakan bantuan media keping pecahan lalu jelaskan seperti pada contoh di bawah ini a. Merupakan pecahan b. Pecahan . berarti 3 bagian dari 6. c. Angka 3 disebut pembilang dan angka 6 disebut penyebut. 232

(250) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 233 E. Refleksi (dijawab siswa setelah kegiatan belajar selesai) Mari melakukan refleksi dengan bantuan pertanyaan di bawah ini! 1. Tuliskan perasaan dan kesulitan yang kalian alami selama pembelajaran hari ini ! 2. Sudahkah kamu mampu bekerjasama dengan baik dalam kelonpok ? 3. Apakah kamu masih merasa malu untuk berpendapat ketika belajar dalam kelompok atau untuk menjawab pertanyaan dari gurumu ? F. Aksi (dijawab siswa setelah kegiatan belajar selesai) Berdasarkan refleksi dan pengalaman belajar yang telah kamu lakukan , coba tuliskan niat atau tindakan yang akan kamu lakukan untuk memperbaiki kekuranganmu!

(251) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 234 Nama : ……………………….. LEMBAR KERJA SISWA Indikator  Menunjukkan nilai suatu pecahan  Membedakan nilai dari suatu gambar pecahan  Menunjukkan pecahan dengan gambar Petunjuk! 1. Kerjakan bersama dengan teman kelompokmu dengan menggunakan media keping pecahan. 2. Perhatikan perintah di setiap bagian sebelum mengerjakan. 3. Tanyakan kepada gurumu jika merasa belum jelas. 4. Setelah selesai mengerjakan, sampaikan hasil kerja kelompokmu di depan kelas. A. Kegiatan 1 Menggambar pecahan Diskusikan dengan teman kelompokmu pecahan –pecahan di bawah ini. Lalu gambarlah dengan menggunakan bantuan media keping pecahan. Perhatikan contoh ! Pecahan Gambarlah nilai-nilai pecahan di bawah ini ! 1. Pecahan 2. Pecahan

(252) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 235 3. Pecahan B. Kegiatan 2 Membedakan gambar pecahan Tuliskan lambang bilangan dan nama bilangan dari gambar pecahan berikut! satu per dua

(253) 236 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Jodohkan gambar di bawah ini dengan lambang pecahan di sampingnya! 1. 𝟑  𝟔  2.  𝟑  𝟐  𝟏  𝟏 𝟕  3. .  4.   5.  6.  𝟒 𝟑 𝟖 𝟐 𝟖 Nilai pecahan C. Kegiatan 3 Tentukan pembilang dan penyebut dari pecahan di bawah ini! 1. Pecahan . Angka 4 disebut pembilang dan angka 8 disebut penyebut. 2. Pecahan . 3. Pecahan . 4. Pecahan . 5. Pecahan .

(254) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tuliskan lambang bilangannya dari pernyataan di bawah ini ! Contoh : Jika angka 1 adalah pembilang dan angka 2 adalah penyebut. Maka, nilai dari pecahan tersebut adalah 1. Jika angka 3 adalah pembilang dan angka 5 adalah penyebut. Maka, nilai dari pecahan tersebut adalah .. 2. Jika angka 4 adalah pembilang dan angka 7 adalah penyebut. Maka, nilai dari pecahan tersebut adalah .. 3. Jika angka 2 adalah pembilang dan angka 9 adalah penyebut. Maka, nilai dari pecahan tersebut adalah .. 4. Jika angka 6 adalah pembilang dan angka 10 adalah penyebut. Maka, nilai dari pecahan tersebut adalah .. 5. Jika angka 5 adalah pembilang dan angka 6 adalah penyebut. Maka, nilai dari pecahan tersebut adalah .. 237

(255) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 238 D. Refleksi (dijawab siswa setelah kegiatan belajar selesai) Mari melakukan refleksi dengan bantuan pertanyaan di bawah ini! 1. Tuliskan perasaan dan kesulitan yang kalian alami selama pembelajaran! hari ini ! 2. Sudahkah kamu mampu bekerjasama dengan baik dalam kelonpok ? 3. Apakah kamu masih merasa malu untuk berpendapat ketika belajar dalam kelompok atau untuk menjawab pertanyaan dari gurumu ? 4. Aksi (dijawab siswa setelah kegiatan belajar selesai) Berdasarkan refleksi dan pengalaman belajar yang telah kamu lakukan , coba tuliskan niat atau tindakan yang akan kamu lakukan untuk memperbaiki kekuranganmu!

(256) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 6 Nama : ……………………… LEMBAR KERJA SISWA Indikator  Mengelompokkan pecahan yang penyebutnya sama  Membedakan nilai pecahan yang penyebutnya sama  Membandingkan nilai pecahan yang penyebutnya sama Petunjuk! Perhatikan petunjuk pengerjaan pada tiap kegiatan! Kerjakan bersama teman kelompokmu! A. Kegiatan 1 Mengelompokkan pecahan yang penyebutnya sama Kelompokkan gambar pecahan di bawah ini yang penyebutnya sama ! Kamu tunjukkan pecahan tersebut dengan garis, seperti pada contoh! Penyebut angka tiga a 𝟏 𝟑 𝟏 𝟑 b c 𝟐 𝟑 d Penyebut angka empat 𝟏 𝟒 e 𝟐 𝟒 f 𝟑 𝟒 g Penyebut angka lima 𝟏 𝟓 h 𝟐 𝟓 i 𝟑 𝟓 239

(257) 240 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 10 5 8 4 6 2 3 1 4 4 5 3 7 6 9 1 3 1 8 2 4 2 5 5 6 5 7 3 4 1 5 3 5 2 7 5 9 1 10 Kelompokkan pecahan di atas yang penyebutnya sama! 1. Pecahan yang penyebutnya angka 3 5. Pecahan yang penyebutnya angka 7 Jawab: …. Jawab : …. 2. Pecahan yang penyebutnya angka 4 6. Pecahan yang penyebutnya angka 8 Jawab: …. Jawab : …. 3. Pecahan yang penyebutnya angka 5 7. Pecahan yang penyebutnya angka 9 Jawab: …. Jawab : …. 4. Pecahan yang penyebutnya angka 6 8. Pecahan yang penyebutnya angka 10 Jawab: …. Jawab : …. B. Kegiatan 2 Membedakan pecahan yang penyebutnya sama Kerjakan seperti contoh! 1. Pecahan dan adalah 1 bagian dari 3 bagian, sedangkan bagian 2. Pecahan dan 3. Pecahan dan adalah 2 bagian dari 3

(258) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 241 C. Kegiatan 3 Membandingkan pecahan yang penyebutnya sama 1. Membandingkan gambar pecahan. Kerjakan seperti contoh! lebih dari > 2 3 1 3 __________________________________________________________________ 1. 2. 3. 4. 5.

(259) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 242 2. Membandingkan dua pecahan dengan tanda lebih dari dan kurang dari Ayo isi titik-titik di bawah ini dengan tanda lebih dari (>) atau kurang dari (<) ! 1. ... 6. ... 2. ... 7. ... 3. ... 8. 4. ... 9. ... 5. ... 10. ... ... D. Refleksi (dijawab siswa setelah kegiatan belajar selesai) 1. Tuliskan kesan pembelajaran pada hari ini! Adakah kesulitan yang kamu alami? 2. Coba nilai dirimu sendiri, apakah kamu sudah bersikap toleransi kepada guru dan temanmu? E. Aksi (dijawab siswa setelah kegiatan belajar selesai) Tuliskan niat atau tindakan baik yang akan kamu lakukan berdasarka refleksi yang telah kamu lakukan!

(260) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 243 Nama : ……………………… LEMBAR KERJA SISWA Indikator  Membedakan nilai pecahan yang penyebutnya berbeda  Membandingkan nilai pecahan yang penyebutnya berbeda  Memilih pecahan yang memiliki nilai yang sama Petunjuk! Perhatikan petunjuk pengerjaan pada tiap kegiatan! Kerjakan bersama teman kelompokmu! A. Kegiatan 1 Membedakan nilai pecahan yang penyebutnya berbeda Perhatikan penjelasan di bawah ini !  Gambar pecahan di atas  Gambar pecahan di atas merupakan pecahan merupakan pecahan   adalah 1 bagian dari 3 adalah 3 bagian dari 4 Kerjakan latihan di bawah ini seperti contoh! Contoh : 1 2 1. 2. 3 4 𝟏 𝟐 adalah 1 bagian dari 3 bagian dan dari 4 bagian 𝟑 𝟒 adalah 3 bagian

(261) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 244 B. Kegiatan 2 Menggambar pecahan yang nilainya sama Petunjuk! a. Gunakan bantuan media keping pecahan untuk menggambar jika kamu merasa kesulitan. b. Gambarlah pecahan yang nilainya sama agar kamu memahaminya. Ayo, buktikan jika pecahan-pecahan di bawah ini memiliki nilai yang sama! Contoh: Buktikan jika pecahan sama dengan sama 1 2 Jadi, terbukti bahwa pecahan dan memiliki nilai yang sama. Kerjakan soal berikut seperti contoh di atas ! 1. Buktikan jika pecahan sama dengan Jadi, … 2. Buktikan jika pecahan Jadi, … sama dengan 2 4

(262) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 245 C. Kegiatan 3 Membandingkan nilai pecahan yang penyebutnya berbeda 1. Membandingkan gambar Contoh : kurang dari < 1 3 2 4 __________________________________________________________________ Kerjakan seperti contoh ! 1. 2. 3.

(263) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 246 2. Membandingkan pecahan Coba isi titik-titik di bawah ini dengan tanda lebih dari (>), kurang dari (<) atau sama dengan (=) ! 1. ... 6. ... 2. ... 7. ... 3. ... 8. ... 4. ... 9. ... 5. ... 10. ... ************************************************* D. Refleksi (dijawab siswa setelah kegiatan belajar selesai) Sudahkah kamu menghargai teman dan gurumu selama pembelajaran? ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… E. Aksi (dijawab siswa setelah kegiatan belajar selesai) Tuliskan niat atau tindakan yang akan kamu lakukan setelah mengikuti pembelajaran! ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………

(264) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 7 ULANGAN MATEMATIKA Hari/tanggal : Sabtu, 8 Februari 2014 Nilai Waktu mengerjakan : 35 menit I. Nama siswa : …………………… Nomer absen : …….. Pilihan Ganda Pilihlah salah satu jawaban yang menurutmu paling benar dengan memberi tanda silang (x) pada huruf a, b, atau c ! 1. Perhatikan gambar di bawah ini! Bagian yang diarsir pada gambar di samping menunjukkan pecahan . . . a. satu per lima b. satu per enam c. lima per enam 2. Gambar di bawah ini jika ditulis dalam lambang bilangan adalah . . . a. b. c. 3. Lambang bilangan yang paling tepat untuk menuliskan pecahan enam per sepuluh adalah . . . a. 4. c. b. Pernyataan yang paling tepat untuk menyatakan gambar pecah di samping adalah . . . a. pembilangnya 5 b. penyebutnya 5 c. merupakan pecahan 247

(265) 248 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. Pernyataan yang paling tepat untuk menyatakan pecahan adalah . . . a. angka 4 merupakan penyebut b. angka 4 merupakan pembilang c. angka 8 merupakan pembilang 6. Jika satu buah roti dibagi menjadi delapan bagian yang sama besar, maka nilai dari tiap-tiap bagian adalah . . . b. a. c. 7. Jika angka 5 adalah penyebut dan angka 3 adalah pembilangnya, maka nilai dari pecahan tersebut adalah . . . a. b. c. 8. Nilai pecahan yang paling benar dari gambar yang diarsir adalah . . . a. A = dan B = b. A= dan B = c. A = dan B = A B 9. Nilai yang paling benar untuk menyatakan pecahan yang diarsir adalah… a. tiga per empat dan satu per tiga b. tiga per empat dan satu per empat c. tiga per satu dan satu per empat 10. Gambar yang paling tepat untuk menunjukkan pecahan a. b. adalah . . . c. II. Isian Singkat Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang singkat dan tepat ! 1. Pecahan adalah ... 2. Perhatikan gambar di bawah ini! a dari sesuatu yang utuh dan mempunyai Gambar yang ditunjukkan oleh menunjukkan nilai suatu pecahan . Pecahan tersebut dibaca . . . atau ... huruf ... a

(266) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 249 3. Lambang bilangan dari pecahan empat per enam dan lima per sembilan adalah . . . 4. Pecahan dan . . . berarti . . . bagian dari . . . bagian. 5. Gambarlah pecahan dan pada lingkaran di bawah ini!

(267) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kunci Jawaban I. Pilihan Ganda 1. c 2. c 3. b 4. a 5. b 6. a 7. a 8. c 9. a 10. c II. Isian Singkat 1. bagian, nilai 2. satu per lima atau seperlima / seperlima atau satu per lima 3. , 4. 6, 7 5. (kebijakan guru) 250

(268) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 8 ULANGAN MATEMATIKA Hari/tanggal : Sabtu, 15 Februari 2014 Nilai Waktu mengerjakan : 35 menit Nama siswa : …………………… Nomer absen : …….. I. Pilihan Ganda Pilihlah salah satu jawaban yang menurutmu paling benar dengan memberi tanda silang (x) pada huruf a, b, atau c ! 1. Dari pecahan , a. dan , , , ; pecahan yang penyebutnya sama adalah . . . b. dan c. dan 2. Pecahan yang memiliki penyebut yang sama adalah pecahan . . . a. dan b. dan c. dan 3. Pernyataan yang paling tepat untuk menyatakan arti dari pecahan dan adalah . . . a. adalah 1 bagian dari 3 bagian sedangkan adalah 2 bagian dari 3 bagian b. adalah 3 bagian dari 1 bagian sedangkan adalah 2 bagian dari 3 bagian c. adalah 1 bagian dari 3 bagian sedangkan adalah 3 bagian dari 2 bagian 4. Lambang bilangan yang paling tepat untuk menuliskan lima bagian dari delapan bagian dan tujuh bagian dari delapan bagian adalah . . . 251

(269) 252 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI a. b. dan dan c. dan .. 5. Pernyataan yang paling tepat untuk membandingkan pecahan adalah . . . a. lebih dari b. kurang dari c. sama dengan .. 6. Tanda yang paling tepat untuk membandingkan pecahan adalah . . . a. > b. < c. = 7. Perhatikan pernyataan di bawah ini! Tujuh bagian dari sepuluh bagian dan dua bagian dari tiga bagian. Lambang bilangan yang tepat untuk menuliskan pernyataan di atas adalah ... a. b. dan c. dan 8. Tanda yang paling tepat untuk membandingkan pecahan dan ... adalah ... a. < b. > c. = 9. Pernyataan yang paling tepat untuk membandingkan pecahan .. adalah . . . a. kurang dari b. lebih dari c. sama dengan 10. Perhatikan pecahan di bawah ini! Pecahan , ,dan Pecahan di atas yang memiliki nilai yang sama adalah . . . a. dan b. dan c. dan

(270) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 253 II. Isian Singkat Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang singkat dan tepat ! 1. Perhatikan pecahan di bawah ini! 4 10 1 6 5 6 4 5 Pilihlah dua pecahan di atas yang memiliki penyebut yang sama, pecahan tersebut adalah . . . 2. Pecahan dan . . . berarti 5 bagian dari . . . bagian sedangkan berarti . . . bagian dari 7 bagian. 3. Perhatikan gambar di bawah ini! A B Tanda pembanding yang paling tepat untuk membandingkan pecahan A dan B adalah . . . , tanda tersebut dibaca . . . . 4. Perhatikan pecahan di bawah ini! …. Tanda pembanding yang paling tepat untuk membandingkan pecahan di atas adalah 5. Pecahan . . . , tanda tersebut dibaca . . . , , , Pecahan di atas yang bernilai sama adalah pecahan . . . dan . . . ______________________________ ** Selamat mengerjakan ** _______________________

(271) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kunci Jawaban I. Pilihan Ganda 1. c 2. b 3. a 4. c 5. a 6. b 7. c 8. b 9. c 10. a II. Isian Singkat 1. dan 2. 7, 6 3. < , kurang dari 4. > , lebih dari 5. dan 254

(272) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 9 255

(273) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 256

(274) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 257

(275) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 10 KUESIONER KEAKTIFAN SISWA KELAS III Petunjuk pengerjaan 1. 2. 3. 4. 5. Terdapat 20 pernyataan yang harus dijawab. Bacalah dengan teliti setiap pernyataan sebelum menjawabnya. Kuesioner ini tidak mempengaruhi nilaimu oleh karena itu jawablah dengan jujur. Setiap pernyataan dijawab dengan memberikan tanda (√) pada kolom yang tersedia. Tuliskan identitasmu pada tempat yang telah disediakan. Keterangan pilihan jawaban : SS S TS STS : Sangat setuju : Setuju : Tidak setuju : Sangat tidak setuju Selamat Mengerjakan Nama No. Absen Kelas Jenis Kelamin No 1 2 3 4 : …………………….. : ……………………. : ……………………. : Laki-laki / Perempuan (coret salah satu) Pernyataan SS Saya mencari informasi dari buku sumber untuk menyelesaikan tugas Saya memperhatikan teman yang sedang menjawab pertanyaan Saya meminta teman untuk mencatat hasil diskusi kelompok Saya malas mencoba menggunakan pembelajaran untuk menyelesaikan tugas 258 media Jawaban S TS STS

(276) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 6 Saya menyampaikan pendapat saya ketika diskusi kelompok Saya mencoba menggunakan media pembelajaran yang disediakan guru untuk menyelesaikan tugas 7 Saya membuat catatan hasil diskusi kelompok 8 Saya menolak untuk menyampaikan pendapat 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Saya malas membaca informasi yang berkaitan dengan tugas Saya tertarik mendengarkan teman yang menyampaikan pendapatnya Saya malas menulis hasil diskusi kelompok Saya membaca informasi dari berbagai sumber untuk menyelesaikan tugas Saya bosan memperhatikan teman yang sedang menjawab pertanyaan Saya menolak menggunakan media pembelajaran untuk menyelesaikan tugas Saya ikut menjawab pertanyaan ketika mengerjakan tugas Saya senang menggunakan media pembelajaran untuk mempermudah mengerjakan tugas Saya menulis hasil tugas kelompok pada lembar kerja Saya malas mengungkapkan ide saat menyelasaikan tugas Saya malas mendengarkan teman yang sedang berpendapat Saya mengerjakan tugas tanpa mencari informasi yang berkaitan dengan tugas ********** Terima kasih atas kesediaannya mengisi kuesioner ini ********* 259

(277) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 11 LEMBAR OBSERVASI KEAKTIFAN Observasi dilakukan pada pembelajaran matematika kepada seluruh siswa kelas III SD Kanisius Notoyudan Yogyakarta. Jumlah siswa secara keseluruhan sebanyak 23 siswa dengan jumlah siswa perempuan sebanyak 12 siswa dan jumlah siswa laki-laki sebanyak 11 siswa. 1. Indikator umun : Keaktifan siswa dalam pembelajaran membandingkan pecahan. 2. Indikator khusus :  Aktif secara fisik berupa : a. Membaca materi pembelajaran b. Mendengarkan pendapat teman c. Menulis hasil kerja kelompok d. Berlatih keterampilan  Aktif secara psikis berupa : a. Mengemukakan pendapat 1. Pengertian Keaktifan Dimyati dan Mudjiono (2009:45) berpendapat bahwa keaktifan merupakan keterlibatan siswa secara aktif dalam setiap proses belajar yang tampak dalam bentuk kegiatan fisik dan kegiatan psikis (mental). 2. Indikator Keaktifan Indikator keaktifan tampak dalam kegiatan fisik dan psikis. Kegiatan fisik dapat berupa kegiatan membaca, mendengar, menulis, berlatih keterampilan dan sebagainya. Sedangkan contoh kegiatan psikis misalnya menggunakan pengetahuan yang dimiliki untuk memecahkan masalah, membandingkan konsep satu dengan konsep lain, dan kegiatan psikis lain Mudjiono, 2009) A. Kegiatan fisik berupa : 260 (Dimyati &

(278) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 261 a. Membaca materi pelajaran Membaca materi pembelajaran adalah kegiatan membaca materi pembelajaran untuk menyelesaikan tugas. b. Mendengarkan pendapat teman Mendengarkan pendapat teman adalah mau mendengarkan teman yang sedang mengemukakan pendapat. c. Menulis hasil kerja kelompok Menulis hasil kerja kelompok adalah menuliskan hasil kerja ketika bekerja dalam kelompok. d. Berlatih keterampilan menggunakan media pembelajaran Berlatih keterampilan menggunakan media adalah keterampilan dalam menggunakan media pembe`lajaran untuk menyelesaikan tugas. B. Kegiatan psikis berupa : a. Mengemukakan pendapat Mengemukakan pendapat adalah terlibat langsung untuk berpendapat dalam menyelesaikan tugas.

(279) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lembar Observasi Keaktifan Siswa Kelas III Pada Pembelajaran Matematika Membandingkan Pecahan Tanggal observasi : …………………………………… Kegiatan pembelajaran : …………………………………… No 1. 2. Kelas : ……………………………………. Observer : ……………………………………. Nama Siswa Indikator Membaca materi pelajaran Mendengarkan pendapat teman 3. Menulis hasil kerja kelompok 4. Berlatih keterampilan menggunakan media pembelajaran 5. Mengemukakan pendapat Jumlah (√) Keterangan : Jika siswa nampak melakukan indikator beri tanda centang (√) dan jika tidak nampak beri tanda (−) 262

(280) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 263 Penskoran Keaktifan Siswa Kelas III No Nama Siswa Jumlah Tanda (√) Skor Total (1-100) Kategori 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Pedoman penskoran : Skor total = Kategori keaktifan : x 100 Sangat tinggi : jika skor total siswa antara 81-100 Tinggi : jika skor total siswa antara 66-80 Sedang : jika skor total siswa antara 56-65 Rendah : jika skor total siswa antara 46-55 Sangat rendah : jika skor total siswa dibawah 46 Yogyakarta, ……………………. Observer ___________________

(281) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 12 264

(282) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 265

(283) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 13 Tabel Validitas Siklus I Soal Pilihan Ganda No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 ∑ 1 1 0 1 1 0 0 1 0 0 1 0 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 14 2 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 0 0 0 1 0 0 1 0 1 0 1 0 1 12 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 23 4 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 17 5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 23 6 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 0 16 7 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 20 8 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 1 7 9 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 19 Skor 10 11 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 1 14 19 266 12 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 18 13 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 18 14 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 1 7 15 0 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 17 16 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 0 0 17 17 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 19 18 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 22 19 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 23 20 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 23 Total 15 16 16 10 18 15 16 8 16 18 15 17 18 19 14 16 19 12 13 14 15 13 15 348

(284) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel Validitas Siklus I Soal Isian Singkat No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 ∑ 1 2 1 0 1 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 38 2 2 0 1 1 1 1 2 2 0 0 1 2 2 2 2 2 0 2 2 0 1 2 2 30 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 44 4 2 2 1 1 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 43 5 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 46 6 2 0 2 0 2 2 2 2 2 2 0 0 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 37 7 2 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 1 2 2 2 2 2 2 41 267 Skor 8 9 2 2 1 1 0 1 0 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 41 40 10 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 44 11 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 43 12 2 2 2 2 2 2 2 0 2 0 2 2 2 2 2 0 1 2 2 1 2 2 2 38 13 2 1 0 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 41 14 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 45 15 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 43 Total 30 20 18 19 29 28 30 28 27 24 24 28 29 30 26 28 23 28 29 27 29 30 30 614

(285) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hasil Penghitungan Validitas Siklus I Soal Pilihan Ganda Correlations Total Total No1 No2 No3 No4 No5 No6 No7 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N No1 No2 No3 No4 a No5 No6 .179 . a .211 No7 ** .752 No8 ** .539 No9 ** No11 No12 No13 N014 No15 No16 No17 No18 No19 No20 .377 -.021 ** * * ** * ** ** a .a 1 .208 -.052 . .465 .504 23 .341 23 .815 23 . 23 .413 23 . 23 .333 23 .000 23 .008 23 .007 23 .076 23 .925 23 .003 23 .025 23 .014 23 .001 23 .035 23 .000 23 .004 23 . 23 . 23 .208 1 .481* .a -.071 .a -.143 .219 -.051 -.133 -.278 -.133 .009 .009 .143 -.071 -.071 .102 .266 .a .a .341 23 23 .020 23 . 23 .749 23 . 23 .515 23 .316 23 .819 23 .546 23 .199 23 .546 23 .966 23 .966 23 .515 23 .749 23 .749 23 .643 23 .220 23 . 23 . 23 -.052 .481* 1 .a -.172 .a -.255 -.112 -.123 -.439* -.054 -.210 -.083 -.083 .066 -.371 .026 -.210 -.204 .a .a .815 23 .020 23 23 . 23 .432 23 . 23 .240 23 .610 23 .575 23 .036 23 .806 23 .337 23 .708 23 .708 23 .765 23 .082 23 .907 23 .337 23 .350 23 . 23 . 23 .a .a .a .a .a .a .a .a .a .a .a .a .a .a .a .a .a .a .a .a .a . 23 . 23 . 23 23 . 23 . 23 . 23 . 23 . 23 . 23 . 23 . 23 . 23 . 23 . 23 . 23 . 23 . 23 . 23 . 23 . 23 .179 -.071 -.172 .a 1 .a .468* .064 -.253 -.011 -.273 -.273 .167 .407 -.253 .098 .098 -.011 .359 .a .a .413 23 .749 23 .432 23 . 23 23 . 23 .024 23 .772 23 .245 23 .959 23 .207 23 .208 23 .446 23 .054 23 .245 23 .656 23 .656 23 .959 23 .093 23 . 23 . 23 .a .a .a .a .a .a .a .a .a .a .a .a .a .a .a .a .a .a .a .a .a . 23 . 23 . 23 . 23 . 23 23 . 23 . 23 . 23 . 23 . 23 . 23 . 23 . 23 . 23 . 23 . 23 . 23 . 23 . 23 . 23 .211 -.143 -.255 .a .468* .a 1 .024 .027 -.054 .051 -.054 .110 .110 .027 .037 .037 -.054 -.141 .a .a .333 23 .515 23 .240 23 . 23 .024 23 . 23 23 .912 23 .903 23 .806 23 .819 23 .806 23 .619 23 .619 23 .903 23 .865 23 .865 23 .806 23 .521 23 . 23 . 23 .752** .219 -.112 .a .064 .a .024 1 .256 .503* .219 .163 .422* .109 .256 .652** .064 .844** .550** .a .a .000 23 .316 23 .610 23 . 23 .772 23 . 23 .912 23 23 .238 23 .014 23 .316 23 .458 23 .045 23 .621 23 .238 23 .001 23 .772 23 .000 23 .006 23 . 23 . 23 268 .544 No10 .584 .629 .441 .674 .575 .

(286) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pearson Correlation .539** -.051 -.123 .a -.253 .a .027 .256 1 .303 .337 -.195 .120 .120 .795** .393 .178 .303 .141 .a .a .008 23 .819 23 .575 23 . 23 .245 23 . 23 .903 23 .238 23 23 .159 23 .116 23 .372 23 .587 23 .587 23 .000 23 .064 23 .417 23 .159 23 .521 23 . 23 . 23 .544** -.133 -.439* .a -.011 .a -.054 .503* .303 1 .337 .092 .314 .036 .054 .511* .250 .697** .465* .a .a .007 23 .546 23 .036 23 . 23 .959 23 . 23 .806 23 .014 23 .159 23 23 .116 23 .676 23 .144 23 .869 23 .806 23 .013 23 .250 23 .000 23 .025 23 . 23 . 23 .377 -.278 -.054 .a -.273 .a .051 .219 .337 .337 1 -.133 .009 .009 .143 .335 .335 .337 -.171 .a .a .076 23 .199 23 .806 23 . 23 .207 23 . 23 .819 23 .316 23 .116 23 .116 23 23 .546 23 .966 23 .966 23 .515 23 .118 23 .118 23 .116 23 .435 23 . 23 . 23 -.021 -.133 -.210 .a -.273 .a -.054 .163 -.195 .092 -.133 1 .036 -.242 .054 .250 -.273 .092 -.098 .a .a .925 23 .546 23 .337 23 . 23 .208 23 . 23 .806 23 .458 23 .372 23 .676 23 .546 23 23 .869 23 .266 23 .806 23 .250 23 .208 23 .676 23 .657 23 . 23 . 23 .584** .009 -.083 .a .167 .a .110 .422* .120 .314 .009 .036 1 .489* .120 .167 .407 .314 .405 .a .a .003 23 .966 23 .708 23 . 23 .446 23 . 23 .619 23 .045 23 .587 23 .144 23 .966 23 .869 23 23 .018 23 .587 23 .446 23 .054 23 .144 23 .056 23 . 23 . 23 .465* .009 -.083 .a .407 .a .110 .109 .120 .036 .009 -.242 .489* 1 .120 .167 .407 .036 .405 .a .a .025 23 .966 23 .708 23 . 23 .054 23 . 23 .619 23 .621 23 .587 23 .869 23 .966 23 .266 23 .018 23 23 .587 23 .446 23 .054 23 .869 23 .056 23 . 23 . 23 .504* .143 .066 .a -.253 .a .027 .256 .795** .054 .143 .054 .120 .120 1 .178 .178 .054 .141 .a .a .014 23 .515 23 .765 23 . 23 .245 23 . 23 .903 23 .238 23 .000 23 .806 23 .515 23 .806 23 .587 23 .587 23 23 .417 23 .417 23 .806 23 .521 23 . 23 . 23 .629** -.071 -.371 .a .098 .a .037 .652** .393 .511* .335 .250 .167 .167 .178 1 -.127 .772** .359 .a .a .001 23 .749 23 .082 23 . 23 .656 23 . 23 .865 23 .001 23 .064 23 .013 23 .118 23 .250 23 .446 23 .446 23 .417 23 23 .562 23 .000 23 .093 23 . 23 . 23 .441* -.071 .026 .a .098 .a .037 .064 .178 .250 .335 -.273 .407 .407 .178 -.127 1 -.011 .359 .a .a .035 23 .749 23 .907 23 . 23 .656 23 . 23 .865 23 .772 23 .417 23 .250 23 .118 23 .208 23 .054 23 .054 23 .417 23 .562 23 23 .959 23 .093 23 . 23 . 23 .674** .102 -.210 .a -.011 .a -.054 .844** .303 .697** .337 .092 .314 .036 .054 .772** -.011 1 .465* .a .a .000 23 .643 23 .337 23 . 23 .959 23 . 23 .806 23 .000 23 .159 23 .000 23 .116 23 .676 23 .144 23 .869 23 .806 23 .000 23 .959 23 23 .025 23 . 23 . 23 .575** .266 -.204 .a .359 .a -.141 .550** .141 .465* -.171 -.098 .405 .405 .141 .359 .359 .465* 1 .a .a .004 .220 .350 . .093 . .521 .006 .521 .025 .435 .657 .056 .056 .521 .093 .093 .025 . 23 23 23 23 23 23 23 23 23 23 23 23 23 23 23 23 23 23 23 23 . 23 No8 No9 No10 No11 No12 No13 N014 No15 No16 No17 No18 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 269

(287) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pearson .a .a .a .a .a .a Correlation No19 Sig. (2-tailed) . . . . . . N 23 23 23 23 23 23 Pearson .a .a .a .a .a .a Correlation No20 Sig. (2-tailed) . . . . . . N 23 23 23 23 23 23 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). a. Cannot be computed because at least one of the variables is constant. .a .a .a .a .a .a .a .a .a .a .a .a .a .a .a . 23 . 23 . 23 . 23 . 23 . 23 . 23 . 23 . 23 . 23 . 23 . 23 . 23 23 . 23 .a .a .a .a .a .a .a .a .a .a .a .a .a .a .a . 23 . 23 . 23 . 23 . 23 . 23 . 23 . 23 . 23 . 23 . 23 . 23 . 23 . 23 23 270

(288) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hasil Penghitungan Validitas Siklus I Soal Isian Singkat Correlations Total Pearson Correlation Total No1 No2 No3 No4 No5 No6 No7 No8 No1 1 Sig. (2-tailed) No5 No6 No7 No8 .042 .851 .007 . .025 .000 .000 23 1 23 .111 .614 23 1 23 -.106 .630 23 -.184 .399 23 1 23 .362 .090 23 .147 .504 23 -.083 .708 23 1 23 .b . 23 .b . 23 .b . 23 .b . 23 .b 23 .396 .061 23 .123 .577 23 -.109 .621 23 .139 .526 23 .b . 23 1 23 .341 .111 23 .331 .123 23 .405 .056 23 .422* .045 23 .b . 23 .281 .193 23 1 23 .111 .614 23 -.106 .630 23 .362 .090 23 .b . 23 .396 .061 23 .341 .111 23 Pearson Correlation ** ** .000 23 No4 .004 23 .603** .002 23 .578** .004 23 .042 .851 23 .546** .007 23 .b . 23 .466* .025 23 .812** .000 23 Sig. (2-tailed) N No3 .002 .603 N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N .820 No2 ** ** .558 .006 23 .578 23 -.184 .399 23 .147 .504 23 .b . 23 .123 .577 23 .331 .123 23 23 -.083 .708 23 .b . 23 -.109 .621 23 .405 .056 23 .232 -.079 .286 23 .720 23 ** .546 23 .b . 23 .139 .526 23 .422* .045 23 ** .737 .000 23 271 . b 23 .b . 23 .b . 23 . b . 23 * No12 No13 No14 No15 .383 .062 ** -.138 .220 .071 .778 .000 .531 .313 23 .504* .014 23 .081 .714 23 -.045 .837 23 .550** .006 23 .b . 23 -.109 .621 23 .405 .056 23 23 -.006 .978 23 .473* .023 23 -.062 .778 23 -.113 .608 23 .b . 23 .105 .634 23 .553** .006 23 23 -.248 .254 23 .189 .389 23 -.106 .630 23 -.193 .378 23 .b . 23 -.255 .241 23 -.112 .612 23 23 -.106 .630 23 -.184 .399 23 -.045 .837 23 -.083 .708 23 .b . 23 -.109 .621 23 -.112 .610 23 23 .133 .545 23 .352 .100 23 -.062 .778 23 -.113 .608 23 .b . 23 .105 .634 23 -.154 .484 23 .624** .648** .058 -.185 23 .558** .006 23 .232 .286 23 -.079 .720 23 .737** .000 23 .b . 23 .392 .065 23 .703** .000 23 1.000 ** -.079 -.108 .001 23 .001 23 .794 23 .399 23 .000 23 .720 23 .624 23 .520 .011 23 23 .558** .006 23 .232 .286 23 -.079 .720 23 .737** .000 23 .b . 23 .392 .065 23 .703** .000 23 23 .271 .211 23 .471* .023 23 .359 .093 23 .358 .094 23 .b . 23 .214 .328 23 .887** .000 23 .392 .703** 1 .065 23 .000 23 23 23 .281 .193 23 .820 .754 ** No10 .000 .812 ** No9 * .466 ** No11 .820

(289) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 272 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) .754** .000 .271 .211 .471* .023 .359 .093 .358 .094 .b . .214 .328 .887** .000 .624** .001 1 .359 .093 .490* .017 -.154 .483 .624** .001 -.127 .565 -.173 .430 N Pearson Correlation No10 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation No11 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation No12 Sig. (2-tailed) N 23 .520* .011 23 .383 .071 23 .062 .778 23 23 .504* .014 23 -.006 .978 23 -.248 .254 23 23 .081 .714 23 .473* .023 23 .189 .389 23 23 -.045 .837 23 -.062 .778 23 -.106 .630 23 23 .550** .006 23 -.113 .608 23 -.193 .378 23 23 .b . 23 .b . 23 .b . 23 23 -.109 .621 23 .105 .634 23 -.255 .241 23 23 .405 .056 23 .553** .006 23 -.112 .612 23 23 .359 .093 23 .490* .017 23 -.154 .483 23 23 1 23 -.062 .778 23 -.106 .630 23 23 -.062 .778 23 1 23 -.106 .630 23 .133 .545 23 1 23 23 .648** .001 23 .058 .794 23 -.185 .399 23 23 -.045 .837 23 -.062 .778 23 -.106 .630 23 23 -.062 .778 23 -.085 .700 23 .411 .051 23 Pearson Correlation ** ** .232 -.079 ** .737 b .392 ** 23 .648** .001 23 .058 .794 23 -.185 .399 23 1.000 ** .624 ** .648 .058 -.185 1 -.079 -.108 .720 23 1 .624 23 -.062 .778 23 1 No9n No13 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation No14 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation No15 Sig. (2-tailed) N .820 .558 .000 23 -.138 .531 23 .220 .006 23 -.106 .630 23 .133 .286 23 -.184 .399 23 .352 .720 23 -.045 .837 23 -.062 .000 23 -.083 .708 23 -.113 .313 .545 .100 .778 23 23 23 23 . .703 ** 23 .133 .545 23 . 23 .b . 23 .b .065 23 -.109 .621 23 .105 .000 23 -.112 .610 23 -.154 .000 23 -.079 .720 23 -.108 .001 23 -.127 .565 23 -.173 .001 23 -.045 .837 23 -.062 .794 23 -.062 .778 23 -.085 .399 23 -.106 .630 23 .411 23 -.079 .720 23 -.108 23 -.062 .608 . .634 .484 .624 .430 .778 .700 .051 .624 .778 23 23 23 23 23 23 23 23 23 23 23 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). b. Cannot be computed because at least one of the variables is constant. 272 23

(290) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 14 Tabel Validitas Siklus II Soal Pilihan Ganda No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 ∑ 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 17 2 1 1 0 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 17 3 1 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 0 1 15 4 1 0 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 17 5 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 20 6 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 23 7 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 0 1 15 8 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 0 0 0 1 0 0 1 11 9 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 0 15 Skor 10 11 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 22 15 273 12 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 20 13 1 0 0 0 1 1 0 0 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 0 1 1 1 1 11 14 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 15 15 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 1 5 16 1 0 1 0 0 0 1 1 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 8 17 0 0 0 1 1 1 0 0 0 0 0 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 1 11 18 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 10 19 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 1 6 20 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 0 1 0 1 1 8 Total 15 7 9 9 14 10 14 7 11 9 10 17 16 13 17 16 11 7 12 17 11 12 17 281

(291) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel Validitas Siklus II Soal Isian Singkat No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 ∑ 1 2 0 2 2 2 2 2 1 2 2 0 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 39 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 43 3 2 1 0 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 41 4 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 0 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 40 5 2 1 1 0 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 38 6 2 1 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 41 7 1 1 2 0 0 2 2 0 2 2 1 0 1 1 2 0 2 2 0 1 0 2 0 24 Skor 8 9 0 2 2 2 2 2 0 2 0 2 2 2 1 2 0 2 2 2 2 2 1 0 0 2 0 2 1 2 2 2 0 2 1 2 2 2 0 2 0 2 0 2 2 2 0 2 20 44 274 10 2 0 2 0 2 2 2 2 2 2 0 0 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 37 11 1 0 0 2 2 0 0 0 2 2 1 0 1 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 13 12 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 2 0 0 2 0 0 0 0 0 5 13 0 0 2 1 0 2 1 0 2 2 1 0 0 1 0 0 0 2 0 0 0 2 0 16 14 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 2 2 0 0 0 0 0 2 0 8 15 0 0 0 0 2 0 0 0 0 2 0 0 0 0 2 2 2 0 0 0 2 0 0 12 Total 18 12 17 12 20 24 20 15 24 26 7 12 14 19 28 20 20 22 16 17 18 24 16 421

(292) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hasil Penghitungan Validitas Siklus II Soal Pilihan Ganda Correlations Total No1 No2 No3 No4 No5 No6 No7 No8 No9 No10 No11 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Total 1 23 .361 .091 23 .566** .005 23 .642** .001 23 .126 .566 23 .140 .525 23 .b . 23 .399 .059 23 .377 .076 23 .182 .405 23 .140 .524 23 .507* .014 23 No1 .361 .091 23 1 23 .549** .007 23 .606** .002 23 -.353 .099 23 -.230 .291 23 .b . 23 .190 .386 23 .172 .432 23 -.226 .300 23 .359 .093 23 .190 .386 23 No2 .566** .005 23 .549** .007 23 1 23 .606** .002 23 -.127 .562 23 -.230 .291 23 .b . 23 .190 .386 23 .172 .432 23 .190 .386 23 .359 .093 23 -.018 .935 23 No3 .642** .001 23 .606** .002 23 .606** .002 23 1 23 -.018 .935 23 -.012 .957 23 .b . 23 .425* .043 23 .334 .120 23 -.150 .495 23 -.156 .478 23 .425* .043 23 No4 .126 .566 23 -.353 .099 23 -.127 .562 23 -.018 .935 23 1 23 .652** .001 23 .b . 23 -.226 .300 23 -.026 .907 23 -.018 .935 23 -.127 .565 23 .190 .386 23 No5 .140 .525 23 -.230 .291 23 -.230 .291 23 -.012 .957 23 .652** .001 23 1 23 .b . 23 -.283 .191 23 -.146 .506 23 -.012 .957 23 -.083 .708 23 .259 .232 23 No6 .b . 23 .b . 23 .b . 23 .b . 23 .b . 23 .b . 23 b . 23 .b . 23 b . . 23 b . . 23 .b . 23 .b . 23 No7 .399 .059 23 .190 .386 23 .190 .386 23 .425* .043 23 -.226 .300 23 -.283 .191 23 .b . 23 1 23 .516* .012 23 .425* .043 23 -.156 .478 23 .617** .002 23 275 No8 .377 .076 23 .172 .432 23 .172 .432 23 .334 .120 23 -.026 .907 23 -.146 .506 23 .b . 23 .516* .012 23 1 23 .516* .012 23 .204 .350 23 .334 .120 23 No9 .182 .405 23 -.226 .300 23 .190 .386 23 -.150 .495 23 -.018 .935 23 -.012 .957 23 .b . 23 .425* .043 23 .516* .012 23 1 23 .292 .176 23 .042 .850 23 No10 No11 No12 .140 .507* .446* .524 .014 .033 23 23 23 .359 .190 .358 .093 .386 .094 23 23 23 .359 -.018 .358 .093 .935 .094 23 23 23 -.156 .425* .259 .478 .043 .232 23 23 23 -.127 .190 .064 .565 .386 .772 23 23 23 -.083 .259 .233 .708 .232 .284 23 23 23 b b . . .b . . . 23 23 23 ** -.156 .617 -.012 .478 .002 .957 23 23 23 .204 .334 -.405 .350 .120 .056 23 23 23 .292 .042 -.283 .176 .850 .191 23 23 23 1 -.156 -.083 .478 .708 23 23 23 -.156 1 .259 .478 .232 23 23 23 No13 No14 No15 No16 .557** .588** .310 .034 .006 .003 .150 .877 23 23 23 23 -.026 -.018 .073 -.190 .907 .935 .740 .386 23 23 23 23 .371 .190 -.167 -.190 .082 .386 .446 .386 23 23 23 23 .334 .233 -.058 -.042 .120 .284 .794 .850 23 23 23 23 .371 .190 -.167 -.190 .082 .386 .446 .386 23 23 23 23 .112 .259 -.109 -.259 .610 .232 .621 .232 23 23 23 23 b b b . . . .b . . . . 23 23 23 23 -.032 -.150 .164 .342 .886 .495 .456 .111 23 23 23 23 .129 -.215 .128 .397 .558 .326 .559 .061 23 23 23 23 -.032 -.150 -.058 .342 .886 .495 .794 .111 23 23 23 23 -.223 -.156 .112 .156 .307 .478 .610 .478 23 23 23 23 -.032 .042 .164 .150 .886 .850 .456 .495 23 23 23 23 No17 No18 No19 No20 .454* .541** .402 .629** .029 .008 .057 .001 23 23 23 23 -.224 .122 .353 .226 .304 .581 .099 .300 23 23 23 23 -.026 .321 .353 .434* .907 .135 .099 .039 23 23 23 23 -.032 .088 .434* .342 .886 .689 .039 .111 23 23 23 23 -.026 -.078 -.098 .018 .907 .723 .656 .935 23 23 23 23 .112 .079 -.064 .012 .610 .719 .772 .957 23 23 23 23 b b b . . . .b . . . . 23 23 23 23 -.032 -.280 .018 -.042 .886 .195 .935 .850 23 23 23 23 -.220 -.137 -.172 .032 .314 .532 .432 .886 23 23 23 23 -.032 -.096 -.398 -.042 .886 .663 .060 .850 23 23 23 23 -.223 .187 .127 .156 .307 .393 .565 .478 23 23 23 23 -.032 -.096 .226 .150 .886 .663 .300 .495 23 23 23 23

(293) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pearson Correlation .446* .358 .358 .259 .064 .233 .b -.012 -.405 -.283 -.083 .259 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N .033 23 .557** .006 23 .588** .003 23 .310 .150 23 .094 23 -.026 .907 23 -.018 .935 23 .073 .740 23 .094 23 .371 .082 23 .190 .386 23 -.167 .446 23 .232 23 .334 .120 23 .233 .284 23 -.058 .794 23 .772 23 .371 .082 23 .190 .386 23 -.167 .446 23 .284 23 .112 .610 23 .259 .232 23 -.109 .621 23 . 23 b . . 23 .b . 23 .b . 23 .957 23 -.032 .886 23 -.150 .495 23 .164 .456 23 .056 23 .129 .558 23 -.215 .326 23 .128 .559 23 .191 23 -.032 .886 23 -.150 .495 23 -.058 .794 23 .708 23 -.223 .307 23 -.156 .478 23 .112 .610 23 .232 23 -.032 .886 23 .042 .850 23 .164 .456 23 Pearson Correlation .034 -.190 -.190 -.042 -.190 -.259 .b .342 .397 .342 .156 .150 Sig. (2-tailed) .877 .386 .386 .850 .386 .232 N 23 23 23 23 23 23 * Pearson Correlation .454 -.224 -.026 -.032 -.026 .112 No17 Sig. (2-tailed) .029 .304 .907 .886 .907 .610 N 23 23 23 23 23 23 Pearson Correlation .541** .122 .321 .088 -.078 .079 No18 Sig. (2-tailed) .008 .581 .135 .689 .723 .719 N 23 23 23 23 23 23 Pearson Correlation .402 .353 .353 .434* -.098 -.064 No19 Sig. (2-tailed) .057 .099 .099 .039 .656 .772 N 23 23 23 23 23 23 Pearson Correlation .629** .226 .434* .342 .018 .012 No20 Sig. (2-tailed) .001 .300 .039 .111 .935 .957 N 23 23 23 23 23 23 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). b. Cannot be computed because at least one of the variables is constant. . 23 b . . 23 .b . 23 .b . 23 .b . 23 .111 23 -.032 .886 23 -.280 .195 23 .018 .935 23 -.042 .850 23 .061 23 -.220 .314 23 -.137 .532 23 -.172 .432 23 .032 .886 23 .111 23 -.032 .886 23 -.096 .663 23 -.398 .060 23 -.042 .850 23 .478 23 -.223 .307 23 .187 .393 23 .127 .565 23 .156 .478 23 .495 23 -.032 .886 23 -.096 .663 23 .226 .300 23 .150 .495 23 No12 No13 No14 No15 No16 276 1 23 .371 .082 23 .530** .009 23 .204 .350 23 .530** .009 23 .371 .082 23 .340 .113 23 .230 .291 23 .283 .191 23 23 .530** .009 23 -.334 .120 23 -.233 .284 23 .058 .794 23 -.334 -.233 .058 1 .120 23 .477* .021 23 .389 .066 23 .026 .907 23 .397 .061 23 .284 23 .699** .000 23 .641** .001 23 .226 .300 23 .342 .111 23 .794 23 .339 .113 23 .176 .423 23 .167 .446 23 -.164 .456 23 23 -.151 .492 23 -.272 .209 23 -.018 .935 23 .042 .850 23 .371 .530** .204 .082 23 1 .009 23 .516* .012 23 1 .350 23 .128 .559 23 .385 .070 23 1 23 .516* .012 23 .128 .559 23 23 .385 .070 23 .371 .340 .230 .283 .082 23 .477* .021 23 .699** .000 23 .339 .113 23 .113 23 .389 .066 23 .641** .001 23 .176 .423 23 .291 23 .026 .907 23 .226 .300 23 .167 .446 23 .191 23 .397 .061 23 .342 .111 23 -.164 .456 23 -.151 -.272 -.018 .042 .492 23 1 .209 23 .740** .000 23 1 .935 23 .026 .907 23 .278 .199 23 1 .850 23 .397 .061 23 .649** .001 23 .398 .060 23 1 23 .740** .000 23 .026 .907 23 .397 .061 23 23 .278 .199 23 .649** .001 23 23 .398 .060 23 23

(294) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hasil Penghitungan Validitas Siklus II Soal Isian Singkat Correlations Pearson Correlation Total Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation No1 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation No2 No3 No5 No6 No7 23 .600 ** .002 23 .566 ** No1 ** .600 No2 No3 ** * .566 .471 No4 No5 ** * .622 .444 No6 .262 No13 .400 No14 ** .526 No15 * .442 .023 .002 .034 .228 .003 .010 .019 .000 .306 .289 .058 .010 .035 23 23 23 23 23 23 23 23 23 23 23 23 1 .436 * * .204 .323 .483 23 * .526 * -.003 -.052 .212 .203 .263 23 .037 23 .020 23 * .554 .350 23 .133 23 * .689 .038 23 .988 23 .815 23 .332 23 .353 23 .225 23 ** -.271 -.223 -.104 .134 .173 .000 23 * .648 .002 23 .210 23 .306 23 .638 23 .543 23 .430 23 * .392 .074 -.115 -.218 .170 .220 .001 23 * .550 .065 23 .736 23 .600 23 .317 23 .438 23 .313 23 ** -.204 -.077 .013 .178 .230 .000 23 .350 23 .728 23 .953 23 .417 23 .291 23 ** -.112 -.452 * -.322 .229 .296 .436 * .037 23 1 .483 * .752 ** 1 .297 23 .169 23 ** .297 1 .000 23 .169 23 * .558 23 .006 .020 23 .663 23 .978 23 * -.108 .128 .066 .000 23 * .558 .624 23 .561 23 .766 23 .020 23 ** .204 Sig. (2-tailed) N .002 23 .350 23 Pearson Correlation .444 * .323 .689 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N .034 23 .262 .228 23 .133 23 * .483 .020 23 .000 .006 23 23 * -.108 .495 .624 .016 23 23 Pearson Correlation ** .096 .128 -.154 .320 -.047 -.154 .003 .663 .561 .136 * .000 23 .096 .023 23 .483 .006 23 * Sig. (2-tailed) N Sig. (2-tailed) No12 .231 23 .471 .588 No11 .223 .005 Pearson Correlation .622 No10 ** .672 23 .005 23 * No7 No8 No9 ** * * .588 .525 .485 .002 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation No4 Total 1 23 .554 ** .006 23 .752 ** * .483 .547 ** .007 23 -.144 .513 23 * .006 23 * .547 .495 * -.154 -.301 * .010 23 * .890 * .435 .612 .016 23 .483 23 .163 23 * -.144 .320 .231 .007 23 .513 23 .136 23 .289 23 1 .134 -.047 -.211 .504 .543 23 1 .830 .335 .014 23 23 23 -.154 -.136 -.079 .483 .536 .720 23 23 23 * .852 1 .011 * .006 23 .004 .985 23 .612 23 .074 .736 23 .030 23 .137 .532 23 .134 23 -.045 .838 23 .294 23 .170 .438 23 .170 23 .220 .313 23 .224 .088 .327 .668 ** .244 -.030 .000 .303 .689 .128 .000 .262 .892 23 .134 .543 23 .830 23 .483 277 * .006 23 * .961 .814 .559

(295) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No8 No9 N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 23 * .525 .010 23 Pearson Correlation .485 Sig. (2-tailed) N .019 23 Pearson Correlation No10 No11 No12 No13 .672 * ** 23 .006 .978 23 .526 ** .010 23 .435 * 23 23 .066 -.301 .766 .163 23 23 * ** .648 .890 * 23 23 23 .231 -.211 -.136 .289 .335 .536 23 23 23 .550 ** 23 23 1 -.031 .889 23 23 * -.079 .014 23 * .559 .720 23 .961 23 .889 23 .504 .011 -.031 23 .052 .813 23 23 .099 .652 23 23 .383 .071 23 23 ** .739 .000 23 23 .322 .135 23 23 -.024 .914 23 1 .448 * -.112 -.284 -.076 .098 .127 23 .032 23 .610 23 .188 23 .731 23 .657 23 .565 23 1 -.063 -.004 .150 .235 .174 .776 23 1 23 .985 23 .195 .372 23 .495 23 .120 .584 23 .281 23 -.036 .869 23 .426 23 .313 .146 23 .000 23 .001 23 ** .392 .814 * .004 .224 .052 .448 .065 23 .074 .736 23 .000 .006 23 23 -.204 -.112 .350 .612 23 23 -.077 * .452 .728 .030 23 23 .985 23 .074 .736 23 .303 23 .088 .689 23 .813 .032 23 23 .099 -.112 .652 .610 23 23 23 -.063 .776 23 .137 .327 .383 -.284 -.004 .195 1 .132 .221 .117 .532 23 .128 23 .071 23 * .739 .188 23 .985 23 .372 23 23 .549 23 .311 23 .594 23 .163 -.251 .457 23 1 .247 23 .250 .250 23 1 .612 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N .000 23 .223 .306 23 .038 23 -.003 .988 23 .002 23 -.271 .210 23 Pearson Correlation .231 -.052 -.223 -.115 Sig. (2-tailed) N .289 23 .815 23 Pearson Correlation .400 .212 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation .058 23 ** .526 .010 23 * .442 .332 23 .203 .353 23 .263 .638 23 .134 .543 23 .173 .035 .225 .306 23 .600 23 ** ** * .013 -.322 -.045 .668 * -.076 .150 .120 .132 1 .317 23 .170 .438 23 .220 .953 23 .178 .417 23 .230 .134 23 .229 .294 23 .296 .838 23 .170 .438 23 .220 .000 .000 23 23 .244 .322 .262 .135 23 23 -.030 -.024 .731 23 .098 .657 23 .127 .495 23 .235 .281 23 .174 .584 23 -.036 .869 23 .313 .549 23 .221 .311 23 .117 23 .163 .457 23 -.251 .430 .313 .291 .170 .313 .892 .914 .565 .426 .146 .594 .247 .250 N 23 23 23 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). 23 23 23 23 23 23 23 23 23 23 23 23 No14 No15 Sig. (2-tailed) -.104 -.218 .006 23 23 ** .852 .000 23 278 278 23 .250 23

(296) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 15 Hasil Penghitungan Reliabilitas Siklus I Soal Pilihan Ganda Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .795 10 Hasil Penghitungan Reliabilitas Siklus I Soal Isian Singkat Reliability Statistics Cronbach's Alpha .834 279 N of Items 9

(297) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 16 Hasil Penghitungan Reliabilitas Siklus II Soal Pilihan Ganda Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .802 9 Hasil Penghitungan Reliabilitas Siklus II Soal Isian Singkat Reliability Statistics Cronbach's Alpha .780 280 N of Items 11

(298) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 17 Kondisi Awal Kemampuan Kognitif Nilai ulangan KD 3.2 Membandingkan pecahan sederhana No Absen 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. Rata-rata ulangan Lulus KKM (%) Tidak Lulus KKM (%) Tahun 2010/2011 KKM Nilai 28 60 34 60 78 60 62 60 40 60 62 60 68 60 56 60 46 60 36 60 58 60 66 60 82 60 78 60 76 60 88 60 58 60 46 60 32 60 60 60 48 60 52 60 56 60 50 60 70 60 76 60 72 60 66 60 74 60 76 60 24 60 68 60 80 60 59,57 54,55% 45,45% 281 Tahun 2011/2012 KKM Nilai 50 67 50 67 52 67 66 67 86 67 50 67 72 67 64 67 86 67 57 67 82 67 43 67 83 67 72 67 56 67 92 67 74 67 42 67 47 67 78 67 62 67 75 67 50 67 87 67 76 67 70 67 86 67 50 67 72 67 75 67 56 67 69 67 Tahun 2012/2013 KKM Nilai 74 74 66 74 54 74 78 74 74 74 70 74 76 74 50 74 72 74 68 74 7 74 88 74 70 74 66 74 84 74 94 74 82 74 90 74 74 74 88 74 68 74 70 74 84 74 90 74 48 74 72 74 66,56 53,12% 46,88% 74,07 53,85% 46,15%

(299) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kemampuan Kognitif Siklus I No Nama Siswa KKM 1. Avin 74 2. Lita 74 3. Eko 74 4. Nonik 74 5. Selvi 74 6. Dhea 74 7. Cantya 74 8. Bram 74 9. Dinda 74 10. Indah 74 11. Iva 74 12. Farel 74 13. Gaby 74 14. Exza 74 15. Nathan 74 16. Naya 74 17. Anca 74 18. Okky 74 19. Rangga 74 20. Safel 74 21. Wiwit 74 22. Arthur 74 Jumlah Nilai rata-rata ulangan Nilai tertinggi Nilai terendah Persentase siswa tuntas KKM Persentase siswa tidak tuntas KKM Nilai Ulangan 60 85 85 90 85 95 90 95 75 75 95 80 90 85 95 90 90 80 60 65 70 70 Keterangan Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas 1805 82,04 95 60 77,27% (17 siswa) 22,73%( 5 siswa) 282

(300) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kemampuan Kognitif Siklus II No Nama Siswa KKM 1. Avin 74 2. Lita 74 3. Eko 74 4. Nonik 74 5. Selvi 74 6. Dhea 74 7. Cantya 74 8. Bram 74 9. Dinda 74 10. Indah 74 11. Iva 74 12. Farel 74 13. Gaby 74 14. Exza 74 15. Nathan 74 16. Naya 74 17. Anca 74 18. Okky 74 19. Rangga 74 20. Safel 74 21. Wiwit 74 22. Arthur 74 Jumlah Nilai rata-rata ulangan Nilai tertinggi Nilai terendah Persentase siswa tuntas KKM Persentase siswa tidak tuntas KKM Nilai Ulangan 80 90 95 95 95 100 95 95 90 65 90 85 90 85 95 90 95 90 60 60 80 100 Keterangan Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas 1920 87,27 100 60 86,36% (19 siswa) 13,64% (3 siswa) 283

(301) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 18 Skor Hasil Kuesioner Keaktifan Siswa Kondisi Awal No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. Skor pernyataan Nama Skor Total (1-80) Skor Total (1-100) Av Lit Ek Non Sel Dhe Can Brm Din Ind Iv Far Gab Exz Nat Nay Anc Ok Rang Sav Wit Arth 1 1 2 4 3 2 3 3 2 1 2 3 2 1 1 2 2 3 1 3 2 2 2 2 1 1 1 3 2 1 2 3 2 1 2 1 1 2 3 2 1 3 2 1 1 2 3 2 1 2 1 1 2 3 2 3 1 2 2 2 2 2 2 1 2 3 1 2 2 4 1 3 4 2 1 3 4 3 2 2 3 3 3 1 2 2 2 1 4 2 1 2 5 2 2 3 4 3 4 2 2 2 2 2 1 2 1 2 3 2 3 2 2 1 3 6 3 2 4 3 2 2 4 2 1 4 2 2 3 2 3 2 3 1 4 3 3 2 7 2 1 3 4 1 3 1 2 3 3 2 1 4 1 1 3 1 3 1 1 2 3 8 4 3 2 2 4 1 1 3 2 2 3 1 1 1 2 1 4 2 1 2 4 3 9 2 4 3 4 2 2 2 1 3 3 3 3 2 4 3 1 3 3 1 1 2 2 10 1 3 2 2 4 3 4 4 1 2 2 2 3 1 3 2 2 2 1 2 1 2 11 2 3 3 4 1 2 3 3 4 4 3 4 3 2 3 2 4 3 1 2 1 3 12 1 2 3 2 1 3 4 2 2 1 2 2 4 1 4 4 1 1 1 4 1 2 13 2 2 3 2 3 3 2 1 4 2 1 2 3 2 4 3 1 2 1 2 2 1 14 3 2 4 4 2 4 3 1 1 1 3 3 2 2 2 2 3 3 1 3 3 1 15 2 2 2 1 4 3 2 2 2 2 2 1 2 4 2 4 3 3 1 2 2 2 16 3 3 4 3 1 4 3 1 4 2 2 3 3 2 1 1 3 1 2 3 3 2 17 1 2 2 2 3 3 3 2 1 3 3 2 1 1 3 2 2 1 1 2 1 3 18 2 2 3 4 2 3 2 1 3 2 4 1 1 3 1 1 3 2 1 1 2 1 19 2 3 3 4 3 1 1 3 4 3 4 3 3 2 2 1 1 2 1 2 1 1 20 1 1 2 2 2 3 1 2 1 1 3 1 1 2 2 1 1 1 4 1 1 1 37 43 55 54 42 50 49 40 45 42 48 39 44 35 45 40 43 39 32 38 35 39 46 54 69 68 53 63 61 50 56 53 60 49 55 44 56 50 54 49 40 48 44 49 Jumlah 47 38 41 51 50 57 46 49 54 49 60 48 48 53 50 54 44 45 50 35 934 1171 284

(302) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Skor Hasil Pengamatan Keaktifan Siswa Kondisi Awal No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. Nama Av Lit Ek Non Sel Dhe Can Brm Din Ind Iv Far Gab Exz Nat Nay Anc Ok Rang Sav Wit Arth Jumlah 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 14 Skor Indikator Pengamatan 2 3 4 1 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 15 0 0 5 0 0 0 1 1 0 0 0 1 0 1 1 0 0 0 0 1 1 0 0 0 1 Skor Total (1-5) 1 0 2 3 2 2 1 1 3 1 3 1 2 1 2 2 3 2 0 2 1 2 Skor Total (1-100) 20 0 40 60 40 40 20 20 60 20 60 20 40 20 40 40 60 40 0 40 20 40 8 37 740 285

(303) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 286 Data Kondisi Awal Keaktifan No Nama Kuesioner Pengamatan 1. Avin 46 20 2. Lita 54 0 3. Eko 69 40 4. Nonik 68 60 5. Selvi 53 40 6. Dhea 63 40 7. Cantya 61 20 8. Bram 50 20 9. Dinda 56 60 10. Indah 53 20 11. Iva 60 60 12. Farel 49 20 13. Gaby 55 40 14. Exza 44 20 15. Nathan 56 40 16. Naya 50 40 17. Anca 54 60 18. Okky 49 40 19. Rangga 40 0 20. Safel 48 40 21. Wiwit 44 20 22. Arthur 49 40 Persentase keaktifan sangat tinggi Persentase keaktifan tinggi Persentase keaktifan sedang Persentase keaktifan rendah Persentase keaktifan sangat rendah Persentase keaktifan (sangat tinggi,tinggi, dan sedang) Skor Rata-rata Kriteria 33 Sangat rendah 27 Sangat rendah 55 Rendah 64 Sedang 47 Rendah 52 Rendah 41 Sangat rendah 35 Sangat rendah 58 Sedang 37 Sangat rendah 60 Sedang 35 Sangat rendah 48 Rendah 32 Sangat rendah 48 Rendah 45 Sangat rendah 57 Sedang 45 Sangat rendah 20 Sangat rendah 44 Sangat rendah 32 Sangat rendah 45 Sangat rendah 0% (tidak ada) 0% (tidak ada) 18,18% (4 siswa) 22,73% (5 siswa) 59,09% (13 siswa) 18,18% (4 siswa)

(304) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Skor Hasil Kuesioner Keaktifan Siswa Siklus I No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 20 2 1 4 4 3 4 1 2 4 2 3 2 2 4 3 4 4 2 2 1 2 1 Skor Total (1-80) 36 36 63 67 58 69 73 51 58 65 66 44 62 38 64 72 70 50 38 74 44 43 Skor Total (1-100) 45 45 79 84 73 87 93 64 73 81 83 55 78 48 80 90 88 63 48 93 55 54 65 61 46 64 68 62 66 71 70 72 64 66 73 66 66 66 68 62 65 57 1241 1560 Nama Av Lit Ek Non Sel Dhe Can Brm Din Ind Iv Far Gab Exz Nat Nay Anc Ok Rang Sav Wit Arth Jumlah 1 1 2 4 4 2 4 3 2 4 3 4 1 4 1 4 4 4 4 2 4 2 2 2 2 3 1 3 3 3 4 4 2 4 3 2 3 1 4 4 1 4 2 4 2 2 3 1 2 3 2 2 3 3 1 4 2 3 1 1 4 2 1 1 2 1 4 1 2 4 2 1 4 4 1 4 4 3 3 3 1 4 3 2 4 4 4 3 2 4 3 1 5 1 2 4 3 4 4 4 2 3 4 4 2 4 1 2 4 4 4 2 3 4 3 6 2 1 1 4 3 3 4 4 1 3 4 3 3 1 4 4 4 3 1 4 3 2 7 2 2 4 4 3 4 4 3 3 4 3 3 4 1 4 4 4 2 2 4 1 1 8 2 3 4 4 4 4 3 3 3 4 4 1 3 3 4 4 4 1 3 4 2 4 Skor pernyataan 9 10 11 12 4 3 1 3 3 3 1 1 4 4 4 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 3 1 4 1 1 2 3 4 3 3 3 3 4 4 4 3 3 2 4 4 3 4 3 4 3 1 3 1 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 1 3 4 3 1 3 4 4 3 4 2 4 1 2 1 4 1 1 287 13 2 2 3 3 4 3 4 4 4 3 4 3 3 3 4 4 4 2 2 4 4 4 14 1 1 4 4 3 4 4 2 4 4 3 2 3 3 3 4 4 2 1 4 3 3 15 2 2 4 3 3 4 4 3 2 4 3 2 3 1 3 3 4 3 2 4 3 4 16 1 1 3 4 3 4 4 3 4 4 4 1 4 1 4 4 4 3 1 4 3 2 17 3 2 4 3 4 3 4 2 4 4 3 3 4 2 3 4 4 3 3 4 1 1 18 1 1 2 4 4 4 4 3 4 3 4 2 3 3 1 4 4 2 1 4 2 2 19 2 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 1 3 3 4 4 4 1 2 4 1 3

(305) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Skor Hasil Pengamatan Keaktifan Siswa Siklus I Pertemuan 1 No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 1 0 0 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 2 0 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 0 1 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 5 0 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 0 0 Skor Total (1-5) 2 3 4 5 4 4 4 3 4 2 5 3 4 2 5 4 4 5 1 5 2 4 14 14 21 17 13 79 Skor Indikator Keaktifan Nama Av Lit Ek Non Sel Dhe Can Brm Din Ind Iv Far Gab Exz Nat Nay Anc Ok Rang Sav Wit Arth Jumlah Skor Total (1-100) 40 60 80 100 80 80 80 60 80 40 100 60 80 40 100 80 80 100 20 100 40 80 1580 288

(306) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Skor Hasil Pengamatan Keaktifan Siswa Siklus I Pertemuan 2 No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. Nama Av Lit Ek Non Sel Dhe Can Brm Din Ind Iv Far Gab Exz Nat Nay Anc Ok Rang Sav Wit Arth Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 18 Skor Indikator Pengamatan 2 3 4 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 16 22 18 5 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 Skor Total (1-5) 5 3 5 5 5 5 3 4 5 2 5 1 5 4 5 4 5 4 2 5 5 4 Skor Total (1-100) 100 60 100 100 100 100 60 80 100 40 100 20 100 80 100 80 100 80 40 100 100 80 17 91 1820 289

(307) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 290 Keaktifan Siswa Siklus I No Nama Kuesioner Pengamatan 1. Avin 45 70 2. Lita 45 60 3. Eko 79 90 4. Nonik 84 100 5. Selvi 73 90 6. Dhea 87 90 7. Cantya 93 70 8. Bram 64 70 9. Dinda 73 90 10. Indah 81 40 11. Iva 83 100 12. Farel 55 40 13. Gaby 78 90 14. Exza 48 60 15. Nathan 80 100 16. Naya 90 80 17. Anca 88 90 18. Okky 63 90 19. Rangga 48 30 20. Safel 93 100 21. Wiwit 55 70 22. Arthur 54 80 Persentase keaktifan sangat tinggi Persentase keaktifan tinggi Persentase keaktifan sedang Persentase keaktifan rendah Persentase keaktifan sangat rendah Persentase keaktifan (sangat tinggi,tinggi, dan sedang) Skor Rata-rata Kriteria 58 Sedang 53 Rendah 85 Sangat tinggi 92 Sangat tinggi 82 Sangat tinggi 89 Sangat tinggi 82 Sangat tinggi 67 Tinggi 83 Sangat tinggi 61 Sedang 92 Sangat tinggi 48 Rendah 84 Sangat tinggi 54 Rendah 90 Sangat tinggi 85 Sangat tinggi 89 Sangat tinggi 77 Tinggi 39 Sangat rendah 97 Sangat tinggi 63 Sedang 67 Tinggi 54,54% (12 siswa) 13,64% (3 siswa) 13,64% (3 siswa) 13,64% (3 siswa) 4,54% (1 siswa) 81,82% (18 siswa)

(308) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI SKOR HASIL KUESIONER KEAKTIFAN SISWA SIKLUS II No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. Nama Av Lit Ek Non Sel Dhe Can Brm Din Ind Iv Far Gab Exz Nat Nay Anc Ok Rang Sav Wit Arth Jumlah 1 1 3 4 4 3 4 4 3 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 3 2 1 2 1 3 4 3 4 4 3 4 3 2 3 3 3 4 1 4 2 3 3 3 3 1 4 3 2 2 3 4 3 4 2 2 3 2 4 2 1 1 1 1 3 1 2 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 4 4 3 3 4 4 4 2 4 3 4 3 5 4 4 4 4 4 4 4 2 3 4 4 4 3 2 4 4 4 3 2 4 4 3 6 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 2 3 2 4 4 4 3 1 4 4 3 7 1 3 4 3 3 3 4 2 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 3 4 3 4 8 4 4 2 3 3 3 4 3 3 4 4 1 3 4 3 4 4 2 1 4 4 2 Skor pernyataan 9 10 11 12 4 4 4 1 3 4 4 3 4 4 4 3 4 3 4 3 3 3 4 3 4 3 3 4 4 4 4 4 3 4 3 3 4 2 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 3 1 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 2 3 4 1 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 2 3 70 62 50 77 76 73 66 68 76 73 74 291 67 13 4 3 2 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 2 2 4 3 3 14 4 3 4 4 3 3 4 3 4 3 4 1 3 3 2 4 4 3 2 4 2 3 15 1 3 3 3 3 4 4 2 1 4 2 3 3 3 3 4 4 4 3 4 2 4 16 4 3 4 3 4 4 4 3 4 3 4 2 4 3 4 4 4 3 1 4 4 4 17 4 2 3 3 3 4 4 3 2 4 3 3 3 2 4 4 4 2 2 4 3 2 18 4 4 3 4 4 4 4 2 3 2 4 3 3 3 2 4 4 2 4 4 4 4 19 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 1 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 71 67 61 73 66 71 72 20 4 4 4 4 3 4 1 4 4 3 3 3 2 4 4 4 4 2 2 1 4 2 Skor Total (1-80) 62 68 67 70 66 72 77 62 66 68 70 55 61 60 68 76 74 56 48 74 67 61 Skor Total (1-100) 78 85 84 88 83 90 96 78 83 85 88 69 76 75 85 95 93 70 60 92 84 76 66 1448 1813

(309) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Skor Hasil Pengamatan Keaktifan Siswa Siklus II Pertemuan 1 No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. Nama Av Lit Ek Non Sel Dhe Can Brm Din Ind Iv Far Gab Exz Nat Nay Anc Ok Rang Sav Wit Arth Jumlah 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 18 Skor Indikator Pengamatan 2 3 4 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 16 22 15 5 0 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Skor Total (1-5) 2 2 5 5 5 4 4 5 5 4 5 3 4 4 5 4 4 4 2 5 5 3 Skor Total (1-100) 40 40 100 100 100 80 80 100 100 80 100 60 80 80 100 80 80 80 40 100 100 60 18 89 1780 292

(310) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Skor Hasil Pengamatan Keaktifan Siswa Siklus II Pertemuan 2 No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. Nama Av Lit Ek Non Sel Dhe Can Brm Din Ind Iv Far Gab Exz Nat Nay Anc Ok Rang Sav Wit Arth Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 21 Skor Indikator Pengamatan 2 3 4 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 20 21 21 5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 Skor Total (1-5) 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 5 5 2 5 5 5 Skor Total (1-100) 80 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 80 100 80 100 100 40 100 100 100 21 104 2080 293

(311) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 294 Keaktifan Siswa Siklus II No Nama Kuesioner Pengamatan 1. Avin 78 60 2. Lita 85 70 3. Eko 84 100 4. Nonik 88 100 5. Selvi 83 100 6. Dhea 90 90 7. Cantya 96 90 8. Bram 78 100 9. Dinda 83 100 10. Indah 85 90 11. Iva 88 100 12. Farel 69 80 13. Gaby 76 90 14. Exza 75 80 15. Nathan 85 100 16. Naya 95 80 17. Anca 93 90 18. Okky 70 90 19. Rangga 60 40 20. Safel 92 100 21. Wiwit 84 100 22. Arthur 76 80 Persentase keaktifan sangat tinggi Persentase keaktifan tinggi Persentase keaktifan sedang Persentase keaktifan rendah Persentase keaktifan sangat rendah Persentase keaktifan (sangat tinggi,tinggi, dan sedang) Skor Rata-rata Kriteria 69 Tinggi 78 Tinggi 92 Sangat tinggi 94 Sangat tinggi 92 Sangat tinggi 90 Sangat tinggi 93 Sangat tinggi 89 Sangat tinggi 92 Sangat tinggi 88 Sangat tinggi 94 Sangat tinggi 75 Tinggi 83 Sangat tinggi 78 Tinggi 93 Sangat tinggi 88 Sangat tinggi 92 Sangat tinggi 80 Tinggi 50 Rendah 96 Sangat tinggi 92 Sangat tinggi 78 Tinggi 68,18% (15 siswa) 27,28% (6 siswa) 0% (0 siswa) 4,54% (1 siswa) 0% (0 siswa) 95,46% (21 siswa)

(312) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 19 295

(313) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 296

(314) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 297

(315) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 20 298

(316) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 299

(317) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 300

(318) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 301

(319) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 302

(320) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 303

(321) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 304

(322) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 21 Foto Kegiatan Pembelajaran Siklus I Guru dan siswa memotong kue Siswa memotong kue Siswa menggambar pecahan 𝟐 Siswa menggambar pecahan 𝟔 305 𝟐 𝟒

(323) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Siswa bekerja dalam kelompok Presentasi menunjukkan pecahan 306 Guru mendampingi kelompok 𝟏 𝟑 Presentasi menunjukkan pecahan 𝟒 𝟖

(324) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Foto Kegiatan Pembelajaran Siklus II Siswa menunjukkan pecahan dengan memotong kertas Siswa menggambar contoh pecahan Mendemonstrasikan cara membandingkan pecahan menggunakan potongan roti Siswa diminta menggambar pecahan 𝟏 𝟐 𝟐 , 𝟒 , dan 𝟐 𝟔 307

(325) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Guru menjelaskan cara membandingkan pecahan menggunakan media keping pecahan 308 Siswa bekerja dalam kelompok untuk membandingkan pecahan 𝟐 𝟒 𝟒 dengan 𝟖 Presentasi hasil kerja kelompok dalam 𝟐 𝟒 membandingkan pecahan 𝟒 dengan 𝟖

(326) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 22 309

(327) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 310

(328) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 24 311

(329) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 24 BIOGRAFI PENULIS Veronica Daristi Muktiningtyas lahir di Gunungkidul pada tanggal 19 Januari 1992. Tyas begitu biasa dipanggil oleh kawan-kawannya. Penulis merupakan anak kedua dari tiga bersaudara lahir dari pasangan Suwarman dan Anastasia Titik Istiyartini. Pendidikannya dimulai dari Taman Kanak-kanak (TK) pada tahun 1998. Tahun 1998 merupakan tahun pertama memasuki TK bernama TK Theresia I Wonosari dan lulus pada tahun 1999. Kemudian penulis memasuki pendidikan dasar pada tahun 1999 di SD Kanisius Wonosari II hingga lulus pada tahun 2004. Penulis melanjutkan ke jenjang pendidikannya di SMP Negeri 1 Wonosari yang merupakan SMP paling favorit di Gunungkidul. Penulis menyelesaikan pendidikan SMP pada tahun 2007. Penulis kemudian melanjutkan studinya ke SMA Negeri 2 Wonosari hingga lulus pada tahun 2010. Setelah lulus SMA, kemudian penulis mendaftar di Universitas Sanata Dharma (USD) dan tercatat sebagai mahasiswa mulai tahun 2010. Penulis menempuh pendidikan di Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan lulus pada akhir tahun 2014. 312

(330)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAVI PADA MATERI PECAHAN KELAS IV SD NEGERI BANYUBANG LAMONGAN
0
6
21
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PECAHAN SEDERHANA MELALUI PENERAPAN TEORI BELAJAR BRUNER DI KELAS III SD NEGERI 2 TIJAYAN.
1
1
220
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PECAHAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA PERSEGI PECAHAN PADA SISWA KELAS VA SD NEGERI GOLO YOGYAKARTA.
0
5
176
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI PECAHAN SISWA KELAS III SD NEGERI BENDUNGAN III DENGAN ALAT PERAGA.
0
4
174
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PADA BILANGAN PECAHAN MELALUI PENERAPAN TEORI BELAJAR BRUNER SISWA KELAS IV SD NEGERI DEPOK I SLEMAN YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2012/2013.
0
4
288
PENGARUH TEORI BELAJAR BRUNER TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI BANGUN RUANG DI KELAS IX SMP ADABIYAH PALEMBANG
0
0
108
UPAYA MENINGKATKAN DISIPLIN DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MATERI PECAHAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BRUNER DI KELAS IV SD NEGERI 2 LESMANA
0
0
16
UPAYA PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP PECAHAN MELALUI PENDEKATAN CTL PADA SISWA KELAS IV SD KANISIUS KALASAN YOGYAKARTA SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 20092010
0
0
155
PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI MATERI PESAWAT SEDERHANA SISWA KELAS V SD KANISIUS KOTABARU TAHUN PELAJARAN 20112012
0
2
260
DESKRIPSI KEMAMPUAN REFLEKTIF SISWA KELAS V SD KANISIUS SENGKAN DAN SD KANISIUS EKSPERIMENTAL MANGUNAN
0
1
158
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERDEKLAMASI MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO PADA SISWA KELAS II SD KANISIUS DEMANGAN BARU 1
0
0
116
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR BERSERI SISWA KELAS III SD KANISIUS PUGERAN YOGYAKARTA SEMESTER GASAL TAHUN PELAJARAN 20112012
0
1
151
PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR MATERI MENGENAL TOKOH PERJUANGAN MELAWAN BELANDA DAN JEPANG MENGGUNAKAN TEKNIK MIND MAP PADA SISWA KELAS V SD KANISIUS TOTOGAN TAHUN PELAJARAN 20122013 SKRIPSI
0
4
155
PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS III SD NEGERI PLAOSAN 1 MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL SKRIPSI
0
0
251
PENINGKATAN MINAT DAN KEMAMPUAN MENYIMAK ISI PENGUMUMAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL SISWA KELAS IV SD KANISIUS KOTABARU I YOGYAKARTA
0
0
223
Show more