PERBEDAAN KEMAMPUAN MENGAPLIKASI DAN MENGANALISIS ATAS PENGGUNAAN MEDIA TIMELINE PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS V SD NEGERI PERCOBAAN 3 PAKEM SKRIPSI

Gratis

0
0
183
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERBEDAAN KEMAMPUAN MENGAPLIKASI DAN MENGANALISIS ATAS PENGGUNAAN MEDIA TIMELINE PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS V SD NEGERI PERCOBAAN 3 PAKEM SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Maulida Nur Hasanah NIM: 101134241 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKRIPSI PERBEDAAN KEMAMPUAN MENGAPLIKASI DAN MENGANALISIS ATAS PENGGUNAAN MEDIA TIMELINE PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS V SD NEGERI PERCOBAAN 3 PAKEM Oleh: Maulida Nur Hasanah NIM: 101134241 Telah disetujui oleh: Dosen Pembimbing I Rusmawan, S.Pd., M.Pd. Tanggal 13 Juni 2014 Dosen Pembimbing II Elisabeth Desiana Mayasari, S.Psi., M.A. ii Tanggal 13 Juni 2014

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKRIPSI PERBEDAAN KEMAMPUAN MENGAPLIKASI DAN MENGANALISIS ATAS PENGGUNAAN MEDIA TIMELINE PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS V SD NEGERI PERCOBAAN 3 PAKEM Dipersiapkan dan ditulis oleh: Maulida Nur Hasanah NIM. 101134241 Telah dipertahankan di depan Panitia Penguji Pada tanggal 8 Juli 2014 dan dinyatakan telah memenuhi syarat Susunan Panitia Penguji: Nama Lengkap Tanda Tangan Ketua : G. Ari Nugrahanta, S.J., S.S., BST., M.A. …...………… Sekretaris : Catur Rismiati, S.Pd., M.A., Ed.D. …….……….. Anggota I : Rusmawan, S.Pd., M.Pd. ……………... Anggota II : Elisabeth Desiana Mayasari, S.Psi., M.A. ………….….. Anggota III : Laurensia Aptik Evanjeli, S.Psi., M.A. ……………... Yogyakarta, 8 Juli 2014 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Dekan, Rohandi, Ph.D. iii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Karya ilmiah ini ku persembahkan kepada: 1. Allah SWT atas limpahan karunia dan petunjukNya. 2. Bapak, Ibu yang setia mendoakan dan memberikan motivasi. 3. Adikku yang selalu memberikan semangat. 4. Kakek, nenek yang senantiasa mendoakan. 5. Teman-teman PGSD angkatan 2010 yang selalu mendukung dalam doa. 6. Almamaterku Universitas Sanata Dharma. iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO “Lakukan segera dengan hati yang damai terhadap apa yang harus segera kamu kerjakan, agar Tuhan senantiasa memudahkan jalanmu.” “Do your best any moment that you have.” “The formula of success is hard work and never give up.” v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 8 Juli 2014 Penulis Maulida Nur Hasanah vi

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Maulida Nur Hasanah NIM : 101134241 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya berjudul: PERBEDAAN KEMAMPUAN MENGAPLIKASI DAN MENGANALISIS ATAS PENGGUNAAN MEDIA TIMELINE PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS V SD NEGERI PERCOBAAN 3 PAKEM Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberi royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal 8 Juli 2014 Yang menyatakan Maulida Nur Hasanah vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK PERBEDAAN KEMAMPUAN MENGAPLIKASI DAN MENGANALISIS ATAS PENGGUNAAN MEDIA TIMELINE PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS V SD NEGERI PERCOBAAN 3 PAKEM Maulida Nur Hasanah Universitas Sanata Dharma 2014 Kata kunci: media timeline, kemampuan mengaplikasi, kemampuan menganalisis, mata pelajaran IPS. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemanfaatan media pembelajaran dalam menyampaikan materi pelajaran IPS kepada siswa di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan 1) kemampuan mengaplikasi dan 2) kemampuan menganalisis atas penggunaan media timeline pada mata pelajaran IPS materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem tahun ajaran 2013/2014. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experimental design tipe non-equivalent control group design. Populasi penelitian adalah kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem yang berjumlah 64 siswa. Sampel yang digunakan adalah 32 siswa kelas VA sebagai kelompok eksperimen dan 32 siswa kelas VB sebagai kelompok kontrol. Instrumen penelitian berupa soal essai yang valid dengan taraf signifikansi < 0,05 dan reliabel dengan taraf signifikansi 0,771 termasuk kategori tinggi. Data dianalisis menggunakan uji independent samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) ada perbedaan kemampuan mengaplikasi atas penggunaan media timeline yang ditunjukkan dengan harga sig. (2-tailed) < 0,05, yaitu 0,000 sehingga Hi gagal ditolak dan Hnull ditolak, artinya ada perbedaan kemampuan mengaplikasi yang signifikan atas penggunaan media timeline. 2) Ada perbedaan kemampuan menganalisis atas penggunaan media timeline yang ditunjukkan dengan harga sig. (2-tailed) < 0,05, yaitu 0,000 sehingga Hi gagal ditolak dan Hnull ditolak, artinya ada perbedaan kemampuan menganalisis yang signifikan atas penggunaan media timeline. viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT APPLYING AND ANALYZING ABILITY DIFFERENCES IN USING TIMELINE IN 5TH GRADE SOCIAL SCIENCE SUBJECT OF SD NEGERI PERCOBAAN 3 PAKEM Maulida Nur Hasanah Sanata Dharma University 2014 Keywords: timeline media, applying ability, analyzing ability, social science subjects This research was trigged by the lack of media utilization in delivering Social Science subject materials to elementary school students. It aimed to find out the differences in 1) applying abilities and 2) analyzing abilities in using timeline media in the 5th grade of SD Negeri Percobaan 3 Pakem, academic year 2013/2014 in the Social Science subject with the topic called struggles for maintaining the independence of Indonesia. This quasi experimental research used a non-equivalent control group design. The population consisted of 64 grade five students of SD Negeri Percobaan 3 Pakem. The samples were 32 students of class VA as the experimental group and 32 students of VB as the control group. The instrument comprised valid essays with the level of significance of < 0.05 and the reliability with the level of significance of 0.771, which was categorized as high. The data were analyzed using an independent samples t-test. The results showed that 1) there was a difference in applying abilities in using timeline, as shown with the value sig. (2-tailed) < 0.05, namely 0.000 so failed to be rejected and then was rejected, meaning that there was a that significant difference in the applying abilities in using timeline media, and 2) there was a difference in the analyzing abilities in using timeline media, as shown with the value sig. (2-tailed) < 0.05, namely 0.000, so that failed to be rejected and then was rejected, meaning that there was a significance difference in the analyzing abilities in using timeline media. ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas karunia dan rahmatNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan tepat waktu. Skripsi dengan judul: “Perbedaan Kemampuan Mengaplikasi dan Menganalisis Atas Penggunaan Media Timeline pada Mata Pelajaran IPS Kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem” disusun sebagai syarat untuk memperoleh gelar sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Penulis menyadari bahwa terselesaikannya skripsi ini tidak terlepas dari dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini dengan segenap hati dan rasa syukur penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Rohandi, Ph.D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2. G. Ari Nugrahanta, SJ, S.S., BST, M.A., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 3. Catur Rismiati, S.Pd., M.A., Ed.D., selaku Wakaprodi PGSD. 4. Rusmawan, S.Pd., M.Pd., selaku dosen pembimbing I yang telah memberikan bimbingan sehingga terselesaikannya skripsi ini tepat waktu. 5. Elisabeth Desiana Mayasari, S.Psi., M.A., selaku dosen pembimbing II yang telah memberikan bimbingan sehingga terselesaikannya skripsi ini tepat waktu. 6. Dra. Hj. Sudaryatun, M. Pd., selaku kepala sekolah SD Negeri Percobaan 3 Pakem yang telah memberikan ijin untuk melaksanakan penelitian. 7. Ahmad Ritaudin, S.Pd., selaku guru mitra SD peneliti yang sudah memberikan waktu dan tenaganya sehingga penelitian dapat berjalan dengan lancar. 8. Siswa kelas VA dan VB SD Negeri Percobaan 3 Pakem Yogyakarta, yang telah bekerjasama dalam penelitian ini sehingga penelitian berjalan dengan lancar. 9. Segenap dosen PGSD S-1, terima kasih atas bantuannya selama ini. x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10. Sekretariat PGSD yang telah membantu proses perijinan penelitian sampai skripsi ini selesai. 11. Kedua orangtua, Bapak Suyatno dan Ibu Tarwiyati, yang selalu mendoakan dan memberikan dukungan kepada penulis. 12. Adikku Ahmad Rizal yang selalu memberikan semangat. 13. Teman-teman kelompok payung IPS yang telah memberikan banyak masukan, dukungan dan bantuan kepada peneliti dalam melakukan penelitian. Penulis menyadari bahwa karya ilmiah ini belum sempurna karena masih banyak kekurangan. Namun, penulis berharap karya ilmiah sederhana ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta, 8 Juli 2014 Penulis Maulida Nur Hasanah xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL................................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ..................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ................................................................................ iii HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................................ iv HALAMAN MOTTO ............................................................................................. v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................................ vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN ..................................................... vii LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ............................................................. vii ABSTRAK ........................................................................................................... viii ABSTRACT ........................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ............................................................................................ x DAFTAR ISI ......................................................................................................... xii DAFTAR TABEL ................................................................................................ xvi DAFTAR GAMBAR .......................................................................................... xvii DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... xviii BAB 1 PENDAHULUAN ...................................................................................... 1 1.1 Latar Belakang Masalah ........................................................................... 1 1.2 Batasan Masalah ....................................................................................... 5 1.3 Rumusan Masalah .................................................................................... 6 1.4 Tujuan Penelitian ...................................................................................... 6 1.5 Manfaat Penelitian .................................................................................... 7 BAB 2 KAJIAN TEORI ......................................................................................... 8 2.1 Kemampuan Berpikir ............................................................................... 8 2.1.1 Pengertian Berpikir ........................................................................... 8 2.1.2 Taksonomi Bloom ............................................................................. 9 2.1.3 Kemampuan Mengaplikasi ............................................................... 9 2.1.4 Kemampuan Menganalisis .............................................................. 10 2.2 Media Pembelajaran ............................................................................... 12 2.2.1 Pengertian Media Pembelajaran ...................................................... 12 xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2.2.2 2.3 Fungsi Media Pembelajaran ............................................................ 13 Media Pembelajaran Timeline ................................................................ 14 2.3.1 Pengertian Media Pembelajaran Timeline ....................................... 14 2.3.2 Manfaat Media Pembelajaran Timeline .......................................... 15 2.4 IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) ............................................................... 16 2.4.1 Hakikat IPS ..................................................................................... 16 2.4.2 Tujuan IPS ....................................................................................... 17 2.4.3 Materi Ajar IPS Kelas V ................................................................. 18 2.5 Karakteristik Siswa Sekolah Dasar ........................................................ 19 2.6 Penelitian yang Relevan ......................................................................... 21 2.6.1 Penelitian tentang Media Pembelajaran Timeline ........................... 21 2.6.2 Penelitian tentang Kemampuan Berpikir ........................................ 22 2.7 Literature Map ....................................................................................... 24 2.8 Kerangka Berpikir .................................................................................. 25 2.9 Hipotesis Penelitian ................................................................................ 26 BAB 3 METODE PENELITIAN.......................................................................... 27 3.1 Jenis Penelitian ....................................................................................... 27 3.2 Tempat dan Jadwal Penelitian ................................................................ 28 3.3 Populasi dan Sampel Penelitian ............................................................. 29 3.4 Variabel Penelitian ................................................................................. 30 3.5 Definisi Operasional Variabel ................................................................ 31 3.6 Teknik Pengumpulan Data ..................................................................... 32 3.6.1 Tes ................................................................................................... 32 3.6.2 Observasi ......................................................................................... 34 3.7 Instrumen Penelitian ............................................................................... 34 3.7.1 Tes ................................................................................................... 35 3.7.2 Lembar Observasi ........................................................................... 35 3.8 Validitas dan Reliabilitas........................................................................ 36 3.9 Teknik Analisis Data .............................................................................. 41 3.9.1 Uji Analisis Deskriptif .................................................................... 41 3.9.2 Uji Prasyarat Analisis...................................................................... 42 3.9.2.1 Uji Normalitas ............................................................................. 42 3.9.2.2 Uji Homogenitas .......................................................................... 43 xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.9.3 Uji Hipotesis ................................................................................... 44 3.9.3.1 Uji Kenaikan Skor Pretest ke Posttest ........................................ 44 3.9.3.2 Uji Perbedaan Skor Posttest ........................................................ 45 BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ........................................ 47 4.1 Deskripsi Data Penelitian ....................................................................... 47 4.1.1 Deskripsi Lokasi Penelitian............................................................. 47 4.1.2 Deskripsi Pelaksanaan Pretest ........................................................ 48 4.1.2.1 Pretest Kelompok Kontrol .......................................................... 48 4.1.2.2 Pretest Kelompok Eksperimen .................................................... 49 4.1.3 Deskripsi Pelaksanaan Posttest ....................................................... 49 4.1.3.1 Posttest Kelompok Kontrol ......................................................... 50 4.1.3.2 Posttest Kelompok Eksperimen .................................................. 50 4.2 Deskripsi Analisis Data .......................................................................... 51 4.2.1 Deskripsi Analisis Data Pretest ...................................................... 51 4.2.1.1 Pretest Kelompok Kontrol .......................................................... 51 4.2.1.2 Pretest Kelompok Eksperimen .................................................... 52 4.2.2 Deskripsi Analisis Data Posttest ..................................................... 53 4.2.2.1 Posttest Kelompok Kontrol ......................................................... 53 4.2.2.2 Posttest Kelompok Eksperimen .................................................. 54 4.3 Uji Prasyarat ........................................................................................... 55 4.3.1 Uji Normalitas ................................................................................. 55 4.3.1.1 Uji Normalitas Kemampuan Mengaplikasi ................................. 56 4.3.1.2 Uji Normalitas Kemampuan Menganalisis ................................. 56 4.3.2 Uji Homogenitas ............................................................................. 57 4.3.2.1 Uji Homogenitas Skor Pretest Kemampuan Mengaplikasi......... 58 4.3.2.2 Uji Homogenitas Skor Pretest Kemampuan Menganalisis ......... 59 4.4 Uji Hipotesis ........................................................................................... 60 4.4.1 Perbedaan Kemampuan Mengaplikasi Atas Penggunaan Media Timeline ........................................................................................... 61 4.4.1.1 Uji Kenaikan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mengaplikasi ..................................................................................................... 61 4.4.1.2 Uji Perbedaan Skor Posttest Kemampuan Mengaplikasi ............ 63 4.4.2 Perbedaan Kemampuan Menganalisis Atas Penggunaan Media Timeline ........................................................................................... 64 xiv

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4.4.2.1 Uji Kenaikan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Menganalisis. ..................................................................................................... 64 4.4.2.2 Uji Perbedaan Skor Posttest Kemampuan Menganalisis ............ 66 4.5 Pembahasan Hasil Penelitian .................................................................. 68 4.5.1 Perbedaan Kemampuan Mengaplikasi Atas Penggunaan Media Timeline ........................................................................................... 68 4.5.2 Perbedaan Kemampuan Menganalisis Atas Penggunaan Media Timeline ........................................................................................... 70 BAB 5 KESIMPULAN, KETERBATASAN DAN SARAN PENELITIAN ...... 74 5.1 Kesimpulan ............................................................................................. 74 5.2 Keterbatasan Penelitian .......................................................................... 75 5.3 Saran ....................................................................................................... 75 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 76 LAMPIRAN .......................................................................................................... 80 DAFTAR RIWAYAT HIDUP ............................................................................ 165 xv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1. Jadwal Pengambilan Data ....................................................................... 29 Tabel 2. Teknik Pengumpulan Data ...................................................................... 33 Tabel 3. Kisi-Kisi Instrumen Penelitian ................................................................ 35 Tabel 4. Lembar Observasi Penggunaan Media Timeline dalam Pembelajaran ... 36 Tabel 5. Hasil Validasi Perangkat Pembelajaran .................................................. 38 Tabel 6. Kriteria Validasi Perangkat Pembelajaran .............................................. 38 Tabel 7. Hasil Uji Validitas ................................................................................... 40 Tabel 8. Kualifikasi Koefisien Reliabilitas ........................................................... 41 Tabel 9. Hasil Uji Reliabilitas ............................................................................... 41 Tabel 10. Pretest Kelompok Kontrol .................................................................... 48 Tabel 11. Pretest Kelompok Eksperimen ............................................................. 49 Tabel 12. Posttest Kelompok Kontrol................................................................... 50 Tabel 13. Posttest Kelompok Eksperimen ............................................................ 50 Tabel 14. Deskripsi Data Pretest Kemampuan Mengaplikasi .............................. 51 Tabel 15. Deskripsi Data Pretest Kemampuan Menganalisis............................... 52 Tabel 16. Deskripsi Data Pretest Kemampuan Mengaplikasi .............................. 52 Tabel 17. Deskripsi Data Pretest Kemampuan Menganalisis............................... 52 Tabel 18. Deskripsi Data Posttest Kemampuan Mengaplikasi ............................. 53 Tabel 19. Deskripsi Data Posttest Kemampuan Menganalisis ............................. 54 Tabel 20. Deskripsi Data Posttestt Kemampuan Mengaplikasi ............................ 54 Tabel 21. Deskripsi Data Posttest Kemampuan Menganalisis ............................. 54 Tabel 22. Hasil Uji Normalitas Kemampuan Mengaplikasi ................................. 56 Tabel 23. Hasil Uji Normalitas Kemampuan Menganalisis.................................. 56 Tabel 24. Hasil Uji Homogenitas Pretest Kemampuan Mengaplikasi ................. 59 Tabel 25. Hasil Uji Homogenitas Pretest Kemampuan Menganalisis .................. 60 Tabel 26. Kenaikan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mengaplikasi ............ 62 Tabel 27. Perbedaan Skor Posttest Kemampuan Mengaplikasi............................ 64 Tabel 28. Kenaikan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Menganalisis ............ 65 Tabel 29. Perbedaan Skor Posttest Kemampuan Menganalisis ............................ 67 xvi

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1. Media Pembelajaran Timeline ............................................................ 15 Gambar 2. Literature Map .................................................................................... 24 Gambar 3. Desain Penelitian ................................................................................. 28 Gambar 4. Variabel Penelitian ............................................................................. 31 xvii

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1. Silabus Kelompok Eksperimen ....................................................... 81 Lampiran 2. RPP Kelompok Eksperimen ............................................................ 84 Lampiran 3. LKS Kelompok Eksperimen............................................................. 99 Lampiran 4. Silabus Kelompok Kontrol ............................................................ 105 Lampiran 5. RPP Kelompok Kontrol ................................................................. 107 Lampiran 6. LKS Kelompok Kontrol ................................................................. 116 Lampiran 7. Materi Ajar IPS Kelas V SD........................................................... 118 Lampiran 8. Validitas (Media Timeline, RPP, dan Soal Essai) .......................... 124 Lampiran 10. Hasil Uji Validitas Instrumen ...................................................... 140 Lampiran 11. Hasil Uji Reliabilitas Instrumen .................................................. 141 Lampiran 12. Instrumen Penelitian (Soal Essai) ................................................ 142 Lampiran 13. Tabulasi Nilai Pretest dan Posttest Siswa .................................... 145 Lampiran 14. Hasil Analisis Dengan SPSS 20 .................................................... 149 Lampiran 15. Surat Izin Penelitian dari Kampus ............................................... 159 Lampiran 16. Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian ........................... 160 Lampiran 17. Foto Kegiatan .............................................................................. 161 Lampiran 18. Daftar Riwayat Hidup ................................................................... 165 xviii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB 1 PENDAHULUAN Pada bagian pendahuluan terdapat lima hal yang akan diuraikan oleh peneliti. Lima hal tersebut adalah latar belakang masalah, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian. 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan hak bagi setiap manusia. Dunia pendidikan memuat usaha yang dilakukan secara sengaja dan sistematis dalam tujuan untuk mengembangkan segala potensi yang dimiliki oleh manusia, agar memperoleh pengetahuan, pengalaman, serta mencapai kualitas hidup yang lebih baik (Hamdani, 2011:19). Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang di dalamnya terdapat proses belajar mengajar. Belajar adalah sebuah proses yang terjadi secara menyeluruh pada semua orang dan berlangsung seumur hidup, sejak masih berada dalam kandungan atau bayi, serta ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku (Siregar, 2013:3). Salah satu hasil dalam proses pembelajaran tersebut dapat berupa berkembangnya kemampuan kognitif. Berbagai macam ranah kognitif dalam Taksonomi Bloom idealnya mampu menjadikan siswa memperoleh pengalaman belajar yang beragam. Tahap atau tingkatan perkembangan kognitif dalam Taksonomi Bloom tersebut dari yang paling rendah sampai ke tahap yang paling tinggi diantaranya, mengingat, memahami, mengaplikasi, menganalisis, mengevaluasi dan mencipta (Anderson dan Krathwohl, 2010:6). Salah satu tahap tersebut yaitu mengaplikasi. Tahap mengaplikasi merupakan tahap ketiga dalam Taksonomi Bloom yang menjadikan 1

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 siswa untuk dapat menerapkan sesuatu berdasarkan prosedur ke situasi atau keadaan tertentu untuk menyelesaikan masalah. Selanjutnya, tahap yang keempat adalah tahap menganalisis. Pada tahap menganalisis, siswa memiliki kemampuan untuk membedakan beberapa hal ke dalam suatu topik yang relevan dan tidak relevan, mengorganisasi konsep dalam beberapa bagian, dan menemukan persamaan atau kaitan antara beberapa topik. Idealnya, kemampuan berpikir siswa tidak hanya pada tahap mengingat dan memahami namun sampai pada tahap mengaplikasi dan menganalisis. Belajar seharusnya menjadi kegiatan yang mampu membuat siswa aktif. Siswa tidak hanya terpaku oleh penjelasan guru yang menjadikan pengalaman belajarnya kurang. Pengalaman belajar khususnya bagi siswa di sekolah dasar, hendaknya disesuaikan dengan tahap perkembangannya serta dikondisikan pada suasana belajar yang kondusif. Pembelajaran yang kondusif itu memungkinkan siswa untuk mengeksplor segala sumber pengetahuan, membuat siswa merasa senang dan nyaman dalam mempelajari berbagai ilmu pengetahuan, sehingga proses belajar mengajar, interaksi guru dan siswa, serta hasil belajar siswa menjadi maksimal. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran wajib yang harus dipelajari siswa. IPS adalah mata pelajaran yang diberikan mulai dari jenjang sekolah dasar mengenai konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungan kehidupan, dan mengembangkan kemampuan berpikir logis serta kritis dalam memecahkan suatu permasalahan (BSNP, 2006:575). Melalui mata pelajaran IPS tersebut, hendaknya kemampuan mengaplikasi dan 2

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 kemampuan menganalisis siswa dapat berkembang. Siswa semestinya dapat menerapkan dalam situasi yang baru terhadap pengetahuan yang telah didapatnya. Selain itu, siswa idealnya mampu menganalisis, membedakan dan menemukan persamaan topik dari berbagai sumber, sehingga perkembangan berpikir siswa akan lebih berkembang. Hasil observasi pada tanggal 14 September 2014 di kelas VA SD Negeri Percobaan 3 Pakem menunjukkan bahwa proses pembelajaran hanya berpusat pada guru (teacher centered). Guru terlihat aktif dalam menjelaskan, dan bertanya kepada siswa mengenai materi pelajaran. Metode pembelajaran yang digunakan oleh guru berupa ceramah. Penggunaan metode ceramah dinilai kurang efektif bagi pembelajaran yang menjadikan proses pembelajaran kurang bermakna, membuat siswa pasif dan menimbulkan rasa bosan pada diri siswa (Muslich, 2007:201). Dalam pembelajaran tersebut, guru menggunakan media konvensional berupa papan tulis. Setelah guru menjelaskan materi pelajaran, siswa diminta untuk mencatat materi yang terdapat dalam buku pelajaran. Kemudian, siswa mengerjakan soal latihan dalam buku LKS. Peneliti juga menemukan kondisi diantaranya, siswa kurang aktif dalam pembelajaran, terlihat dari aktivitas seperti bermain sendiri, mengganggu teman lain. Selain itu, siswa kesulitan dalam menerapkan materi yang dipelajari ke dalam situasi tertentu yang dibuktikan dengan siswa mengeluh pada saat guru meminta untuk mengerjakan soal latihan, siswa kebingungan untuk menyelesaikan permasalahan yang baru baginya. Hal tersebut menunjukkan

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 bahwa perkembangan kognitif siswa pada kemampuan mengaplikasi masih kurang dikembangkan. Selain itu, siswa kurang mampu membedakan antara bagian yang relevan dan tidak relevan dalam beberapa hal, siswa juga merasa kebingungan untuk mengorganisasi atau mengelompokkan konsep ke dalam beberapa bagian, siswa tidak mampu menemukan persamaan atau kaitan antara beberapa topik. Hal tersebut menunjukkan bahwa perkembangan kognitif siswa pada kemampuan menganalisis juga kurang dikembangkan. Hasil observasi kegiatan pembelajaran tersebut diperkuat lagi dengan hasil wawancara peneliti dengan guru kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem yang mengatakan bahwa pada saat pembelajaran IPS, siswa sering terlihat bosan, kurang memperhatikan, dan sebagian siswa cenderung bermalas-malasan dalam mengikuti pelajaran. Selain itu menurut guru kelas, materi IPS cukup sulit untuk dipahami siswa SD, salah satunya yaitu mengenai perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, di mana materi tersebut cukup banyak dan terdapat tanggal peristiwa yang beragam. Berdasarkan kenyataan di atas, yaitu guru dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa menggunakan metode ceramah dan media konvensional berupa papan tulis yang membuat tingkat kognitif siswa belum sampai pada tahap mengaplikasi dan menganalisis. Melihat permasalahan tersebut, agar siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran, maka dibutuhkan media pembelajaran sehingga dapat membantu siswa untuk lebih mudah memahami konsep-konsep abstrak yang ada pada materi pembelajaran. Media pembelajaran dipandang sebagai

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 sarana dalam menyampaikan materi pembelajaran secara efektif, yang dapat memacu siswa dalam berpikir, meningkatkan minat, perhatian sehingga memungkinkan tercapainya tujuan pembelajaran yang telah ditentukan (Sukiman, 2012:29-30). Salah satu media pembelajaran tersebut adalah media timeline, yang diharapkan dapat membantu siswa dalam memahami materi pelajaran yang abstrak. Timeline merupakan garis yang menunjukkan atau menggambarkan urutan peristiwa dan waktu terjadinya suatu peristiwa yang disajikan dalam sebuah bagan secara kronologis. Media timeline diharapkan dapat membantu siswa dalam proses belajarnya. Media timeline juga membantu siswa dalam memahami konsep-konsep yang abstrak (Obenchain, 2011:186). Siswa dapat mengkreasikannya dengan mencantumkan gambar, dan serangkaian keterangan mengenai suatu peristiwa serta memberikan warna yang beraneka macam. Media timeline akan dapat membantu siswa dalam kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPS khususnya materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Penggunaan media timeline dalam kegiatan pembelajaran IPS masih jarang sekali dilakukan. Maka dari itu, peneliti melakukan penelitian yang berjudul “Perbedaan Kemampuan Mengaplikasi dan Menganalisis Atas Penggunaan Media Timeline Pada Mata Pelajaran IPS Kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem.” 1.2 Batasan Masalah Penelitian ini, peneliti memfokuskan pada perbedaan kemampuan mengaplikasi dan menganalisis atas penggunaan media timeline khususnya mata

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Sedangkan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di SD, peneliti hanya akan membahas mengenai materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang terdapat dalam materi kelas V SD semester genap tahun pelajaran 2013/2014, SK. 2 Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, KD. 2.4 Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan. 1.3 Rumusan Masalah Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti merumuskan masalah dalam penelitian, diantaranya: 1.3.1 Apakah ada perbedaan kemampuan mengaplikasi atas penggunaan media timeline pada mata pelajaran IPS kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem tahun ajaran 2013/2014? 1.3.2 Apakah ada perbedaan kemampuan menganalisis atas penggunaan media timeline pada mata pelajaran IPS kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem tahun ajaran 2013/2014? 1.4 Tujuan Penelitian 1.4.1 Mengetahui perbedaan kemampuan mengaplikasi atas penggunaan media timeline pada mata pelajaran IPS kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem tahun ajaran 2013/2014. 1.4.2 Mengetahui perbedaan kemampuan menganalisis atas penggunaan media timeline pada mata pelajaran IPS kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem tahun ajaran 2013/2014.

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 1.5 Manfaat Penelitian 1.5.1 Secara teoritis Penelitian ini dapat menjadi pedoman dan menambah wawasan baru terkait pelaksanaan kegiatan pembelajaran menggunakan media timeline terhadap kemampuan mengaplikasi dan kemampuan menganalisis. 1.5.2 Secara praktis 1.5.2.1 Bagi sekolah Sekolah dapat menjadikan penelitian ini sebagai wacana untuk semua warga sekolah dan menambah daftar bacaan di perpustakaan. 1.5.2.2 Bagi siswa Siswa mendapatkan pengalaman belajar yang baru dalam mempelajari materi pelajaran menggunakan media timeline. 1.5.2.3 Bagi guru Guru mendapatkan inspirasi mengenai media pembelajaran dan dapat mengaplikasikan salah satu alternatif media pembelajaran berupa timeline dalam pembelajaran. 1.5.2.4 Bagi peneliti Peneliti mendapatkan tambahan wawasan baru mengenai media timeline. Selain itu, peneliti juga memperoleh inspirasi dalam menerapkan pembelajaran di kelas menggunakan media timeline.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB 2 KAJIAN TEORI Pada bab ini berisi kajian teori mengenai kemampuan berpikir, media pembelajaran, media pembelajaran timeline, mata pelajaran IPS, karakteristik siswa SD, penelitian terdahulu yang relevan, kerangka berpikir, dan hipotesis yang berupa dugaan sementara dari rumusan masalah penelitian. 2.1 Kemampuan Berpikir 2.1.1 Pengertian Berpikir Menurut Kuswana (2011:1) berpikir merupakan suatu proses dalam memberdayakan akal budi sebagai sarana mempertimbangkan, memutuskan sesuatu hal yang terdapat dalam ingatan. Sedangkan menurut Ling dan Catling (2012:181) berpikir adalah proses di mana persepsi-persepsi indera muncul dan dapat diubah sehingga menjadikan kita untuk meniru lingkungan sekitar serta menunjukkannya kembali sesuai dengan apa yang kita rencanakan dan kehendaki. Berpikir adalah suatu proses mengelola informasi ke dalam memori (Santrock, 2007:357). Menurut Rahardanto (2007:402) berpikir merupakan proses yang menghasilkan suatu persepsi baru melalui proses pengolahan informasi yang mencakup pertimbangan, pengabstrakan, penalaran, penggambaran, pemecahan masalah logis, pembentukan konsep, kreativitas, dan kecerdasan. Berdasarkan beberapa pengertian berpikir menurut para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa berpikir merupakan suatu proses yang menggunakan akal budi dan inderawi sebagai sarana untuk mengamati, meniru, mengolah 8

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 terhadap berbagai hal atau informasi yang ada di sekitar, sebagai sarana untuk memutuskan kehendak. 2.1.2 Taksonomi Bloom Taksonomi adalah klasifikasi atau penggolongan tentang objek atau gejala berdasarkan satu atau lebih prinsip tertentu (Supraptiknya, 2012:5). Sementara itu, menurut Anderson dan Krathwohl (2010:43) proses kognitif terdiri dari enam tahapan dari yang paling rendah hingga yang paling tinggi. Tahapan kognitif tersebut diantaranya dari yang paling rendah yaitu mengingat (remembering), memahami (understanding), mengaplikasi (applying), menganalisis (analyzing), mengevaluasi (evaluating), dan yang paling tinggi yaitu mencipta (creating). Pada penelitian ini hanya berfokus pada tahap kognitif mengaplikasi dan menganalisis. Berikut ini merupakan penjelasan dari kedua tahap tersebut. 2.1.3 Kemampuan Mengaplikasi Menurut Anderson dan Krathwohl (2010:116) kemampuan mengaplikasi adalah menerapkan atau menggunakan suatu prosedur ke dalam keadaan tertentu. Sama halnya menurut Supraptiknya (2012:9) kemampuan mengaplikasi adalah menggunakan informasi ke dalam situasi lain dikehidupan sehari-hari (familiar situation). Menurut Purwanto (2006:114) kemampuan mengaplikasi adalah menggunakan pengetahuan yang telah dimiliki dalam memecahkan persoalan dalam situasi yang baru. Berdasarkan pendapat para ahli, dapat disimpulkan bahwa kemampuan mengaplikasi adalah menggunakan pengetahuan atau informasi yang telah diketahui dan diperoleh ke dalam situasi yang baru dalam kehidupan sehari-hari.

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 Kategori proses mengaplikasi ini terdiri dari beberapa proses kognitif, diantaranya mengeksekusi dan mengimplementasikan. Berikut ini merupakan penjelasan dari masing-masing proses kognitif. 2.1.3.1 Mengeksekusi adalah menerapkan atau melaksanakan suatu prosedur yang sudah familier atau yang sudah dikenal oleh siswa sebelumnya dalam menyelesaikan suatu tugas atau persoalan. Nama lain dari mengeksekusi adalah melaksanakan. 2.1.3.2 Mengimplementasikan adalah menerapkan suatu prosedur pada tugas yang yang tidak familier. Nama lain dari mengimplementasikan adalah menggunakan. 2.1.4 Kemampuan Menganalisis Menurut Anderson dan Krathwohl (2010:120) kemampuan menganalisis adalah menghubungkan beberapa bagian yang melibatkan proses pemecahan materi menjadi bagian-bagian, menentukan hubungan-hubungan antara beberapa topik. Sama halnya menurut Supraptiknya (2012:8) kemampuan menganalisis adalah mengurai informasi ke dalam bagian-bagian atau unsur-unsur untuk menemukan pemahaman dan hubungan-hubungan, memilah materi atau konsep, ke dalam bagian-bagian sehingga struktur organisasinya dapat dipahami, membedakan antara fakta dan pendapat. Menurut Winkell (2007:275) kemampuan menganalisis mencakup kemampuan untuk merinci suatu kesatuan ke dalam bagian-bagian, sehingga struktur keseluruhan atau organisasinya dapat dipahami dengan baik. Menurut Kuswana (2012:118) kemampuan menganalisis itu diantaranya membedakan bagian yang relevan dan tidak relevan dalam satu

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 topik. Kemampuan menganalisis adalah kemampuan untuk memahami sesuatu dengan menguraikannya ke dalam unsur-unsur (Purwanto, 2009:51). Menurut pendapat dari beberapa para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa kemampuan menganalisis adalah membedakan, memilah, memecah suatu topik atau materi menjadi bagian-bagian pokok dan mendeskripsikan atau menggambarkan bagaimana bagian-bagian tersebut, dihubungkan satu sama lain maupun menjadi sebuah topik atau hal. Dalam kemampuan menganalisis ini, terkandung beberapa proses kognitif diantaranya membedakan, mengorganisasi dan mengatribusikan. Berikut ini merupakan penjelasan dari masing-masing proses kognitif. 2.1.4.1 Membedakan adalah proses memilah-milah bagian yang penting dari sebuah struktur. Proses membedakan terjadi pada waktu siswa memilih informasi yang penting dan tidak penting atau yang relevan dan tidak relevan, lalu selanjutnya siswa menemukan informasi yang penting atau relevan tersebut. Nama lain membedakan yaitu menyendirikan, memilah, memfokuskan, dan memilih. 2.1.4.2 Mengorganisasi adalah mengindentifikasi situasi dan proses bagaimana elemen-elemen dapat membentuk suatu struktur yang saling berhubungan. Pada proses mengorganisasi, siswa menstrukturkan beberapa bagian informasi yang saling terpisah sehingga terbangun hubungan-hubungan yang sistematis dalam masing-masing struktur informasi. Nama lain dari mengorganisasi yaitu membuat garis besar, mendeskripsikan peran, menstrukturkan, mengkonstruksi.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 2.1.4.3 Mengatribusikan adalah melibatkan proses untuk menemukan persamaan makna, dekonstruksi, di mana siswa menentukan sudut pandang, nilai atau maksud dibalik materi pelajaran. Nama lain mengatribusikan yaitu menemukan hubungan. 2.2 Media Pembelajaran 2.2.1 Pengertian Media Pembelajaran Salah satu sarana sebagai penunjang dalam kegiatan kegiatan pembelajaran yaitu berupa media pembelajaran. Media dapat digunakan sebagai sumber belajar. Berikut ini merupakan pengertian media pembelajaran menurut beberapa ahli. Menurut Kustandi (2011:7-9) media pembelajaran merupakan alat yang berfungsi untuk memperjelas pesan yang disampaikan dalam proses belajar mengajar sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan efektif. Sama halnya dengan pandangan Munadi (2010:5-8) media pembelajaran adalah penghubung pesan ajar selain guru yang dapat menyampaikan pesan dari sumber ke penerima pesan dengan terencana, terciptanya lingkungan belajar yang kondusif serta kegiatan belajar yang efisien dan efektif. Begitu pula menurut Sukiman (2012:29-30) media pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan oleh guru sebagai sarana untuk menyampaikan pesan berupa materi ajar dalam kegiatan pembelajaran ke penerima pesan (siswa) sehingga memacu siswa dalam berpikir, minatnya, perhatian dan perasaannya yang sejalan dengan tercapainya tujuan pembelajaran yang efektif. Hal tersebut sejalan menurut Angkowo dan Kosasih (2007:10-11) media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 menyalurkan pesan, merangsang proses berpikir, membangkitkan perhatian, kemauan untuk bertindak, menumbuhkan semangat yang menjadikan siswa aktif dalam kegiatan belajar sehingga siswa dapat mengembangkan kepribadiannya. Berdasarkan berbagai macam pengertian mengenai media pembelajaran, maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran merupakan salah satu sarana yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan ajar selain guru, sehingga membantu siswa dalam berpikir, membangkitkan semangat dalam belajar, serta memudahkan tercapainya tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. 2.2.2 Fungsi Media Pembelajaran Menurut Sukiman (2012:44) fungsi media pembelajaran dalam proses belajar mengajar diantaranya: (1) media pembelajaran memperjelas pesan dan informasi sehingga dapat meningkatkan proses serta hasil belajar, (2) media pembelajaran dapat mengarahkan perhatian anak sehingga timbul motivasi belajar, interaksi langsung antara peserta didik dan lingkungan belajarnya, dan kemungkinan peserta didik untuk belajar secara individu sesuai dengan kemampuan maupun minatnya, (3) media pembelajaran sebagai sarana mengatasi keterbatasan indera, ruang, dan waktu. Senada dengan Arsyad (2010:26) media pembelajaran memiliki fungsi yaitu, (1) media pembelajaran dapat memperjelas informasi atau pesan yang membuat proses dan hasil belajar menjadi meningkat, (2) media pembelajaran sebagai wahana untuk meningkatkan perhatian dan motivasi siswa dalam proses interaksi langsung antara siswa dengan lingkungannya sesuai dengan minta dan bakatnya, (3) media pembelajaran sebagai solusi untuk mengatasi keterbatasan-keterbatasan seperti indera, ruang,

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 dan waktu, (4) media pembelajaran memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengalaman yang lebih dengan lingkungan serta peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekeliling mereka. Sedangkan menurut Munadi (2010:37-48) fungsi media pembelajaran diantaranya, (1) fungsi sebagai sumber belajar, (2) fungsi semantik, (3) fungsi manipulatif, (4) fungsi psikologis yang terdiri dari fungsi atensi, afektif, kognitif, imajinatif, motivasi, (5) fungsi sosio-kultural. Penjelasan mengenai fungsi media pembelajaran tersebut dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran mempunyai fungsi sebagai sarana penunjang kegiatan pembelajaran yang dapat membantu komunikasi dan interaksi antara guru dengan siswa, menumbuhkan motivasi dalam belajar, membantu proses pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan, memudahkan siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikirnya, serta sebagai sarana pendorong tercapainya tujuan pembelajaran. 2.3 Media Pembelajaran Timeline 2.3.1 Pengertian Media Pembelajaran Timeline Garis waktu dapat memuat tentang berbagai jenis informasi dan rentang waktu yang berbeda. Media timeline dapat membantu siswa dalam mendalami materi pelajaran. Media timeline juga membantu siswa dalam memahami konsepkonsep yang abstrak (Obenchain, 2011:186). Perhatian utama media timeline adalah alat bantu dalam pembelajaran yang merupakan tipe atau jenis dari suatu grafik yang teratur. Media timeline mengarahkan siswa untuk membuat garis waktu kejadian disertai dengan tanggal, gambar, dan peristiwa. Senada dengan Sadiman (2009:37) media bagan garis waktu (timeline) adalah media yang

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 menunjukkan hubungan antara peristiwa dan waktu yang disajikan dalam bagan yang menggambarkan alur kejadian suatu peristiwa secara sistematis dan kronologis. Berikut ini merupakan gambar dari media timeline. Gambar 1. Media Pembelajaran Timeline Berdasarkan penjelasan sebelumnya, media pembelajaran timeline merupakan media pembelajaran yang menggambarkan atau menunjukkan hubungan antara peristiwa dan waktu, serta menguraikan tahapan suatu proses yang terikat oleh waktu, di mana materi pembelajaran disajikan dalam sebuah bagan secara kronologis. 2.3.2 Manfaat Media Pembelajaran Timeline Manfaat media timeline dapat membantu siswa dalam berpikir mengenai materi yang sulit dimengerti dalam pembelajaran. Media timeline juga membantu siswa dalam memahami konsep-konsep yang abstrak (Obenchain, 2011:186). Media timeline tidak membutuhkan waktu yang lama dalam penggunaannya, membantu siswa dalam mendalami dan menguraikan materi yang dipelajari berdasarkan urutan waktunya, penyederhanaan konsep dari keseluruhan konsep yang ingin dipelajari sehingga lebih mudah dipahami siswa (Sadiman, 2009:39).

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 Dari beberapa penjelasan mengenai manfaat media timeline di atas, dapat disimpulkan bahwa manfaat media timeline yaitu praktis untuk digunakan karena tidak membutuhkan waktu yang lama dalam penggunaannya, membantu siswa dalam mendalami dan menguraikan materi pelajaran secara kronologis. 2.4 IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) 2.4.1 Hakikat IPS Menurut Trianto (2010:171) Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu-ilmu sosial, seperti sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, hukum, dan budaya. Ilmu Pengetahuan Sosial dirumuskan atas dasar realitas dan fenomena sosial yang mewujudkan satu pendekatan interdisipliner dari aspek dan cabang-cabang ilmu sosial (sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, hukum, dan budaya). IPS atau studi sosial merupakan bagian dari kurikulum sekolah yang diturunkan dari isi materi cabangcabang ilmu-ilmu sosial, sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, antropologi, filsafat, dan psikologi sosial. Senada dengan Sapriya (2009:7) mata pelajaran IPS merupakan sebuah nama mata pelajaran integrasi dari mata pelajaran Sejarah, Geografi, dan Ekonomi serta mata pelajaran ilmu sosial lainnya. Begitu pula menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008:297) Ilmu Pengetahuan Sosial adalah ilmu pengetahuan yang merupakan perpaduan dari berbagai macam mata pelajaran sejarah, ekonomi, sosiologi, geografi dan lain sebagainya. Sedangkan menurut Rosdijati (2010:58) Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan di tingkat

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 SD/MI/SDLB. IPS mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial. Pada jenjang SD/MI, mata pelajaran IPS memuat materi geografi, sejarah, sosiologi, dan ekonomi yang mengarahkan siswa untuk dapat menjadi warga masyarakat yang menghargai nilai-nilai sosial, bertanggung jawab, mencintai lingkungan alam, dan menjadi warga dunia yang cinta damai. Sama halnya menurut BSNP (2006:575) Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan mulai dari SD/MI/SDLB sampai SMP/MTs/SMPLB. IPS mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial. Pada jenjang SD/MI mata pelajaran IPS memuat materi Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Ekonomi. Melalui mata pelajaran IPS, peserta didik diarahkan untuk menjadi warga negara Indonesia yang demokratis, bertanggung jawab, serta warga dunia yang cinta damai. Dari beberapa pengertian IPS di atas, dapat disimpulkan bahwa IPS adalah salah satu mata pelajaran yang diberikan mulai dari jenjang SD/MI/SDLB sampai SMP/MTs/SMPLB, membahas tentang fakta, konsep, yang merupakan integrasi dari Sejarah, Geografi, Ekonomi serta mata pelajaran ilmu sosial lainnya. 2.4.2 Tujuan IPS Menurut BSNP (2006:575) tujuan mata pelajaran IPS sebagai berikut: (1) mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya, (2) memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial, (3) memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial serta

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 kemanusiaan, (4) memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, bekerjasama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, ditingkat lokal, nasional, dan global. IPS bertujuan agar siswa mampu mengaplikasikan apa yang telah dipelajari sebagai bekal dalam menjalankan kehidupan di lingkungan masyarakat, dan sebagai bekal untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi (Raharjo, 2007:15). Berdasarkan penjelasan di atas, tujuan IPS yaitu sebagai sarana siswa dalam belajar, di mana siswa mampu mengenal konsep-konsep materi, mampu berpikir secara logis, kritis, memiliki kemampuan bekerjasama dilingkungannya, serta menjadi bekal dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. 2.4.3 Materi Ajar IPS Kelas V Standar Kompetensi pada mata pelajaran IPS yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Selain itu, Kompetensi Dasar yang digunakan yaitu 2.4. Menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan. Berikut ini akan diuraikan mengenai materi pembelajaran yang digunakan oleh peneliti. Menurut Zuber (2012:179-190) perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dibagi menjadi dua yaitu perjuangan di medan pertempuran dan perjuangan melalui perundingan. Perjuangan para tokoh pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang terjadi di medan pertempuran diantaranya: (1) pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, (2) pertempuran Ambarawa, (3) Bandung lautan api, (4) pertempuran Medan area. Selain melalui

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 jalur pertempuran, perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan juga melalui meja perundingan. Berikut ini merupakan berbagai macam perjuangan Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan melalui perundingan: (1) perjanjian Linggajati, (2) agresi militer Belanda I, (3) perjanjian Renville, (4) agresi militer Belanda II, (5) serangan umum 1 Maret 1949, (6) perjanjian RoemRoyen, (7) konferensi meja bundar, (8) pembentukan RIS. 2.5 Karakteristik Siswa Sekolah Dasar Setiap tahap perkembangan anak selalu memiliki karakteristik yang berbeda. Perkembangan kognitif menurut Jean Piaget terdiri dari empat tahap diantaranya, fase sensorimotor, fase praoperasional, fase operasional konkret, fase operasional formal (Piaget dalam Wahyudin, 2011:19). Fase I yaitu sensorimotor (usia 0-2 tahun). Fase ini dimulai dengan munculnya gerakan-gerakan yang bersifat refleks sejak bayi dilahirkan. Bayi memahami, mengeksplorasi dunia di sekitarnya dengan menggunakan indera dan kemampuan motoriknya. Tindakan yang biasanya dilakukan bayi pada tahap ini adalah menghisap, menggenggam, memukul, sebagai tanda bahwa dirinya berusaha untuk menghadapi dunia yang baru setelah dilahirkan. Fase II yaitu praoperasional (usia 2-7 tahun). Fase 2-7 tahun merupakan fase di mana anak memulai tahap perkembangan kognitifnya dan memahami benda-benda yang ada di sekitarnya dalam bentuk simbol. Tahapan ini anak berusaha mengembangkan keterampilan berbahasanya. Mereka kesulitan memahami bagaimana perasaan orang disekitarnya. Namun disamping itu, anak memiliki pikiran yang sangat imajinatif namun masih tidak sistematis dan tidak

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 logis. Pada tahap ini, anak mulai menggambarkan dunianya melalui kata dan gambar. Kata dan gambar ini yang menunjukkan peningkatan pemikiran simbolis dan melebihi informasi inderawi serta kemampuan motorik. Fase III yaitu operasional konkret (usia 7-12 tahun). Pada fase ini, anak sudah mampu berpikir secara logis, mampu mengklasifikasikan objek berdasarkan kriterianya, mengurutkan benda sesuai dengan urutannya, kemampuan dalam memahami persepsi orang lain, dan kemampuan untuk berpikir secara deduktif. Pada tahap ini, anak mulai mengembangkan kemampuan berpikir sistematis, namun terbatas pada objek-objek dan aktivitas yang konkret. Anak sudah mampu berpikir secara logis mengenai kejadian-kejadian konkret dan mampu mengklasifikasikan objek ke dalam kelompok yang berbeda, tetapi hanya dalam situasi yang sudah tidak asing lagi bagi anak. Fase IV yaitu operasional Formal (usia 12 tahun sampai dewasa). Fase operasional formal ditandai dengan meningkatnya kemampuan berpikir anak yaitu dari kemampuan berpikir konkret ke kemampuan berpikir abstrak. Tahap ini anak mulai mampu berpikir secara abstrak, menalar secara logis, dan menarik kesimpulan dari informasi yang tersedia. Tahap operasional formal adalah di mana seseorang dapat berpikir secara lebih abstrak, sistematis, idealis, dan logis. Berdasarkan penjelasan di atas, anak kelas V SD menurut teori perkembangan Piaget berada pada tahap operasional konkret di mana anak mulai mengembangkan kemampuan berpikir sistematis, namun terbatas pada objekobjek dan aktivitas yang konkret. Anak membutuhkan media pembelajaran konkret yang dapat membantu memahami konsep-konsep abstrak yang ada pada

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 materi pembelajaran. Media timeline merupakan media pembelajaran yang dapat membantu anak belajar pada usia operasional konkret karena media timeline dapat membantu memahami konsep abstrak dengan garis waktu dan gambar yang membantu anak melihat konsep dari materi yang dipelajari secara kronologis. 2.6 Penelitian yang Relevan 2.6.1 Penelitian tentang Media Pembelajaran Timeline Mityasari (2013) meneliti peningkatan hasil belajar dalam mata pelajaran IPS menggunakan media bagan garis waktu (timeline chart). Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Sumbersari 1 Megaluh Jombang tahun ajaran 2012/2013 sebanyak 20 siswa. Instrumen yang digunakan berupa lembar pengamatan yang berbentuk check list, lembar kuesioner atau angket, dan lembar soal. Hasil belajar siswa mengalami kenaikan pada siklus I 72% menjadi 75% pada siklus II. Media bagan garis waktu terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pelajaran IPS. Mayasari (2013) meneliti tentang penggunaan Media time line chart wayang dengan Penerapan Metode STAD untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V. Jenis penelitian adalah PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Populasi penelitian adalah siswa kelas V SDN I Lurah Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon yang berjumlah 40 siswa. Instrumen yang digunakan adalah format observasi kinerja guru, observasi aktivitas siswa, wawancara guru dan siswa, catatan lapangan, alat tes hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I kriteria ketuntasan siswa sebesar 70%. Pada siklus II, kriteria ketuntasan siswa sebesar 85% sebanyak 34 siswa. Pada siklus III kriteria

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 ketuntasan siswa mencapai 92,5% atau sebanyak 37 siswa. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan selama menggunakan media time line chart wayang pada mata pelajaran IPS. Silvani (2011) meneliti tentang pemanfaatan media timeline video pembelajaran untuk meningkatkan proses dan hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN Gunung Jati 01 Kec. Jabung Kab. Malang. Jenis penelitian adalah PTK. Subjek penelitian yaitu siswa kelas IV SDN Gunung Jati 01 Kec. Jabung Kab. Malang yang berjumlah 36 siswa. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, dokumentasi, dan lembar wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media timeline video dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN Gunung Jati 01 Kec. Jabung Kab. Malang. Pada siklus I ke siklus II, prosentase ketuntasan belajar mengalami peningkatan 33,34%. Sedangkan hasil belajar siswa meningkat dari siklus I 65,88 mejadi 71,78 pada siklus II, jadi peningkatan hasil belajar IPS adalah sebesar 8,96%. 2.6.2 Penelitian tentang Kemampuan Berpikir Yustriyana dan Sudianto (2013) meneliti tentang peningkatan keterampilan berpikir kritis melalui media kliping koran dalam pembelajaran IPS di SD. Jenis penelitian yang digunakan yaitu PTK. Subjek penelitian adalah kelas IVB SDN Lidah Kulon 1 Surabaya yang berjumlah 43 siswa. Instrumen penelitian ini adalah lembar observasi, lembar tes, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa selama pembelajaran mengalami peningkatan selama tiga siklus dengan persentase ketuntasan 63,75% pada siklus I, 85,2% pada

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 siklus II, 90% pada siklus III, artinya media kliping koran dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran IPS SD. Yanti, Suarjana dan Arcana (2013) meneliti tentang pengaruh model pembelajaran course review horay terhadap kemampuan berpikir kritis mata pelajaran IPS kelas V SD di Gugus V Kecamatan Kediri. Jenis penelitian adalah (quasi eksperimen), desain posttest only non-equivalent control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas V SD gugus 5 Kecamatan Kediri semester genap tahun ajaran 2012/2013. Sampel penelitian adalah kelas V SDN 1 Pandak Bandung sebagai kelompok eksperimen dan kelas V SDN 2 Pandak Bandung sebagai kelompok kontrol. Instrumen penelitian adalah tes essai. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan berpikir kritis kelompok yang menggunakan model pembelajaran course review horay dengan kelompok yang menggunakan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPS kelas V semester genap SD gugus 5 Kecamatan Kediri, dilihat dari hasil analisis yaitu t hitung = 6,4 dan t tabel = 1,684. Hartati (2010) meneliti tentang pengembangan Alat Peraga Gaya Gesek untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMA. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Subjek penelitian yaitu kelas X SMA N 2 Pekalongan sebanyak 34 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan praktikum menggunakan alat peraga gaya gesek mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar. Hal tersebut ditunjukkan dengan hasil belajar siswa dari 65,24 naik menjadi 70,63.

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 Berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya tentang media pembelajaran timeline dan kemampuan berpikir, belum ada yang meneliti mengenai perbedaan kemampuan mengaplikasi dan kemampuan menganalisis atas penggunaan media timeline pada siswa di sekolah dasar. Maka dari itu peneliti melakukan penelitian yang berjudul perbedaan kemampuan mengaplikasi dan menganalisis atas penggunaan media timeline pada mata pelajaran IPS kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem. 2.7 Literature Map Media Timeline Kemampuan Berpikir Mityasari (2013) Media timeline-hasil belajar Yustriyana & Sudianto (2013) Media kliping koran-berpikir kritis Mayasari (2013) Media Time line wayanghasil belajar Yanti, Suarjana & Arcana (2013) Model pembelajaran course review horay-berpikir kritis Silvani (2011) Media timeline video-hasil belajar Hartati (2010) Alat peraga gaya gesek-berpikir kritis Yang akan diteliti: Perbedaan penggunaan media timeline terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis Gambar 2. Literature Map

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 2.8 Kerangka Berpikir Berdasarkan kajian teori dan hasil penelitian yang relevan maka peneliti dapat merumuskan kerangka berpikir sebagai berikut: Pembelajaran yang bermakna akan menjadikan siswa aktif dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar, serta mampu mengembangkan kemampuan kognitifnya pada tahap mengaplikasi dan menganalisis. Kemampuan mengaplikasi dan menganalisis merupakan tahap berpikir ketiga dan keempat menurut Taksonomi Bloom. Kemampuan mengaplikasi adalah adalah proses kognitif yang melibatkan penggunaan pengetahuan prosedural dengan menggunakan suatu prosedur ke dalam keadaan tertentu. Sedangkan kemampuan menganalisis adalah menghubungkan beberapa bagian yang melibatkan proses pemecahan materi menjadi bagian-bagian, menentukan hubungan-hubungannya dengan tujuan untuk mengetahui strukturnya. Pelajaran IPS seharusnya menjadi pelajaran yang menarik bagi siswa terutama dalam materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, karena materi tersebut dapat dikatakan mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi, Karena itu, perlu penggunaan suatu media pembelajaran yang mampu menunjang tercapainya tujuan pembelajaran dan penyerapan materi pelajaran oleh siswa. Salah satu alternatif pemecahan masalah dalam pembelajaran tersebut yaitu berupa media timeline. Media timeline adalah alat bantu pembelajaran yang berupa garis waktu, mengenai peristiwa, tahun, tanggal kejadian dan terdapat rentang waktu yang berbeda secara kronologis. Media timeline diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berpikir siswa pada tahap mengaplikasi dan

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 menganalisis dalam mata pelajaran IPS materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem. 2.9 Hipotesis Penelitian 2.9.1 Ada perbedaan kemampuan mengaplikasi atas penggunaan media timeline pada mata pelajaran IPS kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem tahun ajaran 2013/2014. 2.9.2 Ada perbedaan kemampuan menganalisis atas penggunaan media timeline pada mata pelajaran IPS Kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem tahun ajaran 2013/2014.

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB 3 METODE PENELITIAN Pada bab ini akan dibahas mengenai metode yang digunakan dalam penelitian. Pembahasan metode penelitian terdiri dari sembilan bagian diantaranya, jenis penelitian, tempat dan waktu penelitian, populasi dan sampel, variabel penelitian, definisi operasional variabel, instrumen penelitian, validitas dan reliabilitas, teknik pengumpulan data, serta teknik analisis data. 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi experimental (Sugiyono, 2013:114). Tipe penelitian yang digunakan yaitu non-equivalent control group design (Sugiyono, 2013:116), karena penelitian ini menggunakan desain penelitian dengan dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen di mana kedua kelompok tidak dipilih secara random. Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, masing-masing diberi soal pretest yang sama sebagai langkah untuk mendapatkan informasi atau gambaran awal sebelum diberi perlakuan. Selanjutnya, kelas VA sebagai kelompok eksperimen yaitu kelas yang mendapat perlakuan menggunakan media timeline. Sedangkan kelas VB sebagai kelompok kontrol tidak mendapat perlakuan menggunakan media timeline. Kedua kelompok tersebut diberikan posttest yang sama, baik pada kelompok eksperimen yang mendapat perlakuan maupun kelompok kontrol yang tidak mendapat perlakuan sehingga dapat diketahui ada tidaknya perbedaan kemampuan mengaplikasi dan menganalisis atas penggunaan media timeline. Adapun untuk mengetahui perbedaan perlakuan menggunakan rumus: 27 .

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 X ...................... (Sumber: Sugiyono, 2013:116) Gambar 3. Desain Penelitian Keterangan: = rerata pretest kelompok eksperimen = rerata posttest kelompok eksperimen = rerata pretest kelompok kontrol = rerata posttest kelompok kontrol X = perlakuan (treatment) menggunakan media timeline 3.2 Tempat dan Jadwal Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SDN Percobaan 3 Pakem, Jalan Kaliurang Km 17, Sukunan, Pakembinangun, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kelas VA sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 32 siswa dengan 17 siswa lakilaki dan 15 siswa perempuan. Kelas VB sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 32 siswa, dengan 17 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Penelitian dilakukan di SD Negeri Percobaan 3 Pakem karena SD tersebut merupakan salah satu sekolah di daerah Pakem yang memiliki banyak prestasi, baik prestasi dibidang akademik maupun non akademik disetiap tahunnya, diantaranya selalu menjadi juara dua besar dalam pelaksanaan UNAS pada setiap tahunnya di tingkat kecamatan, juara II olimpiade IPA tingkat Nasional, juara I olimpiade kesehatan tingkat Kabupaten, dan juara I lomba siswa berprestasi tingkat Kecamatan, juara II lomba dokter kecil tingkat kabupaten, serta masih banyak prestasi lainnya. Pelaksanaan penelitian dilakukan selama 3 minggu. Dimulai dari minggu ketiga bulan April sampai minggu pertama bulan Mei 2014. Berikut ini perincian

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 jadwal penelitian yang dilakukan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol: Tabel 1. Jadwal Pengambilan Data Kelompok Kegiatan Pretest Pembelajaran mengenai perjuangan di medan pertempuran Pembelajaran mengenai Eksperimen perjuangan melalui perundingan VA Pembelajaran mengenai perjuangan di medan pertempuran dan perjuangan melalui perundingan Posttest Pretest Kontrol VB Pembelajaran mengenai perjuangan di medan pertempuran Pembelajaran mengenai perjuangan melalui perundingan Pembelajaran mengenai perjuangan di medan pertempuran dan perjuangan melalui perundingan Posttest Alokasi Waktu 2 x 35 menit 2 x 35 menit 2 x 35 menit 2 x 35 menit 2 x 35 menit 2 x 35 menit 2 x 35 menit 2 x 35 menit Hari/Tanggal Rabu, 16 April 2014 Rabu, 16 April 2014 Sabtu, 19 April 2014 Sabtu, 26 April 2014 Sabtu, 3 Mei 2014 Sabtu, 19 April 2014 Senin, 21 April 2014 Selasa, 22 April 2014 2 x 35 menit Rabu, 23 April 2014 2 x 35 menit Sabtu, 3 Mei 2014 3.3 Populasi dan Sampel Penelitian Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2013:117). Menurut Margono (2007:118) populasi adalah seluruh data yang menjadi perhatian di dalam suatu ruang lingkup dan waktu yang sudah ditentukan. Populasi penelitian yang digunakan yaitu seluruh siswa kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem sebanyak 64 siswa yang merupakan kelas paralel dengan

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 pembagian kelas menjadi dua yaitu kelas VA dan kelas VB, beralamat di Jalan Kaliurang Km 17, Sukunan, Pakembinangun, Sleman, DIY. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2013:118). Pengambilan sampel pada penelitian ini ditentukan dengan diundi, yaitu menggunakan kertas yang dilipat sebanyak dua buah yang menunjukkan jumlah kelas VA dan kelas VB. Selanjutnya, dilakukan penentuan dengan mengambil satu lipatan kertas yang dipakai sebagai kelompok eksperimen yang pertama muncul kelas VA, maka kelas VB sebagai kelompok kontrol. Penentuan sampel ini disaksikan oleh guru mata pelajaran IPS yang akan menyampaikan pembelajaran. Sampel dari penelitian ini yaitu kelas VA sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 32 siswa, dengan 17 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Sedangkan kelas VB merupakan kelompok kontrol, jumlah siswanya sebanyak 32 siswa, dengan 17 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Pelaksanaan pembelajaran di kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan oleh satu orang guru (guru mitra) untuk mengurangi faktor bias, sedangkan peneliti melakukan observasi dan membantu guru dalam mempersiapkan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan. 3.4 Variabel Penelitian Variabel merupakan segala sesuatu yang dapat berupa sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu, di mana sudah ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tertentu dan kemudian dapat ditarik hasil atau kesimpulannya (Sugiyono, 2013:60). Menurut (Sangadji, 2010:42) variabel adalah suatu konsep yang mempunyai lebih dari satu

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 nilai, keadaan serta kategori untuk memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai fenomena-fenomena. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu variabel independen dan variabel dependen. 3.4.1 Variabel independen disebut juga variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi terjadinya perubahan pada variabel dependen atau variabel terikat (Sugiyono, 2013:61). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penggunaan media timeline. 3.4.2 Variabel dependen disebut juga sebagai variabel terikat yang menjadi akibat dari adanya variabel bebas (Sugiyono, 2013:61). Variabel dependen dalam penelitian ini berupa kemampuan kognitif mengaplikasi dan kemampuan menganalisis. Variabel Independen Variabel Dependen Penggunaan Media Timeline Kemampuan Mengaplikasi Kemampuan Menganalisis Gambar 4. Variabel Penelitian 3.5 Definisi Operasional Variabel 3.5.1 Penggunaan media timeline adalah penggunaan suatu media pembelajaran yang menggambarkan atau menunjukkan hubungan antara peristiwa dan waktu, di mana materi pembelajaran disajikan dalam sebuah bagan secara kronologis.

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 3.5.2 Kemampuan mengaplikasi adalah kemampuan pada ranah kognitif untuk menggunakan sutau prosedur ke dalam keadaan tertentu, yang terdiri atas proses kognitif mengeksekusi dan mengimplementasikan. 3.5.3 Kemampuan menganalisis adalah kemampuan pada ranah kognitif untuk memisah-misahkan, memilah, membedakan, mencari keterpaduan suatu materi lalu mencari hubungan antar bagian tersebut, yang terdiri atas proses kognitif membedakan, mengorganisasi, dan mengatribusikan. 3.6 Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik tes dan non tes baik pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Teknik non tes berupa observasi. 3.6.1 Tes Menurut Mardapi (2008:67) tes adalah sejumlah pertanyaan yang membutuhkan jawaban, atau sejumlah pertanyaan yang harus diberikan tanggapan dengan tujuan mengukur tingkat kemampuan seseorang atau mengungkap aspek tertentu. Tes adalah prosedur pengukuran yang berbentuk pemberian tugas baik berupa pertanyaan yang harus dijawab, maupun perintah yang harus dikerjakan sehingga dapat menghasilkan nilai yang melambangkan tingkah laku atau prestasi (Taniredja, 2011:49). Menurut Suwandi (2010:39) tes merupakan suatu bentuk pemberian tugas yang harus dikerjakan, di mana jawaban yang dihasilkan berupa gambaran kemampuan seseorang yang dites. Tes essai adalah salah satu bentuk tes tertulis yang susunannya terdiri atas pertanyaan-pertanyaan yang masing-masing mengandung permasalahan dan

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 menuntut jawaban siswa melalui uraian-uraian kata yang merefleksikan kemampuan berpikir siswa. Tes essai dapat juga disebut sebagai tes dengan menggunakan pertanyaan terbuka, di mana dalam tes tersebut siswa diharuskan menjawab sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki oleh para siswa. (Sukardi, 2008:94). Senada dengan Suwandi (2010:47) tes essai adalah memberikan kebebasan kepada siswa untuk menyusun dan mengemukakan jawabannya sendiri dalam lingkup yang secara relatif dibatasi. Tes essai memungkinkan siswa menunjukkan kemampuannya dalam menerapkan pengetahuan, menganalisis, menghubungkan, informasi baru saat membaca soal yang dihadapkan kepadanya. Pada penelitian ini, tes yang digunakan berupa prestest dan posttest. Kelompok eksperimen dan kontrol, masing-masing diberi pretest sebagai langkah awal guna mengetahui keadaan sebelum diberi perlakuan. Kelas kontrol berjalan seperti biasa tanpa adanya perlakuan, sedangkan kelas eksperimen mendapat perlakuan menggunakan media timeline. Setelah itu, kedua kelompok tersebut diberi soal posttest, guna mengetahui apakah ada perbedaan antara kelas yang mendapat perlakuan menggunakan media timeline atau tidak. Berikut rincian teknik pengumpulan data yang disajikan dalam tabel 2. Tabel 2. Teknik Pengumpulan Data No Kelompok Variabel Mengaplikasi 1 Eksperimen Menganalisis Mengaplikasi 2 Kontrol Menganalisis Pengumpulan data Data yang diperoleh Pretest Posttest Pretest Posttest Pretest Posttest Pretest Posttest Skor Pretest Skor Posttest Skor Pretest Skor Posttest Skor Pretest Skor Posttest Skor Pretest Skor Posttest Instrumen yang digunakan Soal essai nomor 1,2 Soal essai nomor 3,4,5 Soal essai nomor 1,2 Soal essai nomor 3,4,5

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 3.6.2 Observasi Observasi merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan langsung dan sistematis (Nurkancana dalam Taniredja, 2011:47). Menurut Sugiyono (2011:196) observasi digunakan apabila penelitian berkaitan dengan manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan jika responden yang dijadikan subjek penelitian dalam jumlah yang tidak terlalu besar. Senada dengan pendapat Margono (2007:158-159) observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap hal-hal penting pada objek yang dijadikan penelitian. Pedoman pengamatan sebagai alat bantu dalam melakukan observasi yaitu daftar cek atau check list (Sangadji, 2010:46). 3.7 Instrumen Penelitian Instrumen adalah alat ukur yang digunakan untuk melakukan pengukuran yang digunakan sebagai pengumpulan data penelitian. Menurut Sugiyono (2013:148) instrumen penelitian merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengukur baik fenomena alam maupun sosial yang diamati dalam suatu penelitian. Instrumen penelitian digunakan dalam mengumpulkan data dengan tujuan untuk memecahkan suatu permasalahan penelitian (Sangadji, 2010:146). Penelitian ini pada mata pelajaran IPS, dengan standar kompetensi 2. menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, dan kompetensi dasar 2.4 menghargai perjuangan para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan.

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 3.7.1 Tes Instrumen penelitian dengan menggunakan teknik tes berupa soal uraian (essai) berjumlah 5 soal yang mewakili 2 tahap kognitif dalam Taksonomi Bloom. Kelima soal essai tersebut sudah siap untuk digunakan karena sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Kisi-kisi instrumen penelitian dapat dilihat pada tabel 3. Tabel 3. Kisi-Kisi Instrumen Penelitian No Variabel Aspek Indikator Mengeksekusi 1 Mengaplikasi Mengimplementasikan Membedakan 2 Menganalisis Mengorganisasi Mengatribusikan 3.7.2 Memilih sikap yang dapat dijadikan teladan dari para tokoh pejuang pada masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia Menggunakan sikap yang patut diteladani dari pahlawan pada masa mempertahankan kemerdekaan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Membedakan isi perjanjian Roem Royen dan yang bukan merupakan isi perjanjian Roem Royen Mengelompokkan peristiwa perjuangan Indonesia melalui pertempuran dan perundingan pada masa mempertahankan kemerdekaan secara runtut. Menemukan keterpaduan antara peristiwa yang dialami oleh tokoh pahlawan pada masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia. No. Soal 1 2 3 4 5 Lembar Observasi Teknik pengumpulan data melalui observasi, instrumen yang digunakan yaitu lembar pengamatan berupa daftar cek atau check list penggunaan media timeline dalam pembelajaran. Observasi dilakukan pada saat kegiatan pembelajaran mata pelajaran IPS di kelas VA dan VB SD Negeri Percobaan 3

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 Pakem. Berikut ini merupakan gambaran kisi-kisi instrumen penelitian beserta lembar pengamatan yang tersaji dalam tabel 4. Tabel 4. Lembar Observasi Penggunaan Media Timeline dalam Pembelajaran No 1 Aspek yang diamati Cara guru dalam menyampaikan pembelajaran Fokus yang diamati Ya Tidak Keterangan 1. Guru berperan dalam penggunaan media timeline pada pembelajaran IPS kelas V 2. Guru menunjukkan sikap peduli dalam menghadapi siswa 3. Guru menyampaikan cara penggunaan media timeline pada pembelajaran IPS kelas V 2 Keterlibatan siswa dalam pembelajaran 1. Siswa mengikuti seluruh proses pembelajaran 2. Siswa terlibat aktif dalam penggunaan media timeline 3 Media yang digunakan dalam pembelajaran 1. Menggunakan media timeline dengan cara yang tepat 2. Media timeline bermanfaat bagi siswa 3. Media timeline dapat digunakan dengan mudah oleh siswa 4. Media timeline membantu pemahaman siswa dalam belajar 5. Media timeline menarik perhatian siswa 6. Penggunaan media timeline sesuai dengan waktu yang ditentukan 3.8 Validitas dan Reliabilitas Alat ukur yang baik harus memenuhi dua syarat yaitu validitas dan reliabilitas (Purwanto, 2011:123). Validitas berasal dari kata validity yaitu sejauhmana ketepatan dan kecermatan suatu instrumen dalam melakukan fungsi

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 ukurnya (Azwar, 2012:173). Menurut Sangadji (2010:160) validitas menunjuk kepada sejauhmana suatu alat mampu mengukur apa yang seharusnya diukur. Penelitian ini menggunakan validitas konstruk dan validitas isi. Validitas konstruk adalah suatu alat ukut dikatakan valid apabila sesuai dengan konstruksi teoritik di mana tes tersebut dibuat. Suatu tes dikatakan memenuhi validitas konstruk apabila soal-soalnya mampu mengukur setiap aspek berpikir yang berhubungan dengan standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator yang terdapat dalam kurikulum (Surapranata, 2009:54). Menurut Purwanto (2007:134) validitas konstruk adalah pengujian validitas yang dilakukan dengan melihat kesesuaian antara konstruksi butir yang ditulis dengan kisikisinya. Peneliti mengujikan validitas konstruk dengan cara memberikan instrumen penelitian kepada dosen ahli, kepala sekolah, dan guru ahli yang disebut dengan (expert judgement), sehingga akan mendapatkan nilai berserta komentar sebagai bahan masukan atau pertimbangan apakah instrumen yang sudah disusun oleh peneliti sudah layak untuk diujikan atau masih perlu diperbaiki, yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Perangkat pembelajaran yang divalidasi melalui expert judgement yaitu silabus, RPP, LKS, bahan ajar, media pembelajaran timeline, dan instrumen penelitian. Dosen ahli menvalidasi instrumen penelitian yang dilakukan secara lisan. Kepala sekolah menvalidasi Silabus, RPP, LKS, bahan ajar, dan media pembelajaran timeline. Guru ahli yang berjumlah dua orang, menvalidasi silabus, RPP, LKS, bahan ajar, media pembelajaran timeline, dan instrumen penelitian.

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 Tabel 5. Hasil Validasi Perangkat Pembelajaran Validator 1 Silabus 4,11 RPP 4,26 LKS 3,88 Bahan ajar 4,00 Media pembelajaran timeline 3,57 Instrumen penelitian Perangkat Pembelajaran Validator 2 4,11 4,26 3,88 4,00 3,57 3,80 Validator 3 4,22 4,26 4,13 4,20 3,71 3,90 Rerata 4,14 4,26 3,96 4,06 3,61 3,85 Berdasarkan tabel 5, menunjukkan bahwa validasi perangkat pembelajaran diberikan kepada tiga ahli. Ahli yang pertama memberikan nilai rerata untuk silabus yaitu 4,11, kemudian untuk RPP yaitu 4,26, untuk LKS yaitu 3,88, untuk bahan ajar yaitu 4,00, untuk media pembelajaran timeline yaitu 3,57. Ahli yang kedua memberikan penilaian dengan hasil rerata untuk silabus yaitu 4,11, kemudian untuk RPP yaitu 4,26, untuk LKS yaitu 3,88, untuk bahan ajar yaitu 4,00, untuk media pembelajaran timeline yaitu 3,57, untuk instrumen penelitian yaitu 3,80. Ahli yang ketiga memberikan penilaian terhadap perangkat pembelajaran diantaranya, untuk silabus nilai rerata sebesar 4,22, untuk RPP yaitu 4,26, untuk LKS yaitu 4,13, untuk bahan ajar yaitu 4,20, untuk media pembelajaran timeline yaitu 3,71, untuk instrumen penelitian yaitu 3,90. Berikut ini merupakan kriteria validasi perangkat pembelajaran yang tercantum dalam tabel 6. Tabel 6. Kriteria Validasi Perangkat Pembelajaran Skor 5 4 3 2 1 Kriteria Sangat baik Baik Cukup Tidak baik Sangat tidak baik

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 Dari perhitungan rerata validasi silabus diperoleh nilai rerata yaitu 4,14 termasuk dalam kategori baik. Hasil rerata validasi RPP yaitu 4,26 termasuk dalam kategori baik. Hasil rerata validasi LKS yaitu 3,96 termasuk dalam kategori cukup. Hasil rerata validasi bahan ajar yaitu 4,06 termasuk dalam kategori baik. Hasil rerata validasi media pembelajaran timeline yaitu 3,61 termasuk dalam kategori cukup. Dari hasil validasi terhadap perangkat pembelajaran (silabus, RPP, LKS, bahan ajar, media pembelajaran timeline, instrumen penelitian), menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dirancang oleh peneliti sudah layak untuk digunakan dalam penelitian. Validitas isi menunjukkan sejauhmana aitem-aitem dalam tes dapat mencakup seluruh isi yang akan diukur menggunakan tes tersebut (Azwar, 2012:175). Validitas isi menurut Sangadji (2010:160-161) mencerminkan seperti apa isi instrumen yang dikehendaki berdasarkan pertimbangan dalam berbagai situasi yang memerlukan pemikiran cermat dan kritis terhadap isi dari butir instrumen. Pengujian validitas isi ini dilakukan dengan mengujikan instrumen soal essai kepada siswa kelas VIA dengan jumlah 33 siswa, yang terdiri dari 19 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan pada hari selasa, tanggal 10 April 2014 di SDN Percobaan 3 Pakem. Instrumen yang digunakan adalah 5 soal essai, yang terdiri dari 2 soal essai kemampuan mengaplikasi dan 3 soal essai kemampuan menganalisis. Peneliti melakukan perhitungan terhadap validitas isi menggunakan program komputer SPSS Statistics 20 for Windows. Kriteria butir instrumen menurut Priyatno (2012:101) dinyatakan valid yaitu jika nilai signifikansi < 0,05.

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 Jika nilai signifikansi > 0,05 maka item dinyatakan tidak valid. Berikut ini hasil perhitungan validitas terhadap 5 soal essai yang tersaji dalam tabel 7. Tabel 7. Hasil Uji Validitas No Variabel 1 2 3 4 5 Mengaplikasi Mengaplikasi Menganalisis Menganalisis Menganalisis Nomor Soal 1 2 3 4 5 Pearson Correlation 0,749** 0,674** 0,669** 0,847** 0,679** Sig. (2-tailed) Keputusan 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 Valid Valid Valid Valid Valid Berdasarkan tabel 7, dapat disimpulkan bahwa dari kelima soal tersebut valid. Harga sig. (2-tailed) kemampuan mengaplikasi soal nomor 1 adalah 0,000 sehingga dinyatakan valid. Harga sig. (2-tailed) kemampuan mengaplikasi soal nomor 2 adalah 0,000 sehingga dinyatakan valid. Kemudian harga sig. (2-tailed) kemampuan menganalisis soal nomor 3 adalah 0,000 sehingga dinyatakan valid. Harga sig. (2-tailed) kemampuan menganalisis soal nomor 4 adalah 0,000 sehingga dinyatakan valid. Harga sig. (2-tailed) kemampuan menganalisis soal nomor 5 adalah 0,000 sehingga dinyatakan valid. Reliabilitas berasal dari kata reliability, merupakan sejauhmana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya (Azwar, 2012:180). Menurut Sangadji (2010:163) reliabilitas menunjukkan bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data apabila instrumen sudah baik sehingga mampu mengungkapkan data yang bisa dipercaya. Hasil pengukuran dapat dipercaya apabila dalam beberapa kali pelaksanaan pengukuran terhadap kelompok subjek yang sama, akan diperoleh hasil yang relatif sama, selama aspek yang diukur dalam diri subjek memang belum berubah (Azwar, 2009:4). Uji

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan teknik Alpha Cronbach. Menurut Masidjo (2003:209) kriteria butir soal yang reliabel adalah sebagai berikut: Tabel 8. Kualifikasi Koefisien Reliabilitas Koefisien Korelasi Kualifikasi 0,91 – 1,00 0,71 – 0,90 0,41 – 0,70 0,21 – 0,40 Negatif – 0,20 Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah Berikut ini adalah hasil uji reliabilitas di SD Negeri Percobaan 3 Pakem. Tabel 9. Hasil Uji Reliabilitas Alpha Cronbach 0,771 Kualifikasi Tinggi Hasil perhitungan reliabilitas pada tabel 9, memperlihatkan bahwa nilai reliabilitasnya adalah 0,771 yang artinya instrumen penelitian tersebut memiliki reliabilitas yang tinggi (Masidjo, 2003:209). Hal tersebut menunjukkan bahwa instrumen yang dibuat sudah memenuhi kriteria valid dan reliabel, sehingga sudah layak untuk digunakan. 3.9 Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan program komputer SPSS Statistics 20 for Windows yang meliputi beberapa langkah sebagai berikut: 3.9.1 Uji Analisis Deskriptif Uji analisis deskriptif bertujuan untuk menggambarkan data yang telah diperoleh tanpa memaparkan suatu kesimpulan yang berlaku secara umum (Sugiyono, 2011:199-200). Dalam uji analisis deskriptif, data disajikan dalam

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 bentuk distribusi frekuensi yang meliputi skor rata-rata, simpangan baku, median, skor maksimum, skor minimum (Kasmadi, 2013:91-92). Berikut merupakan penjelasan dari masing-masing hasil analisis deskriptif (Suryantoro, 2009:91). Mean adalah nilai rata-rata terukur suatu data, di mana jumlah dari keseluruhan angka (bilangan) yang ada, dibagi dengan banyaknya angka (bilangan) tersebut. Median adalah nilai tengah data setelah data tersebut diurutkan dari kecil ke besar. Standar deviasi adalah nilai yang menunjukkan tingkat variasi kelompok data atau ukuran penyimpangan dari nilai rata-ratanya. 3.9.2 Uji Prasyarat Analisis Sebelum melakukan pengujian hipotesis, maka diperlukan uji prasyarat analisis terlebih dahulu. Uji prasyarat analisis meliputi uji normalitas dan uji homogenitas (Kasmadi, 2013:92). Data yang akan diolah merupakan data kemampuan mengaplikasi dan kemampuan menganalisis pada kelompok kontrol dan eksperimen. Berikut penjelasan dari uji normalitas dan uji homogenitas. 3.9.2.1 Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui bahwa sebaran data penelitian berdistribusi normal atau tidak (Kasmadi, 2013:92). Uji normalitas ini dilakukan pada seluruh data yang akan diolah untuk menentukan jenis statistik yang akan digunakan. Jika distribusi data normal, maka menggunakan uji statistik parametrik. Sedangkan jika distribusi data tidak normal, maka menggunakan uji statistik non parametrik (Siregar, 2013:153). Uji normalitas yang digunakan pada penelitian ini menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov (Priyatno, 2012:136). Kriteria pengambilan keputusan yang digunakan untuk menentukan data tersebut

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 berditribusi normal atau tidak yaitu sebagai berikut (Priyatno, 2012:136): (1) jika harga sig. (2-tailed) > 0,05, maka distribusi data normal; (2) jika harga sig. (2tailed) < 0,05, maka distribusi data tidak normal. Jika data berdistribusi normal, maka teknik analisis data selanjutnya menggunakan teknik statistik parametrik Independent Samples t-test atau Paired Samples t-test. Sedangkan jika data berdistribusi tidak normal, maka teknik analisis data selanjutnya menggunakan teknik statistik non parametrik MannWhitney atau Wilcoxon (Priyatno, 2010:93). 3.9.2.2 Uji Homogenitas Skor Pretest atau Uji Persamaan Skor Pretest Uji Homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah kemampuan awal antara kelompok kontrol dan eksperimen itu sama atau tidak. Uji homogenitas ini dilakukan dengan menganalisis skor pretest dari kelompok kontrol dan eksperimen. Jika data normal, maka uji statistik yang digunakan adalah Independent Samples t-test. Jika data tidak normal, maka uji statistik yang digunakan yaitu Mann Whitney. Analisis data menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut: : Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dan skor pretest kelompok eksperimen. Dengan kata lain, kedua kelompok tersebut memiliki kemampuan awal yang tidak sama. : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dan skor pretest kelompok eksperimen. Dengan kata lain, kedua kelompok tersebut memiliki kemampuan awal yang sama.

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut (Priyatno, 2012:23): (1) jika sig. (2-tailed) > 0,05 maka gagal ditolak dan ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain, keduanya memiliki kemampuan awal yang sama; (2) jika sig. (2-tailed) < 0,05, ditolak dan gagal ditolak. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain, keduanya memiliki kemampuan awal yang tidak sama. 3.9.3 Uji Hipotesis 3.9.3.1 Uji Kenaikan Skor Pretest ke Posttest Uji kenaikan skor pretest ke posttest digunakan untuk mengetahui apakah ada kenaikan skor antara kelompok kontrol dan eksperimen dengan membandingkan hasil skor pretest ke posttest. Uji statistik yang digunakan adalah Paired Samples t-test karena untuk menguji perbedaan rerata dari dua kelompok yang berpasangan, di mana kedua kelompok tersebut mengalami perlakuan yang berbeda (Priyatno, 2012:25). Jika data berdistribusi normal, maka uji statistik yang digunakan adalah Paired Samples t-test, sedangkan jika data berdistribusi tidak normal menggunakan uji statistik Wilcoxon. Hipotesis statistik yang digunakan adalah sebagai berikut: : Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut: (1) jika harga sig. (2-tailed) > 0,05 maka gagal ditolak dan ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol dan eksperimen. Dengan kata lain, tidak ada peningkatan yang signifikan skor pretest ke posttest pada kemampuan mengaplikasi dan kemampuan menganalisis; (2) jika harga sig. (2-tailed) < 0,05 maka ditolak dan gagal ditolak. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol dan eksperimen. Dengan kata lain, ada peningkatan yang signifikan skor pretest ke posttest pada kemampuan mengaplikasi dan kemampuan menganalisis. Untuk mengetahui persentase kenaikan skor pretest ke posttest digunakan rumus sebagai berikut: Peningkatan = 3.9.3.2 Uji Perbedaan Skor Posttest Uji beda skor posttest ini dilakukan di kelompok kontrol dan eksperimen, baik pada kemampuan mengaplikasi dan kemampuan menganalisis. Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada atau tidak perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Jika data normal, maka uji statistik yang digunakan yaitu Independent Samples t-test. Sedangkan jika data tidak normal, maka uji statistik yang digunakan yaitu Mann Whitney. Analisis data menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut: : Ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Artinya ada perbedaan kemampuan mengaplikasi

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 atas penggunaan media timeline. Ada perbedaan kemampuan menganalisis atas penggunaan media timeline. : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Artinya tidak ada perbedaan kemampuan mengaplikasi atas penggunaan media timeline. Tidak ada perbedaan kemampuan menganalisis atas penggunaan media timeline. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan pada uji perbedaan skor posttest sebagai berikut (Priyatno, 2012:23): (1) jika sig. (2-tailed) < 0,05 maka ditolak dan gagal ditolak. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain, ada perbedaan kemampuan mengaplikasi atas penggunaan media timeline. Ada perbedaan kemampuan menganalisis atas penggunaan media timeline; (2) jika sig. (2-tailed) > 0,05 maka gagal ditolak dan ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain, tidak ada perbedaan kemampuan mengaplikasi atas penggunaan media timeline. Tidak ada perbedaan kemampuan menganalisis atas penggunaan media timeline.

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini membahas mengenai hasil penelitian dan pembahasan perbedaan kemampuan mengaplikasi dan menganalisis atas penggunaan media timeline pada mata pelajaran IPS materi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Hasil penelitian akan dibahas mengenai deskripsi data penelitian, deskripsi analisis data, uji prasyarat, dan uji hipotesis. 4.1 Deskripsi Data Penelitian 4.1.1 Deskripsi Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Percobaan 3 Pakem yang terletak di Jalan Kaliurang Km 17, Sukunan, Pakembinangun, Sleman, DIY. SD ini memiliki 25 orang guru, yang terdiri dari 12 orang guru tetap dan 13 orang guru tidak tetap. Siswa yang dijadikan bahan penelitian adalah siswa kelas VA dan VB. Kelas VA sebagai kelompok eksperimen, dengan jumlah siswa 32, terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Kelas VB sebagai kelompok kontrol, dengan jumlah siswa 32, terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Sarana dan prasarana yang terdapat di sekolah tersebut diantaranya, 12 ruangan kelas yang luas dan nyaman, terdiri dari lantai atas dan bawah, setiap tingkatan kelasnya paralel A dan B dilengkapi dengan alat peraga, peralatan pembelajaran yang lengkap seperti viewer, papan tulis. Ruang kepala sekolah berada di samping ruang agama katolik dan ruang guru. Terdapat pula 1 lapangan upacara yang sekaligus menjadi lapangan olahraga yang terletak di samping ruang gamelan. 1 ruang laboratorium IPA sebagai tempat penyimpanan berbagai 47

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 peralatan percobaan dalam pembelajaran, 1 ruang UKS, 8 kamar mandi untuk guru dan siswa yang bersih, 1 ruang kantin kejujuran, 1 ruang TU, 1 ruang gamelan, 1 ruang musik, 1 ruang dapur, tempat ibadah, serta 1 tempat parkir kendaraan untuk guru maupun karyawan. 4.1.2 Deskripsi Pelaksanaan Pretest Data kemampuan mengaplikasi dan menganalisis diperoleh dari pelaksanaan pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Pelaksanaan pretest dilakukan pada mata pelajaran IPS materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Kelas yang digunakan untuk pretest adalah kelas VB/ kelompok kontrol yang berjumlah 32 siswa, terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan, dan kelas VA/kelompok eksperimen yang berjumlah 32 siswa, terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Instrumen yang digunakan untuk pretest adalah soal essai yang berjumlah 5 soal, terdiri dari 2 soal kemampuan mengaplikasi dan 3 soal kemampuan menganalisis. 4.1.2.1 Pretest Kelompok Kontrol Pengambilan data pretest ini dilaksanakan pada hari sabtu, tanggal 19 April 2014 pukul 07.00 sampai dengan pukul 08.10 WIB atau 2 jam pelajaran. Tabel 10. Pretest Kelompok Kontrol No Kelompok 1 Kontrol Variabel Mengaplikasi Menganalisis Skor Total 1408 1457 Rerata 44 45,6 Berdasarkan tabel 10, dapat diketahui bahwa skor total pretest pada kemampuan mengaplikasi kelompok kontrol adalah 1408 dan rerata sebesar 44.

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 Sedangkan untuk skor total pretest pada kemampuan menganalisis kelompok kontrol adalah 1457 dan rerata sebesar 45,6. 4.1.2.2 Pretest Kelompok Eksperimen Pengambilan data pretest ini dilaksanakan pada hari rabu, tanggal 16 April 2014 pukul 07.00 sampai dengan pukul 08.10 WIB (2 jam pelajaran). Tabel 11. Pretest Kelompok Eksperimen No Kelompok 1 Eksperimen Variabel Mengaplikasi Menganalisis Skor Total 1421 1465 Rerata 44,4 45,8 Berdasarkan tabel 11, menunjukkan bahwa skor total pretest pada kemampuan mengaplikasi kelompok eksperimen adalah 1421 dan rerata sebesar 44,4. Sedangkan skor total pretest pada kemampuan menganalisis kelompok eksperimen adalah 1465 dan rerata sebesar 45,8. 4.1.3 Deskripsi Pelaksanaan Posttest Data kemampuan mengaplikasi dan menganalisis diperoleh dari pelaksanaan posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Pelaksanaan posttest dilakukan pada mata pelajaran IPS materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Kelas yang digunakan untuk posttest adalah kelas VB/kelompok kontrol yang berjumlah 32 siswa, terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan, dan kelas VA/kelompok eksperimen yang berjumlah 32 siswa, terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Instrumen yang digunakan untuk posttest adalah soal essai yang berjumlah 5 soal, terdiri dari 2 soal kemampuan mengaplikasi dan 3 soal kemampuan menganalisis.

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 4.1.3.1 Posttest Kelompok Kontrol Pengambilan data posttest ini dilaksanakan pada hari sabtu, tanggal 3 April 2014 pukul 09.35 sampai dengan pukul 10.10 WIB. Tabel 12. Posttest Kelompok Kontrol No Kelompok 1 Kontrol Variabel Mengaplikasi Menganalisis Skor Total 1758 1894 Rerata 55 60 Berdasarkan tabel 12, dapat diketahui bahwa skor total posttest pada kemampuan mengaplikasi kelompok kontrol adalah 1758 dan rerata sebesar 55. Sedangkan untuk skor total posttest pada kemampuan menganalisis kelompok kontrol adalah 1894 dan rerata sebesar 60. 4.1.3.2 Posttest Kelompok Eksperimen Pengambilan data posttest ini dilaksanakan pada hari sabtu, tanggal 3 April 2014 pukul 07.00 sampai dengan pukul 08.10 WIB. Tabel 13. Posttest Kelompok Eksperimen No Kelompok 1 Eksperimen Variabel Mengaplikasi Menganalisis Skor Total 2557 2493 Rerata 80 78 Berdasarkan tabel 13, dapat diketahui bahwa skor total posttest pada kemampuan mengaplikasi kelompok eksperimen adalah 2557 dan rerata sebesar 80. Sedangkan untuk skor total posttest pada kemampuan menganalisis kelompok eksperimen adalah 2493 dan rerata sebesar 78.

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 4.2 Deskripsi Analisis Data Deskripsi Analisis Data Pretest 4.2.1 Pretest dilakukan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol untuk mengetahui kondisi awal sebelum diberi perlakuan. Deskripsi analisis data pretest terdiri atas data kemampuan mengaplikasi dan menganalisis. Pretest pada kemampuan mengaplikasi menggunakan 2 soal essai dan kemampuan menganalisis menggunakan 3 soal essai. Analisis data deskriptif pretest kemampuan mengaplikasi dan menganalisis dilakukan dengan menggunakan program komputer SPSS Statistics 20 for Windows. Dalam analisis data deskriptif ini dapat diketahui nilai maksimum, nilai minimun, mean, median, dan standar deviasi. Hasil analisis deskriptif skor pretest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen akan dijabarkan sebagai berikut: 4.2.1.1 Pretest Kelompok Kontrol Deskripsi analisis data pretest kelompok kontrol ini terdiri atas kemampuan mengaplikasi dan menganalisis. Hasil pretest kemampuan mengaplikasi dan menganalisis kelompok kontrol disajikan dalam tabel 14 dan tabel 15 berikut. Tabel 14. Deskripsi Data Pretest Kemampuan Mengaplikasi No 1 Kemampuan Mean Median Mengaplikasi 44,00 44,00 Std. Deviation 10,003 Min Max 25 63 Berdasarkan tabel 14, pretest kelompok kontrol kemampuan mengaplikasi diperoleh hasil dengan nilai mean sebesar 44,00, median sebesar 44,00, standar deviasi sebesar 10,003, nilai minimum sebesar 25, nilai maksimum sebesar 63.

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 Tabel 15. Deskripsi Data Pretest Kemampuan Menganalisis No 1 Kemampuan Menganalisis Mean Median 45,53 42,00 Std. Deviation 11,031 Min Max 25 67 Berdasarkan tabel 15, pretest kelompok kontrol kemampuan menganalisis diperoleh hasil dengan nilai mean sebesar 45,53, median sebesar 42,00, standar deviasi sebesar 11,031, nilai minimum sebesar 25, nilai maksimum sebesar 67. 4.2.1.2 Pretest Kelompok Eksperimen Pretest kelompok eksperimen ini terdiri dari dua kemampuan yaitu mengaplikasi dan menganalisis. Hasil analisis skor pretest kemampuan mengaplikasi dan menganalisis kelompok eksperimen disajikan dalam tabel 16 dan tabel 17 berikut. Tabel 16. Deskripsi Data Pretest Kemampuan Mengaplikasi No 1 Kemampuan Mean Median Mengaplikasi 44,41 44,00 Std. Deviation 12,342 Min Max 25 63 Berdasarkan tabel 16, pretest kemampuan mengaplikasi kelompok eksperimen menunjukkan bahwa nilai mean sebesar 44,41, median sebesar 44,00, serta standar deviasinya sebesar 12,342, nilai minimum sebesar 25, nilai maksimum sebesar 63. Tabel 17. Deskripsi Data Pretest Kemampuan Menganalisis No 1 Kemampuan Menganalisis Mean Median 45,78 46,00 Std. Deviation 11,980 Min Max 25 75 Berdasarkan tabel 17, pretest kelompok eksperimen kemampuan menganalisis diperoleh, nilai mean sebesar 45,78, median sebesar 46,00, standar deviasi sebesar 11,980, nilai minimum sebesar 25, nilai maksimum sebesar 75.

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 Deskripsi Analisis Data Posttest 4.2.2 Deskripsi analisis data posttest kelompok eksperimen ini terdiri atas kemampuan mengaplikasi dan menganalisis. Posttest dilaksanakan setelah materi pembelajaran disampaikan di kedua kelompok, baik kelompok eksperimen yang diberi perlakuan menggunakan media timeline maupun kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan menggunakan media timeline. Pada kemampuan mengaplikasi menggunakan 2 soal essai dan kemampuan menganalisis menggunakan 3 soal essai. Analisis data deskriptif posttest kelompok eksperimen kemampuan mengaplikasi dan menganalisis dilakukan menggunakan program komputer SPSS Statistics 20 for Windows. Dalam analisis data deskriptif ini akan dilihat nilai maksimum, nilai minimun, mean, median, dan standar deviasi. Hasil analisis deskriptif posttest masing-masing kelompok dijabarkan sebagai berikut. 4.2.2.1 Posttest Kelompok Kontrol Deskripsi analisis data posttest kelompok kontrol ini terdiri atas kemampuan mengaplikasi dan menganalisis. Hasil posttest kemampuan mengaplikasi dan menganalisis kelompok kontrol disajikan dalam tabel 18 dan tabel 19 berikut. Tabel 18. Deskripsi Data Posttest Kemampuan Mengaplikasi No 1 Kemampuan Mean Median Mengaplikasi 54.94 50,00 Std. Deviation 12,539 posttest kelompok Berdasarkan tabel 18, Min Max 38 75 kontrol kemampuan mengaplikasi ini diperoleh hasil dengan nilai maksimum sebesar 75, nilai

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 minimum sebesar 38, mean sebesar 54,94, median sebesar 50,00, standar deviasi sebesar 12,539. Tabel 19. Deskripsi Data Posttest Kemampuan Menganalisis No 1 Kemampuan Menganalisis Mean Median 59,19 58,00 Std. Deviation 9,613 Min Max 42 75 Berdasarkan tabel 19, posttest kelompok kontrol kemampuan menganalisis ini diperoleh hasil dengan nilai mean sebesar 59,19, median sebesar 58,00, standar deviasi sebesar 9,613, nilai minimum sebesar 42, nilai maksimum sebesar 75. 4.2.2.2 Posttest Kelompok Eksperimen Deskripsi analisis data posttest kelompok eksperimen ini terdiri atas kemampuan mengaplikasi dan menganalisis. Hasil posttest kemampuan mengaplikasi dan menganalisis kelompok kontrol disajikan dalam tabel 20 dan tabel 21 berikut. Tabel 20. Deskripsi Data Posttestt Kemampuan Mengaplikasi No 1 Kemampuan Mean Median Mengaplikasi 79,91 81,50 Std. Deviation 13,820 Min Max 50 100 Berdasarkan tabel 20, posttest kelompok eksperimen kemampuan mengaplikasi ini diperoleh hasil dengan nilai mean sebesar 79,91, median sebesar 81,50, dan standar deviasi sebesar 13,820, nilai minimum sebesar 50, nilai maksimum sebesar 100. Tabel 21. Deskripsi Data Posttest Kemampuan Menganalisis No 1 Kemampuan Menganalisis Mean Median 77,91 75,00 Std. Deviation 12,524 Min Max 50 100

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 Berdasarkan tabel 21, posttest kelompok eksperimen kemampuan menganalisis ini diperoleh hasil dengan nilai mean sebesar 79,91, median sebesar 75,00, standar deviasi sebesar 12,524, nilai minimum sebesar 50, nilai maksimum sebesar 100. 4.3 Uji Prasyarat 4.3.1 Uji Normalitas Uji Normalitas ini diujikan pada data pretest dan posttest kemampuan mengaplikasi maupun menganalisis. Uji normalitas dilakukan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Data yang diperoleh dari pretest dan posttest untuk kemampuan mengaplikasi serta menganalisis pada kelompok eksperimen dan kontrol dianalisis dengan uji normalitas menggunakan teknik KolmogorovSmirnov dengan program komputer SPSS Statistics 20 for Windows, dengan tingkat kepercayaan 95%. Uji normalitas ini digunakan untuk menentukan jenis uji statistik yang akan dilakukan dalam analisis data selanjutnya. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan pada uji normalitas adalah sebagai berikut (Priyatno, 2012:136): (1) jika harga sig. (2-tailed) > 0,05, maka distribusi data normal, sehingga menggunakan analisis statistik parametrik; (2) jika harga sig. (2tailed) < 0,05, maka distribusi data tidak normal, sehingga menggunakan analisis statistik non parametrik. Hasil uji normalitas untuk masing-masing data penelitian pretest dan posttest ke kelompok kontrol maupun eksperimen pada kemampuan mengaplikasi serta menganalisis, akan dibahas sebagai berikut.

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 4.3.1.1 Uji Normalitas Kemampuan Mengaplikasi Tabel 22. Hasil Uji Normalitas Kemampuan Mengaplikasi Variabel Rerata skor pretest kelompok kontrol Rerata skor posttest kelompok kontrol Rerata skor pretest kelompok eksperimen Rerata skor posttest kelompok eksperimen Sig 0,077 0,102 0,162 0,088 α 0,05 0,05 0,05 0,05 Keterangan Normal Normal Normal Normal Berdasarkan tabel 22, dapat diketahui bahwa harga sig. (2-tailed) kelompok kontrol baik pretest maupun posttest > 0,05, yaitu pada pretest kelompok kontrol harga sig. (2-tailed) sebesar 0,077 dan pada posttest kelompok kontrol harga sig. (2-tailed) sebesar 0,102, sehingga dapat dikatakan berdistribusi normal. Sedangkan pada kelompok eksperimen diketahui bahwa harga sig. (2tailed) baik pretest maupun posttest > 0,05, yaitu pada pretest kelompok eksperimen harga sig. (2-tailed) sebesar 0,162 dan pada posttest kelompok eksperimen harga sig. (2-tailed) sebesar 0,088, sehingga dapat dikatakan berdistribusi normal. Dari penjelasan tesebut maka dapat disimpulkan bahwa skor pretest dan posttest kemampuan mengaplikasi pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen memiliki distribusi data normal, karena kedua kelompok memiliki harga sig. (2-tailed) > 0,05. Dengan demikian analisis statistik yang akan digunakan selanjutnya adalah statistik parametrik yaitu Independent Samples t-test atau Paired Samples t-test. 4.3.1.2 Uji Normalitas Kemampuan Menganalisis Tabel 23. Hasil Uji Normalitas Kemampuan Menganalisis Variabel Rerata skor pretest kelompok kontrol Rerata skor posttest kelompok kontrol Rerata skor pretest kelompok eksperimen Rerata skor posttest kelompok eksperimen Sig 0,411 0,069 0,574 0,459 α 0,05 0,05 0,05 0,05 Keterangan Normal Normal Normal Normal

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 Berdasarkan tabel 23, menunjukkan bahwa harga sig. (2-tailed) kelompok kontrol, baik pretest maupun posttest > 0,05, yaitu pada pretest kelompok kontrol harga sig. (2-tailed) sebesar 0,411 dan pada posttest kelompok kontrol harga sig. (2-tailed) sebesar 0,069, sehingga dapat dikatakan berdistribusi normal. Sedangkan pada kelompok eksperimen diketahui bahwa harga sig. (2-tailed) baik pretest maupun posttest > 0,05, yaitu pada pretest kelompok eksperimen harga sig. (2-tailed) sebesar 0,574 dan pada posttest kelompok eksperimen harga sig. (2tailed) sebesar 0,459, sehingga dapat dikatakan berdistribusi normal. Dari penjelasan tesebut maka dapat disimpulkan bahwa pretest kemampuan menganalisis pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen berdistribusi normal, karena kedua kelompok memiliki harga sig. (2-tailed) > 0,05. Dengan demikian analisis statistik yang akan digunakan selanjutnya adalah statistik parametrik yaitu Independent Samples t-test atau Paired Samples t-test. 4.3.2 Uji Homogenitas Uji analisis yang dilakukan setelah uji normalitas adalah uji homogenitas. Uji homogenitas bertujuan untuk melihat apakah ada persamaan antara skor pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen pada kemampuan mengaplikasi maupun kemampuan menganalisis. Jika hasil analisis data sebelumnya memiliki distribusi data normal, maka analisis statistik yang digunakan adalah statistik parametrik yaitu Independent Samples t-test (Levene’s test) menggunakan program komputer SPSS Statistics 20 for Windows, dengan tingkat kepercayaan 95%. Berikut merupakan hasil uji homogenitas kemampuan mengaplikasi dan menganalisis, pada kelompok kontrol maupun eksperimen.

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 4.3.2.1 Uji Homogenitas Skor Pretest Kemampuan Mengaplikasi Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui kondisi awal antara kelompok kontrol dan eksperimen apakah ada perbedaan kemampuan atau tidak. Data yang digunakan yaitu data hasil skor pretest kelompok kontrol dan eksperimen. Analisis statistik yang digunakan adalah statistik parametrik yaitu Independent Samples t-test (Levene’s test) karena data berdistribusi normal. Hipotesis statistik yang digunakan dalam uji homogenitas sebagai berikut: : Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain, kedua kelompok tersebut memiliki kemampuan awal yang tidak sama. : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain, kedua kelompok tersebut memiliki kemampuan awal yang sama. Kriteria pengambilan keputusan dalam uji homogenitas adalah sebagai berikut: (1) jika nilai Sig. (2-tailed) > 0,05, gagal ditolak dan ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, dengan kata lain keduanya memiliki kemampuan yang sama; (2) jika nilai Sig. (2-tailed) < 0,05, ditolak dan gagal ditolak. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok kontrol dan eksperimen, dengan kata lain keduanya mempunyai kemampuan awal yang tidak sama. Setelah melakukan uji homogenitas pada kemampuan mengaplikasi, maka diperoleh data yang tersaji dalam tabel 24.

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 Tabel 24. Hasil Uji Homogenitas Pretest Kemampuan Mengaplikasi Variabel Pretest kelompok kontrol Pretest kelompok eksperimen df Sig α Keterangan 62 0,162 0,05 Tidak berbeda Dari tabel 24, diketahui bahwa nilai Sig. (2-tailed) > 0,05 yaitu 0,162, dengan df (degree of freedom) sebesar 62, maka gagal ditolak dan ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain, kedua kelompok tersebut memiliki kemampuan awal yang sama, sehingga dapat dilakukan perbandingan. 4.3.2.2 Uji Homogenitas Skor Pretest Kemampuan Menganalisis Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui kondisi awal antara kelompok kontrol dan eksperimen apakah ada perbedaan kemampuan atau tidak. Data yang digunakan yaitu data hasil skor pretest kelompok kontrol dan eksperimen. Analisis statistik yang digunakan adalah statistik parametrik yaitu Independent Samples t-test (Levene’s test) karena data berdistribusi normal. Hipotesis statistik yang digunakan dalam uji homogenitas sebagai berikut: : Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain, kedua kelompok tersebut memiliki kemampuan awal yang tidak sama. : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain, kedua kelompok tersebut memiliki kemampuan awal yang sama. Kriteria pengambilan keputusan uji homogenitas adalah sebagai berikut: (1) jika nilai Sig. (2-tailed) > 0,05, gagal ditolak dan ditolak. Artinya

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, dengan kata lain keduanya memiliki kemampuan yang sama; (2) jika nilai Sig. (2-tailed) < 0,05, ditolak dan gagal ditolak. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok kontrol dan eksperimen, dengan kata lain keduanya mempunyai kemampuan awal yang tidak sama. Setelah melakukan uji homogenitas pada kemampuan menganalisis, maka diperoleh data yang tersaji dalam tabel 25 sebagai berikut: Tabel 25. Hasil Uji Homogenitas Pretest Kemampuan Menganalisis Variabel Pretest kelompok kontrol Pretest kelompok eksperimen df Sig α Keterangan 62 0,732 0,05 Tidak berbeda Dari tabel 25, diketahui bahwa nilai Sig. (2-tailed) > 0,05 yaitu 0,732, dengan df (degree of freedom) sebesar 62, maka gagal ditolak dan ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain, kedua kelompok tersebut memiliki kemampuan awal yang sama, sehingga dapat dilakukan perbandingan. 4.4 Uji Hipotesis Setelah melakukan uji normalitas dan homogenitas, uji statistik selanjutnya adalah uji kenaikan skor pretest ke posttest dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, kemudian dilanjutkan dengan melakukan uji skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Analisis uji hipotesis ini dilakukan menggunakan program komputer SPSS Statistics 20 for Windows, dengan tingkat kepercayaan 95%.

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 4.4.1 Perbedaan Kemampuan Mengaplikasi Atas Penggunaan Media Timeline 4.4.1.1 Uji Kenaikan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mengaplikasi Uji kenaikan skor pretest ke posttest dilakukan untuk mengetahui apakah terjadi persentase kenaikan atau tidak terhadap skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen kemampuan mengaplikasi. Analisis statistik yang digunakan adalah analisis statistik parametrik Paired Samples t-test karena distribusi data normal, menggunakan program komputer SPSS Statistics 20 for Windows, dengan tingkat kepercayaan 95%. Hipotesis statistik yang digunakan adalah sebagai berikut: : Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut: (1) jika harga sig. (2-tailed) > 0,05 maka gagal ditolak dan ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol dan eksperimen. Dengan kata lain, tidak ada peningkatan yang signifikan skor pretest ke posttest; (2) jika harga sig. (2-tailed) < 0,05 maka ditolak dan gagal ditolak. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol dan eksperimen. Dengan kata lain, ada peningkatan skor pretest ke posttest.

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 Hasil analisis data pretest ke posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen kemampuan mengaplikasi dapat dilihat pada tabel 26. Tabel 26. Kenaikan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Mengaplikasi No Kelompok 1 2 Kontrol Eksperimen Test Pretest Posttest 44,00 54,94 44,41 79,91 % Peningkatan 24,86% 79,93% df Sig. 31 31 0,000 0,000 Keterangan ditolak ditolak Tabel 26, menunjukkan bahwa harga sig. (2-tailed) pada kelompok kontrol adalah 0,000 < 0,05 maka ditolak dan gagal ditolak. Hal tersebut berarti ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol. Dengan kata lain, ada kenaikan yang signifikan antara skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol kemampuan mengaplikasi. Sama halnya pada kelompok eksperimen harga sig. (2-tailed) yaitu sebesar 0,000 < 0,05 maka ditolak dan gagal ditolak. Hal tersebut menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke posttest pada kelompok eksperimen. Dengan kata lain, ada kenaikan yang signifikan antara skor pretest ke posttest pada kelompok eksperimen kemampuan mengaplikasi. Kedua kelompok tersebut yaitu kelompok kontrol dan eksperimen sama-sama mengalami peningkatan skor pretest ke posttest. Persentase kenaikan skor pretest ke posttest kemampuan mengaplikasi pada kelompok kontrol adalah 24,86%, sedangkan persentase kenaikan skor pretest ke posttest kemampuan mengaplikasi pada kelompok eksperimen adalah 79,93%, yang berarti persentase kenaikan skor pretest ke posttest lebih besar terjadi pada kelompok eksperimen. Hal tersebut menunjukkan bahwa penggunaan media timeline pada kelompok eksperimen memiliki

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 peningkatan yang lebih tinggi daripada kelas kontrol yang tidak menggunakan media timeline pada kemampuan mengaplikasi. 4.4.1.2 Uji Perbedaan Skor Posttest Kemampuan Mengaplikasi Uji perbedaan ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan atau tidak antara skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen pada kemampuan mengaplikasi. Analisis statistik yang digunakan yaitu Independent Samples t-test karena distribusi data normal, menggunakan program komputer SPSS Statistics 20 for Windows, dengan tingkat kepercayaan 95%. Analisis data menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut: : Ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Artinya ada perbedaan kemampuan mengaplikasi atas penggunaan media timeline. : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Artinya tidak ada perbedaan kemampuan mengaplikasi atas penggunaan media timeline. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut (Prayitno, 2012:23): (1) jika sig. (2-tailed) > 0,05 maka ditolak dan gagal ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain, tidak ada perbedaan kemampuan mengaplikasi atas penggunaan media timeline; (2) jika sig. (2-tailed) < 0,05 maka ditolak dan gagal ditolak. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 Dengan kata lain, ada perbedaan kemampuan mengaplikasi atas penggunaan media timeline. Berikut adalah hasil uji analisis data posttest pada kemampuan mengaplikasi kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Tabel 27. Perbedaan Skor Posttest Kemampuan Mengaplikasi Variabel Posttest kelompok kontrol Posttest kelompok eksperimen Mean 54,94 79,91 Sig df α Keterangan 0,000 62 0,05 Berbeda Tabel 27, menunjukkan bahwa rerata skor posttest kemampuan mengaplikasi pada kelompok kontrol adalah 54,94 dan rerata skor posttest pada kelompok eksperimen adalah 79,91. Dengan demikian hasil rerata posttest kelompok eksperimen lebih tinggi daripada hasil rerata posttest kelompok kontrol kemampuan mengaplikasi. Nilai df sebesar 62. Harga sig. (2-tailed) yaitu 0,000 < 0,05 maka ditolak dan gagal ditolak, yang artinya ada perbedaan antara posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hal tersebut menunjukkan bahwa ada perbedaan kemampuan mengaplikasi yang signifikan atas penggunaan media timeline. 4.4.2 Perbedaan Kemampuan Menganalisis Atas Penggunaan Media Timeline 4.4.2.1 Uji Kenaikan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Menganalisis Uji kenaikan skor pretest ke posttest dilakukan untuk mengetahui apakah terjadi persentase kenaikan atau tidak terhadap skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen kemampuan menganalisis. Analisis statistik yang digunakan adalah analisis statistik parametrik Paired Samples t-test

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 karena distribusi data normal, menggunakan program komputer SPSS Statistics 20 for Windows, dengan tingkat kepercayaan 95%. Hipotesis statistik yang digunakan adalah sebagai berikut: : Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut: (1) jika harga sig. (2-tailed) > 0,05 maka gagal ditolak dan ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol dan eksperimen. Dengan kata lain, tidak ada peningkatan yang signifikan antara skor pretest ke posttest kemampuan menganalisis. (2) jika harga sig. (2-tailed) < 0,05 maka ditolak dan gagal ditolak. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol dan eksperimen. Dengan kata lain, ada peningkatan yang signifikan antara skor pretest ke posttest kemampuan menganalisis. Hasil analisis data pretest ke posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen kemampuan menganalisis dapat dilihat pada tabel 28. Tabel 28. Kenaikan Skor Pretest ke Posttest Kemampuan Menganalisis No Kelompok 1 2 Kontrol Eksperimen Test Pretest Posttest 45,53 59,19 45,78 77,91 % Peningkatan 30,00% 70,18% df Sig. 31 31 0,000 0,000 Keterangan ditolak ditolak Tabel 28, menunjukkan bahwa harga sig. (2-tailed) pada kelompok kontrol adalah 0,000 < 0,05 maka ditolak dan gagal ditolak. Hal tersebut berarti

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol. Nilai df kelompok kontrol sebesar 31. Dengan kata lain, ada kenaikan yang signifikan antara skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol kemampuan menganalisis. Sama halnya pada kelompok eksperimen harga sig. (2-tailed) yaitu sebesar 0,000 < 0,05 maka ditolak dan gagal ditolak. Hal tersebut menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke posttest pada kelompok eksperimen. Nilai df kelompok eksperimen sebesar 31. Dengan kata lain, ada kenaikan yang signifikan antara skor pretest ke posttest pada kelompok eksperimen kemampuan menganalisis. Kedua kelompok tersebut yaitu kelompok kontrol dan eksperimen sama-sama terjadi peningkatan skor pretest ke posttest. Persentase kenaikan skor pretest ke posttest kemampuan mengaplikasi pada kelompok kontrol adalah 30,00%, sedangkan persentase kenaikan skor pretest ke posttest kemampuan mengaplikasi pada kelompok eksperimen adalah 70,18% yang berarti persentase kenaikan skor pretest ke posttest lebih besar pada kelompok eksperimen. Hal tersebut menunjukkan bahwa penggunaan media timeline pada kelompok eksperimen memiliki peningkatan yang lebih tinggi daripada kelas kontrol yang tidak menggunakan media timeline pada kemampuan menganalisis. 4.4.2.2 Uji Perbedaan Skor Posttest Kemampuan Menganalisis Uji perbedaan ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan atau tidak antara skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen pada kemampuan menganalisis. Analisis statistik yang digunakan yaitu Independent Samples t-test. Analisis data menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut:

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 : Ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Artinya ada perbedaan kemampuan menganalisis atas penggunaan media timeline. : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Artinya tidak ada perbedaan kemampuan menganalisis atas penggunaan media timeline. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut (Prayitno, 2012:23): (1) jika sig. (2-tailed) > 0,05 maka gagal ditolak dan ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain, tidak ada perbedaan kemampuan menganalisis atas penggunaan media timeline. (2) jika sig. (2-tailed) < 0,05 maka ditolak dan gagal ditolak. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain, ada perbedaan kemampuan menganalisis atas penggunaan media timeline. Berikut adalah hasil uji analisis data posttest pada kemampuan menganalisis di kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dalam tabel 29. Tabel 29. Perbedaan Skor Posttest Kemampuan Menganalisis Variabel Posttest kelompok kontrol Posttest kelompok eksperimen Mean 59,19 77,91 Sig df α Keterangan 0,000 62 0,05 Berbeda Tabel 29, menunjukkan bahwa rerata skor posttest kemampuan menganalisis pada kelompok kontrol adalah 54,19 dan rerata skor posttest pada kelompok eksperimen adalah 77,91. Dengan demikian hasil rerata skor posttest

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 kelompok eksperimen lebih tinggi daripada hasil rerata skor posttest kelompok kontrol. Nilai df adalah sebesar 62. Harga sig. (2-tailed) untuk kelompok kontrol dan eklompok eksperimen yaitu 0,000 < 0,05 maka ditolak dan gagal ditolak, yang artinya ada perbedaan antara posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hal tersebut menunjukkan bahwa ada perbedaan kemampuan menganalisis yang signifikan atas penggunaan media timeline. 4.5 Pembahasan Hasil Penelitian 4.5.1 Perbedaan Kemampuan Mengaplikasi Atas Penggunaan Media Timeline Berdasarkan hasil analisis data menggunakan program komputer SPSS Statistics 20 for Windows, diperoleh hasil bahwa semua data berdistribusi normal, dan homogen atau kemampuan awal antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen adalah sama. Selain itu, uji kenaikan skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol dan eksperimen juga mengalami peningkatan. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan kemampuan mengaplikasi atas penggunaan media timeline. Hal tersebut dibuktikan dari hasil analisis data berupa uji perbedaan skor posttest yang telah dilakukan oleh peneliti. Hasil uji perbedaan skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen yang menunjukkan bahwa rerata skor posttest kelompok kontrol sebesar 54,94 dan rerata skor posttest kelompok eksperimen sebesar 79,91, dengan demikian hasil skor posttest pada kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrol. Harga sig. (2-tailed) < 0,05 yaitu 0,000, sehingga ditolak dan gagal ditolak, artinya ada perbedaan antara posttest kelompok

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain, ada perbedaan kemampuan mengaplikasi yang signifikan atas penggunaan media timeline. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti di kelompok eksperimen, dalam proses pembelajarannya menggunakan media pembelajaran berupa media timeline yang membantu siswa dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan peristiwa-peristiwa berdasarkan urutan terjadinya secara kronologis. Selain itu, dengan media timeline siswa dapat berkreasi sesuai dengan daya kreatifitasnya sendiri seperti menambahkan gambar, warna, sehingga materi pelajaran lebih menarik, mudah dipelajari serta siswa menjadi aktif dalam mengikuti pembelajaran, serta siswa mampu mengembangkan kemampuan kognitif khususnya pada kemampuan mengaplikasi. Siswa yang menggunakan media timeline mampu menerapkan materi yang dipelajari kedalam situasi tertentu yang masih baru baginya. Siswa mampu menyelesaikan permasalahan yang diberikan guru menggunakan prosedur yang tepat. Hal tersebut menunjukkan bahwa ada perbedaan kemampuan mengaplikasi yang signifikan atas penggunaan media timeline. Sedangkan pada kelompok kontrol, guru melakukan proses pembelajaran secara konvensional. Dalam pembelajaran menggunakan metode ini, guru terlihat mendominasi, di mana siswa hanya duduk mendengarkan penjelasan materi dan mengerjakan soal latihan, sehingga kurang terlibat aktif. Pada saat pembelajaran di kelas, sebagian besar siswa kurang tertarik untuk belajar karena pada kegiatan pelajaran mereka bermain sendiri dan tidak memperhatikan penjelasan guru, serta

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 sulit untuk diatur. Hal tersebut disebabkan karena munculnya rasa bosan siswa yang tidak dilibatkan secara aktif dalam pembelajaran. 4.5.2 Perbedaan Kemampuan Menganalisis Atas Penggunaan Media Timeline Berdasarkan hasil analisis data menggunakan program komputer SPSS Statistics 20 for Windows, diperoleh hasil bahwa semua data berdistribusi normal, dan homogen atau kemampuan awal antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen adalah sama. Selain itu, uji kenaikan skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol dan eksperimen juga mengalami peningkatan. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan kemampuan menganalisis atas penggunaan media timeline. Hal tersebut dibuktikan dari hasil analisis data berupa uji perbedaan skor posttest yang telah dilakukan oleh peneliti. Hasil uji perbedaan skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen yang menunjukkan bahwa rerata skor posttest kelompok kontrol sebesar 59,19 dan rerata skor posttest kelompok eksperimen sebesar 77,91, dengan demikian rerata skor posttest kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrol. Harga sig. (2-tailed) < 0,05 yaitu 0,000, sehingga dan ditolak gagal ditolak, artinya ada perbedaan antara posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain, ada perbedaan kemampuan menganalisis yang signifikan atas penggunaan media timeline. Berdasarkan hasil observasi pembelajaran di kelompok eksperimen yang dalam proses belajar mengajarnya menggunakan media pembelajaran berupa media timeline yang membantu siswa dalam menyelesaikan permasalahan yang

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 erat kaitannya dengan kejadian-kejadian secara kronologis, serta dengan menggunakan media timeline siswa dapat menuangkan daya imajinasi akan kreatifitas mereka sendiri dalam menciptakan suatu karya seperti menambahkan gambar, warna, sehingga proses untuk mempelajari materi pembelajaran akan menjadi lebih menarik, mudah dipelajari, serta menumbuh kembangkan kemampuan menganalisis. Siswa yang menggunakan media timeline terlihat mampu dalam membedakan antara bagian yang relevan dan tidak relevan dalam beberapa hal. Siswa mampu mengorganisasi konsep ke dalam beberapa bagian. Siswa juga mampu menemukan persamaan atau kaitan antara beberapa topik. Hal tersebut menunjukkan bahwa ada perbedaan kemampuan menganalisis yang signifikan atas penggunaan media timeline. Sedangkan pada kelompok kontrol, guru melakukan proses pembelajaran secara konvensional yaitu dengan menggunakan metode ceramah. Dalam pembelajaran menggunakan metode ini, guru hanya berceramah tentang materi pelajaran, di mana siswa diminta untuk sekedar mendengarkan penjelasan guru dan mengerjakan LKS. Keterlibatan siswa pun terlihat sangat sedikit. Hal tersebut diperkuat dari hasil pengamatan peneliti, pada saat pembelajaran di kelas, sebagian besar siswa kurang tertarik untuk belajar karena mereka cenderung melakukan hal lain diluar materi pelajaran seperti, menggambar, bermain sendiri, mengganggu teman lain. Hal tersebut disebabkan karena munculnya rasa bosan siswa yang tidak dilibatkan secara aktif dalam mengikuti pembelajaran. Hasil penelitian ini relevan dengan penelitian terdahulu tentang penggunaan media timeline, seperti yang diungkapkan oleh Mityasari (2013) pada

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 penelitian yang berjudul “peningkatan hasil belajar dalam mata pelajaran IPS menggunakan media bagan garis waktu (timeline chart)”, bahwa penggunaan media bagan garis waktu dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Selanjutnya penelitian yang dilakukan oleh Mayasari (2013) meneliti tentang “penggunaan media time line chart wayang dengan penerapan metode STAD untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan selama menggunakan media time line chart wayang pada mata pelajaran IPS materi persiapan menjelang kemerdekaan. Penelitian yang lain oleh Silvani (2011) meneliti tentang “pemanfaatan media timeline video pembelajaran untuk meningkatkan proses dan hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN Gunung Jati 01 Kec. Jabung Kab. Malang”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pemanfaatan media timeline video dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa. Penelitian ini mendukung teori yang dikemukakan oleh Sadiman (2009:37) bahwa media timeline menyajikan hubungan antara peristiwa dan waktu yang disajikan dalam bagan yang menggambarkan alur kejadian suatu peristiwa secara kronologis. Sejalan menurut Obenchain (2011:186) media timeline dapat membantu siswa dalam memahami konsep-konsep yang abstrak. Hasil penelitian ini juga relevan dengan penelitian terdahulu tentang berpikir kritis seperti yang diungkapkan oleh Yustriyana dan Sudianto (2013) yang berjudul “peningkatan keterampilan berpikir kritis melalui media kliping koran dalam pembelajaran IPS di SD”, menunjukkan bahwa media kliping koran dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran IPS SD.

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 Kemudian Yanti, Suarjana & Arcana (2013) yang berjudul “pengaruh model pembelajaran course review horay terhadap kemampuan berpikir kritis mata pelajaran IPS siswa kelas V SD di Gugus V Kecamatan Kediri”, menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan kemampuan berpikir kritis antara kelompok siswa yang menggunakan model pembelajaran course review horay dengan kelompok siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPS kelas V. Selanjutnya, penelitian yang dilakukan Hartati (2010) tentang “pengembangan alat peraga gaya gesek untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa SMA”, yang menunjukkan bahwa alat peraga gaya gesek mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar. Dapat disimpulkan bahwa media timeline dapat membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis khususnya pada kemampuan mengaplikasi dan menganalisis. Media timeline menyajikan suatu urutan kejadian secara kronologis mulai dari peristiwa, tanggal, tahun, dan tempat.

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB 5 KESIMPULAN, KETERBATASAN DAN SARAN PENELITIAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap siswa kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem pada mata pelajaran IPS materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan menggunakan media timeline dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 5.1.1 Ada perbedaan kemampuan mengaplikasi atas penggunaan media timeline pada mata pelajaran IPS kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem tahun ajaran 2013/2014. Hal ini ditunjukkan berdasarkan hasil analisis statistik parametrik Independent Samples t-test pada perbandingan skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, dengan harga sig. (2-tailed) < 0,05 yaitu 0,000, sehingga ditolak dan gagal ditolak, artinya ada perbedaan yang signifikan skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. 5.1.2 Ada perbedaan kemampuan menganalisis atas penggunaan media timeline pada mata pelajaran IPS kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem tahun ajaran 2013/2014. Hal ini ditunjukkan berdasarkan hasil analisis statistik parametrik Independent Samples t-test pada perbandingan skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, dengan harga sig. (2-tailed) < 0,05 yaitu 0,000, sehingga ditolak dan 74 gagal ditolak, artinya ada

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 perbedaan yang signifikan skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. 5.2 Keterbatasan Penelitian Beberapa keterbatasan dalam penelitian ini yaitu: 5.2.1 Hasil penelitian ini hanya terbatas pada SD Negeri Percobaan 3 Pakem, sehingga tidak dapat ditarik kesimpulan secara umum terhadap SD yang lainnya. 5.2.2 Siswa masih merasa kesulitan dalam membuat timeline karena mereka hanya terbiasa untuk meringkas materi. 5.2.3 Pelaksanaan pretest antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak dilaksanakan pada hari yang sama. 5.3 Saran Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, ada beberapa saran yang peneliti sampaikan yaitu: 5.3.1 Bagi Guru Sebelum melakukan pembelajaran, sebaiknya siswa diberi penjelasan terlebih dahulu mengenai media timeline. 5.3.2 Bagi Peneliti lain Untuk penelitian selanjutnya dapat diadakan penelitian serupa yang fokus meneliti tentang kemampuan mengaplikasi dan kemampuan menganalisis dengan menggunakan media timeline sebagai treatment di SD lainnya.

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 DAFTAR PUSTAKA Anderson & Krathwohl. (2010). Kerangka Landasan Untuk: Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Angkowo & Kosasih. (2007). Optimalisasi Media Pembelajaran. Jakarta: Grasindo. Arsyad. (2010). Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Azwar. (2012). Tes Prestasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. BSNP. (2006). Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar SD/MI. Jakarta: BP. Cipta Jaya. Departemen Pendidikan Nasional. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Hamdani. (2011). Dasar-dasar Kependidikan. Bandung: Pustaka Setia. Hartati. (2010). Pengembangan Alat Peraga Gaya Gesek untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMA. Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 6. (Http://Scholar.google.co.id/). Diakses pada tanggal 7 Juni 2014. Kasmadi. (2013). Panduan Modern Penelitian Kuantitaif. Bandung: Alfabeta. Kustandi. (2011). Media Pembelajaran: Manual dan Digital. Bogor: Ghalia Indonesia. Kuswana. (2011). Taksonomi Berpikir. Bandung: Remaja Rosdakarya. Kuswana. (2012). Taksonomi Kognitif: perkembangan ragam berpikir. Bandung: Remaja Rosdakarya. Ling & Catling. (2012). Psikologi Kognitif. Jakarta: Erlangga. Mardapi. (2008). Teknik Penyusunan Instrumen Tes dan Nontes. Yogyakarta: Mitra Cendikia. Margono. (2007). Metodologi Penelitian Pendidikan: komponen MKDK. Jakarta: Rineka Cipta. Masidjo. (2003). Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius.

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 Mayasari. (2013). Penggunaan Media Time Line Chart Wayang dengan Penerapan Metode STAD untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V (Penelitian Tindakan Kelas kepada Siswa Kelas V SD N 1 Lurah Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, pada Materi Peristiwa-Peristiwa Menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia). Sumedang: Universitas Pendidikan Indonesia. ( Http://Scholar.google.co.id/). Diakses pada tanggal 7 Juni 2014. Mityasari. (2013). Penggunaan Media Bagan Garis Waktu (Time Line Chart) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran IPS Kelas V SD. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 1 No. 2. (Http://ejurnal.unesa.ac.id/indeks.php/jurnal-penelitian-pgsd/). Diakses pada tanggal 16 Oktober 2013. Munadi. (2010). Media Pembelajaran: Sebuah Pendekatan Baru. Jakarta: Gaung Persada. Muslich. (2007). KTSP Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual I. Jakarta: Bumi Aksara. Obenchain. (2011). 50 Social Studies Strategies for K-8 Classrooms (3rd edition). Boston: Pearson. Priyatno. (2012). Belajar Praktis Analisis Parametrik dan Non Parametrik dengan SPSS. Yogyakarta: Gaya Media. Purwanto. (2006). Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya. Purwanto. (2007). Instrumen Penelitian Sosial dan Pendidikan: pengembangan dan pemanfaatan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Purwanto. (2009). Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Rahardanto. (2007). Psikologi Kognitif. Jakarta: Erlangga. Rosdijati. (2010). Praktik PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan) IPS SD 5. Jakarta: Erlangga. Sadiman. (2009). Media Pendidikan: pemanfaatannya. Jakarta: Rajawali. pengertian, pengembangan, dan Sangadji. (2010). Metodologi Penelitian: pendekatan praktis dalam penelitian. Yogyakarta: Andi Offset. Santrock. (2007). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Kencana.

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 Sapriya. (2009). Pendidikan IPS: Konsep dan Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya. Silvani. (2011). Pemanfaatan Media Timeline Video Pembelajaran untuk Meningkatkan Proses dan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IV SDN Gunung Jati 01 Kec. Jabung Kab. Malang. (Http://Scholar.google.co.id/). Diakses pada tanggal 7 Juni 2014. Siregar. (2013). Statistik Parametrik untuk Penelitian Kuantitatif: dilengkapi dengan perhitungan manual dan aplikasi SPSS versi 17. Jakarta: Bumi Aksara. Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta. Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta. Sukardi. (2008). Evaluasi Pendidikan Prinsip dan Operasionalnya. Jakarta: Bumi Aksara. Sukiman. (2012). Pengembangan Media Pembelajaran. Yogyakarta: Pedagogia. Supraptiknya. (2012). Penilaian Hasil Belajar dengan Teknik Nontes. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Surapranata. (2004). Analisis, Validitas, Reliabilitas, dan Interpretasi Hasil Tes: Implementasi Kurikulum 2004. Bandung: Remaja Rosdakarya. Suryantoro. (2009). Step by Step SPSS 16 Analisis Data Statistik. Yogyakarta: Andi Offset. Suwandi. (2010). Model Assesmen dalam Pembelajaran. Surakarta: Yuma Pustaka. Trianto. (2010). Model Pembelajaran Terpadu: Konsep, Strategi, dan Implementasinya dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Bumi Aksara. Taniredja. (2012). Penelitian Kuantitatif (Sebuah Pengantar). Bandung: Alfabeta. Wahyudin & Agustin. (2011). Penilaian Perkembangan Anak Usia Dini: Panduan untuk Guru, Tutor, Fasilitator, dan Pengelola Pendidikan Anak Usia Dini. Bandung: Refika Aditama.

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 Winkell. (2007). Psikologi Pengajaran. Yogyakarta: Media Abadi. Yanti, Suarjana, & Arcana. (2013). Pengaruh Model Pembelajaran Course Review Horay terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Mata Pelajaran IPS Siswa Kelas V SD di Gugus V Kecamatan Kediri. MIMBAR PGSD, Vol. 1. (Http://Scholar.google.co.id/). Diakses pada tanggal 9 Juni 2014. Yustriyana & Sudianto. (2013). Peningkatan keterampilan berpikir kritis melalui media kliping koran dalam pembelajaran IPS di SD. (Http://Scholar.google.co.id/). Diakses pada tanggal 11 Juni 2014. Zuber. (2012). Aktif Belajar IPS Kelas V SD. Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 LAMPIRAN

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 Lampiran 1. Silabus Kelompok Eksperimen

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 Lampiran 2. RPP Kelompok Eksperimen

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 Lampiran 3. LKS Kelompok Eksperimen

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 Lampiran 4. Silabus Kelompok Kontrol

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 Lampiran 5. RPP Kelompok Kontrol

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 Lampiran 6. LKS Kelompok Kontrol

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 Lampiran 7. Materi Ajar IPS Kelas V SD Menurut Zuber (2012:179-190) perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dibagi menjadi dua yaitu perjuangan di medan pertempuran dan perjuangan melalui perundingan. Perjuangan para tokoh di medan pertempuran diantaranya: 1. Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Pada tanggal 20 Oktober 1945 pasukan Sekutu tiba di Semarang di bawah pimpinan Brigadir Jenderal Bethel. Pada tanggal 25 Oktober 1945, pasukan Sekutu tiba di Surabaya di bawah pimpinan Brigadir Jenderal A.WS. Mallaby. Pada tanggal 27 sampai 29 Oktober 1945, terjadilah pertempuran antara rakyat. Pada tanggal 10 November 1945, terjadi pertempuran yang besar antara arek-arek Surabaya dengan tentara Sekutu. Pada tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan. 2. Pertempuran Ambarawa Pertempuran ini dilatarbelakangi oleh kedatangan tentara Sekutu di Semarang. Pada tanggal 20 November sampai 15 Desember 1945 di Ambarawa. Pada tanggal 15 Desember 1945, tentara Sekutu berhasil dipukul mundur ke Semarang. Untuk memperingati kejadian tersebut, maka pada tiap tanggal 15 Desember 1945 diperingati sebagai Hari Infantri. 3. Bandung Lautan Api. Pada bulan Oktober 1945, tentara Sekutu tiba di Kota Bandung yang diboncengi oleh NICA yang menduduki tempat-tempat penting di Kota Bandung. Pada tanggal 21 November 1945, tentara Sekutu mengeluarkan ultimatum kepada

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 pejuang Bandung, namun para pejuang tidak menghiraukan ultimatum tersebut. Pada tanggal 23 Maret 1946, Sekutu mengeluarkan ultimatum yang kedua, berisi tentang perintah agar Bandung bagian selatan dikosongkan dari para pejuang. Pada tanggal 23 Maret 1946, para pejuang membakar gedung-gedung di Bandung. 4. Pertempuran Medan Area. Pada tanggal 13 Oktober 1945, pasukan Sekutu yang dipimpin oleh T.E.D. Kelly tiba di Medan dan diboncengi oleh NICA. Setelah itu, Sekutu menduduki secara paksa terhadap beberapa gedung di Kota Medan. Seorang anggota NICA menginjak-injak bendera Merah Putih yang berada di hotel tersebut. Setelah mengetahui peristiwa tersebut, maka para pemuda TRI langsung mengepung hotel tersebut. Pertempuran meluas hingga ke Pematang Siantar dan Brastagi. Pada bulan Desember 1945, Sekutu menetapkan batas-batas wilayah kekuasaan mereka. Daerah tersebut dikenal dengan nama Medan Area. Maka dari itu, pertempuran tersebut bernama Pertempuran Medan Area. Pertempuran terus berlanjut hingga pada bulan November 1946 Sekutu meninggalkan Medan. Setelah itu, pasukan Indonesia berhadapan dengan Belanda terjadinya Agresi Militer Belanda I pada bulan Juli 1947. Selain melalui jalur pertempuran, perjuangan Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan juga melalui perundingan, yaitu: 1. Perjanjian Linggajati. Perjanjian Linggajati diadakan pada tanggal 10 November 1946 yang berlangsung di Linggajati yaitu sebuah daerah di sebelah selatan Kota Cirebon, Jawa Barat. Dalam perundingan tersebut, Indonesia dipimpin oleh Perdana

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 Menteri Sutan Syahrir, sedangkan pihak Belanda dipimpin oleh Van Mook. Pada tanggal 15 November 1946, hasil perundingan tersebut diumumkan. Pada tanggal 25 Maret 1947, isi perjanjian Linggajati baru disahkan secara resmi oleh kedua belah pihak. Isi dari perjanjian tersebut diantaranya, a). Belanda hanya mengakui kekuasaan Republik Indonesia atas Jawa, Madura, dan Sumatera, b). Republik Indonesia dan Belanda akan bersama-sama membentuk Negara Indonesia Serikat yang terdiri atas Negara Republik Indonesia, Negara Indonesia Timur, dan Negara Kalimantan, c). Negara Indonesia Serikat akan bekerjasama dengan Belanda dalam bentuk Uni Indonesia-Belanda. 2. Agresi Militer Belanda I. Pada masa ini, masih sering terjadi tembak menembak di garis demarkasi. Garis demarkasi adalah garis batas wilayah yang dikuasai Indonesia dan garis batas wilayah yang dikuasai Belanda. Kedua belah pihak pada akhirnya saling menuduh telah melanggar garis demarkasi sehingga membuat hubungan Indonesia dan Belanda menjadi semakin tegang. Pada tanggal 21 Juli 1947, Belanda melakukan serangan secara besar-besaran ke wilayah RI, yang dikenal dengan Agresi Militer Belanda I. Belanda berhasil menguasai sebagian wilayah di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Timur, Sumatera Selatan. Peristiwa ini mendapat kecaman dari Dewan Keamanan (DK) PBB dan beberapa negara tetangga juga melakukan aksi yang sama. India dan Australia mengusulkan supaya diadakan sidang untuk membicarakan masalah tersebut. Pada tanggal 4 Agustus 1947, Belanda mengumumkan penghentian tembak-menembak antara kedua belah pihak.

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 3. Perjanjian Renville. Dewan Keamanan PBB membentuk suatu badan khusus yang disebut dengan Komisi Tiga Negara (KTN), yang terdiri dari, a). Australia (dipilih oleh Indonesia) diwakili oleh Richard Kirby, b). Belgia (dipilih oleh Belanda) diwakili oleh Paul Van Zeeland, c). Amerika Serikat (dipilih oleh Australia dan Belgia) diwakili oleh Frank Graham. Melalui KTN, Indonesia dan Belanda kembali melakukan perundingan. Pada tanggal 17 Januari 1948, RI dan Belanda menandatangani perjanjian. Isi perjanjian tersebut diantaranya, a). wilayah RI hanya mencakup sebagian wilayah Jawa Tengah, sebagian kecil Jawa Timur, Banten, dan Sumatera. Sumatera Timur dan Sumatera Selatan jatuh ke tangan Belanda, b). pasukan RI ditarik mundur dari daerah-daerah yang dikuasai oleh Belanda. Mereka dipindahkan ke wilayah yang masih dikuasai RI, c). Belanda tetap berdaulat atas seluruh wilayah Indonesia sampai diserahkan pada Republik Indonesia Serikat (RIS) ang segera dibentuk, d). RIS mempunyai kedudukan sejajar dengan negara Belanda dalam UNI Indonesia-Belanda. 4. Agresi Militer Belanda II. Pada tanggal 19 Desember 1948, Belanda melancarkan serangan ke wilayah RI yang disebut dengan Agresi Militer Belanda II. Sejak Agresi Militer Belanda I, pada tanggal 4 Januari 1946, ibukota RI pindah dari Jakarta ke Yogyakarta. Presiden, wakil presiden, dan pejabat tinggi pemerintahan ditawan dan diasingkan ke luar Jawa. Agresi Militer Belanda II ini dihadapi oleh Angkatan Perang RI dengan taktik perang gerilya yang dipimpin oleh Panglima Besar Jenderal Sudirman. Agresi Militer Belanda II mendapat kecaman dari berbagai negara asia

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 seperti, India, Myanmar, dan Afghanistan segera mengadakan Konferensi Asia di New Delhi, India pada bulan Desember 1949. 5. Serangan Umum 1 Maret 1949. Pada saat Belanda berhasil menguasai Kota Yogyakarta, TNI berhasil keluar dari kota untuk melakukan perang gerilya. Pada tanggal 1 Maret 1949, TNI melakukan serangan umum atas tentara Belanda yang menduduki Kota Yogyakarta, dan dikenal dengan Serangan Umum 1 Maret. Serangan ini dipimpin oleh Letnan Kolonel Suharto (mantan presiden kedua Indonesia). 6. Perjanjian Roem-Royen. UNCI berhasil mempertemukan Indonesia dan Belanda di meja perundingan yang dilaksanakan pada tanggal 7 Mei 1949. Pihak Indonesia dipimpin oleh Mr. Moh. Roem, dengan anggota yang terdiri dari Drs. Mohammad Hatta dan Sri Sultan Hamengku Buwana IX. Pihak Belanda dipimpin oleh Dr. Van Royen. Hasil perundingan tersebut diantaranya, a). pasukan Belanda akan ditarik dari Yogyakarta, b). Belanda menghentikan agresi militernya dan membebaskan semua tahanan politik, c). Belanda menyetujui Republik Indonesia sebagai bagian dari Negara Indonesia Serikat, d). RI akan turut serta dalam KMB (Konferensi Meja Bundar). 7. Konferensi Meja Bundar. Pada tanggal 23 Agustus sampai 2 November 1949, diadakan Konferensi Meja Bundar yang berlangsung di Den Haag, Belanda. Delegasi RI dipimpin oleh Drs. Mohammad Hatta, delegasi BFO dipimpin oleh Sultan Hamid II, dan delegasi Belanda Konferensi itu disebut Konferensi Inter-Indonesia. Hasil

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 konferensi adalah RI dan BFO sepakat untuk mendirikan RIS, sehingga RI dan BFO siap menghadapi Belanda di KMB. Hasil KMB adalah, a). Belanda mengakui RIS sebagai negara yang merdeka dan berdaulat. Belanda akan menyerahkan kedaulatan kepada RIS pada bulan Desember 1949, b). RIS dan Belanda akan tergabung dalam Uni Indonesia-Belanda. Dalam UNI ini, RIS dan Belanda akan bekerjasama. Kedudukan RIS dan Kerajaan Belanda sejajar. 8. Pembentukan RIS dan pengakuan kedaulatan. Hasil KMB disahkan oleh KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat). Pada tanggal 16 Desember 1949, Ir. Sukarno terpilih sebagai Presiden RIS dan Drs. Mohammad Hatta diangkat sebagai Perdana Menteri RIS. Setelah Ir. Sukarno dilantik sebagai Presiden RIS dan Drs. Mohammad Hatta terpilih sebagai Perdana Menteri RIS. Setelah Ir. Sukarno dilantik menjadi Presiden RIS, Mr. Asaat ditunjuk sebagai pemangku jabatan Presiden RI. RIS terdiri atas negara-negara bagian yaitu Negara Indonesia Timur, Negara Pasundan, Negara Jawa Timur, Negara Sumatera Timur, dan Negara Sumatera Selatan. Pada bulan Desember 1949, dalam KMB ditetapkan bahwa Belanda mengakui kedaulatan RIS, Pada tanggal 27 Desember 1949, diadakan upacara pengakuan kedaulatan dari pemerintah Belanda kepada pemerintah RIS. Pihak Indonesia diwakili oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan pihak Belanda diwakili oleh A.H.J. Lovink. Pada tanggal 27 Desember 1949, Belanda mengakui kedaulatan Indonesia secara resmi. Perjuangan di medan pertempuran maupun melalui perundingan, keduanya sama penting dan keberhasilan bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan. sangat menentukan

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 Lampiran 8. Validitas (Media Timeline, RPP, dan Soal Essai) a. Validitas Media Timeline oleh Kepala Sekolah

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125 b. Validitas Media Timeline oleh guru ahli (1)

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126 c. Validitas Media Timeline oleh guru ahli (2)

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127 a. Validitas RPP oleh Kepala Sekolah

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130 b. Validitas RPP oleh Guru Ahli (1)

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133 c. Validitas RPP oleh Guru Ahli (2)

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136 a. Validitas Instrumen Penelitian oleh guru ahli (1)

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 137

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 138 b. Validitas Instrumen Penelitian oleh guru ahli (2)

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 139

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 140 Lampiran 10. Hasil Uji Validitas Instrumen (Kemampuan Mengaplikasi dan Kemampuan Menganalisis) Correlations Total Pearson Correlation Total Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Item_7 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Item_8 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Item_9 1 Sig. (2-tailed) N Item_6 Item_6 Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Item_10 Sig. (2-tailed) N .749 Item_7 ** .674 Item_8 ** .669 Item_9 ** .847 Item_10 ** .679 ** .000 .000 .000 .000 .000 33 33 33 33 33 33 ** 1 .291 .324 .101 .066 .000 .014 33 33 33 * .264 .004 .023 .138 33 33 33 33 ** 1 .393 * .180 .024 .317 33 33 33 * 1 .749 .000 33 33 33 ** .291 1 .000 .101 33 33 ** .324 .000 .066 .004 33 33 33 .674 .669 .847 ** .696 ** .492 .394 * .492 ** .393 .696 ** .394 .000 .000 .023 .024 33 33 33 33 * .264 .180 .000 .014 .138 .317 .000 33 33 33 33 33 .679 ** .425 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). .425 .586 * ** .000 33 33 ** 1 .586 33

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 141 Lampiran 11. Hasil Uji Reliabilitas Instrumen (Kemampuan Mengaplikasi dan Kemampuan Menganalisis) Case Processing Summary Valid Cases Excluded Total a N % 33 100.0 0 .0 33 100.0 Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .771 5

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 142 Lampiran 12. Instrumen Penelitian (Soal Essai) PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA Mrican, Tromol Pos 29 Yogyakarta 55002, Telp. (0274) 513301, 515352; Fax. (0274) 56283 Hompage: http://www.usd.ac.id Petunjuk pengerjaan: a. Bacalah setiap soal dengan teliti! b. Gunakan tulisan yang rapi dan bahasa Indonesia yang tepat dan benar! c. Kembalikan soal dan jawaban dalam keadaan bersih dan tidak terlipat! 1. Sebutkan 4 sikap yang mencerminkan rasa menghargai perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia! ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... 2. Sebutkan 4 tindakan yang kamu lakukan di sekolah sebagai wujud menghargai semangat pantang menyerah dari para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia! ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... 3. Berikut ini merupakan isi dari perjanjian yang terjadi pada masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia. a. Pasukan Belanda akan ditarik dari Yogyakarta. b. Belanda tetap berdaulat atas seluruh wilayah Indonesia sampai diserahkan pada RIS yang segera dibentuk. c. Belanda menghentikan agresi militernya dan membebaskan semua tahanan politik. d. Belanda menyetujui Republik Indonesia sebagai bagian dari Negara Indonesia Serikat. e. Pasukan RI ditarik mundur dari daerah-daerah yang dikuasai oleh Belanda. f. RI akan turut serta dalam Konferensi Meja Bundar. Berdasarkan pernyataan di atas, pilihlah 4 pernyataan yang termasuk dalam isi perjanjian Roem Royen! ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... 4. Berikut ini merupakan peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. a. Pembentukan RIS b. Perjanjian Renville c. Pertempuran Ambarawa

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 143 d. e. f. g. h. i. j. k. l. Perundingan Linggajati Perjanjian Roem Royen Bandung Lautan Api Pertempuran Medan Area Agresi Militer Belanda I Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya Serangan Umum 1 Maret 1949 Agresi Militer Belanda II Konferensi Meja Bundar Berdasarkan beberapa peristiwa di atas, manakah yang termasuk peristiwa perjuangan kemerdekaan Indonesia melalui pertempuran dan perundingan? Jawablah dalam tabel berikut! No Perjuangan Melalui Pertempuran Perjuangan Melalui Perundingan 5. Berikut ini merupakan para tokoh yang berjuang pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. a. Mr. Moh. Roem merupakan tokoh pejuang pada masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Beliau menjadi pemimpin dari pihak Indonesia dalam perjanjian Roem-Royen. Perundingan Roem-Royen dilaksanakan pada tanggal 7 Mei 1949. b. Drs. Mohammad Hatta merupakan tokoh pejuang pada masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Beliau menjadi pemimpin dari pihak Indonesia dalam Konferensi Meja Bundar. Konferensi tersebut dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus sampai 2 November 1949. Sebutkan 4 persamaan dari kedua pernyataan tersebut! ............................................................................................................................... ............................................................................................................................... ...............................................................................................................................

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 144 Lampiran Kunci Jawaban Soal Essai 1). Jawaban soal nomor 1: 1. 2. 3. 4. Rela berkorban Pantang menyerah Cinta tanah air Bertanggung jawab 2). Jawaban nomor 2: 1. 2. 3. 4. Rajin belajar dan aktif bertanya di sekolah Mengikuti upacara bendera di sekolah Tekun melaksanakan kegiatan di sekolah Patuh terhadap peraturan di sekolah 3). Jawaban nomor 3: 1. Pasukan Belanda akan ditarik dari Yogyakarta. 2. Belanda menghentikan agresi militernya dan membebaskan semua tahanan politik. 3. Belanda menyetujui Republik Indonesia sebagai bagian dari Negara Indonesia Serikat. 4. RI akan turut serta dalam KMB (Konferensi Meja Bundar) 4). Jawaban nomor 4: No 1 2 3 4 5 6 7 Perjuangan Melalui Pertempuran Pertempuran Ambarawa Bandung Lautan Api Pertempuran Medan Area Agresi Militer Belanda I Pertempuran 10 November di Surabaya Serangan Umum 1 Maret 1949 Agresi Militer Belanda II Perjuangan Melalui Perundingan Pembentukan RIS Perjanjian Renville Perundingan Linggajati Perjanjian Roem Royen Konferensi Meja Bundar 5). Jawaban nomor 5: 1. Sama-sama perjuangan melalui perundingan. 2. Sama-sama terjadi pada tahun 1949. 3. Sama-sama menjelaskan pemimpin perundingan dari pihak Indonesia. 4. Sama-sama berjuang pada masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 145 Lampiran 13. Tabulasi Nilai Pretest dan Posttest Siswa a. Pretest Kelompok Kontrol Jumlah Rerata 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 1 2 1 2 2 3 1 2 3 1 2 1 3 1 2 2 2 1 3 1 2 1 2 1 1 2 2 3 2 1 2 2 2 2 2 1 1 2 1 2 2 1 1 3 1 2 3 1 1 2 1 2 2 3 2 1 2 2 2 1 1 3 1 2 3 4 3 3 3 5 2 4 5 2 3 4 4 3 5 3 3 3 4 3 4 4 4 2 3 4 4 4 3 4 3 4 1.5 2 1.5 1.5 1.5 2.5 1 2 2.5 1 1.5 2 2 1.5 2.5 1.5 1.5 1.5 2 1.5 2 2 2 1 1.5 2 2 2 1.5 2 1.5 2 3 4 5 Rerata 2 Jumlah 1 Menganalisis No. Resp. No. Resp. Mengaplikasi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 2 1 2 2 3 1 1 2 1 1 1 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 1 3 2 2 2 3 2 2 2 4 2 1 2 1 3 2 2 2 1 1 1 3 1 1 1 1 2 1 2 3 2 2 1 2 1 3 2 2 3 3 3 2 2 2 1 3 1 2 1 1 3 2 1 1 2 1 2 2 2 2 1 1 3 2 3 2 1 2 1 2 1 3 2 2 1 5 4 6 6 7 4 4 6 4 3 5 5 4 5 5 6 4 4 6 7 6 5 7 4 7 5 7 6 8 7 8 5 1.7 1.3 2.0 2.0 2.3 1.3 1.3 2.0 1.3 1.0 1.7 1.7 1.3 1.7 1.7 2.0 1.3 1.3 2.0 2.3 2.0 1.7 2.3 1.3 2.3 1.7 2.3 2.0 2.7 2.3 2.7 1.7

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 146 b. Posttest Kelompok Kontrol Jumlah Rerata 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 2 2 2 2 3 4 2 1 2 1 2 1 2 2 3 3 2 2 2 2 4 1 4 2 3 1 2 3 4 1 3 2 2 2 2 2 2 2 2 3 1 2 1 3 2 1 2 1 3 1 2 2 2 2 1 1 1 2 4 2 2 2 2 2 4 4 4 4 5 6 4 4 3 3 3 4 4 3 5 4 5 3 4 4 6 3 5 3 4 3 6 5 6 3 5 4 2 2 2 2 2.5 3 2 2 1.5 1.5 1.5 2 2 1.5 2.5 2 2.5 1.5 2 2 3 1.5 2.5 1.5 2 1.5 3 2.5 3 1.5 2.5 2 3 4 5 Rerata 2 Jumlah 1 Menganalisis No. Resp. No. Resp. Mengaplikasi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 3 3 1 2 3 3 2 2 3 1 1 4 1 3 2 3 3 1 3 2 3 1 2 1 4 2 3 3 3 3 3 4 2 3 3 2 3 4 3 3 1 2 2 2 3 2 3 2 3 2 2 3 2 3 2 3 2 2 2 2 3 3 1 2 1 2 2 1 2 1 2 4 2 3 2 1 2 3 2 3 2 3 1 3 1 4 3 2 3 3 1 3 2 3 4 1 6 8 6 5 8 8 7 9 6 6 5 7 6 8 7 8 8 6 6 8 6 8 7 6 9 7 6 8 8 9 8 7 2.0 2.7 2.0 1.7 2.7 2.7 2.3 3.0 2.0 2.0 1.7 2.3 2.0 2.7 2.3 2.7 2.7 2.0 2.0 2.7 2.0 2.7 2.3 2.0 3.0 2.3 2.0 2.7 2.7 3.0 2.7 2.3

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 147 c. Pretest Kelompok Eksperimen Jumlah Rerata 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 2 2 1 2 2 1 2 3 2 1 1 2 2 2 2 2 3 1 1 3 2 1 3 1 2 1 1 2 3 2 2 2 1 2 1 2 2 2 1 2 2 3 2 3 1 2 2 1 2 1 2 2 2 2 1 3 2 1 2 2 1 1 1 2 3 4 2 4 4 3 3 5 4 4 3 5 3 4 4 3 5 2 3 5 4 3 4 4 4 2 3 4 4 3 3 4 1.5 2 1 2 2 1.5 1.5 2.5 2 2 1.5 2.5 1.5 2 2 1.5 2.5 1 1.5 2.5 2 1.5 2 2 2 1 1.5 2 2 1.5 1.5 2 3 4 5 Rerata 2 Jumlah 1 Menganalisis No. Resp. No. Resp. Mengaplikasi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 1 2 2 2 2 3 1 4 1 2 1 1 1 2 1 2 2 3 2 1 3 3 1 4 3 2 1 1 2 1 3 1 2 2 1 2 1 2 1 3 1 1 2 1 3 1 2 2 2 3 1 2 2 3 1 2 1 2 3 1 2 2 1 3 1 2 1 3 1 2 1 2 2 2 3 1 3 2 1 2 1 1 2 2 2 1 3 2 2 2 1 2 2 1 2 2 4 6 4 7 4 7 3 9 4 5 6 3 7 5 4 6 5 7 5 5 7 7 5 8 6 6 5 4 6 4 6 6 1.3 2.0 1.3 2.3 1.3 2.3 1.0 3.0 1.3 1.7 2.0 1.0 2.3 1.7 1.3 2.0 1.7 2.3 1.7 1.7 2.3 2.3 1.7 2.7 2.0 2.0 1.7 1.3 2.0 1.3 2.0 2.0

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 148 d. Posttest Kelompok Eksperimen Jumlah Rerata 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 4 3 2 3 3 3 4 3 4 4 4 4 2 4 2 3 4 3 3 2 2 4 2 1 3 4 4 3 4 3 4 3 3 4 2 3 3 1 2 4 3 4 3 3 4 2 3 4 3 3 3 3 4 3 4 3 4 4 3 4 4 3 4 3 7 7 4 6 6 4 6 7 7 8 7 7 6 6 5 7 7 6 6 5 6 7 6 4 7 8 7 7 8 6 8 6 3.5 3.5 2 3 3 2 3 3.5 3.5 4 3.5 3.5 3 3 2.5 3.5 3.5 3 3 2.5 3 3.5 3 2 3.5 4 3.5 3.5 4 3 4 3 3 4 5 Rerata 2 Jumlah 1 Menganalisis No. Resp. No. Resp. Mengaplikasi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 3 4 1 3 3 2 3 4 2 3 3 3 2 2 4 3 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3 3 2 4 1 4 3 4 4 3 4 2 2 1 4 4 2 4 4 3 3 4 4 2 4 2 4 4 4 2 2 4 2 4 4 4 4 4 2 2 3 2 4 2 3 4 2 3 3 4 3 4 3 3 1 2 2 4 3 3 2 4 4 3 4 3 3 4 3 3 4 9 11 6 11 7 7 8 10 9 8 11 10 9 8 11 8 7 10 9 11 11 10 10 9 11 9 10 9 12 8 11 9 3.0 3.7 2.0 3.7 2.3 2.3 2.7 3.3 3.0 2.7 3.7 3.3 3.0 2.7 3.7 2.7 2.3 3.3 3.0 3.7 3.7 3.3 3.3 3.0 3.7 3.0 3.3 3.0 4.0 2.7 3.7 3.0

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 149 Lampiran 14. Hasil Analisis Dengan SPSS 20 Hasil Uji Analisis Data Deskriptif a. Deskripsi analisis data Pretest dan Posttest Kelompok Kontrol Statistics Pretest_Kontrol_Mengaplikasi Valid 32 N Missing 0 Mean 44.00 Median 44.00 a Mode 38 Std. Deviation 10.003 Minimum 25 Maximum 63 Statistics Pretest_Kontrol_Menganalisis Valid 32 N Missing 0 Mean 45.53 Median 42.00 a Mode 33 Std. Deviation 11.031 Minimum 25 Maximum 67 Statistics Posttest_Kontrol_Mengaplikasi Valid 32 N Missing 0 Mean 54.94 Median 50.00 Mode 50 Std. Deviation 12.539 Minimum 38 Maximum 75 Statistics Posttest_Kontrol_Menganalisis Valid 32 N Missing 0 Mean 59.19 Median 58.00 Mode 67 Std. Deviation 9.613 Minimum 42 Maximum 75

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 150 b. Deskripsi analisis data Pretest dan Posttest Kelompok Eksperimen Statistics Pretest_Eksperimen_Mengaplikasi N Valid Missing Mean Median Mode Std. Deviation Minimum Maximum 32 0 44.41 44.00 38 12.342 25 63 Statistics Pretest_Eksperimen_Menganalisis N Valid Missing Mean Median Mode Std. Deviation Minimum Maximum 32 0 45.78 46.00 50 11.980 25 75 Statistics Posttest_Eksperimen_Mengaplikasi N Valid Missing Mean Median Mode Std. Deviation Minimum Maximum 32 0 79.91 81.50 88 13.820 50 100 Statistics Posttest_Eksperimen_Menganalisis N Valid Missing Mean Median Mode Std. Deviation Minimum Maximum 32 0 77.91 75.00 a 75 12.524 50 100

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 151 Hasil Uji Normalitas a. Hasil Uji Normalitas Kelompok Kontrol One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Pretest_Kontrol _Mengaplikasi N 32 Normal Parameters a,b Mean Std. Deviation Most Extreme Differences 44.00 10.003 Absolute .226 Positive .226 Negative -.226 Kolmogorov-Smirnov Z 1.277 Asymp. Sig. (2-tailed) .077 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Posttest_Kontrol _Mengaplikasi N 32 Mean Normal Parameters 54.94 a,b Std. Deviation Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. 12.539 Absolute .216 Positive .216 Negative -.177 1.220 .102

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 152 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test PretestKontrol Menganalisis N 32 Mean Normal Parameters 45.53 a,b Std. Deviation Most Extreme Differences 11.031 Absolute .157 Positive .157 Negative -.126 Kolmogorov-Smirnov Z .887 Asymp. Sig. (2-tailed) .411 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Posttest_Kontrol_ Menganalisis N Normal Parameters 32 Mean 59.19 Std. Deviation 9.613 a,b Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. Absolute .229 Positive .205 Negative -.229 1.297 .069

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 153 b. Hasil Uji Normalitas Kelompok Eksperimen One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test PretestEksperimen Mengaplikasi N 32 Mean Normal Parameters 44.41 a,b Std. Deviation Most Extreme Differences 12.342 Absolute .198 Positive .198 Negative -.175 Kolmogorov-Smirnov Z 1.121 Asymp. Sig. (2-tailed) .162 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Posttest_Eksperime n_Mengaplikasi N 32 Mean Normal Parameters 79.91 a,b Std. Deviation Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. 13.820 Absolute .221 Positive .154 Negative -.221 1.250 .088

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 154 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Pretest_Eksperimen _Menganalisis N 32 Mean Normal Parameters 45.78 a,b Std. Deviation Most Extreme Differences 11.980 Absolute .138 Positive .138 Negative -.138 Kolmogorov-Smirnov Z .782 Asymp. Sig. (2-tailed) .574 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Posttest_Eksperimen_ Menganalisi N 32 Mean Normal Parameters 77.91 a,b Std. Deviation Most Extreme Differences 12.524 Absolute .151 Positive .123 Negative -.151 Kolmogorov-Smirnov Z .854 Asymp. Sig. (2-tailed) .459 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 155 Lampiran Hasil SPSS Uji Homogenitas a. Kemampuan Mengaplikasi Kelompok Pretest_Mengaplikasi Group Statistics N Mean 0 1 32 32 Std. Deviation 44.00 44.41 Std. Error Mean 1.768 2.182 10.003 12.342 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances F Pretest_ Mengaplikasi Equal variances assumed Equal variances not assumed 2.008 t-test for Equality of Means Sig. t .162 df Sig. (2tailed ) Mean Differ ence Std. Error Differen ce 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper -.145 62 .885 -.406 2.808 -6.020 5.208 -.145 59.452 .885 -.406 2.808 -6.025 5.212 b. Kemampuan Menganalisis Kelompok Pretest_Menganalisis Group Statistics N Mean 0 1 32 32 Std. Deviation 45.53 45.78 11.031 11.980 Std. Error Mean 1.950 2.118 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances F Pretest_ Menganalisis Equal variances assumed Equal variances not assumed .119 Sig. .732 t-test for Equality of Means t Sig. (2tailed ) df Std. Mean Error Differ Differen ence ce 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper -.087 62 .931 -.250 2.879 -6.005 5.505 -.087 61.582 .931 -.250 2.879 -6.006 5.506

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 156 Lampiran Hasil SPSS Uji Kenaikan Skor Pretest ke Posttest a. Kemampuan Mengaplikasi Kelompok Kontrol Paired Samples Statistics Mean N Std. Deviation Posttest_Kontrol_Mengaplika 54.94 32 12.539 si Pretest_Kontrol_Mengaplikasi 44.00 32 10.003 Pair 1 Mean Paired Samples Test Paired Differences Std. Std. 95% Confidence Deviation Error Interval of the Mean Difference Lower Upper Std. Error Mean 2.217 1.768 t df Sig. (2tailed) Posttest_ Kontrol_ Mengaplikasi – Pair 1 10.938 15.697 2.775 5.278 16.597 3.942 31 .000 Pretest_ Kontrol_ Mengaplikasi b. Kemampuan Mengaplikasi Kelompok Eksperimen Pair 1 Paired Samples Statistics Mean N Std. Deviation Posttest_Eksperimen_Meng 79.91 32 13.820 aplikasi Pretest_Eksperimen_Menga 44.41 32 12.342 plikasi Paired Samples Test Paired Differences Mean Std. Std. 95% Deviation Error Confidence Mean Interval of the Difference Lower Upper Pair 1 Posttest_Ekspe rimen_Mengapli kasi 35.500 Pretest_Eksperi men_Mengaplik asi 17.729 Std. Error Mean 2.443 2.182 t 3.134 29.108 41.892 11.327 df Sig. (2taile d) 31 .000

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 157 Lampiran Hasil SPSS Uji Kenaikan Skor Pretest ke Posttest a. Kemampuan Menganalisis Kelompok Kontrol Paired Samples Statistics Mean N Std. Deviation Std. Error Mean Posttest_Kontrol_Menganalisis 59.19 32 9.613 1.699 Pretest_Kontrol_Menganalisis 45.53 32 11.031 1.950 Pair 1 Mean Pair 1 Posttest_ Kontrol_ Menganalisis – Paired Samples Test Paired Differences Std. Std. 95% Confidence Deviati Error Interval of the on Mean Difference Lower Upper 13.656 11.798 2.086 9.402 17.910 t 6.548 df Sig. (2taile d) 31 .000 Pretest_ Kontrol_ Menganalisis b. Kemampuan Menganalisis Kelompok Eksperimen Pair 1 Paired Samples Statistics Mean N Std. Deviation Posttest_Eksperimen_Meng 77.91 32 12.524 analisis Pretest_Eksperimen_Menga 45.78 32 11.980 nalisis Mean Paired Samples Test Paired Differences Std. Std. 95% Deviation Error Confidence Mean Interval of the Difference Lower Upper Std. Error Mean 2.214 2.118 t df Sig. (2tailed) Posttest_ Eksperimen_ Menganalisis – Pair 1 32.125 Pretest_ Eksperimen_ Menganalisis 14.455 2.555 26.913 37.337 12.572 31 .000

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 158 Lampiran Uji Posttest Kemampuan Mengaplikasi Group Statistics Kelompok N Mean Std. Deviation Std. Error Mean Kontrol 32 54.94 12.539 2.217 Eksperimen 32 79.91 13.820 2.443 Posttest_Mengaplikasi Independent Samples Test Levene's t-test for Equality of Means Test for Equality of Variances F Sig. t df Sig. Mean Std. (2Differen Error tailed) ce Differen ce Equal variances assumed Posttest_ Mengaplikasi .02 7 .871 Equal variances not assumed 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper -7.569 62 .000 -24.969 3.299 -31.563 -18.375 -7.569 61.422 .000 -24.969 3.299 -31.564 -18.373 Lampiran Uji Posttest Kemampuan Menganalisis Group Statistics Kelompok N Mean Std. Deviation Std. Error Mean Kontrol 32 59.19 9.613 1.699 Eksperimen 32 77.91 12.524 2.214 Posttest_Menganalisis Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances Posttest _ Mengan alisis Equal variances assumed Equal variances not assumed t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper F Sig. t df Sig. (2tailed) Mean Differenc e Std. Error Differen ce 1.908 .172 -6.707 62 .000 -18.719 2.791 -24.298 -13.140 -6.707 58.116 .000 -18.719 2.791 -24.305 -13.132

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 159 Lampiran 15. Surat Izin Penelitian dari Kampus

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 160 Lampiran 16. Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian

(179) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 161 Lampiran 17. Foto Kegiatan a. Foto Penelitian Kelompok Eksperimen

(180) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 162 b. Foto Penelitian Kelompok Kontrol

(181) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 163 c. Lampiran Foto Hasil Kerja Siswa Membuat Timeline

(182) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 164 d. Foto Media Timeline

(183) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 165 Lampiran 18. Daftar Riwayat Hidup DAFTAR RIWAYAT HIDUP Maulida Nur Hasanah merupakan anak pertama dari pasangan Suyatno dan Tarwiyati, lahir di Kulon Progo, 05 September 1992. Penulis menempuh pendidikan awal di TK Pertiwi tahun 1997-1998. Dilanjutkan ke jenjang pendidikan Sekolah Dasar Negeri Menggermalang pada tahun 1998-2004. Kemudian penulis melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Samigaluh pada tahun 2004-2007. Dilanjutkan ke jenjang Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kalibawang pada tahun 2007-2010. Kemudian penulis menempuh pendidikan di Universitas Sanata Dharma dengan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar pada tahun 2010. Kemudian mengakhiri studi dengan menyusun karya ilmiah yang berjudul “Perbedaan Kemampuan Mengaplikasi dan Menganalisis Atas Penggunaan Media Timeline Pada Mata Pelajaran IPS Kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem.”

(184)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENGGUNAAN MEDIA PETA TERHADAP PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPS PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 1 GUNUNG REJO KECAMATAN WAY LIMA KABUPATEN PESAWARAN TAHUN PELAJARAN 2012-2013
0
15
52
PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN VOCABULARY SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS DI KELAS V SD NEGERI 106162 MEDAN ESTATE T.A. 2016/2017.
0
2
22
PENGGUNAAN MODEL QUANTUM TEACHING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS DI KELAS V SD NEGERI NO.040474 TIGASERANGKAI.
0
1
2
PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIMAK PADA MATA PELAJARAN IPS SISWA SD KELAS I.
0
4
16
PENGGUNAAN MEDIA MONOPOLI UNTUK MENIGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DALAM MATA PELAJARAN IPS KELAS V SD NEGERI GUNUNGSARI
0
0
25
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN DIORAMA DAUR AIR PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD NEGERI SEYEGAN.
1
26
186
HUBUNGAN ANTARA SIKAP SISWA PADA GURU DAN PELAJARAN MATEMATIKA DENGAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SD PERCOBAAN 3 PAKEM TAHUN AJARAN 20102011
0
1
168
PENGARUH PENGGUNAAN MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENGANALISIS DAN MENGEVALUASI PADA MATA PELAJARAN IPA DI SD KANISIUS SENGKAN
0
0
111
PENGARUH PENGGUNAAN METODE INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KEMAMPUAN MENGEVALUASI DAN MENCIPTA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD KANISIUS SENGKAN YOGYAKARTA SKRIPSI
0
1
154
PERBEDAAN KEMAMPUAN MENGINGAT DAN MEMAHAMI ATAS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN TIMELINE PADA MATA PELAJARAN IPS UNTUK SISWA KELAS V SD KANISIUS SOROWAJAN SKRIPSI
0
0
161
PERBEDAAN KEMAMPUAN MENGINGAT DAN MEMAHAMI ATAS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN TIMELINE PADA MATA PELAJARAN IPS UNTUK SISWA KELAS V SD KANISIUS SOROWAJAN SKRIPSI
0
0
160
PERBEDAAN KEMAMPUAN MENGEVALUASI DAN MENCIPTA ATAS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN TIMELINE PADA MATA PELAJARAN IPS UNTUK SISWA KELAS V SD KANISIUS SOROWAJAN
0
0
144
PERBEDAAN KEMAMPUAN MEMAHAMI DAN MENGANALISIS ATAS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN TIMELINE PADA MATA PELAJARAN IPS UNTUK SISWA KELAS V SD KANISIUS SOROWAJAN
0
0
154
PERBEDAAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN TIMELINE TERHADAP KEMAMPUAN MENGAPLIKASI DAN MENGANALISIS PADA PELAJARAN IPS KELAS V SD KANISIUS SOROWAJAN
0
0
181
PERBEDAAN KEMAMPUAN MENGAPLIKASI DAN MENGANALISIS ATAS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN TIMELINE PADA MATA PELAJARAN IPS UNTUK SISWA KELAS V SD KANISIUS SOROWAJAN
0
0
163
Show more