Pengaruh komparatif sikap terhadap iklan soft dan hard copy pada minat beli konsumen - USD Repository

Gratis

0
0
137
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGARUH KOMPARATIF SIKAP TERHADAP IKLAN SOFT DAN HARD COPY PADA MINAT BELI KONSUMEN SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Manajemen Disusun oleh : Ricky Murtadana NIM: 102214011 PROGRAM STUDI MANAJEMEN, JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGARUH KOMPARATIF SIKAP TERHADAP IKLAN SOFT DAN HARD COPY PADA MINAT BELI KONSUMEN SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Manajemen Disusun oleh : Ricky Murtadana NIM: 102214011 PROGRAM STUDI MANAJEMEN, JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Motto dan Persembahan Kebahagiaan yaitu saat apa yang kamu rasakan, kamu pikirkan, dan kamu lakukan berada dalam harmoni. Mahatma Ghandi Dengan penuh syukur kupersembahkan Skripsi ini untuk: Yesus Tuhanku, Ibu dan Ayahku tercinta terima kasih atas doa dan dukungannya. iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI UNIVERSITAS SANATA DHARMA FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN – PROGRAM STUDI MANAJEMEN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS Saya yang bertanda tangan di bawah ini, dengan ini menyatakan bahwa Skripsi dengan judul : PENGARUH KOMPARATIF SIKAP TERHADAP IKLAN SOFT DAN HARD COPY PADA MINAT BELI KONSUMEN Dan diajukan untuk diuji pada tanggal 28 Agustus 2014 adalah hasil karya saya. Saya juga menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat keseluruhan atau sebagian tulisan orang lain yang saya ambil dengan cara menyalin, atau meniru dalam bentuk rangkaian kalimat atau simbol yang menunjukkan gagasan atau pendapat atau pemikiran dari penulis lain saya aku seolah-olah sebagai tulisan saya sendiri, dan atau tidak terdapat sebagian atau keseluruhan tulisan yang saya salin, saya tiru, atau saya ambil dari tulisan orang lain tanpa memberi pengakuan (disebutkan dalam referensi) pada penulis aslinya. Bila di kemudian hari terbukti bahwa saya ternyata melakukan tindakan tersebut, maka saya bersedia menerima sanksi, yaitu skripsi ini digugurkan dan gelar akademik yang saya peroleh (S.E) dibatalkan serta diproses sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku (UU No.20 Tahun 2003, pasal 25 dan pasal 70). Yogyakarta, 8 September 2014 Yang membuat pernyataan, Ricky Murtadana NIM: 102214011 v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Ricky Murtadana Nomor Mahasiswa : 102214011 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: PENGARUH KOMPARATIF SIKAP TERHADAP IKLAN SOFT DAN HARD COPY PADA MINAT BELI KONSUMEN Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikannya secara terbatas, memplubikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta, Pada tanggal, 8 September 2014 Yang menyatakan, Ricky Murtadana vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan atas segala kebaikan, kasih dan anugerahNya dari awal hingga terselesaikannya penulisan skripsi ini yang berjudul “Pengaruh Komparatif Sikap Terhadap Iklan Soft dan Hard Copy Pada Minat Beli Konsumen”. Skripsi ini ditulis dengan tujuan memenuhi salah satu persyaratan wajib untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Dalam penyusunan sripsi ini penulis mendapatkan bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Untuk itu penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Dr. H. Herry Maridjo, M.Si, selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma 2. Bapak Dr. Lukas Purwoto, M.Si, selaku Ketua Program Studi Manajemen Universitas Sanata Dharma 3. Ibu Ike Janita Dewi, S.E., M.B.A., Ph.D. selaku dosen pembimbing I, yang dengan sabar mengarahkan, membimbing, memberikan ide segar dan mendukung penulis dengan kesungguhan hati. 4. Ibu MT. Ernawati, S.E., M.A. selaku dosen pembimbing II, yang juga dengan sabar telah mengarahkan, menasehati dan membimbing penulis dalam menyempurnakan skripsi ini. 5. Mahasiswa/i Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma, yang telah bersedia menjadi partisipan dalam penelitian ini. 6. Bapak dan Ibuku tercinta serta Chaty yang selalu memberikan kasih sayang, doa, dukungan, nasehat, kebahagiaan, dan memberikan motivasi dan semangat yang tidak pernah berhenti kepada penulis. 7. Adikku tersayang: Rian dan Dian. 8. Segenap dosen dan karyawan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma. vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9. Teman-teman yang ikut membantu dalam menyebarkan angket: Binar, Usfal, Bima, Yoga, Valen, Angela, Meta, Friska, Mela, Melinda, dll. 10. Keluarga Manajemen Festival. 11. Keluarga besar MANAJEMEN 2010. 12. Teman-teman seperjuangan Tugas Akhir Penelitian Bisnis: Laurensius Doni, Satria, Gusti, Nia, Yosua, Putek, Ana, Octa, dll. 13. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak kekurangan karena keterbatasan dan pengalaman yang dimiliki penulis. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca guna menyempurnakan skripsi ini. Semoga skripsi ini bermanfaat dan dapat menjadi bahan masukan bagi rekan-rekan dalam menyusun skripsi. Yogyakarta, 8 September 2014 Penulis Ricky Murtadana viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ........................................ ii HALAMAN PENGESAHAN .................................................................... iii HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN ........................................ iv HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS .................... v PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH ........ vi KATA PENGANTAR ............................................................................... vii DAFTAR ISI .............................................................................................. ix DAFTAR TABEL ...................................................................................... xiii DAFTAR GAMBAR ................................................................................. xv DAFTAR LAMPIRAN .............................................................................. xvi ABSTRAK ................................................................................................. xvii ABSTRACT ................................................................................................ xviii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ............................................................................... . 1 B. Rumusan Masalah ........................................................................... 7 C. Batasan Masalah .............................................................................. 8 D. Tujuan Penelitian ............................................................................ 8 E. Manfaat Penelitian .......................................................................... 8 ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II TINJAUAN LITERATUR DAN PERUMUSAN HIPOTESIS A. Tinjauan Literatur ........................................................................... 9 1. Perilaku Konsumen ................................................................... 9 2. Marketing Communication ......................................................... 13 3. Marketing Communication Mix .................................................. 14 4. Iklan ............................................................................................ 16 5. Sosial Media ............................................................................... 19 6. Teori Sikap ................................................................................. 21 7. Sikap Terhadap Iklan .................................................................. 22 8. Sikap Terhadap Sosial Media ..................................................... 23 9. Minat Beli ................................................................................... 24 B. Perumusan Hipotesis ....................................................................... 26 1. Hubungan Antara Sikap Terhadap Iklan Dalam Bentuk Soft Copy dan Hard Copy Dengan Intensitas Mengkonsumsi Media Sosial 2. Hubungan Antara Sikap Terhadap Iklan Dengan Minat Beli .... 26 28 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ................................................................................ 29 B. Waktu dan Lokasi Penelitian........................................................... 29 C. Subjek dan Objek Penelitian ........................................................... 30 D. Variabel Penelitian .......................................................................... 30 E. Oprasionalisasi Variabel ................................................................. 31 F. Partisipan ......................................................................................... 31 x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI G. Prosedur Penelitian .......................................................................... 33 H. Pengembangan Stimulus Penelitian ................................................ 35 1. Pratest 1...................................................................................... 35 2. Pratest 2...................................................................................... 37 I. Metode Pengumpulan Data ............................................................. 39 J. Uji Instrumen Penelitian.................................................................. 40 1. Uji Validitas................................................................................ 40 2. Uji Reliabilitas ........................................................................... 42 K. Teknik Analis Data .......................................................................... 43 1. Uji Beda Rata-rata Dua Kelompok Independen ......................... 43 2. Pengujian Asumsi Klasik ........................................................... 50 3. Analisis Regresi Linier Sederhana ............................................. 51 BAB IV PERKEMBANGAN MEDIA PERIKLANAN A. Perkembangan Advertising di Dunia ............................................... 54 B. Era Integrated Marketing Communication (IMC) .......................... 56 C. Industri Periklanan .......................................................................... 58 D. Lahirnya Iklan Dua Versi ................................................................ 61 BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Hasil Pengujian Instrumen Penelitian ............................................. 63 1. Uji Validitas......................................................................... 63 2. Uji Reliabilitas ..................................................................... 65 3. Karakteristik Partisipan ....................................................... 66 xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4. Hasil Data Deskriptif ........................................................... 67 5. Uji Hipotesis I...................................................................... 72 6. Uji Asumsi Klasik ............................................................... 74 7. Uji Hipotesis II .................................................................... 77 8. Pembahasan ......................................................................... 78 BAB VI KESIMPULAN DAN IMPLIKASI A. Kesimpulan...................................................................................... 83 B. Implikasi Hasil Penelitian ............................................................... 84 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................. 88 LAMPIRAN ................................................................................................ 92 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1.1 Pengguna Internet di Indonesia ................................................... 3 Tabel 1.2 Indonesia Internet Indicators ...................................................... 3 Tabel 1.3 Indonesia Social Indicators......................................................... 4 Tabel 1.4 Indonesia Smartphone Usage ..................................................... 5 Tabel 3.1 Hasil Penentuan Jenis Produk Convenience ............................... 36 Tabel 3.2 Hasil Pengujian Kefamiliaran Permen Skittles ........................... 39 Tabel 5.1 Hasil Uji Validitas....................................................................... 64 Tabel 5.2 Hasil Uji Reliabilitas ................................................................... 65 Tabel 5.3 Karakteristik Partisipan Berdasarkan Jenis Kelamin .................. 66 Tabel 5.4 Karakteristik Partisipan Berdasarkan Usia ................................. 67 Tabel 5.5 Hasil Statistik Deskriptif Instrumen Penelitian Sikap Terhadap Iklan Kelompok Soft Copy ........................................................ 68 Tabel 5.6 Hasil Statistik Deskriptif Instrumen Penelitian Sikap Terhadap Iklan Kelompok Hard Copy ..................................................... 69 Tabel 5.7 Hasil Statistik Deskriptif Instrumen Penelitian Minat Beli Kelompok Hard Copy .............................................................. 70 Tabel 5.8 Hasil Statistik Deskriptif Instrumen Penelitian Minat Beli Kelompok Soft Copy ................................................................ 71 Tabel 5.9 Hasil Uji-t Kelompok independen 1 ........................................... 73 Tabel 5.10 Hasil Uji-t Kelompok independen 2 ......................................... 74 Tabel 5.11 Hasil Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov.............................. 75 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 5.12 Hasil Uji Heteroskedastisitas Spearmans ‘rho.......................... 76 Tabel 5.13 Hasil Uji Regresi Linier Sederhana .......................................... 77 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Grafik 1.1 Indonesia Social Media Use ...................................................... 4 Gambar 2.1 Proses keputusan pembelian.................................................... 11 Gambar 3.1 Tampilan iklan permen Skittles............................................... 38 xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Angket Penentuan Produk dan Hasil Tabulasi (Pratest I) ...... 92 Lampiran 2. Angket Pengujian Kefamiliaran Merek Skittles dan Hasil Tabulasi (Pratest II) .............................................................. 95 Lampiran 3. Angket Penelitian ................................................................... 97 Lampiran 4. Hasil Validitas dan Reliabilitas .............................................. 99 Lampiran 5.Analisis Statistik Deskriptif ..................................................... 102 Lampiran 6.Uji Beda Rata-rata Dua Kelompok Independen ...................... 105 Lampiran 7. Hasil Uji Asumsi Klasik ......................................................... 108 Lampiran 8. Hasil Uji Regresi .................................................................... 111 Lampiran 9. Rekapitulasi Data Penelitian ................................................... 113 Lampiran 10. Tampilan Iklan Skittles......................................................... 116 xvi

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK PENGARUH KOMPARATIF SIKAP TERHADAP IKLAN SOFT DAN HARD COPY PADA MINAT BELI KONSUMEN Ricky Murtadana Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2014 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan sikap terhadap iklan soft copy dan hard copy antara kelompok remaja yang sering dan jarang mengkonsumsi media sosial. Selain itu, penelitian ini juga ingin mengetahui pengaruh sikap terhadap iklan dalam bentuk soft copy dan hard copy pada minat beli produk yang diiklankan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan cara memberikan angket untuk diisi oleh partisipan. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 120 orang dan dipilih dari mahasiswa/i Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma berdasarkan perbedaan intensitas mengkonsumsi media sosial. Teknik analisis data yang pertama menggunakan uji beda rata-rata dua kelompok independen untuk mengetahui apakah ada perbedaan sikap terhadap iklan soft copy dan hard copy berdasarkan perbedaan intensitas mengkonsumsi media sosial. Teknik analisis data yang ke dua menggunakan regresi linier sederhana untuk mengetahui pengaruh sikap terhadap iklan dalam bentuk soft copy dan hard copy pada minat beli produk yang diiklankan. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan sikap terhadap iklan soft copy dan hard copy berdasarkan perbedaan intensitas mengkonsumsi media sosial, dan sikap terhadap iklan berpengaruh positif pada minat beli konsumen. xvii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT THE EFFECT OF COMPARATIVE BEHAVIOR THROUGH SOFT AND HARD COPY ADVERTISEMENT ON CONSUMER’S BUYING INTEREST Ricky Murtadana Sanata Dharma University Yogyakarta 2014 The purpose of the research is to investigate the effect of comparative behavior through soft and hard copy advertisement on consumen buying interest. Data gathering technique that is used in the research is questionnaire. The participants of the research were 120 people and selected from the students of Economic Faculty, Majoring in Management, Sanata Dharma University based on the difference in intensity of consuming social media. The first data analysis technique is Independen T-test to find there any difference behavior through soft copy advertisement and hard copy advertisement based on the intensity of social media consumption difference. The second data analysis technique is a Simple Linier Regression to find the effect of a behavior through soft copy advertisement and hard copy advertisement on buying interest of the advertised product. The result of the research indicated that there is no different behavior through soft copy advertisement and hard copy advertisement based on the intensity of social media consumption difference and attitudes toward advertising have positive influence on consumer buying interest. xviii

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Iklan merupakan salah satu proses penyampaian informasi atau pesan kepada orang lain. Iklan memuat informasi singkat namun sangat berguna bagi orang yang melihat iklan. Selain itu, iklan dapat membentuk image khusus dalam benak seseorang terhadap produk yang diiklankan. Saat ini iklan sudah merambah jauh ke dalam kehidupan manusia. Setiap kegiatan manusia dipenuhi oleh iklan. Mulai dari bangun tidur di pagi hari hingga akan tidur kembali di malam hari, iklan selalu mewarnai kegiatan manusia. Iklan dapat ditampilkan melalui banyak media. Pakaian yang dikenakan setiap hari, baliho, gelas, mobil, televisi, radio, koran, media sosial dan media konvensional serta media lainnya semua dipenuhi oleh iklan. Secara umum media periklanan dapat dibagi ke dalam dua kategori besar yaitu media konvensional dan media elektronik. Media konvensional yang sering menampilkan iklan yaitu koran, katalog, majalah, pamflet dan masih banyak jenis media konvensional lainnya. Sedangkan media elektronik yang sering menampilkan iklan yaitu televisi, radio, media sosial (facebook, twitter, whatsap, dan lainnya) handphone, tablet, serta gadget. 1

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 Iklan yang ditampilkan dalam media cetak atau media konvensional (Hard Copy) umumnya hanya berbentuk gambar. Gambar dikemas dengan warna yang mencolok serta menampilkan sosok tertentu sebagai pusat model sehingga iklan mampu menarik perhatian konsumen. Berbeda lagi dengan iklan yang ditampilkan dalam media elektronik (Soft Copy). Dalam media elektronik, iklan dapat berupa gerakan, suara, atau gambar bergerak yang dapat lebih hidup sehingga lebih menarik untuk disaksikan. Saat ini konsumsi media elektronik mengalami peningkatan dibandingkan dengan media konvensional. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan zaman dimana kebanyakan orang lebih menyukai untuk menikmati media elektronik dibandingkan dengan media konvensional. Sebagai contoh, kita dapat melihat tingginya antusiasme masyarakat untuk memiliki smartphone dan media sosial untuk terhubung dengan banyak orang seperti facebook, twitter, line, kakao talk dan lainnya. Sebagai contoh lain, kita dapat memperhatikan perkembangan penggunaan papan iklan elektronik yang mulai bermunculan di jalan utama yang menggeser keberadaan iklan cetak seperti baliho dan spanduk. Berbeda lagi dengan penggunaan media periklanan cetak. Saat ini, media periklanan cetak mulai ditinggalkan. Seperti yang terjadi di Amerika, Google sebagai penyedia media periklanan elektronik berhasil mengalahkan penjualan iklan cetak sejak akhir tahun 2009 (Tempobisnis.com, 22 Februari 2014). Hal ini memperlihatkan, bahwa konsumen mulai bergerak ke arah penggunaan media elektronik. Sebagai

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 contoh lain, berikut penulis menyajikan beberapa data tentang media sosial dan perkembangan masyarakat menuju modernisasi di Indonesia. Tabel 1.1 Pengguna Internet di Indonesia, Januari 2014 Indikator Persentase Jumlah Penduduk Indonesia 100% 251,160,124 jiwa Masyarakat modern (Urban) 51% 128,091,663 jiwa Pengguna internet 29% 72,700,000 jiwa Pengguna facebook aktif 25% 62,000,000 jiwa Tabel 1.2 Indonesia Internet Indicators, Januari 2014 Indikator Rata-rata penggunaan internet melalui laptop atau komputer Persentase penduduk Indonesia yang menggunakan internet melalui telepon seluler Rata-rata penggunaan internet melalui telepon seluler Jumlah 5 jam 27 menit per hari 14% 2 jam 30 menit per hari

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 Tabel 1.3 Indonesia Social Indicators, Januari 2014 Indikator Persentase penduduk Indonesia yang menggunakan sosial Jumlah 15% media Rata-rata penggunaan sosial media 2 jam 54 menit per hari Persentase penduduk Indonesia yang menggunakan aplikasi 74% sosial media di telepon seluler Grafik 1.1 Indonesia Social Media Use, Januari 2014

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 Tabel 1.4 Indonesia Smartphone Usage, Januari 2014 Indikator Jumlah Persentase penduduk Indonesia yang menggunakan 14% Smartphone Penggunaan smartphone untuk mencari informasi lokal 94% Penggunaan smartphone untuk mencari produk 95% Penggunaan smartphone untuk berbelanja 57% (Sumber: http://id.techinasia.com/statistik-pengguna-internet-di-asia-dan-indonesiaslideshow/ diakses tanggal pukul 17:40 22 Februari 2014). Dalam dunia bisnis, iklan merupakan salah satu komponen yang sangat fital dalam memperkenalkan produk ke pasar. Iklan dapat membentuk sebuah brand atau pandangan khusus dalam benak setiap konsumen. Dengan demikian konsumen dapat memetakan jenis-jenis produk. Saat ini iklan dikemas dalam berbagai bentuk sehingga dapat selalu diingat oleh konsumennya. Kemasan iklan dibuat semenarik mungkin. Ada yang berbentuk cerita yang bersambung, kegiatan konyol, ringan, namun penuh dengan makna, hingga iklan yang dikemas dengan cara yang tidak lazim agar konsumen merasa bingung untuk memaknainya. Kekuatan sebuah iklan dalam mempengaruhi konsumen akan berdampak pada penjualan produk yang diiklankan. Oleh karena itu, tidak jarang perusahaan mempersiapkan dana yang cukup besar untuk membiayai sebuah iklan agar produk yang ditawarkan dapat dikenal dan dikonsumsi konsumen.

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 Dewasa ini, bentuk iklan (soft copy atau hard copy) menjadi perlu untuk diperhatikan. Kuatnya perkembangan zaman membuat konsumen sangat mudah beralih untuk mengkonsumsi media sosial atau media konvensional. Kedua media ini merupakan media periklanan yang paling sering digunakan. Jika pemasangan iklan tidak memperhatikan perpindahan konsumsi media sosial dan media konvensional, maka kesalahan penempatan iklan akan mungkin terjadi. Kesalahan ini akan membuat iklan yang dipasang tidak mendapatkan respon dari konsumen. Selain itu biaya yang dikeluarkan untuk mempublikasikan iklan akan menjadi siasia. Kurangnya respon konsumen terhadap iklan yang dipasang tentu akan berdampak pada produk yang diiklankan. Selanjutnya produk yang diiklankan tidak dikenal konsumen, tidak laku di pasaran, dan akhirnya penjualan akan menurun. Jika penempatan iklan dilakukan pada media periklanan yang tepat, iklan tentu akan sangat dekat dengan konsumen. Iklan akan selalu muncul dalam keseharian konsumen karena iklan ditempatkan pada media yang selalu dikonsumsi konsumen. Dengan munculnya iklan dalam keseharian konsumen, maka dampak positif yang diharapkan yaitu berkembangnya minat beli konsumen terhadap produk yang diiklankan bisa dicapai. Karena iklan menjadi penting dalam pemasaran maka timbul beberapa pertanyaan. Media periklanan apakah yang paling sering dikonsumsi oleh konsumen. Apakah media cetak yang menampilkan gambar dan informasi tak bergerak ataukah media elektronik yang menampilkan gambar dan suara yang

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 lebih hidup yang lebih disukai konsumen? Pertanyaan-pertanyaan ini akan merujuk pada konsep “media apa yang sebaiknya digunakan sebagai media periklanan?”. Mengingat saat ini konsumsi terhadap media konvensional dan media sosial saling bersaing. Berdasarkan pemaparan latar belakang di atas, penulis ingin mengetahui media apa yang seharusnya digunakan untuk melakukan periklanan. Sehingga penulis mengajukan rumusan masalah seperti pada point B di bawah. Untuk memayungi hal tersebut maka disusunlah skripsi dengan judul “Pengaruh Komparatif Sikap Terhadap Iklan Soft dan Hard Copy Pada Minat Beli Konsumen”. B. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang di atas, permasalahan yang ada dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. Apakah ada perbedaan sikap konsumen terhadap iklan dalam bentuk soft copy dan hard copy dilihat dari perbedaan intensitas mengkonsumsi media sosial? 2. Apakah sikap konsumen terhadap iklan dalam bentuk soft copy dan hard copy berpengaruh positif pada minat beli produk yang diiklankan?

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 C. Batasan Masalah 1. Media cetak yang digunakan dalam penelitian ini yaitu brosur, sedangkan media sosial yang digunakan yaitu facebook yang diakses melalui laptop. 2. Penelitian dilakukan terhadap mahasiswa/i Universitas Sanata Dharma Fakultas Ekonomi Program Studi Manajemen. D. Tujuan Penelitian Dalam penelitian ini tujuan yang akan dicapai adalah sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui apakah ada perbedaan sikap terhadap iklan soft copy dan hard copy berdasarkan perbedaan intensitas mengkonsumsi media sosial. 2. Untuk mengetahui pengaruh sikap terhadap iklan pada minat beli konsumen. E. Manfaat Penelitian 1. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi dalam pengambilan keputusan periklanan oleh perusahaan. 2. Pemilihan media periklanan yang tepat di tengah perkembangan media cetak dan elektronik sebagai media periklanan agar iklan dapat langsung diterima oleh calon konsumen.

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II TINJAUAN LITERATUR DAN PERUMUSAN HIPOTESIS Bab ini akan mengulas kembali beberapa literatur yang menjadi landasan perumusan hipotesis. Literatur ini disajikan sebagai pegangan dalam menentukan perumusan hipotesis. Literatur yang disajikan merupakan literatur yang berhubungan dengan periklanan dan hubungannya dengan minat beli konsumen. A. Tinjauan Literatur 1. Perilaku konsumen Perilaku konsumen merupakan sebuah studi yang mempelajari bagaimana konsumen berperilaku dalam memilih, membeli, dan mengkonsumsi sebuah produk untuk memenuhi kebutuhannya. Sedangkan iklan diciptakan untuk hal itu, untuk mempengaruhi konsumen agar mau memilih dan mengkonsumsi produk yang diiklankan. Definisi perilaku konsumen menurut Morissan (2010:84) yaitu “Proses seseorang dalam mencari, memilih, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan membuang produk dan jasa untuk memuaskan kebutuhan orang tersebut”. Selain itu, Kotler dan Keller (2009:166) menyebutkan ada beberapa faktor utama yang mempengaruhi perilaku pembelian konsumen yaitu: 9

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 a. Faktor budaya. Kelas budaya, subbudaya, dan sosial sangat mempengaruhi perilaku pembelian konsumen. Budaya adalah determinasi dasar keinginan dan perilaku seseorang. Kelas budaya, subbudaya, dan kelas sosial di berbagai negara memiliki kebiasaan, struktur, dan nilai-nilai yang berbeda. Hal inilah yang membedakan konsumen satu dan lainnya. Seorang pemasar harus benarbenar memperhatikan nilai-nilai budaya dan kebiasaan konsumen disetiap negara untuk memahami cara terbaik memasarkan produk lama mereka dan mencari peluang untuk produk baru. b. Faktor sosial. Dalam faktor sosial ada beberapa hal yang mempengaruhi perilaku pembelian konsumen. Pertama, kelompok referensi yaitu semua kelompok yang mempunyai pengaruh langsung atau tidak langsung terhadap sikap atau perilaku orang tersebut. Kelompok ini terkadang membentuk gaya hidup atau perilaku tersendiri yang dapat mempengaruhi orang lain, kelompok, atau pilihan produk dan merek tertentu. Kedua, keluarga yaitu organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat, dan anggota keluarga merepresentasikan kelompok referensi utama yang paling berpengaruh. Melalui orang tua, seseorang mendapatkan orientasi terhadap agama, politik, dan ekonomi. Orang tua menjadi pemberi referensi pertama terhadap banyak hal sebelum mengambil sebuah keputusan termasuk keputusan pembelian.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 c. Faktor pribadi. Faktor pribadi juga mempengaruhi keputusan pembelian seseorang. Oleh karena itu, seorang pemasar harus mampu memahami faktor pribadi dari konsumennya. Misalnya perbedaan faktor usia. Konsumen akan membeli produk-produk yang berhubungan dengan usianya. Konsumen yang berusia muda lebih memilih pakaian yang lebih sporty sedangkan konsumen yang berumur lebih tua akan membeli pakaian yang lebih hangat dan sopan. Selain itu, konsumen yang memiliki perbedaan latar belakang pekerjaan juga memiliki perbedaan pilihan produk. Konsumen yang bekerja sebagai dokter, insinyur dan lainnya akan membeli sepatu kerja, jas, perjalanan udara dari brand terkenal. Sedangkan konsumen yang memiliki pekerjaan yang biasa saja akan mengutamakan makanan daripada produk bermerek. Gambar 2.1 Proses keputusan pembelian Morissan (2010:86) Pengenalan Masalah Pencarian Informasi Evaluasi Alternatif Keputusan Pembelian Evaluasi Pasca Pembelian Berikut ini adalah penjelasan dari konsep bagan di atas: a. Pengenalan masalah. Pengenalan masalah terjadi ketika kondisi yang sebenarnya berbeda dengan kondisi yang diharapkan. Keadaan ini timbul karena adanya keinginan atau kebutuhan.

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 b. Pencarian informasi. Setelah konsumen menyadari adanya keinginan atau kebutuhan maka ia akan segera mencari informasi tentang produk yang dapat memenuhi kebutuhannya. c. Evaluasi alternatif. Pada tahap ini konsumen akan mengevaluasi alternatif produk dan mulai membandingkannya dengan produk lainnya. Evaluasi alternatif ini diharapkan dapat membantu dalam pengambilan keputusan pembelian. d. Keputusan pembelian. Konsumen harus sudah berhenti mencari dan mengevaluasi. Pada tahap ini konsumen memilih produk atau merek yang akan dibeli. Kemudian konsumen membentuk niat untuk membeli produk atau merek yang sudah dipilih. e. Evaluasi pasca pembelian. Setelah pembelian, konsumen membandingkan tingkat kinerja produk dengan harapan yang dimiliki terhadap produk itu. Pembandingan ini akan menghasilkan sikap puas atau tidak terhadap produk bersangkutan.

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 2. Marketing Communication Marketing communication atau komunikasi pemasaran menurut Kotler dan Keller (2009:172) merupakan, “Sarana atau cara perusahaan untuk membujuk, mengingatkan dan mempengaruhi konsumennya baik secara langsung atau tidak mengenai produk atau jasa yang mereka tawarkan”. Menurut Mahmud (2010:16) komunikasi pemasaran didefinisikan sebagai, “Segala sesuatu dalam pemasaran yang dapat mengkomunikasikan nilai dan arti kepada para stakeholder dan konsumen perusahaan”. Dari beberapa definisi tersebut, dapat dikatakan bahwa komunikasi pemasaran memiliki peranan yang sangat penting dalam pemasaran. Dengan adanya komunikasi pemasaran, perusahaan dapat menyampaikan nilai dari sebuah produk, mengingatkan konsumen akan produk atau merek yang mereka punyai, menghubungkan konsumen yang satu dengan yang lain, serta tempat, kegiatan, atau pengalaman lain yang mungkin belum pernah dirasakan sebelumnya. Selain itu, komunikasi pemasaran juga memuat informasi penting bagi konsumen tentang sebuah produk. Komunikasi pemasaran dapat memperlihatkan dengan jelas kepada setiap konsumen tentang produk apa yang sedang mereka hadapi, siapa dan untuk apa produk itu diciptakan, serta orang macam apa dan kapan produk itu akan dipergunakan.

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 3. Marketing Communication Mix (Bauran Komunikasi Pemasaran) Menurut Kotler dan Keller (2009:174) ada 8 bentuk utama bauran pemasaran, yaitu: a. Iklan – Semua bentuk terbayar dari presentasi nonpersonal dan promosi ide, barang atau jasa melalui sponsor yang jelas. b. Promosi penjualan – Berbagai insentif jangka pendek untuk mendorong percobaan atau pembelian produk atau jasa. c. Acara dan pengalaman – Kegiatan dan program yang disponsori perusahaan yang dirancang untuk menciptakan interaksi harian atau interaksi yang berhubungan dengan merek tertentu. d. Hubungan masyarakat dan publisistas – Beragam program yang dirancang untuk mempromosikan atau melindungi citra perusahaan atau produk individunya. e. Pemasaran langsung – Penggunaan surat, telepon, facsimile, e-mail, atau internet untuk berkomunikasi secara langsung dengan atau meminta respon atau dialog dari pelanggan dan prospek tertentu. f. Pemasaran interaktif – Kegiatan dan program online yang dirancang untuk melibatkan pelanggan atau prospek dan secara langsung atau tidak langsung meningkatkan kesadaran, memperbaiki citra, atau menciptakan penjualan produk dan jasa.

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 g. Pemasaran dari mulut ke mulut – Komunikasi lisan, tertulis, dan elektronik antar masyarakat yang berhubungan dengan keunggulan atau pengalaman membeli atau menggunakan produk atau jasa. h. Penjualan personal – Interaksi tatap muka dengan satu atau lebih pembeli prospektif untuk tujuan melakukan presentasi, menjawab pertanyaan, dan mengadakan pesanan. Kedelapan bentuk utama bauran komunikasi pemasaran ini kemudian berpengaruh pada ekuitas merek. Pengaruh ini akan memicu kesadaran merek, citra merek, respon merek, dan hubungan merek oleh konsumen itu sendiri. Jika sebuah komunikasi bisnis mampu mempengaruhi konsumennya hingga pada tahap ini, maka dengan sendirinya konsumen akan membentuk pandangan positif atau negatif terhadap sebuah merek. Pandangan positif dan negatif inilah yang kemudian akan berakhir pada keputusan untuk melakukan pembelian dan mengkonsumsi produk yang bersangkutan.

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 4. Iklan Definisi iklan menurut Morissan (2010:17) adalah, “Bentuk komunikasi nonpersonal yang dibayar oleh satu sponsor yang diketahui dan hal yang dikomunikasikan mengenai suatu organisasi, produk, servis, atau ide”. “Nonpersonal” yang dimaksudkan disini yaitu iklan ditampilkan melalui berbagai media massa baik cetak maupun elektronik dan dapat disaksikan oleh banyak orang dalam waktu yang hampir bersamaan. Sedangkan “Dibayar” dapat diartikan bahwa ruang dan waktu yang digunakan untuk memuat pesan iklan haruslah dibayar. 4.1 Sifat Iklan Tjiptono (2008:226) mengemukakan beberapa hal mengenai sifat iklan, yaitu: a. Public Presentation. Iklan memungkinkan setiap orang mendapatkan pesan yang sama mengenai produk yang diiklankan. b. Pervasineness. Pesan yang disampaikan dapat diulang-ulang untuk memantapkan penerimaan informasi. c. Amplifield Expressiveness. Iklan mampu menggugah dan mempengaruhi perasaan khalayak dengan cara mendramatisasi perusahaan dan produknya.

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 d. Impersonality Iklan merupakan komunikasi yang monolog dan tidak memaksa khalayak untuk memperhatikan dan menanggapi iklan. 4.2 Fungsi Iklan Seperti yang dituliskan Monle dan Carla (2004:10), iklan berfungsi untuk: a. Memberikan Informasi. Iklan menginformasikan segala sesuatu mengenai produk yang diiklankan. Ciri-ciri, lokasi penjual, kapan, dan dimana produk tersebut diperlukan, semuanya termuat dalam iklan. b. Membujuk (Persuasif). Iklan selalu dibuat untuk mempengaruhi konsumennya agar mau membeli produk yang diiklankan atau merubah pandangan konsumen terhadap sebuah produk. c. Pengingat. Iklan dapat menyegarkan ingatan konsumen akan sebuah produk. Dengan selalu munculnya iklan dalam kehidupan konsumen, maka ingatan akan sebuah produk akan tetap ada dan bertahan dalam benak konsumennya.

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 4.3 Klasifikasi Iklan Menurut Tjiptono (2008:227) iklan dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kategori besar yaitu: a. Isi pesan. Kelompok ini dibagi menjadi: i. Product Advertising yaitu iklan yang berisi informasi produk (barang dan jasa) perusahaan. ii. Institutional Advertising yaitu iklan yang didesain untuk memberi informasi tentang usaha bisnis pemilik iklan dan membangun goodwill serta image positif bagi organisasi. b. Tujuan. Kelompok ini dibagi menjadi: i. Pioneering Advertising yaitu iklan yang berupaya menciptakan permintaan awal, misalnya iklan permen untuk senam wajah (sebelumnya belum terpikirkan bagi sebagian besar masyarakat untuk melakukan senam wajah melalui makan permen karet). ii. Competitive Advertising yaitu iklan yang berupaya mengembangkan pilihan pada merek tertentu. Iklan yang secara terang-terangan menunjukkan kelebihan dan keunggulan produk tertentu dibandingkan produk lain. iii. Reminder Advertising yaitu iklan yang berupaya melekatkan nama atau merek produk tertentu di benak khalayak.

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 c. Pemilik Iklan. Kelompok ini dibagi menjadi: i. Vertical Cooperative Advertising yaitu iklan bersama anggota saluran distribusi, misalnya diantara para produsen, pedagang grosir, agen, dan pengecer. ii. Horizontal Cooperative Advertising yaitu iklan bersama dari beberapa perusahaan sejenis. 5. Sosial Media Dalam Wikipedia disebutkan bahwa "Media sosial adalah media online yang memungkinkan penggunanya untuk berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi melalui blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual” (http://id.wikipedia.org/wiki/Media_sosial). Saat ini ada banyak jejaring sosial yang dikenal masyarakat. Beberapa contoh jejaring sosial yang sering digunakan masyarakat yaitu facebook, twitter, line dan lain sebagainya. Kemampuan media sosial untuk menghubungkan setiap orang di berbagai tempat berbeda, membuat pengiklan mulai menggunakan media sosial sebagai media pengiklanan baru. Facebook dan twitter merupakan contoh jejaring sosial yang saat ini mulai sering digunakan sebagai media pengiklanan. Pengguna jejaring sosial ini dapat mengiklankan produknya kapanpun diinginkan dan akan tampil pada timeline twitter atau wall facebook.

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 Pertumbuhan pengguna media sosial yang sangat pesat dan kemudahan seperti penghematan waktu, tempat, serta biaya yang ditawarkan internet dan media sosial, membuat media sosial menjadi media promosi yang sangat efektif serta alat bantu pemasaran yang tangguh. Pengguna media sosial dapat melihat iklan yang ada di Indonesia dan di negara lain di seluruh dunia dalam waktu yang bersamaan. Tidak hanya sebagai media periklanan, media sosial juga mulai dipergunakan sebagai media komunikasi antar pelanggan dan perusahaan. Melalui media sosial perusahaan dapat mengetahui trend apa yang sedang berkembang serta keinginan para konsumennya. Melalui media sosial juga, konsumen dapat memberikan komentar, keluhan atau saran kepada para produsen atau perusahaan. Saat ini, media sosial telah dikelola dengan cara yang sangat kreatif. Media sosial tidak hanya menyediakan informasi tetapi juga telah didukung oleh berbagai fasilitas tambahan seperti tampilan grafis, chat room, suara, animasi, video, bahkan transaksi penjualan. Dengan segala kemudahan yang ditawarkan, internet dan media sosial tidak dapat hanya dipandang sebagai tempat untuk mendapatkan informasi. Media sosial dan internet memiliki fungsi tambahan yaitu sebagai media komunikasi dan media penjualan (Morrisan, 2010:320).

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 6. Teori sikap Menurut Mowen dan Minor (2002:319) definisi sikap yaitu, “Afeksi atau tanggapan perasaan yang kita miliki tentang sebuah objek”. Fungsi sikap yaitu untuk mengidentifikasi penggunaan sikap. Jika seseorang pernah bersikap terhadap sebuah peristiwa atau objek, maka respon itu akan tersimpan dalam memori jangka panjang orang yang bersangkutan. Lalu di saat kejadian atau objek yang sama muncul di kemudian hari maka sikap yang akan dikeluarkan sebagai respon akan terjadi dengan cepat. Daniel Karz dalam buku yang ditulis Mowen dan Minor (2002:320) mengidentifikasikan ada empat fungsi sikap yaitu: a. Fungsi utilitarian. Fungsi ini mengacu pada ide bahwa orang yang mengekspresikan perasaannya bertujuan untuk memaksimalkan penghargaan dan meminimalkan hukuman. b. Fungsi pembelaan ego. Orang sering mengekspresikan sikap positif untuk melindungi dirinya sendiri atau keadaan yang sedang dialami. c. Fungsi pengetahuan. Pengetahuan akan mempengaruhi sikap seseorang. Bagaimana seseorang akan bersikap terhadap lingkungannya yang selalu berubah. Sikap dapat membantu seseorang untuk bereaksi terhadap lingkungan sekitarnya.

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 d. Fungsi nilai ekspresif. Fungsi ini mengacu pada bagaimana seseorang mengekspresikan nilai sentral mereka. 7. Sikap terhadap iklan Mowen dan Minor (2002:378) mendefinisikan sikap terhadap iklan sebagai, “Kesukaan atau ketidaksukaan konsumen terhadap rangsangan iklan”. Sikap terhadap iklan dipengaruhi oleh sejumlah faktor seperti isi iklan, suasana hati konsumen, emosi iklan yang ditangkap konsumen, serta kesukaan konsumen terhadap acara TV dimana iklan ditampilkan. Informasi, isi, dan emosi iklan yang diterima konsumen akan mempengaruhi pandangan atau sikap konsumen terhadap iklan atau produk. Iklan akan berhasil mempengaruhi sikap konsumennya, jika iklan tersebut mampu menarik perhatian dan berkomunikasi dengan baik. Keberhasilan iklan agar dapat menarik perhatian konsumennya tentu dipengaruhi oleh pemilihan media pengiklanan yang tepat. Seperti yang dikemukakan oleh Kotler dan Keller (2009:210) dalam perencanaan pemilihan media pengiklanan agar iklan dapat diterima dengan baik, harus memperhatikan beberapa variabel berikut: a. Kebiasaan pemirsa media sasaran. b. Karakteristik produk.

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 c. Karakteristik pesan. d. Biaya. Suka atau tidaknya seseorang terhadap iklan akan berpengaruh terhadap merek. Iklan yang mampu membentuk sikap positif konsumen terhadap iklan yang bersangkutan, diharapkan mampu memberikan pandangan positif terhadap produk yang diiklankan. Sikap positif ini diharapkan akan berdampak positif juga terhadap merek. Jadi dengan mempengaruhi sikap konsumen terhadap iklan, kita dapat mempengaruhi sikap konsumen terhadap sebuah merek atau produk yang akan berakhir pada keputusan pembelian. 8. Sikap Terhadap Sosial Media Tidak berbeda dengan sikap terhadap iklan, jika sikap terhadap iklan diartikan sebagai kesukaan atau ketidaksukaan konsemen terhadap iklan maka hal tersebut berlaku juga pada media sosial. Konsumen akan selalu membentuk pandangan positif atau negatif terhadap setiap rangsangan. Jika konsumen menganggap media sosial sebagai hal yang baik, maka konsumen akan membentuk nilai positif terhadap media sosial. Namun jika konsumen tidak menyukai media sosial, maka konsumen akan membentuk nilai negatif terhadap media sosial.

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 9. Minat Beli Minat beli merupakan bagian dari sikap konsumen dalam mengkonsumsi sebuah produk. Minat beli menggambarkan sejauh mana keinginan atau komitmen konsumen untuk melakukan pembelian. Minat beli dapat didefinisikan sebagai keinginan yang lebih condong untuk membeli sebuah produk yang diukur dengan tingkat kemungkinan konsumen melakukan pembelian. Definisi minat beli menurut Simamora (http://jurnal-sdm. blogspot. Com /2011/10/membangun-minat-beli-definisi-faktor.html), “Sesuatu yang pribadi dan berhubungan dengan sikap, individu yang berminat terhadap suatu obyek akan mempunyai kekuatan atau dorongan untuk melakukan serangkaian tingkah laku untuk mendekati atau mendapatkan objek tersebut”. Sedangkan Kinnear dan Taylor (http://ilmubisnisoke.blogspot.com/2011/01/mengenaiminat-beli.html), mengungkapkan definisi minat beli sebagai “Bagian dari komponen perilaku konsumen dalam sikap mengkonsumsi, kecenderungan responden untuk bertindak sebelum keputusan membeli benar-benar dilaksanakan”. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Beli Konsumen. Minat beli konsumen dapat dipengaruhi olah banyak faktor, seperti yang diungkapkan oleh Swastha dan Irawan (http://jurnalsdm.blogspot.com/

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 2011/10/membangun-minat-beli-definisi-faktor.html), “Minat membeli berhubungan dengan perasaan dan emosi, bila seseorang merasa senang dan puas dalam membeli barang atau jasa maka hal itu akan memperkuat minat membeli, ketidakpuasan biasanya menghilangkan minat”. Super dan Crites (http://jurnal-sdm.blogspot.com/2011/10/membangunminat-beli-definisi-faktor.html) menjelaskan ada beberapa faktor yang mempengaruhi minat beli, yaitu: a. Perbedaan pekerjaan - adanya perbedaan pekerjaan seseorang dapat diperkirakan minat terhadap tingkat pekerjaan yang ingin dicapainya, aktivitas yang dilakukan, penggunaan waktu senggangnya, dan lain-lain. b. Perbedaan sosial ekonomi - seseorang yang mempunyai sosial ekonomi tinggi akan lebih mudah mencapai apa yang diinginkannya daripada yang mempunyai sosial ekonomi rendah. c. Perbedaan hobi atau kegemaran - bagaimana seseorang menggunakan waktu senggangnya. d. Perbedaan jenis kelamin – minat beli wanita akan berbeda dengan minat beli pria, misalnya dalam pola belanja. e. Perbedaan usia - usia anak-anak, remaja, dewasa dan orangtua akan berbeda minatnya terhadap suatu barang, aktivitas benda dan seseorang.

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 B. Perumusan Hipotesis 1. Hubungan antara Sikap Terhadap Iklan dalam Bentuk Soft Copy dan Hard Copy dengan Intensitas Mengkonsumsi Media Sosial Bagi masyarakat yang hobi mengkonsumsi media sosial, biasanya akan menghabiskan banyak waktu untuk selalu online di media sosial yang dimilikinya. Melalui media sosial inilah, iklan dari mana saja dan tentang apa saja akan selalu bermunculan. Para pengguna media sosial, hanya dengan duduk santai dapat mengakses banyak iklan tanpa harus pergi ke tempat tertentu. Misalnya saja dalam “timeline twitter” dan “wall facebook”, yang sering digunakan untuk mengiklankan berbagai produk seperti event rutin, kuliner, pakaian, dan lain sebagainya. Seringnya mengkonsumsi media sosial dan banyaknya iklan yang bermunculan dalam media sosial serta kemudahan yang diberikan tanpa harus bepergian inilah yang secara tidak langsung mensugesti pengguna media sosial untuk menyukai iklan dalam bentuk soft copy. Selain itu dalam masyarakat sering kita dengar “iklannya dipasang di internet aja atau cari informasi atau iklan di internet saja tidak usah pergi jauh-jauh”. Berdasarkan penjelasan tersebut maka penulis merumuskan hipotesis sebagai berikut:

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 H1a: Untuk konsumen yang sering mengkonsumsi media sosial, sikap terhadap iklan soft copy lebih positif dibanding sikap terhadap iklan hard copy. Berbeda lagi dengan mereka yang jarang mengkonsumsi media sosial. Orang-orang ini jarang aktif dalam media sosial dan tidak terlalu tertarik dengan iklan yang bermunculan dalam media sosial. Ada banyak alasan mengapa mereka jarang aktif dalam media sosial misalnya saja karena tidak memiliki gadget atau masalah finansial. Hal inilah yang membuat mereka lebih memilih untuk mencari iklan dalam bentuk lain di media lainnya. Koran dan majalah merupakan media periklanan yang sering digunakan sebagai sumber untuk mendapatkan iklan. Selain itu, konsumen terkadang memilih banner dan spanduk yang terpasang di pinggir jalan sebagai sumber untuk mendapatkan iklan. Berdasarkan penjelasan tersebut maka penulis merumuskan hipotesis sebagai berikut: H1b: Untuk konsumen yang jarang mengkonsumsi media sosial, sikap terhadap iklan hard copy lebih positif dibanding sikap terhadap iklan soft copy.

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 2. Hubungan antara Sikap Terhadap Iklan dengan Minat Beli Iklan selain sebagai sumber informasi, juga digunakan untuk mempengaruhi penikmatnya agar melakukan pembelian. Konsumen yang menyukai iklan tertentu atau selalu disuguhi iklan tertentu akan membentuk image khusus dalam benaknya. Pembentukan image inilah yang nantinya akan membuat konsumen bersikap positif atau sebaliknya terhadap produk yang diiklankan. Jika konsumen bersikap positif terhadap iklan tersebut, maka konsumen akan melakukan pembelian. Berdasarkan penjelasan tersebut maka penulis merumuskan hipotesis sebagai berikut: H2: Sikap terhadap iklan berpengaruh positif pada minat beli konsumen.

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Metode yang digunakan adalah metode penelitian experiment terhadap konsumen yang memiliki tingkat konsumsi media sosial yang berbeda. Metode penelitian experiment merupakan satu-satunya metode penelitian yang menguji hipotesis tentang hubungan sebab akibat. Metode experiment memungkinkan peneliti mengendalikan kondisi penelitian, dengan memanipulasi satu atau beberapa variabel untuk melakukan uji hipotesis (Kuncoro, 2003:262). B. Waktu dan Lokasi Penelitian 1. Waktu Penelitian Waktu penelitian dilakukan pada bulan Mei 2014. 2. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian dilakukan di kampus Mrican, Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma. 29

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 C. Subjek dan Objek Penelitian Dalam penelitian ini yang menjadi subjek adalah partisipan yang dibagi ke dalam dua kelompok besar yaitu kelompok yang suka mengkonsumsi media sosial dan kelompok yang jarang mengkonsumsi media sosial. Objek dalam penelitian ini adalah sikap terhadap iklan dan minat beli. D. Variabel Penelitian 1. Variabel Menurut Murti dan Salamah (21:2006), variabel adalah “Sebuah atribut yang memiliki nilai, sifat, dari individu, objek, atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang dipilih oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya”. Dalam penelitian ini ada dua variabel yang akan diteliti yaitu: sikap terhadap iklan dan minat beli konsumen. 2. Definisi Konseptual a. Sikap terhadap iklan menurut Mowen dan Minor (2002:378) yaitu, “Kesukaan atau ketidaksukaan konsumen terhadap rangsangan iklan”. b. Minat beli adalah keputusan untuk menggunakan segenap daya gunanya atau sumber daya yang dimiliki untuk melakukan pembelian.

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 E. Operasionalisasi Variabel 1. Sikap terhadap iklan akan dioprasionalisasikan sebagai: a) Saya terkesan dengan iklan X. b) Saya mendukung iklan X. c) Saya antusias terhadap iklan X. d) Saya menyukai iklan X. 2. Minat beli akan dioprasionalisasikan sebagai: a) Saya akan membeli produk yang diiklankan. b) Saya akan membeli produk yang diiklankan untuk teman saya. c) Saya akan merekomendasikan produk yang diiklankan kepada teman dan keluarga saya. F. Partisipan Partisipan akan diambil dari mahasiswa Universitas Sanata Dharma Program Studi Manajemen. Jumlah partisipan ditentukan terlebih dahulu kemudian partisipan dipilih sesuai dengan kriteria sering dan jarang mengkonsumsi media sosial seperti yang dituliskan dibawah ini. Partisipan akan diambil sebanyak 30 orang untuk setiap kelompoknya. Karena dalam penelitian ini akan ada empat kelompok maka jumlah partisipan keseluruhan berjumlah 120 orang.

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 Penentuan jumlah partisipan ini mengacu pada pemikiran yang dikemukakan oleh Singgih Santoso (2010:83) yaitu: Secara praktis, dapat dikatakan bahwa jumlah subyek sebanyak 30 orang pada satu kelompok eksperimen sudah dianggap memadai untuk sebuah kegiatan eksperimen. Hal ini terkait dengan analisis data yang melibatkan sejumlah metode statistik yang menyaratkan adanya jumlah data minimal 30 buah. 120 orang partisipan ini kemudian dibagi ke dalam dua kelompok besar yaitu: a. Kelompok yang sering mengkonsumsi media sosial (online lebih dari 1 jam / hari). b. Kelompok yang jarang mengkonsumsi media sosial (online 0-1 jam / hari). Kriteria yang harus dimiliki partisipan agar dapat dimasukkan ke dalam kelompok pertama yaitu: a. Saya suka terhadap media sosial. b. Setiap hari saya selalu online di media sosial. c. Dalam sehari saya online lebih dari satu jam. d. Saya memiliki minimal tiga akun pribadi. e. Saya selalu mengupload info diri saya atau kejadian tertentu di media sosial lebih dari sepuluh kali dalam sehari. f. Saya selalu mengaktifkan media sosial saya disaat saya sedang mengerjakan tugas di laptop, gadget, atau kegiatan sosial lainnya.

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 Kriteria yang harus dimiliki partisipan agar dapat dimasukkan ke dalam kelompok kedua yaitu: a. Saya tidak begitu antusias terhadap media sosial. b. Saya tidak selalu online di media sosial setiap hari. c. Dalam sehari saya online maksimal satu jam. d. Memiliki maksimal dua akun pribadi. e. Saya mengupload info diri saya atau kejadian tertentu di media sosial maksimal sepuluh kali dalam sehari. G. Prosedur Penelitian 1. Dalam penelitian ini akan diambil 120 orang partisipan. Partisipan akan dibagi ke dalam dua kelompok besar (masing-masing 60 orang), yaitu kelompok yang sering mengkonsumsi media sosial dan kelompok yang jarang mengkonsumsi media sosial sesuai dengan poin E di atas. Partisipan dari masing-masing kelompok di atas kemudian dibagi lagi menjadi dua kelompok kecil menggunakan metode penempatan randomisasi atau penempatan acak. Penempatan acak dilakukan untuk membuat kelompok agar sedapat mungkin dapat diperbandingkan dengan variabel-variabel terikat (Cooper dan Schindler, 2006:326). Bentuk pembagian kelompok dapat digambarkan seperti di bawah ini.

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 Sering mengkonsumsi Jarang mengkonsumsi media sosial (60 orang) media sosial (60 orang) Iklan soft copy (30 orang) Iklan hard copy (30 orang) Iklan soft copy (30 orang) Iklan hard copy (30 orang) 2. Masing-masing kelompok akan diberikan perlakuan eksperimen yang sama, kecuali pemberian stimulus. Masing-masing kelompok dikumpulkan dalam ruangan yang sama, dengan pencahayaan yang sama dan dengan instrumen penelitian yang sama. Hal ini dilakukan agar peneliti dapat mengontrol lingkungan penelitian dan menghindari kemungkinan bias yang dapat terjadi karena partisipan merasa terburu-buru atau tidak dalam perasaan dan suasana hati yang baik saat dilakukan pengujian. 3. Setelah dibagi ke dalam empat kelompok, masing-masing kelompok akan diberikan stimulus yang berupa iklan dalam bentuk hard copy dan soft copy. Setiap kelompok diberikan waktu lima menit untuk melihat dan memperhatikan stimulus yang diberikan. Pemberian stimulus dilakukan sebagai berikut: a. Kelompok sering mengkonsumsi media sosial - iklan soft copy diberikan stimulus berupa iklan soft copy. b. Kelompok sering mengkonsumsi media sosial - iklan hard copy diberikan stimulus berupa iklan hard copy.

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 c. Kelompok jarang mengkonsumsi media sosial - iklan soft copy diberikan stimulus berupa iklan soft copy. d. Kelompok jarang mengkonsumsi media sosial - iklan hard copy diberikan stimulus berupa iklan hard copy. 4. Setelah diberikan stimulus, partisipan diminta untuk mengisi angket yang disediakan. Angket ini bertujuan untuk menguji apakah ada perbedaan sikap terhadap iklan dan pengaruhnya pada minat beli. H. Pengembangan Stimulus Penelitian Sebelum melakukan penelitian yang sesungguhnya, peneliti akan melakukan dua kali pengujian (pratest). Pratest ini dilakukan untuk memilih produk dan merek yang nantinya akan digunakan sebagai instrumen penelitian kepada kelompok partisipan. Produk yang dipilih merupakan produk convenience. Produk barang convenience dipilih, agar penelitian ini tidak terpengaruh oleh bias karena kesukaan atau tidaknya seseorang terhadap produk atau merek tertentu. Tahapan yang akan dilakukan yaitu sebagai berikut: 1. Pratest 1 (Penentuan Jenis Produk). Pratest 1 bertujuan untuk menentukan produk convenience yang akan digunakan dalam penelitian ini. Produk barang-barang convenience dipilih agar hasil penelitian tidak terpengaruh oleh bias karena kesukaan seorang konsumen terhadap sebuah merek. Produk yang akan digunakan yaitu

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 produk Permen, Air Mineral, dan Sabun. Ketiga produk ini merupakan produk yang biasa dikonsumsi dan tidak memerlukan pertimbangan khusus dalam pembelian atau pengkonsumsiannya. Untuk memilih produk yang akan digunakan, penulis akan membuat angket mengenai ketiga produk tersebut dengan menggunakan skala likert sebagai pengukurnya. Produk yang akan digunakan yaitu produk yang tidak memberikan respon dengan rentang sangat ekstrim. Artinya produk dipandang sebagai sesuatu yang biasa saja. Tabel 3.1 Hasil Penentuan Jenis Produk Convenience No Produk STS TS N S SS 1 Permen 9 29 28 26 8 2 Air Mineral 7 24 23 17 9 3 Sabun 4 18 19 26 13 Sumber: Data yang diolah, 2014 / Lampiran1 Berdasarkan hasil perhitungan dari angket yang telah disebarkan kepada 20 orang, diperoleh data seperti yang tertera pada tabel di atas. Dari hasil tersebut, produk sabun tidak bisa dijadikan sebagai produk untuk membuat iklan. Hal ini disebabkan karena konsumen memberikan respon yang cenderung ekstrim (warna buram pada tabel menunjukkan arah respon pilihan konsumen yang lebih condong ke kanan).

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 Sementara itu, konsumen memberikan respon yang cenderung netral pada produk permen dan air mineral (warna buram pada tabel berada di tengah). Kedua produk inilah yang dapat dijadikan sebagai produk dalam pembuatan iklan. Namun penulis memilih produk permen sebagai produk yang akan digunakan dalam pembuatan iklan. Produk ini dipilih karena perbandingan antara respon konsumen yang netral dan respon yang ekstrim sangat jauh. Selain itu selisih antara respon yang netral (tidak setuju, netral, dan setuju) tidak jauh berbeda. 2. Pratest 2 (Pemilihan Merek). Setelah jenis produk diketahui, selanjutnya dilakukan pratest 2 untuk memilih merek. Merek yang digunakan dalam penelitian ini adalah merek produk yang sudah ada sebelumnya. Namun merek yang digunakan bukanlah merek yang familiar atau dikenal baik oleh partisipan maupun lingkungan penelitian. Hal ini dilakukan untuk menghindari bias karena adanya loyalitas terhadap brand atau merek tertentu. Jika partisipan yang dipilih memiliki loyalitas terhadap merek yang digunakan dalam penelitian ini, maka partisipan tersebut pasti akan memilih merek yang digunakan dalam penelitian ini. Hal ini tentu akan menimbulkan bias dan membuat hasil penelitian menjadi tidak valid.

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 Merek yang digunakan dalam penelitian ini yaitu merek permen SKITTLES. Merek ini dipilih langsung oleh peneliti dan berasal dari luar negeri serta belum dikenal oleh partisipan ataupun lingkungan penelitian. Untuk memastikan bahwa merek ini belum terkenal di lingkungan penelitian, maka penulis akan melakukan pengujian dengan membagikan angket kepada 20 orang mahasiswa Universitas Sanata Dharma. Setelah merek produk ditentukan dan terbukti bukan merek yang familiar di lingkungan penelitian dan partisipan, maka selanjutnya penulis akan mendownload iklan merek terkait dan menampilkannya dalam versi soft copy dan hard copy untuk kemudian digunakan sebagai instrumen penelitian. Gambar 3.1 Tampilan iklan permen Skittles

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 Tabel 3.2 Hasil Pengujian Kefamiliaran Permen Skittles Produk STS TS N Permen Skittles 28 16 32 S 4 SS 0 Sumber: Data yang diolah, 2014 / Lampiran II Berdasarkan hasil pengujian kefamiliaran merek skittles di atas, penguji menyimpulkan bahwa merek skittles tidak familiar di lingkungan penelitian. Hal ini dapat dilihat dari jawaban partisipan yang sebagian besar memilih tidak setuju atau normal, terhadap keberadaan merek skittles di sekitar lingkungan penelitian (jawaban condong ke kiri). I. Metode Pengumpulan Data Dalam penelitian ini, penulis akan menggunakan angket untuk memperoleh informasi dari partisipan. Angket merupakan daftar pertanyaan yang disusun sedemikian rupa oleh penulis dan harus diisi oleh partisipan. Tujuan pemberian angket ini adalah untuk mencari informasi yang lengkap dan valid mengenai suatu masalah. Masing-masing pertanyaan dalam angket yang diberikan kepada partisipan memiliki 5 alternatif jawaban. Masing-masing alternatif jawaban memiliki skor tersendiri. Penentuan skor didasarkan pada skala likert yaitu:

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 Sangat Setuju (SS) :5 Setuju (S) :4 Netral (N) :3 Tidak Setuju (TS) :2 Sangat Tidak Setuju (STS) : 1 J. Uji Instrumen Penelitian Sebelum melakukan analisis data yang diperoleh, angket yang telah dibagi akan dilakukan tes validitas dan reliabilitas dahulu. 1. Uji Validitas Uji validitas dilakukan untuk mengukur seberapa jauh suatu alat ukur memiliki tingkat keakuratan dan konsistensi dalam melakukan fungsi ukurnya dengan menggunakan teknik korelasi product moment. Uji ini menunjukkan konsistensi hasil atau pengukuran yang dilakukan pada waktu berbeda. Rumus Product Moment (Sanusi, 2011:77).

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 Keterangan: r : Koefisien Korelasi X : Skor Butir Y : Skor Total Butir N : Jumlah Partisipan Untuk menentukan instrumen itu valid atau tidak maka ketentuannya adalah sebagai berikut : a) Nilai r-hitung dibandingkan dengan nilai r-tabel dengan derajat kebebasan (n-2). Nilai r-tabel diperoleh dari tabel r product moment. b) Jika nilai r-hitung ≥ r-tabel dengan taraf signifikansi 5%, maka signifikan sehingga dapat disimpulkan bahwa butir pertanyaan valid. c) Jika nilai r-hitung < r-tabel dengan taraf signifikansi 5%, maka tidak signifikan sehingga dapat disimpulkan bahwa butir pertanyaan tidak valid.

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 2. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas dilakukan terhadap butir pertanyaan yang sudah valid (Sanusi, 2011:81). Reliabilitas menunjukkan bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Dalam menghitung reliabilitas, peneliti menggunakan rumus Cronbach’s Alpha. Rumus ini digunakan untuk mencari nilai Cronbach’s Alpha yang skornya antara 1 dan 0. Instrumen penelitian akan dianggap reliabel jika memiliki koefisien CA ≥ 0,6. Rumus Cronbach’s Alpha (Wiyono, 2011:112). Keterangan r : Reliabilitas Instrumen k : Banyak butir pernyataan atau banyak soal : Total dari varian masing-masing pertanyaan : Varian dari total skor

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 K. Teknik Analisis Data 1) Uji Beda Rata-rata Dua kelompok Independen Uji beda ini digunakan untuk menjawab rumusan masalah pertama. Tujuannya yaitu untuk mengetahui apakah intensitas mengkonsumsi media sosial merupakan faktor pembeda sikap terhadap iklan. Pada teknik ini, penulis melakukan uji beda sebanyak dua kali. Pertama penulis akan melakukan uji beda sikap terhadap iklan, antara kelompok yang sering mengkonsumsi media sosial yang diberikan treatment berupa iklan soft copy dengan kelompok yang sering mengkonsumsi media sosial yang diberikan treatment berupa iklan hard copy. Pengujian perbedaan sikap terhadap iklan yang kedua dilakukan antara kelompok yang jarang mengkonsumsi media sosial yang diberikan treatment berupa iklan soft copy dengan kelompok yang jarang mengkonsumsi media sosial yang diberikan treatment berupa iklan hard copy. Uji beda yang digunakan yaitu uji-t kelompok independen dengan bantuan SPSS 16, dengan jumlah partisipan sebanyak 30 orang untuk masingmasing kelompok.

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 Uji beda yang pertama antara kelompok yang sering mengkonsumsi media sosial yang diberikan treatment berupa iklan soft copy dengan kelompok yang sering mengkonsumsi media sosial yang diberikan treatment berupa iklan hard copy, dilakukan untuk menjawab H1a : Untuk konsumen yang sering mengkonsumsi media sosial, sikap terhadap iklan soft copy lebih positif dibanding sikap terhadap iklan hard copy. Langkah penyelesaiannya adalah sebagai berikut: a) Mengajukan hipotesis nol dan hipotesis alternatif sebagai berikut: H0 : Untuk konsumen yang sering mengkonsumsi media sosial, sikap terhadap iklan soft copy tidak lebih positif dibanding sikap terhadap iklan hard copy (µ1 ≤ µ2). Ha : Untuk konsumen yang sering mengkonsumsi media sosial, sikap terhadap iklan soft copy lebih positif dibanding sikap terhadap iklan hard copy (µ1 > µ2). b) Mencari nilai t-tabel dengan taraf nyata yang digunakan adalah 5 % uji satu arah sebelah kanan dengan derajat kebebasan (n1 + n2 - 2). c) Mencari nilai t-hitung dengan bantuan SPSS 16 atau menggunakan rumus berikut.

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 Rumus uji-t kelompok independen Keterangan : Rata-rata skor variabel sikap terhadap iklan dari kelompok yang sering mengkonsumsi media sosial yang diberi treatment berupa iklan soft copy. : Rata-rata skor variabel sikap terhadap iklan dari kelompok yang sering mengkonsumsi media sosial yang diberi treatment berupa iklan hard copy. : Jumlah partisipan pada kelompok yang sering mengkonsumsi media sosial yang diberi treatment berupa iklan soft copy. : Jumlah partisipan pada kelompok yang sering mengkonsumsi media sosial yang diberi treatment berupa iklan hard copy. s : Deviasi standar.

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 d) Membandingkan t-hitung dengan t-tabel. Ha diterima jika t-hitung > t-tabel Ha ditolak jika t-hitung ≤ t-tabel e) Penarikan kesimpulan. Jika Ha diterima berarti untuk kelompok yang sering mengkonsumsi media sosial sikap terhadap iklan soft copy lebih positif dari sikap terhadap iklan hard copy. Dengan kata lain konsumen yang sering mengkonsumsi media sosial lebih menyukai iklan soft copy daripada iklan hard copy. Jika Ha ditolak berarti untuk kelompok yang sering mengkonsumsi media sosial sikap terhadap iklan soft copy tidak lebih positif atau sama dengan sikap terhadap iklan hard copy. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa konsumen yang sering mengkonsumsi media sosial lebih menyukai iklan hard copy daripada iklan soft copy atau menyukai keduanya.

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 Uji beda yang kedua antara kelompok yang jarang mengkonsumsi media sosial yang diberikan treatment berupa iklan soft copy dengan kelompok yang jarang mengkonsumsi media sosial yang diberikan treatment berupa iklan hard copy, dilakukan untuk menjawab H1b : Untuk konsumen yang jarang mengkonsumsi media sosial, sikap terhadap iklan hard copy lebih positif dibanding sikap terhadap iklan soft copy. Langkah penyelesaiannya adalah sebagai berikut: a) Mengajukan hipotesis nol dan hipotesis alternatif sebagai berikut: H0 : Untuk konsumen yang jarang mengkonsumsi media sosial, sikap terhadap iklan hard copy tidak lebih positif dibanding sikap terhadap iklan soft copy (µ a ≤ µb). Ha : Untuk konsumen yang jarang mengkonsumsi media sosial, sikap terhadap iklan hard copy lebih positif dibanding sikap terhadap iklan soft copy (µ a > µ b). b) Mencari nilai t-tabel dengan taraf nyata yang digunakan adalah 5 % uji satu arah sebelah kanan dengan derajat kebebasan (n1 + n2 - 2). c) Mencari nilai t-hitung dengan bantuan SPSS 16 atau menggunakan rumus berikut.

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 Rumus uji-t kelompok independen Keterangan : Rata-rata skor variabel sikap terhadap iklan dari kelompok yang jarang mengkonsumsi media sosial yang diberi treatment berupa iklan hard copy. : Rata-rata skor variabel sikap terhadap iklan dari kelompok yang jarang mengkonsumsi media sosial yang diberi treatment berupa iklan soft copy. : Jumlah partisipan pada kelompok yang jarang mengkonsumsi media sosial yang diberi treatment berupa iklan hard copy. : Jumlah partisipan pada kelompok yang jarang mengkonsumsi media sosial yang diberi treatment berupa iklan soft copy. s : Deviasi standar.

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 d) Membandingkan t-hitung dengan t-tabel. Ha diterima jika t-hitung > t-tabel Ha ditolak jika t-hitung ≤ t-tabel e) Penarikan kesimpulan. Jika Ha diterima berarti untuk kelompok yang jarang mengkonsumsi media sosial sikap terhadap iklan hard copy lebih positif dari sikap terhadap iklan soft copy. Dengan kata lain konsumen yang jarang mengkonsumsi media sosial lebih menyukai iklan hard copy daripada iklan soft copy. Jika Ha ditolak berarti untuk kelompok yang jarang mengkonsumsi media sosial sikap terhadap iklan hard copy tidak lebih positif atau sama dengan sikap terhadap iklan soft copy. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa konsumen yang jarang mengkonsumsi media sosial lebih menyukai iklan soft copy daripada iklan hard copy atau menyukai keduanya.

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 2) Pengujian Asumsi Klasik a. Uji Normalitas. Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel independen dan variabel dependen keduanya berdistribusi normal atau tidak. Model regresi dikatakan baik jika variabel independen dan variabel dependennya berdistribusi normal atau mendekati normal (Sunyoto, 2011:158). Uji normalitas akan dilakulan dengan bantuan SPSS 16 menggunakan metode Kolmogorov-Smirnov Z. Cara untuk pengujian normalitas yaitu dengan membandingkan nilai signifikansi Asymp.Sig. Jika nilai Asymp.Sig ≥ 0,05 maka data berdistribusi normal namun jika nilai Asymp.Sig < 0,05 maka data tidak berdistribusi normal (Priyatno, 2010:58). b. Uji Heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah model regresi yang memiliki kesamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Uji ini bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi terjadi heteroskedastisitas yang berarti varians tidak sama untuk semua pengamatan atau homokedastisitas yang berarti ada kesamaan varians untuk semua pengamatan (Sunyoto, 2011:145).

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 Uji ini akan dilakukan dengan menggunakan metode Spearmans „rho dengan bantuan program SPSS 16. Cara untuk melihat ada tidaknya heteroskedasititas adalah dengan melihat nilai signifikansi antar variabel independen dengan residual. Jika nilai signifikansi antar variabel independen dengan residual ≥ 0,05 maka tidak terjadi masalah heteroskedastisitas. Namun jika nilai signifikansi antar variabel independen dengan residual < 0,05 maka terjadi masalah heteroskedastisitas (Priyatno, 2010:72). 3) Analisis Regresi Linier Sederhana Analisis ini digunakan untuk mengetahui apakah sikap terhadap iklan berpengaruh pada minat beli. Analisis ini dilakukan untuk menjawab rumusan masalah kedua yaitu sikap terhadap iklan berpengaruh positif pada minat beli. Analisis regresi ini akan menggunakan data keseluruhan dari keempat kelompok pengujian. Berikut adalah tahapan pelaksanaan analisis regresi linier sederhana. 1) Mengajukan hipotesis nol dan hipotesis alternatif sebagai berikut: H0 : Sikap terhadap iklan tidak berpengaruh positif pada minat beli. Ha : Sikap terhadap iklan berpengaruh positif pada minat beli.

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 2) Mencari nilai t-tabel dengan taraf nyata yang digunakan adalah 5 % uji satu arah dengan derajat kebebasan (n - 2). 3) Mencari nilai t-hitung dengan bantuan SPSS 16 atau menggunakan rumus berikut. Y = a +bX + e Dimana : Y untuk H = Minat beli. a = Konstanta. b = Koefisien regresi sikap terhadap iklan dari kelompok yang sering mengkonsumsi media sosial dan dari kelompok yang jarang mengkonsumsi media sosial. X = Variabel sikap terhadap iklan dari kelompok yang sering mengkonsumsi media sosial dan dari kelompok yang jarang mengkonsumsi media sosial. e = Faktor pengganggu. 4) Membandingkan t-hitung dengan t-tabel. Ha diterima jika t-hitung > t-tabel. Ha ditolak jika t-hitung ≤ t-tabel.

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 5) Penarikan kesimpulan. Jika Ha diterima berarti sikap terhadap iklan berpengaruh positif pada minat beli. Artinya semakin konsumen menyukai sebuah iklan maka semakin tertarik pula konsumen tersebut untuk membeli produk yang diiklankan dan semakin konsumen tidak menyukai sebuah iklan maka konsumen tersebut semakin tidak tertarik untuk membeli produk yang diiklanklan. Jika Ha ditolak berarti sikap terhadap iklan tidak berpengaruh positif pada minat beli. Artinya antara sikap terhadap iklan dengan minat beli tidak saling berhubungan. Semakin seorang konsumen menyukai atau semakin tidak menyukai sebuah iklan maka hal tersebut tidak berpengaruh pada keinginan konsumen untuk membeli atau tidak membeli produk yang diiklankan.

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV PERKEMBANGAN MEDIA PERIKLANAN A. Perkembangan Advertising di Dunia Advertising atau periklanan adalah bentuk komunikasi ke konsumen dengan cara membayar space tertentu dan biasanya mengandung makna persuasif (ajakan). Pada dasarnya iklan telah ada sejak jaman purba. Hal ini bisa dilihat dari lukisan-lukisan di dinding-dinding kota kuno atau bentuk-bentuk barang yang mengandung unsur ajakan terhadap suatu benda, anggur atau makanan misalnya. Dengan dimulainya teknologi cetak pada tahun 1455, maka muncullah media iklan baru saat itu, yaitu dengan menggunakan kertas, yang dapat diproduksi secara massal, misalnya dalam bentuk handbill. Munculnya media koran juga menumbuhkan ruang iklan baru, yang pertama kali diinisiasi pada tahun 1625. Contoh iklan di masa kolonial muncul di Pennsylvania Gazette milik Benjamin Franklin. Franklin adalah orang pertama yang mengaplikasikan kemampuan menulis berita iklan (copywriter) dan juga orang pertama yang menggunakan ilustrasi atau gambar di samping tulisan-tulisan tersebut. Penggunaan iklan sebagai media komersil pertama muncul di New York Sun, juga milik Benjamin Franklin. 54

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 Dengan maraknya pertumbuhan dunia advertising, maka muncullah profesiprofesi ahli di bidang ini. Volney B. Palmer adalah orang pertama yang dikenal sebagai pakar periklanan, yang memulai bisnis di bidang ini tahun 1842 dan mempopulerkan nama agensi periklanan di tahun 1849. Pada tahun 1865, George R. Powell mempelopori model agensi periklanan dengan sistem yang kita kenal saat ini, yaitu membuat kontrak dengan surat kabar untuk space iklan dan menyewakannya ke clients. Iklan pertama yang menggunakan media radio muncul pada tahun 1926 ketika RCA membeli jaringan radio dari AT & T, termasuk WEAF di New Jersey, dan membentuk National Broadcasting Company. Hal ini diikuti oleh pertumbuhan iklan yang pesat di media TV yang mulai berkembang di tahun 1948. TV mempunyai keunggulan dibanding media lainnya karena kemampuannya mendemonstrasikan benefit dari suatu produk. Ada dua bentuk konsep iklan yang berkembang kemudian, yaitu hard sell, dan soft sell. Hard-sell adalah konsep beriklan yang bertujuan secara langsung untuk menjual produk, pertama kali didefinisikan oleh John E. Kennedy. Namun dalam era kreativitas, iklan yang muncul tidak lagi bersifat hard sell, namun lebih ke soft sell, yaitu menampilkan value, style, culture, bahkan entertainment yang dicitrakan dari produk atau perusahaan, dan tidak secara langsung “jualan” produk tersebut. Misalnya iklan rokok Marlboro yang dicitrakan heroik karena menggunakan simbol koboi.

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 Secara umum, di awal perkembangan iklan, ada lima media yang menyediakan space terbesar untuk iklan adalah surat kabar, majalah, radio, TV, dan media luar ruang seperti billboard. Surat kabar adalah media beriklan khususnya untuk belanja rumah tangga. Radio dan majalah menembak sektor konsumen yang unik, misalnya iklan di SMART FM bertujuan untuk menembak konsumen yang educated, usia professional, dan cenderung sophisticated. Iklan di majalah Mobil Motor jelas untuk konsumen yang gemar atau hobi mengutak-atik kendaraan bermotor. Iklan di TV punya keunggulan untuk image building dan mendemonstrasikan produk, sedangkan iklan luar ruang dapat menjangkau publik yang luas secara berulang-ulang di beberapa kota besar. B. Era Integrated Marketing Communication (IMC) Sekarang, para pengiklan menggunakan banyak pilihan untuk berpromosi, mulai dari iklan animasi di internet hingga trailer film di DVD. Hal ini mengawali munculnya Integrated Marketing Communication (IMC), yaitu upaya penggunaan media-media komunikasi pemasaran dari iklan hingga pengemasan dengan tujuan menyampaikan pesan persuasif yang jelas, konsisten, dan mencapai target. Misalnya, mempromosikan produk dengan memanfaatkan kombinasi iklan di 5 media, sales promotion, MLM, dan sebagainya dengan tujuan meningkatkan penjualan.

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 Pada era informasi ini, internet juga memegang peranan penting sebagai space atau media beriklan. Misalya iklan yang dipasang di website, portal berita, blog, intermercial (iklan yang muncul sebelum adanya koneksi ISP ke internet). Kelebihan internet sebagai media iklan adalah kemampuannya untuk melakukan pertukaran informasi dua arah dengan konsumen secara update dan real time. Satu cara marketing yang biasa dilakukan via internet adalah viral marketing, yaitu satu orang yang secara khusus menyebarkan ide tentang suatu produk melalui chat rooms, mailing list atau forum-forum yang marak di internet. Harapannya, informasi produk tadi akan menancap di benak para netters, dan akan disebarkan ke orang lain hingga menyebar seperti virus. Satu isu penting dalam beriklan di internet adalah norma. Pengguna internet, termasuk kita, tentu sering mendapat email spam, yaitu email berisi iklan yang “tanpa permisi” masuk ke email kita dan menghabiskan kuota memori email. Tentu saja hal ini menyebalkan. Namun ada bentuk permission marketing, yang dipopulerkan oleh Seth Godin, yaitu bentuk marketing dimana konsumen memberi ijin kepada pengiklan untuk beriklan. Selain internet, iklan juga berkembang di media-media yang kini banyak bermunculan. Misalnya iklan di Digital Video Recorder (DVR), yang disebut advertainment, yaitu mengkombinasikan iklan ke dalam isi produk entertainment. Contoh nyata adalah iklan yang muncul sebelum film DVD atau bioskop diputar. Bentuk iklan lain adalah product placement, yaitu menyisipkan

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 produk pada sebuah acara entertainment, misalnya di acara Oprah Winfrey Show, di acara Indonesian Idol atau AFI, dan sebagainya. C. Industri Periklanan Industri periklanan dibentuk dari agregat perusahaan-perusahaan yang menyediakan media periklanan. Media periklanan adalah seluruh channel komunikasi yang membawa pesan ke konsumen. Dalam pelaksanaannya, industri media dibantu oleh lembaga riset untuk mengukur dan mengevaluasi khalayak, pesan, dan jenis media yang dianggap efektif di masyarakat. Ada beberapa elemen yang terkait dengan industri periklanan. Elemen pertama adalah perusahaan pengiklan (advertisers). Perusahaan mengiklankan produknya yang biasanya disebut dengan nama brand tertentu, misalnya Pepsodent, Timex, Nike, dsb. Brand terdiri dari dimensi-dimensi yang mengidentifikasi dan memberikan nilai unik pada sebuah produk atau perusahaan. Bagian yang mengelola pemasaran dan brand di sebuah perusahaan biasanya disebut marketing manager atau brand manager. Karena pentingnya fungsi ini, maka saat ini banyak perusahaan yang mengangkat marketing communication sebagai posisi strategis di sebuah perusahaan (biasanya vice president).

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 Elemen kedua adalah biro iklan. Bagian penting pertama dari biro iklan yang mendapat project dari klien adalah rencana periklanan, yang berisi dokumen-dokumen rencana mengiklankan sebuah produk atau perusahaan. Dalam mencari klien, biro iklan dibantu oleh para account executive, yaitu mereka yang bertugas sebagai penghubung antara agensi periklanan dan klien. Selain itu, dalam biro iklan biasanya ada beberapa departemen pokok : a) Departemen kreatif ; yaitu bertugas menggali ide kreatif tentang suatu iklan. Beberapa posisi penting di sini adalah data riset, copywriters (penulis iklan), dan desain grafis. b) Departemen media ; bertugas untuk menyeleksi / memilih media mana yang paling cocok untuk menampilkan sebuah iklan, agar sesuai target. Di sini, account executives memegang peranan vital untuk memperbaharui kelengkapan informasi antara biro iklan dan klien. c) Bagian Riset ; bagian ini biasanya menggunakan jasa outsource, artinya biro iklan bekerjasama dengan lembaga riset media, seperti Nielsen Media Research. Beberapa data yang diambil hasil pengukurannya diantaranya : 1. Rating dari program radio dan TV 2. Sirkulasi majalah dan surat kabar 3. Profil konsumen

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 4. Profil perilaku penggunaan media 5. Studi kualitatif yang meneliti reaksi pemirsa terhadap media tertentu 6. Laporan biaya iklan di perusahaan-perusahaan besar 7. Pengujian keefektifan sebuah iklan sebelum launch ke media, atau disebut copy testing, yaitu evaluasi pengukuran keefektifan sebuah iklan. Istilah lain yang banyak dikenal dalam periklanan adalah relationship marketing, yaitu proses komunikasi pemasaran yang berjalan satu-satu (perusahaan-konsumen), biasanya melalui media internet, direct mail, atau telepon. Ada juga bentuk pemasaran direct marketing, yaitu bentuk iklan yang membutuhkan respon cepat dari konsumen yang dipilih. Keuntungan dari bentuk iklan ini adalah perusahaan dapat melakukan kustomisasi karena konsumennya sudah ditentukan melalui database yang dimiliki, dan efektivitasnya bisa diukur secara jelas. Di TV kabel, bentuk direct marketing berupa infomercial, yaitu promosi produk melalui spot iklan khusus di TV bayar. Semua upaya iklan di atas adalah bertujuan untuk mencapaui loyalitas merek, yaitu keinginan konsumen untuk melakukan pembelian secara berulang-ulang pada sebuah merek atau produk.

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 D. Lahirnya Iklan Dua Versi Berkembangnya dunia pemasaran telah mendorong lahirnya IMC (Integrated marketing communication) atau komunikasi pemasaran terpadu. Dengan lahirnya IMC, para penanggung jawab pemasaran mulai menyadari perlunya pengintegrasian dan koordinasi dari berbagai elemen promosi dan kegiatan pemasaran lainnya. Kegiatan komunikasi pemasaran yang dikoordinasikan mencakup 1. beriklan di media massa, 2. pemasaran langsung, 3. promosi penjualan, 4. penjualan personal, 5. pemasaran interaktif, 6. hubungan masyarakat. Pengintegrasian kegiatan pemasaran ini bertujuan untuk memberikan kejelasan, konsistensi, dampak komunikasi yang maksimal serta menghasilkan citra yang bersifat satu dan konsisten bagi konsumen (Morrisan, 2010:6-17). Seiring dengan semakin berkembangnya IMC, para penanggung jawab pemasaran mulai meminta biro iklan untuk mengkoordinasikan penggunaan berbagai instrumen promosi yang tersedia dan tidak hanya mengandalkan pada iklan di media massa. Perkembangan IMC ini juga telah menghasilkan sebuah perubahan penting yaitu semakin tersegmentasinya konsumen berdasarkan demografis, gaya hidup, konsumsi media, serta pola belanja yang berada di antara berbagai kelompok konsumen. Dengan semakin jelasnya segmentasi ini, para pemasar akan semakin mudah untuk memilih dan menentukan cara promosi yang tepat untuk setiap segmen konsumen.

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 Perkembangan IMC dan penggunaan media periklanan yang tidak hanya berfokus pada satu media massa saja, menjadi awal penggunaan media cetak dan elektronik secara bersamaan untuk mengiklankan produk yang sama. Penggunaan lebih dari satu media periklanan memungkinkan pemasar untuk masuk kebeberapa segmen konsumen sekaligus. Media periklanan baik cetak maupun elektronik memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun ada satu hal yang tidak bisa dipungkiri yaitu media periklanan baik cetak maupun elektronik saat ini sudah berkembang dengan sangat pesat dan baik. Berkembangnya media periklanan dan IMC membuat para pengiklan tidak mau ketinggalan memanfaatkan media yang ada. Saat ini, hampir semua pengiklan berbondong-bondong mengiklankan produknya dalam dua versi. Misalnya produk makanan Ice Cream Magnum dalam berbagai varian rasa. Iklan produk ini dapat ditemukan di berbagai media yang ada seperti, Koran, TV, Radio, Majalah, Twitter, Facebook, dan media lainnya. Iklan produk ini dianggap sangat berhasil. Hal ini dapat dilihat dari antusiasme konsumen yang sangat besar dalam mencari produk ini dan bahkan sangat mengidolakan produk magnum. Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa beriklan tidak hanya memperhatikan image, brand, pencitraan, dan konten iklan, tetapi beriklan perlu memperhatikan media periklanan yang tepat sehingga tujuan beriklan dapat sampai dengan tepat ke hati calon konsumen.

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Bab ini berisi tentang deskripsi data penelitian, analisis data penelitian dan pembahasan data penelitian. Analisis data merupakan pengolahan data berdasarkan jawaban partisipan dalam angket yang diberikan peneliti. Ada dua analisis data yang akan dipaparkan dalam bab ini yaitu analisis dari uji beda dan analisis regresi linier sederhana. Sebelum melakukan pengujian, akan dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas. Kemudian dilanjutkan dengan uji beda, uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas dan uji heteroskedastisitas, dan yang terakhir uji regresi linier sederhana. Uji beda dan uji regresi linier sederhana dilakukan untuk menguji apakah hipotesis yang dikemukakan pada bab II dapat diterima atau ditolak. Pengolahan data akan dilakukan menggunakan program SPSS 16. A. Hasil Pengujian Instrumen Penelitian 1. Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk mengukur seberapa jauh suatu alat ukur memiliki tingkat keakuratan dan konsistensi dalam melakukan fungsi ukurnya. Validitas dari masing-masing butir pernyataan diketahui dengan mengkorelasikan skor-skor yang ada pada masing-masing pernyataan dengan 63

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 skor total. Uji validitas akan dilakukan menggunakan teknik korelasi product moment. Kriteria pengambilan keputusan untuk menentukan valid jika r-hitung ≥ r-tabel (n = 120, df = n-2, r-tabel = 0,1793). Jika nilai r-hitung < r-tabel maka butir instrumen yang dimaksud tidak valid. Berikut adalah hasil uji validitas masing - masing variabel: Tabel 5.1 Hasil Uji Validitas Item Pernyataan r-hitung r-tabel Keterangan Sikap terhadap iklan Sikap iklan 1 0,649 0,1793 Valid Sikap iklan 2 0,603 0,1793 Valid Sikap iklan 3 0,720 0,1793 Valid Sikap iklan 4 0,642 0,1793 Valid Sikap iklan 5 0,547 0,1793 Valid Minat beli Minat beli 1 0,723 0,1793 Valid Minat beli 2 0,792 0,1793 Valid Minat beli 3 0,782 0,1793 Valid Minat beli 4 0,612 0,1793 Valid Sumber: Data yang diolah, 2014 / Lampiran IV Hasil uji validitas variabel sikap terhadap iklan dan variabel minat beli menunjukkan bahwa seluruh butir pernyataan memiliki nilai r-hitung > r-tabel (0,1793). Dengan demikian dapat dikatakan seluruh butir pernyataan yang digunakan dalam penelitian adalah valid dan dapat digunakan untuk analisis selanjutnya.

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 2. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui sejauh mana suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pegumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Adanya konsistensi jawaban dari partisipan mencerminkan bahwa suatu angket sudah baik dan dapat dipercaya. Uji relaiabilitas dilakukan menggunakan metode Cronbach’s Alpha. Instrumen penelitian sebagai alat pengumpul data dianggap reliable jika memiliki koefisien CA ≥ 0,6. Berikut hasil uji reliabilitas dari masing-masing variabel: Tabel 5.2 Hasil Uji Reliabilitas No Variabel Cronbach’s Alpha Keterangan 1 Sikap terhadap iklan 0,626 Reliabel 2 Minat beli 0,707 Reliablel Sumber: Data yang diolah, 2014 / Lampiran IV Dari tabel hasil uji reliabilitas dapat dilihat bahwa nilai Cronbach’s Alpha dari variabel sikap terhadap iklan dan variabel minat beli > 0,6. Hal ini menunjukkan bahwa instrumen penelitian yang digunakan memiliki tingkat kehandalan dan reliabilitas yang baik.

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 3. Karakteristik Partisipan Deskripsi partisipan yang disajikan dalam penelitian ini meliputi jenis kelamin dan usia. Berikut penjelasan dari masing-masing karakteristik partisipan: a. Karakteristik Partisipan Berdasarkan Jenis Kelamin Deskripsi karakteristik partisipan berdasarkan jenis kelamin dibagi menjadi dua yaitu laki-laki dan perempuan. Berikut adalah hasil karakteristik partisipan berdasarkan jenis kelamin: Tabel 5.3 Karakteristik Partisipan Berdasarkan Jenis Kelamin No Jenis Kelamin Frekuensi Persentase 1 Laki – laki 53 44,16% 2 Perempuan 67 55,84% 120 100% Total Sumber: Data yang diolah, 2014 Berdasarkan tabel di atas diperoleh sebagian besar partisipan berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 67 orang (55,84%) dan sisanya sebanyak 53 orang (44,16%) berjenis kelamin laki-laki. b. Karakteristik Partisipan Berdasarkan Usia Karakteristik responden berdasarkan usia dikelompokkan menjadi dua kelompok dengan rentang usia 17-20 tahun dan usia 21-23 tahun. Berikut adalah hasil karakteristik partisipan berdasarkan usia:

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 Tabel 5.4 Karakteristik Partisipan Berdasarkan Usia No Usia Frekuensi Persentase 1 17 – 20 tahun 96 80% 2 21 – 23 tahun 24 20% Total 120 100% Sumber: Data yang diolah, 2014 Tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar partisipan berusia antara 17-20 tahun yaitu sebanyak 96 orang (80%) dan sisanya berusia antara 21-23 tahun sebanyak 24 orang (20%). 4. Hasil Data Deskriptif Statistik deskriptif merupakan ringkasan hasil olahan data seluruh variabel penelitian yang telah diolah dengan bantuan program SPSS 16. Pada bagian ini terdapat hasil statistik deskriptif masing-masing untuk menjelaskan rata-rata, nilai minimum, nilai maksimum, dan standar deviasi dari masingmasing variabel. Variabel pertama adalah sikap terhadap iklan dan variabel terakhir yaitu minat beli.

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 Tabel 5.5 Hasil Statistik Deskriptif Instrumen Penelitian Sikap Terhadap Iklan Kelompok Soft Copy No 1 2 3 4 5 Indikator Saya suka iklan permen merek Skittles Saya antusias terhadap iklan permen Skittles Saya terkesan terhadap iklan permen merek Skittles Saya mendukung iklan permen merek Skittles Menurut saya iklan permen merek Skittles menarik Rata- Standar rata Deviasi Minimum Maksimum 1 5 3,60 0,867 1 4 3,13 0,650 2 5 3,48 0,710 1 5 3,40 0,785 1 5 4,00 0,736 Sumber: Data yang diolah, 2014 / Lampiran V Dari hasil di atas diperoleh bahwa indikator 5 memiliki nilai rata-rata paling tinggi yaitu 4, dengan skala yang paling kecil yang dipilih adalah 1 dan skala yang paling besar yang dipilih adalah 5. Indikator 3, 4, dan 5 memiliki standar deviasi yang tidak jauh berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa variasi atau sebaran pilihan jawaban yang diberikan partisipan hampir serupa. Indikator 1 memiliki nilai standar deviasi terbesar yaitu 0,867 dan standar deviasi terendah terdapat di indikator 2 sebesar 0,650.

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 Tabel 5.6 Hasil Statistik Deskriptif Instrumen Penelitian Sikap Terhadap Iklan Kelompok Hard Copy No 1 2 3 4 5 Indikator Saya suka iklan permen merek Skittles Saya antusias terhadap iklan permen Skittles Saya terkesan terhadap iklan permen merek Skittles Saya mendukung iklan permen merek Skittles Menurut saya iklan permen merek Skittles menarik Minimum Maksimum Ratarata Standar Deviasi 2 5 3,73 0,634 2 5 3,12 0,761 2 5 3,33 0,729 2 5 3,63 0,736 3 5 3,87 0,623 Sumber: Data yang diolah, 2014 / Lampiran V Dari hasil di atas diperoleh bahwa indikator 5 memiliki nilai rata-rata paling tinggi yaitu 3,87, dengan skala yang paling kecil yang dipilih adalah 2 dan skala yang paling besar yang dipilih adalah 5. Indikator 2, 3, dan 4 memiliki standar deviasi yang tidak jauh berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa variasi atau sebaran pilihan jawaban yang diberikan partisipan hampir serupa. Indikator 2 memiliki nilai standar deviasi terbesar yaitu 0,761 dan standar deviasi terendah terdapat di indikator 5 sebesar 0,623.

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 Tabel 5.7 Hasil Statistik Deskriptif Instrumen Penelitian Minat Beli Kelompok Hard Copy No 1 2 3 4 Indikator Minimum Maksimum 5 Ratarata 3,93 Standar Deviasi 0,710 Saya akan membeli permen merek Skittles untuk saya sendiri Saya akan membeli permen merek Skittles untuk teman saya Saya akan membeli permen merek Skittles untuk hadiah Saya akan merekomendasikan permen merek Skittles kepada teman dan keluarga saya 2 2 5 3,80 0,755 2 5 3,53 0,833 2 5 3,33 0,705 Sumber: Data yang diolah, 2014 / Lampiran V Dari hasil di atas diperoleh bahwa indikator 1 memiliki nilai rata-rata paling tinggi yaitu 3,93, dengan skala yang paling kecil yang dipilih adalah 2 dan skala yang paling besar yang dipilih adalah 5. Indikator 1, 2, dan 3 memiliki standar deviasi yang tidak jauh berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa variasi atau sebaran pilihan jawaban yang diberikan partisipan hampir serupa. Indikator 3 memiliki nilai standar deviasi terbesar yaitu 0,833 dan standar deviasi terendah terdapat di indikator 4 sebesar 0,705.

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 Tabel 5.8 Hasil Statistik Deskriptif Instrumen Penelitian Minat Beli Kelompok Soft Copy No 1 2 3 4 Indikator Saya akan membeli permen merek Skittles untuk saya sendiri Saya akan membeli permen merek Skittles untuk teman saya Saya akan membeli permen merek Skittles untuk hadiah Saya akan merekomendasikan permen merek Skittles kepada teman dan keluarga saya Minimum Maksimum Ratarata Standar Deviasi 1 5 3,35 0,820 1 5 3,30 0,830 1 5 3,07 0,899 1 5 3,25 0,816 Sumber: Data yang diolah, 2014 / Lampiran V Dari hasil di atas diperoleh bahwa indikator 1 memiliki nilai rata-rata paling tinggi yaitu 3,35, dengan skala yang paling kecil yang dipilih adalah 1 dan skala yang paling besar yang dipilih adalah 5. Keempat indikator memiliki nilai standar deviasi yang hampir sama. Hal ini menunjukkan bahwa variasi atau sebaran pilihan jawaban yang diberikan partisipan hampir serupa. Indikator 3 memiliki nilai standar deviasi terbesar yaitu 0,899 dan standar deviasi terendah terdapat di indikator 4 sebesar 0,816.

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 5. Uji Hipotesis 1 Uji hipotesis I akan dilakukan sebanyak dua kali. Uji hipotesis yang pertama dilakukan untuk menguji H1a. Kelompok yang diuji adalah kelompok yang sering mengkonsumsi media sosial yang diberikan treatment berupa iklan versi soft copy dan hard copy. Uji hipotesis yang kedua dilakukan untuk menguji H1b. Kelompok yang diuji adalah kelompok yang jarang mengkonsumsi media sosial yang diberi treatment berupa iklan versi soft copy dan hard copy. Uji hipotesis I akan menggunakan metode uji-t kelompok independen. a. Pengujian H1a H1a yang diajukan dalam penelitian ini adalah Untuk konsumen yang sering mengkonsumsi media sosial, sikap terhadap iklan soft copy lebih positif dibanding sikap terhadap iklan hard copy. Berikut adalah hasil uji-t kelompok independen serta hipotesis nol dan hipotesis alternatif untuk uji H1a: H0 : Untuk konsumen yang sering mengkonsumsi media sosial, sikap terhadap iklan soft copy tidak lebih positif dibanding sikap terhadap iklan hard copy (µ1 ≤ µ2). Ha : Untuk konsumen yang sering mengkonsumsi media sosial, sikap terhadap iklan soft copy lebih positif dibanding sikap terhadap iklan hard copy (µ1 > µ2).

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 Nilai t-tabel untuk n = 60, taraf nyata 5 %, dan df = n1 + n2 – 2 = 1,671. Tabel 5.9 Hasil uji-t kelompok independen 1 F Sig t-hitung 2,250 0,139 0,151 Mean Difference 0,100 Sumber: Data yang diolah, 2014 / Lampiran VI Berdasarkan tabel di atas, diperoleh nilai t-hitung sebesar 0,151. Hal ini menunjukkan bahwa t-hitung < t-tabel (0,151 < 1,671) maka dapat disimpulkan bahwa H0 diterima, untuk konsumen yang sering mengkonsumsi media sosial, sikap terhadap iklan soft copy tidak lebih positif dibanding sikap terhadap iklan hard copy. b. Pengujian H1b H1b yang diajukan dalam penelitian ini adalah Untuk konsumen yang jarang mengkonsumsi media sosial, sikap terhadap iklan hard copy lebih positif dibanding sikap terhadap iklan soft copy. Berikut adalah hasil uji-t kelompok independen serta hipotesis nol dan hipotesis alternatif untuk uji H1b: H0 : Untuk konsumen yang jarang mengkonsumsi media sosial, sikap terhadap iklan hard copy tidak lebih positif dibanding sikap terhadap iklan soft copy (µ a ≤ µb).

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 Ha : Untuk konsumen yang jarang mengkonsumsi media sosial, sikap terhadap iklan hard copy lebih positif dibanding sikap terhadap iklan soft copy (µ a > µ b). Nilai t-tabel untuk n = 60, taraf nyata 5 %, dan df = n1 + n2 – 2 = 1,671. Tabel 5.10 Hasil uji-t kelompok independen 2 F Sig t-hitung 0,296 0,589 0,437 Mean Difference 0,233 Sumber: Data yang diolah, 2014 / Lampiran VI Berdasarkan tabel di atas, diperoleh nilai t-hitung sebesar 0,437. Nilai t-tabel untuk n = 60 adalah 1,671. Hal ini menunjukkan bahwa t-hitung < ttabel (0,437 < 1,671), dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H0 diterima, untuk konsumen yang jarang mengkonsumsi media sosial, sikap terhadap iklan hard copy tidak lebih positif dibanding sikap terhadap iklan soft copy. 6. Uji Asumsi Klasik Sebelum melakukan pengujian hipotesis dengan metode regresi linier sederhana, terlebih dahulu dilakukan pengujian asumsi klasik. Pengujian asumsi klasik dilakukan untuk mengetahui apakah data yang digunakan telah terbebas dari masalah normalitas dan heteroskedasititas. Jika salah satu dari kedua asumsi klasik tidak terpenuhi, maka akan menyebabkan bias pada persamaan regresi yang berpengaruh pada hasil penelitian.

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 a. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel independen dan variabel dependen keduanya berdistribusi normal atau tidak. Model regresi dikatakan baik jika variabel independen dan variabel dependennya berdistribusi normal atau mendekati normal (Sunyoto, 2011:158). Uji normalitas akan dilakukan menggunakan metode KolmogorovSmirnov. Variabel independen dan dependen dinyatakan terbebas dari masalah normalitas jika memiliki nilai Asymp.sig > 0,05 (Priyatno, 2010:58). Berikut adalah tabel hasil uji normalitas untuk masing-masing variabel: Tabel 5.11 Hasil Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov Variabel Asymp.sig Signifikansi Kesimpulan Sikap terhadap iklan 0,90 0,05 Normal Minat beli 0,128 0,05 Normal Sumber: Data yang diolah, 2014 / Lampiran VII Tabel di atas menunjukkan bahwa nilai Asymp.sig lebih besar dari nilai signifikansi (0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa semua variabel dalam penelitian berdistribusi normal.

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 b. Uji Heteroskedastisitas Model regresi yang baik adalah model regresi yang memiliki kesamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Uji ini bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi terjadi heteroskedastisitas yang berarti varians tidak sama untuk semua pengamatan atau homokedastisitas yang berarti ada kesamaan varians untuk semua pengamatan (Sunyoto, 2011:145). Uji heteroskedastisitas akan dilakukan menggunakan metode spearmans ‘rho. Variabel akan dinyatakan terbebas dari masalah heteroskedastisitas jika memiliki nilai signifikansi antar variabel independen dengan residual lebih dari 0,05. Berikut adalah tabel hasil uji heteroskedastisitas menggunakan metode spearmans ‘rho: Tabel 5.12 Hasil Uji Heteroskedastisitas Spearmans ‘rho Variabel Sig. (2-tailed) Standard Signifikansi Kesimpulan Sikap terhadap iklan 0,742 0,05 Homokedastisitas Sumber: Data yang diolah, 2014 / Lampiran VII Tabel di atas menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,742 lebih besar dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa model regresi terbebas dari masalah heteroskedasititas.

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 7. Uji hipotesis II Hipotesis II yang diajukan dalam penelitian ini adalah sikap terhadap iklan berpengaruh positif pada minat beli konsumen. Hipotesis ini akan diuji menggunakan analisis regresi linier sederhana menggunakan data keseluruhan dari variabel sikap terhadap iklan dan variabel minat beli tanpa ada pemisahan kelompok. Berikut hasil uji regresi linier sederhana serta hipotesis nol dan hipotesis alternatif untuk uji hipotesis ke II: H0 : Sikap terhadap iklan tidak berpengaruh positif pada minat beli. Ha : Sikap terhadap iklan berpengaruh positif pada minat beli. Nilai t-tabel dengan taraf nyata 5 %, derajat kebebasan (n-2), dan n = 120 adalah 1,658. Tabel 5.13 Hasil Uji Regresi Linier Sederhana Variabel Dependen : Minat Beli Variabel Independen B Koefisien t-hitung Sign Sikap terhadap iklan 0,270 2,893 Konstanta 9,018 Adjusted R Square 0,058 0,005 Sumber: Data yang diolah, 2014 / Lampiran VIII Data dari tabel di atas dapat ditransformasikan ke dalam persamaan regresi linier sederhana sebagai berikut:

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 Y = 9,018 + 0,270 X Berdasarkan tabel di atas, diperoleh nilai t-hitung sebesar 2,893. Jadi dapat disimpulkan t-hitung > t-tabel (2,893 > 1,658) sehingga Ha diterima, artinya sikap terhadap iklan berpengaruh positif pada minat beli. 8. Pembahasan Hasil uji hipotesis digunakan untuk menjawab tujuan dari penelitian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui benarkah intensitas mengkonsumsi media sosial menjadi faktor pembeda sikap terhadap iklan dan bagaimana pengaruhnya pada minat beli. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing pengujian hipotesis: a. Untuk konsumen yang sering mengkonsumsi media sosial, sikap terhadap iklan soft copy lebih positif dibanding sikap terhadap iklan hard copy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa H0 yang menyatakan “Untuk konsumen yang sering mengkonsumsi media sosial, sikap terhadap iklan soft copy tidak lebih positif dibanding sikap terhadap iklan hard copy” dapat diterima secara ststistik oleh penelitian empiris. Hal ini dibuktikan dengan nilai t-hitung < t-tabel (0,151 < 1,671).

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar partisipan merupakan remaja usia 17-20 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa remaja yang sering menggunakan media sosial tidak hanya menyukai iklan dalam versi soft copy tetapi mereka juga menyukai iklan dalam versi hard copy. Dengan kata lain, intensitas mengkonsumsi media sosial tidak dapat merubah sikap seseorang terhadap iklan yang dilihat. Hal ini dapat disebabkan karena remaja yang sering mengkonsumsi media sosial tidak hanya mengkonsumsi media sosial saja, mereka tetap mengkonsumsi media konvensional sebagai referensi tambahan. Selain itu, maraknya periklanan yang menggunakan dua versi iklan untuk menampilkan iklan produk yang sama akan memberikan citra yang sama kepada setiap konsumen walaupun iklan itu dilihat dalam versi yang berbeda. Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif, diperoleh nilai standar deviasi yang hampir serupa (nilai SD berada di sekitar 0,7). Hal ini mengidentifikasikan bahwa partisipan memberikan jawaban yang relatif sama. Selain itu, perlu diperhatikan bahwa seorang konsumen akan melakukan pembelaan diri atau memberikan respon yang aman untuk dirinya sendiri, saat konsumen tersebut dihadapkan pada produk yang baru. Berdasarkan hal tersebut, dapat dikatakan bahwa partisipan yang belum mengenali sebuah iklan atau produk dengan baik akan memberikan respon yang dapat mengamankan

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 dirinya sendiri sehingga peneliti akan mengalami kesulitan untuk mengidentifikasi variabel sikap terhadap iklan. b. Untuk konsumen yang jarang mengkonsumsi media sosial, sikap terhadap iklan hard copy lebih positif dibanding sikap terhadap iklan soft copy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa H0 yang menyatakan “Untuk konsumen yang jarang mengkonsumsi media sosial, sikap terhadap iklan hard copy tidak lebih positif dibanding sikap terhadap iklan soft copy” dapat diterima secara ststistik oleh penelitian empiris. Hal ini dibuktikan dengan nilai t-hitung < t-tabel (0,437 < 1,671). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa remaja yang jarang mengkonsumsi media sosial, tidak hanya menyukai iklan dalam versi hard copy tetapi mereka juga menyukai iklan dalam versi soft copy. Hal ini dapat disebabkan kerena remaja tidak hanya mengkonsumsi satu jenis media saja. Remaja masa kini mengkonsumsi lebih dari satu media dengan intensitas dan kesukaan yang berbeda. Saat remaja yang jarang mengkonsumsi media sosial menemukan sebuah iklan di media konvensional maka remaja ini akan membentuk citra tersendiri terhadap iklan produk yang dilihat. Ketika remaja ini melihat iklan produk yang sama dalam versi berbeda (soft copy) maka

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 remaja ini akan memunculkan citra yang sama seperti saat ia melihat iklan tersebut dalam versi hard copy. Citra yang sama terhadap iklan produk yang ditampilkan dalam versi yang berbeda, dapat disebabkan karena iklan tersebut berasal dari sumber yang sama. Seperti yang dikemukakan oleh Morrisan (2010:9) “Promosi perusahaan dapat menghasilkan citra yang bersifat satu dan konsisten bagi konsumen. Upaya ini menuntut agar setiap pesan yang keluar harus berasal dari sumber yang sama sehingga segala informasi yang diumumkan perusahaan memiliki kesamaan tema serta positioning yang sama di mata konsumen.” c. Sikap terhadap iklan berpengaruh positif pada minat beli konsumen Hasil uji regresi linier sederhana menunjukkan bahwa Ha yang menyatakan “Sikap terhadap iklan berpengaruh positif pada minat beli” terbukti secara statistik oleh penelitian empiris. Maksud dari pengaruh positif ini yaitu semakin seorang konsumen menyukai sebuah iklan maka konsumen tersebut akan semakin tertarik untuk membeli produk yang diiklankan, dan semakin seorang konsumen tidak menyukai sebuah iklan maka konsumen tersebut akan semakin tidak tertarik pula untuk membeli produk yang diiklankan.

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 Adjusted R Square sebesar 0,058 atau 5,8% menunjukkan bahwa 5,8% variasi minat beli dapat dijelaskan oleh variasi variabel independen sikap terhadap iklan dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diikutkan dalam penelitian ini. Nilai signifikansi 0,005 yang lebih kecil dari 0,05 menunjukkan adanya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen.

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB VI KESIMPULAN DAN IMPLIKASI A. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada bab sebelumnya maka dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu: 1. Perbedaan intensitas mengkonsumsi media sosial tidak dapat merubah sikap remaja terhadap iklan yang ditampilkan dalam versi soft dan hard copy. Walaupun remaja memiliki perbedaan dalam mengkonsumsi media sosial, hal tersebut tidak dapat menentukan suka atau tidaknya remaja pada iklan yang ditampilkan dalam versi berbeda. Remaja tetap menyukai iklan dalam versi soft copy dan hard copy. 2. Sikap terhadap iklan berpengaruh positif pada minat beli. Artinya semakin konsumen menyukai sebuah iklan maka konsumen tersebut akan semakin tertarik untuk membeli produk yang diiklankan, dan semakin konsumen tidak menyukai iklan maka konsumen tersebut akan semakin tidak tertarik untuk membeli produk yang diiklankan. Konsumen yang menyukai iklan permen Skittles akan membentuk sikap positif terhadap iklan tersebut. Kesukaan konsumen terhadap iklan permen Skittles inilah yang nantinya akan mendorong konsumen tersebut untuk melakukan pembelian. 83

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 B. Implikasi Hasil Penelitian 1. Implikasi Manajerial Beberapa implikasi manajerial yang dapat digunakan oleh produsen produk convenience sebagai referensi dalam pengambilan keputusan periklanan adalah sebagai berikut: a. Hasil penelitian menggungkapkan bahwa tidak ada perbedaan sikap terhadap iklan dalam versi soft copy dan hard copy antara kelompok remaja yang memiliki intensitas mengkonsumsi media sosial yang berbeda. Hal ini mengidentifikasikan bahwa remaja tidak hanya mengkonsumsi satu jenis media sosial saja dan menyukai satu versi iklan saja. Hal ini mematahkan pendapat yang mengatakan bahwa seseorang yang menyukai dan aktif menggunakan media sosial pasti menyukai iklan dalam versi soft copy, dan orang yang kurang menyukai media sosial lebih menyuikai iklan dalam versi hard copy. Berdasarkan penjelasan di atas, sebaiknya pihak manajerial tidak hanya mengutamakan satu sumber informasi periklanan saja. Selain itu, pihak manajerial sebaiknya melakukan penelitian berkala untuk mendukung data yang akan digunakan dalam pengambilan keputusan periklanan. Konsumen memiliki kebutuhan dan selera yang dapat berubah sewaktu-waktu. Teori atau data yang ada tidak selalu dapat

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 menjawab keinginan dan kebutuhan konsumen yang selalu berubah, sehingga perlu dilakukan pengkajian ulang terhadap data atau teori periklanan yang ada. b. Setelah mengetahui bahwa seorang remaja tidak hanya mengkonsumsi satu jenis media sosial dan remaja tidak hanya menyukai satu jenis versi iklan saja, sebaiknya manajer periklanan tidak hanya berfokus atau mengandalkan satu jenis media periklanan dan mengabaikan media periklanan lainnya. Jika manajer periklanan hanya berfokus pada satu jenis media periklanan maka akan terdapat kelompok konsumen yang terlambat mengetahui iklan yang disebarkan. Keterlambatan pengetahuan konsumen terhadap iklan yang disebarkan, tentu akan mengurangi animo pengetahuan konsumen terhadap produk yang diiklankan. Selanjutnya, produk yang diiklankan hanya akan berlalu begitu saja dalam ingatan konsumen. Selain itu, keterlambatan sampainya iklan kepada konsumen memungkinkan iklan produk lain untuk lebih dulu menghampiri konsumen. Oleh sebab itu, sebaiknya manajer periklanan menggunakan lebih dari satu jenis media periklanan (bauran media periklanan) dalam memasarkan produknya.

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 2. Implikasi Untuk Penelitian Selanjutnya a. Penelitian ini menggunakan iklan produk convenience sebagai instrumen penelitian. Dari penelitian yang sudah dilakukan ternyata tidak ada perbedaan sikap iklan antara iklan dalam versi soft copy dan hard copy. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggunakan jenis produk lain agar penelitian ini dapat diaplikasikan pada semua jenis dan tingkatan produk lainnya. b. Penelitian selanjutnya diharapkan mampu menambahkan kriteriakriteria tertentu yang lebih spesifik dalam pemilihan partisipan. Adanya kriteria yang semakin spesifik, memungkinkan peneliti untuk benar-benar mendapatkan partisipan yang baik. Partisipan yang baik dapat mengurangi bias yang dapat mempengaruhi hasil penelitian dan memberikan hasil penelitian yang lebih akurat. c. Penelitian selanjutnya diharapkan mampu manggunakan peralatan yang lebih baik untuk menciptakan suasana yang kondusif saat melakukan penelitian. Penelitian selanjutnya dapat menggunakan ruangan yang lebih memadai dan tertutup sehingga penelitian dan partisipan benar-benar tidak terpengaruh oleh lingkungan luar. Selain itu peneliti juga dapat menggunakan proxy atau web untuk memudahkan partisipan dalam mengakses instrumen penelitian agar penelitian dapat berjalan dengan lebih baik.

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 d. Partisipan dalam penelitian ini merupakan remaja yang dikelompokkan berdasarkan intensitas mengkonsumsi media sosial. Penelitian selanjutnya diharapkan mampu memilih partisipan dengan usia berbeda dan dikelompokkan berdasarkan faktor lainnya seperti pekerjaan dan domisili.

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Kotler, Philip and Kevin Lane Keller. 2009. Manajemen Pemasaran Edisi 13 Jilid 1. Jakarta: Penerbit Erlangga. Kotler, Philip and Kevin Lane Keller. 2009. Manajemen Pemasaran Edisi 13 Jilid 2. Jakarta: Penerbit Erlangga. Machfoedz, Mahmud. 2010. Komunikasi Pemasaran Modern. Yogyakarta: Cakra Ilmu. Morissan, M.A. 2010. Periklanan Komunikasi Pemasaran Terpadu. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Mowen, John J and Michael Minor. 2002. Perilaku Konsumen Edisi 5 Jilid 1. Jakarta: Penerbit Erlangga. Mowen, John J and Michael Minor. 2002. Perilaku Konsumen Edisi 5 Jilid 2. Jakarta: Penerbit Erlangga. Tjiptono, Fandy. 2008. Strategi Pemasaran Edisi III. Yogyakarta: CV. Andi Offset. Lee, Monle dan Carla Johnson. 2004. Prinsip-prinsip Pokok Periklanan dalam Perspektif Global. Jakarta: Prenenda Media. Mudrajad, Kuncoro. 2003. Metode Riset untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta: Erlangga. 88

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 Horwitz, Josh. 2014 “Statistik pengguna internet di Asia dan Indonesia (slideshow)”. http://id.techinasia.com/statistik-pengguna-internet-di-asia-dan-indonesiaslideshow/. Sholihin, Burhan. 2013 “Penjualan Iklan Google Kalahkan Media Cetak”. http://www.tempo.co/read/news/2013/06/04/090485683/Penjualan-IklanGoogle-Kalahkan-Media-Cetak. Santoso, Singgih. 2010 “Kupas Tuntas Riset EKSPERIMEN dengan Excel 2007 dan Minitab 15”. Jakarta: PT Elex Media Komputindo. http://books.google.co.id/books?id=s6m3RjrTe9gC&pg=PA81&lpg=PA81&dq =penentuan+partisipan+metode+eksperimen&source=bl&ots=UIZiSvo7yB&si g=cgt5EesqVc05rpFjWMXCzkJCN5Q&hl=id&sa=X&ei=kAMXU8eFAPt0AHrwoC4DQ&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false Sanusi, Anwar. 2011. Metodologi Penelitian Bisnis. Jakarta: Salemba Empat. Wiyono, Gendro. 2011. Merancang Penelitian Bisnis dengan Alat Analisis SPSS 17.0 dan SmartPLS 2.0. Yogyakarta: UPP STIM YKPN. Sunyoto, Danang. 2011. Metodologi Penelitian Untuk Ekonomi. Yogyakarta: CAPS. Hidayat, Anwar. 2013. “Uji Statistik/Uji Normalitas-Uji heteroskedastisitas dengan grafik”. http://statistikian.blogspot.com/2013/01/uji-normalitas.html.

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 Priyatno, Duwi. 2010. Teknik Mudah Dan Cepat Melakukan Analisis Data Penelitian Dengan SPSS Dan Tanya Jawab Ujian Pendadaran”. Yogyakarta: Gava Media. M, Giri. 2013. “UJi Asumsi Klasik (sebagai syarat uji regresi berganda dan sederhana)”. http://girimahendra.blogspot.com/2013/05/uji-asumsi-klasik- sebagai-syarat-uji.html. Akhyar, Dani . “Perkembangan Advertising di Dunia”. http://mind- shift.blogspot.com/2006/07/perkembangan-advertising-di-dunia.html (sumber : Media Now, Straubhaar & La Rose, 2006). Supriadi, Cecep. ”Kelebihan dan Kekurangan Berbagai Media Periklanan”. http://www.marketing.co.id/kelebihan-dan-kekurangan-berbagai-mediaperiklanan/. (Sumber: powerhomebiz.com) Kusuma, Muhammad aziz Rafsanjani. “Kelebihan dan Kekurangan Iklan Online”. http://muhammadazizrafsanjanikusuma.wordpress.com/2012/12/25/58/ Wijaya, Sastra. “Media cetak bersaing dengan internet”. http://www.bbc.co.uk/indonesia/laporan_khusus/2010/03/100312_mediainterne t.shtml. Cooper, Donald R dan Pamela S. Schindler. 2006. Metode Riset Bisnis Edisi 9 Volume 1. Jakarta: Penerbit PT Media Global Edukasi.

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 Cooper, Donald R dan Pamela S. Schindler. 2006. Metode Riset Bisnis Edisi 9 Volume 2. Jakarta: Penerbit PT Media Global Edukasi. http://id.wikipedia.org/wiki/Media_sosial. Person, Chris. “Jurnal Manajemen,Bahan Kuliah Manajemen”. http://jurnalsdm.blogspot.com/2011/10/membangun-minat-beli-definisi-faktor.html. Hadi, Solihul. “Ekonomi Manajmen”. http://ilmubisnisoke.blogspot.com/2011/01/ mengenai-minat-beli.html

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN I ANGKET PENENTUAN PRODUK DAN HASIL TABULASI (PRATEST I) 92

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 Angket Penentuan Produk Saya mohon kesediaan saudara/i untuk mengisi kolom yang sudah disediakan berdasarkan pernyataan-pernyataan yang ada. Masing-masing pernyataan telah disediakan alternatif jawaban. Saudara/i diminta untuk memilih alternatif jawaban dengan memberi tanda (x) pada kolom yang telah disediakan. Keterangan : STS TS N S SS : Sangat Tidak Setuju : Tidak Setuju : Netral : Setuju : Sangat Setuju Pernyataan Terhadap Produk Permen No 1 2 3 4 5 Pernyataan Saya mengonsumsi permen setiap hari Saya selektif saat membeli permen Saya tidak mau mengonsumsi permen lain selain permen kesukana saya Saya menerima dan mengonsumsi semua jenis permen yang diberikan kepada saya Saya mudah beralih ke variasi permen lainnya Total STS 4 TS 8 2 N 7 7 S 1 6 SS 2 9 6 3 3 6 3 7 1 9 4 29 5 28 9 26 2 8 5 Pernyataan Terhadap Produk Sabun No Pernyataan STS TS N S SS 1 1 1 4 8 6 1 4 5 5 5 2 6 5 7 4 7 18 5 6 2 19 26 13 2 3 4 Saya selektif saat membeli sabun Saya tidak mau menggunakan sabun lain selain sabun kesukana saya Saya menerima dan mengonsumsi semua jenis sabun yang diberikan kepada saya Saya mudah beralih ke variasi sabun lainnya Total

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 Pernyataan Terhadap Produk Air mineral No Pernyataan STS TS N S SS 1 Saya selektif saat membeli air mineral Saya tidak mau mengonsumsi air mineral lain selain air mineral kesukana saya Saya menerima dan mengonsumsi semua jenis air mineral yang diberikan kepada saya Saya mudah beralih ke variasi air mineral lainnya Total 1 2 3 4 1 6 7 5 6 8 2 4 3 8 5 4 3 7 9 24 4 4 23 17 9

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN II ANGKET PENGUJIAN KEFAMILIARAN MEREK SKITTLES DAN HASIL TABULASI (PRATEST II) 95

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 Angket Pengujian Kefamiliaran Merek Skittles Saya mohon kesediaan saudara/i untuk mengisi kolom yang sudah disediakan berdasarkan pernyataan-pernyataan yang ada. Masing-masing pernyataan telah disediakan alternatif jawaban. Saudara/i diminta untuk memilih alternatif jawaban dengan memberi tanda (x) pada kolom yang telah disediakan. Keterangan : STS TS N S SS : Sangat Tidak Setuju : Tidak Setuju : Netral : Setuju : Sangat Setuju Pernyataan Terhadap Merek Permen Skittles No Pernyataan 1 Saya pernah mendengar merek permen ini 2 Merek permen ini pernah ada di Indonesia Merek permen ini pernah ada di sekitar kampus USD, 3 DIY 4 Saya sangat familiar dengan merek ini Total STS TS N 10 6 2 5 6 7 S SS 2 2 3 11 6 10 28 9 32 1 16 4

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN III ANGKET PENELITIAN 97

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 Saya mohon kesediaan saudara/i untuk mengisi kolom yang sudah disediakan berdasarkan pernyataan-pernyataan yang ada. Masing-masing pernyataan telah disediakan alternatif jawaban. Saudara/i diminta untuk memilih alternatif jawaban dengan memberi tanda (x) pada kolom yang telah disediakan. Keterangan : STS TS N S SS : Sangat Tidak Setuju : Tidak Setuju : Netral : Setuju : Sangat Setuju Identitas Responden Nama :…………….. Umur :…………….. Jenis Kelamin :……………. A. Sikap terhadap iklan No 1 2 3 4 5 Pernyataan Saya suka iklan permen merek Skittles Saya antusias terhadap iklan permen Skittles Saya terkesan terhadap iklan permen merek Skittles Saya mendukung iklan permen merek Skittles Menurut saya iklan permen merek Skittles menarik STS TS N S SS B. Minat beli No 1 2 3 4 Pernyataan Saya akan membeli permen merek Skittles untuk saya sendiri Saya akan membeli permen merek Skittles untuk teman saya Saya akan membeli permen merek Skittles untuk hadiah Saya akan merekomendasikan permen merek Skittles kepada teman dan keluarga saya STS TS N S SS

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN IV HASIL VALIDITAS DAN RELIABILITAS 99

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 VALIDITAS DAN REALIBILITAS SIKAP TERHADAP IKLAN Correlations SikapIklan1 SikapIklan2 SikapIklan3 SikapIklan4 SikapIklan5 SikapIklan1 Pearson Correlation 1 .314 Sig. (2-tailed) N .255 SkorTotal ** .086 .649** .000 .005 .348 .000 120 120 120 120 120 1 ** .097 .175 .603** .000 .291 .056 .000 ** .348 Sig. (2-tailed) .000 N 120 120 120 120 120 120 .361** .348** 1 .347** .228* .720** Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .012 .000 N 120 120 120 120 1 ** .642** .001 .000 SikapIklan3 Pearson Correlation 120 120 ** .097 ** Sig. (2-tailed) .005 .291 .000 N 120 120 120 120 120 120 .086 .175 .228* .291** 1 .547** Sig. (2-tailed) .348 .056 .012 .001 N 120 120 120 120 120 120 ** ** ** ** ** 1 SikapIklan4 Pearson Correlation SikapIklan5 Pearson Correlation SkorTotal .314 .361 ** .000 120 SikapIklan2 Pearson Correlation ** Pearson Correlation .255 .649 .603 .347 .720 .642 .291 .000 .547 Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 N 120 120 120 120 120 120 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). Correlations Reliability Case Processing Summary Cases N % Valid 120 100.0 Excludeda 0 .0 Total 120 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .626 5

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 VALIDITAS DAN REALIBILITAS MINAT BELI Correlations MinatBeli1 MinatBeli2 MinatBeli3 MinatBeli4 SkorTotal MinatBeli1 Pearson Correlation .454** .401** .251** .723** .000 .000 .006 .000 120 120 120 120 120 .454** 1 .535** .303** .792** .000 .001 .000 120 120 120 1 ** .782** .001 .000 1 Sig. (2-tailed) N MinatBeli2 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) .000 N 120 120 ** ** MinatBeli3 Pearson Correlation .401 .535 .290 Sig. (2-tailed) .000 .000 N 120 120 120 120 120 .251** .303** .290** 1 .612** Sig. (2-tailed) .006 .001 .001 N 120 120 120 120 120 .723** .792** .782** .612** 1 Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 N 120 120 120 120 MinatBeli4 Pearson Correlation SkorTotal Pearson Correlation .000 120 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Correlations Reliability Scale: ALL VARIABLES Case Processing Summary N Cases Valid Excludeda Total % 120 100.0 0 .0 120 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .707 4

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN V ANALISIS STATISTIK DESKRIPTIF 102

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 Variabel Sikap Iklan Kelompok Soft Copy Statistics SI1S N SI2S Valid Missing Mean Std. Deviation Minimum Maximum SI3S SI4S SI5S 60 60 60 60 60 0 3.60 .867 1 5 0 3.13 .650 1 4 0 3.48 .701 2 5 0 3.40 .785 1 5 0 4.00 .736 1 5 Variabel Sikap Iklan Kelompok Hard Copy Statistics SI1H N Valid Missing Mean Std. Deviation Minimum Maximum SI2H SI3H SI4H SI5H 60 60 60 60 60 0 3.73 .634 2 5 0 3.12 .761 2 5 0 3.33 .729 2 5 0 3.63 .736 2 5 0 3.87 .623 3 5 Variabel Minat Beli Kelompok Hard Copy Statistics MB1H N Valid Missing Mean Std. Deviation Minimum Maximum MB2H MB3H MB4H 60 60 60 60 0 3.93 .710 2 5 0 3.80 .755 2 5 0 3.53 .833 2 5 0 3.33 .705 2 5

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 Variabel Minat Beli Kelompok Soft Copy Statistics MB1S N Valid Missing Mean Std. Deviation Minimum Maximum MB2S MB3S MB4S 60 60 60 60 0 3.35 .820 1 5 0 3.30 .830 1 5 0 3.07 .899 1 5 0 3.25 .816 1 5

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN VI UJI BEDA RATA-RATA DUA KELOMPOK INDEPENDEN 105

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 UJI HIPOTESIS IA Group Statistics PERLAKUAN SUKA/TIDAK N Mean Std. Deviation Std. Error Mean SOFT 30 17.80 2.917 .533 HARD 30 17.70 2.136 .390 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval of the Sig. (2- F Sig. t df Difference Mean Std. Error tailed) Difference Difference Lower Upper SUKA/TIDAK Equal variances 2.250 .139 .151 58 .880 .100 .660 -1.221 1.421 .151 53.151 .880 .100 .660 -1.224 1.424 assumed Equal variances not assumed

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 UJI HIPOTESIS IB Group Statistics PERLAKUAN SUKA/TIDAK N Mean Std. Deviation Std. Error Mean SOFT 30 17.67 2.023 .369 HARD 30 17.43 2.112 .386 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval of the Sig. (2- F Sig. t df Difference Mean Std. Error tailed) Difference Difference Lower Upper SUKA/TIDAK Equal variances .296 .589 .437 58 .664 .233 .534 -.835 1.302 .437 57.892 .664 .233 .534 -.836 1.302 assumed Equal variances not assumed

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN VII HASIL UJI ASUMSI KLASIK 108

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 NORMALITAS DAN HETEROSKEDASTISITAS NPar Tests One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Minat Beli Sikap Iklan N Normal Parametersa 120 13.78 2.412 .107 .107 -.089 1.172 .128 Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) 120 17.65 2.300 .114 .106 -.114 1.246 .090 a. Test distribution is Normal. Regression Variables Entered/Removedb Model 1 Variables Entered Sikap Iklan Variables Removed a Method . Enter a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: Minat Beli Model Summaryb Model 1 R R Square .257a Adjusted R Square .066 Std. Error of the Estimate .058 2.341 a. Predictors: (Constant), Sikap Iklan b. Dependent Variable: Minat Beli Residuals Statisticsa Minimum Maximum Mean Std. Deviation N Predicted Value Residual Std. Predicted Value Std. Residual 12.26 -10.418 -2.457 -4.451 a. Dependent Variable: Minat Beli 15.50 6.392 2.761 2.731 13.78 .000 .000 .000 .621 2.331 1.000 .996 120 120 120 120

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 ANOVAb Model Sum of Squares df Mean Square 1 Regression 45.870 646.497 118 Total 692.367 119 Sig. 45.870 8.372 .005a 1 Residual F 5.479 a. Predictors: (Constant), Sikap Iklan b. Dependent Variable: Minat Beli Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model 1 (Constant) Sikap Iklan B Std. Error Beta t Sig. 9.018 1.661 5.430 .000 .270 .093 .257 2.893 .005 a. Dependent Variable: Minat Beli Nonparametric Correlations Correlations Sikap Iklan Unstandardized Residual Spearman's rho Sikap Iklan Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) 1.000 .030 . .742 120 120 .030 1.000 Sig. (2-tailed) .742 . N 120 120 N Unstandardized Residual Correlation Coefficient

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN VIII HASIL UJI REGRESI 111

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 REGRESI LINIER SEDERHANA Variables Entered/Removed Model Variables Entered 1 SIKAP IKLAN b Variables Removed Method a . Enter a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: MINAT BELI Model Summary Model R 1 .257 R Square a Adjusted R Square .066 Std. Error of the Estimate .058 2.341 a. Predictors: (Constant), SIKAP IKLAN b ANOVA Model 1 Sum of Squares Regression df Mean Square F 45.870 1 45.870 Residual 646.497 118 5.479 Total 692.367 119 8.372 Sig. .005 a. Predictors: (Constant), SIKAP IKLAN b. Dependent Variable: MINAT BELI Coefficients Unstandardized Coefficients Model 1 B (Constant) SIKAP IKLAN a Standardized Coefficients Std. Error 9.018 1.661 .270 .093 Beta t .257 Sig. 5.430 .000 2.893 .005 a

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN IX REKAPITULASI DATA PENELITIAN 113

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 DATA PENELITIAN No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 1 4 3 4 4 3 4 3 4 4 2 3 3 4 4 5 4 4 4 4 4 4 5 5 3 4 3 4 4 3 4 3 4 2 5 2 2 2 3 3 4 3 3 3 4 3 2 3 3 2 5 5 3 3 3 3 3 2 4 3 3 3 2 3 4 2 4 3 3 2 4 2 3 4 3 5 3 2 3 4 2 3 3 3 2 3 4 3 4 4 3 3 4 4 5 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 2 5 2 4 4 4 3 3 2 4 5 3 4 3 4 4 3 4 4 3 3 4 4 5 4 5 4 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 4 2 5 5 4 4 5 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 5 4 4 3 3 3 4 5 4 2 4 4 5 4 6 3 4 4 5 4 4 3 5 5 4 5 4 4 3 3 3 4 4 4 5 5 5 4 3 4 3 4 3 4 4 4 1 3 4 4 7 3 4 4 3 4 4 5 5 5 4 5 4 3 4 4 5 4 4 4 3 3 5 5 3 3 2 3 3 3 4 1 4 3 4 3 8 4 3 4 4 5 4 5 4 5 3 5 4 3 4 3 5 2 4 3 3 4 4 5 4 2 3 3 3 3 4 2 3 3 4 3 9 4 3 3 5 5 4 3 3 5 4 4 4 2 4 3 2 3 3 3 4 3 4 4 3 3 2 2 2 3 4 3 4 1 5 4 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 3 3 4 3 5 5 4 1 3 3 3 5 4 4 4 5 5 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 2 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 3 2 2 3 5 4 4 3 3 3 3 4 4 3 2 3 4 4 3 3 3 4 4 3 4 4 4 4 5 4 3 3 4 4 4 4 3 2 3 3 4 4 4 4 2 4 4 4 3 4 2 4 3 3 1 3 4 5 3 4 4 3 4 3 5 4 3 3 3 3 5 4 4 2 3 3 3 4 4 3 3 5 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 5 5 4 4 4 5 4 4 4 3 3 5 4 5 3 4 4 4 4 4 3 5 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 5 5 5 4 3 4 4 3 4 2 3 4 3 4 4 4 4 5 5 5 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 5 4 3 4 4 3 3 3 2 4 5 4 4 4 4 3 3 5 4 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 5 2 5 4 3 4 3 4 3 2 4 3 5 3 2 4 3 3 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 2 4 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 4 3 3 4 4 4 3 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 5 3 4 3 5 3 4 3 3 3 5 3 4 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 4 3 3 4 1 4 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3 3 2 5 3 4 2 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 3 4 5 3 3 3 4 4 5 4 5 3 5 2 3 3 4 4 4 4 4 5 5 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 4 4 5 4 5 3 1 4 4 4 4 5 4 4 3 2 3 4 3 4 3 3 4 4 4 4 4 5 3 3 4 3 2 4 4 3 5 4 3 5 4 3 3 3 4 3 3 4 4 4 4 3 5 3 2 3 3 2 3 4 4 4 5 3 2 3 2 2 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 4 1 3 2 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 2 1 4 2 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 4 4 3 4 4 1 4 4 3 4 3 4 3 4 3 4 3 4 4 3 3 4 4 3 4 3 3 4 3 1 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 3 2 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 4 4 3 4 3 4 4 5 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 5 5 5 4 5 4 4 3 5 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 2 3 4 1 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 4 3 2 4 3 1 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 2 3 3 1 3 3 2 2 2 2 2 3 3 3 4 4 4 3 3 2 2 2 4 3 4 3 4 1 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 3

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN X TAMPILAN IKLAN SKITTLES 116

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 Tampilan Iklan Soft Copy

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(138)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh sikap konsumen terhadap iklan pada minat beli untuk produk magnum yang diiklankan di media sosial dan media konvensional.
0
2
2
Pengaruh sikap konsumen terhadap program diskon pada minat beli ulang di Matahari versus Ramayana.
3
47
167
Pengaruh sikap terhadap iklan, sikap terhadap produk, dan karakteristik konsumen pada minat beli mobil LCGC (Low Cost Green Car).
0
2
145
Pengaruh sikap terhadap iklan dan social media pada brand image, brand attitude dan minat beli konsumen Wall`s Magnum di Kota Yogyakarta.
0
2
322
Pengaruh persepsi konsumen pada iklan TV terhadap minat beli konsumen : studi kasus pada iklan produk sabun mandi Lifebuoy dan iklan produk handphone Nokia.
0
5
117
Pengaruh slogan, logo, simbol dan format pesan iklan bilboard terhadap minat beli konsumen : studi kasus iklan billboard rokok A Mild Menthol - USD Repository
0
0
143
Pengaruh iklan TV terhadap minat beli konsumen Pocari Sweat : studi kasus pada mahasiswa Sanata Dharma fakultas ekonomi - USD Repository
0
0
129
Pengaruh attractiveness, trustworthiness, expertise dan power model iklan terhadap niat beli ulang konsumen - USD Repository
0
0
125
Pengaruh daya tarik iklan televisi terhadap minat beli konsumen pada produk minuman Frestea : studi kasus pada Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
131
Pengaruh persepsi konsumen pada iklan TV terhadap minat beli konsumen : studi kasus pada iklan produk sabun mandi Lifebuoy dan iklan produk handphone Nokia - USD Repository
0
1
115
Pengaruh persepsi konsumen pada iklan TV terhadap minat beli konsumen : studi kasus pada iklan produk sabun mandi Lifebuoy dan iklan produk handphone Nokia - USD Repository
0
3
115
Pengaruh daya tarik iklan sabun mandi Lifebuoy terhadap minat beli ulang konsumen : studi kasus pada mahasiswwa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
121
Pengaruh kreativitas penyampaian iklan dan kemudahan iklan diingat pada iklan Axe Effect di televisi terhadap minat beli konsumen : studi kasus mahasiswa Universitas Atma Jaya Kampus I Yogyakarta - USD Repository
0
0
119
Pengaruh persepsi konsumen atas atribut toko terhadap minat beli konsumen - USD Repository
0
0
133
Pengaruh bauran pemasaran terhadap minat beli konsumen pada Apotek Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
138
Show more