EFEKTIVITAS PENGGUNAAN KONSEP PENDEKATAN ILMIAH DENGAN METODE PEMBELAJARAN PENEMUAN DI KELAS X.C SMA NEGERI 1 NGEMPLAK PADA POKOK BAHASAN KEDUDUKAN TITIK, GARIS, DAN BIDANG TAHUN AJARAN 2013 2014

Gratis

0
3
206
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI EFEKTIVITAS PENGGUNAAN KONSEP PENDEKATAN ILMIAH DENGAN METODE PEMBELAJARAN PENEMUAN DI KELAS X.C SMA NEGERI 1 NGEMPLAK PADA POKOK BAHASAN KEDUDUKAN TITIK, GARIS, DAN BIDANG TAHUN AJARAN 2013/ 2014 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika Oleh: Rita Hesti Maharani NIM : 101414052 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Motto: Putting all your troubles on Him, for He takes care of you. You can throw the whole weight of your anxieties upon Him, for you are his personal concern (1 Peter 5: 7) Nothing is impossible, the word itself says, “I’m possible!” (Audrey Hepburn) You can’t fall if you don’t climb. But there’s no joy in living your whole life on the ground. Persembahan: Skripsi ini penulis persembahkan untuk: 1. Tuhan Yesus Kristus, karena tanpa Dia aku tidak akan bisa seperti sekarang, Dia memberiku kekuatan dan kesabaran dalam menjalani segalanya, karena AnugerahNya yang berlimpah dalam hidupku, dan karena Kasih-Nya membuat aku kuat. 2. Orang tuaku yang selalu sabar dalam mendidik dan memberi seluruh usahanya demi masa depanku. 3. Kakakku Hanny dan adikku Tyas yang memberi semangat dan doa. 4. Semua keluarga, om, tante, pakdhe, budhe yang selalu memberi doa dan semangat. iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 24 Juli 2014 Penulis Rita Hesti Maharani v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Rita Hesti Maharani, 101414052. 2014. Efektivitas Penggunaan Konsep Pendekatan Ilmiah dengan Metode Pembelajaran Penemuan di Kelas X.C SMA Negeri 1 Ngemplak pada Pokok Bahasan Kedudukan Titik, Garis, dan Bidang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan konsep pendekatan ilmiah dengan metode pembelajaran penemuan dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa dan meningkatkan ketuntasan hasil belajar siswa pada pokok bahasan kedudukan titik, garis, dan bidang di kelas X.C SMA Negeri 1 Ngemplak tahun ajaran 2013/ 2014. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X.C SMA Negeri 1 Ngemplak tahun ajaran 2013/ 2014 sebanyak 32 siswa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif-kualitatif . Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini terdiri dari: (1) Kuesioner motivasi belajar siswa, (2) Lembar wawancara motivasi belajar siswa, (3) Tes akhir hasil belajar siswa, (4) Alat dokumentasi. Data hasil kuesioner siswa akan dianalisis secara kuantitatif dengan menentukan skor total, persentase dan jenis motivasi dari masing-masing siswa, kemudian dapat ditentukan jenis motivasi siswa secara keseluruhan. Data hasil wawancara dan dokumentasi dianalisis secara deskriptif kualitatif. Data tersebut digunakan sebagai penguatan dari hasil kuesioner motivasi belajar siswa. Data tes akhir hasil belajar siswa dianalisis dari persentase ketuntasan siswa satu kelas yang dibandingkan dengan persentase ketuntasan siswa tahun sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penggunaan konsep pendekatan ilmiah dengan metode pembelajaran penemuan efektif dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa. Hal ini ditunjukkan dari hasil analisis kuesioner motivasi belajar siswa yaitu sebanyak 7 siswa memberikan tanggapan dengan kriteria sangat tinggi dan 25 siswa memberikan tanggapan dengan kriteria tinggi. Persentase jumlah siswa yang termotivasi dengan kriteria tinggi dan sangat tinggi mencapai 100% sehingga digolongkan ke dalam kriteria tinggi. (2) Penggunaan konsep pendekatan ilmiah dengan metode pembelajaran penemuan efektif dalam meningkatkan ketuntasan hasil belajar siswa. Persentase ketuntasan hasil belajar siswa sebesar 96,9% sedangkan pada tahun sebelumnya persentase ketuntasan hasil belajar siswa kurang dari 50%, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa. Kata Kunci: Hasil Belajar Siswa; Kedudukan Titik, Garis, dan Bidang; Konsep Pendekatan Ilmiah; Model Pembelajaran Penemuan; Motivasi Belajar siswa. vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT Rita Hesti Maharani, 101414052. 2014. The effectiveness of the use scientific approach concept with the discovery learning method in the class X.C SMA Negeri 1 Ngemplak to the subjects’ position of the point, line, and field. Thesis. Mathematics Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Sanata Dharma University, Yogyakarta. The aim of this study is to determine the effectiveness of the use scientific approach concept with the discovery learning method in fostering student learning motivation and increasing the result of student’s learning completeness to the subjects position of point, line, and field in the class X.C SMA Negeri 1 Ngemplak 2013/2014. The subject for this study is the student of class X.C SMA Negeri 1 Ngemplak 2013/ 2014 with the number of student is 32. This study is using quantitative-qualitative descriptive research. The instrument that used to collect the data in this study is consisted of: (1) Student learning motivation questionnaire, (2) Student learning motivation questionnaire sheet, (3) The student’s the final test result, (4) The documentation equipment. The result of the questionnaire will be analyzed using quantitative research by determining the total score, percentage and the type motivation of each student, and then the type of student motivation can be determined in a whole. The result of the data interview and documentation are analyzed using descriptive qualitative research. The data is used as reinforcement from the result of student learning motivation questionnaire. The student’s final test result data is analyzed from the percentage of the mastery of learning outcomes in a class which is compared with the percentage of the student’s completeness in the previous year. The result of this study is showing that (1) the use of scientific approach concept with the discovery learning method in fostering student learning motivation. It is showed from the analysis result of the student learning motivation questionnaire as 7 students who is giving respond with the very high criteria and 25 students who is giving respond with the high criteria. The percentage of number of student who is motivated with the high criterion and very high criteria reaching 100% so it is belong to the high criteria. (2) The use of scientific approach concept to the discovery learning method is effective in increasing the result of student’s learning completeness. The percentage of the result of student’s learning completeness is around 96, 9% in the prior year while the percentage of the result of student’s learning completeness is less than 50% in the previous year, therefore it can be concluded that there is enhancement in the result of student’s learning completeness. Keywords: Student Learning Outcomes; Position of the Point, Line, and Field; Scientific Approach Concept; Discovery Learning Method; Student Learing Motivation. vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Rita Hesti Maharani NIM : 10141052 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: “EFEKTIVITAS PENGGUNAAN KONSEP PENDEKATAN ILMIAH DENGAN METODE PEMBELAJARAN PENEMUAN DI KELAS X.C SMA NEGERI 1 NGEMPLAK PADA POKOK BAHASAN KEDUDUKAN JARAK, TITIK, GARIS DAN BIDANG TAHUN AJARAN 2013/ 2014.” Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, untuk mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta izin saya maupun memberikan royalty kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian ini pernyataan yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal: 24 Juli 2014 Yang menyatakan Rita Hesti Maharani viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Segala puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, semua karena Anugerah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Efektivitas Penggunaan Konsep Pendekatan Ilmiah dengan Metode Pembelajaran Penemuan di Kelas XC SMA Negeri 1 Ngemplak pada Pokok Bahasan Kedudukan Titik, Garis dan Bidang Tahun Ajaran 2013/ 2014.” Penulisan skripsi ini merupakan salah satu syarat bagi mahasiswa untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan pada Program Studi Pendidikan Matematika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Penegtahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Skripsi ini dapat disusun dengan baik atas dukungan dan bantuan dari berbagai pihak maka tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Rohandi, Ph.D. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. 2. Bapak Dr. M. Andy Rudhito, S.Pd. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Matematika. 3. Bapak Drs. A. Sardjana, M. Pd. selaku dosen pembimbing yang telah membimbing penulis dalam penyusunan skripsi ini. 4. Dosen penguji atas masukan berharga yang telah diberikan. 5. Bapak Basuki Jaka P., M.Pd. selaku Kepala SMA Negeri 1 Ngemplak yang telah memeberikan kesempatan dan izin untuk melakukan penelitian. 6. Bapak Supartono, S.Pd. selaku guru matematika kelas X SMA Negeri 1 Ngemplak yang telah memberikan kesempatan dan bantuan selama melaksanakan penelitian. ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7. Segenap dosen dan karyawan Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sanata Dharma yang telah membimbing dan membantu serta memberikan ilmunya kepada penulis selama belajar di Universitas Sanata Dharma. 8. Orang tua tersayang, Ayah Bartolomeus Sumantoro dan Ibu Yuliana Sudarsini yang telah memberi dukungan, semangat dan doa kepada penulis. 9. Kakak Rosvita Hanny M dan adik Melania Dina C terkasih yang selalu memberikan semangat dan doa. 10. Seluruh keluarga, Pakdhe, Budhe, Om dan Tante atas bantuan dan semangat. 11. Teman-teman terbaikku Putri Setiyarini, Maria Dominica Ria, Karenina Ully Kristanti, Irin Irawati Sirait, Safira Aulia, Ardi Widyatmaka dan seluruh mahasiswa angkatan 2010 Program Studi Matematika atas dukungan dan semangat yang diberikan serta seluruh pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu, yang telah turut serta membantu dalam proses penyelesaian skripsi ini. Saran dan masukan sangat penulis harapkan, semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan. Yogyakarta, 24 Juli 2014 Penulis Rita Hesti Maharani x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING…………..…………….... ii HALAMAN PENGESAHAN..................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................. iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA...................................................... v ABSTRAK................................................................................................... vi ABSTRACT………………………………………………………………... vii LEMBAR PENYATAAN PERSETUJUAN……………………………... viii KATA PENGANTAR ................................................................................ ix DAFTAR ISI ............................................................................................... xi DAFTAR TABEL ...................................................................................... xiv DAFTAR GAMBAR ……………………………………………………. xv DAFTAR LAMPIRAN .............................................................................. xvii BAB I PENDAHULUAN 1 A. Latar Belakang Masalah .......................................................... 1 B. Identifikasi Masalah …………………………………………... 5 C. Pembatasan Masalah ………………………………………….. 5 D. Rumusan Masalah ...................................................................... 6 E. Batasan Istilah ……………………………………………….... 7 F. Tujuan Penelitian ....................................................................... 9 G. Manfaat Hasil Penelitian ............................................................ 9 xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI H. Sistematika Penulisan …………………………………………. BAB II. KAJIAN PUSTAKA 10 12 A. Konsep Pendekatan Ilmiah ………………………………….... 12 B. Metode Pembelajaran Penemuan ……………………………… 15 C. Efektivitas Pembelajaran ……………………………………… 23 D. Motivasi Belajar Siswa ………………………………………... 24 E. Hasil Belajar …………………………………………………… 29 F. Geometri ………………………………………………………. 32 G. Kerangka Berpikir …………………………………………….. 45 H. Hipotesis Penelitian ………………………………………….... 47 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 49 A. Jenis Penelitian ........................................................................… 49 B. Waktu dan Tempat Penelitian ……………………………….… 49 C. Subjek dan Objek Penelitian …………………………………… 49 D. Variabel Penelitian ..................................................................… 50 E. Bentuk Data ……………………………………………………. 50 F. Metode Pengumpulan Data …………………………………..... 51 G. Instrumen Penelitian ………………………………………….... 52 H. Metode Analisis Data ………………………………………….. 59 I. Prosedur Pelaksanaan Penelitian ……………………………..... 62 BAB IV PELAKSANAAN, HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN 64 A. Deskripsi Persiapan dan Pelaksanaan Penelitian ………………. 64 B. Hasil dan Pembahasan Penelitian ……………………………… 73 xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V PENUTUP 87 A. Kesimpulan ................................................................................. 87 B. Kelebihan dan Keterbatasan Penelitian ……………………….. 88 C. Saran ........................................................................................... 89 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................… 91 LAMPIRAN xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Kisi-kisi Tes Akhir……………………………………………. 53 Tabel 3.2 Kriteria Interpretasi Tingkat Validitas………………………… 56 Tabel 3.3 Kriteria Interpretasi Tingkat Reliabilitas……………………… 57 Tabel 3.4 Kisi-kisi kuesioner…………………………………………….. 58 Tabel 3.5 Kriteria Skor Motivasi Belajar Siswa…………...…………….. 59 Tabel 3.6 Kriteria Motivasi Belajar Siswa……………………………….. 60 Tabel 3.7 Kriteria Motivasi Belajar Siswa Secara Keseluruhan…………. 61 Tabel 4.1 Data Koefisien Validitas Item Soal Tes Akhir………………... 65 Tabel 4.2 Hasil Analisis Reliabilitas Soal Tes Akhir……………………. 66 Tabel 4.3 Hasil Analisis Motivasi Belajar Siswa………………………… 74 Tabel 4.4 Persentase Kriteria Motivasi Belajar Siswa…………………… 74 Tabel 4.5 Hasil Tes Akhir Kelas X.C…..………………………………... 85 Tabel B.1 Analisis Kuesioner……………………………………………. 126 Tabel B.3 Uji Validitas Soal……………………………………………... 130 Tabel B.4 Analisis Reliabilitas Tes Akhir……………………………….. 135 Tabel B.6 Hasil Tes Akhir Kelas X.C………….………………………... 137 Tabel B.7 Hasil Tes Tertulis-1……………………………………………. 138 Tabel B.8 Hasil Tes Tertulis-2……………………………………………. 139 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Diagram Proses Pembelajaran Scientific Approach………… 14 Gambar 2.2 Diagram Langkah-langkah Scientific Approach……………. 15 Gambar 2.3 Garis Lurus………………………………………………….. 33 Gambar 2.4 Gambar Bidang……………………………………………... 34 Gambar 2.5 Gambar kontekstual titik, garis dan bidang………………… 34 Gambar 2.6 Kedudukan titik dan garis…………………………………... 35 Gambar 2.7 Gambar kontekstual kedudukan titik terletak pada garis…… 36 Gambar 2.8 Gambar kontekstual kedudukan titik terletak di luar garis…. 36 Gambar 2.9 Kedudukan titik dan bidang………………………………… 37 Gambar 2.10 Gambar kontekstual kedudukan titik terhadap bidang…….. 38 Gambar 2.11 Dua garis berpotongan…………………………………….. 39 Gambar 2.12 Gambar kontekstual dua garis berpotongan……………….. 39 Gambar 2.13 Dua garis sejajar…………………………………………… 39 Gambar 2.14 Gambar kontekstual dua garis sejajar……………………... 40 Gambar 2.15 Dua garis bersilangan……………………………………… 40 Gambar 2.16 Gambar kontekstual dua garis bersilangan………………... 41 Gambar 2.17 Garis terletak pada bidang…………………………………. 42 Gambar 2.18 Garis memotong bidang…………………………………… 42 Gambar 2.19 Garis sejajar bidang………………………………………... 42 Gambar 2.20 Gambar kontekstual kedudukan garis terhadap bidang…… 43 Gambar 2.21 Dua bidang sejajar…………………………………………. 44 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Gambar 2.22 Dua bidang berpotongan…………………………………... 44 Gambar 2.23 Gambar kontekstual kedudukan bidang terhadap bidang…. 45 Gambar 4.1 Siswa berdiskusi (pertemuan I)……………………………... 68 Gambar 4.2 Siswa bertanya kepada peneliti(pertemuan I)………………. 69 Gambar 4.3 Siswa bertanya pada guru (pertemuan I)……………………. 69 Gambar 4.4 Siswa mengerjakan tes tertulis-1……………………………. 70 Gambar 4.5 Siswa bertanya pada guru (pertemuan II)…………………... 71 Gambar 4.6 Siswa bertanya pada peneliti (pertemuan II)………………... 72 Gambar 4.7 Siswa mengerjakan tes tertulis-2……………………………. 72 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN LAMPIRAN A A.1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran………………………………… 93 A.2 LKS-1……………………………………………………………….. 110 A.3 Jawaban LKS-1……………………………………………………… 111 A.4 LKS-2………………………………………………………………... 113 A.5 Jawaban LKS-2……………………………………………………… 114 A.6 Tes Tertulis-1………………………………………………………... 116 A.7 Jawaban Tes Tertulis-1……………………………………………… 118 A.8 Tes Tertulis-2………………………………………………………. 120 A.9 Jawaban Tes Tertulis-2…………………………………………….. 121 A.10 Tes Akhir…………………………………………………………… 123 A.11 Kriteria Penilaian Tes Akhir……………………………………….. 125 LAMPIRAN B B.1 Analisis Kuesioner…………………………………………………... 126 B.2 Lembar Penilaian Validitas Soal…………………………………….. 129 B.3 Uji Validitas Soal……………………………………………………. 130 B.4 Reliabilitas Soal……………………………………………………… 135 B.5 Acuan Wawancara Motivasi Belajar Siswa…………………………. 136 B.6 Analisis Tes Akhir X.C……………………………………………… 137 B.7 Analisis Tes Tertulis-1………………………………………………. 138 xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI B.8 Analisis Tes Tertulis-2………………………………………………. 139 LAMPIRAN C C.1 Hasil Kerja Siswa LKS-1……………………………………………. 140 C.2 Hasil Kerja Siswa LKS-2……………………………………………. 142 C.3 Hasil Kerja Siswa Tes Tertulis-1……………………………………. 144 C.4 Hasil Kerja Siswa Tes Tertulis-2……………………………………. 156 C.5 Hasil Tes Akhir Siswa………………………………………………. 162 C.6 Hasil Lembar Kuesioner…………………………………………….. 174 C.7 Surat Ijin Penelitian dari Prodi………………………………………. 186 C.8 Surat Ijin Penelitian dari BAPEDA…………………………………. 187 xviii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kurikulum di Indonesia selalu mengalami perkembangan. Kurikulum terbaru yang dikeluarkan Pemerintah adalah kurikulum 2013. Di dalam implementasi kurikulum 2013, konsep pendekatan ilmiah (scientific approach) adalah konsep baru yang dianggap cocok untuk diterapkan. Ada tiga metode pembelajaran yang diterapkan dalam konsep pendekatan ilmiah (scientific approach), yaitu metode pembelajaran penemuan (discovery learning), metode pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) dan metode pembelajaran berbasis proyek (project based learning). Ketiga metode pembelajaran tersebut berorientasi pada siswa. Siswa didorong untuk lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran. Dengan menggunakan metode pembelajaran tersebut, diharapkan kurikulum 2013 mampu melahirkan siswa yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi. Guru memiliki peranan yang penting dalam proses pembelajaran di dalam kelas, dimana guru yang menentukan metode pembelajaran yang 1

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 digunakan. Berdasarkan karakter siswa sekarang, guru harus mulai meninggalkan metode pembelajaran tradisional yang dalam prosesnya masih berorientasi pada guru dan menempatkan siswa sebagai objek pasif. Dengan banyaknya perkembangan tentang metode pembelajaran yang ada, guru harus selektif menentukan metode pembelajaran yang cocok untuk diterapkan pada setiap materi. Menurut Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain (2010: 115) strategi penggunaan metode mengajar amat menentukan kualitas hasil belajar mengajar. Hasil pengajaran yang dihasilkan dari penggunaan metode ceramah tidak sama dengan hasil pengajaran yang dihasilkan dari penggunaan metode tanya jawab atau metode diskusi. Demikian juga halnya dengan hasil pengajaran yang dihasilkan dari penggunaan metode problem solving berbeda dengan hasil pengajaran yang dihasilkan dari penggunaan metode resitasi. Sehingga, semakin tepatnya penggunaan metode pembelajaran pada setiap pokok bahasan, semakin berkualitas pula siswa yang dihasilkan. Berdasarkan observasi di SMA Negeri 1 Ngemplak Kabupaten Sleman, peneliti menyimpulkan bahwa masih banyak siswa yang beranggapan bahwa matematika adalah mata pelajaran yang sulit dan rumit, dimana terdapat banyak rumus di dalamnya. Anggapan ini muncul karena model pembelajaran tradisional yang masih sering digunakan oleh guru. Guru sering menempatkan siswa sebagai objek pasif, yang hanya diberikan rumus-rumus matematika selama proses pembelajaran. Guru masih berprinsip bahwa metode ceramah serta metode tanya jawab yang

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 masih berpusat pada guru adalah metode yang paling tepat digunakan dalam proses pembelajaran matematika. Akibat penggunaan metode tersebut, kebanyakan siswa menganggap bahwa keberhasilannya belajar matematika ditunjukkan dengan mendapat nilai baik pada saat ulangan dimana mereka belajar dengan menghafalkan rumus yang diberikan oleh guru dan mengerjakan latihan mengikuti contoh-contoh yang diberikan guru. Sehingga setelah ulangan, siswa sudah lupa materi yang mereka pelajari sebelumnya dan kurang menguasai konsep serta aplikasinya. Hal ini menyebabkan kebanyakan siswa menemukan kesulitan ketika guru memulai materi baru dengan aplikasi dari materi sebelumnya. Metode yang sering digunakan oleh guru masih menempatkan guru sebagai sumber pengetahuan serta tuntutan keaktifan siswa dilaksanakan dengan mengerjakan latihan soal di papan tulis berdasarkan nomor urut presensi. Dalam pelaksanaannya, beberapa siswa cenderung hanya mengerjakan atau memepersiapkan jawaban dari soal jatahnya mengerjakan di papan tulis. Masalah lain yang ditemukan pada saat observasi adalah berkurangnya motivasi belajar siswa pada saat proses pembelajaran matematika berlangsung. Berkurangnya motivasi belajar siswa ini ditunjukkan dengan masih banyaknya siswa yang menguap, bermain handphone, sering melihat jam, melamun dan mengobrol dengan temannya (pembicaraan tidak berkaitan dengan matematika) saat kegiatan pembelajaran berlangsung.

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 Salah satu faktor penentu keberhasilan proses pembelajaran adalah dengan tercapainya hasil belajar yang memuaskan. Namun, pencapaian ini belum ditunjukkan oleh siswa kelas X SMA N 1 Ngemplak, dimana masih banyak siswa yang nilai ulangannya masih di bawah KKM. Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dalam mengaplikasikan metode pembelajaran penemuan (discovery learning) guru berperan sebagai pembimbing dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara aktif, sebagaimana pendapat guru harus dapat membimbing dan mengarahkan kegiatan belajar siswa sesuai dengan tujuan. Kondisi seperti ini ingin merubah kegiatan belajar mengajar yang teacher oriented menjadi student oriented. Dalam metode pembelajaran penemuan (discovery learning), siswa dituntut untuk menemukan sendiri konsep dari pokok bahasan matematika yang sedang dipelajari. Dalam persiapannya, guru merekayasa masalah agar nantinya siswa dapat menemukan sendiri konsep yang sedang dipelajari. Dengan begitu, diharapkan pembelajaran matematika bukan hanya sekedar tentang menghafal rumus namun siswa memahami konsep dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Pada saat observasi, guru mengatakan bahwa tingkat ketuntasan siswa pada materi geometri ruang (kedudukan titik, garis dan bidang) masih kurang dari 50% pada tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa metode yang digunakan belum tepat. Sehingga guru perlu

(23) 5 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI menentukan metode pembelajaran lain untuk digunakan dalam membahas materi geometri ruang. Berdasarkan uraian di atas, peneliti bermaksud untuk mengadakan penelitian dengan judul Efektivitas Penggunaan Konsep Pendekatan Ilmiah dengan Metode Pembelajaran Penemuan di Kelas X.C SMA Negeri 1 Ngemplak pada Pokok Bahasan Kedudukan Titik, Garis dan Bidang Tahun Ajaran 2013/ 2014. B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas, maka dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut: 1. Proses pembelajaran matematika masih bersifat tradisional. 2. Belum maksimalnya keaktifan siswa selama proses pembelajaran matematika. 3. Kurangnya minat siswa dalam mengikuti proses pembelajaran matematika. 4. Hasil belajar yang kurang memuaskan. C. Pembatasan Masalah Berdasarkan uraian dari latar belakang dan identifikasi masalah tersebut, peneliti membatasi masalah yang akan diteliti pada siswa kelas X.C SMA Negeri 1 Ngemplak. Adapun masalah tersebut adalah sebagai berikut:

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 1. Materi yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah geometri pada pokok bahasan menemukan konsep jarak titik, garis, dan bidang. 2. Subjek yang akan diteliti adalah siswa kelas X.C SMA Negeri 1 Ngemplak Sleman D. I. Yogyakarta yang berjumlah 32 orang. 3. Penelitian ini akan membahas tentang efektivitas penggunaan konsep pendekatan ilmiah (scientific approach) dengan metode pembelajaran penemuan (discovery learning) di kelas X.C SMA Negeri 1 Ngemplak Sleman D. I. Yogyakarta pada pokok bahasan kedudukan titik, garis, dan bidang. D. Rumusan Masalah Berdasarkan pembatasan masalah di atas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: 1. Bagaimana (scientific efektivitas approach) penggunaan dengan konsep metode pendekatan pembelajaran ilmiah penemuan (discovery learning) pada proses pembelajaran ditinjau dari motivasi belajar siswa? 2. Bagaimana (scientific efektivitas approach) penggunaan dengan konsep metode pendekatan pembelajaran ilmiah penemuan (discovery learning) pada proses pembelajaran ditinjau dari hasil belajar siswa?

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 E. Batasan Istilah Istilah operasional yang perlu dibatasi pengertiannya dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Konsep Pendekatan Ilmiah (Scientific Approach) Konsep pendekatan ilmiah (scientific approach) adalah konsep dimana materi pembelajarannya berbasis pada fakta atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran tertentu, bukan sebatas kirakira, khayalan, legenda, atau dongeng semata. Ada tiga jenis metode pembelajaran dalam konsep pendekatan ilmiah (scientific approach), yaitu metode pembelajaran penemuan (discovery learning), metode pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) dan metode pembelajaran berbasis proyek (project based learning). 2. Metode Pembelajaran Penemuan (Discovery Learning) Dalam penerapan metode discovery learning, guru berperan sebagai pembimbing yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara aktif. Guru harus dapat membimbing dan mengarahkan kegiatan belajar siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran. Dalam pelaksanaannya, metode discovery learning merubah kegiatan belajar mengajar dari teacher oriented menjadi student oriented. Langkah pembelajaran dalam metode discovery learning yaitu persiapan, pelaksanaan, dan penilaian.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 3. Efektivitas Efektivitas adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh target (kuantitas, kualitas, dan waktu) telah tercapai. Dimana makin besar presentase target yang dicapai, makin tinggi efektivitasnya (Hidayat, 1986). 4. Motivasi Belajar Motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan yang memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai (A. M. Sardiman, 2008). 5. Hasil Belajar Hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertianpengertian, sikap-sikap, apresiasi dan keterampilan (Agus, Suprijono, 2009). 6. Geometri Ruang Materi yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah materi matematika tentang geometri. Sub bab materi yang lebih khusus adalah kedudukan titik, garis, dan bidang. Berdasarkan dari batasan istilah di atas, maka yang dimaksud dari judul adalah seberapa jauh tujuan pembelajaran telah tercapai ditinjau dari motivasi dan hasil belajar siswa kelas X.C di SMA Negeri

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 1 Ngemplak pada pembelajaran matematika pokok bahasan kedudukan titik, garis dan bidang menggunakan konsep pendekatan ilmiah (scientific approach) dengan metode pembelajaran penemuan (discovery learning). F. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1. Mengetahui bagaimana keefektifan penggunaan konsep pendekatan ilmiah (scientific approach) dengan metode pembelajaran penemuan (discovery learning) pada proses pembelajaran ditinjau dari motivasi belajar siswa. 2. Mengetahui bagaimana keefektifan penggunaan konsep pendekatan ilmiah (scientific approach) dengan metode pembelajaran penemuan (discovery learning) pada proses pembelajaran ditinjau dari hasil belajar siswa. G. Manfaat Hasil Penelitian Manfaat yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah: 1. Bagi siswa Metode discovery learning adalah metode pembelajaran yang berorientasi pada siswa. Sehingga, siswa dituntut untuk aktif selama proses pembelajaran. Selain itu, dengan cara menemukan sendiri

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 dalam proses belajarnya, siswa menjadi tidak hanya sekedar hafal tetapi juga memahami sub bab materi tentang kedudukan titik, garis, dan bidang. 2. Bagi guru Dengan mengetahui bagaimana keefektifan penggunaan konsep pendekatan ilmiah (scientific approach) dengan metode pembelajaran penemuan (discovery learning) pada sub bab materi tentang kedudukan titik, garis, dan bidang, guru dapat mempertimbangkan metode pembelajaran yang tepat serta efektif guna meningkatkan kualitas siwa. 3. Bagi peneliti Dengan mengetehaui bagaimana keefektifan penggunaan konsep pendekatan ilmiah (scientific approach) dengan metode pembelajaran penemuan (discovery learning) pada sub bab materi tentang kedudukan titik, garis, dan bidang, peneliti dapat menentukan metode pembelajaran yang tepat untuk digunakan nantinya. Sehingga penelitian ini dapat menjadi bekal bagi peneliti ketika menjalani dunia kerja nantinya. H. Sistematika Penulisan Bab I merupakan bab pendahuluan yang berisi tentang latar belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan masalah, rumusan

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 masalah, dan batasan istilah. Selain itu dikemukakan juga mengenai tujuan dan manfaat penelitian beserta sistematika penulisan. Bab II memaparkan beberapa teori yang menjadi landasan dalam penelitian. Teori-teori yang digunakan adalah pengertian konsep pendekatan ilmiah (scientific approach), metode pembelajaran penemuan (discovery learning), efektivitas pembelajaran, motivasi belajar siswa, hasil belajar, geometri pada pokok bahasan kedudukan titik, garis, dan bidang, kerangka berpikir serta hipotesis penelitian. Bab III dalam skripsi ini mengenai metode penelitian yang mencakup jenis penelitian, waktu dan tempat penelitian, subjek dan objek penelitian, variabel penelitian, bentuk data, metode pengumpulan data, instrumen penelitian, metode analisis data dan prosedur pelaksanaan penelitian. Bab IV memaparkan tentang deskripsi persiapan dan pelaksanaan penelitian serta hasil dan pembahasan penelitian. Bab V memaparkan kesimpulan, kelebihan dan keterbatasan penelitian serta saran.

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Konsep Pendekatan Ilmiah (Scientific Approach) Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, konsep pendekatan ilmiah (scientific approach) adalah konsep dimana materi pembelajarannya berbasis pada fakta atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran tertentu, bukan sebatas kira-kira, khayalan, legenda, atau dongeng semata. Ada tiga jenis metode pembelajaran dalam konsep pendekatan ilmiah (scientific approach), yaitu metode pembelajaran penemuan (discovery learning), metode pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) dan metode pembelajaran berbasis proyek (project based learning). Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kriteria dari konsep pendekatan ilmiah (scientific approach) adalah: 1. Materi pembelajaran berbasis pada fakta atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran tertentu, bukan sebatas kirakira, khayalan, legenda atau dongeng semata. 2. Penjelasan guru, respon siswa, dan interaksi edukatif guru-siswa terbebas dari prasangka yang serta-merta, pemikiran subjektif, atau penalaran yang menyimpang dari alur berpikir logis. 12

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 3. Mendorong dan menginspirasi siswa berpikir secara kritis, analistis, dan tepat dalam mengidentifikasi, memahami, memecahkan masalah, dan mengaplikasikan materi pembelajaran. 4. Mendorong dan menginspirasi siswa mampu berpikir hipotetik dalam melihat perbedaan, kesamaan, dan tautan satu sama lain dari materi pembelajaran. 5. Mendorong dan menginspirasi siswa mampu memahami, menerapkan, dan mengembangkan pola berpikir yang rasional dan objektif dalam merespon materi pembelajaran. 6. Berbasis pada konsep, teori, dan fakta empiris yang dapat dipertanggungjawabkan. 7. Tujuan pembelajaran dirumuskan secara sederhana dan jelas, namun menarik sistem penyajiannya. Dalam pelaksanaannya, proses pembelajaran konsep pendekatan ilmiah (scientific approach) menyentuh tiga ranah, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Proses pembelajarannya diwakili oleh diagram di bawah ini:

(32) 14 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Gambar 2.1 Diagram proses pembelajaran scientific approach kemdikbud.go.id/kemdikbud/dokumen/.../Paparan%20Wamendik.pdf diunduh 11 februari 2014 Ranah sikap menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik “tahu mengapa”. Ranah keterampilan menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik “tahu bagaimana”. Ranah pengetahuan menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik “tahu apa”. Hasil belajar melahirkan peserta didik yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi. Sehingga, hasil akhirnya adalah peningkatan dan keseimbangan antara kemampuan untuk menjadi manusia yang baik (soft skills) dan manusia yang memiliki kecakapan dan pengetahuan untuk hidup secara layak (hard skills) dari peserta didik yang meliputi aspek kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 Kurikulum 2013 menekankan pada dimensi pedagogik modern dalam pembelajaran, yaitu menggunakan pendekatan ilmiah. Pendekatan ilmiah (scientific approach) dalam pembelajaran yang dimaksud meliputi mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan membentuk jejaring untuk semua mata pelajaran. Berikut ini adalah diagram dari langkah-langkah dari konsep pendekatan ilmiah (scientific approach): Gambar 2.2 Diagram Langkah-langkah scientific approach kemdikbud.go.id/kemdikbud/dokumen/.../Paparan%20Wamendik.pdf diunduh 11 februari 2014 B. Metode Pembelajaran Penemuan (Discovery Learning) Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Metode discovery learning adalah teori belajar yang didefinisikan sebagai proses pembelajaran yang terjadi bila pelajar tidak disajikan dengan pelajaran dalam bentuk finalnya, tetapi diharapkan siswa mengorganisasi sendiri. Sebagai strategi belajar, discovery learning mempunyai prinsip yang sama dengan inkuiri (inquiry) dan problem solving. Tidak ada perbedaan yang prinsipil pada ketiga istilah ini, pada metode discovery learning lebih

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 menekankan pada ditemukannya konsep atau prinsip yang sebelumnya tidak diketahui. Pada discovery learning, masalah yang diperhadapkan kepada siswa semacam masalah yang direkayasa oleh guru. Dalam mengaplikasikan metode discovery learning, guru berperan sebagai pembimbing dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara aktif, sebagaimana pendapat guru harus dapat membimbing dan mengarahkan kegiatan belajar siswa sesuai dengan tujuan. Kondisi seperti ini ingin merubah kegiatan belajar mengajar yang teacher oriented menjadi student oriented. Dalam discovery learning, hendaknya guru harus memberikan kesempatan kepada muridnya untuk menjadi seorang problem solver, seorang scientis, historin, atau ahli matematika. Bahan ajar tidak disajikan dalam bentuk akhir, tetapi siswa dituntut untuk melakukan berbagai kegiatan menghimpun informasi, membandingkan, mengkategorikan, menganalisis, mengintegrasikan, mereorganisasikan bahan serta membuat kesimpulan-kesimpulan. Keuntungan-keuntungan dari metode discovery learning adalah: 1. Membantu siswa untuk memperbaiki dan meningkatkan keterampilan-keterampilan dan proses-proses kognitif. Usaha penemuan merupakan kunci dalam proses ini, seseorang tergantung bagaimana cara belajarnya.

(35) 17 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Pengetahuan yang diperoleh melalui metode ini sangat pribadi dan ampuh karena menguatkan pengertian, ingatan dan transfer. 3. Menimbulkan rasa senang pada siswa, karena tumbuhnya rasa menyelidiki dan berhasil. 4. Metode ini memungkinkan siswa berkembang dengan cepat dan sesuai dengan kecepatannya sendiri. 5. Menyebabkan siswa mengarahkan kegiatan belajarnya sendiri dengan melibatkan akalnya dan motivasi sendiri. 6. Metode ini dapat membantu siswa memperkuat konsep dirinya, karena memperoleh kepercayaan bekerja sama dengan yang lainnya. 7. Berpusat pada siswa dan guru berperan sama-sama aktif mengeluarkan gagasan-gagasan. Bahkan gurupun dapat bertindak sebagai siswa, dan sebagai peneliti di dalam situasi diskusi. 8. Membantu siswa menghilangkan skeptisme (keragu-raguan) karena mengarah pada kebenaran yang final dan tertentu atau pasti. 9. Siswa akan mengerti konsep dasar dan ide-ide lebih baik. 10. Membantu dan mengembangkan ingatan dan transfer kepada situasi proses belajar yang baru. 11. Mendorong siswa berfikir dan bekerja atas inisiatif sendiri.

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 12. Mendorong siswa berfikir intuisi dan merumuskan hipotesis sendiri. 13. Memberikan keputusan yang bersifat intrinsik; Situasi proses belajar menjadi lebih terangsang. 14. Proses belajar meliputi sesama aspeknya siswa menuju pada pembentukan manusia seutuhnya. 15. Meningkatkan tingkat penghargaan pada siswa. 16. Kemungkinan siswa belajar dengan memanfaatkan berbagai jenis sumber belajar. 17. Dapat mengembangkan bakat dan kecakapan individu. Selain memiliki keuntungan, kelemahan yang dimiliki oleh metode discovery learning adalah: 1. Metode ini menimbulkan asumsi bahwa ada kesiapan pikiran untuk belajar. Bagi siswa yang kurang pandai, akan mengalami kesulitan abstrak atau berfikir atau mengungkapkan hubungan antara konsep-konsep, yang tertulis atau lisan, sehingga pada gilirannya akan menimbulkan frustasi. 2. Metode ini tidak efisien untuk mengajar jumlah siswa yang banyak, karena membutuhkan waktu yang lama untuk membantu mereka menemukan teori atau pemecahan masalah lainnya.

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 3. Harapan-harapan yang terkandung dalam metode ini dapat buyar berhadapan dengan siswa dan guru yang telah terbiasa dengan cara-cara belajar yang lama. 4. Pengajaran discovery lebih cocok untuk mengembangkan pemahaman, sedangkan mengembangkan aspek konsep, keterampilan dan emosi secara keseluruhan kurang mendapat perhatian. 5. Pada beberapa disiplin ilmu, misalnya IPA kurang fasilitas untuk mengukur gagasan yang dikemukakan oleh para siswa. 6. Tidak menyediakan kesempatan-kesempatan untuk berfikir yang akan ditemukan oleh siswa karena telah dipilih terlebih dahulu oleh guru. Metode discovery learning memiliki 3 langkah dalam pelaksanaannya, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan penilaian. Berikut adalah penjelasan lebih lengkap dalam setiap langkahnya: 1. Langkah persiapan a. Menentukan tujuan pembelajaran. b. Melakukan identifikasi karakteristik siswa (kemampuan awal, minat, gaya belajar, dan sebagainya). c. Memilih materi pelajaran. d. Menentukan topik-topik yang harus dipelajari siswa secara induktif (dari contoh-contoh generalisasi).

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 e. Mengembangkan bahan-bahan belajar yang berupa contohcontoh, ilustrasi, tugas dan sebagainya untuk dipelajari siswa. f. Mengatur topik-topik pelajaran dari yang sederhana ke kompleks, dari yang konkret ke abstrak, atau dari tahap enaktif, ikonik sampai ke simbolik. g. Melakukan penilaian proses dan hasil belajar siswa. 2. Langkah pelaksanaan a. Stimulation (stimulasi/ pemberian rangsangan) Pertama-tama pada tahap ini pelajar dihadapkan pada sesuatu yang menimbulkan kebingungannya, kemudian dilanjutkan untuk tidak memberi generalisasi, agar timbul keinginan untuk menyelidiki sendiri. Disamping itu guru dapat memulai kegiatan PBM dengan mengajukan pertanyaan, anjuran membaca buku, dan aktivitas belajar lainnya yang mengarah pada persiapan pemecahan masalah. Stimulasi pada tahap ini berfungsi untuk menyediakan kondisi mengembangkan dan mengeksplorasi bahan. interaksi belajar membantu yang siswa dapat dalam

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 b. Problem statement (pernyataan/ identifikasi masalah) Setelah dilakukan stimulasi langkah selanjutya adalah guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin agenda-agenda masalah yang relevan dengan bahan pelajaran, kemudian salah satunya dipilih dan dirumuskan dalam bentuk hipotesis (jawaban sementara atas pertanyaan masalah). c. Data collection (Pengumpulan Data) Ketika eksplorasi berlangsung guru juga memberi kesempatan kepada para siswa untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya membuktikan benar atau yang tidaknya relevan untuk hipotesis (Syah, 2004:244). Pada tahap ini berfungsi untuk menjawab pertanyaan atau membuktikan benar tidaknya hipotesis, dengan demikian anak didik diberi kesempatan untuk mengumpulkan (collection) berbagai informasi yang relevan, membaca literatur, mengamati objek, wawancara dengan nara sumber, melakukan uji coba sendiri dan sebagainya. d. Data Processing (Pengolahan Data) Menurut Syah (2004:244) pengolahan data merupakan kegiatan mengolah data dan informasi yang telah diperoleh para siswa baik melalui wawancara, observasi, dan

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 sebagainya, lalu ditafsirkan. Semua informai hasil bacaan, wawancara, observasi, dan sebagainya, semuanya diolah, diacak, diklasifikasikan, ditabulasi, bahkan bila perlu dihitung dengan cara tertentu serta ditafsirkan pada tingkat kepercayaan tertentu. e. Verification (Pembuktian) Pada tahap ini siswa melakukan pemeriksaan secara cermat untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis yang ditetapkan tadi dengan temuan alternatif, dihubungkan dengan hasil data processing (Syah, 2004:244). Verification menurut Bruner, bertujuan agar proses belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif jika guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan suatu konsep, teori, aturan atau pemahaman melalui contoh-contoh yang ia jumpai dalam kehidupannya. f. Generalization (menarik kesimpulan/generalisasi) Tahap generalisasi/ menarik kesimpulan adalah proses menarik sebuah kesimpulan yang dapat dijadikan prinsip umum dan berlaku untuk semua kejadian atau masalah yang sama, dengan memperhatikan hasil verifikasi (Syah, 2004:244). Berdasarkan hasil verifikasi maka dirumuskan prinsip-prinsip yang mendasari generalisasi.

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 3. Langkah penilaian Dalam discovery learning, penilaian dapat dilakukan dengan menggunakan tes maupun non tes. Penilaian yang digunakan dapat berupa penilaian kognitif, proses, sikap, atau penilaian hasil kerja siswa. Jika bentuk penialainnya berupa penilaian kognitif, maka dalam metode discovery learning dapat menggunakan tes tertulis. Jika bentuk penilaiannya menggunakan penilaian proses, sikap, atau penilaian hasil kerja siswa maka pelaksanaan penilaian dapat dilakukan dengan pengamatan. C. Efektivitas Pembelajaran Keefektifan pembelajaran berkenaan dengan jalan, upaya, teknik, strategi yang digunakan dalam mencapai tujuan secara optimal, cepat dan tepat (Nana Sudjana, 2010: 59). Keefektifan dari suatu model atau metode pembelajaran diukur dari tingkat keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan pembelajarannya. Ketika anak didik tidak mampu berkonsentrasi, membuat kegaduhan, menunjukkan kelesuan, minat anak didik semakin berkurang dan ketika sebagian besar siswa tidak menguasai bahan yang telah disampaikan oleh guru, ketika itulah efetivitas penggunaan model atau metode pembelajaran patut dipertanyakan. Menurut Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain (2010: 77), penggunaan metode dapat menunjang pencapaian tujuan pengajaran,

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 bukannya tujuan yang harus menyesuaikan diri dengan metode. Oleh karena itu, efektivitas penggunaan metode dapat terjadi bila ada kesesuaian antara metode dengan semua komponen pengajaran yang telah diprogramkan dalam satuan pelajaran, sebagai persiapan tertulis. Dalam skripsi ini, efektivitas penggunaan konsep pendekatan ilmiah (scientific approach) dengan metode pembelajaran penemuan (discovery learning) pada materi kedudukan titik, garis dan bidang tercapai apabila siswa termotivasi selama mengikuti proses pembelajaran dan menunjukkan ketuntasan hasil belajar. D. Motivasi Belajar Siswa Istilah motivasi berasal dari kata “motif” yang dapat diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri individu, yang menyebabkan individu tersebut bertindak atau berbuat. Motif tidak dapat diamati secara langsung, tetapi dapat diinterpretasikan dalam tingkah lakunya, berupa rangsangan, dorongan, atau pembangkit tenaga munculnya suatu tingkah laku tertentu (Hamzah B. Uno, 2008: 3). Hamzah B. Uno (2008: 23) menjelaskan bahwa motivasi dan belajar merupakan dua hal yang saling mempengaruhi. Belajar adalah perubahan tingkah laku secara relatif permanen dan secara potensial terjadi sebagai hasil dari praktik atau pengetahuan (reinforced practice) yang dilandasi tujuan untuk mencapai tujuan tertentu.

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 Motivasi belajar dapat timbul karena faktor intrinsik, berupa hasrat dan keinginan berhasil dan dorongan kebutuhan belajar, harapan akan citacita. Sedangkan faktor ekstrinsiknya adalah adanya penghargaan, lingkungan belajar yang kondusif, dan kegiatan belajar yang menarik. Winkel (1996: 51) motif adalah daya penggerak dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas tertentu, demi mencapai tujuan tertentu. Dengan demikian, motivasi merupakan dorongan yang terdapat dalam diri seseorang untuk berusaha mengadakan perubahan tingkah laku yang lebih baik dalam memenuhi kebutuhannya. Motivasi belajar dapat timbul karena adanya faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. Kedua faktor tersebut disebabkan oleh rangsangan tertentu, sehingga siswa berkeinginan untuk melakukan aktivitas belajar yang lebih giat dan bersemangat. Faktor intrinsik berupa hasrat dan keinginan berhasil, dan dorongan kebutuhan belajar, harapan akan citacita. Motivasi intrinsik adalah bentuk motivasi yang berasal dari dalam diri subyek yang belajar (Winkel, 1987: 95). Sedangkan faktor ekstrinsik adalah adanya penghargaan, lingkungan belajar yang kondusif, dan kegiatan belajar yang menarik. Motivasi ekstrinsik menurut Winkel (1987: 94) merupakan aktivitas belajar yang dimulai dan diteruskan, berdasarkan kebutuhan dan dorongan yang tidak secara mutlak berkaitan dengan aktivitas belajar sendiri. Motivasi juga berfungsi sebagai pendorong usaha untuk mencapai prestasi dalam belajar matematika. Seorang siswa melakukan usaha untuk

(44) 26 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI belajar matematika karena adanya motivasi. Jika motivasi belajar matematika baik, maka akan menunjukkan hasil yang baik pula. Adanya usaha yang tekun untuk belajar matematika dan didasari motivasi maka siswa akan mendapatkan prestasi yang baik dalam matematika. Menurut Winkel (1987: 97-98) ciri-ciri siswa yang mempunyai motivasi belajar adalah: 1. Kecenderungan mengerjakan tugas-tugas belajar yang menantang, namun tidak berada di atas taraf kemampuannya. 2. Keinginan untuk bekerja dan berusaha sendiri, serta menemukan penyelesaian masalah sendiri, tanpa disuapi terus menerus oleh guru. 3. Keinginan kuat untuk maju dan mencari taraf keberhasilan yang sedikit di atas taraf yang telah tercapai sebelumnya. 4. Orientasi pada masa depan. Kegiatan belajar dipandang sebagai jalan menuju ke realisasi cita-cita. 5. Pemilihan teman kerja atas dasar kemampuan teman itu untuk menyelesaikan tugas belajar bersama, bukan atas dasar rasa simpati atau perasaan senagn terhadap teman itu. 6. Keuletan dalam belajar biarpun menghadapi rintangan. Ciri-ciri siswa yang mempunyai motivasi belajar menurut Sardiman (2008: 83) adalah sebagai berikut: 1. Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terus-menerus dalam waktu yang lama, tidak pernah berhenti sebelum selesai).

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 2. Ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa). Tidak memerlukan dorongan dari luar untuk berprestasi sebaik mungkin (tidak cepat puas dengan prestasi yang telah dicapainya). 3. Cepat bosan pada tugas-tugas yang rutin (hal-hal yang bersifat mekanisme, berulang-ulang begitu saja, sehingga kurang kreatif). 4. Dapat mempertahankan pendapatnya (jika sudah yakin akan sesuatu). 5. Tidak mudah melepaskan apa yang diyakini. Menurut Hamzah B. Uno (2008: 34-37), beberapa teknik motivasi yang dapat dilakukan dalam pembelajaran sebagai berikut: 1. Pernyataan penghargaan secara verbal. 2. Menggunakan nilai ulangan sebagai pemacu keberhasilan. 3. Menimbulkan rasa ingin tahu. 4. Memunculkan sesuatu yang tidak diduga oleh siswa. 5. Menjadikan tahap dini dalam belajar mudah bagi siswa. 6. Menggunakan materi yang dikenal siswa sebagai contoh dalam belajar. 7. Gunakan kaitan yang unik dan tak terduga untuk menerapkan suatu konsep dan prinsip yang telah dipahami. 8. Menuntut siswa untuk menggunakan hal-hal yang telah dipelajari sebelumnya.

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 9. Menggunakan simulasi dan permainan. 10. Memberi kesempatan kepada siswa untuk memperlihatkan kemahirannya di depan umum. 11. Mengurangi akibat yang tidak menyenangkan dan keterlibatan siswa dalam kegiatan belajar. 12. Memahami iklim sosial dalam sekolah. 13. Memanfaatkan kewibawaan guru secara tepat. 14. Meperpadukan motif-motif yang kuat. 15. Memperjelas tujuan belajar yang hendak dicapai. 16. Merumuskan tujuan-tujuan sementara. 17. Memberitahukan hasil kerja yang telah dicapai. 18. Membuat suasana persaingan yang sehat di anatar para siswa. 19. Mengembangkan persaingan dengan diri sendiri. 20. Memberikan contoh yang positif. Dari berbagai uraian tentang motivasi di atas, penyusunan kisi-kisi kuesioner motivasi belajar siswa didasarkan pada ciri-ciri siswa yang memiliki motivasi belajar menurut Winkel (1987: 97-98) dan Sardiman (1987: 83), sebagai berikut: a. Ulet dalam menghadapi kesulitan belajar matematika dan berusaha menyelesaikannya. b. Tekun dalam mengahadapi dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan.

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 c. Mempunyai keinginan yang kuat untuk berprestasi dalam belajar matematika. d. Berusaha memahami dan menguasai materi pelajaran matematika. e. Mempunyai minat yang besar terhadap masalah belajar serta mencoba mencari dan memecahkan masalah/ soal-soal. f. Mempunyai keinginan besar untuk berhasil dalam belajar serta berusaha bekerja dan belajar sendiri tanpa bantuan orang lain. E. Hasil Belajar Hasil belajar menurut Winkel (2004: 57) adalah perubahan yang dialami siswa setelah terjadinya kegiatan belajar. Menurut Winkel perubahan tersebut meliputi hal-hal internal dan eksternal. Hal-hal yang bersifat internal meliputi pengertian (kognitif) dan sikap (afektif). Sedangkan hal-hal yang bersifat eksternal meliputi perubahan pada psikomotorik. Sistem pendidikan nasional menggunakan klasifikasi hasil belajar Benjamin Bloom yang secara garis besar dibagi menjadi: 1. Ranah kognitif Merupakan proses berpikir atau perilaku yang termasuk hasil kerja otak. Ranah kognitif memiliki enam jenjang tujuan belajar, yaitu:

(48) 30 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI a. Mengingat: meningkatkan ingatan atas materi yang disajikan dalam bentuk yang sama seperti yang diajarkan. b. Mengerti: mampu membangun arti dari pesan pembelajaran, termasuk komunikasi lisan, tulisan maupun grafis. c. Memakai: menggunakan prosedur untuk mengerjakan latihan maupun memecahkan masalah. d. Menganalisis: memecah bahan-bahan ke dalam unsur-unsur pokok dan menentukan bagaimana bagian-bagian saling berhubungan satu sama lain. e. Menilai: membuat pertimbangan berdasarkan kriteria dan standar tertentu. f. Mencipta: membuat suatu produk yang baru dengan mengatur kembali unsur-unsur ke dalam suatu pola. 2. Ranah afektif Merupakan perilaku yang dimunculkan seseorang sebagai pertanda kecenderungannya untuk membuat pilihan untuk beraksi dalam lingkungan tertentu. Ranah afektif dibagi menjadi lima jenjang, yaitu: a. Penerimaan: meliputi kesadaran akan adanya suatu sistem nilai, ingin menerima nilai, dan memperhatikan nilai tersebut.

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 b. Pemberian respon: meliputi sikap ingin merespon terhadap sistem, puas dalam memberi respon.. c. Pemberian nilai: penilaian meliputi penerimaan terhadap suatu sistem, memilih sistem nilai yang disukai dan memberikan komitmen untuk menggunakan system nilai tertentu. d. Pengorganisasian: menghimpun sistem nilai yang akan digunakan. e. Karakterisasi: meliputi perilaku secara terus-menerus sesuai dengan sistem nilai yang telah diorganisasikannya. 3. Ranah psikomotorik Merupakan perilaku yang dimunculkan oleh hasil kerja fungsi tubuh manusia. Ranah psikomotorik terdapat lima jenjang tujuan belajar, yaitu: a. Meniru: kemampuan mengamati suatu gerakan agar dapat merespon. b. Menerapkan: kemampuan mengikuti pengarahan, gerakan pilihan dengan membayangkan gerakan orang lain. c. Memantapkan: kemampuan memberikan respon yang terkoreksi dengan kesalahan-kesalahan. d. Merangkai: koordinasi gerak dengan membuat aturan yang tepat.

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 e. Naturalisasi: gerakan yang dilakukan secara rutin dengan menggunakan energi psikis yang minimal. Ketiga ranah di atas merupakan objek penilaian dari hasil belajar siswa. Namun guru lebih sering menggunakan penilaian secara kognitif karena ranah kognitif lebih berkaitan dengan kemampuan siswa dalam menguasai isi bahan pengajaran. Dalam skripsi ini, peneliti akan menilai hasil belajar siswa dari ranah kognitif saja. Hasil belajar dapat terlihat dari tes akhir pada materi kedudukan titik, garis, dan bidang. F. Geometri Menurut Sukino (2013: 159-162), definisi serta kedudukan titik, garis, dan bidang adalah sebagai berikut: 1. Definisi titik, garis, dan bidang a. Titik Titik biasanya dilukiskan dengan noktah () atau tanda silang (×) dan ditulis dengan huruf besar, seperti A, B, C, dan seterusnya. Titik tidak mempunyai ukuran dan sering disebut benda berdimensi nol. b. Garis Garis sering dijumpai sebagai rusuk dari benda ruang. Sebuah garis panjangnya tak hingga, karena itu gambar sebuah garis biasanya

(51) 33 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dilukiskan dengan wakil dari garis itu. Pemberian nama sebuah garis dapat dilakukan dengan menuliskan wakilnya atau titik-titik ujung garis itu. Suatu garis dapat dituliskan dengan huruf kecil, seperti l, m, n. garis merupakan benda berdimensi satu. l . . A garis l B garis AB Gambar 2.3 garis lurus c. Bidang Bidang yang dimaksud di sini adalah bidang datar. Suatu bidang selalu dianggap dapat diperluas menurut arah panjang atau lebarnya. Luas sebuah bidang besarnya tak terbatas, karena itu gambar sebuah bidang biasanya yang dilukis adalah wakil bidang itu. Wakil sebuah bidang dapat berbentuk jajargenjang atau persegi panjang. Sebuah bidang diberi nama dengan menuliskannya pada satu pojok bidang itu dengan huruf latin: V, W, X, … dan seterusnya, huruf khusus: α, β, γ, … dan seterusnya.

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 Bidang V V Bidang W W Bidang α α Gambar 2.4 Gambar bidang Berikut ini adalah masalah kontekstual yang digunakan untuk menjelaskan pengertian titik, garis dan bidang: Gambar 2.5 Gambar kontekstual titik, garis, dan bidang Berdasarkan gambar kontekstual di atas, siswa diajak untuk menemukan bahwa bintang merupakan titik, komet merupakan garis dan langit merupakan bidang.

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 2. Kedudukan titik, garis, dan bidang dalam ruang a. Kedudukan titik terhadap garis Pengertian: 1) Sebuah titik dikatakan terletak pada sebuah garis, jika titik itu dilalui garis. 2) Sebuah titik terletak di luar garis jika titik itu tidak dilalui garis. Contoh: Gambar 2.6 Kedudukan titik dan garis Dari gambar di atas dapat disimpulkan bahwa: 1) Titik A pada garis g atau garis g melalui titik A. Titik A pada garis g apabila titik A merupakan anggota himpunan titik pada garis g. 2) Titik B di luar garis g atau garis g tidak melalui titik B. Titik B di luar garis g apabila titik B bukan anggota himpunan titik pada garis g. Sebuah garis dapat dibuat melalui dua buah titik atau melalui dua buah titik hanya dapat dilukiskan sebuah garis.

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 Berikut ini adalah masalah kontekstual yang digunakan untuk menjelaskan kedudukan titik terhadap garis: Gambar 2.7 Gambar kontekstual kedudukan titik terletak pada garis Berdasarkan gambar kontekstual di atas, siswa diajak untuk menemukan bahwa burung merupakan titik dan kawat listrik merupakan garis. Burung yang bertengger pada kawat tersebut merupakan contoh kedudukan titik terletak pada garis. Gambar 2.8 Gambar kontekstual kedudukan titik terletak di luar garis Berdasarkan gambar kontekstual di atas, siswa diajak untuk menemukan mobil merupakan titik dan jembatan merupakan garis.

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 Mobil yang melintas di bawah jembatan merupakan contoh kedudukan titik terletak di luar garis. b. Kedudukan titik terhadap bidang Pengertian: 1) Sebuah titik dikatakan terletak pada sebuah bidang jika titik itu dilalui bidang. 2) Sebuah titik di luar bidang jika titik itu tidak dilalui bidang. Contoh: . C Gambar 2.9 Kedudukan titik dan bidang Dari gambar di atas dapat disimpulkan bahwa: 1) Titik A terletak pada bidang α jika semua titik pada garis AC terletak pada bidang α. 2) Titik B di luar bidang α jika tidak semua titik pada garis BC terletak pada bidang α. Melalui tiga titik sembarang, paling sedikit dapat dibuat satu bidang. Melalui tiga titik yang tidak segaris hanya dapat dibuat satu bidang atau sebuah bidang ditentukan oleh tiga titik yang tidak

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 segaris. Melalui empat titik sembarang di ruang, tidak dapat dibuat sebuah bidang. Berikut ini adalah masalah kontekstual yang digunakan untuk menjelaskan kedudukan titik terhadap bidang: Gambar 2.10 Gambar kontekstual kedudukan titik terhadap bidang Berdasarkan gambar kontekstual di atas, siswa diajak untuk menemukan bahwa burung merupakan titik dan tanah berumput merupakan bidang. Burung putih dan hijau merupakan contoh kedudukan titik terletak pada bidang. Burung hitam, merah, biru dan kuning merupakan kedudukan titik terletak di luar bidang. c. Kedudukan garis terhadap garis Pengertian: 1) Dua garis dikatakan berpotongan jika dua garis itu sebidang dan mempunyai satu titik persekutuan. Titik persekutuan ini disebut titik potong. Pada gambar di bawah ini, garis l dan m berpotongan di titik P.

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI m 39 l P V Gambar 2.11 Dua garis berpotongan Berikut ini adalah masalah kontekstual yang digunakan untuk menjelaskan dua buah garis yang berpotongan: Gambar 2.12 Gambar kontekstual dua garis berpotongan Berdasarkan gambar kontekstual di atas, siswa diajak untuk menemukan bahwa garis pada lantai keramik tersebut saling berpotongan di satu titik. 2) Dua garis dikatakan sejajar jika dua garis itu sebidang dan tidak mempunyai titik persekutuan. Pada gambar di bawah, garis l dan garis m sejajar. m l V Gambar 2.13 Dua garis sejajar

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 Berikut ini adalah masalah kontekstual yang digunakan untuk menjelaskan dua buah garis yang sejajar: Gambar 2.14 Gambar kontekstual dua garis sejajar Berdasarkan gambar kontekstual di atas, siswa diajak untuk menemukan bahwa rel kereta merupakan garis. Kedua rel tersebut tidak akan pernah bertemu di satu titik, sehingga gambar di atas merupakan contoh kedudukan dua garis sejajar. 3) Dua buah garis dikatakan bersilangan jika dua buah garis itu tidak sebidang atau melalui kedua garis itu tidak dapat dibuat sebuah bidang datar (seperti terlihat pada gambar di bawah). m l W V Gambar 2.15 Dua garis bersilangan

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 Melalui dua buah garis yang sejajar atau berpotongan hanya dapat dibuat satu bidang tetapi melalui dua buah garis yang bersilangan tidak dapat dibuat sebuah bidang. Berikut ini adalah masalah kontekstual yang digunakan untuk menjelaskan dua buah garis yang bersilangan: Gambar 2.16 Gambar kontekstual dua garis bersilangan Berdasarkan gambar kontekstual di atas, siswa diajak untuk menemukan bahwa batas hitam antara tembok dan lantai merupakan salah satu contoh garis. Garis pada tembok yang berjendela dan garis pada tembok lainnya merupakan contoh kedudukan dua garis bersilangan. d. Kedudukan garis terhadap bidang Pengertian: 1) Sebuah garis dikatakan terletak pada bidang jika setiap titik pada garis terletak juga pada bidang.

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 l v Gambar 2.17 Garis terletak pada bidang 2) Sebuah garis dikatakan memotong (menembus) bidang jika garis dan bidang mempunyai satu titik persekutuan dan titik itu disebut titik potong atau titik tembus. l V Gambar 2.18 Garis memotong bidang 3) Sebuah garis dikatakan sejajar bidang jika garis dan bidang tidak bersekutu pada satu titik pun. l m V Gambar 2.19 Garis sejajar bidang

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 Berikut ini adalah masalah kontekstual yang digunakan untuk menjelaskan kedudukan garis terhadap bidang: Gambar 2.20 Gambar kontekstual kedudukan garis terhadap bidang Berdasarkan gambar kontekstual di atas, siswa diajak untuk menemukan kedudukan garis terletak pada bidang, kedudukan garis memotong bidang dan kedudukan garis sejajar bidang dalam ruangan tersebut. Kedudukan garis terletak bidang dapat dilihat dari garis pada karpet terletak pada lantai, dll. Kedudukan garis memotong bidang dapat dilihat dari kaki kursi dengan lantai, dll. Kedudukan garis sejajar bidang dapat dilihat dari garis pada permukaan meja sejajar dengan lantai, dll. e. Kedudukan bidang terhadap bidang Pengertian: 1) Dua bidang dikatakan sejajar jika kedua bidang itu tidak bersekutu pada satu titik pun.

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI V 44 W Gambar 2.21 Dua bidang sejajar 2) Dua bidang dikatakan berpotongan jika kedua bidang itu mempunyai sebuah garis persekutuan atau garis potong. w v (v, w) Gambar 2.22 Dua bidang berpotongan Dua bidang A dan B dikatakan sejajar jika kedua bidang tersebut berdiri tegak lurus pada suatu garis . Garis potong bidang v dan w ditulis (v,w). Berikut ini adalah masalah kontekstual yang digunakan untuk menjelaskan kedudukan bidang terhadap bidang:

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 Gambar 2.23 Gambar kontekstual kedudukan bidang terhadap bidang Berdasarkan gambar kontekstual di atas, siswa diajak untuk menemukan kedudukan dua bidang sejajar dan dua bidang berpotongan. Salah satu contoh kedudukan dua bidang sejajar adalah langit-langit dengn lantai. Salah satu contoh kedudukan dua bidang berpotongan adalah langit-langit dengan tembok. G. Kerangka Berpikir Cara berpikir siswa sekarang berbeda dengan cara berpikir siswa jaman dulu. Guru harus selektif dalam menentukan metode pembelajaran yang lebih tepat dengan karakter siswa sekarang dan mulai meninggalkan metode pembelajaran tradisional. Metode pembelajaran tradisional memberikan dampak yang kurang baik bagi siswa, dimana matematika hanya dianggap sebagai materi hafalan dan siswa kurang memahami penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pembelajaran

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 tradisional membuat anak jenuh dan kurang berkonsentrasi selama proses pembelajaran. Dalam kurikulum 2013 yang lebih menekankan pada karakter siswa sekarang, Pemerintah menyarankan penggunaan konsep pendekatan ilmiah (scientific approach). Pembelajaran scientific approach meliputi mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan membentuk jejaring untuk semua mata pelajaran. Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, di dalam scientific approach, terdapat 3 metode yaitu metode pembelajaran penemuan (discovery learning), metode pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) dan metode pembelajaran berbasis proyek (project based learning). Ketiga metode ini menekankan bahwa materi pembelajarannya berbasis pada fakta atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran tertentu serta dalam proses pembelajarannya berpusat pada siswa. Peneliti memfokuskan penelitian pada penggunaan metode pembelajaran penemuan (discovery learning) pada pokok bahasan kedudukan titik, garis dan bidang. Metode ini berorientasi pada siswa, sehingga siswa dituntut aktif selama proses pembelajaran. Hal ini menyebabkan berkurangnya kesempatan siswa untuk melakukan hal-hal yang tidak ada kaitannya dengan pembelajaran, misalnya bermain handphone, ngobrol dengan temannya mengenai hal-hal di luar pembelajaran, dll. Dengan kata lain, siswa dapat berkonsentrasi dan mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Selain itu, karena konsep

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 materi ditemukan sendiri oleh siswa maka diharapkan pemahaman akan tersimpan dalam jangka waktu yang lama. Tingginya motivasi siswa selama proses pembelajaran menyebabkan baiknya hasil belajar. Karakter motivasi belajar meliputi minat, perhatian, konsentrasi, ketekunan, keantusiasan, keterlibatan, rasa ingin tahu, berusaha mencoba dan aktif mengatasi tantangan. Apabila karakterkarakter dari motivasi belajar tersebut ditunjukkan oleh siswa selama proses pembelajaran maka siswa menjadi paham terhadap materi. Pahamnya siswa terhadap materi mengakibatkan baiknya hasil belajarnya. Sehingga, diharapkan penggunaan konsep pendekatan ilmiah (scientific approach) dengan metode pembelajaran penemuan (discovery learning) dalam pembelajaran matematika pada pokok bahasan kedudukan titik, garis, dan bidang dapat efektif. H. Hipotesis Penelitian Berdasarkan kerangka berpikir, hipotesis dalam penelitian ini adalah penggunaan konsep pendekatan ilmiah (scientific approach) dengan metode pembelajaran penemuan (discovery learning) dalam pembelajaran matematika pada pokok bahasan kedudukan titik, garis, dan bidang dapat efektif. Keefektifan tersebut ditinjau dari dua hal, sebagai berikut: 1. Ditinjau dari motivasi belajar, penggunaan konsep pendekatan ilmiah (scientific approach) dengan metode pembelajaran penemuan (discovery learning) efektif.

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 2. Ditinjau dari hasil belajar, penggunaan konsep pendekatan ilmiah (scientific approach) dengan metode pembelajaran penemuan (discovery learning) efektif.

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilaksanakanan adalah penelitian deskriptif kuantitatif-kualitatif. Data tentang hasil belajar siswa yang berupa bilangan akan dianalisis secara kuantitatif, sedangkan data hasil kuesioner siswa akan dikuantifikasi, kemudian bersama dengan data uraian hasil wawancara siswa dan dokumentasi dianalisis secara kualitatif. B. Waktu dan Tempat Penelitian 1. Waktu Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Mei 2014 semester genap tahun ajaran 2013/ 2014. 2. Tempat Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Ngemplak yang terletak di Bimomartani Ngemplak Sleman Yogyakarta. C. Subjek dan Objek Penelitian Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi kelas X.C SMA Negeri 1 Ngemplak Sleman tahun ajaran 2013/ 2014. 49

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 Objek dalam penelitian ini adalah efektivitas penggunaan konsep pendekatan ilmiah (approach scientific) dengan metode pembelajaran penemuan (discovery learning) pada pokok bahasan kedudukan titik, garis, dan bidang ditinjau dari motivasi dan hasil belajar siswa. D. Variabel Penelitian Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Variabel bebas Variabel bebas dalam penelitian ini adalah konsep pendekatan ilmiah (scientific approach) dengan metode pembelajaran penemuan (discovery learning). 2. Variabel terikat Variabel terikat dalam penelitian ini adalah motivasi dan hasil belajar siswa pada penggunaan konsep pendekatan ilmiah (scientific approach) dengan metode pembelajaran penemuan (discovery learning). E. Bentuk Data 1. Data Motivasi Siswa Data tentang motivasi belajar siswa diperoleh melalui kuesioner yang diisi oleh seluruh siswa kelas XC setelah proses pembelajaran menggunaan konsep pendekatan ilmiah (scientific approach) dengan metode pembelajaran penemuan (discovery learning) selesai. Data

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 yang diperoleh dari kuesioner tersebut berupa angka. Sebagai penguatan dari kuisioner, peneliti melakukan wawancara dengan beberapa siswa tentang tanggapan mereka terhadap penggunaan konsep pendekatan ilmiah (scientific approach) dengan metode pembelajaran penemuan (discovery learning). Data yang diperoleh dari wawancara berupa pernyataan. 2. Data Hasil Belajar Siswa Data hasil belajar siswa diperoleh dengan melaksanakan tes akhir setelah materi kedudukan titik, garis dan bidang selesai. Data yang diperoleh melalui tes akhir tersebut berupa angka. Hasil tes akhir akan digunakan untuk mengetahui efektivitas penggunaan konsep pendekatan ilmiah (scientific approach) dengan metode pembelajaran penemuan (discovery learning) terhadap hasil belajar siswa pada pokok bahasan kedudukan titik, garis dan bidang di kelas X.C SMA Negeri 1 Ngemplak. F. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data motivasi belajar siswa yang digunakan adalah kuesioner dan wawancara. Sedangkan metode pengumpulan data hasil belajar siswa diperoleh dengan melakukan tes tertulis berupa tes akhir. Data motivasi belajar siswa dapat dikumpulkan melalui analisis dari kuesioner mengenai tanggapan siswa terhadap penggunaan konsep

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 pendekatan ilmiah (scientific approach) dengan metode pembelajaran penemuan (discovery learning). Sebagai penguatan dari kuesioner, peneliti melakukan wawancara terhadap beberapa siswa. Data mengenai hasil belajar siswa diperoleh dengan melaksanakan tes tertulis berupa tes akhir. Hasil belajar inilah yang akan digunakan untuk mengetahui efektivitas penggunaan konsep pendekatan ilmiah (scientific approach) dengan metode pembelajaran penemuan (discovery learning) yang dilihat dari ketuntasan hasil belajar siswa. G. Instrumen Penelitian Pada penelitian ini ada dua macam instrumen yang digunakan yaitu 1. Instrumen Pembelajaran Dalam penelitian ini, instrumen pembelajaran yang digunakan adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), bahan ajar guru berupa power point dan LKS. Penyusunan power point dan LKS mengacu pada indikator dan tujuan pembelajaran (RPP dapat dilihat pada lampiran A.1). 2. Instrumen Penelitian a. Dokumentasi Cara lain yang digunakan untuk memperoleh data adalah dengan teknik dokumentasi. Penelitian ini menggunakan rekaman video dan foto kegiatan pembelajaran. Hal-hal yang direkam dalam penelitian ini anatra lain:

(71) 53 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1) Keadaan kelas ketika guru membuka kegiatan pembelajaran. 2) Keadaan kelas ketika guru dan siswa melaksanakan kegiatan mengamati masalah kontekstual yang disajikan dalam power point. 3) Keadaan kelas ketika siswa berdiskusi dalam kelompok. 4) Kegiatan siswa ketika mempresentasikan hasil diskusi. 5) Kegiatan siswa dalam menarik kesimpulan. b. Tes Hasil Belajar Siswa Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa menggunakan konsep pendekatan ilmiah (scientific approach) dengan metode pembelajaran penemuan (discovery learning), peneliti melaksanakan tes tertulis berupa tes akhir. Bentuk soal tes berupa uraian dan mengacu pada indikator pembelajaran. Berikut ini adalah kisi-kisi soal tes akhir: Tabel 3.1 Kisi-kisi Tes Akhir Kompetensi Dasar 2.1. Memiliki motivasi internal, kemampuan bekerjasama, konsisten, sikap disiplin, rasa percaya diri, dan sikap toleransi dalam perbedaan strategi berpikir dalam memilih dan menerapkan strategi menyelesaikan masalah. 2.2. Mampu mentransformasi diri dalam berpilaku jujur, tangguh mengadapi masalah, Materi Indikator Pencapaian Pengertian 1. Menjelaskan titik, garis kembali dan bidang pengertian kedudukan titik, Kedudukan garis dan bidang titik, garis serta masalah dan bidang nyata yang (hubungan berkaitan dengan titik dengan kedudukan titik, garis dan titik garis dan bidang. dengan bidang) 2. Terampil menerapkan konsep kedudukan titik, garis dan No Soal 1 2,3

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kritis dan disiplin dalam melakukan tugas belajar matematika. 2.3. Menunjukkan sikap bertanggungjawab, rasa ingin tahu, jujur dan perilaku peduli lingkungan. 54 bidang serta masalah nyata yang berkaitan dengan kedudukan titik, garis dan bidang. 3.14 Memahami konsep jarak dan sudut antar titik, garis dan bidang melalui demonstrasi menggunakan alat peraga atau media lainnya. 4.14Menggunakan berbagai prinsip bangun datar dan ruang serta dalam menyelesaikan masalah nyata berkaitan dengan jarak dan sudut antara titik, garis dan bidang. Agar data penelitian mempunyai kualitas yang cukup tinggi, maka instrumen penelitian harus memenuhi syarat sebagai alat pengukur yang baik yaitu validitas atau kesasihan dan reliabilitas atau keterandalan (Sumadi, 2008: 32). Oleh karena itu, peneliti melakukan uji coba instrumen dan dianalisis sebelum digunakan di kelas XC. 1) Validitas Tes Peneliti menggunakan validitas isi berupa uji pakar dan uji coba. Teknik penilaian pakar (expert judgement) dilaksanakan dengan meminta bantuan dosen pengampu dan guru mata pelajaran matematika untuk menelaah konsep materi instrumen

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 tes hasil belajar siswa (lembar penilaian validitas soal oleh guru dapat dilihat pada lampiran B.2). Selain itu, peneliti juga menggunakan teknik validitas butir soal dari hasil uji coba dengan menggunakan rumus korelasi Product Moment dari Pearson. Rumus korelasi Product Moment dari Pearson yaitu: ∑ √* ∑ (∑ )(∑ ) (∑ ) +* ∑ (∑ ) + Keterangan: : Koefisien korelasi antara variabel x dan y, dua variabel yang dikorelasikan N : Besarnya sampel X : Skor item nomor Y : Skor total Untuk mengetahui validitas tiap item soal dari hasil tes uji coba yang dianalisis menggunakan rumus korelasi Product Moment dari Pearson. Hasil yang diperoleh dikonsultasikan dengan r product moment dengan taraf signifikan 5%. a) Jika maka item soal tersebut valid.

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b) Jika 56 maka item soal tersebut tidak valid. Tingkat kualifikasi validitas untuk masing-masing soal menggunakan tabel di bawah ini: Tabel 3.2 Kriteria Interpretasi Tingkat Validitas (Suharsimi, 2006: 276) Koefisien Korelasi Interpretasi Antara 0,800 sampai dengan 1,000 Sangat tinggi Antara 0,600 sampai dengan 0,800 Tinggi Antara 0,400 sampai dengan 0,600 Cukup Antara 0,200 sampai dengan 0,400 Rendah Antara 0,000 sampai dengan 0,200 Sangat rendah 2) Reliabilitas Tes Reliabilitas dari instrument dalam penelitian ini diperoleh dengan mengolah data hasil uji coba instrumen dengan menggunakan rumus Alpha. Rumus Alpha: ( ( ) )( Keterangan: : reliabilitas instrument : banyaknya soal ∑ ∑ : jumlah varians butir soal : varians total ∑ ∑ )

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 Tabel 3.3 Kriteria Interpretasi Tingkat Reliabilitas (Suharsimi, 2006:276) Koefisien Korelasi Antara 0,800 sampai dengan 1,000 Antara 0,600 sampai dengan 0,800 Antara 0,400 sampai dengan 0,600 Antara 0,200 sampai dengan 0,400 Antara 0,000 sampai dengan 0,200 Interpretasi Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah c. Kuesioner Kuesioner adalah alat pengumpulan data secara tertulis yang berisi daftar pertanyaan (questions) atau pernyataan (statement) yang disusun secara khusus dan digunakan untuk menggali dan menghimpun keterangan dan atau informasi sebagaimana dibutuhkan dan cocok untuk dianalisis (Babbie, 1986: 558). Kuesioner ini dibuat untuk mengetahui bagaimana tanggapan siswa terhadap penggunaan konsep pendekatan ilmiah (scientific approach) dengan metode pembelajaran penemuan (discovery learning). Penyusunan kuesioner mengacu pada karakteristik motivasi belajar meliputi minat, perhatian, konsentrasi, ketekunan, keantusiasan, keterlibatan, rasa ingin tahu, berusaha mencoba dan aktif mengatasi tantangan. Kuesioner motivasi belajar siswa terdiri dari 23 pertanyaan yaitu 13 pertanyaan positif dan 10 pertanyaan negatif serta terdapat lima pilihan yaitu Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Ragu-ragu (R),

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS). Berikut adalah kisi-kisi kuesioner: Tabel 3.4 Kisi-kisi Kuesioner No 1 2 3 4 5 6 7 8 Karakteristik Minat Perhatian Konsentrasi Ketekunan Keantusiasan Keterlibatan Rasa Ingin Tahu Berusaha mencoba dan aktif mengatasai tantangan No Item Pernyataan Positif Pernyataan Negatif 7, 19 2, 4 15, 21 20 1 14 6 11 13, 18 8 3, 9 12, 22 16, 23 5 10 17 d. Wawancara Wawancara adalah teknik pengupulan data melalui komunikasi langsung (tatap muka) antara pihak penanya (interviewer) dengan pihak yang ditanya atau penjawab (interviewee) (Djudju Sudjana, 2008: 194). Peneliti melaksananakan wawancara sebagai penguatan dalam pengambilan data motivasi belajar siswa. Setelah melihat hasil belajar dan kuesioner, peneliti melaksanakan wawancara pada beberapa siswa untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan. Aspek yang ditanyakan kepada siswa mengacu pada karakteristik motivasi belajar meliputi minat, perhatian, konsentrasi, ketekunan, keantusiasan, keterlibatan, rasa ingin tahu, berusaha mencoba dan aktif

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 mengatasi tantangan (acuan wawancara dapat dilihat pada lampiran B.5). H. Metode Analisis Data 1. Analisis hasil belajar siswa Untuk menganalisis hasil belajar siswa, peneliti membandingkan dari banyaknya siswa yang tuntas dari hasil tes akhir dengan ketuntasan hasil belajar pada tahun-tahun sebelumnya. 2. Analisis Kuesioner Motivasi Belajar Siswa Peneliti menggunakan validitas teknik penilaian pakar, dimana sebelum instrumen kuesioner diberikan kepada siswa, setiap item pernyataan dikonsultasikan kepada dosen pembimbing agar instrumen layak digunakan dan sesuai dengan tujuan penelitian. Analisis data dari kuesioner motivasi siswa diperoleh dengan menghitung skor yang diperoleh masing-masing siswa. Skor pada setiap jawaban diberi nilai dengan pedoman sebagai berikut: Tabel 3.5 Kriteria Motivasi Belajar Siswa (Kartika Budi, 2001:55) Skor untuk Skor untuk Jawaban pernyataan positif pernyataan negatif Sangat Setuju 5 1 Setuju 4 2 Ragu-ragu 3 3 Tidak Setuju 2 4 Sangat Tidak Setuju 1 5 Seluruh skor hasil kuesioner dimasukkan dalam tabel hasil kuesioner kemudian dihitung skor total yang diperoleh masing-masing siswa,

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 kemudian dilanjutkan dengan menghitung persentase skor motivasi belajar siswa dengan rumus sebagai berikut: Keterangan: H : Hasil persentase motivasi belajar siswa J : Jumlah skor yang diperoleh masing-masing siswa M : Jumlah skor maksimum Setelah diperoleh persentase motivasi belajar masing-masing siswa pada perhitungan di atas, selanjutnya ditentukan kriteria motivasi belajar masing-masing siswa berdasarkan kriteria berikut ini: Tabel 3.6 Kriteria Motivasi Belajar Siswa (Kartika Budi, 2001:55) Interval (%) ≤20 21-40 41-60 61-80 81-100 Kriteria motivasi Sangat rendah Rendah Cukup Tinggi Sangat tinggi Langkah berikutnya adalah menentukan motivasi belajar siswa secara keseluruhan. Perhitungan persentase motivasi belajar siswa secara keseluruhan dengan cara: ∑ Keterangan: H : Hasil persentase motivasi belajar siswa secara keseluruhan

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ∑ N 61 : Jumlah siswa yang termotivasi sesuai kriteria : Jumlah seluruh siswa Selanjutnya dapat ditentukan kriteria motivasi belajar siswa secara keseluruhan menggunakan tabel kriteria motivasi belajar siswa sebagai berikut: Tabel 3.7 Kriteria Motivasi Belajar Siswa Secara Keseluruhan (Kartika Budi, 2001: 55) ST ST+T ≥75% <75% ≥75% <75% ST+T+C ≥65% <65% ST+T+C+R ST+T+C+R+SR ≥65% <65% Kriteria Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah Keterangan: ST : Sangat Tinggi T : Tinggi C : Cukup R : Rendah SR : Sangat Rendah 3. Analisis Wawancara Motivasi Belajar Siswa Hasil wawancara akan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Melalui wawancara ini, peneliti menggali informasi dari siswa tentang tanggapan terhadap penggunaan konsep pendekatan ilmiah dengan metode pembelajaran penemuan.

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 I. Prosedur Pelaksanaan Penelitian 1. Penyusunan proposal Sebelum melaksanakan penelitian, peneliti mengajukan proposal yang berisikan BAB I, BAB II, dan BAB III. 2. Persiapan penelitian a. Observasi Peneliti melaksanakan observasi bersamaan dengan penyusunan proposal. Observasi dilaksanakan agar peneliti mendapatkan data yang lengkap dan tepat sehingga penelitian dapat berjalan sesuai rencana. b. Izin Peneliti meminta izin kepada pihak sekolah disertai surat permohonan penelitian dari sekretariat JPMIPA dan dinas. c. Pembuatan Instrumen Instrumen yang digunakan oleh peneliti adalah 1) Menyusun RPP berdasarkan konsep pendekatan ilmiah (scientific approach) dengan metode pembelajaran penemuan (discovery learning) 2) Menyiapkan power point dan LKS 3) Menyusun soal tes 4) Menyusun kuesioner 5) Menyusun acuan wawancara

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 3. Pelaksanaan penelitian Penelitian dilaksanakan untuk memperoleh data motivasi belajar siswa dan hasil belajar siswa. Data motivasi belajar siswa diperoleh melalui kuesioner dan diperkuat dengan wawancara. Data hasil belajar siswa diperoleh melalui tes akhir dari pokok bahasan kedudukan titik, garis, dan bidang. 4. Analisis data Setelah mendapatkan data berupa lembar kuesioner dan hasil tes. Peneliti menganalisis dan mengevaluasi data tersebut. 5. Penarikan kesimpulan Setelah melakukan analisis data, peneliti mencoba menarik kesimpulan. Kesimpulan ini menunjukkan apakah konsep pendekatan ilmiah (scientific approach) dengan metode pembelajaran penemuan (discovery learning) efektif digunakan di kelas X SMA Negeri 1 Ngemplak Sleman pada pokok bahasan kedudukan titik, garis, dan bidang.

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV PELAKSANAAN, HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN A. Deskripsi Persiapan dan Pelaksanaan Penelitian 1. Persiapan Penelitian Dalam tahap persiapan penelitian, peneliti mempersiapkan instrumen berupa RPP, LKS, kuesioner dan tes akhir. RPP dan LKS disusun berdasarkan kesepakatan dengan guru pengampu mata pelajaran matematika yang mengacu pada metode pembelajaran penemuan (discovery learning). Instrumen kuesioner dipersiapkan dengan validitas teknik uji pakar. Kuesioner dikonsultasikan dengan dosen pembimbing. Sedangkan untuk validitas tes akhir, peneliti menggunakan validitas isi, uji pakar dan uji coba. Validitas isi dan uji pakar dilaksanakan dengan mengkonsultasikan instrumen kepada dosen pembimbing dan guru. Setelah itu dilaksanakan uji coba instrumen. Uji coba instrumen tes akhir dilaksanakan pada tanggal 12 Mei 2014 pukul 09.30-10.10 di kelas X.A terhadap 32 anak. Hasil uji coba tersebut diolah berdasarkan kriteria penilaian sehingga menghasilkan nilai masing-masing siswa. Keseluruhan nilai tes akhir digunakan untuk menghitung validitas butir dengan menggunakan rumus korelasi Product Moment dari Pearson, sedangkan untuk mencari reliabilitas 64

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 soal menggunakan rumus Alpha. Berikut ini adalah hasil uji coba instrument tes akhir: a. Validitas Instrumen Validitas instrumen tes akhir menggunakan rumus korelasi Product Moment dari Pearson. Uji coba tes akhir dilaksanakan terhadap 32 anak dengan taraf signifikansi 5% sehingga menggunakan rtabel=0,349. Soal tes akhir awalnya sebanyak 16 butir soal, namun setelah uji coba terdapat 3 soal yang tidak valid. Oleh karena itu, peneliti mengambil 13 butir soal untuk tes akhir dimana 3 soal yang tidak valid tersebut dibuang karena sudah ada soal sejenis yang mewakili kisi-kisi. Hasil dari analisis validitas (analisis lebih lengkap dapat dilihat pada lampiran B.3) adalah sebagai berikut: No Item 1 2a 2b 2c 2d 2e 2f 3a 3b 3c 3d 3e 3f Tabel 4.1 Data Koefisien Validitas Item Soal Tes Akhir rxy Keterangan Kualifikasi 0,3611 Valid Rendah 0,5513 Valid Cukup 0,5457 Valid Cukup 0,5513 Valid Cukup 0,6308 Valid Tinggi 0,3739 Valid Rendah 0,4658 Valid Cukup 0,4843 Valid Cukup 0,5684 Valid Cukup 0,7039 Valid Tinggi 0,5414 Valid Cukup 0,7094 Valid Tinggi 0,6244 Valid Tinggi

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 b. Reliabilitas Instrumen Reliabilitas instrumen tes prestasi diukur menggunakan rumus Alpha. Hasil analisis perhitungan data test prestasi belajar siswa (analisis lebih lengkap dapat dilihat pada lampiran B.4) adalah sebagai berikut: Tabel 4.2 Hasil Analisis Reliabilitas Soal Tes Akhir No item 1 0,096 2a 0,125 2b 0,351 2c 0,125 2d 0,222 2e 0,975 2f 0,823 3a 0,319 3b 0,383 3c 0,934 3d 0,641 3e 1,016 3f 0,823 6,832 ∑ Varians semua butir soal (∑ )=24,346 Koefisien korelasi dengan rumus Alpha: ( ( )( )( ∑ ∑ ) ) Dari perhitungan di atas rhitung adalah 0,779 maka dapat disimpulkan bahwa soal tes akhir tersebut reliable dengan kualifikasi tinggi (berdasarkan tabel 3.3).

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 2. Pelaksanaan Penelitian a. Selama Pembelajaran Penelitian dilaksanakan sebanyak 2 kali pertemuan di kelas XC SMA Negeri 1 Ngemplak. Pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 6 Mei 2014 pada pukul 12.00-13.30 dan diikuti sebanyak 32 siswa. Pertemuan kedua dilaksanakan pada tanggal 10 Mei 2014 pada pukul 08.30-10.00 dan diikuti sebanyak 30 siswa. Selama proses pembelajaran, guru tetap berperan sebagai pengajar yang memberikan materi dan peneliti berperan sebagai observer. Berikut ini adalah rincian proses pembelajaran: 1.) Pertemuan pertama Tahapan proses pembelajaran dilaksanakan berdasarkan RPP yang telah disepakati. Materi yang akan dibahas pada pertemuan pertama adalah pengertian titik, garis dan bidang serta kedudukan titik terhadap garis dan kedudukan titik terhadap bidang. Pada tahap persiapan, guru mempersiapkan kesiapan siswa dan memulai proses pembelajaran dengan menjelaskan tentang tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Pada tahap pelaksanaan, guru memancing siswa dengan menunjukkan masalah-masalah kontekstual tentang titik, garis dan bidang serta kedudukan titik terhadap garis dan titik terhadap bidang. Guru memberi pertanyaan-pertanyaan

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI rangsangan agar siswa dapat menyimpulkan 68 sendiri permasalahan tersebut. Guru dan siswa saling berdiskusi dan menarik kesimpulan tentang materi tersebut. Tahap berkelompok. selanjutnya, Untuk guru meminta mempersingkat siswa waktu, kelompok dilakukan berdasarkan posisi untuk pembagian tempat duduk. Kelompok terdiri dari 4 orang dan terdapat 8 kelompok. Guru dibantu oleh peneliti membagikan LKS kepada setiap kelompok. Guru memberikan petunjuk pelaksanaan diskusi kelompok. Secara keseluruhan, siswa saling mengemukakan pendapat dalam kelompoknya pada saat berdiskusi. Siswa juga bertanya kepada guru atau peneliti ketika menemui kesulitan pada saat berdiskusi. Gambar 4.1 Siswa berdiskusi

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 Gambar 4.2 Siswa bertanya kepada peneliti Gambar 4.3 Siswa bertanya kepada guru Setelah selesai berdiskusi, guru meminta perwakilan kelompok 2 untuk mempresentasikan hasil diskusi nomor 1, kelompok 4 mempresentasikan nomor 2 dan kelompok 6 mempresentasikan nomor 3. Pelaksanaan presentasi kelompok dilaksanakan bergantian dan kelompok lain yang tidak ditunjuk diminta untuk menanggapi dan bertanya jika tidak setuju atau memiliki pendapat lain. Setelah selesai pembahasan hasil diskusi, guru membantu siswa untuk menarik kesimpulan.

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 Tahap selanjutnya adalah tahap penilaian. Tahap penilaian dilaksanakan dengan memberikan tes tertulis-1 kepada siswa. Hasil tes tertulis-1 dapat dilihat pada lampiran B.7. Gambar 4.4 Siswa mengerjakan tes tertulis-1 Setelah pelaksanaan tahap penilaian. Guru memberi tugas siswa untuk mempelajari materi selanjutnya yaitu kedudukan garis terhadap garis, kedudukan garis terhadap bidang dan kedudukan bidang terhadap bidang. 2.) Pertemuan kedua Materi yang akan dibahas pada pertemuan kedua adalah kedudukan garis terhadap garis, kedudukan garis terhadap bidang dan kedudukan bidang terhadap bidang. Tahap pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan sesuai RPP yang telah disepakati. Tahap persiapan, guru mempersiapkan kesiapan siswa dan memulai proses pembelajaran dengan menjelaskan kembali tentang tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 Tahap pelaksanaan, guru memancing siswa dengan menunjukkan masalah-masalah kontekstual tentang kedudukan garis terhadap garis, kedudukan garis terhadap bidang dan kedudukan bidang terhadap bidang. Guru memberi pertanyaanpertanyaan rangsangan agar siswa dapat menyimpulkan sendiri permasalahan tersebut. Guru dan siswa saling berdiskusi dan menarik kesimpulan tentang materi tersebut. Tahap berkelompok. selanjutnya, Pembagian guru meminta kelompok siswa juga untuk dilakukan berdasarkan posisi tempat duduk saat itu untuk menghemat waktu. Kelompok terdiri dari 7 kelompok beranggotakan 4 orang dan 1 kelompok beranggotakan 2 orang. Guru dibantu oleh peneliti membagikan LKS kepada setiap kelompok. Guru memberikan petunjuk pelaksanaan diskusi kelompok. Secara keseluruhan, siswa saling mengemukakan pendapat dalam kelompoknya pada saat berdiskusi. Siswa juga bertanya kepada guru atau peneliti ketika menemui kesulitan pada saat berdiskusi. Gambar 4.5 Siswa bertanya pada guru

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 Gambar 4.6 Siswa bertanya pada peneliti Tahap selanjutnya adalah tahap penilaian. Tahap penilaian dilaksanakan dengan memberikan tes tertulis-2 kepada siswa. Hasil tes tertulis-2 dapat dilihat pada lampiran B.8. Gambar 4.7 Siswa mengerjakan tes tertulis-2 Setelah tahap penilaian, guru menginformasikan kepada siswa tentang tes akhir yang akan dilaksanakan pada selasa, 13 Mei 2014. b. Setelah pembelajaran Setelah proses pembelajaran sebanyak dua kali pertemuan, peneliti melaksanakan tes akhir untuk melihat pemahaman siswa

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 tentang kedudukan titik, garis dan bidang yang telah dipelajari. Tes akhir dilaksanakan pada hari Selasa, 13 Mei 2014 pukul 12.0012.40 dengan alokasi waktu 40 menit untuk 13 butir soal. Setelah selesai mengerjakan soal tes akhir, peneliti meminta kesediaan siswa untuk mengisi kuesioner tentang penggunaan konsep pendekatan ilmiah dengan metode discovery learning. Peneliti kemudian menganalisis tes akhir dan kuesioner setiap siswa untuk menentukan 6 siswa yang akan diajak wawancara guna melengkapi data tentang motivasi yang telah diperoleh dari kuesioner. Wawancara dilaksanakan pada hari Jumat, 30 Mei 2014 setelah pulang sekolah. B. Hasil dan Pembahasan Penelitian 1. Motivasi Belajar Siswa a. Data Kuesioner Data motivasi belajar diperoleh dari pengisian kuesioner oleh siswa yang mengikuti proses pembelajaran menggunakan konsep pendekatan ilmiah dengan metode discovery learning. Data hasil analisis data pengamatan motivasi belajar siswa (analisis lengkap dapat dilihat pada lampiran B.1) diperoleh hasil sebagai berikut:

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 Tabel 4.3 Hasil Analisis Motivasi Belajar Siswa Kriteria Motivasi Belajar Siswa Jumlah siswa Sangat Tinggi (ST) Tinggi (T) Cukup (C) Rendah (R) Sangat Rendah (SR) 7 25 0 0 0 Tabel 4.4 Presentase Kriteria Motivasi Belajar Siswa Kriteria ST ST+T ST+T+C ST+T+C+R ST+T+C+R+SR Kriteria Motivasi Persentase motivasi 21,875% 100% 100% 100% 100% Tinggi Berdasarkan tabel 4.4, 7 siswa memberikan tanggapan dengan kriteria sangat tinggi dan 25 siswa memberikan tanggapan dengan kriteria tinggi. Persentase jumlah siswa yang termotivasi dengan kriteria tinggi dan sangat tinggi mencapai 100% sehingga dapat digolongkan ke dalam kriteria tinggi. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa seluruh siswa memberikan tanggapan positif terhadap pembelajaran matematika menggunakan konsep pendekatan ilmiah (scientific approach) dengan metode penemuan (discovery learning) pada pokok bahasan kedudukan titik, garis, dan bidang. Dengan kata lain, seluruh siswa termotivasi tinggi dalam proses pembelajaran.

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 b. Wawancara Wawancara dilaksanakan setelah data hasil belajar dan kuesioner dianalisis. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, peneliti memilih 6 siswa yang memiliki karakter berbeda-beda sebagai perwakilan dari seluruh siswa yang telah mengikuti proses pembelajaran menggunakan konsep pendekatan ilmiah (scientific approach) dengan metode penemuan (discovery learning) pada pokok bahasan kedudukan titik, garis, dan bidang. Berikut ini adalah hasil wawancara yang telah dilakukan: 1.) Apakah kamu tertarik mengikuti pembelajaran dengan metode discovery learning? S1: “Iya mbak, aku tertarik. Asyik aja kalo pakai discovery learning itu” S2: “Iya soalnya metodenya asyik, beda sama yang kemarinkemarin” S3: “Iya, metodenya menyenangkan mbak” S4: “Biasa aja mbak, soalnya kadang-kadang bikin suasana di kelas jadi gaduh pas diskusi kelompok” S5: “Enggak mbak, soalnya gurunya jelasinnya cuma dikit” S6: “Iya tertarik, soalnya bisa jawab bareng temen-temen, kita jadi lebih aktif gitu mbak” Berdasarkan wawancara di atas, terlihat bahwa banyak siswa yang tertarik mengikuti proses pembelajaran

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 menggunakan metode discovery learning. Namun ada beberapa siswa yang menunjukkan ketertarikan yang biasa saja terhadap penggunaan metode discovery learning. Ketertarikan siswa disebabkan karena metode discovery learning merupakan metode pembelajaran yang baru didapatkan siswa. Oleh karena itu, kebanyakan siswa merasa tertarik dalam mengikuti pembelajaran. 2.) Apakah pembelajaran matematika menggunakan metode discovery learning lebih menarik daripada metode lain seperti metode ceramah? S1: “Iya lebih menarik mbak, soalnya aku bisa jadi lebih aktif” S2: “Iya, disini saya lebih bisa mengekspresikan diri mbak, bisa bebas berpendapat” S3: “Iya mbak, lebih asyik ini, kalo ceramah malah bikin ngantuk di kelas” S4: “Sedikit tertarik, jadi guru sama murid bisa berinteraksi mbak” S5: “Enggak menarik mbak, malah lebih menarik yang ceramah, jadi gurunya jelasin trus muridnya bisa nyatet jadi jelas mbak” S6: “Iya lebih menarik, soalnya jawabnya bareng temen-temen jadi lebih gampang dipahami”

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 Berdasarkan wawancara di atas, terlihat bahwa banyak siswa yang tertarik menggunakan metode discovery learning dibandingkan metode lain seperti ceramah. Mereka berpendapat bahwa penggunaan metode discovery learning membuat suasana di dalam kelas menjadi tidak membosankan, menjadi lebih hidup karena adanya interaksi dua arah antara guru dengan siswa dan siswa memiliki kebebasan untuk berpendapat. Namun ada juga siswa yang berpendapat bahwa metode ceramah lebih menarik dibandingkan metode discovery learning. Hal ini disebabkan karena kurangnya kesempatan siswa untuk mencatat hasil selama proses pembelajaran. Mencatat adalah salah satu hasil belajar siswa selama proses pembelajaran dan catatan dapat digunakan siswa untuk belajar di lain kesempatan. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa siswa lebih tertarik dalam penggunaan metode discovery learning. 3.) Apakah selama pembelajaran, kamu memberikan perhatian kepada guru dan teman yang menjelaskan baik dalam kelompok maupun di depan kelas? S1: “Iya mbak” S2: “Iya mbak, kan harus menghargai orang yang lagi ngomong” S3: “Iya mbak, saya berusaha fokus kalo di kelas”

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 S4: “Iya mbak” S5: “Iya mbak, jadi kalo misalnya ada kelompok yang maju, ak bisa tau jawabanku benar atau salah” S6: “Iya memperhatikan, biar tau gimana penyelesaian dari soal-soal” Berdasarkan wawancara di atas, terlihat bahwa siswa memberikan perhatian yang baik dalam proses pembelajaran menggunakan metode discovery learning. Perhatian ini ditunjukkan pada saat guru ataupun teman sedang menjelaskan di dalam kelompok maupun di depan kelas. 4.) Apakah selama pembelajaran, kamu berkonsentrasi dan mengikuti pembelajaran sesuai dengan petunjuk guru? S1: “Iya” S2: “Iya mbak” S3: “Kalo konsentrasi ya kadang-kadang mbak, tergantung mood nya gimana, kadang-kadang keganggu sama pikiran-pikiran d luar kelas juga hehe” S4: “Iya mbak” S5:“Kadang-kadang mbak, tergantung gurunya jelasin ke arah mana hehe” S6: “Ya mbak” Berdasarkan wawancara di atas, terlihat bahwa sebagian besar siswa berkonsentrasi dalam mengikuti proses

(97) 79 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pembelajaran menggunakan metode discovery learning. Namun ada juga siswa yang kadang-kadang susah berkonsentrasi karena banyak faktor yang mempengaruhi konsentrasi siswa. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa siswa berkonsentrasi dalam mengikuti proses pembelajaran. 5.) Apakah kamu merasa enggan dan terbebani ketika guru menuntut siswa untuk aktif berdiskusi dalam kelas ataupun dalam kelompok serta maju menjelaskan hasil diskusi? S1: “Enggak mbak, malah seneng kalo bisa maju gitu, jadi bisa berbagi” S2: “Iya mbak, saya malu e kalo disuruh ngomong di depan kelas gitu, ga yakin sama jawabanku. Tapi kalo presentasi hasil diskusi sih enggak terbebani mbak.” S3: “Tidak mbak, kalo disuruh maju malah seneng jadi bisa ngetes kemampuan diri, kayak kemampuan jelasin di kelas gitu” S4: “Tidak mbak, seneng kalo disuruh maju” S5: “Enggak mbak, kalo maju gitu kan jadi dapet informasi baru” S6: “Tidak mbak” Berdasarkan wawancara di atas, terlihat bahwa banyak siswa tidak merasa terbebani ketika guru menuntut siswa

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 untuk aktif berdiskusi dalam kelas ataupun dalam kelompok serta maju menjelaskan hasil diskusi. Siswa merasa senang karena dapat saling berbagi informasi dan dapat mengetes kemampuan diri dalam menjelaskan. Namun ada juga siswa yang merasa terbebani karena masih malu dan ragu-ragu terhadap pendapatnya ketika mengemukakan pendapat pada forum kelas, tetapi dengan adanya diskusi kelompok, siswa terbantu dalam mengemukakan pendapat dan lebih berani serta tidak ragu-ragu terhadap pendapatnya lagi. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa siswa tidak terbebani ketika dituntut aktif dalam proses pembelajaran menggunakan metode discovery learning. 6.) Apakah kamu terlibat dalam pembelajaran seperti berdiskusi dalam kelompok maupun kelas? S1: “Iya saya terlibat” S2: “Iya kalo di kelompok mbak hehe” S3: “Tentu mbak” S4: “Iya” S5: “Iya saya terlibat, apalagi kalo dapet kelompok yang pasif, mau ga mau harus terlibat mbak hehe” S6: “Iya terlibat, biar tau apa yang sedang didiskusiin gitu mbak”

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 Berdasarkan hasil wawancara di atas, banyak siswa berusaha untuk terlibat dalam diskusi kelompok ataupun kelas. Walaupun ada juga siswa yang masih malu dan ragu-ragu untuk terlibat dalam diskusi kelas. Namun secara keseluruhan, terlihat bahwa seluruh siswa berusaha untuk terlibat aktif dalam berdiskusi, baik diskusi kelompok ataupun kelas. 7.) Apakah dengan metode discovery learning, kamu menjadi lebih bersemangat dalam mengikuti pembelajaran dan menanggapi pertanyaan guru maupun presentasi teman yang maju di depan kelas? S1: “Iya mbak, lebih asyik jadi semangat deh” S2: “Keseluruhan sih iya mbak” S3: “Iya, metodenya bikin ga bosen mbak, jadi lebih semangat” S4: “Iya sedikit mbak, suasana gaduhnya itu kadang bikinga semangat” S5: “Bikin ga semangat dikit mbak, soalnya penjelasannya cepet, belum dicatet udah lanjut pembelajaran gitu” S6: “Iya semangat mbak kalo di kelas” Berdasarkan wawancara mengenai semangat siswa di atas, terlihat bahwa banyak siswa lebih bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. Hal ini disebabkan karena mereka merasa penggunaan metode discovery learning membuat

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 mereka tidak bosan sehingga lebih bersemangat mengikuti pembelajaran. Namun ada juga siswa yang berpendapat bahwa penggunaan metode discovery learning membuat suasana kelas menjadi gaduh dan kesempatan siswa untuk mencatat hasil pembelajaran menjadi berkurang. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa siswa bersemangat mengikuti pembelajaran dan menanggapi pertanyaan guru maupun presentasi teman yang maju di depan kelas. 8.) Apakah kamu bertanya pada guru maupun teman jika tidak memahami materi yang dipelajari? S1: “Iya dong mbak” S2:“Iya mbak, kalo ga nanya ntar malah semakin lama semakin ga paham” S3: “Iya, biar jadi tau mbak” S4: “Iya” S5: “Iya bertanya mbak kalo ada materi yang ga terlalu ngerti, tapi biasanya tanya temen dulu baru kalo temen ga bisa tanya guru mbak, lebih jelas kalo dijelasin temen soalnya hehe” S6: “Iya tanya biar paham mbak” Berdasarkan wawancara mengenai rasa ingin tahu siswa di atas, terlihat bahwa seluruh siswa selalu bertanya jika tidak memahami materi ataupun menemui kesulitan. Ada siswa

(101) 83 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI yang bertanya dulu pada temannya, jika temannya tidak mengerti barulah siswa bertanya pada guru secara langsung ataupun siswa langsung bertanya kepada guru. 9.) Apakah kamu menjawab setiap pertanyaan pada LKS dengan sungguh-sungguh bersama teman-teman sekelompokmu? S1: “Iya mbak” S2: “Iya sungguh-sungguh mbak” S3: “Iya buat ngetes kemampuanku dong mbak” S4: “Iya mbak” S5: “Iya sungguh-sungguh dong mbak” S6: “Iya sungguh-sungguh tapi yang bisa mbak, kalo ga bisa tanya guru dulu” Berdasarkan hasil wawancara di atas, terlihat bahwa seluruh siswa mengerjakan soal dengan sungguh-sungguh dengan teman sekelompoknya dan terkadang bertanya pada guru jika menemui kesulitan. Secara keseluruhan, dari wawancara yang telah dilaksanakan dapat ditarik kesimpulan bahwa siswa merasa terbantu dan termotivasi dalam penggunaan konsep pendekatan ilmiah (scientific approach) dengan metode penemuan (discovery learning). Hal ini terlihat dari minat, perhatian, konsentrasi, ketekunan, keterlibatan, keantusiasan, rasa ingin tahu, berusaha

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 mencoba dan aktif mengatasi tantangan yang timbul dari setiap siswa. Berdasarkan hasil kuesioner dan wawancara di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa siswa termotivasi tinggi dalam mengikuti pembelajaran matematika dengan penggunaan konsep pendekatan ilmiah (scientific approach) dengan metode penemuan (discovery learning). Penarikan kesimpulan tersebut digunakan untuk menjawab pertanyaan pada rumusan masalah yaitu “Bagaimana efektivitas penggunaan konsep pendekatan ilmiah (scientific approach) dengan metode pembelajaran penemuan (discovery learning) pada proses pembelajaran ditinjau dari motivasi belajar siswa?” adalah efektif dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa. 2. Prestasi Belajar Siswa Berdasarkan pada pembatasan masalah dalam penelitian yaitu “Efektivitas penggunaan konsep pendekatan ilmiah (scientific approach) dengan metode pembelajaran penemuan (discovery learning) terhadap ketuntasan hasil belajar siswa yang diukur berdasarkan banyaknya hasil belajar siswa yang tuntas pada pokok bahasan kedudukan titik, garis dan bidang di kelas XC”, maka untuk mengetahui efektivitasnya peneliti melakukan analisis dari hasil belajar siswa. Batas KKM mata pelajaran matematika yang ditetapkan di SMA Negeri 1 Ngemplak adalah 65. Berikut ini adalah hasil tes akhir dari kelas XC (analisis lengkap dapat dilihat pada lampiran B.6):

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. Tabel 4.5 Hasil Tes Akhir XC Nama Siswa Nilai S1 92 S2 73 S3 96 S4 73 S5 81 S6 96 S7 81 S8 85 S9 81 S10 58 S11 81 S12 65 S13 96 S14 88 S15 69 S16 88 S17 92 S18 92 S19 85 S20 73 S21 85 S22 81 S23 100 S24 96 S25 96 S26 65 S27 96 S28 81 S29 77 S30 96 S31 65 S32 85 85 Keterangan Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Berdasarkan tabel di atas, terlihat bahwa 1 siswa nilainya tidak melampaui KKM. Sehingga dapat disimpulkan bahwa persentase ketuntasan siswa adalah

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 Berdasarkan pernyataan guru dimana pada tahun-tahun sebelumnya persentase ketuntasan hasil belajar siswa kurang dari 50% pada materi kedudukan titik, garis dan bidang, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan konsep pendekatan ilmiah (scientific approach) dengan metode pembelajaran penemuan (discovery learning) efektif dilihat dari ketuntasan hasil belajar siswa. Penarikan kesimpulan tersebut digunakan untuk menjawab pertanyaan pada rumusan masalah yaitu “Bagaimana efektivitas penggunaan konsep pendekatan ilmiah (scientific approach) dengan metode pembelajaran penemuan (discovery learning) pada proses pembelajaran ditinjau dari hasil belajar siswa?” belajar siswa. adalah efektif yang ditinjau dari ketuntasan hasil

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan di kelas XC SMA Negeri 1 Ngemplak, dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Penggunaan konsep pendekatan ilmiah (scientific approach) dengan metode pembelajaran penemuan (discovery learing) pada proses pembelajaran efektif dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa. Hal ini ditunjukkan dari analisis data kuesioner dan wawancara yang telah dilakukan. Hasil analisis motivasi belajar siswa dari data kuesioner menunjukkan bahwa sebanyak 7 siswa menunjukkan kriteria sangat tinggi dan 25 siswa menunjukkan kriteria tinggi. Persentase jumlah siswa memberikan tanggapan dengan kriteria tinggi dan sangat tinggi mencapai 100% sehingga dapat digolongkan ke dalam kriteria tinggi. Selain hasil kuesioner, pada hasil wawancara juga terlihat bahwa sebagian besar siswa termotivasi dalam proses pembelajaran dengan menggunakan konsep pendekatan ilmiah (scientific approach) dengan metode pembelajaran penemuan (discovery learing). 2. Penggunaan konsep pendekatan ilmiah (scientific approach) dengan metode pembelajaran penemuan (discovery learing) pada proses pembelajaran efektif ditinjau dari ketuntasan hasil belajar siswa. Hal 87

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 ini ditunjukkan dari tingkat ketuntasan hasil belajar siswa sebesar 96,9%. Dimana tahun-tahun sebelumnya, ketuntasan siswa masih kurang dari 50%. B. Kelebihan dan Keterbatasan Penelitian 1. Kelebihan Penelitian Kelebihan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: a. Pelaksanaan pembelajaran dapat dilaksanakan seperti biasanya dimana guru sebagai pengajar dan peneliti sebagai observer. Sehingga tidak ada faktor dari luar yang mempengaruhi penelitian. b. Hasil penelitian pada skripsi ini dideskripsikan apa adanya sesuai dengan kejadian pada saat penelitian berlangsung baik dari proses pembelajaran, hasil belajar siswa ataupun hasil dari kuesioner dan wawancara. 2. Keterbatasan Penelitian Penelitian ini tidak lepas dari keterbatasan, keterbatasan penelitian ini adalah sebagai berikut: a. Terdapat beberapa masalah teknis pada penelitian ini, misalnya setiap ruangan kelas di SMA Negeri 1 Ngemplak belum dilengkapi dengan LCD dan proses mempersiapkan LCD membutuhkan waktu sehingga waktu berkurang, tidak 90 menit. pelaksanaan pembelajaran menjadi

(107) 89 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Pelaksanaan wawancara dilaksanakan 2 minggu setelah berakhirnya proses pembelajaran menggunakan konsep pendekatan ilmiah (scientific approach) dengan metode pembelajaran penemuan (discovery learing). Hal ini kemungkinan menyebabkan siswa lupa secara detail kelebihan dan kekurangan dari penggunaan metode selama proses pembelajaran. C. Saran Berdasarkan pelaksanaan, kesimpulan, kelebihan dan keterbatasan penelitian terdapat beberapa saran yang dapat dijadikan referensi lebih lanjut. Saran-saran tersebut sebagai berikut: 1. Konsep pendekatan ilmiah (scientific approach) dengan metode pembelajaran penemuan (discovery learning) dapat menjadi salah satu alternatif metode yang dapat digunakan guru untuk pembahasan materi kedudukan titik, garis dan bidang. Dalam pelaksanaannya, guru harus memperhatikan dan memberi kesempatan siswa untuk mencatat apa saja yang mereka dapat selama proses pembelajaran menggunakan metode tersebut. 2. Bagi peneliti yang akan melaksanakan penelitian, pada tahap observasi sebaiknya memperhatikan hal-hal teknis yang mempengaruhi pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Terutama hal-hal teknis yang berhubungan dengan waktu pelaksanaan, sehingga dalam pelaksanaannya tidak terburu-buru karena terbatasnya waktu.

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 3. Bagi peneliti lain yang akan melaksanakan penelitian tentang efektivitas penggunaan konsep pendekatan ilmiah (scientific approach) dengan metode pembelajaran penemuan (discovery learing) sebaiknya membandingkan metode ini dengan metode lain. Sehingga dapat terlihat apakah metode ini benar-benar metode yang efektif meningkatkan motivasi dan ketuntasan hasil belajar siswa pada materi kedudukan titik, garis dan bidang.

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Agus Suprijono. 2009. Cooperative Learning Teori & Aplikasi Paikem. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Babbie E. 1986. The Practice of Social Reseraqch. Belmont, California: Wadsworth Publishing Co. Djudju Sudjana. 2008. Evaluasi Program Pendidikan Luar Sekolah. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Hamzah B Uno. 2008. Teori Motivasi dan Pengukurannya, Analisis di bidang Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Hidayat. 1986. Teori Efektivitas dalam Kinerja Karyawan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Kartika Budi. 2001. Berbagai Strategi untuk Melibatkan Siswa Secara Aktif dalam Proses Pembelajaran Fisika di SMU, Efektifitasnya, dan Sikap Mereka pada Strategi Tersebut. USD: Widya Dharma Edisi April 2001. Nana Sudjana. 2010. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya. Sardiman. 2008. Interasi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo. Suharsimi Arikunto. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Sukino. 2013. Matematika untuk SMA/ MA Kelas X Kelompok Wajib Semester 2. Jakarta: Erlangga. Sumadi Suryabrata. 2008. Metodologi Penelitian. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Cet 4. Jakarta: Rineka Cipta. Winkel W.S. 1987. Psikologi Pengajaran. Jakarta: Gramedia. Winkel W.S. 1996. Psikologi Pengajaran. Jakarta: Gramedia. 91

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 Winkel W.S. 2004. Psikologi Pengajaran. Yogyakarta: Media Abadi. . 2014. Konsep dan Implementasi Kurikulum 2013, [pdf], (http: kemdikbud.go.id/kemdikbud/dokumen/.../Paparan%20Wamendik.pdf, diakses tanggal 11 Februari 2014).

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN

(112) 93 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran A.1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : SMA Negeri 1 Ngemplak Mata Pelajaran : Matematika-Wajib Kelas/Semester : X/2 Materi Pokok : Kedudukan Titik, Garis dan Bidang Alokasi Waktu : 4 × 45 menit A. Tujuan Pembelajaran Melalui kegiatan diskusi dan pembelajaran kelompok dalam pembelajaran kedudukan titik terhadap garis dan kedudukan titik terhadap bidang ini diharapkan siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran dan bertanggungjawab dalam menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, memberi saran dan kritik, serta dapat 1. Menjelaskan kembali pengertian kedudukan titik, garis dan bidang serta masalah nyata yang berkaitan dengan kedudukan titik, garis dan bidang. 2. Menentukan kedudukan titik, garis dan bidang serta masalah nyata yang berkaitan dengan kedudukan titik, garis dan bidang. B. Kompetensi Dasar 2.1. Memiliki motivasi internal, kemampuan bekerjasama, konsisten, sikap disiplin, rasa percaya diri, dan sikap toleransi dalam perbedaan strategi berpikir dalam memilih dan menerapkan strategi menyelesaikan masalah.

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 Lampiran A.1 2.2. Mampu mentransformasi diri dalam berpilaku jujur, tangguh mengadapi masalah, kritis dan disiplin dalam melakukan tugas belajar matematika. 2.3. Menunjukkan sikap bertanggungjawab, rasa ingin tahu, jujur dan perilaku peduli lingkungan. 3.14 Memahami konsep jarak dan sudut antar titik, garis dan bidang melalui demonstrasi menggunakan alat peraga atau media lainnya. 4.14. Menggunakan berbagai prinsip bangun datar dan ruang serta dalam menyelesaikan masalah nyata berkaitan dengan jarak dan sudut antara titik, garis dan bidang. C. Indikator Pencapaian 1. Terlibat aktif dalam pembelajaran kedudukan titik, garis dan bidang. 2. Bekerjasama dalam kegiatan kelompok. 3. Toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif. 4. Menjelaskan kembali pengertian kedudukan titik, garis dan bidang serta masalah nyata yang berkaitan dengan kedudukan titik, garis dan bidang. 5. Terampil menerapkan konsep kedudukan titik, garis dan bidang serta masalah nyata yang berkaitan dengan kedudukan titik, garis dan bidang. D. Materi Pembelajaran 1. Pengertian titik, garis dan bidang a. Titik Titik biasanya dilukiskan dengan noktah () atau tanda silang (×) dan ditulis dengan huruf besar, seperti A, B, C, dan seterusnya. Titik tidak mempunyai ukuran dan sering disebut benda berdimensi nol.

(114) 95 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran A.1 b. Garis Garis sering dijumpai sebagai rusuk dari benda ruang. Sebuah garis panjangnya tak hingga, karena itu gambar sebuah garis biasanya dilukiskan dengan wakil dari garis itu. Pemberian nama sebuah garis dapat dilakukan dengan menuliskan wakilnya atau titik-titik ujung garis itu. Suatu garis dapat dituliskan dengan huruf kecil, seperti l, m, n. garis merupakan benda berdimensi satu l garis l . . A B garis AB c. Bidang Bidang yang dimaksud di sini adalah bidang datar. Suatu bidang selalu dianggap dapat diperluas menurut arah panjang atau lebarnya. Luas sebuah bidang besarnya tak terbatas, karena itu gambar sebuah bidang biasanya yang dilukis adalah wakil bidang itu. Wakil sebuah bidang dapat berbentuk jajargenjang atau persegi panjang. Sebuah bidang diberi nama dengan menuliskannya pada satu pojok bidang itu dengan huruf latin: V, W, X, … dan seterusnya, huruf khusus: α, β, γ, … dan seterusnya.

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 Lampiran A.1 Bidang V V W α Bidang W Bidang α 2. Kedudukan titik, garis, dan bidang dalam ruang a. Kedudukan titik terhadap garis Pengertian: 1) Sebuah titik dikatakan terletak pada sebuah garis, jika titik itu dilalui garis. 2) Sebuah titik terletak di luar garis jika titik itu tidak dilalui garis. Contoh: Dari gambar di atas dapat disimpulkan bahwa:

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 Lampiran A.1  Titik A pada garis g atau garis g melalui titik A. Titik A pada garis g apabila titik A merupakan anggota himpunan titik pada garis g.  Titik B di luar garis g atau garis g tidak melalui titik B. Titik B di luar garis g apabila titik B bukan anggota himpunan titik pada garis g. Sebuah garis dapat dibuat melalui dua buah titik atau melalui dua buah titik hanya dapat dilukiskan sebuah garis. b. Kedudukan titik terhadap bidang Pengertian: 1) Sebuah titik dikatakan terletak pada sebuah bidang jika titik itu dilalui bidang. 2) Sebuah titik di luar bidang jika titik itu tidak dilalui bidang. Contoh: . C Dari gambar di atas dapat disimpulkan bahwa:

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 Lampiran A.1 1) Titik A terletak pada bidang α jika semua titik pada garis AC terletak pada bidang α. 2) Titik B di luar bidang α jika tidak semua titik pada garis BC terletak pada bidang α. Melalui tiga titik sembarang, paling sedikit dapat dibuat satu bidang. Melalui tiga titik yang tidak segaris hanya dapat dibuat satu bidang atau sebuah bidang ditentukan oleh tiga titik yang tidak segaris. Melalui empat titik sembarang di ruang, tidak dapat dibuat sebuah bidang. c. Kedudukan garis terhadap garis Pengertian: 1) Dua garis dikatakan berpotongan jika dua garis itu sebidang dan mempunyai satu titik persekutuan. Titik persekutuan ini disebut titik potong. Pada gambar di bawah ini, garis l dan m berpotongan di titik P. m l P V

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 Lampiran A.1 2) Dua garis dikatakan sejajar jika dua garis itu sebidang dan tidak mempunyai titik persekutuan. Pada gambar di bawah, garis l dan garis m sejajar. m l V 3) Dua buah garis dikatakan bersilangan jika dua buah garis itu tidak sebidang atau melalui kedua garis itu tidak dapat dibuat sebuah bidang datar (seperti terlihat pada gambar di bawah). m l W V Melalui dua buah garis yang sejajar atau berpotongan hanya dapat dibuat satu bidang tetapi melalui dua buah garis yang bersilangan tidak dapat dibuat sebuah bidang. d. Kedudukan garis terhadap bidang Pengertian: 1) Sebuah garis dikatakan terletak pada bidang jika setiap titik pada garis terletak juga pada bidang. l v

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 Lampiran A.1 2) Sebuah garis dikatakan memotong (menembus) bidang jika garis dan bidang mempunyai satu titik persekutuan dan titik itu disebut titik potong atau titik tembus. l V 3) Sebuah garis dikatakan sejajar bidang jika garis dan bidang tidak bersekutu pada satu titik pun. l m V e. Kedudukan bidang terhadap bidang Pengertian: 1) Dua bidang dikatakan sejajar jika kedua bidang itu tidak bersekutu pada satu titik pun. V W

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 Lampiran A.1 2) Dua bidang dikatakan berpotongan jika kedua bidang itu mempunyai sebuah garis persekutuan atau garis potong. w v (v, w) Dua bidang A dan B dikatakan sejajar jika kedua bidang tersebut berdiri tegak lurus pada suatu garis . Garis potong bidang v dan w ditulis (v,w). E. Metode Pembelajaran Pendekatan pembelajaran adalah pendekatan ilmiah (scientific approach) menggunakan metode pembelajaran penemuan (discovery learning), ceramah, tanya jawab dan diskusi kelompok. F. Media Pembelajaran 1. Media power point 2. LCD 3. LKS 4. Lembar penilaian G. Sumber Belajar 1. Sukino. 2013. Matematika untuk SMA/ MA kelas X kelompok wajib semester 2. Jakart: Erlangga.

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 Lampiran A.1 2. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2013. Matematika: buku guru untuk kelas X. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebuadayaan. 3. Suprijanto, Sigit, dkk. 2007. MATEMATIKA Interaktif SMA Kelas X. Jakarta: Yudhistira. 4. Sunardi, dkk. 2005. Matematika SMA/ MA kelas X. Jakarta: Bumi Aksara. H. Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan I: Kegiatan Pendahuluan Alokasi Deskripsi Kegiatan Waktu 1. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang 10 menit ingin dicapai. 2. Guru memberikan gambaran tentang pentingnya memahami kedudukan titik, garis dan bidang. 3. Sebagai apersepsi untuk mendorong rasa ingin tahu dan berpikir kritis, siswa dihadapkan permasalahan melalui power point. Inti 1. Guru menayangkan berbagai fakta di kehidupan 60 menit nyata mengenai titik, garis dan bidang serta kedudukan titik terhadap garis dan kedudukan titik terhadap bidang. 2. Siswa diminta mengamati berbagai fakta di kehidupan nyata tersebut. 3. Guru dan siswa melakukan tanya jawab berdasarkan tayangan tersebut. 4. Guru membagi siswa ke dalam 8 kelompok dengan tiap kelompok terdiri atas 4 siswa. 5. Tiap kelompok mengerjakan mendapat LKS-1 untuk tugas untuk menentukan

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 Lampiran A.1 pengertian titik, garis dan bidang dan mampu membedakan antara titik, garis dan bidang serta kedudukan titik terhadap garis dan kedudukan titik terhadap bidang. 6. Selama siswa bekerja di dalam kelompok, guru memperhatikan dan mendorong semua siswa untuk terlibat diskusi, dan mengarahkan bila ada kelompok yang melenceng jauh pekerjaannya serta melakukan pengamatan untuk melakukan penilaian ketrampilan siswa terkait dengan pengertian titik, garis dan bidang serta kedudukan titik terhadap garis dan kedudukan titik terhadap bidang. 7. Beberapa kelompok diskusi diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya ke depan kelas. Sementara kelompok lain, menanggapi dan menyempurnakan apa yang dipresentasikan. 8. Guru mengumpulkan semua hasil diskusi tiap kelompok. 9. Dengan tanya jawab, guru mengarahkan semua siswa pada kesimpulan mengenai pengertian titik, garis dan bidang, berdasarkan hasil review terhadap presentasi salah satu kelompok. Penutup 1. Siswa diminta menyimpulkan tentang pengertian 20 menit titik, garis dan bidang serta kedudukan titik terhadap garis dan kedudukan titik terhadap bidang. 2. Dengan bantuan power point, guru menayangkan apa yang telah dipelajari dan disimpulkan

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 Lampiran A.1 mengenai pengertian titik, garis dan bidang serta kedudukan titik terhadap garis dan kedudukan titik terhadap bidang. 3. Guru memberikan latihan soal sebagai penilaian. 4. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan untuk tetap belajar dan memberitahukan rencana pertemuan selanjutnya yaitu mempelajari kedudukan garis terhadap garis, kedudukan garis terhadap bidang dan kedudukan bidang terhadap bidang. Pertemuan II: Kegiatan Pendahuluan Alokasi Deskripsi Kegiatan Waktu 1. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang 10 menit ingin dicapai. 2. Guru memberikan gambaran tentang pentingnya memahami kedudukan titik, garis dan bidang. 3. Sebagai apersepsi untuk mendorong rasa ingin tahu dan berpikir kritis, siswa dihadapkan permasalahan melalui power point. Inti 1. Guru menanyangkan berbagai fakta di 60 menit kehidupan nyata mengenai kedudukan garis terhadap garis, kedudukan garis terhadap bidang dan kedudukan bidang terhadap bidang. 2. Siswa diminta mengamati berbagai fakta di kehidupan nyata tersebut.

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran A.1 3. Guru dan siswa melakukan tanya jawab berdasarkan tayangan tersebut. 4. Guru membagi siswa ke dalam 8 kelompok dengan tiap kelompok terdiri atas 4 siswa. 5. Tiap kelompok mengerjakan mendapat LKS-2 untuk tugas untuk menentukan kedudukan garis terhadap garis, kedudukan garis terhadap bidang dan kedudukan bidang terhadap bidang. 6. Selama siswa bekerja di dalam kelompok, guru memperhatikan dan mendorong semua siswa untuk terlibat diskusi, dan mengarahkan bila ada kelompok yang melenceng jauh pekerjaannya serta melakukan pengamatan untuk melakukan penilaian ketrampilan siswa terkait dengan kedudukan garis terhadap garis, kedudukan garis terhadap bidang dan kedudukan bidang terhadap bidang. 7. Beberapa kelompok diskusi diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya ke depan kelas. Sementara kelompok lain, menanggapi dan menyempurnakan apa yang dipresentasikan. 8. Guru mengumpulkan semua hasil diskusi tiap kelompok. 9. Dengan tanya jawab, guru mengarahkan semua siswa pada kesimpulan mengenai kedudukan titik, garis dan bidang dalam ruang, berdasarkan hasil review terhadap presentasi salah satu kelompok. 105

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 Lampiran A.1 Penutup 1. Siswa diminta menyimpulkan tentang kedudukan 20 menit titik, garis dan bidang dalam ruang. 2. Dengan bantuan power point, guru menayangkan apa yang telah dipelajari dan disimpulkan mengenai kedudukan titik, garis dan bidang dalam ruang. 3. Guru memberikan latihan soal sebagai penilaian. 4. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan untuk tetap belajar dan memberitahukan rencana pertemuan selanjutnya yaitu mempelajari jarak antara titik, garis dan bidang. I. Penilaian 1. Prosedur Penilaian No 1. Aspek yang dinilai Sikap Teknik Penilaian Pengamatan a. Terlibat aktif dalam Waktu Penilaian Selama pembelajaran dan saat diskusi pembelajaran kedudukan titik, garis dan bidang. b. Bekerjasama dalam kegiatan kelompok. c. Toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif. 2. Pengetahuan Pengamatan dan Penyelesaian latihan Menjelaskan kembali tes individu dan kelompok

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 Lampiran A.1 No Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian kedudukan titik, garis dan bidang serta masalah nyata yang berkaitan dengan kedudukan titik, garis dan bidang. 3. Keterampilan Terampil menerapkan konsep kedudukan titik, Pengamatan Penyelesaian tugas (baik individu maupun garis dan bidang serta kelompok) dan saat masalah nyata yang diskusi berkaitan dengan kedudukan titik, garis dan bidang. 2. Instrumen Penelitian Tes tertulis-1 1. Sebutkanlah masing-masing minimal tiga buah titik, garis dan bidang dari bangun di bawah ini! T K M L A D B C

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 Lampiran A.1 2. Pada kubus ABCD.EFGH, sebutkanlah: H a. Titik yang terletak pada garis DE G E F b. Titik di luar garis FG c. Titik yang terletak pada bidang BCFG D C d. Titik yang terletak di luar bidang ABGH A B Tes tertulis-2 1. Pada kubus ABCD.EFGH, tentukanlah kedudukan garis-garis berikut ini: a. EC dan HD b. ED dan FC 2. Pada kubus ABCD.EFGH, sebutkanlah beberapa contoh: a. Rusuk-rusuk yang terletak pada ACGE b. Rusuk-rusuk yang sejajar dengan BCGF c. Rusuk-rusuk yang menembus DCGH 3. Pada kubus ABCD.EFGH, tentukanlah kedudukan bidang dan bidang berikut ini: a. ACGE dan BDHF b. ACH dan BDHF c. BDG dan AFH LKS-1 1. Sebutkanlah masing-masing minimal tiga buah titik, garis dan bidang dari bangun di bawah ini! b. a. E F D M E K C A D C L A B B

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 Lampiran A.1 2. Pada balok ABCD.EFGH, tentukanlah: a. Kedudukan A dan BC b. Kedudukan D dan HD c. Kedudukan F dan HF d. Kedudukan B dan AC e. Kedudukan B pada ABCD f. Kedudukan F pada BDHF g. Kedudukan G pada ABD LKS-2 1. Pada kubus ABCD.EFGH, sebutkanlah tiga macam contoh: a. Rusuk-rusuk yang berpotongan dengan AB b. Rusuk-rusuk yang sejajar dengan EF c. Rusuk-rusuk yang bersilangan dengan CG 2. Pada kubus ABCD.EFGH, tentukanlah kedudukan garis dan bidang berikut ini: a. Kedudukan FD dan ACGE b. Kedudukan EC dan CDEF c. Kedudukan ED dan BCGF d. Kedudukan EG dan BDHF 3. Pada kubus ABCD.EFGH, sebutkanlah contoh: a. Bidang-bidang yang sejajar dengan bidang EFGH b. Bidang-bidang yang berpotongan dengan bidang BDHF Yogyakarta, April 2014 Guru Mata Pelajaran Peneliti Supartono, S.Pd. Rita Hesti Maharani

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110 Lampiran A.2 LKS-1 1. Sebutkanlah masing-masing minimal tiga buah titik sudut, rusuk dan sisi dari bangun di bawah ini! a. b. E F D M E K C A D C L A B B 2. Permasalahan: suatu rusuk memiliki 2 buah titik sudut dan sebuah kubus memiliki 12 buah rusuk. Sehingga kubus memiliki 24 buah titik sudut. Apakah kalian setuju dengan pernyataan di atas? Jelaskan pendapatmu! 3. Pada balok ABCD.EFGH, tentukanlah: a. Kedudukan A dan BC b. Kedudukan D dan HD c. Kedudukan F dan HF d. Kedudukan B dan AC e. Kedudukan B pada ABCD f. Kedudukan F pada BDHF g. Kedudukan G pada ABD

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 Lampiran A.3 Jawaban LKS-1 1. Sebutkanlah masing-masing minimal tiga buah titik sudut, rusuk dan sisi dari bangun di bawah ini! a. b. E F D M E K C A D C L A B B Jawab: a. Titik A, B, C, D, dan E Garis AB, BC, CD, DA, AE, BE, CE, dan DE Bidang ABCD, ABE, BCE, CDE, dan ADE b. Titik A, B, C, D, E, F, K, L, dan M Garis AB, BC, CA, DE, EF, FD, AD, BE, CF, AK, KD, AL, LB, CM, dan MF Bidang ABC, DEF, ABED, BCFE, dan CADF 2. Permasalahan: suatu rusuk memiliki 2 buah titik sudut dan sebuah kubus memiliki 12 buah rusuk. Sehingga kubus memiliki 24 buah titik sudut. Apakah kalian setuju dengan pernyataan di atas? Jelaskan pendapatmu! Jawab: Total titik sudut ada 24 buah dan setiap satu titik sudut pada kubus merupakan perpotongan dari 3 buah rusuk. Sehingga kubus memiliki 24:3=8 buah titik sudut. 3. Pada balok ABCD.EFGH, tentukanlah: a. Kedudukan A dan BC

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran A.3 b. Kedudukan D dan HD c. Kedudukan F dan HF d. Kedudukan B dan AC e. Kedudukan B pada ABCD f. Kedudukan F pada BDHF g. Kedudukan G pada ABD Jawab: a. A di luar garis BC b. D terletak pada garis HD c. F terletak pada garis HF d. B di luar garis AC e. B terletak pada bidang ABCD f. F terletak pada bidang BDHF g. G terletak di luar bidang ABD 112

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 Lampiran A.4 LKS-2 1. Pada kubus ABCD.EFGH, sebutkanlah tiga macam contoh: a. Rusuk-rusuk yang berpotongan dengan AB b. Rusuk-rusuk yang sejajar dengan EF c. Rusuk-rusuk yang bersilangan dengan CG 2. Pada kubus ABCD.EFGH, tentukanlah kedudukan garis dan bidang berikut ini: a. Kedudukan FD dan ACGE b. Kedudukan EC dan CDEF c. Kedudukan ED dan BCGF d. Kedudukan EG dan BDHF 3. Pada kubus ABCD.EFGH, sebutkanlah contoh: a. Bidang-bidang yang sejajar dengan bidang EFGH b. Bidang-bidang yang berpotongan dengan bidang BDHF 4. Perhatikan denah di bawah ini! a. Apa kedudukan antara jalan Srikandi dan jalan Utari? b. Apa kedudukan antara jalan Pergiwati dan jalan Drupadi?

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114 Lampiran A.5 Jawaban LKS-2 1. Pada kubus ABCD.EFGH, sebutkanlah tiga macam contoh: a. Rusuk-rusuk yang berpotongan dengan AB b. Rusuk-rusuk yang sejajar dengan EF c. Rusuk-rusuk yang bersilangan dengan CG Jawab: a. AD, BC, BD, dan AC b. AB, DC, dan HG c. HF, EH, EF, AD, AB, dan BD 2. Pada kubus ABCD.EFGH, tentukanlah kedudukan garis dan bidang berikut ini: a. Kedudukan FD dan ACGE b. Kedudukan EC dan CDEF c. Kedudukan ED dan BCGF d. Kedudukan EG dan BDHF Jawab: a. FD menembus ACGE b. EC terletak pada bidang CDEF c. ED sejajar bidang BCGF d. EG menembus BDHF 3. Pada kubus ABCD.EFGH, sebutkanlah contoh: a. Bidang-bidang yang sejajar dengan bidang EFGH b. Bidang-bidang yang berpotongan dengan bidang BDHF Jawab: a. bidang ABCD b. bidang bidang ABCD, EFGH, ABFE, BCGF, CGHD, EHDA

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 Lampiran A.5 4. Perhatikan denah di bawah ini! a. Apa kedudukan antara jalan Srikandi dan jalan Utari? b. Apa kedudukan antara jalan Pergiwati dan jalan Drupadi? Jawab: a. sejajar b. berpotongan

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 Lampiran A.6 NAMA : NO ABSEN: Tes tertulis-1 Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan teliti! 1. Sebutkanlah masing-masing minimal tiga buah titik sudut, rusuk dan sisi dari bangun di bawah ini! T K M L A D B C Jawab: 2. Permasalahan: sebuah mobil dilihat dari depan memiliki 2 buah roda, dilihat dari samping kanan memiliki 2 buah roda, dilihat dari belakang 2 buah roda dan dilihat dari samping kiri memiliki 2 buah roda. Sehingga mobil memiliki 8 buah roda. Apakah kalian setuju dengan pernyataan di atas? Jelaskan pendapatmu! Jawab:

(136) 117 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran A.6 3. Pada kubus ABCD.EFGH, sebutkanlah: H G a. Titik sudut yang terletak pada rusuk DE b. Titik sudut di luar rusuk FG E F c. Titik sudut yang terletak pada sisi BCFG D d. Titik sudut yang terletak di luar sisi ABGH Jawab: A C B

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 Lampiran A.7 NAMA : NO ABSEN: Jawaban Tes Tertulis-1 Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan teliti! 1. Sebutkanlah masing-masing minimal tiga buah titik sudut, rusuk dan sisi dari bangun di bawah ini! T K M L A D B C Jawab: Titik A, B C, D, T, K, L, M Garis AB, BC, CD, DA, AT, BT, CT, DT, AK, KT, BL, LT, DM, MT Bidang ABCD, ABT, BCT, CDT, ADT 2. Permasalahan: sebuah mobil dilihat dari depan memiliki 2 buah roda, dilihat dari samping kanan memiliki 2 buah roda, dilihat dari belakang 2 buah roda dan dilihat dari samping kiri memiliki 2 buah roda. Sehingga mobil memiliki 8 buah roda. Apakah kalian setuju dengan pernyataan di atas? Jelaskan pendapatmu! Jawab: Berikut ini adalah ilustrasi dari mobil dan roda: A C B D

(138) 119 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran A.7 Roda merupakan titik sudut dan setiap titik sudut di atas merupakan perpotongan dari dua buah rusuk. Sehingga mobil memiliki 4 roda. 3. Pada kubus ABCD.EFGH, sebutkanlah: H G a. Titik sudut yang terletak pada rusuk DE b. Titik sudut di luar rusuk FG E F c. Titik sudut yang terletak pada sisi BCFG D d. Titik sudut yang terletak di luar sisi ABGH Jawab: a. Titik D dan E b. Titik A, B, C, D, E, H c. Titik B, C, F dan G d. Titik C, D, E, dan F A C B

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 Lampiran A.8 NAMA : NO ABSEN: Tes tertulis-2 Kerjakanlah soal-soal di bawah ini dengan teliti! 1. Pada kubus ABCD.EFGH, tentukanlah kedudukan garis-garis berikut ini: a. EC dan HD b. ED dan FC Jawab: 2. Pada kubus ABCD.EFGH, sebutkanlah beberapa contoh: a. Rusuk-rusuk yang terletak pada ACGE b. Rusuk-rusuk yang sejajar dengan BCGF c. Rusuk-rusuk yang menembus DCGH Jawab: 3. Pada kubus ABCD.EFGH, tentukanlah kedudukan bidang dan bidang berikut ini: a. ACGE dan BDHF b. ACH dan BDHF c. BDG dan AFH Jawab: 4. Sebutkan kedudukan garis dengan bidang yang kalian temukan di dalam kelas! (minimal 2) Jawab:

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 Lampiran A.9 NAMA : NO ABSEN: Jawaban tes tertulis-2 Kerjakanlah soal-soal di bawah ini dengan teliti! 1. Pada kubus ABCD.EFGH, tentukanlah kedudukan garis-garis berikut ini: a. EC dan HD b. ED dan FC Jawab: a. bersilangan b. sejajar 2. Pada kubus ABCD.EFGH, sebutkanlah beberapa contoh: a. Rusuk-rusuk yang terletak pada ACGE b. Rusuk-rusuk yang sejajar dengan BCGF c. Rusuk-rusuk yang menembus DCGH Jawab: a. rusuk AC, CG, GE dan EA b. rusuk AE, EH, HD, dan DA c. rusuk AD, BC, FG, dan EH, HB, AG, EC, FD 3. Pada kubus ABCD.EFGH, tentukanlah kedudukan bidang dan bidang berikut ini: a. ACGE dan BDHF b. ACH dan BDHF c. BDG dan AFH Jawab: a. berpotongan b. berpotongan c. sejajar

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122 Lampiran A.9 4. Sebutkan kedudukan garis dengan bidang yang kalian temukan di dalam kelas! (minimal 2) Jawab: Garis pada lantai sejajar dengan langit-langit, garis pada lantai menembus tembok, dll.

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123 Lampiran A.10 DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA SMA NEGERI 1 NGEMPLAK Alamat: Bimomartani Ngemplak Sleman Yogyakarta ULANGAN HARIAN KEDUDUKAN TITIK, GARIS, DAN BIDANG NAMA : KELAS : NO ABSEN : WAKTU : 40 menit 1. Permasalahan: sebuah kubus memiliki 6 buah sisi. Setiap sisi memiliki 4 buah rusuk. Sehingga kubus memiliki 24 rusuk. Apakah kalian setuju dengan pernyataan di atas? Jelaskan pendapatmu! Jawab: 2. Perhatikan gambar kubus ABCD.EFGH di bawah ini! H G E F D A C B Isilah titik-titik berikut ini! a. Kedudukan titik A terhadap garis EF adalah ……………..…….. b. Kedudukan titik F terhadap bidang ABCD adalah ……………... c. Kedudukan titik E terhadap bidang ABCD adalah ……………...

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124 Lampiran A.10 d. Kedudukan garis AB terhadap garis EF adalah ………………… e. Kedudukan garis DC terhadap garis DH adalah ………………... f. Kedudukan garis DH terhadap garis AC adalah ………………... 3. Perhatikan gambar balok ABCD.EFGH di bawah ini! H G E F D A C B Isilah titik-titik berikut ini! a. Kedudukan garis HD terhadap bidang BCGF adalah …………………. b. Kedudukan garis AC terhadap bidang EFGH adalah …………………. c. Kedudukan garis CE terhadap bidang CDF adalah ……………………. d. Kedudukan bidang BCF terhadap bidang EDH adalah ………………... e. Kedudukan bidang EFGH terhadap bidang ADE adalah ……………… f. Kedudukan bidang ABCD terhadap bidang EHF adalah ………………

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125 Lampiran A.11 KRITERIA PENILAIAN TES AKHIR No Jawaban Soal Soal 1 Tidak ada jawaban Tidak setuju Karena total rusuk ada 24 buah dan setiap rusuk pada kubus merupakan perpotongan dari 2 sisi kubus. Sehingga 24:2 = 12 buah rusuk. 2 Tidak ada jawaban a. Kedudukan titik A terhadap garis EF adalah di luar garis b. Kedudukan titik F terhadap bidang ABCD adalah di luar bidang c. Kedudukan titik E terhadap bidang ABCD adalah di luar bidang d. Kedudukan garis AB terhadap garis EF adalah sejajar e. Kedudukan garis DC terhadap garis DH adalah berpotongan f. Kedudukan garis DH terhadap garis AC adalah bersilangan 3 Tidak ada jawaban a. Kedudukan garis HD terhadap bidang BCGF adalah sejajar b. Kedudukan garis AC terhadap bidang EFGH adalah sejajar c. Kedudukan garis CE terhadap bidang CDF adalah menembus d. Kedudukan bidang BCF terhadap bidang EDH adalah sejajar e. Kedudukan bidang EFGH terhadap bidang ADE adalah berpotongan f. Kedudukan bidang ABCD terhadap bidang EHF adalah sejajar Skor Total Skor 0 1 1 0 2 Skor Maks 2 12 2 2 2 2 2 0 2 12 2 2 2 2 2 26

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel B.1 Analisis Kuesioner 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 4 4 4 4 4 4 3 4 4 5 3 4 3 1 4 1 1 1 1 1 2 1 2 2 4 5 4 4 4 4 5 4 5 4 4 3 4 3 5 4 2 4 4 2 4 5 3 3 3 4 5 4 4 5 5 4 5 5 4 4 4 3 5 4 4 3 4 2 4 5 3 3 5 3 5 3 2 2 2 2 3 3 2 2 4 5 4 4 4 5 5 4 4 5 4 3 3 1 4 4 4 3 4 4 3 4 3 3 5 5 5 3 4 4 5 4 4 5 4 2 5 4 5 4 4 4 2 3 3 3 4 3 2 2 4 4 4 3 4 3 3 5 3 2 4 4 4 3 4 5 3 4 4 5 4 3 4 2 4 4 2 1 2 2 3 1 3 3 2 4 4 4 4 3 5 3 4 5 3 4 3 5 5 5 4 4 5 3 5 4 4 3 3 5 5 4 5 4 4 4 4 3 3 2 4 3 4 3 4 3 4 2 4 4 4 3 3 3 5 4 4 4 3 3 4 5 4 3 4 1 3 5 4 5 5 4 4 5 4 5 5 4 5 4 5 4 5 4 5 5 4 4 4 5 5 5 5 5 5 4 5 5 3 3 3 2 3 4 4 3 4 4 4 3 3 4 73.91304 67.82609 87.82608696 76.52174 74.78261 72.17391 77.3913 64.34783 78.26087 82.60869565 67.82609 61.73913 TINGGI TINGGI SGT TINGGI TINGGI TINGGI TINGGI TINGGI TINGGI TINGGI SGT TINGGI TINGGI TINGGI 126 Lampiran B.1

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 14 4 1 4 3 4 4 2 5 3 4 3 3 4 3 3 3 4 3 4 5 4 4 3 69.5652 2 TINGGI 15 4 2 4 4 5 4 4 4 3 4 2 5 4 4 3 5 4 4 4 5 4 4 4 78.26087 TINGGI 5 2 5 3 4 5 5 4 5 5 3 4 5 4 5 5 5 5 5 1 4 3 5 84.3478260 9 SGT TINGGI 16 17 18 19 20 4 2 4 4 4 3 4 4 3 3 4 4 3 4 3 5 3 3 4 4 3 3 4 4 1 5 3 5 4 2 4 4 5 4 5 5 2 4 4 4 4 3 4 5 5 5 4 1 4 3 3 4 3 4 3 3 4 3 4 4 3 4 3 2 3 5 3 2 3 5 3 4 3 5 4 4 5 4 3 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 1 4 2 4 4 3 5 3 4 4 3 5 3 4 4 5 4 4 5 4 4 3 71.30435 79.13043 65.21739 80.86956522 74.78261 TINGGI TINGGI TINGGI SGT TINGGI TINGGI 21 22 23 24 5 2 5 4 5 5 4 4 4 4 4 5 5 3 5 5 3 4 5 4 5 3 4 84.3478260 9 4 1 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 5 2 3 4 4 5 4 4 73.9130 4 4 2 4 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 3 4 4 3 4 71.3043 5 4 3 4 4 4 3 3 4 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 74.7826 1 SGT TINGGI TINGGI TINGGI TINGGI 127 Lampiran B.1

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 26 4 3 5 4 4 5 5 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 80 TINGGI 4 2 5 3 4 3 3 4 4 4 4 5 4 3 4 5 3 3 4 5 4 4 3 75.6521 7 TINGGI 27 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 100 SGT TINGGI 28 29 30 31 32 5 1 5 4 5 5 5 4 2 3 4 5 5 4 3 5 3 4 4 4 5 4 4 80.8695652 2 4 1 4 2 4 4 3 5 3 4 4 3 4 3 4 4 5 4 4 5 4 4 3 73.9130 4 4 1 5 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 72.1739 1 4 2 5 3 4 4 3 4 3 3 3 3 4 2 4 4 3 4 4 4 4 5 3 71.3043 5 4 3 5 4 4 4 3 5 4 4 4 4 4 2 3 4 4 3 4 4 4 4 4 76.5217 4 SGT TINGGI TINGGI TINGGI TINGGI TINGGI 128 Lampiran B.1

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran B.2 129

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI TABEL B.3 UJI VALIDITAS SOAL nomor soal skor per soal kehadiran Nama No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 s1 s2 s3 s4 s5 s6 s7 s8 s9 s10 s11 s12 s13 s14 s15 s16 s17 s18 s19 s20 s21 s22 s23 s24 s25 s26 s27 s28 s29 s30 s31 32 s32 Banyaknya sampel rtabel 1 2 2 2 3 2 4 2 5 2 6 2 7 2 8 2 9 2 10 2 11 2 12 2 13 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 0 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 0 2 0 2 1 0 2 0 0 2 2 2 0 0 0 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 0 0 2 0 1 0 0 2 2 1 2 1 1 0 2 0 0 0 1 0 0 0 2 2 0 0 0 2 0 2 0 2 1 0 1 1 1 1 0 2 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 2 0 2 1 2 1 1 1 1 0 2 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 0 1 2 0 2 1 2 0 0 2 2 0 2 1 2 0 0 1 2 2 0 2 0 0 2 2 0 0 0 2 0 2 0 2 0 2 1 2 2 1 2 2 2 2 0 0 1 1 2 2 2 2 0 1 0 2 2 2 2 1 2 1 2 2 2 0 2 0 2 2 0 2 2 2 2 0 0 0 0 2 0 2 0 0 0 0 2 2 2 2 0 2 0 2 2 2 0 2 0 2 0 1 2 0 0 2 1 2 1 1 2 2 0 0 0 1 0 0 2 0 0 0 0 0 2 0 2 0 2 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Y 23 15 13 21 18 17 24 12 19 13 13 20 21 19 2 13 13 12 18 21 17 17 14 19 14 22 17 23 11 23 12 25 32 0.349 130 Lampiran B.3

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Y² X1*Y X2 (X2)² Y Y² X2*Y X3 (X3)² Y Y² X3*Y X4 (X4)² Y Y² X4*Y 23 15 13 21 18 17 24 12 19 13 13 20 21 19 2 13 13 12 18 21 17 17 14 19 14 22 17 23 11 23 12 529 225 169 441 324 289 576 144 361 169 169 400 441 361 4 169 169 144 324 441 289 289 196 361 196 484 289 529 121 529 144 23 15 13 21 36 17 24 12 19 13 13 20 21 19 0 13 13 12 36 21 17 17 14 19 14 22 17 23 11 23 12 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 0 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 23 15 13 21 18 17 24 12 19 13 13 20 21 19 2 13 13 12 18 21 17 17 14 19 14 22 17 23 11 23 12 529 225 169 441 324 289 576 144 361 169 169 400 441 361 4 169 169 144 324 441 289 289 196 361 196 484 289 529 121 529 144 46 30 26 42 36 34 48 24 38 26 26 40 42 38 0 26 26 24 36 42 34 34 28 38 28 44 34 46 22 46 24 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 4 4 4 4 4 4 4 0 4 4 4 4 4 4 0 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 0 23 15 13 21 18 17 24 12 19 13 13 20 21 19 2 13 13 12 18 21 17 17 14 19 14 22 17 23 11 23 12 529 225 169 441 324 289 576 144 361 169 169 400 441 361 4 169 169 144 324 441 289 289 196 361 196 484 289 529 121 529 144 46 30 26 42 36 34 48 0 38 26 26 40 42 38 0 26 26 24 36 42 34 34 28 38 28 44 34 46 22 46 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 0 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 23 15 13 21 18 17 24 12 19 13 13 20 21 19 2 13 13 12 18 21 17 17 14 19 14 22 17 23 11 23 12 529 225 169 441 324 289 576 144 361 169 169 400 441 361 4 169 169 144 324 441 289 289 196 361 196 484 289 529 121 529 144 46 30 26 42 36 34 48 24 38 26 26 40 42 38 0 26 26 24 36 42 34 34 28 38 28 44 34 46 22 46 24 X1 (X1)² Y 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 25 625 25 2 4 25 625 50 2 4 25 625 50 2 4 25 625 50 ∑X1 33 ∑(X1)² 37 ∑Y 541 ∑Y² 9901 ∑X1*Y 575 ∑X2 62 ∑(X2)² 124 ∑Y 541 ∑Y² 9901 ∑X2*Y 1078 ∑X5 58 ∑(X5)² 116 ∑Y 541 ∑Y² 9901 ∑X5*Y 1030 ∑X7 62 ∑(X7)² 124 ∑Y 541 ∑Y² 9901 ∑X7*Y 1078 PEMB. 547 PENY. 1514.709543 rxy 0.361125341 Validitas VALID Kualitas soa RENDAH PEMB. 954 PENY. 1730.527087 rxy 0.551277126 Validitas VALID Kualitas soa CUKUP PEMB. 1582 PENY. 2899.059848 rxy 0.54569415 Validitas VALID Kualitas soaCUKUP PEMB. 954 PENY. 1730.527087 rxy 0.551277126 Validitas VALID Kualitas so C UKUP 131 Lampiran B.3

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI X5 (X5)² Y Y² X5*Y X6 (X6)² Y Y² X6*Y X7 (X7)² Y Y² X7*Y X8 (X8)² Y Y² X8*Y 2 2 1 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 0 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 4 4 1 4 4 4 4 4 4 1 1 4 4 4 0 4 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 23 15 13 21 18 17 24 12 19 13 13 20 21 19 2 13 13 12 18 21 17 17 14 19 14 22 17 23 11 23 12 529 225 169 441 324 289 576 144 361 169 169 400 441 361 4 169 169 144 324 441 289 289 196 361 196 484 289 529 121 529 144 46 30 13 42 36 34 48 24 38 13 13 40 42 38 0 26 13 24 36 42 34 34 28 38 28 44 34 46 22 46 24 2 0 0 2 0 2 1 0 2 0 0 2 2 2 0 0 0 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 0 0 4 0 0 4 0 4 1 0 4 0 0 4 4 4 0 0 0 4 0 4 4 4 4 4 4 4 4 0 4 0 0 23 15 13 21 18 17 24 12 19 13 13 20 21 19 2 13 13 12 18 21 17 17 14 19 14 22 17 23 11 23 12 529 225 169 441 324 289 576 144 361 169 169 400 441 361 4 169 169 144 324 441 289 289 196 361 196 484 289 529 121 529 144 46 0 0 42 0 34 24 0 38 0 0 40 42 38 0 0 0 24 0 42 34 34 28 38 28 44 34 0 22 0 0 2 0 1 0 0 2 2 1 2 1 1 0 2 0 0 0 1 0 0 0 2 2 0 0 0 2 0 2 0 2 1 4 0 1 0 0 4 4 1 4 1 1 0 4 0 0 0 1 0 0 0 4 4 0 0 0 4 0 4 0 4 1 23 15 13 21 18 17 24 12 19 13 13 20 21 19 2 13 13 12 18 21 17 17 14 19 14 22 17 23 11 23 12 529 225 169 441 324 289 576 144 361 169 169 400 441 361 4 169 169 144 324 441 289 289 196 361 196 484 289 529 121 529 144 46 0 13 0 0 34 48 12 38 13 13 0 42 0 0 0 13 0 0 0 34 34 0 0 0 44 0 46 0 46 12 0 1 1 1 1 0 2 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 2 0 2 1 0 1 1 1 1 0 4 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 4 0 4 1 23 15 13 21 18 17 24 12 19 13 13 20 21 19 2 13 13 12 18 21 17 17 14 19 14 22 17 23 11 23 12 529 225 169 441 324 289 576 144 361 169 169 400 441 361 4 169 169 144 324 441 289 289 196 361 196 484 289 529 121 529 144 0 15 13 21 18 0 48 12 19 13 13 20 21 19 0 13 13 12 18 21 0 0 14 19 14 22 17 46 0 46 12 2 4 25 625 50 2 4 25 625 50 2 4 25 625 50 2 4 25 625 50 ∑X8 58 ∑(X8)² 112 ∑Y 541 ∑Y² 9901 ∑X8*Y 1026 ∑X9 37 ∑(X9)² 73 ∑Y 541 ∑Y² 9901 ∑X9*Y 682 ∑X10 28 ∑(X10)² 50 ∑Y 541 ∑Y² 9901 ∑X10*Y 538 ∑X11 30 ∑(X11)² 38 ∑Y 541 ∑Y² 9901 ∑X11*Y 549 PEMB. 1454 PENY. 2305.042299 rxy 0.630791027 Validitas VALID Kualitas so TINGGI PEMB. 1807 PENY. 4832.599404 rxy 0.373918848 Validitas VALID Kualitas soaRENDAH PEMB. 2068 PENY. 4439.281023 rxy 0.4658412 Validitas VALID Kualitas soaCUKUP PEMB. 1338 PENY. 2762.556063 rxy 0.484334062 Validitas VALID Kualitas soaCUKUP 132 Lampiran B.3

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI X9 (X9)² Y Y² X9*Y X10 (X10)² Y Y² X10*Y X11 (X11)² Y Y² X11*Y X12 (X12)² Y Y² X12*Y 2 1 1 1 1 0 2 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 0 1 2 0 2 1 4 1 1 1 1 0 4 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 0 1 4 0 4 1 23 15 13 21 18 17 24 12 19 13 13 20 21 19 2 13 13 12 18 21 17 17 14 19 14 22 17 23 11 23 12 529 225 169 441 324 289 576 144 361 169 169 400 441 361 4 169 169 144 324 441 289 289 196 361 196 484 289 529 121 529 144 46 15 13 21 18 0 48 12 19 13 13 20 21 19 0 13 13 0 18 21 0 0 14 19 14 0 17 46 0 46 12 2 0 0 2 2 0 2 1 2 0 0 1 2 2 0 2 0 0 2 2 0 0 0 2 0 2 0 2 0 2 1 4 0 0 4 4 0 4 1 4 0 0 1 4 4 0 4 0 0 4 4 0 0 0 4 0 4 0 4 0 4 1 23 15 13 21 18 17 24 12 19 13 13 20 21 19 2 13 13 12 18 21 17 17 14 19 14 22 17 23 11 23 12 529 225 169 441 324 289 576 144 361 169 169 400 441 361 4 169 169 144 324 441 289 289 196 361 196 484 289 529 121 529 144 46 0 0 42 36 0 48 12 38 0 0 20 42 38 0 26 0 0 36 42 0 0 0 38 0 44 0 46 0 46 12 2 2 1 2 2 2 2 0 0 1 1 2 2 2 2 0 1 0 2 2 2 2 1 2 1 2 2 2 0 2 0 4 4 1 4 4 4 4 0 0 1 1 4 4 4 4 0 1 0 4 4 4 4 1 4 1 4 4 4 0 4 0 23 15 13 21 18 17 24 12 19 13 13 20 21 19 2 13 13 12 18 21 17 17 14 19 14 22 17 23 11 23 12 529 225 169 441 324 289 576 144 361 169 169 400 441 361 4 169 169 144 324 441 289 289 196 361 196 484 289 529 121 529 144 46 30 13 42 36 34 48 0 0 13 13 40 42 38 4 0 13 0 36 42 34 34 14 38 14 44 34 46 0 46 0 2 2 0 2 2 2 2 0 0 0 0 2 0 2 0 0 0 0 2 2 2 2 0 2 0 2 2 2 0 2 0 4 4 0 4 4 4 4 0 0 0 0 4 0 4 0 0 0 0 4 4 4 4 0 4 0 4 4 4 0 4 0 23 15 13 21 18 17 24 12 19 13 13 20 21 19 2 13 13 12 18 21 17 17 14 19 14 22 17 23 11 23 12 529 225 169 441 324 289 576 144 361 169 169 400 441 361 4 169 169 144 324 441 289 289 196 361 196 484 289 529 121 529 144 46 30 0 42 36 34 48 0 0 0 0 40 0 38 0 0 0 0 36 42 34 34 0 38 0 44 34 46 0 46 0 2 4 25 625 50 2 4 25 625 50 2 4 25 625 50 2 4 25 625 50 ∑X12 30 ∑(X12)² 40 ∑Y 541 ∑Y² 9901 ∑X12*Y 561 ∑X13 33 ∑(X13)² 63 ∑Y 541 ∑Y² 9901 ∑X13*Y 662 ∑X14 46 ∑(X14)² 86 ∑Y 541 ∑Y² 9901 ∑X14*Y 844 ∑X15 36 ∑(X15)² 72 ∑Y 541 ∑Y² 9901 ∑X15*Y 718 PEMB. 1722 PENY. 3029.419086 rxy 0.568425811 Validitas VALID Kualitas so C UKUP PEMB. 3331 PENY. 4731.593495 rxy 0.703991161 Validitas VALID Kualitas so TINGGI PEMB. 2122 PENY. 3919.188181 rxy 0.541438661 Validitas VALID Kualitas so C UKUP PEMB. 3500 PENY. 4933.985002 rxy 0.709365756 Validitas VALID Kualitas so TINGGI 133 Lampiran B.3

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI X13 (X13)² Y Y² X13*Y 2 0 1 2 0 0 2 1 2 1 1 2 2 0 0 0 1 0 0 2 0 0 0 0 0 2 0 2 0 2 1 4 0 1 4 0 0 4 1 4 1 1 4 4 0 0 0 1 0 0 4 0 0 0 0 0 4 0 4 0 4 1 23 15 13 21 18 17 24 12 19 13 13 20 21 19 2 13 13 12 18 21 17 17 14 19 14 22 17 23 11 23 12 529 225 169 441 324 289 576 144 361 169 169 400 441 361 4 169 169 144 324 441 289 289 196 361 196 484 289 529 121 529 144 46 0 13 42 0 0 48 12 38 13 13 40 42 0 0 0 13 0 0 42 0 0 0 0 0 44 0 46 0 46 12 2 4 25 625 50 ∑X16 28 ∑(X16)² 50 ∑Y 541 ∑Y² 9901 ∑X16*Y 560 PEMB. 2772 PENY. 4439.281023 rxy 0.624425439 Validitas VALID Kualitas so TINGGI 134 Lampiran B.3

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel B.4 Analisis Reliabilitas Tes Akhir No Soal Skor Maks No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Nama a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x z aa ab ac ad ae af ag Si² St² ∑Si² Reliabilitas Interpretasi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 0 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 0 2 0 2 1 0 2 0 0 2 2 2 0 0 0 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 0 0 2 2 0 1 0 0 2 2 1 2 1 1 0 2 0 0 0 1 0 0 0 2 2 0 0 0 2 0 2 0 2 1 2 0 1 1 1 1 0 2 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 2 0 2 1 2 2 1 1 1 1 0 2 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 0 1 2 0 2 1 2 2 0 0 2 2 0 2 1 2 0 0 1 2 2 0 2 0 0 2 2 0 0 0 2 0 2 0 2 0 2 1 2 2 2 1 2 2 2 2 0 0 1 1 2 2 2 2 0 1 0 2 2 2 2 1 2 1 2 2 2 0 2 0 2 2 2 0 2 2 2 2 0 0 0 0 2 0 2 0 0 0 0 2 2 2 2 0 2 0 2 2 2 0 2 0 2 2 0 1 2 0 0 2 1 2 1 1 2 2 0 0 0 1 0 0 2 0 0 0 0 0 2 0 2 0 2 1 2 0.351 0.125 0.222 0.975 0.823 0.319 0.383 0.934 0.641 1.016 0.823 0.096 0.125 24.346 6.832 0.779 TINGGI SKOR TOTAL NILAI 23 15 13 21 18 17 24 12 19 13 13 20 21 19 2 13 13 12 18 21 17 17 14 19 14 22 17 23 11 23 12 25 88.46 57.69 50.00 80.77 69.23 65.38 92.31 46.15 73.08 50.00 50.00 76.92 80.77 73.08 7.69 50.00 50.00 46.15 69.23 80.77 65.38 65.38 53.85 73.08 53.85 84.62 65.38 88.46 42.31 88.46 46.15 96.15 135 Lampiran B.4

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136 Lampiran B.5 ACUAN WAWANCARA MOTIVASI BELAJAR SISWA Minat 1. Apakah kamu tertarik mengikuti pembelajaran dengan metode discovery learning? 2. Apakah pembelajaran matematika dengan metode discovery learning lebih menarik dan menyenangkan dibandingkan seperti metode ceramah? Perhatian 3. Apakah selama pembelajaran, kamu memberikan perhatian kepada guru dan teman yang menjelaskan baik dalam kelompok maupun di depan kelas? Konsentrasi 4. Apakah selama pembelajaran, kamu berkonsentrasi dan mengikuti pembelajaran sesuai perintah guru? Ketekunan 5. Apakah kamu merasa enggan dan terbebani ketika diskusi kelompok untu memecahkan masalah dan maju menjelaskan? Keterlibatan 6. Apakah kamu terlibat dalam pembelajaran seperti diskusi dalam kelompok maupun kelas? Keantusiasan 7. Apakah dengan metode discovery learning, kamu menjadi lebih bersemangat dalam mengikuti pembelajaran dan menanggapi pertenyaan guru maupun presentasi teman yang maju di depan kelas? Rasa ingin tahu 8. Apakah kamu bertanya pada guru san teman jika tidak memahami materi yang dipelajari? Berusaha mencoba dan aktif mengatasi tantangan 9. Apakah kamu menjawab setiap pertanyaan pada LKS dengan sungguh-sungguh bersama teman-teman sekelompokmu?

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel B.6 Hasil Tes Akhir X.C No Skor yang diperoleh skor no 1 2 3 skor maks 2 2 2 4 2 5 2 6 2 7 2 8 2 9 2 10 2 11 2 12 2 13 Jumlah Skor % Ketercapaian 2 26 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 62 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 64 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 60 1 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 57 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 0 2 2 2 2 2 0 2 1 2 2 2 2 58 2 0 2 0 2 2 2 0 0 0 2 0 2 2 0 2 2 2 0 1 0 0 2 2 2 2 2 1 0 2 0 1 37 2 0 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 57 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 64 2 2 2 1 0 2 0 2 0 0 0 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 0 2 2 2 2 0 2 45 2 0 2 0 0 2 0 0 2 0 0 2 2 0 2 0 2 0 2 0 2 2 2 2 2 0 2 0 2 2 0 0 34 Nama Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x z aa ab ac ad ae af ag Jumlah Skor Jumlah Skor maksimal % Skor tercapai 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 0 1 2 2 1 0 0 1 2 1 1 1 1 1 0 1 1 1 32 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 62 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 62 64 50 64 64 64 64 64 64 64 64 64 64 64 64 97 96.9 96.9 100 93.8 89.1 90.6 57.8 89.1 100 70.3 53.1 24 19 25 19 21 25 21 22 21 15 21 17 25 23 18 23 24 24 22 19 22 21 26 25 25 17 25 21 20 25 17 22 672 92 73 96 73 81 96 81 85 81 58 81 65 96 88 69 88 92 92 85 73 85 81 100 96 96 65 96 81 77 96 65 85 2584.615385 Ketuntasan Belajar Ya          Tidak                        137 Lampiran B.6

(157) 138 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran B.7 Tabel B.7 Hasil Tes tertulis-1 X.C No Nama Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Skor yang diperoleh skor no 1 2 3 Jumlah Skor skor maks 9 2 16 27 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 7 9 a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x z aa ab ac ad ae af ag Rata-rata 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 12 10 0 14 14 13 12 16 8 2 10 14 14 12 14 16 10 14 4 12 15 14 14 6 2 16 14 4 6 6 16 23 22 20 10 24 24 24 22 26 18 12 20 24 24 22 24 26 20 24 14 22 25 24 24 16 12 26 24 14 16 14 26 Nilai 85 81 74 37 89 89 89 81 96 67 44 74 89 89 81 89 96 74 89 52 81 93 89 89 59 44 96 89 52 59 52 96 77

(158) 139 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran B.8 Tabel B.8 Hasil Tes tertulis-2 X.C No Skor yang diperoleh skor no 1 2 3 skor maks 2 3 3 4 2 Nama Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x z aa ab ac ad ae af ag 2 1 1 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 1 1 Rata-rata 2 2 2 3 3 3 2 3 2 2 2 3 3 2 3 3 2 2 1 2 3 3 3 2 2 2 3 2 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 1 3 3 3 3 3 3 3 0 0 1 0 0 0 0 2 1 0 1 2 0 2 0 0 0 2 0 2 2 0 0 2 0 2 1 0 1 2 Jumlah Skor Nilai 10 0 7 6 6 8 8 8 7 10 7 6 8 10 8 9 8 7 7 9 6 9 10 5 5 9 7 9 9 7 7 8 0 0 70 60 60 80 80 80 70 100 70 60 80 100 80 90 80 70 70 90 60 90 100 50 50 90 70 90 90 70 70 80 0 77

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C.1 Kelompok 1 140

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C.1 Kelompok 2 141

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C.2 Kelompok 1 142

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C.2 Kelompok 2 143

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C.3 S1 144

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C.3 145

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C.3 S2 146

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C.3 147

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C.3 S3 148

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C.3 149

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C.3 S4 150

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C.3 151

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C.3 S5 152

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C.3 153

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C.3 S6 154

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C.3 155

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C.4 S1 156

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C.4 S2 157

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C.4 S3 158

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C.4 S4 159

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C.4 S5 160

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C.4 S6 161

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C.5 S1 162

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C.5 163

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C.5 S2 164

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C.5 165

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C.5 S3 166

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C.5 167

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C.5 S4 168

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C.5 169

(189) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C.5 S5 170

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C.5 171

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C.5 S6 172

(192) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C.5 173

(193) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C.6 S1 174

(194) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C.6 175

(195) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C.6 S2 176

(196) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C.6 177

(197) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C.6 S3 178

(198) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C.6 179

(199) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C.6 S4 180

(200) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C.6 181

(201) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C.6 S5 182

(202) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C.6 183

(203) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C.6 S6 184

(204) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C.6 185

(205) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C.7 186

(206) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran C.8 187

(207)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING DENGAN STRATEGI ACCELERATED LEARNING SUB POKOK BAHASAN VOLUME KUBUS DAN LIMAS PADA SISWA SMA NEGERI 1 ARJASA KELAS X SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2004/2005
0
12
15
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING DENGAN STRATEGI ACCELERATED LEARNING SUB POKOK BAHASAN VOLUME KUBUS DAN LIMAS PADA SISWA SMA NEGERI 1 ARJASA KELAS X SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2004/2005
0
11
15
PERBEDAAN KEMAMPUAN KOGNISI HASIL PEMBELAJARAN POKOK BAHASAN HIDROSFER SMA NEGERI 2 DAN SMA NEGERI 3 PEMALANG TAHUN AJARAN 2012 2013
0
9
218
EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN PROBLEM POSING MENGGUNAKAN LEMBAR KERJA SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR DAN MOTIVASI AKUNTANSI SISWA KELAS XI PADA POKOK BAHASAN JURNAL UMUM SMA NEGERI 1
1
8
213
PENERAPAN TEORI BELAJAR PENEMUAN BRUNER PADA POKOK BAHASAN SISTEM PERSAMAAN LINEAR DI KELAS X SMA NEGERI 1 LAGUBOTI TAHUN AJARAN 2012/2013.
0
1
21
MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS PORTOFOLIO PADA POKOK BAHASAN KUBUS DAN BALOK MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS PORTOFOLIO PADA POKOK BAHASAN KUBUS DAN BALOK DI SMP NEGERI 1 TAWANGMANGU KELAS VII TAHUN AJARAN 2004/2005.
0
1
15
(ABSTRAK) PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BIOLOGI PADA POKOK BAHASAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KELAS X IMERSI SMA NEGERI 2 SEMARANG TAHUN AJARAN 2006/2007.
0
0
2
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BIOLOGI PADA POKOK BAHASAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KELAS X IMERSI SMA NEGERI 2 SEMARANG TAHUN AJARAN 2006/2007.
1
1
80
STUDI KOMPARASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF METODE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DAN TEAM ASSISSTED INDIVIDUALLIZED (TAI) PADA SUB POKOK BAHASAN KONSEP MOL DI SMA NEGERI 1 SUKOHARJO TAHUN AJARAN 2013/2014.
0
0
18
PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR PADA MATERI POKOK HIDROKARBON SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 NGEMPLAK BOYOLALI TAHUN AJARAN 2013/2014.
0
0
21
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DENGAN METODE PENEMUAN TERBIMBING PADA MATERI KUBUS DAN BALOK DITINJAU DARI KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 KALASAN.
0
1
102
STUDI KOMPARASI PEMBELAJARAN KOOPERATIVE METODE Team Games Tournament (TGT) DAN Team Assissted Individuallized (TAI) PADA SUB POKOK BAHASAN KONSEP MOL DI SMA NEGERI 1 SUKOHARJO TAHUN AJARAN 2013 2014 | Anggraini | Jurnal Pendidikan Kimia 5253 11450 1 PB
0
0
7
INVESTIGATION) TERHADAP AKTIVITAS ILMIAH DAN SIKAP ILMIAH SISWA KELAS XI IPA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI DI SMA NEGERI 1 SOKARAJA TAHUN AJARAN 20142015
0
0
16
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN POKOK BAHASAN TUMBUKAN DENGAN ANIMASI KOMPUTER PADA SISWA SMA NEGERI I NGEMPLAK Skripsi
0
0
115
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PENDEKATAN SAINTIFIK PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS X-A SMA SANTA MARIA YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 20132014 SUBMATERI KEDUDUKAN TITIK, GARIS, DAN BIDANG DALAM RUANG DIMENSI TIGA
0
0
212
Show more