PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Gratis

0
3
170
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMANEGERI 7 YOGYAKARTA PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MANUSIA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE LEARNING CYCLE 7E SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Biologi Oleh : Liliana Prabanuraini NIM : 101434036 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMANEGERI 7 YOGYAKARTA PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MANUSIA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE LEARNING CYCLE 7E SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Biologi Oleh : Liliana Prabanuraini NIM : 101434036 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN “Struggle that you do today is the single way to build a better future.” “Do your best at every opportunity that you have.” “You are the creator for your own future.” Kupersembahkan karya ini untuk : ALLAH SWT Ayah saya tercinta Aris Purwadi, M.Pd Ibu saya tercinta Siti Intam Nur Swaida Kakak saya Auromi Fitranurkhaliq, S.T Almamaterku Universitas Sanata Dharma iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sunguh-sungguh bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 3 September 2014 Penulis Liliana Prabanuraini v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma : Nama Nomor Mahasiswa : Liliana Prabanuraini : 101434036 Demi Pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul : MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMA NEGERI 7 YOGYAKARTA PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MANUSIA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE LEARNING CYCLE 7E Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media Lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu minta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal : 3 September 2014 Yang menyatakan Liliana Prabanuraini vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMA NEGERI 7 YOGYAKARTA PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MANUSIA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE LEARNING CYCLE 7E LILIANA PRABANURAINI Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2014 Nilai siswa pada materi sistem pencernaan manusia masih rendah yaitu hanya 40% siswa yang mencapai nilai tuntas dan nilai rata-rata 61,55. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe Learning Cycle 7E pada materi sistem pencernaan manusia. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 7 Yogyakarta kelas XI IPA 4 Tahun Ajaran 2013/2014. Komponen utama Learning cycle 7E terdiri dari 7 tahapan yaitu elicit, engage, explore, explain, elaborate, evaluate, extend. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus yang terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Pengumpulan data berupa aspek kognitif dan aspek psikomotor. Pengumpulan data aspek kognitif menggunakan hasil tes awal, tes akhir setiap siklus, pada aspek psikomotor dilakukan dengan menggunakan lembar observasi kegiatan siswa. Data yang diperoleh dianalisis dengan melihat ketercapaian siswa pada KKM. Berdasarkan hasil analisis data nilai rata-rata aspek kognitif dilihat dari tes awal adalah 61,55; tes akhir siklus I adalah 86,55; dan tes akhir siklus II adalah 90,33. Aspek kogitif hasil belajar siswa pada siklus I dan II telah mencapai indikator keberhasilan yaitu diatas 80% siswa telah tuntas dengan nilai rata-rata siklus I 86,55 meningkat menjadi 90,33 pada siklus II. Aspek Psikomotor siswa rata-rata pada siklus I adalah 81,79% dan meningkat menjadi 98,15% pada siklus II dalam kategori tinggi. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Learning Cycle 7E pada materi sistem pencernaan manusia dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Kata Kunci : Hasil Belajar Siswa, Learning Cycle 7E, Sistem Pencernaan Makanan vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT RAISING THE ACHIEVEMENT OF GRADE XI SCIENCE OF YOGYAKARTA 7 SENIOR HIGH SCHOOL ON ”HUMANS DIGESTION” BY USING COOPERATIVE LEARNING TYPE LEARNING CYCLE 7E LILIANA PRABANURAINI SANATA DHARMA UNIVERSITY YOGYAKARTA 2014 Student score on “Human Digestion” is still low only 40% of students who achieve a complete value and the average value of 61,55.The research is meant to know the result of the students achivement by using cooperative learning cycle 7E on ”Human Digestion”. The research was done at the students of XI science 4, State High School of Yogyakarta, academic year 2013/2014. The main components of the learning cycle 7E are comprised in seven cycle, i.e. elicit, engage, explore, explain, elaborate, evaluate, and extend.This classroom based study was done in two cycles, each oh which consist of tour steps, i.e planning, acting,observing, and reflecting. The data collected are in the torms of cognitive aspect and psychomotor aspect. The cognitive data collectionwas cerried out by pre test and pos test on each cycle, while for the psycomotor aspect, the writer used observation sheet on students works. The writer then analysed the data by looking at students achivement at a minumum achivement criteria. Based on the analysis data, the writer got : The mean score of pre test was 61,55; post test cycle I was 86,55; and post test cycle II was 90,33. cognitively the students achievement on cycle I and II reached the accomplishment indicator that was over 80% of the students succeded to got 90,33 on cycle Iifrom 86,55 on cycle I. The psychomotor aspect of the student on cycle 1 belong to high category, that was 96,09% and raised into 98,15% on cycle II. Based on the result, it can be concluded that the application of cooperative learning type Learning Cycle 7E on the topic “Human Digestion” could elevate the students achivement. Keyword : The Students Achivement, Learning Cycle 7E, Humen Digestion viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan Hidayahnya penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMA NEGERI 7 YOGYAKARTA PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MANUSIA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE LEARNING CYCLE 7E”. Skripsi ini disusun dan diajukan untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan , Program Studi Pendidikan Biologi. Penulis menyadari bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak , oleh karena itu penyusun mengucapkan terimakasih kepada : 1. Ibu Dra. Maslichah Asy’ari, M. Pd, selaku dosen pembimbing skripsi yang telah berkenan meluangkan waktu memberikan pengarahan dan dengan penuh sabar membimbing penulis menyusun skripsi. 2. Segenap Dosen dan Staf Sekertariat Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sanata Dharma. 3. Bapak Budi Basuki, MA Selaku Kepala SMA Negeri 7 Yogyakarta yang telah memberi ijin kepada penulis untuk mengadakan penelitian di SMA Negeri 7 Yogyakarta. 4. Ibu Dra. Aruni Ikari S. Pd, selaku guru biologi yang telah membantu untuk memberikan pengarahan kepada penulis dalam melaksanakan penelitian di SMA Negeri 7 Yogyakarta. 5. Ibu Desry Wardany, selaku laboran biologi SMA Negeri 7 Yogyakarta yang telah membantu dalam menyiapakan praktikum di sekolah. ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6. Siswa-Siswi kelas XI IA 4 SMA Negeri 7 Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 yang telah membantu penulis selama melakukan penelitian. 7. Orang tuaku Bapak Aris Purwadi M, Pd dan Siti Intam Nur Swaida serta kakaku Auromi Fitranurkhaliq S.T, terimakasihn atas doa, dukungan materiil dan dukungan moral yang telah diberikan kepada penulis selama ini. 8. Teman setiaku Muhammad Dimas Bramanti atas doa, semangat, dukungan, motivasi, fasilitas dan akomodasi yang telah diberikan selama ini. 9. Teman-teman yang telah membantu Nanda, Mitha dan seluruh teman-teman Pendidikan Biologi angkatan 2010 yang tidak bisa disebutkan satu persatu, atas doa dan semangat yang diberikan kepada penulis. 10. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah membantu dan mendukung penulis selama penyusunan skripsi. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis senantiasa menerima kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan skripsi ini. Penulis Liliana Prabanuraini x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ............................................................................... HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING........................................ HALAMAN PENGESAHAN .................................................................. HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................... PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................... LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIK ................... ABSTRAK .............................................................................................. ABSTRACT .............................................................................................. KATA PENGANTAR ............................................................................. DAFTAR ISI ........................................................................................... DAFTAR TABEL ................................................................................... DAFTAR GAMBAR ............................................................................... DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................ i ii iii iv v vi vii viii ix xi xiii xiv xv BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ............................................................... B. Rumusan Masalah ........................................................................ C. Batasan Masalah .......................................................................... D. Tujuan Penelitian ......................................................................... E. Manfaat Penelitian ....................................................................... 1 3 3 4 4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Belajar dan Pembelajaran ............................................................. B. Hasil Belajar ................................................................................ C. Pembelajaran Kooperatif .............................................................. D. Learning Cycle 7E........................................................................ E. Sistem Pencernaan pada Manusia ................................................. F. Penelitian yang Relevan ............................................................... G. Kerangka Berfikir......................................................................... H. Hipotesa Tindakan ....................................................................... 5 6 10 13 17 17 18 19 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian............................................................................. 1. Siklus I .................................................................................... a. Perencanaan ........................................................................ b. Pelaksanaan ......................................................................... c. Observasi ............................................................................ d. Refleksi ............................................................................... 2. Siklus II ................................................................................... a. Perencanaan ........................................................................ b. Pelaksanaan ......................................................................... c. Observasi ............................................................................ d. Refleksi ............................................................................... B. Setting Penelitian ......................................................................... 20 20 20 21 22 22 22 22 23 24 24 25 xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C. Instrument Penelitian.................................................................... D. Analisis Data ................................................................................ 25 27 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Hasil Penelitian ............................................................ 1. Siklus I .................................................................................. a. Perencanaan ...................................................................... b. Pelaksanaan ...................................................................... c. Tes dan Observasi Siswa ................................................... d. Refleksi............................................................................. 2. Siklus II ................................................................................. a. Perencanaan ...................................................................... b. Pelaksanaan ...................................................................... c. Tes dan Observasi Siswa ................................................... d. Refleksi............................................................................. B. Pembahasan Hasil Prestasi Belajar Siswa ..................................... 1. Aspek Kognitif ........................................................................ 2. Aspek Psikomotor .................................................................... 32 33 33 34 40 42 42 42 44 48 49 50 50 51 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan .................................................................................. B. Saran ............................................................................................ 54 54 DAFTAR PUSTAKA .............................................................................. 55 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Kriteria Tingkat Psikomotor Siswa ........................................... Tabel 3.2 Kriteria Pencapaian Target ....................................................... Tabel 4.1 Hasil Tes Awal Siswa............................................................... Tabel 4.2 Data Hasil Tes Akhir Siswa Siklus I ......................................... Tabel 4.3 Data Hasil Tes Akhir Siswa Siklus II........................................ Tabel 4.4 Perbandingan Rata-Rata Nilai Siswa ........................................ Tabel 4.5 Hasil Analisis Aspek Psikomotor Setiap Siklus ........................ xiii 30 31 32 41 48 50 52

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Tahapan Learning Cycle 7E .................................................. Gambar 4.1 Siswa Berkelompok Anggota Bebas ..................................... Gambar 4.2 Siswa Mempresentasikan Hasil Diskusi ................................ Gambar 4.3 Siswa Melakukan Praktikum................................................. Gambar 4.4 Siswa Menuliskan Hasil Praktikum di LKS .......................... Gambar 4.5 Siswa Mengerjakan Soal Akhir Siklus I ................................ Gambar 4.6 Siswa Berdiskusi Dengan Kelompok .................................... Gambar 4.7 Siswa Mengamati Minuman Siap Saji ................................... Gambar 4.8 Diagram Pencapaian Kriteria Ketuntasan Minimal Nilai Siswa ......................................................................... Gambar 4.9 Diagram Psikomotor Siswa ................................................... xiv 14 36 36 38 39 40 45 46 51 52

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 a. Materi Sistem Pencernaan Manusia ............................................. Lampiran 2 a. Silabus ........................................................................................ Lampiran 3 a. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran............................................. Lampiran 4 a. Lembar Kerja Siswa I .................................................................. b. Lembar Kerja Siswa Praktikum I ................................................. c. Lembar Kerja Siswa II................................................................. d. Lembar kerja Praktikum II.......................................................... Lampiran 5 a. Kisi-kisi penyusunan soal akhir I .................................................. b. Naskah Soal Akhir Siklus I........................................................... c. Kunci Jawaban Naskah Soal Akhir Siklus 1 ................................. d. Kisi-kisi penyusunan soal akhir I .................................................. e. Naskah Soal Akhir Siklus II ......................................................... f. Kunci Jawaban Naskah Soal Akhir Siklus 1 ................................. Lampiran 6 a. Lembar Penilaian Psikomotor Siswa Dalam Pembelajaran........... b. Lembar Penilaian Psikomotor Antar Teman ................................ c. Lembar Observasi Penilaian Praktikum Siklus I .......................... d. Lembar Observasi Penilaian Praktikum Siklus II ......................... Lampiran 7 a. Data Nilai Tes Awal Siswa ........................................................... b. Data Nilai Tes Siswa Siklus I ....................................................... c. Data Nilai Tes Siswa Siklus II ...................................................... d. Perbandingan Rata-rata Nilai Tes Siswa ....................................... Lampiran 8 a. Analisis Hasil Psikomotor siswa Siklus I ...................................... b. Analisis Hasil Psikomotor Siswa Siklus II .................................... Lampiran 9 a. Nilai Tertinggi Naskah Soal Post Test Akhir Siklus I ................... b. Nilai Tertinggi Naskah Soal Post Test Akhir Siklus II .................. c. Nilai Terendah Naskah Soal Post Test Akhir Siklus I ................... d. Nilai Terendah Naskah Soal Post Test Akhir Siklus II .................. e. Contoh Hasil Lembar Kerja SiswaI ............................................. f. Contoh Hasil Lembar Kerja Siswa II ........................................... g. Contoh Hasil Lembar Kerja Siswa Praktikum I ............................ h. Contoh Hasil Lembar Kerja Siswa Praktikum II ........................... i. Contoh Lembar Penilaian Psikomotor Antar Teman ..................... j. Contoh Lembar Penilaian Psikomotor Siswa Dalam Pembelajaran k. Contoh Lembar Observasi Penilaian Praktikum Siklus I ............... l. Contoh Lembar Observasi Penilaian Praktikum Siklus II.............. Lampiran 10 a. Surat telah Melakukan Penelitian ................................................. xv 56 76 79 99 100 106 107 108 109 110 112 113 114 116 117 118 120 121 122 123 124 126 128 130 132 134 135 136 137 145 147 148 149 150 152 153

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan salah satu negara yang sedang mengembangkan pendidikan, salah satu upaya pemerintah dalam mengembangkan pendidikan adalah dengan menyempurnakan Kurikulum Berbasis Kompetensi menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Dalam penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan, guru dapat mengembangkan baik materi pembelajaran maupun metode pembelajaran yang sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing sehingga dapat dicapai pembelajaran efektif dan menyenangkan. Kurikulum ini menuntut guru untuk lebih sabar, perhatian, penuh pengertian dan mempunyai kreativitas serta penuh dedikasi untuk menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik. Pembelajaran yang berpusat pada siswa dilaksanakan dengan pendekatan aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan dengan metode yang bervariasi. Pembelajaran yang berpusat pada siswa diharapkan mampu membekali siswa untuk dapat mengingat materi yang dipelajari, dan mampu memecahkan permasalahan yang dihadapi dalam jangka panjang. Pada kenyataannya metode pembelajaran yang berpusat pada siswa belum banyak digunakan, sedangkan metode yang sering digunakan oleh guru adalah metode ceramah. Metode ini seringkali membuat siswa hanya mendengarkan dan menerima apa yang diberikan guru tanpa ikut berperan aktif 1

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 didalamnya, sehingga diperlukan suatu metode pembelajaran yang membuat siswa berperan aktif dalam proses pembelajaran. Guru biologi masih banyak yang menerapkan metode ceramah dalam pembelajaran, hal ini dikarenakan kurangnya kreatifitas serta penguasaan metodologi pembelajaran yang sesuai dengan materi yang diajarkan. Salah satu materi pembelajaran biologi di kelas XI SMA adalah sistem pencernaan pada manusia yang dapat diajarkan dengan berbagai metode pembelajaran dengan menggunakan berbagai alat peraga maupun model pembelajaran. Di SMA N 7 Yogyakarta proses pembelajaran materi sistem pencernaan pada manusia dalam lebih banyak menggunakan metode ceramah bervariasi dan diskusi, namun pada saat penyampaian materi dengan menggunakan motode ceramah guru kurang saling berinteraksi dengan murid sehingga siswa sulit menangkap konsep materi yang diberikan. Kegiatan yang dilakukan di laboratorium pada materi tersebut dilakukan tetapi banyak siswa yang masih sulit memahami materi mengenai sistem percernaan pada manusia, pembimbingan dalam praktikum masih kurang baik. Hal tersebut dapat terlihat dari hasil evaluasi yang dilakukan pada tanggal 21 januari 2014, siswa yang mencapai KKM sekolah sebanyak 40% dan skor rata-rata kelas 61,55. Metode pembelajaran kooperatif adalah salah satu metode pembelajaran yang dapat membuat siswa berperan aktif dalam proses pembelajaran. Dalam metode pembelajaran kooperatif terdapat banyak variasi pembelajaran salah satunya adalah metode pembelajaran tipe Learning Cycle 7E.

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Materi sistem pencernaan pada manusia bisa dijelaskan dengan berbagai cara yang melibatkan siswa seperti praktikum, diskusi sehingga siswa mampu memahami materi sistem pencernaan pada manusia. Dengan pembelajaran tipe ini siswa diharapkan mampu memahami konsep sistem pencernaan pada manusia dan diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa sehingga banyak siswa mencapai nilai diatas kriteria ketuntasan minimal. B. Rumusan masalah Berdasarkan latar belakang diatas dalam penelitian tindakan kelas ini, dirumuskan masalah sebagai berikut : “Apakah metode pembelajaran Kooperatif Learning Cycle 7Edapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sistem pencernaan manusia kelas XI SMA N 7 Yogyakarta” C. Batasan Masalah Berdasarkan pada identifikasi masalah, maka dalam penelitian ini perlu diadakan pembatasan masalah sebagai berikut : 1. Materi yang digunakan adalah materi pada KD 3.1 yaitu menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan dan penyakit yang mungkin terjadi serta implikasinya pada salingtemas pada sub bab zat-zat makanan. 2. Prestasi belajar yang akan ditingkatkan dalam penelitian ini adalah hasil belajar yang dibatasi pada aspek kognitif dan psikomotor, tidak dilakukan peningkatan aspek afektif karena waktu memungkinkan dilakukan penilaian aspek afektif. terbatas sehingga tidak

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 D. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah metode kooperatif tipe Learning Cycle 7Edapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sistem pencernaan manusia kelas XI SMA N 7 Yogyakarta E. Manfaat Penelitian 1. Bagi Peneliti dapat memperoleh pengalaman dalam melakukan penelitian tindakan kelas. 2. Bagi Guru dapat mengembangkan metode pembelajaran mengenai materi sistem pencermaan manusia, sehingga siswa ikut berperan aktif dalam proses pembelajaran. 3. Bagi Sekolah dapat memperoleh masukan penggunaan metode pembelajaran yang lebih mengaktifkan siswa serta menerapkan konsep pembelajaran dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia di sekolah sehingga dapat meningkatkan mutu sekolah. 4. Bagi siswa dapat memperoleh pembelajaran biologi yang lebih menarik dan menyenangkan dan dapat meningkatkan pemahaman konsep sistem pencernaan manusia sehingga prestasi belajarnya meningkat.

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Belajar dan Pembelajaran Pada dasarnya belajar adalah proses perubahan tingkah laku berkat adanya pengalaman (Sudjana, 1989). Menurut Mursell dan Nasution (2002), pengalaman yang dilakukan tersebut haruslah membentuk makna dan pengertian. Hal tersebut sesuai dengan teori konstruktivisme, prinsip teori ini adalah belajar merupakan suatu proses pencapaian makna, oleh karena itu belajar harus dimulai dengan hal-hal yang berada di sekitar siswa sehingga siswa dapat secara aktif mencoba mencari makna dalam pembelajarannya. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. Pembelajaran yang berkualitas sangat tergantung dari motivasi pelajar dan kreatifitas pengajar. Siswa sebagai peserta didik yang memiliki motivasi tinggi dan ditunjang dengan pengajar yang mampu memfasilitasi motivasi tersebut akan membawa pada keberhasilan pencapaian target belajar. Target belajar dapat diukur melalui perubahan sikap dan kemampuan siswa melalui proses belajar. 5

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 B. Hasil Belajar Belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Perubahan sebagai hasil dari proses dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti berubah pengetahuan, pemahaman, sikap dan tingkah laku, keterampilan, kecakapan, kebiasaan, kemampuan, daya reaksi dan daya penerimaan serta perubahan aspek-aspek lain yang ada pada individu yang belajar (Sudjana, 2009 : 28). Di dalam belajar terdapat proses belajar dan hasil belajar. Menurut Sudjana (2004), Proses belajar adalah kegiatan yang dilakukan olehsiswa dalam mencapai tujuan pengajaran. Sedangkan hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya. 1. Tiga Ranah Hasil Belajar Bloom (Arikunto, 2008:117)mengemukakan tiga ranah hasil belajar yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. a. Ranah kognitif Ranah kognitif merupakan aspek yang berkaitan dengan penguasaan materi, aspek kognitif diukur dengan tes tertulis baik objektif maupun tes uraian. Kemampuan yang termasuk dalam ranah kognitif dikategorikan ke dalam enam jenjang yaitu : 1) Mengingat (C1): kemampuan mengingat dan menyatakan kembali fakta maupun konsep yang telah dipelajari.

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 2) Memahami (C2) : kemampuan menafsirkan, memberi contoh, meringkas, membandingkan dan menjelaskan. 3) Memahami Mengaplikasikan (C3) :kemampuan menjalankan dan mengimplementasikan prinsip maupun metode yang telah dipelajari pada situasi baru atau situasi baru atau situasi konkrit. 4) Menganalisis (C4) : kemampuan menguraikan suatu informasi yang dihadapi menjadi komponen-komponennya, mengorganisir dan menemukan makna tersirat. 5) Mengevaluasi (C5) : kemampuan memeriksa, mengkritik, dan mempertimbangkan suatu penyataan , uraian, pekerjaan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. 6) Menciptakan (C6) : kemampuan merumuskan, merencakan dan memproduksi suatu hal baru berdasarkan konsep maupun prinsip yang telah dipelajari. b. Ranah afektif Ranah afektif berkenaan dengan sikap dan nilai yang terdiri dari lima aspek. Kelima aspek dimulai dari tingkat dasar atau sederhana sampai tingkat yang komplek sebagai berikut 1) Reciving/attending (penerimaan) 2) Responding (jawaban) 3) Valuing (penilaian) 4) Organisasi 5) Karakteristik nilai atau internalisasi nilai

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 c. Ranah psikomotor Hasil belajar psikomotoris tampak dalam bentuk keterampilan (skill) dan kemampuan bertindak individu. Ada enam tingkatan keterampilan, yakni: 1) Gerakan reflek yaitu keterampilan pada gerakan yang tidak sadar 2) Keterampilan pada gerakan-gerakan dasar 3) Kemampuan peeseptual, termasuk di dalamnya membedakan visual, membedakan auditif, motoris, dan lain-lain 4) Kemampuan dibidang fisik, misal kekuatan, keharmonisan, dan ketepatan 5) Gerakan-gerakan skill, mulai dari keterampilan sederhana sampai pada keterampilan yang kompleks 6) Kemampuan yang berkenaan dengan komunikasi non-decursiv seperti gerakan ekspresif dan interpretatif 2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar Hasil belajar dicapai siswa dalam proses pembelajaran tidak terlepas dari beberapa faktor yang dapat mempengaruhinya yang terbagi menjadi 3 macam yaitu faktor internal siswa, faktor eksternal dan faktor pendekatan belajar. Faktor internal siswa dibagi menjadi 2 macam yaitu aspek fisik dan aspek psikologis, faktor fisik ini berkaitan dengan jasmani siswa, mata, telinga, kesehatan siswa. Aspek psikologis berkaitan dengan intelegensi siswa yang pada umumnya dapat diartikan sebagai

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 kemampuan psiko-fisik untuk mereaksi rangsangan atau menyesuaikan diri dengan lingkungan. Salah satu aspek psikologis yang berkaitan dengan intelegensi siswa yang dapat diartikan sebagai kemampuan psiko-fisik adalah sikap siswa. Sikap adalah gejala internal yang berdimensi afektif berupa kecenderungan untuk mereaksi atau merespons dengan cara yang relatif tetap terhadap objek orang, barang dan sebagainya. Bakat siswa juga berkaitan dengan faktor yang mempengaruhi belajar, seorang siswa yang berbakat dalam suatu bidang mata pelajaran akan jauh lebih mudah menyerap informasi, pengetahuan, dan keterampilan yang berhubungan dengan bidang tersebut dibandingkan dengan siswa yang lainnya. sehubungan dengan hal tersebut bakat akan mempengaruhi tinggi-rendahnya hasil belajar pada bidang studi tertentu. Faktor eksternal siswa meliputi faktor lingkungan sosial dan non sosial. Lingkungan sosial sekolah seperti para guru, staf administrasi dan teman-teman sekelas dapat mempengaruhi semangat belajar seorang siswa. Selanjutnya yang termasuk lingkungan sosial masyarakat adalah masyarakat dan tetangga juga teman sepermainan di sekitar perkampungan siswa tersebut. Lingkungan sosial yang lebih banyak mempengaruhi kegiatan belajar ialah orang tua dan keluarga siswa sendiri. Lingkungan nonsosial seperti gedung sekolah dan letaknya, cuaca dan waktu belajar faktor ini dipandang turut menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 Ranah yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah 3 ranah yaitu faktor internal, faktor eksternal dan faktor pendekatan belajar. Faktor internal ini lebih mengutamakan pada fisik siswa atau persiapan siswa dalam menerima pembelajaran yang akan diberikan. Pada Faktor eksternal berkaitan dengan interaksi guru dan siswa sehingga kemampuan siswa dalam menerima atau memahami materi pembelajaran yang diajarkan dapat diketahui. Untuk faktor pendekatan belajar dalam pemilihan metode dan strategi menggunakan metode kooperatif tipe Learning Cycle 7E. C. Pembelajaran Kooperatif Paradigma proses pembelajaran lama mengedepankan metode dimana peserta didik hanya menerima ilmu pengetahuan sepeti gelas kosong yang diisi oleh pengetahuan dari guru. Guru mengajar dengan strategi ceramah dan mengharapkan siswa duduk, diam, dengar, catat dan hafal (Lie, 2002). Padahal pengetahuan siswa tidak dalam pengetahuan yang benar- benar kosong, tetapi peserta didik sudah memiliki pengetahuan dasar mengenai materi yang akan diajarkan. Pelaksanaan pembelajaran saat ini lebih banyak dilakukan secara klasikal (Wena, 2009). Siswa bukanlah sebuah objek dari proses pembelajaran tetapi merupakan subjek. Oleh karena itu siswa seharusnya dapat terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Sedangkan guru berperan sebagai fasilitator yang mendampingi dan mengarahkan siswa mencapai tujuan pembelajaran. Dengan aktifnya siswa dalam kegiatan pembelajaran diharapkan hasil belajar dan

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 retensi siswa dapat meningkat dan kegiatan pembelajaran lebih bermakna. Melalui pembelajaran kooperatif akan memberi kesempatan pada siswa untuk dapat mengembangkan kerjasama dalam tugas-tugas terstruktur. Sehingga sumber belajar juga diperoleh dari temannya (Wena, 2009). Prinsip dasar pembelajaran kooperatif adalah siswa membentuk kelompok kecil dan saling mengajari sesamanya untuk mencapai tujuan bersama. Siswa yang memiliki kemampuan atau pengetahuan lebih dapat mengajari atau memberikan ilmunya bagi teman sekelompoknya yang kurang menguasai materi. Oleh karena itu diharapkan ketika pembagian kelompok, guru benar-benar jeli terhadap pembagian kelompok siswa. karena ada kecenderungan siswa yang cerdas lebih suka berkelompok dengan siswa yang cerdas juga sedangkan siswa yang kurang menguasai materi akan merasa diperlakukan tidak adil. Namun disamping itu, metode kooperatif mempunyai kelebihan yaitu mengembangkan karakter siswa yang cenderung pasif menjadi termotivasi untuk lebih aktif. Seperti pendapat Priyanto (2007), Siswa yang sebelumnya terbiasa bersikap pasif setelah menggunakan metode kooperatif akan terpaksa berpartisipasi secara aktif agar bisa diterima oleh anggota kelompoknya yang lain. Dalam penerapan metode kooperatif, juga harus memperhatikan unsurunsur yang saling terkait. Menurut Lie (2002) ada berbagai elemen yang merupakan ketentuan pokok dalam pembelajaran kooperatif, yaitu :

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 1. Saling ketergantungan positif Guru dituntut untuk menciptakan dan mendorong suasana dimana siswa merasa saling membutuhkan siswa lain dalam proses pembelajaran. Suasana ketergantungan tersebut dapat diciptakan melalui berbagai strategi, yaitu : a. Menumbuhkan sikap saling ketergantungan dalam mencapai tujuan b. Menumbuhkan sikap saling ketergantungan dalammenyelesaikan tugas c. Menumbuhkan sikap saling ketergantungan untuk melengkapi sumber belajar d. Menumbuhkan sikap saling ketergantungan dalam peran e. Menumbuhkan sikap saling ketergantungan untuk mendapat hadiah 2. Interaksi tatap muka Dengan adanya interaksi ini, diharapkan siswa dapat saling berdialog dan saling bekerjasama, tidak hanya dengan gurunya tetapi juga antar siswa sendiri. Dalam hal ini antar anggota kelompok melaksanakan aktivitas diskusi kelompok seperti bertanya, menjawab pertanyaan, mendengarkan dan menghargai opini teman lain, meminta bantuan, membagi tugas, memberi penjelasan dan lain sebagainya. Diharapkan melalui ini, tiap-tiap siswa dapat menjadi sumber belajar bagi teman-temannya. 3. Akuntabilitas individual Untuk mencapai tujuan kelompok yaitu keberhasilan pekerjaan kelompok, setiap siswa harus bertanggung jawab terhadap penguasaan materi secara maksimal, karena hasil belajar kelompok didasari atas rata-rata nilai

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 kelompok. Kondisi belajar seperti ini akan menumbuhkan rasa tanggung jawab setiap siswa (akuntabilitas) untuk mengembangkan kemampuan teman dalam kelompoknya yang belum menguasai materi. Tanpa ada rasa tanggungjawab individu, keberhasilan kelompok akan sulit tercapai. 4. Keterampilan menjalin hubungan antar pribadi Dalam penerapan metode kooperatif ini, guru semaksimal mungkin dapat membimbing siswa saling berkolaborasi, bekerjasama dan bersosialisasi antar anggota kelompok. Menurut Lie (2002), ada tiga hal penting yang harus diperhatikan dalam pengelolaan metode kooperatif ini, yaitu pengelompokkan, semangat pembelajaran kooperatif dan penataan ruang kelas. Sehingga proses pembelajaran akan berada dalam situasi yang lebih kondusif dan lebih mudah untuk mencapai tujuan pembelajaran bersama. D. Learning Cycle 7E Metode pembelajaranLearning Cycle 7Emerupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang mengedepankan peran siswa untuk lebih aktif dalam pembelajaran dikelas. Metode pembelajaran Learning Cycle 7E adalah suatu kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan proses pembelajaran yang berpusat pada siswa. Model pembelajaran Learning Cycle merupakan rangkaian dari tahap-tahap kegiatan (fase) yang diorganisasikan sedemikian rupa sehingga siswa dapat menguasai kompetensi-kompetensi yang harus dicapai dalam pembelajaran dengan berperan aktif.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 Metode pembelajaran Learning Cycle 7E dikembangkan dari teori perkembangan kognitif Piaget yang berbasis konstruktivisme. Piaget mengatakan bahwa belajar merupakan pengembangan aspek kognitif yang meliputi struktur, isi, dan fungsi. Struktur adalah organisasi-organisasi mental tingkat tinggi yang dimiliki individu untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapiSedangkan fungsi merupakan proses perkembangan intelektual yang mencakup adaptasi dan organisasi. Tahap-tahap Learning Cycle7E yaitu Gambar 2.1 Tahapan Learning Cycle 7E 1. Fase elicit, dimaksudkan untuk mengidentifikasi pengetahuan awal siswa, memastikan apakah siswa sudah mengetahui pelajaran yang akan dipelajari. 2. Fase engage dimaksudkan untuk menarik perhatian atau membangkitkan minat dan motivasi siswa terhadap konsep yang akan diajarkan dengan mengajukan pertanyaan, bercerita, memberikan demonstrasi, atau dengan menunjukkan suatu objek, gambar atau video.

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 3. Fase explore (menjelajahi) pada siklus belajar memberikan kesempatan bagi siswa untuk memperoleh pengetahuan dengan pengalaman langsung yang berhubungan dengan konsep yang akan dipelajari, dimana siswa mengobervasi, mengisolasi menginterpretasikan hasil variable, dan merencanakan penyelidikan, mengembangkan hipotesa dan mengorganisir kesimpulan. 4. Fase explain, siswa memberikan penjelasan tentang konsep, memperkenalkan konsep-konsep, istilah dan meringkas hasil yang diperoleh pada fase explorasi. 5. Fase elaborate, siswa diberikan kesempatan untuk menerapkan pengetahuan yang baru mereka temukan pada permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan contoh dari pelajaran yang dipelajari. 6. Fase evaluate, merupakan siklus lanjutan untuk mengevaluasi pengetahuan siswa. Dengan menggunakan penilaian formatif untuk melihat perkembangan siswa, perkembangan yang diinginkan dalam pemahaman siswa tentang konsep-konsep, prinsip dan kemampuan menerapkan konsep tersebut. 7. Fase extend adalah fase dimana siswa didorong untuk menghubungkan konsep yang mereka pelajari dengan kehidupan sehari-hari. a. Keunggulan dan kelemahan pembelajaran Learning Cycle 7E 1) Keunggulan Keunggulan pembelajaran Learning Cycle 7Eantara lain sebagai berikut:

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 1. Merangsang siswa untuk mengingat materi pelajaran yang telah mereka dapatkan sebelumnya. 2. Memberikan motivasi kepada siswa untuk menjadi efektif dan menambah rasa keingintahuan siswa. 3. Melatih siswa belajar melakukan konsep melalui kegiatan eksperimen 4. Melatih siswa untuk menyampaikan secara lisan konsep yang telah mereka pelajari 5. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berfikir, mencari, menemukan dan menjelaskan contoh penerapan konsep yang telah mereka pelajari. 6. Guru dan siswa menjalankan tahapan-tahapan pembelajaran yang saling mengisi satu sama lain. 7. Guru dapat menerapkan model ini dengan metode yang berbedabeda 2) Kelemahan Dibalik kelemahan-kelemahan metode pembelajaran Learning Cycle 7E memiliki kelemahan antara lain sebagai berikut : 1. Efektifitas guru rendah jika guru tidak menguasai materi dan langkah-langkah pembelajaran 2. Menuntut kesungguhan dan kreatifitas guru dalam merangsang dan melaksanakan proses pembelajaran

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 3. Memerlukan waktu dan tenaga yang lebih banyak untuk menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran. E. Sistem Pencernaan pada Manusia Sistem pencernaan pada manusia memiliki 3 pokok bahasan yaitu makanan bergizi, zat-zat makanan, sistem pencernaan manusia (saluran pencernaan makanan manusia) Diskripsi mengenai materi dapat dilihat pada lampiran 1. F. Penelitian Yang Relevan Penelitian Penerapan model Learning Cycle7E pada hasil belajar materi protista yang dilakukan pada tahun 2012 oleh Eka Mukaromah, Siti Harnina Bintari, Ibnul Mubarok terhadap siswa SMA N 12 Semarang yang dilaksanakan dengan pre-experimential design dengan pretest dan posttest. Setelah dianalisis dengan menggunakan pengukuran N-Gain, hasil belajar siswa tuntas >85% mengalami peningkatan pretest ke posttest dengan memperoleh gain >3 dalam kriteria sedang dan tinggi. Penelitian Model Pembelajaran Learning Cycle 7E pada hasil belajar dan motivasi belajar biologi kelas VIII6 SMP N 2 Pekanbaru yang dilakukan oleh Nur Hairani pada tahun 2011, skor rata-rata peningkatan motivasi belajar siswa pada siklus I 38,82 % mengalami peningkatan menjadi 60,61%. Daya serap siswa adalah 75,39 (kategori baik) dan Siklus II menjadi 81,45 (kategori

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 baik) dan ketuntasan belajar siswa mengalami peningkatan dengan persentase pada siklus I 89,47 meningkat pada siklus II menjadi 97,37% . G. Kerangka Berfikir Dalam proses pembelajaran, metode pembelajaran merupakan salah satu hal yang sangat menentukan keberhasilan dari sebuah proses pembelajaran. Metode pembelajaran yang tepat akan mempermudah siswa dalam memahami konsep yang diberikan oleh guru. Metode ceramah merupakan metode yang digunakan oleh Guru SMA N 7 Yogyakarta pada materi sistem pencernaan manusia. Materi pembelajaran tersebut membutuhkan pemahaman konsep yang matang. Metode ceramah yang digunakan dalam pembelajaran menyebabkan siswa kurang aktif sehingga untuk mengeksplorasi pemahaman konsep siswa terbatas. hal tersebut dapat diketahui dari hasil evaluasi belajar siswa yang tidak mencapai batas KKM. Pada pencapaian motode learning cycle yang telah dilakukan oleh Eka Mukaromah, Siti Harnina Bintari, Ibnu Mubarok terhadap siswa SMA N 12 Semarang yang dilaksanakan dengan pre-experimential design terbukti dapat meningkatkan prestasi hasil belajar pada materi protista. Berdasarkan hal tersebut peneliti akan mencoba menerapkan metode Learning Cycle 7E pada siswa kelas XI SMA N 7 Yogyakarta dengan materi sistem pencernaan manusia, diukur berdasarkan pada prestasi hasil belajar (kognitif) dan aspek psikomotor. Diharapkan metode tersebut dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep sistem pencernaan manusia.

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 H. Hipotesa Tindakan Berdasarkan kajian teori dan kerangka berpikir diatas diajukan hipotesis tindakan yaitu metode pembelajaran Learning Cycle 7Edapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sistem pencernaan manusia kelas XI SMA N 7 Yogyakarta.

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan desain penelitian tindakan kelas dengan menggunakan metode kooperatif tipe Learning Cycle 7E. Terdiri dari dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Tiap siklus mencakup tujuh tahap kegiatan yaitu tahap elicite, engage, explore,explain, elaborate, evaluate. Kegiatan pra penelitian yaitu : observasi diawal untuk identifikasi masalah, menganalisis penyebab masalah tersebut dan menetapkan tindakan pemecahan masalah. Beberapa kegiatan observasi awal yang dilakukan meliputi wawancara dengan guru dan siswa. Berdasarkan analisis data awal yang diperoleh, kemudian ditentukan tindakan yang akan digunakan yaitu dengan menerapkan metode kooperatif tipe Learning Cycle 7E pada materi Sistem Pencernaan Manusia. Rincian tindakan yang akan dilakukan dalam setiap siklus penelitian ini adalah sebagai berikut : Siklus 1 1). Perencanaan Kegiatan yang dilaksanakan pada tahap perencanaan meliputi: a. Menyiapkan instrumen pembelajaran yang telah disusun dalam persiapan penelitian meliputi : 1. Silabus 2. RPP siklus I 20

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 3. Lembar kerja siswa siklus I 4. Media dan bahan pembelajaran yang akan digunakan b. Menyiapkan instrumen penelitian meliputi : 1. Soal Pre-test 2. Soal Post test siklus I 3. Lembar observasi siswa 2) Pelaksanaan Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Learning Cycle 7E dimana dalam pelaksanaan akan melakukan 7 tahapan yaitu : 1. Fase elicit, guru mengucapkan salam dan memeriksa kehadiran siswa serta memberikan pertanyaan kepada siswa untuk mengetahui pengetahuan awal siswa mengenai materi zat-zat makanan. 2. Fase engage guru memberikan motivasi kepada siswa dengan memberikan pertanyaan yang membangkitkan motivasi belajar serta untukl menjajagi pengetahuan dan wawasan siswa. 3. Fase explore guru mulai mengeksplorasi pengetahuan siswa dengan memberikan tanya jawab mengenai materi zat-zat makanan dan meminta siswa untuk duduk berkelompoksesuai yang diinginkan siswa. 4. Fase explain, siswa mempresentasikan hasil diskusi mengenai zat-zat makanan, teman-teman lain menanggapi.

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 5. Fase elaborate, siswa diberikan kesempatan untuk menerapkan pengetahuan yang baru mereka temukan pada pada saat pelaksanaan praktikum yang diberikan. 6. Fase evaluate, guru memberikan evaluasi akhir siklus pada pertemuan ke 2 untuk mengetahui hasil prestasi belajar. 7. Fase extend adalah menghubungkan konsep gurur yang mengajak mereka siswa pelajari untuk dengan kehidupan sehari-hari. 3) Observasi Peneliti berperan sebagai pengamat. Peneliti mengamati siswa berdiskusi dalam kelompok dan saat pelaksanaan praktikum mengambil penilaian psikomotor siswa. 4) Refleksi Berdasarkan data yang diperoleh dalam tindakan dan observasi yang diperoleh, guru sebagai peneliti melakuakan evaluasi untuk menemukan keberhasilan dari dampak tindakan yang telah dilakukan terhadap peningkatan kualitas proses pembelajaran, hasil belajar dan psikomotor siswa. Guru merefleksi kelemahankelemahan yang dapat di perbaiki sebagai dasar rencana tindakan pada siklus berikutnya. Siklus 2 1) Perencanaan

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 a. Menyiapkan instrumen pembelajaran yang telah disusun dalam persiapan penelitian meliputi : 1. Silabus 2. RPP siklus II 3. Lembar kerja siswa siklus II 4. Media dan bahan pembelajaran yang akan digunakan b. Menyiapkan instrumen penelitian meliputi : 1. Soal Pre-test 2. Soal Post test siklus II 3. Lembar observasi siswa 2) Pelaksanaan Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Learning Cycle 7E, perbedaan dengan siklus I adalah pada Siklus II ini anggota kelompok dipilih oleh guru. Dalam pelaksanaan akan melakukan 7 tahapan yaitu : 1. Fase elicit, guru mengucapkan salam dan memeriksa kehadiran siswa, mengecek pengetahuan awal siswa tentang zat aditif. 2. Fase engageguru menarik perhatian siswa dengan memberikan pertanyaan dan video terkait materi zat aditif yang akan dipelajari. 3. Fase exploreguru meminta siswa untuk duduk sesuai kelompok yang telah dipilihkan oleh guru, siswa diberikan lks untuk didiskusikan bersama teman kelompok.

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 4. Fase explain, siswa mempresentasikan hasil diskusi mengenai zat aditif teman kelompok lain menanggapi, setelah siswa selesai mempresentasikan, guru menjelaskan materi mengenai zat aditif. 5. Fase elaborate, siswa menerapkan konsep yang dipahami dan membuktikan melalui praktikum yang dilakukan bersam teman kelompok, guru membimbing siswa. 6. Fase evaluateguru memberikan tes akhir siklus II setelah selesai pembelajaran pertemuan kedua untuk mengetahui hasil belajar siswa. 7. Fase extend adalah guru membimbing siswa untuk menghubungkan konsep yang mereka pelajari dengan kehidupan sehari-hari. 3) Observasi Peneliti berperan sebagai pengamat. Peneliti mengamati siswa berdiskusi dalam kelompok dan saat pelaksanaan praktikum mengambil penilaian psikomotor siswa. 4) Refleksi Berdasarkan data yang diperoleh dalam tindakan dan observasi yang diperoleh, guru sebagai peneliti melakuakan analisis evaluasi untuk menemukan keberhasilan dari dampak tindakan yang telah dilakukan terhadap peningkatan kualitas proses pembelajaran, hasil belajar dan psikomotor siswa.

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 B. Setting Penelitian 1) SubyekPenelitian Subyek dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah kelas XI IPA 4 SMA N 7 Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 2) Obyek Penelitian Obyek dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa yang berupa nilai kognitif dan psikomotor 3) Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMA N 7 Yogyakarta di Jalan MT. Haryono no 47 Yogyakarta 4) Waktu Penelitian Dilaksanakan pada bulan Maret 2014 C. Instrumen Penelitian Instumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua jenis yaitu instrumen pembelajaran dan instrumen pengumpulan data. Intrumen pembelajaran digunakan untuk menunjang proses pembelajaran sedangkan instrumen pengumpulan data digunakan untuk memperoleh data dalam penelitian. 1) Instrumen pembelajaran a. Silabus XI b. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) siklus 1 c. Lembar Kerja Siswa (LKS) 2) Instrumen pengumpulan data

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen tes yang berupa tes kemampuan kompetensi siswa, dan instrumen non tes yang berupa lembar observasi. a. Instrumen tes Instrumen tes digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa (Kognitif). Instrumen tes berupa tes verbal tertulis dengan model soal uraian. Tes diberikan pada pertemuan pertama sebagai pretest dan pada akhir pertemuan setiap siklus sebagai posttest. Pretest merupakan tes yang diberikan kepada siswa sebelum proses belajar dimulai. Tes ini ditujukan untuk mengetahui kemampuan awal siswa dari materi yang akan dipelajari. Soal pretest berupa uraian singkat. Posttest atau tes kemampuan akhir siswa diberikan setelah akhir pembelajaran. Tes ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh pemahaman siswa setelah mendapatkan perlakuan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Learning cycle 7E. Soal posttest berupa soal uraian singkat. b. Intrumen non-tes Instumen non tes digunakan untuk mengukur psikomotor siswa. Instumen non tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi. 1. Lembar observasi

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 Lembar observasi digunakan untuk mengetahui hasil belajar berupa psikomotor yang ditunjukkan siswa dalam kegiatan pembelajaran dan aktivitas di dalam kelas selama mengikuti proses pembelajaran di dalam kelompok. Lembar observasi yang digunakan untuk penilaian berasal dari siswa berbobot 30 % dan penilaian guru 70%. D. Analisi Data Validitas yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi (content validity). Suatu tes dapat dikatakan valid secara isi adalah apabila tes tersebut sudah dinyatakan oleh beberapa ahli dengan pertimbangan tes yang akan dipakai telah benar untuk mengukur kesanggupan/kemampuan seseorang dalam bidang tersebut. Menurut Kountur (2003), pertanyaan pada tes haruslah berhubungan dengan materi yang bersangkutan dan benar-benar mengukur kemampuan seseorang dalam bidang tersebut, apabila ada dua ahli menyatakan pendapat berbeda pada suatu tes maka bisa ditentukan dengan meminta pendapat ahli lain bahwa tes atau soal tersebut bisa dipakai atau tidak. Pada content validity penyusunan tes didasarkan pada kurikulum dan isi buku yang dijadikan bahan acuan. Soal yang digunakan akan dikonsultasikan dengan guru pamong dan dosen pembimbing. 1) Teknik pengumpulan data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dapat dibagi menjadi empat tahap yaitu :

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 a. Tes Kemampuan awal siswa adalah tes yang diberikan pada siswa untuk mengetahui kemampuan awal siswa dari materi yang akan dipelajari. b. Tes kemampuan akhir siswa diperoleh dengan memberikan soal kepada siswa setelah pembelajaran. Tes kemampuan akhir ini digunakan untuk mengetahui seberapa jauh pemahaman siswa setelah mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan metode Learning Cycle 7E c. Lembar observasi Lembar penilaian psikomotor diperoleh dari penilaian observer terhadap kegiatan siswa dan proses pembelajaran serta penilaian aktifitas di dalam kelas selama mengikuti proses pembelajaran. 2) Teknik analisis data Data yang diperoleh dari penelitian ini berupa data nilai hasil pretest posttest, dan observasi terhadap keaktifan siswa. Analisis data dilakukan dengan analisis kuantitatif dan kemudian diolah menjadi data deskriptif. Analisis data yang diolah terdiri dari : a. Hasil Posttest Tes diadakan pada setiap siklus untuk mengetahui dan mengukur kemampuan pemahaman siswa terhadap materi. Untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep dapat diketahui dari persentasi hasil posttest pada tia p siklus, menggunakan rumus sebagai berikut : yang dilakukan dengan

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 Nilai = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑏𝑒𝑛𝑎𝑟 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑥 100 b. Untuk melihat ketercapaian indikator dari segi nilai rata-rata siswa, dilakukan penghitungan nilai rata-rata dengan rumus: 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑟𝑎𝑡𝑎 − 𝑟𝑎𝑡𝑎 = dengan: ∑𝑋 ∑𝑁 ∑ X = Jumlah semua nilai siswa ∑ N = Jumlah siswa c. Untuk menghitung presentase jumlah siswa yang mencapai KKM digunakan rumus : %𝐾𝐾𝑀 = dengan : 𝑋 𝑥 100% 𝑁 X = Jumlah siswa yang mencapai KKM N = Jumlah seluruh siswa d. Data lembar observasi atau pengamatan psikomotor siswa akan dianalisis dengan perhitungan sebagai berikut : 1) Psikomotor siswa dinilai oleh guru dan siswa. Bobot dalam penilaian psikomotor yang dinilai siswa 30 % dan bobot penilaian guru 70% sehingga perhitungan nilai akhir siswa menggunakan rumus : a. Penilaian Psikomotor Siklus I Nilai = � {(𝟑 ×𝑿) + (𝟕 ×𝒀)} 𝑍 × 100%�+� × 100%� 90 26 2

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 dengan : X = Total penilaian siswa Y = Total penilaian Guru Z = Nilai Praktikum b. Penilaian Psikomotor Siklus II Nilai = � {(𝟑 ×𝑿) + (𝟕 ×𝒀)} 𝑍 × 100%�+� × 100%� 24 90 2 dengan : X = Total penilaian siswa Y = Total penilaian Guru Z = Nilai Praktikum Untuk mengetahui skor rata-rata psikomotor setiap siswa digunakan rumus sebagai berikut : Nilai rata-rata = 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 Hasil perhitungan diinterpretasikan dengan menggunakan indeks gain atau tingkat pemahaman siswa sebagai berikut : Tabel 3.1 Kriteria Tingkat Psikomotor Siswa Indeks Gain Interpretasi g >70 Tinggi 30 < g ≤ 70 Sedang g ≤ 30 Rendah

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 Tabel 3.2 Kriteria Pencapaian Target No Indikator Awal Target 1. Rata-rata nilai 61,55 80 40% 75% Psikomotor B e l um 60% siswa siswa terukur memiliki siswa 2. Jumlah siswa yang mencapai KKM 3. psikomotor tinggi

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Diskripsi Hasil Penelitian Berdasarkan data prestasi hasil belajar siswa pada proses pembelajaran yang telah dilaksanakan sebelumnya, untuk materi zat-zat makanan skor tertinggi pada tes awal adalah 85 dan terendah 42,5. nilai rata-rata yang diperoleh yaitu 61,55. Jumlah siswa yang telah memenuhi standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 40%. Rincian tabel hasil data tes awal siswa dapat di lihat pada lampiran 7. Tabel 4.1 Tabel Hasil Tes Awal Nilai Tertinggi 85 Nilai Terendah 42,5 Nilai Rata-rata 61,55 Pencapaian KKM 40% Hasil ini masih tergolong rendah, sehingga perlu ada upaya peningkatan prestasi belajar para siswa, upaya-upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan memilih metode pembelajaran yang tepat atau faktor lain yang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa yang lebih baik dan lebih spesifik pada topik atau bahasan yang dikaji, seperti pemilihan alat peraga, media pembelajaran, buku referensi, yang tepat. Prestasi belajar yang tinggi merupakan harapan dan keinginan dari kedua belah pihak baik guru maupun siswa dalam proses pembelajaran. Pengalaman pembelajaran akan lebih bermakna bila dalam proses pembelajaran menggunakan 32

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 pendekatan saintifik, dimana pembelajaran akan dapat memaksimalkan aspek psikomotor atau ketrampilan kerja dan pemahaman konsep. Sehingga siswa memperoleh pengalaman langsung dalam menerapkan konsep yang telah dibangun dalam pemikiran siswa untuk membuktikan kebenaran konsep dengan eksperimen di Laboratorium atau praktek di lapangan, karena alasan tersebut peneliti menggunakan pembelajaran kooperatif tipe learning cycle7E dalam pembelajaran zat-zat makanan. Penelitian ini dimulai tanggal 23 April 2014 dan dilaksanakan dalam dua siklus.Pelaksanaan penelitian tindakan kelas pada siklus I dan II terdiri dari 7 tahap yaitu elicit, engage, explore, explain, evaluate dan extand. Diskripsi penelitian tindakan kelas tentang pembelajaran biologi materi sistem pencernaan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Learning Cycle7E adalah sebagai berikut : 1. Siklus I a. Perencanaan Peneliti melakukan perencanaan sebelum melaksanakan tindakan. Kegiatan yang dilakukan pada tahap perencanaan sebagai berikut : 1) Penyusunan Silabus 2) Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang akan digunakan peneliti sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dikelas.

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 3) Penyusunan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang akan digunakan dalam pembelajaran sebagai bahan diskusi kelompok. LKS ini dikonsultasikan dengan guru dan dosen pembimbing. 4) Menyusun instrumen penelitian yang terdiri atas lembar tes dan observasi siswa a. Instrument test Soal tes disusun oleh peneliti untuk mengukur hasil belajar siswa (kognitif). Dalam pembuatan soal tes dibimbing oleh dosen dan guru mata pelajaran biologi kelas XI IPA 4. Soal ini terdiri dari 5 soal untuk akhir siklus I. b. Instrumen non tes Instrumen non tes adalah lembar observasi siswa untuk penilaian aspek psikomotor siswa aktivitas dikelas selama mengikuti proses pembelajaran. 5) Melakukan koordinasi dengan penjaga laboratorium biologi untuk menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam pembelajaran. 6) Menyiapkan alat dokumentasi yang diperlukan. b. Pelaksanaan Pelaksanaan tindakan di kelas merupakan penerapan rancangan tindakan yang dilaksanakan oleh peneliti. Selama pelaksanaan berlangsung peneliti bertindak sebagai pelaksana pembelajaran di kelas. Guru memberikan pembelajaran materi zat-

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 zat makanan. Berikut kegiatan yang dilakukan pada tahap pelaksanaan tindakan : 1) Pertemuan Pertama a. Fase elicit Guru menyapa siswa dan memeriksa kehadiran siswa, siswa mempersiapkan buku, dan perlengkapan belajar lainnya. Guru memberikan pengetahuan awal siswa dengan memberikan pertanyaan berkaitan materi yang akan dipelajari. b. Fase engage Guru memberikan gambar mengenai makanan 4 sehat 5 sempurna untuk menarik perhatian siswa agar bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. Guru bertanya kepada siswa, sebutkan apa saja jenis makanan yang termasuk makanan 4 sehat 5 sempurna? Siswa menyebutkan semua jenis makanan yang terkandung dalam 4 sehat 5 sempurna. c. Fase explore Guru meminta siswa untuk berkelompok (anggota kelompok bebas) tiap kelompok terdiri 4 sampai 5 siswa, Siswa membuat kelompok masing-masing sesuai dengan yang diinginkan. Lalu guru memberikan LKS pada setiap kelompok. Siswa berdiskusi mengenai zat-zat makanan. Pada tahap ini siswa diberi kesempatan untuk membangun

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 konsep dari hasil explorasi secara berkelompok. Siswa mampu bekerjasama dengan baik terlihat dari gambar berikut ini. Gambar 4.1 Siswa berkelompok anggota bebas d. Fase explain Siswa mempresentasikan hasil diskusi mengenai zat-zat makanan, dan teman kelompok lain menanggapi. Kelompok lain menyimak hasil diskusi yang sedang dipresentasikan dengan baik. Hal tersebut terlihat pada gambar dibawah ini. Gambar 4.2 Siswa mempresentasikan hasil diskusi

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 e. Fase elaborate Guru memberikan kesempatan bertanya kepada siswa mengenai materi zat-zat makanan yang dipelajari. Guru menjelaskan praktikum yang dilakukan pada pertemuan yang akan datang dan memberikan LKS Uji Zat makanan. Siswa banyak bertanya mengenai contoh makanan yang sering dikonsumsi dan berkaitan dengan zat makanan dalam 4 sehat 5 sempurna. f. Fase evaluate Evaluasi lisan diberikan kepada siswa untuk mengulang konsep yang telah dipahami oleh siswa berkaitan zat-zat makanan. Siswa mampu menjawab semua evaluasi lisan yang diberikan oleh guru. g. Fase extend Siswa membuat kesimpulan bersama guru, dan mengajak siswa untuk merefleksikan kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan makanan. Siswa mampu menyimpulkan mengenai pentingnya makanan 4 sehat 5 sempurna bagi kehidupan. 2) Pertemuan kedua a. Fase elicit Guru mengucapkan salam dan memeriksa kehadiran siswa. Guru bertanya kepada siswa sudahkah menu sarapan hari

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 ini tergolong 4 sehat 5 sempurna. Guru memeriksa kesiapan siswa untuk belajar dan menjajaki pengetahuan siswa mengenai materi yang akan diajarkan. b. Fase engage Siswa lebih termotivasi dalam mengikuti pembelajaran ketika guru memberikan pertanyaan seputar makanan 4 sehat 5 sempurna, menayakan menu sarapan siswa hari ini. Siswa menjawab dengan antusias. guru memeriksa bahan yang wajib dibawa oleh siswa untuk melakukan praktikum uji makanan. c. Fase explore Pada tahap ini siswa mengeksplorasi pengetahuan dengan pengalaman langsung, siswa melakukan praktikum uji makanan, bahan yang digunakan adalah bahan yang biasa dikonsumsi oleh siswa. Siswa antusias dalam melaksanakan praktikum yang dapat terlihat pada gambar dibawah ini. Gambar 4.3. Siswa melakukan Praktikum

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 d. Fase explain Siswa menjelaskan hasil praktikum dengan menjawab pertanyaan pada LKS yang diberikan. Dalam LKS terdapat berbagai pertanyaan yang harus dijelaskan oleh siswa berkaitan dengan praktikum uji makanan yang dilakukan. Gambar 4.4. Siswa Menuliskan Hasil Praktikum di LKS e. Fase elaborate Guru membahas hasil praktikum dengan siswa dan membuat kesimpulan akhir. Guru memberikan penjelasan beberapa materi mengenai reagen yang digunakan dalam pelaksanaan praktikum. Dalam penjelasan guru membangun konsep siswa dengan tanya jawab dan siswa diminta untuk berpikir kritis mengenai reagen yang digunakan. f. Fase evaluate Guru memberikan evaluasi pada akhir siklus untuk mengetahui perkembangan pengetahuan siswa dan hasil belajar siswa setelah dilaksanakan pembelajaran dengan tipe Learning cycle 7e. Ujian akhir siklus berupa soal

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 tertulis uraian, dalam proses mengerjakan soal akhir siklus siswa berjalan dengan tenang. Terlihat pada gambar berikut ini. Gambar 4.5. Siswa mengerjakan soal akhir siklus I g. Fase extend Guru bersama siswa membahas mengenai hal-hal yang perlu dilakukan dalam mengkonsumsi makanan dengan dalam kehidupan sehari-hari. c. Tes dan Observasi Siswa 1) Data Hasil Tes Siklus I Hasil tes siswa pada siklus I pada materi zat-zat makanan nilai tertinggi yaitu 95 dan nilai terendah 70. Rata-rata tes siklus I sebesar 86,55% dan termasuk dalam kriteria tinggi. Nilai seluruh siswa sudah memenuhi standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 Tabel 4.2 Hasil Tes Akhir Siklus I Nilai Tertinggi 95 Nilai Terendah 70 Nilai Rata-rata 86,55 Pencapaian KKM 100% 2) Data Hasil Observasi Peneliti bertindak sebagai guru. Observasi yang dilakukan pada penelitian ini adalah observasi psikomotor siswa yang diamati dari cara siswa saat berdiskusi dan melakukan kegiatan praktikum selama proses pembelajaran berlangsung. Penilaian psikomotor siswa dilakukan oleh siswa dan guru. Setiap siswa diberi kertas observasi psikomotor dan siswa diminta untuk mengisi skor psikomotor teman satu kelompok pada saat berdiskusi. Penilaian akhir psikomotor siswa dengan menghitung penilaian psikomotor antar teman dijumlahkan dengan penilaian guru dan ditambahkan penilaian praktikum. Setelah dilakukan perhitungan skor psikomotor pada 27 siswa semua termasuk dalam katagori sedang hingga tinggi. Prosentase rata-rata aspek psikomotor siswa adalah 81,79%. Tabel rincian data hasil observasi psikomotor siswa siklus I.

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 d. Refleksi Berdasarkan analisis yang telah dilakukan ketuntasan minimal siswa dari hasil tes aspek kognitif diketahui prosentase ketuntasan siswa 100%, pada aspek psikomotor siswa yang telah termasuk dalam katagori tinggi 81,48% dan 18,52% dalam kategori sedang. Saat pengambilan data dalam pelaksanaan pembelajaran waktu yang digunakan sedikit berlebih kurang sesuai dengan Rencana pelaksanaan pembelajaran. Hasil tersebut sudah melampaui target yang ditentukan, namun untuk lebih mendapat hasil yang matang untuk meningkatkan nilai psikomotor maka dilakukan siklus II yang diharapkan dapat diperoleh hasil yang lebih tinggi. 2. Siklus II Siklus dua dilaksanakan dalam 2 pertemuan, materi yang dipelajari adalah zat-zat aditif. Pada pertemuan pertama pembelajaran dilakukan didalam kelas, untuk pertemuan kedua pembelajaran dilakukan di laboratorium biologi. a. Perencanaan Peneliti melakukan perencanaan sebelum melaksanakan tindakan. Kegiatan yang dilakukan pada tahap perencanaan sebagai berikut : 1) Penyusunan Silabus

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 2) Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang akan digunakan peneliti sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dikelas. 3) Penyusunan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang akan digunakan dalam pembelajaran sebagai bahan diskusi kelompok. LKS ini dikonsultasikan dengan guru dan dosen pembimbing. 4) Menyusun instrumen penelitian yang terdiri atas lembar tes dan observasi siswa c. Instrument test Soal tes disusun oleh peneliti untuk mengukur hasil belajar siswa (kognitif). Dalam pembuatan soal tes dibimbing oleh dosen dan guru mata pelajaran biologi kelas XI IPA 4. Soal ini terdiri dari 5 soal untuk akhir siklus I. d. Instrumen non tes Instrumen non tes adalah lembar observasi siswa untuk penilaian aspek psikomotor siswa aktivitas dikelas selama mengikuti proses pembelajaran. 5) Melakukan koordinasi dengan penjaga laboratorium biologi untuk menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam pembelajaran. 6) Menyiapkan alat dokumentasi yang diperlukan.

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 b. Pelaksanaan Siklus dua dilaksanakan dengan 2 kali pertemuan. Peneliti bertindak sebagai guru, dalam siklus ke 2 ini lebih fokus pada materi zat-zat aditif yang biasa digunakan masyarakat untuk pembuatan makanan dan minuman. Berikut kegiatan yang dilakukan pada tahap pelaksanaan : 1) Pertemuan Pertama a. Fase elicit Guru memberikan salam pembuka dan memeriksa kehadiran siswa. Guru bertanya kepada siswa tentang penggunaan motto atau penyedap rasa dirumah. Pertanyaan itu diberikan kepada siswa untuk mengetahui pengetahuan awal siswa mengenai zat aditif yang akan dipelajari. b. Fase engage Pada fase ini guru meminta siswa untuk berkelompok (4-5 siswa) sesuai hitungan yang diberikan oleh guru. Kelompok pembelajaran ini dengan siklus pertama berbeda anggotanya. Untuk menarik perhatian siswa guru menayangkan video kasus penyalahgunaan zat aditif. Hal ini untuk menarik perhatian siswa agar antusias dalam mengikuti pembelajaran hari ini.

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 Gambar 4.6. Siswa berdiskusi dengan kelompok c. Fase explore Guru memulai untuk mengeksplorasi pengetahuan siswa dengan bertanya mengenai zat aditif, pengertian, macammacam zat aditif, kasus yang sering terjadi sehingga siswa mampu memahami konsep mengenai materi yang diberikan. d. Fase explain Guru meminta siswa untuk menjelaskan kembali dari hasil jawaban yang disebutkan siswa dengan memberikan pertanyaan, contoh kasus dan sebab akibat apa yang dirasakan bila mengkonsumsi bahan zat aditif yang berbahaya dan tidak berbahaya. e. Fase elaborate Siswa diberi kesempatan untuk mengidentifikasi zat-zat aditif yang terkandung dalam makanan dan minuman siap saji yang diberikan oleh guru. Pada tahap ini siswa mampu menerapkan pengetahuan baru mereka tentang macammacam jenis zat aditif dan contohnya.

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 Gambar 4.7.Siswa mengamati minuman siap saji f. Fase evaluasi Evaluasi yang diberikan oleh guru secara lisan mengenai macam-macam zat aditif yang terdapat pada contoh makanan siap saji yang digunakan untuk pengamatan. g. Fase extend Guru bersama siswa membuat kesimpulan bersama-sama mengenai materi pembelajaran hari ini. Guru membimbing siswa untuk mengkaitkan materi pembelajaran hari ini dengan kegiatan sehari-hari siswa. Siswa mampu memahami apa yang seharusnya dilakukan dalam penggunaan zat aditif. 2) Pertemuan kedua a. Fase elicit Guru mengucapkan salam dan memeriksa kehadiran siswa. Guru memeriksa persiapan siswa dengan menanyakan kesiapan siswa untuk memulai praktikum.

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 b. Fase engage Untuk menarik perhatian siswa guru memberikan pertanyaan kepada siswa mengenai janjanan atau makanan ringan yang biasa dikonsumsi sewaktu masih kecil seperti saat siswa masih bersekolah di Sekolah Dasar, siswa menanggapi dengan antusias. c. Fase explore Guru meminta siswa untuk duduk sesuai anggota kelompok masing-masing. Sebelum memulai melaksanakan praktikum guru bertanya kepada siswa efek apa yang biasanya terjadi saat mengkonsumsi zat pewarna yang sintetis. Guru membimbing siswa untuk memahami perbedaan zat aditif alami dan buatan. d. Fase expalain Guru meminta salah satu siswa untuk menjelaskan kembali terkait beberapa jawaban atas pertanyaan yang diberikan. Siswa dapat menemukan konsep pada materi pembelajaran yang diajarkan. Guru menjelaskan tahap-tahap yang harus dilakukan dalam melaksanakan praktikum. e. Fase elaborate

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 Siswa melaksanakan praktikum setiap meja diberi beberapa tipe saos lalu di uji coba di tangan untuk mengetahui adanya zat pewarna atau tidaknya. Siswa membuat kesimpulan berdasarkan percobaan yang dilakukan pada LKS. f. Fase evaluasi Guru memberikan evaluasi akhir siklus untuk mengetahui hasil belajar siswa. Soal yang diberikan dalam bentuk uraian dan dikerjakan secara mandiri. g. Fase extend Dari hasil percobaan yang dilakukan ada sempel saos yang diambil dari kantin yang mengandung zat pewarna sintesis. Dari hasil praktikum tersebut guru membimbing siswa untuk lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi saos. c. Tes dan Observasi Siswa 1) Data Hasil Test Siklus II Dari hasil tes akhir siklus II nilai tertinggi adalah 100 dan terendah 75. rata-rata nilai tes akhir siklus II adalah 90,33%. Nilai Seluruh siswa sudah memenuhi standar Ketuntasan Minimal (KKM). Tabel 4.3. Data Hasil Tes Akhir Siklus II Nilai Tertinggi 100 Nilai Terendah 75 Nilai Rata-rata 90,33 Kriteria

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 Pencapaian KKM 100% 2) Data Hasil Observasi Observasi yang dilakukan pada siklus II ini, masingmasing siswa melakukan penilaian kepada temannya pada saat berdiskusi tentang pengamatan produk makanan dan minuman. Penilaian psikomotor siswa dilakukan dengan menjumlahkan semua nilai psikomotor antar teman, penilaian guru dan nilai praktikum yang dilakukan. Pada saat melakukan praktikum uji zat pewarna makanan, aspek psikomotor siswa juga dinilai. Rata-rata hasil psikomotor siswa pada siklus II yaitu 98,15% termasuk dalam kriteria tinggi. Tabel Rincian analisis psikomotor siswa terdapat pada lampiran 21. d. Refleksi Refleksi dilakukan oleh peneliti, berdasarkan hasil analisis dalam penggunaan model Learning Cycle 7E berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana yang telah disusun sebelumnya. Pada siklus II proses pembelajaran berjalan dengan maksimal. Antusias siswa dalam mengikuti pembelajaran terlihat dari aspek psikomotor siswa yang mengalami peningkatan dari siklus I (81,79%) meningkat pada siklus II (98,15%) dan termasuk dalam katagori tinggi. Dalam prestasi belajar siswa ditinjau dari aspek

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 kognitif mengalami peningkatan, dari siklus I sebesar 86,55% meningkat pada siklus II menjadi 90,33%. B. Pembahasan Hasil Prestasi Belajar Siswa 1. Aspek Kognitif Dalam pembelajaran menggunakan Learning Cycle 7E ini lebih menerapkan interaksi antara guru dan siswa sehingga siswa mampu membentuk konsepnya sendiri, dan pada fase elaborate siswa mampu menerapkan konsep atau pengetahuan baru sehingga dapat membuktikan apakah konsep yang dipahami siswa benar atau salah, inilah yang membedakan tahapan pembelajaran Learning Cycle dibandingkan dengan pembelajaran pada umumnya. Peningkatan prestasi belajar aspek kognitif dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Learning Cycle 7E diukur melalui peningkatan skor pada tes awal, tes akhir siklus I dan tes akhir siklus II. Dari hasil perhitungan rata-rata nilai tes siswa diperoleh sebagai berikut. Tabel 4.4. Perbandingan Rata-Rata Nilai Tes Siswa Tes Akhir Tes Akhir siklus I Siklus II Nilai Tertinggi 95 100 Nilai Terendah 70 75 Nilai Rata-rata 86,55 90,33 Pencapaian KKM 100% 100% Pembanding

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 Dari data nilai tes akhir siklus I dan tes akhir siklus II dapat dianalisis sebagai berikut. a. Nilai tertinggi pada tes akhir siklus I adalah 95 dan tes akhir siklus II 100. b. Nilai terendah pada tes akhir siklus I adalah 70 dan tes akhir siklus II adalah 75. c. Nilai rata-rata tes akhir siklus I adalah 86,55 dan tes akhir siklus II adalah 90,33. Nilai rata-rata tes akhir siklus II lebih besar dari pada tes akhir siklus I dan nilai tes akhir siklus I lebih besar dari pada nilai tes awal, maka terdapat peningkatan hasil belajar siswa setelah diberi pembelajaran dengan menggunakan model kooperatif tipe Learning Cycle 7E. d. Pencapaian kriteria ketuntasan minimal pada tes awal 40% meningkat pada tes akhir siklus I dan II menjadi 100% Pencapain Kriterian Ketuntasan Minimal Nilai Siswa (%) 120 100 80 60 Pencapain Kriterian Ketuntasan Minimal (%) 40 20 0 Siklus 1 Siklus 2

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 Gambar 4.8. Pencapaian Kriteria Ketuntasan Minimal Nilai Siswa 2. Aspek Psikomotor Dari hasil observasi penilaian aspek psikomotor siswa selama proses pembelajaran siklus I dan II diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 4.5. Hasil Analisis Aspek Psikomotor Setiap Siklus Data Hasil Psikomotor Siswa Setiap Siklus Siklus Hasil (%) Kriteria 18,52 Sedang 81,48 Tinggi 98,15 Tinggi I II Berdasarkan data pada tabel diatas, dapat dibuat diagram aspek psikomotor siswa setiap siklus sebagai berikut. 100 80 60 Psikomotor Siswa (%) Siklus I 40 Psikomotor Siswa (%) Siklus II 20 0 Rendah (R) Sedang (S) Tinggi (T) Gambar 4.9. Diagram Aspek Psikomotor Siswa Dari Grafik diatas diperoleh hasil bahwa aspek psikomotor siswa secara berkelompok mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II.

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 Pada Siklus I siswa yang termasuk dalam kategori tinggi yaitu 81,48% dan 18,52% dalam kategori sedang, agar mendapatkan hasil yang lebih matang dan adanya peningkatan nilai siswa yang masih termasuk dalam kategori sedang maka dilakukan pembelajaran siklus II untuk mengetahui adanya peningkatan nilai aspek psikomotor. Setelah dilaksanakan pembelajaran pada siklus II psikomotor seluruh siswa meningkat menjadi 98,15%. Faktor-faktor penghambat sehingga nilai psikomotor siswa kurang maskimal pada siklus I yaitu siswa masih kurang teliti, kurang tanggung jawab dalam melaksanakan praktikum uji makanan. Setelah selesai meminjam alat masih ada 1 kelompok yang menggembalikan alat dalam keadaan kurang bersih. Faktor pendukung dalam penelitian adalah ketersediaan bahan dan alat untuk praktikum sehingga siswa mampu melakukan praktikum secara maksimal, selain itu adanya interaksi antara siswa dan guru pada saat melakukan praktikum. Dari hasil data tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model kooperatif tipe Learning Cycle 7E dapat meningkatkan prestasi aspek psikomotor siswa. Hal ini ditunjukan dengan meningkatnya rata-rata aspek psikomotor siklus I 81,79% dan meningkat pada siklus II 98,15% siswa termasuk dalam kriteria tinggi. Hasil data tersebut sudah sesuai dengan kriteria pencapaian target psikomotor yaitu lebih dari 60% siswa memiliki nilai psikomotor tinggi.

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan di SMA Negeri 7 Yogyakarta dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Learning Cycle 7E mampu meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IA4. Peningkatan hasil belajar siswa tersebut terlihat dari aspek kognitif dan psikomotor. Peningkatan hasil belajar siswa dari aspek kognitif yaitu rata-rata hasil tes akhir siklus I 86,55 meningkat pada tes akhir siklus II menjadi 90,33. Seluruh siswa tuntas dan 100% siswa dapat mencapai nilai lebih besar dari kriteria ketuntasan minimal. Keberhasilan prestasi belajar pada aspek psikomotor tampak dari hasil observasi yang menyatakan 100% jumlah siswa telah masuk dalam kriteria tinggi pada siklus II. Hal ini menunjukan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Learning Cycle 7E dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sistem pencernaan manusia kelas XI IA SMA Negeri 7 Yogyakarta. B. Saran Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ada beberapa saran yang perlu disampaikan terkait dengan hasil penelitian yaitu alam menyusun perencanaan dan alokasi waktu harus diperhatikan untuk menghindari penggunaan waktu yang berlebihan. 54

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Arifin, Zainal. 2009. Evaluasi Pembelajaran (Psinsip, Teknik,Prosedur). Bandung : Remaja Rosdakarya. Arikunto, S. 2009. Dasar-dasar Evaluasi Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Darsono, Max, dkk. 2000. Belajar dan Pembelajaran. Semarang : CV. IKIP Semarang Press. Kountour, Ronny. 2003. Metode Penelitian. Jakarta : PPM. Lie. 2002. Cooperative Learning. Jakarta : Gramedia Widiasarana Indonesia. Mukaromah. E, dkk. 2012. Hasil Belajar Siswa Pada Materi Protista Akibat Penerapan Model Learning Cycle. UNNES Journal of Biology Education. Vol 1 (2) Desember 2012. Mursell, J. dan S. Nasution. 2002. Mengajar dengan Sukses. Jakarta: Bumi Aksara. Nur Hairani. D. 2011. Penerapan Model Pembelajaran Siklus Belajar (Learning Cycle) untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIII6 SMP N 22 Pekanbaru. Universitas Riau. Pratiwi. D. A, dkk. 2006. Biologi untuk SMA/MA kelas XI. Jakarta : Erlangga. Priyanto, 2007. Keefektifan Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw Pada pembelajaran Kimia Siswa Kelas X Madrasah Aliyah Darut Taqwa. Malang : Tesis S2 PPS UM. Sudjana, N. 1989. Cara Belajar Siswa Aktif dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo. Sudjana, Nana. 2004. Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Bandung : Sinar Baru Algensindo. Sudjana, Nana. 2009. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung : Sinar Baru Algensindo. Syah, Muhubbin. 2008.Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Wena. 2009. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer : suatu tinjauan konseptual operasional. Bumi Aksara : Jakarta. 55

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 1 Materi Sistem Pencernaan Makanan pada Manusia A. Pengertian Sistem Pencernaan Manusia Pencernaan makanan merupakan proses mengubah makanan dari ukuran besar menjadi ukuran yang lebih kecil dan halus, serta memecah molekul makanan yang kompleks menjadi molekul yang sederhana dengan menggunakan enzim dan organ-organ pencernaan. Enzim ini dihasilkan oleh organ-organ pencernaan dan jenisnya tergantung dari bahan makanan yang akan dicerna oleh tubuh. Zat makanan yang dicerna akan diserap oleh tubuh dalam bentuk yang lebih sederhana. Proses pencernaan makanan pada tubuh manusia dapat dibedakan atas dua macam, yaitu : 1. Proses pencernaan secara mekanik Yaitu proses perubahan makanan dari bentuk besar atau kasar menjadi bentuk kecil dan halus. Pada manusia dan mamalia umumnya, proses pencernaan mekanik dilakukan dengan menggunakan gigi. 2. Proses pencernaan secara kimiawi (enzimatis) Yaitu proses perubahan makanan dari zat yang kompleks menjadi zat-zat yang lebih sederhana dengan menggunakan enzim. Enzim adalah zat kimia yang dihasilkan oleh tubuh yang berfungsi mempercepat reaksi-reaksi kimia dalam tubuh. Proses pencernaan makanan pada manusia melibatkan alat-alat pencernaan makanan. Alat-alat pencernaan manusia adalah organ-organ tubuh yang berfungsi mencerna makanan yang kita makan. Alat pencernaan dapat dibedakan atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Kelenjar pencernaan menghasilkan enzim-enzim yang membantu proses pencernaan kimiawi. Kelenjar-kelenjar pencernaan manusia terdiri dari kelenjar air liur, kelenjar getah lambung, hati (hepar), dan pankreas. Berikut ini akan dibahas satu per satu proses pencernaan yang terjadi di dalam saluran pencernaan makanan pada manusia. 56

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI B. Saluran Pencernaan Manusia Saluran pencernaan makanan merupakan saluran yang menerima makanan dari luar dan mempersiapkannya untuk diserap oleh tubuh dengan jalan proses pencernaan (penguyahan, penelanan, dan pencampuran) dengan enzim zat cair yang terbentang mulai dari mulut sampai anus. Saluran pencernaan makanan pada manusia terdiri dari beberapa organ berturut-turut dimulai dari mulut (cavum oris), kerongkongan (esofagus), lambung (ventrikulus), usus halus (intestinum), usus besar (colon), dan anus. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada gambar berikut ini. Saluran pencernaan manusia 1. Mulut Proses pencernaan dimulai sejak makanan masuk ke dalam mulut. Di dalam mulut terdapat alat-alat yang membantu dalam proses pencernaan, yaitu gigi, lidah, dan kelenjar ludah (air liur). Di dalam rongga mulut, makanan mengalami pencernaan secara mekanik dan kimiawi. Beberapa organ di dalam mulut, yaitu : a. Gigi Gigi berfungsi untuk mengunyah makanan sehingga makanan menjadi halus. Keadaan ini memungkinkan enzim-enzim pencernaan mencerna makanan lebih cepat dan efisien. 57

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gigi dapat dibedakan atas empat macam yaitu gigi seri, gigi taring, gigi geraham depan, dan gigi geraham belakang. Secara umum, gigi manusia terdiri dari tiga bagian, yaitu mahkota gigi (korona), leher gigi (kolum), dan akar gigi (radiks). Mahkota gigi atau puncak gigi merupakan bagian gigi yang tampak dari luar. Setiap jenis gigi memiliki bentuk mahkota gigi yang berbeda-beda. Gigi seri berbentuk seperti pahat, gigi taring berbentuk seperti pahat runcing, dan gigi geraham berbentuk agak silindris dengan permukaan lebar dan datar berlekuk-lekuk. Bentuk mahkota gigi pada gigi seri berkaitan dengan fungsinya untuk memotong dan menggigit makanan. Gigi taring yang berbentuk seperti pahat runcing untuk merobek makanan. Sedangkan gigi geraham dengan permukaan yang lebar dan datar berlekuk-lekuk berfungsi untuk mengunyah makanan. Leher gigi merupakan bagian gigi yang terlindung dalam gusi, sedangkan akar gigi merupakan bagian gigi yang tertanam di dalam rahang. Bila kita amati gambar penampang gigi, maka akan tampak bagian-bagian seperti pada gambar berikut ini. Bagian-bagian gigi : Email gigi merupakan lapisan keras berwarna putih yang menutupi mahkota gigi. Tulang gigi, tersusun atas zatdentin. Sumsum gigi (pulpa), merupakan rongga gigi yang di dalamnya terdapat serabut 58

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI saraf dan pembuluh-pembuluh darah. Itulah sebabnya bila gigi kita berlubang akan terasa sakit, karena pada sumsum gigi terdapat saraf. b. Lidah Lidah berfungsi untuk mengaduk makanan di dalam rongga mulut dan membantu mendorong makanan (proses penelanan). Selain itu, lidah juga berfungsi sebagai alat pengecap yang dapat merasakan manis, asin, pahit, dan asam. rasa pada zat yang masuk ke dalam rongga mulut akan direspon oleh lidah di tempat yang berbeda-beda. Letak setiap rasa berbedabeda, yaitu: 1. Rasa asin —–> lidah bagian tepi depan 2. Rasa manis —–> lidah bagian ujung 3. Rasa asam —–> lidah bagian samping 4. Rasa pahit —–> lidah bagian belakang / pangkal lidah Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat seperti pada gambar berikut ini. letak kepekaan lidah terhadap rasa Lidah mempunyai reseptor khusus yang berkaitan dengan rangsangan kimia. Lidah merupakan organ yang tersusun dari otot. Permukaan lidah dilapisi dengan lapisan epitelium yang banyak mengandung kelenjar lendir, dan reseptor pengecap berupa tunas pengecap. Tunas pengecap terdiri atas sekelompok sel sensori yang mempunyai tonjolan seperti rambut yang disebut papila 59

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI c. Kelenjar Ludah Kelenjar ludah menghasilkan ludah atau air liur (saliva). Kelenjar ludah dalam rongga mulut ada tiga pasang, yaitu : 1. Kelenjar parotis, terletak di bawah telinga. 2. Kelenjar submandibularis, terletak di rahang bawah. 3. Kelenjar sublingualis, terletak di bawah lidah. Letak kelenjar ludah di dalam rongga mulut dapat dilihat pada gambar berikut. Kelenjar ludah di dalam mulut Kelenjar parotis menghasilkan Kelenjar submandibularis dan ludah yang berbentuk cair. kelenjar sublingualismenghasilkan getah yang mengandung air dan lendir. Ludah berfungsi untuk memudahkan penelanan makanan. Jadi, ludah berfungsi untuk membasahi dan melumasi makanan sehingga mudah ditelan. Selain itu, ludah juga melindungi selaput mulut terhadap panas, dingin, asam, dan basa. Di dalam ludah terdapat enzim ptialin (amilase). Enzim ptialin berfungsi mengubah makanan dalam mulut yang mengandung zat karbohidrat (amilum) menjadi gula sederhana (maltosa). Maltosa mudah dicerna oleh organ pencernaan selanjutnya. Enzim ptialin bekerja dengan baik pada pH antara 6,8 – 7 dan suhu 37oC. 60

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Kerongkongan Kerongkongan (esofagus) merupakan saluran penghubung antara rongga mulut dengan lambung. Kerongkongan berfungsi sebagai jalan bagi makanan yang telah dikunyah dari mulut menuju lambung. Jadi, pada kerongkongan tidak terjadi proses pencernaan. Otot kerongkongan dapat berkontraksi secara bergelombang sehingga mendorong makanan masuk ke dalam lambung. Gerakan kerongkongan ini disebut gerak peristalsis. Gerak ini terjadi karena otot yang memanjang dan melingkari dinding kerongkongan mengkerut secara bergantian. Jadi, gerak peristalsis merupakan gerakan kembang kempis kerongkongan untuk mendorong makanan masuk ke dalam lambung. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada gambar berikut. Gerak peristalsis dalam kerongkongan Makanan berada di dalam kerongkongan hanya sekitar enam detik. Bagian pangkal kerongkongan (faring) berotot lurik. Otot lurik pada kerongkongan bekerja secara sadar menurut kehendak kita dalam proses menelan. Artinya, kita menelan jika makanan telah dikunyah sesuai kehendak kita. Akan tetapi, sesudah proses menelan hingga sebelum mengeluarkan feses, kerja otot-otot organ pencernaan selanjutnya tidak menurut kehendak kita (tidak disadari). 3. Lambung Lambung (ventrikulus) merupakan kantung besar yang terletak di sebelah kiri rongga perut sebagai tempat terjadinya sejumlah proses 61

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI pencernaan. Lambung terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian atas (kardiak), bagian tengah yang membulat (fundus), dan bagian bawah (pilorus). Kardiak berdekatan dengan hati dan berhubungan dengan kerongkongan. Pilorus berhubungan langsung dengan usus dua belas jari. Di bagian ujung kardiak dan pilorus terdapat klep atau sfingter yang mengatur masuk dan keluarnya makanan ke dan dari lambung. Struktur lambung dapat dilihat pada gambar berikut ini. Struktur lambung Dinding lambung terdiri dari otot yang tersusun melingkar, memanjang, dan menyerong. Otot-otot tersebut menyebabkan lambung berkontraksi, sehingga makanan teraduk dengan baik dan bercampur merata dengan getah lambung. Hal ini menyebabkan makanan di dalam lambung berbentuk seperti bubur. Dinding lambung mengandung sel-sel kelenjar yang berfungsi sebagai kelenjar pencernaan yang menghasilkan getah lambung. Getah lambung mengandung air lendir (musin), asam lambung, enzim renin, dan enzimpepsinogen. Getah lambung bersifat asam karena banyak mengandung asam lambung. Asam lambung berfungsi membunuh kuman penyakit atau bakteri yang masuk bersama makanan dan juga berfungsi untuk mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin. Pepsin berfungsi memecah protein menjadi pepton dan proteosa. Enzim renin berfungsi menggumpalkan protein susu (kasein) yang terdapat dalam susu. Adanya enzim renin dan enzim pepsin menunjukkan bahwa di dalam lambung terjadi proses pencernaan 62

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI kimiawi. Selain menghasilkan enzim pencernaan, dinding lambung juga menghasilkan hormon gastrin yang berfungsi untuk pengeluaran (sekresi) getah lambung. Di dalam lambung terjadi gerakan mengaduk. Gerakan mengaduk dimulai dari kardiak sampai di daerah pilorus. Gerak mengaduk terjadi terus menerus baik pada saat lambung berisi makanan maupun pada saat lambung kosong. Jika lambung berisi makanan, gerak mengaduk lebih giat dibanding saat lambung dalam keadaan kosong. Mungkin kita pernah merasakan perut terasa sakit dan berbunyi karena perut kita sedang kosong. Hal itu disebabkan gerak mengaduk saat lambung kosong. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat gambar berikut. Gerak mengaduk pada lambung Makanan umumnya bertahan tiga sampat empat jam di dalam lambung. Makanan berserat bahkan dapat bertahan lebih lama. Dari lambung, makanan sedikit demi sedikit keluar menuju usus dua belas jari melalui sfingter pilorus. 4. Usus Halus Usus halus (intestinum) merupakan tempat penyerapan sari makanan dan tempat terjadinya proses pencernaan yang paling panjang. Usus halus terdiri dari : 1. Usus dua belas jari (duodenum) 2. Usus kosong (jejenum) 3. Usus penyerap (ileum) 63

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pada usus dua belas jari bermuara saluran getah pankreas dan saluran empedu. Pankreas menghasilkan getah pankreas yang mengandung enzim-enzim sebagai berikut : 1. Amilopsin (amilase pankreas) Yaitu enzim yang mengubah zat tepung (amilum) menjadi gula lebih sederhana (maltosa). 2. Steapsin (lipase pankreas) Yaitu enzim yang mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. 3. Tripsinogen Jika belum aktif, maka akan diaktifkan menjadi tripsin, yaitu enzim yang mengubah protein dan pepton menjadi dipeptida dan asam amino yang siap diserap oleh usus halus. Empedu dihasilkan oleh hati dan ditampung di dalam kantung empedu. Selanjutnya, empedu dialirkan melalui saluran empedu ke usus dua belas jari. Empedu mengandung garam-garam empedu dan zat warna empedu (bilirubin). Garam empedu berfungsi mengemulsikan lemak. Zat warna empedu berwarna kecoklatan, dan dihasilkan dengan cara merombak sel darah merah yang telah tua di hati. Zat warna empedu memberikan ciri warna cokelat pada feses. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada gambar berikut. 64

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pada bagian usus dua belas jari bermuara saluran getah pankreas dan saluran empedu. Selain enzim dari pankreas, dinding usus halus juga menghasilkan getah usus halus yang mengandung enzim-enzim sebagai berikut : 1. Maltase, berfungsi mengubah maltosa menjadi glukosa. 2. Laktase, berfungsi mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa. 3. Sukrase, berfungsi mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa. 4. Tripsin, berfungsi mengubah pepton menjadi asam amino. 5. Enterokinase, berfungsi mengaktifkan tripsinogen menjadi tripsin. Di dalam usus halus terjadi proses pencernaan kimiawi dengan melibatkan berbagai enzim pencernaan. Karbohidrat dicerna menjadi glukosa. Lemak dicerna menjadi asam lemak dan gliserol, serta protein dicerna menjadi asam amino. Jadi, pada usus dua belas jari, seluruh proses pencernaan karbohidrat, lemak, dan protein diselesaikan. Selanjutnya, proses penyerapan (absorbsi) akan berlangsung di usus kosong dan sebagian besar di usus penyerap. Karbohidrat diserap dalam bentuk glukosa, lemak diserap dalam bentuk asam lemak dan gliserol, dan protein diserap dalam bentuk asam amino. Vitamin dan mineral tidak mengalami pencernaan dan dapat langsung diserap oleh usus halus. Struktur usus halus dapat dilihat pada gambar berikut ini. Penampang Usus Halus Manusia Pada dinding usus penyerap terdapat jonjot-jonjot usus yang disebut vili (Lihat gambar diatas). Vili berfungsi memperluas daerah 65

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI penyerapan usus halus sehingga sari-sari makanan dapat terserap lebih banyak dan cepat. Dinding vili banyak mengandung kapiler darah dan kapiler limfe (pembuluh getah bening usus). Agar dapat mencapai darah, sari-sari makanan harus menembus sel dinding usus halus yang selanjutnya masuk pembuluh darah atau pembuluh limfe. Glukosa, asam amino, vitamin, dan mineral setelah diserap oleh usus halus, melalui kapiler darah akan dibawa oleh darah melalui pembuluh vena porta hepar ke hati. Selanjutnya, dari hati ke jantung kemudian diedarkan ke seluruh tubuh. Asam lemak dan gliserol bersama empedu membentuk suatu larutan yang disebut misel. Pada saat bersentuhan dengan sel vili usus halus, gliserol dan asam lemak akan terserap. Selanjutnya asam lemak dan gliserol dibawa oleh pembuluh getah bening usus (pembuluh kil), dan akhirnya masuk ke dalam peredaran darah. Sedangkan garam empedu yang telah masuk ke darah menuju ke hati untuk dibuat empedu kembali. Vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E, dan K) diserap oleh usus halus dan diangkat melalui pembuluh getah bening. Selanjutnya, vitamin-vitamin tersebut masuk ke sistem peredaran darah. Umumnya sari makanan diserap saat mencapai akhir usus halus. Sisa makanan yang tidak diserap, secara perlahan-lahan bergerak menuju usus besar. 5. Usus Besar Makanan yang tidak dicerna di usus halus, misalnya selulosa, bersama dengan lendir akan menuju ke usus besar menjadi feses. Di dalam usus besar terdapat bakteri Escherichia coli. Bakteri ini membantu dalam proses pembusukan sisa makanan menjadi feses. Selain membusukkan sisa makanan, bakteri E. coli juga menghasilkan vitamin K. Vitamin K berperan penting dalam proses pembekuan darah. Sisa makanan dalam usus besar masuk banyak mengandung air. Karena tubuh memerlukan air, maka sebagian besar air diserap kembali 66

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ke usus besar. Penyerapan kembali air merupakan fungsi penting dari usus besar. Usus besar terdiri dari bagian yang naik, yaitu mulai dari usus buntu (apendiks), bagian mendatar, bagian menurun, dan berakhir pada anus. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada gambar berikut ini. Struktur usus besar Perjalanan makanan sampai di usus besar dapat mencapai antara empat sampai lima jam. Namun, di usus besar makanan dapat disimpan sampai 24 jam. Di dalam usus besar, feses di dorong secara teratur dan lambat oleh gerakan peristalsis menuju ke rektum (poros usus). Gerakan peristalsis ini dikendalikan oleh otot polos (otot tak sadar). 6. Anus Merupakan lubang tempat pembuangan feses dari tubuh. Sebelum dibuang lewat anus, feses ditampung terlebih dahulu pada bagian rectum. Apabila feses sudah siap dibuang maka otot spinkter rectum mengatur pembukaan dan penutupan anus. Otot spinkter yang menyusun rektum ada 2, yaitu otot polos dan otot lurik. Jadi, proses defekasi (buang air besar) dilakukan dengan sadar, yaitu dengan adanya kontraksi otot dinding perut yang diikuti dengan mengendurnya otot sfingter anus dan kontraksi kolon serta rektum. Akibatnya feses dapat terdorong ke luar anus. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada gambar berikut ini. 67

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1. Fungsi Makanan Fungsi makanan bagi tubuh adalah sebagai berikut : 1. Sebagai sumber bahan bakar. 2. Sebagai sumber bahan pengatur. 3. Sebagai bahan pembangun. 2. Macam-macam Zat Makanan (Nutrien) yang Diperlukan Tubuh a. Karbohidrat Karbohidrat ini merupakan senyawa organic yang terdiri atas unsure C, H, dan O. zat makanan ini berfungsi sebagai sumber energi yang utama di dalam sel-sel tubuh. Bahan makanan yang mengandung kerbohidrat contohnya ubi-ubian, sereal (biji-bijian), dan buah-buahan. Menurut kompleksitasnya karbohidrat dapat dibedakan menajdi tiga macam : 1) Monosakarida, yaitu karbohidrat yang hanya disusun oleh satu molekul gula, misalnya glukosa, fruktosa, dan galaktosa. 2) Disakarida, yaitu karbohidrat yang terdiri dari dua molekul gula, misalnya sukrosa terdiri dari glukosa dan fruktosa, maltose terdiri dari dua molekul glukosa, dan laktosa terdiri dari glukosa dan galaktosa. 3) Polisakarida, yaitu karbohidrat yang terdiri dari banyak molekul gula sederhana, misalnya selulosa, kitin, glikenon, dan amilum. 68

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI b. Lemak Lemak merupakan senyawa organic yang terdiri atas atom C, H, dan O dengan susunan yang kompleks dibanding karbohidrat. Lemak merupakan ester gliserol dan asam lemak. Senyawa ini berperan sebagai sumber energi sebagai bahan pembangun membrane sel, sebagai cadangan makanan dan sebagai pelarut vitamin A, D, E, dan K. c. Protein Protein merupakan senyawa organik kompleks yang terdiri atas unsur C, H, O, N dan sering kali terdapat unsur S dan P. Protein merupakan polimer dari asam-asam amino, yang mempunyai fungsi sebagai berikut. 1) Sebagai sumber energi. 2) Sebagai bahan pembangun sel-sel tubuh. 3) Sebagai bahan pembentuk antibodi. 4) Membentuk enzim. 5) Mengatur kesetimbangan cairan tubuh. 6) Menjaga kesetimbangan pH darah. d. Air Air merupakan zat makanan yang diperlukan dalam jumlah relatif banyak. Di dalam tubuh fungsi air adalah sebagai berikut : 1) Membantu dalam setiap metabolisme tubuh. 2) Sebagai bahan pelarut berbagai macam bahan di dalam tubuh. 3) Untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang karena pengeluaran keringat, dan pengeluaran air dalam bentuk lain. 4) Sebagai bahan pembangun sel-sel tubuh karena sebagian besar komponen yang menyusun isi sel makhluk hidup adalah air. e. Vitamin Vitamin merupakan senyawa organik yang diperlukan tubuh dalam jumlah sedikit. Fungsi vitamin bagi tubuh adalah untuk mengatur berbagai macam aktivitas dan metabolismes dalam sel. Vitamin tidak dapat disintesis oleh tubuh sehingga dalam setiap intake makanan sehari-hari harus mengandung vitamin yang diperlukan tubuh. Apabila tubuh kekurangan vitamin dapat 69

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI menimbulkan gejala hipovitaminosis bahkan lebih parah lagi dapat menimbulkan gejala avitaminosis. Perhatikan tabel berikut! No Hipovitamino Vitamin Sumber Fungsi faal Ragi, B1, aneurin, thiamin, 1. anti neuritik, anti beri-beri Beri-beri, kecambah, Metabolisme kulit ari beras, wortel, hati, karbohidrat, penyerapan air, lemak telur, susu, B1, riboflavin, 2. laktoflavin telur, hati, ginjal, otak Hati, 3. 4. Asam nikotin, niasin B6, susu, kedelai, kol, ragi, bayam Hati, 70 makan hilang dan pertumbuhan Metabolisme Keilosis, makanan, katarak, pertumbuhan, keratitis mata, rangsang saraf pertumbuhan mata terhenti Pertumbuhan, metabolisme sel, karbohidrat. ikan, selera terhenti ginjal Ragi, si s Transaminasi Pelagra, dermatitis, diare, dimensia Pelagra,

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI piridoksin, daging, dan anemia, adenin sayuran pembentukan Opstipasi darah Hati, 5. Asam daging, Membentuk pantotenat ragi, beras koenzim A Asam 6. para amino Ragi benzoat ha t i B11, asam folin Dermatitis Rambut Pertumbuhan rontok rambut dan uban dan Pertumbuhan Anemi Sayuran sel darah pernisiosa pertumbuhan Dermatitis Hati, 7. ikan, dan ginjal Ragi, beras, 8. sayuran, Biotin buah-bahhan Pertumbuhan, 9. B12 No Vitamin 10. C, askorbin, Hati, asam ikan, pembentukan Anemi susu sel darah pernisiosa Sumber Fungsi faal Sayuran, Pertumbuhan Skorbut, buah segar, dinding pendarahan 71 Hipovitamino si s

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI anti skorbut ha t i da n kapiler kulit, ginjal sendi dan gusi darah, pembentukan jaringat ikat Hemeralopia A, aseroftol, 11. antiseroftalmi a Pertumbuhan bintik Mentega, epitel, bitot, hati, susu, regenerasi seroftalmia. telur, minyak ikan rodopsin di keratomalasia. retina frinoderma Minyak ikan, susu, 12. D, ergosterol, ragi, atirakitis mentega, kuning telur. Mengatur kadar dan kapur pospor, Rakitis dan Osteomalasia mengatur osifikasi Kecambah, kuning telur, 13. susu, lemak Mencegah Keguguran, pendarahan, kematian daging, ragi mengatur embrio, proliferasi sel kemandulan E, tokoferol, antisterilitas 72

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pembentukan protombin, 14. K, filokinon, atihemorage pembekuan Sayuran, Darah darah bakteri usus membeku f. Mineral Mineral merupakan bahan makanan yang berfungsi untuk bahan pengatur berbagai aktivitas di dalam tubuh dan sebagai bahan pembangun. Berdasarkan jumlah yang diperlukan tubuh, mineral dikelompokkan menjadi dua macam : 1) Makroelemen, yaitu mineral yang diperlukan dalam jumlah yang besar. Contoh kalium, fosfor, magnesium, belerang, klor, natrium, dan kalsium. 2) Mikroelemen, yaitu mineral yang diperlukan dalam jumlah sedikit tetapi harus ada karena apabila kebutuhan tubuh tidak tercukupi akan timbul gangguan dalam metabolisme dan Pertumbuhan. Contoh zat besi, flour, iodium, dan tembaga. 3. Zat Aditif Makanan Zat aditif makanan adalah zat yang secara sengaja maupun tanpa sengaja ditambahkan dalam bahan makanan guna memperbaiki nilai gizi dan cita rasa, mengawetkan bahan makanan, atau memberikan rasa mantap serta memperbaiki penampilan. Zat aditif menurut tujuannya dapat dibedakan menjadi berikut : a. Zat aditif sebagai bahan pengawet Zat aditif yang aman digunakan sebagai bahan pengawet makanan secara alami adalah gula, garam dapur, dan asam jawa. Selain itu bahan pengawet yang relatif aman bagi kesehatan adalah larutan cuka 4%, asam benzoat atau garam natriumnya. Dalam industri makanan seperti industri keju, kornet dan daging asap seringkali menggunakan garam nitrat atau nitric sebagai pengawet. Penggunaan bahan ini selain mencegah munculnya gas oleh aktivitas 73 sukar

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI bakteri pembentuk asam butirat juga dapat mencegah pertumbuhan bakteri Clostridium butilinum. Namun dikhawatirkan penggunaan bahan ini sebagai pengawet dapat bereaksi dengan senyawa amina sekunder dalam tubuh dan menghasilkan senyawa yang bersifat karsinogenik. Kerusakan makanan karena adanya reaksi oksidasi terhadap makarian dapat dicegah dengan pemberian zat anti oksidan seperti vitamin C, Vitamin E, BHA, dan BHT. b. Zat a ditif memberikan warna Pemberian warna pada makanan dapat meningkatkan penampilan makanan sehingga menggugah minat konsumen. Zat warna yang ditambahkan dalam bahan rnakanan dapat bersifat alami maupun sintetik. Pewarna alami yang biasa ditambahkan pada bahan makanan adalah kunyit, cabe, daun suji, wortel, buah cokelat dan biji kopi. Zat warna alami lebih aman digunakan dari pada zat warna sintetis. c. Zat aditif sebagai penambah aroma Untuk menambah aroma ke dalam bahan makanan dapat ditambahkan senyawa ester, terutama aroma buah-buahan. d. Zat aditif pembangkit cita rasa Rasa mantap pada makanan dapat ditingkatkan dengan penambahan bahan penyedap yang dapat meningkatkan rasa enak dan menekan rasa yang tidak diinginkan dalam makanan. Pada umumnya orang menggunakan vitsin (moto) atau MSG. Monosodium glutamate merupakan bahan aditif yang tidak berbau dan mempunyai rasa campuran antara asin dan manis. Penggunaan MSG yang berlebihan dapat merusak sel saraf otak. Bahan alami yang dapat meningkatkan cita rasa lebih aman digunakan daripada bahan sintetis. Bahan tersebut antara lain garam dapur, terasi, asam jawa, dan asam cuka. e. Zat aditif pemberi rasa asam Bahan pengasam dapat digunakan dalam makanan untuk menambah rasa asam, pengawet makanan, memperbaiki warna dan rasa 74

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI atau untuk mempermudah pengolahan. Bahan pengasam yang biasa digunakan dalam makanan adalah asam sitrat, asam laktat asam fumarat dan asam asetat. f. Zat aditif pemucat makanan Bahan pemucat pada umumnya digunakan dalam produksi terigu. Bahan ini digunakan untuk menghilangkan pengaruh yang dibawa oleh berbagai pigmen yang ada dalam biji gandum. g. Zat aditif pen,gernbang bahan makanan Dalam pembuatan berbagai macam roti dan kue digunakan bahan yang berfungsi untuk mengembangkan adonan. Bahan pengembang ini dapat berupa senyawa kimia maupun mahluk hidup yang dapat melakukan fermentasi, Baik senyawa kimia maupun makhluk hidup yang digunakan dalam mengembangkan adonan roti dapat menghasilkan CO2 yang dapat menyebabkan adonan mengembang. Bahan pengembang biologis dapat menggunakan yeast / ragi sedangkan untuk bahan kimia dapat menggunakan natrium bikarbonat. 75

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 2 SILABUS Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Standar Kompetensi Alokasi Waktu Kompetensi Dasar 3.3 Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelainan/penyakit yang terjadi pada sistem pencernaan makanan pada manusia dan hewan (misalnya ruminansia) : SMA NEGERI 7 YOGYAKARTA : BIOLOGI : XI/ IA : 3. Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan/penyakit yang mungkin terjadi serta implikasinya pada Saling temas : 14 x 45 menit Kegiatan Alokasi Sumber Indikator Materi pembelajaran Penilaian pembelajaran Waktu Belajar 1 . J e n i s t a g i h a n : 1 4 x 4 5 x Mengidentifikasi x Makanan Bergizi x Mengidentifikasi x B uku m e ni t x Tugas variasi dan yang berisi tentang variasi dan komposisi Biologi kelompok kom pos i s i menu seimbang 4 makanan 4 sehat 5 unt uk makanan serta sehat 5 sempurna, sempurna dalam kerja SMA/MA x Soal menyusun menu pedoman umum gizi kelompok dengan Kelas XI, kompetensi uji seimbang seimbang, Tujuh membawa makanan 4 Pratiwi, D. tertulis kelompok bahan sehat 5 sempurna A dkk, x Laporan pokok makanan E rlangga praktikum uji x Mengidentifikasi x Nilai gizi dan kriteria x Internet amilum, asupan nilai gizi makanan bermutu x Mendiskusikan glukosa, x Nasi, sayurmakanan setiap mengenai asupan nilai protein dan sayuran, x Usaha perbaikan gizi hari gizi lemak buahx Status gizi buahan, x Ulangan x Kebutuhan energi dan daging, H a r i a n jumlah makanan s us u x B M R da n R M R x T orso x Zat-zat makanan 76

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI x Mengidentifikasi zat-zat yang terdapat dalam bahan makanan dan fungsinya bagi tubuh x Menentukan kandungan gizi yang terdapat dalam bahan makanan dengan menggunakan uji makanan sederhana. x Menentukan kandungan zat aditif alami dan buatan dalam makanan x Menghubungkan struktur dan fungsi dan proses si st e m pencernaan makanan pada manusia x Menjelaskan a. b. c. d. e. f. Karbohidrat Protein Lemak Vitamin Air Zat aditif bagian organ si st e m pencernaan x Melakukan Uji makanan sederhana x Sistem pencernaan makanan manusia yang terdiri dari saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan x Mengamati bagian organ yang berperan dalam sistem pencernaan makanan manusia melalui torso. x Mendiskusikan proses pencernaan makanan pada manusia dan 77

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI proses pencernaan makanan yang terjadi pada organ-organ si st e m pencernaan makanan manusia dan ruminansia x Mengidentifikasi gangguan/kelaina n yang terjadi pada sistem pencernaan makanan pada hewan ruminansia x Mengumpulkann informasi atau studi kasus untuk dianalisis mengenai gangguan/kelainan pada sistem pencernaan manusia x Gangguan dan kelainan pada sitem pencernaan 78

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3 SIKLUS 1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1 (RPP) Nama Sekolah : SMA NEGERI 7 YOGYAKARTA Mata Pelajaran : BIOLOGI Kelas/Semester : XI/ IA Pertemuan Ke- :1 Alokasi Waktu : 2 x 45 menit I. Standar Kompetensi 3. Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan/penyakit yang mungkin terjadi serta implikasinya pada Saling temas II. Kompetensi Dasar 3.3 Menjelaskan keterkaitan antara struktur dan fungsi, dan proses serta kelainan/penyakit yang terjadi pada sistem pencernaan makanan pada manusia dan hewan (misalnya ruminansia) III. Indikator 1. Mengidentifikasi zat-zat yang terdapat dalam bahan makanan dan fungsinya bagi tubuh IV. Tujuan Pembelajaran 1. Setelah berdiskusi siswa dapat menyebutkan zat-zat yang terkandung dalam bahan makanan 2. Setelah berdiskusi siswa dapat menjelaskan fungsi zat-zat yang terkandung dalam bahan makanan bagi tubuh V. Materi Pembelajaran 1. Zat gizi dan fungsinya bagi manusia VI. Metode Pembelajaran Metode yang digunakan adalah 1. Kooperatif tipe Learning Cycle 7E 2. Diskusi dan tanya jawab 79

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3 VII. Strategi Pembelajaran No. 1. Kegiatan Waktu Metode 5’ Elicit a. Guru mengucapkan salam Tanya Jawab dan memeriksa kehadiran siswa. b. Guru menayangkan gambar menu seimbang 4 sehat 5 sempurna c. Guru bertanya secara komunikatif tentang macam-macam makanan 4 sehat dan 5 sempurna d. Guru memberikan pre test kepada siswa secara lisan mengenai menu makanan 4 sehat 5 sempurna dan kandungan zat makanan dalam menu seimbang 2. 20’ Engage a. Guru memancing siswa pertanyaan-pertanyaan dengan untuk Membangkitkan minat motivasi da n siswa membangkitkan motivasi belajar dan dengan menjajagi pengetahuan dan wawasan mengajukan siswa tentang perlunya zat makanan pertanyaan dalam menu 4 sehat 5 sempurna. berkaitan dengan b. Guru memberikan pertanyaan kepada salah sa t u siswa apakah menu sarapan hari ini? Siswa menjawab antusias, Guru bertanya ke m ba l i sudahkah menu sarapanmu tergolong dalam menu makanan 4 sehat 5 sempurna? Jika Ya a ta u Tidak Mengapa? Jelaskan! c. Guru memberikan pertanyaan kepada 80 yang kehidupan seharihari

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3 siswa adakah perbedaan yang dirasakan pada tubuh saat beraktifitas antara sarapan dengan menu makan 4 sehat 5 sempurna dengan menu makan tidak 4 sehat 5 sempurna? d. Guru bertanya kepada siswa mengapa 4 sehat 5 sempurna merupakan menu makanan yang seimbang? e. Guru bertanya apa saja zat-zat makanan yang terkandung dalam menu makanan 4 sehat 5 sempurna? f. Guru bertanya apa yang terjadi jika kita kekurangan zat makanan yang diperlukan oleh tubuh? 3. 10’ Explore a. Guru mulai membahas zat makan yang terkandung dalam menu makanan yaitu Gandum atau Jagung, Kentang, telur,dll. b. Guru bertanya kepada siswa, bagaimana kalian mengetahui bahwa nasi, gandum, kentang, dll mengandung karbohidrat? Dan telur mengandung protein? c. Guru bertanya kepada siswa bagaimana cara kita agar dapat mengetahui bahan makanan tersebut mengandung karbohidrat dan protein? d. Guru bahwa menjelaskan perlu kepada melakukan 81 siswa uji

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3 kandungan nutrisi pada makanan e. Guru mengkoordinir siswa untuk membentuk 4-5 kelompok 4. 20’ Explain a. Guru membagikan LKS kepada siswa untuk didiskusikan dalam kelompok berkaitan dengan zat makanan karbohidrat, protein, lemak,dll b. Siswa berdiskusi secara kelompok berkaitan dengan zat karbohidrat, protein,lemak,dll c. Guru memilih 2-3 kelompok untuk mempresentasikan hasil kelompok memperhatikan lain diskusi, dengan seksama 5. 13’ Elaborate a. Guru membimbing memahami siswa mengenai untuk karbohidrat yang terbagi menjadi 2 macam yaitu gula sederhana dan gula majemuk,dll b. Guru meminta membawa digunakan bahan untuk siswa yang untuk akan praktikum pengujian amilum, gula dan protein 6. 5’ Evaluate a. Guru memberikan pertanyaan secara lisan mengenai materi pembelajaran hari ini 7. 7’ Extende a. Guru membimbing siswa untuk merefleksikan diri mengenai fungsi 82

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3 menu 4 sehat 5 sempurna dengan zat makanan yang terkandung yang diperlukan tubuh b. Penutup, salam penutup VIII. Sumber Belajar 1. Buku Paket 2. Internet IX. Penilaian 1. Jenis Penilaian : x Test 2. Instrumen : x Soal (uraian), rubrik penilaian dan pedoman skoring terlampir x Portofolio (LKS Nutrisi pada makanan) x Lembar Observasi Psikomotor Yogyakarta, 3 Maret 2014 Mengetahui, Guru Biologi Praktikan SMA N 7 Yogyakarta ( Dra. Aruni Ikari ) (Liliana Prabanuraini) 83

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3 A. INSTRUMEN PENILAIAN Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar! 1. Sebutkan Zat-zat makanan yang paling dibutuhkan untuk tubuh! 2. Sebutkan fungsi dari zat-zat makanan yang diperlukan bagi tubuh 3. Sebutkan 3 makanan yang mengandung karbohidrat! 4. Sebutkan 3 makanan yang mengandung protein! B. PEDOMAN (KUNCI JAWABAN) PENILAIAN 1. Karbohidrat 2. Fungsi Zat makanan : a. Karbohidrat berfungsi untuk sumber energi, karbohidrat juga berfungsi dalam penyediaan bahan pembentuk. b. Protein berfungsi sebagai zat pembangun, pembentuk sel yang baru, dan pengganti sel-sel yang telah rusak. c. Lemak berfungsi sebagai pelarut vitamin A, D, E dan K. d. Vitamin berfungsi sebagai pengatur yang bekerjasama dengan enzim yang terdapat didalam tubuh. 3. Roti, gandum, dan nasi 4. Tahu, Tempe dan Telur C. PEDOMAN PENSKORAN Soal no 1 skor benar 2, skor salah 0 Soal no 2 skor benar menyebutkan fungsi zat makanan 2, skor salah 0 Soal no 3 skor benar menyebutkan contoh 1, skor salah 0 Soal no 4 skor benar menyebuatkan contoh 1, skor salah 0 84

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3 SIKLUS 1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 2 (RPP) Nama Sekolah : SMA NEGERI 7 YOGYAKARTA Mata Pelajaran : BIOLOGI Kelas/Semester : XI/ IA Pertemuan Ke- :2 Alokasi Waktu : 2 x 45 menit I. Standar Kompetensi 3. Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan/penyakit yang mungkin terjadi serta implikasinya pada Saling temas II. Kompetensi Dasar 3.3 Menjelaskan keterkaitan antara struktur dan fungsi, dan proses serta kelainan/penyakit yang terjadi pada sistem pencernaan makanan pada manusia dan hewan (misalnya ruminansia) III. Indikator 1. Menentukan kandungan gizi yang terdapat dalam bahan makanan dengan menggunakan uji makanan sederhana IV. Tujuan Pembelajaran 1. Setelah melakukan praktikum siswa dapat menyebutkan kandungan zat gizi yang terdapat dalam bahan makanan V. Materi Pembelajaran 1. Menguji kandungan zat gizi yang terdapat dalam bahan makanan VI. Metode Pembelajaran Metode yang digunakan adalah 1. Kooperatif tipe Learning Cycle 7E 2. Praktikum dan tanya jawab 85

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3 VII. Strategi Pembelajaran No. 1. Kegiatan Waktu 3’ Elicit a. Guru mengucapkan salam Tanya Jawab dan memeriksa kehadiran siswa. b. Guru bertanya kembali kepada siswa mengenai menu seimbang 4 sehat 5 sempurna berkaitan dengan zat makanan yang terkandung 2. 5’ Engage a. Guru bertanya kepada siswa sudahkah kalian hari ini sarapan dengan menu seimbang 4 sehat 5 sempurna? b. Guru mengecek kembali semua bahan yang perlu dibawa oleh siswa untuk melakukan praktikum hari ini. 3. 8’ Explore a. Guru meminta perwakilan setiap kelompok untuk mengambil alat pada ruang persiapan b. Guru menjelaskan alat bahan yang perlu digunakan dalam melakukan praktikum hari ini c. Guru menjelaskan tujuan dan langkah kerja 4. Metode 5’ Explain a. Guru bertanya memberikan bagi kesempatan siswa yang ingin bertanya mengenai praktikum yang akan dilaksanakan b. Guru meminta siswa 86 untuk

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3 menjelaskan langkah kerja pada praktikum hari ini agar tidak terjadi kekeliruan a ta u kesalahan dalam melaksanakan praktikum 5. 25’ Elaborate a. Siswa memulai melaksanakan praktikum dengan baik b. Guru mengecek tiap kelompok apakah ada kekeliruan dalam melaksanakan praktikum c. Guru membimbing siswa untuk memahami mengenai karbohidrat yang terbagi menjadi 2 macam yaitu gula sederhana dan gula majemuk,dll 6. 40’ Evaluate a. Siswa mengerjakan soal-soal tentang zat-zat makanan 7. 4’ Extende a. Guru membimbing membuat siswa kesimpulan untuk mengenai praktikum hari ini b. Guru mengingatkan siswa untuk mempelajari materi selanjutnya, salam penutup VIII. Sumber Belajar 1. Buku Paket 2. Roti/ tepung gandum/kentang/nasi, tahu, telur dan daging 3. Pipet Tetes 4. Tabung Reaksi 5. Larutan Lugol 87

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3 6. Fehling A dan B 7. Biuret 8. Bunsen 9. Korek Api 10. Penjepit tabung reaksi 11. Rak tabung Reaksi 12. Label 13. Mortal 14. Kertas Buram IX. Penilaian 1. Jenis Penilaian : x Test x Non test 3. Instrumen : x Soal (uraian), rubrik penilaian dan pedoman skoring terlampir x Portofolio LKS Uji nutrisi pada makanan x Lembar Observasi Psikomotor Yogyakarta, 3 Maret 2014 Mengetahui, Guru Biologi Praktikan SMA N 7 Yogyakarta ( Dra. Aruni Ikari ) (Liliana Prabanuraini) 88

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3 A. INSTRUMEN PENILAIAN Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar! 1. Sebutkan reagen-reagen yang diperlukan untuk melakukan uji mkanan? 2. Sebutkan 3 bahan makanan yang mengandung karbohidrat,protein dan lemak B. PEDOMAN (KUNCI JAWABAN) PENILAIAN 1. Fehling A dan B, Lugol, Biuret 2. Roti, telur dan susu C. PEDOMAN PENSKORAN Soal no 1 skor benar meyebutkan 1 reagen 1, skor salah 0 Soal no 2 skor benar menyebutkan 1,skor salah 0 89

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3 SIKLUS 2 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1 (RPP) Nama Sekolah : SMA NEGERI 7 YOGYAKARTA Mata Pelajaran : BIOLOGI Kelas/Semester : XI/ IA Pertemuan Ke- :3 Alokasi Waktu : 2 x 45 menit I. Standar Kompetensi 3. Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan/penyakit yang mungkin terjadi serta implikasinya pada Saling temas II. Kompetensi Dasar 3.3 Menjelaskan keterkaitan antara struktur dan fungsi, dan proses serta kelainan/penyakit yang terjadi pada sistem pencernaan makanan pada manusia dan hewan (misalnya ruminansia) III. Indikator 1. Menentukan kandungan zat aditif alami dan buatan dalam makanan IV. Tujuan Pembelajaran 1. Setelah melakukan praktikum siswa dapat menyebutkan kandungan zat aditif yang terdapat dalam bahan makanan V. Materi Pembelajaran 1. Macam-Macam Zat Aditif VI. Metode Pembelajaran Metode yang digunakan adalah 1. Kooperatif tipe Learning Cycle 7E 2. Praktikum dan tanya jawab 90

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3 VII. Strategi Pembelajaran No. 1. Kegiatan Waktu 3’ Elicit a. Guru mengucapkan salam Tanya Jawab dan memeriksa kehadiran siswa. b. Guru bertanya kepada siswa apa saja macam zat makanan? Apakah semuanya baik untuk tubuh? 2. 10’ Engage a. Guru menarik perhatian siswa dengan menayangkan video yang berkaitan dengan zat aditif. b. Guru bertanya kepada siswa kembali mengenai zat makanan khususnya pada zat aditif. 3. Metode 30’ Explore a. Guru membagi siswa kelompok-kelompok membentuk kecil sesuai hitungan yang dipandu oleh guru b. Guru bertanya kepada siswa apa yang dimaksud dengan zat aditif? Kasuskasus apa saja yang biasa terjadi di masyarakat? c. Guru bertanya apakah yang dilakuakan orang dalam mengolah makanan dengan zat pewarna makanan, zat pengawet? d. Guru bertanya apakah tujuan pemberian zat aditif pada makanan? Apakah kaitan antara pemberian zat makanan dengan peningkatan nilai gizi 91

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3 makanan? Perlu tidakkah aturan pemakaian zat pewarna? Bagaimana membedakan zat pewarna alami dan sintesis? e. Guru bertanya kepada siswa apakah dampak yang terjadi pada tubuh dengan adanya zat aditif dalam tubuh kita? 4. 8’ Explain a. Siswa diminta keterkaitan untuk menjelaskan dari keseluruhan pertanyaan dibimbing oleh guru b. Menjelaskan macam-macamzat aditif dan menjelaskan praktikum yang akan dilaksanakan 5. 30’ Elaborate a. Siswa memulai melaksanakan praktikum dengan baik b. Siswa mengidentifikasi kandungan zat aditif dalam Makanan c. Guru membimbing siswa dalam melaksanakan praktikum 6. 5’ Evaluate a. Guru memberikan pertanyaan lisan mengenai materi pembelajaran hari ini 7. 4’ Extende a. Guru bersama siwa merefleksikan materi pembelajaran yang dapat dikaitkan dengan kehidupan seharihari b. Guru mengingatkan siswa 92 untuk

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3 mempelajari materi selanjutnya, salam penutup VIII. Sumber Belajar 1. Video zat aditif 2. Buku Biologi untuk SMA Kelas XI 3. Internet 4. Makanan dan Minuman Shacet IX. Penilaian 1. Jenis Penilaian : x Test x Non test 4. Instrumen : x Soal (uraian), rubrik penilaian dan pedoman skoring terlampir x Portofolio (LKS Macam-macam zat aditif pada makanan dan minuman Sachet) x Lembar Observasi psikomotor Yogyakarta, 3 Maret 2014 Mengetahui, Guru Biologi Praktikan SMA N 7 Yogyakarta ( Dra. Aruni Ikari ) (Liliana Prabanuraini) 93

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3 A. INSTRUMEN PENILAIAN Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar! 1. Sebutkan macam- macam zat-zat aditif! 2. Sebutkan 4 contoh zat aditif yang terdapat pada makanan dan minuman siap saji! 3. Apakah zat aditif berkaitan dengan peningkatan nilai gizi? Bagaiman carapenggunaan zat aditif untuk makanan? 4. Apa yang perlu dilakukan untuk menghindari adanya zat aditif yang berbahayapada makanan? B. PEDOMAN (KUNCI JAWABAN) PENILAIAN 1. Macam-macam Zat aditif : a. Zat Pengawet b. Zat Pewarna c. Zat Pemanis d. Zat Penyedap 2. Pemanis buatan (natrium siklamat), aspartam, Fenilalanin, Pewarna Makanan,dll 3. Tidak, cara penggunaan zat aditif yaitu harus sesuai aturan pemakaian 4. Mengetahui ciri-ciri makanan yang mengandung bahan aditif, jika ingin menggunakan zat aditif menggunakan sesuai aturan pemakaian C. PEDOMAN PENSKORAN Soal no 1 skor benar menyebutkan 1 , skor salah 0 Soal no 2 skor benar menyebutkan 0,5, skor salah 0 Soal no 3 skor benar menjelaskan 2, skor salah 0 Soal no 4 skor benar menjelaskan 2, skor salah 0 94

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3 SIKLUS 2 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 2 (RPP) Nama Sekolah : SMA NEGERI 7 YOGYAKARTA Mata Pelajaran : BIOLOGI Kelas/Semester : XI/ IA Pertemuan Ke- :4 Alokasi Waktu : 2 x 45 menit I. Standar Kompetensi 3. Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan/penyakit yang mungkin terjadi serta implikasinya pada Saling temas II. Kompetensi Dasar 3.3 Menjelaskan keterkaitan antara struktur dan fungsi, dan proses serta kelainan/penyakit yang terjadi pada sistem pencernaan makanan pada manusia dan hewan (misalnya ruminansia) III. Indikator 1. Menentukan kandungan zat aditif alami dan buatan dalam makanan IV. Tujuan Pembelajaran 1. Setelah melakukan praktikum siswa dapat menyebutkan kandungan zat aditif alami dan sintesis yang terdapat dalam bahan makanan V. Materi Pembelajaran 1. Zat Aditif (Zat Pewarna) VI. Metode Pembelajaran Metode yang digunakan adalah 1. Kooperatif tipe Learning Cycle 7E 2. Praktikum dan tanya jawab 95

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3 VII. Strategi Pembelajaran No. 1. Kegiatan Waktu 2’ Elicit a. Guru mengucapkan salam dan Tanya Jawab memeriksa kehadiran siswa. 2. 2’ Engage a. Guru bertanya kepada siswa jajanan apa saja yang biasa kalian makan sejak kecil? 3. 2’ Explore a. Guru membagi siswa membentuk kelompok-kelompok kecil sesuai yang ditentukan oleh guru b. Guru bertanya kepada siswa apakah akibat yang dirasakan dalam penggunaan zat pewarna? Apa efek yang terjadi pada tubuh jika zat pewarna dikonsumsi? 4. 3’ Explain a. Siswa diminta keterkaitan untuk menjelaskan dari keseluruhan pertanyaan dibimbing oleh guru b. Guru menanggapi siswa dan menjelaskan tahapan praktikum 5. 44’ Elaborate a. Siswa memulai melaksanakan praktikum dengan baik b. Guru membimbing siswa dalam melaksanakan praktikum 6. Metode 35’ Evaluate 96

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3 a. Guru memberikan soal evaluasi 7. 2’ Extende a. Guru bersama siwa merefleksikan materi pembelajaran yang dapat dikaitkan dengan kehidupan seharihari, salam penutup VIII. Sumber Belajar 1. Buku Biologi untuk SMA Kelas XI 2. Internet 3. Tomat 4. Saos tomat merk Indofood 5. Saos tomat tanpa merek 6. Saos tomat merk cherry 7. Beker Glass 8. Usus Sapi IX. Penilaian 1. Jenis Penilaian : x Test x Non test 5. Instrumen : x Soal (uraian), rubrik penilaian dan pedoman skoring terlampir x Portofolio (LKS Uji Pewarna makanan) x Lembar Observasi Psikomotor Yogyakarta, 3 Maret 2014 Mengetahui, Guru Biologi Praktikan SMA N 7 Yogyakarta ( Dra. Aruni Ikari ) (Liliana Prabanuraini) 97

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3 A. INSTRUMEN PENILAIAN Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar! 1. Apakah dampak yang terjadi jika menggunakan zat pewarna tidak sesuai aturan? 2. Apakah yang perlu diperhatikan dalam memilih makanan siap saji dalam bentukkemasan? B. PEDOMAN (KUNCI JAWABAN) PENILAIAN 1. Dapat terjadi gangguan pada sistem pencernaan 2. Melihat bahan yang digunakan yang tertera dalam kemasan C. PEDOMAN PENSKORAN Soal no 1 skor benar menjelaskan 2, skor salah 0 Soal no 2 skor benar menjelaskan 2, skor salah 0 98

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4 LEMBAR KERJA SISWA Tujuan : Mengetahui fungsi karbohidrat, protein dan lemak dan kegunaan bagi tubuh Alat dan Bahan : 1. Alat Tulis 2. Buku Paket 3. Internet Langkah kerja : 1. Berkumpulah dengan anggota kelompokmu 2. Diskusikan pertanyaan berikut ini dengan anggota kelompokmu 3. Presentasikan hasil diskusimu didepan kelas Pertanyaan : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Apa yang dimaksud dengan Karbohidrat ? Jelaskan 3 golongan karbohidrat secara singkat. Jelaskan fungsi karbohidrat bagi tubuh. Jelaskan fungsi protein bagi tubuh Sebutkan bahan makanan apa saja yang mengandung protein? Jelaskan fungsi lemak bagi tubuh Sebutkan bahan makanan yang mengandung lemak Hasil Pembahasan : 99

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4 LEMBAR KERJA SISWA Tujuan : Mengetahui jenis zat nutrisi yang terkandung dalam bahan makanan Alat dan Bahan : 1. Bahan makanan nasi, roti tawar, tepung terigu, tahu, telur, daging dan larutan gula 2. Tabung reaksi 3 buah 3. Rak tabung reaksi 4. Penjepit tabung reaksi 5. Bunsen 6. Korek api 7. Fehling A dan B 8. Larutan Lugol 9. Biuret 10. Pipet 11. Pengaduk 12. Mortal 13. Kertas Buram Langkah Kerja : 1. Uji amilum  Siapkan alat dan bahan yang digunakan  Tumbuk bahan makanan hingga halus masukan dalam tabung reaksi (beri label uji Amilum)  Teteskan larutan lugol dalam tabung reaksi  Amati perubahan yang terjadi!  Dokumentasikan hasil eksperimenmu! 2. Uji Glukosa  Siapkan alat bahan yang digunakan  Tumbuk bahan makanan hingga halus lalu masukan kedalam tabung reaksi (beri label uji Glukosa)  Teteskan Fehling A dan B pada tabung reaksi  Lalu panaskan dengan hati-hati sampai terjadi perubahan warna  Amati perubahan yang terjadi!  Dokumentasikan Eksperimenmu! 3. Uji Protein  Siapkan alat dan bahan 100

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4  Tumbuk bahan makanan hingga halus lalu masukan kedalam tabung reaksi (beri label uji protein)  Teteskan larutan makanan yang terdapat pada tabung reaksi denga reagen biuret  Amati perubahan yang terjadi!  Dokumentasikan Eksperimenmu! 4. Uji Lemak  Siapkan alat dan bahan  Teteskan larutan yang diuji pada kertas buram  Amati perubahan yang terjadi  Dokumentasikan Eksperimenmu! 101

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4 Tanggal : / / Nama Anggota Kelompok : 1. 2. 3. 4. 5. I. Diskusikan dengan anggota kelompokmu!! 1. Berdasarkan hasil uji makanan yang kalian lakukan bahan makanan apakah yang mengandung Amilum dan Glukosa? ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. 2. Apa yang menandakan suatu bahan makanan tersebut mengandung amilum dan glukosa? ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. 3. Berdasarkan hasil uji makanan yang kalian lakukan bahan makanan apakah yang mengandung protein? Apa yang menandakan bahwa bahan makanan tersebut mengandung protein? ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. 4. Sebutkan 4 fungsi karbohidrat bagi tubuh! ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. 102

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4 ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. 5. Sebutkan 5 fungsi protein bagi tubuh! ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. 6. Berdasarkan hasil uji makanan yang kalian lakukan bahan makanan apakah yang mengandung lemak? Apa yang menandakan bahwa bahan makanan tersebut mengandung lemak? ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. 7. Sebutkan Fungsi 4 lemak bagi tubuh! ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. 8. Mengapa menggunakan biuret dalam pengujian protein? ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. ............................................................................................................................. 103

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4 Data Hasil Pengamatan : 1. Tabel Uji Amilum No Bahan Makanan Warna Awal Warna setelah ditetesi lugol 2. Tabel Uji Glukosa Bahan Warna setelah ditetesi No Makanan Fehling A dan B 3. Tabel Uji Protein Bahan No Warna Awal Makanan Mengandung Amilum Ya Tidak Warna setelah dipanaskan Mengandung Glukosa Ya Tidak Warna setelah ditetesi Biuret Mengandung Protein Ya Tidak Kertas buram setelah ditetesi larutan bahan yang digunakan Mengandung Lemak 4. Tabel Uji Lemak No Bahan Makanan Warna Awal 104 Ya Tidak

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4 Kesimpulan : 105

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4 LEMBAR KERJA SISWA Tujuan : Mengetahui macam-macam zat aditif Alat dan Bahan : 1. Berbagai macam jajanan, minuman dan makanan siap saji 2. Alat tulis Langkah Kerja : 1. Perhatikan Jajanan yang terdapat di meja kelompokmu 2. Perhatikan merk kemasannya 3. Catatlah Zat aditif pada minuman dan makanan shacet pada tabel yang tersedia Hasil Pengamatan : No Macam-macam Zat Aditif Minuman Makanan Kesimpulan : 106

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4 LEMBAR KERJA SISWA Tujuan : Mengetahui adanya zat aditif pada bahan makanan (zat perwarna) Alat dan Bahan : 1. Berbagai macam jajanan 2. Saos tomat dan sambal merek Indofood 3. Saos tomat dan sambal botol besar merk X 4. Saos tomat dan sambal merk bebas 5. Beker Glass 6. Sendok 7. Label 8. Alat tulis Langkah Kerja : 1. Pilih 4 orang anggota kelompokmu, sebut saja siswa A, B, C, 2. Siswa A : Ambil sedikit saos tomat dan saos sambal merk “Indofood” lalu oleskan pada telapak tangan kirimu. Biarkan saos tersebut mengering di tangan kira-kira 15 menit. Siswa B : Ambillah sedikit saos tomat dan saos sambal merk “X” lalu oleskan pada telapak tangan kirimu. Biarkan saos tersebut mengering di tangan kira-kira 15 menit. Siswa C : Ambillah sedikit saos sambal merk bebas lalu oleskan pada telapak tangan kirimu. Biarkan saos tersebut mengering di tangan kira-kira 15 menit. Kemudian cucilah tangan Anda dan catat warna yang membekas pada tangan Anda. Tarik kesimpulan percobaan Anda! Hasil Pengamatan : Kesimpulan : 107

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 5 KISI-KISI NASKAH SOAL AKHIR SIKLUS I Indikator Soal Ingatan Pemahaman Soal no1, 2 Soal no 3 Analisis Jumlah Mengidentifikasi zatzat yang tetrdapat dalam bahan makanan dan fungsinya bagi tubuh 5 Soal Menentukan kandungan gizi yang Soal no 4 terdapat dalam bahan dan 5 makanan dengan menggunakan uji makanan sederhana 108

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 5 NASKAH SOAL AKHIR SIKLUS I Materi Pokok : Zat-Zat Makanan Kelas/Semester :XI/2 Waktu : 40 menit I. Kerjakan Soal-Soal berikut ini dengan Benar 1. Sebutkan 3 fungsi karbohidat dan 4 contoh bahan makanan yang mengandung karbohidrat (5) 2. Sebutkan 4 fungsi protein bagi tubuh (4) 3. Jelaskan ciri-ciri asam lemak jenuh dan lemak tidak jenuh (8) 4. Mengapa dalam pengujian uji protein menggunakan reagen biuret?(3) 5. Sebutkan reagen yang digunakan untuk melakukan uji glukosa pada Praktikum yang kalian lakukan? apa yang menandakan dalam bahan makanan tersebut mengandung gula? (3) 109

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 5 KUNCI JAWABAN NASKAH SOAL AKHIR SIKLUS I 1. Fungsi Karbohidrat bagi tubuh : a. Sebagai sumber energi b. Sebagai bahan pembentuk protein dan lemak c. Menjaga keseimbangan asam dan basa Contoh bahan makanan yang mengandung karbohidrat : a. Padi b. Jagung c. Umbi-umbian d. Gandum e. Singkong f. Kentang g. Gula tebu h. Madu i. Buah-buah manis 2. Fungsi Protein bagi tubuh : a. Sebagai zat pembangun b. Pengganti sel-sel yang telah rusak c. Pembentukan enzim, hormon dan antibodi d. Mempertahankan viskositas darah 3. Ciri-ciri Lemak Jenuh dan Tidak jenuh No Asam Lemak Jenuh 1. 2. Asam Lemak Tidak Jenuh Dapat disintesis sendiri oleh Asam lemak tidak jenuh tidak tubuh dapat disintesis tubuh Dalam ruang asam lemak jenuh Asam ini berbentuk padat lemak tidak jenuh biasanya berwujud cair Asama lemak jenuh banyak Banyak terdapat pada lemak 3. terdapat pada lemak hewan nabati misalnya mentega dan gajih 110 jagung, misalnya minyak minyak kedelai,

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 5 minyak sayur, dll Asam 4. lemak Jenuh dapat Ada asam lemak esensial meningkatkan kolesterol darah yang biasanya tidak dapat diproduksi tubuh 4. Karena antara asam amino yang pada bahan yang mengandung protein dengan reagen yang digunakan terjadi ikatan peptida sehingga terbentuk rangkaian asam amino yang disebut protein. 5. Reagen yang digunakan adalah fehling A dan B, terjadi perubahan warna setelah dipanaskan, perubahan yang terjadi perubahan warna menjadi merah bata da terdapat endapan. PEDOMAN SKORINNG Soal no 1 menyebutkan fungsi karbohidrat skor benar 1, 1 contoh benar skor 0,5 Soal no 2 menyebutkan fungsi protein skor benar 1, skor salah0 Soal no 3 menyebutkan fungsi lemak skor benar 1, skor salah 0 Soal no 4 skor benar 3 skor salah 0 Soal no 5 menyebutkan reagen untuk uji glukosa memberi penjelasan 2, skor salah 0 111 skor benar 1, skor benar

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 5 KISI-KISI NASKAH SOAL AKHIR SIKLUS II Soal Indikator Ingatan Pemahaman Analisis Soal no 1 Soal no 2 dan 3 Soal no 4 dan 5 Jumlah Menentukan kandungan zat aditif alami dan buatan dalam makanan 112 5 Soal

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 5 NASKAH SOAL AKHIR SIKLUS II Materi Pokok : Zat-zat makanan aditif Kelas/Semester :XI/2 Waktu : 40 menit I. Kerjakan Soal-Soal berikut ini dengan Benar 1. Sebut dan jelaskan macam-macam zat aditif sintesis (10) 2. Sebutkan perbedaan zat aditif alami dan sintetis (6) 3. Apakah dalam penggunaan zat aditif perlu aturan khusus? Jelaskan (3) 4. Apakah penambahan zat pewarna dalam makanan berpengaruh dengan peningkatan nilai gizi? Jelaskan (4) 5. Apakah dampak bagi kesehatan jika melakukan penyalahgunaan zat aditif sintetis? Jelaskan dengan contoh kasus yang Anda ketahui. (5) 113

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 5 KUNCI JAWABAN NASKAH SOAL AKHIR SIKLUS II 1. Macam-macam zat aditif sintetic yaitu : a. Zat Pengawet Zat pengawet bertujuan untuk memperlambat oksidasi yang dapat merusak makanan. b. Zat Pewarna Zat Pewarna digunakan untuk pewarna makanan agar menarik yang biasa digunakan adalah zat kimia turunan anilin, dll. c. Zat Penyedap Zat Penyedap digunakan untuk menambah rasa sedap untuk makanan yang biasa digunakana adalah MSG atau vetsin. d. Zat Pemanis Zat Pemanis digunakan untuk memberi rasa manis sintesis yang biasa digunakan adalah sakarin, siklamat dan aspartam. e. Zat Pengharum Zat Pengharum makanan adalah saenyawa ester yang memberiaroma buah-buahan misalnya amil asetat, berguna untuk meningkatkan selera makanan. 2. Perbedaan zat aditif alami dan buatan Zat aditf Alami Zat aditif Buatan Berasal dari bahan-bahan alam Berasal dari bahan alam namun tanpa melalui proses panjang seperti masih perlu di proses panjang fermentasi, dll seperti fermentasi, reaksi kimia,dll Aroma khas lebih kuat Aroma khas tidak kuat Warna bahan yang dicampur Warna bahan yang dicampur dengan zat aditif alami lebih muda 114 dengan zat aditif sintetis lebih tajam/ lebih tua

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 5 3. Dalam penggunaan zat aditif memerlukan aturan khusus. Jika mnengkonsumsi lebih dari aturan yang berlaku maka akan membahayakan bagi tubuh dan dapat menyebabkan sakit. 4. Zat aditif penambahan zat pewarna tersebut semata-mata tidak mempengaruhi nilai gizi makanan tapi agar penampilan makanan tersebut lebih menarik untuk memancing selera makanan. 5. Dampak dalam penyalahgunaan zat aditif dapat menyebabkan penyakit berbahaya bagi yang mengkonsumsi. Salah satu contoh kasus yaitu untuk makanan rhodamin B dan Metil Yellow sering dipakai untuk mewarnai kerupuk, makanan ringan, terasi, kembang gula, sirup, biskuit, sosis, cendol, dll. Makana yang biasanya diberi zat pewarna memiliki rasa agak pahit. Kelebihan dosis Rhodamin B dan Metil Yellow bisa menyebabkan kanker, keracunan, iritasi paru-paru,dll. PEDOMAN SKORING Soal no 1 skor benar menyebutkan dan menjelaskan 2, skor salah semua0 Soal no 2 skor benar menyebutkan perbedaan 1, skor salah semua0 Soal no 3 skor benar menjawab adanya aturan khusus 1, skor benar menjawab penjelasan 2, skor salah semua 0 Soal no 4 skor benar menjawab mengenai tambahan pada zat pewarna 1, skor benar penjelasan 3, skor salah semua 0 Soal no 5 skor benar menjawab dampak bahan zat aditif 1, skor benar penjelasan contoh kasus 4, skor salah semua 0 115

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 6 LEMBAR PENILAIAN PSIKOMOTOR SISWA DALAM PEMBELAJARAN Nama : Kelas : No Nama Siswa/ No absen Kerjasama dalam diskusi dan praktikum Partisipasi dalam diskusi dan praktikum Mematuhi Keputusan Bersama saat praktikum Jumlah Keterangan : Nilai Yang diberikan berkisar 1-3 Aspek Kerja Sama Nilai 1: Individualistis, tidak mau bekerjasama dengan teman lain Nilai 2 : Mau bekerjasama tetapi masih mengedepankan ego Nilai 3 : Mau bekerja dalam kelompok, melakukan apa yang menjadi tanggung jawabnya Aspek Partisipasi Nilai 1 : Tidak berkontribusi sedikitpun dalam diskusi Nilai 2 : Partisipasi kurang aktif Nilai 3 : Berpartisipasi aktif, menyampaikan ide-ide dan berkontribusi dalam kelompok Mematuhi Keputusan Bersama Nilai 1: Tidak menerima keputusan diskusi kelompok Nilai 2 : Menerima keputusan kelompok dengan perasaan yang kurang ikhlas Nilai 3 : Menerima keputusan diskusi kelompok 116

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 6 LEMBAR PENILAIAN PSIKOMOTOR ANTAR TEMAN Nama : Kelas : No Nama Teman/ No absen Kerjasama dalam diskusi dan praktikum Partisipasi dalam diskusi dan praktikum Mematuhi Keputusan Bersama dalam diskusi dan praktikum Jumlah Keterangan : Nilai Yang diberikan berkisar 1-3 Aspek Kerja Sama Aspek Partisipasi Mematuhi Keputusan Bersama Nilai 1 : Individualistis, tidak mau bekerjasama dengan teman lain Nilai 2 : Mau bekerjasama tetapi masih mengedepankan ego Nilai 3 : Mau bekerja dalam kelompok, melakukan apa yang menjadi tanggung jawabnya Nilai 1 : Tidak berkontribusi sedikitpun dalam diskusi Nilai 2 : Partisipasi kurang aktif Nilai 3 : Berpartisipasi aktif, menyampaikan ideide dan berkontribusi dalam kelompok Nilai 1 : Tidak menerima keputusan diskusi kelompok Nilai 2 : Menerima keputusan kelompok dengan perasaan yang kurang ikhlas Nilai 3 : Menerima keputusan diskusi kelompok 117

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 6 LEMBAR PENILAIAN PSIKOMOTOR DALAM PEMBELAJARAN Nama Kelompok : Anggota : 1. 2. 3. 4. 5. Praktikum Uji Makanan : No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Aspek Yang Dinilai Mempersiapkan alat dan bahan Menumbuk makanan hingga halus Menteskan lugol dalam tabung reaksi Mencatat hasil perubahan yang terjadi Membersihkan alat dan bahan Partisipasi dalam bekerja kelompok TOTAL Skor 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Keterangan 1 : Tidak baik melakukan cara kerja 2 : Kurang baik melakukan cara kerja 3 : Baik dalam melakukan cara kerja 4 : Baik sekali dalam melakukan cara kerja Praktikum Uji Makanan : No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Aspek Yang Dinilai Mempersiapkan alat dan bahan Menumbuk makanan hingga halus Menteskan fehling A dan fehling Bdalam tabung reaksi Memanaskan tabung reaksi Mencatat hasil perubahan yang terjadi Membersihkan alat dan bahan Melakukan sesuai dengan urutan langkah kerja Partisipasi Dalam Kelompok TOTAL 118 Skor 1 2 3 1 2 3 4 4 1 2 3 4 1 2 1 2 3 3 4 4 1 2 1 2 3 3 4 4 1 2 3 4 Keterangan 1 : Tidak baik melakukan cara kerja 2 : Kurang baik melakukan cara kerja 3 : Baik dalam melakukan cara kerja 4 : Baik sekali dalam melakukan cara kerja

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 6 Praktikum Uji Makanan : No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Aspek Yang Dinilai Mempersiapkan alat dan bahan Menumbuk makanan hingga halus Menteskan reagen biuret pada tabung reaksi Mencatat hasil perubahan yang terjadi Membersihkan alat dan bahan Partisipasi dalam kelompok TOTAL Skor 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 1 2 3 3 4 4 Keterangan 1 : Tidak baik melakukan cara kerja 2 : Kurang baik melakukan cara kerja 3 : Baik dalam melakukan cara kerja 4 : Baik sekali dalam melakukan cara kerja Praktikum Uji Makanan : No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Aspek Yang Dinilai Mempersiapkan alat dan bahan Meneteskan larutan pada kertas Buram Kertas Buram dipanaskan diatas Api bunsen Mencatat hasil perubahan yang terjadi Membersihkan alat dan bahan Partisipasi dalam kelompok TOTAL Skor 1 2 3 4 119 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 1 2 3 3 4 4 Keterangan 1 : Tidak baik melakukan cara kerja 2 : Kurang baik melakukan cara kerja 3 : Baik dalam melakukan cara kerja 4 : Baik sekali dalam melakukan cara kerja

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 6 LEMBAR PENILAIAN PSIKOMOTOR DALAM PEMBELAJARAN Nama Kelompok : Anggota : 1. 2. 3. 4. 5. Uji Zat Pewarna Makanan No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Aspek Yang Dinilai Mempersiapkan Alat dan Bahan Memberi Label pada setiap Bahan Melakukan langkah kerja sesuai prosedur Melakukan Pengamatan Mendokumentasikan hasil eksperimen Skor Berpartisipasi aktif dalam kerja kelompok Total 120 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Keterangan 1 : Tidak baik melakukan cara kerja 2 : Kurang baik melakukan cara kerja 3 : Baik dalam melakukan cara kerja 4 : Baik sekali dalam melakukan cara kerja

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 8 Hasi Tes Awal Siswa Siswa Ke Nilai Hasil Test Awal 1 50 2 42,5 3 45 4 70 5 60 6 70 7 80 8 50 9 75 10 52,5 11 70 12 50 13 72 14 60 15 40 16 85 17 70 18 50 19 65 20 75 21 65 22 55 23 70 24 70 25 55 26 50 27 65 Rata-rata 61,55 121

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 8 Data Hasil Tes Akhir Siswa Siklus I Siswa Ke- Nilai Tes Akhir Siklus I 1 84 2 95 3 82 4 71 5 78 6 78 7 85 8 89 9 89 10 95 11 95 12 95 13 78 14 95 15 93 16 95 17 84 18 95 19 80 20 95 21 73 22 86 23 89 24 70 25 95 26 95 27 78 Rata-rata 86,55 122

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 8 Data Hasil Tes Akhir Siklus II Siswa Ke- Nilai Tes Akhir siklus II 1 92 2 96 3 85 4 75 5 78 6 82 7 85 8 92 9 92 10 100 11 96 12 100 13 78 14 100 15 96 16 100 17 85 18 100 19 82 20 100 21 78 22 92 23 92 24 75 25 96 26 100 27 92 Rata-rata 90,33 123

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 8 Perbandingan Rata-Rata Nilai Tes Siswa Siswa Nilai Tes Awal Nilai Tes Akhir Nilai Tes Akhir Siklus I Siklus II ke 1 50 84 92 2 42,5 95 96 3 45 82 85 4 70 71 75 5 60 78 78 6 70 78 82 7 80 85 85 8 50 89 92 9 75 89 92 10 52,5 95 100 11 70 95 96 12 50 95 100 13 72 78 78 14 60 95 100 15 40 93 96 16 85 95 100 17 70 84 85 18 50 95 100 19 65 80 82 20 75 95 100 21 65 73 78 22 55 86 92 23 70 89 92 24 70 70 75 25 55 95 96 26 50 95 100 124

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 8 27 Ratarata 65 78 92 61,55 86,55 90,33 125

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 8 ANALISIS HASIL PSIKOMOTOR SISWA SIKLUS I Siswa ke- Penilaian Siswa Penilaian Guru 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 4 8 8 4 4 9 4 9 9 9 9 9 5 9 9 8 Siklus I Nilai total {(𝟑 × 𝑷𝒆𝒏. 𝑺𝒊𝒔𝒘𝒂) + (𝟕 × 𝑷𝒆𝒏. 𝑮𝒖𝒓𝒖)} 90 × 100% 63 92, 22 92, 22 63 63 100 63 100 100 100 100 100 68 100 100 92, 22 126 Skor Praktikum Nilai Akhir Psikomotor Siswa 88 63 71 63 71 86 71 86 71 71 88 63 73 86 75 86 75,5 77,6 81,6 63 67 93 67 93 85,5 85,5 94 81,5 70, 94 93 87,5 89,1

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 8 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 Rata-rata 9 9 9 9 4 9 8 3 8 9 4 73 73 88 73 88 63 86 75 88 75 75 76,62 100 100 100 100 63 100 92, 22 53, 33 92, 22 100 63 87, 42 127 86,5 86,5 94 86,5 75,5 81,5 89,1 64 83,6 87,5 69 81 , 7 9

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 8 ANALISIS HASIL PSIKOMOTOR SISWA SIKLUS II Siswa ke- Penilaian Siswa Penilaian Guru 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 Siklus II Nilai total {(𝟑 × 𝑷𝒆𝒏. 𝑺𝒊𝒔𝒘𝒂) + (𝟕 × 𝑷𝒆𝒏. 𝑮𝒖𝒓𝒖)} 90 × 100% 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 128 Skor Praktikum Nilai Akhir Psikomotor Siswa 100 100 95,83 100 95,83 100 95,83 95,83 95,83 100 100 87, 5 100 100 100 97, 92 100 97, 92 100 97, 92 97, 92 97, 92 100 100 93, 75 100

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 8 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 Rata-rata 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 87, 5 100 100 95,83 87, 5 95,83 100 87, 5 100 95,83 95,83 100 87, 5 100 96,30 129 93, 75 100 100 97, 92 93, 75 97, 92 100 93, 75 100 97, 92 97, 92 100 93, 75 100 98, 15

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 9 130

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 9 131

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 9 132

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 9 133

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 9 134

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 9 135

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 9 136

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 9 137

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 9 138

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 9 139

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 9 140

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 9 141

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 9 142

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 9 143

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 9 144

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 9 145

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 9 146

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 9 147

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 9 148

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 9 149

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 9 150

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 9 151

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 9 152

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 10 153

(171)

Dokumen baru