PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Gratis

0
0
96
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERSEPSI SISWA TERHADAP KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU BK SMP NEGERI DI KECAMATAN TRUCUK SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling Oleh : ARRYANTO WISNU DWI PRASETYO 091114007 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERSEPSI SISWA TERHADAP KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU BK SMP NEGERI DI KECAMATAN TRUCUK SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling Oleh : ARRYANTO WISNU DWI PRASETYO 091114007 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO DAN PERSEMBAHAN Kearifan budi itu, jika dicampuri kotoran pikiran, tidakkah cemerlang keadaannya itu, seperti misalnya emas yang dilebur belum bersih, belum baik, karena lekatnya besi padanya, sehingga belum cemerlang cahayanya. (Sarassamuccaya, sloka 509) Kupersembahkan Karya Ini untuk :  Bapak Rujito dan Ibu Gumi Lestari, yang selalu memeberikan doa, semangat, dan kasih saying tiada henti.  Kakak dan adik ku tercinta.  Raras yang selalu menemani serta mendukung dalam kondisi. apapun, kapanpun, dimanapun dan bagaimanapun.  Keluarga besar Bimbingan dan Konseling 2009.  Almamaterku Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta. 24 Oktober 2014 Penulis Arryanto Wisnu Dwi Prasetyo v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma Nama Nomor Mahasiswa : Arryanto Wisnu Dwi Prasetyo : 091114007 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul : “PERSEPSI SISWA TERHADAP KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU BK SMP NEGERI DI KECAMATAN TRUCUK” Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalty kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal : 24 Oktober 2014 Yang menyatakan Arryanto Wisnu Dwi Prasetyo vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK PERSEPSI SISWA TERHADAP KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU BK SMP NEGERI DI KECAMATAN TRUCUK Arryanto Wisnu Dwi Prasetyo Universitas Sanata Dharma 2014 Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang persepsi siswa terhadap kompetensi kepribadian guru BK Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kecamatan Trucuk dan untuk mengetahui butir kompetensi kepribadian guru BK yang tergolong penguasaannya masih rendah. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian sebanyak 108 siswa, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling acak bertingkat proporsional. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner skala Likert. Uji instrumen berupa uji validitas dan reliabilitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik kategorisasi jenjang ordinal. Hasil penelitian ini menunjukkan : (1) sebanyak 69,4% subjek memiliki persepsi bahwa kompetensi kepribadian guru BK berada pada kategori sangat baik,(2) sebanyak 28,7% pada kategori baik, (3) tidak ada (0%) pada kategori cukup baik, (4) 0,9% pada kategori tidak baik, (5) 0,9% pada kategori sangat tidak baik. Hasil analisis butir item dari instrumen penelitian persepsi siswa kelas VIII SMP Negeri di Kecamatan Trucuk terhadap kompetensi kepribadian guru BK menunjukkan sebanyak 42 item (92%) berada pada kategori sangat tinggi, 12 item (8 %) berada pada kategori tinggi, dan tidak ada item yang berada pada kategori cukup tinggi, rendah, maupun sangat rendah, namun terdapat item yang memiliki skor terendah yaitu pada indikator berempati. vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT STUDENTS’ PERCEPTIONS OF PERSONAL AT STATE JUNIOR HIGH SCHOOL COMPETENCE OF GUIDANCE AND COUNSELING TEACHER IN TRUCUK DISTRICT Arryanto Wisnu Dwi Prasetyo Sanata Dharma University 2014 This study aims at gaining an overview of students' perception towards personal competence of guidance and counseling teachers on state Junior High School in Trucuk District and to know the personality of the teachers competence items guidance and counseling wich are relatively low mastery. This type of research is descriptive quantitative research. The research sample of 108 students, the sampling technique is using proportional stratified random sampling. The techniques of data collection is using questionnaires Likert scale. The test instruments are such validity and reliability. The data analysis technique used is the ordinal level categorization techniques. The results showed: (1) there is 69,4% of the subjects had a perception that the personal competence of teachers in guidance and counseling are very good category, (2) there is 28,7% good, (3) there is no good enough, (4) there is 0,9% not good, (5) there is 0,9% not very good. The results of analysis items of research instruments showed that there are 42 items (92%) are in very high category , 12 items (8%) are in the high category, and no items are fairly in the high category, low, or very low, but there are items that have the lowest scores are the indicators of empathize. viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Asung Kerta Wara Nugraha kepada Sang Hyang Widhi Wasa, karena berkat karunia-Nya skripsi ini telah selesai indah pada waktunya. Skripsi ini ditulis dan diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan, Program Studi Bimbingan dan Konseling. Dalam proses penyusunan skripsi ini mendapatkan berbagai masukan, kritik, dan saran dari berbagai pihak. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Rohandi, Ph.D. selaku Dekan Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta; 2. Bapak Dr. Gendon Barus, M.Si. selaku Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta; 3. Ibu Ag. Krisna Indah Marhaeni, S.Pd., M.A. selaku Dosen Pembimbing yang telah banyak meluangkan waktu dengan kesabaran dalam memberikan bimbingan, pengarahan, kritik, dan saran untuk kesempurnaan skripsi ini. 4. Seluruh Dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling yang telah memberikan banyak tambahan pengetahuan dalam proses perkuliahan. 5. Mas St. Priyatmoko yang selalu senantiasa memberikan bantuan dalam administrasi selama proses perkuliahan hingga terselesaikannya skripsi ini. 6. Bapak/Ibu Kepala SMP Negeri di Kecamatan Trucuk yang telah memberikan ijin untuk melakukan penelitian. ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7. Bapak/Ibu Guru BK di Kecamatan Trucuk Kabupaten Klaten yang telah senantiasa bersedia membantu kelancaran proses penelitian. 8. Siswa-siswi kelas VIII Tahun ajaran 2013/2014 SMP Negeri 1, 2, dan 3 Trucuk. 9. Orang tua yang telah memberikan bantuan finansial dan dukungan spiritual selama studi di Universitas Sanata Dharma dan dalam mengerjakan skripsi. 10. Raras Ari Murti, yang tak lelah menemani, memberi semangat dan motivasi hingga terselesaikan skripsi ini. 11. Kakak dan Adikku yang selalu memberikan semangat. 12. Seluruh sahabatku di Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2009 Universitas Sanata Dharma atas dukungannya. Skripsi ini telah disusun dalam bentuk skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Skripsi ini belum sempurna karena keterbatasan kemampuan dan pengetahuan. Dengan rendah hati, saya mengharapkan segala kritik saran yang sifatnya membangun. Harapan saya, semoga skripsi ini dapat menjadi sumber inspirasi kapanpun, dimanapun. Penulis Arryanto Wisnu Dwi Prasetyo x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ........................................................................................... HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................. HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................. MOTTO DAN PERSEMBAHAN ...................................................................... HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ......................................... HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ........................... ABSTRAK .......................................................................................................... ABSTRACT ......................................................................................................... KATA PENGANTAR ......................................................................................... DAFTAR ISI ....................................................................................................... DAFTAR TABEL ............................................................................................... DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................................... i ii iii iv v vi vii viii ix xi xiii xiv BAB I PENDAHULUAN ................................................................................. A. Latar Belakang ................................................................................ B. Rumusan Masalah ........................................................................... C. Tujuan Penelitian ............................................................................. D. Manfaat Penelitian ........................................................................... E. Definisi Operasional ........................................................................ F. Batasan Istilah .................................................................................. 1 1 6 6 7 7 7 BAB II KAJIAN PUSTAKA .............................................................................. A. Persepsi ............................................................................................. 1. Pengertian Persepsi ..................................................................... 2. Faktor yang Mempengaruhi Persepsi .......................................... 3. Aspek yang Mempengaruhi Persepsi .......................................... B. Kompetensi Kepribadian Guru BK ................................................... 1. Pengertian Kompetensi Kepribadian Guru BK ........................... 2. Ciri-ciri Kompetensi Kepribadian Guru BK ............................... 3. Aspek Kompetensi Kepribadian Guru BK .................................. C. Persepsi Siswa terhadap Kualitas Kompetensi Guru BK .................. 8 8 8 11 13 16 16 17 21 23 BAB III METODE PENELITIAN .................................................................... A. Jenis Penelitian ................................................................................. B. Subjek Penelitian ............................................................................... C. Instrumen Penelitian .......................................................................... D. Validitas dan Reliabilitas .................................................................. E. Prosedur Pengumpulan Data ............................................................. 26 26 27 28 31 36 xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI F. Teknik Analisis Data ........................................................................ 37 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ................................... A. Hasil Penelitian ................................................................................. 1. Persepsi Siswa terhadap Kompetensi Kepribadian Guru BK ...... 2. Butir Item Terendah dari Instrumen Penelitian ........................... 42 42 42 43 B. Pembahasan ....................................................................................... 1. Persepsi Siswa terhadap Kompetensi Kepribadian Guru BK ...... 2. Butir Item Terendah dari Instrumen Penelitian ........................... 44 44 48 BAB V PENUTUP ............................................................................................... A. Kesimpulan ......................................................................................... B. Saran ................................................................................................... 51 51 52 DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... LAMPIRAN ....................................................................................................... 53 55 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1 Pengelompokan Sampel ……..………………………………………….......... Table 2 Sampel Penelitian ……………………………………………………………... 28 Tabel 3 Penentuan Skor tiap Alternatif Jawaban ……………………………………… 30 Tabel 4 Kisi-Kisi Kuesioner Kompetensi Kepribadian Guru BK ……………………. Tabel 5 Hasil Uji Validitas Instrumen Penelitian ……………………………………... 34 Tabel 6 Kisi-kisi Instrumen setelah Uji Validitas ……………………………………... 35 Tabel 7 Kualifikasi Reliabilitas ………………………………………………………... 37 Tabel 8 Norma Penggolongan Kategorisasi Persepsi Siswa terhadap Kompetensi Kepribadian Guru BK ……………..…………………………………………. 28 31 39 Tabel 9 Kategori Skor Subjek Penelitian ……………………………………………… 40 Tabel 10 Kategori Skor Item Penelitian ……………………………………………….... 41 Tabel 11 Kategori Persepsi Siswa terhadap Kompetensi Kepribadian guru BK ………. Tabel 12 Kategori Butir Item Instrumen Penelitian …………………………………….. 44 xiii 42

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 : Format Kuesioner Penelitian ......................................................... 55 Lampiran 2 : Kuesioner Penelitian yang Telah Diisi oleh Responden .................... 58 Lampiran 3 : Rekam Hasil Analisis Validitas dan Reliabilitas ................................. 61 Lampiran 4 : Tabulasi Skor Kuesioner ............................................................... 65 Lampiran 5 : Surat Ijin Penelitian ...................................................................... 74 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini secara berurutan diuraikan latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan batasan istilah. A. Latar Belakang Masalah Bimbingan dan Konseling berperan untuk membantu peserta didik untuk menjadi pribadi yang berguna bagi masyarakat, memiliki wawasan yang luas, menjadi pribadi yang mandiri, mampu menerima diri sendiri dan lingkungannya, dan mampu mengambil keputusan yang tepat dalam hidupnya (Prayitno, 2004: 114). Tujuan umum Bimbingan dan Konseling adalah membantu individu mengembangkan diri secara optimal sesuai dengan tahap perkembangan yang dimilikinya (seperti kemampuan dasar dan bakat-bakatnya), berbagai latar belakang yang ada (keluarga, pendidikan, dan status sosial ekonomi), serta sesuai dengan tuntutan positif lingkungannya. Tujuan umum BK tersebut merupakan penjabaran dari fungsi dan tujuan pendidikan nasional yang tertuang dalam UndangUndang No. 20 Tahun 2003 (Sisdiknas, Pasal 3) berikut ini : “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab” 1

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 Terwujudnya tujuan pendidikan nasional, khususnya tujuan umum bimbingan dan konseling sangat ditentukan oleh kompetensi guru BK sebagai pelaku atau transmitter layanan bimbingan. Sedikitnya ada dua kategori kompetensi yang harus dimiliki oleh guru BK (Mulyasa, 2007: 10). Pertama kompetensi profesional yaitu kemahiran merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi tugas sebagai guru, yang meliputi penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi pendidikan. Kedua, kompetensi kepribadian yang meliputi etika, moral, pengabdian, kemampuan sosial, dan spiritual. Kedua kompetensi ini perlu dimiliki oleh guru BK yang perlu diwujudkan dalam sosok utuh standar kompetensi guru BK. Belkin (dalam Pujosuwarno, 1992:7) mengatakan bahwa “ciri kepribadian konselor sangat menentukan berhasil atau tidaknya suatu proses konseling, disamping pengetahuan dan keterampilan-keterampilan professional”. Ciri-ciri konselor sekolah yang baik menurut Belkin (Pujosuwarno, 1992: 8-9) diantaranya adalah konfrontasi, tulus, jujur, hangat, empati, polos, hormat, dan positive regard. Merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 27 tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor Pasal 2 yang berbunyi: “Penyelenggara pendidikan yang satuan pendidikannya mempekerjakan konselor wajib menerapkan standar kualifikasi akademik dan kompetensi konselor sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri paling lambat 5 tahun setelah Peraturan Menteri ini mulai berlaku (Permendiknas, 2008)”.

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Apabila ditata ke dalam empat kompetensi pendidik sebagaimana tertuang dalam PP 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, ada empat kompetensi yang harus dimiliki oleh konselor, diantaranya; kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, kompetensi profesional dan salah satunya adalah kompetensi kepribadian. Kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai kompetensi yang dimilikinya. Kompetensi konselor berikutnya yaitu kompetensi sosial. Kompetensi sosial dalam PP 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan adalah kemampuan pendidik sebagai bagian masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua wali peserta didik, dan masyarakat sekitar. Ketiga yaitu kompetensi professional, kompetensi professional dalam PP 19/2005 Standar Nasional Pendidikan adalah kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan pendidik membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam standar nasional pendidikan. Keempat yaitu kompetensi kepribadian, kompetensi kepribadian dalam PP 19/2005 Standar Nasional Pendidikan adalah kemampuan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia.

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 Kinerja guru BK dipengaruhi oleh kualitas penguasaan ke empat kompetensi tersebut yang dilandasi oleh sikap, nilai, dan kecenderungan pribadi yang mendukung. Jika guru BK menguasai ke empat kompetensi tersebut maka tidak perlu diragukan akan kualitas keberhasilan BK di sekolah (Mulyasa, 2007: 10). Kenyataannya, terdapat anggapan bahwa guru BK hanya berurusan dengan siswa yang bermasalah. Anggapan tersebut memicu ketakutan siswa terhadap guru BK yang kemudian menimbulkan ketidakantusiasan siswa dalam mengikuti bimbingan. Beberapa siswa mengungkapkan ketidaksukaannya terhadap sikap guru BK yang sering memarahi siswa. Siswa sering kali mendapatkan pelayanan yang kurang baik dari Guru BK. Guru BK sering kali kurang memperhatikan kebutuhan siswa, khususnya siswa yang sedang memiliki masalah. Sebagai contoh, ketika siswa sedang memiliki masalah enggan untuk berkonsultasi dengan guru khususnya guru BK, sehingga siswa hanya menyimpan masalahnya sendiri yang pada akhirnya dapat mengganggu kegiatan belajarnya. Guru BK pada situasi seperti ini sebaiknya menunjukkan perannya sebagai guru BK yang memiliki kompetensi kepribadian. Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan melakukan pendekatan secara pribadi dengan siswa dengan tujuan untuk menggali masalah apa yang sedang dihadapi oleh siswa. Memperhatikan siswa yang memiliki permasalahan pribadi dapat membantu siswa lebih fokus belajar. Kasus ini memakai siswa sebagai contoh karena siswa merupakan subyek penelitian.

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 Berdasarkan uraian yang dipaparkan di atas, peneliti berasumsi bahwa masalah muncul karena guru BK kurang menguasai salah satu dari empat standar kompetensi guru BK yang paling mempengaruhi keberhasilan BK yaitu kompetensi kepribadian yang mencakup bagaimana guru BK menampilkan dirinya, dan bagaimana tingkah laku guru BK kepada siswa serta bagaimana guru BK memperlakukan siswa. Kompetensi kepribadian sangat diperlukan untuk membentuk karakter guru BK yang berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia. Guru BK yang mampu menguasai kompetensi kepribadian akan mendukung terbentuknya karakter positif siswa. Guru BK yang mampu menguasai kompetensi kepribadian, akan lebih disegani dan disenangi oleh siswa. Timbulnya rasa segan dan senang siswa terhadap guru BK akan dapat membina hubungan yang positif antara siswa dengan guru BK. Guru BK yang merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan tujuan pendidikan nasional dan tujuan BK pada khususnya perlu memiliki kompetensi keperibadian yang memadai. Kompetensi kepribadian ini, dapat dikembangkan melalui pelatihan-pelatihan pengembangan kepribadian, mengikuti workshop, dan seminar yang berkaitan dengan pengembangan kompetensi guru BK. Berdasarkan hal yang dipaparkan di atas peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian tentang “Persepsi Siswa Terhadap Kompetensi

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 Kepribadian Guru BK di Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kecamatan Trucuk”. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dibahas di atas, maka dapat dirumuskan masalah yang berikutnya akan diteliti yaitu sebagai berikut : 1. Seberapa baik kompetensi kepribadian guru BK menurut persepsi siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kecamatan Trucuk kelas VIII tahun ajaran 2013/2014? 2. Berdasarkan hasil analisis capaian skor butir kompetensi kepribadian guru BK, butir kepribadian mana sajakah yang tergolong penguasaannya masih rendah? C. Tujuan Penelitian Berdasarkan beberapa masalah penelitian yang telah dirumuskan di atas, penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk: 1. Memperoleh gambaran yang jelas tentang persepsi siswa terhadap kompetensi kepribadian guru BK Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kecamatan Trucuk kelas VIII tahun ajaran 2013/2014. 2. Mengidentifikasi capaian skor butir kompetensi kepribadian guru BK yang tergolong penguasaannnya masih rendah.

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis Hasil penelitian ini kiranya dapat digunakan untuk menambah wawasan di bidang bimbingan dan konseling, khususnya dalam membangun kompetensi kepribadian. 2. Manfaat Praktis a. Bagi guru BK, hasil penelitian ini kiranya menjadikan bahan refleksi dalam meningkatkan kompetensi kepribadian. b. Bagi peneliti, hasil penelitian ini menjadi masukan yang sangat berharga untuk mengembangkan kompetensi kepribadian sebagai calon guru BK. E. Definisi Operasional Persepsi siswa terhadap kompetensi kepribadian guru BK yaitu interpretasi siswa mengenai perilaku guru BK dalam dalam memwujudkan dirinya sebagai pribadi yang mandiri untuk melakukan transformasi diri, identitas diri, dan pemahaman diri yang meliputi kemampuan untuk mengolah diri, memahami diri, mengendalikan diri, dan menghargai diri. F. Batasan Istilah Persepsi siswa terhadap kompetensi kepribadian guru BK adalah pengalaman siswa dalam mengamati kemampuan kepribadian guru BK yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia.

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI Bab ini mengkaji landasan teori yang berkaitan dengan masalah penelitian. Topik-topik yang dibahas antara lain pengertian persepsi, faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi, aspek-aspek persepsi, kompetensi guru bimbingan dan konseling, kompetensi kepribadian guru bimbingan dan konseling, dan aspekaspek kompetensi kepribadian guru bimbingan dan konseling. A. Persepsi Bagian ini menjelaskan pengertian persepsi, faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi, dan aspek-aspek yang mempengaruhi persepsi. 1. Pengertian Persepsi Moskowitz dan Orgel (Walgito, 2003: 46) menjelaskan bahwa persepsi merupakan proses pengorganisasian, penginterpretasian terhadap stimulus yang diterima oleh individu sehingga menjadi sesuatu yang berarti, dan merupakan sesuatu aktivitas yang integrated dalam diri individu. Persepsi dijelaskan merupakan aktivitas yang integrated maka seluruh pribadi, seluruh apa yang ada dalam diri individu ikut aktif berperan dalam persepsi. Persepsi merupakan suatu proses yang digunakan individu untuk mengelola dan menafsirkan pesan indera dari lingkungan dalam rangka memberikan makna kepada lingkungan dengan cara mengorganisir dan menginterpretasi sehingga akan mempengaruhi perilaku individu (Robbins 8

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 2003). Gibson (1998) dan Sarwono (2000) menambahkan bahwa persepsi melibatkan alat indra dan proses kognisi yaitu menerima stimulus, mengorganisasi stimulus serta menafsirkan stimulus dengan proses tersebut akan mempengaruhi perilaku dan sikap individu. Definisi yang sama juga diungkapkan Solso, dkk (2008) bahwa persepsi melibatkan kognisi dalam penginterpretasian terhadap informasi. Kejadian-kejadian atau informasi tersebut diproses sesuai pengetahuan yang dimiliki individu sebelumnya mengenai objek persepsi yang di interpretasikannya. Menurut McDowwell & Newel (1996) persepsi dipengaruhi oleh faktor dari dalam diri individu yaitu perasaan sehingga mampu mempengaruhi persepsi individu tersebut. Rahmat (2005) menyebutkan persepsi dibagi menjadi dua bentuk yaitu positif dan negatif, apabila objek yang dipersepsi sesuai dengan penghayatan dan dapat diterima secara rasional dan emosional maka manusia akan mempersepsikan positif atau cenderung menyukai dan menanggapi sesuai dengan objek yang dipersepsikan. Apabila tidak sesuai dengan penghayatan maka persepsinya negatif atau cenderung menjauhi, menolak dan menanggapinya secara berlawanan terhadap objek persepsi tersebut. Menurut Irwanto, dkk (1988:55) persepsi adalah proses diterimanya rangsang suatu obyek, kualitas, hubungan antar gejala, maupun peristiwa sampai ransang itu disadari dan dimengerti. Pengertian tersebut senada dengan yang diungkapkan oleh Walgito (2003: 45) bahwa

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 persepsi merupakan suatu proses yang didahului oleh penginderaan. Proses yang dimaksud adalah proses diterimanya stimulus oleh individu melalui panca indera dan dilanjutkan oleh syaraf ke otak sebagai pusat susunan syaraf. Stimulus yang diterima oleh individu tersebut kemudian diorganisasikan, diinterpretasikan sehingga individu menyadari apa yang diinderanya itu. Disimpulkan bahwa individu menerima stimulus melalui alat indera, kemudian individu tersebut mengorganisasikan, menginterpretsikan sehingga stimulus yang diterima oleh alat indera tersebut menjadi sesuatu yang bermakna. Berdasarkan pendapat-pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa persepsi merupakan proses yang berlangsung dalam diri individu. Proses yang yang dimaksud adalah mengorganisasikan, menginterpretasikan, dan menilai rangsangan-rangsangan yang diterima oleh alat indera sehingga rangsangan tersebut menjadi bermakna serta individu dapat memahami dan menyadari keadaan di sekitarnya. Rangsangan yang dimaskud berupa orang, benda, peristiwa, perilaku, dan hal lain yang ditemui dalam kehidupan. Persepsi antara individu satu dengan yang lain tentu berbeda, begitu pula dengan siswa yang menjadi subjek dalam penilitian ini. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhinya yaitu perhatian yang selektif, sifat-sifat rangsang, nilai-nilai dan kebutuhan individu, serta pengalaman terdahulu. Penjelasan lebih lanjut akan dibahas ditopik yang berikut ini.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 2. Faktor yang Mempengaruhi Persepsi Menurut Irwanto, dkk (1988) ada empat faktor yang mempengaruhi persepsi sebagai berikut. a. Perhatian yang selektif Perhatian adalah proses konsentrasi pikiran atau pemusatan aktivitas mental. Perhatian melibatkan proses seleksi terhadap beberapa obyek yang hadir pada saat yang bersangkutan, kemudian pada saat yang bersamaan pula seseorang memilih hanya satu obyek, sementara objek-objek yang lain diabaikan. Suatu rangsang mendapat perhatian dari individu, maka rangsang tersebut akan disadari dan ditanggapi dengan cepat oleh individu tersebut. Rangsang yang kurang mendapat perhatian akan kurang disadari dan kurang ditanggapi. Semakin besar perhatian seseorang, semakin besar kesadarannya akan rangsang itu dan semakin besar pula kemungkianan orang yang bersangkutan menanggapinya. Semakin kecil perhatian seseorang, semakin kecil kesadarannya akan rangsang yang bersangkutan dan semakin kecil pula kemungkinan individu untuk menanggapinya. Sebagai contoh seorang siswa yang sedang mengikuti bimbingan klasikal, jika dia memusatkan perhatian penuh terhadap proses bimbingan maka materi bimbingan yang diberikan oleh guru BK akan dapat dia pahami dan akan dapat berkesan baginya. Sebaliknya, jika siswa tersebut tidak memusatkan seluruh perhatian pada materi yang dijelaskan oleh guru BK tersebut

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 maka kecil kemungkinan siswa tersebut memahami dan mengerti materi yang dijelaskan oleh guru. b. Sifat-sifat rangsang Rangsang yang bergerak akan lebih menarik perhatian bagi seseorang daripada rangsang yang diam. Seseorang akan menaruh perhatian pada rangsang yang ukurannya lebih besar daripada rangsang yang ukurannya kecil. Rangsang yang akan lebih mendapat perhatian seseorang adalah rangsang yang berlatar belakang kontras daripada yang berlatar belakang biasa. Rangsang yang akan lebih mendapat perhatian adalah rangsang yang intensitas rangsangnya paling kuat. Contohnya siswa akan lebih cepat menerima rangsangan dan lebih cepat memahami materi bimbingan yang disampaikan melalui suatu bentuk kegiatan, dinamika, maupun media tertentu menarik. c. Nilai-nilai dan kebutuhan individu Persepsi juga ditentukan oleh sejauh mana rangsang itu bernilai bagi seseorang dengan kebutuhannya. Nilai yang dianut dan kebutuhan yang berbeda akan menyebabkan perbedaan persepsi. Walaupun rangsang yang dihadirkan pada dua orang sama, namun persepsi yang terjadi bisa jadi berbeda karena perbedaan nilai dan kebutuhannya. Contoh setiap siswa pasti memiliki kebiasaan dan gaya belajar yang berbeda-beda. Maka dari itu, guru BK dapat memberikan bimbingan untuk mengatur kebiasaan dan gaya belajar siswa supaya lebih teratur. Guru BK dapat memberikan panduan membuat jadwal kegiatan sehari-

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 hari bagi siswa sehingga siswa dapat melaksanakan jadwal yang telah disusunnya sendiri. d. Pengalaman terdahulu Perhatian seseorang terhadap rangsang turut ditentukan oleh pengalaman akan rangsang yang dimiliki sebelumnya. Pengalamanpengalaman terdahulu sangat mempengaruhi bagaimana orang mempersepsikan dunianya. Contoh seorang siswa SMP sering mendapatkan teguran dan hukuman dari guru BK. Maka ketika siswa memasuki bangku SMA, siswa merasa tidak suka dengan setiap guru BK yang ada di SMA tersebut walaupun siswa tersebut tidak pernah mendapat teguran dari guru BK di SMA. 3. Aspek yang Mempengaruhi Persepsi Pengertian persepsi sebagaimana dijelaskan di atas memperlihatkan aspek-aspek pokok persepsi. Aspek-aspek tersebut berupa rangsang, tanggapan, dan perilaku (Walgito, 1994:54). a. Rangsang Rangsang dapat berasal dari luar diri individu, dapat pula berasal dari dalam diri individu. Rangsang yang berasal dari luar individu mengenai alat indera selaku penerima rangsang sebagai resptor, lalu meneruskan ke syaraf penerima atau sensoris, sedangkan rangsang yaang berasal dari dalam individu langsung mengenai penerima.

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 b. Tanggapan Tanggapan terjadi dalam suatu proses yang disebut proses persepsi. Proses persepsi bermula dari adanya objek yang menimbulkan rangsang, lalu rangsang diterima oleh reseptor. Tahap ini disebut kelaman, karena terjadinya secara alamiah. Rangsang yang diterima oleh reseptor diteruskan ke syaraf sensori setelah mengalami penyeleksian, dan dilanjutkan oleh syaraf ke otak sebagai pusat kesadaran. Tahap ini disebut proses fisiologis, karena terjadi dalam diri individu. Proses terakhir terjadi di otak, yang memungkinkan individu menyadari sepenuhnya rangsang yang diterima melalui reseptor, tahap ini disebut tahap psikologis karena berhubungan dengan penyadaran. Proses yang terjadi di otak juga merupakan proses persepsi sebenarnya. Setiap rangsang yang disadari kemudian ditanggapi oleh individu melalu syaraf motorik. c. Perilaku Proses persepsi merupakan suatu penilaian, pendapat, dan pandangan. Setiap nilai, pendapat, dan pandangan yang dianggap penting oleh individu menuntut individu untuk melaksanakannya. Persepsi perlu dilihat dalam rangkaian perilaku. Persepsi berfungsi sebagai persiapan keperilaku yang konkret.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 Aspek persepsi menurut McDowwell & Newel (1996) , yaitu: a. Kognisi Aspek kognisi merupakan aspek yang melibatkan cara berpikir, mengenali, memaknai suatu stimulus yang diterima oleh panca indera, pengalaman atau yang pernah dilihat dalam kehidupan sehari-hari. Hurlock (1999) menambahkan bahwa aspek kognitif didasarkan atas konsep suatu informasi, aspek kognitif ini juga didasarkan pada pengalaman pribadi dan apa yang dipelajari. Contoh, siswa yang melihat guru BK rajin menjalankan ibadah, maka siswa akan memiliki persepsi positif bahwa guru BK tersebut taat beribadah kemudian siswa akan menirukan kebiasaan guru taat beribadah. b. Afeksi Aspek afeksi merupakan aspek yang membangun aspek kognitif. Aspek afektif ini mencakup cara individu dalam merasakan, mengekspresikan emosi terhadap stimulus berdasarkan nilai-nilai dalam dirinya yang kemudian mempengaruhi persepsinya. Contoh, siswa yang memiliki persepsi bahwa guru BK taat beribadah, maka dia akan merasa kagum dan dapat menjadi contoh yang baik bagi siswa. Kesimpulannya, bahwa persepsi terbentuk dari aspek-aspek yang mendukung mulai dari adanya rangsangan, kemudian akan menimbulkan tanggapan dan akan menciptakan suatu perilaku terhadap sesuatu yang diterima oleh panca indera. Tanggapan dari stimulus akan diekspresikan oleh emosi atau perasaan.

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 B. Kompetensi Kepribadian Guru Bimbingan dan Konseling Pada bagian ini dipaparkan pengertian kompetensi kepribadian guru bimbingan dan konseling, ciri-ciri kompetensi kepribadian guru bimbingan dan konseling, dan aspek-aspek kompetensi kepribadian bimbingan dan konseling. 1. Pengertian Kompetensi Kepribadian Guru Bimbingan dan Konseling Menurut Mulyasa (2007:117), kompetensi kepribadian adalah kemampuan yang melekat dalam diri pendidik secara mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa menjadi teladan bagi anak didik, dan berakhlak mulia. Kompetensi kepribadian adalah seperangkat perilaku yang berkaitan dengan kemampuan individu dalam mewujudkan dirinya sebagai pribadi yang mandiri untuk melakukan transformasi diri, identitas diri, dan pemahaman diri (Kunandar, 2009:55). Kompetensi kepribadian meliputi kemampuan untuk mengolah diri, memahami diri, mengendalikan diri, dan menghargai diri. Kompetensi kepribadian guru BK (personal competencies) merujuk pada kualitas pribadi guru BK yang berkenan dengan kemampuan untuk membina hubungan baik antarpribadi (rapport) secara sehat, etos kerja, dan komitmen profesional, landasan etik dan oral dalam berperilaku, dorongan, dan semangat untuk mengembangkan diri, serta berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan pemecahan masalah. Kompetensi

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 kepribadian guru BK juga berupa kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia. 2. Ciri-ciri Kompetensi Kepribadian Guru Bimbingan dan Konseling Cavanagh (Syamsu Yusuf, 2010: 37-44) mengemukakan bahwa karateristik kualitas kepribadian guru BK sebagai berikut. a. Pemahaman diri (self-knowledge) Pemahaman diri ini berarti guru BK memahami dirinya dengan baik, dia memahami secara pasti apa yang dia lakukan, mengapa dia melakukan hal itu, dan masalah apa yang harus diselesaikan. Pemahaman diri sangat penting, karena beberapa alasan sebagai berikut: 1) Guru BK yang memiliki persepsi yang akurat tentang dirinya cenderung akan memiliki persepsi yang akurat juga tentang orang lain khususnya konseli. 2) Guru BK yang terampil dalam memahami dirinya, maka dia akan terampil juga memahami orang lain. 3) Guru BK yang memahami dirinya, maka dia akan mampu mengajarkan cara memahami diri itu kepada orang lain. 4) Pemahaman tentang diri memungkinkan guru BK untuk dapat merasa dan berkomunikasi secara jujur dengan orang lain.

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 Guru BK harus memiliki kemampuan pemahaman diri yang baik. Guru BK akan dapat memahami diri konseli dengan baik apabila dia telah memahami dirinya sendiri dengan baik pula. b. Kompeten (competent) Kompeten diartikan bahwa guru BK harus memiliki kuaitas fisik, intelektual, emosional, sosial, dan moral sebagai pribadi yang berguna. Kompetensi sangatlah penting bagi guru Bimbingan dan Konseling, sebab orang lain khususnya konseli akan belajar dan mengembangkan kompetensi-kompetensi yang diperlukan untuk mencapai kehidupan yang efektif dan bahagia. c. Kesehatan psikologis Guru BK dituntut memiliki kesehatan psikologis yang lebih baik dari konseli. Hal ini penting karena kesehatan psikologis (psychological healt) guru BK akan mendasari pemahamannya terhadap perilaku dan keterampilannya. Guru BK yang kesehatan psikologisnya baik memilii kualitas sebagai berikut: 1) Memperoleh pemuas dan kebutuhan rasa aman, cinta, kekuatan, dan seks. 2) Dapat mengatasi masalah-masalah pribadi yang dihadapinya. 3) Menyadari kelemahan dan keterbatasan kemampuan dirinya.

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 d. Dapat dipercaya (trustworthiness) Kualitas ini berarti bahwa guru BK tidak menjadi ancaman penyebab kecemasan bagi konseli. Guru BK yang dipercaya cenderung memiliki kualitas sikap dan perilaku sebagai berikut: 1) Memiliki pribadi yang konsisten 2) Dapat dipercaya oleh orang lain, baik ucapannya maupun perbuatannya. 3) Tidak pernah membuat orang lain kecewa. 4) Bertanggung jawab, mampu merespon orang lain secara utuh, danmampu membantu secara penuh. e. Jujur (honest) Guru BK dituntut untuk bersikap transparan (terbuka), autentik, dan asli (guine). Guru BK yang jujur memiliki karateristik sebagai berikut: 1) Bersikap kongruen, artinya sifat-sifat dirinya yang dipersepsi oleh dirinya sendiri sama seperti yang dipersepsikan oleh orang lain. 2) Memiliki pemahaman yang jelas tentang makna kejujuran. Guru BK yang memiliki sikap kongruen yaitu guru yang menampilkan kepribadian secara apa adanya dan alami. Guru BK yang menampilkan kepribadianya secara alami tidak dibuat-buat akan terlihat nyaman dan santai saat menjalankan kehidupan sehari-hari.

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 f. Kekuatan (strength) Kekuatan atau kemampuan konsleor sangat penting dalam menjalin hubungan dengan konseli, sebab dengan hal itu konseli akan merasa aman. Konseli akan memandang guru BK sebagai orang yang tabah dalam menghadapi masalah, dapat mendorong konseli untuk mengatasi masalahnya, dan dapat menanggulangi kebutuhan dan masalah pribadi. Kekuatan yang harus dimiliki oleh guru BK bukan berarti kekuatan fisik, akan tetapi merupakan kekuatan jiwa atau mental. Guru BK yang kuat misalnya saat melakukan bimbingan individual dengan konseli yang memiliki masalah berat hingga membuat konseli menangis saat menceritakan masalahnya, maka pada situasi seperti itu guru BK tidak akan terbawa situasi haru. Sebaliknya, guru BK harus lebih tabah dan tegar untuk meyakinkan konseli bahwa dia sedang berbicara dengan orang yang tepat. Dengan demikian konseli akan merasa aman dan nyaman selama proses bimbingan. Guru BK wajib untuk membantu konseli yang sedang menghadapi masalah. g. Bersikap hangat Bersikap hangat itu adalah ramah, penuh perhatian, dan memberikan kasih sayang. h. Sabar (patience) Melalui kesabaran guru BK dalam menjalin hubungan dengan konseli dapat membantu konseli untuk mengembangkan dirinya secara

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 alami. Sikap sabar guru BK menunjukan lebih memperhatikan diri konseli daripada hasilnya. Guru Bimbingan dan Konseli yang memiliki kesabaran tidak akan marah atau mengeluarkan kata-kata kasar terhadap konseli yang tidak mengikuti aturan dan cenderung menyepelekan guru BK selama proses bimbingan berlangsung. i. Kepekaan (sensitivity) Guru BK menyadari tentang adanya dinamika psikologis yang tersembunyi atau sifat-sifat mudah tersingung, baik pada diri konseli maupun pada dirinya sendiri. Guru BK yang memiliki kepekaan, tidak akan mudah terpengaruh emosinya oleh situasi yang membuatnya tidak nyaman. Guru BK juga harus dapat membaca karakter konseli dengan tidak sembarangan mengucapkan kata-kata yang dapat menyinggung konseli. 3. Aspek-aspek Kompetensi Kepribadian Guru Bimbingan dan Konseling Bertolak dari undang-undang No. 20/2003 Pasal 1 (1) yang menyatakan bahwa pendidikan merupakan usaha sadar untuk memwujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didiksecara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Maka pendidik yang di dalamnya termasuk guru bimbingan dan konseling, sepantasnya adalah pribadi-pribadi yeng

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 memiliki karateristik sebagaimana yang tertuang dalam PP No.19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagai berikut: a. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa yaitu dengan menampilkan kepribadian yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; konsisten dalam menjalankan kehidupan beragama dan toleran terhadap pemeluk agama lain; berakhlak mulia dan berbudi pekerti luhur. b. Menghargai dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, individualitas dan kebebasan memilih yaitu dengan mengaplikasikan pandangan positif dan dinamis tentang manusia sebagai makhluk spiritual, bermoral, sosial, individual, dan berpotensi;menghargai dan mengembangkan potensi positif individu pada umumnya dan konseli pada khususnya;peduli terhadap kemaslahatan manusia pada umumnya dan konseli pada khususnya;menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sesuai dengan hak asasinya; toleran terhadap permasalahan konseli;bersikap demokratis. c. Menunjukkan integritas dan stabilitas kepribadian yang kuat dapat dilakukan dengan menampilkan kepribadian dan perilaku yang terpuji (seperti berwibawa, jujur, sabar, ramah, dan konsisten ); menampilkan emosi yang stabil; peka, bersikap empati, serta menghormati keragaman dan perubahan;menampilkan toleransi tinggi terhadap konseli yang menghadapi stres dan frustasi.

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 d. Menampilkan kinerja berkualitas tinggi dapat dilakukan dengan menampilkan tindakanyang cerdas, kreatif, inovatif, dan produktif; bersemangat, berdisiplin, dan mandiri; berpenampilan menarik dan menyenangkan; berkomunikasi secara efektif. e. Cerdas, kreatif, mandiri, dan berpenampilan menarik. Ciri ini sangat diperlukan oleh seorang guru bimbingan dan konseling, sebab ia harus dapat mengambil keputusan tentang tindakan apa yang seharusnya dilakukan dalam menghadapi klien yang seperti apapun kondisinya. Ia juga harus dapat menarik hati klien karena banyak klien yang sebelum bertemu dengan guru BK sudah mempunyai pandangan negatif terhadapnya. Banyak klien yang bukannya terdorong untuk menemui guru Bimbingan dan Konseling, tetapi malah takut atau benci. C. Persepsi Siswa Terhadap Kualitas Kompetensi Kepribadian Guru Bimbingan dan Konseling. Rahmat (2005) menyebutkan persepsi dibagi menjadi dua bentuk yaitu positif dan negatif, apabila objek yang dipersepsi sesuai dengan penghayatan dan dapat diterima secara rasional dan emosional maka manusia akan mempersepsikan positif atau cenderung menyukai dan menanggapi sesuai dengan objek yang dipersepsikan. Apabila tidak sesuai dengan penghayatan maka persepsinya negatif atau cenderung menjauhi, menolak dan menanggapinya secara berlawanan terhadap objek persepsi tersebut.

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 Robbins (2002) menambahkan bahwa persepsi positif merupakan penilaian individu terhadap suatu objek atau informasi dengan pandangan yang positif atau sesuai dengan yang diharapkan dari objek yang dipersepsikan atau dari aturan yang ada, sedangkan persepsi negatif merupakan persepsi individu terhadap objek atau informasi tertentu dengan pandangan yang negatif, berlawanan dengan yang diharapkan dari objek yang dipersepsikan atau dari aturan yang ada. Penyebab munculnya persepsi negatif seseorang dapat muncul karena adanya ketidakpuasan individu terhadap objek yang menjadi sumber persepsinya, adanya ketidaktahuan individu serta tidak adanya pengalaman inidvidu terhadap objek yang dipersepsikan dan sebaliknya, penyebab munculnya persepsi positif seseorang karena adanya kepuasan individu terhadap objek yang menjadi sumber persepsinya, adanya pengetahuan individu, serta adanya pengalaman individu terhadap objek yang dipersepsikan. Menurut Leavitt (1997) individu cenderung melihat kepada hal-hal yang mereka anggap akan memuaskan kebutuhan-kebutuhan mereka, dan mengabaikan hal-hal yang dianggap merugikan/mengganggu. Menurut Robbins (2002) keadaan psikologis menjadi sangat berperan dalam proses intepretasi atau penafsiran terhadap stimulus, sehingga sangat mungkin persepsi seorang individu akan berbeda dengan individu lain, meskipun objek/stimulusnya sama. Davidoff (1988) menambahkan bahwa penafsiran sangat dipengaruhi oleh karakteristik-karakteristik pribadi dari pelaku persepsi, antara lain sikap,

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 motif/kebutuhan, kepentingan/minat, pengalaman masa lalu dan harapan. Proses persepsi melibatkan intepretasi mengakibatkan hasil persepsi antara satu orang dengan orang lain sifatnya berbeda (individualistik). Menurut Kunandar (2009), kompetensi kepribadian adalah seperangkat perilaku yang berkaitan dengan kemampuan individu dalam memwujudkan dirinya sebagai pribadi yang mandiri untuk melakukan transformasi diri, identitas diri, dan pemahaman diri. Kompetensi kepribadian meliputi kemampuan untuk mengolah diri, memahami diri, mengendalikan diri, dan menghargai diri. Disimpulkan bahwa persepsi siswa terhadap kompetensi kepribadian guru BK yaitu interpretasi siswa mengenai perilaku guru BK dalam dalam memwujudkan dirinya sebagai pribadi yang mandiri untuk melakukan transformasi diri, identitas diri, dan pemahaman diri yang meliputi kemampuan untuk mengolah diri, memahami diri, mengendalikan diri, dan menghargai diri.

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab ini berisi beberapa hal yang berkaitan dengan metodologi penelitian antara lain jenis penelitian, populasi dan sampel, instrumen penelitian, prosedur pengambilan data, dan kisi-kisi instrumen. A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif deskriptif. Zuriah (2006: 25) mendefinisikan penelitian deskriptif merupakan: “penelitian yang diarahkan untuk mendeskripsikan gejala-gejala, fakta-fakta, atau kejadiankejadian secara sistematis dan akurat, mengenai sifat-sifat populasi atau daerah tertentu”. Penelitian kuantitatif deskriptif ini bertujuan untuk menjelaskan, meringkaskan berbagai kondisi, berbagai situasi, dan berbagai variabel yang timbul di masyarakat yang menjadi objek penelitian itu berdasarkan apa yang terjadi (Bungin, 2011:44). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif. Nazir (1999: 63-65) mengemukakan bahwa “Metode deskriptif adalah suatu metode untuk meneliti suatu obyek, kondisi, atau peristiwa, dengan tujuan untuk memperoleh gambaran secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat, serta hubungan antar fenomena yang diselidiki”. Metode penelitian deskriptif merupakan “metode penelitian yang berusaha mengambarkan dan menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya” (dalam Hartoto (2009: 33). 26

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 Penelitian deskriptif bertujuan mengambarkan secara sistematik dan akurat fakta dan karateristik mengenai populasi atau situasi atau kejadian. Penelitian ini bertujuan untuk mengambarkan secara jelas situasi atau kejadian sesuai dengan kenyataan yang ada di lapangan. Data yang dikumpulkan bersifat deskriptif sehingga tidak bermaksud mencari penjelasan, menguji hipotesis, membuat prediksi, maupun mempelajari implikasinya (dalam Azwar, 2012: 7). B. Subjek Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah beberapa siswa kelas VIII SMP Negeri di Kecamatan Trucuk tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 150 siswa. Jumlah sampel yang akan digunakan untuk penelitian ditentukan berdasarkan tabel Krejcie, dimana untuk populasi 150 didapatkan 108 sampel (dalam Sugiono, 2005:63). Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling berlapis (Stratified Sampling). Sampling berlapis yaitu bentuk sampling random di mana populasi (elemen populasi) di bagi dalam kelompok-kelompok yang disebut strata (dalam M. Iqbal, 2002: 65). Penelitian ini menggunakan teknik Proportional Stratified Random Sampling (Teknik Sampling Acak Berlapis Proporsional) karena proporsi sampel pada tiap strata atau lapisan sama.

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 Adapun pengelompokan sampel dalam beberapa stratum dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 1. Pengelompokan Sampel Stratum Sekolah Kelas Stratum I Stratum II Stratum III Stratum IV Stratum V Stratum VI SMP Negeri 1 Trucuk SMP Negeri 2 Trucuk SMP Negeri 3 Trucuk VIII D VIII E VIII D VIII G VIII A VIII B Jumlah Siswa Hadir 23 siswa 22 siswa 31 siswa 28 siswa 26 siswa 20 siswa Jumlah Total Total 45 59 46 150 siswa Pengambilan sampel dari masing-masing stratum adalah sebagai berikut : Stratum I = 23/150 x 108 = 17 siswa Stratum II = 22/150 x 108 = 16 siswa Stratum III = 31/150 x 108 = 22 siswa Stratum IV= 28/150 x 108 = 20 siswa Stratum V = 26/150 x 108 = 19 siswa Stratum VI= 20/150 x 108 = 14 siswa Jumlah sampel seluruhnya = 108 siswa Setelah dilakukan penghitungan sampel pada masing-masing stratum, sampel yang akan diteliti adalah sebagai berikut : Tabel 2. Sampel penelitian Sekolah SMP Negeri 1 Trucuk SMP Negeri 2 Trucuk SMP Negeri 3 Trucuk Kelas Jumlah Sampel VIII D VIII E VIII D VIII G VIII A VIII B 17 siswa 16 siswa 22 siswa 20 siswa 19 siswa 14 siswa Jumlah Total Subyek 150 siswa

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Subyek penelitian yang diambil hanya kelas VIII 29 karena mempertimbangkan keterbatasan waktu penelitian. Siswa kelas VIII dirasa telah memiliki cukup pengalaman, pengetahuan, dan pandangan mengenai pelayanan bimbingan dan konseling termasuk guru BK itu sendiri. Pengambilan data penelitian di SMP Negeri 2 dan SMP Negeri 3 Trucuk dilakukan pada tanggal 19 Juni 2014, sedangkan pengambilan data di SMP Negeri 1 Trucuk dilakukan pada tanggal 20 Juni 2014. C. Instrumen Penelitian Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner persepsi siswa terhadap kompetensi kepribadian guru BK. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner dalam bentuk tertutup karena untuk mempermudah proses pelaksanaan dan menganalisis data. Alternatif jawaban yang disediakan dalam kuesioner ini berpedoman pada teknik penyusunan skala model Likert. Menghindari kecenderungan responden memilih alternatif jawaban yang memiliki skor netral, maka jumlah alternatif jawaban yang disediakan dimodifikasi dari lima alternatif jawaban menjadi empat alternatif jawaban. Ada empat alternatif jawaban yang digunakan yaitu; sangat sesuai (SS), sesuai (S), tidak sesuai (TS), dan sangat

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 tidak sesuai (STS) dengan bobot tiap alternatif jawaban adalah sebagai berikut (Sugiyono, 2011: 135). Tabel 3. Penentuan Skor tiap Alternatif Jawaban. NO Pernyataan 1. 2. Favorabel Unfavorabel Alternatif jawaban S (Sangat Sesuai) 4 1 S (Sesuai) 3 2 TS (Tidak Sesuai) 2 3 STS (Sangat Tidak Sesuai) 1 4 Item-item kuesioner disusun berdasarkan aspek-aspek kompetensi kepribadian guru BK menurut Departemen Pendidikan Nasional 2007 (Penataan Pendidikan Profesional Konselor dan Layanan BK dalam Jalur Pendidikan Formal) seperti tampak pada kisi-kisi kuesioner di bawah ini :

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 Tabel 4. Kisi-Kisi Kuesioner Kompetensi Kepribadian Guru BK No 1 2 3 4 Aspek-Aspek Kompetensi Kepribadian Guru BK Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Menghargai dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, individualitas, dan kebebasan untuk memilih. Menunjukan stabilitas dan integritas yang kuat. Menampilkan kinerja yang berkualitas tinggi. Indikator Menampilkan perilaku yang beriman dan berakhlak mulia. Konsisten dalam menjalankan kehidupan beragama. Toleran bagi pemeluk agama lain. Berbudi pekerti luhur. Favorabel Unfavorabel 1, 50 10 , 44 24, 48 52, 69 11, 25 47, 51 2 , 53 49, 54 Selalu berpandangan positif terhadap siswa. Menghargai dan mengembangkan potensi siswa. Peduli dan toleran terhadap kemaslahatan siswa. Menghargai hak asasi siswa Bersikap demokratis terhadap siswa. 56, 70 55, 71 12, 13 23, 40 26, 37 3, 41 57, 59 14, 72 58, 60 27, 42 Menampilkan perilaku terpuji (berwibawa, jujur, sabar, ramah, dan konsisten). 15, 43 61, 62 Menampilkan emosi yang stabil. 4,16 29, 63 Berempati. 28, 30 5 , 17 Cerdas. Kreatif-Inovatif. Produktif. Berdisplin. Berpenampilan menarik dan menyenangkan. Berkomunikasi secara efektif. 6 , 18 19, 32 7, 66 20 , 39 21, 35 31, 64 38, 65 33, 45 34, 46 8, 67 9, 36 22 , 68 JUMLAH TOTAL ITEM Sumber Item : Permendiknas No. 16 Tahun 2007 36 36 72

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 D. Validitas dan Reliabilitas 1. Validitas Validitas suatu instrumen penelitian adalah derajat yang menunjukkan dimana suatu tes mengukur apa yang hendak diukur (Arikunto,2009: 122). Instrumen yang valid berarti alat ukur dapat digunakan untuk memperoleh data yang valid. Instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur (Sugiyono, 2009: 173). Penelitian ini, mengunakan pengujian validitas isi (Content Validity). Validitas isi merupakan validitas yang mengukur relevansi item kuesioner dengan indikator keperilakuan dan dengan tujuan ukur (Azwar, 2012:132). Menurut Arikunto (2002), suatu instrumen yang valid mempunyai tingkat validitas yang tinggi, dikatakan valid apabila dapat mengungkapkan data dari variabel yang diteliti secara tepat. Selanjutnya Arikunto (2002:160) menjelaskan bahwa untuk menguji tingkat validitas dari kuesioner dengan taraf signifikan (α = 5%) digunakan rumus koefisien korelasi product moment sebagai berikut : 𝑟 𝑋𝑌 = 𝑁 ∑ 𝑋𝑌 − (∑ 𝑋)(∑ 𝑌) ��𝑁∑𝑋2 − (∑𝑋2 )� �𝑁∑𝑌2 − (∑𝑌)²� Keterangan: 𝑟 𝑋𝑌 𝑋 = korelasi produk moment = nilai setiap butir

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 𝑌 𝑁 33 = nilai dari jumlah butir = jumlah responden Koefisien korelasi validitas item diukur menggunakan SPSS versi 16.0 agar perhitungan jadi lebih cepat dan mudah. Menurut Azwar (2012: 95), item yang mencapai koefisien korelasi minimal 0,30 dianggap memuaskan. Berdasarkan ketentuan tersebut dapat dikatakan bahwa item yang valid adalah item yang memiliki nilai korelasi ≥ 0,30. Sementara itu, suatu item dikatakan tidak valid jika memiliki nilai korelasi < 0,30. Hasil perhitungan uji coba yang telah dilakukan peneliti menunjukkan bahwa dari 72 item yang dikembangkan terdapat 18 item yang koefisien validitasnya < 0,30. Ke 18 item tersebut dieliminasi atau tidak disertakan dalam pengambilan data selanjutnya. Dengan demikian masih terdapat 54 item yang memiliki koefisien validitas ≥ 0,30. Sehingga dinyatakan valid dan digunakan untuk pengambilan data penelitian sesungguhnya. Adapun item-item yang valid dan gugur dapat dilihat pada tabel berikut :

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 Tabel 5. Hasil Uji Validitas Instrumen Penelitian No 1 Aspek Indikator Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Menampilkan perilaku yang beriman dan berakhlak mulia. Konsisten dalam menjalankan kehidupan beragama. Toleran bagi pemeluk agama lain. Berbudi pekerti luhur. 2 Menghargai dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, individualitas, dan kebebasan untuk memilih. Selalu berpandangan positif terhadap siswa. Menghargai dan mengembangkan potensi siswa. Peduli dan toleran terhadap kemaslahatan siswa. Menghargai hak asasi siswa Bersikap demokratis terhadap siswa. 3 4 Menunjukan stabilitas dan integritas yang kuat. Menampilkan kinerja yang berkualitas tinggi. Menampilkan perilaku terpuji (berwibawa, jujur, sabar, ramah, dan konsisten). Menampilkan emosi yang stabil. Berempati. Cerdas. Kreatif-Inovatif. Produktif. Berdisplin. Berpenampilan menarik dan menyenangkan. Berkomunikasi secara efektif. JUMLAH TOTAL ITEM Nomor Item Valid Gugur 1, 50, 10, 44 - 22, 48, 52, 69 - 25, 53 2 , 11 47, 51, 49, 54 55, 70 - 23, 40 12, 13 3, 26, 37, 41 - 57, 58, 59, 60 - 14, 27, 42, 72 - 15, 43, 61, 63 - - 4, 16, 29, 63 28, 30, 17 5 18, 31, 64 6 38 19, 32, 65 66, 33, 45 7 20, 34, 46 39 21, 35, 67 8 9, 22, 36, 68 - 56, 71 54 18 72

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 Setelah diadakan pengujian validitas maka didapatkan kisi-kisi kuesioner seperti berikut ini : Tabel 6. Kisi-kisi Instrumen setelah Uji Validitas No 1 2 3 4 Aspek-Aspek Kompetensi Kepribadian Guru BK Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Menghargai dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, individualitas, dan kebebasan untuk memilih. Menunjukan stabilitas dan integritas yang kuat. Menampilkan kinerja yang berkualitas tinggi. Indikator Item Favorabel Unfavorabel 1, 36 4 , 30 13, 34 38, 52 14 33, 37 39 35, 40 53 41 - 12, 26 15, 24 2, 27 42, 44 5, 54 43, 45 16, 28 Menampilkan perilaku terpuji (berwibawa, jujur, sabar, ramah, dan konsisten). Berempati. 6, 29 46, 47 17, 18 - Cerdas. Kreatif-Inovatif. Produktif. Berdisplin. Berpenampilan menarik dan menyenangkan. Berkomunikasi secara efektif. 8 49 9 10, 22 19, 48 25 20, 31 21, 32 50 3, 23 11 , 51 Menampilkan perilaku yang beriman dan berakhlak mulia. Konsisten dalam menjalankan kehidupan beragama. Toleran bagi pemeluk agama lain. Berbudi pekerti luhur. Selalu berpandangan positif terhadap siswa. Menghargai dan mengembangkan potensi siswa. Peduli dan toleran terhadap kemaslahatan siswa. Menghargai hak asasi siswa Bersikap demokratis terhadap siswa. JUMLAH TOTAL ITEM 25 28 54

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 2. Reliabilitas Instrumen Reliabilitas adalah tingkat kepercayaan hasil pengukuran (Azwar, 2007). Pengukuran yang mempunyai reliabilitas tinggi yaitu yang mampu memberikan hasil ukur yang terpercaya, disebut sebagai reliabel (Azwar, 2007:176). Menurut Azwar (2011:4) konsep reliabilitas dalam arti reliabilitas alat ukur erat berkaitan dengan masalah eror pengukuran (error of measurement), sedangkan konsep reliabilitas dalam arti reliabilitas hasil ukur erat berkaitan dengan eror dalam pengambilan sampel (sampling error) yang mengacu pada inkonsistensi hasil ukur apabila pengukuran dilakukan ulang pada kelompok individu yang berbeda. Perhitungan indeks reliabilitas kuesioner penelitian ini menggunakan pendekatan koefisien Alpha Cronbach (α). Adapun rumusan koefisien reliabilitas Alpha Cronbach (α) adalah sebagai berikut: α = 2[1- Sx 2 + Si 2 Sx 2 ] Keterangan rumus : S12 dan S22 : varians skor belahan 1 dan varians skor belahan 2 Sx2 : varians skor skala Tinggi rendahnya koefisien reliabilitas dan validitas mengacu pada daftar indeks kualifikasi reliabilitas menurut Guilford (dalam Masidjo, 1995: 209). Kriteria kualifikasi reliabilitas tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini :

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 Tabel 7. Kualifikasi Reliabilitas Koefisien Korelasi 0,91 – 1,00 0,71 – 0,90 0,41 – 0,70 0,21 – 0,40 Negatf – 0,20 Kualifikasi Sangat Tinggi Tinggi Cukup Tinggi Rendah Sangat rendah Berdasarkan tabel di atas dan hasil perhitungan yang telah dilakukan, dapat dikatakan bahwa taraf reliabilitas instrumen penelitian persepsi siswa kelas VIII SMP Negeri di trucuk terhadap kompetensi kepribadian guru BK sebesar 0,931. Maka dapat dikatakan bahwa instrumen memiliki taraf reliabilitas tinggi. E. Prosedur Pengumpulan Data 1. Tahap persiapan a. Peneliti menghubungi pihak sekolah SMP Negeri 1, 2, dan 3 Trucuk untuk meminta ijin mengadakan uji coba alat dan melakukan penelitian. b. Peneliti menyiapkan kuesioner untuk mengali data-data yang dibutuhkan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Menjabarkan aspek-aspek kompetensi kepribadian konselor kedalam indikator-indikator. 2) Menyusun butir-butir pernyataan yang sesuai dengan indikatorindikator kompetensi kepribadian konselor.

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 c. Peneliti mengkonsultasikan instrumen kepada dosen pembimbing skripsi untuk menelaah kualitas instrumen dan memeriksa valisitas isi sebelum digunakan untuk uji coba empiris dan penelitian. d. Meminta surat ijin penelitian pada secretariat Program Studi BK Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang kemudian ditandatangani oleh Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan. e. Meminta tanda tangan ke Wakil Dekan dan cap yang mengesahkan surat tersebut. f. Menyerahkan surat ijin penelitian ke SMP Negeri 1, 2, dan 3 Trucuk. g. Meminta penentuan dan kesepakatan mengenai waktu pelaksanaan penelitian kepada pihak sekolah. F. Teknik Analisis Data Analisis data dilakukan untuk mengetahui persepsi siswa kelas VIII SMP Negeri 1, 2, dan 3 Trucuk tahun ajaran 2013/2014 terhadap kompetensi kepribadian guru BK dan untuk mengetahui butir kompetensi kepribadian guru BK yang penguasaanya tergolong rendah. Teknik Analisis data yang digunakan adalah teknik kategorisasi jenjang ordinal (dalam Azwar (2011: 107-108)). Ada lima kategorisasi yang digunakan yaitu kategori sangat tinggi, tinggi, cukup tinggi, rendah, dan sangat rendah. Namun dalam penelitian ini ingin melihat seberapa baik kompetensi kepribadian guru BK. Sehingga kategori yang dipakai yaitu sangat baik, baik, cukup baik, tidak baik, dan sangat tidak baik.

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 Tabel 8. Norma penggolongan kategorisasi Persepsi siswa terhadap kompetensi kepribadian guru BK. Penghitungan Skor Item µ+1,5σ < X µ+0,5σ < X ≤ µ+1,5σ µ-0,5σ < X ≤ µ + 0,5σ µ-1,5σ < X ≤ µ - 0,5σ X ≤ µ - 1,5σ Kategori Sangat Baik B a ik Cukup Baik Tidak Baik Sangat Tidak Baik Keterangan: X maximum teoritik : Rata-rata skor total tertinggi X minimum teoritik : Rata-rata skor total terendah σ : Standar deviasi, yaitu luas jarak rentangan yang dibagi dalam 6 satuan deviasi sebaran µ : Mean teoretik, yaitu rata-rata teoretis dari skor maksimum dan minimum Kategori tersebut menjadi patokan dalam menentukan tinggi rendahnya persepsi siswa kelas VIII SMP Negeri 1, 2, 3 Trucuk terhadap kompetensi kepribadian guru BK. Kategorisasi subjek penelitian diperoleh melalui perhitungan (dengan jumlah item 54) sebagai berikut: X maxsimum teoritik : 54 x 4 = 216 X minimum teoritik : 54 x 1 = 54 Luas Jarak : 216 – 54 = 162 σ : 162 : 6 = 27 µ : (216 + 54) : 2 = 135

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 Jadi, karena dalam penelitian ini subjek digolongkan ke dalam lima kategori, maka keenam satuan deviasi standar dibagi dalam lima bagian sebagai berikut: Tabel 9. Kategori Skor Subjek Penelitian Penghitungan Skor Item X > µ+1,5σ µ+0,5σ < X ≤ µ+1,5σ µ-0,5σ < X ≤ µ + 0,5σ µ-1,5σ < X ≤ µ - 0,5σ X ≤ µ - 1,5σ Rerata Skor X > 175,5 148,5 < X ≤ 175,5 121,5 < X ≤ 148,4 94,5< X ≤ 121,5 X ≤ 94,5 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Cukup Tinggi Rendah Sangat rendah Kategorisasi ini digunakan sebagai acuan atau norma dalam mengelompokan skor Subjek dalam kategorisasi atau skala Persepsi siswa terhadap kompetensi kepribadian guru BK. Selanjutnya kategorisasi butir-butir item penelitian diperoleh melalui perhitungan (dengan jumlah Subjek 108) sebagai berikut: X maxsimum teoritik : 108 x 4 = 432 X minimum teoritik : 108 x 1 = 108 Luas Jarak : 432 – 108 = 324 σ : 450 : 6 = 54 µ : (432 + 108) : 2 = 270 Jadi Penentuan kategorisasi butir-butir item setelah dilakukan penghitungan dapat dilihat pada tabel berikut ini:

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 Tabel 10. Kategori Skor Item Penelitian Penghitungan Skor Item X > µ+1,5σ µ+0,5σ < X ≤ µ+1,5σ µ-0,5σ < X ≤ µ + 0,5σ µ-1,5σ < X ≤ µ - 0,5σ X ≤ µ - 1,5σ Rerata Skor X > 351 297 < X ≤ 351 243 < X ≤ 297 189< X ≤ 243 X ≤ 189 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Cukup Tinggi Rendah Sangat rendah Kategorisasi ini digunakan sebagai acuan dalam mengelompokan skor item dalam kategorisasi atau skala persepsi siswa kelas VIII SMP Negeri 1, 2, dan 3 Trucuk tahun ajaran 20113/2014.

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini memuat uraian hasil analisis data sekaligus jawaban atas rumusan masalah penelitian, yaitu ; seberapa baik kompetensi kepribadian guru BK menurut persepsi siswa kelas VIII SMP Negeri 1, 2, dan 3 Trucuk tahun ajaran 2013/2014, dan butir kompetensi kepribadian mana saja yang tergolong penguasaanya rendah. A. Hasil Penelitian 1. Persepsi Siswa terhadap Kompetensi Kepribadian guru BK Hasil pengolahan data yang telah diperoleh dapat dilihat pada tabel kategori persepsi siswa siswa terhadap kompetensi kepribadian guru BK berikut : Tabel 11. Kategori Persepsi Siswa terhadap Kompetensi Kepribadian guru BK Rerata Skor X > 175,5 148,5 < X ≤ 175,5 121,5 < X ≤ 148,4 94,5< X ≤ 121,5 X ≤ 94,5 Frekuensi 75 31 0 1 1 Persentase (%) 69,4 28,7 0 0,9 0,9 Kategori Sangat Baik B a ik C ukup B a i k Tidak Baik Sangat Tidak Baik Tabel di atas menunjukkan sebanyak 106 subjek (69,4%) memiliki persespsi bahwa kompetensi kepribadian guru BK berada pada kategori sangat baik, sebanyak 41 subyek (28,7%) kompetensi kepribadian guru BK yang berada pada kategori baik, tidak ada (0%) kompetensi 42

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 kepribadian guru BK yang berada pada kategori cukup baik, satu subjek (0,9%) kompetensi kepribadian guru BK berada pada kategori tidak baik, dan satu subjek (0,9%) kompetensi kepribadian guru BK juga berada pada kategori sangat tidak baik. Berdasarkan hasil penelitin tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa sebagian besar (69,4%) siswa kelas VIII SMP Negeri 1, 2, dan 3 di Kecamatan Trucuk beranggapan guru BK m e m i l i ki kompetensi kepribadian yang sangat baik. 2. Butir Item Terendah dari Instrumen Penelitian Persepsi Siswa terhadap Kompetensi Kepribadian Guru BK Hasil penelitian menunjukkan siswa memiliki persepsi bahwa guru BK menguasai kompetensi kepribadian dengan sangat baik. Namun, untuk keperluan implikatif perbaikan dan peningkatan kompetensi guru BK, diperlukan analisis skor bukti pengukuran persepsi siswa terhadap kompetensi kepribadian guru BK. Skor butir item instrumen penelitian persepsi siswa terhadap kompetensi kepribadian guru BK digolongkan dalam lima kategori dengan mengacu pada pendapat Azwar (2011). Dari keseluruhan 54 butir item instrumen penelitian persepsi siswa terhadap kompetensi kepribadian guru BK, telah dilakukan pengujian dan telah didapatkan hasil yang dapat dilihat pada tabel berikut :

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Rerata Skor Tabel 12. Kategori Butir Item Instrumen Penelitian Frekuensi Persentase (%) Kategori X > 487,5 42 92 Sangat Tinggi 412,5 < X ≤ 487,5 12 8 Tinggi 337,5 < X ≤ 412,5 262,5< X ≤ 337,5 X ≤ 262,5 0 0 0 0 0 0 Cukup Tinggi Rendah Sangat rendah 44 No. item 1, 2, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 12, 13, 14, 15, 18, 21, 22, 23, 24 25, 27, 30, 31, 32, 33, 34, 35, 36, 37, 38, 39, 40, 41, 42, 43, 44, 45, 47, 49, 50, 52, 53, 54 3, 11, 16, 17, 19, 20, 26, 28, 29, 46, 48, 51 - Berdasarkan data pada tabel di atas, butir item dari instrumen penelitian persepsi siswa kelas VIII SMP Negeri 1, 2, dan 3 di Kecamatan Trucuk terhadap kompetensi kepribadian guru BK sebanyak 42 item (92%) berada pada kategori sangat tinggi. Sebanyak 12 item (8 %) berada pada kategori tinggi, dan tidak ada item yang berada pada kategori cukup tinggi, rendah, maupun sangat rendah. Maka dapat disimpulkan bahwa butir item yang berada pada kategori sangat tinggi dan kategori tinggi menunjukkan bahwa guru BK di SMP Negeri 1, 2, dan 3 Trucuk memiliki kompetensi kepribadian yang sangat baik.

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 B. Pembahasan 1. Persepsi Siswa terhadap Kompetensi Kepribadian Guru Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru BK menguasai kompetensi kepribadian dengan sangat baik menurut persepsi siswa. Sehingga guru BK SMP Negeri di Trucuk telah mampu memahami dirinya dengan baik, guru BK memahami secara pasti apa yang dia lakukan, mengapa dia melakukan hal itu, dan masalah apa yang harus diselesaikan. Guru BK SMP Negeri di Trucuk juga telah memiliki kompeten. Kompeten di sini adalah guru BK harus memiliki kualitas fisik, intelektual, emosional, sosial, dan moral sebagai pribadi yang berguna. Guru BK dianggap memiliki kesehatan psikologis yang lebih baik dari konseli. Selain itu guru BK SMP Negeri di Trucuk juga dianggap dapat dipercaya, jujur, memiliki kekuatan atau kemampuan uantuk menjalin hubungan dengan konseli, bersikap hangat, sabar, dan memiliki kepekaan. Hal ini merujuk pada ciri-ciri kompetensi kepribadian guru BK menurut Cavanagh (dalam Syamsu Yusuf, 2010: 37-44). Kompetensi guru BK di lingkungan sekolah sangat berpengaruh terhadap penilaian atau persepsi siswa terhadap guru BK. Seperti yang dijelaskan oleh Irwanto, dkk (1988:55) persepsi adalah proses diterimanya rangsang suatu obyek, kualitas, hubungan antar gejala, maupun peristiwa sampai ransang itu disadari dan dimengerti. Persepsi siswa terhadap guru BK muncul karena adanya rangsang yang diterima. Rangsang yang sangat berpengaruh adalah rangsang dari tindakan atau perilaku guru BK yang

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 dapat dilihat bahkan diperhatikan oleh siswa. Rangsang ini merupakan rangsang peristiwa menurut Irwanto, dkk (1988:55) yang pada akhirnya dapat disadari dan dimengerti oleh siswa. Sebagian besar siswa, memiliki skor kuesioner yang berada pada kategori sangat baik. Hal ini berarti persepsi siswa SMP Negeri di Kecamatan Trucuk terhadap kompetensi kepribadian guru BK menunjukkan bahwa guru BK memiliki kompetensi kepribadian dengan sangat baik. Tingginya penguasaan kompetensi kepribadian guru BK menurut persepsi siswa, merupakan suatu keberhasilan guru BK dalam mewujudkan dirinya sebagai pribadi yang mandiri untuk melakukan transformasi diri, identitas diri, dan pemahaman diri, sesuai dengan pendapat Kunandar (2009:55). Kunandar menjelaskan bahwa kompetensi kepribadian adalah seperangkat perilaku yang berkaitan dengan kemampuan individu dalam memwujudkan dirinya sebagai pribadi yang mandiri untuk melakukan transformasi diri, identitas diri, dan pemahaman diri. Berkaitan dengan aspek-aspek kompetensi kepribadian yang dapat dikuasai dengan sangat baik oleh guru BK, sangat didukung oleh adanya sosialisasi peraturan dari pemerintah mengenai kompetensi guru khususnya guru BK. Pemerintah menyediakan banyak media sosialisasi yang dapat diakses dengan mudah oleh guru misalnya melalui web site

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 yang dapat diakses kapan saja, sehingga ketika terdapat perubahan perundang-undangan, guru akan dapat segera mengetahuinya. Keaktifan guru BK sendiri dalam usaha meningkatkan kompetensi kepibadiannya merupakan salah satu faktor penting untuk mewujudkan guru BK yang professional sesuai ketentuan yang berlaku. Guru yang aktif menggali informasi serta ilmu-ilmu yang berkaitan dengan kompetensi guru, sangat berpengaruh terhadap kompetensi yang dimiliki oleh guru itu sendiri. Selain faktor tersebut, tingginya penguasaan kompetensi kepribadian guru BK juga dipengaruhi penanaman nilai-nilai kepribadian sejak dahulu. Misalnya aspek kompetensi kepribadian Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Setiap individu telah menerima ilmu keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan sejak kecil. Sehingga sampai sekarang perilaku keimanan dan ketakwaan sudah menjadi perilaku atau kebisaaan pola hidup sehari-hari. Jika guru BK telah terbisaa melaksanakan kehidupan beragama, maka guru BK telah menguasai satu aspek kompetensi kepribadian yang wajib dikuasai yaitu Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Guru BK SMP Negeri di Trucuk sebagian besar telah menjalankan kehidupan beragama dengan baik. Hal ini terbukti karena indikator Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa pada butir item kuesioner memiliki skor paling tinggi dibandingkan dengan indikator lain.

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 Sebanyak 90 siswa dari 108 siswa memberikan persepsi pada alternatif jawaban sangat baik. Berdasarkan hasil pengamatan di lokasi penelitian, kepribadian guru BK yang menghargai dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, individualitas, dan kebebasan untuk memilih telah ditunjukkan dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk bebas menunjukkan potensi, kreasi, dan aspirasinya. Sebagian guru BK juga tak segan membantu dalam pengembangan potensi siswa-siswanya. Terjalinnya hubungan yang akrab antara guru BK dengan siswa juga sangat mempengaruhi persepsi siswa terhadap kompetensi kepribadian guru BK. Semakin akarab siswa dengan guru, semakin aik persepsi siswa terhadap guru BK tersebut. Keakraban yang terjalin antara guru dengan siswa akan memudahkan guru BK dalam memahami dan mengerti setiap kemaslahatan siswa, dan siswa sendiri akan lebih terbuka kepada guru BK. Kompetensi kepribadian guru BK (personal competencies) merujuk pada kualitas pribadi guru BK yang berkenan dengan kemampuan untuk membina hubungan baik antarpribadi (rapport) secara sehat, etos kerja, dan komitmen profesional, landasan etik dan moral dalam berperilaku, dorongan, dan semangat untuk mengembangkan diri, serta berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan pemecahan masalah.

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 2. Analisis Butir Item yang Terendah dari Kategorisasi Butir Item Kompetensi Kepribadian Sebanyak 42 item (92%) berada pada kategori sangat tinggi. Sebanyak 12 item (8 %) berada pada kategori tinggi, dan tidak ada item yang berada pada kategori cukup tinggi, rendah, maupun sangat rendah (0%). 42 item dengan kategori sangat tinggi, terdapat satu item dengan skor paling tinggi di antara item lain. Item tersebut termasuk dalam aspek kompetensi kepribadian Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Menurut persepsi siswa, sebagian besar guru BK SMP Negeri di Trucuk telah mampu menguasai aspek kompetensi kepribadian tersebut, tepatnya pada indikator menampilkan perilaku yang beriman dan berakhlak mulia. Meskipun tidak ada item yang berada pada kategori rendah maupun sangat rendah, namun terdapat satu item dengan perolehan skor terendah. Item tersebut berada pada salah satu aspek kompetensi kepribadian yaitu aspek menunjukkan stabilitas dan integritas yang kuat. Tepatnya terletak pada indikator bermepati. Beberapa hal yang mempengaruhi rendahnya penilaian siswa terhadap indikator tersebut menurut siswa dikarenakan oleh guru BK kurang aktif dalam kegiatan sosial seperti melayat atau menjenguk siswa yang sakit. Kegiatan lain seperti gotong royong untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Menurut pendapat siswa, guru BK jarang mengikuti kegiatan gotong royong, sering kali guru BK hanya memerintahkan siswa untuk membersihakn atau membenahi suatu tempat

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 tanpa ikut turun tangan untuk membersihkan. Saat ada siswa yang sedang mengalami musibah, guru BK cenderung acuh dan kurang memberikan perhatian khusus. Berdasarkan pemaparan hasil penelitian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa siswa hanya ingin guru BK lebih aktif dalam mengikuti kegiatan sosial bersama. Siswa ingin guru BK ikut mendukung setiap kegiatan yang diadakan oleh sekolah maupun siswa. Setidaknya guru BK dapat menjadi pembimbing dalam kegiatan siswa. Guru BK yang cenderung sering memerintah siswa untuk mengikuti semua kehendaknya dapat menimbulkan rasa “takut” siswa terhadap guru BK. Hal ini tentu akan mengurangi rasa simpatik siswa terhadap guru BK serta akan sangat mengganggu hubungan antara guru dan siswa. Hubungan siswa dan guru yang tidak harmonis dapat menghambat proses pembelajaran, dalam hal ini khususnya proses bimbingan yang sesuai dengan standar kegiatan bimbingan yang telah ditetapkan.

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V PENUTUP Pada bab ini akan disajikan kesimpulan hasil penelitian dan saran-saran bagi guru BK serta peneliti selanjutnya. A. Kesimpulan 1. Persepsi Siswa SMP Negeri di Kecamatan Trucuk terhadap Kompetensi Kepribadian Guru BK. Berdasarkan hasil penelitian dan temuan lapangan yang kemudian telah dianalisis maka dapat disimpulkan bahwa menurut persepsi siswa kelas VIII SMP Negeri 1, 2, dan 3 Trucuk, guru BK memiliki penguasaan kompetensi kepribadian yang sangat tinggi. Salah satu bentuk penguasaan kompetensi kepribadian yaitu guru BK mampu mewujudkan dirinya sebagai pribadi yang mandiri untuk melakukan transformasi diri, identitas diri, dan pemahaman diri. Hubungan guru BK dengan siswa mempengaruhi penilaian siswa terhadap guru BK. 2. Hasil Identifikasi Capaian Skor Butir Item Kompetensi Kepribadian guru BK. Hasil analisis capaian skor butir item menunjukkan bahwa guru BK SMP Negeri di kecamatan trucuk telah menguasai semua aspek kompetensi kepribadian guru BK sesuai dengan permendiknas tahun 2007, namun terdapat item yang memiliki skor terendah yaitu pada indikator berempati. 51

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 Siswa berpendapat bahwa guru BK kurang aktif dalam kegiatan sosial. Siswa hanya ingin guru BK lebih aktif dalam mengikuti kegiatan sosial bersama. Siswa ingin guru BK ikut mendukung setiap kegiatan yang diadakan oleh sekolah maupun siswa. Setidaknya guru BK dapat menjadi pembimbing dalam kegiatan siswa. B. Saran – Saran 1. Bagi guru BK Guru BK sebaiknya lebih menunjukkan sikap empati terhadap siswa maupun seluruh warga sekolah, karena berdasarkan hasil penelitian siswa berpendapat bahwa guru BK kurang bersikap empati. Sebagai guru BK sebaiknya dapat menguasai kompetensi lain selain kompetensi kepribadian agar dapat menjadi guru BK yang benar-benar professional dan mampu mewujudkan tujuan pendidikan nasional serta mampu melaksanakan tugas dan fungsi dengan sebaik-baiknya. 2. Bagi peneliti selanjutnya Bagi peneliti lain yang akan melakukan penelitian dengan topik ini sebaiknya mengembangkan subjek penelitian misalnya dengan melibatkan seluruh warga sekolah sebagai subjek penelitian. Hal ini dimaksudkan supaya hasil temuan data lebih bervariasi.

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1 Daftar Pustaka Arikunto, S (2002). Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT Rineka Cipta. ABKIN. (2008). Standar Kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling Indonesia. Jakarta: Pengurus Besar ABKIN. Azwar. (2011). Penyusunan Skala psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Azwar. (2012). Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Bungin, Burhan. 2011. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Jakarta : Kencana. Davidoff, L. L. 1988. Psikologi Suatu Pengantar. Jilid 1. Edisi Ke-2. Alih bahasa: Mari Juniati. Jakarta : Erlangga. Depdiknas. (2007). Penataan Pendidikan Profesional Guru Bimbingan dan Konseling dan Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal. Jakarta: Depdiknas. Gibson, V.D. 1998. Organisasi dan Manajemen. Edisi Keempat. Erlangga, Jakarta. Hartoto, 2009 (www.penelitiankausalkomparatif.com). Hurlock, E. B. 1999. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga Irwanto, dkk.. 1988. Psikologi Umum. Jakarta : Pusat Penelitian Unika Atma Jaya. Iqbal, M. 2002. Pokok-Pokok Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Jakarta: Ghalia Indonesia. Kunandar. (2007). Guru Profesional : Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Sukses dalam Sertifikasi Guru. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Kunandar, 2009, Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Sukses dalam Sertifikasi Guru, Jakarta: Rajawali Pers. Leavitt, H. J. 1997. Psikologi Manajemen. Edisi Ke-4. Alih Bahasa : Muslichah Zarkasi. Jakarta : Penerbit Erlangga. 53

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 Mc Dowwel, M & Newel, C. 1996. Measuring Health A Guide To Rating Scales And Questionaires. 2nd ed. Newyork: Oxford University Press. Mulyasa. (2007). Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Nazir. Moh, 1999: Metode Penelitian, Jakarta, Ghalia Indonesia. Robbins, S. 2002. Organisational Behavior. Pearson Education, Inc. New Jersey. Supriatna, Mamat. (2011). Bimbingan dan Konseling Berbasis Kompetensi : Orientasi dasar pengembangan Profesi Guru Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rajawali Pers Pujosuwarno, Sayekti. 1992. Petunjuk Yogyakarta : Menara Mas Offset. Praktis Pelaksanaan Konseling. Prayitno. 2004. Layanan Bimbingan Kelompok Dan Konseling Kelompok. Padang: Universitas Negeri Padang. Prayitno, dkk. (2008). Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta Rahmat, J. 2005. Psikologi Komunitas. PT. Remaja Rosdakarya. Jakarta. Sarwono, S W. 2000. Teori-Teori Psikologi Sosial. PT Raja Grafindo Persada. Solso, R, dkk. 2008. Psikologi Kognisi edisi ke 8. PT Gelora Aksara Pratama. Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Pendidikan : Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Syamsu, dkk. (2010). Landasan Bimbingan dan Konseling. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Yunita, T. (2008). “Profil Kompetensi Pribadi Guru Bimbingan dan Konseling Sekolah Menengah Pertama”. Skripsi pada Psikologi Pendidikan dan Bimbingan FIP UPI Bandung: Tidak Diterbitkan. Walgito, B. 1994. Pengantar Psikologi Umum, Edisi Revisi, Cetakan keempat. Jogjakarta: Andi Offset. Zuriah, N. 2006. Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan: Teori-Aplikasi. Jakarta: Bumi Akasara

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Nama : Sekolah : Kelas : KUESIONER Isilah kuesioner dengan memberi tanda centang (√) pada alternatif jawaban sesuai dengan pernyataan/kondisi yang sebenarnya! Keterangan : SS = Sangat Setuju S = Setuju TS = Tidak Setuju STS = Sangat Tidak Setuju No. PERNYATAAN SS 1. Guru BK selalu memberikan salam (sesuai agama) saat membuka palajaran (bimbingan). 2. Guru BK tidak bertanya kepada siswa mengenai kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa 3. Ketika memberi pelayanan/bimbingan, guru BK tidak berbelit-belit dalam menyampaikan maksud pembicaaan. 4. Guru BK tidak pernah menjalankan ibadah ketika di lingkungan sekolah. 5. Guru BK memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan aspirasi/pendapatnya. 6. Guru BK selalu bersikap ramah kepada semua orang di lingkungan sekolah. 7. Guru BK bersikap acuh/cuek jika mengetahui ada siswa yang sedang memiliki masalah. 8. Guru BK mampu memnjawab setiap pertanyaan siswa dengan baik. 9. Guru BK selalu masuk kelas tepat waktu. 10. Guru BK selalu mengenakan sepatu yang bersih dan rapi. 11. Siswa sulit memahami maksud pembicaraan guru BK. 12. Guru BK tidak pernah mencari tahu atau menggali potensi/bakat siswa. 13. Guru BK rutin menjalankan ibadah dan mengikuti kegiatan keagamaan yang diadakan oleh pihak sekolah. 14. Guru BK menghargai siswa yang berbeda agama dengannya. 15. Guru BK bersedia memberikan layanan bimbingan individual secara empat mata bagi siswa yang ingin konsultasi atau yang sedang mempunyai masalah. 16. Guru BK membatasi kebebasan siswa dalam menyampaikan aspirasi/pendapat. 17. Guru BK melakukan kunjungan rumah pada siswa yang sedang menghadapi masalah. 18. Guru BK selalu mengikuti kegiatan sosial di sekolah misalnya selalu ikut melayat jika ada salah satu keluarga sekolah yang meninggal. 19. Guru BK tidak bisa memberikan jawaban dengan baik atas setiap pertanyaan siswa. S TS STS

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No. PERNYATAAN SS 20. Guru BK tidak pernah membuat penilaian pendidikan terhadap siswa, misalnya dengan memberikan tes. 21. Guru BK tidak pernah melaksanakan piket sesuai jadwal yang ditetapkan. 22. Tatanan rambut guru BK selalu rapi. 23. Guru BK menyampaikan informasi dengan singkat dan jelas. 24. Guru BK membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar. 25. Cara mengajar Guru BK sangat monoton dan membosankan. 26. Guru BK tidak pernah terlibat dalam kegiatan lomba prestasi akademik maupun non akademik seperti olahraga dan kesenian. 27. Guru BK tidak memperhatikan kepentingan/kebutuhan siswa. 28. Guru BK selalu memaksa siswa untuk menuruti/mentaati kehendaknya. 29. Guru BK tidak pernah merokok di lingkungan sekolah. 30. Guru BK sering mengolok-olok orang lain. 31. Guru BK tidak pernah membuat program bimbingan. 32. Saat ada jadwal pelajaran BK/bimbingan, guru BK sering tidak hadir (pelajaran/bimbingan kosong). 33. Guru BK selalau mendamaikan siswa yang berselisih. 34. Guru BK selalu memulai bimbingan dengan berdo’a. 35. Guru BK sering mengganggu ketentraman warga sekolah. 36. Guru Bk selalu mangajak siswa untuk mendoakan orang lain yang sedang mendapatkan musibah (sakit, meninggal, bencana). 37. Guru BK selalu menghormati guru/karyawan lain yang lebih tua. 38. Guru BK tidak pernah memberikan sedekah atau dana sosial. 39. Guru Bk tidak menjalin hubungan yang baik dengan siswa yang memeluk agama berbeda dengannya. 40. Guru Bk sering membentak dan menyakiti hai siswa. 41. Guru BK tidak pernah mempercayai setiap pernyataan yang diberikan oleh siswa yang sedang bermasalah. 42. Selama pelajaran/bimbingan berlangsung, Guru Bk memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengutarakan pendapat. 43. Guru BK menghlangi siswa dalam memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadinya. 44. Guru BK membantu siswa untuk mendapatkan pendidikan yang layak. 45. Guru BK selalu memaksa siswa untuk mengikuti kehendaknya. 46. Guru BK tidak tegas ketika memberikan bimbingan. 47. Guru BK tidak pernah menepati janji. 48. Guru BK tidak memahami materi bimbingan dengan baik. 49. Guru BK selalu bertanggung jawab atas pekerjaan/tugasnya. 50. Guru BK sering memakai pakaian kusut. 51. Ketika diajak ngobrol, guru BK sering tidak nyambung dengan inti pembicaraan. 52. Guru BK menjalankan ibadah hanya saat-saat tertentu saja. 53. Guru BK selalu menghargai dan mempercayai setiap ide siswa. 54. Guru BK memberikan kebabasan kepada siswa untuk berkreasi sesuai keinginan siswa. S TS STS

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HASIL ANALISIS RELIABILITAS Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std. Deviation VAR00073 150 104 279 237.43 21.476 Valid N (listwise) 150 Case Processing Summary N % 149 99.3 Excluded 1 .7 Total 150 100.0 Cases Valid a a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .931 72 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Alpha if Item Item Deleted Item Deleted Total Correlation Deleted VAR00001 234.05 450.626 .316 .931 VAR00002 234.05 451.478 .280 .931 VAR00003 234.34 448.306 .321 .931 VAR00004 234.29 455.896 .090 .932 VAR00005 234.07 452.042 .205 .931 VAR00006 234.13 451.171 .284 .931

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI VAR00007 234.41 450.825 .269 .931 VAR00008 234.21 450.220 .270 .931 VAR00009 234.44 444.612 .339 .931 VAR00010 234.08 448.845 .344 .930 VAR00011 233.97 451.398 .247 .931 VAR00012 234.53 453.981 .149 .931 VAR00013 234.64 451.935 .200 .931 VAR00014 234.11 446.899 .493 .930 VAR00015 234.08 446.237 .451 .930 VAR00016 234.60 449.822 .273 .931 VAR00017 233.93 444.604 .530 .930 VAR00018 234.32 445.704 .507 .930 VAR00019 234.58 448.070 .258 .931 VAR00020 234.31 444.026 .522 .930 VAR00021 234.23 444.843 .435 .930 VAR00022 234.40 445.904 .437 .930 VAR00023 234.30 440.537 .456 .930 VAR00024 234.18 440.812 .559 .929 VAR00025 234.08 444.548 .560 .929 VAR00026 234.09 445.877 .420 .930 VAR00027 234.70 445.277 .315 .931 VAR00028 234.66 448.564 .303 .931 VAR00029 234.92 448.710 .253 .931 VAR00030 234.28 441.228 .619 .929 VAR00031 234.39 444.469 .426 .930 VAR00032 234.57 449.544 .273 .931 VAR00033 234.51 446.495 .334 .931 VAR00034 234.25 443.958 .488 .930 VAR00035 234.22 445.390 .463 .930 VAR00036 234.35 446.594 .427 .930 VAR00037 234.11 443.237 .537 .929 VAR00038 234.24 443.022 .471 .930 VAR00039 234.77 447.339 .207 .932

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI VAR00040 234.60 443.256 .456 .930 VAR00041 234.23 443.640 .513 .930 VAR00042 234.46 442.440 .374 .930 VAR00043 234.45 445.195 .332 .931 VAR00044 233.95 442.680 .625 .929 VAR00045 234.36 442.717 .547 .929 VAR00046 234.36 441.933 .487 .930 VAR00047 234.09 443.580 .525 .929 VAR00048 234.15 445.289 .415 .930 VAR00049 234.08 444.385 .422 .930 VAR00050 234.01 444.074 .462 .930 VAR00051 234.05 444.005 .562 .929 VAR00052 234.14 443.230 .577 .929 VAR00053 234.19 444.766 .392 .930 VAR00054 234.07 445.123 .514 .930 VAR00055 234.30 444.955 .440 .930 VAR00056 235.37 459.775 -.055 .933 VAR00057 234.27 443.603 .481 .930 VAR00058 234.23 443.083 .494 .930 VAR00059 234.18 443.257 .498 .930 VAR00060 234.26 444.073 .445 .930 VAR00061 234.47 443.778 .485 .930 VAR00062 234.13 443.477 .511 .930 VAR00063 234.62 448.522 .261 .931 VAR00064 234.40 443.391 .490 .930 VAR00065 234.50 448.144 .273 .931 VAR00066 234.05 443.484 .447 .930 VAR00067 234.29 445.153 .408 .930 VAR00068 234.39 446.645 .347 .930 VAR00069 234.27 441.076 .552 .929 VAR00070 234.28 444.714 .432 .930 VAR00071 235.52 457.819 .001 .932 VAR00072 234.21 444.886 .414 .930

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 1 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 2 3 3 4 3 3 3 3 1 4 3 2 2 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 1 3 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 3 3 3 3 1 3 4 4 3 3 3 3 2 3 3 3 3 4 4 0 4 4 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 4 3 4 3 4 3 4 3 4 4 4 3 2 3 4 3 4 3 3 1 1 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 2 4 4 5 3 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 4 3 3 4 4 4 3 3 4 4 4 3 4 3 6 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 3 4 4 3 3 4 3 4 4 3 4 4 4 4 3 2 4 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 7 4 4 4 3 4 4 4 3 4 3 3 2 3 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 8 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 3 3 4 3 9 3 4 4 3 4 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 3 4 3 4 4 3 4 4 4 3 3 2 4 3 3 4 3 2 2 3 3 3 3 4 4 4 3 10 3 4 4 3 4 4 3 3 4 4 3 3 3 4 4 3 4 3 4 4 3 3 4 4 2 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 4 4 4 4 3 11 3 4 3 3 2 4 3 2 4 3 2 2 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 3 4 3 3 2 3 3 2 3 4 3 4 4 4 4 4 12 3 4 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 0 3 4 4 3 3 4 4 3 3 0 3 4 4 4 3 3 3 4 2 3 3 4 3 4 3 4 4 13 4 3 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 4 3 3 4 4 4 3 3 3 4 2 3 4 4 3 3 3 4 4 14 3 3 3 3 4 3 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 15 3 4 3 4 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 4 4 3 4 4 4 1 4 3 4 4 3 1 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 16 2 1 3 3 4 0 2 3 2 1 4 4 2 2 2 2 2 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 4 2 1 1 2 3 4 2 3 3 3 2 3 4 3 17 3 2 3 2 2 2 4 3 3 4 2 2 3 2 3 2 3 3 3 3 1 3 3 3 2 3 3 4 2 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 4 3 18 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 3 4 4 3 4 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 19 3 4 4 3 4 0 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 1 3 1 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 4 4 3 4 3 4 3 20 3 3 3 3 2 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 3 2 1 3 1 1 3 3 3 3 3 3 3 4 4 2 3 3 4 3 21 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 4 3 4 3 3 3 3 4 3 3 4 4 3 4 3 3 4 3 22 4 4 3 3 3 4 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 4 3 4 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 4 4 3 4 3 4 4 23 3 4 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 2 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 24 3 4 3 3 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 3 3 4 4 3 3 4 4 3 3 4 4 4 25 3 4 3 3 4 3 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 3 4 3 4 3 3 4 2 4 4 1 2 3 4 3 4 4 4 4 26 3 3 3 3 2 3 3 3 3 1 4 4 3 2 3 2 3 3 3 3 4 4 2 2 3 3 4 1 3 2 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 4 2 27 4 3 3 2 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 4 3 4 3 4 3 4 1 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 4 4 28 2 4 3 3 2 4 3 2 1 3 4 4 3 2 4 2 3 3 2 3 1 4 4 3 3 3 4 3 1 2 4 3 3 3 4 4 4 3 3 4 4 4

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 3 4 4 2 3 4 4 4 2 2 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 4 4 4 4 2 3 4 4 3 3 4 4 2 2 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 3 3 2 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 0 3 3 2 2 4 4 2 4 4 4 3 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 3 4 3 4 4 4 3 4 3 3 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 3 3 4 4 4 3 4 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 0 3 3 3 4 4 4 2 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 2 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 2 4 4 3 3 3 3 2 2 3 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 4 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 3 4 2 3 3 3 4 4 3 2 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 0 0 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 0 3 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 2 4 4 3 3 4 3 0 3 4 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 4 2 4 4 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 0 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 1 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 3 3 2 2 3 3 3 4 3 3 2 3 2 3 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 4 4 4 4 2 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 2 4 3 3 4 2 4 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 3 3 4 2 2 4 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 4 4 2 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 2 2 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 2 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 2 2 1 4 3 2 2 4 4 4 3 2 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 3 2 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 3 3 4 3 4 4 3 3 4 3 3 4 4 4 3 4 3 3 4 3 3 4 4 0 4 3 4 4 3 4 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 3 3 4 3 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 4 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 4 4 4 3 4 4 3 3 4 3 3 3 4 3 4 4 4 4 3 1 4 4 4 3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 3 4 1 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 2 3 3 4 4 4 3 3 2 2 4 4 3 3 3 3 2 2 4 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 2 4 4 3 2 2 3 4 3 2 3 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 4 4 2 2 3 3 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 4 3 0 4 0 0 4 4 4 3 2

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 4 3 1 3 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 4 3 3 3 4 4 4 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 4 2 3 4 3 1 4 4 3 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 2 3 4 3 4 3 0 3 3 3 3 2 4 4 4 3 2 3 4 3 3 0 2 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 3 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 3 3 4 2 3 3 4 3 4 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 1 1 4 3 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 0 4 3 4 4 3 4 4 4 3 3 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 3 3 3 2 3 3 4 3 3 2 3 3 3 3 3 4 3 4 3 0 4 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 2 4 3 4 3 3 3 3 4 4 4 3 4 3 3 3 4 3 3 3 4 4 3 0 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 2 4 3 4 4 3 0 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 0 3 3 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 2 4 3 0 4 4 4 3 0 3 3 3 4 3 4 2 4 3 3 4 3 3 3 4 4 0 4 3 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 3 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 3 0 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 4 4 3 4 0 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 2 4 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 4 3 0 3 4 4 1 4 3 4 4 3 3 1 4 3 3 4 3 3 1 4 3 3 3 2 3 3 4 3 2 2 3 3 2 3 2 3 3 1 4 2 3 3 3 0 3 4 4 4 3 3 4 4 3 4 3 3 2 2 4 3 3 4 3 3 3 0 3 3 3 3 3 4 4 3 2 4 3 3 3 3 4 2 3 3 3 1 0 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 0 4 3 4 4 3 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 3 3 3 3 2 2 3 3 4 3 3 4 3 1 3 3 2 3 4 0 3 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 3 2 4 2 3 3 3 4 3 2 1 3 3 3 3 3 2 4 4 0 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 4 2 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 4 0 3 3 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 0 3 3 4 4 3 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 4 2 4 2 3 4 3 2 3 2 3 0 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 0 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 4 4 3 0 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 2 3 3 3 4 4 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 2 3 4 4 3 4 4 4 0 4 3 2 4 3 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 4 3 3 4 2 4 4 3 3 4 2 2 3 2 3 3 3 2 3 2 4 3 3 3 3 0 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 1 4 4 3 3 3 0 3 2 1 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 4 4 2 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 4 1 4 4 4 0 4 4

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 3 3 3 3 4 4 3 4 4 4 3 2 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 536 2 3 4 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 3 0 4 3 3 3 3 3 4 494 3 3 1 3 4 3 3 3 1 3 3 3 3 3 0 3 3 3 4 4 3 4 478 3 3 3 1 4 3 4 4 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 3 4 4 4 531 3 3 1 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 4 526 3 3 2 3 3 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 4 4 4 3 4 3 4 531 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 3 3 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 551 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 496 3 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 4 4 3 4 498 4 4 3 4 4 3 4 3 4 4 3 3 4 3 3 4 4 3 4 4 3 4 509 4 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 483 3 4 3 2 4 4 4 3 4 4 3 3 4 3 2 2 3 3 4 4 3 4 498 4 4 2 4 4 4 4 3 4 4 3 3 4 3 0 4 3 4 3 3 3 4 516 3 3 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 531 3 4 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 4 4 531 3 2 1 1 4 2 3 2 2 2 3 3 3 3 2 4 3 3 3 3 4 4 437 2 3 4 3 3 3 2 3 4 4 3 3 2 3 3 4 3 3 3 3 2 4 446 3 3 1 4 4 4 4 3 4 4 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 3 4 503 2 3 4 3 3 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 4 484 4 3 1 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 3 4 467 4 4 4 1 4 3 4 3 4 3 3 3 3 3 2 4 4 3 0 3 4 4 506 3 4 2 3 4 3 4 3 4 4 3 3 4 3 3 4 4 3 3 3 3 4 511 3 3 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 1 3 4 4 491 3 4 3 3 4 4 4 3 4 4 3 3 4 3 2 3 3 3 4 3 3 4 526 4 3 1 3 3 4 4 3 4 4 3 3 4 3 3 4 3 2 3 3 3 3 507 3 3 1 3 3 4 4 4 3 2 2 2 4 3 3 3 3 3 4 3 4 4 453 4 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 4 508 4 3 4 2 4 3 2 2 4 3 3 2 3 2 2 3 3 3 3 4 3 4 474

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 4 4 3 4 1 4 2 3 4 3 3 4 3 4 1 3 4 3 4 3 1 4 4 4 3 3 1 4 4 3 2 3 2 2 3 2 2 4 4 4 1 4 30 4 4 4 3 4 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 3 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 31 4 3 4 3 4 3 3 3 4 3 2 2 3 4 3 4 3 3 4 3 2 3 4 3 3 3 4 4 4 3 2 3 4 3 3 4 3 3 4 3 4 4 32 4 4 4 3 4 2 3 4 3 3 1 1 3 3 2 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 3 2 4 3 3 2 4 3 3 3 3 2 4 4 3 4 4 33 4 3 3 4 4 3 3 4 4 3 3 3 4 4 3 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 1 34 4 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 3 4 4 4 3 4 3 4 4 2 4 4 4 3 3 3 4 4 3 4 4 3 2 3 4 3 3 3 4 4 3 35 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 2 4 1 4 3 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 36 4 4 4 4 1 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 4 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 37 4 4 4 3 4 3 4 3 4 2 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 3 3 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 38 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 3 4 4 3 4 3 3 4 3 4 4 4 39 4 4 4 0 4 3 3 3 3 3 1 3 3 3 4 3 4 4 3 3 4 4 4 3 4 3 3 1 1 4 4 3 3 3 4 4 3 3 2 3 4 4 40 4 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 3 3 4 4 4 3 3 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 41 3 3 3 2 4 3 2 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 2 4 3 3 4 4 4 4 4 42 4 4 4 3 1 3 3 3 4 3 4 3 3 4 4 3 3 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 3 3 4 4 4 3 4 4 3 43 3 4 4 3 4 3 3 3 2 2 4 4 3 3 3 2 3 4 1 3 4 4 4 3 4 3 4 4 2 2 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 44 3 4 3 2 4 3 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 3 3 4 3 45 2 4 4 3 4 3 3 2 2 3 3 4 3 1 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 3 2 4 3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 4 46 4 4 3 2 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 1 3 1 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 3 4 4 47 4 4 3 2 4 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 3 3 3 4 4 4 48 3 3 3 2 4 3 3 3 4 4 3 3 2 3 3 3 4 3 1 3 4 4 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3 4 3 49 4 2 4 3 4 3 3 3 4 3 3 3 0 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 3 4 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 50 4 4 4 3 4 3 4 3 3 4 4 4 2 4 3 3 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 3 4 3 4 2 3 3 4 4 4 4 4 51 3 4 3 2 4 3 3 3 3 4 4 4 3 3 4 4 4 3 4 3 4 3 2 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 2 3 3 3 3 4 3 4 4 52 4 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 4 53 3 3 3 3 4 4 3 4 3 4 3 3 1 4 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 3 2 3 4 4 4 3 4 4 4 54 3 4 4 3 1 3 2 3 3 2 4 4 3 2 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 185 195 186 159 189 172 171 163 185 180 173 177 168 175 168 168 198 185 188 184 173 199 194 182 182 163 185 196 182 161 171 192 178 164 175 198 183 189 185 189 212 194

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 3 3 3 3 2 2 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 2 4 4 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 4 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 2 4 4 3 4 4 4 3 3 4 3 3 4 4 4 4 4 3 4 3 3 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 4 3 3 4 3 4 4 4 1 4 2 2 4 4 3 3 3 4 4 3 4 4 2 2 3 3 4 2 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 2 3 3 4 3 3 3 4 1 4 3 3 4 4 3 2 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 3 3 4 3 2 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 3 3 3 4 3 3 4 4 4 4 1 1 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 2 2 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 3 3 4 4 3 4 3 4 4 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 3 3 4 4 3 3 4 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 2 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 3 3 3 4 3 4 4 3 3 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 2 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 4 4 4 3 3 4 3 3 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 4 3 3 4 4 2 3 4 3 3 4 3 4 3 4 4 4 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 3 3 3 4 1 3 3 4 4 4 3 4 4 3 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 3 3 4 3 3 4 4 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 3 4 4 4 3 2 4 4 4 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 2 4 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 4 3 4 3 4 4 3 4 4 4 4 3 3 2 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 3 4 3 3 4 3 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 3 3 4 3 4 2 3 4 3 3 3 4 4 4 3 3 4 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 2 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 3 3 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 3 2 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 4 4 3 3 2 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 4 4 3 3 4 4 4 3 2 4 4 3 3 3 2 2 4 4 4 3 3 3 4 3 3 3 1 3 3 4 3 4 4 3 3 4 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 3 3 3 3 4 1 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 2 2 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 2 4 3 3 4 3 3 3 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 3 3 1 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 3 4 4 3 3 2 196 194 173 196 194 179 179 186 186 183 172 179 189 190 200 200 192 188 189 188 188 195 191 184 168 162 206 177 177 201 180 205 188 190 165 193 171 171 212 214 195 153 176

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 4 4 4 4 4 2 2 4 4 2 3 4 4 3 2 3 3 4 1 4 4 4 1 3 3 3 3 3 4 3 3 1 4 3 2 3 1 3 3 0 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 0 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 3 2 2 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 4 0 3 3 2 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 2 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 4 4 3 3 4 3 0 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 2 3 4 3 4 4 4 3 0 4 4 4 4 4 4 4 4 3 2 3 4 4 4 3 4 3 1 3 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 4 0 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 4 4 3 4 0 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 1 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 0 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 4 3 4 3 3 3 3 3 2 1 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 3 2 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 4 3 4 3 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 2 3 4 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 1 4 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 2 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 2 4 4 1 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 4 2 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 2 4 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 1 3 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 4 3 4 0 3 3 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 1 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 2 4 3 4 4 3 4 4 3 3 4 2 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 4 3 4 4 3 2 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 4 2 3 1 3 2 3 2 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 4 4 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 2 3 4 3 3 3 4 3 4 1 3 3 3 4 4 2 4 3 2 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 3 2 3 3 4 3 2 3 2 3 4 2 4 2 4 4 2 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 1 3 4 4 1 4 4 4 4 4 3 4 4 1 4 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 3 4 0 4 2 2 4 4 4 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 2 3 4 4 4 4 4 3 4 4 1 1 4 4 4 4 2 3 3 3 4 4 3 3 3 4 2 2 3 3 3 2 3 2 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 1 3 2 2 3 2 4 2 3 2 3 3 3 4 3 3 3 2 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 2 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 1 4 4 3 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 4 3 2 4 3 3 4 2 4 3 3 3 3 4 4 2 4 4 3 3 3 3 175 207 209 212 215 216 180 180 193 193 183 205 209 212 189 182 174 165 196 188 198 190 178 156 176 154 159 181 169 185 161 174 155 182 171 186 175 178 183 174 66 192 182

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 4 4 3 4 3 3 3 2 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 476 4 4 2 4 4 4 4 4 3 4 3 3 4 2 3 4 4 3 3 4 4 4 550 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 2 4 3 3 489 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 3 4 2 3 3 2 3 3 4 3 4 490 4 4 3 1 4 3 3 4 4 4 3 3 4 3 3 4 4 3 4 4 3 4 530 3 0 4 4 4 4 4 3 4 4 3 3 4 3 3 4 2 4 3 3 3 4 521 4 0 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 2 4 4 3 4 4 3 4 531 3 4 1 4 4 4 4 4 4 4 3 1 4 3 3 4 3 4 4 4 3 4 542 3 4 0 4 4 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 536 3 3 0 1 4 4 4 3 4 4 3 3 4 3 3 4 4 3 3 3 3 4 522 4 3 0 3 4 3 4 3 4 4 3 3 4 3 3 4 2 3 4 4 4 4 514 4 3 0 4 3 4 4 3 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 4 4 3 4 532 2 3 0 2 3 4 3 3 2 1 3 3 4 3 3 4 2 3 2 2 3 3 498 3 3 0 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 2 3 4 3 3 3 3 4 4 502 3 3 0 2 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 4 4 3 3 509 3 3 0 2 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 516 4 3 0 4 4 3 3 2 4 3 3 4 4 3 3 3 4 2 4 4 3 3 504 4 3 0 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 4 470 4 3 0 3 3 3 4 3 3 4 3 3 1 3 3 3 4 3 4 4 4 4 523 3 2 0 2 3 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 2 3 3 3 4 482 0 3 0 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 4 4 3 4 4 3 4 535 3 3 0 3 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 499 0 3 0 4 4 3 4 3 4 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 4 484 3 3 0 2 3 3 4 3 3 4 3 4 4 3 2 4 1 3 4 4 3 4 502 3 4 0 2 4 4 4 3 3 4 3 4 3 3 3 4 2 3 4 4 4 4 502 4 4 0 1 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 511 171 172 101 160 195 189 195 174 189 198 161 167 193 158 146 195 173 165 176 189 178 208

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(97)

Dokumen baru