Hubungan antara kompetensi komunikasi interpersonal dan kinerja pada karyawan GM Production - USD Repository

Gratis

0
0
133
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HUBUNGAN ANTARA KOMPETENSI KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN KINERJA PADA KARYAWAN GM PRODUCTION SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi Disusun oleh: Kharismasari Poernomo Putri NIM: 079114048 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN Semangat, Optimis, dan Pantang Menyerah Always Smile Be Positive LEARN from Yesterday, LIVE for Today, HOPE for Tomorrow Be Happy for no reason, like a child. If you are happy for a reason, you’re in trouble, because that reason can be taken from you Sebuah karya sederhana ini kupersembahkan kepada Papa dan alm. Mama Dek Mayang Dan seluruh sahabatku iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HUBUNGAN ANTARA KOMPETENSI KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN KINERJA PADA KARYAWAN GM PRODUCTION Kharismasari Poernomo Putri ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara kompetensi komunikasi dengan kinerja pada karyawan GM Production. Hipotesis dalam penelitian ini adalah adanya hubungan positif antara kompetensi komunikasi dengan kinerja pada karyawan GM Production. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 40 karyawan berusia 22 – 45 tahun. Alat pengumpulan data menggunakan 2 skala, yaitu skala kompetensi komunikasi dan skala kinerja. Skala kompetensi komunikasi berisi 28 aitem valid dengan nilai reliabilitas (α) sebesar 0.921. Sedangkan skala kinerja berisi 24 aitem yang valid dengan nilai reliabilitas (α) sebesar 0.963. teknik pengujian hipotesis yang digunakan adalah teknik korelasi Pearson Product Moment. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai r xy = 0.322 dan nilai probabilitas (p) = 0.021 < 0.05 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara kompetensi komunikasi dengan kinerja pada karyawan GM Production. Kata kunci: kompetensi komunikasi, kinerja, karyawan, event organizer vi

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI THE RELATIONSHIP BETWEEN INTERPERSONAL COMMUNICATION COMPETENCE AND THE PERFORMANCE OF GM PRODUCTION'S EMPLOYEES Kharismasari Poernomo Putri ABSTRACT This study aimed to explore the relation between communication competence and the performance of the employees of GM Productions. The hypothesis of this study is a positive relation between communication competence and the performance of the employees of GM Productions. The number of subjects in this study were 40 employees aged 22-45 years. Instruments were used in this study were communication competence scale and performance scale. Communication competence scale contains 28 aitem valid with the value of reliability (α) of 0.921. While the performance scale contains 24 valid aitem with the value of reliability (α) of 0963. Data was analized by Pearson Product Moment correlation technique. Results in this study showed the value of rxy = 0.322 and the probability value (p) = 0.021 <0.05 which indicates that there is a positive correlation between communication competence with the performance of the employees of GM Productions. Keywords: communication competence, performance, employee, event organizer vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Syukur kepada Tuhan Yesus atas berkat, penyertaan dan pertolonganNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik dan tepat waktu. Skripsi ini disusun dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Psikologi (S.Psi). Penulis menyadari bahwa skripsi ini dapat terlaksana tanpa bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Bapak Dr. Tarsisius Priyo W. M.Si selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. 2. Bapak V. Didik Suryo M.Si. selaku Dosen Pembimbing Akademik. 3. Ibu Ratri Sunar Astuti M.Si selaku Kepala Program Studi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma 4. Ibu P. Henrietta PDADS., S.Psi., M.A. (mbak Etta) selaku Dosen Pembimbing Skripsi yang selalu membimbing, mengarahkan, mendukung dan menyemangati penulis selama menyusun skripsi ini. 5. Seluruh dosen Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma atas segala dukungan dan perhatiannya selama penulis belajar di Universitas Sanata Dharma. 6. Mas Gandung, Pak Gie, Bu Nanik, Mas Muji, dan mas Doni atas bantuan, kesabaran, keramahan, dan senyumannya. 7. Bapak Sutikno selaku owner yang telah membantu dan memberi kesempatan kepada peneliti untuk melakukan penelitian di perusahaan yang dipimpin. 8. Papaku yang selama ini selalu membimbing, sabar, pengertian selama penulis sibuk mengerjakan skripsi. Selalu sayang kepada penulis, selalu memberikan ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI semangat dan motivasi, hingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. 9. Alm. Mamaku yang selama hidupnya selalu menyayangi penulis, sabar, selalu pengertian serta memberi semangat dan menjadi motivasi bagi penulis agar dapat menyelesaikan skripsi ini. 10. Adekku Mayang yang selalu berbagi dan menyemangati saat aku mulai bosan. 11. Gregorius Dhanang Widianto yang setia menemani dalam mengerjakan skripsi serta selalu memberi semangat dan menjadi motivasi agar penulis menyelesaikan skripsi ini. 12. Seluruh teman- teman di Psikologi Sanata Dharma angkatan 2007, yang tidak bisa disebutkan satu per satu dan teman- teman “Regu AM”. Terimakasih atas dukungan dan kebersamaannya. Penulis menyadari bahwa masih terdapat banyak kekurangan dalam penelitian ini. Oleh karena itu, peneliti mengharapkan kritik dan saran dari pembaca untuk memperbaiki karya penulis ini. Penulis juga berharap penelitian ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih. Yogyakarta, 24 Mei 2014 Penulis Kharismasari Poernomo Putri x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL…………………………………………………… ................. i HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING .....................................ii HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................. iii HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN .................................................. iv HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ........................................... v ABSTRAK............................................................................................................ vi ABSTRACT ........................................................................................................ vii HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH ......................viii KATA PENGANTAR .......................................................................................... ix DAFTAR ISI ........................................................................................................ xi DAFTAR TABEL .............................................................................................. xiv DAFTAR BAGAN .............................................................................................. xv DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... xvi BAB I. PENDAHULUAN ..................................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah………………………………………............... 1 B. Rumusan Masalah…………………………………………….. .............. 9 C. Tujuan Penelitian……………………………………………… ............. 9 D. Manfaat Penelitian……………………………………………. .............. 9 xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II. LANDASAN TEORI…………………………………………. .............. 10 A. Kinerja………………………………………………………...................... 10 1. Definisi Kinerja…………………………………………... ............. 10 2. Dimensi Kinerja………………………………………….. ............. 12 3. Model Evaluasi Kinerja…………………………………................ 14 4. Faktor- faktor yang Mempengaruhi Kinerja……………... ............. 26 B. Kompetensi Komunikasi……………………………………... ................... 29 1. Definisi Komunikasi……………………………………… ............ 29 2. Proses Komunikasi ........................................................................ 30 3. Kompetensi Komunikasi…………………………………. ............. 31 4. Aspek Kompetensi Komunikasi…………………………............... 32 C. Dinamika Hubungan antara Kompetensi Komunikasi Interpesonal dan Kinerja pada Karyawan GM Production ................................................................. 37 D. Skema Penelitian……………………………………………… .................. 41 E. Hipotesis……………………………………………………… .................. 42 BAB III. METODE PENELITIAN .................................................................... 43 A. Jenis Penelitian………………………………………………..................... 43 B. Variabel Penelitian…………………………………………… ................... 43 C. Definisi Operasional…………………………………………. ................... 44 1. Kinerja Karyawan……………………………………….. .............. 44 2. Kompetensi Komunikasi………………………………… .............. 44 D. Subjek Penelitian…………………………………………….. ................... 45 E. Metode Pengumpulan Data………………………………….. .................... 46 1. Skala Kompetensi Komunikasi…………………………... ............. 46 2. Skala Kinerja……………………………………………... ............. 48 F. Validitas dan Reliabilitas…………………………………….. ................... 49 1. Validitas………………………………………………….. ............. 49 xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Seleksi Aitem…………………………………………….. ............. 50 3. Reliabilitas……………………………………………….. ............. 53 G. Metode Analisis Data…………………………………………................... 54 1. Uji Asumsi………………………………………………... ............ 54 2. Uji Hipotesis………………………………………………............. 55 BAB IV. ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN…………………. ............... 56 A. Pelaksanaan Penelitian…………………………………………. .......... 56 B. Deskripsi Subjek Penelitian…………………………………… ........... 57 C. Deskriptif Data Peneletian……………………………………. ............ 57 D. Hasil Analisis Penelitian……………………………………… ............ 59 1. Uji Asumsi………………………………………………... ............ 59 2. Uji Hipotesis………………………………………………............. 61 E. Hasil Analisis Tambahan ..................................................................... 62 1. Uji Asumsi..................................................................................... 63 2. Uji Korelasi ................................................................................... 65 F. Pembahasan………………………………………………….. .............. 67 BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN……………………………….. .............. 70 A. Kesimpulan…………………………………………………… ............ 70 B. Saran…………………………………………………………............... 70 DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………... .............. 72 LAMPIRAN…………………………………………………………….. .............. 63 xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1. Pemberian Nilai pada Skor Skala Kompetensi Komunikasi ........................ 47 Tabel 2. Distribusi Aitem Skala Kompetensi Komunikasi Sebelum Seleksi Aitem ... 47 Tabel 3. Daftar Aitem Skala Kinerja Sebelum Seleksi Aitem ................................... 48 Tabel 4. Daftar Aitem Skala Kompetensi Komunikasi Setelah Seleksi Aitem........... 52 Tabel 5. Daftar Aitem Skala Kinerja Setelah Seleksi Aitem ..................................... 52 Tabel 6. Data Subjek Penelitian ............................................................................... 57 Tabel 7. Deskriptif Data Penelitian........................................................................... 57 Tabel 8. Uji Mean Teoritik dan Empirik pada Skala Kompetensi Komunikasi.......... 58 Tabel 9. Uji Mean Teoritik dan Empirik pada Skala Kinerja .................................... 58 Tabel 10. Hasil Uji Normalitas ................................................................................. 59 Table 11. Hasil Uji Linearitas .................................................................................. 60 Tabel 12. Korelasi Kompetensi Komunikasi dengan Kinerja .................................... 62 xiv

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 13. Hasil Uji Normalitas antara Aspek dalam Variabel Bebas dan Variabel Tergantung............................................................................................................... 63 Tabel 14. Hasil Uji Linearitas Aspek Pengetahuan ................................................... 64 Tabel 15. Hasil Uji Linearitas Aspek Kepekaan ....................................................... 65 Tabel 16. Hasil Uji Linearitas Aspek Ketrampilan ................................................... 65 Tabel 17. Hasil Uji Linearitas Aspek Nilai ............................................................... 65 Tabel 18. Korelasi Aspek Ketrampilan dengan Kinerja ............................................ 66 xv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Komunikasi ............................................................................................ 30 Gambar 2. Hubungan antar Variabel ........................................................................ 41 Gambar 3. Scatter Plot Variabel Kompetensi Komunikasi dan Variabel Kinerja ....... 61 xvi

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Skala Kompetensi Komunikasi dan Skala Kinerja ................................ 75 Lampiran 2. Data Hasil Penelitian ............................................................................ 89 Lampiran 3. Hasil Reliabilitas dan Seleksi Aitem ..................................................... 94 Lampiran 4. Statistik Deskriptif Data Penelitian ..................................................... 103 Lampiran 5. Hasil Uji Beda Mean .......................................................................... 105 Lampiran 6. Hasil Uji Asumsi ................................................................................ 108 Lampiran 7. Hasil Uji Hipotesis ............................................................................. 111 Lampiran 8. Hasil Analisis Tambahan .................................................................... 113 xvii

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Menurut KRMT Indro „Kimpling‟ Suseno (2005), Event Organizer adalah sekelompok orang, yang terdiri dari tim pelaksana, tim pekerja, tim produksi, dan tim manajemen yang melaksanakan tugas operasional suatu program acara atau melakukan pengorganisasian untuk mewujudkan suatu program acara. KRMT Indro „Kimpling‟ Suseno (2005) juga mengatakan bahwa EO memiliki tujuan untuk membantu masyarakat mewujudkan suatu acara, dan fungsi EO adalah sebagai pelaksana untuk mewujudkan impian masyarakat atau klien. Sebagai sebuah lembaga, EO juga memiliki beberapa permasalahan. Dari hasil wawancara dengan beberapa EO di Jogja, didapatkan hasil mengenai permasalahan- permasalahan yang melanda EO, antara lain: “Di EO itu biasanya masalahnya ya karena ada pesaingan antar EO, kurangnya modal untuk membuat sebuah acara, miscommunication antar tim, kurangnya koordinasi, pembayaran dari klien yang tidak sesuai deadline, waktu yang mepet dari klien jadi banyak cetakan yang salah, perijinan dipersulit oleh kepolisian, dan biasanya ada tambahan acara dadakan ketika sudah hari H” (LD, 2014). Dari hasil wawancara dengan salah satu EO yang ada di Jogja atau dapat disebut sebagai LD, dapat dilihat masalah yang ada di EO secara umum ada 2 hal, eksternal dan internal. Masalah eksternalnya umumnya terkait dengan EO lain atau berhubungan dengan klienseperti adanya persaingan 1

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 antar EO, pembayaran dari klien yang tidak sesuai deadline, dan waktu persiapan yang kurang dari klien.Sedangkan untuk masalah internalnya umumnya terkait dengan hal- hal yang berhubungan dengan internal EO yaitu kurangnya modal untuk membuat sebuah acara, miscommunication antar tim, dan kurangnya koordinasi. Secara khusus masalah lainyang terjadi di EO dari hasil wawancaraadalah sebagai berikut: “Permasalahan umum di EO itu menurut saya adalah biasanya misscoummunication antara EO dan klien, banyaknya pemangku kebijaksanaan dari klien, koordinasi antar tim yang kurang karena melibatkan jumlah orang yang banyak, dan kebanyakan pasti karena komunikasi”(STK, 2014). Dapat dilihat bahwa masalah EO adalah adanya miscommunication, banyaknya pemangku kebijaksanaan, dan koordinasi antar tim yang kurang, masalah- masalah ini secara khusus mengarah kepada komunikasi dan koordinasi tim.Senada dengan hasil wawancara sebelumnya, dalam hasil wawancara berikut ini juga tampak bahwa masalah- masalah yang terjadi di EO cenderung ke arah komunikasi. “Masalah umum di EO itu ya adanya kesalahan penyampaian yang dimaksud klien dengan yang ditangkap EO, bisa juga perubahan dadakan dari klien padahal itu tidak sesuai hasil meeting.Koordinasi yang kurang baik antar karyawan juga bisa jadi masalah di EO, biasanya sih karena share pekerjaan yang tidak tersampaikan ke semua divisi yang akhirnya dampaknya ke pekerjaan EO keseluruhan” (KP, 2014).

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Berdasarkan pernyataan-pernyataan tersebut, dapat dilihat bahwa permasalahan-permasalahan yang terjadi di EO berhubungan dengan koordinasi dan komunikasi.Permasalahan-permasalahan tersebut dapat mempengaruhi kesuksesan suatu EO. Menurut Natoradjo (2011), kesuksesan EO dapat dilihat dari beberapa hal, antara lain: perencanaan yang matang, rencana yang terkendali, penampil dapat tampil tanpa hambatan/ beban, jumlah penonton/ audien sesuai target, cara kerja yang rapi dan koordinasi yang baik, keuangan yang aman, tidak terjadi kerusuhan atau aman, lancar, serta adanya kejutan „imajinasi artistik‟ bagi penonton dan semua pihak. Dijelaskan lebih lanjut bahwa faktor penentu kesuksesan EO yang terpenting adalah kinerja dari karyawan, mulai dari perencanaan sampai pada pelaksanaan (KMRT Indro „kimpling‟ Suseno, 2005). Kinerja dapat diartikan sebagai hasil kerja seseorang baik secara kualitas maupun secara kuantitas dalam melaksanakan tugas- tugas yang diberikan kepadanya selama periode waktu tertentu (Mangkunegara & Prabu, 2007). Pernyataan lain yang mendukung adalah menurut Suwatno dan Priansa (2011), kinerja didefinisikan sebagai hasil yang dicapai oleh seseorang menurut ukuran yang berlaku, dalam kurun waktu tertentu, berkenan dengan pekerjaan serta perilaku dan tindakannya. Pengertian kinerja yang lain diungkapkan oleh Syukrianto et al. (2003) yaitu bahwa kinerja memiliki penekanan pada kemampuan dan kemauan seseorang dalam melaksanakan

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 tugasnya. Berdasarkan pernyataan-pernyataan tersebut, pengertian kinerja dapat berupa hasil maupun perilaku. Permasalahan kinerja juga terdapat di salah satu EO yaitu GM Production merupakan salah satu EO yang ada di Yogyakarta. Berdasarkan hasil observasi peneliti pada EO, GM Production adalah EO yang memiliki struktur organisasi yang tergolong baik, didukung dengan dimilikinya timkerja dan semua peralatan mulai dari sound system, dan produksi. Hal tersebut menyebabkan ketika GM Production membuat sebuah acara, GM Production mampu menangani sendiri dan tidak memerlukan vendor lain. Permasalahan yang muncul adalah ketikaGM Production sebagai sebuah EO ditunjuk untuk mengelola acara peluncuran sepeda motor terbaru sebuah perusahaan otomotif. Berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan karyawan HRD pada hari Selasa, 19 Februari 2013 bertempat di kantor GM Production, dikatakan bahwa GM Production membentuk sebuah tim yang terdiri dari beberapa karyawan GM Production untuk mengerjakan acara tersebut. Tetapi, karyawan- karyawan ini memiliki kinerja yang kurang baik. Komunikasi dan koordinasi yang buruk menyebabkan acara tersebut menjadi kurang maksimal, sehingga klien pun merasa tidak puas dan akhirnya mengajukan keluhan ke kantor GM Production. Kinerja karyawan merupakan hasil sinergi dari beberapa faktor yaitu faktor lingkungan internal organisasi, faktor lingkungan eksternal, dan faktor internal karyawan.Faktor lingkungan internal organisasi adalah strategi

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 organisasi, dukungan sumberdaya yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan serta sistem manajemen dan kompensasi.Faktor lingkungan eksternal organisasi meliputi keadaan, kejadian, atau situasi yang terjadi dilingkungan eksternal organisasi yang mempengaruhi kinerja karyawan. Faktor internal karyawan adalah faktor-faktor dalam diri pegawai yang merupakan faktor bawaan sejak lahir dan faktor yang diperoleh ketika ia berkembang seperti bakat, sifat pribadi dan keadaan fisik serta kejiwaan. Sementara itu, faktor-faktor yang diperoleh misalnya pengetahuan, keterampilan, kompetensi, dan pengalaman kerja (Wirawan, 2009). Spencer (1993, dalam Sudarmanto, 2009) mengatakan bahwa salah satu hal penting yang mempengaruhi kinerja karyawan adalah kompetensi yang berasal dari dalam diri karyawan itu sendiri.Spencer juga mengatakan bahwa kompetensi sebagai atribut kualitas sumberdaya manusia berpengaruh signifikan terhadap kinerja individu. Menurut Wahjosumidjo (1995:34), kompetensi adalah merupakan kinerja tugas rutin yang integratif, yang menggabungkan resources (kemampuan, pengetahuan, asset dan proses, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat) yang menghasilkan posisi yang lebih tinggi dan kompetitif. Berdasarkan beberapa pernyataan mengenai kompetensi, kompetensi dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang yang menunjukkan kualitas dirinya yang berpengaruh terhadap kinerjanya. Kompetensi yang dibutuhkan oleh karyawan EO dapat dilihat melalui deskripsi pekerjaan masing-masing. Deskripsi pekerjaan EO adalah membuat

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 konsep sebuah acara dengan ide kreatif merupakan salah satu deskripsi pekerjaan EO, dalam hal ini karyawan EO membutuhkan kemampuan untuk mengerti perkembangan acara yang menarik dan sebaiknya memiliki refrensi sebanyak mungkin dan mengerti cara menerapkan ide- ide tersebut. Setelah membuat konsep, EO akan mempresentasikan konsep acara tersebut kepada klien, dalam hal ini karyawan EO dituntut untuk memiliki kemampuan untuk menjelaskan sebuah konsep acara kepada klien dan kemampuan untuk bernegosiasi sehingga klien dapat mempercayai EO tersebut untuk mengerjakan acara mereka (http://yog-a.blogspot.com/2010/07/event-organizereo.html). Deskripsi pekerjaan EO selanjutnya adalah melaksanakan acara. Saat melaksanakan sebuah acara, EO akanmembentuk tim untuk event yang akan di selenggarakan, dan disini dibutuhkan kemampuan berkoordinasi agar tidak terjadi salah paham atau miss communication dan acara dapat terlaksana dengan baik. Tahap akhir dari deskripsi pekerjaan EO adalah evaluasi acara. Karyawan EO akan mengintrospeksi diri agar dapat mengerti kekurangan apa yang terjadi saat pelaksanaan acara dengan tujuan agar acara yang akan dilakukan selanjutnya dapat lebih baik dan masing- masing karyawan dapat semakin memberikan kontribusi yang tinggi bagi EO tempat mereka bekerja. Dari penjelasan mengenai kemampuan- kemampuan yang dibutuhkan dalam deskripsi pekerjaan EO, dapat dilihat bahwa kemampuan tersebut mengarah pada kemampuan berkomunikasi dikarenakan hampir seluruh

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 kemampuan yang dibutuhkan dalam deskripsi pekerjaan EO berhubungan dengan komunikasi.Kemampuan berkomunikasi itu sendiri disebut juga dengan kompetensi komunikasi. Kompetensi komunikasi adalah kemampuan untuk berinteraksi baik dengan orang lain (Spitzberg, 1984). Spitzberg juga menambahkan „baik‟ yang dimaksudkan mencakup keakuratan, kejelasan, komprehensif, koheren, keahlian, efektivitas, dan ketepatan. Hal ini didukung oleh definisi kompetensi komunikasi merupakan sejumlah kemampuan, selanjutnya disebut resources, yang dimiliki oleh seorang komunikator untuk digunakan dalam proses komunikasi (Jablin & Sias, 2001 dalam Payne, 2005). Zalabak dan Shockley (2006) mendefinisikan kompetensi komunikasi sebagai suatu kemampuan komunikasi yang terdiri dari pengetahuan, kepekaan, keterampilan, dan nilai-nilai.Pengetahuan yang dimaksudkan adalah kemampuan untuk memahami situasi komunikasi yang terjadi di dalam perusahaan.Kepekaan adalah kemampuan untuk merasakan dengan tepat maksud dari perusahaan atau organisasi. Hal ini berhubungan dengan kemampuan dan kepekaan untuk memahami apa yang dilakukan dan dirasakan oleh orang lain. Ketrampilan merupakan kemampuan untuk menganalisa situasi yang terjadi di dalam perusahaan secara tepat, dan mengolahnya secara efektif.Nilai memiliki arti, memiliki tanggungjawab untuk berkomunikasi secara efektif, sehingga memberikan kontribusi yang baik dalam perusahaan.

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 Kompetensi komunikasi yang dimiliki setiap orang akan membantu terciptanya komunikasi yang baik antar satu dengan yang lain, dengan begitu akan mengurangi resiko salah paham. Bagi karyawan sebuah EO, kompetensi komunikasi sangat dibutuhkan karena dunia pekerjaan mereka berhubungan dengan layanan jasa yang selalu membutuhkan komunikasi dalam mewujudkan suatu program acara. Kompetensi komunikasi sangat dibutuhkan oleh karyawan ketika mempersiapkan hingga melaksanakan sebuah acara.Hal ini sangat dibutuhkan agar tidak terjadi kesalahpahaman antar karyawan. Karyawan yang memiliki kompetensi komunikasi yang baik akan membuat proses komunikasi yang dilakukan menjadi lebih efektif. Proses komunikasi yang efektif akan mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahpahaman sehingga memperkecil terjadinya konflik dan dapat membuat karyawan semakin baik melakukan pekerjaannya.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 B. RUMUSAN MASALAH Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah ada hubungan antara kompetensi komunikasi interpersonal dan kinerja pada karyawan GM Production? C. TUJUAN PENELITIAN Tujuan Penelitian ini adalah: Untuk mengetahui hubungan kompetensi komunikasi interpersonal dan kinerja pada karyawan GM Production. D. MANFAAT PENELITIAN 1. Manfaat Teoretis Melalui penelitian ini, diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan, wawasan, dan kajian teoritis dalam dunia Psikologi, terutama Psikologi Industri dan Organisasi dan Psikologi Komunikasi mengenai kompetensi komunikasi interpersonal dengan kinerja karyawan. 2. Manfaat Praktis Penelitian yang akan dilakukan, nantinya diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan bagi karyawan dan perusahaan terkait dengan kompetensi komunikasi dan kinerja karyawan.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. KINERJA 1. Definisi Kinerja Menurut Bernardin (2003), kinerja mengacu pada seluruh hasil dari fungsi kerja atau aktivitas tertentu selama periode waktu yang telah ditentukan. Pernyataan ini sesuai dengan Wirawan (2009) menyatakan bahwa kinerjaadalah keluaran yang dihasilkan oleh fungsi-fungsi atau indikator-indikator suatu pekerjaan atau suatu profesi dalam waktu tertentu. Hal ini didukung dengan pernyataan menurut Prawirosentono ( dalam Syukrianto, kaho, danlay, (2003), kinerja merupakan hasil kerja seseorang sesuai dengan tanggung jawabnya dalam rangka mencapai tujuan organisasi secara legal, tidak melanggar hukum, serta sesuai dengan moral dan etika. Pengertian kinerja sebagai hasil juga dikemukakan oleh Mangkunegara (2000). Menurut Mangkunegara (2000), kinerja karyawan adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Syukrianto et al. (2003) menyebutkan bahwa kinerja memiliki penekanan pada kemampuan dan kemauan seseorang dalam melaksanakan 10

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 tugasnya.Menurut Whitmore (2009) kinerja adalah suatu perbuatan, prestasi, dan ketrampilan dalam melaksanakan fungsi-fungsi yang dituntut dari seseorang.Hal ini didukung oleh Cascio (1998) yang mengatakan bahwakinerja adalah pencapaian prestasi yang dilakukan karyawan dalam menjalankan tugas yang dibebankan padanya, bagaimana menentukan ukuran keberhasilan dalam menjalankan tugasnya, dan memberikan penilaian terhadap kemajuan yang telah dicapai dalam menjalankan tugasnya secara periodik. Lain halnya menurut Rivai dan Basri (2005),yang mengungkapkan pengertian kinerja adalah kesediaan seseorang atau kelompok orang untuk melakukan sesuatu kegiatan dan menyempurnakannya sesuai dengan tanggung jawab dengan hasil seperti yang diharapkan. Dapat disimpulkan bahwa kinerja merupakan hasil kerja yang dicapai seseorang dalam waktu tertentu, sesuai dengan tanggung jawabnya dan memiliki perilaku yang relevan dengan tujuan organisasi tempat individu bekerja.

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 2. Dimensi Kinerja Wirawan (2009) menyatakan bahwa dimensi kinerja adalah unsurunsur dalam pekerjaan yang menunjukkan kinerja.Dimensi-dimensi kinerja kemudian dikembangkan menjadi indikator kinerja sehingga dapat digunakan untuk mengukur kinerja. Menurut Wirawan (2009), dimensi kerja secara umum dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu: a. Hasil Kerja Hasil kerja adalah keluaran kerja dalam bentuk barang dan jasa yang dapat dihitung dan diukur kuantitas dan kualitasnya.Misalnya, kuantitas dari hasil kerja seorang buruh pabrik sepatu adalah berapa pasang sepatu yang dihasilkan dalam masa penilaian dibagi dengan jumlah hari dalam masa penilaian.Kualitasnya adalah seberapa baik sepatu yang dihasilkan atau apakah sepatu-sepatu tersebut memenuhi standar kualitas produksi atau tidak. Contoh yang lain adalah hasil kerja seorang teller bank (perusahaan jasa) adalah berapa banyak nasabah yang dilayani. Sementara itu, kualitasnya adalah seberapa tepat teller tersebut memenuhi standar layanan nasabah atau seberapa puas nasabah yang menerima pelayanan. b. Perilaku Kerja Ketika berada di tempat kerja, seorang karyawan memiliki dua perilaku, yaitu perilaku pribadi dan perilaku kerja. Perilaku pribadi adalah perilaku yang tidak memiliki hubungan dengan pekerjaan,

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 misalnya cara berjalan, cara berbicara, dan cara makan siang. Sedangkan perilaku kerja merupakan perilaku karyawan yang ada hubungannya dengan pekerjaan, seperti misalnya kerja keras, ramah terhadap pelanggan, dan cara berjalan tentara dalam upacara. Perilaku kerja diperlukan karena merupakan persyaratan dalam melaksanakan pekerjaan.Karyawan yang memiliki perilaku kerja tertentu yang sesuai dengan ketentuan dari organisasi, maka karyawan tersebut dapat melaksanakan pekerjaannya dengan baik dan menghasilkan kinerja yang diharapkan oleh organisasi.Perilaku kerja dicantumkan dalam standar kinerja, prosedur kerja, kode etik, dan peraturan organisasi. Standar prosedur kerja mengatur bagaimana cara karyawan berbicara dan berjalan ketika bekerja. Perilaku kerja dapat digolongkan menjadi perilaku kerja general dan perilaku kerja khusus.Perilaku kerja general adalah perilaku kerja yang diperlukan semua jenis pekerjaan.Sedangkan perilaku kerja khusus adalah perilaku yang diperlukan dalam satu jenis pekerjaan tertentu.Kedua jenis perilaku kerja ini dijabarkan menjadi indikator perilaku kerja. c. Sifat Pribadi yang Memiliki Hubungan dengan Pekerjaan Sifat pribadi yang memiliki hubungan dengan pekerjaan adalah sifat pribadi karyawan yang diperlukan dalam melaksanakan

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 pekerjaaannya.Sifat pribadi tertentu diperlukan untuk dapat melaksanakan suatu jenis pekerjaan.Sifat pribadi yang dinilai dalam evaluasi kinerja hanya sifat pribadi yang ada hubungannya dengan pekerjaan.Misalnya, seorang agen pemasaran yang ingin merekrut nasabah baru, maka agen pemasaran tersebut harus memiliki keterampilan dan pengetahuan dalam berkomunikasi sehingga calon nasabah menjadi tertarik untuk ikut bergabung. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa menurut Wirawan (2009), dimensi kerja dapat dibagi menjadi tiga aspek yaitu hasil kerja, perilaku kerja, dan sifat pribadi yang memiliki hubungan dengan pekerjaan. Ketiga aspek yang ada dalam dimensi kerja ini, nantinya akan digunakan sebagai acuan teoritis dalam penelitian ini. 3. Model Evaluasi Kinerja Setiap organisasi memiliki karakteristik masing-masing yang berbeda antara organisasi yang satu dengan lainnya.Seperti misalnya jenis organisasi, budaya organisasi, tujuan organisasi, dan lainnya.Perbedaan karakteristik ini menyebabkan suatu organisasi memiliki sistem penilaian tersendiri terhadap kinerja atau performansi kerja anggota organisasinya. Berikut ini uraian mengenai model evaluasi kinerja (Wirawan, 2009):

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 a. Model Esai Model esai merupakan metode evaluasi kinerja yang penilainya merumuskan hasil penilaiannya dalam bentuk esai.Isi esai melukiskan kekuatan dan kelemahan indikator kinerja karyawan yang dinilai.Pada model ini, sistem evaluasi kinerja menentukan indikatorindikator kinerja yang harus dinilai dan definisi operasional dari setiap indikator.Pembuatan esai mengenai indikator-indikator tersebut tidak boleh menyimpang dari indikator dan dimensinya.Metode penilaian esai sering dikombinasikan dengan model yang lain seperti model Management by Objective (MBO) dan checklist. Kombinasi tersebut bertujuan untuk melengkapi informasi mengenai kinerja ternilai. Keunggulan model esai yaitu memungkinkan penilai melukiskan kinerja ternilai sangat terperinci karena bentuknya terbuka (open ended), meskipun indikator kinerjanya terstruktur. Cara pemberian nilai dalam model esai adalah penilai tidak hanya memberikan nilai dalam bentuk angka untuk setiap indikator kinerja, tetapi juga menjelaskan mengenai arti dari nilai tersebut. Kelemahan dari evaluasi kinerja model esai adalah memerlukan waktu untuk menyusun suatu esai tentang kinerja karyawan.Penilai harus merumuskan hasil observasi kinerja ternilai dalam bentuk esai mengenai setiap indikator kinerja. Proses ini memerlukan waktu yang lebih lama dibandingkan model lainnya.

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 b. Model Critical Incident Critical Incident atau insiden kritikal adalah kejadian kritikal atau penting yang dilakukan karyawan dalam pelaksanaan tugasnya.Model Critical Incident mengharuskan penilai untuk membuat catatan berupa pernyataan yang melukiskan perilaku baik (perilaku yang dapat diterima atau perilaku yang harus dilakukan sesuai dengan standar) dan perilaku buruk (perilaku yang tidak diterima atau perilaku yang harus dihindari) ternilai yang ada hubungannya dengan pekerjaan.Pernyataan itu disebut critical incident.Insiden-insiden dicatat oleh penilai sepanjang periode evaluasi kinerja. Pernyataan tersebut juga berisi penjelasan singkat mengenai apa yang terjadi dan apa yang dilakukan karyawan ternilai. Dengan kata lain, setiap hari penilai harus mengobservasi pegawai ternilai dan membuat catatan mengenai indikator kinerjanya yang baik dan yang buruk. Setiap catatan yang baik dan buruk mendapatkan nilai tertentu, perilaku yang baik dapat diberi angka yang positif, sedangkan perilaku yang tidak dapat diterima diberi angka negatif.Pada akhir penilaian, keduanya dijumlahkan dan merupakan nilai kinerja akhir karyawan. Model Insiden Kritikal mengharuskan penilai mengobservasi secara teliti perilaku karyawan ternilai. Kelemahan metode ini antara lain:

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 1) Jika penilai tidak membuat catatan kerja hariannya karena malas atau lupa melakukannya, maka penilaian kinerja tidak lengkap. 2) Jika penilai memiliki sepuluh anak buah atau lebih yang harus dinilai dan membuat catatan setiap hari, maka waktunya akan habis hanya untuk membuat catatan sehingga penilai tidak dapat mengembangkan pekerjaan dan produktivitas unit kerjanya. Model evaluasi kinerja Critical Incident memerlukan waktu, mahal, dan mensyaratkan penilai untuk memiliki keterampilan verbal, analitis, dan kemampuan untuk menyusun deskripsi kinerja karyawan secara tertulis, objektif, dan akurat. Sebagian penilai tidak memiliki kemampuan ini sehingga pelatihan penggunaan model evaluasi kinerja model Esai harus dilakukan. c. Ranking Method Ranking Method atau metode me-ranking merupakan suatu metode evaluasi kinerja dengan cara mengurutkan para pegawai dari yang nilainya tertinggi sampai yang paling rendah. Metode ini dimulai dengan mengobservasi dan menilai kinerja para karyawan, kemudian me-ranking kinerja mereka.Di Indonesia, metode ini dipraktekkan oleh pegawai negeri dalam Daftar Urutan Kepangkatan (DUK).DUK

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 disusun berdasarkan tinggi rendahnya kepangkatan para pegawai dan kinerjanya.Pegawai yang memiliki pangkat tertinggi dan memiliki kinerja tertinggi ditempatkan pada urutan pertama, sedangkan pegawai dengan pangkat terendah dan kinerja rendah ditempatkan di urutan terakhir. Ranking Method digunakan untuk mekanisme pembinaan dan pengembangan karier.Apabila ada jabatan yang lowong, kesempatan pengisian jabatan diberikan kepada pegawai berdasarkan urutannya. d. Model Checklist Evaluasi kinerja model Checklist berisi daftar indikatorindikator hasil kerja, perilaku kerja, atau sifat pribadi yang diperlukan dalam melaksanakan pekerjaan. Cara penilaian kinerja dalam metode ini adalah penilai mengobservasi kinerja ternilai, kemudian memilih indikator yang menggambarkan kinerja atau karakteristik ternilai dan memberikan tanda cek (tanda √ atau ×).Salah satu bentuk instrumen Checklist adalah Checklist berbobot, yaitu metode Checklist yang mencantumkan bobot nilai untuk setiap indikator kinerja. Proses penilaian metode ini adalah penilai mengobservasi, kemudian memberikan tanda cek pada indikator kinerja yang terdapat pada

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 instrumen. Setiap indikator memiliki bobot dan jumlah bobot, kemudian dijumlahkan. e. Model Graphic Rating Scales Graphic Rating Scale merupakan salah satu model Checklist yang menggunakan skala. Ciri dari Graphic Rating Scale adalah indikator kinerja karyawan dikemukakan beserta definisi singkat. Selain itu, deskriptor level kinerja dikemukakan dalam bentuk skala yang masing-masing memiliki nilai angka. Penilai mengobservasi indikator kinerja karyawan ternilai dan memberikan tanda centang (√) atau silang (×) pada skala.Angka-angka tersebut kemudian dijumlahkan dan hasilnya diubah kembali ke dalam kata sifat. Keunggulan model Graphic Rating Scale adalah semua indikator kinerja, definisi, dan nilainya terstruktur serta terstandarisasi. Nilai kinerja setiap karyawan dengan mudah dibandingkan dengan rata-rata nilai seluruh karyawan.Model ini juga mudah dipahami oleh penilai dan ternilai, serta mudah dilaksanakan.Oleh karena itu, metode ini digunakan secara luas di berbagai organisasi. Di sisi lain, metode tersebut memiliki beberapa kelemahan. Pekerjaan di suatu organisasi memiliki banyak jenis sehingga menimbulkan pertanyaan: Apakah indikator kinerja yang digunakan

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 dapat mencerminkan indikator kinerja semua jenis pekerjaan? Misalnya, sopir direktur utama perusahaan. Apakah indikatornya harus sama dengan indikator sopir pengiriman barang dalam unit pemasaran? Pekerjaanya keduanya berbeda sehingga indikator kinerjanya juga harus berbeda. f. Model Forced Distribution Model evaluasi kinerja Forced Distribution atau Distribusi Paksaan merupakan sistem evaluasi kinerja yang mengklasifikasikan karyawan menjadi 5 sampai 10 kelompok kurva normal dari yang sangat rendah sampai yang sangat tinggi. Kelompok tersebut, misalnya kelompok I (memiliki nilai yang sangat rendah) berjumlah 10%, kelompok II (nilainya rendah) berjumlah 20%, kelompok III (nilainya sedang) berjumlah 20%, kelompok IV (memiliki nilai yang baik) berjumlah 20%, dan kelompok V (nilainya sangat baik) berjumlah 10%. Penilai semula mengobservasi kinerja ternilai, kemudian memasukkannya ke dalam kelompok karyawan dalam klasifikasi karyawan. g. Model Forced Choice Scale Cara penilaian kinerja adalah penilai dipaksa memilih beberapa set dari empat perilaku, yang disebut dengan tetrads.

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 Tetradsmerupakan perilaku mana yang paling baik melukiskan ternilai dan mana yang paling tidak melukiskan perilakunya. Model Forced Choice terdiri atas 15-50 tetrad bergantung pada level pekerjaan yang dievaluasi dan kompleksitas dari tugas-tugas. Akan tetapi sistem penilaian dengan menggunakan metode Forced Choice memiliki beberapa kelemahan, yaitu: 1) Memerlukan kemauan penilai untuk mengevaluasi ternilai karena mereka tidak mengetahui apakah mereka telah menilai baik atau buruk kinerja ternilai. 2) Karena tidak mengetahui nilai kinerjanya, karyawan tidak mendapatkan feedback mengenai kinerjanya dalam melaksanakan tugas. h. Model Behaviorally Anchor Rating Scale (BARS) Sistem evaluasi kinerja model BARS merupakan sistem evaluasi yang menggunakan pendekatan perilaku kerja yang sering digabungkan dengan sifat pribadi.BARS terdiri atas suatu seri, 5-10 skala perilaku vertikal untuk setiap indikator kinerja.Pada setiap dimensi, disusun 5-10 anchor, yaitu berupa perilaku yang menunjukkan kinerja untuk setiap dimensi.Anchor-anchor tersebut disusun dari nilai tertinggi hingga nilai yang paling rendah.Anchor

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 tersebut dapat berupa critical insident yang diperoleh melalui job analysis. Model BARS umumnya disusun oleh suatu tim yang terdiri atas spesialis SDM, manajer, dan pegawai. Tim bertugas mengidentifikasi karakteristik dimensi kinerja dan mengidentifikasi 510 insiden kritikal untuk setiap dimensi. Selanjutnya, insiden kritikal tersebut ditelaah dan dinilai oleh anggota tim. Insiden kritikal yang terpilih harus disetujui oleh 70% anggota tim dan kemudian ditempatkan dalam skala tinggi hingga rendah. i. Model Behavior Obeservation Scale (BOS) Metode penilaian kinerja BOS sama dengan BARS. Kedua metode ini didasarkan pada perilaku kerja.Perbedaannya, dalam BOS, penilai diminta untuk menyatakan berapa kali perilaku tersebut muncul. Penilai mengobservasi perilaku ternilai berdasarkan anchor perilaku yang tersedia, selanjutnya penilai memberikan cek pada skala deskripsi level kinerja yang tersedia. Setelah hal tersebut dilakukan, angka pada skala yang dicek kemudian dijumlahkan. j. Model Behavior Expectation Scale (BES) Pada saat merekrut seorang pegawai atau karyawan, organisasi/perusahaan mengharapkan (expectation) agar pegawai

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 tersebut melaksanakan pekerjaan dengan baik.Seorang pegawai memperoleh tugas tertentu yang tercermin dalam uraian tugasnya. Pegawai tersebut diwajibkan untuk menyelesaikan tugasnya dengan cara tertentu, berperilaku sesuai dengan kode etik, dan mengikuti prosedur tertentu agar mampu menciptakan kinerja sesuai dengan standar kinerja yang disusun oleh organisasi. Instrumen evaluasi kinerja Behavior Expectation Scale (BES) atau Skala Perilaku yang Diharapkan yang setiap anchor-nya dimulai dengan kata „dapat diharapkan‟ atau „could be expected’. Misalnya, dengan menggunakan kalimat „dapat diharapkan datang ke tempat kerja 5 hari dalam 1 minggu‟. k. Management by Objective (MBO) Evaluasi kinerja mengharuskan adanya dengan menggunakan teknik MBO hierarki tujuan dalam organisasi atau perusahaan. Setiap perusahaan memiliki objektif, yaitu tujuan atau sasaran yang akan dicapai dalam tahun mendatang sebagai penjabaran tujuan dalam rencana strategis perusahaan. Objektif perusahaan kemudian dijabarkan dalam tujuan divisi, bagian, seksi hingga tujuan setiap pegawai anggota unit kerja tertentu. Ketika pegawai melaksanakan pekerjaan untuk mencapai tujuannya, maka dilakukan evaluasi kinerja formatif, yaitu evaluasi

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 untuk mengontrol ketimpangan dan mengoreksi jika diperlukan.Evaluasi formatif dilakukan beberapa kali sesuai dengan kebutuhan.Pada akhir tahun, evaluasi kinerja sumatif dilakukan untuk mengukur kinerja akhir pegawai. Evaluasi kinerja model MBO dapat dilaksanakan pada pekerjaan yang keluarannya dapat diukur secara kuantitatif.Misalnya untuk mengukur kinerja karyawan bagian produksi, kinerjanya dapat dihitung atau di unit pelayan pelanggan.Model MBO sulit dilaksanakan untuk pegawai yang memiliki pengukuran kinerja rumit karena terdiri atas hasil kerja, perilaku kerja, dan sifat pribadi yang memiliki hubungan dengan pekerjaan.Misalnya, metode MBO ini digunakan untuk mengukur kinerja para guru dan dosen. l. 360Degree Performance Appraisal Model Model evaluasi kinerja dalam metode ini digunakan sistem evaluasi Esai, MBO, BARS, Checklist, dan sebagainya.Hal yang membedakan model evaluasi kinerja 360 Derajat dengan sistem-sistem tersebut adalah penilainya lebih dari satu atau penilai multiple. Penilainya dapat terdiri dari atasan langsung, bawahan, teman rekan kerja (anggota tim kerja), pelanggan, nasabah, klien, dan diri sendiri (self evaluation).

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 Formulir penilaian yang didistribusikan kepada para penilai sering berada di tempat berbeda untuk menilai kinerja ternilai.Sejumlah organisai menggunakan information communication technology, seperti e-mail untuk mendistribusikan instrumen evaluasi kinerja dan mengolah hasilnya, kemudian menyampaikan hasilnya kepada ternilai.Selanjutnya, hasil penilaian penilai dianalisis untuk mendapatkan nilai rata-rata yang kemudian diberikan kepada ternilai sebagai feedback. m. Model Paired Comparison Sistem evaluasi kinerja Paired Comparison Model atau Model Perbandingan Pasangan adalah kinerja setiap karyawan dibandingkan dengan kinerja karyawan lainnya, sepasang demi sepasang.Setiap karyawan semula dinilai kinerjanya, kemudian dibandingkan dengan kinerja setiap karyawan lainnya.Dasar dari perbandingan adalah kinerja menyeluruh atau nilai akhir dari kinerja karyawan. Jumlah pasangan yang 𝑁(𝑁−1) 2 berikut: dibandingkan dapat dihitung dengan rumus dimana N adalah jumlah pegawai yang dibandingkan. Model evaluasi kinerja yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Graphic Rating Scales. Metode ini memiliki kelemahan dan keunggulan, akan tetapi untuk kelemahannya sudah diantisipasi

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 oleh peneliti dengan membaca beberapa penelitian selanjutnya yang juga menggunakan metode ini yaitu penilaian kinerja terhadap pramuniaga toko, sales marketing, dan pada karyawan yang bekerja menggunakan komputer. Hal ini dapat menanggulangi kelemahan metode ini yang dipertanyakan apakah dapat mengukur semua jenis pekerjaan yang berbeda. Sedangkan untuk keunggulan metode ini adalah model tersebut mudah dipahami oleh peneliti dan subjek.Selain itu, model Graphic Rating Scales juga mudah dilaksanakan sehingga metode ini sering digunakan secara luas di berbagai organisasi.Melalui metode Graphic Rating Scales, semua indikator kinerja, definisi, dan nilainya terstruktur serta terstandarisasi sehingga nilai kinerja setiap subjek dapat dengan mudah dibandingkan dengan rata-rata nilai seluruh subjek. 4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja Seseorang memiliki kinerja atau performansi kerja yang baik tidak terlepas dari faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kinerja tersebut.Menurut Timple (1992, dalam Mangkunegara, 2010), faktorfaktor kinerja terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal.Faktor internal (disposisional) adalah faktor yang dihubungkan dengan sifatsifat seseorang.Seperti misalnya, kinerja seseorang baik disebabkan

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 karena orang tersebut memiliki kemampuan tinggi dan termasuk orang dengan tipe pekerja keras. Di sisi lain, seseorang memiliki kinerja yang buruk disebabkan karena orang tersebut mempunyai kemampuan rendah dan tidak memiliki upaya-upaya untuk memperbaiki kemampuannya. Sedangkan faktor eksternal merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja seseorang yang berasal dari lingkungan.Misalnya, perilaku, sikap, dan tindakan-tindakan rekan kerja, bawahan atau pimpinan, fasilitas kerja, dan iklim organisasi. Secara garis besar, Wirawan (2009) membagi faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.Faktor karyawan/pegawai internal dan terdiri faktor dari faktor lingkungan internal internal organisasi.Sedangkan faktor eksternal terdiri dari faktor lingkungan eksternal organisasi. Menurut Wirawan (2009), ketiga faktor tersebut saling bersinergi yang pada akhirnya menghasilkan kinerja. Faktor internal pegawai yaitu faktor-faktor dari dalam diri pegawai yang merupakan faktor bawaan dari lahir dan faktor yang diperoleh ketika individu tersebut berkembang.Faktor-faktor bawaan misalnya bakat, sifat pribadi, serta keadaan fisik dan kejiwaan.Sementara itu, faktor-faktor yang diperoleh misalnya pengetahuan, keterampilan, kompetensi, dan pengalaman kerja.

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 Selanjutnya, faktor-faktor lingkungan internal organisasi antara lain berasal dari dukungan organisasi tempat individu bekerja. Dukungan tersebut sangat mempengaruhi tinggi rendahnya kinerja karyawan. Sebaliknya, apabila sistem kompensasi dan iklim kerja organisasi buruk, maka kinerja karyawan akan menurun. Faktor internal organisasi lainnya misalnya strategi organisasi, dukungan sumber daya yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan, serta sistem manajemen dan kompensasi.Oleh karena itu, manajemen organisasi harus menciptakan lingkungan internal organisasi yang kondusif sehingga dapat mendukung dan meningkatkan produktivitas karyawan. Faktor yang terakhir adalah faktor lingkungan eksternal organisasi yang merupakan keadaan, kejadian, atau situasi yang terjadi di lingkungan eksternal organisasi yang mempengaruhi kinerja karyawan.Faktor-faktor internal karyawan bersinergi dengan faktorfaktor lingkungan internal organisasi dan faktor-faktor lingkungan eksternal organisasi.Sinergi ini mempengaruhi perilaku kerja karyawan yang kemudian mempengaruhi kinerja karyawan. Perilaku kerja karyawan antara lain etos kerja, disiplin kerja, motivasi kerja, semangat kerja, kepuasan kerja, dan kepemimpinan. Pada akhirnya, kinerja karyawan yang menentukan bagaimana kinerja organisasi.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 B. KOMPETENSI KOMUNIKASI 1. Definisi Komunikasi Komunikasi memiliki definisi yang meluas.Miller (2005, dalam West & Turner, 2007) menggarisbawahi bahwa konseptualisasi komunikasi telah meluas dan telah mengalami banyak perubahan selama bertahun-tahun”. Menurut West dan Turner (2007), komunikasi merupakan proses sosial dimana individu menggunakan simbol untuk menyusun dan menafsirkan/mengartikan makna dalam lingkungan mereka. Pernyataan ini didukung oleh Effendy (2001 dalam Hariyanto, 2009), komunikasi juga merupakan proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu atau mengubah sikap, pendapat, dan perilaku baik secara langsung maupun tidak langsung. Definisi lain mengatakan bahwa komunikasi adalah setiap bentuk tingkah laku seseorang baik verbal maupun nonverbal yang ditanggapi oleh orang lain (Supratiknya, 1995). Johnson (1981, dalam Supratiknya, 1995) menekankan bahwa setiap bentuk tingkah laku yang mengungkapkan pesan tertentu juga merupakan bentuk komunikasi. Berdasarkan definisi dari beberapa tokoh tersebut, maka peneliti dapat menyimpulkan definisi komunikasi sebagai proses sosial individu melakukan interaksi dengan menggunakan simbol yang kemudian disusun dan diartikan sebagai suatu bentuk pesan yang saling mempengaruhi satu

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 sama lain, dengan tujuan untuk memberitahu sikap, pendapat, dan perilaku baik secara langsung maupun tidak langsung. 2. Proses Komunikasi Pemahaman Gagasan MEDIA PENGIRIM ENCODE DECODE PESAN FEED - BACK DECODE PENERIMA ENCODE Response Pemahaman GANGGUAN Gangguan fisik Masalah sematik Perbedaan budaya Ketiadaan Feedback Efek status Gambar 1 Komunikasi Dalam bagan tersebut tampak bahwa komunikasi antara dua orang diawali dengan adanya gagasan yang kemudian oleh pengirimakan melalui proses encode yaitu mengubah gagasan, perasaan, maksud ke dalam bentuk pesan yang bisa dikirim. Pesan akan dikirimkan melalui media atau channel. Kemudian pesan diterima, akan ada proses decode oleh penerima yaitu proses dimana pesan ditangkap dan diartikan. Setelah itu penerima akan memahami pesan apa yang ditangkapnya dan memberikan response kemudian kembali

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 melakukan encode dari apa yang sudah diterimanya untuk selanjutnya melalui media akan dikirimkan kepada pengirim sebagai suatu bentuk feed-back yang akhirnya akan melalui proses decode saat diterima oleh pengirim. Saat pengirim menyampaikan pesan dan penerima memberikan feed-back, akan ada kemungkinan adanya hambatan (noise) tertentu seperti Gangguan fisik, Masalah sematik, Perbedaan budaya, Ketiadaan Feedback, Efek status. 3. Kompetensi Komunikasi Littlejohn dan Jabusch (1982, dalam Zalabak & Shockley, 2006), mendefinisikan kompetensi komunikasi sebagai suatu kemampuan dan keinginan seseorang untuk berparitisipasi dengan penuh tanggung jawab di dalam suatu transaksi tertentu sebagai upaya untuk memaksimalkan hasil dari suatu proses diskusi. Sedangkan Jablin & Sias (2001, dalam Payne, 2005) mendefinisikan kompetensi komunikasi merupakan sejumlah kemampuan, selanjutnya disebut resources, yang dimili oleh seorang komunikator untuk digunakan dalam proses komunikasi. Kompetensi komunikasi diartikan sebagai seperangkat kemampuan seorang komunikator untuk menggunakan berbagai sumber daya yang ada di dalam proses komunikasi. Dengan kata lain, kompetensi komunikasi adalah pengetahuan yang dimiliki pegawai untuk berkomunikasi secara baik dengan menggunakan pesan- pesan yang dianggap tepat dan efektif. Ditambahkan pula, menurut Zalabak dan

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 Shockley (2006) mendefinisikan kompetensi komunikasi sebagai suatu kemampuan komunikasi yang terdiri dari pengetahuan, kepekaan, keterampilan, dan nilai-nilai.Kompetensi komunikasi muncul dari interaksi, teori, praktek, dan analisis. Berdasarkan definisi dari beberapa ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa kompetensi komunikasi merupakan kemampuan komunikasi seseorang yang terdiri dari pengetahuan, kepekaan, keterampilan, dan nilai-nilai dan muncul dari interaksi, teori, praktek, dan analisis. 4. Aspek Kompetensi Komunikasi Aspek-aspek yang terdapat dalam kompetensi komunikasi (Zalabak & Shockley, 2006), yaitu: a. Knowledge Competency Zalabak dan Shockley (2006) memberikan definisi terhadap Knowledge Competency sebagai kemampuan untuk memahami lingkungan komunikasi organisasi.Knowledge Competency merupakan pemahaman dari teori dan prinsipprinsip.Di samping itu, Knowledge Competency merupakan dasar yang penting untuk mendukung kepekaan individu terhadap kehidupan organisasi, untuk memandu keterampilan individu, dan untuk membantu dalam memahami penerapan

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 standar etika serta nilai-nilai pribadi dalam berbagai pengaturan organisasi (Zalabak & Shockley, 2006). Knowledge competency ini dapat dikembangkan melalui eksplorasi dari interaksi secara aktif yang merupakan bagian dari proses alami komunikasi antarpribadi (Zalabak & Shockley, 2006). Misalnya seorang karyawan dituntut untuk mampu berkomunikasi dengan sesama karyawan dan mampu untuk menyesuaikan cara berbicara dengan kondisi lingkungan sekitar. Jika dikaitkan dengan bagan proses komunikasi, pengirim maupun penerima sama- sama membutuhkan aspek pengetahuan. Pengirim membutuhkan aspek pengetahuan untuk mengubah gagasan, perasaan, maksud ke dalam bentuk pesan yang bisa dikirim. Sedangkan penerima membutuhkan aspek pengetahuan untuk menangkap dan mengartikan pesan yang diterimanya serta memahami pesan apa yang ditangkapnya dan memberikan response. b. Sensitivity Competency Sensitivity atau kepekaan adalah kemampuan untuk merasakan secara tepat makna dari organisasi dan perasaan. Hal tersebut terkait dengan kemampuan dan kesediaan

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 seseorang untuk memahami apa yang orang lain rasakan dan lakukan (Zalabak dan Shockley, 2006).Zalabak dan Shockley (2006) mendefinisikan Sensitivity Competency sebagai kemampuan untuk mengungkapkan makna organisasi dan merasakan dengan teliti/seksama.Sensitivity competency ini dapat dikembangkan melalui pemeriksaan pribadi tentang „penggunaan teori-teori‟ komunikasi dan organisasi. Contoh Sensitivity Competency ini adalah ketika seorang karyawan berdiskusidengan sesama karyawan. Karyawan tersebut merasa bahwa ketika terjadi proses komunikasi, feedback yang diberikan oleh karyawan yang lain dirasa kurang denganjawaban seadanya saja dari lawan bicaranya. Oleh karena itu, seorang karyawan harus peka terhadap kondisi/suasana hati dari teman sesama karyawan sehingga karyawan tersebut dapat menyesuaikan cara berkomunikasi. Melihat dalam bagan proses komunikasi adanya hambatan akan menghambat jalannya proses komunikasi baik dari pengirim maupun feedback dari penerima. Jadi aspek kepekaan dibutuhkan oleh pengirim ataupun penerima untuk dapat peka melihat faktor- faktor yang mungkin akan menjadi hambatan dalam proses komunikasinya sehingga hambatan

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 tidak akan muncul dan proses komunikasi dapat berjalan dengan baik. c. Skills Competency Zalabak dan Shockley (2006) menjelaskan bahwa Skills Competency merupakan kemampuan untuk menganalisis situasi organisasi dengan seksama dan untuk menjalankan atau memulainya diperlukan pesan organisasi secara efektif.Skills Competency analisis berfokus yang pada penting dan pengembangan juga kemampuan kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif dalam berbagai setting.Selain itu, Skill Competency ini dapat dikembangkan melalui analisis dan berlatih di setiap kesempatan (Zalabak & Shockley, 2006). Seorang karyawanharus bisa mengkondisikan dirinya ketika berbicara dengan sesama karyawan. Selain itu juga cara berkomunikasinya harus bisa meyakinkan teman sepekerjaannya agar dapat dipercaya untuk melaksanakan pekerjaan mereka. Jika dikaitkan dengan bagan proses komunikasi, pengirim maupun penerima sama- sama membutuhkan aspek ketrampilan. Pengirim membutuhkan aspek ketrampilan untuk

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 dapat memilih cara menyampaian pesan yang sesuai dengan kebutuhan komunikasinya. Sedangkan penerima membutuhkan aspek ketrampilan untuk dapat memilih cara penyampaiandalam memberikan response. d. Values Competency Values atau nilai-nilai menekankan pada pentingnya mengambil tanggung jawab pribadi untuk komunikasi yang efektif dan dengan demikian dapat memberikan kontribusi terhadap keunggulan organisasi.Values Competency dapat dikembangkan melalui diskusi yang dilakukan oleh seseorang secara bertanggung komunikasi jawab organisasi.Di untuk dalam berpartisipasi Values dalam Competency, kesuksesan suatu organisasi dapat diawali dengan keterlibatan atau peran seseorang dalam komunikasi yang efektif (Zalabak & Shockley, 2006). Seorang karyawan harus bisa mengkomunikasikan apa saja yang menjadi pendapatnya kepada teman sesama karyawannya, terutama yang berhubungan dengan tanggung jawab atas pekerjaannya. Kedepannya diharapkan dapat membantu perusahaannya untuk mencapai kesuksesan.

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 Pengirim maupun penerima, dalam bagan proses komunikasi membutuhkan aspek ini. Pengirim akan merasa berhasil ketika pesan yang akan disampaikan berhasil diterima oleh penerima dan mendapatkan feedback sesuai dengan yang diharapkan. Begitu pula dengan penerima, ketika penerima dapat menangkap dan mengartikan pesan yang diterimanya dan dapat memberikan response kepada penerima berupa feedback dan dapat diterima oleh pengirim, maka penerima akan merasa berhasil menjalankan proses komunikasinya. C. DINAMIKA HUBUNGAN ANTARA KOMPETENSI KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN KINERJA PADA KARYAWAN GM PRODUCTION Menurut West dan Turner (2007), komunikasi merupakan proses sosial dimana individu menggunakan simbol untuk menyusun dan menafsirkan/mengartikan makna dalam lingkungan mereka. Pernyataan ini didukung oleh Effendy (2001 dalam Hariyanto, 2009), komunikasi juga merupakan proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu atau mengubah sikap, pendapat, dan perilaku baik secara langsung maupun tidak langsung. Zalabak dan Shockley (2006) menjelaskan kompetensi komunikasi merupakan kemampuan seseorang yang digunakan dalam berkomunikasi

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 dengan tujuan memaksimalkan hasil dari suatu diskusi agar dapat dimengerti oleh orang lain dengan lebih efektif. Aspek- aspek kompetensi komunikasi meliputi: Knowledge Competency, Sensitivity Competency, Skill Competency, dan Value Competency. Zalabak dan Shockley (2006) menjelaskan knowledge competency adalah kemampuan untuk memahami lingkungan komunikasi organisasi, misalnya seorang karyawan mampu berkomunikasi dan menyesuaikan cara berbicara dengan kondisi lingkungan. Sensitivity competency adalah kemampuan untuk merasakan makna organisasi dan kondisi perasaan orang lain di lingkungan kerja, misalnya seorang karyawan yang dituntut untuk peka terhadap suasana hati orang lain. Skills competency adalah kemampuan analisa dan kemampuan berkomunikasi secara efektif dalam berbagai kondisi, misalnya karyawan yang mampu mengkondisikan diri saat berkomunikasi dan harus yakin dalam berkomunikasi agar dapat dipercaya rekannya dalam melakukan pekerjaan.Values competency adalah kemampuan untuk ikut merasa bertanggung jawab dengan mengungkapkan pendapatnya demi kemajuan perusahaan, misalnya seorang karyawan yang mengkomunikasikan pendapatnya karena merasa bertanggung jawab atas pekerjaannya. Kompetensi komunikasi adalah salah satu bentuk kompetensi yang dapat mempengaruhi karyawan dalam bekerja.Kompetensi merupakan faktor internal karyawan yg dapat mempengaruhi kinerja.Wirawan (2009) menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja yaitu faktor internal

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 dan faktor eksternal.Faktor internal terdiri dari faktor internal karyawan/ pegawai seperti bakat, sifat pribadi, serta keadaan fisik dan kejiwaan, pengetahuan, keterampilan, kompetensi, dan pengalaman kerja. Faktor internal yang lain adalah faktor lingkungan internal organisasi. Faktor internal organisasi ini berupa dukungan organisasi tempat individu bekerja, seperti sistem kompensasi dan iklim kerja organisasi.Sedangkan faktor eksternal terdiri dari faktor lingkungan eksternal organisasi seperti keadaan, kejadian, atau situasi yang terjadi di lingkungan eksternal organisasi.Ketiga faktor tersebut saling bersinergi yang pada akhirnya menghasilkan kinerja.Dengan demikian, dapat dilihat bahwa kompetensi komunikasi merupakan salah satu faktor internal karyawan yang dapat mempengaruhi atau memiliki dampak pada kinerja.Menurut Mangkunegara (2000), kinerja karyawan adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Jika karyawan EO tidak memiliki pengetahuan dalam berkomunikasi, maka karyawan EO tidak dapat memahami lingkungan komunikasinya sehingga kesulitan untuk berkomunikasi. Jika kepekaan tidak dimiliki, maka karyawan EO tidak bisa memahami suasana hati orang lain di sekitarnya. Karyawan EO juga harus memiliki kemampuan akan ketrampilan berkomunikasi, karena jika tidak memiliki, maka akan berdampak pada terjadi miscommunication dan menurunnya kepercayaan klien atau rekan kerja.

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 Kompetensi nilai juga penting untuk dimiliki karyawan EO karena jika karyawan tidak memilikinya maka komunikasi yang efektiftidak diupayakan bersama sehingga tidak tersampaikannya gagasan/ide yang seharusnya dikomunikasikan. Karyawan EO dituntut untuk bisa berkomunikasi dengan baik dalam menjalankan tugasnya.Mulai dari berkomunikasi dengan rekan kerjanya hingga berkomunikasi dengan klien.Komunikasi dengan rekan menjadi penting agar dalam menjalankan acara koordinasi dapat berjalan dengan baik, meminimalisir terjadinya konflik dan kesalahpahaman, sehingga acara menjadi lancar.Ketika seorang karyawan EO memiliki kemampuan/ berkompeten dalam berkomunikasi, maka karyawan tersebut lancar dalam berkomunikasi dan mampu untuk bekerjasama antar karyawan dan mudah dipahami dalam memberikan instruksi pekerjaan. Karyawan yang memiliki kompetensi komunikasi yang baik akan membuat proses komunikasi yang dilakukan menjadi lebih efektif. Proses komunikasi yang efektif akan mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahpahaman dan membuat karyawan bekerja dengan lebih baik. Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi berperan terhadap baik/ buruknya kinerja karyawan.

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 D. SKEMA PENELITIAN KOMPETENSI KOMUNIKASI Kompetensi Komunikasi Tinggi  Mampu memahami lingkungan komunikasinya sehingga dapatberkomunikasi dengan orang di lingkungannya  Mampu memahami suasana hati orang lain di sekitarnya  Mampu menyesuaikan cara berbicara dan mampu berkomunikasi secara efektif  Merasa bertanggungjawab agar tercipta komunikasi yang efektif Komunikasi yang efektif mengurangi kesalahpahaman, sehingga informasi tersampaikan dengan baik Kompetensi Komunikasi Rendah  Tidak mampu memahami lingkungan komunikasinya sehingga dapatberkomunikasi dengan orang di lingkungannya  Tidakmampu memahami suasana hati orang lain di sekitarnya  Tidakmampu menyesuaikan cara berbicara dan mampu berkomunikasi secara efektif  Tidak merasa bertanggungjawab agar tercipta komunikasi yang efektif Komunikasi yang tidak efektif menyebabkan kesalahpahaman, sehingga informasi tidak tersampaikan dengan baik Kinerja tinggi Gambar 2 Hubungan antara Kompetensi Komunikasi dan Kinerja Kinerja rendah

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 E. HIPOTESIS Berdasarkan dinamika penelitian yang telah dijelaskan, maka dapat dikemukakanhipotesis dari penelitian sebagai berikut:Ada hubungan positif antara kompetensi komunikasi yang dimiliki oleh karyawan dengan kinerja dari karyawan tersebut. Semakin tinggi kompetensi komunikasi yang dimiliki, maka kinerja karyawan tersebut juga akan semakin tinggi.

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. JENIS PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang termasuk dalam kategori penelitian korelasional, terutama korelasi sederhana (simple correlation).Penelitian korelasional adalah penelitian yang di dalamnya terdapat hubungan antara variabel diteliti dan dijelaskan. Dalam penelitian korelasi sederhana, hanya terdapat dua variabel yang kemudian akan dikorelasikan, diteliti, dan dijelaskan (Hasan, 2002). Penelitian korelasional memiliki tujuan untuk meneliti sejauh mana variabel pada satu faktor berkaitan dengan variasi pada faktor lainnya.Pada penelitian ini, peneliti ingin mencarihubungan antara kompetensi komunikasi interpersonal dan kinerja yang dimiliki oleh karyawan GM Production di Yogyakarta. B. VARIABEL PENELITIAN Terdapat dua variabel dalam penelitian ini, antara lain: 1. Variabel bebas (x) : kompetensi komunikasi interpersonal 2. Variabel terikat (y) :kinerja Production 43 karyawan pada perusahaan GM

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 C. DEFINISI OPERASIONAL 1. Kinerja Karyawan Kinerja merupakan hasil kerja yang dicapai karyawan dalam waktu tertentu, sesuai dengan tanggung jawabnya dan memiliki perilaku yang relevan dengan tujuan organisasi tempat karyawan bekerja. Kinerja karyawan akan diukur dengan menggunakan skala kinerja yang berdasarkan pada tiga aspek, yaitu: a. Hasil kerja b. Perilaku kerja c. Sifat pribadi yang memiliki hubungan dengan pekerjaan Semakin tinggi nilai skor yang diperoleh, menunjukkan bahwa kinerja yang dimiliki oleh karyawan tersebut semakin tinggi.Sebaliknya, semakin rendah nilai skor yang diperoleh menunjukkan bahwa kinerja yang dimiliki oleh karyawan tersebut semakin rendah. 2. Kompetensi Komunikasi Kompetensi komunikasi merupakan kemampuan seseorang yang digunakan dalam berkomunikasi dengan tujuan memaksimalkan hasil dari suatudiskusi agar dapatdimengertioleh orang lain dengan lebih efektif. Skala kompetensi komunikasi yang digunakan dalam penelitian ini disusun berdasarkan empat aspek, yaitu:

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 a. Pengetahuan atau Knowledge Competency b. Sensitivitas atau Sensitivity Competency c. Keterampilan atau Skills Competency d. Nilai atau Values Competency Semakin tinggi skor yang diperoleh, menunjukkan bahwa kompetensi komunikasi yang dimiliki karyawan semakin tinggi.Sebaliknya, semakin rendah skor yang diperoleh, menunjukkan bahwa kompetensi komunikasi yang dimiliki karyawan semakin rendah. D. SUBJEK PENELITIAN Subjek penelitian adalah karyawan yang bekerja di GM Production.Adapun karakteristik subjek adalah: 1. Karyawan yang memiliki usia 22 - 45 tahun 2. Laki- laki dan perempuan 3. Karyawan yang telah menjadi karyawan tetap dan tidak dalam masa training Alasan memilih karakteristik subjek seperti diatas adalah dikarenakan karyawan dengan karakteristik tersebut sudah paham dengan pekerjaan yang diberikan kantor/ organisasi tempat mereka bekerja.

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 E. METODE PENGUMPULAN DATA Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan cara penyebaran skala. Skala adalah pertanyaan yang disusun untuk mengungkap atribut- atribut tertentu melaui respon terhadap pertanyaan yang diberikan (Azwar, 2012). Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan 2 alat pengukuran: 1. Skala Kompetensi Komunikasi Skala kompetensi komunikasi ini bertujuan untuk mengungkapkan kompetensi komunikasi yang dimiliki oleh karyawan.Skala ini berisi 40 item dan diisi langsung oleh karyawan.Skala ini menggunakan skala tipeLikert, dimana masing- masing item terdiri dari empat kategori jawaban yaitu Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS).Skala ini disusun oleh peneliti yang didasarkan pada teori kompetensi komunikasi yang diutarakan oleh Zalabak dan Shockley (2006), yaitu knowledge competency, sensitivity competency, skill competency, dan value competency. Jenis pernyataan aitem yang terdapat pada skala kompetensi komunikasi ini terbagi menjadi 2, yaitu aitem favorable dan unfavorable.Setiap kategori akan diberi skor sebagai berikut: untuk aitem favorable, alternative jawaban bernilai 4 untuk alternatif jawaban Sangat Setuju (SS), nilai 3 untuk alternatif jawaban Setuju (S), nilai 2 untuk alternative jawaban Tidak Setuju (TS), dan nilai 1 untuk alternatif jawaban

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 Sangat Tidak Setuju (STS). Sedangkan untuk aitem unfavorable, alternatif jawaban Sangat Setuju (SS) memiliki nilai 1, nilai 2 untuk alternatif jawaban Setuju (S), untuk alternatif jawaban Tidak Setuju (TS) memiliki nilai 3, dan nilai 4 untuk alternatif jawaban Sangat Tidak Setuju (STS). Tabel 1 Pemberian Nilai Skor pada Skala Kompetensi Komunikasi pada Karyawan GM Production Skor Aitem Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Favorable Unfavorabel 4 1 3 2 2 3 Sangat Tidak Setuju 1 4 Tabel 2 Distribusi Aitem Skala Kompetensi Komunikasi pada Karyawan GM Production Sebelum Seleksi Aitem ASPEK No. AITEM JUMLAH dan PROSENTASE FAV UNFAV Pengetahuan 1, 2, 5, 7, 9 3, 4, 6, 8, 10 10 25% Sensitivitas 11, 13, 15, 17, 19 12, 14, 16, 18, 20 10 25% Ketrampilan 22, 24, 26, 28, 30 21, 23, 25, 27, 29 10 25% Nilai 31, 32, 35, 36, 39 33, 34, 37, 38, 40 10 25% 20 20 40 100% Total Aitem

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 2. Skala Kinerja Skala pengukuran kinerja ini bertujuan untuk melihat kinerja subjek dalam melakukan tugas yang telah diberikan oleh perusahaan. Skala ini berisi 24 aitem, diisi oleh supervisor yang berjumlah 2 orang, dan masing- masing supervisor mengisi skala kinerja sejumlah 40 skala.Skala ini menggunakan skala tipe Graphic Rating Scale.Pada metode ini terdapat 5 peringkat yang memiliki rentang nilai dari 5 hingga 1. Rentang nilai 5 mengindikasikan kualitas kerja yang sangat baik, rentang nilai 4 mengindikasikan kualitas kerja yang baik, rentang nilai 3 mengindikasikan kualitas kerja yang cukup baik, rentang nilai 2 mengindikasikan kualitas kerja yang buruk, dan rentang nilai 1 mengindikasikan kualitas kerja yang sangat buruk. Tabel 3 Daftar Aitem Skala Kinerja Sebelum Seleksi Aitem ASPEK AITEM JUMLAH PROSENTASE Hasil Kerja 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 8 33,33% 8 33,33% 8 33,33% 24 100% 9, 10, 11, 12, 13, 14, Perilaku Kerja 15, 16 Sifat Pribadi yang memiliki Hubungan 17, 18, 19, 20, 21, 22, dengan Pekerjaan JUMLAH 23, 24

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 F. VALIDITAS DAN RELIABILITAS 1. Validitas Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya.Suatu tes atau instrumen pengukur dapat dikatakan mempunyai validitas yang tinggi apabila alat tersebut menjalankan fungsi ukurnya, atau memberikan hasil ukur, yang sesuai dengan maksud dilakukannya pengukuran tersebut.Tes yang menghasilkan daya yang tidak relevan dengan tujuan pengukuran dikatakan sebagai tes yang memiliki validitas rendah (Azwar, 2001). Pada penelitian ini, tipe validitas yang digunakan adalah validitas isi.Validitas isi merupakan validitas yang diestimasi lewat pengujian terhadap isi tes dengan analisis rasional dan lewat professional judgement (Azwar, 2008).Professional judgement merupakan pendapat atau pernyataan yang diberikan oleh seseorang yang memiliki kahlian dalam bidang tertentu.Professional judgement berfungsi untuk melihat kesesuaian antar aitem dengan aspek yang bersangkutan agar terhindar dari bias subjektivitas.Suatu skala agar dapat memenuhi validitas isi, isi dari skala tersebut harus mencerminkan ciri atribut yang hendak diukur.

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 2. Seleksi Aitem Pada proses penyusunan tes, perlu dilakukan terlebih dahulu prosedur seleksi aitem dengan menguji karakteristik masing- masing aitem yang menjadi bagian tes yang bersangkutan (Azwar, 2008). Prosedur seleksi aitem ini dilakukan tepatnya sebelum melakukan pengujian terhadap reliabilitas dan validitas.Seleksi aitem dilakukan untuk memperoleh aitem- aitem yang memiliki keselarasan atau konsistensi dengan tes secara keseluruhan.Azwar (2008) menjelaskan bahwa suatu aitem yang konsisten merupakan aitem yang mampu menunjukkan perbedaan antar subjek pada aspek yang diukur oleh tes yang bersangkutan. Oleh sebab itu, perlu prosedur pengujian konsistensi aitem total yang kemudian akan menghasilkan indeks daya pemilihan aitem berdasarkan korelasi aitem total adalah ≥0,30. Semua aitem yang mencapai koefisien korelasi minimal 0,30 daya pembedanya dianggap memuaskan. Aitem yang memiliki harga rix kurang dari 0,30 dapat diinterpretasikan sebagai aitem yang memiliki daya diskriminasi rendah (Azwar,1999). Pengujian konsistensi aitem dilakukan dengan cara menghitung koefisien korelasi antara skor subjek pada aitem yang bersangkutan dengan skor total tes (korelasi aitem total). Semakin tinggi korelasi positif antara skor aitem dengan skor tes menunjukkan bahwa semakin tinggi pula konsistensi antara aitem tersebut dengan tes keseluruhan, dengan kata

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 lain semakin tinggi daya beda yang dimiliki (Azwar, 2008). Demikian pula sebaliknya, apabila koefisien korelasi rendah mendekati nol, hal tersebut mengindikasikan bahwa fungsi aitem tersebut tidak cocok dengan fungsi ukur tes dan memiliki daya beda yang tidak baik. Skala kompetensi komunikasi memiliki 40 aitem yang terdiri dari 20 favorabel dan 20 unfavorabel. Berdasarkan seleksi aitem yang telah dilakukan, koefisiensi korelasi aitem total ( rix) berkisar antara 0.048 sampai 0.725. Berdasarkan hasil yang didapat, ada 12 aitem yang memiliki nilai < 0.30 sehingga dinyatakan gugur yaitu aitem 3, 5, 6, 11, 14, 17, 22, 23, 26, 31, 32, dan 35. Skala kinerja memiliki 24 aitem yang terdiri dari aspek yang masing- masing aspek diwakili oleh 8 aitem. Berdasarkan seleksi aitem yang telah dilakukan, koefisien korelasi aitem total ( r ix) berkisar antara 0.418 sampai 0.862. Berdasarkan hasil yang di dapat, tidak terdapat aitem yang gugur karena semua aitem memiliki nilai ≥ 0.30.

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 Tabel 4 Daftar Aitem Skala Kompetensi Komunikasi Setelah Seleksi Aitem No. AITEM ASPEK JUMLAH dan PROSENTASE FAV UNFAV Pengetahuan 1, 2, 5, 7, 9 3, 4, 6, 8, 10 7 25% Sensitivitas 11, 13, 15, 17*, 19 12, 14, 16, 18, 20 7 25% Ketrampilan 22, 24, 26*, 28, 30 21, 23, 25, 27, 29 7 25% Nilai 31, 32, 35, 36, 39 33, 34, 37, 38, 40 7 25% 12 16 28 Total Aitem 100% Keterangan: tanda _ aitem yang digugurkan karena r ix ≤ 0,30; tanda sengaja digugurkan * Tabel 5 Daftar Aitem Skala KinerjaSetelah Seleksi Aitem ASPEK AITEM JUMLAH PROSENTASE Hasil Kerja 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 8 33,33% 8 33,33% 8 33,33% 24 100% 9, 10, 11, 12, 13, 14, Perilaku Kerja 15, 16 Sifat Pribadi yang memiliki Hubungan 17, 18, 19, 20, 21, 22, dengan Pekerjaan JUMLAH 23, 24

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 3. Reliabilitas Reliabilitas merupakan penerjemahan dari kata reliability yang mempunyai asal kata rely dan ability. Pengukuran yang memiliki reliabilitas tinggi disebut sebagai pengukuran yang reliable (reliable).Ide pokok yang terkandung dalam konsep reliabilitas adalah sejauhmana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya (Azwar, 2001). Hasil pengukuran dapat dipercaya hanya apabila dalam beberapa kali pelaksanaan pengukuran terhadap kelompok subjek yang sama diperoleh hasil yang relatif sama selama aspek yang diukur belum berubah (Azwar, 2013). Pengujian reliabilitas yang digunakan untuk mengukur konsistensi internal dalam penelitian ini adalah teknik Alpha Cronbach, karena teknik ini memiliki nilai praktis dan efisiensi yang tinggi (Azwar,2013). Hasil analisis data yang telah dilakukan menunjukkan bahwa koefisien Alpha Cronbach pada variabel kompetensi komunikasi adalah 0.921.Hal tersebut menunjukkan bahwa koefisien reliabilitas pada variabel kompetensi komunikasi adalah tinggi karena nilai mendekati angka 1.00.Demikian juga dengan variabel kinerja, berdasarkan analisis data diperoleh nilai 0.963.hal tersebut menunjukkan bahwa koefisien reliabilitas pada variabel kinerja adalah tinggi karena nilai mendekati angka 1.00.

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 G. METODE ANALISIS DATA 1. Uji Asumsi a. Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui normal atau tidaknya distribusi data yang diperoleh. Uji normalitaas data akan dilakukan dengan menggunakan uji One Sample Shapiro - Wilk pada program SPSS versi 19.0. distribusi data dinyatakan normal bila nilai signifikansi lebih dari 0.05 ( p > 0.05). b. Uji Linearitas Uji linearitas dilakukan untuk mengetahui apakah kompetensi komunikasi interpersonal sebagai variabel bebas memiliki hubungan yang linear dengan kinerja sebagai variabel tergantung.Teknik yang digunakan untuk melakukan uji linearitas dalam penelitian ini adalah Test for Linearity pada program SPSS versi 19.0. Hubungan dapat dikatakan linear bila nilai signifikansi lebih kecil dari 0.05 ( p< 0.05 ), dan sebaliknya hubungan dinyatakan tidak linear bila nilai signifikansi lebih besar dari 0.05 ( p > 0.05 ).

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 2. Uji Hipotesis Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara kompetensi komunikasi interpersonal dengan kinerja. Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah secara statistik, yaitu menggunakan uji korelasi productmoment dari pearson. Pengolahan data dilakukan menggunakan program SPSS versi 19.0.

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dengan 2 tahap, tanggal 13 Mei dan 14 Mei 2014. Peneliti datang langsung dan memberikan skala kepada masing- masing karyawan GM Production. Pada tanggal 13 Mei 2014, peneliti ke kantor GM Production dan menyebar skala di kantor GM Production. Kemudian setelah waktu menjelang sore, peneliti ke gudang GM Production dan membagi skala pada karyawan GM Production yang bekerja di gudang seperti bagian produksi, dan sound system.Akan tetapi karena bagian sound system sedang tidak di gudang, jadi peneliti memutuskan untuk datang lagi pada tanggal 14 Mei 2014. Peneliti menyebar skala kompetensi komunikasi dan skala kinerja dengan masing- masing skala berjumlah 40 skala dan semuanya kembali kepada peneliti sesuai jumlah awal yaitu 40 skala.Penelitian ini menggunakan tryout terpakai. Alasan peneliti menggunakan try out terpakai dikarenakan tingginya mobilitas pada perusahaan sehingga keberatan untuk try out. 56

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 B. Deskripsi Subjek Penelitian Subjek dari penelitian ini berjumlah 40 orang dan berjenis kelamin pria dan wanita. Data subjek dapat dilihat dari table berikut: Tabel 6 Data Subjek Penelitian Jenis Kelamin Pria Wanita TOTAL Jumlah 34 6 40 C. Deskriptif Data Penelitian Deskripsi hasil pengumpulan data pada penelitian ini dapat dilihat dari tabel berikut ini: Tabel 7 Deskriptif Data Penelitian Skor teoritik Skor empiric Variabel Mean Xmin Xmax Kompetensi Komunikasi Kinerja Mean Xmin Xmax 70 28 112 84,53 67 103 72 24 120 78,15 50 108 Berdasarkan hasil perhitungan, skala kompetensi komunikasi memiliki mean teoritik sebesar 70, sedangkan mean empiriknya adalah 84,53. Mean empirik pada skala kompetensi komunikasi lebih besar daripada mean teoritiknya. Berdasarkan hasil uji t, mean empirik memiliki perbedaan yang signifikan terhadap mean teoritik karena memiliki nilai signifikansi lebih kecil

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 dari 0.05, yaitu 0.000. Hal ini menunjukkan bahwa kompetensi komunikasi yang dimiliki subjek tinggi. Skala kinerja memiliki mean teoritik sebesar 72, sedangkan mean empiriknya sebesar 78,15. Mean empirik pada skala kinerja lebih besar daripada mean teoritiknya. Berdasarkan hasil uji t, mean empirik memiliki perbedaan yang signifikan terhadap mean teoritik karena memiliki nilai signifikansi lebih kecil dari 0.05, yaitu 0.006. Hal ini menunjukkan bahwa subjek memiliki kinerja yang tinggi. Tabel 8 Uji Mean Teoritik dan Mean Empirik Skala Kompetensi Komunikasi One-Sample Test Test Value = 70 95% Confidence Interval of the Difference T SkorKK Df 9.793 Sig. (2-tailed) 39 Mean Difference .000 14.525 Lower Upper 11.52 17.53 Tabel 9 Uji Mean Teoritik dan Mean Empirik Skala Kinerja One-Sample Test Test Value = 72 95% Confidence Interval of the Difference T SkorTotal 2.899 Df Sig. (2-tailed) 39 .006 Mean Difference 6.150 Lower Upper 1.86 10.44

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 D. Hasil Analisis Penelitian 1. Uji Asumsi Peneliti melakukan uji asumsi untuk melihat apakah data yang diperoleh memenuhi syarat untuk dianalisi dengan menggunakan analisis korelasi.Uji asumsi meliputi uji normalitas dan uji linearitas. a. Uji Normalitas Uji normalitas ini dilakukan untuk mengetahui apakah sebaran variabel bebas dan variabel tergantung ini normal atau tidak.Tehnik yang digunakan adalah Sample Shapiro-WilkTest digunakan dalam menguji normalitas dalam program SPSS for Windows versi 19.00. Menurut Agung Santoso (2010), alasan menggunakan tehnik ini adalah dikarenakan jumlah subjek yang kurang dari 50, yaitu 40 karyawan. Hasil uji normalitas disajikan dalam tabel berikut: Tabel 10 Hasil Uji Normalitas Kompetensi Komunikasi Kinerja Shapiro – Wilk 0.314 0.816 Significant 0.968 0.984 Berdasarkan hasil uji normalitas, didapatkan bahwa distribusi sebaran variabel kompetensi komunikasi dan kinerja bersifat normal. Nilai signifikansi kedua variabel lebih besar daripada 0.05 ( p> 0.05 ), yaitu 0.968 dan 0.984.

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 b. Uji Linearitas Uji linearitas digunakan untuk menguji apakah hubungan antara variabel bebas dengan variabel tergantung merupakan garis lurus atau tidak. Uji linearitas dilakukan menggunakan test for linearity dalam program SPSS for Windows versi 19.00 dan hasilnya dapat dilihat dalam tabel berikut: Tabel 11 Hasil Uji Linearitas Komptensi Komunikasi * Kinerja F Sign (Combined) 1.228 0.341 Linearity 4.583 0.048 1.075 0.449 Deviation from linearity Berdasarkan hasil uji linearitas, dapat dilihat bahwa taraf signifikansi untuk linearitas 0.048 lebih kecil daripada 0.05 ( p< 0.05 ). Dengan kata lain, hubungan antara skor variabel kompetensi komunikasi dan variabel kinerja mengikuti fungsi linear. Selain itu, pada scatter plot akan tampak bahwa data tersebar mengikuti garis linear.

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 Gambar 3 Scatter Plot Variabel Kompetensi Komunikasi dan Variabel Kinerja 2. Uji Hipotesis Analisis data ini menggunakan korelasi Product Moment Pearson dalam program SPSS for Windows versi 19.00. Hasil analisis menggambarkan bahwa koefisien korelasi untuk variabel kompetensi komunikasi dan kinerja adalah 0.322 dengan taraf signifikansi 0.021(

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 p<0.05 ). Analisis data ini menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan dan positif antara kompetensi komunikasi dengan kinerja. Taraf signifikansi di tes dengan uji satu ekor ( I-tailed ), karena hipotesis dalam penelitian ini sudah mengarah positif. Tabel 12 Korelasi Kompetensi Komunikasi dengan Kinerja Correlations SkorKK SkorKK Pearson Correlation SkorKinerja 1 Sig. (1-tailed) N SkorKinerja .021 40 40 * 1 Pearson Correlation .322 Sig. (1-tailed) .021 N * .322 40 40 *. Correlation is significant at the 0.05 level (1-tailed). E. Analisis Tambahan Peneliti menggunakan analisis tambahan dikarenakan koefisien korelasi untuk variabel kompetensi komunikasi dan kinerja adalah 0.322 dengan taraf signifikansi 0.021 ( p< 0.05 ), yang menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan dan positif antara kompetensi komunikasi dengan kinerja.Peneliti ingin melihat korelasi antar aspek yang terdapat dalam kompetensi komunikasi dengan kinerja.

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 1. Uji Asumsi a. Uji Normalitas Uji normalitas ini dilakukan untuk mengetahui apakah sebaran aspek dalam variabel bebas dan variabel tergantung ini normal atau tidak.Tehnik yang digunakan adalah Sample Shapiro-WilkTest digunakan dalam menguji normalitas dalam program SPSS for Windows versi 19.00.Menurut Agung Santoso (2010), alasan menggunakan tehnik ini adalah dikarenakan jumlah subjek yang kurang dari 50, yaitu 40 karyawan. Aspek yang akan dilihat dalam uji normalitas ini ada empat, yaitu pengetahuan, kepekaan, ketrampilan dan nilai. Hasil uji normalitas disajikan dalam tabel berikut: Tabel 13 Hasil Uji Normalitas antara Aspek dalam Variabel Bebas Dan Variabel Tergantung Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Skorkinerja Pengetahuan e Kepekaan B Statistic Df Shapiro-Wilk Sig. Statistic df Sig. .125 40 .115 .984 40 .816 .200 40 .000 .910 40 .004 40 * .979 40 .656 * .100 .200 r Keetrampilan .106 40 .200 .970 40 .372 Nilai .122 40 .140 .963 40 .207 d a. Lilliefors Significance Correction *. This isaa lower bound of the true significance. sarkan hasil uji normalitas, didapatkan bahwa distribusi sebaran aspek dalam variabel kompetensi komunikasi dan kinerja tidak semuanya

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 bersifat normal. Aspek yang normal memiliki nilai signifikansi lebih besar daripada 0.05 ( p> 0.05 ), yaitu aspek kepekaan memiliki nilai signifikansi 0.656, aspek ketrampilan 0.372, dan aspek nilai memiliki nilai signifikansi 0.207. b. Uji Linearitas Uji linearitas digunakan untuk menguji apakah hubungan antara aspek yang ada dalam variabel bebas dengan variabel tergantung merupakan garis lurus atau tidak. Uji linearitas dilakukan menggunakan test for linearity dalam program SPSS for Windows versi 19.00 dan hasilnya dapat dilihat dalam tabel berikut: Tabel 14 Hasil Uji Linearitas Aspek Pengetahuan F Sign (Combined) 1.438 .216 Pengetahuan * Linearity 1.560 .221 Kinerja Deviation from 1.423 .228 linearity

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 Tabel 15 Hasil Uji Linearitas Aspek Kepekaan F Sign (Combined) .652 .779 Linearity 3.378 .077 Deviation from linearity .405 .942 F Sign (Combined) 1.950 .078 Ketrampilan * Linearity 7.763 .009 Kinerja Deviation from 1.304 .277 F Sign (Combined) 1.249 .303 Linearity 1.872 .182 Deviation from linearity 1.180 .344 Kepekaan * Kinerja Tabel 16 Hasil Uji Linearitas Aspek Ketrampilan linearity Tabel 17 Hasil Uji Linearitas Aspek Nilai Nilai * Kinerja Berdasarkan hasil uji linearitas, dapat dilihat bahwa keempat aspek tidak semuanya memiliki taraf signifikansi lebih kecil daripada 0.05 ( p< 0.05 ). Aspek yang memiliki taraf signifikansi lebih kecil daripada 0.05 ( p< 0.05 ) adalah aspek ketrampilan yaitu 0.009.

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 Dengan kata lain, yang mengikuti fungsi linear adalah aspek ketrampilan. 2. Uji Korelasi Melihat dari hasil uji asumsi yang dilakukan, aspek yang memenuhi syarat untuk dilakukan uji korelasi adalah aspek ketrampilan. Ketiga aspek yang lain memiliki hasil uji asumsi tidak normal dan tidak linear, maka tidak bisa dilakukan uji korelasi, sedangkan aspek ketrampilan dengan hasil uji asumsi, distribusi sebaran data tidak normal namun data mengikuti garis lurus atau linear. Dikarenakan sebaran data tidak normal namun linear, maka uji korelasi menggunakan korelasi Product Moment Pearson. Hasilnya dapat dilihat dalam table berikut: Tabel 18 Korelasi Aspek Ketrampilan dengan Kinerja Correlations Aspek3 Aspek3 Pearson Correlation Skorkinerja 1 Sig. (1-tailed) N Skorkinerja Pearson Correlation Sig. (1-tailed) N ** .400 .005 40 40 ** 1 .400 .005 40 40 **. Correlation is significant at the 0.01 level (1-tailed). Hasil analisis menggambarkan bahwa koefisien korelasi untuk aspek ketrampilan dalam variabel kompetensi komunikasi dan kinerja

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 adalah 0.400 dengan taraf signifikansi 0.005( p< 0.05 ). Analisis data ini menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan dan positif antara aspek ketrampilan dalam kompetensi komunikasi dengan kinerja. F. PEMBAHASAN Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara kompetensi komunikasi dan kinerja yang dimiliki oleh karyawan GM Production. Berdasarkan hasil uji hipotesis dengan menggunakan teknik Pearson Product Moment, diperoleh koefisien korelasi (rxy) bernilai positif yaitu 0.322 dengan p = 0.021 < 0.05 antara variabel kompetensi komunikasi dengan variabel kinerja yang menunjukkan adanya hubungan positif antara kompetensi komunikasi dengan kinerja pada karyawan GM Production yang berarti semakin tinggi tingkat kompetensi komunikasi yang dimiliki, maka semakin tinggi kinerja karyawan GM Production. Demikian sebaliknya semakin rendah kompetensi komunikasi yang dimiliki oleh karyawan GM Production, maka semakin rendah pula kinerja yang dimiliki oleh karyawan GM production tersebut. Hasil uji hipotesis yang bernilai positif tetapi dengan taraf signifikansi 0.021 membuat peneliti ingin melihat lebih dalam mengenai hubungan antara aspek-aspek kompetensi komunikasi dan kinerja yang dimiliki oleh karyawan GM Production dengan melihat korelasi aspek kompetensi komunikasi dengan kinerja.

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 Berdasarkan uji asumsi peraspek ternyata aspek yang dapat dikorelasikan adalah aspek ketrampilan.Hal tersebut dikarenakan aspek ketrampilan memenuhi syarat uji asumsi yaitu bersifat normal dan linear.Aspek yang berkorelasi dengan kinerja adalah aspek ketrampilan dengan koefisien korelasi 0.400 dengan taraf signifikansi 0.005( p< 0.05 ). Hal ini dapat terjadi karena karakteristik subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah karyawan GM Production, rata-rata sudah bekerja di GM Production dalam waktu yang lama sehingga karyawan GM Production sudah memiliki pengalaman dan secara tidak langsung karyawan GM sekaligus berlatih melalu pekerjaan yang mereka lakukan. Ketiga aspek lain yaitu pengetahuan, kepekaan, dan nilai tidak berkorelasi dimungkinkan karena jumlah subjek yang terlalu sedikit dalam penelitian ini sehingga data yang dihasilkan kurang memiliki banyak variasi, sehingga tidak berkorelasi. Berdasarkan deskripsi data penelitian, dapat diketahui bahwa hasil uji beda melalui One-Sample T Test pada mean teoritik dan mean empirik variabel kompetensi komunikasi diperoleh nilai p sebesar 0.00 yang memiliki nilai lebih kecil dari 0.05, yaitu 0.000 < 0.05. Hal tersebut mengindikasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara mean teoritik dan mean empirik pada kompetensi komunikasi yang dimiliki oleh karyawan GM Production. Mean teoritik memiliki nilai yang lebih kecil dari mean empirik, yaitu 70 < 84,53. Hal tersebut menunjukkan bahwa kompetensi komunikasi

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 yang dimiliki oleh karyawan GM Production rata- rata tinggi.Karyawan GM Production memiliki kompetensi komunikasi yang tinggi dapat terlihat dari penyampaian pesan dan informasi yang efektif sehingga dapat mengurangi kesalahpahaman informasi. Pada variabel kinerja, diperoleh hasil uji t dengan nilai p kurang dari 0.05, yaitu 0.006 < 0.05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara mean teeoritik dan mean empirik pada kinerja karyawan GM Production. Hasil deskripsi data penelitian yang telah diperoleh menunjukkan bahwa mean teoritik memiliki nilai yang lebih kecil dari mean empirik, yaitu 72 < 78,15 . Dengan demikian, rata- rata karyawan GM Production dalam penelitian ini memiliki kinerja yang tinggi.Perusahaan dengan karyawan yang memiliki rata- rata kinerja tinggi dapat menyebabkan perusahaan tersebut dapat bertahan dalam era persaingan.

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis yang telah dilakukan, serta dilakukannya analisis tambahan, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kompetensi komunikasi dengan kinerja.Nilai r = 0.322 dengan p = 0.021< 0.05 menunjukkan adanya hubungan yang positif antara kompetensi komunikasi dengan kinerja. Hal tersebut berarti bahwa tingkat kompetensi komunikasi yang tinggi akan diiikuti dengan kinerja yang tinggi pula dari karyawan GM Production. Demikian sebaliknya, semakin rendah tingkat kompetensi komunikasi yang dimiliki karyawan GM Production akan semakin rendah kinerja karyawan tersebut. Berdasarkan analisis tambahan, dapat dilihat hasilnya bahwa aspek yang berkorelasi dengan kinerja adalah aspek ketrampilan dengan koefisien korelasi 0.400 dengan taraf signifikansi 0.005( p< 0.05 ). B. SARAN 1. Bagi Karyawan GM Production Hasil penelitian, menunjukkan bahwa rata-rata kinerja yang dimiliki karyawan tinggi, hal ini berkaitan dengan kompetensi komunikasi yang 70

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 tinggi pula.Karyawan diharapkan untuk mempertahankan dan meningkatkan lagi kompetensi komunikasi yang dimiliki, sehingga dapat lebih meningkatkan kinerja. 2. Bagi Atasan atau Supervisor Dalam penelitian ini, menunjukkan adanya hubungan antara kompetensi komunikasi dan kinerja.Dengan demikian diharapkan kepada atasan atau supervisor, dapat memberikan pelatihan mengenai kompetensi komunikasi, sehingga dapat meningkatkan kinerja karyawan. 3. Bagi Peneliti Selanjutnya Bagi peneliti yang memiliki keinginan untuk meneliti variabel yang sama dengan penelitian ini, tetapi karena keterbatasan jumlah subjek dalam penelitian ini sehingga generalisasi kurang, sebaiknya peneliti lain dapat lebih memperhatikan jumlah subjek. Dengan jumlah subjek yang memadai, akan lebih menarik jika analisis data menggunakan analisis regresi, peneliti dapat mengetahui kondisi hubungan antar variabel karena regresi dapat memberikan informasi lebih banyak daripada korelasi, yaitu prediksi. Dan pada skala kompetensi komunikasi yang diisi oleh subjek, akankah lebih baik jika ditambahkan dengan skala diisi oleh atasan/ supervisor dan rekan kerja.

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 DAFTAR PUSTAKA Azwar, Saifuddin. (1999). Penyusunan kala psikologi.Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Azwar, Saifuddin. (2001). Reliabilitas dan validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Azwar, Saifuddin. (2008). Reliabilitas dan validitas.Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Azwar, Saifuddin. (2012). Penyusunan skala psikologi (ed. Ke-1).Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Azwar, Saifuddin. (2013). Penyusunan skala psikologi (ed. Ke-2).Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Bernadin, John. (2003). Human resource management, an experimental approach, third eddition. New York: The McGraw-Hill Companies, Inc. Cascio, W. F. (1998). Applied psychology in human resources management.(5thed). United State of America: Prentice Hall.International.Inc. Effendy. (2001). Dalam Hariyanto. (2009). Komunikasi Interpesonal Paguyuban Pencinta Batik Indonesia “Sekar Jagad” dalam Upaya Membangkitkan Kembali Pengrajin Batik Tulis Desa Pajimatan Pascagempa.Jurnal FISIPOL (Ilmu Komunikasi), Vol 5, No. 5. Diunduh dari Hasan, M., Iqbal.(2002). Pokok- pokok materi metodologi penelitian & aplikasinya. Bogor: Ghalia Indonesia. Jabusch, & Littlejohn. (1982). Dalam Shockley, Pamela S. & Zalabak.(2006). Fundamentals of organizational communication. America: Pearson Education, Inc. Mangkunegara, Anwar Prabu. (2000). Manajemen sumber daya manusia perusahaan. Bandung: Remaja Rosdakarya. Mangkunegara, Anwar Prabu. (2007). Evaluasi kinerja SDM. Bandung: Refika Aditama. Mangkunegara, Anwar Prabu. (2010). Evaluasi kinerja SDM. Bandung: Refika Aditama.

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 Natoradjo, Sulyus. (2011). Event Organizing. Dasar-dasar event management. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Payne, Holly, J. (2005). Reconceptualizing Social Skills in Organizations: Exploring the Relationship between Communication Competency, job Performance, and Supervisory Roles. All business. Diunduh dari http://www.allbusiness.com/human-resources/workforcemanagement/3241281.html Rivai, V. & Basri, A. F. (2005). Performance appraisal. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Santoso, Agung, (2010). Statistik untuk psikologi dari blog menjadi buku. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Seo, Yoga. (2010). Event organizer. Diunduh a.blogspot.com/2010/07/event-organizer-eo.html). dari http://yog- Shockley, Pamela S. & Zalabak. (2006). Fundamentals of organizational communication. America: Pearson Education, Inc. Spitzberg, Brian H., & Cupach, William R. (1984). Interpersonal communication competence. New York: Sage Publication. Sudarmanto. (2009). Kinerja dan pengembangan kompetensi SDM. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Supratiknya.(1995). Komunikasi antarpribadi, tinjauan psikologis.Yogyakarta: Kanisius. Suseno, KMRT Indro “Kimpling‟. (2005). Cara pinter jadi event organizer (ed. Ke2). Yogyakarta: Galang Press. Suwatno, & Priansa, Donni Juni. (2011). Manajemen SDM dalam organisasi publik dan bisnis. Bandung: Alfabeta. Syukrianto, Kaho, J. R., & Lay, C. (2003). Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pemerintah daerah Aceh Selatan: Studi kasus pada pemerintah kabupaten Aceh Selatan. Sosiohumanika, 16A (2), 475-490.

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 West, Richard & Turner Lynn H. (2007). Introducing communication theory: analysis and application (Edisi 3). New York: The McGraw-Hill Companies, Inc. Whitmore, J. (2009). Coaching for performance (4th Ed). Boston: Brealey Wirawan.(2009). Evaluasi kinerja sumber daya manusia (teori, aplikasi, dan penelitian). Jakarta: Salemba Empat. GD. (2014, 23 Juni). Wawancara pribadi. LD. (2014, 20 Juni). Wawancara pribadi. NH. (2014, 19 Februari). Wawancara pribadi. STK. (2014, 20 Juni). Wawancara pribadi.

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 LAMPIRAN 1 SKALA KOMPETENSI KOMUNIKASI DAN KINERJA

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 1.1 Skala Kompetensi Komunikasi Yogyakarta, Mei 2014 Yth. Karyawan Perusahaan Event Organizer GM Production Dengan hormat, dengan ini saya: Nama : Kharismasari P. Putri NIM : 07 9114 048 Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma, memohon bantuan kepada saudarasaudari untuk memberikan tanggapan terhadap pernyataan- pernyataan yang telah tersedia di dalam skala kompetensi komunikasi ini. Penilaian skala ini ditujukan dalam rangka membantu penyelesaian penulisan karya ilmiah/ skripsi saya. Jawaban yang diberikan terhadap pernyataan- pernyataan di dalam skala akan dijamin kerahasiannya dan tidak ada jawaban yang benar atau salah. Oleh karena itu, diharapkan saudara- saudari memberikan jawaban sesuai dengan kenyataan atau keadaan yang sebenarnya. Peneliti mengucapkan terimakasih yang sebesar- besarnya atas perhatian dan kesediaan yang telah diberikan oleh saudara- saudari untuk berpartisipasi dalam pengisian skala kompetensi komunikasi ini. Hormat saya, Kharismasari P. Putri

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 PERNYATAAN KESEDIAAN Dengan ini, saya menyatakan bahwa saya bersedia untuk memberikan tanggapan terhadap pernyataan- pernyataan didalam skala penilaian kompetensi komunikasi ini dengan sukarela dan tanpa paksaan dari pihak manapun. Semua tanggapan yang saya berikan sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya tanpa melebih-lebihkan atau mengurangi sesuatu apapun. Yogyakarta, Mei 2014 (…………………………………)

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 Usia : Lama bekerja : PETUNJUK Skala ini terdiri dari 40 pernyataan. Petunjuk pengisian jawaban terhadap pernyataan- pernyataan yang tersedia adalah dengan cara memberikan tanda centang (√) pada kolom yang telah disediakan di sisi sebelah kanan pernyataan, dengan pilihan jawaban: Kolom SS, apabila anda Sangat Setuju Kolom S, apabila anda Setuju Kolom TS, apabila anda Tidak Setuju Kolom STS, apabila anda Sangat Tidak Setuju Berilah tanggapan pada setiap pernyataan dengan jawaban yang paling sesuai dengan keadaan anda. Tidak ada jawaban yang benar atau salah dalam memberikan jawaban pada setiap pernyataan. Jangan sampai ada pernyataan yang terlewatkan. Oleh karena itu, setelah selesai telitilah kembali jawaban anda sehingga tidak ada pernyataan yang terlewatkan. Berikut contoh pengisian jawaban: NO PERNYATAAN SS 1. Saya termasuk orang yang giat bekerja √ S TS STS Apabila ada kesalahan dalam memberika jawaban, maka jawaban sebelumnya dapat diganti dengan memberi tanda “=” sehingga menjadi “√” NO PERNYATAAN SS S 1. Saya termasuk orang yang giat bekerja √ √ TS STS

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 SKALA KOMPETENSI KOMUNIKASI A. Pengetahuan atau Knowledge Competency Definisi: pengetahuan mengenai cara berkomunikasi. Skala ini mengukur tingkat pengetahuan mengenai cara berkomunikasi yang dimiliki oleh karyawan event organizer. NO PERNYATAAN 1. Saya paham jika saya berkomunikasi dengan rekan saya, saya seharusnya menerima umpan balik dari pembicaraan saya 2. Saya mengerti bagaimana cara mengawali pembicaraan dengan orang yang baru saya kenal 3. Saya lebih cenderung menggunakan bahasa keseharian saya ketika berbicara kepada siapapun 4. Saya cenderung tidak memperdulikan topik bahasan yang akan saya bicarakan dengan orang lain 5. Saya paham, ketika berkomunikasi dengan orang kita harus menyesuaikan dengan sudut pandang orang tersebut 6. Bagi saya menanggapi pembicaraan orang lain tidak perlu menyesuaikan sudut pandang mereka 7. Saya mempertimbangkan sebelum menyampaikan pesan/ ide/ gagasan pada orang lain 8. Saya tidak tahu bagaimana cara menanggapi pembicaraan dengan orang yang baru saya kenal 9. Saya menggunakan bahasa yang mudah dipahami agar lawan bicara saya dapat mengerti maksud pembicaraan saya 10. Tidak terlalu penting bagi saya mendapatkan tanggapan dari rekan kerja saya mengenai apa yang saya bicarakan SS S TS STS

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 B. Sensitivitas atau Sensitivity Competency Definisi: kemampuan untuk mengungkapkan makna organisasi dan merasakan/ peka. Skala ini terkait dengan kemampuan dan kesediaan karyawan untuk memahami apa yang orang lain rasakan dan lakukan. NO PERNYATAAN 1. Saya dapat memahami perasaan atasan saya, ketika saya dan tim gagal dalam menjalankan event 2. Saya kurang mampu memahami apa yang klien rasakan 3. Saya mampu memahami ketika ada klien yang complain 4. Saya termasuk orang yang tidak terlalu memikirkan permasalahan yang sedang dihadapi orang lain 5. Saya mampu menyesuaikan diri ketika berhadapan dengan klien 6. Saya lebih ceplas ceplos ketika berbicara dengan klien tanpa memperhatikan kondisi/ situasi 7. Saya mampu memahami perasaan orang yang sedang berkeluh kesah kepada saya 8. Saya cenderung langsung mengajak berbicara dalam kondisi apapun 9. Saya peka terhadap arah pembicaraan klien sehingga klien nyaman ketika berbicara 10. Saya cenderung menjadi bingung ketika menghadapi klien yang complain SS S TS STS

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 C. Ketrampilan atau Skills Competency Definisi: kemampuan untuk menganalisis situasi organisasi dengan seksama dan untuk menjalankan atau memulainya diperlukan pesan organisasi secara efektif. Skala Skills Competency melihat bagaimana kemampuan yang dimiliki karyawan untuk berkomunikasi secara efektif di dalam berbagai setting. NO PERNYATAAN 1. Saya lebih cenderung pasif ketika beradu argumen dengan rekan kerja saya 2. Saya mampu berkomunikasi dan mudah dimengerti orang lain 3. Ketika berkomunikasi, informasi yang saya berikan cenderung sulit dimengerti 4. Saya merupakan orang yang mampu mengkomunikasikan pendapat saya dengan baik di lingkungan kerja 5. Saya kurang mampu berkomunikasi secara efektif dengan orang- orang di sekitar saya 6. Saya mampu berkomunikasi secara efektif 7. Saya kesulitan berkomunikasi ketika bertemu dengan orang baru 8. Saya mampu mengawali pembicaraan ketika bertemu dengan klien baru 9. Saya kesulitan jika diminta untuk berbicara di depan orang banyak 10. Saya mampu menjelaskan konsep acara dengan detail dan mudah dipahami ketika berada didepan forum SS S TS STS

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 D. Nilai atau Value Competency Definisi: menekankan pada pentingnya mengambil tanggung jawab pribadi untuk komunikasi yang efektif dan dengan demikian dapat memberikan kontribusi terhadap keunggulan organisasi. NO PERNYATAAN 1. Saya merasa bersalah ketika terjadi kesalahan informasi saat berdiskusi 2. Saya kurang nyaman ketika klien tidak paham apa yang saya bicarakan 3. Saya tidak merasa terbebani dengan kesalahan komunikasi yang terjadi 4. Saya tidak terlalu mempedulikan ketika klien tidak paham informasi yang saya sampaikan 5. Saya merasa perlu melakukan meeting koordinasi sebelum mulai melaksanakan sebuah acara 6. Saya berani mengungkapkan pendapat saya yang sekiranya penting, ketika berada dalam sebuah meeting 7. Menurut saya meeting koordinasi tidak terlalu penting untuk dilakukan 8. Menyampaikan pendapat dalam meeting koordinasi, menurut tidak penting karena sudah ada pendapat yang lebih bagus dari pendapat saya 9. Saya merasa kurang nyaman ketika saya tidak membagikan informasi mengenai pekerjaan yang saya ketahui kepada rekan saya 10. Menurut saya, jika ada informasi baru mengenai pekerjaan tidak perlu di jelaskan kepada rekan satu tim, karena masing-masing memiliki tanggung jawab sendiri SS S TS STS

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 1.2. SKALA KINERJA Yogyakarta, Mei 2014 Yth. Karyawan Perusahaan Event Organizer GM Production Dengan hormat, dengan ini saya: Nama : Kharismasari P. Putri NIM : 07 9114 048 Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma, memohon bantuan kepada saudarasaudari untuk memberikan tanggapan terhadap pernyataan- pernyataan yang telah tersedia di dalam skala kinerja ini. Penilaian skala ini ditujukan dalam rangka membantu penyelesaian penulisan karya ilmiah/ skripsi saya. Jawaban yang diberikan terhadap pernyataan- pernyataan di dalam skala akan dijamin kerahasiannya dan tidak ada jawaban yang benar atau salah. Oleh karena itu, diharapkan saudara- saudari memberikan jawaban sesuai dengan kenyataan atau keadaan yang sebenarnya. Peneliti mengucapkan terimakasih yang sebesar- besarnya atas perhatian dan kesediaan yang telah diberikan oleh saudara- saudari untuk berpartisipasi dalam pengisian skala kinerja ini. Hormat saya, Kharismasari P. Putri

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 PERNYATAAN KESEDIAAN Dengan ini, saya selaku supervisor bersedia untuk memberikan tanggapan terhadap pernyataan- pernyataan di dalam skala penilaian kinerja ini dengan sukarela dan tanpa paksaan dari pihak manapun. Semua tanggapan yang saya berikan sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya tanpa melebih-lebihkan atau mengurangi sesuatu apapun. Yogyakarta, Mei 2014 (…………………………………)

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 Usia : Lama bekerja : PETUNJUK Skala ini terdiri dari 24 pernyataan. Petunjuk pengisian jawaban terhadap pernyataan- pernyataan yang tersedia adalah dengan cara memberikan tanda silang (×) pada kotak peringkat yang telah disediakan di sisi sebelah kanan pernyataan, dengan pilihan ketentuan: 1. Angka 5 : Sangat Baik 2. Angka 4 : Baik 3. Angka 3 : Cukup Baik 4. Angka 2 : Buruk 5. Angka 1 : Sangat Buruk Berilah tanggapan pada setiap pernyataan dengan jawaban yang paling sesuai dengan keadaan anda. Tidak ada jawaban yang benar atau salah dalam memberikan jawaban pada setiap pernyataan. Jangan sampai ada pernyataan yang terlewatkan. Oleh karena itu, setelah selesai telitilah kembali jawaban anda sehingga tidak ada pernyataan yang terlewatkan. Berikut contoh pengisian jawaban: NO PERNYATAAN 1. Memiliki kemampuan berorganisasi PERINGKAT 5 4 3 2 1 Apabila ada kesalahan dalam memberika jawaban, maka jawaban sebelumnya dapat diganti dengan memberi tanda “=” sehingga menjadi “×” NO PERNYATAAN 1. Memiliki kemampuan berorganisasi PERINGKAT 5 4 3 2 1

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 SKALA KINERJA A. Hasil Kerja Definisi: keluaran kerja dalam bentuk barang dan jasa yang dapat dihitung dan diukur kualitas dan kuantitasnya NO 1. PERNYATAAN PERINGKAT Ketepatan dalam melaksanakan tugas sesuai harapan klien 5 4 3 2 1 2. Dapat melakukan pelayanan dengan baik pada klien 5 4 3 2 1 3. Pencapaian target yang diberikan 5 4 3 2 1 4. Kesesuaian pekerjaan dengan SOP 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5. 6. 7. 8. Kesesuaian pekerjaan dengan tugas yang diberikan kantor Banyaknya klien yang repeat order Minimnya kesalahan yang dilakukan saat melaksanakan event Pelaksana dan penyelesaian tugas yang diberikan, sehingga ada peningkatan setiap harinya

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 B. Perilaku Kerja Definisi: perilaku karyawan yang ada hubungannya dengan pekerjaan. NO 1. PERNYATAAN PERINGKAT Memanfaatkan fasilitas yang disediakan secara maksimal 5 4 3 2 1 2. Mampu mengambil keputusan dengan tepat 5 4 3 2 1 3. Selalu aktif dalam pekerjaan 5 4 3 2 1 4. Menyelesaikan tugas tepat waktu 5 4 3 2 1 5. Disiplin dalam bekerja 5 4 3 2 1 6. Ketelitian dalam bekerja 5 4 3 2 1 7. Berlaku sopan dalam bekerja/ menghadapi klien 5 4 3 2 1 8. Melakukan pekerjaan secara efektif 5 4 3 2 1

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 C. Sifat Pribadi yang Memiliki Hubungan dengan Pekerjaan Definisi: sifat pribadi karyawan yang diperlukan dalam melaksanakan pekerjaaannya. Sifat pribadi tertentu diperlukan untuk dapat melaksanakan suatu jenis pekerjaan. NO 1. PERNYATAAN PERINGKAT Memiliki totalitas yang tinggi dalam menjalankan pekerjaan 5 4 3 2 1 2. Mudah menyesuaikan diri 5 4 3 2 1 3. Memiliki rasa bertanggung jawab yang tinggi 5 4 3 2 1 4. Memiliki jiwa kejujuran yang tinggi 5 4 3 2 1 5. Semangat kerja tinggi 5 4 3 2 1 6. Selalu memiliki ide yang kreatif 5 4 3 2 1 7. Memiliki kemampuan memimpin 5 4 3 2 1 8. Tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan 5 4 3 2 1

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 LAMPIRAN 2 DATA HASIL PENELITIAN

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 2.1 Skala Kompetensi Komunikasi NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 FAV/ UNFAV ITEM NAMA Suryo Satya Hanto Dika Hendra S Jumawan Susanto Rubiyo Imam F Pono Petok Alex Didit Angger Nanang Rido Erick Bagus F F U F U F U U F F U U F U U F U U F U F U U F U U F U 1 2 4 7 8 9 10 12 13 15 16 18 19 20 21 24 25 27 28 29 30 33 34 36 37 38 39 40 4 3 4 4 2 2 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 2 4 3 4 3 3 4 3 2 3 4 3 3 3 3 3 2 4 3 4 3 4 3 3 4 4 2 2 4 3 2 3 2 3 2 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 3 3 3 3 2 4 3 4 4 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 4 3 4 4 4 2 3 3 3 3 4 3 2 4 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 2 2 3 3 3 4 4 3 2 4 4 3 3 3 4 3 2 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 4 4 3 2 4 4 4 3 3 3 3 2 4 3 4 4 4 4 1 4 4 3 3 4 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 1 3 3 3 2 1 4 3 3 4 4 3 2 4 3 4 3 4 2 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 4 3 3 3 2 2 3 4 3 2 2 4 3 3 3 3 2 2 3 3 3 2 1 3 2 3 2 2 4 3 3 2 3 3 2 2 3 3 4 4 4 3 4 4 3 2 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 4 2 3 2 3 4 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 2 3 1 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 2 2 3 3 4 2 3 1 2 4 3 2 2 3 2 2 3 3 3 2 4 3 3 3 4 4 3 4 3 3 4 3 3 2 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 4 3 3 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 3 2 3 3 3 3 3 2 2 4 3 4 3 4 3 3 4 4 3 3 4 4 3 4 4 3 4 4 3 3 2 4 2 4 3 4 2 2 3 3 3 3 3 2 2 4 2 4 4 4 3 3 4 4 3 3 4 3 3 4 3 3 3 1 3 4 4 4 1 3 4 4 2 2 4 3 3 4 3 2 2 TOTAL SKOR 102 81 101 91 95 75 87 103 95 73 80 101 88 77 89 85 77 71

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Yos Pinto Tita Badarwati Arif Faisal Bakron Depri Lita Tanti Hari Yuri Hardi Ari Udin Bayu Wanto Dono Agus Agil Ayu Neneng 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 4 3 2 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 3 4 2 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 2 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 4 3 2 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 2 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 2 3 3 3 2 2 2 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 2 2 2 2 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 4 3 3 2 4 3 3 2 2 2 3 3 3 3 4 3 3 4 2 3 3 3 4 3 3 2 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 2 3 3 4 3 3 3 4 2 3 3 4 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 2 3 3 4 4 2 2 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 2 1 3 3 3 2 2 3 3 3 2 3 3 2 2 2 2 3 2 2 2 3 3 3 3 2 3 2 2 3 3 3 2 3 3 3 2 2 2 3 2 3 3 3 3 3 4 2 3 3 3 4 3 3 3 2 3 3 3 2 2 4 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 4 3 3 3 2 3 2 3 4 4 3 2 4 4 3 3 2 3 3 2 3 2 4 2 3 3 3 3 3 2 4 4 3 2 4 4 3 3 3 2 3 2 4 2 3 3 2 3 2 2 2 3 3 2 2 2 2 2 3 2 2 2 3 2 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 2 2 2 2 3 2 2 2 3 3 3 2 3 4 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 2 3 4 3 3 3 2 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 2 3 3 3 4 3 3 2 2 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 2 2 3 4 77 85 76 88 84 84 96 78 81 76 80 97 88 82 67 88 87 88 74 71 73 90

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 2.2 Skala Kinerja NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 ITEM NAMA Suryo Satya Hanto Dika Hendra S Jumawan Susanto Rubiyo Imam F Pono Petok Alex Didit Angger Nanang Rido Erick Bagus Yos Pinto 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 TOTAL SKOR 4 4 5 3 3 3 3 4 4 3 4 4 5 4 3 4 3 2 3 4 4 4 5 4 3 2 3 4 3 2 4 4 5 4 3 5 2 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 4 4 3 4 3 4 3 3 4 2 3 4 4 3 4 3 4 4 3 4 5 4 3 4 4 4 3 3 4 3 3 4 5 3 4 5 3 3 2 3 4 3 2 3 3 4 3 3 4 2 2 4 4 3 3 4 2 2 2 2 3 2 2 3 3 5 3 2 5 2 2 2 2 3 3 4 2 2 2 2 3 3 2 3 3 4 3 2 4 1 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 4 3 2 3 3 4 3 3 4 2 3 3 4 4 3 4 3 2 2 2 4 3 3 3 4 4 3 3 4 3 3 3 5 3 4 4 2 1 2 2 4 2 2 3 2 4 2 2 4 1 2 2 4 3 5 5 3 2 3 3 4 4 2 4 3 5 3 3 5 2 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 5 3 3 3 4 3 5 5 3 3 2 2 4 4 2 4 3 5 4 4 5 2 3 3 4 3 4 4 2 2 2 2 3 3 2 3 3 4 3 3 4 1 2 2 3 3 3 4 2 3 2 3 3 3 2 3 4 5 4 2 5 2 3 2 3 3 4 4 3 2 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 5 3 3 3 4 4 5 5 3 2 2 2 4 3 3 3 3 4 4 3 5 2 3 3 5 3 3 4 2 2 2 2 3 4 3 3 3 4 4 3 4 2 2 2 4 3 4 5 3 2 3 2 4 3 3 4 4 5 4 4 5 3 3 3 5 4 4 5 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 4 4 5 2 3 3 4 4 5 5 4 3 2 3 4 3 3 4 3 4 3 3 5 2 3 3 5 3 3 4 2 2 2 2 3 2 2 3 4 4 4 3 4 2 2 2 3 3 3 5 2 1 1 2 3 3 1 3 3 3 3 2 5 1 2 1 3 3 3 4 3 3 2 3 3 3 3 4 3 4 3 3 4 2 2 2 3 80 92 105 67 59 56 62 88 75 59 83 79 102 80 71 108 50 63 66 94

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Tita Badarwati Arif Faisal Bakron Depri Lita Tanti Hari Yuri Hardi Ari Udin Bayu Wanto Dono Agus Agil Ayu Neneng 4 3 4 4 3 3 2 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 2 4 4 3 3 4 4 4 3 4 4 4 2 3 4 3 4 4 3 2 3 4 4 2 4 2 2 2 2 4 2 2 4 4 4 4 4 4 3 2 2 4 4 3 3 4 3 3 4 4 3 4 4 3 4 4 3 3 3 2 2 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 2 2 2 3 2 2 3 2 2 4 5 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 2 2 3 4 4 3 4 5 4 5 4 5 3 4 3 2 4 4 3 4 3 3 2 4 4 2 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3 4 3 3 3 4 3 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 4 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 3 3 2 4 4 3 4 3 2 2 3 4 2 4 4 3 3 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 5 3 4 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 4 3 4 3 3 3 3 5 4 4 4 3 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 2 3 4 3 3 4 4 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 3 3 3 3 4 3 2 4 5 3 4 4 4 3 4 3 2 4 3 3 4 2 2 2 3 3 2 2 3 2 2 2 3 2 3 2 1 2 2 2 3 1 1 2 4 4 2 2 3 2 2 2 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 2 3 80 72 92 85 80 83 72 66 65 88 93 65 79 90 79 79 81 86 71 81

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 LAMPIRAN 3 HASIL RELIABILITAS DAN SELEKSI AITEM

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 3.1 RELIABILITAS DAN SELEKSI AITEM SKALA KOMPETENSI KOMUNIKASI Case Processing Summary N Cases Valid a Excluded Total % 40 100.0 0 .0 40 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .911 40 Item-Total Statistics Corrected Item- Cronbach's Scale Mean if Scale Variance Total Alpha if Item Item Deleted if Item Deleted Correlation Deleted Aitem1 118.45 112.305 .447 .909 Aitem2 118.57 109.174 .631 .906 Aitem3 119.05 113.638 .195 .913 Aitem4 118.55 109.331 .553 .907 Aitem5 118.45 114.254 .255 .911 Aitem6 118.63 116.087 .048 .914 Aitem7 118.35 112.233 .444 .909 Aitem8 118.60 112.451 .464 .909 Aitem9 118.35 111.977 .533 .908 Aitem10 118.38 111.830 .406 .909 Aitem11 118.40 114.913 .200 .911 Aitem12 118.90 110.759 .509 .908

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 Aitem13 118.63 108.804 .613 .906 Aitem14 118.63 115.830 .088 .913 Aitem15 118.48 106.974 .725 .905 AItem16 118.30 109.395 .538 .907 Aitem17 118.43 111.328 .434 .909 Aitem18 118.57 108.353 .488 .908 Aitem19 118.55 112.767 .434 .909 Aitem20 119.00 108.615 .575 .907 Aitem21 119.05 111.741 .398 .909 Aitem22 118.48 114.974 .283 .910 Aitem23 118.53 115.333 .299 .910 Aitem24 118.50 108.769 .603 .906 Aitem25 118.63 110.753 .608 .907 Aitem26 118.60 114.041 .349 .910 Aitem27 118.63 111.369 .445 .909 Aitem28 118.65 110.438 .437 .909 Aitem29 119.07 109.302 .553 .907 Aitem30 119.05 108.664 .604 .906 Aitem31 118.57 115.071 .177 .911 Aitem32 118.48 113.999 .293 .910 Aitem33 118.53 112.666 .374 .909 Aitem34 118.28 110.563 .517 .908 Aitem35 117.93 114.892 .128 .913 Aitem36 118.60 108.451 .619 .906 Aitem37 118.00 111.949 .469 .908 Aitem38 118.75 110.962 .477 .908 Aitem39 118.32 109.969 .650 .906 Aitem40 118.53 108.666 .450 .909

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 3.2 RELIABILITAS DAN SELEKSI AITEM SKALA KOMPETENSI KOMUNIKASI SETELAH SELEKSI AITEM Case Processing Summary N Cases Valid a Excluded Total % 40 100.0 0 .0 40 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .921 28 Item-Total Statistics Corrected Item- Cronbach's Scale Mean if Scale Variance Total Alpha if Item Item Deleted if Item Deleted Correlation Deleted Aitem1 81.40 83.785 .485 .918 Aitem2 81.52 81.128 .659 .916 Aitem3 81.50 81.538 .551 .917 Aitem4 81.30 84.062 .442 .919 Aitem5 81.55 83.792 .520 .918 Aitem6 81.30 83.856 .530 .918 Aitem7 81.33 83.866 .389 .920 Aitem8 81.85 82.900 .495 .918 Aitem9 81.58 80.763 .643 .916

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 Aitem10 81.43 79.533 .723 .914 Aitem11 81.25 82.090 .493 .918 Aitem12 81.52 80.461 .502 .919 Aitem13 81.50 84.205 .472 .919 Aitem14 81.95 80.254 .631 .916 Aitem15 82.00 84.359 .327 .921 Aitem16 81.45 81.331 .576 .917 Aitem17 81.58 82.815 .602 .917 Aitem18 81.58 83.174 .456 .919 Aitem19 81.60 82.451 .438 .919 AItem20 82.03 81.256 .575 .917 Aitem21 82.00 81.282 .575 .917 Aitem22 81.47 85.179 .294 .921 Aitem23 81.22 82.640 .513 .918 Aitem24 81.55 80.664 .628 .916 AItem25 80.95 83.895 .458 .919 AItem26 81.70 82.164 .553 .917 Aitem27 81.27 81.948 .666 .916 Aitem28 81.47 80.461 .482 .919

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 3.3 RELIABILITAS DAN SELEKSI AITEM SKALA KINERJA Case Processing Summary N Cases Valid a Excluded Total % 40 100.0 0 .0 40 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .963 24 Item-Total Statistics Corrected Item- Cronbach's Scale Mean if Scale Variance Total Alpha if Item Item Deleted if Item Deleted Correlation Deleted Aitem1 74.60 166.451 .747 .961 Aitem2 74.55 163.536 .796 .960 Aitem3 75.00 170.205 .436 .964 Aitem4 74.55 172.151 .418 .964 Aitem5 74.97 165.871 .741 .961 Aitem6 75.62 164.753 .620 .962 Aitem7 75.17 166.302 .778 .961 Aitem8 74.87 168.625 .767 .961 Aitem9 74.67 165.866 .614 .962 Aitem10 75.30 160.215 .839 .960 Aitem11 74.72 163.692 .785 .960 Aitem12 74.80 171.651 .575 .962 Aitem13 74.60 162.759 .796 .960

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 Aitem14 75.17 161.481 .842 .960 Aitem15 74.65 166.592 .603 .962 Aitem16 74.77 167.820 .723 .961 Aitem17 74.62 160.753 .862 .959 Aitem18 74.97 166.435 .673 .961 Aitem19 74.47 164.410 .803 .960 Aitem20 74.37 167.574 .749 .961 Aitem21 74.55 162.921 .761 .961 Aitem22 75.45 165.126 .733 .961 Aitem23 75.80 158.062 .787 .961 Aitem24 75.15 170.182 .656 .962

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 3.4 RELIABILITAS DAN SELEKSI AITEM SKALA KINERJA SETELAH SELEKSI AITEM Case Processing Summary N Cases Valid a Excluded Total % 40 100.0 0 .0 40 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .963 24 Item-Total Statistics Corrected Item- Cronbach's Scale Mean if Scale Variance Total Alpha if Item Item Deleted if Item Deleted Correlation Deleted Aitem1 74.60 166.451 .747 .961 Aitem2 74.55 163.536 .796 .960 Aitem3 75.00 170.205 .436 .964 Aitem4 74.55 172.151 .418 .964 Aitem5 74.97 165.871 .741 .961 Aitem6 75.62 164.753 .620 .962 Aitem7 75.17 166.302 .778 .961 Aitem8 74.87 168.625 .767 .961 Aitem9 74.67 165.866 .614 .962 Aitem10 75.30 160.215 .839 .960 Aitem11 74.72 163.692 .785 .960 Aitem12 74.80 171.651 .575 .962 Aitem13 74.60 162.759 .796 .960

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 Aitem14 75.17 161.481 .842 .960 Aitem15 74.65 166.592 .603 .962 Aitem16 74.77 167.820 .723 .961 Aitem17 74.62 160.753 .862 .959 Aitem18 74.97 166.435 .673 .961 Aitem19 74.47 164.410 .803 .960 Aitem20 74.37 167.574 .749 .961 Aitem21 74.55 162.921 .761 .961 Aitem22 75.45 165.126 .733 .961 Aitem23 75.80 158.062 .787 .961 Aitem24 75.15 170.182 .656 .962

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 LAMPIRAN 4 STATISTIK DESKRIPTIF DATA PENELITIAN

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 STATISTIK DESKRIPTIF DATA PENELITIAN Descriptive Statistics N Range Minimum Maksimum Kompetensi komunikasi 40 36 67 Kinerja 40 58 50 Valid N (listwise) 40 Mean Std. Deviation Variance 103 84.55 9.397 88.305 108 78.15 13.416 179.977

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 LAMPIRAN 5 HASIL UJI BEDA MEAN

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 5.1 Uji Beda Mean Skala Kompetensi Komunikasi One-Sample Statistics N TotalSkor Mean 40 Std. Deviation 84.55 Std. Error Mean 9.397 1.486 One-Sample Test Test Value = 70 95% Confidence Interval of the Difference t TotalSkor 9.793 df Sig. (2-tailed) 39 .000 Mean Difference 14.550 Lower 11.54 Upper 17.56

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 5.2 Uji Beda Mean pada Skala Kinerja One-Sample Statistics N SkorTotal Mean 40 Std. Deviation 78.15 Std. Error Mean 13.416 2.121 One-Sample Test Test Value = 72 95% Confidence Interval of the Difference t SkorTotal 2.899 df Sig. (2-tailed) 39 .006 Mean Difference 6.150 Lower Upper 1.86 10.44

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 LAMPIRAN 6 HASIL UJI ASUMSI

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 6.1 Uji Normalitas Skala Kompetensi Komunikasi dan Kinerja Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Statistic SkorKK .089 df Shapiro-Wilk Sig. Statistic .200* 40 .968 df Sig. 40 .314 a. Lilliefors Significance Correction *. This is a lower bound of the true significance. Tests of Normality a Kolmogorov-Smirnov Statistic SkorTotal df .125 a. Lilliefors Significance Correction Shapiro-Wilk Sig. 40 .115 Statistic .984 df Sig. 40 .816

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 6.2 Uji Linearitas ANOVA Table Sum of Squares SkorKinerja * Between Groups Square F Sig. 4480.133 23 194.788 1.228 .341 727.256 1 727.256 4.583 .048 3752.877 22 170.585 1.075 .449 Within Groups 2538.967 16 158.685 Total 7019.100 39 SkorKK (Combined) Mean df Linearity Deviation from Linearity

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 LAMPIRAN 7 HASIL UJI HIPOTESIS

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 Hasil Uji Hipotesis Correlations SkorKK SkorKK Pearson Correlation SkorKinerja 1 Sig. (1-tailed) N SkorKinerja .021 40 40 * 1 Pearson Correlation .322 Sig. (1-tailed) .021 N .322* 40 *. Correlation is significant at the 0.05 level (1-tailed). 40

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 LAMPIRAN 8 ANALISIS TAMBAHAN HASIL UJI ASUMSI DAN KORELASI ASPEK

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 8.1 Hasil Uji Normalitas Aspek dalam Kompetensi Komunikasi dengan Kinerja Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Statistic Df Shapiro-Wilk Sig. Statistic df Sig. Skorkinerja .125 40 .115 .984 40 .816 Pengetahuan .200 40 .000 .910 40 .004 40 * .979 40 .656 * Kepekaan .100 .200 Keetrampilan .106 40 .200 .970 40 .372 Nilai .122 40 .140 .963 40 .207 a. Lilliefors Significance Correction *. This is a lower bound of the true significance.

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 8.2 Hasil Uji Linearitas Aspek dalam Kompetensi Komunikasi dengan Kinerja Hasil Uji Linearitas Aspek Pengetahuan F Sign (Combined) 1.438 .216 Pengetahuan * Linearity 1.560 .221 Kinerja Deviation from 1.423 .228 linearity Hasil Uji Linearitas Aspek Kepekaan Kepekaan * Kinerja F Sign (Combined) .652 .779 Linearity 3.378 .077 Deviation from linearity .405 .942 Hasil Uji Linearitas Aspek Ketrampilan F Sign (Combined) 1.950 .078 Ketrampilan * Linearity 7.763 .009 Kinerja Deviation from 1.304 .277 F Sign (Combined) 1.249 .303 Linearity 1.872 .182 Deviation from linearity 1.180 .344 linearity Hasil Uji Linearitas Aspek Nilai Nilai * Kinerja

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 8.3 Hasil Uji Korelasi Aspek Ketrampilan dan Kinerja Correlations Aspek3 Aspek3 Pearson Correlation Skorkinerja 1 Sig. (1-tailed) N Skorkinerja Pearson Correlation Sig. (1-tailed) N .400** .005 40 40 ** 1 .400 .005 40 **. Correlation is significant at the 0.01 level (1-tailed). 40

(134)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

BAB 1 PENDAHULUAN Hubungan antara komunikasi interpersonal antara karyawan-manajer dengan kepuasan kerja pada karyawan rsup dr. soeradji tirtonegoro klaten.
0
2
8
Hubungan antara persepsi komunikasi interpersonal anak dan ibu dengan coping stress pada remaja.
0
0
139
Pengaruh motivasi, komunikasi dan kompetensi terhadap kinerja karyawan pada PT Mandala Multifinance, TBK Cabang Pangkalpinang - Repository Universitas Bangka Belitung
0
0
22
Hubungan antara kompetensi penguasaan pengetahuan matematis guru, kompetensi interpersonal guru dan prestasi belajar siswa dalam pengejaran matematika di SMP - USD Repository
0
3
124
Hubungan antara ketrampilan komunikasi interpersonal perawat dengan pasien dan stres kerja perawat - USD Repository
0
1
98
Hubungan antara tipe kepribadian ekstrovert-introvert dengan orientasi ketrampilan komunikasi interpersonal pada distributor multi level marketing Tianshi - USD Repository
0
0
165
Hubungan komunikasi interpersonal yang efektif dan organizational citizenship behavior pada karyawan bagian produksi fitting PT. Wavin Duta Jaya - USD Repository
0
0
174
Hubungan antara keterampilan komunikasi dengan kohesivitas kelompok pada karyawan divisi marketing PT. Bogasari Flour Mills Jakarta - USD Repository
0
0
87
Hubungan antara persepsi terhadap kepemimpinan dengan kinerja karyawan pria yang dipimping oleh wanita - USD Repository
0
0
125
Hubungan antara atraksi interpersonal tehadap dosen dengan motivasi belajar pada mahasiswa - USD Repository
0
1
98
Perbedaan kompetensi interpersonal antara guru PNS dan guru non PNS - USD Repository
0
0
92
Hubungan antara adversity quotient dan intensi turnover pada karyawan - USD Repository
1
3
107
Analisis pengaruh komunikasi internal dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan : studi kasus pada karyawan Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta - USD Repository
0
0
138
Hubungan antara job insecurity dengan komitmen organisasi pada karyawan outsourcing - USD Repository
0
0
95
Hubungan antara efikasi-diri dan persepsi terhadap gaya kepemimpinan transformasional pada karyawan administratif - USD Repository
0
0
91
Show more