PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISCOVERY-INQUIRY TERBIMBING PADA MATA PELAJARAN IPA SISWA KELAS IVA SD KANISIUS SENGKAN SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 20122013

Gratis

0
0
110
9 months ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN

METODE DISCOVERY-INQUIRY TERBIMBING PADA MATA

PELAJARAN IPA SISWA KELAS IVA SD KANISIUS SENGKAN SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh : Irene Widiastuti NIM : 091134182 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

  2014

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

MOTTO DAN HALAMAN PERSEMBAHAN

  

Tuhan menjadikan segala sesuatu indah,

tepat pada waktuNya

  Skripsi ini saya persembahan kepada: 1.

  Bapak Sukamto Lexy Wibowo Yohanes Berchmans dan Ibu Srini Maria Margaretha 2. Mas Antonius Dony Cahyadi, Mbak Eva Laura Tungga Devi, Dek Viviana

  Desiani 3. Stephan Gilang Adiwan Prayudha 4.

  Keluarga Besar TK/SD Kanisius Sengkan 5. Keluarga Kontrakan Narada 12 A : Nia, Ida, Efin, Risma, Davis 6. Sedes Bedono 2003

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRAK

  Widiastuti, Irene. 2014. Peningkatan Prestasi Belajar Dengan Menggunakan

  Discovery Inquiry Terbimbing Pada Mata Pelajaran IPA Siswa Metode Kelas IVA SD Kanisius Sengkan Semester Genap Tahun Pelajaran 2012/2013. PGSD. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

  Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sanata Dharma.

  

Irene Widiastuti (091134182)

Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2014

  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan metode discovery inquiry terbimbing dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research), yaitu penelitian tindakan yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan prestasi belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SD Kanisius Sengkan pada bulan Mei 2013. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IVA SD Kanisius Sengkan.

  Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus tindakan. Peningkatan prestasi belajar diukur menggunakan hasil dari peningkatan rata-rata pada masing-masing siklus. Instrumen penilaian pada penelitian ini lembar soal tes tertulis yang berjumlah 20 soal pilihan ganda. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan tes tertulis yang dilakukan setiap akhir siklus.

  Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran dengan menggunakan metode discovery inquiry terbimbing dapat meningkatkan prestasi belajar pada siswa kelas

  IVA SD Kanisius Sengkan Yogyakarta semester genap tahun pelajaran 2012/2013. Peningkatan prestasi belajar ini ditunjukkan dengan peningkatan nilai rata-rata kelas pada kondisi awal sebesar 59,83 meningkat menjadi 71,38 pada siklus I. Pada siklus

  II, penelitian ini berhasil meningkatkan rata-rata kelas menjadi 75,75, atau di atas nilai KKM yaitu 65,00.

  Kata Kunci : prestasi belajar, perubahan lingkungan fisik, discovery inquiry terbimbing, IPA kelas IV SD.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRACT

Widiastuti, Irene.2014. The Increase of Study Achievement using Guided Discovery

  Inquiry Method in Science Class of Class Fifth Grade Student Of Kanisius Sengkan Elementary School the Even Semester 2012/2013. A Thesis . Elementary School Teacher Training Study Program. The Faculty

of Teacher Training and Education. Sanata Dharma University.

  

Irene Widiastuti (091134182)

Sanata Dharma University Yogyakarta 2014

The objective of the study was to see whether guided discovery inquiry method could increase students’ study achievement. The type of this research is classroom

action research, which is an action research whose objection is to increase students’

study achievement. This research was done in SD Kanisius Sengkan in May 2013.

The subject of the study was the students of fourth grade in class IV A of SD Kanisius

Sengkan.

  This research was done in two action cycles. The increase of study

achievement was measured using the calculation result of increase rate in each cycle.

The research instrument in the research was test sheets containing 20 check point

questions. Data collecting was done using written test which was done in the end of

every cycle.

  The research showed that learning using guided discovery inquiry method can

increase study achievement to the students of IV A class in SD Sengkan, Yogyakarta

during the even semester of 2012/2013. The increase of this study result was shown

with the increase of class average grades. In the earlier state, when the experiment

was not yet applied, the class average grade was 59,83. After the experiment was

applied, it was increased to 71,38 in the first cycle. In the second cycle the research

succeeded in increasing the class average grade into 75,75, which was above the

standard which was 65,00.

  

Keywords: learning achievement, physical environment change, guided discovery

inquiry, Science calss for the fourth grade.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat yang telah dilimpahkan, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini. Penulisan tugas akhir yang berupa skripsi ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat dalam memperoleh gelar sarjana pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma.

  Penulis menyadari bahwa penulisan tugas akhir ini tidak akan berhasil tanpa bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada: a.

  Bapak Rohandi, Ph.D. selaku Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Dharma.

  b.

  Rm. Gregorius Ari Nugrahanta, S.J., S.S., BST., M.A. , selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma c. Bapak Drs. Puji Purnomo, M.Si. selaku dosen pembimbing, terima kasih atas bimbingan, nasihat dan waktu yang telah diberikan dari awal hingga tugas akhir ini selesai.

  d.

  Bapak Rusmawan, S.Pd., M.Pd dan Ibu Eny Winarti, S.Pd., M.Hum, Ph.D selaku dosen penguji yang telah memberikan saran dan membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

  e.

  Ibu M. Sri Wartini selaku kepala sekolah SD Kanisius Sengkan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  f.

  Ibu Maria Karma Tresnamurti. selaku guru mata pelajaran IPA SD Kanisius Sengkan serta selaku mitra penulis dalam penelitian.

  g.

  Seluruh siswa kelas IVA angkatan 2012/2013.

  h.

  Segenap staf guru dan karyawan SD Kanisius Sengkan. i.

  Kedua orang tua saya, Sukamto Lexy Wibowo Yohanes Berchmans dan Srini Maria Margaretha serta kedua kakak dan adik saya, Antonius Dony Cahyadi, Eva Laura Tungga Devi dan Viviana Desiani, serta saudara-saudaraku atas dorongan spiritual maupun material. j.

  Stephan Gilang Adiwan Prayudha, terima kasih atas dorongan secara spiritual maupun materialnya. k.

  Mbak Kensi, Mbak Putri, Bang Roni, Lia Pratiwi, Yosefin, Antonia, Risma, Ida, Berta, Gisela, Agnetta dan teman-teman lainnya yang telah membantu spirit maupun pemikiran dalam tulisan saya ini. l.

  Keluarga Alumni Sedes Sapientiae Bedono 2006, terimakasih untuk motivasinya. m.

  Teman-teman PGSD angkatan 2006 dan 2009 n. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, yang telah membantu penulis secara spitiritual maupun material dari awal hingga tugas akhir ini selesai.

  Penulis mengucapkan terima kasih.

  Penulis menyadari bahwa laporan penelitian tugas akhir ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis menerima segala masukan, kritik, saran yang bersifat konstruktif demi kesempurnaan penyusunan laporan tugas akhir masa-masa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  yang akan datang. Akhir kata, semoga laporan penelitian tugas akhir ini berguna bagi semua pihak.

  Penulis Irene Widiastuti

  

DAFTAR ISI

  HALAMAN JUDUL ................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ...................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ................................................................. iii PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .................................................. iv PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ................................... v MOTTO DAN HALAMAN PERSEMBAHAN ...................................... vi ABSTRAK ............................................................................................... vii

  

ABSTRACT ............................................................................................... viii

  KATA PENGANTAR ............................................................................ ix DAFTAR ISI ............................................................................................ xi DAFTAR BAGAN, TABEL dan GRAFIK ............................................. xiv DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................ xv

  BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ...................................................................

  1 B. Pembatasan Masalah .........................................................................

  3 C. Perumusan Masalah ..........................................................................

  3 D. Batasan Pengertian ............................................................................

  4 E. Pemecahan Masalah ..........................................................................

  4 F. Tujuan Penelitian ..............................................................................

  5 G. Manfaat Penelitian ............................................................................

  5 BAB II KAJIAN PUSTAKA ...................................................................

  7 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  A.

  7 Prestasi Belajar..................................................................................

  1.

  7 Pengertian Prestasi ......................................................................

  2.

  7 Pengertian Belajar ......................................................................

  3.

  9 Pengertian Prestasi Belajar .........................................................

  B.

  10 Metode Discovery-Inquiry Terbimbing ............................................

  1.

  10 Pengertian Metode.......................................................................

  2.

  10 Pengertian Metode Discovery –Inquiry Terbimbing ..................

  3. Ciri-ciri Pembelajaran dengan Menggunakan Metode Discovery-Inquiry Terbimbing ...................................................

  11 4. Langkah-langkah dalam Metode Discovery-Inquiry Terbimbing ..................................................................................

  12 5. Kelebihan dan Kekurangan Metode Discvery Inquiry Terbimbing ..................................................................................

  14 a.

  14 Kelebihan metode discovery-inquiry terbimbing ..............

  b.

  16 Kekurangan metode discovery-inquiry terbimbing ...........

  C.

  18 Hakikat Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) ............................................

  1.

  18 IPA sebagai Produk .....................................................................

  2.

  19 IPA sebagai Proses ......................................................................

  3.

  20 IPA untuk Sekolah Dasar ............................................................

  D.

  Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk Materi Perubahan Lingkungan Fisik ..............................................................................

  20 1.

  20 Standar Kompetensi ....................................................................

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2.

  21 Kompetensi Dasar .......................................................................

  3.

  21 Ulasan Materi Perubahan Lingkungan Fisik ...............................

  E.

  Keterkaitan Metode-Discovery-Inquiry Terbimbing dengan Peningkatan Prestasi Belajar Mengenai Perubahan Lingkungan Fisik Semester II Tahun Pelajaran 2012/2013 pada Siswa Kelas IVA SD Kanisius Sengkan .....................................................

  26 F.

  27 Hipotesis Tindakan ...........................................................................

  BAB III METODE PENELITIAN ...........................................................

  28 A.

  28 Jenis Penelitian..................................................................................

  B.

  29 Setting Penelitian ..............................................................................

  C.

  30 Pelaksanaan Penelitian ......................................................................

  D.

  34 Teknik Pengumpulan Data ................................................................

  E.

  36 Analisis Data .....................................................................................

  BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .........................

  39 A.

  39 Hasil Penelitian .................................................................................

  B.

  46 Pembahasan Hasil Penelitian ............................................................

  BAB V PENUTUP ...................................................................................

  53 A.

  53 Kesimpulan ......................................................................................

  B.

  54 Saran ................................................................................................

  C.

  54 Keterbatasan ..................................................................................... DAFTAR REFERENSI ...........................................................................

  55

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

DAFTAR TABEL

Bagan 3.1 Siklus Penelitian Tindakan Kelas (PTK).............................

  28 Tabel 3.1 Instrumen Penelitian Tindakan Kelas

  34 Tabel 3.2 Indikator Keberhasilan...........................................................

  38 Tabel 4.1 Nilai Ulangan IPA Siswa Kelas IVA Siklus I

  40 Tabel 4.2 Nilai Ulangan IPA Siswa Kelas IVA Siklus II

  43 Tabel 4.3 Perbandingan Nilai Siswa Kelas IVA pada Kondisi Awal, Siklus I dan Siklus II ...........................................................

  47 Tabel 4.4 Ringkasan Hasil Penelitian .....................................................

  52 Grafik 4.1 Persentase Jumlah Siswa Yang Mencapai KKM

  50 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Silabus ........................................................................................

  57 Lampiran 2 Siklus 1 (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Lembar Kerja Siswa, Kisi- kisi, Soal siklus 1 dan Kunci Jawaban) .............................

  63 Lampiran 3 Siklus 2 (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Lembar Kerja Siswa, Kisi- kisi, Soal siklus 2 dan Kunci Jawaban) .............................

  78 Lampiran 4 Contoh Lembar Pekerjaan Siswa ...............................................

  93 Lampiran 5 Daftar Nilai Ulangan Harian Tahun Ajaran 2010/2011 dan Tahun Ajaran 2011/2012 .............................................................................. 100

  Lampiran 6 Foto Kegiatan.......................................................................... ... 103 Lampiran 7 Surat Keterangan ........................................................................ 108

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Ilmu Pengetahuan Alam sebagai disiplin ilmu dan penerapannya dalam

  masyarakat membuat pendidikan IPA menjadi sangat penting. Cara yang tepat untuk mengajar IPA sebenarnya adalah memberikan kesempatan pada anak untuk melakukan keterampilan proses IPA, karena dengan hal ini diharapkan siswa dapat berfikir dan memiliki sikap ilmiah ( Iskandar, 2001:16). Pada mata pelajaran IPA dalam materi perubahan lingkungan, siswa kelas IVA SD Kanisius Sengkan seringkali merasa kesulitan untuk memahami penyebab perubahan lingkungan.

  Perubahan lingkungan merupakan suatu pengetahuan yang dekat dengan kehidupan siswa sehari-hari. Namun demikian, menurut observasi yang telah dilakukan, kebanyakan siswa kelas IVA SD Kanisius Sengkan kesulitan dalam memahami perubahn lingkungan. Hal ini dapat dilihat dari nilai hasil ulangan dua tahun berturut-turut yaitu tahun ajaran 2010/2011 dan tahun ajaran 2011/2012. Persentase siswa yang tidak lulus KKM tahun ajaran 2010/2011 sebanyak 71, 43 % atau sebanyak 15 orang dari 21 siswa yang ada dengan rata-rata 59,52. Sedangkan pada tahun ajaran 2011/2012, persentase siswa yang tidak lulus KKM sebnayak 70% atau sebanyak 21 orang dari 30 siswa yang ada dengan rata-rata 61, 50. Hasil tersebut cukup memprihatinkan mengingat bahwa Kriteria Ketuntasan Minimal di SD Kanisius Sengkan dalam mata pelajaran IPA adalah 65.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Kemungkinan rendahnya prestasi belajar pada siswa disebabkan oleh kurangnya guru melibatkan siswa untuk melakukan keterampilan proses dan kurangnya kemampuan guru untuk memilih, menggunakan, dan mengembangkan metode yang tepat, sehingga membuat siswa kurang mampu memahami penjelasan yang diberikan guru. Siswa hanya menghafalkan pengertian tanpa adanya pemahaman mengenai penyebab perubahan lingkungan. Selain itu, siswa tidak memiliki gambaran mengenai penyebab dari perubahan lingkungan yang dimaksud sehingga pengetahuan yang dimiliki siswa semata-mata hanya bersifat hafalan dan akan mudah dilupakan oleh siswa.

  Dengan keadaan yang demikian, maka guru diharapkan mampu memilih metode yang tepat untuk mengatasi metode pembelajaran yang tepat, sehingga siswa menjadi lebih memahami materi yang diberikan. Kebanyakan guru lebih suka menggunakan metode ceramah, padahal sebenarnya metode tersebut membuat siswa cenderung bosan.

  Pembelajaran yang menyenangkan akan membuat siswa cenderung lebih aktif. Peneliti memilih metode pembelajaran discovery-inquiry terbimbing,sebagai alternatif guru untuk kegiatan pembelajaran, supaya siswa diharapkan untuk belajar secara aktif melakukan penyelidikan dengan bantuan guru melalui percobaan untuk menemukan konsep, hukum,atau prinsip sehingga ini akan memudahkan siswa untuk memahami apa yang seharusnya mereka peroleh sesudah mempelajari materi perubahan lingkungan ini. Oleh sebab itu, peneliti mengambil judul Peningkatan Prestasi Belajar IPA dengan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  metode Discovery Inquiry Terbimbing pada mata pelajaran IPA Siswa Kelas IVA SD Kanisius Sengkan Semester Genap Tahun Ajaran 2012/2013.

  B. Pembatasan Masalah

  Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka penulis akan memfokuskan penggunaan metode discovery-inquiry terbimbing untuk meningkatkan prestasi belajar untuk materi penyebab perubahan lingkungan. Sedangkan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SD, penulis hanya akan membahas tentang materi perubahan lingkungan fisik yang diajarkan pada kelas IV semester 2 tahun pelajaran 2012/2013 dengan Standar Kompetensi (SK) 10. Memahami perubahan lingkungan dan pengaruhnya terhadap daratan, dan Kompetensi Dasar (KD) 10.1 Mendeskripsikan berbagai penyebab perubahan lingkungan (angin, hujan, cahaya matahari dan gelombang air laut).

  C. Perumusan Masalah

  Dilandasi oleh latar belakang masalah, masalah dalam penelitian ini akan dirumuskan sebagai berikut :

  1. Apakah pembelajaran menggunakan metode discovery-inquiry terbimbing dapat meningkatkan kemampuan dalam mendeskripsikan faktor perubahan lingkungan pada siswa kelas IVA SD Kanisius Sengkan?

  2. Bila dapat, seberapa tinggi peningkatannya?

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

D. Batasan Pengertian

  Agar tidak menimbulkan pertanyaan tentang suatu istilah yang dipakai, kiranya perlu diberi batasan pengertian :

1. Belajar adalah proses dalam terbentuknya tingkah laku atau terjadi perubahan tingkah laku melalui praktek atau latihan.

  2. Prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh karena adanya aktivitas belajar yang dilakukan. Hasil dari prestasi belajar ini akan tergambar dengan skor atau nilai yang diperoleh siswa.

  3. Metode Discovery-Inquiry Terbimbing adalah metode yang menghendaki siswa untuk belajar secara aktif untuk melakukan penyelidikan dengan bantuan dari guru melalui percobaan untuk menemukan konsep, hukum, atau prinsip.

  E. Pemecahan Masalah

  Sesuai dengan uraian latar belakang masalah dan masalah yang telah dirumuskan di atas, maka penelitian ini akan diatasi dengan metode discovery-

  inquiry terbimbing.

  F. Tujuan Penelitian

  Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui apakah metode discovery-inquiry terbimbing dapat meningkatkan prestasi belajar pada mata pelajaran IPA khususnya tentang penyebab perubahan lingkungan pada siswa kelas IVA semester 2 SD Kanisius Sengkan tahun pelajaran 2012/2013.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

G. Manfaat Penelitian

  Pelaksanaan penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi banyak pihak. Manfaat-manfaat penelitian ini diantaranya adalah :

  1. Secara Akademis Hasil penelitian ini dapat membuka wawasan pembaca tentang penggunaan metode discovery-inquiry terbimbing dalam pembelajaran IPA di SD khususnya tentang penyebab perubahan lingkungan.

  2. Secara Praktis a.

  Bagi peneliti, merupakan pengalaman berharga dalam menerapkan pengajaran IPA dengan menggunakan metode pembelajaran.

  b.

  Bagi guru, merupakan salah satu referensi menggunakan metode pembelajaran discovery-inquiry terbimbing dalam penelitian tindakan kelas.

  c.

  Bagi perpustakaan, laporan penelitian ini dapat menambah koleksi bacaan yang bermanfaat untuk teman-teman guru sebagai contoh penelitian tindakan kelas.

  d.

  Bagi sekolah, laporan penelitian ini mampu dijadikan pedoman metode pembelajaran bagi guru.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Prestasi Belajar

  1. Pengertian Prestasi

  Dalam proses pembelajaran, seseorang tentu ingin mendapatkan sesuatu. Sesuatu tersebut dapat berupa pengetahuan, pengalaman, maupun kemampuan. Bagi siswa, proses pembelajaran tersebut merupakan sarana untuk mengetahui seberapa besar perolehan prestasi yang mereka peroleh ketika mengerjakan sesuatu, terutama yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, prestasi adalah hasil yang telah dicapai dari yang telah dilakukan atau dikerjakan. Untuk mengetahui hasil yang diperoleh, maka diperlukan adanya pengukuran yang berupa tes atau evaluasi. Hal ini diperlukan apakah proses pembelajaran sudah memenuhi tujuan pembelajaran.

  Menurut Winkel, prestasi adalah bukti usaha yang dapat dicapai. Untuk mengetahui hasil dari usaha dalam pembelajaran perlu diukur secara langsung dengan menggunakan tes atau evaluasi, untuk mengetahui tingkat keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran. (dalam Tanlain, 2007:10)

  2. Pengertian Belajar

  Belajar sering diartikan sebagai kegiatan mengumpulkan pengetahuan. Pengetahuan tersebut diperoleh dari orang yang lebih tahu

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  sebagai orang yang banyak belajar, sedangkan orang yang sedikit pengetahuannya dianggap sebagai orang yang kurang belajar. Berikut ini akan dijabarkan pengertian belajar menurut beberapa ahli dalam modul mata kuliah “ Strategi Belajar Mengajar” karangan Wens Tanlain (2007:11).

  a.

  Menurut Kingsley and Garry, belajar adalah proses dalamnya terbentuk tingkah laku atau terjadi perubahan tingkah laku melalui praktek atau latihan.

  b.

  Menurut Heider, belajar adalah siswa meniru dan mengidentifikasi diri dengan tingkah laku orang dewasa(guru, orang tua) yang menjadi modelnya atau panutannya.

  c.

  Menurut Winkel, belajar adalah suatu aktivitas mental atau psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan- pengetahuan, keterampilan dan nilai-sikap. Perubahan itu bersifat secara relatif konstan dan berbekas

  Dalam pandangan psikologis, ada empat pandangan mengenai belajar.

  a.

  Menurut pandangan yang berasal dari aliran psikologi behavioristik, belajar dilaksanakan dengan kontrol instrumental dari lingkungan.

  Guru mengkondisikan sedemikian sehingga pembelajar atau siswa mau belajar. Mengajar dalam pendangan ini merupakan kegiatan mengkondisikan, pembiasaan dan peniruan. Kedaulatan guru dalam belajar relatif tinggi, sementara kedaulatan siswa relatif rendah.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  b.

  Menurut pandangan psikologi humanistik, belajar dapat dilakukan sendiri oleh siswa. Dalam hal ini, siswa senantiasa menemukan sendiri mengenai sesuatu tanpa banyak campur tangan dari guru c. Menurut pandangan psikologi kognitif, belajar merupakan perpaduan dari usaha pribadi dengan kontrol instrumental yang berasal dari lingkungan. Oleh karena itu, eksperimen merupakan sarana yang cocok dalam pandangan belajar ini.

  d.

  Menurut pandangan psikologi gestalt, belajar adalah usaha yang bersifat totalitas dari individu, oleh karena itu totalitas lebih bermakna dibandingkan dengan sebagian-sebagian. (Imron:1996:3- 5)

  Dari pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan secara sadar dan disengaja oleh seseorang untuk memperoleh perubahan tingkah laku pada diri sesorang baik yang bersifat fisik maupun psikis.

3. Pengertian Prestasi Belajar

  Menurut Winkel, prestasi belajar adalah hasil yang dicapai sebaik- baiknya menurut kemampuan anak pada waktu tertentu terhadap hal-hal yang dikerjakan atau dilakukan.(dalam Tanlain, 2007:12)

  Jadi prestasi belajar adalah hasil belajar uang tidak dimilki dan ditandai dengan perkembangan serta perubahan tingkah laku pada diri seseorang yang diperlukan dari belajar dengan waktu tertentu, prestasi belajar ini dapat dinyatakan dalam bentuk nilai dan hasil tes atau ujian.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

B. Metode Discovery-Inquiry Terbimbing 1. Pengertian Metode

  Metode adalah cara penyampaian bahan untuk mencapai tahapan - tahapan tujuan dalam usaha mencapai tujuan akhir yang telah ditentukan sebelumnya (Purwadi, 1980). Maka dalam satu strategi pembelajaran bisa terdapat beberapa metode yang digunakan. Ada berbagai jenis metode yang dapat diterapkan dalam pembelajaran, misalnya ; metode ceramah, metode diskusi, metode discovery-inquiry terbimbing, dan lain-lain. Setiap metode ini memiliki karakteristik masing-masing yang dapat digunakan guru sebagai pedoman dalam menyampaikan suatu materi pembelajaran. Tentunya guru harus dapat memilih metode yang dapat menumbuhkan antusias siswa dan rasa keingintahuan yang besar sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik.

2. Pengertian Metode Discovery-Inquiry Terbimbing

  Metode discovery-inquiry terbimbing adalah metode yang menghendaki keterlibatan siswa untuk belajar secara aktif untuk melakukan penyelidikan dengan bantuan dari guru melalui percobaan untuk menemukan konsep, hukum, atau prinsip.

  Proses penemuan ini melalui berbagai tahapan, seperti : mengamati, menggolongkan, membuat dugaan (hipotesis), menjelaskan, mengukur, menarik kesimpulan, dan sebagainya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3. Ciri-ciri Pembelajaran dengan Menggunakan Metode Discovery- Inquiry Terbimbing (Moh.Amien, 1987)

  Berikut adalah ciri-ciri metode pembelajaran dengan menggunakan metode discovery-inquiry terbimbing: a.

  Menekankan pada keterlibatan siswa secara optimal dalam mencari dan menemukan sehingga siswa berperan aktif sebagai subjek dalam pelaksanaan pembelajaran.

  b.

   Seluruh aktivitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari

  dan menemukan jawaban sendiri dari suatu konsep yang dipertanyakan sehingga diharapkan dapat menumbuhkan sikap tanggung-jawab dan percaya diri.

  c.

   Tujuan penggunaan metode ini adalah mengembangkan

  kemampuan berfikir secara sistematis, logis dan kritis. Siswa tidak hanya dituntut untuk menguasai materi pelajaran akan tetapi bagaimana mereka dapat menggunakan potensi yang dimilikinya.

  4. Langkah-Langkah Metode Discovery-Inquiry Terbimbing ( Moh.Amien, 1987)

  Ada beberapa langkah dalam melaksanakan metode Discovery- Inquiry Terbimbing yaitu.

  a.

  Orientasi Orientasi merupakan langkah untuk menciptakan suasana dan iklim pembelajaran yang responsive yang dapat menarik keingintahuan siswa terhadap materi yang akan dipelajari. Dalam

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  tahap ini, guru menjelaskan topik, tujuan dan hasil belajar yang diharapkan, menjelaskan pokok-pokok kegiatan yang dilakukan siswa dan menjelaskan pentingnya topik dan kegiatan belajar tersebut.

  b.

  Merumuskan masalah Merumuskan masalah merupakan langkah mengajar siswa untuk menghadapi persoalan yang mengandung teka-teki dan siswa didorong untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari teka- teki tersebut. Dalam merumuskan masalah, ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu masalah harus dirumuskan sendiri oleh siswa, masalah yang dikaji merupakan masalah yang mengandung teka-teki dan harus dipecahkan.

  c.

  Mengajukan hipotesis Hipotesis merupakan jawaban sementara dari suatu permasalahan yang sedang dikaji. Potensi berfikir dimulai dari kemampuan individu untuk menebak (berhipotesis) dari suatu permasalahan. Salah satu cara yang dilakuan guru untuk mengembangkan kemampuan menebak (berhipotesis) pada anak adalah dengan mengjaukan pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk dapat merumuskan jawaban sementara dari masalah yang dikaji.

  d.

  Merancang percobaan dan melakukan percobaan Dalam kegiatan ini, siswa dengan bantuan guru merancang suatu percobaan untuk membuktikan kebenaran suatu objek, yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kemudian disepakati bersama untuk dapat segera dilakukan percobaan.

  e.

  Mengumpulkan data Mengumpulkan data merupakan aktivitas menjaring informasi yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan.

  Pengumpulan data membutuhkan ktekunan dan kemampuan dalam berfikir. Dalam tahap ini guru berperan dalam mengajukan pertanyaan yang mendorong siswa untuk berfikir mencari informasi yang dibutuhkan.

  f.

  Menguji hipotesis Menguji hipotesis merupakan proses menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data. Pada tahap ini kebenaran jawaban akan di uji melalui data yang ditemukan dan dapat dipertanggungjawabkan.

  g.

  Merumuskan kesimpulan Merumuskan kesimpulan merupakan puncak dari proses belajar.

  Untuk mencapai kesimpulan yang akurat, guru harus mampu menunjukkan pada siswa data yang relevan.

5. Kelebihan dan Kekurangan Metode Discovery-Inquiry Terbimbing (Purwadi, 1980)

  a. Kelebihan metode discovery-inquiry terbimbing Beberapa kelebihan mengajar dengan menggunakan metode

  discovery-inquiry terbimbing yaitu :

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1) Siswa akan memahami konsep-konsep dasar dan ide-ide lebih baik.

  2) Metode ini membantu siswa dalam menggunakan daya ingat dan transfer pada situasi-situasi proses belajar yang baru.

  3) Metode ini mendorong siswa untuk berpikir dan bekerja atas inisiatifnya sendiri.

  4) Metode ini mendorong siswa untuk berinisiatif dan merumuskan hipotesisnya sendiri, karena di dalam proses belajar melalui discovery, tugas kegiatannya dibuat open-

  ended sehingga siswa menjadi bebas untuk mengembangkan hipotesis-hipotesisnya sendiri.

  5) Metode ini memberikan kepuasan yang bersifat intrinsik. 6) Situasi proses belajar menjadi lebih merangsang. 7)

  Pengajaran menjadi student-centered karena proses belajar mengajak siswa untuk ikut terlibat dalam kegiatan belajar.

  8) Tingkat pengharapan untuk menyelesaikan tugas dengan caranya sendiri semakin bertambah.

  9) Dapat mengembangkan bakat kemampuan individu seperti komunikasi sosial, kreativitas, dan perencanaan.

  10) Dapat menghindarkan siswa dari cara-cara belajar tradisional (menghafal).

  11) Melatih keterampilan siswa mengamati sesuatu, memecahkan masalah, dan melatih siswa secara teratur terlibat dalam bimbingan discovery-inquiry terbimbing.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  12) Dalam proses discovery-inqury terbimbing, siswa dengan segala aktivitasnya sendiri dapat belajar menemukan sesuatu yang dipelajari.

  13) Pengetahuan yang diperoleh dengan metode ini akan lebih dipahami secara lebih mendalam.

  14) Metode ini melatih siswa lebih banyak belajar sendiri, jadi mereka melibatkan dirinya dan memotivasi sendiri untuk belajar.

  15) Metode ini memberikan pandangan ilmu yang lebih luas kepada siswa (misalnya mereka dapat mengumpulkan data, mengeluarkan pendapat, menggali ilmu sendiri) menuju keberhasilan.

  16) Memberi kesempatan kepada anak yang pandai untuk bekerja sendiri dan dapat menyelesaikan pelajarannya lebih dahulu.

  17) Metode ini mengembangkan kepribadian siswa menuju akhir kebenaran ilmu tersebut.

  b. Kekurangan metode discovery-inquiry terbimbing Kekurangan yang dimiliki metode discover-inquiry terbimbing antara lain :

  1) Siswa yang lemah akan kesulitan dalam berpikir secara terpencar dan secara abstrak, menemukan korelasi antara konsep-konsep atau menyusun segala apa yang telah ditentukan secara lisan maupun tulisan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2) Metode ini tidak efisien untuk kelas yang jumlah siswanya besar.

  3) Strategi ini sukar diterapkan pada siswa-siswa dengan guru yang biasa dengan metode dan perencanaan pelajaran yang tradisional. 4) Dalam beberapa disiplin ilmu, misalnya kimia, fisika, beberapa fasilitas tidak dapat diadakan untuk menguji beberapa ide.

  5) Strategi ini mungkin tidak menghasilkan sikap berpikir kreatif, karena konsep-konsep yang harus ditemukan dan proses yang harus ditempuh sudah ”diberikan” oleh guru. 6) Siswa yang tidak dapat menyelesaikan tugasnya akan frustasi, khususnya siswa yang tidak lancar membaca dan lancar mengartikan kalimat. 7) Kelas dengan jumlah siswa yang banyak, akan memberatkan guru dalam memberikan bimbingan penemuan dan pengawasannya. 8) Tidak semua mata pelajaran dapat diberikan dengan metode ini.

  9) Tidak semua guru atau murid dapat menggunakan metode ini tanpa bimbingan dan fasilitas yang memadai.

  Upaya untuk mengatasi kekurangan metode discovery : 1) Kelas yang jumlah siswa yang besar dapat diatasi dengan menerapkan sistem kerja kelompok atau dibagi perkelompok.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2) Sosialisasi kepada guru yang terbiasa dengan metode dan perencanaan tradisonal agar dapat menggunakan metode ini.

  3) Guru menerapkan bimbingan yang lebih intensif kepada siswa yang yang lemah dalam berpikir terpencar.

  4) Pemberian bimbingan pada tiap kelompok agar memudahkan guru dalam memberikan pengawasan bimbingan penemuannya.

  Dari uraian di atas dapat kita tarik kesimpulan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode discovery-inquiry terbimbing membuat materi yang telah disampaikan akan tertanam lebih lama serta dapat mengaktifkan siswa untuk berproses dalam pembelajaran. Oleh karena itu metode Discovery-Inquiry Terbimbing pada pembelajaran IPA di Sekolah Dasar sangat diperlukan untuk membantu peningkatan prestasi belajar siswa.

C. Hakikat Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) 1.

  IPA sebagai Produk Ilmu Pengetahuan Alam sebagai produk merupakan kumpulan hasil kegiatan empirik dan kegiatan analitik yang dilakukan oleh para ilmuwan selama berabad-abad. Bentuk IPA sebagai produk adalah fakta- fakta, konsep-konsep prinsip-prinsip, dan teori-teori IPA.

  Yang disebut fakta dalam IPA adalah pernyataan-pernyataan tentang benda-benda yang benar-benar ada, atau peristiwa-peristiwa yang sungguh-sungguh terjadi dan sudah dikonfirmasi secara objektif.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Sedangkan konsep IPA adalah suatu ide yang mempersatukan fakta- fakta IPA. Konsep merupakan penghubung antara fakta yang ada dan hubungannya.

  Prinsip IPA adalah generalisasi tentang hubungan antara konsep- konsep IPA. Prinsip IPA bersifat analitik sebab merupakan generalisasi induktif yang ditarik dari beberapa contoh. Menurut para ilmuwan, prinsip merupakan deskripsi yang paling tepat tentang objek atau kejadian. Prinsip dapat berubah bila observasi baru dilakukan, karena prinsip bersifat tentatif.(Iskandar, 2001:3)

2. IPA sebagai Proses

  Pada prateknya apa yang dikenal sebagai IPA tidak dapat dipisahkan dari metode penelitian. Memahami IPA lebih dari hanya mengetahui fakta dalam IPA. Memahami IPA berarti juga memahami proses IPA, yaitu memahami bagaimana mengumpulkan fakta dan memahami bagaimana menghubungkan fakta untuk menginterprestasikannya.

  Ketrampilan proses IPA adalah ketrampilan yang dilakukan oleh para ilmuwan, diantaranya adalah : mengamati, mengukur, menarik kesimpulan, mengendalikan variabel, merumuskan hipotesis, membuat grafik dan tabel data, membuat definisi operasional, dan melakukan eksperimen.(Iskandar, 2001:5)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3. IPA untuk Sekolah Dasar

  IPA untuk anak-anak didefinisikan Paolo dan Marten (dalam Carin 1993:5) sebagai berikut : a. mengamati apa yang terjadi b. mencoba memehami apa yang diamati c. mempergunakan pengetahuan baru untuk meramalkan yang akan terjadi.

  d. menguji ramalan-ramalan di bawah kondisi-kondisi untuk melihat apakah ramalan tersebut benar.

  Selanjutnya Paolo dan Marten juga menegaskan bahwa dalam IPA tercakup juga coba-coba dan melakukan kesalahan, gagal, dan mencoba lagi. IPA tidak menyediakan semua jawaban untuk semua masalah yang kita ajukan. Dalam IPA, kita harus tetap bersikap skeptis, sehingga selalu siap memodifikasi model-model yang kita punyai tentang alam ini sejalan dengan penemuan-penemuan yang kita dapatkan. Selain itu, materti IPA harus dimodifikasi, ketrampilan proses IPA juga dilatihkan sesuai dengan perkembangan anak. (Iskandar, 2001:16)

  

D. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk Materi Perubahan

Lingkungan Fisik

1. Standar Kompetensi

  Standar Kompetensi adalah tujuan umum yang harus dicapau dalam kegiatan belajar mengajar. Standar kompetensi pada penelitian tindakan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kelas ini adalah memahami perubahan lingkungan dan pengaruhnya terhadap daratan.

  2. Kompetensi Dasar

  Kompetensi dasar adalah kemampuan dasar yang harus diperoleh siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Kompetensi dasar pada penelitian tindakan kelas ini adalah mendeskripsikan berbagai penyebab perubahan lingkungan (angin, hujan, cahaya matahari dan gelombang air laut).

  3. Ulasan materi Perubahan Lingkungan Fisik

  Lingkungan fisik adalah keadaan sekitar yang mempengaruhi dan mendukung kehidupan. Lingkungan fisik meliputi tanah, air, dan udara.

  Lingkungan fisik dapat mengalami perubahan. Pada dasarnya, faktor penyebab perubahan itu dibedakan menjadi dua, yaitu : a.

  Faktor alamiah yaitu faktor alam seperti angin, hujan, cahaya matahari, dan gelombang air laut.

  b.

  Faktor kegiatan manusia, misalnya pembukaan lahan untuk pemukiman dan pertanian, pembuatan jalan, penebangan hutan, dan pencemaran lingkungan.

  1) Pengaruh angin

  Angin adalah udara yang bergerak dari daerah yang bertekanan tinggi ke daerah yang bertekanan rendah.

  Angin mempunyai banyak manfaat bagi manusia, misalnya mengeringkan pakaian yang basah atau membantu penyerbukan pada bunga. Selain itu angin

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  juga dimanfaatkan oleh para nelayan untuk mencari ikan.

  Angin tidak hanya bermanfaat bagi manusia. Angin juga bisa merugikan bagi manusia. Pengaruh angin yang merugikan antara lain : angin tornado dan angin puting beliung.

  2) Pengaruh hujan

  Hujan berasal dari air yang ada di permukaan bumi mengalami penguapan. Penguapan air terjadi karena air terkena panas matahari.uap air naik ke twempat tinggi dan dingin. Akibatnya, uap air mengembun hingga membentuk butiran air. Butiran-butiran air yang jumlahnya sangat banyak ini membentuk awan. Di tempat yang amat tinggi dan dingin, butiran air dapat membeku. Jika butiran air atau es di awan cukup besar, butiran dapat jatuh ke tananh sebagai hujan. Air hujan mengisi permukaan bumi, sungai, dan laut.

  Hujan memiliki manfaat bagi manusia, antara lain :

  a) hujan dapat membersihkan udara sehingga menjadi segar, karena hujan dapat melarutkan kotoran di udara.

  b) hujan juga dapat menyirami tanaman pertanian yang membutuhkan banyak air dan menguntungkan sawah tadah hujan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  c) hujan dapat menambah simpanan air dalam tanah.

  d) hujan dimanfaatkan petani untuk memelihara ikan.

  e) hujan dapat digunakan sebagai sarana bermain.

  Hujan juga dapat merugikan manusia, antara lain : a) menyebabkan pengikisan tanah oleh air (erosi) b) hujan dapat menyebabkan banjir.

  c) air hujan dapat mengikis batuan yang lemah dan lunak.

  d) air hujan yang menggenang membuat tanah becek, berlumpur, dan menjadi sarang nyamuk demam berdarah maupun malaria.

  e) air hujan dapat merusak aspal.

  f) butiran tanah yang terangkut oleh aliran air akan mengendap di sungai sehingga mengakibatkan pendangkalan sungai.

  3) Pengaruh matahari

  Matahari merupakan sumber energi cahaya dan panas terbesar di bumi. Manfaat panas dan cahaya matahari antara lain :

  a) membantu proses fotosintesis tumbuhan b) berguna untuk kesehatan tulang, karena dapat mengubah pro vitamin D menjadi vitamin D.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  c) sebagai sumber energi alternatif, Pembangkit Listrik Tenaga Surya, panel surya, dan energi mobil tenaga surya.

  d) membantu mengeringkan pakaian, ikan asin, makanan, dan kerupuk.

  e) cahaya matahari bermanfaat untuk penerangan. Kerugian yang diakibatkan oleh cahaya dan panas matahari antara lain : a) pada musim kemarau, cahaya matahari dapat menguapkan air di permukaan tanah, sehingga tanah menjadi kering dan retak.

  b) akibat sumber air mengering, tumbuhan tidak mampu bertahan hidup, sehingga akan terjadi gagal panen dan mengakibatkan kelaparan.

  c) suhu yang tinggi akibat terkena cahaya matahari yang terus-menerus mengakibatkan lapisan batuan menjadi lapuk, sehingga dapat menghasilkan padang pasir dan lapisan tanah yang baru.

  d) sinar ultraviolet matahari berdampak buruk bagi kulit, karena dapat membuat kulit kemerahan, bercak hitam, bahkan kanker kulit.

  4) Pengaruh gelombang air laut

  Keuntungan dari adanya gelombang laut adalah :

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  a) sebagai objek wisata, karena keindahan gelombang lautnya, misalnya gelombang laut di pantai Sanur, Kuta, Parangtritis, Baron, dan Losari.

  b) sebagai sarana olahraga, misalnya selancar air. Kerugian yang akan diakibatkan oleh gelombang laut, antara lain : a) mengakibatkan abrasi, yaitu pengikisan pantai yang diakibatkan oleh gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak.

  b) abrasi dapat mengubah darat menjadi lautan, sehingga membuat wilayah daratan berkurang bahkan bila abrasi terjadi di pulau kecil, maka lama-kelamaan pulau itu akan hilang.

  c) menyulitkan kapal atau perahu untuk berlayar.

  d) dapat merusak ekosistem pantai.

  e) gempa tektonik yang terjadi di dasar laut, mengakibatkan gelombang pasang tsunami. 5)

  Pengaruh manusia Manusia diberi anugerah akal untuk berfikir oleh Tuhan, sehingga manusia mampu mengelola alam atau lingkungan hidup sebaik-baiknya. Hal-hal yang dapat dilakukan manusia untuk melestarikan lingkungan adalah :

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  a) membuat peraturan yang bijaksana dalam pelestarian lingkungan.

  b) membuat peraturan dan ketentuan bagi perusak lingkungan.

  E. Keterkaitan Metode Discovery-Inquiry Terbimbing dengan Peningkatan Prestasi Belajar Mengenai Perubahan Lingkungan Fisik Semester II Tahun Pelajaran 2012/2013 Pada Siswa Kelas IVA SD Kanisius Sengkan

  Pembelajaran IPA, khususnya pada materi perubahan lingkungan fisik melalui metode yang tepat diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Adapun metode yang akan digunakan yaitu metode discovery-inquiry terbimbing. Penggunaan metode ini diharapkan akan mengaktifkan keterlibatan siswa, sehingga siswa dapat mengerti dan memahami suatu konsep.

  F. Hipotesis Tindakan

  Hipotesis dalam penelitian tindakan kelas ini adalah penggunaan metode discovery- inquiry terbimbing dapat meningkatkan prestasi belajar pada mata

  pelajaran IPA khususnya mengenai perubahan lingkungan fisik semester 2 Tahun Pelajaran 2012/2013 pada siswa kelas IVA SD Kanisius Sengkan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dipakai dalam Penelitian Tindakan Kelas ini

  mengacu pada model Mc. Taggart & Kemis. Siklus dalam penelitian tersebut dapat dilihat melalui bagan di bawah ini: Pengamatan

  Perencanaan Pelaksanaan Pelaksanaan Refleksi

  Refleks i Pengamatan

  Perencanaan

Bagan 3.1 Siklus Penelitian Tindakan Kelas a.

  Perencanaan Mencakup tindakan yang akan dilakukan untuk memperbaiki, meningkatkan, atau merubah perilaku dan sikap yang diinginkan sebagai solusi dari permasalahan-permasalahan yang ada.

  b.

  Pelaksanaan Pelaksanaan tindakan menyangkut apa yang dilakukan peneliti sebagai upaya perbaikan, peningkatan, atau perubahan yang dilaksanakan sesuai dengan pedoman yang telah direncanakan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  c.

  Pengamatan Dalam kegiatan pengamatan, peneliti mengamati hasil atau dampak dari tindakan yang telah dilaksanakan melalui tehnik observasi.

  d.

  Refleksi Dalam kegiatan refleksi, peneliti mengkaji, melihat, dan mempertimbangkan hasil-hasil atau dampak dari tindakan yang telah dilakukan.

B. Setting Penelitian 1.

  Tempat penelitian : Penelitian ini akan dilaksanakan di SD Kanisius Sengkan yang beralamat di Jl. Kaliurang Km. 7, Condong Catur, Depok, Sleman, Yogyakarta 55283.

  2. Subyek penelitian : Kelas IVA SD Kanisius Sengkan tahun ajaran 2012/2013 yang berjumlah 40 anak yang meliputi 20 siswa putri dan 20 siswa putra.

  3. Obyek penelitian : Obyek dalam penelitian ini adalah prestasi belajar siswa dalam pembelajaran IPA materi perubahan lingkungan fisik.

  4. Waktu penelitian : Bulan Februari semester genap tahun pelajaran 2012/2013.

C. Pelaksanaan Tindakan

  Langkah - langkah penelitian tindakan kelas ini disusun sebagai berikut:

  1. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Sebelum melakukan penelitian peneliti melakukan beberapa persiapan diantaranya: a.

  2) Guru memberi waktu kepada siswa untuk mengajukan pertanyaan tentang materi yang beluim dipahami.

  Guru menjelaskan materi perubahan lingkungan fisik yang dipengaruhi oleh angin dan hujan.

  Pelaksanaan tindakan 1)

  2) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran b.

  Melakukan apersepsi

  Rencana tindakan Pertemuan I ( 2x40 menit) 1)

  SIKLUS I a.

  Menyusun soal dan kisi-kisi.

  f.

  Mempersiapkan media.

  e.

  Menyusun Silabus, RPP, dan LKS.

  d.

  Identifikasi masalah.

  c.

  Observasi sebelum kegiatan wawancara.

  b.

  Permintaan ijin kepada Kepala SD Kanisius Sengkan.

2. Rencana tindakan setiap siklus

  • Guru mengadakan tanya jawab tentang perubahan lingkungan fisik yang dipengaruhi oleh angin dan hujan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3) Guru dan siswa menarik kesimpulan bersama berdasarkan penjelasan materi dan merencanakan suatu percobaan untuk menemukan konsep, prinsip, dan hukum.

  c.

  Observasi / Pengumpulan data d.

  Refleksi Melakukan tanya jawab secara lisan kepada siswa tentang hal yang sudah dipelajari selama pertemuan tadi.

  Pertemuan II ( 3x40 menit) 1)

  Melakukan apersepsi Guru mengadakan tanya jawab tentang perubahan

  • lingkungan fisik.

  2) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. 3)

  Guru membagi siswa dalam kelompok, tiap kelompok terdiri dari 5 orang.

  4) Di dalam kelompok, siswa melakukan percobaan tentang perubahan lingkungan fisik yang dipengaruhi oleh angin dan hujan dengan alat dan bahan yang sudah disediakan.

  5) Guru meminta siswa melaporkan hasil penemuannya. 6) Guru dan siswa membahas hasil percobaan secara klasikal. 7) Guru meminta siswa mengerjakan soal akhir siklus I.

  e.

  Pelaksanaan tindakan siklus I Merealisasikan rencana tindakan pada butir a.

  f.

  Observasi/Pengumpulan Data

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan jalannya pembelajaran oleh observer. Hal ini didukung pula berdasarkan hasil tes tertulis. Tes tertulis ini di dalamnya terdapat 20 soal pilihan ganda.

  g.

  Refleksi Menguji hasil tindakan dari siklus I, apakah sudah sesuai dengan target pencapaian.

  SIKLUS II a.

  Rencana tindakan Pertemuan I ( 2x40 menit) 1)

  Melakukan apersepsi Guru mengadakan tanya jawab tentang perubahan

  • lingkungan fisik yang dipengaruhi oleh cahaya matahari dan gelombang laut.

  2) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran b.

  Pelaksanaan tindakan 1)

  Guru menjelaskan materi perubahan lingkungan fisik yang dipengaruhi oleh cahaya matahari dan gelombang laut.

  2) Guru memberi waktu kepada siswa untuk mengajukan pertanyaan tentang materi yang beluim dipahami.

  3) Guru dan siswa menarik kesimpulan bersama berdasarkan penjelasan materi dan merencanakan suatu percobaan untuk menemukan konsep, prinsip, dan hukum.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  c.

  Observasi / Pengumpulan data d.

  Refleksi Melakukan tanya jawab secara lisan kepada siswa tentang hal yang sudah dipelajari selama pertemuan tadi.

  Pertemuan II ( 3x40 menit) 1)

  Melakukan apersepsi

  • Guru mengadakan tanya jawab tentang perubahan lingkungan fisik.

  2) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. 3)

  Guru membagi siswa dalam kelompok, tiap kelompok terdiri dari 5 orang.

  4) Di dalam kelompok, siswa melakukan percobaan tentang perubahan lingkungan fisik yang dipengaruhi oleh cahaya matahari dan gelombang laut dengan alat dan bahan yang sudah disediakan.

  5) Guru meminta siswa melaporkan hasil penemuannya. 6) Guru dan siswa membahas hasil percobaan secara klasikal. 7) Guru meminta siswa mengerjakan soal akhir siklus II.

  e.

  Pelaksanaan tindakan siklus II Merealisasikan rencana tindakan pada butir a.

  f.

  Observasi/Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan jalannya pembelajaran oleh observer. Hal ini didukung pula

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  berdasarkan hasil tes tertulis. Tes tertulis ini di dalamnya terdapat 20 soal pilihan ganda.

  g.

  Refleksi Menguji hasil tindakan dari siklus II, apakah sudah sesuai dengan target pencapaian.

D. Pengumpulan Data Dalam penelitian ini, peubahnya adalah hasil belajar siswa.

  Instrumen penelitian, indikator, data dan pengumpulannya dapat dilihat di bawah ini.

Tabel 3.1 Tabel Instrumen Penelitian Tindakan Kelas

  Peubah Indikator Jenis Data Pengumpulan Instrumen

  Prestasi belajar dalam perubahan lingkungan fisik

  Nilai rata-rata kelas dalam cara perubahan lingkungan fisik

  Nilai Tes tertulis yang dilakukan setiap akhir siklus.

  Lembar soal tes tertulis yang berjumlah 20 soal pilihan ganda

  Kualitas dari soal ulangan Siklus I dan Siklus II telah diuji cobakan di kelas V A SD Kanisius Sengkan, karena pada saat dilakukan uji coba, siswa kelas IV belum menerima materi tentang perubahan lingkungan fisik. Kualitas soal tersebut dinyatakan dengan :

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Menurut Masidjo (1995 : 242), validitas suatu tes adalah sampai dimana suatu tes mampu mengukur apa yang seharusnya diukur. Taraf validitas suatu tes dinyatakan dalam koefisien validitas . Validitas item yang dihitung dengan menghitung korelasi skor item dengan skor total, yang dihitung dengan rumus korelasi product moment dari Pearson yaitu :

  − =

  2

  2

  2

  2

  − − Keterangan :

  = koefisien validitas X = hasilpengukuran suatu tes yang ditentukan validitasnya Y = kriteria yang dipakai

  b) Reliabilitas

  Menurut Masidjo ( 1995 : 209 ), reliabitas suatu tes adalah taraf di mana suatu tes mampu menunjukan konsistensi hasil pengukurannya yang diperlihatkan dalam taraf ketepatan dan ketelitian hasil. Taraf reliabilitas suatu tes dinyatakan dalam suatu koefisien yang disebut koefisien reliabilitas ( ).

  Koefisien Korelasi (x) Kualifikasi 0,91 Sangat tinggi

  • – 1,00 0, 71 Tinggi – 0,90

  0,41 Cukup

  • – 0,70 0,21 Rendah – 0,40

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  0,00 Sangat Rendah

  • – 0,20 Sumber : Masidjo ( 1995 ; 209) Reliabilitas tes, yang dihitung dengan rumus Kuder Richardson (KR)-21, yaitu

  2

  − − =

  2

  − 1 Keterangan : n = St = deviasi standar skor tes Mt = mean skor tes

  = koefisien reliabilitas N = jumlah item E.

   Analisis Data

  Untuk melihat peningkatan prestasi belajar siswa, peneliti terlebih menghitung rata-rata kelas dan persentase jumlah siswa yang mencapai KKM. Berikut ini adalah skoring dan penilaian prestasi belajar siswa.

1. Penghitungan skor evaluasi siswa (scoring)

  Tes tertulis untuk mengukur pretasi belajar berupa tes obyektif berupa pilihan ganda dengan 4 opsi, dan jumlah siswa 20 soal. Pada setiap satu butir soal dijawab benar diberikan skor 1 dan salah 0. Jumlah skor yang diperoleh masing-masing siswa adalah jumlah skor dari jawaban benar siswa.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2. Penilaian

  Pada tahap penilaian, jumlah skor yang diperoleh siswa diubah menjadi nilai. Langkah merubah jumlah skor hasil evaluasi siswa menjadi nilai menggunakan rumus sebagai berikut:

  Nilai = x 10 3.

   Menghitung nilai rata-rata (mean) kelas

  Menghitung nilai rata-rata pekerjaan siswa kelas IVA SD Kanisius Sengkan, dilakukan dengan langkah sebagai berikut:

  ℎ ℎ

  Nilai rata-rata (mean) :

  ℎ 4.

   Persentase jumlah siswa yang mencapai KKM

  Prestasi : x 100%

  ℎ

  Peningkatan prestasi belajar siswa diukur berdasarkan dua tolak ukur, yaitu persentase jumlah siswa yang mencapai KKM dan peningkatan rata-rata kelas. Jika persentase jumlah siswa yang mencapai KKM dan nilai rata-rata kelas setelah dilakukan tindakan lebih tinggi dari persentase jumlah siswa yang mencapai KKM dan nilai rata-rata kelas sebelum tindakan, maka

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Kondisi awal prestasi belajar siswa dan kondisi akhir yang diharapkan adalah sebagai berikut:

Tabel 3.2 Indikator Keberhasilan Siswa

  Peubah Indikator Kondisi Awal Kondisi pada akhir siklus Siklus

  I Siklus

  II Prestasi

  belajar dalam perubahan lingkungan fisik

  Nilai rata-rata kelas dalam perubahan lingkungan fisik

  59,83 70,00 75,00 Persentase jumlah peserta didik yang nilainya mencapai KKM

  29,28 % 50% 70%

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. HASIL PENELITIAN Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berjudul Peningkatan Prestasi Belajar Dengan Menggunakan Metode Discovery Inquiry Terbimbing dalam Mata Pelajaran IPA Peserta didik Kelas IVA SD Kanisius Sengkan Tahun Pelajaran 2012/2013 dilaksanakan selama 2 minggu. Dimulai pada tanggal 14 Mei 2013 sampai dengan 1 juni 2013.

1. Siklus Pertama a.

  Pelaksanaan Penelitian Penelitian tindakan kelas siklus yang pertama dilaksanakan pada hari Selasa, 14 Mei 2013 dan Kamis, 16 Mei 2013 di kelas IVA dengan jumlah peserta didik 40 orang. Pembelajaran berlangsung dengan metode discovery inquiry terbimbing dan berpedoman pada rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah dibuat. Pada akhir siklus pertama ini, diadakan ulangan harian kepada peserta didik untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta didik dalam menerima pelajaran.

  b.

  Hasil Penelitian Setelah dilakukan penelitian selama satu minggu ini, hasil yang diperoleh dari penelitian siklus pertama ini adalah nilai ulangan peserta didik sebagai berikut :

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  21 Katarina Likahayu Setyanu 100 √

  65 √

  16 Eduardus Bryan Mahendra

  45 √

  17 Enrique Marcell Pratama

  55 √

  18 Filemon Firdaus Simbolon

  75 √

  19 Gregorius Alviano Mikael

  80 √

  20 Ignatia Amelie Happy Cancera 100 √

  22 Mikael Jordy Tanuwijaya

  70 √

  65 √

  23 Maria Regina Christie

  65 √

  24 Miracele Tifanklesia E.R

  85 √

  25 Nicolas Inario Wisnu

  55 √

  26 Norbert Christian Wibowo

  60 √

  27 Patricia Adeline Tarisa

  95 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  15 Dionisius Amadeus

Tabel 4.1 Nilai Ulangan IPA peserta didik Kelas IVA Siklus 1

  No Nama Peserta didik Nilai Ketuntasan Ya Tidak

  45 √

  01 Andrianus Danariko

  55 √

  02 Frederikus Fendi Gading Samudra

  60 √

  03 Laurentius Anriko Ramaditya

  85 √

  04 Christophorus Tri Lubersih Atmajanta

  65 √

  05 Albertus Magnus Yudha Perkasa

  95 √

  06 Alexandra Vania Rasendriya

  07 Aloysius Raditya Arga Kusuma

  75 √

  55 √

  08 Alvonsus Devanto Adhyatma

  35 √

  09 Amadea Ratri R 100 √

  10 Anastasia Alfa Novalentina

  55 √

  11 Benedicta Regina Amabel

  90 √

  12 Bernadus Scendy Cenaga

  75 √

  13 Brigitta Mutiara Putri

  14 Dominico Savio Amadis

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  35 √

  Pengamatan Pengamatan ini dilakukan kepada peserta didik selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Kegiatan pembelajaran yang diamati ini meliputi kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Guru hanya mengamati bagaimana peserta didik dapat menggali dan menemukan informasi untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi di dalam kelompoknya. Dalam pelaksanaan siklus pertama ini, peserta didik sudah mampu menemukan contoh perubahan lingkungan yang disebabkan angin dan hujan sesuai dengan pengalaman mereka sehari-hari. Hal ini diketahui

  Sumber. Hasil pengukuran ulangan peserta didik akhir siklus I c.

  Persentase 70 % 30 %

  Jumlah 2855 Rata-rata 71,38

  65 √

  40 John Hobert Parulian

  90 √

  39 Nadanta Catravedha Aretas

  80 √

  38 Josemaria Dhirendra Arya Daneswara

  90 √

  37 Christian Dwi Cahya Saputra

  28 Raditya Victorio Ardhana

  75 √

  65 √

  35 Vincantius Lucky Christmastian

  65 √

  34 Vincancia Berlin Dwianda

  33 Vincencio Valdy Putra Sasangka 100 √

  75 √

  32 Victoria Abigail Prabowo

  80 √

  31 Veronica Febri Kusumastuti

  60 √

  30 Scolastika Thalia Aurora Yvonda Dira

  70 √

  29 Reinardus Hendra P

  36 Yuan Vanessa Fraja

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  didik.Peserta didik juga dapat mengetahui penyebab dari perubahan lingkungan fisik beserta dampaknya bagi kelangsungan hidup.Saat percobaan yang dilakukan pada siklus pertama ini, peserta didik dalam beberapa masih mengalami kesulitan dengan penggunaan media, akan tetapi mereka masih bisa mengatasi kesulitan tersebut dengan bimbingan dari guru.

  Di akhir siklus pertama ini dilaksanakan ulangan akhir siklus, untuk mengetahui pemahaman peserta didik setelah menerima pembelajaran.

  d.

  Refleksi Dari hasil ulangan peserta didik pada tabel di atas, diperoleh nilai rata-rata mencapai 71,38dan meningkat dari nilai rata-rata kondisi awal yaitu 59,83. Nilai rata-rata ini belum sesuai dengan indikator keberhasilansiklus kedua yaitu 75,00, maka penelitian ini dilanjutkan pada siklus kedua. Hal-hal yang perlu direfleksikan selama proses pembelajaran berlangsung adalah : 1)

  Peserta didik masih merasa kesulitan untuk melakukan percobaan tanpa penjelasan dari guru terlebih dahulu.

  2) Kemampuan peserta didik dalam memahami petunjuk masih kurang, sehingga masih banyak peserta didik yang terus menerus bertanya tentang langkah percobaan berikutnya.

  2.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  05 Albertus Magnus Yudha Perkasa

  80 √

  10 Anastasia Alfa Novalentina

  09 Amadea Ratri R 100 √

  70 √

  08 Alvonsus Devanto Adhyatma

  70 √

  07 Aloysius Raditya Arga Kusuma

  80 √

  06 Alexandra Vania Rasendriya

  90 √

  a.

  Pelaksanaan Penelitian Penelitian tindakan kelas siklus yang pertama dilaksanakan pada hari Selasa, 28 Mei 2013 dan Kamis, 30 Mei 2013 di kelas IVA dengan jumlah peserta didik 40 orang. Pembelajaran berlangsung dengan metode discovery inquiry terbimbing dan berpedoman pada rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah dibuat. Pada akhir siklus kedua ini, juga diadakan ulangan akhir siklus kepada peserta didik untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta didik dalam menerima pelajaran.

  04 Christophorus Tri Lubersih Atmajanta

  85 √

  03 Laurentius Anriko Ramaditya

  60 √

  02 Frederikus Fendi Gading Samudra

  60 √

  01 Andrianus Danariko

  No Nama Peserta didik Nilai Ketuntasan Ya Tidak

Tabel 4.2 Tabel Nilai Ulangan IPA peserta didik Kelas IVA Siklus II

  Hasil Penelitian Setelah dilakukan penelitian selama satu minggu ini, hasil yang diperoleh dari penelitian siklus kedua ini adalah nilai ulangan peserta didik sebagai berikut :

  b.

  60 √

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  34 Vincancia Berlin Dwianda

  27 Patricia Adeline Tarisa 100 √

  28 Raditya Victorio Ardhana

  75 √

  29 Reinardus Hendra P

  75 √

  30 Scolastika Thalia Aurora Yvonda Dira

  55 √

  31 Veronica Febri Kusumastuti

  90 √

  32 Victoria Abigail Prabowo

  75 √

  33 Vincencio Valdy Putra Sasangka 100 √

  75 √

  26 Norbert Christian Wibowo

  35 Vincantius Lucky Christmastian

  65 √

  36 Yuan Vanessa Fraja

  60 √

  37 Christian Dwi Cahya Saputra

  90 √

  38 Josemaria Dhirendra Arya Daneswara

  90 √

  39 Nadanta Catravedha Aretas

  90 √

  40 John Hobert Parulian

  70 √

  75 √

  11 Benedicta Regina Amabel

  80 √

  18 Filemon Firdaus Simbolon

  12 Bernadus Scendy Cenaga

  70 √

  13 Brigitta Mutiara Putri

  60 √

  14 Dominico Savio Amadis

  60 √

  15 Dionisius Amadeus

  70 √

  16 Eduardus Bryan Mahendra

  60 √

  17 Enrique Marcell Pratama

  60 √

  80 √

  25 Nicolas Inario Wisnu

  19 Gregorius Alviano Mikael

  70 √

  20 Ignatia Amelie Happy Cancera

  90 √

  21 Katarina Likahayu Setyanu

  90 √

  22 Mikael Jordy Tanuwijaya

  90 √

  23 Maria Regina Christie

  60 √

  24 Miracele Tifanklesia E.R

  80 √

  70 √

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Rata-rata 75,75 Persentase 75 % 25 %

  Sumber. Hasil pengukuran ulangan peserta didik akhir siklus II c.

  Pengamatan Pengamatan ini dilakukan kepada peserta didik selama kegiatan pembelajaran berlangsung, seperti yang sudah dilakukan pada siklus pertama. Kegiatan pembelajaran yang diamati ini meliputi kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Di siklus kedua ini, secara keseluruhan kegiatannya hampir sama dengan siklus pertama. Peserta didik lebih mandiri dalam melakukan percobaan, sehingga tidak banyak peserta didik yang bertanya tentang langkah percobaan.

  Di akhir siklus kedua ini juga diadakan ulangan akhir siklus untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta didik terhadap materi yang diberikan.

  d.

  Refleksi Dari hasil ulangan peserta didik pada tabel di atas, diperoleh nilai rata-rata mencapai 75, 75 dan meningkat dari nilai rata-rata siklus I yaitu 71,38. Karena nilai ulangan ini telah memenuhi indikator keberhasilan siklus kedua yaitu 75,00 maka penelitian ini sudah dikatakan berhasil dan tidak perlu dilanjutkan lagi. Hal-hal yang perlu direfleksikan selama proses pembelajaran berlangsung adalah :

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  10 Anastasia Alfa Novalentina

  07 Aloysius Raditya Arga Kusuma

  44

  55

  70

  08 Alvonsus Devanto Adhyatma

  52

  35

  70

  09 Amadea Ratri R 87 100 100

  58

  45

  55

  80

  11 Benedicta Regina Amabel

  55

  90

  80

  12 Bernadus Scendy Cenaga

  54

  75

  70 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  80

  1) Perlu ditingkatkannya pengalaman peserta didik dalam kegiatan kerja kelompok, sehingga mereka dapat bertanggung jawab terhadap tugasnya masing-masing.

  2) Keaktifan peserta didik dalam kegiatan kelompoklah yang membuat mereka mampu menyelesaikan setiap tugas yang diberikan.

B. PEMBAHASAN

  60

  Hasil penelitian baik dari siklus I maupunsiklus II selanjutnya di analisis menggunakan teknik dokumentasi. Berikut ini perbandingan nilai yang dicapai peserta didik pada kondisi awal, siklus I hingga siklus II.

  Tabel 4. 3 Perbandingan nilai peserta didik pada kondisi awal, siklus I dan siklus II No Nama Peserta didik Kondisi Awal Siklus I Siklus II

  01 Andrianus Danariko

  20

  55

  60

  02 Frederikus Fendi Gading Samudra

  54

  60

  03 Laurentius Anriko Ramaditya

  06 Alexandra Vania Rasendriya

  70

  85

  85

  04 Christophorus Tri Lubersih Atmajanta

  55

  65

  60

  05 Albertus Magnus Yudha Perkasa

  75

  95

  90

  48

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  80

  65

  56

  34 Vincancia Berlin Dwianda

  33 Vincencio Valdy Putra Sasangka 84 100 100

  75

  75

  68

  32 Victoria Abigail Prabowo

  90

  53

  35 Vincantius Lucky Christmastian

  31 Veronica Febri Kusumastuti

  55

  60

  59

  30 Scolastika Thalia Aurora Yvonda Dira

  75

  70

  69

  29 Reinardus Hendra P

  75

  75

  55

  58

  80

  Data diatas menunjukkan hasil atau nilai - nilai yang diperoleh peserta

  70 Jumlah 2393 2855 3015 Rata-rata 59,83 71,38 75,75

  65

  56

  40 John Hobert Parulian

  90

  90

  83

  39 Nadanta Catravedha Aretas

  90

  59

  65

  38 Josemaria Dhirendra Arya Daneswara

  90

  90

  64

  37 Christian Dwi Cahya Saputra

  60

  35

  34

  36 Yuan Vanessa Fraja

  65

  75

  14 Dominico Savio Amadis

  55

  52

  80

  70

  19 Gregorius Alviano Mikael

  80

  75

  50

  18 Filemon Firdaus Simbolon

  60

  55

  17 Enrique Marcell Pratama

  20 Ignatia Amelie Happy Cancera 90 100

  60

  45

  54

  16 Eduardus Bryan Mahendra

  70

  65

  52

  15 Dionisius Amadeus

  60

  70

  70

  90

  89 95 100

  85

  27 Patricia Adeline Tarisa

  75

  60

  61

  26 Norbert Christian Wibowo

  70

  55

  56

  25 Nicolas Inario Wisnu

  80

  67

  21 Katarina Likahayu Setyanu 68 100

  24 Miracele Tifanklesia E.R

  60

  65

  51

  23 Maria Regina Christie

  90

  65

  52

  22 Mikael Jordy Tanuwijaya

  90

  28 Raditya Victorio Ardhana

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  menunjukkan penurunan dan peningkatan. Dari hasil yang ditunjukkanpadasiklus I, beberapa peserta didik belum mengalami peningkatan secara signifikan.

  Pada siklus pertama penelitian telah dilakukan discovery inqury terbimbing dengan pembagian setiap kelompok berjumlah 5 orang. Pada pelaksanaan siklus pertama ada empat peserta didik yang memperoleh nilai 100, dua peserta didik memperoleh nilai 95, tiga peserta didik memperoleh nilai 90, dua peserta didik memperoleh nilai 85, tiga peserta didik memperoleh nilai 80, lima peserta didik memperoleh nilai 75, dua peserta didik memperoleh nilai 70, tujuh peserta didik memperoleh nilai 65, tiga peserta didik memperoleh nilai 60, lima peserta didik memperoleh nilai 55, dua peserta didik memperoleh nilai 45, dan dua peserta didik memperoleh nilai 35.Jadi peserta didik yang memperoleh nilai di atas KKM pada siklus pertama sebanyak 28 peserta didik atau mencapai 70 % dari 40 peserta didik.

  Ada 12 peserta didik atau mencapai 30 % dari 40 peserta didik belum mencapai nilai KKM. Ketidaktuntasan peserta didik ini dipengaruhi oleh ketidakseriusan peserta didik dalam mengikuti pelajaran. Hal ini dibuktikan pada saat peserta didik bekerja di dalamkelompok masih ada peserta didik yang kurang bias diatur dan cenderung menjadi „troublemaker’, pada saat guru memberikan pengarahan pada kelompok lain. Masih banyak kekurangan yang terjadi pada siklus pertama, sehingga perlu diadakan perbaikan agar hasil belajar yang akan diperoleh pada siklus kedua mengalami peningkatan.

  Metode pembelajaran pada siklus kedua ini masih menggunakan

  discovery inquiry terbimbing . Secara teknis, cara yang digunakan sama,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  namun di sini keaktifan dan tanggung jawab peserta didik akan kegiatan pembelajaran semakin meningkat. Hal ini dibuktikan dengan adanya tiga peserta didik yang memperoleh nilai 100, delapan peserta didik yang memperoleh nilai 90, satu peserta didik yang memperoleh nilai 85, lima peserta didik yang memperoleh nilai 80, lima peserta didik yang memperoleh nilai 75, tujuh peserta didik yang memperoleh nilai 70, satu peserta didik yang memperoleh nilai 65, sembilan peserta didik yang memperoleh nilai 60, dan satu peserta didik yang memperoleh nilai 55. Dari hasil ini dapat dilihat bahwa adanya peningkatan hasil belajar menjadi 30 peserta didik atau 75 % dari 40 peserta didik yang mencapai KKM. Untuk peserta didik yang belum mencapai KKM sebanyak 10 peserta didik atau 75 % dari 40 peserta didik. Dengan hasil yang demikian, maka penelitian ini dikatakan berhasil, karena indikator keberhasilannya sudah tercapai. Dari hasil penelitian ini dapat dilihat, bahwa masih ada 6 peserta didik yang belum mencapai KKM pada siklus I dan siklus II, misalnya Gading yang pada siklus I dan siklus II memperoleh nilai 60 dan Andre yang pada siklus I meperoleh nilai 55 dan pada siklus II memperoleh nilai 60 ini adalah peserta didik yang tinggal kelas dan lambat dalam beberapa mata pelajaran, termasuk IPA.

  Berikut ini peningkatan jumlah peserta didik yang telah mencapai KKM jika digambarkan dalam diagram batang:

  Grafik 4.1.Presentase jumlah peserta didik yang mencapai KKM pada kondisi awal, siklus I dan siklus II

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Presentase jumlah siswa yang mencapai KKM 80% 70% 60% 50% 40%

  75% 70% 30% 20%

  30% 10% 0% Kondisi Awal Siklus I Siklus II

  Peningkatan hasil yang diperoleh peserta didik, pada kondisi awal, nilai rata-rata materi perubahan lingkungan fisik kelas IVA SD Kanisius Sengkan hanya mencapai nilai 59,83. Rata-rata tersebut jauh di bawah KKM, yaitu 65,00. Setelah dilakukan tindakan, pada siklus I nilai rata-rata meningkat menjadi 71, 38. Data ini telah menunjukkan peningkatan, dengan nilai rata- rata siklus I di atas nilai indikator keberhasilan siklus I. Kemudian, peneliti melanjutkan penelitian pada siklus II agar hasil belajar peserta didik mencapai nilai indikator keberhasilan semakin maksimal.

  Hasil yang dicapai pada siklus II menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Nilai rata-rata yang dicapai peserta didik adalah 75,75 atau telah melampaui nilai KKM. Berdasarkan hasil tersebut, peneliti kemudian menyimpulkan bahwa penelitian dihentikan karena telah mencapai target.

  Penelitian ini dianggap telah berhasil meningkatkan prestasi belajar peserta didik dalam materi perubahan lingkungan fisik.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Peneliti juga menggunakan t test untuk menghilangkan bias atau keraguan yang timbul dari perbedaan nilai rata-rata kondisi awal dan nilai rata-rata di akhir siklus II. Hasil yang diperoleh dari t test tersebut menunjukkan taraf kepercayaan 99% .Berdasarkan hasil yang diperoleh dari t test dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata kondisi awal dengan nilai rata-rata pada akhir siklus II. Hal itu juga menyatakan bahwa terjadi peningkatan kemampuan mengarang dari kondisi awal dengan akhir siklus II. Hasil penelitian tersebut dapat dilihat dari tabel di bawah ini:

Tabel 4.4 Ringkasan Hasil Penelitan

  Kondisi Siklus I Siklus II Peubah Indikator

  Awal Target Capaian Target Capaian Prestasi Nilai rata-rata belajar kelas dalam dalam perubahan 59,83 70,00 71,38 75,00 75,75 perubah- lingkungan an fisik lingkung

  Persentase an fisik jumlah peserta didik

  29,28% 50% 70% 70% 75% yang nilainya mencapai KKM

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Dari hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa hipotesis penerapan metode discovery inquiry terbimbing dapat meningkatkan prestasi belajar dalam mata pelajaran IPA mengenai perubahan lingkungan fisik.. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah siswa yang nilainya mencapai KKM di setiap siklus yaitu pada siklus pertama sebanyak 70% dan siklus kedua sebanyak 75%.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa : 1. Pembelajaran IPA dengan penerapan metode discovery inquiry

  terbimbing dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam perubahan lingkungan fisik di kelas IVA SD Kanisius Sengkan semester genap tahun ajaran 2012/2013.

  2. Hal ini terbukti dari meningkatnya persentase jumlah siswa yang nilainya mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang dalam materi ini adalah 65. Pada siklus I, persentase jumlah siswa yang nilainya mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) meningkat 40% dari kondisi awal 29,28% menjadi 70%. Sedangkan pada siklus II persentasenya meningkat 5% dari siklus I. Jumlah siswa yang nilainya mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) meningkat lagi menjadi 75%.

B. Saran

  Beberapa saran yang ingin peneliti berikan kepada pihak-pihak yang berkecimpung dalam dunia pendidikan atau pun pihak yang ingin meneliti masalah yang serupa diantaranya:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1. Penerapan metode discovery inquiry terbimbing sangat membantu dalam menyampaikan materi IPA khususnya dalam materi perubahan lingkungan. Oleh sebab itu hendaknya guru IPA menyampaikan materi tersebut dengan menerapkan metode ini.

  2. Kegiatan dengan menggunakan metodi ini akan lebih efektif jika dilakukan dalam kelompok. Namun demikian hendaknya pembagian jumlah anggota kelompok tidak terlalu besar karena jika terlalu besar kemungkinan akan ada beberapa anak yang tidak ikut aktif dalam kegiatan.

3. Sebelum melakukan pembelajaran dengan penerapan metode discovery

  inquiry terbimbing ini hendaknya alat dan bahan disiapkan dengan baik agar kegiatan pembelajaran berjalan dengan lancar.

  C.

  Keterbatasan 1.

  Kemampuan peneliti mengendalikan tidak sebaik guru kelas, Oleh karena itu pelaksanaan pembelajaran pada saat penelitian dirasa kurang maksimal.

  2. Kemampuan peneliti merancang perencanaan pembelajaran dirasa masih jauh dari sempurna

  3. Dokumentasi dari penelitian ini hanya sebatas dokumentasi visual yang berupa foto-foto pelaksanaan pembelajaran

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Amien, Moh. 1987. Apakah Metode Discovery

  • – Inquiry itu ?. Jakarta: Depdikbud

  Amien, Moh. 1987. Mengajarkan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Dengan

  Menggunakan Metode “Discovery” dan “Inquiry”. Jakarta: Departemen P dan K Dirjen Dikti.

  Arikunto, Suharsimi dkk.2006.Penelitian Tindakan Kelas.Jakarta.PT Bumi Aksara DePorter, Bobbi dan Hernacki, Mike .2006. Quantum Learning Membiasakan

  Belajar Nyaman dan Menyenangkan . Indonesia : Mizan

  Media Utama Dimiyati dan Mujiono.1993. Belajardan Pembelajaran.Jakarta : Dekdikbud Dr. Mulyani Sumantri,M.Ed / Drs.H.Johar Permana,Ma.Strategi Belajar

  Mengajar Drs. Ali Imron, M.Pd.1996. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta :Pustaka Jaya.

  Haryanto. 2007. Sains untuk SD Kelas IV. Jakarta : Erlangga. Iskandar, Srini M. 2001. Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam. Bandung. CV.Maulana Masidjo, Ign. 1995. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa Di Sekolah.

  Yogyakarta : Kanisius N. N. 2006. Pedoman Penulisan Tugas Akhir . Yogyakarta : Universitas Sanata

  Dharma Purwadi, Sarosa. 1980. Metode-metode Mengajar. Jakarta: P3G Departeman P

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Singer, Kurt .1987. Membina Hasrat Belajar di Sekolah . Bandung : CV. Remadja Karya

  Tanlain, Wens .2006. Perkembangan dan Belajar Peserta Didik I . Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma

  Wiriaatmadja, Rochiati.2008. Metode Penelitian Tindakan Kelas . Bandung: Rosdakarya.

  Depdiknas. 2003.Kurikulum 2004.Jakarta. TIM SEQIP. 2003. Buku IPA Guru Kelas 4. Jakarta : Depdiknas Winkel, W. S. 1987. Psikologi Pengajaran. Jakarta : Gramedia Wuryani, Sri, Esti, Djiwandono .1989. Psikologi Pendidikan . Jakarta : Depdikbud Sulistyanto, Heri.2008. Ilmu Pengetahuan Alam Untuk SD dan MI Kelas IV.

  Jakarta : Depdikbud Rositawaty, S. Senang Belajar Ilmu Pengetahuan Alam IV. Jakarta : Depdiknas

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

SILABUS

Satuan Pendidikan : SD Kanisius Sengkan Mata Pelajaran : IPA Hari, tanggal : pertemuan ke-1(Selasa, 14 Mei 2013) pertemuan ke-2(Kamis, 16 Mei 2013) pertemuan ke-3(Selasa, 28 Mei 2013) pertemuan ke-4(Kamis, 30 Mei 2013) Kelas : IV A Semester : 2 Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (8 Jp) A. Standar Kompetensi 10. Memahami perubahan lingkungan fisik dan pengaruhnya terhadap daratan.

  B. Kompetensi Dasar

  10.1 Mendeskripsikan berbagai penyebab perubahan lingkungan fisik (angin, hujan, cahaya matahari, dan gelombang air laut).

  C. Indikator Indikator pertemuan 1

  10.1.3 Peserta didik mampu merancang penemuan untuk menunjukan proses perubahan lingkungan yang disebabkan oleh angin dan hujan.

  10.1.5 Peserta didik mampu menunjukan adanya proses perubahan lingkungan fisik yang dipengaruhi oleh angin dan hujan.

  10.1.7 Peserta didik mampu membuat daftar pengaruh perubahan lingkungan fisik yang disebabkan oleh angin dan hujan

  Indikator pertemuan ke 2

  10.1.1 Peserta didik mampu mengidentifikasi pengaruh perubahan lingkungan yang disebabkan oleh angin dan hujan.

  10.1.9 Peserta didik mampu mengidentifikasi dampak perubahan lingkungan yang terjadi yang disebabkan oleh angin dan hujan.

  Indikator pertemuan ke 3

  10.1.4 Peserta didik mampu merancang penemuan untuk menunjukan proses perubahan lingkungan yang disebabkan oleh cahaya matahari dan gelombang laut.

  10.1.6 Peserta didik mampu menunjukan adanya proses perubahan lingkungan fisik yang dipengaruhi oleh cahaya matahari dan gelombang laut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Indikator pertemuan ke 4

  10.1.2 Peserta didik mampu mengidentifikasi pengaruh perubahan lingkungan yang disebabkan oleh cahaya matahari dan gelombang laut.

  10.1.10Peserta didik mampu mengidentifikasi dampak perubahan lingkungan yang terjadi yang disebabkan oleh cahaya matahari dan gelombang laut.

D. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan ke-1 1.

  Kegiatan Awal a.

  Apersepsi : tanya jawab tentang kejadian sehari-hari yang berhubungan dengan perubahan lingkungan fisik.

  2. Kegiatan Inti a.

  Peserta didik mendengarkan pengarahan tentang Discovery Inquiry Terbimbing.

  b.

  Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil yang berjumlah 5 orang.

  c.

  Peserta didik merancang percobaan sesuai dengan LKS yang telah diberikan tentang perubahan lingkungan yang disebabkan oleh angin dan hujan.

  d.

  Peserta didik melakukan percobaan sesuai dengan petunjuk pada LKS.

  e.

  Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok yang telah mereka lakukan.

  3. Kegiatan Akhir a.

  Peserta didik menarikan kesimpulan dengan bantuan guru.

  b.

  Refleksi dan penutup

  Pertemuan ke-2 1.

  Kegiatan Awal a.

  Apersepsi : mengulang materi, sesuai dengan pengalaman percobaan b.

  Peserta didik masuk ke dalam kelompok sesuai dengan pertemuan sebelumnya.

  2. Kegiatan Inti a.

  Peserta didik mengidentifikasi pengaruh perubahan lingkungan fisik yang disebabkan oleh angin dan hujan sesuai dengan hasil percobaan yang dilakukan pada pertemuan sebelumnya.

  b.

  Peserta didik mempresentasikan hasil identifikasi tentang konsep perubahan lingkungan fisik yang disebabkan oleh angin dan hujan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  d.

  Peserta didik menarik kesimpulan dengan bantuan guru.

  3. Kegiatan Akhir a.

  Peserta didik mengerjakan soal siklus I b.

  Refleksi dan penutup

  Pertemuan ke-3 1.

  Kegiatan Awal a.

  Apersepsi : tanya jawab tentang kejadian sehari-hari yang berhubungan dengan perubahan lingkungan fisik.

  2. Kegiatan Inti a.

  Peserta didik mendengarkan pengarahan tentang Discovery Inquiry Terbimbing.

  b.

  Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil yang berjumlah 5 orang.

  c.

  Peserta didik membaca dan merancang percobaan sesuai dengan LKS yang telah diberikan tentang perubahan lingkungan yang disebabkan oleh angin dan hujan.

  d.

  Peserta didik melakukan percobaan sesuai dengan petunjuk pada LKS. Apabila mengalami kesulitan, peserta didik bisa meminta bisa meminta bantuan dari guru.

  e.

  Peserta didik menjawab pertanyaan yang ada pada LKS 3. Kegiatan Akhir a.

  Peserta didik menarik kesimpulan dengan bantuan guru.

  b.

  Refleksi dan penutup

  Pertemuan ke-4 1.

  Kegiatan Awal a.

  Apersepsi : mengulang materi, sesuai dengan pengalaman percobaan b.

  Peserta didik masuk ke dalam kelompok sesuai dengan pertemuan sebelumnya.

  2. Kegiatan Inti a.

  Peserta didik mengidentifikasi pengaruh perubahan lingkungan fisik yang disebabkan oleh cahaya matahari dan gelombang laut sesuai dengan percobaan yang dilakukan pada pertemuan sebelumnya.

  b.

  Peserta didik mempresentasikan hasil identifikasi tentang perubahan lingkungan fisik yang disebabkab oleh cahaya matahari dan gelombang laut.

  c.

  Dari hasil yang sudah dipresentasikan oleh setiap kelompok, peserta didik

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3. Kegiatan Akhir a.

  Balok penyangga ( 3 buah) b. Bahan

  Bahan

  Alat

  Bahan

  Alat

  Percobaan II : perubahan fisik oleh angin a.

  Alat

  Peserta didik mengerjakan soal siklus II b.

  Percobaan I : perubahan lingkungan fisik oleh air a.

  Sulistyanto, 2008. Ilmu Pengetahuan Alam untuk SD dan MI Kelas IV. Jakarta ; Pusat Perbukuan 2. Media Pembelajaran

  b.

  Haryanto. 2007. Sains untuk SD Kelas IV. Jakarta : Erlangga.

  Sumber Pembelajaran a.

   Sumber dan Media Pembelajaran 1.

  Refleksi dan penutup E.

  • Gayung -
  • wadah berisi lapisan tanah biasa
  • wadah lapisan tanah berumput sedikit
  • wadah lapisan berumput banyak
  • air secukupnya
  • Kipas angin
  • Triplek b.
  • Pasir Percobaan III : perubahan lingkungan fisik oleh cahaya matahari a.
  • Kaca Pembesar b.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • Daun kering

  Percobaan IV : perubahan lingkungan fisik oleh gelombang laut a.

  Alat

  • wadah plastik
  • gayung b.

  Bahan

  • Pasir .

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  LAMPIRAN SIKLUS I (RPP, LKS, KISI-KISI, SOAL SIKLUS I, KUNCI JAWABAN)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Pertemuan I

Satuan Pendidikan : SD Kanisius Sengkan Mata Pelajaran : IPA Hari, tanggal : Selasa, 14 Mei 2013 Kelas : IVA Semester : 2 Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (2 Jp) A. Standar Kompetensi 10. Memahami perubahan lingkungan fisik dan pengaruhnya terhadap daratan.

  B. Kompetensi Dasar

  10.1 Mendeskripsikan berbagai penyebab perubahan lingkungan fisik (angin, hujan, cahaya matahari, dan gelombang air laut).

  C. Indikator

  10.1.3 Peserta didik mampu merancang penemuan untuk menunjukan proses perubahan lingkungan yang disebabkan oleh angin dan hujan.

  10.1.5 Peserta didik mampu menunjukan adanya proses perubahan lingkungan fisik yang dipengaruhi oleh angin dan hujan.

  10.1.7 Peserta didik mampu membuat daftar pengaruh perubahan lingkungan fisik yang disebabkan oleh angin dan hujan

  D. Kegiatan Pembelajaran 1.

  Kegiatan Awal

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  a.

  Apersepsi : tanya jawab tentang kejadian sehari-hari yang berhubungan dengan perubahan lingkungan fisik.

  • di daerah tempat tinggalmu?

  Apakah kamu pernah merasakan tiupan angin yang sangat kencang

  • kencang? 2.

  Apa yang terjadi dengan lingkunganmu saat angin bertiup sangat

  Kegiatan Inti a.

  Peserta didik mendengarkan penjelasan guru tentang perubahan lingkungan yang dipengaruhi oleh angin dan hujan.

  b.

  Peserta didik mendengarkan penjelasan tentang metode Discovery Inquiry Terbimbing.

  c.

  Peserta didik merumuskan masalah dengan bantuan guru dan mencoba membuat hipotesis dari rumusan masalah tersebut. Rumusan masalah yang dibuat, misalnya

  • longsor ?

  Mengapa di sekitar kita sering terjadi bencana banjir dan tanah

  Apa penyebab dari bencana tersebut ?

  • Bagaimana cara mengatasi munculnya bencana tersebut ?
  • d.

  Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil yang berjumlah 5 orang dengan kemampuan yang heterogen.

  e.

  Di dalam kelompok, peserta didik membaca dan merancang percobaan sesuai dengan LKS yang telah diberikan tentang perubahan lingkungan yang disebabkan oleh angin dan hujan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  f.

  Peserta didik diberi kesempatan untuk melakukan percobaannya sesuai dengan petunjuk pada LKS. Apabila mengalami kesulitan, peserta didik bisa meminta bisa meminta bantuan dari guru.

  g.

  Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok yang telah mereka lakukan.

  h.

  Peserta didik bersama dengan guru menguji hipotesis sesuai dengan percobaan yang telah dilakukan.

3. Kegiatan Akhir a.

  Peserta didik melakukan penarikan kesimpulan dengan bantuan guru.

  b.

  Refleksi dan penutup E.

   Sumber dan Media Pembelajaran 1.

  Sumber Pembelajaran a.

  Haryanto. 2007. Sains untuk SD Kelas IV. Jakarta : Erlangga.

  b.

  Sulistyanto, 2008. Ilmu Pengetahuan Alam untuk SD dan MI Kelas IV.

  Jakarta ; Pusat Perbukuan 2. Media Pembelajaran

  Percobaan I : perubahan lingkungan fisik oleh air a.

  Alat Gayung

  • Balok penyangga ( 3 buah)
  • b.

  Bahan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • wadah lapisan tanah berumput sedikit
  • wadah lapisan berumput banyak
  • air secukupnya

  Percobaan II : perubahan fisik oleh angin a.

  Alat

  • Kipas angin
  • Papan triplek b.

  Bahan

  • Pasir

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

LKS

(Siklus I, pertemuan 1)

SatuanPendidikan : SD KanisiusSengkan Hari/ Tanggal : Selasa, 14 Mei 2013 Kelas/ Semester : IVA/ 2 AlokasiWaktu : 2x 40 menit I. Indikator

  10.1.3 Peserta didik mampu merancang penemuan utnuk menunjukan proses perubahan lingkungan yang disebabkan oleh angin dan hujan.

  10.1.5 Peserta didik mampu menunjukan adanya proses perubahan lingkungan fisik yang dipengaruhi oleh angin dan hujan.

  10.1.7 Peserta didik mampu membuat daftar pengaruh perubahan lingkungan fisik yang disebabkan oleh angin dan hujan.

II. Petunjuk

  Perhatikan petunjuk guru! Bacalah lembar pengamatan dengan teliti dan isilah dengan benar! Jagalah ketertiban kelas! III.

   KegiatanBelajar A. KegiatanBelajar 1 1.

  Buatlah kelompok yang terdiri dari 5 anak, kemudian siapkanlah: a.

  Gayung b.

  Balok penyangga 3 buah c. Wadah berisi lapisan tanah biasa d.

  Wadah berisi tanah berumput sedikit e. Wadah lapisan berumput banyak f. Air secukupnya 2.

  Lakukanlah kegiatan berikut secara bergantian: a.

  Siapkan wadah berisi lapisan tanah biasa.

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  b.

  Beri penyangga pada salah satu bagian wadah, sehingga wadah tersebut akan menjadi miring.

  c.

  Siramlah wadah tersebut, pada bagian atas wadah.

  d.

  Amatilah perubahan yang terjadi pada tanah yang ada di dalam wadah.

  1) Apa yang terjadi ketika wadah berisi lapisan tanah biasa disiram dengan air?

  Jawab : ............................................... 2)

  Apa yang terjadi ketika wadah berisi lapisan tanah berrumput sedikit disiram dengan air? Jawab : ............................................... 3)

  Apa yang terjadi ketika wadah berisi lapisan tanah berrumput banyak disiram dengan air? Jawab : ............................................... 4)

  Dalam percobaan ini, lapisan tanah ini diumpakan sebagai daerah yang memiliki permukaan tanah yang miring.

  Kemudian terjadi hujan yang mengguyur daerah tersebut. Apa yang akan terjadi dengan :

  a) Daerah yang kering dan tidak ada tanaman sama sekali? Jawab : ...............................................

  b) Daerah yang memiliki tanaman / pohon sedikit ? Jawab : ...............................................

  c) Daerah yang memiliki tanaman / pohon banyak? Jawab : ...............................................

  d) Berikan kesimpulanmu ! Jawab : ...............................................

  B. KegiatanBelajar 2 1.

  Siapkanlah: a.

  Kipas angin

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  c.

  Pasir 2. Lakukan kegiatan berikut dalam kelompok! a.

  Buatlah gundukan pasir di atas triplek.

  b.

  Arahkan kipas angin ke papan triplek dan nyalakan.

  c.

  Amati perubahan yang terjadi pada pasir yang ada di atas triplek.

  1) Apa yang terjadi dengan pasir yang diletakan di atas triplek saat kipas angin belum dinyalakan?

  Jawab : ............................................... 2)

  Apa yang terjadi dengan pasir yang diletakkan di atas triplek saat kipas angin sudah dinyalakan? Jawab : ............................................... 3)

  Dalam percobaan ini, gundukan pasir diumpakan sebagai daerah permukaan tanah. Kipas angin diumpakan sebagai tiupan angin. Apa yang terjadi dengan :

  a) Permukaan tanah yang di sekitarnya bertiup angin yang kecil?

  Jawab : ...............................................

  b) Permukaan tanah yang di sekitarnya bertiup angin yang besar (angin topan)?

  Jawab : ...............................................

  c) Berikan kesimpulanmu? Jawab : ...............................................

  Refleksi 1.

  Kesulitan apa yang kamu alami? Jawab : ...............................................

  2. Bagaimana perasaanmu setelah mempelajari tema ini? Jawab : ...............................................

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Pertemuan II

Satuan Pendidikan : SD Kanisius Sengkan Mata Pelajaran : IPA Hari, tanggal : Kamis, 16 Mei 2013 Kelas : IVA Semester : 2 Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (2 Jp) A. Standar Kompetensi 10. Memahami perubahan lingkungan fisik dan pengaruhnya terhadap daratan.

  B. Kompetensi Dasar

  10.1 Mendeskripsikan berbagai penyebab perubahan lingkungan fisik (angin, hujan, cahaya matahari, dan gelombang air laut).

  C. Indikator

  10.1.1 Peserta didik mampu mengidentifikasi pengaruh perubahan lingkungan yang disebabkan oleh angin dan hujan.

  10.1.9 Peserta didik mampu mengidentifikasi dampak perubahan lingkungan yang terjadi yang disebabkan oleh angin dan hujan.

  D. Kegiatan Pembelajaran 1.

  Kegiatan Awal a.

  Apersepsi : mengulang materi, sesuai dengan pengalaman percobaan b. Peserta didik masuk ke dalam kelompok sesuai dengan pertemuan sebelumnya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

   Sumber dan Media Pembelajaran 1.

  Gambar dampak perubahan lingkungan yang disebabkan oleh angin dan hujan.

  Jakarta ; Pusat Perbukuan 2. Media Pembelajaran a.

  Sulistyanto, 2008. Ilmu Pengetahuan Alam untuk SD dan MI Kelas IV.

  b.

  Haryanto. 2007. Sains untuk SD Kelas IV. Jakarta : Erlangga.

  Sumber Pembelajaran a.

  2. Kegiatan Inti a.

  Peserta didik mengidentifikasi pengaruh perubahan lingkungan fisik yang disebabkan oleh angin dan hujan sesuai dengan hasil percobaan yang dilakukan pada pertemuan sebelumnya.

  3. Kegiatan Akhir a.

  Peserta didik melakukan penarikan kesimpulan dengan bantuan guru.

  d.

  Dari hasil yang sudah dipresentasikan oleh setiap kelompok, peserta didik diharapkan menemukan cara pencegahan perubahan lingkungan fisik yang disebabkan oleh angin dan hujan.

  c.

  Peserta didik mempresentasikan hasil identifikasi tentang konsep perubahan lingkungan fisik yang disebabkan oleh angin dan hujan.

  b.

  Peserta didik mengerjakan soal siklus I b. Refleksi dan penutup E.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

KISI-KISI SOAL SIKLUS 1

Standar Kompetensi No. Indikator Kompetensi Dasar

  Soal

  10.Memaha-

  10.1 Mendes-

  10.1.1 Peserta didik mampu mi perubahan kripsikan mengidentifikasi pengaruh 1, 7, lingkungan berbagai perubahan lingkungan yang 8, 16 fisik dan penyebab disebabkan oleh angin dan hujan. pengaruhnya perubahan

  10.1.3 Peserta didik mampu terhadap lingkungan merancang penemuan untuk

  4, 15, daratan. fisik (angin, menunjukan proses perubahan 19, 20 hujan, cahaya lingkungan yang disebabkan oleh matahari, dan angin dan hujan. gelombang

  10.1.5 Peserta didik mampu air laut). menunjukan adanya proses 3, 10, perubahan lingkungan fisik yang 11, 12 dipengaruhi oleh angin dan hujan.

  10.1.7 Peserta didik mampu membuat daftar pengaruh 2, 17 perubahan lingkungan fisik yang disebabkan oleh angin dan hujan

  10.1.9 Peserta didik mampu mengidentifikasi dampak 5, 6, perubahan lingkungan yang terjadi 9, 13, yang disebabkan oleh angin dan 14, 18 hujan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  IPA : Perubahan Lingkungan Fisik SOAL SIKLUS I Nama Nilai Lingkarilah huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang kamu anggap benar! 1.

  Lingkungan dapat bertambah baik atau buruk akibat perubahan … a. c. cuaca waktu b. d. udara cahaya

  2. Berikut ini yang merupakan perubahan lingkungan yang dipengaruhi oleh kegiatan angin adalah a. c. tsunami penebangan hutan b. d. banjir puting beliung

3. Adanya pohon tumbang waktu hujan deras disebabkan juga karena pengaruh dari … a.

  c. gerhana matahari cahaya matahari b. d. angin kencang gelombang laut

  4. Di bawah ini, benda yang digunakan untuk membuktikan pengaruh angin bagi perubahan lingkungan adalah ...

  a. c. kipas dan kaca pembesar pasir dan kipas b. d. kipas dan batu kaca pembesar dan daun

  5. Dampak yang ditimbulkan dari hujan yang turun terus menerus di daerah dataran tinggi yang gundul adalah ...

  a. c. kebakaran erosi b. d. abrasi banjir

  6. Perubahan lingkungan yang terjadi dengan meluncurnya tanah akibat tidak dapat lagi menampung air di dalamnya disebut … a. c. tanah longsor gempa bumi b. d. tanah amblas air bah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  b. angin

  c. kincir

  a. turbin

  d. reboisasi 13. Manfaat angin pada pembangkit listrik, adalah untuk memutar . . .

  c. gletser b. abrasi

  d. angin puting beliung 12. Pengikisan tanah daratan yang disebabkan oleh air hujan disebut … a. erosi

  c. angin Passat b. angin Brubu

  a. angin Bohorok

  Perubahan lingkungan yang terjadi karena angin kencang yang merusak tembakau di Sumatera Utara disebut ...

  d. cahaya matahari 11.

  c. gelombang laut

  7. Perubahan lingkungan yang disebabkan oleh hujan adalah ...

  a. membersihkan udara

  d. sarana olahraga 10. Peristiwa alam yang tampak pada gambar di bawah ini dipengaruhi oleh …

  b. erosi

  c. PLTA

  a. pengairan sawah

  d. badai 9. Di bawah ini keuntungan yang kita peroleh dari hujan yaitu ...

  b. abrasi

  c. topan

  Perubahan lingkungan yang terjadi di daratan karena tiupan angin sangat kencang dan menghancurkan bangunan di sekitarnya disebut … a. erosi

  d. menambah simpanan tanah 8.

  c. mengikis lapisan tanah b. menyirami tanaman

  a. hujan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  d. eskalator 18. Hujan yang lebat dan terjadi terus menerus dapat menyebabkan … a. tsunami

  d. akarnya melekatkan tanah

  c. daunnya menyerap air b. menyuburkan tanah

  a. menggunakan air untuk hidup

  d. mobil tamiya 20. Tanaman pelindung dapat mencegah erosi dengan cara ...

  b. gobag sodor

  c. beteng

  a. layang-layang

  d. gletser 19. Permainan anak yang memanfaatkan tiupan angin adalah ...

  c. abrasi b. banjir

  14. Tiupan pusaran angin yang terjadi di Amerika Serikat disebut ...

  a. tornado

  a. terasering

  d. relokasi 17. Di lahan pertanian atau perkebunan yang miring seperti perbukitan, banyak terdapat … untuk mencegah terjadinya erosi dan longsor.

  c. transmigrasi b. reboisasi

  Memperbanyak daerah resapan air

  d. botol berisi sirup 16. Usaha untuk mencegah terjadinya banjir perlu dilakukan upaya … a.

  c. wadah berisi tanah b. wadah berisi batuan

  a. gelas berisi minuman

  d. Topan 15. Berikut ini bahan yang digunakan untuk membuktikan adanya perubahan lingkungan yang disebabkan oleh hujan adalah ...

  c. leysus b. puting beliung

  c. polisi tidur b. punden berundak

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA TENTANG KONSEP GAYA PADA MATA PELAJARAN IPA DENGAN MENGGUNAKAN METODE PENEMUAN TERBIMBING DI KELAS V SD NEGERI SOMONGARI PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2009 2010
0
2
56
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL MENGGUNAKAN METODE KERJA KELOMPOK PADA SISWA KELAS VI SD KANISIUS KOTABARU TAHUN AJARAN 20092010 SKRIPSI
0
2
97
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MENGGUNAKAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TEKNIK JIGSAW DALAM MATA PELAJARAN IPS PADA SISWA KELAS V SD KANISIUS KEMBARAN BANTUL TAHUN PELAJARAN 2009 2010
0
2
143
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN DALAM MATA PELAJARAN IPA MATERI SIFAT-SIFAT CAHAYA SISWA KELAS V SD KANISIUS KLEPU SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 20102011 SKRIPSI
0
1
129
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR DENGAN TEKNIK PEMBELAJARAN MIND MAP MATA PELAJARAN PKn BAGI SISWA KELAS IV SD KANISIUS KADIROJO SLEMAN SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 20102011
0
0
227
MENINGKATKAN KETERLIBATAN DAN PRESTASI BELAJAR IPS MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS IV SD KANISIUS SENGKAN YOGYAKARTA TAHUN PELAJARAN 2010-2011
0
0
160
HUBUNGAN MINAT BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VB SD KANISIUS SENGKAN SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 20102011
0
1
169
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIMULASI PADA MATA PELAJARAN IPS SISWA KELAS V SD KANISIUS KINTELAN I SEMESTER 2 TAHUN AJARAN 20102011
0
2
95
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL DALAM MATA PELAJARAN PKn SISWA KELAS IV SD KANISIUS KADIROJO SEMESTER GASAL TAHUN PELAJARAN 2011 2012
0
0
164
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPA MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN SISWA KELAS V SDN PASURUHAN I MERTOYUDAN SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2011-2012
0
0
124
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MELALUI METODE BERMAIN PERAN MATA PELAJARAN PKn SISWA KELAS V SD KANISIUS MANDING, BANTUL SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 20112012 SKRIPSI
0
3
182
PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI PADA OPERASI PENJUMLAHAN PECAHAN SISWA KELAS IV SD KANISIUS WIROBRAJAN SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 20112012 SKRIPSI
0
1
229
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPA MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS IV SD PERMITAN 1 BONDOWOSO, MERTOYUDAN SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 20112012
0
1
115
PENGARUH PENGGUNAAN METODE INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KEMAMPUAN MENGEVALUASI DAN MENCIPTA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD KANISIUS SENGKAN YOGYAKARTA SKRIPSI
0
1
154
PENINGKATAN KREATIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN IPS MENGGUNAKAN MEDIA PUZZLE PADA SISWA KELAS IV SD N DENGGUNG TAHUN AJARAN 20122013
0
0
211
Show more