Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 1 Gemar Berolahraga mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar - USD Repository

Gratis

0
0
201
1 month ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN INOVATIF DALAM SUB TEMA 1 GEMAR BEROLAHRAGA MENGACU KURIKULUM 2013 UNTUK SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Mega Setya Putri NIM: 151134128 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERSEMBAHAN Karya ini kupersembahkan untuk: Yang Utama Dari Segalanya Sembah sujud serta syukur kepada Allah SWT Atas karunia serta kemudahan yang Engkau berikan akhirnya skripsi yang sederhana ini dapat terselesaikan. Sholawat dan salam selalu terlimpahkan keharibaan Rasullah Muhammad SAW. Kedua Orang tua tercinta Alm. Bapak Supriyatno dan Ibu Sih Ratmi Yang telah mendukung, memotivasi, memberikan kasih sayang yang lebih sehingga saya menjadi orang yang kuat dan pantang menyerah. Dosen Pembimbing Tugas Akhirku Bapak Drs. Puji Purnomo, M.Si selaku dosen pembimbing tugas akhir saya, terimakasih banyak pak. Bapak adalah dosen favorit saya. Sahabat-sahabat yang selalu membantu dan memotivasi dalam menyelesaikan penelitian skripsi ini. Kupersembahkan karya ini untuk almamaterku Universitas Sanata Dharma. iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO Yakinlah bahwa setiap usaha pasti akan menghasilkan sesuatu yang tidak terduga, sehingga teruslah berusaha yang terbaik karena setiap usaha tidak akan pernah menghianati hasil. “Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan”. (QS. Al Insyirah: 5) “Sesungguhnya Allah tidak mengubah suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”. (QS. Al Ra’d: 11) Sukses tidak dalam semalam. Saat Anda setiap hari sedikit lebih baik dari hari sebelumnya. Itu semua bertambah. v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 8 Februari 2019 Penulis Mega Setya Putri vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Mega Setya Putri Nomor Mahasiswa : 151134128 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: “PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN INOVATIF DALAM SUB TEMA 1 GEMAR BEROLAHRAGA MENGACU KURIKULUM 2013 UNTUK SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR”. Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal: 8 Februari 2019 Yang menyatakan Mega Setya Putri vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN INOVATIF DALAM SUB TEMA 1 GEMAR BEROLAHRAGA MENGACU KURIKULUM 2013 UNTUK SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR Mega Setya Putri Universitas Sanata Dharma 2019 Penelitian ini dilakukan berdasarkan analisis kebutuhan yang menunjukkan bahwa diperlukan adanya contoh perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 1 gemar berolahraga mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas I sekolah dasar. Peneliti menggunakan langkah-langkah penelitian dan pengembangan dari Borg dan Gall. Ada 10 (sepuluh) langkah pengembangan penelitian menurut Borg dan Gall namun peneliti membatasi sampai 7 (tujuh) langkah yaitu (1) potensi dan masalah (observasi dan wawancara), (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain (evaluasi formatif), (5) revisi desain, (6) uji coba produk (evaluasi sumatif), (7) revisi produk, sampai menghasilkan produk akhir berupa perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013. Peneliti menggunakan satu pendekatan dan satu model pembelajaran inovatif yaitu pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL) dan model Problem Based Learning (PBL). Berdasarkan hasil validasi perangkat pembelajaran inovatif dari kedua pakar pembelajaran inovatif yang dikembangkan dengan pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL) dan model Problem Based Learning (PBL) diperoleh skor rerata 4,43 dengan kualitas “sangat baik”. Sedangkan berdasarkan penilaian melalui uji coba terbatas oleh satu guru kelas I dan satu calon guru sekolah dasar diperoleh skor rerata 4,64 dengan kualitas “sangat baik”. Jadi peneliti mendapat skor rerata dari hasil validasi dan uji coba 4,53. Skor tersebut menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran inovatif (dengan pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL) dan model Problem Based Learning (PBL)) yang dikembangkan memiliki kualitas “sangat baik”. Kata kunci: Pembelajaran inovatif, pembelajaran inovatif, Kurikulum 2013 viii perangkat pembelajaran, model

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT THE DEVELOPMENT OF INNOVATIVE LEARNING DEVICE ON THE SUB THEME 1 GEMAR BEROLAHRAGA REFERRING TO CURRICULUM OF 2013 FOR THE SECOND GRADE ELEMENTARY SCHOOL Mega Setya Putri Sanata Dharma University 2019 This research was on the analysis of the necessary of example on innovative learning devices in the sub theme 1 gemar berolahraga refers to the 2013 curriculum for first grade students of elementary school. The researchers used the research and development steps from Borg and Gall. There are 10 steps of research development according to Borg and Gall, but the researchers only discuss 7 of 10 steps, that namely as (1) potential and problems (observation and interviews), (2) data collection, (3) product design, (4) validation design (formative evaluation), (5) design revision, (6) product trial (summative evaluation), (7) product revision, until produce the final product in the form of innovative learning devices refers to the 2013 curriculum. The researchers use one approach and one innovative learning model, namely the approach Contextual Teaching Learning (CTL) and Problem Based Learning (PBL) model. Based on the results of the validation of innovative learning devices from the two innovative learning experts which was developed with the approach Contextual Teaching Learning (CTL) and Problem Based Learning (PBL) model, the mean score of 4,43 with "very good" quality was obtained. While based on assessment through limited trials by one teacher of I class and one primary school teacher candidate, an average score of 4,64 was obtained with "very good" quality. So the researcher got an average score from the results of validation and trial 4,53. The score shows that innovative learning devices (Contextual Teaching Learning models (CTL) and Problem Based Learning (PBL)) that are developed have a "very good" quality. Keywords: Innovative learning, learning devices, innovative learning models, curriculum 2013 ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Rasulullah SAW yang mengantarkan manusia dari zaman kegelapan ke zaman yang terang benderang ini. Penyusunan skripsi ini dimaksudkan untuk memenuhi sebagian syarat-syarat guna mencapai gelar Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Penulis menyadari bahwa penulisan ini tidak dapat terselesaikan tanpa dukungan dari berbagai pihak baik moril maupun materil. Oleh karena itu, penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini terutama kepada: 1. Dr. Yohanes Harsoyo, S. Pd., M. Si. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. 2. Christiyanti Aprinastuti, S.Si.,M.Pd., selaku Ketua Program Studi PGSD. 3. Kintan Limiansih, S. Pd.,M.Pd., selaku Wakil Ketua Program Studi PGSD. 4. Drs. Puji Purnomo, M.Si., selaku dosen pembimbing yang telah membimbing dan mengarahkan penulis selama menyusun skripsi serta memberikan banyak ilmu serta solusi pada setiap permasalahan atas kesulitan dalam penulisan skripsi ini. 5. Taufik Ariyanto, S.Pd., selaku validator pakar pembelajaran inovatif yang telah memberikan bantuan dalam penelitian ini dan melakukan validasi produk. 6. Suwansih, S.Pd., selaku guru kelas I SD Negeri Ngabean yang telah membantu peneliti dalam melakukan uji coba produk dan memberi nilai uji coba produk. 7. Diah Wahyu Utaminingtyas, selaku penilai teman sejawat yang telah membantu peneliti dalam melakukan uji coba produk, memberi nilai uji x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI coba produk, dan sahabat di kala susah maupun senang dari awal masuk hingga sekarang. 8. Suprihatin, S.Pd., selaku Kepala Sekolah SD Negeri Ngabean yang telah memberikan izin kepada peneliti untuk melakukan penelitian di SD tersebut. 9. Ibu tercinta Sih Ratmi yang telah memberikan dukungan baik moril maupun materil serta doa yang tiada henti-hentinya kepada penulis dan Alm. Ayah tercinta Supriyatno yang telah membesarkan peniliti hingga saat ini, skripsi ini aku persembahkan untukmu ayah. 10. Kedua kakak tercinta Bambang Setia Karmana dan Nikko Satya yang telah memberikan dukungan, baik moril maupun materil. 11. Widi Raharjo, yang telah membantu peneliti baik moril maupun materil dan memberikan semangat lainnya dalam penyelesaian skripsi ini. 12. Konsita Belarosa dan Laura Damayanti, yang telah membantu peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini. 13. Hilaria Heladita, Advensia Setyaningrum, Puspita Putri Narulita selaku sahabat dan keluarga yang selalu mendukung, memberikan semangat kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. 14. Mei Dwi Cahyani selaku sahabat yang selalu ada di kala suka maupun duka. 15. Niken Sholikhatun Maulani selaku sahabat yang telah mendukung, memberi semangat, dan membantu peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini. 16. Seluruh teman-teman mahasiswa payung pembelajaran inovatif yang selalu memberi bantuan dan motivasi kepada peneliti. 17. Seluruh teman-teman kelas D yang telah memberikan kebahagiaan selama ini kepada peneliti. 18. Seluruh pihak baik saudara, teman, tetangga, maupun sahabat yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, penulis ucapkan banyak terimakasih atas xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dukungan yang telah diberikan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan dikarenakan terbatasnya pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki penulis. Oleh karena itu, penulis mengharapkan segala bentuk saran serta masukan bahkan kritik yang membangun dari berbagai pihak. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan semua pihak khususnya dalam bidang pendidikan dasar. Yogyakarta, 8 Februari 2019 Penulis Mega Setya Putri xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL .................................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ....................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN .................................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................................ iv HALAMAN MOTTO ................................................................................................. v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .................................................................... vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN ........................................................ vii PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ........ vii ABSTRAK ................................................................................................................ viii ABSTRACT ................................................................................................................. ix KATA PENGANTAR ................................................................................................. x DAFTAR ISI ............................................................................................................. xiii DAFTAR TABEL ..................................................................................................... xv DAFTAR GAMBAR ................................................................................................ xvi DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................... xvii BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................ 1 A. Latar Belakang Masalah ..................................................................................... 1 B. Rumusan Masalah .............................................................................................. 4 C. Tujuan Penelitian ............................................................................................... 4 D. Maanfaat Penelitian ............................................................................................ 4 E. Batasan Istilah .................................................................................................... 5 F. Spesifikasi Produk yang dikembangkan ............................................................ 5 BAB II LANDASAN TEORI ..................................................................................... 8 A. Kajian Pustaka.................................................................................................... 8 1. Karakteristik Kurikulum SD 2013 ................................................................. 8 2. Keterampilan Dasar Belajar Abad 21 ........................................................... 16 3. Perangkat Pembelajaran ............................................................................... 19 4. Pembelajaran Inovatif ................................................................................... 25 B. Hasil Penelitian yang Relevan ......................................................................... 32 C. Kerangka Berpikir ............................................................................................ 36 D. Pertanyaan Penelitian ....................................................................................... 38 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN .......................................................................... 39 A. Jenis Penelitian ................................................................................................. 39 B. Setting Penelitian.............................................................................................. 43 C. Prosedur Pengembangan .................................................................................. 43 D. Uji Coba Terbatas ............................................................................................ 48 E. Jadwal Kegiatan ............................................................................................... 54 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN......................................... 56 A. Analisis Kebutuhan .......................................................................................... 56 B. Desain Awal Produk ........................................................................................ 64 C. Validasi ahli dan Revisi Produk ....................................................................... 68 D. Uji Coba Terbatas ............................................................................................ 75 E. Kajian Produk Akhir dan Pembahasan ............................................................ 78 BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN PENGEMBANGAN DAN SARAN ..................................................................................................................................... 92 A. Kesimpulan ...................................................................................................... 92 B. Keterbatasan Pengembangan ........................................................................... 93 C. Saran ................................................................................................................. 93 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................ 94 LAMPIRAN ............................................................................................................... 97 Biodata Penulis ........................................................................................................ 184 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Halaman Tabel 2.1 Prinsip-prinsip pendekatan CTL (Contextual Teaching Learning) ............ 29 Tabel 2.2 Langkah-langkah pembelajaran Problem Based Learning (PBL) .............. 31 Tabel 3.1 Konversi Nilai Skala Lima…….………………………………………….52 Tabel 3.2 Konversi skala lima..................................................................................... 54 Tabel 3.3 Jadwal Kegiatan .......................................................................................... 54 Tabel 4.1 Komentar Pakar dan revisi model pembelajaran CTL……………………72 Tabel 4.2 Komentar Pakar dan revisi model pembelajaran PBL ................................ 73 Tabel 4.3 Komentar Guru SD Kelas I dan revisi Model Pembelajaran CTL ............. 76 Tabel 4 4 Komentar Guru SD Kelas I dan revisi Model Pembelajaran PBL .............. 77 Tabel 4.5 Rekapitulasi Validasi Pakar Perangkat Pembelajaran Inovatif Guru Sekolah Dasar Kelas I Terhadap Pelaksana Uji Coba .............................................. 83 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 2.1 Literature Map ........................................................................................ 35 Gambar 2.2 Kerangka Berpikir ................................................................................... 37 Gambar 3.1 Langkah-langkah penggunaan Metode Research and Development (R&D) menurut Borg and Gall………………...….…………………….40 Gambar 3.2 Prosedur Pengembangan dalam Penelitian ............................................. 45 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1: Pedoman Wawancara ......................................................................................... 98 Lampiran 2: Pedoman Observasi .......................................................................................... 100 Lampiran 3: Rangkuman Hasil Wawancara ......................................................................... 103 Lampiran 4: Hasil Observasi Guru ....................................................................................... 118 Lampiran 5: Hasil Observasi Siswa ...................................................................................... 127 Lampiran 6: Pernyataan validasi produk perangkat pembelajaran inovatif .......................... 130 Lampiran 7: Pernyataan ujicoba produk pada guru .............................................................. 139 Lampiran 8: Pernyataan ujicoba produk pada siswa ............................................................. 140 Lampiran 9: Hasil Validasi Produk Pakar 1.......................................................................... 141 Lampiran 10: Hasil Validasi Produk Pakar 2........................................................................ 153 Lampiran 11: Hasil ujicoba dinilai guru SD ......................................................................... 165 Lampiran 12: Hasil ujicoba dinilai teman sejawat ................................................................ 173 Lampiran 13: Surat Izin Penelitian ....................................................................................... 181 Lampiran 14: Surat Balikan dari Kepala Sekolah ................................................................. 182 Lampiran 15: Dokumentasi ujicoba produk.......................................................................... 183 xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Pada bagian Bab I ini memberikan gambaran bagi pembaca mengenai latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, batasan istilah, dan spesifikasi produk yang dikembangkan. A. Latar Belakang Masalah Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang menjadi harapan pendidikan Indonesia untuk lebih maju dalam pembelajarannya. Kurikulum ini menuntut siswa sebagai subjek pembelajarannya sehingga siswa akan mendapatkan pengalaman langsung dari pembelajaran yang telah dilaksanakan. Dalam kurikulum ini, siswa dituntut aktif dalam mengikuti pembelajaran dan guru hanya sebagai fasilitator bagi siswa. Pembelajaran menggunakan kurikulum 2013 ini menggabungkan beberapa mata pelajaran menjadi satu tema atau biasa disebut pembelajaran terpadu atau lebih familiarnya pembelajaran tematik. Pembelajaran tematik ini menuntut siswa untuk dapat berfikir secara komprehensif. Kurikulum 2013 juga menegaskan bahwa pentingnya keterampilan abad 21 yaitu 4C (critical thinking, creative thinking, collaborative, communicative) (Hosnan, 2014: 87). Mengembangkan pembelajaran abad 21 ini, guru harus merubah pola pembelajaran tradisional menjadi pola pembelajaran yang berpusat pada siswa. Pengertian pembelajaran tematik lainnya, yaitu pembelajaran terpadu dengan suatu pendekatan dalam pembelajaran yang secara sengaja mengaitkan beberapa aspek baik dalam intra bidang studi maupun antar bidang studi (Margunayasa, 2014: 45). Pembelajaran tematik sebagai model pembelajaran termasuk salah satu tipe atau jenis dari model pembelajaran terpadu (Depdiknas, 2006: 5). Dengan demikian pembelajaran tematik merupakan penggabungan dari beberapa mata pelajaran menjadi satu tema yang dapat memberikan pengalaman bermakna bagi siswa karena siswa mempelajari lebih dari satu mata pelajaran. Guru dituntut untuk dapat 1

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI memberikan pembelajaran yang inovatif bagi siswa. Guru harus mengubah metode ceramah yang lebih berpusat kepada guru dengan model pembelajaran yang berpusat pada siswa. Suyatno, (2009: 6) mengemukakan pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang langkah-langkah belajar dengan metode baru sehingga memperoleh kemajuan hasil belajar. Kurikulum 2013 saat ini juga menuntut guru untuk dapat memberikan pengajaran yang menarik untuk siswa. Karakteristik pembelajaran inovatif ditandai dengan prinsip-prinsip sebagai berikut: pembelajaran, bukan pengajaran; guru sebagai fasilitator, bukan intrukstur; siswa sebagai subjek, bukan objek; pembelajaran induktif, bukan deduktif; materi bermakna bagi siswa, bukan sekedar dihafal; keterlibatan siswa partisipatif, bukan pasif. Dalam menangani siswa, pembelajaran inovatif haruslah seirima dengan karakteristik siswa sebagai pembelajar (Suyatno, 2009: 7). Gagasan pembaharuan ini muncul sebagai akibat pembelajaran dirasakan statis, klasik, dan tidak produktif dalam memecahkan masalah belajar. Oleh karena itu, paradigma baru yang diyakini mampu memecahkan masalah tersebut. Untuk membuat pembelajaran inovatif yang mengacu pada kurikulum 2013 tentunya membutuhkan strategi atau model yang harus digunakan dalam pembelajaran tersebut. Joyce dan Weill dalam buku Huda (2013: 73) mendeskripsikan model pembelajaran sebagai rencana atau pola yang dapat digunakan untuk mendesain materi-materi instruksional, dan memadu proses pengajaran di ruang kelas atau di setting yang berbeda. Sedangkan, Huda (2013: 74) mengemukakan model-model pengajaran yaitu strategi-strategi pengajaran prespektif yang membantu mencapai tujuan-tujuan. Ada banyak sekali model-model pembelajaran inovatif yang dapat digunakan guru dalam kegiatan pembelajaran. Salah satu contoh model pembelajaran inovatif yaitu Problem Based Learning (PBL) dan pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL). Setiap model mempunyai karakteristik dan langkah-langkah 2

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI yang berbeda. Model-model pembelajaran ini menjadi acuan dalam pembelajaran inovatif yang mengacu pada kurikulum 2013. Namun, berdasarkan hasil observasi dan wawancara guru SD kelas I di empat (4) sekolah dasar yang beralamatkan di Ngabean, Depok, Kricak, dan Bintaran kidul, peneliti melihat bahwa ketika kegiatan pembelajaran berlangsung siswa merasa bosan. Ketika dikonfirmasi, guru terbukti tidak membuat dan menggunakan pembelajaran yang inovatif dalam mengajar. Guru menggunakan metode ceramah dalam kegiatan pembelajaran. Bahkan ada beberapa guru yang belum paham mengenai perangkat pembelajaran yang inovatif. Melihat kondisi tersebut, peneliti terdorong untuk melakukan penelitian dan pengembangan (research and development) mengenai perangkat pembelajaran inovatif pada Kurikulum SD 2013. Perangkat pembelajaran inovatif ini dapat menjadi contoh bagi guru untuk melaksanakan pembelajaran inovatif yang mengacu pada Kurikulum 2013. Penelitian ini hanya dibatasi pada materi sub tema 1 Gemar Berolahraga untuk siswa kelas I sekolah dasar. Pemilihan sub tema 1 Gemar Berolahraga dilakukan berdasarkan perlunya siswa mengetahui bagian kesehatan tubuh dan bagaimana cara merawat kesehatan dengan baik dan benar melalui olahraga. Sedangkan, pemilihan kelas I sekolah dasar dilakukan berdasarkan rasa ingin tahu dan kebutuhan siswa akan materi tersebut. Peneliti melihat siswa bertanya kepada guru kelasnya mengenai kesehatan tubuh yang ada pada kehidupan sehari-harinya. Pengembangan dilakukan dengan membuat produk perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013 yang terdiri dari Program Tahunan (Prota), Program Semester (Prosem), Silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dalam satu sub tema 1 yaitu Gemar Berolahraga. Maka, penelitian ini berjudul “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif dalam Sub Tema 1 Gemar Berolahraga Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar”. 3

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI B. Rumusan Masalah Bagaimana kualitas perangkat pembelajaran inovatif dalam Sub Tema 1 Gemar Berolahraga Mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar? C. Tujuan Penelitian Untuk mengetahui kualitas perangkat pembelajaran inovatif dalam Sub Tema 1 Gemar Berolahraga Mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar. D. Manfaat Penelitian Ada pun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Bagi Peneliti Peneliti mendapatkan pengalaman baru dalam menyusun dan mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu pada kurikulum 2013. 2. Bagi Guru Guru memiliki referensi dalam membuat atau mengembangkan perangkat pembelajaran yang mengacu pada Kurikulum 2013 supaya menjadi pembelajaran yang inovatif/menarik. 3. Bagi Sekolah Sekolah mendapatkan pengetahuan baru dan contoh konkret mengenai penerapan perangkat pembelajaran inovatif mengacu pada Kurikulum 2013. Sehingga dapat mendorong dan memperbaiki kegiatan pembelajaran melalui penerapan perangkat pembelajaran inovatif di sekolah dasar. 4

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Bagi Prodi PGSD Menambah referensi atau bahan bagi prodi PGSD Universitas Sanata Dharma untuk pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam Sub Tema 1 Gemar Berolahraga mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar. E. Batasan Istilah 1. Pembelajaran Inovatif adalah pembelajaran yang dikemas guru atas dorongan gagasan baru untuk melakukan langkah-langkah belajar dengan metode baru sehingga memperoleh kemajuan hasil belajar. 2. Perangkat pembelajaran Inovatif adalah proses pembelajaran yang menarik, menyenangkan, dan tidak membosankan karena terjadi perubahan/inovasi baru. 3. Kurikulum Sekolah Dasar 2013 adalah langkah lanjutan pengembangan kurikulum berbasis kompetensi yang telah dirintis pada tahun 2004 dan KTSP 2006 yang mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu. 4. Pendekatan CTL (Contextual Teaching Learning) adalah konsep belajar membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa yang mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. 5. Model pembelajaran inovatif PBL (Problem Based Learning) adalah pembelajaran yang diperoleh melalui proses menuju pemahaman akan resolusi suatu masalah. F. Spesifikasi Produk yang dikembangkan Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini memiliki spesifikasi sebagai berikut: 1. Cover 5

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Cover depan produk terdiri dari judul Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif dalam Sub Tema Gemar Berolahraga Mengacu Kurikulum 2013 Untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar; logo Universitas; nama penulis; NIM penulis; keterangan yang berisi Program Studi yaitu Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan yaitu Ilmu Pendidikan, Fakultas yaitu Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas yaitu Sanata Dharma Yogyakarta, tahun ajaran. Cover belakang berisi sinopsis dan biodata singkat penulis 2. Ukuran kertas Dicetak dalam ukuran kertas A4 dengan berat 70 gram sedangkan sampul dicetak dengan kertas ivory 230. 3. Format tulisan Produk ditulis menggunakan theme font times new roman dengan spasi 1,5. 4. Kata pengantar Kata pengantar terdiri dari ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa; penjelasan kerangka berpikir seputar pembelajaran inovatif; ucapan terimakasih kepada pihak yang membantu dan terlibat dalan penyusun produk; dan kesediaan penulis dalam menerima kritik dan saran terkait dengan produk yang dikembangkan. 5. Daftar isi 6. Perangkat pembelajaran program tahunan untuk kelas I SD semester gasal dan genap. 7. Perangkat pembelajaran program semester untuk kelas I SD semester gasal tahun 2018/2019. 8. Perangkat pembelajaran silabus untuk kelas I SD semester gasal tahun 2018/2019. 9. Perangkat pembelajaran Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). 10. Model Pembelajaran Peneliti menggunakan 1 Pendekatan dan 1 model, yaitu: 6

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI a. Contextual Teaching Learning (CTL) Pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL) digunakan pada pembelajaran ke 1 dan 5. b. Problem Based Learning (PBL) Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) digunakan pada pembelajaran 2, 3, 4, dan 6. 11. Terdapat pendekatan scientific. 12. Mengembangkan keterampilan abad 21. 13. Dikemas dalam pembelajaran terpadu. 14. Penguatan pendidikan karakter yang diintegrasikan dalam seluruh mata pelajaran. 15. Menerapkan High Order Thinkin Skill (HOTS). 16. Menerapkan penilaian otentik. 17. Penyusunan RPP sesuai dengan ketentuan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). 7

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI Bab II ini berisi tentang kajian pustaka, hasil penelitan yang relevan, kerangka berpikir, dan pertanyaan penelitian. Kajian pustaka membahas tentang teori-teori yang mendukung. Penelitian yang relevan membahas tentang penelitian-penelitian yang pernah dilakukan berkaitan dengan judul yang peneliti rumuskan. Kerangka berpikir berisikan kerangka pemikiran. A. Kajian Pustaka 1. Karakteristik Kurikulum SD 2013 Karakteristik kurikulum 2013 ada beberapa, diantaranya yaitu, (1) mengembangkan keseimbangan antara sikap spiritual dan sosial, pengetahuan, dan keterampilan, serta menerapkannya dalam berbagai situasi di sekolah dan masyarakat, (2) menempatkan sekolah sebagai bagian dari masyarakat yang memberikan pengalaman belajar agar peserta didik mampu menerapkan apa yang dipelajari di sekolah ke masyarakat dan memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar, (3) memberi waktu yang cukup leluasa untuk mengembangkan berbagai sikap, pengetahuan, dan keterampilan, (3) mengembangkan kompetensi yang dinyatakan dalam bentuk Kompetensi Inti kelas yang dirinci lebih lanjut dalam kompetensi dasar mata pelajaran, (4) mengembangkan Kompetensi Inti kelas menjadi unsur pengorganisasi (organizing elements) Kompetensi Dasar. Semua Kompetensi Dasar dan proses pembelajaran dikembangkan untuk mencapai kompetensi yang dinyatakan dalam Kompetensi Inti, (5) mengembangkan Kompetensi Dasar berdasar pada prinsip akumulatif, saling memperkuat (reinforced) dan memperkaya (enriched) antar-mata pelajaran dan jenjang pendidikan (organisasi horizontal dan vertikal). (Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003). Selain itu karakteristik kurikulum 2013 dapat diartikan sebagai berikut: (1) pendekatan pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran kurikulum 8

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2013 ialah pendekatan scientific dan tematik-integratif. Apa yang dipelajari dan diperoleh peserta didik dilakukan dengan indera dan akal pikiran sendiri sehingga mereka mengalami secara langsung dalam proses mendapatkan ilmu pengetahuan, (2) yang menjadi karakteristik kurikulum 2013 selanjutnya adalah kompetensi lulusan. Dalam hal ini kompetensi lulusan berhubungan dengan kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Pada kurikulum 2013 yang diprioritaskan ialah kemampuan sikap (afektif), (3) terakhir yang menjadi karakteristik pembeda dengan kurikulum sebelumnya ialah pendekatan penilaian yang digunakan. Pada kurikulum 2013 proses penilaian pembelajaran menggunakan pendekatan penilaian otentik (authentic assessment). Penilaian otentik ialah penilaian secara utuh, meliputi kesiapan peserta didik, proses, dan hasil belajar (Fadlillah, 2014: 175-179). Berdasarkan pemaparan mengenai Kurikulum 2013, dapat disimpulkan bahwa Kurikulum 2013 merupakan seperangkat rencana untuk menyempurnakan KBK, dimana lebih ditekankan pada aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap serta menekankan pada pendidikan karakter sebagai pondasi pada tingkat berikutnya. Berikut karakteristik Kurikulum 2013 adalah sebagai berikut: a. Terpadu Pada Kurikulum 2013, seluruh konten pelajaran dikemas secara tematik terpadu, kecuali untuk mata pelajaran agama dan budi pekerti yang mandiri. Kurniawan (2014:95), menjelaskan bahwa tematik adalah salah satu bentuk atau model dari pembelajaran terpadu, yaitu model terjala (webbed). Selain itu, Yani (2014:114) mengatakan bahwa pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang tidak menggunakan “nama-nama disiplin ilmu” sebagai nama mata pelajaran akan tetapi menggunakan tematema tertentu. Tema yang digunakan berfungsi untuk mengaitkan beberapa pokok bahasan dalam satu mata pelajaran yang disebut tematik, sedangkan tema yang mengikat beberapa pokok bahasan dan sejumlah mata pelajaran yang berbeda disebut “tematik terpadu” 9

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pada dasarnya, pembelajaran tematik merupakan pembelajaran yang menggunakan tema-tema, terdari berbagai mata pelajaran dalam satu tema. Pada pembelajaran tematik, peserta didik bukan hanya mempelajari satu mata pelajaran dalam satu pembelajaran, tetapi juga mempelajari mata pelajaran lainnya dalam pembelajaran tersebut. Oleh karena itu, Kurikulum 2013 memiliki karakteristik terpadu, karena memadukan beberapa mata pelajaran ke dalam satu tema. b. Saintifik Pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran Kurikulum 2013 adalah pendekatan scientific. Pendekatan scientific adalah pendekatan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mendapatkan pengalaman belajar melalui mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan. Proses pembelajaran yang mengimplementasikan pendekatan scientific akan menyentuh tiga ranah, yaitu: sikap (afektif), pengetahuan (kognitif0, dan keterampilan (psikomotor). Jadi, pembelajaran dengan pendekatan scientific adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengkonstruk konsep, hokum atau prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati (mengidentifikasi atau menemukan masalah), merumuskan masalah, mengajukan atau menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengkomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang “ditemukan” (Daryanto, 2017:41-44). Dalam kegiatan pembelajaran pendekatan scientific dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: 1) Mengamati Kegiatan mengamati memiliki keunggulan tertentu, seperti menyajikan media obyek secara nyata, peserta didik senang dan tertantang, dan mudah pelaksanaannya. Mengamati sangat bermanfaat bagi pemenuhan rasa ingin tahu peserta didik. Sehingga proses pembelajaran memiliki kebermaknaan yang tinggi. Dengan metode 10

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI mengamati peserta didik menemukan fakta bahwa ada hubungan antara obyek yang dianalisis dengan materi pembelajaran yang digunakan oleh guru. Kegiatan mengamati dalam pembelajaran dilakukan dengan menempuh langkah-langkah seperti berikut ini: a) Menentukan objek apa yang akan diamati. b) Membuat pedoman pengamatan sesuai dengan lingkungan objek yang diamati. c) Menentukan secara jelas data-data apa yang perlu diamati, baik primer maupun sekunder. d) Menentukan dimana tempat objek yang akan diamati. e) Menentukan secara jelas bagaimana proses pengamatan yang akan dilakukan untuk mengumpulkan data agar berjalan mudah dan lancar. f) Menentukan cara dan melakukan pencatatan hasil pengamatan, seperti menggunakan buku catatan, kamera, tape recorder, video perekam, dan alat-alat tulis lainnya (Daryanto, 2017: 46). 2) Menanya Guru yang efektif mampu menginspirasi peserta didik untuk meningkatkan daan mengembangkan ranah sikap, keterampilan dan pengetahuannya. Istilah “pertanyaan” tidak selalu dalam bentuk “kalimat tanya”, melainkan juga dapat dalam bentuk pernyataan, asalkan keduanya menginginkan tanggapan verbal. Fungsi bertanya yaitu membangkitkan rasa ingin tahu, minat, dan perhatian pesrta didik tentang suatu tema atau topik pembelajaran. Siswa juga terdorong untuk aktif dalam belajar (Daryanto, 2017: 49). Majid (2014:78) menuturkan bahwa pada kegiatan menanya, aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan yaitu: a) Mengajukan pertanyaan dari yang faktual sampai ke yang bersifat hipotesis. 11

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b) Diawali dengan bimbingan guru sampai dengan mandiri (suatu kebiasaan). 3) Mengeksperimen atau Mencoba Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari proses menanya. Untuk memperoleh hasil belajar yang otentik, peserta didik harus mencari tahu apa yang sedang dipelajari atau melakukan percobaan, terutama untuk materi atau substansi yang sesuai. Aplikasi metode eksperimen atau mencoba dimaksudkan untuk mengembangkan berbagai ranah tujuan belajar, yaitu sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Aktivitas pembelajaran nyata untuk ini adalah: a) Menentukan tema atau topik sesuai dengan kompetensi dasar menurut tuntutan kurikulum; b) Mempelajari cara-cara penggunaan alat dan bahan yang tersedia dan harus disediakan; c) Mempelajari dasar teoritis yang relevan dan hasil-hasil eksperimen sebelumnya; d) Melakukan dan mengamati percobaan; e) Mencatat fenomena yang terjadi, menganalisis, dan menyajikan data; f) Menarik kesimpulan atas hasil percobaan (Daryanto, 2017: 51). 4) Mengasosiasi atau Menalar Kegiatan “mengasosiasi/menalar” dalam kegiatan pembelajaran sebagaimana disampaikan dalam Permendikbud Nomor 81a Tahun 2013, adalah memproses informasi yang sudah dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan mengumpulkan/eksperimen maupun hasil dari kegiatan mengamati mengumpulkan informasi. Adapun kompetensi yang diharapkan adalah mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan berpikir induktif serta deduktif dalam menyimpulkan. 12

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Menurut Majid (2014: 84), penalaran adalah proses berpikir yang logis dan sistematis atau fakta-fakta empiris yang dapat diobservasi untuk memperoleh simpulan berupa pengetahuan. Pada kegiatan menalar, aktivitas pembelajaran yang dilakukan yaitu: a) Menganalisis data dalam bentuk membuat kategori, menentukan hubungan data/kategori. b) Menyimpulkan dari hasil analisis data. 5) Mengkomunikasikan Peserta didik diharapkan dapat mengkomunikasikan hasil pekerjaan yang telah disusun secara bersama-sama, baik dalam kelompok maupun secara individu. Dalam kegiatan mengkomunikasikan ini peserta didik dapat mempaparkan hasil kerjanya dalam bentuk tulisan ataupun secara lisan. Berdasarkan pemaparan tersebut, pendekatan scientific dalam Kurikulum 2013 merupakan pembelajaran yang dilakukan melalui tahapan ilmiah yaitu kegiatan mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengkomunikasikan. c. Penilaian Otentik Dalam Permendikbud Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan, arti penilaian otentik adalah penilaian yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai mulai dari masukan (input), proses, dan keluaran (output) pembelajaran. Menurut Daryanto (2017: 16), penilaian autentik adalah pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil belajar peserta didik untuk ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Istilah autentik merupakan sinonim dari asli, nyata, valid atau reliabel. Penilaian autentik terdiri dari berbagai teknik penilaian. Pertama, pengukuran langsung keterampilan peserta didik yang berhubungan dengan hasil jangka panjang pendidikan seperti kesuksesan ditempat kerja. Kedua, penilaian atas tugas-tugas yang memerlukan keterlibatan yang luas dan kinerja yang kompleks. Ketiga, analisis proses yang digunakan 13

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI untuk menghasilkan respon peserta didik atas perolehan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang ada. Menurut Hibarrt (dalam Hosnan, 2014: 388) ada beragam alat penilaian autentik yang melibatkan siswa di dalam tugas-tugas autentik yang bermanfaat, penting, dan bermakna yaitu: (1) asesmen kinerja; (2) observasi dan pertanyaan; (3) presentasi dan diskusi; (4) proyek dan investigasi; (5) portofolio dan jurnal. Salah satu elemen perubahan yang ada pada Kurikulum 2013 adalah penilaian autentik (authentic). Penilaian autentik digunakan pada pembelajaran dengan pendekatan scientific yang memiliki karakteristik berikut ini: a) Penilaian berbasis kompetensi. b) Pergeseran dari penilaian melalui tes (mengukur kompetensi pengetahuan berdasarkan hasil saja), menuju penilaian autentik (mengukur kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil). c) Memperkuat PAP (Penilaian Acuan Patokan) yaitu pencapaian hasil belajar didasarkan pada posisi skor yang diperolehnya terhadap skor maksimal. d) Penilaian tidak hanya pada level Kompetensi Dasar, tetapi juga Kompetensi Inti dan Standar Kompetensi Lulusan. e) Mendorong pemanfaatan portofolio yang dibuat peserta didik sebagai instrumen utama penilaian. d. Peguatan pendidikan karakter Menurut Suparno (2015:29), pendidikan karakter merupakan pendidikan yang bertujuan untuk membantu siswa agar siswa-siswa mengalami, memperoleh, dan memiliki karakter yang diinginkan. Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang sarat akan pendidikan karakter. Kompetensi Lulusan (SKL) yaitu istilah Kompetensi Inti (KI). Lahirnya konsep KI diawali dari pengelompokan kompetensi pokok atas sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Pada Kurikulum Berbasis Kompetensi 14

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI (KBK) awalnya kompetensi sikap hanya ada satu rumusan saja, namun setelah ada pendalaman materi maka kompetensi sikap dibedakan antara sikap spiritual dan sikap sosial (Yani, 2009:54). Aspek sosial merupakan gambaran bentuk hubungan dengan sesama manusia dan juga lingkungannya (Fadillah, 2014:49). Aspek ini mengajarkan kepada peseta didik dalam bersosialisasi di masyarakat tempat tinggalnya. Sedangkan sikap spriritual, peserta didik akan memiliki moral atau etika yang baik dalam kehidupannya. Sikap spiritual juga merupakan perwujudan hubungan antara seseorang dengan Tuhan Yang Maha Esa (Fadillah, 2014:49). Pendidikan karakter diintegrasikan pada seluruh mata pelajaran dalam Kurikulum 2013. Guru dituntut untuk memasukkan muatan pendidikan karakter pada setiap pembelajarannya. Penilaian pendidikan karakter oleh guru dapat dilihat melalui pengamatan langsung memakai data sekunder seperti catatan-catatan peserta didik yang sudah ada; evaluasi diri oleh siswa seperti siswa melakukan refleksi setelah pembelajaran, guru, dan kepala sekolah; dan jejak positif siswa selama di sekolah. e. Kemampuan berpikir tingkat tinggi Yani (2014:73), menegaskan bahwa mindset Kurikulum 2013 adalah mengembangkan keterampilan menalar, mengkomunikasikan, dan mencipta. Mindset ini mengacu pada buku yang berjudul Paradigma Pendidikan Nasional Abad XXI yang dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) tahun 2010. Artinya peserta didik dianggap berhasil jika memiliki kemampuan menalar, mengkomunikasikan, dan mencipta. Kemampuan tersebut merupakan kompetensi tingkat tinggi atau disebut dengan High Order Thinking Skills (HOTS) sesuai dengan Taksonomi Bloom hasil revisi. Kemampuan berpikir paling tinggi menurut taksonomi bloom yang direvisi oleh Anderson dan Krathwohl (2014) adalah mencipta. Berikut 15

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI taksonomi bloom yang telah direvisi oleh Anderson dan Krathwohl (2014: 44-45): Tingkatan Anderson dan Krathwohl C1 Mengingat C2 Memahami C3 Mengaplikasikan C4 Menganalisis C5 Mengevaluasi C6 Mencipta 2. Keterampilan Dasar Belajar Abad 21 Abad ke-21 adalah zaman akuntabilitas. Maksud dari akuntabilitas yaitu menetapkan bahwa para guru mengajarkan apa yang seharusnya mereka ajarkan, dan siswa mempelajari apa yang seharusnya mereka pelajari (Prastowo, 2015: 16). Oleh sebab itu, peserta didik perlu dibekali dengan pengalaman, sikap, dan keterampilan. Pergeseran paradigma pembelajaran kontemporer telah berganti pada student centered (pembelajaran yang berpusat pada siswa), yaitu siswa yang berperan secara aktif dalam proses pembelajaran, dimana guru tidak lagi sebagai satu-satunya pusat informasi, melainkan sebagai manajer dan fasilitator, yaitu sebagai pengelola pembelajaran yang memfasilitasi kegiatan pembelajaran. Dengan demikian, siswa diberikan kebebasan dan keleluasaan belajar sesuai dengan minat, bakat, dan kebutuhan mereka serta siswa tersebut dapat mengukur sendiri sejauh mana pemahaman dan penguasaan mereka terhadap suatu materi (Hosnan, 2014:85-86). 16

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berikut tabel paradigma pembelajaran abad 21 menurut Kemdikbud, 2013 (dalam Hosnan, 2014: 25): Ciri Abad 21 Metode Pembelajaran Pembelajaran diarahkan untuk Informasi (tersedia mendorong siswa mencari tahu dari dimana saja, kapan saja) berbagai sumber, bukan diberi tahu Pembelajaran diarahkan untuk Komputasi mampu merumuskan masalah (lebih cepat (menanya), bukan hanya menggunakan mesin) menyelesaikan masalah (menjawab) Pembelajaran diarahkan untuk Otomasi berpikir analitis/pengambilan ( menjangkau semua keputusan, bukan berpikir pekerjaan rutin) mekanisis (rutin) Pembelajaran menekankan Komunikasi pentingnya kerjasama dan (dari mana saja, ke mana kolaborasi dalam menyelesaikan saja) masalah Kegiatan pembelajaran dalam Kurikulum 2013 saat ini diarahkan untuk mengembangkan semua potensi yang dimiliki peserta didik agar mereka memiliki kompetensi yang diharapkan melalui upaya menumbuhkan serta mengembangkan sikap/ attidue, pengetahuan/ knowledge, dan keterampilan/ skill. Karakteristik pembelajaran abad 21 yang dikemukakan oleh Hosnan (2014: 85), antara lain: (1) pembelajaran berpusat pada peserta didik (student centered); (2) mengembangkan kreativitas peserta didik; (3) menciptakan 17

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI suasana yang menarik; (4) mengembangkan beragam kemampuan yang bermuatan nilai dan makna; (5) belajar melalui berbuat yakni peserta didik aktif berbuat; (6) menekankan pada penggalian, penemuan, dan penciptaan serta; (7) menciptakan pembelajaran dalam situasi nyata dan konteks sebenarnya melalui pendekatan kontekstual. Pada abad 21 ini, peserta didik dituntut untuk memiliki kecakapan diantaranya adalah kecakapan dalam berkomunikasi (communication skill), kecakapan berpikir kritis (critical thinking skill), kolaborasi (collaboration skill), dan kecakapan kreativitas (creaticivity and innovation skill) atau disebut dengan 4C (Hosnan, 2014: 87). a. Communication skill (kemampuan berkomunikasi) Siswa dituntut untuk memahami, mengelola, dan menciptakan komunkasi yang efektif dalam berbagai bentuk da nisi secara lisan, tulisan, dan multimedia (Hosnan, 2014: 87). Siswa diberi kesempatan untuk menggunakan kemampuannya baik itu melalui diskusi maupun menyelesaikan masalah dari gurunya. b. Collaboration skill (kemampuan bekerjasama) Siswa menunjukkan kemampuannya dalam bekerjasama dengan kelompok dan kemampuan dalam kepemimpinan, beradaptasi dalam berbagai peran dan tanggung jawab, bekerja secara produktif dengan yang lain, menempatkan empati pada tempatnya, menghormati perspektif berbeda. Siswa juga menjalankan tanggung jawab pribadi dan fleksibilitas secara pribadi, pada tempat belajar dan hubungan masyarakat, menetapkan dan mencapai standar dan tujuan yang tinggi untuk diri sendiri dan orang lain, memaklumi kerancauan (Hosnan, 2014: 87). c. Critical thinking skill (kemampuan berpikir kritis) Siswa berusaha memberikan penalaran yang masuk akal dalam memahami dan membuat pilihan yang rumit. Siswa juga menggunakan kemampuan yang dimiliknya untuk berusaha menyelesaikan permasalahan 18

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI yang dihadapinya dengan mandiri, juga memiliki kemampuan untuk menyusun dan menungkapkan, menganalisis, dan menyelesaikan masalah. d. Creaticivity and innovation skill (kemampuan kreativitas dan inovasi) Siswa mampu mengembangkan ide, solusi, konsep, teori, prosedur, dan inovasi. Proses pembelajaran lebih berpusat pada siswa serta meninggalkan perlakukan yang bersifat menyamakan siswa, tetapi lebih bersifat individual (Hosnan, 2014: 87). Siswa harus dipicu untuk berpikir di luar kebiasaan yang ada, melibatkan cara berpikir yang baru, memperoleh kesempatan untuk menyampaikan ide-ide dan solusi-solusi baru. kreativitas dan inovasi akan semakin berkembang jika pesrta didik memiliki kesempatan untuk berpikir divergen. Jadi, ada 4 keterampilan dalam abad 21 atau bisa disebut dengan 4C yang mmeliputi kecakapan dalam berkomunikasi (communication skill), kecakapan berpikir kritis (critical thinking skill), kolaborasi (collaboration skill), dan kecakapan kreativitas (creaticivity and innovation skill). Keterampilan tersebut harus ada di kegiatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Pada abad 21, peserta didik perlu dibekali dengan pengetahuan, sikap, dan keterampilan. 3. Perangkat Pembelajaran Dalam kurikulum 2013 terdapat perangkat pembelajaran yang menunjang pelaksanaan pembelajaran. Menurut KBBI (2008) perangkat merupakan alat perlengkapan, sedangkan pembelajaran merupakan proses, cara menjadikan orang belajar. Perangkat pembelajaran yang dimaksudkan yaitu silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), program tahunan, dan program semester. Berikut akan dibahas perangkat pembelajaran yaitu silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), program tahunan, dan program semester: 19

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI a. Program Tahunan dan Semester Program tahunan merupakan program umum setiap mata pelajaran untuk setiap kelas, yang dikembangkan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan (Mulyasa, 2013: 95). Program tahunan adalah rencana penetapan alokasi waktu satu tahun ajaran untuk mencapai tujuan (standar kompetensi dari kompetensi dasar) yang telah ditetapkan (Wina, 2010: 51). Program tahunan ini perlu dipersiapkan oleh guru karena merupakan pedoman penyampaian materi yang harus ditempuh dalam beberapa waktu yaitu satu tahun. Dalam kegiatan belajar mengajar, program tahunan ini bisa dikatakan sebagai acuan pengembangan pengajaran. Selain program tahunan, sebelum kegiatan belajar mengajar dilaksanakan, guru juga membuat program semester untuk mempermudah ketika menyampaikan materi. Program semester berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam semester tersebut. Program semester ini merupakan penjabaran dari program tahunan (Mulyasa, 2013: 98). Kalau program tahunan disusun untuk menentukan jumlah jam yang diperlukan untuk mencapai suatu kompetensi dasar, maka program semester disusun untuk menjawab pada kapan pembelajaran untuk mencapai suatu kompetensi dasar dapat dilaksanakan (Wina, 2010: 53). Berikut langkah-langkah perancangan program tahunan yang dituliskan Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016: 1) Menelaah jumlah tema dan subtema pada suatu kelas; 2) Menandai hari-hari libur, permulaan tahun pelajaran, minggu efektif pada kalender akademik; 3) Hari-hari libur meliputi jeda tengah semester, jeda akhir semester, libur akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional, hari libur khusus, dan kegiatan khusus satuan pendidikan; 4) Menghitung jumlah Minggu Belajar Efektif (MBE) ke dalam sub tema; 20

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Komponen-komponen dalam menyusun program tahunan sebagai berikut. 1) Identitas (antara lain muatan pelajaran, kelas, tahun pelajaran). 2) Format isian (antara lain tema, subtema, dan alokasi waktu). Berdasarkan pendapat para ahli, Program Semester (Prosem) merupakan penjabaran dari program tahunan yang berisikan kegiatankegiatan yang akan dilakukan selama satu semester. Berikut langkahlangkah perencanaan program semester yang dituliskan oleh Permendikbud. 1) Menelaah kalender pendidikan dan ciri khas satuan pendidikan berdasarkan kebutuhan tingkat pendidikan; 2) Menandai hari-hari libur meliputi jeda tengah semester, jeda akhir semester, libur akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional, hari libur khusus, dan kegiatan khusus satuan pendidikan; 3) Menghitung jumlah Minggu Hari Belajar Efektif (HBE) dan jam Belajar Efektif (JBE) setiap bulan dan semester dalam satu tahun; 4) Menghitung jumlah Jam Pembelajaran (JP) sesuai dengan ketentuan yang terdapat pada strukur kurikulum yang berlaku; 5) Mendistribusikan alokasi waktu yang disediakan untuk suatu sub tema serta mempertimbangkan waktu dan penilaian serta riview materi. b. Silabus Silabus dapat didefinisikan sebagai garis-garis besar, ringkasan, ikhtisar, atau pokok-pokok isi atau materi pelajaran (Salim, 1987: 98). Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan atau kelompok matapelajaran atau tema tertentu yang mencakup kompetensi inti, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar (Majid, 2014: 207). Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran dengan tema tertentu, yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, 21

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar yang dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan (Mulyasa, 2013: 190). Sesuai dengan pengertian dari para ahli, dapat disimpulkan sebagai berikut: silabus merupakan rencana atau garis besar dalam pembelajaran pada suatu matapelajaran yang berisi kompetensi inti, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Hosnan (2014:135) mengungkapkan bahwa silabus paling sedikit memuat hal berikut. 1) Identitas mata pelajaran; 2) Identitas sekolah, meliputi nama satuan pendidikan dan kelas; 3) Kompetensi inti, merupakan gambaran secara kategorial mengenai kompetensi dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas, dan mata pelajaran. 4) Kompetensi dasar, merupakan kompetensi spesifik mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang terkait muatan atau mata pelajaran; 5) Tema; 6) Materi pokok, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi; 7) Pembelajaran, yaitu kegiatan yang dilakukan oleh pendidik dan peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan; 8) Penilaian, merupakan proses pengumpulan data dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik; 9) Alokasi waktu sesuai dengan jumlah jam pelajaran dalam struktur kurikulum untuk satu semester atau satu tahun; 10) Sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar atau sumber belajar yang relevan. 22

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI c. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Rencana pelaksanaan pembelajaran atau yang dikenal dengan isitilah RPP merupakan suatu bentuk perenncanaan pembelajaran yang akan dilaksanakan oleh pendidik dalam kegiatan pembelajaran (Fadlillah, 2014: 143). Menurut Permendikbud No. 65 tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah disebutkan bahwa Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) merupakan suatu rencana yang menggambarkan prosedur dan manajemen pembelajaran untuk mencapai satu atau lebih kompetensi dasar yang ditetapkan dalam standar isi dan dijabarkan dalam silabus (Mulyasa, 2013: 212). Mengacu pada Permendikbud No.81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum 2013, bahwa rencana pelaksanaan pembelajaran adalah rencana pembelajaran yang dikembangkan secara rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu yang mengacu pada silabus. RPP mencakup: (1) data sekolah, mata pelajaran, dan kelas/semester; (2) materi pokok; (3) alokasi waktu; (4) tujuan pembelajaran, KD, dan indikator pencapaian kompetensi; (5) materi pembelajaran, metode pembelajaran; (6) media, alat, dan sumber belajar; (7) langkah-langkah kegiatan pembelajaran; (8) penilaian. Prastowo (2015:163) mengatakan bahwa indikator dirumuskan dengan kata kerja operasional yang bisa diukur dan dibuat instrumen penilaiannya. Kata kerja operasional dapat dilihat dari tingkatan berpikir yang sudah direvisi oleh Anderson dan Krathwohl atau yang disebut dengan Taksonomi Bloom. Tingkatan atau kategori menurut Anderson dan Krathwohl (2014:100) yaitu mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Indikator pembelajaran diturunkan menjadi tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran menurut Prastowo (2015:186) adalah penguasaan kompetensi yang bersifat operasional yang dikategorikan atau dicapai oleh 23

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI siswa dalam RPP. Tujuan pembelajaran yang baik adalah yang memuat empat unsur, unsur tersebut dikenal “ABCD” yang berasal dari empat kata sebagai berikut: A (Audience), B (Behaviour), C (Condition), D (Degree). Audience, adalah peserta didik yang akan belajar. Behaviour, adalah perilaku yang spesifik yang akan dimunculkan oleh peserta didik setelah selesai proses belajarnya dalam pelajaran tersebut. Condition, adalah kondisi yang berarti batasan yang dikenakan kepada peserta didik atau kondisi apa yang diperlakukan peserta didik untuk terjadinya perilaku yang diharapkan. Degree, adalah tingkatan keberhasilan peserta didik dalam mencapai suatu perilaku. Adapun, berikut prinsip-prinsip penyusunan RPP yang dikemukakan oleh Permendikbud Nomor 22 tahun 2016. 1) Perbedaan individual peserta didik anatara lain kemampuan awal, tingkat intelektual, bakat, potensi, minat, motivasi belajar, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan lingkungan peserta didik; 2) Partisipasi aktif peserta; 3) Berpusat pada peserta didik untuk mendorong semangat belajar, motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, inovasi dan kemandirian; 4) Pengembangan budaya membaca dan menulis yang dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekpresi dalam berbagai bentuk tulisan; 5) Pemberian umpan balik dan tindak lanjut RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remidi; 6) Penekanan pada keterkaitan dan keterpaduan antara KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar; 24

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7) Mengakomodasi pembelajaran tematik-terpadu, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya; 8) Penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi. 4. Pembelajaran Inovatif a. Hakikat Pembelajaran Inovatif Dalam kurikulum 2013 saat ini guru mencari cara supaya dapat mengajarkan materi dengan model yang berbeda, tidak hanya dengan metode ceramah saja. Kata inovatif dimaknai sebagai beberapa gagasan dan teknik baru. Adapun kata inovasi, berarti pembaharuan, pembelajaran merupakan terjemahan dari learning, yang artinya belajar. Jadi, pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang langkah-langkah belajar dengan metode baru sehingga memperoleh kemajuan hasil belajar (Suyatno, 2009: 6). Pembelajaran inovatif juga mengandung arti pembelajaran yang dikemas oleh guru yang merupakan wujud gagasan atau teknik yang dipandang baru agar mampu memfasilitasi siswa untuk memperoleh kemajuan dalam proses dan hasil belajar. Berdasarkan definisi secara harfiah pembelajaran inovatif tersebut, terkandung makna pembaharuan (Suyatno, 2009: 6-7). Gagasan pembaharuan ini muncul sebagai akibat pembelajaran dirasakan statis, klasik, dan tidak produktif dalam memecahkan masalah belajar. Oleh karena itu, paradigma baru yang diyakini mampu memecahkan masalah tersebut. Berdasarkan pendapat Suyatno (2009: 6-7), pembelajaran inovatif merupakan pembelajaran yang dikemas oleh guru sedemikian rupa sebagai wujud gagasan atau teknik baru dengan langkah-langkah pembelajaran yang menunjang kemajuan proses dan hasil kegiatan pembelajaran. 25

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Karakteristik Pembelajaran Inovatif Pembelajaran inovatif tidak selalu berarti penerapan metode pembelajaran yang benar-benar baru namun perubahan yang terjadi dari pembelajaran konvensional ke pembelajaran aktif. Pembelajaran yang variatif, tidak membosankan, menarik, menumbuhkan partisipasi peserta didik supaya aktif, dan terjadi proses transfer pengetahuan merupakan beberapa karakteristik mendasar dari pembelajaran inovatif. Karakteristik pembelajaran inovatif ditandai dengan prinsip-prinsip sebagai berikut: pembelajaran, bukan pengajaran; guru sebagai fasilitator, bukan intrukstur; siswa sebagai subjek, bukan objek; multimedia, bukan monomedia; sentuhan manusiawi, bukan hewani; pembelajaran induktif, bukan deduktif; materi bermakna bagi siswa, bukan sekedar dihafal; keterlibatan siswa partisipatif, bukan pasif. Dalam menangani siswa, pembelajaran inovatif haruslah seirima dengan karakteristik siswa sebagai pembelajar (Suyatno, 2009: 7). c. Keunggulan Pembelajaran Inovatif Sesuai dengan buku yang penulis baca dengan judul Mendesain Model Pembelajaran Inovatif, Progresif, dan Konteksual karya Trianto Ibnu Badar al-Tabany halaman 195, dalam hal ini peneliti mendapatkan beberapa keunggulan pembelajaran inovatif diantaranya sebagai berikut: (1) pembelajaran inovatif lebih berpusat pada siswa, (2) proses belajar dirancang supaya siswa belajar, (3) guru menjadi kreatif, (4) kegiatan belajar mengajar bersifat menyenangkan, (5) siswa dapat aktif menerima informasi, (6) pengalaman belajar siswa digunakan untuk membangun karakter siswa, (7) hubungan siswa dengan guru menjadi dekat, harmonis. 26

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI d. Berbagai Model Pembelajaran Inovatif yang digunakan dalam Pengembangan Perangkat Pembelajaran Untuk membelajarkan siswa sesuai dengan cara belajar mereka sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan optimal, menarik, dan tidak membosankan perlu adanya berbagai model pembelajaran. Dalam hal ini penulis akan membahas dua model pembelajaran yang akan digunakan dalam sebuah penelitian yaitu pendekatan CTL (Contextual Teaching Learning) dan model Problem Based Learning (PBL). a. CTL (Contextual Teaching and Learning) adalah konsep belajar membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa yang mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning) melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran produktif yakni kontruktivisme, bertanya (questioning), menemukan (inquiry), masyarakat belajar (learning community), pemodelan (modelling), dan penilaian sementara (authentic assessment) (Poerwati dan Sofan, 2013:62). Komponen-komponen pendekatan CTL (Contextual Teaching Learning) (Nurdyansyah&Eni, 2016: 38) yaitu: (1) mengembangkan pemikiran siswa untuk melakukan kegiatan belajar lebih bermakna, apakah dengan cara bekerja sendiri, menemukan sendiri, dan mengkonstruksi pengetahuan dan keterampilan baru siswa, (2) melaksanakan kegiatan inkuiri untuk semua topik yang diajarkan, (3) mengembangkan sifat ingin tahu melalui pertanyaanpertanyaan, (4) menciptakan masyarakat belajar, seperti melalui kegiatan kelompok berdiskusi, tanya jawab, dan lain sebagainya, (5) menghadirkan contoh pembelajaran melalui ilustrasi, model, bahkan media yang sebenarnya, (6) membiasakan anak melakukan refleksi setiap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan, (7) melakukan 27

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI penilaian secara objektif, yaitu menilai kemampuan yang sebenarnya pada setiap siswa. Berikut adalah Prinsip-prinsip pendekatan CTL (Contextual Teaching Learning) (Nurdyansyah&Eni, 2016: 39-46): Tahap Aktivitas Guru dan Peserta Didik Tahap 1 Guru membangun pemahaman siswa dari Konstruktivisme pengalaman baru berdasarkan pada pengetahuan awal. Tahap 2 Guru membantu peserta didik melakukan Inquiry (Menemukan) proses perindahan dari pengamatan menjadi pemahaman. Tahap 3 Guru mendorong peserta didik untuk Questioning (Bertanya) membimbing dan menilai kemampuan berpikir siswa. Guru membantu peserta didik untuk Tahap 4 Learning Community (Masyarakat berbagi pengalaman dan bekerjasama dengan sekelompok orang yang terkait belajar) dalam kegiatan belajar. Tahap 5 Guru mncontohkan proses penampilan Modeling (Pemodelan) (berpikir, bekerja, dan belajar) kepada peserta didik untuk mengerjakan apa yang guru inginkan agar siswa mengerjakannya. Tahap 6 Guru mengukur pengetahuan dan Authentic Assesment (Penilaian yang keterampilan siswa dengan cara menilai sebenarnya) produk (kinerja) dan tugas-tugas yang relevan dan kontekstual dari peserta didik. 28

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tahap 7 Guru membimbing siswa untuk mencatat Reflection (Refleksi) apa yang telah dipelajari dan mengungkapkan perasaannya hari ini dalam melakukan pembelajaran di buku harian mereka. Tabel 2.1 Prinsip-prinsip pendekatan CTL (Contextual Teaching Learning) Kelebihan pendekatan CTL (Contextual Teaching Learning) yaitu: (1) pembelajaran menjadi lebih bermakna dan riil. Artinya, siswa dituntut dapat menangkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata, (2) pembelajaran lebihproduktif dan mampu menumbuhkan penguatan konsep kepada siswa karena metodel pembelajaran CTL (Contextual Teaching Learning) menganut aliran kontruktivisme, dimana seorang siswa dituntun untuk menemukan pengetahuannya sendiri (Hosnan, 2014: 279). Kelemahan pendekatan CTL (Contextual Teaching Learning) yaitu: (1) Guru tidak lagi berperan sebagai pusat informasi. Tugas guru adalah mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan pengetahuan dan keterampilan yang baru bagi siswa, (2) guru hanya memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan atau menerapkan sendiri ide-ide dan mengajak siswa agar menyadari dan dengan sadar menggunakan strategi-strategi mereka sendiri untuk belajar (Hosnan, 2014: 279-280). b. Problem Based Learning (PBL) adalah model pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran siswa pada masalah autentik ehingga siswa dapat menyusun pengetahuannya sendiri, menumbuhkembangkan keterampilan yang lebih tinggi dan inquiry, memandirikan siswa dan 29

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI meningkatkan kepercayaan diri sendiri (Hosnan, 2014: 295). Berikut langkah-langkah penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yaitu:(1) Orientasi siswa pada masalah, (2) mengorganisasi siswa untuk belajar, (3) membimbing penyelidikan individual dan kelompok, (4) mengembangkan dan menyajikan hasil karya, (5) menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah (Hosnan, 2014: 301). 30

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Langkah-langkah pembelajaran yang disajikan dalam tabel berikut (Hosnan, 2014: 302). Tahap Aktivitas Guru dan Peserta Didik Guru menjelaskan tujuan pembelajaran Tahap 1 Mengorientasikan peserta didik terhadap dan sarana atau logistik yang dibutuhkan. masalah Guru memotivasi peserta didik untuk terlibat dalam masalah nyata aktivitas yang pemecahan dipilih atau ditentukan. Guru Tahap 2 Mengorganisasi peserta didik membantu untuk mendefinisikan dan peserta didik mengorganisasi tugas belajar yang berhubungan dengan belajar masalah yang sudah diorientasikan pada tahap sebelumnya. Guru mendorong peserta didik untuk Tahap 3 Membimbing penyelidikan individual mengumpulkan informasi yang sesuai maupun kelompok dan melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan kejelasan yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah. Guru membantu peserta didik untuk Tahap 4 Mengembangkan dan menyajikan hasil berbagi tugas dan merencanakan atau menyiapkan karya yang sesuai sebagai karya hasil pemecahan masalah dalam bentuk laporan, video, atau model. Guru membantu peserta didik untuk Tahap 5 Menganalisis dan mengevaluasi proses melakukan refleksi atau evaluasi terhadap proses pemecahan masalah pemecahan masalah yang dilakukan. Tabel 2.2 Langkah-langkah pembelajaran Problem Based Learning (PBL) 31

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kelebihan Problem Based Learning (PBL), yaitu: (1) Siswa didorong untuk memiliki kemampuan memecahkan masalah dalam situasi nyata. (2) Siswa memiliki kemampuan membangun pengetahuannya sendiri melalui aktivitas belajar. (3) Pembelajaran berfokus pada masalah sehingga materi yang tidak ada hubungannya tidak perlu dipelajari oleh siswa. Hal ini mengurangi beban siswa dengan menghafal atau menyimpan informasi. (4) Terjadi aktivitas ilmiah pada siswa melalui kerja kelompok. (5) Siswa terbiasa menggunakan sumber-sumber pengetahuan, baik dari perpustakaan, internet, wawancara, dan observasi. (6) Siswa memiliki kemampuan untuk melakukan komunikasi ilmiah dalam kegiatan diskusi atau presentasi hasil pekerjaan mereka. (7) Kesulitan belajar siswa secara individual dapat diatasi melalui kerja kelompok dalam bentuk peer teaching. Kekurangan Problem Based Learning (PBL), yaitu: (1) PBM tidak dapat diterapkan untuk setiap materi pelajaran, ada bagian guru berperan aktif dalam menyajikan materi. PBM lebih cocok untuk pembelajaran yang menuntut kemampuan tertentu yang kaitannya dengan pemecahan masalah. (2) dalam satu kelas yang memiliki tingkat keragaman siswa yang tinggi akan terjadi kesulitan dalam pembegian tugas (Shoimin, 2014:132). B. Hasil Penelitian yang Relevan 1. Kristiantari (2014) melakukan peneletian tentang Penerapan pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar IPA siswa kelas VI SDN 3 Tonja tahun ajaran 2014/2015. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar IPA siswa kelas VI SDN 3 Tonja tahun ajaran 2014/2015 melalui penerapan pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL). Hasil pencatatan kegiatan sebelum penelitian tindakan atau pra siklus PTK diperoleh rata-rata keaktifan belajar siswa 6,97 dengan persentase 34,85 yang tergolong kurang aktif. Dan ketuntasan belajar pada 41,03% yang tergolong 32

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI belum tuntas. Hasil analisis data menunjukkan rata-rata keaktifan belajar IPA pada siklus I= 10,27 berada pada kriteria cukup aktif dan mengalami peningkatan sebesar 4,14 pada siklus II menjadi=14,41 tergolong pada kriteria aktif. Dan hasil belajar mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 10,00% yaitu pada siklus I hasil belajar siswa 70,30% dan pada siklus II mencapai 80,30% yang berada pada kriteria tinggi. Ketuntasan klasikal juga mengalami peningkatan sebesar 23,03% yaitu pada siklus I dari 76,92% menjadi 100% sehingga kriteria keberhasilan yang ditetapkan sudah tercapai. 2. Agustin (2013) melakukan penelitian tentang Peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa melalui model Problem Based Learning (PBL). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil dan aktivitas belajar siswa kelas IV serta performansi guru pada materi pecahan melalui model Problem Based Learning (PBL) di SD Negeri 01 Wanarejan Pemalang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklusnya terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian pada siklus I, nilai rata-rata mencapai 68,14 dan persentase tuntas belajar klasikal 70,59%. Pada siklus II nilai ratarata meningkat menjadi 84,31 dan persentase tuntas belajar klasikal menjadi 92,16%. Rata-rata kehadiran siswa pada siklus I 97,39% dan siklus II tetap 97,39%. Keterlibatan siswa dalam pembelajaran siklus I 66,28% (tinggi) dan meningkat pada siklus II menjadi 76,50% (sangat tinggi). Nilai performansi guru pada siklus I 82,25 (AB) dan meningkat pada siklus II menjadi 93,58 (A). Dapat disimpulkan bahwa model PBL dapat meningkatkan hasil dan aktivitas belajar siswa serta performansi guru dalam pembelajaran matematika materi pecahan di kelas IV SD Negeri 01 Wanarejan Pemalang. 3. Widya (2017) melakukan penelitian tentang Pengembangan Desain Pembelajaran Tematik Integratif Berbasis Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) Kelas 4 Sekolah Dasar. Penelitian ini bertujuan untuk 33

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dapat digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi nyata siswa. Jenis penilitian ini adalah penelitian R&D yang meliputi tiga tahapan yaitu studi pendahuluan, pengembangan produk, dan pengujian. Hasil dari penelitian desain pembelajaran tematik integratif menggunakan model pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL) kelas 4 Sekolah Dasar setelah dilakukan uji pakar berupa: a) model desain diperoleh rata-rata 16 dengan persentase 80%. b) silabus pembelajaran mendapat ratarata 80,5 dengan persentase 76,6%. c) RPP pembelajaran mendapat rata-rata 133 dengan presesntasi 83,1%. d) materi pembelajaran mendapat rata-rata 65,5 dengan prsesntase 72,7%. Desain pembelajaran terbukti efektif berdasarkan perbedaan pretes dan posttes pada taraf signifikansi 0,000. Jika diuji dengan taraf kepercayaan 0.05 maka diperoleh hasil α lebih kecil dari 0,05. Artinya kompetensi hasil belajar menggunakan Desain Pembelajaran Tematik Integratif Menggunakan Model Pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL) lebih tinggi daripada Desain Pembelajaran Tematik Integratif rancangan dari Pemerintah. 34

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Dari ke-tiga jurnal penelitian yang relevan, penulis membuat Literature Map untuk memudahkan dalam membandingkan penelitian yaitu sebagai berikut: Kristiantari (2014) “Penerapan pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar IPA siswa kelas VI SDN 3 Tonja tahun ajaran 2014/2015” Widya (2017) Agustin (2013) “Peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa melalui model Problem Based Learning (PBL)” Putri (2019) “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif Sub Tema 1 Gemar Berolahraga Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar” Gambar 2.1 Literature Map 35 “Pengembangan Desain Pembelajaran Tematik Integratif Berbasis Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) Kelas 4 Sekolah Dasar”

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI C. Kerangka Berpikir Pada abad ke-21 ini peserta didik diharapkan berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran. Peserta didik akan menjadi subjek dalam pembelajaran sehingga guru harus bisa menjadi fasilitator dan motivator untuk peserta didik supaya dapat mengembangkan keterampilan-keterampilan dasar yang ia punya seperti kreatif dan inovatif. Dengan demikian, kurikulum yang digunakan yaitu kurikulum 2013 dimana guru harus dapat membuat perangkat pembelajaran yang inovatif yang sesuai dengan tema-tema yang diajarkan. Kurikulum 2013 adalah sebuah kurikulum yang dikembangkan untuk meningkatkan dan menyeimbangkan kemampuan soft skilss dan hard skills yang berupa sikap, keterampilan, dan pengetahuan (Fadlillah, 2014: 16). Sedangkan pembelajaran inovatif yaitu pembelajaran yang menyenangkan, tidak membuat bosan saat mengikuti pembelajaran, dan dapat mengembangkan keterampilan, pengetahuan, maupun sikap. Dalam hal ini, guru harus aktif dan kreatif dalam membuat perangkat pembelajaran inovatif untuk membangkitkan siswa supaya dapat mengembangkan keterampilan-keterampilan yang dimilikinya. Fakta yang ditemukan di lapangan guru cenderung kurang menguasai bahkan belum mengetahui apa itu pembelajaran inovatif. Berdasarkan hasil wawancara, guru tidak mengunakan perangkat pembelajaran yang inovatif saat kegiatan belajar mengajar. Guru masih mengalami kesulitan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif. Faktor yang menyebabkan hal ini adalah guru belum menguasai apa itu pembelajaran inovatif dan model-model pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran inovatif, khususnya untuk pembelajaran pada Sub Tema 1 Gemar Berolahraga. Guru membutuhkan contoh perangkat pembelajaran yang inovatif yang sesuai dengan Kurikulum 2013 yang akan dijadikan sebagai acuan. Hasil wawancara yang diperoleh dari guru membuat peneliti terdorong untuk melakukan penelitian untuk mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif Mengacu Kurikulum 2013 dalam Sub Tema 1 Gemar Berolahraga untuk siswa kelas I Sekolah Dasar. Perangkat pembelajaran inovatif ini mampu menambah pemahaman dan 36

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pengetahuan guru tentang pengembangan pembelajaran inovatif dan guru dapat mengimplementasikan perangkat pembelajaran ini dalam kegiatan pembelajaran di sekolah dasar. Langkah penelitian dilakukan dengan menganalisis kebutuhan, pengembangan produk untuk menjawab kebutuhan berupa perangkat pembelajaran, validasi produk sebelum di ujikan, uji coba produk, dan evaluasi produk. Kurikulum yang Pembelajaran inovatif menjadi solusi untuk digunakan di sekolah meningkatkan proses pembelajaran yang dasar adalah Kurikulum mengacu pada Kurikulum 2013 2013 Pembelajaran inovatif Kegiatan pembelajaran pada Tema 2 dimaknai sebagai Kegemaranku Sub Tema 1 Gemar pembelajaran dengan Berolahraga menggunakan gagasan atau teknik yang baru Guru membutuhkan contoh pengembangan perangkat pembelajaran inovatif pada Tema 2 Kegemaranku Sub Tema 1 Gemar Guru belum menguasai Berolahraga mengacu Kurikulum 2013 pembelajaran inovatif untuk siswa kelas I sekolah dasar Peneliti mengembangkan pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam Sub Tema 1 Gemar Berolahraga yang mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas I sekolah dasar Gambar 2.2 Kerangka Berpikir 37

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI D. Pertanyaan Penelitian Berdasarkan uraian teori di atas, maka dapat dirumuskan beberapa pertanyaan penelitian sebagai berikut: 1a. Bagaimana kualitas perangkat pembelajaran inovatif dalam Sub Tema 1 Gemar Berolahraga Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa kelas I Sekolah Dasar menurut pakar Kurikulum 2013? b. Bagaimana kualitas perangkat pembelajaran inovatif dalam Sub Tema Gemar 1 Berolahraga Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa kelas I Sekolah Dasar menurut guru SD berdasar hasil uji coba terbatas? 38

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Uraian dalam bab III ini akan membahas tentang jenis penelitian, setting penelitian, prosedur pengembangan, uji coba terbatas, teknik analisis data, dan jadwal penelitian. A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan yaitu Penelitian dan Pengembangan atau Research and Development (R&D). Penelitian dan Pengembangan atau Research and Development (R&D) adalah sebuah proses atau langkahlangkah untuk mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang ada, yang dapat dipertanggungjawabkan (Sukmadinata, 2008: 164). Produk tersebut tidak harus berbentuk perangkat keras (hardware), seperti buku, modul, alat bantu pembelajaran di kelas, tetapi juga bisa perangkat lunak (software), seperti program komputer untuk mengolah data sekolah, perpustakaan atau model-model lainnya, ataupun model-model pendidikan, pembelajaran, pelatihan, dll. Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan dari Borg and Gall. Langkah pengembangan dengan model Borg and Gall dalam suatu penelitian ada 10, diantaranya adalah (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) uji coba pemakaian, (6) revisi produk, (7) uji coba produk, (8) revisi desain, (9) revisi produk, (10) produksi masal. Berikut bagan beserta pemaparan langkahlangkah pelaksanaan pengembangan Borg and Gall (dalam Sugiyono, 2012: 298-311). 39

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1 3 4 Desain Produk Validasi Desain 2 Potensi dan Masalah Pengumpulan Data 5 Revisi Desain 9 8 10 Produksi Masal Revisi Produk Akhir Uji Coba Pemakaian 7 Revisi Produk 6 Uji Coba Produk Gambar 3.1 Langkah-langkah penggunaan Metode Research and Development (R&D) menurut Borg and Gall Berikut ini penjelasan secara ringkas mengenai langkah-langkah Penelitian dan Pengembangan menurut Borg and Gall antara lain: 1. Potensi dan Masalah Potensi adalah segala sesuatu yang bila didayagunakan akan memiliki nilai tambah. Masalah adalah penyimpangan antara yang diharapkan dengan yang terjadi. Masalah ini dapat diatasi melalui R&D dengan cara meneliti sehingga ditemukan suatu model, pola, atau sistem penanganan terpadu yang efektif yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut. Potensi dan masalah yang dikemukakan dalam penelitian harus ditunjukkan dengan data empirik. Data tentang potensi dan masalah tidak harus dicari sendiri, tetapi bisa berdasarkan laporan penelitian orang lain, atau dokumentasi laporan kegiatan dan perorangan atau informasi tertentu yang masih up to date. 40

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Mengumpulkan informasi Setelah potensi dan masalah dapat ditunjukkan secara factual dan uptode, maka selanjutnya perlu dikumpulkan berbagai informasi yang dapat digunakan sebagai bahan untuk perencanaan produk tertentu yang diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut. Di sini diperlukan metode penelitian sendiri. Metode apa yang akan digunakan untuk penelitian tergantung permasalahan dan ketelitian tujuan yang ingin dicapai. 3. Desain produk Hasil akhir dari kegiatan penelitian dan pengembangan adalah berupa produk baru yang lengkap dengan spesifikasinya. Desain produk harus diwujudkan dalam gambar atau bagan, sehingga dapat digunakan sebagai pegangan untuk menilai dan membuatnya. Maka, pada langkah ini yang dilakukan yaitu mengembangkan produk awal yang meliputi, penyiapan materi pembelajaran, prosedur/penyusunan buku pegangan, dan instrument validasi. 4. Validasi desain Validasi desain merupakan proses kegiatan untuk menilai apakah rancangan produk, dalam hal ini sistem kerja baru secara rasional akan lebih efektif dari yang lama atau tidak. dikatakan secara rasional, karena validasi di sini masih bersifat penilaian berdasarkan pemikiran rasional, belum fakta lapangan. Validasi produk dapat dilakukan dengan cara menghadirkan beberapa pakar atau tenaga ahli yang sudah berpengalaman untuk menilai produk baru yang dirancang tersebut. 5. Perbaikan desain Setelah desain produk, divalidasi melalui diskusi dengan pakar dan para ahli lainnya, maka akan dapat diketahui kelemahannya. Kelemahan tersebut selanjutnya dicoba untuk dikurangi dengan cara memperbaiki desain. Yang bertugas memperbaiki desain adalah peneliti yang mau menghasilkan produk tersebut. 41

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6. Uji coba produk Pengujian ini dilakukan dengan cara eksperimen untuk mengetahui keaktifan dan keefesienan produk yang telah dibuat. Eksperimen ini juga dilakukan untuk membandingkan dengan keadaan sebelum produk ditetapkan. 7. Revisi produk Setelah melakukan uji coba pada tahap awal, peneliti mendapatkan hasil apakah produk perlu direvisi atau tidak. apabila produk direvisi maka hasil revisi perlu diujicobakan lagi pada siswa yang lebih luas. 8. Uji coba pemakaian Setelah pengujian terhadap produk berhasil, dan mungkin ada revisi yang tidak terlalu penting, maka selanjutnya produk direvisi diujicobakan kepada subjek yang lebih luas. Produk yang telah dibuat harus dinilai kekurangan atau hambatan yang muncul guna perbaikan lebih lanjut. 9. Revisi produk Revisi produk ini dilakukan, apabila dalam pemakaian kondisi nyata terdapat kekurangan dan kelemahan. Revisi ini didahului dengan mengevaluasi kinerja produknya di lapangan, untuk mengetahui kelemahan-kelemahan yang ada sehingga dapat digunakan untuk penyempurnaan dan pembuatan produk baru lagi. 10. Pembuatan produk masal Pembuatan produk masal ini dilakukan apabila produk baru yang telah diujicoba dalam beberapa kali dinyatakan efektif dan layak untuk diproduksi masal. 42

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI B. Setting Penelitian Setting penelitian yang dilakukan oleh peneliti pada penelitian ini meliputi tempat, subjek, objek, dan waktu penelitian. 1. Tempat penelitian Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Ngabean yang beralamatkan di Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 81, Ngampilan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55262. 2. Subjek penelitian Subjek penelitian ini adalah guru kelas I dan siswa kelas I SD Negeri Ngabean tahun ajaran 2018/2019. 3. Objek penelitian Objek penelitian ini adalah pengembangan perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu pada kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar. 4. Waktu penelitian Waktu penelitian terhitung mulai 1 April 2018 hingga 1 Februari 2019. Penelitian ini dimulai dari observasi dan wawancara analisis kebutuhan hingga penyelesaian laporan skripsi. Keseluruhan penelitian ini membutuhkan waktu selama kurang lebih 10 (sepuluh) bulan. C. Prosedur Pengembangan Prosedur pengembangan dalam penelitian ini menggunakan langkahlangkah penelitian dan pengembangan dari Borg and Gall. Penelitian dan pengembangan digunakan untuk mengembangkan suatu produk pengembangan (Tegeh, Jampel dan Pandhawa, 2014: 7). Penelitian ini tidak mengambil 10 langkah penelitian dan pengembangan dari Borg and Gall, namun dibatasi menjadi tujuh langkah yaitu: (1) potensi dan masalah, (2) mengumpulkan informasi, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) perbaikan desain, (6) uji coba produk, dan (7) revisi produk. Pembatasan ini 43

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dilakukan dikarenakan memakan waktu serta biaya yang terlalu banyak dan peneliti tidak melakukan produksi secara massal. Berikut adalah langkah-langkah pengembangan yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan produk ini, yang digambarkan dalam bentuk bagan di bawah ini. 44

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tahap I Potensi dan Masalah Tahap II Analisis Kebutuhan dan Tujuan Mengumpulkan Informasi Wawancara dengan guru kelas I SD dan observasi siswa kelas I SD Hasil wawancara dan Observasi Tahap IV Tahap III Tahap Validasi Desain Validasi Produk Tahap V Melakukan Revisi Desain Desain Produk 1. Mengembangkan instrument penelitian. 2. Menyusun indikator dengan tingkat berpikir tingkat tinggi (taksonomi bloom). 3. Menyusun tujuan pembelajaran berdasarkan ABCD. 4. Memilih keterampilan yang akan diuntaikan. 5. Memilih mata pelajaran yang sesuai. 6. Menentukan KI dan KD. 7. Membuat pemetaan jaringan berdasarkan Kurukulum 2013. 8. Membuat Perangkat Pembelajaran. Revisi Perangkat Pembelajaran Tahap VII Revisi Produk Akhir Tahap VI Uji Coba Produk Revisi Perangkat Pembelajaran Uji Coba Produk terbatas Gambar 3.2 Prosedur pengembangan dalam Penelitian 45

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berikut penjelasan setiap langkah yang digunakan dalam penelitian ini: 1. Potensi dan Masalah Pada tahap ini, peneliti melakukan analisis kebutuhan melalui observasi dan wawancara kepada wali kelas I di SD Negeri Ngabean, SD Negeri Bhaktikarya, SD Negeri Tegalrejo 3, dan SDK Kintelan yang menggunakan Kurikulum 2013. Wawancara dilakukan bertujuan untuk mengetahui adanya fakta dan masalah yang terjadi di lapangan. Fakta yang dicari terkait dengan kebutuhan contoh perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013. Dengan observasi dan wawancara ini diharapkan penelitian tentang pengembangan perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas I sekolah dasar dapat disusun sesuai dengan Sub Tema 1 “Gemar Berolahraga”. Pemilihan Sub Tema 1 Gemar Berolahraga dilakukan berdasarkan perlunya siswa mengetahui bagian kesehatan tubuh dan bagaimana cara merawat kesehatan dengan baik dan benar melalui olahraga. Sedangkan, pemilihan kelas I sekolah dasar dilakukan berdasarkan rasa ingin tahu dan kebutuhan siswa akan materi tersebut. Peneliti melihat siswa bertanya kepada guru kelasnya mengenai kesehatan tubuh yang ada pada kehidupan sehariharinya. 2. Pengumpulan informasi a. Menetapkan tujuan instruksional umum Setelah melakukan analisis kebutuhan, peneliti menemukan masalah yaitu guru membutuhkan contoh perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013 pada Sub Tema 1 Gemar Berolahraga. Sesuai menentukan tujuan dengan analisis instruksional kebutuhan umum. Tujuan ini, peneliti instruksional merupakan jawaban atas permasalahan yang ada dan menjadi solusi efektif untuk masalah pengajaran. Oleh karena itu, peneliti menentukan tujuan instruksional 46 umum yaitu pengembangan

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI perangkat pengembangan inovatif mengacu Kurikulum 2013 pada Sub Tema 1 Gemar Berolahraga. b. Melakukan analisis instruksional umum Analisis instruksional merupakan seperangkat prosedur untuk mencapai aktivitas tujuan instruksional. Analisis instruksional dilakukan dengan memahami dan menganalisis pengembangan perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013 pada Sub Tema 1 Gemar Berolahraga. c. Menganalisis siswa dalam konteks yang sesuai Dalam tahapan ini, peneliti melihat dan menganalisis karakteristik siswa dan kemampuan siswa serta kecocokan konteks yang dipelajari untuk siswa kelas I. 3. Desain Produk Peneliti mengembangkan produk dari awal yaitu berupa perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013. Pengembangan produk dimulai dengan mengembangkan instrumen penelitian, merumuskan indikator berpikir tingkat tinggi, merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan ABCD (Audience, Behaviour, Condition, Degree), memilih keterampilan yang akan diuntaikan pada pembelajaran inovatif, membuat jaringan kompetensi dasar dan indikator, dan menyusun RPP. Perangkat pembelajaran inovatif yang dihasilkan berupa jaringan kompetensi dasar dan indikator yang sesuai dengan pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013 dan sesuai dengan Sub Tema 1 “Gemar Berolahraga” serta menghasilkan sebuah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Inovatif Sub Tema 1 “Gemar Berolahraga” mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas I sekolah dasar. Perangkat pembelajaran ini juga menekankan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. 4. Validasi Desain Peneliti menggunakan validasi pakar sebagai evaluasi formatif terhadap desain produk perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan validasi 47

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI oleh dua ahli. Validasi yang dilakukan bertujuan agar memperoleh kritik dan saran untuk merevisi dan meningkatkan produk yang dibuat. 5. Revisi Desain Peneliti merevisi produk berdasarkan data yang berupa kritik dan saran validator. Peneliti melakukan revisi sesuai hasil validasi kedua pakar. Revisi ini bertujuan untuk memperbaiki kekurangan pada produk. Hasil revisi dari produk ini akan menjadi desain produk akhir perangkat pembelajaran inovatif Sub Tema 1 Gemar Berolahraga mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas I sekolah dasar. 6. Uji coba produk Uji coba produk dilakukan di SD Negeri Ngabean kelas I dengan jumlah siswa 22 siswa. Melalui uji coba ini, peneliti melakukan evaluasi formatif dari dua pakar guru SD kelas I. Evaluasi dilakukan dengan memberikan instrumen validasi uji coba produk kepada seorang guru kelas I. Evaluasi formatif ini dilakukan untuk mengetahui kritik dan saran dari implementasi produk maupun kualitas produk yang dikembangkan. 7. Revisi produk Berdasarkan uji coba produk dan evaluasi formatif yang dilakukan, peneliti merevisi produk yang telah diujicobakan. Revisi ini merupakan revisi akhir yang dilakukan peneliti guna penyempurnaan produk berdasarkan saran dan kritik kedua guru SD kelas I SD Negeri Ngabean. D. Uji Coba Terbatas 1. Subjek Uji Coba Terbatas Subjek uji coba terbatas pada penelitian pengembangan ini adalah semua siswa kelas I SD Negeri Ngabean yang berjumlah 22 siswa pada semester ganjil tahun ajaran 2018/2019. 48

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian adalah alat yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data penelitian (Wina, 2009: 102). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan instrumen non tes yaitu observasi, wawancara, dan kusioner yang bertujuan untuk dapat mengukur kualitas produk dan pengajaran di kelas. a. Observasi Observasi merupakan teknik mengumpulkan data dengan cara mengamati setiap kejadian yang sedang berlangsung dan mencatatnya dengan alat observasi tentang hal-hal yang akan diamati atau diteliti (Wina, 2009: 86). Peneliti melakukan observasi kepada empat (4) guru dan siswa sekolah dasar kelas I di Yogyakarta yaitu SD Negeri Ngabean, SD Negeri Bhaktikarya, SD Negeri Tegalrejo, dan SDK Kintelan. b. Pedoman Wawancara Pedoman wawancara ini digunakan sebagai acuan untuk melakukan wawancara kepada empat (4) guru sekolah dasar kelas I di Yogyakarta yaitu SD Negeri Ngabean, SD Negeri Bhaktikarya, SD Negeri Tegalrejo, dan SDK Kintelan, sehingga peneliti akan mengetahui dan memperoleh informasi yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi guru dan kebutuhan siswa. c. Kuisioner Kuisioner digunakan berupa instrumen validasi yang memuat pernyataan untuk memvalidasi produk. Lembar validasi produk menggunakan skala Likert 1 sampai 5, dimana semakin besarnya nilai maka semakin valid pula pernyataan tersebut. Komponen yang ada dalam lembar validasi meliputi: (1) identitas RPP, (2) perumusan indikator, (3) perumusan tujuan pembelajaran, (4) pemilihan materi ajar, (5) pemilihan sumber belajar, (6) pemilihan media pembelajaran, (7) model, metode, dan pendekatan pembelajaran, (8) langkah-langkah 49

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pembelajaran, (9) karakteristik pembelajaran CTL (Contextual Teaching Learning) dan PBL (Problem Based Learning) untuk validator pakar dan implementasi pembelajaran inovatif untuk guru kelas I, (10) penilaian, (11) Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), dan (12) bahasa. 3. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data merupakan cara untuk mendapatkan sumber data informasi yang akan digunakan oleh peneliti. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengamatan/Observasi, wawancara, kajian dokumen, dan kuisioner. a. Pengamatan/Observasi Pengamatan/Observasi adalah suatu proses melihat, mengamati, dan mencermati serta merekam perilaku secara sistematis untuk mencapai suatu tujuan tertentu (Herdiansiah, 2013: 131). Pada penelitian ini peneliti menggunakan pengamatan/observasi langsung untuk mengamati kegiatan belajar mengajar di kelas I. Peneliti ikut serta dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan atau peningkatan hasil belajar siswa. b. Wawancara Wawancara adalah teknik mengumpulkan data dengan menggunakan bahasa lisan baik melalui tatap muka atau media tertentu. Wawancara atau diskusi dilakukan oleh peneliti dengan (4) guru sekolah dasar kelas I di Yogyakarta yaitu SD Negeri Ngabean, SD Negeri Bhaktikarya, SD Negeri Tegalrejo, dan SDK Kintelan. Wawancara dengan guru dilaksanakan sebelum dan sesudah melakukan pengamatan pertama terhadap kegiatan belajar mengajar (KBM) dimaksudkan untuk memperoleh informasi tentang berbagai hal berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran (Sarwiji, 2009: 58). c. Kajian dokumen 50

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kajian dokumen juga dilakukan terhadap berbagai dokumen atau arsip yang ada, seperti kurikulum, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang dibuat guru, buku atau materi pelajaran, hasil belajar dan nilai membaca yang diberikan guru (Sarwiji, 2009: 59). Dalam penelitian ini, penulis menggunakan kajian dokumen atau arsip yang ada di sekolah tempat dimana dilakukan penelitian yaitu kurikulum yang digunakan, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang dibuat oleh guru beserta materinya, dan hasil belajar. d. Kuisioner Kuisioner diberikan kepada guru kelas untuk mengetahui berbagai hal yang berkaitan dengan kualitas produk. Dengan menganalisis informasi yang diperoleh melalui kuisioner tersebut dapat diketahui peningkatan kualitas produk atas aktivitas siswa dalam belajar di kelas (Sarwiji, 2009: 59). Kuisioner akan diberikan kepada guru kelas I dan beberapa guru yang menggunakan produk ini. 4. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis data kualitatif dan kuantitatif. 1. Data kualitatif Data kualitatif diperolehdari hasil observasi dan wawancara dengan para guru SD Kelas I untuk menganalisis kebutuhan guru. Data kualitatif juga didapat dari kritik dan saran yang dikemukan oleh ahli atau pakar pembelajaran inovatif data kualitas diperoleh dari masukan berupa titik dan saran dari guru kelas I berdasarkan uji coba produk yang dilakukan. 2. Data kuantitatif Data berupa skor dari penilaian oleh pakar pembelajaran inovatif dan skor penilaian uji coba produk. Data dianalisis sebagai dasar dari hasil penilaian angket diubah menjadi data interval. Skala penilaian 51

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI terhadap perangkat pembelajaran yang dikembangkan yaitu sangat baik (skor 5), baik (4), cukup baik (3), kurang baik (2), sangat kurang baik (1). Setelah skor diperoleh dari validator, maka dianalisis rata-rata skor Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Berikut ketentuan dalam menghitung rata-rata skor. Rata-rata (x) : Skor yang didapat kemudian dikonversikan menjadi data kualitatif skala lima menurut Sukardjo (2008:102) digunakan sebagai acuan konversi nilai skala lima untuk menilai kualitas produk. Tabel 3.1 Konversi Nilai Skala Lima Interval Skor Kategori Sangat Baik Baik Cukup Baik Kurang Baik Sangat Kurang Baik Keterangan: (Xi) (Rerata ideal) SBi (Simpangan baku ideal X = Skor aktual Berdasarkan rumus konversi skala lima di atas perhitungan data-data kuantitatif dilakukan untuk memperoleh data kualitatif dengan menerapkan rumus konversi tersebut. Adapun penentuan rumus kualitatif pengembangan ini ditetapkan dengan konversi sebagai berikut: 52

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Diketahui: Skor maksimal ideal : 5 Skor minimal ideal :1 Rerata ideal (Xi) : Simpangan baku ideal (SBi) : Ditanyakan: Inteval skor kategori sangat baik, baik, cukup baik, kurang baik, dan sangat kurang baik. Jawaban: Kategori sangat baik = = = = Kategori baik = = = = Kategori cukup baik = = = = Kategori kurang baik = = = 53

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI = Kategori sangat kurang baik = = = = Berdasarkan perhitungan tersebut, diperoleh konversi data kuantitatif menjadi data kualitatif dengan kategori skala lima sebagai berikut: Tabel 3.2 Konversi skala lima Interval skor Kategori Sangat baik Baik Cukup baik Kurang baik Sangat Kurang baik E. Jadwal Kegiatan Penelitian skripsi ini dijadwalkan dalam tabel berikut: Tabel 3.3 Jadwal Kegiatan No 1 2 3 4 Kegiatan Analisis Kebutuhan Menyusun Proposal Pengembangan bentuk awal produk Validasi Waktu (Bulan) Apr- Mei- Juli- Agust- Sep- Okt- Nov18 18 18 18 18 18 18 √ √ √ √ 54 Des18 Jan- Feb19 19

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 6 7 8 9 produk Revisi produk Uji coba produk Revisi produk Ujian Skripsi Revisi akhir √ √ 55 √ √ √ √ √ √ √

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab IV ini berisi uraian tentang pembahasan analisis kebutuhan, deskripsi produk awal, validasi ahli dan revisi produk, uji coba terbatas, serta kajian produk dan pembahasan. A. Analisis Kebutuhan Langkah awal yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian perangkat pembelajaran ini yaitu melakukan analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan merupakan suatu kegiatan di mana peneliti mencoba mencari informasi mengenai pembelajaran di sekolah dasar yang menggunakan Kurikulum 2013 dan mengaplikasikan perangkat pembelajaran inovatif ke dalam sistem belajarnya. Analisis kebutuhan dilakukan dengan melakukan observasi dan wawancara. Peneliti melakukan observasi terhadap siswa-siswi kelas I di empat (4) sekolah dasar yaitu SD Negeri Ngabean, SD N Bhaktikarya, SD Negeri Tegalrejo 3, dan SDK Kintelan I. Peneliti juga melakukan wawancara kepada empat (4) guru kelas I SD yaitu ibu Suwansih, S.Pd guru kelas I SD Negeri Ngabean, ibu Sumiyati, S.Pd guru kelas I SD N Bhaktikarya, ibu Eny, S.Pd guru kelas I SD Negeri Tegalrejo 3, guru kelas I SD yaitu ibu Aryaduta Tina, S.Pd guru kelas I SDK Kintelan I. Observasi dan wawancara ini dilakukan pada bulan Juli 2018 yang sesuai pada langkah-langkah yang telah dijelaskan pada bab III. Observasi dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui penerapan Kurikulum 2013 dan menganalisis kebutuhan siswa. Wawancara ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana sekolah dasar menggunakan perangkat pembelajaran inovatif dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Selain itu, wawancara juga membantu peneliti dalam mengetahui permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh guru kelas I dalam membuat dan menerapkan perangkat pembelajaran inovatif khususnya perangkat pembelajaran RPP dengan modelmodel pembelajaran inovatif. Wawancara ini dilakukan supaya dapat 56

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dijadikan sebagai acuan dalam mengembangkan perengkat pembelajaran inovatif yang berupa prota, prosem, silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). 1. Hasil wawancara analisis kebutuhan Wawancara dilakukan dengan berpedoman pada 23 butir pertanyaan untuk melakukan analisis kebutuhan perangkat pembelajaran. Berikut ini adalah data hasil wawancara dengan guru SD yang melaksanakan Kurikulum 2013 terkait dengan pelaksanaan pembelajaran yang inovatif yang akan dijelaskan setiap butirnya. Butir pertanyaan yang kesatu yaitu mengenai kapan sekolah menetapkan kurikulum 2013. Dua guru mulai menggunakan kurikulum 2013 pada saat pemerintah pertama kali menetapkan kurikulum 2013 yaitu pada tahun ajaran 2016/2017 dan dua guru menggunakannya pada tahun ajaran 2014/2015. Butir pertanyaan yang kedua yaitu mengenai pelaksanaan pelatihan kurikulum 2013. Keempat guru yang diwawancarai mengatakan bahwa mereka sudah pernah mengikuti pelatihan kurikulum 2013 sebelum dan sesudah kurikulum 2013 digunakan. Butir pertanyaan yang ketiga yaitu mengenai pemahaman terhadap kurikulum 2013. Dua guru yang diwawancarai mengatakan beliau paham terhadap kurikulum 2013 apabila membaca buku pedoman yang telah diberikan dan dua guru mengalami kesulitan dalam membuat penilaian. Butir pertanyaan yang keempat yaitu mengenai karakteristik kurikulum 2013. Dua guru yang diwawancarai mengatakan karakteristik 2013 yaitu anak dituntut untuk mandiri. Satu guru menjawab belum mengetahui karakteristik kurikulum 2013 dan satu guru yang lain menjawab karakteristik kurikulum 2013 yaitu keterkaitan antara mata pelajaran yang satu dengan mata pelajaran yang lainnya. Butir pertanyaan yang kelima yaitu mengenai pemahaman terkait dengan pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Keempat guru yang 57

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI diwawancarai menjawab pendekatan saintifik yaitu 5M (Mengamati, Menanya, Mencoba, Menalar, dan Mengkomunikasikan), anak diarahkan untuk menggali informasi sendiri dan guru hanya mendampingi. Butir pertanyaan yang keenam yaitu mengenai rumusan indikator dan tujuan pembelajaran. Dua guru yang diwawancarai mengatakan beliau mengambil dari buku guru. Dua guru yang diwawancarai mengatakan beliau hanya menyalin perangkat pembelajaran yang ada di internet maupun CD yang diberikan oleh pihak sekolah yang kemudian dikembangkan semampunya. Butir pertanyaan menumbuhkembangkan yang ketujuh pendidikan yaitu karakter mengenai dalam cara pembelajaran. Keempat guru yang diwawancarai mengatakan membiasakan siswa untuk berdoa sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran. Selain itu guru memberikan contoh perilaku yang terpuji kepada siswa seperti jujur ketika sedang mengerjakan soal ulangan, toleransi antar umat beragama. Butir pertanyaan yang kedelapan yaitu mengenai model pembelajaran yang digunakan dalam pembuatan RPP. Ketiga guru mengatakan beliau hanya menggunakan beberapa model saja seperti picture and picture, snowball throwing dan didominasi metode ceramah. Satu guru yang diwawancarai mengatakan menggunakan banyak model pembelajaran seperti picture and picture, snowball throwing, problem based learning tetapi beliau tidak paham mengenai model tersebut karena hanya mendownload model-model dari internet. Butir pertanyaan yang kesembilan yaitu mengenai tercapainya pendidikan karakter dalam tujuan pembelajaran yang sudah dikembangkan. Keempat guru mengatakan bahwa telah mengajarkan pendidikan karakter seperti mengajarkan berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran kepada siswa dengan mencontohkan dan membiasakan halhal sederhana untuk dapat ditiru oleh siswa. 58

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Butir pertanyaan yang ke sepuluh yaitu mengenai keterampilan seperti (berfikir kritis, kreatif, kolaborasi, komunikasi). Dua guru ketika diwawancarai tidak tahu bagaimana cara mengembangkan keterampilan seperti (berfikir kritis, kreatif, kolaborasi, komunikasi). Sedangkan dua guru yang lain dapat mengembangkan keterampilan tetapi hanya untuk berfikir kritis dan kreatif saja, untuk kolaborasi dan komunikasi masih mengalami kesulitan. Butir pertanyaan ke sebelas yaitu mengenai rumusan indikator dan tujuan pembelajaran yang terkait dengan keterampilan (berfikir kritis, kreatif, kolaboratif, komunikasi. Keempat guru mengatakan bahwa mereka membuat indikator terpaku pada panduan dari pemerintah yang mereka dapatkan dengan mendownload perangkat pembelajaran diinternet atau diberikan oleh sekolah melalui CD. Butir pertanyaan ke duabelas yaitu mengenai model pembelajaran yang biasa digunakan dalam proses pembelajaran. Ketiga guru mengatakan pernah menggunakan model pembelajaran tetapi lebih didominasi menggunakan metode ceramah dalam mengajar. Sedangkan satu guru yang lain mengatakan beliau menggunakan pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Butir pertanyaan ke tiga belas yaitu mengenai penggunaan metode ceramah yang mendominasi pembelajaran di kelas. Keempat guru mengatakan bahwa metode ceramah masih sangat mendominasi pembelajaran di kelas. . Butir pertanyaan ke empat belas yaitu mengenai model pembelajaran inovatif yang pernah diguanakn ketika mengajar. Tiga guru mengatakan pernah menggunakan model pembelajaran yang inovatif dalam mengajar tetapi beliau tidak paham dan mengerti mengenai model-model pembelajaran yang inovatif sehingga masih terpaku pada buku catatan. Sedangkan satu guru sering menggunakan model pembelajaran picture to picture karena di kelas bawah masih 59

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI membutuhkan media yang menarik seperti gambar-gambar atau tayangan video dalam penyampaian materi. Butir pertanyaan ke lima belas yaitu mengenai pembelajaran inovatif. Keempat guru mengatakan mengetahui mengenai pembelajaran inovatif tetapi tidak tau lebih dalam pembelajaran inovatif tersebut. Butir pertanyaan ke enam belas yaitu mengenai kesulitan dalam membuat model pembelajaran yang inovatif. Dua guru mengatakan bahwa kesulitan dalam merumusakan indikator, tujuan, dan langkahlangkah yang sesuai dengan model pembelajaran yang inovatif karena tidak paham dengan model-model pembelajaran yang inovatif. Satu guru mengatakan kesulitan dalam sarana prasarana seperti LCD, proyektor, media pembelajaran yang lain apabila pembelajaran menggunakan model inovatif karena sekolah tidak mendukung untuk hal itu. Satu guru yang lain mengatakan sulit menggunakan berbagai model pembelajaran yang inovatif dalam setiap pembelajaran karena setiap pembelajaran berbeda materi dan karakteristik. Butir pertanyaan ke tujuh belas yaitu mengenai cara mengatasi kesulitan yang dialami tentang perangkat pembelajaran inovatif. Kedua guru menjawab untuk mengatasi kesulitan yang dialaminya beliau meminta bantuan kepada guru lain yang lebih tau akan permasalahan yang dihadapi. Sedangkan satu guru mengatakan untuk mengatasi kesulitan yang dialaminya beliau mencari diinternet karena apapun masalahnya diinternet pasti sudah ada solusinya. Satu orang yang lain mengatakan membuat media pembelajaran yang menarik untuk mengatasi permasalahannya. Butir pertanyaan ke delapan belas yaitu mengenai contoh perangkat pembelajaran inovatif yang ada di sekolah. Keempat guru mengatakan sekolah tidak menyediakan contoh perangkat pembelajaran yang inovatif di sekolahnya, hanya saja menyediakan alat peraga yang 60

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI menarik seperti kartu kata untuk membantu membaca dan LCD serta proyektor saja. Butir pertanyaan ke sembilan belas yaitu mengenai penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran. Keempat guru mengatakan sudah pernah menggunakan media pembelajaran dalam proses pembelajaran. Mereka biasa menggunakan gambar-gambar, tayangan video maupun media yang telah disediakan oleh sekolah dalam proses pembelajaran. Butir pertanyaan ke dua puluh yaitu mengenai perlu atau tidaknya contoh perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu Kurikulum 2013. Keempat guru mengatakan sangat perlu diberikan contoh perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu Kurikulum 2013 di sekolah. Untuk bisa mendorong siswa untuk siswa dapat berpikir kritis, kreatif, dan mandiri perlu diberikan pembelajaran yang inovatif. Butir pertanyaan ke dua puluh satu yaitu mengenai suasana ketika guru menerapkan pembelajaran inovatif di kelas. Dua guru mengatakan siswa merasa senang ketika guru menerapkan pembelajaran inovatif di kelas, siswa tidak merasa bosan karena melihat tayangan video. Satu guru mengatakan terkadang jika kondisi atau mood siswa tidak baik membuat siswa aktif bermain-main saja tidak dengan pembelajaran. Satu guru mengatakan siswa pernah merasa bosan ketika guru menerapkan pembelajaran inovatif di kelas. Butir pertanyaan ke dua puluh dua yaitu mengenai rencana guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif yang akan diterapkan di kelas. Keempat guru mengatakan ada niat untuk mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif supaya dapat meningkatkan prestasi belajar siswa tetapi apabila ada yang bisa membantu dalam membuat perangkat pembelajaran inovatif menggunakan model/metode yang berbeda-beda untuk sekolahnya. 61

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Butir pertanyaan ke dua puluh tiga yaitu mengenai taksonomi bloom yang sudah direvisi. Dua guru mengatakan pernah mendengar tetapi kurang tahu lebih dalamnya karena hanya sekedar tahu. satu guru mengatakan lupa tetapi pernah mempelajarinya. Satu guru mengatakan sudah tahu taksonomi bloom yang lama, yang direvisi belum tahu. 2. Hasil observasi analisis kebutuhan Peneliti melakukan observasi pada pembelajaran tematik kelas I di empat (4) sekolah, tempat guru yang diwawancarai mengajar. Masingmasing observasi dilaksanakan sesuai tanggak wawancara. Observasi dilakukan untuk mengetahui penggunaan perangkat pembelajaran inovatif mengacu kurikulum 2013 serta karakteristik dan kebutuhan belajar peserta didik. Berikut uraian data hasil observasi di empat kelas yang melaksanakan kurikulum 2013 terkait dengan penggunaan perangkat pembelajaran inovatif. Berdasarkan hasil observasi, pada kegiatan awal keempat guru melakukan doa pembuka, melaksanakan apersepsi untuk menggali pengetahuan siswa, menyampaikan tujuan pembelajaran. Selanjutnya presensi masing-masing siswa. Tidak lupa keempat guru melakukan motivasi dengan mengajak siswa untuk bernyanyi supaya dapat mengawali pembelajaran dengan semangat. Pada kegiatan inti, keempat guru melanjutkan kegiatan awal dengan menyampaikan materi dengan ceramah dan tanya jawab. Beberapa siswa aktif untuk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru. Keempat guru menyampaikan materi dengan memberikan contoh pengalaman yang ada pada kehidupan sehari-hari atau lingkungan sekitar. Keempat guru juga menegur ketika ada siswa yang ramai sendiri bahkan mengantuk ketika pembelajaran sedang berlangsung. Pada kegiatan penutup, keempat guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan kesulitan yang dihadapinya selama mengikuti prmbelajaran. Selanjutnya keempat guru melakukan evaluasi 62

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pembelajaran dengan cara memberikan soal-soal yang bertujuan untuk mengukur kemampuan dan kepahaman siswa selama mengikuti pembelajaran. Keempat guru memberikan kesimpulan secara lisan mengenai pembelajaran yang telah dipelajari dan memberikan tindak lanjut berupa pekerjaan rumah (PR) yang harus dikumpulkan atau dibahas beberapa hari kedepan. Yang terakhir keempat guru meminta siswa untuk memimpin doa pulang. 3. Pembahasan hasil Wawancara, Observasi dan Analisis Kebutuhan Berdasarkan hasil wawancara tersebut dapat disimpulkan bahwa guru belum secara penuh memahami mengenai pembelajaran yang inovatif. Guru sebatas tau namun tidak mendalami secara penuh. Ketika guru mengembangkan perangkat pembelajaran yang inovatif guru mengalami kesulitan. Meskipun sudah ada pelatihan dalam membuat perangkat pembelajaran yang inovatif tetapi guru masih sangat membutuhkan contoh perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu pada Kurikulum 2013. Kesulitan yang dialami oleh guru terdapat pada perumusan indikator, tujuan pembelajaran, langkah-langkah, dan penilaian. Berdasarkan observasi tersebut dapat disimpulkan bahwa guru belum secara penuh melaksanakan pembelajaran sesuai dengan rencana pembelajaran yang dibuat. Guru belum terlihat menggunakan pembelajaran inovatif dalam mengajar sehingga siswa merasa bosan. Kesulitan yang dialami guru terdapat pada sarana dan prasarana yang tidak memadai di sekolah tersebut. Selain itu, guru juga sulit dalam membuat media pembelajaran yang menarik atau inovatif. Sesuai wawancara dan observasi yang dilakukan dengan 4 (empat) guru di kelas I, guru mengajar dengan melihat panduan yang ada pada buku pegangan guru tanpa melihat atau memperhatikan perangkat pembelajaran yang telah dibuatnya sehingga guru akan sering mengajar dengan metode ceramah. Dari hasil wawancara tersebut, guru 63

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI membutuhkan contoh pengembangan perangkat pembelajaran yang inovatif. Melalui contoh pengembangan perangkat pembelajaran yang inovatif dapat memberikan inspirasi kepada guru bagaimana cara mendesaian urutan materi/ide/konsep pembelajaran yang kemudian yang memiliki dituangkan dalam kesamaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang inovatif. B. Desain Awal Produk Peneliti menggunakan beberapa langkah untuk menghasilkan sebuah produk pengembangan perangkat pembelajaran inovatif untuk kelas I. Peneliti mengambil pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL) dan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang digunakan untuk contoh pembelajaran inovatif kelas I tahun ajaran 2018/2019. Produk yang dihasilkan berupa prota, prosem, silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sejumlah 6 buah. Langkah awal yang dilakukan yaitu menganalisis tema, subtema, dan alokasi waktu yang digunakan melalui panduan buku guru dan siswa (Kurikulum 2013 revisi 2017) yang kemudian dibuat prota. Selanjutnya peneliti menjabarkan setiap tema yang ada dalam satu semester tersebut yang kemudian dibuat prosem. Prosem disesuaikan dengan jam belajar efektif dalam kalender pendidikan. Kemudian peneliti melakukan pemetaan KD yang sesuai dengan tema dan subtema yang telah ditentukan yang kemudian dibuat silabus. Setelah itu peneliti membuat materi pokok dan kegiatan yang akan diajarkan. Silabus dilengkapi dengan penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Selanjutnya, setelah perangkat pembelajaran prota, prosem, dan silabus selesi peneliti melanjutkan dengan membuat RPP menggunakan model pembelajaran yang telah ditentukan sebelumnya. Langkah awal dalam pembuatan RPP yang dilakukan yaitu menganalisis Kompetensi Dasar (KD) pada satu semester gasal yang sudah ada. Setelah itu, peneliti melakukan pemetaan KD. Sesuai dengan KD yang ada kemudian akan diturunkan 64

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI menjadi beberapa indikator dengan kategori tingkat tinggi atau HOTS yaitu mulai dari C3 sampai dengan C6. Setiap indikator yang dibuat peneliti menggunakan kata kerja operasional yang sesuai dengan Taksonomi Bloom yang sudah direvisi. Dari indikator peneliti membuat tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran dibuat sesuai dengan indikator dan mengandung satu jenis tingkah laku yang dapat diamati dan diukur, kata kerja operasional mencakup A (Audience), B (Behaviour), C (Condition), D (Degree). Peneliti melakukan analisis KD dan indikator setiap bidang studi setiap pembelajaran yang ada dalam satu Sub Tema tersebut. Selanjutnya peneliti memilih pembelajaran yang dapat diaplikasikan dengan model-model pembelajaran inovatif yang sudah dipilih sebelumnya. Dalam hal ini peneliti menemukan materi-materi yang sesuai, yang dapat dijadikan contoh RPP dengan model-model pembelajaran inovatif. Kemudian peneliti membuat webbing atau peta konsep pada setiap mata pelajaran yang berisikan KD dan indikator. Hal ini dilakukan supaya dapat mempermudah peneliti dan membaca untuk mengetahui isi RPP yang telah dibuat. Peneliti mengurutkan mata pelajaran sesuai dengan indikator pembelajaran yang telah dikembangkan. Indikator tersebut yang menjadi titik acuan tercapainya kemampuan siswa dalam pembelajaran. Tema 2 Subtema 1 mempunyai enam pembelajaran dan dalam satu pembelajaran harus selesai disampaikan kepada siswa selama satu hari. Peneliti memilih pembelajaran satu dan lima yang akan dipadukan dengan menggunakan pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL) dan pembelajaran dua, tiga, empat, dan enam dipadukan dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL). Peneliti mulai membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengacu pada pemetaan KD dan indikator Kurikulum 2013. RPP dibuat sebagai rencana pembelajaran selama enam hari atau satu Sub Tema. RPP yang dibuat lengkap dengan rangkuman materi, lampiran penilaian, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), soal evaluasi, lembar refleksi, dan lembar 65

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pengayaan. RPP ini dibuat sesuai dengan karakteristik Kurikulum 2013 dan menggunakan pendekatan scientific. RPP merupakan detail rencana aktivitas tatap muka sebagai pedoman guru untuk satu pertemuan atau lebih guna mencapai suatu Kompetensi Dasar (KD). Dalam RPP terdapat beberapa komponen yaitu, (1) indentitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan, (2) indentitas mata pelajaran atau tema/subtema, kelas/semester, materi pokok, alokasi waktu yang ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar, (3) kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, dan tujuan pembelajaran, (4) materi pembelajaran, (5) metode pembelajaran, (6) media pembelajaran/bahan dan sumber belajar, (7) skenario pembelajaran, (8) penilaian, (9) lampiran (materi pembelajaran, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)), media pembelajaran, tindak lanjut, instrumen dan rubrik penilaian. RPP dibuat untuk enam hari mengajar atau 6JP (6x35 menit) atau sesuai dengan alokasi waktu sekolah yang telah ditetapkan. Penulis membuat minimal satu indikator pada setiap KD yang diturunkan atau setiap KD dalam satu mata pelajaran. Penulis membuat indikator di setiap mata pelajaran yang ada dalam satu Sub Tema, yaitu PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, SBdP, dan PJOK. RPP dibuat dengan rinci namun sederhana yang mudah diimplementasikan oleh guru dan mahasiswa yang mengajar. RPP yang dibuat menggunakan model pembelajaran inovatif, dalam satu pembelajaran penuh dapat dijadikan pedoman kegiatan pembelajaran satu hari. Langkah-langkah yang dibuat sesuai dengan karakteristik Kurikulum 2013 yang disebut 5M yaitu: mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengkomunikasikan. Selain itu, menggunakan pendekatan scientific yang mengembangkan empat keterampilan (4C) yaitu: berpikir kritis (critical thinking), berpikir kereatif (creative thinking), kerjasama (collaborative), dan komunikasi (communicative). Kegiatan pembelajaran dibuat secara menarik dan memungkinkan siswa untuk aktif dalam mengikuti setiap proses pembelajaran. Siswa mendapat pengetahuan tidak hanya dari guru melainkan 66

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI berasal dari rasa ingin taunya yang tinggi ketika disajikan sebuah media pembelajaran. Sesuai dengan RPP yang dibuat, guru bertindak sebagai fasilitator dan motivator pembelajaran. Desain pembelajaran dibuat untuk mengajarkan siswa mandiri dan bermakna bagi siswa. RPP dibuat untuk 2 (dua) penggalan. Penggalan pertama digunakan untuk menyampaikan materi dan menggali pengetahuan siswa dan penggalan kedua digunakan untuk melakukan evaluasi dari pembelajaran yang telah diikuti. Dalam satu hari terdapat dua hingga tiga mata pelajaran yang diajarkan. Materi diajarkan secara berkelanjutan setiap harinya. Sehingga mata pelajaran yang ada dalam satu Sub Tema dapat terselesaikan dalam waktu 6 (enam) hari yang biasanya bisa disebut dengan pembelajaran tematik terpadu. Peneliti mendesain Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) untuk melengkapi RPP. LKPD dibuat menarik dan memungkinkan siswa untuk dapat aktif dan memiliki rasa ingin tau untuk mencari informasi sesuai dengan pengetahuan yang dibutuhkannya. Kegiatan dalam LKPD ini dibuat sesuai dengan indikator yang telah dibuat pada awal pembuatan RPP sehingga materi akan bisa tersampaikan sesuai dengan KD yang kemudian diturunkan menjadi indikator yang kemudian dikembangkan. Urutan kegiatan dibuat secara sistematis sesuai dengan urutan indikator yang telah dikembangkan. Peneliti juga menyertakan 2 (dua) refleksi diakhir pembelajaran pada satu hari terebut. Refleksi pertama berisikan perasaan siswa selama mengikuti pembelajaran pada satu hari tersebut yang dilisankan. Refleksi kedua dibuat untuk siswa dengan menggunakan panduan pertanyaan. Panduan pertanyaan dibuat untuk memungkinkan siswa mengingat materi pembelajaran yang sudah dilakukan. Selain itu, peneliti juga membuat rangkuman sederhana dari hasil pembelajaran pada satu hari itu yang kemudian ditulis oleh siswa. Peneliti melampirkan materi pembelajaran dalam RPP yang dibuat. Materi disusun mengacu pada Kompetensi Dasar (KD), indikator ketercapaian pembelajaran, dan pegangan buku siswa dan guru. Materi disusun secara 67

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ringkas, jelas, menarik, dan mencakup semua materi yang telah disampaikan dalam kegiatan pembelajaran satu hari. Peneliti juga melampirkan media pembelajaran yang berisikan lirik lagu yang digunakan untuk membangkitkan semangat siswa, beberapa gambar yang terkait dengan pembelajaran, dan tayangan video yang digunakan untuk mempermudah siswa dalam mengambil materi yang telah disampaikan. RPP disertai dengan evaluasi dan penilaian untuk mengukur ketercapaian pembelajaran yang dilakukan. Evaluasi dibuat untuk setiap indicator pembelajaran disertai dengan instrument penilaian yang akan menjadi pedoman dalam menilai hasil belajar siswa. Penilaian yang dilakukan merupakan penilaian otentik sesuai dengan karakteristik Kurikulum 2013. Bidang studi PPKn dinilai berdasarka Kompetensi Inti (KI) 1, 2, 3, dan 4. Sedangkan mata pelajaran yang lain dinilai sesuai dengan KI 3 dan 4 yaitu pengetahuan dan keterampilan. Penilaian sikap hanya dilakukan pada mata pelajaran PPKn karena Kurikulum 2013 revisi terakhir mengatakan bahwa penilaian sikap dilakukan pada muatan PPKn dan Pendidikan Agama. Namun bukan berarti guru tidak mengutamakan sikap dalam kegiatan pembelajaran non PPKn dan Pendidikan Agama, melainkan mereka tetap harus memasukkan pendidikan karakter melalui penekanan sikap walaupun dilakukan secara tersirat. Program pengayaan dilaksanakan setelah melakukan evaluasi. RPP juga melampirkan lembar format remedial yang memudahkan guru untuk mencatat siswa yang masih kurang dalam mencapai nilai KKM dan tidak tercapainya indikator ataupun tujuan yang ditentukan. C. Validasi ahli dan Revisi Produk 1. Data Validasi Pakar Kurikulum 2013 Produk awal yang dibuat oleh peneliti berupa perangkat pembelajaran inovatif yang meliputi prota, prosem, silabus, dan RPP yang kemudian diberikan kepada satu pakar ahli dalam perangkat pembelajaran inovatif 68

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI yang mengacu pada kurikulum 2013 untuk di validasi. Validasi ini bertujuan untuk mengetahui kualitas perangkat pembelajaran yang dibuat. Validasi ini berpedoman pada instrument penilaian yang telah dibuat oleh peneliti. Melalui validasi ini, peneliti akan mendapatkan saran dan masukan mengenai perangkat pembelajaran yang telah dibuat yang kemudian dijadikan sebagai acuan dalam memperbaiki perangkat pembelajaran yang sebelumnya sudah dibuat. Validasi ini akan sangat membantu peneliti dalam merevisi produk perangkat pembelajaran inovatif yang layak bisa diujicobakan di salah satu sekolah. Pakar perangkat pembelajaran inovatif yang menjadi validator adalah mahasiswa PPG Sanata Dharma yaitu bapak Taufik dan satu guru SD Negeri Ngabean yaitu ibu Suwansih. Validasi pakar dilakukan sebanyak satu kali. Terdapat beberapa komponen aspek penilaian terhadap perangkat pembelajaran dalam instrumen validasi yang digunakan oleh peneliti yaitu, 1) Program Tahunan (PROTA) yang memuat komponen identitas yang lengkap dan proporsi pembagian waktu setiap tema dan subtema sesuai, 2) Program Semester (PROSEM) yang memuat indentitas yang lengkap dan materi pokok sesuai dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) pada tema serta subtema, 3) SILABUS yang memuat komponen indentitas yang lengkap dan keterkaitan antar komponen dalam silabus sesuai, 4) RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) yang memuat komponen indentitas secara lengkap, kesesuaian rumusan indikator dengan KI dan KD, perumusan tujuan pembelajaran yang mencakup komponen A (Audience), B (Behaviour), C (Condition), D (Degree), pemilihan materi ajar, sumber belajar, mengembgkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada indikator (C4C6/HOTS), Rancangan pembelajaran sesuai dengan model, mengembangkan keterampilan dasar belajar abad 21 yaitu berpikir kreatif, kerjasama, dan komunikasi, mengembangkan 5M dalam kegiatan intin yaitu: mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan, 69

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5) media pembelajaran yang memuat kesesuaian jenis media yang digunakan dalam pembelajaran, 6) Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), 7) Bahasa. Berdasarkan hasil validasi yang dilakukan oleh validator pakar perangkat pembelajaran inovatif dengan bapak Taufik, maka validator memberi rerata skor pada pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL), yaitu skor 4,39 dengan kategori “sangat baik”. Sedangkan rerata pada model pembelajaran PBL (Problem Based Learning) memberikan skor 4,11 dengan kategori “baik”. pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL) dan PBL (Problem Based Learning) dinyatakan layak untuk digunakan atau uji coba produk dengan revisi sesuai saran dan masukan. Bapak Taufik sebagai validator, memberi komentar dalam pendekatan CTL (Contextual Teaching Learning) untuk beberapa komponen yaitu: (1) kelengkapan rumusan ABCD dalam indikator rumusan tujuan pembelajaran, (2) kelayakan tampilan, (3) rumusan tujuan yang mengandung satu jenis tingkah laku yang dapat diamati dan diukur, (4) pemilihan sumber belajar. Komentar yang diberikan yaitu (1) perlu sedikit perbaikan pada indikator dan tujuan pembelajaran, (2) format penulisan lebih dirapikan lagi, (3) rumusan tujuan masih ada yang mengandung dua jenis tingkah laku, (4) pemilihan sumber belajar lebih ditambah lagi. Bapak Taufik sebagai validator, memberi komentar dalam model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk beberapa komponen yaitu: (1) kelengkapan rumusan ABCD dalam indikator rumusan tujuan pembelajaran, (2) kelayakan tampilan, (3) materi pembelajaran, (4) Evaluasi, (5) bahasa yang digunakan. Komentar yang diberikan yaitu (1) Degree belum tampak, (2) dibuat lebih menarik, (3) materi bisa diperkaya lagi, (4) pedoman penskoran KI 3 dilengkapi, (5) perhatikan kosakata yang belum dapat dipahami siswa kelas I. 70

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berdasarkan hasil validasi oleh pakar/ahli perangkat pembelajaran inovatif yang dilakukan ibu Suwansih memberikan rerata skor pada pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL) 4,55 dengan kategori “sangat baik”. Sedangkan pada model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) didapatkan rerata dengan skor 4,67 dengan kategori “sangat baik”. Pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL) dan model pembelajaran inovatif Problem Based Learning (PBL) dinyatakan layak untuk digunakan atau uji coba produk dengan revisi sesuai saran dan masukan. Ibu Suwansih sebagai validator, memberi komentar dalam pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL) untuk beberapa komponen yaitu: (1) kejelasan dan kelengkapan identitas RPP, (2) kelengkapan rumusan ABCD dalam indikator rumusan tujuan pembelajaran, (3) pemilihan sumber belajar, (4) penyajian materi, (5) bahasa yang digunakan. Komentar yang diberikan yaitu (1) hari dan tanggal belum diisi, (2) ada beberapa tujuan yang degree nya belum nampak, (3) sumber belajar ditambah supaya materi banyak, (4) materi sebaiknya diketik sendiri saja, (5) bahasa bisa lebih efektif lagi dan perhatikan penggunaan tanda baca serta penulisan yang sesuai PUEBI. Ibu Suwansih sebagai validator, memberi komentar dalam model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk beberapa komponen yaitu: (1) kelengkapan rumusan ABCD dalam indikator rumusan tujuan pembelajaran, (2) kejelasan dan kelengkapan Identitas RPP, (3) Evaluasi, (4) bahasa yang digunakan. Komentar yang diberikan yaitu (1) ada beberapa tujuan yang Degree nya belum tampak, (2) hari dan tanggal belum diisi, (3) pedoman penskoran KI 3 dilengkapi, (4) perhatikan kosakata yang belum dapat dipahami siswa kelas I dan buat kalimat lebih efektif. 71

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Perangkat pembelajaran yang telah divalidasi oleh validator tersebut direvisi sesuai masukan yang diberikan. Komentar dan revisi dijabarkan dalam tabel berikut: Tabel 4.1 Komentar Pakar dan revisi pendekatan CTL No Aspek yang dinilai Komentar Revisi RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) 3 Tujuan pembelajaran Degree belum Melengkapi (kesesuaian tujuan dengan tampak. komponen ABCD indikator, kata kerja dapat pada setiap tujuan diukur, pembelajaran. mencakup komponen A (Audience), B (Behaviour), C (Condition), D (Degree). 4 Kelengkapan instrumen Pedoman Melengkapi evaluasi (soal, kunci, rubrik penskoran KI 3 penskoran KI 3. pedoman penskoran). 5 Rumusan tujuan dilengkapi. hanya Masih ada Memilih salah satu mengandung satu (1) jenis yang jenis tingkah laku tingkah laku yang dapat mengandung saja. diamati dan diukur. dua (2) jenis tingkah laku. 8 Pemilihan sumber belajar Sumber belajar Menambah sumber (bahan cetak, lingkungan ditambah belajar di setiap supaya materi sekitar, dan internet). RPP. banyak. 72

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.2 Komentar Pakar dan revisi model pembelajaran PBL No 3 Aspek yang dinilai Komentar Revisi RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Tujuan pembelajaran Degree belum Melengkapi (kesesuaian tujuan dengan tampak. komponen ABCD indikator, kata kerja dapat pada setiap tujuan diukur, pembelajaran. mencakup komponen A (Audience), B (Behaviour), C (Condition), D (Degree). 4 Materi pembelajaran Materi (kesesuaian bisa Menambah materi materi diperkaya lagi. pembelajaran dengan KD dan materi indikator, yang pada setiap pembelajaran. susunan sistematis, kelengkapan materi pembelajaran). 8 Pemilihan sumber belajar Sumber belajar Menambah sumber (bahan cetak, lingkungan ditambah sekitar, dan internet). supaya belajar di setiap materi RPP. banyak. 16 Kelengkapan instrumen Pedoman Melengkapi KI 3. evaluasi (soal, kunci, rubrik penskoran KI 3 pedoman penskoran). dilengkapi. LKPD 5 Kelayakan tampilan (daya Dibuat lebih Membuat tampilan tarik sampul/cover LKPD, menarik. LKPD kesesuaian menarik lagi. huruf yang digunakan dalam LKPD, 73 lebih

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI keseimbangan komposisi/judul dan logo LKPD. Bahasa 1 Bahasa yang sesuai dengan digunakan Perhatikan Mengganti tingkat kosakata yang kosakata perkembangan siswa. belum bisa belum dipahami oleh dipahami siswa kelas I yang bisa oleh siswa. 2. Revisi Produk Revisi produk dilakukan berdasarkan masukan yang diberikan oleh validator. Validator memberikan beberapa masukan pada komponen yaitu: (1) Degree belum nampak. Peneliti melengkapi komponen ABCD pada setiap tujuan pembelajaran, (2) materi pembelajaran lebih diperkaya lagi. Peneliti menambah materi pembelajaran yang lebih banyak, (3) sumber belajar ditambah lagi. Peneliti menambah sumber belajar lagi melalui pengalaman siswa dan internet, (4) perbaiki KI 3. Peneliti membuat ulang KI 3 dan melengkapinya dengan kunci jawaban dan rubrik penskorannya. (5) soal dibuat lebih menarik lagi. Peneliti memperbaiki tampilan soal yang lebih menarik dengan memberikan background pada lembar soal dan memberikan warna serta gambar huruf yang ada pada lembar soal. (6) perhatikan kosakata yang belum bisa dipahami oleh siswa kelas I. Peneliti mengganti kosakata yang belum bisa dipahami oleh siswa dengan kosakata sederhana yang dapat dimengerti oleh siswa. 74

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI D. Uji Coba Terbatas 1. Data uji coba terbatas Peneliti melakukan validasi produk perangkat pembelajaran inovatif melalui uji coba terbatas dengan satu orang guru SD kelas I. Satu guru tersebut adalah ibu Suwansih dari SD Negeri Ngabean. Uji coba produk dilakukan pada tanggal 16 Agustus 2018 dan 24 Agustus di kelas I. Peneliti didampingi oleh guru kelas I yaitu Ibu Suwansih, beliau membantu peneliti menjadi validator atau penilai ketika peneliti melakukan uji coba dikelasnya. Terdapat beberapa komponen aspek penilaian terhadap pelaksanaan RPP yang diujicobakan peneliti. Komponen yang dimaksud yaitu (1) guru melaksanakan pembelajaran sesuai karakteristik model inovatif yang digunakan, (2) guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan sintaks model inovatif yang digunakan, (3) guru menerapkan pendekatan saintifik 5M (mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan mengkomunikasikan), (4) guru mengembangkan keterampilan dasar abad 21 (berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif), (5) guru menguasai materi, (6) guru berperan sebagai fasilitator, (7) pembelajaran berpusat pada siswa, (8) guru menggunakan media, (9) guru mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS), (10) guru mengusahakan kegiatan yang bervariasi, (11) guru mengembangkan pendidikan karakter, (12) melaksanakan pembelajaran terpadu dengan landai, (13) guru menciptakan suasana yang menyenangkan, (14) guru melaksanakan penilaian otentik. Berdasarkan hasil uji coba di kelas I dari contoh masing-masing RPP setiap model yang peneliti buat, ibu Suwansih memberi skor rerata 4,62 dengan kategori “sangat baik” pada pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL). RPP dinyatakan layak digunakan uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran. Komentar ibu Suwansih memberi yaitu: (5) penyampaian materi sudah baik, hanya perlu penekanan pada beberapa materi supaya tidak terjadi miskonsepsi. 75

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berdasarkan hasil uji coba di kelas I dari contoh masing-masing RPP setiap model yang peneliti buat, ibu Suwansih memberi skor rerata 4,5 dengan kategori “sangat baik” pada model pembelajaran PBL (Problem Based Learning). RPP dinyatakan layak digunakan uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran. Komentar ibu Suwansih memberi yaitu: (2) guru telah menyampaikan materi sesuai dengan sintaks model pembelajaran PBL (Problem Based Learning) tetapi lebih memperhatikan siswa yang lambat dalam mengikuti pembelajaran. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah diuji cobakan di kelas I dan dinilai oleh guru kelas tersebut direvisi sesuai masukan yang diberikan. Komentar dan revisi dijabarkan dalam tebel berikut: Tabel 4.3 Komentar Guru SD Kelas I dan revisi pendekatan CTL (Contextual Teaching Learning) No 5 Aspek yang dinilai Guru menguasai Komentar materi Penyampaian Revisi Membuat dalam megajar dan tidak materi sudah pertanyaan- terjadi miskonsepsi. hanya pertanyaan lisan baik, perlu penekanan yang pada ditujukan beberapa kepada siswa materi supaya supaya tidak terjadi digunakan untuk miskonsepsi. menarik kesimpulan atau menekankan beberapa pada tersebut. 76 poin materi

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.4 Komentar Guru SD Kelas I dan revisi Model Pembelajaran PBL (Problem Based Learning) No 2 Aspek yang dinilai Guru Komentar melaksanakan Guru telah Lebih pembelajaran sesuai dengan menyampaikan sintaks model pembelajaran materi inovatif yang digunakan. Revisi memperhatikan sesuai dan dengan membantu sintaks siswa yang model mengalami pembelajaran kesulitan dalam PBL tetapi lebih mengikuti memperhatikan siswa pembelajaran yang secara personal. lambat dalam mengikuti pembelajaran. 2. Revisi Produk Revisi produk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dilakukan berdasarkan masukan yang diberikan ibu Suwansih guru SD kelas I setelah uji coba yang telah dilakukan. Guru SD kelas I memberi masukan pada pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL). Ibu Suwansih memberikan komentar pada komponen (5) Penyampaian materi sudah baik, hanya perlu penekanan pada beberapa materi supaya tidak terjadi miskonsepsi. Peneliti menambahkan beberapa butir pertanyaan pada kegiatan belajar mengajar yang ditujukan kepada siswa. Jawaban dari pertanyaan tersebut akan digunakan untuk mempertegas menyimpulkan materi yang telah dipelajari pada pembelajaran itu. 77 dan

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Revisi produk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dilakukan berdasarkan masukan yang diberikan ibu Suwansih guru SD kelas I setelah uji coba yang telah dilakukan. Guru SD kelas I memberi masukan pada model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Ibu S memberikan komentar pada komponen (2) Guru telah menyampaikan materi sesuai dengan sintaks model pembelajaran PBL tetapi lebih memperhatikan siswa yang lambat dalam mengikuti pembelajaran. Peneliti menambahkan kegiatan pembelajaran dengan memberikan bimbingan khusus bagi siswa yang kurang mampu dalam mengikuti pembelajaran. E. Kajian Produk Akhir dan Pembahasan Produk akhir yang berupa perangkat pembelajaran yang terdiri dari prota, prosem, silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) diperoleh dari saran dan perbaikan yang telah diberikan oleh validator pakar pembelajaran inovatif dan guru kelas I SD sebagai pelaksana Kurikulum 2013. Peneliti melakukan revisi sebanyak 3 kali. Revisi dilakukan pada produk awal berdasarkan masukan yang diberikan oleh validator. Revisi yang kedua dilakukan ketika mendapatkan masukan oleh guru kelas I dan revisi yang ketiga atau terakhir dilakukan setelah melakukan uji coba dan mendapatkan masukan dari guru kelas maupun dosen pembimbing. Produk akhir dijadikan satu dan dijilid sehingga menjadi produk perangkat pembelajaran yang terdiri dari prota, prosem, silabus Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang inovatif beserta penilaian, rangkuman materi dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) untuk siswa kelas I SD. 1. Kajian Produk Akhir Produk akhir berupa perangkat pembelajaran yang terdiri dari prota, prosem, silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) telah direvisi sesuai dengan masukan untuk perbaikan yang diberikan oleh validator dan guru SD. Peneliti melakukan perbaikan perangkat 78

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pembelajaran sesuai dengan masukan dan saran validator dan guru kelas I SD. Komponen yang terdapat pada program tahunan yaitu: (1) identitas prota, (2) format isian. Komponen yang terdapat pada program semester yaitu: (1) identitas prosem, (2) format isian. Komponen yang terdapat pada silabus yaitu: (1) identitas silabus, (2) kompetensi inti, (3) kompetensi dasar, (4) materi pokok, (5) kegiatan pembelajaran, (6) penilaian, (7) alokasi waktu, dan (8) sumber belajar. Sedangkan komponen yang terdapat pada RPP meliputi (1) indentitas RPP, (2) perumusan tujuan pembelajaran, (3) kompetensi inti, (4) kompetensi dasar dan indikator, (5) rangkuman materi ajar, (6) pendekatan, model, dan metode pembelajaran, (7) langkahlangkah pembelajaran, (8) media pembelajaran/bahan dan sumber belajar, (9) penilaian, (10) lampiran. Program Tahunan (Prota) adalah rencana umum pelaksanaan pembelajaran muatan pelajaran berisi antara lain rencana penetapan alokasi waktu satu tahun pembelajaran. Pertama, program tahunan memuat identitas prota, antara lain yaitu: (1) satuan pendidikan, (2) kelas, dan (3) tahun pelajaran. Satuan pendidikannya yaitu SD Negeri Ngabean, Kelas I (satu), dan tahun pelajaran 2018/2019. Kedua, program tahunan memuat format isian, antara lain yaitu: (1) tema, (2) subtema, dan (3) alokasi waktu. Tema dan subtema dari dua semester dan alokasi waktu berdasarkan jumlah jam efektif yang sesuai dengan jumlah minggu efektif. Program semester merupakan penjabaran dari program tahunan hingga program tersebut tidak bisa disusun sebelum tersusun program tahunan. Pertama, program semester memuat identitas (kelas, semester, satuan pendidikan, tahun pelajaran). Satuan pendidikannya yaitu SD Negeri Ngabean, kelas I (satu), semester 1 atau semester gasal dan tahun pembelajaran 2018/2019. Silabus merupakan acuan penyusunan kerangka pembelajaran untuk setiap bahan kajian mata pelajaran. Pertama, identitas silabus meliputi satuan pendidikan, kelas, tema/subtema, dan alokasi waktu. Satuan 79

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pendidikannya yaitu SD Negeri Ngabean, kelas I (satu), tema 2 kegemaranku/subtema gemar berolahraga, alokasi waktu 1 minggu (6 hari pertemuan). Kedua, silabus memuat kompetensi inti. Ketiga, silabus memuat kompetensi dasar dari tema dan subtema yang digunakan peneliti. Keempat, silabus memuat materi pokok. Materi diambil secara singkat pada setiap mata pelajaran yang ada pada setiap pembelajaran. Kelima, silabus memuat kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan disetiap pembelajarannya dan ditulis secara singkat. Keenam, silabus memuat penilaian yang mencakup 3 aspek yaitu aspek spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan. Ketujuh, alokasi waktu setiap pembelajaran adalah 5 jam pelajaran. Kedelapan, silabus memuat sumber belajar yaitu dari buku guru dan buku siswa. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. Pertama, identitas RPP berisikan nama satuan pendidikan, kelas/semester, tema, sub tema, pembelajaran ke-, mata pelajaran yang terkait, alokasi waktu, dan tanggal pelaksanaan. Kedua adalah tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran dirumuskan dengan mengacu pada rumusan indikator, dalam pernyataan yang operasional. Tujuan pembelajaran memuat unsur A (Audience), B (Behaviour), C (Condition), dan D (Degree). Kata kerja yang digunakan mengacu pada taksonomi bloom dengan tingkat tingkat tinggi/berfikir tingkat tinggi yaitu C3 hingga C6. Ketiga, Kompetensi Inti (KI). Kompetensi Inti (KI) merupakan gambaran secara kategorial mengenai kompetensi yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas, dan mata pelajaran. Keempat, Kompetensi Dasar (KD) dan indikator. Kompetensi Dasar (KD) merupakan kompetensi yang dipelajari peserta didik untuk suatu mata pelajaran di kelas tertentu. Indikator pembelajaran diturunkan dari KD yang telah ditetapkan. Indikator dibuat dengan urutan (1) sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) Keterampilan. Sikap spiritual 80

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI hanya digunakan pada mata pelajaran PPKn dan Pendidikan Agama saja, sedangkan pengetahuan dan keterampilan digunakan pada mata pelajaran Non PPKn dan Pendidikan Agama. Keempat, rangkuman materi ajar yang berisi materi pokok pembelajaran. Kelima, pendekatan, model dan metode pembelajaran. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL) dan scientific. Model yang digunakan yaitu model pembelajaran inovatif PBL (Problem Based Learning). Metode pembelajaran yang digunakan yaitu diskusi, tanya jawab, penugasan, dan ceramah. Keenam yaitu media pembelajaran/bahan dan sumber belajar. Media pembelejaran yang digunakan yaitu teks bacaan, LKS, proyektor, lirik lagu, gambar berbagai macam olahraga yang dibuat wayang, dan video pembelajaran. Sumber belajar yang digunakan sangat beragam yaitu dari buku pelajaran, buku siswa, buku guru, dan internet. Ketujuh, skenario pembelajaran merupakan urutan langkah-langkah pembelajaran mengenai kegiatan yang akan dilakukan. Kedelapan yaitu penilaian, penilaian berisikan jenis/teknik, bentuk instrumen dan pedoman penskoran. Kesembilan yaitu lampiran yang berisikan rangkuman materi ajar, media pembelajaran, LKPD, LKS yang disertai instrumen penilaian, refleksi, sintaks model yang digunakan. rangkuman materi ajar dibuat terkait dengan mata pelajaran yang diajarkan. Media pembelajaran berisikan alat bantu dalam kegiatan pembelajaran seperti lirik lagu, teks bacaan. LKPD berisikan panduan kegiatan belajar siswa yang dibuat secara menarik dan memberi kemudahan kepada siswa untuk dapat mengerti mengenai materi yang telah diajarkan. LKS berisikan soal-soal evaluasi yang dibuat dan dikerjakan oleh siswa pada akhir pembelajaran yang bertujuan untuk mengukur pemahaman siswa akan materi yang telah disampaikan. instrumen peniliaan berisikan pedoman penskoran untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang dilakukan dan kunci jawaban. 81

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Refleksi berisikan beberapa pertanyaan yang akan memandu siswa dalam mengingat kembali pelajaran yang telah dipelajari, apa yang dirasakan dan kesulitan yang dihadapi serta bagaimana cara mengatasi kesulitan yang dihadapi. Sintaks model pembelajaran dibuat untuk membantu pelaksana RPP dalam memahami model yang digunakan serta cara mengimplementasikannya. Sintaks model pembelajaran berisikan pengertian, karakteristik, dan langkah-langkah model pembelajaran yang digunakan. 2. Pembahasan Berdasarkan hasil validasi dan hasil uji coba oleh satu orang pakar pembelajaran inovatif dan satu guru SD kelas I pelaksana Kurikulum SD 2013 serta calon guru sekolah dasar pelaksana Kurikulum 2013, perangkat pembelajaran inovatif dengan pendekatan CTL (Contextual Teaching Learning) dan PBL (Problem Based Learning) diperoleh bahwa perangkat pembelajaran tersebut masuk dalam kategori “sangat baik” dengan skor rerata 4,53. Terbukti bahwa pembelajaran inovatif efektif untuk diterapkan kepada peserta didik kelas I SD. Hal ini seiring dengan pendapat ahli mengenai pembelajaran inovatif, pembelajaran inovatif merupakan pembelajaran yang dikemas oleh guru sedemikian rupa sebagai wujud atau teknik baru dengan langkah-langkah pembelajaran yang menunjang kemajuan proses dan hasil kegiatan pembelajaran. Hasil tersebut dijabarkan pada tabel di bawah ini: 82

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.5 Rekapitulasi Validasi Pakar Perangkat Pembelajaran Inovatif Guru Sekolah Dasar Kelas I Terhadap Pelaksana Uji Coba No 1 Validasi Perangkat Pembelajaran Pakar Validasi Pendekatan Skor Kategori 4,39 Sangat Baik 4,11 Baik 4,55 Sangat Baik 4,67 Sangat Baik 4,62 Sangat Baik 4,64 Sangat Baik 4,65 Sangat Baik Contextual Teaching Learning (CTL) (Bapak Taufik) 2 Pakar Validasi Pembelajaran Inovatif Model Problem Based Learning (PBL) (Bapak Taufik) 3 Pakar Validasi Pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL) (Ibu Suwansih) 4 Pakar Validasi Pembelajaran Inovatif Model Problem Based Learning (PBL) (Ibu Suwansih) 5 Penilai Uji Coba Perangkat Pembelajaran dengan Pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL) (Guru Kelas I atau Ibu Suwansih) 6 Penilai Uji Coba Perangkat Pembelajaran Model Problem Based Learning (PBL) (Guru Kelas I atau Ibu Suwansih) 7 Observer Uji Coba Perangkat Pembelajaran dengan Pendekatan Contextual 83

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Teaching Learning (CTL) (Calon Guru Sekolah Dasar atau Diah) 8 Observer Uji Coba Perangkat 4,66 Sangat Baik Pembelajaran Model Problem Based Learning (PBL) (Calon Guru Sekolah Dasar atau Diah) Jumlah 36,29 Rerata (Jumlah total : Responden) 4,53 Kategori Sangat Baik Hasil skor di atas berdasarkan jumlah skor validasi dari 6 perangkat pembelajaran inovatif, 2 perangkat pembelajaran menggunakan pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL) dan 4 perangkat pembelajaran inovatif lainnya menggunakan model PBL (Problem Based Learning) yang dinilai oleh dua pakar. Sedangkan hasil skor dari uji coba perangkat pembelajaran berdasarkan hasil skor uji coba yang dilakukan peneliti sebanyak 2 kali, 1 kali uji coba perangkat pembelajaran inovatif menggunakan pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL) dan 1 kali uji coba perangkat pembelajaran inovatif menggunakan model PBL (Problem Based Learning). Hasil validasi tersebut berpedoman pada 7 aspek yaitu 1) Program Tahunan (Prota) yang memuat komponen identitas yang lengkap dan proporsi pembagian waktu setiap tema dan subtema sesuai, 2) Program Semester (Prosem) yang memuat indentitas yang lengkap dan materi pokok sesuai dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) pada tema serta subtema, 3) Silabus yang memuat komponen indentitas yang lengkap dan keterkaitan antar komponen dalam silabus sesuai, 4) RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) yang memuat komponen indentitas secara lengkap, kesesuaian rumusan indikator dengan KI dan KD, perumusan tujuan 84

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pembelajaran yang mencakup komponen A (Audience), B (Behaviour), C (Condition), D (Degree), pemilihan materi ajar, sumber belajar, mengembgkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada indikator (C4C6/HOTS), Rancangan pembelajaran sesuai dengan model, mengembangkan keterampilan dasar belajar abad 21 yaitu berpikir kreatif, kerjasama, dan komunikasi, mengembangkan 5M dalam kegiatan intin yaitu: mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan, 5) media pembelajaran yang memuat kesesuaian jenis media yang digunakan dalam pembelajaran, 6) Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), 7) Bahasa. Hasil uji coba berpedoman pada instrumen penilaian untuk menilai guru dan siswa saat uji coba perangkat pembelajaran. Pada validasi perangkat pembelajaran menggunakan pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL), pakar pembelajaran inovatif (bapak Taufik) memberikan skor 4,42 untuk perangkat pembelajaran ke-1 dengan kategori “sangat baik”. Dan skor 4,37 untuk perangkat pembelajaran ke-5 dengan kategori “sangat baik”. Jadi skor rerata dari kedua skor tersebut untuk perangkat pembelajaran inovatif menggunakan model Contextual Teaching Learning (CTL) adalah 4,39 dengan kategori “sangat baik”. Pada validasi perangkat pembelajaran menggunakan pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL), pakar pembelajaran inovatif (ibu Suwansih) memberikan skor 4,5 untuk perangkat pembelajaran ke-1 dengan kategori “sangat baik”. Dan skor 4,6 untuk perangkat pembelajaran ke-5 dengan kategori “sangat baik”. Jadi skor rerata dari kedua skor tersebut untuk perangkat pembelajaran inovatif menggunakan pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL) adalah 4,55 dengan kategori “sangat baik”. Pada hasil uji coba perangkat pembelajaran menggunakan pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL), guru kelas I (ibu Suwansih) memberikan skor 4,5 untuk penilaian guru dengan kategori “sangat baik” dan skor 4,62 untuk penilaian siswa dengan kategori “sangat baik”. Jadi skor rerata dari skor tersebut untuk uji coba perangkat pembelajaran inovatif 85

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI menggunakan pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL) adalah 4,62 dengan kategori “sangat baik”. Pada hasil uji coba perangkat pembelajaran menggunakan pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL), calon guru sekolah dasar (Diah) memberikan skor 4,5 untuk penilaian guru dengan kategori “sangat baik” dan skor 4,87 untuk penilaian siswa dengan kategori “sangat baik”. Jadi skor rerata dari skor tersebut untuk uji coba perangkat pembelajaran inovatif menggunakan pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL) adalah 4,65 dengan kategori “sangat baik”. Pada validasi perangkat pembelajaran menggunakan model PBL (Problem Based Learning), pakar pembelajaran inovatif (bapak Taufik) memberikan skor 4,07 untuk perangkat pembelajaran ke-2 dengan kategori “baik”. Skor 3,87 untuk perangkat pembelajaran ke-3 dengan kategori “baik”. Skor 4,1 untuk perangkat pembelajaran ke-4 dengan kategori “baik” dan skor 4,4 untuk perangkat pembelajaran ke-6 dengan kategori “sangat baik”. Jadi skor rerata dari kedua skor tersebut untuk perangkat pembelajaran inovatif menggunakan model PBL (Problem Based Learning) adalah 4,11 dengan kategori “baik”. Pada validasi perangkat pembelajaran menggunakan model PBL (Problem Based Learning), pakar pembelajaran inovatif (ibu Suwansih) memberikan skor 4,55 untuk perangkat pembelajaran ke-2 dengan kategori “sangat baik”. Skor 4,75 untuk perangkat pembelajaran ke-3 dengan kategori “sangat baik”. Skor 4,75 untuk perangkat pembelajaran ke-4 dengan kategori “sangat baik” dan skor 4,65 untuk perangkat pembelajaran ke-6 dengan kategori “sangat baik”. Jadi skor rerata dari keempat skor tersebut untuk perangkat pembelajaran inovatif menggunakan model Problem Based Learning (PBL) adalah 4,67 dengan kategori “sangat baik”. Pada hasil uji coba perangkat pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning (CTL), guru kelas I (ibu Suwansih) memberikan skor 4,78 untuk penilaian guru dengan kategori “sangat baik” dan skor 4,5 86

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI untuk penilaian siswa dengan kategori “sangat baik”. Jadi skor rerata dari skor tersebut untuk uji coba perangkat pembelajaran inovatif menggunakan model Problem Based Learning (CTL) adalah 4,64 dengan kategori “sangat baik”. Pada hasil uji coba perangkat pembelajaran menggunakan model PBL (Problem Based Learning), calon guru sekolah dasar (Diah) memberikan skor 4,57 untuk penilaian guru dengan kategori “sangat baik” dan skor 4,75 untuk penilaian siswa dengan kategori “sangat baik”. Jadi skor rerata dari skor tersebut untuk uji coba perangkat pembelajaran inovatif menggunakan model PBL (Problem Based Learning) adalah 4,66 dengan kategori “sangat baik”. Keseluruhan hasil validasi dan uji coba perangkat pembelajaran inovatif (model Contextual Teaching Learning (CTL) dan PBL (Problem Based Learning)) didapatkan rerata 4,53 dengan kategori “sangat baik”. Perangkat pembelajaran inovatif (pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL) dan PBL (Problem Based Learning)) dinyatakan “sangat baik” karena memenuhi semua aspek. Perangkat pembelajaran dengan menggunakan kedua model tersebut dinyatakan “sangat baik” karena memenuhi semua aspek yaitu: (1) program tahunan yang komponennya lengkap dan jumlah jam efektif serta alokasi waktu sesuai, (2) program semester memuat komponen yang lengkap, materi pokok sesuai dengan KI dan KD serta alokasi waktu sesuai, (3) silabus memuat komponen yang lengkap dan keterkaitan antar komponen dalam silabus sesuai, (4) RPP yang dibuat memuat: 1) identitas RPP yang lengkap, 2) perumusan indikator yang sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), KI, KD, dan kata kerja yang dapat diukur, 3) perumusan tujuan pembelajaran sesuai dengan indikator, kata kerja dapat diukur serta mencakup komponen A (Audience), B (Behaviour), C (Condition), D (Degree), 4) perumusan materi pembelajaran sesuai dengan KD dan indikator, susunan materi yang sistematis serta kelengkapan materi pembelajaran, 5) perumusan tujuan hanya mengandung satu (1) jenis tingkah laku yang dapat diamati dan diukur, 6) strategi pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran sesuai, 87

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7) media pembelajaran yang digunakan sesuai dengan kondisi kelas, 8) sumber belajar yang digunakan lebih dari dua (dua) sumber, 9) evaluasi dibuat lengkap, 10) mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada indikator (C4-C6/HOTS), 11) Rancangan Kegiatan Pembelajaran sesuai dengan makna, karakteristik, sintaks model yang digunakan, 12) mengembangkan 5M dalam kegiatan inti yaitu: mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan, 13) mengembangkan 4 keterampilan dasar belajar abad 21 4C yaitu berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kerjasama (collaborative), dan komunikasi (communicative), 14) lengkap dalam membuat instrumen evaluasi, 15) bahasa yang digunakan sudah menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Produk yang dikembangkan peneliti sesuai dengan spesifikasi produk yang telah dipaparkan di bab I. Pertama, cover depan produk terdiri dari judul Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif dalam Sub Tema Gemar Berolahraga Mengacu Kurikulum 2013 Untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar; logo Universitas; nama penulis; NIM penulis; keterangan yang berisi Program Studi yaitu Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan yaitu Ilmu Pendidikan, Fakultas yaitu Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas yaitu Sanata Dharma Yogyakarta, tahun ajaran. Cover belakang berisi sinopsis dan biodata singkat penulis. Kedua, produk dicetak dalam ukuran kertas A4 dengan berat 70 gram sedangkan sampul dicetak dengan kertas ivory 230 supaya terlihat kokoh. Ketiga, produk ditulis menggunakan theme font “times new roman” dengan spasi 1,5 supaya setiap bagian dalam RPP terlihat jelas sehingga mudah dibaca dan dipahami. Selain itu peneliti menggunakan lebih dari satu jenis huruf supaya produk terlihat lebih menarik. Keempat, kata pengantar terdiri dari ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa; penjelasan kerangka berpikir seputar pembelajaran inovatif; ucapan terimakasih kepada pihak yang membantu dan terlibat dalan penyusun produk; dan kesediaan penulis dalam menerima kritik dan saran terkait dengan produk yang 88

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dikembangkan. Kelima, daftar isi terdiri dari garis besar isi buku beserta nomor halaman. Keenam, Perangkat pembelajaran program tahunan untuk kelas I SD semester gasal dan genap. Program tahunan adalah rencana umum pelaksanaan pembelajaran muatan pelajaran berisi antara lain rencana penetapan alokasi waktu satu tahun pembelajaran. Program tahunan dibuat sesuai dengan kalender pendidikan dari tahun 2018/2019. Komponenkomponen dalam menyusun program tahunan: identitas (antara lain muatan pelajaran, kelas, tahun pelajaran) dan format isian (antara lain tema, subtema, dan alokasi waktu). Program tahunan terdapat 2 sampai 3 halaman berbentuk landscape. Ketujuh, Program Semester merupakan penjabaran dari program tahunan sehingga program tersebut tidak bisa disusun sebelum tersusun program tahunan. Program semester dilihat melalui kalender pendidikan dari semester gasal tahun 2018/2019. Program semester berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam semester tersebut. Program semester terdapat 2 sampai 3 halaman berbentuk landscape. Kedelapan, silabus merupakan salah satu produk pengembangan kurikulum berisikan garis-garis besar materi pelajaran, kegiatan pembelajaran dan rancangan penilaian. Silabus adalah renca pembelajaran pada suatu atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu dan sumber belajar. Silabus disusun dari setiap pembalajaran. Kesembilan, Perangkat pembelajaran RPP disusun lengkap terdiri dari 1) identitas RPP; 2) kompetensi inti; 3) kompetensi dasar, indikator, dan tujuan pembelajaran; 4) pendekatan, tipe, model dan metode; 5) alat dan bahan serta sumber belajar; 6) langkah pembelajaran; 7) penilaian; 8) rangkuman materi; 9) lampiran yang berisi LKS, media dan rubrik penskoran. Dalam satu subtema terdapat enam pembelajaran, sehingga menghasilkan Pembelajaran. 89 enam Rencana Pelaksanaan

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kesepuluh, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dikembangkan berdasarkan 1 pendekatan dan 1 model pembelajaran inovatif, yaitu: a. Pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL) Pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL) digunakan pada pembelajaran ke 1 dan 5. Rencana Pelaksanan Pembelajaran (RPP) dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL). b. Model Problem Based Learning (PBL) Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) digunakan pada pembelajaran 2, 3, 4, dan 6. Rencana Pelaksanan Pembelajaran (RPP) dikembangkan berdasarkan langkah-langkah model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Kesebelas, Rencana Pelaksanan Pembelajaran (RPP) dikembangkan berdasarkan pendekatan scientific. Pendekatan scientific yang merupakan proses pembelajaran yang dirancang supaya peserta didik mengkonstruk konsep, hukum, mengidentifikasi atau atau prinsip melalui menemukan tahap masalah), mengamati merumuskan (untuk masalah, mengacukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, mengkomunikasikan menganalisis konsep, data, hukum, menarik atau prinsip kesimpulan yang dan ditemukan. Keduabelas, Rencana Pelaksanan Pembelajaran (RPP) dikembangkan berdasarkan empat keterampilan 4C yaitu berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kerjasama (collaborative), dan komunikasi (communication). Ketiga belas, Rencana Pelaksanan Pembelajaran (RPP) dikembangkan berdasarkan karakteristik pembelajaran terpadu yaitu berpusat pada siswa, memberikan pengalaman langsung, pemisahan mata pelajaran yang tidak begitu jelas, menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran, bersifat fleksibel (guru dapat mengaitkan mata pelajaran yang satu dengan yang lain), dan menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan. 90

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Keempat belas, Rencana Pelaksanan Pembelajaran (RPP) dikembangkan dengan mengintegrasikan pendidikan karakter yang diitegrasikan dalam seluruh mata pelajaran pada setiap bidang studi yang terdapat dalam kurikulum. Pendidikan karakter yang dikembangkan memuat aspek spiritual dan aspek sosial. Meteri pembelajaran yang berkaitan dengan norma atau nilai-nilai pada setiap bidang studi perlu dikembangkan, dieksplisitkan, dihubungkan dengan konteks kehidupan sehai-hari. Kelima belas, Rencana Pelaksanan Pembelajaran (RPP) dikembangkan dengan menerapkan High Order Thinking Skill (HOTS) yang meliputi tingkat taksonomi Bloom pada C4 sampai C6. C4 merupakan kegiatan menganalisis yang menggunakan kata kerja operasional memilih, membandingkan, menguraikan, mengaitkan, dll. Sedangkan C5 yaitu kegiatan mengevaluasi yang menggunakan kata kerja operasional mengkritik, memeriksa, menilai, membuktikan, dll. Dan C6 yaitu kegiatan mencipta yang menggunakan kata kerja operasional merumuskan, merencanakan, memproduksi, membuat hipotesis, mendesain, mencipta, dll. Keenam belas, Rencana Pelaksanan Pembelajaran (RPP) dikembangkan dengan menerapkan penilaian otentik mengandung aspek sikap spiritual dan sosial, aspek pengetahuan, dan aspek keterampilan. Penilaian dilengkapi dengan instrument penilaian yang memuat kunci jawaban dari soal tertulis, daftar cek atau pedoman observasi bagi penilaian dengan teknik observasi, dan cara skoring. Ketujuh belas, Rencana Pelaksanan Pembelajaran (RPP) dikembangkan dengan memperhatikan ketentuan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) yang meliputi tanda baca, huruf kapital, nama orang, nama tempat, dan kata penghubung. Dengan demikian, produk yang dikembangkan dapat dikatakan memiliki kualitas yang “sangat baik” dan layak digunakan sebagai perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema gemar berolahraga yang mengacu pada Kurikulum 2013 untuk siswa kelas I sekolah dasar serta layak diujicobakan ke sasaran yang lebih luas. 91

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN PENGEMBANGAN, DAN SARAN Bab V berisi uraian mengenai kesimpulan, keterbatasan pengembangan dan saran bagi peneliti. A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan, peneliti menyimpulkan hal-hal sebagai berikut: 1a. Berdasarkan hasil validasi perangkat pembelajaran inovatif oleh kedua pakar perangkat pembelajaran inovatif yaitu satu mahasiswa PPG Universitas Sanata Dharma dan satu guru kelas I sekolah dasar, perangkat pembelajaran inovatif yang dikembangkan dengan pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL) dan PBL (Problem Based Learning) berdasarkan hasil validasi pakar pembelajaran inovatif diperoleh skor rerata 4,43 dengan kualitas “sangat baik”. b. Berdasarkan penilaian uji coba terbatas oleh salah satu guru kelas I dan satu calon guru sekolah dasar melalui uji coba terbatas, perangkat pembelajaran inovatif yang dikembangkan dengan pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL) dan PBL (Problem Based Learning) diperoleh skor 4,64 dengan kualitas “sangat baik”. Jika hasil validasi pakar dan hasil penilaian uji coba terbatas dari satu guru kelas I sekolah dasar dan satu calon guru sekolah dasar digabungkan maka diperoleh skor rerata 4,53 dengan kualitas “sangat baik” sehingga perangkat pembelajaran inovatif siap untuk diujicobakan secara luas. 92

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI B. Keterbatasan Pengembangan Perangkat pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini memiliki keterbatasan yang dipaparkan sebagai berikut: 1. Validasi perangkat pembelajaran inovatif hanya divalidasi oleh 1 (satu) mahasiswa PPG dan 1 (satu) guru kelas I. 2. Wawancara untuk analisis kebutuhan hanya dilakukan kepada 4 (empat) guru sekolah dasar. 3. Uji coba produk hanya dilakukan satu (1) kali untuk setiap model dan pendekatannya (pendekatan Contextual Teaching Learning dan Problem Based Learning). C. Saran 1. Validasi perangkat pembelajaran inovatif sebaiknya divalidasi oleh orang yang benar-benar pakar/ahli dalam pembelajaran inovatif dan juga dengan jumlah yang lebih banyak supaya dapat diketahui kualitas perangkat pembelajaran inovatif yang benar-benar baik. 2. Wawancara untuk analisis kebutuhan sebaiknya dilakukan dengan lebih banyak guru kelas I sekolah dasar sebagai Pelaksana Kurikulum 2013 sehingga data yang diperoleh lebih jelas dan menunjukkan kebutuhan guru dan siswa. 3. Uji coba perangkat pembelajaran inovatif sebaiknya dilakukan lebih dari 2 (dua) kali atau minimal satu subtema (6 pembelajaran) supaya hasil yang diperoleh lebih nampak dan kuat. 93

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Agustin. (2013). Peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa melalui model Problem Based Learning (PBL). Journal unnes. Diakses pada 14 Februari 2019 melalui http://journal unnes.ac.id/sju/index.php/jee. Anderson dan Krathwohl. (2014). Kerangka landasan untuk pembelajaran, pegajaran, dan asesmen. Yogyakarta: Pustaka Belajar. Daryanto, Syaiful Karim. (2017). Pembelajaran abad 21. Yogyakarta: Gava Medika. Depdiknas. (2006). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Fadlillah, M. (2014). Implementasi kurikulum 2013 dalam pembelajaran SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA.Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. Hosnan, M. (2014). Pendekatan saintifik dan kontekstual dalam pembelajaran abad 21. Bogor:Ghalia Indonesia. Huda. (2013). Model-model pengajaran dan pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Belajar. Kurniawan, D. (2014). Pembelajaran tematik: teori, praktik, dan penilaian. Bandung: Alfabeta. Kristiantari. (2014). Penerapan pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar IPA siswa kelas VI SDN 3 Tonja tahun ajaran 2014/2015. ejournal undiksha. Diakses pada 14 Februari 2019 melalui http://www.scholar.google.co.id/ Majid. (2014). Pembelajaran tematik terpadu. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 94

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Margunayasa, Arini, Japa. (2014). Pembelajaran terpadu konsep dan penerapannya. Yogyakarta: Graha Ilmu. Mulyasa, E. (2013). Pengembangan implementasi kurikulum 2013. Bandung: Remaja Rosdakarya. Nurdyansyah dan Eni. (2016). Inovasi model pembelajaran. Sidoarjo: Nizamia Learning Center. Panduan Penilaian 2016. Permendikbud Nomor 22 tahun 2016 Tentang Standar Proses Pendidikan dasar dan Menengah. Permendikbud Nomor 65 tahun 2013 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah lanjutan. Permendikbud Nomor 66 tahun 2013 Tentang Standar Penilaian Pendidikan. Permendikbud Nomor 81A tahun 2013 Tentang Implementasi Kurikulum. Poerwati&Sofan. (2013). Panduan memahami kurikulum 2013. Jakarta: Prestasi Pustaka. Prastowo. (2015). Penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (rpp) tematik terpadu: implementasi kurikulum 2013 untuk SD/MI. Jakarta: Prenada Medika Group. Salim, Peter. (1987). The contemporary english Indonesian dictionary. Jakarta: Modern English Press. Sanjaya, Wina. (2010). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Jakarta: Prenada Medika Group. Sarwiji Suwandi. (2009). Penelitian tindakan kelas (PTK) dan penulisan karya ilmiah. Surakartaa: Panitia Sertifikasi Guru (PSG) Rayon 13. 95

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Shomin, Aris. (2014). 68 model pembelajaran inovatif dalam kurikulum 2013. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. Sugiyono. (2012). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sukardjo. (2008). Kumpulan materi evaluasi pembelajaran. Yogyakarta: UNY. Suparno, Paul. (2015). Pendidikan karakter di sekolah. Yogyakarta: Kanisius. Suyatno. (2009). Menjelajah pembelajaran inovatif. Sidoarjo: Masmedia Buana Pustaka. Tegeh, I.M., Jampel, I.N., dan Pudjawan, K. (2014). Model penelitian dan pengembangan. Yogyakarta: Graha Ilmu. Tim Paradigma Pendidikan. (2010). Paradigma pendidikan nasional abad XXI. Jakarta: Badan Standar Nasional Pendidikan. Tim Reality. (2008). Kamus terbaru bahasa Indonesia. Surabaya: Reality Publisher. Triyanto, Ibnu. (2014). Mendesain model pembelajaran inovatif, progresif, dan kontekstual. Jakarta: Kencana. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Widya. (2017). Pengembangan Desain Pembelajaran Tematik Integratif Berbasis Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) Kelas 4 Sekolah Dasar. repository.uksw.edu. Diakses pada 14 Februari http://repository.uksw.edu/handle/123456789/15849. Yani, Ahmad. (2014). Mindset kurikulum 2013. Bandung: Alfabeta. 96 2019 melalui

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 97

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 1: Pedoman Wawancara Pertanyaan 1. Sejak kapan menerapkan kurikulum 2013? 2. Apakah bapak atau ibu pernah mengikuti pelatihan kurikulum 2013? 3. Sejauh mana pemahaman bapak/ibu terhadap kurikulum 2013? 4. Apakah bapak/ibu sudah mengetahui karakteristik kurikulum SD 2013? 5. Sejauh mana pemahaman bapak/ibu terkait dengan pendekatan saintifik dalam pembelajaran? 6. Bagaimana cara bapak/ibu merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran sesuai dengan kemampuan siswa? 7. Bagaimana cara bapak/ibu menumbuhkembangkan pendidikan karakter dalam pembelajaran? 8. Apakah bapak/ibu setiap pembelajaran menggunakan RPP dengan model pembelajaran yang berbeda? 9. Apakah tujuan pembelajaran yang bapak/ibu kembangkan sudah mengupayakan tercapainya pendidikan karakter? 10. Apakah bapak/ibu mengetahui keterampilan seperti (berfikir kritis, kreatif, kolaborasi, komunikasi)? 11. Apakah dalam pembuatan rpp bapak/ibu sudah merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran terkait dengan keterampilan (berfikir kritis, kretif, kolaboratif, komunikasi)? 12. Apakah model pembelajaran yang bapak/ibu biasanya gunakan dalam proses pembelajaran? 13. Pernahkah bapak/ibu menggunakan model pembelajaran inovatif yang lain? Apakah modelnya itu? 14. Apakah ibu/bapak mengetahui pembelajaran inovatif? 15. Kesulitan apa saja yang bapak/ibu alami dalam pembuatan model pembelajaran inovatif? 16. Bagaimana cara mengatasi kesulitan yang dialami? 17. Apakah contoh perangkat pembelajaran inovatif yang sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013 sudah tersedia di sekolah bapak/ibu? 18. Pernahkah bapak/ibu menggunakan media pembelajaran dalam proses pembelajaran? 19. Apakah bapak/ibu masih perlu contoh untuk perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu kurikulum 2013? 20. Apakah siswa pernah merasa bosan ketika guru menerapkan pembelajaran inovatif di kelas? 21. Bagaimana prestasi belajar siswa setelah diterapkannya pembelajaran inovatif di 98

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kelas? 22. Apakah bapak/ibu mempunyai rencana untuk mengembangkan pembelajaran inovatif agar kedepannya mampu meningkatkan prestasi belajar siswa melalui beberapa metode/model pembelajaran? 23. Menurut bapak/ ibu apakah perangkat pembelajaran inovatif penting jika diterapakan dalam proses pembelajaaran? 99

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 2: Pedoman Observasi 1. Pedoman Observasi Guru No Pernyataan Kegiatan Awal (Pendahuluan) 1. Guru membuka pembelajaran dengan berdoa 2. Guru melakukan presensi kepada siswa 3. Guru menggunakan apersepsi untuk menuju materi yang akan diajarkan sebagai pengantar memulai pelajaran 4. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran 5. Guru memberikan motivasi Kegiatan Inti 6. Guru menyampaikan cakupan materi dan menjelaskan uraian kegiatan 7. Guru melibatkan siswa dalam mencari informasi tentang materi yang akan dipelajari 8. Guru menggunakan media pembelajaran dan sumber pembelajaran dengan tepat 9. Guru menggunakan metode yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa 10. Guru menggunakan model yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa 11. Guru menerepkan 5M pada siswa 12. Guru menggunakan bahasa baku yang baik 13. Guru menggunakan artikulasi dan volume yang jelas 14. Guru menggunakan pakaian yang rapi dan berwibawa 15. Guru memusatkan perhatian siswa saat proses pembelajaran dengan cara verbal dan non-verbal Guru tidak berpaku pada satu tempat 16. Guru memberikan contoh pada siswa pada kehidupan sehari-hari 17. Guru memberikan apresiasi kepada siswa 100

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18. Guru menggunakan sumber pembelajaran berbasis teknologi pada pembelajaran 19. Guru dapat mengkonsidikan kelas dengan baik 20. Guru menekankan pendidikan karakter pada siswa 21. Guru membuat suasana pembelajaran menjadi menyenangkan dan menarik 22. Guru sebagai fasilitator pada proses pembelajaran Kegiatan Penutup 23. Guru membuat ringkasan secara lisan 24. Guru membuat ringkasan secara tertulis 25. Guru menunjukkan sumber lain 26. Guru melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan 27. Guru memberikan motivasi kepada siswa yang belum berpartisipasi aktif 28. Guru memberikan evaluasi kepada siswa 29. Guru memberikan tindak lanjut mengenai pembelajaran yang disampaikan 2. Pedoman Observasi Siswa No. Pernyataan 1. Siswa berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. 2. Siswa memberikan umpan balik apersepsi dari guru. 3. Siswa memperhatikan guru saat menyampaikan materi. 4. Siswa mengajukan pertanyaan. 5. Siswa mampu bekerja sama pada saat kegiatan berkelompok. 6. Siswa mampu mengkomunikasi hasil diskusi. 7. Siswa antusias dalam mengikuti proses pembelajaran. 101

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8. Siswa memahami penjelasan yang telah disampaikan guru. 9. Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara lisan. 10. Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara tertulis. 102

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3: Rangkuman Hasil Wawancara RANGKUMAN WAWANCARA SURVEI KEBUTUHAN 1. SD Negeri Ngabean Nama Guru : Suwansih, S.Pd. No 1 Daftar Pertanyaan Wawancara Rangkuman Hasil Wawancara Sejak kapan SD Negeri Tegalrejo Sejak pertama kali kurikulum 2013 dikeluarkan. 3 Yogyakarta menerapkan kurikulum 2013? 2 Apakah ibu pernah mengikuti Pernah, sebelum diterapkan. pelatihan kurikulum 2013? 3 Sejauh mana pemahaman ibu Mata terhadap kurikulum 2013? pelajaran dan sesudah disajikan kurikulum secara tematik sehingga perpindaan tidak diketahui siswa. Penilaiannya lebih banyak karena penilaian dibuat perkompetensi dasar. Serta menekankan pada pendidikan karakter misalnya: jujur, mandiri, percaya diri, disiplin, dan peduli. 4 Apakah ibu sudah mengetahui Kurikulum 2013 bersifat tematik, mata pelajaran karakteristik kurikulum SD 2013? tidak terpisah-pisah, penilaian lebih rinci sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama. 5 Sejauh mana pemahaman ibu Menggunakan beragam model, metode misalnya terkait dengan pendekatan saintifik tanya jawab, ceramah, dan diskusi. dalam pembelajaran? 6 Bagaimana cara ibu merumuskan Dari buku sesuai kreativitas guru. indikator dan tujuan pembelajaran sesuai dengan kemampuan siswa? 7 Bagaimana cara ibu Dengan diselipkan di setiap pembelajaran. menumbuhkembangkan misalnya: jujur, mandiri, percaya diri, disiplin, pendidikan karakter dalam dan peduli. 103

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Daftar Pertanyaan Wawancara Rangkuman Hasil Wawancara pembelajaran? 8 Apakah ibu setiap pembelajaran Hanya mengambil kompetensi dasar (KD) dan tujuan. menggunakan RPP dengan model pembelajaran yang berbeda? 9 Apakah tujuan pembelajaran yang Ya. ibu kembangkan mengupayakan sudah tercapainya pendidikan karakter? 10 Apakah ibu mengetahui Tidak. keterampilan yang harus dikuasai pada abad 21 seperti (berfikir kritis, kreatif, kolaborasi, komunikasi)? 11 Apakah dalam pembuatan rpp ibu Belum. sudah merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran terkait dengan keterampilan tersebut (berfikir kritis, kreatif, kolaboratif, komunikasi)? 12 Apakah model pembelajaran yang Saya lebih sering menggunakan model ibu biasa gunakan dalam proses pembelajarn ceramah. pembelajaran? 13 Apakah pembelajaran dengan Ya. Masih karena saya perlu mengarahkan dan metode ceramah masih menekankan sikap disiplin kepada anak. Mereka mendominasi di kelas? 14 Pernahkah ibu belum bisa untuk dibuat kerja dalam kelompok. menggunakan Picture and picture, cooperative learning, model pembelajaran inovatif yang STAD, example non example. lain? Apakah modelnya itu? 104

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Daftar Pertanyaan Wawancara 15 Apakah ibu Rangkuman Hasil Wawancara mengetahui Sedikit. Sulit untuk memahami karena masih pembelajaran inovatif? bingung. Yang saya tahu pembelajaran inovatif mengajarkan pada siswa dari yang tidak bisa menjadi bisa. 16 Kesulitan apa saja yang ibu alami Dalam penyusunan membutuhkan waktu yang dalam pembuatan model lebih lama karena harus mengaitkan antara pembelajaran inovatif? 17 Bagaimana cara langkah dengan kegitatan dalam buku. mengatasi Melihat contoh RPP yang menggunakan model kesulitan yang dialami? 18 Apakah contoh pembelajaran yang sama. perangkat Ada tetapi belum lengkap. pembelajaran inovatif yang sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013 sudah tersedia di sekolah ibu? 19 Pernahkah ibu menggunakan Ya. media pembelajaran dalam proses pembelajaran? 20 Apakah ibu masih perlu contoh Ya, terutama ketika sudah siang, mereka perangkat pembelajaran inovatif mengantuk. yang mengacu Kurikulum 2013 (model PBL, model inkuiri, model pembelajaran kooperatif, model kuantum dsb? 21 Apakah siswa pernah merasa Ya. bosan ketika guru menerapkan pembelajaran inovatif di kelas? 22 Apakah ibu mempunyai rencana Ya untuk mempersingkat waktu dan hasil makasimal. untuk mengembangkan pembelajaran inovatif agar 105

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Daftar Pertanyaan Wawancara Rangkuman Hasil Wawancara kedepannya mampu meningkatkan prestasi belajar siswa beberapa melalui metode/model pembelajaran? 23 Menurut ibu sudah mengetahui Belum. jenis belajar taksonomi bloom yang sudah direvisi? 2. SD Negeri Bhaktikarya Nama Guru : Sumiyati, S.Pd. No 1 Daftar Pertanyaan Wawancara Rangkuman Hasil Wawancara Sejak kapan SD Negeri Tegalrejo Sejak tahun 2014 (hanya 1 smster) dilanjut tahun 3 Yogyakarta menerapkan 2017. kurikulum 2013? 2 Apakah ibu pernah mengikuti Pernah di tingkat kecamatan. pelatihan kurikulum 2013? 3 Sejauh mana pemahaman . ibu Sebenernya bagus namun prakteknya sulit terhadap kurikulum 2013? (perangkatnya) terutama bagian penilaian, seolaholah anak dianggap bisa terus anak disuruh menemukan sendiri itu yg sudah kemudian anak kurang menguasai materi. 4 Apakah ibu sudah mengetahui Belum. karakteristik kurikulum SD 2013? 5 Sejauh mana pemahaman ibu Menyenangkan --> tapi belum melaksanakan. terkait dengan pendekatan saintifik dalam pembelajaran? 6 Bagaimana cara ibu merumuskan Merumuskan indikator hanya mengambil dari 106

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Daftar Pertanyaan Wawancara Rangkuman Hasil Wawancara indikator dan tujuan pembelajaran buku guru, silabus, prosentase dan tidak ada yang sesuai dengan kemampuan siswa? 7 Bagaimana cara ibu Dengan kebiasaan 5S, kata2 ajaib (maaf, tolong, menumbuhkembangkan pendidikan membuat sendiri . terimakasih, dsb) dan contoh perbuatan yg baik karakter dalam dari guru. Tidak hanya disekolah saja tetapi juga pembelajaran? di rumah sehingga jika di sekolah karakter anak dibawa dari rumah. 8 Apakah ibu setiap pembelajaran RPP setiap hari, modelnya saintifikasi kemudian menggunakan RPP dengan model belum tahu model-modelnya apa saja. pembelajaran yang berbeda? 9 Apakah tujuan pembelajaran yang Sudah mencapai namun ya kebiasaan dari rumah ibu kembangkan mengupayakan sudah terkadang membuat siswa masih melakukan tercapainya perbuatan yang buruk. pendidikan karakter? 10 Apakah ibu mengetahui Sudah sedikit tahu contohnya diajak berpikir dan keterampilan yang harus dikuasai menalar. pada abad 21 seperti (berfikir kritis, kreatif, kolaborasi, komunikasi)? 11 Apakah dalam pembuatan RPP Kadang-kadang. ibu sudah merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran terkait dengan keterampilan tersebut (berfikir kritis, kreatif, kolaboratif, komunikasi)? 12 Apakah model pembelajaran yang Ya, masih mendominasi, karena anak kelas 1 ibu biasa gunakan dalam proses tidak bisa kalau tidak dijelaskan terlebih dahulu 107

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Daftar Pertanyaan Wawancara pembelajaran? 13 Rangkuman Hasil Wawancara jadi saya masih suka ceramah. Apakah pembelajaran metode ceramah dengan Ya. masih mendominasi di kelas? 14 Pernahkah ibu menggunakan Tidak pernah karena tidak tahu model2nya. model pembelajaran inovatif yang lain? Apakah modelnya itu? 15 Apakah ibu mengetahui Belum tahu. pembelajaran inovatif? 16 Kesulitan apa saja yang ibu alami Sulit merumuskan indikator, langkah-langkah dalam pembuatan model belum bisa. pembelajaran inovatif? 17 Bagaimana cara mengatasi Meminta tolong pada guru lain. kesulitan yang dialami? 18 Apakah contoh perangkat Belum --> tim-tim pembuat silabus --> saya pakai pembelajaran inovatif yang sesuai VCD dari ahli yang membuat. dengan tuntutan kurikulum 2013 sudah tersedia di sekolah ibu? 19 Pernahkah ibu menggunakan Ya. media pembelajaran dalam proses pembelajaran? 20 Apakah ibu masih perlu contoh Saya sangat memerlukan atau membutuhkan. perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu Kurikulum 2013 (model PBL, model inkuiri, model pembelajaran kooperatif, model kuantum dsb? 21 Apakah siswa pernah merasa Tergantung gurunya. Mungkin kadang merasakan 108

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Daftar Pertanyaan Wawancara Rangkuman Hasil Wawancara bosan ketika guru menerapkan dan tergantung pada kondisi siswa (kalau sudah pembelajaran inovatif di kelas? 22 siang, habis OR, habis istirahat, dsb). Apakah ibu mempunyai rencana Mestinya iya tetapi mampu atau tidaknya itu. untuk mengembangkan pembelajaran inovatif agar kedepannya mampu meningkatkan prestasi belajar siswa beberapa melalui metode/model pembelajaran? 23 Menurut ibu sudah mengetahui Lupa, tapi pernah belajar. jenis belajar taksonomi bloom yang sudah direvisi? 3. SD Negeri Tegalrejo 3 Nama Guru : Eny, S.Pd. No 1 Daftar Pertanyaan Wawancara Rangkuman Hasil Wawancara Sejak kapan SD Negeri Tegalrejo Sudah dari pemerintah menggalakkan kurikulum 3 Yogyakarta menerapkan 2013, tepatnya di tahun 2015 tapi pada saat itu kurikulum 2013? hanya kelas 3 dan 6 saja yang menggunakan kurikulum 2013, yang lain belum. 2 Apakah ibu pernah mengikuti Pernah mengikuti diklat pada tahun 2017, tetapi pelatihan kurikulum 2013? mengikuti pelatihan kurikulum 2013 untuk kelas bawah. 3 Sejauh mana pemahaman ibu Dilihat dari sitaks nya menggunakan 5M terhadap kurikulum 2013? 4 Apakah ibu sudah mengetahui Untuk karakteristiknya seperti mapel yang saling karakteristik kurikulum SD 2013? berkaitan dan keterkaitan antar mapel juga tidak 109

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Daftar Pertanyaan Wawancara Rangkuman Hasil Wawancara begitu terlihat. 5 Sejauh mana pemahaman ibu Pembelajaran menggunakan 5 M dan siswa terkait dengan pendekatan saintifik diarahkan untuk menggali informasi secara dalam pembelajaran? mandiri walaupun masih banyak dituntun oleh guru. 6 Bagaimana cara ibu merumuskan Jujur saya tidak membuat RPP murni dari saya indikator dan tujuan pembelajaran sendiri. Saya hanya mendownload RPP dari sesuai dengan kemampuan siswa? internet yang kemudian saya sesuaikan dengan keadaan siswa di sekolah. Tidak ada proses pembuatan indikator, hanya saja apabila ada indikator yang kurang sesuai dari RPP yang saya download maka saya akan mengganti indikator sesuai dengan buku guru karena saya hanya berpatok pada buku guru. Untuk tujuan pembelajaran pun juga sama, apabila kurang sesuai dengan kondisi siswa, maka saya akan menggantinya sesuai yang tertera pada buku guru. 7 Bagaimana cara ibu Mengembangkan pendidikan karakter memang menumbuhkembangkan tidaklah mudah untuk siswa. Setiap hari saya pendidikan pembelajaran? karakter dalam membiasakan siswa untuk melakukan hal- hal sederhana untuk membentuk karakter siswa, misalnya dari segi agama yaitu berdoa setiap pagi. Apabila terdapat siswa yang berbicara atau bermain ketika berdoa maka akan saya suruh mengulangi untuk berdoa sendiri. Saya juga mengajarkan anak untuk jujur. Misalnya ada anak 110

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Daftar Pertanyaan Wawancara Rangkuman Hasil Wawancara yang mencontek, maka akan saya beri nilai 0. Itupun kalau ada anak yang jujur kalau dia mencontek saya akan memberikan acungan jempol. 8 Apakah ibu setiap pembelajaran Saya hanya mendownload RPP dari internet, menggunakan RPP dengan model itupun saya mendownloadnya kalau akan ada pembelajaran yang berbeda? supervisi saja. Sehingga model pembelajaran yang saya gunakan tidak sesuai dengan apa yang tertulis pada RPP. Selain itu, saya lebih banyak menggunakan metode ceramah daripada yang lain karena anak kelas bawah masih membutuhkan bimbingan dari guru dan belum bisa menggali informasi tanpa adanya bimbingan dari guru. Tapi yang paling penting itu ada kegiatan 5 M bagi saya sudah cukup. Sekarang apabila saya dituntut untuk membuat RPP setiap harinya maka saya tidak akan sanggup karena saya juga mengampu sebagai bendahara bosda sekolah. Selain itu, saya juga memanfaatkan fasilitas adanya internet untuk mempermudah saya. Jadi, nanti saya tinggal mengganti beberapa bagian saja yang saya sesuaikan dengan keadaan siswa dan sekolah. 9 Apakah tujuan pembelajaran yang Sudah, karena saya mengupayakan pembiasaanibu kembangkan mengupayakan pendidikan karakter? sudah pembiasaan sederhana untuk membentuk karakter tercapainya siswa. Selain itu dengan saya membuat peraturan kelas juga turut membantu pembentukan karakter siswa. 10 Apakah ibu mengetahui Saya kurang tahu apa itu keterampilan abad 21. 111

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Daftar Pertanyaan Wawancara Rangkuman Hasil Wawancara keterampilan yang harus dikuasai Cuma saya pernah mendengar keterampilan abad pada abad 21 seperti (berfikir 21. kritis, kreatif, kolaborasi, komunikasi)? 11 Apakah dalam pembuatan rpp ibu Dalam membuat indikator dan tujuan saya hanya sudah merumuskan indikator dan mencontoh dari RPP saya download tetapi saya tujuan pembelajaran terkait tinjau ulang. Apabila tidak sesuai maka saya akan dengan keterampilan tersebut mencontoh dari buku guru tetapi disesuaikan (berfikir kritis, kreatif, kolaboratif, dengan karakter siswa dan sekolah. komunikasi)? 12 Apakah model pembelajaran yang Saya tidak menggunakan model pembelajaran ibu biasa gunakan dalam proses yang spesifik. Saya lebih banyak menggunakan pembelajaran? 13 metode ceramah ketika sedang mengajar di kelas. Apakah pembelajaran dengan Metode ceramah bagi saya masih sangat metode ceramah masih mendominasi karena bagi saya siswa kelas bawah mendominasi di kelas? tidak akan jalan apabila tidak diberi arahan dari guru. 14 Pernahkah ibu menggunakan Belum. Biasanya saya cuma menayangkan video model pembelajaran inovatif yang cerita atau lagu saja. lain? Apakah modelnya itu? 15 Apakah ibu pembelajaran inovatif? mengetahui Sebenarnya saya kurang memahami makna dari pembelajaran inovatif akan tetapi pemahaman saya pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang menggunakan LCD atau proyektor. 16 Kesulitan apa saja yang ibu alami Mungkin kesulitannya terletak pada sarana yang dalam pembuatan model ada di sekolah. Layar proyektor ya ada di kelas, pembelajaran inovatif? tapi tidak dapat digunakan sehingga saya harus mempersiapkan 112 segala peralatannya sendiri.

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Daftar Pertanyaan Wawancara Rangkuman Hasil Wawancara Kalau dari segi materi tidak ada kendala. 17 Bagaimana cara mengatasi Sekarangkan sudah ada internet. Jadi, saya kesulitan yang dialami? memanfaatkan internet untuk mencari solusisolusi yang saya butuhkan. 18 Apakah contoh perangkat Sekolah sudah menyediakan laptop untuk guru pembelajaran inovatif yang sesuai walaupun saya menggunakan laptop saya sendiri dengan tuntutan kurikulum 2013 karena lebih enak. Soalnya terkadang laptop yang sudah tersedia di sekolah ibu? disediakan oleh sekolah sedang digunakan oleh guru lain, jadi bertabrakan. Selain itu, sekolah juga menyediakan proyektor dan speaker. 19 Pernahkah ibu menggunakan Sering, seperti benda- benda yang ada di sekitar media pembelajaran dalam proses siswa. pembelajaran? Selain menggunakan itu video saya atau terkadang juga gambar untuk mempermudah siswa membayangkan materi yang sedang saya jelaskan. Misalnya kemarinkan ada kegiatan PLS (Pendidikan Luar Kelas) yang diadakan di Wonosari. Kita mengunjungi industri pembuatan tempe. Dalam pembelajaran, saya akan menunjukkan proses alur pembuatan tempe untuk memancing pengetahuan siswa. 20 Apakah ibu masih perlu contoh Sangat perlu, karena orang tua seperti saya perlu perangkat pembelajaran inovatif membutuhkan contoh dari anak- anak yang masih yang mengacu Kurikulum 2013 muda. Karena anak- anak yang masih muda (model PBL, model inkuiri, model tentunya banyak memiliki inovasi. pembelajaran kooperatif, model kuantum dsb? 21 Apakah siswa pernah merasa Saya pernah bertanya kepada siswa secara bosan ketika guru menerapkan langsung. Bagi mereka pembelajaran yang saya 113

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Daftar Pertanyaan Wawancara pembelajaran inovatif di kelas? Rangkuman Hasil Wawancara lakukan tidak membosankan walaupun saya hanya menggunakan metode ceramah. Ya walau sesekali saya juga memutarkan video. 22 Apakah ibu mempunyai rencana Saya selalu berusaha dengan melihat dari internet untuk mengembangkan atau pembelajaran inovatif melalui kegiatan PLS kemarin juga agar merupakan salah satu pembelajaran inovatif yang kedepannya mampu meningkatkan sudah saya lakukan. Jadi saya juga berusaha prestasi belajar siswa beberapa melalui untuk melakukan apa yang saya lihat dari internet metode/model dengan pembelajaran? 23 Menurut mendownload video- video yang berkaitan dengan materi. ibu sudah mengetahui Saya memang pernah dengar tetapi saya kurang jenis belajar taksonomi bloom paham. Saya tahu kalau taksonomi bloom yang sudah direvisi? walaupun juga hanya sekedar tahu. 4. SDK Kintelan 1 Nama Guru: Aryaduta Tina, S.Pd. No 1 Daftar Pertanyaan Wawancara Sejak kapan SD Negeri Tegalrejo Pada saat pemerintah menetapkan kurikulum 3 Yogyakarta menerapkan 2013, saat itu yang menggunakan Kurtilas adalah kurikulum 2013? 2 Rangkuman Hasil Wawancara kelas 1 dan kelas 4. Apakah ibu pernah mengikuti Sudah sebelum di terapkannya kurtilas. pelatihan kurikulum 2013? 3 Sejauh mana pemahaman ibu Dilihat dari buku kurtilas terdapat tema, subtema, terhadap kurikulum 2013? 4 dan dari sintaksi menggunakan 5M Apakah ibu sudah mengetahui Menuntut anak menjadi mandiri karakteristik kurikulum SD 2013? 5 Sejauh mana pemahaman ibu Siswa terkait dengan pendekatan saintifik sendiri, 114 diarahkan tetapi untuk saat menggali penerapan informasi anak masih

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Daftar Pertanyaan Wawancara dalam pembelajaran? Rangkuman Hasil Wawancara kesulitan karena ada anak yang belum pandai membaca. Sehingga masih perlu di bimbing oleh guru. 6 Bagaimana cara ibu merumuskan Saya tidak membuat RPP saat pembelajaran tetapi indikator dan tujuan pembelajaran tetapi mendapat RPP dari dinas dan saya sesuai sesuai dengan kemampuan siswa? dengan kemampuan belajar siswa di kelas, jika ada yang tidak sesuai indikatornya maka saya ganti dengan indikator yang ada di buku. 7 Bagaimana cara ibu Dari segi agama dengan membiasakan berdoa menumbuhkembangkan sebelum pembelajaran, sebelum istirahat, setelah pendidikan karakter dalam istirahat, dan saat pembelajarn telah selesai. pembelajaran? Selain itu mengajarkan anak untuk jujur saat meminjam barang pada temannya atau mencontek saat pembelajaran dan ujian. 8 Apakah ibu setiap pembelajaran Saat pemeblajaran saya tidak menggunakan RPP, menggunakan RPP dengan model saya hanya berpatokan pada buku guru. Saya juga pembelajaran yang berbeda? sering menggunakan pembelajaran, metode kdang-kadang ceramah saat saja saya menggunakan media pembelajaran, saya juga menggunakan model saintifik saat mengajar. 9 Apakah tujuan pembelajaran yang Sudah, karena saya mengajarkannya dari hal ibu kembangkan mengupayakan sudah sederhana. tercapainya pendidikan karakter? 10 Apakah ibu mengetahui Saya kurang tahu apa itu keterampilan abad 21. keterampilan yang harus dikuasai pada abad 21 seperti (berfikir kritis, kreatif, kolaborasi, 115

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Daftar Pertanyaan Wawancara Rangkuman Hasil Wawancara komunikasi)? 11 Apakah dalam pembuatan rpp ibu Dalam membuat indikator dan tujuan saya hanya sudah merumuskan indikator dan mencontoh dari buku guru dan saya sesuaikan tujuan pembelajaran dengan keterampilan terkait dengan kemampuan siswa tersebut (berfikir kritis, kreatif, kolaboratif, komunikasi)? 12 Apakah model pembelajaran yang Saya lebih sering menggunakan model ibu biasa gunakan dalam proses pembelajarn saintifik. pembelajaran? 13 Apakah pembelajaran metode ceramah dengan Masih, kerena di kelas bawah di perlukan masih bimbingan mendominasi di kelas? 14 Pernahkah ibu dan arahan dari guru saat pembelajaran. menggunakan Kadang-kadang, biasanya saya menayangkan model pembelajaran inovatif yang gambar, lagu, dan video. lain? Apakah modelnya itu? 15 Apakah ibu mengetahui Pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang pembelajaran inovatif? menuntut siswa untuk mandiri dan dapat berpikir kritis, dan kreatif. 16 Kesulitan apa saja yang ibu alami Kesulitan dalam pembuatan terletak pada saat merumuskan model indikator serta tujuan. pembelajaran inovatif? 17 Bagaimana cara mengatasi Bertanya pada guru lain yang lebih paham tentang kesulitan yang dialami? 18 Apakah contoh merumuskan indikator dan tujuan. perangkat Sekolah sudah menyediakan laptop, proyektor pembelajaran inovatif yang sesuai dan alat peraga, namun alat peraga jarang sekali dengan tuntutan kurikulum 2013 di gunakan saat pembelajran sudah tersedia di sekolah ibu? 116

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Daftar Pertanyaan Wawancara 19 Pernahkah ibu Rangkuman Hasil Wawancara menggunakan Pernah, seperti benda-benda yang ada di kelas, media pembelajaran dalam proses menggunakan gambar yang sesuai denga materi pembelajaran? saat itu, kadang saya membawa benda-benda yang dibutuhkan siswa saat pembelajaran. 20 Apakah ibu masih perlu contoh Sangat perlu, seperti contoh RPP pembelajaran perangkat pembelajaran inovatif Inovatif yang mengacu Kurikulum 2013 (model PBL, model inkuiri, model pembelajaran kooperatif, model kuantum dsb? 21 Apakah siswa pernah merasa Siswa tida bosen dengan pembelajaran yang saya bosan ketika guru menerapkan terapkan, pembelajaran inovatif di kelas? anak merasa senang ketika menggunakan media pembelajaran dan menonton video. 22 Apakah ibu mempunyai rencana Saya berusaha mengembangkan pembelajarn untuk mengembangkan inovatif pembelajaran inovatif dengan menggunakan media agar pembelajran, menyusun tempat duduk siswa d kedepannya mampu meningkatkan prestasi belajar siswa beberapa melalui metode/model pembelajaran? 23 Menurut ibu sudah mengetahui Saya sudah tahu taksonomi bloom yang lama jenis belajar taksonomi bloom tetapi yang revisi saya belum tahu dan saya juga yang sudah direvisi? tidak paham. 117

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4: Hasil Observasi Guru 1. Hasil Observasi Guru SD Negeri Ngabean No Pernyataan Ya Tidak Kegiatan Awal (Pendahuluan) 1. Guru membuka pembelajaran dengan berdoa 2. Guru melakukan presensi kepada siswa 3. Guru menggunakan apersepsi untuk menuju materi yang √ √(absensi) √ akan diajarkan sebagai pengantar memulai pelajaran 4. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran √ 5. Guru memberikan motivasi √ Kegiatan Inti 6. Guru menyampaikan cakupan materi dan menjelaskan √ uraian kegiatan 7. Guru melibatkan siswa dalam mencari informasi tentang √ materi yang akan dipelajari 8. Guru menggunakan media pembelajaran dan sumber √ pembelajaran dengan tepat 9. Guru menggunakan metode yang sesuai dengan materi dan √ karakteristik siswa 10. Guru menggunakan model yang sesuai dengan materi dan √ karakteristik siswa 11. Guru menerepkan 5M pada siswa √ 12. Guru menggunakan bahasa baku yang baik √ 13. Guru menggunakan artikulasi dan volume yang jelas √ 14. Guru menggunakan pakaian yang rapi dan berwibawa √ 15. Guru memusatkan perhatian siswa saat proses √ pembelajaran dengan cara verbal dan non-verbal Guru tidak berpaku pada satu tempat 118 √

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16. Guru memberikan contoh pada siswa pada kehidupan √ sehari-hari 17. Guru memberikan apresiasi kepada siswa √ 18. Guru menggunakan sumber pembelajaran berbasis √ teknologi pada pembelajaran 19. Guru dapat mengkonsidikan kelas dengan baik √ 20. Guru menekankan pendidikan karakter pada siswa √ 21. Guru membuat suasana pembelajaran menjadi √ menyenangkan dan menarik 22. Guru sebagai fasilitator pada proses pembelajaran √ Kegiatan Penutup 23. Guru membuat ringkasan secara lisan √ 24. Guru membuat ringkasan secara tertulis √ 25. Guru menunjukkan sumber lain √ 26. Guru melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman √ belajar yang telah dilakukan √ 27. Guru memberikan motivasi kepada siswa yang belum berpartisipasi aktif 28. Guru memberikan evaluasi kepada siswa √ √ 29. Guru memberikan tindak lanjut mengenai pembelajaran yang disampaikan 2. Hasil Observasi Guru SD Negeri Bhaktikarya No Pernyataan Ya Tidak Kegiatan Awal 1. Guru membuka pembelajaran dengan berdoa √ 2. Guru melakukan presensi kepada siswa √ 3. Guru menggunakan apersepsi untuk menuju materi yang akan diajarkan sebagai pengantar memulai pelajaran 119 √

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran 5. Guru memberikan motivasi √ √ Kegiatan Inti 6. √ Guru menyampaikan cakupan materi dan menjelaskan uraian kegiatan 7. √ Guru melibatkan siswa dalam mencari informasi tentang materi yang akan dipelajari 8. √ Guru menggunakan media pembelajaran dan sumber pembelajaran dengan tepat 9. √ Guru menggunakan metode yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa 10. √ Guru menggunakan model yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa 11. Guru menerepkan 5M pada siswa √ 12. Guru menggunakan bahasa baku yang baik √ 13. Guru menggunakan artikulasi dan volume yang jelas √ 14. Guru menggunakan pakaian yang rapi dan berwibawa √ 15. Guru √ memusatkan perhatian siswa saat proses pembelajaran dengan cara verbal dan non-verbal 16. √ Guru memberikan contoh pada siswa pada kehidupan sehari-hari 17. Guru memberikan apresiasi kepada siswa 18. Guru menggunakan sumber pembelajaran √ √ berbasis teknologi pada pembelajaran 19. Guru dapat mengkonsidikan kelas dengan baik √ 20. Guru menekankan pendidikan karakter pada siswa √ 21. Guru membuat suasana pembelajaran menjadi √ menyenangkan dan menarik 22. Guru sebagai fasilitator pada proses pembelajaran 120 √

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kegiatan Penutup √ 23. Guru membuat ringkasan secara lisan 24. Guru membuat ringkasan secara tertulis √ 25. Guru menunjukkan sumber lain √ 26. Guru melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman √ belajar yang telah dilakukan 27. Guru memberikan motivasi kepada siswa yang belum √ berpartisipasi aktif 28. Guru memberikan evaluasi kepada siswa 29. Guru memberikan tindak lanjut mengenai pembelajaran √ √ yang disampaikan 3. Hasil Observasi Guru SD Negeri Tegalrejo 3 No Pernyataan Ya Kegiatan Awal (Pendahuluan) 1 Guru membuka pembelajaran dengan berdoa. 2 Guru melakukan presensi kepada siswa. 3 Guru menggunakan apersepsi untuk menuju materi yang akan diajarkan sebagai pengantar memulai pelajaran. Guru kelas I SD Negeri Tegalrejo 3 melakukan apersepsi kepada siswa dengan mengingat materi yang sebelumnya disampaikan oleh guru dan menghubungkan dengan materi yang akan disampaikan oleh guru. 4 Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. 5 Guru memberikan motivasi. Movitasi yang diberikan adalah menyanyikn lagu permainan Kegiatan Inti 6 Guru menyampaikan cakupan materi dan menjelaskan uraian kegiatan. Guru langsung melakukan apersepsi. 121 Tidak

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Pernyataan Ya 7 Guru melibatkan siswa dalam mencari informasi tentang materi yang akan dipelajari. Guru melibatkan siswa mencari sumber informasi dengan menggunakan pengalaman pribadi siswa. 8 Guru menggunakan media pembelajaran dan sumber pembelajaran dengan tepat. Guru sudah menggunakan media dan sumber pembelajaran yang berasal dari lingkungan sekitar siswa dengan tepat atau sesuai dengan materi yang sedang disampaikan oleh guru. Media yang digunakan sudah disediakan oleh pihak sekolah. 9 Guru menggunakan metode yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa. Guru belum menggunakan metode yang sesuai dengan karakteristik siswa. Peneliti melihat guru dominan menggunakan metode ceramah. 10 Guru menggunakan model yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa. Guru belum menggunakan model pembelajaran dan tidak ada peran akttif dari siswa selama proses pembelajaran. 11 Guru menerapkan 5M pada siswa. Guru sudah menerapkan 5M ketika pembelajaran. 12 Guru menggunakan bahasa baku yang baik. Guru belum sepenuhnya menggunakan bahasa baku yang baik, peneliti melihat bahwa guru SD Negeri Tegalrejo 3 menggunakan bahasa Indonesia yang dicampur dengan bahasa daerah. 13 Guru menggunakan artikulasi dan volume yang jelas. Suara guru terdengan sampai bagian tempat duduk paling belakang dengan jelas. 14 Guru menggunakan pakaian yang rapi dan berwibawa. 122 Tidak

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No 15 Pernyataan Guru memusatkan perhatian Ya siswa saat proses pembelajaran dengan cara verbal dan non-verbal. Guru hanya memusatkan perhatian siswa dengan cara verbal. 16 Guru tidak berpaku pada satu tempat. 17 Guru memberikan contoh pada siswa dari kehidupan sehari-hari. Guru memberikan contoh yang berkaitan dengan materi dari kehidupan sehari-hari. 18 Guru memberikan apresiasi kepada siswa. Apresiasi yang diberikan oleh guru berupa penguatan verbal (terimakasih, sip, bagus, acungan jempol) setelah siswa mencoba menjawab pertanyaan dan jawaban tersebut benar atau siswa melakukan hal yang baik. 19 Guru menggunakan sumber pembelajaran berbasis teknologi pada pembelajaran. Guru tidak menggunakan sumber pembelajaran teknologi walaupun terdapat layar proyektor di kelas. 20 Guru dapat mengkonsidikan kelas dengan baik. Guru tegas. 21 Guru menekankan pendidikan karakter pada siswa. Guru membuat peraturan kelas. 22 Guru membuat suasana pembelajaran menjadi menyenangkan dan menarik. Tidak terlihat karena guru tidak menggunakan media atau model pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. 23 Guru sebagai fasilitator pada proses pembelajaran. Guru membimbing siswa membaca kepada siswa yang belum bisa membaca. Kegiatan Penutup 123 Tidak

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI No Pernyataan Ya 24 Guru membuat ringkasan secara lisan. Guru bersama siswa 25 Guru membuat ringkasan secara tertulis. Guru menuliskan Tidak ringkasan pada papan tulis. 26 Guru menunjukkan sumber lain. 27 Guru melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan. 28 Guru memberikan motivasi kepada siswa yang belum berpartisipasi aktif. 29 Guru memberikan evaluasi kepada siswa. 30 Guru memberikan tindak lanjut mengenai pembelajaran yang disampaikan. 4. Hasil Observasi Guru SDK Kintelan 1 No Pernyataan Ya Tidak Kegiatan Awal 1. Guru membuka pembelajaran dengan berdoa √ 2. Guru melakukan presensi kepada siswa √ 3. Guru menggunakan apersepsi untuk menuju materi yang √ akan diajarkan sebagai pengantar memulai pelajaran 4. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran 5. Guru memberikan motivasi √ √ Kegiatan Inti 6. √ Guru menyampaikan cakupan materi dan menjelaskan uraian kegiatan 7. Guru melibatkan siswa dalam mencari informasi tentang √ materi yang akan dipelajari 8. Guru menggunakan media pembelajaran dan sumber 124 √

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pembelajaran dengan tepat 9. √ Guru menggunakan metode yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa 10. √ Guru menggunakan model yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa √ 11. Guru menerepkan 5M pada siswa 12. Guru menggunakan bahasa baku yang baik √ 13. Guru menggunakan artikulasi dan volume yang jelas √ 14. Guru menggunakan pakaian yang rapi dan berwibawa √ 15. Guru √ memusatkan perhatian siswa saat proses pembelajaran dengan cara verbal dan non-verbal 16. √ Guru memberikan contoh pada siswa pada kehidupan sehari-hari 17. Guru memberikan apresiasi kepada siswa 18. Guru menggunakan sumber pembelajaran √ √ berbasis teknologi pada pembelajaran 19. Guru dapat mengkonsidikan kelas dengan baik √ 20. Guru menekankan pendidikan karakter pada siswa √ 21. Guru √ membuat suasana pembelajaran menjadi menyenangkan dan menarik 22. Guru sebagai fasilitator pada proses pembelajaran √ Kegiatan Penutup √ 23. Guru membuat ringkasan secara lisan 24. Guru membuat ringkasan secara tertulis √ 25. Guru menunjukkan sumber lain √ 26. Guru melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman √ belajar yang telah dilakukan 27. Guru memberikan motivasi kepada siswa yang belum berpartisipasi aktif 125 √

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28. Guru memberikan evaluasi kepada siswa 29. Guru memberikan tindak lanjut mengenai pembelajaran yang disampaikan. 126 √ √

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5: Hasil Observasi Siswa 1. Hasil Observasi Siswa SD Negeri Ngabean No. Pernyataan Ya Tidak 1. Siswa berpatisipasi aktif dalam proses pembelajaran √ 2. Siswa memberikan umpan balik apersepsi dari guru √ 3. Siswa memperhatikan guru saat menyampaikan materi √ 4. Siswa mengajukan pertanyaan √ 5. Siswa mampu bekerjasama pada saat kegiatan berkelompok √ 6. Siswa mampu mengkomunikasi hasil diskusi √ 7. Siswa antusias dalam mengikuti proses pembelajaran √ 8. Siswa memahami penjelasan yang telah disampaikan guru √ 9. Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara lisan √ 10. Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara tertulis √ 2. Hasil Observasi Siswa SD Negeri Bhaktikarya No. Pernyataan Ya Tidak √ 1 Siswa berpatisipasi aktif dalam proses pembelajaran 2 Siswa memberikan umpan balik apersepsi dari guru 3 Siswa memperhatikan guru saat menyampaikan materi √ 4 Siswa mengajukan pertanyaan √ 5 Siswa mampu bekerjasama pada saat kegiatan berkelompok √ 6 Siswa mampu mengkomunikasi hasil diskusi √ 7 Siswa antusias dalam mengikuti proses pembelajaran √ 8 Siswa memahami penjelasan yang telah disampaikan guru √ 9 Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara lisan 127 √ √

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran √ secara tertulis 3. Hasil Observasi Siswa SD Negeri Tegalrejo 3 No Pernyataan Ya Kegiatan Awal (Pendahuluan) 1 Siswa berpatisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Siswa tidak aktif bertanya. 2 Siswa memberikan umpan balik apersepsi dari guru. Siswa menjawab pertanyaan dari guru mengenai apa yang dipelajari sebelumnya. 3 Siswa memperhatikan guru saat menyampaikan materi. 4 Siswa mengajukan pertanyaan. Tidak banyak siswa yang mengajukan pertanyaan. 5 Siswa mampu bekerjasama pada saat kegiatan berkelompok. 6 Siswa mampu mengomunikasikan hasil diskusi. Siswa terlihat tertib dalam menyampaikan hasil. 7 Siswa antusias dalam mengikuti proses pembelajaran. 8 Siswa memahami penjelasan yang telah disampaikan guru. Siswa dapat menjawab pertanyaan yang disampaikan guru dan dapat mengerjakan tugas. 9 Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara lisan. Dengan pertanyaan-pertanyaan. 10 Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara tertulis. 128 Tidak

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Hasil Observasi Siswa SDK Kintelan 1 No. Pernyataan Ya Tidak √ 1 Siswa berpatisipasi aktif dalam proses pembelajaran 2 Siswa memberikan umpan balik apersepsi dari guru 3 Siswa memperhatikan guru saat menyampaikan materi 4 Siswa mengajukan pertanyaan √ 5 Siswa mampu bekerjasama pada saat kegiatan berkelompok √ 6 Siswa mampu mengkomunikasi hasil diskusi √ 7 Siswa antusias dalam mengikuti proses pembelajaran √ 8 Siswa memahami penjelasan yang telah disampaikan guru √ 9 10 Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara lisan Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara tertulis 129 √ √ √ √

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 6: Pernyataan validasi produk perangkat pembelajaran inovatif 1. Pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL) No. Aspek yang Dinilai PROTA (PROGRAM TAHUNAN) 1. Prota memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, satuan pendidikan, tahun pelajaran). 2. Prota memuat komponen yang lengkap (tema, subtema, alokasi waktu). 3. Jumlah jam efektif (16 minggu) sesuai dengan jumlah minggu efektif, jumlah alokasi waktu sama dengan total jam pelajaran dalam satu tahun. 4. Proporsi pembagian waktu setiap tema dan subtema sesuai. PROSEM (PROGRAM SEMESTER) 1. Prosem memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, semester, satuan pendidikan, tahun pelajaran). 2. Prosem memuat komponen yang lengkap (tema, subtema, pembelajaran, bulan, alokasi waktu). 3. Materi pokok sesuai dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD), serta alokasi waktu yang digunakan proporsional. SILABUS 1. Silabus memuat identitas sekolah, Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan tema/subtema. 2. Silabus memuat materi pokok, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi 130

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI waktu, dan sumber belajar. 3. Keterkaitan antar komponen dalam silabus sesuai. RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) 1. Kejelasan dan kelengkapan Identitas RPP (satuan pendidikan, kelas, semester, tema/subtema/pembelajaran ke-, alokasi waktu/hari dan tanggal). 2. Kesesuaian rumusan indikator dengan KI dan KD. 3. Tujuan pembelajaran (kesesuaian tujuan dengan indikator, kata kerja dapat diukur, mencakup komponen A (Audience), B (Behavior), C (Condition), D (Degree). 4. Materi Pembelajaran (kesesuaian materi pembelajaran dengan KD dan indikator, susunan materi yang sistematis, kelengkapan materi pembelajaran). 5. Rumusan tujuan hanya mengandung satu (1) jenis tingkah laku yang dapat diamati dan diukur. 6. Strategi Pembelajaran pembelajaran; dan (pendekatan, tahapan kegiatan model, metode; pembelajaran; langkah-langkah serta penerapan pembelajaran saintifik) sesuai. 7. Pemilihan media pembelajaran (sesuai dengan tujuan, materi, dan kondisi kelas). 8. Pemilihan sumber belajar (bahan cetak, lingkungan sekitar dan internet). 9. Evaluasi (mencakup aspek sikap, pengetahuan, keterampilan, kesesuaian evaluasi dengan tujuan atau indikator, komponen penilaian lengkap, perencanaan kegiatan pengayaan, dan remedial) 10. Mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada indikator (C4-C6 / 131

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HOTS). 11. Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan makna pendekatan Contextual Teaching Learning. 12. Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan karakteristik pendekatan Contextual Teaching Learning. 13. Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan prinsip-psrinsip pendekatan Contextual Teaching Learning. 14. Mengembangkan 5M dalam kegiatan inti yaitu: mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengomunikasikan. 15. Mengembangkan 4 ketrampilan dasar belajar abad 21 4C yaitu berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kerjasama (collaborative), dan komunikasi (communicative). 16. Kelengkapan instrumen evaluasi (soal, kunci, rubrik pedoman penskoran). MEDIA 1. Kesesuaian jenis media dengan kompetensi yang harus dicapai, materi yang dibahas, strategi pembelajaran yang dipilih, karakteristik siswa, media terlihat atau terdengar dengan jelas (gambar, video, audio, animasi). 2. Keterbacaan tulisan jenis dan ukuran, keruntutan penyajian materi, kelengkapan materi, kesederhanaan dalam menyajikan materi, dan tingkat kemudahan dalam penggunaan media. 3. Keharmonisan tata letak dan warna media, tingkat antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran menggunakan media, kebenaran dalam menggunakan kaidah bahasa, efektivitas gambar/ilustrasi/animasi/ video dalam penjelasan konsep, dan kesesuaian media dengan materi. 132

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LKPD 1. LKPD disajikan secara sistematis, merupakan materi atau tugas yang esensial, setiap kegiatan yang disajikan mempunyai tujuan yang jelas, penyajian LKPD dilengkapi dengan gambar dan ilustrasi, kegiatan yang disajikan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu siswa. 2. Kelayakan isi (sesuai dengan KI & KD, sesuai kemampuan siswa, sesuai perkembangan ilmu pengetahuan, keterkinian materi). 3. Kelayakan bahasa (kalimat dengan kaidah Bahasa Indonesia, penggunaan tanda baca sesuai, struktur kalimat mudah dipahami, mendorong siswa untuk berfikir kritis, kemultitafsiran kalimat). 4. Kelayakan kegiatan (pemberian pengalaman langsung dalam LPKD, pengidentifikasian hasil temuan dalam LKPD, perencanaan kerja ilmiah dalam LKPD, pelaksanaan kerja ilmiah dalam LKPD). 5. Kelayakan tampilan (daya tarik sampul/cover LKPD, kesesuaian kesesuaian huruf yang digunakan dalam LKPD, keseimbangan komposisi/judul dan logo LKPD). 6. Kelayakan penyajian (kemudahan langkah-langkah dalam kegiatan LKPD, penyajian materi LKPD yang disertai objek langsung, penempatan siswa dalam LKPD dalam subjek belajar). BAHASA 1. Penggunaan bahasa sesuai dengan PUEBI (Panduan Umum Ejaan Bahasa Indonesia). 2. Bahasa yang digunakan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. 3. Bahasa yang digunakan komunikatif. 133

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Kalimat yang digunakan jelas dan mudah dimengerti. 5. Kejelasan petunjuk/arahan. 134

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) No. Aspek yang Dinilai PROTA (PROGRAM TAHUNAN) 1. Prota memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, satuan pendidikan, tahun pelajaran). 2. Prota memuat komponen yang lengkap (tema, subtema, alokasi waktu). 3. Jumlah jam efektif (16 minggu) sesuai dengan jumlah minggu efektif, jumlah alokasi waktu sama dengan total jam pelajaran dalam satu tahun. 4. Proporsi pembagian waktu setiap tema dan subtema sesuai. PROSEM (PROGRAM SEMESTER) 1. Prosem memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, semester, satuan pendidikan, tahun pelajaran). 2. Prosem memuat komponen yang lengkap (tema, subtema, pembelajaran, bulan, alokasi waktu). 3. Materi pokok sesuai dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD), serta alokasi waktu yang digunakan proporsional. 1. Silabus memuat identitas sekolah, Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan tema/subtema. 2. Silabus memuat materi pokok, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. 3. Keterkaitan antar komponen dalam silabus sesuai. RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) 1. Kejelasan dan kelengkapan Identitas RPP (satuan pendidikan, kelas, semester, tema/subtema/pembelajaran ke-, alokasi waktu/hari dan tanggal). 135

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Kesesuaian rumusan indikator dengan KI dan KD. 3. Tujuan pembelajaran (kesesuaian tujuan dengan indikator, kata kerja dapat diukur, mencakup komponen A (Audience), B (Behavior), C (Condition), D (Degree). 4. Materi pembelajaran (kesesuaian materi pembelajaran dengan KD dan indikator, susunan materi yang sistematis, kelengkapan materi pembelajaran). 5. Rumusan tujuan hanya mengandung satu (1) jenis tingkah laku yang dapat diamati dan diukur. 6. Strategi Pembelajaran (pendekatan, model, metode; langkah-langkah pembelajaran; dan tahapan kegiatan pembelajaran; serta penerapan pembelajaran saintifik) sesuai. 7. Pemilihan media pembelajaran (sesuai dengan tujuan, materi, dan kondisi kelas). 8. Pemilihan sumber belajar (bahan cetak, lingkungan sekitar dan internet). 9. Evaluasi (mencakup aspek sikap, pengetahuan, keterampilan, kesesuaian evaluasi dengan tujuan atau indikator, komponen penilaian lengkap, perencanaan kegiatan pengayaan, dan remedial) 10. Mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada indikator (C4-C6 / HOTS). 11. Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan makna model Problem Based Learning. 12. Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan karakteristik model Problem Based Learning. 13. Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan sintaks (langkah-langkah) model Problem Based Learning. 14. Mengembangkan 5M dalam kegiatan inti yaitu: mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengomunikasikan. 15. Mengembangkan 4 ketrampilan dasar belajar abad 21 4C yaitu berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kerjasama 136

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI (collaborative), dan komunikasi (communicative). 16. Kelengkapan instrumen evaluasi (soal, kunci, rubrik pedoman penskoran). MEDIA 1. Kesesuaian jenis media dengan kompetensi yang harus dicapai, materi yang dibahas, strategi pembelajaran yang dipilih, karakteristik siswa, media terlihat atau terdengar dengan jelas (gambar, video, audio, animasi). 2. Keterbacaan tulisan jenis dan ukuran, keruntutan penyajian materi, kelengkapan materi, kesederhanaan dalam menyajikan materi, dan tingkat kemudahan dalam penggunaan media. 3. Keharmonisan tata letak dan warna media, tingkat antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran menggunakan media, kebenaran dalam menggunakan kaidah bahasa, efektivitas gambar/ilustrasi/animasi/ video dalam penjelasan konsep, dan kesesuaian media dengan materi. LKPD 1. LKPD disajikan secara sistematis, merupakan materi atau tugas yang esensial, setiap kegiatan yang disajikan mempunyai tujuan yang jelas, penyajian LKPD dilengkapi dengan gambar dan ilustrasi, kegiatan yang disajikan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu siswa. 2. Kelayakan isi (sesuai dengan KI & KD, sesuai kemampuan siswa, sesuai perkembangan ilmu pengetahuan, keterkinian materi). 3. Kelayakan bahasa (kalimat dengan kaidah Bahasa Indonesia, penggunaan tanda baca sesuai, struktur kalimat mudah dipahami, mendorong siswa untuk berfikir kritis, kemultitafsiran kalimat). 4. Kelayakan kegiatan (pemberian pengalaman langsung dalam LPKD, pengidentifikasian hasil temuan dalam LKPD, perencanaan kerja ilmiah dalam LKPD, pelaksanaan kerja ilmiah dalam LKPD). 5. Kelayakan tampilan (daya tarik sampul/cover LKPD, kesesuaian kesesuaian huruf yang digunakan dalam LKPD, keseimbangan komposisi/judul dan logo LKPD). 137

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6. Kelayakan penyajian (kemudahan langkah-langkah dalam kegiatan LKPD, penyajian materi LKPD yang disertai objek langsung, penempatan siswa dalam LKPD dalam subjek belajar). BAHASA 1. Penggunaan bahasa sesuai dengan PUEBI (Panduan Umum Ejaan Bahasa Indonesia). 2. Bahasa yang digunakan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. 3. Bahasa yang digunakan komunikatif. 4. Kalimat yang digunakan jelas dan mudah dimengerti. 5. Kejelasan petunjuk/arahan. 138

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 7: Pernyataan ujicoba produk pada guru NO 1. Kegiatan Pembelajaran Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan makna dan karakteristik model pembelajaran inovatif yang digunakan. 2. Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan sintaks model pembelajaran inovatif yang digunakan. 3. Guru menerapkan pendekatan saintifik 5M (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengomunikasikan) kepada siswa. 4. Guru telah mengembangkan keterampilan belajar dasar abad 21 (berfikir kritis, kreatif, kolaboratif dan komunikatif). 5. Guru menguasai materi dalam mengajar dan tidak terjadi miskonsepsi. 6. Guru lebih berperan sebagai motivator & fasilitator pada saat pembelajaran. 7. Pembelajaran berpusat pada siswa. 8. Guru menggunakan beragam media dalam pembelajaran. 9. Guru mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dalam kegiatan pembelajaran. 10. Guru mengusahakan kegiatan pembelajaran yang bervariasi. 11. Guru mengembangkan pendidikan karakter. 12. Guru melaksanakan pembelajaran terpadu dengan landai. 13. Guru menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan. 14. Guru melaksanakan penilaian otentik. 139

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 8: Pernyataan ujicoba produk pada siswa NO Kegiatan Pembelajaran 1 Siswa dapat mencapai indikator pembelajaran yang ditetapkan. 2 Siswa terlihat aktif dalam kegiatan pembelajaran. 3 Siswa melaksanakan 5M dalam pembelajaran (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengkomunikasikan). 4 Siswa terlihat senang dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. 5 Siswa asyik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. 6 Siswa terlibat dalam penggunaan media pembelajaran. 7 Siswa memperoleh pengalaman langsung dalam pembelajaran. 8 Siswa berkembang kemampuan 4C-nya. 140

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 9: Hasil Validasi Produk Pakar 1 1. Pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL) 141

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) 147

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 10: Hasil Validasi Produk Pakar 2 1. Pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL) 153

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 154

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 155

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 156

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 157

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 158

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) 159

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 160

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 161

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 162

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 163

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 164

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 11: Hasil ujicoba dinilai guru SD 1. Pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL) a. Kondisi Guru 165

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 166

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Kondisi Siswa 167

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 168

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) a. Kondisi Guru 169

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 170

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Kondisi Siswa 171

(189) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 172

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 12: Hasil ujicoba dinilai teman sejawat 1. Pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL) a. Kondisi Guru 173

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 174

(192) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Kondisi Siswa 175

(193) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 176

(194) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) a. Kondisi Guru 177

(195) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 178

(196) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Kondisi Siswa 179

(197) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 180

(198) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 13: Surat Izin Penelitian 181

(199) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 14: Surat Balikan dari Kepala Sekolah 182

(200) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 15: Dokumentasi ujicoba produk Foto ketika peneliti menyampaikan materi Foto ketika peneliti mengajak siswa melakukan ice breaking Foto ketika peneliti mengajukan pertanyaan dan siswa berusaha menjawab Foto ketika mengisi Refleksi 183

(201) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Biodata Penulis Mega Setya Putri, lahir di Bantul, 13 Juli 1996. Pendidikan Dasar penulis tempuh di SD N Sokowaten tamat pada tahun 2008. Pendidikan Menengah Pertama penulis tempuh di SMP N 2 Berbah tamat tahun 2011. Pendidikan terakhir penulis tempuh di SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada, tamat pada tahun 2015. Pada saat ini penulis sedang menyelesaikan Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Pendidikan di Perguruan Tinggi diakhiri dengan menulis skripsi yang berjudul “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif Dalam Sub Tema 1 Gemar Berolahraga Mengacu Kurikulum 2013 Untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar”. Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif tersebut dilakukan karena beberapa guru sekolah dasar membutuhkan contoh pengembangan perangkat pembelajaran inovatif. 184

(202)

Dokumen baru

Download (201 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum 2013 pada sub tema pemanfaatan energi untuk siswa kelas IV sekolah dasar.
1
5
190
Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum SD 2013 pada sub tema kegiatan malam hari untuk siswa kelas satu (I) Sekolah Dasar.
0
0
151
Pengembangan perangkat pembelajaran subtema Gemar Membaca mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas satu (1) Sekolah Dasar.
0
1
410
Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum SD 2013 pada sub tema aku dan teman baru untuk siswa kelas 1 sekolah dasar.
0
0
114
Pengembangan perangkat pembelajaran sub tema keunikan daerah tempat tinggalku mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas IV sekolah dasar.
0
1
174
Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum 2013 pada sub tema keberagaman makhluk hidup di lingkunganku untuk siswa kelas IV SD.
1
6
269
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 4 Hidup Rukun di Masyarakat mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
234
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema Kegiatan Keluargaku mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
195
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam Subtema 4 Aku Istimewa Mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
221
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 2 Kegiatan Siang Hari mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
194
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 2 Bermain di Rumah Teman mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
204
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema anggota keluargaku mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
197
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema tugasku sebagai umat beragama mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
270
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema Bermain di Lingkungan Rumah mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
160
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema Bermain di Tempat Wisata Mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas 2 Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
158
Show more