PEMANFAATAN INTERNET DALAM PEMBELAJARAN VEKTOR DAN PENGARUHNYA TERHADAP HASIL BELAJAR KELAS X MIA SMAS KATOLIK RUTENG Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Fisika

Gratis

0
0
129
2 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PEMANFAATAN INTERNET DALAM PEMBELAJARAN VEKTOR DAN PENGARUHNYA TERHADAP HASIL BELAJAR KELAS X MIA SMAS KATOLIK RUTENG Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Fisika Oleh: Martina Aprilia Munarni 141424033 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019 i

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI SKRIPSI ii

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI SKRIPSI iii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN MOTTO Sekalipun ada emas dan permata banyak, tetapi yang paling berharga ialah bibir yang berpengetahuan (Amsal 20:15) iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Karya ini saya persembahkan kepada: 1. Universitas Sanata Dharma 2. Keluarga : Kedua orang tua saya yakni Fransiskus Bordin dan Theresia Djia, Kakak saya yakni Maria Oktaviani Pratiwi, dan adik saya yakni Guidelia Sumandriana Bordin 3. Teman-teman Pendidikan Fisika 2014 4. Kerabat sekampung saya Resta, Erin, Echa, Tete, dan Grace yang berjuang bersama di Kota Yogyakarta 5. Pacar saya George C. P. Yusuf, S.T yang telah mendukung dan memberikan suport saya dalam menyelesaikan skripsi ini. v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA vi

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Munarni, Martina Aprilia. 2019. Pemanfaatan Internet Dalam Pembelajaran Vektor dan Pengaruhnya Terhadap Hasil Belajar Kelas X MIA SMAS Katolik Ruteng. Skripsi. Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Fisika. Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sanata Dharma. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui sejauh mana efektivitas pembelajaran menggunakan internet pada materi vektor dan pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa kelas X MIA SMAS Katolik Ruteng. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 25 juli 2018 sampai dengan 7 agustus 2018. Sampel penelitian yang digunakan yaitu 30 siswa kelas X MIA 2 sebagai kelas kontrol dan 30 siswa kelas X MIA 3 sebagai kelas treatment di SMAS Katolik Ruteng. Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan angket dan kuantitatif dengan menggunakan Pretest-Posttest Control Group Design. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan SPSS. Pembelajaran menggunakan internet ini efektif untuk digunakan sebagai media pembelajaran fisika. Hal ini dapat dilihat dari: 1) Hasil belajar siswa menunjukkan pembelajaran menggunakan internat pada materi vektor melalui model diskusi kelompok lebih meningkat dari pada pembelajaran menggunakan ceramah interaktif biasa pada kelas X MIA SMAS Katolik Ruteng. Berdasarkan hasil perhitungan diketahui nilai mean pengetahuan akhir siswa pada materi vektor adalah 43.53 pada kelas kontrol dan 55.06 pada kelas eksperimen, t = -3.174, dan p = 0.000. Oleh karena p = 0.000 < 𝛼 = 0.05 maka signifikan yang artinya adanya perbedaan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. 2) Keaktifan siswa selama proses pembelajaran pada kelas eksperimen dengan bantuan internet. Hal ini disebabkan karena penyajian materi pada internet lebih khusus video yang diambil dari youtube sangat menarik, komunikatif, bervariasi, dan dapat berulang Kata kunci : Pemanfaatan internet, Materi vektor, Pengaruh terhadap hasil belajar viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT Munarni, Martina Aprilia. 2019. Utilization of the Internet in Learning Vector and Its Influence On Results of Study Class X MIA Catholic SMAS Ruteng. Thesis. Yogyakarta: Physics Education Study Program. Department of Mathematics and Natural Sciences. Faculty of Teacher Training and Education. Sanata Dharma University. The purpose of this study is to determine the extent to which the effectiveness of learning to use the internet on vector’s material and its effect on the results of student class X MIA Catholic SMAS Ruteng. The research was conducted on the 25th of July 2018 until August 7, 2018. The sample used is 30 students of class X MIA 2 as the control class and 30 students of class X MIA 3 as class treatment in Catholic SMAS Ruteng. The study design used is qualitative with questionnaire and quantitatively using a Pretest-Posttest Control Group Design. Analysis of the data in this study using SPSS. Learning to use the internet is effective to be used as a medium for learning physics. This can be seen from: 1) Student learning outcomes show learning using internat on vector material through a group discussion model is more increasing than learning using ordinary interactive lectures in class X MIA Catholic SMAS Ruteng . Based on the calculation results it is known that the mean value of students' final knowledge in the vector material is 43.53 in the control class and 55.06 in the experimental class, t = -3.174, and p = 0.000. Because p = 0.000 < Ξ± = 0.05, it is significant which means there is a difference between the experimental class and the control class; 2) Student activity during the learning process in the experimental class with the help of the internet. This is because the presentation of material on the internet more specifically the videos taken from YouTube are very interesting, communicative, varied, and can be repeated Keywords : The uses of internet, vector material, the effect on learning outcomes ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur penulis haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat kasih dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul β€œPemanfaatan Internet Dalam Pembelajaran Vektor dan Pengaruhnya Terhadap Hasil Belajar Kelas X MIA SMAS Katolik Ruteng” Skripsi ini disusun dalam rangka menyelesaikan tugas akhir untuk memperoleh gelar sarjana. Skripsi ini dapat diselesaikan berkat bantuan dari berbagai pihak, maka penulis mengungkapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat dan rahmat-Nya sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. 2. Bapak Drs. Tarsisius Sarkim, M.Ed., Ph.d, selaku Dosen Pembimbing saya yang telah bersedia dan meluangkan waktu untuk membimbing dengan perhatian, serta telah banyak membantu memberi masukan selama penulisan skripsi. 3. Bapak Drs. Aufridus Atmadi, M.Si., selaku Dosen Pembimbing Akademik yang telah mendampingi penulis selama belajar di Pendidikan Fisika Sanata Dharma Yogyakarta. 4. Bapak Dr. Ignatius Edi Santosa, M.S., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Fisika, dan segenap dosen Pendidikan Fisika Universitas Sanata Dharma yang telah mendidik, membimbing, membagikan ilmu, dan pengalaman hidup kepada penulis selama belajar di Universitas Sanata Dharma. 5. Segenap Staf sekretariat JPMIPA atas kerja samanya dalam melayani pembuatan surat ijin penelitian. 6. Rm. Martinus W. Wilian, Pr, S.Fil., selaku Kepala Sekolah SMAS Katolik Ruteng yang telah mengizinkan penulis untuk melakukan penelitian di SMA tersebut. x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7. Ibu Gaudensia Hadus, S.Pd selaku Guru mata pelajaran Fisika Kelas X MIA yang telah berkenan membimbing saya selama proses pengambilan data sekaligus sebagai validator dalam penelitian ini. 8. Peserta didik kelas X MIA SMAS Katolik Ruteng yang telah bersedia meluangkan waktu dan pikiran menjadi sampel penelitian. 9. Keluarga besar SMAS Katolik Ruteng atas bantuan dan kerja samanya. 10. Kedua orang tua saya yang selalu memberikan dukungan penuh, semangat, doa, dan masukan selama menyelesaikan skripsi ini. 11. Teman-teman terkasih Pendidikan Fisika 2014 yang dengan caranya masingmasing mendukung dan memberi semangat dalam proses menyelesaikan skripsi ini. 12. Seluruh pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu yang telah memberikan dukungan, bantuan, masukan, dan doa baik selama penyelesaian skripsi ini. Penulis menyadari bahwa penelitian ini masih jauh dari kata sempurna baik dari segi isi maupun penyajian. Oleh sebab itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dalam penyempurnaan penelitian ini. Akhir kata, penulis berharap semoga penelitian ini dapat bermanfaat dan memberikan tambahan wawasan bagi para pembaca. Yogyakarta, 21 Januari 2019 Penulis xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL …………………………………………………………… i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ………………………………... ii HALAMAN PENGESAHAN …………………………………………………... iii HALAMAN MOTTO …………………………………………………………… iv HALAMAN PERSEMBAHAN ………………………………………………… v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ………………………………………… vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN ………………………………….. vii ABSTRAK ……………………………………………………………………… viii ABSTRACT …………………………………………………………………….. ix KATA PENGANTAR …………………………………………………………... x DAFTAR ISI ……………………………………………………………………. xii DAFTAR TABEL ………………………………………………………………. xiv DAFTAR GAMBAR …………………………………………………………… xv DAFTAR LAMPIRAN ………………………………………………………… xvi BAB I PENDAHULUAN ……………………………………………………… 1 A. B. C. D. E. F. LATAR BELAKANG ………………………………………………….. 1 IDENTIFIKASI MASALAH ………………………………...……….... 3 BATASAN MASALAH ……………………………………...……….... 3 RUMUSAN MASALAH …………………………………...…………... 3 TUJUAN PENELITIAN …………………………………...………….... 4 MANFAAT PENELITIAN ……………………………….......……….... 4 BAB II KAJIAN PUSTAKA …………………………………………...………. 5 A. B. C. D. INTERNET ……………………………………………………...………. 5 HASIL BELAJAR ………………………………………………...…….. 10 MODEL PEMBELAJARAN DISKUSI KELOMPOK …………...…….. 12 VEKTOR …………………………………………………………...……. 14 xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI E. PENELITIAN YANG RELEVAN ………………………………...…….. 23 F. KERANGKA BERPIKIR …………………………………………...…… 27 BAB III METODE PENELITIAN …………………………………………..…... 29 A. B. C. D. E. F. G. H. I. JENIS PENELITIAN …………………………………………………..… 29 DESAIN PENELITIAN ………………………………………………….. 29 POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN …………………………...… 31 TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN ……………………………...… 31 VARIABEL PENELITIAN …………………………………………...…. 31 TREATMEN …………………………………………………………...… 31 INSTRUMEN PENELITIAN ………………………………………...….. 37 VALIDITAS INSTRUMEN ………………………………………...…… 39 TEKNIK ANALISIS DATA ………………………………………...…… 39 BAB IV DATA DAN ANALISIS DATA …………………………………..…… 43 A. B. C. D. E. DESKRIPSI PELAKSANAAN PENELITIAN …………………..……... 43 DATA ...…………………………………………………………..……… 62 ANALISIS DATA ……………………………………………..………… 65 KEAKTIFAN MENGGUNAKAN INTERNET ……………..………….. 71 KETERBATASAN PENELITIAN …………………………..………….. 75 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ……………………………..………...… 76 A. KESIMPULAN ……………………………………………..………....… 76 B. SARAN ……………………………………………………...………….... 76 DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………...………….…. 78 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Pretest Dan Posttest Control Group ………………………………… 30 Tabel 3.2 Desain Pembelajaran ………………………………………………... 32 Tabel 3.3 Kisi-Kisi Soal ……………………………………………………….. 38 Tabel 3.4 Kisi-Kisi Angket …………………………………………………….. 39 Tabel 4.1 Jadwal Pelaksanaan Penelitian Di Kelas X MIA 3 …………………. 43 Tabel 4.2 Jadwal Pelaksanaan Penelitian Di Kelas X MIA 2 …………………. 54 Tabel 4.3 Data Nilai Pretest Dan Posttest Kelas Eksperimen ………………… 62 Tabel 4.4 Data Nilai Pretest Dan Posttest Kelas Kontrol ……………………... 64 Tabel 4.5 Perbandingan Pretest Kelas Eksperimen Kelas kontrol …………… 66 Tabel 4.6 Perbandingan Pretest Dan Posttest Kelas Eksperimen …………….. 67 Tabel 4.7 Perbandingan Pretest Dan Posttest Kelas kontrol …………………. 68 Tabel 4.8 Perbandingan Posttest Kelas Eksperimen Dan Kelas kontrol ……... 69 Tabel 4.9 Keaktifan Menggunakan Internet …………………………………... 71 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR 2.1 Gambar Sebuah Vektor PQ ………………………………………………… 15 2.2 Penguraian Vektor ………………………………………………………….. 15 2.3 Penjumlahan Dan Pengurangan Vektor Metode Segitiga ………………….. 17 2.4 Penjumlahan Vektor Menggunakan Metode Polygon ……………………… 17 2.5 Penjumlahan Vektor Menggunakan Metode Jajargenjang …………………. 18 2.6 Penjumlahan Vektor Secara Analitis ………………………………………. 18 2.7 Penjumlahan Vektor Secara Analitis ………………………………………. 19 2.8 Arah Titik C ………………………………………………………………… 22 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Surat Permohonan Ijin Penelitian …………………………………. 80 Lampiran 2 Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian ………………... 81 Lampiran 3 Soal Pretest Dan Posttest ………………………………………….. 82 Lampiran 4 Sample Lembar Jawaban Pretest siswa …………………………… 84 Lampiran 5 Sample Lembar Jawaban Posttest siswa ………………………….. 88 Lampiran 6 Sample Angket ……………………………………………………. 95 Lampiran 7 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran …………………………….... 98 Lampiran 8 Lembar Kerja Siswa ……………………………………………… 107 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam era globalisasi saat ini, tidak ada lagi pembatasan ruang dalam aspekaspek kehidupan. Salah satu yang mencirikan globalisasi adalah teknologi informasi yang dapat diperoleh manusia dengan mudah, murah dan cepat yaitu internet. Penggunaan internet bukanlah suatu hal baru, karena telah lama diperkenalkan di negara-negara maju seperti Amerika dan negara-negara Eropa sejak awal tahun 1960-an, melalui proyek ARPANET (Advanced Research Project Agency Network) oleh Departemen Pertahanan Amerika. Dibidang pendidikan, internet bukan hanya mampu membantu tugas-tugas administrasi tetapi juga dapat berpotensi sebagai alat untuk pembelajaran bagi hampir semua mata pelajaran. Informasi yang diwakili komputer terhubung dengan internet sebagai media utamanya telah mampu memberikan kontribusi yang demikian besar bagi proses pendidikan. Upaya peningkatan kualitas pendidikan tentu tidak terlepas dari berbagai faktor yang mendukung, antara lain: sistem pendidikan, media pembelajaran, sarana prasarana, guru, metode serta peran aktif siswa, dan orang tua. Dari beberapa hal tersebut, salah satu aspek terpenting dalam peningkatan kualitas pendidikan yaitu faktor guru, seorang guru selain menjadi pengajar dan pentransfer ilmu, guru juga merupakan pendesain pembelajaran. Hal ini kerap dilakukan guru ketika membuat rancangan pelaksanaan pembelajaran (RPP). Dalam mendesain atau merancang pembelajaran, guru juga memerlukan suatu refrensi yang berfungsi membantu guru dalam menentukan metode mengajar, mengevaluasi, mengoreksi, dan sebagai sumber bacaan guru. Pada umumnya 1

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 refrensi yang sering digunakan seorang guru adalah buku paket atau buku pegangan guru. Di Kabupaten Manggarai, setiap instansi pemerintahan sudah dilengkapi akses internet, begitu pula instansi-instansi pendidikan seperti dinas pendidikan, sekolah-sekolah, perpustakaan dan sebagainya. Sekolah-sekolah di Kabupaten Manggarai termasuk sekolah yang sudah mulai membutuhkan teknologi informasi seperti Internet sebagai media pembelajaran. Khususnya di Kecamatan Langke Rembong tempat peneliti melakukan penelitian yaitu SMAS Katolik Ruteng yang sudah dilengkapi dengan akses internet berlangganan maupun dengan modem. Sebagai informasi, internet bukan hanya menyediakan untuk mata pelajaran tertentu yang berkaitan dengan teknologi informasi, misalnya Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) tetapi juga semua mata pelajaran termasuk mata pelajaran fisika. Dengan adanya fasilitas tersebut guru fisika dapat dengan mudah memperoleh informasi untuk memperkaya sumber refrensinya, serta dapat memperluas dan menunjang pengetahuan dan peningkatan kualitas guru agar mampu meningkatkan kualitas pembelajaran fisika. Jadi dapat dilihat bahwa internet dapat menjadi salah satu fasilitas sebagai salah satu sumber pembelajaran. Memang sebagian besar guru menganggap bahwa refrensi cukup dari buku pegangan guru, namum melalui internet seorang guru akan sangat terbantu dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran. Mengingat bahwa pelajaran fisika merupakan pelajaran yang sangat penting kedudukannya di jenjang Sekolah Menengah Atas karena dalam pelaksanaannya di SMA siswa dituntut agar dapat menerapkan teori-teori yang telah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. Dari memulai membuat rancangan pembelajaran, guru harus memberikan refrensi yang terbaru agar para siswa tidak jenuh dan terpaku dengan sesuatu yang sama. Melalui internet tersebutlah refrensi yang kaya akan informasi terbaru dapat membantu guru dalam hal perancangan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran. Hasil pengamatan dan wawancara terhadap guru

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 pelajaran fisika yang mengajar di SMAS Katolik Ruteng, kegiatan pembelajaran masih menggunakan buku panduan atau pegangan guru sebagai sumber refrensi. Agar pembelajaran lebih bervariatif dan lebih modern hendaknya pembelajaran fisika juga memanfaatkan internet sebagai sumber pembelajaran. Oleh karena itu, peneliti melakukan penelitian mengenai ”Pemanfaatan Internet Dalam Pembelajaran Vektor Dan Pengaruhnya Terhadap Hasil Belajar Kelas X MIA SMAS Katolik Ruteng”. B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas dapat di identifikasi beberapa permasalahan sebagai berikut : 1. Belum diketahuinya dampak positif internet sebagai sumber pembelajaran terhadap kualitas guru Fisika. 2. Belum diketahuinya pemanfaatan internet sebagai sumber pembelajaran oleh guru mata pelajaran fisika di SMAS Katolik Ruteng. 3. Belum diketahuinya pengaruh pembelajaran dengan menggunakan internet bagi siswa pada mata pelajaran fisika di SMAS Katolik Ruteng. C. Batasan Masalah Batasan masalah ini penting untuk memberi arahan yang jelas dalam proses penelitian. Berdasarkan latar belakang masalah dan identifikasi masalah yang dikemukakan di atas tidak semua masalah dibahas dalam penelitian ini. Penelitian ini dibatasi pada belum diketahuinya pengaruh pembelajaran dengan menggunakan internet bagi siswa pada materi vektor di SMAS Katolik Ruteng. D. Rumusan Masalah Berdasarkan batasan masalah diatas, permasalahan yang dapat dirumuskan adalah: Bagaimana efektivitas pembelajaran menggunakan internet pada materi vektor dan pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa kelas X MIA SMAS Katolik Ruteng?

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 E. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Sejauh mana efektivitas pembelajaran menggunakan internet pada materi vektor dan pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa kelas X MIA SMAS Katolik Ruteng. F. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Penelitian Secara Teoritis Menjadi masukan bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai dalam hal ini Dinas Pendidikan, khususnya Dinas Pendidikan Kecamatan Langke Rembong untuk mengadakan dan meningkatkan program-program pelatihan bagi guru pelajaran fisika dalam pemanfaatan internet. 2. Manfaat Penelitian secara Praktis a. Meningkatkan pengetahuan dan kualitas mengajar guru mata pelajaran fisika melalui pemanfaatan internet sebagai sumber pembelajaran oleh guru pelajaran fisika. b. Meningkatkan minat guru mata pelajaran fisika di seluruh SMA sederajat di Kabupaten Manggarai dalam memanfaatkan internet sebagai sumber pembelajaran. c. Meningkatkan pengetahuan fisika siswa secara luas dengan menggunakan internet. d. Sebagai informasi bagi peneliti lain yang akan melakukan penelitian lebih lanjut mengenai pemanfaatan teknologi internet.

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Internet 1. Pengertian internet Internet adalah singkatan dari β€œInterconnected Network”. Internet merupakan jaringan global yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya (Munir, 2013: 193). Jaringan komputer ini dapat terdiri dari berbagai lembaga pendidikan, pemerintahan, militer, organisasi bisnis dan organisasi- organisasi lainnya. Internet atau nama pendeknya Net merupakan jaringan komputer yang terbesar di dunia (Jagiyanto, 1999: 341-342). Menurut Supriyanto (2005: 336), internet adalah sebuah jaringan komputer global, yang terdiri dari jutaan komputer yang saling terhubung dengan protokol yang sama untuk berbagi informasi secara bersama. Menurut Nugroho (2006: 13), internet adalah bertemunya dua komputer atau lebih yang berhubungan satu sama lainnya untuk saling bertukar informasi di seluruh dunia. Jadi internet merupakan kumpulan atau penggabungan jaringan komputer lokal atau LAN menjadi jaringan komputer global WAN. Jaringan-jaringan tersebut saling berhubungan atau berkomunikasi satu sama lainnya dengan berbasis protocol IP (Internet Protokol) dan TPC (Transmision Control Protokol) atau UDP (User Datagram Protokol), sehingga setiap pengguna pada setiap jaringan dapat mengakses semua layanan yang disediakan oleh setiap jaringan. Dengan menggunakan protokol tersebut arsitektur jaringan komputer yang berbeda akan dapat saling mengenali dan bisa berkomunikasi. Menurut Kaito yang dikutip oleh Munir (2008: 195), internet bukan hanya terbatas pada aspek perangkat keras (infrastruktur) berupa perangkat komputer yang saling berhubungan satu sama lain dan memiliki kemampuan untuk mengirimkan data, baik berupa teks, pesan, grafis, maupun suara. Dengan 5

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 kemampuannya dapat dikatakan bahwa internet merupakan suatu jaringan komputer yang saling terkoneksi dengan jaringan komputer lainnya ke seluruh penjuru dunia. Menurut Raharjo (2008: 4), internet adalah singkatan dari Interconnected Network. Secara umum internet adalah sebuah sistem komunikasi global yang menghubungkan berbagai mesin komputer dan jaringan-jaringan komputer di seluruh dunia yang dapat digunakan oleh miliaran pengguna (Raharjo, 2008: 4). Mesin komputer tersebut dapat berupa server, PC, handphone, PDA dan lain-lain. Menurut Nugroho (2006: 30), komputer dapat terhubung keinternet dengan memanfaatkan layanan dari perusahaan penyedia akses internet, yang disebut dengan ISP (Internet Service Provider). Dengan adanya ISP, komputer dapat berhubungan dan bertukar data dengan komputer lain di seluruh dunia. Sebuah komputer dapat berhubungan dengan komputer lain, tanpa berbenturan karena jaringan komputer dalam internet menggunakan standar protokol yang memungkinkan beragam jaringan komputer dan komputer yang berbeda dapat berkomunikasi (Raharjo, 2008: 6). Protokol ini disebut sebagai TCP atau IP (Transmission Control Protokol atau Internet Protokol) TCP atau IP berguna sebagai cara standar untuk mempraktekkan dan mengalamatkan data komputer lain dengan cepat tanpa hilang atau rusak serta memberi tanda apabila menerima dan mengirim pesan (e-mail) sampai mengunduh gambar telah selesai (Raharjo, 2008: 6-7). Dari beberapa pendapat tentang definisi internet seperti yang dibahas di atas maka yang disebut dengan internet adalah sebuah media yang berfungsi untuk mendistribusikan berbagai jenis informasi ke seluruh penjuru dunia dalam sebuah digital melalui jaringan komputer sehingga dengan mudah dapat diakses secara cepat oleh seluruh penduduk dunia. 2. Pemanfaatan internet sebagai sumber dan media pembelajaran Teknologi internet pada hakikatnya merupakan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan adanya internet yang memiliki keunggulan

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 interaktif, dapat juga sebagai media massa dan interpersonal, sumber informasi atau gudangnya informasi dari seluruh penjuru dunia, dan sangat mungkin dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran. Menurut Nopembri dan Setiawan (2008: 8-9), ada tiga bentuk sistem pembelajaran melalui Internet yang layak dipertimbangkan sebagai dasar pengembangan sistem pembelajaran dengan mendayagunakan internet yaitu: (1) Web Course, ialah penggunaan internet untuk keperluan pembelajaran, dimana seluruh bahan belajar, diskusi, konsultasi, penugasan, latihan dan ujian sepenuhnya disampaikan melalui internet. Bentuk web course ini tidak memerlukan adanya kegiatan tatap muka baik untuk keperluan pembelajaran maupun evaluasi dan ujian, karena semua proses belajar mengajar sepenuhnya dilakukan melalui penggunaan fasilitas internet seperti e-mail, chat rooms, bulletin board dan online conference. (2) Web Centric Course, dimana sebagian bahan belajar, diskusi, konsultasi, penugasan, dan latihan disampaikan melalui internet, sedangkan ujian dan sebagian konsultasi, diskusi dan latihan dilakukan secara tatap muka. Walaupun dalam proses belajarnya sebagian dilakukan dengan tatap muka yang biasanya berupa tutorial, tetapi prosentase tatap muka tetap lebih kecil dibandingkan dengan prosentase proses belajar melalui internet. (3) Web Enhanced Course, yaitu pemanfaatan internet untuk pendidikan, untuk menunjang peningkatan kualitas kegiatan belajar mengajar di kelas. Bentuk ini juga dikenal dengan nama Web lite course, karena kegiatan pembelajaran utama adalah tatap muka di kelas. Ada beberapa persyaratan peserta didik mengikuti program pembelajaran menggunakan internet (Munir, 2013: 208) yaitu peserta didik haruslah: (1) bermotivasi tinggi untuk berhasil belajar secara mandiri, (2) tekun atau ulet dalam kegiatan belajarnya karena keberhasilan belajar adalah sepenuhnya tergantung pada diri peserta didik sendiri, (3) senang belajar, dan (4) dapat belajar secara luwes.

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 Menurut Muhammad (2008: 4-10), pemanfaatan jaringan internet sebagai sumber dan media belajar dapat diemplementasikan sebagai berikut: a. Browsing Browsing atau surfing merupakan istilah umum yang digunakan bila hendak menjelajahi dunia maya atau web. Untuk melakukan browsing ini kita menggunakan suatu fasilitas yang bernama browser, banyak jenis software browser yang tersedia di pasaran, dimulai yang gratisan seperti Mozilla sampai yang komersil seperti Netscape, dan Internet Explorer. b. Resourcing Resourcing yang dimaksud disini adalah menjadikan internet sebagai media belajar, dalam arti kata peranan internet sebagai gudangnya informasi dimanfaatkan untuk mendapatkan data dan informasi yang berkaitan dengan sumber belajar, dalam hal ini informasi yang berkaitan dengan alamat situs yang akan dikunjungi sebagai sumber belajar telah diketahui terlebih dahulu melalui informasi yang diberikan pada buku pengangan maupun dari contoh lainnya. c. Searching Searching merupakan proses pencarian sumber belajar guna melengkapi materi atau bahan belajar. Dalam hal ini segala sesuatu informasi yang berkaitan sumber informasi tersebut belum diketahui, sehingga memanfaatkan search engine. Search adalah salah satu fasilitas yang tersedia pada aplikasi untuk mencari informasi yang kita inginkan. Search engine menampung database situs-situs dari seluruh penjuru dunia yang jumlahnya milyaran halaman web. Cukup dengan memasukkan kata kunci-nya, maka proses pencarian akan dilakukan, dan search engine akan beberapa link situs yang disertai dengan keterangan singkat. d. E-mail (Konsultasi dan Komunikasi via E-mail) E-mail merupakan aplikasi yang paling populer sejak pertama kali internet diperkenalkan, e-mail terkenal karena memberikan cara yang mudah

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 dan cepat dalam mengirim informasi. E-mail dapat digunakan sebagai media belajar, media konsultasi dan komunikasi antara pendidik dan peserta didik serta mengirimkan tugas belajar, karena dengan bantuan e-mail ini, dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun. Layanan e-mail serta chating disediakan dalam web sites untuk media komunikasi baik bertukar pikiran maupun bertukar pengalaman antara pakar pendidikan fisika guru pendidikan fisika dalam bentuk penelitian, artikel, buku dan informasi mengenai kemajuan pendidikan fisika (Nopembri dan Setiawan, 2008: 11). e. Milis (Mailing List) Mailing list berarti daftar alamat e-mail untuk setiap orang yang ingin menerima mail tentang topik tertentu. Mailing List atau Milis (kadang disebut posting), pada dasarnya masih merupakan media belajar dan komunikasi dengan memanfaatkan layanan e-mail, yakni mengirim dan menerima e-mail ke dan atau dari sekelompok orang dengan tujuan penggunaan sebagai sarana diskusi atau mengirim pesan, yang biasanya dikelompokkan berdasarkan topik diskusi, kelompok tertentu atau pengelompokkan lainnya. Dari beberapa pernyataan diatas, dapat disimpulkan bahwa fasilitas internet yang biasa digunakan untuk referensi pembelajaran adalah meliputi: searching, browshing, resourching, e-mail yang mana tiap-tiap item tersebut mempunyai fungsi yang berbeda-beda. Menurut Suparno (2007) ada beberapa keuntungan menggunakan internet atau e-learning sebagai sumber belajar, sebagai berikut: a. Siswa dapat belajar dari manapun, termasuk dari rumahnya. Tidak terbatas pada waktu dan tempat sehingga siswa akan lebih cepat menguasai bahan ajar.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 b. Pelajaran guru dapat juga diakses orang atau siswa lain, tidak terbatas siswanya sendiri. Bahan yang disiapkan guru dapat berdampak luas, bahkan seluruh dunia. c. Bahan-bahan dari internet lebih lengkap dan lebih menarik dengan berbagai ilustrasi. d. Siswa aktif dalam mencari. 3. Intensitas penggunaan internet Menurut Horrigan (2000), ada dua hal mendasar yang perlu diperhatikan guna mengetahui intensitas penggunaan internet seseorang, yang pertama frekuensi internet yang sering digunakan dan yang kedua lama menggunakan tiap kali mengakses internet yang dilakukan oleh pengguna internet. The Graphic, Visualization & Usability Center, the Georgia Institute of Thechnology (dalam Austik: 2010 dalam Surya: 2002) menggolongkan pengguna internet menjadi tiga kategori berdasarkan intensitas internet yang digunakan: a. Heavy users (lebih dari 40 jam per bulan) b. Medium users (antara 10 sampai 40 jam per bulan) c. Light users (kurang dari 10 jam per bulan) B. Hasil Belajar Sudjana (2014: 22) mendefinisikan hasil belajar adalah kemampuankemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajar. Selanjutnya Wahidumudi, dkk. (2010: 18) menjelaskan bahwa seorang dapat dikatakan telah berhasil dalam belajar jika ia mampu menunjukkan adanya perubahan dalam dirinya. Hasil belajar merupakan perubahan perilaku siswa akibat belajar (Purwanto, 2013: 34). Perubahan tersebut diupayakan untuk mencapai tujuan pendidikan. Dari ketiga pendapat di atas dapat dikatakan bahwa hasil belajar adalah output yang diperoleh seseorang setelah melakukan proses belajar. Hasil belajar biasanya

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 digunakan sebagai patokan untuk mengetahui seberapa jauh sesorang menguasai materi yang sudah diajarkan. Jadi hasil belajar merupakan pencapaian tujuan dan hasil belajar sebagai produk dari proses belajar. Karena hasil belajar merupakan salah satu tujuan dari pendidikan yang ingin dicapai dalam proses pembelajaran, maka dapat dikatakan bahwa pembelajaran berhasil apabila hasil belajar peserta didik juga berhasil. Salah satu sasaran hasil belajar adalah aspek atau ranah kognitif. Ranah kognitif (cognitive domain) adalah ranah yang mencakup kegiatan mental (otak). Artinya, segala upaya yang menyangkut aktivitas otak termasuk ke dalam ranah kognitif. Oleh karena itu, ranah kognitif berkaitan dengan kemampuan akademis peserta didik yaitu mencakup kegiatan otak (Sudaryono, 2012: 58). Taksonomi Bloom ranah kognitif yang telah direvisi Anderson dan Krathwohl (Majid, 2014: 10) yakni : a. Mengingat (Remember) Mengingat adalah usaha mendapatkan kembali pengetahuan dari ingatan masa lampau yang dimanfaatkan untuk menyelesaikan berbagai masalah yang kompleks dan konkret. b. Memahami/mengerti (Understand) Memahami/mengerti berkaitan dengan aktivitas mengklasifikasikan (classification) dan membandingkan (comparing). Mengklasifikasikan akan muncul ketika seorang peserta didik berusaha mengenali pengetahuan yang merupakan anggota dari kategori pengetahuan tertentu. c. Menerapkan (Apply) Menerapkan pada proses kognitif memanfaatkan atau mempergunakan suatu prosedur untuk melaksanakan percobaan atau menyelesaikan permasalahan. Mengimplementasikan apabila siswa memilih dan menggunakan prosedur yang belum diketahui.

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 d. Menganalisis (Analysis) Menganalisis merupakan memecahkan masalah suatu permasalahan dan mencari keterkaitan dari tiap-tiap bagian dari permasalahan dan mencari keterkaitan dari tiap-tiap bagian tersebut dapat menimbulkan permasalahan. e. Mengevaluasi (Evaluate) Evaluasi berkaitan dengan proses kognitif memberikan penilaian berdasarkan kriteria dan standar yang sudah ada. Kriteria yang biasanya digunakan adalah kualitas, efektivitas, efisiensi, dan konsistensi. Evaluasi berupa mengecek dan mengkritisi kegagalan suatu produk. f. Menciptakan (Creat) Menciptakan mengarah pada proses kognitif meletakkan unsur-unsur secara bersama-sama untuk membentuk kesatuan yang koheren dan mengarahkan siswa menghasilkan suatu produk baru dengan mengorganisasikan beberapa unsur menjadi bentuk atau pola yang berbeda dengan yang sebelumnya. C. Model Pembelajaran Diskusi Kelompok Diskusi adalah suatu proses penglihatan dua atau lebih individu yang berinteraksi secara verbal dan saling berhadapan muka mengenai tujuan atau sasaran yang sudah ditentukan melalui cara tukar menukar informasi, mempertahankan pendapat, atau pemecahan masalah. Sedangkan metode diskusi adalah suatu cara penyajian bahan pelajaran di mana guru memberi kesempatan kepada para siswa (kelompok-kelompok siswa) untuk mengadakan perbincangan ilmiah guna mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan, atau menyusun berbagai alternative pemecahan suatu masalah (Hasibuan dan Moedjiono, 2008: 20) Diskusi yang baik menurut Kasmadi (1990: 106) bukan semata timbul dari peran guru, akan tetapi lebih tepat apabila timbul dari murid setelah memahami masalah dan situasi yang dihadapinya. Tetapi dalam hal ini guru dapat pula memberikan arahan kepada peserta didik dalam memperoleh masalah yang tepat untuk didiskusikan, yang sebelumnya kepada peserta didik diberikan tugas untuk

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 memepelajari, memahami dan menganalisis masalah yang akan menjadi topik diskusi. Ada beberapa kelebihan metode diskusi (kelas maupun kelompok), antara lain: (1) memungkinkan adanya interaksi antara dosen/guru dengan mahasiswa/siswa, juga antara sesama mahasiswa/siswa; (2) dosen/guru dapat membaca pikiran mahasiswa/siswa tentang konsep yang baru dipelajarinya, seperti menilai pemahaman mereka apakah mereka salah mengerti atau bias terhadap konsep baru tersebut (Budiardjo, L., 1997:8-17). Keuntungan metode diskusi menurut Semiawan, dkk. (1998:76) adalah: (1) mempertinggi peran serta secara perorangan; (2) mempertinggi peran serta kelas secara keseluruhan; (3) memupuk sikap saling menghargai pendapat orang lain. Persoalan yang tepat untuk didiskusikan adalah: (1) menarik perhatian siswa; (2) sesuai dengan tingkat perkembangan siswa; (3) memiliki lebih dari satu kemungkinan pemecahan masalah atau jawaban; (4) pada umumnya tidak mencari jawaban mana yang benar, melainkan mengutamakan pertimbangan atau perbandingan. Metode diskusi dalam proses pembelajaran menurut Kusmadi (1990: 106) mempunyai maksud: (1) melibatkan murid sebagai bagian komponen sistem; (2) menstimulasi dan memotivasi murid; (3) melatih mereka agar kritis dalam menganalisis; dan (4) mengembangkan kemampuan bekerja sama. Beberapa upaya guru agar diskusi berhasil dengan baik menurut Sagala (2009: 209) adalah: 1. Masalahnya harus kontroversial, artinya mengandung pertanyaan dari peserta didik. Masalahnya harus menarik perhatian mereka karena bertalian dengan pengalaman mereka. 2. Guru harus menempatkan dirinya sebagai pemimpin diskusi. Ia membagi-bagi pertanyaan dan memberi petunjuk tentang jalannya diskusi. Guru juga berperan sebagai penangkis terhadap pertanyaan yang diajukan peserta didik.

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 3. Guru hendaknya memperhatikan pembicaraan agar fungsi guru sebagai pemimpin diskusi dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya. D. Vektor Menurut Suradi dan Zenab (2014:26), besaran-besaran fisika terdiri dari dua yaitu besaran skalar dan besaran vektor. Besaran skalar adalah besaran yang hanya mempunyai nilai, contohnya semua besaran pokok, jarak, massa, laju, usaha, energi, daya, dan lain-lain. Besaran vektor adalah besaran yang mempunyai nilai dan arah, contohnya perpindahan, kecepatan, impuls, medan listrik, gaya, momentum, dan lain-lain. A. Mengenal vektor 1. Notasi vektor Cara menuliskan vektor sebagai berikut: a. Menulis tanda vektor atau anak panah di atas nama vektor. Contoh: 𝑑⃗ dan βƒ—βƒ—βƒ—βƒ—βƒ—βƒ— OA b. Menuliskan nama vektor dengan huruf yang ditebalkan. Contoh: 𝒅 dan πŽπ€ Nama vektor dapat dituliskan dengan satu huruf atau dengan dua huruf. Huruf depan menyatakan titik tangkap dan huruf belakang mrnunjukkan arahnya. Vektor dilambangkan (digambarkan) dengan sinar garis atau garis yang ujungnya diberi anak panah. Contoh: βƒ—βƒ—βƒ—βƒ—βƒ—βƒ— OA, berarti O sebagai titik tangkap vektor dan A arah vektor dari O. c. Menggambar vektor Sebuah vektor digambarkan dengan sebuah anak panah yang terdiri dari pangkal (titik tangkap), ujung dan panjang anak panah. Panjang anak panah menyatakan nilai dari vektor dan arah panah menunjukkan arah vektor.

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 Pada gambar (2.1) digambar vektor dengan titik pangkalnya P, titik ujungnya Q serta sesuai arah panah dan nilai vektornya sebesar panjang. Q P Gambar 2.1: gambar sebuah vektor PQ Titik P: titik tangkap (titik pangkal) Titik Q: ujung Panjang PQ: nilai (besarnya) vektor tersebut 2. Besar vektor Besar suatu vektor π‘Ÿβƒ— secara grafis dinyatakan dengan panjang garis sedangkan arahnya berdasarkan sinar garis tersebut. Besar suatu vektor dinyatakan: π‘Ÿ = |π‘Ÿβƒ—| 3. Penguraian vektor Pada bidang (dua dimensi), komponen-komponen vector dibagi dalam arah atau sumbu X dan Y sehingga suatu vektor diuraikan menjadi dua buah vektor yang saling tegak lurus. Y π‘Ÿπ‘¦ βƒ—βƒ—βƒ—βƒ— 𝛼 π‘Ÿπ‘₯ βƒ—βƒ—βƒ—βƒ— X Gambar 2.2: penguraian vektor Dari gambar diatas, vektor π‘Ÿβƒ— diuraikan menjadi dua vektor yang saling tegak lurus, yaitu π‘Ÿβƒ—βƒ—βƒ—βƒ—π‘₯ dan π‘Ÿβƒ—βƒ—βƒ—βƒ—. π‘Ÿπ‘₯ adalah komponen π‘Ÿβƒ— pada arah X 𝑦 βƒ—βƒ—βƒ—βƒ—

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 sedangkan π‘Ÿβƒ—βƒ—βƒ—βƒ— βƒ— pada arah Y. Besar βƒ—βƒ—βƒ—βƒ— π‘Ÿπ‘₯ dan π‘Ÿβƒ—βƒ—βƒ—βƒ— 𝑦 adalah komponen π‘Ÿ 𝑦 dinyatakan sebagai: rx = π‘Ÿ cos 𝛼 ry = π‘Ÿ sin 𝛼 Vektor satuan dalam arah X dilambangkan dengan 𝑖̂ , vektor satuan dalam arah Y dilambangkan dengan 𝑗̂, dan vektor satuan dalam arah Z dilambangkan dengan π‘˜Μ‚. Vektor juga dapat dinyatakan dalam koordinat Cartesius maupun dalam vektor satuan sebagai berikut: π‘Ÿβƒ— = (rx,ry) = rx 𝑖̂ + ry 𝑗̂ Apabila vektor yang diuraikan adalah vektor tiga dimensi, maka vektor tersebut dinyatan sebagai berikut: π‘Ÿβƒ— = (rx,ry, rz) = rx 𝑖̂ + ry 𝑗̂ + rzπ‘˜Μ‚ B. Penjumlahan dan Pengurangan Vektor 1. Penjumlahan vektor secara geometris a. Menggunakan metode segitiga π‘Žβƒ—

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 π‘Žβƒ— π‘Žβƒ— (a) (b) Gambar 2.3: (a) penjumlahan vektor menggunakan metode segitiga, (b) pengurangan vektor menggunakan metode segitiga. b. Menggunakan metode polygon(segi banyak) B A B C A Gambar 2.4: penjumlahan menggunakan metode polygon c. Menggunakan metode jajargenjang π‘Žβƒ— βƒ—βƒ—βƒ—βƒ—βƒ—βƒ— βˆ’π‘ 𝑏⃗⃗ π‘Žβƒ— βƒ—βƒ—βƒ—βƒ—βƒ—βƒ— βˆ’π‘ (b). pengurangan π‘Žβƒ— (a). penjumlahan

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 Gambar 2.5: (a) penjumlahan vektor menggunakan metode jajar genjang, (b) pengurangan vektor menggunakan metode jajaar genjang. 2. Penjumlahan vektor secara analitis 𝑏⃗⃗ πœƒ π‘Žβƒ— Gambar 2.6: penjumlahan vektor secara analitis Pada penjumlahan dua vektor diatas, vektor 𝑐⃗ adalah vektor hasil penjumlahan (vektor resultan) antara vektor π‘Žβƒ— dan 𝑏⃗⃗ dengan sudut antara vektor π‘Žβƒ— dan 𝑏⃗⃗ adalah πœƒ. Besar vektor resultan ⃓𝑐⃓⃗ dari dua vektor diatas dan membentuk sudut πœƒ dirumuskan sebagai berikut: ⃓𝑐⃓⃗ = βˆšβƒ“π‘Žβƒ—βƒ“2 + ⃓𝑏⃓⃗⃗2 + 2βƒ“π‘Žβƒ—βƒ“2 ⃓𝑏⃓⃗⃗2 π‘π‘œπ‘ πœƒ Untuk penjumlahan dua vektor atau lebih dapat dilakukan dengan menguraikan vektor-vektor tersebut kearah sumbu X dan sumbu Y. selanjutnya, resultan vektor pada kedua sumbu dapat dihitung menggunakan persamaan umum penjumlahan vektor.

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 Y 𝑣⃗2 𝑣⃗2 𝑠𝑖𝑛 𝛽 𝑣⃗1 𝛽 𝑣⃗2 π‘π‘œπ‘  𝛽 𝛼 𝑣⃗1 𝑠𝑖𝑛 𝛼 X 𝑣⃗1 π‘π‘œπ‘  𝛼 Gambar 2.7 Penjumlahan vektor secara analitis Dari gambar diatas dapat diperoleh resultan vektor pada masingmasing sumbu: 1. Sumbu X:βˆ‘π‘£βƒ—π‘‹ = 𝑣⃗1 π‘π‘œπ‘  𝛼 βˆ’ 𝑣⃗2 π‘π‘œπ‘  𝛽 2. Sumbu Y:βˆ‘π‘£βƒ—π‘¦ = 𝑣⃗1 sin 𝛼 + 𝑣⃗2 sin 𝛽 Setelah resultan seluruh vector dihitung dengan persamaan, diperoleh: ⃓𝑣⃓⃗ = βˆšβƒ“βˆ‘π‘£βƒ—π‘‹ ⃓2 + βƒ“βˆ‘π‘£βƒ—π‘Œ ⃓2 3. Penjumlahan vektor berdasarkan komponen vektor satuan Vektor juga dapat dijumlahkan atau dikurangkan tanpa harus menggambarkannya, tetapi dengan mengetahui informasi komponen vektor dalam bentuk vektor satuan. Berikut ini contoh vektor π‘Žβƒ—, 𝑏⃗⃗, dan 𝑐⃗ dengan kompenen-komponenya. π‘Žβƒ— = π‘Žπ‘₯ 𝑖̂ + π‘Žπ‘¦ 𝑗̂ 𝑏⃗⃗ = 𝑏π‘₯ 𝑖̂ + 𝑏𝑦 𝑗̂ 𝑐⃗ = 𝑐𝑖̂ + 𝑐𝑦 𝑗̂

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 Ketiga vektor tersebut dijumlahkan atau dikurangkan dengan cara menjumlahkan atau mengurangkan komponen-komponenya. 𝑠⃗ = π‘Žβƒ— + 𝑏⃗⃗ βˆ’ 𝑐⃗ = (π‘Žπ‘₯ + 𝑏π‘₯ βˆ’ 𝑐π‘₯ )𝑖̂ + (π‘Žπ‘¦ + 𝑏𝑦 βˆ’ 𝑐𝑦 )𝑗̂ = 𝑠π‘₯ 𝑖̂ + 𝑠𝑦 𝑗̂ Besar, norma, atau magnitude suatu vektor yaitu: 𝑠 = ⃓𝑠⃓⃗ = βˆšπ‘ π‘₯ 2 + 𝑠𝑦 2 + 𝑠𝑧 2 dengan 𝑠π‘₯ = π‘Žπ‘₯ + 𝑏π‘₯ βˆ’ 𝑐π‘₯ 𝑠𝑦 = π‘Žπ‘¦ + 𝑏𝑦 βˆ’ 𝑐𝑦 C. Perkalian Vektor Untuk operasi perkalian dua buah vektor, ada dua macam operasi, yaitu: 1. Perkalian skalar dengan vektor Sebuah besaran skalar dengan nilai sebesar k, dapat dikalikan dengan sebuah vektor A yang hasilnya sebuah vektor baru C yang nilainya sama dengan nilai k dikali nilai A. Jika nilai k positif, maka arah C searah dengan A dan jika nilai k bertanda negatif, maka arah C berlawanan dengan arah A. Secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut: C = kA 2. Perkalian vektor dengan vektor a. Perkalian titik atau perkalian skalar (dot product atau scalar produt) Perkalian titik dari dua vektor A dan B dilambangkan dengan A βˆ™ B. Didalam fisika perkalian titik vektor ini dijumpai misalnya dalam rumus usaha, yaitu: W=Fβˆ™s

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 Gaya F dan perpindahan s kedua-duanya merupakan besaran vektor, sedangkan usaha W merupakan besaran skalar. Berarti, hasil perkalian titik dua besaran vektor merupakan besaran skalar. Definisi perkalian titik dari dua vektor A dan B yang mengapit sudut πœƒ dapat dituliskan sebagai berikut: A βˆ™ B = AB cos πœƒ Jika vektor yang diketahui dinyatakan dalam komponen-komponen vektor satuan, dapat mengalikan kedua vektor dalam notasi vektor satuan pula. Sifat-sifat perkalian titik di antara vektor satuan sebagai berikut: iβˆ™i=jβˆ™j=kβˆ™k=1 iβˆ™j=iβˆ™k=jβˆ™k=0 Dari sifat-sifat perkalian titik vektor-vektor satuan, perkalian titik vektor A dan B adalah: A βˆ™ B = (Ax i + Ay j + Az k)( Bx i + By j + Bz k) = Ax i Bx i + Ax i Bv j + Ax i Bz k + Ay j Bx i + Ay j Bv j + Ay j Bz k + Az k Bx i + Az k Bv j + Az k Bz k A βˆ™ B = AxBx + AyBy + AzBz Pada perkalian titik dari dua vektor, berlaku sifat komutatif, yang berarti A βˆ™ B = B βˆ™ A. b. Perkalian silang atau perkalian vektor (cross product atau vector product) Perkalian silang adalah perkalian vektor yang didefinisikan sebagai: C=AΓ—B Dimana C merupakan vektor baru hasil perkalian silang antara vektor A dan B. Besar vektor C adalah: C = AB sin ΞΈ

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 Dengan A adalah besar vektor A dan B adalah besar vektor B, sedangkan ΞΈ adalah sudut antara keduanya. Arah dari vektor C ini tegak lurus dengan bidang yang dibentuk oleh dua vektor tersebut. Di mana arahnya adalah sesuai dengan aturan tangan kanan di mana ujung vektor A menuju ujung vektor B searah dengan lipatan empat jari sedangkan jempol menunjukkan arah vektor C (lihat gambar di bawah). Gambar 2.8 Arah Vektor C Pada perkalian silang vektor ini tidak berlaku sifat komutatif, jadi AΓ—B β‰  BΓ—A. Akan tetapi berlaku sifat anti-komutatif, yaitu AΓ—B= -BΓ—A. Artinya besar vektor BΓ—A memiliki besar yang sama dengan vektor AΓ—B namun arahnya berlawanan. Untuk menentukan nilai resultan vektor dan persamaan perkalian vektor, dapat digunakan sifat-sifat perkalian silang sesama vektor satuan: ο‚· Perkalian silang antara dua vektor satuan yang sama besar dan searah bernilai nol. Misalnya, iΓ—i = 0, jΓ—j = 0, dan kΓ—k = 0. ο‚· Perkalian antara dua vektor satuan yang berbeda akan bernilai positif jika searah jarum jam, dan bernilai negatif jika berlawanan arah dengan jarum jam.

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 iΓ—j =k jΓ—k =i kΓ—i =j jΓ—i = -k kΓ—j = -i iΓ—k = -j Berdasarkan sifat-sifat perkalian silang antara vektor satuan tersebut, maka perkalian silang antara dua vektor A dan B dapat diperoleh sebagai berikut: AΓ—B = (Ax i + Ay j + Az k)Γ—(Bx i + By j + Bz k) = (AyBz – AzBy) i – (AxBz – AzBx) j + (AxBy – AyBx) k Untuk mempermudah dalam mengingat rumus di atas bisa menggunakan metode determinan seperti berikut ini: AΓ—B = i AyBz + j AzBx + k AxBy – k AyBx – i AzBy – j AxBz = (AyBz – AzBy) i – (AxBz – AzBx) j + (AxBy – AyBx) k E. Penelitian Yang Relevan Penelitian yang akan dilakukan bertujuan untuk mengetahui sejauh mana efektivitas pembelajaran menggunakan internet pada materi vektor dan

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa kelas X MIA SMAS Katolik Ruteng. Penelitian yang akan dilakukan peneliti akan menggunakan tes sebagai instumen penelitian yang nantinya akan diolah dalam tata cara pengolahan data penelitian. Sekalipun begitu, penelitian yang akan dilakukan peneliti juga akan menggunakan angket sebagai pelengkap dan pendukung data penelitian. Sebuah penelitian serupa telah dilakukan oleh Fatannio Putra mahasiswa Pendidikan Fisika Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dalam penulisan skripsinya tentang pemanfaatan internet dalam kehidupan sehari-hari, dalam pembelajaran di Sekolah, dan dalam pembelajartan fisika oleh siswa SMA kelas XI jurusan IPA di Kecamatan Sintang dan Kabupaten Wonogiri tahun ajaran 2016/2017. Ada kemiripan tujuan penelitian yang telah dilakukan Fatannio (2017) dengan penelitian yang akan dilakukan peneliti yaitu melihat pemanfaatan internet bagi siswa tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Yang menjadi pembeda adalah tempat penelitian. Fatannio (2017) melakukan penelitian di Kecamatan Sintang dan Kabupaten Wonogiri sedangkan peneliti melakukan penelitian di SMA X. Sampel penelitian yang akan dilakukan peneliti adalah siswa/i kelas X jurusan IPA SMA X. Metode pengambilan data yang akan dilakukan peneliti adalah menggunakan tes dan observasi. Berbeda dengan yang telah dilakukan Fatannio (2017) yang mana menggunakan kuisioner dan observasi untuk pengambilan data dalam penelitiannya. Dalam hasil penelitiannya, Fatannio (2017) menyebutkan bahwa siswa SMA kelas XI jurusan IPA di Kecamatan Sintang dan Kabupaten Wonogiri dalam memanfaatkan internet adalah sebagai berikut: 1. Pemanfaatan internet dalam kehidupan sehari-hari a. Rata-rata para siswa mengenal internet pertama kali sari teman mereka dengan persentase sebesar 44,10% atau 198 siswa. b. Tujuan utama para siswa mengakses internet adalah untuk berkomunikasi dengan persentase sebesar 47,66% atau 214 siswa.

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 c. Perangkat utama yang digunakan oleh para siswa untuk mengakses internet adalah smartphone dengan persentase sebesar 84,63% atau 380 siswa. d. Tempat para siswa sering mengakses internet adalah di rumah dengan persentase sebesar 72,16% atau 324 siswa. e. Para siswa paling sering mengakses situs pencarian informasi saat mengunjungi warung internet (warnet) dengan persentase sebesar 63,25% atau 284 siswa. f. Para siswa mengakses internet setiap hari dengan waktu rata-rata penggunaan internet 6 sampai 9 jam dalam satu hari. g. Pengeluaran rata-rata biaya penggunaan internet oleh para siswa dalam satu bulan adalah kurang dari Rp 50.000 dengan persentase sebesar 56,13% atau 252 siswa. h. Para siswa sangat jarang mengunjungi warnet. i. Rata-rata para siswa memiliki 3-5 media social yang digunakan dengan persentase sebesar 61,25 % atau 275 siswa. j. Media social yang paling banyak digunakan oleh para siswa di Kecamatan Sintang adalah Blackberry messenger (BBM) sedangkan di Kabupaten Wonogiri adalah WhatssApp. 2. Pemanfaatan internet dalam pembelajaran di sekolah a. Para siswa baik di Kecamatan Sintang maupun di Kabupaten Wonogiri yang disekolahnya dilarang membawa handphone paling sering mengakses internet di laboratorium computer dan para siswa yang di sekolahnya diperbolehkan membawa handphone paling sering mengakses internet di kelas. b. Format materi pelajaran yang paling sering dicari oleh para siswa diinternet adalah berupa teks berisi penjelasan dengan persentase sebesar 80,40% atau 361 siswa.

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 c. Waktu yang dihabiskan oleh para siswa dalam mengakses internet untuk keperluan belajar atau mengerjakan tugas sekolah adalah rata-rata 1 sampai 2 jam sengan persentase sebesar 55,46% atau 249 siswa. d. Mata pelajaran yang dicari diinternet oleh para siswa di Kecamatan Sintang jika diurutkan dari yang paling banyak ke yang paling sedikit adalah Bahasa Inggris, Biologi, Fisika, Kimia, Bahasa Indonesia, dan Matematika. Sedangkan di Kabupaten Wonogiri mata pelajaran yang dicari diinternet oleh para siswa jika diurutkan dari yang paling banyak ke yang paling sedikit adalah Biologi, Fisika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Kimia, dan Matematika. 3. Pemanfaatan internet dalam pembelajaran fisika a. Para siswa merasa senang belajar fisika melalui internet. Hal ini terbukti dengan motivasi utama yang mendorong para siswa mencari materi tambahan fisika di internet ada adalam diri mereka sendiri dengan persentase sebesar 80,85% atau 363 siswa. b. Media ajar yang paling sering digunakan oleh guru fisika baik di Kecamatan Sintang maupun di Kabupaten Wonogiri adalah buku teks dengan persentase sebesar 74,83% atau 336 siswa. c. Format materi tambahan fisika yang paling sering dicari oleh para siswa diinternet adalah berupa teks berisi penjelasan dan contoh-contoh soal dengan persentase sebsar 64,59% atau 290 siswa. d. Para siswa paling sering mencari materi tambahan fisika dari internet di rumah dengan persentase sebesar 60,80% atau 273 siswa. e. Waktu yang dihabiskan para siswa dalam mengakses internet untuk keperluan belajar fisika, mencari materi tambahan fisika ataupun mengerjakan tugas fisika dari sekolah adalah rata-rata 1 sampai 3 jam dengan persentase sebesar 52,34% atau 235 siswa. Dalam penelitian ini, materi yang akan dibahas adalah tentang β€œVEKTOR”. Persoalan yang biasa dihadapi yaitu siswa susah menguasai penjumlahan vektor

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 baik secara geometris maupun secara analitis. Dan persoalan ini yang akan ditekankan oleh peneliti dalam penelitiannya. Internet digunakan sebagai sumber utama materi yang artinya keseluruhan materi yang diajarkan berasal dari internet dan siswa mempelajari materi dari internet. Analisis materi yang diambil dari internet berupa video yang dapat diambil dari youtube. Video menyediakan satu cara belajar yang amat menarik dan langsung. Dengan menggunakan video, siswa dapat dengan mudah mengerti karena video menyajikan secara rinci materi yang dibahas dan bisa langsung menggambar. Video digunakan di kelas selama proses pembelajaran berlangsung. Video pembelajaran dikelas ditentukan oleh peneliti (resourcing) dan video pembelajaran diluar kelas untuk menyelesaika tugas kelompok yang diberikan peneliti dicari oleh peserta didik sendiri (searching). Peserta didik tidak diwajibkan untuk mencari sendiri, akan tetapi bisa menggunakan video yang telah ditentukan oleh peneliti, dan apabila kurang lengkap pada video yang peneliti tentukan peserta diidk diperbolehkan untuk mencari sendiri. Peneliti memberikan tugas diluar kelas hanya satu kali, karena sepenuhnya kegiatan pembelajaran berlangsung di kelas. Kegiatan yang dilakukan dikelas meliputi menonton video di youtube, kemudian berdiskusi dengan kelompok sesuai LKS yang dibagikan peneliti, presentasi, dan mengerjakan soal latihan. F. Kerangka Perpikir Perkembangan teknologi informasi berkembang dengan pesat. Dampak positifnya membuat setiap orang memperoleh informasi yang melimpah, cepat, mudah, dan dari ke seluruh dunia menembus batas ruang dan waktu. Kemajuan teknologi informasi telah mambawa banyak pengaruh terhadap kehidupan manusia di berbagai lingkungan, salah satunya lingkungan pendidikan di SMAS Katolik Ruteng. Teknologi informasi khususnya internet dapat digunakan sebagai sumber pembelajaran fisika. Dimana dengan pemanfaatan ini, proses belajar akan lebih efektif dan efisien. Salah satu pemanfaatan internet sebagai sumber belajar adalah

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 memiliki fasilitas atau layanan yang dapat dimanfaatkan oleh guru fisika yang berguna membantu kelancaran pembelajaran, seperti browsing, resourching, searching, chating, e-mail dan lain sebagainya. Dengan memanfaatkan layanan tersebut, internet dapat digunakan sebagai referensi pembelajaran fisika seperti : penyusunan RPP, evaluasi pembelajaran, menyusunan administrasi dan lain sebagainya. Akan sangat membantu jika pembelajaran memanfaatkan internet sebagai sumber pembelajaran bagi guru fisika di SMAS St. Fransiskus Xaverius Ruteng. Keberadaan internet tidak diragukan lagi karena begitu banyak fasilitas atau layanan yang dapat digunakan sebagai sumber pembelajaran. Apabila seorang guru dapat memanfaatkannya dengan baik dan maksimal sebagai sumber pembelajaran, tentu belajar akan lebih bervariatif dan efektif. Melalui internet juga dapat membuat guru labih efektif dan efisien dalam mengerjakan administrasi pembelajaran fisika. Pemanfaatan internet sebagai bagian dari sumber pembelajaran dapat memudahkan berbagai kegiatan seperti, pencarian informasi melalui browsing, pencarian literatur melalui seaching, komunikasi malalui chating. Serta pembelajaran mandiri yang dilakukan secara online tanpa dibatasi ruang dan waktu yang tentunya berdampak juga pada peningkatan prestasi akademiknya. Pemanfaatan internet sebagai sumber pembelajaran fisika di SMAS Katolik Ruteng sangatlah rendah, sehingga menarik peneliti untuk mengungkapnya dalam penulisan karya ilmiah atau skripsi. Belum diketahui secara pasti seberapa besar guru fisika di SMA memanfaatkan Internet sebagai sumber pembelajaran. Untuk itu, peneliti melakukan penelitian mengenai pemanfaatan internet sebagai sumber pembelajaran fisika di SMAS Katolik Ruteng.

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah penelitian kualitatif dan kuantitatif. Penelitian kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati (Moleong, 2006:4). Metode kualitatif ini digunakan untuk mendeskripsikan hasil pengamatan yang dilakukan peneliti. Penelitian kuantitatif adalah desain riset yang menggunakan data berupa skor atau angka lalu menggunakan analisis dengan statistik (Suparno, 2010:135). Data yang diperoleh dalam penelitian ini berbentuk angka. Metode kuantitatif ini digunakan untuk menganalisis hasil tes menggunakan statistik. B. Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan adalah Pretest- posttest Control Group Design. Pretest dan Posttest Control Group Design terdapat dua kelas yang dipilih secara langsung, kemudian diberi pretest untuk mengetahui keadaan awal adalah perbedaan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol (Sugiyono, 2009: 113). Kelas Eksperimen/treatment diberi perlakuan dengan pembelajaran menggunakan internet, sedangkan kelas kontrol tetap menggunakan metode ceramah interaktif. Setelah selesai perlakuan kedua kelas diberi posttest. Pada kelas treatment, awal pembelajaran diawali dengan memberikan tes awal (pretest) untuk menguji pengetahuan awal siswa X MIA 3 SMAS Katolik Ruteng pada materi Vektor kemudian dilanjutkan dengan proses pembelajaran. Untuk pertemuan pertama di gunakan untuk obeservasi di kelas treatment, pertemuan kedua digunakan untuk pretest, dan pertemuan ketiga dimulai pembelajaran 29

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 menggunakan internet, sedangkan untuk kelas kontrol tetap menggunakan metode ceramah aktif dalam proses pembelajaran berlangsung. Setelah pembelajaran dilaksanakan pada kedua kelompok maka dilakukan test akhir (posttest) untuk mengetahui peningkatan pemahaman pada materi Vektor siswa-siswi SMAS Katolik Ruteng. Design penelitian yang digunakan dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3.1 Pre-Test and Post-Test Control Group Treatment Group O1 X1 O1 Control Group O2 X2 O2 Keterangan: O1 : Pre-Test kelas treatment X1 : Pembelajaran dengan menggunakan internet O1 : Post-Test kelas treatment O2 : Pre-Test kelas kontrol X2 : Pembelajaran dengan metode ceramah O2 : Post-Test kelas control Analisis materi yang diambil dari internet berupa video yang dapat diambil dari youtube melalui link yang sudah diberikan agar pembelajarannya tetap terkontrol. Video digunakan di kelas selama proses pembelajaran berlangsung. Video pembelajaran dikelas ditentukan oleh peneliti (resourcing) dan video pembelajaran diluar kelas untuk menyelesaika tugas kelompok yag diberikan peneliti dicari oleh peserta didik sendiri (searching). Peserta didik tidak diwajibkan untuk mencari sendiri, akan tetapi bisa mengunakan video yang telah ditentukan oleh peneliti, dan apabila kurang lengkap pada video yang peneliti tentukan peserta didik diperbolehkan untuk mencari sendiri. Peneliti memberikan tugas diluar kelas hanya satu kali, karena sepenuhnya kegiatan pembelajaran berlangsung di kelas. Peranan guru dalam penelitian ini sebagai pengarah atau director. Penelitian ini sepenuhnya materi yang diajarkan berasal dari internet yang berupa video dari

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 youtube, meskipun begitu peran guru (peneliti) menjadi pembimbing dan pengarah apabila ada kekeliruan dalam pembelajaran menggunakan internet. C. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi adalah himpunan keseluruhan karakteristik dari objek yang diteliti (Sedarmayanti dan Syarifudin, 2011:121). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMAS Katolik Ruteng. Sampel penelitian adalah adalah kelompok kecil yang diamati dan merupakan bagian dari populasi sehingga sifat dan karakteristik populasi juga dimiliki oleh sampel (Sedarmayanti dan Syarifudin, 2011:121). Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas X MIA SMAS Katolik Ruteng. Kelas X MIA2 sebagai kelas kontrol dan kelas X MIA 3 sebagai kelas treatment. Kelas ini dipilih oleh guru pembimbing yang membantu peneliti dalam penelitian ini dan juga guru mata pelajaran fisika kelas X MIA 2 dan X MIA 3 di SMAS Katolik Ruteng. D. Tempat dan Waktu penelitian Kegiatan ini dilaksanakan di SMAS Katolik Ruteng pada bulan Juli – Agustus 2018 dan dilakukan secara bertahap. E. Variabel Penelitian 1. Variabel Bebas Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah metode pembelajaran dengan menggunakan internet 2. Variabel Terikat Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikat adalah hasil belajar siswa dengan menggunakan internet pada materi Vektor. F. Treatmen 1. Kelompok pengguna internet Kelompok pengguna internet adalah kelompok yang sengaja diberi treatmen (perlakuan khusus) secara terbimbing dimana siswa akan diberi LKS (Lembar Kerja Siswa) pada saat proses pembelajaran. Dengan adanya LKS

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 (Lembar Kerja Siswa) siswa tidak akan merasa bingung, selain itu siswa juga lebih teratur dan cepat selesai. Dalam menggunakan internet langkah-langkah yang harus dilakukan siswa, apa yang harus diamati dan diukur semua sudah ditentukan sejak awal oleh guru. 2. Kelompok Kontrol Kelompok kontrol adalah kelompok yang tidak diberi treatmen (perlakuan khusus). Pembelajaran pada kelompok kontrol dilakukan dengan metode ceramah aktif. Kelompok kontrol dalam penelitian ini adalah kelompok yang digunakan sebagai pembanding sehingga kelompok pengguna internet terlihat perubahannya. Berikut merupakan tabel desain pembelajaran menggunakan internet. Tabel 3.2 Desain pembelajaran No 1. Tujuan Aktivitas ο‚· Menjelaskan ο‚· Guru memberi salam pengertian kepada peserta didik dan besaran peserta didik menjawab vektor. sapaan salam dari guru dan menyampaikan ο‚· Menjelaskan informasi kehadiran pengertian peserta didik ketika guru besaran menanyakan kehadiran skalar. peserta didik ο‚· Menunjukka ο‚· Guru memberikan n contoh apersepsi kepada peserta besaran didik vektor. Menunjukka ο‚· Guru mengelompokkan n contoh peserta didik dan besaran membagiakan LKS skalar. kepada masing-masing kelompok. ο‚· Menuliskan notasi vektor. Materi Pengen alan vektor Sumber Link https:// www.y outube. com/wa tch?v= ZMDM vKvRP mY Instru men Video dan LKS

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 No 2. Tujuan Aktivitas ο‚· Menggambar ο‚· Siswa menonton video kan vektor. tentang perkenalan vektor berdasarkan link ο‚· Menentukan yang sudah diberikan besar vektor. ο‚· Siswa mengerjakan soal LKS secara individu dan kemudian secara kelompok ο‚· Siswa mengumpulkan hasil diskusi kelompok. ο‚· Guru dan siswa menyimpulkan materi bersama-sama ο‚· Guru menutup pelajaran ο‚· Menjelaskan ο‚· Guru memberi salam kepada peserta didik dan penjumlahan peserta didik menjawab vektor sapaan salam dari guru menggunaka dan menyampaikan n metode informasi kehadiran segitiga. peserta didik ketika guru ο‚· Menjelaskan menanyakan kehadiran penjumlahan peserta didik vektor menggunaka ο‚· Guru mereview materi pada pertemuan n metode sebelumnya jajar genjang. ο‚· Menjelaskan ο‚· Guru mengelompokkan peserta didik dan penjumlahan membagiakan LKS vektor kepada masing-masing mengunakan kelompok. metode polygon. ο‚· Siswa menonton video tentang penjumlahan Materi Sumber Link Instru men https:// www.y Penjum outube. lahan com/wa Video vektor tch?v=7 dan secara LkHPl5 LKS geomet z0v4 ris

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 No Tujuan Aktivitas ο‚· ο‚· ο‚· ο‚· ο‚· 3. ο‚· ο‚· Menguraikan ο‚· vektor menjadi komponenkomponen terhadap sumbu x dan sumbu y. ο‚· Menghitung ο‚· resultan vektor secara anlitis. vektor secara geometri berdasarkan link yang sudah diberikan Siswa mengerjakan soal LKS secara individu dan kemudian secara kelompok Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok dan kelompok lain menanggapi Guru memberikan latihan soal kepada peserta didik Guru mengoreksi jawaban peserta didik Guru dan siswa menyimpulkan materi bersama-sama Guru menutup pelajaran Guru memberi salam kepada peserta didik dan peserta didik menjawab sapaan salam dari guru dan menyampaikan informasi kehadiran peserta didik ketika guru menanyakan kehadiran peserta didik Guru mereview materi pada pertemuan sebelumnya Materi Penjum lahan vektor secara analitis Sumber Link https:// www.y outube. com/wa tch?v= FRuaWE 1l0A Instru men Video dan LKS

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 No Tujuan ο‚· Menghitung 4. perkalian titik Aktivitas ο‚· Guru mengelompokkan peserta didik dan membagiakan LKS kepada masing-masing kelompok. ο‚· Siswa menonton video tentang penjumlahan vektor secara analitis berdasarkan link yang sudah diberikan ο‚· Siswa mengerjakan soal LKS secara individu dan kemudian secara kelompok ο‚· Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok dan kelompok lain menanggapi ο‚· Guru memberikan latihan soal kepada peserta didik ο‚· Guru mengoreksi jawaban peserta didik ο‚· Guru dan siswa menyimpulkan materi bersama-sama ο‚· Guru menutup pelajaran ο‚· Guru memberi salam kepada peserta didik dan peserta didik menjawab sapaan salam dari guru dan menyampaikan Materi Perkali an vektor Sumber Link https://w ww.yout ube.com /watch? v=3P23 Instru men Video dan LKS

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 No Tujuan Aktivitas ο‚· Menghitung perkalian silang ο‚· ο‚· ο‚· ο‚· ο‚· ο‚· ο‚· ο‚· informasi kehadiran peserta didik ketika guru menanyakan kehadiran peserta didik Guru mereview materi pada pertemuan sebelumnya Guru mengelompokkan peserta didik dan membagiakan LKS kepada masing-masing kelompok. Siswa menonton video tentang perkalian vektor berdasarkan link yang sudah diberikan Siswa mengerjakan soal LKS secara individu dan kemudian secara kelompok Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok dan kelompok lain menanggapi Guru memberikan latihan soal kepada peserta didik Guru mengoreksi jawaban peserta didik Guru dan siswa menyimpulkan materi bersama-sama Materi Sumber Link CaGrR9 k&t=47s Instru men

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 No Tujuan Aktivitas Materi Sumber Link Instru men ο‚· Guru menutup pelajaran G. Instrument Penelitian Menurut Suparno, (2007: 56), instrument adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian. Bentuknya dapat berupa tes tertulis, angket, wawancara, dokumentasi, observasi.). Dalam penelitian dibagi dua jenis instrument, yaitu : 1. Instrumen Proses Belajar Instrument penelitian ini dibagi menjadi 2 yaitu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kegiatan Siswa (LKS). ο‚· Rencana Pelaksanaan pembelajaran (RPP) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan instrument yang dijadikan sebagai gambaran garis besar proses pembelajaran didalam kelas selama proses penelitian. RPP yang digunakan panduan peneliti untuk melakukan proses penelitian. RPP untuk kelas treatment dan untuk kelas kontrol dibedakan. RPP untuk kelas treatment dan kelas kontrol dapat dilihat pada lampiran. ο‚· Lembar Kerja Siswa (LKS) Lembar Kerja Siswa (LKS) dibuat untuk memudahkan siswa memahami materi pembelajaran. Dengan LKS ini siswa dipandu untuk memahami materi dengan menggunakan internet, oleh karena itu LKS ini dibuat untuk kelas treatmen. Adapun LKS dalam bentuk soal latihan dibuat untuk kelas treatmen dan kelas kontrol. LKS untuk kelas treatmen dapat dilihat pada lampiran.

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 2. Instrumen Pengumpulan Data Dalam penelitian ini, ada dua instrument yang digunakan, yaitu: Tes tertulis dan Angket. - Tes tertulis berisi soal essay mengenai materi yang diajarkan. Soal tes diambil berdasarkan indikator yang ingin dicapai. Soal tes berjumlah 4 nomor essay. Tes ini dilaksanakan sebelum (pretest) dan sesudah pembelajaran (postest) dan digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa pada kelas treatment dan kelas kontrol terhadap materi vektor. Tabel 3.3. Kisi-kisi soal Materi Kompetensi pokok Dasar Indikator Pengenalan vektor Nomor Jumlah soal soal 1 1 2 1 3 1 4 1 Menerapkan prinsip penjumlahan Vektor vektor Penjumlahan vektor secara geometris sebidang Penjumlahan (misalnya vektor secara perpindahan) analitis Perkalian vektor - Angket Menurut Noor (2010:139) angket merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan memberikan daftar pertanyaan/pernyataan kepada responden dengan harapan memberikan respon terhadap

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 pertanyaan/pernyataan tersebut. Daftar pertanyaan pada angket ini bersifat tertutup, yaitu alternatif pilihan jawaban telah ditentukan sebelumnya oleh peneliti. Instrument daftar pertanyaan pada penelitian ini berupa pilihan dengan cara memberi lingkaran pada pilihan yang disediakan. Pembuatan daftar pertanyaan pada angket ini berdasarkan indikator-indikator mengenai keaktifan siswa dalam mengakses internet. Berikut adalah kisikisi penyususnan pertanyaan angket keaktifan siswa dalam mengakses internet. Tabel 3.4 Kisi-Kisi Agket Indikator Memutar video penjumlahan vektor secara geometri Memutar video penjumlahan vektor secara analitis Memutar video perkalian vektor Siswa mengerti dengan materi yang ditonton Pengetahuan setelah menonton video Nomor Soal 1 2 3 4 5 H. Validitas Instrumen Penyusunan instrumen dapat menggambarkan tujuan dari penelitian yang dilakukan (valid). Instrument yang valid berarti alat ukur untuk mengukur intrumen juga valid. Valid berarti intrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang diukur. Menurut Azwar (1987:173) validitas berasal dari kata validity yang berarti seberapa jauh ketepatan dan kecermatan sutau instrument pengukur (tes)

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 dalam melakukan pengukuran. Suatu tes dapat dikatakan memiliki validitas yang tinggi apabila alat tersebut menjalankan pengukuran secara tepat atau memberikan hasil ukur sesuai dengan tujuan dari pengukuran tersebut. Suryabrata (2000: 41) mengatakan bahwa validitas tes pada dasarnya menunjukan kepada derajad fungsi pengukuran suatu test, atau derajad kecermatan ukurnya suatu tes. Konsep validitas tes (Matandoang, 2009:89) dapat terbagi atas tiga macam, yaitu validitas isi (content validity), validitas kontruk (construct validity), dan validitas empiris atau validitas kriteria. Maka dari itu instrumen yang digunakan dalam penelitian ini telebih dahulu diuji validitasnya. Secara mudah instrumen diujikan dahulu kepada 10 responden sampel. Kemudian hasilnya dianalisis menggunakan SPSS. Instrument yang perlu divalidasi adalah soal pretest dan posttest. Instrument ini telah divalidasi oleh Drs. T. Sarkim, M.Ed., Ph.D selaku dosen pembimbing dan Gaudensia Hadus, S.Pd selaku guru mata pelajaran Fisika SMAS Katolik Ruteng. I. Teknik Analisis Data Data yang diperolah dari skor pre-test dan skor post-test kemudian dianalisis secara kuantitatif. Skor hasil belajar siswa yaitu jumlah skor setiap siswa dibagi jumlah skor maksimal dikali seratus persen. π‘†π‘˜π‘œπ‘Ÿ β„Žπ‘Žπ‘ π‘–π‘™ π‘π‘’π‘™π‘Žπ‘—π‘Žπ‘Ÿ π‘ π‘–π‘ π‘€π‘Ž = π‘—π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘ π‘˜π‘œπ‘Ÿ π‘ π‘–π‘ π‘€π‘Ž π‘₯ 100% π‘—π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘ π‘˜π‘œπ‘Ÿ π‘šπ‘Žπ‘˜π‘ π‘–π‘šπ‘Žπ‘™ Sedangkan untuk skor tiap indikator yaitu jumlah skor tiap indikator dibagi dengan jumlah skor maksimal tiap indikator dikali seratus persen. π‘†π‘˜π‘œπ‘Ÿ π‘‘π‘–π‘Žπ‘ π‘–π‘›π‘‘π‘–π‘˜π‘Žπ‘‘π‘œπ‘Ÿ = π‘—π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘ π‘˜π‘œπ‘Ÿ π‘ π‘’π‘‘π‘–π‘Žπ‘ π‘–π‘›π‘‘π‘–π‘˜π‘Žπ‘‘π‘œπ‘Ÿ π‘₯ 100% π‘—π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘ π‘˜π‘œπ‘Ÿ π‘šπ‘Žπ‘˜π‘ π‘–π‘šπ‘Žπ‘™

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 Soal pre-test dan post-test akan diberi skor untuk jawaban siswa atas pertanyaan yang diajukan. Penskoran pre-test dan post-test didasarkan pada tabel di atas. Skor yang dihasilkan dari pre-test dan post-test kemudian dianalisis menggunakan uji-T dependen dan uji-T independen. Data kemudian akan dianalisis melalui beberapa tahap sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui apakah metode menggunakan internet dan metode ceramah aktif dapat meningkatkan tingkat pemahaman siswa, maka hal yang perlu diperhatikan yaitu: a. Uji T independent untuk melihat tingkat pemahaman awal hasil pre-test pada kelas pengguna internet dan kelas kontrol. b. Uji T dependent untuk membandingkan hasil pre-test dan hasil post-test untuk kelas pengguna internet. c. Uji T dependent untuk membandingkan hasil pre-test dan hasil post-test untuk kelas kontrol. d. Uji T independent untuk membandingkan hasil post-test untuk kelas pengguna internet dan kelas kontrol. 2. Analisa data a. Pre-test dan pre-test Untuk mengetahui tingkat pemahaman awal dari kedua kelas, maka pre-test kedua kelas dibandingkan menggunakan uji T independent. Persamaan umum uji T kelompok independen adalah sebagai berikut (Suparno,2011): π‘‘π‘œπ‘π‘  = Keterangan: 2 Ẍ1 βˆ’αΊŒ2 2 (𝑛 βˆ’1)𝑠1 +(𝑛2 βˆ’1)𝑠2 1 1 √[ 1 ][ + ] (𝑛 1 +𝑛2 βˆ’2) 𝑛1 = jumlah anggota kelompok 1 𝑛2 = jumlah anggota kelompok 2 𝑛1 𝑛2

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 Ẍ1 = nilai rata-rata kelompok 1 Ẍ2 = nilai rata-rata kelompok 2 𝑠1 = standar deviasi kelompok 1 𝑠2 = standar deviasi kelompok 2 Apabila nilai p < Ξ±, maka signifikan. Dimana Ξ± = 0,05. b. Pre-test dan post-test Untuk melihat peningkatan pemahaman (kelas pengguna internet dan kelas kontrol) maka hasil pre-test dan hasil post-test dari masing-masing kelas harus dibandingkan dengan menggunakan uji T dependen. Persamaan umum uji T kelompok dependen adalah sebagai berikut (Suparno,2011): |π‘‡π‘Ÿπ‘’π‘Žπ‘™ | Keterangan: Ẍ1 βˆ’ Ẍ2 𝛴𝐷2 𝛴𝐷2 βˆ’ 𝑁 𝑁 (𝑁 βˆ’ 1) X1 = nilai pre-test X2 = nilai post-test D = perbedaan nilai (X1 – X2) N = jumlah pasangan Apabila nilai p < Ξ±, maka signifikan. Maka terjadi peningkatan pemahaman siswa. Dalam penelitian ini, untuk analisa data dengan menggunakan program SPSS.

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV DATA DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Pelaksanaan Penelitian Penelitian dilakukan pada tanggal 25 juli 2018 sampai dengan 7 agustus 2018 di SMAS Katolik Ruteng dengan alamat jln Pelita No. 3 Ruteng Kecamatan Langke Rembong Kabupaten Manggarai, NTT. Penelitian ini menggunakan 2 kelas yaitu X MIA 2 sebagai kelas kontrol dan X MIA 3 sebagai kelas treatmen yang jumlah siswanya adalah 30 siswa. Pelaksanaan penelitian dilakukan beberapa kali pertemuan. Jadwal pelaksanaan penelitian dan deskripsi pelaksanaan penelitian dapat dilihat pada tabel dibawah ini. 1. Pelaksanaan Penelitian pada Kelas treatmen (X MIA 3) Tabel 4.1 Jadwal Pelaksanaan Penelitian di kelas X MIA 3 SMAS Katolik Ruteng Waktu Peneliti an Jam ke Rabu, 25 Juli 2018 Kegiatan 1-3 ο‚· Guru memberi salam kepada peserta didik dan peserta didik menjawab sapaan salam dari guru dan menyampaikan informasi kehadiran peserta didik ketika guru menanyakan kehadiran peserta didik. ο‚· Guru memperkenalkan diri dan diikuti oleh peserta didik. ο‚· Guru mengkondisikan kelas dan membuat kesepakatan. ο‚· Guru menginformasikan tujuan serta prosedur pembelajaran. 43 Alokasi Waktu 20 menit

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 Waktu Peneliti an Jam ke Kegiatan ο‚· Peserta didik (dibimbing guru) untuk duduk agak berjauhan dengan teman semeja ο‚· Guru membagikan soal tes pengetahuan awal beserta lembar jawaban kepada peserta didik. ο‚· Peserta didik menyelesaikan soal dilembar jawaban yang telah tersedia. ο‚· Peserta didik mengumpulkan lembar jawaban yang terdapat penyelesaian soal. ο‚· Guru memberikan informasi bahwa pertemuan berikutnya silahkan membawa laptop atau handphone. ο‚· Guru menutup pelajaran dengan salam Kamis, 26 Juli 2018 4-6 ο‚· Guru memberi salam kepada peserta didik dan peserta didik menjawab sapaan salam dari guru dan menyampaikan informasi kehadiran peserta didik ketika guru menanyakan kehadiran peserta didik. ο‚· Guru merangsang peserta didik agar mengingat tentang pengertian vektor dan besaran-besaran yang merupakan besaran vektor ο‚· Guru memberikan apersepsi dengan menanyakan β€œpada saat daun jatuh, kemanakah arah jatuhnya?” ο‚· Peserta didik merespon pertanyaan dari guru. ο‚· Guru menyampaikan tujuan pembelajaran ο‚· Peserta didik (dibimbing guru) untuk membentuk kelompok. ο‚· Guru membagikan LKS 1 kepada masing-masing kelompok. ο‚· Guru meminta peserta didik untuk membuka youtube dan guru memberikan link youtube https://www.youtube.com/watch?v=ZMDMvKvR PmY Alokasi Waktu 100 menit 15 menit 5 menit 5 menit

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 Waktu Peneliti an Jam ke Kegiatan Alokasi Waktu 15 Peserta didik menonton video yang ada di youtube tentang pengenalan vektor. menit Siswa mengerjakan LKS secara individu 5 menit Siswa berdiskusi secara kelompok bagian yang belum dipahami ο‚· Guru dan siswa secara bersama membahas materi tersebut. ο‚· Masing-masing kelompok mengumpulkan hasil diskusi. ο‚· Guru membagikan LKS 2 kepada masing-masing kelompok, kemudian guru memberikan link video dari youtube https://www.youtube.com/watch?v=7LkHPl5z0v4 Peserta didik menonton video yang ada di youtube tentang penjumlahan vektor secara geometris. Siswa mengerjakan LKS secara individu Siswa berdiskusi secara kelompok bagian yang belum dipahami. ο‚· Peseta didik melaporkan hasil analisis secara kelompok dan mempresentasikan di depan kelas. ο‚· Peserta didik yang lain menanggapi hasil diskusi kelompok tersebut ο‚· Guru mempertegas hasil diskusi peserta didik. Guru memberikan beberapa soal tentang penjumlahan vektor secara geometri. Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. ο‚· Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi keseluruhan yang telah dipelajari ο‚· Guru menutup pelajaran dengan salam 10 menit 5 menit 20 menit 5 menit 10 menit 15 menit 20 menit 15 menit 5 menit

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 Waktu Peneliti an Jam ke Kegiatan ο‚· Guru memberi salam kepada peserta didik dan peserta didik menjawab sapaan salam dari guru dan menyampaikan informasi kehadiran peserta didik ketika guru menanyakan kehadiran peserta didik. ο‚· Guru dan peserta didik mereview materi pada pertemuan sebelumnya ο‚· Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. ο‚· Peserta didik (dibimbing guru) untuk membentuk kelompok. ο‚· Guru membagikan LKS 3 kepada masing-masing kelompok. ο‚· Guru meminta peserta didik untuk membuka youtube dan guru memberikan link youtube https://www.youtube.com/watch?v=F-RuaWE1l0A Sabtu, 28 Juli 2018 Alokasi Waktu 5 menit 5 menit Peserta didik menonton video yang ada di youtube 30 tentang penjumlahan vektor secara analitis. menit 1-3 Siswa mengerjakan LKS secara individu 10 menit Siswa berdiskusi secara kelompok bagian yang 15 belum dipahami menit ο‚· Peseta didik melaporkan hasil analisis secara kelompok dan mempresentasikan di depan kelas. ο‚· Peserta didik yang lain menanggapi hasil diskusi kelompok tersebut ο‚· Guru memprtegas hasil diskusi peserta didik Guru memberikan beberapa soal tentang menit penjumlahan vektor secara analitis. menit Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah 15 sudah benar atau belum. menit ο‚· Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi 5 menit 20 30

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 Waktu Peneliti an Jam ke Kegiatan keseluruhan yang telah dipelajari ο‚· Guru menutup pelajaran dengan salam ο‚· Guru memberi salam kepada peserta didik dan peserta didik menjawab sapaan salam dari guru dan menyampaikan informasi kehadiran peserta didik ketika guru menanyakan kehadiran peserta didik. ο‚· Guru dan peserta didik mereview materi pada pertemuan sebelumnya ο‚· Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. ο‚· Peserta didik (dibimbing guru) untuk membentuk kelompok. ο‚· Guru membagikan LKS 5 kepada masing-masing kelompok. ο‚· Guru meminta peserta didik untuk membuka youtube dan guru memberikan link youtube Agustu s 2018 Waktu 5 menit 5 menit https://www.youtube.com/watch?v=3P23CaGrR9k& t=47s Sabtu, 4 Alokasi 1-3 Peserta didik menonton video yang ada di youtube tentang perkalian vektor. Siswa mengerjakan LKS secara individu Siswa berdiskusi secara kelompok bagian yang belum dipahami . ο‚· Peseta didik melaporkan hasil analisis secara kelompok dan mempresentasikan di depan kelas. ο‚· Peserta didik yang lain menanggapi hasil diskusi kelompok tersebut ο‚· Guru mempertegas hasil diskusi peserta didik Guru memberikan beberapa soal tentang perkalian 20 menit 15 menit 15 menit 20 menit 30 vektor. menit Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. ο‚· Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi keseluruhan yang telah dipelajari ο‚· Guru menutup pelajaran dengan salam 20 menit 5 menit

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 Waktu Peneliti an Jam ke Selasa, 7 Agustu s 2018 Kegiatan 4-6 ο‚· Guru memberi salam kepada peserta didik dan peserta didik menjawab sapaan salam dari guru dan menyampaikan informasi kehadiran peserta didik ketika guru menanyakan kehadiran peserta didik. ο‚· Guru meminta salah satu peserta didik untuk memimpin doa ο‚· Peserta didik (dibimbing guru) untuk duduk agak berjauhan dengan teman semeja ο‚· Guru membagikan soal tes pengetahuan akhir beserta lembar jawaban kepada peserta didik. ο‚· Peserta didik menyelesaikan soal postest dilembar jawaban yang telah tersedia. ο‚· Peserta didik mengumpulkan lembar jawaban yang terdapat penyelesaian soal. ο‚· Guru mengucapakan terimakasih dan berpamitan dengan peserta didik ο‚· Guru memimpin doa penutup ο‚· Guru meninggalkan kelas dengan memberi salam Alokasi Waktu 15 menit 100 menit 20 menit a. Rabu, 25 Juli 2018 Pertemuan dilaksanakan di kelas X MIA 3 pada jam pelajaran ke-1 sampai ke-3 (135 menit) yaitu pada pukul 07.15 – 09.30 WITA. Pertemuan ini diadakan karena ada jam kosong di kelas X MIA 3, gurunya sedang ada pertemuan sehingga peneliti memiliki kesempatan untuk menggunakan jam pelajarannya. Pada pertemuan ini, peneliti secara pribadi memperkenalkan diri dan berkenalan dengan setiap siswa sesuai dengan denah tempat duduk mulai dari kiri ke kanan dan seterusnya. Setelah perkenalan, peneliti memberi informasi tentang beberapa hal yang berkaitan dengan penelitian di kelas X MIA 3.

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 Peneliti memberitahukan bahwa penelitian akan berlangsung selama 3 minggu kedepan. Peneliti juga memberikan gambaran tentang penelitian dimana siswa nanti akan menggunakan internet untuk menonton video pembelajaran di youtube. Setelah memberikan informasi secara singkat, peneliti menanyakan beberapa hal mengenai materi vektor untuk memastikan bahwa materi yang akan diajarkan nanti memang belum diajarkan dan belum dipelajari oleh siswa secara mendalam. Setelah memastikan, peneliti memberikan soal pretest serta memberikan arahan kepada siswa dalam mengerjakan soal pretest. Siswa diberikan waktu selama 90 menit untuk mengerjakan soal pretest. Sebelum pretest dimulai, peneliti memberitahukan aturan selama proses pengerjaan pretest seperti boleh menggunakan kalkulator tetapi bukan kalkulator HP, tidak berdiskusi dengan teman dan mengarahkan siswa untuk menulis nama dan kelas. Setelah mengerjakan soal pretest, peneliti menanyakan kepada siswa mengenai hal-hal yang berhubungan dengan proses pengerjaan pretest yang sudah dilaksanakan. Semua siswa menjawab mengalami kesulitan dalam mengerjakan pretest karena tidak paham mengenai materinya. Kemudian, materi yang diteskan belum ada dasarnya sehingga siswa tidak paham sama sekali karena merupakan materi pertama yang diajarkan sejak siswa masuk SMA. Peneliti melanjutkan pembelajaran dengan menjelaskan kembali metode pembelajaran yang akan digunakan selama tiga minggu kedepan. Siswa belum pernah menggunakan internet dan video selama pembelajaran. Siswa sangat antusias dengan metode belajar menggunakan internet. Kemudian peneliti membagikan siswa dalam enam kelompok belajar dengan 5 siswa dalam satu kelompok. Peneliti menyampaikan informasi untuk pertemuan berikutnya untuk

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 membawa laptop kurang lebih satu laptop dalam satu kelompok dan saat masuk ruang kelas langsung duduk dalam kelompok. Peneliti mengedarkan selembaran kertas untuk menulis nomor whatshap dari peserta didik dan membuat grup sehingga memudahkan siswa untuk bertanya diluar jam sekolah. b. Kamis, 26 Juli 2018 Pertemuan kedua ini dimulai pukul 09.45 sampai 12.00 WITA (135 menit) pada jam pelajaran ke-4 sampai ke-6. Kelas X MIA 3 memiliki jam pertemuan untuk mata pelajaran fisika sebanyak 3 Γ— 45 menit pada hari kamis. Pada awal pertemuan ini, peneliti menanyakan informasi kehadiran siswa kemudian peneliti menanyakan beberapa hal dasar mengenai vektor. Tetapi siswa sama sekali tidak mengetahui apa itu vector. Kemudian peneliti memberi apresiasi mengenai arah jatuhnya daun, sehingga siswa sudah mulai paham tentang vektor dan menyampaikan materi yang akan di pelajari. Peneliti membagikan LKS 1 yang akan dikerjakan siswa selama menonton dan memberikan link youtube kepada siswa. Lalu, siswa menonton video mengenai pengenalan vektor selama 15 menit dan dilanjutkan mengerjakan LKS secara individu kemudian dibahas dalam kelompok. Peneliti membimbing beberapa kelompok yang kurang paham dan setelah semuanya paham, lembar LKS dikumpulkan. Peneliti membagikan LKS 2 yang akan dikerjakan siswa selama menonton dan memberikan link youtube kepada siswa. Lalu, siswa menonton video mengenai penjumlahan vektor secara geometri selama 20 menit dan dilanjutkan mengerjakan LKS secara individu kemudian dibahas dalam kelompok. Peneliti membimbing beberapa kelompok yang kurang paham dan setelah semuanya paham, masingmasing kelompok mengutus 1 orang untuk mengerjakan ulang LKS ke

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 papan tulis dan memberi penjelasan secara singkat kepada kelompok lain serta kelompok lain menanggapi. Setelah itu peneliti mengoreksi jawaban dari LKS yang masih keliru. Peneliti memberikan beberapa soal untuk dikerjakan secara individu kepada siswa, dan meminta beberapa siswa untuk mengerjakan di papan tulis. Dan yang berani mengerjakan akan memperoleh point dari peneliti. Peneliti mengoreksi jawaban dari peserta didik, kemudian peneliti dan siswa sama-sama menyimpulkan materi secara keseluruhan. Peneliti mengakhiri pelajaran dengan doa. Siswa sangat senang dengan model pembelajaran yang peneliti gunakan, karena dengan video yang singkat siswa dapat memahami. Beberapa siswa meminta video didownload pada peneliti untuk belajar dirumah masing-masing dan dikirim melalui whattshap grup. Peneliti memberitahukan kepada siswa untuk pertemuan berikutnya, siswa tetap membawa laptop dan pada saat bel masuk kelas, semua siswa duduk dalam kelompok masing-masing. c. Sabtu, 28 Juli 2018 Pertemuan ketiga ini dimulai pukul 07.15 sampai 09.30 WITA (135 menit) pada jam pelajaran ke-1 sampai ke-3. Kelas X MIA 3 memiliki jam pertemuan untuk mata pelajaran fisika sebanyak 3 Γ— 45 menit pada hari sabtu. Berbeda dengan pertemuan sebelumnya karena adanya perubahan jadwal pembelajaran dari bagian kurikulum, dan pertemuan sebelumnya merupakan jadwal sementara yang dikeluarkan oleh kurikulum karena tahun ajaran baru. Pada awal pertemuan ini, peneliti menanyakan informasi kehadiran siswa kemudian peneliti menanyakan materi yang dipahami pada pertemuan sebelumnya. Peneliti menyampaikan materi yang akan di pelajari tentang penjumlahan vektor secara analitis.

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 Peneliti membagikan LKS 3 yang akan dikerjakan siswa selama menonton dan memberikan link youtube kepada siswa. Lalu, siswa menonton video mengenai penjumlahan vektor secara analitis selama 30 menit dan dilanjutkan mengerjakan LKS secara individu kemudian dibahas dalam kelompok. Peneliti membimbing beberapa kelompok yang kurang paham dan setelah semuanya paham, masingmasing kelompok mengutus 1 orang untuk mengerjakan ulang LKS ke papan tulis dan memberi penjelasan secara singkat kepada kelompok lain serta kelompok lain menanggapi. Setelah itu peneliti mengoreksi jawaban dari LKS yang masih keliru. Peneliti memberikan beberapa soal untuk dikerjakan secara individu kepada siswa, dan meminta beberapa siswa untuk mengerjakan di papan tulis. Dan yang berani mengerjakan akan memperoleh point dari peneliti. Peneliti mengoreksi jawaban dari peserta didik, kemudian peneliti dan siswa sama-sama menyimpulkan materi secara keseluruhan. Peneliti mengakhiri pelajaran dengan doa. Peneliti memberitahukan kepada siswa untuk pertemuan berikutnya, siswa tetap membawa laptop dan pada saat bel masuk kelas, semua siswa duduk dalam kelompok masing-masing. d. Sabtu, 4 Agustus 2018 Pertemuan keempat ini dimulai pukul 07.15 sampai 09.30 WITA (135 menit) pada jam pelajaran ke-1 sampai ke-3. Kelas X MIA 3 memiliki jam pertemuan untuk mata pelajaran fisika sebanyak 3 Γ— 45 menit pada hari sabtu. Pada awal pertemuan ini, peneliti menanyakan informasi kehadiran siswa kemudian peneliti menanyakan materi yang dipahami pada pertemuan sebelumnya. Peneliti menyampaikan materi yang akan di pelajari tentang perkalian vektor.

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 Peneliti membagikan LKS 4 yang akan dikerjakan siswa selama menonton dan memberikan link youtube kepada siswa. Lalu, siswa menonton video mengenai penjumlahan vektor secara geometri selama 20 menit dan dilanjutkan mengerjakan LKS secara individu kemudian dibahas dalam kelompok. Peneliti membimbing beberapa kelompok yang kurang paham dan setelah semuanya paham, masingmasing kelompok mengutus 1 orang untuk mengerjakan ulang LKS ke papan tulis dan memberi penjelasan secara singkat kepada kelompok lain serta kelompok lain menanggapi. Setelah itu peneliti mengoreksi jawaban dari LKS yang masih keliru. Peneliti memberikan beberapa soal untuk dikerjakan secara individu kepada siswa, dan meminta beberapa siswa untuk mengerjakan di papan tulis. Dan yang berani mengerjakan akan memperoleh point dari peneliti. Peneliti mengoreksi jawaban dari peserta didik, kemudian peneliti dan siswa sama-sama menyimpulkan materi secara keseluruhan. Peneliti mengakhiri pelajaran dengan doa. Peneliti memberitahukan kepada siswa untuk pertemuan berikutnya merupakan pertemuan terakhir dan siswa tidak membawa laptop karena diadakan posttest. Peneliti meminta siswa untuk belajar dari latihan soal yang dibahas selama proses pembelajaran dan bisa bertanya kepada peneliti melalui whattshap e. Selasa, 7 Agustus 2018 Pertemuan kelima ini dimulai pukul 09.45 sampai 12.00 WITA (135 menit) pada jam pelajaran ke-4 sampai ke-6. Kelas X MIA 3. Pertemuan ini diadakan karena ada jam kosong di kelas X MIA 3, gurunya sedang ada halangan sehingga peneliti memiliki kesempatan untuk menggunakan jam pelajarannya. Pembelajaran diawali dengan doa kemudian peneliti memberikan soal posttest serta memberikan arahan kepada siswa

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 dalam mengerjakan soal posttest. Siswa diberikan waktu selama 90 menit untuk mengerjakan soal posttest. Sebelum posttest dimulai, peneliti memberitahukan aturan selama proses pengerjaan posttest sama seperti saat mengerjakan pretest seperti boleh menggunakan kalkulator tetapi bukan kalkulator HP, tidak berdiskusi dengan teman dan mengarahkan siswa untuk menulis nama dan kelas. Setelah mengerjakan soal posttest, peneliti meminta siswa untuk menulis kesan dan pesan yang siswa ingin sampikan kepada peneliti. Kemudian peneliti membagi souvenir kepada siswa sebagai tanda terima kasih. Dan peneliti meminta maaf atas kekhilafan peneliti saat penelitian ini berlangsung dan mohon pamit dari siswa. 2. Pelaksanaan Penelitian pada Kelas Kontrol (X MIA 2) Tabel 4.2 Jadwal Pelaksanaan Penelitian di kelas X MIA 2 SMAS Katolik Ruteng Waktu Peneliti an Jam ke Rabu, 25 Juli 2018 4-6 Kegiatan ο‚· Guru memberi salam kepada peserta didik dan peserta didik menjawab sapaan salam dari guru dan menyampaikan informasi kehadiran peserta didik ketika guru menanyakan kehadiran peserta didik. ο‚· Guru memperkenalkan diri dan diikuti oleh peserta didik. ο‚· Guru mengkondisikan kelas dan membuat kesepakatan. ο‚· Guru menginformasikan tujuan serta prosedur pembelajaran. Alokasi Waktu 20 menit

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 Waktu Peneliti an Jam ke Kegiatan ο‚· Peserta didik (dibimbing guru) untuk duduk agak berjauhan dengan teman semeja ο‚· Guru membagikan soal tes pengetahuan awal beserta lembar jawaban kepada peserta didik. ο‚· Peserta didik menyelesaikan soal dilembar jawaban yang telah tersedia. ο‚· Peserta didik mengumpulkan lembar jawaban yang terdapat penyelesaian soal. ο‚· Guru memberikan informasi bahwa pertemuan berikutnya silahkan membawa buku paket fisika. ο‚· Guru menutup pelajaran dengan salam Senin, 30 Juli 2018 1-3 ο‚· Guru memberi salam kepada peserta didik dan peserta didik menjawab sapaan salam dari guru dan menyampaikan informasi kehadiran peserta didik ketika guru menanyakan kehadiran peserta didik. ο‚· Guru merangsang peserta didik agar mengingat tentang pengertian vektor dan besaran-besaran yang merupakan besaran vektor ο‚· Guru memberikan apersepsi dengan menayangkan foto orang yang sedang melakukan kegiatan tarik tambang. β€œdari gambar, siapakah yang menjadi pemenang?” ο‚· Peserta didik merespon pertanyaan dari guru. ο‚· Guru menyampaikan tujuan pembelajaran ο‚· Guru menampilkan video berkaitan dengan vektor. Alokasi Waktu 100 menit 15 menit 15 menit 5 menit

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 Waktu Peneliti an Jam ke Kegiatan ο‚· Guru menjelaskan pengertian besaran vektor dan besaran skalar, contoh besaran vektor dan besaran skalar, dan notasi vektor ο‚· Guru memberikan contoh soal kepada peserta didik ο‚· Peserta didik bertanya mengenai materi maupun contoh soal yang belum dimengerti ο‚· Guru menjawab pertanyaan peserta didik ο‚· Guru menjelaskan penjumlahan vektor dengan metode segitiga ο‚· Guru menjelaskan penjumlahan vektor dengan metode polygon ο‚· Guru menjelaskan penjumlahan vektor dengan metode jajar genjang ο‚· Guru memberikan contoh soal kepada peserta didik ο‚· Peserta didik bertanya mengenai materi maupun contoh soal yang belum dimengerti ο‚· Guru menjawab pertanyaan dari peserta didik ο‚· Guru memberikan latihan soal kepada peserta didik ο‚· Peserta didik mengerjakan soal-soal latihan ο‚· Guru membimbing peserta didik dalam proses mengerjakan soal ο‚· Guru meminta beberapa peserta didik untuk mengerjakan soal-soal latihan yang sudah dikerjakan di depan dan kemudian menjelaskan cara penyelesaiannya ο‚· Guru dan peserta didik sama-sama membahas soal-soal latihan yang sudah dikerjakan ο‚· Guru mempersilahkan siswa untuk bertanya mengenai soal-soal yang sudah dibahas ο‚· Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi keseluruhan yang telah dipelajari ο‚· Guru menutup pelajaran dengan salam Rabu, 1-3 ο‚· Guru memberi salam kepada peserta didik dan Alokasi Waktu 25 menit 35 menit 20 menit 15 menit 15 menit 5 menit 10

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 Waktu Peneliti an 1 Agustu s 2018 Jam ke Kegiatan peserta didik menjawab sapaan salam dari guru dan menyampaikan informasi kehadiran peserta didik ketika guru menanyakan kehadiran peserta didik. ο‚· Guru dan peserta didik mereview materi pada pertemuan sebelumnya ο‚· Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. ο‚· Guru menjelaskan cara menguraikan vektor dan penjumlahan vektor secara analitis ο‚· Guru memberikan contoh soal kepada peserta didik ο‚· Peserta didik bertanya mengenai materi maupun contoh soal yang belum dimengerti ο‚· Guru menjawab pertanyaan peserta didik ο‚· Guru menjelaskan perkalian vektor ο‚· Guru memberikan contoh soal kepada peserta didik ο‚· Peserta didik bertanya mengenai materi maupun contoh soal yang belum dimengerti ο‚· Guru menjawab pertanyaan dari peserta didik ο‚· Guru memberikan latihan soal kepada peserta didik ο‚· Peserta didik mengerjakan soal-soal latihan ο‚· Guru membimbing peserta didik dalam proses mengerjakan soal Guru meminta beberapa peserta didik untuk Alokasi Waktu menit 30 menit 25 menit 30 menit mengerjakan soal-soal latihan yang sudah 15 dikerjakan di depan dan kemudian menjelaskan menit cara penyelesaiannya ο‚· Guru dan peserta didik sama-sama membahas soal-soal latihan yang sudah dikerjakan ο‚· Guru mempersilahkan siswa untuk bertanya mengenai soal-soal yang sudah dibahas 15 menit

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 Waktu Peneliti an Jam Alokasi Kegiatan ke Waktu ο‚· Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi keseluruhan yang telah dipelajari ο‚· Guru memberitahukan kepada peserta didik akan diadakan posttest pada pertemuan berikut. ο‚· Guru menutup pelajaran dengan salam ο‚· Guru memberi salam kepada peserta didik dan peserta didik menjawab sapaan salam dari guru dan menyampaikan informasi kehadiran peserta didik ketika guru menanyakan kehadiran peserta didik. ο‚· Guru meminta salah satu peserta didik untuk memimpin doa ο‚· Peserta didik (dibimbing guru) untuk duduk agak berjauhan dengan teman semeja ο‚· Guru membagikan soal tes pengetahuan akhir beserta lembar jawaban kepada peserta didik. ο‚· Peserta didik menyelesaikan soal postest dilembar jawaban yang telah tersedia. ο‚· Peserta didik mengumpulkan lembar jawaban yang terdapat penyelesaian soal. ο‚· Guru mengucapakan terimakasih dan berpamitan dengan peserta didik ο‚· Guru memimpin doa penutup ο‚· Guru meninggalkan kelas dengan memberi salam Senin, 6 1-3 Agustu s 2018 10 menit 15 menit 100 menit 20 menit a. Rabu, 25 Juli 2018 Pertemuan dilaksanakan di kelas X MIA 2 pada jam pelajaran ke-4 sampai ke-6 (135 menit) yaitu pada pukul 09.45 – 12.00 WITA. Pertemuan ini diadakan karena ada jam kosong di kelas X MIA 2, gurunya sedang ada pertemuan sehingga peneliti memiliki kesempatan untuk menggunakan jam pelajarannya. Pada pertemuan

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 ini, peneliti secara pribadi memperkenalkan diri dan berkenalan dengan setiap siswa sesuai dengan denah tempat duduk mulai dari kiri ke kanan dan seterusnya. Setelah perkenalan, peneliti memberi informasi tentang beberapa hal yang berkaitan dengan penelitian di kelas X MIA 2. Peneliti memberitahukan bahwa penelitian akan berlangsung selama 3 minggu kedepan. Peneliti juga memberikan gambaran tentang penelitian dimana kelas X MIA 2 merupakan kelas kontrol dalam penelitian ini dan menggunakan metode ceramah aktif. Setelah memberikan informasi secara singkat, peneliti menanyakan beberapa hal mengenai materi vektor untuk memastikan bahwa materi yang akan diajarkan nanti memang belum diajarkan dan belum dipelajari oleh siswa secara mendalam. Setelah memastikan, peneliti memberikan soal pretest serta memberikan arahan kepada siswa dalam mengerjakan soal pretest. Siswa diberikan waktu selama 90 menit untuk mengerjakan soal pretest. Sebelum pretest dimulai, peneliti memberitahukan aturan selama proses pengerjaan pretest seperti boleh menggunakan kalkulator tetapi bukan kalkulator HP, tidak berdiskusi dengan teman dan mengarahkan siswa untuk menulis nama dan kelas. Setelah mengerjakan soal pretest, peneliti menanyakan kepada siswa mengenai hal-hal yang berhubungan dengan proses pengerjaan pretest yang sudah dilaksanakan. Semua siswa menjawab mengalami kesulitan dalam mengerjakan pretest karena tidak paham mengenai materinya. Kemudian, materi yang diteskan belum ada dasarnya sehingga siswa tidak paham sama sekali karena merupakan materi pertama yang diajarkan sejak siswa masuk SMA. Kegiatan selanjutnya adalah peneliti meminta siswa untuk membuka buku paket yang siswa peroleh dari sekolah untuk belajar. Peneliti memulai kegiatan dengan memberikan gambaran mengenai

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 materi vektor. Dalam pembelajaran ini, siswa diperkenankan untuk belajar secara aktif seperti mengajukan pertanyaan jika merasa belum jelas. b. Senin, 30 Juli 2018 Pertemuan dilaksanakan di kelas X MIA 2 pada jam pelajaran ke-1 sampai ke-3 (135 menit) yang dimulai pukul 07.15 sampai 09.30 WITA. Pada awal pertemuan peneliti mengecek kehadiran siswa kelas X MIA 2 dan meminta siswa untuk mempersiapkan diri untuk belajar. Peneliti memberikan apersepsi yang berkaitan dengan vektor yaitu dengan menunjukkan foto kelompok orang yang melakukan tarik tambang. Selanjutnya, peneliti memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanggapi tentang gambar tersebut dan membahasnya bersama. Peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu pengenalan vektor. Peneliti menampilkan video tentang vector dengan tujuan agar peserta didik memperoleh gambaran mengenai vektor. Peneliti menjelaskan tentang pengertian besaran vektor dan besaran skalar beserta contohnya, notasi vektor, dan penjumlahan vektor secara geometri. Siswa diperkenankan untuk mengajukan pertanyaan jika merasa belum paham dengan materi yang sudah dijelaskan. Setelah itu, peneliti memberikan contoh soal kepada siswa. Kemudian peneliti memberikan latihan soal kepada siswa dan meminta beberapa siswa untuk mengerajkannya di papan tulis sambil menjelaskan kepada teman-teman. Peneliti dan siswa sama-sama membahas latihan soal yang telah dikerjakan. Peneliti dan siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari. c. Rabu, 1 Agustus 2018 Pertemuan dilaksanakan di kelas X MIA 2 pada jam pelajaran ke-4 sampai ke-6 (135 menit) yang dimulai pukul 09.45 sampai 12.00

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 WITA. Peneliti meminta jam pelajaran pada guru sejarah agar peneliti bisa melanjutkan penelitian. Pada awal pertemuan peneliti mengecek kehadiran siswa kelas X MIA 2 dan meminta siswa untuk mempersiapkan diri untuk belajar. Peneliti mereview materi pada pertemuan sebulmnya. Peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu penjumlahan vektor secara analitis dan perkalian vektor. Peneliti menjelaskan tentang penjumlahan vector secara analitis dan perkalian vektor. Siswa diperkenankan untuk mengajukan pertanyaan jika merasa belum paham dengan materi yang sudah dijelaskan. Setelah itu, peneliti memberikan contoh soal kepada siswa. Kemudian peneliti memberikan latihan soal kepada siswa dan meminta beberapa siswa untuk mengerajkannya di papan tulis sambil menjelaskan kepada teman-teman. Peneliti dan siswa sama-sama membahas latihan soal yang telah dikerjakan. Peneliti dan siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari. Peneliti memberikan informasi bahwa diadakan posttest pada pertemuan berikutnya. Siswa diminta untuk belajar dari contoh soal dan latihan soal yang telah diberikan serta buku pegangan siswa. d. Senin, 6 Agustus 2018 Pertemuan kelima ini dimulai pukul 07.15 sampai 09.30 WITA (135 menit) pada jam pelajaran ke-1 sampai ke-3. Kelas X MIA 3. Pembelajaran diawali dengan doa kemudian peneliti memberikan soal posttest serta memberikan arahan kepada siswa dalam mengerjakan soal postttest. Siswa diberikan waktu selama 90 menit untuk mengerjakan soal posttest. Sebelum posttest dimulai, peneliti memberitahukan aturan selama proses pengerjaan posttest sama seperti saat mengerjakan pretest seperti boleh menggunakan

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 kalkulator tetapi bukan kalkulator HP, tidak berdiskusi dengan teman dan mengarahkan siswa untuk menulis nama dan kelas. Setelah mengerjakan soal posttest, peneliti meminta siswa untuk menulis kesan dan pesan yang siswa ingin sampikan kepada peneliti. Kemudian peneliti membagi souvenir kepada siswa sebagai tanda terima kasih. Dan peneliti meminta maaf atas kekhilafan peneliti saat penelitian ini berlangsung dan mohon pamit dari siswa. B. Data Data pengetahuan siswa berupa nilai pretest dan posttest untuk pembelajaran Fisika drngan menggunakan metode eksperimen menggunaka internet (X MIA 3) dan metode ceramah interaktif biasa untuk kelas kontrol (X MIA 2). Data siswa yang dimasukkan yaitu data yang lengkap yang terdiri dari nilai nilai pretest dan posttest, serta siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode yang diterapkan. Jumlah siswa yang dimasukan dalam data penelitian secara keseluruhan sebnayak 60 siswa, yaitu 30 siswa kelas eksperimen dan 30 siswa kelas kontrol. 1. Nilai pretest dan posttest pada kelas eksperimen Pada tabel 4.2 ditunjukkan data hasil pretest dan posttest hasil belajar siswa kelas eksperimen pada materi vektor. Tabel 4.3 Data Nilai Pretest dan Posttest Kelas Eksperimen No. Nilai Pretest Nilai Posttest Selisih 1. 32 68 36 2. 35 52 17 3. 36 50 14 4. 20 54 34 5. 32 80 48 6. 26 64 38

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 No. Nilai Pretest Nilai Posttest Selisih 7. 32 50 18 8. 34 74 40 9. 24 48 24 10. 28 64 36 11. 22 52 30 12. 36 70 34 13. 14 40 26 14. 16 50 34 15. 34 64 30 16. 28 60 32 17. 20 62 42 18. 36 60 24 19. 20 54 34 20. 30 56 26 21. 20 40 20 22. 20 38 18 23. 20 74 54 24. 18 50 32 25. 26 48 22 26. 14 54 40 27. 30 48 18 28. 14 38 24 29. 32 48 16 30. Mean 13 25,40 42 55,06 29 29,66 Standat Deviasi 7,61 11,13 3,51

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 2. Nilai pretest dan posttest pada kelas kontrol Pada tabel 4.3 ditunjukkan data hasil pretest dan posttest hasil belajar siswa kelas kontrol pada materi vektor. Tabel 4.4 Data Nilai Pretest dan Posttest Kelas Kontrol No. Nilai Pretest Nilai Posttest Selisih 1. 34 38 4 2. 24 44 20 3. 10 16 6 4. 22 24 2 5. 16 56 40 6. 20 40 20 7. 30 36 6 8. 32 54 22 9. 36 46 10 10. 20 36 16 11. 18 50 32 12. 40 46 6 13. 28 36 8 14. 18 40 22 15. 40 42 2 16. 26 54 28 17. 34 40 6 18. 32 48 16 19. 12 54 42 20. 34 40 6 21. 38 40 2 22. 20 42 22 23. 32 40 8

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 No. Nilai Pretest Nilai Posttest Selisih 24. 10 40 30 25. 28 34 6 26. 30 48 18 27. 28 56 28 28. 26 40 14 29. 28 66 38 30. Mean 30 26,53 60 43,53 30 16,33 Standat Deviasi 8,41 10,24 5,03 C. Analisis Data Untuk mengetahui pengaruh penerapan metode eksperimen menggunakan internet terhadap hasil belajar siswa, maka hasil tes awal dan akhir (sebelum dan sesudah penerapan metode) dianalisis secara statistik menggunakan uji t dengan menggunakan program SPSS. 1. Uji t independent pretest (kelas eksperimen dan kelas kontrol) Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan pengetahuan awal siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol pada materi vektor. Hasil analisis dapat dilihat dari tabel 4.4.

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 Tabel 4.5 Perbandingan pretest kelas eksperimen kelas kontrol Group Statistics Kode N Mean Std. Deviation Std. Error Mean pretest 1.00 30 26.5333 8.41892 1.53708 2.00 30 25.4000 7.61849 1.39094 kontrol pretest eksperimen Independent Samples Test Levene's Test t-test for Equality of Means for Equality of Variances F Sig. T Df Sig. Mean (2- Differen Error tailed) ce Std. .547 58 Confidence Interval of the Differen Difference ce pretest Equal variances .022 .884 95% Lower Upper .587 1.13333 2.07300 -3.01622 5.28289 .547 57.43 .587 1.13333 2.07300 -3.01710 5.28376 kontrol assumed dan eksperi men Equal variances not assumed 1 Berdasarkan hasil perhitungan, diketahui bahwa nilai mean pengetahuan awal siswa kelas eksperimen sebesar 25.40, sedangkan pada kelas kontrol sebesar 26.53, t = 0.547 dan p= 0.587. Oleh karena nilai p= 0.587 > 𝛼 = 0.05 maka tidak signifikan. Hal ini menunjukkan tidak ada

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 perbedaan pengetahuan awal siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol pada materi vektor. Artinya kemampuan awal semua siswa adalah sama. 2. Uji t dependent pretest dan posttest pada kelas eksperimen Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah penerapan metode eksperimen menggunakan internet dapat meningkatkan pengetahuan siswa pada materi vektor. Hasil analisis terlihat pada tabel 4.5. Tabel 4.6 Perbandingan pretest dan posttest kelas eksperimen Paired Samples Statistics Mean N Std. Std. Deviation 25.4000 3 7.61849 P pretest eksperimen a Error Mean 1.39094 0 i r posttest eksperimen 55.0667 3 11.13842 1 2.03359 0 Paired Samples Test Paired Differences Mean Std. T Std. Deviatio Error n Mean 1 eksperimen - -29.66667 Sig. 95% Confidence (2- Interval of the taile d) Difference Lower Pair pretest df Upper 9.83776 1.79612 -33.34015 -25.99319 -16.517 29 .000 posttest eksperimen Berdasarkan hasil perhitungan, diketahui nilai mean yang diperoleh hasil tes pengetahuan awal siswa kelas eksperimen adalah 24.40, sedangkan pengetahuan akhir setelah pembelajaran adalah 55.06 ,

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 t = -16.51 dan p = 0.000. oleh karena p = 0.000 < 𝛼 = 0.05 maka signifikan. Hal ini menunjukkan ada perbedaan pengetahuan awal dan pengetahuan akhir pada materi vektor dengan menggunakan internet. Artinya ada peningkatan pengetahuan siswa terhadap materi tersebut pada kelas eksperimen menggunakan internet. 3. Uji t dependent pretest dan posttest kelas kontrol Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah penerapan metode ceramah interaktif dapat meningkatkan pengetahuan siswa pada materi vektor. Hasil analisis terlihat pada tabel 4.6. Tabel 4.7 Perbandingan pretest dan posttest kelas kontrol Paired Samples Statistics Mean N Std. Std. Error Mean Deviation PPretest control 26.5333 30 8.41892 1.53708 43.5333 30 10.24774 1.87097 a i rposttest control 1 Paired Samples Test Paired Differences Mean Std. Std. Error Deviation pan T (2- 95% Confidence tailed Interval of the ) Difference Pai Pretest kontrol - posttest -17.00000 12.15702 2.21958 r 1 kontrol df Sig. Lower Upper -21.53951 -12.46049 7.659 29 .000

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 Berdasarkan hasil perhitungan, diketahui nilai mean yang diperoleh hasil tes pengetahuan awal siswa kelas kontrol adalah 26.53, sedangkan pengetahuan akhir setelah pembelajaran adalah 43.53 , t = 7.65 dan p = 0.000. oleh karena p = 0.000 < 𝛼 = 0.05 maka signifikan. Hal ini menunjukkan ada perbedaan pengetahuan awal dan pengetahuan akhir pada materi vektor. Artinya ada peningkatan pengetahuan siswa terhadap materi tersebut pada kelas kontrol menggunakan ceramah interaktif. 4. Uji t independent posttest (kelas eksperimen dan kelas kontrol) Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan pengetahuan akhir siswa kelas eksperimen dengan kelas kontrol pada materi vektor. Hasil analisis pengetahuan akhir terlihat pada tabel 4.7. Tabel 4.8 Perbandingan posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol Group Statistics kode N Mean Std. Std. Error Mean Deviation 1.00 30 43.5333 10.24774 1.87097 eksperimen 2.00 30 55.0667 11.13842 2.03359 posttest kontrol dan

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 Independent Samples Test Levene's Test for Equality t-test for Equality of Means of Variances F Sig. T Df Sig. Mean (2- Equal .587 .447 -4.174 58 Std. Differenc Error taile e Differen d) ce 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper .000 -11.53333 2.76333 -17.06475 -6.00192 variances posttest assumed kontrol dan Equal -4.174 57.602 .000 -11.53333 2.76333 -17.06556 -6.00110 eksperimen variances not assumed Berdasarkan hasil perhitungan diketahui nilai mean pengetahuan akhir siswa pada materi vektor adalah 43.53 pada kelas kontrol dan 55.06 pada kelas eksperimen, t = -3.174, dan p = 0.000. Oleh karena p = 0.000 < 𝛼 = 0.05 maka signifikan. Hal ini menunjukkan ada perbedaan pengetahuan akhir siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol pada materi vektor. Artinya ada peningkatan pengetahuan siswa terhadap materi vektor pada kelas eksperimen dengan menggunakan internet daripada kelas kontrol.

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 Secara keseluruhan dapat disimpulakn bahwa metode eksperimen menggunakan internet dapat meningkatkan pengetahuan siswa pada materi vektor. Hal ini dapat dibuktikan pada perhitungan yang menunjukkan signifikannya hasil pretest dan posttest pada kelas eksperimen. Jika pembelajaran menggunakan internet dibandingkan dengan metode ceramah interaktif biasa, pembelajaran menggunakan internet lebih meningkatkan hasil belajar siswa daripada ceramah interaktif biasa. Hal ini dapat dilihat dari signifikannya hasil posttest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Proses pembelajaran selama dikelas juga sangat berbeda, di kelas kontrol siswa cendrung diam dan malu bertanya bahkan tidak ada yang bertanya sedangkan di kelas eksperimen siswa aktif dalam menonton video dari youtube dan mengerjakan LKS dengan benar serta berpotensi untuk mecari materi menggunakan link selain yang diberikan peneliti. D. Keaktifan Menggunakan Internet Berikut merupakan data keaktifan siswa dalam menggunakan internet Jumlah pemutaran video Kode siswa Pemaha man Penjumlah an secara geometri Penjumlah an secara analitis Perkalia n vektor 1 6 kali 4 kali 3 kali Mengerti 2 2 kali 4 kali 3 kali Mengerti 3 4 kali 3 kali 4 kali Mengerti 4 2 kali 3 kali 4 kali Mengerti 5 3 kali 4 kali 4 kali Mengerti 6 4 kali 5 kali 3 kali Mengerti 7 2 kali 4 kali 3 kali Biasa Keterangan Ingin mendalami tentang perkalian vektor Ingin menonton video lebih lanjut dan berulang-ulang. Ingin belajar lebih banyak lagi mengenai vektor Ingin belajar lebih banyak lagi mengenai vektor Ingin belajar lebih banyak lagi mengenai vektor Ingin belajar lebih banyak lagi mengenai vektor Ingin belajar lebih banyak

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 Jumlah pemutaran video Kode siswa Penjumlah an secara geometri Penjumlah an secara analitis Perkalia n vektor Pemaha man saja 8 3 kali 4 kali 4 kali Mengerti 9 2 kali 2 kali 3 kali 10 2 kali 4 kali 3 kali 11 3 kali 3 kali 3 kali 12 2 kali 2 kali 3 kali 13 3 kali 4 kali 3 kali 14 2 kali 3 kali 2 kali 15 2 kali 3 kali 2 kali 16 2 kali 2 kali 2 kali 17 2 kali 2 kali 2 kali 18 2 kali 2 kali 2 kali 19 2 kali 2 kali 2 kali 20 2 kali 2 kali 2 kali 21 3 kali 2 kali 2 kali Mengerti 22 4 kali 4 kali 3 kali Mengerti 23 4 kali 4 kali 3 kali Mengerti 24 6 kali 5 kali E Mengerti Biasa saja Tidak mengerti Tidak mengerti Biasa saja Sangat mengerti Biasa saja Biasa saja Biasa saja Tidak mengerti Mengerti Biasa saja Biasa saja Keterangan lagi mengenai vektor Ingin belajar lebih banyak lagi mengenai vektor Ingin belajar lebih banyak lagi mengenai vektor Ingin belajar lebih banyak lagi mengenai vektor Ingin belajar lebih banyak lagi mengenai vektor Ingin belajar lebih banyak lagi mengenai besaranbesaran fisika Ingin belajar lebih banyak lagi mengenai vektor Ingin belajar lebih banyak lagi mengenai vektor Ingin belajar lebih banyak lagi mengenai vektor Ingin belajar lebih banyak lagi mengenai vektor Ingin belajar lebih banyak lagi mengenai vektor Ingin belajar lebih banyak lagi mengenai vektor Ingin belajar lebih banyak lagi mengenai vektor Ingin belajar lebih banyak lagi mengenai vektor Ingin mengetahui cara cepat dalam mengerjakan soal-soal vektor Ingin belajar lebih banyak lagi mengenai vektor Ingin belajar dengan mencoba soal-soal vektor Ingin belajar lebih banyak lagi mengenai fisika

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 Jumlah pemutaran video Kode siswa Pemaha man Penjumlah an secara geometri Penjumlah an secara analitis Perkalia n vektor 25 2 kali 2 kali 2 kali Mengerti 26 2 kali 2 kali 2 kali Mengerti 27 2 kali 2 kali 2 kali Mengerti 28 6 kali 6 kali 3 kali Mengerti 29 3 kali 3 kali 3 kali 30 6 kali 6 kali 6 kali Data keaktifan siswa saat Biasa saja Sangat mengerti menonton Keterangan Ingin pemahaman yang lebih lanjut Ingin belajar lebih banyak lagi mengenai fisika Ingin belajar lebih banyak lagi mengenai vektor Ingin belajar lebih banyak lagi mengenai vektor Ingin belajar lebih banyak lagi mengenai vektor Ingin belajar lebih banyak lagi mengenai vektor video pembelajaran menggunakan youtube diperoleh dari angket yang dibagikan pada saat posttest pada kelas eksperimen. Siswa menonton video pembelajaran secara kelompok, tetapi angket diberikan kepada masing-masing siswa. Hal ini disebabkan karena ada beberapa siswa yang meminta download secara offline agar bisa ditonton individu di rumah masing-masing. Hasil kuisioner tersebut digunakan oleh peneliti untuk menganalisis keaktifan siswa dalam menonton youtube mengenai materi dengan menggunakan indikator yang dituliskan dalam kajian pustaka. Selama proses pembelajaran di kelas eksperimen menggunakan internet, salah satu indikator keaktifan menggunaka internet adalah jumlah siswa dalam menonton video. Rata-rata siswa menonton lebih dari tiga kali. Secara umum semua siswa menonton dikelas selama tiga kali pemutaran, namun diluar kelas atau di rumah masing-masing siswa menonton sampai enam kali. Siswa yang menonton tiga kali pemutaran merupakan anak asrama yang dalam peraturan asrama tidak diperkenankan untuk membawa

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 handphone atau laptop. Hal ini yang menyebabkan siswa kurang mengerti karena hanya mengandalkan pemutaran video dalam kelas secara kelompok, namun secara individu tidak sama sekali. Tetapi ada siswa yang meskipun hanya beberapa kali pemutaran sudah mengerti pada materi yang dipelajari. Siswa yang menonton beberapa kali secara individu masih ada yang kurang paham, namun rata-rata siswa tersebut mengerti dengan materi yang disampaikan. Setelah menonton video pembelajaran tersebut, rata-rata siswa ingin mengetahui lebih banyak lagi mengenai vektor dan ingin belajar lebih giat lagi. Peneliti memberikan tugas rumah yang dikerjakan secara kelompok kepada peserta didik hanya satu kali, dan dari tugas tersebut siswa belum mengerti dalam menyelesaikannya karena dari link youtube yang saya berikan belum jelas kemudian peneliti menyarankan kepada siswa untuk mencari sendiri diinternet dan siswa memperoleh penyelesaiannya. Penyelesaian dari tiap-tiap kelompok berbeda namun memperoleh hasil yang sama, hal ini dikarenakan siswa mencari materi diinternet dengan link yang berbeda. Siswa menonton video pembelajaran rata-rata lebih dari dua kali pemutaran dan mengerti, namun pada hasil posttest tidak begitu naik dari nilai pretest. Hal ini disebabkan karena kurangnya daya ingat siswa terhadap materi sehingga saat mengerjakan posttest siswa kurang mengerjakan secara detail. Dari hasil pengerjaan LKS dan soal latihan, nilai siswa baik karena saat pengerjaan siswa diperkenankan untuk melihat buku catatan dan boleh memutar ulang videonya. Kelebihan dalam menggunakan internet lebih khusus menggunakan video dari youtube adalah sumber materi yang lengkap dengan penyajian yang sangat menarik dilihat dari keinginan siswa untuk mengenal lebih jauh materi yang disampaikan, kemudian cara penyampaian materi yang komunikatif serta terstruktur membuat siswa lebih mengerti, bervariatif dan dapat ditonton secara berulang-ulang kapan dan dimana saja dengan cara

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 penyampaian yang sama. Apabila dibandingkan dengan ceramah interaktif biasa, siswa hanya mendengar satu kali penjelasan dari guru kemudian cara penyampaian materi pada buku paket tidak komunikatif yang membuat siswa bosan. E. Keterbatasan Penelitian Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yaitu sebagai berikut: 1. Adanya keterbatasan fasilitas, yaitu koneksi internet yang kurang lancar sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menonton video pembelajaran, maka membutuhkan sekolah yang memiliki koneksi internet yang baik. Namun sekolah yang diteliti memiliki koneksi internet yang kurang baik. 2. Youtube menyediakan materi fisika yang banyak mengenai vektor sehingga membuat peneliti lebih berhati-hati dalam memilih link yang digunakan. 3. Saat penelitian, ada siswa yang merasa bosan dan bahkan mengantuk pada saat menonton video pembelajaran secara kelompok. Hal ini disebabkan karena kondisi cuaca yang kurang baik.

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan pengolahan data dan hasil penelitian yang telah dilaksanakan terhadap peserta didik SMAS Katolik Ruteng yang berjumlah 60 siswa kelas X MIA 2 dan MIA 3, pembelajaran menggunakan internet ini efektif untuk digunakan sebagai media pembelajaran fisika. Hal ini dapat dilihat dari: 1. Hasil belajar siswa menunjukkan pembelajaran menggunakan internat pada materi vektor melalui model diskusi kelompok lebih meningkat dari pada pembelajaran menggunakan ceramah interaktif biasa pada kelas X MIA SMAS Katolik Ruteng. Berdasarkan hasil perhitungan diketahui nilai mean pengetahuan akhir siswa pada materi vektor adalah 43.53 pada kelas kontrol dan 55.06 pada kelas eksperimen, t = -3.174, dan p = 0.000. Oleh karena p = 0.000 < 𝛼 = 0.05 maka signifikan yang artinya adanya perbedaan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. 2. Keaktifan siswa selama proses pembelajaran pada kelas eksperimen dengan bantuan internet. Hal ini disebabkan karena penyajian materi pada internet lebih khusus video yang diambil dari youtube sangat menarik, komunikatif, bervariasi, dan dapat berulang B. Saran Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, terdapat beberapa hal yang dapat disarankan, yaitu: 1. Bagi Guru Metode ini bisa menjadi salah satu metode pembelajaran alternatif untuk mata pelajaran fisika agar siswa lebih bersemangat dalam belajar fisika karena dari hasil penelitian, pembelajaran menggunakan internet lebih baik dari metode ceramah interaktif biasa dan meningkatkan hasil belajar siswa. 76

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 2. Bagi Sekolah Fasilitas sekolah yang harus lebih diperhatikan oleh pihak sekolah, salah satunya adalah koneksi internet. Hal ini patut diperhatikan karena koneksi internet sangat berperan penting untuk membantu siswa dalam belajar khususnya ketika siswa menggunakan metode pembelajaran menggunakan internet. 3. Bagi Penelitian - Untuk penelitian berikutnya dengan menggunakan topik yang sama disarankan untuk melakukan penelitian sesuai dengan program semester dari sekolah yang diteliti hal ini bertujuan agar materi tidak lompat dan siswa memperoleh dasar dari materi yang diteliti. - Melakukan penelitian dengan memberikan LKS dan menggunakan model diskusi kelompok pada kedua kelas, yaitu kelas eksperimen dengan bantuan internet dan kelas kontrol dengan menggunakan ceramah interaktif biasa.

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Abdul, Majid. 2014. Penilaian Autentik Proses dan Hasil Belajar. Bandung: Rosdakarya. Aji, Supriyanto. (2005). Pengantar Teknologi Informasi. Jakarta: Salemba Infotek Djamarah & Zain. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Rineka Cipta. Foster, Bob. 2017. Akselerasi Fisika untuk SMA/MA Kelas X. Bandung: Duta Jagiyanto, Hartono, (1999). Pengantar Media Komputer dan Internet. Jakarta: Salemba Infotek Kanginan, Marthen. 2014. Fisika untuk SMA/MA kelas X Peminatan Kurikulum 2013. Jakarta: Erlangga Muhammad, Adri. (2008). Modul Pembelajaran Internet Sebagai Sumber Pembelajaran. http://muhammadadri.wordpress.com. Munir. (2008). Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bandung: Alfabetha Munir. 2013. Multimedia konsep & aplikasi dalam pendidikan. Bandung: alfabeta Nana, Sudjana. 2014. Penilaian Proses Hasil Belajar Mengajar Cetakan Kedelapan belas. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Noor, Juliansyah. 2011. Metodologi Penelitian. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup 78

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 Puji, Raharjo. (2008). Artikel Pemanfaatan Internet Dalam Pembelajaran. http://pujiraharjo/wordpress.com Purwanto. 2013. Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Sadiman, Arif, dkk. 2011. Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Silaban, P., Sucipto, E. 1985. FISIKA jilid 1 Edisi ketiga (terjemahan). Jakarta: Erlangga Suharno Widi Nugroho. (2006). Bermain Internet. Jakarta: PT Anaksaleh Pratama Suparno, Paul. 2007. Metodologi Pembelajaran Fisika Konstruktivistik & Menyenangkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Suparno, Paul. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Fisika. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Suparno, Paul. 2016. Pengantar Statistika untuk Pendidikan dan Psikologi Edisi Revisi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Taniredja, Tukiran dkk.2011. Model-Model Pembelajaran Inovatif. Bandung: alfabeta Tipler, Paul A. 1998. Fisika untuk Sains dan Teknik Jilid 1. Jakarta: Erlangga

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 Lampiran 1 Surat Permohonan Ijin Penelitian

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 Lampiran 2 Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 Lampiran 3 Soal Pretest Dan Posttest Soal-soal pretest : 1. Tuliskan masing-masing pengertian dari: a. Besaran skalar b. Besaran vektor 2. Tiga buah vektor mempunyai arah dan besar sebagai berikut! 𝑐⃗ π‘Žβƒ— Apabila vektor tersebut mampunyai besar yang sama yaitu 2 satuan yang sama dengan 2 cm pada kertas. Gambarkan resultan dari vektor tersebut dengan: a. Metode jajar genjang, π‘Ÿβƒ— = π‘Žβƒ— +𝑏⃗⃗ b. Metode segitiga π‘Ÿβƒ— = 2 π‘Žβƒ— – 𝑏⃗⃗ c. Metode polygon π‘Ÿβƒ— = π‘Žβƒ— - 𝑏⃗⃗ + 𝑐⃗ 3. Diberikan 3 buah vektor gaya seperti gambar berikut. Tentukan resultannya! βƒ—βƒ—βƒ—βƒ—βƒ— 𝐹3 = 10 N βƒ—βƒ—βƒ—βƒ— 𝐹1 = 5 N βƒ—βƒ—βƒ—βƒ—βƒ— 𝐹2 = 15 N 4. Hitunglah sudut antara dua buah vektor π‘Žβƒ— = 𝑖⃗ - 𝑗⃗ dan 𝑏⃗⃗ = 4 𝑖⃗ + 2 𝑗⃗. 5. Diberikan tiga buah vektor π‘Žβƒ— = 4 𝑖⃗ - 2 𝑗⃗ , 𝑏⃗⃗ = 3 𝑗⃗, dan 𝑐⃗ = 4 𝑖⃗. Tentukanlah: a. 𝑐⃗ βˆ™ (π‘Žβƒ— Γ— 𝑏⃗⃗) b. 𝑐⃗ Γ— (π‘Žβƒ— βˆ™ 𝑏⃗⃗)

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 Soal-soal posttest: 1. Tuliskan masing-masing tiga contoh: c. Besaran skalar d. Besaran vektor 2. Tiga buah vektor mempunyai arah dan besar sebagai berikut! 𝑐⃗ π‘Žβƒ— Apabila vektor tersebut mampunyai besar yang sama yaitu 2 satuan yang sama dengan 2 cm pada kertas. Gambarkan resultan dari kedua vektor tersebut dengan: d. Metode jajar genjang, π‘Ÿβƒ— = 2π‘Žβƒ— +𝑏⃗⃗ e. Metode segitiga π‘Ÿβƒ— = π‘Žβƒ— – 2𝑏⃗⃗ f. Metode polygon π‘Ÿβƒ— = π‘Žβƒ— + 𝑏⃗⃗ - 𝑐⃗ 3. Diberikan 3 buah vektor seperti gambar berikut. Tentukan resultannya! βƒ—βƒ—βƒ—βƒ—βƒ— 𝐹3 = 15 N βƒ—βƒ—βƒ—βƒ— 𝐹1 = 10 N βƒ—βƒ—βƒ—βƒ—βƒ— 𝐹2 = 25 N 4. Diberikan tiga buah vektor π‘Žβƒ— = 2 𝑖⃗ - 5 𝑗⃗ , 𝑏⃗⃗ = 4 𝑗⃗, dan 𝑐⃗ = 4 𝑖⃗. Tentukanlah: a. 𝑐⃗ βˆ™ (π‘Žβƒ— Γ— 𝑏⃗⃗) b. 𝑐⃗ Γ— (π‘Žβƒ— Γ— 𝑏⃗⃗)

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 Lampiran 4 Sample Lembar Jawaban Pretest siswa 1. Kelas Eksperimen

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 2. Kelas Kontrol

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 Lampiran 5 Sample Lembar Jawaban Posttest siswa 1. Kelas eksperimen

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 2. Kelas kontrol

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 Lampiran 6 Sample Angket

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 Lampiran 7 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Sekolah : Mata Pelajaran : Kelas/Semester : Alokasi Waktu : SMAK ST. FRANSISKUS XAVERIUS RUTENG Fisika X/1 5 pertemuan ( 15 JP) A. Kompetensi Kompetensi sikap spiritual dan kompetensi sikap social dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect learning) pada pembelajaran. Kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilan melalui keteladanan, pembiasaaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan dan kondisi peserta didik. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotongroyong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan social dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, KI 3 prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmupengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan procedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak KI 4 terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan Kompetensi Dasar Menerapkan prinsip penjumlahan vektor sebidang (misalnya KD 3.3 perpindahan) KI 1 KI 2 IPK 3.3.1 3.3.2 3.3.3 3.3.4 3.3.5 Menjelaskan pengertian besaran vektor. Menjelaskan pengertian besaran skalar . Menunjukkan contoh besaran vektor . Menunjukkan contoh besaran skalar . Menuliskan notasi vektor.

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 3.3.6 3.3.7 3.3.8 3.3.9 KD 4.3 IPK Menggambarkan vektor. Menentukan besar vektor. Menghitung penjumlahan vektor menggunakan metode segitiga. Menghitung penjumlahan vektor menggunakan metode jajar genjang. 3.3.10 Menghitung penjumlahan vektor mengunakan metode polygon. 3.3.11 Menguraikan vektor menjadi komponen-komponen terhadap sumbu x dan sumbu y. 3.3.12 Menghitung resultan vektor secara anlitis. 3.3.13 Menghitung perkalian titik dua buah vektor. 3.3.14 Menghitung perkalian silang dua buah vektor. Merancang percobaan untuk menentukan resultan vektor sebidang (misalnya perpindahan) beserta presentasi hasil dan makna fisisnya 4.3.1 Menggambarkan vektor dengan benar 4.3.2 Mengkomunikasikan hasil diskusi dengan benar B. Tujuan Pembelajaran Melalui langkah discoveri/inkuiri dengan sintak: stimulasi dan identifikasi masalah; mengumpulkan informasi; pengolahan informasi; verifikasi hasil; dangen eralisasi siswa dapat mencapai kompetensi pengetahuan (memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi), keterampilan (mengamati, mencoba, menyaji, dan menalar), dan sikap (jujur, tanggungjawab, dan peduli) C. Materi Pembelajaran Pengetahuan factual : οƒΌ Vektor dapat dijumlahkan dengan meresultankan kedua vektor tersebut οƒΌ Ada berbagai macam cara untuk menjumlahkan vektor, yaitu dengan menggunakan metode geometris, metode analisis dan berdasarkan komponen satuan οƒΌ Perkalian vektor Konseptual : οƒΌ Pengenalan vektor οƒΌ Operasi vektor Prosedural : οƒΌ Menyelidiki perpindahan sebagai vektor οƒΌ Menuliskan hasil resultan dari dua atau lebih vektor

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 οƒΌ Menghitung perkalian vektor Metakoqnitif : οƒΌ Menduga kekeliruan dan rekomendasi dalam menentukan arah vektor D. Metode Model Pembelajaran Metode : : E-learning : Diskusi dan Presentasi E. Media dan Sumber Belajar Alat bantu : LCD Proyektor, laptop atau handphone, papan tulis Alat dan bahan : Millimeter block Bahan ajar :Internet F. Kegiatan Pembelajaran 1. Pertemuan pertama Alokasi waktu: 3 x 45 menit Kegiatan Kegiatan guru dan siswa ο‚· Guru memberi salam kepada peserta didik dan peserta didik menjawab sapaan salam dari guru dan menyampaikan informasi kehadiran peserta didik ketika guru menanyakan kehadiran peserta didik. Pendahuluan ο‚· Guru memperkenalkan diri dan diikuti oleh peserta didik. ο‚· Guru mengkondisikan kelas dan membuat kesepakatan. ο‚· Guru menginformasikan tujuan serta prosedur pembelajaran. ο‚· Peserta didik (dibimbing guru) untuk duduk agak berjauhan dengan teman semeja ο‚· Guru membagikan soal tes pengetahuan Inti awal beserta lembar jawaban kepada peserta didik. ο‚· Peserta didik menyelesaikan soal dilembar jawaban yang telah tersedia. ο‚· Peserta didik mengumpulkan lembar jawaban yang terdapat penyelesaian soal. Penutup ο‚· Guru memberikan informasi bahwa Waktu 20 menit 100 menit 15 menit

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 pertemuan berikutnya silahkan membawa laptop atau handphone. ο‚· Guru menutup pelajaran dengan salam 2. Pertemuan kedua Alokasi waktu: 3 x 45 menit Kegiatan Kegiatan guru dan siswa Fase 1 Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa Waktu ο‚· Pendahuluan ο‚· ο‚· ο‚· Inti ο‚· Guru memberi salam kepada peserta didik dan peserta didik menjawab sapaan salam dari guru dan menyampaikan informasi kehadiran peserta didik ketika guru menanyakan kehadiran peserta didik. ο‚· Guru merangsang peserta didik agar mengingat tentang pengertian vektor dan besaran-besaran yang merupakan besaran vektor ο‚· Guru memberikan apersepsi dengan menanyakan β€œpada saat daun jatuh, kemanakah arah jatuhnya?” ο‚· Peserta didik merespon pertanyaan dari guru. ο‚· Guru menyampaikan tujuan pembelajaran Fase 2 Mendemonstrasikan pengetahuan dan ketrampilan Peserta didik (dibimbing guru) untuk membentuk kelompok. Guru membagikan LKS 1 kepada masing-masing kelompok. Guru meminta peserta didik untuk membuka youtube dan guru memberikan link youtube https://www.youtube.com/watch?v=ZMDMvKvRPmY Peserta didik menonton video yang ada di youtube tentang pengenalan vektor. ο‚· Siswa mengerjakan LKS secara individu ο‚· Siswa berdiskusi secara kelompok bagian yang belum dipahami . 5 menit 5 menit 15 menit 5 menit 10 menit

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 ο‚· Guru dan siswa secara bersama membahas materi tersebut. ο‚· Masing-masing kelompok mengumpulkan hasil diskusi. 5 menit ο‚· Guru membagikan LKS 2 kepada masing-masing kelompok, kemudian guru memberikan link video dari youtube https://www.youtube.com/watch?v=7LkHPl5z0v4 ο‚· Peserta didik menonton video yang ada di youtube tentang penjumlahan vektor secara geometris. ο‚· Siswa mengerjakan LKS secara individu ο‚· Siswa berdiskusi secara kelompok bagian yang belum dipahami . Fase 3 Mengecek pemahamam dan memberikan umpan balik ο‚· Peseta didik melaporkan hasil analisis secara kelompok dan mempresentasikan di depan kelas. ο‚· Peserta didik yang lain menanggapi hasil diskusi kelompok tersebut ο‚· Guru mempertegas hasil diskusi peserta didik. Fase 4 Memberikan kesempatan latihan materi ο‚· Guru memberikan beberapa soal tentang penjumlahan vektor secara geometri. ο‚· Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Penutup ο‚· Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi keseluruhan yang telah dipelajari ο‚· Guru menutup pelajaran dengan salam 20 menit 5 menit 10 menit 15 menit 20 menit 15 menit 5 menit

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 3. Pertemuan ketiga Alokasi waktu: 3 x 45 menit Kegiatan Pendahuluan ο‚· ο‚· ο‚· Inti ο‚· ο‚· Kegiatan guru dan siswa Fase 1 Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa ο‚· Guru memberi salam kepada peserta didik dan peserta didik menjawab sapaan salam dari guru dan menyampaikan informasi kehadiran peserta didik ketika guru menanyakan kehadiran peserta didik. ο‚· Guru dan peserta didik mereview materi pada pertemuan sebelumnya ο‚· Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Fase 2 Mendemonstrasikan pengetahuan dan ketrampilan Peserta didik (dibimbing guru) untuk membentuk kelompok. Guru membagikan LKS 3 kepada masingmasing kelompok. Guru meminta peserta didik untuk membuka youtube dan guru memberikan link youtube https://www.youtube.com/watch?v=FRuaWE1l0A Peserta didik menonton video yang ada di youtube tentang penjumlahan vektor secara analitis. Siswa mengerjakan LKS secara individu ο‚· Siswa berdiskusi secara kelompok bagian yang belum dipahami . Fase 3 Mengecek pemahamam dan memberikan umpan balik Waktu 5 menit 5 menit 30 menit 10 menit 15 menit 20 menit

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 ο‚· Peseta didik melaporkan hasil analisis secara kelompok dan mempresentasikan di depan kelas. ο‚· Peserta didik yang lain menanggapi hasil diskusi kelompok tersebut ο‚· Guru memprtegas hasil diskusi peserta didik Fase 4 Memberikan kesempatan latihan materi ο‚· Guru memberikan beberapa soal tentang penjumlahan vektor secara analitis. ο‚· Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. 30 menit 15 menit ο‚· Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi keseluruhan yang telah dipelajari ο‚· Guru menutup pelajaran dengan salam Penutup 5 menit 4. Pertemuan keempat Alokasi waktu: 3 x 45 menit Kegiatan Kegiatan guru dan siswa Fase 1 Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa Waktu ο‚· Pendahuluan Inti Guru memberi salam kepada peserta didik dan peserta didik menjawab sapaan salam dari guru dan menyampaikan informasi kehadiran peserta didik ketika guru menanyakan kehadiran peserta didik. ο‚· Guru dan peserta didik mereview materi pada pertemuan sebelumnya ο‚· Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Fase 2 Mendemonstrasikan pengetahuan dan ketrampilan ο‚· Peserta didik (dibimbing guru) untuk membentuk kelompok. ο‚· Guru membagikan LKS 5 kepada masing-masing kelompok. ο‚· Guru meminta peserta didik untuk membuka youtube dan guru memberikan link youtube 5 menit 5 menit

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 https://www.youtube.com/watch?v=3P23CaGrR9k&t=47s ο‚· Peserta didik menonton video yang ada di youtube tentang perkalian vektor. ο‚· Siswa mengerjakan LKS secara individu ο‚· Siswa berdiskusi secara kelompok bagian yang belum dipahami . Fase 3 Mengecek pemahamam dan memberikan umpan balik ο‚· Peseta didik melaporkan hasil analisis secara kelompok dan mempresentasikan di depan kelas. ο‚· Peserta didik yang lain menanggapi hasil diskusi kelompok tersebut ο‚· Guru mempertegas hasil diskusi peserta didik ο‚· ο‚· ο‚· Penutup ο‚· Fase 4 Memberikan kesempatan latihan materi Guru memberikan beberapa soal tentang perkalian vektor. Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi keseluruhan yang telah dipelajari Guru menutup pelajaran dengan salam 20 menit 15 menit 15 menit 20 menit 30 menit 20 menit 5 menit 5. Pertemuan keenam Alokasi waktu: 3 x 45 menit Kegiatan Kegiatan guru dan siswa ο‚· Guru memberi salam kepada peserta didik dan peserta didik menjawab sapaan salam dari guru dan menyampaikan informasi kehadiran peserta didik ketika guru Pendahuluan menanyakan kehadiran peserta didik. ο‚· Guru meminta salah satu peserta didik untuk memimpin doa Waktu 15 menit

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 Inti Penutup ο‚· Peserta didik (dibimbing guru) untuk duduk agak berjauhan dengan teman semeja ο‚· Guru membagikan soal tes pengetahuan akhir beserta lembar jawaban kepada peserta didik. ο‚· Peserta didik menyelesaikan soal postest dilembar jawaban yang telah tersedia. ο‚· Peserta didik mengumpulkan lembar jawaban yang terdapat penyelesaian soal. ο‚· Guru mengucapakan terimakasih dan berpamitan dengan peserta didik ο‚· Guru memimpin doa penutup ο‚· Guru meninggalkan kelas dengan memberi salam 100 menit 20 Menit

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 Lampiran 8 Lembar Kerja Siswa Lembar Kerja Siswa 1 (LKS ) Pengenalan Vektor Tujuan: Peserta didik dapat: ο‚· Menjelaskan pengertian besaran vektor. ο‚· Menjelaskan pengertian besaran skalar. ο‚· Menunjukkan contoh besaran vektor. ο‚· Menunjukkan contoh besaran skalar. ο‚· Menuliskan notasi vektor. ο‚· Menggambarkan vektor. ο‚· Menentukan besar vektor Diskusikan dengan kelompok: 1. Besaran vektor adalah: 2. Besaran skalar adalah: 3. Sebutkan 3 contoh besaran vektor:

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 4. Sebutkan 3 contoh besaran skalar: 5. Vektor a dapat dituliskan dengan: 6. Gambar vektor yang benar adalah: 7. Besar dari vektor a adalah

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 Lembar Kerja Siswa 2 (LKS) Penjumlahan Vektor Secara Geometris Tujuan: Peserta didik dapat: ο‚· Menjelaskan penjumlahan vektor menggunakan metode segitiga. ο‚· Menjelaskan penjumlahan vektor menggunakan metode jajar genjang. ο‚· Menjelaskan penjumlahan vektor mengunakan metode polygon. Diskusikan dengan kelompok: 1. Perhatikan gambar berikut! π‘Žβƒ— Gambar resultan vektor menggunakan metode segitiga dari gambar di atas dengan 𝑐⃗ = π‘Žβƒ— + 𝑏⃗⃗ !

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110 2. Dari gambar nomor 1, gambar resultan vektor menggunakan metode jajargenjang dengan 𝑑⃗ = π‘Žβƒ— βˆ’ 𝑏⃗⃗ !

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 Lembar Kerja Siswa 3 (LKS) Penjumlahan Vektor Secara Analitis Tujuan: Peserta didik dapat: ο‚· Menguraikan vektor menjadi komponen-komponen terhadap sumbu x dan sumbu y. ο‚· Menghitung resultan vektor secara anlitis. Diskusikan dengan kelompok: 1. Vektor π‘Žβƒ— dan 𝑏⃗⃗ yang masing-masing memiliki besar 3 satuan dan 2 satuan dengan membentuk sudut 45o. Tentukan besar dan arah resultan 𝑐⃗ = π‘Žβƒ— + 𝑏⃗⃗ !

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 2. Perhatikan gambar! βƒ—βƒ—βƒ—βƒ— 𝐹1 = 60 N Y βƒ—βƒ—βƒ—βƒ— 60Β° 30Β° βƒ—βƒ—βƒ—βƒ—2 ! Tentukan resultan dari βƒ—βƒ—βƒ—βƒ— 𝐹1 + 𝐹 X βƒ—βƒ—βƒ—βƒ—βƒ— 𝐹2 = 20 N

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 Lembar Kerja Siswa 4 (LKS) Perkalian Vektor Tujuan: ο‚· Menghitung perkalian titik ο‚· Menghitung perkalian silang Diskusilah dengan kelompok: βƒ—βƒ— dan 𝑏⃗⃗ = 4 𝑖⃗ + 2 𝑗⃗ - 2 π‘˜ βƒ—βƒ— . Tentukan hasil perkalian dari π‘Žβƒ— βˆ™ 𝑏⃗⃗ 1. Vektor π‘Žβƒ— = 2 𝑖⃗ + 3 βƒ—j + π‘˜ ! βƒ—βƒ— dan 𝑏⃗⃗ = 4 𝑖⃗ + 2 𝑗⃗ - 2 π‘˜ βƒ—βƒ— . Tentukan hasil perkalian dari π‘Žβƒ— Γ— 2. Vektor π‘Žβƒ— = 2 𝑖⃗ + 3 𝑗⃗ + π‘˜ 𝑏⃗⃗ !

(130)

Dokumen baru

Download (129 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
15
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Akuntansi
0
0
147
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sejarah
0
0
224
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sejarah
0
0
114
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah
0
0
225
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi
0
0
217
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah
0
0
185
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Akuntansi
0
0
190
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Program Studi Pendidikan Fisika
0
0
90
Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Fisika
0
0
87
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi
0
0
130
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sejarah
0
0
135
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah
0
0
187
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika
0
0
229
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika
0
0
218
Show more