ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP KANISIUS PAKEM PADA PEMBELAJARAN TOPIK BAHASAN KOORDINAT KARTESIUS MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gel

Gratis

0
0
268
3 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP KANISIUS PAKEM PADA PEMBELAJARAN TOPIK BAHASAN KOORDINAT KARTESIUS MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika Oleh Robertus Hansen 141414057 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP KANISIUS PAKEM PADA PEMBELAJARAN TOPIK BAHASAN KOORDINAT KARTESIUS MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika Oleh Robertus Hansen 141414057 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019 i

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO DAN PERSEMBAHAN Motto: “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” (1 Petrus 5:7) “Kita tidak mungkin jadi malaikat atau Tuhan, tetapi jangan pula jadi setan. Jadilah yang manusiawi saja, jadi manusia.” (Basuki Tjahaja Purnama) “Adil Ka’Talino, Bacuramin Ka’Saruga, Basengat Ka’Jubata”. (Semboyan Dayak Nasional) Persembahan: Dengan penuh syukur, skripsi ini aku persembahkan untuk: Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria Orangtuaku, adikku, Keluarga besarku, teman-temanku, semua orang yang kukasihi dan mengasihi aku. Terima kasih atas segala doa, dukungan, dan cinta yang selalu menyertaiku. iv

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Robertus Hansen. 141414057. 2019. Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah dan Minat Belajar Siswa Kelas VIII SMP Kanisius Pakem pada Pembelajaran Topik Bahasan Koordinat Kartesius Menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Masalah. Tujuan pada penelitian ini adalah: 1) Mengetahui kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VIII SMP Kanisius Pakem pada topik koordinat kartesius dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah; 2) Mengetahui minat belajar siswa kelas VIII SMP Kanisius Pakem pada topik koordinat kartesius dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Kanisius Pakem yang berjumlah 18 siswa. Bentuk data dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan kualitatif. Instrumen pengumpulan data berupa instrumen pembelajaran dan instrumen penelitian. Instrumen pembelajaran meliputi rencana pelaksanaan pembelajaran dan lembar kerja siswa sedangkan instrumen penelitian berupa lembar observasi, soal tes tertulis, angket minat belajar dan pedoman wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini menggunakan teori Polya dan wawancara untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah sedangkan minat belajar dideskripsikan dari hasil angket dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VIII SMP Kanisius Pakem, Yogyakarta sudah cukup baik. Hasil tes kemampuan pemecahan masalah menunjukan bahwa pada langkah memahami masalah, siswa sudah dapat menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan dari soal yang diberikan dengan baik namun pada langkah merencanakan penyelesaian masalah, beberapa siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami dan menerapkan konsep-konsep yang telah disampaikan. Kesulitan-kesulitan tersebut dapat dilihat dari kesalahan siswa dalam menentukan kedudukan titik terhadap titik asal dan titik tertentu dan menentukan garis tegak lurus terhadap sumbu koordinat. Minat belajar siswa kelas VIII SMP Kanisius Pakem, Yogyakarta berada dalam kategori berminat dan sangat berminat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran matematika. Sebanyak 38,89% siswa berada dalam kriteria beminat dan sebanyak 61,11% siswa berada dalam kriteria sangat berminat. Kata kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah, Minat Belajar, Pembelajaran Berbasis Masalah. vii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT Robertus Hansen. 141414057. 2019. Analysis of Problem Solving Abilities and Interest in Learning Class VIII Students of SMP Kanisius Pakem on the Learning Cartesian Coordinate Discussion Topic Using Problem-Based Learning Models. The purpose of this research were: 1) To find out the problem solving abilities of class VIII SMP Kanisius Pakem on cartesian coordinate topics using a problem-based learning model; 2) Knowing the learning interest of Grade VIII students of Kanisius Pakem Middle School on the Cartesian coordinate topic by using a problem-based learning model. This type of research is qualitative descriptive. The research subjects were eighth grade students of Kanisius Pakem Middle School, amounting to 18 students. The form of data in this study are quantitative and qualitative data. The instrument of data collection is in the form of learning instruments and research instruments. Learning instruments include learning implementation plans and student worksheets while the research instruments are in the form of observation sheets, written test questions, learning interest questionnaires and interview guidelines. The data analysis technique in this research is quantitative and qualitative data analysis techniques. This study uses Polya's theory and interviews to describe problem solving abilities while learning interests are described from the results of questionnaires and interviews. The results of the study showed that the problem solving ability of the eighth grade students of SMP Kanisius Pakem, Yogyakarta was quite good. The results of the problem solving ability test show that at the step of understanding the problem, students have been able to write what is known and what is asked of the questions given well but at the step of planning problem solving, some students still have difficulty understanding and applying the concepts be delivered. These difficulties can be seen from the students' mistakes in determining the position of the point towards a particular point of origin and determining the line perpendicular to the coordinate axis. The interest in learning grade VIII students at Kanisius Pakem, Yogyakarta is in the category of interest and is very interested in participating in mathematics learning activities. 38.89% of students are in beminat criteria and as many as 61.11% of students are in very interested criteria. Keywords: Problem Solving Ability, Interest in Learning, Problem-Based Learning. viii

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur atas limpahan anugerah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Matematika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Banyak hambatan dan rintangan yang penulis alami dalam proses penyusunan skripsi ini. Namun, karena anugerah-Nya, keterlibatan, dan bantuan dari berbagai pihak sehingga penulis dapat melaluinya dengan baik. Maka pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada: 1. Tuhan Yesus Kristus, sumber motivasi yang luar biasa. Terima kasih atas kasih dan karunia yang diberikan kepada penulis sehingga penulis selalu dapat menemukan solusi untuk setiap masalah. 2. Bapak Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si. selaku dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. 3. Bapak Dr. Marcellinus Andy Rudhito, S.Pd. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. 4. Bapak Beni Utomo, M.Sc. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Matematika. 5. Ibu Niluh Sulistyani, M.Pd., dosen pembimbing yang telah meluangkan waktu, tenaga, pikiran dan kesabarannya untuk membimbing penulis dalam ix

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI penyusunan skripsi. Terimakasih atas segala dukungan, motivasi, saran, dan kritik selama penyusunan skripsi ini. 6. Ibu Maria Suci Apriani, S.Pd., M.Sc. selaku dosen pembimbing akademik. 7. Ibu Bernadetha Tri Sumarwanti, S.Pd., selaku kepala sekolah SMP Kanisius Pakem, Yogyakarta yang telah memberikan kesempatan untuk melakukan penelitian. 8. Ibu MG. Sri Yuliwanti, S.Pd., selaku guru matematika kelas VIII SMP Kanisius Pakem, Yogyakarta yang telah memberikan kesempatan, bantuan, serta motivasi selama proses penelitian. 9. Kedua orang tuaku dan adikku atas dukungan, motivasi, dan doa yang terus menyertai penulis hingga dapat menyelesaikan skripsi ini. 10. Segenap dosen Pendidikan Matematika dan seluruh staf sekretariat Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sanata Dharma yang telah membimbing dan membagikan ilmunya kepada penulis selama belajar di Universitas Sanata Dharma. 11. Laurensius Diki S.Pd. dan Ria Oktavia S.Pd., selaku orang yang telah memberikan dukungan dan motivasi yang diberikan selama proses penelitian hingga akhir penyusunan skripsi. 12. Siswa-siswi kelas VIII SMP Kanisius Pakem, Yogyakarta yang telah bersedia menjadi subjek penelitian dan membantu penulis selama melakukan penelitian. 13. Teman-teman seperjuangan Pendidikan Matematika 2014 dan semua pihak yang telah memberi dukungan kepada penulis dalam menyelesaikan skrispsi ini. x

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ………………………………………………………….... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ……………………………….. ii HALAMAN PENGESAHAN …………………………………………………. iii HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN ……………………………..... iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ……………………………………….. v LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ………………….. vi ABSTRAK …………………………………………………………………….. vii ABSTRACT …………………………………………………………………….. ix KATA PENGANTAR ………………………………………………………..... x DAFTAR ISI …………………………………………………………………... xiii DAFTAR TABEL ……………………………………………………………... xvi DAFTAR GAMBAR ………………………………………………………...... xvii DAFTAR LAMPIRAN ………………………………………………………... xix BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………... 1 A. Latar Belakang …………………………………………………. 1 B. Identifikasi Masalah …………………………………………… 7 xii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II C. Rumusan Masalah ……………………………………………… 7 D. Tujuan Penelitian ………………………………………………. 8 E. Batasan Masalah ……………………………………………….. 8 F. Batasan Istilah ………………………………………………….. 9 G. Manfaat Penelitian ………………………………………........... 10 KAJIAN TEORI ………………………………………………….. 11 A. Pembelajaran Matematika ……………..……………………….. 11 B. Kemampuan Pemecahan Masalah …….………………………… 14 C. Minat Belajar……………………………………………………. 19 D. Model Pembelajaran Berbasis Masalah ………………………… 22 E. Koordinat Kartesius …………………………………………….. 28 F. Kerangka Berpikir ……………………………………………..... 34 BAB III METODE PENELITIAN ………………………………………… 36 A. Jenis Penelitian …………………………………………………. 36 B. Tempat dan Waktu Penelitian …………………………………... 36 C. Subjek dam Objek Penelitian …………………………………... 36 D. Bentuk Data …………………………………………………….. 37 E. Teknik Pengumpulan Data ……………………………………… 37 xiii

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI F. Instrumen Pengumpulan Data ………………………………….. 39 G. Teknik Analisis Data …………………………………………… 49 H. Validitas Instrumen …………………………………………….. 53 I. Prosedur Pelaksanaan Penelitian ……………………………….. 53 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ………………….. 56 A. Pelaksanaan Penelitian …………………………………………. 56 B. Keterlaksanaan Pembelajaran…………………………….…….. 57 C. Hasil Penelitian………………………………….……………… 73 D. Pembahasan ………………………………………...................... 87 E. Keterbatasan Penelitian ………………………………………… 106 PENUTUP ……………………………………………………….... 108 A. Kesimpulan …………………………………………………….. 108 B. Saran …………………………………………………………… 109 DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………….. 111 LAMPIRAN…………………………………………………………………….. 115 BAB V xiv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Langkah Pembelajaran Berbasis Masalah …………………………… 25 Tabel 3.1 Lembar Observasi Pembelajaran Berbasis Masalah ………………… 40 Tabel 3.2 Indikator Tes Hasil Belajar Siswa …….…………………………. 42 Tabel 3.3 Kisi-Kisi Minat Belajar Siswa …………………………………... Tabel 3.4 Indikator Wawancara Kemampuan Pemecahan Masalah ……….. 46 Tabel 3.5 Indikator Wawancara Minat Belajar Matematika ……………….. 47 Tabel 3.6 Kriteria Minat Belajar Siswa …………………………………….. 50 Tabel 4.1 Pelaksanaan Kegiatan Penelitian ………………………………… 56 Tabel 4.2 Hasil Belajar Siswa Kelas VIII ………………………………...... Tabel 4.3 Jumlah Siswa yang Mencapai Indikator Pembelajaran pada Soal 43 74 nomor Satu Sesuai Langkah Pemecahan Masalah ………………. 76 Tabel 4.4 Jumlah Siswa yang Mencapai Indikator Pembelajaran pada Soal Nomor Dua Sesuai Langkah Pemecahan Masalah ………………. 77 Tabel 4.5 Hasil Angket Minat Belajar Siswa Kelas VIII …………………… 78 Tabel 4.6 Kriteria Kemampuan Siswa……………………………………… Tabel 4.7 Banyak Siswa dalam Kategori Pemecahan Masalah……………… 80 xv 79

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Kuadran Kartesius………………………………………….. 28 Gambar 2.2 Titik A……………………………………………………… 30 Gambar 2.3 Titik B ……………………………………………………... 30 Gambar 2.4 Titik C ……………………………………………………... 30 Gambar 2.5 Dua Titik Berimpit ………………………………………… 30 Gambar 2.6 Dua Titik Berlainan ………………………………………... 31 Gambar 2.7 Garis AB …………………………………………............... Gambar 2.8 Garis l ……………………………………………………… 31 Gambar 2.9 Sinar Garis AB …………………………………………….. 32 Gambar 2.10 Sinar Garis PQ ……………………………………………... 32 Gambar 2.11 Ruas Garis AB ……………………………………………... 32 Gambar 2.12 Ruas Garis PQ ……………………………………………... 32 Gambar 2.13 Garis AB Sejajar Garis CD ………………………………… 33 Gambar 2.14 Garis m Sejajar Garis n …………………………………….. 33 Gambar 2.15 Garis m Berpotongan dengan Garis n ……………………… 33 Gambar 2.16 Garis AB Berpotongan Tegak Lurus dengan Garis CD……. 33 Gambar 2.17 Garis AB Berimpit dengan Garis PQ ………………………. 34 xvi 31

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Gambar 2.18 Garis k Berimpit dengan Garis l ……………………………. 34 Gambar 4.1 Hasil Pekerjaan S15 Nomor Satu ………………………………... 88 Gambar 4.2 Hasil Pekerjaan S13 Nomor Satu ………………………………... 90 Gambar 4.3 Hasil Pekerjaan S6 Nomor Satu …………………………………. 91 Gambar 4.4 Hasil Pekerjaan S18 Nomor Satu ………………………………... 92 Gambar 4.5 Hasil Pekerjaan S17 Nomor Dua ………………………………… 94 Gambar 4.6 Hasil Pekerjaan S1 Nomor Dua ………………………………….. 95 Gambar 4.7 Hasil Pekerjaan S9 Nomor Dua ………………………………….. 96 Gambar 4.8 Hasil Pekerjaan S4 Nomor Dua ………………………………….. 97 Gambar 4.9 Hasil Pekerjaan S14 Nomor Dua ………………………………… 98 xvii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN LAMPIRAN……..……………………………………………….............. 115 Lampiran A ………………………………………………………………. 116 Lampiran A.1 Surat Ijin Penelitian…………………………………..... 116 Lampiran A.2 Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian………... 117 Lampiran B ………………………………………………………………. 118 Lampiran B.1 Hasil Validitas RPP ……………………………............ 118 Lampiran B.2 Hasil Validitas Soal…………………………………..... 122 Lampiran B.3 Hasil Validitas Wawancara KPM……………………… 125 Lampiran C……………………………………………………………...... 128 Lampiran C.1 Perangkat Pembelajaran……………………………….. 128 Lampiran D ……………..………………………………………………... 167 Lampiran D.1 Hasil Validitas Angket Minat Belajar…….……………. 167 Lampiran D.2 Hasil Validitas Wawancara Minat Belajar…………….. 170 Lampiran E ………………………………………………………………. 173 Lampiran E.1 Hasil Pekerjaan S15 ……………………………………. 173 Lampiran E.2 Hasil Pekerjaan S13…………………………………..... 176 xviii

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran E.3 Hasil Pekerjaan S6 ……………………………………... 179 Lampiran E.4 Hasil Pekerjaan S18……………………………………. 182 Lampiran E.5 Hasil Pekerjaan S17…………………………………….. 185 Lampiran E.6 Hasil Pekerjaan S1…………………………………….... 188 Lampiran E.7 Hasil Pekerjaan S9 …………………………………....... 191 Lampiran E.8 Hasil Pekerjaan S14…………………………………….. 194 Lampiran F ……………………………………………………….............. 197 Lampiran F.1 Transkrip Wawancara KPM……………………………. 197 Lampiran F.2 Transkrip Wawancara Angket Minat Belajar ………….. 201 Lampiran G ………………………………………………………............. 205 Lampiran G.1 Lembar Observasi Keterlaksanaan RPP……………….. 205 Lampiran H ………………………………………………………............. 213 Lampiran H.1 Hasil Angket Minat Belajar S15……………………….. 213 Lampiran H.2 Hasil Angket Minat Belajar S13……………………….. 217 Lampiran H.3 Hasil Angket Minat Belajar S6 ………………………… 221 Lampiran H.4 Hasil Angket Minat Belajar S18……………………….. 224 Lampiran H.5 Hasil Angket Minat Belajar S17………………………. 229 xix

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran H.6 Hasil Angket Minat Belajar S1 ……………………….. 233 Lampiran H.7 Hasil Angket Minat Belajar S9………………………... 237 Lampiran H.8 Hasil Angket Minat Belajar S14………………………. 241 Lampiran I Pedoman Penskoran Tes Kemampuan Pemecahan Masalah… 245 Lampiran J Hasil Angket Minat Belajar Seluruh Siswa………………….. 246 xx

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Salah satu faktor yang mempengaruhi kemajuan dan kualitas suatu bangsa adalah kualitas sumber daya manusianya. Kualitas sumber daya manusia tentu tidak dapat terlepas dari kualitas pendidikan yang baik pula dalam bangsa tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan merupakan salah satu jembatan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dunia pendidikan mempunyai pengaruh yang cukup besar dalam membentuk dan mengembangkan pola pikir yang lebih kreatif dan inovatif. Selain itu, dunia pendidikan berperan sangat penting dalam menciptakan generasi bangsa yang bermartabat, profesional, cerdas dan humanis. Oleh karena itu, pendidikan harus menjadi perhatian yang serius dalam meningkatkan kualitas dan integritas bangsa dan negara. Berdasarkan pengalaman peneliti saat melaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL) tahun ajaran 2017/2018 di kelas VII dan wawancara dengan guru matematika di SMP Kanisius Pakem, Yogyakarta, sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan dalam memecahkan permasalahan-permasalahan matematika yang diberikan. Dari hasil pekerjaan siswa, terdapat siswa yang tidak dapat menjawab sama sekali soal yang diberikan, terdapat siswa yang tidak selesai atau tuntas menjawab soal yang diberikan dan terdapat pula siswa yang kurang teliti dalam menyelesaikan soal yang diberikan. Kesulitan yang sering dialami oleh 1

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 siswa adalah menganalisis permasalahan dan tidak dapat menerapkan konsep-konsep atau pengetahuan yang telah mereka miliki untuk menyelesaikan masalah-masalah yang diberikan. Dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari, tidak dapat dipungkiri masih banyak siswa tidak menyukai pelajaran matematika dan beranggapan bahwa matematika itu sangat membosankan. Hal ini terlihat dari sikap mereka yang acuh tak acuh dalam pembelajaran matematika dan cenderung menghiraukan proses pembelajaran yang sedang berlangsung di dalam kelas. Proses pembelajaran yang terjadi di lapangan menunjukan bahwa guru sudah dapat menyajikan suatu permasalahan nyata dalam kehidupan sehari-hari yang dijadikan acuan atau sumber belajar bagi siswa, namun tidak semua masalah yang disajikan oleh guru membuat siswa tertarik dalam mengikuti pembelajaran. Hal ini dikarenakan permasalahan yang disajikan tersebut justru menimbulkan masalah baru bagi siswa sehingga membuat siswa sulit membayangkan permasalahan yang dihadapinya. Eggen dan Don (2012) mengatakan bahwa saat memilih masalah, kita sebaiknya harus berusaha menentukan apakah siswa memiliki pengetahuan awal untuk secara efektif merancang suatu strategi demi memecahkan masalah tersebut. Banyak pelajaran matematika saat ini yang kurang memperhatikan pentingnya proses kemampuan pemecahan masalah bahkan sebagian siswa cenderung ingin memperoleh jawabannya saja tanpa memperhatikan proses mendapatkan hasil tersebut dengan cara-cara yang logis (Sudjana, 2010).

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 Pada dasarnya, aktivitas pembelajaran tidak hanya difokuskan pada upaya mendapatkan pengetahuan sebanyak-banyaknya, melainkan juga bagaimana menggunakan segenap pengetahuan yang didapat untuk menghadapi situasi baru atau memecahkan masalah-masalah khusus yang ada kaitannya dengan bidang studi yang dipelajari (Wena, 2009). Pembelajaran matematika tidak hanya menekankan pada hasil atau jawaban akhir, melainkan pada proses mendapatkan hal tersebut. Proses adalah sesuatu yang sangat amat penting dalam pelajaran matematika atau dengan kata lain, hasil atau jawaban dalam pembelajaran matematika harus berdasarkan proses yang ada. Menurut Wena (2014), pada dasarnya tujuan akhir pembelajaran adalah menghasilkan siswa yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam memecahkan masalah yang kelak dihadapi di masyarakat. Dalam pembelajaran matematika, kemampuan pemecahan masalah dapat dilihat bagaimana menghubungkan konsep dan pengetahuan-pengetahuan supaya saling berkaitan untuk mencari solusi atas permasalahan yang sedang dihadapi. Kemampuan pemecahan masalah sangat penting dalam matematika karena tanpa disadari, banyak sekali permasalahan sehari-hari yang menggunakan konsep matematika dalam menyelesaikannya. Hakikat pemecahan masalah adalah melakukan operasi prosedural urutan tindakan, tahap demi tahap secara sistematis, sebagai seorang pemula (novice) memecahkan suatu masalah (Wena, 2014). Dalam melakukan pemecahan masalah, kita harus memperhatikan prosesnya dengan baik.

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 Pemecahan masalah juga harus dilakukan dengan sistematis yang berarti bahwa dalam melakukan pemecahan masalah, kita harus berpegang pada petunjuk untuk melakukan suatu tindakan yang berfungsi untuk membantu atau mempermudah siswa dalam menyelesaikan masalah. Selain kemampuan pemecahan masalah, hal yang juga sangat penting dalam meningkatkan proses pembelajaran matematika adalah minat belajar terhadap matematika itu sendiri. Minat belajar adalah suatu keinginan atas kemauan yang disertai perhatian dan keaktifan yang disengaja yang akhirnya melahirkan rasa senang dalam perubahan tingkah laku, baik berupa pengetahuan, sikap dan keterampilan (Karwati dan Priansa, 2014). Minat belajar merupakan faktor yang sangat penting dalam pembelajaran karena jika siswa sudah memiliki minat belajar yang tinggi dalam proses pembelajaran maka tujuan pembelajaran yang ingin dicapai menjadi lebih mudah. Menurut Khodijah (2014), adanya minat terhadap objek yang dipelajari akan mendorong orang untuk mempelajari sesuatu dan mencapai hasil belajar yang maksimal karena minat merupakan komponen psikis yang berperan mendorong seseorang untuk meraih tujuan yang diinginkan, sehingga ia bersedia melakukan kegiatan berkisar objek yang diminati. Minat belajar yang masih sangat rendah terhadap proses pembelajaran matematika akan berdampak pada keterampilan siswa dalam memahami dan memecahkan suatu permasalahan. Pada saat pengalaman mengajar peneliti, siswa-siswi banyak yang beranggapan bahwa pelajaran matematika

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 merupakan mata pelajaran eksak yang sulit dimengerti sehingga perhatian mereka sangat minim, bahkan ada beberapa siswa yang menganggap bahwa dalam matematika itu kita hanya perlu belajar menghitung saja. Aktivitas mereka dalam mengikuti pembelajaran juga tergolong rendah, misalnya ada beberapa siswa yang asik dengan kegiatannya masing-masing tanpa menghiraukan penjelasan dari guru dan sangat sulit mengerjakan latihan serta mengumpulkan tugas yang diberikan. Hal ini menunjukkan bahwa minat belajar mereka masih rendah terhadap pelajaran matematika. Menurut Dalyono (2010), minat belajar yang besar cenderung menghasilkan prestasi belajar yang tinggi, sebaliknya minat belajar yang kurang akan menghasilkan prestasi yang rendah. Kurangnya minat belajar ini tidak boleh dibiarkan terus menerus karena jika tidak cari solusinya maka akan berdampak pada penolakan terhadap mata pelajaran matematika itu sendiri. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan minat belajar siswa terhadap matematika adalah dengan menerapkan model pembelajaran tertentu yang dapat menarik perhatian dan dirasakan penting bagi kehidupan mereka. Salah satu model pembelajaran yang dapat dipilih dalam upaya meningkatkan keterampilan pemecahan masalah dan minat belajar siswa adalah model pembelajaran berbasis masalah. Model pembelajaran ini sangat cocok dengan kondisi kelas yang aktif karena dengan pembelajaran ini, siswa diharapkan dapat menemukan sendiri masalah yang relevan dan dapat mengidentifikasi dan menyelesaikannya dengan baik.

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 Menurut Moffit (Rusman, 2014), pembelajaran berbasis masalah merupakan suatu model pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensi dari materi pelajaran. Penerapan model pembelajaran berbasis masalah sangat tepat dalam melatih pola pikir dan analisis kemampuan pemecahan masalah dalam konteks kehidupan sehari-hari sehingga menimbulkan perhatian siswa dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Model pembelajaran berbasis masalah merupakan salah satu model pembelajaran yang cukup sering saat ini digunakan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran karena dengan model pembelajaran ini, siswa dihadapkan dengan masalah nyata yang mengharuskan mereka berpikir dalam menyelesaikannya. Model pembelajaran berbasis masalah sangat penting dalam meningkatkan minat belajar siswa. Hal ini dikarenakan model pembelajaran berbasis masalah dapat menarik perhatian siswa dalam pembelajaran dengan memberikan permasalahan nyata dalam kehidupan sehari-hari yang dapat dicari solusinya dengan matematika. Berdasarkan pemaparan diatas, sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan dalam memanfaatkan konsep atau pengetahuan yang telah diperoleh untuk menyelesaikan permasalahan matematika dalam kehidupan sehari-hari dan selama kegiatan pembelajaran, mereka juga menunjukan kurangnya minat dalam belajar matematika. Oleh karena itu,

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 peneliti melakukan penelitian yang berjudul “Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah dan Minat Belajar Siswa Kelas VIII SMP Kanisius Pakem pada Pembelajaran Topik Bahasan Sistem Koordinat dengan Menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Masalah”. B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, peneliti mengidentifikasi beberapa permasalahan, yaitu: 1. Kemampuan analisis dan penalaran siswa dalam pemecahan masalah masih rendah. 2. Minat belajar siswa dalam pembelajaran matematika yang masih rendah. 3. Perlu adanya model pembelajaran tertentu yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan minat belajar siswa. C. Rumusan Masalah Berdasarkan identifikasi permasalahan diatas, peneliti merumuskan beberapa permasalahan, yaitu: 1. Bagaimana kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VIII SMP Kanisius Pakem pada pembelajaran topik bahasan koordinat kartesius dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah?

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 2. Bagaimana minat belajar siswa kelas VIII SMP Kanisius Pakem pada pembelajaran topik bahasan koordinat kartesius dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah? D. Tujuan Penelitian Beberapa tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk: 1. Mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VIII SMP Kanisius Pakem pada pembelajaran topik bahasan koordinat kartesius dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah. 2. Mendeskripsikan minat belajar siswa kelas VIII SMP Kanisius Pakem pada pembelajaran topik bahasan koordinat kartesius dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah. E. Batasan Masalah Pada penelitian ini, masalah akan dibatasi meliputi subjek penelitian adalah siswa kelas VIII Kasih SMP Kanisius Pakem tahun ajaran 2018/2019. Topik bahasan dalam penelitian ini adalah koordinat kartesius dengan kompetensi dasarnya yaitu menjelaskan kedudukan titik dan garis dalam bidang koordinat kartesius yang dihubungkan dengan masalah kontekstual.

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 F. Batasan Istilah Pada Penelitian ini memiliki beberapa batasan istilah untuk menghindari penafsiran yang berbeda dan mewujudkan kesatuan pandangan dan pemikiran. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa istilah sebagai berikut: 1. Kemampuan Pemecahan Masalah Kemampuan pemecahan masalah adalah suatu kemampuan untuk menemukan jalan keluar atau mencari solusi dari segala bentuk permasalahan yang sedang dihadapi menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya secara sistematis dan logis. 2. Minat Belajar Minat belajar adalah suatu keinginan atau kehendak dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu yang dilandasi rasa suka dan rasa ketertarikan tanpa ada yang menyuruh. 3. Model Pembelajaran Berbasis Masalah Pembelajaran berbasis masalah adalah suatu model pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar berpikir kritis sehingga dapat mengasah keterampilan pemecahan masalah dan memperoleh pengetahuan secara ilmiah.

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 G. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut: 1. Bagi Siswa a. Siswa dapat mengetahui tingkat kemampuannya dalam memecahkan masalah dan dapat menentukan strategi dalam penyelesaikan masalah. b. Meningkatkan minat belajar siswa dalam pembelajaran matematika. 2. Bagi Guru a. Guru dapat mengetahui tingkat kemampuan pemecahan masalah pada masing-masing siswanya. b. Guru dapat mengetahui minat belajar siswa terhadap mata pelajaran matematika. 3. Bagi Peneliti a. Menambah pengetahuan peneliti dalam mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematika. b. Menambah pengetahuan peneliti dalam mengetahui minat belajar siswa terhadap pembelajaran matematika. c. Sebagai bekal pengetahuan bagi peneliti sebagai calon guru matematika dalam membimbing dan memfasilitasi siswa terkait topik bahasan koordinat kartesius.

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II KAJIAN TEORI A. Pembelajaran Matematika Pembelajaran merupakan suatu usaha untuk menciptakan suatu kondisi bagi terciptanya suatu kegiatan belajar yang memungkinkan siswa memperoleh pengalaman belajar yang memadai (Rusmono, 2012). Pembelajaran bukan sekedar trasnsfer ilmu dari guru kepada siswa, melainkan suatu proses kegiatan, yaitu terjadi interaksi antara guru dengan siswa serta antara siswa dengan siswa (Jihad dan Haris, 2013). Pembelajaran akan berjalan dengan baik apabila adanya interaksi yang tumbuh dalam kegiatan belajar. Dalam pembelajaran, sumber-sumber belajar yang akan digunakan harus disesuaikan dengan kondisi siswa di lapangan sehingga memungkinkan siswa untuk saling berdinamika dan bertukar pengetahuan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Amir dan Risnawati (2016) mengatakan bahwa pembelajaran matematika adalah suatu proses belajar mengajar yang dibangun oleh guru untuk mengembangkan kreatifitas berpikir siswa yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa, serta dapat meningkatkan kemampuan mengkonstruksi pengetahuan baru sebagai upaya meningkatkan penguasaan yang baik terhadap materi matematika. Belajar matematika bukan hanya tentang menggunakan rumus dan menghafal. Menurut Sudjana (Rahman dan Amri, 2014) belajar juga merupakan proses melihat, mengamati dan 11

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 memahami sesuatu. Selama proses belajar, kita dituntut untuk terus menerus mengembangkan kemampuan analisis dan penalaran atau logika dalam melihat, mengamati dan memahami suatu permasalahan. Dalam pembelajaran matematika, baik guru maupun siswa secara bersama-sama menjadi pelaku terlaksananya tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran akan mencapai hasil yang maksimal apabila pembelajaran berjalan secara efektif. Pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang mampu melibatkan seluruh siswa secara aktif. Proses belajar mengajar yang dapat memungkinkan cara belajar siswa aktif harus direncanakan dan dilaksanakan secara tepat. Ada berberapa prinsip belajar yang dapat menunjang tumbuhnya cara belajar siswa aktif yakni stimulus belajar, perhatian dan motivasi, respon yang dipelajari, penguatan dan umpan balik (Ahmadi dan Widodo, 2013). Rohmah (2015) mengatakan bahwa untuk mendapatkan hasil belajar dalam bentuk perubahan harus melalui proses tertentu yang dipengaruhi oleh faktor dari dalam dan dari luar individu. Berikut faktor-faktor dari dalam dan luar yang mempengaruhi proses dan hasil belajar siswa, antara lain: 1. Faktor dari Dalam a. Fisiologi 1) Kondisi fisik 2) Kondisi Panca Indra

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 b. Psikologi 1) Bakat 2) Minat 3) Kecerdasan 4) Motivasi 5) Kemampuan Kognitif 2. Faktor dari Luar a. Lingkungan 1) Alam 2) Sosial b. Instrumental 1) Kurikulum/ Bahan Pelajaran 2) Guru/Pengajar 3) Sarana dan Fasilitas 4) Administrasi/Manajemen Amir dan Risnawati (2016) mengatakan bahwa kualitas pembelajaran dapat dilihat dari segi proses dan segi hasil. Pertama, dari segi proses, pembelajaran dikatakan berhasil dan berkualitas apabila seluruhnya atau sebagian besar peserta didik terlibat secara aktif, baik fisik, mental maupun sosial dalam proses pembelajaran. Kedua, dari segi hasil, pembelajaran dikatakan efektif apabila terjadi perubah tingkah laku kearah positif dan tercapainya tujuan pembelajaran yang diharapkan, misalnya dari

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 yang tidak tahu menjadi tahu tentang konsep matematika dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. B. Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika berperan penting dalam mengatasi permasalahan sehari-hari. Banyak masalah yang dapat diselesaikan dengan matematika. Priansa (2017) mengatakan bahwa masalah adalah suatu kondisi yang memuat peserta didik untuk menyelesaikan suatu hal, tetapi ia tidak mampu menyelesaikannya sementara Suherman, dkk. (2003) mengatakan bahwa suatu masalah biasanya memuat suatu situasi yang mendorong seseorang untuk menyelesaikannya akan tetapi tidak tahu secara langsung apa yang harus dikerjakan untuk menyelesaikannya. Lidinilah (2009) mengatakan bahwa masalah dalam pembelajaran matematika dapat disajikan dalam bentuk soal tidak rutin yang berupa soal cerita, penggambaran fenomena atau kejadian, ilustrasi gambar atau teka-teki. Oleh karena itu, sangat diperlukan adanya keterampilan kemampuan pemecahan masalah. Handoyo (Lidinillah, 2009) menyebutkan jenis-jenis masalah matematika adalah sebagai berikut: 1. Masalah translasi, merupakan masalah kehidupan sehari-hari yang untuk menyelesaikannya perlu translasi dari bentuk verbal ke bentuk matematika. 2. Masalah aplikasi, memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyelesaikan masalah dengan menggunakan berbagai macammacam keterampilan dan prosedur matematika.

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 3. Masalah proses, biasanya untuk menyusun langkah-langkah merumuskan pola dan strategi khusus dalam menyelesaikan masalah. Masalah seperti ini dapat melatih keterampilan siswa dalam menyelesaikan masalah sehingga menjadi terbiasa menggunakan strategi tertentu. 4. Masalah teka-teki, seringkali digunakan untuk rekreasi dan kesenangan sebagai alat yang bermanfaat untuk tujuan afektif dalam pembelajaran matematika. Berdasarkan pemaparan dari beberapa ahli diatas, maka dapat disimpulkan bahwa masalah matematika adalah suatu pertanyaan yang dapat berupa soal cerita, gambaran kejadian, ilustrasi gambar atau teka-teki yang dirasa penting untuk dicari solusinya tetapi cara atau pemikiran untuk menyelesaikannya itu tidak langsung muncul. Menurut Dalyono (2010) belajar pemecahan masalah pada dasarnya adalah belajar menggunakan metode-metode ilmiah atau berpikir secara sistematis, logis, teratur dan teliti yang tujuannya ialah untuk memperoleh kemampuan atau kecakapan kognitif untuk memecahkan masalah secara rasional, lugas dan tuntas. Pemecahan masalah merupakan suatu aktivitas intelektual untuk mencari penyelesaian masalah yang dihadapi dengan menggunakan bekal pengetahuan yang sudah dimiliki sebagai usaha mencari jalan keluar dari suatu kesulitan, mencapai suatu tujuan yang tidak dengan segera dicapai.

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 Menurut Polya (Upu, 2013), pemecahan masalah merupakan suatu usaha mencari jalan keluar terhadap suatu tujuan yang tidak begitu mudah segera dapat dicapai. Djamarah (Susanto, 2013) mengatakan bahwa pemecahan masalah merupakan suatu metode berpikir, sebab dalam pemecahan masalah dapat digunakan metode-metode lainnya yang dimulai dengan pencarian data sampai kepada penarikan kesimpulan. Pemecahan masalah merupakan tujuan dan fokus dalam pembelajaran matematika yang harus terus menerus dibiasakan dan dilatih dalam kegiatan pembelajaran matematika. Krulik dan Rudnik (Lidinilah, 2009) mengatakan bahwa pemecahan masalah sebagai suatu usaha individu menggunakan pengetahuan, keterampilan dan pemahamannya untuk menemukan solusi dari suatu masalah. Pemecahan masalah merupakan penerapan dari pengetahuan dan keterampilan untuk mencapai tujuan pembelajaran dengan tepat. Berdasarkan pemaparan dari beberapa ahli diatas, maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah adalah suatu kemampuan untuk menemukan jalan keluar atau mencari solusi dari segala bentuk permasalahan yang sedang dihadapi menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya secara sistematis dan logis. Kemampuan pemecahan masalah matematika merupakan tujuan utama dari pembelajaran matematika dalam setiap jenjang pendidikan. Kemampuan pemecahan masalah matematika harus tetap dan selalu dilatih disetiap jenjang pendidikan karena matematika itu sendiri tidak dapat terlepas dari

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 aktivitas kita sehari-hari. Sudarman (Amir dan Risnawati, 2016) mengatakan bahwa semua masalah kehidupan yang membutuhkan pemecahan secara cermat dan teliti mau tidak mau harus berpaling kepada matematika. Menurut Polya (Amir dan Risnawati, 2016), pemecahan masalah memuat empat langkah, yakni: 1. Memahami Masalah Tanpa adanya pemahaman terhadap masalah yang diberikan, siswa tidak mungkin mampu menyelesaikan masalah tersebut dengan benar. Tahap ini meliputi beberapa komponen, yaitu: a. Identifikasi apa yang diketahui dari masalah tersebut. b. Identifikasi apa yang hendak dicari. c. Mengabaikan hal-hal yang tidak relevan dengan permasalahan. 2. Merencanakan Penyelesaian Masalah Kemampuan ini sangat tergantung pada pengalaman siswa dalam menyelesaikan masalah. Semakin bervariasi pengalaman siswa, ada kemungkinan siswa akan kreatif dalam menyusun rencana penyelesaian masalah. Dalam merencanakan pemecahan masalah, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan siswa, antara lain:

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 a. Membuat tabel, grafik atau diagram. b. Menyederhanakan permasalahan dengan membagi menjadi bagian-bagian. c. Menggunakan rumus. d. Menyelesaikan masalah yang ekuivalen. e. Menggunakan informasi yang diketahui untuk mengembangkan informasi baru. 3. Menyelesaikan Masalah Sesuai Rencana Pada tahap ini, rencana penyelesaian yang telah dibuat, baik secara tertulis maupun tidak, selanjutkan dilakukan penyelesaian masalah sesuai dengan rencana yang dianggap paling cepat dan tepat. 4. Melakukan Pengecekan Kembali Terhadap Semua Langkah yang telah dikerjakan. Pada langkah terakhir ini, kesalahan-kesalahan yang tidak perlu dapat terkoreksi kembali sehingga siswa dapat sampai pada jawaban yang benar dan sesuai dengan masalah yang diberikan. Terdapat empat komponen untuk mereview suatu penyelesaian, yakni: a. Cek kembali hasilnya. b. Menginterpertasikan jawaban yang telah diperoleh. c. Mencoba cara lain untuk memperoleh jawaban yang sama.

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 d. Mengecek Apakah ada kemungkinan penyelesaian lain dalam permasalahan yang kita selesaikan. C. Minat Belajar Menurut Kamisa (Khairani, 2014) minat diartikan sebagai kehendak, keinginan atau kesukaan. Minat sangat besar pengaruhnya terhadap aktivitas belajar. Siswa yang berminat terhadap mata pelajaran tertentu, misalnya pelajaran matematika akan mempelajari matematika dengan sungguh-sungguh dan merasa senang saat mengikuti kegiatan pembelajaran tersebut. Djaali (2012) mengatakan bahwa minat adalah rasa suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh. Bila minat terhadap sesuatu sudah dimiliki seseorang, maka ia akan menjadi potensi bagi orang yang bersangkutan untuk dapat meraih sukses dibidang itu, sebab minat akan melahirkan energi yang luar biasa untuk berjuang mendapatkan apa yang dia minati (Khairani, 2014). Proses belajar akan berjalan lancar apabila disertai dengan minat karena menurut Hardjana (Khairani, 2014) mengatakan bahwa minat belajar adalah kecendrungan hati untuk belajar mendapatkan informasi, pengetahuan, kecakapan melalui usaha pengajaran atau pengalaman. Minat merupakan suatu perasaan dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu. Menurut Slameto (2003), siswa yang berminat dalam belajar adalah memiliki kecendrungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang sesuatu yang telah dipelajari secara terus-menerus, ada rasa suka dan senang terhadap sesuatu yang diminatinya, memperoleh suatu

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 kebanggaan dan kepuasan pada suatu yang diminati, lebih menyukai hal yang lebih menjadi minatnya dari pada hal yang lainnya dan memanifestasikan melalui pertisipasi pada aktivitas dan kegiatan. Minat merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam pembelajaran. Belajar yang dilandasi minat yang tinggi akan memberikan dorongan untuk terus giat dan tekun belajar. Menurut Djamarah (2002) indikator minat belajar yaitu rasa suka/senang, pernyataan lebih menyukai, adanya rasa ketertarikan adanya kesadaran untuk belajar tanpa di suruh, berpartisipasi dalam aktivitas belajar, memberikan perhatian. Menurut Slameto (2010) beberapa indikator minat belajar yaitu: perasaan senang, ketertarikan, penerimaan, dan keterlibatan siswa. Dari beberapa definisi yang dikemukakan mengenai indikator minat belajar tersebut diatas, dalam penelitian ini menggunakan indikator minat yaitu: 1. Perasaan Senang Perasaaan senang merupakan perasaan yang muncul dalam diri seseorang karena melakukan sesuatu yang dikehendakinya tanpa ada paksaan dari pihak lain. Perasaan senang sangat mempengaruhi minat belajar siswa. Semakin siswa tersebut memiliki minat belajar yang tinggi maka perasaan yang ia rasakan semakin senang dalam mengikuti pelajaran. Dalam proses pembelajaran, perasaan senang dapat terlihat dimana siswa tersebut tidak ada perasaan bosan dan jenuh dalam mengikuti pelajaran.

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 2. Keterlibatan Siswa Keterlibatan siswa sangat erat kaitannya dengan minat belajar. Siswa yang memiliki minat belajar yang tinggi maka ia cenderung terlibat aktif dalam setiap aktivitas pelajaran tersebut. Keterlibatan siswa dapat dilihat dalam proses pembelajaran, dimana siswa aktif dalam bertanya, menjawab pertanyaan dari guru atau menyampaikan kritik dan saran dan aktif dalam diskusi serta peduli dengan kesulitan yang dialami oleh temantemannya. 3. Ketertarikan Siswa Ketertarikan merupakan suatu perasaan yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Minat memiliki kaitan yang sangat erat dengan ketertarikan. Pada dasarnya, siswa yang memiliki ketertarikan terhadap suatu pelajaran maka minat belajar terhadap suatu pelajaran tersebut semakin tinggi. Siswa yang memiliki ketertarikan dalam pelajaran tertentu maka ia cenderung tidak menunda-nunda waktu pada saat diminta mengerjakan tugas-tugas yang diberikan. 4. Perhatian Siswa Minat sangat erat kaitannya dengan perhatian. Siswa yang memiliki minat belajar yang tinggi dalam suatu pelajaran maka ia akan selalu memperhatikan pelajaran tersebut dengan

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 sungguh-sungguh. Siswa yang memiliki minat terhadap pelajaran tertentu maka ia akan berkonsentrasi, memperhatikan dan mendengarkan penjelasan dari guru dan teman-temannya dalam proses pembelajaran tersebut. D. Model Pembelajaran Berbasis Masalah Model pembelajaran berbasis masalah adalah model pembelajaran yang berdasar pada masalah-masalah yang dihadapi siswa terkait dengan KD yang sedang dipelajari siswa (Kosasih, 2014). Tujuan dari pembelajaran berbasis masalah bukan hanya pada penguasaan pengetahuan siswa saja, tetapi diharapkan dengan menggunakan model pembelajaran ini, siswa memiliki kemampuan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah serta sekaligus mengembangkan diri mereka sendiri untuk secara aktif membangun pengetahuan sendiri. Menurut Tan (Rusman, 2014), Pembelajaran Berbasis Masalah (PMB) merupakan inovasi dalam pembelajaran karena dalam PMB kemampuan berpikir siswa betul-betul dioptimalisasi melalui proses kerja kelompok atau tim yang sistematis, sehingga siswa dapat memperdaya, mengasah, menguji dan mengembangkan kemampuan berpikirnya secara berkesinambungan. Menurut Ward dan Stepien (Ngalimun, 2014), pembelajaran berbasis masalah adalah suatu model pembelajaran yang melibatkan siswa untuk memecahkan suatu masalah melalui tahap-tahap metode ilmiah sehingga siswa dapat mempelajari pengetahuan yang

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 berhubungan dengan masalah tersebut sekaligus memiliki keterampilan untuk memecahkan masalah. Dalam pembelajaran berbasis masalah, guru memfasilitasi dan mendampingi siswa baik secara individu maupun kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran. Menurut Ambarjaya (2012), model pembelajaran berbasis masalah dapat diartikan sebagai rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan pada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah. Model pembelajaran berbasis masalah akan berlangsung dengan baik apabila para siswa sudah memiliki kemampuan berpikir kritis terhadap suatu fenomena atau permasalahan. Jika siswa memiliki kemampuan berkritis yang kurang baik, maka guru harus mendorong atau memberi stimulus yang menantang siswa untuk berpikir dan memberi kebebasan untuk berpendapat serta berinisiatif dalam bertindak. Berdasarkan pemaparan dari beberapa ahli diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Model pembelajaran berbasis masalah adalah model pembelajaran yang menggunakan konteks atau masalah kehidupan seharihari (tantangan dunia nyata) untuk belajar berpikir kritis dan mengasah keterampilan pemecahan masalah supaya memperoleh pengetahuan secara ilmiah.

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 Menurut Rusman (2014), karakteristik pembelajaran berbasis masalah adalah sebagai berikut: 1. Permasalahan menjadi starting point dalam belajar. 2. Permasalahan yang diangkat adalah permasalahan yang ada di dunia nyata yang tidak terstruktur. 3. Permasalahan membutuhkan perspektif ganda (multiple perspective). 4. Permasalahan menantang pengetahuan yang dimiliki oleh siswa, sikap dan kompetensi yang kemudian membutuhkan idetifikasi kebutuhan belajar dan bidang baru dalam belajar. 5. Belajar pengarahan diri menjadi hal yang utama. 6. Pemanfaaat sumber pengetahuan yang beragam, penggunaanya dan evaluasi sumber informasi merupakan proses yang esensial dalam pembelajaran berbasis masalah. 7. Belajar adalah kaloboratif, komunikasi dan kooperatif. 8. Pengembangan keterampilan inquiry dan pemecahan masalah sama pentingnya dengan penguasaaan isi pengetahuan untuk mencari solusi dari sebuah permasalahan. 9. Keterbukaan proses dalam pembelajaran berbasis masalah meliputi sintesis dan integrase dari sebuah proses belajar. 10. Pembelajaran melibatkan evaluasi dan review pengalaman siswa dan proses belajar.

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 Berdasarkan karakteristik diatas, diperlukan tahap-tahap pembelajaran yang dapat membuat siswa tertarik dalam mengikuti pembelajaran. Menurut Rusmono (2012), tahap-tahap dalam pembelajaran berbasis masalah disajikan dalam tabel berikut ini. Tabel 2.1 Langkah Pembelajaran Berbasis Masalah Tahap Pembelajaran Perilaku Guru Tahap 1: Mengorganisasikan siswa Guru kepada masalah menginformasikan tujuan tujuan- pembelajaran, mendeskripsikam kebutuhan- kebutuhan logistic penting dan memotivasi siswa agar terlibat dalam kegiatan pemecahan masalah yang mereka pilih sendiri. Tahap 2: Mengorganisasikan siswa Guru membantu siswa menentukan untuk belajar dan mengatur tugas-tugas belajar yang berhubungan dengan masalah itu. Tahap 3: Membantu penyelidikan Guru mandiri dan kelompok mendorong mengumpulkan siswa untuk informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen, mencari penjelasan dan solusi. Tahap 4: Mengembangkan dan Guru membantu mempresentasikan hasil karya serta merencanakan pameran dan siswa dalam menyiapkan hasil karya yang sesuai seperti

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 laporan, rekaman video dan model serta membantu mereka berbagi karya mereka. Tahap 5: Menganalisis mengevaluasi proses dan Guru membantu siswa melakukan pemecahan refleksi masalah atas penyelidikan dan proses-proses yang mereka gunakan. Menurut Sanjaya (2011), pembelajaran berbasis masalah memiliki keunggulan dan kelemahan, yaitu: 1. Keunggulan a. Meningkatkan aktivitas pembelajaran siswa. b. Membantu siswa mentransfer pengetahuan untuk memahami masalah dalam kehidupan nyata. c. Membantu siswa mengembangkan pengetahuan barunya dan bertanggung jawab dalam pemebelajaran yang dilakukan. d. Memperlihatkan bahwa setiap mata pelajaran pada dasarnya merupakan cara berpikir dan sesuatu yang harus dimengerti oleh siswa, bukan hanya sekedar belajar dari guru atau dari bukubuku saja. e. Mengembangkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis dan mengembangkan kemampuan siswa menyesuaikan dengan pengetahuan baru. f. Mengaplikasikan pengetahuan yang dimiliki dalam dunia nyata.

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 g. Mengembangkan minat belajar siswa secara terus-menerus belajar sekalipun belajar pada pendidikan formal telah berakhir. 2. Kelemahan a. Manakala siswa tidak memiliki minat atau tidak mempunyai kepercayaan bahwa masalah yang dipelajari sulit untuk dipecahkan, maka mereka akan enggan untuk mencobanya. b. Keberhasilan pembelajaran berbasis masalah membutuhkan cukup waktu untuk persiapan. c. Tanpa pemahaman mengapa siswa berusaha untuk memecahkan masalah yang sedang dipelajari, maka siswa tidak akan belajar tentang apa yang ingin dipelajari. Model pembelajaran berbasis masalah dilakukan dengan adanya pemberian rangsangan berupa masalah-masalah yang kemudian dilakukan pemecahan masalah oleh siswa yang diharapkan dapat menambah keterampilan siswa dalam pencapaian materi pembelajaran. Penerapan model pembelajaran berbasis masalah diharapkan dapat membantu siswa menjadi terampil dalam memecahkan masalah, baik yang berkaitan dengan masalah akademik ataupun kehidupan mereka sehari-hari.

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 E. Sistem Koordinat Kartesius Sistem koordinat adalah suatu cara yang digunakan untuk mendeskripsikan posisi atau letak suatu titik pada bidang (Vossler, 2000). Beberapa sistem koordinat yang sering kita kenal adalah sistem koordinat kartesius, sistem koordinat polar, sistem koordinat tabung dan sistem koordinat bola. Sistem koordinat dalam dua dimensi terdiri dari sistem koordinat kartesius dan sistem kordinat polar. Menurut Swokowski (2009), koordinat kartesius dibentuk oleh dua garis yang saling berpotongan tegak lurus, dimana titik perpotongan kedua garis tersebut disebut titik asal. Dua garis yang saling berpotongan tersebut dikenal dengan sumbu-X dan sumbu-Y serta membagi bidang koordinat kartesius menjadi 4 Kuadran seperti gambar dibawah ini: absis ordinat Gambar 2.1 Kuadran Kartesius

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 Berdasarkan gambar 2.1 diatas, dapat kita lihat nilai masing-masing kuadran dalam bidang koordinat kartesius. Berikut masing-masing nilai dalam kuadran koordinat kartesius. Kuadran I : sumbu-x positif dan sumbu -y positif. Kuadran II : sumbu -x negatif dan sumbu-y positif. Kuadran III : sumbu -x negatif dan sumbu-y negatif. Kuadran IV : sumbu -x positif dan sumbu-y negatif. Pada koordinat kartesius, posisi titik ditulis dalam himpunan pasangan berurut (x,y). Bilangan x menyatakan jarak titik itu dari sumbuY dan bilangan y menyatakan jarak titik itu dari sumbu-X. Pada bidang koordinat diatas, titik P memiliki koordinat (-2,1) dengan -2 disebut absis sedangkan 1 disebut ordinat serta begitu pula pada titik Q yang memiliki koordinat (2,3) dengan 2 disebut absis dan 3 disebut ordinat. Roebijanto (2014) dalam bukunya yang berjudul “Geometri, Pengukuran dan Statistik” mengatakan bahwa dalam struktur geometri modern khususnya dan matematika pada umumnya, terdapat istilahistilah yang disepakati dan menjadi pedoman bagi semua orang dalam mempelajari geometri, matematika atau cabang matematika yang lain. istilah-istilah tersebut adalah meliputi: unsur-unsur yang tidak didefinisikan, unsur-unsur yang didefinisikan, aksioma atau postulat dan teorema atau dalil atau rumus. Unsur-unsur yang tidak didefinisikan atau pengertian pangkal adalah konsep primitif yang mudah dipahami dan sulit dibuat definisinya, seperti titik, garis dan bidang.

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 Titik adalah konsep abstrak yang tidak berwujud atau tidak berbentuk, tidak mempunyai ukuran, tidak mempunyai berat, atau tidak mempunyai panjang, lebar, atau tinggi. Titik adalah ide atau gagasan abstrak yang hanya memiliki kedudukan untuk menunjukan suatu lokasi. Bannett Jr, A. B dan Nelson L.T (Roebijanto, 2014) menyatakan: “One fundamental notion in geometry is that of a point. All geometric figures are sets of point”. Hal ini mengisyaratkan bahwa “titik” adalah sebuah hal yang paling mendasar untuk mempelajari geometri. Titik dapat digambarkan dengan sebuah noktah. Titik diberi nama dengan menggunakan huruf kapital yang diletakan didekat titik tersebut seperti contoh berikut ini. A Gambar 2.2 Titik A B Gambar 2.3 Titik B C Gambar 2.4 Titik C Berikut beberapa kedudukan 2 titik dalam bidang. 1. Dua titik berimpit Dua titik berimpit adalah dua titik yang menempati posisi yang sama. A B Gambar 2.5 Dua Titik Berimpit

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 2. Dua titik berlainan Dua titik berlainan adalah dua titik yang tidak menempati posisi yang sama. A B Gambar 2.6 Dua Titik Berlainan Garis adalah konsep yang tidak dapat dijelaskan dengan menggunakan kata-kata yang sederhana atau kalimat yang mudah dimengerti. Oleh karena itu, garis juga dikelompokkan kedalam unsur yang tidak didefinisikan. Garis adalah ide atau gagasan abstrak yang bentuknya lurus, memanjang ke dua arah, tidak terbatas atau tidak bertitik akhir, dan tidak tebal. Garis dapat dimodelkan dengan hasil goresan alat tulis pada bidang tulis, kertas, atau papan tulis dengan bentuk yang lurus. Dalam memberi sebuah garis dapat dilakukan dengan menggunakan sebuah huruf kecil pada salah satu ujung garis. B A l Gambar 2.7 Garis AB Gambar 2.8 Garis l Sinar garis dan ruas garis adalah konsep yang dikembangkan dari titik dan garis. Sinar garis adalah bagian dari garis yang memanjang ke satu arah dengan panjang tidak terhingga. Dalam membuat sebuah sinar garis dapat dilakukan dengan membuat gambar sebuah titik sebagai titik pangkal dan dipanjangkan ke satu arah. Dalam memberi nama sebuah

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 sinar garis biasanya menggunakan dua hurup kapital. Huruf pertama diletakkan pada pangkal sinar garis, dan huruf ke dua diletakkan pada salah satu titik di bagian yang memanjang dari sinar tersebut. P B Q A Gambar 2.10 Sinar Garis PQ Gambar 2.9 Sinar Garis AB Ruas garis adalah himpunan titik-titik dengan kedudukan memanjang dan posisi lurus serta dibatasi oleh dua buah titik. Dalam memberi nama sebuah ruas garis dapat menggunakan dua huruf besar yang diletakkan di ujung-ujung ruas garis tersebut. Berikut beberapa contoh ruas garis. Q B A Gambar 2.11 Ruas Garis AB P Gambar 2.12 Ruas Garis PQ Berikut beberapa kedudukan 2 Garis dalam Bidang 1. Dua garis sejajar Dua buah garis dikatakan sejajar apabila garis-garis tersebut tidak akan pernah berpotongan walaupun dipanjangkan sampai tidak terhingga. Garis yang sejajar selalu mempunyai

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 jarak yang sama antara titik pada garis yang satu dengan garis lainnya. Berikut beberapa contoh garis-garis yang sejajar. B A m D C n Gambar 2.14 Garis m sejajar Garis n Gambar 2.13 Garis AB Sejajar Garis CD 2. Dua garis berpotongan Dua buah garis dikatakan saling berpotongan apabila garis tersebut terletak pada satu bidang datar dan mempunyai tepat satu titik potong atau titik persekutuan. Dua garis saling berpotongan memiliki keadaan yang khusus yaitu perpotongan kedua garis tersebut membentuk sudut 90º (saling tegak lurus). m A n C D B Gambar 2.15 Garis m Berpotongan dengan Garis n Gambar 2.16 Garis AB Berpotongan Tegak Lurus dengan Garis CD

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 3. Dua garis berimpit Dua buah garis dikatakan saling berimpit apabila garis tersebut terletak pada satu garis lurus pada suatu bidang. Pada dua garis yang berimpit minimal terdapat dua titik persekutuan. A B P Q Gambar 2.17 Garis AB Berimpit dengan Garis PQ k l Gambar 2.18 Garis k Berimpit dengan Garis l F. Kerangka Berpikir Sekolah merupakan lembaga formal yang dibentuk untuk memperoleh pengetahuan dan pendidikan melalui kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan peserta didik. Namun, sering kali kita temui, banyak aktivitas kegiatan pembelajaran sekolah, khususnya pelajaran matematika dilakukan secara monoton, sehingga proses belajar menjadi membosankan, tidak menarik, menyebabkan siswa mengantuk bahkan membuat siswa tidak berminat untuk mengikuti rangkaian pembelajaran. Banyak pembelajaran saat ini kurang menekankan pada konsep pemecahan masalah. Dalam aktivitas pembelajarannya, sering kali kita temukan di lapangan bahwa persoalan-persoalan yang diberikan kurang membuat siswa bernalar dalam menyelesaikan masalah. Pembelajaran matematika adalah pembelajaran yang lebih menekankan pada proses

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 berpikir yang kritis dan kreatif untuk menyelesaikan permasalahan. Pembelajaran matematika seharusnya mendorong kemampuan pemecahan masalah yang dilandasi dengan penalaran yang logis untuk menarik kesimpulan atau solusi dari suatu permasalahan. Dalam mendorong proses berpikir matematis, diperlukan model pembelajaran yang tepat dan inovatif. Pembelajaran harus menekankan pada kemampuan pemecahan masalah sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi siswa. Pembelajaran matematika yang menyajikan suatu masalah tertentu, yang biasanya permasalahan tersebut tanpa disadari pernah dialami siswa tentu akan perhatian dan minat belajar siswa. Minat belajar siswa yang tinggi tentunya akan berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah dan prestasi belajar siswa. Salah satu model pembelajaran yang tepat untuk digunakan dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan mendorong minat belajar siswa adalah model pembelajaran berbasis masalah. Model pembelajaran ini menyajikan permasalahan nyata sehari-hari yang dapat menarik perhatian dan membuat siswa aktif dalam belajar. Pembelajaran ini juga berfungsi untuk melihat sejauh mana kemampuan pemecahan masalah yang ditunjukan oleh siswa melalui pola pikir mereka terhadap suatu permasalahan yang diberikan.

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang ditujukan untuk menggambarkan suatu fenomena yang ada tanpa mengadakan manipulasi data, melainkan memaparkan kondisi yang sebenarnya apa adanya (Sukardi, 2003). Penelitian kualitatif (Qualitative research) adalah suatu penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran orang secara individu maupun kelompok (Sukmadinata, 2008). B. Tempat dan Waktu Penelitian Pada penelitian ini, lokasi atau tempat dilakukan penelitian yaitu di SMP Kanisius Pakem, Yogyakarta. Waktu penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2018 - Januari 2018 dan waktu pengambilan datanya pada bulan September 2018. C. Subjek dan Objek Penelitian Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Kanisius Pakem, Yogyakarta pada tahun ajaran 2018/2019 dan objek penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah dan minat belajar siswa pada pembelajaran koordinat kartesius menggunakan model pembelajaran berbasis masalah. 36

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 D. Bentuk Data Bentuk data yang diperoleh dalam penelitian ini terdiri dari data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif berupa data skor hasil belajar siswa dan data skor hasil angket minat belajar siswa sedangkan pada data kualitatif berupa data keterlaksanaan pembelajaran dan data minat belajar siswa. E. Teknik Pengumpulan Data Teknik Pengumpulan data dalam penelitian ini dibagi menjadi tiga, yaitu: 1. Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran Observasi adalah proses pengumpulan data untuk mendapatkan data primer terkait proses pembelajaran yang dilaksanakan, yaitu dengan cara melakukan pengamatan langsung dan sistematis dengan alat indra. Observasi dilakukan saat kegiatan pembelajaran berlangsung untuk memperoleh data keterlaksanaan rencana pembelajaran. Observasi dilakukan dilakukan oleh seorang observer dengan memberikan tanda checklist pada lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran yang menyatakan keterlaksanaan atau tidaknya kegiatan yang dilakukan selama pembelajaran. 2. Teknik Tes Lestari (2015) mengatakan bahwa pengumpulan data melalui teknik tes dilakukan dengan memberikan instrumen tes yang terdiri dari seperangkat pertanyaan/soal untuk memperoleh data mengenai

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 kemampuan siswa terutama pada aspek kognitif. Peneliti membuat permasalahan atau soal terkait materi sistem koordinat dari kehidupan sehari-hari, kemudian meminta subjek penelitian untuk menyelesaikannya. Soal tes tertulis tersebut dibuat dalam bentuk uraian sehingga subjek membutuhkan strategi dan pola pikir yang tepat dalam menyelesaikannya. Tujuan tes tertulis ini supaya peneliti dapat mengetahui kemampuan pemecahan masalah terkait materi sistem koordinat. 3. Penyebaran Angket Sugiyono (2013) mengatakan bahwa angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan penyebaran angket untuk mengetahui minat siswa dalam pelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah. Daftar pertanyaan yang dibuat oleh peneliti merupakan pernyataan-pernyataan yang berkaitan dengan minat belajar siswa terhadap topik bahasan sistem koordinat. 4. Wawancara Lestari (2015) mengatakan bahwa pengumpulan data melalui wawancara dilakukan dengan memberikan serangkaian pertanyaan yang diajukan secara langsung oleh peneliti kepada responden. Wawancara bertujuan untuk mendukung atau mengetahui tingkat kemampuan pemecahan masalah dan menggali lebih dalam terkait

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 minat belajar siswa. Dalam penelitian ini, wawancara dilakukan setelah tes kemampuan pemecahan masalah dan penyebaran angket. F. Instrumen Pengumpulan Data 1. Instrumen Pembelajaran Instrumen pembelajaran merupakan alat yang digunakan peneliti untuk mendukung proses kegiatan pembelajaran. Instrumen pembelajaran pada penelitian ini Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Siswa (LKS). a. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan alat pembelajaran yang dibuat supaya menjadi pedoman bagi peneliti dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. RPP pada penelitian ini dirancang untuk 5 kali pertemuan yang memuat materi koordinat kartesius dengan rincian pelaksanaan 4 kali pertemuan untuk kegiatan pembelajaran dan 1 kali pertemuan untuk melaksanakan tes kemampuan tertulis. b. Lembar Kerja Siswa Lembar Kerja Siswa (LKS) digunakan peneliti selama proses pembelajaran dan dikerjakan siswa dalam kelompok. Penggunaan LKS dalam pembelajaran berbasis masalah diharapkan dapat membantu peneliti dalam mengembangkan kemampuan pemecahan masalah siswa.

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 2. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian merupakan alat yang digunakan peneliti untuk memperoleh data-data atau informasi yang relevan bagi peneliti. Instrumen penelitian ini berupa lembar observasi, soal-soal tes tertulis, angket dan pedoman wawancara. a. Lembar Observasi Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan lembar observasi untuk mengetahui keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran. Berikut lembar observasi yang digunakan peneliti selama kegiatan pembelajaran. Tabel 3.1 Lembar Observasi Pembelajaran Berbasis Masalah NO ASPEK YANG DIAMATI I PRA PEMBELAJARAN 1 YA Guru memeriksa kesiapan siswa dalam mengikuti pembelajaran. II MEMBUKA PEMBELAJARAN 1 Guru mengucapkan salam pembuka. Guru mengingatkan kembali materi-materi 2 pembelajaran yang sudah dipelajari sebelumnya. 3 III A Guru menyampaikan indikator dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN Mengorganisasikan Siswa kepada Masalah Guru memberikan permasalahan sehari- 1 hari yang berkaitan dengan materi yang akan dipelajari. TIDAK

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 2 3 B 1 2 Siswa mengamati permasalahan yang diberikan oleh guru. Guru memberikan LKS berkaitan dengan materi yang sedang dipelajari. Mengorganisasikan Siswa untuk Belajar Guru bertanya kepada siswa untuk membuat siswa fokus dalam belajar. Siswa bertanya kepada guru terkait materimateri yang belum dimengerti. Guru meminta siswa untuk menyelesaikan 3 LKS yang telah diberikan secara kelompok. C Membantu Penyelidikan Mandiri atau Kelompok Siswa mencari informasi-informasi yang 1 relevan dengan materi yang sedang dipelajari, baik secara mandiri maupun kelompok. 2 D Guru mendampingi siswa yang kesulitan dalam kegiatan pembelajaran. Mengembangkan dan Mempresentasikan Hasil Karya serta Pameran 1 Guru meminta siswa untuk menuliskan jawaban di papan tulis. Siswa menuliskan atau menyampaikan 2 jawaban yang diperoleh kepada temantemannya. E Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 Siswa mengamati jawaban temannya dan 1 memberikan komentar terhadap hasil penyelesaiannya. 2 Guru memberikan memberikan penguatan terhadap hasil pekerjaan siswa. Guru 3 bersama-sama dengan siswa merefleksikan dan menyimpulkan terkait materi yang telah dipelajari. IV 1 2 PENUTUP Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari selanjutnya. Guru mengucapkan salam penutup b. Soal Tes Tertulis Dalam penelitian ini, peneliti memberikan soal tes tertulis untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah siswa. Berikut kisikisi soal tes tertulis terkait materi koordinat kartesius. Tabel 3.2 Indikator Tes Hasil Belajar Siswa Materi : Koordinat Kartesius Kompetensi Dasar 3.2 Menjelaskan kedudukan titik dan garis dalam bidang koordinat kartesius yang dihubungkan dengan masalah kontekstual. Nomor Indikator Pembelajaran Soal 3.2.1 Menentukan kedudukan suatu titik terhadap sumbu-X 1.a, 1.b dan sumbu-Y yang berkaitan dengan masalah seharihari.

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 3.2.2 Menentukan kedudukan suatu titik terhadap titik asal 1.c, (0,0) yang berkaitan dengan masalah sehari-hari. 3.2.3 1.d, Menentukan kedudukan suatu titik terhadap titik 1.e, 1.f, tertentu (a,b) yang berkaitan dengan masalah sehari- 2.a, 2.b hari. 3.2.4 Menentukan kedudukan garis yang tegak lurus 2.c dengan sumbu-X yang berkaitan dengan masalah sehari-hari. 3.2.5 Menentukan kedudukan garis yang tegak lurus 2.d dengan sumbu-Y yang berkaitan dengan masalah sehari-hari. c. Angket Minat Belajar Dalam penelitian ini, angket digunakan untuk mengetahui minat belajar siswa pada pembelajaran matematika. Berikut rincian kisikisi angket minat belajar matematika siswa. Tabel 3.3 Kisi-Kisi Minat Belajar Siswa No Item No 1. Aspek Perasaan Senang Kisi-kisi Jumlah Positif Negatif 1, 15 3, 21 a. Senang mengikuti pembelajaran matematika. 6

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 b. Kepuasan dalam mengerjakan soal-soal 7 23 2, 19 9, 14 yang diberikan. 2. Keterlibatan Siswa a. Aktif dalam proses pembelajaran. b. Aktif dalam 6 membantu teman yang 8 20 6 11, 22 mengalami kesulitan belajar. 3. Ketertarikan a. Rasa ingin tahu Siswa dan dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan. 7 b. Antusias dalam mengikuti dan mempelajari materi pembelajaran. 17 24

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 c. Antusias dalam mempersiapkan materi yang telah 25 4 12 16 di sampaikan. 4. Perhatian a. Mendengarkan Siswa dan berkonsentrasi terhadap materimateri yang disampaikan. 6 b. Memiliki kesadaran dan perhatian untuk 18, 13 10, 5 belajar dengan sungguhsungguh. d. Pedoman wawancara Dalam penelitian ini, terdapat dua pedoman wawancara, yaitu pedoman wawancara kemampuan pemecahan masalah dan pedoman wawancara minat belajar. Berikut rincian pedoman-pedoman wawancara tersebut:

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 1. Pedoman Wawancara Kemampuan Pemecahan Masalah Berikut ini pedoman wawancara yang digunakan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah siswa. Tabel 3.4 Indikator Wawancara Kemampuan Pemecahan masalah Indikator Pertanyaan Wawancara Menentukan letak dan 1. Apa yang diketahui dari soal batas permasalahanpermasalahan tersebut? 2. Apa yang ditanyakan dari soal tersebut? Menentukan 3. Apakah kamu mencoba rancangan mengingat-ingat konsep penyelesaian dari matematika dari materi yang permasalahan telah dipelajari sebelumnya untuk menyelesaikan soal tesebut? 4. Apakah konsep tersebut sudah tepat untuk digunakan dalam menyelesaikan soal tersebut? Menggunakan rancangan 5. Apakah kamu dapat menerapkan konsep-konsep yang telah kamu

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 penyelesaian untuk rancang untuk menyelesaikan mencari solusi dari permasalahan tersebut? permasalahan 6. Apakah kamu mengalami kesulitan dalam menerapkan rancangan penyelesaian tersebut? Melakukan 7. Apakah kamu mencari alternatif pengamatan dan lebih atau cara yang lain dalam lanjut menyelesaikan soal tersebut? 8. Apakah kamu mengecek kembali hasil pekerjaanmu setelah kamu berhasil menyelesaikan soal tersebut? 2. Pedoman Wawancara Minat Belajar Matematika Berikut ini pedoman wawancara yang digunakan utnuk mengetahui minat belajar siswa dalam belajar matematika. Tabel 3.5 Indikator Wawancara Minat Belajar Matematika Indikator Pertanyaan Wawancara Mengemukan 1. Bagaimana perasaan kamu perasaan-perasaan selama mengikuti pembelajaran matematika?

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 saat pembelajaran matematika Menyebutkan sikap- 2. Bagaimana sikapmu jika tidak sikap yang memahami materi yang mencerminkan disampaikan? keterlibatan siswa 3. Bagaimana tindakanmu jika dalam pembelajaran mengetahui ada teman yang matematika tidak memahami materi yang disampaikan? Menyebutkan hal-hal 4. Apakah kamu mempersiapkan yang mencerminkan materi pembelajaran yang akan ketertarikan siswa dipelajari keesokan harinya? dalam belajar 5. Apakah kamu mencari cara-cara matematika. atau konsep matematika yang relevan untuk mengerjakan soalsoal latihan yang diberikan oleh guru? Menyebutkan hal-hal 6. Apakah kamu membuat yang mencerminkan rangkuman dan catatan siswa memperhatikan mengenai materi-materi yang selama pembelajaran telah disampaikan? matematika 7. Apakah kamu berkonsentrasi atau fokus pada saat guru

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 menyampaikan materi pelajaran? G. Teknik Analisis Data 1. Analisis Data Keterlaksanaan Rencana Rancangan Pembelajaran Data keterlaksanaan rencana rancangan pembelajaran diperoleh dari lembar pengamatan setiap pertemuan kegiatan pembelajaran. Lembar pengamatan ini bertujuan untuk memberikan pedoman atau acuan bagi peneliti untuk meningkatkan kualitas kegiatan pembelajaran di kelas. Data yang telah diperoleh dari lembar pengamatan ini akan dideskripsikan untuk menjadi refleksi peneliti selama melaksanakan rencana pembelajaran. 2. Analisis Data Kemampuan Pemecahan Masalah Data kemampuan pemecahan masalah yang diperoleh dari hasil belajar siswa diolah dengan pemberian skor pada setiap soal yang telah diberikan. Pemberian skor pada setiap soal berpedoman pada rubrik penilaian yang telah ada. Data hasil belajar siswa yang telah diperoleh dari pemberian skor tersebut akan terlihat dari setiap indikator pencapaian kompetensi pada soal yang diberikan. Dari setiap indikator pencapaian tersebut akan dilihat setiap langkah-langkah pemecahan masalah oleh Polya dan dilakukan analisis berupa deskripsi untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah siswa. Berdasarkan hasil belajar dan langkah-langkah pemecahan yang telah diperoleh tersebut

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 akan dibandingkan dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sehingga dapat dilihat kemampuan siswa dalam memecahan masalah. 3. Analisis Data Minat Belajar Peneliti menganalisis data angket minat belajar secara deskriptif. Angket minat belajar diberikan kepada responden, yaitu siswa kelas VIII SMP Kanisius, Pakem setelah mengerjakan tes kemampuan pemecahan masalah. Angket terdiri dari 25 butir pernyataan yang terdiri dari beberapa pernyataan positif dan pernyataan negatif. Pada setiap pernyataan diberi skor 1 sampai 4. Skor maksimal yang diperoleh siswa adalah 100, sehingga untuk memperoleh persentase skor siswa (𝑃𝑆) dapat dihitung dengan cara: 𝑃𝑆 = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 × 100 % 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 Berikut kriteria minat belajar setiap siswa (Arikunto, 2005) Tabel 3.6 Kriteria Minat Belajar Siswa Interval (%) Kriteria 𝑃𝑆 ≤ 20 Tidak Berminat (TM) 40 < 𝑃𝑆 ≤ 60 Cukup Berminat (CM) 80 < 𝑃𝑆 ≤ 100 Sangat Berminat (SM) 20 < 𝑃𝑆 ≤ 40 Kurang Berminat (KM) 60 < 𝑃𝑆 ≤ 80 Berminat (B)

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 4. Analisis Data Wawancara Seluruh proses yang terjadi dalam wawancara ditranskrip dengan apa adanya, baik berupa jawaban lisan maupun gerak-gerik tubuh subjek penelitian yang mengungkapkan proses berpikir siswa. Data hasil wawancara dianalisis secara kualitatif yang dikemukan oleh Miles dan Huberman (Basrowi dan Suwandi, 2008) mencangkup tiga kegiatan yang bersamaan, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan (verifikasi). a. Reduksi Data Reduksi data merupakan proses pemilihan, pemusatan perhatian, pengabstraksian dan pentransformasian data kasar dari lapangan. Proses ini berlangsung selama penelitian dilakukan, dari awal sampai akhir penelitian. Pada awal, misalnya melalui kerangka konseptual, permasalahan, pendekatan pengumpulan data yang diperoleh. Selama pengumpulan data, misalnya membuat ringkasan, kode, mencari tema-tema, menulis memo dan lain-lain. Reduksi merupakan bagian dari analisis, bukan terpisah. Fungsinya untuk menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu dan mengorganisasikan sehingga interpretasi bias ditarik. Dalam proses reduksi ini, peneliti benar-benar mencari data yang yang benar-benar valid. Ketika peneliti menyangsikan kebenaran data yang diperoleh akan dicek ulang dengan informan lain yang dirasa lebih mengetahuinya.

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 b. Penyajian Data Penyajian data adalah sekumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan untuk menarik kesimpulan dengan pengambian tindakan. Bentuk penyajiannya antara lain berupa teks naratif, matrik, grafik, jaringan dan bagan. Tujuannya adalah untuk memudahkan membaca dan menarik kesimpulan. Oleh karena itu, sajiannya harus tertata secara apik. Penyajian data juga merupakan bagian dari analisis, bahkan mencakup pula reduksi data. Dalam proses ini, peneliti mengelompokkan hal-hal yang serupa menjadi kategori atau kelompok satu, kelompok dua, kelompok tiga dan seterusnya. masing-masing kemompok terseubt menunjukkan tipologi yang ada sesuai dengan rumusan masalahnya. Masingmasing tipologi terdiri atas sub-sub tipologi yang bisa jadi merupakan urut-urutan atau prioritas kejadian. Dalam tahap ini, peneliti juga melakukan display (penyajian) data secara sistematik agar lebih mudah untuk dipahami interaksi antar bagian-bagiannya dalam konteks yang utuh bukan segmental atau fragmental terlepas satu dengan lainnya. c. Penarikan Kesimpulan/Verifikasi Penarikan kesimpulan hanyalah sebagian dari suatu kegiatan dari konfigurasi yang utuh. Kesimpulan-kesimpulan juga diverifikasi selama penelitian berlangsung. Makna-makna yang muncul dari data harus diuji kebenaran dan kesesuaiannya sehingga

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 validitasnya terjamin. Dalam tahap ini, peneliti membuat rumusan proposisi yang terkait dengan prinsip logika, mengangkatnya sebagai temuan penelitian, kemudian dilanjutkan dengan mengkaji secara berulang-ulang terhadap data yang ada, pengelompokan data yang telah terbentuk dan proposisi yang telah dirumuskan. H. Validitas Instrumen Pada penelitian ini, instrumen-instrumen penelitian yang telah disusun dilakukan validitas untuk menguji kelayakannya. Validitas instrumen dilakukan dengan mengajukan instrumen-instrumen tersebut untuk dinilai keabsahannya kepada validator. Para validator akan diminta pendapatnya mengenai instrumen-instrumen yang telah disusun dan memberikan keputusan apakah instrumen tersebut layak digunakan atau tidak untuk dilanjutkan pada tahap penelitian. Dalam penelitian ini, uji kevalidannya dengan penilaian oleh pakar, yaitu dosen Pendidikan matematika. I. Prosedur Pelaksanaan Penelitian Pada penelitian ini, peneliti membagi kegiatan menjadi beberapa tahap. Berikut beberapa tahap yang dilakukan oleh peneliti: 1. Tahap Pertama Tahap awal yang dilakukan oleh peneliti adalah menyusun proposal penelitian yang dibimbing oleh dosen pembimbing.

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 2. Tahap Kedua Peneliti melakukan perijinan, antara lain: a. Menghubungi pihak terkait, yaitu kepala sekolah dan guru matematika SMP Kanisius Pakem, Yogyakarta. b. Meminta surat pengantar dari Universitas untuk mendapatkan ijin melakukan penelitian di SMP Kanisius Pakem, Yogyakarta. c. Menyusun instrumen-instrumen penelitian. 3. Tahap Ketiga Peneliti melakukan pelaksanaan penelitian, antara lain: a. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah dirancang. b. Melakukan tes kepada siswa untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah. c. Melakukan penyebaran angket minat belajar kepada para siswa. d. Melakukan wawancara kepada siswa untuk menggali informasi terkait kemampuan pemecahan masalah sekaligus mengetahui minat belajar matematika.

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 4. Tahap Keempat Peneliti melakukan analisis data terhadap hasil tes tertulis untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah sekaligus menganalisis minat belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah. 5. Tahap Kelima Peneliti melakukan penarikan kesimpulan dari data-data yang telah dianalisis.

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV PEMBAHASAN A. PELAKSANAAN PENELITIAN Penelitian dilaksanakan di SMP Kanisius Pakem, Yogyakarta pada semester gasal Tahun Ajaran 2018/2019 di kelas VIII. Subjek penelitian ini sebanyak 18 siswa yang terdiri dari 13 siswa dan 5 siswi. Penelitian dilaksanakan dalam 5 kali pertemuan didalam kelas yang dimulai pada tanggal 3 September 2018 sampai dengan tanggal 13 September 2018 dengan rincian kegiatan sebagai berikut. Tabel 4.1 Pelaksanaan Kegiatan Penelitian No Hari, Tanggal 1 Waktu (WIB) Kegiatan Penelitian Senin, 3 September 10.35-11.15 Pertemuan pertama, kegiatan 2018 pembelajaran yaitu menentukan jarak titik terhadap sumbu-sumbu koordinat. 2 Selasa, 4 September 07.00-08.20 Pertemuan kedua, kegiatan 2018 pembelajaran yaitu menentukan kedudukan titik terhadap titik asal dan titik tertentu. 3 Kamis, 6 September 07.10-08.30 Pertemuan ketiga, kegiatan 2018 pembelajaran yaitu menentukan kedudukan garis sejajar dan tegak lurus sumbu-sumbu koordinat. 56

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 4 Senin, 10 September 10.35-11.15 Pertemuan keempat, kegiatan 2018 pembelajaran yaitu mengerjakan latihan soal pada buku paket untuk bahan mempersiapkan tes hasil belajar. 5 Senin, 13 September 07.10-08.30 Pertemuan kelima, kegiatan 2018 pembelajaran yaitu melaksanakan tes tertulis untuk mengetahui hasil belajar siswa. Selama penelitian, peneliti bertindak sebagai guru yang melaksanakan kegiatan pembelajaran bersama siswa di dalam kelas. Pada saat kegiatan penelitian, peneliti dibantu oleh satu rekan mahasiswa Pendidikan matematika yang mengobservasi keterlaksanaan pembelajaran berbasis masalah. B. KETERLAKSANAAN PEMBELAJARAN Dalam kegiatan pembelajaran, keterlaksanaan rencana pelaksanan pembelajaran merupakan salah satu faktor yang penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dalam suatu kelas. Keterlaksanaan rencana pelaksanaan merupakan pedoman bagi peneliti untuk memperbaiki cara memfasilitasi diri, mendampingi dan berinteraksi dengan siswa selama proses pembelajaran. Berikut beberapa deskripsi

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran peneliti selama melaksanakan penelitian. 1. Pembelajaran Pertemuan Pertama Pembelajaran pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Senin, 3 September 2018. Pembelajaran pada pertemuan ini berlangsung selama 1 jam pelajaran yang dimulai pada pukul 10.35-11.15 WIB dan dihadiri oleh 18 siswa. Pada kegiatan pembelajaran, peneliti meminta siswa untuk membuka bab 2, yaitu mengenai materi koordinat kartesius. Peneliti mengajak siswa bersama-sama melihat permasalahan yang ada pada buku paket tersebut. Peneliti bertanya kepada siswa bagaimana cara mendapatkan jarak dalam masalah tersebut. Pertanyaan itu menumbuhkan perhatian siswa untuk membaca masalah tersebut. Mereka mulai bertanya tentang bagaimana memperoleh jarak dalam masalah tersebut karena pada saat mereka menjumlahkan angka-angka dalam masalah tersebut, mereka tidak mendapatkan hasil yang tertera pada masalah tersebut. Pada saat S13 yang bertanya, beberapa siswa lainnya, yaitu S10 dan S18 asik bergurau dan menggangu temannya sehingga peneliti langsung memberi teguran kepada siswa tersebut dan meminta mereka untuk mengamati pula permasalahan yang sedang didiskusikan bersama. Peneliti merespon pertanyaan yang telah disampaikan oleh S13 dengan bertanya kepada mereka semua mengenai rute-rute yang dapat ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut. Peneliti menanyakan kepada

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 S17 bahwa jika ia ingin pergi ke suatu tempat untuk mempersingkat waktu maka sebaiknya ia mencari rute yang paling pendek atau yang rute yang Panjang kemudian S17 menjawab rute yang paling pendek sehingga peneliti mengajak siswa bersama-sama menebak-nebak rute terpendek dalam gambar denah tersebut. Setelah mencoba dan membandingkan rute-rute yang dapat dilalui, kami menemukan rute terpendek yang dapat ditempuh dari masalah tersebut sekaligus mendapatkan hasil yang sama seperti di buku pegangan siswa. Setelah memecahkan masalah tersebut, peneliti bertanya kepada siswa, apa yang dimaksud dengan koordinat kartesius dan apa hubungannya dengan koordinat. Beberapa saat kemudian S13 menjawab bahwa koordinat kartesius itu ada sumbu-X dan sumbu-Y dan koordinat itu ada dua bilangan didalam kurung. Peneliti merespon jawaban siswa dan memberikan penguatan bahwa koordinat kartesius adalah bidang yang dibentuk oleh sumbu horizontal (sumbu-X) dan sumbu vertikal (sumbu-Y) yang berpotongan saling tegak lurus dan titik perpotongan atau persekutuan tersebut disebut titik asal, sedangkan koordinat adalah himpunan pasangan terurut (x,y), dimana bilangan x menyatakan jarak titik itu dari sumbu-Y dan bilangan y menyatakan jarak titik itu dari sumbu-X. Peneliti menerangkan konsep menempatkan koordinat dalam bidang kartesius.

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 Peneliti memberikan satu contoh koordinat dan secara bersamasama siswa menempatkan koordinat tersebut pada bidang kartesius. Peneliti juga menerangkan bahwa bidang kartesius terdiri dari empat kuadran dan peneliti menerangkannya dengan konsep mata angin, dimana arah keatas merupakan arah utara, arah kebawah merupakan arah selatan, arah kekanan merupakan arah timur dan arah kekiri merupakan arah kebarat supaya memudahkan siswa mengingatnya masing-masing kuadran yang memiliki nilainya masing-masing. Pada akhir pelajaran, peneliti meminta siswa secara sukarela menyampaikan apa yang telah diperoleh selama kegiatan pembelajaran, namun tidak satu pun siswa yang mau mengemukan pendapatnya terkait pembelajaran sehingga peneliti kembali bertanya poin penting yang dipelajari, yaitu bagaimana cara menentukan jarak suatu objek terhadap jalan tertentu dan apakah pengertian jarak dalam bidang kartesius serta dapat menempatkan letak objek-objek dalam bidang koordinat kartesius. Peneliti merangkum kegiatan pembelajaran mengenai kedudukan titik terhadap sumbu-sumbu koordinat, yaitu jarak merupakan rute terpendek yang ditempuh dari suatu titik ke titik yang lain dan cara menentukan jarak titik ke sumbu koordinat dapat dilakukan dengan menghitung jarak berapa satuan dari titik tersebut terhadap sumbu-sumbu koordinat atau jika ada koordinat (x,y) maka bilangan x menyatakan jarak titik itu dari sumbu-Y dan bilangan y menyatakan jarak titik itu dari sumbu-X dan sebelum menutup

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 kegiatan pembelajaran, peneliti berpesan kepada siswa untuk mengulang kembali materi yang telah dipelajari karena konsep jarak adalah dasar bagi belajar materi-materi selanjutnya dan peneliti juga berpesan untuk mempelajari materi yang akan dipelajari selanjutnya, yaitu cara menentukan kedudukan titik terhadap titik asal dan kedudukan titik terhadap titik tertentu dan meminta siswa melengkapi alat-alat tulis yang diperlukan untuk kegiatan pembelajaran. 2. Pembelajaran Pertemuan Kedua Pembelajaran pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Selasa, 4 September 2018. Pembelajaran ini berlangsung selama 2 jam pelajaran yang dilaksanakan pada pukul 07.10 - 08.30 WIB dan dihadiri oleh 18 siswa. Pada pertemuan ini, peneliti menyampaikan tujuan yang hendak dipelajari, yaitu bagaimana menentukan kedudukan titik terhadap titik asal dan menentukan kedudukan titik terhadap titik tertentu. Sebelum melanjutkan pada materi tersebut, peneliti bertanya kepada mereka apakah masih ada yang kesulitan dalam menentukan kedudukan titiktitik terhadap sumbu-sumbu koordinat dan tidak ada siswa yang bertanya. Peneliti bertanya kepada S2 terkait menentukan jarak terhadap sumbu koordinat dan S2 langsung menanggapi pertanyaan tersebut dan memberi jawaban bahwa jarak titik terhadap sumbu kordinat dapat dicari dengan menghitung jarak tersebut sejauh berapa satuan atau jika ada titik A (1,2) maka jarak titik tersebut terhadap sumbu-Y adalah 1 satuan dan jarak terhadap sumbu-X adalah 2 satuan.

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 Berdasarkan jawaban tersebut, peneliti menganggap bahwa mereka sudah bisa mengusai materi tersebut. Setelah itu, peneliti menyampaikan rencana kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan pada pertemuan ini, yaitu memahami kedudukan titik terhadap titik asal maupun titik tertentu dan kemudian bersama-sama latihan menyelesaikan soal. Pembelajaran dimulai dengan membagi siswa kedalam kelompok kecil dan menyajikan masalah pada pertemuan sebelumnya, yaitu terkait konsep menentukan jarak untuk mengecek kembali pemahaman siswa. Peneliti mengajak mereka untuk melihat posisi suatu objek terhadap objek lainnya. Peneliti menggunakan permasalahan tentang jarak rumah bu Badiah terhadap Sekolah dan peneliti menanyakan posisi rumah bu Badiah dari Sekolah. Siswa-siswa tampak hening dan bingung sehingga peneliti kembali bertanya kepada S6 tentang posisi temannya, yaitu S12 terhadap diri S6 tersebut. Kemudian S6 menjawab bahwa S12 berada didepannya. Peneliti menghubungkan simulasi tersebut dengan masalah yang telah diberikan, yaitu tentang denah rumah bu Badiah terhadap Sekolah dan meminta S11 menyampaikan pendapatnya terkait letak rumah bu Badiah terhadap Sekolah. S11 menanggapi pertanyaan yang diberikan dengan mengatakan bahwa rumah bu Badiah terletak di sebelah kanan dari Sekolah. Peneliti kembali bertanya kepada mereka apakah rumah Budiah tepat berada sejajar di kanan Sekolah dan mereka tampak

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 bingung. Peneliti kembali mengulang pertanyaan sambil menunjukkan letak rumah bu Badiah terhadap sekolah sehingga beberapa siswa, yaitu S3, S8, S9 dan S13 menjawab bahwa rumah bu Badiah terletak di sebelah kanan agak ke atas dari sekolah. Peneliti memberi apresiasi terhadap jawaban mereka dan kembali menegaskan bahwa rumah Budiah terletak di sebelah kanan atas dari Sekolah. Peneliti melanjutkan penjelasan bahwa setelah dapat mengetahui posisi rumah bu Badiah terhadap sekolah maka kita harus menghitung jarak berapa satuan ke kanan dan berapa jarak satuan ke atas letak rumah bu Badiah terhadap Sekolah. Peneliti memberi simulasi cara menghitung jarak rumah bu Badiah terhadap Sekolah kepada siswa. Setelah mengetahui jaraknya berapa satuan, maka peneliti memberikan penjelasan bahwa letak rumah bu Badiah ke Sekolah adalah sejauh satuan x ke kanan dan sejauh y satuan ke atas. Pada kegiatan selanjutnya, peneliti memberikan Lembar Kerja Siswa (LKS) dan meminta siswa menyelesaikannya secara berkelompok bersama teman disampingnya. Peneliti berkeliling dan mendampingi mereka yang masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah yang diberikan. Pada saat mengerjakan tugas yang diberikan mereka cukup aktif dan sering berdiskusi dan membantu satu sama lain. Namun, tidak dapat dipungkiri ada beberapa kelompok yang asik bercanda dan mengabaikan tugas yang diberikan sehingga peneliti langsung menghampiri kelompok tersebut dan

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 meminta mereka untuk saling membantu dan bekerja sama dalam menyelesaikan tugas yang telah diberikan. Pada saat mengerjakan tugas yang diberikan, sebagian besar mereka masih bingung dalam menentukan kedudukan titik terhadap titik asal dan titik tertentu atau dengan kata lain, mereka kesulitan dalam menentukan dari mana harus mulai menghitung atau titik yang menjadi patokan dalam bergerak. Pada saat diminta menentukan posisi planet Merkurius terhadap Matahari, beberapa kelompok masih bingung dalam menentukan makna dari pertanyaan tersebut. Mereka berpikir bahwa makna pertanyaan tersebut adalah bergerak dari Merkurius ingin ke Matahari. Peneliti pun langsung merespon pertanyaan tersebut dengan mengatakan bahwa jika diminta menentukan posisi Merkurius terhadap Matahari maka sama saja dengan menentukan posisi Merkurius dari Matahari sehingga memulai menghitungnya, yaitu dari Matahari bergerak ke Merkurius. Setelah pekerjaan mereka selesai, peneliti meminta siswa untuk menuliskan jawaban yang telah diperoleh dipapan tulis. Salah satu kelompok yang beranggota S4 dan S15 maju untuk menuliskan jawaban mereka di papan tulis namun tidak bersedia menerangkan jawabannya lebih detail. Peneliti meminta siswa yang lain untuk mencocokan jawaban dipapan tulis dengan jawaban mereka dan mempersilahkan apabila ada kelompok yang ingin memberikan komentar terhadap hasil pekerjaan dipapan tulis. Mereka tampak

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 memperhatikan jawaban temannya tetapi tidak mengeluarkan pendapat sehingga peneliti mengajak mereka bersama-sama mengoreksi pekerjaan tersebut sambil memberikan penguatan atas jawaban di papan tulis. Peneliti mengajak siswa bersama-sama menyimpulkan pembelajaran pada pertemuan ini, yaitu untuk menentukan kedudukan titik terhadap titik asal atau titik tertentu maka kita berbicara tentang posisi objek terhadap objek lain sehingga pada saat berbicara posisi, kita berbicara tentang arah kiri, kanan, atas, bawah dan setelah tahu posisinya maka tahap selanjutnya adalah kita menghitung jarak kedua objek tersebut. Pada akhir pelajaran, peneliti memberikan PR supaya mereka mengulang kembali materi yang telah yang telah disampaikan dan saya berpesan untuk mempelajari materi yang akan dipelajari selanjutnya, yaitu mengenai cara menentukan kedudukan garis yang sejajar dan tegak lurus terhadap sumbu-sumbu koordinat. 3. Pembelajaran Pertemuan Ketiga Pembelajaran pertemuan ketiga dilaksanakan pada hari Kamis, 6 September 2018. Pembelajaran ini berlangsung selama 2 jam pelajaran yang dilaksanakan pada pukul 07.00 – 08.20 WIB dan dihadiri oleh 16 siswa. Pada pertemuan kali ini, S1 dan S5 tidak berangkat ke sekolah karena sakit. Pembelajaran di mulai dengan menanyakan kabar siswa dan meminta mereka mengumpulkan PR yang telah diberikan pada pertemuan sebelumnya. Beberapa siswa, yaitu S6, S10 dan S14 tampak mengangkat tangan dan mengatakan bahwa mereka tidak dapat

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 mengumpulkan PR yang diberikan dengan alasan PR tersebut lupa dan ketinggalan di rumah sehingga peneliti memberikan nasehat agar lain kali bertanggung jawab dengan tugas-tugas yang diberikan dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengumpulkannya pada keesokan harinya. Peneliti melanjutkan kegiatan pembelajaran dengan menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada pertemuan ini, yaitu mengenai kedudukan garis sejajar dan garis tegak lurus terhadap sumbu-sumbu koordinat. Namun, sebelum melanjutkan pada materi tersebut, peneliti memberikan kesempatan kepada siswa yang ingin bertanya terkait materi yang telah dipelajari dan apakah masih ada siswa yang mengalami kesulitan terkait materi yang telah disampaikan sebelumnya dan setelah tidak ada pertanyaan maka peneliti langsung melanjutkan pada materi kedudukan garis sejajar dan tegak lurus terhadap sumbu-sumbu koordinat. Pada awal pembelajaran, peneliti terlebih dahulu membentuk kelompok belajar dan memberikan pertanyaan kepada siswa, apakah mereka ada yang tahu mengenai garis, ruas garis dan sinar garis. Semua siswa menjawab tidak tahu sehingga peneliti memberikan pengantar tentang garis, ruas garis dan sinar garis dengan cara menggambar perbedaan garis, ruas garis dan sinar garis. Peneliti mengajak siswa untuk mengamati permasalahan yang terdapat dalam buku siswa terkait kedudukan garis sejajar dan tegak lurus terhadap

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 sumbu-sumbu koordinat. Mereka koordinat Peneliti menanyakan apakah yang dimaksud dengan garis sejajar dan garis tegak lurus dan meminta siswa untuk menyebutkan ciri-ciri garis sejajar dan tegak lurus. Beberapa siswa, yaitu siswa S8, siswa S9 dan siswa S13 menjawab dengan suara yang kecil dan tampak kurang yakin dengan jawaban yang mereka diberikan bahwa garis yang sejajar itu tidak berpotongan sedangkan garis tegak lurus berpotongan pada satu titik. Peneliti memberikan kesempatan kepada siswa yang lain untuk menyampaikan jawaban atau pendapatnya yang lain. Semua siswa menjadi hening dan tidak ada yang menyampaikan pendapatnya lagi sehingga peneliti menggambar garis yang tidak berpotongan namun tidak sejajar dan garis yang berpotongan namun tidak tegak lurus untuk menjadi bahan ajar dalam memulai menerangkan konsep garis sejajar dan garis tegak lurus. Peneliti melanjutkan kegiatan pembelajaran dengan meminta siswa secara suka rela untuk menyebutkan garis-garis yang sejajar dan tegak lurus terhadap sumbu-sumbu koordinat. Siswa S2 menjawab pertanyaan yang diberikan guru dengan menunjukan garis-garis yang sejajar dan tegak lurus sumbu-sumbu koordinat. Dia sudah bisa menunjukan garis-garis yang sejajar dan tegak lurus sumbu-sumbu koordinat namun belum bisa memberikan definisi dengan jelas apa yang dimaksud dengan garis sejajar dan garis tegak lurus. Peneliti memberikan penjelasan kepada siswa terkait garis yang sejajar dan

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 tegak lurus sumbu-sumbu koordinat. Peneliti memberikan definisi bahwa garis sejajar adalah garis yang tidak pernah berpotongan walaupun diperpanjang sampai sejauh manapun sambil menggambar garis yang sejajar dengan sumbu-sumbu koordinat. Pada saat sudah menerangkan garis sejajar, peneliti melanjutkan dengan menerangkan garis tegak lurus terhadap sumbu-sumbu koordinat. Peneliti menerangkan bahwa garis tegak lurus adalah garis yang terbentuk akibat perpotongan dua garis, dimana perpotongan tersebut membentuk sudut 90° sambil menggambar garis tegak lurus terhadap sumbu-sumbu koordinat. Peneliti memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya jika masih mengalami kesulitan dalam menentukan kedudukan garis sejajar dan tegak lurus sumbu-sumbu koordinat dan tidak ada siswa yang bertanya sehingga peneliti memberikan LKS untuk mengetahui pemahaman siswa. Dalam proses menyelesaikan LKS yang diberikan, peneliti meminta siswa membentuk kelompok kecil yang beranggota dua siswa dalam satu kelompok untuk menyelesaikan permasalahan yang diberikan. Peneliti meminta siswa untuk menjawab permasalahan yang diberikan dengan sungguh-sungguh. Pada saat sudah diberikan tugas oleh peneliti, S10 dan S12 asik dengan kegiatannya sendiri dan mengganggu kelompok lain sehingga peneliti memberikan teguran dan meminta siswa yang bersangkutan untuk segera fokus dan menyelesaikan tugas yang telah diberikan. Peneliti berkeliling untuk

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 membimbing dan memastikan tidak ada kelompok yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah yang diberikan dengan tepat. Setelah pekerjaan mereka selesai, peneliti memberi kesempatan kepada siswa untuk menuliskan jawaban yang telah diperoleh di papan tulis namun pada saat yang bersamaan ada kelompok yang membuat kegaduhan, yaitu S2 dan S3 sehingga peneliti meminta kedua siswa tersebut untuk menuliskan jawaban mereka dipapan tulis. Kelompok tersebut segera maju menuliskan jawaban yang telah diperoleh dipapan tulis, menerangkan jawabannya dengan singkat dan setelah itu kembali ke meja mereka lagi. Peneliti mengajak siswa lain untuk mengamati jawaban yang tertera di papan tulis dan memberi kesempatan jika ada yang ingin ditanyakan. Peneliti kembali memberikan penguatan terkait jawaban kelompok di papan tulis dan mengajak siswa bersama-sama menyimpulkan pembelajaran pada pertemuan ini, yaitu tentang menentukan garis-garis sejajar sumbu-sumbu koordinat. Peneliti bersama-sama siswa menyimpulkan bahwa dalam menentukan garis sejajar dan tegak lurus ada beberapa hal yang saling berkaitan, misalnya jika suatu garis memotong sumbu-X dan sejajar sumbu-Y maka garis tersebut pasti tegak lurus sumbu-X dan begitu pula sebaliknya. Pada akhir pelajaran peneliti berpesan untuk mengulang kembali materi yang telah dipelajari di rumah dan menyampaikan kegiatan pembelajaran pada pertemuan selanjutnya, yaitu mengerjakan

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 latihan soal pada buku paket dan mereview atau mengulang atau meringkas kembali materi-materi yang telah dipelajari. 4. Pembelajaran Pertemuan Keempat Pembelajaran pertemuan keempat dilaksanakan pada hari Senin, 10 September 2018. Pembelajaran ini berlangsung selama 1 jam pelajaran yang dilaksanakan pada pukul 10.35-11.15 WIB dan dihadiri oleh 16 siswa. Pada pertemuan kali ini, S4 dan S9 tidak berangkat ke sekolah karena sakit. Peneliti menanyakan kabar siswa dan memberikan nasehat supaya menjaga kesehatan. Pada awal pembelajaran, peneliti memberi kesempatan kepada siswa apabila ada yang ingin bertanya terkait materi-materi yang telah dipelajari dan setelah ditunggu beberapa menit, tidak ada siswa yang bertanya. Peneliti meminta siswa mengerjakan latihan soal pilihan ganda yang ada dibuku paket untuk mengetahui kemampuan siswa terkait materi-materi yang telah dipelajari. Peneliti memberi waktu 20 menit kepada siswa menyelesaikan soal-soal tersebut. Setelah waktu yang diberikan selesai, siswa mengumpulkan hasil pekerjaannnya kepada peneliti dan kami bersama-sama membahas soal tersebut dengan siswa waktu yang tersisa. Pembahasan jawaban dilakukan dengan meminta siswa secara bergiliran untuk membaca soal dan menyampaikan jawabannya, sedangkan siswa yang lain mengamati dan memberikan komentar atau pendapat terkait jawaban yang disampaikan oleh pembahas (pembaca soal) kemudian

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 dilanjutkan dengan penguatan atau pembenaran dari peneliti terkait soal yang sedang dibahas bersama. Setelah semua soal selesai terjawab, peneliti mengingatkan kembali materi pembelajaran yang telah dipelajari sebelumnya, yaitu cara menempatkan koordinat dalam koordinat kartesis. Peneliti juga meminta siswa untuk mencermati pertanyaan yang diberikan. Misalnya, jika siswa diminta menentukan jarak titik terhadap sumbusumbu koordinat maka siswa diminta menghitung jarak titik terhadap sumbu-sumbu koordinat, sedangkan jika diminta menentukan kedudukan titik terhadap titik asal atau titik tertentu maka siswa diminta menentukan posisinya (atas, bawah, kiri dan kanan) dan menghitung jaraknya berapa satuan dari titik yang menjadi patokannya, selanjutnya jika diminta untuk menentukan garis sejajar dan garis tegak lurus maka siswa harus mengingat kembali tentang konsep garis sejajar dan garis tegak lurus. Pada akhir pelajaran, peneliti meminta siswa untuk mempersiapkan diri karena pertemuan selanjutnya karena akan dilaksanakan tes untuk mengukur hasil belajar siswa. Peneliti berpesan agar belajar dengan sungguh-sungguh dan menjaga kesehatan supaya dalam mengikuti ulangan dengan tenang sehingga dapat memperoleh hasil yang memuaskan.

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 5. Pembelajaran Pertemuan Kelima Pembelajaran pertemuan kelima dilaksanakan pada hari Selasa, 13 September 2018. Pembelajaran ini berlangsung selama 2 jam pelajaran yang dilaksanakan pada pukul 07.10 - 08.30 WIB dan dihadiri oleh 18 siswa. Peneliti meminta siswa menyiapkan alat-alat tulis yang diperlukan dalam menyelesaikan soal sekaligus memberikan arahan supaya mengerjakannya dengan jujur dan sungguh-sungguh serta membaca petunjuk mengerjakan soal tersebut. Peneliti membagikan lembar kerja dan soal yang telah dipersiapkan kepada masing-masing siswa dan meminta siswa untuk segera mengerjakan soal tersebut dengan teliti. Setelah siswa mendapatkan soal tersebut, peneliti meminta siswa bertanya apabila menemukan pertanyaan dalam soal yang kurang jelas, misalnya tulisan yang tidak jelas atau lembar kerja yang rusak. Setelah semua siswa memperoleh soal dan lembar kerja, mereka tampak serius dalam mengerjakan soal. Beberapa lama kemudian, beberapa siswa mulai lesu dan tidak bergairah dalam menyelesaikan soal-soal yang diberikan sehingga peneliti mulai berkeliling dan melirik sekilas pekerjaan-pekerjaan siswa. Peneliti memberikan semangat agar mereka berusaha mengerjakannya dengan tekun supaya memperoleh hasil yang memuaskan.

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 Setelah waktu yang diberikan habis, peneliti meminta siswa mengumpulkan hasil pekerjaan yang telah diperoleh. siswa pun langsung mengumpulkan hasil pekerjaannya kepada peneliti dengan berbagai macam ekspresi, adanya pasrah dengan jawabannya, adanya ekpresinya datar ada pula yang antusias saling sharing hasil yang diperoleh dengan temannya. Peneliti memberitahu gambaran jawaban dari soal-soal yang dikerjakan oleh siswa supaya mereka bisa memprediksi hasil pekerjaan yang telah mereka kumpulkan. Pada akhir pelajaran, peneliti berpamitan dengan siswa dan tidak lupa pula mengucapkan terima kasih kepada semua siswa karena sudah berdinamika dan belajar bersama selama lima kali pertemuan. Peneliti berpesan kepada siswa supaya lebih giat dalam belajar untuk mencapai cita-cita dan saling membantu jika ada teman yang mengalami kesulitan dalam memahami materi yang diberikan. C. HASIL PENELITIAN 1. Tes Kemampuan Pemecahan Masalah Tes kemampuan pemecahan masalah ini berupa hasil pekerjaan siswa dari ulangan harian yang telah dilaksanakan pada pertemuan hari Selasa, 13 September 2018 dan diikuti sebanyak 18 siswa kelas VIII SMP Kanisius Pakem, Yogyakarta. Pada tes hasil ini juga dilihat untuk mengetahui ketercapian Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dan belum mencapai KKM yang telah ditetapkan oleh sekolah. Siswa yang

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 telah mencapai KKM adalah mereka yang telah memperoleh nilai ≥75 pada skala penilaian 0-100. Berikut hasil belajar yang diperoleh siswa berdasarkan KKM. Tabel 4.2 Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMP KANISUS PAKEM YOGYKARTA No Nama Peserta Didik Nilai Keterangan 1 S1 90 Tuntas 2 S2 100 Tuntas 3 S3 100 Tuntas 4 S4 90 Tuntas 5 S5 60 Tidak Tuntas 6 S6 70 Tidak Tuntas 7 S7 75 Tuntas 8 S8 90 Tuntas 9 S9 90 Tuntas 10 S10 90 Tuntas 11 S11 75 Tuntas 12 S12 85 Tuntas 13 S13 100 Tuntas 14 S14 60 Tidak Tuntas 15 S15 95 Tuntas 16 S16 75 Tuntas 17 S17 75 Tuntas 18 S18 80 Tuntas Rata-Rata 83,33 Berdasarkan tes hasil belajar pada tabel 4.2, terdapat 15 siswa yang memperoleh nilai mencapai KKM dan terdapat 3 siswa yang memperoleh nilai dibawah KKM. Nilai rata-rata seluruh siswa pada tes pengukuran hasil belajar adalah 83,33.

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 Kemampuan pemecahan masalah siswa diukur dengan menganalisis ketercapaian setiap indikator pembelajaran dengan langkah-langkah pemecahan masalah. Pengukuran kemampuan pemecahan masalah dilakukan dengan pemberian dua soal mengenai masalah pada materi koordinat kartesius. Pada masing-masing soal terdapat beberapa indikator pembelajaran yang akan diukur untuk mengetahui kemampuan siswa dalam memecahkan masalah. Pada soal nomor satu, indikator pertama yang akan dicapai adalah menentukan kedudukan suatu titik terhadap sumbu-X dan sumbu-Y dan pada indikator kedua, yaitu menentukan kedudukan suatu titik terhadap titik asal serta indikator ketiga adalah menentukan kedudukan suatu titik terhadap titik tertentu. Pada soal nomor dua, indikator pertama yang akan dicapai adalah menentukan kedudukan suatu titik terhadap titik tertentu dan pada indikator kedua, yaitu menentukan kedudukan garis sejajar sumbu-X dan pada indikator ketiga yaitu menentukan garis tegak lurus terhadap sumbu-Y. Dalam melakukan analisis keberhasilan siswa pada langkah kemampuan pemecahan masalah dilakukan dengan berpedoman pada rubrik penskoran kemampuan pemecahan masalah yang dapat dilihat pada lampiran I. Berikut rincian jumlah siswa yang dapat dan tidak dapat mencapai indikator pembelajaran pada masing-masing soal yang diberikan.

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 Tabel 4.3 Jumlah Siswa yang Mencapai Indikator Pembelajaran pada Soal Nomor Satu Sesuai Langkah Pemecahan Masalah Indikator 3.2.1 Langkah Pemecahan Masalah Memahami Masalah Benar Salah 18 Siswa Tidak Ada (S1-S18) Indikator 3.2.2 Benar 18 Siswa Indikator 3.2.3 Salah Tidak Ada (S1-S18) Benar 18 Siswa Salah Tidak Ada (S1-S18) Merencanakan 16 Siswa 2 Siswa 13 Siswa 6 Siswa 13 Siswa 6 Siswa Penyelesaian Masalah (S1-S5, S8- (S6, S7) (S1-S5, S7-S10, (S6, S11, S14, (S1-S5, S7- (S6, S11, S14, S12, S13, S15- S16-S18) S10, S12, S13, S16-S18) S18) S16) Menyelesaikan Masalah 16 Siswa Sesuai Rencana (S1-S5, S8- S15- S16) 2 Siswa 12 Siswa 6 Siswa 12 Siswa 6 Siswa (S6, S7) (S1-S5, S7-S10, (S6, S11, S14, (S1-S5, S7- (S6, S11, S14, S12, S13, S15) S16-S18) S10, S12, S13, S16-S18) S18) S15) Melakukan Pengecekan 16 Siswa Kembali terhadap Semua (S1-S5, S8yang telah dilakukan S18) 2 Siswa 12 Siswa 6 Siswa 12 Siswa 6 Siswa (S6, S7) (S1-S5, S7-S10, (S6, S11, S14, (S1-S5, S7- (S6, S11, S14, S12, S13, S15) S16-S18) S10, S12, S13, S16-S18) S15)

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 Tabel 4.4 Jumlah Siswa yang Mencapai Indikator Pembelajaran pada Soal Nomor Dua Sesuai Langkah Pemecahan Masalah Langkah Pemecahan Masalah Memahami Masalah Indikator 3.2.3 Benar 18 Siswa Salah Tidak Ada (S1- S18) Merencanakan Penyelesaian 18 Siswa Masalah Indikator 4.2.1 Benar 18 Siswa Salah Tidak Ada (S1-S18) Tidak Ada (S1- S18) Masalah 18 Siswa Sesuai Rencana (S1-S18) Tidak Ada Benar 18 Siswa Salah Tidak Ada (S1-S18) 16 Siswa 2 Siswa 16 Siswa 2 Siswa (S2-S4, S6- (S1, S5) (S2-S4, S6- (S1, S5) S18) Menyelesaikan Indikator 4.2.2 S18) 16 Siswa 2 Siswa 14 Siswa 4 Siswa (S2-S4, S6- (S1, S5) (S2-S4, S6- (S1, S5, S14, S13, S15, S16, S17) S18) S18) Melakukan Kembali Pengecekan 18 Siswa terhadap yang telah dilakukan Semua (S1-S18) Tidak Ada 14 Siswa 4 Siswa 11 Siswa 7 Siswa (S2-S4, S6, (S1, S5, S8, (S2, S3, S6- (S1, S4, S5, S7, S10-S18) S9) S13, S16, S18) S11, S14, S15, S17)

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 2. Angket Minat Belajar Angket minat belajar diberikan untuk mengetahui sikap dan perasaan siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran. Penyebaran angket yang dilakukan guna melihat kriteria minat siswa dalam belajar matematika. Berikut hasil yang diperoleh dari angket minat belajar siswa. Tabel 4.5 Hasil Angket Minat Belajar Siswa Kelas VIII SMP KANISIUS PAKEM YOGYAKARTA No Nama Peserta Didik Persentase Kriteria 1 S1 74% Berminat 2 S2 84% Sangat Berminat 3 S3 68% Berminat 4 S4 84% Sangat Berminat 5 S5 76% Berminat 6 S6 64% Berminat 7 S7 71% Berminat 8 S8 90% Sangat Berminat 9 S9 86% Sangat Berminat 10 S10 82% Sangat Berminat 11 S11 74% Berminat 12 S12 77% Berminat 13 S13 72% Berminat 14 S14 73% Berminat 15 S15 83% Sangat Berminat 16 S16 79% Berminat 17 S17 87% Sangat Berminat 18 S18 65% Berminat

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 Berdasarkan hasil angket minat belajar siswa pada tabel 4.5, terdapat 61,11% atau 11 siswa yang berada dalam kriteria berminat dalam mengikuti pembelajaran dan terdapat 38,89% atau 7 siswa yang berada dalam kriteria sangat berminat dalam mengikuti pembelajaran. Hasil ini menunjukan bahwa minat siswa dalam belajar sudah cukup baik, tetapi perlu ditingkatkan lagi untuk mencapai hasil yang lebih baik. 3. WAWANCARA Arikunto (2006) menjelaskan langkah-langkah dalam mengelompokan siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah sebagai berikut. Tabel 4.6 Kategori Kemampuan Siswa Skor (s) Kategori 𝑠 ≥ (𝑥̅ + 𝐷𝑆) Tinggi 𝑠 ≤ (𝑥̅ + 𝐷𝑆) Rendah (𝑥̅ + 𝐷𝑆) < 𝑠 < (𝑥̅ + 𝐷𝑆) Sedang Keterangan 𝑠 = 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑥̅ = 𝑟𝑎𝑡𝑎 − 𝑟𝑎𝑡𝑎 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝐷𝑆 = 𝐷𝑒𝑣𝑖𝑎𝑠𝑖 𝑠𝑡𝑎𝑛𝑑𝑎𝑟𝑡 Berdasarkan data skor hasil belajar yang telah diperoleh siswa, berikut ini rincian siswa-siswa yang berada dalam kategori memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah dalam memecahkan masalah.

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 Tabel 4.7 Banyak Siswa dalam Kategori Pemecahan Masalah Kategori Tinggi Sedang Rendah Banyak Siswa 3 Siswa (S2, S3, S13) 12 Siswa (S1, S4, S7, S8, S9, S10, S11, S12, S15, S16, S17, S18) 3 Siswa (S5, S6, S14) Wawancara dilakukan kepada 4 siswa yaitu, S1, S13, S14 dan S18. Pemilihan tersebut berdasarkan kategori nilai yang diperoleh siswa pada tes pengukuran hasil belajar siswa. Subjek wawancara yang dipilih adalah mereka yang berada pada kategori kemampuan rendah, sedang dan tinggi yang diperoleh siswa pada tes kemampuan pemecahan masalah. Subjek yang masih berada pada kategori kemampuan rendah adalah S14, subjek yang memiliki kategori kemampuan sedang adalah S1 dan S18 dan subjek yang berada pada ketegori kemampuan tinggi adalah S13. Data hasil wawancara terdiri dari hasil wawancara terkait kemampuan pemecahan masalah dan minat belajar siswa. Berikut ini merupakan hasil wawancara kamampuan pemecahan masalah dan minat belajar siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran. a. Hasil Wawancara Kemampuan Pemecahan Masalah Berikut beberapa hasil wawancara siswa terkait kemampuan pemecahan masalah.

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 1) Siswa S1 mengatakan bahwa ia sudah dapat mengetahui apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan dari soal yang diberikan karena hal-hal tersebut sudah terdapat dalam soal. Pada langkah selanjutnya, yaitu merencanakan penyelesaian, ia mengingat-ingat kembali langkah-langkah menyelesaikan soal yang diajarkan oleh peneliti selama kegiatan pembelajaran. Dia yakin dengan konsep yang telah perolehnya selama kegiatan belajar sudah tepat untuk digunakan untuk menyelesaikan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan dalam soal tersebut. Dalam langkah menyelesaikan rencana penyelesaian, dia tidak mengalami kesulitan dalam menerapkan rencana menyelesaikan rencana yang dibuat. Dia sudah dapat menentukan cara menghitung jarak dari soal-soal yang diberikan, tetapi pada soal nomor 2.c dan 2.d dia belum mengerti garis sejajar dan tegak lurus terhadap sumbu-sumbu koordinat karena ia tidak dapat hadir pada saat penyampaian materi tersebut. Pada langkah terakhir, Dia tidak menggunakan alternatif atau cara lain dalam menyelesaikan masalah yang diberikan dan sebelum menyerahkan hasil pekerjaannya kepada guru, ia mengecek kembali jawaban yang telah diperoleh. Hasil pekerjaan S1 lebih jelas dapat dilihat pada lampiran E.1.

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 2) Siswa S13 mengatakan bahwa ia sudah dapat menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan dari soal yang diberikan. Pada tahap selanjutnya, ia sudah dapat memikirkan cara menyelesaikan soal yang diberikan dan yakin dengan konsep tersebut karena hal itu diperolehnya melalui pengalaman belajarnya selama ini. Pada tahap menyelesaikan soal-soal yang diberikan, dia tidak mengalami kesulitan dalam menerapkan konsep-konsep yang telah direncanakan. Pada saat menyelesaikan soal yang diberikan, ia tidak menggunakan alternatif penyelesaian yang lain karena hanya mengikuti caracara yang diajarkan oleh peneliti dan sebelum menyerahkan pekerjaannya, ia mengecek kembali jawabannya karena khawatir ada yang belum terjawab atau keliru dalam menerapkan rencana penyelesaian yang telah dirancang. Hasil pekerjaan S13 lebih jelas dapat dilihat pada lampiran E.2. 3) Siswa S14 mengatakan bahwa ia sudah dapat menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan dari soal yang diberikan. Pada merencanakan tahap selanjutnya, penyelesaian ia berdasarkan sudah dapat pengalaman belajarnya selama ini tetapi masih kurang yakin dengan rencana tersebut karena kurang menguasai materi yang diberikan. Dalam menerapkan rencana penyelesaian, ia masih mengalami kesulitan dalam menentukan kedudukan titik

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 terhadap titik asal dan titik tertentu dan kurang paham kedudukan garis sejajar dan tegak lurus sumbu koordinat. Pada saat telah menyelesaikan masalah yang diberikan, ia tidak menggunakan alternatif penyelesaian lain dari soal yang diberikan karena hanya menggunakan cara yang diajarkan oleh peneliti dan sebelum menyerahkan pekerjaannya, ia tidak melakukan pengecekan kembali terhadap jawaban yang telah diperoleh karena kehabisan waktu. Hasil pekerjaan S14 lebih jelas dapat dilihat pada lampiran E.8. 4) Siswa S18 mengatakan bahwa ia sudah dapat menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan dari soal yang diberikan. Pada merencanakan tahap selanjutnya, penyelesaian ia berdasarkan sudah dapat pengalaman belajarnya selama ini dan terlihat cukup yakin dengan rencana yang telah dibuat. Dalam menerapkan rencana penyelesaian, ia masih bingung dengan menentukan kedudukan titik terhadap titik asal dan titik tertentu. Hal itu dikarenakan ia merasa belum menguasai konsep mengenai kedudukan titik terhadap titik tertentu. Pada saat menyelesaikan soal yang diberikan, ia tidak menggunakan alternatif atau cara penyelesaian yang lain karena hanya mengikuti cara yang diajarkan oleh peneliti dan sebelum menyerahkan pekerjaannya, ia tidak melakukan pengecekan yang mendetail melainkan hanya melihat sekilas kembali

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 jawabannya untuk memastikan bahwa seluruh soal sudah terjawab semua. Hasil pekerjaan S18 lebih jelas dapat dilihat pada lampiran E.4. b. Hasil Wawancara Minat Belajar Berikut beberapa hasil wawancara terkait minat belajar matematika. 1) Siswa S1 mengatakan senang mengikuti pembelajaran matematika. Dalam kegiatan pembelajaran, pada saat tidak memahami materi yang disampaikan, ia bertanya kepada peneliti. Pada saat mengetahui ada teman yang mengalami kesulitan, ia membantu mengajari cara-cara menjawab soal tersebut. Dalam mempersiapkan pelajaran matematika yang akan dipelajari keesokan harinya, ia mengatakan bahwa jarang mempersiapkan hal tersebut karena ia sendiri jarang belajar. Dia juga tidak mencari sumber belajar matematika yang relevan untuk menunjang kegiatan belajarnya. Dalam aktivitas belajar di kelas, ia mencatat materi yang diberikan untuk belajar dirumah sehingga ia berkonsentrasi atau memperhatikan selama mengikuti pembelajaran di kelas. 2) Siswa S13 mengatakan bahwa ia merasa bersemangat dalam mengikuti pembelajaran matematika. Dalam kegiatan belajar, saat tidak memahami materi yang disampaikan, ia bertanya dengan peneliti sampai memahami materi tersebut. Pada saat ia

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 mengetahui ada teman yang tidak memahami materi yang disampaikan maka ia akan membantu menjawab dengan memberitahu cara-cara menyelesaikannya. Pada saat keesokan harinya ada pelajaran matematika, ia hanya kadang-kadang saja belajar karena tergantung suasana hatinya. Pada saat belajar matematika dirumah, ia juga kadang-kadang bertanya dengan kakak dan orang tuanya saat mengalami kesulitan. Dalam akktivtas dikelas, ia mencatat materi yang disampaikan dan fokus mengikuti pembelajaran jika suasana belajarnya tenang. 3) Siswa S14 mengatakan bahwa ia merasa biasa saja dalam mengikuti pembelajaran pembelajaran, saat ia matematika. tidak Dalam memahami kegiatan materi yang disampaikan maka ia akan bertanya dengan peneliti dan teman yang berada didekatnya. Pada saat mengetahui ada teman yang mengalami kesulitan terkait materi yang disampaikan maka ia akan membantu mengajari cara-caranya tetapi dengan catatan jika ia sudah memahami materi tersebut. Dalam mempersiapkan materi pelajaran matematika yang akan dipelajari keesokan harinya, ia mengatakan tidak pernah belajar dirumah karena baginya sudah cukup belajar di sekolah saja. Dia juga tidak mencari cara-cara atau konsep-konsep yang relevan dalam belajar atau menyelesaikan soal yang diberikan karena hanya mengandalkan penjelasan dari peneliti. Dalam

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 aktivitas belajar di kelas, ia selalu mencatat materi yang diberikan dan fokus belajar jika kondisi kelas tenang. 4) Siswa S18 mengatakan bahwa ia merasa biasa saja dalam mengikuti pembelajaran matematika. Dia merasa bahwa mengikuti pembelajaran matematika sama seperti pelajaran lainnya. Dalam kegiatan pembelajaran, saat ia tidak memahami materi yang disampaikan maka ia akan bertanya dengan peneliti. Pada saat mengetahui ada teman yang tidak memahami materi yang disampaikan maka ia akan membantu dengan memberi tahu cara-caranya. Dalam mempersiapkan pelajaran matematika keesokan harinya, ia mengatakan tidak pernah mempersiapkan diri untuk belajar. Dia juga tidak mencari tahu cara-cara yang relevan untuk belajar atau menyelesaikan soal matematika karena ia hanya mengikuti cara-cara dibuku paket dan cara peneliti saja. Pada saat aktivitas belajar di kelas, ia selalu mencatat dan fokus saat mengikuti pembelajaran jika kondisi kelas tenang.

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 D. PEMBAHASAN 1. Kemampuan Pemecahan Masalah Pemecahan masalah merupakan fokus utama dalam pembelajaran matematika. Dalam memecahkan suatu permasalahan, ada banyak kesulitan yang dialami oleh siswa dan apabila hal ini tidak segera ditangani dengan benar akan menimbulkan kesulitan-kesulitan lain ditingkat selanjutnya. Dalam menangani kesulitan-kesulitan tersebut, kita harus mengetahui sejauh mana siswa mampu memecahkan masalah yang diberikan. Siswa memiliki kemampuan pemecahan masalah yang baik apabila dapat melakukan empat langkah pemecahan masalah seperti yang dikemukan oleh Polya, yaitu siswa dapat memahami masalah yang diberikan, merencanakan penyelesaian dari masalah tersebut, menyelesaikan masalah sesuai dengan rencana dan melakukan pengecekan kembali terhadap semua langkah yang telah dikerjakan sehingga dapat mencapai indikator kompetensi pembelajaran. Berikut ini adalah soal-soal yang diberikan untuk mengukur tes hasil belajar siswa mengenai materi koordinat kartesius. a. Soal Nomor Satu Berikut adalah soal nomor satu yang dikerjakan oleh siswa untuk mengukur hasil belajar.

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 Dalam suatu denah, kota Jogja dipetakan dalam sistem koordinat kartesius. Tugu Jogja terletak pada koordinat (0,0), Rumah Sakit terletak pada koordinat (0,4), Stasiun terletak pada koordinat (5,-4), Kantor Polisi terletak pada koordinat (3,-3), Rumah Ali terletak pada koordinat (3,1) dan Rumah Susan terletak pada koordinat (-1,2). Berdasarkan informasi diatas, gambarlah titik-titik tersebut ke dalam koordinat kartesius kemudian tentukan: a. b. c. d. e. f. Jarak Stasiun terhadap sumbu-X. Jarak Rumah Susan terhadap sumbu-Y. Posisi Kantor Polisi terhadap Tugu Jogja. Posisi Rumah Ali terhadap Tugu Jogja. Posisi Rumah Sakit terhadap Stasiun. Posisi Stasiun terhadap Rumah Ali. Pada soal nomor satu tersebut, terdapat tiga indikator pencapaian kompetensi pembelajaran, yaitu menentukan kedudukan titik terhadap sumbu-X dan sumbu-Y, menentukan kedudukan titik terhadap titik asal dan menentukan kedudukan titik terhadap titik tertentu. Pada soal nomor satu tersebut, terdapat 18 siswa sudah dapat memahami masalah yang diberikan. Berikut salah satu contoh hasil pekerjaan siswa dalam memahami masalah yang diberikan. Gambar 4.1 Hasil Pekerjaan S15

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 Pada gambar 4.1 tersebut menunjukan bahwa siswa sudah dapat menuliskan informasi apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan dari soal yang diberikan. Memahami masalah merupakan modal yang sangat penting bagi siswa untuk membuat rencana penyelesaian terkait masalah yang diberikan sehingga dapat dijadikan acuan dalam menyelesaikan masalah tersebut dan memperoleh hasil yang baik. Hasil pengerjaan soal nomor satu pada indikator pencapaian kompetensi, yaitu mengenai kedudukan titik terhadap sumbu-X dan sumbu-Y, terdapat 17 siswa sudah dapat merencanakan penyelesaian dan terdapat 16 siswa menerapkan rencana penyelesaian sampai tahap melakukan pengecekan kembali terhadap jawaban yang telah diperoleh. Pada indikator pencapaian kompetensi mengenai kedudukan titik terhadap titik asal dan kedudukan titik terhadap titik tertentu, terdapat 13 siswa sudah dapat merencanakan penyelesaian dan menerapkan penyelesaian rencana dengan tepat serta terdapat 12 siswa yang melakukan pengecekan kembali terhadap semua langkah penyelesaian yang telah diperoleh. Berikut beberapa contoh hasil pekerjaan siswa terhadap soal nomor satu.

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 Gambar 4.2 Hasil Pekerjaan S13 Berdasarkan gambar 4.2, terdapat 12 siswa yang menunjukan bahwa mereka sudah mencapai ketiga indikator pada soal nomor satu serta dapat melakukan langkah-langkah pemecahan masalah mulai dari langkah merencanakan penyelesaian masalah hingga langkah melakukan pengecekan kembali terhadap semua langkah penyelesaian yang telah dilakukan pada setiap indikator soal tersebut. Beberapa siswa masih mengalami kesulitan dapat mencapai ketiga indikator soal yang diberikan dan sebagian besar mereka masih mengalami kesulitan dalam mencapai indikator kedua dan ketiga.

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 Gambar 4.3 Hasil Pekerjaan S6 Pada gambar 4.3, terdapat 2 siswa yang keliru menempatkan titik pada koordinat kartesius, yaitu S6 dan S7. Pada gambar 4.3, S6 keliru menempatkan koordinat rumah Susan sedangkan S7 keliru menempatkan koordinat rumah Ali dalam koordinat kartesius. Dari hasil pekerjaan tersebut, pada indikator mengenai kedudukan titik terhadap sumbu-X dan sumbu-Y, mereka sudah dapat merencanakan penyelesaian dan menerapkan rencana penyelesaian yang telah dirancang, hanya saja mereka kurang teliti dan tidak melakukan pengecekan kembali terhadap semua langkah penyelesaian yang telah dilakukan.

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 Gambar 4.4 Hasil Pekerjaan S18 Pada gambar 4.4, terdapat 6 siswa yang tidak dapat merencanakan penyelesaian terkait permasalahan yang diberikan, yaitu S6, S11, S14, S16, S17 dan S18. Mereka belum paham mengenai konsep kedudukan suatu titik terhadap titik asal maupun titik tertentu. Kesalahan siswa tersebut terjadi karena mereka titik memahami titik yang menjadi patokan dalam menentukan posisi titik terhadap titik asal maupun tertentu sehingga hal tersebut membuat mereka menerapkan rencana penyelesaian yang keliru permasalahan yang diberikan. terhadap masalah terhadap

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 b. Soal Nomor Dua Berikut adalah soal nomor dua yang dikerjakan oleh siswa untuk mengukur hasil belajar. Pak Budi memiliki tiga bidang tanah berbentuk trapesium, persegi dan persegi panjang. Ia membawa seorang dari Badan Pertanahan Nasional untuk menggambar denah lokasi tanahnya tersebut. Denah lokasi tersebut digambarkan dalam bidang koordinat kartesius. Misalkan, titik asal (0,0) adalah posisi seorang dari Badan Pertanahan Nasional tersebut menggambar, ia dapat melihat dengan jelas patok titik-titik sudut tanah yang berbentuk trapesium tersebut, yaitu titik (-1,3), (3,3), (2,5) dan (-1,5). Namun, tanah yang berbentuk persegi, ia hanya dapat melihat tiga patok titik-titik sudutnya, yaitu (1,-1), (3,-1) dan (3,1), sedangkan patok lainnya hilang. Kemudian, tanah yang berbentuk persegi panjang, ia juga hanya dapat melihat dengan jelas tiga patok titik-titik sudutnya, yaitu (5,1), (9,1) dan (5,3). Ia tidak dapat melihat patok titik sudut lainnya karena tertutup oleh semak belukar. Berdasarkan informasi diatas, gambarlah titik-titik tersebut ke dalam koordinat kartesius kemudian tentukan: a. Patok titik sudut lainnya tanah yang berbentuk persegi. b. Patok titik sudut lainnya tanah yang berbentuk persegi panjang. c. Sisi-sisi tanah yang sejajar sumbu-X. d. Sisi-sisi tanah yang tegak lurus Sumbu-Y. Pada soal nomor dua terdapat tiga indikator pencapaian kompetensi, menentukan kedudukan titik terhadap titik tertentu dan menentukan kedudukan garis sejajar terhadap sumbu-sumbu koordinat.dan menentukan kedudukan garis tegak lurus terhadap sumbu-sumbu koordinat. Hasil pengerjaan soal nomor dua menunjukan bahwa terdapat 18 siswa sudah dapat memahami masalah yang diberikan. Berikut salah satu contoh hasil perkerjaan siswa dalam memahami masalah yang diberikan.

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 Gambar 4.5 Hasil Pekerjaan S17 Pada gambar 4.5 tersebut, hasil pekerjaan S17 menunjukan bahwa siswa sudah dapat memahami masalah yang diberikan. Hal ini terlihat dari hasil pekerjaan siswa yang sudah dapat menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan dari soal tersebut. Memahami masalah yang diberikan adalah hal yang paling utama dan sangat penting jika ingin menyelesaikan permasalahan yang ada. Pada soal nomor dua mengenai indikator pencapaian kompetensi, yaitu mengenai kedudukan titik terhadap titik tertentu, terdapat 18 siswa yang sudah dapat merancang rencana penyelesaian dan menerapkan rencana penyelesaian serta melakukan pengecekan kembali terkait jawaban yang telah diperoleh. Pada indikator mengenai kedudukan garis sejajar

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 terhadap sumbu-sumbu koordinat, terdapat 16 siswa dapat merencanakan penyelesaian dan menerapkan rencana penyelesaian yang telah dirancang dan 14 siswa yang melakukan pengecekan kembali terkait solusi yang telah diperoleh. Pada indikator mengenai kedudukan garis tegak lurus terhadap sumbusumbu koordinat, terdapat 16 siswa dapat merencanakan penyelesaian, 14 siswa dapat menerapkan rencana penyelesaian yang telah dirancang dan 11 siswa yang melakukan pengecekan kembali terkait solusi yang telah diperoleh. Berikut beberapa contoh hasil pekerjaan siswa terhadap soal nomor dua. Gambar 4.6 Hasil Pekerjaan S1

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 Berdasarkan gambar 4.6, terdapat 2 siswa yang tidak menjawab masalah yang diberikan, yaitu S1 dan S5. Mereka tidak memahami konsep mengenai kedudukan garis sejajar dan garis tegak lurus terhadap sumbu koordinat. Hal ini dikarenakan mereka tidak dapat hadir pada saat penjelasan materi tersebut karena sakit sehingga mereka berdua memiliki pengetahuan yang cukup untuk menyelesaikan masalah yang diberikan. Gambar 4.7 Hasil Pekerjaan S9 Berbeda halnya dengan hasil pekerjaan siswa pada gambar 4.6 mengenai kedua siswa yang tidak menjawab soal yang diberikan, pada gambar 4.7, terdapat 2 siswa, yaitu S8 dan S9 yang kurang teliti dan tidak melakukan pengecekan kembali terkait solusi yang telah diperoleh pada materi mengenai kedudukan garis sejajar sumbu koordinat. Hal itu terlihat dari hasil pekerjaan

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 mereka yang kurang lengkap dalam menuliskan jawaban mengenai sisi-sisi tanah yang sejajar dengan sumbu-X. Gambar 4.8 Hasil Pekerjaan S4 Pada gambar 4.8, terdapat 3 siswa yang kurang memahami materi mengenai konsep garis tegak lurus sumbu koordinat, yaitu S4, S11 dan S16. Kesalahan yang dilakukan oleh ketiga siswa tersebut adalah tidak memahami mengenai definisi garis-garis yang saling tegak lurus. Mereka hanya menghapal dan mengingat bahwa garis yang sejajar salah satu sumbu koordinat pastilah tegak lurus sumbu koordinat yang lain. Pengetahuan ini sangat keliru karena jika garis tersebut hanya sejajar salah satu sumbu koordinat tetapi tidak memotong sumbu yang lain maka garis tersebut tidak bisa dikatakan tegak lurus garis. Syarat dua garis yang tegak lurus harus berpotongan disatu titik dan perpotongan tersebut membentuk sudut sebesar 900.

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 Gambar 4.9 Hasil Pekerjaan S14 Pada gambar 4.9, terdapat 2 siswa, yang melakukan kesalahan yang sama, yaitu kurang teliti dalam membaca dan mencermati soal yang diberikan. Kedua siswa tersebut adalah S14 dan S17. Pada soal yang diberikan, sudah jelas bahwa pertanyaan yang diberikan adalah menentukan sisi-sisi tanah yang tegak lurus terhadap sumbu-Y, tetapi kedua siswa tersebut malah menentukan sisi-sisi tanah yang sejajar sumbu-Y. Hal ini menunjukan bahwa mereka kurang teliti dan tergesa-gesa dalam menjawab soal yang diberikan sehingga tentu saja berdampak pada jawaban yang mereka berikan tidak sesuai dengan masalah yang ditanyakan. Kesalahan seperti ini seharusnya tidak terjadi jika mereka melakukan pengecekan kembali terhadap semua langkah yang telah dilakukan terhadap jawaban yang telah mereka peroleh.

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 Berdasarkan hasil tes belajar dari soal-soal yang diberikan dan wawancara yang telah dilakukan, siswa sudah dapat melakukan langkah awal dalam memecahkan masalah yang diberikan, yaitu memahami permasalahan yang diberikan. Pada langkah ini, siswa sudah dapat memilah-milah atau mengidentifikasi informasi-informasi relevan yang terdapat pada soal yang diberikan. Mereka tidak mengalami kesulitan dalam hal memahami masalah yang diberikan. Hal ini ditunjukan dari hasil pekerjaan siswa yang sudah bisa menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan dari soal-soal yang diberikan dan hasil wawancara dengan siswa terkait kemampuan pemecahan masalah. Pada saat sudah memahami masalah yang diberikan maka tahap selanjutnya bagi siswa dalam suatu memecahkan masalah adalah merencanakan penyelesaian masalah. Pada tahap ini, siswa memanfaatkan pengetahuan dan pengalaman belajar yang telah diperoleh untuk menentukan langkah-langkah atau rencana yang akan digunakan untuk memecahkan masalah. Dalam tahap ini, sebagian besar siswa sudah bisa merencanakan penyelesaian masalah yang diberikan. Berdasarkan hasil wawancara, mereka mengatakan bahwa rencana penyelesaian yang dirancang diperoleh dari mengingat-ingat kembali langkah-langkah atau cara-cara mengerjakan soal berdasarkan pengalaman mengerjakan LKS saat pembelajaran berlangsung. Mereka sudah bisa merencanakan penyelesaian masalah dengan menentukan

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 titik-titik yang diketahui kedalam koordinat kartesius dan memikirkan cara menjawab pertanyaan yang diberikan dalam soal tersebut. Dalam pembelajaran, pengetahuan-pengetahuan yang diperoleh siswa selama mengikuti pembelajaran beragam sehingga tidak dapat dipungkuri beberapa siswa mengalami kesulitan dalam memahami dan memaknai materi yang disampaikan. Hal ini berdampak pada beberapa siswa yang mengalami kekeliruan dalam membuat rancangan penyelesaian masalah yang tidak tepat terhadap masalah yang diberikan. Pada saat rencana penyelesaian masalah sudah dipikirkan secara matang dan dirasa sudah tepat maka dilakukan penyelesaian masalah sesuai dengan rencana atau konsep-konsep penyelesaian masalah yang telah dirancang. Berdasarkan hasil wawancara, siswa-siswa sudah dapat menyelesaikan masalah yang diberikan dengan memanfaatkan rencana penyelesaian yang telah dibuat berdasarkan pengalaman belajar yang telah dialami dan ada juga siswa yang masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan rencana yang telah dibuat. Dalam tahap ini, beberapa siswa masih mengalami kesulitan karena belum cukup menguasai konsep-konsep yang telah disampaikan. Beberapa penyebab kesalahan yang dilakukan oleh siswa-siswa tersebut adalah kesalahan dalam menempatkan titik-titik dalam koordinat kartesius dan menentukan titik yang menjadi patokan dalam menghitung posisi titik tehadap titik tertentu serta kurang memahami konsep mengenai garis dan ruas garis sehingga berdampak pada kesalahan dalam

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 menentukan garis sejajar dan tegak lurus sumbu-sumbu koordinat. Hal ini ditunjukan dari hasil pekerjaan siswa dan wawancara dengan siswa yang menyatakan bahwa mereka kurang memahami konsep-konsep tentang kedudukan titik titik terhadap titik asal dan titik tertentu serta konsep garis sejajar dan tegak lurus terhadap sumbu-sumbu kooordinat. Penyelesaian masalah yang telah dilakukan membutuhkan tindak lanjut berupa pengecekan kembali terhadap semua langkah yang telah dikerjakan. Hal ini bertujuan untuk memverifikasi bahwa semua langkah sudah dilakukan dengan tepat dan tidak ada kesalahankesalahan yang mungkin terjadi, seperti kurang teliti dalam menghitung dan penulisan yang tidak tepat. Pada tahap terakhir ini, siswa tidak menggunakan cara lain yang relevan untuk menjawab soal yang diberikan. Mereka hanya fokus mengikuti langkah atau cara yang telah diberikan dengan sebaik-baiknya. Pada tahap ini, beberapa siswa tidak melakukan pengecekan kembali terhadap jawaban yang diperoleh sebelum menyerahkannya sehingga kesalahan-kesalahan yang tidak seharusnya dilakukan tidak dapat terdeteksi kembali oleh mereka. Hal ini ditunjukan dengan solusi yang mereka berikan tidak sesuai dengan permasalahan yang diberikan dan dari hasil wawancara yang dilakukan, mereka juga mengakui bahwa tidak melakukan pengecekan kembali terhadap pekerjaan mereka karena kehabisan waktu.

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 Dari hasil tes belajar dan wawancara yang telah dilakukan, kemampuan pemecahan masalah siswa dipengaruhi oleh indikator pembelajaran. Hal ini dapat kita lihat bahwa pada indikator pembelajaran tertentu, misalnya jarak titik terhadap sumbu-sumbu koordinat, siswa dapat menerapkan langkah-langkah pemecahan masalah dengan baik, sedangkan pada indikator pembelajaran yang lainnya, yaitu kedudukan titik terhadap titik asal dan titik tertentu dan kedudukan garis sejajar dan tegak lurus terhadap sumbu-sumbu koordinat, siswa sering keliru dalam memahami konsep yang disampaikan sehingga masih mengalami kesulitan dalam merencanakan penyelesaian dengan tepat. 2. Minat Belajar Siswa Keberhasilan dalam kegiatan pembelajaran tidak hanya sematamata ditinjau dari aspek kognitif saja namun juga harus ditinjau dari aspek afektif. Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang mampu meningkatkan kedua aspek tersebut. Pembelajaran tidak akan menjadi bermakna apabila siswa hanya dituntut pada aspek kognitif saja dan mengabaikan aspek-aspek yang lainnya serta begitu pula sebaliknya. Semua aspek dalam kegiatan pembelajaran harus berjalan dengan seimbang untuk mencapai tujuan pembelajaran yang sesungguhnya, yaitu meningkatkan kualitas diri seseorang menjadi lebih baik.

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 Salah satu aspek afektif yang dapat menunjang keberhasilan dalam kegiatan pembelajaran adalah minat belajar siswa. Minat merupakan salah satu faktor penting untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman karena tanpa adanya minat belajar yang dimiliki oleh siswa maka akan sulit untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Minat belajar siswa yang tinggi akan memberikan dorongan untuk selalu mengikuti pelajaran dengan nyaman dan sungguh-sungguh tanpa ada tekanan yang dirasakan oleh siswa dalam belajar. Siswa yang memiliki minat belajar tentu akan merasa senang, terlibat, tertarik dan selalu memperhatikan dalam mengikuti rangkaian kegiatan pembelajaran, hal ini sesuai dengan pendapat Hardjana (Khairani, 2014). Minat belajar menumbuhkan sikap yang dibutuhkan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran agar dapat menciptakan suasana atau kondisi belajar yang menyenangkan. Dari hasil angket yang telah diperoleh, kriteria minat belajar siswa berada dalam kategori berminat dan sangat berminat dalam mengikuti pembelajaran matematika. Siswa yang berada dalam kriteria beminat dalam belajar 38,89% dan siswa yang berada dalam kriteria sangat berminat 61,11%. Hasil ini menunjukan bahwa minat belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran matematika sudah baik. Berdasarkan hasil wawancara minat belajar siswa terkait pembelajaran matematika, terdapat siswa yang merasa bersemangat dan senang dalam mengikuti kegiatan pembelajaran matematika dan terdapat pula

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 siswa yang merasa biasa saja selama mengikuti pelajaran matematika. Siswa yang merasa senang dan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran matematika karena mereka memang menyukai mata pelajaran matematika, hal ini sesuai dengan pendapat Kamisa (Khairani, 2014) sedangkan siswa yang merasa biasa saja selama mengikuti pelajaran matematika karena mereka menganggap bahwa belajar matematika sama seperti belajar pelajaran lainnya. Siswa yang berminat dalam belajar tidak hanya menunjukan perasaan senang dalam mengikuti pelajaran matematika, mereka juga terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran. Berdasarkan hasil angket dan wawancara minat belajar, keterlibatan siswa selama pembelajaran sudah cukup baik tetapi perlu ditingkatkan lagi dalam beberapa hal selama kegiatan pembelajaran. Keterlibatan siswa terlihat dari partisipasi atau sikap yang ditunjukan selama pembelajaran. Mereka yang sangat aktif dalam bertanya dan membantu temannya jika mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal-soal yang diberikan. Mereka bertanya kepada peneliti jika tidak memahami materi yang disampaikan dan membantu teman yang kesulitan apabila mereka mengerti dan sudah memahami materi-materi tersebut. Partisipasi siswa sudah baik, namun dalam beberapa hal yang perlu ditingkatkan, seperti kemauan atau inisiatif untuk menuliskan hasil pekerjaannya dipapan tulis dan mengkomunikasikannya kepada teman-teman yang lain.

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 Selain perasaan senang dan keterlibatan dalam kegiatan pembelajaran, siswa yang berminat dalam belajar juga menunjukan sikap ketertarikan terhadap pelajaran. Berdasarkan hasil angket dan wawancara minat belajar, terdapat siswa yang menunjukan ketertarikan dan terdapat pula siswa yang menunjukan kurang tertarik dalam belajar matematika. Sikap ketertarikan siswa dalam belajar ditunjukan dengan mereka tidak menunda-nunda waktu apabila diminta mengerjakan soal-soal yang diberikan bersama temantemannya sedangkan sikap siswa yang menunjukan kurangnya ketertarikan siswa dalam belajar adalah siswa tidak mempersiapkan atau mempelajari kembali materi yang akan dipelajari dan tidak pernah pergi ke perpustakaan untuk membaca atau meminjam buku-buku matematika. Hal lain yang menunjukan siswa berminat dalam belajar adalah selalu memperhatikan penjelasan yang disampaikan oleh peneliti maupun teman yang lain. Perhatian siswa terhadap pelajaran sudah cukup baik tetapi belum maksimal dan perlu ditingkatkan lagi. Berdasarkan hasil angket dan wawancara minat belajar, siswa bisa fokus dan berkonsentrasi dalam mengikuti pembelajaran yang dilakukan jika kelas dalam suasana yang tenang. Beberapa siswa juga sering ditegur oleh peneliti karena mengganggu temannya saat pembelajaran sehingga membuat siswa yang lain terganggu. Disamping hal-hal tersebut, siswa menunjukan perhatian terhadap

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 pelajaran dengan selalu mencatat materi-materi dan contoh soal yang diberikan oleh peneliti sebagai bahan untuk belajar dirumah. E. KETERBATASAN PENELITIAN Selama melakukan penelitian, peneliti memiliki keterbatasan sehingga membuat hasil penelitian menjadi kurang maksimal. Berikut beberapa keterbatasan yang dialami oleh peneliti selama melaksanakan penelitian. 1. Waktu penelitian yang cukup singkat, yaitu hanya diberi waktu 2 minggu dalam melaksanakan penelitian karena sudah mendekati ulangan tengah semester sehingga latihan-latihan soal yang diberikan sangat sedikit. 2. Kurang tersedianya waktu peneliti untuk melakukan diskusi secara langsung dengan siswa di luar jam pelajaran sekolah karena harus mengikuti aktivitas perkulihan di kampus sehingga beberapa siswa harus mengirim pesan singkat untuk mendapat konfirmasi atas pengetahuan yang telah mereka miliki. 3. Proporsi subjek penelitian yang diwawancara pada setiap kategori tidak seimbang karena sulitnya mencari waktu untuk melakukan wawancara karena harus mencari waktu diluar jam pelajaran dan menyesuaikan jadwal kegiatan ekstrakurikuler siswa sehingga peneliti hanya dapat melakukan wawancara terhadap empat subjek.

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 4. Pada saat penyampaian materi, beberapa siswa tidak mengikuti kegiatan pembelajaran yang telah dirancang karena tidak dapat hadir di sekolah karena sakit sehingga berdampak pada hasil yang diperoleh. 5. Pada setiap soal memuat beberapa indikator pembelajaran sehingga membuat peneliti kesulitan dalam menganalisis kemampuan pemecahan masalah. 6. Soal-soal yang diberikan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah tidak mencakup ranah psikomotorik. Hal ini dikarenakan soalsoal yang telah dirancang hanya mencakup pada level kognitif saja sehingga kapasitas soal yang diberikan tersebut tidak maksimal untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah.

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan mengenai kemampuan pemecahan masalah dan minat belajar siswa kelas VIII SMP Kanisius pakem dengan model pembelajaran berbasis masalah maka dapat disimpulkan sebagai berikut. 1. Kemampuan pemecahan siswa kelas VIII SMP Kanisius Pakem, Yogyakarta sudah cukup baik. Hasil tes kemampuan pemecahan masalah menunjukan bahwa siswa sudah dapat memahami masalah yang diberikan. kesulitan yang masih dialami oleh siswa adalah pada langkah merencanakan penyelesaian terhadap masalah yang diberikan sampai langkah pengecekan kembali terhadap semua langkah yang telah dilakukan. Beberapa kesalahan yang terjadi adalah kurang teliti dalam membaca soal yang diberikan dan menempatkan titik dalam koordinat kartesius serta kurangnya penguasaan konsep mengenai kedudukan titik terhadap titik asal dan titik tertentu dan konsep garis sejajar dan tegak lurus terhadap sumbu-sumbu koordinat. 2. Minat belajar siswa kelas VIII SMP Kanisius Pakem, Yogyakarta berada dalam kategori berminat dan sangat berminat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran matematika. Siswa yang berada dalam kriteria beminat adalah sebanyak 38,89% sedangkan siswa berada dalam kriteria sangat berminat adalah sebanyak 61,11%. Berdasarkan hasil 108

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 wawancara yang telah dilakukan, perasaan siswa selama mengikuti pembelajaran matematika adalah merasa senang dan biasa saja. Keterlibatan, ketertarikan dan perhatian siswa dalam mengikuti pembelajaran masih perlu ditingkatkan lagi. Beberapa hal tersebut adalah kemauan untuk menuliskan hasil pekerjaannya di papan tulis dan mengkomunikasikannya, mempersiapkan atau mempelajari kembali materi yang akan dipelajari dan tidak pernah pergi ke perpustakaan untuk membaca atau meminjam buku-buku matematika. beberapa siswa yang sering ditegur karena membuat kegaduhan sehingga membuat suasana belajar tidak kondusif sehingga mengganggu fokus belajar siswa yang lainnya. B. SARAN Berkaitan dengan hasil penelitian yang diperoleh, peneliti memberikan beberapa saran sebagai berikut. 1. Bagi Siswa a. Siswa hendaknya membiasakan diri untuk memeriksa kembali hasil pekerjaan yang telah diperoleh sebelum menyerahkannya kepada guru. Hal ini bertujuan untuk melatih dan membiasakan siswa bersikap teliti terhadap semua langkah atau proses penyelesaian masalah.

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110 b. Siswa hendaknya berusaha mencoba mempelajari kembali materi pelajaran yang dirasa sulit ketika berada dirumah bersama orangtua atau siapapun yang dianggap dapat membantu mengatasi kesulitan tersebut. c. Siswa hendaknya membuka diri kepada guru untuk selalu mengatakan kesulitan yang dihadapi dalam memahami materi yang disampaikan agar dapat dicari jalan keluarnya. 2. Bagi Guru atau Calon Guru a. Guru atau calon guru diharapkan dapat menggunakan model pembelajaran yang tepat untuk mengasah keterampilan pemecahan masalah dan meningkatkan minat belajar siswa. b. Guru atau calon guru diharapkan lebih peka terhadap kesulitankesuliatan yang mungkin dialami oleh siswa. c. Guru atau calon guru diharapkan dapat menggunakan bahasa yang sederhana dalam menerangkan materi kepada siswa. 3. Bagi Penelitian Selanjutnya a. Penelitian selanjutnya diharapkan untuk mencari waktu penelitian yang lebih banyak atau tidak berdekatan dengan jadwal-jadwal ulangan tengah semester. b. Penelitian selanjutnya diharapkan untuk mengajak siswa mengeksplorasi model pembelajaran berbasis masalah atau belajar di luar kelas sehingga membuat suasana belajar menjadi lebih bervariasi.

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Ahmadi, Abu dan Widodo Supriyono. 2013. Psikologi Belajar. Jakarta: Renika Cipta. Ambarjaya, Beni. S. 2012. Psikologi Pendidikan dan Pengajaran. Yogyakarta. CAPS. Amir, Zubaidah dan Risnawati. 2016. Psikologi Pembelajaran Matematika. Yogyakarta: Aswara Pressindo. Arikunto, S. 2005. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Sagung Seto. Arikunto, S. 2006. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Basrowi dan Suwandi. 2008. Memahami Penelitian Kualtitatif. Jakarta: Renika Cipta. Dalyono, M. 2010. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. Djaali. 2012. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Djamarah, Syaiful Bahri. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta Eggen, Paul dan Don Kauchak. 2012. Strategi dan Model Pembelajaran Mengajar Konten dan Keterampilan Berpikir. Jakarta: PT Indeks. Jihad, Asep dan Abdul Haris. 2013. Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Multi Pressindo. 111

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 Karwati, Evis dan Donni Juni Priansa.2014. MANAJEMEN KELAS (Classroom Management) Guru Profesional yang Inspiratif, Kreatif, Menyenangkan dan Berprestasi. Bandung: Alfabeta. Khairani, Makmun. 2014. Psikologi Belajar. Yogyakarta: Aswajaya Pressindo. Khodijah, Nyayu. 2014. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers. Kosasih, E. 2014. Strategi belajar dan pembelajaran Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: Yrama Widya. Lestari, Karunia Eka dan M. R. Yudhanegara. 2015. Penelitian Pendidikan Matematika. Karawang: PT Refika Adimata. Lidinilah,D.A.M. 2009. Heuristik dalam Pemecahan Masalah Matematika dan Pembelejarannya di Sekolah Dasar. Bandung. UPI Bandung. Ngalimun. 2014. Strategi dan Model Pembelajaran. Yogyakarta: Aswara Pressindo. Priansa, D.J. 2017. Pengembangan Strategi dan Model Pembelajaran. Bandung: CV Pustaka Setia. Rahman, M dan Sofan Amri. 2014. Strategi dan Desain Pengembangan Sistem Pembelajaran. Jakarta: Prestasi Pustaka Raya. Roebijanto, Goenawan. 2014. Geometri, Pengukuran dan Statistik. Malang: Gunung Samudra. Rohmah, Noer. 2015. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Kalimedia.

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 Rusman. 2014. Model-Model Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada. Rusmono, 2012. Strategi Pembelajaran dengan Problem Based Learning Itu Perlu. Jakarta: Ghalia Indonesia. Sanjaya, W. 2011. Strategi Pembelajaran berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta:Kencana Presada Meka. Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Renika Cipta. Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Renika Cipta. Sudjana, Nana. 2010. Penilaian Hasil dan Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Sugihartono, dkk. 2013. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press. Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: ALFABETA. Suherman, Erman. dkk. 2003. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Sukardi. 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan, Kompetensi dan Praktiknya. Yogyakarta: PT. BumiAksara. Sukmadinata, N. 2008. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114 Susanto, Ahmad. 2013. Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Swokowski, Earl dan Jeffery A. Cole. 2009. Algebra and Trigonometry With Analytic Geometry. USA: Brooks/ Cole. Upu. Hamzah. 2003. Problem Posing dan Poblem Solving dalam Pembelajaran Matematika. Bandung: Pustaka Ramadhan. Vosser, Donald L. 2000. Exploring Analytic Geometry With Mathematica. New York: Acedemic Press. Wena, Made. 2009. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer Suatu Tinjauan Konseptual Operasional. Jakarta: Bumi Angkasa. Wena, Made. 2014. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer. Jakarta: Bumi Angkasa.

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 115

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 Lampiran A Lampiran A.1 Surat Ijin Penelitian

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 Lampiran A.2 Surat Ijin Setelah Melakukan Penelitian

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 Lampiran B Lampiran B.1 Hasil Validitas RPP

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122 Lampiran B.2 Hasil Validitas Soal

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125 Lampiran B.3 Hasil Validitas Wawancara KPM

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128 Lampiran C Lampiran C.1 Perangkat Pembelajaran RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) A. Satuan Pendidikan : SMP KANISUS PAKEM Kelas/Semester : VIII/Gasal Mata Pelajaran : Matematika Materi pokok : Koordinat Kartesius Alokasi Waktu : 8 JP Kompetensi Inti 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya 2. Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan proaktif) dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia 3. Memahami,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. 4. Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan. B. Kompetensi Dasar (KD) 3.2 Menjelaskan kedudukan titik dalam bidang koordinat kartesius yang dihubungkan dengan masalah kontekstual. 4.2 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kedudukan titik dalam bidang koordinat kartesius.

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129 Indikator Pencapaian Kompetensi C. 3.2.1 Menentukan kedudukan suatu titik terhadap sumbu-X dan sumbu-Y. 3.2.2 Menentukan kedudukan suatu titik terhadap titik asal (0,0). 3.2.3 Menentukan kedudukan suatu titik terhadap titik tertentu (a,b). 3.2.4 Menentukan kedudukan garis yang sejajar dengan sumbu-X. 3.2.5 Menentukan kedudukan garis yang sejajar dengan sumbu-Y. 3.2.6 Menentukan kedudukan garis yang tegak lurus dengan sumbu-X. 3.2.7 Menentukan kedudukan garis yang tegak lurus dengan sumbu-Y. 4.2.1 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kedudukan titik. 4.2.2 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kedudukan garis. Tujuan Pembelajaran Melalui kegiatan pembelajaran, diharapkan siswa dapat: 3.2.1 Menentukan kedudukan suatu titik terhadap sumbu-X dan sumbu-Y setelah mengamati permasalahan yang diberikan dengan benar. 3.2.2 Menentukan kedudukan suatu titik terhadap titik asal (0,0) setelah melihat permasalahan yang diberikan dengan cepat dan tepat. 3.2.3 Menentukan kedudukan suatu titik terhadap titik tertentu (a,b) setelah melihat permasalahan yang diberikan dengan cepat dan tepat. 3.2.4 Menentukan kedudukan garis yang sejajar dengan sumbu-X setelah mempelajari konsep kesejajaran dengan benar. 3.2.5 Menentukan kedudukan garis yang sejajar dengan sumbu-Y setelah mempelajari konsep kesejajaran dengan benar. 3.2.6 Menentukan kedudukan garis yang tegak lurus dengan sumbu-X setelah mempelajari konsep tegak lurus dengan benar. 3.2.7 Menentukan kedudukan garis yang tegak lurus dengan sumbu-Y setelah mempelajari konsep tegak lurus dengan benar. 4.2.1 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kedudukan titik setelah mempelajari konsep titik dalam sistem koordinat secara tepat. 4.2.2 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kedudukan garis setelah mempelajari konsep garis dalam sistem koordinat secara tepat.

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130 D. Materi Pembelajaran Sistem Koordinat (Terlampir) E. F. Model/Metode Pembelajaran Model Pembelajaran : Pembelajaran Berbasis Masalah Metode pembelajaran : Ekspositori, tanya jawab, diskusi Langkah-langkah kegiatan pembelajaran Pertemuan 1 ( 1 x 40 Menit) Indikator : 3.2.1 Kegiatan Deskripsi Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu Pembuka • Guru mengucapkan salam pembuka untuk memulai pembelajaran, kemudian memeriksa kehadiran siswa sebagai cerminan sikap disiplin. Apersepsi : • Guru menyampaikan kepada siswa bahwa ia akan menjadi pendamping mereka mempelajari bab 2, yaitu mengenai materi koordinat kartesius. Pendahuluan • Guru memberikan gambaran aktivitas pembelajaran dan penilaian selama proses mendampingi siswa-siswi 10 menit terkait materi koordinat kartesius. Motivasi : • Guru mengarahkan siswa supaya belajar dengan sungguh-sungguh karena setiap jenis pelajaran apapun pasti akan memberikan manfaat yang baik. • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu menentukan kedudukan titik terhadap sumbu-sumbu koordinat. Kegiatan Inti Mengorganisasikan Siswa kepada Masalah • Guru menyajikan permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan materi koordinat kartesius, yaitu permasalahan yang diambil dari buku siswa. 25 menit

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131 Permasalahan Bella dan Diva ingin berkunjung kerumah gurunya, Bu Badiah. Namun, mereka belum tahu alamat gurunya secara pasti. Ibu Badiah hanya memberikan informasi bahwa rumahnya berjarak 1,78 km dari Jl. Diponegoro dan berjarak 2,13 km dari Jl. Sudirman. • Siswa mengamati permasalahan yang diberikan oleh guru dan memberikan alasan mengapa rumah bu Badiah berjarak 1,78 km dari Jl. Diponegoro dan berjarak 2,13 km dari Jl. Sudirman. Mengorganisasikan Siswa untuk Belajar • Siswa menanyakan kepada siswa hal-hal yang berkaitan dengan permasalahan yang disajikan, yaitu bagaimana menentukan jaraknya. • Guru menanyakan tentang koordinat kartesius dan apa hubungannya dengan koordinat. Membantu Penyelidikan Mandiri atau Kelompok • Siswa mencari informasi yang berkaitan dengan halhal yang ditanyakan oleh guru berdasarkan masalah yang disajikan. • Siswa melakukan komunikasi dan interaksi dengan teman dan guru jika menemukan kesulitan dalam mempelajari materi yang sedang dipelajari.

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132 Mengembangkan dan Mempresentasikan Hasil Karya serta Pameran • Siswa mencoba menjawab dan mengkomunikasikan hasil-hasil penyelidikan mandiri maupun kelompok berdasarkan pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan oleh guru, yaitu apa itu koordinat kartesius dan apa itu koordinat. • Guru mendampingi dan membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam memecahkan permasalahan yang diberikan. • Guru menerangkan tentang kuadran-kuadran dalam koordinat kartesius. Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah • Guru mendampingi siswa menelaah kembali atau melihat kembali cara-cara yang dilakukan untuk memecahkan permasalahan tersebut sehingga dapat memudahkan siswa dalam belajar. • Siswa menyimpulkan materi-materi yang telah dipelajari, yaitu menentukan jarak titik terhadap sumbu-sumbu koordinat. • Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari selanjutnya, yaitu mengenai cara menentukan kedudukan titik terhadap titik asal dan kedudukan titik terhadap titik tertentu. Penutup • Guru memberikan pesan untuk mempelajari kembali materi yang telah disampaikan dan melengkapi alatalat yang akan digunakan dalam pembelajaran berupa membawa buku matematika berpetak, pensil, penggaris, penghapus untuk pembelajaran berikutnya. • Guru mengucapkan salam penutup. 5 menit

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133 Pertemuan 2 ( 2 x 40 Menit) Indikator : 3.2.2, 3.2.3, 4.2.1 Kegiatan Deskripsi Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu Pembuka • Guru mengucapkan salam pembuka untuk memulai pembelajaran, kemudian memeriksa kehadiran siswa sebagai cerminan sikap disiplin. Apersepsi : • Guru meminta siswa untuk menyiapkan buku dan alatalat yang diperlukan dalam pembelajaran matematika. • Guru mengingatkan kembali tentang koordinat kartesius dan cara menentukan kedudukan titik terhadap sumbu-sumbu koordinat. Pendahuluan 10 menit Motivasi : • Guru membentuk kelompok kecil supaya siswa saling berinteraksi dan bekerja sama selama pelajaran. • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu, menentukan kedudukan titik terhadap titik asal menentukan kedudukan titik terhadap titik tertentu dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kedudukan titik serta memberikan acuan tentang bahan yang akan dipelajari, cara belajar, dan cara melakukan penilaian dalam proses pembelajaran. Kegiatan Inti Mengorganisasikan Siswa kepada Masalah • Guru menyajikan kembali permasalahan yang lalu dan menyajikan permasalahan posisi suatu objek terhadap objek-objek lainnya. • Siswa melakukan pengamatan atas permasalahan yang diberikan oleh guru. Mengorganisasikan Siswa untuk Belajar 60 menit

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134 • Guru mengingatkan kembali seputar pengetahuan siswa mengenai materi sebelumnya, yaitu kedudukan titik terhadap sumbu-sumbu koordinat kartesius. • Siswa bertanya kembali cara menentukan kedudukan titik dalam koordinat kartesius. Membantu Penyelidikan Mandiri atau Kelompok • Siswa mencari informasi yang berkaitan dengan materi kedudukan titik yang terdapat didalam buku paket dan diharapkan muncul ide atau gagasan yang mereka peroleh dari buku paket tersebut. • Siswa melakukan komunikasi dan interaksi dengan guru jika menemukan kesulitan dalam mempelajari materi yang sedang dipelajari. • Guru membimbing siswa dalam mempelajari kuadrankuadran dalam koordinat kartesius dan menghubungkannya dengan konsep arah mata angin. Mengembangkan dan Mempresentasikan Hasil Karya serta Pameran • Guru memberikan LKS yang berkaitan dengan materi kedudukan titik di dalam kehidupan sehari-hari dan dikerjakan dalam kelompok. • Guru mendampingi siswa menyelesaikan soal atau permasalahan yang diberikan dengan memanfatkan pengetahuan yang telah diperoleh dari guru, teman maupun sumber belajar lainnya. • Siswa mencoba menyelesaikan soal yang diberikan guru, yaitu menentukan kedudukan titik dalam koordinat kartesius. • Guru mendampingi dan membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah yang telah diberikan. • Siswa menuliskan jawabannya dipapan tulis dan mengkomunikasikannya kepada teman-temannya.

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135 Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah • Siswa memberikan komentar terhadap hasil pekerjaan temannya dan memberikan masukan, kritik dan saran jika terdapat jawaban yang dianggap kurang tepat. • guru membimbing siswa menyimpulkan terkait cara menentukan kedudukan titik terhadap titik asal dan kedudukan titik terhadap titik tertentu. • Guru memberikan PR kepada siswa untuk mengetahui perkembangan atau kesulitan yang masih dialami siswa dan meminta siswa untuk mengumpulkan pada pertemuan selanjutnya. • Guru berpesan untuk mempelajari kembali materi yang telah disampaikan dan menyampaikan materi yang akan dipelajari selanjutnya, yaitu mengenai cara Penutup menentukan kedudukan garis yang sejajar dan tegak 10 menit lurus terhadap sumbu-sumbu koordinat. • Guru mengucapkan salam penutup. Pertemuan 3 ( 2 x 40 Menit) Indikator : 3.2.4, 3.2.5, 3.2.6, 3.2.7 dan 4.2.2 Kegiatan Deskripsi Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu Pembuka • Guru mengucapkan salam pembuka untuk memulai pembelajaran, kemudian memeriksa kehadiran siswa Pendahuluan sebagai cerminan sikap disiplin. Apersepsi : • Guru meminta siswa menyiapkan buku dan alat-alat tulis yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran dan sekaligus meminta siswa mengumpulkan PR. 10 menit

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136 • Guru bertanya dan mengecek pemahaman siswa tentang kedudukan titik terhadap titik asal dan titik tertentu. Motivasi : • Guru membentuk kelompok dan mengarahkan siswa supaya saling membantu, bekerja sama dan belajar dengan sungguh-sungguh. • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu menentukan kedudukan garis yang sejajar dan tegak lurus sumbu-sumbu koordinat dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan garis serta memberikan acuan tentang bahan yang akan dipelajari, cara belajar, dan cara melakukan penilaian dalam proses pembelajaran. Kegiatan Inti Mengorganisasikan Siswa kepada Masalah • Siswa melakukan pengamatan atas permasalahan yang diberikan oleh guru berkaitan dengan materi kedudukan garis sejajar dan tegak lurus terhadap sumbu-sumbu koordinat. • Guru memberikan LKS dan meminta siswa dalam kelompok kecil untuk menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan menentukan garis sejajar dan garis yang tegak lurus terhadap sumbu-sumbu koordinat. Mengorganisasikan Siswa untuk Belajar • Siswa menunjukkan garis sejajar dan garis tegak lurus. • Guru memberikan pertanyaan tentang apa itu maksudnya sejajar dan tegak lurus. Membantu Penyelidikan Mandiri atau Kelompok • Siswa menjawab tentang apa itu sejajar dan tegak lurus serta mampu menunjukkan garis-garis yang sejajar dan tegak lurus terhadap sumbu-sumbu koordinat. • Siswa diminta membaca dan mengeksplorasi pengetahuan mereka yang dipelajari dalam buku paket atau sumber lainnya tentang materi yang berkaitan 60 menit

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 137 dengan bagaimana dan apa maksudnya garis sejajar dan garis tegak lurus. • Guru membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam mempelajari materi yang berkaitan dengan cara menentukan maupun menggambar garis-garis sejajar dan garis tegak lurus. Mengembangkan dan Mempresentasikan Hasil Karya serta Pameran • Siswa mencoba menyelesaikan soal yang diberikan guru yang berkaitan dengan materi yang sedang dipelajari, yaitu mengenai sejajar dan cara menentukan garis-garis yang tegak lurus terhadap sumbu-sumbu koordinat. • Guru membimbing siswa dalam menyelesaikan masalah yang diberikan dan melakukan bimbingan personal terhadap siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan permasalahan. • Guru meminta beberapa siswa untuk menuliskan jawabannya di papan tulis dan mengkomunikasikan kepada teman-temannya. Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah • Guru meminta siswa-siswa yang lain untuk mengamati jawaban dari temannya dan memberikan komentar terhadap hasil pekerjaaan temannya. • Siswa menyimpulkan apa yang telah diperoleh selama proses pembelajaran. • Guru memberikan penguatan terhadap jawaban yang telah dituliskan oleh beberapa siswa. • Penutup Guru berpesan untuk mempelajari kembali materi yang telah disampaikan dan menyampaikan materi yang akan 10 menit dipelajari selanjutnya, yaitu mengenai mengulang

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138 kembali atau rangkuman materi-materi yang telah dipelajari sebelum melaksanakan ulangan harian. • Guru mengucapkan salam penutup. Pertemuan 4 ( 1 x 40 Menit) Indikator : 3.2.1, 3.2.2, 3.2.3, 3.2.4, 3.2.5, 3.2.6, 3.2.7, 4.2.1 dan 4.2.2 Kegiatan Deskripsi Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu Pembuka • Guru mengucapkan salam pembuka untuk memulai pembelajaran, kemudian memeriksa kehadiran siswa sebagai cerminan sikap disiplin. Apersepsi : • Guru meminta siswa menyiapkan buku dan alat-alat yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. Motivasi : • Guru mengarahkan siswa supaya belajar dengan Pendahuluan sungguh-sungguh karena pertemuan selanjutnya akan 10 menit diadakan ulangan harian. • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu membuat rangkuman materi-materi yang telah dipelajari sebelumnya seperti: menentukan kedudukan titik terhadap sumbu-sumbu koordinat, kedudukan titik terhadap titik asal, kedudukan titik terhadap ttitik tertentu, kedudukan garis yang sejajar dan tegak lurus sumbu-sumbu koordinat dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kedudukan titik dan garis. Kegiatan Inti Mengorganisasikan Siswa kepada Masalah. • Guru meminta siswa menjawab beberapa latihan soal yang ada dibuku paket berkaitan dengan materi kedudukan titik dan garis dalam koordinat kartesius. 20 menit

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139 Mengorganisasikan Siswa untuk Belajar • Guru memperbolehkan siswa untuk berdiskusi dengan teman sebangkunya untuk memperoleh solusi dari permasalahan yang diberikan. Membantu Penyelidikan Mandiri atau Kelompok • Siswa diminta mencari tahu informasi tentang kedudukan titik dan garis dalam koordinat kartesius sehingga diharapkan menemukan ide atau gagasan yang diperoleh dari berbagai macam sumber belajar. • Guru mendampingi siswa dalam rangka menjawab kedudukan titik dan garis dalam koordinat kartesius. Mengembangkan dan Mempresentasikan Hasil Karya serta Pameran • Siswa mencoba menyelesaikan permasalahan yang diberikan guru dengan tekun dan sungguh-sunggguh. • Guru mendampingi siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan permasalahan. • Guru meminta salah siswa untuk menyampaikan jawabannya dan mengkomunikasikannya kepada teman-temannya. Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah • Guru meminta siswa-siswa yang lain untuk mengamati jawaban dari temannya dan memberikan komentar terhadap hasil pekerjaaan temannya. • Siswa menyimpulkan materi-materi yang telah dipelajari. • Guru memberikan penguatan atas segala bentuk jawaban yang telah diberikan oleh siswa. • Penutup Guru memberikan informasi mengenai kegiatan belajar pada pertemuan selanjutnya, yaitu ulangan harian. 10 menit

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140 • Guru memberikan pesan supaya belajar dengan sungguh-sungguh supaya memperoleh hasil yang terbaik. • Guru mengucapkan salam penutup. Pertemuan 5 ( 2 x 40 Menit) Indikator : 3.2.1, 3.2.2, 3.2.3, 3.2.4, 3.2.5, 3.2.6, 3.2.7, 4.2.1 dan 4.2.2 Kegiatan Deskripsi Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu Pembuka • Guru mengucapkan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran, kemudian memeriksa kehadiran siswa sebagai cerminan sikap disiplin. Apersepsi : Pendahuluan • Guru meminta siswa untuk menyiapkan alat tulis yang 5 menit diperlukan untuk menyelesaikan ulangan. Motivasi : • Guru memberikan motivasi untuk mengerjakan dengan teliti dan sungguh-sungguh supaya memperoleh nilai yang memuaskan. Kegiatan Inti Mengorganisasikan Siswa kepada Masalah • Guru membagikan soal ulangan kepada masingmasing individu. • Guru memastikan bahwa soal-soal yang dibagikan adalah soal-soal yang sama dan harus dikerjakan secara individu. • Siswa mengamati soal ulangan mereka masing- masing. Mengorganisasikan Siswa untuk Belajar • Siswa bertanya jika terdapat soal yang tidak jelas. 70 menit

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141 Membantu Penyelidikan Mandiri atau Kelompok • Siswa berpikir kritis dan mengingat kembali informasi atau konsep-konsep matematika yang telah dipelajari untuk menyelesaikan soal-soal yang diberikan. • Siswa berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menyelesaikan setiap soal yang telah diberikan. Mengembangkan dan Mempresentasikan Hasil Karya serta Pameran • Guru meminta siswa mengumpulkan pekerjaannya setelah waktu yang diberikan habis. Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah • Guru memberi tahu gambaran jawaban pada masingmasing soal. • Guru mengucapkan rasa terima kasih karena telah berusaha mengerjakan soal-soal yang diberikan dengan sungguh-sungguh. Penutup • Guru mengucapkan mohon maaf apabila selama 5 menit berdinamika bersama ada kata-kata maupun sikap guru yang tidak berkenan dihati siswa. • G. Guru mengucapkan salam penutup. Media pembelajaran 1. Media dan Alat : Laptop, Proyektor, Papan Tulis, Penggaris, Penghapus, Spidol. 2. Sumber : Buku KEMENDIKBUD 2017 Matematika SMP Kelas VIII H. Penilaian Hasil Belajar 1. Teknik Penilaian : Pengamatan dan Tes tertulis 2. Prosedur Penilaian :

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142 No Aspek yang dinilai 1. Sikap Teknik Penilaian Waktu Penilaian • Terlibat aktif dan memiliki rasa ingin tahu dalam pembelajaran. • Bekerjasama dan tekun dalam Pengamatan kegiatan kelompok. Selama pembelajaran • Bertanggungjawab dan fokus terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif. 2. Pengetahuan • Siswa dapat memahami materi koordinat kartesius, khususnya mengenai materi kedudukan titik terhadap titik asal, titik tertentu, kedudukan garis Pengamatan dan tes sejajar dan tegak lurus terhadap Penyelesaian tugas individu atau kelompok sumbu-sumbu koordinat yang dituangkan pada lembar kerja saat ulangan. 3. Keterampilan • Terampil dalam menerapkan konsep/prinsip pemecahan relevan dan strategi masalah yang berkaitan dengan permasalahan koordinat kartesius. Penyelesaian tugas (baik mengenai Pengamatan individu maupun kelompok) dan saat pembelajaran

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143 MATERI AJAR Perhatikan gambar dibawah ini! Bella dan Diva ingin berkunjung kerumah gurunya, Bu Badiah. Namun, mereka belum tahu alamat gurunya secara pasti. Ibu Badiah hanya memberikan informasi bahwa rumahnya berjarak 1,78 km dari Jl. Diponegoro dan berjarak 2,13 km dari Jl. Sudirman. Bella dan Diva berangkat Bersama dari sekola dengan menggunakan sepeda dan mereka menempuh jalan yang berbeda. Warna merah adalah rute yang dilalui Bella, Warna biru adalah rute perjalanan yang dilalui oleh Diva seperti yang ditunjukkan dalam peta. Ternyata Bella dating lebih awal di rumah Bu Badiah, sedangkan Diva baru atang setelah beberapa menit kemudian. Apabila kecepatan sepeda mereka dianggap sama, mengapa Bella dating lebih awal daripada Diva dan dapatkah kamu menunjukkan rumah Bu Badiah

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144 A. Posisi Titik Terhadap Sumbu-X dan Sumbu-Y Titik- titik bidang koordinat memiliki jarak terhadap sumbu-X dan Sumbu-Y. Coba sekarang amati posisi titik A, B, C, D, E, F, G, H terhadap sumbu-X dan SumbuY. Dari gambar diatas, dapat ditulis posisi titik-tik sebagai berikut: Titik A terletak 6 satuan dari sumbu-X dan terletak 3 satuan dari sumbu-Y. Titik B berjarak 4 satuan dari sumbu-X dan berjarak 4 satuan dari sumbu-Y. Titik C berjarak 3 satuan dari sumbu-X dan berjarak 4 satuan dari sumbu-Y. Titik D berjarak 5 satuan dari sumbu-X dan berjarak 6 satuan dari sumbu-Y. Titik E berjarak 5 satuan dari sumbu-X dan berjarak 5 satuan dari sumbu-Y. Titik F berjarak 3 satuan dari sumbu-X dan berjarak 3 satuan dari sumbu-Y. Titik G berjarak 6 satuan dari sumbu-X dan berjarak 2 satuan dari sumbu-Y. Titik H berjarak 5 satuan dari sumbu-X dan berjarak 6 satuan dari sumbu-Y. Posisi titik pada koordinat kartesius ditulis dalam pasangan berurut (x,y) bilangan x menyatakan jarak titik itu dari sumbu-Y dan bilangan y menyatakan jarak titik itu dari sumbu-X. Sumbu-X dan sumbu-Y membagi bidang koordinat Kartesius menjadi 4 Kuadran, yaitu:

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145 Kuadran I : Sumbu-x positif dan Sumbu -y positif. Kuadran II : Sumbu-x negatif dan Sumbu -y positif. Kuadran III : Sumbu -x negatif dan Sumbu -y negatif. Kuadran IV : Sumbu -x positif dan Sumbu -y negatif. absis ordinat Pada bidang koordinat diatas, titik P memiliki koordinat (-2,1) dengan absis : -2 dan ordinat: 1 dan titik Q memiliki koordinat (2,3) dengan absis: 2 dan ordinat :3.

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146 B. Posisi Titik Terhadap Titik Asal (0,0) dan Titik Tertentu (a,b) Perhatikan gambar denah perkemahan dibawah ini! Dari denah perkemahan diatas, posisi beberapa objek terhadap pos utama dan posisi beberapa tempat terhadap tanah lapang dan kolam adalah sebagai berikut: Tempat Posisi tempat terhadap Pos Keterangan Tanah Utama Perumahan (6,5) Keterangan Kolam Keterangan 10 satuan ke (9,8) 9 satuan ke Lapang 6 satuan ke kanan, 5 satuan ke (10,2) kanan, 2 kanan, 8 satuan keatas satuan ke atas Pemakaman (-5,-2) atas 5 satuan ke (-1,-5) 1 satuan ke kiri, 2 satuan kiri, ke kiri satuanke (-2,1) 5 2 satuan ke kiri, 1 satuan ke atas bawah Pasar (4,3) 4 satuan ke kanan, 3 (10,1) 10 satuan ke kanan, 1 (10,5) 10 satuan ke kanan, 5

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147 satuan ke satuan atas Teka-Teki (-8,5) Tenda 1 (2,0) ke satuan atas 8 satuan ke (-4,2) atas 4 satuan ke (-5,8) 5 satuan ke kiri, 5 satuan kiri, 5 satuan kiri, 8 satuan ke atas ke atas ke atas 2 satuan ke (6,-3) kanan 6 satuan ke (5,3) 5 satuan ke kanan, 3 kanan, 3 satuan ke satuan ke bawah Pos 1 (2,5) ke 2 satuan ke (6,2) atas 6 satuan ke (5,8) 5 satuan ke kanan, 5 kanan, 2 kanan, 8 satuan ke satuan ke satuan ke atas atas atas Setelah kalian memahami tabel diatas, coba lengkapi tabel dibawah ini dengan cepat dan tepat. No 1 2 Posisi dari titik asal (0,0) Posisi terhadap Objek Koordinat Tenda 1 (2,0) Pos 1 (2,5) Perumahan (6,5) 4 4 Pemakaman (-5,-2) satuan ke satuan Pasar (4,3) ke (4,3) ke kanan dan 0 kanan dan 2 satuan ke atas satuan ke atas satuan ke atas 7 satuan ke kiri ke bawah Pasar satuan kanan dan 5 dan 2 satuan 3 2 2 satuan ke kanan dan 2

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148 satuan ke bawah 4 Hutan (-8,5) 10 satuan ke kiri satuan dan 1 ke bawah 5 Tenda 1 (2,0) 6 Tenda 2 (0,2) 7 Pos 1 (2,5) 0 satuan ke ke kanan dan 0 satuan ke atas 8 Pos 2 (-4,4) C. Memahami Posisi garis terhadap Sumbu-X dan Sumbu-Y Perhatikan garis 𝑙, garis 𝑚, dan garis 𝑛 pada koordinat kartesius di bawah ini terhadap sumbu-X dan sumbu-Y.

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149 Garis-garis yang sejajar, tegak lurus dan memotong sumbu-X dan sumbu-Y adalah sebagai berikut: Gambar (a) Garis-garis yang Gambar (b) Garis-garis sejajar yang Garis-garis Gambar (c) Garis-garis sejajar yang tegak lurus yang Garis-garis tegak yang memotong dengan sumbu- dengan dengan sumbu- lurus dengan sumbu-X X sumbu-Y X 𝑙1 , 𝑙2 , 𝑙3 , 𝑙4 𝑚1 , 𝑚2 , 𝑚3 , 𝑚1 , 𝑚2 , 𝑚3 , 𝑚4 𝑚4 sumbu-Y sumbu-Y 𝑙1 , 𝑙2 , 𝑙3 , 𝑙4 𝑛1 , 𝑛2 , dan Perhatikan gambar di bawah ini! Gambar diatas menunjukkan bahwa garis m sejajar dengan garis n, tetapi kedua garis tersebut tidak tegak lurus dengan sumbu-sumbu koordinat.

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150 Latihan Soal 1. Diketahui titik A (3,1), B(3,5), C (-2,5). Jika ketiga titik tersebut dihubungkan akan terbentuk…… A. Segitiga Sama Sisi B. Segitiga Sama Kaki C. Segitiga Siku-Siku D. Segitiga Sembarang 2. Diketahui dalam koordinat kartesius terdapat titik P,Q dan R. Titik P (4,6) dan titik Q (7,1). Jika titik P,Q dan R dihubungkan akan membentuk segitiga siku=siku, maka koordinat titik R adalah….. A. (6,5) B. (4,5) C. (6,1) D. (4,1) Untuk pertanyaan 3-10 perhatikan koordinat kartesius berikut ini! 3. Koordinat titik A adalah……. A. (5,7) B. (-5,7) C. (7,5) D. (7,-5)

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151 4. Koordinat titik C adalah…… A. (4,4) B. (-4,4) C. (4,-4) D. (-4,-4) 5. Koordinat titik F adalah…… A. (8,6) B. (8,-6) C. (6,-8) D. (-8,-6) 6. Koordinat titik H adalah….. A. (6,5) B. (-6,5) C. (6,-5) D. (-6,-5) 7. Titik-titik yang berjarak 3 satuan terhadap sumbu-X adalah…… A. Titik B dan C B. Titik E dan G C. Titik B dan E D. Titik E dan G 8. Titik-titik yang berjarak 4 satuan terhadap sumbu-Y adalah…… A. Titik B dan C B. Titik E dan G C. Titik B dan E D. Titik E dan G 9. Titik-titik yang berada dikuadran II adalah…… A. Titik A dan B B. Titik C dan D C. Titik E dan F D. Titik G dan H

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152 10. Titik-titik yang berada dikuadran IV adalah….. A. Titik A dan B B. Titik C dan D C. Titik E dan F D. Titik G dan H Untuk pertanyaan 11-20 perhatikan koordinat kartesius berikut ini! 11. Garis-garis yang sejajar dengan sumbu-X adalah….. A. Garis m dan n B. Garis m dan l C. Garis k dan m D. Garis k dan l 12. Garis-garis yang sejajar dengan sumbu-Y adalah…. A. Garis m dan n B. Garis m dan l C. Garis k dan m D. Garis k dan l 13. Garis m dan garis n adalah dua garis yang..... A. Tegak lurus B. Berimpit

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 153 C. Berpotongan D. Sejajar 14. Garis n dan garis k adalah dua garis yang..... A. Tegak lurus B. Berimpit C. Berpotongan D. Sejajar 15. Garis yang berada disebelah kanan sumbu-Y adalah….. A. Garis m B. Garis n C. Garis k D. Garis l 16. Garis yang berada disebelah kanan sumbu-X adalah….. A. Garis m B. Garis n C. Garis k D. Garis l 17. Jarak garis m terhadap sumbu-Y adalah….. A. 2 satuan B. 3 satuan C. 4 satuan D. 5 satuan 18. Jarak garis k terhadap sumbu-X adalah….. A. 2 satuan B. 3 satuan C. 4 satuan D. 5 satuan

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 154 19. Koordinat titik potong garis m dan l adalah …. A. (2,3) B. (-5,3) C. (-5,-6) D. (2,-6) 20. Koordinat titik potong garis n dan l adalah …. A. (2,3) B. (-5,3) C. (-5,-6) D. (2,-6) Lembar Kerja Siswa 1 1. Dalam suatu sistem tata surya yang dipetakan dalam bidang koordinat, Matahari berada pada titik pusat atau titik asal (0,0). Planet Merkurius terletak pada koordinat (1,1), Planet Venus terletak pada koordinat (2,3), Planet Bumi terletak pada koordinat (-3,4), Planet Mars terletak pada koordinat (-4,5), Planet Jupiter terletak pada koordinat (6,-7), Planet Saturnus terletak pada koordinat (7,8), Planet Uranus terletak pada koordinat (8,9) dan Planet Neptunus terletak pada koordinat (-9,-10). Berdasarkan informasi diatas, gambarlah titik-titik tersebut ke dalam koordinat kartesius kemudian tentukan: a. Jarak planet Bumi terhadap Sumbu-X. b. Jarak planet Jupiter terhadap Sumbu-Y. c. Posisi planet Saturnus terhadap Matahari. d. Posisi planet Neptunus terhadap Matahari. e. Posisi planet Merkurius terhadap Bumi. f. Posisi planet Jupiter terhadap Uranus. g. Posisi planet Saturnus terhadap Neptunus. h. Posisi planet Venus terhadap Jupiter. i. Posisi planet Uranus terhadap Neptunus.

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 155 Rubrik Penilaian No 1 Soal dan Pembahasan Skor Dalam suatu sistem tata surya yang dipetakan dalam bidang koordinat, Matahari berada pada titik pusat atau titik asal (0,0). Planet Merkurius terletak pada koordinat ( 1,1), Planet Venus terletak pada koordinat (2,3), Planet Bumi terletak pada koordinat (-3,4), Planet Mars terletak pada koordinat (-4,5), Planet Jupiter terletak pada koordinat (6,-7), Planet Saturnus terletak pada koordinat (7,8), Planet Uranus terletak pada koordinat (8,9) dan Planet Neptunus terletak pada koordinat (-9,-10). Berdasarkan informasi diatas, gambarlah titik-titik tersebut ke dalam koordinat kartesius kemudian tentukan: a. Jarak planet Bumi terhadap Sumbu-X. b. Jarak planet Jupiter terhadap Sumbu-Y. c. Posisi planet Saturnus terhadap Matahari. d. Posisi planet Neptunus terhadap Matahari. e. Posisi planet Merkurius terhadap Bumi. f. Posisi planet Jupiter terhadap Uranus. g. Posisi planet Saturnus terhadap Neptunus. h. Posisi planet Venus terhadap Jupiter. i. Posisi planet Uranus terhadap Neptunus. Pembahasan Diketahui: • Koordinat Matahari adalah (0,0). • Koordinat planet Merkurius adalah (1,1). • Koordinat planet Venus adalah (2,3). • Koordinat planet Bumi adalah (-3,4). • Koordinat planet Mars adalah (-4,5). • Koordinat planet Jupiter adalah (6,-7). 15

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 156 • Koordinat planet Saturnus adalah (7,8). • Koordinat planet Uranus adalah (8,9). • Koordinat planet Neptunus adalah (-9,-10). Ditanyakan: a. Jarak planet Bumi terhadap Sumbu-X. b. Jarak planet Jupiter terhadap Sumbu-Y. c. Posisi planet Saturnus terhadap Matahari. d. Posisi planet Neptunus terhadap Matahari. e. Posisi planet Merkurius terhadap Bumi. f. Posisi planet Jupiter terhadap Uranus. g. Posisi planet Saturnus terhadap Neptunus. h. Posisi planet Venus terhadap Jupiter. i. Posisi planet Uranus terhadap Neptunus. Penyelesaian 40 Jadi, jarak planet Bumi terhadap Sumbu-X adalah 4 satuan. 5 Jadi, jarak planet Jupiter terhadap Sumbu-Y adalah 6 satuan. 5

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 157 Jadi, posisi planet Saturnus terhadap Matahari adalah 7 satuan kekanan dan 8 satuan keatas. Jadi, posisi planet Neptunus terhadap Matahari adalah 9 satuan kekiri dan 10 satuan kebawah. Jadi, posisi planet Merkurius terhadap Bumi adalah 4 satuan kekanan dan 3 satuan kebawah. Jadi, posisi planet Jupiter terhadap Uranus adalah 2 satuan kekiri dan 16 satuan kebawah. Jadi, posisi planet Saturnus terhadap Neptunus adalah 16 satuan kekanan dan 18 satuan keatas. Jadi, posisi planet Venus terhadap Jupiter adalah 4 satuan kekiri dan 10 satuan keatas. Jadi, posisi planet Uranus terhadap Neptunus adalah 17 satuan kekanan dan 19 satuan keatas. 5 5 5 5 5 5 5 Kuis 1. Dalam suatu denah perkampungan yang dipetakan dalam sistem koordinat kartesius, Sekolah terletak pada koordinat (0,0). Pos Kamling terletak 3 satuan kekanan dan 5 satuan keatas. Rumah Cristin terletak pada terletak 5 satuan kekiri dan 4 satuan keatas. Rumah Jojo terletak terletak 2 satuan kekanan dan 1 satuan kebawah. Rumah Ani terletak terletak 6 satuan kekiri dan 2 satuan kebawah. Berdasarkan informasi diatas, maka: a. Gambarlah koordinat kartesius dan tentukan koordinat Pos Kamling, Rumah Cristin, Rumah Jojo dan Rumah Ani. b. Tentukan posisi Pos Kamling terhadap Rumah Jojo. c. Tentukan posisi Rumah Ani terhadap Rumah Cristin.

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 158 Rubrik Penilaian No 1 Soal dan Pembahasan Skor Dalam suatu denah perkampungan yang dipetakan dalam sistem koordinat kartesius, Sekolah terletak pada koordinat (0,0). Pos Kamling terletak 3 satuan kekanan dan 5 satuan keatas. Rumah Cristin terletak pada terletak 5 satuan kekiri dan 4 satuan keatas. Rumah Jojo terletak terletak 2 satuan kekanan dan 1 satuan kebawah. Rumah Ani terletak terletak 6 satuan kekiri dan 2 satuan kebawah. Berdasarkan informasi diatas, maka: d. Gambarlah koordinat kartesius dan tentukan koordinat Pos Kamling, Rumah Cristin, Rumah Jojo dan Rumah Ani. e. Tentukan posisi Pos Kamling terhadap Rumah Jojo. f. Tentukan posisi Rumah Ani terhadap Rumah Cristin. Pembahasan 10 Diketahui: • Sekolah terletak pada koordinat (0,0). • Pos Kamling terletak 3 satuan kekanan dan 5 satuan keatas. • Rumah Cristin terletak pada terletak 5 satuan kekiri dan 4 satuan keatas. • Rumah Jojo terletak terletak 2 satuan kekanan dan 1 satuan kebawah. • Rumah Ani terletak terletak 6 satuan kekiri dan 2 satuan kebawah. Ditanyakan: • Gambarlah koordinat kartesius dan tentukan koordinat Pos Kamling, Rumah Cristin, Rumah Jojo dan Rumah Ani. • Tentukan posisi Pos Kamling terhadap Rumah Jojo. • Tentukan posisi Rumah Ani terhadap Rumah Cristin. Penyelesaian 50

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 159 Jadi, koordinat Pos Kamling adalah (3,5) , Rumah Cristin adalah (-5,4), Rumah Jojo adalah (2,-1) dan Rumah Ani adalah (-6,-2) . Jadi, posisi Pos Kamling terhadap Rumah Jojo adalah 1 satuan kekanan 20 dan 6 satuan keatas. Jadi, posisi Rumah Ani terhadap Rumah Cristin adalah 1 satuan kekiri 20 dan 6 satuan kebawah. Lembar Kerja Siswa 2 1. Seorang pria ingin memanfaatkan tanah kosong untuk membuat dua lapangan olahraga, yaitu lapangan voli dan lapangan futsal. Kemudian ia memanggil ahli perancang lapangan untuk menggambarkan denah lokasi kedua lapangan tersebut. Ahli tersebut menggambar kedua lokasi tersebut kedalam bidang koordinat kartesius. Jika ahli perancang menggambar pada dalam titik asal (0,0) maka titik-titik lapangan voli adalah (-1,1), (1,1), (1,4) dan (-1,4) sedangkan titik-titik sudut lapangan futsal adalah (5,-1), (8,-1), (8,4) dan (5,4). Berdasarkan informasi diatas, gambarlah titik-titik tersebut ke dalam koordinat kartesius kemudian tentukan:

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 160 a. Sisi-sisi lapangan yang sejajar sumbu-X. b. Sisi-sisi lapangan yang sejajar sumbu-Y. c. Sisi-sisi lapangan yang tegak lurus sumbu-X. d. Sisi-sisi lapangan yang tegak lurus sumbu-Y. Rubrik Penilaian No 1 Soal dan Pembahasan Skor Seorang pria ingin memanfaatkan tanah kosong untuk membuat dua lapangan olahraga, yaitu lapangan futsal dan lapangan voli. Kemudian ia memanggil ahli perancang lapangan untuk menggambarkan denah lokasi kedua lapangan tersebut. Ahli tersebut menggambar kedua lokasi tersebut kedalam bidang koordinat kartesius. Jika ahli perancang menggambar pada dalam titik asal (0,0) maka titik-titik sudut lapangan futsal adalah (1,1), (1,1), (1,4) dan (-1,4) sedangkan titik-titik sudut lapangan voli adalah (5,-1), (8,-1), (8,4) dan (5,4). Berdasarkan informasi diatas, gambarlah titik-titik tersebut ke dalam koordinat kartesius kemudian tentukan: e. Sisi-sisi lapangan yang sejajar sumbu-X. f. Sisi-sisi lapangan yang sejajar sumbu-Y. g. Sisi-sisi lapangan yang tegak lurus sumbu-X. Sisi-sisi lapangan yang tegak lurus sumbu-Y. Pembahasan Diketahui: • Koordinat perancang lapangan adalah (0,0) • Koordinat titik-titik sudut lapangan futsal adalah (-1,1), (1,1), (1,4) dan (-1,4). • Koordinat titik-titik sudut lapangan voli adalah (5,-1), (8,-1), (8,4) dan (5,4). Ditanyakan: a. Sisi-sisi lapangan yang sejajar sumbu-X. b. Sisi-sisi lapangan yang sejajar sumbu-Y. c. Sisi-sisi lapangan yang tegak lurus sumbu-X. 10

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 161 d. Sisi-sisi lapangan yang tegak lurus sumbu-Y. Penyelesaian 30 Jadi, sisi-sisi lapangan yang sejajar sumbu-X adalah AB, CD, PQ dan RS. 15 Jadi, sisi-sisi lapangan yang sejajar sumbu-Y adalah AD, BC, PS dan QR. 15 Jadi, sisi-sisi lapangan yang tegak lurus sumbu-X adalah PS dan QR. 15 Jadi, sisi-sisi lapangan yang tegak lurus sumbu-Y adalah AB dan CD. 15 Ulangan Harian Petunjuk Mengerjakan 1. Berdoa sebelum mengerjakan soal. 2. Tulislah terlebih dahulu Nama, No. Absen, dan Kelas pada lembar jawaban yang disediakan. 3. Periksa dan bacalah soal-soal sebelum anda menjawabnya. 4. Jumlah soal sebanyak 2 butir soal uraian dan semuanya harus dijawab. 5. Laporkan kepada guru jika terdapat tulisan yang kurang jelas atau jumlah soal kurang. 6. Dahulukan menjawab soal-soal yang anda anggap mudah. 7. Kerjakan pada lembar jawaban yang disediakan. 8. Periksalah pekerjaan anda sebelum diserahkan kepada guru.

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 162 1. Dalam suatu denah, kota Jogja dipetakan dalam sistem koordinat kartesius. Tugu Jogja terletak pada koordinat (0,0), Rumah Sakit terletak pada koordinat (0,4), Stasiun terletak pada koordinat (5,-4), Kantor Polisi terletak pada koordinat (-3,-3), Rumah Ali terletak pada koordinat (3,1) dan Rumah Susan terletak pada koordinat (-1,2). Berdasarkan informasi diatas, gambarlah titik-titik tersebut ke dalam koordinat kartesius kemudian tentukan: a. Jarak Stasiun terhadap sumbu-X. b. Jarak Rumah Susan terhadap sumbu-Y. c. Posisi Kantor Polisi terhadap Tugu Jogja. d. Posisi Rumah Ali terhadap Tugu Jogja. e. Posisi Rumah Sakit terhadap Stasiun. f. Posisi Stasiun terhadap Rumah Ali. 2. Pak Budi memiliki tiga bidang tanah berbentuk trapesium, persegi dan persegi panjang. Ia membawa seorang dari Badan Pertanahan Nasional untuk menggambar denah lokasi tanahnya tersebut. Denah lokasi tersebut digambarkan dalam bidang koordinat kartesius. Misalkan, titik asal (0,0) adalah posisi seorang dari Badan Pertanahan Nasional tersebut menggambar, ia dapat melihat dengan jelas patok titik-titik sudut tanah yang berbentuk trapesium tersebut, yaitu titik (-1,3), (3,3), (2,5) dan (-1,5). Namun, tanah yang berbentuk persegi, ia hanya dapat melihat tiga patok titik-titik sudutnya, yaitu (1,-1), (3,-1) dan (3,1), sedangkan patok lainnya hilang. Kemudian, tanah yang berbentuk persegi panjang, ia juga hanya dapat melihat dengan jelas tiga patok titik-titik sudutnya, yaitu (5,1), (9,1) dan (5,3). Ia tidak dapat melihat patok titik sudut lainnya karena tertutup oleh semak belukar. Berdasarkan informasi diatas, gambarlah titik-titik tersebut ke dalam koordinat kartesius kemudian tentukan: a. Patok titik sudut lainnya tanah yang berbentuk persegi. b. Patok titik sudut lainnya tanah yang berbentuk persegi panjang. c. Sisi-sisi tanah yang sejajar sumbu-X. d. Sisi-sisi tanah yang tegak lurus Sumbu-Y.

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 163 Rubrik Penilaian No. Soal dan Pembahasan Skor 1 Dalam suatu denah, kota Jogja dipetakan dalam sistem koordinat kartesius. Tugu Jogja terletak pada koordinat (0,0), Rumah Sakit terletak pada koordinat (0,4), Stasiun terletak pada koordinat (5,-4), Kantor Polisi terletak pada koordinat (-3,-3), Rumah Ali terletak pada koordinat (3,1) dan Rumah Susan terletak pada koordinat (-1,2). Berdasarkan informasi diatas, gambarlah titik-titik tersebut ke dalam koordinat kartesius kemudian tentukan: g. Jarak Stasiun terhadap sumbu-X. h. Jarak Rumah Susan terhadap sumbu-Y. i. Posisi Kantor Polisi terhadap Tugu Jogja. j. Posisi Rumah Ali terhadap Tugu Jogja. k. Posisi Rumah Sakit terhadap Stasiun. l. Posisi Stasiun terhadap Rumah Ali. Pembahasan Diketahui: • Koordinat Tugu Jogja adalah (0,0). • Koordinat Rumah Sakit adalah (0,5). • Koordinat Stasiun adalah (5,-4). • Koordinat Kantor Polisi adalah (-3,-3). • Koordinat Rumah Ali adalah (3,1). • Koordinat Rumah Susan adalah (-1,2). Ditanyakan: a. Jarak Stasiun terhadap sumbu-X. b. Jarak Rumah Susan terhadap sumbu-Y. c. Posisi Kantor Polisi terhadap Tugu Jogja. d. Posisi Rumah Ali terhadap Tugu Jogja. e. Posisi Rumah Sakit terhadap Stasiun. f. Posisi Stasiun terhadap Rumah Ali. 5

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 164 Penyelesaian 25 2 Jadi, jarak Stasiun terhadap sumbu-X adalah 4 satuan. Jadi, jarak Rumah Susan terhadap sumbu-Y adalah 1 satuan. Jadi, posisi Kantor Polisi terhadap Tugu Jogja adalah 3 satuan ke kiri dan 3 satuan ke bawah. Jadi, posisi Rumah Ali terhadap Tugu Jogja adalah 3 satuan kekanan dan 1 satuan keatas. Jadi, posisi Rumah Sakit terhadap Stasiun adalah 5 satuan kekiri dan 8 satuan keatas. Jadi, posisi Stasiun terhadap Rumah Ali adalah 2 satuan ke kanan dan 5 satuan kebawah. Pak Budi memiliki tiga bidang tanah berbentuk trapezium, persegi dan persegi panjang. Ia membawa seorang dari Badan Pertanahan Nasional untuk menggambar denah lokasi tanahnya tersebut. Denah lokasi tersebut digambarkan dalam bidang koordinat kartesius. Misalkan, titik asal (0,0) adalah posisi seorang dari Badan Pertanahan Nasional tersebut menggambar, ia dapat melihat dengan jelas patok titik-titik sudut tanah yang 5 5 5 5 5 5

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 165 berbentuk trapezium tersebut, yaitu titik (-1,3), (3,3), (2,5) dan (-1,5). Namun, tanah yang berbentuk persegi, ia hanya dapat melihat tiga patok titik-titik sudutnya, yaitu (1,-1), (3,-1) dan (3,1), sedangkan patok lainnya hilang. Kemudian, tanah yang berbentuk persegi panjang, ia juga hanya dapat melihat dengan jelas tiga patok titik-titik sudutnya, yaitu (5,1), (9,1) dan (5,3). ia tidak dapat melihat patok titik sudut lainnya karena tertutup oleh semak belukar. Berdasarkan informasi diatas, gambarlah titik-titik tersebut ke dalam koordinat kartesius kemudian tentukan: e. Patok titik sudut lainnya tanah yang berbentuk persegi. f. Patok titik sudut lainnya tanah yang berbentuk persegi panjang. g. Sisi-sisi tanah yang sejajar sumbu-X. h. Sisi-sisi tanah yang tegak lurus Sumbu-Y. Pembahasan Diketahui: • Koordinat pengamat adalah (0,0). • Koordinat titik-titik sudut tanah yang berbentuk trapezium tersebut, yaitu titik (-1,3), (3,3), (2,5) dan (-1,5). • Koordinat titik-titik sudut tanah yang berbentuk persegi, yaitu (1,-1), (3,-1) dan (3,1). • Koordinat titik-titik sudut tanah yang berbentuk persegi panjang, yaitu (5,1), (9,1) dan (5,3). Ditanyakan: a. Patok titik sudut lainnya tanah yang berbentuk persegi. b. Patok titik sudut lainnya tanah yang berbentuk persegi panjang. c. Sisi-sisi tanah yang sejajar sumbu-X. d. Sisi-sisi tanah yang tegak lurus Sumbu-Y. 5

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 166 Penyelesaian 15 Jadi, patok titik sudut lainnya tanah yang berbentuk persegi adalah (1,1). 5 Jadi, patok titik sudut lainnya tanah yang berbentuk persegi Panjang adalah 5 (9,3). Jadi, sisi-sisi tanah yang sejajar sumbu-X adalah AB, CD, IJ, KL, EF dan HG. Jadi, sisi-sisi tanah yang tegak lurus Sumbu-Y adalah EF dan GH. 5 5 Yogyakarta, 1 September 2018 Robertus Hansen

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 167 Lampiran D Lampiran D.1 Hasil Validitas Angket Minat Belajar

(189) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 168

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 169

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 170 Lampiran D.2 Hasil Validitas Wawancara Minat Belajar

(192) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 171

(193) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 172

(194) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 173 Lampiran E Lampiran E.1 Hasil Pekerjaan S15

(195) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 174

(196) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 175

(197) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 176 Lampiran E.2 Hasil Pekerjaan S13

(198) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 177

(199) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 178

(200) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 179 Lampiran E.3 Hasil Pekerjaan S6

(201) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 180

(202) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 181

(203) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 182 Lampiran E.4 Hasil Pekerjaan S18

(204) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 183

(205) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 184

(206) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 185 Lampiran E.5 Hasil Pekerjaan S17

(207) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 186

(208) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 187

(209) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 188 Lampiran E.6 Hasil Pekerjaan S1

(210) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 189

(211) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 190

(212) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 191 Lampiran E.7 Hasil Pekerjaan S9

(213) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 192

(214) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 193

(215) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 194 Lampiran E.8 Hasil Pekerjaan S14

(216) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 195

(217) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 196

(218) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 197 Lampiran F Lampiran F.1 Transkrip Wawancara Kemampuan Pemecahan Masalah P S18 Apakah kamu sudah bisa menuliskan apa yang Sudah, pak diketahui dan apa yang ditanyakan dari soal-soal yang diberikan? Setelah kamu tahu itu, apakah kamu mengingat- Iya, pak. saya ingat langkah-langkah cara ingat kembali bagaimana langkah-langkah atau menyelesaikannya dari penjelasan bapak konsep-konsep cara menyelesaikannya soal waktu membahas soal-soal waktu itu tersebut? Apakah kemudian kamu pernah berpikir bahwa Iya, pak. kan nentuin titik koordinatnya dulu konsep yang kamu pikirkan itu sudah tepat dalam lalu menghitung jaraknya, ngikutin cara-cara menyelesaikan soal tersebut? waktu mengerjakan soal kemarin (sambil tersenyum) Apakah kamu sudah dapat menerapkan konsep- Sudah, pak. tetapi masih bingung juga konsep nentuin posisi titik. yang telah kamu rancang untuk menyelesaikan soal tersebut? Apakah kamu mengalami kesulitan dalam Iya. Saya masih kesulitan cara menghitung menerapkan rancangan penyelesaian tersebut? posisi titik terhadap titik itu, pak Apakah Saya lihat sekilas aja, takutnya ada yang kamu pekerjaanmu mengecek setelah kembali kamu hasil berhasil belum terjawab menyelesaikan soal tersebut? Apakah kamu mencari alternatif atau cara yang lain dalam menyelesaikan soal tersebut? Ngak, pak.

(219) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 198 Transkrip Wawancara Kemampuan Pemecahan Masalah P S14 Apakah kamu sudah bisa menuliskan apa yang Udah bisa, pak diketahui dan apa yang ditanyakan dari soal-soal yang diberikan? Kemudian, apakah kamu mengingat-ingat Iya, pak. Saya ingat cara-cara nentuin titik- kembali langkah-langkah atau konsep-konsep titiknya lalu menghitung jaraknya, ya cara menyelesaikannya soal tersebut? ngikutin cara waktu mengerjakan soal latihan kemarin, pak Apakah kemudian kamu pernah berpikir bahwa Pernah sih tetapi kadang masih bingung dan konsep yang kamu pikirkan itu sudah tepat dalam kurnag yakin dengan posisi titik terhadap titik menyelesaikan soal tersebut? itu, pak (sambil berpikir), bingung deh, pak Apakah kamu sudah dapat menerapkan konsep- Lumayan sih, pak. saya masih bingung konsep dengan posisi titik itu yang telah kamu rancang untuk menyelesaikan soal tersebut? Apakah kamu mengalami kesulitan dalam Ngak, pak, tapi kadang saya itu kurang teliti menerapkan rancangan penyelesaian tersebut? Apakah kamu pekerjaanmu mengecek setelah kembali kamu hasil berhasil Iya, pak. saya cek lagi, takutnya masih ada yang belum dijawab menyelesaikan soal tersebut? Apakah kamu mencari alternatif atau cara yang Ngak, pak..Waktu mau ngecek jawabannya, lain dalam menyelesaikan soal tersebut? waktu habis. jadi. saya kumpul saja.

(220) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 199 Transkrip Wawancara Kemampuan Pemecahan Masalah P S13 Apakah kamu sudah bisa menuliskan apa yang Sudah bisa diketahui dan apa yang ditanyakan dari soal-soal yang diberikan? Setelah kamu tahu itu, apakah kamu mengingat- Iya, saya mengingat-ingat waktu kerja soal ingat kembali langkah-langkah atau konsep- yang waktu itu, lalu nentukan koordinatnya konsep cara menyelesaikannya soal tersebut? baru menjawab apa yang ditanyakan dari soal itu Apakah kemudian kamu pernah berpikir bahwa Iya. Pernah, pak. Misalnya, pak kalau konsep yang kamu pikirkan itu sudah tepat dalam pertanyaan tentang jarak terhadap sumbu menyelesaikan soal tersebut? koordinat maka harus menghitung jauhnya berapa satuan. Apakah kamu sudah dapat menerapkan konsep- Udah, pak. Saya mengikuti langkah-langkah konsep waktu mengerjakan soal waktu itu yang telah kamu rancang untuk menyelesaikan soal tersebut? Apakah kamu mengalami kesulitan dalam Ngak ada sih, pak. menerapkan rancangan penyelesaian tersebut? Apakah kamu pekerjaanmu mengecek setelah kembali kamu hasil Iya, ngecek lagi sebelum dikumpulkan berhasil menyelesaikan soal tersebut? Apakah kamu pernah mencari alternatif atau cara yang lain dalam menyelesaikan soal tersebut? Ngak pernah, pak

(221) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 200 Transkrip Wawancara Kemampuan Pemecahan Masalah P S1 Apakah kamu sudah bisa menuliskan apa yang Sudah, kan sudah ada disoalnya diketahui dan apa yang ditanyakan dari soal-soal yang diberikan? Setelah kamu tahu itu, apakah kamu mengingat- Iya, saya mengingat-ingat waktu ngerjakan ingat kembali langkah-langlah atau konsep- soal waktu itu, nentuin titik-titiknya lalu baru konsep cara menyelesaikannya soal tersebut? menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ditanya Apakah kemudian kamu pernah berpikir bahwa Ya pernah, pak (mengangguk). saya ingat konsep yang kamu pikirkan itu sudah tepat dalam cara menyelesaikan soal tersebut? langkahnya Apakah kamu sudah dapat menerapkan konsep- Sudah, pak. Saya ngikuti langkah-langkah konsep waktu mengerjakan soal-soal waktu itu yang telah kamu rancang untuk mengerjakannya dan langkah- menyelesaikan soal tersebut? Apakah kamu mengalami kesulitan dalam Ngak ada kesulitan sih, pak menerapkan rancangan penyelesaian tersebut? Apakah kamu pekerjaanmu mengecek setelah kembali kamu hasil berhasil Iya. Sebelum dikumpul saya cek lagi untuk memastikan sudah dijawab semua menyelesaikan soal tersebut? Apakah kamu mencari alternatif atau cara yang lain dalam menyelesaikan soal tersebut? Ngak. Kalau udah dapat jawabannya ya udah.

(222) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 201 Lampiran F.2 Transkrip Wawancara Minat Belajar P S18 Bagaimana perasaan kamu selama mengikuti Ya biasa aja, pak, sama seperti pelajaran pembelajaran matematika? lainnya Bagaimana sikapmu jika tidak memahami materi Bertanya dengan guru matematikayang disampaikan? Bagaimana tindakanmu jika mengetahui ada Ya, kalau saya bisa, saya bantu, saya beritahu teman yang tidak memahami materi matematika cara-caranya yang disampaikan? Apakah kamu mempersiapkan materi Ngak, pak. Saya jarang belajar di rumah, pak pembelajaran matematika yang akan dipelajari keesokan harinya? Apakah kamu mencari tahu cara-cara atau Ngikutin konsep penjelasan bapak aja matematika yang relevan untuk yang dibuku paket aja dan mengerjakan soal-soal latihan yang diberikan oleh guru? Apakah kamu membuat rangkuman atau catatan Kadang-kadang, pak (tersenyum) mengenai materi-materi matematika yang telah disampaikan? Apakah kamu berkonsentrasi atau fokus pada Kadang-kadang fokus, kadang-kadang tidak, saat guru menyampaikan materi pelajaran pak (tersenyum) matematika?

(223) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 202 Transkrip Wawancara Minat Belajar P S14 Bagaimana perasaan kamu selama mengikuti Biasa-biasa saja, pak pembelajaran matematika? Bagaimana sikapmu jika tidak memahami materi Tanya dengan guru dan teman di dekat matematika yang disampaikan? Bagaimana tindakanmu jika mengetahui ada ya udah, aku ajarin cara-caranya, biar sama- teman yang tidak memahami materi matematika sama bisa yang disampaikan? Apakah kamu mempersiapkan materi pembelajaran matematika yang akan dipelajari Ngak, udah belajar di sekolah aja, pak (tersenyum) keesokan harinya? Apakah kamu mencari tahu cara-cara atau konsep matematika yang relevan Ngak, pak. Saya ngikutin cara guru saja untuk mengerjakan soal-soal latihan yang diberikan oleh guru? Apakah kamu membuat rangkuman atau catatan Pernah, selalu nyatat, pak mengenai materi-materi matematika yang telah disampaikan? Apakah kamu berkonsentrasi atau fokus pada saat guru menyampaikan materi pelajaran matematika? Iya, pak fokus kalo suasananya tenang

(224) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 203 Transkrip Wawancara Minat Belajar P S13 Bagaimana perasaan kamu selama mengikuti Semangat karena saya suka matematika pembelajaran matematika? Bagaimana sikapmu jika tidak memahami materi Bertanya kepada guru matematika yang disampaikan? Bagaimana tindakanmu jika mengetahui ada Saya bantu menjawab dengan memberitahu teman yang tidak memahami materi matematika cara-caranya yang disampaikan? Apakah kamu mempersiapkan materi Kadang-kadang, kalau lagi mau belajar pembelajaran matematika yang akan dipelajari keesokan harinya? Apakah kamu mencari tahu cara-cara atau Kadang-kadang tanya dengan kakak dan konsep orang tua matematika yang relevan untuk mengerjakan soal-soal latihan yang diberikan oleh guru? Apakah kamu membuat rangkuman atau catatan Iya, saya selalu nyatat buat belajar mengenai materi-materi matematika yang telah disampaikan? Apakah kamu berkonsentrasi atau fokus pada saat guru menyampaikan materi pelajaran matematika? Iya, fokus kalo suasananya tenang

(225) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 204 Transkrip Wawancara Minat Belajar P S1 Bagaimana perasaan kamu selama mengikuti Senang, karena enak belajar dengan bapak pembelajaran matematika? dan sering diajari cara-cara menjawab soal Bagaimana sikapmu jika tidak memahami materi Bertanya dengan guru matematika yang disampaikan? Bagaimana tindakanmu jika mengetahui ada Saya bantu mengajari cara-caranya biar teman yang tidak memahami materi matematika sama-sama bisa yang disampaikan? Apakah kamu mempersiapkan materi pembelajaran matematika yang akan dipelajari Kadang-kadang, pak (tersenyum). Saya jarang belajar dirumah keesokan harinya? Apakah kamu mencari tahu cara-cara atau konsep matematika yang relevan Ngak, pak. Saya ngikuti cara guru saja untuk mengerjakan soal-soal latihan yang diberikan oleh guru? Apakah kamu membuat rangkuman atau catatan Mencatat untuk belajar di rumah mengenai materi-materi matematika yang telah disampaikan? Apakah kamu berkonsentrasi atau fokus pada saat guru menyampaikan materi pelajaran matematika? Iya, konsentasi, pak

(226) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 205 Lampiran G Lampiran G.1 Lembar Observasi Keterlaksanaan RPP

(227) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 206

(228) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 207

(229) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 208

(230) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 209

(231) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 210

(232) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 211

(233) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 212

(234) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 213 Lampiran H Lampiran H.1 Hasil Angket Minat Belajar S15

(235) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 214

(236) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 215

(237) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 216

(238) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 217 Lampiran H.2 Hasil Angket Minat Belajar S13

(239) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 218

(240) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 219

(241) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 220

(242) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 221 Lampiran H.3 Hasil Angket Minat Belajar S6

(243) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 222

(244) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 223

(245) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 224

(246) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 225 Lampiran H.4 Hasil Angket Minat Belajar S18

(247) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 226

(248) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 227

(249) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 228

(250) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 229 Lampiran H.5 Hasil Angket Minat Belajar S17

(251) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 230

(252) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 231

(253) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 232

(254) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 233 Lampiran H.6 Hasil Angket Minat Belajar S1

(255) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 234

(256) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 235

(257) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 236

(258) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 237 Lampiran H.7 Hasil Angket Minat Belajar S9

(259) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 238

(260) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 239

(261) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 240

(262) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 241 Lampiran H.8 Hasil Angket Minat Belajar S14

(263) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 242

(264) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 243

(265) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 244

(266) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 245 Lampiran I Rubrik Pedoman Penskoran Tes kemampuan Pemecahan Masalah Aspek yang Dinilai Keberhasilan Terhadap Aspek yang Dinilai Memahami Masalah Mengidentifikasi apa yang diketahui dari masalah Mengidentifikasi apa yang ditanyakan dari masalah Mengabaikan informasi yang tidak relevan dengan masalah Merencanakan Penyelesaian Merepresentasikan masalah ke dalam model Masalah matematika Merencanakan strategi tertentu dan mengarah pada jawaban yang benar Menelaah kecocokan rencana terhadap masalah Menyelesaikan Masalah Sesuai Menggunakan rencana penyelesaian yang telah Rencana dirancang dan memperoleh hasil dengan benar Mengecek Kembali semua Memeriksa kesesuaian jawaban terhadap Langkah Penyelesaian yang pertanyaan yang diberikan Dilakukan Memeriksa kebenaran dan kelengkapan jawaban yang diberikan Catatan. • Jawaban siswa dinyatakan benar pada setiap langkah pemecahan masalah jika memenuhi semua aspek-aspek keberhasilan yang dinilai. • Jawaban siswa dinyatakan salah pada setiap langkah pemecahan masalah jika belum memenuhi semua aspek-aspek keberhasilan yang dinilai.

(267) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 246 Lampiran J Hasil Angket Minat Belajar Siswa Kelas VIII SMP KANISIUS PAKEM YOGYAKARTA Nama Siswa Butir Kuisinoer S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 S9 S10 S11 S12 S13 S14 S15 S16 S17 S18 1 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 2 2 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 4 3 3 4 3 2 3 3 3 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 2 4 2 3 3 4 4 3 3 4 4 1 3 3 3 3 4 1 3 2 5 4 3 3 3 3 2 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 4 2 6 3 3 3 3 3 2 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 4 7 3 4 3 4 4 2 3 4 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 8 2 4 2 3 2 2 3 4 3 4 4 3 3 3 3 2 3 3 9 2 2 3 4 2 3 4 4 4 4 2 3 2 3 4 3 3 3 10 2 3 2 3 2 2 3 3 3 2 1 2 3 3 3 3 4 2 11 3 4 3 4 3 2 2 4 4 4 3 4 3 3 4 3 4 3 12 2 4 3 3 2 3 3 4 4 3 2 3 3 3 3 4 4 2 13 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 3 4 14 3 3 3 3 3 2 2 4 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 15 3 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 4 3 16 3 4 2 3 3 3 2 3 2 2 1 2 3 3 3 3 3 2

(268) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 247 17 3 4 3 4 3 2 2 4 3 3 3 3 3 3 4 3 4 1 18 3 3 3 3 3 2 2 4 4 3 4 2 3 2 3 4 4 2 19 3 4 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 4 3 2 20 4 4 2 4 4 2 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 21 4 3 3 3 4 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 22 2 3 2 3 2 3 3 2 4 2 2 3 2 3 3 3 4 3 23 4 4 3 3 4 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 2 24 4 2 2 3 4 3 2 3 3 4 3 3 3 2 3 3 3 2 25 3 4 3 4 3 2 3 3 3 3 3 4 2 3 3 4 4 2 Total 74 84 68 84 76 64 71 90 86 82 74 77 72 73 83 79 87 65 Presentase 74% 84% 68% 84% 76% 64% 71% 90% 86% 82% 74% 77% 72% 73% 83% 79% 87% 65%

(269)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN ASESMEN KINERJATERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA KELAS VIII
0
7
336
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 LUBUK PAKAM.
0
3
31
PERBEDAAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA ANTARA MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG.
0
3
39
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIK DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMP MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH.
0
2
40
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SMP DENGAN MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH.
0
1
55
ANALISIS PERBEDAAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN PENALARAN MATEMATIKA SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DAN PEMBELAJARAN BIASA PADA SISWA SMP.
0
0
30
KEMAMPUAN PEMAHAMAN DAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH
0
0
19
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
26
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
14
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
16
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN FISIKA PADA POKOK BAHASAN TEKANAN UDARA DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PBM) BAGI SISWA ASRAMA MANIK HARGO PAROKI SANTO ISIDORUS SUKOREJO Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar
0
0
146
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI SISWA KELAS VIII SMP PANGUDI LUHUR GANTIWARNO KLATEN PADA POKOK BAHASAN BENTUK ALJABAR Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gel
0
0
272
PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP PENILAIAN HASIL BELAJAR SISWA MENURUT STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN DALAM PEMBELAJARAN TEOREMA PYTHAGORAS KELAS VIIIC SMP KANISIUS TIRTOMOYO SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Pro
0
0
171
PERBEDAAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARASI SISWA LAKI-LAKI DAN SISWA PEREMPUAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR BERSERI, SISWA KELAS V SD KANISIUS SENGKAN, SLEMAN, YOGYAKARTA, TAHUN AJARAN 20112012 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gel
0
0
127
MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII A SMP PANGUDI LUHUR WEDI KLATEN DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN MIND MAP (PETA PIKIRAN) PADA MATERI SEGIEMPAT Skripsi : Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gel
0
0
157
Show more