Penyesuaian diri dalam belajar pada siswa yang berprestasi di bawah rata-rata (studi deskriptif pada siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 2 Ngaglik Sleman tahun ajaran 2018/2019 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan belajar) - USD Repository

Gratis

0
2
108
3 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENYESUAIAN DIRI DALAM BELAJAR PADA SISWA YANG BERPRESTASI DI BAWAH RATA-RATA (Studi Deskriptif pada Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 2 Ngaglik Sleman Tahun Ajaran 2018/2019 dan Implikasinya Terhadap Usulan Topik-topik Bimbingan Belajar) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Bimbingan dan Konseling Oleh: Kiky Aprilliya NIM: 151114021 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019 i

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN MOTTO “Orang-orang yang berilmu kemudian dia memanfaatkan ilmu tersebut (bagi orang lain) akan lebih baik dari seribu orang yang beribadah atau ahli ibadah.” (H.R Ad- Dailami) “Tanpa terus menerus tumbuh dan berkembang, kata kata seperti kemajuan, prestasi, dan sukses tak punya arti apa-apa” (Benjamin Franklin) “Tidak ada yang tidak mungkin bila kamu memiliki keyakinan tersebut” (Kiky Aprilliya) iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Karya sederhana ini saya persembahkan kepada: Allah SWT yang telah memberikan penguat dalam kehidupan saya Kedua Orang tua yang saya cintai: Bapak Yohanes Berman Suradi Ibu Sri Mulyani Adik saya yang saya sayangi Rosita Anggreyani Terkasih : Akhmad Syaifuddin Bapak Dr. Gendon Barus, M.Si yang setia dan sabar dalam mendampingi saya selama proses penulisan skripsi Teman-teman BK Angkatan 2015 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK PENYESUAIAN DIRI DALAM BELAJAR PADA SISWA YANG BERPRESTASI DI BAWAH RATA-RATA (Studi Deskriptif pada Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 2 Ngaglik Sleman Tahun Ajaran 2018/2019 dan Implikasinya Terhadap Usulan Topik-topik Bimbingan Pribadi Sosial) Kiky Aprilliya Universitas Sanata Dharma 2019 Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendiskripsikan tingkat penyesuaian diri dalam belajar pada siswa yang berprestasi di bawah ratarata di kalangan siswa kelas XI IPS SMA N 2 Ngaglik Sleman tahun ajaran 2018/2019. (2) mengidentifikasi item-item pengukuran penyesuaian diri dalam belajar siswa yang berprestasi di bawah rata-rata yang capaian skornya rendah sebagai bahan usulan topik Bimbingan untuk siswa kelas XI IPS SMA N 2 Ngaglik Sleman. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMA N 2 Ngaglik Sleman yang berprestasi di bawah rata-rata sejumlah 40 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Penyesuaian Diri dalam Belajar dengan 50 item. Reliabilitas instrumen diukur menggunakan Alpha Cronbach dengan indeks 0.881. Teknik analisis data yang digunakan adalah norma kategorisasi menurut Azwar yang terdiri dari 5 kategori yakni sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penyesuaian diri dalam belajar sebagian besar 20 (50 %) siswa yang di teliti mencapai kategori sangat baik, 17 (42,5 %) pada kategori baik, 3 (7,5 %) pada kategori cukup baik. (2) Berdasarkan hasil perhitungan capaian skor item pengukuran penyesuaian diri dalam belajar siswa yang berprestasi di bawah rata-rata terdapat 2 item yang capaian skornya berada dalam kategori rendah, hal tersebut dijadikan sebagai dasar perancangan topik-topik bimbingan untuk meningkatkan penyesuaian diri dalam belajar siswa yang berprestasi di bawah rata-rata . Kata kunci: Penyesuaian diri dalam belajar, prestasi di bawah rata-rata, usulan topik-topik bimbingan. viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT THE SELF ADJUSTMENT IN LEARNING OF STUDENTS WITH UNDER AVERAGE ACHIEVEMENT (Descriptive Study on Class XI IPS Students of SMA N 2 Ngaglik Sleman Academic Year 2018/2019 and Its Implications on Proposal of Tutoring Topics) Kiky Aprilliya Sanata Dharma University 2019 This study was aimed to: (1) describe the level of self adjustment in learning for students who performed below the average among students of class XI IPS of SMA N 2 Ngaglik Sleman academic year 2018/2019. (2) identify items on the of self-adjustment measurement for students who perform below the average that had low scores as material for the proposed topic of Guidance for of class XI IPS students of SMA N 2 Ngaglik Sleman. The type of this research was quantitative descriptive research. The research subjects were the class XII students of SMA N 2 Ngaglik Sleman, that had below average achievement with total subjects were 40 students. The instrument used was the Self-Adjustment in Learning questionnaire with 50 items of questions. Instrument reliability was measured using Alpha Cronbach that measured using 0.881 as the index. The data analysis technique used was the categorization norm according to Azwar which consists of 5 categorization: very high, high, medium, low, and very low. The results of the study showed that: (1) Most of the students' self adjustments in learning 20 students (50%), that being studied were in a very good category, 17 students (42.5%) had good self adjustment, and 3 students (7.5%) were considered in quite good category. (2) Based on the calculation results of the items of self adjustment in learning for students who have below average achievement, there were 2 items that had low scores and become the basis for designing guidance topics to improve self adjustment in learning for student who performed below average. Keywords: Self adjustment in learning, achievement below average, proposed topics of guidance. ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT atas karuni-nya , sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Penulis menyadari tanpa adanya bantuan, bimbingan dan kerjasama yang baik dari pihak-pihak yang terlibat, maka penulis tidak dapat menyelesaikan skripsi dengan baik dan cepat, oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih pada: 1. Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd., M,Si selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 2. Dr. Gendon Barus, M.Si selaku Kepala Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma dan juga selaku Dosen Pembimbing yang dengan sabar mendampingi penulis dalam menulis skripsi. 3. Juster Donal Sinaga, M.Pd selaku Wakil Kepala Program Studi Bimbingan dan Konseling. 4. Bapak dan Ibu Dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling yang telah membimbing dan membagikan ilmunya kepada penulis selama menempuh pendidikan di Program Studi Bimbingan dan Konseling. 5. Kedua orangtua yang saya sayangi Bapak Yohanes Berman Suradi dan Ibu Sri Mulyani yang sudah memberikan dukungan secara moril dan materil sehingga saya bisa melanjutkan studi ke jejang perguruan tinggi. Terimakasih doa yang selalu senantiasa Bapak dan Ibu yang selalu berikan untuk saya. 6. Segenap Yayasan Realino Romo Andri dan Ibu Lasmi yang selalu memperhatikan saya sehingga saya dapat menyelesaikan kuliah saya tanpa kekurangan biaya sedikitpun. 7. Bruder Sarju yang telah memberikan bantuan serta mengarahkan dan memberikan dukungan kepada saya, sehingga saya bisa melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi. x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ............................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .................................... ii HALAMAN PENGESAHAN .................................................................. iii HALAMAN MOTO ................................................................................. iv HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .................................................. vi PERNYATAAN PERSETUJUAN .......................................................... vii ABSTRAK ................................................................................................ viii ABSTRACT .............................................................................................. ix KATA PENGANTAR .............................................................................. x DAFTAR ISI ............................................................................................. xii DAFTAR TABEL ..................................................................................... xv DAFTAR GAMBAR ................................................................................ xvi DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................ xvii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah .................................................................. 1 B. Identifikasi Masalah ........................................................................ 4 C. Batasan Masalah .............................................................................. 5 D. Rumusan Masalah............................................................................ 5 E. Tujuan Penelitian ............................................................................. 6 F. Manfaat Penelitian ........................................................................... 6 G. Batasan Istilah.................................................................................. 7 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Hakekat Penyesuaian Diri ............................................................... 9 1. Pengertian Penyesuaian Diri .................................................... 9 2. Aspek-Aspek Penyesuaian Diri................................................ 10 3. Faktor-Faktor Penyesuaian Diri .............................................. 14 4. Karakteristik Individu yang Mampu Penyesuaian Diri............ 19 xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI B. Hakekat Belajar dan Prestasi di bawah Rata-rata ............................ 21 1. Pengertian Belajar .................................................................... 21 2. Ciri-ciri Belajar ........................................................................ 22 3. Bentuk-bentuk Belajar ............................................................. 23 4. Hasil Belajar ............................................................................. 24 5. Penilaian Hasil Belajar ............................................................. 25 6. Pengertian Prestasi di Bawah Rata-rata ................................... 31 7. Penyesuaian Diri dalam Belajar ............................................... 32 8. Faktor-Faktor Mempengaruhi Prestasi Belajar ........................ 32 C. Hakekat Remaja ............................................................................... 33 1. Pengertian Remaja ................................................................... 33 2. Karakteristik Perkembangan Remaja ....................................... 35 3. Tugas Perkembangan Remaja .................................................. 36 4. Masalah-masalah dan Kesulitan Remaja dalam Perkembangan sosial ................................................................ 36 D. Hakekat Bimbingan Belajar............................................................. 38 1. Pengertian Bimbingan Belajar ................................................. 38 2. Tujuan Bimbingan Belajar ....................................................... 39 3. Ruang Lingkup Program Bimbingan Belajar ........................... 39 4. Prosedur Penyusunan Program Bimbingan Belajar ................. 40 E. Kajian Penelitian yang Relevan ....................................................... 41 F. Kerangka Berpikir ........................................................................... 42 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ................................................................................ 45 B. Tempat dan Waktu Penelitian.......................................................... 45 C. Subjek Penelitian ............................................................................. 46 D. Variabel Penelitian .......................................................................... 46 E. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data ...................................... 47 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI F. Validitas dan Reliabilitas ................................................................. 50 G. Teknik Analisis Data ....................................................................... 56 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian ................................................................................ 62 B. Pembahasan ..................................................................................... 66 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ...................................................................................... 70 B. Keterbatasan .................................................................................... 70 C. Saran ................................................................................................ 71 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................... 73 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Subjek Penelitian ................................................................... 46 Tabel 3.2 Norma Skor Kuesioner Penyesuaian Diri dalam Belajar ......................................................................... 49 Tabel 3.3 Hasil Rekapitulasi Uji Validitas Skala Penyesuaian Diri dalam Belajar Siswa ............................................................... 52 Tabel 3.4 Kriteria Guilford .................................................................... 55 Tabel 3.5 Nilai Koefisien Reliabilitas Instrumen................................... 55 Tabel 3.6 Norma Kategorisasi Penyesuaian Diri ................................... 58 Tabel 3.7 Kategorisasi Data Skor Tingkat Penyesuaian Diri dalam Belajar Siswa ......................................................................... 60 Tabel 3.8 Penggolongan Tingkat Capaian Skor Item Penyesuaian Diri dalam Belajar Siswa .................................. 60 Tabel 4.1 Tingkat Penyesuaian Diri dalam Belajar Siswa yang Berprestasi di Bawah Rata-rata .............................................. 62 Tabel 4.2 Penggolongan Skor Item Penyesuaian Diri dalam Belajar Siswa yang Berprestasi di Bawah Rata-rata........................... 65 Tabel 4.3 Item yang Memiliki Skor Sangat Rendah .............................. 66 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Skema Kerangka Pikir ........................................................... 44 Gambar 4.1 Diagram Kategorisasi Tingkat Penyesuaian Diri dalam Belajar Siswa yang Berprestasi di Bawah Rata-rata ................................................................ 63 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Kuesioner Penyesuaian Diri dalam Belajar Siswa ................................................................................... 76 Lampiran 2 Tabulasi Data ....................................................................... 83 Lampiran 3 Tabel Data Validitas ............................................................ 84 Lampiran 4 Usulan Topik-topik Bimbingan untuk Meningkatkan Penyesuaian Diri dalam Belajar .................. 88 Lampira 5 Data siswa yang Berprestasi di Bawah Rata-rata ................ 89 Lampiran 6 Surat Ijin Penelitian ............................................................. 91 xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini dipaparkan mengenai latar belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan batasan/definisi istilah. Paparan bersifat singkat dan ringkas. A. Latar Belakang Masalah Seorang individu dituntut supaya dapat beradaptasi dengan lingkungan baru atau keadaan yang membuat individu tersebut harus menyesuaikan dengan kondisi yang ada dalam kehidupan sekitarnya. Tidak semua individu mampu untuk menyesuaikan diri dengan lancar. Adapula individu yang mengalami kesulitan dalam belajar untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru atau keadaan baru. Sundari (2005: 39) mengatakan bahwa penyesuaian diri adalah kemampuan individu untuk beraksi karena tuntutan dalam memenuhi dorongan atau kebutuhan dan mencapai ketentraman batin dalam hubungannya dengan sekitar. Berdasarkan pernyataan di atas maka penyesuaian diri yang dimaksud dalam latar belakang ini adalah penyesuaian diri individu dalam mengahadapi keadaan dimana ia mengalami prestasi belajar di bawah rata-rata, sehingga individu tersebut dapat menyesuaikan diri dalam belajar. 1

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 Siswa (SMA) mengalami peralihan dari (SMP) ke (SMA). Ketika mereka berada di kelas X, siswa juga mengalami penyesuaian diri dengan lingkungan baru dan cara belajar yang baru pula, namun terlepas dalam itu semua penyesuaian diri siswa tidak hanya sampai disitu, selanjutnya siswa harus beradaptasi dengan belajar. Perubahan dari satu tahap ke tahap belajar berikutnya yang lebih tinggi membutuhkan penyesuaian, siswa harus menyesuaikan dengan perubahan-perubahan yang ada dalam dirinya sendiri. Belajar adalah perubahan tingkah laku yang disengaja untuk memperoleh wawasan yang baru serta pengalaman yang baru pula sehingga kognitif, afektif mereka berubah. Dari hasil belajar di sekolah siswa akan mendapatkan prestasi. Pengertian prestasi menurut KBBI adalah hasil yang telah dicapai (dari yang telah dilakukan, dikerjakan, dan sebagainya), jadi prestasi belajar yaitu hasil yang dicapai dari penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan melalui mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru dari hasil yang telah dicapai. Prestasi belajar dikembangkan menjadi prestasi di atas rata-rata maupun di bawah ratarata. Prestasi di atas rata-rata merupakan hasil belajar capaian nilai yang didapat di atas ketentuan standar nilai yang sudah ditentukan oleh guru ataupun sekolah. Prestasi di bawah rata-rata adalah hasil belajar yang didapat tidak mencapai standar nilai yang sudah ditentukan. Siswa yang mendapatkan prestasi di bawah rata-rata tidak mudah dalam menerima keadaanya sehingga memerlukan penyesuaian diri. Siswa akan mengalami kurangnya percaya diri dalam belajar, adapun siswa juga dapat berfikir dan menilai bahwa diri mereka merasa rendah

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 diri dalam belajar sebab ia merasakan berbeda dengan teman-teman yang memiliki prestasi di atas rata-rata. Penyesuaian diri sangat penting bagi siswa dalam belajar yang prestasinya di bawah rata-rata untuk menunjang keberlangsungan siswa dalam belajar dan berada di lingkungan sekolah. Siswa yang memiliki nilai percaya diri akan memotivasi belajarnya sehingga siswa dapat memperbaiki cara belajar siswa tersebut, dengan penyesuaian diri yang dimiliki siswa dapat membuat siswa menerima dirinya terhadap keadaan dan dapat memperbaiki dirinya, sehingga mendapatkan hasil belajar yang maksimal untuk kedepannya. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 2 Ngaglik Sleman. Peneliti ingin meneliti di SMA Negeri 2 Ngaglik bermula dari peneliti ingin melihat seberapa baik kemampuan siswa kelas XI dalam penyesuain diri yang memiliki prestasi di bawah rata-rata. Peneliti juga ingin mengetahui bagaimana proses belajar yang dilakukan siswa yang mendapatkan hasil belajar yang prestasi di bawah ratarata. Siswa kelas XI harus dapat menaikan peringkat nilai mereka yang mendapat prestasi di bawah rata-rata sehingga lulus dengan hasil yang baik. Apabila hal ini tidak dilakukan maka siswa akan mengalami kesulitan belajar di kelas XII. Melihat bahwa harapan sekolah siswa mampu Lulus di kelas XII dimasa yang akan datang. Guru BK juga mengeluhkan siswa yang prestasi di bawah rata-rata kelas XI IPS cenderung mengabaikan tugas dari guru dan sering mengumpulkan tugas terlambat dari batas pengumpulan. Siswa yang prestasi di bawah rata-rata cenderung menarik diri dan menyukai kegiatan yang ia senangi sehingga dalam belajar kurang fokus, sebagai contoh siswa senang memainkan game saat proses

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 belajar di kelas. Siswa harus mampu menyesuaian diri dalam belajar dikarenakan siswa harus meningkatkan proses belajar mereka dari kelas X ke kelas XI dan kelas XII. Sekolah memberikan standar capaian nilai yang diberikan pada setiap kelas seperti kelas X capaian nilai yang harus terpenuhi 65, kelas XI capaian nilai yang harus terpenuhi 70 dan untuk kelas XII capain skor nilainya 75. Penyesuaian diri dalam belajar ini perlu dilakukan dengan keadaan yang baru seperti proses penyesuaian diri dengan tuntutan belajar, proses belajar, tugastugas yang diberikan dan lingkungan sekitar seperti hubungan dengan guru, teman sebaya. Berdasarkan penjelasan pada latar belakang di atas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Tingkat Kemampuan Penyesuaian Diri dalam Belajar pada Siswa yang Berprestasi di bawah Rata-rata (Studi Deskriptif pada Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 2 Ngaglik Sleman Tahun Ajaran 2018/2019 dan Implikasinya Terhadap Usulan Topik-topik Bimbingan Pribadi Sosial)”. B. Identifikasi Masalah Berangkat dari latar belakang masalah di atas, terkait dengan tingkat peyesuaian diri dalam belajar pada siswa yang berprestasi di bawah rata-rata pada siswa kelas XI IPS SMA Negeri 2 Ngaglik Sleman tahun ajaran 2018/2019 berbagai masalah sebagai berikut: 1. Siswa cenderung untuk tidak mengerjakan atau menunda mengerjakan dan mengumpulkan tugas yang diberikan dari sekolah atau guru.

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 2. Siswa yang berprestasi di bawah rata-rata memiliki sifat kurang percaya diri dan tidak banyak berbicara dalam interaksi sosial sehingga sulit menyesuaiakan diri dalam belajar. 3. Siswa kesulitan menyesuaiakan diri dalam bertanggung jawab dan cenderung mengabaikan proses belajar 4. Penyesuaian diri siswa yang salah menyebabkan motivasi belajar menurun dan berakibat prestasi belajar siswa di bawah rata-rata. 5. Siswa mengalami kecemasan dan tidak tenang dalam belajar. C. Batasan Masalah Dalam penelitian ini, fokus kajian diarahkan untuk menganalisa tingkat penyesuaian diri dalam belajar siswa yang berprestasi di bawah rata-rata pada siswa kelas XI IPS SMA Negeri 2 Ngaglik Sleman Tahun Ajaran 2018/2019 pada no 1, 3, dan 4 yang telah dipaparkan pada identifikasi masalah di atas. D. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: 1. Seberapa baik tingkat peyesuaian diri dalam belajar siswa yang berprestasi di bawah rata-rata pada siswa kelas XI IPS SMA Negeri 2 Ngaglik Sleman tahun ajaran 2018/2019? 2. Item-item pengukuran peyesuaian diri dalam belajar maka yang capaian skornya rendah, sebagai dasar penyusunan topik-topik bimbingan peningkatan penyesuaian diri dalam belajar dikalangan siswa yang berprestasi di bawah rata-rata untuk siswa kelas XI IPS SMA Negeri 2 Ngaglik Sleman tahun ajaran 2018/2019?

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 E. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dilakukannya penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Mendiskripsikan seberapa baik penyesuaian diri dalam belajar pada siswa yang berprestasi di bawah rata-rata siswa kelas XI IPS SMA Negeri 2 Ngaglik Sleman tahun ajaran 2018/2019. 2. Mengidentifikasi butir pengukuran peyesuaian diri dalam belajar yang skornya rendah pada siswa yang berprestasi di bawah rata-rata. F. Manfaat Penelitian Penelitian ini memiliki manfaat sebagai berikut: 1. Manfaat Teoritis Memberikan tambahan informasi bagi peneliti ilmiah, dibidang penyesuaian diri dalam belajar pada siswa yang berprestasi di bawah ratarata dan mengetahui topik-topik bimbingan pribadi-sosial. 2. Manfaat Praktis a. Bagi Guru Pembimbing Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh guru Bimbingan dan Konseling, khususnya sebagai data (need assesmen) dalam rangka penyusunan topik-topik bimbingan yang berkaitan dengan peyesuaian diri dalam belajar pada siswa yang berprestasi di bawah rata-rata.

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 b. Bagi peneliti lain Penelitian ini dapat digunakan sebagai sumber inspirasi bagi peneliti lain yang berminat untuk mengkaji lebih mendalam hal penyesuaian diri dalam belajar pada siswa yang berprestasi di bawah rata-rata dilihat dari berbagai aspek. G. Batasan Istilah 1. Penyesuaian Diri dalam Belajar Penyesuaian diri dalam belajar adalah proses seorang individu untuk beradaptasi dalam belajar atau berperilaku, bersikap, dan bertindak secara tepat sesuai situasi belajar yang dialami dan membuat individu dapat menghadapi perubahan yang terjadi dalam belajar. 2. Hasil belajar Hasil belajar meupakan hasil penilaian yang diperoleh siswa setelah mengikuti proses belajar. Penelitian ini mengambil hasil belajar siswa kelas XI IPS SMA Negeri 2 Ngaglik Sleman Tahun Ajaran 2018/2019 pada mata pelajaran tertentu seperti Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, Geografi, Sosiologi, Ekonomi. Peneliti mengambil mata pelajaran tersebut ingin melihat seberapa baik penyesuaian diri siswa dalam belajar dari keenam mata pelajaran tersebut setelah mengikuti belajar-mengajar, yang merupakan mata pelajaran tersebut diambil dalam Ujian Nasional mendatang.

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 3. Prestasi di Bawah Rata-rata Prestasi di bawah rata-rata merupakan hasil belajar yang didapat melalui hasil pengukuran dengan sebuah instrumen tes atau instrumen yang relevan, yang menghasilkan capaian atau perolehan belajar yang berada di bawah standar rata-rata hasil belajar siswa dalam kelompoknya. 4. Bimbingan Pribadi Sosial Bimbingan pribadi sosial merupakan bimbingan untuk membantu seorang indidvidu dalam pribadi sosialnya, sehingga individu mampu berkembang dengan baik secara pribadi dan terhadap lingkungannya.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II KAJIAN PUSTAKA Pada bab ini dibahas kajian teoritis yang melandasi kerangka konseptual peneliti ini. Kerangka konseptual penelitian ini meliputi: konsep penyesuaian diri, konsep belajar dan hasil belajar, konsep remaja, konsep bimbingan pribadi-sosial. A. Hakekat Penyesuaian Diri 1. Pengertian Penyesuaian Diri Ali (2005: 176) menyatakan bahwa penyesuaian diri yang baik adalah individu yang telah belajar bereaksi terhadap dirinya dan lingkunganya dengan cara-cara yang matang, efisien, memuaskan, dan sehat, serta dapat mengatasi konflik mental, frustasi, kesulitan pribadi dan sosial tanpa mengembangkan perilaku simptomatik dan gangguan psikosomatik yang mengganggu tujuantujuan moral, sosial, agama, dan pekerjaan. Calhoun dan Acocella (Sobur, 2003: 526) mendefinisikan “Penyesuaian diri sebagai inetraksi yang kontinu dengan diri sendiri, dengan orang lain, dan dengan dunia.” Schneiders (Desmita, 2009: 192) menyebutkan penyesuaian diri (adjustment) sebagai: “A process involving both mental and behavioral responses, by wich individual strives to cope successfully with inner needs, tensions, frustrasion and conflicts, and to effect a degree harmony between these inner demands and those imposed on him by the objective world in wich he lives.” 9

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 Jadi penyesuaian diri pada prinsipnya adalah suatu proses yang mencakup respons mental dan tingkah laku, dengan mana individu berusaha untuk dapat berhasil mengatasi kebutuhan-kebutuhan dalam dirinya, sehingga terwujud tingkat keselarasan atau harmoni antara tuntutan dari dalam diri dengan apa yang diharapkan oleh lingkungan di mana ia tinggal. Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa penyesuaian diri merupakan proses adaptasi seseorang dengan lingkungan dan keadaan yang ada dalam hidup individu guna mendapatkan keberhasilan dalam tuntutan kehidupanya. 2. Aspek-aspek Penyesuaian Diri Menurut Rosdiana (2009: 3) aspek-aspek penyesuaian diri dalam belajar meliputi 10 aspek yaitu: a. Kepemimpinan (Agency atau leadership) Kepemimpinan merupakan proses dimana seseorang memberi pengaruh kepada orang lain. Karakter seseorang pemimpin digambarkan seperti memiliki motivasi tinggi untuk berprestasi, persuasife memiliki keterampilan sosial yang baik, kreatif dan memiliki penyesuaian diri sosial yang baik (Baron & Byrne; dalam Rosdiana, 2009: 3). Siswa yang memiliki rasa kepemimpinan akan memperoleh nilai positif dari hal tersebut dan memiliki karakter seperti yang diutarakan diatas yang dapat mendukungnya dalam penyesuaian diri dengan baik. Siswa yang penyesuaian dirinya baik akan memiliki rasa kepemimpinan dan memperoleh nilai positif dari hal tersebut

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 dan memiliki karakter seperti yang disebutkan. Karnes (Rosdiana, 2009: 3) menegaskan dengan adanya kemampuan kepemimpinan ini, diharapkan akan membentuk beberapa karakteristik inisiatif, keterampilan komunikasi, semangat dan tanggung jawab yang dapat memberi dukungan bagi keberhasilnnya di sekoah. b. Kemasyarakatan (Communion) Steinberg (Rosdiana, 2009: 3) menjelaskan remaja yang sehat tidak hanya memiliki kemampuan untuk berhasil secara individual tetapi juga mampu mepertahankan keterikatan yang memuaskan dan sehat dengan orang lain. Satu elemen yang membentuknya dalam proses belajar di lingkungan sekitarnya yang berkaitan dengan siswa. c. Ketahanan (Presistence) Aspek ini menunjukkan bagaimana siswa bertahan dalam kesulitan dan kegagalan. Djamarah (Rosdiana, 2009: 4) mengatakan siswa idealnya merasa yakin pada kemampuan diri sendiri dan tidak tergantung pada orang lain dalam menghadapi berbagai masalah. d. Keterlibatan Terhadap Tugas (Task Involvement) Aspek ini menyangkut bagaimana siswa mampu menghindari gangguan dan tetap dapat memusatkan perhatian pada tugas. Hal ini juga menunjukkan kemampuan siswa untuk merasa bertanggungjawab terhadap hasil tugas yang diberikan kepada siswa. Woolfolk (dalam Rosdiana, 2009: 4) menegaskan

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 siswa dengan task involment lebih peduli terhadap aktivitas belajar dan pengerjaan tugas-tugas sekolah. Sedangkan siswa dengan ego involment tidak peduli pada proses belajarnya dan lebih mementingkan pandangan dan tanggapan orang lain tentang dirinya. Jadi siswa yang lebih peduli, rajin dalam belajar dan pengerjaan tugas-tugas sekolah merupakan siswa dengan task involment sedangkan siswa dengan ego involment akan belajar karena dukungan ingin mendapatkan sebuah pujian dari orang lain. e. Kepercayaan Diri Akademis (Academic Confidence) Aspek ini menunjukkan seberapa besar rasa optimis siswa terhadap kemampuannya dalam menyelesaikan sekolah. Siswa yang memiliki kepercayaan diri akademis dapat melihat kemampuannya sendiri. f. Kepercayaan Diri Sosial (Social Confidence) Aspek ini menggambarkan bagaimana kemampuan siswa dalam menjalin hubungan siswa dengan orang di sekitarnya sehingga dalam proses pembelajaran dapat membantu siswa dengan guru, teman sebaya, dan sebagainya di sekolah. g. Lokus Control Internal (Internal Locus of Control) Seseorang diminta untuk menjelaskan hal yang menyebabkan keberhasilan atau kegagalannya, maka mereka akan cenderung menjelaskan mengenai locus of control, yang merupakan hal atau orang yang dianggap memiliki tanggungjawab untuk menyebabkan kegagalan atau keberhasilan. Seseorang yang melihat kegagalan dan kesuksesan sebagai akibat dari

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 perilaku dan karakteristik yang ia miliki merupakan seseorang yang menggunakan locus of control internal sedangkan orang yang cenderung menunjuk faktor yang di luar dirinya sebagai penyebab kesuksesan dan keberhasilan merupakan orang dengan locus of control eksternal. Hal ini didukung oleh pendapat Ormord (Rosdiana 2009: 4) yang mengatakan dalam situasi pendidikan, bila seseorang siswa melihat penyebab kegagalan dan keberhasilan dirinya pada hal yang tidak akurat dan dari variabel yang tidak terkontrol, yang lebih banyak merupakan variabel di luar diri, maka ia cenderung tidak ingin mengubah perilakunya di masa depan agar meraih sukses. h. Kepercayaan Pengembangan Diri (Incremental Scale) Aspek ini menggambarkan bahwa kemampuan manusia tidak stabil tetapi dapat dikontrol sehingga masih dapat dikembangkan. Keyakinan bahwa dapat dikembangkan dan dapat dikehendakinya merupakan sebuah keyakinan dalam diri siswa. Pandangan tambahan (incremential view) adalah keyakinan bahwa kemampuan dapat dikembangkan melalui kerja keras disertai dengan penambahan pengetahuan dan keterampilan sedangkan tampilan intitas (entity view) adalah kemampuan bersifat stabil dan merupakan tingkah laku yang terkontrol. Siswa yang memiliki incremential view percaya keberhasilan didapat dari kerja keras dengan pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya, sedangkan siswa yang entity view memandang keberuntungan dan kegagalan merupakan ketidakmampuan dalam diri.

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 i. Hubungan dengan Guru (Teacher Repport) Aspek ini menunjukkan siswa memperlakukan guru sebagai salah satu sumber pengetahuan dibandingkan sebagai ancaman. Djamarah (Rosdiana, 2009: 4) mengatakan dengan terjadinya hubungan antara siswa dan guru, maka mereka saling mengenal kepribadian dan akan lebih memudahkan dalam proses penyesuaian diri. j. Hubungan dengan Teman Sebaya (Peer Rapport) Peer merupakan kumpulan orang-orang yang seusia yang berfungsi sebagai perbandingan sosial dan sumber informasi di luar keluarga. Santrock (Rosdiana, 2009: 4) mengatakan dalam hubungan dengan peer ini seseorang dapat mengembangkan pengetahuan serta keterampilan sosialnya. Melihat dari sudut pandang orang lain dalam menilai serta memperlakukan dirinya sebagai prosespembelajaran suatu dimensi untuk menunjukan dirinya sebagai siswa di sekolah. 3. Faktor-Faktor Penyesuaian Diri Hartinah (2008: 190) menyebutkan ada lima faktor yang mempengaruhi proses penyesuaian diri diantaranya yaitu: a. Kondisi-kondisi fisik, termasuk didalamnya keturunan, konstitusi fisik, suasana saraf, kelenjar, dan sistem otot, kesehatan, penyakit dan sebagainya. Kondisi jasmani seperti pembawaan dan struktur/konstitusi fisik dan tempramen sebagai disposisi yang diwariskan, aspek perkembangannya

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 secara instrinsik berkaitan erat dengan susunan/konstitusi tubuh. Struktur jasmani merupakan kondisi primer bagi tingkah laku maka dapat diperkirakan bahwa sistem syaraf, kelenjar dan otot merupakan faktor yang penting bagi penyesuaian diri. Gangguan pada sistem syaraf, kelenjar dan otot dapat menimbulkan gejala gangguan mental, tingkah laku, dan kepribadian. Kualitas penyesuaian diri yang baik hanya dapat diperoleh dan dipelihara dalam kondisi kesehatan jasmaniah yang baik pula. b. Perkembangan dan kematangan, khususnya kematangan intelektual, sosial, moral, dan emosional. Sesuai dengan hukum perkembangan, tingkat kematangan yang dicapai berbeda pada individu yang satu dengan yang lainnya. Sehingga pencapaian pola-pola penyesuaian diri berbeda pula secara individu. Kondisi-kondisi perkembangan mempengaruhi setiap aspek kepribadian seperti: emosional, sosial, tanggung jawab, dan intelektual. Dalam fase tertentu salah satu aspek mungkin lebih penting daripada kematangan sosial, dan kematangan emosional, merupakan yang terpenting dalam penyesuaian diri. c. Penentu psikologis, termasuk di dalamnya pengalaman belajar, pengkondisian, penentuan diri (self determination), frustasi dan konflik. 1) Pengalaman Tidak semua pengalaman mempunyai arti bagi penyesuaian diri. Pengalaman-pengalaman tertentu yang mempunyai arti dalam penyesuaian diri adalah pengalaman yang menyenangkan dan pengalaman

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 traumatik. Pengalaman yang menyenangkan akan menimbulkan proses diri yang baik, sedangkan pengalaman yang traumatik dapat menimbulkan penyesuaian yang kurang baik. 2) Belajar Proses belajar merupakan dasar fundamental dalam proses penyesuaian diri, karena melakui belajar ini akan berkembang pola respon yang akan membentuk kepribadian. 3) Determinasi diri Determinasi diri mempunyai peranan penting dalam penyesuain diri karena mempunyai peranan dalam pengendalaian arah dan pola penyesuaian diri. 4) Konflik dan Penyesuaian Secara umum, orang berpandangan bahwa semua konflik bersifat mengganggu atau merugikan. Kenyataannya ada pula seseorang yang mempunyai banyak konflik tanpa hasil-hasil yang merusak atau merugikan. Konflik dapat bermanfaat memotivasi seseorang untuk meningkatkan usaha kearah pencapaian tujuan yang menguntungkan secara sosial, atau mungkin sebaliknya ia memecahkan konflik dengan melarikan diri, khusunya lari kedalam gejala-gejala neuroitis. Gejala neuroitis merupakan gejala-gejala dalam saraf seperti saraf mata atau telinga.

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 d. Kondisi lingkungan, khususnya keluarga dan sekolah. 1) Pengaruh rumah dan keluarga Interaksi sosial yang pertama diperoleh oleh individu berlangsung dalam keluarga. Kemampuan interaksi sosial ini kemudian akan dikembangkan di masyarakat. 2) Hubungan orangtua dan anak Pola hubungan antara orangtua dan anak akan mempunyai pengaruh terhadap proses penyesuaian diri anak-anak. Beberapa pola yang mempengaruhi penyesuaian diri antara lain: a) Menerima, yaitu situasi hubungan dimana orangtua menerima anaknya dengan baik. Sikap penerimaan ini dapat menimbulkan suasana hangat dan rasa aman. b) Menghukum dan displin yang berlebihan. Displin yang ditanamkan orangtua terlalu kaku dan berlebihan sehingga dapat menimbulkan suasana psikologis yang kurang menguntungkan anak. c) Memanjakan dan melindungi anak secara berlebihan, hal ini dapat menimbulkan perasaan tidak aman, cemburu, rendah diri, canggung, dan gejala-gejala salah suai lainnya. d) Penolakan, yaitu pola hubungan dimana orangtua menolak kehadiran anaknya. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penolakan orangtua terhadap anak dapat menimbulkan hambatan dalam penyesuaian diri.

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 3) Hubungan saudara Suasana hubungan saudara yang penuh persahabatan, kooperatif, saling menghormati, penuh kasih sayang, mempunyai kemungkinan yang lebih besar untuk tercapainya penyesuaian yang lebih baik. Sebaliknya suasana permusuhan, perselisihan, iri hati, kebencian dapat menimbulkan kesulitan dan kegagalan penyesuaian diri. 4) Masyarakat Keadaan lingkungan masyarakat dimana individu berada merupakan kondisi yang menentukan proses dan pola-pola penyesuaian diri. Kondisi ini menunjukkan bahwa gejala tingkah laku yang salah suai bersumber dari masyarakat. Pergaulan yang salah di kalangan remaja dapat mempengaruhi pola penyesuaian diri. 5) Sekolah Sekolah mempunyai peranan sebagai media untuk mempengaruhi kehidupan inetelektual, sosial, dan moral para siswa. Suasana di sekolah baik sosial maupun psikologis menentukan proses dan pola penyesuaian diri. 6) Penentu kultural, termasuk agama. Lingkungan kultural dimana individu berada dan berinteraksi akan menentukan pola penyesuaian diri, misalnya tata cara kehidupan di sekolah, di masjid, gereja dan semacamnya akan mempengaruhi

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 bagaimana seseorang menempatkan diri dan bergaul di masyarakat sekitar. Agama memberikan suasana psikologis tertentu yang mengurangi konflik, frustasi, dan ketegangan lainnya. Agama juga memberikan suasana damai dan tenang bagi seseorang. Agama merupakan sumber nilai, kepercayaan, dan pola tingkah laku yang akan memberikan tuntutan bagi arti, tujuan, dan hidup manusia. 4. Karakteristik Individu yang Mampu Menyesuaikan Diri. Hartinah (2008: 186) mengatakan karakteristik individu yang mampu menyesuaikan diri adalah sebagai berikut: a. Penyesuaian diri secara positif Mereka yang tergolong mampu melakukan penyesuaian diri secara positif ditandai hal-hal sebagai berikut: 1) Tidak adanya ketegangan emosional. 2) Tidak menunjukkan adanya mekanisme-mekanisme psikologis. 3) Tidak menunjukkan adanya frustasi pribadi. 4) Memiliki pertimbangan rasional dan pengarahan diri. 5) Mampu dalam belajar. 6) Menghargai pengalaman. 7) Bersikap relistik dan objektif. Berbagai bentuk penyesuaian diri secara positif yang dilakukan oleh individu, antara lain:

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 1) Penyesuaian dengan menghadapi masalah secara langsung dalam situasi ini individu secara langsung menghadapi masalahnya dengan segala akibat-akibatnya. Ia melakukan segala tindakan sesuai dengan masalah yang dihadapinya. 2) Penyesuaian diri dengan melakukan eksplorasi (penjelajahan) dalam situasi ini individu mencari berbagai bahan pengalaman untuk dapat menghadapi dan memcahkan masalahnya. 3) Penyesuaian dengan trial and eror atau coba-coba dalam cara ini individu melakukan segala suatu tindakan coba-coba, dalam arti kalau menguntungkan diteruskan dan kalau gagal tidak diteruskan. Taraf pemikiran kurang begitu berperan dibandingkan cara eksplorasi. 4) Penyesuaian dengan substansi (mencari pengganti) jika individu merasa gagal dalam menghadapi masalah, maka ia dapat memperoleh penyesuaian dengan jalan mencari pengganti. 5) Penyesuaian diri dengan menggali kemampuan diri dalam hal ini individu mencoba menggali kemampuan-kemampuan khusus dalam dirinya, kemudian dikembangkan sehingga dapat membantu penyesuaian diri. 6) Penyesuaian dengan belajar; individu akan banyak memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat menyesuaikan diri. 7) Penyesuaian dengan inhibisi dan pengendalian diri. membantu

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 Penyesuaian diri akan lebih berhasil jika disertai dengan kemampuan memilih tindakan yang tepat dan pengendalian diri secara tepat pula. Dalam situasi ini individu berusaha memilih tindakan maa yang harus dilakukan, dan tindakan mana yang tidak perlu dilakukan. Cara inilah yang disebut inhibisi. Disamping itu, individu harus mampu mengendalikan dirinya dalam melakukan tindakannya. 8) Penyesuaian dengan perencanaan secara cermat Dalam situasi ini tindakan yang dilakukan merupakan keputusan yang diambil berdasarkan perencanaan yang cermat. Keputusan diambil setelah dipertimbangkan dari berbagai segi, antara lain segi untung dan ruginya. B. Hakekat Belajar dan Prestasi di bawah Rata-rata 1. Pengertian Belajar Menurut Kingsley (Ahmadi & Supriyono, 2013: 127) belajar adalah proses dimana tingkah laku (dalam arti luas) ditimbulkan atau diubah melalui praktek atau latihan. Belajar merupakan proses dari perkembangan hidup manusia. Individu yang belajar telah melakukan perubahan-perubahan kualitatif individu sehingga tingkah lakunya berkembang, Semua aktivitas dan pretasi hidup tidak lain adalah hasil dari belajar (Ahmadi & Supriyono, 2013: 127). Dengan demikian dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan sebuah proses atau aktivitas mengenai segala perubahan tingkah laku

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 untuk memperoleh perubahan dalam dirinya, baik secara praktek atau latihan yang dapat memunculkan paradigma baru pada individu tersebut sehingga tingkah lakunya berkembang. Hal tersebut dapat terjadi akibat dari interaksi dan lingkungan yang ada di sekitarnya. 2. Ciri- ciri Belajar Jika hakekat belajar adalah perubahan tingkah laku, maka menurut Djamarah (2011: 15) ada enam ciri-ciri belajar. a. Perubahan yang terjadi secara sadar Ini berarti individu yang belajar akan menyadari terjadinya perubahan itu atau sekurang-kurangnya individu merasakan telah terjadi adanya suatu perubahan dalam dirinya. Misalnya ia menyadari bahwa pengetahuannya bertambah, kecakapanya bertambah. b. Perubahan dalam belajar bersifat fungsional Sebagai hasil belajar, perubahan yang terjadi dalam diri individu berlangsung terus-menerus dan tidak statis. Suatu perubahan yang terjadi akan menyebabkan perubahan berikutnya. Misalnya anak yang tidak bisa membaca sebelumnya maka setelah ia belajar ia dapat membaca. c. Perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif Perubahan- perubahan itu selalu bertambah dan tertuju untuk memperoleh suatu yang lebih baik dari sebelumnya. Maka semakin banyak usaha belajar itu dilakukan, makin banyak dan makin baik perubahan itu diperoleh.

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 d. Perubahan dalam belajar bertujuan atau terarah Ini berarti bahwa perubahan tingkah laku itu terjadi karena ada tujuan yang akan dicapai. Perubahan belajar terarah pada perubahan tingkah laku yang benar-benar disadari. 3. Bentuk-bentuk Belajar Menurut De Block (Winkel, 2004) bentuk-bentuk belajar menurut fungsi psikis belajar afektif, belajar kognitif, belajar senso-motorik. a. Belajar Afektif Belajar afektif merupakan belajar menghayati nilai dari suatu obyek yang dihadapi melalui alam perasaan, entah obyek itu berupa orang, benda atau kejadian/peristiwa. Orang harus belajar pula untuk mengungkapkan perasaan dalam bentuk ekspresi yang wajar dan dapat diterima oleh masyarakat. Misalnya anak kecil yang naik pitam karena keinginanya tidak dipenuhi; belum menguasai cara/bentuk ekspresi marah yang wajar. Rasa marah yang meluap-luap, belum pernah belajar cara mengekspresikan rasa marah secara wajar yang dapat diterima oleh orang lain. b. Belajar Kognitif Belajar kognitif merupakan belajar memperoleh dan menggunakan suatu bentuk representasi yang mewakili semua obyek yang dihadapi, entah obyek itu orang, benda atau kejadian/peristiwa, misalnya seseorang pergi berlibur keluar negeri dan orang tersebut menceritakan pengalamannya selama diluar

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 negeri, semua pengalaman tercatat dalam benaknya berbentuk gagasan dan sejumlah tanggapan. Gagasan dan tanggapan tersebut dituangkan dalam katakata yang disampaikan kepada orang yang mendengar kriterianya dipresentasikan dalam bentuk gagasan dan tanggapan yang kedua-duanya bersifat mental; kemudian gagasan dan tanggapan dituangkan dalam katakata yang dapat didengar oleh orang lain, yang menangkap apa yang dimaksud. c. Belajar Senso-motorik Belajar senso-motorik merupakan belajar menghadapi dan menangani aneka obyek secara fisik, termasuk kejasmanian manusia sendiri. Menurut pandangan Piaget, belajar senso-motorik merupakan dasar bagi belajar berpikir. Mengamati aneka obyek dengan memegang serta menangani benda, mendasarkan perkembangan berpikir. 4. Hasil Belajar Supratiknya (Widodo, 2013: 34) mengatakan hasil belajar yang menjadi objek penilaian kelas berupa kemampuan-kemampuan baru yang diperoleh siswa setelah mereka mengikuti proses belajar-mengajar tentang mata pelajaran tertentu. Suprijono (2012: 5) mengatakan hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian, sikap-sikap, apresiasi, dan keterampilan.

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar merupakan pola perbuatan, nilai, pengertian, sikap, apresiasi dan keterampilan siswa setelah mereka mengikuti proses belajar-mengajar dalam mata pelajaran tertentu. 5. Penilaian Hasil Belajar a. Pengertian Penilaian hasil belajar Kunandar (2014: 61) mengatakan penilaian hasil belajar merupakan sesuatu yang sangat penting dan strategis dalam kegiatan belajar mengajar. Penilaian hasil belajar maka dapat diketahui seberapa besar keberhasilan peserta didik telah menguasai kompetensi atau materi yang telah diajarkan oleh guru. Melalui penilaian juga dapat dijadikan sebagai acuan untuk melihat tingkat keberhasilan atau efektivitas guru dalam pembelajaran. Penilaian hasil belajar harus dilakukan dengan baik mulai dari penentuan instrument, penyusunan instrument, telaah instrument, pelaksanaan penilaian, analisis hasil penilaian dan program tindak lanjut hasil penilian. Berdasarkan penjelasan di atas maka, pengertian penilaian hasil belajar merupakan seberapa besar keberhasilan peserta didik, berdasarkan kemampuan yang di dapatkan dari proses belajar mengajar, sehingga dapat memberikan informasi yang bermanfaat tentang proses belajar mengajar peserta didik.

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 b. Bentuk-bentuk penilaian hasil belajar Permendikbud No. 66 Tahun 2013 (Abidin, 2014:3) mengatakan penilaian pendidikan sebagai proses pengumpulan dan pengolahan pencapaian hasil belajar peserta didik mencakup: 1) Penilaian otentik Penilaian otentik merupakan penilaian yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai masukan (input), proses, dan keluaran (output) pembelajaran. 2) Penilaian diri Penilaian diri merupakan penilaian yang dilakukan sendiri oleh peserta didik untuk membandingkan posisi relatifnya dengan kriteria yang telah ditetapkan. 3) Penilaian berbasis portofolio Penilaian berbasis portofolio merupakan penilaian yang dilaksanakan untuk menilai keseluruhan identitas proses belajar peserta didik termasuk penugasan perseorangan atau kelompok di dalam atau di luar kelas khususnya pada sikap atau perilaku dan keterampilan. 4) Ulangan Ulangan merupakan proses yang dilakukan untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 pembelajaran, untuk memantau kemajuan dan perbaikan hasil belajar pesrta didik. 5) Ulangan harian Ulangan harian merupakan kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk menilai kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu kompetensi (KD) atau lebih. 6) Ulangan tengah semester Ulangan tengah semester merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8-9 minggu kegiatan pembelajaran. Cukupan ulangan tengah semester meliputi seluruh indikator yang mempresentasikan seluruh KD pada periode tersebut. 7) Ujian akhir semester Ujian akhir semester merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik pada akhir semester. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang mempresentasikan semua KD pada semester tersebut. 8) Ujian Tingkat Kompetensi Ujian Tingkap Kompetensi yang disebut UTK merupakan kegiatan pengukuran yang dilakukan oleh pendidik untuk mengetahui pencapaian

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 tingkat kompetensi. Cakupan UTK meliputi sejumlah Kompetensi Dasar yang mempresentasikan kompetensi Inti pada tingkat kompetensi tersebut. 9) Ujian Mutu Tingkat Kompetensi Ujian Mutu Tingkat Kompetensi yang disebut UMTK merupakan kegiatan pengukuran yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengetahui pencapain tingkat kompetensi. Cakupan UMTK meliputi sejumlah Kompetensi Dasar yang mempresentasikan Kompetensi Inti pada tingkat kompetensi tersebut. 10) Ujian Nasional Ujian Nasional yang selanjutnya disebut UN merupakan kegiatan pengukuran kompetensi tertentu yang dicapai peserta didik dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan, yang dilaksanakan secara nasional. 11) Ujian Sekolah/Madrasah Ujian Sekolah/ Madrasah merupakan kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi di luar kompetensi yang diujikan pada UN, dilakukan oleh satuan pendidikan.

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 c. Cara-cara penilaian hasil belajar Kunandar (2014: 93) mengatakan penilaian hasil belajar peserta didik perlu dilakukan secara terprogram dan sistematis, jadi cara-cara penilaian terdapat 3 macam yaitu: 1) Penetapan indikator pencapain hasil belajar Indikator merupakan pertanda atau indikasi pencapaian kompetensi, ukuran, karakteristik, ciri-ciri, pembuatan atau proses yang berkontribusi atau menunjukan ketercapaian suatu kompetensi dasar. Indikator dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur dan diamati seperti: mengidentifikasi, menghitung, membedakan, menyimpulkan, menceritakan kembali, mempraktikan, mendemosntrasi, dan mendiskripsikan. 2) Pemetaan standar kompetensi/kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator dan teknik penilaian. Pemetaan standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator dilakukan untuk memudahkan guru dalam menentukan teknik penilaian yang akan digunakan oleh guru untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. 3) Menyusun instrumen penilaian. Menyusun instrumen penilaian adalah hal yang sangat penting dalam kegiatan penilaian hasil belajar peserta didik. Dengan instrumen penilaian

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 yang tepat, maka akan menghasilkan informasi pencapaian kompetensi peserta didik yang valid dan akurat. d. Teknik dan Instrumen Penilaian Permendikbud no. 66 Tahun 2013 (Abidin: 26) memaparkan teknik dan Instrumen yang digunakan untuk penilaian kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan sebagai berikut: 1) Penilaian kompetensi sikap. Pendidik melakukan penilaian kompetensi sikap melalui beberapa teknik, diantaranya adalah observasi, penilaian diri, penilaian “teman sejawat” (peer evaluation) oleh peserta didik dan jurnal. Instrumen yang digunakan untuk obeservasi, penilaian diri, dan penilaian antar peserta didik adalah daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang disertai rubrik, sedangkan pada jurnal berupa catatan pendidik. 2) Penilaian kompetensi pengetahuan. Pendidik menilai kompetensi pengetahuan melalui tes tertulis, tes lisan, dan penugasan. Instrumen tes tertulis dapat berupa soal, pilihan ganda, isian, jawaban singkat, benar-salah, menjodohkan, dan uraian. Untuk instrumen tertentu saja harus dilengkapi dengan penskoran. Instrumen tes lisan dapat berupa daftar pertanyaan yang akan ditanyakan pada saat pelaksanan penilaian berlangsung. Instrumen penugasan berupa pekerjaan rumah atau proyek yang dikerjakan baik secara individu maupun atau kelompok sesuai dengan karakteristik proyek. 3) Penilaian Kompetensi Keterampilan. Pendidik menilai kompetensi keterampilan melalui penilaian kerja, yaitu penilaian yang menuntut peserta didik mendemostrasikan suatu kompetensi tertentu dengan menggunakan tes

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 praktik, projek, dan penialain portofolio. Instrumen yang digunakan berupa daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang dilengkapi rubrik. Intrumen penilaian harus memiliki berupa persyaratan. Persyaratan yang harus dipenuhi diantaranya substansi yang mempresentasikan kompetensi yang dinilai, konstruksi yang memnuhi persyaratan teknis sesuai dengan bentuk instrumen yang digunakan, penggunaan bahasa yang baik dan benar serta komunikatif sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik. 5. Pengertian Prestasi Belajar di bawah Rata-rata Menurut Hamdani (2011: 137) pretasi belajar dalam bidang pendidikan adalah hasil dari pengukuran terhadap usaha belajar siswa yang meliputi faktor kognitif, afektif dan psikomotorik, setelah mengikuti proses pembelajaran yang diukur dengan menggabungkan instrumen tes atau instrumen yang relevan. Hadi (2004: 272) mengatakan rata-rata “mean” atau yang biasa disebut dengan nilai rata-rata diperoleh dari menjumlahkan seluruh nilai dan membaginya dengan jumlah individu. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa prestasi dalam belajar siswa yang berprestasi di bawah rata-rata adalah hasil yang dicapai dalam proses mengikuti pembelajaran meliputi faktor kognitif, afektif dan psikomotorik dengan menggabungkan insrumen tes atau instrumen yang relevan, sehingga mendapatkan hasil belajar atau prestasi rata-rata di bawah angka atau bilangan, yang sebelumnya nilai yang diperoleh setelah dihitung, sehingga menemukan nilai tengah sebagai patokan. Individu yang berprestasi di bawah rata-rata berada dalam kategori nilai yang di dapat berada di bawah ketentuan dari nilai yang

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 telah dihitung berdasarkan langkah menentukan nilai rata-rata. Maka dikategorikan memiliki prestasi di bawah rata-rata. 6. Penyesuaian Diri dalam Belajar Ali (2015: 176) menyatakan bahwa penyesuaian diri yang baik adalah individu yang telah belajar bereaksi terhadap dirinya dan lingkunganya dengan cara-cara matang. Hamalik (2009: 45) megatakan bahwa belajar adalah terjadinya perubahan dari persepsi dan perilaku, termasuk juga perbaikan perilaku, misalnya pemuasan kebutuhan masyarakat dan pribadi secara lengkap. Berdasarkan penjelasan di atas penyesuaian diri dalam belajar adalah penyesuaian diri dalam belajar yaitu individu mampu menyesuaiakan diri terhadap lingkungannya dengan cara-cara matang, dengan belajar individu mampu memperoleh pengetahuan, perubahan dari persepsi dan keterampilan. 7. Faktor –Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar dapat bersumber dari faktor Internal maupun faktor eksternal. Ahmadi & Supriyono (2013: 138) menjelaskan bahwa kedua golongan tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut. a. Faktor yang tergolong internal meliputi: 1) Faktor jasmaniah (fisiologi) baik yang bersifat bawaan maupun yang diperoleh, yang termasuk faktor ini misalnya pengelihatan, pendengaran, struktur tubuh. 2) Faktor psikologis baik yang bersifat bawaan maupun yang diperoleh yang terdiri dari:

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 a) Faktor intelektif yang meliputi: faktor potensial yaitu kecerdasan dan bakat dan faktor kecakapan nyata yaitu prestasi yang telah dimiliki. b) Faktor non-intelektif, yaitu unsur-unsur kepribadian tertentu seperti sikap, kebiasaan, minat, kebutuhan, motivasi, emosi, penyesuaian diri. b. Faktor kematangan fisik maupun psikis. Yang tergolong faktor eksternal yang merupakan faktor yang asalnya dari luar diri seseorang atau individu, ialah: 1) Faktor sosial yang terdiri atas: lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat, lingkungan kelompok. 2) Faktor budaya seperti adat istiadat, ilmu pengetahuan, teknologi, kesenian. 3) Faktor lingkungan fisik seperti fasilitas rumah, fasilitas belajar, iklim. C. Hakekat Remaja 1. Pengertian Remaja Adoloscene atau remaja berasal dari kata Latin adoloscere yang berarti “tumbuh” atau “tumbuh menjadi dewasa”. Menurut Hurlock (Rossum, 2008: 23) masa remaja terbagi menjadi dua yaitu remaja awal yang berlangsung kira-kira dari usia 13 tahun sampai dengan 16 tahun dan remaja akhir yang bermula dari 16 tahun sampai usia matang secara hukum.

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 Berdasarkan penjelasan di atas remaja berarti tumbuh menuju tahap dewasa. Remaja terbagi menjadi dua bagian yaitu remaja awal dengan usia kira-kira 13-16 tahun dan yang kedua remaja akhir yang bermula pada usia 16 tahun sampai usia matang secara hokum. 2. Karakteristik Perkembangan Remaja Hurlock (1997) mengatakan seperti semua rentang dalam kehidupan masa remaja yang memiliki ciri-ciri tertentu seperti berikut : a. Masa remaja sebagai masa peralihan Pada periode ini remaja ada pada posisi yang sedikit membuatnya bingung, karena bukan menjadi anak-anak lagi namun belum saatnya disebut dewasa. b. Masa remaja sebagai periode perubahan Pada masa ini remaja mengalami perubahan seperti perubahan fisik, perubahan emosi ditandai dengan semakin banyak emosi yan dapat dikenali bukan hanya marah ataupun senang tetapi juga minat sosial. c. Masa remaja sebagai usia yang bermasalah Masa remaja disebut dengan usia bermasalah karena remaja masih sulit untuk mengatasi masalah yan dihadapinya dengan cara sendiri.

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 d. Masa remaja sebagai masa mencari identitas Remaja mulai mencari identitas diri dengan melihat orang yang dapat menjadi model atau figur. e. Masa remaja sebagai ambang masa dewasa Pada periode ini remaja berusaha untuk menampilkan dirinya yang dewasa dan bukan lagi anak-anak. Maka remaja akan mencoba berperilaku seperti orang dewasa. 3. Tugas Perkembangan Remaja Hurlock (1997) mengatakan tugas perkembangan remaja sebagai berikut: a. Mencapai peran sosial pria dan wanita. b. Menerima keadaan fisiknya dan menggunakan tubuhnya secara efektif. c. Mencapai hubungan baru yang lebih matang dengan teman sebaya baik pria maupun wanita. d. Mengharapkan dan mencapai perilaku sosial yang bertangung jawab. e. Mencapai kemandirian emosional dari orangtua dan orang dewasa lainnya. f. Mempersiapkan karir ekonomi. g. Mempersiapkan perkawinan dan keluarga. h. Memperoleh perangkat nilai dan sistem etis sebagai pegangan untuk berperilaku mengembangkan ideologi. Melihat ciri-ciri dan tugas perkembangan masa remaja, bahwa masa remaja adalah masa dimana perubahan yang berawal dari usia anak-anak

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 akhir menuju remaja dengan menunjukan ciri-ciri seorang remaja mempunyai perubahan berupa fisik, pikiran dan juga emosi oleh sebab itu masa remaja memiliki tugas perkembangan yan harus terselesaikan supaya dapat menjadi dewasa yang optimal. Tugas-tugas perkembangan fase remaja ini berkaitan dengan perkembangan kognitifnya, yaitu fase operasional formal. Kematangan pencapaian fase kognitif akan sangat membantu kemampuan dalam melaksanakan tugas-tugas perkembangannya itu dengan baik. Supaya dapat terpenuhi dan melaksanakan tugas-tugas perkembangan, diperlukan kemampuan kreatif remaja. Kemampuan kreatif ini banyak diwarnai oleh perkembangan kognitifnya. 4. Masalah-masalah dan Kesulitan Remaja dalam Perkembangan Masa remaja seringkali dikenali dengan masa mencari jati diri, oleh Erickson disebut dengan identitas ego (ego identity) (Bischof, dalam Rossum, 2013: 25). Hal ini terjadi karena masa remaja merupakan peralihan antara masa kehidupan anak-anak dan masa kehidupan orang dewasa. Sejumlah sikap yang sering ditunjukkan oleh remaja yaitu sebagai berikut: a. Kegelisahan Sesuai dengan fase perkembangannya, remaja mempunyai banyak idealisme, angan-angan, atau keinginan yang hendak diwujudkan di masa depan. Namun, sesungguhnya remaja belum memiliki banyak kemampuan yang memadai untuk mewujudkan semua itu. Seringkali angan-angan dan keinginannya jauh lebih besar dibandingkan dengan kemapuannya.

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 Di satu pihak mereka menginginkan mendapatkan pengalaman sebanyakbanyaknya untuk menambah pengetahuan, tetapi dipihak lain mereka merasa belum mampu melakukan berbagai hal dengan baik sehingga tidak berani mengambil tindakan mencari pengalaman langsung dari sumbernya. Tarik menarik antara angan-angan yang tinggi dengan kemampuannya yang masih belum memadai mengakibatkan mereka diliputi oleh perasaan gelisah. b. Pertentangan Sebagai individu yang sedang mencari jati diri, remaja berada pada situasi psikilogis antara ingin melepaskan diri dari orang tua dan perasaan masih belum mampu untuk mandiri. Pada umumnya remaja sering mengalami kebingungan karena sering terjadi pertentangan pendapat antara mereka dengan orang tua. c. Aktivitas berkelompok Berbagai macam keinginan para remaja seringkali tidak dapat terpenuhi karena bermacam-macam kendala, dan yang sering terjadi adalah tidak tersedianya biaya. Adanya bermacam-macam larangan dari orang tua seringkali melemahkan atau bahkan mematahkan semangat para remaja. Kebanyakan para remaja menemukan jalan keluar dari kesulitannya setelah mereka berkumpul dengan rekan sebaya untuk melakukan kegiatan bersama. Melakukan suatu kegiatan secara berkelompok sehingga berbagai kendala dapat diatasi bersama-sama menurut (Singgih DS, dalam Rossum, 2013: 25).

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 d. Keinginan mencoba segala sesuatu Pada umumnya, remaja memiliki rasa ingin tahu yang tinggi (high curiosity), Karena didorong oleh rasa ingin tahu yang tinggi, remaja cenderung ingin berpetualang, menjelajah segala sesuatu, dan mencoba segala sesuatu yang belum pernah dialaminya. D. Hakekat Bimbingan Belajar 1. Pengertian Bimbingan Belajar Kartadinata (Susanto, 2018: 47) memaparkan bimbingan belajar merupakan proses bantuan yang diberikan kepada siswa agar dapat mengatasi masalah-masalah yang dihadapinya melalui proses perubahan belajar, individu dapat mencapai prestasi sesuai dengan kemampuannya. Yusuf & Nurihsan (2010: 10) mengatakan bimbingan belajar yaitu bimbingan yang diarahkan untuk membantu para individu dalam menghadapi dan memecahka masalah-masalah pengenalan akademik. kurikulum, Masalah-masalah pemilihan akademik jurusan/konsentrasi, cara meliputi belajar, penyelesaian tugas-tugas dan latihan, pencarian dan penggunaan sumber belajar, perencanaan pendidikan lanjutan dan lain-lain. Jadi berdasarkan pemaparan diatas dapat disimpulkan bimbingan belajar merupakan proses pemberian bantuan pada bidang belajar untuk diberikan kepada siswa yang memiliki masalah atau kebutuhan di bidang belajar seperti meningkatkan prestasi, cara belajar, tugas-tugas, pengenalan kurikulum dan lain-lain.

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 2. Tujuan Bimbingan Belajar Yusuf dan Nurihsan (2010: 15) memaparkan tujuan bimbingan belajar sebagai berikut: a. Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif, seperti kebiasaan membaca buku, disiplin dalam belajar, mempunyai perhatian terhadap semua pelajaran, dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramkan. b. Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat. c. Memiliki keterampilan atau teknik belajar yang efektif, seperti keterampilan membaca buku, menggunakan kamus, mencatat pelajaran, dan mempersiapakan diri menghadapi ujian. d. Memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan perencanaan pendidikan, seperti membuat jadwal belajar, mengerjakan tugas-tugas, memantapkan diri dalam memperdalam pelajaran tertentu, dan berusaha memperoleh informasi tentang berbagai hal dalam rangka mengembangkan wawasan yang lebih luas. e. Memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian. 3. Ruang Lingkup Program Bimbingan Belajar Sriyono (2016: 124) mengatakan ruang lingkup di sekolah mencakup bimbingan pribadi, bimbingan sosial, bimbingan pribadi, dan bimbingan karir. Dari ruang lingkup bimbingan dan konseling tersebut, layanan

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 bimbingan dalam meningkatkan kemandirian belajar siswa merupakan bagian dari layanan bimbingan belajar. Hal ini sesuai dengan pendapat Sukardi (Sriyono, 2016: 124), bahwa materi yang diangkat melalui layanan pembelajaran yaitu meliputi: a. Pengenalan siswa yang mengalami masalah belajar tentang kemampuan, motivasi, sikap dan kebiasaan belajar. b. Pengembangan motivasi sikap dan kebiasaan belajar yang baik. c. Pengembangan keterampilan belajar membaca, mencatat, bertanya, dan menjawab serta menulis. d. Pengajaran perbaikan e. Program pengayaan. 4. Prosedur Penyusunan Program Bimbingan Belajar Winkel & Hastuti (2010: 130) mengatakan penyusunan program bimbingan dapat dikerjakan oleh tenaga ahli bimbingan atau seorang gurukonselor, yang akan bertugas sebagai koordinator bimbingan, dengan mengajak bicara tenaga bimbingan yang lain di sekolah. Dalam penyusunan rencana ini harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut: pola dasar mana yang sebaiknya dipegang dan pendekatan (strategy) mana yang paling tepat; komponen-komponen bimbingan belajar mana yang perlu diperioritaskan; bentuk bimbingan belajar, sifat bimbingan belajar, dan ragam bimbingan mana yang paling sesuai untuk melayani kebutuhan para siswa; keseimbangan yang wajar antara pelayanan bimbingan secara kelompok dan secara individual; pengaturan pelayanan konsultasi; cara mengadakan

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 evaluasi program; pelayanan rutin dan pelayanan incedental pada tingkat kelas mana saja akan diberikan layanan-layanan bimbingan tertentu; petunjuk dan interuksi tertentu yang pernah dikeluarkan oleh instansi yang berwenang; dan sebagainya. Setelah selesai disusun, rencana itu dibahas dalam panitia kecil yang disebutkan di atas untuk di bahas seperlunya. E. Kajian Penelitian yang Relevan Panditasari (2013) melakukan penelitian tentang dominasi gaya belajar yang dimiliki siswa kelas XI SMA Santo Mikael Sleman tahun ajaran 2012/2013 yang berprestasi belajar rendah dan membuat usulan topik-topik bimbingan belajar yang sesuai untuk membantu mengoptimalkan penggunaan gaya belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penilitian ini adalah studi deskriptif. Teknik pengambilan data menggunakan kuesioner skala gaya belajar yang disusun oleh peneliti dengan memodifikasi kuesioner Sudaryanto (2010) dengan jumlah 52 item. Hasil penelitian yang diperoleh ialah siswa yang berprestasi belajar rendah berjumlah 17 siswa. Berdasarkan aspek yang digunakan dalam penelitian maka hasil penelitian menunjukkan gaya belajar visual sebesar 29,41%, gaya belajar auditorial 29,41% dan gaya belajar kinestetik sebesar 41,17%. Peneliti menyusun usulan topik-topik bimbingan belajar yaitu cara belajar kreatif dan komunikasi.

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 F. Kerangka Berpikir Penyesuaian diri dalam belajar merupakan kemampuan individu mendapatkan sebuah pengalaman, sikap-sikap, nilai-nilai yang dihasilkan dari belajar, sehingga individu tersebut mampu menyesuaikan diri dalam belajar dengan baik. Penyesuaian diri dalam belajar merupakan langkah individu untuk mampu berinteraksi serta mencakup respon-respon mental dan perilaku supaya individu tersebut dapat memenuhi kebutuhan belajar. Individu yang mampu menyesuaikan diri dengan baik dapat berelasi secara interpersonal dengan baik, dapat pula belajar dengan baik, bertanggung jawab, mandiri, peduli dan penerimaan sosial. Prestasi di bawah rata-rata merupakan hasil dari belajar mengajar seorang siswa yang hasilnya diperoleh berada di bawah rata-rata. Siswa yang berprestasi di bawah rata-rata mendapatkan nilai di bawah standar nilai yang telah ditentukan, hal yang dapat mempengaruhi prestasi siswa di bawah rata-rata yaitu, (a) faktor jasmaniah, (b) faktor psikologis, (c) kematangan fisik dan psikis, (d) kematangan spiritual atau kemanan. Faktor- faktor tersebut dapat ditanggulangi dengan cara siswa tersebut dapat menyesuaiakan diri dengan keadaan yang ada. Adapun aspek-aspek penyesuaian diri dalam belajar yang meliputi: kepemimpinan, kemasyarakatan, ketahanan, keterlibatan terhadap tugas, kepercayaan diri akademis, kepercayaan diri sosial, locus control internal, kepercayaan pengembangan diri, hubungan dengan guru, hubungan dengan

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 teman. Berdasarkan pernyataan di atas hal tersebut merupakan ciri-ciri atau tanda individu mengalami penyesuaian diri dalam belajar. Bedasarkan hasil observasi di SMA Negeri 2 Ngaglik Sleman, pada siswa kelas XI IPS tahun ajaran 2018/2019, Peneliti ingin melihat seberapa baik penyesuaian diri pada siswa yang berprestasi di bawah rata-rata. Setelah peneliti mengetahui hasil penyesuaian diri dalam belajar siswa yang berprestasi di bawah rata-rata, peneliti mengusulkan topik-topik program pendampingan yang sesuai berdasarkan item-item yang skornya rendah hal ini untuk meningkatkan kemampuan penyesuaian diri dalam belajar pada siswa yang berprestasi di bawah rata-rata.

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 Faktor Prestasi Rendah: Siswa Berprestasi di bawah Rata-rata 1. Faktor jamaniah. 2. Faktor Psikologis. 3. Faktor kematangan fisik dan psiskis. 4. Faktor lingkungan spiritual atau keamanan. Penyesuaian Diri Karakteri Individu yang Mampu Menyesuaiakan Diri: Aspek- aspek Penyesuaian Diri: 1. Relasi interpersonal yang baik 2. Mampu belajar 3. Bertanggung jawab 4. Kemandirian 5. Kepedulian 6. Penerimaan sosial 1. 2. 3. 4. Kepemimpinan Kemasyarakatan Ketahanan Keterlibatan terhadap tugas 5. Kepercayaan diri akademis 6. Kepercayaan diri sosial 7. Locus control internal 8. Kepercayaan pengembangan diri 9. Hubungan dengan guru 10. Hubungan dengan teman Gambar 2.1 Skema Kerangka Pikir

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Bab ini memaparkan mengenai jenis penelitian, tempat dan waktu penelitian, subjek penelitian, instrumen penelitian, dan teknik pengumpulan data. A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Sugiyono (2015: 14) mengatakan penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang dilandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Menurut Masidjo (Kristiasanti, 2014: 31) penelitian deskriptif dirancang untuk memperoleh informasi tentang status suatu gejala pada saat penelitian itu dilakukan. Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mendiskripsikan kemampuan penyesuaian diri dalam belajar pada siswa yang berprestasi di bawah rata-rata pada siswa SMA Negeri 2 Ngaglik Sleman Kelas XI IPS tahun ajaran 2018/2019. B. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 2 Ngaglik Sleman. Pengumpulan data penelitian dilaksanakan pada hari Senin tanggal 19 bulan November 2018. 45

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 C. Subjek Penelitian Subyek penelitian adalah para siswa SMA XI IPS angkatan 2018/2019 yang terdiri dari 3 kelas dengan jumlah siswa keseluruhan 94 siswa. Sugiyono (2015: 118) menjelaskan sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling purposive yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2015: 124) . Teknik ini digunakan untuk pengambilan data yang dibutuhkan sesuai karakteristik yang diinginkan, sehingga subjek yang diinginkan dari jumlah siswa 94 ditemukan 40 orang, siswa yang berprestasi di bawah rata-rata. Hasil data siswa yang berprestasi di bawah rata-rata terpapar data tabel berikut: Tabel 3.1 Subjek Penelitian Kelas Jumlah XI IPS 1 16 orang XI IPS 2 4 orang XI IPS 3 20 orang Total 40 orang D. Variabel Penelitian Penelitian ini memiliki dua variabel yakni: (1) Penyesuaian Diri dalam Belajar, (2) Prestasi belajar di bawah rata-rata. Sunarto dan Hartono (1995) mengatakan penyesuaian diri dalam belajar individu melalui belajar akan banyak memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat membantu menyesuaikan diri. Hamdani (2011: 137) mengatakan prestasi belajar dalam

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 bidang pendidikan adalah hasil dari pengukuran terhadap siswa yang meliputi faktor kognitif, afektif, dan psikomotorik setelah mengikuti proses pembelajaran yang diukur dengan menggabungkan instrumen tes atau instrumen yang relevan dan rata rata. Aspek-aspek yang digunakan dalam penelitian ini menurut Rosdiana (2009: 3) terdiri dari aspek kepemimpinan, kemasyarakatan, ketahanan, keterlibatan terhadap tugas, kepercayaan diri akademis, kepercayaan diri sosial, lokus control internal, kepercayaan pengembangan diri, hubungan dengan guru dan hubungan dengan teman sebaya. E. Teknik dan Instrumen Penelitian 1. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner. Sugiyono (2015: 199) menjelaskan kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Kuesioner dapat berupa pertanyaan/pernyataan tertutup atau terbuka, dapat diberikan kepada responden secara langsung atau dikirim melalui pos, atau internet. Pada penelitian ini, kuesioner diberikan kepada siswa untuk mengumpulkan data tentang peyesuaian diri dalam belajar pada siswa yang berprestasi di bawah rata-rata pada siswa kelas XI IPS SMA Negeri 2 Ngaglik Sleman tahun ajaran 2018/2019.

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 2. Instrumen Pengumpulan Data Data yang dapat diperoleh mengenai tingkat penyesuaian diri dalam belajar siswa, peneliti menggunakan instrumen tingkat penyesuaian diri dalam belajar siswa yang berprestasi di bawah rata-rata. Instrumen yang digunakan oleh peneliti disusun berdasarkan aspek-aspek penyesuaian diri akademis. menurut Rosdiana (2009: 3) terdiri dari aspek kepemimpinan, kemasyarakatan, ketahanan, keterlibatan terhadap tugas, kepercayaan diri akademis, kpercayaan diri sosial, lokus control internal, kepercayaan pengembangan diri, hubungan dengan guru, hubungan dengan teman sebaya. Kuesioner yang dibuat oleh peniliti adalah kuesioner Penyesuaian Diri dalam Belajar pada Siswa, yang mengacu pada aspek-aspek penyesuaian diri dalam belajar secara tertutup. Noor (2011) mengatakan kuesioner tertutup adalah pertanyaan atau pernyataan yang sudah disediakan dan responden tinggal memilih salah satu alternatife jawaban yang sudah tersedia. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner model skala Likert sebagai pilihan jawaban, agar responden lebih dapat leluasa dalam memilih jawaban pertanyan kuesioner. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Instrumen penelitian yang digunakan skala Likert dibuat dalam tipe ceklist () ataupun pilihan ganda. Tanda checklist diberikan pada kolom yang telah disediakan. Semua pertanyaan dalam kuesioner disediakan empat alternatife jawaban dengan menngunakan skala Likert yaitu gradasi tertinggi sampai

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 terendah yaitu sangat sesuai (SS), sesuai (S), tidak sesuai (TS), dan sangat tidak sesuai (STS). Berikut ini tabel pemberian skor pada kuesioner penyesuaian diri dalam belajar siswa yang berprestasi dibawah rata-rata: Tabel 3.2 Norma Kuesioner Penyesuaian Diri dalam Belajar Alternatif Jawaban Item Item Favourable Unfavourable Sangat Sesuai (SS) 4 1 Sesuai (S) 3 2 Tidak Sesuai (TS) 2 3 Sangat Tidak Sesuai 1 (STS) 4 Teknik pengumpulan data ini melalui beberapa tahap, sebagai berikut: a. Menyusun instrumen atau kuesioner penyesuaian diri dalam belajar. b. Penilaian instrumen atau kuesioner penyesuaian diri dalam belajar yang dilakukan oleh dosen pembimbing skripsi. c. Mengumpulkan data dengan menyebar kuesioner penyesuaian diri dalam belajar siswa kepada subjek. d. Menghitung validitas dan reliabilitas hasil penelitian serta melakukan analisis data yang terkumpul.

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 F. Validitas dan Reliabilitas 1. Validitas Azwar (2011: 5) mengatakan validitas berasal dari kata validity yang berarti ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Item kuesioner disusun berdasarkan sepuluh aspek penyesuaian diri yaitu kepemimpinan, kemasyarakatan, ketahanan, keterlibatan terhadap tugas, kepercayaan diri akademis, kepercayaan diri sosial, lokus control internal, kepercayaan pengembangan diri, hubungan dengan guru, dan hubungan dengan teman sebaya. Jenis validitas yang digunakan adalah validitas isi. Azwar (2011: 45) mengatakan validitas isi adalah validitas yang destimasi lewat pengujian terhadap isi tes dengan analisis rasional. Isi tidak hanya menunjukkan bahwa tes harus pula memuat isi yang relevan tidak keluar dari batasan tujuan ukur. Furchan (2007: 296) mengatakan validitas isi tidak dapat dinyatakan dalam bentuk angka namun pada pengesahan yang berdasarkan pertimbangan yang bisa diberikan sejumlah ahli. Dalam pelaksanaannya maka peneliti meminta pendapat ahli yaitu Dr. Gendon Barus, M.Si selaku dosen pembimbing. Proses pembuatan kuesioner dimulai dengan menyusun kisi-kisi berdasarkan aspek-aspek penyesuaian diri, indikator, sub indikator, hingga penyusunan item-item kuesioner, kemudian kuesioner diberikan pada ahli yaitu Dr. Gendon Barus, M.Si untuk mengoreksi validitas setiap item dan hubungannya dengan indikator, aspek-aspek, serta kesesuaian kalimat pada setiap item. Setelah dikoreksi kuesioner dikembalikan

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 dengan beberapa catatan mengenai penggunaan kata dan kalimat pada beberapa item, selanjutnya dilakukan uji coba instrumen secara empirik. Teknik uji yang digunakan adalah dengan cara mengkorelasikan skor-skor setiap item yang digunakan terhadap skor-skor aspek melalui pendekatan analisis korelasi Pearson Product Momen. Formulasi yang digunakan dalam analisis konsistensi internal butir item adalah sebagai berikut: 𝑅𝑥𝑦 = Keterangan : N ∑XY − (∑X)(∑Y) √{𝑁∑𝑋)ᶻ − (∑X)ᶻ} {NXYᶻ − (∑Y)ᶻ} 𝑟𝑋𝑌 = korelai skor–skor total kuesioner dan total butir–butir 𝑁 = jumlah subyek 𝑋 = skor butir kuesioner 𝑌 = skor total butir–butir kuesioner 𝑋𝑌 = hasil perkalian antara skor X dan skor Y Kriteria uji validitas pada instrumen penelitian ini adalah 0,25, berdasarkan saran Azwar (2006: 65) dikarenakan jumlah item yang yang lolos masih tidak mencukupi jumlah yang diinginkan apabila menggunakan 0,30.

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 Tabel 3.3 Hasil Rekapitulasi Uji Validitas Skala Penyesuaian Diri dalam Belajar No Aspek Indikator No butir Item (+) 1. 2. 3. 4. 5. Kepemimpinan 1. Siswa memiliki motivasi tinggi (Agency atau untuk berprestasi leadership) 2. Siswa memiliki karakteristik inisiatif Kemasyarakatan 1. Siswa mampu mempertahankan (Communion) keterikatan dengan masyarakat 2. Siswa mampu belajar dan terlibat di dalam masyarakat Ketahanan 1. Siswa yakin pada kemampuan diri (Persistence) sendiri 2. Siswa memiliki kemampuan bertahan dalam belajar Keterlibatan 1. Siswa memiliki terhadap tugas kepedulian dalam mengerjakan tugas (Task yang diberikan involment) 2. Siswa memiliki kepedulian terhadap aktivitas belajar Kepercayaan 1. Siswa memiliki rasa diri akademis keyakinan diri untuk (Academic menyelesaikan confidence) sekolah 2. Siswa memiliki kepercayaan diri berhasil dalam belajar Jumlah Item Item gugur (-) 1, 41 21 1,41 2,32 22 2 3 43 - 4 23 4 5 35 5 6 26 6 7,30 25 7,30 8 38 8 9, 28 29 9, 28 10 20 - 3 3 2 2 3

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 6. 7. 8. Kepercayaan diri sosial 1. Siswa mampu menjalin hubungan dengan orang di (social sekitarnya dalam confidence) belajar 2. Siswa mampu menyesuaiakan diri dengan lingkungan belajar 3. Siswa yakin bahwa dirinya memiliki potensi belajar yang sama dengan orang lain Lokus control 1. Siswa menyadari internal bahwa keberhasilan dirinya dalam (Locus of belajar karena diri control) sendiri Kepercayaan pengembangan diri (incremental scale) 9. Hubungan dengan guru (Teacher rapport) 2. Siswa mampu memahami kegagalan dalam belajar dirinya karena diri sendiri 1. Siswa memiliki kepercayaan diri belajar untuk mengembangkan diri 2. Siswa meyakini dirinya mampu untuk terus berusaha lebih keras dalam belajar 3. Siswa mampu mengikuti kegiatan non formal 1. Siswa mampu menjalin hubungan baik dengan guru 2. Siswa mampu membangun komunikasi yang baik dengan guru 11,40 31 12 11 4 12 39 42 - 13 24 - 14 44 14, 44 15, 47 33 - 16 34 16 46 50 46 17 37 - 18 48 49 2 5 4

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 10. Hubungan 1. Siswa dapat menjalin dengan teman relasi dengan teman sebaya sebaya sebagai sumber informasi (Peer rapport) 2. Siswa mampu belajar bersama dengan teman sebaya. 19 36 36 27 45 45 Jumlah 2 30 3. Reliabilitas Sugiyono (2015: 172) mengatakan reliabilitas berkenaan dengan derajat konsistensi dan stabilitas data atau temuan. Hal ini didukung oleh Azwar (2011: 4) mengatakan bahwa reliabilitas adalah pengukuran yang menggunakan instrumen penelitian diikatakan mempunyai nilai reliabilitas yang tinggi, apabila alat ukur yang dibuat mempunyai hasil yang konsisten dalam mengukur apa yang hendak diukur. Perhitungan indeks reliabilitas instrumen penelitian ini menggunakan pendekatan koefisien Alpha Cronbach (α). Adapun rumus koefisien reliabilitas Alpha Cronbach (α) adalah sebagai berikut: Keterangan: 2 1−∑𝑆 𝑘 𝑖] 𝛼 = [ − ][ 𝑘−1 𝑆𝑥 2 K = Jumlah instrumen pertanyaan ∑𝑆 2𝑖 = Jumlah varians dari tiap instrumen Sx2 = Varians dari keseluruhan instrumen

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 Indeks reliabilitas dikonsultasikan dengan kriteria Guilford dapat dilihat pada tabel 3.4 berikut: Tabel 3.4 Kriteria Guilford No 1. 2. 3. 4. 5. Koefisien Korelasi 0,91 – 1,00 0,71 – 0,90 0,41 – 0,70 0,21 – 0,40 Negatif – 0,20 Kualifikasi Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah Setelah dihitung dengan menggunakan bantuan program SPSS 20, diperoleh perhitungan reliabilitas seluruh item instrumen menggunakan rumus koefisien alpha (α). Hasilnya dilihat pada tabel berikut: Tabel 3.5 Nilai koefisien Reliabilitas Instrumen Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .881 30 Hasil perhitungan di atas, peneliti sesuaikan dengan kriteria Guilford. Reliabilitas kuesioner penyesuaian diri dalam belajar yang diperoleh 0.881 adalah tergolong reliabilitas tinggi.

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 G. Teknik Analisis Data Sugiyono (2015: 333) menjelaskan bahwa dalam penelitian kuantitatif, teknik analisa data yang digunakan sudah jelas yaitu untuk menjawab rumusan masalah atau menguji hipotesis yang telah dirumuskan dalam proposal, dengan data kuantitatif maka teknis analisis data menggunkan metode statistik yang sudah tersedia. Berikut langkah-langkah teknik analisis data yang ditempuh dalam penelitian: 1. Menentukan Subjek Peneliti untuk medapatkan subjek yang memiliki prestasi di bawah rata-rata menggunakan rumus nilai rata-rata hitung. Santi dan Eniyati (2015: 134) menjelaskan mengukur rumus nilai rata-rata hitung dengan cara untuk data tunggal adalah X1, X2,…, Xn merupakan n buah nilai dari Variabel X, maka rata-rata hitungnya sebagai berikut : ∑𝑥 𝑥1+𝑥2+⋯+𝑥𝑛 𝑋̅ = 𝑛 = 𝑛 Keterangan: 𝑋̅= Rata-rata hitung X= Data n= Jumlah data

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa mencari subjek siswa yang memiliki prestasi di bawah rata-rata menggunakan rumus seperti di atas. Perolehan hasil hitung untuk menemukan subjek yang diteliti menggunakan rumus di atas sebagai berikut: Rumus : ∑𝑥 𝑥1+𝑥2+⋯+𝑥𝑛 𝑋̅ = 𝑛 = 𝑛 Rata-rata= 34755 = 369,734 94 Berdasarkan perolehan nilai hitung dalam menentukan subjek yang berprestasi di bawah rata-rata, maka nilai tengah perolehan hasil hitung menggunakan (mean) senilai 369. Sehingga dari nilai tersebut, nilai yang berada di atas jumlah 369 dinyatakan di atas rata-rata, dan yang berada di bawah 369 maka nilai tersebut berada di bawah rata-rata. Nilai yang berada di bawah rata-rata dijadikan subjek dalam penelitian. 2. Menentukan Skor dan Pengolahan Data Penentuan skor pada item angket dilakukan dengan cara memberikan nilai angka 1 sampai 4 berdasarkan norma scoring yang berlaku dengan melihat pernyataan favorable dan unfavorable, selanjutnya memasukkanya ke dalam tabulasi data dan menghitung total jumlah skor subjek serta jumlah skor item.

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 Tahap selanjutnya adalah menganalisis data secara statistic menggunkan IBM SPPS statistica 20. 3. Menentukan Kategori Pengkategorian penyesuaian diri dalam belajar siswa yang berprestasi di bawah rata-rata pada siswa kelas XI IPS SMA Negeri 2 Ngaglik Sleman tahun ajaran 2018/2019 disusun berdasarkan model distribusi normal. Kontinu jenjang pada penelitian ini adalah dari rendah sampai tinggi. Norma ketegorisasi disusun oleh Azwar (2011). Penyesuaian diri dalam belajar siswa yang berprestasi di bawah rata-rata pada siswa kelas XI IPS SMA Negeri 2 Ngaglik Sleman tahun ajaran 2018/2019 terdiri atas lima kategori, yaitu: sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah. Table 3.6 Norma Kategorisasi Penyesuaian Diri dalam Belajar Rumus µ + 1,5σ < X µ + 0,5σ < X ≤ µ + 1,5σ µ - 0,5σ < X ≤ µ + 0,5σ µ - 1,5σ < X ≤ µ - 0,5σ X ≤ µ - 1,5σ Kategori Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat rendah Keterangan : - Skor maksimum teoritik : skor tertinggi yang diperoleh subyek penelitian berdasarkan perhitungan skala - Skor minimum teoritik: skor terendah yang diperoleh subjek penelitian menurut penghitungan skala

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 - Standar deviasi ( / sd) : luas jarak rentangan yang dibagi dalam 6 satuan deviasi sebaran - Mean teoritik (µ) : rata-rata teoritis skor maksimum dan minimum. Kategori di atas diterapkan sebagai patokan dalam pengelompokan tinggi rendah tingkat penyesuaian diri dalam belajar siswa yang berprestasi di bawah rata-rata berdasarkan skala penilaian dengan jumlah 30 item yang valid diperoleh unsur perhitungan capaian skor subjek sebagai berikut: a. Perhitungan capaian skor subjek variabel penyesuaian diri dalam belajar pada siswa yang berprestasi di bawah rata-rata (studi deskriptif pada siswa kelas XI SMA N 2 Ngaglik tahun ajaran 2018/2019), sebagai berikut: Skor maksimal teoritik :4 x 30 = 120 Skor minimum teoritik :1 x 30 = 30 Luas jarak : 120-30 = 90 Standar deviasi (α/sd) : 90: 6 = 15 Mean teoritik (µ) : (120+30):2 = 75 Hasil penelitian data skor subjek disajikan dalam norma kategorisasi tingkat penyesuaian diri dalam belajar siswa yang berprestasi di bawah rata-rata tersaji dalam tabel 3.8 berikut:

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 Tabel 3.7 Kategorisasi Data Skor Tingkat Penyesuaian diri dalam Belajar Norma /Kriteria Skor Rentang Skor Kategori µ + 1,5 α < X 97 < X Sangat Baik µ + 0,5 α < X ≤ µ + 1,5 α 82 -97 Baik µ- 0,5 α< X ≤ µ + 0,5 α 67- 82 Cukup Baik µ - 1,5 α < X ≤ µ- 0,5 α 52- 67 Rendah X ≤ µ - 1,5 α X ≤ 52 Sangat Rendah b. Mencari kategorisasi perolehan skor item penyesuaian diri pada siswa dalam belajar yang berprestasi di bawah rata-rata secara keseluruhan dengan menggunakan N = 40. Perhitungannya sebagai berikut: Skor maksimal teoritik : 4 x 40 = 160 Skor minimum teoritik : 1 x 40 = 40 Luas jarak : 160-40 = 120 Standar deviasi (α/sd) : 120 : 6 = 20 Mean teoritik : (160+40):2 = 100 Tabel skor 3.8 Penggolongan Tingkat Rendahnya Skor Item Penyesuaian Diri dalam Belajar Siswa yang Berprestasi di Bawah Rata-rata Norma/ Kriteria Skor µ + 1,5 α < X µ + 0,5 α < X ≤ µ + 1,5 α Rentang Skor Kategor 130 < X Sangat Tinggi 110 – 130 Tinggi

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 µ- 0,5 α< X ≤ µ + 0,5 α 90 -110 Sedang µ - 1,5 α < X ≤ µ- 0,5 α 70- 90 Rendah X ≤ µ - 1,5 α X ≤ 70 Sangat Rendah

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini memaparkan hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Penyesuaian Diri dalam Belajar Siswa yang Berprestasi di Bawah Rata-rata pada Siswa Kelas XI IPS SMA N 2 Ngaglik Sleman Tahun Ajaran 2018/2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran baik buruknya penyesuaian diri dalam belajar siswa yang berprestasi di bawah rata-rata pada siswa kelas XI SMA N 2 Ngaglik Sleman tahun ajaran 2018/2019. Berdasarkan data-data yang telah diperoleh dan diolah diketahui tingkat penyesuaian diri dalam belajar siswa pada siswa kelas XI IPS SMA N 2 Ngaglik Sleman tahun ajaran 2018/2019, dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4.1 Tingkat Penyesuaian Diri dalam Belajar Siswa yang Berprestasi di Bawah Rata-rata Rentang Skor Angka Presentase nominal Kategori Makna Kategori 97 < X 20 50 % Sangat Baik Penyesuaian diri dalam belajar siswa yang berprestasi di bawah ratarata sangat baik. 82- 97 17 42,5 % Baik Penyesuaian diri dalam belajar siswa yang berprestasi di bawah ratarata baik. 62

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 67-82 3 7,5 % Cukup baik Penyesuaian diri dalam belajar siswa yang berprestasi di bawah rata- rata cukup baik. 66-85 - - Rendah Penyesuaian diri dalam belajar siswa yang berprestasi dibawah rata-rata rendah X ≤ 66 - - Sangat Rendah Penyesuaian diri dalam belajar siswa yang berprestasi dibawah rata-rata sangat rendah Kategorisasi tingkat penyesuaian diri dalam belajar siswa yang berprestasi di bawah rata-rata pada siswa kelas XI jurusan IPS SMA N 2 Ngaglik Sleman tahun ajaran 2018/2019 menggunakan dalam bentuk diagram dapat dilihat sebagai berikut: 25 20 20 17 15 10 3 5 0 0 Rendah Sangat Rendah 0 Sangat Baik Baik Cukup Baik Gambar 4.1 Diagram Kategorisasi Tingkat Penyesuaian Diri dalam Belajar Siswa yang Berprestasi di Bawah Rata-rata

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 Berdasarkan tabel dan gambar dapat dilihat bahwa: terdapat 20 ( 50 %) siswa yang tingkat penyesuaian diri masuk dalam kategori sangat baik, 17 (42,5%) siswa tingkat penyesuaian diri dalam belajar siswa yang berprestasi di bawah rata-rata dalam kategori baik dan 3 (7,5 %) siswa yang tingkat penyesuaian diri dalam belajar siswa yang berprestasi di bawah rata-rata masuk dalam kategori cukup baik. Jadi kesimpulan berdasarkan data di atas bahwa sebagian besar siswa yang memiliki tingkat penyesuaian diri dalam belajar yang berprestasi di bawah rata-rata pada kategori Sangat Baik dan Baik. 2. Item yang Capaian Skornya Rendah dapat sebagai dasar penyusunan program bimbingan peningkatan penyesuaian diri dalam belajar pada siswa yang berprestasi di bawah rata-rata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui item yang masuk dalam capaian skor rendah pada variabel penyesuaian diri dalam belajar. Berdasarkan hasil penelitian ini terdapat 2 item yang termasuk dalam kategori rendah, maka peneliti mengambil kedua item tersebut sebagai dasar penyusunan program bimbingan. Norma penyesuaian diri dalam belajar disusun berdasarkan norma kategori yang disusun oleh Azwar (2011). Tingkat penyesuaian diri dalam belajar siswa yang berprestasi di bawah rata-rata pada siswa kelas XI IPS SMA N 2 Ngaglik Sleman tahun ajaran 2018/2019 terdiri dalam kategorisasi, yaitu sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, sangat rendah. Hasil kategorisasi tersebut dapat dilihat pada tabel 4.2 berikut:

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 Tabel 4.2 Penggolongan skor item penyesuaian diri dalam belajar siswa yang berprestasi di bawah rata-rata pada siswa kelas XI IPS SMA N 2 Ngaglik Sleman tahun ajaran 2018/2019 Rentang skor 130 < X Kategori F % Item 3 10 % 10, 15, 19 110- 130 Sangat Tinggi Tinggi 13 43,3 % 3, 13, 17, 18, 21, 27, 31, 32, 33, 39, 40, 43, 47 90- 110 Sedang 12 40 % 20, 23, 24, 25, 26, 34, 35, 36, 37, 38, 42, 48,50 70-90 Rendah 2 6,6 % 22, 29 X ≤ 70 Sangat Rendah 0 0% - Berdasarkan tabel dapat disimpulkan bahwa, 3 item yang berada pada kategori sangat tinggi, 12 item yang berada pada kategori tinggi, 13 item yang berada pada kategori sedang dan 2 item berada pada kategori rendah, Dengan demikian, 2 item yang berada pada kategori rendah tersebut dijadikan sebagai dasar menyusun program usulan topik-topik bimbingan pendampingan yang cocok untuk diterapkan kepada siswa kelas XI IPS SMA N 2 Ngaglik Sleman tahun ajaran 2018/2019 yang memiliki penyesuaian diri dalam belajar yang berprestasi di bawah rata-rata.

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 Tabel 4.3 Item yang Memiliki Skor rendah N o 1 2. Aspek Item Skor Kepemimpinan Saya sering merasa bosan dengan metode pembelajaran yang monoton (22) Kepercayaan diri akademis Saya merasa takut tinggal kelas atau 73 81 tidak lulus sekolah (29) Berdasarkan hasil kategorisasi item tingkat penyesuaian diri dalam belajar siswa yang berprestasi di bawah rata-rata pada siswa kelas XI IPS SMA N 2 Ngaglik Sleman tahun ajaran 2018/2019 menunjukan ada 3 item yang diperoleh dari kategori rendah. Ketiga item tersebut digunakan untuk penyusunan program bimbingan peningkatan penyesuaian diri dalam belajar siswa yang berprestasi di bawah rata-rata. Hal ini digunakan sebagai pencegahan agar tidak terjadi siswa yang memiliki kemampuan penyesuaian diri dalam belajar siswa yang berprestasi di bawah rata-rata yang tergolong rendah. B. Pembahasan 1. Deskripsi Tingkat Penyesuaian Diri dalam Belajar Siswa yang Berprestasi di Bawah Rata-rata pada Siswa kelas XI IPS SMA N 2 Ngaglik Sleman Tahun Ajaran 2018/2019 Berdasarkan hasil penelitian tingkat penyesuaian diri dalam belajar siswa yang berprestasi di bawah rata-rata pada siswa kelas XI IPS SMA N 2 Ngaglik Sleman tahun ajaran 2018/2019, sebagian besar siswa mengalami penyesuaian

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 diri dalam belajar dalam kategori sangat baik, baik dan cukup baik. Siswa yang berprestasi di bawah rata-rata memiliki kategorisasi sangat baik dalam penyesuaian diri dalam belajar sebanyak 20, artinya dari hasil perhitungan kategorisasi penyesuaian diri dalam belajar, siswa yang berada pada kategori ini mengalami penyesuaian diri dalam belajar pada aspek yang paling tinggi skornya yaitu kepercayaan diri akademis, kepercayaan pengembangan diri, dan kepercayaan diri sosial. Siswa yang berprestasi di bawah rata-rata memiliki kategorisasi baik penyesuaian diri dalam belajar sebanyak 17 artinya dari hasil perhitungan, siswa yang berada pada kategori ini mengalami penyesuaian diri dalam belajar pada aspek kepemimpinan, kemasyarakatan, ketahanan, keterlibatan terhadap tugas, kepercayaan diri akademis, kepercayaan diri sosial, lokus control internal, kepercayaan pengembangan diri, hubungan dengan guru serta hubungan dengan teman, dan siswa yang berprestasi di bawah rata-rata memiliki kategorisasi cukup baik penyesuaian diri dalam belajar sebanyak 3 artinya hasil perhitungan, siswa yang berada pada kategori ini mengalami penyesuaian diri dalam belajar pada aspek kepemimpinan dan kepercayaan diri akademis. Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil observasi penelitian saat melaksanakan observasi di SMA Negeri 2 Ngaglik Sleman. Sehingga ada beberapa kemungkinan yang terjadi seperti siswa tidak mengisi kuesioner dengan sebenarnya karena ingin memperlihatkan segi baik dan kurangnya keterbukaan dalam dirinya. Selain kemungkinan ada faktor lain yang mempengaruhi penelitian sehingga tidak sesuai dengan identifikasi masalah dan

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 observasi penelitian. Hal ini bisa disebabkan oleh pergaulan setiap siswa yang memiliki berbagai karakteristik, bisa juga disebabkan oleh suasana kelas, dan lingkungan yang mampu membantu siswa untuk cepat menyesuaiakan diri dalam blajar di Sekolahnya. Adapun hal yang menyebabkan siswa memiliki prestasi di bawah rata-rata bukan hanya semata kurangnya penyesuaian diri yang menimbulkan siswa mendapatkan prestasi di bawah rata-rata, bisa jadi disebabkan faktor lain yang hanya dirasakan dan dialami oleh siswa dengan kurangnya keterbukaan. Artinya bahwa siswa yang memiliki prestasi di bawah rata-rata belum tentu memiliki tingkat penyesuaian diri dalam belajar yang buruk. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa penyesuaian diri dalam belajar siswa yang berprestasi di bawah rata-rata memiliki penyesuaian diri dalam belajar yang baik. Penelitian ini tidak sama dengan pendapat Hartinah (2008: 186) yang menyatakan karakteristik individu yang mampu menyesuaikan diri mampu dalam belajar. Hartinah juga menyatakan bahwa dengan belajar, individu akan banyak memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat membantu menyesuaikan diri. Hal ini diperkuat dengan pernyataan Rosdiana (2009:4) mengenai aspek-aspek penyesuaian diri pada keterlibatan terhadap tugas (task involvement) yang menunjukan kemampuan siswa untuk merasa tanggungjawab terhadap hasil tugas yang diberikan kepada siswa sedangkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa siswa yang berprestasi di bawah rata-rata mampu menyesuaiakan diri dalam belajar, serta siswa memiliki keterlibatan terhadap tugas yang menunjukan rasa tanggungjawab terhadap hasil tugasnya.

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 2. Item yang capaian skornya rendah dapat sebagai dasar penyusunan topik bimbingan peningkatan penyesuaian diri dalam belajar pada siswa yang berprestasi di bawah rata-rata. Berdasarkan hasil kategorisasi item tingkat penyesuaian diri dalam belajar siswa yang berprestasi di bawah rata-rata pada siswa kelas XI IPS SMA N 2 Ngaglik Sleman tahun ajaran 2018/2019 yang memiliki capaian skor rendah, digunakan untuk membuat topik bimbingan untuk meningkatkan penyesuaian diri dalam belajar siswa yang berprestasi di bawah rata-rata, bagi siswa yang berada pada kategori sedang. Berdasarkan 2 item yang memiliki skor rendah, peneliti menyusun topik pada setiap item lebih dari satu. Susunan topik-topik bimbingan peningkatan penyesuaian diri dalam belajar siswa terlampir.

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V PENUTUP Bab ini memaparkan kesimpulan, keterbatasan penelitian, dan saran A. Kesimpulan 1. Tingkat penyesuaian diri dalam belajar siswa yang berprestasi di bawah rata-rata pada siswa kelas XI IPS SMA N 2 Ngaglik Sleman tahun ajaran 2018/2019 berada pada kategori sangat baik dan baik. Hal ini tampak dari hasil perolehan kategorisasi yang menunjukkan sebagian besar siswa kelas XI IPS SMA N 2 Ngaglik Sleman tahun ajaran 2018/2019 memiliki tingkat penyesuaian diri dalam belajar masuk dalam kategori sangat baik dan baik. 2. Ditemukan 2 item penyesuaian diri dalam belajar siswa yang berprestasi di bawah rata-rata pada siswa kelas XI IPS SMA N 2 Ngaglik Sleman tahun ajaran 2018/2019, yang capaian skor berada pada kategori rendah. Item yang capaian skor berada dalam kategori rendah dijadikan dasar perancangan program pendampingan untuk siswa yang memiliki, penyesuaian diri dalam belajar yang berprestasidi bawah rata-rata. B. Keterbatasan Peneliti menyadari bahwa masih ada tata bahasa yang mungkin sulit dipahami siswa dan pemaknaan kata yang tidak semua siswa mudah mengerti, seperti halnya pemberian gambaran dalam salah satu aspek yang menyebutkan metode pembelajaran yang menyenangkan, peneliti memiliki maksud ingin mempermudah dengan memberikan contoh dengan sebutan media (mind map) namun ternyata ada salah satu siswa yang bingung dengan maksud media (mind 70

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 map) tersebut. Peneliti menyadari masih terdapat banyak kekurangan hasil observasi dengan hasil penelitian berbeda. Menurut pengamatan peneliti pada saat penyebaran angket, tidak semua kuesioner penelitian diisi dengan sungguhsungguh karena kurangnya keterbukaan diri hal ini juga dikuatkan dengan hasil kuesioner yang telah diisi menunjukan beberapa kuesioner diisi secara tidak sungguh-sungguh dengan memberikan tanda ceklist pada jawaban dengan sama hingga beberapa nomer. C. Saran Berikut ini dikemukakan beberapa saran bagi beberapa pihak sesuai dengan hasil penelitian: 1. Bagi Sekolah Sekolah dapat memberikan program pendampingan untuk siswa yang memiliki prestasi di bawah rata-rata sehingga mereka memiliki penyesuaian diri dalam belajar yang baik. Dengan diadakanya pendampingan dapat meminimalisir rendahnya penyesuaian diri siswa dalam belajar yang memiliki prestasi di bawah rata-rata, dan siswa mampu mengembangkan diri dan potensinya sehingga siswa termotivasi dalam meningkatkan hasil belajar. 2. Bagi Siswa kelas XI IPS SMA N 2 Ngaglik Sleman tahun ajaran 2018/2019. Siswa yang tergolong dalam kategori sedang diharapkan mampu memperbaiki sikap, pikiran dan perasaan dalam belajar supaya mampu menyeimbangkan dengan keadaan, mencoba bangkit dan mengejar prestasi

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 yang lebih baik sehingga tidak terjadi penyesuaian diri yang buruk pada masa yang akan datang. 3. Bagi peneliti lain Penelitian ini dapat menjadi referensi bagi penelitu mengenai tingkat penyesuaian diri dalam belajar siswa yang berprestasi di bawah rata-rata. Peneliti berharap peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan ruang lingkup yang dapat diperluas lagi dari penelitian saat ini. Dengan menggunakan metode analisis kualitatif diharapkan dapat menggali kasus secara personal namun lebih mendalam dan memiliki variabel yang saling berkaitan sehingga terdapat unsur perbandingan didalamnya. Peneliti lain diharapkan mampu meningkatkan rasa keterbukaan siswa sehingga siswa mampu menjawab kuesioner dengan benar dan keikhlasan dalam mengisi kuesioner dengan sejujurnya.

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 DAFTAR PUSTAKA Abidin, Rizar. (2014). Implementasi Penilaian Hasil Belajar Kurikulum 2013 pada Program Keahlian Teknik Audio Video di SMK 2 Surakarta. Diambil pada tanggal 29 Januari 2019, dari http://eprints.uny.ac.id/. Ahmadi, Abu.,& Supriyono, Widodo. (2013). Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta. Ali, M. (2005).Psikologi Remaja Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Bumi Aksara. Azwar, Saifuddin. (2011). Validitas dan Reabilitas. Yogyakarta. Pustaka Pelajar. Azwar, Saifuddin. (2006). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta. Pustaka Belajar Desmita. (2009). Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: Remaja Rosdakarya Djamarah, Syaiful Bahri. (2011). Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta. Furchan, A. (2007). Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Hamalik, Oemar. 2009. Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo Offset. Hamdani.(2011). Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia. Hartinah, Sitti. (2008). Pengembangan Peserta Didik. Bandung: Refika Aditama Hurlock, E.B. (1997). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan, Jakarta: Penerbit Erlangga. Kristiasanti, F. Yhuvita. (2014). Penyesuaian Diri dalam Belajar ( Studi Deskriptif Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Angkatan 2012/2013 dan Implikasinya Terhadap Usulan Topiktopik Bimbingan Peningkatan Kemampuan Penyesuaian Diri). (www.Library.usd.ac.id). Kunandar. (2014). PENILAIAN AUTENTIK (Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik Berdasarkan Kurikulum 2013. Depok: Rajagrafindo Persada

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 Panditasari, L. R. (2013). Dominasi gaya belajar siswa kelas XI SMA Santo Mikael Sleman tahun ajaran 2012/2013 yang berprestasi belajar rendah dan impilkasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan belajar. (www.Library.usd.ac.id) Rohman, Noer. (2012). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Teras. Rosdiana, Dewi. (2009). Penyusunan Modul Pelatihan Penyesuaian Akademis Bagi Mahasiswa UNISBA Tingkat Pertama. Diambil pada tanggal 23 Oktober 2018, dari https:// ejournal.unisba.ac.id/index.php/schema/article/view/2618. Rossum, Van Priscilla. (2013). Persepsi Siswa Tentang Kemampuan Manajemen Waktu Belajar (Studi Deskriptif pada Siswa Kelas VIII SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta Tahun Ajaran 2012/2013 dan Implikasinya Terhadap Penyusunan Topik-Topik Bimbingan Belajar). (www.Library.usd.ac.id). Santi, R.C.N dan Eniyati, Sri. (2015). Implementasi Statistik dan Database Mysql. Diambil pada tanggal 23 Januari 2018, dari www.unisbank.ac.id/ojs/index.php,fti1/article/view. Sobur, A. (2003). Psikologi Umum. Bandung: Pustaka Setia. Sriyono, H. (2016). Program Bimbingan Belajar Untuk Membantu Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa. Diambil pada tanggal 1 Februari 2019, dari http:// digilib.Mercubuana.ac.id. Sugiyono.(2015). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta. Sundari.(2005). Kesehatan Mental dalam Kehidupan. Jakarta: Rieneka Cipta. Suprijono, Agus. (2012). Cooperative Learning: Teori dan Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Susanto, Ahmad. (2016). Bimbingan dan Konseling di Sekolah, konsep, teori, dan aplikasinya. Jakarta: Prenadamedia Group. Sutrisno Hadi. (2004). Metodelogi Research jilid 2. Yogyakarta: Penerbit Andi. Widodo, Lusi Widayanti. (2013). Peningkatan Aktivitas Belajar dan Hasil Belajar Siswa dengan Metode Problem Based Learning pada Siswa Kelas VIIA MTs Negeri Donomulyo Kulon Progo Tahun Pelajaran 2012/ 2013. Diambil pada tanggal 23 Januari 2019, dari https:// pdm-mipa.ugm.ac.id. Winkel.(2004). Psikologi Pengajaran. Yogyakarta: Media Abadi

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 Winkel dan Hastuti, Sri.(2006). Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Yogyakarta: Media Abadi. Yusuf, Syamsu. (2011). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: Remaja Rosdakarya. Yusuf, Syamsu ., & Nurihsan, Juntika. (2010). Landasan Bimbingan & Konseling. Bandung: Remaja Rosdakarya.

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 LAMPIRAN 1: Kuesioner Penelitian ANGKET PENYESUAIAN DIRI DALAM BELAJAR SISWA Oleh: KikyAprilliya NIM: 151114021 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2018

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 Identitas 1. Nama : 2. Kelas : 3. Jenis kelamin : A. Kata pengantar Teman-teman yang saya sayangi, Pada kesempatan ini saya meminta kerelaan dan kesediaan anada untuk mengisi data diri yang terkait dengan penelitian ini. Kemudian anda diharapkan mengisi skala penelitan dengan apa yang anda alami, rasakan, maupun yang Anda pikirkan dengan penyesuaian diri Anda dalam belajar. Anda tidak perlu ragu dalam mengisi semua pernyataan dalam skala ini, karena tidak ada jawaban benar dan salah. Selain itu jawaban Anda akan dirahasiakan sehingga tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui jawaban Anda selain saya dan Anda. Saya akan sangat menghargai apabila Anda bersedia untuk mengisi skala ini dengan sejujur-jujurnya. Terima kasih atas perhatian dan kesedian Anda. B. Petunjuk Pengisian 1. Isilah terlebih dahulu data yang ada pada bagian identitas diri sebelum mengisi skala penelitian ini. 2. Baca dengan teliti sebelum mengisi jawaban dari pernyataan yang ada. 3. Pilihlah salah satu dari empat pilihan jawaban yang telah tertera dikolom, pilihlah jawaban yang sesuai dengan diri anda pada prestasi belajar di bawah rata-rata, dengan memberikan tanda () pada kolom jawaban. Terdapat empat pilihan jawaban yang tersedia yaitu: Sangat Sesuai (SS) : Hal ini sangat sesuai dengan apa yang anda alami, rasakan, maupun pikirkan

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 ketika anda penyesuaian mengalami diri dalam belajar yang berprestasi di bawah rata-rata. Sesuai (S) : Hal ini sesuai dengan apa yang anda alami, rasakan, maupun pikirkan ketika anda mengalami penyesuaian diri dalam belajar yang berprestasi di bawah rata-rata. Tidak Sesuai (TS) : Hal ini tidak sesuai dengan apa yang anda alami, rasakan, maupun pikirkan ketika anda mengalami penyesuaian diri dalam belajar yang berprestasi di bawah rata-rata. Sangat Tidak Sesuai (STS) : Hal ini sangat tidak sesuai dengan apa yang anda alami, rasakan, ketika maupun anda penyesuaian pikirkan mengalami diri dalam belajar yang berprestasi di bawah rata-rata.

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 SS (sangat sesuai) S (sesuai) TS ( tidak sesuai) STS (sangat tidak sesuai) NO 1. ITEM SS Saya ingin mendapatkan peringkat di kelas atau sekolah 2. saya memiliki metode belajar yang menyenangkan 3. Saya dapat menggunakan jam belajar masyarakat di lingkungan saya dengan baik 4. Selain di sekolah, saya juga memperoleh pembelajaran melalui masyarakat 5. Saya yakin dapat menyelesaikan tugas atas kemampuan diri saya sendiri 6. Saya mampu belajar semalam suntuk, ketika paginya saya harus mengikuti ujian 7. Saya peduli dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru 8. Saya mampu memperhatikan guru ketika sedang mengajar 9. Saya yakin bahwa saya dapat menyelesaiakan sekolah dengan nilai yang memuaskan 10. Saya yakin bahwa saya mampu mendapatkan keberhasilan dalam belajar 11. Ketika saya kesulitan dalam mengerjakan tugas, maka saya meminta bantuan teman 12. Saya merasa senang dengan suasana dan kondisi kelas saat ini 13. Saya mampu mendapatkan nilai bagus karena usaha sendiri 14. Saya mampu memahami diri saya, ketika mengalami kegagalan karena akibat saya sendiri 15. Saya yakin dengan belajar merupakan bagian S TS STS

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 dalam pengembangan diri 16. Dengan terus berusaha lebih baik lagi dalam belajar, saya yakin dapat merubah diri saya lebih baik 17 Saya sering menyapa guru di sekolah atau di luar sekolah 18. Ketika saya kesulitan dalam belajar, saya dapat mengkonsultasikan kesulitan saya dengan guru 19. Saya dapat bertukar pikiran dengan teman saya saat belajar di kelas atau saat belajar bersama 20. Saya sering terlibat belajar kelompok dengan teman-teman saya 21. Saya kurang berminat untuk mendapatkan prestasi di sekolah 22. Saya sering merasa bosan dengan metode pembelajaran yang monoton 23. Saya kurang mengerti fungsi dari jam belajar masyarakat yang berlaku 24. Saya ragu dengan hasil belajar saya sendiri 25. Saya sering mengabaikan dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru 26. Saya sering merasa cepat bosan dalam belajar 27. Saya lebih senang mengerjakan tugas atau belajar dengan teman 28. Dengan kemampuan yang saya miliki, saya percaya pasti berhasil dalam menyelesaiakan tugas belajar saya 29. Saya merasa takut tinggal kelas atau tidak lulus sekolah 30. Setelah pulang sekolah, saya langsung mengerjakan

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 PR atau tugas dari guru 31. Saya senang menyendiri dan menghindari keramaian 32. Mind map memudahkan saya dalam belajar 33. Bagi diri saya, belajar bukan hal yang utama dalam mendapatkan pengetahuan 34. Ketika menemui kesulitan dalam belajar, saya cenderung cepat mengeluh 35. Sebelum saya menjawab pertanyaan guru, saya terlebih dahulu bertanya kepada teman 36. Saya senang membaca daripada berdiskusi dengan teman 37. Ketika guru memberikan penjelasan perihal mata pelajaran secara pribadi, saya cenderung memilih untuk menarik diri 38. Saya lebih senang bermain gadget di kelas ketika guru sedang menjelaskan materi 39. Saya merasa bahwa saya mampu mendapatkan peringkat 5 besar di kelas 40. Saya lebih senang belajar di dalam kelompok 41. Ketika nilai saya di bawah KKM saya malas untuk mengikuti remidi atau mencari nilai tambahan 42. Saya menilai bahwa anak pintar cenderung lebih diprioritaskan 43. Saya jarang bersosialisasi dengan masyarakat luar 44. Ketika saya mendapat nilai jelek karena malas belajar, maka itu merupakan kesalahan saya 45. Saya lebih suka belajar mandiri daripada ikut belajar kelompok dengan teman 46. Saya juga mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 sekolah 47. Saya percaya bahwa belajar adalah sumber pengetahuan 48. Saya sering merasa gugup apabila hendak bertanya kepada guru 49. Ketika saya sedang belajar di rumah, dan merasa kesulitan saya dapat menanyakan kepada guru melalui via media social 50. Saya lebih memilih bermain daripada mengikuti les tambahan TERIMA KASIH

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 LAMPIRAN 2: Tabulasi Data

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 LAMPIRAN 3: Tabulasi Data Validitas No Item 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. Parameter Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) Hasil Hitung ,117 ,474 40 ,065 ,689 40 .314* ,049 40 ,164 ,313 40 ,201 ,213 40 ,042 ,796 40 -,081 ,620 40 ,149 ,358 40 ,090 ,581 40 ,263 ,102 40 ,130 ,423 40 ,183 ,258 40 ,303 ,058 40 ,177 ,275 Keterangan Tidak Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 40 .370* ,019 40 ,172 ,289 40 .528** ,000 40 .459** ,003 40 .335* ,034 40 ,278 ,083 40 ,269 ,093 40 ,303 ,057 40 .323* ,042 40 .360* ,022 40 .452** ,003 40 .372* ,018 40 .397* ,011 40 ,204 ,206 40 .350* ,027 40 Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. 42. 43. 44. 45. Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation ,078 ,631 40 .428** ,006 40 .429** ,006 40 .351* ,026 40 .622** ,000 40 ,264 ,100 40 ,161 ,322 40 ,277 ,084 40 ,287 ,073 40 .422** ,007 40 .322* ,042 40 -,273 ,088 40 .364* ,021 40 .506** ,001 40 -.314* ,049 40 -,031 Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Tidak valid Tidak valid

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 46. 47. 48. 49. 50. Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N ,847 40 ,000 ,999 40 .397* ,011 40 .453** ,003 40 ,169 ,297 40 ,297 ,062 ,117 Tidak valid Valid Valid Tidak valid Valid

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 LAMPIRAN 4: Usulan Topik-topik Bimbingan untuk Meningkatkan Penyesuaian diri dalam Belajar Siswa Kelas XI IPS SMA N 2 Ngaglik Sleman tahun ajaran 2018/2019 No Pernyataan/ item 1. Saya sering merasa bosan dengan metode pembelajaran yang monoton Siswa memiliki karakteristik inisiatif Saya merasa takut tinggal kelas atau tidak lulus sekolah Siswa Kepercayaan memiliki rasa diri akademis keyakinan diri untuk menyelesaikan sekolah 2. Indikator Aspek Topik Kepemimpinan Smart in Leadership Berani melakukan perubahan dalam belajar yang positif Aku yakin dan aku bisa! 100% YAKIN LULUS Tujuan Metode Siswa mampu inisiatif dalam belajar yang mengasikan Siswa mampu memiliki gagasan baru dalam pembelajaran sehingga tidak cepat bosan dalam mengontrol diri Siswa menjadi yakin terhadap dirinya dalam belajar, menyelesiakan tugas, mengikuti ujian atau tes. Siswa memiliki keyakinan tinggi dalam dirinya untuk menyelesaikan sekolah Presentasi, dinamika, video, refleksi, Video, dinamika, sharing, refleksi Presentasi, dinamika, video, refleksi Maindfullness, Presentasi materi, video, refleksi

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 LAMPIRAN 5: Data Siswa yang Berprestasi di Bawah Rata-rata

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 Rumus : 𝑋̅ = ∑𝑥 𝑛 = 𝑥1+𝑥2+⋯+𝑥𝑛 𝑛 Rata-rata= 34755 = 369,734 94 Dari jumlah siswa yang berjumlah 94 yang di bawah rata rata dari 369 terdapat sejumlah 40 siswa yang di bawah rata-rata.

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 LAMPIRAN 6: Surat Ijin Penelitian

(109)

Dokumen baru

Download (108 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Tingkat penyesuaian diri siswa di sekolah (studi deskriptif pada siswa kelas X SMA Santo Mikael Sleman tahun ajaran 2016/2017 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan pribadi sosial).
0
1
97
Tingkat tanggung jawab dalam aktivitas belajar (studi deskriptif pada siswa kelas XI SMA BOPKRI 2 Yogyakarta dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan belajar-pribadi).
0
6
126
Tingkat motivasi belajar siswa : studi deskriptif pada siswa kelas VIII SMP Negeri 18 Surakarta tahun ajaran 2016/2017 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan belajar.
0
0
108
Kemampuan mengelola waktu belajar siswa (studi deskriptif pada siswa kelas XI SMA Pangudi Luhur Sedayu tahun ajaran 2015/2016 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan belajar).
0
0
101
Resiliensi siswa SMA Negeri I Wuryantoro (studi deskriptif pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Wuryantoro tahun ajaran 2015/2016 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan pribadi-sosial).
0
0
99
Tingkat efikasi diri dalam belajar siswa SMK (studi deskriptif pada siswa kelas X Tata Kecantikan SMKN 4 Yogyakarta tahun ajaran 2014/2015 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan pribadi-sosial dan belajar).
0
0
120
Kesiapan siswa untuk berwirausaha (studi deskriptif kesiapan berwirausaha pada siswa kelas XI SMK Negeri I Sedayu tahun ajaran 2014/2015 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan karier).
0
8
104
Tingkat konformitas siswa : studi deskriptif pada siswa kelas XI SMK Marsudi Luhur 2 Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan pribadi-sosial.
0
2
121
Tingkat kepercayaan diri siswa terisolir dan populer pada kelas XI SMA Negeri 1 Kalasan Sleman tahun ajaran 2012/2013 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan kelompok.
0
0
148
Tingkat efikasi diri siswa : studi deskriptif pada siswa SMP Kanisius Pakem tahun ajaran 2012/2013 dan implikasinya terhadap topik-topik bimbingan pribadi-sosial.
0
0
114
Dominasi gaya belajar siswa kelas XI SMA Santo Mikael Sleman tahun ajaran 2012/2013 yang berprestasi belajar rendah dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan belajar.
0
1
89
Penyesuaian diri siswa kelas VII SMP Yos Sudarso Cigugur Kuningan tahun ajaran 2012/2013 di sekolah dan implikasinya pada usulan topik-topik bimbingan klasikal.
0
1
87
Kekerasan dalam pacaran: studi deskriptif pada siswa kelas XI SMA N 1 Karangnongko tahun ajaran 2012/2013 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik layanan bimbingan pribadi sosial.
0
2
149
Kemandirian belajar siswa : studi deskriptif kemandirian belajar siswa yang memiliki nilai di bawah rata-rata kelas pada kelas VIII SMP N 2 Gantiwarno Klaten tahun ajaran 2012/2013 dan implikasinya terhadap topik-topik bimbingan klasikal.
0
0
95
Perilaku prososial siswa (studi deskriptif pada siswa kelas X SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019 dan implikasinya terhadap penyusunan topik-topik bimbingan pribadi sosial - USD Repository
0
0
114
Show more