PERAN DUKUNGAN SOSIAL ORANG TUA-TEMAN SEBAYA TERHADAP ENGAGEMENT-DISENGAGEMENT COPING PADA REMAJA AKHIR Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi

Gratis

0
0
137
2 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERAN DUKUNGAN SOSIAL ORANG TUA-TEMAN SEBAYA TERHADAP ENGAGEMENT-DISENGAGEMENT COPING PADA REMAJA AKHIR Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi Disusun oleh: Valeria Satwika Anindita 109114034 PROGRAM STUDI PSIKOLOGI JURUSAN PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKRIPSI PERAN DUKUNGAN SOSIAL ORANG TUA-TEMAN SEBAYA TERHADAP ENGAGEMENT-DISENGAGEMENT COPING PADA REMAJA AKHIR Disusun oleh: Valeria Satwika Anindita NIM : 109114034 Telah disetujui oleh : Dosen Pembimbing Victorius Didik Suryo Hartoko, M.Si Tanggal ii

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI SKRIPSI PERAN DUKUNGAN SOSIAL ORANG TUA-TEMAN SEBAYA TERHADAP ENGAGEMENT-DISENGAGEMENT COPING PADA REMAJA AKHIR Dipersiapkan dan ditulis oleh: Valeria Satwika Anindita NIM : 109114034 Telah dipertahankan di depan Panitia Penguji pada tanggal Agustus 2014 dan dinyatakan telah memenuhi syarat. Susunan Panitia Penguji Nama Lengkap Tanda Tangan Penguji I : Victorius Didik Suryo Hartoko, M.Si ....................... Penguji II : ........................ Penguji III : ........................ Yogyakarta, ........................... Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Dekan, Dr. Tarsisius Priyo Widiyanto, M.Si iii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI There are two ways to get enough One is to continue to accumulate more and more The other is to desire less. You will when you believe iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 27 Agustus 2014 Penulis, Valeria Satwika Anindita v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERAN DUKUNGAN SOSIAL ORANG TUA-TEMAN SEBAYA TERHADAP ENGAGEMENT-DISENGAGEMENT COPING PADA REMAJA AKHIR Valeria Satwika Anindita ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dukungan sosial orang tua dan dukungan sosial teman sebaya terhadap engagement-disengagement coping pada remaja akhir. Hipotesis yang diajukan adalah dukungan sosial orang tuateman sebaya dapat meningkatkan engagement coping dan menurunkan disengagement coping. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive random sampling. Subjek penelitian ini adalah 120 remaja berusia 19-21 yang berkuliah di Yogyakarta. Subjek menyatakan bahwa sumber tekanan yang paling besar berasal dari masalah akademis. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah skala dukungan sosial yang disusun berdasarkan aspek dukungan sosial menurut Sarafino (2008) dan skala coping yang disusun berdasarkan aspek engagement-disengagement coping menurut Compas (2001). Validitas skala dilakukan dengan pengujian validitas isi. Koefisien reliabilitas skala dukungan sosial orang tua dan skala dukungan sosial teman sebesar 0,95, sedangkan pada skala engagement coping sebesar 0,77 dan skala disengagement coping sebesar 0,86. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi berganda. Hasil analisis data menunjukkan bahwa dukungan sosial orang tua dapat meningkatkan engagement coping, sementara dukungan sosial teman sebaya dapat menurunkan disengagement coping. Selain itu, ditemukan juga bahwa remaja perempuan lebih cenderung menggunakan engagement coping daripada remaja laki-laki. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa masing-masing dukungan sosial memiliki peran yang berbeda terhadap engagement coping dan disengagement coping pada remaja akhir. Kata kunci : dukungan sosial orang tua, dukungan sosial teman, engagement coping, disengagement coping, jenis kelamin, remaja akhir. vi

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI THE ROLE OF PARENT-PEER SOCIAL SUPPORT TOWARDS ENGAGEMENT-DISENGAGEMENT COPING ON LATE ADOLESCENT Valeria Satwika Anindita ABSTRACT The aim of this study is to investigate the effect of social support towards engagement-disengagement coping on adolescent. The hypothesis of this study is both parent-peer support increased engagement coping and decreased disengagement coping. The samples were determined by applying purposive random sampling technique. The numbers of the subjects under study are 120 people, between 19-21 years old, who sre college student, based in Yogyakarta. The instrument used to collect data were Social Support Scale which was designed based on the aspects of social support by Sarafino (2008) and Coping Scale which was designed based on aspect of engagement-disengagement coping by Compass (2000). The validity of the scale was analyzed by testing the content validity. The reliability test on parents’ social support scale and friends’ social support scale shows 0,95. The reliability test on engagement coping scale shows 0,77 and disengagement coping scale shows 0,86. The data was analyzed using multiple regression analysis. The results showed that parent social support increased engagement coping, while peer social support decreased disengagement coping. It can be concluded that each social support has different effect to engagement coping and disengagement coping. Keywords : parent social support, peer social support, engagement coping, disengagement coping, gender, late adolescent. vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma Nama : Valeria Satwika Anindita Nomor Mahasiswa : 109114034 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan Kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul : “Peran Dukungan Sosial Orang Tua-Teman Sebaya Terhadap EngagementDisengagement Coping Pada Remaja Akhir” Beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan Demikian saya memberikan Kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencamtumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenar-benarnya. Yogyakarta, 27 Agustus 2014 Yang menyatakan, (Valeria Satwika Anindita) viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan rahmat-Nya yang melimpah penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Setelah melalui banyak pengalaman senang dan sedih, baik dan buruk, penulis percaya bahwa kasih-Nya senantiasa menerangi setiap langkah sehingga atas kehendak-Nya juga skripsi dengan judul “Peran Dukungan Sosial Orang Tua-Teman Sebaya Terhadap Engagement-Disengagement Coping Pada Remaja Akhir” dapat terselesaikan dengan baik. Penulis mengucapkan terima kasih atas bantuan dan bimbingannya kepada yang terhormat : 1. Bapak Tarsisius Priyo Widiyanto, selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. 2. Ibu Ratri Sunar Astuti, selaku Kaprodi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma dan dosen penguji skripsi. 3. Bapak Victorius Didik Suryo Hartoko, selaku dosen pembimbing skripsi, yang selalu memotivasi dan menginspirasi. 4. Bapak Carolus Wijoyo Adinugroho, selaku dosen penguji skripsi dan Kepala P2TKP Universitas Sanata Dharma. 5. Seluruh dosen dan karyawan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. Penulis juga mengucapkan terima kasih banyak kepada yang terkasih : 1. Bapak dan Ibu, untuk doa dan dukungannya yang tidak pernah berhenti, serta adik yang selalu mengingatkan agar skripsi ini segera terselesaikan. 2. Andreas Benny Rahadi, yang selalu ada di saat suka dan duka selama proses pengerjaan skripsi. Terima kasih atas waktu, tenaga dan segala usaha yang diberikan sehingga membuahkan hasil bahagia. 3. Teman-teman seperjuangan yang selalu ada dalam perjalanan menuju S.Psi : Rosari, Sheilla, Sondra, Astrid, Rika dan Tari. Terima kasih untuk segala bantuan dan dukungan, serta pengalaman-pengalaman paling menyenangkan selama kuliah. ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4. Zelda dan Agnes Monica inspiratornya, untuk kesediaannya membantu dan menghibur di masa sulit dalam pengerjaan skripsi. Semoga kamu selalu jadi perpanjangan tangan Tuhan. 5. Sandi, Laura dan teman-teman bimbingan skripsi Pak Didik, untuk semangat yang terus bernyala-nyala. 6. Seluruh anggota Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma tahun 2012-2013. Terima kasih untuk segala proses dan dinamika selama belajar organisasi. 7. Keluarga P2TKP Universitas Sanata Dharma. Terima kasih untuk pengalaman dan pembelajaran paling berharga satu tahun terakhir ini. Kalian Luar Biasa! Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu penulis membuka diri terhadap saran dan kritik yang membangun demi kemajuan ilmu pengetahuan. Akhir kata, penulis memohon maaf atas segala keterbatasan yang dimiliki dan penulis berharap agar karya ini dapat menjadi masukan yang baik bagi pengembangan penelitian-penelitian selanjutnya. Yogyakarta, 27 Agustus 2014 Penulis x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ........................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING ................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................iii HALAMAN MOTTO ........................................................................................ iv HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ........................................ v ABSTRAK ......................................................................................................... vi ABSTRACT ..................................................................................................... .vii LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ........................................................viii KATA PENGANTAR ....................................................................................... ix DAFTAR ISI ...................................................................................................... xi DAFTAR TABEL ............................................................................................. xv DAFTAR GRAFIK ........................................................................................ xvii DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................xviii BAB I PENDAHULUAN .................................................................................. 1 A. LATAR BELAKANG ...................................................................... 1 B. RUMUSAN MASALAH ................................................................. 9 C. TUJUAN PENELITIAN .................................................................. 9 D. MANFAAT PENELITIAN ............................................................ 10 1. Teoritis ..................................................................................... 10 2. Praktis ....................................................................................... 10 xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI .......................................................................... 11 A. STRES PADA REMAJA AKHIR ................................................. 11 B. COPING PADA REMAJA ............................................................ 14 1. Definisi ..................................................................................... 14 2. Dimensi Coping ....................................................................... 15 3. Faktor Yang Mempengaruhi Coping ....................................... 19 C. DUKUNGAN SOSIAL .................................................................. 20 1. Pengertian Dukungan Sosial .................................................... 20 2. Sumber Dukungan Sosial ......................................................... 24 D. PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL PADA COPING REMAJA AKHIR ........................................................................................... 27 E. HIPOTESIS .................................................................................... 30 BAB III METODE PENELITIAN ................................................................... 31 A. JENIS PENELITIAN .................................................................... 31 B. VARIABEL PENELITIAN ........................................................... 31 C. DEFINISI OPERASIONAL ......................................................... 31 1. Coping ..................................................................................... 31 2. Dukungan Sosial ..................................................................... 32 D. SUBJEK PENELITIAN ................................................................ 34 E. METODE PENGUMPULAN DATA ........................................... 34 F. ALAT PENGUMPULAN DATA ................................................. 35 1. Skala Coping ........................................................................... 35 2. Skala Dukungan Sosial ............................................................ 37 xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI G. VALIDITAS DAN RELIABILITAS ............................................ 39 1. Validitas Skala ......................................................................... 39 2. Seleksi Item ............................................................................. 39 3. Reliabilitas Skala ..................................................................... 42 H. METODE ANALISIS DATA ....................................................... 43 1. Uji Asumsi ............................................................................... 43 2. Uji Hipotesis ............................................................................ 45 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ................................. 46 A. PELAKSANAAN PENELITIAN .................................................. 46 B. DESKRIPSI PENELITIAN ........................................................... 46 1. Deskripsi Subjek ...................................................................... 46 2. Deskripsi Hasil Penelitian ........................................................ 48 C. HASIL PENELITIAN .................................................................... 50 1. Peran Dukungan Sosial Orang Tua, Dukungan Sosial Teman Sebaya dan Jenis Kelamin Terhadap Engagement Coping ...... 51 2. Peran Dukungan Sosial Orang Tua, Dukungan Sosial Teman Sebaya dan Jenis Kelamin Pada Disengagement Coping ........ 53 D. PEMBAHASAN ............................................................................ 55 1. Peran Dukungan Sosial Orang Tua, Dukungan Sosial Teman Sebaya dan Jenis Kelamin Terhadap Engagement Coping ...... 56 2. Peran Dukungan Sosial Orang Tua, Dukungan Sosial Teman Sebaya dan Jenis Kelamin Terhadap Disengagement Coping . 59 BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN ......................................................... 61 xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI A. KESIMPULAN .............................................................................. 61 B. KELEMAHAN PENELITIAN ...................................................... 62 C. SARAN .......................................................................................... 62 1. Bagi Peneliti Selanjutnya ......................................................... 62 2. Bagi Remaja .............................................................................. 63 3. Bagi Orang Tua ........................................................................ 63 4. Bagi Institusi Pendidikan atau Guru ........................................ 63 DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 64 LAMPIRAN ..................................................................................................... 69 xiv

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Skor Item Skala Coping ................................................................ 36 Tabel 3.2 Blueprint Skala Coping Sebelum Seleksi Item ............................. 36 Tabel 3.3 Skor Item Favorabel dan Item Unfavorabel Skala Dukungan Sosial ........................................................................................................ 38 Tabel 3.4 Blueprint Skala Dukungan Sosial Sebelum Seleksi Item .............. 38 Tabel 3.5 Blueprint Skala Coping Setelah Seleksi Item ............................... 40 Tabel 3.6 Blueprint Skala Dukungan Sosial Setelah Seleksi Item ................ 42 Tabel 4.1 Tabel Jenis Kelamin dan Usia Subjek Penelitian .......................... 47 Tabel 4.2. Tabel Deskripsi Tempat Tinggal Subjek ....................................... 47 Tabel 4.3 Tabel Deskripsi Sumber Tekanan Paling Tinggi .......................... 47 Tabel 4.4 Tabel Deskripsi Hasil Penelitian ................................................... 48 Tabel 4.5 Tabel Korelasi Antar Variabel Bebas dan Variabel Terikat ......... 49 Tabel 4.6 Tabel One Sample Kolmogro-Smirnov Test Data Engagement coping ...................................................................................................... 114 Tabel 4.7 Koefisien Uji Multikolonieritas Engagement coping SebagaiVariabel Terikat ......................................................................................... 114 Tabel 4.8 Tabel Anova Engagement coping .................................................. 51 Tabel 4.9 Tabel Koefisien Uji Regresi Dukungan Sosial Orang Tua, Dukungan SosialTeman dan Jenis Kelamin Terhadap Engagement coping .. 52 Tabel 4.10 Tabel One Sample Kolmogro-Smirnov Test Data Disengagement coping ........................................................................................ 116 xv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 4.11 Koefisien Uji Multikolonieritas Disengagement coping Sebagai Variabel Terikat ........................................................................ 116 Tabel 4.12 Tabel Anova Disengagement coping ........................................ 54 Tabel 4.13 Tabel Koefisien Uji Regresi Dukungan Sosial Orang Tua, Dukungan Sosial Teman dan Jenis KelaminTerhadap Disengagement coping ..................................................................................................... 55 xvi

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GRAFIK Grafik 4.1 Grafik Normal P-P Plots Of Regression Standardized Residual Data Dukungan Sosial Orangtua dan Dukungan Sosial Teman Terhadap Engagement coping ................................................ 113 Grafik 4.2 Grafik Uji Outlier Sebaran Data Engagement coping ............ 113 Grafik 4.3 Scatterplot Uji Heteroskedasitas Engagement coping Dengan Dukungan Sosial Orangtua dan Dukungan Sosial Teman ..... 114 Grafik 4.4 Grafik Normal P-P Plots Of Regression Standardized Residual Data Dukungan Sosial Orangtua dan Dukungan Sosial Teman Terhadap Disengagement coping .......................................... 115 Grafik 4.5 Grafik Uji Outlier Sebaran Data Disengagement coping ....... 115 Grafik 4.6 Scatterplot Uji Heteroskedasitas Disengagement coping Dengan Dukungan Sosial Orangtua dan Dukungan Sosial Teman ..................................................................................... 116 xvii

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN LAMPIRAN A: SKALA TRY OUT ............................................................... 70 LAMPIRAN B: UJI RELIABILITAS ............................................................. 91 LAMPIRAN C: SKALA PENELITIAN ......................................................... 98 LAMPIRAN D: HASIL UJI ASUMSI .......................................................... 113 LAMPIRAN E: HASIL ANALISIS REGRESI ............................................. 117 xviii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Masa remaja merupakan tahap peralihan dari fase kanak-kanak menuju fase dewasa, yang sering disebut fase ‘badai dan stres’. Pada masa remaja, individu mengalami banyak perubahan yang berpotensi mengancam atau menantang pengalaman sosialnya. Kondisi tersebut terus berlangsung dan meningkat hingga usia remaja akhir (Zimmer-Gembeck & Skinner, 2008). Berbagai perubahan kondisi pada masa remaja membuat remaja merasa tertekan, sehingga mengalami stres (Geldard, 2010). Stres merupakan kondisi dimana terdapat tuntutan dari luar maupun dalam diri yang membebani dan melebihi kemampuan atau sumber daya yang dimiliki individu (Lazarus & Folkman, 1984). Remaja mengalami peningkatan stres pada masa remaja akhir, namun tidak diimbangi dengan kemampuan untuk menanganinya. Ketika menghadapi perubahan kondisi, remaja akhir cenderung ragu terhadap kemampuan dirinya. Oleh karena itu, remaja akhir cenderung menghindar dari sumber stres (Soesilowindradini, 1996). Survei yang dilakukan oleh American Psychological Association pada tahun 2010 menunjukkan bahwa stres remaja pada umumnya terkait masalah kesehatan diri, masalah akademis, masalah dengan orang tua dan dengan teman sebaya. Dalam penelitian skala stres pada mahasiswa di Cina, 1

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 Li dan Boey (dalam Gilson, et al, 2009) menemukan bahwa penyebab stres pada remaja antara lain terkait pengalaman hidup yang buruk, masalah pribadi dan terutama berasal dari masalah akademis. Seorang mahasiswa jurusan Ilmu Komputer meninggalkan rumah orang tuanya karena merasa malu telah gagal dalam ujian, setelah meninggalkan pesan bagi kedua orang tuanya pemuda tersebut tidak pernah kembali ke rumah. Menurut sang ibu, kegagalan dalam ujian membuatnya sangat tertekan hingga merasa malu dan pergi dari rumah (Okezone.com, Agustus 2014). Hal-hal yang disebutkan di atas menunjukkan bahwa peningkatan tuntutan akademis menimbulkan tingginya harapan untuk berprestasi, sehingga meningkatkan stres. Semakin berat serta rumitnya tugas-tugas kuliah dibandingkan ketika SMA menimbulkan tekanan bagi remaja akhir. Dengan demikian, diketahui bahwa remaja akhir cenderung menghindar dari stres, khususnya akibat tuntutan akademis. Stres yang dialami individu, termasuk remaja, dapat bersifat positif (eustress) ataupun negatif (distress). Penelitian Heiman dan Kariv (dalam Safaria, 2006) mengenai stres pada remaja, menemukan bahwa eustress terjadi ketika remaja mampu mengelola stres sebagai tantangan serta motivasi untuk berkembang lebih baik. Sementara distress terjadi ketika remaja tidak memiliki kemampuan yang adekuat untuk mengatasi dan mengendalikan stres, sehingga berakumulasi tanpa pengelolaan atau penanganan yang tepat. Distress pada remaja dapat berakibat negatif, seperti kesulitan konsentrasi, munculnya perasaan cemas, daya tahan tubuh yang

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 menurun serta perilaku beresiko seperti penyalahgunaan obat dan alkohol. Dampak buruk tersebut dapat diminalisir dengan upaya penanganan stres yang tepat. Terkait dengan hal itu, peneliti tertarik untuk meneliti tentang coping stres pada remaja karena penggunaan coping yang tepat dapat mengurangi resiko dari distress (Zimmer-Gembeck & Skinner, 2008). Berbagai permasalahan sebagai sumber stres negatif (distress) pada remaja memunculkan respon bervariasi, yang bersifat negatif maupun positif. Respon yang ditunjukkan oleh remaja dipengaruhi oleh penilaian subjektifnya, sebagai evaluasi dari dampak potensial atau ancaman terhadap dirinya (Lazarus, dalam Zimmer-Gembeck & Skinner, 2008). ZimmerGembeck dan Skinner (2008) menyatakan bahwa jika remaja memandang masalah secara negatif, maka respon perilakunya akan bersifat negatif dan berpengaruh buruk pada kesehatan mental. Sebaliknya, jika remaja dapat memahami dan menerima suatu masalah dengan pandangan positif, maka remaja akan menunjukkan respon perilaku adaptif dalam bentuk pengaturan diri dan cara mengatasi masalah yang tepat. Upaya yang dilakukan dalam rangka merespon dan menghadapi stres disebut dengan istilah coping. Compas, et al. (2001) mendefinisikan coping remaja sebagai usaha kesadaran yang dikehendaki untuk mengatur emosi, pikiran, perilaku, fisiologi dan merespon keadaan yang menyebabkan stres. Sementara itu, peneliti-peneliti coping pada remaja sering kali menggunakan model coping individu dewasa tanpa mempertimbangkan keberagaman respon yang dilakukan oleh remaja (Connor-Smith, J. K.,

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 Compas, B. E., Wadsworth, M. E., Thomsen, A. H., dan Saltzman, H., 2000). Compas, dkk. (2001) mengembangkan sebuah pembedaan coping yang lebih luas dan dengan batasan spesifik pada masing-masing aspeknya. Pembedaan ini meliputi dua dimensi coping, yaitu engagement coping dan disengagement coping. Engagement coping diartikan sebagai usaha-usaha yang dilakukan untuk menghadapi stres, sedangkan disengagement coping diartikan sebagai upaya menghindari stres. Engagement coping terbagi menjadi dua, yaitu primary control (usaha mengubah situasi atau sebuah emosi) dan secondary control (usaha adaptasi terhadap situasi). Individu yang menggunakan engagement coping diprediksi memiliki penyesuaian yang lebih baik dalam menghadapi stres. Dalam kondisi stres, remaja yang dapat memahami masalah, mengatur emosi, memiliki pikiran positif atau melakukan upaya pemecahan seperti mencari dukungan sosial, menunjukkan gejala engagement coping. Sedangkan remaja yang sering menunda atau tidak berupaya menyelesaikan masalahnya menunjukkan gejala disengagement coping, sehingga cenderung memiliki distress yang tinggi. Penggunaan coping pada masa remaja berbeda dari masa kanak-kanak hingga dewasa, karena pengaruh dari faktor biologis dan sosial. Faktor biologis meliputi keadaan fisik, kecerdasan, dan kepribadian, sedangkan faktor sosial mencakup karakteristik situasional dan kondisi lingkungan (dukungan sosial). Pada masa remaja, keadaan fisik remaja mengalami perubahan akibat pubertas dan perubahan struktur otak. Penelitian terbaru

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 yang dilakukan oleh Siswanto (2013) menunjukkan bahwa pengaruh kepribadian pada engagement-disengagement coping cenderung kecil. Faktor sosial turut mempengaruhi penggunaan coping pada remaja. Sebab masa remaja merupakan periode transisi dari ketergantungan terhadap orang tua menuju kemandirian serta periode untuk mengembangkan relasi sosial (Spear dalam Zimmer-Gembeck & Skinner 2008). Pada periode transisi menuju kemandirian, remaja cenderung meragukan kemampuannya untuk menghadapi stres seorang diri. Hal tersebut membuat remaja lebih berorientasi pada teman atau kelompok bermainnya, dengan tujuan untuk memperkuat relasi dan memperoleh dukungan sosial dalam menghadapi permasalahan sehari-hari. Dukungan sosial diartikan sebagai bentuk kenyamanan, kepedulian, penghargaan dan bantuan yang diterima seseorang dari orang lain atau kelompok (Sarafino, 2008). Beberapa penelitian sebelumnya menyatakan bahwa dukungan sosial memiliki pengaruh terhadap coping pada remaja (Dwyer & Cummings, 2001; DeLongis & Holtzman, 2005 ; Gan, & Zhonghua, 2010). Penelitian Gan dan Zhonghua (2010) menemukan bahwa dukungan sosial sebagai salah satu sumber coping dapat memfasilitasi penggunaan engagement coping yang merupakan strategi coping adaptif, dan diasosiasikan memiliki distress yang rendah. Sementara itu, individu yang tidak mendapatkan dukungan sosial atau menerima dukungan sosial yang tidak memuaskan akan mengembangkan strategi coping yang maladaptif, seperti penghindaran dan penyangkalan terhadap stres. Dukungan sosial yang tidak memuaskan

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 bisa terjadi ketika individu berada dalam interaksi sosial yang negatif. DeLongis dan Holtzman (2005) menyatakan bahwa penerimaan respon negatif dari anggota jaringan sosial memiliki dampak pada pengurangan keinginan untuk melakukan coping, pengurangan usaha untuk melakukan coping dan pengurangan efektivitas strategi coping. Sarafino (2008) menyatakan bahwa individu cenderung menerima dukungan sosial yang lebih ketika menghadapi tekanan. Penerimaan dukungan sosial tersebut ditentukan oleh kemampuan individu untuk mengembangkan relasi dengan orang-orang di sekitarnya. Studi literatur yang dilakukan oleh Thoits (1995) mengenai stres, coping dan dukungan sosial, mendukung hal tersebut dengan menjelaskan bahwa struktur dukungan sosial terkait dengan relasi atau peran sosial individu yang menggambarkan hubungan individu dengan individu lain. Orang tua dan teman sebaya atau kelompok bermain memiliki relasi dan peran paling besar dalam memberikan dukungan sosial pada remaja (American Psychological Association, 2002). Dukungan dari orang tua diharapkan dapat memberi penjelasan akan aturan dan norma, persuasi terhadap suatu hal, serta menjadi sarana untuk mendengarkan dan mendiskusikan masalah yang dihadapi. Sementara dukungan dari teman sebaya atau kelompok bermain berperan penting dalam pembentukan identitas yang membedakannya dari orang tua, pengembangan nilai moral dan norma, serta berfungsi sebagai sumber informasi di luar keluarga dan diri sendiri. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa dukungan sosial dari

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 orang tua cenderung mengarahkan pada penyelesaian masalah, sedangkan dukungan sosial dari teman sebaya cenderung memberikan rasa aman dan nyaman di luar keluarga. Penelitian mengenai peran dukungan sosial pada remaja di Indonesia menemukan bahwa dukungan sosial memberikan sumbangan sebesar 46,2% terhadap motivasi berprestasi bagi siswa SMA (Sepfitri, 2011). Secara lebih khusus, penelitian Anggoro (2011) menunjukkan bahwa siswa SMA kelas akselerasi yang memperoleh dukungan sosial dari orang tua cenderung memiliki stres akademis yang rendah. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa remaja yang memiliki dukungan sosial dari orang tua tinggi, cenderung mampu menghadapi stres akademis. Beberapa penelitian lain juga menemukan adanya pengaruh dukungan sosial teman sebaya terhadap coping remaja. Salah satunya adalah penelitian Dwyer dan Cummings (2001), yang menyatakan bahwa dukungan sosial teman sebaya berpengaruh secara positif terhadap emotion-focused coping. Hal ini menunjukkan bahwa remaja yang memiliki dukungan sosial teman sebaya cenderung melakukan emotion-focused coping. Emotion-focused coping merupakan upaya pengaturan emosi yang dilakukan individu dalam rangka merespon kondisi stres. Upaya pengaturan emosi merupakan salah satu aspek dari primary control yang termasuk dalam engagement coping. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa remaja yang memiliki dukungan sosial teman sebaya cenderung melakukan engagement coping.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 Hal-hal di atas menunjukkan bahwa ketersediaan dukungan sosial orang tua dan dukungan sosial teman sebaya, memberikan dorongan pada penyelesaian masalah serta rasa aman ketika menghadapi stres, sehingga mengarahkan remaja pada engagement coping. Sementara itu, diketahui juga bahwa dukungan sosial yang tidak memuaskan, baik yang berasal dari orang tua maupun teman sebaya, dapat mengarahkan remaja pada perilaku maladaptif seperti disengagement coping (DeLongis & Holtzman, 2005). Oleh karena itu, penting bagi remaja untuk mengembangkan dukungan sosial baik dari orang tua maupun teman sebaya, agar dapat meningkatkan engagement coping dan menurunkan disengagement coping. Remaja akhir memiliki kecenderungan untuk melakukan coping maladaptif (disengagement coping) karena ragu akan kemampuannya. Akan tetapi remaja diharapkan mampu mengembangkan coping adaptif (engagement coping) agar dapat meminimalisir dampak buruk dari stres. Oleh sebab itu, remaja membutuhkan dukungan sosial. Orang tua sebagai sumber dukungan sosial dianggap memiliki daya atau kapasitas yang lebih dibandingkan teman sebaya. Hal tersebut memunculkan dugaan bahwa dukungan dari orang tua lebih berperan dalam meningkatkan coping adaptif dan mengurangi coping maladaptif daripada dukungan dari teman sebaya. Terkait dengan hal itu, belum ada penelitian yang membuktikan perbedaan peran dukungan sosial pada coping remaja. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk meneliti peran dukungan sosial orang tua dan teman sebaya terhadap engagement-disengagement coping pada remaja akhir.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah dukungan sosial, yang dibagi menjadi dukungan sosial orang tua dan teman sebaya. Masing-masing dukungan sosial terdiri dari dimensi yang sama, yaitu dukungan informasi, emosional, instrumental, dan penghargaan (Sarafino, 2008). Sedangkan variabel terikat yang digunakan dalam penelitian ini adalah coping yang terbagi dalam dua dimensi, yaitu engagement coping dan disengagement coping yang dirumuskan oleh Compass (2001). Peneliti menilai bahwa kedua dimensi coping tersebut telah mampu mengkategorikan variasi respon terhadap stres berdasarkan batasan yang dimiliki pada masing-masing aspek secara jelas, sehingga tidak terjadi tumpang tindih antara dimensi satu dengan yang lainnya. B. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana peran dukungan sosial orang tua dan dukungan sosial teman sebaya terhadap penggunaan engagementdisengagement coping pada remaja akhir. C. TUJUAN PENELITIAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dukungan sosial orang tua dan dukungan sosial teman sebaya terhadap penggunaan engagement-disengagement coping pada remaja akhir.

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 D. MANFAAT PENELITIAN 1. Manfaat Teoretis Penelitian ini mengeksplorasi penelitian sebelumnya mengenai dukungan sosial sehingga dapat memperjelas peran dari dukungan sosial orang tua dan dukungan sosial teman sebaya terhadap coping remaja. 2. Manfaat Praktis Penelitian ini diharapkan dapat memberi pemahaman tentang peran dukungan sosial sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi penggunaan coping remaja. Dari penelitian ini, remaja dapat menyadari dukungan sosial yang tepat untuk mengembangkan coping adaptif (engagement coping) dan mengurangi coping maladaptif (disengagement coping). Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat memberi informasi kepada pendamping (orang tua dan guru) mengenai pengaruh dukungan sosial terhadap coping remaja. Dari penelitian ini, orang tua dan guru dapat memberikan dukungan sosial yang sesuai untuk membantu remaja melakukan coping adaptif (engagement coping), serta menjauhkan remaja dari coping maladaptif (disengagement coping).

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. STRES PADA REMAJA AKHIR Masa remaja merupakan periode peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa, yang sering disebut fase ‘badai dan stres’. Stres pada remaja didefinisikan sebagai respon terhadap kejadian yang memicu stres, yang mengancam dan menuntut kemampuan individu untuk menanganinya. Pada masa remaja, individu berpeluang mengalami stres lebih besar dibandingkan masa perkembangan manusia lainnya, karena terjadi banyak perubahan dari segi fisik, emosi, kognitif maupun sosial yang berlangsung sejak awal hingga akhir masa remaja (Santrock, 2003). Stres pada remaja dimulai sejak masa remaja awal yang berkisar di usia 10-13 tahun, dan berlangsung hingga masa remaja akhir yang berkisar di usia 18-21 tahun (Santrock, 2007). Pada masa remaja awal, individu mengalami stres akibat perubahan kondisi biologis yang ditandai dengan pubertas. Sementara pada masa remaja akhir, individu mengalami peningkatan kondisi stres akibat perubahan kondisi sosial, seperti tinggal jauh dari orang tua, berorientasi pada keberhasilan pendidikan dan karir pekerjaan, serta membangun relasi yang intim dengan pasangan atau kekasih (Zimmer-Gembeck dan Skinner, 2008). Dengan demikian, stres pada remaja awal cenderung disebabkan oleh perubahan biologis, sedangkan pada remaja akhir cenderung disebabkan oleh perubahan sosial. 11

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 Peningkatan kondisi stres pada remaja akhir diikuti dengan kestabilan dalam menentukan apa yang baik untuk dirinya, kematangan dalam menghadapi suatu permasalahan, ketenangan emosi serta cenderung lebih realistis. Akan tetapi remaja akhir juga memiliki karakteristik cemas karena ragu-ragu akan kemampuan dirinya (Soesilowindradini, dalam Marettha, 2013). Oleh karena itu, ketika mengalami stres, remaja akhir cenderung menghindar dari sumber stres karena tidak ingin menunjukkan ketidakmampuannya dalam menangani stres. Ketika remaja tidak memiliki kemampuan yang adekuat untuk mengatasi dan mengendalikan stres, hal itu berakumulasi sehingga terjadi distress. Distress pada remaja dapat berakibat negatif, seperti kesulitan konsentrasi, gangguan kecemasan, daya tahan tubuh yang menurun serta perilaku beresiko seperti penyalahgunaan obat dan alkohol (Heiman dan Kariv, dalam Safaria, 2006). Dengan demikian, ketidakmampuan remaja untuk menangani stres berdampak buruk pada kesehatan fisik maupun kesehatan psikologis. Kondisi stres pada remaja akhir pada umumnya bersumber dari masalah akademis. Heiman dan Kariv (dalam Safaria, 2006) menjelaskan bahwa stres remaja akhir berasal dari tuntutan eksternal seperti tugas-tugas kuliah, beban pelajaran, tuntutan orang tua untuk berhasil di kuliahnya dan penyesuaian sosial di lingkungan kampus, serta tuntutan internal yang berupa keinginan untuk memperoleh nilai yang memuaskan, merasa bangga atas kelulusan dan mendapat pengakuan atas prestasi.

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 Hasil penelitian Crystal, dkk. (dalam Hashim, 2007) turut menjelaskan bahwa stres remaja berasal dari faktor eksternal dan internal. Terkait faktor eksternal, ditemukan bahwa orang tua dari pelajar di Asia memiliki harapan yang tinggi terhadap prestasi akademik remaja. Akan tetapi, orang tua dari pelajar di Asia cenderung memiliki kepuasan yang rendah terhadap prestasi akademik remaja. Sementara pada faktor internal, ditemukan bahwa remaja memiliki kesulitan untuk memahami pelajaran. Hal tersebut menunjukkan bahwa stres remaja dipengaruhi oleh tekanan dari orang tua dan kemampuan kognitif, terkait masalah akademik. Ketika remaja akhir melakukan aktivitas akademiknya dengan intens, berdedikasi dan berkomitmen, seringkali mereka bekerja terlalu banyak dan terlalu lama. Hal ini menimbulkan burn out, dimana individu merasa tidak berdaya dan tidak memiliki harapan karena stres akibat pekerjaan berat. McCarthy, Pretty, and Catano (1990), menjelaskan bahwa burn out mengakibatkan remaja mengalami kejenuhan emosional, kecenderungan berkurangnya keaktifan fisik dan emosional, serta rendahnya rasa keinginan untuk sukses. Hal tersebut kemudian dapat memicu keengganan untuk hadir di kelas, rendahnya motivasi belajar, hingga tingginya angka drop-out. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa remaja akhir merupakan masa yang paling rentan terhadap stres. Pada masa ini terjadi peningkatan stres yang tidak diimbangi dengan kemampuan untuk menanganinya sehingga berpotensi menimbulkan distress. Munculnya distress pada remaja akhir banyak dikaitkan dengan tuntutan-tuntutan di

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 bidang akademis. Remaja seringkali mengalami burn out, karena jenuh terhadap intensitas aktivitas akademisnya. Hal ini dapat menyebabkan penurunan motivasi belajar dan penundaan pelaksanaan tugas-tugas akademik. Oleh karena itu penting bagi remaja untuk meningkatkan kemampuan dalam menangani stres agar terhindar dari dampak negatifnya. Upaya yang dilakukan remaja dalam menangani stres dan meminimalisir dampak negatifnya disebut juga dengan coping. B. COPING PADA REMAJA 1. Definisi Compas, dkk. (2001), mendefinisikan coping remaja sebagai usaha kesadaran yang dikehendaki untuk mengatur emosi, pikiran, perilaku, fisiologi dan merespon keadaan yang menyebabkan stres. Proses pengaturan tersebut didasarkan pada perkembangan biologis, kognitif, sosial dan emosi di masa remaja. Coping meliputi strategi regulasi emosi, proses berpikir dan berperilaku. Penggunaan coping ditentukan oleh respon psikologis individu terhadap stres, penilaian terhadap suatu peristiwa, hal yang menjadi fokus atau perhatian, serta tujuan atau hasil yang diharapkan individu (Zimmer-Gembeck dan Skinner, 2008). Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa coping merupakan rangkaian usaha yang dilakukan sebagai respon terhadap stres, yang melibatkan aspek afektif, kognitif dan konatif.

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 2. Dimensi Coping Compas, dkk. (2001) menyatakan bahwa variasi coping yang dilakukan remaja sangat luas. Coping remaja meliputi upaya pemecahan masalah, pencarian pemahaman, informasi, mengekspresikan restrukturisasi emosi, kognitif, melakukan mencari aktivitas fisik, melakukan penerimaan, distraksi, mengambil jarak dan menjauh dari masalah, mengkritik diri, menyalahkan orang lain, berpikir imajinatif, bercanda, menekan suatu emosi, menarik diri dari lingkungan, menyangkal, mencari dukungan sosial, meningkatkan religiusitas, serta mengkonsumsi alcohol maupun obat-obatan terlarang. Connor-Smith, dkk. (2000) menyatakan bahwa peneliti coping pada remaja sering kali menggunakan model coping individu dewasa tanpa mempertimbangkan keberagaman respon yang terdapat pada masa remaja, sehingga respon coping sering mengalami tumpang tindih antara dimensi satu dengan dimensi yang lain. Setelah meninjau ulang keragaman respon coping pada remaja, Compas dan rekan-rekannya (2001) menyusun kembali dimensi coping dan respon remaja menjadi model yang koheren, yaitu engagement coping dan disengagement coping. Engagement dan disengagement coping menekankan pada arah atau orientasi coping terhadap sumber stres (stresor). Compas, dkk. (2001) menjelaskan bahwa engagement coping meliputi respon terhadap stres yang berorientasi mendekati sumber stres atau pada emosi atau

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 pemikirian individu, seperti upaya pemecahan masalah atau mencari dukungan social. Sedangkan disengagement coping mengarah pada respon yang menjauhi stresor maupun emosi atau pemikiran individu, seperti penarikan diri atau penyangkalan terhadap stres. Berikut penjelasan mengenai kedua bentuk coping tersebut : 1. Engagement coping Engagement coping adalah coping yang bertujuan untuk menghadapi stres yang bersifat negatif atau distres. Individu yang menggunakan engagement coping diprediksi memiliki penyesuaian diri yang lebih baik dalam menghadapi stres (Connor-Smith dan Compas, 2004). Berdasarkan tujuannya, coping ini terdiri dari dua faktor, yaitu primary control coping dan secondary control coping. i. Primary control Primary control coping merupakan usaha untuk mengubah secara langsung situasi yang menekan atau sumber stres. Primary control coping bertujuan untuk mengubah kondisi objektif dengan mengatur situasi atau respon emosional yang terkait dengan sumber stres. Kategori-kategori spesifik dalam primary control engagement coping, antara lain : a. Problem solving, yaitu usaha-usaha aktif individu untuk memecahkan sumber stres, melalui perencanaan, kemungkinan solusi yang mungkin terjadi, analisa logis dan

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 pilihan-pilihan evaluasi, penerapan solusi dan pengorganisasian tugas. Individu yang meminta bantuan orang lain untuk menyelesaikan masalahnya termasuk juga dalam kategori ini. b. Emotion regulation, yaitu usaha aktif untuk mengurangi emosi negatif dengan melakukan strategi kontrol terhadap diri, seperti relaksasi atau olahraga, dan mengatur ekspresi emosi untuk meyakinkan bahwa perasaan dapat diekspresikan pada waktu yang tepat dalam cara yang konstruktif. ii. Secondary control Secondary control engagement coping merupakan usaha untuk menyesuaikan diri pada situasi yang menekan atau kondisi stres. Secondary control engagement coping meliputi strategi-strategi yang menekankan pada adaptasi terhadap stres. Kategori-kategori spesifik dalam secondary control engagement coping, antara lain: a. Distraction, yaitu upaya pengambilan waktu untuk beristirahat atau mencari pengalihan dari situasi yang menekan (kondisi stres) dengan melakukan kegiatan yang menyenangkan. Distraction tidak termasuk usaha untuk menyangkal atau menghindari masalah, melainkan mengatasi situasi yang menekan dengan melakukan

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 aktivitas menyenangkan, seperti melakukan hobi dengan berolahraga, nonton televisi, bertemu dengan teman ataupun membaca b. Acceptance, yaitu usaha individu untuk mempelajari, memahami atau menerima dan menyesuaikan diri dengan hal-hal yang berkaitan dengan sumber stres. c. Cognitive restructuring, dilakukan dengan melihat sisi positif, mengidentifikasi keuntungan dari timbulnya stres dan menemukan sisi lain yang bersifat humorous pada sumber stres. Strategi yang dapat dilakukan antara lain, berfokus pada hal positif, berpikir positif, optimis dan meminimalisir distres atau konsekuensi negatif dari stres. 2. Disengagement coping Disengagement coping adalah coping yang bertujuan untuk menghindar dari stres yang bersifat negatif atau distres. Disengagement coping seringkali berfokus pada emosi, karena coping tersebut melibatkan upaya untuk menghindar dari perasaan stres. Pada umumnya diketahui bahwa disengagement coping merupakan model coping yang tidak efektif dalam mengurangi tekanan untuk jangka panjang. Model ini dapat meningkatkan gangguan pikiran tentang sumber stres dan meningkatkan suasana hati negatif serta kecemasan. Kategori spesifik dalam disengagement coping, antara lain :

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 a. Avoidance atau penghindaran, yaitu usaha individu untuk menghindar dari masalah, pikiran-pikiran pada masalah tersebut dan emosi yang berkaitan dengan masalah tersebut. Coping ini cenderung menciptakan masalah baru bagi individu. b. Denial atau penyangkalan, yaitu usaha-usaha aktif untuk menyangkan atau melupakan masalah, meniadakan masalah dan menyembunyikan respon emosional dari diri sendiri atau orang lain. Denial akan menciptakan batas di antara realitas dan pengalaman individu, sehingga menjauhkan individu dari sumber stres. c. Wishful thinking atau berfantasi adalah keadaan individu ketika berharap dapat diselamatkan secara magic dari situasi atau harapan agar situasi tersebut hilang. Selain itu, individu cenderung berfantasi tentang hasil yang tidak mungkin dan individu berharap situasinya akan berbeda secara radikal. 3. Faktor yang mempengaruhi Coping Coping pada remaja dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal yang meliputi kemampuan kognitif dan kepribadian, serta faktor eksternal yang meliputi karakteristik situasional dan kondisi lingkungan atau dukungan sosial (Parker, dalam Kertamuda & Herdiansyah, 2009). Kemampuan kognitif yang dimiliki remaja akhir telah memasuki tahap

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 perkembangan paling tinggi, yaitu operasi formal, dimana individu memiliki kemampuan untuk mengintegrasikan pengalaman serta mempertimbangkan dampak dari suatu respon terhadap stres. Oleh sebab itu, berdasarkan kemampuan kognitif, remaja akhir telah mampu merencanakan perilaku sebagai respon adaptif. Sementara pada faktor kepribadian, penelitian terbaru menunjukkan bahwa pengaruh kepribadian pada engagement-disengagement coping cenderung kecil (Siswanto, 2013). Faktor karakteristik situasional atau kondisi sosial memiliki pengaruh yang cukup besar dalam penggunaan coping pada remaja. Berdasarkan tahap perkembangan, masa remaja merupakan periode transisi dari ketergantungan terhadap orang tua menuju kemandirian serta periode untuk mengembangkan relasi sosial. Hal tersebut membuat remaja lebih berorientasi pada teman atau kelompok bermainnya, dengan tujuan untuk memperkuat relasi dan memperoleh dukungan sosial dalam menghadapi permasalahan sehari-hari. Dukungan sosial diartikan sebagai bentuk kenyamanan, kepedulian, penghargaan dan bantuan yang diterima seseorang dari orang lain atau kelompok (Sarafino, 2008). C. DUKUNGAN SOSIAL 1. Pengertian Dukungan Sosial Menurut Sarafino (2008), dukungan sosial merupakan bentuk kenyamanan, kepedulian, penghargaan dan bantuan yang diterima

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 seseorang dari orang lain atau kelompok. Sarafino juga menjelaskan bahwa dukungan sosial dapat berupa dukungan emosional, dukungan pernghargaan atau harga diri, dukungan instrumental serta dukungan informasi. Sarason (dalam Kuntjoro, 2002) mengatakan bahwa dukungan sosial adalah keberadaan, kesediaan, kepedulian dari orang-orang yang dapat diandalkan, menghargai dan menyayangi kita. Sarason berpendapat bahwa dukungan sosial itu selalu mencakup dua hal yaitu: a. Jumlah sumber dukungan sosial yang tersedia, yaitu persepsi individu terhadap sejumlah orang yang dapat diandalkan saat individu membutuhkan bantuan. b. Tingkatan kepuasan akan dukungan sosial yang diterima, berkaitan dengan persepsi individu bahwa kebutuhannya akan terpenuhi. Hal di atas menjelaskan bahwa pemberian dan penerimaan dukungan sosial terkait erta dengan persepsi tentang ketersediaan (availability) dan ketepatan (adequancy) dukungan sosial bagi seseorang. Dukungan sosial tidak hanya diartikan sebagai pemberian bantuan, namun juga melibatkan persepsi individu penerima terhadap makna dari bantuan tersebut. Hal itu erat hubungannya dengan ketepatan dukungan sosial yang diberikan, dalam arti bahwa orang

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 yang menerima sangat merasakan manfaat bantuan bagi dirinya karena sesuatu yang aktual dan memberikan kepuasan. Berdasarkan pengertian-pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa dukungan sosial merupakan perilaku sosial yang memberikan kenyamanan, perasaan dihargai dan disayangi oleh orang-orang yang dapat diandalkan. Dukungan sosial juga memiliki hubungan erat dengan ketersediaan dan ketepatan dukungan sosial. Dukungan sosial dapat meningkatkan kemampuan coping secara efektif dan mengurangi dampak stresor jika bentuk dukungannya sesuai dengan kebutuhan stresor (Lakey dan Cohen, 2000). Menurut Sarafino (2008) dukungan sosial memiliki empat dimensi, yaitu : a. Dukungan emosional Dukungan emosional merupakan dukungan yang berhubungan dengan hal yang bersifat emosional atau menjaga kedaan emosi, afeksi atau ekspresi. Dukungan ini melibatkan ekspresi rasa empati dan perhatian pada individu, kepedulian, memberikan rasa nyaman, memiliki dan perasaan dicintai. Dukungan ini meliputi perilaku seperti memberikan perhatian dan afeksi serta bersedia mendengarkan keluh kesah orang lain. Menurut Tolsdorf (dalam Orford, 1992) tipe dukungan ini lebih mengacu pada pemberian semangat, kehangatan, cinta kasih dan emosi. Selain itu dukungan ini melibatkan perhatian, rasa percaya dan empati sehingga individu merasa berharga.

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 Dukungan ini sangat penting dalam menghadapi keadaan yang dianggap tidak dapat dikontrol. b. Dukungan penghargaan. Dukungan ini melibatkan ekspresi yang berupa pernyataan setuju dan penilaian positif terhadap ide-ide, perasaan dan performa orang lain. Dukungan ini diberikan agar individu memiliki seseorang yang dapat diajak bicara tentang masalah mereka. Menurut Cohen dan Wills (dalam Orford, 1992) dukungan ini ditandai dengan pernyataan terhadap individu bahwa ia dihargai dan diterima apa adanya. c. Dukungan instrumental. Dukungan ini melibatkan bantuan langsung dan bantuan nyata (tangible aid) atau dukungan alat (instrumental aid). Wills (dalam Orford, 1992) menyatakan bahwa dukungan ini meliputi banyak aktivitas seperti menyediakan bantuan dalam pekerjaan rumah tangga, meminjamkan atau mendermakan uang, menyampaikan pesan, menyediakan transportasi, membantu menyelesaikan tugas-tugas, menyediakan benda-benda seperti alat-alat kerja dan buku-buku. Dukungan ini sangat diperlukan dalam menghadapi keadaan yang dianggap dapat dikontrol. d. Dukungan informasi. Dukungan yang bersifat informasi ini dapat diberikan dengan cara menyediakan informasi, memberikan saran secara

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 langsung, atau umpan balik tentang kondisi individu dan cara memecahkan persoalan. Dukungan ini dapat membantu individu dalam mengenali masalah yang sedang dihadapi. Dukungan informasi juga dapat dilakukan dengan memberikan solusi terhadap suatu masalah, memberikan nasehat, pengarahan, saran atau umpan balik mengenai apa yang telah dilakukan seseorang. 2. Sumber Dukungan Sosial Sumber dukungan sosial pada remaja dapat dilihat berdasarkan lingkungan di mana remaja tersebut berada. Menurut Santrock (2003), dalam konteks penanganan remaja yang beresiko, dukungan keluarga, teman sebaya dan orang dewasa sangat penting untuk memperbaiki remaja beresiko. Sedangkan dalam konteks akademik, siswa yang berhasil seringkali mendapat dukungan sosial yang berkelanjutan dari orang tua, atau orang dewasa di rumah, dan guru di sekolah. Hal ini didukung dengan hasil penelitian bahwa siswa SMA kelas akselerasi yang memperoleh dukungan sosial dari orang tua cenderung memiliki stres akademis yang rendah. (Anggoro, 2011). Pada kenyataannya remaja jelas membutuhkan kehadiran dan dukungan orang tua dalam menghadapi kondisi stres. Remaja memiliki kebutuhan untuk didengar, berdiskusi dan diberi penjelasan oleh orang tua mengenai suatu masalah (Developing Adolescents, 2002). Sementara dukungan orang tua meliputi pemberian kesempatan

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 pada anak agar dapat mengembangkan kemampuan yang dimilikinya, belajar mengambil inisiatif, mengambil keputusan mengenai apa yang ingin dilakukan dan belajar mempertanggungjawabkan segala perbuatannya (Santrock, 2003). Hal ini menunjukkan bahwa remaja memerlukan bimbingan dan contoh dari orang tuanya sebagai orang terdekat dalam mengembangkan coping terhadap stres. Kehadiran dan dukungan orang tua bagi remaja, tidak selalu tepat sesuai kebutuhan. Pada jaman sekarang, lebih banyak ditemui orang tua yang sibuk bekerja sehingga waktu bersama anak-anaknya menjadi berkurang. Pada beberapa kasus remaja bermasalah, seringkali diketahui bahwa orangtua cenderung hanya memenuhi kebutuhan yang bersifat materialis, tanpa memahami kebutuhan yang sebenarnya dirasakan anak (Santrock, 2003). Hal tersebut dapat dijelaskan dengan penelitian DeLongis dan Holtzman (2005) bahwa penerimaan respon negatif dari anggota jaringan sosial memiliki dampak pada pengurangan keinginan untuk melakukan coping, pengurangan usaha untuk melakukan coping dan pengurangan efektivitas strategi coping. Dengan demikian, dukungan orangtua yang tidak tepat dan tidak memuaskan dapat mengembangkan strategi coping yang maladaptif, seperti disengagement coping. Sebaliknya, kesediaan orang tua untuk berdiskusi dan memberi penjelasan akan suatu masalah dapat mengarahkan remaja pada engagement coping, yang meliputi pemahaman dan penyesuaian terhadap kondisi stres,

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 pengaturan ekspresi emosi, pemikiran positif dan optimis, serta usaha aktif dalam pengambilan keputusan untuk menyelesaikan masalah. Pada penelitian yang dilakukan O’Brien (dalam Santrock, 2003), remaja muda laki-laki dan perempuan menghabiskan waktu 2 kali lebih banyak dengan teman sebaya daripada waktu dengan orang tuanya. Oleh sebab intensitas relasi yang tinggi itu, tidak mengherankan jika pengaruh dari teman sebaya cukup kuat pada diri remaja. Dalam artikel Developing Adolescent (2002), teman sebaya dianggap berperan penting sebagai sumber informasi atau referensi dari dunia di luar keluarga dan diri sendiri. Dukungan sosial dari teman sebaya yang bersifat tepat sesuai kebutuhan dapat digunakan oleh remaja untuk membantunya dalam menghadapi stres. Hal ini didukung oleh penelitian Cummings (2000), yang menemukan adanya korelasi positif yang signifikan antara emotion-focused coping dan dukungan sosial dari teman sebaya. Emotion-focused coping merupakan coping yang berfokus pada pengelolaan emosi individu dan termasuk dalam enggagement coping. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa remaja yang memperoleh dukungan sosial dari teman sebaya cenderung melakukan pengelolaan emosi yang termasuk dalam enggagement coping. Teman sebaya dalam konteks remaja merupakan individu dengan tingkat usia yang sama. Oleh sebab itu, teman sebaya memiliki kondisi stres yang relatif sama, dengan kemampuan penanganan yang

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 juga cenderung terbatas. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa dukungan sosial yang tidak memuaskan akan mengarahkan pada disengagement coping, maka dukungan dari teman sebaya yang dianggap tidak memuaskan dapat juga mengarahkan remaja pada disengagement coping. Heller, P (1983) menjelaskan bahwa perbedaan dukungan sosial orangtua dan dukungan sosial teman terdapat pada jangka waktu atau durasi. Dukungan sosial orangtua terus berakumulasi sejak masa kecil hingga remaja atau memiliki jangka waktu yang sangat panjang, sedangkan dukungan sosial teman memiliki jangka waktu atau durasi lebih singkat. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa dukungan sosial teman bersifat lebih temporal sementara dukungan sosial orangtua bersifat lebih menetap atau stabil. D. PERAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP COPING REMAJA AKHIR Stres adalah kondisi ketika individu mengalami kesulitan dalam menghadapi suatu peristiwa yang membebani. Stres memiliki dampak positif maupun negatif, yang bergantung pada persepsi individu terhadap situasi stres yang dialaminya. Stres yang dihadapi oleh remaja banyak terkait dengan masalah akademis. Stres ini bersumber dari tuntutan tugas, kelelahan serta harapan-harapan untuk berhasil dalam studi. Walaupun dituntut untuk mulai mandiri dan berani mengambil keputusan, namun remaja seringkali masih merasa kurang yakin terhadap

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 kemampuan dirinya. Hal ini mendorong remaja untuk menghindari stres. Meskipun sudah matang secara biologis akan tetapi remaja masih kurang berpengalaman dalam menghadapi perubahan kondisi sosial. Oleh karena itu remaja membutuhkan dukungan sosial untuk mengatasi ketidamampuannya, sehingga remaja tidak lagi merasa ragu dan menghindari stres. Dukungan sosial diartikan sebagai bentuk kenyamanan, kepedulian, penghargaan dan bantuan yang diterima seseorang dari orang lain atau kelompok (Sarafino, 2008). Dukungan sosial memiliki empat dimensi, yaitu dukungan emosional, dukungan informasi, dukungan penghargaan dan dukungan instrumental. Menurut Lakey dan Cohen (2000), dukungan sosial yang berupa tindakan langsung dan tepat sasaran, dapat meningkatkan kemampuan coping individu ketika menghadapi stres. Sumber dukungan sosial yang paling mudah diperoleh oleh remaja adalah dukungan sosial dari orang tua dan dukungan sosial dari teman sebaya. Dukungan sosial dari orang tua merupakan dukungan yang paling mumpuni bagi remaja. Remaja membutuhkan dukungan orangtua untuk mendengar, berdiskusi, memberi penjelasan mengenai suatu masalah dan mendapatkan bantuan. Faktor penting dalam membantu remaja yang berasal dari orang tua adalah faktor sumber daya finansial dan materi. Selain itu, hubungan saling percaya dan akrab dengan orang tua, dan kesediaan orangtua untuk memenuhi kebutuhan akan mengarahkan remaja pada usaha aktif dalam penyelesaian masalah, yang termasuk dalam engagement

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 coping. Namun dukungan orangtua yang kurang tepat atau cenderung rendah atau tidak memuaskan dapat mengarahkan remaja pada disengagement coping, seperti penghindaran atau penyangkalan terhadap masalah. Di sisi lain, penelitian O’Brien (dalam Santrock, 2003), menyatakan bahwa remaja menghabiskan waktu 2 kali lebih banyak dengan teman sebaya daripada dengan orang tuanya. Hal tersebut memungkinkan remaja memperoleh dukungan sosial dari teman sebaya yang sesuai kebutuhannya, sehingga dapat digunakan oleh remaja untuk membantunya dalam menghadapi stres. Dukungan sosial dari teman sebaya dianggap berperan penting sebagai sumber informasi atau referensi dari dunia di luar keluarga dan diri sendiri (Developing Adolescent, 2002). Penelitian Cummings (2000), memperkuat pernyataan tersebut dengan penemuan bahwa dukungan sosial dari teman sebaya berpengaruh positif terhadap engagement coping. Perbedaan dukungan sosial orang tua dan dukungan sosial teman terletak pada jangka waktu atau durasi. Dukungan sosial orangtua didapat secara berkelanjutan sejak masa kecil hingga remaja atau memiliki jangka waktu yang sangat panjang. Sedangkan dukungan sosial teman memiliki jangka waktu atau durasi lebih singkat, namun lebih intens diperoleh ketika menginjak remaja. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa baik dukungan sosial yang diberikan orang tua dan teman sebaya memiliki peran terhadap

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 peningkatan engagement coping. Selain itu, dukungan sosial dari orang tua dan teman sebaya berperan juga dalam menurunkan disengagement coping. Dukungan orang tua menyediakan bantuan materi serta mengarahkan remaja pada usaha aktif dalam penyelesaian masalah, sementara itu dukungan sosial dari teman sebaya mampu memberikan rasa aman bagi remaja yang membentuk optimisme dan sikap positif dalam memandang suatu masalah atau sumber stres. E. HIPOTESIS Berdasarkan uraian di atas, peneliti merumuskan hipotesis bahwa: 1. Dukungan sosial dari orangtua dan teman sebaya berperan untuk meningkatkan engagement coping. 2. Dukungan sosial dari orangtua dan teman sebaya berperan untuk menurunkan disengagement coping.

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. JENIS PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional yang menghubungkan antara variabel bebas dan variabel terikat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran dukungan sosial orang tua dan dukungan sosial teman terhadap coping (engagement coping dan disengagement coping). B. VARIABEL PENELITIAN Variabel-variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Variabel bebas : - Dukungan sosial dari orang tua - Dukungan sosial dari teman sebaya 2. Variabel tergantung : - Engagement coping - Disengagement coping C. DEFINISI OPERASIONAL Definisi operasional variabel-variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Coping Coping merupakan usaha kesadaran yang dikehendaki untuk mengatur emosi, pikiran, perilaku, fisiologi dan merespon keadaan 31

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 yang menyebabkan stres. Definisi operasional dari coping mengacu pada teori coping menurut Compas (2001), yang diukur melalui skala coping. Skala coping ini mengukur dua dimensi coping, yaitu engagement coping dan disengagement coping. a. Engagement coping Engagement coping adalah coping yang bertujuan untuk menghadapi stres atau kondisi yang memberi tekanan besar. Engagement coping dapat meliputi usaha penyelesaian masalah, melakukan strategi kontrol atau regulasi diri, mengambil waktu untuk beristirahat dari situasi yang menekan, menerima dan menyesuaikan diri dengan hal-hal yang berkaitan dengan sumber stres serta berpikir positif untuk meminimalisir resiko dari stres yang bersifat negatif. b. Disengagement coping Disengagement coping adalah coping yang bertujuan untuk menghindari stres atau kondisi yang memberi tekanan besar. Disengagement coping dapat meliputi usaha penghindaran, penyangkalan dan pemikiran imajinatif atau berfantasi. 2. Dukungan sosial Dukungan sosial adalah bentuk kenyamanan, kepedulian, penghargaan dan bantuan yang diterima seseorang dari orang lain atau kelompok. Jenis dukungan sosial yang akan diteliti adalah dukungan

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 sosial orangtua dan dukungan sosial teman sebaya. Dukungan sosial orangtua adalah bentuk kenyamanan, kepedulian, penghargaan dan bantuan yang diterima individu dari orangtua. Sementara dukungan sosial teman sebaya merupakan bentuk kenyamanan, kepedulian, penghargaan dan bantuan yang diterima individu dari teman sebaya. Definisi operasional dari dukungan sosial orangtua dan teman sebaya diukur melalui skala dukungan sosial yang mengacu pada dimensi dukungan sosial menurut Sarafino (2008). Dimensi-dimensi dukungan sosial yang diteliti terdiri dari: a. Dukungan emosional Dukungan ini melibatkan ekspresi rasa empati dan perhatian pada individu, kepedulian, memberikan rasa nyaman, memiliki dan perasaan dicintai. Dukungan ini meliputi perilaku seperti memberikan perhatian dan afeksi serta bersedia mendengarkan keluh kesah orang lain. b. Dukungan instrumental Dukungan ini melibatkan bantuan langsung dan bantuan nyata (tangible aid) atau dukungan alat (instrumental aid), yang meliputi aktivitas seperti menyediakan bantuan dalam pekerjaan rumah tangga, meminjamkan atau mendermakan uang, menyampaikan pesan, menyediakan transportasi, membantu menyelesaikan tugas-tugas, menyediakan bendabenda seperti alat-alat kerja dan buku-buku.

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 c. Dukungan informasi Dukungan ini dapat dilakukan dengan memberikan solusi terhadap suatu masalah, memberikan nasehat, pengarahan, saran atau umpan balik mengenai apa yang telah dilakukan seseorang. Dalam penelitian ini, dimensi dukungan penghargaan menurut Sarafino (2008) tidak dilibatkan karena dianggap memiliki makna yang serupa dan terangkum dalam definisi operasional dari dukungan emosional. D. SUBJEK PENELITIAN Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel yang dipilih sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Kriteria subjek dalam penelitian ini adalah remaja laki-laki atau perempuan. Berdasarkan pembagian masa remaja menurut Santrock (2007) subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah remaja akhir yang berusia 18-21 tahun. Selain itu subjek digolongkan berdasarkan tempat tinggal yaitu kost atau rumah/bersama kerabat. E. METODE PENGUMPULAN DATA Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah metode survei dengan cara penyebaran skala yang diisi oleh

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 subjek. Penelitian ini menggunakan dua skala yaitu skala coping dan skala dukungan sosial. Selain itu subjek juga diminta untuk mengidentifikasi sumber stres, dengan cara mengurutkan hal yang memberi tekanan dari yang paling besar hingga yang paling kecil. F. ALAT PENGUMPULAN DATA 1. Skala Coping Peneliti menggunakan skala coping yang disusun berdasarkan aspek-aspek pada teori coping menurut Compas (2001). Item-item pada skala dibuat dengan referensi dari item-item Responses Stress Questionaire (RSQ) oleh Compas (2001) serta terjemahan RSQ dalam bahasa Indonesia yang dibuat oleh Siswanto (2013). Jenis-jenis kategori spesifik dalam teori coping (Compas, 2001) meliputi: a. Problem solving atau pemecahan masalah b. Emotion regulation atau pengaturan emosi c. Distraction atau selingan yang menyenangkan d. Acceptance atau penerimaan e. Cognitive restructuring atau merestruksi kognitif f. Avoidance atau penghindaran g. Denial atau penyangkalan h. Wishful thinking atau berfantasi

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 Skala ini memiliki tujuan untuk melihat kecenderungan individu dalam menggunakan strategi-strategi ketika menghadapi stres, apakah cenderung mengarah pada engagement coping atau disengagement coping. Pemberian skor pada skala coping didasarkan pada item-item positif. Skala ini hanya memakai item-item positif karena disesuaikan dengan alat ukur RSQ yang tidak memakai item negatif. Pemberian skor skala coping adalah sebagai berikut: Tabel 3.1 Skor Item Skala Coping Respon Skor Sangat Sering 5 Sering 4 Kadang-kadang 3 Jarang 2 Sangat Jarang 1 Tabel 3.2 Blueprint Skala Coping Sebelum Seleksi Item No Jenis Coping Spesifik Item Jumlah item 4, 13, 20, 24 4 1 Problem solving 2 Emotion regulation 1, 14, 17 3 3 Distraction 9, 23, 32 3 4 Acceptance 8, 27, 30 3 5 Cognitive restructuring 3, 12, 25, 34, 35 5

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 6 Avoidance 7 Denial 8 Wishful thinking 6, 11, 15, 18, 21, 22, 29, 36 8 5, 7, 19, 28, 4 2, 10, 16, 26, 31, 33 6 Jumlah 2. 36 Skala Dukungan Sosial Peneliti menggunakan skala dukungan sosial yang disusun berdasarkan teori dukungan sosial menurut Sarafino (2008). Dimensi dukungan sosial dalam skala ini adalah dukungan sosial orangtua dan dukungan sosial teman sebaya. Aspek-aspek yang digunakan dalam skala ini, yaitu : a. Emotional Support atau dukungan emosional b. Instrumental Support atau dukungan instrumental c. Informational Support atau dukungan informasi Skala ini memiliki tujuan untuk melihat kecenderungan individu dalam memperoleh dukungan sosial, apakah cenderung berasal dari orangtua atau teman sebaya. Pernyataan-pernyataan dalam skala ini terdiri dari item favorabel (pernyataan mendukung) dan item anfavorabel (pernyataan tidak mendukung). Pemberian skor pada skala dukungan sosial adalah sebagai berikut:

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 Tabel 3.3 Skor Item Favorabel dan Item Anfavorabel Skala Dukungan Sosial Sangat Sesuai Skor Item Favorabel 5 Skor Item Anfavorabel 1 Sesuai 4 2 Netral 3 3 Tidak Sesuai 2 4 Sangat Tidak Sesuai 1 5 Respon Tabel 3.4 Blueprint Skala Dukungan Sosial Sebelum Seleksi Item Item No 1 Dimensi Aspek Indikator Unfav Jumlah Item    Perhatian Peduli Empati dan kasih sayang 1, 2, 14, 24, 25, 35, 36, 48, 55, 72 6, 15, 16, 34, 42, 22, 39, 51, 59, 60 20 Dukungan  instrumental  Bantuan materi Bantuan tindakan Pemecahan masalah Pemberian nasihat Perhatian Peduli Empati dan kasih sayang Bantuan materi Bantuan tindakan 47, 56 7, 17 8 3,4 18, 62 26, 66 10, 61 11, 46 19, 52 13, 31, 37, 71,9, 38,21,49, 50, 58 27, 53, 5, 32, 40, 45, 23, 28, 69,70 20 30,57 8,44 8 29,65 43,68 Dukungan Dukungan Sosial emosional Orangtua Dukungan informasi   2 Fav Dukungan Dukungan teman emosional sebaya    Dukungan  instrumental  8

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 Dukungan informasi   Pemecahan masalah Pemberian nasihat 20,63 41,67 12,64 33,54 Jumlah G. 8 72 VALIDITAS DAN RELIABILITAS 1. Validitas Skala Validitas menunjukkan kemampuan suatu alat ukur dalam mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. Alat ukur dikatakan memiliki validitas tinggi jika alat ukur tersebut memberi hasil yang sesuai dengan tujuan pengukuran (Azwar, 2014). Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan validitas tampang dan validitas isi. Validitas tampang dilihat dari tampilan luar alat ukur, apakah alat ukur tersebut meyakinkan dan terkesan mampu mengukur apa yang akan diukur. Sedangkan validitas isi dilakukan dengan pengujian alat ukur oleh professional judgement atau orang yang lebih ahli dalam bidang tersebut. Uji validitas isi dilakukan oleh professional judgement yaitu dosen pembimbing skripsi. 2. Seleksi Item Uji coba alat ukur dilakukan pada tanggal 23 dan 26 Mei 2014. Peneliti menyebar skala berjumlah 95, dengan melibatkan subjek mahasiswa-mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma yang berusia 18-21 tahun.

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 Seleksi item dilakukan untuk memperoleh item-item yang valid. Seleksi item didasarkan pada daya diskriminasi item. Penghitungan daya diskriminasi item dilakukan dengan cara mengkorelasikan skor item dengan skor item total sehingga mendapat koefisien korelasi item total (rix) yang disebut indeks daya beda item. Item dengan koefisien korelasi item total minimal 0,30 memiliki daya diskriminasi baik (Azwar, 2014). Uji seleksi item menggunakan korelasi item total melalui SPSS for Windows versi 20.00. Seleksi item pada skala coping menghasilkan 32 item sahih dari 36 item. Item-item yang sahih meliputi 4 item untuk jenis problem solving, 2 item untuk jenis emotion regulation, 2 item untuk jenis distraction, 3 item untuk jenis acceptance, 5 item untuk jenis cognitive restructuring, 8 item untuk jenis avoidance, 2 item untuk jenis denial, dan 6 item untuk jenis wishful thinking. Berikut ini dapat dilihat tabel blueprint skala coping setelah dilakukan seleksi item. Tabel 3.5 Blueprint Skala Coping Setelah Seleksi Item No Jenis Coping Spesifik Item Jumlah item Seleksi item ENGAGEMENT 1 Problem solving (4), (11), (16), (20) 4 4 2 Emotion regulation (1), (15) 3 2

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 3 Distraction (19), (28) 3 2 4 Acceptance (7), (23), (26) 3 3 5 Cognitive restructuring (3), (10), (21), (30), (31) 5 5 (5), (9), (12), (14), (17), (18), (25), (32) 8 8 (6), (24), 4 2 (2), (8), (13), (22), (27), (29) 6 6 36 32 DISENGAGEMENT 6 Avoidance 7 Denial 8 Wishful thinking Jumlah Seleksi item pada skala dukungan sosial menghasilkan 67 item sahih dari 72 item. Untuk menyamaratakan item pada masing-masing dimensi maka peneliti mengurangi 5 item dengan skor terendah sehingga menghasilkan 60 item. Item-item yang sahih tersebut meliputi 20 item untuk jenis dukungan emosional dari orang tua, 2 item untuk jenis dukungan instrumental dari orang tua, 8 item untuk jenis dukungan informasi dari orang tua, 16 item untuk jenis dukungan emosional dari teman, 8 item untuk jenis dukungan instrumental dari teman dan 6 item untuk jenis dukungan informasi dari teman. Berikut ini dapat dilihat tabel blue print skala dukungan sosial setelah dilakukan seleksi item.

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 Tabel 3.6 Blueprint Skala Dukungan Sosial Setelah Seleksi Item Item No 1 2 Dimensi Dukungan Sosial Orangtua Dukungan teman sebaya Jumlah 3. Aspek Jumlah Item Fav Unfav Dukungan emosional (2), (17), (26), (60), (1), (10), (18), (27), (38), (45) (12), (48), (49), (4), (11), (25), (32), (16), (29), (41) 20 Dukungan instrumental (37) (51) 2 Dukungan informasi (19), (55), (8), (36) (7), (50), (13), (42) 8 Dukungan emosional (9), (22), (28), (59), (6), (15), (39), (40), (47) (43), (3), (23), (30), (35), (57), (58) 16 Dukungan instrumental (21), (46), (20), (54) (5), (34), (33), (56) 8 Dukungan informasi (14), (52), (53) (31), (24), (44), 6 60 Reliabilitas Skala Menurut Azwar (2014), gagasan pokok yang terkandung dalam konsep reliabilitas adalah sejauhmana hasil suatu proses pengukuran dapat dipercaya. Peneliti menggunakan koefisien Alpha dari Cronbach. Suatu alat ukur dapat dikatakan reliabel apabila

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 mempunyai koefisien Alpha minimal 0,600. Berdasarkan perhitungan statistik menggunakan program SPSS for windows versi 20.00, reliabilitas kedua skala adalah sebagai berikut: a) Skala Coping 1. Engagement coping memiliki koefisien alpha 0,76 2. Disengagement coping memiliki koefisien alpha 0,86 Dengan demikian, koefisien masing-masing dimensi di atas menunjukkan bahwa reliabilitas masing-masing dimensi skala coping tergolong cukup tinggi. b) Skala Dukungan Sosial 3. Dukungan Sosial dari orang tua memiliki koefieisen alpha 0,94 4. Dukungan Sosial dari teman memiliki koefisien alpha 0,94 Dengan demikian, koefisien masing-masing dimensi di atas menunjukkan bahwa reliabilitas masing-masing dimensi skala dukungan sosial tergolong tinggi. H. METODE ANALISIS DATA 1. Uji Asumsi a. Uji Normalitas Residu Data memiliki nilai residual yang harus terdistribusi secara nornal. Residual yang tidak terdistribusi normal biasanya

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 dikarenakan ada data yang bersifat outlier Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam regresi, variabel residual memiliki distribusi normal (Ghozali, 2009). Kaidah untuk uji normalitas residual adalah jika p > 0,1 maka sebaran normal, sedangkan jika p < 0,1 maka sebaran tidak terdistribusi normal (Santoso, 2010). Uji normalitas residual dilakukan dengan melihat outlier, grafik normal p-p plots of regression standardized residual dan uji statistik Kolmogorov-Smirnov. b. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual pengamatan pertama ke pengamatan yang lain. Jika varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan lainnya tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Regresi yang baik adalah yang memiliki homoskedastisitas (Ghozali, 2009). c. Uji Multikolonieritas Uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji adanya korelasi antar variabel bebas pada model regresi. Multikolinieritas dalam regresi dapat dilihat dari nilai tolerance dan variance inflation factor (VIF). Kaidah yang umumnya dipakai untuk

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 menunjukkan adanya multikolonieritas adalah tolerance 0,10 atau VIF ≥ 10 (Ghozali, 2009). Model regresi yang baik seharusnya tidak memiliki multikolonieritas atau tidak terjadi korelasi di antara variabel bebas (Ghozali, 2009). 2. Uji Hipotesis Uji hipotesis dilakukan dengan teknik analisis regresi. Berdasarkan analisis regresi, hasil penelitian dapat dilihat dari nilai uji signifikansi t dan nilai standarized coefficients (β). Uji signifikansi t dapat menunjukkan sejauh mana nilai korelasi signifikan atau penelitian ini dapat dipercaya, taraf signifikansi yang digunakan adalah ρ < 0,05 (Ghozali, 2009). Nilai standarized coefficients (β) bertujuan untuk menggambarkan nilai regresi (β) yang telah distandarisasi atau mirip dengan nilai korelasi (Ghozali, 2009). Koefisien korelasi berkisar dari -0,0 sampai dengan +1,0 yang menunjukkan hubungan yang negatif maupun hubungan yang positif (Ghozali, 2009).

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. PELAKSANAAN PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 29 Mei 2014 hingga 6 Juni 2014. Pengumpulan data menggunakan dua sub-skala yaitu Skala A (Skala Coping) dan Skala B (Skala Dukungan Sosial). Dalam pelaksanaan penelitian ini, peneliti dibantu oleh beberapa rekan untuk menyebar skala kepada mahasiswa-mahasiswi Universitas swasta di Yogyakarta, dengan rentang usia 19-21 tahun. Jumlah skala yang disebar dan diterima kembali ada 130 buah, akan tetapi 10 skala dianggap gugur karena tidak memberikan jawaban secara penuh pada skala penelitian. B. DESKRIPSI PENELITIAN 1. Deskripsi Subjek Subjek dalam peneltian ini adalah remaja pada masa remaja akhir dengan rentang usia 19 hingga 21 tahun. Subjek penelitian merupakan mahasiswa-mahasiswi yang berkuliah di Universitas swasta di Yogyakarta. Subjek yang telah memenuhi karakteristik subjek berjumlah 120 remaja, yang terdiri dari 70 mahasiswi dan 50 mahasiswa. Berikut gambaran subjek berdasarkan karakteristik yang telah ditentukan. 46

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 Jenis Kelamin Usia (Tahun) 19 20 21 Laki-laki 4 29 17 Perempuan 23 34 13 Prosentase (%) 22,5 % 52,5 % 25 % Tabel 4.1 Tabel Jenis Kelamin dan Usia Subjek Penelitian Tempat Prosentase (%) 42 % 58 % 100 % Prosentase Jenis Kelamin Tinggal Laki-laki Perempuan Rumah 24 29 Kos 26 41 Tabel 4.2 Tabel Deskripsi Tempat Tinggal Subjek Sumber Tekanan / Stres Masalah Jenis Kelamin Masalah Masalah Kesehatan Akademis dengan teman Diri Laki-laki 8 36 4 Perempuan 9 46 10 Prosentase (%) 14 % 68 % 12 % Tabel 4.3 Tabel Deskripsi Sumber Tekanan Paling Tinggi (%) 44 % 56 % Masalah dalam keluarga 2 5 6% Pada tabel 4.1 dapat dilihat prosentase jumlah subjek perempuan dalam penelitian ini sebesar 58% dan jumlah subjek laki-laki sebesar 42%. Hal ini menunjukkan bahwa sebaran subjek relatif seimbang berdasarkan jenis kelamin. Selain itu, dapat dilihat juga prosentase sebesar 52,5% subjek berusia 20 tahun, 25% subjek berusia 21 dan 22,5% subjek berusia 19 tahun. Kemudian pada tabel 4.2, dapat dilihat bahwa 44% dari total subjek tinggal bersama kerabat di rumah dan

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 56% tinggal di kos. Hal ini menunjukkan bahwa sebaran subjek berdasarkan tempat tinggalnya relatif seimbang. Selanjutnya pada tabel 4.3 dapat disimpulkan bahwa sebagian besar subjek memilih masalah akademis (68%) sebagai sumber tekanan atau stres yang paling tinggi. 2. Deskripsi Hasil Penelitian Variabel bebas dalam penelitian ini adalah dukungan sosial orangtua dan dukungan sosial teman, sedangkan variabel tergantung yang diteliti adalah engagement coping dan disengagement coping. N Range Min. Maks. DS_Ortu 120 82 68 150 DS_Teman 120 66 83 149 Engagement 120 30 45 75 Disengagement 120 44 27 71 Tabel 4.4 Tabel Deskripsi Hasil Penelitian Mean 119.48 117.03 59.22 49.31 Standar Deviasi 17.713 14.659 5.298 8.323 Berdasarkan tabel 4.4 dapat dilihat bahwa subjek memiliki nilai mean pada engagement coping (59,22) yang lebih tinggi daripada disengagement coping (49,31). Hal ini menunjukkan bahwa subjek memiliki kecenderungan engagement coping lebih tinggi dibandingkan disengagement coping. Selain itu, dapat dilihat juga bahwa nilai mean pada dukungan sosial orangtua (119,5) lebih tinggi daripada dukungan sosial teman (117). Hal ini menunjukkan bahwa

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 subjek cenderung memperoleh dukungan sosial orangtua lebih tinggi dibandingkan dukungan sosial teman. DSOrtu DSTeman Engagement Disengagement Pearson 1 .688** .351** -.259** Correlation DSOrtu Sig. (2-tailed) .000 .000 .004 N 120 120 120 120 Pearson .688** 1 .281** -.351** Correlation DSTeman Sig. (2-tailed) .000 .002 .000 N 120 120 120 120 Pearson .351** .281** 1 -.023 Correlation Engagement Sig. (2-tailed) .000 .002 .799 N 120 120 120 120 Pearson -.259** -.351** -.023 1 Correlation Disengagement Sig. (2-tailed) .004 .000 .799 N 120 120 120 120 Tabel 4.5 Tabel Korelasi Antar Variabel Bebas dan Variabel Terikat Berdasarkan tabel 4.5 dapat dilihat bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan pada masing-masing variabel bebas, yaitu dukungan sosial orangtua dan dukungan sosial teman (r=0,688, p=0,00). Hal tersebut menunjukkan bahwa subjek yang memiliki dukungan sosial orangtua yang tinggi juga cenderung memiliki dukungan sosial teman yang tinggi. Di samping itu, dapat dilihat juga adanya hubungan positif yang signifikan pada variabel dukungan sosial orangtua (r=0,351, p=0,00) dan dukungan sosial teman (r=0,281, p=0,002) terhadap variabel engagement coping. Hal ini menunjukkan bahwa subjek yang memiliki dukungan sosial orangtua

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 maupun dukungan sosial teman yang tinggi cenderung memiliki engagement coping yang tinggi. Sementara itu, variabel dukungan sosial orangtua (r=-0,259, p= 0,004) dan dukungan sosial teman (r=0,351, p= 0,00) memiliki hubungan negatif yang signifikan terhadap variabel disenagagement coping. Hal ini berarti subjek yang memiliki dukungan sosial orangtua maupun dukungan sosial teman yang tinggi cenderung memiliki disengagement yang rendah. C. HASIL PENELITIAN Penelitian ini menggunakan variabel dukungan sosial orang tua dan variabel dukungan sosial teman sebagai variabel bebas, serta variabel engagement coping dan variabel disengagement coping sebagai variabel terikat. Selain itu, peneliti juga menambahkan satu variabel bebas yaitu jenis kelamin pada uji hipotesis, untuk melihat perbedaan pengaruh pada masingmasing jenis kelamin. Hasil penelitian dibagi menjadi dua model yaitu model 1 untuk melihat peran dukungan sosial orang tua, dukungan sosial teman dan jenis kelamin sebagai variabel bebas terhadap engagement coping sebagai variabel terikat. Sedangkan model 2 untuk melihat peran dukungan sosial orangtua, dukungan sosial teman dan jenis kelamin sebagai variabel bebas terhadap disengagement coping sebagai variabel terikat.

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 Model 1 : Peran Dukungan Sosial Orang Tua, Dukungan Sosial Teman dan Jenis Kelamin Terhadap Engagement coping. a. Uji Asumsi Model 1 Berdasarkan hasil uji normalitas residu, terdapat 2 data yang residualnya menjadi outlier halaman, sehingga peneliti menghapus 2 data tersebut agar data terdistribusi normal. Selanjutnya nilai Kolmogorov-Smirnov sebesar 0,641 dengan nilai signifikansi lebih dari 0,1 (p=0,806), menunjukkan bahwa residual telah terdistribusi dengan normal. Hasil uji heteroskedastisitas menunjukkan bahwa data variabel engagement coping memiliki variasi yang sama untuk tiap nilai dari variabel dukungan sosial orang tua dan dukungan sosial teman. Oleh sebab itu, dapat dikatakan bahwa tidak terjadi masalah heteroskedastisitas. Demikian juga pada hasil uji multikolonieritas, yang menunjukkan bahwa tidak terdapat multikolonieritas pada variabel jenis kelamin, dukungan sosial orang tua maupun dukungan sosial teman terhadap variabel engagement coping. b. Uji Hipotesis Model 1 ANOVA Mean Model R2 df Square Regresi 718.671 3 239.557 Tabel 4.8 Tabel Anova Engagement coping F Sig. 11.857 .000

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 Model Koefisien Koefisien Tidak Koefisien Terstandar Terstandar Standar B Beta Eror t Sig. Jenis 2.499 .921 .243 2.714 .008 kelamin Dukungan Sosial .109 .033 .380 3.343 .001 Orang tua Dukungan Sosial .069 .040 .195 1.734 .086 Teman Sebaya Tabel 4.9 Tabel Koefisien Uji Regresi Dukungan Sosial Orang Tua, Dukungan Sosial Teman dan Jenis Kelamin Terhadap Engagement coping Berdasarkan tabel 4.8, nilai F hitung (F=11,857) memiliki nilai signifikansi sebesar 0,000. Hal ini berarti terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel dukungan sosial orang tua, dukungan sosial teman dan jenis kelamin terhadap engagement coping remaja. Selanjutnya pada tabel koefisien 4.9, dapat dilihat bahwa variabel jenis kelamin (1=perempuan, 0=laki-laki) dengan nilai koefisien beta 0,243 (p=0,008) dan dukungan sosial orang tua dengan nilai koefisien beta 0,380 (p=0,001) memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap engagement coping remaja. Hasil uji hipotesis Model 1 menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai variabel jenis kelamin, maka semakin tinggi juga nilai engagement coping remaja. Hal ini berarti remaja perempuan cenderung memiliki engagement coping tinggi. Hasil uji hipotesis

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 Model 1 juga menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai variabel dukungan sosial orang tua, maka semakin tinggi juga nilai engagement coping remaja. Hal ini berarti remaja yang memiliki dukungan sosial orang tua tinggi cenderung memiliki engagement coping tinggi. Sementara itu, variabel dukungan sosial teman memiliki nilai signifikansi di atas 0,05 (p = 0,86), sehingga dianggap tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap engagement coping remaja. Model 2 : Peran Dukungan Sosial Orang Tua, Dukungan Sosial Teman dan Jenis Kelamin Terhadap Disengagement coping. a. Uji Asumsi Model 2 Berdasarkan hasil uji normalitas residu, tidak terdapat data yang residualnya menjadi outlier, sehingga data disengagement coping telah terdistribusi normal. Sedangkan nilai Kolmogorov-Smirnov sebesar 0,520 dengan nilai signifikansi lebih dari 0,1 (p=0,95), menunjukkan bahwa residual telah terdistribusi dengan normal. Hasil uji heteroskedastisitas menunjukkan bahwa data variabel disengagement coping memiliki variasi yang sama untuk tiap nilai dari variabel dukungan sosial orang tua dan dukungan sosial teman. Oleh sebab itu, dapat dikatakan bahwa tidak terjadi masalah heteroskedastisitas. Demikian juga pada hasil uji multikolonieritas, yang menunjukkan bahwa tidak terdapat multikolonieritas pada

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 variabel jenis kelamin, dukungan sosial orang tua maupun dukungan sosial teman terhadap variabel disengagement coping. b. Uji Hipotesis Model 2 Analisis regresi disengagement coping melalui perhitungan anova (tabel 4.12) menunjukkan bahwa nilai F hitung (F=6,641) memiliki signifikansi sebesar 0,000. Hal ini berarti terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel dukungan sosial orang tua, dukungan sosial teman dan jenis kelamin terhadap disengagement coping remaja. Selanjutnya pada tabel koefisien 4.13, dapat dilihat bahwa variabel dukungan sosial teman (β=-0,297, p=0,014) memiliki pengaruh signifikan negatif terhadap disengagement coping remaja. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan sosial teman maka semakin rendah disengagement coping pada remaja, dan sebaliknya. Dapat dikatakan bahwa remaja yang memiliki dukungan sosial teman tinggi cenderung memiliki disengagement coping rendah. Sementara itu, variabel dukungan sosial orang tua (p=0,95) dan jenis kelamin (p=0,82) memiliki nilai signifikansi di atas 0,05, sehingga dianggap tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap disengagement coping remaja. ANOVA Mean Model R2 df F Square Regresi 1208.360 3 402.787 6.641 Tabel 4.12 Tabel ANOVA Disengagement coping Sig. .000

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 Model Koefisien Koefisien Tidak Koefisien Terstandar Terstandar Standar B Beta Eror t Sig. Jenis 2.761 1.576 .164 1.752 .082 kelamin Dukungan Sosial .004 .057 .008 .063 .950 Orang tua Dukungan Sosial -.169 .068 -.297 -2.488 .014 Teman Sebaya Tabel 4.13 Tabel Koefisien Uji Regresi Dukungan Sosial Orang Tua, Dukungan Sosial Teman dan Jenis Kelamin Terhadap Disengagement coping Berdasarkan hasil uji hipotesis Model 1 dan Model 2, ditemukan bahwa remaja perempuan cenderung memiliki engagement coping yang lebih tinggi daripada remaja laki-laki. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa dukungan sosial orang tua berperan untuk meningkatkan kecenderungan engagement coping remaja, sementara dukungan sosial teman berperan untuk menurunkan kecenderungan disengagement coping remaja. D. PEMBAHASAN Stres yang dialami oleh sebagian besar subjek berasal dari masalah akademis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial orang tua dan dukungan sosial teman memberikan pengaruh yang signifikan dalam memprediksi coping remaja akhir terhadap stres akibat masalah akademis. Dukungan sosial orang tua dapat meningkatkan kecenderungan remaja

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 untuk menyelesaikan masalah (engagement coping), sementara dukungan sosial teman dapat menurunkan kecenderungan remaja untuk menghindar dari penyelesaian masalah (disengagement coping). Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa dukungan sosial orang tua dan dukungan sosial teman memiliki peran yang berbeda terhadap coping remaja. Model 1 : Peran Dukungan Sosial Orang Tua, Dukungan Sosial Teman dan Jenis Kelamin Terhadap Engagement Coping Remaja Akhir Remaja akhir memiliki kecemasan akan ketidakmampuan dalam menghadapi suatu permasalahan, sehingga cenderung menghindar dari masalah yang dihadapi. Oleh sebab itu, ketika mendapati masalah akademis, mereka membutuhkan dukungan agar dapat membantunya menyelesaikan masalah. Pada penelitian ini ditemukan bahwa dukungan sosial orang tua dapat meningkatkan kecenderungan engagement coping atau upaya penyelesaian masalah akademis pada remaja akhir. Hal tersebut sejalan dengan penelitian Hashim (2007) mengenai stres, coping dan dukungan sosial pada masa remaja menemukan bahwa dukungan sosial orang tua lebih dapat membantu remaja dalam penyelesaian masalah akademis, daripada dukungan sosial teman. Orang tua sebagai individu dewasa, memiliki sumber daya yang lebih kaya daripada teman sebaya atau remaja seusianya, berupa kematangan emosional, kematangan kognitif, kekuatan finansial, serta pengalaman dan kemampuan dalam menghadapi masalah. Oleh sebab itu, orang tua dapat

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 menyediakan dukungan sosial yang optimal, meliputi dukungan emosional, instrumental dan informasi. Ketersediaan dan kesesuaian dukungan yang diberikan orang tua, dapat membantu serta meningkatkan engagement coping atau upaya penyelesaian masalah remaja, seperti memahami dan menyesuaikan diri terhadap masalah, mengatur atau mengelola emosi, berpikir positif dan optimis, serta berusaha aktif dalam penyelesaian masalah. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa ketersediaan dan kesesuaian dukungan sosial orang tua, berperan untuk meningkatkan penggunaan engagement coping dalam menghadapi masalah akademis remaja akhir. Penelitian Cummings (2000) mengenai strategi coping remaja menemukan adanya hubungan positif antara dukungan sosial teman dan engagement coping. Meskipun hal tersebut selaras dengan hasil korelasi pada penelitian ini (r=0,281; p=0,002), akan tetapi hasil analisis regresi menunjukkan bahwa dukungan sosial teman tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap engagement coping pada remaja akhir. Hal ini dapat dikarenakan sumber daya teman sebagai pemberi dukungan sosial yang cenderung terbatas, dimana kematangan kognitif dan emosional serta kemampuan finansial yang dimiliki relatif sama dengan remaja seusianya. Selain itu, sumber tekanan atau stres yang sama, terkait masalah akademis, turut menjelaskan bahwa keterbatasan dukungan dari teman kurang dapat membantu peningkatan engagement coping atau upaya penyelesaian masalah remaja. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa dukungan sosial

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 dari teman sebaya yang cenderung terbatas, tidak berperan signifikan untuk meningkatkan penggunaan engagement coping dalam menghadapi masalah akademis remaja akhir. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya pengaruh positif dari jenis kelamin terhadap engagement coping, yang berarti remaja perempuan lebih cenderung menggunakan engagement coping daripada remaja laki-laki. Terkait dengan penggunaan coping berdasarkan jenis kelamin, Hamilton dan Fagot (dalam Brannon, 1985) menyatakan bahwa remaja perempuan dan remaja laki-laki pada umumnya memiliki kecenderungan yang sama untuk melakukan engagement coping atau upaya menyelesaikan masalah. Meskipun demikian, penelitian D’Zurilla dkk., (1998) mengenai perbedaan upaya penyelesaian masalah berdasarkan usia dan gender, menemukan bahwa remaja perempuan cenderung memiliki nilai impulsifitas dan kecerobohan yang rendah. Sementara itu, remaja laki-laki cenderung memiliki nilai impulsifitas dan kecerobohan yang tinggi. Dengan demikian, ada kemungkinan bahwa remaja perempuan lebih berpotensi untuk melakukan engagement coping daripada remaja laki-laki, karena kecermatan dan kehati-hatian remaja perempuan dapat mendukung upaya penyelesaian masalah.

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 Model 2 : Peran Dukungan Sosial Orang Tua dan Dukungan Sosial Teman Terhadap Disengagement Coping Remaja Akhir Remaja akhir memiliki kecenderungan untuk menghindar dari masalah yang dihadapi, karena merasa cemas akan kemampuan dirinya. Oleh sebab itu, ketika mendapati masalah akademis, mereka membutuhkan dukungan agar dapat mengurangi upaya menghindar dari penyelesaian masalah. Pada penelitian ini ditemukan bahwa dukungan sosial orang tua tidak berpengaruh signifikan terhadap disengagement coping atau upaya menghindar dari penyelesaian masalah akademis remaja. Hal tersebut dapat dikarenakan pada masa remaja, individu mengalami penurunan intensitas relasi dengan orang tua, sehingga rasa aman dan nyaman yang diperoleh cenderung berkurang (Santrock, 2003). Oleh sebab itu, dukungan orang tua tidak mampu menyediakan rasa aman dan nyaman yang dibutuhkan untuk mengurangi upaya menghindar dari penyelesaian masalah. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa dukungan sosial dari orang tua yang mengalami penurunan intensitas, tidak berperan signifikan untuk menurunkan penggunaan disengagement coping dalam menghadapi masalah akademis remaja akhir. Pada penelitian ini ditemukan bahwa dukungan sosial teman dapat menurunkan kecenderungan disengagement coping remaja. Hal tersebut dapat dikarenakan individu mulai membangun relasi yang erat dengan teman pada masa remaja, sehingga menimbulkan rasa aman dan nyaman. Hal tersebut sejalan dengan penelitian Hashim (2007) yang menyatakan

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 bahwa ketika remaja menghadapi masalah akademis, dukungan sosial dari teman yang berupa penghiburan dan semangat akan memberikan kenyamanan, sehingga remaja cenderung tidak melakukan upaya disengagement coping seperti berkhayal, menghindar atau menyangkal masalah yang sedang dihadapi. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa dukungan sosial dari teman yang menunjang rasa aman dan nyaman, berperan untuk menurunkan penggunaan disengagement coping dalam menghadapi masalah akademis remaja akhir. Dukungan sosial orang tua dan dukungan sosial teman memiliki peran yang berbeda terhadap coping remaja akhir. Hal ini dipengaruhi oleh karakteristik kecemasan dan penghindaran yang dimiliki remaja akhir, perbedaan sumber daya pemberi dukungan dan kualitas relasi antara remaja dengan orang tua dan teman sebaya. Sumber daya orang tua yang lebih mampu memberikan dukungan sosial secara optimal daripada teman, dapat mengurangi kecemasan remaja akan ketidakmampuannya, sehingga meningkatkan upaya penyelesaian masalah akademis. Sedangkan relasi individu saat masa remaja yang lebih erat dengan teman daripada orang tua, memberikan rasa aman dan nyaman ketika mendapati masalah, sehingga menurunkan upaya menghindar dari penyelesaian masalah meskipun tidak juga mendukung upaya penyelesaian masalah.

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Peneliti melihat bahwa dukungan sosial bermanfaat untuk membantu penyelesaian masalah dan memberikan kenyamanan serta rasa aman bagi remaja yang merasa tertekan karena masalah akademis. Dalam upaya menghadapi masalah akademis, diketahui bahwa remaja perempuan cenderung lebih sering melakukan penyelesaian masalah daripada remaja laki-laki. Selain itu, peneliti menemukan bahwa masing-masing sumber dukungan sosial (orang tua dan teman sebaya) memiliki peran yang berbeda terhadap upaya penanganan masalah akademis (engagement-disengagement coping) yang dilakukan oleh remaja akhir. Dukungan sosial yang berasal dari orang tua dapat meningkatkan engagement coping atau upaya untuk menghadapi masalah akademis pada remaja akhir. Sementara itu, dukungan sosial yang berasal dari teman dapat menurunkan disengagement coping atau upaya untuk menghindar dari masalah akademis pada remaja akhir. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa ketika remaja mengalami masalah akademis, maka ketersediaan dan kesesuaian dukungan sosial dari orang tua berperan untuk membantu penyelesaian masalah, sedangkan dukungan sosial dari teman yang menunjang rasa aman dan nyaman penghindaran dari penyelesaian masalah. 61 berperan untuk mengurangi

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 B. KELEMAHAN PENELITIAN Penelitian ini memiliki kelemahan, yakni keterbatasan alat. Pengambilan data yang menggunakan metode self report dan memiliki topik yang cenderung berkaitan dengan moral, norma dan baik atau buruk, memungkinkan terjadinya social desirability. Hal ini dapat mendorong subjek untuk menunjukkan sikap dan perilaku yang baik berdasarkan nilai moral dan norma dalam masyarakat. Oleh sebab itu, subjek cenderung memberikan jawaban yang baik meskipun tidak sesuai dengan sikap dan perilaku yang sebenarnya. C. SARAN 1. Bagi Peneliti Selanjutnya Peneliti menemukan adanya pengaruh jenis kelamin pada engagement coping. Diketahui juga bahwa perempuan memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk memperoleh dukungan sosial daripada laki-laki. Oleh karena itu diperlukan penelitian lebih lanjut untuk melihat perbedaan kecenderungan coping berdasarkan jenis kelamin diperlukan dan mendalami juga variasi penyebab-penyebabnya. instrumen memperkaya dan memperdalam topik ini. pengumpulan Selain data itu, untuk

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 2. Bagi Remaja Ketika menghadapi masalah akademis, remaja diharapkan tetap mencari dukungan sosial orang tua agar dapat meningkatkan upaya coping adaptif, yaitu dengan penyelesaian masalah. Selain itu, remaja hendaknya mengimbangi juga dengan mencari dukungan sosial teman sebaya agar dapat menurunkan upaya coping maladaptif, seperti penyangkalan maupun penghindaran dari penyelesaian masalah. 3. Bagi Orang Tua Orang tua diharapkan dapat menyediakan dukungan sosial yang optimal sesuai kebutuhan anaknya, agar dapat meningkatkan upaya penyelesaian masalah. Selain itu, hendaknya orang tua tetap menjaga intensitas relasi dengan memberi rasa aman dan nyaman kepada remaja, agar dapat menurunkan upaya penghindaran dari penyelesaian masalah. 4. Bagi Institusi Pendidikan atau Guru Institusi pendidikan atau guru dapat berperan sebagai pengganti orang tua, untuk memberikan dukungan sosial agar remaja mampu menyelesaikan masalah serta memfasilitasi pengembangan relasi sosial remaja dengan teman sebayanya, agar dapat mengurangi kemungkinan remaja untuk menghindar dari penyelesaian masalah.

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Anggoro, R. E. N. K. 2011. Hubungan Antara Dukungan Sosial Orang Tua Dengan Tingkat Stres Pada Siswa Kelas Akselerasi. Skripsi. American Psychological Association. 2002. Developing Adolescents : A Reference For Professionals. American Psychological Association. American Psychological Association. 2010. Stress In America Findings: Mind, Body and Health. American Psychological Association. Ayu, A. R. 2006. Hubungan Antara Dukungan Sosial Dari Teman Sebaya Dengan Problem Solving Pada Remaja. Skripsi. Azwar, S. 2014. Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Brannon, Linda. 1985. Gender: Psychological Perspectives. USA: Omni Publications International. Carver, C.S., dan Connor-Smith, J. 2010. Personality And Coping. Annual Review of Psychology, 6, 679-704. Crockett, dkk. 2007. Acculturative Stress, Social Support, And Coping. Cultural Diversity And Ethnic Minority Psychology. Compas, B. E., Connor-Smith, J. K., Saltzman, H., Thomsen, A. H., dan Wadsworth, M. E. 2001. Coping With Stress During Chilhood And Adolesence: Progress, Problems, And Potential In Theory And Research. Psychology Bulletin, 127, 87-127. 64

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 Connor-Smith, J. K., Compas, B. E., Wadsworth, M. E., Thomsen, A. H., dan Saltzman, H. 2000. Responses To Stress In Adolesence: Measurement Of Coping And Involuntary Stress Responses. Journal of Counseling and Clinical Psychology, 68, 976-992. Connor-Smith, J. K. dan Compas, B. E. 2004. Coping As A Moderator Of Relations Between Reactivity To Interpersonal Stress, Health Status, And Internalizing Problems. Cognitive Therapy And Research. 38, 347-368. DeLongis, A. dan Holtzman, S. 2005. Coping In Context: The Role Of Stress, Social Support And Personality In Coping. Journal of Personality, 73 (6). Dwyer, A. L dan Cummings, A. L. 2001. Stress , Self-Efficacy, Social Support, And Coping Strategies In University Students. Canadian Journal of Counseling, 35 (3) D’Zurilla, T. J., Maydeu-Olivares, A. dan Kant, G. L. 1998. Age And Gender Differences In Social Problem-Solving Ability. Personality and Individual Differences, 25, 241-252. Gan, Y. dan Zhonghua W. 2010. Coping Mediates Between Social Support, Neurotism, And Depression After Earthquake And Examination Stress Among Adolescents. Anxiety, Stress & Coping. Geldard, K & Geldard, D. 2011. Konseling Remaja. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Gelhaar, Tim. 2007. Coping Among European Adolescents. European Journal of Developmental Psychology. Ghozali, Imam. 2009. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Edisi Keempat. Semarang: Universitas Diponegoro.

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 Gilson, C., Ran, M-S. dan Wong, Y-C dan Chen, H. 2009. Stress Among Shanghai University Students. Journal of Social Work. Hashim, I. H. M. 2007. Stress, Coping And Social Supports In The Adolescent Years. Kajian Malaysia, Jld. XXV, 1 Hasnida dan Kemala, I. 2005. Hubungan Antara Stres Dan Perilaku Merokok Pada Remaja Laki-Laki. Jurnal Psikologia, 1 (2). Heller, K. dan Procidano, M. E. 1983. Measures of Perceived Social Support From Friends and From Family: Three Validation Studies. American Journal of Community Psychology, 11:1. Kuntjoro, H. Z. S. 2002. Dukungan Sosial Pada Lansia. http://www.epsikologi.com/artikel/lanjut-usia/dukungan-sosial-pada-lansia. Diakses pada April 2014. Lakey, B., dan Cohen, S. 2000. Social Support Theory And Measurement. Dalam Cohen, S., Underwood, L., Dan Gottlieb, B. (Eds.), Measuring And Intervening In Social Support. New York: Oxford University Press. Lazarus, R. S., dan Folkman, S. 1984. Stress, Appraisal, And Coping. New York: Springer. Marettha, B. F. 2013. Peran Konformitas Dalam Hubungan Antara Harga Diri Dan Impulsive Buying Pada Remaja Putri. Skripsi. Mclean, J. A., Strongman, K. T., dan Neha T. N. 2007. Psychological Distress, Causal Atributions, And Coping. New Zealand Journal of Psychology, 36, 85-92.

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 Miles, J. dan Shevlin, M. 2001. Applying Regression And Correlation, A Guide For Student And Researchers. London: Sage. Nathania, L. dan Godwin, R. 2012. Pengaruh Dukungan Sosial Teman Sebaya Terhadap Kecemasan Dalam Menghadapi Ujian Nasional Pada Siswa Kelas XII SMA X Di Jakarta Barat. Skripsi. Nasution, I. K. 2007. Stres Pada Remaja. Universitas Sumatera Utara. Skripsi. Okezone.com. Enggak Lulus Ujian Mahasiswa Ini Kabur Dari Rumah. http://kampus.okezone.com/read/2014/08/09/373/1022205/enggak-lulusujian-mahasiswa-ini-kabur-dari-rumah. Diakses pada Agustus 2014. Papalia, D. E., dkk. 2009. Human Development (Psikologi Perkembangan). Jakarta: Kencana. Safaria, T. 2006. Stres Ditinjau Dari Active Coping, Avoidance Coping Dan Negative Coping. HUMANITAS, 3 (2), 87-93. Santrock, J. W. 2003. Adolescence (Perkembangan Remaja). Jakarta: Erlangga. Santrock, J. W. 2007. Remaja. Edisi Kesebelas. Editor Jakarta: Erlangga. Santoso, A. 2010. Statistik Untuk Psikologi: Dari Blog Menjadi Buku. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Sarafino, E. P. 2008. Health Psychology: Biopsychosocial Interactions. USA: John Wiley & Sons. Sarason, I. G., Sarason, B. R., Shearin, E. N. dan Pierce, G. R. 1983. Assesing Social Support: The Social Support Questionnaire. Journal of Personality and Social Psychology. University of Washington.

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 Sepfitri, N. 2011. Pengaruh Dukungan Sosial Terhadap Motivasi Berprestasi Siswa MAN 6 Jakarta. Skripsi. Siswanto, A. F. 2013. Pengaruh Masing-Masing Faktor Kepribadian Five Factor Model pada Coping Remaja. Skripsi. Tarmidi dan Rambe, A. R. R. 2010. Korelasi Antara Dukungan Sosial Orang Tua Dan Self-Directed Learning Pada Siswa SMA. Jurnal Psikologi, 37 (2), 216-223. Taylor, S. E., Peplau, L. A., Sears. 2009. Psikologi Sosial. Edisi Kedua Belas. Jakarta: Kencana. Thoits, P. A. 1995. Stress, Coping, And Social Support Processes: Where Are We? What Next? Journal of Health and Social Behavior, Extra Issue: 53-79 Zimmer-Gembeck, M. J., dan Skinner, E. A. 2008. Adolescents Coping With Stress: Development And Diversity. The Prevention Researcher, 15 (4), 3-7.

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 69

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 LAMPIRAN A SKALA TRY OUT SKALA PENGUKURAN PSIKOLOGIS Digunakan untuk Penyelesaian Tugas Akhir Disusun oleh : Valeria Satwika Anindita 109114034 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 Yogyakarta, 23 Mei 2014 Kepada Yth. Teman-teman yang ikut berpartisipasi dalam penelitian ini Dengan Hormat, Saya memohon bantuan kepada teman-teman untuk memberikan tanggapan terhadap beberapa pernyataan yang telah disusun. Adapun kegunaan data ini untuk membantu menyelesaikan tugas akhir (Skripsi) saya. Semua tanggapan yang diberikan oleh teman-teman akan terjaga kerahasiannya. Oleh karena itu, saya berharap agar teman-teman dapat memberikan tanggapan yang benarbenar sesuai dengan keadaan sebenarnya. Terima kasih atas kesediannya untuk mengisi skala penelitian ini. Hormat saya, Valeria Satwika Anindita

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 PERNYATAAN KESEDIAAN Saya menyatakan bahwa saya mengisi skala ini untuk membantu pelaksanaan penelitian dengan sukarela dan tidak di bawah paksaan atau tekanan dari pihak tertentu. Semua jawaban yang saya berikan merupakan keadaan sebenarnya dari diri saya, bukan berdasarkan pandangan masyarakat pada umumnya. Saya mengijinkan jawaban saya digunakan sebagai data untuk penelitian ilmiah ini. Menyetujui, (……...………….)

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 DATA DEMOGRAFI Usia : ______ tahun Jenis kelamin : Laki-laki / Perempuan * Tempat tinggal : Kost / Rumah bersama kerabat * *coret jawaban yang tidak sesuai Urutkanlah pernyataan-pernyataan di bawah ini yang sesuai dengan keadaan teman-teman selama 1 bulan terakhir, mulai dari hal yang memberi tekanan paling besar, hingga tekanan paling kecil. Permasalahan kesehatan diri Permasalahan akademis Permasalahan dengan teman Permasalahan dalam keluarga

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 PETUNJUK SKALA A Berikut ini terdapat pernyataan-pernyataan yang berkaitan dengan pengalaman dan perilaku sadar teman-teman ketika menghadapi kesulitan ataupun masalah. Pilihlah jawaban yang paling sesuai dengan diri teman-teman, dengan cara memberikan tanda (X) pada salah satu dari empat (5) alternatif jawaban di bawah ini : SS : apabila Sangat Sering dilakukan S : apabila Sering dilakukan K : apabila Kadang-Kadang dilakukan J : apabila Jarang dilakukan SJ : apabila Sangat Jarang dilakukan Masing-masing individu dapat menghadapi kesulitan ataupun masalah dengan caranya sendiri, maka tidak ada jawaban yang benar ataupun salah karena jawaban ini mencerminkan diri teman-teman. Selamat mengerjakan!

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 (ketika ada kesalahan dalam menjawab, bisa memberikan tanda sama dengan (=) pada jawaban sebelumnya, lalu memberikan tanda silang (X) pada jawaban yang baru) No. 1. Pernyataan Saya melakukan relaksasi untuk meredakan ketegangan 2. Ketika masalah menjadi sangat sulit, saya akan pasrah terhadap apapun yang terjadi 3. Saya mencoba mengambil hikmah dari setiap situasi sulit yang saya hadapi 4. Ketika menemui masalah saya segera berpikir untuk menyelesaikannya 5. Saya tidak ingin terlihat seperti orang yang sedang memiliki masalah 6. Saya tidak mau memikirkan masalah saya SS S K J SJ

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 7. Ketika mengalami masalah, saya menyangkal dalam hati 8. Saya berusaha menyesuaikan diri terhadap kondisi sulit yang saya hadapi 9. Saya memikirkan halhal menyenangkan untuk mengurangi kegelisahan 10. Saya berharap menjadi orang sempurna sehingga saya tidak harus mengalami kesulitan 11. Saya mencari pelarian untuk melupakan masalah 12. Saya mampu menyadari kesalahan saya ketika mengalami kegagalan 13. Saya tidak segan meminta bantuan orang lain untuk menyelesaikan masalah

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 14. Saya memiliki cara sendiri untuk membuat hati dan pikiran tenang 15. Saya tidak ingin membicarakan tentang masalah yang sedang saya hadapi 16. Saya berharap menjadi orang kaya sehingga dapat membayar orang untuk menyelesaikan masalah yang saya hadapi 17. Saya mampu mengekspresikan perasaan 18. Saya menjauhi tempattempat yang mengingatkan pada masalah yang sedang saya hadapi. 19. Saya mudah melupakan kegagalan saya 20. Ketika menghadapi masalah, saya membuat rencana terlebih dahulu sebelum bertindak

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 21. Saya menghindar dari konsekuensi ketika saya berbuat salah 22. Saya menghindari orang-orang yang terlibat masalah dengan saya 23. Saya menjalankan hobi saya untuk meredakan ketegangan 24. Saya berpikir bahwa setiap masalah selalu ada solusinya 25. Dalam kegagalan, saya berusaha tetap optimis 26. Saya berkhayal telah keluar dari masa sulit 27. Saya mencoba menerima peristiwa atau hal yang membuat saya sedih 28. Saya pandai menyembunyikan kegagalan saya dari orang lain

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 29. Saya melamunkan hal yang menyenangkan untuk melupakan masalah 30. Saya berusaha memahami kesulitan saya 31. Saya berangan-angan bahwa masalah ini telah selesai 32. Saya membayangkan sesuatu yang lucu untuk menyegarkan pikiran saya 33. Saya berharap menjadi orang yang lebih cerdas sehingga mampu menyelesaikan masalah dengan mudah 34. Saya dapat mentertawakan kebodohan saya sendiri 35. Saya menganggap bahwa masalah adalah hal yang biasa terjadi dalam hidup

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 36. Saya tidak dapat merasakan apapun ketika menghadapi masalah

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 PETUNJUK SKALA B Berikut ini terdapat pernyataan-pernyataan yang berkaitan dengan pengalaman teman-teman. Pilihlah jawaban yang paling sesuai dengan diri teman-teman pada setiap pernyataan. Usahakan semua pernyataan terjawab dengan cara memberikan tanda (X) pada salah satu dari empat (5) alternatif jawaban di bawah ini : SS : apabila pernyataan tersebut Sangat Sesuai dengan teman-teman S : apabila pernyataan tersebut Sesuai dengan teman-teman N : apabila pernyataan tersebut Netral dengan teman-teman TS : apabila pernyataan tersebut Tidak Sesuai dengan teman-teman STS : apabila pernyataan tersebut Sangat Tidak Sesuai dengan teman-teman Masing-masing individu memiliki pengalaman yang berbedabeda, maka tidak ada jawaban yang benar ataupun salah karena jawaban ini menggambarkan kondisi teman-teman sendiri. Selamat mengerjakan!

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 (ketika ada kesalahan dalam menjawab, bisa memberikan tanda sama dengan (=) pada jawaban sebelumnya, lalu memberikan tanda silang (X) pada jawaban yang baru) No. 1. Pernyataan Orangtua saya menanyakan tentang kesulitan yang sedang saya hadapi 2. Orangtua saya menanyakan tentang kesibukan yang sedang saya jalani 3. Orangtua selalu bersedia mengantarkan ketika saya butuh tumpangan 4. Orangtua selalu membawa saya ke dokter ketika sakit 5. Ketika saya sakit, teman saya sering tidak mempedulikan 6. Orangtua saya sering tidak peduli dengan masalahmasalah saya 7. Orangtua jarang memberikan uang saku kepada saya SS S K J SJ

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 8. Ketika saya membutuhkan pinjaman buku, jarang ada teman yang mau meminjamkan 9. Ketika saya mengalami kegagalan, teman saya tetap berada di samping saya 10. Ketika saya menghadapi masalah, orangtua saya enggan memberi petunjuk penyelesaian masalah 11. Orangtua sering memberikan nasihat kepada saya 12. Saya diberi masukan oleh teman untuk memperbaiki sikap 13. Ketika saya meraih keberhasilan, teman saya memberikan selamat 14. Orangtua memberikan semangat ketika saya menjalani masa sulit 15. Ketika saya mengalami kegagalan, orangtua justru memarahi saya

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 16. Orangtua seringkali memberi tuntutan di atas kemampuan saya 17. Orangtua jarang memberikan uang saku kepada saya 18. Orangtua jarang bersedia mengantarkan saya bepergian 19. Orangtua saya jarang memberikan nasihat 20. Teman memberikan saya alternatif solusi yang tepat ketika menghadapi masalah 21. Bila saya menghadapi masalah, teman saya mau mendengarkan masalah saya 22. Orangtua memaksa saya untuk menjadi seperti yang mereka harapkan, tanpa menghiraukan cita-cita saya 23. Teman saya sering memberi tuntutan di atas kemampuan saya 24. Orangtua memahami kekurangan dan kelebihan yang saya miliki

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 25. Saat saya sedih, orangtua menenangkan hati saya 26. Orangtua saya sering memberikan petunjuk yang tepat mengenai cara-cara dalam pemecahan masalah 27. Keberhasilan yang saya raih sering dianggap sepele oleh teman saya 28. Teman saya memaksa saya untuk mengikuti pilihannya tanpa menghiraukan keinginan saya 29. Ketika saya membutuhkan tumpangan, teman saya selalu bersedia mengantar 30. Teman saya bersedia meminjamkan uang kepada saya 31. Teman saya selalu memberi ucapan selamat saat saya berulang tahun 32. Ketika saya menjalani masa sulit, teman saya cenderung bersikap acuh

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 33. Teman saya jarang memberikan nasihat 34. Orangtua terus memberi tuntutan tanpa mempedulikan usaha yang telah saya lakukan 35. Orangtua memahami citacita dan harapan saya 36. Ketika saya mengalami kegagalan, orangtua memaklumi kekurangan saya 37. Teman saya menanyakan tentang kesibukan yang sedang saya jalani 38. Teman saya menanyakan tentang kesulitan yang sedang saya hadapi 39. Orangtua segera menghukum ketika saya berbuat salah, tanpa menghiraukan penjelasan saya 40. Ketika saya mengalami kegagalan, teman saya meninggalkan saya

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 41. Ketika saya menghadapi masalah, teman saya enggan memberi masukan untuk menyelesaikan masalah 42. Ketika saya menjalani masa sulit, orangtua cenderung bersikap acuh 43. Ketika saya sakit, teman saya tidak bersedia mengantar saya ke dokter 44. Teman saya jarang meminjamkan uang ketika saya butuh 45. Teman saya sering tidak peduli dengan masalahmasalah saya 46. Orangtua sering memberi masukan tentang pola hidup yang sehat 47. Orangtua menyediakan fasilitas belajar yang cukup pada saya 48. Orangtua memberi pujian atas keberhasilan saya

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 49. Teman memberikan semangat ketika saya menjalani masa sulit 50. Saat saya sedih, teman saya sering menghibur saya 51. Ketika saya sakit, orangtua tetap sibuk dengan pekerjaannya 52. Orangtua saya jarang memberikan nasihat 53. Teman saya seringkali meremehkan pendapat yang saya berikan 54. Teman saya sering mengkritik saya, tanpa memberi masukan 55. Bila saya menghadapi masalah, orangtua bersedia mendengarkan masalah saya 56. Orangtua selalu memberikan uang saku kepada saya 57. Teman saya sering meminjamkan buku ketika saya membutuhkan

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 58. Teman saya memahami kekurangan dan kelebihan yang saya miliki 59. Keberhasilan yang saya raih sering dianggap sepele oleh orangtua saya 60. Orangtua sering meremehkan pendapat yang saya berikan 61. Solusi yang diberikan orangtua seringkali membuat saya bingung 62. Ketika saya sakit, orangtua tidak dengan segera membawa saya periksa ke dokter 63. Teman saya sering memberikan petunjuk yang tepat mengenai cara-cara dalam pemecahan masalah 64. Teman saya sering memberikan nasihat 65. Ketika saya sakit, teman saya bersedia mengantar saya ke dokter

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 66. Orangtua memberikan saya alternatif solusi yang tepat ketika menghadapi masalah 67. Solusi yang diberikan teman seringkali membuat saya bingung 68. Ketika saya membutuhkan tumpangan, teman saya seringkali menolak 69. Teman saya terus memberi tuntutan tanpa mempedulikan usaha yang telah saya lakukan 70. Ketika saya berbuat salah, teman saya segera memusuhi tanpa menghiraukan penjelasan saya 71. Teman saya memahami citacita dan harapan saya 72. Orangtua selalu memberi ucapan selamat saat saya berulang tahun

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 LAMPIRAN B UJI RELIABILITAS I. Reliabilitas Engagement Coping Sebelum Try Out Case Processing Summary N % Valid 95 100.0 a Cases Excluded 0 .0 Total 95 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. CE1 CE3 CE4 CE8 CE9 CE12 CE13 CE14 CE17 CE20 CE23 CE24 CE25 CE27 CE30 CE32 CE34 CE35 Scale Mean if Item Deleted 68.6842 68.0211 68.0421 68.1579 68.2737 68.1684 68.5474 68.0000 68.5368 68.4737 68.0842 67.7684 68.0632 68.2632 68.1263 68.5053 68.5368 68.0421 Reliability Statistics Cronbach's N of Alpha Items .758 18 Item-Total Statistics Scale Corrected Cronbach's Variance if Item-Total Alpha if Item Item Deleted Correlation Deleted 33.346 .344 .748 35.106 .423 .741 35.700 .376 .745 36.581 .272 .751 36.052 .184 .761 36.801 .256 .752 34.293 .344 .746 35.383 .339 .747 36.124 .145 .767 35.337 .275 .752 34.993 .352 .745 35.052 .545 .736 34.826 .511 .737 35.856 .359 .746 34.516 .539 .734 33.274 .430 .738 34.422 .266 .756 34.998 .432 .740

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 II. Reliabilitas Engagement Coping Setelah Try Out Case Processing Summary N % Valid 95 100.0 a Cases Excluded 0 .0 Total 95 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. III. Reliability Statistics Cronbach's N of Items Alpha .767 16 Reliabilitas Disengagement Coping Sebelum Try Out Cases Case Processing Summary N Valid 95 a Excluded 0 Total 95 % 100.0 .0 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's N of Items Alpha .857 18 Item-Total Statistics Scale Mean if Scale Variance Item Deleted if Item Deleted CD2 CD5 CD6 CD7 CD10 CD11 CD15 CD16 CD18 47.6316 46.6105 47.9789 48.6105 47.6316 47.5263 47.4105 48.4947 47.8211 90.639 94.645 89.404 89.730 85.895 88.443 89.925 86.636 89.170 Corrected Cronbach's Item-Total Alpha if Item Correlation Deleted .368 .854 .257 .857 .459 .850 .530 .847 .549 .845 .513 .847 .479 .849 .525 .847 .555 .846

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 CD19 CD21 CD22 CD26 CD28 CD29 CD31 CD33 CD36 IV. 47.6842 48.2842 47.6105 47.4105 47.4842 47.0842 47.5053 46.9368 48.3368 95.069 90.823 91.496 84.776 90.976 88.482 87.572 89.996 87.417 .204 .480 .349 .641 .403 .467 .567 .394 .548 Reliabilitas Disengagement Coping Setelah Try Out Case Processing Summary N % Valid 95 100.0 a Cases Excluded 0 .0 Total 95 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's N of Items Alpha .860 16 .860 .849 .855 .841 .852 .850 .845 .853 .846

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 V. Reliabilitas Dukungan Sosial Orang Tua Case Processing Summary N % Valid 95 100.0 Cases Excludeda 0 .0 Total 95 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Scale Mean if Item Deleted DO1 DO2 DO3 DO4 DO6 DO7 DO10 DO11 DO14 DO15 DO16 DO17 DO18 DO19 DO24 DO25 DO26 DO22 DO34 DO35 DO36 DO39 DO42 DO46 143.2316 142.8316 142.9579 143.0737 142.8526 142.4105 142.8421 142.5684 142.8316 143.1368 143.4842 142.4421 142.9579 142.5684 143.0421 143.0316 143.1053 143.0211 142.8947 142.9263 143.1263 142.8737 142.6211 142.8000 Reliability Statistics Cronbach's N of Items Alpha .943 36 Item-Total Statistics Scale Variance Corrected Cronbach's if Item Deleted Item-Total Alpha if Item Correlation Deleted 335.265 .596 .941 339.631 .589 .942 345.998 .280 .944 343.346 .400 .943 331.914 .675 .941 344.415 .408 .943 333.602 .672 .941 342.908 .543 .942 333.929 .697 .941 332.226 .610 .941 333.082 .523 .942 348.632 .255 .944 343.168 .295 .945 335.610 .678 .941 335.019 .645 .941 336.350 .655 .941 333.031 .643 .941 338.276 .485 .942 331.053 .705 .940 335.899 .640 .941 339.154 .516 .942 337.771 .555 .942 337.621 .731 .941 341.332 .529 .942

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 DO47 DO48 DO51 DO52 DO55 DO56 DO59 DO60 DO61 DO62 DO66 DO72 VI. 142.6421 142.8842 142.9053 142.7684 142.8421 142.5579 142.8947 142.9368 143.5263 142.8842 143.1368 142.6526 342.700 335.550 336.108 337.925 337.517 348.951 331.521 333.592 341.997 340.955 339.098 342.570 .593 .674 .599 .597 .604 .246 .708 .622 .451 .505 .573 .404 .942 .941 .941 .941 .941 .944 .940 .941 .943 .942 .942 .943 Reliabilitas Dukungan Sosial Orang tua Setelah Try Out Cases Case Processing Summary N Valid 95 a Excluded 0 Total 95 % 100.0 .0 100.0 Reliability Statistics Cronbach's N of Items Alpha .949 30 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. VII. Reliabilitas Dukungan Sosial Teman Sebelum Try Out Cases Case Processing Summary N Valid 95 a Excluded 0 Total 95 % 100.0 .0 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's N of Items Alpha .947 36

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 DT5 DT8 DT9 DT12 DT13 DT20 DT21 DT23 DT27 DT28 DT29 DT30 DT31 DT32 DT33 DT37 DT38 DT40 DT41 DT43 DT44 DT45 DT49 DT50 DT53 DT54 DT57 DT58 DT63 DT64 DT65 DT67 DT68 DT69 DT70 DT71 Item-Total Statistics Scale Mean if Scale Variance Corrected Cronbach's Item Deleted if Item Deleted Item-Total Alpha if Item Correlation Deleted 133.6105 266.559 .711 .944 133.1263 272.175 .582 .945 133.4421 274.994 .515 .946 133.4316 279.376 .417 .947 133.1684 277.971 .608 .945 133.6105 276.857 .554 .946 133.3053 275.874 .636 .945 133.3684 278.448 .374 .947 133.6211 275.748 .442 .947 133.4632 277.762 .368 .947 133.5053 275.061 .561 .946 133.4737 276.614 .554 .946 133.3368 270.417 .579 .946 133.5368 271.039 .700 .944 133.6947 272.108 .620 .945 133.5684 276.205 .501 .946 133.7368 277.707 .460 .946 133.2211 274.068 .630 .945 133.3579 271.296 .699 .944 133.3053 276.257 .516 .946 133.4000 273.498 .667 .945 133.3158 271.686 .721 .944 133.2632 272.090 .636 .945 133.3684 276.235 .530 .946 133.5579 272.419 .564 .946 133.5895 271.457 .601 .945 133.3895 271.815 .663 .945 133.4737 273.252 .718 .945 133.7579 275.015 .578 .945 133.6947 276.087 .574 .946 133.5053 276.061 .641 .945 134.0632 285.507 .163 .948 133.2947 273.997 .624 .945 133.3263 273.329 .611 .945 133.3474 272.931 .515 .946 133.7158 273.738 .567 .946

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 VIII. Reliabilitas DS Teman Setelah Try Out Case Processing Summary N % Valid 95 100.0 a Cases Excluded 0 .0 Total 95 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's N of Items Alpha .949 30

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 LAMPIRAN C SKALA PENELITIAN SKALA PENGUKURAN PSIKOLOGIS Digunakan untuk Penyelesaian Tugas Akhir Disusun oleh : Valeria Satwika Anindita 109114034 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 Yogyakarta, 29 Mei 2014 Kepada Yth. Teman-teman yang ikut berpartisipasi dalam penelitian ini Dengan Hormat, Saya memohon bantuan kepada teman-teman untuk memberikan tanggapan terhadap beberapa pernyataan yang telah disusun. Adapun kegunaan data ini untuk membantu menyelesaikan tugas akhir (Skripsi) saya. Semua tanggapan yang diberikan oleh teman-teman akan terjaga kerahasiannya. Oleh karena itu, saya berharap agar teman-teman dapat memberikan tanggapan yang benar-benar sesuai dengan keadaan sebenarnya. Terima kasih atas kesediaannya untuk mengisi skala penelitian ini. Hormat saya, Valeria Satwika Anindita

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 PERNYATAAN KESEDIAAN Dengan ini, saya menyatakan bahwa saya mengisi skala ini untuk membantu pelaksanaan penelitian dengan sukarela dan tidak di bawah paksaan atau tekanan dari pihak tertentu. Semua jawaban yang saya berikan merupakan keadaan sebenarnya dari diri saya, bukan berdasarkan pandangan masyarakat pada umumnya. Saya mengijinkan jawaban saya digunakan sebagai data untuk penelitian ilmiah ini. Menyetujui, (……...………….)

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 DATA RESPONDEN Usia : ______ tahun Jenis kelamin : Laki-laki / Perempuan* Tempat tinggal : Kost / Rumah bersama kerabat* *coret yang tidak sesuai Urutkanlah pernyataan-pernyataan di bawah ini sesuai dengan keadaan yang teman-teman rasakan selama 1 bulan terakhir, mulai dari hal yang memberi tekanan paling besar (1), hingga tekanan paling kecil (4). Permasalahan kesehatan diri Permasalahan akademis Permasalahan dengan teman Permasalahan dalam keluarga ….. ….. ..... ..…

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 PETUNJUK SKALA A Berikut ini terdapat pernyataan-pernyataan yang berkaitan dengan pengalaman dan perilaku sadar teman-teman ketika menghadapi kesulitan ataupun masalah. Pilihlah jawaban yang paling sesuai dengan diri teman-teman, dengan cara memberikan tanda (X) pada salah satu dari empat (5) alternatif jawaban di bawah ini : SS : apabila Sangat Sering dilakukan S : apabila Sering dilakukan KK : apabila Kadang-Kadang dilakukan J : apabila Jarang dilakukan SJ : apabila Sangat Jarang dilakukan Masing-masing individu menghadapi kesulitan ataupun masalah dengan caranya sendiri, maka tidak ada jawaban yang benar ataupun salah karena jawaban ini mencerminkan diri teman-teman. Selamat mengerjakan !

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 (ketika ada kesalahan dalam menjawab, bisa memberikan tanda sama dengan (=) pada jawaban sebelumnya, lalu memberikan tanda silang (X) pada jawaban yang baru) No. Pernyataan 1. Saya melakukan relaksasi untuk meredakan ketegangan 2. Ketika masalah menjadi sangat sulit, saya akan pasrah terhadap apapun yang terjadi 3. Saya mencoba mengambil hikmah dari setiap situasi sulit yang saya hadapi 4. Ketika menemui masalah saya segera berpikir untuk menyelesaikannya 5. Saya tidak mau memikirkan masalah saya Ketika mengalami masalah, saya menyangkal dalam hati 6. 7. Saya berusaha menyesuaikan diri terhadap kondisi sulit yang saya hadapi 8. Saya berharap menjadi orang sempurna sehingga saya tidak harus mengalami kesulitan 9. Saya mencari pelarian untuk melupakan masalah 10. Saya mampu menyadari kesalahan saya ketika mengalami kegagalan SS S KK J SJ

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 11. Saya tidak ragu-ragu untuk meminta bantuan orang lain untuk menyelesaikan masalah 12. Saya tidak ingin membicarakan tentang masalah yang sedang saya hadapi 13. Saya berharap menjadi orang kaya sehingga dapat membayar orang untuk menyelesaikan masalah yang saya hadapi 14. 15. Saya menjauhi tempattempat yang mengingatkan pada masalah yang sedang saya hadapi Saya memiliki cara sendiri untuk membuat hati dan pikiran tenang 16. Ketika menghadapi masalah, saya membuat rencana terlebih dahulu sebelum bertindak 17. Saya menghindar dari konsekuensi ketika saya berbuat salah 18. Saya menghindari orangorang yang terlibat masalah dengan saya

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 19. Saya menjalankan hobi saya untuk meredakan ketegangan 20. Saya berpikir bahwa setiap masalah selalu ada solusinya 21. Dalam kegagalan, saya berusaha tetap optimis 22. Saya berkhayal telah keluar dari masa sulit 23. Saya mencoba menerima peristiwa atau hal yang membuat saya sedih 24. Saya pandai menyembunyikan kegagalan saya dari orang lain 25. Saya melamunkan hal yang menyenangkan untuk melupakan masalah 26. Saya berusaha memahami kesulitan saya 27. Saya berangan-angan bahwa masalah ini telah selesai 28. Saya membayangkan sesuatu yang lucu untuk menyegarkan pikiran saya

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 29. Saya berharap menjadi orang yang lebih cerdas sehingga mampu menyelesaikan masalah dengan mudah 30. Saya dapat mentertawakan kebodohan saya sendiri 31. Saya menganggap bahwa masalah adalah hal yang biasa terjadi dalam hidup 32. Saya tidak dapat merasakan apapun ketika menghadapi masalah

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 PETUNJUK SKALA B Berikut ini terdapat pernyataan-pernyataan yang berkaitan dengan pengalaman teman-teman. Pilihlah jawaban yang paling sesuai dengan diri temanteman pada setiap pernyataan. Usahakan semua pernyataan terjawab dengan cara memberikan tanda (X) pada salah satu dari empat (5) alternatif jawaban di bawah ini : SS : apabila teman-teman Sangat Sesuai dengan pernyataan tersebut S : apabila teman-teman Sesuai dengan pernyataan tersebut N : apabila teman-teman Netral atau tidak tahu apakah pernyataan tersebut sesuai atau tidak. TS : apabila teman-teman Tidak Sesuai dengan pernyataan tersebut STS : apabila teman-teman Sangat Tidak Sesuai dengan pernyataan tersebut Masing-masing individu memiliki pengalaman yang berbeda-beda, maka tidak ada jawaban yang benar ataupun salah menggambarkan kondisi teman-teman sendiri. Selamat mengerjakan! karena jawaban ini

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 (ketika ada kesalahan dalam menjawab, bisa memberikan tanda sama dengan (=) pada jawaban sebelumnya, lalu memberikan tanda silang (X) pada jawaban yang baru) No. 1. Pernyataan Orangtua saya menanyakan tentang kesulitan yang sedang saya hadapi 2. Orangtua saya menanyakan tentang kesibukan yang sedang saya jalani 3. Ketika saya sakit, teman saya sering tidak mempedulikan 4. Orangtua saya sering tidak peduli dengan masalah-masalah saya 5. Ketika saya membutuhkan pinjaman buku, jarang ada teman yang mau meminjamkan 6. Ketika saya mengalami kegagalan, teman saya tetap berada di samping saya 7. Ketika saya menghadapi masalah, orangtua saya enggan memberi petunjuk penyelesaian masalah 8. Orangtua sering memberikan nasihat kepada saya 9. Ketika saya meraih keberhasilan, teman saya memberikan selamat 10. Orangtua memberikan semangat ketika saya menjalani masa sulit 11. Ketika saya mengalami kegagalan, orangtua justru memarahi saya SS S N TS STS

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 12. Orangtua seringkali memberi tuntutan di atas kemampuan saya 13. Orangtua saya jarang memberikan nasihat 14. Teman memberikan saya alternatif solusi yang tepat ketika menghadapi masalah. 15. Bila saya menghadapi masalah, teman saya mau mendengarkan masalah saya 16. Orangtua memaksa saya untuk menjadi seperti yang mereka harapkan, tanpa menghiraukan citacita saya 17. Orangtua memahami kekurangan dan kelebihan yang saya miliki 18. Saat saya sedih, orangtua menenangkan hati saya 19. Orangtua saya sering memberikan petunjuk yang tepat mengenai caracara dalam pemecahan masalah 20. Ketika saya membutuhkan tumpangan, teman saya selalu bersedia mengantar 21. Teman saya bersedia meminjamkan uang kepada saya 22. Teman saya selalu memberi ucapan selamat saat saya berulang tahun 23. Ketika saya menjalani masa sulit, teman saya cenderung bersikap acuh tak acuh

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 24. Teman saya jarang memberikan nasihat 25. Orangtua terus memberi tuntutan tanpa mempedulikan usaha yang telah saya lakukan 26. Orangtua memahami cita-cita dan harapan saya 27. Ketika saya mengalami kegagalan, orangtua memaklumi kekurangan saya 28. Teman saya menanyakan tentang kesibukan yang sedang saya jalani 29. Orangtua segera menghukum ketika saya berbuat salah, tanpa menghiraukan penjelasan saya 30. Ketika saya mengalami kegagalan, teman saya meninggalkan saya 31. Ketika saya menghadapi masalah, teman saya enggan memberi masukan untuk menyelesaikan masalah 32. Ketika saya menjalani masa sulit, orangtua cenderung bersikap acuh tak acuh 33. Ketika saya sakit, teman saya tidak bersedia mengantar saya ke dokter 34. Teman saya jarang meminjamkan uang ketika saya butuh 35. Teman saya sering tidak peduli dengan masalah-masalah saya

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 36. Orangtua sering memberi masukan tentang pola hidup yang sehat 37. Orangtua menyediakan fasilitas belajar yang cukup pada saya 38. Orangtua memberi pujian atas keberhasilan saya 39. Teman memberikan semangat ketika saya menjalani masa sulit 40. Saat saya sedih, teman saya selalu menghibur saya 41. Ketika saya sakit, orangtua tetap sibuk dengan pekerjaannya 42. Orangtua sering mengkritik saya tanpa memberi masukan 43. Teman saya seringkali meremehkan pendapat yang saya berikan 44. Teman saya sering mengkritik saya, tanpa memberi masukan 45. Bila saya menghadapi masalah, orangtua bersedia mendengarkan masalah saya 46. Teman saya sering meminjamkan buku ketika saya membutuhkan 47. Teman saya memahami kekurangan dan kelebihan yang saya miliki 48. Keberhasilan yang saya raih sering dianggap sepele oleh orangtua saya

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 49. Orangtua sering meremehkan pendapat yang saya berikan 50. Solusi yang diberikan orangtua seringkali membuat saya bingung 51. Ketika saya sakit, orangtua tidak dengan segera membawa saya periksa ke dokter 52. Teman saya sering memberikan petunjuk yang tepat mengenai caracara dalam pemecahan masalah 53. Teman saya sering memberikan nasihat 54. Ketika saya sakit, teman saya bersedia mengantar saya ke dokter 55. Orangtua memberikan saya alternatif solusi yang tepat ketika menghadapi masalah 56. Ketika saya membutuhkan tumpangan, teman saya seringkali menolak 57. Teman saya terus memberi tuntutan tanpa mempedulikan usaha yang telah saya lakukan 58. Ketika saya berbuat salah, teman saya segera memusuhi tanpa menghiraukan penjelasan saya 59. Teman saya memahami cita-cita dan harapan saya 60. Orangtua selalu memberi ucapan selamat saat saya berulang tahun Terima kasih 

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 LAMPIRAN D HASIL UJI ASUMSI Grafik 4.1. Grafik Normal P-P Plots Of Regression Standardized Residual Data Dukungan Sosial Orangtua Dan Dukungan Sosial Teman Terhadap Engagement coping Grafik 4.2. Grafik Uji Outlier Sebaran Data Engagement coping

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 N Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) Unstandardized Residual 118 .641 .806 Tabel 4.6 Tabel One Sample Kolmogro-Smirnov Test Data Engagement coping Grafik 4.3 Scatterplot Uji Heteroskendasitas Engagement coping Dengan Dukungan Sosial Orangtua dan Dukungan Sosial Teman Jenis Kelamin Dukungan Sosial Orang tua Dukungan Sosial Teman Collinearity Stastistics Tolerance VIF .837 1.194 .506 1.975 .515 1.942 Tabel 4.7 Koefisien Uji Multikolonieritas Engagement coping Sebagai Variabel Terikat

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 Grafik 4.4. Grafik Normal P-P Plots Of Regression Standardized Residual Data Dukungan Sosial Orangtua Dan Dukungan Sosial Teman Terhadap Disengagement coping Grafik 4.5. Grafik Uji Outlier Sebaran Data Disengagement coping

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 N Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) Unstandardized Residual 120 .520 .950 Tabel 4.10 Tabel One Sample Kolmogro-Smirnov Test Data Disengagement coping Grafik 4.6 Scatterplot Uji Heteroskedasitas Disengagement coping Dengan Dukungan Sosial Orangtua dan Dukungan Sosial Teman Jenis Kelamin Dukungan Sosial Orang tua Dukungan Sosial Teman Collinearity Stastistics Tolerance VIF .837 1.194 .506 1.975 .515 1.942 Tabel 4.11 Koefisien Uji Multikolonieritas Disengagement coping Sebagai Variabel Terikat

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 LAMPIRAN E HASIL ANALISIS REGRESI I. Peran Dukungan Sosial Orang Tua, Dukungan Sosial Teman, dan Jenis Kelamin Terhadap Engagement Coping Model Variables Variables Method Entered Removed DS_Teman, 1 JenisKelamin, . Enter b DS_Ortu a. Dependent Variable: Engagement b. All requested variables entered. Model 1 R .488a Model Summary R Square Adjusted R Square .238 .218 Std. Error of the Estimate 4.495 a. Predictors: (Constant), DS_Teman, JenisKelamin, DS_Ortu Model ANOVAa df Sum of Mean Square Squares Regression 718.671 3 239.557 1 Residual 2303.202 114 20.204 Total 3021.873 117 a. Dependent Variable: Engagement b. Predictors: (Constant), DS_Teman, JenisKelamin, DS_Ortu F 11.857 Sig. .000b

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model B (Constant) 34.563 JenisKelamin 2.499 1 DS_Ortu .109 DS_Teman .069 a. Dependent Variable: Engagement II. Std. Error 4.446 .921 .033 .040 Standardized Coefficients Beta .243 .380 .195 Peran Dukungan Sosial Orang Tua, Dukungan Sosial Teman, dan Jenis Kelamin Terhadap Disengagement Coping Model 1 Variables Entered DS_Teman, JenisKelamin, DS_Ortub Variables Removed Method . Enter a. Dependent Variable: Disengagement b. All requested variables entered. Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Std. Error of Square the Estimate a 1 .383 .147 .125 7.788 a. Predictors: (Constant), DS_Teman, JenisKelamin, DS_Ortu b. Dependent Variable: Disengagement t 7.774 2.714 3.343 1.734 Sig. .000 .008 .001 .086

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 ANOVAa df Model Sum of Mean Square Squares Regression 1208.360 3 402.787 1 Residual 7035.231 116 60.649 Total 8243.592 119 a. Dependent Variable: Disengagement b. Predictors: (Constant), DS_Teman, JenisKelamin, DS_Ortu Model Coefficientsa Unstandardized Coefficients B (Constant) 64.733 JenisKelamin 2.761 1 DS_Ortu .004 DS_Teman -.169 a. Dependent Variable: Disengagement Std. Error 7.534 1.576 .057 .068 Standardized Coefficients Beta .164 .008 -.297 F Sig. 6.641 t 8.592 1.752 .063 -2.488 .000b Sig. .000 .082 .950 .014

(138)

Dokumen baru

Download (137 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
117
Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
145
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
130
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
138
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
100
Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
1
148
Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
112
Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
106
Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
130
Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
143
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
101
GAMBARAN PERAN DUKUNGAN SOSIAL UNTUK MENGHENTIKAN PERILAKU MEROKOK Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
250
KONSEP DIRI REMAJA TUNANETRA Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
129
Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
177
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
99
Show more