PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BUKU ENSIKLOPEDIA SISTEM GERAK TUBUH MANUSIA

Gratis

0
0
188
2 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BUKU ENSIKLOPEDIA SISTEM GERAK TUBUH MANUSIA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Ria Sri Widyawati NIM: 141134231 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BUKU ENSIKLOPEDIA SISTEM GERAK TUBUH MANUSIA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Ria Sri Widyawati NIM: 141134231 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019 i

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERSEMBAHAN Skripsi ini saya persembahkan kepada: 1. Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW yang selalu menguatkan, menuntun, menolong, dan memberikan kemampuan dalam menjalani setiap langkah kehidupanku. 2. Orang tuaku, Bapak Supardi dan Ibu Niponiyem Adasmi yang selalu memberikan kasih sayang, semangat, dan dukungan baik material, moral, maupun spiritual. 3. Kakakku, Ikayamti Widyawati yang telah banyak membantu selama menjalani perkuliahan hingga menyelesaikan tugas akhir ini. Semoga kita dapat selalu rukun dan saling membantu. 4. Para sahabatku, Nita, Nurul, dan Rosi yang selalu bisa memberikan canda, tawa, semangat, dan dukungan dikala sedih dan letih. 5. Teman istimewaku, Nanda Febby Arief Munandar yang selalu bersabar mendengarkan keluh kesahku. 6. Para temanku, Maria, Agnis, Nissa, dan lainnya yang tidak dapat disebutkan satu persatu. 7. Para dosen di PGSD Sanata Dharma. 8. Almamater Universitas Sanata Dharma. 9. Segala pihak yang telah membantu dan mendukung dalam proses penelitian dan penyusunan skripsi ini yang juga tidak dapat disebutkan satu per satu. iv

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO ۞‫وَلقدْ مكَّ ّٰن م ُْك ِف ْياْل ْر ِضوجعلْنال م ُْك ِفْيْ امعا ِي َۗشق ِل ْي اًل َّمات ْش مك مر ْون‬ “Dan sungguh, Kami telah menempatkan kamu di bumi dan di sana Kami sediakan (sumber) penghidupan untukmu. (Tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur” (Al-A’raf 7: 10) ۞‫وْلت ْف ِسدم ْوا ِف ْياْل ْر ِضب ْعد ِا ْصًل ِِحاوا ْدع ْموهمخ ْوفا َّاوطم اعاَۗ ِانَّر ْْحتا ّٰللهِق ِريْبٌ ِمنالْ مم ْح ِس ِن ْْي‬ “Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.” (Al-A’raf 7: 56) “Banyak kebaikan yang telah Tuhan berikan, jangan terus-menerus menyesali apa yang telah terjadi. Bersyukur atas apa yang telah dimiliki. Terus berdoa dengan rendah hati dan selalu berbuat kebaikan.” v

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 21 Januari 2019 Ria Sri Widyawati vi

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Ria Sri Widyawati Nomor Mahasiswa : 141134231 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah yang berjudul: “PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BUKU ENSIKLOPEDIA SISTEM GERAK TUBUH MANUSIA” Beserta perangkat yang diperlukan. Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal: 21 Januari 2019 Yang menyatakan Ria Sri Widyawati vii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BUKU ENSIKLOPEDIA SISTEM GERAK TUBUH MANUSIA Ria Sri Widyawati Universitas Sanata Dharma 2018 Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketersediaan dan penggunaan media pembelajaran IPA yang masih terbatas di sekolah dasar wilayah kecamatan Jogonalan. Akibatnya banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami dan mengerjakan soal IPA. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan prosedur pengembangan media pembelajaran buku ensiklopedia sistem gerak tubuh manusia; (2) mendeskripsikan kualitas media pembelajaran buku ensiklopedia sistem gerak tubuh manusia. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (R&D). Subjek dalam penelitian ini adalah 10 siswa kelas V SD N Sumyang, Jogonalan tahun ajaran 2018/2019. Objek penelitian adalah media pembelajaran IPA berupa buku ensiklopedia. Instrumen penelitian yang digunakan adalah pedoman observasi, pedoman wawancara, kuesioner, dan soal tes. Teknik analisis data menggunakan analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) prosedur penelitian dan pengembangan media pembelajaran buku ensiklopedia sistem gerak tubuh manusia disusun ke dalam lima tahap, yaitu penelitian dan pengumpulan informasi/analisis kebutuhan, penyusunan rencana & desain produk, validasi produk, revisi produk, dan uji lapangan terbatas; (2) kualitas media pembelajaran buku ensiklopedia sistem gerak tubuh manusia adalah sangat baik dengan perolehan rerata skor validasi produk sebesar 3,41. Nilai yang diperoleh siswa pada uji coba lapangan terbatas menunjukkan nilai posttest lebih tinggi daripada nilai pretest dengan selisih rerata skor sebesar 34. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran buku ensiklopedia sistem gerak tubuh manusia memiliki kualitas sangat baik dan dapat membantu kesulitan siswa dalam memahami dan mengerjakan soal IPA materi sistem gerak tubuh manusia. Kata kunci: penelitian dan pengembangan, media pembelajaran, IPA, buku ensiklopedia, sistem gerak tubuh manusia. viii

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT DEVELOPMENT OF ENCYCLOPEDIA BOOK LEARNING MEDIA OF HUMAN’S BODY MOTION SYSTEM Ria Sri Widyawati Universitas Sanata Dharma 2018 The background of this research is unavailable and usage of the natural science learning lesson which is still limited in the school of the regional of Jogonalan sub district. As the result, there are many students experience the difficulty in understanding and doing natural science question. This research is to (1)describing procedure of the development of encyclopedia book learning media of human’s body motion system; (2) describing the quality of the development of encyclopedia book learning media of human’s body motion system. This research was research and development (R&D). The subject of this research was 10 students of 5 grades Sumyang’s primary school, Jogonalan 2018/2019. The research object was a natural science learning media; an encyclopedia book. The instruments of the research used were observation guideline, interview guideline, quesioner, and test question. The data analysis techniques used were quantitative and qualitative data analysis. The result of the research showed that (1) the research procedure and development of encyclopedia book learning media of human’s body motion system was arranged into five steps, the first step was research and collection’s information; second was planning’s arrangement and design of product; third validation of product; fourth revision of product; and the last step is limited field test;(2) The quality of encyclopedia book learning media of human’s body motion system was very good by obtaining the average of validity score of product for 3,41. The score obtained by student in limited field trial showed that the posttest score was higher than pretest by difference of average sore for 34. Based on the analysis, it can be concluded that development of encyclopedia book learning media of human’s body motion system had very good quality and could help difficulty of student in understanding and doing natural science test material of human’s body motion system. Keyword: research and development, learning media, natural science, encyclopedia book, human’s body motion system ix

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Tuhan yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengembangan Media Pembelajaran Buku Ensiklopedia Sistem Gerak Tubuh Manusia” dengan lancar dan tepat pada waktunya. Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan program studi S-1PGSD Universitas Sanata Dharma. Penulis menyadari bahwa skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik berkat bimbingan, bantuan, dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, perkenankanlah peneliti menyampaikan ucapan terima kasih kepada: 1. Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW yang senantiasa meberikan rahmat kesehatan, kelancaran, dan kekuatan selama proses penelitian dan penyusunan skripsi ini. 2. Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. 3. Christiyanti Aprinastuti, S.Si., M.Pd. selaku Kaprodi PGSD. 4. Kintan Limiansih, S.Pd., M.Pd. selaku Wakaprodi PGSD. 5. Agnes Herlina Dwi Hadiyanti, S.Si., M.T., M.Sc. dan Kintan Limiansih, S.Pd., M.Pd. selaku dosen pembimbing skripsi yang mendampingi dan memotivasi saya selama proses penelitian dan penulisan skripsi. 6. Haryono Agung Nugroho, S.Pd. selaku Kepala SD N Sumyang, Klaten yang telah memberikan ijin dan kesempatan untuk melaksanakan penelitian dan uji coba produk. 7. Tri Mulyani, S.Pd.SD selaku Kepala SD N 01 Ngering dan SD N Bakung, Klaten yang telah memberikan ijin serta kesempatan untuk melaksanakan penelitian. 8. Kristina Sri R. selaku guru kelas V SD N Bakung. 9. Y. Aris Winanto, A.Ma.Pd. selaku guru kelas V yang telah membantu untuk melakukan validasi instrumen dan segenap guru serta karyawan SD N 01 Ngering yang telah membantu selama proses penelitian. x

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10. Joko Purnomo, S.Pd. selaku guru kelas V SD N Bakung. 11. Seluruh siswa SD N Sumyang yang telah membantu dalam melakukan penelitian dan uji coba produk. 12. SD N 01 Ngering dan SD N Bakung yang telah membantu dalam melakukan penelitian. 13. Kedua orang tuaku, Bapak Supardi dan Ibu Niponiyem Adasmi yang selalu mendoakanku, tak pernah berhenti menyemangatiku dan memberikan dukungan baik secara material maupun spiritual. 14. Kakakku, Ikayamti Widyawati yang selalu membantu dan memberikan semangat. 15. Teman istimewaku, Nanda Febby Arief Munandar yang selama ini telah bersabar mendengar keluh kesahku dan tidak pernah berhenti memberikan dukungan dan semangat. 16. Sahabatku, Nita, Nurul, dan Rosi yang selalu menghibur dan membuatku semangat kembali untuk menyelesaikan skripsi ini. 17. Temanku, Agnis, Maria, Siska dan Nissa yang telah banyak membantu selama penyusunan skripsiku. 18. Teman-teman PGSD angkatan 2014 dan 2015 yang telah memberikan bantuan dan dukungan bagi peneliti. 19. SD N Sumyang, yang telah memberikan kesempatan kepada peneliti untuk menyusun skripsi disela-sela mengajar. 20. Segenap pihak, sahabat dan teman yang telah membantu dan tidak dapat peneliti sebutkan satu-persatu. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih banyak kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu, penulis mengaharapkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan skripsi ini. akhir kata, penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan dapat digunakan sebagaimana mestinya. Penulis xi

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ............................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................ ii HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................. ii HALAMAN PERSEMBAHAN ......................................................................... iv HALAMAN MOTTO ........................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ............................................................. vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ......................................... vii ABSTRAK ......................................................................................................... viii ABSTRACT .......................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ........................................................................................... x DAFTAR ISI ....................................................................................................... xii DAFTAR TABEL ............................................................................................. xvi DAFTAR BAGAN ........................................................................................... xviii DAFTAR GRAFIK ........................................................................................... xix DAFTAR RUMUS .............................................................................................. xx DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................... xxi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian ................................................................................. 1 1.2 Batasan Masalah.................................................................................................4 1.3 Rumusan Masalah ............................................................................................. 4 1.4 Tujuan Penelitian .............................................................................................. 5 1.5 Manfaat Penelitian ............................................................................................ 5 1.6 Spesifikasi Produk............................................................................................. 5 1.7 Definisi Operasional.......................................................................................... 6 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Kajian Pustaka................................................................................................... 7 2.1.1 Media Pembelajaran ....................................................................................... 7 xii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.1.1.1 Pengertian Media Pembelajaran .................................................................. 7 2.1.1.2 Klasifikasi Media Pembelajaran ................................................................. 8 2.1.1.3 Tujuan, Fungsi, dan Manfaat Media Pembelajaran .................................. 10 2.1.2 Buku Ensiklopedia ....................................................................................... 11 2.1.3 Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar ............................................................ 12 2.1.3.1 Hakikat Ilmu Pengetahuan Alam .............................................................. 12 2.1.3.2 Materi tentang Sistem Gerak Tubuh Manusia .......................................... 13 2.2 Penelitian tentang Buku Ensiklopedia ............................................................ 14 2.3 Kerangka Berpikir ........................................................................................... 16 2.4 Pertanyaan Penelitian ...................................................................................... 18 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian ................................................................................................ 19 3.2 Setting Penelitian............................................................................................. 20 3.2.1 Subjek Penelitian ......................................................................................... 20 3.2.2 Objek Penelitian ........................................................................................... 20 3.2.3 Lokasi Penelitian .......................................................................................... 21 3.2.4 Waktu Penelitian .......................................................................................... 21 3.2.5 Jadwal Penelitian.......................................................................................... 21 3.3 Rancangan Penelitian ...................................................................................... 21 3.4 Prosedur Penelitian.......................................................................................... 25 3.4.1 Penelitian dan Pengumpulan Informasi ....................................................... 27 3.4.2 Penyusunan Rencana & Desain Produk ....................................................... 28 3.4.3 Validitas Produk ........................................................................................... 28 3.4.4 Revisi Produk ............................................................................................... 29 3.4.5 Uji Coba Lapangan Terbatas ........................................................................ 29 3.5 Teknik Pengumpulan Data ............................................................................. 29 3.5.1 Observasi ...................................................................................................... 29 3.5.2 Wawancara ................................................................................................... 30 3.5.3 Kuesioner ..................................................................................................... 30 3.5.4 Tes ................................................................................................................ 31 3.6 Instrumen Penelitian........................................................................................ 31 xiii

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.6.1 Pedoman Observasi ...................................................................................... 31 3.6.2 Pedoman Wawancara .................................................................................. 33 3.6.2.1 Wawancara Kepala Sekolah ...................................................................... 33 3.6.2.2 Wawancara Guru Kelas V ......................................................................... 34 3.6.2.3 Wawancara siswa Kelas V ........................................................................ 34 3.6.3 Kuesioner .................................................................................................... 35 3.6.3.1 Kuesioner Analisis Kebutuhan ................................................................. 35 3.6.3.2 Kuesioner Validasi Produk ....................................................................... 37 3.6.4 Soal Tes ........................................................................................................ 40 3.7 Trianggulasi..................................................................................................... 45 3.8 Teknik Analisis Data ....................................................................................... 46 3.8.1 Analisis Data Kuantitatif .............................................................................. 47 3.8.2 Analisis Data Kualitatif ............................................................................... 50 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitia ................................................................................................ 51 4.1.1 Penelitian dan Pengumpulan Informasi ....................................................... 51 4.1.1.1 Identifikasi Masalah .................................................................................. 51 a. Observasi ........................................................................................................... 51 b. Wawancara ........................................................................................................ 53 4.1.1.2 Analisis Kebutuhan ................................................................................... 55 a. Data Analisis Kebutuhan oleh Guru ...................................................................56 b. Data Analisis Kebutuhan oleh Siswa .................................................................59 4.1.2 Penyusunan Rencana dan Desain Produk .................................................... 62 4.1.2.1 Penyusunan Rencana ..................................................................................62 4.1.2.2 Desain Produk ........................................................................................... 63 4.1.3 Validasi Produk ............................................................................................ 65 4.1.3.1 Kuesioner Validasi Produk ....................................................................... 65 4.1.3.2 Validasi Produk Media Pembelajaran ....................................................... 65 4.1.4 Revisi Produk ............................................................................................... 67 4.1.4.1 Revisi Bahan Kertas .................................................................................. 67 4.1.4.2 Revisi Setting Buku Bolak-Balik .............................................................. 67 xiv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.1.4.3 Revisi Sampul Buku.................................................................................. 68 4.1.5 Uji Coba Lapangan Terbatas ........................................................................ 69 4.1.5.1 Hasil Tes ................................................................................................... 69 a. Tes ..................................................................................................................... 69 b. Data dan Analisis Tes........................................................................................ 69 4.1.6 Tanggapan Siswa Mengenai Media Pembelajaran Buku Ensiklopedia ........71 4.2 Pembahasan ..................................................................................................... 73 4.2.1 Prosedur Pengembangan Media Pembelajaran Buku Ensiklopedia Sistem Gerak Tubuh Manusia .................................................................... 73 4.2.2 Kualitas Media Pembelajaran Buku Ensiklopedia Sistem Gerak Tubuh Manusia........................................................................................................ 75 BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan ..................................................................................................... 78 5.2 Keterbatasan Penelitian ......................................................................... 79 5.3 Saran ...................................................................................................... 79 DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 80 xv

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Jadwal Penelitian ................................................................................ 21 Tabel 3.2 Kisi-kisi Observasi Pembelajaran IPA kelas V .................................. 32 Tabel 3.3 Hasil Validasi Instrumen Pedomen Observasi oleh Ahli ................... 33 Tabel 3.4 Hasil Validasi Pedoman Wawancara ................................................. 33 Tabel 3.5 Topik Pertanyaan Wawancara dengan Kepala Sekolah ..................... 34 Tabel 3.6 Topik Pertanyaan Wawancara dengan Guru Kelas V ........................ 34 Tabel 3.7 Topik Pertanyaan Wawancara dengan Siswa Kelas V ...................... 34 Tabel 3.8 Kisi-kisi Kuesioner Analisis Kebutuhan Guru ................................... 35 Tabel 3.9 Kisi-kisi Kuesioner Analisis Kebutuhan Siswa ................................. 36 Tabel 3.10 Hasil Validasi Kuesioner Analisis Kebutuhan untuk Guru ................ 37 Tabel 3.11 Hasil Validasi Kuesioner Analisis Kebutuhan untuk Siswa .............. 37 Tabel 3.12 Kisi-kisi Kuesioner Validasi Produk oleh Ahli dan Guru .................. 38 Tabel 3.13 Kisi-kisi Kuesioner Validasi Produk oleh Siswa ............................... 38 Tabel 3.14 Hasil Validasi Kuesioner Validasi Produk oleh Ahli ......................... 39 Tabel 3.15 Komentar dan Keputusan Perbaikan Instrumen Kuesioner Validasi Produk .................................................................................. 40 Tebel 3.16 Hasil Validasi Kuesioner Tanggapan Mengenai Produk oleh Siswa . 40 Tabel 3.17 Kisi-kisi Soal Tes ............................................................................... 41 Tabel 3.18 Aspek Penilaian Validitas Isi Instrumen Tes ..................................... 41 Tabel 3.19. Hasil Uji Validasi Isi oleh Ahli .......................................................... 42 Tabel 3.20 Hasil Validasi Konstruk Instrumen Tes oleh Ahli ............................. 42 Tabel 3.21 Rekapitulasi Hasil Validasi Instrumen Tes dengan SPSS.................. 43 Tabel 3.22 Hasil Reliabilitas Instrumen Tes dengan SPSS .................................. 45 Tabel 3.23 Skala dan Kriteria Pedoman Penilaian Nontes ................................... 47 Tabel 3.24 Skala dan Kriteria Pedoman Penilaian Validasi Produk oleh Ahli .... 47 Tabel 3.25 Skala dan Kriteria Pedoman Penilaian Kuesioner Tanggapan mengenai Media Pembelajaran oleh Siswa ........................................ 48 Tabel 3.26 Kategori Skor Rerata Hasil Penilaian Instrumen ............................... 48 Tabel 3.27 Kategorisasi Skor Rerata Hasil Penilaian Instrumen ......................... 49 xvi

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.1 Rekapitulasi Hasil Kuesioner Analisis Kebutuhan Untuk Guru ........ 57 Tabel 4.2 Analisis Hasil Kuesioner Analisis Kebutuhan Siswa......................... 59 Tabel 4.3 Hasil Analisis Kebutuhan Guru dan Siswa ........................................ 63 Tabel 4.6 Hasil Validasi Peoduk Media Pembelajaran oleh Ahli ...................... 66 Tabel 4.7 Rekapitulasi Komentar Validasi Produk Media Pembelajaran .......... 66 Tabel 4.8 Revisi Setting Buku Bolak-Balik ....................................................... 68 Tabel 4.9 Revisi Penambahan Identitas ............................................................. 68 Tabel 4.10 Rekapitulasi Hasil Pretest .................................................................. 70 Tabel 4.11 Selisih Nilai antara Pretest dan Prosttest ........................................... 71 Tabel 4.12 Tanggapan Mengenai Produk Media Pembelajaran oleh Siswa ........ 72 Tabel 4.13 Hasil Penilaian Produk Buku Ensiklopedia ....................................... 77 xvii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR BAGAN Bagan 2.1 Bagan Penelitian yang Relevan .......................................................... 16 Bagan 3.1 Model Penelitian dan Pengembangan Borg & Gall ........................... 23 Bagan 3.2 Model Penelitian dan Pengembangan Sugiyono ................................ 24 Bagan 3.3 Modifikasi Model Penelitian dan Pengembangan .............................. 25 Bagan 3.4 Prosedur Penelitian............................................................................. 27 Bagan 3.5 Trianggulasi Teknik Pengumpulan Data Analisis Kebutuhan ........... 45 Bagan 3.6 Trianggulasi Sumber Data Analisis Kebutuhan ................................. 46 Bagan 4.1 Trianggulasi Sumber Wawancara ...................................................... 54 Bagan 4.2 Trianggulasi Teknik Pengumpulan Data ............................................ 62 xviii

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GRAFIK Grafik 4.2 Perbedaan Rerata Nilai Pretest dan Posttest ...................................... 71 xix

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR RUMUS Rumus 3.1 Rumus Perhitungan Rerata Hasil Penilaian dengan Skala Likert ...... 48 Rumus 3.2 Perhitungan Persentase Jawaban pada Kuesioner .............................. 49 Rumus 3.3 Perhitungan Nilai Pretest dan Posttest ............................................... 49 xx

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Surat Penelitian Lampiran 1.1 Surat Ijin Penelitian ....................................................................... 82 Lampiran 1.2 Surat Ijin Mengadakan Uji Coba Produk .......................................85 Lampiran 1.3 Surat Keterangan telah Melaksanakan Penelitian ......................... 86 Lampiran 2 Instrumen Identifkasi Masalah Lampiran 2.1 Lembar Hasil Validasi Pedoman Observasi .................................. 89 Lampiran 2.2 Lembar Hasil Observasi Pembelajaran IPA .................................. 93 Lampiran 2.3 Lembar Hasil Validasi Pedoman Wawancara ............................... 96 Lampiran 2.4 Transkip Wawancara dengan Kepala Sekolah ............................ 100 Lampiran 2.5 Transkip Wawancara dengan Guru Kelas V ............................... 104 Lampiran 2.6 Transip Wawancara dengan Siswa Kelas V ................................ 110 Lampiran 3 Instrumen Analisis Kebutuhan Lampiran 3.1 Lembar Hasil Validasi Kuesioner Analisis Kebutuhan Guru ..... 116 Lampiran 3.2 Lembar Hasil Validasi Kuesioner Analisis Kebutuhan Siswa .... 120 Lampiran 3.3 Lembar Hasil Pengisian Kuesioner Analisis Kebutuhan Guru ... 124 Lampiran 3.4 Lembar Hasil Pengisian Kuesioner Analisis Kebutuhan Siswa .. 133 Lampiran 4 Instrumen Tes Lampiran 4.1 Lembar Hasil Validasi Isi Instrumen ........................................... 136 Lampiran 4.2 Lembar Hasil Validasi Konstruk Instrumen Tes oleh Ahli ......... 138 Lampiran 4.3 Output SPSS untuk Perhitungan Validitas dan Reliabilitas Instrumen Tes .............................................................................. 141 Lampiran 4.4 Lembar Hasil Pengerjaan Pretest ................................................ 143 Lampiran 4.5 Lembar Hasil Pengerjaan Posttest ............................................... 145 Lampiran 5 Validasi Produk Lampiran 5.1 Lembar Hasil Validasi Kuesioner Validasi Produk oleh Ahli .... 147 Lampiran 5.2 Lembar Hasil Validasi Kuesioner Tanggapan mengenai Media Pembelajaran oleh Siswa ............................................................. 151 Lampiran 5.3 Lembar Hasil Validasi Produk Media Pembelajaran oleh Ahli .. 155 xxi

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5.4 Lembar Hasil Tanggapan mengenai Media Pembelajaran oleh Siswa ........................................................................................... 161 Lampiran 6 Dokumentasi Penelitian ............................................................ 163 Lampiran 7 Curriculum Vitae ..................................................................... 164 xxii

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi berlangsung sangat pesat dalam dua dekade belakangan ini (Pribadi, 2017: 4). Perkembangan teknologi informasi tersebut telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia, tak terkecuali aktivitas belajar dan pembelajaran manusia dalam pendidikan. Dunia pendidikan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk keperluan pembelajaran baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Meskipun perkembangan teknologi informasi berpengaruh dalam dunia pendidikan, buku tidak dapat digantikan sepenuhnya oleh media elektronik. Media konvensional (media cetak) masih tetap digunakan. Sitepu (2012) menjelaskan bahwa sampai saat ini belum ada satu negara di dunia ini yang tidak menggunakan buku dalam proses pembelajaran. Buku pelajaran dalam semua bidang studi atau mata pelajaran masih dipergunakan oleh siswa dalam proses belajar dan oleh guru dalam proses membelajarkan. Proses membelajarkan tidak terlepas dari kurikulum yang berlaku. Kurikulum dan proses pembelajaran adalah dua muka mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Kurikulum tidak bermakna apapun jika tidak dilaksanakan proses pembelajarannya dan sebaliknya tidak akan dikatakan sebagai proses pembelajaran yang terencana tanpa ada kurikulumnya (Yani, 2014: 30). Pembelajaran yang mengacu pada Kurikulum 2013 tentunya membutuhkan fasilitas dan sumber belajar. Mulyasa (2017) mengatakan bahwa salah satu kunci sukses yang menentukan keberhasilan Kurikulum 2013 adalah fasilitas dan sumber belajar yang memadai. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan pada tanggal 13 – 15 September 2018 di tiga SD Negeri yang telah dirujukan di wilayah kecamatan Jogonalan menunjukkan bahwa fasilitas dan sumber belajar pada mata pelajaran IPA masih belum memadai. Adapun yang dimaksud dengan fasilitas adalah media 1

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pembelajaran, dan sumber belajar adalah buku pendamping untuk menambah informasi mengenai materi pembelajaran IPA. Minimnya fasilitas dan sumber belajar terbukti di SD Negeri Sumyang dan SD Negeri 01 Ngering hanya terdapat 2 media pembelajaran IPA, yaitu torso dan gambar 2 dimensi yang diletakkan di dinding kelas. Sedangkan di SD Negeri Bakung hanya terdapat 1 media pembelajaran yaitu torso. Penggunaan media tersebut masih belum maksimal. Ketika guru menjelaskan materi IPA di kelas, guru tidak menggunakan media pembelajaran gambar 2 dimensi yang telah diletakkan di dinding kelas. Guru hanya membaca materi sesuai dengan buku siswa tanpa menjelaskan lagi secara lebih mendalam. Akibatnya beberapa siswa terlihat kebingungan dan kesulitan ketika mengerjakan soal. Ketika observasi berlangsung, tidak terlihat buku sumber belajar yang diletakkan di kelas. Sehingga ketika siswa mengalami kebingungan dan kesulitan mengerjakan soal, siswa tidak dapat mencari informasi untuk mengatasi kebingungan dan kesulitan yang dialami siswa. Selain itu, media pembelajaran yang ada untuk pembelajaran IPA tidak tersedia. Setelah melakukan observasi pembelajaran, penelitian ini dilanjutkan dengan melakukan wawancara. Wawancara juga dilakukan di tiga SD Negeri wilayah kecamatan Jogonalan pada tanggal 13 – 15 September 2018. Wawancara dilakukan kepada kepala sekolah, guru kelas V, dan dua siswa sebagai perwakilan kelas V. Hasil wawancara yang pertama dilakukan dengan kepala sekolah di tiga SD Negeri tersebut. Hasil wawancara disimpulkan bahwa perubahan Kurikulum 2013 memiliki pengaruh positif dan negatif dalam proses pembelajaran. Pengaruh positifnya adalah proses pembelajaran berlangsung secara tematik sehingga lebih efisien. Pengaruh negatifnya adalah pihak sekolah belum mampu menyediakan media pembelajaran untuk menunjang pembelajaran tematik. Wawancara yang kedua dilakukan dengan guru kelas V di tiga SD Negeri yang sama. Hasil wawancara disimpulkan bahwa pembelajaran dengan Kurikulum 2013 masih sulit diterapkan karena materi pembelajaran di buku siswa sangat sempit dan tidak terstruktur. Selain itu ketersediaan media pembelajaran dan buku-buku referensi untuk menunjang proses pembelajaran juga masih kurang. Sehingga guru kesulitan untuk menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa terutama materi 2

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pembelajaran IPA. Untuk mengatasi hal tersebut, guru terpaksa meminta siswa untuk mencari tambahan informasi di internet. Mengingat SD yang terletak di wilayah pedesaan dengan rata-rata ekonomi siswa yang dapat dikatakan sederhana akan kesulitan untuk mengakses internet karena tidak semua siswa memiliki gadget. Selain itu, apabila siswa menggunakan internet tanpa didampingi oleh orangtua akan membahayakan bagi siswa itu sendiri. Wawancara yang ketiga dilakukan dengan dua siswa kelas V di tiga SD Negeri wilayah kecamatan Jogonalan. Hasil wawancara dengan siswa disimpulkan bahwa materi di buku siswa tidak terstruktur sehingga sering membingungakan. Selain itu, siswa juga sulit memahami materi pembelajaran tentang IPA karena guru jarang sekali menggunakan media pembelajaran IPA ketika mengajar. Rata-rata siswa kesulitan memahami materi tentang sistem gerak tubuh manusia. Ketersediaan buku-buku referensi atau sumber belajar IPA khususnya tentang sistem gerak tubuh manusia jumlahnya masih sedikit, akibatnya siswa mengeluh kesulitan ketika mengerjakan soal. Mengetahui permasalahan yang terjadi di SD Negeri wilayah kecamatan Jogonalan, Penelitian dilanjutkan dengan menyebar kuesioner analisis kebutuhan untuk guru dan siswa kelas V. Hasil kuesioner tersebut menunjukkan bahwa media pembelajaran dan sumber belajar sangat dibutuhkan dalam mata pelajaran IPA khususnya pada materi sistem gerak tubuh manusia. Dengan adanya media pembelajaran dan sumber belajar membuat pembelajaran menjadi efektif dan efisien. Oleh karena itu, peneliti memiliki gagasan untuk mengembangkan sebuah media pembelajaran yang juga berfungsi sebagai sumber belajar. Media pembelajaran yang akan dikembangkan berupa buku ensiklopedia anak tentang sistem gerak tubuh manusia. Buku ensiklopedia akan didesain dalam bentuk buku berjendela agar lebih menarik untuk siswa. Buku berjendela merupakan buku ensiklopedia yang terdapat gambar di dalamnya, dimana gambar dilengkapi dengan jendela yang dapat dibuka baik ke atas, ke kanan maupun ke kiri serta memiliki keterangan di baliknya (Anonim, 2011). Pengembangan media pembelajaran buku ensiklopedia sistem gerak tubuh manusia memiliki bentuk buku berjendela. Buku ensiklopedia berjendela 3

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dikembangkan dengan tujuan menggali rasa ingin tahu siswa agar tertarik membaca, membantu siswa memahami dan menambah informasi mengenai sistem gerak tubuh manusia. Berdasarkan analisis tersebut, maka peneliti terdorong untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengembangan Media Pembelajaran Buku Ensiklopedia Sistem Gerak Tubuh Manusia”. 1.2 Batasan Masalah Penelitian ini dibatasi pada pengembangan media pembelajaran buku ensiklopedia tentang sistem gerak tubuh manusia. Tujuan pengembangan media pembelajaran buku ensiklopedia adalah untuk menambah informasi dan membantu siswa mengerjakan soal IPA khususnya mengenai sistem gerak tubuh manusia. Penelitian dimulai dengan melakukan observasi pembelajaran IPA di kelas V dan melakukan wawancara dengan kepala sekolah, guru, dan siswa di tiga SD Negeri wilayah kecamatan Jogonalan. Pemilihan tiga SD Negeri tersebut dikarenakan terletak di wilayah pedesaan yang masih kekurangan dan kesulitan menyediakan media pembelajaran dan sumber belajar untuk menunjang proses pembelajaran. Dari ketiga SD Negeri tersebut, akan dipilih satu SD Negeri yang dianggap paling membutuhkan media pembelajaran buku ensiklopedia tentang sistem gerak. Berdasarkan observasi, wawancara, dan kuesioner analisis kebutuhan, SD Negeri Sumyang akan menjadi tempat untuk uji coba produk buku ensiklopedia. Jumlah siswa kelas V di SD Negeri Sumyang adalah 21 siswa, dari 21 siswa tersebut hanya 10 siswa yang akan menjadi subjek. 10 siswa tersebut adalah siswa yang mengalami kesulitan belajar IPA khususnya pada materi sistem gerak tubuh manusia. 1.3 1.3.1 Rumusan Masalah Bagaimana prosedur pengembangan media pembelajaran buku ensiklopedia sistem gerak tubuh manusia untuk siswa kelas V? 1.3.2 Bagaimana kualitas media pembelajaran buku ensiklopedia sistem gerak tubuh manusia untuk siswa kelas V? 4

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1.4 1.4.1 Tujuan Penelitian Mendeskripsikan prosedur pengembangan media pembelajaran buku ensiklopedia sistem gerak tubuh manusia untuk siswa kelas V. 1.4.2 Mendeskripsikan kualitas media pembelajaran buku ensiklopedia sistem gerak tubuh manusia untuk siswa kelas V. 1.5 Manfaat Penelitian 1.5.1 Manfaat Teoritis 1.5.1.1 Diharapkan penelitian ini dapat menjadi wawasan tambahan mengenai pengembangan media pebelajaran buku ensiklopedia sistem gerak tubuh manuia. 1.5.2 Manfaat Praktis 1.5.2.1 Bagi Siswa Pemahaman siswa mengenai sistem gerak tubuh manusia menjadi lebih baik dan tidak terjadi salah persepsi. 1.5.2.2 Bagi Guru Memberikan referensi untuk mengunakan media pembelajaran berupa buku ensiklopedia mengenai sistem gerak tubuh manusia ketika menyampaikan materi yang bersangkutan. 1.5.2.3 Bagi Peneliti Memperoleh pengalaman baru terkait pengembangan media pembelajaran buku ensiklopedia sistem gerak tubuh manusia kelas V serta mengetahui kualitas media pembelajaran ensiklopedia yang digunakan. 1.6 1.6.1 Spesifikasi Produk Media pembelajaran yang dikembangkan berupa buku ensiklopedia. Buku ensiklopedia dicetak bolak-balik berwarna dengan menggunakan kertas Ivory 360 gram. 1.6.2 Desain buku ensiklopedia adalah buku berjendela atau lift the flap dengan bagian depan merupakan gambar dan bagian belakang berisi informasi 5

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI yang sesuai dengan gambar, apabila gambar dibuka akan memuat informasi. 1.6.3 Ukuran media pembelajaran buku ensiklopedia adalah B5 (18, 2 cm x 25,7 cm). 1.6.4 Penulisan materi menggunakan jenis huruf Comic Sans MS dengan ukuran 12. 1.6.5 Penyusunan materi buku ensiklopedia disesuaikan dengan urutan buku siswa tanpa memasukkan materi dari pelajaran yang lain. Urutan materi buku ensiklopedia sistem gerak tubuh manusia meliputi rangka tubuh manusia, sistem gerak, alat gerak pasif (tulang), alat gerak atas, fungsi tulang tangan, alat gerak bawah, fungsi tulang kaki, gangguan pada tulang. Alat gerak aktif (otot), fungsi otot, macam-macam otot, otot lurik, otot polos, otot jantung, dan gangguan pada otot. Selain itu, buku ensiklopedia juga memuat informasi tambahan tentang sendi yang meliputi sendi, macam-macam sendi, dan gangguan pada sendi. 1.6.6 Jumlah halaman isi pada buku ensiklopedia adalah 26 halaman tidak termasuk dengan halaman sampul, kata pengantar, daftar isi, dan daftar pustaka. 1.6.7 Pengembangan buku ensiklopedia mengandung komponen halaman sampul, kata pengantar, daftar isi, materi sistem gerak tubuh manusia, dan daftar pustaka. 1.7 1.7.1 Definisi Operasional Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang memuat sebuah pesan atau informasi dan pengetahuan untuk menunjang proses belajar dan merangsang pikiran, perasaan, serta perhatian siswa. 1.7.2 Buku ensiklopedia adalah salah satu media cetak yang bersifat universal berisi tentang uraian informasi mendasar mengenai berbagai bidang dan cabang ilmu pengetahuan. 6

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1.7.3 Sistem gerak tubuh manusia adalah salah satu materi pada pembelajaran IPA yang membahas mengenai bentuk kerja sama antara alat gerak pasif yang berupa tulang dan alat gerak aktif berupa otot. 7

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI Uraian dalam bab ini terdiri dari kajian pustaka, penelitian yang relevan, kerangka berpikir dan pertanyaan penelitian. 2.1 Kajian Pustaka Uraian dalam sub bab ini terdiri dari beberapa teori yang mendukung penelitian. Adapun beberapa hal yang menjadi pembahasan, yaitu mengenai media pembelajaran, buku ensiklopedia, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). 2.1.1 Media Pembelajaran 2.1.1.1 Pengertian Media Pembelajaran Pendidikan adalah komunikasi. Dalam proses pendidikan terdapat komponen-komponen komunikasi, yakni komunikator, komunikan, dan pesan (message) (Munadi, 2010: 2). Dalam proses belajar, media berperan dalam menjembatani proses penyampaian dan pengiriman pesan dan informasi. Dengan menggunakan media dan teknologi, proses penyampaian pesan dan informasi antara pengirim dan penerima akan dapat berlangsung dengan efektif (Pribadi, 2017: 15). Guru tidak dipahami sebagai satu-satunya sumber belajar. Sumber belajar selain guru disebut sebagai penyalur atau penghubung pesan ajar yang diadakan dan/atau diciptakan secara terencana oleh guru (Munadi, 2010: 5). Penyalur atau penghubung pesan ajar tersebut dikenal sebagai media pembelajaran. Munadi (2010: 7-9) menjelaskan bahwa media pembelajaran dapat dipahami sebagai segala sesuatu yang dapat menyampaikan dan menyalurkan pesan dari sumber secara terencana sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif di mana penerimanya dapat melakukan proses belajar secara efisien dan efektif. Heinich, dkk (dalam Pribadi, 2017: 15) mengatakan bahwa media pembelajaran atau instructional media adalah sesuatu yang memuat informasi dan pengetahuan yang dapat digunakan untuk melakukan proses belajar. Sedangkan Suryani, dkk (2018: 4) menjelaskan bahwa media pembelajaran diartikan sebagai segala sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan pesan serta dapat merangsang 8

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar yang disengaja, bertujuan, dan terkendali. Berdasarkan pendapat para tokoh tersebut, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang memuat sebuah pesan atau informasi dan pengetahuan untuk menunjang proses belajar dan merangsang pikiran, perasaan, serta perhatian siswa. Proses penyampaian pesan atau informasi dan pengetahuan menggunakan media pembelajaran dilakukan secara terencana oleh guru. 2.1.1.2 Klasifikasi Media Pembelajaran Heinich, dkk (dalam Pribadi, 2017: 18) mengatakan klasifikasi media yang digunakan untuk aktivitas pembelajaran terdiri dari: (1) media cetak/teks; (2) media pameran/display; (3) media audio; (4) gambar bergerak/motion pictures; (5) multimedia; dan (6) media berbasis web atau internet. Berikut merupakan deskripsi singkat tentang ragam media sesuai dengan klasifikasinya. 1. Media Cetak Media cetak merupakan jenis media yang telah lama digunakan sebagai sarana dalam aktivitas belajar. Media cetak juga dipandang sebagai jenis media yang relatif murah dan memiliki sifat sangat fleksibel bagi penggunanya. Media cetak yang berisi teks memiliki ragam yang bervariasi yang meliputi buku, brosur, leaflet, dan handout. Siswa dapat memanfaatkan media cetak di mana saja, kapan saja, dan tanpa memerlukan adanya peralatan khusus. Selain dalam bentuk teks, media cetak juga memuat informasi dan pengetahuan dalam bentuk lain misalnya gambar, diagram, chart, grafik, poster, dan kartun (Pribadi, 2017: 18-19). 2. Media Pameran atau Display Media pameran atau display digunakan sebagai sarana informasi dan pengetahuan yang menarik bagi penggunanya. Sama halnya dengan media cetak, jenis media pembelajaran ini juga bervariasi mulai dari benda sesungguhnya yang disebut dengan istilah realia, sampai kepada benda tiruan yang berupa replika dan model. 9

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Penggunaan media pameran atau display dilakukan dengan cara memperlihatkannya di suatu tempat tertentu sehingga pesan dan informasi yang terdapat di dalam media tersebut dapat diamati dan dipelajari oleh siswa. Contoh ragam media pameran, yaitu realia, model, diorama, dan kit (Pribadi, 2017: 19). 3. Media Audio Media audio merupakan jenis media yang efektif dan efisien untuk digunakan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai yaitu melatih kemampuan penggunanya dalam mendengar informasi dan pengetahuan lisan secara komprehensif. Walaupun jenis media ini dapat digunakan untuk menyampaikan hampir semua jenis informasi dan pengetahuan, namun sejumlah ahli berpandangan bahwa media audio pada dasarnya sangat tepat untuk digunakan dalam pembelajaran tentang kemampuan berbahasa dan juga seni (Pribadi, 2017: 19). 4. Gambar Bergerak/Motion Pictures Media bergerak atau motion pictures merupakan jenis media yang mampu menayangkan gambar bergerak yang terintegrasi dengan unsur suara. Contoh jenis media ini yaitu media film dan video. Kedua media ini memiliki features atau kemampuan yang luar biasa sebagai sebuah medium komunikasi. Media video dan film mampu menampilkan informasi dan pengetahuan dalam sebuah tanyangan informasi dan pengetahuan yang mendekati realistik (Pribadi, 2017: 19-20). 5. Multimedia Multimedia merupakan produk dari kemajuan teknologi digital. Media ini mampu memberikan pengalaman belajar yang kaya bagi penggunanya. Multimedia dapat menampilkan pesan dan pengetahuan dalam bentuk gabungan atau kombinasi antara beberapa format penayangan, seperti: teks, audio, grafis, video, dan animasi secara simultan. Dengan kemampuan program tersebut multimedia dapat menayangkan informasi dan pengetahuan secara komprehensif yang dapat dipelajari oleh siswa (Pribadi, 2017: 20). 10

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6. Media Berbasis Web atau Internet Perangkat komputer telah berkembang dengan sangat pesat. Perangkat komputer tidak lagi hanya berfungsi sebagai sarana untuk melakukan komputasi, tetapi telah menjadi sarana untuk melakukan komunikasi. Pengguna komputer telah membentuk suatu jaringan atau network yang mendunia. Selain untuk melakukan komunikasi antar jaringan, komputer juga dapat digunakan untuk mencari dan menemukan atau browsing beragam informasi dan pengetahuan yang diperlukan dari berbagai situs jaringan atau web site yang ada (Pribadi, 2017: 23). 2.1.1.3 Tujuan, Fungsi, dan Manfaat Media Pembelajaran Pribadi (2017: 23) menjelaskan secara keseluruhan bahwa pemanfaatan media baik untuk individual maupun kelompok, secara umum mempunyai beberapa tujuan, yaitu: 1) memperoleh informasi dan pengetahuan, 2) mendukung aktivitas pembelajaran, dan 3) sarana persuasi dan motivasi. Media pada umumnya juga digunakan untuk mendukung aktivitas pembelajaran yaitu mempresentasikan atau menyajikan informasi dan pengetahuan baik kepada individu maupun kelompok. Pemanfaat media kerap digunakan sebagai sarana untuk memotivasi terjadinya perilaku positif. Berdasarkan pendapat tersebut dapat dipisahkan oleh peneliti bahwa tujuan media pembelajaran menurut Pribadi (2017: 23) ada tiga, yaitu: 1) memperoleh informasi dan pengetahuan, 2) mendukung aktivitas pembelajaran, dan 3) sarana persuasi dan motivasi. Selanjutnya fungsi media pembelajaran adalah sebagai sarana untuk memotivasi terjadinya perilaku positif ketika belajar. Sedangkan manfaat media pembelajaran adalah mendukung proses mempresentasikan dan menyajikan informasi dan pengetahuan kepada individu atau kelompok. Suryani, dkk (2018: 8 - 14) menjelaskan tujuan, fungsi, dan mafaat media pembelajaran secara terpisah, yaitu: a. Tujuan Media Pembelajaran Sanaky (dalam Suryani, 2018: 8) menjelaskan tujuan media adalah sebagai alat bantu pembelajaran adalah untuk: 1) mempermudah proses pembelajaran di kelas, 2) meningkatkan efisiensi proses pembelajaran, 3) menjaga relevansi antara 11

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI materi pelajaran dengan tujuan belajar, dan 4) membantu konsentrasi siswa dalam proses pembelajaran. b. Fungsi Media Pembelajaran Sanaky (dalam Suryani, 2018: 8) berpendapat bahwa media pembelajaran berfungsi untuk merangsang pembelajaran dengan: 1) menghadirkan objek sebenarnya, 2) membuat tiruan dari objek sebenarnya, 3) membuat konsep abstrak ke konsep lebih konkret, 4) menyamakan persepsi, 5) mengatasi hambatan waktu, tempat, jumlah, dan jarak; 6) menyajikan ulang informasi secara konsisten; dan 7) memberi suasana belajar yang menyenangkan dan menarik sehingga tujuan pembelajaran tercapai. c. Manfaat Media Pembelajaran Suryani, dkk (2018: 8 - 14) menjelaskan manfaat media pembelajaran bagi guru dan siswa, yaitu: 1) membantu menarik perhatian dan memotivasi siswa untuk belajar; 2) memiliki pedoman, arah, dan urutan pengajaran yang sisematis; 3) membantu kecermatan dan ketelitian dalam penyajian materi pembelajaran; 4) membantu menyajikan materi lebih konkret, terutama materi pelajaran yang abstrak seperti matematika, fisika, dan lain-lain; 5) memiliki variasi metode dan media yang digunakan agar pelajaran tidak membosankan; 6) menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan tanpa tekanan; 7) membantu efisiensi waktu dengan menyajikan inti informasi secara sistematik dan mudah disampaikan; 8) membangkitkan rasa percaya diri seorang pelajar. 2.1.2 Buku Ensiklopedia Ensiklopedia merupakan salah satu buku yang dijadikan sebagai rujukan. Lasa (2007: 54) menjelaskan bahwa ensiklopedia merupakan karya universal, menyeluruh, dan berisi uraian ringkas tentang berbagai cabang ilmu pengetahuan. Rahmah & Makmur (2015: 73) mengatakan bahwa ensiklopedia adalah sebuah buku yang memberikan informasi mengenai semua cabang ilmu pengetahuan atau subjek tertentu. Sedangkan Saleh & Sujana (2009: 78) menjelaskan bahwa ensiklopedia adalah bahan rujukan yang menyajikan informasi secara mendasar namun lengkap mengenai berbagai masalah dan berbagai bidang atau cabang ilmu pengetahuan. 12

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berdasarkan ketiga tokoh tersebut dapat disimpulkan bahwa buku ensiklopedia merupakan salah satu media cetak yang bersifat universal berisi tentang uraian informasi mendasar mengenai berbagai bidang dan cabang ilmu pengetahuan. Ensiklopedia dapat dibagi atas beberapa jenis, yaitu (Saleh & Sujana, 2009: 78-79): a. Ensiklopedia Umum/Nasional Ensiklopedia umum/ensiklopedia nasional adalah ensiklopedia yang berisi informasi dasar tentang hal-hal, abstraksi, konsep, atau kejadian-kejadian umum. Contoh: ENSIKLOPEDIA NASIONAL INDONESIA. Jakarta: Cipta Adi Pustaka, 1989. b. Ensiklopedia Khusus atau Ensiklopedi Subyek Ensiklopedia khusus adalah ensiklopedia yang membatasi cakupan isinya pada masalah atau mengenai subyek tertentu. Contoh: Effendi, Samsuri. ENSIKLOPEDIA TUMBUH-TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT YANG ADA DI BUMI NUSANTARA. Surabaya: Karya Anda, 1982. c. Ensiklopedia Internasional Ensiklopedia internasional adalah ensiklopedia yang memuat semua informasi (sedapat mungkin) di dunia, tanpa memberi penekanan pada informasi yang berasal dari suatu negara atau sekelompok negara tertentu. Contoh: THE ENCYCLOPAEDIA BRITANNICA A NEW SURVEY OF UNIVERSAL KNOWLEDGE. London, New York: Encyclopaedia Britannica. 2.1.3 Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar 2.1.3.1 Hakikat Ilmu Pengetahuan Alam IPA sebagai disiplin ilmu dan penerapannya dalam masyarakat membuat pendidikan IPA menjadi penting. IPA melatih siswa berpikir kritis dan objektif. Hendro Darmojo (dalam Samatowa, 2010: 2) menjelaskan secara singkat bahwa IPA adalah pengetahuan yang rasional dan objektif tentang alam semesta dengan segala isinya. Kristanti (2017: 52) menjelaskan IPA adalah ilmu pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan ilmiah terhadap fenomena-fenomena yang ada pada alam. Sedangkan Samatowa (2010: 3) mengatakan bahwa IPA membahas tentang 13

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI gejala-gejala alam yang disusun secara sistematis didasarkan pada hasil percobaan dan pengamatan yang dilakukan oleh manusia. Berdasarkan pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa IPA adalah sebuah pengetahuan rasional dan objektif yang diperoleh dari kegiatan ilmiah terhadap fenomena alam dan gejala-gejala alam. 2.1.3.2 Materi tentang Sistem Gerak Tubuh Manusia Salah satu materi pembelajaran IPA yang dirasa sulit oleh siswa, yaitu sistem gerak tubuh manusia. Sesuai dengan kompetensi dasar IPA tema 1, yaitu 3.1 Menjelaskan alat gerak dan fungsinya pada hewan dan manusia serta cara memilihara kesehatan alat gerak manusia. Penyusunan materi sistem gerak tubuh manusia pada penelitian dan pengembangan media pembelajaran buku ensiklopedia dikhususkan pada alat gerak manusia yang meliputi rangka tubuh, sistem gerak, tulang anggota gerak atas, tulang anggota gerak bawah, dan otot. Rangka memiliki peran penting bagi tubuh manusia. Tanpa adanya rangka, tubuh tidak memiliki bentuk dan tubuh tidak dapat berdiri dengan tegak. Selain itu, rangka manusia tidak dapat bergerak tanpa adanya suatu sistem gerak. Sistem gerak merupakan hasil kerja sama antara alat gerak pasif berupa tulang dan alat gerak aktif berupa otot. Alat gerak pasif yang dijelaskan pada materi ini hanya meliputi tulang alat gerak atas (tangan) dan tulang alat gerak bawah (kaki). Tulang alat gerak atas (tangan) terdiri dari tulang lengan atas, tulang hasta, tulang pengumpil, tulang pergelangan tangan, tulang telapak tangan, dan tulang jari tangan. Kemudian tulang alat gerak bawah (kaki) terdiri dari tulang paha, tulang tempurung lutut, tulang kering, tulang betis, tulang pergelangan kaki, tulang telapak kaki, dan tulang jari kaki. Pembahasan alat gerak pasif disertai dengan informasi gangguan yang sering terjadi pada tulang anggota gerak pasif. Alat gerak aktif manusia adalah otot. Sebagai alat gerak aktif, otot dapat menggerakkan alat gerak pasif berupa tulang. Otot terdiri dari otot lurik atau otot rangka, otot polos, dan otot jantung. Pembahasan materi mengenai otot meliputi ciri-ciri dan gangguan yang sering terjadi pada otot. Kelebihan media pembelajaran buku ensiklopedia ini adalah terdapat penjelasan mengenai fungsi dari setiap tulang anggota gerak atas (tangan) dan 14

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI tulang anggota gerak bawah (kaki). Selain itu, media pembelajaran buku ensiklopedia juga dilengkapi dengan pembahasan mengenai sendi serta gangguan yang sering terjadi pada sendi. Dengan adanya kelibahan tersebut diharapkan dapat membantu kesulitan yang dialami siswa ketika mengejakan soal. 2.2 Penelitian tentang Buku Ensiklopedia Handayani (2016) melakukan penelitian tentang pengembangan buku lift the flap ensiklopedia anak mengenai 16 pakaian adat di Indoensia bagian tengah dan timur. Penelitian dilakukan kepada sekelompok siswa kelas IV dan V. Jenis penelitian adalah penelitian dan pengembangan (R&D). Tujuan penelitian adalah untuk menyediakan suatu buku yang dapat membantu menambah pengetahuan siswa tentang pakaian adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan ensiklopedia anak yang dikembangkan ditinjau dari aspek-aspek kenyamanan, kelengkapan komponen, konsistensi susunan, kesesuaian bahasa, dan aspek isi menurut dosen Ilmu Sejarah, dosen Pendidikan Seni Tari serta Guru kelas V dengan rerata skor 3,54 termasuk dalam kategori “sangat baik”. Hasil penilaian dari siswa kelas IV dan V memperoleh skor rerata 3,45 termasuk dalam kategori “sangat baik”. Dengan demikian, pengembangan ensiklopedia anak tentang 16 pakaian adat di Indonesia bagian Tengah dan Timur yang dikembangkan sudah layak untuk digunakan anak-anak. Nurmansyah (2016) melakukan penelitian dengan mengembangkan bahan ajar berbasis ensiklopedia IPS tentang kerajaan Hindu-Buddha dan Islam.Penelitian dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah Anbaul Ulum Pakis kepada siswa kelas V. Tujuan penelitian adalah menghasilkan produk berupa bahan ajar berbasis ensiklopedia pada materi Kerajaan Hindu-Buddha dan Islam, dengan harapan mampu meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D). Hasil penelitian ini diperoleh nilai rata-rata post-test lebih baik daripada pre-test yaitu 76,2 > 47,6. Dari hasil penelitian nilai rata-rata post-test lebih baik daripada pre-test 29,158 > 23,185. Sedangkan pada perhitungan uji t manual dengan tingkat kemaknaan 0,05 diperoleh thitung ≥ ttabel yaitu 8,301 > 2, 056 artinya Ho ditolak dan Ha diterima. 15

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Sehingga terdapat perbedaan yang signifikan terhadap media pembelajaran yang dikembangkan. Dengan demikian, pengembangan sudah dapat dikatakan layak digunakan dalam pembelajaran. Dutaningtyas (2016) melakukan penelitian tentang pengembangan ensiklopedia alat musik tradisional Pulau Jawa. Jenis penelitian adalah penelitian dan pengembangan (R&D). Tujuan penelitian ini untuk memperkenalkan ragam alat musik tradisional Pulau Jawa kepada anak sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan memperoleh skor rerata 3,04 dengan kategori “baik” dari ahli ilmu sejarah, skor rerata 3,06 dengan kategori “baik” dari ahli seni musik, skor rerata 3,8 dengan kategori “sangat baik” dari guru kelas V, dan skor rerata 3,7 dengan kategori “sangat baik” dari empat orang siswa. Skor rerata keseluruhan 3,4 dengan kategori “sangat baik” ditinjau dari aspek kenyamanan, kelengkapan komponen, konsistensi susunan, penggunaan bahasa, dan isi buku. Kesimpulan dari penelitian pengembangan ini adalah ensiklopedia alat musik tradisional Pulau Jawa sudah “layak” digunakan sebagai sumber bacaan anak. Secara garis besar, penelitian tersebut meneliti tentang pengembangan buku ensiklopedia. Hasil dari ketiga penelitian tersebut menunjukkan adanya peningkatan kualitas produk berupa buku ensiklopedia. Berdasarkan penelitian yang relevan, belum ditemukan penelitian pengembangan produk media pembelajaran berupa buku ensiklopedia IPA tentang sistem gerak tubuh manusia. 16

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Penelitian tentang Buku Ensiklopedia Dutaningtyas (2016) Pengembangan Ensiklopedia Alat Musik Tradisional Pulau Jawaa untuk Kelas V. Handayani, M. P (2016) Pengemabangan Buku Lift The Flap Ensiklopedia Anak tentang 16 Pakaian Adat di Indonesia Bagian Tengah dan Timur pada siswa kelas IV dan V Nurmansyah, H. (2016) Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Ensiklopedia Ilmu Pengetahuan Sosial pada Materi Kerajaan Hindu-Buddha dan Islam. Yang diteliti: Widyawati (2018) Pengembangan Media Pembelajaran Buku Ensiklopedia Sistem Gerak Tubuh Manusia kelas V di SD Negeri Sumyang. Bagan 2.1 Bagan Penelitian yang Relevan 2.3 Kerangka Berpikir Teknologi informasi dan komunikasi saat ini mengalami perkembangan yang pesat. Perkembangan tersebut ternyata mempengaruhi dunia pendidikan. Salah satu contoh pengaruh teknologi informasi dalam dunia pendidikan adalah penggunaan media pembelajaran. Media sebagai sarana pembelajaran telah lama digunakan, yaitu sejak manusia melaksanakan proses dan aktivitas belajar. Pemanfaatan media dalam proses pembelajaran dapat membantu peserta didik untuk memahami materi. Saat ini seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, penggunaan media pembelajaran telah beralih pada media eletronik. Maraknya penggunaan media elektronik seperti media pameran, audio, gambar bergerak atau video, multimedia, dan media berbasis web/internet ternyata tidak mempengaruhi eksistensi media pembelajaran konvensional seperti media cetak yang berupa buku. Belum ada satu negara pun di dunia ini yang meninggalkan buku dalam proses pembelajaran. Buku menjadi suatu hal penting 17

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dalam proses pembelajaran. Buku yang digunakan oleh siswa ketika proses pembelajaran juga digunakan sebagai media di mana mereka mendapatkan berbagai informasi dan pengetahuan. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang peneliti lakukan di tiga SD Negeri wilayah kecamatan Jogonalan kepada guru dan siswa diperoleh informasi bahwa kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran IPA tentang sistem gerak tubuh manusia. Kesulitan tersebut dikarenakan penjelasan materi yang kurang mendalam pada buku siswa. Hal tersebut terlihat ketika siswa diminta untuk menyebutkan salah satu fungsi tulang anggota gerak tubuh manusia, siswa tidak dapat menjawab. Siswa tersebut beralasan bahwa pada buku siswa tidak terdapat pembahasan mengenai pertanyaan tersebut. Peneliti menemukan penyebab kesulitan belajar yang dialami siswa, yaitu kurangnya penjelasan yang mendalam dari guru dan minimnya media pembelajaran sekaligus sumber belajar yang dapat menambah informasi dan pengetahuan bagi siswa. Selama ini guru meminta siswa untuk mengakses internet untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan yang diinginkan. Bagi sebagian besar siswa yang tinggal di wilayah pedesaan merasa kesulitan apabila harus mengakses internet, terlebih bagi mereka yang tidak memiliki gadget atau smartphone. Mengetahui hal tersebut, peneliti berinisiatif untuk mengembangkan sebuah media pembelajaran yang sekaligus dapat berfungsi sebagai sumber belajar bagi siswa melalui pengemabangan media pembelajaran buku ensiklopedia sistem gerak tubuh manusia. Media pembelajaran buku ensiklopedia yang dikembangkan oleh peneliti disesuaikan dengan materi yang terdapat pada buku siswa. Diharapkan media pembelajaran buku ensiklopedia ini dapat membantu siswa dalam proses belajar dan dapat menambah informasi serta pengetahuan siswa. 18

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.4 Pertanyaan Penelitian 2.4.1 Bagaimana prosedur pengembangan media pembelajaran buku ensiklopedia sistem gerak tubuh manusia untuk siswa kelas V? 2.4.2 Bagaimana kualitas media pembelajaran buku ensiklopedia sistem gerak tubuh manusia menurut guru? 2.4.3 Bagaimana kualitas media pembelajaran buku ensiklopedia sistem gerak tubuh manusia menurut dosen ahli? 2.4.4 Bagaimana kualitas media pembelajaran buku ensiklopedia sistem gerak tubuh manusia menurut siswa? 19

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Uraian dalam bab ini terderi dari jenis penelitian, setting penelitian, prosedur pengembangan, uji validasi produk, instrumen penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, dan jadwal penelitian. 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian digunakan adalah research and developmrnt (R&D) atau biasa disebut dengan penelitian dan pengembangan. Secara sederhana Putra (2011: 67), menjelaskan bahwa definisi penelitian dan pengembangan atau research and developmrnt (R&D) adalah metode penelitian yang secara sengaja, sistematis, bertujuan/diarahkan untuk mencaritemukan, merumuskan, memperbaiki, mengembangkan, menghasilkan, menguji keefektifan produk, model, metode/strategi/cara, jasa, prosedur tertentu yang lebih unggul, baru, efektif, efisien, produktif, dan bermakna. Borg & Gall (dalam Tegeh, 2014: xiii) menjelaskan bahwa research and development adalah usaha untuk mengembangkan dan memvalidasi produk-produk yang akan digunakan dalam pendidikan. Sedangkan Sugiyono (2015: 30) menjelaskan bahwa metode penelitian pengembangan dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk meneliti, merancang, memproduksi dan menguji validitas produk yang telah dihasilkan. Berdasarkan pendapat dari ketiga tokoh tersebut dapat disimpulkan bahwa penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) adalah sebuah penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk baru atau mengembangkan produk yang sudah ada menjadi lebih baik dari produk sebelumnya, kemudian produk yang telah dihasilkan atau dikembangkan dilakukan uji validitas untuk mengetahui kualitas produk sebelum digunakan. Penelitian mengembangkan suatu produk media pembelajaran berupa buku ensiklopedia tentang sistem gerak tubuh manusia. Borg & Gall (dalam Sugiyono, 2015: 35-37) mengemukakan ada sepuluh langkah penelitian dan pengembangan, yaitu : 1) penelitian dan pengumpulan; 2) 20

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI melakukan perencanaan; 3) mengembangkan produk awal; 4) pengujian lapangan awal; 5) revisi utama terhadap produk; 6) melakukan uji coba lapangan utama; 7) revisi produk yang siap dioperasionalkan; 8) uji coba lapangan operasional; 9) revisi produk akhir; dan 10) mendesiminasikan dan mengimplementasikan produk. Sedangkan Sugiyono (2015: 408-409) menjelaskan langkah-langkah R&D, yaitu: 1) potensi dan masalah; 2) pengumpulan data; 3) desain produk; 4) validasi desain; 5) revisi desain; 6) uji coba produk; 7) revisi produk; 8) uji coba pemakaian; 9) revisi produk; dan 10) revisi massal. Berdasarkan pengertian tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan media pembelajaran buku ensiklopedia tentang sistem gerak tubuh manusia. Penelitian ini dibatasi sampai pada uji lapangan terbatas untuk mengetahui penggunaan media pembelajaran yang juga dapat digunakan sebagai sumber informasi oleh siswa sehingga siswa dapat memahami materi sistem gerak tubuh manusia di kelas V. 3.2 Setting Penelitian Setting penelitian membahas mengenai subjek penelitian, objek penelitian, lokasi penelitian, waktu penelitian, dan jadwal penelitian. 3.2.1 Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD N Sumyang Klaten. Dalam penelitian ini siswa sebagai subjek yang menggunakan media pembelajaran untuk membantu mengerjakan soal IPA khususnya pada materi sistem gerak tubuh manusia. 3.2.2 Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah media pembelajaran berupa buku ensiklopedia. Media pembelajaran tersebut dirancang untuk membantu siswa kelas V belajar mengenai sistem gerak tubuh manusia. Buku ensiklopedia terdiri dari berbagai materi yang berhubungan dengan sistem gerak tubuh manusia. 21

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.2.3 Lokasi Penelitian Penelitian dan pengembangan dilakukan di SD N Sumyang Klaten. SD N Sumyang Klaten terletak di wilayah pedesaan tepatnya di Sumyang, RT/RW: 06/02, Sumyang, Jogonalan, Klaten, Jawa Tengah, 57452. 3.2.4 Waktu Penelitian Penelitian dan pengembangan dilakukan pada bulan Juli hingga Desember 2018. Secara keseluruhan penelitian berlangsung selama kurang lebih 6 bulan. 3.2.5 Jadwal Penelitian Tabel 3.1 Jadwal Penelitian Langkah Penelitian Jul Tahun 2018/2019 Bulan ke Agst Sept Okt Nov Des Jan Penentuan Judul Penelitian Penyusunan Instrumen Mengurus Perijinan Pengumpulan Data Penyusunan Proposal Produk Buku Ensiklopedia (penyusunan, validasi, perbaikan) Uji Coba Produk Pengumpulan Data Pengolahan Data Penyusunan Laporan Ujian 3.3 Rancangan Penelitian Penelitian dan pengembangan ini mengadopsi model Borg & Gall dan Sugiyono. Menurut Borg & Gall (dalam Sugiyono, 2015: 35-37) mengemukakan sepuluh langkah dalam R&D yang dikembangkan oleh staff Teacher Education Program at Far West Laboratory for Educational Research and Development, dalam minicourses bertujuan meningkatkan keterampilan guru pada klas spesifik. Sepuluh langkah penelitian R&D antara lain penelitian dan pengumpulan, melakukan perencanaan, mengembangkan produk awal, pengujian lapangan awal, revisi utama terhadap produk, melakukan uji coba lapangan utama, revisi produk yang siap dioperasionalkan, uji coba lapangan operasional, revisi produk akhir, dan mendesiminasikan dan mengimplementasikan produk. 22

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Langkah R&D tersebut dimulai dari penelitian dan pengumpulan informasi, meliputi analisis kebutuhan yang dilakukan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner. Dengan melakukan analisis kebutuhan maka akan menghasilkan data empirik untuk mengetahui sebuah potensi atau permasalahan. Potensi atau permasalahan tersebut, selanjutnya digunakan sebagai bahan perencanaan yang meliputi pendefinisian keterampilan yang harus dipelajari, perumusan tujuan, dan penentuan urutan pembelajaran. Berdasarkan perencanaan, dilanjutkan dengan mengembangkan produk awal yang meliputi penyiapan materi pembelajaran, prosedur/penyusunan buku. Setelah produk dikembangkan, produk dilakukan uji lapangan awal. Pengujian produk awal dilakukan pada 1 sampai 3 sekolah, menggunakan 5 sampai 12 subjek. Berdasarkan pengujian lapangan awal, produk mengalami revisi utama untuk dilanjutkan uji coba lapangan utama yang dilakukan pada 5 sampai 15 sekolah dengan 30 sampai 100 subjek. Hasil dari uji coba lapangan utama tersebut akan direvisi kembali terhadap produk yang siap dioperasionalkan. Kemudian dilakukan uji coba lapangan operasional, yaitu uji coba terakhir yang dilakukan pada 10 sampai 30 sekolah dengan 40 sampai 400 subjek. Hasil uji coba akhir tersebut kemudian direvisi untuk yang terakhir berdasarkan saran dari uji lapangan. Langkah selanjutnya produk yang telah mengalami pengembangan, uji coba, dan revisi akan didesiminasikan dan diimplementasikan (Sugiyono, 2015: 35-37). Berdasarkan penjelasan langkah penelitian tersebut, peneliti selanjutnya membandingkan dengan tahapan menurut Sugiyono. Sugiyono (2015: 408-409) menjelaskan sepuluh langkah dalam penelitian dan pengembangan, yaitu: 1. Potensi dan masalah merupakan langkah awal penelitian dan pengembangan yang dapat dilakukan dengan observasi. 2. Setelah potensi dan masalah dapat ditunjukkan secara faktual, selanjutnya mengumpulkan informasi. Data hasil mengumpulkan informasi dapat digunakan sebagai bahan untuk perencanaan. 3. Desain produk adalah hasil akhir dari serangkaian penelitian awal, dapat berupa rancangan kerja baru, atau produk baru. 23

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Validasi desain merupakan sebuah proses untuk menilai apakah rancangan kerja baru atau produk baru secara rasional lebih baik dan efektif dibandingkan yang lama, dengan cara meminta penilaian ahli yang berpengalaman. 5. Perbaikan desain dilakukan setelah produk divalidasi oleh ahli yang berpengalaman. Perbaikan atau revisi dapat dilakukan setelah diketahui kelemahannya. 6. Uji coba produk yang pertama dilakukan secara terbatas dengan eksperimen. 7. Setelah uji coba terbatas, produk mengalami revisi kembali berdasarkan uji lapangan/empiris. 8. Selanjutnya produk di uji coba kembali dalam kondisi yang sesungguhnya. 9. Apabila setelah uji coba produk dalam kondisi sesungguhnya ditemukan kekurangan dalam penggunaan, maka produk akan direvisi kembali. 10. Setelah revisi yang terakhir, produk dapat dilanjutkan dengan pembuatan produk secara massal. Penelitian dan pengumpulan (research and information collecting) Uji coba lapangan utama (Main field testing) Melakukan perencanaan (Planning) Revisi utama terhadap produk (Main product revision) Revisi produk yang siap dioperasionalkan (Operational product revision) Mendesiminasikan dan mengimplementasikan produk (Dissemination and Implementation) Mengembangkan produk awal (Develop preliminary form a product) Pengujian lapangan awal produk akhir. (Preliminary Field Testing) Uji coba lapangan operasional (Operational Field Testing) Revisi produk akhir (Final product revision) Bagan 3.1 Model Penelitian dan Pengembangan Borg & Gall Sumber: Sugiyono (2015: 35 – 37) 24

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Potensi dan masalah Uji coba produk Revisi produk Pengumpulan data Revisi desain Uji coba pemakaian Desain produk Validasi desain Revisi produk Produksi massal Bagan 3.2 Model Penelitian dan Pengembangan Sugiyono Sumber: Sugiyono (2015: 409) Berdasarkan bagan bagan 3.2 model penelitian dan pengembangan Sugiyono (2015: 408-409), langkah-langkah penelitian dan pengembangan dimulai dengan menemukan potensi dan masalah. Selanjutnya dilakukan pengumpulan informasi dengan hasil data yang empirik. Data empirik tersebut dapat dijadikan sebagai pedoman dan bahan untuk membuat desain produk. Setelah produk didesain, produk selanjutnya divalidasi oleh ahli atau tenaga ahli untuk mengetahui kualitas produk yang dirancang. Setelah mengetahui kualitas produk dari hasil validasi, produk akan direvisi kembali sesuai dengan masukan ahli atau tenaga ahli atau revisi desain. Kemudian, produk yang telah direvisi dilakukan uji coba secara terbatas untuk mengetahui manfaat produk untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh responden. Dengan melakukan uji coba terbatas, maka akan diketahui kelemahan produk selama digunakan oleh responden. Selanjutnya dilakukan revisi kembali untuk memperbaiki kelemahan produk. Setelah produk direvisi kembali, kemudian diuji cobakan pada lingkup responden yang sebenarnya. Apabila dalam uji coba tersebut ditemukan kelemahan kembali, maka produk akan direvisi kembali. Ketika produk sudah dinyatakan layak, maka produk dapat diproduksi secara massal. Penelitian dan pengembangan ini mengadopsi serta membatasi model Borg & Gall (dalam Sugiyono, 2015: 35 – 37) serta Sugiyono (2015: 408-409) sampai pada tahap uji coba lapangan terbatas. Penelitian ini dibatasi pada uji coba 25

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI lapangan terbatas dan produk media pembelajaran buku ensiklopedia yang telah divalidasi dikarenakan keterbatasan waktu dan biaya. Langkah penelitian dan pengembangan dibatasi ke dalam lima langkah, yaitu dimulai dengan penelitian dan pengumpulan informasi, penyusunan rencana & desain produk, validasi produk, revisi produk, dan uji lapangan terbatas. Berikut merupakan model penelitian dan pengembangan yang disusun peneliti dengan mengadopsi langkah menurut Borg & Gall dan Sugiyono yang disajikan pada bagan 3.3. Penelitian dan pengumpulan informasi/analisis kebutuhan Uji lapangan terbatas Penyusunan rencana & desain produk Revisi produk Validasi produk Bagan 3.3 Modifikasi Model Penelitian dan Pengembangan 3.4 Prosedur Penelitian Prosedur penelitian dan pengembangan mengadopsi model penelitian yang telah dipaparkan. Penelitian dan pengembangan yang dilakukan mengadopsi dan membatasi langkah penelitian dari Borg & Gall dan Sugiyono. Karena waktu yang relatif singkat, penelitian ini dibatasi sampai pada uji coba langan terbatas dan media pembelajaran buku ensiklopedia yang telah divalidasi. Prosedur penelitian yang telah dimodifikasi hanya terdiri dari lima langkah, yaitu penelitian dan pengumpulan informasi, penyusunan rencana/desain produk, validasi produk, revisi produk, dan uji lapangan terbatas. Penelitian dimulai dengan melakukan penelitian dan pengumpulan informasi meliputi analisis kebutuhan guru dan siswa. Penelitian dan pengumpulan informasi yang meliputi analisis kebutuhan guru dan siswa dilakukan dengan observasi, wawancara, dan mengisi kuesioner. Selanjutnya, pada tahap perencanaan atau desain produk peneliti membuat kerangka materi pembelajaran IPA tentang sistem gerak tubuh manusia. Kerangka yang telah disusun kemudian dikembangkan dan didesain menjadi sebuah produk berupa buku ensiklopedia. Produk tersebut selanjutnya divalidasi oleh beberapa 26

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ahli untuk mengetahui kualitas produk yang akan diujicobakan. Setelah mengetahui kualitas produk, produk direvisi kembali sesuai dengan masukan beberapa ahli. Langkah yang terakhir, produk yang telah direvisi kemudian diuji coba terbatas. Kelima langkah penelitian tersebut disajikan dalam bagan 3.4. Tahap I: Penelitian dan pengumpulan informasi/analisis kebutuhan (Borg & Gall) Penelitian dan pengumpulan data Data analisis kebutuhan Pedoman observasi Validasi oleh ahli Observasi Pedoman wawancara Validasi oleh ahli Wawancara Menyebar kuesioner Validasi oleh ahli Data kesulitan belajar dan ketersediaan media pembelajaran Membuat analisis kebutuhan Tahap II: Penyusunan rencana dan desain produk (Borg & Gall dalam Sugiyono) Data analisis kebutuhan Menentukan media pembelajaran Buku ensiklopedia Menyusun kerangka materi pembelajaran Desain buku ensiklopedia Menyusun instrumen validasi para ahli Kuesioner validasi produk Validasi Instrumen siap digunakan Revisi 27

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tahap III: Validasi produk (Sugiyono) Instrumen siap digunakan Buku ensiklopedia Validasi oleh para ahli Tahap IV: Revisi produk (Sugiyono) Validasi oleh para ahli Hasil validasi Revisi produk sesuai dengan masukan para ahli Media pembelajaran buku ensiklopedia siap diuji cobakan Tahap V: Uji coba lapangan terbatas (Borg & Gall dan Sugiyono) Prestest Uji coba terbatas Posttest Tanggapan guru dan siswa Produk media pembelajaran buku ensiklopedia pada pembelajaran IPA materi sistem gerak tubuh manusia Bagan 3.4 Prosedur Penelitian 3.4.1 Penelitian dan Pengumpulan Informasi Langkah pertama penelitian ini yaitu penelitian dan pengumpulan informasi. Penelitian dan pengumpulan informasi meliputi analisis kebutuhan dengan cara mengidentifikasi permasalahan yang ada pada pembelajaran IPA di kelas V melalui observasi, wawancara, dan kuesioner. Sebelum digunakan untuk penelitian dan pengumpulan data, ketiga instrumen tersebut divalidasi oleh beberapa ahli pembelajaran IPA. Observasi terkait proses pembelajaran IPA di kelas V dilakukan di tiga SD Negeri wilayah kecamatan Jogonalan. Begitu juga dengan wawancara yang dilakukan di tiga SD Negeri yang sama dengan kepala sekolah, guru kelas V, dan 2 siswa kelas V. Selanjutnya, hasil observasi dan 28

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI wawancara dianalisis terkait kesulitan belajar pada pembelajaran IPA, ketersediaan media pembelajaran, dan ketersediaan sumber belajar tentang pembelajaran IPA di sekolah. Berdasarkan analisis tersebut, selanjutnya menjadi bahan penyususnan kuesioner analisis kebutuhan. Kuesioner analisis kebutuhan yang telah disusun, selanjutnya divalidasi oleh ahli IPA. Hal tersebut bertujuan untuk mengetahui kelayakan kuesioner sebelum digunakan. Hasil validitas kuesioner analisis kebutuhan digunakan sebagai perbaikan sesuai dengan saran yang telah diberikan oleh ahli. 3.4.2 Penyusunan Rencana & Desain Produk Langkah kedua penelitian ini adalah penyusunan rencana atau desain produk. Penyusunan rencana atau desain produk dibuat berdasarkan hasil analisis kebutuhan. Dari hasil analisis kebutuhan, kemudian ditentukan media pembelajaran sebagai produk yang akan diciptakan. Setelah menentukan produk yang akan diciptakan, selanjutnya membuat kerangka materi IPA tentang sistem gerak. Materi tersebut yang akan menjadi pembahasan dalam media pembelajaran. Desain produk dibuat semenarik mungkin untuk menarik perhatian siswa. Produk yang diciptakan dalam penelitian ini adalah media pembelajaran buku ensiklopedia anak. Buku ensiklopedia disusun dengan materi yang berurutan dan dengan desain buku berjendela. Selain membuat rancangan atau desain produk, peneliti juga menyusun instrumen kuesioner validitas yang akan digunakan untuk menilai kualitas produk. Instrumen yang telah disusun selanjutnya diuji validitasnya sebelum digunakan. Berdasarkan hasil validitas, instrumen kuesioner dapat diperbaiki sesuai dengan masukan validator. 3.4.3 Validitas Produk Langkah ketiga dalam penelitian ini adalah validitas produk. Media pembelajaran yang telah dibuat kemudian divalidasi oleh ahli IPA dan guru kelas V SD Negeri 01 Ngering. Validitas dilakukan untuk mengetahui kualitas dan kelayakan produk sebelum digunakan untuk uji coba lapangan terbatas. 29

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.4.4 Revisi Produk Langkah keempat penelitian ini adalah revisi produk. Setelah produk divalidasi, akan diketahui kualitas produk sebelum digunakan untuk uji coba lapangan terbatas. Hasil uji validitas produk kemudian direvisi sesuai dengan masukan ahli IPA dan guru kelas V SD Negeri 01 Ngering. 3.4.5 Uji Coba Lapangan Terbatas Langkah kelima setelah revisi produk adalah uji coba lapangan terbatas. Uji coba lapangan terbatas dilakukan kepada 10 siswa SD Negeri Sumyang. Produk diuji cobakan secara terbatas kepada sekelompok siswa yang telah diberi pretest. Selanjutnya produk divalidasi kembali oleh siswa sesudah siswa melaksanakan kegiatan pembelajaran menggunakan media pembelajaran buku ensiklopedia dan mengerjakan soal posttest untuk mengetahui kualitas media pembelajaran. Hasil validasi oleh siswa maupun ahli selanjutnya menjadi bahan pertimbangan bagi peneliti sebelum diproduksi secara masal. Hal tersebut dikarenakan keterbatasan biaya dan waktu yang relatif singkat. Oleh karena itu, penelitian ini hanya dibatasi sampai pada produk media pembalajaran buku ensiklopedia sistem gerak tubuh manusia. 3.5 Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data merupakan inti dari setiap kegiatan penelitian. Pengumpulan data pada penelitian dan pengembangan Richey & Klein, 2009 (dalam Sugiyono, 2015: 200) menyatakan data yang akan dikumpulkan oleh peneliti tergantung pada rumusan masalah dan hipotesis . Peneliti melakukan pengumpulan data dengan teknik wawancara, observasi, kuesioner, dan tes dalam penelitian ini. 3.5.1 Observasi Observasi adalah salah cara untuk mengadakan penilaian dengan jalan mengadakan pengamatan secara langsung dan sistematis. Data-data yang diperoleh dalam observasi dicatat dalam suatu catatan observasi. Kegiatan pencatatan dalam hal ini merupakan bagian dari kegiatan pengamatan. (Taniredja dan Mustafidah, 2012: 47). 30

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Observasi dilakukan pada saat proses pembelajaran IPA berlangsung di kelas V. Peneliti melakukan observasi di tiga SD Negeri wilayah kecamatan Jogonalan. Aspek yang diobservasi ketika pembelajaran IPA di kelas V adalah ketersediaan dan pemanfaatan media pembelajaran serta sumber informasi yang digunakan ketika pembelajaran. 3.5.2 Wawancara Burke & Larry (dalam Sugiyono, 2015: 210) menjelaskan bahwa wawancara merupakan teknik pengumpulan data di mana pewawancara (peneliti yang diberi tugas melakukan pengumpulan data) dalam mengumpulkan data mengajukan suatu pertanyaan kepada yang diwawancarai. Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan dan potensi yang harus diteliti, dan juga apabila ingin mengetahui pendapat, keinginan, dan hal-hal lain dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit/kecil (Sugiyono, 2015: 210). Wawancara ditujukan pada beberapa narasumber yaitu kepala sekolah, guru kelas V, dan dua orang siswa kelas V di tiga SD Negeri wilayah kecamatan Jogonalan Data yang dikumpulkan melalui wawancara dengan kepala sekolah adalah terkait dengan sekolah, ketersediaan media pembelajran, dan ketersediaan sumber informasi di sekolah. Wawancara kepada guru kelas V dilakukan untuk mengumpulkan data yang terkait ketersediaan media pembelajaran, kualitas buku penunjang pembelajaran, penggunaan media pembelajaran, dan ketersediaan sumber belajar, serta kesulitan yang dialami siswa pada pembelajaran IPA. Wawancara kepada siswa kelas V dilakukan untuk mengumpulkan data terkait penggunaan media pembelajaran oleh guru, ketersediaan sumber belajar, dan kesulitan yang dialami selama pembelajaran IPA. 3.5.3 Kuesioner Sugiyono (2015: 216) Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat petanyaan atau penyataan tertulis untuk dijawab oleh responden. Dalam penelitian ini, menggunakan kuesioner dalam beberapa hal yaitu, analisis kebutuhan guru beserta siswa, dan validitas produk. Kuesioner analisis kebutuhan diberikan kepada tiga guru kelas V 31

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dan dua siswa kelas V di SD Negeri wilayah kecamatan Jogonalan untuk mengetahui kebutuhan terkait media pembelajaran yang dibutuhkan oleh guru dan siswa. Sedangkan, kuesioner validitas produk juga diberikan kepada ahli-ahli untuk menilai kelayakan media pembelajaran yang dibuat. Selain kepada para ahli, kuesioner validitas produk juga diberikan kepada siswa untuk menilai kelayakan media pembelajaran yang dibuat setelah uji coba terbatas. 3.5.4 Tes Dalam penelitian dan pengembangan, pengumpulan data berupa tes digunakan sebagai data pendukung. Pengumpulan data dengan test dilakukan untuk mengetahui kondisi awal objek sebelum diberi perlakuan dengan menggunakan produk baru (pretest) dan setelah dilakukan perlakuan dengan produk baru (posttest) (Sugiyono, 2015: 208). Pada penelitian ini akan dilakukan pretest terlebih dahulu untuk mengetahui prestasi belajar siswa sebelum menggunakan media pembelajaran dalam uji coba terbatas. Selanjutnya, setelah siswa menggunakan media pembelajaran, siswa akan mengerjakan posttest setelah dilakukan uji coba lapangan terbatas. 3.6 Instrumen Penelitian Instrumen penelitian adalah alat ukur seperti tes, kuesioner, pedoman wawancara, dan pedoman observasi yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam suatu penelitian (Sugiyono, 2015: 156). Penelitian ini menggunakan empat instrumen, yaitu kuesioner, pedoman wawancara, pedoman observasi, dan soal pretest-posttest. Terdapat dua macam instrumen dalam penelitian dan pengembangan, yaitu instrumen yang digunakan untuk mengukur validitas produk yang berupa barang dan instrumen yang digunakan untuk mengukur validitas produk yang bukan barang (Sugiyono, 2015: 157). Semakin tinggi validitas instrumen, maka semakin baik juga kualitasnya. 3.6.1 Pedoman Observasi Observasi dilaksanakan pada proses pembelajaran IPA kelas V, ketersediaan media pembelajaran, dan sumber informasi yang digunakan di tiga 32

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI SD Negeri wilayah kecamatan Jogonalan. Aspek yang dapat diobservasi ketika proses pembelajaran IPA berlangsung adalah pemanfaatan media, penggunaan sumber informasi, dan cara mengajar guru. Kisi-kisi observasi pembelajaran IPA kelas V dapat dilihat pada tabel 3.2. Tabel 3.2 Kisi-kisi Observasi Pembelajaran IPA kelas V No. Item 1, 2 3 4, 5 Kisi-kisi Observasi Kemampuan guru menyampaikan materi pembelajaran IPA Ketersediaan sumber informasi untuk menunjang proses pembelajaran IPA Kualitas sumber belajar 6 Penggunaan sumber informasi sebagai tambahan pengetahuan materi IPA 7 Kesulitan belajar yang dialami siswa dalam pembelajaran di kelas Objek yang Diamati Guru menyampaikan materi pembelajaran IPA secara mendalam. Siswa mengalami kebingungan ketika guru mengajar materi IPA. Guru menyediakan referensi lain kepada siswa. Siswa antusias membaca referensi lain yang disediakan oleh guru. Referensi yang digunakan oleh guru sesuai dengan karakteristik siswa. Guru menggunakan refensi lain (bukan buku guru) sebagai tambahan pengetahuan materi IPA yang akan disampaikan kepada siswa. Siswa mengalami kesulitan ketika mengerjakan soal IPA. Pedoman observasi telah divalidasi oleh dua ahli pembelajaran IPA. Uji validitas pada instrumen nontes yang digunakan untuk mengukur sikap adalah validitas konstruk (Sugiyono, 2014: 170). Validitas konstruk merupakan penilaian validitas (kebenaran bahwa suatu item benar-benar mengukur sesuatu yang diukur) berdasarkan pola keterkaitan antar item pertanyaan yang mengukurnya. Oleh karena itu, pedoman observasi tersebut diuji dengan uji validitas konstruk. Melalui validitas konstruk yang dilakukan akan diperoleh hasil rerata skor validitas pedoman observasi. Berikut adalah hasil validasi terhadap instrumen observasi yang disajikan pada tabel 3.3. 33

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 3.3 Hasil Validasi Instrumen Pedomen Observasi oleh Ahli Ahli 1 2 Nomor Aspek yang Dinilai 1 2 3 4 3 4 4 3 4 4 4 4 Rerata Total Rerata 14 16 15 3,50 4,00 3,75 Dari hasil validasi instrumen pedoman observasi pada tabel 3.3, rerata skor sebesar 3,75. Jika dibandingkan dengan tabel 3.26, rerata tersebut memiliki nilai lebih dari 3,25 dengan kriteria sangat baik. Berdasarkan kategori tersebut, dapat dikatakan bahwa instrumen pedoman observasi dinyatakan valid dan sudah layak digunakan. 3.6.2 Pedoman Wawancara Wawancara dilakukan peneliti kepada beberapa narasumber yaitu kepala sekolah, guru kelas V, dan dua orang siswa kelas V dari tiga SD Negeri wilayah kecamatan Jogonalan. Wawancara yang dilakukan bertujuan untuk pengumpulan data. Sebelum melakukan wawancara, pedoman wawancara telah divalidasi terlebih dahulu oleh ahli. Hasil validasi instrumen pedoman wawancara disajikan pada tabel 3.4. Tabel 3.4 Hasil Validasi Pedoman Wawancara Ahli 1 2 Nomor Aspek yang Dinilai 1 2 3 4 5 4 4 3 3 3 3 4 4 4 3 Rerata Total Rerata 17 18 17,50 3,40 3,60 3,50 Dari hasil validasi instrumen pedoman wawancara pada tabel 3.4, rerata skor sebesar 3,50. Jika dibandingkan dengan tabel 3.26, rerata tersebut memiliki nilai lebih dari 3,25 dengan kriteria sangat baik. Berdasarkan kategori tersebut, dapat dikatakan bahwa instrumen tes dinyatakan valid dan sudah layak digunakan. 3.6.2.1 Wawancara Kepala Sekolah Pengumpulan data melalui wawancara dilakukan pertama kali kepada kepala sekolah SD N Sumyang. Teknik wawancara yang dipilih adalah teknik wawancara terstruktur. Wawancara terstruktur digunakan sebagai teknik 34

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pengumpulan data, apabila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh. Oleh karena itu, dalam melakukan wawancara, pengumpul data telah menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis (Sugiyono, 2015: 211). Adapun rencana wawancara dengan kepala sekolah dapat dilihat pada tabel 3.5. Tabel 3.5 Topik Pertanyaan Wawancara dengan Kepala Sekolah No. Topik Pertanyaan 1. 2. 3. 4. Informasi yang berkaitan dengan sekolah. Penggunaan media pembelajaran. Ketersediaan buku dan minat baca siswa. Penelitian yang pernah dilakukan di sekolah berkaitan dengan media pembelajaran buku ensiklopedia. 3.6.2.2 Wawancara Guru Kelas V Pengumpulan data melalui wawancara yang kedua kepada guru kelas V. Wawancara yang dilakukan menggunakan teknik wawancara terstruktur. Adapun rencana wawancara dengan guru kelas V dapat dilihat pada tabel 3.6. Tabel 3.6 Topik Pertanyaan Wawancara dengan Guru Kelas V No. 1. 2. 3. 4. 5. Topik Pertanyaan Informasi yang berkaitan dengan Kurikulum 2013. Kualitas buku yang digunakan dalam proses belajar mengajar. Kesulitan yang dialami siswa pada mata pelajaran IPA. Buku referensi. Penggunaan media pembelajaran 3.6.2.3 Wawancara Siswa Kelas V Pengumpulan data melalui wawancara selanjutnya dilakukan dengan dua orang siswa kelas V. Adapun rencana wawancara dengan dua orang siswa kelas V dapat dilihat pada tabel 3.7. Tabel 3.7 Topik Pertanyaan Wawancara dengan Siswa Kelas V No. 1. 2. 3. 4. Topik Pertanyaan Tanggapan mengenai pembelajaran IPA. Kesulitan yang dialami siswa dalam pembelajaran IPA. Penggunaan media pembelajaran IPA. Pengetahuan buku ensiklopedia. 35

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.6.3 Kuesioner Penelitian ini menggunakan kuesioner dalam beberapa hal, yaitu analisis kebutuhan oleh guru dan siswa, validitas produk oleh para ahli, dan validitas produk melalui uji coba lapangan terbatas. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono dalam Sugiyono, 2015: 216). 3.6.3.1 Kuesioner Analisis Kebutuhan Kuesioner yang digunakan adalah bentuk kueioner terbuka. Responden dapat menjawab pertanyaan secara bebas pada bentuk kuesioner terbuka. Responden dalam analisis kebutuhan ini adalah guru dan siswa kelas V di tiga SD Negeri wilayah kecamatan Jogonalan. Hasil kuesioner digunakan sebagai pertimbangan untuk merancang media pembelajaran yang dikembangkan. Kisikisi analisis kebutuhan guru dapat dilihat pada tabel 3.8. Sedangkan kisi-kisi analisis kebutuhan siswa dapat dilihat pada tabel 3.9. Tabel 3.8 Kisi-kisi Kuesioner Analisis Kebutuhan Guru Topik Perubahan materi pada Kurikulum 2013. Penggunaan buku sumber informasi/referensi dalam pembelajaran IPA. Jenis buku sumber informasi/referensi yang digunakan Kualitas buku sumber informasi/referensi . Pertanyaan Menurut Bapak/Ibu, jika dibandingkan dengan KTSP bagaimana materi pembelajaran IPA di kelas V saat ini? Apakah Bapak/Ibu pernah menggunakan buku referensi sebagai tambahan informasi ketika mengajar materi IPA? Menurut Bapak/Ibu, apakah siswa juga memerlukan buku referensi untuk memperoleh informasi dan membantu siswa ketika mengerjakan soal? Buku referensi seperti apa yang baik untuk menambah informasi dan membantu siswa mengerjakan soal? Menurut Bapak/Ibu apakah jenis buku ensiklopedia dapat membantu siswa memperoleh tambahan informasi serta dapat membantu siswa mengerjakan soal? Menurut Bapak/Ibu, manakah yang lebih baik, buku ensiklopedia yang full colour atau low colour? Menurut Bapak/Ibu, manakah yang lebih baik? Buku ensiklopedia berupa berjendela atau buku ensiklopedia pada umumnya. No Item 1 2, 3 4, 5 6, 7 36

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Sebelum digunakan, kuesioner divalidasi terlebih dahulu oleh ahli. Validasi dilakukan dengan tujuan agar instrumen tersebut layak digunakan. Validasi yang dilakukan adalah validasi konstruk. Dalam validasi instrumen kuesioner tersebut, para ahli memberikan penilaian dan komentar yang digunakan sebagai pertimbangan untuk perbaikan kuesioner. Tabel 3.9 Kisi-kisi Kuesioner Analisis Kebutuhan Siswa Topik Tingkat kesulitan pembelajaran IPA Cara guru menyampaikan materi pembelajaran Penggunaan sumber informasi/referensi Minat siswa terhadap buku sumber informasi/referensi Pengetahuan mengenai buku ensiklopedia Kualitas buku sumber informasi/referensi Pertanyaan Menurutmu, bagaimana tingkat kesulitan materi dalam pembelajaran IPA? Bagaimana Bapak/Ibu gurumu ketika mengajar pembelajaran IPA di kelas? Jika ada materi yang penjelasannya tidak ada di buku paket, apakah Bapak/Ibu gurumu menyarankan untuk membaca buku lain? Jika Bapak/Ibu guru meminta mu membaca buku, apakah kamu mau melakukannya dengan senang hati? Apakah kamu memerlukan buku lain untuk belajar dan membantumu mengerjakan soal IPA? Apakah kamu pernah membaca buku ensiklopedia? Menurutmu, manakah yang lebih baik, buku ensiklopedia yang full colour atau low colour. Menurut mu, manakah yang lebih baik? Buku ensiklopedia berupa berjendela atau buku ensiklopedia pada umumnya. No Item 1 2 3 4, 5 6 7. 8 Sebelum diberikan kepada guru dan siswa, kuesioner divalidasi oleh dua ahli pembelajaran IPA. Validasi yang akan digunakan adalah validitas konstruk. Validitas konstruk merupakan penilaian validitas (kebenaran bahwa suatu item benar-benar mengukur sesuatu yang diukur) berdasarkan pola keterkaitan antar item pertanyaan yang mengukurnya. Oleh karena itu, kuesioner analisis kebutuhan guru dan siswa tersebut diuji dengan uji validitas konstruk. Melalui validasi konstruk yang dilakukan oleh peneliti, akan diperoleh hasil rerata skor validasi kuesioner analisis kebutuhan guru dan siswa. Hasil validasi instrumen kuesioner analisis kebutuhan untuk guru disajikan dalam tabel 3.10. Sedangkan 37

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI hasil validasi instrumen kuesioner analisis kebutuhan untuk siswa disajikan dalam tabel 3.11 Tabel 3.10 Hasil Validasi Kuesioner Analisis Kebutuhan untuk Guru Ahli 1 2 Nomor Aspek yang Dinilai 1 2 3 4 4 4 3 4 4 4 4 3 Rerata Total Rerata 15 15 15 3,75 3,75 3,75 Tabel 3.11 Hasil Validasi Kuesioner Analisis Kebutuhan untuk Siswa Ahli 1 2 Nomor Aspek yang Dinilai 1 2 3 4 3 4 3 4 3 3 2 4 Rerata Total Rerata 14 12 13 3,50 3,00 3,25 Dari hasil validasi kuesioner analisis kebutuhan untuk guru dan siswa pada tabel 3.11 dan 3.12, rerata skor analisis kebutuhan guru sebesar 3,75. Sedangkan rerata skor analisis kebutuhan siswa sebesar 3,25. Jika dibandingkan dengan tabel 3.26, kedua rerata tersebut memiliki nilai lebih dari dan sama dengan 3,25 dengan kriteria sangat baik. Berdasarkan kategori tersebut, dapat dikatakan bahwa instrumen tes dinyatakan valid dan sudah layak digunakan. 3.6.3.2 Kuesioner Validitas Produk Penyusunan kuesioner validitas produk berdasarkan pada hasil analisis kebutuhan guru dan siswa. Validitas produk dengan menggunakan kuesioner dilakukan untuk mengetahui kualitas dan kelayakan media pembelajaran buku ensiklopedia yang dikembangkan. Kuesioner validitas produk diisi oleh ahli pembelajaran IPA dan guru kelas V. Validitas produk oleh ahli dan guru kelas V dilakukan setelah produk media pembelajaran buku ensiklopedia telah dicetak dan dilakukan pengemabangan. Selain kuesioner produk oleh ahli dan guru kelas V, juga terdapat kuesioner tanggapan mengenai media pembelajaran buku ensiklopedia oleh siswa. Pengisian kuesioner tanggapan mengenai produk media pembelajaran buku ensiklopedia dilakukan ketika uji coba terbatas. Kisi-kisi kuesioner validitas produk oleh ahli 38

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dan guru kelas dapat dilihat pada tabel 3.12. Sedangkan kisi-kisi kuesioner validitas produk oleh siswa dapat dilihat pada tabel 3.13. Tabel 3.12 Kisi-kisi Kuesioner Validasi Produk oleh Ahli dan Guru Aspek Tampilan Kelengkapan komponen Konsistensi susunan Kesesuaian bahasa Isi Efisiensi Pernyataan Halaman judul ensiklopedia menarik Desain ensiklopedia menarik bagi siswa Tulisan mudah dibaca Perpaduan warna ensiklopedia menarik Ensiklopedia memiliki ukuran yang proposional Gambar menarik sehingga mudah dipahami oleh siswa. Terdapat daftar isi Terdapat daftar pustaka Terdapat kata pengantar Antara gambar dan keterangan sesuai Penjelasan informasi tertulis secara runtut Bahasa yang digunakan dapat dipahami oleh siswa Ensiklopedia berisi informasi sistem gerak tubuh manusia sesuai dengan materi sekolah dasar Ensiklopedia memuat informasi yang sesuai dengan karakteristik siswa Penjelasan yang dituliskan mengenai informasi sistem gerak tubuh manusia jelas Ensiklopedia sistem gerak tubuh manusia dapat membantu siswa memahami konsep IPA Ensiklopedia sistem gerak tubuh manusia dapat membantu siswa menemukan jawaban yang benar ketika belajar Ensiklopedia sistem gerak tubuh manusia dapat digunakan siswa secara mandiri Nomor Item 1a, 1b, 1c, 1d, 1e, dan 1f 2g, 2h, dan 2i 3j, dan 3k 4l 5m, 5n, dan 5o 6p, 6q, dan 6r Tabel 3.13 Kisi-kisi Kuesioner Validasi Produk oleh Siswa Aspek Tampilan Pernyataan Menurut saya, halaman sampul ensiklopedia sistem gerak tubuh manusia menarik. Tampilan buku ensiklopedia sistem gerak tubuh manusia bagus. Saya mudah membaca tulisan yang ada pada buku ensiklopedia sistem gerak tubuh manusia. Menurut saya, perpaduan warna pada buku ensiklopedia sistem gerak tubuh manusia bagus. Gambar pada bku ensiklopedia menarik. Saya mudah memahami gambar pada buku ensiklopedia. Nomor Item 1a, 1b, 1c, 1d, 1e, 1f, dan 1g 39

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Saya menyukai ukuran buku ensiklopedia sistem gerak tubuh manusia. Saya mudah memahami penjelasan pada buku ensiklopedia sistem gerak tubuh manusia. Ensiklopedia sistem gerak tubuh manusia dapat membantu saya memahami konsep IPA. Ensiklopedia sistem gerak tubuh manusia dapat membantu saya menemukan jawaban yang benar ketika belajar. Ensiklopedia sistem gerak tubuh manusia dapat saya gunakan secara mandiri. Kesuaian bahasa Efisiensi 2h 3i, 3j, dan 3k Sebelum diberikan, kuesioner validitas produk divalidasi terlebih dahulu oleh beberapa ahli, yaitu ahli pembelajaran IPA. Validitas yang digunakan yaitu validitas konstruk. Validitas konstruk merupakan penilaian validitas (kebenaran bahwa suatu item benar-benar mengukur sesuatu yang diukur) berdasarkan pola keterkaitan antar item pertanyaan yang mengukurnya. Oleh karena itu, kuesioner validitas produk oleh ahli, guru dan siswa tersebut diuji dengan uji validitas konstruk. Melalui validitas konstruk yang dilakukan akan diperoleh hasil rerata skor kuesioner validitas produk oleh ahli, guru dan siswa. Hasil validitas kuesioner produk oleh ahli disajikan pada tabel 3.14 Tabel 3.14 Hasil Validasi Kuesioner Validasi Produk oleh Ahli Ahli 1 2 Nomor Aspek yang Dinilai 1 2 3 4 5 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 Rerata Total Rerata 19 19 38 3,80 3,80 3,80 Dari hasil validasi kuesioner validasi produk oleh ahli pada tabel 3.14, rerata skor sebesar 3,80. Jika dibandingkan dengan tabel 3.26, rerata tersebut memiliki nilai lebih dari 3,25 dengan kriteria sangat baik. Berdasarkan kategori tersebut, dapat dikatakan bahwa instrumen tes dinyatakan valid dan sudah layak digunakan. Dalam validasi kuesioner validasi produk, ahli memberikan komentar terkait kuesioner produk yang disajikan pada tabel 3.15. 40

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 3.15 Komentar dan Keputusan Perbaikan Instrumen Kuesioner Validasi Produk No. Item 1 2 3 4 5 Komentar Ahli Keputusan Perbaikan 2 Perlu ada Peneliti menambahkan butir tambahan tentang kalimat kuesioner tentang penilaian kualitas kualitas gambar. gambar. Validasi instrumen yang selanjutnya adalah validasi instrumen kuesioner 1 tanggapan mengenai produk oleh siswa. berikut merupakan hasil validasi kuesioner tanggapan mengenai produk oleh siswa yang disajikan pada tabel 3.16. Tebel 3.16 Hasil Validasi Kuesioner Tanggapan Mengenai Produk oleh Siswa Ahli 1 2 Nomor Aspek yang Dinilai 1 2 3 4 4 3 4 4 4 3 3 4 Rerata Total 15 14 14,50 Rerata 3,75 3,50 3,63 Dari hasil validasi kuesioner tanggapan produk oleh siswa pada tabel 3.16, rerata skor sebesar 3,65. Jika dibandingkan dengan tabel 3.26, rerata tersebut memiliki nilai lebih dari 3,25 dengan kriteria sangat baik. Berdasarkan kategori tersebut, dapat dikatakan bahwa instrumen tes dinyatakan valid dan sudah layak digunakan. 3.6.4 Soal Tes Penelitian ini menggunakan soal tes untuk melakukan pretest dan posttest. Pretest dan posttest digunakan sebagai data pendukung untuk mengetahui hasil belajar belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran dalam uji coba terbatas. Peneliti menyusun dan mengembangkan tes berdasarkan Kompetensi Dasar (KD) “3.1 Menjelaskan alat gerak dan fungsinya pada hewan dan manusia serta cara memelihara kesehatan alat gerak manusia”. KD tersebut kemudian dikembangkan menjadi tiga indikator. Ketiga indikator tersebut 41

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dikembangkan menjadi 20 soal diantaranya 13 soal menjodohkan dan 7 soal isian. Kisi-kisi soal tes disajikan dalam tabel 3.17. Tabel 3.17 Kisi-kisi Soal Tes 3.1.1 3.1.2 3.1.3 Indikator Menentukan alat gerak manusia bagian atas sesuai dengan fungsinya. Menentukan alat gerak manusia bagian bawah sesuai dengan fungsinya. Mengetahui gangguan yang sering terjadi pada alat gerak tubuh manusia. Bentuk Soal Nomor Item Menjodohkan 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 Menjodohkan 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7 Isian 1a. 1b, 1c, 2, 3, 4, dan 5 Instrumen tes yang telah dibuat diuji validitasnya terlebih dahulu sebelum digunakan untuk pretest dan posttest. Validitas merupakan derajat ketetapan antara data yang terjadi dengan data yang dilaporkan oleg peneliti (Sugiyono, 2014: 361). Uji validitas dilakukan untuk menjamin adanya kesesuaian antara alat ukur dengan keadaan yang akan diukur (Purwanto, 2007: 124). Alat ukur atau instrumen dikatakan valid apabila instrumen tersebut dapat dengan tepat mengukur apa yang hendak diukur (Purwanto, 2007: 124). Alat atau instrumen dikatakan valid apabila instrumen tersebut dapat dengan tepat mengukur apa yang hendak dukur (Widoyoko, 2015: 141). Validitas yang dilakukan pada instrumen tes sebelumnya digunakan adalah validitas isi dan validitas konstruk. Validitas isi (content validity) adalah membandingkan isi instrumen dengan materi yang telah diajarkan. Aspek yang dinilai dalam uji validitas isi dituangkan dalam tabel 3.18. Tabel 3.18 Aspek Penilaian Validitas Isi Instrumen Tes No. Aspek yang Dinilai 1. Kesesuaian kompetensi inti, standar kompetensi, dan Indokator. 2. Kesesuaian perilaku yang dituntut dalam indikator dengan perkembangan siswa. 3. Kesesuaian indikator 1 dengan item soal yang diberikan. 4. Kesesuaian indikator 2 dengan item soal yang diberikan 5. Kesesuaian indikator 3 dengan item soal yang diberikan. 6. Penggunaan bahasa. 7. Kesesuaian penulisan kalimat pertanyaan. 42

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Selanjutnya, validitas konstruk (construct validity) adalah membandingkan aspek yang diukur dengan kajian teori tertentu (Sugiyono, 2014: 172-177). Validitas konstruk dilakukan untuk mengetahui konstruksi soal yang dibuat terkait dengan kesesuaian materi, bahasa dan penulisan soal. Validitas isi dan validitas konstruk tersebut dilakukan oleh ahli pembelajaran IPA. Hasil uji validitas isi oleh ahli disajikan pada tabel 3.19. Tabel 3.19. Hasil Uji Validasi Isi oleh Ahli Ahli 1 1 4 Nomor Item 2 3 4 5 6 4 3 4 4 4 7 3 Total Rerata 26 3,71 Dari hasil validasi isi instrumen tes oleh ahli pada tabel 3.19, rerata skor sebesar 3,71. Jika dibandingkan dengan tabel 3.26, rerata tersebut memiliki nilai lebih dari 3,25 dengan kriteria sangat baik. Berdasarkan kategori tersebut, dapat dikatakan bahwa instrumen tes dinyatakan valid dan sudah layak digunakan. Instrumen tes juga divalidasi konstruk oleh ahli. Hasil validasi konstruk instrumen tes oleh ahli disajikan pada tabel 3.20. Tabel 3.20 Hasil Validasi Konstruk Instrumen Tes oleh Ahli Nomor Item Soal 1 Soal 2 Soal 3 Soal 4 Soal 5 Soal 6 Soal 7 Skor 3 3 4 4 4 4 4 Kategori Baik Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Dari hasil validasi konstruk instrumen tes oleh ahli yang disajikan pada tabel 3.20, terhitung rerata skor sebesar 4. Dilihat pada tabel 3.26, rerata uji keterbacaan kuesioner termasuk dalam kategori sangat baik. Dari kategori tersebut, dapat dikatakan bahwa instrumen tes dikatakan valid. Selain itu ahli tidak memberikan komentar tambahan mengenai instrumen, sehingga instrumen tes layak untuk digunakan. 43

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Instrumen tes yang sudah divalidasi oleh ahli kemudian diujikan secara empiris kepada siswa kelas V di SD Negeri Sumyang. Data yang diperoleh selanjutnya diolah dengan menggunakan program SPSS untuk menganalisis item soal yang valid. Item soal yang valid dapat dilihat dari perbandingan r hitung dan r tabel. Jika r hitung lebih besar dari r tabel maka item soal tersebut valid dan sebaliknya. Selain itu, valid atau tidaknya instrumen dapat dilihat dari harga sig. (2-tailed). Jika harga sig. (2 tailed) lebih kecil dari 0,05 maka item soal dikatakan valid (Widoyoko, 2009: 137). Setelah diuji validitasnya, selanjutnya peneliti menguji reliabilitas item soal. Kata reliabilitas dalam bahasa Inggris berarti dapat dipercaya. Instrumen tes dapat dipercaya jika memberkan hasil yang tetap atau ajeg (konsisten) apabila diteskan berkali-kali (Widoyoko, 2015: 157). Reliabel atau tidaknya suatu instrumen soal dapat dketahui dari nilai koefisien alpha. Item soal diuji dengan menggunakan program komputer SPSS dengan menghitung nilai koefisien alpha instrumen tes dikatakan reliabel jika mempunyai koefisien alpha sekurangkurangnya 0,7 (Kaplan dalam Widoyoko, 2015: 165). Data yang didapatkan diolah menggunakan program SPSS 22 for Windows dengan teknik korelasi product moment dari Carl Pearson untuk menganalisis item soal. Untuk melihat valid atau tidaknya item soal dengan membandingkan nilai r hitung dengan nilai r tabel product moment dengan kriteria apabila r hitung sama dengan atau lebih besar dari r tabel berarti soal yang dianalisis valid. Sebaliknya jika r hitung lebih kecil dari r tabel maka soal tersebut tidak valid (Trisnamansyah, 2015: 172). Widoyoko (2009: 137) menambahkan bahwa untuk mengetahui valid tidaknya suatu soal dapat dilihat pada harga sig. (2-tailed) pada program SPSS 22 for Windows. Apabila harga sig. (2 tailed) lebih kecil dari 0,05, maka soal tersebut dinyatakan valid. Hasil perhitungan validitas dengan SPSS disajikan pada tabel 3.21. Tabel 3.21 Rekapitulasi Hasil Validasi Instrumen Tes dengan SPSS No. Item Soal 1 Soal 2 Soal 3 Sig. (2 tailed) 0,009 0,009 0,012 Keterangan Valid Valid Valid 44

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Soal 4 Soal 5 Soal 6 Soal 7 Soal 8 Soal 9 Soal 10 Soal 11 Soal 12 Soal 13 Soal 14 Soal 15 Soal 16 Soal 17 Soal 18 Soal 19 Soal 20 0,358 0,159 0,001 0,055 0,377 0,038 0,117 0,099 0,052 0,018 0,001 0,001 0,000 . 0,433 0,221 0,006 Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Berdasarkan tabel 3.21 , dapat dilihat bahwa 12 item soal dinyatakan valid. Sedangkan 8 item soal lainnya dinyatakan tidak valid. Kemudian soal diuji reliabilitasnya, reliabel atau tidaknya suatu instrumen dapat diketahui dari nilai koefisien Alpha yang dapat dihitung dengan menggunakan program SPSS 22 for Windows. Berikut ini merupakan hasil perhitungan reliabilitas dengan menggunakan program SPSS 22 for Windows yang disajikan pada tabel 3.22. Tabel 3.22 Hasil Reliabilitas Instrumen Tes dengan SPSS Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .822 20 Berdasarkan tabel 3.22, dapat dilihat bahwa hasil perhitungan reliabilitas dengan menggunakan koefisien Alpha sebesar 0,822. Kaplan (dalam Widoyoko, 2016: 165) menjelaskan bahwa instrumen dikatakan reliabel apabila memenuhi nilai koefisien Alpha sekurang-kurangnya 0,7. Maka, dapat disimpulkan bahwa instrumen tes tersebut dikatakan reliabel dan layak digunakan. 45

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.7 Trianggulasi Hasil data yang terkumpul dari kuesioner, wawancara, dan observasi selanjutnya diolah menggunakan teknik trianggulasi. Dalam teknik pengumpulan data, trianggulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada (Sugiyono, 2015: 242). Susan Stainback dalam Sugiyono (2015: 243) menyatakan bahwa “the aim is not to determine the truth about some social phenomenom, rather the purpose of triangulation is to increase ons’s understanding of whatever is being investigated”. Tujuan trianggulasi bukan untuk mencari kebenaran tentang beberapa fenomen, tetapi lebih pada peningkatan pemahaman peneliti terhadap apa yang telah ditemukan. Dalam penelitian ini trianggulasi digunakan pada saat pengolahan data analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan merupakan bagian dari tahap pertama yang digunakan untuk mengumpulkan data tentang ketersediaan dan penggunaan media pembelajaran, ketersediaan sumber informasi, serta kesulitan dalam pembelajaran IPA di kelas V. Oleh karena itu, teknik trianggulasi ini digunakan untuk mengetahui data dari ketiga teknik pengumpulan data yang berbeda. Berikut merupakan bagan trianggulasi dari ketiga teknik yang digunakan dalam analisis data dapat dilihat pada bagan 3.5. Observasi Wawancara Kuesioner Bagan 3.5 Trianggulasi Teknik Pengumpulan Data Analisis Kebutuhan Bagan tersebut menggambarkan adanya tiga teknik yang digunakan oleh peneliti dalam menganalisis kebutuhan media pembelajaran IPA kelas V untuk guru dan siswa. Hasil analisis tersebut kemudian dianalisis oleh peneliti sebagai data bahan pertimbangan pembuatan media pembelajaran yang disesuaikan 46

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dengan kebutuhan guru dan siswa. Selain itu, peneliti juga menggunakan teknik trianggulasi untuk menganalisis data wawancara berdasarkan tiga sumber data. Bagan trianggulasi berdasarkan tiga sumber data dapat dilihat pada bagan 3.6. Kepala Sekolah Guru Siswa Bagan 3.6 Trianggulasi Sumber Data Analisis Kebutuhan Ketiga sumber data tersebut memiliki pandangan atau pendapat mengenai ketersediaan dan penggunaan media pembelajaran, sumber informasi, serta kesulitan yang dialami siswa pada pembelajaran IPA. Hasil data tersebut selanjutnya diidentifikasi untuk menentukan kesamaan pendapat maupun pandangan dari ketiga sumber. 3.8 Teknik Analisis Data Kegiatan analisis data penelitian dilakukan setelah pengumpulan data selesai. Data yang diperoleh melalui pengumpulan data bersifat kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif adalah data yang berwujud angka-angka yang diperoleh dari hasil pengukuran. Sedangkan data kualitatif adalah data yang menunjukkan suatu kualitas atau mutu dari sesuatu, dilihat dari keadaan, proses maupun peristiwa, yang dituangkan dalam bentuk pernyataan atau kata-kata (Widoyoko, 2015: 18). Dalam penelitian ini diperoleh data yang bersifat kuantitatif dan kualitatif. Data yang bersifat kuantitatif diantaranya validitaas pedoman observasi, validitas pedoman wawancara, validitas kuesioner analisis kebutuhan, dan validitas kuesioner produk. Selain itu, hasil data yang bersifat kualitatif diperoleh dari beberapa hasil validitas kuesioner, observasi, wawancara, hasil kuesioner analisis kebutuhan guru dan siswa, hasil validasi produk media pembelajaran oleh ahli, 47

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI hasil observasi, dan wawancara. Data kuantitatif dan kualitatif tersebut kemudian dianalisis. Berikut merupakan pembahasan teknis dari data kuantitatif dan kualitatif. 3.8.1 Analisis Data Kuantitatif Analisis data kuantitatif yang pertama dilakukan adalah dengan menggunakan skala Likert 1 – 4. Dalam penelitian dan pengembangan, skala Likert digunakan untuk mengembangkan instrumen yang digunakan untuk mengukur sikap, persepsi, dan pendapat seseorang atau sekelompok orang terhadap potensi dan permasalahan suatu objek, rancangan suatu produk, proses membuat produk dan produk yang telah dikembangkan atau diciptakan (Sugiyono, 2015: 165). Setiap skala dilengkapi dengan kriteria yang semakin memudahkan penilai dalam memberikan penilaian. Kriteria penilaian dalam setiap instrumen berbeda-beda. Kriteria tersebut disesuaikan berdasarkan kebutuhan dari penilaian. Berikut merupakan instrumen penelitian dan skala beserta kriteriannya. Skala dan kriteria untuk pedoman penilaian pada instrumen non tes yaitu pedoman observasi, pedoman wawancara, kuesioner analisis kebutuhan dan kuesioner validitas produk adalah sebagai berikut. Tabel 3.23 Skala dan Kriteria Pedoman Penilaian Nontes Skala Nilai 4 Nilai 3 Nilai 2 Nilai 1 Kriteria Instrumen sudah layak digunakan tanpa diperbaiki. Instrumen sudah layak digunakan namun masih membutuhkan perbaikan. Instrumen kurang layak digunakan dan masih membutuhkan perbaikan. Instrumen tidak layak digunakan. Tabel 3.24 Skala dan Kriteria Pedoman Penilaian Validasi Produk oleh Ahli Skala Nilai 4 Nilai 3 Nilai 2 Nilai 1 Kriteria Produk ensiklopedia sudah layak digunakan tanpa diperbaiki. Produk ensiklopedia sudah layak digunakan namun masih membutuhkan perbaikan. Produk ensiklopedia kurang layak digunakan dan masih membutuhkan perbaikan. Produk ensiklopedia tidak layak digunakan. 48

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 3.25 Skala dan Kriteria Pedoman Penilaian Kuesioner Tanggapan mengenai Media Pembelajaran oleh Siswa Skala Nilai 4 Nilai 3 Nilai 2 Nilai 1 Kriteria Sangat tidak setuju Tidak setuju Setuju Sangat setuju Hal yang diperoleh dari penilaian dengan menggunakan skala Likert 1 – 4 kemudian dihitung untuk memperoleh rerata penilaian. Rerata penilaian dihitung dengan rumus 3.1. 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟 = 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ 𝑖𝑡𝑒𝑚 Rumus 3.1 Rumus Perhitungan Rerata Hasil Penilaian dengan Skala Likert Berdasarkan perhitungan dengan rumus tersebut, diperoleh rerata nilai. Rerata nilai tersebut kemudian dikonversikan menjadi data kualitatif dengan acuan dari Widoyoko (2014: 144). Tabel 3.26 adalah tabel konversi data kuantitatif ke kualitatif menurut Widoyoko. Tabel 3.26 Kategori Skor Rerata Hasil Penilaian Instrumen Interval Skor 3,25 X 4,00 2,50 X 3,25 1,75 X 2,50 1,00 X 1,75 Kriteria Sangat baik Baik Cukup Kurang Interval skor tersebut juga dapat menunjukan valid/tidaknya suatu instrumen. Berikut adalah kategorisasi hasil skor validasi instrumen oleh ahli yang dapat dilihat pada tabel 3.27. 49

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 3.27 Kategorisasi Skor Rerata Hasil Penilaian Instrumen Interval Skor 3,25 X 4,00 Kriteria Sangat baik 2,50 X 3,25 Baik 1,75 X 2,50 Cukup 1,00 X 1,75 Kurang Bobot Keseluruhan instrumen sudah layak digunakan tanpa diperbaiki. Keseluruhan instrumen sudah layak digunakan namun masih membutuhkan perbaikan. Keseluruhan instrumen kurang layak digunakan dan masih membutuhkan perbaikan. Keseluruhan instrumen tidak layak digunakan. Instrumen dapat dikatakan valid jika memperoleh rerata skor lebih besar dari 2,50. Nilai terdapat pada rentang skor 3 yang memiliki kategori baik. Hal tersebut berarti keseluruhan insrumen sudah layak digunakan namun masih perlu perbaikan. Sebaliknya apabila rerata skor yang diperoleh kurang dari 2,50, maka instrumen tersebut dapat dikatakan tidak valid. Analisis data kuantitatif yang selanjutnya dilakukan untuk menghitung persentase jawaban kuesioner. Persentase dihitung dengan menggunakan rumus Supraktiknya (2012: 128). Rumus perhitungan persentase jawaban dari kuesioner dapat dilihat pada rumus 3.2. 𝑃𝑟𝑒𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 𝑗𝑎𝑤𝑎𝑏𝑎𝑛 = 𝑟𝑒𝑠𝑝𝑜𝑛𝑑𝑒𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑤𝑎𝑏 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑟𝑒𝑠𝑝𝑜𝑛𝑑𝑒𝑛 Rumus 3.2 Perhitungan Persentase Jawaban pada Kuesioner Dalam penelitian ini, juga menggunakan tes. Tes berupa soal pretest dan posttest. Tes yang dilakukan oleh peneliti bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa sebelum dan sesudah menggunkan media pembelajaran buku ensiklopedia melalui uji coba terbatas. Tipe soal yang digunakan adalah menjodohkan dan uraian. Skor untuk jawaban yang benar adalah 2 dan skor untuk jawaban yang salah adalah 0. Nilai pretest dihitung dengan rumus 3.3. 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 = 𝑗𝑎𝑤𝑎𝑏𝑎𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑛𝑎𝑟 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ 𝑠𝑜𝑎𝑙 x 100 Rumus 3.3 Perhitungan Nilai Pretest dan Posttest 50

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.8.2 Analisis Data Kualitatif Dalam penelitian dan pengembangan terdapat kegiatan analisis data kualitatif, apabila metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan metode kualitatif, seperti wawancara, pengamatan, dan studi dokumentasi. Dalam penelitian ini, data kualitatif berupa penjelasan deskriptif dari hasil wawancara, observasi dan kuesioner yang telah dilakukan. Data yang telah diperoleh kemudian diolah dengan teknik trianggulasi. Trianggulasi dilakukan dengan menggabungkan data yang diperoleh dari beberapa sumber yaitu kepala sekolah, guru kelas V, dan siswa kelas V di tiga SD Negeri wilayah kecamatan Jogonolan. Trianggulasi dilakukan pada teknik wawancara, observasi, dan kuesioner. Dengan demikian, diperoleh data yang semakin lengkap. 51

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab IV ini menguraikan penjelasan dari bab sebelumnya. Uraian tersebut terdiri dari hasil penelitan dan pembahasan. 4.1 Hasil Penelitian Subbab ini menguraikan prosedur pengembangan media pembelajaran buku ensiklopedia sistem gerak tubuh manusia yang meliputi penelitian dan pengumpulan informasi, penyusunan rencana & desain produk, validasi produk, revisi produk, dan uji coba lapangan terbatas. 4.1.1 Penelitian dan Pengumpulan Informasi/Analisis Kebutuhan Pada penelitian dan pengumpulan informasi/analisis kebutuhan akan membahas mengenai identifikasi masalah dengan melakukan observasi, wawancara dan kuesioner analisis kebutuhan. 4.1.1.1 Identifikasi Masalah Identifikasi masalah dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara. Permasalahan yang diidentifikasi adalah permasalahan terkait kesulitan belajar yang dialami oleh siswa. Hasil dari observasi dan wawancara tersebut kemudian dikaji dengan menggunakan trianggulasi data. a. Observasi Kegiatan observasi dilakukan untuk mengamati proses pembelajaran IPA kelas V dan ketersediaan media pembelajaran serta penggunaan sumber belajar di tiga SD Negeri wilayah kecamatan Jogonalan. Pedoman observasi yang digunakan sebelumnya telah divalidasi untuk mengetahui kualitas pedoman observasi yang akan digunakan. Secara umum pedoman observasi yang akan digunakan sudah baik dan layak untuk digunakan. Hal tersebut terlihat dari perolehan rerata total skor yang didapatkan adalah 15 dari rerata total skor keseluruhan 16. Hasil rerata total skor tersebut kemudian dibagi 2 sesuai dengan jumlah validator yang menilai kualitas pedoman observasi. Hasil rerata skor dari 2 validator adalah 3,75. 52

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Setelah pedoman observasi divalidasi, kemudian pedoman observasi digunakan untuk observasi di tiga SD N wilayah kecamatan Jogonalan. Observasi pertama dilakukan di SD N Sumyang pada hari Kamis tanggal 13 September 2018. Secara umum, hasil observasi di SD N Sumyang menunjukkan bahwa ketika proses pembelajaran guru belum menyampaikan materi secara mendalam. Penyampaian materi oleh guru hanya sebatas membaca materi yang ada di buku. Sebagian besar siswa masih merasa kebingungan ketika diminta guru untuk menjawab petanyaan. Selama proses pembelajaran berlangsung guru juga tidak menyediakan buku referensi lain kepada siswa. selain itu guru juga tidak menggunakan buku referensi untuk mengembangkan materi secara lebih mendalam. Akibatnya sebagian besar siswa mengerjakan soal latihan dengan waktuyang singkat, namun masih banyak jawaban siswa yang tidak tepat. Selain itu, beberapa siswa memilih tidak mengerjakan soal karena sulit mencari jawaban dibuku siswa. Observasi yang kedua dilakukan di SD N 01 Ngering pada hari Jumat tanggal 14 September 2018. Secara umum hasil observasi di SD N 01 Ngering menunjukkan bahwa guru belum menyampaikan materi pembelajaran IPA secara mendalam. Guru menyampaikan materi sesuai dengan LKS tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut. Siswa masih banyak yang mengalami kebingungan, terlihat dari siswa yang ditunjuk oleh guru memilih diam ketika diberi pertanyaan. Dalam proses pembelajaran, guru menggunakan buku referensi lain selain buku siswa. Buku referensi yang digunakan oleh guru adalah LKS. Namun, buku referensi LKS tersebut kurang menarik bagi siswa sehingga siswa tidak antusias untuk membaca buku tersebut. Hal tersebut mengakibatkan siswa mengalami kesulitan ketika mengerjakan soal IPA. Banyak siswa yang secara diam-diam meminta jawaban kepada siswa lain ketika mengerjakan soal. Observasi yang ketiga dilakukan di SD N Bakung pada hari Sabtu tanggal 15 September 2018. Secara umum hasil observasi di SD N Bakung menunjukkan bahwa guru masih kurang jelas ketka menyampaikan materi pembelajaran IPA. Selain itu, guru juga sering keluar kelas ketika sedang menjelaskan materi. Selama proses pembelajaran, guru tidak menggunakan buku referensi selain buku 53

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI siswa. Sehingga siswa mengerjakan soal dengan waktu yang cukup singkat, namun ketika dikoreksi jawaban siswa masih banyak yang salah. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di tiga SD N wilayah kecamatan Jogonalan tersebut, dapat disimpulkan bahwa ketersediaan buku referensi tentang IPA masih terbatas. Terkadang guru tidak menggunakan buku referensi sebagai tambahan pengetahuan materi IPA yang akan disampaikan kepada siswa. Selama mengajar, guru hanya berpaku pada buku siswa atau LKS tanpa menjelaskan lebih rinci kembali materi yang sedang diajarkan. Akibatnya, masih banyak siswa yang mengalami kebingungan dan kesulitan mengerjakan soal karena tidak dapat menemukan jawaban dibuku siswa dan kurang memahami penjelasan dari guru. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan buku referensi di ketiga SD Negeri tersebut masih sangat terbatas. b. Wawancara Kegiatan wawancara dilakukan di tiga SD N wilayah kecamatan Jogonalan. Sebelum melakukan wawancara, pedoman wawancara telah divalidasi terlebih dahulu oleh ahli. Secara umum, hasil validasi pedoman wawancara sangat baik dan layak untuk digunakan. Hal tersebut dapat dilihat dari rerata total skor yang diperoleh dari 2 validator adalah 17,50 dari rerata total skor keseluruhan 20. Hasil rerata total skor tersebut kemudian dibagi 2 sesuai dengan jumlah validator yang menilai. Hasil rerata validasi pedoman wawancara mendapatkan nilai sebesar 3,50. Setelah pedoman wawancara divalidasi, wawancara dilakukan pada hari Kamis hingga hari Sabtu tanggal 13 - 15 September 2018. Berdasarkan hasil wawancara yang pertama dengan kepala sekolah di tiga SD N wilayah kecamatan Jogonalan dapat disimpulkan bahwa penerapan Kurikulum 2013 diterapkan secara bertahap. Hal tersebut dikarenakan sekolah dan guru masih kurang siap untuk mengolah sistem penilaian dan mengembangkan materi yang masih sempit. Selain itu, sekolah juga memiliki media pembelajaran yang terbatas. Wawancara yang kedua dilakukan dengan masing-masing guru kelas V di tiga SD yang sama. Hasil wawancara dengan guru kelas V di tiga SD Negeri wilayah kecamatan Jogonalan dapat disimpulkan bahwa pembahasan materi pada 54

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI buku Kurikulum 2013 masih kurang mendalam. Oleh karena itu, guru membutuhkan buku referensi untuk menambah wawasan. Selama mengajar, guru juga hanya menggunakan media pembelajaran berupa gambar. Wawancara yang ketiga dilakukan dengan dua siswa kelas V yang ditunjuk secara acak pada tiga SD Negeri yang sama. Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa kelas V, dapat disimpulkan bahwa kesulitan belajar siswa dikarenakan penjelasan materi yang kurang mendalam pada buku siswa. Selain itu kesulitan yang banyak dialami oleh siswa adalah sistem gerak tubuh manusia dan sistem pencernaan. Penggunaan media pembelajaran juga sebatas menggunakan gambar-gambar yang terdapat di kelas. Hasil wawancara dari narasumber-narasumber tersebut, disimpulkan bahwa ketersediaan media pembelajaran IPA dan buku referensi masih terbatas. Hasil tersebut terlihat pada jawaban narasumber yang ditampilkan pada bagan 4.1 Kepala Sekolah Penerapan Kurikulum 2013 dilakukan secara bertahap, hal tersebut dikarenakan beberapa kendala, yaitu ketersediaan media pembelajaran, pengembangan materi, dan buku yang belum memadahi. Akibatnya proses pembelajaran IPA menjadi kurang maksimal. Guru Kelas V Perubahan Kurikulum 2013 mengakibatkan beberapa kesulitan yang dialami oleh guru ketika mengajar, salah satu kendala adalah ketersediaan media pembelajaran dan pembahasan materi yang terlalu sempit. Selama ini penggunaan media pembelajaran hanya menggunakan gambar-gambar. Siswa Pada materi sistem gerak tubuh manusia, siswa belum pernah menggunakan media pembelajaran. Selain itu siswa juga kesulitan mencari sumber informasi yang sesuai dengan materi pembelaaran di perpustakaan. Sekolah sudah memiliki media pembelajaran berupa gambar, tetapi ketersediaan dan penggunaannya masih terbatas dan belum maksimal. Bagan 4.1 Trianggulasi Sumber Wawancara 55

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berdasarkan bagan 4.1 mengenai trianggulasi wawancara yng dilakukan, diketahui bahwa siswa mengalami kesulitan pada materi sistem gerak tubuh manusia karena kurangnya pembahasan materi dibuku siswa. Guru pun mengalami kesulitan untuk mengembangkan materi pembelajaran IPA. Hal tersebut menjadi permasalahan karena ketersediaan media pembelajaran dan buku referensi untuk materi sistem gerak tubuh manusia masih terbatas. Berdasarkan hasil identifikasi masalah melalui observasi dan wawancara yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa siswa mengalami kesulitan dalam mata pelajaran IPA materi sistem gerak tubuh manusia. Pada saat wawancara, siswa mengatakan bahwa materi tersebut sulit karena pembahasan materi dibuku siswa kurang lengkap. Permasalahan lain yang ditemukan adalah kurangnya media pembelajaran dan buku referensi yang digunakan dalam proses pembelajaran IPA. Berdasarkan hasil observasi, diketahui bahwa media pembelajaran IPA hanya tersedia sedikit, di dalam kelas hanya terdapat gambar-gambar media pembelajaran IPA yang ditempel di dinding. Dalam pembelajaran, guru pun tidak menggunakan media pembelajaran. Guru menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Meskipun demikian, ketika wawancara guru mengatakan bahwa beliau menggunakan gambar-gambar yang terdapat dalam buku cetak atau pada gambar yang telah ditempel di dinding. 4.1.1.2 Analisis Kebutuhan Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan menunjukkan bahwa penggunaan buku referensi untuk menambah pengetahuan dan membantu siswa mengerjakan soal IPA masih jarang digunakan. Meskipun di SD N 01 Ngering telah menggunakan LKS untuk menambah pengetahuan dan membantu siswa mengerjakan soal IPA, namun siswa terlihat kurang antusias untuk membaca LKS tersebut. Selain itu penjelasan guru mengenai pembelajaran IPA juga kurang mendalam, sehingga masih banyak siswa yang kesulitan mengerjakan soal IPA. Paparan hasil observasi tersebut menjadi pertimbangan dalam penyusunan kuesioner analisis kebutuhan. 56

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Sebelum digunakan, kuesioner analisis kebutuhan telah divalidasi oleh 2 dosen ahli. Secara umum, hasil validasi kuesioner analisis kebutuhan guru dinyatakan valid dan sudah layak untuk digunakan. Rerata total skor yang diperoleh adalah 15 dari rerata total skor keseluruhan 16. Hasil tersebut kemudian dibagi 2 sesuai jumlah dosen validator yang memberikan penilaian. Hasil rerata validasi kuesioner analisis kebutuhan adalah 3,75 dengan kriteria sangat baik. Validasi instrumen juga dilakukan oleh ahli pada kuesioner analisis kebutuhan untuk siswa. Berdasarkan hasil validasi kuesioner analisis kebutuhan siswa oleh ahli didapatkan hasil rerata skor sebesar 3,25 dengan kriteria sangat baik. Dengan demikian, instrumen dinyatakan valid dan sudah layak digunakan. a. Data Analisis Kebutuhan oleh Guru Kuesioner analisis kebutuhan untuk guru terdiri dari 7 pertanyaan. Hasil kuesioner analisis kebutuhan guru dijadikan sebagai gambaran mengenai media pembelajaran yang pernah digunakan dalam pembelajaran IPA dan menjadi pertimbangan bagi peneliti untuk menyusun dan membuat desain media pembelajaran buku ensiklopedia sistem gerak tubuh manusia. Secara umum hasil analisis kebutuhan guru menunjukkan bahwa dari 3 respoden, terdapat 2 responden yang menyatakan bahwa materi pembelajaran IPA dengan Kurikulum 2013 lebih mudah jika dibandingkan dengan KTSP. Hal tersebut dikarenakan materi pembelajaran disajikan pertema sehingga materi menjadi lebih singkat. Namun terdapat 1 guru yang menyatakan bahwa materi pembelajaran IPA lebih sulit jika dibandingkan dengan KTSP. Hal tersebut dikarenakan materi pembelajaran yang disajikan pertema membuat konsentrasi siswa menjadi kurang terfokus pada satu mata pelajaran. Meskipun demikian, 3 responden menyatakan bahwa siswa tetap memerlukan buku referensi untuk memperoleh informasi dan membantu siswa mengerjakan soal. Menurut ketiga responden buku ensiklopedia dapat membantu siswa memperoleh tambahan nformasi serta dapat membantu siswa mengerjakan soal. Buku ensiklopedia yang disusun dengan colourfull dan berbentuk buku berjendela dapat memnacing rasa ingin tahu siswa. sehingga siswa lebih antusias untuk membaca buku ensiklopedia. Berikut merupakan tabel rekapitulasi hasil kuesioner analisis kebutuhan guru yang disajikan pada tabel 4.1. 57

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.1 Rekapitulasi Hasil Kuesioner Analisis Kebutuhan Untuk Guru No. Item 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Pertanyaan Pendapat guru terkait dengan materi pembelajaran IPA di kelas V jika dibandingkan dengan KTSP. Lebih mudah Lebih sulit Pendapat guru terkait dengan penggunaan buku referensi sebagai informasi tambahan ketika mengajar IPA. Ya Pendapat guru terkait dengan kebutuhan buku referensi untuk siswa guna membantu mengerjakan soal dan memperoleh informasi tentang IPA. Ya Pendapat guru terkait jenis buku referensi yang sesuai untuk siswa. Buku non fiksi Pendapat guru terkait dengan manfaat buku ensiklopedia untuk Ya Pendapat guru terkait dengan penggunaan warna pada buku ensiklopedia. Buku ensiklopedia yang colour full Pendapat guru terkait dengan desain buku ensiklopedia. Buku ensiklopedia yang memancing rasa ingin tahu siswa Deskripsi Jawaban Respon den 2 Persen tase 66,7% Konsentrasi siswa kurang terfokus pada satu mata pelajaran. Untuk menambah materi yang tidak ada dibuku siswa maupun buku guru. Apabila hanya mengandalkan buku pegangan guru terkadang kurang lengkap. Guru harus memiliki dan menggunakan referensi yang luas, sehingga dapat memberikan materi yang juga lebih luas. Supaya dapat menjawab soal dengan tepat. Banyak informasi atau jawaban soal yang didalam buku siswa tidak ada. Materi yang didapatkan harus lebih banyak. 1 33.3% 3 100% 3 100% Bank soal LKS Atlas Buku penerbit/paket KBBI Buku KTSP Informasi yang ada pada buku ensiklopedia dapat menambah pengetahuan siswa. Informasi lebih jelas dan komplit. 3 100% 3 100% 3 100% 3 100% Disajikan secara pertema Materi pembelajaran lebih sempit, sehingga siswa mudah memahami materi. Siswa dapat memperoleh dari berbagai sumber. Anak-anak lebih tertarik. Sesuai aslinya. Informasi lebih jelas Supaya menambah pengetahuan siswa. Supaya siswa lebih kritis. Tingkah umum anak SD cenderung mempunyai rasa ingin tahu. Dengan rasa ingin tahu, siswa lebih mudah memahami materi. 58

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pada tabel 4.1 menunjukkan bahwa sebanyak 2 guru atau 66,7% guru merasa bahwa materi pada pembelajaran IPA di kelas V saat ini lebih mudah dengan menggunakan Kurikulum 2013. Hal tersebut dikarenakan materi pembelajaran disajikan secara tematik dengan materi yang tidak terlalu banyak. Namun, terdapat 1 guru atau 33,3% guru yang merasa bahwa materi pembelajaran IPA di kelas V saat ini lebih sulit dengan menggunakan Kurikulum 2013. Materi yang disusun secara tematik dirasa membuat konsentrasi siswa menjadi kurang fokus pada satu mata pelajaran. Meskipun pendapat guru mengenai materi pembelajaran IPA Kurikulum 2013 tidak 100% sama, diakui oleh 100% guru bahwa mereka menggunakan buku referensi sebagai tambahan informasi ketika mengajar materi IPA. Dengan menggunakan buku referensi guru mendapatkan materi pembelajaran yang lebih luas. Selain itu, guru juga mendapatkan tambahan informasi yang tidak tersedia di buku pegangan guru maupun buku pegangan siswa. Tidak hanya guru yang memerlukan buku referensi, 100% guru menyetujui bahwa siswa juga memerlukan buku referensi untuk memperoleh informasi dan membantu siswa ketika mengerjakan soal IPA. Berdasarkan pendapat tersebut, peneliti melakukan pertimbangan dalam membuat media pembelajaran yang juga berfungsi sebagai buku referensi. Dalam penyusunan media pembelajaran ini, peneliti juga mempertimbangkan media pembelajaran apa yang juga dapat berfungsi sebagai buku referensi. Sebanyak 100% guru setuju apabila buku non fiksi menjadi buku referensi untuk menambah informasi dan membantu siswa mengerjakan soal. Menurut 100% guru setuju bahwa buku ensiklopedia merupakan buku referensi yang dapat mengatasi kesulitan siswa dalam pembelajaran IPA. Dengan mempertimbangkan ciri yang menarik, 100% guru menyukai penggunaan warna yang menarik pada buku ensiklopedia. Penggunaan warna yang menarik dapat menarik perhatian siswa untuk membaca buku. Selain itu 100% guru juga menyukai apabila buku ensiklopedia dapat memancing rasa ingin tahu siswa. Hal tersebut dikarenakan siswa SD cenderung memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. 59

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Data Analisis Kebutuhan oleh Siswa Data analisis kebutuhan yang kedua dilakukan kepada siswa. Kuesioner analisis kebutuhan siswa diberikan pada tanggal 13 – 15 September 2018. Kuesioner analisis kebutuhan untuk siswa terdiri dari 8 pertanyaan. Hasil analisis kebutuhan siswa ini menjadi gambaran mengenai media pembelajaran yang akan dikembangkan. Secara umum, hasil analisis kebutuhan oleh siswa menyatakan 2 dari 6 responden merasa bahwa pembelajaran IPA sulit. Hal tersebut dikarenakan materinya yang terlalu banyak tidak diimbangi dengan pembahasan materi yang mendalam pada buku siswa. Selain itu, siswa juga merasa kesulitan ketika mengerjakan soal IPA karena sulit mencari jawaban pada buku siswa. Sedangkan 4 dari 6 responden merasa bahwa pembelajaran IPA mudah. Meskipun demikian 6 responden menyatakan bahwa merekatetap memerlukan buku lain untuk belajar dan membantu mengerjakan soal IPA. Buku yang diperlukan oleh responden adalah buku ensiklopedia yang disusun penuh dengan warna dan dapat memancing rasa ingin tahu responden. Rekapitulasi hasil kuesioner analisis kebutuhan siswa disajikan pada tabel 4.2. Tabel 4.2 Analisis Hasil Kuesioner Analisis Kebutuhan Siswa No. Item Pertanyaan Tingkat kesulitan materi dalam pembelajaran IPA. Sulit 1. Mudah 2. 3. Pendapat siswa terkait cara guru menyampaikan pembe;ajaran IPA di kelas. Menyenangkan Pendapat siswa terkait saran guru untuk membaca buku referensi. Ya Tidak Deskripsi Jawaban Materinya banyak dan tidak ada penjelasannya di buku. Susah mencari jawaban soal di buku. Ketika pelajaran IPA biasanya bermain tanyajawab. Lebih mudah dari pelajaran Matematika. Guru sering membuat siswa tertawa. Materinya mudah dipahami. Cara mengajar mudah dipahami. Guru sering menyarankan membaca buku LKS. Mendapat informasi baru. Untuk mencari jawaban soal. - Respon den Persen tase 2 33,33% 4 66,67% 6 100% 4 66,67% 2 33,33% 60

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. 5. 6. Minat siswa ketika diminta guru untuk membaca buku referensi. Ya Agar mengetahui materi yang akan dipelajari. Kebutuhan siswa terkait dengan buku ensiklopedia untuk menambah informasi dan mengerjakan sol IPA. Ya Karena di buku LKS dan paket tidak ada jawaban soal. Agar menjadi pintar. Pengalaman siswa membaca buku ensiklopedia. Sudah Belum 7. 8. 6 100% 6 100% Membaca buku ensiklopedia IPS di perpustakan. 2 33,33% Belum tahu bentuk dan isi buku ensiklopedia. 4 66,67% 6 100% 6 100% Karena suka membaca. Buku ensiklopedia. Pendapat siswa terkait dengan penggunaan warna pada buku ensiklopedia. Buku ensiklopedia yang penuh dengan warna Lebih menarik dan mudah dipahami. Pendapat siswa terkait dengan desain buku ensiklopedia. Buku ensiklopedia yang membuatmu penasaran Ingin mengetahui isi buku tersebut. Karena gambar terlihat jelas. Jadi ingin membaca. Dari hasil analisis kebutuhan siswa yang disajikan pada tabel 4.2, sebanyak 2 respoden atau 33,33% merasa kesulitan dengan pembelajaran IPA. Sedangkan 4 responden atau 66,67% merasa bahwa pembelajaran IPA mudah. Meskipun demikian sebanyak 6 responden atau 100% siswa menyatakan bahwa pembelajaran IPA menyenangkan. Menanggapi kesulitan dan kemudahan siswa dalam mengikuti pembelajaran IPA, 4 responden atau 66,67% selalu mendapatkan saran dari guru untuk membaca buku referensi. Namun, 2 responden atau 33,33% tidak pernah mendapatkan saran dari guru untuk membaca buku referensi apabila jawaban soal tidak terdapat pada buku siswa atau LKS. Pada kenyataannya 6 responden atau 100% siswa bersedia dan dengan senang hati apabila guru meminta siswa membaca buku. Hal tersebut karena siswa menyadari akan pentingnya membaca. Dengan minat baca siswa yang tinggi, 100% siswa memerlukan sebuah buku referensi untuk menambah informasi dan membantu siswa untuk mengerjakan soal IPA. 61

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Terdapat beberapa jenis buku referensi yang dapat digunakan oleh siswa salah satunya buku ensiklopedia. Sebanyak 66,67% siswa belum mengetahui buku ensiklopedia, dan 33,33% siswa sudah pernah mengetahui buku ensiklopedia meskipun hanya pernah membaca satu kali. Buku ensiklopedia pada umumnya memiliki bentuk yang cenderung membosankan dan kurang menarik bagi siswa. Menurut 100% siswa mengatakan bahwa penyusunan buku ensiklopedia akan lebih baik apabila didesain dengan penuh warna (full colour). Dengan desain yang lebih berwarna diharapkan dapat menarik siswa untuk membaca. Selain itu, sebanyak 100% siswa mengatakan bahwa desain buku ensiklopedia sebaiknya disusun dengan bentuk berjendela, sehingga dapat menarik minat membaca siswa. Hasil dari kuesioner analisis kebutuhan guru dan siswa memberikan gambaran media pembelajaran buku ensiklopedia dalam pembelajaran IPA yang akan dikembangkan oleh peneliti. Dari data kualitatif yang diperoleh dari ketiga teknik pengumpulan data, peneliti melakukan trianggulasi. Hasil trianggulasi tersebut dijadikan pertimbangan dalam pembuatan media pembelajaran dengan melihat permasalahan dan kebutuhan media pembelajaran dari guru dan siswa. Berikut trianggulasi pengumpulan data yang disajikan pada bagan 4.2. 62

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Observasi Ketersediaan buku referensi tentang IPA masih terbatas. Selama mengajar, guru hanya berpaku pada buku siswa atau LKS tanpa menjelaskan lebih rinci kembali materi yang sedang diajarkan. Akibatnya, masih banyak siswa yang mengalami kebingungan dan kesulitan mengerjakan soal Wawancara Media pembelajaran buku ensiklopedia sistem gerak tubuh manusia belum tersedia di sekolah. media pembelajaran hanya berupa gambar. Kuesioner Guru dan siswa memberikan gambaran media pembelajaran buku ensiklopedia dalam pembelajaran IPA yang akan dikembangkan oleh peneliti . Penggunaan media pembelajaran buku ensiklopedia kurang maksimal karena guru hanya membaca pada LKS atau buku paket. Siswa kesulitan mengerjakan soal IPA. Peneliti mengembangkan media pembelajaran berdasarkan kuesioner analisis kebutuhan dari guru dan siswa mengenai media pembelajaran buku ensiklopedia sistem gerak tubuh manusia. Bagan 4.2 Trianggulasi Teknik Pengumpulan Data 4.1.2 Penyusunan Rencana dan Desain Produk Tahap kedua dalam penelitian ini adalah penyusunan rencana dan desain produk. Pada tahap ini pembuatan produk dimulai dengan menentukan penyusunan materi yang akan dibahas dalam media pembelajaran. Selanjutnya materi yang telah disusun didesain menjadi sebuah buku ensiklopedia berjendela. 4.1.2.1 Penyusunan Rencana Setelah melakukan analisis kebutuhan dan pengumpulan data, peneliti merancang atau mengembangkan media pembelajaran buku ensiklopedia sistem gerak tubuh manusia. Media pembelajaran buku ensiklopedia dapat berperan sebagai media pembelajaran dan sebagai sumber belajar bagi siswa. Dengan adanya media pembelajaran buku ensiklopedia diharapkan dapat mengatasi kesulitan siswa dalam memahami pembelajaran IPA. Selain itu siswa juga dapat 63

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI menggunakan media pembelajaran buku ensiklopedia untuk membantu mengerjakan soal pembelajaran IPA. Penyusunan rencana dimulai dengan mengumpulkan berbagai materi mengenai sistem gerak tubuh manusia dari berbagai sumber. Kemudian materi yang telah dikumpulkan disesuaikan dengan Kompetensi Dasar (KD) pada buku Kurikulum 2013, yaitu 3.1 Menjelaskan alat gerak dan fungsinya pada hewan dan manusia serta cara memelihara kesehatan alat gerak manusia. 4.1.2.2 Desain Produk Setelah menuyusun rencana materi yang akan dibahas, langkah selanjutnya membuat desain buku ensiklopedia. Desain produk disusun sesuai dengan analisis kebutuhan guru dan siswa. Berikut merupakan tabel 4.3 hasil analisis kebutuhan guru dan siswa yang dijadikan bahan pertimbangan untuk menyusun desain produk. Tabel 4.3 Hasil Analisis Kebutuhan Guru dan Siswa No. 1. Aspek Analisis Kebutuhan Guru Tampilan Buku ensiklopedia sebaiknya Analisis Kebutuhan Siswa Buku ensiklopedia yang disusun dengan colour full agar disusun dengan perpaduan anak-anak lebih tertarik untuk warna lebih menarik untuk mebaca. Selain itu gambar dibaca dan lebih mudah yang digunakan harus terlihat dipahami. seperti pada aslinya. Desain buku ensiklopedia dibuat sedemikian rupa hingga dapat memancing rasa ingin tahu siswa. dengan demikian siswa dapat lebih kritis ketika membaca. 2. Isi Buku harus berisi informasi Buku memuat materi yang yang lebih jelas dan komplit. lebih jelas dan berisi Selain itu informasi yang informasi baru. 64

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dipaparkan merupakan rangkuman dari berbagai sumber. 3. Efisiensi Dengan adanya buku Dapat membantu ensiklopedia dapat menambah mengerjalakan soal IPA materi yang tidak ada dibuku yang pembahasannya tidak siswa maupun buku guru ada dibuku siswa dan di sehingga dapat digunakan LKS. siswa untuk menjawab soal dengan tepat. Berdasarkan tabel hasil analisis kebutuhan guru dan siswa, pembuatan desain pertama kali mempertimbangkan tampilan buku. Buku ensiklopedia disusun dengan menggunakan ukuran B5, yaitu 18,2 cm x 25,7 cm. Dengan ukuran B5, tulisan yang digunakan dalam pembahasan materi tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Selain itu dengan ukuran B5 siswa dapat membawa buku dengan praktis. Selanjutnya, desain produk dilanjutkan dengan menentukan background atau latar belakang yang akan digunakan. Pemilihan background atau latar belakang disesuaikan dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Background pada halaman bagian depan (sampul, kata pengantar, dan daftar isi) menggunakan warna biru. Sedangkan background pada bagian isi menggunakan warna hijau. Meskipun berbeda, namun background yang digunakan tetap senada dan satu tema. Pemilihan gambar-gambar yang digunakan pada buku ensiklopedia disesuaikan dengan materi yang telah direncanakan dengan menggunakan gambar yang tampak seperti aslinya. Pembuatan desain yang kedua memperhatikan isi buku. Isi buku ensiklopedia adalah rangkuman dari berbagai sumber yang disusun dengan kalimat sederhana sehingga dapat dengan mudah dipahami oleh siswa. selain itu, terdapat beberapa informasi umum mengenai materi sistem gerak tubuh manusia yang dapat menjadi informai baru bagi siswa. 65

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pembuatan desain yang ketiga memperhatikan efisiensi buku. Buku ensiklopedia ini dapat digunakan secara mandiri oleh siswa. Penyusunan materi diurutkan sesuai dengan buku siswa dan membahasa jawaban soal yang ada pada buku siswa. dengan demikian, siswa buku ensiklopedia ini dapat membantu siswa mengerajakan soal IPA secara mandiri. 4.1.3 Validasi Produk 4.1.3.1 Kuesioner Validasi Produk Kuesioner validasi produk digunakan untuk mengetahui kelayakan produk media pembelajaran buku ensiklopedia sistem gerak tubuh manusia yang telah dikembangkan. Validasi produk dilakukan oleh ahli dan siswa. Kisi-kisi penyusunan validasi produk oleh ahli dapat dilihat pada tabel 3.12. Kisi-kisi tersebut dikembangkan menjadi 18 pernyataan. Isi dari kuesioner validasi produk untuk ahli berbeda dengan siswa. Sebelum digunakan, instrumen validasi produk diuji terlebih dahulu validitasnya dengan tujuan untuk mengetahui kelayakan suatu instrumen. Validasi yang digunakan adalah validasi konstruk. Validasi konstruk dilakukan oleh ahli pembelajaran IPA. Secara umum, instrumen validasi produk oleh ahli mendapatkan total rerata skor 3,75 dengan kriteria sangat bagus jika dibandingkan dengan tabel 3.26. Hal tersebut dikarenakan total rerata skor instrumen validasi produk lebih dari 3,25. Berdasarkan kategori tersebut, dapat disimpulkan bahwa kuesioner dinyatakan valid dan sudah layak digunakan. Selanjutnya, instrumen validasi produk oleh siswa mendapatkan skor 3,25 dengan kriteria sangat bagus. Hal tersebut dikarenakan total rerata skor instrumen validasi produk untuk siswa sama dengan 3,25 jika dibandingkan dengan tabel 3.26. Berdasarkan kategori tersebut, dapat disimpulkan bahwa kuesioner dinyatakan valid dan sudah layak digunakan. 4.1.3.2 Validasi Produk Media Pembelajaran Validasi produk bertujuan untuk menilai kelayakan produk media pembelajaran buku ensiklopedia sebelum digunakan untuk uji coba lapangan terbatas. Validasi produk media pembelajaran buku ensiklopedia sistem gerak 66

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI tubuh manusia dilakukan oleh bebrapa ahli, yakni ahli pembelajaran IPA dan guru kelas V. Hasil validasi media pembelajaran disajikan pada tabel 4.6. Tabel 4.6 Hasil Validasi Produk Media Pembelajaran oleh Ahli Nomor Item Ahli 1 2 3 a b c d e f g h i j k 1 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 2 3 4 3 3 3 4 3 3 2 3 4 Rerata 4 5 6 l m n o p q r 3 4 3 4 3 3 3 4 4 3 3 4 4 3 Total Rerata 64 60 62 3,56 3,33 3,45 Dari hasil validasi produk oleh ahli yang disajikan pada tabel 4.26, terhitung rerata skor sebesar 3,45. Jika dibandingkan dengan tabel 3.26, rerata tersebut memiliki nilai lebih dari 3,25 dengan kriteria sangat baik. Berdasarkan kategori tersebut, dapat dikatakan bahwa produk media pembelajaran buku ensiklopedia sistem gerak tubuh manusia dinyatakan valid dan sudah layak digunakan. Selain memberikan penilaian, para ahli juga memberikan komentar terhadap media pembelajaran buku ensiklopedia. Komentar para ahli dijadikan sebagai pertimbangan dalam melakukan perbaikan produk media pembelajaran buku ensiklopedia. Rekapitulasi komentar validasi produk media pembelajaran buku ensiklopedia oleh para ahli disajikan pada tabel 4.7. Tabel 4.7 Rekapitulasi Komentar Validasi Produk Media Pembelajaran Ahli 1 Komentar Tanggapan Secara keseluruhan ensiklopedia 1. Sebelumnya produk buku ensiklopedia sudah baik, menarik, dan sesuai dicetak dengan menggunakan kertas dengan kompetensi dasar. Yang ivory 230 gram. Menanggapi komentar perlu diperbiki dari segi kertas ahli 1, peneliti akan merevisi produk supaya menggunakan jenis kertas dengan mencetak menggunakan kertas yang lebih tebal sehingga tidak yang lebih tebal. mudah sobek, karena ada buka tutup dibagian tertentu. Untuk tampilan dapat dibuat bolak-balik sehingga lebih praktis dan tidak 2. Peniliti akan merevisi produk dengan setting bolak-balik. 3. Sampul pada produk buku ensiklopedia akan direvisi dengan menambahkan 67

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI terlalu tebal. Dibagian Cover bisa nama penyusun, NIM, Prodi, dan logo ditambahakan nama penyusun, Universitas Sanata Dharma. NIM, Prodi, dan logo USD. Produk ini sangatlah bagus karena dapat membantu siswa dalam 2 belajar dan menarik siswa dengan desain-desain gambar maupun - materi yang terkandung dalam produk ini. 4.1.4 Revisi Produk Setelah mengetahui kualitas produk buku ensiklopedia, peneliti melakukan revisi sebelum digunakan untuk uji coba lapangan terbatas. Revisi produk berdasarkan pada rekapitulasi komentar validasi produk oleh ahli pada tabel 4.25. Pada tabel tersebut ahli 1 memberikan komentar mengenai tiga hal yaitu, penggunaan kertas, setting buku, dan identitas penulis buku pada sampul. 4.1.4.1 Revisi Bahan Kertas Sebelumnya produk buku ensiklopedia dicetak dengan menggunakan kertas Ivory 230 gram. Berdasarkan komentar ahli, kertas tersebut terlalu tipis dan dikhawatirkan akan robek apabila digunakan oleh siswa. Mengingat produk buku ensiklopedia didesain dengan bentuk buku berjendela. Komentar tersebut dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk memperbaiki produk buku ensiklopedia. Pada hari Kamis taggal 11 Oktober 2018 peneliti telah memperbaiki cetakan produk buku ensiklopedia. Produk tersebut diperbaiki dengan dicetak menggunakan kertas yang lebih tebal, yaitu kertas Ivory 360 gram. 4.1.4.2 Revisi Setting Buku Bolak-Balik Setting buku ensiklopedia sebelumnya dicetak tidak bolaik-balik dikarenakan desain buku berupa buku berjendela. Dengan adanya komentar oleh ahli 1 menjadi pertimbangan untuk memperbaiki setting buku menjadi bolakbalik. Perubahan setting buku dapat dilihat pada tabel 4.8. 68

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.8 Revisi Setting Buku Bolak-Balik Tampilan sebelum direvisi Tampilan Sesudah direvisi 4.1.4.3 Revisi Sampul Buku Sampul buku ensiklopedia sebelumnya hanya menampilkan gambar sistem rangka dan sistem otot dengan tulisan “Ensiklopedia Anak- Sistem Gerak Tubuh Manusia”. Berdasarkan komentar dari ahli 1, peneliti membuat desain sampul yang baru dilengkapi dengan nama dan Nomor Induk Mahasiswa (NIM) penyusun, Program Studi (Prodi), dan logo Universitas Sanata Dharma. Perubahan sampul buku ensiklopedia dapat dilihat pada tabel 4.9. Tabel 4.9 Revisi Penambahan Identitas Tampilan sebelum direvisi Tampilan Sesudah direvisi 69

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.1.5 Uji Coba Lapangan Terbatas Setelah media pembelajaran buku ensiklopedia telah divalidasi dan direvisi sesuai dengan komentar para ahli, tahap selanjutnya yaitu uji coba lapangan terbatas. Uji coba lapangan terbatas dilakukan kepada seluruh siswa kelas V yang berjumlah 21 orang di SD N Sumyang. Uji coba lapangan terbatas dilakukan pada tanggal 18 Oktober 2018 pukul 7.30 WIB hingga pukul 11.00 WIB. Sebelumnya, karena materi sistem gerak tubuh manusia telah dipelajari maka peneliti menggunakan soal pretest untuk mengetahui kemampuan awal siswa. Berdasarkan hasil pretest, peneliti menentukan 10 siswa untuk belajar menggunakan media pembelajaran buku ensiklopedia. Penentuan 10 siswa tersebut berdasarkan hasil pretest 10 terendah. Setelah 10 siswa belajar menggunakan media pembelajaran buku ensiklopedia, peneliti melakukan posttest untuk mengetahui kualitas produk media pembelajaran buku ensiklopedia. 4.1.5.1 Hasil Tes Instrumen sangat dibutuhkan dalam uji coba media pembelajaran. Dalam penelitian ini menggunakan instrumen tes sebagai data pendukung untuk menguji media pembelajaran buku ensiklopedia yang telah dikembangkan. Tes yang digunakan untuk menguji media pembelajaran buku ensiklopedia adalah pretest dan posttest. a. Tes Dalam uji lapangan terbatas, instrumen tes digunakan untuk mengukur keberhasilan uji coba secara terbatas berkaitan dengan media pembelajaran buku ensiklopedia sistem gerak tubuh manusia. Tes diujikan secara empiris kepada siswa kelas V di SD N Sumyang. Uji empiris dilakukan kepada 21 siswa SD N Sumyang. Pemilihan SD N Sumyang sebagai SD setara dengan memperhatikan hasil observasi, wawancara, dan kuesioner analisis kebutuhan. Uji coba dilaksanakan pada tanggal 18 Oktober 2018. b. Data Analisis Tes Data nilai yang diperoleh siswa melalui petest dan posttest selanjutnya dianalisis. Pretest dan postest yang dilakukan untuk mengetahui kualitas media pembelajaran dan sebagai data pendukung. Soal yang digunakan dalam pretest 70

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dan posttest adalah soal menjodohkan dan isian singkat yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Secara umum, hasil pretest menunjukkan bahwa hampir sebagian siswa mendapatkan nilai yang masih kurang baik. Mengingat peneliti hanya akan mengambil 10 siswa maka dilihat dari 21 siswa terdapat 12 siswa yang mendapatkan nilai dibawah rata-rata, yaitu 40. Berikut hasil pretest siswa yang disajikan pada tabel 4.10. Tabel 4.10 Rekapitulasi Hasil Pretest No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. Kode Siswa Siswa 1 Siswa 2 Siswa 3 Siswa 4 Siswa 5 Siswa 6 Siswa 7 Siswa 8 Siswa 9 Siswa 10 Siswa 11 Siswa 12 Siswa 13 Siswa 14 Siswa 15 Siswa 16 Siswa 17 Siswa 18 Siswa 19 Siswa 20 Siswa 21 Rerata Nilai Pretest 8 22 25 28 30 31 33 36 39 39 39 39 40 42 43 47 49 57 58 61 75 40 Berdasarkan tabel 4.10 hampir sebagian siswa mendapatkan nilai pretest kurang dari nilai rata-rata. Dari hasil pretest, peneliti hanya akan memilih 10 siswa yang akan belajar menggunakan media pembelajaran buku ensiklopedia. Setelah 10 siswa belajar dengan menggunakan media pembelajaran buku ensiklopedia, 10 siswa melakukan posttest untuk mengetahui perubahan nilai siswa setelah menggunakan buku ensiklopedia. Selisih nilai yang diperoleh 10 siswa dari pretest dan posttest disajikan pada tabel 4.11. 71

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.11 Selisih Nilai antara Pretest dan Prosttest No. Kode Siswa 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Siswa 1 Siswa 2 Siswa 3 Siswa 4 Siswa 5 Siswa 6 Siswa 7 Siswa 8 Siswa 9 Siswa 10 Rerata Nilai Pretest 8 22 25 28 30 31 33 36 39 39 29,1 Posttest 29 49 100 94 62 53 49 76 55 64 63,1 Terdapat perbedaan antara nilai pretest dan posttest pada masing-masing siswa. Berikut perbedaan rerata nilai pretest dan posttest yang disajikan pada grafik 4.1. Grafik Rerata Nilai Pretest dan Posttes 70 Rerata Nilai 60 63,1 50 Pretest 40 30 20 Posttest 29,1 10 0 Grafik 4.1 Perbedaan Rerata Nilai Pretest dan Posttest Dari grafik 4.1 diperoleh rerata nilai pretest sebesar 29,1, sedangkan rerata nilai posttest siswa sebesar 63,1. Didapatkan hasil selisih antara nilai posttest dan pretest yakni sebesar 34. 4.1.6 Tanggapan Siswa Mengenai Media Pembelajaran Buku Ensiklopedia Tanggapan mengenai produk media pembelajaran buku ensiklopedia dilakukan setelah uji coba lapangan terbatas. Tanggapan mengenai produk dilakukan oleh 10 siswa kelas V. Kuesioner tanggapan mengenai media pembelajaran buku ensiklopedia dilaksanakan setelah siswa selesai mengerjakan 72

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI soal posttest, yaitu pada tanggal 18 Oktober 2018. Secara umum, tanggapan siswa mengenai media pembelajaran buku ensiklopedia sangat baik. Hal tersebut terlihat dari perolehan rerata skor yang didapatka dari setiap siswa. Dari 10 siswa yang memberikan tanggapan hanya terdapat 3 siswa yang memberikan rerata pada rentang skor 2,50 sampai 3,25. Meskipun demikian, rerata skor yang terdapat pada rentang skor tersebut masih dalam kategori baik. Sedangkan 7 dari 10 siswa yang memberikan tanggapan memberikan rerata skor pada retang 3,25 sampai 4,00 dengan kategori sangat baik. Berikut tanggapan siswa mengenai media pembelajaran buku ensiklopedia sistem gerak tubuh manusia yang disajikan pada tabel 4.12. Tabel 4.12 Kuesioner Mengenai Produk Media Pembelajaran oleh Siswa Kode Siswa Siswa 1 Siswa 2 Siswa 3 Siswa 4 Siswa 5 Siswa 6 Siswa 7 Siswa 8 Siswa 9 Siswa 10 Rerata Nomor Item a 3 4 4 3 3 3 4 4 3 4 3,5 b 3 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3,2 c 4 4 3 3 2 3 4 4 3 3 3,3 1 d 4 3 3 3 3 4 3 3 2 2 3 e 3 4 4 4 3 3 4 4 3 3 3,5 f 3 4 3 3 3 4 4 3 4 3 3,4 g 4 3 4 4 3 3 3 4 2 3 3,3 2 h 3 4 4 3 3 4 4 3 3 4 3,5 i 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 3,2 3 j 4 4 4 4 2 4 4 4 3 4 3,7 k 3 4 3 3 3 3 4 3 2 3 3,1 Total Rerata 37 40 38 37 31 38 40 39 32 35 36,7 3,36 3,63 3,45 3,36 2,81 3,45 3,63 3,54 2,90 3,18 3,33 Dari tanggapan 10 siswa kelas V mengenai produk media pembelajaran pada tabel 4.12, didapatkan rerata skor sebesar 3,33. 10 siswa juga tidak memberikan komentar mengenai produk media pembelajaran buku ensiklopedia. Jika dibandingkan dengan tabel 3.26, rerata tersebut memiliki nilai lebih dari 3,25 dengan kriteria sangat baik. 4.2 Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pengembangan dan kualitas media pembelajaran buku ensiklopedia sistem gerak tubuh manusia untuk siswa kelas V. 73

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.2.1 Prosedur Pengembangan Media Pembelajaran Buku Ensiklopedia Sistem Gerak Tubuh Manusia Tahap pertama penelitian dan pengembangan ini adalah penelitian dan pengumpulan informasi/analisis kebutuhan. Pada tahap ini, peneliti melakukan identifikasi masalah melalui observasi, wawancara, dan menyusun kuesioner analisis kebutuhan. Observasi, wawancara, dan analisis kebutuhan dilakukan di kelas V pada tiga SD N wilayah Jogonalan. Dalam tahap ini, peneliti melakukan wawancara dengan kepala sekolah, guru, dan siswa kelas V. Selain itu, guru dan siswa diminta untuk mengisi analisis kebutuhan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, terdapat permasalahan yang dialami siswa dalam pembelajaran IPA. Siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi sistem gerak tubuh manusia. Hal tersebut dikarenakan materi IPA yang cukup banyak tidak diimbangi dengan penjelasan guru yang mendalam. Selain itu, ketersediaan dan penggunaan media pembelajaran serta sumber referensi IPA di sekolah masih terbatas. Untuk materi sistem gerak tubuh manusia sekolah belum memiliki media pembelajaran yang juga berfungsi sebagai sumber referensi. Sementara berdasarkan hasil kuesioner analisis kebutuhan guru, diketahui sebanyak 100% guru menyetujui bahwa penggunaan media pembelajaran dan sumber referensi dapat membantu siswa memahami materi IPA. Hal tersebut didukung oleh hasil kuesioner analisis kebutuhan siswa, bahwa 100% siswa menyetujui bahwa penggunaan media pembelajaran dan sumber referensi dapat membantu dalam memahami materi. Paparan tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan media pembelajaran buku ensiklopedia sistem gerak tubuh manusia. Pengembangan media pembelajaran buku ensiklopedia termasuk jenis media cetak. Sebagai sarana dalam aktivitas belajar, media cetak dipandang sebagai jenis media yang relatif murah dan memiliki sifat yang sangat fleksibel (Pribadi, 2017: 18). Tahap kedua adalah penyusunan rencana dan desain produk. Pada tahap ini sebelum menjadi sebuah produk media pembelajaran buku ensiklopedia, peneliti menyusun rencana terlebih dahulu mengenai pembahasan materi yang akan digunakan pada buku ensiklopedia sistem gerak tubuh manusia. Penyusunan pembahasan materi disesuaikan dengan kompetensi dasar 3.1 Menjelaskan alat 74

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI gerak dan fungsinya pada hewan dan manusia serta cara memelihara kesehatan alat gerak manusia. Sesuai dengan pendapat Lasa (2007: 54) bahwa ensiklopedia merupakan karya universal, menyeluruh, dan berisi uraian ringkas, maka peneliti mengumpulkan beberapa sumber mengenai sistem gerak tubuh manusia untuk selanjutnya diringkas dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa. Setelah penyusunan rencana, kemudian dilanjutkan dengan membuat desain produk. Buku ensiklopedia didesain dalam bentuk buku berjendela di mana terdapat lipatan-lipatan yang dapat dibuka atau ditutup. Dengan desain buku berjendela diharapkan dapat menarik minat dan rasa ingin tahu siswa untuk membaca. Buku ensiklopedia juga didesain secara menarik, komunikatif, serta menggunakan warna dan gambar yang bervariasi. Tahap ketiga yaitu validasi produk. Sebelum digunakan untuk uji coba lapangan terbatas, produk media pembelajaran buku ensiklopedia divalidasi terlebih dahulu oleh dosen ahli dan guru SD kelas V. Tahap validasi produk dilakukan untuk mengetahui kualitas media pembelajaran buku ensiklopedia yang akan digunakan untuk uji lapangan terbatas. Pada penelitian ini, validasi produk dilakukan oleh ahli pembelajaran IPA dan guru kelas V. Hasil validasi produk media pembelajaran buku ensiklopedia mendapatkan skor sebesar 3,45 dengan kriteria sangat baik serta dinyatakan valid dan layak untuk digunakan. Selain penilain skor, ahli juga memberikan komentar dan saran untuk selanjutnya dijadikan sebagai bahan pertimbangan revisi produk sebelum digunakan uji coba lapangan terbatas. Tahap keempat adalah revisi produk. Setelah produk media pembelajaran buku ensiklopedia divalidasi. Produk media pembelajaran buku ensiklopedia direvisi sesuai dengan komentar dan saran ahli. Dalam penelitian ini, peneliti diminta untuk merevisi kertas yang digunakan supaya lebih tebal agar tidak mudah robek. Selanjutnya, setting buku sebaiknya dibuat bolak-balik agar media pembelajaran buku ensiklopedia tidak terlalu tebal dan lebih efisien ketika digunakan. Komentar lain dari ahli adalah desain sampul buku sebaiknya mencantumkan identitas penulis, universitas, dan logo universitas. 75

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tahap yang kelima adalah uji coba lapangan terbatas. Pada tahap ini, peneliti memberikan soal pretest pada awal pembelajaran. Berdasarkan hasil pretest peneliti menentukan 10 siswa yang akan belajar menggunakan produk buku ensiklopedia. Penentuan 10 siswa berdasarkan dari hasil nilai pretest yang paling rendah. Setelah belajar menggunakan produk buku ensiklopedia, 10 siswa tersebut mengerjakan soal posttest untuk mengetahui perbedaan nilai yang diperoleh siswa pada saat pretest dan posttest. Nilai yang diperoleh siswa pada saat posstest lebih tinggi daripada nilai yang diperoleh siswa pada saat pretest. Silisih nilai yang diperoleh adalah 34. Hal ini menunjukkan bahwa produk buku ensiklopedia dapat membantu siswa dalam memahami materi sistem gerak tubuh manusia. Selain itu, peneliti juga memberikan kuesioner tanggapan produk mengenai produk buku ensiklopedia kepada 10 siswa. Siswa memberikan penilaian yang sangat baik tehadap produk buku ensiklopedia sistem gerak tubuh manusia. 4.2.2 Kualitas Media Pembelajaran Buku Ensiklopedia Sistem Gerak Tubuh Manusia Pengembangan media pembelajaran buku ensiklopedia sistem gerak tubuh manusia disajikan secara lengkap dan lebih menarik dari buku ensiklopedia pada umumnya. Sebagai media pembelajaran, buku ensiklopedia sistem gerak tubuh manusia dapat digunakan untuk menyampaikan informasi dari berbagai sumber yang telah diringkas dengan menggunakan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh siswa. Dengan demikian maka siswa dapat menggunakan media pembelajaran ini secara mandiri. Selaras dengan Munadi (2010: 7-9) yang menyampaikan bahwa media pembalajaran dipahami sebagai segala sesuatu yang dapat menyampaikan dan menyalurkan pesan dari sumber secara terencana sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif di mana penerimanya dapat melakukan proses belajar secara efisien dan efektif. Media pembelajaran buku ensiklopedia termasuk dalam klasifikasi media pembelajaran cetak dengan memperhatikan tampilan, kelengkapan komponen, konsistensi susunan, kesesuaian bahasa, isi, dan efisiensi. Pribadi (2017: 18-19) 76

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI menjelaskan bahwa media cetak dipandang sebagai media yang relatif murah dan memiliki sifat yang fleksibel bagi penggunanya. Siswa dapat memanfaatkan media cetak di mana saja, kapan saja, dan tanpa memerlukan adanya peralatan khusus. Sama halnya dengan media pembelajaran buku ensiklopedia ini yang dirancang sedemikian rupa dengan memperhatikan tampilan, kelengkapan komponen, konsistensi susunan, kesesuaian bahasa, isi, dan efisiensi. Media pembelajaran ini dapat digunakan oleh siswa secara mandiri. Siswa dipastikan dapat menemukan jawaban soal yang terdapat pada buku siswa karena penyususnan materi disesuaikan dengan KD 3.1 Menjelaskan alat gerak dan fungsinya pada hewan dan manusia serta cara memelihara kesehatan alat gerak manusia. Tampilan media pembelajaran buku ensiklopedia sistem gerak tubuh manusia dirancang dengan konsep buku berjendela agar siswa lebih tertarik dan memiliki rasa ingin tahu untuk membaca buku ini. Hakikat IPA di sekolah dasar melatih siswa berpikir kritis dan objektif terhadap fenomena-fenomena yang ada pada alam (Samatowa, 2010: 2). Buku berjendela dapat dibuka atau ditutup layaknya jendela sehingga siswa menjadi lebih fokus dan lebih mudah memahami materi. Ainurrohah (dalam Jipva 2018) mengatakan bahwa buku dengan konsep jendela dapat memuat uraian materi atau gambar. Kualitas media pembelajaran buku ensiklopedia dibuktikan secara nyata pada hasil validasi yang telah dilakukan oleh ahli, guru kelas V, dan 10 siswa kelas V. Kuesioner validasi yang diberikan oleh ahli dan siswa memuat penilaian terkait tampilan, kelengkapan komponen, konsistensi susunan, kesesuaian bahasa, isi, dan efesiensi buku ensiklopedia. Berdasarkan hasil validasi yang dilakukan oleh ahli pembelajaran IPA didapatkan rerata skor sebesar 3,56 dengan kategori sangat baik. Validasi kedua dilakukan pada guru kelas V dengan perolehan rerata skor sebesar 3,33 kategori sangat baik. Selanjutnya validasi tang terakhir dilakukan oleh 10 siswa yang telah belajar menggunakan media pembelajaran buku ensiklopedia ini. rerata skor yang didapatkan adalah 3,33 kategori sangat baik. Hasil validasi produk buku ensiklopedia disajikan pada tabel 4.13. 77

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.13 Hasil Penilaian Produk Buku Ensiklopedia No 1 2 3 Penilai Ahli Pembelajaran IPA Guru kelas V Siswa Kelas V Rerata Rerata Skor 3,56 3,33 3,33 3,41 Kategori Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Berdasarkan tabel 4.13 tersebut, dapat diketahui bahwa ahli pembelajaran IPA, guru kelas V, dan siswa kelas V memberikan penilaian yang sangat baik terhadap produk buku ensiklopedia sistem gerak tubuh manusia. Hal ini menunjukkan bahwa produk buku ensiklopedia yang dikembangkan memiliki kualitas sangat baik dengan rerata skor sebesar 3,41. Skor tersebut dapat diraih karena rancangan buku ensiklopedia sudah sesuai dengan karakteristik siswa kelas V sekolah dasar. Sitepu (2012: 162) mengatakan bahwa desain buku teks pelajaran harus meliputi (1) ukuran buku, (2) ukuran huruf dan spasi baris, (3) jenis huruf, (4) spasi dan susunan, (5) teknik menulis teks, (6) ilustrasi, dan (7) anatomi buku teks belajaran. Masing-masing unsur teks buku dipengaruhi oleh karakteristik pembaca dan jenis buku teks dilihat dari disiplin ilmunya. Selain dengan validasi produk, kualitas buku ensiklopedia juga dapat dilihat melalui perubahan nilai pretest dan posttest. Sebagai data pendukung, hasil perubahan nilai tersebut mencapai selisih yang cukup tinggi, yaitu 34. Hal tersebut menunjukkan bahwa produk buku ensiklopedia dapat membantu kesulitan siswa dalam memahami materi IPA khususnya sistem gerak tubuh manusia serta dapat membantu siswa mengerjakan soal. Penelitian lain mengenai pengembangan buku ensiklopedia yang telah dilakukan menunjukkan adanya peningkatan kualitas produk berupa buku ensiklopedia. Buku ensiklopedia dapat digunakan untuk membantu siswa mengerjakan soal secara mandiri. Khususnya siswa kelas V, buku ensiklopedia ini sangat berguna untuk menunjang pengetahuan mengenai sistem gerak tubuh manusia yang pada buku siswa masih terbatas penjelasannya. 78

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V PENUTUP Bab V berisi uaraian mengenai kesimpulan, keterbatasan penelitian, dan saran bagi penelitian selanjutnya. 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 5.1.1 Prosedur penelitian dan pengembangan media pembelajaran buku ensiklopedia sisem gerak tubuh manusia untuk kelas V SD dimodifikasi ke dalam lima tahap, yaitu penelitian dan pengumpulan informasi/analisis kebutuhan, penyusunan rencana dan desain produk, validasi produk, revisi produk, dan uji coba lapangan terbatas. Pada tahap penelitian dan pengumpulan informasi/analisis kebutuhan, peneliti melakukan identifikasi masalah melalui observasi, wawancara, dan menganalisis kebutuhan guru dan siswa melalui hasil kuesioner analisis kebutuhan. Selanjutnya pada tahap penyusunan dan desain produk peneliti mengumpulkan materi mengenai sistem gerak tubuh manusia dari berbagai sumber. Penyusunan materi disesuaikan dengan buku pegangan siswa dan komptensi dasar 3.1 Menjelaskan alat gerak dan fungsinya pada hewan dan manusia serta cara memelihara kesehatan alat gerak manusia. Setelah menyusunan rencana, peneliti membuat desain produk buku dengan memperhatikan tampilan, kelengkapan komponen, konsistensi susunan, dan efisiensi. Tahap selanjutnya adalah validasi produk. Buku ensiklopedia yang telah disusun kemudian divalidasi oleh ahli pembelajaran IPA dan guru kelas V untuk mengetahui kualitas produk buku ensiklopedia sebelum digunakan untuk uji coba lapangan terbatas. Setelah tahap validasi, produk buku ensiklopedia direvisi sesuai dengan komentar dan saran yang diberikan oleh ahli. Tahap terakhir adalah uji coba lapangan terbatas yang dilakukan dengan menggunakan soal pretest dan posttest. 79

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5.1.2 Kualitas media pembelajaran sistem gerak tubuh manusia untuk kelas V adalah sangat baik dengan perolehan rerata skor validasi produk yang dilakukan oleh ahli pembelajaran IPA, guru kelas V, dan 10 siswa kelas V yaitu sebesar 3,41. Selain itu, hasil nilai pretest dan posttest pada uji coba lapangan terbatas digunakan sebagai data pendukung untuk mengetahui kualitas media pembelajaran. Nilai yang diperoleh siswa pada uji coba lapangan terbatas menunjukkan rerata nilai posttest lebih tinggi yaitu sebesar 63,1 daripada rerata nilai pretest yaitu sebesar 29,1 dengan selisih rerata skor sebesar 34. Dengan demikian, penggunaan media pembelajaran sistem gerak tubuh manusia dapat membantu siswa dalam memahami materi sistem gerak tubuh manusia. 5.2 Keterbatasan Penelitian Keterbatasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 5.2.1 Materi yang dikembangkan pada media pembelajaran buku ensilopedia terbatas pada sistem gerak tubuh manusia. 5.2.2 Penelitian pengembangan media pembelajaran buku ensiklopedia ini terbatas pada aspek pengetahuan. 5.3 Saran 5.3.1 Perlu dilakukan penelitian pengembangan media pembelajaran buku ensiklopedia dengan menggunakan materi yang berbeda. 5.3.2 Penelitian selanjutnya perlu pengembangan media pembelajaran sistem gerak tubuh manusia pada aspek sikap dan keterampilan. 80

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Astutik, I. P., Rasiman, dan Handayani, D. E. (2018). Pengembangan Media Buku Berjendela pada Pembelajaran IPA Kelas V Sekolah Dasar. JIPVA (Jurnal Pendidikan IPA Veteran) Volume 2 – Nomor 1. Diakses pada tanggal 10 Desember 2018 dari http://e-journal.ikipveteran.ac.id/index.php/jipva Atmodjo, W. L dan Pratama, A. (2011). Struktur Dasar Anatomi Manusia. Jakarta: CV Sagung Seto. Dutaningtyas, V. (2016). Pengembangan Buku Ensiklopedia Alat Musik Tradisional Pulau Jawa. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Efendhi, E. S. dan Susilobowo, J. (2014). Pengembangan Bahan Ajar Buku Berjendela Sebagai Pendukung Implementasi Pembelajaran Berbasis Scientific Approach pada Materi Jurnal Khusus. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya. Diakses pada tanggal 10 Desember 2018 dari http://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/jpak/article/view/9434 Handayani, M. P. (2016). Pengembangan Buku Lift The Flap Ensiklopedia Anak tentang 16 Pakaian Adat di Indonesia Bagian Tengah dan Timur. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Irianto, K. (2014). Anatomi dan Fisiologi. Bandung: Alfabeta. Kristanti, E. N. (2017). Pengembangan Media Pembelajaran IPA SD Materi Penggolongan Jenis Tulang Daun Berbasis Metode Montessori. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Lasa. (2007). Manajemen Perpustakaan Sekolah. Yogyakarta: Pinus Book Publisher. Maryanto, (2017). Buku Siswa: Organ Gerak Hewan dan Manusia. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Mulyasa, H. E. (2017). Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Nuuransyah, H. (2016). Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Ensiklopedia Ilmu Pengetahuan Sosial pada Materi Kerajaan Hindu-Buddha dan Islam untuk Peningkatan Motivasi Belajar Peserta Didik Kelas V di Madrasah Ibtidaiyah Anbaul Ulum Pakis-Kabupaten Malang. Malang: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. 81

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pearce, E. C. (2013). Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedia. Jakarta: CV Prima Gravifika. Pribadi, B. A. (2017). Media dan Teknologi dalam Pembelajaran. Jakarta: PT Balebat Dedikasi Prima. Putra N. (2015). Research & Development Penelitian dan Pengembangan: Suatu Pengantar. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada. Rahmah, E., dan Makmur, T. (2015). Kebijakan Sumber Informasi Perpustakaan; Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Graha Ilmu. Saleh, A. R., dan Sujana., J. G. (2009). Pengantar Kepustakaan Pedoman bagj Pengguna Perpustakaan di Lingkungan Perguruan Tinggi. Jakarta: CV Sagung Seto. Samatowa, U. (2010). Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar. Jakarta Barat: Permata Puri Media. Sitepu, B. P. (2012). Penulisan Buku Teks Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakaya. Sugiyono. (2015). Metode Penelitian & Pengembangan Research and Development. Bandung: Alfabeta. Suryani, N., Setiawan, A., dan Putria, A. (2018). Media Pembelajaran Inovatif dan Pengembangannya. Bandung: Remaja Rosdakarya. Yani, A. (2014). Mindset Kurikulum 2013. Bandung: Alfabeta. 82

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 1 Surat Penelitian Lampiran 1.1 Surat Ijin Penelitian 83

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 1.2 Surat Ijin Mengadakan Uji Coba Produk 86

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 1.3 Surat Keterangan telah Melaksanakan Penelitian 87

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 2 Instrumen Identifkasi Masalah Lampiran 2.1 Lembar Hasil Validasi Pedoman Observasi 90

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 2.2 Lembar Hasil Observasi Pembelajaran IPA 94

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 2.3 Lembar Hasil Validasi Pedoman Wawancara 97

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 2.4 Transkip Wawancara dengan Kepala Sekolah TRANSKIP WAWANCARA DENGAN KEPALA SEKOLAH SD N SUMYANG Peneliti Kepala Sekolah Peneliti Kepala Sekolah Peneliti Kepala Sekolah Peneliti Kepala Sekolah Peneliti Kepala Sekolah Peneliti Kepala Sekolah Peneliti : Selamat pagi Pak, sebelumnya saya ucapkan terima kasih karena Bapak sudah berkenan untuk melakukan wawancara. Pertanyaan yang pertama, sejak kapan SD N Sumyang menggunakan Kurikulum 2013? : Kurikulum 2013 sejak 1 tahun yang lalu. : Penerapan Kurikulum 2013 itu apakah sudah menyeluruh di setiap kelas Pak? : Satu tahun yang lalu penerapan Kurikulum 2013 baru kelas I dan kelas IV. : Berarti kelas V baru tahun ini ya pak menggunakan Kurikulum 2013? : Iya, kalau tahun ini sudah semuanya. : Hm... selama menerapkan Kurkulum 2013 apakah ada kendala Pak di SD N Sumyang ini? : Kendalanya? : Iya Pak. : Kalau pada dasarnya pada segi positifnya banyak sekali, yaitu memberikan kesempatan kepada murid untuk berpendapat dan untuk mandiri. Untuk kendalanya yaitu misalnya tentang buku-buku itu kurang mendukung untuk pelaksanaan Kurikulum 2013. Disamping itu juga tentang guru-guru itu ada sebagian yang kurang bisa atau belum bisa sepenuhnya menerapkan pengetahuan dan keterampilan dibidang Kurikulum 2013 untuk diterapkan kepada siswa. Yang ketiga tentang siswa itu sendiri yang tinggal di pedesaan itu kalau Kurikulum 2013 kan dituntut keaktifan berbicara dan berpendapat. Nah itu untuk siswa yang tinggal di oedasaan itu belum sepenuhnya terlaksana. : Hm.. seperti itu, selanjutnya Pak, pada Kurikulum 2013 itu yang saya ketahui lebih banyak menuntut guru untuk menggunakan media pembelajaran ketika mengajar. apakah di SD N Sumyang ini ketersediaan media pembelajaran sudah memenuhi Pak? : Ya.Kekurangan selanjutnya yaitu tentang media. Di sini media yang seharusnya satu kelas itu harus ada, tapi di sini masih belum memenuhi untuk menunjang penerapan Kurikulum 2013. : Media yang lain seperti sistem rangka manusia itu ada Pak? 101

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kepala Sekolah Peneliti Kepala Sekolah Peneliti Kepala Sekolah Peneliti Kepala Sekolah Peneliti Kepala Sekolah Peneliti Kepala Sekolah Peneliti Kepala Sekolah : Ada. : Selain itu, media pembelajaran juga dapat berupa buku Pak. Nah itu apakah SD N Sumyang juga menyediakan buku referensi Pak? : Ada. Buku referensi itu didapatkan dengan dianggarkan dulu. Tahun ini menganggarkan referensi apa, kemudian buku referensi itu dibeli, terus kemudian kalau dipakai guru ya dipakai. Kemudian kalau tidak dipakai ya disimpan di perpustakaan. : Kalau diperpustakaan SD N Sumyang, apakah sudah ada buku ensiklopedia Pak? : Ada. : Ensiklopedia tentang apa Pak? : Ensiklopedia umum, tentang alam, tentang geografi, tentang biografi. : Hm.. Kalau yang buku ensiklopedia tentang IPA pak, yang membahas salah satu materi di kelas V seperti itu ada atau tidak Pak? : Sepertinya ada. Tetapi tidak selengkap yang diharapkan. Hanya dua atau tiga buku. : Dari dua atau tiga buku ensiklopedia yang tadi Bapak sebutkan, apakah siswa antusias untuk membaca Pak? : Biasanya di SD N sumyang ini satu kelas itu diwajibkan minimal satu hari untuk berkunjung ke perpustakaan. kami haruskan seperti itu. Jadi ada laporannya satu kelas itu paling minimal satu minggu sekali. : Hmm.. seperti itu Pak. Pertanyaan yang terakhir Pak? Sebelumnya apakah di SD N Sumyang sudah pernah ada penelitian mengenai pengembangan media pembelajaran buku ensiklopedia? : Belum, blum pernah. Dulu pernah dari universitas lain tapi belum pernah ada yang meneliti khusus tentang ensiklopedia ini. 102

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI TRANSKIP WAWANCARA DENGAN KEPALA SEKOLAH SD N 01 NGERING Peneliti Kepala Sekolah Peneliti Kepala Sekolah Peneliti Kepala Sekolah Peneliti Kepala Sekolah Peneliti Kepala Sekolah Peneliti Kepala Sekolah Peneliti Kepala Sekolah Peneliti Kepala Sekolah : Selamat pagi Bu, sebelumnya saya mengucapkan terima kasih atas waktu yang telah diberikan kepada saya dan atas kerelaan hati Ibu yang sudah berkenan untuk melakukan wawancara. Peranyaan yang pertama Bu, sejak kapan SD N 01 Ngering ini menggunakan Kurikulum 2013 Bu? : Penggunaan Kurikulum 2013 di SD N 01 Ngering ini sdah sejak tahun ajaran 2017/2018. Namun penerapannya baru di kelas I dan kelas IV saja. Kemudia pada tahun ajaran 2018/2019 penggunaan Kurikulum 2013 diterapkan di kelas II dan kelas V. Untuk kelas III dan kelas VI akan menggunakan Kurikulum 2013 di tahun ajaran berikutnya. : Hm, selama menerapkan Kurikulum 2013 di SD N 01 Ngering apakah terdapat kendala Bu? : Tentu ada mbak, kendalanya itu yang pertama pada sistem penilaian, kualitas buku yang digunakan kurang mendalam pembahasan materinya. Tetapi juga ada keuntungan menggunakan Kurikulum 2013 mbak. : Apa itu buk keunungannya? : Ya pembelajaran disusun secara tematik. Jadi siswa tidak terlalu banyak membawa buku ke sekolah. : Nah, mengingat penggunaan Kurikulum 2013 Bu. Kurikulum 2013 itu menuntut guru untuk mengajar dengan menggunakan media. Apakah disekolah telah menyediakan media pembelajaran untuk menunjang proses pembelajaran? : Ya medianya seadanya mbak. Paling media cetak yang ditempel-tempel di dinding-dinding kelas itu sama alat peraga torso mbak. : Media pembelajaran cetak selain gambar-gabar yang diletakkan di dinding Bu, apakah sekolah juga menyediakan buku referensi untuk menambah pengetahuan siswa? : Ada mbak, buku referensi diletakkan di perpustakaan. : Untuk koleksi buku yang ada diperpustakaan apakah sudah cukup lengkap Bu? : Ya sudah cukup mbak, koleksi buku diperpustakaan banyak. : Apakah ada buku ensiklopedia Bu? : Ada banyak mbak, tetapi siswa kurang tertarik membacanya. : Baik Bu, pertanyaan yang terakhir Bu. Apakah sebelumnya ada penelitian yang meneliti mengenai media pembelajaran buku ensiklopedia di SD N 01 Ngering ini? : Belum ada mbak. 103

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI TRANSKIP WAWANCARA DENGAN KEPALA SEKOLAH SD N BAKUNG Peneliti Kepala Sekolah Peneliti Kepala Sekolah Peneliti Kepala Sekolah Peneliti Kepala Sekolah Peneliti Kepala Sekolah Peneliti Kepala Sekolah Peneliti Kepala Sekolah Peneliti Kepala Sekolah Peneliti Kepala Sekolah : Selamat pagi Bu, mohon maaf sebelumnya karena saya telah mengganggu waktu Ibu. Pertama-tama saya ucapkan banyak terima kasih Bu karena telah berkenan untuk melakukan wawancara. Pertanyaan yang pertama Bu, sejak kapan SD N Bakung menggunakan Kurikulum 2013. : SD N Bakung ini menggunakan Kurikulum 2013 sudah sejak tahun ajaran 2016/2017 mbak, tetapi itu hanya kelas I dan kelas IV saja. ditahun ajaran 2017/2018 penggunaan Kurikulum 2013 sudah terlaksana di kelas II dan V. Dan yang terakhir di tahun ajaran 2018/2019 ini peggunaan Kurikulum 2013 sudah mencapai di kelas III dan kelas VI. : Berarti sudah semua kelas menggunakan Kurikulum 2013 ya Bu? : Iya mbak. : Selama penerapan Kurikulum 2013 tersebut, apakah ada kendala Bu? : Kendalanya ya di buku Kurikulum 2013 pembahasan materinya kurang mendalam. Sehingga perlu menggunakan buku lain seperti buku LKS dan buku paket lainnya. Selain itu kendalanya juga di penilaiannya mbak, karena masih banyak guru yang kurang paham. : Kalau penggunaan media pembelajarannya Bu, apakah di SD N Bakung sudah cukup memenuhi? : Media pembelajarannya belum mbak, masih terbatas. Tetapi kalau media pembelajaran berupa cetak itu sudah ada dan sudah ditempel di dinding-dinding kelas. : Kalau media pembelajaran berupa torso itu apakah sudah ada Bu? : Dulu ada mbak, tetapi sudah rusak dan belum ada gantinya. : Hm. Kalau ketersediaan buku referensi yang dapat digunakan siswa untuk menambah pengetahuan itu apakah sudah ada Bu? : Kalau buku referensi sudah ada mbak diperpustakaan. : Apakah koleksi buku diperpustakaan sudah lengkap Bu? Apakah ada buku ensiklopedia? : Ya untuk koleksinya sih cukup lengkap. Tetapi kalau buku ensiklopeida seperti sudah ada mbak tentang IPS. : Apakah siswa antusias Bu untuk membaca buku tersebut? : Kurang mbak. Mungkin karena kurang menarik untuk siswa. : Baik Bu, pertanyaan yang terakhir Bu, sebelumnya apakah ada penelitian yang meneliti mengenai buku ensiklopedia Bu di SD N Bakung ini? : Belum ada mbak. 104

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 2.5 Transkip Wawancara dengan Guru Kelas V TRANSKIP WAWANCARA DENGAN GURU SD N SUMYANG Peneliti Guru Peneliti Guru Peneliti Guru Peneliti Guru Peneliti Guru Peneliti Guru Peneliti Guru Peneliti Guru Peneliti : Selamat pagi Bu, sebelumnya terima kasih banyak bu karena telah bersedia saya wawancara. : Iya mbak sama-sama. : Begini Bu, peranyaan yang pertama saya ingin bertaya mengenai Kurikulum 2013. : Iya. : Menurut pendapat Ibu, bagaimana perubahan Kurikulum yang telah diterapkan di SD N Sumyang ini Bu? : Perubahannya sebenarnya sangat membantu dalam pembelajaran. cuman kesulitannya ya seperti yang saya sampaikan tadi mbak pada penilaian dan pada terbatasnya pembahasan materi yang terdapat dibuku. : Kalau kendala yang dialami ketika menerapkan Kurikulum 2013 itu apakah ada Bu? : Hmm.. kendalanya ya kalau di lingkungan sini ya terutma medianya. Karena banyak yang harus mencari diinternet, sedangkan anak kan tidak semuanya memiliki fasilitas itu. : Hm.. sperti itu Bu, pertanyaan selanjutnya Bu mengenai kualitas buku yang digunakan di Kurikulum 2013. Selama pembelajaran menggunakan Kurikulum 2013 itu apakah hanya menggunakan buku Kurtilas atau ada buku yang lain Bu? : Ada buku yang lain mbak. Bukunya ini dari Erlangga. : Menurut Ibu, ketika menggunakan buku siswa bagaimana pembahasan materinya Bu, apakah sudah cukup mendalam atau seperti apa? Khususnya pada mata pelajaran IPA Bu. : Untuk materinya jika dibandingkan dengan yang KTSP, itu lebih mendalam yang KTSP. Karena kalau yang K13 itu hanya secuilcuil. Nanti baru ditema berikutnya baru dipelajari lagi. Tapi kalau KTSP itu langsung menyeluruh. : hm.. seperti itu Bu. Selanjutnya Bu, apakah ada siswa yang mengalami kesulitan di mata pelajaran IPA Bu? : Ada beberapa siswa sih mbak yang mengalami kesulitan. Terutama yang dibagian sistem gerak itu siswa masih sulit jika diminta untuk menunjukkan tulang alat gerak tangan dan kaki. : Baik Bu, tadi Ibu sempat menyebutkan di awal mengenai penggunaan buku pendamping. Nah sebelum menyampaikan matri kepada siswa apakah Ibu menggunakan buku referensi untu menambah pengetahuan Bu? : Iya. Dari Erlangga itu mbak. : Selain Erlangga ngga ada ya Bu? 105

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Guru Peneliti Guru Peneliti Guru Peneliti Guru Peneliti Guru : Ngga ada mbak. : Apakah siswa juga menggunakan buku Erlangga Bu? Atau mengguanakan buku referensi lain untuk siswa? : Tidak ada mbak. Hanya buku siswa saja. : Kalau penggunaan media Bu, biasanya media apa yang Ibu gunakan untuk menyampaikan materi kepada siswa? : Biasanya internet sih mbak. Karena kan pembahasan materi di buku siswa itu kan hanya sedikit. Jadi harus dikembangkan kan ya menggunakan internet itu. : Selain internet Bu, misalkan media cetak seperti buku ensiklopedia itu apakah Ibu pernah menggunakannya ketika mengajar? : Buku ensiklopedia? Kalau saya belum pernah mbak. : Hm, kenapa Bu? Apakah karena di perpustakaan belum ada atau bagaimana Bu? : Nggak tau tuh ya mbak, soalnya juga kemarin itu pas semester II akhir itu perpusnya kan diinventaris, saya ngga tau punya atau tidak. 106

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI TRANSKIP WAWANCARA DENGAN GURU SD N 01 NGERING Peneliti Guru Peneliti Guru Peneliti Guru Peneliti Guru Peneliti Guru Peneliti Guru Peneliti : Selamat pagi Pak, perkenalkan nama saya Ria Sri Widyawati mahasiswa PGSD dari Universitas Sanata Dharma. Begini Pak, kemarin saya telah memberikan surat ijin penelitian untuk melakukan observasi dan wawancara pada hari ini bersama dengan Bapak. Oh iya Pak, sebelumnya saya ucapkan terima kasih Pak, karena telah bersedia untuk melakukan wawancara. : Oh. Iya mbak, kemarin Bu kepala sekolah sudah bilang kok mbak. : Langsung saja ya Pak, menurut Bapak perubahan Kurikulum 2013 ini bagaimana Pak? : Sebenarnya Kurikulum 2013 itu untuk spesifikasinya dibandingkan dengan KTSP kalau untuk anak lebih cenderung bisa memahami di KTSP karena Kurikulum 2013 untuk pola anak di bawah usia 12 tahun kurang pas. Jadi untuk pelaksanaannya kurang maksimal mbak kalau dari saya sendiri. : Hm, baik. Di SD N 01 Ngering khususnya untuk kelas V ini telah menggunakan Kurikulum 2013 sejak kapan Pak? : Untuk kelas V penerapan Kurikulum 2013 baru tahun jaran ini mbak, tahun ajaran 2018/2019. : Kendalanya dalam menerapkan Kurikulum 2013 itu apa? : Kendalanya ya diwaktu juga mbak. Untuk diwaktu misalnya seperti mid semester itu kalau dari awal masuk di pertengahan Juli dan sekarang pertengahan September sudah harus mencakup 3 tema. Nah itu waktunya dirasa tidak memenuhi. : Hm, baik Pak. Kemudian kalau penggunaan buku ketika menyampaikan materi pembelajaran IPA itu biasanya Bapak menggunakan buku seperti apa? : Biasanya kita dari dinas itu ada pengadaan buku Kurikulum 2013 mbak, selain itu kita juga memakai LKSnya juga. Meskipun tidak harus ya mbak, tapitanpa itu anak kurang bisa menangkap maksud dari materi yang ada di buku siswa. : Selanjutnya Pak, menurut Bapak sendiri materi pembelajaran IPA ang ada pada buku siswa bagaimana Pak? : Buku siswa sebenarnya sudah bagus sih mbak, tetapi kadang dengan menyampaikan materi satu per satu setiap sub tema dan pembelajaran itu kita terkendala ada waktu mbak. Ya kalau dibandingkan KTSP ya lebih enak KTSP sih mbak, kalau KTSP kan penjelasannya meyeluruh sehingga anak menjadi tidak bingung. Disini kan yang menggunakan Kurikulum 2013 baru kelas I, II, IV dan kelas V. : Hm, dengan menggunakan Kurikulum 2013 ini kan pembelajaran menjadi tematik Pak, namun meskopun demikian ada mata pelajaran yang tentunya sangat terlihat misalnya saja mata pelajaran IPA. Menurut Bapak, apakah ada siswa yang mengalami 107

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Guru Peneliti Guru Peneliti Guru Peneliti Guru Peneliti Guru Peneliti Guru Peneliti Guru Peneliti Guru Peneliti Guru kesulitan dalam mata pelajaran IPA? : Untuk kesulitan sendiri kadang di buku siswa sendiri jarang ada yang untuk misalnya ada pertanyaan di buku sswa gitu, nanti kalau dicari jawabannya di buku siswa itu ngga ada. Kadang kita juga membolehkan untuk mencari sendiri lewat internet. Karena kalau kta haya mengandalkan buku siswa itu nformasinya kurang komplit. : Hm, seperti itu Pak. Kalau dimaterinya IPAnya sendiri Pak, seperti materi sistem gerak, peredaran darah, atau yang lain itu kira-kira siswa biasanya mengalami kesulitan pada materi apa Pak? : Kalau sampai saat ini sudah sampai tema 3 yang sulit untuk siswa itu di materi sistem gerak tubuh manusia mbak. Karena siswa kesulitan untuk menghafal nama dan istilah-istilah nama penyakit itu siswa agak kesulitan. : Em, tadi ketika mengajar Bapak menggunakan LKS untuk menambah informasi ketika mengajar. Apakah sumber referensi yang Bapak gunakan hanya LKS atau ada buku referensi yang lain Pak? : Untuk sementara yang kita gunakan adalah buku panduan guru, siswa, dan LKS itu. Kalau nanti misalnya nanti dari kita butuh ngutip dari internet biasanya saya juga pakai itu. : Hm, lalu jika untuk siswa Pak, apakah Bapak juga pernah menyarankan siswa untuk membaca buku referensi untuk menambah informasi? : Itu pun juga mbak, biasanya sebelum saya menyuruh di cari diinternet saya menyuruh siswa untuk membaca buku terlebih dahulu. Karena jika membaca buku yang kita dapatkan bukan hanya yang kita ari, tetapi informasi yang lain juga pasti kita dapatkan dari membaca. : Bisanya membaca bukunya diperpustakaan ya Pak? : Iya mbak. : Em, diperpustakaan sudah banyak Pak buku-buku tentang IPA? : Ya belum banyak sih mbak, itu juga antusias siswa membaca juga kurang sebetulnya. : Hm baik Pak, selanjutnya Pak ketika proses pembelajaran apakah Bapak pernah menggunakan media pembelajaran? : Ya tergantung dari nanti apa yang kita ajarkan mbak. : Sering ya Pak? : Ya jarang sih mbak kalau di pelajaran IPA, yang sering itu Matematika. : Oh jarang ya pak, kalau buku ensiklopedia sebagai media pembelajaran apakah Bapak pernah menggunakan? : Belum pernah saya mbak. 108

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI TRANSKIP WAWANCARA DENGAN GURU SD N BAKUNG Peneliti Guru Peneliti Guru Peneliti Guru Peneliti Guru Peneliti Guru Peneliti Guru Peneliti : Selamat pagi Pak, sebelumnya saya ingin mengucapkan banyak terima kasih karena bapak telah berkenan untuk melakukan wawancara bersama dengan saya. langsung saja ya Pak, pertanyaan yang pertama. Mengenai Kurikulum 2013, bagaimana pendapat Bapak mengenai perubahan Kurikulum 2013 di SD N Bakung. : Kalau pendapat saya memang Kurikulum 2013 ini sebenarnya lebih baik untuk terutama karakter siswa. tetapi yang namanya Kurikulum kan juga ada kelebihan dan kekurangannya. Kekurangannya ya malah itu pelajarannya jadi tema-tema gitu kadang kalau gurunya sih bisa memahami, tetapi kadang siswanya yang sulit untuk memahami materi pembelajarannya karena setiap temanya kan menyangkut setiap mata pelajaran. : Hm seperti itu, kendalanya Pak ketika menerapkan Kurikulum 2013 ini apa? : Kalau menurut saya ya itu tadi, terutama untuk mengkolaborasikan itu antaranya mulai dari pembelajaran pemindahan per mata pelajaran dari matematika nanti pindah ke IPA itu. : Mengenai pembelajaran yang saat ini tematik Pak, di buku guru juga sudah ada panduannya ya Pak? : Iya mbak ada sih. : Apakah Bapak juga menggunakan buku lain? Untuk siswa maupun untuk Bapak sendiri? : Itu tetap menggunakan Kurikulum 2013. : Nah, jika menggunakan buku Kurikulum 2013 tadi Pak, pada buku siswa, pendapat Bapak mengenai materi yang terdapat di buku siswa itu bagaimana Pak? : Untuk buku siswa itu kadang untuk materinya terlalu sempit bagi siswa. itu ya sepandai-pandainya guru itu harus mengembangkan materinya itu harus lebih mendalam. Karena materinya terlalu sempit sekali. : Dengan menggunakan Kurikulum 2013, berarti pembelajaran berlangsung tematik. Namun pasi beberapa mata pelajaran pasti juga terlihat Pak, seperti IPA, matematika, dan lainnya. Apakah ada kesulitan yang dialami siswa Pak, khususnya pada mata pelajaran IPA? : Yang IPA kalau siswa memahami materi ya seperti iasa kalau menggunakan Kurikulum 2013 atau kurikulum yang lan kalau siswa sendiri kan kadang ada yang mampu memahami, ada yang sedang, dan ada yang kurang. : Dari kesulitan siswa, biasanya materi yang sering dianggap siswa sulit itu materi apa Pak? Terutama pada materi IPA. 109

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Guru Peneliti Guru Peneliti Guru Peneliti Guru Peneliti Guru Peneliti Guru : Biasanya kalau materi IPA sendiri yang mengalami kesulitan itu untuk materi rangka manusia. : Yang rangka manusia dan oragan geraknya itu ya Pak? : Iya, baik manusia dan hewan juga. Membedakan antara rangka. : Hm, seperti itu Pak. Selanjutnya Pak, sebelum melakukan proses pembelajaran apakah Bapak meggunakan buku referensi untuk menambah pengetahuan atau informasi sebelum menyampaikan materi kepada siswa? : Tidak mbak. : Kalau untuk siswa sendri Pak? Apakah Bapak pernah menyarankan siswa untuk membaca buku referensi lain sebagai pegetahuan tambahan bagi siswa? : Bukunya ya itu mbak, buku dari sekolahan. Buku siswa. : Hm, kalau ketka proses pembealajaran berlangsung apakah Bapak menyediakan buku referensi untuk dibaca di kelas/ untuk siswa membantu siswa mengerjakan soal? : Kadang juga menggunakan mbak, kalau ada materi yang menyangkut dengan buku itu. : Hm, selanjtnya ya Pak. Apakah Bapak pernah menggunakan buku ensiklopedia sebagai media pembelajaran Pak? : Ensiklopedia ya? Belum mabk. Kalau menggunakan ensiklopedia itu biasanya siswa yang senang baca itu ya senang. Kalau yang ngga senang paling Cuma liat gambarnya aja. 110

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 2.6 Transip Wawancara dengan Siswa Kelas V TRANSKIP WAWANCARA DENGAN SISWA SD N SUMYANG Siswa 1 Peneliti Siswa Peneliti Siswa Peneliti Siswa Peneliti Siswa Peneliti Siswa Peneliti Siswa Peneliti Siswa Peneliti Siswa Peneliti Siswa Peneliti Siswa Peneliti Siswa : Pertanyaan yang pertama ya, bagaimana pendapatmu megenai pembelajaran IPA? : Ya biasa saja, materinya banyak. : Kalau ketika pembelajaran terus ada pelajaran IPA kamu seneng ngga? : Biasa saja. : Kenapa? : Karena susah, kalau bu guru menyuruh mengerjakan soal, susah mencari jawabannya di buku. : Memangnya materi yang paling susah itu tentang apa? : Ya banyak. Tentang sistem pencernaan, alat gerak manusia, otot. Sama gangguan-gangguan. : Kenapa kok sulit materi itu? : Soalnya dibuku pembahasannya cuma sedikit. : Ketika pembelajaran IPA, bu guru penah menggunakan media pembelajaran tidak? : Pernah. : Apa medianya? : Gambar-gambar. : Apakah kamu tertarik dengan media itu? : Lumayan : Em, lanjut kepertanyaan selanjutnya, apakah kamu senang membaca buku? : Senang : Biasanya kamu membaca buku apa? K=apakah kamu pernah tahu buku ensiklopedia? : Ya buku cerita-cerita. Kalau buku ensiklopedia belu tahu. : Berarti belum pernah membaca buku ensiklopedia ya? : Belum. Siswa 2 Peneliti Siswa Peneliti Siswa Peneliti : Pertanyaan yang pertama ya, menurut kamu bagaimana sih pembelajaran IPA itu? : Lumayan mudah. : Hm, apakah kamu senang dengan pembelajaran IPA? : Lumayan senang. : Kenapa? 111

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Siswa Peneliti Siswa Peneliti Siswa Peneliti : : : : : : Siswa Peneliti Siswa Peneliti Siswa Peneliti Siswa Peneliti Siswa : : : : : : : : : Karena pembelajaran IPA belajar tentang alam. Menurut kamu, materi IPA yang sulit apa? Sistem pencernaan da sistem gerak tubuh. Kenapa, kok sulit? Karena penjelasannya dibuku hanya sedikit. Ketika pembelajaran IPA, apkah bu guru pernah menggunakan media pembelajaran? Jarang, kadang hanya pakai gambar-gambar. Apakah kamu tertarik dengan media pembelajarannya? Lumayan. Oh gitu, selanjutnya ya apakah kamu senang membaca buku? Senang. Kenapa? Karena dapat ilmu banyak. Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan buku ensiklopedia? Belum tahu. belum pernah membaca. 112

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI TRANSKIP WAWANCARA DENGAN SISWA SD N 01 NGERING Siswa 1 Peneliti Siswa Peneliti Siswa Peneliti Siswa Peneliti Siswa Peneliti Siswa Peneliti Siswa Peneliti Siswa Peneliti Siswa Peneliti Siswa Peneliti Siswa Peneliti Siswa : Hm, pertanyaan yang pertama ya? Menurut kamu pembelajaran IPA itu bagaimana? : Agak susah, agak mudah. Sedengan. : Apakah kamu senang dengan pembelajaran IPA? : Ya senang. : Kenapa? : Karena pak gurunya lucu. : Oh gitu, selanjutya ya? Menurut kamu materi apa yang paling sulit pada mata pelajaran IPA? : Materi sistem pernapasan dan gangguan alat gerak yang otot. : Hm, kenapa kok sulit? : Karena materinya di buku ada yang ada jawabannya ada yang tidak. : Oh gitu, hm apakah pak guru pernah menggunakan media pembelajaran IPA? : Ya pernah. : Medianya apa? : Ya gambar-gambar gitu. : Apakah kamu tertarik dengan media itu? : Iya tertarik. : Hm, apakah kamu senang membaca buku? : Senang. : Kenapa? Biasanya membaca buku tentang apa? : Biasanya senang membaca buku komik. : Kalau buku ensiklopedia sudah pernah tahu belum? : Belum. Belum pernahmembaca. Siswa 2 Peneliti Siswa Peneliti Siswa Peneliti Siswa Peneliti Siswa Peneliti Siswa Peneliti : Baik, langsung pertanyaan yang pertama ya? Bagaimana pendapat kamu mengenai pembelajaran IPA? : Susah. : Kenapa kok susah? : Banyak materinya, tetapi di buku Cuma sedikit. Kadang susah encari jawaban. : Apakah kamu senang dengan pe,belajaran IPA? : Senang. : Kenapa? : Karena pak gurunya suka bikin ketawa. : Menurut kamu, materi pembelajaran IPA yang paling susah apa? : Sistem pencernaan dan alat gerak. : Kenapa kok bisa sulit? 113

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Siswa Peneliti Siswa Peneliti Siswa Peneliti Siswa Peneliti Siswa Peneliti Siswa Peneliti Siswa : Ya kadang kalau cari atau belajar di buku kadang ada, kadang tidak ada. : Hm begitu, lanjut ya, apakah pak guru pernah menggunakan media pembelajaran IPA ketika mengajar? : Pernah. : Apa medianya? : Biasanya diajak keluar lihat pohon,. : Kamu tertarik tidak dengan media itu? : Ya tertarik, soalnya belajar di luar. : Hm, apakah kamu senang membaca buku? Alasannya kenapa? : Senang, karena banyak ilmu yang didapatkan. : Biasanya buku apa yang kamu baca? : Buku cerita. : Kalau buku ensiklopedia sudah pernah tahu belum? : Belum, belum pernah membaca juga. 114

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI TRANSKIP WAWANCARA DENGAN SISWA SD N BAKUNG Siswa 1 Peneliti Siswa Peneliti Siswa Peneliti Siswa Peneliti Siswa Peneliti Siswa Peneliti Siswa Peneliti Siswa Peneliti Siswa Peneliti Siswa Peneliti Siswa Peneliti Siswa : Langsung pertanyaan yang pertama ya? Bagaimana pendapat kamu mengenai pembelajaran IPA? : Menyenangkan. : Kenapa? : Karena pak gurunya lucu. : Menurut kamu, apakah ada materi yang sulit pada mata pelajaran IPA? : Ada. : Materi tentang apa? : Otot sama gangguan otot. : Kenapa sulit? : Ciri-cirinya susah sama nama gangguan ototnya susah. : Ketika mengajar, apakah pak guru pernah menggunakan media pembelajaran? : Tidak pernah. : Hm, selanjutnya, apakah kamu senang membaca buku? : Senang. : Kenapa? : Biar makin pintar. : Biasanya suka membaca buku apa? : Buku cerita. : Kalau buku ensiklopedia sudah pernah tahu belum? : Belum tau. : Berarti belum pernah membaca buku ensiklopedia? : Belum. Siswa 2 Peneliti Siswa Peneliti Siswa Peneliti Siswa Peneliti Siswa Peneliti Siswa : Langsung ke pertanyaan yang pertama ya? Bagaimana pendapat kamu mengenai pembelajaran IPA? : Lebih mudah daripada pembelajaran Matematika. : Hm, berarti kalau pelajaran Matematika tidak ada, berarti pelajaran IPA jadi susah ya? : (ketawa) iya. : Tapi senang tidak dengan pelajaran IPA? : Ya senang, soalnya pak gurunya lucu. : Hm, begitu. Kalau ketika belajar IPA sampai sekarang ada materi yang sulit tidak? : Ada. Materi fungsi alat gerak, gangguan, sama nama organ pencernaan. : Kenapa mengalami kesulitan itu? : Karena dibuku tidak ada jawabannya. 115

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Peneliti Siswa Peneliti Siswa Peneliti Siswa Peneliti Siswa Peneliti Siswa : Ketika pembelajaran IPA, apakah pak guru pernah menggunakan media pembelajaran IPA? : Jarang sekali, paling gambar. : Kamu tertarik tidak dengan gambar yang ditampilkan pak guru? : Lumayan. : Oh begitu. Selanjutnya ya, apakah kamu senang memaca buku? : Senang. Dengan membaca aku menjadi banayak ilmu. : Pernah membaca buku ensiklopedia belum? : Belum pernah. : Belumpernah tahu buku ensiklopedia? : Belum. 116

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3 Instrumen Analisis Kebutuhan Lampiran 3.1 Lembar Hasil Validasi Kuesioner Analisis Kebutuhan Guru 117

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3.2 Lembar Hasil Validasi Kuesioner Analisis Kebutuhan Siswa 121

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3.3 Lembar Hasil Pengisian Kuesioner Analisis Kebutuhan Guru 125

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3.4 Lembar Hasil Pengisian Kuesioner Analisis Kebutuhan Siswa 134

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4 Instrumen Tes Lampiran 4.1 Lembar Hasil Validasi Isi Instrumen 137

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4.2 Lembar Hasil Validasi Konstruk Instrumen Tes oleh Ahli 139

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4.3 output SPSS untuk Perhitungan Validitas dan Reliabilitas Instrumen Tes Variables Soal 1 Soal 2 Soal 3 Soal 4 Soal 5 Soal 6 Soal 7 Soal 8 Soal 9 Soal 10 Soal 11 Soal 12 Soal 13 Soal 14 Soal 15 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N SKOR_TOT 0,567252642 0,009096035 20 0,567942244 0,008993439 20 0,547702346 0,012425774 20 0,216941694 0,358236279 20 0,327146867 0,159150049 20 0,702486061 0,000553094 20 0,435529939 0,054930946 20 0,208987815 0,376553474 20 0,467310961 0,037754817 20 0,361518315 0,117308269 20 0,379214539 0,099155053 20 0,44023247 0,052071338 20 0,521991184 0,018235979 20 0,694447775 0,000680239 20 0,701831778 0,000562626 20 142

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pearson Correlation 0,776933288 Sig. (2-tailed) 5,59127E-05 N 20 Pearson Correlation .a Soal 17 Sig. (2-tailed) . N 20 Pearson Correlation 0,185675107 Soal 18 Sig. (2-tailed) 0,433187116 N 20 Pearson Correlatio 0,28638025 Sig. (2-tailed) 0,220911872 Soal 19 N 20 Pearson Correlation 0,594140006 Soal 20 Sig. (2-tailed) 0,005738336 N 20 Pearson Correlation 1 SKOR_TOT Sig. (2-tailed) N 20 *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). a. Cannot be computed because at least one of the variables is constant. **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Soal 16 Reliability Statistics Cronbach's Alpha .822 N of Items 20 143

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4.4 Lembar Hasil Pengerjaan Pretest 144

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4.5 Lembar Hasil Pengerjaan Posttest 146

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5 Validasi Produk Lampiran 5.1 Lembar Hasil Validasi Kuesioner Validasi Produk oleh Ahli 148

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5.2 Lembar Hasil Validasi Kuesioner Tanggapan mengenai Media Pembelajaran oleh Siswa 152

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 153

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 154

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 155

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5.3 Lembar Hasil Validasi Produk Media Pembelajaran oleh Ahli 156

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 157

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 158

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 159

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 160

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 161

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5.4 Lembar Hasil Tanggapan mengenai Media Pembelajaran oleh Siswa 162

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 163

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 6 Dokumentasi Penelitian Siswa mengerjakan soal pretest Siswa belajar menggunakan media pembelajaran buku ensiklopedia sistem gerak tubuh manusia Siswa mengerjakan soal posttest 164

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 7 Curriculum Vitae CURRICULUM VITAE Ria Sri Widyawati adalah anakkedua dari dua bersaudara. Lahir di Klaten, 14 Maret 1996. Pendidikan dasar diperoleh di SD Muhammadiyah Wedi dan lulus pada tahun 2008. Pendidikan menengah pertama diperoleh di SMP Muhammadiyah 1 Klaten dan lulus pada tahun 2011. Pendidikan menengah lanjutan diperoleh di SMA N 1 Jogonalan Klaten dan lulus pada tahun 2014. Pada tahun 2014, peneliti tercatat sebagai mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Selama menempuh pendidikan di PGSD, peneliti mengikuti berbagai kegiatan untuk mengembangkan soft skills. Pada tahun 2015, peneliti mengikuti Peatihan Pengembangan Kepribadian Mahasiswa I dan II. Peneliti telah mengikuti Kursus Mahir Dasar (KMD) pramuka dan WEEK-END MORAL dalam rangka melengkapi perkuliahan Filsafat Moral pada tahun yang sama. Selanjutnya, peneliti mengikuti seminar inetrnasional yang diselenggarakan oleh PGSD Universitas Sanata Dharma bekerjasama dengan HAN University dengan tema “Reinventing Childhood Education”. Peneliti juga terlibat aktif dalam kegiatan kepanitiaan, diantaranya menjadi anggota divisi acara pada kegiatakan LEMALesehan Mahasiswa yang diadakan BEM-FKIP. Peneliti mengikuti kegiatan English Club yang diselenggarakan oleh PGSD USD selama empat semester untuk mengemabangkan kemampuan berbahasa Inggris. Peneliti juga menjadi peserta dalam kegiatan Pelatihan Metode Montessori yang diselenggarakan oleh PGSD USD. Masa pendidikan di Universitas Sanata Dharma diakhiri dengan menulis skripsi senagai tugas akhir yang berjudul “Pengembangan Media Pembelajaran Buku Ensiklopedia Sistem Gerak Tubuh Manusia”. 165

(189)

Dokumen baru