N A T A K

Gratis

0
1
399
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR IPA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN SCL MODEL PBL PADA SISWA KELAS IVB SD NEGERI NOGOTIRTO TAHUN PELAJARAN 2013/2014 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Disusun oleh : Lidwina Lukita Sari 101134117 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR IPA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN SCL MODEL PBL PADA SISWA KELAS IVB SD NEGERI NOGOTIRTO TAHUN PELAJARAN 2013/2014 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Disusun oleh : Lidwina Lukita Sari 101134117 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Kupersembahkan karya sederhana ku ini untuk: 1. Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria yang senantiasa memberikan rahmat dan kasih yang melimpah serta menjaga dan menyertaiku dalam segala hal. 2. Kedua orangtua, Bapak Parjan dan Ibu Lusia yang telah memberikan segala kasih sayangnya untukku dan mendorongku dalam menggapai citacita. 3. Wahyu Pradipta (adik) yang selalu memberi dukungan dan semangat bagi kuliahku. 4. Semua teman-teman PGSD angkatan 2010 yang telah berbagi cerita selama kuliah. 5. Almamater Universitas Sanata Dharma iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO “Serahkanlah kekuatiranmu kepadaNya, sebab Ia yang memelihara kamu” (1 Petrus 5:7) Semangat manusia tidak bisa dilumpuhkan, jika anda masih bisa bernafas maka anda masih bisa mempunyai impian (Mike Brown) v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya yang saya tulis tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan daftra pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 13 Juni 2014 Peneliti, Lidwina Lukita Sari vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Lidwina Lukita Sari NIM : 101134117 Demi perkembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan karya ilmiah saya yang berjudul: Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar IPA dengan Menggunakan Pendekatan SCL Model Problem Based Learning Pada Siswa Kelas IVB SD Negeri Nogotirto Tahun Pelajaran 2013/2014 kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma beserta perangkat beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalty kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal 22 Mei 2014 Yang menyatakan Lidwina Lukita Sari vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR IPA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN SCL MODEL PBL PADA SISWA KELAS IVB SD NEGERI NOGOTIRTO TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Lidwina Lukita Sari Universitas Sanata Dharma Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan minat dan prestasi belajar siswa menggunakan pendekatan Student Center Learning model Problem Based Learning pada siswa kelas IVB SD Negeri Nogotirto semester genap dalam mata pelajaran IPA materi benda dan sifatnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IVB SD Negeri Nogotirto sebanyak 23 siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus tindakan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, dokumentasi, observasi dan kuesioner. Hasil rata-rata kuesioner pada siklus I menunjukkan adanya peningkatan jumlah siswa yang cukup berminat dalam pelajaran IPA. Pada kondisi awal, rata-rata indikator pertama meningkat menjadi 3,37 pada siklus I; 4,1 pada siklus II; rata-rata indikator kedua tidak mengalami peningkatan ke siklus I yaitu tetap 2,33 tetapi meningkat pada siklus ke II menjadi 3,95; ratarata indikator ketiga meningkat menjadi 3,63 pada siklus I; 4,55 pada siklus II; rata-rata indikator keeempat meningkat menjadi 3,60 pada siklus I; 4,5 pada siklus II. Presentase siswa yang termasuk dalam kriteria minimal berminat meningkat dari kondisi awal menjadi 77,71% pada siklus I dan 91,30% pada siklus II. Hasil prestasi belajar siswa juga mengalami peningkatan. Siswa yang mencapai KKM sebesar 73,91% dari kondisi awal yaitu 62,85%. Nilai rata-rata kelasnya pun meningkat menjadi 77,69 dari kondisi awal yaitu 68%. Peningkatan juga terjadi pada siklus II, peningkatan siswa yang mencapai nilai KKM sebesar 100% dan nilai rata-rata kelasnya pun meningkat menjadi 91,91% Kata kunci: SCL dengan PBL, minat belajar IPA, prestasi belajar IPA viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT INCRESING IN INTEREST AND ACHIEVEMENT SCIENCE SUBJECT USING SCL APPROACH WITH PBL MODEL FOR STUDENTS IN GRADE IVB NOGOTIRTO ELEMENTARY SCHOOL Lidwina Lukita Sari Sanata Dharma University 2014 This study aims to determine the increasing in interest and student achievement using SCL with PBL model in class IVB Nogotirto Elementary School second semester in science and nature of material objects. The kind in this research is action research (PTK). The average results of questionnaires on the first cycle showed a considerable increase in the number of students interested in science lessons. In the initial conditions, the average first indicator increased to 3.37 in the first cycle; 4.1 in the second cycle; average of the two indicators have not improved to the first cycle is fixed at 2.33 but increased in the second cycle to be 3.95; The third indicator of the average increase to 3.63 in the first cycle; 4.55 in the second cycle; The four indikator of the average indicator increased to 3.60 in the first cycle; 4.5 in the second cycle. Percentage of students who are included in the criteria for minimum interest increased from the initial condition becomes 77.71% in the first cycle and 91.30% in the second cycle. The results of student achievement also increased. Students who achieve KKM 73.91% of the initial condition is 62.85%. The average value was increased to 77.69 class of initial conditions, namely 68%. The increase also occurred in the second cycle, the increase in students who achieve a score of 100% KKM and the average value of its class was increased to 91.91%. Keywords: SCL with PBL, interest in learning science, science learning achievement ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur peneliti panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala penyertaan dan berkatNYA sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar IPA dengan Menggunakan Pendekatan SCL Model Problem Based Learning pada Siswa Kelas IVB SD Negeri Nogotirto Tahun Pelajaran 2013/2014” ini dengan baik. Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan banyak pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, peneliti menyampaikan banyak terimakasih kepada: 1. Rohandi, Ph.D., Dekan Universitas Sanata Dharma. 2. G. Ari Nugrahanta, SJ,. SS., BST., MA., ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma. 3. Dra. Ignatia Esti Sumarah. M Hum, dosen pembimbing I yang telah memberikan arahan, dorongan, semangat serta sumbangan pemikiran yang penulis butuhkan dalam menyelesaikan skripsi ini. 4. Catur Rismiati, S.Pd., M.A.,Ed.D dan Wahyu Wido Sari S. Si., M. Biotech selaku dosen pembimbing kolaboratif yang telah membimbing penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. 5. Agnes Herlina Dwi Hadiyanti, S.Si., M.T., M.Sc selaku dosen penguji 2 dan Drs. YB. Adimassana, M.A selaku dosen peguji 3. 6. Para validator yang telah melakukan validasi instrumen yang dibutuhkan dalam penelitian ini sehingga penelitian ini dapat berjalan dengan lancar. 7. Sekretariat PGSD yang telah membantu dalam membuat surat perijinan. x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8. Kepala Sekolah SD Negeri Nogotirto yang telah memberikan kesempatan untuk melaksanakan penelitian. 9. Guru kelas IV SD Negeri Nogotirto yang telah memberikan kesempatan untuk melaksanakan penelitian. 10. Siswa kelas IVB SD Negeri Nogotirto yang telah membantu kegiatan penelitian. 11. Kedua orangtuaku, Bapak Parjan dan Ibu Lusia yang telah memberikan dukungan berupa material maupun spiritual. 12. Adikku, Wahyu yang telah memberikan dukungan dan semangat. 13. Sahabatku Robertus Ismawan Ardiyanto, telah menyemangatiku dalam penelitian ini sehingga skripsi ini dapat selesai tepat pada waktunya. 14. Teman-teman kolaboratif (Zulvan, Ida, Nova, Bertha) yang telah bekerjasama dalam memberikan dukungan menyelesaikan skripsi ini. 15. Teman-teman kelas D angkatan 2010 terimakasih kebersamaannya dan keceriannya. 16. Semua pihak yang telah membantu dalam penulisan skripsi ini yang tidak dapat di sebutkan satu per satu. Peneliti menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Semoga skripsi ini dapat berguna bagi yang membacanya. Yogyakarta, 13 Juni 2014 Peneliti, Lidwina Lukita Sari xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ..................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ........................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN .................................................................... iv HALAMAN MOTTO ................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ........................................................ vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN ............................................. vii ABSTRAK..................................................................................................... viii ABSTRACT.................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ................................................................................... x DAFTAR ISI ................................................................................................. xiii DAFTAR TABEL ......................................................................................... xvii DAFTAR GAMBAR..................................................................................... xx DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................. xxi BAB 1: PENDAHULUAN A. Latar Belakang ...................................................................................... 1 B. Pembatasan Masalah.............................................................................. 4 C. Rumusan Masalah ................................................................................. 5 D. Tujuan Penelitian ................................................................................... 5 E. Pemecahan Masalah .............................................................................. 5 F. Batasan Pengertian ................................................................................ 6 G. Manfaat Penelitian ................................................................................. 7 BAB II: LANDASAN TEORI A. Kajian Pustaka ....................................................................................... 8 1. Tahap Perkembangan Anak Menurut Jean Piaget ............................. 8 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Teori Belajar ..................................................................................10 a. Teori Belajar Bermakna David Ausubel ....................................11 b. Teori Belajar Penemuan Menurut Bruner ..................................12 3. Minat Belajar .................................................................................12 a. Pengertian Minat Belajar ..........................................................12 b. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat.................................14 c. Indikator Minat .........................................................................14 4. Prestasi Belajar ...............................................................................16 a. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar...................17 5. Student Centered Learning .............................................................18 6. Problem Based Learning ................................................................19 a. Pengertian PBL.........................................................................19 b. Ciri-Ciri PBL ............................................................................20 c. Langkah-Langkah PBL .............................................................20 d. Kelemahan PBL .......................................................................21 e. Kelebihan PBL .........................................................................22 7. Ilmu Pengetahuan Alam .................................................................23 a. Pengertian IPA .........................................................................23 b. Tujuan Pembelajaran IPA di SD ...............................................24 c. Materi IPA Kelas IV di SD .......................................................25 B. Hasil Penelitian yang Relevan ..............................................................26 C. Kerangka Berfikir ................................................................................32 D. Hipotesis Tindakan...............................................................................33 BAB III : METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ....................................................................................35 1. Perencanaan ....................................................................................36 2. Pelaksanaan ....................................................................................37 3. Pengamatan.....................................................................................37 4. Refleksi...........................................................................................38 B. Setting Penelitian ...............................................................................38 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1. Subyek Penelitian ...........................................................................38 2. Obyek Penelitian ............................................................................38 3. Tempat Penelitian ...........................................................................38 4. Waktu Penelitian ............................................................................39 C. Rencana Tindakan ................................................................................41 1. Rencana Tindakan Tiap Siklus .......................................................41 a. Siklus 1 ....................................................................................43 b. Siklus 2 ....................................................................................43 D. Indikator dan Pengukuran Keberhasilan ...............................................45 E. Teknik Pengumpulan Data ...................................................................47 1. Observasi .......................................................................................47 2. Wawancara.....................................................................................48 3. Kuesioner .......................................................................................48 4. Dokumentsi ....................................................................................48 F. Instrumen Penelitian.............................................................................49 1. Instrumen Pembelajaran ................................................................49 a. Silabus.....................................................................................49 b. RPP .........................................................................................49 c. LKS .........................................................................................50 d. Evaluasi ...................................................................................50 2. Instrumen Pengumpulan Data ...........................................................51 a. Kuesioner ...................................................................................52 b. Observasi ....................................................................................54 c. Panduan Wawancara ...................................................................55 d. Tes Obyektif ...............................................................................56 e. Rubrik Penilaian .........................................................................59 G. Uji Validitas dan Reliabilitas ................................................................65 1. Validitas ...........................................................................................65 a. Validitas Perangkat Pembelajaran ...............................................66 b. Soal Evaluasi ..............................................................................75 c. Validitas Instrumen.....................................................................81 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Reliabilitas .......................................................................................84 H. Indeks Kesukaran .................................................................................97 I. Analisis Data ........................................................................................93 1. Analisis Minat Siswa ........................................................................93 2. Analisis Prestasi Siswa .....................................................................96 BAB IV : DESKRIPSI PENELITIAN, HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Penelitian ............................................................................. 98 1. Siklus I .......................................................................................... 98 a. Perencanaan ............................................................................. 98 b. Pelaksanaan ............................................................................. 99 c. Observasi ................................................................................. 104 d. Refleksi ................................................................................... 105 2. Siklus II ......................................................................................... 108 a. Perencanaan ............................................................................. 108 b. Pelaksanaan ............................................................................. 109 c. Observasi ................................................................................. 113 d. Refleksi ................................................................................... 114 B. Hasil Penelitian ................................................................................... 117 1. Hasil Peningkatan Minat ............................................................... 117 2. Hasil Peningkatan Prestasi ............................................................ 140 C. Pembahasan ............................................................................................ 144 1. Peningkatan Minat ............................................................................ 144 2. Peningkatan Prestasi ......................................................................... 160 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ......................................................................................... 179 B. Keterbatasan Penelitian ....................................................................... 189 C. Saran ................................................................................................... 189 DAFTAR REFERENSI ............................................................................ 182 xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Jadwal Penelitian ................................................................................39 Tabel 3.2 Indikator Keberhasilan .......................................................................46 Tabel 3.3 Instrumen Pengumpulan Data .............................................................51 Tabel 3.4 Kisi-Kisi Kuesioner Minat ..................................................................52 Tabel 3.5 Sebaran Item Kuesioner......................................................................52 Tabel 3.6 Pedoman Observasi ............................................................................54 Tabel 3.7 Panduan Wawancara untuk Guru ........................................................55 Tabel 3.8 Kisi-Kisi Soal Evaluasi Siklus 1 .........................................................57 Tabel 3.9 Kisi-Kisi Soal Evaluasi Siklus II ........................................................58 Tabel 3.10 Rubrik Penilaian Percobaan Siklus I Pertemuan 1 .............................59 Tabel 3.11 Rubrik Penilaian Percobaan Siklus I Pertemuan 2 .............................60 Tabel 3.12 Rubrik Penilaian Percobaan Siklus I Pertemuan 3 .............................62 Tabel 3.13 Rubrik Penilaian Percobaan Siklus II Pertemuan 1 ...........................63 Tabel 3.14 Rubrik Penilaian Percobaan Siklus II Pertemuan 2 ...........................64 Tabel 3.15 Validitas Konstruk Silabus Siklus I ..................................................66 Tabel 3.16 Validitas Konstruk RPP Siklus I .......................................................68 Tabel 3.17 Validitas Konstruk Evaluasi Siklus I.................................................70 Tabel 3.18 Validitas Konstruk Silabus Siklus II .................................................71 Tabel 3.19 Validitas Konstruk RPP Siklus II ......................................................72 Tabel 3.20 Validitas Konstruk Evaluasi Siklus II ...............................................74 Tabel 3.21 Hasil Uji Validasi Siklus I ................................................................76 Tabel 3.22 Kisi-Kisi Soal Pilihan Ganda Siklus I Setelah Validitas ....................78 Tabel 3.23 Hasil Uji Validitas Siklus II ..............................................................79 Tabel 3.24 Kisi-Kisi Soal Pilihan Ganda Siklus II Setelah Validitas ...................80 xvi

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 3.25 Hasil Uji Empiris Kuesioner Minat ...................................................82 Tabel 3.26 Kisi-Kisi Kuesioner Minat Setelah Validitas.....................................83 Tabel 3.27 Koefisien Reliabilitas .......................................................................85 Tabel 3.28 Hasil Uji Reliabilitas Kuesioner Minat .............................................85 Tabel 3.29 Hasil Uji Reliabilitas Siklus I ...........................................................86 Tabel 3.30 Hasil Uji Reliabilitas Siklus II ..........................................................86 Tabel 3.31 Kriteria Indeks Kesukaran ................................................................88 Tabel 3.32 Hasil Perhitungan Indeks Kesukaran Soal Siklus I ............................90 Tabel 3.33 Kisi-Kisi Indeks Kesukaran Soal Siklus I .........................................91 Tabel 3.34 Hasil Perhitungan Indeks Kesukaran Soal Siklus II.......................... 92 Tabel 3.35 Kisi-Kisi Indeks Kesukaran Soal Siklus II ........................................92 Tabel 3.36 Skor Tiap Jawaban Kuesioner...........................................................94 Tabel 3.37 Kriteria Minat Belajar.......................................................................95 Tabel 4.1 Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar Siklus I .............................. 106 Tabel 4.2 Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar Siklus II ............................. 115 Tabel 4.3 Data Awal Minat ............................................................................. 118 Tabel 4.4 Hasil Rata-Rata Skor Data Awal Minat Per Indikator ...................... 119 Tabel 4.5 Data Minat Siklus I Pertemuan 1 ..................................................... 121 Tabel 4.6 Hasil Rata-Rata Skor Minat Per Indikator ....................................... 122 Tabel 4.7 Data Minat Siklus I Pertemuan 2 ..................................................... 124 Tabel 4.8 Hasil Rata-Rata Skor Minat Per Indikator ........................................ 125 Tabel 4.9 Data Minat Siklus I Pertemuan 3 ..................................................... 127 Tabel 4.10 Hasil Rata-Rata Skor Minat Per Indikator ...................................... 128 Tabel 4.11 Hasil Perhitungan Skor Rata-Rata Minat Silus I ............................ 129 Tabel 4.12 Rata-Rata Skor Minat Siklus I Per Indikator .................................. 130 xvii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 4.13 Data Minat Siklus II Pertemuan 1 .................................................. 132 Tabel 4.14 Hasil Rata-Rata Skor Minat Per Indikator ..................................... 133 Tabel 4.15 Data Minat Siklus II Pertemuan 2 .................................................. 135 Tabel 4.16 Hasil Rata-Rata Skor Minat Per Indikator ..................................... 136 Tabel 4.17 Hasil Perhitungan Skor Rata-Rata Minat Silus II ........................... 137 Tabel 4.18 Rata-Rata Skor Minat Siklus II Per Indikator ................................. 138 Tabel 4.19 Hasil Capaian Belajar .................................................................... 139 Tabel 4.20 Hasil Prestasi Belajar Siswa Siklus I.............................................. 141 Tabel 4.21 Hasil Prestasi Belajar Siswa Siklus II ............................................ 142 Tabel 4.22 Hasil Capaian Prestasi Belajar Siklus I dan Siklus II...................... 143 xviii

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Bagan Penelitian Sebelumnya .........................................................31 Gambar 3.1 Siklus Penelitian Tindakan Kelas ....................................................36 Gambar 4.1 Kegiatan Percobaan Siklus I Pertemuan II .................................. 148 Gambar 4.2 Kegiatan Siswa Mengerjakan LKS............................................... 149 Gambar 4.3 Contoh Kuesioner Siswa Siklus I ................................................. 150 Gambar 4.4 Kegiatan Observasi Siswa ............................................................ 153 Gambar 4.5 Kegiatan Percobaan Siklus II ....................................................... 154 Gambar 4.6 Kegiatan Observasi Siklus II ........................................................ 155 Gambar 4.7 Kegiatan Siswa saat Outing Class Siklus II .................................. 156 Gambar 4.8 Contoh Kuesioner Siswa Siklus II ................................................ 157 Gambar 4.9 Hasil Pekerjaan Siswa Siklus I ..................................................... 163 Gambar 4.10 Percobaan Perubahan Wujud Benda ........................................... 165 Gambar 4.11 Hasil Refleksi Siswa Siklus I ..................................................... 166 Gambar 4.12 Hasil Pekerjaan Siswa Siklus II.................................................. 167 Gambar 4.13 Aktivitas Observasi Siswa Siklus II ........................................... 170 Gambar 4.14 Hasil Refleksi Siswa Siklus II .................................................... 171 Gambar 4.15 Kegiatan Mengidentifikasi Masalah ........................................... 174 Gambar 4.16 Merancang Kegiatan Penyelesaian Masalah ............................... 175 Gambar 4.17 Melaksanakan Kegiatan Penyelesaian Masalah .......................... 175 Gambar 4.18 Kegiatan Tutorial ....................................................................... 176 Gambar 4.19 Melanjutkan Kegiatan Penyelesaian Masalah ............................. 176 Gambar 4.20 Menyusun Laporan .................................................................... 177 xix

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1Surat Penelitian ............................................................................. 186 Lampiran 1.1 Surat Ijin Penelitian ................................................................... 187 Lampiran 1.2 Surat Telah Melakukan Penelitian ............................................. 188 Lampiran 2 Data Awal .................................................................................... 189 Lampiran 2.1 Data Awal Minat ....................................................................... 190 Lampiran 2.2 Data Awal Prestasi Belajar ........................................................ 191 Lampiran 3 Instrumen Pembelajaran Sesudah Divalidasi ................................ 194 Lampiran 3.1 Silabus Siklus I ......................................................................... 195 Lampiran 3.2 Silabus Siklus II ........................................................................ 202 Lampiran 3.3 RPP Siklus 1 ............................................................................. 209 Lampiran 3.4 RPP Siklus II............................................................................. 262 Lampiran 3.5 Materi Ajar Siklus I................................................................... 286 Lampiran 3.6 Materi Ajar Siklus II ................................................................. 292 Lampiran 3.7 Soal Evaluasi Siklus I................................................................ 304 Lampiran 3.8 Soal Evaluasi Siklus II .............................................................. 311 Lampiran 4 Instrumen Penelitian .................................................................... 319 Lampiran 5 Validitas dan Reliabilitas ............................................................. 339 Lampiran 5.1 Hasil Validasi Expert Judgment 1 Siklus I ................................. 340 Lampiran 5.2 Hasil Validasi Expert Judgment 2 Siklus I ................................. 343 Lampiran 5.3 Hasil Validasi Expert Judgment 3 Siklus I ................................. 346 Lampiran 5.4 Hasil Validasi Expert Judgment 1 Siklus II ............................... 349 Lampiran 5.5 Hasil Validasi Expert Judgment 2 Siklus II ............................... 352 Lampiran 5.6 Hasil Validasi Expert Judgment 3 Siklus II ............................... 355 Lampiran 5.7 Hasil Olah Data SPSS Validitas Instrumen ................................ 358 Lampiran 5.8 Hasil Olah Data SPSS Validitas Instrumen ................................ 359 xx

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 5.9 Hasil Olah Data SPSS Validitas Instrumen ................................ 360 Lampiran 5.10 Hasil Olah Data SPSS Reliabilitas Instrumen .......................... 361 Lampiran 5.11 Hasil Olah Data SPSS Reliabilitas Instrumen .......................... 364 Lampiran 5.12 Hasil Olah Data SPSS Reliabilitas Instrumen .......................... 367 Lampiran 6 Hasil Kerja Siswa......................................................................... 369 Lampiran 6.1 Contoh Hasil Kuesioner Siswa .................................................. 370 Lampiran 6.2 Contoh Hasil Lembar Kerja Siswa............................................. 371 Lampiran 6.3 Contoh Hasil Evaluasi Siswa ..................................................... 375 Lampiran 7 Contoh Hasil Observasi siswa ...................................................... 377 xxi

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Bab ini membahas mengenai latar belakang penelitian, pembatasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, pemecahan masalah, batasan pengertian, manfaat penelitian. A. Latar Belakang Ilmu Pengetahuan Alam merupakan pengetahuan yang rasional dan obyektif tentang alam dan segala isinya (Samatowa, 2011: 3). Pengetahuan tentang alam dapat mendekatkan siswa dengan lingkungan tempat tinggalnya sehingga siswa dapat mengenal diri sendiri dan alam sekitar yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pelajaran IPA di SD hendaknya membuka kesempatan untuk memupuk rasa ingin tahu siswa dalam mengembangkan kemampuan bertanya dan mencari jawaban atas fenomena yang ada serta mengembangkan cara berfikir ilmiah (Samatowa, 2011: 3). Melalui pembelajaran IPA, diharapkan siswa dapat berfikir kritis dan obyektif, sesuai dengan pengalaman langsung menggunakan panca indera. IPA berupaya untuk membangkitkan minat siswa terhadap hal-hal tentang alam dan segala isinya (Samatowa, 2011: 1). Masalah yang sering kita jumpai dalam bidang pendidikan adalah kurangnya minat siswa dalam belajar. Minat merupakan faktor pendorong yang menentukan keberhasilan seseorang dalam belajar. Minat siswa dalam belajar dapat dilihat melalui beberapa indikator. Slameto (2010: 58) dan Djamarah (2011: 123) menjelaskan ada empat indikator minat yaitu adanya rasa senang, adanya perhatian, adanya keterlibatan dan inisiatif untuk mencari tahu. 1

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 Berdasarkan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran IPA pada tanggal 04 November 2013 pukul 09.00-10.00 di SD Negeri Nogotirto diperoleh informasi bahwa minat siswa dalam pembelajaran IPA rendah. Hal ini dirasakan oleh guru, beliau mengatakan bahwa sudah mencoba untuk melaksanakan pembelajaran yang mengajak siswa aktif dengan menerapkan berbagai metode seperti diskusi kelompok, presentasi dan tanya jawab tetapi siswa tidak bersemangat dalam belajar. Ketika guru memberikan pertanyaan, tidak semua siswa menjawab. Sikap siswa lebih banyak diam dan mencatat apa yang disampaikan oleh guru. Kemudian, peneliti melakukan studi dokumentasi untuk melihat prestasi siswa selama 3 tahun terakhir. KKM pada mata pelajaran IPA adalah 67. Jumlah siswa pada tahun 2010/2011 sebanyak 24 siswa dan yang mencapai KKM hanya 14 siswa (58,3%). Jumlah siswa pada tahun 2011/2012 sebanyak 35 siswa dan yang mencapai KKM hanya 23 siswa (65,7%). Jumlah siswa pada tahun 2012/2013 sebanyak 30 siswa dan yang mencapai KKM hanya 16 siswa (53,3%). Peneliti kemudian memperkuat hasil wawancara dengan melakukan observasi. Observasi pertama dilakukan pada tanggal 22 Oktober 2013 pukul 11.00–12.00 pada materi menggolongkan hewan berdasarkan jenis makanannya. Hasil observasi yang dilakukan terlihat bahwa tidak semua siswa menunjukkan rasa senang. Hal ini tampak dari kesiapan siswa, masih ada siswa yang tidak menyiapkan alat tulis, siswa belum siap di kelas saat pembelajaran dimulai, siswa yang mengeluh pada saat pembelajaran, siswa yang tidak bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. Selain itu beberapa siswa tidak memperhatikan guru saat

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 pelajaran IPA berlangsung, siswa yang tidak berkonsentrasi saat pelajaran IPA. Observasi kedua dilakukan pada tanggal 04 November 2013 pukul 08.10-09.00 pada materi hubungan sesama makhluk hidup dengan lingkungannya. Berdasarkan hasil observasi, terlihat bahwa keterlibatan siswa masih kurang dalam pembelajaran, pada saat guru memberikan pertanyaan, hanya dua orang siswa yang menjawab, pada saat percobaan di dalam kelompok, tidak semua siswa ikut. Selain itu, hal ini juga terlihat dari inisiatif siswa, hanya beberapa siswa yang membuat ringkasan seusai pembelajaran IPA. Peneliti juga membagikan lembar kuesioner yang harus dijawab oleh siswa untuk memperkuat hasil observasi. Penyebaran kuesioner ini dilakukan pada tanggal 21 Oktober 2013. Data kuesioner awal menunjukkan bahwa minat belajar masih rendah atau belum optimal. Hal ini dibuktikan dengan perolehan rata-rata skor minat tiap indikator. Rata-rata skor minat untuk indikator rasa senang yaitu 2,3 dari skala 5. Rata-rata untuk indikator perhatian yaitu 3 dari skala 5. Rata-rata untuk indikator keterlibatan yaitu 2,7 dari skala 5 dan rata-rata untuk indikator inisiatif yaitu 2,78 dari skala 5. Selain itu, presentase siswa yang memiliki kriteria minimal cukup berminat adalah 60,87% atau sebanyak 14 siswa. Berdasarkan hasil wawancara yang diperkuat dengan hasil kuesioner pada siswa, maka peneliti tertarik untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA. Peneliti menggunakan pendekatan pembelajaran student centered learning (SCL). Peneliti memilih SCL karena pendekatan ini merupakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan menjadikan siswa untuk aktif dalam belajar (Domi, 2013: 8). Student Centered Learning memiliki model-

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 model pembelajaran yang beragam, antara lain model pembelajaran inkuiri, model pembelajaran kooperatif, Problem Based Learning (PBL), Experiental Learning dan Contextual Teaching and Learning. Peneliti memilih model Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa. PBL mempunyai kekhasan yaitu adanya masalah, masalah yang diangkat adalah masalah dunia nyata yang dekat dengan kehidupan siswa, yang kedua adalah adanya kelompok, yang ketiga adalah tujuh langkah dalam PBL yang dapat mengaktifkan siswa dalam belajar, langkahlangkah tersebut antara lain mengidentifikasi masalah, merancang kegiatan penyelesaian masalah, melaksanakan kegiatan penyelesaian masalah, kegiatan tutorial. Dengan adaanya kekhasan PBL tersebut, peneliti yakin bahwa PBL dapat meningkatkan minat dan prestasi siswa dalam belajar. Peneliti terinspirasi untuk melakukan penelitian dengan judul “Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar IPA dengan Menggunakan Pendekatan SCL Model Problem Based Learning Pada Siswa Kelas IVB SD Negeri Nogotirto Tahun Pelajaran 2013/2014”. Penelitian tersebut akan dilaksanakan di SD Negeri Nogotirto kelas IVB dengan menggunakan PTK. Kasihani Kabolah (1998: 3) menguraikan bahwa Penelitian Tindakan Kelas adalah pencermatan terhadap kegiatan belajar yang berupa sebuah tindakan yang sengaja dimunculkan dalam kelas. B. Pembatasan Masalah Penelitian ini dibatasi pada minat dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV B SD Negeri Nogotirto tahun ajaran 2013/2014 dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning. Materi pembelajaran dibatasi pada SK 6.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 Sifat dan perubahan benda dan KD 6.2 tentang perubahan wujud benda dan KD 6.3 tentang hubungan sifat bahan dan kegunaannya. C. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas, peneliti merumuskan masalah sebagai berikut: 1. Bagaimana meningkatkan minat belajar IPA dengan menggunakan pendekatan SCL model PBL pada siswa kelas IVB SD Negeri Nogotirto tahun pelajaran 2013/2014? 2. Bagaimana meningkatkan prestasi belajar IPA dengan menggunakan pendekatan SCL model PBL pada siswa kelas IVB SD Negeri Nogotirto tahun pelajaran 2013/2014? D. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah yang telah dibuat, maka tujuan yang ingin dicapai adalah sebagai berikut: 1. Meningkatkan minat belajar IPA dengan menggunakan pendekatan SCL model PBL pada siswa kelas IVB SD Negeri Nogotirto tahun pelajaran 2013/2014. 2. Meningkatkan prestasi belajar IPA dengan menggunakan pendekatan SCL model PBL pada siswa kelas IVB SD Negeri Nogotirto tahun pelajaran 2013/2014. E. Pemecahan masalah Sesuai dengan permasalahan yang diuraikan pada latar belakang masalah, rendahnya minat belajar dan prestasi belajar siswa kelas IVB SD Negeri Nogotirto

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 pada pembelajaran IPA diatasi dengan menggunakan pendekatan SCL model PBL. F. Batasan Pengertian Batasan pengertian yang dipakai dalam penelitian ini adalah 1. Minat adalah ketertarikan terhadap suatu objek yang muncul dari dalam diri seseorang. 2. Prestasi belajar adalah hasil belajar seseorang yang telah dicapai dalam suatu proses pendidikan yang mengakibatkan pada perubahan perilaku melalui pengalaman yang didapatnya. 3. IPA merupakan pembelajaran yang mempelajari tentang alam dan kejadiankejadian yang ada di sekitarnya. 4. Pendekatan Student Centered Learning merupakan pendekatan pembelajaran yang menganggap bahwa fokus pembelajaran terpusat pada siswa dan siswa yang berperan aktif untuk membangun pengetahuannya sendiri. Penerapan pendekatan SCL akan dilaksanakan dengan menggunakan model PBL. 5. Model pembelajaran Problem Based Learning adalah model pembelajaran yang menekankan pada masalah. 6. Siswa Sekolah Dasar merupakan sinonim dari peserta didik, peserta belajar, murid atau warga belajar. Siswa sekolah dasar adalah semua anak yang berada pada usia 6-12 tahun yang dapat mengikuti pendidikan di sekolah.

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI G. Manfaat Penelitian 1. Siswa 7 Siswa dapat memperoleh pengalaman belajar IPA pada materi benda dan sifatnya dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning yang akan meningkatkan minat dan prestasi belajar IPA. 2. Peneliti Memperoleh pengalaman dalam melakukan PTK, khususnya dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning untuk meningkatkan minat dan prestasi dalam mata pelajaran IPA pada materi benda dan sifatnya. 3. Guru Memperoleh inspirasi dalam menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning untuk siswa kelas IV. 4. Sekolah Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi input bagi sekolah dalam melaksanakan pembinaan dan pengembangan para guru meningkatkan efektifitas dan kreatifitas pembelajaran di dalam kelas. untuk

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI Bab ini membahas kajian pustaka, hasil penelitian yang relevan, kerangka berfikir dan hipotesis penelitian. A. Kajian Pustaka Kajian pustaka ini, peneliti membahas mengenai teori perkembangan anak, teori pembelajaran, minat belajar, prestasi belajar, pendekatan SCL dan Ilmu Pengetahuan Alam. 1. Tahap Perkembangan Anak menurut Jean Piaget Piaget mengemukakan bahwa perkembangan kognitif yang dialami oleh anak melalui periode-periode tertentu yang kurang lebih sama pada semua anak. Adapun periode perkembangan kognitif terbagi menjadi empat periode (dalam Dahar, 2011: 136-139), yaitu periode sensorimotor (usia 0-2 th), periode praoperasional (usia 2-7 th), periode operasional konkret (usia 7-11 th), periode praoperasional formal (usia 11 th-dewasa). a. Periode sensorimotor (usia 0-2 th) Periode ini, intelegensi anak lebih didasarkan pada tindakan inderawi terhadap lingkungannya, seperti melihat, meraba, menjamah, membau dan sebagainya. Pada periode ini perilaku anak berupa reflek-reflek terhadap lingkungannya. Anak belum memiliki bahasa simbol untuk mengungkapkan sesuatu. Ciri pokok perkembangannya anak mengalami dunianya melalui gerak dan inderanya. 8

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI b. 9 Periode praoperasional (usia 2-7 th) Periode ini ditandai dengan pembentukan simbol bahasa untuk mempresentasikan objek yang ada di sekitarnya. Anak belajar untuk menggunakan bahasa dalam mempresentasikan objek di sekitarnya, anak masih kesulitan melihat objek dari sudut pandang yang berbeda. Anak dapat mengklasifikasikan objek dari satu ciri, seperti mengumpulkan benda-benda yang berwarna merah walau bentuknya berbeda atau mengumpulkan benda yang bentuknya bulat walaupun warnanya berbeda. c. Periode Operasional-konkret (usia 7-11 th) Perkembangan pada periode ini didasarkan pada pemikiran yang logis. Periode ini ditandai dengan adanya sistem operasi berdasarkan apa yang dilihatnya secara nyata. Anak-anak ingin mengetahui segala sesuatu yang dilihatnya. Anak-anak mulai bisa menerima pendapat orang lain. Tidak lagi bersifat egosentris dan mulai belajar bergaul dengan teman sebayanya. Mereka memahami konsep-konsep konkret seperti, hewan, tumbuhan dan sebagainya. d. Periode Operasional-formal (usia 11 th ke atas) Periode ini merupakan yang terakhir dari keempat periode menurut Piaget. Pada periode ini, seorang anak sudah dapat berfikir logis, berfikir dengan pemikiran teoritis formal berdasarkan hipotesis yang ada dan sudah mulai bisa menarik kesimpulan dari apa yang di amati saat itu. Cara berfikir abstrak sudah dimengerti. Dilihat dari faktor biologis, periode ini muncul saat pubertas (saat terjadi berbagai perubahan besar lainnya), menandai masuknya ke dunia dewasa secara fisiologis, kognitif, penalaran moral, perkembangan psikoseksual, dan

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 perkembangan sosial. Beberapa orang tidak sepenuhnya mencapai perkembangan sampai tahap ini, sehingga ia tidak mempunyai keterampilan berpikir sebagai seorang dewasa dan tetap menggunakan penalaran dari tahap operasional konkrit. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas IV sekolah dasar. Siswa kelas IV sekolah dasar kurang lebih berumur 10 tahun, umur tersebut sedang berada dalam tahap operasional konkret. Pada tahap ini anak sudah bisa berpikir logis namun masih terbatas pada benda-benda yang konkret. Pemikiran itu belum diterapkan pada kalimat verbal, hipotesis dan abstrak (Suparno, 2012: 87). 2. Teori Belajar Teori belajar merupakan upaya untuk mendeskripsikan bagaimana manusia belajar, sehingga membantu kita semua memahami proses inheren yang kompleks dari belajar. Ada dua aliran besar dalam pembelajaran yaitu aliran behaviorisme dan aliran konstruktivisme (Suyono, 2011: 55). Alasan pokoknya adalah bahwa dari kedua aliran besar tersebut banyak dikembangkan berbagai varian teori belajar, dengan kata lain kedua aliran tersebut banyak mempengaruhi para ahli dan pemikir pendidikan untuk mengembangkan berbagai teori dan konsep pembelajaran. Behaviorisme merupakan aliran psikologi yang memandang individu lebih kepada sisi fenomena jasmaniah dan mengaabaikan aspek-aspek mental seperti kecerdasan, bakat, minat dan perasaan individu dalam kegiatan belajar. Para ahli behaviorisme berpendapat bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman (Suyono, 2011: 58-59). Menurut teori ini, dalam belajar yang penting adalah adanya stimulus dan respon.

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 Teori belajar konstruktivisme memahami belajar sebagai proses pembentukan (konstruksi) pengetahuan oleh si pembelajar itu sendiri (Siregar, 2010: 39). Kostruktivisme menjadikan siswa aktif dalam pembelajaran. Siswa akan benar-benar dapat mengetahui sesuatu apabila ia dapat menjelaskan unsurunsur apa yang mempengaruhi terbentuknya sesuatu itu. Sesuatu itu telah diketahuinya setelah ia pernah mengalami sesuatu itu dan ada penerimaan dalam struktur kognitifnya sebagai proses berpikirnya tentang apa sesungguhnya sesuatu itu. Jadi, sesuatu yang telah diketahui oleh seseorang karena telah dikonstruksikan dalam pikirannya (Suyono, 2011:105) a. Teori Belajar Bermakna David Ausubel Ausubel mengkategorikan belajar menjadi dua, yaitu belajar hafalan dan belajar bermakna (Dahar, 2011: 94). Belajar hafalan berhubungan dengan bagaimana materi pembelajaran tersebut disajikan kepada siswa melalui penerimaan atau penemuan sedangkan belajar bermakna berhubungan dengan cara bagaimana siswa dapat mengkaitkan materi yang didapat pada struktur kognitifnya yang telah ada. Inti dari teori Ausubel tentang belajar adalah belajar bermakna. Menurut Ausubel, belajar bermakna akan terjadi apabila siswa mengasimilasikan apa yang ia pelajari dengan pengetahuan yang ia miliki sebelumnya (Suparno, 2012: 60). Informasi yang dipelajari secara bermakna biasanya akan lebih diingat daripada informasi yang diperoleh secara hafalan (Suparno, 2012: 60).

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 b. Teori Belajar Penemuan menurut J. Bruner Dasar dari teori Bruner adalah ungkapan Piaget yang menyatakan bahwa anak harus berperan aktif saat belajar di kelas (Suyono, 2011: 88). Pembelajaran dalam teori ini dengan belajar menemukan. Pendidikan pada hakikatnya adalah proses penemuan personal setiap individu (Suyono, 2011: 88). Dalam belajar penemuan, siswa harus aktif dalam mencari penemuan-penemuan baru yang belum dikenal dan dikaitkan dengan pengetahuan yang sudah dimiliki. Teori yang dikemukakan oleh Bruner mengenai belajar bermakna tidak jauh berbeda dengan teori yang dikemukakan oleh Ausubel mengenai belajar bermakna. Belajar akan lebih bermakna apabila siswa menemukan sendiri pengetahuannya dan dikaitkan dengan pengetahuan yang sudah ada. Teori perkembangan dan teori pembelajaran yang diuraikan penliti di atas merupakan teori yang mendukung dalam pembelajaran IPA, diantaranya teori perkembangan Jean Piaget, teori belajar penemuan oleh Bruner dan teori belajar bermakna oleh David Ausubel. Dalam pembelajaran, guru hendaknya mengetahui sampai batas mana perkembangan siswa dan kemudian diterapkan teori belajar yang sesuai dengan perkembangan siswa. 3. Minat Belajar a. Pengertian Minat Belajar Menurut Slameto (2010: 180) minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang memberi perintah. Hurlock (1995: 114) menjelaskan bahwa minat merupakan sumber motivasi yang mendorong orang untuk melakukan apa yang mereka inginkan dan mereka bebas

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 untuk memilih. Menurut Sukardi dalam Susanto (2013: 57), minat dapat diartikan sebagai suatu kesukaan, kegemaran atau kesenangan akan sesuatu. Hilgard dalam Slameto (2010: 57) memberi rumusan tentang minat adalah sebagai berikut “Interest is persisting tendency to pay attention to and enjoy some activity or content”. Minat adalah kecenderungan yang te ta p untuk memperhatikan beberapa kegiatan. Kegiatan yang dilakukan oleh seseorang akan dilakukan dengan terus menerus dengan disertai rasa senang. Anak didik yang berminat terhadap suatu pelajaran akan mempelajarinya dengan sungguh-sungguh karena ada daya tarik baginya. Proses belajar akan lancar bila disertai minat. Lucy (2009:35) berpendapat bahwa minat belajar merupakan keinginan untuk mencapai sesuatu. Minat belajar yang ada pada siswa perlu dikembangkan terus dalam diri siswa dengan bantuan orangtua dan guru. Surya (2009:11) menjelaskan hal yang perlu dilakukan untuk membangkitkan minat belajar siswa adalah dengan memberi rangsangan berupa pertanyaan. Pertanyaan yang diberikan harus bisa menantang supaya memfokuskan perhatian dirinya dari apa yang dipelajari. Berdasarkan beberapa pengertian di atas, peneliti menyimpulkan bahwa minat belajar adalah ketertarikan pada sesuatu yang menyenangkan. Siswa akan berminat dalam belajar apabila situasi dan pelajaran itu menyenangkan. Guru perlu menciptakan situasi pembelajaran yang menyenangkan dan bervariasi jika ingin menumbuhkan minat siswa.

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 b. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa di dalam kelas. Menurut Aritonang dalam Puspitasari (2012: 14), faktor-faktor tersebut adalah cara mengajar guru, karakter siswa, suasana kelas dan fasilitas belajar yang digunakan. Selain Aritonang, pendapat lain juga dikemukakan oleh Sardiman dalam Puspitasri (1986: 90), minat dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut: Faktor pertama adalah faktor dari dalam. Faktor dari dalam yang mendasari timbulnya minat adanya dorongan dari dalam diri siswa dan dorongan ingin tahu. Faktor kedua adalah faktor motif sosial. Faktor motif sosial dapat menjadi faktor yang membangkitkan minat untuk melaksanakan suatu aktifitas untuk memenuhi kebutuhan diterima dan diakui oleh lingkungan sosial. Misalnya, minat terhadap mata pelajaran IPA muncul karena rasa senang terhadap aktifitas belajar mengajar di kelas. Faktor ketiga adalah faktor emosional. Minat erat kaitannya dengan perasaan dan emosi. Aktifitas dalam suatu kegiatan memunculkan perasaan senang dan mendorong atau menimbulkan minat di dalamnya. c. Indikator Minat Slameto (2003:58) menjelaskan bahwa adanya suatu minat dilihat dari cara seseorang belajar. Minat memiliki beberapa indikator yang bisa digunakan untuk mengukur apakah seorang siswa benar-benar berminat dalam belajar atau tidak. Penulis menyimpulkan beberapa indikator minat seperti berikut: Indikator yang pertama adalah rasa senang. Seseorang yang berminat terhadap suatu aktivitas akan memperhatikan aktivitas itu secara konsisten dengan rasa senang (Djamarah, 2011: 166). Perasaan senang yang ditunjukkan oleh siswa

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 akan berdampak positif terhadap pembelajaran. Siswa akan menunjukkan ekspresi yang ceria saat melakukan sesuatu seperti percobaan. Siswa yang mempunyai rasa senang dalam belajar akan semakin mudah dalam memahami pelajaran. Indikator yang kedua adalah perhatian. Perhatian siswa sangat diperlukan dalam menerima bahan pelajaran dari guru. Kurangnya perhatian siswa dalam belajar akan ditunjukkan dengan hanya mengerjakan hal hal yang mereka senangi daripada mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Siswa yang berminat terhadap sesuatu cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap sesuatu yang diminati itu dan sama sekali tak menghiraukan sesuatu yang lain (Djamarah, 2011: 167). Perhatian yang tinggi senantiasa ditunjukkan dengan mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru, menyimak penjelasan guru dan tidak main sendiri di kelas. Indikator yang ketiga adalah keterlibatan. Hal positif yang terlihat adalah sikap siswa saat guru menerangkan di depan kelas, bagaimana tanggapan siswa pada saat guru memberikan pertanyaan, siswa terlibat aktif dalam mengerjakan tugas kelompok. Siswa yang mempunyai minat dalam belajar akan senang bila mereka diberikan tugas oleh guru. Minat tidak hanya diekspresikan melalui pernyataan yang menunjukkan bahwa anak didik lebih menyukai sesuatu daripada yang lainnya, tetapi dapat juga diimplementasikan melalui partisipasi aktif dalam suatu kegiatan (Djamarah, 2011: 167). Anak didik akan saling bekerjasama dalam menyelesaikan tugas kelompok, bila ada yang tidak mengerti mereka tidak segan untuk bertanya pada teman kelompoknya.

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 Indikator yang ke empat adalah inisiatif. Siswa yang berminat biasanya akan mencari dan membaca materi dari sumber lain. Seperti yang dikatakan oleh Rohani (2004: 170) inisiatif merupakan kemauan dan usaha peserta didik dalam mencapai kebutuhan belajarnya. Biasanya hal yang dilakukan siswa di rumah adalah mempelajari kembali materi yang telah diberikan guru di sekolah, akan menjadi siswa yang aktif dengan bertanya mengenai hal hal yang tidak mereka ketahui yang berkaitan dengan materi. Pada saat melakukan percobaan, siswa sangat tertarik. 4. Prestasi Belajar Prestasi merupakan hasil yang dicapai seseorang dalam melakukan proses belajar. Menurut Slameto (2010: 2) belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dalam lingkungannya. Robbins dalam Trianto (2010: 16) mendefinisikan belajar sebagai proses menciptakan hubungan antara pengetahuan yang sudah dipahami dan pengetahuan yang belum dipahami. Jadi belajar adalah mengkaitkan pengetahuan yang sudah dimiliki siswa dengan pengetahuan yang baru didapat siswa. Prestasi belajar seseorang berkaitan erat dengan harapan seseorang. Perlu adanya dorongan agar seseorang bisa berprestasi. Chosiyah (2001: 84) menjelaskan bahwa prestasi belajar merupakan rangkaian usaha yang telah dilatih dalam suatu sistem atau rangkaian kegiatan pendidikan yang dinyatakan dengan nilai. Prestasi belajar menurut Darsono (2010: 110) merupakan perubahan yang

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 berhubungan dengan 3 aspek (kognitif, afektif dan psikomotorik) sebagai akibat interaksi dengan lingkungan. Berdasarkan uraian definisi di atas, peneliti menyimpulkan bahwa prestasi belajar merupakan hasil belajar seseorang yang telah dicapai dalam suatu proses pendidikan yang mengakibatkan pada perubahan perilaku melalui pengalamanpengalaman yang didapatnya. a. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi belajar Menurut Slameto (2010: 54-72), faktor yang mempengaruhi prestasi belajar digolongkan menjadi dua yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern adalah faktor dari dalam diri individu yang sedang belajar, sedangkan faktor ekstern adalah faktor yang ada di luar diri individu. Faktor intern dibagi menjadi tiga faktor yaitu faktor jasmaniah, faktor psikologis (intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan) dan faktor kelelahan. Faktor ekstern yang mempengaruhi belajar siswa bisa berasal dari keluarga, lingkungan sekolah dan masyarakat. Brata (2006: 193) menjelaskan bahwa prestasi belajar merupakan hasil interaksi dari berbagai faktor yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal mencakup faktor-faktor fisiologis yang menyangkut keadaan jasmani atau fisik individu yang dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu keadaan jasmani pada umumnya dan keadaan fungsi-fungsi jasmani tertentu terutama panca indera dan faktor-faktor psikologis berasal dari dalam diri seperti intelegensi, minat, sikap dan motivasi. Faktor eksternal yang mempengaruhi prestasi belajar digolongkan menjadi faktor sosial dan non-sosial. Faktor sosial menyangkut hubungan antar

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 manusia yang terjadi dalam berbagai situasi sosial seperti keluarga, teman, sekolah, masyarakat dan lain-lain. Prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh minat. Hal ini sependapat dengan apa yang dikatakan Djamarah (2011: 167). Djamarah mengatakan bahwa minat terhadap sesuatu itu dipelajari dan dapat mempengaruhi belajar selanjutnya dan mempengaruhi penerimaan minat baru. Jadi, minat terhadap sesuatu merupakan hasil belajar dan cenderung mendukung aktifitas belajar selanjutnya. 5. Student Centered Learning (SCL) Teori belajar konstruktivisme anak dituntut untuk mengkonstruksi pengetahuannya sendiri, sedangkan guru hanya berperan sebagai fasilitator yang membantu siswa dalam mengkontruksi pengetahuannya (Siregar, 2010: 41). SCL merupakan pendekatan pembelajaran yang memberdayakan siswa menjadi pusat perhatian selama pembelajaran (Triyono, 2011: 1). Jadi, selama pembelajaran berlangsung, siswa yang aktif melakukan segala aktivitas. SCL lebih merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang refleksif baik bagi pihak siswa maupun guru. Berdasarkan definisi SCL dari beberapa tokoh di atas, peneliti menyimpulkan bahwa SCL adalah suatu pendekatan yang menempatkan siswa sebagai pusat belajar sedangkan guru hanya sebagai fasilitator yang bertugas untuk memfasilitasi siswa selama proses pembelajaran. Banyak model pembelajaran yang dikembangkan oleh para ahli dalam usaha mengoptimalkan belajar siswa. Diantaranya adalah model pembelajaran kontekstual, model pembelajaran kooperatif, model pembelajaran quantum, model pembelajaran terpadu dan model pembelajaran berbasis masalah (Sugiyanto, 2009: 3).

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 Banyaknya model pembelajaran yang dikembangkan oleh para ahli bukan berarti semua pengajar menerapkannya dalam pembelajaran karena tidak semua model pembelajaran cocok untuk setiap mata pelajaran. Peneliti menggunakan salah satu model dalam SCL yaitu Problem Based Learning atau yang lebih dikenal dengan singkatan PBL. 6. Problem Based Learning (PBL) a. Pengertian PBL Ada beberapa pendapat mengenai pembelajaran berbasis masalah, antara lain pendapat yang diungkapkan oleh Dewey. Dewey (dalam Sudjana 2001: 19) menjelaskan bahwa belajar berdasarkan masalah adalah interaksi antara stimulus dengan respon, merupakan hubungan antara dua arah belajar dan lingkungan. Lingkungan memberi masukan kepada siswa berupa bantuan dan masalah sedangkan sistem saraf otak berfungsi menafsirkan bantuan itu secara efektif sehingga masalah yang dihadapi dapat diselidiki, dinilai, dianalisis, serta dicari pemecahannya dengan baik. Dutch (dalam Amir (2008: 21))menyebutkan bahwa pembelajaran berbasis masalah adalah metode pendidikan yang mendorong siswa untuk mengenal cara belajar dan bekerjasama dalam kelompok untuk mencari penyelesaian masalah di dunia nyata. Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah merupakan model pembelajaran yang menyajikan kepada siswa situasi masalah yang bermakna yang dapat memberikan kemudahan kepada mereka dalam mencari penyelesaian.

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 b. Ciri-Ciri PBL Menurut Sovie dan Hughes dalam Wena (2008: 91-92), dalam model pembelajaran problem based learning, terdapat karekteristik, antara lain belajar dimulai dengan suatu permasalahan, permasalahan yang diberikan harus berhubungan dengan dunia nyata siswa, mengorganisasikan pembelajaran di seputar permasalahan bukan disiplin ilmu dan memberikan tanggung jawab yang besar dalam membentuk dan menjelaskan secara langsung proses belajar mereka sendiri dengan menggunakan kelompok kecil dan menuntut siswa untuk mendemonstrasikan apa yang dipelajari dalam bentuk produk atau kinerja. c. Langkah-Langkah Problem Based Learning Adapun langkah-langkah yang harus ditempuh siswa untuk menyelesaikan masalah, yaitu identifikasi masalah, merancang kegiatan penyelesaian masalah, melaksanakan kegiatan penyelesaian masalah, kegiatan tutorial, melanjutkan kegiatan penyelesaian masalah, menyusun laporan dan penilaian (Severenus, 2013: 15). Kegiatan mengidentifikasi masalah dilakukan dengan memilih masalah masalah dunia nyata yang agak kompleks. Siswa berdiskusi dalam kelompok kecil untuk memahami masalah, mencatat fakta dan konsep yang ada dalam masalah tersebut, mengidentifikasi pengetahuan dan keterampilan yang sudah dan yang belum dikuasai. Kegiatan guru adalah memberi permasalahan kepada siswa dan membimbing siswa dalam melakukan identifikasi permasalahan (Wena, 2009: 56) Langkah yang kedua adalah merancang kegiatan penyelesaian masalah. Dalam kegiatan ini, siswa dalam kelompok merumuskan permasalahan dan membuat rancangan yang berkaitan dengan permasalahn tersebut. Kegiatan guru

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 adalah membantu siswa untuk merumuskan dan memahami masalah secara benar. Langkah yang ketiga adalah melaksanakan kegiatan penyelesaian masalah. dalam kegiatan ini, siswa melakukan percobaan berdasarkan rancangan yang telah mereka buat pada kegiatan sebelumnya. Kegiatan guru adalah mengamati kerja siswa di dalam kelompok. Langkah yang keempat adalah kegiatan tutorial. Dalam kegiatan tutorial, setiap kelompok memperlihatkan hasilnya kepada guru. Tugas guru adalah mengevaluasi dan memberikan masukan kepada kelompok tersebut untuk kegiatan selanjutnya. Langkah yang kelima adalah melanjutkan kegiatan penyelesaian masalah. Dalam kegiatan ini siswa merevisi apa yang sudah dilaporkan berdasarkan masukan dari guru. Langkah yang keenam adalah menyusun laporan mengenai proses penyelesaian masalah dan mengidentifikasi pengetahuan dan keterampilan yang sudah diperoleh dalam proses tersebut. Langkah yang terakhir adalah penilaian. Dalam hal ini penilaian dilakukan melalui observasi kinerja ketika diskusi tutorial, observasi produk berupa laporan dapat juga disertai tes terulis atau lisan. d. Kelemahan Problem Based Learning Sanjaya (2011: 219) menjelaskan beberapa kelemahan dalam pembelajaran Problem Based Learning adalah: - Sulitnya mencari problem yang relevan. - Keberhasilan pembelajaran ini membutuhkan cukup waktu untuk persiapan.

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 - Bila siswa tidak memiliki minat atau tidak memiliki kepercayaan bahwa masalah yang dipelajari sulit dipecahkan, maka mereka malas untuk mencoba. e. Kelebihan Problem Based Learning Menurut Sanjaya (2011:208-219) kelebihan problem based learning adalah sebagai berikut: - Pemecahan masalah merupakan teknik yang cukup bagus untuk lebih memahami isi pelajaran. - Pemecahan masalah dapat menantang kemampuan siswa serta memberikan kepuasan untuk menentukan pengetahuan baru bagi siswa. - Pemecahan masalah dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran siswa. - Pemecahan masalah dapat membantu siswa bagaimana menstransfer pengetahuan mereka untuk mengembangkan pengetahuan barunya dan bertanggungjawab dalam pembelajaran yang mereka lakukan, disamping itu juga dapat mendorong untuk melakukan evaluasi sendiri baik terhadap hasil maupun proses belajarnya. - Pemecahan masalah lebih menyenangkan dan disukai siswa. - Pemecahan masalah dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis dan mengembangkan kemampuan mereka untuk menyesuaikan dan pengetahuan baru. - Pemecahan masalah dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengaplikasikan pengetahuan yang mereka miliki dalam dunia nyata.

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 - Pemecahan masalah dapat mengembangkan minat siswa untuk terus menrus belajar sekalipun pendidikan formal telah berakhir. 7. Ilmu Pengetahuan Alam a. Pengertian Ilmu Pengetahuan Alam Secara singkat, IPA adalah pengetahuan yang rasional dan objektif tentang alam semesta dengan segala isinya (Hendro Darmojo dalam Samatowa 2009: 2). Selain itu, Nash (dalam Usman 2009: 2) dalam bukunya The Nature Of Science, menyatakan bahwa IPA adalah suatu cara atau metode untuk mengamati alam. Nash juga menjelaskan bahwa cara IPA mengamati dunia ini bersifat analisis, lengkap, cermat serta menghubungkannya antara suatu fenomena dengan fenomena lain sehingga keseluruhannya membentuk suatu perspektif yang baru tentang objek yang diamatinya. Powler (dalam Samatowa 2009: 3) mengemukakan bahwa IPA merupakan ilmu yang berhubungan dengan gejala alam dan kebendaan yang sistematis yang tersusun secara teratur, yang berupa kumpulan dari hasil observasi dan sistematis artinya pengetahuan itu tersusun dalam suatu sistem, tidak berdiri sendiri, satu dengan yang lainnya saling berkaitan, saling menjelaskan sehingga seluruhnya merupakan suatu kesatuan yang utuh sedangkan berlaku umum artinya pengetahuan itu tidak hanya berlaku oleh seseorang atau beberapa orang dengan cara experimentasi yang sama akan memperoleh hasil yang sama atau konsisten. IPA tidak hanya merupakan kumpulan pengetahuan tentang benda atau makhluk hidup, tetapi memerlukan kerja, cara berpikir, dan cara memecahkan masalah (Winaputra dalam Samatowa, 2009: 3).

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 IPA dapat disimpulkan sebagai ilmu yang mempelajari tentang alam semesta yang saling berhubungan antara fenomena satu dengan fenomena lain dimana IPA sendiri tidak hanya merupakan kumpulan suatu beda tetapi IPA juga melatih kita untuk berpikir dan memecahkan masalah alam. b. Tujuan Pembelajaran IPA di SD Alam dan lingkungan sekitar dekat dengan anak SD. Maka dari itu pembelajaran IPA tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan anak sehingga anak lebih bisa menghargai alam ini. Konsep IPA di sekolah dasar merupakan konsep yang terpadu karena belum terpisahkan secara sendiri seperti mata pelajaran kimia, biologi dan fisika. Adapun tujuan pembelajaran IPA di sekolah dasar menurut BSNP 2006 (dalam Susanto, 2013:171-172) sebagai berikut. - Memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan YME berdasarkan keberadaan, keindahan dan keteraturan alam ciptaannya. - Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. - Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positif dan kesadaran tentang adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan, teknologi dan masyarakat. - Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan masalah, dan membuat keputusan. - Meningkatkan kesadaran untuk berperan serta dalam memelihara, menjaga dan melestarikan lingkungan alam.

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 - Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan. - Memperoleh bekal pengetahuan, konsep dan keterampilan IPA sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan ke SMP. Selain itu, tujuan dari pembelajaran IPA di SD adalah tuntutan dalam era globalisasi yang tinggi. Banyak perubahan-perubahan yang terjadi di alam semesta. Siswa harus dilibatkan pada pembelajaran IPA di SD sejak dini karena akan membekali siswa dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap untuk melanjutkan kehidupannya dan menghadapi tantangan-tantangan yang akan mereka hadapi di kemudian hari. c. Materi IPA Kelas IV Sekolah Dasar Mata pelajaran IPA dirancang untuk menggali pengetahuan siswa tentang alam dan segala isinya. Winaputra (dalam Samatowa, 2011:3) menjelaskan bahwa IPA tidak hanya sebatas kumpulan pengetahuan tetapi juga sebuah langkah kerja, cara berpikir dan cara memecahkan masalah. Untuk mencapai hal tersebut, maka Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk Sekolah Dasar terutama untuk kelas IV semester ganjil adalah sebagai berikut: Siklus 1 Standar Kompetensi: (6) Memahami beragam sifat dan perubahan benda serta berbagai cara penggunaan benda berdasarkan sifatnya. Kompetensi Dasar:

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 (6.2) Mendeskripsikan terjadinya perubahan wujud cair  padat  cair; cair  gas  cair; padat  gas. Siklus 2 Standar Kompetensi: (6) Memahami beragam sifat dan perubahan benda serta berbagai cara penggunaan benda berdasarkan sifatnya. Kompetensi Dasar: (6.3) Menjelaskan hubungan antara sifat bahan dengan kegunaannya. Kompetensi Dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah kompetensi dasar 6.2 yaitu memahami beragam sifat dan perubahan benda serta berbagai cara penggunaan benda berdasarkan sifatnya dan 6.3 yaitu menjelaskan hubungan antara sifat bahan dan kegunaannya. Dalam materi tersebut terdapat percobaanpercobaan yang di awali dengan merumuskan permasalahan. Tujuan dari materi tersebut adalah agar siswa dapat merumuskan permasalahan mengenai suatu obyek dan memecahkan permasalahan tersebut melalui percobaan yang dilakukan. B. Hasil Penelitian yang Relevan Mustafa Kahyaoglu melakukan penelitian tentang The Relationship between Elementary Teacher Candidates’ Attitudes towards Problem Based Learning and Problem Solving Skills. Tujuan diadakan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pemecahan masalah keterampilan dan sikap calon guru SD terhadap pembelajaran berbasis masalah. Selain itu, penelitian ini juga bermaksud untuk menentukan apakah ada perbedaan yang signifikan dalam guru SD keterampilan pemecahan masalah kandidat dan sikap terhadap

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 pembelajaran berbasis masalah yang sesuai dengan variabel gender dan pendidikan program atau tidak. Penelitian ini dilakukan untuk guru kelas dari Dasar Departemen Fakultas Pendidikan di Universitas di Siirt Turki. Hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada yang signifikan dan hubungan negatif antara calon guru SD antara keterampilan pemecahan masalah dan sikap terhadap pembelajaran berbasis masalah. Setiawan (2008) melakukan penelitian tentang Penerapan Pengajaran Kontekstual Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Siwa Kelas X SMA Laboratorium Singaraja. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas siswa dalam mengikuti pelajaran dan hasil biologis siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Laboratorium Undhiksada Singaraja. Metode yang dipakai adalah PTK. Hasil penelitian yang didapat adaah adanya peningkatan dari setiap siklus. Pada pelaksanaan siklus pertama, apa yang sudah direncanakan dengan baik tidak berjalan semaksimal mungkin. Pada pelaksanaan siklus kedua sama hasil yang didapat adalah lebih baik dibandingkan dengan siklus pertama. Pada pelaksanaan siklus ke tiga, hasil yang didapat sudah maksimal artinya penelitian ini berhasil pada siklus ketiga. Nilai siswa meningkat dari sebelumnya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai hasil kerja kelompok dari siklus pertama sampai siklus ke tiga. Terjadi peningkatan penguasaan konsep-konsep biologi mulai dari siklus pertama sampai siklus ketiga yang berati bahwa telah terjadi peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran biologi.

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 Ibnu (2008) melakukan penelitian tentang Peningkatan Minat Dan Prestasi Belajar IPA Materi Pembentukan Tanah Dengan Metode Penemuan Terbimbing Pada Siswa Kelas V Semester 2 SDK Totogan Tahun Pelajaran 2011/1012. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat dan prestasi belajar IPA materi pembentukan tanah dengan metode penemuan terbimbing pada siswa kelas V semester 2 SDK Totogan yang ditandai dengan peningkatan rata rata minat siswa. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas V SDK Totogan dengan jumlah siswa 22. Penelitian ini merupakan PTK dimana penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang terdiri dari dua kali pertemuan, dengan masing masing pertemuan adalah 2 x 35 menit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode penemuan terbimbing pada mata pelajaran IPA materi pembentukan tanah dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas V SDK Totogan tahun pelajaran 2011/2012. Ada peningkatan minat dan prestasi belajar siswa pada tiap siklus. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanyan peningkatan minat dan prestasi belajar siswa sesuai target peneliti. Pembelajaran sudah berlangsung cukup baik. Alokasi waktu yang direncanakan sudah berjalan cukup baik. Agustiningsih (2009) melakukan penelitian tentang Peningkatan Motivasi dan Prestasi Belajar IPS Melalui Model Pembelajaran Berbasis Masalah Pada Siswa Kelas IV Di SD N Tatana Semester 2 Tahun 2011. Tujuan penelitian ini adalah mendekripsikan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPS melalui model pembelajaran berbasis masalah. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran IPS melalui

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 model pembelajaran berbasis masalah. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Tatanan dengan jumlah siswa 16 siswa putra dan putri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Yang meliputi tahap perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, kuesioner, tes, evaluasi dan yang terakhir adalah refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan motivasi belajar IPS pada siswa kelas IV di SDN Tatanan. Peningkatan motivasi belajar terlihat dari naiknya presentase keadaan awal sebelum dilaksanakan penelitian dan keadaan akhir sesudah dilaksanakan penelitian. Selain dapat meningkatkan motivasi, penelitian ini juga dapat meningkatkan prestasi belajar IPS. Hal ini dibuktikan dengan naiknya jumlah siswa yang lolos KKM mulai dari keadaan awal ke siklus 1 lalu dari siklus 1 ke siklus 2. Rata rata prestasi belajar siswa juga meningkat dari siklus 1 ke siklus 2. Sriharyani (2010) melakukan penelitian tentang Peningkatan Minat Dan Prestasi Belajar Menggunakan Model Cooperative Laearning Tipe NHT Pada Pelajaran IPS Siswa Kelas IV SDK Wirobrajan Semester Genap Tahun Ajaran 2011/2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana meningkatkan minat dan prestasi siswa dalam mempelajari materi aktivitas ekonomi, sumber daya alam dan potensi daerah menggunakan model Cooperative Learning tipe NHT siswa di SDK Wirobrajan dan untuk mengetahui apakah penggunaan model pembelajaran ini dapat meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa SDK Wirobrajan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 tindakan kelas dimana penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus dan setiap siklusnya dilaksanakan selama dua kali pertemuan. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan 2 variabel yaitu minat dan prestasi belajar. Data yang dikumpulkan berupa skor minat, nilai afektif, nilai psikomotorik dan nilai kognitif. Data yang terkumpul, kemudian dihitung rata ratanya guna mengetahui apakah ada peningkatan atau tidak setelah mendapat tindakan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDK Wirobrajan. Hasil yang di dapat dalam penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan minat dan prestasi siswa. Minat dan prestasi meningkat dari siklus 1 ke siklus 2. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Cooperative Learning tipe NHT dapat meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa. Bagan penelitian sebelumnya yang relevan dalam penelitian ini dapat dilihat pada gambar berikut:

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 Gambar 2.1. Bagan Penelitian Sebelumnya Problem Based Learning Agustiningsih (2009) tentang PBL dan IPS Setiawan (2008) tentang PBL dan biologi Minat dan Prestasi Belajar Ibnu (2008) tentang minat dan prestasi belajar dengan IPA Sriharyani (2010) tentang minat dan prestasi belajar dengan IPS Mustafa Kahyaoglu tentang sikap calon guru terhadap PBL dan Keterampilan Pemecahan Masalah Peningkatan minat dan prestasi belajar menggunalan Problem Based Learning

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 C. Kerangka Berfikir Pembelajaran IPA bisa dilaksanakan dengan menarik agar siswa aktif dan dapat menjadi pusat perhatian. Perhatian siswa dalam belajar ini akan berpengaruh pada minat siswa. Apabila siswa menaruh perhatiannya dalam belajar berarti minat siswa dalam pembelajaran itu juga tinggi. Siswa yang memiliki minat terhadap subjek tertentu cenderung akan memberikan perhatian yang lebih besar terhadap sujek tersebut (Slameto, 2010: 180). Minat siswa ini nantinya akan berpengaruh pada prestasi belajar siswa. Apabila minat siswa dalam pembelajaran tinggi, maka prestasi belajar siswa juga akan tinggi sehingga hasil belajar siswa pun meningkat. Akan tetapi masalah yang dihadapi dalam penelitian ini adalah kurang optimalnya minat siswa terhadap pembelajaran IPA. Kurang optimalnya minat dalam pembelajaran IPA dibuktikan dengan sikap siswa yang ditunjukkan selama pembelajaran berlangsung. Selama kegiatan pembelajaran berlangsung, siswa bermalas-malasan dalam belajar, tidak menunjukkan sikap ceria. Selain itu perhatian yang ditunjukkan siswa juga rendah. Siswa hanya bermain sendiri dengan temannya, tidak memperhatikan penjelasan guru. pada saat pembelajaran juga, inisiatif siswa rendah. Pada saat guru bertanya, tidak ada siswa yang berinisiatif mau menjawab pertanyaan guru. Sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung, siswa hanya menyiapkan buku catatan dan buku paket, hanya sedikit siswa yang membawa buku atau sumber lain. Hanya membawa buku catatan dan buku paket. Hal tersebut mendorong peneliti meningkatkan minat belajar siswa menggunakan PBL karena kekhasan PBL yaitu adanya permasalahan dan adanya

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 kelompok yang akan membuat siswa menjadi aktif. Dengan menggunakan PBL, siswa dapat bekerjasama di dalam kelompok untuk memecahkan masalah serta melatih keberaniannya. PBL terbukti bisa diterapkan dalam pembelajaran IPA karena dalam pembelajaran IPA, yang dihadapi siswa adalah masalah-masalah dalam dunia nyata, maka peneliti menerapkan PBL yang dikemas dalam PTK untuk penelitian ini. Keadaan siswa tersebut akan menimbulkan rasa senang dan siswa terlibat secara aktif dalam pembelajaran sehingga minat dan prestasi belajar siswa meningkat. Minat belajar yang meningkat akan membuat siswa lebih memahami materi pelajaran sehingga prestasi belajar siswa juga meningkat. D. Hipotesis Tindakan Hipotesis tindakan berisi mengenai dugaan sementara peneliti terhadap penelitian. Sugiono (2012: 96) mendefinisikan hipotesis sebagai jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian. Hipotesis dari rumusan masalah penelitian ini adalah: 1. Pendekatan SCL dengan model PBL meningkatkan minat belajar IPA pada siswa kelas IVB SD Negeri Nogotirto tahun ajaran 2013/2014 dengan cara menerapkan tujuh langkah dalam model PBL. Langkah-langkah tersebut adalah mengidentifikasi masalah, merancang kegiatan penyelesaian masalah, melaksanakan kegiatan penyelesaian masalah, kegiatan tutorial, penyelesaian masalah, menyusun laporan dan penilaian. 2. Pendekatan SCL dengan model PBL juga meningkatkan prestasi belajar IPA pada siswa kelas IV SD Negeri Nogotirto tahun ajaran 2013/2014 dengan

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 cara menerapkan tujuh langkah dalam PBL. Langkah PBL tersebut melatih kemampuan memecahkan masalah bagi siswa sehingga secara tidak langsung, prestasi siswa meningkat.

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Bab ini akan membahas jenis penelitian, setting penelitian, rencana tindakan, indikator dan pengukuran keberhasilan, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, validitas, reliabilitas, indeks kesukaran, teknik analisis data, dan jadwal penelitian. A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Kunandar (2011: 46) menjelaskan bahwa Penelitian Tindakan Kelas merupakan suatu kegiatan ilmiah yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan jalan merancang, melaksanakan, mengamati dan merefleksikan tindakan melalui beberapa siklus secara kolaboratif dan partisipatif yang bertujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan mutu proses belajar di kelasnya. Penlitian Tindakan Kelas dilakukan oleh guru karena gurulah yang mengajar dan mengetahui kondisi kelasnya. Guru dapat mengembangkan modelmodel mengajar yang bervariasi, pengelolaan kelas yang dinamis dan kondusif serta penggunaan media dan sumber belajar yang memadai. Keempat langkah utama PTK yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi merupakan satu siklus (Kusumah, 2009: 26). Dalam PTK siklus selalu berulang. Setelah satu siklus selesai, guru mungkin akan menemukan masalah-masalah baru atau masalah lama yang belum terpecahkan maka dilanjutkan dengan siklus kedua dengan langkah yang sama seperti siklus satu. Dengan demikian, berdasarkan tindakan pada siklus pertama guru akan kembali mengikuti langkah perencanaan, 35

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 tindakan, pengamatan dan refleksi pada siklus kedua. Di bawah ini merupakan siklus penelitian tindakan kelas menurut Kemmis dan Tager (Kunandar, 2011:47). Gambar 3.1 Siklus Penelitian Tindakan Kelas 1. Perencanaan Perencanaan merupakan tahap awal dalam melakukan penelitian. Dalam tahap perencanaan, peneliti menjelaskan tentang apa, bagaimana, kapan, di mana, oleh siapa dan bagaimana tindakan tersebut dilakukan. Peneliti hendaknya melakukan pengamatan awal terhadap situasi kelas dalam konteks situasi sekolah secara umum untuk mendapatkan gambaran umum tentang masalah yang ada. Peneliti melakukan pengamatan terhadap proses pembelajaran di kelas, yang menjadi fokus perhatian adalah guru dan perilaku siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Misalnya peneliti mencatat hal hal berikut: (1) bagaimana guru melibatkan siswa dalam pembelajaran? (2) bagaimana guru

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 membangkitkan minat siswa dalam belajar? (3) apa yang menyebabkan siswa kurang bersemangat dalam belajar?, dan hal hal lain yang secara teoritis perlu dicatat karena relevan dengan pelaksanaan PTK. Hasil pengamatan awal terhadap proses yang terjadi perlu dituangkan dalam bentuk catatan-catatan lengkap yang menggambarkan dengan jelas proses pembelajaran yang akan ditingkatkan. Penelitian ini merupakan penelitian kolaboratif yang menggabungkan antara peneliti dan yang diteliti, dalam penelitian kolabratif, yang bertugas sebagai peneliti adalah pengamat dan yang diteliti adalah guru dan siswa. Ketika melakukan perencanaan sebaiknya dilakukan oleh kedua belah pihak yaitu guru dan peneliti. Hal ini dimaksudkan agar guru dan peneliti sama sama mengetahui maksud dari penelitian dan apa saja yang akan dilakukan ketika penelitian. 2. Pelaksanaan/tindakan Pelaksanaan merupakan implementasi dari perencanaan tindakan yang telah dibuat. Dalam pelaksanaan ini, hal-hal yang sudah disiapkan dalam perencanaan tadi akan digunakan oleh peneliti. Guru melaksanakan kegiatan yang telah dipersiapkan dalam perencanaan. 3. Pengamatan/observasi Pengamatan/observasi merupakan kegiatan melihat dan mengamati apa yang telah direncanakan dan dilakukan dalam penelitian. Tujuan dari pengamatan ini adalah untuk mendokumentasikan pengaruh tindakan terkait serta memperoleh data kuantitatif maupun kualitatif. Data yang diperoleh berupa data tertulis atau rekaman hasil pembelajaran. Pengamatan ini dilakukan oleh peneliti terhadap guru maupun siswa di kelas. Hal yang diamati adalah bagaimana guru melakukan

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 tindakan yang telah disusun dalam perencanaan dan bagaimana siswa merespon pembelajaran tersebut. 4. Refleksi Menurut Kusumah (2009: 40), refleksi merupakan perbuatan merenung atau upaya evaluasi yang dilakukan oleh para kolaborator yang terkait dengan PTK yang dilaksanakan. Refleksi dilakukan dengan berdiskusi sesuai dengan masalah yang terjadi selama proses pembelajaran berlangsung. Berdasarkan hasil refleksi yang diperoleh, maka suatu tindakan perbaikan dapat ditentukan. B. Setting Penelitian Dalam setting penelitian berisi subjek penelitian, obyek penelitian, tempat penelitian dan waktu penelitian. 1. Subyek Penelitian Subyek penelitian ini adalah siswa SD Negeri Nogotirto tahun ajaran 2013/2014 kelas IVB yang berjumlah 23 siswa. Terdiri dari 10 siswa perempuan dan 13 siswa laki-laki. 2. Obyek Penelitian Obyek penelitian ini adalah peningkatan minat dan prestasi belajar dengan menggunakan Pendekatan SCL pada mata pelajaran IPA materi Benda dan Sifatnya pada siswa kelas IVB SD Negeri Nogotirto tahun ajaran 2013/2014. 3. Tempat Penelitian Tempat penelitian ini dilakukan di SD Negeri Nogotirto yang terletak di Kelurahan Nogotirto, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 4. Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan selama 10 bulan. Dimulai dari bulan September 2013 sampai bulan Juli 2014. Jadwal penelitian dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 3.1 Jadwal Penelitian Kegiatan Waktu 2013 Sept Permohonan Ijin Observasi, wawancara, penyebaran angket, & studi dokumen Penyusunan proposal Pengumpulan data Pengolahan data Penyusunan laporan Ujian skripsi Revisi Pembuatan artikel Okt No v 2014 De s Jan Feb M rt Apr M ei Juni Juli

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 Tabel 3.1 merupakan jadwal penelitian yang dilakukan dari bulan September 2013-Juni 2014. Pada bulan September 2013 peneliti melakukan permohonan ijin ke SD N Nogotirto untuk melaksanakan penelitian. Pada bulan Oktober 2013 peneliti observasi, wawancara, penyebaran angket, & studi dokumen pada kelas yang akan diteliti dan penyusunan proposal. Pada bulan November 2013 peneliti melakukan pengumpulan data. Pada bulan Desember 2013-Januari 2014 peneliti melakukan pengumpulan data. Pada bulan Februari 2014-Mei 2014 peneliti menyusun laporan. Pada bulan Juni 2014 peneliti ujian skripsi. Pada bulan Juli 2014 peneliti melakukan revisi setelah ujian. Pada bulan Juli 2014 peneliti membuat artikel ilmiah.

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI C. Rencana Tindakan Persiapan penelitian ini dimulai dengan memilih sekolah yang akan digunakan untuk penelitian yaitu SD Negeri Nogotirto kelas IVB. Peneliti meminta ijin kepada kepala sekolah dan guru kelas untuk melakukan penelitian. Setelah mendapatkan ijin, peneliti kemudian melakukan observasi, penyebaran kuesioner dan dokumentasi nilai siswa. Setelah mengetahui keadaan siswa, peneliti kemudian merumuskan masalah yang ada di kelas IVB khususnya saat pembelajaran IPA berlangsung. Kemudian peneliti menyusun proposal penelitian dan membuat instrumen pembelajaran serta menyusun rencana tindakan tiap siklus. 1. Rencana Tindakan Tiap Siklus Setelah melakukan persiapan, maka dilakukan rencana tindakan kelas sebagai berikut: a. Siklus I x Perencanaan Tindakan Perencanaan tindakan untuk penelitian ini dimulai dari menyusun perangkat pembelajaran seperti silabus, RPP, LKS dan materi ajar beserta penilaiannya. Sebelum perangkat pembelajaran tersebut digunakan dalam penelitian, terlebih dahulu harus di validasi oleh validator. Selain menyusun perangkat pembelajaran, peneliti juga menyiapkan instrumen pengumpulan data yaitu rubrik pengamatan minat, kuesioner dan soal evaluasi. Setelah semua instrumen yang dibutuhkan untuk penelitian selesai disusun, kemudian peneliti mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan dalam proses pembelajaran. 41

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 x Pelaksanaan Tindakan Siklus 1 akan dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan. Setiap pertemuan mempunyai alokasi waktu 2 JP. Setiap JP nya adalah 35 menit. Kegiatan ini terbagi menjadi 3 yaitu kegiatan ekplorasi, elaborasi dan konfirmasi. Guru mengajak siswa untuk menggali pengetahuan mereka dengan memberikan beberapa pertanyaan dalam kegiatan eksplorasi, sedangkan dalam kegiatan elaborasi, guru melaksanakan pembelajaran menggunakan langkah-langkah dalam Problem Based Learning yang terangkum dalam kegiatan percobaan dan dalam kegiatan konfirmasi, guru melakukan perbaikan terhadap proses belajar. Langkah-langkah tersebut meliputi identifikasi masalah, merancang kegiatan penyelesaian masalah, melaksanakan kegiatan penyelesaian masalah, kegiatan tutorial, melanjutkan kegiatan penyelesaian masalah dan menyusun laporan, penilaian. Guru sungguh-sungguh mengamati siswa dalam setiap pertemuan. guru melakukan evaluasi pada pertemuan ketiga untuk melihat prestasi belajar siswa. x Observasi Pada tahap ini, peneliti melakukan observasi untuk mengetahui minat siswa pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung menggunakan lembar observasi yang telah dibuat. observasi dilakukan pada setiap akhir pertemuan. Observasi dilakukan oleh observer dengan mengisi lembar observasi pada saat siswa melakukan aktivitas pembelajaran seperti pada kegiatan mengidentifikasi masalah, merancang kegiatan penyelesaian masalah, melaksanakan kegiatan penyelesaian masalah, kegiatan tutorial, melanjutkan kegiatan penyelesaian

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 masalah dan menyusun laporan. Dalam mengetahui minat belajar, peneliti juga membagikan lembar kuesioner yang akan diisi oleh siswa. Semua itu diperlukan peneliti untuk mengetahui peningkatan minat siswa. x Refleksi Pada tahap ini, peneliti dan guru merefleksikan hasil dari pertemuan 1, 2 dan 3. Peneliti dan guru melihat apakah ada peningkatan minat atau tidak. Selain itu, peneliti juga membandingkan prestasi belajar, kuesioner dan observasi siklus I dengan hasil sebelum penelitian. Hasil refleksi siklus I digunakan sebagai pertimbangan untuk masuk ke siklus selanjutnya dengan mengadakan beberapa perubahan. Apabila siklus satu sudah tercapai maka siklus dua hanya sebagai pemantapan. b. Siklus II Tindakan yang diberikan di siklus II sama dengan siklus I, yang membedakan adalah pembagian kelompok yang lebih sedikit dari siklus I. Di bawah ini merupakan rencana tindakan pada siklus II. x Perencanaan Tindakan Perencanaan tindakan pada siklus II sama dengan perencanaan tindakan pada siklus I. Apabila hasil refleksi dari siklus satu menunjukkan adanya indikator-indikator yang tidak tercapai makapeneliti melanjutkan ke siklus dua dengan melakukan beberapa perubahan. Perencanaan tindakan untuk penelitian ini dimulai dari menyusun perangkat pembelajaran seperti silabus, RPP, LKS dan materi ajar beserta penilaiannya. Sebelum perangkat pembelajaran tersebut digunakan dalam penelitian, terlebih dahulu harus di validasi oleh validator.

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 Selain menyusun perangkat pembelajaran, peneliti juga menyiapkan instrumen pengumpulan data yaitu rubrik pengamatan minat, kuesioner dan soal evaluasi. Setelah semua instrumen yang dibutuhkan untuk penelitian selesai disusun, kemudian peneliti mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan dalam proses pembelajaran. x Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan tindakan pada siklus 2 akan dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan dan setiap pertemuan mempunyai alokasi waktu 2 JP. Pelaksanaan tindakan pada siklus ke dua ini sama dengan pelaksanaan tindakan pada siklus pertama. Yang membedakan di siklus kedua ini adalah pembagian kelompok yang lebih sedikit dan materi yang berbeda. Peneliti mengambil materi yang berbeda. Pada siklus kedua ini kegiatan pembelajaran terbagi dalam kegiatan EEK dan siswa masih melakukan percobaan yang terangkum dalam langkah-langkah problem based learning seperti identifikasi masalah, merancang kegiatan penyelesaian masalah, melaksanakan kegiatan penyelesaian masalah, kegiatan tutorial, melanjutkan kegiatan penyelesaian masalah dan menyusun laporan, penilaian. Pada akhir pertemuan, guru mengadakan evaluasi untuk mengetahui prestasi belajar siswa. x Observasi Pada siklus kedua ini, peneliti juga melakukan observasi untuk mengetahui minat belajar siswa dengan menggunakan lember observasi. Observasi dilakukan oleh observer pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Peneliti melakukan observasi pada saat siswa mengidentifikasi masalah, merancang kegiatan

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 penyelesaian masalah, melaksanakan kegiatan penyelesaian masalah, kegiatan tutorial, melanjutkan kegiatan penyelesaian masalah dan menyusun laporan. Selain itu, peneliti juga membagikan lembar kuesioner yang akan diisi oleh siswa. Semua itu diperlukan peneliti untuk mengetahui peningkatan minat siswa. x Refleksi Pada tahap ini, peneliti dan guru merefleksikan kegiatan pembelajaran yang sudah berlangsung baik dari kendala yang dihadapi, hal yang berhasil dilakukan dan belum berhasil dilakukan serta hambatan yang dihadapi siswa dan guru. Selain itu, peneliti juga membandingkan prestasi belajar, kuesioner dan observasi siklus II dengan hasil sebelum penelitian dan hasil dari siklus I. Peneliti berharap bahwa siklus dua ini tercapai semua karena melihat hasil observasi pada siklus pertama yang menjadi pijakan untuk melanjutkan ke siklus dua. Apabila masih ada kekurangan, peneliti akan berkonsultasi kepada guru kelas untuk melakukan siklus tiga. Peneliti berharap bahwa siklus dua ini tercapai karena melihat hasil observasi pada siklus pertama yang menjadi pijakan untuk melanjutkan ke siklus dua. Apabila masih ada kekurangan, peneliti akan berkonsultasi kepada guru kelas untuk melakukan siklus tiga. D. Indikator dan Pengukuran Keberhasilan Indikator keberhasilan pada siklus I dan siklus II ditentukan sebelum penelitian dengan mempertimbangkan beberapa hal, antara lain data siswa pada kondisi awal dan informasi yang diperoleh dari guru mengenai karakteristik siswa. Ketercapaian Indikator keberhasilan dilakukan dengan cara

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 membandingkan data ketercapaian setiap akhir siklus dengan kondisi awal seperti pada tabel berikut: Tabel 3. 2 Indiktor Keberhasilan Variabel dan Indikator Minat Rasa senang terhadap pembelajaran IPA Perhatian siswa terhadap pembelajaran IPA Keterlibatan siswa terhadap pembelajaran IPA Inisiatif siswa dalam mengikuti pembelajaran IPA Presentase siswa yang memiliki minimal cukup berminat Prestasi Belajar Siswa yang lulus KKM Rata-rata nilai kelas Kondisi Awal 2,3 3 2,7 2,78 Deskriptor Jumlah skor minat seluruh siswa pada indikator 1 dibagi jumlah seluruh siswa Jumlah skor minat seluruh siswa pada indikator 2 dibagi jumlah seluruh siswa Jumlah skor minat seluruh siswa pada indikator 3 dibagi jumlah seluruh siswa Jumlah skor minat seluruh siswa pada indikator 4 dibagi jumlah seluruh siswa Instrumen Kuesioner Target Siklus Siklus I II 2,8 3,87 3,5 3,5 3,2 4,13 3,28 4,1 60,87% Jumlah siswa yang memiliki minimal cukup berminat dibagi jumlah seluruh siswa dikali 100% Kuesioner 75% 85% 62,85 % Jumlah siswa yang lulus KKM dibagi dengan jumlah seluruh siswa dikali 100% Jumlah nilai seluruh siswa dibagi jumlah seluruh siswa Soal Evaluasi, rubrik penilaian afektif, dan rubrik penilaian psikomotor 70% 85% 75 80 68 Tabel di atas menunjukkan bahwa kondisi awal minat siswa belum optimal dan prestasi belajar IPA masih rendah. Minat siswa yang belum optimal ditunjukkan oleh indikator rasa senang hanya 2,3, perhatian siswa 3, keterlibatan 2,7 dan inisiatif siswa 2,78. Sedangkan presentase siswa yang minimal cukup

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 berminat sebesar 60,87%. Selain indikator minat, jumlah siswa yang mencapai KKM 62,85% dan rata-rata nilai kelas 68. Peneliti menentukan target dalam meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa. peneliti menentukan target untuk melihat seberapa jauh ketercapaian siswa menggunakan model pembelajarn yang berbeda. Apakah minat siswa meningkat atau tidak. Peneliti menentukan target ketercapaian dengan berdiksusi bersama guru yang mengampu mata pelajaran IPA dengan melihat kemampuan siswa. Target yang ditentukan adalah sebagai berikut. Indikator rasa senang 2,8, perhatian 3,5, keterlibatan 3,2 dan inisiatif ada 3,28. Sedangkan target untuk presentase siswa yang mempunyai kriteria minimal berminat sebesar 75%. Target yang digunakan untuk meningkatkan prestasi adalah jumlah siswa yang mencapai KKM adalah 70% dan nilai rata-rata kelasnya mencapai 75. E. Teknik Pengumpulan Data 1. Observasi Menurut Milis dalam Kunandar (2008: 143) Pengamatan atau observasi adalah pengambilan data untuk memotret seberapa jauh efek tindakan telah mencapai sasaran. Tujuan diadakannya observasi adalah untuk mengetaahui minat siswa dan prestasi siswa mengenai aspek afektif dan psikomotor. Pengamatan dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung. Cara peneliti untuk mengamati minat siswa adalah dengan cara mencatat apa saja yang dilakukan siswa sesuai dengan item-item indikator minat. Observasi dilakukan sebelum penelitian dan pada saat penelitian berlangsung. Selain dari observasi, peneliti mengetahui minat siswa juga dari hasil kuesioner yang diisi oleh siswa.

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 2. Wawancara Wawancara adalah suatu cara untuk mengetahui situasi tertentu di dalam kelas dilihat dari sudut pandang yang lain (Hopkins dalam Kunandar 2008: 157). Wawancara dilakukan kepada guru mata pelajaran IPA. Tujuan dari wawancara ini adalah untuk mendukung pengamatan minat siswa melalui guru. Panduan wawancara terdiri dari beberapa pertanyaan yang dikembangkan dari indikatorindikator minat berdasarkan teori yang sudah dikemukakan di dalam bab II mengenai minat. Wawancara dilakukan setelah kegiatan pembelajaran selesai. 3. Kuesioner Menurut Arikunto (2002: 18), kuesioner adalah “sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi mengenai hal-hal yang diteliti dari responden”. Dalam penelitian ini, kuesioner digunakan peneliti untuk mengukur minat siswa. Kuesioner ini memudahkan peneliti dalam mendapatkan informasi dari siswa. Kuesioner yang digunakan peneliti terdiri dari beberapa indikator minat, diantaranya adalah rasa senang pada saat pembelajaran IPA, perhatian saat proses pembelajaran IPA, keterlibatan dalam proses pembelajaran IPA dan inisiatif dalam mencari informasi baru. 4. Dokumentasi Teknik dokumentasi digunakan oleh peneliti untuk mengetahui informasi mengenai prestasi belajar siswa. Data awal siswa diperoleh melalui dokumentasi nilai siswa selama 3 tahun terakhir. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik dokumentasi dengan melihat hasil tes objektif, LKS dan rubrik penilaian “percobaan”.

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 F. Instrumen Penelitian 1. Instrumen Pembelajaran Instrumen pembelajaran dalam penelitian ini terdiri dari silabus, RPP, LKS dan soal evaluasi. a. Silabus Silabus adalah suatu rencana yang mengatur kegiatan pembelajaran dan pengelolaan kelas, serta penilaian hasil belajar dari suatu mata kuliah. Silabus ini akan sangat bermanfaat sebagai pedoman bagi pengajar karena berisi petunjuk secara keseluruhan mengenai tujuan dan ruang lingkup materi yang harus dipelajari oleh peserta didik. Selain itu, silabus menerangkan tentang kegiatan belajar mengajar, media, dan evaluasi yang harus digunakan dalam proses pembelajaran kepada peserta didik. Silabus pada penelitian ini terdiri dari beberapa komponen yang harus ada seperti identitas silabus, standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu dan sumber belajar. b. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan menajemen pembelajaran untuk mencapai satu atau lebih kompetensi dasar yang telah dijabarkan dalam silabus. RPP dalam penelitian ini terdiri dari beberapa komponen yang harus ada seperti identitas, standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, materi ajar, meodel dan metode pembelajaran, langkah – langkah kegiatan, sumber belajar,

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 penilaian dan alokasi waktu. RPP dalam penelitian ini dikembangkan berdasarkan model pembelajaran Problem Based Learning. c. Lembar Kegiatan Siswa LKS merupakan Lembar Kegiatan Siswa yang digunakan oleh guru sebagai latihan latihan yang akan diberikan oleh siswa. Selain soal soal, tetapi di dalam LKS berisi materi materi ajar berupa rangkuman yang bisa digunakan oleh guru maupun siswa untuk mengerjakan soal yang ada. LKS yang digunakan dalam penelitian ini berisi beberapa kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa. d. Evaluasi Soal evaluasi yang dibuAt berdasarkan indikator dalam kegiatan pembelajaran. Soal evaluasi ini digunakan untuk mengukur prestasi siswa. Soal evaluasi diberikan setiap akhir pertemuan pada setiap sikus. Instrumen pembelajaran tersebut dirancang oleh peneliti menggunakan model pembelajaran problem based learning. Sebelum digunakan dalam penelitian, instrumen tersebut sebelumnya di validasi oleh para validator melalui expert judgment. Validator dalam penelitian ini adalah 3 dosen ahli yaitu dosen evaluasi pembelajaran, dosen yang ahli dalam pembuatan RPP dan dosen yang ahli dalam pembelajaran IPA, 1 kepala sekolah dan 1 guru mata pelajaran IPA di SD Negeri Nogotirto tetapi bukan guru yang akan melakukan penelitian. 2. Instrumen Pengumpulan Data

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 Instrumen pengumpulan data yang digunakan untuk mengukur minat siswa adalah angket. Instrumen yang digunakan untuk mengukur prestasi belajar siswa adalah tes objektif, LKS, rubrik penilaian. Instrumen pengumpulan data dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3.3 Instrumen Pengumpulan Data Variabel Kriteria Jenis Penilaian Instrumen Minat Belajar Indikator minat Non tes a. Siswa memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA b. Siswa memperhatikan saat proses pembelajaran IPA c. Siswa terlibat dalam proses pembelajaran IPA d. Siswa berinisiatif mencari informasi baru Lembar kuesioner, lembar pengamatan minat, dan panduan wawancara. Prestasi Belajar a. Siswa yang lulus KKM b. Rata-rata nilai kelas Tes objektif (soal evaluasi), rubrik penilaian afektif, dan rubrik penilaian psikomotorik Tes dan non tes Teknik Pengumpulan Data Kuesioner atau angket Dokumentasi, observasi Tabel di atas menunjukkan variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah minat belajar dan prestasi belajar. Untuk mengukur minat belajar, instrumen yang digunakan berupa lembar kuesioner, lembar observasi, dan panduan wawancara. Sedangkan, untuk mengukur prestasi belajar instrumen yang digunakan berupa tes objektif (soal evaluasi), rubrik penilaian afektif, dan rubrik penilaian psikomotorik. Berikut akan diuraikan dari masing-masing instrumen tersebut. a. Kuesioner

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data dengan menggunakan seperangkat pernyataan atau pertanyaan tertulis yang diberikan kepada responden (Sugiyono, 2010: 199). Tujuan penggunaaan kuesioner ini adalah untuk mengetahui peningkatan minat belajar siswa kelas IVB pada mata pelajaran IPA melalui penerapan pendekatan SCL dengan problem based learning. Sebelum digunakan, kuesioner akan diuji validitas dan reliabilitasnya terlebih dahulu. Setelah diketahui kuesioner tersebut valid, maka kuesioner tersebut sudah bisa digunakan. Kuesioner minat ini dibagikan kepada siswa di setiap akhir pelajaran pada siklus I dan siklus II. Item pernyataan kuisioner dibuat ke dalam pernyataan positif. Berikut kisi-kisi item indikator yang terdapat di dalam kuisioner minat: Tabel 3.4 Kisi-Kisi Kuesioner Minat No. 1. Indikator Siswa memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA Pernyataan Saya menyiapkan alat tulis sebelum pelajaran dimulai Saya bersikap ceria ketika bekerja di dalam kelompok Saya sudah siap di dalam kelas untuk mengikuti seluruh proses pembelajaran Saya bersukacita pada saat mengikuti kegiatan pembelajaran IPA Saya bersemangat saat mengerjakan soal-soal IPA Saya ingin mendapatkan nilai yang baik pada mata pelajaran IPA 2. Siswa memperhatikan saat proses pembelajaran IPA 3. Siswa terlibat Saya menyukai pelajaran IPA Saya memperhatikan seluruh proses pembelajaran IPA Saya menyimak penjelasan guru pada awal pembelajaran IPA Saya fokus mengerjakan tugas IPA Saya berkonsentrasi saat memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan materi IPA Saya mencatat hal-hal penting yang berkaitan dengan materi IPA Saya melihat guru ketika sedang memberikan contoh yang berkaitan dengan materi IPA Saya menjawab pertanyaan guru

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 dalam proses pembelajaran IPA 4. Siswa berinisiatif mencari informasi baru Jumlah Saya ikut melakukan percobaan dalam kelompok Saya memberikan pendapat saat diskusi kelompok Saya bekerja sama dengan kelompok Saya mengerjakan tugas saat pelajaran IPA Saya menanggapi penjelasan guru Mempelajari materi IPA atas kemauan sendiri Saya membaca atau mencari materi dari sumber lain Saya mau mempelajari kembali materi yang sudah diajarkan Saya bertanya hal-hal lain yang berkaitan dengan materi IPA Saya tertarik melakukan percobaan pada saat pembelajaran IPA Saya membuat ringkasan sesuai dengan kemauan sendiri 25 item pernyataan Tabel di atas mengenai kisi-kisi kuesioner yang akan digunakan untuk mengukur minat siswa. Terdapat empat indikator minat yang dijabarkan dalam 25 item pernyataan. Berikut sebaran item kuesioner: Tabel 3.5 Sebaran Item Kuisioner No 1. Indikator Siswa memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA Siswa memperhatikan saat proses pembelajaran IPA Item 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 3. Siswa terlibat dalam proses pembelajaran IPA 14, 15, 16, 17, 18, 19 4. Siswa berinisiatif mencari informasi baru 20, 21, 22, 23, 24, 25 2. 8, 9, 10, 11, 12, 13 Tabel di atas menunjukkan sebaran item kuesioner sebelum di validasi yang berjumlah 25 item pernyataan dari 4 indikator. Item pernyataan yang menunjukkan rasa senang terdapat di nomor 1 sampai 7, item pernyataan yang menunjukkan perhatian terdapat di nomor 8 sampai 13, item pernyataan yang menunjukkan keterlibatan terdapat di nomor 14 sampai 19 dan item pernyataan yang menunjukkan inisiatif terdapat di nomor 20 sampai 25. b. Observasi

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 Menurut Milis dalam Kunandar (2008: 143), pengamatan atau observasi adalah pengambilan data untuk memotret seberapa jauh efek tindakan telah mencapai sasaran. Observasi pada penelitian ini dilakukan untuk melengkapi data pada kuesioner. Tabel 3.6 Pedoman Observasi No. 1. 2. Indikator Siswa memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA Pernyataan Saya menyiapkan alat tulis sebelum pelajaran dimulai Saya bersikap ceria ketika bekerja di dalam kelompok Saya sudah siap di dalam kelas untuk mengikuti seluruh proses pembelajaran Saya bersemangat saat mengerjakan soal-soal IPA Siswa Saya memperhatikan seluruh proses memperhatikan pembelajaran saat proses Saya menyimak penjelasan guru pada awal pembelajaran pembelajaran IPA Saya fokus mengerjakan tugas IPA Saya berkonsentrasi memcahkan permasalahan yang berkaitan dengan materi IPA Saya mencatat hal-hal penting yang beritan dengan materi IPA Saya bersukacita pada saat pembelajaran 3. 4. Siswa terlibat dalam proses pembelajaran IPA Siswa berinisiatif mencari informasi baru Saya menjawab pertanyaan guru Saya ikut melakukan percobaan dalam kelompok Saya bekerja sama dengan kelompok Saya mengerjakan tugas saat pelajaran IPA Saya menanggapi penjelasan guru Saya membaca atau mencari materi dari sumber lain Saya mau mempelajari kembali materi yang sudah diajarkan Saya bertanya hal-hal lain yang berkaitan dengan materi IPA Saya tertarik melakukan percobaan pada saat Deskripsi hasil observasi

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 pembelajaran IPA Saya membuat ringkasan sesuai dengan kemauan sendiri Tabel di atas merupakan pedoman observasi minat. Pedoman observasi tersebut terdiri dari empat indikator minat yaitu rasa senang, perhatian, keterlibatan dan inisiatif. Setiap indikator dijabarkan ke dalam pernyataan yang dapat diamati. c. Panduan Wawancara Panduan wawancara dibuat oleh peneliti untuk mendukung pengamatan terhadap pembelajaran pada siklus I dan siklus II. Secara rinci panduan wawancara tersebut dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3.7 Panduan Wawancara untuk Guru INDIKATOR Siswa memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA Siswa memperhatikan saat proses pembelajaran IPA Siswa terlibat dalam proses pembelajaran IPA Siswa berinisiatif PERTANYAAN Apakah pada saat pembelajaran IPA, siswa menunjukkan sikap ceria? Sikap ceria siswa tercermin dalam bentuk seperti apa? Apakah siswa memperhatikan seluruh proses pembelajaran? Apakah siswa menyimak penjelasan guru? Apakah siswa mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru? Bagaimana sikap siswa pada saat guru menerangkan? Bagaimana tanggapan siswa pada saat guru memberikan pertanyaan? Apakah siswa maju ke depan kelas untuk mengerjakan tugas? Apakah siswa terlibat pada saat mengerjakan tugas kelompok? Apakah siswa membaca atau mencari materi dari sumber lain? JAWABAN GURU

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 INDIKATOR PERTANYAAN mencari informasi baru Apakah siswa berinisiatif untuk mempelajari kembali materi? Apakah siswa bertanya hal-hal lain yang berkaitan dengan materi? Apakah siswa tertarik melakukan percobaan pada saat pembelajaran? JAWABAN GURU Tabel di atas menunjukkan bahwa penduan wawancara tersebut memuat indikator minat yang masing-masing dijabarkan dalam pertanyaan. Penduan tersebut digunakan peneliti dalam melakukan wawancara. d. Tes Obyektif Berkaitan dengan PTK dapat dibedakan dua jenis tes yakni tes tertulis dan tes lisan (Kunandar, 2008: 187). Tes adalah sejumlah pertanyaan yang disampaikan pada seorang atau sejumlah orang tertentu untuk mengungkap keadaan atau tingkat perkembangan beberapa aspek psikologis. Aspek psikologis berupa prestasi belajar, minat, bakat, sikap, kecerdasan, reaksi motorik dan berbagai aspek kepribadian lainnya. Tes obyektif merupakan suatu tes dimana setiap pertanyaan tes disediakan alternatif jawaban yang dapat dipilih (Margono, 2007: 170). Dalam penelitian ini peneliti menggunakan tes obyektif pilihan ganda untuk mengukur prestasi belajar siswa. Kisi-kisi soal pilihan ganda siklus I dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3.8 Kisi-kisi Soal Evaluasi Siklus 1

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 Standar Kompetensi: 6. Memahami beragam sifat dan perubahan benda serta berbagai cara penggunaan benda berdasarkan sifatnya. Kompetensi Dasar: 6.2 Mendeskripsikan terjadinya perubahan wujud cair menjadi padat, padat menjadi cair; cair menjadi gas, gas menjadi cair; padat menjadi gas. Indikator No. Soal Menyebutkan proses terjadinya perubahan wujud cair menjadi padat dan padat menjadi cair 2,3 Menemukan peristiwa lain yang merupakan contoh perubahan wujud cair menjadi padat menjadi cair 5,7, 8,10 Merancang percobaan yang merupakan contoh perubahan wujud cair menjadi padat dan perubahan wujud padat menjadi cair 1,4,6,9 Menyebutkan proses terjadinya perubahan wujud cair menjadi gas dan gas menjadi cair 11,13, 16, 20 Menemukan peristiwa lain yang merupakan contoh perubahan wujud cair menjadi gas menjadi cair 14,15 Merancang percobaan yang merupakan contoh perubahan wujud cair menjadi gas dan perubahan wujud gas menjadi cair Menyebutkan proses terjadinya perubahan wujud padat menjadi gas 12,17, 18,19 21,23, 26 Menemukan contoh peristiwa perubahan wujud padat menjadi gas 22,25, 29 Merancang percobaan yang merupakan contoh perubahan wujud padat menjadi gas 24,27, 28,30 Jumlah soal 30 Tabel 3.7 merupakan kisi-kisi soal evaluasi siklus I yang belum di validasi dengan jumlah soal sebanyak 30 soal. Soal evaluasi siklus I akan di validasi di SD Negeri Nogotirto pada siswa kelas V. Peneliti memilih siswa kelas V karena isiswa kelas V pernah mendapatkan materi ini di kelas IV. Kisi-kisi soal pilihan ganda siklus II dapat dilihat pada tabel di berikut:

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 Tabel 3.9 Kisi-kisi Soal Evaluasi Siklus 2 Standar Kompetensi: Benda dan Sifatnya 6. Memahami beragam sifat dan perubahan benda serta berbagai cara penggunaan benda berdasarkan sifatnya. Kompetensi Dasar: 6.3 Menjelaskan hubungan antara sifat bahan dengan kegunaannya Indikator No.Soal Menyebutkan macam-macam bahan penyusun benda 1,5,7,21 Menemukan contoh benda berdasarkan bahan penyusunnya 2,4,9,11,22,29 Mengelompokkan benda berdasarkan bahan penyusunnya 3,6,10,23,24,25,30 Menjelaskan sifat bahan penyusun benda 13,15,20,26 Membedakan bahan penyusun suatu benda berdasarkan sifatnya 8, 16,18,27 Menganalisis kegunaan benda berdasarkan bahan penyusunnya 12,14,17,19,28 Jumlah soal 30 Tabel di atas merupakan kisi-kisi soal evaluasi siklus II yang belum di validasi dengan jumlah soal sebanyak 30 soal. Soal evaluasi siklus II akan di validasi di SD Negeri Jongkang pada siswa kelas V. Peneliti memilih SD Negeri Jongkang karena SD Negeri Jongkang memiliki karakteristik yang sama dengan SD tempat penelitian. e. Rubrik Penilaian

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 Instrumen penilaian ini digunakan untuk menilai aspek psikomotor siswa. Pada pertemuan pertama, rubrik penilaian digunakan untuk mengukur ketercapaian indikator yaitu melakukan percobaan mengenai peristiwa perubahan wujud cair menjadi padat dan padat menjadi cair. Rubrik penilaian percobaan siklus I pertemuan 1 sebagai berikut: Tabel 3.10 Rubrik Penilaian Percobaan Siklus 1 Pertemuan 1 Hal yang dinilai Skor 2 Jika mengikuti langkah kerja secara urut. Langkah-langkah tersebut adalah: Percobaan 1 x Ambil kaki tiga. Letakkan kasa di atas kaki tiga x Ambil 4 batang lilin dan letakkan di bawah kaki tiga. Nyalakan lilin-lilin tersebut dengan menggunakan korek api. x Masukkan air ke dalam panci x Letakkan panci di atas kompor kaki tiga x Ambil sepotong coklat dan masukkan ke dalam gelas plastik x Letakkan gelas plastik di dalam panci yang berisi air. Jangan sampai air masuk ke dalam gelas. x Panaskan beberapa menit. Aduklah jika perlu. x Amati apa yang terjadi Percobaan 2 x Ambil es batu secukupnya. x Ambil coklat yang sudah dimasak x Letakkan di atas es batu x Amati apa yang terjadi Jika mengikuti langkah kerja secara tidak urut 1 Jika tidak mengikuti langkah kerja dan tidak urut 3 Keruntutan Kelengkapan Deskriptor 3 2 Jika menyediakan 9 item alat dan bahan percobaan dengan sangat lengkap. Bahan-bahan tersebut adalah: Alat: Korek api, lilin, gelas plastik, panci kecil, kasa, sendok Bahan: Air , coklat batang, es batu Jika menyediakan 6 item alat dan bahan

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 1 jika menyediakan < 6 item alat dan bahan Tabel di atas merupakan rubrik penilaian psikomotor yang akan digunakan pada “percobaan” siklus I pertemuan 1 yang terdiri dari 2 percobaan. Percobaan pertama mengenai perubahan wujud padat menjadi cair dan percobaan kedua mengenai perubahan wujud cair menjadi padat dengan menggunakan cokelat. Aspek yang digunakan adalah keruntutan dalam melaksanakan langkah-langkah percobaan dan kelengkapan alat dan bahan. Skor yang diberikan pada setiap aspek adalah 3 yang berati sangat runtut/lengkap, skor 2 berarti kurang runtut/kurang lengkap dan skor 1 berati tidak runtut/lengkap. Pada pertemuan kedua, rubrik penilaian digunakan untuk mengukur ketercapaian indikator melakukan percobaan mengenai peristiwa perubahan wujud cair menjadi gas dan gas menjadi cair. Rubrik penilaian percobaan siklus I pertemuan 2 sebagai berikut: Tabel 3.11 Rubrik Penilaian Percobaan Siklus 1 Pertemuan 2 Hal yang dinilai Keruntutan Skor 3 Deskriptor Jika mengikuti langkah kerja secara urut. Langkah-langkah tersebut adalah: Percobaan 1: x Ambil kaki tiga dan kasa. Letakkan kasa di atas kaki tiga. x Ambil 4 batang lilin dan letakkan di bawah kaki tiga. Nyalakan lilin-lilin tersebut dengan menggunakan korek api. x Masukkan air ke dalam panci x Letakkan panci di atas kompor kaki tiga x Panaskan air tersebut sampai mendidih x Amati apa yang terjadi. Percobaan 2: x Masukkan air ke dalam gelas plastik x Tambahkan es batu ke dalamnya

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 2 x Tunggu selama 5 menit x Amati apa yang terjadi Jika mengikuti langkah kerja secara tidak urut 1 Jika tidak mengikuti langkah kerja dan tidak urut 2 Jika menyediakan 9 item alat dan bahan percobaan dengan sangat lengkap. Bahan-bahan tersebut adalah: Alat: Kaki tiga, korek api, lilin, panci kecil, kasa, gelas plastik Bahan: Air, es batu Jika menyediakan 6 item alat dan bahan 1 jika menyediakan < 6 item alat dan bahan 3 Kelengkapan Tabel 3.11 merupakan rubrik penilaian psikomotor yang akan digunakan pada “percobaan” siklus I pertemuan 2 yang terdiri dari 2 percobaan. Percobaan pertama mengenai perubahan wujud cair menjadi gas dan percobaan kedua mengenai perubahan wujud gas menjadi cair dengan menggunakan air berwarna. Aspek yang digunakan adalah keruntutan dalam melaksanakan langkah-langkah percobaan dan kelengkapan alat dan bahan. Skor yang diberikan pada setiap aspek adalah 3 yang berarti sangat runtut/lengkap, skor 2 berati kurang runtut/kurang lengkap dan skor 1 berati tidak runtut/lengkap. Pada pertemuan ketiga, rubrik penilaian digunakan untuk mengukur ketercapaian indikator melakukan percobaan mengenai peristiwa perubahan wujud gas menjadi padat dan padat menjadi gas. Rubrik penilaian percobaan siklus I pertemuan 3 sebagai berikut: Tabel 3.12

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 Rubrik Penilaian Percobaan Siklus 1 Pertemuan 3 Hal yang dinilai Skor Deskriptor 2 Jika mengikuti langkah kerja secara urut. Langkah-langkah tersebut adalah: x Ambil kaki tiga dan kasa. Letakkan kasa di atas kaki tiga. x Ambil 4 batang lilin dan letakkan di bawah kaki tiga. Nyalakan lilin-lilin tersebut dengan menggunakan korek api. x Letakkan kaleng bekas di atas kasa x Masukkan kapur barus ke dalamnya x Amati apa yang terjadi. x Catatlah hasil pengamatan yang kalian lakukan Jika mengikuti langkah kerja secara tidak urut 1 Jika tidak mengikuti langkah kerja dan tidak urut 3 Keruntutan 2 Jika menyediakan 9 item alat dan bahan percobaan dengan sangat lengkap. Bahan-bahan tersebut adalah: Alat: Lilin, kasa, kaki tiga, korek api Bahan: Kapur barus Jika menyediakan 6 item alat dan bahan 1 jika menyediakan < 6 item alat dan bahan 3 Kelengkapan Tabel di atas merupakan rubrik penilaian psikomotor yang akan digunakan pada “percobaan” siklus I pertemuan 3 yang terdiri dari 1 percobaan. Percobaan yang dilakukan mengenai perubahan wujud benda padat menjadi benda gas dengan menggunakan kapur barus. Aspek yang digunakan adalah keruntutan dalam melaksanakan langkah-langkah percobaan dan kelengkapan alat dan bahan. Skor yang diberikan pada setiap aspek adalah 3 yang berati sangat runtut/lengkap, skor 2 berati kurang runtut/kurang lengkap dan skor 1 berati tidak runtut/lengkap. Pada siklus II, penilaian psikomotorik dilakukan pada saat siswa melakukan pengamatan. Rubrik penilaian presentasi ini terdiri dari 2 aspek yang dinilai yaitu pembagian tugas dan pelaksanaan kegiatan. Pada pertemuan pertama, rubrik

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 penilaian presentasi digunakan untuk mengukur ketercapaian indikator melakukan pengamatan dalam kegiatan pembelajaran mengenai bahan dasar penyusun suatu benda. Rubrik penilaian presentasi siklus II pertemuan 1 sebagai berikut: Tabel 3.13 Rubrik Penilaian Pengamatan Siklus II Pertemuan 1 Aspek Pembagian tugas Skor 4 3 2 1 0 Pelaksanaan kegiatan 4 3 2 1 0 Deskriptor Jika semua anggota mendapatkan bagian kerja yang sama Jika satu siswa tidak mendapat bagian dalam presentasi Jika dua siswa tidak mendapat bagian dalam presentasi Jika tiga siswa tidak mendapat bagian dalam presentasi Jika lebih dari tiga siswa tidak mendapat bagian dalam presentasi Jika dapat mengamati benda sesuai dengan tempat yang ditentukan sebelumnya, mengisi tabel pengamatan, sesuai dengan waktu yang ditentukan, dan bersemangat. Jika ada 1 hal yang tidak nampak dalam kegiatan pengamatan Jika ada 2 hal yang tidak nampak dalam kegiatan pengamatan Jika ada 3 hal yang tidak nampak dalam kegiatan pengamatan Jika semua hal tidak nampak dalam kegiatan pengamatan Tabel di atas merupakan rubrik penilaian psikomotor pada siklus II pertemuan 1 pada materi benda dan sifatnya. Aspek yang dinilai adalah pembagian tugas dan pelaksanaan kegiatan. Skor pada kedua aspek tersebut terdiri dari skor 4 yang berarti semua anggota kelompok mendapatkan tugas yang seimbang dapat mengamati benda sesuai dengan tempat yang ditentukan sebelumnya, mengisi tabel pengamatan, sesuai dengan waktu yang ditentukan, dan bersemangat, skor 3 yang berarti satu siswa tidak mendapat bagian dalam

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 presentasi dan ada 1 hal yang tidak nampak dalam kegiatan pengamatan, skor 2 berarti dua siswa tidak mendapat bagian dalam presentasi dan ada 2 hal yang tidak nampak dalam kegiatan pengamatan , skor 1 berarti tiga siswa tidak mendapat bagian dalam presentasi dan ada 3 hal yang tidak nampak dalam kegiatan pengamatan, skor 0 berarti semua anggota kelompok tidak saling berbagi tugas dan semua hal tidak nampak saat pelaksanaan kegiatan. Pada pertemuan kedua, rubrik penilaian percobaan digunakan untuk mengukur ketercapaian indikator melakukan percobaan dalam kegiatan pembelajaran mengenai sifat bahan dasar benda dan kegunaannya. Rubrik penilaian percobaan pada pertemuan kedua yang digunakan pada siklus II adalah sebagai berikut: Tabel 3.14 Rubrik Penilaian Percobaan Siklus II Pertemuan 2 Aspek Keruntutan Skor 3 Deskriptor Jika mengikuti 13 langkah kerja secara urut. Langkah-langkah tersebut adalah: 1. Siapakan alat dan bahan yang akan kalian gunakan untuk percobaan. 2. Ambillah korek api, gunakan korek api tersebut untuk menyalakan lilin. 3. Secara perlahan bakarlah kertas tisu yang kalian bawa maksimal selama 10 detik 4. Amati apa yang terjadi? Catatlah pada tabel dibawah ini! 5. Lakukan langkah 3 dan 4 dengan menggunakan bahan yang lainnya, yaitu bahan plastik, karet, kaca, logam, kain, dan kayu. 6. Setelah itu, coba tuangkan 3 sendok air di nampan 7. Ambil sebuah kertas tisu dan letakkan pada air yang kalian tuangkan di nampan selama maksimal 10 detik. 8. Amati apa yang terjadi! Lalu catatlah pada tabel. 9. Lakukan langkah 6, 7, dan 8 menggunakan bahan yang lain, yaitu plastik, karet, kaca, logam, dan kain. 10. Setelah itu, ambil sebuah kertas tisu lagi, 11. Berikan tekanan pada kertas tisu tersebut dengan cara menekan bahan-bahan tersebut menggunakan tangan 12. Amati apa yang terjadi! Lalu catatlah pada tabel. 13. Lakukan langkah 6, 7, dan 8 menggunakan bahan yang lain,

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 yaitu plastik, karet, kaca, logam, dan kain. Kelengkapan 2 Jika mengikuti 13 langkah kerja tidak urut 1 Jika tidak mengikuti 13 langkah kerja 3 2 Jika menyediakan 14 bahan percobaan. Bahan-bahan tersebut adalah: Kertas tisu, kertas karton, gelas “Aqua”, bungkus Makanan “Sukro”, ang perak 500an, penggaris besi, kain untuk bahan seragam sekolah, kain jeans, cermin, botol UC1000, karet gelang, ban motor, triplek, pensil Jika menyediakan 10 buah bahan 1 Jika menyediakan < 10 buah bahan Tabel 3.14 merupakan rubrik penilaian psikomotor yang akan digunakan pada “percobaan” siklus II pertemuan 2 yang terdiri dari 1 percobaan. Percobaan yang dilakukan mengenai sifat bahan penyusun benda. Aspek yang digunakan adalah keruntutan dalam melaksanakan langkah-langkah percobaan dan kelengkapan alat dan bahan. Skor yang diberikan pada setiap aspek adalah 3 yang berati sangat runtut/lengkap, skor 2 berati kurang runtut/kurang lengkap dan skor 1 berati tidak runtut/lengkap. G. Uji Validitas dan Reliabilitas 1. Uji Validitas Validitas suatu tes adalah kemampuan untuk mengukur secara tepat sesuatu yang ingin diukur (Masidjo, 1995: 242). Jadi, validitas adalah kemampuan untuk mengukur ketepatan suatu tes. Instrumen yang divalidasi dengan cara expert judgment. Validitas instrumen dalam penelitian ini meliputi construct validity, content validity dan empirical validity.

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 Construct validity merujuk pada asumsi bahwa alat ukur yang dipakai mengandung satu definisi operasional yang tepat dari suatu konsep teoritis (Margono, 2007: 187). Content validity merujuk pada suatu instrumen yang memiliki kesesuaian isi dalam mengungkap atau mengukur apa yang akan diukur. Empirical validity mencari hubungan antara skor tes dengan suatu kriteria tertentu yang merupakan tolak ukur di luar tes yang bersangkutan (Arifin, 2009: 249). Peliti membuat instrumen pembelajaran dan kuesioner bersama dengan teman yang lain dan dosen pembimbing. a. Validitas Perangkat Pembelajaran Peneliti menyusun perangkat pembelajaran yang berupa silabus, RPP, LKS, bahan ajar. Perangkat pembelajaran kemudian di validasi oleh dosen pembimbing, kepala sekolah dan guru kelas. Validasi pada instrumen pembelajaran dilakukan secara consruct validity dan content validity. Dalam menguji instrumen pembelajaran tersebut, peneliti menggunakan penilaian skala likert 1, 2, 4 dan 5. Skor 1 berati sangat buruk, skor 2 berati buruk, skor 4 berati baik dan skor 5 berati sangat baik. Peneliti tidak menggunakan skor 3 karena skor 3 merupakan skor tengah antara 1 sampai 5 yang sulit untuk dikategorikan ke dalam nilai rendah atau tinggi.hasil validitas setiap instrumen dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 3.15 Validitas Secara Construct Pada Silabus Siklus 1 No. 1. 2. 3. KOMPONEN PENILAIAN Kelengkapan unsur-unsur silabus Kesesuaian antara SK, KD, dan Indikator Kesistematisan langkah-langkah pembelajaran Skor Ratarata 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 4.67

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 4. Kesesuaian alokasi waktu dengan materi ajar dan langah-langkah pembelajaran 5. Kelengkapan sumber belajar yang digunakan 6. Kesesuaian teknik penilaian dengan indikator 7. Penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis baku Rata-rata 4 2 4 3.33 5 4 4 4.67 5 5 4 4.67 2 5 4 3.67 4.29 4.43 4.43 4.39 Tabel 3.15 merupakan hasil validasi silabus siklus I oleh 3 validator yaitu dosen ahli, kepala sekolah dan guru kelas IV. Tabel di atas terdiri dari 7 komponen penilaian yaitu kelengkapan unsur-unsur silabus, kesesuaian antara SK, KD, dan Indikator, kesistematisan langkah-langkah pembelajaran, kesesuaian alokasi waktu dengan materi ajar dan langah-langkah pembelajaran, kelengkapan sumber belajar yang digunakan, kesesuaian teknik penilaian dengan indikator, penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis baku. Skor setiap komponen adalah 1, 2, 4, dan 5. Dalam menilai silabus tidak menggunakan skor 3 dikarenakan skor tiga itu tidak pasti, berada di tengah-tengan antara buruk dan baik, dan agar tidak membingungkan validator. Lalu dihitung skor rata-rata dari ketiga validator tersebut. Hasil validasi menunjukkan bahwa rata-rata nilai komponen 1 adalah 5, komponen 2 adalah 5, komponen 3 adalah 4,67, komponen 4 adalah 3.33, komponen 5 adalah 4,67, komponen 6 adalah 4.67, dan komponen 7 adalah 3.67. Rata-rata nilai untuk keseluruhan item dari validator pertama adalah 4.29, validator kedua 4.43, dan validator ketiga adalah 4,43. Sedangkan rata-rata keseluruhan dari ketiga validator adalah 4,39. Hasil ini menunjukkan bahwa silabus yang telah disusun oleh peneliti masuk ke dalam kategori baik.

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 Selain silabus, validasi dilakukan pada rencana pelaksanaan pembelajaran. RPP juga di validasi oleh 3 validator, yaitu dosen ahli, kepala sekolah dan guru kelas IV. Tabel 3.16 Validitas Secara Construct Pada RPP Siklus 1 NO . 1. 2. KOMPONEN PENILAIAN Kelengkapan komponen RPP Kesesuaian Indikator yang akan dicapai dengan SK dan KD 3. Kesesuaian rumusan tujuan pembelajaran dengan indikator 4. Kesesuaian materi ajar dengan SK dan KD 5. Ketepatan pemilihanmodel/ metode pembelajaran 6. Tingkat kesesuaian langkahlangkah pembelajaran dengan indikator, tujuan, dan model/ metode 7. Kesesuaian penilaian dengan indikator yang akan dicapai 8. Kelengkapan sumber belajar yang digunakan 9. Kesesuaian media pembelajaran dengan materi ajar 10. Kesesuaian Lembar Kerja Siswa dengan kegiatan pembelajaran 11. Kelengkapan instrumen penilaian 12. Penggunaan bahasa Indonesia & tata tulis baku Rata-rata Validator 1 5 5 Skor Validator 2 5 5 Validator 3 5 4 Ratarata Skor 5 4.67 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4.67 4 5 4 4.33 5 4 5 4.67 5 5 5 5 4 5 5 4.67 4 2 5 5 5 4 4.67 3.67 4.5 4.91 4.67 4.69 Tabel di atas merupakan hasil validasi RPP siklus I oleh 3 validator yaitu dosen ahli, kepala sekolah dan guru kelas IV. Tabel di atas terdiri dari 12 komponen penilaian yaitu kelengkapan komponen RPP, kesesuaian Indikator yang akan dicapai dengan SK dan KD, kesesuaian rumusan tujuan pembelajaran dengan indikator, ketepatan pemilihan model/metode pembelajaran, kesesuaian

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 langkah-langkah pembelajaran dengan indikator, tujuan, dan model/metode, kelengkapan sumber belajar yang digunakan, kesesuaian media pembelajaran dengan materi ajar, kesesuaian media pembelajaran dengan materi ajar, kesesuaian Lembar Kerja Siswa dengan kegiatan pembelajaran, kelengkapan instrumen penilaian, penggunaan bahasa Indonesia & tata tulis baku. Skor setiap komponen adalah 1, 2, 4, dan 5. Dalam menilai RPP tidak menggunakan skor 3 dikarenakan skor tiga itu tidak pasti, berada di tengah-tengan antara buruk dan baik, dan agar tidak membingungkan validator. Lalu dihitung skor rata-rata dari ketiga validator tersebut. Hasil validasi menunjukkan bahwa rata-rata nilai komponen 1 adalah 5, rata-rata nilai komponen 2 adalah 4,67. Rata-rata nilai komponen 3 adalah 5, ratarata nilai komponen 4 adalah 5, rata-rata nilai komponen 5 adalah 5, rata-rata nilai komponen 6 adalah 4,67. Rata-rata nilai komponen 7 adalah 4.33. rata-rata nilai komponen 8 adalah 4,67. Rata-rata nilai komponen 9 adalah 5, rata-rata nilai komponen 10 adalah 4,67. Rata-rata nilai keseluruhan adalah 4.69. Hasil ini menunjukkan bahwa RPP yang telah disusun peneliti masuk ke dalam kategori baik. Selain silabus dan RPP, validasi dilakukan pada soal evaluasi siklus I. Soal evaluasi siklus I juga di validasi oleh 3 validator, yaitu dosen ahli, kepala sekolah dan guru kelas IV.

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 Tabel 3.17 Validitas Secara Construct Pada Evaluasi Siklus 1 No. 1 KOMPONEN PENILAIAN Kesesuaian soal evaluasi dengan indikator 2 Kejelasan instruksi dalam soal evaluasi 3 Kesesuaian tingkat kesukaran soal dengan tahap perkembangan siswa 4 Pembobotan item soal dan penyebarannya 5 Penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis baku 6 Ketepatan penggunaan opsi jawaban Rata-rata Validator 1 5 Skor Validator 2 5 Validator 3 5 Ratarata skor 5 4 5 4 4.33 5 5 4 4.67 4 5 5 4.67 2 5 5 4 4 4 5 5 5 4.67 4.67 4.56 Tabel di atas merupakan hasil validasi soal evaluasi siklus I oleh 3 validator yaitu dosen ahli, kepala sekolah dan guru kelas IV. Tabel di atas terdiri dari 6 komponen penilaian yaitu kesesuaian soal evaluasi dengan indikator, kejelasan instruksi dalam soal evaluasi, keseuaian tingkat kesukaran soal dengan tahap perkembangan siswa, pembobotan item soal dan penyebarannya, penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis baku, ketepatan penggunaan opsi jawaban. Skor setiap komponen adalah 1, 2, 4, dan 5. Dalam menilai soal evaluasi tidak menggunakan skor 3 dikarenakan skor tiga itu tidak pasti, berada di tengah-tengan antara buruk dan baik, dan agar tidak membingungkan validator. Lalu dihitung skor rata-rata dari ketiga validator tersebut. Hasilnya sebagai berikut. Hasil validasi menunjukkan bahwa rata-rata nilai komponen 1 adalah 5, rata-rata nilai komponen 2 adalah 4,33. Rata-rata nilai komponen 3 adalah 4,67. Rata-rata nilai komponen 4 adalah 4,67. Rata-rata nilai komponen 5 adalah 4, rata-rata nilai

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 komponen 6 adalah 4,67. Rata-rata nilai keseluruhan adalah 4,56. Hasil ini menunjukkan bahwa soal evaluasi termasuk dalam kategori baik. Selain perangkat pembelajaran pada siklus I, peneliti juga melakukan validasri pada perangkat pembelajaran siklus II. Validator pada perangkat pembelajaran siklus II ini sama dengan validator pada siklus I. Di bawah ini merupakan hasil validasi pada silabus. Tabel 3.18 Validitas Secara Construct Pada Silabus Siklus II No. 1. 2. KOMPONEN PENILAIAN Kelengkapan unsur-unsur silabus Kesesuaian antara SK, KD, dan Indikator 3. Kesistematisan langkah-langkah pembelajaran 4. Kesesuaian alokasi waktu dengan materi ajar dan langah-langkah pembelajaran 5. Kelengkapan sumber belajar yang digunakan 6. Kesesuaian teknik penilaian dengan indikator 7. Penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis baku Rata-rata Validator 1 5 5 Skor Validator 2 5 5 Validator 3 5 5 Ratarata 5 5 4 4.67 4 5 4 4.33 5 1 5 3.67 5 4 5 4.67 5 2 5 4 4.86 3.87 4.71 4.48 5 5 Tabel di atas merupakan hasil validasi silabus siklus 1 oleh 3 validator yaitu dosen ahli, kepala sekolah dan guru kelas IV. Seperti pada siklus I, tabel di atas terdiri dari 7 komponen penilaian yaitu kelengkapan unsur-unsur silabus, kesesuaian antara SK, KD, dan Indikator, kesistematisan langkah-langkah pembelajaran, kesesuaian alokasi waktu dengan materi ajar dan langah-langkah pembelajaran, kelengkapan sumber belajar yang digunakan, kesesuaian teknik

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 penilaian dengan indikator, penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis baku. Skor setiap komponen adalah 1, 2, 4, dan 5. Dalam menilai silabus tidak menggunakan skor 3 dikarenakan skor tiga itu tidak pasti, berada di tengah-tengan antara buruk dan baik, dan agar tidak membingungkan validator. Lalu dihitung skor rata-rata dari ketiga validator tersebut. Pada komponen 1 adalah 5, komponen 2 adalah 2, komponen 3 adalah 4.67, komponen 4 adalah 4.33, komponen 5 adalah 3.67, komponen 6 adalah 4.67, dan komponen 7 adalah 4. Rata-rata nilai keseluruhan 4.48. Hasil ini menunjukkan bahwa silabus siklus II yang telah disusun oleh peneliti masuk ke dalam kategori baik. Selain silabus, validasi dilakukan pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran siklus II. RPP juga di validasi oleh 3 validator, yaitu dosen ahli, kepala sekolah dan guru kelas IV. Tabel 3.19 Validitas Secara Construct Pada RPP Siklus II NO. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. KOMPONEN PENILAIAN Kelengkapan komponen RPP Kesesuaian Indikator yang akan dicapai dengan SK dan KD Kesesuaian rumusan tujuan pembelajaran dengan indikator Kesesuaian materi ajar dengan SK dan KD Ketepatan pemilihan model/ metode pembelajaran Tingkat kesesuaian langkah-langkah pembelajaran dengan indikator, tujuan, dan model/ metode Kesesuaian penilaian dengan indikator yang akan dicapai Kelengkapan sumber belajar yang digunakan Kesesuaian media pembelajaran dengan Validator 1 5 5 Skor Validator 2 5 5 Validator 3 5 5 Ratarata Skor 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4.67 5 4 4 4.33 5 4 4 4.33 5 4 4 4.33 5 4 5 4.67

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 materi ajar Kesesuaian Lembar Kerja Siswa dengan kegiatan pembelajaran 11. Kelengkapan instrumen penilaian 12. Penggunaan bahasa Indonesia & tata tulis baku Rata-rata 10. 4 4 5 4.33 5 5 4 4 4 4 4.33 4.33 4.92 4.42 4.5 4.61 Tabel 3.19 merupakan hasil validasi RPP siklus II oleh 3 validator yaitu dosen ahli, kepala sekolah dan guru kelas IV. Seperti pada siklus I, tabel di atas terdiri dari 12 komponen penilaian yaitu kelengkapan komponen RPP, kesesuaian Indikator yang akan dicapai dengan SK dan KD, kesesuaian rumusan tujuan pembelajaran dengan indikator, ketepatan pemilihan model/metode pembelajaran, kesesuaian langkah-langkah pembelajaran dengan indikator, tujuan, dan model/metode, kelengkapan sumber belajar yang digunakan, kesesuaian media pembelajaran dengan materi ajar, kesesuaian media pembelajaran dengan materi ajar, kesesuaian Lembar Kerja Siswa dengan kegiatan pembelajaran, kelengkapan instrumen penilaian, penggunaan bahasa Indonesia & tata tulis baku. Skor setiap komponen adalah 1, 2, 4, dan 5. Dalam menilai RPP tidak menggunakan skor 3 dikarenakan skor tiga itu tidak pasti, berada di tengah-tengan antara buruk dan baik, dan agar tidak membingungkan validator. Lalu dihitung skor rata-rata dari ketiga validator tersebut. Hasil validasi di atas menunjukkan bahwa rata-rata nilai komponen 1 adalah 5, rata-rata nilai komponen 2 adalah 5, rata-rata nilai komponen 3 adalah 5, ratarata nilai komponen 4 adalah 5, rata-rata nilai komponen 5 adalah 4.67, rata-rata nilai komponen 6 adalah 4.33, rata-rata nilai komponen 7 adalah 4.33, rata-rata nilai komponen 8 adalah 4.33, rata-rata nilai komponen 9 adalah 4.67, rata-rata

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 nilai komponen 10 adalah 4.33, rata-rata nilai komponen 11 adalah 4.33, dan ratarata nilai komponen 12 adalah 4.33. Rata-rata nilai keseluruhan adalah 4.61. Hasil ini menunjukkan bahwa RPP dan perangkatnya pada siklus II yang telah disusun oleh peneliti masuk ke dalam kategori baik. Selain silabus dan RPP, validasi dilakukan pada soal evaluasi siklus II. RPP juga di validasi oleh 3 validator, yaitu dosen ahli, kepala sekolah dan guru kelas IV. Tabel 3.20 Validitas Secara Construct Pada Evaluasi Siklus II No. 1 2 3 4 5 KOMPONEN PENILAIAN Kesesuaian soal evaluasi dengan indikator Kejelasan instruksi dalam soal evaluasi Kesesuaian tingkat kesukaran soal dengan tahap perkembangan siswa Pembobotan item soal dan penyebarannya Penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis baku 6 Ketepatan penggunaan opsi jawaban Rata-rata 5 5 5 Skor Validator 2 4 4 4 Validator 3 5 5 5 Ratarata skor 4.67 4.67 4.67 5 1 4 3.33 4 4 4 4 4 4.67 5 3.67 5 4.67 4.67 4.34 Validator 1 Tabel di atas merupakan hasil validasi soal evaluasi siklus II oleh 3 validator yaitu dosen ahli, kepala sekolah dan guru kelas IV. Tabel di atas terdiri dari 6 komponen penilaian yaitu kesesuaian soal evaluasi dengan indikator, kejelasan instruksi dalam soal evaluasi, keseuaian tingkat kesukaran soal dengan tahap perkembangan siswa, pembobotan item soal dan penyebarannya, penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis baku, ketepatan penggunaan opsi jawaban. Skor setiap komponen adalah 1, 2, 4, dan 5. Dalam menilai soal evaluasi tidak menggunakan skor 3 dikarenakan skor tiga itu tidak pasti, berada di tengah-

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 tengan antara buruk dan baik, dan agar tidak membingungkan validator. Lalu dihitung skor rata-rata dari ketiga validator tersebut. Hasil dari validasi di atas menunjukkan bahwa rata-rata nilai komponen 1 sadalah 4.67, rata-rata nilai komponen 2 adalah 4.67, komponen 3 adalah 4.67, rata-rata nilai komponen 4 adalah 3.33, rata-rata nilai komponen 5 adalah 4, dan rata-rata nilai komponen 6 adalah 4.34. Rata-rata nilai secara keseluruhan adalah 4.34. Hasil ini menunjukkan bahwa soal evaluasi pada siklus II yang telah disusun oleh peneliti masuk ke dalam kategori baik, sehingga tidak banyak dilakukan perubahan pada silabus yang telah disusun. Hasil validasi instrumen dijadikan patokan oleh peneliti apakah harus membuat perubahan pada perangkat pembelajaran atau tidak. Hasil yang didapat setelah melakukan validasi perangkat pembelajaran adalah baikerangkat pembelajaran dikatakan baik. b. Soal Evaluasi Soal evaluasi yang disusun oleh peneliti berupa tes obyektif. Tes obyektif yang digunakan adalah soal pilihan ganda yang dikembangkan oleh peneliti yang mengacu pada kisi-kisi soal. Hasil perhitungan soal evaluasi siklus 1 dengan menggunakan SPSS. Setelah melakukan perhitungan dengan SPSS, peneliti kemudian menentukan soal yang valid dengan membandingkan r hitung dengan r tabel menggunakan Pearson Corellation. Cara lain yang digunakan peneliti untuk menentukan kevalidan suatu item soal dengan melihat hasil Pearson Correlation terdapat tanda asteris(*). Jika pada nomor item pernyataan terdapat tanda (**) yang disebut Correlation is significant at 0.01 level (2-tailed) atau terdapat tanda (*) yang disebut Correlation is significant at 0.05 level maka item soal valid.

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 Correlation is significant at 0.01 level (2-tailed) berarti item soal memiliki taraf signifikan sebesar 1%, sehingga dapat dikatakan valid jika hasil Pearson Correlation lebih kecil dari 0,01. Sama halnya dengan Correlation is significant at 0.05 level berarti item pernyataan memiliki taraf signifikan sebesar 5%, sehingga item soal juga dikatakan valid jika hasil Pearson Correlation lebih kecil dari 0,05. Nilai r tabel Product Moment dari pearson dalam Arikunto (2006: 359) dengan taraf signifikan 5%. Jika didapatkan harga r hitung > r tabel, maka instrumen dapat dikatakan valid. Apabila harga r hitung < r tabel, maka dikatakan bahwa instrumen tidak valid. Tabel 3.21 Hasil Uji Validitas Siklus I soal1 soal2 soal3 soal4 soal5 soal6 soal7 soal8 soal9 soal10 soal11 soal12 soal13 soal14 soal15 soal16 soal17 soal18 soal19 soal20 soal21 Corrected Item-Total Correlation (r Hitung) .349 .557** -.110 .235 .802** .579** .423* .243 .455* .579** -.223 .563** .490** .237 .802** .696** .075 -.333 .490** .563** .468** r Tabel (N= 30) 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 Perhitungan Keputusan r Hitung< r Tabel r Hitung> r Tabel r Hitung< r Tabel r Hitung< r Tabel r Hitung> r Tabel r Hitung> r Tabel r Hitung> r Tabel r Hitung< r Tabel r Hitung> r Tabel r Hitung> r Tabel r Hitung< r Tabel r Hitung< r Tabel r Hitung> r Tabel r Hitung< r Tabel r Hitung> r Tabel r Hitung> r Tabel r Hitung< r Tabel r Hitung> r Tabel r Hitung> r Tabel r Hitung> r Tabel r Hitung> r Tabel Tidak Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Valid

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 soal22 soal23 soal24 soal25 soal26 soal27 soal28 soal29 soal30 .579** .444* .528** .885** .802** .294 .802** .563** -.006 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 r Hitung> r Tabel r Hitung> r Tabel r Hitung> r Tabel r Hitung> r Tabel r Hitung> r Tabel r Hitung< r Tabel r Hitung> r Tabel r Hitung> r Tabel r Hitung< r Tabel Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Tidak Valid Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa dari 30 butir soal yang di uji coba terdapat 20 soal yang dinyatakan valid. Soal yang valid terdapat pada nomor 2, 5, 6, 7, 9, 10, 12, 13, 15, 16, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 28, 29 Sedangkan 10 soal yang lain dinyatakan tidak valid. Soal yang tidak valid terdapat pada nomor 1, 3, 4, 8, 11, 14, 17, 18, 27, 30. Soal dinyatakan valid apabila r hitung lebih kecil dari r tabel dan soal dinyatakan tidak valid apabila r hitung lebih besar dari r tabel. Soal evaluasi siklus I diuji validitaskan di SD Negeri Nogotirto menggunakan empirical validity dengan jumlah soal sebanyak 30 dan jumlah siswa sebanyak 31. Dalam siklus 1 terlihat bahwa dari 30 soal pilihan ganda yang diujikan ke siswa, hanya 20 soal yang valid. 20 soal tersebut sudah mewakili indikator-indikator yang dibuat sehingga soal tersebut dapat digunakan dalam penelitian. Peneliti membuat kisi-kisi soal sebagai berikut:

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 Tabel 3.22 Kisi-kisi Soal Pilihan Ganda Siklus I setelah Validitas Standar Kompetensi: 6. Memahami beragam sifat dan perubahan benda serta berbagai cara penggunaan benda berdasarkan sifatnya. Kompetensi Dasar: 6.2 Mendeskripsikan terjadinya perubahan wujud cair menjadi padat, padat menjadi cair; cair menjadi gas, gas menjadi cair; padat menjadi gas. No. Soal Indikator Menyebutkan proses terjadinya perubahan wujud cair menjadi padat dan padat menjadi cair Menemukan peristiwa lain yang merupakan contoh perubahan wujud cair menjadi padat menjadi cair Merancang percobaan yang merupakan contoh perubahan wujud cair menjadi padat dan perubahan wujud padat menjadi cair 2 5, 7, 10 6, 9 Menyebutkan proses terjadinya perubahan wujud cair menjadi gas dan gasmenjadi cair 13, 16, 20 Menemukan peristiwa lain yang merupakan contoh perubahan wujud cair menjadi gas menjadi cair Merancang percobaan yang merupakan contoh perubahan wujud cair menjadi gas dan perubahan wujud gas menjadi cair 15 12, 19 Menyebutkan proses terjadinya perubahan wujud padat menjadi gas 21, 23, 26 Menemukan contoh peristiwa perubahan wujud padat menjadi gas 22, 25, 29 24, 28 Merancang percobaan yang merupakan contoh perubahan wujud padat menjadi gas Jumlah soal 20 Tabel di atas merupakan kisi-kisi soal evaluasi siklus I setelah dilakukan uji validitas. Sebelum validitas berjumlah 30 soal dan setelah divaliditas berjumlah 20 soal. Soal tersebut sudah bisa digunakan dalam penelitian.Selain soal evaluasi siklus I, peneliti juga melakukan uji validitas pada soal evaluasi siklus II. Validitas siklus II secara empiris dilakukan di SD Negeri Jongkang kelas VA dengan jumlah soal 30 dan jumlah siswa 30. Peneliti memilih SD Negeri Jongkang dikarenakan karakteristik siswanya hampir sama dengan SD tempat penelitian. Pelaksanaan uji validitas sama dengan siklus I, peneliti menggunakan

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 SPSS 16 untuk untuk memudahkan dalam perhitungan. Setelah melakukan perhitungan dengan SPSS, peneliti kemudian menentukan soal yang valid dengan membandingkan r hitung dengan r tabel menggunakan Pearson Corellation. Nilai r tabel Product Moment dari pearson dalam Arikunto (2006: 359) dengan taraf signifikan 5%. Jika didapatkan harga r dikatakan valid. Apabila harga r hitung r tabel, maka instrumen dapat maka dikatakan bahwa instrumen tidak valid. Tabel 3.23 Hasil Uji Validitas Siklus II No. Soal soal1 soal2 soal3 soal4 soal5 soal6 soal7 soal8 soal9 soal10 soal11 soal12 soal13 soal14 soal15 soal16 soal17 soal18 soal19 soal20 soal21 soal22 soal23 soal24 soal25 soal26 soal27 soal28 soal29 soal30 Corrected Item-Total Correlation (r Hitung) -.221 .241 .845** .111 .241 -.211 .241 .569** .383* .593** .527** .440* .723** .241 .486** -.083 .737** .723** .383* .737** .737** .845** .771** .527** .737** .569** .845** .636** .241 .035 r Tabel (N= 30) 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 Perhitungan r Hitung< r Tabel r Hitung< r Tabel r Hitung> r Tabel r Hitung< r Tabel r Hitung< r Tabel r Hitung< r Tabel r Hitung< r Tabel r Hitung> r Tabel r Hitung> r Tabel r Hitung> r Tabel r Hitung> r Tabel r Hitung< r Tabel r Hitung> r Tabel r Hitung< r Tabel r Hitung> r Tabel r Hitung< r Tabel r Hitung> r Tabel r Hitung> r Tabel r Hitung> r Tabel r Hitung> r Tabel r Hitung> r Tabel r Hitung> r Tabel r Hitung< r Tabel r Hitung> r Tabel r Hitung> r Tabel r Hitung> r Tabel r Hitung> r Tabel r Hitung> r Tabel r Hitung< r Tabel r Hitung< r Tabel Keputusan Tidak Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 Berdasarkan tabel 3.23, dapat diketahui bahwa dari 30 butir soal yang di uji coba terdapat 20 soal yang dinyatakan valid. Soal yang valid terdapat pada nomor 3, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 15, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 27, 28. Sedangkan 10 soal yang lain dinyatakan tidak valid. Soal yang tidak valid terdapat pada nomor 1, 2, 4, 5, 6, 7, 14, 16, 29, 30. Soal dinyatakan valid apabila r hitung lebih kecil dari r tabel dan soal dinyatakan tidak valid apabila r hitung lebih besar dari r tabel. H Hasil uji validitas soal evaluasi menunjukkan bahwa dari 30 soal pilihan ganda yang diujikan kepada 30 siswa terdapat 20 soal yang valid. Item soal valid yang berjumlah 20 soal pilihan ganda tersebut mewakili indikator-indikator yang dibuat sehingga peneliti memutuskan untuk menggunakan 20 soal yang valid. Kisi-kisi soal pilihan ganda siklus II setelah validitas dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 3.24 Kisi-kisi Soal Pilihan Ganda Siklus II setelah Validitas Standar Kompetensi: Benda dan Sifatnya 6. Memahami beragam sifat dan perubahan benda serta berbagai cara penggunaan benda berdasarkan sifatnya. Kompetensi Dasar: 6.3 Menjelaskan hubungan antara sifat bahan dengan kegunaannya Indikator No.Soal Menyebutkan macam-macam bahan penyusun benda 21 Menemukan contoh benda berdasarkan bahan penyusunnya 2, 11, 22 Mengelompokkan benda berdasarkan bahan penyusunnya 3, 10, 23, 24, 25 Menjelaskan sifat bahan penyusun benda 13, 15, 20, 26 Membedakan bahan penyusun suatu benda berdasarkan sifatnya 8, 18, 27

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 Menganalisis kegunaan benda berdasarkan bahan penyusunnya 12, 17, 19, 28 Jumlah soal 20 Tabel 3.24 merupakan kisi-kisi soal evaluasi siklus II setelah dilakukan uji validitas. Sebelum validitas berjumlah 30 soal dan setelah divaliditas berjumlah 20 soal. Soal tersebut sudah bisa digunakan dalam penelitian. c. Validitas Instrumen Validitas yang dilakukan terhadap angket minat meliputi validitas construct, content dan empirical. Validitas construct dan content dilakukan pada dosen ahli. Dalam validasi angket, dosen ahli tidak memberikan skor namun hanya memperbaiki kesalahan kesalahan dalam penyusunan instrumen. Validitas terakhir adalah dengan melakukan empirical validity. Validitas secara empiric dilakukan kepada 30 siswa kelas VI SD Negeri Nogotirto. Kuesioner yang diujikan terdiri dari 4 indikator yang dijabarkan ke dalam 25 pernyataan. Peneliti menggunakan SPSS 16 untuk memudahkan dalam perhitungan. Hasil perhitungan SPSS 16 menunjukkan bahwa dari 25 item pernyataan yang terdapat pada kuisioner menunjukkan bahwa 25 item valid dan 2 item tidak valid. Cara lain yang digunakan peneliti untuk menentukan kevalidan suatu item pernyataan dengan melihat hasil Pearson Correlation terdapat tanda asteris(*). Jika pada nomor item pernyataan terdapat tanda (**) yang disebut Correlation is significant at 0.01 level (2-tailed) atau terdapat tanda (*) yang disebut Correlation is significant at 0.05 level maka item pernyataan valid. Correlation is significant at 0.01 level (2-tailed) berarti pernyataan memiliki taraf signifikan sebesar 1%, sehingga dapat dikatakan valid jika hasil Pearson Correlation lebih kecil dari

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 0,01. Sama halnya dengan Correlation is significant at 0.05 level berarti item pernyataan memiliki taraf signifikan sebesar 5%, sehingga item pernyataan juga dikatakan valid jika hasil Pearson Correlation lebih kecil dari 0,05. Hasil uji validitas empiris kuesioner minat dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3.25 Hasil Uji Validitas Empiris Kuesioner Minat No. Item 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 r hitung 0,485 ** 0,651 ** 0,406 * 0,515 ** 0,378 * 0,522 ** 0,430 * 0,523 ** 0,527 ** 0,545 ** 0,746 ** 0,637 ** 0,323 0,686 ** 0,514 ** 0,277 0,536 ** 0,368 * 0,421 * 0,496 ** 0,508 ** 0,619 ** 0,559 * 0,383 * 0,585** r tabel 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak valid Valid Valid Tidak valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tabel di atas merupakan hasil uji empiris kuesioner minat siswa. pada awalnya, item kuesioener minat siswa berjumlah 25 tetapi setelah di ujikan di SD Negeri Nogotirto menjadi 23 item, ada 2 item yang tidak valid. Peneliti

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 menggunakan 23 item penyataan yang valid tersebut untuk mengukur minat siswa. Kisi-kisi kuisioner setelah validitas dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 3.26 Kisi-kisi Kuisioner Minat Setelah Validitas No. 1. Indikator Siswa memiliki rasa senang saat pembelajaran IPA Item Pernyataan Valid Item Pernyataan Tidak Valid Saya menyiapkan alat tulis sebelum pelajaran dimulai Pada saat pembelajaran IPA, saya bersikap ceria Saya sudah siap di dalam kelas sebelum pelajaran IPA di mulai Saya tidak mengeluh pada saat mengikuti pembelajaran IPA Saya bersemangat saat mengikuti pembelajaran IPA Saya ingin mendapatkan nilai yang baik pada mata pelajaran IPA Saya menyukai pelajaran IPA 2. Siswa memperhatikan saat proses pembelajaran IPA Saya memperhatikan seluruh proses pembelajaran Saya menyimak penjelasan guru Saya tidak melamun saat pelajaran IPA Saya berkonsentrasi saat pelajaran IPA Saya mencatat penjelasan guru saat pelajaran IPA Saya melihat guru ketika guru sedang menjelaskan 3. Siswa terlibat dalam proses pembelajaran IPA Saya menjawab pertanyaan guru Saya ikut melakukan percobaan dalam kelompok Saya memberikan pendapat saat diskusi kelompok 4. Siswa berinisiatif mencari informasi baru Jumlah Saya bekerja sama dengan kelompok Saya mengerjakan tugas saat pelajaran IPA Saya menanggapi penjelasan guru Saya belajar tanpa paksaan dari orang lain Saya membaca atau mencari materi dari sumber lain Saya mau mempelajari kembali materi yang sudah diajarkan Saya bertanya hal-hal lain yang berkaitan dengan materi Saya tertarik melakukan percobaan pada saat pembelajaran Saya membuat ringkasan tanpa diminta guru mengenai materi yang telah dipelajari 23 item pernyataan 2 item pernyataan

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 Tebel di atas merupakan tabel kisi-kisi kuesioner valid yang berjumlah 23 item pernyataan. Pada awalnya, kuesioner berjumlah 25 item pernyataan dan setelah di ujikan, ada 2 pernyataan yang tidak valid. Pada indikator pertama yaitu rasa senang, semua pernyataan valid. Pada indikator kedua yaitu perhatian, ada satu pernyataan yang tidak valid yaitu “saya melihat guru ketika guru sedang menjelaskan. Pada indikator ketiga yaitu “keterlibatan”, ada satu pernyataan yang tidak valid yaitu “saya memberikan pendapat saat diskusi kelompok”. Pada indikator terakhir yaitu “inisiatif”, semua pernyataan valid. 2. Reliabilitas Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama, akan menghasilkan data yang sama (Sugiyono, 2010 : 173). Untuk uji reliabilitas instrumen, digunakan metode Alpha Cronbach dengan rumus sebagai berikut (Djiwandono, 2008: 180). Keterangan: 𝛼 = 2 �1 − 𝑠1 2 + 𝑠2 2 � 𝑠𝑠 2 𝛼 = reliabilitas cronbach alpha seluruh tes 𝑆1 = simpangan baku tes bagian ke – 1 𝑆2 = simpangan baku tes bagian ke – 2 𝑆𝑠 = simpangan baku seluruh tes Kriteria yang digunakan untuk mengambil kesimpulan adalah jika 𝛼 hitung lebih besar dari 𝛼 tabel, maka data tersebut reliabel. Dalam pelaksanaan uji validitas, peneliti menggunakan SPSS 16 untuk untuk memudahkan dalam

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 perhitungan. Koefisien reliabilitas menurut Masidjo (1995: 2009) dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3.27 Koefisien Reliabilitas Koefisien Korelasi 0,91 – 1,00 0,71 – 0,90 0,41 – 0,70 0,21 – 0,40 Negatif – 0,20 Kualifikasi Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah Tabel di atas merupakan tabel koefisien reliabilitas, apabila koefisien berada dalam interval 0,91-1,00 maka data tersebut memiliki tingkat reliabilitas yang sangat tinggi. Apabila koefisien yang didapat 0,71-0,90 maka data tersebut memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi. Apabila koefisien berada dalam interval 0,41-0,70 maka data tersebut memiliki tingkat reliabilitas yang cukup. Apabila koefisien berada dalam interval 0,21-0,40 maka data tersebut memiliki tingkat reliabilitas yang rendah. Apabila koefisien berada dalam interval negatif-0,21 maka data tersebut memiliki tingkat reliabilitas yang sangat rendah. Hasil uji reliabilitas minat, evaluasi siklus I dan siklus II dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3.28 Hasil Uji Reliabilitas Kuisioner Minat Cronbach’s Alpha N of Items .879 23

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 Tabel 3.27 merupakan hasil uji reliabilitas kuisioner minat menggunakan perhitungan SPSS menggunakan rumus Cronbach’s Alpha. Hasil uji reliabilitas kuesioner minat sebesar 0,874. Hal ini menunjukkan bahwa kuesioner minat yang dibuat peneliti mempunyai tingkat reliabilitas yang tinggi sehingga dapat digunakan dalam penelitian. Hasil SPSS 16.0 uji reliabilitas soal kuesioner dapat dilihat pada lampiran 5. Peneliti juga melakukan uji reliabilitas pada soal evaluasi siklus I. Hasilnya sebagai berikut: Tabel 3.29 Hasil Uji Reliabilitas Evaluasi Siklus 1 Cronbach’s Alpha .918 N of Items 20 Tabel di atas merupakan hasil uji reliabilitas kuisioner minat menggunakan perhitungan SPSS menggunakan rumus Cronbach’s Alpha. Hasil uji reliabilitas kuesioner minat sebesar 0,918. Hal ini menunjukkan bahwa kuesioner minat yang dibuat peneliti mempunyai tingkat reliabilitas yang sangat tinggi sehingga dapat digunakan dalam penelitian. Hasil SPSS 16.0 uji reliabilitas soal evaluasi siklus I dapat dilihat pada lampiran 5. Peneliti juga melakukan uji reliabilitas pada soal evaluasi siklus II. Hasilnya sebagai berikut. Tabel 3.30 Hasil Uji Reliabilitas Evaluasi Siklus 2 Cronbach’s Alpha N of Items .934 20

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 Tabel 3.30 merupakan hasil uji reliabilitas kuisioner minat menggunakan perhitungan SPSS menggunakan rumus Cronbach’s Alpha. Hasil uji reliabilitas kuesioner minat sebesar 0,887. Hal ini menunjukkan bahwa kuesioner minat yang dibuat peneliti mempunyai tingkat reliabilitas yang sangat tinggi sehingga dapat digunakan dalam penelitian. Hasil SPSS 16.0 uji reliabilitas soal evaluasi siklus II dapat dilihat pada lampiran 5. H. Indeks Kesukaran Menurut Roslina (2009: 266), perhitungan tingkat kesukaran soal adalah pengukuran seberapa besar derajad kesukaran suatu soal. Suatu soal dikatakan baik apabila memiliki tingkat kesukaran yang seimbang. Menurut Sudjana (2009: 137), kriteria yang digunakan adalah makin kecil indeks yang diperoleh, makin sulit soal tersebut sedangkan makin besar indeks yang diperoleh makin mudah soal tersebut. Berikut ini adalah kriteria indeks kesukaran soal menurut Masidjo (1995: 137). Tabel 3.31 Kriteria Indeks Kesukaran IK Kualifikasi IK 0,81-1,00 0,61-0,80 0,41-0,60 0,21-0,40 0,00-0,20 Mudah Sekali (MS) Mudah (Md) Sedang (Sd) Sukar (Sk) Sukar Sekali (SS) Tingkat kesukaran soal dihitung menggunakan rumus: IK = ∑𝑥 𝑆𝑚.𝑁 Keterangan:

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 IK = Indeks Kesukaran ∑x = Banyaknya jawaban benar yang diperoleh siswa dari suatu item Sm = Skor maksimal N = Jumlah peserta tes Tabel 3.31 merupakan kriteria indeks kesukaran menurut Masidjo dan dihitung menggunakan rumus. Apabila hasil yang didapat berada pada rentang 0,81-1,00 maka soal tersebut berada pada kualifikasi mudah sekali. Apabila hasil yang didapat berada pada rentang 0,61-0,80 maka soal tersebut berada pada kualifikasi mudah. Apabila hasil yang didapat berada pada rentang 0,41-0,60 maka soal tersebut berada pada kualifikasi sedang/cukup. Apabila hasil yang didapat berada pada rentang 0,21-0,40 maka soal tersebut berada pada kualifikasi sukar. Apabila hasil yang didapat berada pada rentang 0,00-0,20 maka soal tersebut berada pada kualifikasi sukar sekali. Peneliti menggunakan indeks kesukaran untuk melihat tingkat kesukaran soal evaluasi pada siklus I dan siklus II. Hasil perhitungan indeks kesukaran soal siklus I dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 3.32 Hasil Perhitungan Indeks Kesukaran Soal Siklus I No. 1 2 3 4 5 6 7 8 Jumlah Jawaban Benar 27 15 5 23 15 12 15 16 Jumlah Siswa Skor Maksimal 30 30 30 30 30 30 30 30 1 1 1 1 1 1 1 1 Indeks Kesukaran 0,90 0,50 0,17 0,77 0,50 0,40 0,50 0,53 Kualitatif Mudah sekali Cukup Sukar Sekali Mudah Cukup Sukar Cukup Cukup

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 9 10 22 24 30 30 1 1 0,73 Mudah 0,80 Mudah 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 15 24 15 14 15 18 10 9 15 20 15 24 5 21 14 15 5 15 20 17 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0,50 0,80 0,50 0,47 0,50 0,60 0,33 0,30 0,50 0,67 0,50 0,80 0,17 0,70 0,47 0,50 0,17 0,50 0,67 0,57 Cukup Mudah Cukup Cukup Cukup Cukup Sukar Sukar Cukup Mudah Cukup Mudah Sukar Sekali Mudah Cukup Cukup Sukar Sekali Cukup Mudah Cukup Tabel 3.32 merupakan tabel hasil indeks kesukaran soal pilihan ganda siklus I yang diujikan kepada 30 siswa. Hasil uji indeks kesukaran soal tersebut menunjukkan bahwa 2 soaal termasuk dalam kualifikasi sukar sekali, 3 soal termasuk dalam kualifikasi sukar, 15 soal dalam kualifikasi sedang/cukup, dan 9 soal yang termasuk dalam kualifikasi mudah dan 1 soal yang termasuk dalam kualifikasi mudah sekali. Setelah melakukan uji indeks kesukaran soal, peneliti kemudian membuat kisi-kisi indeks kesukaran. Kisi-kisi indeks kesukaran soal siklus I dapat dilihat pada tabel berikut:

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 Tabel 3.33 Kisi-kisi Indeks Kesukaran Soal Siklus 1 Indikator No. Soal Menyebutkan proses terjadinya perubahan wujud cair menjadi 1 padat dan padat menjadi cair 3 7 Menemukan peristiwa lain yang merupakan contoh perubahan 5 wujud cair menjadi padat menjadi cair 8 10 Merancang percobaan yang merupakan contoh perubahan 2 wujud cair menjadi padat dan perubahan wujud padat 4 menjadi cair 6 9 Menyebutkan proses terjadinya perubahan wujud cair menjadi 11 gas dan gas menjadi cair 13 Kisi-kisi MS MD C √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Menemukan peristiwa lain yang merupakan contoh perubahan 14 wujud cair menjadi gas menjadi cair 15 √ 17 √ √ 20 Menyebutkan proses terjadinya perubahan wujud padat menjadi gas 12 √ √ 18 √ 19 21 √ √ 23 √ 26 √ Menemukan contoh peristiwa perubahan wujud padat menjadi 22 gas 25 √ 29 √ 24 √ Merancang percobaan yang merupakan contoh perubahan wujud padat menjadi gas Keterangan: MS: Mudah Sekali MD: Mudah C: Cukup SK: Sukar SS: Sukar Sekali SS √ 16 Merancang percobaan yang merupakan contoh perubahan wujud cair menjadi gas dan perubahan wujud gas menjadi cair SK √ 27 √ 28 √ 30 √

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 Tabel 3.33 merupakan kisi-kisi indeks kesukaran soal pada siklus I. Soal yang berada pada kriteria mudah sekali yaitu soal nomor 1. Soal yang berada pada kriteria mudah yaitu soal nomor 4, 5, 9, 10, 12, 22, 24, 26, 29. Soal yang berada pada kriteria cukup yaitu nomor 2, 7, 8, 11, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 21, 23, 27, 28, 30. Soal yang berada pada kriteria sukar yaitu nomor 6, 19, 20. Soal yang berada pada kriteria sukar sekali berada pada nomor 3 dan 25. Peneliti juga menghitung indeks kesukaran soal siklus II. Berikut ini merupakan tabel hasil perhitungan indeks kesukaran soal siklus II. Tabel 3.34 Hasil Perhitungan Indeks Kesukaran Soal Siklus II No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Jumlah Jawaban Benar 26 11 25 22 24 25 18 25 22 15 30 27 27 16 25 25 13 28 28 19 Jumlah Skor Siswa Maksimal 30 1 30 1 30 1 30 1 30 1 30 1 30 1 30 1 30 1 30 1 30 1 30 1 30 1 30 1 30 1 30 1 30 1 30 1 30 1 30 1 Indeks Kesukaran 0.87 0.37 0.83 0.73 0.80 0.83 0.60 0.83 0.73 0.50 1.00 0.90 0.90 0.53 0.83 0.83 0.43 0.93 0.93 0.63 Kualitatif Mudah sekali Sukar Mudah sekali Mudah Mudah Mudah sekali Sedang Mudah sekali Mudah Sedang Mudah sekali Mudah sekali Mudah sekali Sedang Mudah sekali Mudah sekali Sedang Mudah sekali Mudah sekali Mudah

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 25 28 16 29 11 28 28 27 19 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Tabel 3.34 merupakan hasil 0.83 0.93 0.53 0.97 0.37 0.93 0.93 0.90 0.63 1.00 Mudah sekali Mudah sekali Sedang Mudah sekali Sukar Mudah sekali Mudah sekali Mudah sekali Mudah Mudah sekali perhitungan indeks kesukaran soal pilihan ganda siklus II diujikan kepada 30 siswa. Hasil uji indeks kesukaran soal tersebut menunjukkan bahwa tidak ada soal yang sukar, 6 soal dalam kualifikasi sedang, dan 9 soal yang termasuk dalam kualifikasi mudah dan 15 soal yang termasuk dalam kualifikasi mudah sekali. Setelah melakukan uji indeks kesukaran soal, peneliti kemudian membuat kisi-kisi indeks kesukaran. Kisi-kisi indeks kesukaran soal siklus II dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3.35 Kisi-kisi Indeks Kesukaran Soal Siklus II Kisi-kisi Indikator Menyebutkan macam-macam bahan penyusun benda Menemukan contoh benda berdasarkan bahan penyusunnya Mengelompokkan benda berdasarkan bahan penyusunnya No.Soal 1 5 7 21 25 2 4 9 22 29 3 6 10 23 MS √ √ √ √ √ √ √ √ MD √ C √ √ √ √ √ SK SS

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 Menjelaskan sifat bahan penyusun benda Membedakan bahan penyusun suatu benda berdasarkan sifatnya Menganalisis kegunaan benda berdasarkan bahan penyusunnya MS: Mudah Sekali MD: Mudah C: Cukup SK: Sukar SS: Sukar Sekali 30 8 13 15 20 26 11 16 18 24 27 12 14 17 19 28 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Tabel di atas merupakan kisi-kisi indeks kesukaran soal pada siklus I. Soal yang berada pada kriteria mudah sekali yaitu soal nomor 2, 5, 6, 7, 10, 11, 12, 14, 17, 20, 21, 25, 28, 29, 30. Soal yang berada pada kriteria mudah yaitu soal nomor 1, 3, 4, 9, 16, 19, 22, 25, 27. Soal yang berada pada kriteria cukup yaitu nomor 8, 13, 15, 18, 23, 26. Tidak ada soal yang berada pada kriteria sukar dan sukar sekali. I. Analisis Data 1. Analisis Minat Siswa Analisis data mengenai minat belajar siswa dihitung menggunakan kuesioner minat dan didukung dengan lembar observasi. Pada penelitian ini, peneliti melihat minat siswa melalui empat indikator minat belajar yang telah disusun. Empat indikator tersebut dikembangnkan menjadi beberapa item pernyataan.

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 Terdapat 23 pernyataan pada kuesioner yang dibuat oleh peneliti, dimana setiap pernyataan memiliki 5 pilihan jawaban yakni sangat setuju, setuju, raguragu, tidak setuju, dan sangat tidak setuju. Penyekoran yang digunakan untuk tiap pilihan jawaban menggunakan skala sikap Likert (Sugiyono, 2011: 136). Skor pada tiap jawaban kuesioner dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3. 36 Skor Tiap Jawaban Kuesioner Alternatif Jawaban Sangat Setuju Setuju Ragu-ragu Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Skor 5 4 3 2 1 Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa siswa dapat memperoleh skor maksimal yaitu 115 apabila menjawab sangat setuju untuk tiap item. Apabila siswa menjawab sangat tidak setuju untuk tiap item maka memperoleh skor minimal yaitu 23. Berdasarkan skor maksimal dan skor minimal dari kuesioner tersebut dapat diketahui jangkuan data (r). Jangkuan data (r) diperoleh dari selisih antara skor maksimal dengan skor minimal. Purwantiningsih (2010: 10) menjelaskan bahwa untuk menentukan lebar kelas suatu interval dapat dilakukan dengan membagi jangkuan data (r) dengan banyaknya kelas (k). Pada penelitian ini, peneliti membuat 5 interval yang akan digunakan untuk menentukan kriteria minat belajar. Kriteria minat siswa yang digunakan dapat dilihat pada Tabel III. 28.

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 Tabel 3. 37 Kriteria Minat Belajar Skor 23 – 41 42 – 60 61 – 79 80 – 98 99 – 117 Kriteria Minat Belajar Sangat Rendah Rendah Cukup Tinggi Sangat Tinggi Berdasarkan tabel di atas, skor perolehan antara rentang 23 sampai dengan 41 masuk dalam kriteria minat sangat rendah. Skor perolehan antara rentang 42 sampai dengan 60 masuk dalam kriteria minat rendah, skor perolehan antara rentang 61 sampai dengan 79 masuk dalam kriteria minat cukup, skor perolehan antara rentang 80 sampai dengan 98 masuk dalam kriteria minat tinggi. Untuk skor perolehan antara rentang 99 sampai 117 masuk dalam kriteria minat sangat tinggi. Rumus yang digunakan untuk mengitung skor rata-rata minat sebagai berikut: Rata-rata skor minat = Jumlah skor minat per indikator Jumlah seluruh siswa Hasil dari perhitungan rata-rata skor tiap indikator minat tersebut selanjutnya dibandingkan dengan data kondisi awal dan target keberhasilan untuk menentukan kesimpulan apakah terjadi peningkatan atau tidak terjadi peningkatan. Selain menghitung rata-rata skor minat tiap indikator, peneliti juga menghitung persentase siswa yang memiliki minimal cukup berminat. Persentase siswa yang masuk kategori minimal cukup berminat dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: Jumlah siswa yang memiliki minimal cukup berminat x 100 Jumlah seluruh siswa

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 2. Analisis Prestasi Siswa Dalam menentukan prestasi belajar siswa, peneliti melihat dari 3 ranah yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik. Ranah kognitif diukur dengan menentukan rata-rata nilai dari soal pilihan ganda. Ranah afektif diukur dengan menggunakan kuisioner minat dan ranah psikomotorik diukur dengan menggunakan rubrik penilaian psikomotorik. a. Penyekoran Pada penyekoran soal pilihan ganda, jawaban benar bernilai 1 dan jawaban salah bernilai 0 sehingga dalam menghitung nilai siswa dapat menggunakan rumus sebagai berikut: Nilai tes = Jumlah jawaban benar Jumlah soal x 100 Penyekoran pada ranah afektif, nilai diperoleh dari skor kuesioner minat siswa. Perhitungan nilai afektif adalah sebagi berikut: Nilai kuesioner = Selanjutnya, Total skor yang diperoleh siswa 115 penyekoran pada ranah x 100 psikomotorik perhitungan rubrik sebagai berikut: Nilai rubrik = b. Total skor yang diperoleh siswa Total skor maksimal x 100 Nilai akhir siswa Nilai akhir = nilai tes+nilai kuesioner+nilai rubrik 3 diperoleh dari

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 c. Presentase jumlah siswa yang mencapai KKM KKM yang ditentukan oleh sekolah pada mata pelajaran IPA adalah 70. Cara menentukan presentase jumlah siswa yang mencapai KKM dapat dihitung dengan menggunakan rumus: d. Jumlah siswa yang mencapai KKM x 100% Jumlah seluruh siswa Rata-rata nilai kelas Cara yang digunakan untuk menghitung rata-rata nilai kelas dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Rata-rata nilai kelas = e. Jumlah nilai seluruh siswa Jumlah seluruh siswa Membandingkan nilai rata-rata kelas dan persentase jumlah siswa yang mencapai KKM dengan target (indikator keberhasilan) untuk menentukan kesimpulan apakah terjadi peningkatan atau tidak terjadi peningkatan.

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV DESKRIPSI, HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini membahas mengenai deskripsi, hasil penelitian tindakan kelas siklus I dan siklus II serta pembahasannya. A. Deskripsi Penelitian Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan judul “Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar IPA dengan Menggunakan Pendekatan SCL Model PBL pada Siswa Kelas IVB SD Negeri Nogotirto Tahun Pelajaran 2012/2013”. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas IVB. Ruang kelas IVB terletak di belakang berdekatan dengan kamar mandi dan kantin. Ruang kelas IVB hanya mempunyai 1 lemari buku. Kelas ini sangat sempit, tidak mendapatkan penerangan yang cukup dan ventilasi udara yang sangat kurang. Siswa kelas IVB berjumalh 23 siswa, terdiri dari 10 siswa perempuan dan 13 siswa laki-laki. Penelitian ini dilaksanakan dengan dua siklus. Siklus pertama dilaksanakan sebanyak 3x pertemuan yaitu pada tanggal 11 November 2013-18 November 2013, sedangkan siklus kedua dilaksanakan sebanyak 2 x pertemuan yaitu pada tanggal 25 November 2013-2 Desember 2013. Waktu yang diperlukan setiap pertemuan adalah 2 x 35 menit. 1. Siklus I a. Perencanaan Pada tahap perencanaan, peneliti menyiapkan instrumen yang dibutuhkan dalam penelitian seperti perangkat pembelajaran dan kuesioner. Setelah peneliti mendapatkan materi lalu peneliti memahami, kemudian peneliti membuat 98

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 perangkat pembelajaran yang meliputi silabus, RPP, ringkasan materi, LKS, soal evaluasi, dan media pembelajaran dengan menggunakan Problem Based Learning. Setelah perangkat pembelajaran selesai dibuat, peneliti melakukan uji validitas kepada dosen, kepala sekolah dan guru. Peneliti melakukan uji validitas kepada mereka dikarenakan menurut peneliti, mereka sudah lebih ahli dalam hal perangkat pembelajaran. Selain perangkat pembelajaran, peneliti juga menyiapkan lembar observasi dan kuesioner yang juga divalidasi oleh para ahli. Validasi empiris dilakukan pada soal evaluasi dan kuesioner setelah validasi rasional. Validasi empiris soal evaluasi dilakukan di SD Negeri Nogotirto kelas VB. Peneliti memilih kelas V karena materi ini sudah mereka terima di kelas IV. Validasi kuesioner dilakukan di SD Negeri Nogotirto kelas VI. Peneliti memilih kelas VI karena siswa kelas VI berjumlah 30 siswa. Kemudian peneliti melakukan perhitungan validitas dan reliabilitas menggunakan SPSS. b. Pelaksanaan Setelah mendapatkan instrumen yang valid dan reliabel, kemudian peneliti masuk ke tahap berikutnya yaitu tahap pelaksanaan. Pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 11 November 2013 yang diawali dengan kegiatan pembuka yaitu doa, salam dan presensi dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Pada kegiatan awal ini, peneliti bersama siswa menyanyikan lagu “ibu guru punya kotak” sebagai motivasi. Lalu guru melakukan apresepsi dengan melakukan tanya jawab mengenai lagu yang telah dinyanyikan dan menunjukkan beberapa gambar cokelat. Setelah melakukan apersepsi, kemudian guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan selanjutnya masuk ke dalam kegiatan inti. Model pembelajaran

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI100 yang digunakan dalam penelitian ini adalah Problem Based Learning dan metode yang digunakan adalah tanya jawab, presentasi, diskusi kelompok dan ceramah. Kegiatan inti dilakukan berdasarkan langkah–langkah dalam Problem Based Learning. Siswa masuk ke dalam kelompok-kelompok kecil dan diberikan LKS. Pada kegiatan pertama, siswa diajak untuk mengidentifikasi masalah yang disampaikan oleh guru mengenai “perubahan wujud cair ke padat dan padat ke cair”. Guru membimbing siswa dalam mengidentifikasi masalah. Masalah yang diangkat adalah “bagaimana cokelat batang bisa menjadi cokelat cair dan cokelat cair bisa menjadi cokelat batang?”, guru membimbing siswa untuk menemukan jawaban sementara dari permasalahan tersebut dan menuliskannya di dalam LKS. Setelah siswa menuliskan jawaban sementara, selanjutnya siswa merancang kegiatan penyelesaian masalah berupa rancangan kegiatan percobaan untuk membuktikan jawaban mereka pada kegiatan mengidentifikasi masalah. Siswa menuliskan alat dan bahan yang dibutuhkan dalam melakukan percobaan dan menuliskan langkah-langkah percobaan yang akan dilakukan. Kegiatan selanjutnya adalah melaksanakan kegiatan penyelesaian masalah, dalam kegiatan ini setiap kelompok melakukan percobaan berdasarkan rancangan yang telah dibuat pada kegiatan sebelumnya dan mencatat hasil pengamatan. Kegiatan selanjutya adalah kegiatan tutorial, pada kegiatan ini setiap kelompok melaporkan hasilnya kepada guru kelas seperti ada tidaknya hambatan dalam melaksanakan percobaan dan berhasil atau tidaknya percobaan yang telah dilakukan serta menerima masukan dari guru. Lalu, setiap kelompok melanjutkan kegiatan penyelesaian masalah. Dalam kegiatan ini, yang dilakukan siswa adalah

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI101 mendiskusikan masukan dari guru untuk menyempurnakan hasil percobaan yang telah mereka lakukan pada kegiatan sebelumnya. Kegiatan terakhir adalah setiap kelompok harus menyusun laporan percobaan yang telah mereka kerjakan di dalam LKS. Dalam kegiatan ini, mereka harus menyusun lapoan percobaan dengan melengkapi jawaban pada LKS mereka, mereka di ajak untuk membuat kesimpulan dari percobaan yang telah dilakukan. Setelah kegiatan inti selesai, lalu siswa bersama guru membuat kesimpulan secara keseluruhan mengenai kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan dan bertanya jawab mengenai hal-hal yang belum diketahui oleh siswa. Kegiatan penutup dilakukan dengan penyampaian tindak lanjut, pengisian kuesioner dan refleksi serta salam penutup. Pertemuan kedua pada siklus 1 dilaksanakan pada tanggal 12 November 2013. Diawali dengan kegiatan pembuka yaitu doa, salam dan presensi dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Apersepsi pada pertemuan kedua adalah membahas mengenai materi pada pertemuan pertama untuk mengingatkan siswa kembali. Setelah apersepsi, guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai yaitu “perubahan wujud cair menjadi gas dan gas menjadi cair”. Kegiatan inti pada pertemuan kedua tidak jauh berbeda dengan kegiatan inti pada pertemuan pertama. Kegiatan inti dilakukan berdasarkan langkah–langkah dalam problem based learning. Siswa masuk dalam kelompok-kelompok kecil dan diberikan LKS. Pada kegiatan pertama, siswa diajak untuk mengidentifikasi masalah yang disampaikan oleh guru mengenai “Apa yang terjadi pada air sebelum direbus dan setelah direbus?, Mengapa hal ini dapat terjadi?, Apa yang

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI102 terjadi pada gelas yang berisi air sebelum ditambahkan es dan sesudah ditambahkan es? Mengapa hal ini dapat terjadi?”, guru membimbing siswa untuk menemukan jawaban sementara dari permasalahan tersebut dan menuliskannya di dalam LKS. Selanjutnya siswa merancang kegiatan penyelesaian masalah berupa rancangan kegiatan percobaan untuk membuktikan jawaban yang telah mereka tuliskan pada kegiatan mengidentifikasi masalah. Siswa menuliskan alat dan bahan yang dibutuhkan serta langkah-langkah dalam melakukan percobaan. Kegiatan selanjutnya adalah melaksanakan kegiatan penyelesaian masalah, dalam kegiatan ini setiap kelompok melakukan percobaan serta mengamati percobaan tersebut berdasarkan rancangan yang telah dibuat pada kegiatan sebelumnya dan mencatat hasil pengamatan. Kegiatan selanjutya adalah kegiatan tutorial, pada kegiatan ini setiap anggota dalam kelompok saling berdiskusi, memberikan kontribusidalam menyelesaikan percobaannya dan setiap kelompok melaporkan hasilnya kepada guru kelas seperti ada tidaknya hambatan dalam melaksanakan percobaan dan berhasil atau tidaknya percobaan yang telah dilakukan serta menerima masukan dari guru. Lalu, setiap kelompok melanjutkan kegiatan penyelesaian masalah. Dalam kegiatan ini, yang dilakukan siswa adalah mendiskusikan masukan dari guru untuk menyempurnakan hasil percobaan yang telah mereka lakukan pada kegiatan sebelumnya. Kegiatan terakhir adalah setiap kelompok harus menyusun laporan percobaan yang telah mereka kerjakan di dalam LKS. Setelah kegiatan inti selesai, lalu siswa bersama guru membuat kesimpulan dan bertanya jawab mengenai hal-hal yang belum diketahui oleh siswa. Kegiatan penutup dilakukan

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI103 dengan penyampaian tindak lanjut, pengisian kuesioner dan refleksi serta salam penutup. Pertemuan ketiga dilakukan pada tanggal 18 November 2013. Pada pertemuan ketiga ini siswa bersama guru melakukan tepuk semangat untuk menambah semangat para siswa dalam belajar yang kemudia dilakukan apresepsi dengan mengulangi materi pertemuan sebelumnya dan penyampaian tujuan pembelajaran mengenai “perubahan wujud gpadat menjadi gas dan gas menjadi padat”. Kegiatan inti pada pertemuan kedua tidak jauh berbeda dengan kegiatan inti pada pertemuan pertama dan kedua. Kegiatan inti dilakukan berdasarkan langkah–langkah dalam Problem Based Learning. Siswa masuk dalam kelompokkelompok kecil dan diberikan LKS. Pada kegiatan pertama, siswa diajak untuk mengidentifikasi masalah yang disampaikan oleh guru mengenai “Mengapa pengharum ruangan bisa menghasilkan bau yang harum?”. Guru membimbing siswa untuk menemukan jawaban sementara dari pertanyaan tersebut. Selanjutnya siswa merancang kegiatan penyelesaian masalah berupa rancangan kegiatan percobaan untuk membuktikan jawaban pada kegiatan mengidentifikasi masalah. Dalam kegiatan ini, siswa menuliskan alat dan bahan yang dibutuhkan serta langkah-langkah dalam melakukan percobaan. Kegiatan selanjutnya adalah melaksanakan kegiatan penyelesaian masalah, dalam kegiatan ini setiap kelompok melakukan percobaan serta mengamati percobaan tersebut berdasarkan rancangan yang telah dibuat pada kegiatan sebelumnya dan mencatat hasil pengamatan. Kegiatan selanjutya adalah kegiatan tutorial, pada kegiatan ini setiap kelompok melaporkan hasilnya kepada

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI104 guru kelas seperti ada tidaknya hambatan dalam melaksanakan percobaan dan berhasil atau tidaknya percobaan yang telah dilakukan serta menerima masukan dari guru. Lalu, setiap kelompok melanjutkan kegiatan penyelesaian masalah. Dalam kegiatan ini, yang dilakukan siswa adalah mendiskusikan masukan dari guru untuk menyempurnakan hasil percobaan yang telah mereka lakukan pada kegiatan sebelumnya. Kegiatan terakhir adalah setiap kelompok harus menyusun laporan percobaan yang telah mereka kerjakan di dalam LKS. Setiap kelompok melengkapi jawaban-jawaban pada LKS dan membuat kesimpulan dari percobaan yang telah mereka lakukan. Setelah kegiatan inti selesai, lalu siswa bersama guru membuat kesimpulan mengenai kegiatan pembelajaran pada hari itu dan bertanya jawab mengenai halhal yang belum diketahui oleh siswa. Kegiatan penutup dilakukan dengan penyampaian tindak lanjut, pengisian kuesioner, refleksi, soal evaluasi serta salam penutup. c. Observasi Observasi pada siklus 1 dilakukan menggunakan lembar observasi dan kuesioner untuk mengetahui minat siswa. Penelitian ini dibantu oleh 2 orang observer yang ikut mengamati pada saat pembelajaran berlangsung. Observasi dilakukan dengan subjek yang berbeda. Observer pertama mengobservasi 11 siswa dan observasi kedua mengamati 12 siswa. Hal ini dilakukan agar observer lebih mudah dalam mengamati siswa. Observer dalam penelitian ini bertugas untuk melihat jalannya proses pembelajaran serta melakukan penilaian afektif dan penilaian psikomotorik. Penilaian afektif dan psikomotorik dilakukan dengan

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI105 menggunakan lembar observasi. Pengamat tinggal memberikan tanda check list pada lembar observasi apabila aktivitas siswa sesuai dengan kriteria yang ada. Selain itu observer juga bertugas untuk mendokumentasikan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan video camera. Pengamat melakukan pengamatan pada ranah afektif dan psikomotorik. Pengamatan pada ranah afektif yang dilakukan yaitu mengenai minat belajar siswa. Penilaian afektif ini dilakukan pada saat siswa mengikuti proses pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi. Pengamatan afektif ini dilakukan pada pertemuan pertama, kedua, dan ketiga. Pengamatan psikomotorik yang dilakukan untuk melihat tentang kemampuan siswa dalam menggunakan alat dan bahan pada saat mengerjakan LAS secara berkelompok. Pengamat melakukan penilaian psikomotorik terhadap siswa dengan mengunakan rubrik penilaian psikomotorik. Penilaian psikomotorik ini dilakukan pada pertemuan pertama, kedua, dan ketiga pada saat siswa mengerjakan LAS secara berkelompok. d. Refleksi Peneitian yang dilakukan sudah sesuai dengan rencana tindakan pada RPP yang telah dibuat. Hasil observasi menunjukkan bahwa penelitian siklus 1 belum sepenuhnya meningkatkan minat siswa sesuai target yang telah ditentukan yaitu indikator “perhatian siswa”. Oleh karena itu, peneliti melanjutkan penelitian ke siklus 2. Tidak berhasilnya penelitian pada siklus 1 dikarenakan banyak kendala, mereka kebingungan dalam mengerjakan LKS karena sebelumnya guru lupa untuk membacakan perintah. Pada saat siswa berada di dalam kelompok, hanya beberapa siswa saja yang mengerjakan sedangkan siswa yang lain hanya bermain-

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI106 main. Pada saat guru menjelaskan materi, masih ada siswa yang tidak mengarah ke guru maupun papan tulis. Lalu peneliti membuat jalan keluar agar kegagalan penelitian di siklus I tidak terjadi pada penelitian di siklus II. Penelitian siklus II direncanakan dengan penggunaan media pembelajaran yang berbeda dengan siklus I dan pembelajaran di siklus II adalah outing class. Pada akhir kegiatan pembelajaran, siswa mengisi kuesioner. Kuesioner yang telah diisi siswa merupakan alat pengukur ketercapaian minat yang diperoleh dari rata-rata kuesioner yang telah diisi siswa pada setiap pertemuan. Selain kuesioner, siswa mengerjakan soal evaluasi di akhir siklus untuk melihat ketercapaian prestasi siswa pada siklus I. Target capaian siklus I dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4.1 Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar Siklus 1 Indikator Minat Sikap ceria Perhatian Keterlibatan Inisiatif Presentase siswa yang memiliki minimal cukup berminat Prestasi Siswa yang lulus KKM Rata-rata nilai Deskriptor Kondisi awal Jumlah skor minat seluruh siswa pada indikator 4 dibagi jumlah seluruh siswa Jumlah siswa yang memiliki minimal cukup berminat dibagi jumlah seluruh siswa dikali 100% Jumlah siswa yang lulus KKM dibagi jumlah seluruh siswa dikali 100 Jumlah nilai yang diperoleh dibagi jumlah siswa Capaian siklus 1 2 ,3 3 Target capaian siklus 1 2 ,8 3 ,5 2 ,7 2,78 60,87% 3 ,2 3,28 75% 3,63 3,60 78,26% 62,85 % 70 % 68 75 3,37 2,33 Ket Tercapai Tidak tercapai Tercapai Tercapai Tercapai 78,26% Tercapai 77,69 Tercapai

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI107 Tabel 4.1 merupakan hasil dari penelitian siklus I yang dilihat dari hasil kuesioner minat belajar siswa dan hasil prestasi belajar siswa. Hasil minat belajar siswa pada penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan pada semua indikator minat kecuali pada indikator kedua yaitu perhatian siswa sehingga penelitian ini akan dilanjutkan pada siklus II. Pada kondisi awal rata-rata skor indikator minat pertama adalah 2,3, indikator minat kedua adalah 3, indikator ketiga adalah 2,7 dan indikator keempat adalah 2,78. Sedangkan pada kondisi awal persentase siswa yang memiliki minimal cukup berminat yaitu 60,87%. Target capaian yang ditentukan untuk hasil minat belajar dalam penelitian ini yaitu 2,8 untuk indikator pertama, 3,5 untuk indikator kedua, 3,2 untuk indikator ketiga dan 3,28 untuk indikator keempat. Sedangkan target capaian untuk persentase siswa yang memiliki minimal cukup berminat yaitu 75%. Adapun hasil capaian minat belajar siswa dalam penelitian siklus I yaitu 3,37 untuk indikator pertama, 2,33 untuk indikator kedua, 3,63 untuk indikator ketiga, dan 3,60 untuk indikator keempat. Selain itu, capaian persentase siswa yang memiliki minimal cukup berminat adalah 77,71%. Hasil prestasi belajar pada penelitian ini telah menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan dengan kondisi awal. Hasil prestasi belajar dilihat dari 2 indikator yaitu siswa yang lulus KKM dan rata-rata nilai kelas. Pada kondisi awal, jumlah siswa yang lulus KKM yaitu 62,85% dan rata-rata nilai kelas adalah 68. Target capaian yang ditentukan untuk indikator siswa yang lulus KKM adalah 70%. Adapun hasil capaian untuk siswa yang lulus KKM adalah 78,26% atau sebanyak 18 siswa yang lulus KKM dari 23 siswa. Hal tersebut menunjukkan

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI108 bahwa sudah terjadi peningkatan sebesar 15,41% pada indikator siswa yang lulus KKM dan sudah mencapai target yang ditentukan. Target capaian untuk indikator rata-rata nilai kelas adalah 75. Adapun hasil capaian untuk indikator rata-rata kelas adalah 77,69. Hal tersebut menunjukkan bahwa pada indikator rata-rata nilai kelas sudah mencapai target yang telah ditentukan. 2. Siklus II Peneliti melanjutkan ke siklus 2 karena ada satu indikator minat yang belum tercapai yaitu perhatian. Sedangkan untuk indikator minat yang sudah mencapai target pada siklus I adalah pemantapan di siklus II. Walaupun hanya pemantapan, peneliti tetap menentukan target yang harus dicapai di siklus 2. Peneliti melakukan beberapa perubahan dalam siklus 2 ini. Peneliti membuat kelompok siswa yang semakin sedikit yaitu setiap kelompok berjumlah 4 siswa. Peneliti berharap dengan kelompok yang semakin kecil, perhatian siswa meningkat dan target dapat tercapai. Selain itu, pembelajaran pada siklus II ini diadakan di luar kelas agar siswa tidak bosan dan alat bahan yang digunakan juga bervariasi. a. Perencanaan Perencanaan pada siklus II tidak jauh berbeda dengan siklus I, peneliti menyiapkan instrumen yang dibutuhkan dalam penelitian seperti pada penelitian siklus I yaitu perangkat pembelajaran dan kuesioner. Setelah peneliti mendapatkan materi lalu peneliti memahami materi kemudian peneliti membuat perangkat pembelajaran yang meliputi silabus, RPP, ringkasan materi, LKS, soal

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI109 evaluasi, dan media pembelajaran. Setelah perangkat pembelajaran selesai dibuat, peneliti kemudian melakukan uji validasi kepada dosen, kepala sekolah dan guru. Selain perangkat pembelajaran, peneliti juga menyiapkan lembar observasi dan kuesioner yang juga divalidasi oleh para ahli. Lembar observasi dan kuesioner pada siklus II ini sama dengan lembar observasi dan kuesioner yang digunakna pada siklus I. Soal evaluasi dan kuesioner dilakukan validasi empiris setelah validasi rasional. Validasi empiris soal evaluasi dilakukan di SD Negeri Jongkang kelas VA. Peneliti memilih SD Negeri Jongkang karena menurut peneliti, SD Negeri Jongkang memiliki karakteristik siswa yang sama dengan SD Negeri Nogotirto. Validasi kuesioner dilakukan di SD Negeri Nogotirto kelas VI karena jumlah siswa ada 30 siswa. Kemudian peneliti melakukan perhitungan validitas dan reliabilitas menggunakan SPSS. b. Pelaksanaan Siklus 2 dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan. Kompetensi dasar pada siklus 2 ini berbeda dengan kompetensi dasar pada siklus 1 yaitu tentang “Sifat bahan dan kegunaannya”. Pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 19 November 2013 mengenai “hubungan sifat bahan dan kegunaannya”. Kegiatan dimulai dengan doa, presensi, motivasi, apersepsi dan penyempaian tujuan pembelajaran. Pada kegiatan apersepsi dan motivasi, guru mengajak siswa untuk bernyanyi lagu ubahan “Di sini senang, di sana senang”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tanya jawab, diskusi, kerja kelompok, observasi, pemberian tugas, demonstrasi.

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI110 Kegiatan inti dimulai dengan pengamatan. Siswa mengamati benda-benda sekitar yang dibawa oleh guru kemudian melakukan tanya jawab mengenai bendabenda tersebut. Kemudian siswa masuk ke dalam kelompok untuk mengerjakan LKS. Lembar Kegiatan Siswa dirancang berdasarkan kegiatan dalam problem based learning. Dalam kegiatan mengidentifikasi masalah, siswa berdiskusi untuk memahami masalah dan membuat penyelesaiannya. Dalam kegiatan ini, guru membimbing mereka dalam membuat jawaban sementara dari permasalahan tersebut. Masalah yang diangkat adalah “apakah benda-benda yang ada di sekitar kita terbuat dari bahan yang sama?”. Setelah siswa menemukan jawabannya, kemudian siswa merancang kegiatan penyelesaian masalah. Siswa merancang kegiatan penyelesaian masalah dalam kegiatan inti sesuai dengan penyelesaian masalah yang telah dibuat pada kegiatan sebelumnya. Setiap kelompok memilih ruangan yang akan mereka amati, seperti ruang kelas, kamar mandi, kantin dan perpustakaan. Setiap orang dalam kelompok saling berbagi tugas untuk menyiapkan tabel pengamatan. Kegiatan selanjutnya adalah melaksanakan kegiatan penyelesaian masalah. Dalam kegiatan ini, yang dilakukan siswa adalah mengamati benda-benda yang ada di tempat yang sudah mereka pilih kemudian siswa menuliskan benda-benda tersebut di dalam tabel dilengkapi dengan bahan penyusunnya. Kegiatan selanjutnya adalah kegiatan tutorial, dalam kegiatan ini setiap kelompok melaporkan hasilnya kepada guru dengan mempresentasikan hasil yang didapat di depan kelas serta mencatat masukan dari guru. Kegiatan selanjutnya adalah melanjutkan kegiatan penyelesaian masalah, dalam kegiatan ini mereka mendiskusikan masukan dari guru untuk

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI111 menyempurnakan hasil presentasi yang telah mereka lakukan pada kegiatan sebelumnya. Kegiatan terakhir adalah setiap kelompok harus menyusun laporan yang telah mereka kerjakan di dalam LKS. Dalam menyusun laporan, mereka harus mengelompokkan benda-benda berdasarkan bahan penyusun yang berbeda dan membuat kesimpulan. Setelah kegiatan inti selesai, lalu siswa bersama guru membuat kesimpulan mengenai kegiatan pembelajaran pada hari ini dan bertanya jawab mengenai hal-hal yang belum diketahui oleh siswa. Kegiatan penutup dilakukan dengan penyampaian tindak lanjut, pengisian kuesioner, refleksi, dan salam penutup. Pertemuan kedua siklus II dilaksanakan pada tanggal 21 November 2013 mengenai “sifat bahan dan kegunaannya”, yang membedakan antara pertemuan pertama dan kedua terletak pada kegiatan inti. Kegiatan awal dimulai dengan doa, presensi, motivasi, apersepsi dan penyempaian tujuan pembelajaran. Pada kegiatan apersepsi dan motivasi, guru mengajak siswa untuk bernyanyi lagu ubahan “tik-tik-tik bunyi hujan”. Metode yang digunakan dalam penelitianini adalah tanya jawab, diskusi, kerja kelompok, observasi, pemberian tugas, demonstrasi. Kegiatan inti dimulai dengan tanya jawab mengenai benda-benda yang telah mereka temukan pada pertemuan pertama lalu guru memberikan permasalahanpermasalahan mengenai sifat-sifat benda yang telah mereka bawa seperti bagaimana sifat dari bahan (kertas, kaca, plastik, besi, dll). Kemudian siswa masuk ke dalam kelompok seperti pada pertemuan sebelumnya. Di dalam

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI112 kelompok, siswa mengerjakan LKS. Dalam kegiatan mengidentifikasi masalah, siswa berdiskusi untuk memahami masalah dan membuat penyelesaiannya. Guru membimbing siswa dalam membuat jawaban sementara. Setelah siswa menemukan jawabannya, kemudian merancang kegiatan penyelesaian masalah. Siswa merancang kegiatan penyelesaian masalah sesuai dengan penyelesaian masalah yang telah dibuat pada kegiatan sebelumnya. Mereka akan melakukan percobaan untuk membuktikan sifat bahan penyusun benda. Mereka harus mendaftar terlebih dahulu benda-benda yang sudah mereka temukan pada pertemuan sebelumnya dan mengelompokkan berdasarkan bahan penyusunnya. Kegiatan selanjutnya adalah melaksanakan kegiatan penyelesaian masalah. Siswa melakukan percobaan untuk membuktikan jawaban mereka, misalnya benda yang terbuat dari kertas akan lebih mudah terbakah dibandingkan dengan benda yang terbuat dari kaca, benda yang terbuat dari kaca akan mudah pecah dibandingkan benda yang terbuat dari logam, setelah itu dalam kegiatan tutorial setiap kelompok melaporkan hasil percobaan yang telah dilakukan kepada guru dan menyampaikan hambatan-hambatan yang mereka temui selama percobaan dan menyimak penjelasan serta masukan dari guru. Kemudian siswa melanjutkan kegiatan penyelesaian masalah, dalam kegiatan ini setiap kelompok mendiskusikan masukan dari guru dan menuliskan jawabannya di dalam LKS serta mengisi tabel pengelompokan benda-benda berdasarkan mudah/ tidaknya terbakar, mudah/ tidaknya menyerap air, mudah/ tidaknya berubah bentuk apabila ditekan dan berdiskusi untuk menemukan kegunaan dari bahan-bahan tersebut. Kegiatan terakhir adalah setiap kelompok

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI113 harus menyusun laporan yang telah mereka kerjakan di dalam LKS. Selain itu, mereka juga harus membuat kesimpulan berdasarkan percobaan yang telah mereka lakukan.Setelah kegiatan inti selesai, lalu siswa bersama guru membuat kesimpulan dan bertanya jawab mengenai hal-hal yang belum diketahui oleh siswa. Kegiatan penutup dilakukan dengan penyampaian tindak lanjut, mengerjakan soal evaluasi, pengisian kuesioner, refleksi, dan salam penutup. c. Observasi Pengamatan pada siklus II sama dengan pengamatan pada siklus pertama. Pengamatan ini dilakukan menggunakan lembar observasi dan kuesioner untuk mengetahui minat siswa. Penelitian ini dibantu oleh 2 orang observer yang ikut mengamati pada saat pembelajaran berlangsung. Observasi dilakukan dengan subjek yang berbeda. Observer pertama mengobservasi 11 siswa dan observasi kedua mengamati 12 siswa. Hal ini dilakukan agar observer lebih mudah dalam mengamati siswa. Pengamat melakukan pengamatan pada ranah afektif dan psikomotorik. Pengamatan pada ranah afektif yang dilakukan yaitu mengenai minat belajar siswa. Penilaian afektif ini dilakukan pada saat siswa mengikuti proses pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi. Pengamatan afektif ini dilakukan pada pertemuan pertama dan kedua. Lembar observasi pengamatan minat belajar siswa yang digunakan pada siklus II ini sama dengan siklus I. Pengamatan psikomotorik dilakukan ketika siswa melakukan presentasi hasil percobaan yang telah dikerjakan secara berkelompok. Observer melakukan penilaian psikomotorik terhadap siswa dengan mengunakan rubrik penilaian

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI114 psikomotorik. Penilaian psikomotorik ini dilakukan pada pertemuan pertama dan kedua pada saat siswa mempresentasikan hasil percobaan secara berkelompok. d. Refleksi Pelaksanaan siklus II pada pertemuan pertama sudah berjalan sesuai dengan rencana. Pembelajaran pada siklus II berbeda dengan pembelajaran pada siklus I. Pada pertemuan pertama, pembelajaran dilakukan di luar kelas. Dalam pelaksanaannya tidak ada kendala, dengan pembelajaran di luar kelas membuat siswa lebih aktif dan saling terlibat di dalam kelompok. dalam pertemuan pertama ini, siswa melakukan observasi mengenai benda-benda yang ada di luar kelas berdasarkan bahan pembuatnya. Pada pertemuan kedua, dalam pelaksanaannya hanya ditemui sedikit kendala yaitu mengenai alat dan bahan yang digunakan dalam melakukan percobaan. Pada pertemuan pertama ini siswa diberikan lilin, obat nyamuk bakar, garam, air, dan juga korek api sebagai alat dan bahan dalam melakukan percobaan mengenai perubahan sifat benda. Ketika siswa melakukan percobaan secara berkelompok, ada beberapa siswa yang menyalakan lilin untuk bermainan lilin dan tidak mengikuti petunjuk yang ada pada LAS. Hal tersebut mengakibatkan siswa yang lainnya menjadi tidak fokus dalam mengerjakan LAS. Kendala tersebut segera diatasi oleh guru dengan cara meminta siswa untuk mengumpulkan kembali alat dan bahan apabila sudah selesai melakukan percobaan. Setiap kelompok mempresentasikan hasil percobaan yang telah dilakukan secara bergantian di depan kelas. Tidak ada kendala yang dijumpai

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI115 ketika siswa mempresentasikan hasil percobannya. Peningkatan minat dan prestasi siswa pada siklus II dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 4.2 Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar siklus II Minat Indikator Deskriptor Kondisi awal Sikap ceria Perhatian Jumlah skor minat seluruh siswa pada setiap indikator dibagi jumlah seluruh siswa Jumlah siswa yang memiliki minimal cukup berminat dibagi jumlah seluruh siswa dikali 100% Jumlah siswa yang luus KKM dibagi jumlah seluruh siswa dikali 100 Jumlah nilai yang diperoleh dibagi jumlah siswa Keterlibat an Inisiatif Presentase siswa yang memiliki minimal cukup berminat Prestasi Siswa yang lulus KKM Rata-rata nilai Capaia n siklus I Ket Target capaian siklus II Capaian siklus II 2 ,3 Targe t capai an siklus 1 2 ,8 3,37 Tercapai 3,87 4 ,1 Tercapai 3 3 ,5 2,33 3 ,5 3,95 Tercapai 2 ,7 3 ,2 3,63 Tidak tercapai Tercapai 4,13 4,55 Tercapai 2,78 3,28 3,60 Tercapai 4 ,1 4 ,5 Tercapai 60,87% 75% 77,71 % Tercapai 85% 91,30% Tercapai 62,85 % 70 % 73,91 % Tercapai 85% 100% Tercapai 68 75 77,69 Tercapai 80 91,91 Tercapai Tabel di atas menunjukkan bahwa semua indikator minat sudah meningkat dan tercapai sesuai target yang diharapkan. Pada indikator perhatian yang pada siklus 1 belum tercapai, di siklus 2 sudah tercapai. Prestasi belajar siswa pun Ket

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI116 meningkat. Hal ini dilihat dari berapa banyak siswa yang lulus KKM dan dilihat dari nilai rata-rata kelas yang meningkat.

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI117 B. Hasil Penelitian 1. Hasil Peningkatan Minat Minat merupakan rasa ketertarikan terhadap suatu objek. Menurut Surya (2009: 11) hal yang perlu dilakukan untuk membangkitkan minat belajar siswa adalah dengan memberi rangsangan berupa pertanyaan. Pertanyaan yang diberikan harus bisa menantang supaya memfokuskan perhatian dirinya dari apa yang dipelajari. Dalam penelitian ini, peneliti ingin meningkatkan minat siswa dalam belajar. Minat siswa yang diteliti dikategorikan dalam 4 indikator yaitu sikap ceria, perhatian, keterlibatan dan inisiatif siswa. Indikator pertama yaitu sikap ceria dijabarkan kedalam 7 pernyataan, indikator kedua yaitu perhatian dijabarkan kedalam 5 item pernyataan. Indikator ketiga yaitu keterlibatan dijabarkan kedalam 5 item pernyataan dan indikator keempat yaitu inisiatif dijabarkan kedalam 6 item pernyataan. Minat belajar siswa diklasifikasikan menjadi 5 kategori yaitu sangat tinggi (ST), tinggi (T), cukup (C), rendah (R), dan sangat rendah (SR). Minat siswa diukur dengan menggunakan kuesioner. Kuesioner dibagikan setelah proses pembelajaran berakhir dalam setiap pertemuan. kuesioner pertama diberikan untuk melihat kondisi awal minat siswa. Pada penelitian siklus I, kuesioner dibagikan pada akhir pertemuan pertama, kedua dan ketiga. Pada penelitian siklus II, kuesioner dibagikan pada akhir pertemuan pertama dan kedua. Informasi mengenai data awal siswa kelas IVB SD N Nogotirto diperoleh dari hasil kuesioner sebelum melaksanakan penelitian.

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 Tabel 4.3 Data Awal Minat

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI119 Tabel 4.3 menunjukkan hasil perhitungan kuesioner awal diperoleh data. Berdasarkan tabel tersebut, diperoleh data bahwa dari 23 siswa terdapat 8 siswa dalam kategori minat rendah dan 15 siswa dalam kategori minat cukup. Peneliti menghitung rata-rata skor data awal minat untuk masing-masing indikator. Hasil rata-rata skor data awal minat untuk masing-masing indikator dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4.4 Hasil Rata-rata Skor Data Awal Minat Per Indikator Indikator Minat Rasa senang terhadap pembelajaran IPA Perhatian siswa terhadap pembelajaran IPA Keterlibatan siswa terhadap pembelajaran IPA Inisiatif siswa dalam mengikuti pembelajaran IPA Deskriptor Rata-rata Skor Jumlah skor minat seluruh siswa pada indikator 1 dibagi jumlah seluruh siswa 2,26 Jumlah skor minat seluruh siswa pada indikator 2 dibagi jumlah seluruh siswa 3 Jumlah skor minat seluruh siswa pada indikator 3 dibagi jumlah seluruh siswa 2,76 Jumlah skor minat seluruh siswa pada indikator 4 dibagi jumlah seluruh siswa 2,78 Tabel di atas menunjukkan bahwa hasil rata-rata skor data awal minat indikator rasa senang terhadap pelajaran IPA adalah 2,26 dari skala 5. Rata-rata skor minat indikator perhatian siswa terhadap pembelajaran adalah 3 dari skala 5. Rata-rata skor minat indikator keterlibatan siswa terhadap pembelajaran IPA adalah 2,76 dari skala 5. Sedangkan rata-rata skor minat indikator inisiatif siswa dalam mengikuti pembelajaran IPA adalah 2,78 dari skala 5.

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI120 Pada saat melaksanakan siklus I dan siklus II peneliti juga memberikan kuesioner kepada siswa. Kuesioner yang diberikan kepada siswa tersebut digunakan untuk mengetahui minat belajar siswa setelah dikenai tindakan. Pada siklus I peneliti membagikan kuesioner minat sebanyak 3 kali kepada siswa. Kuesioner diberikan ke siswa pada pertemuan pertama, kedua, dan ketiga. Hasil kuesioner minat siklus I pada pertemuan pertama setelah dikenai tindakan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pada setiap indikator minat dan peningkatan persentase siswa yang memiliki minimal cukup berminat. Data minat siklus I pertemuan pertama dapat dilihat pada tabel berikut:

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 Tabel 4.5 Data Minat Siswa Siklus I Pertemuan 1

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI122 Tabel 4.5 menunjukkan hasil perhitungan kuesioner siklus I pertemuan 1 dan diperoleh data bahwa dari 23 siswa terdapat 5 siswa dalam kategori minat rendah, 6 siswa dalam kategori minat cukup dan 12 siswa dalam kategori minat tinggi. Peneliti menghitung rata-rata skor data awal minat untuk masing-masing indikator. Hasil rata-rata skor data awal minat untuk masing-masing indikator dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4.6 Hasil Rata-rata Skor Minat Per Indikator Indikator Minat Rasa senang terhadap pembelajaran IPA Perhatian siswa terhadap pembelajaran IPA Keterlibatan siswa terhadap pembelajaran IPA Inisiatif siswa dalam mengikuti pembelajaran IPA Deskriptor Rata-rata Skor Jumlah skor minat seluruh siswa pada indikator 1 dibagi jumlah seluruh siswa 3,47 Jumlah skor minat seluruh siswa pada indikator 2 dibagi jumlah seluruh siswa 2,97 Jumlah skor minat seluruh siswa pada indikator 3 dibagi jumlah seluruh siswa 3,61 Jumlah skor minat seluruh siswa pada indikator 4 dibagi jumlah seluruh siswa 4 Tabel di atas menunjukkan bahwa hasil rata-rata skor data awal minat indikator rasa senang terhadap pelajaran IPA adalah 3,47 dari skala 5. Rata-rata skor minat indikator perhatian siswa terhadap pembelajaran adalah 2,97 dari skala 5. Rata-rata skor minat indikator keterlibatan siswa terhadap pembelajaran IPA adalah 3,61 dari skala 5. Sedangkan rata-rata skor minat indikator inisiatif siswa dalam mengikuti pembelajaran IPA adalah 4 dari skala 5.

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI123 Pada saat melaksanakan siklus I dan siklus II peneliti juga memberikan kuesioner kepada siswa. Kuesioner yang diberikan kepada siswa tersebut digunakan untuk mengetahui minat belajar siswa setelah dikenai tindakan. Pada siklus I peneliti membagikan kuesioner minat sebanyak 3 kali kepada siswa. Kuesioner diberikan ke siswa pada pertemuan pertama, kedua, dan ketiga. Hasil kuesioner minat siklus I pada pertemuan pertama setelah dikenai tindakan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pada setiap indikator minat dan peningkatan persentase siswa yang memiliki minimal cukup berminat. Data minat siklus I pertemuan kedua dapat dilihat pada tabel berikut:

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 Tabel 4.7 Data Minat Siswa Siklus I Pertemuan 2

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI125 Tabel 4.7 menunjukkan hasil perhitungan kuesioner siklus I pertemuan 2 dan diperoleh data bahwa dari 23 siswa terdapat 4 siswa dalam kategori minat rendah, 2 siswa dalam kategori minat cukup, 5 siswa dalam kategori minat tinggi dan 10 siswa dalam kategori minat sangat tinggi. Peneliti menghitung rata-rata skor data awal minat untuk masing-masing indikator. Hasil rata-rata skor data awal minat untuk masing-masing indikator dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4.8 Hasil Rata-rata Skor Minat Per Indikator Indikator Minat Rasa senang terhadap pembelajaran IPA Perhatian siswa terhadap pembelajaran IPA Keterlibatan siswa terhadap pembelajaran IPA Inisiatif siswa dalam mengikuti pembelajaran IPA Deskriptor Rata-rata Skor Jumlah skor minat seluruh siswa pada indikator 1 dibagi jumlah seluruh siswa 4,16 Jumlah skor minat seluruh siswa pada indikator 2 dibagi jumlah seluruh siswa 3,29 Jumlah skor minat seluruh siswa pada indikator 3 dibagi jumlah seluruh siswa 3,94 Jumlah skor minat seluruh siswa pada indikator 4 dibagi jumlah seluruh siswa 3,83 Tabel di atas menunjukkan bahwa hasil rata-rata skor data awal minat indikator rasa senang terhadap pelajaran IPA adalah 4,16 dari skala 5. Rata-rata skor minat indikator perhatian siswa terhadap pembelajaran adalah 3,29 dari skala 5. Rata-rata skor minat indikator keterlibatan siswa terhadap pembelajaran IPA adalah 3,94 dari skala 5. Sedangkan rata-rata skor minat indikator inisiatif siswa dalam mengikuti pembelajaran IPA adalah 3,83 dari skala 5.

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI126 Pada saat melaksanakan siklus I dan siklus II peneliti juga memberikan kuesioner kepada siswa. Kuesioner yang diberikan kepada siswa tersebut digunakan untuk mengetahui minat belajar siswa setelah dikenai tindakan. Pada siklus I peneliti membagikan kuesioner minat sebanyak 3 kali kepada siswa. Kuesioner diberikan ke siswa pada pertemuan pertama, kedua, dan ketiga. Hasil kuesioner minat siklus I pada pertemuan pertama setelah dikenai tindakan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pada setiap indikator minat dan peningkatan persentase siswa yang memiliki minimal cukup berminat. Data minat siklus I pertemuan ketiga dapat dilihat pada tabel berikut:

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127 Tabel 4.9 Data Minat Siswa Siklus I Pertemuan 3

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI128 Tabel 4.9 menunjukkan hasil perhitungan kuesioner siklus I pertemuan 3 dan diperoleh data bahwa dari 23 siswa terdapat 3 siswa dalam kategori minat rendah dan 17 siswa dalam kategori minat tinggi. Peneliti menghitung rata-rata skor data awal minat untuk masing-masing indikator. Hasil rata-rata skor data awal minat untuk masing-masing indikator dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4.10 Hasil Rata-rata Skor Minat Per Indikator Indikator Minat Rasa senang terhadap pembelajaran IPA Perhatian siswa terhadap pembelajaran IPA Keterlibatan siswa terhadap pembelajaran IPA Inisiatif siswa dalam mengikuti pembelajaran IPA Deskriptor Rata-rata Skor Jumlah skor minat seluruh siswa pada indikator 1 dibagi jumlah seluruh siswa 3,1 Jumlah skor minat seluruh siswa pada indikator 2 dibagi jumlah seluruh siswa 2 Jumlah skor minat seluruh siswa pada indikator 3 dibagi jumlah seluruh siswa 4 Jumlah skor minat seluruh siswa pada indikator 4 dibagi jumlah seluruh siswa 4 Tabel di atas menunjukkan bahwa hasil rata-rata skor data awal minat indikator rasa senang terhadap pelajaran IPA adalah 3,1 dari skala 5. Rata-rata skor minat indikator perhatian siswa terhadap pembelajaran adalah 2 dari skala 5. Rata-rata skor minat indikator keterlibatan siswa terhadap pembelajaran IPA adalah 3,4 dari skala 5. Sedangkan rata-rata skor minat indikator inisiatif siswa dalam mengikuti pembelajaran IPA adalah 4 dari skala 5. Berdasarkan hasil perhitungan dari ketiga kuesioner minat siswa pada siklus I peneliti

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI129 menyimpulkan bahwa terjadi peningkatan minat belajar siswa. Hasil perhitungan skor rata-rata minat siswa pada siklus I dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4. 11 Hasil Perhitungan Skor Rata-rata Minat Siklus I Tabel di atas menunjukkan bahwa hasil perhitungan rata-rata skor total dari ketiga kuesioner minat siklus I dari 26 siswa terdapat 11 siswa dalam kategori minat cukup, 16 siswa dalam kategori minat tinggi, dan 5 siswa dalam kategori minat rendah. Berdasarkan data tersebut maka persentase siswa yang memiliki minimal cukup berminat yaitu 78,26%. Sedangkan untuk rata-rata skor minat per indikator siklus I dapat dilihat pada tabel berikut:

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI130 Tabel 4. 12 Rata-rata Skor Minat Siklus I Per Indikator Indikator Rasa senang terhadap pembelajaran IPA Perhatian siswa terhadap pembelajaran IPA Keterlibatan siswa terhadap pembelajaran IPA Inisiatif siswa dalam mengikuti pembelajaran IPA Rata-rata Skor Minat Pert. 1 Pert. 2 Pert. 3 Rata-rata 3 4 3,1 3,37 3 2 2 2,33 3 3,9 4 3,63 3 3,8 4 3,60 Tabel di atas menunjukkan hasil rata-rata skor minat dari ketiga kuesioner minat siklus I indikator rasa senang terhadap pelajaran IPA adalah 3,37 dari skala 5. Rata-rata skor minat indikator perhatian siswa terhadap pembelajaran adalah 2,33 dari skala 5. Rata-rata skor minat indikator keterlibatan siswa terhadap pembelajaran IPA adalah 3,63 dari skala 5. Sedangkan rata-rata skor minat indikator inisiatif siswa dalam mengikuti pembelajaran IPA adalah 3,60 dari skala 5. Hal tersebut juga menunjukkan bahwa terjadi peningkatan minat belajar siswa dari pertemuan pertama hingga pertemuan ketiga pada siklus I. Hasil capaian ratarata skor minat per indikator dan persentase jumlah siswa yang memiliki minimal cukup berminat tersebut telah mencapai target yang ditentukan oleh peneliti. Pada siklus II, kuesioner minat diberikan kepada siswa sebanyak 2 kali yaitu pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua setelah dikenai tindakan. Hasil kuesioner pada siklus II juga menunjukkan adanya peningkatan minat belajar siswa pada pembelajaran IPA. Meningkatnya minat belajar siswa ditandai dengan meningkatnya rata-rata skor minat tiap indikator dan persentase jumlah siswa

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI131 yang memiliki minimal cukup berminat. Data minat siswa siklus II pertemuan pertama dapat dilihat pada tabel berikut:

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132 Tabel 4.13 Data Minat Siswa Siklus II Pertemuan 1

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI133 Tabel 4.13 menunjukkan data hasil kuesioner minat pertemuan pertama siklus II dan diperoleh data bahwa dari 26 siswa terdapat 6 siswa dalam kategori minat sangat tinggi, 13 siswa dalam kategori minat tinggi dan 4 siswa dalam kategori minat rendah. Sedangkan untuk hasil rata-rata skor masing-masing indikator minat siklus II pertemuan pertama dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4. 14 Hasil Rata-rata Skor Minat Per Indikator Siklus II Pertemuan I Indikator Minat Rasa senang terhadap pembelajaran IPA Perhatian siswa terhadap pembelajaran IPA Keterlibatan siswa terhadap pembelajaran IPA Inisiatif siswa dalam mengikuti pembelajaran IPA Deskriptor Rata-rata Skor Jumlah skor minat seluruh siswa pada indikator 1 dibagi jumlah seluruh siswa 4,2 Jumlah skor minat seluruh siswa pada indikator 2 dibagi jumlah seluruh siswa 3,9 Jumlah skor minat seluruh siswa pada indikator 3 dibagi jumlah seluruh siswa 4,7 Jumlah skor minat seluruh siswa pada indikator 4 dibagi jumlah seluruh siswa 4,4 Tabel di atas menunjukkan bahwa hasil rata-rata skor minat siklus II pertemuan pertama indikator rasa senang terhadap pelajaran IPA adalah 4,2 dari skala 5. Rata-rata skor minat indikator perhatian siswa terhadap pembelajaran adalah 3,9 dari skala 5. Rata-rata skor minat indikator keterlibatan siswa terhadap pembelajaran IPA adalah 4,7 dari skala 5. Sedangkan rata-rata skor minat indikator inisiatif siswa dalam mengikuti pembelajaran IPA adalah 4,4 dari skala 5. Hasil kuesioner pertemuan kedua siklus II juga menunjukkan adanya

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI134 peningkatan minat belajar siswa pada pembelajaran IPA. Data minat siswa siklus II pertemuan kedua dapat dilihat pada berikut:

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135 Tabel 4.15 Data Minat Siswa Siklus II Pertemuan 2

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI136 Tabel 4. 15 menunjukkan bahwa hasil kuesioner siklus II pertemuan 2. Beradasarkan tabel tersebut, diperoleh data bahwa dari 23 siswa terdapat 13 siswa dalam kategori minat sangat tinggi dan 9 siswa dalam kategori minat tinggi Meningkatnya minat belajar siswa juga ditandai dengan meningkatnya rata-rata skor masing-masing indikator minat. Hasil rata-rata skor masing-masing indikator minat siklus II pertemuan kedua dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4. 16 Hasil Rata-rata Skor Minat Per Indikator Indikator Minat Rasa senang terhadap pembelajaran IPA Perhatian siswa terhadap pembelajaran IPA Keterlibatan siswa terhadap pembelajaran IPA Inisiatif siswa dalam mengikuti pembelajaran IPA Deskriptor Jumlah skor minat seluruh siswa pada indikator 1 dibagi jumlah seluruh siswa Jumlah skor minat seluruh siswa pada indikator 2 dibagi jumlah seluruh siswa Jumlah skor minat seluruh siswa pada indikator 3 dibagi jumlah seluruh siswa Jumlah skor minat seluruh siswa pada indikator 4 dibagi jumlah seluruh siswa Rata-rata Skor 4 4 4,4 4,6 Tabel di atas menunjukkan bahwa hasil rata-rata skor minat siklus II pertemuan kedua indikator rasa senang terhadap pelajaran IPA adalah 4 dari skala 5. Rata-rata skor minat indikator perhatian siswa terhadap pembelajaran adalah 4 dari skala 5. Rata-rata skor minat indikator keterlibatan siswa terhadap pembelajaran IPA adalah 4,4 dari skala 5. Sedangkan rata-rata skor minat indikator inisiatif siswa dalam mengikuti pembelajaran IPA adalah 4,6 dari skala 5. Berdasarkan hasil perhitungan dari kedua kuesioner minat siswa pada siklus II peneliti menyimpulkan bahwa terjadi peningkatan minat belajar siswa dalam

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI137 pembelajaran IPA. Hasil perhitungan skor rata-rata minat siswa pada siklus II dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4. 17 Hasil Perhitungan Skor Rata-rata Minat Siklus II Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa dari 23 siswa terdapat 9 siswa dalam kategori minat sangat tinggi, 7 siswa dalam kategori minat tinggi, 4 siswa dalam kategori minat cukup, dan 2 siswa dalam kategori minat rendah. Berdasarkan data tersebut maka persentase siswa yang memiliki minimal cukup berminat yaitu 91,30%. Hal tersebut menunjukkan bahwa terjadi peningkatan minat belajar siswa pada siklus II. Meningkatnya minat belajar siswa juga ditandai

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI138 dengan menigkatknya rata-rata skor untuk masing-masing indikator minat pada siklus II. Hasil rata-rata skor minat per indikator siklus II dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4. 18 Rata-rata Skor Minat Siklus II Per Indikator Indikator Rasa senang terhadap pembelajaran IPA Perhatian siswa terhadap pembelajaran IPA Keterlibatan siswa terhadap pembelajaran IPA Inisiatif siswa dalam mengikuti pembelajaran IPA Rata-rata Skor Minat Pert. 1 Pert. 2 Rata-rata 4,2 4 4,1 3,9 4 39,5 4,7 4,4 4,55 4,4 4,6 4,5 Tabel di atas menunjukkan hasil rata-rata skor minat dari kedua kuesioner minat siklus II indikator rasa senang terhadap pelajaran IPA adalah 4,1 dari skala 5. Rata-rata skor minat indikator perhatian siswa terhadap pembelajaran adalah 39,5 dari skala 5. Rata-rata skor minat indikator keterlibatan siswa terhadap pembelajaran IPA adalah 4,55 dari skala 5. Sedangkan rata-rata skor minat indikator inisiatif siswa dalam mengikuti pembelajaran IPA adalah 4,5 dari skala 5. Hal tersebut juga menunjukkan bahwa terjadi peningkatan minat belajar siswa dari pertemuan pertama hingga pertemuan kedua pada siklus II. Hasil capaian rata-rata skor minat per indikator dan persentase jumlah siswa yang memiliki minimal cukup berminat tersebut telah mencapai target yang ditentukan oleh peneliti. Hasil capaian kuesioner minat dapat dilihat pada tabel berikut:

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI139 Tabel 4. 19 Hasil Capaian Minat Belajar Variabel dan Indikator Rasa senang terhadap pembelajara n IPA Perhatian siswa terhadap pembelajara n IPA Keterlibatan siswa terhadap pembelajara n IPA Inisiatif siswa dalam mengikuti pembelajara n IPA Persentase siswa yang memiliki minimal cukup berminat Kondis i Awal 2,3 Siklus I Ket. Targe Capaia t n Minat Belajar 2,8 3 Siklus II Targe Capaia t n 3,87 4,1 3,5 3,95 4,13 4,55 4,1 4,5 85% 91,30% Tercapai 3 3,5 3 2,7 3,2 3,63 Tidak Tercapa i Tercapai 2,78 3,28 3,60 Tercapai 60,87% 75% 77,71% Tercapai Ket. Target Tercapa i Target Tercapa i Target Tercapa i Target Tercapa i Target Tercapa i Tabel di atas menujukkan bahwa ada peningkatan minat belajar siswa. Peningkatan minat belajar ditunjukkan oleh capaian rata-rata skor keempat indikator minat dan persentase siswa yang memiliki minimal cukup berminat pada setiap siklus dibandingkan dengan kondisi awal. Capaian rata-rata skor minat per indikator dan persentase siswa yang memiliki minimal cukup berminat pada siklus I dan II telah mencapai target yang ditentukan.

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI140 Hasil perhitungan rata-rata skor minat untuk indikator rasa senang saat pembelajaran IPA mengalami peningkatan dari kondisi awal 2,3 menjadi 3 pada siklus I dan 4,1 pada siklus II. Hasil tersebut telah mencapai target yang ditentukan yaitu 2,8 sehingga indikator 1 dinyatakan target tercapai. Rata-rata skor minat per indikator yang diperoleh adalah 3,37 pada siklus I dan 4,1 pada siklus II. Hasil perhitungan rata-rata skor minat untuk indikator perhatian saat pembelajaran IPA mengalami belum mengalami peningkatan dan belum mencapai target yang telah ditentukan, kondisi awal perhatian yaitu 3 dan setelah dikenai tindakan tetap 3 pada siklus I dan telah mengalami peningkatan yaitu 3,95 pada siklus II. Hasil tersebut telah mencapai target yang ditentukan yaitu 3,5 sehingga indikator 2 dinyatakan target tercapai. Rata-rata skor minat per indikator yang diperoleh adalah 2,33 pada siklus I dan 39,5 pada siklus II. Indikator keterlibatan siswa terhadap pembelajaran IPA juga mengalami peningkatan dari kondisi awal sebesar 2,7 menjadi 3,63 pada siklus I dan 4,55 pada siklus II. Indikator 3 juga dinyakan target tercapai karena capaian indikator telah mencapai target yang ditentukan yaitu 3,28. Indikator inisiatif siswa dalam mengikuti pembelajaran IPA juga mengalami peningkatan. Kondisi awal pada indikator 4 ini adalah 2,78. Capaian yang diperoleh adalah 3,60 pada siklus I dan 4,5 pada siklus II. Hasil tersebut menunjukkan pencapaian target yang sudah ditentukan yaitu 3,28 sehingga indikator 4 dinyatakan target tercapai. 2. Hasil Peningkatan Prestasi Prestasi belajar merupakan hasil akhir yang diperoleh siswa selama proses pembelajaran. Prestasi belajar siswa pada setiap siklus dihitung dari aspek

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI141 kognitif, afektif dan psikomotor. Aspek kognitif diambil dari nilai evaluasi. Aspek afektif diambil dari hasil kuesioner siswa dan aspek psikomotorik diambil dari percobaan. Nilai akhir siklus 1 ditentukan dengan menjumlahkan nilai kognitif, afektif dan psikomotorik kemudian dihitung rata-ratanya. Kemudian menentukan siswa yang lulus KKM. Siswa dikatakan lulus KKM apabila nilai akhir melebihi KKM atau sama dengan KKM. KKM yang ditentukan adalah 67. Nilai rata-rata siklus pertama dibandingkan dengan kondisi awal sudah mengalami peningkatan. Nilai rata-rata awal sebesar 62,85% siswa yang sudah mencapai KKM. Nilai ratarata pada akhir siklus pertama yaitu 77,69 %. Siswa yang belum tuntas pada siklus pertama ada 5 siswa dan yang sudah tuntas ada 18 siswa. Rata-rata nilai kelas sudah mengalami peningkatan dari kondisi awal sebesar 68 menjadi 75. Hasil prestasi belajar siswa siklus I dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4.20 Hasil Prestasi Belajar Siklus 1

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI142 Tabel 4.20 menunjukkan hasil akhir prestasi siswa siklus I pada kompetensi dasar “Mendeskripsikan terjadinya perubahan wujud cair  padat  cair; cair  gas  cair; padat gas”. Untuk mendapatkan nilai akhir adalah dengan menambahkan nilai evaluasi, rata-rata nilai afektif dan rata-rata nilai psikomotorik lalu dibagi 3 maka didapatlah hasil akhir siklus I. Target yang ditentukan adalah 75. Siswa yang lulus KKM dan melebihi target sebanyak 18 (78,26%) siswa, sedangkan siswa yang belum mencapai target ada 5 siswa. Nilai rata-rata kelasnya adalah 77,69. Pada siklus II, nilai akhir juga di dapat dari nilai evaluasi, rata-rata nilai afektif dan rata-rata nilai psikomotorik. Peneliti menghitung hasil akhir dan kemudia menentukan jumlah siswa yang lulus KKM dengan berpedoman pada KKM kelas. Aspek kognitif menggunakan soal evaluasi, aspek afektif menggunakan kuesioner dan aspek psikomotorik menggunakan rubtik percobaan. Berikut merupakan hasil prestasi belajar pada siklus II. Tabel 4.21 Hasil Prestasi Belajar Siklus II

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI143 Tabel di atas merupakan prestasi siswa siklus II pada kompetensi dasar “Kegunaan Benda dan Sifatnya”. Untuk mendapatkan nilai akhir adalah dengan menambahkan nilai evaluasi, rata-rata nilai afektif dan rata-rata nilai psikomotorik lalu dibagi 3 maka didapatlah hasil akhir siklus II. Target yang ditentukan adalah 80. Siswa yang lulus KKM sebanyak 21 (91,3%) siswa, sedangkan siswa yang belum mencapai KKM ada 2 siswa. Nilai rata-rata kelasnya adalah 91,91. Berdasarkan data nilai dari setiap siklus diperoleh kesimpulan bahwa terjadi peningkatan prestasi belajar siswa. Hasil capaian prestasi belajar siklus I dan siklus II dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4. 22 Hasil Capaian Prestasi Belajar Siklus I dan Siklus II Variabel dan Indikator Siswa yang lulus KKM Rata-rata nilai kelas Siklus I Kondisi Awal Target Capaian Ket. Siklus II Ket. Target Capaian 85% 100% Tercapai 80 91,91 Tercapai Prestasi Belajar 62,85% 70% 73,91% 68 75 77,69 Tercapai Tercapai

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI144 Tabel di atas menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan. Pada kondisi awal jumlah siswa yang mencapai KKM adalah 62,85%. Setelah dikenai tindakan pada siklus I terjadi peningkatan jumlah siswa yang mencapai KKM menjadi 73,91% dan pada siklus II menjadi 100%. Nilai rata-rata kelas juga mengalami peningkatan. Data awal menunjukkan bahwa ratarata nilai kelas adalah 68. Setelah dikenai tindakan pada siklus I rata-rata nilai kelas menjadi 77,69. Peningkatan juga terjadi pada siklus II. Rata-rata nilai kelas pada siklus II setelah dikenai tindakan adalah 91,91. C. Pembahasan Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian tindakan kelas. Pelaksanaan penelitian dilakukan melalui siklus-siklus dengan rancangan setiap siklus secara garis besarnya adalah perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IVB SD Negeri Nogotirto dengan jumlah 23 siswa. Objek pada penelitian ini adalah minat dan prestasi belajar IPA menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. Penerapan Problem Based Learning terbukti dapat meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa. Hal tersebut dibuktikan pada penelitian yang dilakukan pada siswa kelas IV SD Negeri Nogotirto pada mata pelajaran IPA. 1. Peningkatan Minat Penelitian pada siklus pertama dilaksanakan selama 3 kali pertemuan. Waktu untuk setiap pertemuannya masing masing 2 x 35 menit. Pada setiap pertemuan, siswa melakukan percobaan yang berbeda. Pada pertemuan pertama, siswa melakukan percobaan mengenai perubahan benda padat ke cair dan

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI145 sebaliknya. Percobaan yang dilakukan adalah dengan mencairkan cokelat dan membekukannya kembali. Pada pertemuan kedua, siswa melakukan percobaan mengenai perubahan benda cair ke gas dan sebaliknya. Percobaan yang dilakukan adalah dengan merebus air berwarna dan kemudian mendinginkannya. Pada pertemuan ketiga, siswa melakukan percobaan mengenai perubahan benda padat menjadi gas dan sebaliknya. Percobaan yang dilakukan dengan memanaskan kapur barus. Siklus kedua pada penelitian ini dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan. Waktu untuk setiap pertemuannya masing masing 2 x 35 menit. Pada pertemuan pertama, siswa melakukan observasi terhadap benda-benda yang ada di sekitar berdasarkan bahan penyusunnya, benda-benda yang terbuat dari kaca, plastik, kayu, logam, karet dan kertas seperti figura foto terbuat dari kayu, engsel pintu terbuat dari besi, jendela terbuat dari kayu, ban sepeda terbuat dari karet, meja belajar terbuat dari kayu, jam terbuat dari kaca, dll. Mereka melakukan observasi di luar kelas seperti di kantin, di dapur, di kamar mandi dan di perpustakaan. Pada pertemuan kedua, siswa melakukan percobaan untuk membuktikan sifat benda-benda tersebut dan kegunaannya yang sudah mereka temukan pada pertemuan sebelumnya. Apakah benda yang terbuat dari kaca mudah terbakar atau tidak beserta kegunaannya, benda yang terbuat dari kayu mudah basah atau tidak beserta kegunaannya, benda yang terbuat dari besi tahan lama atau tidak apabila dimasukkan ke dalam air beserta kegunaannya. Untuk mengetahui minat siswa dalam pembelajaran IPA, peneliti menggunakan 4 indikator minat berdasarkan teori yang sudah dibahas dalam bab 2 yaitu rasa senang, perhatian, keterlibatan

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI146 dan inisiatif. Keempat indikator tersebut dijabarkan kedalam 23 item pernyataan. Peneliti menggunakan instrumen kuesioner dan penilaian observasi dalam mengetahui minat siswa. Instrumen tersebut dikembangkan berdasarkan indikatorindikator yang ada. Data awal yang diperoleh melalui kuesioner yang diisi siswa menunjukkan bahwa minat siswa belum optimal. Pengumpulan data dilakukan sebelum melaksanakan penelitian. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa minat siswa dalam setiap indikator, rata-rata skor siswa yang memiliki rasa senang terhadap pembelajaran IPA yaitu 2,3 dari skala 5, rata-rata skor siswa yang memiliki perhatian dalam belajar IPA yaitu 3 dari skala 5, rata-rata skor siswa yang terlibat dalam pembelajaran IPA yaitu 2,7 dari skala 5 dan siswa yang memiliki inisiatif dalam belajar IPA yaitu 2,7 dari skala 5. Secara keseluruhan, hasil yang diperoleh adalah sebanyak 19 (84%) siswa yang termasuk dalam kategori minimal minat tinggi. Minat siswa mengalami peningkatan setelah dikenai tindakan pada siklus I. Rata-rata skor indikator minat belajar pertama meningkat sebesar 3,37 dari kondisi awal yaitu 2,3. Rata-rata skor indikator minat belajar kedua mengalami penurunan 2,33 dari kondisi awal yaitu 3. Rata-rata skor indikator minat belajar ketiga meningkat sebesar 3,63 dari kondisi awal yaitu 2,7. Rata-rata skor indikator minat keempat juga terjadi peningkatan sebesar 3,60 dari kondisi awal yaitu 2,78. Selain itu peningkatan minat belajar siswa juga terlihat dari meningkatkannya persentase siswa yang memiliki minimal cukup berminat sebesar 77,71% dari kondisi awal yaitu 60,87.

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI147 Pada siklus II rata-rata skor indikator minat belajar pertama meningkat sebesar 4,1 dari kondisi awal. Rata-rata skor indikator minat belajar kedua meningkat sebesar 3,95 dari kondisi awal. Rata-rata skor indikator minat belajar ketiga meningkat sebesar 4,55 dari kondisi awal. Rata-rata skor indikator minat keempat juga terjadi peningkatan sebesar 4,5 dari kondisi awal. Selain itu peningkatan minat belajar siswa juga terlihat dari meningkatkannya persentase siswa yang memiliki minimal cukup berminat sebesar 91,30% dari kondisi awal. Peningkatan minat belajar siswa terhadap pembelajaran IPA terlihat pada setiap kegiatan yang dilakukan. Indikator rasa senang saat pembelajaran IPA ditunjukkan siswa melalui sikap ceria dalam bentuk tawa saat guru mengajak untuk bernyanyi, mengajak untuk membentuk kelompok, dan melakukan percobaan. Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Sardiman (2011: 76) bahwa orang yang mempunyai minat biasanya disertai dengan perasaan senang. Perhatian siswa saat pembelajaran IPA terlihat saat siswa menyimak penjelasan dari guru dan mencatat hal-hal yang penting pada buku catatan. Hal ini sesuai dengan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti (lihat lampiran 8). Minat belajar siswa juga ditunjukkan dari keterlibatannya terhadap pembelajaran. Keterlibatan siswa terlihat dari usaha untuk menjawab pertanyaan dari guru, mengajukan pertanyaan, mengerjakan tugas yang diberikan guru. Rohani (2004: 170) berpendapat bahwa suatu minat ditunjukkan melalui kemauan dan usaha peserta didik dalam mencapai kebutuhan belajarnya. Kemauan dan usaha siswa merupakan inisiatif untuk mencari informasi baru. inisiatif siswa dalam pembelajaran juga ditunjukkan dengan rasa tertarik siswa untuk melakukan

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI148 percobaan. Selain itu, siswa juga memiliki inisiatif untuk mempelajari kembali materi yang telah dipelajari. Hal itu terlihat ketika guru bertanya kepada siswa mengenai materi yang telah diajarkan dan siswa bisa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. Hal ini sesuai dengan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti (lihat lampiran 8). Minat siswa juga dapat dilihat dari kerjasama antar anggota saat melakukan percobaan. Pada saat melakukan percobaan, semua siswa saling bekerja, saling berbagi tugas antar satu siswa dengan siswa yang lainnya. Tidak ada siswa yang tidak bekerja dalam melakukan percobaan. Pada siklus I ini setiap kelompok beranggotakan 5-6 siswa. Selain itu, perhatian siswa ditunjukkan dengan memperhatikan setiap langkah yang mereka tuliskan dalam LKS. Mereka sangat antusias dalam melakukan percobaan. Mereka memberikan perhatian penuh pada saat melakukan percobaan. Tidak ada anggota kelompok yang sibuk sendiri. Kerjasama siswa dalam mengerjakan LKS dapat dilihat pada gambar berikut: Gambar 4.1 Kegiatan Percobaan Siklus I Pertemuan 2 Gambar tersebut menunjukkan bahwa siswa telah bekerjasama dengan anggota kelompoknya dalam melakukan percobaan dan mengerjakan LKS. Pada gambar tersebut terlihat bahwa semua siswa saling terlibat. Perhatian siswa tertuju

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI149 pada percobaan yang dilakukan. Selain itu keterlibatan siswa juga terlihat dalam melakukan percobaan. Minat siswa juga terlihat dari kegiatan siswa saat mengerjakan LKS. Hal-hal yang tidak diketahui oleh siswa ditanyakan ke guru. Hal ini membuktikan bahwa siswa mempunyai inisiatif dalam pembelajaran IPA yang salah satunya ditunjukkan dengan memilik rasa tertarik untuk melakukan percobaan. Inisiatif siswa juga ditunjukkan dengan meringkas materi yang sudah diberikan. Setiap guru selesai menjelaskan materi, sebagian besar siswa meringkas materi tersebut di buku tulisnya. Kegiatan siswa pada saat mengerjakan LKS dapat dilihat pada gambar berikut: Gambar 4.2 Kegiatan Siswa Mengerjakan LKS Gambar di atas menunjukkan inisiatif siswa. Dalam kerja kelompok, ada hal-hal yang sulit yang tidak mereka mengerti. Mereka tidak segan untuk bertanya kepada guru untuk mencari solusi ataupun bertanya hal lain yang berkaitan dengan percobaan. Guru tidak langsung memberikan jawabannya tetapi guru menuntun siswa dalam menemukan jawaban dari permasalahan yang muncul. Hal ini seperti yang dikatakan oleh Wena bahwa kegiatan guru dalam langkah ini

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI150 adalah membantu siswa dalam merumuskan masalah dan memahami masalah untuk menemukan jawaban (Wena, 2009: 56). Peningkatan minat siswa pada pembelajaran siklus I ini diperkuat dengan hasil kuesioener. Kuesioner dibagikan pada setiap akhir pelajaran. Kuesioner tersebut terdiri dari 4 indikator dan dijabarkan ke dalam 23 item pernyataan. Indikator minat tersebut adalah rasa senang saat pembelajaran, perhatian yang ditunjukkan siswa, keterlibatan dalam kegiatan pembelajaran dan inisiatif dalam mencari sumber lain. Contoh kuesioner siklus I dapat dilihat pada gambar berikut: Gambar 4.3 Contoh Kuesioner Siswa pada siklus I Pertemuan 1 Kuesioner tersebut merupakan contoh kuesioner siswa pada siklus I pertemuan I. Skor pada kuesioner tersebut adalah 89, termasuk dalam kriteria minat tinggi. Kuesioner tersebut memiliki 4 jawaban sangat setuju, 13 jawaban

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI151 setuju, 5 jawaban ragu-ragu dan 1 jawaban tidak setuju. Pada indikator pertama yaitu rasa senang pada saat pembelajaran IPA yang dikembangkan menjadi 7 item pernyataan, terdapat 2 jawaban sangat setuju dan 5 jawaban setuju. Pada indikator kedua yaitu perhatian pada saat pembelajaran IPA yang dikembangkan menjadi 5 item pernyataan, terdapat 2 jawaban sangat setuju, 3 jawaban setuju dan 1 jawaban ragu-ragu. Pada indikator ketiga yaitu keterlibatan pada saat pembelajaran IPA yang dikembangkan menjadi 5 item pernyataan, terdapat 4 jawaban setuju dan 1 jawaban ragu-ragu. Pada indikator keempat yaitu inisiatif dalam mencari sumber lain yang dikembangkan menjadi 6 item pernyataan, terdapat 2 jawaban setuju, 3 jawaban ragu-ragu dan 1 jawaban tidak setuju. Pada indikator rasa senang memiliki jawaban sangat setuju pada pernyataan saya menyiapkan alat tulis sebelum pembelajaran dimulai dan saya sudah siap di dalam kelas sebelum pembelajaran IPA dimulai. Jawaban setuju terdapat pada pernyataan pada saat pembelajaran IPA, saya bersikap ceria, saya tidak mengeluh pada saat mengikuti pembelajaran IPA, saya bersemangat saat mengikuti pembelajaran IPA, saya ingin mendapatkan nilai yang baik pada saat pembelajaran IPA dan saya menyukai pembelajaran IPA. Pada indikator perhatian memiliki jawaban sangat setuju pada pernyataan saya menyimak penjelasan guru dan saya tidak melamun saat pembelajaran IPA. Jawaban setuju pada pernyataann saya memperhatikan seluruh proses pembelajaran. Jawaban ragu-ragu pada pernyataan saya mencatat penjelasan guru saat pembelajaran IPA dan memiliki jawaban tidak setuju pada pernyataan saya berkonsenterasi saat pembelajaran IPA. Pada indikator keterlibatan memiliki jawaban setuju pada pernyataan saya

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI152 menjawab pertanyaan guru, saya bekerjasama dalam kelompok, saya mengerjakan tugas saat pelajaran IPA, saya menanggapi penjelasan guru. Jawaban ragu-ragu pada pernyataan saya ikut melakukan percobaan di dalam kelompok. Pada indikator inisiatif memiliki jawaban setuju pada pernyataan saya tertarik melakukan percobaan saat pembelajaran dan saya membuat ringkasan tanpa diminta guru mengenai materi yang telah dipelajari. Jawaban ragu-ragu pada pernyataan saya membaca atau mencari materi pada sumber lain, saya belajar tanpa paksaan dari orang lain dan memiliki jawaban tidak setuju pada pernyataan saya mau mempelajari kembali materi yang sudah diajarkan. Secara keseluruhan, minat siswa dalam pembelajaran IPA menggunakan model problem based learning sudah mengalami peningkatan pada siklus I dan melebihi target yang ditentukan. Pencapaian minat siswa pada indikator rasa senang, keterlibatan dan inisiatif. Sedangkan untuk indikator perhatian sudah mengalami peningkatan tetapi belum mencapai target yang diharapkan. Inilah yang menjadi alasan peneliti untuk melanjutkan ke siklus II. Peneliti akan melakukan perubahan pada penelitian siklus II yaitu dengan mengadakan outing class. Selain itu, penggunaan media yang berbeda dengan siklus I, dengan adanya outing class diharapkan minat siswa akan meningkat dan dengan penggunaan media yang berbeda minat siswa akan meningkat. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Slameto (2010: 54) bahwa minat belajar merupakan salah satu faktor pendorong prestasi. Selain minat siswa, faktor lain yang mendorong prestasi belajar siswa adalah metode mengajar yang digunakan oleh guru. Slameto

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI153 (2010: 60) menjelaskan bahwa faktor eksternal yang berengaruh terhadap prestasi belajar salah satunya adalah faktor sekolah yang meliputi metode mengajar guru. Peningkatan minat siswa pada silus II ini dapat dilihat dari kegiatan yang dilakukan oleh siswa. Indikator memiliki rasa senang saat pembelajaran ditunjukkan pada saat siswa melakukan observasi mengenai benda-benda yang ada dilingkungan mereka seperti pensil terbuat dari bahan apa, pena terbuat dari bahan apa, kursi terbuat dari bahan apa, dll. Kegiatan siswa dapat dilihat pada gambar berikut: Gambar 4.4 Kegiatan Observasi Siswa Gambar di atas merupakan observasi yang dilakukan pada kegiatan pembelajaran siklus II pertemuan 1. Mereka melakukan observasi secara langsung mengenai bahan penyusun benda seperti kursi terbuat dari kayu, meja terbuat dari kayu, pena terbuat dari plastik dan dari besi. Hal ini sesuai dengan tahap perkembangan anak Piaget (Dalam Dahar, 2011: 136-139) yang mengatakan bahwa usia 7-11 th berada dalam tahap Operasional konkret, dan anak kelas 4 SD berada dalam tahapan tersebut. Apabila anak dihadapkan pada benda-benda

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI154 konkret/nyata maka pembelajaran akan lebih bermakna dan materi pelajaran lebih dipahami oleh siswa. Perhatian siswa juga ditunjukkan oleh siswa pada saat melakukan percobaan. Siswa melakukan percobaan untuk membuktikan sifat-sifat pada benda yang telah mereka temukan pada pertemuan 2. Berikut ini merupakan kegiatan percobaan yang dilakukan siswa. Gambar 4.5 Kegiatan Percobaan Siklus II Pertemuan 2 Gambar di atas merupakan perhatian yang ditunjukkan oleh siswa pada saat melakukan percobaan di siklus II pertemuan 2. Pada saat melakukan percobaan, terlihat mereka antusias dan memberikan perhatian pada percobaan yang dilakukan. Terlihat salah seorang siswa dalam kelompok tersebut sedang membuktikan sifat dari bahan kain yaitu mudah terbakar atau tidak. Anggota kelompok yang lain tidak sibuk sendiri tetapi memperhatikan kain yang dibakar, apakah mudah terbakar atau tidak. Minat siswa dalam melakukan percobaan ditunjukkan dengan perhatian siswa. seperti yang dikatakan oleh Susanto bahwa minat merupakan dorongan

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI155 dalam diri seseorang atau faktor yang menimbulkan perhatian secara efektif (Susanto, 2013: 58). Selain itu, keterlibatan siswa ditunjukkan pada saat melakukan observasi di luar kelas. Berikut ini merupakan kegiatan observasi siswa di luar kelas. Gambar 4.6 Kegiatan Observasi Siklus II Gambar di atas merupakan keterlibatan semua anggota kelompok dalam observasi. Mereka saling berbagi tugas, saling membantu. Dalam gambar itu terlihat bahwa salah satu siswa menulis, siswa yang lain menyebutkan bendabenda apa saja yang mereka temukan. Terlihat salah satu siswi yang mencari benda di dalam ruangan. Seperti yang dikatakan oleh Bandura bahwa pembelajar mempunyai hubungan yang erat dengan lingkungannya (Surya, 2004:44). Untuk dapat melakukan pembelajaran dengan baik maka diperlukan interaksi siswa dengan lingkungan sosialnya. Alam menyediakan berbagai bahan yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran. Pada indikator terakhir yaitu inisiatif siswa, ditunjukkan dengan siswa mencari informasi lain yang berkaitan dengan materi pelajaran. Informasi ini mereka peroleh dari orang-orang yang berada di sekitar mereka. Dalam hal ini,

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI156 mereka meperoleh informasi dari guru. berikut ini merupakan gambaran inisiatif siswa. Gambar 4.7 Kegiatan Siswa saat Outing Class Gambar tersebut menunjukkan inisiatif siswa dalam mencari informasi lain dari guru. Terlihat seorang siswi dalam kelompok tersebut bertanya kepada guru dan guru sedang memberi penjelasan dari pertanyaan itu dan terlihat siswa menyimak penjelasan guru. Peningkatan minat siswa pada pembelajaran siklus II ini diperkuat dengan hasil kuesioener. Kuesioner dibagikan pada setiap akhir pelajaran. Kuesioner tersebut terdiri dari 4 indikator dan dijabarkan ke dalam 23 item pernyataan. Indikator minat tersebut adalah rasa senang saat pembelajaran, perhatian yang ditunjukkan siswa, keterlibatan dalam kegiatan pembelajaran dan inisiatif dalam mencari sumber lain. Contoh kuesioner siklus II dapat dilihat pada gambar berikut:

(179) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI157 Gambar 4.8 Contoh Kuesioner Siswa pada siklus II Pertemuan 2 Kuesioner tersebut merupakan contoh kuesioner siswa pada siklus II pertemuan 2. Skor pada kuesioner tersebut adalah 93, termasuk dalam kriteria minat sangat tinggi. Kuesioner tersebut memiliki 10 jawaban sangat setuju, 9 jawaban setuju, 1 jawaban ragu-ragu, 2 jawaban tidak setuju dan 1 jawaban sangat tidak setuju. Pada indikator pertama yaitu rasa senang pada saat pembelajaran IPA yang dikembangkan menjadi 7 item pernyataan, terdapat 4 jawaban sangat setuju dan 3 jawaban setuju. Pada indikator kedua yaitu perhatian pada saat pembelajaran IPA yang dikembangkan menjadi 5 item pernyataan, terdapat 2 jawaban sangat setuju, 1 jawaban setuju, 1 jawaban ragu-ragu dan 1 jawaban tidak setuju. Pada indikator ketiga yaitu keterlibatan pada saat pembelajaran IPA yang dikembangkan menjadi 5 item pernyataan, terdapat 1 jawaban sangat setuju, 2 jawaban setuju dan 1 jawaban ragu-ragu, 1 jawaban sangat tidak setuju. Pada

(180) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI158 indikator keempat yaitu inisiatif dalam mencari sumber lain yang dikembangkan menjadi 6 item pernyataan, terdapat 3 jawaban sangat setuju daan 3 jawaban setuju. Pada indikator rasa senang memiliki jawaban sangat setuju pada pernyataan saya menyiapkan alat tulis sebelum pembelajaran dimulai, pada saat pembelajaran IPA, saya bersikap ceria, saya ingin mendapatkan nilai yang baik pada saat pembelajaran IPA dan saya sudah siap di dalam kelas sebelum pembelajaran IPA dimulai. Jawaban setuju terdapat pada pernyataan saya tidak mengeluh pada saat mengikuti pembelajaran IPA, saya bersemangat saat mengikuti pembelajaran IPA, dan saya menyukai pembelajaran IPA. Pada indikator perhatian memiliki jawaban sangat setuju pada pernyataan saya menyimak penjelasan guru dan saya tidak melamun saat pembelajaran IPA. Jawaban setuju pada pernyataan saya memperhatikan seluruh proses pembelajaran. Jawaban ragu-ragu pada pernyataan saya berkonsenterasi saat pembelajaran IPA. Jawaban tidak setuju pada pernyataan saya mencatat penjeasan guru saat pelajaran IPA. Pada indikator keterlibatan memiliki jawaban setuju pada pernyataan saya bekerjasama dalam kelompok. jawaban setuju pada pernyataan saya mengerjakan tugas saat pelajaran IPA dan saya memperhatikan penjelasan guru. Jawaban tidak setuju pada pernyataan saya menjawab pertanyaan guru dan jawaban sangat tidak setuju pada pernyataan saya ikut melakukan percobaan dalam kelompok. Pada indikator inisiatif memiliki jawaban sangat setuju pada pernyataan saya membaca atau mencari materi dari sumber lain, saya tertarik melakukan percobaan dan saya membuat ringkasan tanpa diminta guru mengenai materi yang telah dipelajari.

(181) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI159 Jawaban setuju pada pernyataan saya belajar tanpa paksaan dari orang lain, saya mau mempelajari kembali materi yang sudah diajarkan dan saya membuat ringkasan tanpa diminta guru mengenai materi yang telah dipelajari. Meningkatnya minat dari kondisi awal, siklus I dan siklus II diperkuat oleh pernyataan yang diungkapkan siswa ketika ditanya. Ungkapan siswa itu adalah: “Pembelajaran IPA lebih menyenangkan dan menarik karena belajarnya dalam kelompok, kami bisa saling membantu dan bekerjasama. Lebih senang lagi ketika melakukan percobaan dan bisa belajar di luar kelas. Kami bisa lebih semangat belajarnya, apalagi disuruh maju untuk presentasi. Kami berusaha untuk memperoleh hasil yang terbaik”. Secara keseluruhan, minat belajar siswa dalam mata pelajaran IPA menggunakan pendekatan SCL model PBL pada siklus I dan siklus II sudah mengalami peningkatan. Peningkatan minat belajar ini dapat dilihat pada setiap indikatornya. Pada indikator rasa senang, keterlibatan dan inisiatif siswa sudah mengalami peningkatan setelah tindakan siklus I tetapi untuk indikator perhatian belum mencapai target yang ditentukan sehingga penelitian dilanjutkan ke siklus II. Kondisi awal untuk indikator rasa senang adalah 52,3 indikator perhatian adalah 3, indikator keterlibatan adalah 2,7 dan indikator inisiatif adalah 2,78. Pada siklus I, indikator rasa senang sudah meningkat menjadi 3,37 dan melebihi target yang ditentukan yaitu 2,8. Pada indikator perhatian belum mengalami peningkatan yaitu tetap 3. Pada indikator keterlibatan sudah mengalami peningkatan sebesar 3,63 dan melebihi target yang ditentukan yaitu 3,2. Pada indikator terakhir yaitu inisiatif sudah mengalami peningkatan sebesar

(182) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI160 3,60 dan sudah melebihi target yang ditentukan yaitu 3,28. Sedangkan jumlah siswa yang memiliki kriteria minimal cukup berminat telah meningkat yaitu 77,71% dan melebihi target yang ditentukan yaitu 75%. Pada siklus II, indikator yang perhatian sudah mengalami peningkatan dan melebihi target yang ditentukan. Indikator rasa senang sudah meningkat menjadi 4,1 dan melebihi target yang ditentukan yaitu 3,87. Pada indikator perhatian sudah mengalami peningkatan sebesar 3,95 dan melebihi target yang ditentukan yaitu 3,5 Pada indikator keterlibatan sudah mengalami peningkatan sebesar 4,55 dan melebihi target yang ditentukan yaitu 4,1 Pada indikator terakhir yaitu inisiatif sudah mengalami peningkatan sebesar 4,5 dan sudah melebihi target yang ditentukan yaitu 4,1. Sedangkan jumlah siswa yang memiliki kriteria minimal cukup berminat telah meningkat yaitu 91,30% dan melebihi target yang ditentukan yaitu 85%. 2. Peningkatan Prestasi Prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh minat. Hal ini sependapat dengan apa yang dikatakan Djamarah (2011: 167). Djamarah mengatakan bahwa minat terhadap sesuatu itu dipelajari dan dapat mempengaruhi belajar selanjutnya dan mempengaruhi penerimaan minat baru. Jadi, minat terhadap sesuatu merupakan hasil belajar dan cenderung mendukung aktifitas belajar selanjutnya. . Problem based learning merupakan suatu proses pembelajaran inovatif yang dalam penelitian ini dapat membuktikan adanya peningkatan prestasi belajar siswa. Prestasi belajar dalam penelitian ini dilihat dari aspek kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotorik. Penilaian kognitif siswa dengan menggunakan

(183) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI161 soal evaluasi, penilaian afektif siswa dengan kuesioner minat dan penilaian psikomotor dengan rubrik observasi. Aspek afektif yang diukur adalah minat siswa dalam pembelajaran IPA. Penilaian ini menggunakan kuesioner dan rubrik observasi minat sedangkan untuk menilai aspek psikomotor, peneliti menggunakan rubrik penilaian psikomotorik. Data awal prestasi belajar diperoleh dengan melakukan dokumentasi terhadap nilai siswa penilaian aspek kognitif pada mata pelajaran IPA mengenai perubahan sifat benda. Dokumentasi penilaian yang digunakan dalam data awal prestasi belajar adalah penilaian pada mata pelajaran IPA kelas IVB SD Negeri Nogotirto dalam 3 tahun terakhir yaitu tahun ajaran 2010/2011, 2011/2012, dan 2012/2013. Berdasarkan hasil dokumentasi, jumlah siswa pada tahun 2010/2011 sebanyak 24 siswa, dari keseluruhan siswa yang mencapai KKM hanya 14 siswa (58,3%). Jumlah siswa pada tahun 2011/2012 sebanyak 35 siswa, dari keseluruhan siswa yang mencapai KKM hanya 23 siswa (65,7%). Jumlah siswa pada tahun 2012/2013 sebanyak 30 siswa, dari keseluruhan siswa yang mencapai KKM hanya 16 siswa (53,3%). Hasil dari dokumentasi tersebut menunjukkan bahwa pencapaian KKM pada mata pelajaran IPA SD N Nogotirto belum optimal. Pada siklus I, prestasi siswa dalam pembelajaran IPA mengalami peningkatan. Dari hasil penilaian siklus I, dapat diketahui bahwa dari 23 siswa yang telah mencapai KKM yang telah ditentukan ada 73,91% dan rata-rata nilai yang diperoleh adalah 77,69. Dari hasil penilaian siklus II, dapat diketahui bahwa dari 23 siswa yang telah mencapai KKM yang telah ditentukan ada 100% dan rata-rata nilai yang diperoleh adalah 91.91. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi

(184) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI162 peningkatan setelah dikenai tindakan pada setiap siklus. Prestasi belajar pada siklus I telah mengalami peningkatan dari kondisi awal ke siklus I dan telah mencapai target capaian yang telah ditentukan. Pada siklus II hanya pemantapan karena untuk prestasi belajar siswa sudah berhasil ditingkatkan pada siklus I saja. Walaupun hanya pemantapan tetapi tetap menggunakan target capaian dan hasil yang ditunjukkan adalah adanya peningkatan capaian prestasi belajar pada siklus II dan telah mencapai target yang ditentukan. Prestasi belajar pada siklus I melibatkan 3 aspek perkembangan siswa yaitu aspek kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotorik. Aspek kognitif diambil dari nilai evaluasi siswa. aspek afektif diambil dari rubrik observasi dan kuesioner sedangkan aspek psikomotorik diambil dari rubrik observasi. Aspek kognitif siswa dikembangkan melalui kegiatan pembelajaran yang menerapkan pendekatan SCL model PBL. Dalam kegiatan tersebut, siswa melakukan percobaan mengenai perubahan wujud benda. Aspek yang dinilai adalah kelengkapan dan keruntutan dalam melakukan percobaan. Pada akhir pertemuan siklus I, siswa mengerjakan soal evaluasi siklus I. Siswa diberikan 20 soal evaluasi yang berkaitan dengan percobaan yang telah mereka lakukan pada pertemuan 1, pertemuan 2 dan pertemuan 3. Contoh hasil pekerjaan siswa dapat dilihat pada tabel berikut:

(185) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI163 Gambar 4.9 Hasil Pekerjaan Siswa Soal Evaluasi Siklus I

(186) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI164 Gambar di atas merupakan contoh hasil pekerjaan siswa dalam mengerjakan soal evaluasi. Siswa tersebut mendapatkan skor 75. Hasil tersebut memiliki 15 jawaban benar dan 5 jawaban salah. Aspek afektif siswa yang diukur adalah minat siswa dalam mengikuti pembelajaran IPA menggunakan kuesioner. Kuesioner tersebut dibagikan setiap akhir pertemuan. kuesioner ini memuat 4 indikator yang dikembangkan dalam 23 item pernyataan. Indikator tersebut adalah rasa senang, perhatian, keterlibatan dan inisiatif siswa. Dari perhitungan kuesioner minat siswa siklus I minat siswa yang termasuk dalam kategori minimal cukup berminat sebesar 77,71%. Aspek psikomotorik siswa dikembangkan melalui kegiatan percobaan mengenai perubahan wujud benda. Aspek psikomotorik pada siklus I memuat keruntutan dan kelengkapan dalam melakukan percobaan. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh Muhibbin yaitu aspek psikomotorik lebih melihat pada aktivitas fisik yang dilakukan siswa yang ditunjukkan dengan keterampilan atau unjuk kerja yang dilakukan siswa ketika proses pembelajaran (Muhibbin: 214215). Pada saat melakukan percobaan, terdapat kelompok yang mengikuti langkah-langkah percobaan dengan benar dan ada kelompok yang tidak mengikuti

(187) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI165 langkah-langkah percobaan. Dalam hal ini, guru hanya sebagai fasilitator dan pendamping sedangkan siswa secara aktif melakukan percobaan. Kegiatan percobaan siswa dapat dilihat pada gambar berikut: Gambar 4.10 Percobaan Perubahan Wujud Benda Kegiatan pada gamba di atas merupakan kegiatan percbaan siswa mengenai perubahan wujud benda. Siswa berperan aktif dalam kegiatan ini sedangkan guru hanya sebagai fasilitator. Siswa yang menyelesaikan percobaan tersebut di dalam kelompok. dengan adanya kelompok, mereka bisa belajar untuk saling bekerjasama dan menemukan pengetahuannya sendiri. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan Dutch (dalam M. Taufiq Amir (2008:21)) yang menyebutkan bahwa pembelajaran berbasis masalah adalah metode pendidikan yang mendorong siswa untuk mengenal cara belajar dan bekerjasama dalam kelompok untuk mencari penyelesaian masalah di dunia nyata. Pada setiap akhir pembelajaran pertemuan 1, 2 dan 3 siswa mengisi lembar refleksi yang diberikan. Di dalam lembar refleksi tersebut, siswa menuliskan perasaan mereka setelah mengikuti pembelajaran, kendala atau kesulitan yang masih mereka hadapi dan manfaat apa yang diperoleh selama mengikuti kegiatan percobaan.

(188) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI166 Gambar 4.11 Contoh Hasil Refleksi Siswa Siklus I Gambar di atas merupakan hasil refleksi siswa pada siklus 1 pertemuan 2 setelah melaksanakan kegiatan percobaan mengenai perubahan wujud benda cair menjadi gas. Dalam refleksi tersebut, siswa memiliki rasa sangat senang dalam belajar, tidak ada kesulitan yang dihadapi oleh siwa dan siswa berusaha untuk dapat memahami pelajaran. Pada siklus II hanya pemantapan karena untuk prestasi belajar siswa sudah berhasil ditingkatkan pada siklus I saja. Walaupun hanya pemantapan tetapi tetap menggunakan target capaian dan hasil yang ditunjukkan adalah adanya peningkatan capaian prestasi belajar pada siklus II dan telah mencapai target yang ditentukan. Prestasi belajar pada siklus II melibatkan 3 aspek perkembangan siswa yaitu aspek kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotorik. Aspek kognitif diambil dari nilai evaluasi siswa. aspek afektif diambil dari rubrik observasi dan

(189) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI167 kuesioner sedangkan aspek psikomotorik diambil dari rubrik observasi. Aspek kognitif siswa dikembangkan melalui kegiatan pembelajaran yang menerapkan pendekatan SCL model PBL. Dalam kegiatan tersebut, siswa melakukan percobaan mengenai perubahan wujud benda. Aspek yang dinilai adalah kelengkapan dan keruntutan dalam melakukan percobaan. Pada akhir pertemuan siklus II, siswa mengerjakan soal evaluasi siklus II. Siswa diberikan 20 soal evaluasi yang berkaitan dengan percobaan yang telah mereka lakukan pada pertemuan 1 dan pertemuan 2. Contoh hasil pekerjaan siswa dapat dilihat pada tabel berikut:. Gambar 4.12 Hasil Pekerjaan Siswa Soal Evaluasi Siklus II

(190) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI168

(191) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI169 Gambar di atas merupakan contoh hasil pekerjaan siswa dalam mengerjakan soal evaluasi. Siswa tersebut mendapatkan skor 90. Hasil tersebut memiliki 18 jawaban benar dan 2 jawaban salah. Aspek afektif siswa yang diukur adalah minat siswa dalam mengikuti pembelajaran IPA menggunakan kuesioner. Kuesioner tersebut dibagikan setiap akhir pertemuan. kuesioner ini memuat 4 indikator yang dikembangkan dalam 23 item pernyataan. Indikator tersebut adalah rasa senang, perhatian, keterlibatan dan inisiatif siswa. Dari perhitungan kuesioner minat siswa siklus II, minat siswa yang termasuk dalam kategori minat tinggi adalah 85%. Aspek psikomotorik siswa dikembangkan melalui kegiatan observasi mengenai bahan penyusun suatu benda. Aspek psikomotorik pada siklus II memuat pembagian tugas dan pelaksanaan kegiatan. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh Muhibbin yaitu aspek psikomotorik lebih melihat pada aktivitas fisik yang dilakukan siswa yang ditunjukkan dengan keterampilan atau unjuk kerja yang dilakukan siswa ketika proses pembelajaran (Muhibbin: 214-215). Peran guru sebagai fasilitator dan pendamping sedangkan siswa secara aktif melakukan percobaan. Berikut merupakan aktivitas observasi yang dilakukan siswa.

(192) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI170 Gambar 4.13 Aktivitas Observasi Siswa Siklus II Gambar di atas merupakan aktivitas psikomotorik siswa di luar kelas. Dalam gambar tersebut terlihat salah satu kelompok sedang melakukan observasi di luar kelas. Mereka melakukan observasi tidak hanya pada satu tempat. Mereka harus mencari sebanyak banyaknya benda yang terbuat dari bahan penyusun seperti karet, kayu, kaca, besi, kertas dan plastik. Pada setiap akhir pembelajaran pertemuan 1, dan 2 siswa mengisi lembar refleksi yang diberikan. Di dalam lembar refleksi tersebut, siswa menuliskan perasaan mereka setelah mengikuti pembelajaran, kendala atau kesulitan yang masih mereka hadapi dan manfaat apa yang diperoleh selama mengikuti kegiatan percobaan.

(193) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI171 Gambar 4.14 Contoh Hasil Refleksi Siswa Siklus II Gambar di atas merupakan hasil refleksi siswa pada siklus II pertemuan 1 setelah melaksanakan kegiatan percobaan mengenai perubahan wujud benda cair menjadi gas. Dalam refleksi tersebut, siswa memiliki rasa senang dalam belajar, manfaat yang diperoleh adalah menjadi tau bahwa cokelat batang dapat mencair apabila dipanaskan, kesulitan yang dihadapi saat mendinginkan atau membekukan cokelat. Cara yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan itu adalah dengan merendam di dalam es. Menurut analisis peneliti, minat dan prestasi belajar IPA meningkat dikarenakan kekhasan PBL yang terletak pada ke enam langkah dalam PBL yaitu mengidentifikasi masalah, merancang kegiatan penyelesaian masalah, melaksanakan kegiatan penyelesaian masalah, kegiatan tutorial dan menyusun

(194) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI172 laporan. Selain itu, kekhasan PBL juga terletak pada adanya masalah serta adanya pembagian kelompok. Masalah yang dihadirkan merupakan masalah yang dekat dalam kehidupan anak. Masalah dalam dunia nyata. Menurut Piaget dalam Rusmono (2012: 12) anak-anak lahir membawa potensi rasa ingin tahu dan secara terus menerus berusaha untuk memahami dunia sekitar mereka. Ketika anak dihadapkan pada suatu permasalahan nyata, mereka akan penasaran dan mulai ingin mencari tahu. Rasa ingin tahu merupakan faktor internal yang mempengaruhi minat. Pembelajaran yang dilakukan pun berdasarkan permasalahan nyata yang ada di sekitar anak-anak seperti “mengapa colat batang dapat mencair”, “bagimana cara kerja kapur barus yang menguap apabila diletakkan di udara bebas”, dan masih banyak lagi. Peneliti mencoba memberikan permasalahan tersebut kepada siswa. Setelah diberi permasalahan tersebut, ternyata siswa mempunyai minat yang tinggi dalam mencari penyelesaiaanya. Minat siswa tersebut ditunjukkan dalam setiap langkah PBL. Dalam kegiatan mengidentifikasi masalah, setiap kelompok berdiskusi untuk memahami permasalahan tersebut. Pembelajaran dalam PBL adalah kelompok, hal ini yang membuat minat siswa tinggi dalam belajar. Setiap kelompok dengan anggota yang berbeda-beda kemampuannya. Siswa yang awalnya tidak mempunyai minat dalam belajar, dengan adanya kelompok maka minat siswa akan muncul. Mereka akan termotivasi oleh teman-teman dalam kelompoknya tersebut. Berikut ini merupakan langkah-langkah dalam PBL yang terangkum dalam pembelajaran.

(195) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI173 Menurut analisis peneliti, minat dan prestasi belajar IPA meningkat dikarenakan kekhasan PBL yang terletak pada ke enam langkah dalam PBL yaitu mengidentifikasi masalah, merancang kegiatan penyelesaian masalah, melaksanakan kegiatan penyelesaian masalah, kegiatan tutorial dan menyusun laporan. Selain itu, kekhasan PBL juga terletak pada adanya masalah serta adanya pembagian kelompok. Masalah yang dihadirkan merupakan masalah yang dekat dalam kehidupan anak. Masalah dalam dunia nyata. Menurut Piaget dalam Rusmono (2012: 12) anak-anak lahir membawa potensi rasa ingin tahu dan secara terus menerus berusaha untuk memahami dunia sekitar mereka. Ketika anak dihadapkan pada suatu permasalahan nyata, mereka akan penasaran dan mulai ingin mencari tahu. Rasa ingin tahu merupakan faktor internal yang mempengaruhi minat. Pembelajaran yang dilakukan pun berdasarkan permasalahan nyata yang ada di sekitar anak-anak seperti “mengapa colat batang dapat mencair”, “bagimana cara kerja kapur barus yang menguap apabila diletakkan di udara bebas”, dan masih banyak lagi. Peneliti mencoba memberikan permasalahan tersebut kepada siswa. Setelah diberi permasalahan tersebut, ternyata siswa mempunyai minat yang tinggi dalam mencari penyelesaiaanya. Minat siswa tersebut ditunjukkan dalam setiap langkah PBL. Dalam kegiatan mengidentifikasi masalah, setiap kelompok berdiskusi untuk memahami permasalahan tersebut. Pembelajaran dalam PBL adalah kelompok, hal ini yang membuat minat siswa tinggi dalam belajar. Setiap kelompok dengan anggota yang berbeda-beda kemampuannya. Siswa yang awalnya tidak mempunyai minat dalam belajar,

(196) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI174 dengan adanya kelompok maka minat siswa akan muncul. Mereka akan termotivasi oleh teman-teman dalam kelompoknya tersebut. Gambar 4.15 Kegiatan Mengidentifikasi Masalah Gambar di atas merupakan kegiatan mengidentifikasi masalah dalam kelompok. Masalah yang diberikan adalah masalah yang sering mereka temui dalam kehidupan sehari-hari seperti mengapa cokelat batang dapat menjadi cokelat cair, megapa air apabila didihkan akan menimbulkan uap, mengapa kapur barus apabila didiamkan di tempat terbuka lama kelamaan akan menjadi kecil dan habis. Dalam kegiatan masalah ini, siswalah yang aktif menemukan jawaban sedangkan guru hanya sebagai fasilitator dan pendamping (Siregar,2010: 41). Apabila ada hal yang siswa tidak tahu, guru tidak langsung memberikan jawaban tetapi guru menuntun siswa untuk menemukan jawaban.

(197) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI175 Gambar 4.16 Merancang Kegiatan Penyelesaian Masalah Dalam gambar tersebut, terlihat salah satu kelompok sedang merancang kegiatan penyelesaian masalah. Dalam hal ini, mereka mendaftar alat dan bahan yang dibutuhkan dan menyusun langkah-langkah percobaaan yang akan dilakukan. Di dalam kelompok, semua ikut berpartisipasi, ikut bekerjasama. Tidak ada yang sibuk sendiri melakukan hal lain. Gambar 4.17 Melaksanakan Kegiatan Penyelesaian Masalah Gambar di atas adalah saat siswa melaksanakan kegiatan penyelesaian masalah yaitu kegiatan percobaan. Percobaan ini dilakukan untuk membuktikan

(198) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI176 apakah jawaban yang sudah mereka tuliskan dalam kegiatan mengidentifikasi masalah benar atau tidak. Siswa melakukan percobaan berdasarkan langkahlangkah percobaan yang sudah mereka tuliskan dalam merancang kegiatan penyelesaian masalah. Kegiatan guru adalah mengawasi setiap kelompok dalam melakukan percobaan. Gambar 4.18 Kegiatan Tutorial Dalam kegiatan di atas, terlihat kelompok siswa melaporkan perkembangan penyelesaian masalah kepada guru. Tugas guru adalah mengevaluasi dan memberikan masukan kepada kelompok tersebut untuk kegiatan selanjutnya. Gambar 4.19 Melanjutkan Kegiatan Penyelesaian Masalah

(199) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI177 Dalam kegiatan ini, siswa melanjutkan kegiatan penyelesaian masalah dengan mempertimbangkan masukan dari guru. Hal yang dilakukan siswa adalah melengkapi jawaban yang ada dalam LKS setelah siswa melakukan percobaan. Gambar 4.20 Menyusun Laporan Kegiatan siswa dalam gambar tersebut adalah menyusun laporan mengenai proses penyelesaian masalah dan mengidentifikasi pengetahuan dan keterampilan yang sudah diperoleh dalam proses tersebut. Dalam menyusun laporan, siswa juga membuat kesimpulan berdasarkan percobaan yang telah dilakukan. Secara keseluruhan, peningkatan prestasi belajar siklus I maupun siklus II sudah mengalami peningkatan dan melebihi target capaian yang ditentukan. Peningkatan prestasi belajar siswa dilihat dari dua indikator yaitu siswa yang lulus KKM dan rata-rata nilai kelas. Pada kondisi awal, siswa yang lulus KKM sebesar 62,85% dan rata-rata kelasnya adalah 68. Pada siklus I telah mengalami peningkatan sebesar 73,91% dan telah melebihi terget yang ditentukan yaitu 70% dengan nilai rata-rata kelasnya adalah 75 dengan target 77,69. Pada siklus II hanya sebagai pemantapan karena prestasi belajar dengan siklus I sudah tercapai, walaupun hanya pemantapan tetapi tetap

(200) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI178 diberikan target capaian. Siswa yang lulus KKM telah mengalami peningkatan sebesar 100% dan telah melebihi terget yang ditentukan yaitu 85% dengan nilai rata-rata kelasnya adalah 91,91 dengan target 80. Penggunaan pendekatan SCL dengan model PBL meningkatkan minat belajar siswa melalui proses pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif untuk melakukan pembelajaran yang bermakna dengan pengalaman-pengalaman belajar mereka. Tahap-tahap pembelajaran PBL membuat siswa lebih aktif dan pembelajaran lebih berpusat pada siswa. Pembelajaran yang melibatkan siswa sebagai pusat pembelajaran dan mengaktifkan siswa menyebabkan tumbuhnya minat belajar siswa. Hal inilah yang dapat merangsang meningkatnya minat belajar siswa dalam proses pembelajaran IPA. Penggunaan pendekatan SCL dengan model PBL meningkatkan prestasi belajar siswa melalui kegiatan pembelajaran yang melibatkan 3 ranah yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pembelajaran dengan model PBL memberikan pengalaman langsung bagi siswa. Pengalaman secara langsung dalam pembelajaran menjadikan siswa dapat memahami dan menemukan makna dalam pembelajaran sehingga prestasi belajar siswa meningkat. Selain itu, meningkatnya minat belajar siswa juga berpengaruh terhadap peningkatan prestasi belajar siswa.

(201) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan tujuan untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa menggunakan pendekatan SCL model PBL. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, maka peneliti membuat kesimpulan sebagai berikut: 1. Model pembelajaran Problem Based Learning meningkatkan minat belajar IPA pada siswa kelas IV SD Negeri Nogotirto semester ganjil tahun pelajaran 2013/2014, khususnya pada materi benda dan sifatnya dengan menerapkan 7 langkah dalam PBL yaitu mengidentifikasi masalah, merencanakan kegiatan peenyelesaian masalah, melaksanakan kegiatan penyelesaian masalah, kegiatan tutorial, melanjutkan kegitaan penyelesaian masalah, menyusun laporan dan penilaian. Hal ini terbukti dengan meningkatnya minat siswa dengan melihat indikator minat yaitu rasa senang, perhatian, keterlibatan dan inisiatif siswa. Pada indikator rasa senang, minat siswa ditunjukkan dengan tidak mengeluh dalam belajar, siswa sudah siap sebelum di dalam kelas pembelajaran dimulai dan siswa bersemangat dalam belajar. Pada indikator perhatian, minat siswa ditunjukkan dengan memperhatikan penjelasan guru, memperhatikan percobaan yang telah dilakukan, tidak melamun dalam pembelajaran dan tidak sibuk sendiri ketika teman-teman yang lain bekerja. Pada indikator keterlibatan, minat siswa ditunjukkan dengan saling bekerjasama di dalam 179

(202) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI180 kelompok, mau mendengarkan pendapat orang lain. Pada indikator inisiatif, minat siswa ditunjukkan dengan mencari sumber/informasi lain apabila belum paham mengenai materi, siswa juga berinisiatif untuk mencari sumber buku di perpustakaan. Pada kondisi awal, siswa yang memiliki sikap ceria dalam pembelajaran yaitu 2,3, siswa yang memperhatikan saat proses pembelajaran yaitu 3, siswa yang terlibat dalam proses pembelajaran yaitu 2,7 dan siswa yang berinisiatif mencari informasi baru yaitu 2,78, sedangkan presentase siswa yang memiliki minimal cukup berminat hanya 60,87%. Setelah diadakan siklus penelitian pada siklus I dan II, minat siswa mengalami peningkatan minat. Siswa yang memiliki sikap ceria dalam pembelajaran meningkat menjadi 3,37 pada siklus I dan 4,1 pada siklus II, siswa yang memperhatikan saat proses pembelajaran mengalami penurunan menjadi 2,33 pada siklus I dan 3,95 pada siklus II, siswa yang terlibat dalam proses pembelajaran meningkat menjadi 3,63 pada siklus I dan 4,55 pada siklus II dan siswa yang berinisiatif mencari informasi baru meningkat menjadi 3,60 pada siklus I dan 4,5 pada siklus II, sedangkan presentase siswa yang memiliki minimal cukup berminat meningkat menjadi 77,71% pada siklus I dan 91,30 pada siklus II. 2. Model pembelajaran Problem Based Learning meningkatkan prestasi belajar IPA pada siswa kelas IV SD Negeri Nogotirto semester ganjil tahun pelajaran 2013/2014, khususnya pada materi benda dan sifatnya dengan menerapkan 7 langkah dalam PBL yaitu mengidentifikasi masalah, merencanakan kegiatan peenyelesaian masalah, melaksanakan kegiatan

(203) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI181 penyelesaian masalah, kegiatan tutorial, melanjutkan kegitaan penyelesaian masalah, menyusun laporan dan penilaian. Aspek yang digunakan untuk melihat peningkatan prestasi adalah aspek kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotorik. Aspek kognitif dengan melihat nilai evaluasi. Aspek afektif dengan melihat skor minat siwa. Aspek psikomotorik dengan hasil observasi siswa selama percoban. Hal ini terbukti dengan meningkatnya prestasi siswa dari kondisi awal yaitu 62,85% dengan nilai rata-rata kelas 68. Pada siklus I meningkat menjadi 73,91% dengan nilai rata-rata kelas sebesar 77,69. Pada siklus II juga mengalami peningkatan menjadi 100% dengan nilai rata-rata kelas sebesar 91,91. B. Keterbatasan Penelitian Berdasarkan teori, model PBL mempunyai beberapa kelemahan antara lain (1) sulitnya mencari problem yang relevan, (2) keberhasilan pembelajaran ini membutuhkan cukup waktu untuk persiapan, (3) bila siswa tidak memiliki minat atau tidak memiliki kepercayaan bahwa masalah yang dipelajari sulit dipecahkan, maka mereka malas untuk mencoba. Dalam pelaksanaannya, peneliti menemukan kelemahan pada waktu. C. Saran Untuk mengatasi waktu dalam pelaksanaan pembelajaran, maka guru harus bersifat fleksibel. Jika guru tidak dapat menyelesaikan dalam 1x pertemuan maka guru dapat melanjutkan di pertemuan berikutnya.

(204) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR REFERENSI Agustiningsih, D. (2009). Peningkatan motivasi dan prestasi belajar IPS melalui model pembelajaran berbasis masalah pada siswa kelas IV di SD N Tatana semester 2 tahun 2011. Skripsi. Yogykarta: Universitas Sanata Dharma. Arikunto, S., dkk. (2006). Penelitian tindakan kelas. Jakarta: Bumi Aksara. Amir, T. (2009). Motivasi pendidikan melalui problem based learning: bagaimana pendidik memberdayakan pembelajar di era pengetahuan. Jakarta: Kencana. Arifin, Z. (2009). Evaluasi pembelajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Brata, S. (2006). Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Budi, K. & Purnomo, P. (2013). Buku kerja mahasiswa matakuliah penelitian tindakan kelas. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Chosiyah. (2001). Bimbingan dan konseling belajar. Surakarta: BPK UNS. Dahar, RW. (2011). Teori-teori belajar dan pembelajaran. Jakarta: Erlangga. Darsono, M. (2010). Belajar dan pembelajaran. Semarang: IKIP Semarang Press. Djamarah. (2011). Psikologi belajar. Jakarta: Rineka Cipta. Djiwandono, W. (2003). Psikologi pendidikan. Jakarta: Grasindo. Domi, S. (2013). Model-model pembelajaran. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Herhenhahn, B., dkk. (2008). Theories of learning. Jakarta: Kencana. Hurlock, E. (1995). Perkembangan Anak Jilid 2. Jakarta: Erlangga. Kunandar. (2011). Langkah mudah penelitian tindakan kelas pengembangan profesi guru. Jakarta: Pt. Rajawali Pers. sebagai ________. 2008. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas sebagai Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: Pt. Rajagrafindo Persada. Kusumah, W. (2009). Mengenal penelitian tindakan kelas. Jakarta: PT. Indeks Puri Media. 182

(205) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI183 Lucy B. (2009). Mendidik sesuai minat dan bakat anak. Jakarta: Tangga Pustaka. Margono, S. (2007). Metodologi penelitian pendidikan. Jakarta: Rineke Cipta. Masidijo. (1995). Penilaian pencapaian hasil belajar siswa di sekolah. Yogyakarta: Kanisius. ________- (2010). Penilaian pencapaian hasil belajar siswa di sekolah. Yogyakarta: Kanisius. Mulyati. (2005). Psikologi belajar. Yogyakarta. Penerbit Andi. Pranowo, I. (2008). Peningkatan minat dan prestasi belajar IPA materi pembentukan tanah dengan metode penemuan terbimbing pada siswa kelas V semester 2 SDK Totogan tahun pelajaran 2011/1012. Skripsi. Yogykarta: Universitas Sanata Dharma. Priyatmojo, A., dkk. (2010). Buku panduan pelaksanaan student centered learning (SCL) dan student teacher aesthethic role-sharing (STAR). Pusat Pengembangan Pendidikan Universitas Gajah Mada. Purwantiningsih, T. (2010). Statistika dan probabilitas. Jogjakarta: Universitas Sanata Dhama. Puspitasari, M. (2012). Peningkatan minat dan prestasi belajar IPA tentang permasalahan sosial melalui media pembelajaran berbasis masalah pada siswa kelas V SD N Plaosan 1 Mlati semester genap tahun ajaran 2011/2012. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Rohani, A. (2004). Pengelolaan pengajaran. Jakarta: PT. Rineka Cipta. Rohmah, N. (2012). Psikologi pendidikan. Yogyakarta: Teras. Samatowa, U. (2011). Pembelajaran IPA di sekolah dasar. Jakarta: PT Indeks Santrock, J. (2014). Psikologi pendidikan. Jakarta: Salemba Humanika. Sanjaya, W (2006). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Siregar, E., dkk. (2010). Teori belajar dan pembelajaran. Bogor: Ghalia Indonesia. Slameto. (2010). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta.

(206) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI184 Sriharyani, M. (2010). Peningkatan minat dan prestasi belajar menggunakan model cooperative laearning tipe NHT pada pelajaran IPS siswa kelas IV SDK Wirobrajan semester genap tahun ajaran 2011/2012. Skripsi. Yogykarta: Universitas Sanata Dharma. Sudjana, N. (1989). Dasar-dasar proses belajar mengajar. Bandung: Sinar Baru. Sugiyono. (2011). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif dan kombinasi. Bandung: Alfabeta. Suparno, P. (2012). Teori perkembangan kognitif Jean Piaget. Yogyakarta: Kanisius. Surya, H. (2009). Menjadi manusia pembelajar. Jakarta: Alex Media Komputindo. Susanto. (2013). Teori belajar dan pembelajaran di sekolah dasar. Jakarta: Kencana. Suyono. (2011). Belajar dan pembelajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Taryani, Y., dkk. (2004). Psikologi pembelajaran dan pengajaran. Bandung: Pustaka Bani Quarisy. Trianto. (2010). Mendesain model pembelajaran inovatif-progresif. Jakarta: Kencana. Wena, M. (2009). Pembelajaran inovatif kontemporer. Jakarta: Bumi Aksara. Hall, B. (2006). The nature of "Student-Centred Learning". Diambil 04 Desember 2013, dari http://secondlanguagewriting.com/explorations/Archives/2006/Jul/Stu dentcenteredLearni g.html. http://jurnal.upi.edu/file/9-Darmawan.pdf November 2013 pukul 14:00. yang diakses pada tanggal 29 http://freewebs.com/santyasa/Lemlit/PDF_Files/PENDIDIKAN/APRIL_2008/IG AN_Setiawan.pdf yang diakses pada tanggal 29 November 2013 pukul 14:15. Lea, S. J., Stephenson, D., & Troy, J. (2003). Higher education students’ attitudes to student centred learning: Beyond ‘educational bulimia’. Studies in Higher Education 28(3), 321-334. Dalam O’Neill, G. & McMahon, T. (2005). Student-centred learning: What does it mean for students and lecturers. Diambil 04 Desember 2013, dari

(207) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI185 http://www.aishe.org/readings/2005-1/oneillmcmahon tues_19th_Oct_SCL.html#XLea2003. O’Neill, G & McMahon, T. (2005). Student-centered-learning: What does it mean for students and lectures? Diambil 04 Desember 2013, dari http://www.aishe.org/readings/2005 1/oneillmcmahonTues_19th_Oct_SCL.html. Wikipedia. (2006). Student Centered Learning. Diambil 04 Desember 2013, dari http://en.wikipedia.org/wiki/Student-centered-learning

(208) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI186 Lampiran 1 Surat Ijin Penelitian

(209) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI187 Lampiran 1.1 Surat Ijin Penelitian

(210) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI188 Lampiran 1.2 Surat Telah Melakukan Penelitian Penelitian

(211) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI189 Lampiran 2 Data Awal

(212) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 2.1 Data Awal Minat 190

(213) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI191 Lampiran 2.2 Data Awal Prestasi Belajar Dokumentasi Nilai Siswa tahun ajaran 2010/2011

(214) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI192 Dokumentasi Nilai Siswa tahun ajaran 2011/2012

(215) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI193 Dokumentasi Nilai Siswa tahun ajaran 2012/2013

(216) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI194 Lampiran 3 Instrumen Pembelajaran Sesudah Divalidasi

(217) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 195 Lampiran 3.1 Silabus Siklus I SILABUS Nama Sekolah : SD Negeri Nogotirto K e l as : IV Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Semester : 1 (Satu) Alokasi Waktu : 3 x pertemuan (6 jp/ 6 x 35 menit) Standar Kompetensi: 6. Memahami beragam sifat dan perubahan benda serta berbagai cara penggunaan benda berdasarkan sifatnya Kompetensi Dasar 6. 2 Mendeskrip sikan terjadinya perubahan wujud cair  padat  cair; cair  gas  cair; padat  gas Materi Pokok Perubahan wujud benda: Perubahan wujud cair menjadi padat dan padat menjadi cair Kegiatan Pembelajaran Indikator Jenis Pertemuan pertama T e s: Kognitif: Eksplorasi Mengukur - Menyebutkan - Siswa mengamati indikator proses terjadinya gambar coklat yang kognitif perubahan ditunjukkan guru . Non tes: wujud cair - Siswa dibagi ke dalam Mengukur menjadi padat; beberapa kelompok i ndikator dan padat kecil. afektif dan menjadi cair. - Siswa bersama dengan psikomotori - Menemukan guru mendiskusikan LKS k peristiwa lain Elaborasi yang merupakan Penilaian Teknik - T e s: Tertulis - Proses: Kinerja Instrumen - Lembar Kegiatan Siswa - Rubrik Penilaian - Kuisioner Alokasi Waktu 1 kali pertemuan (2jp/ 2 x 35 menit) Sumber dan Media Media Pembelajaran: “Kotak Bu Guru”, kotak ini berisi gambar benda-benda yang dapat mengalami perubahan wujud dari air  padat dan padat  cair.

(218) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 196 - Siswa berdiskusi tentang masalah dan menentukan jawaban dari permasalahan itu. (Identifikasi Masalah) - Siswa merancang percobaan yang akan dilakukan tentang perubahan wujud cair menjadi padat, dan padat menjadi cair. (Merancang kegiatan penyelesaian masalah) x Siswa melaksanakan percobaan tentang tentang perubahan wujud cair menjadi padat, dan padat menjadi cair berdasarkan rancangan yang telah dibuat. (Melaksanakan kegiatan penyelesaian masalah) x Siswa melaporkan hasil percobaan dan menerima masukan dari guru. (Kegiatan Tutorial) c ont oh perubahan wujud cair menjadi padat dan kembali lagi ke cair. - Merancang percobaan yang merupakan c ont oh perubahan wujud cair menjadi padat dan padat menjadi cair. Afektif - Menunjukkan minat dalam pembelajaran Psikomotor - Melakukan percobaan dengan tepat Alat dan bahan pe r c obaan: Alat: - Kaki tiga - Pembakar spritus - Korek api - Nampan - Panci kecil - Sendok - Cetakan agar-agar berbentuk binatang. Bahan: - Air - Cokelat - Es batu Sumber belajar: Irianto, Teguh., Eddy Rohanadi., F. Supardi. (2005). Eksperimen sains jilid 4. Jakarta: Penerbit Erlangga. Halaman 79-82 S, Rositawaty. 2008. Senang belajari ilmu pengetahuan alam 4:

(219) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 197 untu kkelas IV sekolah dasar/ madrasah ibtidayah.. Jakarta: Pusat Perbukuaan Departemen Pendidikan Nasional. Halaman 89-91 Sulistyanto,Heri. 2008. Ilmu pengetahuan alam 4 untuk SD dan MI kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuaan Departemen pendidikan Nasional. Halaman 81-83 x Siswa mendiskusikan masukan dari guru. (Melanjutkan kegiatan penyelesaian masalah) x Siswa menyusun laporan tentang hasil percobaan yang telah dilakukan. (Menyusun l apor an) Konfirmasi x Siswa dipersilahkan untuk bertanya apabila ada yang belum jelas. x Siswa melakukan refleksi dengan bimbingan guru. Perubahan wujud benda: Perubahan wujud cair menjadi gas Pertemuan kedua Kognitif: Eksplorasi - Menyebutkan x Guru menampilkan proses terjadinya gambar seri. perubahan x Siswa dan guru wujud cair melakukan tanya jawab menjadi gas; dan T e s: Mengukur indikator kognitif Non tes: Mengukur - T e s: Tertulis - Proses: Kinerja - Lembar Kegiatan Siswa - Rubrik Penilaian - Kuisioner 1 kali pertemuan (2jp/ 2 x 35 menit) Zuneldi., Dian Okky S, M. Parilian. (2011). IPA 4 Ilmu pengetahuan alam SD Kelas IV. Jakarta: Yudhistira. Halaman 47-50. Media Pembelajaran Gambar seri proses perebusan pisang yang terdiri dari pisang yang baru masak di pohon,

(220) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 198 dan gas x menjadi cair x gas menjadi cair. Siswa duduk bersama Menemukan dengan kelompoknya peristiwa lain Guru dan siswa yang merupakan melakukan tanya jawab c ont oh kembali. perubahan x Guru dan siswa wujud cair mendiskusikan menjadi gas dan pertanyaan dari guru. kemudian menjadi cair. Elaborasi - Merancang - Siswa berdiskusi percobaan yang tentang masalah dan m erupakan menentukan jawaban c ont oh dari permasalahan itu. perubahan (Identifikasi Masalah) wujud cair - Siswa merancang menjadi gas dan percobaan yang akan gas menjadi cair. dilakukan. (Merancang kegiatan penyelesaian masalah) x Siswa melaksanakan percobaan berdasarkan rancangan yang telah dibuat. (Melaksanakan kegiatan penyelesaian masalah) x Siswa melaporkan hasil percobaan dan Afektif - Menunjukkan minat dalam pembelajaran Psikomotor - Melakukan percobaan dengan tepat indikator afektif dan psikomotori k direbus, dan disajikan. Alat dan Bahan Percobaan: Alat: - Kaki tiga - Korek api - Panci - Pembakar spiritus Bahan: - Es batu - Pisang - Piring Sumber Belajar: Sumber belajar sama dengan pertemuan sebelumnya.

(221) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 199 menerima masukan dari guru. (Kegiatan Tutorial) x Siswa mendiskusikan masukan dari guru. (Melanjutkan kegiatan penyelesaian masalah) x Siswa menyusun laporan tentang hasil percobaan yang telah dilakukan. (Menyusun l apor an) Konfirmasi x Siswa dipersilahkan untuk bertanya apabila ada yang belum jelas. x Siswa melakukan refleksi dengan bimbingan guru. Perubahan Pertemuan Ketiga Kognitif: wujud Eksplorasi - Menyebutkan benda: x Mengidentifikasi bau proses terjadinya Perubahan yang ada di ruang kelas perubahan wujud cair x Siswa mengamati wujud padat menjadi gas benda (pengharum menjadi gas dan gas ruangan) yang - Menemukan menjadi cair ditunjukkan oleh guru peristiwa lain T e s: Mengukur indikator kognitif Non tes: Mengukur indikator afektif dan psikomotori - T e s: Tertulis - Proses: Kinerja - Lembar Kegiatan Siswa - Rubrik Penilaian - Kuisioner 1 kali pertemuan (2jp/ 2 x 35 menit) Media Pembelajaran Alat dan Bahan Percobaan Alat: - Kaki tiga - Korek api - Pembakar spritus - Kaleng bekas Bahan:

(222) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 200 Siswa dan guru melakukan tanya jawab tentang bau yang siswa hirup. x Siswa duduk bersama dengan kelompok x Guru dan siswa kembali melakukan tanya jawab. x Siswa bersama dengan guru mendiskusikan LKS Elaborasi - Siswa berdiskusi tentang masalah dan menentukan jawaban dari permasalahan itu. (Identifikasi Masalah) - Siswa merancang percobaan yang akan dilakukan. (Merancang kegiatan penyelesaian masalah) x Siswa melaksanakan percobaan berdasarkan rancangan yang telah dibuat. (Melaksanakan kegiatan penyelesaian x yang merupakan k c ont oh perubahan wujud padat menjadi gas - Merancang percobaan yang merupakan c ont oh perubahan wujud padat menjadi gas. Afektif - Menunjukkan minat dalam pembelajaran Psikomotor - Melakukan percobaan dengan tepat - Kapur barus Sumber Belajar Sama dengan pertemuan sebelumnya

(223) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 201 masalah) x Siswa melaporkan hasil percobaan dan menerima masukan dari guru. (Kegiatan Tutorial) x Siswa mendiskusikan masukan dari guru. (Melanjutkan kegiatan penyelesaian masalah) x Siswa menyusun laporan tentang hasil percobaan yang telah dilakukan.

(224) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 202 Lampiran 4.2 Silabus Siklus II SILABUS Nama Sekolah : SD N Nogotirto K e l as : IV Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Semester : 1 (Satu) Alokasi Waktu : 4 JP (2 x Pertemuan) Standar Kompetensi: 6. Memahami beragam sifat dan perubahan benda serta berbagai cara penggunaan benda berdasarkan sifatnya Kompetensi Dasar 6.3 Menjelaskan hubungan antara sifat bahan dengan kegunaannya. Materi Kegiatan Pembelajaran Pokok Penggunaan Pertemuan Pertama benda sesuai Eksplorasi dengan sifat x Siswa memperhatikan bahannya benda-benda yang ditunjukkan oleh guru (benda berbahan kertas, kayu, logam, karet, kaca, kain, dan plastik) x Siswa dan guru melakukan Indikator Kognitif: x Menyebutkan macammacam bahan penyusun be nda x Menemukan contoh benda berdasarkan Jenis - Te s Mengukur indikator kognitif - Non tes Mengukur indikator afektif dan psikomotorik Penilaian Teknik - Te s Tertulis - Proses Kinerja Instrumen - Lembar Kegiatan Siswa - Kuisioner m i na t - Rubrik Penilaian Alokasi Media dan Waktu Sumber 1 kali Media pertemuan Pembelajaran: (2jp/ 2 x x Benda-benda 35 menit) di lingkungan sekitar: benda yang terbuat dari bahan plastik,

(225) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 203 tanya jawab mengenai benda-benda tersebut. x Siswa dibagi kedalam beberapa kelompok kecil. x Siswa menyimak pertanyaan yang diberikan guru. x Siswa dibagikan LKS yang berisi petunjuk kegiatan yang akan mereka lakukan x Siswa dan guru bersamasama mendiskusikan LKS yang telah siswa terima. Elaborasi x Siswa mulai mengerjakan LKS dengan cara berdiskusi tentang masalah yang dihadapi dan menentukan jawabannya. (Identifikasi masalah) x Siswa merancang pengamatan yang akan dilakukan. (Merancang kegiatan penyelesaian masalah) x Siswa melaksanakan pengamatan berdasarkan ba ha n penyusunnya x Mengelompo kkan benda berdasarkan ba ha n penyusunnya Afektif x Menunjukkan minat dalam pembelajaran mengenai ba ha n penyusun be nda Psikomotorik: x Melakukan pengamatan dalam kegiatan pembelajaran mengenai bahan penyusun be nda logam, kayu, kertas, kaca, kain, karet, Sumber belajar x Rositawaty, S dkk. (2008).Senan g Belajar Ilmu Pengetahuan Alam 4: Untuk Kelas IV Sekolah Dasar/Madra sa h Ibtidaiyah. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Halaman 9298 x Wahyono, Budi. (2008). Ilmu Pengetahuan Alam 4untuk

(226) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 204 6. 3 Menjelaskan hubungan antara sifat rancangan yang telah dibuat. (Melaksanakan kegiatan penyelesaian masalah) x Siswa melaporkan hasil pengamatan dan menyimak saran guru. (Kegiatan t ut or i al ) x Siswa mendiskusikan masukan yang diberikan oleh guru. (Melanjutkan kegiatan penyelesaian masalah) x Siswa menyelesaikan LKS secara berkelompok (Menyusun laporan) Konfirmasi x Siswa dipersilahkan untuk bertanya apabila ada yang belum jelas. x Siswa dan guru mendiskusikan kegiatan pembelajaran yang telah mereka lakukan. Pertemuan kedua Eksplorasi x Siswa menunjukkan bendabenda yang sudah diminta SD/MI Kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Halaman 7981 x Sumantoro.(2 009). Ayo Belajar Ilmu Pengetahuan Kelas 4 SD. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. Halaman 110-112 - Te s Mengukur x Menjelaskan indikator 3 sifat bahan kognitif Kognitif: - Lembar - Te s Tertulis Aktifitas Siswa - Proses Kinerja - Rubrik 1 kali Media pertemuan Pembelajaran (2jp/ 2 x x Kertas 35 menit)

(227) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 205 bahan dengan kegunaannya. guru untuk dibawa (kertas tisu, kertas karton, kelas “aqua”, bungkus makanan “Sukro”, uang logam 500an, penggaris besi, kain untuk bahan seragam sekolah, kain jeans, cermin, botol C1000, karet gelang, potongan ban motor, triplek, dan pensil) x Siswa dan guru melakukan tanya jawab mengenai benda-benda yang sudah mereka bawa x Siswa diberi permasalahan mengenai apa saja sifatsifat bahan logam, kertas, kain, plastik, kaca, kayu, dan karet. Setelah mengetahui sifatnya, siswa diminta menentukan sebaiknya benda-benda tersebut digunakan untuk apa. x Siswa secara berkelompok menjawab permasalahan yang diberikan oleh guru. x Siswa dibagikan LKS yang penyusun be nda x Membedakan ba ha n penyusun suatu benda berdasarkan sifatnya x Menganalisis kegunaan be nda berdasarkan sifat bahan penyusunnya Afektif x Menunjukkan minat dalam pembelajaran mengenai sifat bahan penyusun benda dan kegunaannya. Psikomotorik: x Melakukan percobaan dalam - Non tes Mengukur i ndi ka t or afektif dan psikomotorik Penilaian - Kuisioner minat x Kantong pl a s t i k x Penggaris be s i x Kaca x Baju x Balok kayu Sumber Belajar sama dengan pertemuan pertama

(228) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 206 berisi petunjuk kegiatan yang akan mereka lakukan x Siswa dan guru bersamasama mendiskusikan LKS yang telah siswa terima Elaborasi x Siswa berdiskusi tentang masalah yang dihadapi dan menentukan jawaban atas masalah tersebut. (Identifikasi Masalah) x Siswa merancang percobaan yang akan dilakukan. (Merancang kegiatan penyelesaian masalah) x Siswa melaksanakan percobaan berdasarkan rancangan yang telah dibuat dan menuliskan hasilnya pada tabel. (Melaksanakan kegiatan penyelesaian masalah) x Siswa melaporkan hasil percobaan dan menerima masukan dari guru. (Kegiatan tutorial) x Siswa mendiskusikan kegiatan pembelajaran mengenai sifat bahan penyusun benda dan kegunaannya

(229) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 207 masukan dari guru dan menemukan kegunaan dari benda yang yang telah ditemukan sifatnya. (Melanjutkan kegiatan penyelesaian masalah) x Siswa menyelesaikan LKS dan mengumpulkan LKS yang telah dikerjakan.

(230) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 208

(231) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 209 Lampiran 3.3 RPP Siklus I RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (Siklus 1 Pertemuan 1) I. SATUAN PENDIDIKAN : SD N Nogotirto KELAS/ SEMESTER : IV (Empat) / 1 (Satu) MATA PELAJARAN : Ilmu Pengetahuan Alam ALOKASI WAKTU : 2 JP (2 x 35 menit)/ 1 Pertemuan STANDAR KOMPETENSI Benda dan Sifatnya 6. Memahami beragam sifat dan perubahan benda serta berbagai cara penggunaan benda berdasarkan sifatnya II. KOMPETENSI DASAR 6.2 Mendeskripsikan terjadinya perubahan wujud cair  padat  cair; cair  gas  cair; padat gas III. INDIKATOR PEMBELAJARAN Kognitif: 6.2.1 Menyebutkan proses terjadinya perubahan wujud cair menjadi padat dan padat menjadi cair 6.2.2 Menemukan peristiwa lain yang merupakan contoh perubahan wujud c a ir menjadi padat dan kembali lagi ke cair 6.2.3 Merancang percobaan yang merupakan contoh perubahan wujud cair menjadi padat dan padat menjadi cair Afektif: 6.2.4 Menunjukkan minat dalam pembelajaran Psikomotorik: 6.2.5 Melakukan percobaan dengan tepat

(232) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 210 IV. TUJUAN PEMBELAJARAN Kognitif: 1. Siswa mampu menyebutkan sebuah proses terjadinya perubahan wujud cair menjadi padat dan padat menjadi cair berdasarkan percobaan yang dilakukan 2. Siswa mampu menemukan minimal tiga peristiwa lain yang merupakan contoh perubahan wujud cair menjadi padat dan kembali lagi ke cair secara berkelompok 3. Siswa mampu merancang sebuah percobaan yang merupakan contoh perubahan wujud cair menjadi padat dan padat menjadi cair secara berkelompok Afektif: 4. Siswa dapat menunjukkan empat indikator minat dalam pembelajaran mengenai perubahan wujud benda cair menjadi padat dan padat menjadi cair Psikomotorik: 5. Siswa dapat melakukan sebuah percobaan mengenai perubahan wujud cair ke gas sesuai dengan langkah-langkah dalam lembar kerja siswa (LKS). V. MATERI PEMBELAJARAN Perubahan Wujud Benda: x Perubahan wujud benda cair menjadi padat x Perubahan wujud benda padat menjadi cair VI. PENDEKATAN, MODEL, DAN METODE PEMBELAJARAN Pendekatan Pembelajaran : Student Centered Learning Model Pembelajaran : Problem Based Learning Metode Pembelajaran : Tanya Jawab, kerja kelompok, eksperimen, observasi, penugasan, presentasi VII. KEGIATAN PEMBELAJARAN Kegiatan Waktu Metode Kegiatan Awal 15 menit Tanya jawab x Salam, Doa, Presensi x Perkenalan x Motivasi Menyanyikan lagu “ibu guru punya benda” Ibu guru punya kotak….(guru)

(233) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Apa, apa, apa.. 211 (siswa) Didalamnya ada air (guru) Byur…… byur…….byur (siswa) Di dalamnya ada api (guru) Panas……. panas……. panas (siswa) Di dalamnya ada es (guru) Dingin…dingin……dingin…. (siswa) Di dalamnya coklat (guru) Enak…enak…enak….(siswa) x Apersepsi Siswa dan guru melakukan tanya jawab mengenai lagu yang sudah dinyanyikan. Contoh pertanyaan: - Anak-anak, dalam lagu tadi benda apa saja yang ada di dalam kotak yang ibu guru bawa? - Nah kalau coklat itu wujudnya apa? - Apakah wujud coklat yang padat itu bisa berubah menjadi cair? - Apakah kalian tahu bagaimana proses perubahan tersebut? Mari kita cari tahu bersama-sama x Orientasi Siswa mendapat penjelasan dari guru tentang kegiatan yang akan dilakukan mengenai perubahan wujud cair menjadi padat dan padat menjadi cair agar siswa mampu memahami berbagai peristiwa perubahan wujud yang terjadi di kehidupan sehari-hari. Kegiatan Inti Eksplorasi x Siswa mengamati gambar coklat batang dan coklat cair yang ditampilkan oleh guru. x Siswa dan guru melakukan tanya jawab mengenai gambar yang telah ditampilkan oleh guru. x Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil. 40 Menit - Tanya jawab - Kerja kelompok - Diskusi - Eksperimen - Observasi

(234) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 212 Masing-masing kelompok terdiri dari 5-6 orang siswa. - Penugasan x Guru memberikan sebuah pertanyaan kepada siswa - Presentasi tentang bagaimana coklat batang dapat menjadi coklat cair, dan coklat cair bisa menjadi coklat batang. x Untuk menjawab pertanyaan yang telah diberikan oleh guru, siswa dibagikan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang berisi petunjuk percobaan yang akan dilakukan mengenai perubahan wujud cair menjadi padat dan padat menjadi cair. (LKS terlampir). x Siswa bersama dengan guru mendiskusikan LKS yang telah diterima siswa. Elaborasi x Identifikasi Masalah - Siswa berdiskusi untuk memahami masalah yang disampaikan oleh guru sesuai petunjuk dalam LKS. - Siswa dalam kelompok menentukan jawaban pertanyaan yang disampaikan guru dengan mengisi kolom pada LKS. x Merancang kegiatan penyelesaian masalah - Siswa dalam kelompok menentukan sebuah kegiatan percobaan untuk membuktikan jawaban yang telah mereka tulis sebelumnya. - Siswa dalam kelompok mendaftar alat dan bahan yang diperlukan dalam percobaan yang akan dilakukan dengan mengisi tabel yang telah disediakan dalam LKS. Alat dan bahan tersebut adalah kaki tiga, bunsen spritus, korek api, cetakan agar-agar yang berbentuk binatang, nampan, panci kecil, sendok, air, coklat, dan es batu. - Siswa dalam kelompok merancang langkah-langkah percobaan berdasarkan pengetahuan yang mereka miliki dan atau dari buku paket. x Melaksanakan kegiatan penyelesaian masalah

(235) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI - Perwakilan kelompok mengambil alat dan bahan yang diperlukan dalam percobaan yang akan dilakukan. - Siswa melakukan percobaan sesuai dengan langkahlangkah yang telah mereka tentukan sebelumnya mengenai perubahan wujud cair menjadi padat (mendinginkan coklat cair dengan es batu) dan perubahan wujud padat menjadi cair (memanaskan coklat batangan). - Siswa mengamati kegiatan percobaan dan mencatat hasil pengamatannya dalam tabel pengamatan yang ada di LKS. x Kegiatan Tutorial - Siswa melaporkan hasil pengamatan percobaan yang telah mereka lakukan ke depan kelas. Laporan tersebut berisi mengenai ada atau tidak adanya hambatan dalam percobaan yang telah dilakukan. Misalnya saja percobaan yang dilakukan gagal karena kebanyakan air, kekurangan air, kebanyakan coklat, dan lain-lain. - Siswa menyimak masukan yang diberikan oleh guru tentang hasil pengamatan percobaan x Melanjutkan kegiatan penyelesaian masalah - Siswa dalam kelompok mendiskusikan masukan yang diberikan oleh guru untuk menyempurnakan hasil percobaan. x Menyusun laporan - Siswa dalam kelompok menuliskan laporan percobaan yang telah mereka lakukan di dalam LKS. - Siswa mengumpulkan LKS yang telah mereka buat kepada guru. 213

(236) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 214 Konfirmasi Siswa dipersilahkan untuk bertanya apabila ada yang x belum jelas. Siswa dan guru mendiskusikan kegiatan pembelajaran x yang telah mereka lakukan mengenai perubahan wujud cair menjadi padat dan perubahan wujud padat menjadi cair. 15 Menit Kegiatan Akhir - Tanya jawab x Pengisian Kuesioner - Penugasan x Refleksi Siswa dibimbing guru untuk menemukan manfaat - yang didapatkan setelah mempelajari materi perubahan wujud cair menjadi padat dan padat menjadi cair. Siswa mengisi lembar refleksi yang telah diberikan - oleh guru. x Tindak lanjut Siswa diberi tugas untuk mempelajari materi pada - pertemuan selanjutnya mengenai perubahan wujud cair menjadi gas dan perubahan wujud gas menjadi cair. x Doa dan Salam Penutup VIII. MEDIA PEMBELAJARAN DAN SUMBER BELAJAR 1. Media Pembelajaran x “Kotak Bu Guru”, kotak ini berisi gambar benda-benda yang dapat mengalami perubahan wujud dari air menjadi padat dan padat menjadi cair. x Alat dan bahan percobaan: Alat: - Kaki tiga - Nampan - Korek api - Panci kecil - Lilin - Sendok - Gelas plastik kecil

(237) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Bahan: - Air - Coklat - Es batu 215

(238) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 216 2. Sumber Belajar Irianto, Teguh., Eddy Rohanadi., F. Supardi. (2005). Eksperimen sains jilid 4. Jakarta: Penerbit Erlangga. Halaman 79-82 S, Rositawaty. 2008. Senang belajari ilmu pengetahuan alam 4: untuk kelas IV sekolah dasar/ madrasah ibtidayah. Jakarta: Pusat Perbukuaan Departemen Pendidikan Nasional. Halaman 89-91 Sulistyanto,Heri. 2008. Ilmu pengetahuan alam 4 untuk SD dan MI kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuaan Departemen pendidikan Nasional. Halaman 81-83 Zuneldi., Dian Okky S, M. Parilian. (2011). IPA 4 Ilmu pengetahuan alam SD Kelas IV. Jakarta: Yudhistira. Halaman 47-50 IX. PENILAIAN 1. Prosedur Penilaian x Proses 2. Jenis Penilaian x Non Tes 3. Teknik Penilaian x Kinerja x Sikap 4. Instrumen Penilaian (terlampir) x Lembar Kegiatan Siswa x Rubrik penilaian psikomotor x Kuesioner minat 5. Pedoman Penilaian (terlampir)

(239) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 217

(240) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pedoman Penilaian 218

(241) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 219

(242) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pedoman Penilaian Afektif 220

(243) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 221

(244) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 222 LEMBAR KEGIATAN SISWA KOMPETENSI DASAR 6.2 Mendeskripsikan terjadinya perubahan wujud cair  padat  cair; cair  gas  cair; padat gas TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Siswa mampu menyebutkan sebuah proses terjadinya perubahan wujud cair menjadi padat; dan padat menjadi cair berdasarkan percobaan yang dilakukan 2. Siswa mampu menemukan minimal 3 peristiwa lain yang merupakan contoh perubahan wujud cair menjadi padat dan kembali lagi ke cair secara berkelompok 3. Siswa mampu merancang sebuah percobaan yang merupakan contoh perubahan wujud cair menjadi padat; dan padat menjadi cair secara berkelompok Nama Kelompok: Nama Anggota Kelompok: 1. 4. 2. 5. 3. 6. Petunjuk Kegiatan yang akan kalian lakukan! 4. Berkumpullah sesuai dengan kelompok masing-masing 5. Isilah nama kelompok kalian dan nama anggotanya pada kolom yang telah disediakan

(245) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 223 6. Kerjakan dan lakukan dengan baik kegiatan-kegiatan berikut ini sesuai dengan petunjuk yang tersedia! SELAMAT BEKERJA Kegiatan I Anak-anak, diskusikan terlebih dahulu jawaban dari pertanyaan yang ibu/ bapak guru sampaikan. Selanjutnya, tuliskan jawaban hasil diskusi kalian pada kotak dibawah ini! Pertanyaan: “Bagaimana coklat batang dapat menjadi coklat cair, dan coklat cair bisa menjadi coklat batang?” Kegiatan II Setelah anak-anak menuliskan jawaban hasil diskusi pada kolom diatas, sekarang diskusikan sebuah percobaan untuk membuktikan bahwa jawaban anak-anak semua benar. Nama Percobaan: ............................. Alat dan bahan yang diperlukan: Alat: Bahan:

(246) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 224 Langkah-langkah Percobaan: Kegiatan III Anak-anak tugas kalian selanjutnya adalah melakukan percobaan sesuai dengan langkahlangkah yang telah kalian rancang sebelumnya. Ketika kalian sedang melakukan percobaan, kalian juga harus mengamati proses percobaan tersebut dan menuliskan hasil pengamatan pada kolom di bawah ini! No Hasil Pengamatan

(247) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 225 Kegiatan IV Buatlah suatu kesimpulan dari percobaan yang telah kalian lakukan! Periksa kembali jawaban kalian yang telah dituliskan pada kegiatan pertama, apakah jawaban kalian sesuai dengan kesimpulan yang telah kalian buat berdasarkan percobaan! Setelah melakukan percobaan, temukan peristiwa lain yang merupakan contoh perubahan wujud benda cair menjadi padat dan perubahan wujud benda padat ke benda cair

(248) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 226 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (Siklus 1 Pertemuan 2) I. SATUAN PENDIDIKAN : SD N Nogotirto KELAS/ SEMESTER : IV (Empat) / 1 (Satu) MATA PELAJARAN : Ilmu Pengetahuan Alam ALOKASI WAKTU : 2 JP (2 x 35 menit)/ 1 Pertemuan STANDAR KOMPETENSI Benda dan Sifatnya 6. Memahami beragam sifat dan perubahan benda serta berbagai cara penggunaan benda berdasarkan sifatnya II. KOMPETENSI DASAR 6.2 Mendeskripsikan terjadinya perubahan wujud cair  padat  cair; cair  gas  cair; padat  gas III. INDIKATOR PEMBELAJARAN Kognitif: 6.2.1 Menyebutkan proses terjadinya perubahan wujud cair menjadi gas; dan gas menjadi cair 6.2.2 Menemukan peristiwa lain yang merupakan contoh perubahan wujud cair menjadi gas kemudian menjadi cair 6.2.3 Merancang percobaan yang merupakan contoh perubahan wujud cair menjadi gas; dan gas menjadi cair Afektif: 6.2.4 Menunjukkan minat dalam pembelajaran Psikomotorik: 6.2.5 Melakukan percobaan dengan tepat

(249) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 227 IV. TUJUAN PEMBELAJARAN Kognitif: 1. Siswa mampu menyebutkan sebuah proses terjadinya perubahan wujud cair menjadi gas; dan gas menjadi cair berdasarkan percobaan yang dilakukan 2. Siswa mampu menemukan minimal tiga peristiwa lain yang merupakan contoh perubahan wujud cair menjadi gas kemudian menjadi cair secara berkelompok 3. Siswa mampu merancang sebuah percobaan yang merupakan contoh perubahan wujud cair menjadi gas dan gas menjadi cair secara berkelompok Afektif: 4. Siswa dapat menunjukkan empat indikator minat dalam pembelajaran mengenai perubahan wujud benda cair menjadi padat dan padat menjadi cair Psikomotorik: 5. Siswa dapat melakukan sebuah percobaan mengenai perubahan wujud cair ke gas sesuai dengan langkah-langkah dalam lembar kegiatan siswa (LKS). V. MATERI PEMBELAJARAN Perubahan Wujud Benda (Terlampir): x Perubahan wujud cair menjadi gas x Perubahan wujud gas menjadi cair VI. PENDEKATAN, MODEL, DAN METODE PEMBELAJARAN Pendekatan Pembelajaran : Student Centered Learning Model Pembelajaran : Problem Based Learning Metode Pembelajaran : Tanya Jawab, kerja kelompok, eksperimen, observasi, penugasan, presentasi VII. KEGIATAN PEMBELAJARAN Kegiatan Waktu Metode Kegiatan Awal 10 menit Tanya jawab x Salam, Doa, Absensi x Motivasi Siswa melakukan sebuah yel-yel “Peel Banana” beserta

(250) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 228 dengan gerakannya. Peel Banana. . . Peel Peel Banana (siswa juga memperagakan gerakan mengupas pisang) Eat Banana. . . Eat Eat Banana (siswa juga memperagakan gerakan memakan pisang) Shake Banana . . . Shake Shake Banana (siswa juga memperagakan gerakan tangan memutar) Exit Banana. . . Exit Exit Banana (siswa juga memperagakan gerakan menunjuk tanah) BaaaaaaaaNanaaaaaaaa (siswa memperagakan gerakan mengangkat tangan) x Siswa dan guru melakukan tanya jawab tentang yel-yel yang sudah dilakukan. Contoh pertanyaan: - Anak-anak, siapa yang tahu arti “Banana”? - Biasanya pisang itu diolah menjadi makanan apa? - Kalau pisang rebus, cara memasaknya bagaimana? - Pada saat pisang direbus, apa saja yang kalian lihat? - Apa yang terjadi pada air sebelum direbus dan sesudah direbus? x Orientasi - Siswa dan guru melakukan tanya jawab tentang kegiatan yang telah mereka lakukan pada pertemuan sebelumnya. - Siswa mendapat penjelasan dari guru tentang kegiatan yang akan dilakukan mengenai perubahan wujud cair menjadi gas dan gas menjadi cair gas agar siswa mampu memahami berbagai peristiwa perubahan wujud yang terjadi di kehidupan sehari-hari. Kegiatan Inti Eksplorasi x Siswa memperhatikan gambar seri yang ditampilkan 45 menit - Diskusi, - Tanya jawab,

(251) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI oleh guru mengenai kegiatan seseorang yang merebus air dan meminum airnya dengan menambahkan es pada x Siswa dan guru melakukan tanya jawab mengenai - Observasi gambar - Penugasan seri yang telah ditampilkan oleh guru - Presentasi dibentuk pada pertemuan sebelumnya. Guru memberikan dua pertanyaan kepada siswa. Pertanyaan pertama tentang apa yang terjadi pada air sebelum direbus dan setelah direbus, dan alasannya. Pertanyaan kedua tentang apa yang terjadi pada gelas yang berisi air sebelum ditambahkan es dan sesudah ditambahkan es, dan alasannya Untuk menjawab pertanyaan yang telah diberikan oleh x guru, Siswa dibagikan Lembar Aktifitas Siswa (LKS) yang berisi petunjuk kegiatan yang akan dilakukan mengenai perubahan wujud cair menjadi gas dan perubahan wujud gas menjadi cair. (LKS terlampir) Siswa bersama dengan guru mendiskusikan LKS yang x telah mereka terima Elaborasi x Identifikasi Masalah - Siswa berdiskusi untuk memahami masalah yang disampaikan oleh guru sesuai petunjuk dalam LKS. - kelompok - Eksperimen Siswa duduk bersama dengan kelompok yang sudah x - Kerja air tersebut. sebelumnya. x 229 Siswa dalam kelompok menentukan jawaban pertanyaan yang disampaikan guru dengan mengisi kolom pada LKS. x Merancang kegiatan penyelesaian masalah - Siswa dalam kelompok menentukan sebuah kegiatan percobaan untuk membuktikan jawaban yang telah mereka tulis sebelumnya. - Siswa dalam kelompok mendaftar alat dan bahan yang

(252) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI diperlukan dalam percobaan yang akan dilakukan dengan mengisi tabel yang telah disediakan dalam LKS. Alat dan bahan tersebut adalah kaki tiga, korek api, spritus, panci, es batu, pisang, piring, air - Siswa dalam kelompok merancang langkah-langkah percobaan berdasarkan pengetahuan yang mereka miliki dan atau dari buku paket. x Melaksanakan Kegiatan Penyelesaian Masalah - Perwakilan kelompok mengambil alat dan bahan yang diperlukan dalam percobaan yang akan dilakukan - Siswa melakukan percobaan sesuai dengan langkahlangkah yang telah mereka tentukan sebelumnya mengenai perubahan wujud cair menjadi gas (merebus air) dan gas menjadi cair (memasukkan es batu ke dalam gelas yang telah berisi air sebelumnya) - Siswa mengamati kegiatan percobaan dan mencatat hasil pengamatannya dalam tabel pengamatan yang ada di LKS x Kegiatan Tutorial - Siswa melaporkan hasil pengamatan percobaan yang telah mereka lakukan ke depan kelas. Laporan tersebut berisi mengenai ada atau tidak adanya hambatan dalam percobaan yang telah dilakukan. Misalnya saja karena ukuran wadah yang berbeda, jumlah air yang berlebih, dan sebagainya - Siswa menyimak masukan yang diberikan oleh guru tentang hasil pengamatan percobaan x Melanjutkan kegiatan Penyelesaian Masalah - Siswa dalam kelompok mendiskusikan masukan yang diberikan oleh guru untuk menyempurnakan hasil percobaan. x Menyusun Laporan - Siswa dalam kelompok membuat laporan mengenai 230

(253) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 231 proses percobaan yang telah mereka lakukan di dalam LKS - Siswa mengumpulkan LKS yang telah mereka buat kepada guru Konfirmasi x Siswa dipersilahkan untuk bertanya apabila ada yang belum jelas. x Siswa dan guru mendiskusikan kegiatan pembelajaran yang telah mereka lakukan mengenai perubahan wujud cair menjadi gas dan gas menjadi cair. 15 Menit Kegiatan Akhir Tanya jawab, penugasan x Pengisian Kuesioner x Refleksi - Siswa dibimbing guru untuk menemukan manfaat yang didapatkan setelah mempelajari materi perubahan wujud cair menjadi gas dan gas menjadi cair. - Siswa mengisi lembar refleksi yang telah diberikan oleh guru x Tindak lanjut Siswa diberi tugas untuk mempelajari materi pada pertemuan selanjutnya mengenai perubahan wujud padat menjadi gas x Doa dan Salam Penutup VIII. MEDIA PEMBELAJARAN DAN SUMBER BELAJAR 3. Media Pembelajaran x Gambar seri air yang mendidih dan mengeluarkan uap serta air yang mengeluarkan embun x Alat dan Bahan Percobaan: Alat: - Kaki tiga - Lilin - Korek api - Panci

(254) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Bahan: - Es batu - Air Berwarna 232

(255) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 233 4. Sumber Belajar Irianto, Teguh., Eddy Rohanadi., F. Supardi. (2005). Eksperimen sains jilid 4. Jakarta: Penerbit Erlangga. Halaman 79-82. S, Rositawaty. 2008. Senang belajari ilmu pengetahuan alam 4: untu kkelas IV sekolah dasar/ madrasah ibtidayah.. Jakarta: Pusat Perbukuaan Departemen Pendidikan Nasional. Halaman 8991. Sulistyanto,Heri. 2008. Ilmu pengetahuan alam 4 untuk SD dan MI kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuaan Departemen pendidikan Nasional. Halaman 81-83. Zuneldi., Dian Okky S, M. Parilian. (2011). IPA 4 Ilmu pengetahuan alam SD Kelas IV. Jakarta: Yudhistira. Halaman 47-50. IX. PENILAIAN 1. Prosedur Penilaian x Proses 2. Jenis Penilaian x Non Tes 3. Teknik Penilaian x Kinerja x Sikap 4. Instrumen Penilaian (terlampir) x Lembar Kegiatan Siswa x Rubrik penilaian Psikomotor x Kuesioner minat 5. Pedoman Penilaian (terlampir)

(256) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 234

(257) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pedoman Penilaian 235

(258) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 236

(259) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pedoman Penilaian Afektif 237

(260) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 238

(261) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 239 LEMBAR KEGIATAN SISWA KOMPETENSI DASAR 6.2 Mendeskripsikan terjadinya perubahan wujud cair  padat  cair; cair  gas  cair; padat gas Tujuan Pembelajaran 1. Siswa mampu menyebutkan sebuah proses terjadinya perubahan wujud cair menjadi gas; dan gas menjadi cair berdasarkan percobaan yang dilakukan 2. Siswa mampu menemukan minimal 3 peristiwa lain yang merupakan contoh perubahan wujud cair menjadi gas kemudian menjadi cair secara berkelompok 3. Siswa mampu merancang sebuah percobaan yang merupakan contoh perubahan wujud cair menjadi gas; dan gas menjadi cair secara berkelompok Nama Kelompok: Nama Anggota Kelompok: 1. 4. 2. 5. 3. 6.

(262) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 240 Petunjuk Kegiatan yang akan dilaksanakan oleh kalian! 1. Berkumpullah sesuai dengan kelompok masing-masing 2. Isilah nama kelompok kalian dan nama anggotanya pada kolom yang telah disediakan 3. Kerjakan dan lakukan dengan baik kegiatan-kegiatan berikut ini sesuai dengan petunjuk yang tersedia! SELAMAT BEKERJA Kegiatan I Anak-anak, diskusikan terlebih dahulu jawaban dari pertanyaan yang ibu/ bapak guru sampaikan. Selanjutnya, tuliskan jawaban hasil diskusi kalian pada kotak di bawah ini! Pertanyaan: “Apa yang terjadi pada air sebelum direbus dan setelah direbus?, Mengapa hal ini dapat terjadi?, Apa yang terjadi pada gelas yang berisi air sebelum ditambahkan es dan sesudah ditambahkan es? Mengapa hal ini dapat terjadi?

(263) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 241 Kegiatan II Setelah anak-anak menuliskan jawaban hasil diskusi pada kolom diatas, sekarang diskusikan sebuah percobaan untuk membuktikan bahwa jawaban anak-anak semua benar. Kalian dapat membaca buku panduan yang telah disediakan! Percobaan Pertama Nama Percobaan: Alat dan bahan yang diperlukan: Alat: Bahan: Langkah-langkah Percobaan:

(264) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Percobaan Kedua Nama Percobaan: Alat dan bahan yang diperlukan: Alat: Bahan: Langkah-langkah Percobaan: 242

(265) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 243 Kegiatan III Anak-anak tugas kalian selanjutnya adalah melakukan percobaan sesuai dengan langkah-langkah yang telah kalian rancang sebelumnya. Ketika kalian sedang melakukan percobaan, kalian juga harus mengamati proses percobaan tersebut dan menuliskan hasil pengamatan pada kolom dibawah ini! No Hasil Pengamatan Kegiatan IV Buatlah suatu kesimpulan dari percobaan yang telah kalian lakukan!

(266) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Periksa kembali jawaban kalian yang telah dituliskan pada kegiatan pertama, apakah jawaban kalian sesuai dengan kesimpulan yang telah kalian buat berdasarkan percobaan! Setelah melakukan percobaan, temukan peristiwa lain yang merupakan contoh perubahan wujud benda cair menjadi gas dan perubahan wujud benda gas ke benda cair 244

(267) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 245 RPP Siklus I Pertemuan 3 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (Siklus 1 Pertemuan 3) I. SATUAN PENDIDIKAN : SD N Nogotirto KELAS/ SEMESTER : IV (Empat) / 1 (Satu) MATA PELAJARAN : Ilmu Pengetahuan Alam ALOKASI WAKTU : 4JP (4 x 35 menit)/ 2 Pertemuan STANDAR KOMPETENSI Benda dan Sifatnya 6. Memahami beragam sifat dan perubahan benda serta berbagai cara penggunaan benda berdasarkan sifatnya II. KOMPETENSI DASAR 6.2 Mendeskripsikan terjadinya perubahan wujud cair  padat  cair; cair  gas  cair; padat  gas III. INDIKATOR PEMBELAJARAN Kognitif 6.2.6 Menyebutkan proses terjadinya perubahan wujud padat menjadi gas 6.2.7 Menemukan peristiwa lain yang merupakan contoh perubahan wujud padat menjadi gas 6.2.8 Merancang percobaan yang merupakan contoh perubahan wujud padat menjadi gas Afektif 6.2.9 Menunjukkan minat dalam pembelajaran Psikomotorik 6.2.10 Melakukan percobaan dengan tepat

(268) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 246 IV. TUJUAN PEMBELAJARAN Kognitif 1. Siswa dapat menyebutkan sebuah proses terjadinya perubahan wujud padat menjadi gas berdasarkan percobaan yang dilakukan 2. Siswa secara berkelompok dapat menemukan tiga peristiwa lain yang merupakan contoh perubahan wujud padat menjadi gas 3. Siswa dapat merancang sebuah percobaan yang merupakan contoh perubahan wujud padat menjadi gas secara berkelompok Afektif 4. Siswa dapat menunjukkan empat indikator minat dalam proses pembelajaran mengenai perubahan wujud padat menjadi gas Psikomotorik 5. Siswa dapat melakukan sebuah percobaan mengenai perubahan wujud padat menjadi gas sesuai dengan langkah-langkah yang ada di dalam lembar kegiatan siswa V. MATERI PEMBELAJARAN Perubahan Wujud Benda (Terlampir) x Perubahan wujud padat menjadi gas VI. PENDEKATAN, MODEL, DAN METODE PEMBELAJARAN Pendekatan Pembelajaran : Student Centered Learning Model Pembelajaran : Problem Based Learning Metode Pembelajaran : tanya jawab, kerja kelompok, diskusi, eksperimen, observasi, penugasan, presentasi VII. KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan Ketiga Kegiatan Kegiatan Awal x Salam, Doa, Absensi x Apersepsi Guru bertanya tentang kegiatan yang telah dilakukan pada pertemuan sebelumnya mengenai percobaan Waktu 10 menit Metode Tanya jawab

(269) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 247 perubahan benda cair menjadi gas dan gas menjadi cair. x Motivasi Siswa melakukan sebuah tepuk “I’m the best” Tepuk the best Prok.. Prok… Prok I’m the best Prok… Prok… Prok You are the best Prok… Prok… Prok I’m the best… You are the best.. We are the best… Prok… prok… prok x Orientasi Siswa menyimak penjelasan dari guru tentang kegiatan yang akan dilakukan mengenai perubahan wujud padat menjadi gas agar siswa mampu memahami berbagai peristiwa perubahan wujud padat menjadi gas yang terjadi di kehidupan sehari-hari. 45 menit Kegiatan Inti Tanya Eksplorasi x x Siswa diajak guru untuk mengidentifikasi bau jawab, yang ada di ruang kelas Presentasi, Siswa memperhatikan benda (pengharum ruangan) yang ditunjukkan oleh guru x Siswa dan guru melakukan tanya jawab mengenai bau yang mereka rasakan. x Siswa duduk bersama dengan kelompoknya masing-masing. x Guru memberikan pertanyaan “Mengapa pengharum ruangan bisa menghasilkan bau yang harum? x Diskusi, Siswa mencoba menjawab pertanyaan yang penugasan

(270) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI disampaikan oleh guru di dalam kelompok. x Siswa mendapatkan lembar kegiatan siswa (LKS) yang berisi petunjuk kegiatan yang akan dilakukan mengenai perubahan wujud padat menjasi gas. (LKS terlampir) x Siswa bersama dengan guru mendiskusikan LKS yang telah diterima siswa. Elaborasi x Identifikasi Masalah - Siswa berdiskusi untuk memahami masalah yang disampaikan oleh guru sesuai petunjuk dalam LKS. - Siswa dalam kelompok menentukan jawaban pertanyaan yang disampaikan guru dengan mengisi kolom pada LKS. x Merancang kegiatan penyelesaian masalah - Siswa dalam setiap kelompok menentukan sebuah kegiatan percobaan untuk membuktikan jawaban atas pertanyaan guru yang telah mereka tulis dalam LKS. - Siswa dalam kelompok mendaftar alat dan bahan yang diperlukan dalam percobaan dengan mengisi tabel yang telah disediakan dalam LKS. Alat dan bahan tersebut adalah kapur barus,, panci kecil, kaki tiga, dan lilin. - Siswa dalam kelompok merancang langkah-langkah percobaan berdasarkan pengetahuan dan buku paket yang dimiliki. x Melaksanakan kegiatan penyelesaian masalah - Perwakilan kelompok mengambil alat dan bahan yang diperlukan dalam percobaan. - Siswa melakukan percobaan sesuai dengan langkahlangkah yang telah mereka tentukan sebelumnya yaitu mengenai perubahan wujud padat menjadi gas. 248

(271) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 249 - Siswa mengamati percobaan yang dilakukan dan mencatat hasil pengamatannya dalam tabel pengamatan yang ada di LKS. x Kegiatan tutorial - Siswa melaporkan hasil pengamatan percobaan yang telah mereka lakukan. - Siswa menyimak masukan yang diberikan oleh guru tentang hasil pengamatan percobaan. x Melanjutkan kegiatan penyelesaian masalah - Siswa dalam kelompok mendiskusikan masukan yang diberikan oleh guru untuk menyempurnakan hasil percobaan. x Menyusun laporan - Setiap kelompok membuat laporan percobaan yang te la h mereka lakukan, dengan cara melengkapi LKS. - Setiap kelompok mengumpulkan LKS yang sudah dilengkapi. Konfirmasi x Siswa dipersilahkan untuk bertanya apabila ada hal yang belum diketahui. x Siswa da n pembelajaran guru mendiskusikan kegiatan yang te la h lakukan mereka mengenai perubahan wujud padat  gas. Kegiatan Akhir 15 Menit Tanya x Siswa mengerjakan soal evaluasi siklus pertama jawab, x Pengisian Lembar Kuesioner penugasan x Refleksi - Siswa dibimbing guru untuk menemukan manfaat yang didapatkan setelah mempelajari materi perubahan wujud padat  gas - Siswa mengisi lembar refleksi yang telah diberikan oleh guru

(272) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI x Tindak lanjut Siswa diberi tugas untuk mengerjakan soal latihan yang ada dalam buku pegangan siswa. Siswa diminta untuk mempelajari materi sebelumnya karena akan ada evaluasi pada pertemuan selanjutnya. x Doa dan Salam Penutup VIII. MEDIA PEMBELAJARAN DAN SUMBER BELAJAR Media Pembelajaran x Pengharum ruangan yang berbentuk padat x Alat dan Bahan: Alat: - Kaki tiga - Korek api - Lilin - Panci kecil 250

(273) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI251 Bahan: - Kapur barus 2. Sumber Belajar Irianto, Teguh., Eddy Rohanadi., F. Supardi. (2005). Eksperimen sains jilid 4. Jakarta: Penerbit Erlangga. Halaman 79-82. Zuneldi., Dian Okky S, M. Parilian. (2011). IPA 4 ilmu pengetahuan alam SD Kelas IV. Jakarta: Yudhistira. Halaman 47-50. S, Rositawaty. 2008. Senang belajar ilmu pengetahuan alam 4: untuk kelas IV Sekolah Dasar/Madrash Ibtidayah.\ Jakarta: Pusat Perbukuaan Departemen pendidikan Nasional. Halaman 89-91. Sulistyanto, Heri. (2008). Ilmu pengetahuan alam 4 untuk SD dan MI kelas IV Jakarta: Pusat Perbukuaan Departemen pendidikan Nasional. Halaman 81-83. IX. PENILAIAN 1. Prosedur Penilaian x Proses x Post Test 2. Jenis Penilaian 3. 4. x Non Tes x Tes Teknik Penilaian x Kinerja x Tes x Sikap Instrumen Penilaian (terlampir) x Kisi-kisi soal evaluasi x Soal dan kunci jawaban soal evaluasi x Lembar Kegiatan Siswa

(274) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI252 5. x Rubrik penilaian psikomotr x Kuesioner minat Pedoman Penilaian (terlampir)

(275) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI253 Pedoman Penilaian

(276) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI254

(277) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI255 Pedoman Penilaian Afektif

(278) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI256

(279) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI257 LEMBAR KEGIATAN SISWA KOMPETENSI DASAR 6.3 Mendeskripsikan terjadinya perubahan wujud cair  padat  cair; cair  gas  cair; padat  gas Tujuan 1. Siswa dapat menyebutkan sebuah proses terjadinya perubahan wujud padat menjadi gas berdasarkan percobaan yang dilakukan 2. Siswa secara berkelompok dapat menemukan 3 peristiwa lain yang merupakan contoh perubahan wujud padat menjadi gas 3. Siswa dapat merancang sebuah percobaan yang merupakan contoh perubahan wujud padat menjadi gas secara berkelompok Nama Kelompok: Nama Anggota Kelompok: 1. 4. 2. 5. 3. 6.

(280) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI258 Petunjuk Kegiatan yang akan dilaksanakan oleh kalian! 1. Berkumpullah sesuai dengan kelompok masing-masing 2. Isilah nama kelompok kalian dan nama anggotanya pada kolom yang telah disediakan 3. Kerjakan dan lakukan dengan baik kegiatan-kegiatan berikut ini sesuai dengan petunjuk yang tersedia! SELAMAT BEKERJA Kegiatan I Anak-anak, diskusikan terlebih dahulu jawaban dari pertanyaan yang ibu/ bapak guru sampaikan. Selanjutnya, tuliskan jawaban hasil diskusi kalian pada kotak dibawah ini! Pertanyaan: “Mengapa pengharum ruangan bisa menghasilkan bau yang harum?”

(281) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI259 Kegiatan II Setelah anak-anak menuliskan jawaban hasil diskusi pada kolom di atas, sekarang diskusikan sebuah percobaan untuk membuktikan bahwa jawaban anak-anak semua benar. Kalian dapat membaca buku panduan yang telah disediakan! Nama Percobaan: Alat dan bahan yang diperlukan: Alat: Bahan: Langkah-langkah Percobaan:

(282) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI260 Kegiatan III Anak-anak tugas kalian selanjutnya adalah melakukan percobaan sesuai dengan langkah-langkah yang telah kalian rancang sebelumnya. Ketika kalian sedangmelakukan percobaan, kalian juga harus mengamati proses percobaan tersebut dan menuliskan hasil pengamatan pada kolom di bawah ini! No Hasil Pengamatan Kegiatan IV Buatlah suatu kesimpulan dari percobaan yang telah kalian lakukan!

(283) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI261 Periksa kembali jawaban kalian yang telah dituliskan pada kegiatan pertama, apakah jawaban kalian sesuai dengan kesimpulan yang telah kalian buat berdasarkan percobaan! Setelah melakukan percobaan, temukan peristiwa lain yang merupakan contoh perubahan wujud benda padat menjadi gas!

(284) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI262 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (Siklus II Pertemuan 1) Satuan Tingkat Pendidikan Mata Pelajaran I. : SD N Nogotirto : Ilmu Pengetahuan Alam Kelas/Semester : IV/ 1 Alokasi Waktu : 2 JP (2 x 35 menit)/1 Pertemuan Standar Kompetensi 7. Memahami beragam sifat dan perubahan benda serta berbagai cara penggunaan benda berdasarkan sifatnya. II. Kompetensi Dasar 6.3 Menjelaskan hubungan antara sifat bahan dengan kegunaannya. III. Indikator Kognitif: 6.3.1 Menyebutkan macam-macam bahan penyusun benda 6.3.2 Menemukan contoh benda berdasarkan bahan penyusunnya 6.3.3 Mengelompokkan benda berdasarkan bahan penyusunnya Afektif 6.3.4 Menunjukkan minat dalam pembelajaran mengenai bahan penyusun benda Psikomotorik: 6.3.5 Melakukan pengamatan dalam kegiatan pembelajaran mengenai bahan penyusun benda IV. Tujuan Pembelajaran Kognitif: 1. Siswa dapat menyebutkan 7 macam bahan penyusun benda tanpa membuka buku catatan.

(285) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI263 2. Siswa dapat menemukan 3 contoh benda berdasarkan bahan penyusunnya melalui kegiatan pengamatan. 3. Siswa dapat mengelompokkan 3 benda berdasarkan bahan penyusunnya dengan tepat tanpa membuka buku catatan. Afektif 4. Siswa dapat menunjukkan 4 indikator minat dalam kegiatan pembelajaran mengenai bahan penyusun benda secara mandiri Psikomotorik: 5. Siswa dapat melakukan sebuah pengamatan dalam kegiatan pembelajaran mengenai bahan penyusun benda secara berkelompok. V. Materi Pembelajaran Penggunaan benda sesuai dengan sifat bahannya: - Bahan Plastik - Bahan Logam - Bahan Kayu - Bahan Kertas - Bahan Karet - Bahan Kaca - Bahan Kain

(286) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI264 VI. Pendekatan, Model dan Metode Pembelajaran Pendekatan pembelajaran : Student Centered Learning Model pembelajaran : Problem based learning Metode pembelajaran : Tanya jawab, diskusi, kerja kelompok, observasi, pemberian tugas, demonstrasi VII. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Kegiatan Awal x Salam, Doa, Absensi x Motivasi Siswa menyanyikan lagu “Di Sini Senang, Di Sana Senang” secara bersama-sama Di rumah senang Di sekolah senang Di mana-mana hatiku senang Di sini benda Di situ Benda Dimana-mana ada bendanya **Kaki di hentak-hentak (Siswa memperagakan menghentakkan kaki di lantai) Pinggul digoyang-goyang (Siswa memperagakan menggoyangkan pinggul) Tangan melambai-lambai (Siswa melambaikan tangan) Putar badan (Siswa memutar badan) Kembali ke ** Waktu 10 menit

(287) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI265 x Apersepsi Siswa dan guru melakukan tanya jawab mengenai lagu yang telah dinyanyikan bersama-sama. Misalnya: - Pada lagu yang kita nyanyikan tadi, ada tempat apa saja yang disebutkan? - Benda apa saja yang berada di rumah? Benda apa saja yang berada di sekolah - Nah, siapa yang tahu, bahan yang digunakan untuk membuat sepatu itu apa? x Orientasi Siswa menyimak penjelasan dari guru tentang kegiatan yang akan dilakukan hari itu, yaitu tentang bahan-bahan penyusun benda. Selain itu, siswa juga menyimak penjelasan guru mengenai manfaat dari kegiatan yang akan dilakukan yaitu agar siswa dapat memahami macam-macam bahan penyusun benda, sehingga tidak menyia-nyiakan bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar. 40 menit Kegiatan Inti Eksplorasi x Siswa memperhatikan benda-benda yang ditunjukkan oleh guru di depan kelas. Benda-benda tersebut antara lain adalah benda yang berbahan kertas, kayu, logam, karet, kaca, kain, dan plastik x Siswa dan guru melakukan tanya jawab mengenai benda-benda yang ditunjukkan oleh guru. Misalnya: Siapa yang tahu ini benda apa? Benda ini terbuat dari apa? x Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil, masingmasing kelompok terdiri dari 5 sampai dengan 6 orang siswa, kemudian siswa duduk berkumpul bersama dengan

(288) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI266 kelompoknya. x Siswa dalam setiap kelompok menyimak pertanyaan yang diberikan guru seperti, “Apakah benda-benda yang ada di sekitar terbuat dari bahan yang sama dan apakah kalian bisa menunjukkan cara mengelompokkan benda-benda tersebut sesuai dengan bahan penyusunnya?” x Siswa dibagikan LKS yang berisi petunjuk kegiatan yang akan mereka lakukan x Siswa dan guru bersama-sama mendiskusikan LKS yang telah siswa terima. Elaborasi x Identifikasi Masalah - Siswa berdiskusi untuk memahami masalah yang disampaikan oleh guru. - Siswa dalam kelompok menentukan jawaban pertanyaan yang disampaikan guru dengan mengisi kolom pada LKS. x Merancang kegiatan penyelesaian masalah - Siswa diperbolehkan untuk mengamati benda-benda di luar kelas. - Siswa dalam setiap kelompok secara bersama-sama akan memilih tempat untuk kegiatan pengamatan benda-benda yang ada di sekitar sekolah, seperti:  Ruang kelas  Kantin  Halaman Sekolah  Tempat ibadah  Perpustakaan - Setiap kelompok dapat membagi tugas anggotanya untuk melakukan pengamatan di tempat-tempat tersebut. - Siswa dalam kelompok menyiapkan tabel yang akan

(289) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI267 digunakan untuk pengamatan benda. x Melaksanakan kegiatan penyelesaian masalah - Siswa dalam kelompok melakukan pengamatan sesuai dengan tempat yang mereka pilih - Siswa menuliskan hasil pengamatannya pada tabel pengamatan. - Siswa mengelompokkan benda-benda yang sudah mereka tulis berdasarkan bahan penyusunnya. Bahan-bahan tersebut adalah bahan plastik, logam, kayu, kertas, karet, kaca, kain di dalam tabel yang tersedia. x Kegiatan Tutorial - Siswa melaporkan hasil pengamatan mengenai pengelompokan macam-macam benda berdasarkan bahan penyusunnya dan menjelaskan hambatan-hambatan yang dialami pada saat kegiatan pengamatan. - Siswa menyimak penjelasan yang diberikan oleh guru tentang hasil pengamatan yang telah mereka laporkan. x Melanjutkan kegiatan penyelesaian masalah - Siswa dalam kelompok mendiskusikan masukan yang diberikan oleh guru untuk menyempurnakan hasil pengamatan yang telah mereka tuliskan. x Menyusun laporan - Siswa melanjutkan mengisi LKS secara berkelompok - Siswa mempresentasikan LKS yang telah mereka kerjakan Konfirmasi x Siswa dipersilahkan untuk bertanya apabila ada yang belum jelas. x Siswa dan guru mendiskusikan kegiatan pembelajaran yang telah mereka lakukan mengenai berdasarkan bahan penyusunnya pengelompokan benda

(290) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI268 20 menit Kegiatan Akhir Refleksi x - Siswa dibimbing guru untuk menemukan manfaat yang didapatkan setelah mempelajari materi pengelompokkan benda berdasarkan bahan penyusunnya - Siswa mengisi lembar refleksi yang telah diberikan oleh guru x Siswa mengisi kuisioner yang diberikan oleh guru x Tindak lanjut - Siswa diberi tugas untuk mempelajari materi pada pertemuan selanjutnya mengenai penggunaan benda berdasarkan sifatnya. - Siswa diberi tugas untuk membawa bahan-bahan yang akan digunakan untuk percobaan pada pertemuan selanjutnya. Bahan-bahan tersebut adalah kertas tisu, kertas karton, kelas “aqua”, bungkus makanan “Sukro”, uang perak 500an, penggaris besi, kain untuk bahan seragam sekolah, kain jeans, cermin, botol c1000, karet gelang, potongan ban motor, triplek, dan pensil. Doa dan Salam Penutup x VIII. Media Pembelajaran dan Sumber Belajar 1. Media Pembelajaran Benda-benda di lingkungan sekitar - Benda-benda yang terbuat dari bahan plastik: gayung, pulpen, payung - Benda-benda yang terbuat dari bahan logam: Penggaris besi, steples, kunci - Benda-benda yang terbuat dari kayu: kursi, meja, penggaris kayu, papan tulis

(291) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI269 Benda-benda yang terbuat dari kertas: kertas binder, kalender, - buku, kardus Benda-benda yang terbuat dari kaca: kaca jendela, cermin, kaca - spion, kaca lampu motor Benda-benda yang terbuat dari kain: baju olahraga, seragam - sekolah, mukena Benda-benda yang terbuat dari karet: penghapus, sandal, - sepatu, karet gelang, 2. Sumber Belajar Rositawaty, S dkk. (2008).Senang Belajar Ilmu Pengetahuan Alam 4: Untuk Kelas IV Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Halaman 92-98 Wahyono, Budi. (2008). Ilmu Pengetahuan Alam 4untuk SD/MI Kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Halaman 79-81 Sumantoro.(2009). Ayo Belajar Ilmu Pengetahuan Kelas 4 SD. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. Halaman 110-112 IX. Penilaian 1. Prosedur Penilaian - Proses 2. Jenis Penilaian - Non Tes 3. Teknik Penilaian - Kinerja 4. Instrumen Penilaian (terlampir) - Kisi-kisi soal evaluasi - Soal dan kunci jawaban - Rubrik penilaian - Kuesioner minat 5. Pedoman Penilaian (terlampir)

(292) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI270

(293) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI271 Pedoman Penilaian

(294) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI272

(295) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI273 Pedoman Penilaian Afektif

(296) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI274

(297) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI275 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (Siklus II Pertemuan 2) I. Satuan Tingkat Pendidikan : SD N Nogotirto Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam Kelas/Semester : IV /1 Alokasi Waktu : 2 JP (2 x 35 menit) Standar Kompetensi 6. Memahami beragam sifat dan perubahan benda serta berbagai cara penggunaan benda berdasarkan sifatnya. II. Kompetensi Dasar 6.4 Menjelaskan hubungan antara sifat bahan dengan kegunaannya III. Indikator Kognitif: 6.4.1 Menjelaskan 3 sifat bahan penyusun benda 6.4.2 Membedakan bahan penyusun suatu benda berdasarkan sifatnya 6.4.3 Menganalisis kegunaan benda berdasarkan sifat bahan penyusunnya Afektif 6.4.4 Menunjukkan minat dalam pembelajaran mengenai sifat bahan penyusun benda dan kegunaannya. Psikomotorik: 6.4.5 Melakukan presentasi dalam kegiatan pembelajaran mengenai sifat bahan penyusun benda dan kegunaannya. IV. Tujuan Pembelajaran Kognitif:

(298) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI276 1 Siswa dapat menjelaskan 3 sifat bahan plastik, logam, karet, kertas, kaca dengan tepat tanpa membuka buku catatan 2 Siswa dapat membedakan bahan penyusun suatu benda berdasarkan sifatnya dengan tepat tanpa membuka buku catatan 3 Siswa dapat menganalisis kegunaan benda berdasarkan sifat bahan penyusunnya dengan tepat tanpa membuka buku catatan Afektif 4 Siswa dapat menunjukkan 4 indikator minat dalam kegiatan pembelajaran mengenai sifat bahan penyusun benda secara mandiri Psikomotorik: 5 Siswa dapat melakukan sebuah percobaan dalam kegiatan pembelajaran mengenai sifat bahan penyusun benda secara berkelompok V. Materi Pembelajaran Penggunaan benda sesuai dengan sifat bahannya: VI. - Bahan Plastik - Bahan Karet - Bahan Logam - Bahan Kaca - Bahan Kayu - Bahan Kain - Bahan Kertas Pendekatan Pembelajaran Pendekatan pembelajaran : Student Centered Learning Model pembelajaran : Problem based learning Metode pembelajaran : Tanya jawab, diskusi, kerja kelompok, observasi, pemberian tugas, demonstrasi VII. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 2 Kegiatan Kegiatan Awal Waktu 15 menit

(299) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI277 x Salam, Doa, Presensi x Motivasi Siswa menyanyikan lagu “Tik-tik Bunyi Hujan” secara bersama-sama Tik-tik-tik bunyi hujan diatas genting Airnya turun tidak terkira Cobalah tengok Daun dan ranting Pohon dan kebun Basah semua x Apersepsi Siswa dan guru melakukan tanya jawab mengenai lagu yang telah dinyanyikan bersama-sama. Misalnya: - Peristiwa apa yang ada dalam lagu tersebut? - Apakah kalian pernah kehujanan? - Apa yang terjadi dengan pakaian kalian? - Bagaimana upaya kalian agar pakaian kalian tidak basah? - Apakah bahan untuk membuat pakaian sama dengan bahan membuat payung/jas hujan? x Orientasi Siswa menyimak penjelasan dari guru tentang kegiatan yang akan dilakukan hari itu, yaitu tentang sifat bahan dan kegunaannya. Selain itu, siswa juga menyimak penjelasan guru mengenai manfaat dari kegiatan yang akan dilakukan yaitu agar siswa dapat menggunakan bahan yang ada di alam dengan mempertimbangkan sifat bahannya sesuai dengan kebutuhan Kegiatan Inti Eksplorasi x Siswa menunjukkan benda-benda yang pada pertemuan sebelumnya sudah diminta guru untuk dibawa. Benda-benda tersebut adalah kertas tisu, kertas karton, kelas “aqua”, bungkus makanan “Sukro”, uang 35 menit

(300) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI278 logam 500an, penggaris besi, kain untuk bahan seragam sekolah, kain jeans, cermin, botol C1000, karet gelang, potongan ban motor, triplek, dan pensil. x Siswa dan guru melakukan tanya jawab mengenai benda-benda yang sudah mereka bawa Misalnya: “Siapa yang dapat menyebutkan bahan utama yang digunakan untuk membuat benda-benda yang kalian bawa?” Apakah ada yang tahu sifat bahan (kertas) ini? x Siswa diberi permasalahan mengenai apa saja sifat-sifat bahan logam, kertas, kain, plastik, kaca, kayu, dan karet. Setelah mengetahui sifatnya, siswa diminta menentukan sebaiknya benda-benda tersebut digunakan untuk apa. x Siswa duduk secara berkelompok pada kelompoknya masing-masing untuk menjawab permasalahan yang diberikan oleh guru. x Siswa dibagikan LKS yang berisi petunjuk kegiatan yang akan mereka lakukan x Siswa dan guru bersama-sama mendiskusikan LKS yang telah siswa terima Elaborasi x Identifikasi Masalah - Siswa berdiskusi untuk memahami masalah yang disampaikan oleh guru sesuai petunjuk dalam LKS. - Siswa dalam kelompok menentukan jawaban pertanyaan yang disampaikan guru dengan mengisi kolom pada LKS. x Merancang kegiatan penyelesaian masalah - Setiap kelompok mengumpulkan benda yang telah dibawa oleh anggotanya masing-masing untuk ditata diatas meja yang akan digunakan untuk percobaan. - Salah satu siswa mengambil alat percobaan yang telah disiapkan

(301) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI279 oleh guru, misalnya lilin, korek api, sendok, nampan, dan penjepit. x Melaksanakan kegiatan penyelesaian masalah - Siswa mulai melakukan percobaan yang pertama dengan cara membakar bahan-bahan yang telah mereka bawa diatas api yang berasal dari lilin. - Siswa melakukan percobaan yang kedua dengan cara menaruh bahan-bahan yang mereka bawa di atas air. - Siswa melakukan percobaan yang ketiga dengan cara menekan bahan-bahan yang mereka bawa dengan menggunakan tangan - Siswa menuliskan hasil percobaan yang telah mereka lakukan di dalam tabel yang telah disediakan di dalam LKS. x Siswa menuliskan hasil percobaan mereka pada tabel Kegiatan Tutorial - Siswa melaporkan hasil percobaan yang telah mereka lakukan kepada guru. Siswa juga melaporkan hambatan-hambatan yang mereka temui selama kegiatan percobaan. Misalnya saja kekurangaan atau kelebihan air, ukuran bahan-bahan percobaan yang tidak sama, dan lain-lain - Siswa menyimak penjelasan yang diberikan oleh guru tentang hasil pengamatan yang telah mereka laporkan. x Melanjutkan kegiatan penyelesaian masalah - Siswa dalam kelompok mendiskusikan masukan yang diberikan oleh guru untuk mengisi tabel pengelompokan benda-benda berdasarkan mudah/ tidaknya terbakar, mudah/ tidaknya menyerap air, mudah/ tidaknya berubah bentuk apabila ditekan. - Siswa berdiskusi untuk menemukan kegunaan dari benda-benda yang telah mereka temukan sifat-sifatnya. Hasil diskusi mereka dituliskan dalam tabel yang ada di LKS. x Menyusun laporan - Siswa secara berkelompok menyelesaikan LKS yang telah mereka

(302) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI280 isi sebelumnya. - Siswa mengumpulkan LKS yang telah mereka kerjakan secara berkelompok kepada guru. Konfirmasi x Siswa dipersilahkan untuk bertanya apabila ada yang belum jelas. x Siswa dan guru mendiskusikan kegiatan pembelajaran yang telah mereka lakukan mengenai kegunaan benda berdasarkan sifatnya Kegiatan Akhir x Siswa mengerjakan soal evaluasi x Siswa mengisi kuisioner yang diberikan oleh guru x Refleksi - Siswa dibimbing guru untuk menemukan manfaat yang didapatkan setelah mempelajari materi pengelompokkan benda berdasarkan bahan penyusunnya x Siswa mengisi lembar refleksi yang telah diberikan oleh guru Tindak lanjut - Siswa diberi tugas untuk mengerjakan soal-soal yang ada di dalam buku paket x Doa dan Salam Penutup VIII. Media Pembelajaran dan Sumber Belajar 3. Media Pembelajaran x Kertas, kantong plastik, penggaris besi, kaca, baju, balok kayu 4. Sumber Belajar Rositawaty, S dkk. (2008).Senang Belajar Ilmu Pengetahuan Alam 4: Untuk Kelas IV Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Halaman 92-98 20 menit

(303) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI281 Wahyono, Budi. (2008). Ilmu Pengetahuan Alam 4untuk SD/MI Kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Halaman 79-81 Sumantoro.(2009). Ayo Belajar Ilmu Pengetahuan Kelas 4 SD. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. Halaman 110-112 IX. Penilaian 1. Prosedur Penilaian - Proses - Post Test 2. Jenis Penilaian - Tes - Non Tes 3. Teknik Penilaian - Tes - Kinerja 4. Instrumen Penilaian (terlampir) - Lembar Kegiatan Siswa - Kuisioner Minat - Kisi-kisi soal evaluasi - Soal dan kunci jawaban - Rubrik penilaian 5. Pedoman Penilaian (terlampir)

(304) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI282

(305) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI283 Pedoman Penilaian

(306) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI284

(307) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI285 Pedoman Penilaian Afektif

(308) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI286

(309) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI287 Lampiran 3.5 Materi Ajar Siklus I

(310) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI288

(311) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI289

(312) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI290

(313) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI291

(314) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI292

(315) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI293

(316) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI294 Lampiran 3.6 Materi Ajar Siklus II

(317) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI295

(318) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI296

(319) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI297

(320) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI298

(321) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI299

(322) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI300

(323) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI301

(324) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI302

(325) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI303

(326) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI304

(327) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI305 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA Mrican, Tromol Pos 29 Yogyakarta 55002, Telp. (0274) 513301, 515352; Fax. (0274) 56283 Hompage: http://www.usd.ac.id No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Pernyataan Saya menyiapkan alat tulis sebelum pelajaran di m ul a i Pada saat pembelajaran IPA, saya bersikap ceria Saya sudah siap di dalam kelas sebelum pelajaran IPA di mulai Saya bersukacita pada saat mengikuti pembelajaran IPA Saya bersemangat saat mengikuti pembelajaran IPA Saya ingin mendapatkan nilai yang baik pada mata pelajaran IPA Saya menyukai pelajaran IPA Saya memperhatikan seluruh proses pembelajaran Saya menyimak penjelasan guru Saya fokus saat Sangat Setuju Setuju RaguRagu Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju

(328) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI306 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 pelajaran IPA Saya berkonsentrasi saat pelajaran IPA Saya mencatat penjelasan guru saat pelajaran IPA Saya menjawab pertanyaan guru Saya ikut melakukan percobaan dalam kelompok Saya bekerja sama dengan kelompok Saya mengerjakan tugas saat pelajaran IPA Saya menanggapi penjelasan guru Saya belajar tanpa paksaan dari orang lain Saya membaca atau mencari materi dari sumber lain Saya mau mempelajari kembali materi yang sudah diajarkan Saya bertanya hal-hal lain yang berkaitan dengan materi Saya tertarik melakukan percobaan pada saat pembelajaran Saya membuat ringkasan tanpa diminta guru mengenai materi yang telah dipelajari

(329) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lembar Refleksi Nama: No. Absen: Ceritakanlah mengenai: - Bagaimana perasaanmu selama mengikuti pelajaran hari ini? - Apa manfaat yang kamu peroleh dari pembelajaran pada hari ini? - Apa saja kesulitan yang kamu alami dalam pembelajaran hari ini - Bagaimana cara yang kamu lakukan untuk mengatasi kesulitan tersebut? 307

(330) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lembar Evaluasi Nama lengkap : Nomor presensi : Berilah tanda silang pada huruf A, B, C, atau D di depan jawaban yang tepat! 1. Perhatikan langkah-langkah berikut ini 1) Hidupkan api pada pembakar spritus 2) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan. 3) Tuang agar-agar ke dalam air 4) Mulailah memasak air 5) Tunggu sampai agar-agar mendidih. 6) Diamkan agar-agar tersebut dengan memasukkan ke dalam kulkas pendingin Urutkanlah langkah-langkah di atas menjadi susunan langkah percobaan perubahan wujud benda cair menjadi padat yang benar a. 5-2-1-4-3-6 b. 2-1-5-4-6-3 c. 1-2-4-5-3-6 d. 2-1-4-3-5-6 2. Dibawah ini yang merupakan contoh peristiwa perubahan wujud padat menjadi cair adalah.... a. Gula pasir berubah menjadi karamel setelah dipanaskan b. Proses pembuatan bubur kertas daur ulang c. Proses pembuatan juice nanas d. Proses pembuatan yoghurt 3. Berikut ini alat yang digunakan ketika melakukan percobaan perubahan wujud padat ke cair dan cair ke padat, kecuali ...... 308

(331) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 309 a. Panci b. Cokelat c. Kaki tiga. d.Pembakar spiritus 4. Berikut ini yang merupakan contoh peristiwa perubahan wujud benda cair menjadi padat adalah..... a. Air yang menjadi habis apabila dipanaskan b. Timbulnya titik-titik embun di dedaunan pada pagi hari c. Minyak goreng berubah menjadi mentega di tempat yang bersuhu dingin d. Pengharum ruangan yang lama-lama akan habis bila dipakai terus menerus 5. 1). Nyalakan lilin dengan korek api. 2). Kemudian amati perubahan wujud yang terjadi. Yang terjadi pada lilin berdasarkan hasil pengamatan adalah .............. a. Lilin akan habis b. Lilin akan melepaskan kalor c. Lilin akan meleleh dan habis d. Lilin akan kehilangan masa jenis 6. Benda berikut yang dapat mencair jika dipanaskan adalah .... a. Mentega b. Tanah c. Kayu d. Batu 7. Yang harus dilakukan sebelum melakukan perebusan air adalah ….. a. Menuangkan es batu b. Menyalakan api c. Mematikan api d. Membuang air 8. Peristiwa mengembun adalah......

(332) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 310 a. Peristiwa perubahan wujud benda padat menjadi gas b. Peristiwa perubahan wujud benda gas menjadi padat c. Peristiwa perubahan wujud benda gas menjadi cair d. Peristiwa perubahan wujud benda cair menjadi gas 9. Di bawah ini merupakan kebalikan dari menguap, yaitu peristiwa perubahan wujud gas menjadi cair adalah…… a. Mengembun b. Menyublim c. Membeku d. Menguap 10. Perubahan wujud benda yang terjadi pada pemanasan air secara terus menerus sampai habis adalah .… a. Cair ke padat b. Gas ke cair c. Cair ke cair d. Cair ke gas 11. Berikut ini merupakan langkah-langkah untuk mengetahui peristiwa penguapan: 1. Menyalakan api 2. Menuangkan air beserta pisang ke dalam panci dan diletakkan di atas kaki tiga 3. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan 4. Mencatat hasil pengamatan 5. Melakukan pengamatan Berdasarkan langkah-langkah diatas, urutan proses penguapan yang benar adalah . . . a. 1, 2, 3, 4, 5 b. 3, 1, 2, 5, 4 c. 3, 2, 1, 5, 4 d. 3, 1, 5, 2, 4 12. Energi apa yang dilepaskan pada peristiwa pengembunan dan di perlukan pada peristiwa penguapan adalah energi .... a. Kalor

(333) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 311 b. Bunyi c. Listrik d.Cahaya 13. Proses perubahan wujud benda padat  gas disebut... a. Mencair b. Membeku c. Menguap d. Menyublim 14. Apabila kapur barus didiamkan selama beberapa saat di dalam lemari, maka kapur barus akan menjadi... a. Lebih panjang b. Lebih besar c. Lebih kecil d. Lebih tebal 15. Berikut ini yang merupakan bukti terjadinya peristiwa perubahan wujud benda dari padat ke gas adalah... a. Melelehnya lilin ketika dipanaskan b. Munculnya titik-titik air di dinding luar gelas c. Mencairnya agar-agar setelah dikeluarkan dari lemari es d. Munculnya bau wangi setelah kapur barus dibakar di atas api 16. Berikut ini merupakan salah satu langkah yang harus dilakukan dalam percobaan perubahan wujud benda padat  gas adalah... a. Kapur barus dipanaskan di atas spritus b. Kapur barus diletakkan di atas kaki tiga dan dipanaskan c. Kapur barus diletakkan di atas kaleng bekas dan dipanaskan d. Kapur barus dimasukkan ke dalam sendok berisi air dan dipanaskan 17. Berikut ini yang merupakan contoh peristiwa perubahan wujud benda padat ke gas adalah....... a. Berkurangnya pengharum ruangan apabila didiamkan di ruangan terbuka b. Minyak dimasukkan dalam lemari es menjadi keras c. Munculnya uap air ketika memasak air di dapur

(334) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 312 d. Berkurangnya mentega ketika dicairkan 18. Benda padat dapat berubah wujud menjadi benda gas apabila... a. Didinginkan b. Dipanaskan c. Dicelupkan d. Dimampatkan 19. Berikut ini merupakan bahan yang digunakan dalam percobaan perubahan wujud benda padat  gas, adalah... a. Kaki tiga b. Korek api c. Kapur tulis d. Pengharum ruangan (stella padat) 20. Di bawah ini merupakan contoh benda yang dapat berubah wujud dari padat ke gas, kecuali... a. Pengharum stella padat b. Kapur tulis c. Kapur barus d. Kamper

(335) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 313 Standar Kompetensi: 6. Memahami beragam sifat dan perubahan benda serta berbagai cara penggunaan benda berdasarkan sifatnya. Kompetensi Dasar: Mendeskripsikan terjadinya perubahan wujud cair menjadi padat, padat menjadi cair; cair menjadi gas, gas menjadi cair; padat menjadi gas. Indikator TIDAK VALID VALID Menyebutkan proses terjadinya perubahan wujud cair menjadi padat dan padat menjadi cair 2 3 Menemukan peristiwa lain yang merupakan contoh perubahan wujud cair menjadi padat menjadi cair 5,7,10 8 Merancang percobaan yang merupakan contoh perubahan wujud cair menjadi padat dan perubahan wujud padat menjadi cair 6 ,9 1 ,4 Menyebutkan proses terjadinya perubahan wujud cair menjadi gas dan gas menjadi cair 1 3 ,1 6 , 2 0 11 Menemukan peristiwa lain yang merupakan contoh perubahan wujud cair menjadi gas menjadi cair 15 14 Merancang percobaan yang merupakan contoh perubahan wujud cair menjadi gas dan perubahan wujud gas menjadi cair 12, 19 17, 18 Menyebutkan proses terjadinya perubahan wujud padat menjadi gas 2 1 ,2 3 ,2 6 Menemukan contoh peristiwa perubahan wujud padat menjadi gas 2 2 ,2 5 ,2 9 Merancang percobaan yang merupakan contoh perubahan wujud padat menjadi gas 2 4 ,2 8 Jumlah soal 20 27, 30 10

(336) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pedoman Penilaian Soal Evaluasi No Jenis Soal Jumlah Soal 1 Pilihan Ganda 20 Nilai Akhir = Jumlah Skor x 10 2 Kunci Jawaban: 1. D 11. B 2. A 12.A 3. B 13.D 4. C 14.C 5. C 15.D 6. A 16.C 7. B 17.A 8. C 18.B 9. A 19.D 10. D 20.B Skor Maks Tiap Soal 1 Jumlah Skor 20 20 314

(337) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 315 Lampiran 3.8 Soal evaluasi Siklus II Nama : Kelas : Berilah tanda silang pada huruf A, B, C, atau D di depan jawaban yang tepat! 1. Berikut ini benda yang terbuat dari kayu dan benda yang terbuat dari logam adalah ... a. Kayu: lonceng, kentongan Logam:ujung bolpint, meja dan kursi belajar b. Kayu: meja dan kursi belajar, kentongan Logam: lonceng, ujung bolpoint c. Kayu: meja dan kursi belajar, ujung bolpint Logam: lonceng, kentongan d. Kayu: lonceng, kentongan Logam: meja dan kursi belajar, ujung bolpoint 2. Sifat dari bahan kain adalah lentur, mudah terbakar, dan dapat didaur ulang, sedangkan sifat dari bahan kertas adalah ... a. Berbentuk padat, mudah terbakar, dan lentur b. Berbentuk cair, tembus pandang, dan lentur c. Berbentuk padat, tidak mudah terbakar, dan terbuat dari serat kayu d. Berbentuk lembaran, tembus pandang, dan tidak dapat di daur ulang 3. Benda-benda di bawah ini yang terbuat dari bahan kertas adalah .... a. Buku, televisi, radio, ban sepeda b. Pena, pensil, majalah, koran c. Baju, meja, kursi, kulkas d. Majalah, buku, koran

(338) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 316 4. Perhatikan gambar-gambar di bawah ini! Di bawah ini benda yang terbuat dari bahan kayu adalah ... a. Jam, meja, helm b. Meja, kursi, televisi c. Lemari baju, meja, kursi d. Pena, kulkas, jam, helm 5. Benda di bawah ini terbuat dari bahan kaca kecuali ... a. Pensil b. Layar televisi c. Kaca mata d. Cermin 6. Sifat dari bahan logam adalah tidak tembus air, tidak mudah terbakar, dan padat. Kegunaan dari benda berbahan logam adalah ... a. Untuk membuat baju b. Sebagai bahan alat rumah tangga c. Untuk membuat tisu d. Sebagai bahan untuk membuat sandal

(339) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7. Berikut ini merupakan sifat dari berbagai bahan. 1. Padat 2. Lentur 3. Dapat tembus air 4. Tidak dapat tembus air 5. Tidak mudah terbakar Yang merupakan sifat dari bahan karet adalah ... a. 1,2,4 b. 1,2,3 c. 2,3,4 d. 1,2,5 8. Kemasan minuman bersifat tahan lama, kuat, dan tidak menyerap air. Bahan yang mencerminkan sifat tersebut adalah ... a. Kertas b. Kain c. Plastik d. Karet 9. Kegunaan benda yang terbuat dari bahan kain adalah ... a. Sebagai tempat minum b. Untuk mengepel lantai c. Sebagai tempat makan d. Sebagai bahan bangunan 10. Perhatikan sifat-sifat bahan penyusun benda di bawah ini - Kuat - Tahan lama - Tidak mudah terbakar - Tidak tembus air dan tahan api Sifat-sifat tersebut merupakan sifat dari bahan ... a. Kain 317

(340) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI b. Karet c. Logam d. Kayu 11. Kegunaan benda yang terbuat dari bahan karet adalah ... a. Bahan membuat bangunan b. Bahan membuat makanan c. Bahan membuat ban sepeda d. Bahan membuat kosmetik 12. Logam dapat digunakan sebagai kerangka rumah karena bersifat .... a. Kuat b. Mengkilap c. Mudah dibentuk d. Tembus pandang 13. Panci, wajan, serok, dan sendok terbuat dari bahan ... a. Plastik b. Kain c. Kayu d. Logam 14. Di bawah ini benda yang terbuat dari bahan karet adalah ... a. Bungkus makanan b. Sandal jepit c. Perhiasan d. Cermin 15. Perhatikan benda-benda berikut ini. 1. Tas sekolah 2. Papan tulis 3. Sedotan 4. Pensil 5. Baju 6. Meja Benda-benda di atas yang terbuat dari bahan kayu adalah ... 318

(341) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 319 a. 2-4-6 b. 1-3-5 c. 2-3-6 d. 1-4-5 16. Benda benda di bawah ini yang terbuat dari kaca adalah ... a. Kabel, spion, cermin b. Pakaian, layar televisi, spion c. Sepatu, ban mobil, kaca mata d. Kaca mata, spion, layar televisi 17. Berikut ini merupakan pasangan yang sesuai antara benda dan bahan penyusunnya adalah ... a. Ban mobil terbuat dari karet b. Meja belajar terbuat dari kain c. Seragam sekolah terbuat dari plastik d. Peralatan rumah tangga terbuat dari karet 18. Berikut ini yang merupakan sifat benda berbahan dasar logam adalah ... a. Kuat, dapat tembus air, dan mudah di daur ulang b. Lentur, padat, dan tidak dapat di daur ulang c. Kuat, padat, dan tidak dapat tembus air d. Elastis, padat, dan dapat tembus air 19. Berikut ini merupakan sifat bahan penyusun suatu benda 1. Tidak tembus air 2. Tahan panas 3. Tidak tahan panas 4. Elastis 5. Keras 6. Kuat Yang merupakan sifat bahan plastik adalah ... a. 1-3-5 b. 2-3-4 c. 4-5-6

(342) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI d. 1-3-4 20. Bahan yang cocok untuk membuat kabel adalah ... a. Logam dan kayu b. Karet dan logam c. Plastik dan karet d. Kayu dan plastik 320

(343) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Kisi-Kisi Soal Evaluasi Siklus II Standar Kompetensi: Benda dan Sifatnya 6. Memahami beragam sifat dan perubahan benda serta berbagai cara penggunaan benda berdasarkan sifatnya. Kompetensi Dasar: 6.3 Menjelaskan hubungan antara sifat bahan dengan kegunaannya Indikator Tidak valid Valid Menyebutkan macam-macam bahan penyusun benda 21 1,5,7, Menemukan contoh benda berdasarkan bahan 2 , 1 1 ,2 2 4,9, 29 3, 10,23,24,25, 6, 30 penyusunnya Mengelompokkan benda berdasarkan bahan penyusunnya Menjelaskan sifat bahan penyusun benda 13,15,20,26 Membedakan bahan penyusun suatu benda berdasarkan 8 , 1 8 ,2 7 16 12, 17,19,28 14, sifatnya Menganalisis kegunaan benda berdasarkan bahan penyusunnya Jumlah soal 20 10 321

(344) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pedoman Penilaian Soal Evaluasi No Jenis Soal Jumlah Soal 1 Pilihan Ganda 20 Nilai Akhir = Jumlah Skor x 10 2 Kunci Jawaban: 1. B 11. C 2. D 12.A 3. D 13.D 4. C 14.B 5. B 15.A 6. B 16.B 7. A 17.A 8. C 18.C 9. B 19.D 10. C 20.A Skor Maks Tiap Soal 1 Jumlah Skor 20 20 322

(345) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4 Instrumen Penelian 323

(346) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 324 Lampiran 4.1 Kuesioner PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA Mrican, Tromol Pos 29 Yogyakarta 55002, Telp. (0274) 513301, 515352; Fax. (0274) 56283 Hompage: http://www.usd.ac.id No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Pernyataan Saya menyiapkan alat tulis sebelum pelajaran dimulai Pada saat pembelajaran IPA, saya bersikap ceria Saya sudah siap di dalam kelas sebelum pelajaran IPA di mulai Saya bersukacita pada saat mengikuti pembelajaran IPA Saya bersemangat saat mengikuti pembelajaran IPA Saya ingin mendapatkan nilai yang baik pada mata pelajaran IPA Saya menyukai pelajaran IPA Saya memperhatikan seluruh proses pembelajaran Saya menyimak penjelasan guru Saya fokus saat pelajaran IPA Saya berkonsentrasi saat pelajaran IPA Saya mencatat penjelasan guru saat pelajaran IPA Sangat Setuju Setuju RaguRagu Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju

(347) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Saya menjawab pertanyaan guru Saya ikut melakukan percobaan dalam kelompok Saya bekerja sama dengan kelompok Saya mengerjakan tugas saat pelajaran IPA Saya menanggapi penjelasan guru Saya belajar tanpa paksaan dari orang lain Saya membaca atau mencari materi dari sumber lain Saya mau mempelajari kembali materi yang sudah diajarkan Saya bertanya hal-hal lain yang berkaitan dengan materi Saya tertarik melakukan percobaan pada saat pembelajaran Saya membuat ringkasan tanpa diminta guru mengenai materi yang telah dipelajari 325

(348) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lembar Evaluasi Nama lengkap : Nomor presensi : Berilah tanda silang pada huruf A, B, C, atau D di depan jawaban yang tepat! 2. Perhatikan langkah-langkah berikut ini 7) Hidupkan api pada pembakar spritus 8) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan. 9) Tuang agar-agar ke dalam air 10) Mulailah memasak air 11) Tunggu sampai agar-agar mendidih. 12) Diamkan agar-agar tersebut dengan memasukkan ke dalam kulkas pendingin Urutkanlah langkah-langkah di atas menjadi susunan langkah percobaan perubahan wujud benda cair menjadi padat yang benar e. 5-2-1-4-3-6 f. 2-1-5-4-6-3 g. 1-2-4-5-3-6 h. 2-1-4-3-5-6 2. Dibawah ini yang merupakan contoh peristiwa perubahan wujud padat menjadi cair adalah.... a. Gula pasir berubah menjadi karamel setelah dipanaskan b. Proses pembuatan bubur kertas daur ulang c. Proses pembuatan juice nanas d. Proses pembuatan yoghurt 3. Berikut ini alat yang digunakan ketika melakukan percobaan perubahan wujud padat ke cair dan cair ke padat, kecuali ...... 326

(349) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 327 a. Panci b. Cokelat c. Kaki tiga. d.Pembakar spiritus 4. Berikut ini yang merupakan contoh peristiwa perubahan wujud benda cair menjadi padat adalah..... a. Air yang menjadi habis apabila dipanaskan b. Timbulnya titik-titik embun di dedaunan pada pagi hari c. Minyak goreng berubah menjadi mentega di tempat yang bersuhu dingin d. Pengharum ruangan yang lama-lama akan habis bila dipakai terus menerus 5. 1). Nyalakan lilin dengan korek api. 2). Kemudian amati perubahan wujud yang terjadi. Yang terjadi pada lilin berdasarkan hasil pengamatan adalah .............. e. Lilin akan habis f. Lilin akan melepaskan kalor g. Lilin akan meleleh dan habis h. Lilin akan kehilangan masa jenis 10. Benda berikut yang dapat mencair jika dipanaskan adalah .... e. Mentega f. Tanah g. Kayu h. Batu 11. Yang harus dilakukan sebelum melakukan perebusan air adalah ….. a. Menuangkan es batu b. Menyalakan api c. Mematikan api d. Membuang air

(350) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 328 12. Peristiwa mengembun adalah...... e. Peristiwa perubahan wujud benda padat menjadi gas f. Peristiwa perubahan wujud benda gas menjadi padat g. Peristiwa perubahan wujud benda gas menjadi cair h. Peristiwa perubahan wujud benda cair menjadi gas 13. Di bawah ini merupakan kebalikan dari menguap, yaitu peristiwa perubahan wujud gas menjadi cair adalah…… a. Mengembun b. Menyublim c. Membeku d. Menguap 21. Perubahan wujud benda yang terjadi pada pemanasan air secara terus menerus sampai habis adalah .… a. Cair ke padat b. Gas ke cair c. Cair ke cair d. Cair ke gas 22. Berikut ini merupakan langkah-langkah untuk mengetahui peristiwa penguapan: 1. Menyalakan api 2. Menuangkan air beserta pisang ke dalam panci dan diletakkan di atas kaki tiga 3. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan 4. Mencatat hasil pengamatan 5. Melakukan pengamatan Berdasarkan langkah-langkah diatas, urutan proses penguapan yang benar adalah . . . e. 1, 2, 3, 4, 5 f. 3, 1, 2, 5, 4 g. 3, 2, 1, 5, 4 h. 3, 1, 5, 2, 4 23. Energi apa yang dilepaskan pada peristiwa pengembunan dan di perlukan pada peristiwa penguapan adalah energi ....

(351) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 329 a. Kalor b. Bunyi c. Listrik d.Cahaya 24. Proses perubahan wujud benda padat  gas disebut... e. Mencair f. Membeku g. Menguap h. Menyublim 25. Apabila kapur barus didiamkan selama beberapa saat di dalam lemari, maka kapur barus akan menjadi... e. Lebih panjang f.Lebih besar g. Lebih kecil h. Lebih tebal 26. Berikut ini yang merupakan bukti terjadinya peristiwa perubahan wujud benda dari padat ke gas adalah... e. Melelehnya lilin ketika dipanaskan f. Munculnya titik-titik air di dinding luar gelas g. Mencairnya agar-agar setelah dikeluarkan dari lemari es h. Munculnya bau wangi setelah kapur barus dibakar di atas api 27. Berikut ini merupakan salah satu langkah yang harus dilakukan dalam percobaan perubahan wujud benda padat  gas adalah... e. Kapur barus dipanaskan di atas spritus f. Kapur barus diletakkan di atas kaki tiga dan dipanaskan g. Kapur barus diletakkan di atas kaleng bekas dan dipanaskan h. Kapur barus dimasukkan ke dalam sendok berisi air dan dipanaskan 28. Berikut ini yang merupakan contoh peristiwa perubahan wujud benda padat ke gas adalah....... e. Berkurangnya pengharum ruangan apabila didiamkan di ruangan terbuka f. Minyak dimasukkan dalam lemari es menjadi keras

(352) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 330 g. Munculnya uap air ketika memasak air di dapur h. Berkurangnya mentega ketika dicairkan 29. Benda padat dapat berubah wujud menjadi benda gas apabila... e. Didinginkan f. Dipanaskan g. Dicelupkan h. Dimampatkan 30. Berikut ini merupakan bahan yang digunakan dalam percobaan perubahan wujud benda padat  gas, adalah... e. Kaki tiga f. Korek api g. Kapur tulis h. Pengharum ruangan (stella padat) 31. Di bawah ini merupakan contoh benda yang dapat berubah wujud dari padat ke gas, kecuali... e. Pengharum stella padat f. Kapur tulis g. Kapur barus h. Kamper

(353) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 331 Lembar Evaluasi Nama lengkap : Nomor presensi : Berilah tanda silang pada huruf A, B, C, atau D di depan jawaban yang tepat! 1. Perhatikan langkah-langkah berikut ini - Hidupkan api pada pembakar spritus - Siapkan alat dan bahan yang diperlukan. - Tuang agar-agar ke dalam air - Mulailah memasak air - Tunggu sampai agar-agar mendidih. - Diamkan agar-agar tersebut dengan memasukkan ke dalam kulkas pendingin Urutkanlah langkah-langkah di atas menjadi susunan langkah percobaan perubahan wujud benda cair menjadi padat yang benar a. 5-2-1-4-3-6 b. 2-1-5-4-6-3 c. 1-2-4-5-3-6 d. 2-1-4-3-5-6 2. Dibawah ini yang merupakan contoh peristiwa perubahan wujud padat menjadi cair adalah.... a. Gula pasir berubah menjadi karamel setelah dipanaskan b. Proses pembuatan bubur kertas daur ulang c. Proses pembuatan juice nanas d. Proses pembuatan yoghurt 3. Berikut ini alat yang digunakan ketika melakukan percobaan perubahan wujud padat ke cair dan cair ke padat, kecuali ......

(354) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 332 a. Panci b. Cokelat c. Kaki tiga. d.Pembakar spiritus 4. Berikut ini yang merupakan contoh peristiwa perubahan wujud benda cair menjadi padat adalah..... a. Air yang menjadi habis apabila dipanaskan b. Timbulnya titik-titik embun di dedaunan pada pagi hari c. Minyak goreng berubah menjadi mentega di tempat yang bersuhu dingin d. Pengharum ruangan yang lama-lama akan habis bila dipakai terus menerus 5.1). Nyalakan lilin dengan korek api. 2). Kemudian amati perubahan wujud yang terjadi. Yang terjadi pada lilin berdasarkan hasil pengamatan adalah .............. a. Lilin akan habis b. Lilin akan melepaskan kalor c. Lilin akan meleleh dan habis d. Lilin akan kehilangan masa jenis 6.Benda berikut yang dapat mencair jika dipanaskan adalah .... a. Mentega b. Tanah c. Kayu d. Batu 7. Yang harus dilakukan sebelum melakukan perebusan air adalah ….. a. Menuangkan es batu b. Menyalakan api c. Mematikan api d. Membuang air 8. Peristiwa mengembun adalah......

(355) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI a. Peristiwa perubahan wujud benda padat menjadi gas b. Peristiwa perubahan wujud benda gas menjadi padat c. Peristiwa perubahan wujud benda gas menjadi cair d. Peristiwa perubahan wujud benda cair menjadi gas 9. Di bawah ini merupakan kebalikan dari menguap, yaitu peristiwa perubahan wujud gas menjadi cair adalah…… a. Mengembun b. Menyublim c. Membeku d. Menguap 10. Perubahan wujud benda yang terjadi pada pemanasan air secara terus menerus sampai habis adalah .… a. Cair ke padat b. Gas ke cair c. Cair ke cair d. Cair ke gas 11. Berikut ini merupakan langkah-langkah untuk mengetahui peristiwa penguapan: 1. Menyalakan api 2. Menuangkan air beserta pisang ke dalam panci dan diletakkan di atas kaki tiga 3. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan 4. Mencatat hasil pengamatan 5. Melakukan pengamatan Berdasarkan langkah-langkah diatas, urutan proses penguapan yang benar adalah . . . a. 1, 2, 3, 4, 5 b. 3, 1, 2, 5, 4 c. 3, 2, 1, 5, 4 d. 3, 1, 5, 2, 4 12. Energi apa yang dilepaskan pada peristiwa pengembunan dan di perlukan pada peristiwa penguapan adalah energi .... a. Kalor 333

(356) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 334 b. Bunyi c. Listrik d.Cahaya 13. Proses perubahan wujud benda padat  gas disebut... a. Mencair b. Membeku c. Menguap d. Menyublim 14. Apabila kapur barus didiamkan selama beberapa saat di dalam lemari, maka kapur barus akan menjadi... a. Lebih panjang b. Lebih besar c. Lebih kecil d. Lebih tebal 15. Berikut ini yang merupakan bukti terjadinya peristiwa perubahan wujud benda dari padat ke gas adalah... a. Melelehnya lilin ketika dipanaskan b. Munculnya titik-titik air di dinding luar gelas c. Mencairnya agar-agar setelah dikeluarkan dari lemari es d. Munculnya bau wangi setelah kapur barus dibakar di atas api 16. Berikut ini merupakan salah satu langkah yang harus dilakukan dalam percobaan perubahan wujud benda padat  gas adalah... a. Kapur barus dipanaskan di atas spritus b. Kapur barus diletakkan di atas kaki tiga dan dipanaskan c. Kapur barus diletakkan di atas kaleng bekas dan dipanaskan d. Kapur barus dimasukkan ke dalam sendok berisi air dan dipanaskan 17. Berikut ini yang merupakan contoh peristiwa perubahan wujud benda padat ke gas adalah....... a. Berkurangnya pengharum ruangan apabila didiamkan di ruangan terbuka b. Minyak dimasukkan dalam lemari es menjadi keras c. Munculnya uap air ketika memasak air di dapur

(357) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 335 d. Berkurangnya mentega ketika dicairkan 18. Benda padat dapat berubah wujud menjadi benda gas apabila... a. Didinginkan b. Dipanaskan c. Dicelupkan d. Dimampatkan 19. Berikut ini merupakan bahan yang digunakan dalam percobaan perubahan wujud benda padat  gas, adalah... a. Kaki tiga b. Korek api c. Kapur tulis d. Pengharum ruangan (stella padat) 20. Di bawah ini merupakan contoh benda yang dapat berubah wujud dari padat ke gas, kecuali... a. Pengharum stella padat b. Kapur tulis c. Kapur barus d. Kamper

(358) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 336 Nama : Kelas : Berilah tanda silang pada huruf A, B, C, atau D di depan jawaban yang tepat! 1. Berikut ini benda yang terbuat dari kayu dan benda yang terbuat dari logam adalah ... a. Kayu: lonceng, kentongan Logam:ujung bolpint, meja dan kursi belajar b. Kayu: meja dan kursi belajar, kentongan Logam: lonceng, ujung bolpoint c. Kayu: meja dan kursi belajar, ujung bolpint Logam: lonceng, kentongan d. Kayu: lonceng, kentongan Logam: meja dan kursi belajar, ujung bolpoint 2. Sifat dari bahan kain adalah lentur, mudah terbakar, dan dapat didaur ulang, sedangkan sifat dari bahan kertas adalah ... 3. a. Berbentuk padat, mudah terbakar, dan lentur b. Berbentuk cair, tembus pandang, dan lentur c. Berbentuk padat, tidak mudah terbakar, dan terbuat dari serat kayu d. Berbentuk lembaran, tembus pandang, dan tidak dapat di daur ulang Benda-benda di bawah ini yang terbuat dari bahan kertas adalah .... a. Buku, televisi, radio, ban sepeda b. Pena, pensil, majalah, koran c. Baju, meja, kursi, kulkas d. Majalah, buku, koran 4. Perhatikan gambar-gambar di bawah ini!

(359) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 337 Di bawah ini benda yang terbuat dari bahan kayu adalah ... a. Jam, meja, helm b. Meja, kursi, televisi c. Lemari baju, meja, kursi d. Pena, kulkas, jam, helm 5. Benda di bawah ini terbuat dari bahan kaca kecuali ... a. Pensil b. Layar televisi c. Kaca mata d. Cermin 6. Sifat dari bahan logam adalah tidak tembus air, tidak mudah terbakar, dan padat. Kegunaan dari benda berbahan logam adalah ... a. Untuk membuat baju b. Sebagai bahan alat rumah tangga c. Untuk membuat tisu d. Sebagai bahan untuk membuat sandal

(360) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6. Berikut ini merupakan sifat dari berbagai bahan. - Padat - Lentur - Dapat tembus air - Tidak dapat tembus air - Tidak mudah terbakar Yang merupakan sifat dari bahan karet adalah ... a. 1,2,4 b. 1,2,3 c. 2,3,4 d. 1,2,5 7. Kemasan minuman bersifat tahan lama, kuat, dan tidak menyerap air. Bahan yang mencerminkan sifat tersebut adalah ... a. Kertas b. Kain c. Plastik d. Karet 8. Kegunaan benda yang terbuat dari bahan kain adalah ... a. Sebagai tempat minum b. Untuk mengepel lantai c. Sebagai tempat makan d. Sebagai bahan bangunan 9. Perhatikan sifat-sifat bahan penyusun benda di bawah ini - Kuat - Tahan lama - Tidak mudah terbakar - Tidak tembus air dan tahan api Sifat-sifat tersebut merupakan sifat dari bahan ... a. Kain 338

(361) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI b. Karet c. Logam d. Kayu 10. Kegunaan benda yang terbuat dari bahan karet adalah ... a. Bahan membuat bangunan b. Bahan membuat makanan c. Bahan membuat ban sepeda d. Bahan membuat kosmetik 11. Logam dapat digunakan sebagai kerangka rumah karena bersifat .... a. Kuat b. Mengkilap c. Mudah dibentuk d. Tembus pandang 12. Panci, wajan, serok, dan sendok terbuat dari bahan ... a. Plastik b. Kain c. Kayu d. Logam 13. Di bawah ini benda yang terbuat dari bahan karet adalah ... a. Bungkus makanan b. Sandal jepit c. Perhiasan d. Cermin 14. Perhatikan benda-benda berikut ini. a. Tas sekolah b. Papan tulis c. Sedotan d. Pensil e. Baju f. Meja Benda-benda di atas yang terbuat dari bahan kayu adalah ... 339

(362) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 340 a. 2-4-6 b. 1-3-5 c. 2-3-6 d. 1-4-5 15. Benda benda di bawah ini yang terbuat dari kaca adalah ... a. Kabel, spion, cermin b. Pakaian, layar televisi, spion c. Sepatu, ban mobil, kaca mata d. Kaca mata, spion, layar televisi 16. Berikut ini merupakan pasangan yang sesuai antara benda dan bahan penyusunnya adalah ... a. Ban mobil terbuat dari karet b. Meja belajar terbuat dari kain c. Seragam sekolah terbuat dari plastik d. Peralatan rumah tangga terbuat dari karet 17. Berikut ini yang merupakan sifat benda berbahan dasar logam adalah ... a. Kuat, dapat tembus air, dan mudah di daur ulang b. Lentur, padat, dan tidak dapat di daur ulang c. Kuat, padat, dan tidak dapat tembus air d. Elastis, padat, dan dapat tembus air 18. Berikut ini merupakan sifat bahan penyusun suatu benda a. Tidak tembus air b. Tahan panas c. Tidak tahan panas d. Elastis e. Keras f.Kuat Yang merupakan sifat bahan plastik adalah ... e. 1-3-5 f. 2-3-4 g. 4-5-6

(363) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI h. 1-3-4 19. Bahan yang cocok untuk membuat kabel adalah ... a. Logam dan kayu b. Karet dan logam c. Plastik dan karet d. Kayu dan plastik 341

(364) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 5 Validitas & Reliabilitas 342

(365) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 5.1 Validator 1 Siklus I 343

(366) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 344

(367) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 345

(368) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Validator 2 Siklus I Lampiran 4.5 346

(369) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Validator 2 Siklus I 347

(370) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 348

(371) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Validator 3 Siklus I 349

(372) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 350

(373) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 351

(374) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Validator 1 Siklus II 352

(375) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 353

(376) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 354

(377) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Validator 2 Siklus II 355

(378) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 356

(379) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 357

(380) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Validator 3 Siklus II 358

(381) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 359

(382) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 360

(383) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 361 Lampiran 5.7 Hasil Olah Data SPSS Validitas Instrumen Kuesioner

(384) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 362 Lampiran 5.8 Hasil Olah Data SPSS Validitas Instrumen Soal Evaluasi Siklus I

(385) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 363 Lampiran 5.9 Hasil Olah Data SPSS Validitas Instrumen Soal Evaluasi Siklus II

(386) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 5.10 Hasil Olah Data SPSS Reliabilitas Instrumen Kuesioner Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .879 23 Item Statistics Mean Std. Deviation N item1 4.40 .621 30 item2 4.07 .907 30 item3 4.33 .547 30 item4 4.13 .819 30 item5 4.37 .615 30 item6 4.67 .547 30 item7 4.33 .606 30 item8 4.20 .484 30 item9 4.27 .521 30 item10 4.00 .910 30 item11 4.17 .699 30 item12 4.20 .805 30 item14 3.70 .702 30 item15 4.07 .583 30 item17 4.33 .479 30 item18 4.47 .571 30 item19 3.87 .681 30 item20 3.90 .960 30 item21 4.00 .830 30 item22 4.10 .759 30 item23 4.03 .615 30 item24 3.80 .805 30 364

(387) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI365 Item Statistics Mean Std. Deviation N item1 4.40 .621 30 item2 4.07 .907 30 item3 4.33 .547 30 item4 4.13 .819 30 item5 4.37 .615 30 item6 4.67 .547 30 item7 4.33 .606 30 item8 4.20 .484 30 item9 4.27 .521 30 item10 4.00 .910 30 item11 4.17 .699 30 item12 4.20 .805 30 item14 3.70 .702 30 item15 4.07 .583 30 item17 4.33 .479 30 item18 4.47 .571 30 item19 3.87 .681 30 item20 3.90 .960 30 item21 4.00 .830 30 item22 4.10 .759 30 item23 4.03 .615 30 item24 3.80 .805 30 item25 3.70 .877 30

(388) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI366 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Item Deleted Item Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted item1 90.70 67.114 .465 .874 item2 91.03 63.137 .574 .870 item3 90.77 68.737 .353 .876 item4 90.97 66.033 .415 .875 item5 90.73 68.478 .332 .877 item6 90.43 67.289 .518 .873 item7 90.77 68.047 .381 .876 item8 90.90 68.369 .453 .875 item9 90.83 67.799 .485 .874 item10 91.10 64.783 .452 .875 item11 90.93 63.926 .699 .867 item12 90.90 64.369 .558 .871 item14 91.40 64.731 .620 .869 item15 91.03 67.275 .482 .873 item17 90.77 68.047 .500 .874 item18 90.63 68.792 .328 .877 item19 91.23 68.047 .331 .877 item20 91.20 64.993 .408 .877 item21 91.10 65.679 .436 .875 item22 91.00 64.621 .577 .870 item23 91.07 66.685 .515 .872 item24 91.30 67.183 .333 .878 item25 91.40 64.248 .513 .872 Scale Statistics Mean 95.10 Variance 72.231 Std. Deviation 8.499 N of Items 23

(389) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI367 Lampiran 5.11 Hasil Olah Data SPSS Reliabilitas Instrumen Soal Evaluasi Siklus I Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .918 20 Item Statistics Mean Std. Deviation N VAR00002 .50 .509 30 VAR00005 .50 .509 30 VAR00006 .80 .407 30 VAR00007 .50 .509 30 VAR00009 .73 .450 30 VAR00010 .80 .407 30 VAR00012 .67 .479 30 VAR00013 .50 .509 30 VAR00015 .50 .509 30 VAR00016 .60 .498 30 VAR00019 .50 .509 30 VAR00020 .67 .479 30 VAR00021 .50 .509 30

(390) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI368 VAR00022 .80 .407 30 VAR00023 .17 .379 30 VAR00024 .70 .466 30 VAR00025 .47 .507 30 VAR00026 .50 .509 30 VAR00028 .50 .509 30 VAR00029 .67 .479 30 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted VAR00002 11.07 32.754 .462 .916 VAR00005 11.07 31.168 .753 .909 VAR00006 10.77 32.806 .586 .913 VAR00007 11.07 33.926 .256 .921 VAR00009 10.83 33.523 .380 .918 VAR00010 10.77 32.806 .586 .913 VAR00012 10.90 32.162 .609 .913 VAR00013 11.07 32.340 .537 .914 VAR00015 11.07 31.168 .753 .909 VAR00016 10.97 31.964 .619 .912

(391) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI369 VAR00019 11.07 32.340 .537 .914 VAR00020 10.90 32.162 .609 .913 VAR00021 11.07 33.030 .413 .917 VAR00022 10.77 32.806 .586 .913 VAR00023 11.40 33.972 .359 .918 VAR00024 10.87 33.085 .448 .916 VAR00025 11.10 30.714 .841 .907 VAR00026 11.07 31.168 .753 .909 VAR00028 11.07 31.168 .753 .909 VAR00029 10.90 32.162 .609 .913 Scale Statistics Mean 11.57 Variance 35.702 Std. Deviation 5.975 N of Items 20

(392) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI370 Lampiran 5.12 Hasil Olah Data SPSS Reliabilitas Instrumen Soal Evaluasi Siklus II Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .934 20 Item Statistics Mean Std. Deviation N VAR00003 .63 .490 30 VAR00008 .50 .509 30 VAR00009 .70 .466 30 VAR00010 .83 .379 30 VAR00011 .87 .346 30 VAR00012 .87 .346 30 VAR00013 .60 .498 30 VAR00015 .53 .507 30 VAR00017 .87 .346 30 VAR00018 .60 .498 30 VAR00019 .70 .466 30 VAR00020 .87 .346 30 VAR00021 .87 .346 30 VAR00022 .63 .490 30 VAR00023 .60 .498 30 VAR00024 .87 .346 30 VAR00025 .87 .346 30 VAR00026 .50 .509 30 VAR00027 .63 .490 30 VAR00028 .90 .305 30

(393) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI371 Item-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted Total Correlation Alpha if Item Deleted VAR00003 13.80 28.924 .769 .928 VAR00008 13.93 30.064 .519 .933 VAR00009 13.73 31.030 .380 .935 VAR00010 13.60 30.455 .626 .931 VAR00011 13.57 30.944 .561 .932 VAR00012 13.57 31.357 .450 .933 VAR00013 13.83 29.109 .718 .929 VAR00015 13.90 30.231 .489 .934 VAR00017 13.57 30.116 .786 .928 VAR00018 13.83 29.109 .718 .929 VAR00019 13.73 31.030 .380 .935 VAR00020 13.57 30.116 .786 .928 VAR00021 13.57 30.116 .786 .928 VAR00022 13.80 28.924 .769 .928 VAR00023 13.83 29.247 .691 .929 VAR00024 13.57 30.944 .561 .932 VAR00025 13.57 30.116 .786 .928 VAR00026 13.93 30.064 .519 .933 VAR00027 13.80 28.924 .769 .928 VAR00028 13.53 30.878 .663 .931 Scale Statistics Mean 14.43 Variance 33.220 Std. Deviation 5.764 N of Items 20

(394) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI372 Lampiran 6 Hasil Kerja Siswa

(395) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI373 Lampiran 6.1 Contoh Hasil Kuesioner Siswa

(396) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI374 Lampiran 6.2 Contoh Hasil Kerja Siswa

(397) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI375

(398) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI376

(399) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI377 Lampiran 7 Contoh Hasil Observasi

(400)

Dokumen baru