PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN EVALUASI DAN INFERENSI PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V DI SD N SOKOWATEN BARU BANGUNTAPAN BANTUL YOGYAKARTA SKRIPSI

Gratis

0
0
186
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN EVALUASI DAN INFERENSI PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V DI SD N SOKOWATEN BARU BANGUNTAPAN BANTUL YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun oleh: Sinta Saraswati 101134195 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Karya ilmiah ini saya persembahkan kepada: - Tuhan Yang Maha Esa yang selalu melimpahkan rahmat dan hidayatnya. - Bapak dan Ibu tercinta yang senantiasa mendidik serta memberikan nasehat dan semangat dalam menempuh pendidikan. - Kakak-kakakku dan adikku yang selalu memberikan dukungan dan semangat. - Sahabat yang selalu memberikan dukungan dan selalu ada dalam setiap kebersamaan. - Teman-teman yang selalu memberikan motivasi. iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO Jadilah seperti karang di lautan yang kuat dihantam ombak serta kerjakan hal yang bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain. Sabar dalam mengatasi kesulitan dan bertindak bijaksana dalam mengatasinya adalah sesuatu yang utama. Melalui kesabaran, seseorang dapat meraih lebih daripada melalui kekuatan yang dimilikinya. (Edmud Burke) Kesulitan itu ibarat seorang bayi. Hanya bisa berkembang dengan cara merawatnya. (Douglas Jerrold) Sesuatu mungkin mendatangi mereka yang mau menunggu, namun hanya didapatkan oleh mereka yang semangat mengejarnya. (Abraham Lincoln) Sukses bukanlah akhir dari segalanya, kegagalan bukanlah sesuatu yang fatal. Namun keberanian untuk meneruskan kehidupanlah yang perlu diperhatikan. (Sir Winston Churcill) Sebelum menolong orang, saya harus menolong diri sendiri dahulu. Sebelum menguatkan orang lain, saya harus menguatkan diri sendiri dahulu. (Petrus Claver) v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka sebagai layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 7 Juli 2014 Penulis, Sinta Saraswati vi

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Sinta Saraswati NIM : 101134195 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: “PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN EVALUASI DAN INFERENSI PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V DI SD N SOKOWATEN BARU BANGUNTAPAN BANTUL YOGYAKARTA” beserta perangkat yang diperlukan, (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberi royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal: 7 Juli 2014 Yang menyatakan Sinta Saraswati vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK Saraswati, Sinta. 2014. Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan evaluasi dan inferensi pada mata pelajaran IPA Kelas V di SD N Sokowaten Baru Banguntapan Bantul Yogyakarta. Skripsi. Yogyakarta: Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma. Latar belakang penelitian ini bermula dari fakta yang terjadi bahwa siswa kelas V di SD N Sokowaten Baru belum dapat menunjukkan kemampuan evaluasi dan kemampuan inferensi dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan evaluasi dan inferensi pada siswa kelas V SD N Sokowaten Baru Banguntapan Bantul Yogyakarta pada mata pelajaran IPA. Penelitian ini menggunakan metode quasi experimental design tipe non equivalent control group design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD N Sokowaten Baru yang terdiri dari kelas VA sebanyak 27 siswa sebagai kelompok kontrol dan kelas VB sebanyak 25 siswa sebagai kelompok eksperimen. Variabel independennya adalah mind map, dan variabel dependennya adalah kemampuan evaluasi dan kemampuan inferensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) penggunaan metode mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan evaluasi, hal ini ditunjukkan dengan harga sig. (2-tailed) sebesar 0,003 (atau p < 0,05) dengan nilai M = 0,980, SD = 0,637, dan SE = 0,127. Besar efek perlakuan menunjukkan angka 70,06% yang masuk ke dalam kategori besar. 2) Penggunaan metode mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan inferensi, hal ini ditunjukkan dengan harga sig. (2-tailed) sebesar 0,001 (atau p < 0,05) dengan nilai M = 0,850, SD = 0,756, dan SE = 0,151. Besar efek perlakuan menunjukkan angka 56,85% yang masuk ke dalam kategori besar. Kata kunci: mind map, kecakapan berpikir kritis, kemampuan evaluasi, kemampuan inferensi, mata pelajaran IPA. viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT Saraswati, Sinta. 2014. The effect of using mind map methods toward evaluation and inference skills in science subject of fifth grade at SD N Sokowaten Baru Banguntapan Bantul Yogyakarta. Thesis. Yogyakarta: Elementary Teacher Education Program Study, Universitas Sanata Dharma. Background of this reserach begins from the fact that the students of fifth grade at SD N Sokowaten Baru Banguntapan Bantul can not to show the ability of evaluation skills and inference skills in learning activities. The purpose of research is to find identify the effect of using mind map toward evaluation skills and inference skills on the fifth grade students in Sokowaten Baru primary school in science. The design of this reserach is quasy experimental design, non equivalent group type. Population of the study is the fifth grade student of Sokowaten Baru primary school which consist of 27 students in class VA as the control group and 25 students in class VB as the experiment group. Independent’s variable is mind map and dependent’s variable is evaluation skills and inference skills. The result of the study reveals that 1) there is an effect of using mind map in evaluation skills which is proved by the sig. (2-tailed) 0,003 (or p < 0,05) with value M = 0,980, SD = 0,637, and SE = 0,127. In addition a large treatment fit into the large categories, which is proved by the percentage increase which amounted to 70,06%. 2) There is an effect of using mind map in inference skills which is proved by the sig. (2-tailed) 0,001 (or p < 0,05) with value M = 0,850, SD = 0,756, and SE = 0,151. In addition a large treatment fit into the large categories, which is proved by the percentage increase which amounted to 56,85 %. Keyword: mind map, critical thingking skills, evaluation skills, inference skills, science. ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PRAKATA Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Skripsi yang berjudul “PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN EVALUASI DAN INFERENSI PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V DI SD N SOKOWATEN BARU BANGUNTAPAN BANTUL YOGYAKARTA” ditulis sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Strata I Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa tanpa bantuan berbagai pihak, sulit bagi penulis untuk menyelesaikan skripsi ini. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Rohandi, Ph.D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 2. Gregorius Ari Nugrahanta, S.J., S.S., BST., M.A. selaku Kaprodi PGSD Universitas Sanata Dharma Yogayakrta dan dosen Pembimbing I yang selalu memberikan bimbingan dan masukan kepada penulis. 3. Agnes Herlina Dwi Hadiyanti, S.Si., M.T., M.Sc. selaku dosen pembimbing II yang telah memberikan bimbingan dan dukungan kepada penulis. 4. Laurensia Aptik Evanjeli, S.Psi., M.A., selaku dosen yang telah memberikan masukan demi hasil skripsi yang lebih baik. 5. Catur Rismiati, S.Pd., M. A., Ed.D. selaku sekretaris prodi PGSD Universitas Sanata Dharma Yogayakarta Universitas Sanata Dharma Yogayakrta. 6. Segenap dosen dan staf Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, USD, yang telah memberikan pengetahuan dan dukungan dalam menyelesaikan studi Strata I. 7. Kastinah, S.Pd., selaku Kepala Sekolah di SD N Sokowaten Baru yang memberikan ijin penelitian dan dukungan kepada penulis. x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8. Ashari, S.Pd., selaku guru mata pelajaran IPA di kelas V SD N Sokowaten Baru yang memberikan waktu dan tenaganya sebagai guru mitra dalam penelitian ini. 9. Siswa-siswa kelas VA dan VB SD N Sokowaten Baru, yang bersedia sebagai subjek penelitian. 10. Bapak dan Ibu tercinta, yang setia dalam doa dan dukungannya kepada penulis. 11. Kakak-kakakku yang memberikan dukungan dan motivasi bagi penulis. 12. Adik (Sinta Purnawinda) yang memberikan dukungan dan motivasi bagi penulis. 13. Teman-teman penelitian kolaboratif IPA SD N Sokowaten Baru (Tri dan Patris), yang selalu berbagi pengetahuan, semangat, dan motivasi kepada penulis. 14. Teman-teman PPL SD N Sokowaten Baru, yang bersedia memberikan bantuan selama penulis melakukan penelitian di sekolah. Penulis menyadari bahwa karya ilmiah ini belum sempurna karena masih banyak kekurangan karena keterbatasan kemampuan oleh karena itu peneliti terbuka terhadap masukan, kritik dari semua pihak yang membaca. Peneliti juga berharap semoga karya ilmiah ini berguna bagi semua pihak yang membacanya. Penulis xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI JUDUL HALAMAN HALAMAN JUDUL............................................................................................... .i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ..................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ................................................................................ iii HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................................ iv MOTTO .................................................................................................................. v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................................ vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN ..................................................... vii PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ......... vii ABSTRAK ........................................................................................................... viii ABSTRACT ............................................................................................................. ix KATA PRAKATA .................................................................................................. x DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ xv DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................ xvi BAB I ...................................................................................................................... 1 PENDAHULUAN .................................................................................................. 1 1.1 Latar Belakang Penelitian ................................................................................ 1 1.2 Rumusan Masalah ............................................................................................ 4 1.3 Tujuan Penelitian ............................................................................................. 5 1.4 Manfaat Penelitian ........................................................................................... 5 1.5 Definisi Operasional ........................................................................................ 6 BAB II ..................................................................................................................... 8 LANDASAN TEORI .............................................................................................. 8 2.1 Tinjauan pustaka .............................................................................................. 8 2.1.1 Teori yang mendukung .................................................................................. 8 2.1.1.1 Teori perkembangan anak ......................................................................... 8 2.1.1.2 Mind map ................................................................................................ 10 2.1.1.3 Langkah dalam membuat mind map ....................................................... 11 2.1.1.4 Kemampuan berpikir kritis ..................................................................... 12 2.1.1.5 Kemampuan Evaluasi dan Inferensi ....................................................... 13 2.1.1.6 Mata Pelajaran IPA ................................................................................. 14 2.1.1.7 Materi Pembelajaran IPA Kelas V .......................................................... 15 2.2 Penelitian-penelitian yang relevan ................................................................. 17 2.2.1 Penelitian-penelitian tentang mind map ...................................................... 17 2.2.2 Penelitian-penelitian tentang kemampuan berpikir kritis ............................ 18 2.2.3 Literature map ............................................................................................. 20 2.3 Kerangka berpikir .......................................................................................... 20 2.4 Hipotesis ........................................................................................................ 21 BAB III ................................................................................................................. 23 METODE PENELITIAN ...................................................................................... 23 3.1 Jenis Penelitian............................................................................................... 23 3.2 Setting Penelitian ........................................................................................... 25 3.3 Populasi dan Sampel ...................................................................................... 27 3.4 Variabel Penelitian ......................................................................................... 28 3.5 Teknik Pengumpulan Data ............................................................................. 29 xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.6 Instrumen Penelitian ...................................................................................... 31 3.7 Teknik Pengujian Instrumen .......................................................................... 34 3.7.1 Uji Validitas ................................................................................................. 35 3.7.1.1 Uji Validitas Konstrak ............................................................................ 35 3.7.1.2 Uji Validitas Isi ....................................................................................... 36 3.7.2 Uji Reliabilitas ............................................................................................. 37 3.8 Teknik Analisis Data ...................................................................................... 38 3.8.1 Uji normalitas distribusi data ....................................................................... 39 3.8.2 Uji pengaruh perlakuan................................................................................ 39 3.8.2.1 Uji perbedaan kemampuan awal ............................................................. 39 3.8.2.2 Uji selisih skor pretest dan postest.......................................................... 40 3.8.3 Analisis lebih lanjut ..................................................................................... 41 3.8.3.1 Uji peningkatan skor pretest ke postest .................................................. 41 3.8.3.2 Uji besar efek perlakuan (effect size) ...................................................... 42 3.8.3.3 Uji retensi pengaruh perlakuan ............................................................... 43 3.8.3.4 Dampak perlakuan pada siswa ................................................................ 44 3.8.3.5 Konsekuensi Lebih Lanjut ...................................................................... 45 BAB IV ................................................................................................................. 46 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .................................................... 46 4.1 Implementasi pembelajaran ........................................................................... 46 4.1.1 Kelas Eksperimen ........................................................................................ 46 4.1.2 Kelas kontrol ................................................................................................ 47 4.2 Hasil Penelitian .............................................................................................. 48 4.2.1 Pengaruh Penggunaan Metode Mind map terhadap Kemampuan Evaluasi 48 4.2.1.1 Uji normalitas distribusi data .................................................................. 48 4.2.1.2 Uji pengaruh perlakuan ........................................................................... 50 4.2.1.3 Analisis lebih lanjut ................................................................................ 53 4.2.2 Pengaruh Penggunaan Metode Mind map terhadap Kemampuan Inferensi 57 4.2.2.1 Uji normalitas distribusi data .................................................................. 57 4.2.2.2 Uji pengaruh perlakuan ........................................................................... 59 4.2.2.3 Analisis lebih lanjut ................................................................................ 62 4.3 Pembahasan .................................................................................................... 66 4.3.1 Pengaruh Penggunaan Metode Mind map terhadap Kemampuan Evaluasi 66 4.3.2 Pengaruh Penggunaan Metode Mind map terhadap Kemampuan Inferensi 67 4.3.3 Dampak perlakuan pada siswa..................................................................... 68 4.3.4 Konsekuensi Lebih Lanjut ........................................................................... 71 BAB V................................................................................................................... 72 KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................................. 72 5.1 Kesimpulan .................................................................................................... 72 5.2 Keterbatasan Penelitian .................................................................................. 73 5.3 Saran .............................................................................................................. 73 DAFTAR REFERENSI ........................................................................................ 74 xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL JUDUL TABEL HALAMAN Tabel 3.1 Jadwal Pengambilan Data ..................................................................... 27 Tabel 3.2 Matriks pengembangan instrumen ........................................................ 31 Tabel 3.3 Rubrik Penilaian .................................................................................... 32 Tabel 3.5 Uji Reliabilitas Soal .............................................................................. 37 Tabel 3.6 Kriteria Koefisien Reliabilitas .............................................................. 38 Tabel 3.7 Topik Wawancara ................................................................................. 45 Tabel 4.1 Hasil Uji Normalitas Data Pretest pada Kemampuan Evaluasi ........... 49 Tabel 4.2 Hasil Uji Normalitas Data Posttest I pada Kemampuan Evaluasi ........ 49 Tabel 4.3 Hasil Uji Normalitas Data Posttest II pada Kemampuan Evaluasi ...... 50 Tabel 4.4 Uji Perbedaan Kemampuan Awal ......................................................... 51 Tabel 4.5 Uji Selisih Skor Pretest ke Posttest pada Kemampuan Evaluasi ......... 52 Tabel 4.6 Uji Kenaikan Skor Pretest dan Postest I pada Kemampuan Evaluasi .. 54 Tabel 4.7 Uji Besar Pengaruh Perlakuan pada Kemampuan Evaluasi ................. 55 Tabel 4.8 Uji Retensi Pengaruh Perlakuan pada Kemampuan Evaluasi .............. 56 Tabel 4.9 Hasil Uji Normalitas Data Pretest pada Kemampuan Inferensi ........... 57 Tabel 4.10 Hasil Uji Normalitas Data Posttest I pada Kemampuan Inferensi...... 58 Tabel 4.11 Hasil Uji Normalitas Data Posttest II pada Kemampuan Inferensi .... 59 Tabel 4.12 Uji Perbedaan Kemampuan Awal ....................................................... 60 Tabel 4.13 Uji Selisih Skor Pretest ke Posttest pada Kemampuan Inferensi ....... 61 Tabel 4.14 Tabel Uji Peningkatan Skor Pretest ke Posttest pada Kemampuan Inferensi................................................................................................................. 63 Tabel 4.15 Uji Besar Pengaruh Perlakuan pada Kemampuan Inferensi ............... 64 Tabel 4.16 Uji Retensi Pengaruh Perlakuan pada Kemampuan Inferensi ............ 65 xiv

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR JUDUL GAMBAR HALAMAN Gambar 2.1. Contoh mind map ............................................................................. 11 Gambar 2.2 Pengungkit atau tuas digambarkan secara sederhana ........................ 15 Gambar 2.3 Bidang miring digunakan untuk memindahkan peti ......................... 16 Gambar 2.4 Jenis-jenis katrol ................................................................................ 16 Gambar 2.5 Roda Berporos pada sepeda .............................................................. 16 Gambar 2.6. Literarure Map Penelitian Sebelumnya ........................................... 20 Gambar 3.1 Desain Penelitian ............................................................................... 24 Gambar 3.2 Variabel Penelitian ............................................................................ 29 Gambar 4.1 Uji Anova pada Kemampuan Evaluasi ............................................. 53 Gambar 4.2 Peningkatan Skor Pretest ke Posttest I pada Kemampuan Evaluasi 54 Gambar 4.3 Perbandingan Skor Pretest, Postest I, dan Postest II pada Kemampuan Evaluasi............................................................................................ 57 Gambar 4.4 Uji Anova pada Kemampuan Inferensi ............................................. 62 Gambar 4.5 Peningkatan Skor Pretest ke Posttest pada Kemampuan Inferensi... 63 Gambar 4.6 Perbandingan Skor Pretest, Postest I, dan Postest II pada Kemampuan Inferensi ........................................................................................... 66 Gambar 4.7 Histogram Normalitas Pretest Kelompok Eksperimen pada Kemampuan Evaluasi ......................................................................................... 143 Gambar 4.8 Histogram Normalitas Pretest Kelompok Kontrol pada Kemampuan Evaluasi ............................................................................................................... 144 Gamabar 4.9 Histogram Normalitas Pretest Kelompok Eksperimen pada Kemampuan Inferensi ......................................................................................... 145 Gambar 4.10 Histogram Normalitas Pretest Kelompok Kontrol pada Kemampuan Inferensi............................................................................................................... 146 Gambar 4.11 Histogram Normalitas Posttest I Kelompok Eksperimen pada Kemampuan Evaluasi.......................................................................................... 147 Gambar 4.12 Histogram Normalitas Posttest I Kelompok Kontrol pada Kemampuan Evaluasi ......................................................................................... 148 Gambar 4.13 Histogram Normalitas Posttest I Kelompok Eksperimen pada Kemampuan Inferensi ......................................................................................... 149 Gambar 4.14 Histogram Normalitas Posttest I Kelompok Kontrol pada Kemampuan Inferensi ......................................................................................... 150 Gambar 4.15 Histogram Normalitas Posttest II Kelompok Eksperimen pada Kemampuan Evaluasi ......................................................................................... 151 Gambar 4.16 Histogram Normalitas Posttest II Kelompok Kontrol pada Kemampuan Evaluasi ......................................................................................... 152 Gambar 4.16 Histogram Normalitas Posttest II Kelompok Eksperimen pada Kemampuan Inferensi ......................................................................................... 153 Gambar 4.16 Histogram Normalitas Posttest II Kelompok Kontrol pada Kemampuan Inferensi ......................................................................................... 154 xv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Judul Lampiran Halaman Lampiran 3.1: Silabus Kelompok Eksperimen ..................................................... 77 Lampiran 3.2: RPP Kelompok Eksperimen .......................................................... 80 Lampiran 3.3: LKS Kelompok Eksperimen Dan Kunci Jawab ............................ 98 Lampiran 3.4: Silabus Kelompok Kontrol .......................................................... 101 Lampiran 3.5: RPP Kelompok Kontrol ............................................................... 103 Lampiran 3.6: LKS Kelompok Kontrol Dan Kunci Jawaban ............................. 112 Lampiran 3.7: Instrumen Pretest, Posttest I, dan Posttest II beserta Kunci Jawaban ............................................................................................................................. 116 Lampiran 3.8: Hasil Koreksi Uji Validitas Instrumen ........................................ 123 Lampiran 3.9: Hasil Uji Validitas Instrumen ...................................................... 124 Lampiran 3.10: Hasil Uji Reliabilitas Instrumen ................................................ 126 Lampiran 3.11: Hasil Uji Beda Instrumen .......................................................... 127 Lampiran 3.12: Hasil Koreksi Soal Pretest, Posttest I, dan Posttest II .............. 128 Lampiran 3.13: Hasil Wawancara dengan Siswa (29 Maret 2014) .................... 134 Lampiran 3.14: Hasil Wawancara dengan Guru (3 April 2014) ......................... 138 Lampiran 4.1: Uji Normalitas Data Pretest ........................................................ 140 Lampiran 4.2: Hasil Uji Normalitas Posttest I .................................................... 141 Lampiran 4.3: Hasil Uji Normalitas Posttest II .................................................. 142 Lampiran 4.4: Histogram Uji Normalitas Data ................................................... 143 Lampiran 4.5: Uji Perbedaan Kemampuan Awal pada Kemampuan Evaluasi .. 155 Lampiran 4.6: Uji Selisih Skor Pretest dan Posttest pada Kemampuan Evaluasi ............................................................................................................................. 156 Lampiran 4.7: Uji Peningkatan Skor Pretest ke Posttest .................................... 158 Lampiran 4.8: Uji Besar Pengaruh Perlakuan pada Kemampuan Evaluasi ........ 159 Lampiran 4.9: Uji Retensi ................................................................................... 160 Lampiran 4.10: Uji Perbedaan Kemampuan Awal pada Kemampuan Inferensi 161 Lampiran 4.11: Hasil Uji Selisih Skor Pretest ke Posttest pada Kemampuan Inferensi............................................................................................................... 162 Lampiran 4.12: Uji Besar Pengaruh Perlakuan pada Kemampuan Inferensi...... 163 Lampiran 4.13: Foto-Foto Kegiatan Di Kelompok Eksperimen ......................... 164 Lampiran 4.14: Foto-Foto Kegiatan di Kelompok Kontrol ................................ 166 Lampiran 4.15: Surat Ijin Melakukan Penelitian ................................................ 167 CURRICULUM VITAE ....................................................................................... 170 xvi

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Bab I ini berisi mengenai latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan definisi operasional. Kelima bagian tersebut diuraikan dalam subbab-subbab berikut. 1.1 Latar Belakang Penelitian IPA merupakan suatu kumpulan teori yang sistematis, penerapannya secara umum terbatas pada gejala-gejala alam, lahir dan berkembang melalui metode ilmiah seperti observasi dan eksperimen serta menuntut sikap ilmiah seperti rasa ingin tahu, terbuka, jujur dan sebagainya (Trianto, 2010: 136). Dari uraian tersebut dapat diartikan bahwa mata pelajaran IPA memuat materi penting yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Di Sekolah Dasar, IPA merupakan salah satu mata pelajaran pokok yang dipelajari oleh siswa. Salah satu materi pokoknya adalah pesawat sederhana. Materi ini sangat penting karena hampir setiap hari siswa menggunakan benda-benda yang menerapkan prinsip pesawat sederhana. Seorang siswa akan lebih memahami materi apabila siswa meringkas materi tersebut dengan menggunakan kata-kata yang dimengerti oleh dirinya sendiri dan dipetakan dengan menggunakan metode mind map. Dengan memperoleh pendidikan, seseorang diharapkan dapat memperoleh ilmu atau pengetahuan sebagai bekal hidupnya. Selain itu, dalam Undang-Undang Republik Indonesia No.20 th 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3, dijelaskan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk mewujudkan pendidikan yang ideal maka seorang pendidik harus dipersiapkan sebaik mungkin, karena pendidik/guru merupakan satu kunci utama untuk mencetak penerus bangsa. Kenyataan yang terjadi menurut PISA (Programme for International Student Assesment) pada tahun 2009, Indonesia memiliki kualitas pendidikan yang masih jauh tertinggal dengan negara-negara lainnya. Indonesia menduduki peringkat 57 dari 65 negara. Skor kemampuan pada bidang sains 383. Hasil 1

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI evaluasi internasional selanjutnya yang dilakukan oleh PISA pada tahun 2012 menunjukkan bahwa kualitas pendidkan yang dimiliki oleh Indonesia semakin menurun. Indonesia menduduki peringkat 64 dari 65 negara partisipan. Skor kemampuan bidang sains 382. Salah satu masalah yang menyebabkan rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia adalah lemahnya proses kegiatan pembelajaran di kelas. Hal ini dikarenakan kinerja guru yang kurang maksimal dalam memberikan bimbangan kepada siswa dalam kegiatan pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada tanggal 13 Januari 2014, didapatkan bahwa dari 27 siswa yang ada di kelas VA SD N Sokowaten Baru hanya ada 5 siswa yang menunjukkan beberapa indikator dari kemampuan evaluasi dan kemampuan inferensi selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Dua siswa menunjukkan indikator menilai benar tidaknya alternatif pemecahan masalah pada kemampuan evaluasi. Satu siswa menunjukkan indikator menilai benar tidaknya suatu argumen pada kemampuan evaluasi. Dua siswa terlihat menunjukkan indikator mengemukakan alternatif-alternatif untuk memecahkan masalah dalam kemampuan inferensi. Selain itu siswa tidak menunjukkan penilaian terarah mengenai materi pembelajaran yang telah didapatkan. Dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan, tidak ada pertanyaan lebih lanjut dari siswa tentang materi pelajaran. Metode pelajaran yang diterapkan oleh guru adalah dengan menggunakan metode lama yaitu metode ceramah. Dari hal tersebut siswa terlihat cenderung pasif, siswa hanya mendengar penjelasan yang diberikan oleh guru dan tidak ada respon dari siswa untuk menggali pengetahuan yang lebih dalam lagi. Sehingga materi pelajaran seolah-olah hanya untuk didengar dan dihafalkan. Dalam proses pembelajaran, guru terlihat lebih mendominasi dan tidak memberi kesempatan bagi peserta didik untuk berkembang secara mandiri dan berperan aktif dalam memperoleh pengetahuan baru melalui penemuan dalam proses berpikirnya. Kegiatan belajar mengajar yang membosankan tentunya dapat mempengaruhi hasil prestasi yang didapatkan oleh siswa. Hal ini dipengaruhi oleh pembelajaran yang diberikan oleh guru kepada peserta didiknya yang kurang maksimal. Seiring dengan permasalahan yang terjadi di dalam dunia pendidikan, pemerintah telah berupaya untuk membenahi kualitas pendidikan di Indonesia. 2

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan sistem sertifikasi, hak guru atas tunjangan fungsional dan profesional yang berpotensi meningkatkan pendapatan guru dua kali lipat. Dari upaya yang dilakukan pemerintah tersebut, menyebabkan peningkatan anggaran pendidikan di Indonesia dengan mengambil alokasi anggaran 20 persen dari APBD (Chang, 2014: 10). Menurut Chang (2014: 8-9), berbagai kebijakan politik terkait dengan sertifikasi dan pemenuhan tunjangan bagi guru tidak memberi dampak yang signifikan terhadap hasil belajar siswa, bahkan secara umum kualitas pendidikan di Indonesia masih rendah. Kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan ternyata tidak tepat sasaran dan tidak efektif untuk mengatasi permasalahan pendidikan di Indonesia. Untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam kegiatan pembelajaran, maka harus diupayakan peningkatan kualitas pembelajaran yaitu dengan menerapkan metode pembelajaran yang efektif dan menyenangkan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Pemilihan metode pembelajaran akan lebih meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa jika guru menyampaikan materi pembelajaran dengan menerapkan metode mind map dalam kegiatan pembelajaran. Buzan (2008: 4) mengemukakan bahwa mind map adalah cara mencatat yang kreatif, efektif, dan secara harfiah akan “memetakan” pikiran– pikiran kita. Mind map merupakan cara termudah untuk menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi ke luar dari otak. Mind map memungkinkan kita untuk menyusun fakta dan pikiran sedemikian rupa sehingga cara kerja alami otak dilibatkan sejak awal karena mind map merupakan peta rute yang hebat bagi ingatan kita. Penggunaan metode mind map dalam kegiatan pembelajaran di kelas dapat mengaktifkan dan mendorong siswa belajar aktif dan kreatif sehingga dapat membantu siswa untuk memahami materi pelajaran yang telah disampaikan oleh guru. Pendapat Buzan ini senada dengan pendapat Piaget (Dalam Hariyanto. 2011: 84) yang mengemukakan dalam tahap operasional konkret (7-11 tahun), pikiran logis anak mulai berkembang. Dalam usahanya memahami tentang alam dan sekelilingnya, anak tidak terlalu menggantungkan diri pada informasi yang datang dari pancaindera. Anak yang sudah mampu berpikir secara operasi konkret 3

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI juga sudah menguasai pembelajaran penting, yaitu bahwa ciri yang ditangkap oleh pancaindera seperti besar dan bentuk sesuatu dapat saja berbeda tanpa harus mempengaruhi. Subjek yang diteliti adalah siswa kelas V yang berada pada tahap operasional konkret yaitu pada usia 7-11 tahun. Maka, penggunaan mind map cocok untuk diterapkan di kelas V karena proses pembuatannya melibatkan pancaindera sehingga diharapkan materi pembelajaran yang diperoleh dapat dipahami dengan baik. Dari uraian di atas, peneliti ingin melakukan penelitian eksperimen yang diharapkan dapat memberikan pembenahan kualitas pendidikan di Indonesia salah satunya pada mata pelajaran IPA secara khusus di SD N Sokowaten Baru. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penggunaan metode mind map dalam mata pelajaran IPA di Sekolah Dasar kelas V yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Penelitian ini dibatasi hanya pada pengaruh penggunaan metode mind map pada mata pelajaran IPA terhadap kemampuan evaluasi dan inferensi bagi siswa kelas V SD N Sokowaten Baru pada semester genap tahun ajaran 2013/2014. Sampel yang digunakan oleh peneliti adalah SD N Sokowaten Baru yang berlokasi di Jl. Arimbi No. 27 Sokowaten, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Materi pembelajaran yang digunakan hanya dibatasi pada materi Standar Kompetensi (SK) 5 yaitu “Memahami hubungan antara gaya, gerak, dan energi, serta fungsinya”. Sedangkan Kompetensi Dasar (KD) yang digunakan adalah KD 5.2 yaitu “Menjelaskan pesawat sederhana yang dapat membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat”. 1.2 Rumusan Masalah 1.2.1 Apakah penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan evaluasi siswa kelas V SD N Sokowaten Baru Yogyakarta pada mata pelajaran IPA semester genap Tahun Pelajaran 2013/2014? 1.2.2 Apakah penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan inferensi siswa kelas V SD N Sokowaten Baru Yogyakarta pada mata pealajaran IPA semester genap Tahun Pelajaran 2013/2014? 4

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1.3 Tujuan Penelitian Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah: 1.3.1 Mengetahui pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan evaluasi siswa kelas V SD N Sokowaten Baru Yogyakarta pada mata pelajaran IPA semester genap Tahun Pelajaran 2013/2014. 1.3.2 Mengetahui pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan inferensi siswa kelas V SD N Sokowaten Baru Yogyakarta pada mata pelajaran IPA semester genap Tahun Pelajaran 2013/2014. 1.4 Manfaat Penelitian 1.4.1 Bagi Peneliti Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengalaman dalam melakukan penelitian eksperimental khususnya dengan menerapkan metode mind map pada mata pelajaran IPA yang dapat memberikan pengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis pada kemampuan evaluasi dan kemampuan inferensi. 1.4.2 Bagi Sekolah Penelitian diharapkan dapat memberikan acuan untuk selalu mengadakan inovasi pembelajaran ke arah yang lebih baik. 1.4.3 Bagi Pendidik Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan memberikan pengalaman ilmu pengetahuan tentang penggunaan metode mind map pada mata pelajaran IPA untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada kemampuan evaluasi dan kemampuan inferensi peserta didik. Selain itu diharapkan dapat semakin meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru dalam merancang dan melaksanakan kegiatan pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan demi tercapainya tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Sehingga dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis bagi siswa. 1.4.4 Bagi Peserta Didik Dari hasil penelitian ini, siswa diharapkan bisa semakin meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada kemampuan evaluasi dan kemampuan inferensi. Serta dapat mempermudah dalam mempelajari materi pelajaran. Selain itu diharapkan dapat memperoleh pengalaman dalam mempelajari mata pelajaran 5

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI IPA, khususnya pada KD “Menjelaskan pesawat sederhana yang dapat membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat” dengan menerapkan metode mind map dalam kegiatan pembelajaran. 1.5 1. Definisi Operasional Mind map adalah cara mencatat yang kreatif, efektif, dan memetakan pikiran-pikiran. 2. Kemampuan berpikir adalah sekumpulan keterampilan kompleks yang dapat dilatih sejak usia dini. 3. Berpikir kritis adalah sebuah proses sistematis yang memungkinkan siswa untuk merumuskan dan mengevaluasi keyakinan dan pendapat mereka sendiri (Johnson, 2002: 185). 4. Kemampuan berpikir kritis adalah kemampuan berpikir yang penilaian yang terarah dan terukur, yang terdiri dari enam elemen, yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, eksplanasi, dan regulasi diri. 5. Evaluasi adalah suatu proses merencanakan, memperoleh, dan menyediakan informasi yang sangat diperlukan untuk membuat alternatif dalam membuat keputusan. 6. Kemampuan evaluasi adalah kecakapan untuk menilai suatu pernyataan atau ungkapan lain yang mencerminkan persepsi, pengalaman, situasi, penelitian atau opini seseorang dan berguna untuk mempertimbangkan hasil dari suatu penalaran yang berkaitan dengan pernyataan, deskripsi, pertanyaan, atau bentuk ungkapan lain. 7. Inferensi adalah kemampuan untuk mengidentifikasi dan memastikan elemen-elemen yang diperlukan untuk menarik alasan yang masuk akal; untuk merumuskan dugaan dan hipotesis; untuk mempertimbangkan informasi-informasi yang relevan; dan untuk menarik konsekuensikonsekuensi yang mungkin timbul dari data, pernyataan, prinsip, bukti, penilaian, kepercayaan, opini, konsep, gambaran, pertanyaan, atau bentuk ungkapan yang lain. 8. Kemampuan inferensi adalah kecakapan untuk mengidentifikasi dan memastikan penyataan-pernyataan yang diperlukan untuk menarik alasan 6

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI yang logis untuk mempertimbangkan merumuskan informasi yang dugaan relevan dan dan hipotesis untuk untuk menarik konsekuensi-konsekuensi yang mungkin timbul dari data, pernyatan, prinsip, bukti, penilaian, kepercayaan, atau bentuk ungkapan lain. 9. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah ilmu tentang alam, yang mempelajari segala peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam. 10. Penjelasan materi pesawat sederhana adalah alat yang dapat digunakan oleh manusia untuk memudahkan pekerjaannya. 11. Siswa SD adalah siswa kelas V SD N Sokowaten Baru Banguntapan Bantul Yogyakarta yang menjadi subjek penelitian. 7

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI Bab II merupakan landasan teori yang berisi tinjauan pustaka, penelitianpenelitian yang relevan, kerangka berpikir, dan hipotesis penelitian. Tinjauan pustaka membahas teori-teori yang relevan dan hasil penelitian sebelumnya yang berisi tentang penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian ini. Selanjutnya akan dirumuskan dalam kerangka berpikir dan hipotesis penelitian yang berisi tentang dugaan sementara atau jawaban sementara dari rumusan masalah penelitian. 2.1 Tinjauan pustaka 2.1.1 Teori yang mendukung 2.1.1.1 Teori perkembangan anak Teori perkembangan anak yang akan dibahas adalah teori perkembangan anak yang disampaikan oleh Piaget. Peneliti memilih teori Piaget karena teori ini didasarkan pada perubahan perkembangan anak yang dapat dilihat dengan caracara berpikir anak yang semakin kompleks. Seperti yang dijelaskan oleh Kohberg (dalam Crain 2007:172) bahwa anak-anak secara konstan mengeksplorasi, memanipulasi, dan berusaha memahami lingkungannya, dan didalam proses ini mereka aktif mengkonstruksikan struktur-struktur baru yang lebih elaboratif agar bisa menghadapinya. Piaget (dalam Jamaris, 2006: 70-73) menjelaskan bahwa perkembangan kognitif anak dibagi ke dalam empat tahapan sebagai berikut : 1. Sensorimotor (lahir sampai 2 tahun) Pada tahap ini anak memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan dunia luar melalui perbuatan. Pada tahap ini anak belum mengenal bahasa untuk memberi label pada objek atau pembuat. Di akhir tahap ini sudah terbentuk struktur kognitif sementara untuk mengkoordinasi perbuatan dalam hubungannya terhadap benda, waktu dan ruang. 8

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Pra Operasional (2-7 tahun) Anak sudah memiliki kemampuan untuk mulai meningkatkan kosa kata, membuat penilaian berdasarkan persepsi, mengelompokkan benda-benda berdasarkan sifatnya, mulai memiliki pengetahuan fisik mengenai sifat-sifat benda dan mulai memahami tingkah laku organisme di dalam lingkungannya. Selain dengan penggunaan simbol, tahap praoperasi juga dicirikan dengan pemikiran intuitif pada anak. Pemikiran simbolis merupakan penggunaan menggunakan simbol atau tanda, dimulai dari seorang anak suka menirukan sesuatu baik menirukan orang tua atau pengasuhnya. Dengan kemampuan seorang anak dalam menirukan hal-hal yang dialami di hidupnya akan membantu pembentukan pengetahuan simbolisnya. 3. Operasi konkret (7-11 tahun) Anak sudah memiliki kemampuan untuk memandang dunia secara objektif, mulai berpikir secara operasional, menggunakan cara berpikir operasional untuk mengklasifikasikan benda-benda. Crain (2007: 182), mengungkapkan bahwa di akhir periode sensori-motorik, anak telah mengembangkan tindakantindakan yang efisien dan terorganisasikan dengan baik untuk menghadapi lingkungan di hadapannya. Pikiran anak pun berkembang cepat ke sebuah tataran baru, yaitu simbol-simbol (termasuk citraan dan kata-kata). 4. Operasi formal (11-15 tahun) Piaget (dalam Crain, 2007: 199-200) berpendapat bahwa anak sudah dapat berhubungan dengan peristiwa-peristiwa hipotesis atau abstrak, tidak hanya dengan objek-objek konkret. Di tahapan operasi berpikir konkret, anak-anak dapat berpikir sistematis berdasarkan ‘tindakan-tindakan mentalnya’. Mereka bisa berpikir logis dan sistematis hanya selama mengacu kepada objek-objek yang bisa diindra yang tunduk kepada aktivitas riil. Piaget mengkarakteristikkan aktivitas-aktivitas anak-anak menurut kecenderungan-kecenderungan biologis yang bisa ditemukan di semua organisme (Crain, 2007: 172). Kecenderungan-kecenderungan yang dimaksud adalah asimilasi, akomodasi, dan organisasi. Asimilasi berarti memasukkan sesuatu, seperti dalam wilayah intelektual, kita butuh mengasimilasikan objek-objek atau 9

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI informasi ke dalam struktur kognitif. Jamaris (2006: 24) mengatakan bahwa Asimilasi berkaitan dengan proses peyerapan informasi baru ke dalam informasi yang telah ada di dalam skemata (struktur kognitif) anak. Akomodasi adalah proses menyatukan informasi baru dengan informasi yang telah ada di dalam skemata, sehingga perpaduan antara informasi tersebut memperluas skemata anak. Sedangkan organisasi adalah berusaha mengorganisasikan ide-ide menjadi suatu sistem yang koheren. Pada anak usia SD kelas V termasuk pada tahap operasi konkret, dimana pada tahap ini anak sudah dapat menggunakan cara berpikir operasional, pikiran anak pun sudah berkembang untuk memahami sebuah simbol-simbol, sehingga anak dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis melalui pembelajaran dengan menggunakan metode mind map. 2.1.1.2 Mind map Buzan (2007: 4), menjelaskan bahwa mind map adalah cara termudah untuk mendapatkan informasi ke dalam otak dengan mengambil informasi ke luar dari otak. Mind map adalah cara mencatat yang kreatif, efektif, dan memetakan pikiran-pikiran. Mind map mempunyai banyak manfaat bagi manusia. Menurut Buzan (2007: 6-7) keuntungan mind map yaitu; 1) mengaktifkan seluruh otak, 2) memusatkan perhatian pada pokok bahasan, 3) membantu menunjukkan hubungan antara bagian-bagian informasi yang saling terpisah, 4) memberi gambaran yang jelas pada keseluruhan dan perincian, 5) mengingat dalam jangka panjang, 6) menjadikan kreatif. Sedangkan Martin (2006: 2) menjelaskan bahwa mind map adalah diagram bercabang yang digambarkan dari tengah sebagai pusat ide dan menggunakan warna untuk menunjukkan ide-ide secara luas. Mind map adalah sebuah diagram atau grafik yang digunakan untuk mempresentasikan kata-kata, ide, pekerjaan, atau hal lain yang terhubung dan tersusun secara radial mengelilingi sebuah kata yang mengandung ide utama (main idea). Prinsip pendekatan pembelajaran ini adalah sebuah alat bantu untuk berpikir kritis, kreatif, efektif dan inovatif (Firdaus, 2010: 2). Pada dasarnya, mind map digunakan untuk memanggil kembali topik yang diketahui. Mind map juga merupakan cara yang efektif untuk 10

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI mencatat dan mengingat kembali topik sebuah esai. Sebuah mind map dibuat dengan menuliskan tema sentral dan memikirkan ide-ide baru dan istimewa yang memancar keluar dari pusat otak. 2.1.1.3 Langkah dalam membuat mind map Dalam membuat mind map ada beberapa langkah dan bahan yang digunakan. Buzan (2007: 14-16) menjelaskan alat, bahan, dan langkah dalam membuat mind map. Alat dan bahan yang digunakan dalam membuat mind map adalah kertas kosong tak bergaris, pena dan pensil warna, otak, dan imajinasi. Langkah-langkah yang dilakukan dalam membuat mind map adalah : 1. Mulai dari bagian tengah kertas kosong yang sisi panjangnya diletakkan mendatar 2. Gunakan gambar atau foto untuk ide sentral. Karena gambar bernakna seribu kata dan membantu menggunakan imajinasi. 3. Gunakan warna. Warna dapat membuat mind map lebih hidup, menambah energi kepada pemikiran kreatif, dan menyenagkan 4. Hubungkan cabang-cabang utama ke gambar pusat dan hubungkan cabangcabang tingkat dua dan tiga ke tingkat satu dan dua, dan seterusnya. 5. Buatlah garis hubung yang melengkung, bukan garis lurus. 6. Gunakan satu kata kunci untuk setiap garis 7. Gunakan gambar. Karena setiap gambar bermakna seribu kata. Sumber: dunianyaanakkita.blogspot.com Gambar 2.1. Contoh mind map 11

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Dari penjelasan mengenai mind map di atas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode mind map dalam pembelajaran di kelas dapat mengaktifkan dan mendorong siswa belajar aktif dan kreatif sehingga dapat membantu siswa untuk memahami materi pelajaran yang telah disampaikan oleh guru. Penggunaan metode mind map di dalam pembelajaran di kelas juga dapat merangsang kreativitas siswa, karena sesuai dengan tingkat perkembangannya. 2.1.1.4 Kemampuan berpikir kritis Berpikir kritis merupakan kemampuan yang sangat penting bagi setiap orang yang digunakan untuk memecahkan masalah kehidupan dengan berpikir serius, aktif, teliti dalam menganalisis semua informasi yang mereka terima dengan menyertakan alasan yang rasional sehingga setiap tindakan yang akan dilakukan adalah benar (Liberna, 2013: 192). Facione (1990) dengan menggunakan metode Delphi dalam panel 46 ahli dari berbagai disiplin ilmu selama 2 tahun yang menghasilkan sebuah konsensus tentang pengertian metode berpikir kritis. Bagi Facione berpikir kritis adalah penilaian yang terarah dan terukur yang menghasilkan interpretasi, analisis evaluasi, kesimpulan, dan juga penjelasan terhadap pertimbangan-pertimbangan faktual, konseptual, metodologis, kriterilogis, atau kontekstual yang menjadi dasar penilaian tersebut. Facione menyebutkan bahwa kecakapan berpikir kritis memiliki dua dimensi, yaitu dimensi kognitif dan dimensi disposisi afektif. Penelitian ini difokuskan pada dimensi kognitif. Dimensi kognitif dipandang sebagai pusat kecakapan mental yang paling penting yang terdiri dari 6 kecakapan, yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, eksplanasi, dan regulasi diri. Penjelasan mengenai keenam dimensi kognitif menurut Facione (1990) adalah sebagai berikut; 1) Interpretasi adalah kecakapan untuk memahami dan mengekspresikan makna dari berbagai pengalaman, situasi, data, kejadian, penilaian, kesepakatan, kepercayaan, aturan, prosedur, dan criteria. Sub kecakapan interpretasi yaitu membuat kategori, memahami makna, dan menjelaskan makna; 2) Analisis adalah kecakapan mengidentifikasi hubungan logis dari pernyataan, konsep, uraian, atau bentuk ungkapan lain untuk mengemukakan kepercayaan, penilaian, pengalaman, penalaran, informasi, atau 12

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI opini. Sub kecakapan analisis yaitu menguji gagasan, mengidentifikasi argumen, dan menganalisis argumen; 3) Evaluasi yaitu kecakapan untuk menilai kredibilitas pernyataan atau ungkapan lain yang mencerminkan persepsi, pengalaman, situasi penilaian, kepercayaan, atau opini seseorang untuk menimbang bobot dari suatu penalaran yang berkaitan dengan pernyataan, deskripsi, pertanyaan atau ungkapan lainnya. Sub kecakapan evaluasi yaitu menilai klaim dan menilai argumen; 4) Inferensi yaitu kecakapan mengidentifikasikan dan memastikan elemen-elemen yang diperlukan untuk menarik alasan yang masuk akal, merumuskan dugaan dan hipotesis, mempertimbangkan informasi-informasi yang relevan dan menarik konsekuensi-konsekuensi yang mungin timbul dari data, pernyataan prinsip, bukti, penilaian, kepercayaan, opini, konsep, gambaran, pertanyaan, atau bentuk ungkapan lainnya. Sub kecakapan inferensi yaitu menguji bukti-bukti, menerka alternatif, dan menarik kesimpulan; 5) Eksplanasi yaitu kecakapan menjelaskan dan memberikan alasan-alasan dari bukti, konsep, metode, kriteria, dan konteks yang digunakan untuk menarik kesimpulan dan untuk mengemukakan argumen logis yang kuat. Sub kecakapan eksplanasi yaitu menjelaskan hasil penalaran, menjustifikasi prosedur, dan menjelaskan argumen; dan 6) Regulasi diri yaitu kecakapan memonitor aktivitas kognitifnya sendiri secara sadar, unsur-unsur yang ikut memainkan peran dalam aktivitas tersebut, dan kecakapan untuk memonitor aktivitas mentalnya sendiri dalam menarik kesimpulan dengan menganalisis dan mengevaluasi penilaiannya sendiri dengan mempertanyakan, mengonfirmasi, memvalidasi atau mengoreksi penalarannya sendiri. Sub kecakapan regulasi diri yaitu eksaminasi diri dan koreksi diri. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa berpikir kritis adalah kemampuan untuk mengatakan sesuatu yang didasarkan pada praktek secara langsung yang penilaiannya terarah dan terukur yang menghasilkan interpretasi, analisis, evaluasi, dan kesimpulan, dan juga didukung oleh bukti yang kuat. 2.1.1.5 Kemampuan Evaluasi dan Inferensi Evaluasi merupakan kecakapan untuk menilai suatu pernyataan atau ungkapan lain yang mencerminkan persepsi, pengalaman, situasi, penelitian atau opini seseorang dan berguna untuk mempertimbangkan hasil dari suatu penalaran 13

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI yang berkaitan dengan pernyataan, deskripsi, pertanyaan, atau bentuk ungkapan lain (Facione, 1990). Kecakapan evaluasi terdiri dari dua sub-kecakapan, yaitu kecakapan untuk menilai klaim dan argumen. Inferensi merupakan kecakapan untuk mengidentifikasi dan memastikan penyataan-pernyataan yang diperlukan untuk menarik alasan yang logis untuk merumuskan dugaan dan hipotesis untuk mempertimbangkan informasi yang relevan dan untuk menarik konsekuensi-konsekuensi yang mungkin timbul dari data, pernyatan, prinsip, bukti, penilaian, kepercayaan, atau bentuk ungkapan lain (Facione, 1990). Kecakapan inferensi terdiri dari tiga sub-kecakapan, yaitu kecakapan untuk menguji bukti-bukti, menerka alternatif-alternatif, dan menarik kesimpulan. 2.1.1.6 Mata Pelajaran IPA Iskandar (1996: 2) menjelaskan bahwa Ilmu Pengetahuan Alam adalah “ilmu tentang alam, yang mempelajari segala peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam”. Ilmu Pengetahuan Alam menurut Webster (dalam Iskandar, 1996: 2) adalah “ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang alam semesta serta gejalagejalanya”. Pada hakekatnya IPA dibangun atas dasar produk ilmiah, proses ilmiah dan sikap ilmiah (Trianto (2010:137). Menurut Laksmi (dalam Trianto, 2010: 142) pendidikan IPA di sekolah memiliki tujuan sebagai berikut: 1) memberikan pengetahuan kepada siswa mengenai dunia (alam), 2) menanamkan sikap hidup ilmiah, 3) memberikan keterampilan untuk melakukan pengamatan, 4) mendidik siswa untuk mengenal dan mengetahui cara kerja serta menghargai para ilmuwan, dan 5) menggunakan dan menerapkan metode ilmiah dalam memecahkan permasalahan. Keterampilan proses IPA ditempuh untuk memecahkan masalah di alam. Keterampilan proses IPA menurut Iskandar (1996: 49) adalah; 1) pengamatan, 2) pengklasifikasian, 3) pengukuram, 4) pengidentifikasian dan pengendalian variabel, 5) perumusan hipotesa, 6) perancangan eksperimen, 7) menyimpulkan hasil eksperimen, 8) pengkomunikasian hasil eksperimen. 14

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2.1.1.7 Materi Pembelajaran IPA Kelas V 1. Definisi Pesawat Sederhana Pesawat sederhana adalah alat-alat yang dapat memudahkan pekerjaan manusia (Azwiyanti, 2008: 98). Pesawat terdiri atas pesawat sederhana dan pesawat rumit. Kesederhanaan dalam penggunaannya menyebabkan alat-alat tersebut dikenal dengan sebutan pesawat sederhana. Pesawat sederhana meliputi pengungkit, katrol, roda berporos, dan bidang miring (Nurhasanah, 2011: 153). 2. Jenis-jenis Pesawat Sederhana a. Pengungkit atau tuas Nurhasanah (2011: 153) menjelaskan bahwa tuas adalah alat untuk mengangkat atau mengungkit benda yang berat. Sulistyanto (2008: 109) menjelaskan bahwa terdapat tiga jenis pengungkit berdasarkan letak titik tumpu, beban dan kuasa. Berdasarkan posisi atau kedudukan beban, titik tumpu, dan kuasa, tuasa atau pengungkit digolongkan menjadi tiga, yaitu tuas golongan pertama, tuas golongan kedua, dan tuas golongan ketiga. Tuas atau pengungkit dapat digambarkan secara sederhana seperti berikut. (Sumber: Azwiyanti, 2008: 99) Gambar 2.2 Pengungkit atau tuas digambarkan secara sederhana b. Bidang miring Sulistyanto (2008: 115) menjelaskan bahwa bidang miring adalah permukaan rata yang menghubungkan dua tempat yang berbeda ketinggiannya. Bidang miring berguna untuk membantu memindahkan benda-benda yang terlalu berat (Azwiyanti, 2008: 102). 15

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (Sumber: Azwiyanti, 2008: 102) Gambar 2.3 Bidang miring digunakan untuk memindahkan peti c. Katrol Nurhasanah (2011: 155) menjelaskan bahwa katrol adalah alat pengangkat yang berputar pada porosnya. Katrol terdiri atas sebuah roda yang dilengkapi tali atau rantai. Azwiyanti (2008: 103) menggolongkan katrol ke dalam empat jenis, yaitu katrol tetap, katrol bebas, katrol rangkap dan katrol ganda atau takal. (Sumber: Azwiyanti, 2008: 103) Gambar 2.4 Jenis-jenis katrol d. Roda berporos Sulistyanto (2008: 119) menjelaskan bahwa roda Berporos merupakan roda yang dihubungkan dengan sebuah poros yang dapat berputar bersama-sama. Roda berporos merupakan salah satu jenis pesawat sederhana yang banyak ditemukan pada alat-alat seperti setir mobil, setir kapal, roda sepeda, dan roda kendaraan bermotor. (Sumber: Sulistyanto, 2008: 119) Gambar 2.5 Roda berporos pada sepeda 16

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2.2 Penelitian-penelitian yang relevan 2.2.1 Penelitian-penelitian tentang mind map Septiarini (2012) meneliti pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan menganalisis dan mengevaluasi pada pelajaran IPA di SD Kanisius Sorowajan. Pupulasi dan subjek penelitian yaitu siswa kelas V SDK Sorowajan yang terdiri dari 28 siswa untuk kelas VA sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas VB yang terdiri dari 28 siswa sebagai kelompok kontrol. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui penggunaan mind map pada materi “mengidentifikasi jenis-jenis tanah terhadap kemampuan menganalisis dan mengevaluasi pada mata pelajaran IPA di SDK Sorowajan semester genap tahun ajaran 2011/2012. Dari hasil penelitian yang dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa; 1) ada pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan menganalisis, hal tersebut ditunjukkan harga sig. (2-tailed) sebesar 0,041 (atau 0,041 < 0,005). 2) Ada pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan mengevaluasi, ditunjukkan harga sig. (2-tailed) sebesar 0,045 (atau 0,045 < 0,05). Putriyana (2012), meneliti pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan menerapkan dan mencipta pada pelajaran IPA di SDK Sengkan. Populasi dan sampel subjek penelitian yaitu siswa kelas V SDK Sengkan yang terdiri dari kelas VA sebanyak 24 siswa sebagai kelompok eksperimen dan kelas VB sebanyak 24 siswa sebagai kelompok kontrol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan menerapkan dan 2) kemampuan mencipta peserta didik kelas V SDK Sengkan pada semester Genap Tahun Pelajaran 2011/2012 mata pelajaran IPA materi pelapukan batuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) tidak ada pengaruh penerapan metode mind map terhadap kemampuan menerapkan peserta didik yang ditunjukkan dengan nilai signifikansi sebesar 0,622 (atau > 0,005). 2) Ada pengaruh penerapan metode mind map terhadap kemampuan mencipta peserta didik yang ditunjukkan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (atau < 0,005) pada selisih skor kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Selain itu rata-rata kenaikan skor meningkat sebesar 100% dan berbeda secara signifikansi dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,005. 17

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Anggraini (2012), meneliti pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan mengaplikasi dan mencipta pada mata pelajaran IPA. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan mengaplikasi dan mencipta pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan pada semester genap tahun ajaran 2011/2012. Subjek penelitian siswa kelas VA dan VB sebanyak 56 siswa. Kelas VA sebagai kelompok eksperimen dan VB sebagai kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan mind map berpengaruh terhadap kemampuan mengaplikasikan. Hal ini ditunjukkan dengan harga sig.(2-tailed) sebesar 0,006 < 0,05. Penggunaan mind map berpengaruh terhadap kemampuan mencipta, ditunjukkan dengan harga sig. (2-tailed) sebesar 0,003< 0,05. Dari ketiga penelitian yang relevan diatas mengenai penggunaan mind map, dapat disumpulkan bahwa penggunaan mind map dapat mempengaruhi kemampuan anak dalam berbagai hal untuk menerima materi pelajaran yang telah disampaikan di kelas. 2.2.2 Penelitian-penelitian tentang kemampuan berpikir kritis Candra (2011) meneliti pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap prestasi belajar dan berpikir kritis kategori kognitif pada mata pelajaran IPA materi pesawat sederhana di SDK Demangan Baru I pada semester genap Tahun Ajaran 2010/2011. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDK Demangan Baru 1 yang terdiri dari kelas VA sebanyak 37 siswa sebagai kelompok kontrol dan kelas VB sebanyak 38 siswa sebagai kelompok eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode inkuiri meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada kategori kognitif, ini terbukti dengan harga signifikansi (2tailed) yang diperoleh sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Sriningsih (2011), melakukan penelitian tentang pengaruh metode inkuiri terhadap prestasi belajar dan kemampuan berpikir kritis kategori afektif umum pada mata pelajaran IPA SDK Wirobrajan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap prestasi belajar siswa dan kemampuan berpikir kritis pada kategori afektif umum siswa kelas V SDK Wirobrajan. Subek penelitian yang digunakan adalah siswa kelas VA di SDK 18

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Wirobrajan yang digunakan sebagai kelompok eksperimen dengan jumlah 32 siswa, dan kelas VB yang berjumlah 34 sebagai kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada pengaruh penerapan metode inkuiri pada mata pelajaran IPA, yang ditunjukkan dengan harga sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05. (2) tidak ada pengaruh metode inkuiri pada mata pelajaran IPA yang ditunjukkan dengan harga sig. (2-tailed) sebesar 0,192 > 0,05. Kurnianingsih (2011), melakukan penelitian tentang pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap prestasi belajar dan berpikir kritis kategori kognitif pada mata pelajaran IPA di SDK Sorowajan Yogyakarta. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap prestasi belajar siswa dan mengetahui pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap kemampuan berpikir kritis pada kategori kognitif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDK Sorowajan yang terdiri atas 32 siswa dari kelas VA sebagai kelompok kontrol dan 30 siswa kelas VB sebagai kelompok eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan prestasi belajar siswa dengan menggunakan metode inkuiri yang ditunjukkan dengan harga sig.(2-tailed) sebesar 0,002 (atau < 0,05). Akan tetapi, kenaikan skor prestasi belajar pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak berbeda secara signifikan yang ditunjukkan dengan harga sig.(2-tailed) sebesar 0,326 (atau > 0,05). Peningkatan kemampuan berpikir kritis kategori kognitif siswa dengan menggunakan metode inkuiri yang ditunjukkan dengan harga sig.(2-tailed) 0,048 (atau < 0,05). Dari ketiga penelitian yang relevan diatas menenai kemampuan berpikir kritis, dapat disumpulkan bahwa penggunaan berbagai metode dapat mempengaruhi kemampuan berpikir kritis anak. Pada penelitian-penelitian terdahulu belum banyak yang meneliti mengenai kemampuan evaluasi dan inferensi, maka peneliti ingin meneliti lebih lanjut untuk mengisi kekosongan dalam penelitian yang belum ada tersebut. Dari ketercapaian kedua penelitian yang relevan tentang penelitian penggunaan metode mind map dan penelitian tentang kemampuan berpikir kritis diatas, maka dapat menjadi acuan bahwa penggunaan mind map dapat mempengaruhi kemampuan berpikir kritis anak pada sub kemampuan evaluasi dan inferensi pada penelitian ini. 19

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2.2.3 Literature map Literature map pada hasil penelitian sebelumnya : Mind map Berpikir Kritis Septiarini (2012) Candra (2011) Mind map – kemampuan menganalisis & mengevaluasi pelajaran IPA Metode inkuiri – prestasi &berpikir kritis kategori kognitif Putriyana (2012) Sriningsih (2011) Mind map – kemampuan menerapkan & mencipta Metode inkuiri – prestasi belajar & berpikir kritis kategori afektif umum Anggraini (2012) Kurnianingsih (2011) Mind map – kemampuan aplikasi & mencipta Metode inkuiri – prestasi belajar & berpikir kritis kategori kognitif Yang perlu diteliti: Mind map – kemampuan evaluasi dan inferensi Gambar 2.6. Literarure Map Penelitian Sebelumnya 2.3 Kerangka berpikir Mind map adalah cara mencatat yang kreatif, efektif, dan memetakan pikiran-pikiran. Keuntungan menggunakan mind map di dalam pembelajaran yaitu: 1) mengaktifkan seluruh otak, 2) memusatkan perhatian pada pokok bahasan, 3) membantu menunjukkan hubungan antara bagian-bagian informasi 20

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI yang saling terpisah, 4) memberi gambaran yang jelas pada keseluruhan dan perincian, 5) mengingat dalam jangka panjang, 6) menjadikan kreatif. Berpikir kritis adalah penilaian yang terarah dan terukur yang menghasilkan interpretasi, analisis, evaluasi, kesimpulan, dan juga penjelasan terhadap pertimbangan-pertimbangan faktual, konseptual, metodologis, kriterilogis, atau kontekstual yang menjadi dasar penilaian tersebut. Kecakapan berpikir kritis dimensi kogniti yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah kecakapan evaluasi dan kecakapan inferensi. Evaluasi yaitu kecakapan untuk menilai kredibilitas pernyataan atau ungkapan lain yang mencerminkan persepsi, pengalaman, situasi penilaian, kepercayaan, atau opini seseorang untuk menimbang bobot dari suatu penalaran yang berkaitan dengan pernyataan, deskripsi, pertanyaan atau ungkapan lainnya. Sedangkan inferensi yaitu kecakapan mengidentifikasikan dan memastikan elemen-elemenm yang diperlukan untuk menarik alasan yang masuk akal, merumuskan dugaan dan hipotesis, mempertimbangkan informasi-informasi ang relevan dan menarik konsekuensi-konsekuensi yang mungkin timbul dari data, pernyataan prinsip, bukti, penilaian, kepercayaan, opini, konsep, gambaran, pertanyaan, atau bentuk ungkapan lainnya. Mind map adalah cara mencatat yang kreatif, efektif, dan memetakan pikiran-pikiran. Pikiran-pikiran siswa dalam belajar dapat ditingkatkan dengan pembelajaran yang kreatif agar kemampuan berpikir siswa menjadi lebih kritis. Kemampuan berpikir kritis sering disebut sebagai salah satu kemampuan berpikir tingkat tinggi yang menggarisbawahi sifat generatif dari kemampuan berpikir. Penggunaan mind map dalam kegiatan belajar di kelas dapat mengaktifkan dan mendorong siswa belajar aktif dan kreatif sehingga proses berpikir kritis siswa pada kemampuan evaluasi dan inferensi pada pembelajaran dapat tercapai dengan baik. 2.4 Hipotesis 2.4.1 Penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan evaluasi siswa kelas V SD N Sokowaten Baru Banguntapan Bantul pada mata pelajaran IPA semester genap tahun ajaran 2013/2014. 21

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2.4.2 Penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan inferensi siswa kelas V SD N Sokowaten Baru Banguntapan Bantul pada mata pelajaran IPA semester genap tahun ajaran 2013/2014. 22

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Bab III ini akan membahas mengenai metode penelitian yang digunakan dalam penelitian. Metode penelitian yang akan dibahas yaitu mengenai jenis penelitian yang digunakan, setting penelitian, populasi dan sampel penelitian, variabel penelitian, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, teknik pengujian instrumen, dan teknik analisis data. 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experimental tipe Nonequivalent Control Group Design. Menurut Sanjaya, (2013: 87) yang dimaksud metode penelitian ekpserimen adalah metode penelitian yang digunakan untuk mengetahui pengaruh dari suatu tindakan atau perlakuan tertentu yang sengaja dilakukan terhadap suatu kondisi tertentu. Sedangkan Sukmadinata, (2008: 207) menjelaskan bahwa penelitian eksperimen kuasi disebut dengan kuasi karena bukan merupakan eksperimen murni tetapi seperti murni, seolah-olah semu. Karena berbagai hal, terutama berkenaan dengan pengontrolan variabel, kemungkinan sukar sekali dapat digunakan seperti eksperimen murni. Pemilihan metode quasi-experimental design tipe non-equevalent control group design sendiri karena dalam penelitian ini peneliti menggunakan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang dilakukan secara tidak acak. Menurut Sugiyono, (2010: 116) quasi experimental design dapat dibagi lagi menjadi dua tipe yaitu Time-Series Design dan Nonequivalent Control Group Design. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe Nonequivalent Control Group Design karena dalam penelitian ini menggunakan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen tidak dipilih secara random. Sampel sudah terbentuk menjadi kelas, sehingga semua anggota kelas dipilih sebagai sampel penelitian. Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada awalnya diberikan pretest untuk mengetahui kemampuan awal yang dimiliki oleh siswa. Selanjutnya, kelas eksperimen diberikan perlakuan dengan menggunakan metode mind map di dalam pelajaran, sedangkan kelompok kontrol tetap menggunakan metode ceramah. 23

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Menurut Campbell dan Stanley (Cohen, 2007: 276), hasil penelitian menggunakan pretest dan posttest atau pengaruh kausal dari intervensi dapat dihitung dalam tiga langkah: (1) kurangi skor pretest dari nilai posttest untuk kelompok eksperimen untuk menghasilkan skor 1; (2) kurangi skor pretest dari nilai posttest untuk kelompok kontrol untuk menghasilkan skor 2; dan (3) kurangi skor 2 dari skor 1. Berdasarkan Campbell dan terminologi Stanley, efek dari intervensi eksperimental akan menghasilkan rumus: (O2 - O1) – (O4 – O3). Jika hasilnya negatif maka efek kausal negatif atau tidak ada pengaruh dan sebaliknya jika hasilnya positif maka kausalnya positif atau ada pengaruh. O1 X O2 O3 O4 (Sumber: Sanjaya, 2013: 105) Gambar 3.1 Desain Penelitian Keterangan: O1 = Rerata skor pretest kelompok eksperimen O2 = Rerata skor posttest kelompok eksperimen O3 = Rerata skor pretest kelompok kontrol O4 = Rerata skor posttest kelompok kontrol X = Treatment / perlakuan dengan menggunakan mind map Langkah-langkah yang bisa ditempuh untuk desain ini adalah sebagai berikut (Sanjaya, 2013: 105-106): 1) Menentukan subjek untuk dijadikan sampel penelitian dan mengelompokkannya pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. 2) Memberikan pretest baik untuk kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol sebagai kelompok perbandingan. 3) Mencari rata-rata hasil pretest untuk kedua kelompok tersebut 4) Memberikan perlakuan (x) kepada kelompok eksperimen dan menjaga agar kelompok kontrol tidak terpengaruh oleh perlakuan. 5) Memberikan posttets, baik untuk kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol sebagai kelompok perbandingan. 24

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6) Mencari rata-rata hitung dari hasil posttest untuk masing-masing kelompok, kemudian mencari selisih atau perbedaan dua rata-rata tersebut (O2 – O1) – (O4 – O3). 7) Membandingkan perbedaan-perbedaan tersebut untuk menentukan apakah penerapan perlakuan X itu berkaitan dengan perubahan yang lebih besar pada kelompok eksperimen (O2 – O1) – (O4 – O3). 8) Menggunakan test statistik untuk menentukan apakah perbedaan hasil itu signifikan atau tidak pada taraf signifikansi tertentu. Semua data hasil observasi diperoleh dari data yang diambil dari variabel dependen dengan pretest dan posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pretest dilakukan sebelum adanya proses pembelajaran, hal ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal yang dimiliki oleh setiap kelompok. Setelah dilakukan proses pembelajaran kemudian dilakukan posttest I. Pretest dan posttest ini dilakukan pada masing-masing kelompok yang hasilnya akan dibandingkan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan kemampuan sebelum dan setelah diberikan pembelajaran. Pembelajaran yang diberikan pada kelompok eksperimen yaitu dengan menerapkan metode mind map dalam kegiatan pembelajaran. Sedangkan pada kelompok kontrol menggunakan metode tradisional yaitu dengan metode ceramah. 3.2 Setting Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 11 Februari 2014 sampai dengan 07 Maret 2014 di SD N Sokowaten Baru yang beralamat di Jl. Arimbi No. 27 Sokowaten, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. SD N Sokowaten Baru terletak di area pedesaan yang dikelilingi dengan pemukiman warga setempat. SD N Sokowaten Baru merupakan SD Negeri dengan jumlah tiga kelas pararel untuk setiap tingkatnya. SD N Sokowaten Baru memiliki murid sebanyak 521 pada tahun ajaran 2013/2014. SD N Sokowaten Baru memiliki 18 ruang kelas, runag Kepala Sekolah, 1 kantor guru, 1 ruang alat olahraga, 1 ruang UKS, 1 ruang Komputer, 1 ruang Media, Mushola, 1 ruang kegiatan, dan ruang penjaga sekolah. Halaman sekolah yang dimiliki juga cukup luas, yang dapat digunakan sebagai tempat upacara dan olahraga bagi peserta didik. 25

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gedung SD N Sokowaten Baru dibangun secara permanen yang terdiri dari 2 lantai. Pada lantai 1 terdiri dari kelas I A, I B, IC, IIA, IIB, IIC, IIIA, IIIB, IIIC, IV A, IV B, IVC, V A, VC, VIA, VIB,VIC, Ruang Guru, Ruang UKS, Mushola, dan Ruang serbaguna. Untuk lantai 2 terdiri dar kelas VA, Ruang media, dan ruang komputer. Kondisi kelas berpengaruh terhadap keberhasilan kegiatan belajar mengajar. Oleh karena itu kondisi kelas yang baik selalu dijaga agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan lancar. Ukuran ruangan sudah mencukupi untuk jumlah siswa yang rata-rata berjumlah 25-35 siswa. Untuk membantu sirkulasi udara dalam ruangan setiap kelas dilengkapi dengan jendela dan kipas angin, dan untuk menciptakan ruangan yang terang maka kaca jendala menggunakan kaca bening dilengkapi dengan kordin, serta setiap kelas dilengkapi dengan lampu penerangan yang cukup sehingga ruangan tidak menjadi gelap. Setiap kelas telah dilengkapi dengan papan tulis, papan untuk memajang hasil karya siswa, dan almari. Untuk menjaga kebersihan setiap kelas mempunyai jadwal piket yang bertugas untuk menjaga kebersihan kelas masingmasing, serta dilengkapi dengan alat-alat kebersihan seperti sapu, kemoceng dan serokan sampah. Selain itu pada setiap luar kelas terdapat wastafel yang dilengkapi dengan sabun cuci tangan dan kain untuk mengeringkan tangan. Kebiasaan-kebiasaan baik yang dilakukan oleh murid-murid di SD N Sokowaten Baru adalah berdoa sebelum melakukan pelajaran dan setelah selesai pelajaran dengan membacakan doa yang sangat panjang. Selain itu siswa-siswa akan mengucapkan salam kepada seseorang yang masuk di kelas dengan serempak. Jumlah tenaga pendidik yang ada di SD N Sokowaten Baru berjumlah 28 orang. Dimana 26 orang meruakan tenaga pengajar (guru), dengan rincian 23 orang berpendidikan S1, 1 orang berpendidikan D3, dan 2 orang berpendidikan SMU. Selaian tenaga pengajar, juga terdapat tenaga administrasi perpustakaan yang berjumlah 2 orang, dengan rincian 1 orang berpendidikan S1 Dan 1 orang berpendidikan D3. Dimana sebagian besar tenaga pendidik masih berusia muda. Sehingga penerapan kegiatan pembelajaran di kelas sangat menarik dan banyak menciptakan hasil karya yang kreatif. 26

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Peneliti memilih SD N Sokowaten Baru sebagai setting penelitian karena penelitian ini selain bersamaan dengan pelaksanaan PPL (Praktek Pengalaman Lapangan) yang diselenggarakan oleh kampus, peneliti juga tertarik untuk meneliti pengaruh penerapan metode mind map pada pelajaran IPA di kelas V SD N Sokowaten Baru. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di kelas V, suasana pembelajaran yang dilakukan di kelas V SD N Sokowaten Baru kurang menyenangkan. Guru lebih banyak memberikan tugas dan menyampaikan materi pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah. Dari observasi yang telah dilakukan tersebut, hanya ada beberapa siswa yang terlihat aktif dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini yang membuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang pengaruh penggunaan metode mind map dalam kemampuan berpikir kritis yaitu kemampuan evaluasi dan inferensi. Selain hal itu, SD N Sokowaten Baru mempunyai tiga kelas yang paralel untuk setiap tingkatan kelasnya, sehingga dapat digunakan untuk penelitian jenis eksperimen. Dalam penelitian eksperimen ini membutuhkan lebih dari satu kelas yang dijadikan sebagai kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Berikut ini adalah jadwal pengambilan data yang telah dilakukan di SD N Sokowaten Baru. Tabel 3.1 Jadwal Pengambilan Data Hari, Tanggal Selasa, 18 Februari 2014 Jum’at, 21 Februari 2014 Pertemuan Selasa, 25 Februari 2014 2 Materi pesawat jenis pengungkit Jum’at, 28 Februari 2014 3 Materi pesawat sederhana jenis bidang miring, katrol, dan roda berporos Selasa, 4 Maret 2014 4 Materi pesawat sederhana secara keseluruhan Posttest 1 Posttest 2 1 Jum’at, 7 Maret 2014 Selasa, 28 Maret 2014 3.3 Kelas Eksperimen Pretest Pengenalan materi pesawat sederhana secara umum sederhana Kelas Kontrol Pretest Pengenalan materi pesawat sederhana secara umum Materi pesawat sederhana jenis pengungkit Materi pesawat sederhana jenis bidang miring, katrol, dan roda berporos Posttest 1 Posttest 2 Populasi dan Sampel Sugiyono (2010: 117) menjelaskan bahwa populasi adalah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu 27

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Sedangkan sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tertentu. Sedangkan Setyosari (2010: 168) menjelaskan bahwa populasi merujuk pada keseluruhan kelompok dari mana sampel-sampel diambil. Sedangkan sampel penelitian mencerminkan dan menentukan seberapa jauh sampel tersebut bermanfaat dalam membuat sampel penelitian. Populasi penelitian yang digunakan adalah seluruh siswa kelas V SD N Sokowaten Baru Banguntapan Bantul yang terdiri dari kelas VA, VB, dan VC. Sampel penelitian adalah siswa kelas VA dan VB, dimana siswa kelas VB sebagai kelompok eksperimen, dan siswa kelas VA sebagai kelompok kontrol. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan undian yang disaksikan oleh guru mata pelajaran IPA di kelas V. Cara melakukan pengundian adalah dengan menyediakan 3 kertas undian yang berisikan kelas VA, VB, dan VC. Kertas undian yang pertama kali diambil ditetapkan sebagai kelompok eksperiman dan kertas kedua yang diambil ditetapkan sebagai kelompok kontrol. Pengundian dalam menentukan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dilakukan pada tanggal 08 Februari 2014. Kegiatan pembelajaran di kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dibimbing oleh satu guru mitra yang sama. Pembelajaran yang dilaksanakan oleh satu guru mitra dimaksudkan untuk menghindari terjadinya dua kelas yang homogen. Sehingga tidak menimbulkan faktor bias yang akan mempengaruhi hasil pada kelompok eksperimen. Peran guru dalam penelitian ini adalah sebagai pembimbing atau penyampai materi ajar dan peneliti sebagai pengamat dan bertugas untuk mendokumentasikan seluruh proses kegiatan pembelajaran yang dilakukan. 3.4 Variabel Penelitian Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2011: 60). Menurut Sugiyono secara singkat variabel juga diartikan sebagai gejala yang menjadi fokus 28

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI peneliti untuk diamati. Punch (dalam Cresswell, 2012: 77) menjelaskan bahwa peneliti kuantitatif berpikir tentang variabel-veriabel dalam satu susunan (order) “dari kiri ke kanan”, dan menyusun variabel-variabel tersebut dalam rumusan masalah dan metode penelitian, serta memvisualisasi model-model variabel itu ke dalam penyajian kiri-kanan atau penyebab-dan-pengaruh. Model-model variabel tersebut adalah variabel independen dan variabel dependen. Variabel independen merupakan variabel-variabel yang mungkin menyebabkan, mempengaruhi, atau berefek pada outcome. Sedangkan variabel dependen merupakan variabel-variabel yang bergantung pada variabel-variabel bebas. Variabel terikat ini merupakan outcome atau hasil dari pengaruh variabel bebas. Menurut hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain, dalam penelitian ini ada dua variabel pokok yang akan dipelajari hubungannya yaitu : 3.4.1 Variabel independen dalam penelitian ini adalah metode mind map. 3.4.2 Variabel dependen pada penelitian ini adalah kemampuan evaluasi dan kemampuan inferensi. Variabel independen Variabel dependen Kemampuan evaluasi Mind map Kemampuan inferensi Gambar 3.2 Variabel Penelitian 3.5 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan tes. Tes yang digunakan berupa pretest, posttest I, dan posttest II yang dilakukan di kelompok kontrol serta kelompok eksperimen, yang telah disusun berserta dengan kriteria penilaiannya. Tes digunakan untuk 29

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI mengetahui pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan berpikir kritis pada kemampuan evaluasi dan inferensi. Krathwohl (2004: 547) mengemukakan bahwa pengambilan data eksperimental dianjurkan dilakukan dalam waktu sesingkat mungkin untuk mengurangi bias. Maka dari itu, penelitian ini dilakukan dalam waktu 2 minggu yang diterapkan pada dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen adalah kelas yang diberikan perlakuan pada proses pembelajarannya, sedangkan kelas kontrol adalah kelas yang menggunakan cara mengajar seperti biasanya dan tidak diberikan perlakuan, dalam hal ini kelas kontrol diberikan pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah. Meskipun kelompok kontrol tidak menerima perlakuan seperti pada kelompok eksperimen, tetapi hal itu tidak berarti bahwa siswa tidak menerima pengalaman sama sekali. Dalam penelitian ini masing-masing kelas diberikan soal pretest dan posttest. Pemberian soal pretest bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal yang dimiliki oleh siswa pada kedua kelompok. Soal pretest diberikan sebelum siswa mendapatkan perlakuan pembelajaran. Setelah diberikan perlakuan pada masing-masing kelompok, kemudian diberikan posttest I. Tes ini digunakan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode mind map pada kemampuan evaluasi dan inferensi. Untuk lebih mengetahui sensivitivitas perbedaan perlakuan dari penelitian eksperimental dianjurkan untuk melakukan posttest II sesudah posttest I. Tujuan pemberian posttest II adalah untuk mengetahui retensi pengaruh perlakuan (Krathwohl, 2004: 546). Untuk itu, pada penelitian ini diberikan posttest sebanyak dua kali dengan menggunakan soal yang sama dengan pretest, yang bertujuan untuk melihat dampak perlakuan di kelompok eksperimen. Selain dengan tes, pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi. Wawancara yaitu laporan tentang diri sendiri, atau setidak-tidaknya pada pengetahuan dan atau keyakinan pribadi (Sugiyono, 2011: 188). Dalam setiap penelitian eksperimental dianjurkan untuk memasukkan elemen penelitian kualitatif agar lebih dapat dipahami sudut pandang subyek yang diteliti terkait perlakuan dan variabel-variabel yang diteliti antara lain dengan melakukan interview dan observasi sesudah penelitian (Krathwohl, 2004: 547). Untuk itu, 30

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI pada penelitian ini digunakan wawancara dan observasi agar peneliti lebih memahami sudut pandang subjek yang diteliti. 3.6 Instrumen Penelitian Instrumen penelitian adalah suatu alat ukur yang digunakan mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati (Sugiyono, 2010: 148). Setyosari (2010: 180) menjelaskan bahwa hasil atau data penelitian sangat tergantung pada jenis alat (instrumen) pengumpulan datanya. Kualitas data selanjutnya menentukan kualitas penelitian itu sendiri. Oleh sebab itu, hal yang perlu dicermati adalah alat atau instrumen penelitian pengambilan data penelitian. Alat atau instrumen penelitian itu haruslah memiliki tingkat kepercayaan dan kesahihan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun tes berkaitan dengan masalah reliabilitas dan validitas. Instrumen penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini digunakan untuk mengukur kemampuan evaluasi dan inferensi dengan menggunakan 2 soal uraian. Standar Kompetensi yang digunakan adalah SK 5. Memahami hubungan antara gaya, gerak, dan energi, serta fungsinya. Kompetensi Dasar yang digunakan adalah KD 5.2. Menjelaskan pesawat sederhana yang dapat membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat (lihat Lampiran 3.7, halaman 116). Tabel 3.2 Matriks pengembangan instrumen No Kemampuan No Indikator 3a 3b 3 Evaluasi 3c 3d 4a 4b 4 Inferensi 4c 4d Indikator Menilai benar tidaknya alternatif-alternatif pemecahan masalah Menilai benar tidaknya suatu argumen Menilai apakah suatu prinsip dapat diterapkan untuk situasi tertentu Menilai apakah argumen didasarkan asumsi yang benar Mengemukakan alternatif-alternatif untuk memecahkan masalah Memperkirakan konsekuensi-konsekuensi yang mungkin muncul dari suatu pilihan Memperkirakan pro dan kontra dari suatu pilihan Tepat menentukan kesimpulan mana yang paling kuat untuk diterima dan mana yang lemah untuk ditolak No soal 3 4 31

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Kriteria penentuan skor atau rubrik penilaian pada soal uraian dapat dilihat dalam tabel 3.3 berikut. Tabel 3.3 Rubrik Penilaian No Soal Kemampuan Unsur yang terkandung Kriteria penilaian Menilai benar tidaknya alternatif-alternatif pemecahan masalah Jika dapat menilai 3 langkah yang dilakukan dalam memasang slot pintu dengan tepat Jika dapat menilai 2 langkah yang dilakukan dalam memasang slot pintu dengan tepat Jika dapat menilai 1 langkah yang dilakukan dalam memasang slot pintu dengan tepat Jika tidak tepat dalam menilai langkah yang dilakukan dalam memasang slot pintu ataupun tidak memberikan jawaban sama sekali. Jika dapat memberikan 3 komentar pada langkah pemasangan slot dengan tepat Jika dapat memberikan 2 komentar pada langkah pemasangan slot dengan tepat Jika dapat memberikan 1 komentar pada langkah pemasangan slot dengan tepat Jika tidak tepat dalam memberikan komentar pada langkah pemasangan slot ataupun tidak memberikan jawaban sama sekali. Jika dapat menilai 3 alat yang digunakan dengan tepat Jika dapat menilai 2 alat yang digunakan dengan tepat Jika dapat menilai 1 alat yang digunakan dengan tepat Jika tidak tepat dalam menilai alat yang digunakan Jika dapat menilai 3 alasan dalam menggunakan berbagai alat dengan tepat Jika dapat menilai 2 alasan dalam menggunakan berbagai alat dengan tepat Jika dapat menilai 1 alasan dalam menggunakan berbagai alat dengan tepat Menilai benar tidaknya suatu argumen 3 Evaluasi Menilai apakah suatu prinsip dapat diterapkan untuk situasi tertentu Menilai apakah argumen didasarkan asumsi yang benar Skor 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 32

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No Soal Kemampuan Unsur yang terkandung Mengemukakan alternatif-alternatif untuk memecahkan masalah Memperkirakan konsekuensi-konsekuensi yang mungkin muncul dari suatu pilihan 4 Inferensi Memperkirakan pro dan kontra dari suatu pilihan Tepat menentukan kesimpulan mana yang Kriteria penilaian Jika tidak tepat dalam menilai alasan dalam menggunakan berbagai alat ataupun tidak memberikan penilaian sama sekali. Jika dapat menyebutkan 3 alternatif untuk memecahkan masalah dan penjelasannya Jika dapat menyebutkan 2 alternatif untuk memecahkan masalah dan penjelasannya Jika dapat menyebutkan 1 alternatif untuk memecahkan masalah dan penjelasannya Jika dapat menyebutkan alternatif untuk memecahkan masalah tetapi tidak memberikan penjelasan ataupun tidak memberikan jawaban sama sekali. Jika dapat menyebutkan 2 dampak dari cara yang diberikan dengan benar Jika dapat menyebutkan 2 dampak dari cara yang diberikan, tetapi hanya 1 dampak saja yang benar Jika dapat menyebutkan 1 dampak dari cara yang diberikan dengan benar Jika tidak tepat dalam menyebutkan dampak dari cara yang diberikan ataupun tidak memberikan jawaban sama sekali. Jika dapat menjelaskan 2 manfaat dan 2 dampak dari cara yang diberikan dengan sesuai Jika dapat menjelaskan 2 manfaat dan 1 dampak dari cara yang diberikan dengan sesuai atau sebaliknya Jika dapat menjelaskan 1 manfaat dan 1 dampak dari cara yang diberikan dengan sesuai Jika tidak sesuai dalam menjelaskan manfaat dan dampak dari ketiga cara yang diberikan ataupun tidak memberikan jawaban sama sekali. Jika dapat menentukan cara yang paling kuat dan cara Skor 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 33

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No Soal Kemampuan Unsur yang terkandung Kriteria penilaian paling kuat untuk diterima dan mana yang lemah untuk ditolak yang paling lemah beserta masing-masing penjelasnnya Jika dapat menentukan cara yang paling kuat beserta penjelasan dan cara yang paling lemah tanpa penjelasan, atau sebaliknya Jika dapat menentukan cara yang paling kuat beserta penjelasannya atau cara yang paling lemah beserta penjelasnnya Jika hanya dapat menentukan cara yang paling kuat dan cara yang paling lemah, tanpa memberikan penjelasan ataupun tidak memberikan jawaban sama sekali. Skor 3 2 1 Dalam setiap penelitian eksperimental dianjurkan untuk memasukkan elemen penelitian kualitatif agar lebih dapat memahami sudut pandang subjek yang diteliti terkait perlakuan dan variabel-variabel yang diteliti dengan melakukan observasi, anekdot, dan interview sesudah penelitian (Krathwohl, 2004: 547). Oleh karena itu peneliti juga melakukan observasi dan wawancara dalam melakukan teknik pengumpulan data ini. Observasi adalah teknik pengumpulan data melalui pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung (Sukmadinata, 2008: 220). Observasi dilakukan pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Wawancara adalah teknik pengumpulan data secara lisan dengan memberikan sejumlah pertanyaan untuk dijawab oleh responden (Sukmadinata, 2008: 216). Wawancara dilakukan terhadap guru mitra dan beberapa siswa yang mewakili keseluruhan siswa. Siswa yang menjadi responden ini diambil dari siswa yang memiliki nilai rendah, sedang, dan tinggi. 3.7 Teknik Pengujian Instrumen Instrumen yang akan digunakan sebagai soal pretest dan posttest, sebelumnya diujicobakan di SD N Kebon Dalem khususnya kelas V. Uji validitas dilakukan kepada 38 responden dengan jumlah soal 6 soal uraian. Soal uraian yang diujikan tersebut merupakan soal gabungan dari dua peneliti lainnya. Dari 6 soal tersebut didapatkan soal yang valid semua, kemudian setiap peneliti 34

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI mengambil masing-masing 2 soal yang terdiri dari masing-masing aspek kecakapan berpikir kritis. Target peneliti dan dua rekan peneliti yang lain adalah 6 soal yang valid dan reliabel untuk masing-masing peneliti yang nantinya akan digunakan untuk instrumen penelitian. Soal-soal yang sudah dikerjakan oleh siswa kemudian diuji validitas dan reliabilitasnya. 3.7.1 Uji Validitas Azwar (2009: 5-6) menjelaskan bahwa validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauhmana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Suatu tes atau instrumen pengukur dapat dikatakan mempunyai validitas tinggi apabila alat tersebut menjelaskan fungsi ukurnya, atau memberikan hasil ukur, yang sesuai dengan maksud dilakukannya pengukuran tersebut. Noor (2011: 132) menjelaskan bahwa validitas dalah suatu indeks yang menunjukkan alat ukur tersebut benar-benar mengukur apa yang diukur. Sedangkan, Surapranata (2004: 50) menjelaskan bahwa validitas adalah konsep yang berkaitan dengan sejauhmana tes telah mengukur apa yang seharusnya diukur. Menurut Sugiyono (2007) karena penelitian ini instrumennya berupa tes harus memenuhi validitas konstruksi dan validitas isi. 3.7.1.1 Uji Validitas Konstrak Validitas konstrak merujuk pada seberapa jauh suatu tes mengukur sifat atau bangunan pengertian (construct) tertentu (Setyosari, 2010: 188). Penerapan validitas konstrak ini merupakan gabungan dari pendekatan logis dan empiris. Segi logis mempersoalkan apa unsur-unsur yang membentuk konstrak tersebut. Segi empiris berkaitan dengan internal dan eksternal validitas. Validitas empiris berkenaan dengan tingkat ketepatan instrumen dalam mengukur hal yang akan diukur dibandingkan dengan kriteria atau instrumen standar (Sukmadinata, 2008: 229). Validitas empiris digunakan untuk memvalidasi soal evaluasi yang berupa soal essay. Untuk melakukan validitas ini, peneliti akan memberikan soal kepada siswa kelas V SD selain tempat penelitan yang mempunyai kriteria yang hampir sama dengan SD yang akan digunakan 35

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI untuk penelitian yaitu di SD N Kebon Dalem. Jumlah responden atau siswa kelas V di SD N Kebon Dalem adalah 38 siswa. Untuk mengetahui hasil perhitungan korelasi tersebut signifikan atau tidak, maka perlu dibandingkan dengan r tabel dengan taraf kesalahan 5% (taraf kepercayaan 95%) dan N = 38. Jadi r tabel 0,320 (tabel r Product Moment, Sugiyono, 2007: 288). Secara teknis penghitungan validitas dilakukan dengan menggunakan IBM SPSS Statistics 22 for Windows dengan tingkat kepercayaan 95%. Berikut adalah hasil uji validitas (lihat Lampiran 3.9, halaman 124). Tabel 3.4 Hasil Analisis Uji Validitas Soal Pearson Correlation 0.641** 0.744** 0.601** 0.551** 0.826** 0.449** Kemampuan Interpretasi Analisis Evaluasi Inferensi Eksplanasi Regulasi Diri Sig. (2-tailed) r tabel Keputusan 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.005 0,320 0,320 0,320 0,320 0,320 0,320 Valid Valid Valid Valid Valid Valid 3.7.1.2 Uji Validitas Isi Validitas isi menunjuk pada sejauh mana instrumen tersebut menggambarkan atau mencerminkan isi yang dikehendaki (Setyosari, 2010: 186). Menurut Sugiyono (2010: 182) pengujian validitas isi dapat dilakukan dengan membandingkan antara isi instrumen dengan materi pelajaran yang telah diajarkan Pengujian validitas isi dilakukan dengan cara memberikan instrumen penelitian kepada dosen ahli dan guru ahli (expert judgement) yaitu guru serta dosen IPA dan Bahasa Indonesia. Expert judgement akan menilai dan memberikan komentar terhadap instrumen yang telah dibuat peneliti layak atau tidak untuk diujikan. Berdasarkan hasil expert judgemnt yang telah dilakukan kepada dosen IPA dan Dosen Bahasa indonesia, dosen menganjurkan untuk membenahi instrumen yang telah dibuat sesuai dengan indikator yang ada. 36

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.7.2 Uji Reliabilitas Azwar (2009: 4) menjelaskan bahwa reliabilitas merupakan penerjemahan dari kata reliability yang mempunyai asal kata rely dan ability. Pengukuran yang memiliki reliabilitas tinggi disebut sebagai pengukuran yang reliabel (reliable). Hasil pengukuran dapat dipercaya hanya apabila dalam beberapa kali pelaksanaan pada subjek yang sama diperoleh hasil yang relatif sama, selama aspek yang diukur dalam diri subjek memang belum berubah. Pengujian reliabilitas instrumen dilakukan secara internal dengan menggunakan teknik ekuivalen. Menurut Sugiyono (2010: 184) teknik ekuivalen adalah pengujian reliabilitas yang dilakukan dengan cara memberikan pertanyaan yang secara bahasa berbeda, tetapi maksudnya sama. Pengujian reliabilitas ini dilakukan sekali, tetapi instrumennya dua, pada responden yang sama, waktu sama, dan instrumen yang berbeda. Uji reliabilitas dalam penelitian ini dilakukan dengan internal consistency yang berarti dilakukan dengan mencobakan instrumen sekali saja. Pengujian reliabilitas instrumen diambil dari 2 soal yang valid, kemudian data dianalisis dengan mengunakan teknik Alpha Cronbach dengan menggunakan program IBM SPSS Statistics 22 for Windows. Kriteria yang digunakan untuk uji reliabilitas soal dengan rumus Alpha Cronbach adalah jika nilai Alpha > 0,60 variabel atau konstruk dikatakan reliabel (Nunnaly, dalam Ghozali, 2009: 44). Hasil uji reliabilitas dalam penelitian ini dilakukan dengan Alpha Cronbach menggunakan IBM SPSS Statistics 22 for Windows adalah sebagai berikut (lihat Lampiran 3.10, halaman 126). Tabel 3.5 Uji Reliabilitas Soal Cronbach’s Alpha 0,687 N of Item 38 Kualifikasi Cukup Berdasarkan hasil uji reliabilitas menggunakan rumus Cronbach’s Alpha menggunakan IBM SPSS Statistics 22 for Windows diperoleh hasil perhitungan dengan sebesar 0,687 yang masuk ke dalam kualifikasi cukup. 37

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Hasil perhitungan reliabilitas internal seluruh instrumen dikonsultasikan dengan tabel kriteria koefisien reliabilitas berikut ini Masidjo (1995: 209). Tabel 3.6 Kriteria Koefisien Reliabilitas Interval Koefisien Reliabilitas 0,91 - 1,00 0,71 – 0,90 0,41 – 0,70 0,21 – 0,40 Negatif – 0,20 Kualifikasi Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah Menurut Nunnaly (dalam Ghozali, 2009: 46) suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika harga Cronbach Alpha > 0,60. Hasil perhitungan menunjukkan Cronbach’s Alpha sebesar 0,687 lebih besar dari 0,60 sehingga instrumen tersebut reliabel dan masuk ke dalam kategori Cukup. 3.8 Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini setelah data yang diperlukan terkumpul adalah dengan mengelompokkan data berdasarkan variabel, mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah dan untuk menguju hipotesis yang telah diajukan. Jenis statistik yang digunakan dalam menganalisis data pretest dan posttest adalah dengan menggunakan statistik inferensial. Statistik inferensial merupakan teknik statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya diberlakukan untuk populasi (Sugiyono, 2012: 210). Statistik inferensial dibagi menjadi dua jenis yaitu statistik parametris dan statistik nonparametris. Statistik parametris digunakan untuk menguji parameter populasi melalui statistik atau menguji ukuran populasi melalui data sampel (Sugiyono, 2012: 201). Sedangkan statistik nonparametris tidak menuntut terpenuhinya banyak asumsi, misalnya data yang akan dianalisis tidak selalu dalam keadaan normal. Dalam penelitian ini, analisis data disajikan dalam bentuk statistik. Analisis data ini menggunakan program IBM SPSS Statistics 22 for Windows, yang meliputi beberapa langkah yaitu uji normalitas, uji perlakuan, dan uji analisis lebih lanjut. Data yang akan diolah yaitu data kemampuan berpikir kritis pada 38

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI kemampuan evalusi dan inferensi. Penjelasan lebih lanjut mengenai teknik analisis datanya adalah sebagai berikut. 3.8.1 Uji normalitas distribusi data Uji normalitas data digunakan untuk mengetahui data terdistribusi secara normal atau tidak (Priyatno, 2008: 28). Uji normalitas akan disajikan dalam bentuk kurva dan grafik menggunakan uji statistik non parametrik, dalam hal ini adalah One Samples Kolmogorov-Smirnov Z dengan menggunakan program IBM SPSS Statistics 22 for Windows. Kriteria yang digunakan dalam uji normalitas yaitu; jika nilai probabilitas sig. (2-tailed) > 0,05, maka variansi homogen, atau data terdistribusi secara normal. Jika nilai probabilitas sig. (2-tailed) < 0,05, maka variansi tidak homogen, atau data terdistribusi secara tidak normal (Sarwono, 2010: 25). Apabila data terdistribusi normal, uji statistik yang digunakan selanjutnya adalah uji statistik parametrik, dalam hal ini Independent Samples t-test, sedangkan jika data yang diperoleh tidak terdistribusi normal, uji statistik yang digunakan selanjutnya adalah statistik non parametrik, dalam hal ini MannWhitney U test. 3.8.2 Uji pengaruh perlakuan Uji pengaruh perlakuan ini dilakukan untuk membandingakan kemampuan yang dimiliki dari kedua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. 3.8.2.1 Uji perbedaan kemampuan awal Uji perbedaan kemampuan awal ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan kemampuan yang dimiliki oleh kedua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Menurut Priyatno (2008: 31) uji perbedaan kemampuan awal (uji perbandingan skor pretest) dilakukan dengan menganalisis pretest dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. 39

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Rumus yang digunakan adalah dengan menggunakan Independent samples t-test dengan menggunakan program IBM SPSS Statistics 22 for Windows. Uji perbedaan kemampuan awal menggunakan Independent samples t-test karena hanya ada dua data yang dibandingkan. Statistik parametrik Independent samples t-test digunakan untuk distribusi data normal. Jika data tidak terdistribusi secara normal, maka menggunakan statistik non parametrik Mann-Whitney U test. Kedua data pretest tersebut dikatakan tidak memiliki perbedaan yang signifikan jika harga sig. (2-tailed) > 0,05 (Priyatno, 2010: 40). Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut: Hi : Ada perbedaan yang signifikan antara rerata pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Hnull : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara rerata pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Kriteria yang digunakan untuk mengambil keputusan adalah (Priyatno, 2010: 40): 1. Jika harga sig (2- tailed) > 0.05 maka Hnull diterima dan Hi ditolak. Hal ini berarti bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain kedua kelompok tersebut mempunyai kemampuan awal yang sama. 2. Jika harga sig (2- tailed) < 0.05 maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Hal ini berarti bahwa ada perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain kedua kelompok tersebut mempunyai kemampuan awal yang tidak sama. Kondisi yang ideal untuk dilakukan penelitian eksperimen adalah jika kedua kelompok yaitun kelompok eksperimen dan kelompok kontrol memiliki kemampuan awal yang sama. Artinya kedua kelompok memiliki titik pijak yang sama untuk dilakukan perbandingan. 3.8.2.2 Uji selisih skor pretest dan postest Uji selisih skor pretest dan posttest dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan evaluasi dan kemampuan inferensi. Secara prinsip digunakan rumus 40

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (O2 – O1) – (O4 – O3), yaitu dengan mengurangkan selisih skor posttest – pretest pada kelompok kontrol dengan selisih skor posttest – pretest pada kelompok eksperimen. Analisis uji statistik dilakukan dengan menggunakan program komputer IBM SPSS Statistics 22 for Windows dengan tingkat kepercayaan 95%. Jika data terdistribusi secara normal maka digunakan statistik parametrik Independent Samples t-test, atau jika data terdistribusi dengan tidak normal maka digunakan statistik non parametrik yaitu Mann-Whitney U test. Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut: : Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest – posttest pada Hi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest – skor posttest. Hnull Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut (Priyatno, 2010: 40): 1. Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05, maka Hnull diterima dan Hi ditolak. Hal ini berarti bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. Dengan kata lain penggunaan metode mind map tidak berpengaruh terhadap kemampuan evaluasi dan atau kemampuan inferensi. 2. Jika nilai sig. (2-tailed) < 0,05, maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Hal ini berarti bahwa ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. Dengan kata lain penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan evaluasi dan atau kemampuan inferensi. 3.8.3 Analisis lebih lanjut 3.8.3.1 Uji peningkatan skor pretest ke postest Uji peningkatan skor pretest ke postest dilakukan untuk mengetahui apakah ada peningkatan skor yang signifikan dari pretest ke postest baik dari kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Analisis uji statistik dilakuakn dengan menggunakan program komputer IBM SPSS Statistics 22 for Windows dengan tingkat kepercayaan 95%. Jika data terdistribusi secara normal maka digunakan statistik parametrik Paired sample t-test, atau jika data terdistribusi dengan tidak normal maka digunakan statistik non parametrik yaitu Wilcoxon signed rank test. Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut 41

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Hi : Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest – posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hnull : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest – skor posttest. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut Priyatno (2010: 108). 1. Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05, maka Hnull diterima dan Hi ditolak. Hal ini berarti bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. Dengan kata lain tidak terdapat peningkatan skor yang signifikan dari pretest ke posttest. 2. Jika nilai sig. (2-tailed) < 0,05, maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Hal ini berarti bahwa ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. Dengan kata lain terdapat peningkatan skor yang signifikan dari pretest ke posttest. Untuk mengetahui persentase peningkatan skor pretest ke posttest digunakan rumus sebagai berikut. 𝑝𝑒𝑛𝑖𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡𝑎𝑛 = 𝑝𝑜𝑠𝑡𝑡𝑒𝑠𝑡 – 𝑝𝑟𝑒𝑡𝑒𝑠𝑡 𝑥 100% 𝑝𝑟𝑒𝑡𝑒𝑠𝑡 3.8.3.2 Uji besar efek perlakuan (effect size) Uji besar efek perlakuan dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan evaluasi dan kemampuan inferensi. Teknik pengujian klasik untuk mengetahui signifikansi pengaruh tidak dengan sendirinya apakah pengaruh tersebut cukup substantif atau tidak. Pentingnya suatu pengaruh ini sering disebut dengan effect size. Effect size adalah suatu ukuran objektif dan terstandarisasi untuk mengetahui besarnya efek yang dihasilkan (Field, 209: 56-57). Cara yang digunakan untuk mengetahui koefisien korelasi adalah sebagai berikut. Jika distribusi data normal, harga t diubah menjadi harga r dengan rumus sebagai berikut (Field, 2009: 332). 𝑡2 r = √𝑡 2 + 𝑑𝑓 42

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Jika distribusi data tidak normal, digunakan rumus sebagai berikut (Field, 2009: 550). r= 𝑧 √𝑁 r = besarnya efek (effect size) yang menggunakan koefisien korelasi Pearson t = harga uji t df = harga derajat kebebasan (degree of freedom) z = harga konversi dari standar deviasi (dari uji statistik Wilcoxon) N = Jumlah total observasi (2 x jumlah siswa) Kriteria untuk penentuan besar efek adalah sebagai berikut (Field, 2009: 57): 1) r = 0, 10 maka efek kecil (1%) 2) r = 0,30 maka efek menengah (9%) 3) r = 0,50 maka efek besar (25%) 3.8.3.3 Uji retensi pengaruh perlakuan Krathwohl (2004: 546) menganjurkan untuk melakukan posttest II sesudah postest pertama untuk lebih mengetahui sensitivitas perbedaan perlakuan dari penelitian eksperimental. Tujuannya adalah untuk lebih mengetahui retensi pengaruh perlakuan. Setelah satu bulan dilakukan posttest I, maka dilakukan posttest II pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Langkah ini dilakukan untuk melihat apakah pengaruh yang ditimbulkan dari metode mind map masih sekuat posttest I atau tidak. Data yang diperoleh dari posttest II diuji normalitasnya terlebih dahulu kemudian dibandingkan dengan hasil posttest I. Jika distribusi data normal, digunakan statistik parametrik dalam hal ini Paired samples t-test. Jika distribusi data tidak normal, digunakan statistik non parametrik dalam hal ini Wilcoxon Signed rank test dengan menggunakan program komputer IBM SPSS Statistics 22 for Windows dengan tingkat kepercayaan 95%. Hipotesis statistiknya adalah sebagai berikut. Hi : Ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I – posttest II pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. 43

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Hnull : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I – posttest II pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut. 1. Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05, maka Hnull diterima dan Hi ditolak. Hal ini berarti bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara posttest I dan posttest II. Dengan kata lain tidak terjadi peningkatan skor yang signifikan dari posttest I ke posttest II. 2. Jika nilai sig. (2-tailed) < 0,05, maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Hal ini berarti bahwa ada perbedaan yang signifikan antara posttest I dan posttest II. Dengan kata lain terjadi peningkatan skor yang signifikan dari posttest I ke posttest II. Untuk mengetahui persentase peningkatan skor posttest I ke posttest II digunakan rumus sebagai berikut. 𝑝𝑒𝑛𝑖𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡𝑎𝑛 = 𝑝𝑜𝑠𝑡𝑡𝑒𝑠𝑡 𝐼𝐼 – 𝑝𝑜𝑠𝑡𝑡𝑒𝑠𝑡 𝐼 𝑥 100% 𝑝𝑜𝑠𝑡𝑡𝑒𝑠𝑡 𝐼 3.8.3.4 Dampak perlakuan pada siswa Dalam penelitian eksperimental dianjurkan untuk memasukkan elemen penelitian kualitatif untuk lebih mengungkap sudut pandang subjek yang diteliti, terkait perlakuan dan variabel-variabel yang diteliti misalnya melakukan observasi dan wawancara sebelum atau sesudah penelitian (Kratwohl, 2004: 547). Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara tes. Selain tes, peneliti juga menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara triangulasi. Sugiyono (2012: 327) mengemukakan bahwa triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang sifatnya menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data yang sudah ada dan sumber data yang telah ada. Sedangkan Cresswell (2012: 229) berpendapat bahwa triangulasi data dilakukan dengan cara mengumpulkan data melalui berbagai sumber agar hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi dapat dianalisis seutuhnya. Peneliti menggunakan cara triangulasi berupa wawancara guru, wawancara siswa, dan observasi di kelas saat kegiatan pembelajaran berlangsung. 44

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Observasi dilakukan di kedua kelas mengenai kegiatan pembelajaran yang dilakukan, serta mengenai kegiatan yang dilakuakan oleh siswa selama pembelajaran berlangsung. Wawancara dilakukan dengan lima siswa di kelas eksperimen dan dengan guru mata pelajaran IPA di kelas V. Penentuan siswa yang diwawancarai berdasarkan peringkat prestasi yang didapatkan di kelas. Dari 25 siswa di kelas eksperimen diambil dua siswa yang masuk ke dalam peringkat atas, dua siswa yang masuk ke dalam peringkat bawah, serta satu siswa yang masuk ke dalam peringkat menengah. Berikut ini merupakan pertanyaan yang digunakan dalam wawancara, beserta konsep kunci dan topik pertanyaannya (lihat Lampiran 3.13, halaman 130). Tabel 3.7 Topik Wawancara No 1 2 3 4 5 6 Topik Pendapat siswa mengenai pembelajaran yang dilakukan oleh guru pada biasanya Kepuasan siswa terhadap pembelajaran yang dilakukan oleh guru pada biasanya Perbandingan pembelajaran yang dilakukan seperti biasa, dengan pembelajaran yang menggunakan mind map Kepuasan siswa terhadap pembelajaran yang dilakukan oleh guru dengan menggunakan mind map Perbandingan memahami materi yang diberikan oleh dengan metode ceramah dan dengan menggunakan mind map Tingkat kebosanan siswa saat pembelajaran dengan menggunakan mind map 3.8.3.5 Konsekuensi Lebih Lanjut Konsekuensi lebih lanjut digunakan untuk melihat penggunaan metode inovatif dalam hal ini mind map berdampak besar atau tidak terhadap peningkatan kemampuan belajar siswa. Untuk melihat konsekuensi lebih lanjut digunakan triangulasi dalam bentuk wawancara terhadap guru dan beberapa siswa. Penggunaan metode inovatif dalam hal ini metode mind map diharapkan akan membantu mengatasi problem rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa pada kemampuan evaluasi dan inferensi. 45

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan dibahas mengenai implementasi pembelajaran, hasil penelitian, dan pembahasan mengenai penelitian. Ketiga hal tersebut akan dijelaskan secara rinci dalam subbab-subbab berikut. 4.1 Implementasi pembelajaran Dalam penelitian ini pembelajaran diimplementasikan ke dalam dua kelas, yaitu di kelas VA dan VB SD N Sokowaten baru. Kelas VB sebagai kelas eksperimen, dan kelas VA sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen mendapatkan pembelajaran dengan menerapkan metode mind map dalam kegiatan pembelajaran. Sedangkan kelas kontrol menggunakan merode ceramah dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas. Berikut ini merupakan penjelasan lebih lanjut mengenai kegiatan-kegiatan yang telah dikukan selama penelitian di kelas eksperimen dan kelas kontrol. 4.1.1 Kelas Eksperimen Kegiatan pembelajaran yang dilakukan di kelas eksperimen adalah dengan menerapkan metode mind map dalam kegiatan pembelajaran. Di dalam kelas eksperimen ini terdapat 25 siswa. Peran guru dalam kegiatan pembelajaran adalah sebagai pembimbing dan penyampai materi pembelajaran dan mahasiswa sebagai pengamat di kelas dan membantu guru dalam menyiapkan materi pembelajaran serta mendokumentasikan kegiatan pembelajaran yang berlangsung. Pelaksanaan pembelajaran di kelas eksperimen dilakukan sebanyak empat kali pertemuan. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan pada pertemuan pertama adalah pengenalan mengenai materi pesawat sederhana secara umum. Pertemuan kedua membahas mengenai materi pesawat sederhana jenis pengungkit. Pertemuan ketiga membahas mengenai materi pesawat sederhana jenis bidang miring, katrol, dan roda berporos. Pertemuan keempat atau terakhir membahas mengenai materi pesawat sederhana secara keseluruhan. 46

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Kegiatan yang dilakukan pada setiap pertemuan di kelas eksperimen, selalu melibatkan siswa untuk membuat mind map mengenai materi pelajaran yang telah disampaikan. Pada kegiatan awal pembelajaran guru mengajak siswa untuk menyanyikan lagu yang dibuat oleh guru dengan mengganti liriknya dengan materi pelajaran yang akan disampaikan. Pada kegiatan inti, guru menjelaskan mengenai materi pelajaran secara detail yang disertai dengan menggunakan media seperti gambar ataupun benda aslinya serta dengan menunjukkan contoh mind map kepada siswa. Setelah mendengarkan penjelasan dari guru mengenai materi yang telah disampaikan, siswa membuat mind map mengenai materi yang telah dipelajari sesuai dengan kreativitas pada masing-masing siswa. Setelah itu siswa mengerjakan lembar kerja siswa. Pada kegiatan penutup siswa diminta untuk menyimpulkan mengenai materi pelajaran yang telah diberikan, kemudian guru memberikan penguatan mengenai materi pelajaran. Selanjutnya siswa mengerjakan soal evaluasi yang telah disediakan. Dalam kegiatan pembelajaran di kelas eksperimen ini, siswa terlihat lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran. Siswa juga sering bertanya kepada guru mengenai materi pelajaran yang telah disampaikan. Selain itu siswa juga menanyakan materi yang sekiranya dianggap belum dipahami, kemudian guru menjelaskan kembali kepada siswa. 4.1.2 Kelas kontrol Kegiatan pembelajaran yang dilakukan di kelas kontrol adalah dengan menerapkan metode ceramah dalam kegiatan pembelajaran. Di dalam kelas kontrol ini terdapat 27 siswa. Peran guru dalam kegiatan pembelajaran adalah sebagai pembimbing dan penyampai materi pembelajaran dan mahasiswa sebagai pengamat di kelas serta mendokumentasikan kegiatan pembelajaran yang berlangsung. Pelaksanaan pembelajaran di kelas kontrol dilakukan sebanyak empat kali pertemuan. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan pada pertemuan pertama adalah pengenalan mengenai materi pesawat sederhana secara umum. Pertemuan kedua membahas mengenai materi pesawat sederhana jenis pengungkit. Pertemuan ketiga membahas mengenai materi pesawat sederhana 47

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI jenis bidang miring, katrol, dan roda berporos. Pertemuan keempat atau terakhir membahas mengenai materi pesawat sederhana secara keseluruhan. Kegiatan yang dilakukan pada setiap pertemuan di kelas kontrol adalah dengan menggunakan metode ceramah. Guru menjelaskan materi pelajaran kepada siswa, dan siswa mendengarkan penjelasan dari guru. Pada kegiatan awal pembelajaran guru mengajak siswa untuk menyanyikan lagu yang dibuat oleh guru dengan mengganti liriknya dengan materi pelajaran yang akan disampaikan. Pada kegiatan inti, guru menjelaskan mengenai materi pelajaran secara detail kepada siswa. Setelah mendengarkan penjelasan dari guru mengenai materi yang telah disampaikan, siswa mencatat materi yang telah disampaikan oleh guru yang telah dituliskan di papan tulis atau dengan di diktekan. Setelah itu siswa mengerjakan lembar kerja siswa. Pada kegiatan penutup guru memberikan kesimpulan atas kegiatan pembelajaran yang telah disampaikan. Selanjutnya siswa mengerjakan soal evaluasi yang telah disediakan. Dalam kegiatan pembelajaran di kelas kontrol ini, siswa hanya mendengarkan penjelasan yang telah disampaikan oleh guru. 4.2 Hasil Penelitian Pada bagian berikut akan dipaparkan hasil analisis statistik. Seluruh analisis statistik dalam penelitian menggunakan program komputer IBM SPSS Statistics 22 for Windows dengan tingkat kepercayaan 95%. 4.2.1 Pengaruh Penggunaan Metode Mind map terhadap Kemampuan Evaluasi 4.2.1.1 Uji normalitas distribusi data Uji normalitas data dilakukan dengan menggunakan rumus One Samples Kolmogorov-Smirnov Test. Distribusi data dikatakan normal jika harga sig. (2tailed) > 0,05. 48

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Berdasarkan kriteria diatas diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut (lihat Lampiran 4.1, halaman 140). Tabel 4.1 Hasil Uji Normalitas Data Pretest pada Kemampuan Evaluasi Kelompok Mean Std. Deviation Harga KolmogorovSmirnov Z Asymp. Sig. (2tailed) Analisis Eksperimen 2,41 0,71 0,654 0,785 Sig > 0,05 Kontrol 2,115 0,633 1,092 0,184 Sig > 0,05 Keterangan Distribusi Normal Distribusi Normal Hasil pengujian dengan menggunakan rumus One Samples KolmogorovSmirnov Test menunjukkan harga uji normalitas Kolmogorov-Smirnov Z untuk data pretest pada kelompok eksperimen adalah 0,654 dengan signifikansi 0,785. Harga signifikansi 0,785 lebih besar dari 0,05 yang menunjukkan bahwa sebaran data berdistribusi normal. Sedangkan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov Z untuk data pretest pada kelompok kontrol adalah 1,092 dengan signifikansi 0,184. Harga signifikansi 0,184 lebih besar dari 0,05 yang menunjukkan bahwa sebaran data berdistribusi normal. Setelah uji normalitas data untuk skor pretest, kemudian dilanjutkan dengan uji normalitas data untuk skor posttest I dan posttest II. Pengujian normalitas data pada skor posttest I dan posttest II juga dilakukan dengan rumus One Samples Kolmogorov-Smirnov Test dengan menggunakan program IBM SPSS Statistics 22 for Windows. Hasil perhitungannya dapat dilihat pada tabel berikut (lihat Lampiran 4.2, halaman 141): Tabel 4.2 Hasil Uji Normalitas Data Posttest I pada Kemampuan Evaluasi Kelompok Mean Std. Deviation Harga KolmogorovSmirnov Z Asymp. Sig. (2tailed) Analisis Eksperimen 3,38 0,332 1,206 0,109 Sig > 0,05 Kontrol 2,593 0,476 0,85 0,465 Sig > 0,05 Keterangan Distribusi Normal Distribusi Normal Hasil pengujian dengan menggunakan rumus One Samples KolmogorovSmirnov Test menunjukkan harga uji normalitas Kolmogorov-Smirnov Z untuk data posttest I pada kelompok eksperimen adalah 1,206 dengan signifikansi 0,109. 49

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Harga signifikansi 0,109 lebih besar dari 0,05 yang menunjukkan bahwa sebaran data berdistribusi normal. Sedangkan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov Z untuk data posttest I pada kelompok kontrol adalah 0,85 dengan signifikansi 0,465. Harga signifikansi 0,465 lebih besar dari 0,05 yang menunjukkan bahwa sebaran data berdistribusi normal. Berikut adalah hasil analisi uji normalitas data posttest II pada kemampuan evaluasi (lihat Lampiran 4.3, halaman 142). Tabel 4.3 Hasil Uji Normalitas Data Posttest II pada Kemampuan Evaluasi Kelompok Mean Std. Deviation Harga KolmogorovSmirnov Z Asymp. Sig. (2tailed) Analisis Eksperimen 3,308 0,455 1,229 0,098 Sig > 0,05 Kontrol 2,511 0,775 0,836 0,486 Sig > 0,05 Keterangan Distribusi Normal Distribusi Normal Hasil pengujian dengan menggunakan rumus One Samples KolmogorovSmirnov Test menunjukkan harga uji normalitas Kolmogorov-Smirnov Z untuk data posttest II pada kelompok eksperimen adalah 1,229 dengan signifikansi 0,098. Harga signifikansi 0,098 lebih besar dari 0,05 yang menunjukkan bahwa sebaran data berdistribusi normal. Sedangkan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov Z untuk data posttest II pada kelompok kontrol adalah 0,836 dengan signifikansi 0,486. Harga signifikansi 0,486 lebih besar dari 0,05 yang menunjukkan bahwa sebaran data berdistribusi normal. Data perhitungan skor pretest kelas eksperimen ke posttest I dan posttest II pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menunjukkan bahwa sebaran data terdistribusi secara normal. 4.2.1.2 Uji pengaruh perlakuan 1) Uji perbedaan kemampuan awal Uji perbedaan kemampuan awal dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan kemampuan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontol. Untuk megetahui perbedaan kemampuan awal dari kedua kelompok dilakuakn uji kemampuan awal dengan menggunakan program IBM SPSS Statistics 22 for 50

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Windows dengan tingkat kepercayaan 95%. Analisis statistik yang digunakan adalah statistik parametrik Independent samples t-test. Sebelum dilakukan analisis ini perlu dilakukan uji asumsi untuk memeriksa homigenitas varians dengan Levene’s test. Jika harga sig. > 0,05, maka ada homogenitas varians pada kedua data yang dibandingkan. Jika harga sig. < 0,05, maka tidak ada homogenitas varians pada kedua data yang dibandingkan. Hasil analisis Levene’s test menunjukkan dengan tingkat signifikansi 95% diperoleh harga F = 0,042 dan harga sig. = 0,839 (p > 0,05). Dengan demikian terdapat homogenitas varians sehingga bisa digunakan Independent samples t-test untuk uji analisis selanjutnya. Dari uji perbedaan kemampuan awal ini, dikatakan tidak ada perbedaan kemampuan dari kedua kelompok jika harga sig. (2-tailed) > 0,05. Berikut ini adalah hasil analisis uji perbedaan kemampuan awal (lihat Lampiran 4.5, halaman 155). Tabel 4.4 Uji Perbedaan Kemampuan Awal Levene’s Test for Equality of Variance t-test for Equality of Means F Sig. t df Mean Difference Std. Error Difference Sig. (2tailed) Keterangan 0,042 0,839 1,585 50 0,295 0,186 0,119 Tidak ada perbedaan Berdasarkan analisis yang dilakukan, skor yang diperoleh pada kelompok eksperimen lebih tinggi jika dibandingkan dengan kelompok kontrol. Pada kelompok eksperimen diperoleh nilai M = 2,41 SD = 0,710, dan SE = 0,142. Sedangkan pada kelompok kontrol diperoleh nilai M = 2,115, SD = 0,633, dan SE = 0,122. Karena harga sig. pada Levene’s test adalah 0,839 (atau > 0,05), maka terdapat homogenitas varians dengan harga F = 0,042, t = 1,585, dan df = 50. Dari hasil uji perbedaan kemampuan awal tersebut, didapatkan bahwa hasil sig. (2tailed) adalah 0,119. Harga signifikansi 0,119 lebih besar dari 0,05, maka Hnull diterima dan Hi ditolak. Hal ini berarti bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain kedua kelompok tersebut mempunyai kemampuan awal yang sama. 2) Uji selisih skor pretest ke posttest Uji selisih skor pretest ke posttest dilakukan untuk mengetahui adanya pengaruh pada masing-masing kemampuan yang diteliti, yaitu kemampuan 51

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI evaluasi dan kemampuan inferensi. Untuk megetahui selisih skor pretest ke posttest dilakuakan uji kemampuan awal dengan menggunakan program IBM SPSS Statistics 22 for Windows dengan tingkat kepercayaan 95%. Analisis statistik yang digunakan adalah statistik parametrik Independent samples t-test. Sebelum dilakukan analisis ini perlu dilakukan uji asumsi untuk memeriksa homigenitas varians dengan Levene’s test. Jika harga sig. > 0,05 maka ada homogenitas varians pada kedua data yang dibandingkan. Jika harga sig. < 0,05 maka tidak ada homogenitas varians pada kedua data yang dibandingkan. Hasil analisis Levene’s test menunjukkan dengan tingkat signifikansi 95% diperoleh harga F = 2,218 dan harga sig. = 0,145 (p > 0,05). Dengan demikian terdapat homogenitas varians sehingga bisa digunakan Independent samples t-test untuk uji analisis selanjutnya. Dari uji selisih skor pretest ke posttest ini, dikatakan ada pengaruh jika harga sig. (2-tailed) < 0,05. Berikut ini merupakan hasil analisinya (lihat Lampiran 4.6, halaman 156). Tabel 4.5 Uji Selisih Skor Pretest ke Posttest pada Kemampuan Evaluasi Levene’s Test for Equality of Variance t-test for Equality of Means F Sig. t df Mean Difference Std. Error Difference Sig. (2tailed) Keterangan 2,218 0,143 3,145 50 0,480 0,1526 0,003 Ada pengaruh Berdasarkan analisis yang dilakukan, skor yang diperoleh pada kelompok eksperimen lebih tinggi jika dibandingkan dengan kelompok kontrol. Pada kelompok eksperimen diperoleh nilai M = 0,9800, SD = 0,637, dan SE = 0,127. Sedangkan pada kelompok kontrol diperoleh nilai M = 0,5000, SD = 0,455, dan SE = 0,086. Perolehan data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yg signifikan antara selisih skor pretest dan posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dg nilai t = 3,145 dan df = 50. Karena harga sig. pada Levene’s test adalah 0,143 (atau p > 0,05), maka terdapat homogenitas varians dengan harga F = 2,218. Dari hasil uji selisih skor pretest ke posttest tersebut, didapatkan bahwa hasil sig. (2-tailed) adalah 0,003. Harga signifikansi 0,003 lebih kecil dari 0,05, maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Hal ini berarti bahwa ada perbedaan yang signifikan 52

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI antara pretest dan posttest. Dengan kata lain penggunaan metode mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan evaluasi. Untuk lebih memperjelas perbedaan selisih, dapat dilihat pada grafik berikut. Gambar 4.1 Uji Anova pada Kemampuan Evaluasi Pada grafik di atas, dapat dilihat bahwa hasil selisih skor pretest dengan skor posttest pada kelompok eksperimen adalah 0,98. Sedangkan selisih skor pretest dengan skor posttest pada kelompok kontrol sebesar 0,768. Dari perbedaan selisih skor di kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tersebut, dapat dikatakan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain penggunaan metode mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan evaluasi. 4.2.1.3 Analisis lebih lanjut 1) Uji peningkatan skor pretest ke posttest I Uji peningkatan skor pretest ke posttest I dilakukan untuk mengetahui skor peningkatan yang terjadi pada posttest setelah diberikan perlakuan. Uji peningkatan skor pretest ke posttest dilakukan dengan menggunakan rumus 53

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Paired samples t-test dengan menggunakan program IBM SPSS Statistics 22 for Windows. Dikatakan ada peningkatan yang signifikan jika harga sig. (2-tailed) < 0,05. Berikut ini merupakan tabel hasil uji kenaikan skor pretest ke posttest yang telah dilakukan (lihat Lampiran 4.7, halaman 158). Tabel 4.6 Uji Kenaikan Skor Pretest dan Postest I pada Kemampuan Evaluasi Rerata Pretest Posttest No Kelompok 1 Eksperimen 2,41 2 Kontrol 2,11 Peningkatan (%) Signifkansi (p) 3,38 40,66 0,000 2,59 22,47 0,000 Keputusan Ada peningkatan signifikan Ada peningkatan signifikan Dari hasil uji Paired samples t-test di atas, didapatkan bahwa hasil sig. (2tailed) pada kelompok eksperimen adalah 0,000. Harga signifikansi tersebut lebih kecil dari 0,05, maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Hal ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke posttest pada kelompok eksperimen. Dengan kata lain terjadi peningkatan skor yang signifikan dari pretest ke posttest pada kemampuan evaluasi di kelompok eksperimen. Selain menggunakan uji Paired Samples t-test dengan menggunakan program IBM SPSS Statistics 22 for Windows, juga dicantumkan grafik pengingkatan skor pretest ke posttest agar mempermudah dalam melihat peningkatannya. Berikut ini merupakan gambar grafik peningkatan skor pretest ke posttest pada kemampuan evaluasi. 4.00 3.50 3.38 3.00 2.50 2.00 2.41 2.11 2.59 1.50 Kelompok Eksperimen Kelompok Kontrol 1.00 0.50 0.00 Pretest Posttest 1 Gambar 4.2 Peningkatan Skor Pretest ke Posttest I pada Kemampuan Evaluasi 54

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Dari grafik di atas, dapat dilihat bahwa rata-rata skor pretest pada kelompok eksperimen sebesar 2,41, dan rata-rata skor posttest meningkat menjadi 3,38. Sedangkan pada kelompok kontrol rata-rata skor pretest sebesar 2,11 yang meningkat menjadi 2,59 pada rata-rata skor posttest. Dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tersebut terlihat bahwa mengalami peningkatan skor dari pretest ke posttest pada kemampuan evaluasi. 2) Uji besar pengaruh perlakuan Uji pengaruh perlakuan dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh perlakuan yang dilakukan dalam penelitian. Hal ini juga untuk memastikan apakah ada perbedaan antara skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Menurut Cohen (dalam Field, 2009: 57) kriteria untuk penentuan besar efek adalah: r = 0,10 efek kecil (1%) r = 0,30 efek menengah (9%) r = 0,50 efek besar (25%) Berikut ini adalah tabel uji besar efek perlakuan pada kemampuan evaluasi (lihat Lampiran 4.8, halaman 159). Tabel 4.7 Uji Besar Pengaruh Perlakuan pada Kemampuan Evaluasi Kelompok t t² Df r R² % Efek Eksperimen 7,50 56,23 24 0,837 6,38 40,76 26 0,781 70,06 61,00 Besar Kontrol 0,701 0,610 Besar Dari hasil uji besar pengaruh metode mind map di atas, diketahui besarnya effect size pada kelompok eksperimen sebesar 0,837 dan kelompok kontrol sebesar 0,781. Berdasarkan kriteria yang digunakan, besarnya effect size pada kelompok eksperimen sebesar 70,06%, hal itu menunjukkan bahwa metode mind map memiliki efek besar terhadap kemampuan evaluasi. Sedangkan pada kelompok kontrol, besarnya effect size adalah 61,00%. Hal ini menunjukkan bahwa metode ceramah memiliki efek besar terhadap kemampuan evaluasi. 55

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3) Uji retensi pengaruh perlakuan Untuk mengetahui perbandingan yang terjadi pada posttest I ke posttest II. Berikut ini akan ditampilkan tabel uji retensi pengaruh perlakuan. Analisis statistik yang digunakan adalah paired samples t-test. Data akan dikatakan ada peningkatan yang signifikan jika harga sig. (2-tailed) < 0,05. Berikut ini adalah hasil analisis uji retensi pengaruh perlakuan (lihat Lampiran 4.9, halaman 160): Tabel 4.8 Uji Retensi Pengaruh Perlakuan pada Kemampuan Evaluasi No Kelompok 1 Eksperimen 2 Kontrol Rerata Posttest Posttest I II 3,38 3,08 2,59 2,51 Peningkatan (%) Signifkansi (p) -8,88 0,003 -3,09 0,512 Keputusan Ada perbedaan Tidak ada perbedaan Dari hasil uji retensi pengaruh perlakuan, diketahui bahwa harga M = 0,300, SD = 0,448 dan SE = 0,08898 dan sig. (2-tailed) pada kelompok eksperimen sebesar 0,003 (atau p < 0,05), maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Hal ini berarti bahwa ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II pada kelompok eksperimen. Dengan kata lain terjadi peningkatan skor yang signifikan dari skor posttest I ke posttest II pada kemampuan evaluasi di kelompok eksperimen. Pada kelompok kontrol harga M = 0,8148, SD = 0,637, SE = 0,1226, dan sig. (2-tailed) sebesar 0,512 (atau p > 0,05), maka Hnull diterima dan Hi ditolak. Hal ini berarti bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II pada kelompok kontrol. Dengan kata lain tidak terjadi peningkatan skor yang signifikan dari skor posttest I ke posttest II pada kemampuan evaluasi di kelompok kontrol. Selain menggunakan tabel uji retensi pengaruh perlakuan diatas, peneliti juga menggunakan grafik perbandingan skor posttest I ke posttest II, agar lebih mudah dalam melihat perubahan skor yang terjadi. Berikut ini merupakan grafik perubahan skor dari pretest, ke posttest I dan ke posttest II. 56

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4.00 3.50 3.38 3.08 3.00 2.50 2.59 2.41 2.11 2.00 2.51 Kelompok Eksperimen Kelompok Kontrol 1.50 1.00 0.50 0.00 Pretest Posttest 1 Posttest 2 Gambar 4.3 Perbandingan Skor Pretest, Postest I, dan Postest II pada Kemampuan Evaluasi Dari grafik di atas, dapat dilihat bahwa rata-rata skor pretest pada kelompok eksperimen sebesar 2,41, dan rata-rata skor posttest I meningkat menjadi 3,38, yang kemudian mengalami penurunan pada posttest II dengan skor 3,08. Sedangkan pada kelompok kontrol rata-rata skor pretest sebesar 2,11 yang meningkat menjadi 2,59 pada rata-rata skor posttest I, kemudian mengalami penurunan pada posttest II dengan skor 2,51. 4.2.2 Pengaruh Penggunaan Metode Mind map terhadap Kemampuan Inferensi 4.2.2.1 Uji normalitas distribusi data Uji normalitas data dilakukan dengan menggunakan rumus One Samples Kolmogorov-Smirnov Test. Distribusi data dikatakan normal jika harga sig. (2tailed) > 0,05. Berikut ini adalah hasil perhitungan untuk menguji normalitas data pretest (lihat Lampiran 4.1, halaman 140). Tabel 4.9 Hasil Uji Normalitas Data Pretest pada Kemampuan Inferensi Kelompok Mean Std. Deviation Harga KolmogorovSmirnov Z Asymp. Sig. (2tailed) Analisis Eksperimen 1,55 0,382 0,720 0,678 Sig > 0,05 Kontrol 1,509 0,565 1,285 0,074 Sig > 0,05 Keterangan Distribusi Normal Distribusi Normal 57

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Hasil pengujian dengan menggunakan rumus One Samples KolmogorovSmirnov Test menunjukkan harga uji normalitas Kolmogorov-Smirnov Z untuk data pretest pada kelompok eksperimen adalah 0,720 dengan signifikansi 0,678. Harga signifikansi 0,678 lebih besar dari 0,05 yang menunjukkan bahwa sebaran data berdistribusi normal. Sedangkan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov Z untuk data pretest pada kelompok kontrol adalah 1,285 dengan signifikansi 0,074. Harga signifikansi 0,074 lebih besar dari 0,05 yang menunjukkan bahwa sebaran data berdistribusi normal. Setelah uji normalitas data untuk skor pretest, kemudian dilanjutkan dengan uji normalitas data untuk skor posttest I dan posttest II. Pengujian normalitas data pada skor posttest I dan posttest II juga dilakukan dengan rumus One Samples Kolmogorov-Smirnov Test dengan menggunakan program IBM SPSS Statistics 22 for Windows. Hasil perhitungannya dapat dilihat pada tabel berikut (lihat Lampiran 4.2, halaman 141). Tabel 4.10 Hasil Uji Normalitas Data Posttest I pada Kemampuan Inferensi Kelompok Mean Std. Deviation Harga KolmogorovSmirnov Z Asymp. Sig. (2tailed) Analisis Eksperimen 2,4 0,642 1,162 0,134 Sig > 0,05 Kontrol 2,139 0,722 0,584 0,885 Sig > 0,05 Keterangan Distribusi Normal Distribusi Normal Hasil pengujian dengan menggunakan rumus One Samples KolmogorovSmirnov Test menunjukkan harga uji normalitas Kolmogorov-Smirnov Z untuk data posttest I pada kelompok eksperimen adalah 1,162 dengan signifikansi 0,134. Harga signifikansi 0,134 lebih besar dari 0,05 yang menunjukkan bahwa sebaran data berdistribusi normal. Sedangkan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov Z untuk data posttest I pada kelompok kontrol adalah 0,548 dengan signifikansi 0,885. Harga signifikansi 0,885 lebih besar dari 0,05 yang menunjukkan bahwa sebaran data terdistribusi secara normal. 58

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Berikut ini adalah hasil uji normalitas data posttest II pada kemampuan inferensi (lihat Lampiran 4.3, halaman 142). Tabel 4.11 Hasil Uji Normalitas Data Posttest II pada Kemampuan Inferensi Kelompok Mean Std. Deviation Harga KolmogorovSmirnov Z Asymp. Sig. (2tailed) Analisis Eksperimen 2,16 0,534 0,167 0,490 Sig > 0,05 Kontrol 1,982 0,559 1,182 0,122 Sig > 0,05 Keterangan Distribusi Normal Distribusi Normal Hasil pengujian dengan menggunakan rumus One Samples KolmogorovSmirnov Test menunjukkan harga uji normalitas Kolmogorov-Smirnov Z untuk data posttest II pada kelompok eksperimen adalah 0,167 dengan signifikansi 0,490. Harga signifikansi 0,490 lebih besar dari 0,05 yang menunjukkan bahwa sebaran data berdistribusi normal. Sedangkan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov Z untuk data posttest II pada kelompok kontrol adalah 1,182 dengan signifikansi 0,122. Harga signifikansi 0,122 lebih besar dari 0,05 yang menunjukkan bahwa sebaran data terdistribusi secara normal. Data perhitungan skor pretest kelas eksperimen ke posttest I dan posttest II pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menunjukkan bahwa sebaran data terdistribusi secara normal. 4.2.2.2 Uji pengaruh perlakuan 1) Uji perbedaan kemampuan awal Uji perbedaan kemampuan awal dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan kemampuan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontol. Untuk megetahui perbedaan kemampuan awal dari kedua kelompok dilakukan uji kemampuan awal dengan menggunakan program IBM SPSS Statistics 22 for Windows dengan tingkat kepercayaan 95%. Analisis statistik yang digunakan adalah statistik parametrik Independent samples t-test. Sebelum dilakukan analisis ini perlu dilakukan uji asumsi untuk memeriksa homigenitas varians dengan Levene’s test. Jika harga sig. > 0,05 ada homogenitas varians pada kedua data yang dibandingkan. Jika harga sig. < 0,05 tidak ada homogenitas varians pada 59

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI kedua data yang dibandingkan. Hasil analisis Levene’s test menunjukkan dengan tingkat signifikansi 95% diperoleh harga F = 1,585 dan harga sig. = 0,214 (p > 0,05). Dengan demikian terdapat homogenitas varians sehingga bisa digunakan Independent samples t-test untuk uji analisis selanjutnya. Dari uji perbedaan kemampuan awal ini, dikatakan tidak ada perbedaan kemampuan dari kedua kelompok jika harga sig. (2-tailed) > 0,05. Berikut ini adalah hasil analisis uji perbedaan kemampuan awal (lihat Lampiran 4.10, halaman 161). Tabel 4.12 Uji Perbedaan Kemampuan Awal Levene’s Test for Equality of Variance t-test for Equality of Means F Sig. t df Mean Difference Std. Error Difference Sig. (2tailed) Keterangan 1,585 0,214 0,302 50 0,407 0,134 0,764 Tidak ada perbedaan Berdasarkan analisis yang dilakukan, skor yang diperoleh pada kelompok eksperimen lebih tinggi jika dibandingkan dengan kelompok kontrol. Pada kelompok eksperimen diperoleh nilai M = 1,550, SD = 0,382, dan SE = 0,076. Sedangkan pada kelompok kontrol diperoleh nilai M = 2,111,5095, SD = 0,565, dan SE = 0,109. Karena harga sig. pada Levene’s test adalah 0,214 (atau > 0,05), maka terdapat homogenitas varians dengan harga F = 1,585, t = 0,302, dan df = 50. Dari hasil uji perbedaan kemampuan awal tersebut, didapatkan bahwa hasil sig. (2-tailed) adalah 0,764. Harga signifikansi 0,764 lebih besar dari 0,05, maka Hnull diterima dan Hi ditolak. Hal ini berarti bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain kedua kelompok tersebut mempunyai kemampuan awal yang sama. 2) Uji selisih skor pretest ke posttest Uji selisih skor pretest ke posttest dilakukan untuk mengetahui adanya pengaruh pada masing-masing kemampuan yang diteliti, yaitu kemampuan evaluasi dan kemampuan inferensi. Untuk megetahui selisih skor pretest ke posttest dilakuakn uji kemampuan awal dengan menggunakan program IBM SPSS Statistics 22 for Windows dengan tingkat kepercayaan 95%. Analisis statistik yang digunakan adalah statistik parametrik Independent samples t-test. 60

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Sebelum dilakukan analisis ini perlu dilakukan uji asumsi untuk memeriksa homogenitas varians dengan Levene’s test. Jika harga sig. > 0,05 maka ada homogenitas varians pada kedua data yang dibandingkan. Jika harga sig. < 0,05 maka tidak ada homogenitas varians pada kedua data yang dibandingkan. Hasil analisis Levene’s test menunjukkan dengan tingkat kepercayaan 95% diperoleh harga F = 6,768 dan harga sig. = 0,120 (p > 0,05). Dengan demikian terdapat homogenitas varians sehingga bisa digunakan Independent samples t-test untuk uji analisis selanjutnya. Dari uji selisih skor pretest ke posttest ini, dikatakan ada pengaruh jika harga sig. (2-tailed) < 0,05. Berikut ini merupakan hasil analisinya (lihat Lampiran 4.11, halaman 162). Tabel 4.13 Uji Selisih Skor Pretest ke Posttest pada Kemampuan Inferensi Levene’s Test for Equality of Variance t-test for Equality of Means F Sig. t df Mean Difference Std. Error Difference Sig. (2tailed) Keterangan 6,785 0,120 3,698 50 0,591 0,160 0,001 Ada pengaruh Berdasarkan analisis yang dilakukan, skor yang diperoleh pada kelompok eksperimen lebih tinggi jika dibandingkan dengan kelompok kontrol. Pada kelompok eksperimen diperoleh nilai M = 0,8500, SD = 0,7569, dan SE = 0,151. Sedangkan pada kelompok kontrol diperoleh nilai M = 0,0259, SD = 0,32876, dan SE = 0,06327. Perolehan data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yg signifikan antara selisih skor pretest dan posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan nilai t = 0,369 dan df = 50. Karena harga sig. pada Levene’s test adalah 0,120 (atau p > 0,05), maka terdapat homogenitas varians dengan harga F = 6,785. Dari hasil uji selisih skor pretest ke posttest tersebut, didapatkan bahwa hasil sig. (2-tailed) adalah 0,001. Harga signifikansi 0,001 lebih kecil dari 0,05 yang menunjukkan bahwa ada pengaruh, maka Hnull ditolak dan Hi diterima, sehingga penggunaan metode mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan inferensi. Hal ini berarti bahwa ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. Dengan kata lain penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan inferensi. 61

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Untuk lebih memperjelas perbedaan selisih, dapat dilihat pada grafik berikut. Gambar 4.4 Uji Anova pada Kemampuan Inferensi Pada grafik di atas, dapat dilihat bahwa hasil selisih skor pretest dengan skor posttest pada kelompok eksperimen adalah 0,85. Sedangkan selisih skor pretest dengan skor posttest pada kelompok kontrol sebesar 0,63. Dari perbedaan selisih skor di kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tersebut, dapat dikatakan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain penggunaan metode mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan inferensi. 4.2.2.3 Analisis lebih lanjut 1) Uji peningkatan skor pretest ke posttest Uji peningkatan skor pretest ke posttest I dilakukan untuk mengetahui skor peningkatan yang terjadi pada posttest setelah diberikan perlakuan. Uji peningkatan skor pretest ke posttest dilakukan dengan menggunakan rumus Paired Samples t-test dengan menggunakan program IBM SPSS Statistics 22 for Windows. Dikatakan ada peningkatan yang signifikan jika harga sig. (2-tailed) < 62

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 0,05. Berikut ini merupakan tabel hasil uji kenaikan skor pretest ke posttest yang telah dilakukan (lihat Lampiran 4.7, halaman 158). Tabel 4.14 Tabel Uji Peningkatan Skor Pretest ke Posttest pada Kemampuan Inferensi Rerata Pretest Posttest No Kelompok 1 Eksperimen 1,55 2 Kontrol 1,51 Peningkatan (%) Signifkansi (p) 2,40 54,84 0,000 2,14 41,72 0,000 Keputusan Ada peningkatan signifikan Ada peningkatan signifikan Dari hasil uji Paired samples t-test di atas, didapatkan bahwa hasil sig. (2tailed) pada kelompok eksperimen adalah 0,000. Harga signifikansi tersebut lebih kecil dari 0,05, maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Hal ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke posttest pada kelompok eksperimen. Dengan kata lain terjadi peningkatan skor yang signifikan dari pretest ke posttest pada kemampuan inferensi di kelompok eksperimen. Selain menggunakan uji Paired Samples t-test dengan menggunakan program IBM SPSS Statistics 22 for Windows, juga dicantumkan grafik peningkatan skor pretest ke posttest agar mempermudah dalam melihat peningkatannya. Berikut ini merupakan gambar grafik peningkatan skor pretest ke posttest pada kemampuan inferensi. 3.00 2.40 2.50 2.00 2.14 1.55 Kelompok Eksperimen 1.50 1.51 Kelompok Kontrol 1.00 .50 .00 Pretest Posttest1 Gambar 4.5 Peningkatan Skor Pretest ke Posttest pada Kemampuan Inferensi 63

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Dari grafik di atas, dapat dilihat bahwa rata-rata skor pretest pada kelompok eksperimen sebesar 1,55, dan rata-rata skor posttest meningkat menjadi 2,40. Sedangkan pada kelompok kontrol rata-rata skor pretest sebesar 1,51 yang meningkat menjadi 2,14 pada rata-rata skor posttest. Dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tersebut terlihat bahwa mengalami peningkatan skor dari pretest ke posttest pada kemampuan inferensi. 2) Uji besar pengaruh perlakuan Uji pengaruh perlakuan dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh perlakuan yang dilakukan dalam penelitian. Hal ini juga untuk memastikan apakah ada perbedaan antara skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Menurut Cohen (dalam Field, 2009:57) kriteria untuk penentuan besar efek adalah: 1) r = 0,10 : efek kecil (1%) 2) r = 0,30 : efek menengah (9%) 3) r = 0,50 : efek besar (25%) Berikut ini adalah tabel uji besar efek perlakuan pada kemampuan inferensi (lihat Lampiran 4.12, halaman 163): Tabel 4.15 Uji Besar Pengaruh Perlakuan pada Kemampuan Inferensi Kemampuan Inferensi t t² df r R² % Efek Eksperimen 5,61 31,53 24 0,754 0,569 56,85 Besar Kontrol 4,51 20,36 26 0,663 0,221 43,96 Besar Dari hasil uji besar pengaruh pengaruh metode mind map di atas, diketahui besarnya effect size pada kelompok eksperimen sebesar 0,754 dengan nilai df = 24. Sedangkan pada kelompok kontrol besarnya effect size sebesar 0,663 dengan nilai df = 26. Berdasarkan kriteria yang digunakan, besarnya effect size pada kelompok eksperimen sebesar 56,85%, hal ini menunjukkan bahwa metode mind map memiliki efek besar terhadap kemampuan inferensi. Sedangkan pada kelompok kontrol, besarnya effect size adalah 43,96%. Hal ini menunjukkan bahwa metode ceramah memiliki efek besar terhadap kemampuan inferensi. 64

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4) Uji retensi pengaruh perlakuan Untuk mengetahui perbandingan yang terjadi pada posttest I ke posttest II. Berikut ini akan ditampilkan tabel uji retensi pengaruh perlakuan. Analisis statistik yang digunakan adalah paired samples t-test. Data akan dikatakan ada peningkatan yang signifikan jika harga sig. (2-tailed) < 0,05. Berikut ini adalah hasil analisis uji retensi pengaruh perlakuan (lihat Lampiran 4.9, halaman 160). Tabel 4.16 Uji Retensi Pengaruh Perlakuan pada Kemampuan Inferensi No Kelompok 1 Eksperimen 2 Kontrol Rerata Posttest Posttest 1 II 2,40 2,16 2,14 1,98 Peningkatan (%) Signifkansi (p) -10 0,065 -7,48 0,251 Keputusan Ada perbedaan Tidak ada perbedaan Dari hasil uji retensi pengaruh perlakuan, diiketahui bahwa harga M = 0,240, SD = 0,631, dan SE = 0,126 dan sig. (2-tailed) pada kelompok eksperimen sebesar 0,069 (atau p > 0,05), maka Hnull diterima dan Hi ditolak. Hal ini berarti bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II pada kelompok eksperimen. Dengan kata lain terjadi peningkatan skor yang signifikan dari skor posttest I ke posttest II pada kemampuan inferensi di kelompok eksperimen. Pada kelompok kontrol harga M = 0,157, SD = 0,697, SE = 0,134, dan sig. (2-tailed) sebesar 0,251 (atau p > 0,05), maka Hnull diterima dan Hi ditolak. Hal ini berarti bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II pada kelompok kontrol. Dengan kata lain tidak terjadi peningkatan skor yang signifikan dari skor posttest I ke posttest II pada kemampuan inferensi di kelompok kontrol. Selain menggunakan tabel uji retensi pengaruh perlakuan diatas, peneliti juga menggunakan grafik perbandingan skor posttest I ke posttest II, agar lebih mudah dalam melihat perubahan skor yang terjadi. Berikut ini merupakan grafik perubahan skor dari pretest, ke posttest I dan ke posttest II. 65

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.00 2.40 2.50 2.16 2.00 1.55 2.14 1.98 1.50 1.51 Kelompok Eksperimen Kelompok Kontrol 1.00 .50 .00 Pretest Posttest1 Posttest2 Gambar 4.6 Perbandingan Skor Pretest, Postest I, dan Postest II pada Kemampuan Inferensi Dari grafik di atas, dapat dilihat bahwa rata-rata skor pretest pada kelompok eksperimen sebesar 1,51, dan rata-rata skor posttest I meningkat menjadi 2,40 yang kemudian mengalami penurunan pada posttet II dengan ratarata skor sebesar 2,16. Sedangkan pada kelompok kontrol rata-rata skor pretest sebesar 1,51 yang meningkat menjadi 2,14 pada rata-rata skor posttest I, kemudian mengalami penurunan skor pada posttest II dengan rata-rata skor sebesar 1,98. 4.3 Pembahasan 4.3.1 Pengaruh Penggunaan Metode Mind map terhadap Kemampuan Evaluasi Dari hasil pengujian, penelitian ini menunjukkan bahwa ada peningkatan yang signifikan pada kecakapan berpikir kritis kemampuan evaluasi dengan menerapkan metode mind map dala kegiatan pembelajaran. Hal ini dapat dilihat dari nilai probabilitas sig. (2-tailed) pada uji Independent samples t-test dengan nilai 0,003. Harga signifikansi 0,003 lebih kecil dari 0,05, maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Hal ini menunjukkan bahwa ada yang signifikan dari pretest ke posttest. Dengan kata lain penggunaan metode mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan evaluasi. Perbedaan yang ada pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol terlihat pada skor yang didapat oleh siswa dari keempat aspek pada kemampuan 66

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI evaluasi. Siswa pada kelompok eksperimen dapat menjelaskan dengan runtut sesuai dengan indikator (1) menilai benar tidaknya alternatif-alternatif pemecahan masalah, (2) menilai benar tidaknya argumen, (3) menilai apakah suatu prinsip dapat diterapkan dalam situasi tertentu, dan (4) menilai apakah argumen didasarkan pada asumsi yang benar. Hal ini menunjukkan bahwa metode mind map dapat meningkatkan kemampuan evaluasi terutama pada aspek-aspek tersebut. Sedangkan pada kelompok kontrol, sebagian besar siswa belum dapat menunjukkan keempat indkator tersebut secara maksimal. Kegiatan pembelajaran pada kelompok eksperimen menggunakan metode mind map. Melalui metode mind map, siswa terlihat lebih aktif belajar. Siswa membuat mind map sesuai dengan kreativitas masing-masing. Dengan mind map siswa belajar untuk menilai argumen pada kemampuan evaluasi dalam membuat mind map dengan menggunakan gambar-gambar, warna-warna yang dipilih, dan cabang-cabang yang dibuat siswa. Sedangkan kegiatan pembelajaran pada kelompok kontrol menggunakan metode ceramah. Selama kegiatan belajar berlangsung, guru mempunyai peran yang lebih banyak dari pada siswa. Dalam kelas kontrol siswa hanya mendengarkan penjelasan guru, sehingga siswa tidak mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berpikirnya ke arah yang lebih baik. Peneliti melihat bahwa pada awal pembelajaran siswa masih kondusif, sedangkan setelah setengah jam pembelajaran siswa mulai kurang kondusif sehingga tidak memperhatikan penjelasan guru. 4.3.2 Pengaruh Penggunaan Metode Mind map terhadap Kemampuan Inferensi Dari hasil pengujian, penelitian ini menunjukkan bahwa ada peningkatan yang signifikan pada kecakapan berpikir kritis kemampuan inferensi dengan menerapkan metode mind map dala kegiatan pemabelajaran. Hal ini dapat dilihat dari nilai probabilitas sig. (2-tailed) pada uji Independent Samples t-test dengan nilai 0,001. Harga signifikansi 0,001 lebih kecil dari 0,05, maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan dari pretest ke posttest. Dengan kata lain penggunaan metode mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan inferensi. 67

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Perbedaan yang ada pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol terlihat pada skor yang didapat oleh siswa dari keempat aspek pada kemampuan inferensi. Siswa pada kelompok eksperimen dapat menunjukkan indikator dalam kemampuan inferensi, yaitu (1) Mengemukakan alternatif-alternatif untuk memecahkan masalah, (2) memperkirakan konsekuensi-konsekuensi yang muncul dari suatu pilihan, (3) memperkirakan pro dan kontra dari suatu pilihan, dan (4) tepat menentukan kesimpulan mana yang paling kuat untuk diterima dan mana yang lemah untuk ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa metode mind map dapat meningkatkan kemampuan inferensi terutama pada aspek-aspek tersebut. Penerapan metode mind map dalam kegiatan pembelajaran di kelompok eksperimen ini dapat membantu siswa untuk menunjukkan kemampuan inferensi yang dimiliki oleh siswa. Dengan membuat mind map, siswa dapat belajar untuk mengembangkan kemampuan inferensi, hal ini ditunjukkan ketika siswa ingin membuat cabang-cabang dalam membuat mind map. Dengan membuat cabangcabang tersebut, siswa dapat memperkirakan konsekuensi yang muncul ketika siswa meletakkan posisi cabnag yang salah. Sedangkan pada kelompok kontrol, siswa tidak mempunya kesempatan untuk mengembangkan kemampuan inferensi ketika kegiatan pembelajaran berlangsung. Selama kegiatan belajar berlangsung, guru mempunyai peran yang lebih banyak dari pada siswa dan guru terlihat mendominasi. Pada kelompok kontrol siswa hanya mendengarkan penjelasan guru, sehingga siswa tidak mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berpikirnya ke arah yang lebih baik. Peneliti melihat bahwa pada awal pembelajaran siswa masih kondusif, sedangkan setelah setengah jam pembelajaran siswa mulai kurang kondusif sehingga tidak memperhatikan penjelasan guru. 4.3.3 Dampak perlakuan pada siswa Dampak perlakuan pada siswa diamati berdasarkan hasil obeservasi di kelas dan wawancara terhadap siswa di kelas eksperimen dan guru. Observasi dilakukan di kedua kelas mengenai kegiatan pembelajaran yang dilakukan, serta mengenai kegiatan yang dilakuakan oleh siswa selama pembelajaran berlangsung. Wawancara dilakukan dengan lima siswa di kelas eksperimen dan dengan guru 68

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI mata pelajaran IPA di kelas V. Penentuan siswa yang diwawancarai berdasarkan peringkat prestasi yang didapatkan di kelas. Dari 25 siswa di kelas eksperimen diambil dua siswa yang masuk ke dalam peringkat atas, dua siswa yang masuk ke dalam peringkat bawah, serta satu siswa yang masuk ke dalam peringkat menengah. Dari hasil observasi didapatkan bahwa tingkat pemahaman siswa di kelompok eksperimen lebih tinggi, selain itu keaktifan siswa dalam bertanya dan menjawab pertanyaan dari guru juga lebih besar di kelompok eksperimen. Siswa di kelompok ekperimen juga dapat menunjukkan indikator-indikator yang termuat dalam kemampuan evaluasi dan inferensi. Indikator-indikator yang ditunjukkan oleh siswa pada kemampuan evaluasi adalah menilai benar tidaknya alternatif pemecahan masalah, menilai benar tidaknya suatu argumen dan menilai argumen yang didasarkan pada asumsi yang benar. Hal ini terlihat ketika guru memberikan masalah kepada siswa, dan siswa mampu menjawab dengan memberikan argumen dan asumsi yang benar. Selain itu siswa juga dapat menujukkan indikatorindikator yang termuat dalam kemampuan inferensi, yaitu siswa dapat mengungkapkan alternatif untuk memecahkan masalah, menyebutkan konsekuensi yang muncul dan memberikan kesimpulan yang tepat. Sedangkan siswa di kelompok kontrol terlihat lebih pasif dalam bertanya mengenai materi pelajaran yang diberikan oleh guru. Siswa hanya mendengarkan penjelasan dari guru dan mencatat materi pelajaran sesui dengan ringkasan yang diberikan oleh guru. Selain itu siswa di kelompok kontrol tidak menunjukkan indikator-indikator yang termuat dalam kemampuan evaluasi dan inferensi. Sedangkan dari hasil wawancara terhadap lima siswa di kelompok eksperimen didapatkan bahwa siswa lebih mudah untuk memahami materi pelajaran dengan menggunakan metode mind map dalam kegiatan pembelajaran. Lima siswa yang diwawancarai tersebut mengaku bahwa mereka lebih mudah memahami materi pelajaran dengan menggunakan metode mind map. Selain itu mereka juga dapat mempelajari materi dengan santai, tidak hanya menghafal saja. Siswa juga mudah mengingat materi yang telah disampaikan oleh guru, karena meraka memetakan poin-poin penting pada materi tersebut pada mind map dengan menggunakan kata-kata mereka sendiri. Siswa 1 mengatakan ”... lebih suka 69

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI belajar dengan menggunakan mind map karena nggak hanya nulis-nulis doang, bisa gambar jadi nggak bosen...”. Siswa 2 mengatakan “... lebih gampang nginget materi kalau pake mind map, soalnya inget kata-kata yang tak tulis sendiri...“. Siswa 4 mengatakan “... lebih suka pake mind map mbak, karena cepet ngingetnya, terus gak usah capek-capek nyatet ...”. Kelima siswa di kelompok eksperimen tersebut mengaku bahwa mereka lebih mudah memahami materi yang disampaikan dengan menggunakan metode mind map daripada memahami materi yang disampaikan oleh guru dengan menggunakan metode ceramah. Tetapi dalam kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode mind map, dua orang siswa di kelompok eksperimen merasa sedikit bosan karena setiap kali pertemuan siswa membuat mind map mengenai materi pelajaran. Berikut ini adalah pernyataan dari siswa 3 “... bosen karena tiap hari buat mind map terus, bosen pas peertemuan ketiga...” Setelah melakukan wawancara dengan guru mata pelajaran IPA di kelas V SD N Sokowaten Baru, guru merasa bahwa ada perbedaan hasil belajar di kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil belajar di kelas eksperimen lebih tinggi jika dibandingkan dengan hasil belajar di kelas kontrol. Selain itu guru mendapatkan perbedaan keaktifan siswa dalam kegiatan belajar di kelas. Siswa di kelas eksperimen terlihat lebih aktif adalam bertanya. Selain itu, siswa di kelas eksperimen dapat menunjukkan pemahaman dalam berbagai hal yang berkaitan dengan materi pesawat sederhana, siswa dapat mengidentifikasi hubungan antar kosep dari materi pesawat sederhana, siswa dapat menilai ketepatan benda yang digunakan, siswa dapat memberikan alasan dari jawaban yang diberikan, serta dapat menjelaskan konsep yang sesuai. Sedangkan siswa di kelompok kontrol terlihat kurang aktif dalam bertanya maupun menganalisis materi yang disampaikan. Guru mengatakan bahwa ada perbedaan yang pemahaman siswa dari kelompok eksperiman dan kelompok kontrol “...terlihat ada perbedaan di kelas VA dan VB, anak-anak di kelas VB lebih terlihat memahami materi dengan baik...” Dari kegiatan observasi dan wawancara kepada siswa dan guru tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode mind map dalam kegiatan pembelajaran dapat meningkatkan kecakapan berpikir kritis pada kemampuan 70

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI evaluasi dan inferensi siswa. Dikatakan demikian, karena siswa mampu menunjukkan indikator-indikator yang termuat dalam kemampuan evaluasi dan inferensi. 4.3.4 Konsekuensi Lebih Lanjut Penggunaan metode inovatif dalam hal ini metode mind map berdampak besar terhadap peningkatan kompetensi siswa atau kemampuan belajar siswa. Penggunaan metode inovatif akan membantu mengatasi rendahnya hasil belajar siswa, dan dapat mempengaruhi kemampuan berpikir kritis siswa pada kemampuan evaluasi dan inferensi. 71

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Pada bab ini akan dibahas mengenai kesimpulan, keterbatasan penelitian, dan saran. Pada bagian kesimpulan menunjukkan hasil penelitian yang menjawab dari hipotesis penelitian. Selanjutnya pada bagian keterbatasan penelitian akan dibahas mengenai keterbatasan yang dialami saat melakukan penelitian. Pada bagian saran berisi beberapa saran bagi peneliti selanjutnya. 5.1 Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang dilakukuan pada siswa kelas V SD N Sokowaten Baru maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 5.1.1 Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap Kemampuan Evaluasi Penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan evaluasi siswa kelas V SD N Sokowaten Baru Banguntapan Bantul pada mata pelajaran IPA untuk materi pesawat sederhana semester genap tahun ajaran 2013/2014. Hal ini ditunjukkan dengan hasil uji selisih skor pretest ke posttest I pada kelompok eksperimen yang meningkat secara positif dengan harga sig. (2-tailed) 0,003 yang lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan metode mind map dalam kegiatan pembelajaran dapat meningkatkan kecakapan berpikir kritis siswa pada kemampuan evaluasi. Peningkatan pada kelompok eksperimen ditunjukkan dengan harga M = 0,980, SD = 0,637, dan SE = 0,127 yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kelompok kontrol. Peningkatan pada kelompok kontrol dengan harga M = 0,500, SD = 0,455, dan SE = 0,088. Peningkatan kemampuan evaluasi di kelompok eksperimen sebesar 70,06% dengan koefisien korelasi r = 0,837 yang masuk ke dalam kategori efek besar. 5.1.2 Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap Kemampuan Inferensi Penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan inferensi siswa kelas V SD N Sokowaten Baru Banguntapan Bantul pada mata pelajaran IPA untuk materi pesawat sederhana semester genap tahun ajaran 2013/2014. Hal ini ditunjukkan dengan hasil uji selisih skor pretest ke posttest I 72

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI pada kelompok eksperimen yang meningkat secara positif dengan harga sig. (2tailed) 0,001 yang lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan metode mind map dalam kegiatan pembelajaran dapat meningkatkan kecakapan berpikir kritis siswa pada kemampuan inferensi. Peningkatan pada kelompok eksperimen ditunjukkan dengan harga M = 0,850, SD = 0,757, dan SE = 0,151 yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kelompok kontrol. Peningkatan pada kelompok kontrol dengan harga M = 0,259, SD = 0,329, dan SE = 0,063. Peningkatan kemampuan inferensi di kelompok eksperimen sebesar 56,85% dengan koefisien korelasi r = 0,754 yang masuk ke dalam kategori efek besar. 5.2 Keterbatasan Penelitian Penelitian ini dirasa masih memiliki keterbatasan, antara lain adalah sebagai berikut: 5.2.1 Keterbatasan Waktu Waktu penelitian yang terlalu singkat yaitu hanya berlangsung selama empat kali pertemuan, sehingga siswa di kelas eksperimen kurang mempelajari mind map secara lebih dalam. 5.2.2 Instrumen Penelitian yang digunakan Instrumen penelitian yang digunakan mempunya jawaban yang tidak pasti. Jadi jawaban bisa sesuai dengan siswa, sehingga kesulitan untuk memberikan skor pada jawaban yang diberikan oleh siswa. 5.3 Saran 5.3.1 Waktu penelitian sebaiknya dibuat lebih lama agar siswa dapat mempelajari mind map yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran. 5.3.2 Usahakan untuk membuat instrumen soal yang jawabannya pasti, sehingga tidak ada kesulitan dalam memberikan skor. 73

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR REFERENSI Anggraini, S. (2012). Pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan mengaplikasikan dan mencipta pada mata pelajaran IPA di sd kanisius sorowajan. Skripsi. Yogyakarta: PGSD Universitas Sanata Dharma. Azwar, S. (2009). Reliabilitas dan validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Azwiyanti, C. (2008). IPA salingtemas untuk kelas V SD/MI. Jakarta: Pusat Perbukuan Departeman Pendidkan Nasional. Buzan, T. (2007). Buku pintar mind map: membuka kreativitas, memperkuat ingatan, mengubah hidup. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Candra, B. S. (2011). Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap prestasi belajar dan berpikir kritis kategori kognitif pada mata pelajaran IPA SDK Demangan Baru 1. Skripsi Tidak Diterbitkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Chang, M. C, dkk. (2014). Teacher reform in Indonesia: the role of politics and evidence in policy making. Washington, D.C: The World Bank. Cohen, L, dkk. (2007). Research methods in education. New York: Routledge Taylor & Francis Group. Crain, W. (2007). Teori perkembangan konsep dan aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Cresswell, J. W. (2012). Research design pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed. Jakarta: Pustaka pelajar. Facione, P. A. (1990). Critical thinking: a statement of expert consensus for purposes of educational assessment and instruction. research findings and recommendations. American Philosophical Association, Newark, DE. Firdaus. (2010). Uji coba metode mind mapping untuk meningkatkan kemampuan membaca sekilas (skimming). Diakses pada tanggal 15 November 2013 website: http://file.upi.edu/direktori/proceeding/upiupsi/2010/book_2/uji_coba_meto de_mind_mapping_untuk_meningkatkan_kemampuan_membaca_sekilas_(s kimming).pdf Ghozali, I. (2009). Aplikasi anlisis multivariate dengan program SPSS. Semarang: Universitas Diponegoro. Hariyanto., & Suyono. (2011). Belajar dan pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 74

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Iskandar, M. S. (1996). Pendidikan ilmu pengetahuan alam. Jakarta: Depdikbud. Jamaris, M. (2006). Perkembangan dan pengembangan anak usia taman kanak kanak. Jakarta: PT Grasindo. Johnson, E.B. (2002). Contextual teaching & learning menjadikan kegiatan belajar mengajar mengasyikkan dan bermakna. Bandung: MLC. Krathwohl, D. R. (2004). Methods of educational and social science research, an integrated approach (second edition). Illinois: Waveland Press. Kurnianingsih, D. (2011). Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap prestasi belajar dan berpikir kritis kategori kognitif pada mata pelajaran IPA sdk sorowajan yogyakarta. Skripsi. Yogyakarta: PGSD Universitas Sanata Dharma. Liberna, H. (2013). Peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa melalui penggunaan metode improve pada materi sistem persamaan linear dua variabel. Diakses pada tanggal 23 April 2014 dari: http://www.unindra.ac.id/Hawa-1.pdf Macmillan, J. H, dan Schumacher. (2010). Research in education, evidencebased inquiry. USA: Pearson. Martin. (2006). A comparison between concept maps, mind maps, conceptual diagrams, and visual metaphors as complementary tools for knowledge construction and sharing. Diakses pada tanggal 25 April 2014 website: http://liquidbriefing.com/twiki/pub/Dev/RefEppler2006/comparison_betwee n_concept_maps_and_other_visualizations.pdf Masidjo. (1995). Penilaian pencapaian hasil belajar siswa di sekolah. Yogyakarta: Kanisius. Noor, J. (2011). Metodologi penelitian skripsi, tesis, disertasi, dan karya ilmiah. Jakarta: Kencana. Nurhasanah., & Syuri. (2011). Next step IPA aktif 5. Jakarta: Esis. OECD (2010), PISA 2009 Results: Executive Summary. OECD (2013), PISA 2012 Result: What students know and can do – student perfomace in mathematics, reading and science (volume I), PISA, OECD Publishing. Plonsky, M. (2009). Psychological statistics. Diakses pada tanggal 11 April 2014, dari http://www.uwsp.edu/psych/stat/12/anova-1w.htm 75

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Priyatno, D. (2008). Mandiri belajar SPSS.Yogyakarta: Media Kom. Putriyana. (2012). Pengaruh penggunaan mind map terhada kemampuan menerapkan dan mencipta pada mata pelajaran IPA di SDK Sengkan. Skripsi. Yogyakarta: Universitas sanata dharma. Sanjaya, W. (2013). Penelitian pendidikan: Jenis, metode, dan prosedur. Jakarta: Kencana Prenada Media Goup. Sarwono, J. (2010). Belajar statistik menjadi mudah dan cepat PASW statistics 18. Yogayakarta: CV. Andi. Septiarini, T. A. (2012). Pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan menganalisis dan mengevaluasi pada pelajaran IPA di SD Kanisius Sorowajan. Skripsi. Yogyakarta: PGSD Universitas Sanata Dharma. Setyosari, P. (2010). Metode penelitian pendidikan dan pengembangannya. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Sriningsih, V. (2011). Pengaruh metode inkuiri terhadap prestasi belajar dan kemampuan berpikir kritis kategori umum pada mata pelajaran IPA SD K Wirobrajan. Skripsi. Yogyakarta: PGSD Universitas Sanata Dharma. Sugiyono. (2010). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sukmadinata, N. S. (2008). Metode penelitian pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Sulistyanto, H. (2008). Ilmu pengetahuan alam 5. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Surapranata, S. (2004). Analisis, validitas, reliabilitas, dan interpretasi hasil tes. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Trianto. (2010). Model pembelajaran terpadu, konsep, strategi, dan implementasinya dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Jakarta: Bumi Aksara. http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http%3A%2F%2F4.bp.blogspot.com%2 F_mgF8ugweY7s%2FTHEfBVk3I5I%2FAAAAAAAAA_o%2Fc6j0OHNZ 27o%2Fs1600%2F02-CARA-BERKEMBANGMH.jpg&imgrefurl=http%3A%2F%2Fdunianyaanakkita.blogspot.com%2F 2010%2F08%2Fkumpulan-mind-mapping-materipelajaran.html&h=425&w=842&tbnid=_vDKMqy9FVCMLM%3A&zoom =1&docid=HzZnWqNqJBX-EM&ei=N5S_UOoH822uATswoKwAg&tbm=isch&ved=0CBwQMygCMAI&iact=rc&uact =3&dur=2619&page=1&start=0&ndsp=15 (diakses pada tanggal 21 Maret 2014) 76

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3.1: Silabus Kelompok Eksperimen 77

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3.2: RPP Kelompok Eksperimen 80

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3.3: LKS Kelompok Eksperimen Dan Kunci Jawab Lembar Kerja Siswa I. Petunjuk NAMA : Kerjakan soal sesuai dengan petunjuk yang ada! II. Alat dan bahan : - Pensil warna - Buku gambar III. Kegiatan Belajar Buatlah “Mind map pengungkit” pada kertas yang telah disediakan! Langkah-langkah pembuatan mind map 1. Dimulai dari bagian tengah kertas kosong yang sisi panjangnya diletakkan mendatar karena memulai dari tengah memberi kebebasan kepada otak untuk menyebar kesegala arah. 2. Gunakan gambar atau foto untuk ide sentral karena sebuah gambar memiliki makna seribu kata dan membantu kita menggunakan imajinasi. Sebuah gambar sentral akan lebih menarik, membuat kita tetap terfokus, membantu kita berkonsentrasi dan mengaktifkan otak kita. 3. Gunakan warna karena warna bagi otak, sama menariknya dengan gambar warna membuat mind map lebih hidup, menambah energi kepada pemikir kreatif dan menyenangkan. 4. Hubungkan cabang-cabang utama kegambar pusat dan hubungkan cabang-cabang tingkat dua dan tiga ke tingkat satu dan dua, dan seterusnya karena otak kita bekerja menurut asosiasi otak senang mengaitkan dua (atau tiga, atau empat) hal sekaligus. 5. Buat garis hubung yang melengkung, bukan garis lurus karena garis lurus akan membosankan otak. cabang-cabang yang melengkung dan organis, seperti cabang-cabang pohon, jauh lebih menarik bagi mata. 6. Gunakan satu kata kunci untuk setiap garis. kata kunci tunggal memberi lebih banyak daya dan fleksibilitas kepada mind map. 7. Gunakan gambar seperti gambar sentral setiap gambar bermakna seribu kata. 98

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lembar Evaluasi Nama : ............................... Kelas : .............................. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar! 1. Nama lain pengungkit adalah …. 2. Penggunaan sekop merupakan pengugkit jenis ke …. 3. Jungkat jungkit merupakan pengugkit jenis ke …. 4. Yang termasuk pengungkit golongan ke tiga adalah …. 5. Yang termasuk pengungkit golongan ke tiga adalah …. 6. Gaya yang bekerja pada sebuah pengungkit disebut …. 7. Sebutkan contoh pengungkit jenis kedua …. 8. Gunting merupakan pengungkit jenis … 9. Perhatikan gambar di samping! Termasuk pesawat sederhana jenis apakah alat tersebut? 10. Posisi titik tumpu, beban, dan kuasa pada alat di dibawah ini yaitu . .. Refleksi 1. Kesulitan apa yang masih kamu alami dalam mempelajari materi ini? ................................................................................................................................................................... ........................................................................................................................................ 2. Bagaimana perasaanmu setelah mempelajari materi ini? ................................................................................................................................................................... ........................................................................................................................................ 99

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Kunci Jawaban Lembar Evaluasi 1. Tuas 2. Pengungkit golongan ke tiga 3. Pengungkit golongan ke satu 4. Stepler, pinset, menyapu 5. Gerobak beroda satu, alat pemotong kertas, dan alat pemecah kemiri, pembuka tutup botol. 6. Kuasa 7. Kereta dorong, pembuka kaleng, pemotong kertas 8. Pengungkit golongan ke satu 9. Pengungkit golongan ke dua 10. 100

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3.4: Silabus Kelompok Kontrol 101

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3.5: RPP Kelompok Kontrol 103

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3.6: LKS Kelompok Kontrol Dan Kunci Jawaban LEMBAR KERJA SISWA NAMA : Tunjukkanlah dengan anak panah mana yang dimaksud dengan titik tumpu, beban, dan kuasa. Kemudian berilah keterangan tentang gambar tersebut! No Alat Tuas golongan ke …… 1 2 3 112

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 5 6 113

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lembar Evaluasi Nama : ............................... Kelas : .............................. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar! 11. Nama lain pengungkit adalah …. 12. Penggunaan sekop merupakan pengugkit jenis ke …. 13. Jungkat jungkit merupakan pengugkit jenis ke …. 14. Yang termasuk pengungkit golongan ke tiga adalah …. 15. Yang termasuk pengungkit golongan ke tiga adalah …. 16. Gaya yang bekerja pada sebuah pengungkit disebut …. 17. Sebutkan contoh pengungkit jenis kedua …. 18. Gunting merupakan pengungkit jenis … 19. Perhatikan gambar di samping! Termasuk pesawat sederhana jenis apakah alat tersebut? 20. Posisi titik tumpu, beban, dan kuasa pada alat di dibawah ini yaitu . .. Refleksi 3. Kesulitan apa yang masih kamu alami dalam mempelajari materi ini? ................................................................................................................................................................... ........................................................................................................................................ 4. Bagaimana perasaanmu setelah mempelajari materi ini? ................................................................................................................................................................... ........................................................................................................................................ 114

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Kunci Jawaban Lembar Evaluasi 1. Tuas 2. Pengungkit golongan ke tiga 3. Pengungkit golongan ke satu 4. Stepler, pinset, menyapu 5. Gerobak beroda satu, alat pemotong kertas, dan alat pemecah kemiri, pembuka tutup botol. 6. Kuasa 7. Kereta dorong, pembuka kaleng, pemotong kertas 8. Pengungkit golongan ke satu 9. Pengungkit golongan ke dua 10. 115

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3.7: Instrumen Pretest, Posttest I, dan Posttest II beserta Kunci Jawaban “Membangun Rumah” Pak Sandi adalah seorang kontraktor. Dia sedang membangun sebuah rumah yang besar dan mempunyai dua lantai. Untuk membuat sebuah rumah Pak Sandi membutuhkan banyak sekali pasir dan semen. Untuk itu Pak Andi membeli pasir dan bersak-sak semen masing-masing sebanyak 2 truk. Pasir dan semen akan di pindahkan dari truk ke halaman depan rumah yang sedang dibangun. Sayangnya hanya ada 5 orang pekerja, pekerja lain sedang mengerjakan tugas yang lain seperti membuat adonan semen, mengambil air dari sumur, dan memasang slot pintu. Apa yang harus dilakukan Pak Sandi untuk membantu para pekerja supaya cepat selesai? 3. Seorang pekerja akan memasang slot pada pintu. Pekerja tersebut melakukan beberapa langkah dalam memasang slot dengan menggunakan beberapa alat. a. Berikut ini adalah langkah-langkah yang dilakukan oleh pekerja dalam memasang slot pintu. Tentukan Benar atau Tidak langkah yang dilakukan oleh pekerja tersebut dan alat yang digunakannya serta berikan komentar terhadap langkah tersebut! 1) Langkah 1, melubangi pintu pada bagian samping yang akan digunakan sebagai lubang untuk memasukkan sekrup. (Benar/Salah) Alat yang digunakan adalah kapak. (Benar/Salah) Komentar: ................................................................................................................. ................................................................................................................. ................................................................................................................. ................................................................................................................. 2) Langkah 2, memasang sekrup pada lubang tersebut dan mengencangkannya, yang bertujuan untuk melekatkan slot pada pintu. 116

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (Benar/Tidak) Alat yang digunakan adalah obeng. (Benar/Salah) Komentar: ________________________________________________________ ________________________________________________________ _______________________________________________________ 3) Langkah 3, melubangi pintu yang digunakan sebagai tempat memasukkan batang kunci. (Benar/Salah) Alat yang digunakan adalah pisau. (Benar/Salah) Komentar: ________________________________________________________ ________________________________________________________ ________________________________________________________ b. Berikut ini adalah alasan mengapa pekerja menggunakan berbagai alat tersebut dalam memasang slot. Menurutmu benar atau salah alasan pekerja berikut: 1) Memudahkan dalam melakukan pekerjaan, karena gaya yang dikeluarkan oleh otot lebih besar. (Benar/Salah) 2) Tenaga yang diperlukan lebih sedikit, sehingga pekerjaan menjadi ringan dan mudah selesai (Benar/Salah) 3) Beban dalam melakukan pekerjaan semakin besar (Benar/Salah) 4. Salah seorang pekerja akan memindahkan semen dari atas truk ke lokasi pembangunan. Karena lokasi pembangunan berada di daerah yang sulit dijangkau kendaraan besar, maka truk berhenti di tempat yang jaraknya mencapai 15 meter dari lokasi pembangunan. 117

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI a. Dari keadaan di atas, kemukakan 3 cara (bisa dengan menggunakan berbagai alat) yang dapat membantu pekerja untuk memindahkan karung semen! ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ b. Dari ketiga cara yang kamu berikan, cara manakah yang paling kuat dan yang paling lemah? Jelaskan pendapatmu! ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ c. Dari cara yang menurutmu paling kuat di atas, sebutkan 2 keuntungan serta 2 dampak yang dapat ditimbulkan dari cara tersebut! ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ ____________________________________________________________ 118

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3.8: Hasil Koreksi Uji Validitas Instrumen Evaluasi No Responden a b c d 1 4 3 4 2 2 4 4 4 3 4 3 4 4 3 4 5 3 6 Rerata Inferensi Rerata a b c d 3,25 2 1 1 2 1,5 3 3,75 4 2 3 4 3,25 2 3,25 3 1 3 4 2,75 4 1 3 2 1 1 1 1,25 3 3 2 2,75 3 1 2 4 2,5 2 4 4 3 3,25 3 1 2 4 2,5 7 4 3 4 2 3,25 3 1 2 1 1,75 8 2 2 4 2 2,5 3 1 1 1 1,5 9 4 3 4 2 3,25 3 1 2 4 2,5 10 2 3 4 2 2,75 3 1 1 1 1,5 11 4 1 4 2 2,75 2 1 2 1 1,5 12 4 1 4 1 2,5 2 1 1 2 1,5 13 1 1 4 1 1,75 2 1 2 2 1,75 14 1 2 3 2 2 2 1 2 2 1,75 15 3 3 2 2 2,5 2 2 2 2 2 16 1 4 1 1 1,75 2 1 1 2 1,5 17 4 4 4 2 3,5 2 1 2 1 1,5 18 4 4 4 3 3,75 3 1 1 1 1,5 19 3 4 4 3 3,5 3 1 1 1 1,5 20 3 2 4 2 2,75 3 1 1 1 1,5 21 4 3 3 1 2,75 2 1 2 2 1,75 22 3 4 4 3 3,5 3 1 2 2 2 23 2 1 4 3 2,5 3 1 2 1 1,75 24 3 3 2 2 2,5 1 1 1 1 1 25 4 4 4 4 4 2 1 2 4 2,25 26 4 2 4 4 3,5 2 1 1 1 1,25 27 4 4 3 3 3,5 2 2 2 4 2,5 28 3 2 3 1 2,25 2 1 1 1 1,25 29 4 2 2 1 2,25 4 1 1 1 1,75 30 4 2 3 2 2,75 3 1 1 1 1,5 31 3 1 4 1 2,25 3 1 2 1 1,75 32 4 4 4 1 3,25 1 1 1 1 1 33 3 4 4 3 3,5 3 1 1 1 1,5 34 3 1 4 1 2,25 3 1 1 1 1,5 35 3 3 2 1 2,25 1 1 1 1 1 36 2 3 2 1 2 3 1 1 1 1,5 37 2 2 3 2 2,25 3 1 1 2 1,75 38 4 3 4 1 3 2 1 1 1 1,25 123

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3.9: Hasil Uji Validitas Instrumen Hasil Uji Validitas Instrumen pada Enam Kecakapan Correlations Total Total Pearson Sig. (2- .000 tailed) N 38 Interpr Pearson .617* etasi * Sig. (2tailed) 38 Analisi Pearson .747* s * Sig. (2tailed) .000 N Evalua Pearson si * Correlation Sig. (2tailed) .000 N .574* si * Correlation Sig. (2tailed) .000 N .818* nasi * Correlation Sig. (2tailed) .000 N Pearson .441 asiDiri Correlation * Diri .570** .574** .818** .441** .000 .000 .000 .000 .006 38 38 38 38 38 1 .386* .255 .278 .431** .054 .017 .122 .091 .007 .746 38 38 38 38 38 .231 .603** .076 .017 .011 .163 .000 .652 38 38 38 38 38 .255 .410* 1 .336* .228 .122 .011 .039 .168 38 38 38 .278 .231 .336* .091 .163 .039 38 38 38 38 .603** .228 .418** .007 .000 .168 .009 38 38 .832 38 38 38 .079 .009 38 38 -.036 1 .418** .431** 38 Regul nasi 1 .410* 38 Ekspla Pearson Regulasi .386* 38 Inferen Pearson Ekspla .747** 38 38 .570* Evaluasi Inferensi Analisis 38 .000 N Correlation asi 1 .617** Correlation Correlation Interpret .637 38 38 1 .387* .016 38 38 38 * .054 .076 -.036 .079 .387* 1 124

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Sig. (2tailed) N .006 .746 38 .652 .832 38 38 .637 38 .016 38 38 38 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). Hasil Uji Validitas Instrumen pada Kecakapan Evaluasi dan Inferensi Correlations Evaluasi Total Total 1 .850** Pearson Correlation Sig. (2-tailed) Evaluasi 38 Pearson Correlation .850** Sig. (2-tailed) .000 N Infe .000 38 1 38 .336* .039 38 38 Pearson Correlation .782** .336* Sig. (2-tailed) .000 .039 N .782** .000 N Infe 38 38 1 38 38 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). 125

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3.10: Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Hasil Uji Reliabilitas Instrumen pada Enam Kecakapan Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .687 6 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen pada Kecakapan Evaluasi dan Inferensi Reliability Statistics Cronbach's Alpha .498 N of Items 2 126

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3.11: Hasil Uji Beda Instrumen Hasil uji beda instrumen Group Statistics Kelompok N EvaluasiInferensi Kelompok atas kelompok bawah Mean Std. Deviation Std. Error Mean 38 2,8421 ,59678 ,09681 38 1,7171 ,50394 ,08175 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of t-test for Equality of Means Variances 95% Confidence Sig. F Sig. T df (2tailed) Mean Std. Error Difference Difference Interval of the Difference Lower Upper Evaluasi Equal Inferensi variances 3,599 ,062 8,879 74 ,000 1,12500 ,12671 ,87252 1,37748 8,879 71,980 ,000 1,12500 ,12671 ,87241 1,37759 assumed Equal variances not assumed 127

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3.12: Hasil Koreksi Soal Pretest, Posttest I, dan Posttest II Hasil Koreksi Soal Pretest Kelompok Eksperimen No Responden Eksperimen Evaluasi a b c d Rerata Eksperimen Inferensi a b c d Rerata 1 1 1 2 1 1,25 2 1 2 2 1,75 2 1 1 4 1 1,75 2 1 1 1 1,25 3 4 3 3 1 2,75 2 1 1 1 1,25 4 4 4 4 1 3,25 2 1 2 2 1,75 5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 6 1 1 4 2 2 3 1 3 2 2,25 7 1 4 3 1 2,25 4 2 1 2 2,25 8 3 1 4 2 2,5 1 1 1 1 1 9 1 2 4 2 2,25 2 1 2 1 1,5 10 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 4 3 4 2 3,25 3 1 1 2 1,75 12 1 2 4 2 2,25 2 1 2 1 1,5 13 1 2 4 2 2,25 2 1 1 2 1,5 14 1 1 4 1 1,75 2 1 1 1 1,25 15 4 4 4 1 3,25 3 1 2 2 2 16 1 2 4 2 2,25 2 1 2 1 1,5 17 3 1 4 2 2,5 2 1 1 1 1,25 18 4 4 4 1 3,25 3 1 2 1 1,75 19 4 4 4 1 3,25 3 1 2 1 1,75 20 4 1 4 2 2,75 1 1 1 1 1 21 4 4 4 1 3,25 3 1 2 2 2 22 4 3 4 1 3 3 1 2 2 2 23 4 1 4 1 2,5 2 1 1 2 1,5 24 1 3 2 1 1,75 3 1 1 2 1,75 25 4 2 4 2 3 2 1 1 1 1,25 128

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Hasil Koreksi Soal Pretest Kelompok Kontrol Kontrol Evaluasi No Responden a b c d 1 1 2 2 1 2 1 1 4 3 1 2 4 1 5 Rerata Kontrol Inferensi Rerata a b c d 1,5 2 1 1 1 1,25 1 1,75 2 1 2 1 1,5 3 1 1,75 2 1 1 1 1,25 3 4 1 2,25 2 1 1 1 1,25 4 1 4 2 2,75 4 1 2 4 2,75 6 4 2 4 2 3 4 1 2 3 2,5 7 1 4 4 1 2,5 2 1 1 1 1,25 8 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9 1 1 2 1 1,25 1 1 1 1 1 10 4 3 4 1 3 3 1 1 1 1,5 11 3 3 4 1 2,75 2 1 1 1 1,25 12 4 2 3 1 2,5 2 1 1 1 1,25 13 4 1 4 1 2,5 1 1 1 1 1 14 4 1 4 1 2,5 4 1 1 1 1,75 15 1 1 2 1 1,25 1 1 1 1 1 16 1 1 4 2 2 4 2 3 2 2,75 17 1 1 4 1 1,75 2 1 1 1 1,25 18 3 3 4 1 2,75 3 2 2 4 2,75 19 2 2 1 2 1,75 3 1 1 1 1,5 20 4 1 4 1 2,5 3 1 1 3 2 21 3 2 4 1 2,5 1 1 1 1 1 22 2 1 4 2 2,25 2 1 1 1 1,25 23 4 3 4 1 3 1 1 1 1 1 24 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 25 1 2 2 1 1,5 3 1 1 1 1,5 26 4 2 4 1 2,75 3 1 1 1 1,5 27 2 3 1 1 1,75 4 1 1 1 1,75 129

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Hasil Koreksi Soal Posttest I Kelompok Eksperimen No. Responden Eksperimen Evaluasi a b c d Rerata Eksperimen Inferensi a b c d Rerata 1 3 3 4 2 3 3 1 2 2 2 2 4 3 4 2 3,25 2 1 2 1 1,5 3 4 3 4 2 3,25 2 1 2 2 1,75 4 4 3 4 4 3,75 3 1 2 2 2 5 4 3 4 3 3,5 2 1 2 4 2,25 6 3 2 4 1 2,5 3 2 4 4 3,25 7 4 2 4 3 3,25 2 2 3 4 2,75 8 4 4 4 2 3,5 4 4 4 4 4 9 4 4 4 3 3,75 4 1 2 4 2,75 10 4 3 4 2 3,25 2 1 2 2 1,75 11 4 4 4 2 3,5 3 1 2 2 2 12 4 2 4 4 3,5 3 1 3 2 2,25 13 4 4 4 2 3,5 3 2 3 4 3 14 4 2 4 2 3 3 1 2 2 2 15 4 4 4 2 3,5 3 1 2 3 2,25 16 3 4 4 2 3,25 3 1 2 1 1,75 17 4 2 4 2 3 3 1 2 4 2,5 18 4 4 4 3 3,75 4 1 2 2 2,25 19 4 4 4 2 3,5 3 1 2 3 2,25 20 4 4 4 3 3,75 4 4 4 4 4 21 4 3 4 3 3,5 3 1 2 3 2,25 22 4 3 4 2 3,25 4 1 2 4 2,75 23 4 3 4 3 3,5 2 2 3 4 2,75 24 4 3 4 3 3,5 3 1 2 2 2 25 4 3 4 4 3,75 3 1 2 2 2 130

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Hasil Koreksi Soal Posttest I Kelompok Kontrol No. Responden Kontrol Evaluasi a b c d 1 3 1 3 2 2 2 2 2 3 3 2 4 3 5 Rerata Kontrol Inferensi Rerata a b c d 2,25 2 1 1 1 1,25 2 2 2 2 3 2 2,25 1 2 2 2 1 1 1 1,25 2 2 3 2,5 3 2 2 2 2,25 3 4 2 3 3 4 2 2 3 2,75 6 4 3 4 2 3,25 3 1 2 4 2,5 7 3 2 2 3 2,5 3 1 2 2 2 8 3 1 2 2 2 1 1 1 1 1 9 3 2 1 2 2 4 2 3 4 3,25 10 4 3 4 1 3 2 1 1 2 1,5 11 4 2 3 3 3 3 1 1 2 1,75 12 4 2 2 3 2,75 3 1 2 2 2 13 4 3 2 1 2,5 2 1 2 2 1,75 14 2 2 4 3 2,75 4 1 2 4 2,75 15 1 3 4 1 2,25 3 2 2 3 2,5 16 4 1 3 2 2,5 4 2 2 3 2,75 17 2 2 4 2 2,5 2 1 2 2 1,75 18 3 2 3 3 2,75 3 2 3 3 2,75 19 2 2 4 3 2,75 2 1 2 2 1,75 20 2 3 4 3 3 3 1 2 2 2 21 4 2 2 3 2,75 4 2 3 4 3,25 22 4 1 2 3 2,5 2 2 3 2 2,25 23 4 2 4 4 3,5 2 1 2 2 1,75 24 1 1 2 1 1,25 1 1 1 1 1 25 4 2 4 2 3 3 1 1 1 1,5 26 4 2 4 2 3 3 1 2 3 2,25 27 3 3 3 2 2,75 4 4 4 4 4 131

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Hasil Koreksi Soal Posttest II Kelompok Eksperimen Eksperimen Evaluasi Eksperimen Inferensi No Resp a b c d Rerata a b c d Rarata 1 1 3 4 1 2,25 3 1 2 2 2 2 1 1 4 2 2 2 1 2 4 2,25 3 4 2 4 3 3,25 3 1 1 1 1,5 4 3 4 2 3 3 1 1 1 1 1 5 4 3 4 2 3,25 3 1 2 4 2,5 6 4 3 3 2 3 2 1 2 4 2,25 7 4 3 2 2 2,75 3 1 2 4 2,5 8 4 4 4 1 3,25 3 2 3 3 2,75 9 4 3 4 2 3,25 3 1 1 2 1,75 10 3 1 3 1 2 2 1 2 2 1,75 11 4 4 4 2 3,5 2 2 3 4 2,75 12 4 1 4 2 2,75 3 1 2 4 2,5 13 4 4 4 3 3,75 2 2 3 2 2,25 14 3 4 3 2 3 3 2 3 3 2,75 15 4 3 4 2 3,25 2 1 2 2 1,75 16 3 4 4 1 3 2 1 2 4 2,25 17 4 2 4 1 2,75 4 1 2 2 2,25 18 4 3 4 2 3,25 2 1 2 1 1,5 19 4 4 4 2 3,5 3 1 2 4 2,5 20 4 4 4 2 3,5 4 1 2 4 2,75 21 4 4 3 2 3,25 2 1 1 1 1,25 22 4 3 4 3 3,5 4 3 2 3 3 23 3 4 4 2 3,25 2 2 3 4 2,75 24 4 4 4 2 3,5 2 1 2 2 1,75 25 4 3 4 2 3,25 2 1 2 2 1,75 132

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Hasil Koreksi Soal Posttest II Kelompok Kontrol No Resp Kontrol Evaluasi a b c d 1 4 1 4 1 2 1 1 4 3 2 1 4 1 5 Rerata Kontrol Inferensi Rarata a b c d 2,5 2 1 2 2 1,75 1 1,75 2 1 2 2 1,75 2 1 1,5 3 1 1 2 1,75 3 3 1 2 2 1 1 1 1,25 4 4 4 2 3,5 3 2 2 4 2,75 6 4 4 4 3 3,75 2 2 4 2 2,5 7 2 3 4 1 2,5 3 1 2 2 2 8 1 1 2 1 1,25 2 2 1 2 1,75 9 4 4 4 1 3,25 3 1 2 2 2 10 4 3 4 1 3 1 1 1 1 1 11 4 2 4 1 2,75 2 1 1 1 1,25 12 1 1 1 2 1,25 2 1 2 2 1,75 13 4 4 4 1 3,25 3 1 2 2 2 14 4 2 4 2 3 3 1 2 2 2 15 1 3 1 1 1,5 3 1 2 2 2 16 4 1 4 3 3 4 2 3 2 2,75 17 4 2 4 2 3 3 1 2 3 2,25 18 4 2 4 1 2,75 3 1 2 2 2 19 4 3 4 1 3 2 1 2 2 1,75 20 4 1 4 1 2,5 3 2 3 4 3 21 4 1 4 1 2,5 3 2 3 4 3 22 1 2 4 1 2 2 1 2 2 1,75 23 4 1 3 1 2,25 4 2 2 4 3 24 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 25 4 3 4 3 3,5 3 1 1 2 1,75 26 4 1 4 1 2,5 2 1 2 2 1,75 27 4 4 4 2 3,5 4 1 1 2 1.75 133

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3.13: Hasil Wawancara dengan Siswa (29 Maret 2014) Kriteria Pemilihan Siswa: Siswa A : Nilai tinggi Siswa B : Nilai Tinggi Siswa C : Nilai sedang Siswa D : Nilai Rendah Siswa E : Nilai Rendah Wawancara I: Peneliti: Menurut kamu, pembelajaran yang dilakukan oleh pak guru kamu bagaimana? Siswa A : ya asik, ya kadang asik, ya lumayan. Peneliti : apakah kamu pernah mengalami kebosanan saat belajar IPA di kelas? Siswa A: pernah bosan, ya nulis-nulis terus, terus ngerjain soal terus, kadang belum diterangin dah suruh ngerjain. Peneliti : Menurut kamu pembelajaran yang asik atau menyenangkan itu yang seperti apa? Siswa A : sambil main-mainan juga, ada kuis-kuisnya juga mbak. Peneliti : apakah kamu merasa senang saat belajar menggunakan mind map dengan pak guru? Siswa A : senang, nggak cuma nyatet, tapi ada gambar-gambarnya juga mbak biar nggak bosen. Peneliti : menurut kamu, enak cara ngapalin mind map apa dengan cara biasa? Siswa A : pakai mind map. Peneliti : besok-besok kalau mau ada ulangan, mau nggak kamu menghafal dengan membuat mind map? Siswa A : ya besok dicoba aja. Kayaknya asik kok. Wawancara II Peneliti : pembelajaran yang dilakukan guru kamu dalam membelajarkan IPA bagaimana? Jujur ya? Siswa B : kadang-kadang nyebelin. 134

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Siswa C : sukanya tu kalo nyatet ya bu, suruh nyatetnya yang ini nanti dikalo dibaca lagi beda gak sama dengan yang di dektein lagi. Peneliti : oh begitu. Kalo pak guru pemeblajarannya di kelas biasanya bagaimana? Siswa B : biasanya ngringkes, nyatet, kemudian didekte. Padahal tu di Fokus (LKS) sudah ada Bu tetap aja suruh nyatet. Peneliti : apakah guru pernah menggunakan media saat mengajar? Siswa B : pernah, kadang pakek Viewer, trus Cuma pasa materi magnet bawa magenet gitu mbak. Peneliti : menurut kamu kalo pembelajaran yang dibawakn guru membosankan atau tidak? Siswa C : kadang-kadang membosankan. Siswa B: Lumayan Peneliti : Suasana kelas kalu pak guru sedang mengajar IPA gimana? Siswa B dan C: Rame banget mbak, gak ada yang mendengarkan. Harus dimarahin dulu atau pas lagi didekte. Peneliti : saat kamu kemari belajar dengan pak guru dengan mind map, menurut kamu bagaimana nyaman dengan membuat mind map atau ngringkes nyatet? Siswa C: pakek mind map. Peneliti : kenapa? Apa alesannya? Siswa C: ya soalnya tulisannya dikit gak capek. Peneliti : tapi banyak nggambar sama buat-buat cabang lho?? Siswa B : gak papa aku suka gambar bu. Peneliti : kalau dibandingkan pesawat sederhana dengan materi sebelumnya cahaya mudah ingat yang mana? Siswa C : soalnya pakek mind map. Siswa B: pokoknya gampang diinget mbak yang pesawat sederhana. Peneliti : selama belajar pesawat sederhana kan pakek mind map terus, bagaiamana menurut kamu apakah membosankan? Alasannya kenapa? Siswa B : nggak mabak soalnya gambar-gambar terus. Siswa C : iya nggak bosan. 135

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Peneliti : Kemarin pakek mind map kan kelasnya juga ramai, Kalian pas pembelajaran juga ramai. Apa yang kalian kalian lakukan selain membuat mind map kok ramai? Siswa B: kan tanya gambar dan materi bu. Trus cabangnya ada berapa gitu-gitu. Trus tanya warna yang pas nggak ngobrolin yang lain. Siswa C: Paling cuma siswa lain yang rame muter-muter di kelas bu yang lain kan pada ngerjain. Wawancara III Peneliti : menurut kamu kalau belajar dengan pak guru IPA? Siswa D : nggak begitu enak mbak, soalnya kalo dipanggil gak didenger trus kebanyakan nyatet. Siswa E : sama, sedikit membosankan ya lumayan menyenangkan. Peneliti : usahanya pak guru untuk menarik dalam pembelajaran di kelas itu apa? Siswa D : pakai lagu biasanya. Tapi lagunya aneh gitu lho bu. Peneliti : pembelajaran sama pak guru biasanya bagaimana? Apakah sering ngrangkum, percobaan, nyatet, atau apa? Siswa D: sering nyatet, dijelasin, tapi jarang praktek mbak. Peneliti : kalau sering nyatet gtu suasana kelas bagaimana? Siswa E: ribut mbak. Peneliti : yang sering ribut siapa? Siswa D : ya siswa F mbak. Peneliti : Setelah kalian menggunakan mind map, menurut kamu terbantu menggunakan mind map nggak dan kesan membuat mind map bagai mana? Siswa D: biasa aja mbak. Siswa E : seneng kalo aku mbak. Siswa D : enak nyatet mbak dari pada buat mind map mbak soalnya aku gak bisa nggambar. Peneliti : kan nggak harus ada gambarnya. Siswa D : kesuwen mbak. Kalo nyatet cepet. 136

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Peneliti : Apa kesan selama belajar pesawat sederhana bersama guru khususnya pas menggunakan mind map? Siswa D: Bosen mbak gitu-gitu terus capek. Siswa E: senang mbak. Nggambar jadi semangat. Peneliti: Pertemuan berapa kalian merasa bosan? Siswa D: pas pertemuan ke tiga. Peneliti : Menurut kalian supaya mengingat materi lebih baik kalian memilih mind map atau merangkum? Siswa E: mind map mbak. Siswa D: mind map Peneliti : sekarang mbak tanya siswa, pesawat sederhana jenisnya apa saja? Siswa D : ada empat, katrol, pengungkit, bidang miring, dan roda berporos. 137

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3.14: Hasil Wawancara dengan Guru (3 April 2014) Peneliti : Pada saat pembelajaran IPA di kelas anda sering menggunakan metode apa saja? Guru : metode tanya jawab, metode pemecahan masalah, kerja kelompok atau kooperative learning, percobaan, penugasan. Peneliti : apakah bapak menggunakan media? Guru : iya terkadang siswa saya minta membawa tumbuh-tumbuhan dan jika alat tersedia di laboratorium , ya saya menggunakan yang ada di lab. Peneliti : Metode yang sering bapak gunakan itu apa? Guru : saya terkadang menggunakan percobaan. Peneliti : Bagaimana nilai rata-rata siswa dalam menggunakan metode yang berbeda? Apakah sama? Guru : berbeda mbak, namun jika saya menggunakan metode percobaan itu nilainya bagus-bagus. Siswa juga senang jadi walau rame tapi mereka paham. Siswa dapat mengenal dan dapat mempraktekan benda-benda di sekitar mereka. Serta jangka waktu ingatnya juga lama. Sehingga jika diadakan tes, nilainya juga bagus-bagus. Peneliti : Menurut bapak penggunaan metode mind map itu sulit atau tidak? Guru : menurut saya malah mudah. Siswa akan mudah mengingat mbak. Siswa memetakan sendiri sesuai subnya kemudian diberi cabang-cabang dan diberi gambar contoh-contoh nya sesuai imajinasi mereka sendiri. Peneliti : apakah menurut bapak mind map itu efektif digunakan dalam pembelajaran seperti yang dilakukan akhir-akhir ini? Guru : menurut saya, baik mbak, lebih baik lagi jika materi berkaitan dengan lingkungan. Pembelajaran dilakukan di luar kelas karena siswa akan lebih senang dan agak bebas mengekspresikan dalam membuat mind map. Jika di luar mereka dapat melihat lingkungan yang mungkin bisa menambah imajinasi mereka dan bisa lebih kreatif. Peneliti : menurut bapak, Apakah dengan penggunaan metode mind map pada siswa di kelas VB antusias atau tidak? 138

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Guru : antusisas mbak, terlihat dari mereka menggambar dan membuat cabangcabang. Mereka kan belum pernah menggunakan metode mind map mind map bisa diterapkan di pelajaran lain. Peneliti : Menurut bapak materi sebelumnya yang tidak menggunakan metode mind map dengan materi sekarang (pesawat sederhana) dengan menggunakan mind map nilai rata-ratanya tinggi yang mana? Guru : setelah pembelajaran menggunakan mind map to mbak saya juga mengadakan tes. Ternyata materi yang diajarkan menggunakan mind map lebih nyantel dari pada yang sebelumnya. Trus cepet hafal kok mbak, Cuma masih ada siswa yang kurang percaya diri dalam menggambar pdahal sebenarnya ya bisa. Siswa kan nyabang-nyabang pesawat sederhana apa aja, ini,, ini,, Peneliti : menurut bapak kalau dibandingkan rata-rata nilai kelas V A yang tidak menggunakan metode mind map dan V B yang menggunakan metode mind map ada perbedaan? Guru : ada perbedaan, nilainya lebih bagus yang V B. lebih lengkap belajarnya mbak. Peneliti : Menurut bapak metode mind map dengan metode lain lebih nyaman menggunakan metode yang mana? Guru : kalo saya malah lebih baik saya gabungkan mbak. Misal saya menggunakan percobaan nah dalam LKSnya nanti saya suruh anak buat mind map begitu. Nantinya kan anak akan lebih jelas dan mudah untuk mengingatnya. 139

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4.1: Uji Normalitas Data Pretest One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test PreEksEva PreKonEva 25 27 25 27 2,4100 2,1148 1,5500 1,5093 ,71034 ,63288 ,38188 ,56535 Absolute ,131 ,210 ,144 ,247 Positive ,118 ,151 ,144 ,247 Negative -,131 -,210 -,140 -,184 Kolmogorov-Smirnov Z ,654 1,092 ,720 1,285 Asymp. Sig. (2-tailed) ,785 ,184 ,678 ,074 N Normal Parametersa Mean Std. Deviation Most Extreme Differences PreEksInfe PreKonInfe a. Test distribution is Normal. 140

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4.2: Hasil Uji Normalitas Posttest I One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test PosEksEva PosKonEva PosEksInfe PosKonInfe 25 27 25 27 3,3800 2,5926 2,4000 2,1389 ,33166 ,47610 ,64145 ,72169 Absolute ,241 ,164 ,232 ,112 Positive ,159 ,122 ,232 ,112 Negative -,241 -,164 -,115 -,073 1,206 ,850 1,162 ,584 ,109 ,465 ,134 ,885 N Normal Parametersa Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. 141

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4.3: Hasil Uji Normalitas Posttest II One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Post2EksEv Post2KonEv Post2EksInf Post2KonInf a N Normal Parametersa Asymp. Sig. (2-tailed) e 27 25 27 3,0800 2,5111 2,1600 1,9815 ,45484 ,77476 ,53463 ,55870 Absolute ,246 ,161 ,167 ,228 Positive ,138 ,089 ,138 ,228 Negative -,246 -,161 -,167 -,191 1,229 ,836 ,834 1,182 ,098 ,486 ,490 ,122 Mean Deviation Kolmogorov-Smirnov Z e 25 Std. Most Extreme Differences a a. Test distribution is Normal. 142

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4.4: Histogram Uji Normalitas Data Gambar 4.7 Histogram Normalitas Pretest Kelompok Eksperimen pada Kemampuan Evaluasi 143

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gambar 4.8 Histogram Normalitas Pretest Kelompok Kontrol pada Kemampuan Evaluasi 144

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gamabar 4.9 Histogram Normalitas Pretest Kelompok Eksperimen pada Kemampuan Inferensi 145

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gambar 4.10 Histogram Normalitas Pretest Kelompok Kontrol pada Kemampuan Inferensi 146

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gambar 4.11 Histogram Normalitas Posttest I Kelompok Eksperimen pada Kemampuan Evaluasi 147

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gambar 4.12 Histogram Normalitas Posttest I Kelompok Kontrol pada Kemampuan Evaluasi 148

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gambar 4.13 Histogram Normalitas Posttest I Kelompok Eksperimen pada Kemampuan Inferensi 149

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gambar 4.14 Histogram Normalitas Posttest I Kelompok Kontrol pada Kemampuan Inferensi 150

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gambar 4.15 Histogram Normalitas Posttest II Kelompok Eksperimen pada Kemampuan Evaluasi 151

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gambar 4.16 Histogram Normalitas Posttest II Kelompok Kontrol pada Kemampuan Evaluasi 152

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gambar 4.16 Histogram Normalitas Posttest II Kelompok Eksperimen pada Kemampuan Inferensi 153

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gambar 4.16 Histogram Normalitas Posttest II Kelompok Kontrol pada Kemampuan Inferensi 154

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4.5: Uji Perbedaan Kemampuan Awal pada Kemampuan Evaluasi Uji Perbedaan Kemampuan Awal pada Kemampuan Evaluasi Group Statistics Kelompok PreEksKonEvaluasi N Mean Std. Deviation Std. Error Mean 1 25 2,4100 ,71034 ,14207 2 27 2,1148 ,63288 ,12180 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence F Sig. ,042 ,839 t df Interval of the Sig. Mean (2- Differen Std. Error tailed) ce Difference PreEksK Equal onEvalu variances asi 1,585 50 ,119 ,29519 ,18629 1,577 48,206 ,121 ,29519 ,18713 assumed Difference Lower ,07899 Upper ,66936 Equal variances not ,08103 ,67140 assumed 155

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4.6: Uji Selisih Skor Pretest dan Posttest pada Kemampuan Evaluasi Hasil Uji Normalitas Selisih Pretest ke Posttest I One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test SelEksEva N SelKonEva SelEksInfe SelKonInfe 25 27 25 27 ,9800 ,7685 ,8500 ,6296 ,63705 ,66479 ,75691 ,72513 Absolute ,174 ,119 ,233 ,215 Positive ,174 ,105 ,233 ,215 Negative -,126 -,119 -,214 -,193 Kolmogorov-Smirnov Z ,872 ,616 1,163 1,116 Asymp. Sig. (2-tailed) ,432 ,843 ,134 ,166 Normal Parametersa Mean Std. Deviation Most Extreme Differences a. Test distribution is Normal. 156

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Hasil Uji Selisih Skor Pretest ke Posttest pada Kemampuan Evaluasi Group Statistics Kelompok SelEksKonEva N Selisih Eksperimen Evaluasi Selisih Kontrol Evaluasi Mean Std. Deviation Std. Error Mean 25 ,9800 ,63705 ,12741 27 ,5000 ,45468 ,08750 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence F Sig. t df Interval of the Sig. Mean (2- Differe Std. Error tailed) nce Difference Difference Lower Upper SelEksK Equal onEva variances 2,218 ,143 3,145 50 ,003 ,48000 ,15261 ,17348 ,78652 3,106 43,124 ,003 ,48000 ,15456 ,16832 ,79168 assumed Equal variances not assumed 157

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4.7: Uji Peningkatan Skor Pretest ke Posttest Hasil Uji Kenaikan Skor Pretest ke Posttest Paired Samples Statistics Mean Pair 1 Pair 2 Pair 3 Pair 4 N Std. Deviation Std. Error Mean PosEksEva 3,3800 25 ,33166 ,06633 PreEksEva 2,4100 25 ,71034 ,14207 PosKonEva 2,5926 27 ,47610 ,09163 PreKonEva 2,1148 27 ,63288 ,12180 PosEksInfe 2,4000 25 ,64145 ,12829 PreEksInfe 1,5500 25 ,38188 ,07638 PosKonInfe 2,1389 27 ,72169 ,13889 PreKonInfe 1,5093 27 ,56535 ,10880 Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence Mean Std. Std. Error Interval of the Deviation Mean Difference Lower Pair 1 PosEksEva PreEksEva Pair 2 PosKonEva PreKonEva Pair 3 PosEksInfe PreEksInfe Pair 4 PosKonInfe PreKonInfe Sig. t df (2tailed) Upper ,97000 ,64679 ,12936 ,70302 1,23698 7,499 24 ,000 ,47778 ,38887 ,07484 ,32395 ,63161 6,384 26 ,000 ,85000 ,75691 ,15138 ,53756 1,16244 5,615 24 ,000 ,62963 ,72513 ,13955 ,34278 ,91648 4,512 26 ,000 158

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4.8: Uji Besar Pengaruh Perlakuan pada Kemampuan Evaluasi Kelompok t t² Df r R² % Efek Eksperimen 7,50 56,23 24 0,837 6,38 40,76 26 0,781 70,06 61,00 Besar Kontrol 0,701 0,610 Kelompok Eksperimen: 𝑡2 r = √𝑡 2 + 𝑑𝑓 =√ 7,502 7,502 + 24 =√ 56,23 56,23 + 24 56,23 =√ 80,23 = √0,701 = 0,837 Besar Kelompok Kontrol: 𝑡2 r = √𝑡 2 + 𝑑𝑓 =√ 6,382 7,502 + 24 =√ 40,76 40,76+ 26 40,76 =√ 66,76 = √0,611 = 0,781 159

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4.9: Uji Retensi Paired Samples Correlations N Pair 1 Post1EksEva & Post2EksEva Pair 2 Post1KonEva & Post2KonEva Pair 3 Post1EksInfe & Post2EksInfe Pair 4 Post1KonInfe & Post2KonInfe Correlation Sig. 25 ,394 ,051 27 ,571 ,002 25 ,436 ,029 27 ,430 ,025 Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence Sig. (2Std. Std. Error Interval of the Deviation Mean Difference Mean t df tailed) Lower Upper Pair 1 Post1EksEva ,30000 ,44488 ,08898 ,11636 ,48364 3,372 24 ,003 ,08148 ,63717 ,12262 -,17058 ,33354 ,664 26 ,512 ,24000 ,63114 ,12623 -,02052 ,50052 1,901 24 ,069 ,15741 ,69734 ,13420 -,11845 ,43327 1,173 26 ,251 Post2EksEva Pair 2 Post1KonEva Post2KonEva Pair 3 Post1EksInfe Post2EksInfe Pair 4 Post1KonInfe Post2KonInfe 160

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4.10: Uji Perbedaan Kemampuan Awal pada Kemampuan Inferensi Group Statistics Kelompok PreEksKonInfe N Mean Std. Deviation Std. Error Mean 1 25 1,5500 ,38188 ,07638 2 27 1,5093 ,56535 ,10880 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence F Sig. t 1,585 ,214 ,302 df Interval of the Sig. Mean (2- Differen Std. Error tailed) ce Difference PreEksK Equal onInfe variances 50 ,764 ,04074 ,13489 ,306 45,871 ,761 ,04074 ,13293 assumed Difference Lower ,23020 Upper ,31168 Equal variances not ,22686 ,30834 assumed 161

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4.11: Hasil Uji Selisih Skor Pretest ke Posttest pada Kemampuan Inferensi Hasil Uji Normalitas Selisih Pretest ke Posttest I One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test SelEksEva N SelKonEva SelEksInfe SelKonInfe 25 27 25 27 ,9800 ,7685 ,8500 ,6296 ,63705 ,66479 ,75691 ,72513 Absolute ,174 ,119 ,233 ,215 Positive ,174 ,105 ,233 ,215 Negative -,126 -,119 -,214 -,193 Kolmogorov-Smirnov Z ,872 ,616 1,163 1,116 Asymp. Sig. (2-tailed) ,432 ,843 ,134 ,166 Normal Parametersa Mean Std. Deviation Most Extreme Differences a. Test distribution is Normal. Group Statistics Kelompok SelEksKonInfe N Mean Std. Deviation Std. Error Mean Selisih Eksperimen 25 ,8500 ,75691 ,15138 27 ,2593 ,32876 ,06327 Inferensi Selisih Kontrol Inferensi Independent Samples Test Levene's Test for Equality of t-test for Equality of Means Variances F Sig. t df Sig. Mean (2- Differen tailed) ce Std. 95% Confidence Error Interval of the Differen Difference ce Lower Upper SelEksKo Equal nInfe variances 6,768 ,120 3,698 50 ,001 ,59074 ,15973 ,26991 ,91158 3,600 32,210 ,001 ,59074 ,16407 ,25662 ,92486 assumed Equal variances not assumed 162

(179) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4.12: Uji Besar Pengaruh Perlakuan pada Kemampuan Inferensi Inferensi Eksperimen t 5,61 Kontrol 4,51 Kelompok Eksperimen: 𝑡2 r = √𝑡 2 + 𝑑𝑓 =√ 5,612 5,612 + 24 31,53 =√ 31,53 + 24 31,53 =√ 55,53 = √0,568 = 0,754 t² r R² % Efek 31,53 df 24 0,754 0,569 56,85 Besar 20,36 26 0,663 0,221 43,96 Besar Kelompok Kontrol: 𝑡2 r = √𝑡 2 + 𝑑𝑓 =√ 4,512 4,512 + 24 20,36 =√ 20,36 + 26 20,36 =√ 46,36 = √0,439 = 0,663 163

(180) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4.13: Foto-Foto Kegiatan Di Kelompok Eksperimen 164

(181) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 165

(182) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4.14: Foto-Foto Kegiatan di Kelompok Kontrol 166

(183) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4.15: Hasil Skor Expert Judgment oleh Dosen No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. Komponen Penilaian Kesesuaian antara SK, KD, dan indikator Kualitas perilaku yang dituntut dalam indikator mencerminkan keutuhan perkembangan pribadi siswa Kesesuaian indikator 1a dengan item soal yang diberikan Kesesuaian indikator 1b dengan item soal yang diberikan Kesesuaian indikator 1c dengan item soal yang diberikan Kesesuaian indikator 1d dengan item soal yang diberikan Kesesuaian indikator 2a dengan item soal yang diberikan Kesesuaian indikator 2b dengan item soal yang diberikan Kesesuaian indikator 2c dengan item soal yang diberikan Kesesuaian indikator 2d dengan item soal yang diberikan Kejelasan perintah pengerjaan soal Kualitas pedoman penilaian Bentuk muka instrumen tes yang disajikan Penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis Baku Jumlah skor Kualifikasi Skor Dosen Dosen 1 2 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 Komentar Dosen 1 Dosen 2 Perhatikan penggunaan bahasa dan kalimat 52 53 Instrmen Layak digunakan 167

(184) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4.16: Surat Ijin Melakukan Penelitian 168

(185) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 169

(186) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI CURRICULUM VITAE Sinta Saraswati merupakan anak kelima dari pasangan Bapak Seno Diyantoro dan Ibu Sutrasni. Penulis adalah anak kelima dari enam bersaudara, lahir di Sleman pada tanggal 17 September 1991. Pendidikan pertama dimulai dari TK ABA Muh. Suronandan Yogyakarta pada tahun melanjutkan 1997 sekolah – 1998. dasar Kemudian di SD N penulis Jarakan, Yogyakarta pada tahun 1997 – 2003. Jenjang pendidikan SMP ditempuh di SMP N 1 Minggir Yogyakarta pada tahun 2003 – 2006. Setelah melanjutkan pendidikan di SMP, penulis melanjutkan sekolah di tingkat Sekolah Menengah Atas di SMA N 1 Godean pada tahun 2006 – 2009. Kemudian pada tahun 2010, penulis melanjutkan pendidikan pada jenjang strata 1 di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Selama menjalani pendidikan di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, penulis banyak mengikuti kegiatan diantaranya adalah; Inisiasi Mahasiswa Keguruan (SIMAK) pada tanggal 21 Agustus 2010 – 22 Agustus 2010, English Club pada tanggal 28 Agustus 2010 – 4 Desember 2010, Seminar Diseminasi Hasil Program Hibah Kompetisi (PHK) pada tanggal 4 Desember 2010, Parade Gamelan Anak, sebagai Divisi Dampok pada tanggal 19 Desember 2010, Kursus Pembina Pramuka Mahir Dasar (KMD) pada tanggan 31 Januari 2011 – 5 Februari 2011, Pelaksanaan Pelatihan Pengembangan Mahasiswa I (PPKM I) pada tanggal 10 – 12 Februari 2011, Workshop Dongeng pada tanggal 7 – 14 Mei 2011, Pelaksanaan Pelatihan Pengembangan Mahasiswa II (PPKM II) pada tanggal 8 – 9 Oktober 2011, UNA Seminar and Workshop on Anti Bias Curriculum pada tanggal 4 Oktober 2012, dan Malam Kreativitas PGSD sebagai Peserta Lomba Musik pada tanggal 30 November 2012. 170

(187)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR MENGGUNAKAN TEKNIK MIND MAPPING PADA MATA PELAJARAN IPA PADA SISWA KELAS V SD NEGERI SEKARSULI BANGUNTAPAN BANTUL YOGYAKARTA.
1
1
191
PENINGKATAN KONSENTRASI DAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI PENERAPAN METODE MIND MAPPING SISWA KELAS V SD NEGERI JOMBLANGAN BANGUNTAPAN BANTUL.
0
0
197
PENGARUH PENGGUNAAN MIND MAP TERHADAP HASIL BELAJAR IPS KELAS V SEMESTER GENAP SD NEGERI MARGOYASAN YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2014/2015.
0
2
193
PENGARUH PENGGUNAAN METODE EKSPERIMEN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA MATA PELAJARAN IPA SD N SUKOMULYO NGAGLIK SLEMAN.
0
1
157
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING PADA MATA PELAJARAN IPA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS V SD NEGERI KASONGAN.
0
2
157
PENGARUH PENGGUNAAN MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENGAPLIKASIKAN DAN MENCIPTA PADA PELAJARAN IPA DI SD KANISIUS WIROBRAJAN
0
0
138
PENGARUH PENGGUNAAN MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENGANALISIS DAN MENGEVALUASI PADA MATA PELAJARAN IPA DI SD KANISIUS SENGKAN
0
0
111
PENGARUH PENGGUNAAN MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENERAPKAN DAN MENCIPTA PADA MATA PELAJARAN IPA DI SDK SENGKAN
0
0
107
PENGARUH PENERAPAN METODE INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN MENGEVALUASI DAN MENCIPTA PADA MATA PELAJARAN IPA SISWA KELAS IV SD SOKOWATEN BARU YOGYAKARTA
0
0
195
PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENGINGAT DAN MEMAHAMI PADA PEMBELAJARAN IPA DI SD KANISIUS SENGKAN
0
0
99
PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENGINGAT DAN MEMAHAMI PADA MATA PELAJARAN IPA DI SD KANISIUS WIROBRAJAN
0
0
155
PENGARUH PENGGUNAAN MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN MENGAPLIKASIKAN DAN MENCIPTA PADA MATA PELAJARAN IPA DI SD KANISIUS SOROWAJAN
0
0
129
PENGARUH PENGGUNAAN METODE INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN MENGEVALUASI DAN MENCIPTA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD KANISIUS SOROWAJAN YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat Memperoleh gelar sarjana pendidikan Program studi pendidikan
0
0
171
PENGARUH PENGGUNAAN METODE INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KEMAMPUAN MENGEVALUASI DAN MENCIPTA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD KANISIUS SENGKAN YOGYAKARTA SKRIPSI
0
1
154
PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN INTERPRETASI DAN ANALISIS PADA MATA PELAJARAN IPA DI SD KANISIUS DEMANGAN BARU I YOGYAKARTA
0
0
173
Show more