Pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan menganalisis dan mengevaluasi pada palajaran IPA di SD Kanisius Sorowajan - USD Repository

Gratis

0
0
139
10 months ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

PENGARUH PENGGUNAAN MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN

MENGANALISIS DAN MENGEVALUASI PADA PELAJARAN IPA

DI SD KANISIUS SOROWAJAN

SKRIPSI

  Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh:

  Theresia Anita Septiarini

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

PERSEMBAHAN

Skripsi ini aku persembahkan untuk:

  1. Tuhan Yesus Kristus yang selalu memberikan pengharapan, kasih, kekuatan kepadaku.

  2. Bapak dan Ibu tercinta yang telah membesarkanku hingga sekarang ini dan senantiasa mendoakanku.

  3. Kedua adikku dan saudara-saudaraku tercinta.

  4. Teman-temanku yang telah mendukung.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

MOTTO

“Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah

dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam

Kristus Yesus bagi kamu” (1 Tesalonika 5:16-18)

  

“Sedetik waktu terlambat, tidak akan pernah bisa kembali. Maka

jangan sia- siakan waktu yang kita miliki” (Anonymous)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRAK

Septiarini, Theresia Anita. 2012. Pengaruh Penggunaan Mind map terhadap

Kemampuan Menganalisis dan Mengevaluasi Pada Pelajaran IPA di SD

Kanisius Sorowajan.

  Kata kunci: Mind map, kemampuan menganalisis, kemampuan mengevaluasi, mata pelajaran IPA.

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Mind

  

map materi mengidentifikasi jenis-jenis tanah terhadap kemampuan menganalisis

  dan mengevaluasi pada pelajaran IPA di SD Kanisius Sorowajan semester genap tahun ajaran 2011/2012.

  Jenis penelitian ini menggunakan quasi eksperimental tipe non-equivalent control group design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDK Sorowajan yang terdiri 28 siswa untuk kelas VA sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas VB terdiri 28 siswa sebagai kelompok kontrol. Tiap responden padakelompok kontrol dan kelompok eksperimen tidak dipilih secara random. Instrumen penelitian yaitu 2 soal essai yang terdiri dari 2 proses kemampuan kognitif (menganalisis dan mengevaluasi) dan data yang diperoleh dari pretest dan

  

posttest . Sebelum dilakukan pretest dan posttest, instrumen sudah memenuhi

  syarat validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan program PASW SPSS 18 dengan tiga langkah yaitu perbandingan skor pretest, perbandingan skor pretest ke posttest, dan perbandingan posttest.

  Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa 1) ada pengaruh penggunaan

  

mind map terhadap kemampuan menganalisis, hal ini ditunjukkan harga sig.(2-

  tailed) sebesar 0,041 (atau 0,041<0,05). 2) Ada pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan mengevaluasi, ditunjukkan harga sig.(2-tailed) sebesar 0,045 (atau 0,045<0,05).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

ABSTRACT

Septiarini, Theresia Anita. 2012. The Influence Of Using Mind Map Method

Toward Analysing and Evaluating Ability in Science Subject in SD Kanisius

Sorowajan.

  Keywords: Mind map, analytical ability, evaluative ability, science lesson The research is aimed at identifying the influence of mind map use in the soil type identification material on the analytical and evaluative ability in the science lesson among the students in SD Kanisius Sorowajan in the second term of academic year 2011/2012 .

  The recent research adopted the experimental method with non-equivalent control group design. The subjects of the research were grade V students of SD Kanisius Sorowajan. The students were group into Class A and B, each consisting of 28 students, and were signed as experimental group and control group, respectively.

  Every respondent of controling group and experiment group doesn’t pick randomly . The research instrument involved 2 test items, consisting of two cognitive ability (analyzing and evaluating) and data was obtained from pretest and posttest. Before conducting pretest and posttest, the instruments have fulfilled the requirement of validity and reliability. The data analysis was conducted using PASW SPSS 18 using three steps, namely pretest score comparison, the comparison between pretest and posttest scores and the posttest score comparison.

  The result indicated that 1) the effect was found in the use of mind map on the analytical ability. This was shown by the extend of sig. (2-tailed) of 0,041 (or 0,041<0,05). 2) The effect was found in the use of mind map on the evaluative ability, indicated by the magnitude of sig. (2-tailed) of 0,045 (or 0,045<0,05).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan karunia yang telah diberikan sehingga dapat menyelesaikan skripsi dengan lancar berjudul “Pengaruh Penggunaan Mind map Terhadap Kemampuan Menganalisis dan Mengevaluasi Pada Pelajaran IPA di SD Kanisius Sorowajan ”.

  Skripsi ini diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Penulis menyadari bahwa skripsi ini berjalan lancar dan tepat waktu tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak. Dalam kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:

  1. Rohandi, Ph.D, selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma.

  2. G. Ari Nugrahanta, SJ, S.S., BST., M.A., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta sekaligus dosen pembimbing I yang senantiasa memberikan bimbingan dan kemudahan dalam skripsi ini.

  3. Elga Andriana, S.Psi., M.Ed, selaku Wakaprodi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta sekaligus dosen pembimbing II yang telah membantu dalam menyelesaikan skripsi ini.

  4.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  10. Arista dan Septi yang selalu bekerjasama membantu kelancaran selama penelitian di SDK Sorowajan.

  11. Teman-teman satu kelompok IPA yang telah memberikan dukungan dan berbagi pengetahuan.

  12. Teman-teman PPL SDK Sorowajan yang telah membantu selama proses penelitian.

  13. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

  Penulis menyadari banyak kekurangan dalam skripsi ini, tetapi penulis berharap skripsi ini berguna bagi teman-teman mahasiswa untuk penelitian selanjunya. Untuk itu, kritik dan saran akan membangun bagi penulis.

  Penulis

  

DAFTAR ISI

  Halaman HALAMAN JUDUL ................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ......................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ..................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................. iv HALAMAN MOTTO ................................................................................. v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ..................................................... vi PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ....................................... vii ABSTRAK .................................................................................................. viii ABSTRACT ................................................................................................ ix KATA PENGANTAR .............................................................................. x DAFTAR ISI .............................................................................................. xii DAFTAR TABEL ....................................................................................... xiv DAFTAR GAMBAR .................................................................................. xv DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................... xvi

  BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ........................................................................

  1 1.2 Rumusan Masalah .................................................................................

  2 1.3 Tujuan Penelitian ..................................................................................

  3 1.4 Manfaat Penelitian ................................................................................

  3 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Kajian Pustaka .......................................................................................

  4 2.1.1 Teori-Teori yang Relevan ..................................................................

  4 2.1.1.1 Metode Pembelajaran dengan Mind map ........................................

  4 1. Teori Perkembangan Kognitif Anak ............................................

  4 2. Metode Pembelajaran ...................................................................

  5 3. Mind map .....................................................................................

  6 2.1.1.2 Proses Kognitif Menganalisis dan Mengevaluasi ...........................

  8 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3.7 Uji Validitas dan Reliabilitas ................................................................

  32 4.1.2.1 Perbandingan skor pretest ...............................................................

  40 DAFTAR PUSTAKA .................................................................................

  40 5.2 Saran ......................................................................................................

  39 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ...........................................................................................

  38 4.3 Keterbatasan penelitian .........................................................................

  37 4.2 Pembahasan ...........................................................................................

  36 4.1.3 Rangkuman Hasil Penelitian ..............................................................

  34 4.1.2.3 Perbandingan skor posttest ..............................................................

  33 4.1.2.2 Perbandingan skor pretest ke posttest .............................................

  4.1.2 Pengaruh Penggunaan Mind map Terhadap Kemampuan Mengevaluasi ..............................................................................................

  21 3.8 Teknik Pengumpul Data ........................................................................

  31

  29 4.1.1.3 Perbandingan skor posttest ..............................................................

  28 4.1.1.2 Perbandingan skor pretest ke posttest .............................................

  27 4.1.1.1 Perbandingan skor pretest ...............................................................

  4.1.1 Pengaruh Penggunaan Mind map Terhadap Kemampuan Menganalisis ...............................................................................................

  27

  23 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian .....................................................................................

  23 3.9 Teknik Analisis Data .............................................................................

  41 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

DAFTAR TABEL

  32 Tabel 11. Hasil Uji Normalitas Mengevaluasi ............................................

  38 Tabel 18. Rangkuman Perbandingan Skor Posttest ...................................

  37 Tabel 17. Rangkuman Perbandingan Skor Pretestke Posttest Mengevaluasi ............................................................................................

  37 Tabel 16. Rangkuman Perbandingan Skor Pretest ke Posttest Menganalisis .............................................................................................

  37 Tabel 15. Rangkuman Perbandingan Skor Pretest ....................................

  35 Tabel 14. Perbandingan Skor Posttest .......................................................

  34 Tabel 13. Perbandingan Skor Pretest ke Posttest ......................................

  33 Tabel 12. Perbandingan Skor Pretest .........................................................

  30 Tabel 10. Perbandingan Skor Posttest ........................................................

  Halaman Tabel 1. Jadwal Penelitian...........................................................................

  29 Tabel 9. Perbandingan Skor Pretest ke Posttest .........................................

  28 Tabel 8. Perbandingan Skor Pretest ............................................................

  23 Tabel 7. Hasil Uji Normalitas Menganalisis ...............................................

  23 Tabel 6. Teknik Pengumpulan Data ............................................................

  22 Tabel 5. Uji Reliabilitas SDK Sengkan.......................................................

  22 Tabel 4. Uji Daya Beda SDK Sengkan .......................................................

  21 Tabel 3. Uji Validitas SDK Sengkan ..........................................................

  19 Tabel 2. Matriks Pengembangan Instrumen................................................

  38 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR GAMBAR

  Halaman Gambar 1. Mind Map Jadwal Keluarga ......................................................

  7 Gambar 2. Literature Mind Map dari Penelitian-Penelitian Sebelumnya .................................................................................................

  15 Gambar 3. Proses Penyusunan Hipotesis ....................................................

  17 Gambar 4. Desain Penelitian .......................................................................

  18 Gambar 5. Variabel Penelitian ....................................................................

  20 Gambar 6. Perbandingan Antara Skor Pretestdan Posttest Pada Kelompok Kontrol dan Kelompok Eksperimen Menganalisis ..................

  32 Gambar 7. Perbandingan Antara Skor Pretest dan Posttest Pada Kelompok Kontrol dan Kelompok Eksperimen Mengevaluasi .................

  37

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR LAMPIRAN

  Halaman Lampiran 1. Silabus ....................................................................................

  43 Lampiran 2. RPP .........................................................................................

  56 Lampiran 3. Uji Validitas SDK Sengkan ....................................................

  88 Lampiran 4. Uji Reliabilitas SDK Sengkan ................................................

  89 Lampiran 5. Uji Daya Beda SDK Sengkan .................................................

  89 Lampiran 6. Insrumen Pengumpul Data dan Kunci Jawaban .....................

  90 Lampiran 7. Rubrik Penilaian .....................................................................

  93 Lampiran 8. Rekapitulasi Nilai ...................................................................

  95 Lampiran 9. Nilai Pretest Menganalisis Kelompok Kontrol ......................

  96 Lampiran 10. Nilai Posttest Menganalisis Kelompok Kontrol ...................

  97 Lampiran 11. Nilai Pretest Mengevaluasi Kelompok Kontrol ...................

  98 Lampiran 12. Nilai Posttest Mengevaluasi Kelompok Kontrol .................. 99 Lampiran 13. Nilai Pretest Menganalisis Kelompok Eksperimen.............. 100 Lampiran 14. Nilai Posttest Menganalisis Kelompok Eksperimen ............ 101 Lampiran 15. Nilai PretestMengevaluasi Kelompok Eksperimen ............. 102 Lampiran 16. Nilai Posttest Mengevaluasi Kelompok Eksperimen ........... 103 Lampiran 17. Uji Normalitas Menganalisis ................................................ 104 Lampiran 18. Uji Normalitas Mengevaluasi ............................................... 104 Lampiran 19. Uji Perbandingan PretestMenganalisis ................................ 105 Lampiran 20. Uji Perbandingan Pretest Mengevaluasi .............................. 106 Lampiran 21. Uji Perbandingan Pretest ke PosttestMenganalisis .............. 107 Lampiran 22. Uji Perbandingan Pretest ke Posttest Mengevaluasi ............ 108 Lampiran 23. Uji Perbandingan Posttest Menganalisis .............................. 109 Lampiran 24. Uji Perbandingan Posttest Mengevaluasi ............................. 110 Lampiran 25. Foto-Foto Penelitian ............................................................. 111 Lampiran 26. Contoh Mind Map yang dibuat ............................................. 116 Lampiran 27. Surat Izin Penelitian dari FKIP USD .................................... 119 Lampiran 28. Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian .................... 121 Lampiran 29. Daftar Riwayat Hidup ........................................................... 123

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB I PENDAHULUAN Bab I berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian.

1.1 Latar Belakang Masalah

  Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar memiliki peranan penting karena berhubungan dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam sekitar. Pembelajaran IPA dapat membantu siswa mengenal berbagai jenis makhluk hidup dan gejala-gejala alam yang ada di alam sekitar. Melalui pembelajaran

  IPA, siswa juga mengetahui penerapan dalam kehidupan sehari-hari pada dirinya dan alam. Pembelajaran IPA sebenarnya pembelajaran yang sangat menyenangkan bila dilakukan dengan cara yang tepat. Idealnya pembelajaran

  IPA dilakukan dengan mengaktifkan siswa. Siswa tidak hanya menerima informasi yang disampaikan guru tetapi siswa ikut aktif dalam pembelajaran. Pembelajaran yang menyenangkan dan mengaktifkan bagi siswa akan lebih bertahan lama membuat pengetahuan yang didapat daripada hanya duduk diam menerima informasi dari guru karena semakin banyak siswa menerima informasi, tidak semakin mengerti tetapi semakin tidak tertangkap dalam otak.

  Dalam kenyataannya pembelajaran IPA di Sekolah Dasar dilakukan dengan menggunakan metode tradisional yaitu menggunakan metode

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dalam pembelajaran sehingga kegiatan pembelajaran menjadi kurang menarik dan kurang mengembangkan kemampuan kognitif siswa yang lebih tinggi.

  Masalah yang dihadapi adalah pemilihan metode yang tidak tepat di gunakan dalam menerapkan pembelajaran IPA. Dalam pembelajaran IPA sangatlah tepat jika digunakan mind map. Penggunaan mind map sangatlah tepat karena informasi-informasi yang sangat banyak dapat dialihkan menjadi diagram-diagram warna-warni yang menjadikan informasi itu lebih singkat. Dalam mind map setiap cabang memiliki warna yang berbeda-beda sehingga memudahkan siswa untuk mengingat informasi-informasi yang ada. Dalam membuat cabang mind map siswa dapat belajar menganalisis bagaimana membedakan setiap sub pokok materi dan mengevaluasi bagaimana menilai apakah benar/tidak setiap sub pokok materi tersebut. Penggunaan mind map diharapkan berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan menganalisis dan mengevaluasi.

  Penelitian dibatasi pada pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan menganalisis dan mengevaluasi berdasarkan taksonomi Bloom pada pelajaran IPA materi jenis-jenis tanah siswa kelas V SDK Sorowajan pada Semester Genap Tahun Ajaran 2011/2012.

1.2 Rumusan Masalah

  1.2.1 Apakah penggunaan mind map pada pelajaran IPA materi mengidentifikasi jenis-jenis tanah berpengaruh terhadap kemampuan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

1.3 Tujuan Penelitian

  1.3.1 Mengetahui pengaruh penggunaan mind map pada pelajaran IPA materi mengidentifikasi jenis-jenis tanah terhadap kemampuan menganalisis kelas V SDK Sorowajan semester genap tahun ajaran 2011/2012.

  1.3.2 Mengetahui pengaruh penggunaan mind map pada pelajaran IPA materi mengidentifikasi jenis-jenis tanah terhadap kemampuan mengevaluasi kelas V SDK Sorowajan semester genap tahun ajaran 2011/2012.

1.4 Manfaat Penelitian

  1.4.1 Guru Guru mendapatkan pengalaman dan pengetahuan yang luas dalam menerapkan penggunaan mind map pada pembelajaran sehingga memberikan inspirasi kepada guru menggunakannya dalam materi yang lain.

  1.4.2 Siswa Siswa mendapatkan pengalaman yang bermanfaat dalam menggunakan mind map pada pembelajaran.

  1.4.3 Sekolah Laporan penelitian ini dapat menambah koleksi bacaan diperpustakaan sekolah terkait penggunaan mind map pada pembelajaran sehingga

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

BAB II

LANDASAN TEORI Dalam bab II akan dibahas landasan teori yang terdiri dari kajian pustaka, kerangka berpikir, dan hipotesis.

  2.1 Kajian Pustaka

  2.1.1 Teori-teori yang Relevan

  2.1.1.1Metode Pembelajaran dengan Mind Map Metode Mind Map akan membahas teori perkembangan anak, metode pembelajaran, dan Mind Map .

1. Teori Perkembangan Kognitif Anak

  Menurut Iskandar (2001:26) Piaget memandang perkembangan intelektual berdasarkan perkembangan struktur kognitif. Semua anak melewati setiap tahap tesebut secara hierarki, artinya anak tidak dapat melompati suatu tahap tanpa melaluinya sehingga setiap anak akan melewati perkembangan secara bertahap. Menurut Piaget dalam Yusuf (2009:4-6) tahapan perkembangan kognitif antara lain

  : a.

  Periode Sensorimotor (0-2 tahun) Pengetahuan anak diperoleh melalui interaksi fisik, baik dengan orang atau objek (benda). Skema-skemanya baru berbentuk refleks-refleks sederhana, seperti: menggenggam, meraba, membau, dan lain-lain.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  c.

  Operasional konkret (7-11 tahun) Anak sudah dapat membentuk operasi-operasi mental atas pengetahuan yang mereka miliki. Mereka dapat menambah, mengurangi, dan mengubah. Operasi ini memungkinkannya untuk dapat memecahkan masalah secara logis.

  d.

  Operasional formal (11 tahun sampai dewasa) Periode ini merupakan operasi mental tingkat tinggi. Disini anak (remaja) sudah dapat berhubungan dengan peristiwa-peristiwa hipotesis atau abstrak, tidak hanya dengan objek-objek abstrak.

  Remaja sudah dapat berpikir abstrak dan memecahkan masalah melalui pengujian semua alternatif yang ada.

  Jadi, setiap tahap perkembangan kognitif mempunyai tingkat yang berbeda dalam belajar sehingga harus dapat disesuaikan dengan metode pembelajaran yang digunakan. Pada dasarnya anak SD berada pada tahap operasional konkret.

2. Metode Pembelajaran

  Menurut Sanjaya (2006:145), metode adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan pembelajaran agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Keberhasilan pembelajaran sangat tergantung pada cara guru menggunakan metode pembelajaran.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  c.

  Metode diskusi Metode diskusi adalah metode pembelajaran yang menghadapkan siswa pada suatu permasalahan. Tujuan utama metode diskusi adalah untuk memecahkan suatu permasalahan, menjawab pertanyaan, menambah dan memahami pengetahuan siswa, serta untuk membuat keputusan (Killen, 1998).

  d.

  Metode simulasi Metode simulasi adalah cara penyajian pengalaman belajar dengan menggunakan situasi tiruan untuk memahami tentang konsep, prinsip, atau keterampilan tertentu.

  Jadi, diperlukan metode yang baru dalam pembelajaran anak SD sehingga pembelajaran tidak membosankan. Metode baru tersebut adalah metode mind map.

3. Mind Map

  Menurut Buzan (2008:15-16) dikatakan bahwa mind map adalah cara termudah untuk menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi ke luar dari otak.

  Mind map merupakan cara mencatat suatu materi menggunakan kreativitas

  yang dimiliki siswa dengan memetakan pikiran-pikiran dalam suatu kertas kosong. Dalam mencatat, menggunakan warna menarik yang sesuai informasi, informasi panjang bisa dialihkan diagram warna-warni, gambar

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  b.

  Gunakangambar atau foto untuk ide pokok, karena sebuah gambar akan membantu untuk mengembangkan imajinasi berpikir sehingga lebih menarik dan terfokus, dan mengaktifkan otak.

  c.

  Gunakan warna, karena bagi otak, warna sama menariknya dengan gambar. Warna akan membuat mind map lebih hidup, menambah energi kepada pemikiran kreatif, dan menyenangkan.

  d.

  Hubungkan cabang-cabang utama ke gambar pusat dan hubungkan cabang-cabang tingkat dua dan tiga ke cabang-cabang berikutnya. Otak senang mengaitkan dua (atau tiga, atau empat) hal sekaligus. Bila menghubungkan cabang-cabang, akan lebih mudah mengerti dan mengingat. Setiap cabang pada sub pokok yang berbeda, gunakanlah warna yang berbeda pula agar tidak membingungkan sehingga mudah diingat.

  e.

  Buat garis hubung yang melengkung, bukan garis lurus, karena garis lurus akan membosankan otak. Cabang-cabang yang melengkung dan organis, seperti cabang-cabang pohon, jauh lebih menarik bagi mata.

  f.

  Gunakan satu kunci untuk setiap garis, karena kata kunci tunggal memberi banyak daya dan fleksibilitas kepada mind map .

  g.

  Gunakan gambar, karena seperti gambar sentral, setiap gambar bermakna seribu kata. Jadi bila kita hanya mempunyai 10 gambar di dalam mind map .

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  2.1.1.2 Proses Kognitif Menganalisis dan Mengevaluasi Proses kognitif ini berisi proses kognitif Benjamin S.Bloom yang telah direvisi yaitu mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi dan mencipta.

1. Proses Kognitif Benjamin S. Bloom

  Menurut Tarlinton dalam Supratiknya (2003:3), Anderson merevisi taksonomi Bloom dalam ranah kognitif, dua perubahan penting yang dilakukan meliputi (1) menghilangkan kemampuan taraf 5 sintesis, menggeser kemampuan taraf 6 evaluasi menjadi taraf 5, dan memasukkan jenis kemampuan baru pada taraf 6 yakni creating atau menciptakan serta (2) mengubah nama keenam kategori, dari kata benda menjadi kata kerja. Menurut Anderson (2010:100-102), kategori-kategori dalam dimensi proses kognitifantara lain: a.

  Mengingat Mengingat merupakan mengambil keputusan dari memori jangka panjang.

  b.

  Memahami Memahami merupakan membangun makna dari materi pembelajaran, termasuk apa yang diucapkan, ditulis, dan digambar oleh guru.

  c.

  Mengaplikasikan Mengaplikasikan merupakan menerapkan atau menggunakan suatu prosedur dalam keadaan tertentu.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  f.

  Mencipta Mencipta merupakan memadukan bagian-bagian untuk membentuk sesuatu yang baru dan koheren atau untuk membuat suatu produk yang orisinil. Dalam hal ini, proses kognitif yang akan dibahas antara lain:

  1) Menganalisis

  Menurut Anderson (2001:101-102) menganalisis melibatkan proses memecah-mecah materi menjadi bagian-bagian kecil dan menentukan bagaimana hubungan antara bagian dan antara setiap bagian dan struktur keseluruhannya. Proses dalam menganalisis terdiri dari: a)

  Membedakan Membedakan melibatkan proses memilah bagian-bagian materi pelajaran yang relevan dari yang tidak relevan, bagian yang penting dari yang tidak penting.

  b) Mengorganisasi

  Dalam mengorganisasi, siswa membangun hubungan-hubungan yang sistematis dan koheren antar potongan informasi. Ketika siswa diberi suatu deskripsi tentang sebuah masalah, mereka dapat mengidentifikasi hubungan-hubungan yang sistematis dan koheren di antara bagian-bagian yang relevan.

  c) Mengatribusikan

  Mengatribusikan terjadi ketika siswa dapat menentukan sudut

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  b) Mengkritik

  Melibatkan proses penilaian suatu produk atau proses berdasarkan kriteria dan standar eksternal. Siswa mencatat ciri-ciri positif (kelebihan) dan negatif (kelemahan) dari suatu produk dan membuat keputusan berdasarkan ciri-ciri tersebut. Mengkritik merupakan inti dari apa yang disebut berpikir kritis.

  2.1.1.3 Mata Pelajaran IPA

  Bagian ini akan menjelaskan tentang hakekat IPA, tujuan pembelajaran IPA, dan materi ajar kelas V.

1. Hakekat IPA Kata “IPA” merupakan singkatan kata “Ilmu Pengetahuan Alam”.

  Menurut Iskandar (2001:2-12) Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah ilmu yang mempelajari peristiwa-peristiwa yang terjadi dialam. Hakekat IPA antara lain: a.

  IPA sebagai produk Bentuk IPA sebagai produk adalah fakta-fakta, konsep-konsep, prinsip-prinsip, dan teori-teori IPA.

  b.

  IPA sebagai proses Metode yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan. Metode yang biasa digunakan disebut metode ilmiah.

  Keterampilan proses IPA merupakan usaha yang dilakukan untuk

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  a.

  IPA berfungsi bagi suatu bangsa, sebab kesejahteraan material suatu bangsa banyak tergantung pada kemampuan bangsa dalam bidang IPA sebab IPA merupakan dasar teknologi.

  b.

  Bila diajarkan menurut cara yang tepat, IPA merupakan suatu mata pelajaran yang memberikan kesempatan latihan berpikir kritis.

  c.

  IPA merupakan bagian kebudayaan bangsa, karena kehidupan makin lama makin banyak dipengaruhi oleh hasil-hasil IPA.

3. Materi Ajar Kelas V

  Standar Kompetensi yang digunakan dalam penelitian yaitu “7. memahami perubahanyang terjadi di alam dan hubungannya dengan penggunaan sumber daya alam

  ” dengan kompetensi dasar yaitu “7.2 mengidentifikasi jenis- jenis tanah”.

  Menurut Dodo (2008:163-164) dikatakan bahwa tanah terbentuk akibat adanya pelapukan batuan. Ada tiga jenis pelapukan yaitu: a.

  Pelapukan fisika Pelapukan yang disebabkan oleh iklim atau cuaca, suhu, angin, dan air.

  b.

  Pelapukan kimia Pelapukan batuan juga dapat terjadi karena proses kimia.

  Hujan asam adalah air hujan yang bercampur dengan gas-gas sisa buangan industri atau pabrik, misalnya: hujan asam

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Berikut ini diuraikan jenis-jenis tanah menurut Soewandi (2011:150-151) antara lain: a.

  Tanah humus Tanah humus adalah tanah yang sangat subur terbentuk dari lapukan daun dan batang pohon (sampah organik). Tanah humus berwarna kecoklatan dan cocok untuk tanaman kelapa, nanas, dan padi.

  b.

  Tanah pasir Tanah pasir adalah tanah yang bersifat kurang baik bagi pertanian, yang terbentuk dari batuan beku serta batuan sedimen yang memiliki butir kasar dan berkerikil.

  c.

  Tanah alluvial/tanah endapan Tanah alluvial adalah tanah yang dibentuk dari lumpur sungai yang mengendap di dataran rendah yang memiliki sifat tanah yang subur dan cocok untuk lahan pertanian seperti tanaman padi.

  d.

  Tanah podzolit Tanah podzolit adalag tanah yang terbentuk akibat pengaruh curah hujan yang tinggi dan suhu yang rendah . Tanah podzolit mempunyai ciri tidak subur dan berwarna merah sampai kuning. Tanah ini baik untuk tanaman kelapa dan jambu mete.

  e.

  Tanah vulkanik/tanah gunung berapi Tanah vulkanik adalah tanah yang terbentuk dari lapukan materi letusan gunung berapi yang subur.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  h.

  Tanah organosol/tanah gambut Tanah organosol adalah jenis tanah yang kurang subur untuk bercocok tanam, terbentuk dari pelapukan tumbuhan rawa. Tanah ini kurang subur karena selalu tergenang air.

  Menurut Rositawaty (2008:119-120), tanah merupakan bagian kerak bumi. Kerak bumi terdiri dari lapisan atas, lapisan tengah, lapisan bawah, dan lapisan batuan induk.

  1. Lapisan tengah, terbentuk dari campuran antara hasil pelapukan batuan dan air. Lapisan ini terbentuk karena sebagian bahan lapisan atas terbawa oleh air dan mengendap. Lapisan ini biasa disebut tanah liat.

  2. Lapisan bawah, merupakan lapisan yang terdiri atas bongkahan-bongkahan batu. Di sela-sela bongkahan terdapat hasil pelapukan batuan. Jadi, masih ada batu yang belum melapuk secara sempurna. Tanah ini biasa disebut tanah pasir.

  3. Lapisan atas, merupakan lapisan yang terbentuk dari hasil pelapukan batuan dan sisa-sisa makhluk hidup yang telah mati. Lapisan ini merupakan tanah yang paling subur dan biasa disebut tanah humus.

4. Lapisan batuan induk, berupa bebatuan yang padat.

2.2 Penelitian-penelitian Terdahulu

  2.2.1 Penelitian-penelitian tentang Mind Map Widyaningsih (2006) meneliti penggunaan media mind map

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  pada siklus I setelah menggunakan teknik Mind Mapping menjadi 69,00. Pada siklus II mengalami kenaikan sebanyak 29,58%. Data menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar dengan nilai rata-rata 8,0.

  Astutik (2011) meneliti pengaruh mind map terhadap hasil belajar

  IPS siswa kelas V SD Negeri Cepit tahun ajaran 2010/2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah digunakan mind map, hasil belajar

  IPS mengalami peningkatan. Hal tersebut dapat dilihat dari mean hasil

  posttest pada kelas eksperimen sebesar 22,28 yang berarti lebih tinggi

  daripada kelas kontrol sebesar 18,22. Uji posttest harga sig. (2-tailed) sebesar 0,002<0,05.

2.2.2 Penelitian-penelitian tentang Proses Kognitif

  Aryani (2011) meneliti pengaruh metode inkuiri terhadap prestasi belajar dan kemampuan berpikir kritis kategori kognitif pada mata pelajaran IPA SDK Wirobrajan tentang pembentukan tanah akibat pelapukan batuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap kemampuan berpikir kritis kategori kognitif siswa yang ditunjukkan dengan harga sig.(2-tailed) 0,000 (atau < 0,05). Peningkatan kemampuan berpikir kritis kategori kognitif kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berbeda secara positif dan signifikan yang ditunjukkan dengan harga sig.(2-tailed) 0,000 (atau < 0,05). Selain itu, rata-rata kenaikan skor antaraspek kognitif berbeda secara signifikan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Triyanti (2011) meneliti perbedaan pembelajaran IPA terintegrasi model connected dan model terpisah-pisah terhadap hasil belajar IPA ranah kognitif siswa kelas VII SMP N 3 Ngaglik. Hasil analisis data menunjukkan peningkatan diperoleh t hitung =2,338 lebih besar dari t tabel =2,338>1,672 dengan df 58 taraf sig 5% dan Psig sebesar 0,023<0,05 yang menunjukkan peningkatan hasil belajar kelompok eksperimen lebih tinggi dari kelompok kontrol.

2.2.3 Literature Map

  2.2.4 Penggunaan Mind Map Kemampuan menganalisis dan mengevaluasi

  Widyaningsih (2006) mind map - motivasi dan prestasi belajar Aryani (2011) metode inkuiri dan prestasi belajar dan berpikir kritis kategori kognitif

  Astutik(2011) mind map - hasil belajar Astuti (2004) tingkat pencapaian tujuan pembelajaran fisika berdasarkan taksonomi bloom

  Triyanti (2011) ranah kognitif dan hasil belajar Maryudani (2010) mind mapping - prestasi belajar

  Yang perlu diteliti

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Jika mind map diterapkan pada pembelajaran IPA kelas V SDK Sorowajan, proses kognitif menganalisis dan mengevaluasi para siswa akan berpengaruh.

  2.4 Hipotesis Hipotesis dalam penelitian ini adalah:

  2.4.1 Penggunaan mind map berpengaruh secara signifikan terhadap proses kognitif menganalisis siswa kelas V SDK Sorowajan pada pelajaran

  IPA untuk kompetensi dasar “mengidentifikasi jenis-jenis tanah” semester genap tahun ajaran 2011/2012.

  2.4.2 Penggunaan mind map berpengaruh secara signifikan terhadap proses kognitif mengevaluasi siswa kelas V SDK Sorowajan pada pelajaran

  IPA untuk kompetensi dasar “mengidentifikasi jenis-jenis tanah” semester genap tahun ajaran 2011/2012.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Variabel metode mind Variabel

map

  • Kemampuan menganalisis dan mengevaluasi Kajian Pustaka Penelitian-penelitian sebelumnya Kerangka berpikir

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB III METODE PENELITIAN Bab III membahas metode penelitian yaitu jenis penelitian, populasi dan

  sampel, variabel penelitian, definisi operasional, instrumen penelitian, uji validitas dan reliabilitas, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, dan jadwal penelitian.

  3.1 Jenis penelitian Jenis penelitian ini termasukquasi-experimental tipe non-equivalent

  

control group design karena tiap responden pada kelompok kontrol dan kelompok

  eksperimen tidak dipilih secara random (Sugiono,2010:116). Sebelum pembelajaran dilakukan pretest untuk mengetahui kemampuan awal antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kelompok eksprimen yaitu kelas

  VA diberi pembelajaran menggunakan mind map sedangkan kelompok kontrol yaitu kelas VB diberi pembelajaran tradisional, tidak menggunakan mind map. Pada akhir pembelajaran, dilakukan posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kemudian, hasil pretest dan posttest dibandingkan untuk mengetahui kemajuan belajar siswa. Desain penelitian quasi-experimental design tipe non-equivalent control group

  design sebagai berikut:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3.2 Populasi dan sampel Menurut Sugiyono (2010:117), populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakterisitik tertentu.

  Menurut Sugiyono (2010:118), sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Penelitian ini mengambil subyek di SDK Sorowajan yang terletak di Jalan Sorowajan No. 111 Banguntapan, Bantul, Yogyakarta dengan studi kasus kelas VA sebagai kelas eksperimen dan kelas VB sebagai kelas kontrol. Tempat penelitian berdasarkan tempat Praktek Pengalaman Lapangan (PPL).

  Pembelajaran pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dilakukan oleh guru mitra yaitu guru kelas VA. Guru mitra akan lebih mengerti keadaan siswa daripada peneliti. Pembelajaran pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dilakukan oleh satu guru mitra karena bila dilakukan oleh guru yang berbeda akan mempengaruhi hasil eksperimen. Peneliti melakukan pengamatan dan dokumentasi selama pembelajaran di kelas berlangsung.

  3.3 Jadwal pengambilan data Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 28 Februari 2012 sampai 9 Maret 2012. Berikut jadwal penelitian pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen: Tabel 1. Jadwal penelitian

  Eksperimen Kontrol Hari/Tanggal Pertemuan

  VA

  VB Selasa, 28 Februari Pre Test Pre Test

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3.4 Variabel penelitian Menurut Sugiyono (2010:60-61), variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

  Variabel yang akan diteliti dalam penelitian ada dua antara lain: 1.

  Variabel independen (bebas) adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). Variabel independen dalam penelitian ini adalah penggunaan

  mind map 2.

  Variabel dependen (terikat) adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kemampuan menganalisis dan kemampuan mengevaluasi. Variabel independen variabel dependen

  Kemampuan menganalisis Penggunaan Mind map Kemampuan mengevaluasi

  Gambar 5. Variabel Penelitian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3. Kemampuan menganalisis adalah kemampuan memecah-mecahkan materi menjadi bagian-bagian dan menentukan hubungan dari bagian- bagian tersebut secara keseluruhan.

  4. Kemampuan mengevaluasi adalah kemampuan membuat keputusan sesuai dengan kriteria dan standar.

  5. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah ilmu yang mempelajari peristiwa- peristiwa yang terjadi dialam.

  6. Siswa SD adalah siswa kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta.

  3.6 Instrumen penelitian Menurut Margono (2010:155), instrumen sebagai alat pengumpul data harus betul-betul dirancang dan dibuat sedemikian rupa sehingga menghasilkan data empiris sebagai mana adanya. Peneliti membuat 2 soal essai yang mencakup 2 proses kognitif yaitu menganalisis dan mengevaluasi. Dalam penelitian ini menggunakan Standar Kompetensi yaitu

  “7. memahami perubahanyang terjadi di alam dan hubungannya dengan penggunaan sumber daya alam ” dengan kompetensi dasar yaitu

  “ 7.2 mengidentifikasi jenis-jenis tanah”. Berikut matriks pengembangan instrumen yang dibuat: Tabel 2. Matriks pengembangan instrumen No. Variabel Aspek Indikator No.

  soal

  

1. Membedakan Membedakan kesuburan tanah yang digunakan

sebagai tempat pembuangan sampah dan tidak digunakan untuk pembuangan sampah.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  dinilai. Menurut Sudjana (2010:16), reliabilitas adalah ketetapan atau keajegan dalam menilai apa yang dinilainya.

  Soal-soal essai diujicobakan di SDK Wirobrajan 67 siswa dan SDK Sengkan 48 siswa. Jumlah soal essai yang diujikan adalah 6 soal. Penelitian ini dilakukan bersama dengan kedua teman peneliti lain. Keenam soal essai diujikan dua kali yaitu pertama kali di SD Kanisius Wirobrajan yang mendapatkan keenam soal valid dan reliabilitas 0,51 dan kedua kalinya di SD Kanisius Sengkan dengan validitas dan reliabilitas yang tinggi dibandingkan reliabilitas sebelumnya yaitu 0,69. Peneliti menggunakan soal essai karena dapat mengukur kemampuan kognitif sampai level yang sangat tinggi. Soal essai memiliki jawaban yang bervariasi sehingga skor yang diperoleh sulit mencapai validitas dan reliabilitas yang tinggi dibandingkan dengan soal objektif yang memiliki jawaban pasti. Berikut hasil validitas dan reliabilitas dari SDK Sengkan dengan menggunakan uji Alpha Chronbach, antara lain:

  Tabel 3. Uji Validitas SDK Sengkan

  

No. Aspek Pearson Correlation Sig.(2-tailed) Keterangan

  1. Mengingat 0,545** 0,000 Valid

  2. Memahami 0,683** 0,000 Valid

  3. Mengaplikasikan 0,584** 0,000 Valid

  4. Menganalisis 0,697** 0,000 Valid

  5. Mengevaluasi 0,613** 0,000 Valid

  6. Mencipta 0,686** 0,000 Valid

  Berdasarkan tabel di atas, harga sig.(2-tailed) sebesar 0,000. Harga tersebut nilainya lebih kecil dari 0,05 (0,000<0,05) dan pearson correlation

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 5. Uji Reliabilitas

  SDK Sengkan Cronbach Alpha N of item Kualifikasi 0.690

  6 Cukup

  Menurut Nunnally (dalam Ghozali, 2009:46) suatu konstruk disebut reliabel jika harga Alpha Cronbach >0,60.Berdasarkan tabel di atas, ditunjukkan bahwa reliabilitas harga sebesar 0,690 yang artinya instrumen tersebut memiliki reliabilitas yang cukup (Masidjo, 2006:209). Dari 6 soal essai, yang diambil peneliti sebagai instrumen untuk penelitian adalah menganalisis dan mengevaluasi.

  3.8 Teknik pengumpulan data Teknik pengumpulan data dalam peneltian ini menggunakan pretest

  posttest di kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Pengumpulan data dapat

  dilihat sebagai berikut: Tabel 6. Teknik pengumpulan data

  

No. Kelompok Variabel Data Pengumpulan Instrumen

  

1 Kemampuan Skor pretest pretest Soal essai

Eksperimen (VA) menganalisis Skor posttest posttest Soal essai

  

2 Kemampuan Skor pretest pretest Soal essai

Kontrol (VB) mengevaluasi Skor posttest posttest Soal essai

  3.9 Teknik analisis data Teknik analisis data dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  3.9.1 Uji Normalitas Menurut Priyanto (2008:28), uji normalitas data digunakan untuk

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Setelah di uji normalitas data, data di uji statistik dengan tiga langkah sebagai berikut:

  3.9.1.1 Uji perbandingan skor pretest Menurut Priyanto (2008:31), uji perbandingan skor pretest data dilakukan dengan menganalisis pretest dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Uji perbandingan skor pretest dilakukan untuk mengetahui apakah kedua data memiliki dasar yang sama atau tidak sehingga di mungkinkan untuk dilakukan pembandingan. Syarat/kriteria yang digunakan (Yulius, 2010:85): 1.

  Jika harga sig. (2-tailed)>0,05 tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok kontrol dan kelompok eksprimen dengan kata lain keduanya memiliki persamaan data.

  2. Jika harga sig. (2-tailed)<0,05 terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan kata lain tidak ada persamaan data.

3.9.1.2 Uji perbandingan pretest ke posttest

  Uji ini untuk memastikan apakah ada kenaikan yang terjadi pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan membandingkan skor hasil pretest dan post test. Syarat/kriteria yang digunakan (Yulius, 2010:82):

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3.9.1.3 Uji pengaruh perlakuan dan uji selisih skor

  Ada dua cara yang digunakan pada statistik ini yaitu uji perlakuan dan uji selisih skor.

  1. Uji pengaruh perlakuan Uji pengaruh perlakuan dilakukan untuk memastikan apakah ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kriteria yang digunakan yang digunakan (Yulius, 2010: 86): a.

  Jika harga sig. (2-tailed)>0,05, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara posttest di kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan kata lain penggunaan mind map tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan menganalisis dan mengevaluasi.

  b.

  Jika harga sig. (2-tailed)<0,05, terdapat perbedaan yang signifikan antara skor posttest di kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan kata lain penggunaan mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan menganalisis dan mengevaluasi

  2. Uji selisih skor Uji selisih skor ini dilakukan jika tidak ada homogenitas data dari skor

  pretest baik di kelompok kontrol dan eksperimen. Untuk mendapatkan

  perhitungan selisih skor dengan cara mengurangkan hasil posttest dikurangkan hasil pretest di kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Dengan kata lain penggunaan mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan menganalisis dan mengevaluasi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini membahas hasil penelitian meliputi pengaruh penggunaan mind

  

map terhadap kemampuan menganalisis, pengaruh penggunaan mind map

  terhadap kemampuan mengevaluasi, dan rangkuman hasil penelitian, pembahasan, serta keterbatasan masalah.

  4.1 Hasil Penelitian

  4.1.1 Pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan menganalisis Penelitian ini merupakan penelitian kolaborasi dengan teman pada kelompok IPA. Proses kognitif menurut Bloom terdiri dari kemampuan mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi dan mencipta. Kemampuan proses kognitif yang dibahas di sini adalah menganalisis.

  Penelitian ini dilakukan dengan memilih kelas yang termasuk dalam kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kelompok kontrol merupakan kelompok dengan diberikan pembelajaran tradisional, di mana guru menggunakan ceramah selama pembelajaran berlangsung sedangkan kelompok eksperimen merupakan pembelajaran yang menggunakan mind map. Kelompok kontrol yaitu kelas VB sedangkan kelompok eksperimen adalah kelas VA. Instrumen yang digunakan adalah 2 soal essaiyang mencakup 2 proses kemampuan kognitif. Pada awal penelitian dilakukan pretest pada kelompok kontrol (VB) terdiri 28 siswa dan kelompok eksperimen (VA) terdiri 28 siswa untuk mengetahui kemampuan awal

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Distribusi data dikatakan normal jika harga sig. (2-tailed) > 0,05. Distribusi data dikatakan tidak normal jika harga sig. (2-tailed) < 0,05 (Priyanto, 2008:28). Tabel 7. Hasil uji normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov

  No Aspek Nilai Signifikasi Keterangan

  1 Rerata skor Pretest Kontrol 0,078 Normal

  2 Rerata skor Posttest Kontrol 0,063 Normal

  3 Rerata skor Pretest Eksperimen 0,800 Normal

  4 Rerata skor Posttest Eksperimen 0,171 Normal

  Berdasarkan analisis statistik di atas, rerata pretest kelompok kontrol memiliki harga sig. (2-tailed) sebesar 0,078 dan rerata posttest kelompok kontrol harga sig. (2-tailed) sebesar 0,063. Pada kelompok eksperimen rerata pretest memilikiharga sig.(2-tailed) sebesar 0,800 dan rerata posttest harga sig. (2-tailed) sebesar 0,171. Keempatnya memiliki distribusi data normal karena nilai sig. (2- tailed) > 0,05 sehingga data tersebut akan dianalisis dengan statistik parametrik t- test. Analisis data dilakukan yaitu perbandingan skor pretest, perbandingan skor

  pretest ke posttest, dan perbandingan posttest. Berikut ini tiga langkahnya:

  4.1.1.1 Perbandingan skor pretest Langkah pertama dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara hasil pretestpada kelompok kontrol dan hasil pretest di kelompok eksperimen. Cara ini digunakan untuk mengetahui apakah data-data yang akan dianalisis lebih lanjut memiliki titik pijak yang sama sehingga bisa dibuat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  H null : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain skor pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen memiliki persamaan data. Untuk itu kriteria yang digunakan sebagai berikut:

  1. Jika harga sig.(2-tailed) < 0,05, H null ditolak dan H i diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain ada skor pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen tidak memiliki persamaan data.

  2. Jika harga sig.(2-tailed) >0,05, H diterima dan H ditolak. Artinya tidak

  null i

  ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain skor pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen memiliki persamaan data. Perbandingan skor pretest menganalisis dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 8. Perbandingan skor pretest

  Hasil Pretest Signifikasi Keterangan Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen 0,414 Tidak berbeda

  Berdasarkan tabel di atas, signifikasi sebesar 0,414 sehingga sig. (2-tailed) >0,05 yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan demikian, H null diterima dan H i ditolak, artinya skor pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen memiliki persamaan data.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Analisis data menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut: H : Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan skor posttest.

  i

  Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antara skor pretest ke skor posttest. H null : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan skor

  posttest . Dengan kata lain tidak ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antara skor pretest ke skor posttest.

  Untuk itu kriteria yang digunakan sebagai berikut: 1. ditolak dan H diterima. Artinya ada

  null i

  Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05, H perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antara pretest ke posttest. 2. diterima dan H ditolak. Artinya tidak

  null i

  Jika harga sig. (2-tailed) >0,05, H ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. Dengan kata lain tidak ada kenaikan yang signifikan antara pretest ke posttest. Berikut ini hasil analisis perbandingan skor pretest ke postest: Tabel 9. Perbandingan skor pretest ke posttest

  Test Peningkatan

No Kelompok Signifikasi Keterangan

Pretest Posttest (%)

  

1 Kontrol 2,24 2,27 1,34 % 0,827 Tidak berbeda

  2 Eksperimen 2,06 2,68 30,10 % 0,005 Berbeda

  Berdasarkan tabel di atas, diketahui kelompok kontrol harga sig. (2-tailed) sebesar 0,827 > 0,05. Dengan demikian, H null diterima dan H i ditolak artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest dengan kata lain

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4.1.1.3 Perbandingan posttest Langkah ketiga dilakukan untuk melihat apakah ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

  Analisis statistik yang digunakan adalah analisis statistik parametrik independent

  samples t-test karena data terdistribusi secara normal dengan tingkat kepercayaan

  95%. Analisis perbedaan ini dilakukan untuk mengetahui apakah penggunaan

  mind map berpengaruh secara signifikan terhadap apa. Hasil analisis yang

  dilakukan akan digunakan sebagai titik pijak untuk menarik kesimpulan apakah hasil penelitian ini mengafirmasi atau menolak hipotesis penelitian. Kedua skor

  posttest dikatakan memiliki perbedaan yang signifikan jika harga sig. (2-

  tailed)<0,05 dan tidak memiliki perbedaan yang signifikan jika harga sig. (2- tailed)>0,05.

  Analisis data menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut: H i : Ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan menganalisis. H null : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan mind map tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan menganalisis. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan sebagai berikut:

  1. Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05, H ditolak dan H diterima. Artinya ada

  null i

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Berikut hasil perhitungan perbandingan skor posttest: Tabel 10. Perbandingan skor posttest

  Hasil Posttest Signifikasi Keterangan Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen 0,041 Berbeda

  Berdasarkan tabel diatas, sig. (2-tailed) 0,041<0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara posttest kelompok kontrol dan eksperimen. Dengan demikian H null ditolak dan H i diterimayang artinya penggunaan mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan menganalisis

  3

  2.5

2 Kontrol

  1.5 Eksperimen

  1

  0.5 Pretest Posttest

  Gambar 6. Perbandingan antara skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

  4.1.2 Pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan mengevaluasi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Sebelum dilakukan analisis yang selanjutnya, data yang diperoleh diuji normalitasnya dengan uji Kolmogorov-Smirnov dengan program computer PASW

  

(SPSS) 18 for Windows untuk menentukan jenis uji statistik yang digunakan

dalam analisis data responden.

  Distribusi data dikatakan normal jika harga sig. (2-tailed) > 0,05. Distribusi data dikatakan tidak normal jika harga sig. (2-tailed) < 0,05. Tabel 11. Hasil uji normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov

  No Aspek Signifikasi Keterangan

  1. Rerata skor Pretest Kontrol 0,281 Normal

  2. Rerata skor Posttest Kontrol 0,090 Normal

  3. Rerata skor Pretest Eksperimen 0,058 Normal

  4. Rerata skor Posttest Eksperimen 0,503 Normal

  Berdasarkan analisis statistik di atas, kelompok kontrolrerata pretest memiliki harga sig. (2-tailed) sebesar 0,281 dan rerata posttest harga sig. (2-tailed) sebesar 0,090. Pada kelompok eksperimen rerata pretest memiliki harga sig. (2- tailed) sebesar 0,058 dan rerata posttest harga sig. (2-tailed) sebesar 0,503. Data tesebut memiliki distribusi datanormal karena harga sig. (2-tailed)> 0,05 sehingga aspek tersebut akan dianalisis dengan statistik parametrik t-test. Analisis data dilakukan yaitu perbandingan skor pretest, perbandingan skor

  pretest ke posttest, dan perbandingan posttest. Berikut ini tiga langkahnya:

  4.1.2.1 Perbandingan skor pretest Langkah pertama dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Analisis data menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut: H : Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dan

  i

  kelompok eksperimen. Dengan kata lain ada skor pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen tidak memiliki persamaan data. H null : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain ada skor pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen memiliki persamaan data. Untuk itu kriteria yang digunakan sebagai berikut:

  1. Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05, H ditolak dan H diterima. Artinya ada

  null i

  perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain ada skor pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen tidak memiliki persamaan data.

  2. Jika harga sig. (2-tailed) >0,05, H null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain ada skor pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen memiliki persamaan data. Perbandingan skor pretest mengevaluasi dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 12. Perbandingan skor pretest

  Hasil Pretest Signifikasi Keterangan Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen 0,757 Tidak berbeda

  Berdasarkan tabel diatas, harga sig. (2-tailed) sebesar 0,757 >0,05. Dengan demikian, H null diterima dan H i ditolak artinya tidak terdapat perbedaan yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  sig.(2-tailed) < 0,05 dan tidak memiliki perbedaan yang signifikan jika harga sig. (2-tailed) > 0,05. Analisis data menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut: H i : Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan skor posttest. Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antara skor pretest ke skor

  posttest.

  H null : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan skor posttest. Dengan kata lain tidak ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antara skor pretest ke skor posttest.

  Untuk itu kriteria yang digunakan sebagai berikut: 1. null ditolak dan H i diterima. Artinya ada

  Jika harga sig.(2-tailed) < 0,05, H perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. Dengan kata lain ada kenaikan yang signifikan yang terjadi antara pretest ke posttest. 2. null diterima dan H i ditolak. Artinya tidak

  Jika harga sig.(2-tailed) >0,05, H ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. Dengan kata lain tidak ada kenaikan yang signifikan antara pretest ke posttest. Berikut ini hasil analisis perbandingan skor pretest ke postest mengevaluasi: Tabel 13. Perbandingan skor pretest ke posttest

  Test Peningkatan No Kelompok Signifikasi Keterangan

  Pretest Posttest (%)

  1 Kontrol 1,89 1,98 4,76% 0,649 Tidak berbeda

  2 Eksperimen 1,82 2,58 41,76% 0,000 Berbeda

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  4.1.2.3 Perbandingan skorposttest Langkah ketiga dilakukan untuk melihat apakah ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

  Analisis statistik yang digunakan adalah analisisstatistik parametrik independent

  

samples t-test karena data terdistribusi secara normal dengan tingkat kepercayaan

  95%. Kedua skor posttest dikatakan memiliki perbedaan yang signifikan jika harga sig.(2-tailed)<0,05 dan tidak memiliki perbedaan yang signifikan jika harga sig. (2-tailed)>0,05.Analisis perbedaan ini dilakukan untuk mengetahui apakah penggunaan mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengevaluasi. Hasil analisis yang dilakukan akan digunakan sebagai titik pijak untuk menarik kesimpulan apakah hasil penelitian ini mengafirmasi atau menolak hipotesis penelitian. Analisis data menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut: H i : Ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengevaluasi. H null : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Dengan kata lain penggunaan mind map tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengevaluasi. Untuk itu kriteria yang digunakan sebagai berikut:

  1. Jika harga sig.(2-tailed) < 0,05, H

  null

  ditolak dan H

  i

  diterima. Artinya ada

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Berikut hasil perhitungan perandingan skor posttest: Tabel 14. Perbandingan skor posttest

  Hasil Posttest Signifikasi Keterangan Kelompok kontrol dan kelompok eksperimen 0,045 Berbeda

  Berdasarkan tabel di atas, sig. (2-tailed) sebesar 0,045 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara posttest kelompok kontrol dan eksperimen. Dengan demikian H null ditolak dan H i diterima yang artinya penggunaan mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengevaluasi.

  3

  2.5

2 Kontrol

  1.5 eksperimen

  1

0.5 Pretest Posttest

  Gambar 7. Perbandingan antara skor pretest dan posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

  4.1.3 Rangkuman Hasil Penelitian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Tabel 17. Rangkuman Perbandingan skor pretest ke posttest mengevaluasi

  Test No Kelompok Peningkatan Signifikasi Keterangan Pretest Posttest

  1 Kontrol 1,89 1,98 4,76% 0,649 Tidak berbeda

  

2 Eksperimen 1,82 2,58 41,76% 0,000 Berbeda

  Tabel 18. Rangkuman perbandingan skor posttest

  

Kelompok

No Aspek Signifikasi Keterangan

Kontrol Eksperimen

  

1 Menganalisis 2,27 2,68 0,041 Berbeda

  

2 Mengevaluasi 1,98 2,58 0,045 Berbeda

  4.2 Pembahasan

  4.2.1 Pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan menganalisis Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh penggunaan

  mind map terhadap kemampuan menganalisis. Pengaruh ini dapat terlihat

  dari perbedaan yang signifikan antara posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan sig. (2-tailed) sebesar 0,041 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara posttest kelompok kontrol dan eksperimen. Dengan demikian H ditolak dan H diterima

  null i

  yang artinya penggunaan mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan menganalisis. Hal ini dikarenakan selama pembelajaran dalam membuat mind map, pada setiap cabang sub pokok materi itu berbeda-beda dengan warna yang berbeda-beda pula sehingga mind map akan menjadi lebih hidup karena

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  kelompok kontrol dan eksperimen. Dengan demikian H null ditolak dan H i diterima yang artinya penggunaan mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengevaluasi. Ada hal yang menyebabkannya yaitu selama pembelajaran pada kelas eksperimen membuat mind map, siswa belajar memeriksa dan menilai apakah setiap cabang sub pokok materi sudah benar/tidak sesuai dengan materi yang ada sehingga siswa tidak hanya asal menulis tetapi mengerti akan materi yang dipelajari. Berbeda dengan kelompok kontrol yang hanya mendengarkan guru ceramah dan mencatat materi yang diperintahkan guru sehingga kemampuan kognitif siswa tidak berkembang.

  4.3 Keterbatasan penelitian Dalam penelitian ini terdapat keterbatasan meliputi:

  4.3.1 Materi dalam penelitian terlalu sedikit padahal waktu yang disediakan sebanyak 5 kali pertemuan sehingga siswa merasa bosan.

  4.3.2 Setiap siswa kesulitan dalam pembuatan mind map dikarenakan siswa tidak terbiasa mencatat dengan mengandalkan daya imajinasi dan kreativitas, hanya terbiasa mencatat biasa di buku tulis.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Dalam bab ini akan membahas tentang kesimpulan yang telah dilakukan dan saran untuk selanjutnya.

  5.1 Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh kesimpulan meliputi:

  5.1.1 Penggunaan mind map pada pelajaran IPA materi mengidentifikasi jenis- jenis tanah berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan menganalisis kelas V SDK Sorowajan semester genap tahun ajaran 2011/2012. Hal ini ditunjukkan dengan sig. (2-tailed) sebesar 0,041<0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara posttest kelompok kontrol dan eksperimen. Dengan demikian H ditolak dan H diterima

  null i

  yang artinya penggunaan mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan menganalisis.

  5.1.2 Penggunaan mind map pada pelajaran IPA materi mengidentifikasi jenis- jenis tanah berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengevaluasi kelas V SDK Sorowajan semester genap tahun ajaran 2011/2012. Hal ini ditunjukkan sig. (2-tailed) sebesar 0,045 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara posttest kelompok kontrol dan eksperimen. Dengan demikian H null ditolak dan H i diterima yang artinya penggunaan mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan mengevaluasi.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR PUSTAKA

  Anderson, L.W. dan Krathwohl, D.R.(2010).Kerangka landasan untuk pembelajaran, pengajaran, dan asesmen. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Astuti. (2004). Tingkat pencapaian tujuan pembelajaranfisika berdasarkan

taksonomi Bloom pada materi pokok listrik statis dan kapasitor.

  Skripsi tidak diterbitkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Aryani, D.L. (2011). Pengaruhmetode inkuiri terhadap prestasi belajar dan

  kemampuan berpikir kritis kategori kognitif pada mata pelajaran IPA SDK Wirobrajan

  . Skripsi tidak diterbitkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Astutik. (2011). Pengaruh mind map terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V SD Negeri Cepit tahun ajaran 2010/2011 . Skripsi tidak diterbitkan.

  Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta. Buzan, T. (2008). Buku pintar mind map. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama Buzan, T. (2007). Buku pintar mind map untuk anak. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

  Ghozali, I. (2009). Aplikasi analisis multivariate dengan program SPSS.

  Semarang: Universitas Diponegoro. Hermana, D.(2008). Ayo belajar Ilmu Pengetahuan Alam IPA. Yogyakarta: Kanisius.

  Iskandar. S. (2001). Pendidikan ilmu alam. Bandung: CV.Maulana. Margono, S. (2010). Metodologi penelitian pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Sarwono, J. (2010). Belajar statistik menjadi mudah dan cepat PASW statistics

  18 . Yogyakarta: CV. Andi.

  Setyosari, P. (2010). Metode penelitian pendidikan dan pengembangan.

  Jakarta: Kencana. Soewandi, H dan Estu, S. (2011). Ilmu kealaman dasar. Bogor: Ghalia Indonesia. Sudjana, N. (2009). Penilaian hasil proses belajar mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

  Sugiyono. (2010). Metode penelitian pendidikan. Bandung: Alfabeta. Suparno, P. (2001).Teori perkembangan kognitif Jean Piaget. Yogyakarta: Kanisius.

  Supratiknya. (-----------). Penilaian hasil belajar. Modul tidak diterbitkan.

  Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Triyanti, D. (2011). Perbedaan pembelajaran IPA terintegrasi model connected

  dan model terpisah-pisah terhadap hasil belajar IPA pada ranah kognitif pada pokok bahasan “perubahan pada komponen ekosistem” siswa kelas

  VII SMP N 3 Ngaglik . Skripsi tidak diterbitkan. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

  Widyaningsih, H. (2006). Penggunaan media mind map dalam meningkatkan

  motivasi dan prestasi belajar siswa kelas XI IPS

  2 SMA Taman Madya .

  Skrpsi tidak diterbitkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Yulius, O. (2010). Kompas IT kreatif SPSS 18. Yogyakarta: Panser Pustaka.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

Lampiran1. Silabus

  

SILABUS

Nama Sekolah : SD Kanisius Sorowajan Mata Pelajaran :Ilmu Pengetahuan Alam Kelas/Semester :V / 2 Standar Kompetensi : 7. Memahami Perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan SDA Kelompok : Kontrol

  Materi Alokasi Kompetensi Dasar Kegiatan Belajar Indikator Penilaian Sumber/Alat/Bahan Pokok

  Waktu

  Tanah Pertemuan 1 Pretest 10x40 1.

  Hermana, Dodo.

  7.2Mengidentifikasi 2009. Ayo Belajar

  • dan menit

  Menyebutkan jenis-

   Membaca materi jenis-jenis tanah

  IPA. Yogyakarta : jenis pelapukan posttest Kanisus. proses tentang 2.

  Sulistyanto, Menjelaskan proses

  • terbentuknya tanah.

  H.&Edy wiyon. pelapukan

  (2008). Ilmu  Menyimak penjelasan berdasarkan

  Pengetahuan guru tentang proses penyebabnya.

  Alam: Jakarta : terbentuknya tanah, Depdiknas. jenis-jenis pelapukan.

  • 3.

  Membedakan

  Azmiyawati,  Mengerjakan soal- pelapukan yang

  Choiril, wigati soal latihan dipengaruhi oleh

  Hadi Omegawati, faktor kimia, fisika & Rohana

  Pertemuan 2 dan biologi Kusumawati.  Membaca buku

  (2008).IPA Menyebutkan jenis-

  • tentang materi Salingtemas 5.

  jenis tanah jenis-jenis tanah.

  Jakarta : Depdiknas.  Menyimak penjelasan guru tentang jenis-jenis tanah dan struktur tanah

  Soewandi ,Hariwijaya &Estu Sinduningrum.

  Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan Belajar Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber/Alat/Bahan

  • Menjelaskan jenis- jenis tanah berdasarkan ciri- cirinya

   Mengerjakan soal-soal latihan. Pertemuan 3

  (2011). Ilmu Kealaman Dasar. Bogor:Ghalia Indonesia.

  • Membedakan jenis- jenis tanah berdasarkan tekstur dan kemampuan menyerap air

   Menyimak penjelasan guru tentang pupuk dan proses pembuatan pupuk kompos  Mengerjakan soal-soal latihan

  5. Internet a.

  Video b.

  Artikel 6. soal-soal latihan

  • Menyebutkan pupuk alami dan pupuk buatan dan memberikan 2 contoh untuk masing-masing jenis pupuk

  Pertemuan 4  Membaca artikel tentang kasus pencemaran tanah oleh sampah.

  • Menjelakan kegunaan pupuk dalammeningkatan kesuburan tanah

   Membaca materi tentang tanah secara keseluruhan

  • Menerapkan langkah-langkah pembuatan pupuk kompos dalam peningkatan 4.

  Materi Alokasi Kompetensi Dasar Kegiatan Belajar Indikator Penilaian Sumber/Alat/Bahan Pokok

  Waktu

  kesuburan tanah  Menyimak penjelasan tentang materi

  • penggolongan penyebab tanah.

  Menyebutkan 2

  sampah berdasarkan  Mengerjakan jenisnya dan berikan soal-soal yang contoh-contohnya diberikan oleh guru

  Pertemuan 5 Menjelakan sampah

  • organik dapat

   Menyimak membantu penjelasan guru menambah tingkat tentang materi kesuburan tanah Tanah (proses terbentuknya

  • tanah, jenis-jenis mengurangi sampah tanah,pupuk,kesu anorganik agar tidak buran tanah) mencemari tanah

  Menerapkan cara

   Siswa diberikan soal tentang materi keseluruhan yang telah dipelajari sebelumnya

  Yogyakarta, 17 Februari 2012 Kepala Sekolah

  Guru Mitra Peneliti

  B. Suwardi S.Pd Lia Pratiwi A.ma.Pd

  1. Arista Trisnawati Dosen Pembimbing 1 Dosen Pembimbing 2

  2. Theresia Anita Septiarini

  G. Ari Nugrahanta , SJ, S.S., BST., M.A. Elga Andriana, S.Psi., M.Ed

  3. Septiana Anggraini

1. Mengingat

  1. Hermana, Dodo.

  

SILABUS

Nama Sekolah : SD Kanisius Sorowajan Mata Pelajaran :Ilmu Pengetahuan Alam Kelas/Semester :V / 2 Standar Kompetensi : 7. Memahami Perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan SDA Kelompok : Eksperimen

  Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan Belajar Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber/Alat/Bahan

  7.2Mengidentifikasi jenis-jenis tanah Tanah Pertemuan 1

   Pengenalan mind ma.  Membaca ringkasan materi atau buku terlebih dahulu tentang materi proses terbentuknya tanah.

  2009. Ayo Belajar

  Pretest

  dan

  • Menyebutkan jenis
  • Menyebutkan jenis-jenis tanah
  • Menyebutkan pupuk alami dan pupuk buatan dan memberikan 2 contoh untuk masing-masing jenis pupuk.
  • Menyebutkan 2 penggolongan sampah berdasarkan jenisnya dan berikan contoh-

  • –jenis pelapukan

  (terlampir) 10x40 menit

   Membuat mind map secara individu.

  IPA. Yogyakarta : Kanisus.

  2. Sulistyanto, H.&Edy wiyon.

  (2008). Ilmu Pengetahuan Alam: Jakarta : Depdiknas.

  3. Azmiyawati, Choiril, wigati Hadi Omegawati, & Rohana Kusumawati.

  (2008).IPA Salingtemas 5. Jakarta : Depdiknas.

  Posttest

  (2011). Ilmu Kealaman Dasar. Bogor:Ghalia Indonesia.

  Pertemuan 2  Mengamati demonstrasi guru tentang jenis-jenis tanah dan ciri- cirinya.

  4. Soewandi ,Hariwijaya &Estu Sinduningrum.

  Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan Belajar Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber/Alat/Bahan

  • Menyebutkan jenis-jenis tanah.

2. Memahami

  • - Menjelaskan proses

   Membuat mind map secara individu.

  Pertemuan 3  Menonton video atau gambar tentang proses pembuatan kompos  Membuat mind map secara individu.

  pelapukan berdasarkan penyebabnya.

  5. Internet c.

  Video d.

  Artikel

  • - Menjelaskan jenis-
  • Menjelakan sampah organik dapat membantu menambah tingkat kesuburan tanah

  jenis tanah berdasarkan ciri- cirinya.

  • Menjelakan kegunaan pupuk dalammeningkatan kesuburan tanah.
  • Menjelaskan jenis- jenis tanah berdasarkan ciri- cirinya.

  Pertemuan 4  Membaca artikel tentang kasus mengenai pencemaran tanah akibat sampah. contohnya

  Materi Alokasi Kompetensi Dasar Kegiatan Belajar Indikator Penilaian Sumber/Alat/Bahan Pokok

  Waktu

   Membuat mind map secara 3.

   Mengaplikasikan individu.

  • ah-langkah terbentuknya tanah

  Menunjukkanlangk

  Pertemuan 5 karena proses  Mengulas pelapukan. kembali materi

  • yang telah langkah-langkah dipelajari.

  Menjelaskan

  dalam penyusunan  Membuat mind bahan struktur map dalam tanah kelompok secara

  • keseluruhan.

  Menerapkan

  langkah-langkah pembuatan pupuk kompos dalam peningkatan kesuburan tanah

  • mengurangi sampah anorganik agar tidak mencemari tanah

  Menerapkan cara

  • langkah-langkah dalam penyusunan bahan struktur tanah.

  Menjelaskan

  Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan Belajar Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber/Alat/Bahan 4. Menganalisis

  • Membedakan pelapukan yang dipengaruhi oleh faktor kimia, fisika dan biologi.
  • Membedakan jenis- jenis tanah berdasarkan tekstur dan kemampuan menyerap air.
  • Memberikan alasan tentang pentingnya penggunaan pupuk kompos dalam peningkatan kesuburan tanah
  • Memberikan alasan tentang perbedaan tanah yang sudah tercemar dan tanah yang belum tercemar
  • Membedakan jenis- jenis tanah berdasarkan tekstur dan kemampuan menyerap air.

  Materi Alokasi Kompetensi Dasar Kegiatan Belajar Indikator Penilaian Sumber/Alat/Bahan Pokok

  Waktu 5. Mengevaluasi

  • Menilai perbedaan proses terbentuknya tanah karena pelapukan.
  • jenis-jenis tanah berdasarkan tekstur dan kemampuan menyerap air

  Menilai perbedaan

  • tentang pentingnya penggunaan pupuk kompos dalam peningkatan kesuburan tanah.

  Menilai alasan

  • yang lebih efektif untuk membandingkan tanah yang sudah tercemar dan tanah yang belum tercemar.

  Menjelaskan cara

  Menilai perbedaan

  Materi Alokasi Kompetensi Dasar Kegiatan Belajar Indikator Penilaian Sumber/Alat/Bahan Pokok

  Waktu

  jenis-jenis tanah berdasarkan tekstur dan kemampuan menyerap air.

6. Mencipta

  • rancangan kegiatan yang menunjukkan proses pembentukan tanah berdasarkan pelapukan.

  Membuat suatu

  • struktur tanah sederhana dari beberapa jenis tanah dengan perpaduan warna yang tepat.

  Membuat rancangan

  • pembuatan pupuk kompos.

  Merencanakan

  • untuk meningkatkan kesuburan tanah dan membuat pupuk kompos dari sampah organik.

  Merencanakan cara

  • struktur tanah

  Membuat rancangan

  Materi Alokasi Kompetensi Dasar Kegiatan Belajar Indikator Penilaian Sumber/Alat/Bahan Pokok

  Waktu

  sederhana dari beberapa jenis tanah dengan perpaduan warna yang tepat.

  Yogyakarta, 17 Februari 2012 Kepala Sekolah

  Guru Mitra Peneliti

  B. Suwardi S.Pd Lia Pratiwi A.ma.Pd

  1. Arista Trisnawati Dosen Pembimbing 1 Dosen Pembimbing 2

  2. Theresia Anita Septiarini

  G. Ari Nugrahanta , SJ, S.S., BST., M.A. Elga Andriana, S.Psi., M.Ed

  3. Septiana Anggraini

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 2. RPP

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

  Satuan Pendidikan : SD Kanisius Sorowajan Kelas/Semester : VB / 2 Mata Pelajaran : IPA Terpadu Unit / Tema : Tanah Hari,Tanggal : Kamis, 01 Maret 2012 Alokasi Waktu : 2 JP (2 X 40 Menit)

  Pertemuan ke : 1 Kelompok : Kontrol Standar Kompetensi : 7. Memahami Perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan SDA

  Sub Kompetensi Materi Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Sumber Belajar Dasar Pokok

  7.2 Tanah A. a. Metode pembelajaran

  Media Mengidentifikasi Ceramah singkat

  • jenis-jenis tanah B.

  Soal-soal latihan Menyebutkan

  jenis

  • –jenis Langkah-langkah pembelajaran 1.

  pelapukan b. Kegiatan Awal

  Buku Sumber Doa dan salam pembuka.

  • 1.
  • proses Dodo. 2009.

  Mengecek persiapan siswa Menjelaskan Hermana,

  • siswatentang materi yang akan pelapukan Ayo Belajar dipelajari dengan mengaitkan kehidupan berdasarkan IPA.

  Apersepsi : bertanya jawab dengan

  sehari-hari. penyebabnya. Yogyakarta : Kanisus. Menyampaikan tujuan pembelajaran

  • 2.
  • 2.

  Memotivasi siswa Membedakan Sulistyanto,

  pelapukan H.&Edy Kegiatan Inti yang wiyon. (2008). Siswa membaca buku terlebih dahulu

  • tentang materi proses terbentuknya dipengaruhi Ilmu tanah oleh faktor Pengetahuan - kimia, fisika

  Alam: Jakarta : Siswa menyimak penjelasan guru tentang proses terbentuknya tanah dan biologi Depdiknas.

  • tentang jenis-jenis pelapukan

  3. Siswa menyimak penjelasan guru Azmiyawati,

  Choiril, wigati

  Sub Kompetensi Materi Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Sumber Belajar Dasar Pokok

  • tentang perbedaan pelapukan yang

  Hadi Siswa menyimak penjelasan guru

  Omegawati, & dipengaruhi oleh faktor kimia, fisika dan Rohana biologi Kusumawati. (2008).IPA

  • tentang langkah-langkah terbentuknya Salingtemas 5.

  Siswa menyimak penjelasan guru

  tanah karena proses pelapukan Jakarta : Depdiknas.

  • 3.

  Siswa mengerjakan soal-soal latihan

  4. Kegiatan Akhir Soewandi

  • proses terbentuknya tanah yang telah

  ,Hariwijaya Siswa menyimpulkan materi tentang

  &Estu dipelajari hari ini Sinduningrum.

  • (2011). Ilmu Refleksi
  • Dasar. Bogor:Ghalia Indonesia.

  Kealaman Doa dan salam penutup

  c.

  Internet e.

  Artikel . Yogyakarta, 01 Maret 2012 Kepala Sekolah

  Guru Mitra Peneliti

  B. Suwardi S.Pd Lia Pratiwi A.ma.Pd

  1. Arista Trisnawati Dosen Pembimbing 1 Dosen Pembimbing 2

  2. Theresia Anita Septiarini

  G. Ari Nugrahanta , SJ, S.S., BST., M.A. Elga Andriana, S.Psi., M.Ed

  3. Septiana Anggraini

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

  Satuan Pendidikan : SD Kanisius Sorowajan Kelas/Semester : VB / 2 Mata Pelajaran : IPA Terpadu Unit / Tema : Tanah Hari,Tanggal : Sabtu, 03 Maret 2012 Alokasi Waktu : 2 JP (2 X 40 Menit) Pertemuan ke : 2 Kelompok : Kontrol

  Standar Kompetensi : 7. Memahami Perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan SDA

  Sub Kompetensi Materi Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Sumber Belajar Dasar Pokok

  7.2 Tanah A. a. Metode Pembelajaran

  Media Mengidentifikasi Ceramah singkat - soal-soal latihan

  Menyebutkan jenis-jenis tanah B. jenis-jenis

  Langkah-langkah pembelajaran 1. tanah b. Kegiatan Awal

  Buku sumber Salam pembuka dan Doa

  • 1.

  Mengecek persiapan siswa Menjelaskan Hermana, Dodo. jenis-jenis 2009. Ayo Belajar

  • tentang materi yang akan dipelajari tanah

  Bertanya jawab dengan siswa

  IPA. Yogyakarta : dengan mengaitkan kehidupan berdasarkan Kanisus. sehari-hari (Apersepsi) ciri-cirinya 2.

  Sulistyanto, H.&Edy wiyon. (2008). Ilmu Menyampaikan tujuan

  • pembelajaran

  Pengetahuan Alam: Membedakan jenis-jenis Jakarta : Depdiknas.

  • tanah 3.

  Memotivasi siswa

  Azmiyawati, Choiril, 2. berdasarkan wigati Hadi

  Kegiatan Inti tekstur dan Omegawati, & Siswa membaca buku tentang

  • materi jenis-jenis tanah. kemampuan Rohana menyerap air Kusumawati.

  Siswa menyimak penjelasan guru

tentang jenis-jenis tanah berdasarkan ciri-cirinya

  Kompetensi Dasar Sub Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Sumber Belajar

  • Siswa menyimak penjelasan tentang jenis-jenis tanah berdasarkan teksturnya dan kemampuan menyerap air
  • Siswa menyimak penjelasan guru tentang struktur tanah
  • Siswa mengerjakan soal-soal latihan 3.

  Kegiatan Akhir

  • Siswa menyimpulkan materi tentang jenis-jenis tanah yang telah dipelajari hari ini
  • Refleksi -

  Doa dan salam penutup (2008).IPA Salingtemas 5.

  Jakarta : Depdiknas.

  4. Soewandi ,Hariwijaya &Estu Sinduningrum.

  (2011). Ilmu Kealaman Dasar. Bogor:Ghalia Indonesia.

  c.

  Internet 1.

  Artikel . Yogyakarta, 03 Maret 2012 Kepala Sekolah

  Guru Mitra Peneliti

  B. Suwardi S.Pd Lia Pratiwi A.ma.Pd

  1. Arista Trisnawati Dosen Pembimbing 1 Dosen Pembimbing 2

  2. Theresia Anita Septiarini

  G. Ari Nugrahanta , SJ, S.S., BST., M.A. Elga Andriana, S.Psi., M.Ed

  3. Septiana Anggraini

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

  Satuan Pendidikan : SD Kanisius Sorowajan Kelas/Semester : VB / 2 Mata Pelajaran : IPA Terpadu Unit / Tema : Tanah Hari,Tanggal :Selasa, 06 Maret2012 Alokasi Waktu : 2 JP (2 X 40 Menit) Pertemuan ke : 3 Kelompok : Kontrol

  Standar Kompetensi : 7. Memahami Perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan SDA

  Sub Kompetensi Materi Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Sumber Belajar Dasar Pokok

  7.2 Tanah A. a. Metode Pembelajaran

  Media Mengidentifikasi Ceramah singkat soal-soal latihan

  • jenis-jenis tanah B.

  Menyebutkan

  pupuk alami Langkah-langkah pembelajaran 1. dan pupuk b. Kegiatan Awal

  Buku Sumber buatan dan Salam pembuka dan Doa

  memberikan 1. Mengecek persiapan siswa Hermana, Dodo.

  • siswa tentang materi yang akan untuk

  2 contoh 2009. Ayo Belajar Apersepsi : Bertanya jawab dengan

  IPA. Yogyakarta : dipelajari dengan mengaitkan masing- Kanisus. kehidupan sehari-hari masing jenis 2.

  Sulistyanto, H.&Edy pupuk wiyon. (2008). Ilmu Menyampaikan tujuan

  • pembelajaran

  Pengetahuan Alam:

  • Jakarta : Depdiknas.

  Memotivasi siswa Menjelakan 2. kegunaan 3. Kegiatan Inti

  Azmiyawati, Choiril, pupuk dalam wigati Hadi Siswa menyimak penjelasan guru

  • tentang pupuk meningkatkan Omegawati, & kesuburan Rohana Siswa menyimak penjelasan guru

  tentang proses pembuatan pupuk kompos

  • Siswa mengerjakan soal-soal latihan
  • Menerapkan langkah- langkah pembuatan pupuk kompos dalam peningkatan kesuburan tanah Kusumawati. (2008).IPA Salingtemas 5. Jakarta : Depdiknas.
  • Siswa menyimpulkan materi tentang jenis-jenis tanah yang telah dipelajari hari ini
  • Refleksi -

  Kegiatan Akhir

  Doa dan salam penutup tanah

  4. Soewandi ,Hariwijaya &Estu Sinduningrum.

  (2011). Ilmu Kealaman Dasar. Bogor:Ghalia Indonesia.

  c.

  Internet 1.

  Artikel . Yogyakarta, 05 Maret 2012

  Kepala Sekolah Guru Mitra Peneliti

  B. Suwardi S.Pd Lia Pratiwi A.ma.Pd

  1. Arista Trisnawati Dosen Pembimbing 1 Dosen Pembimbing 2

  2. Theresia Anita Septiarini

  G. Ari Nugrahanta , SJ, S.S., BST., M.A. Elga Andriana, S.Psi., M.Ed

  3. Septiana Anggraini

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

  Satuan Pendidikan : SD Kanisius Sorowajan Kelas/Semester : VB / 2 Mata Pelajaran : IPA Terpadu Unit / Tema : Tanah Hari,Tanggal :Rabu, 07 Maret 2012 Alokasi Waktu : 2 JP (2 X 40 Menit) Pertemuan ke : 4 Kelompok : Kontrol

  Standar Kompetensi : 7. Memahami Perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan SDA

  Sub Kompetensi Materi Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Sumber Belajar Dasar Pokok

  7.2 Tanah A. a. Metode Pembelajaran

  Media Mengidentifikasi Ceramah singkat soal-soal latihan

  • jenis-jenis tanah B.

  Menyebutkan

  2 Langkah-langkah pembelajaran 1. penggolongan b. Kegiatan Awal

  Buku Sumber sampah Salam pembuka dan Doa

  • berdasarkan 1.

  Mengecek persiapan siswa Hermana, Dodo.

  • jenisnya dan 2009. Ayo Belajar Apersepsi : Bertanya jawab dengan
  • siswa tentang materi yang akan berikan

  IPA. Yogyakarta : dipelajari dengan mengaitkan contoh- Kanisus. kehidupan sehari-hari contohnya 2.

  Sulistyanto, H.&Edy wiyon. (2008). Ilmu Menyampaikan tujuan

  • Pengetahuan Alam: - pembelajaran

  Menjelaskan sampah Jakarta : Depdiknas. Memotivasi siswa

  • 2.

  organik dapat 3. Kegiatan Inti

  Azmiyawati, Choiril, membantu wigati Hadi Siswa membaca artikel tentang

  • kasus pencemaran tanah oleh menambah Omegawati, & sampah tingkat Rohana

  Kompetensi Dasar Sub Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Sumber Belajar

  • Siswa menyimak penjelasan guru yang berkaitan dengan artikel
  • Siswa membaca materi tentang tanah secara keseluruhan.
  • Menerapkan cara mengurangi sampah anorganik agar tidak mencemari tanah Kusumawati. (2008).IPA Salingtemas 5. Jakarta : Depdiknas.
  • Siswa dan guru bertanya jawab tentang materi yang belum dipahami.
  • Siswa menyimak penjelasan dari guru tentang materi penyebab tanah.
  • siswa mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh guru.
  • Siswa menyimpulkan materi tentang tanah yang telah dipelajari hari ini
  • Refleksi -

  Doa dan salam penutup kesuburan tanah

  4. Soewandi ,Hariwijaya &Estu Sinduningrum.

  (2011). Ilmu Kealaman Dasar. Bogor:Ghalia Indonesia.

  c.

  Internet 1.

3. Kegiatan Akhir

  Artikel . Yogyakarta, 07 Maret 2012 Kepala Sekolah

  Guru Mitra Peneliti

  B. Suwardi S.Pd Lia Pratiwi A.ma.Pd

  1. Arista Trisnawati Dosen Pembimbing 1 Dosen Pembimbing 2

  2. Theresia Anita Septiarini

  G. Ari Nugrahanta , SJ, S.S., BST., M.A. Elga Andriana, S.Psi., M.Ed

  3. Septiana Anggraini

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

  Satuan Pendidikan : SD Kanisius Sorowajan Kelas/Semester : VB / 2 Mata Pelajaran : IPA Terpadu Unit / Tema : Tanah Hari,Tanggal : Kamis, 08 Maret 2012 Alokasi Waktu : 2 JP (2 X 40 Menit) Pertemuan ke : 5(Review) Kelompok : Kontrol

  Standar Kompetensi : 7. Memahami Perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan SDA

  Sub Kompetensi Materi Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Sumber Belajar Dasar Pokok

  7.2 Tanah A. a. Metode Pembelajaran Menyebutkan Media

  • Mengidentifikasi Ceramah singkat jenis-jenis soal-soal latihan jenis-jenis tanah B.

  tanah Langkah-langkah pembelajaran 1. b. Kegiatan Awal

  Buku Sumber

  Salam pembuka dan Doa Menjelaskan jenis-jenis

  • tanah 2009. Ayo Belajar Apersepsi : Bertanya jawab dengan

  1. Mengecek persiapan siswa Hermana, Dodo.

  • siswa tentang materi yang akan berdasarkan

  IPA. Yogyakarta : dipelajari dengan mengaitkan ciri-cirinya Kanisus. kehidupan sehari-hari 2.

  Sulistyanto, H.&Edy

  • wiyon. (2008). Ilmu Menyampaikan tujuan Membedakan pembelajaran jenis-jenis Pengetahuan Alam: tanah Jakarta : Depdiknas.
  • 2.

  Memotivasi siswa

  berdasarkan 3. Kegiatan Inti

  Azmiyawati, Choiril, tekstur dan wigati Hadi Siswa menyimak penjelasan guru

  • tentang materi Tanah (proses kemampuan Omegawati, & terbentuknya tanah, jenis-jenis menyerap air Rohana tanah,pupuk,kesuburan tanah) Kusumawati.

  Sub Kompetensi Materi Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Sumber Belajar Dasar Pokok

  • keseluruhan yang telah dipelajari Salingtemas 5.

  (2008).IPA Siswa diberikan soal tentang materi

  sebelumnya Jakarta : Depdiknas.

  • ,Hariwijaya &Estu

  4. Siswa mengerjakan soal Soewandi

  • soal yang telah dikerjakan Sinduningrum.

  Siswa dan guru membahas hasil

  3.

  (2011). Ilmu Kegiatan Akhir Kealaman Dasar.

  • tentang tanah yang telah dipelajari

  Siswa menyimpulkan materi

  Bogor:Ghalia hari ini Indonesia. Refleksi

  • c.
  • 1.

  Doa dan salam penutup Internet

  Artikel . Yogyakarta, 08 Maret 2012 Kepala Sekolah

  Guru Mitra Peneliti

  B. Suwardi S.Pd Lia Pratiwi A.ma.Pd

  1. Arista Trisnawati Dosen Pembimbing 1 Dosen Pembimbing 2

  2. Theresia Anita Septiarini

  G. Ari Nugrahanta , SJ, S.S., BST., M.A. Elga Andriana, S.Psi., M.Ed

  3. Septiana Anggraini

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

   Memahami

  (2008). Ilmu Pengetahuan Alam: Jakarta:

  2. Sulistyanto, H.&Edy wiyon.

  Ayo Belajar IPA. Yogyakarta : Kanisus.

  Hermana, Dodo. 2009.

  Buku sumber: 1.

  Kertas HVS 2. Pensil warna b.

  Media 1.

  4. Menganalisis

  Menunjukkanlangkah- langkah terbentuknya tanah karena proses pelapukan

  3. Mengaplikasikan

   Mengingat

  • Memotivasi siswa B.

  Kegiatan Inti

  pembentukkan tanah itu )

  ), (Melalui apa

  dari apakah tanah itu?

  Kegiatan Awal

  7.2 Mengidentifikasi jenis-jenis tanah Tanah A.

  Kompetensi Dasar Sub Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Sumber Belajar

  Satuan Pendidikan : SD Kanisius Sorowajan Kelas/Semester : VA / 2 Mata Pelajaran : IPA Terpadu Unit / Tema : Tanah Hari,Tanggal : Kamis, 01 Maret 2012 Alokasi Waktu : 2 JP (2 X 40 Menit) Pertemuan ke : 1 Kelompok : Eksperimen Standar Kompetensi : 7. Memahami Perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan SDA

  • Doa dan salam pembuka.
  • Menyebutkan jenis
    • –jenis pelapukan 2.

  • Mengecek persiapan siswa
  • Apersepsi : Bertanya jawab dengan siswatentang materi proses pembentukkan tanah yang akan dipelajari dengan mengaitkan kehidupan sehari-hari (Terbentuk

  • Menjelaskan proses pelapukan berdasarkan penyebabnya.
  • Menyampaikan tujuan pembelajaran

  • Siswa membaca ringkasan materi atau buku terlebih dahulu tentang materi proses terbentuknya tanah
  • Siswa diberi kertas kosong untuk membuat mind map tentang proses 1.
  • Membedakan Pembuatan mind map a.

  Sub Kompetensi Materi Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Sumber Belajar Dasar Pokok terbentuknya tanah. Tahapannya pelapukan yang Depdiknas.

  sebagai berikut : dipengaruhi oleh 3.

  Azmiyawati, 1. faktor kimia, fisika Choiril,

  Membuat pokok bahasan (Proses terbentuknya tanah) pada bagian dan biologi wigati Hadi tengah kertas

  Omegawati, 2.

  5.

  & Rohana Beri gambar atau foto Mengevaluasi berdasarkan imajinasi siswa

  • 3. proses (2008).IPA

  Kusumawati. Menilai perbedaan

  Beri warna sesuai kreatifitas siswa terbentuknya tanah Salingtemas 4. karena pelapukan.

  5. Jakarta : Hubungkan beberapa cabang utama ke gambar pusat

  Depdiknas.

  5.

  4. Gunakan garis melengkung Soewandi seperti cabang pohon

  6.

  ,Hariwijaya

   Mencipta 6.

  • bantuan pertanyaan (Bagaimana rancangan kegiatan Sinduningrum

  &Estu Gunakan kata kunci dengan Membuat suatu

  proses terbentuknya tanah yang yang menunjukkan . (2011). Ilmu kamu ketahui?) proses Kealaman

  7. pembentukan tanah Dasar.

  Tambahkan gambar-gambar yang mendukung kata kunci sesuai berdasarkan Bogor:Ghalia kreatifitas siswa pelapukan. Indonesia. Siswa menampilkan hasil pembuatan

  • mind map secara acak c.

  Internet a. Siswa mendapatkan evaluasi dan Artikel .

  • penguatan dari guru C.

  Kegiatan Akhir Siswa menyimpulkan materi tentang

  • proses terbentuknya tanah yang telah dipelajari hari ini

  Sub Kompetensi Materi Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Sumber Belajar Dasar Pokok

  Refleksi

  • Penugasan (memperbaiki mind map
  • yang belum baik)
  • Yogyakarta, 01 Maret 2012

  Doa dan salam penutup

  Kepala Sekolah Guru Mitra Peneliti

  B. Suwardi S.Pd Lia Pratiwi A.ma.Pd

  1. Arista Trisnawati Dosen Pembimbing 1 Dosen Pembimbing 2

  2. Theresia Anita Septiarini

  G. Ari Nugrahanta , SJ, S.S., BST., M.A. Elga Andriana, S.Psi., M.Ed

  3. Septiana Anggraini

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

  Satuan Pendidikan : SD Kanisius Sorowajan Kelas/Semester : VA / 2 Mata Pelajaran : IPA Terpadu Unit / Tema : Tanah Hari,Tanggal : Sabtu, 03 Maret 2012 Alokasi Waktu : 2 JP (2 X 40 Menit) Pertemuan ke : 2 Kelompok : Eksperimen

  Standar Kompetensi : 7. Memahami Perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan SDA

  Kompetensi Dasar Sub Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Sumber Belajar

  7.2 Mengidentifikasi jenis-jenis tanah Tanah A.

  Kegiatan Awal

  Kertas HVS 2.

  Media 1.

   Mengingat

  • Salam pembuka dan Doa -
  • Menyebutkan jenis-jenis tanah 2.
  • Apersepsi : Memberikan 10 kata dan 10 gambar kepada siswa dengan tujuan untuk melatih daya ingat.
  • Menjelaskan jenis- jenis tanah berdasarkan ciri- cirinya 3.
  • Menyampaikan tujuan pembelajaran
  • Memotivasi siswa B.
  • Siswa mengamati demonstrasi guru tentang jenis-jenis tanah dan ciri-cirinya 1.
  • Menjelaskan Pembuata n mind map a.

   Mengaplikasikan

  Kegiatan Inti

  Mengecek persiapan siswa dan menggumpulkan tugas mind map

  Pensil warna b. Buku sumber: 1.

  Hermana, Dodo. (2009).

  Ayo Belajar IPA. Yogyakarta : Kanisus.

  2. Sulistyanto, H.&Edy wiyon.

   Memahami

  Sub Kompetensi Materi Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Sumber Belajar Dasar Pokok

  • Pengetahuan membuat mind map tentang jenis-jenis dalam penyusunan

  langkah-langkah (2008). Ilmu Siswa dibagikan kertas kosong untuk

  Alam: Jakarta tanah dengan tahapan sebagai berikut : bahan struktur : Depdiknas.

  1. tanah

  Membuat pokok bahasan (Jenis-jenis 3.

  Azmiyawati, tanah) pada bagian tengah kertas Choiril, 2.

  wigati Hadi imajinasi siswa Membedakan

  4. Beri gambar atau foto berdasarkan Menganalisis

  • Omegawati, & Rohana 3.

  jenis-jenis tanah Beri warna sesuai kreatifitas siswa Kusumawati.

  4. berdasarkan

  Hubungkan beberapa cabang utama (2008).IPA ke gambar pusat tekstur dan Salingtemas 5. kemampuan

  Gunakan garis melengkung seperti

  5. Jakarta : cabang pohon menyerap air Depdiknas.

  Soewandi menggunakan bantuan pertanyaan

6. Gunakan kata kunci dengan 4.

  5. ,Hariwijaya Mengevaluasi

  &Estu

  (Apa saja jenis-jenis tanah yang ada

  • Sinduningrum

  Menilai perbedaan

  di Indonesia?, Apakah setiap jenis jenis-jenis tanah

  . (2011). Ilmu

  tanah itu memiliki ciri-ciri yang berdasarkan

  Kealaman

  sama?) tekstur dan

  Dasar. Bogor: 7. kemampuan

  Tambahkan gambar-gambar yang Ghalia mendukung kata kunci sesuai menyerap air Indonesia. kreatifitas siswa 6.

   Menciptakan f.

  Internet

  • Siswa menampilkan hasil pembuatan Membuat 1.

  Artikel

  mind map rancangan struktur

  tanah sederhana Siswa mendapat klarifikasi/penguatan

  Kompetensi Dasar Sub Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Sumber Belajar

  dari guru tentang materi jenis-jenis tanah

  • Siswa mendapat evaluasi dari guru tentang pembuatan Mind Map C.

  Kegiatan Akhir

  • Siswa menyimpulkan materi tentang jenis-jenis tanah yang telah dipelajari hari ini
  • Refleksi -

  Penugasan (memperbaiki mind map yang belum baik)

  • Doa dan salam penutup dari beberapa jenis tanah dengan perpaduan warna yang tepat

  Yogyakarta, 03 Maret 2012 Kepala Sekolah

  Guru Mitra Peneliti

  B. Suwardi S.Pd Lia Pratiwi A.ma.Pd

  1. Arista Trisnawati Dosen Pembimbing 1 Dosen Pembimbing 2

  2. Theresia Anita Septiarini

  G. Ari Nugrahanta , SJ, S.S., BST., M.A. Elga Andriana, S.Psi., M.Ed

  3. Septiana Anggraini

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

   Mengingat

  Kertas HVS 2. Pensil warna b.

  Satuan Pendidikan : SD Kanisius Sorowajan Kelas/Semester : VA / 2 Mata Pelajaran : IPA Terpadu Unit / Tema : Tanah Hari,Tanggal : Selasa, 06 Maret 2012 Alokasi Waktu : 2 JP (2 X 40 Menit) Pertemuan ke : 3 Kelompok : Eksperimen

  Standar Kompetensi : 7. Memahami Perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan SDA

  Kompetensi Dasar Sub Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Sumber Belajar

  7.2 Mengidentifika si jenis-jenis tanah

  Tanah A.

  Kegiatan Awal

  Media 1.

  Pembuatan mind map a.

  • Salam pembuka dan Doa -
  • Menyebutkan pupuk alami dan pupuk buatan dan memberikan 2 contoh untuk masing-masing jenis pupuk 2.
  • Apersepsi : Bertanya jawab dengan siswa tentang materi yang akan dipelajari dengan mengaitkan kehidupan sehari-hari (Siapa yang orang tuanya bertani atau

   Memahami

  berkebun? )

  Mengecek persiapan siswa dan menggumpulkan tugas mind map

  Buku sumber: 1.

  Hermana, Dodo. 2009.

  Ayo Belajar IPA. Yogyakarta : Kanisus.

  • Menyampaikan tujuan pembelajaran
  • Memotivasi siswa B.
  • Menjelakan kegunaan pupuk dalammeningkatan

  2. Sulistyanto, H.&Edy wiyon.

  (2008). Ilmu

  Kegiatan Inti

  • Siswa diberikan ringkasan materi tentang 1.

  Sub Kompetensi Materi Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Sumber Belajar Dasar Pokok

  jenis-jenis pupuk. kesuburan tanah Pengetahuan Alam:

  • proses pembuatan kompos

  Siswa menonton video atau gambar tentang

  Jakarta : 3.

   Mengaplikasika Depdiknas.

  • n

  Siswa dibagikan kertas kosong untuk

  membuat mind map secara keseluruhan 3.

  Azmiyawati, Menerapkan

  • mengenai materi pupuk kompos dengan

  Choiril, langkah-langkah tahapan sebagai berikut : wigati Hadi pembuatan pupuk

  1. Omegawati, Membuat pokok bahasan (pupuk

  & Rohana kompos dalam kompos) pada bagian tengah kertas

  Kusumawati peningkatan

  2. Beri gambar atau foto berdasarkan . (2008).IPA kesuburan tanah imajinasi siswa

  Salingtemas 3. Beri warna sesuai kreativitas siswa

  5. Jakarta : 4.

  4. Menganalisis Hubungkan beberapa cabang utama ke Depdiknas. gambar pusat

  • 4.

  Memberikan Soewandi

  alasan tentang ,Hariwijaya 5. Gunakan garis melengkung seperti

  &Estu pentingnya cabang pohon

  Sinduningru penggunaan pupuk

  6. Gunakan kata kunci dengan m. (2011). kompos dalam menggunakan bantuan pertanyaan (Apa

  Ilmu peningkatan

  saja bahan-bahan yang digunakan untuk

  Kealaman kesuburan tanah

  membuat kompos? Bagaimana proses Dasar. pmbuatan kompos?)

  Bogor: 5. Ghalia 7.

   Mengevaluasi

  Tambahkan gambar-gambar yang Indonesia. mendukung kata kunci sesuai kreativitas

  • tentang pentingnya siswa

  Menilai alasan

  c.Internet penggunaan pupuk Siswa menampilkan hasil pembuatan mind

  • Siswa mendapat evaluasi dari guru tentang pembuatan Mind Map C.

  Kompetensi Dasar Sub Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Sumber Belajar map

  Kegiatan Akhir

  Video 2. Artikel

  • Siswa menyimpulkan materi tentang pupuk kompos yang telah dipelajari hari ini

  6. Mencipta

  • Merencanakan pembuatan pupuk kompos 1.
  • Refleksi -

  Penugasaan (memperbaiki mind map yang belum baik)

  • Doa dan salam penutup kompos dalam peningkatan kesuburan tanah.

  Yogyakarta, 06 Maret 2012 Kepala Sekolah

  Guru Mitra Peneliti

  B. Suwardi S.Pd Lia Pratiwi A.ma.Pd

  1. Arista Trisnawati Dosen Pembimbing 1 Dosen Pembimbing 2

  2. Theresia Anita Septiarini

  G. Ari Nugrahanta , SJ, S.S., BST., M.A. Elga Andriana, S.Psi., M.Ed

  3. Septiana Anggraini

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

   Memahami

  3. Azmiyawati, Choiril, wigati

  (2008). Ilmu Pengetahuan Alam: Jakarta : Depdiknas.

  2. Sulistyanto, H.&Edy wiyon.

  2009. Ayo Belajar IPA. Yogyakarta : Kanisus.

  Hermana, Dodo.

  Buku sumber: 1.

  Kertas HVS 2. Pensil warna b.

  Media 1.

  Pembuatan mind map a.

   Mengingat

  Kegiatan Inti

  Mengecek persiapan siswa dan menggumpulkan tugas mind map

  Kegiatan Awal

  7.2 Mengidentifikasi jenis-jenis tanah Tanah A.

  Kompetensi Dasar Sub Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Sumber Belajar

  Standar Kompetensi : 7. Memahami Perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan SDA

  Satuan Pendidikan : SD Kanisius Sorowajan Kelas/Semester : VA / 2 Mata Pelajaran : IPA Terpadu Unit / Tema : Tanah Hari,Tanggal : Rabu, 07 Maret 2012 Alokasi Waktu : 2 JP (2 X 40 Menit) Pertemuan ke : 4 Kelompok : Eksperimen

  • Menyebutkan 2 penggolongan sampah berdasarkan jenisnya dan berikan contoh- contohnya 2.
  • Salam pembuka dan Doa -
  • Apersepsi: Memberikan 10 kata dan 10 gambar kepada siswa dengan tujuan untuk melatih daya ingat.
  • Menyampaikan tujuan pembelajaran
  • Memotivasi siswa B.

  • Menjelakan sampah organik dapat membantu menambah tingkat kesuburan tanah

  • Siswa membaca artikel tentang kasus mengenai pencemaran tanah akibat sampah

  • Siswa dibagikan kertas kosong untuk membuat mind map tentang jenis-jenis tanah dengan tahapan sebagai berikut : 1.

  • Menerapkan cara mengurangi sampah anorganik agar tidak mencemari tanah 4.
  • Memberikan alasan tentang perbedaan tanah yang sudah tercemar dan tanah yang belum tercemar 5.

  Kegiatan Akhir

  Bogor:Ghalia Indonesia. c.Internet 1.

  (2011). Ilmu Kealaman Dasar.

  4. Soewandi ,Hariwijaya &Estu Sinduningrum.

  (2008).IPA Salingtemas 5. Jakarta : Depdiknas.

  Hadi Omegawati, &Rohana Kusumawati.

   Mengevaluasi

   Menganalisis

   Mengaplikasikan

  Tambahkan gambar-gambar yang mendukung kata kunci sesuai kreatifitas siswa

  dapat mengalami kerusakan ? Apakah penyebab kerusakan tanah ?) 7.

  6. Gunakan kata kunci dengan menggunakan bantuan pertanyaan (Apakah tanah

  5. Gunakan garis melengkung seperti cabang pohon

  4. Hubungkan beberapa cabang utama ke gambar pusat

  3. Beri warna sesuai kreatifitas siswa

  2. Beri gambar atau foto berdasarkan imajinasi siswa

  Membuat pokok bahasan (Kesuburan Tanah) pada bagian tengah kertas

  Kompetensi Dasar Sub Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Sumber Belajar 1.

  Artikel

  • Menjelaskan cara yang lebih efektif untuk membandingka n tanah yang sudah tercemar dan tanah yang belum tercemar
  • Siswa menampilkan hasil pembuatan mind map
  • Siswa mendapat klarifikasi tentang hasil pembuatan Mind Map C.
  • Siswa menyimpulkan materi tentang jenis-jenis tanah yang telah dipelajari hari ini 3.

  Sub Kompetensi Materi Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Sumber Belajar Dasar Pokok

  • 6.

  Refleksi

  • yang belum jadi)

  Penugasan (memperbaiki mind map Mencipta

  Merencanakan cara untuk Doa dan salam penutup

  • meningkatkan kesuburan tanah dan membuat pupuk kompos dari sampah organik

  Yogyakarta, 07 Maret 2012 Kepala Sekolah

  Guru Mitra Peneliti

  B. Suwardi S.Pd Lia Pratiwi A.ma.Pd

  1. Arista Trisnawati Dosen Pembimbing 1 Dosen Pembimbing 2

  2. Theresia Anita Septiarini

  G. Ari Nugrahanta , SJ, S.S., BST., M.A. Elga Andriana, S.Psi., M.Ed

  3. Septiana Anggraini

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

  Satuan Pendidikan : SD Kanisius Sorowajan Kelas/Semester : VA / 2 Mata Pelajaran : IPA Terpadu Unit / Tema : Tanah Hari,Tanggal :Jumat, 09 Maret 2012 Alokasi Waktu : 2 JP (2 X 40 Menit) Pertemuan ke : 5(Review) Kelompok : Eksperimen

  Standar Kompetensi : 7. Memahami Perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan SDA

  Sub Kompetensi Materi Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Sumber Belajar Dasar Pokok

  7.2 Tanah A.

  1. Pembuatan a.

  Kegiatan Awal Mengingat Media Mengidentifikasi -

  Menyebutkan jenis- mind map 1. Salam pembuka dan Doa

  Kertas HVS jenis-jenis tanah jenis tanah 2. Mengecek persiapan siswa dan

  • menggumpulkan tugas mind map b.

  Pensil warna

  Buku sumber: 2.

  • siswa tentang materi yang akan Menjelaskan jenis- Dodo. 2009. dipelajari dengan mengaitkan jenis tanah Ayo Belajar kehidupan sehari-hari(Review berdasarkan ciri- IPA.

  1. Apersepsi : Bertanya jawab dengan Memahami Hermana,

  cirinya Yogyakarta :

  pertanyaan-pertanyaan pertemuan sebelumnya).

  3. Kanisus. Mengaplikasikan

  • 2.

  Menyampaikan tujuan pembelajaran Menjelaskan Sulistyanto, langkah-langkah H.&Edy Memotivasi siswa

  • B.

  dalam penyusunan wiyon. (2008). Kegiatan Inti bahan struktur Ilmu

  • telah dipelajari tanah Pengetahuan Alam: Jakarta :

  Siswa mengulas kembali materi yang

  • tentang materi yang belum jelas Depdiknas.

  Siswa tanya jawab dengan guru

  3. Siswa menyimak penjelasan dari Azmiyawati,

  Sub Kompetensi Materi Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Sumber Belajar Dasar Pokok

  guru 4.

  Choiril, wigati

   Menganalisis

  • Hadi Siswa dibagi ke dalam 7 kelompok Membedakan - yang masing-masing kelompok jenis-jenis tanah Omegawati, & terdiri dari 4 siswa berdasarkan Rohana tekstur dan Kusumawati.
  • membuat mind map secara kemampuan (2008).IPA keseluruhan bersama kelompok menyerap air Salingtemas 5. mengenai materi tanah dengan

  Siswa dibagikan kertas kosong untuk

  Jakarta : tahapan sebagai berikut :

  5. Depdiknas. Mengevaluasi 1.

  • pada bagian tengah kertas jenis-jenis tanah ,Hariwijaya

  4. Membuat pokok bahasan (Tanah) Menilai perbedaan Soewandi

  2. berdasarkan &Estu Beri gambar atau foto berdasarkan imajinasi siswa tekstur dan Sinduningrum.

  3. kemampuan (2011). Ilmu Beri warna sesuai kreativitas siswa menyerap air Kealaman

  4. Dasar.

  Hubungkan beberapa cabang utama ke gambar pusat

  6. Bogor:Ghalia Mencipta 5.

  • seperti cabang pohon rancangan c.Internet

  Indonesia. Gunakan garis melengkung Membuat

  6. struktur tanah 1.

  Gunakan kata kunci dengan Artikel menggunakan bantuan sederhana dari pertanyaan (Apa saja jenis-jenis beberapa jenis

  tanah? Bagaimana proses tanah dengan terbentuknya tanah? Apakah perpaduan warna

penyebab kerusakan tanah?) yang tepat

7.

  Tambahkan gambar-gambar yang mendukung kata kunci sesuai kreativitas siswa

  Kompetensi Dasar Sub Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Sumber Belajar

  • Masing-masing kelompok menampilkan hasil pembuatan mind

  map di depan kelas

  • Guru memilih secara acak hasil mind map yang dibuat oleh kelompok.
  • Siswa menyimak penjelasan guru tentang mind map yang dibuat siswa
  • Siswa mendapat klarifikasi dari guru tentang mind map yang telah dibuat siswa C.

  Kegiatan Akhir

  • Siswa menyimpulkan materi tentang jenis-jenis tanah yang telah dipelajari hari ini
  • Refleksi -

  Doa dan salam penutup

  Yogyakarta, 09 Maret 2012 Kepala Sekolah

  Guru Mitra Peneliti

  B. Suwardi S.Pd Lia Pratiwi A.ma.Pd

  1. Arista Trisnawati Dosen Pembimbing 1 Dosen Pembimbing 2

  2. Theresia Anita Septiarini

  G. Ari Nugrahanta , SJ, S.S., BST., M.A. Elga Andriana, S.Psi., M.Ed

  3. Septiana Anggraini

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 3. Uji Validitas SDK Sengkan Correlations Total Soal1 Soal2 Soal3 Soal4 Soal5 Soal6 Total Pearson

  

1 ,545 ,683 ,697 ,584 ,613 ,686

Correlation Sig. (2- ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 tailed) N

  43

  43

  43

  43

  43

  43

  43 Soal1 Pearson ,545 1 ,179 ,410 ,114 ,190 ,040 Correlation Sig. (2- ,000 ,252 ,006 ,468 ,223 ,801 tailed) N

  43

  43

  43

  43

  43

  43

  43 Soal2 Pearson ,683 ,179 1 ,281 ,356 ,396 ,548 Correlation Sig. (2- ,000 ,252 ,068 ,019 ,009 ,000 tailed) N

  43

  43

  43

  43

  43

  43

  43 Soal3 Pearson ,697 ,410 ,281 1 ,225 ,124 ,352 Correlation Sig. (2- ,000 ,006 ,068 ,148 ,429 ,021 tailed) N

  43

  43

  43

  43

  43

  43

  43 Soal4 Pearson ,584 ,114 ,356 ,225 1 ,296 ,402 Correlation Sig. (2- ,000 ,468 ,019 ,148 ,054 ,008 tailed) N

  43

  43

  43

  43

  43

  43

  43 Soal5 Pearson ,613 ,190 ,396 ,124 ,296 1 ,424 Correlation Sig. (2- ,000 ,223 ,009 ,429 ,054 ,005 tailed) N

  43

  43

  43

  43

  43

  43

  43

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 4. Uji reliabilitas SDK Sengkan Case Processing Summary N % Cases Valid

  43 100,0 Excludeda ,0 Total 43 100,0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

  Reliability Statistics Cronbach's N of Alpha Items

  ,690

6 Lampiran 5. Uji daya beda SDK Sengkan

  Group Statistics Kelompok Std.

  Std. Error

N Mean Deviation Mean

atasbawah kelompokatas

11 18,45 2,067 ,623

kelompokbawah

  

11 8,36 1,362 ,411

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 6. Instrumen pengumpul data dan kunci jawaban

ARTIKEL SAMPAH DI TANAH INDONESIA

  

Permasalahan sampah di Bandung sudah menjadi permasalahan serius yang melibatkan setiap keluarga dan

setiap warga. Sebenarnya, sebagian sampah di tanah Indonesia akan hancur dan sebagian lagi tidak mudah

hancur. Sampah yang tidak mudah hancur contohnya adalah plastik. Sebuah keluarga yang menggali

tanahnya untuk tempat sampah dan memasukkan sampah-sampah plastik ke dalamnya membuat tanah

menjadi tercemar (terpolusi). Ketika tanah yang digali itu penuh dengan sampah dan sampah plastik,

keluarga itu menimbunnya dengan tanah. Mereka pun menggali tanah yang baru di bagian lain dari halaman

rumahnya. Dari tahun ke tahun yang dilakukannya adalah menggali tanah baru di halamannya. Sampai

suatu ketika tidak ada lagi tanah yang belum digali untuk tempat sampah. Ia pun memutuskan untuk

menggali lubang yang paling awal digali untuk tempat sampah dengan harapan, sampah yang ada di

dalamnya sudah hancur. Tetapi ia menyadari bahwa sampah plastik dan beberapa jenis sampah lainnya

tidak hancur dimakan tanah.

Jika suatu tanah yang sudah digunakan untuk pembuangan sampah, unsur hara yang terkandung di

dalamnya akan berkurang disebabkan oleh sampah anorganik yang tidak dapat terurai menjadi satu dengan

tanah. Justru kandungan yang ada di dalam tanah menjadi berkurang karena disebabkan kandungan kimia

pada plastik sehingga tanah menjadi tidak subur. Oleh karena itu seseorang yang hendak membuang

sampah di tanah, mesti membedakan antara sampah organik dengan sampah anorganik. Sampah organik

adalah sampah yang relatif mudah hancur dan dapat menambah kesuburan tanah jika kita timbun. Jika ingin

tanah subur kita dapat membuat humus sendiri caranya dengan mengumpulkan sampah dedaunan dan

menimbunnya dalam lubang. Diusahakan lubang dibuat di bawah pohon yang rindang sebab udara di

tempat tersebut lembab sehingga mempercepat pembusukan. Timbunan sampah organik akan busuk oleh

bakteri-bakteri pengurai yang ada di dalam tanah. Daun akan berubah menjadi gumpalan hitam yang

bercampur dengan tanah. Sehingga tanah menjadi subur atau tidak tercemar, bila dilihat akan berwarna

cerah, teksturnya gembur, tidak berbau dan adanya organisme seperti cacing dan tumbuhan yang hidup.

Contoh sampah organik adalah sisa sayuran di dapur, sisa makanan, kertas, tisu. Sedangkan sampah

anorganik adalah sampah yang tidak mudah hancur. Kita bisa mengamati tanah tercemar dari warna tanah

yang pucat, tekstur yang keras, berbau, dan tidak adanya organisme seperti cacing dan tumbuhan yang

hidup disekitarnya. Contoh sampah anorganik adalah plastik, logam, kaleng, pecahan botol, pecahan gelas,

pecahan kaca.

Ada empat prinsip pemanfaatan sampah anorganik yang dapat kita lakukan secara praktis dalam kehidupan

sehari-hari sehingga tidak mencemari tanah, air, udara dan lain-lain. Ke empat prinsip tersebut lebih dikenal

dengan nama 4R yang meliputi: 1.

  Recuse (Mengurangi); sebisa mungkin lakukan minimalisasi barang atau material yang kita pergunakan.

  PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Nama : Kelas/no.urut : Sekolah : Setelah membaca artikel diatas, jawablah pertanyaan berikut ini dengan tepat! 1.

  Sebutkan 2 penggolongan sampah berdasarkan jenisnya dan berikan contoh-contohnya!

Jawab : ...............................................................................................................................................................

.............................................................................................................................................................................

.............................................................................................................................................................................

............................................................................................................................................................................

  2. Mengapa sampah organik dapat membantu menambah tingkat kesuburan tanah?

Jawab : ............................................................................................................................. .................................

  

.............................................................................................................................................................................

.............................................................................................................................................................................

............................................................................................................................................................................

  3. Bagaimana cara-cara pemanfaatan sampah anorganik?

Jawab : ..............................................................................................................................................................

  

.............................................................................................................................................................................

.............................................................................................................................................................................

............................................................................................................................................................................

  4. Menurutmu, apakah tanah yang sudah pernah digunakan untuk pembuangan sampah anorganik akan lebih subur daripada tanah yang tidak digunakan untuk tempat penimbunan dan penguburan sampah? Berikan alasanmu!

Jawab : ..................................................................................................................... ........................................

.......................................................................................................................................... ...................................

.............................................................................................................................................................................

............................................................................................................................................................................

  5. Bagaimana cara yang lebih efektif untuk membandingkan tanah yang sudah tercemar dan tanah yang belum tercemar?

Jawab : ..................................................................................................................... ........................................

.............................................................................................................................................................................

.............................................................................................................................................................................

............................................................................................................................................................................

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Kunci jawaban 1.

  Sampah organik , contohnya : daun kering, sisa makanan, kertas , kotoran hewan dan manusia dan sampah anorganik, contohnya : plastik, botol, kaca, logam.

  2. Karena sampah organik yang membusuk akan menambah kandungan unsur hara pada tanah sehingga tanah akan menjadi subur.

  3.

  4R : Reduce (Mengurangi), Reuse (Menggunakan kembali), Recycle (Mendaur ulang), Replace (Mengganti).

  4. Tidak subur, karena tanah yang sudah dijadikan tempat pembuangan sampah, unsur hara yang terkandung di dalamnya akan berkurang disebabkan oleh sampah anorganik yang tidak dapat terurai menjadi satu dengan tanah.

  5. Membandingkan dengan warna (pucat/cerah, bau (berbau/tidak) , tekstur (gembur/keras), terdapat organisme/tidak.

  6. Cara membuat pupuk sederhana dari sampah organik Bahan : sisa-sisa makanan, daun kering dan air Langkah-langkah : 1.

  Mengumpulkan sampah-sampah organik 2. Memotong-memotong sampah organik tersebut menjadi bagian yang kecil.

  3. Buatlah lubang pada tanah.

  4. Memasukan sampah organik dan air tersebut pada lubang yang sudah disediakan.

  5. Menimbun sampah organik dengan tanah.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 7. Rubrik Penilaian No. Variabel Aspek Kriteria No. soal

1. Membedakan 4 = jika membedakan kesuburan tanah dengan sangat tepat.

  3 = jika membedakan kesuburan tanah dengan tepat. 2 = jika membedakan kesuburan tanah dengan kurang tepat 1 = jika membedakan kesuburan tanah dengan tidak tepat. Mengorganisasi 4 = jika mendeskripsikan alasan tentang tanah yang digunakan sebagai tempat pembuangan sampah dan tidak digunakan untuk pembuangan sampah dengan sangat tepat. 3 = jika mendeskripsikan alasan tentang tanah yang digunakan sebagai tempat pembuangan sampah dan tidak digunakan untuk pembuangan sampah dengan tepat. 2= jika mendeskripsikan alasan tentang tanah yang digunakan sebagai tempat pembuangan sampah dan tidak digunakan untuk pembuangan sampah dengan kurang tepat. 1= jika mendeskripsikan alasan

  Menganalisis

  4 tentang tanah yang digunakan sebagai tempat pembuangan sampah dan tidak digunakan untuk pembuangan sampah dengan tidak tepat.

  Mengantribusikan 4 = jika mengemukakan penyebab tentang tanah yang digunakan sebagai tempat pembuangan sampah dan tidak digunakan untuk pembuangan sampah dengan sangat tepat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  tercemar dan tidak tercemar dengan tepat. 2 = jika menyebutkan 1 kriteria tanah tercemar dan tidak tercemar dengan tepat. 1 = jika menyebutkan 1 kriteria tanah tercemar dan tidak tercemar dengan tidak tepat. Menguji 4 = jika membandingkan dengan ≥ 3 kriteria tanah tercemar dan tidak tercemar disertai ciri-ciri yang sangat tepat. 3 = jika membandingkan dengan 2 kriteria tanah tercemar dan tidak tercemar disertai ciri-ciri yang tepat 2 = jika membandingkan 1 kriteria tanah tercemar dan tidak tercemar disertai ciri-ciri yang tepat. 1 = jika membandingkan 1 kriteria tanah tercemar dan tidak tercemar disertai ciri-ciri yang tidak tepat. Mengkritik 4 = jika keputusan benar/tidak kriteria tanah tercemar dan tidak tercemar disertai ciri-ciri yang sangat tepat. 3 = jika keputusan benar/tidak kriteria tanah tercemar dan tidak tercemar disertai ciri-ciri yang tepat. 2 = jika keputusan benar/tidak kriteria tanah tercemar dan tidak tercemar disertai ciri-ciri yang kurang tepat. 1 = jika keputusan benar/tidak kriteria tanah tercemar dan tidak tercemar disertai ciri-ciri tidak tepat.

  Lampiran 8. Rekapitulasi nilai No. Variabel Kelompok Aspek Skor

  11 Posttest Kontrol Mendeteksi

  3

  15 Mengkritik

  3

  6

  4

  12 Menguji

  4

  5

  7

  11

  4

  5

  1

  12 Mengkritik

  12

  3

  1

  9 Menguji

  10

  7

  6

  15 Pretest Eksperimen Mendeteksi

  2 Mengevaluasi Pretest Kontrol Mendeteksi

  5

  12

  4

  7

  5 Mengkritik

  12

  3

  8

  5 Menguji

  7

  11

  7

  13 Posttest Eksperimen Mendeteksi

  13

  2

  14 Mengkritik

  12

  2

  12 Menguji

  7

  2

  2

  9

  4

  12 Mengantribusikan

  16

  3

  3 Mengorganisasi

  1

  4

  20

  8 Posttest Kontrol Membedakan

  11

  9

  12

  1

  4

  7 Mengorganisasi

  1

  6

  14

  1. Menganalisis Pretest Kontrol Membedakan

  1

  2

  3

  9 Mengantribusikan

  13

  11

  17 Posttest Eksperimen Membedakan

  5

  3

  5 Mengantribusikan

  12

  7

  4

  3 Mengorganisasi

  2

  23

  5

  14 Pretest Eksperimen Membedakan

  4

  2

  16 Mengantribusikan

  10

  2

  5 Mengorganisasi

  4

  7

  12

  5 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

2

8 2,67

  4

  19

  

2

8 2,67

  2

  4

  18

  

2

8 2,67

  2

  4

  17

  2

  

2

8 2,67

  4

  16

  

1

5 2,00

  2

  3

  15

  

2

8 2,67

  2

  4

  14

  2

  20

  2

  1

  

2

8 2,67

  2

  4

  25

  

3

10 3,00

  3

  3

  24

  

1

3 1,00

  1

  23

  3

  

3

8 2,67

  1

  4

  22

  

1

3 1,00

  1

  1

  21

  

3

8 2,33

  1

  

2

8 2,33

  Lampiran 9. Nilai pretest menganalisis kelompok kontrol No.Res Menganalisis (kontrol)

  Total rata2 Pretest Membedakan Mengorganisasi mengantribusikan

  

1

3 1,00

  4

  6

  

2

8 2,67

  2

  4

  5

  

1

3 1,33

  1

  2

  4

  1

  

3

8 3,33

  1

  3

  

2

4 1,33

  1

  1

  2

  

1

3 1,00

  1

  1

  1

  3

  7

  13

  4

  

3

8 3,00

  2

  4

  12

  

2

4 1,33

  1

  1

  11

  

3

9 3,00

  2

  10

  4

  

1

3 1,00

  1

  1

  9

  

3

9 3,00

  2

  4

  8

  

3

10 3,33

  3

  3

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

1

6 2,00

  4

  19

  

2

8 2,67

  2

  4

  18

  

1

5 1,67

  1

  3

  17

  1

  

1

7 2,33

  4

  16

  

2

8 2,67

  2

  4

  15

  

2

8 2,67

  2

  4

  14

  2

  20

  3

  1

  

2

7 2,33

  2

  3

  25

  

2

8 2,67

  2

  4

  24

  

1

3 1,00

  1

  23

  4

  

2

8 2,67

  2

  4

  22

  

1

4 1,33

  1

  2

  21

  

1

7 2,33

  2

  

4

10 3,67

  Lampiran 10. Nilai posttest menganalisiskelompok kontrol No.Res Menganalisis (kontrol)

  Total rata2 Posttest Membedakan Mengorganisasi mengantribusikan

  

1

7 2,33

  4

  6

  

2

8 2,67

  2

  4

  5

  

1

5 1,67

  1

  3

  4

  2

  

2

8 2,67

  4

  3

  

1

7 2,33

  2

  4

  2

  

1

7 2,33

  2

  4

  1

  2

  7

  13

  4

  

2

8 2,67

  2

  4

  12

  

1

5 1,67

  1

  3

  11

  

1

7 2,33

  2

  10

  1

  

2

8 3,00

  3

  4

  9

  

2

7 2,33

  1

  4

  8

  

1

3 1,00

  1

  4

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

3

8 2,67

  1

  1

  21

  

1

4 1,33

  1

  2

  20

  

2

6 2,00

  2

  2

  19

  2

  22

  3

  18

  

2

7 2,33

  2

  3

  17

  

2

7 2,33

  2

  3

  16

  

1

3 1,00

  1

  

1

3 1,00

  4

  15

  26

  

2

6 2,00 1,89

  2

  2

  28

  

2

6 2,00

  2

  2

  27

  

1

3 1,00

  1

  1

  

2

7 2,33

  1

  2

  3

  25

  

3

9 3,00

  3

  3

  24

  

1

3 1,00

  1

  1

  23

  

2

7 2,33

  1

  Lampiran 11. Nilai pretest mengevaluasi kelompok kontrol No.Res Mengevaluasi (kontrol)

  Total rata2 Pretest mendeteksi Menguji mengkritik

  1

  7

  

1

3 1,00

  1

  1

  6

  

2

6 2,00

  2

  2

  5

  

1

3 1,00

  1

  4

  2

  

1

3 1,00

  1

  1

  3

  

3

7 2,33

  2

  2

  2

  

1

3 1,00

  1

  1

  1

  2

  

2

6 2,00

  2

  1

  2

  14

  

2

6 2,00

  2

  2

  13

  

1

3 1,00

  1

  1

  12

  

1

4 1,33

  2

  8

  11

  

3

9 3,00

  3

  3

  10

  

4

12 4,00

  4

  4

  9

  

3

9 3,00

  3

  3

  

2

6 2,00

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

3

10 3,33

  1

  1

  21

  

1

5 1,67

  1

  3

  20

  

1

3 1,00

  1

  1

  19

  3

  22

  4

  18

  

1

3 1,00

  1

  1

  17

  

4

12 4,00

  4

  4

  16

  

4

12 4,00

  4

  

1

3 1,00

  1

  15

  26

  

3

9 3,00 1,98

  3

  3

  28

  

2

6 2,00

  2

  2

  27

  

1

3 1,00

  1

  1

  

2

6 2,00

  1

  2

  2

  25

  

3

11 3,67

  4

  4

  24

  

1

3 1,00

  1

  1

  23

  

1

3 1,00

  4

  Lampiran 12. Nilai posttest mengevaluasi kelompok kontrol No. Res Mengevaluasi (kontrol)

  Total rata2 Posttest mendeteksi menguji mengkritik

  1

  7

  

1

4 1,33

  1

  2

  6

  

1

3 1,00

  1

  1

  5

  

1

3 1,00

  1

  4

  1

  

1

3 1,00

  1

  1

  3

  

3

9 3,00

  3

  3

  2

  

1

3 1,00

  1

  1

  1

  2

  

1

4 1,33

  3

  1

  4

  14

  

3

9 3,00

  3

  3

  13

  

1

3 1,00

  1

  1

  12

  

1

3 1,00

  1

  8

  11

  

2

7 1,70

  2

  3

  10

  

4

12 4,00

  4

  4

  9

  

2

9 2,00

  3

  4

  

3

10 3,33

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  3 8 2,67

  4

  19

  1 5 1,67

  1

  3

  18

  1 5 1,67

  1

  3

  17

  1

  2 7 2,33

  4

  16

  1 7 2,33

  2

  4

  15

  4 12 4,00

  4

  4

  14

  1

  20

  2

  1

  1 3 1,00

  1

  1

  25

  3 8 2,67

  1

  4

  24

  1 3 1,00

  1

  23

  3

  1 5 1,67

  1

  3

  22

  1 6 2,00

  2

  3

  21

  1 6 2,00

  2

  1 7 2,33

  Lampiran 13. Nilai pretest menganalisis kelompok eksperimen No.Res Menganalisis (eksperimen)

  Total rata2 Pretest Membedakan Mengorganisasi mengantribusikan

  1 3 1,00

  1

  6

  1 6 2,00

  1

  4

  5

  3 9 3,00

  2

  4

  4

  1

  1 3 1,00

  1

  3

  1 3 1,00

  1

  1

  2

  1 4 1,33

  1

  2

  1

  1

  7

  13

  2

  3 8 2,67

  2

  3

  12

  2 8 2,67

  2

  4

  11

  1 4 1,33

  1

  10

  4

  1 4 1,33

  1

  2

  9

  2 7 2,33

  1

  4

  8

  4 12 4,00

  4

  4

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  1 3 1,00

  4

  19

  2 8 2,67

  2

  4

  18

  4 12 4,00

  4

  4

  17

  1

  2 8 2,67

  1

  16

  3 11 3,67

  4

  4

  15

  4 12 4,00

  4

  4

  14

  2

  20

  3

  3

  2 8 2,67

  2

  4

  25

  2 8 2,67

  2

  4

  24

  1 5 1,67

  1

  23

  3

  3 10 3,33

  3

  4

  22

  2 8 2,67

  2

  4

  21

  2 7 2,33

  2

  3 10 3,33

  Lampiran 14. Nilai posttest menganalisis kelompok ekperimen No.Res Menganalisis (eksperimen)

  Total rata2 Posttest Membedakan Mengorganisasi mengantribusikan

  2 8 2,67

  4

  6

  3 10 3,33

  3

  4

  5

  4 11 3,67

  3

  4

  4

  2

  2 9 3,00

  4

  3

  2 8 2,67

  2

  4

  2

  1 3 1,00

  1

  1

  1

  3

  7

  13

  4

  1 3 1,00

  1

  1

  12

  1 7 2,33

  2

  4

  11

  1 7 2,33

  2

  10

  4

  3 9 3,00

  2

  4

  9

  1 9 3,00

  4

  4

  8

  2 7 2,33

  1

  4

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

2

7 2,33

  1

  1

  21

  

1

3 1,00

  1

  1

  20

  

1

3 1,00

  1

  1

  19

  1

  22

  4

  18

  

2

6 2,00

  2

  2

  17

  

1

3 1,00

  1

  1

  16

  

2

6 2,00

  2

  

1

3 1,00

  2

  15

  26

  

1

3 1,00 1,82

  1

  1

  28

  

2

8 2,67

  2

  4

  27

  

4

12 4,00

  4

  4

  

1

3 1,00

  2

  1

  1

  25

  

2

8 2,67

  2

  4

  24

  

1

3 1,00

  1

  1

  23

  

2

6 2,00

  2

  Lampiran 15. Nilai pretest mengevaluasi kelompok ekperimen No.Res Mengevaluasi (eksperimen)

  Total rata2 Pretest mendeteksi Menguji mengkritik

  2

  7

  

1

3 1,00

  1

  1

  6

  

2

7 2,33

  2

  3

  5

  

2

6 2,00

  2

  4

  2

  

2

6 2,00

  2

  2

  3

  

1

3 1,00

  1

  1

  2

  

2

6 2,00

  2

  2

  1

  2

  

2

6 2,00

  1

  1

  1

  14

  

2

8 2,67

  2

  4

  13

  

2

8 2,67

  2

  4

  12

  

1

3 1,00

  1

  8

  11

  

1

5 1,67

  1

  3

  10

  

4

12 4,00

  4

  4

  9

  

1

3 1,00

  1

  1

  

1

3 1,00

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  

3

9 3,00

  2

  4

  21

  

2

6 2,00

  2

  2

  20

  

1

3 1,00

  1

  1

  19

  3

  22

  3

  18

  

3

9 3,00

  3

  3

  17

  

1

3 1,00

  1

  1

  16

  

3

11 3,67

  4

  

2

8 2,67

  3

  15

  26

  

1

3 1,00 2,58

  1

  1

  28

  

4

12 4,00

  4

  4

  27

  

4

12 4,00

  4

  4

  

2

6 2,00

  2

  2

  2

  25

  

4

12 4,00

  4

  4

  24

  

1

3 1,00

  1

  1

  23

  

2

7 2,33

  4

  Lampiran 16. Nilai posttest mengevaluasi kelompok ekperimen No. Res Mengevaluasi (eksperimen)

  Total rata2 Posttest mendeteksi menguji mengkritik

  4

  7

  

2

6 2,00

  2

  2

  6

  

2

7 2,33

  2

  3

  5

  

4

12 4,00

  4

  4

  2

  

2

6 2,00

  2

  2

  3

  

4

12 4,00

  4

  4

  2

  

2

6 2,00

  2

  2

  1

  3

  

2

7 2,33

  1

  2

  1

  14

  

3

10 3,33

  3

  4

  13

  

2

8 2,67

  2

  4

  12

  

2

6 2,00

  2

  8

  11

  

2

6 2,00

  2

  2

  10

  

4

12 4,00

  4

  4

  9

  

4

12 4,00

  4

  4

  

1

3 1,00

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 17. Uji normalitas menganalisis

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  PreKontMenganalisi PostKontMenganalisi PreEksMenganalisi PostEksMenganalisi s s s s N

  28

  28

  28

  28 Normal Mean 2,2382 2,2743 2,0596 2,6793 Parametersa, b Std. ,80098 ,64891 ,82223 ,79345

  Deviatio n

Most Absolute ,241 ,248 ,122 ,210

Extreme Differences Positive ,157 ,164 ,122 ,148

  Negative -,241 -,248 -,099 -,210

Kolmogorov-Smirnov Z 1,274 1,315 ,645 1,109

Asymp. Sig. (2-tailed) ,078 ,063 ,800 ,171

  Lampiran 18. Uji normalitas mengevaluasi

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  PreKontMengevalu PostKontMengevalu PreEksMengevalu PostEksMengevalu asi asi asi asi N

  28

  28

  28

  28 Normal Mean 1,8921 1,9771 1,8218 2,5832

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 19. Uji pretest menganalisis Group Statistics Kelompok N Mean

  Std. Deviation Std.

  Error Mean PreKontEks Kelompok pretest kontrol 28 2,2382 ,80098 ,15137 Kelompok pretest eksperimen 28 2,0596 ,82223 ,15539

  Independent Samples Test Levene's Test for

  Equality of Variances t-test for Equality of Means F Sig. t df

Sig.

  

(2-

tailed)

Mean Difference

  Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the

  Difference Lower Upper PreKontEks Equal variances assumed ,214 ,645 ,823

  54 ,414 ,17857 ,21693 - ,25635 ,61349 Equal variances not assumed ,823 53,963 ,414 ,17857 ,21693 -

  ,25635 ,61350

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 20. Uji pretest mengevaluasi Group Statistics Kelompok Std. Std. Error

  N Mean Deviation Mean PreKontEks Kelompok 28 1,8921 ,80658 ,15243 pretest kontrol Kelompok

  28 1,8218 ,88680 ,16759 pretest eksperimen

  

Independent Samples Test

Levene's Test for Equality of

  Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval of the Difference

  Sig.

  (2- Mean Std. Error F Sig. t df tailed) Difference Difference Lower Upper PreKontEks Equal ,228 ,635 ,311 54 ,757 ,07036 - ,22654 ,52454 variances

  ,38383 assumed Equal ,311 53,522 - ,757 ,07036 ,22654 ,52464 variances

  ,38392 not assumed

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 21. Uji kenaikan pretest ke posttest menganalisis Paired Samples Statistics Std.

  Std. Error Mean N Deviation Mean Pair PostKontMenganalisis 2,2743

28 ,64891 ,12263

  1 PreKontMenganalisis 2,2382

28 ,80098 ,15137

Pair PostEksMenganalisis 2,6793

28 ,79345 ,14995

  2 PreEksMenganalisis 2,0596

28 ,82223 ,15539

Paired Samples Correlations N Correlation Sig.

  Pair PostKontMenganalisis 28 ,299 ,123 1 & PreKontMenganalisis Pair PostEksMenganalisis

  28 ,130 ,509 2 & PreEksMenganalisis

  

Paired Samples Test

Paired Differences

95% Confidence

  Interval of the Difference Std. Sig. Std. Error (2- Mean Deviation Mean Lower Upper t df tailed)

  Pair PostKontMenganalisis ,03607 ,86732 ,16391 -,30024 ,37238 ,220 27 ,827 1 - PreKontMenganalisis

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 22. Uji kenaikan pretest ke posttest mengevaluasi Paired Samples Statistics Std. Std. Error

Mean N Deviation Mean

  Pair 1 PostKontMengevaluasi 1,9771 28 1,12889 ,21334 PreKontMengevaluasi 1,8921 28 ,80658 ,15243 Pair 2 PostEksMengevaluasi 2,5832 28 1,07597 ,20334 PreEksMengevaluasi 1,8218 28 ,88680 ,16759

  Paired Samples Correlations N Correlation Sig.

  Pair 1 PostKontMengevaluasi 28 ,532 ,004 & PreKontMengevaluasi Pair 2 PostEksMengevaluasi

  28 ,609 ,001 & PreEksMengevaluasi

  Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence

  Interval of the Difference Std. Sig. Std. Error (2- Mean Deviation Mean Lower Upper t df tailed)

  • Pair PostKontMengevaluasi ,08500 ,97767 ,18476 ,46410 ,460 27 ,649 1 - PreKontMengevaluasi ,29410 Pair PostEksMengevaluasi - ,76143 ,88387 ,16704 ,41870 1,10416 4,558

  27 ,000

2 PreEksMengevaluasi

  Lampiran 23. Uji posttest menganalisis Group Statistics Kelompok N Mean

  Std. Deviation Std.

  Error Mean PostKontEks Kelompok posttest kontrol 28 2,2743 ,64891 ,12263 Kelompok posttest eksperimen 28 2,6793 ,79345 ,14995

  

Independent Samples Test

Levene's Test for Equality of

  Variances t-test for Equality of Means F Sig. t df Sig. (2- tailed)

  Mean Differenc e Std. Error

  Differenc e 95% Confidence

  Interval of the Difference Lower Upper PostKontEk s Equal variance s assumed ,133 ,717 -

  • ,0166

  2,091 54 ,041 -,40500 ,19371 - ,7933

  6

  4 Equal variance s not assumed

  • 2,091 51,954 ,041 -,40500 ,19371 - ,7937
  • ,0162

  1

  9 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 24. Uji posttest mengevaluasi Group Statistics Kelompok Std. Std. Error

  N Mean Deviation Mean PostKontEks Kelompok 28 1,9771 1,12889 ,21334 posttest kontrol Kelompok

  28 2,5832 1,07597 ,20334 posttest eksperimen

  

Independent Samples Test

Levene's Test for Equality of

  Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval of the Difference

  Sig.

  (2- Mean Std. Error F Sig. t df tailed) Difference Difference Lower Upper PostKontEks Equal ,173 ,679 -2,056 54 ,045 -,60607 - ,29472 -,01519 variances

  1,19695 assumed Equal -2,056 53,876 - ,045 -,60607 ,29472 -,01516 variances

  1,19699 not assumed

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 25. Foto-foto penelitian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Foto-foto kelas kontrol (VB) Siswa membaca materi pada buku paket pelajaran

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Siswa membaca materi yang diberikan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Foto-foto kelas eksperimen Suasana saat perkenalan mind map

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Siswa menunjukkan hasil membuat mind map Siswa menonton video tentang pembuatan kompos sebelum membuat mind map

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 26. Contoh mind map yang dibuat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 27. Surat ijin penelitian dari FKIP USD

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 28. Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  Lampiran 29. Daftar Riwayat Hidup

Daftar Riwayat Hidup

  Theresia Anita Septiarini merupakan anak pertama dari pasangan Yohanes Sutarno dan Antonia Harini. Lahir di Bantul pada tanggal 12 September 1990. Pendidikan awal di TK Kanisius Ganjuran pada tahun 1995-1996. Penulis melanjutkan di Sekolah Dasar Kanisius Ganjuran tahun 1996-2002. Tahun 2002-2005 melanjutkan pendidikan sekolah jenjang menengah pertama Kanisius Ganjuran. Tahun 2005-2008 melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 2 Bantul, kemudian melanjutkan pendidikan di Universitas Sanata Dharma Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar pada tahun 2008. Selama menempuh kuliah, penulis aktif dalam kegiatan mudika lingkungan sebagai sekretaris. Selain aktif dalam kegiatan kemudikaan, penulis juga aktif dalam kegiatan kemahasiswaan sebagai panitia seminar bertema “pengembangan kreatifitas belajar matematika di Sekolah Dasar” (2009), Inisiasi Mahasiswa Baru Keguruan (SIMAK 2010), workshop storytelling PGSD (2010), dan tim relawan merapi dalam mengajar anak-anak SD di Rusunawa Paingan Yogyakarta.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta.
0
3
175
Pengaruh penerapan metode inkuiri pada mata pelajaran IPA terhadap kemampuan mengingat dan memahami kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta.
1
3
182
Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta.
0
6
192
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sengkan Yogyakarta.
0
2
151
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada pelajaran IPA SD Kanisius Sengkan Yogyakarta.
0
3
146
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta pada mata pelajaran IPA kelas V SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta.
0
0
162
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta.
0
1
170
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terbimbing terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sengkan Yogyakarta.
0
0
156
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta.
0
1
173
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA SD Kanisius Kalasan Yogyakarta.
0
1
143
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sengkan Yogyakarta
0
0
149
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta pada mata pelajaran IPA kelas V SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta
0
3
160
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta
0
2
190
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada pelajaran IPA SD Kanisius Sengkan Yogyakarta
0
0
144
Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA di SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta - USD Repository
0
0
144
Show more